Anda di halaman 1dari 2

Fenol sebagai anti oksidan Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menunda, memperlambat, dan mencegah terjadinya reaksi

oksidasi radikal bebas dalam oksidasi lipid (Kochar dan Rossell, 1990). Berdasarkan sumbernya, antioksidan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu antioksidan sintetik dan antioksidan alami. Antioksidan sintetik merupakan anitoksidan yang diperoleh dari hasil sintesis reaksi kimia, sedangkan antioksidan alami merupakan antioksidan yang diperoleh dari ekstraksi bahan alami. Antioksidan memiliki peranan yang penting bagi kesehatan, yaitu dalam mengatasi implikasi reaksi oksidasi dalam tubuh yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskuler, kanker, dan penuaan (Nelson et al., 2003). Antioksidan alami dalam pangan dapat berasal dari satu atau lebih komponen pangan. Antioksidan alami, seperti yang terdapat pada teh, dapat menghambat terjadinya reaksi oksidasi dalam minyak jagung, minyak kacang, dan minyak ikan yang sangat rentan terhadap reaksi oksidasi karena mengandung asam lemak tidak jenuh yang tinggi. Senyawa fenol tersubstitusi telah banyak digunakan sebagai antioksidan (Stuckey, 1986). Kerja antioksidan dalam reaksi oksidasi adalah menghambat terbentuknya radikal bebas pada tahap inisiasi atau menghambat kelanjutan reaksi berantai pada tahap propagasi dari reaksi autooksidasi. Antioksidan yang baik adalah senyawa yang mampu membuat radikal fenol dari antioksidan menjadi lebih stabil. Senyawa turunan fenol tersubtitusi ini banyak terdapat pada berbagai tumbuhan tropis berupa senyawa turunan polifenol. Fenol mempunyai efek kardiopektif, yakni antioksidan yang sangat kuat. Senyawa fenol mampu mencegah oksidasi LDL 20 kali lebih kuat dibandingkan dengan vitamin E. Teh sebagian besar mengandung ikatan biokimia yang disebut polifenol. Polifenol merupakan suatu kelompok antioksidan yang secara alami terdapat pada sayur-sayuran, buahbuahan, dan minuman seperti teh dan anggur (Pambudi, 2004). Polifenol ini mempunyai kemampuan untuk menghambat reaksi oksidasi dan menangkap radikal bebas. Selain itu, polifenol juga mempunyai aktivitas sebagai antioksidan dan antiradikal (Burda dan Oleszek, 2001). Pada umumnya antioksidan melindungi sel dengan cara mengorbankan dirinya untuk teroksidasi oleh radikal bebas. Fenol merupakan senyawa yang mudah teroksidasi, oleh karena itu sering digunakan sebagai antioksidan. Penggunaannya sebagai antioksidan dapat melindungi sel agar tidak teroksidasi oleh radikal bebas dengan car mengikat radikal bebas tersebut secara tidak langsung yang teroksidasi adalah fenol tersebut.

Winarsi, Henry. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Yogyakarta : Kanisius.

Burda, S., dan W. Oleszek. 2001.Antioxidant and Antiradical Activities of Flavonoids. J. Agric. Food Chem. 49: 2774-2779.

Pambudi, J. 2004. Potensi Teh sebagai Sumber Zat Gizi dan Perannya dalam Kesehatan. http://www.ipard.com/art_perkebun/Jul04-06_jp.asp [12 September 2009]. Kochar, S.P. dan B. Rossell. 1990. Detection estimation and evaluation of antioxidants in food system. Di dalam: Hudson, B.J.F., (ed.). Food Antioxidants. Elsivier Applied Science, London. Nelson, J.L., P.S. Bernstein, M.C. Schmidt, M.S. Von Tress, dan E.W. Askew. 2003. Dietary modification and moderate antioxidant supplementation defferently affect serum carotenoids, antioxidants level and marker of oxidative stress in older humans. J. Nutr. 133: 3117-3123.

Cahaya pada fotolisis dan oksidasi Oksidasi merupakan suatu proses degradasi obat oleh keberadaan oksigen dan dapat dipacu oleh keberadaan ion logam, cahaya dan suhu. Perbedaan fungsi cahaya pada proses oksidasi dan fotolisis adalah : 1. Pada oksidasi penyebab utamanya adalah keberadaan oksigen, sedangkan pada fotolisis penyebab utamanya adalah cahaya. 2. Ketiadaan cahaya menyebabkan tidak terjadinya fotolisis, sedangkan oksidasi dapat tetap berlangsung 3. Fotolisis adalah bagian dari proses oksidasi lanjut (AOPS; Advanced Oxydation Process ) dan fotokatalis merupakan suatu proses yang dibantu dengan adanya cahaya dan material katalis (Safni et al.,2008)

Safni, Loekman, U. & Febrianti, F. 2008. Degradasi zat warna sudan I secara sonolisis dan foltolisis dengan penembahan TiO2-anatase. J.Ris. Kim I(2): 164-170.