Anda di halaman 1dari 24

1

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini penulis akan menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan pendahuluan, yaitu latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan keaslian penelitian. A. LATAR BLAKANG Salah satu kemampuan yang harus dimiliki dosen, sebagai

salah satu unsur pendidik, agar mampu melaksanakan tugas profesionalnya adalah memahami bagaimana mahasiswa belajar dan bagaimana

mengorganisasikan proses pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak mahasiswa, serta memahami tentang bagaimana mahasiswa belajar. Untuk dapat memahami proses belajar yang terjadi pada diri mahasiswa, dosen perlu menguasai hakikat dan konsep dasar belajar. Dengan penguasaan hakikat dan konsep dasar tentang belajar diharapkan dosen mampu menerapkan dalam kegiatan pembelajaran, karena fungsi utama pembelajaran adalah memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya belajar dalam diri mahasiswa. Istilah pembelajaran sudah mulai dikenal luas dalam masyarakat, lebih-lebih setelah diundangkannya Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, yang secara legal formal memberi pengertian tentang pembelajaran. Dalam pasal 1 butir 20 pembelajaran diartikan sebagai proses interaksi mahasiswa dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran sebagai salah suatu sumber belajar pada suatu konsep pedagogik secara teknis dapat diartikan sebagai upaya sistematik dan sistematik untuk menciptakan belajar yang potensial menghasilkan proses belajar yang bermuara pada perkembangannya potensi individu. Dalam pengertian tersebut tampak bahwa antara belajar dan

pembelajaran satu sama lain memiliki keterkaitan subtantif dan fungsional. Keterkaitan belajar dan pembelajaran terletak pada simbul terjadinya perubahan perilaku dalam diri individu. Keterkaitan fungsional pembelajaran

dengan belajar adalah bahwa pembelajaran sengaja dilakukan untuk menghasilka belajar. Proses belajar dan pembelajaran merupakan hal yang paling penting bisa hasil akhir dalam pmbelajaran.yang bisa kita sebut dengan out put

pembelajaran, atau bisa dikatakan juga melalui proses pembelajaran yang efektif terutama di perguruan tinggi. Pemakaian proses belajar mengajar menurut Makmun A (2007), merupakan rangkaian interaksi antara

mahasiswa dan dosen dalam rangka mencapai tujuannya. Jika pendidikan menjadi ciri-ciri penting tingkat prestasi kemudian institusi pendidikan seharus nya memberikan untuk melatih menjadi pelajar efektif. Dalam hal ini institusi pendidikan atau lembaga pendidik, merupakan sarana untuk melatih dan mendidik seseorang agar mampu berkembang secara efektif. Dalam proses pembelajaran yang efektif diperlukan adanya suatu pola pendekatan. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran,yang menunjuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifat nya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi,menginspirasi, menguatkan, dan melatih metode pembelajaran.Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis yaitu : 1. Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) 2. Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada dosen (teacher centered approach) Jika ditinjau lebih mendalam, begitu penting nya pemahaman proses belajar pembelajaran karena dalam proses belajar tersebut tidak hanya

berlangsung dari satu arah melainkan terjadinya secara timbal balik, dimana kedua pihak salimg berperan baik. Dari setiap proses belajar pembelajaran, harus atau dapat di lihat pada ada tidak nya perubahan-peribahan yang diharapkan terjadi pada perilaku pada mahasiswa. Seorang dosen dapat dikatakan pengajar berhasil karena perubahan terjadi pada perilaku dan pribadi mahasiswa. Begitu pula dengan mahasiswa dikatakan belajarnya berhasil kalau ia telah mengalami perubahan-perubahan setelah menjalani proses pembelajaran tersebut.

Dosen mempunyai tanggung jawab yang besar dalam pelaksanaan proses belajar, untuk membina dan mengembangkan potensi mahasiswa guna untuk meningkatkan tingkat prestasi mahasiswa. Seorang dosen juga dituntut harus mempunyai prinsip prifesionalis, yaitu : a. Dalam pelaksanaan tugasnya harus memiliki bakat,minat, panggilan jiwa dan idealisme b. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan. Ketakwaan ,dan akhlak mulia c. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas d. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas e. Memiliki tanggung jawab atau tugas keprifesionalan. Keberhasilan dan prestasi mahasiswa dalam belajar tidak bisa dilepaskan dari kompetensi dasar atau kemampuan dosen (pengajar) dalam proses belajar mengajar. Kompetensi tersebut meliputi 1) teacing skill dimention (keterampilan dalam menyampaikan pelajaran,2) personal

dimention karakter/kepribadian, 3) subject dimention( menguasai materi yang diajarkan). Untuk itu, dalam kegiatan proses kegiatan belajar mengajar setiap dosen sudah seharus nya memiliki kompetensi (kemampuan dasar) agar dapat digunakan dalam pelaksanaan kegiatanfungsional dengan baik. Pembahasan mengenai dosen, tidak terlepas kepuasan mahasiswa dalam proses belajar untuk meningkatkan tingkat presasi. Mahasiswa merupakan seorang yan memiliki kualitas, fasilitas dan mutu pengajaran dari perguruan tinggi. Prestasi merupakan hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan trtentu. Prestasi akademik adalah hasil belajar yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran di sekolah yang bersifat kognitif dan biasanya di tentukan melalui pengukuran dan penilaian. Sementara prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh pengajar.

B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut ;Apakah ada hubungan tehnik mengajar dosen dengan prestasi mahasiwa tingakat III semester V akper Ngesti Waluyo Parakan Tahun 2012.

C. TUJUAN PENELITIAN 1. Tujuan umum Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Tehnik Mengajar Dosen dengan Tingkat Prestasi Mahasiswa Tingkat III Semester V Akper Ngesti Waluyo Parakan 2012.

2. Tujuan khusus a. Untuk mengetahui bagaimana cara/teknik mengajar dosen. b. Untuk mengetahui bagaimana mahasiswa bisa menangkap materi yang disampaikan oleh dosen. c. Untuk mengetahui tingkat prestasi mahasiswa tingkat III semester V . d. Mengetahui hubungan tehnik mengajar dosen dengan tingkat prestasi mahasiswa tingkat III semester V. D. MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat untuk aspek teoritis Manfaat untuk aspek teoritis yaitu dimana penelitian berguna dalam mengembangkan teori untuk memberikan jawaban yang pasti atas berbagai kemungkinan jawaban dari fenomena yang ditemukan. Berdasarkan uraian di atas maka penulis mengemukakan bahwa penelitian ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana tehnik mengajar yang baik supaya prestasi mahasiswa meningkat. 2. Manfaat untuk aspek praktis a. Bagi pembaca Agar pembaca mengetahui mengetahui keefisien dosen dalam mengajar agar lebih bermanfaat bagi mahasiswa.

b. Bagi institusi Sebagai masukan dalam proses belajar mengajar pada mata kuliah riset keperawatan mengenai hubungan tehnik mengajar dosen dengan tingkat prestasi mahasiswa tingkat III semester V. c. Bagi penulis Memahami proses dan kegiatan penelitian, menambah pengetahuan, dan menambah serta pendalaman penelitian tentang hubungan tehnik mengajar dosen dengan tingkat prestasi mahasiswa tingkat III semester V d. Bagi peneliti selanjut nya Sebagai gambaran dalam melakukan penelitian tentang hubungan tehnik mengajar dosen dengan tingkat prestasi mahasiswa tingkat III semester V. E. KEASLIAN PENELITIAN Sepengetahuan peneliti, penelitian dengan judul Hubungan teknik mengajar dosen dengan tingkat prestasi mahasiswa akper ngesti waluyo parakan tahun 2012, belum pernah dilakukan namun terdapat beberapa penelitian dengan tema yang hampir sama antara lain : 1. Irfan Subagyo (2009). Judul Kinerja dosen dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran di Politeknik,kesehatan Kupang. Dengan hasil penelitian ada hubungan kinerja dosen dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran. 2. Suhad Murdin (2007). Judul Kinerja dosen dalam melaksanakan proses balajar mengajar. Dengan hasil ada hubungan Kinerja dosen dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Ada peneliti, judul penelitian, metode, dan hasil penelitian serta perbedaan penelitian dapat dijelaskan pada tabel berikut:

Penelitian Irfan Subagyo (2009)

Judul Kinerja dosen dalam melaksanakan pendidikan dan

Metode Explanatory, Desain Crossectional

Hasil penelitian Ada hubungan kinerja dosen dalam melaksanakan

Perbedaan 1.ada hubungan kinerja dosen dalam melaksanakan

pengajaran(Pro gram diploma III).

pendidikan dan pengajaran(pro gram diploma III)

pendidikan dan pengajaran (Program diploma III) 2.Dilakukan di Politeknik,Kesehat an Kupang, NTT 3.Hasil penelitian ada hubungan kinerja dosen dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran(progra m diploma III)

Suhad Murdin (2007)

Kinerja dosen dalam melaksanakan proses belajar mengajar

Explanatory, Desain Crossectional

Ada hubungan kinerja dosen melaksanakan proses belajar mengajar.

1.ada hubungan kinerja dosen melaksanakan proses belajar mengajar. 2.Stikes Mahardika Cirebon Jawa barat 3.Hasil penelitian ada hubungan kinerja dosen melaksanakan proses belajar mengajar.

F. RUANG LINGKUP PENELITIAN 1. lingkup waktu Penelitian ini darencanakan mulai dari pengumpulan data awal sampai penulisan hasil, dilaksanakan dari bulan Oktober 2012 sampai dengan November 2012. 2.Ruang lingkup tempat Penelitian ini dilakukan di Akper Ngesti Waluyo Parakan. 3. Runag lingkup materi Penelitian ini mengambil materi atau bahan berupa teknik mengajar dosen dengan tingkat prestasi mahasiswa di akper ngesti waluyo parakan tahun 2012.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini penulis akan menjelaskan hal-hal yang terkait dengan tinjauan pustaka sebagai dasar rujukan dalam menjawab permasalahan penelitian yang terdiri dari beberapa teori yaitu: devinisi mengajar, model pokok mengajar, penguasaan materi, kualitas hubungan belajar mengajar, prinsip belajar mengajar, pengertian prestasi, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi.kemudian kerangka teori dan hipotesa.

A. TINJAUAN TEORI 1. Devinisi Mengajar Mengajar menurut Arifin (1978) : adalah suatu rangkaian kegiatan penyampaian bahan pelajaran kepada murid agar dapat menerima, menanggapi, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu.Kemudian Tyson dan Caroll (1970) menyebut bahwa mengajar adalah suatu cara dan suatu proses hubungan timbal balik antara siswa dan guru yang sama-sama aktif melakukan kegiatan.Selanjutnya menurut Nasution (1986) adalah suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak, sehingga terjai proses belajar mengajar. Ahli lain (Tardif ,1989) mendefinisikan secara lebih sederhana, tetapi

cukup komprehensif dengan menyataka bahwa mengajar itu pada prinsipnya adalah perbuatan yang dilakukan seseorang(guru) dengan tujuan membantu atau memudahkan orang lain(siswa) melakukan kegiatan belajar dan Biggs (1991) membagi mengajar dalam tiga macam pengertian, yaitu: a. b. Pengertian kuantitatif: mengajar berarti penularan pengetahuan Pengertian institutional: mengajar berarti penataan segala kemampuan mengajar secara efisien. c. Pengertian kualitatif: mengajar berarti upaya membantu memudahkan kegiatan belajar siswa Dari berbagai definisi yang ditemukan, maka dapat ditarik kesimpulan dan dapat ditarik benang merah yang menghubungkan pandangan para ahli tadi, bahwa mengajar pada intinya mengruh pada timbulnya perilaku belajar siswa.

2.

Model Pokok Mengjar Menurut Dahlan (1984), suatu model mengajar dapat diartiakan sebagai rencana/pola yang digunakan dalam menyusun rencana pembelajaran,mengatur materi pengajaran dan memberi petunjuk kapada pengajar di kelas dalam setting pengajaran ataupun seting lainnya. Kumpulan model mengajar yang dianggap komprehensif menurut Tardif(1989) adalah: model pemrosenan,informasi, personal dan interaksional, serta perilaku. Model Pemrosesan Informasi: model mengajar ini menjelaskan bagaimana cara individu memberi respon yang datang dari lingkungannya dengan cara mengorganisasikan data, memformulasikan masalah, menyusun rencana pemecahan masalah serta penggunaan simbol-simbol verbal dan nonverbal. Sedangkan Model personal (pengembangan pribadi): model mengajar ini derorientasi pada perkembangan diri individu. Penekanannya lebih diutamakan kepada proses yang membantu individu dalam membentukdan mengorganisasi realita yang unik. Model ini lebih memperhatikan kehidupan emosional peserta didik, sehingga usaha pengjarannnya lebih bersifat menolong individu dalam mengembangkan hubungan yang produktif dengan lingkungannya. Dan selanjutnya, Model Behavioral (pengembangan perilaku): model mengajar ini dibangun atas dasar teori perilaku. Salah satu ciri model ini adalah adannya kecenderungan memecahkan tugas belajar kepada sejumlah perilaku yang kecil-kecil dan berurutan. Belajar ini dipandang sebagai sesuatu yang menyeluruh, tetapi diuraikan dalam langkah-langkah yang konkret dan dapat diamati. Di lain sisi mengajar adalah mengusahakan terjadinnya perbuatan dalam perilaku individu dan perubahan ini harus diamati.

3.

Penguasaan materi Salah satu kompenen kompetensi yang harus dimiliki oleh guru sebagai seorang profesional adalah menguasai bahan pengajaran serta konsep-konsep dasar keilmuannya (Depdikbud,1980). Menurut Johnson (1980) penguasaan materi terdiri atas pengusaan bahan yang harus

10

diajarkan dan konsep-konsep dasar keilmuan dari bahan yang akan diajarkannya itu. Ada dua cara memandang materi atau bahan ajar, yaitu pertama dari sudut isi bahan ajar, dan kedua dari sudut cara pengorganisasin bahan ajarnya. Dilihat dari sudut isi materi, bahan ajar dapat digolongkan ke dalam emam jenis, seperti berikut : Fakta yaitu: bahan yang isinya terdiri atas sejumlah fakta atau informasi yang kebenarannya tidak dapat diragukan lagi untuk diperdebatkan. Misalnya tahun-tahun sejarah atau peristiwa-peristiwa. Konsep yaitu: bahan bidang studi yang isinya berupa gagasan, ide, pendpat, teori atau dalil. Konsep ini bersifat abstrak, namun akan menjadi nyata jika diwujudkan dalam bentuk benda atau pembuatan. Prinsip: tuntukan praktis bagi terselenggaranya perbuatan tertentu seperti dalam belajar dan mengajar. Bahan bidang studi prinsip merupakan bahan yang memberi landasan bagi terwujudnya suatu perbuatan yang diharapkan sehingga setiap tindakan yang dilakukan dapat dikontrol dengan baik. Contoh prinsip belajar dn mengajar Pemecahan masalah yaitu: bahan bidang studi yang menandung unsur pemecahan masalah. Peserta didik ditugasi untuk berfikir dan berbuat dan kemudian diakhiri oleh kesimpulan. Proses: yang melukiskan proses terjadinya sesuatu, untuk itu ada beberapa cara dalam menyampaikan bahan bidang studi antara lain: menganti bahan bidang studi yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu dan teknologi dengan bahan bidang studi baru. kemudian

mengembangkan sistem pendekatan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan siswa, juga harus bisa menerapkan prinsip belajar modern seperti cara-cara belajar siswa aktif, mengunakan metode dan media yang bervariasi dan teknik belajar lebih variatif dengan menggunakan tempat belajar yang tidak terbatas pada ruang tertentu. 4. Kualitas hubungan belajar mengajar Interaksi antara seseorang pendidik dan seorang merupakan hubungan khusus yang ditandai dengan adanya saling berbagi pegalaman, serta

11

memberi sokongan dan negosiasi. Pembelajaran yang efektif terjadi ketika pengajar dan pelajar sama-sama berpartisipasi dalam proses belajar mengajar. Dalam proses belajar hendaknya guru memperhatikan faktor-faktor yang mendukung belajar, yang meliputi: motivasi, kesiapdan rintangan budaya. a. Faktor-faktor pendukung belajar,yaitu : 1) Motivasi Motivasi untuk belajar adalah keinginan untuk belajar yang dapat mempengaruhi bagaimana seeorang belajar. Motifasi ini pada umumnya meningkat ketika seseorang mengenal kebutuhan dan merasa yakin kebutuhan tersbut dapat terpnuhi melalui belajar. 2) Kesiapan Kesiapan untuk belajar adalah perilaku yang menunjukan motivasi pada waktu yang spesifik. Kesiapan merefleksikan keinginan dan kemampuan seseorang untuk belajar.Peran guru adalah mendorong perkembangan kesiapan tersebut. 3) Pelibatan aktif (Aktive Involvement) Pelibatan aktif dalam proses pembelajaran sangat penting. Jika peserta didik aktif dalam perencanaan dan diskusi, pembelajaran akan lebih cepat dan lebih baik. Sekali peserta didik telah berhasil dalam pencapaian tugas atau memahami konsep,mereka akan memperoleh kepercayaan diri tentang kemampuan dalam belajar; mengurangi kecemasan tentang kegagalan dan motivasi untuk belajar lebih baik. 4) Umpan balik (Feed back) Umpan balik adalah informasi yang telah berhubungan dengan penampilan peserta didik terhadap tujuan yang diharapkan. Umpan balik positif akan memberikan dukungan atau semangat peserta didik untuk berbuat yang lebih baik,karena mereka merasa dihargai dan tahu tentang cara lain untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi,sementara umpan balik yang negatif, seperti hukiman dan kurangnya penghargan akan menurunkan semngat peserta didik serta mengundurkan diri dari pembelajaran. 5) Dari yang sederhana ke yang kompleks Belajar dilengkapi dengan materi yang secara logika di olah dan di proses dari yang sederhana ke yang kompleks,seperti: peserta didik mampu memahami

12

informasi baru,,mengasimilasikan informasi baru dengan pelajaran yang lalu dan membentuk pemahaman baru. 6) Pengulangan (repetition) Pengulangan konsep kunci dan fakta memfasilitasi pemahaman materi yang baru dipelajari. Praktik ketrampilan psikomotor, terutama umpan balik dari pengajar, akan memperbaiki pemhaman dalam ketrampilan dan memudahkan

memindahkan mereka pada setting yang lain. 7) Waktu ( timing) Seseorang akan mempertahankan informasi dan ketrampilan psikomotornya secara baik, jika waktu antara pembelajaran dan pngunaan tidak terlalu lama, interval waktunya lama, dan orang itu sering lupa. 8) Lingkungan (Environment) Lingkungan belajar yang optimal mendukung pembelajaran dengan mengurangi distraksi dan memberikan perasaan nyaman, baik secara fisik maupun psikologis, misalnya: cahaya runagan yang memadai,bebas dari suara yang bising, suhu ruangan yang sejuk dan ventilasi yang baik. b. Faktor-faktor penghambat belajar 1) Emosi

Tingkat kecemasan yang tinggi dapat mengaggu pembelajaran. 2) Kejadian-kejadian psikologis

Belajar dapat dihambat oleh kejadian-kjadian psikologis, karena tidak dapat berkonsentrasi dan menerapkan energinya terhadap pelajaran, pembelajaranya sendiri terganggu. 3) Budaya

Ada pandangan unsur budaya yang dapat mempengaruhi pembelajaran, seperti bahasa dan nilai-nilai. Misalnya pelajar tidak memahami bahasa yang diajarkan.

5. Prinsip belajar mengajar Dalam proses belajar mengajar hendak nya guru memperhatikan faktorfaktor yang mendukung, faktor-faktor penghambat dalam belajar, fase-fase dalam proses belajar, serta karakteristik perilaku belajar. an pelibatan aktif, umpan balik dari yang sederhana ke komplek, pengulangan, waktu dan lingkungan. Di lain pihak faktor-faktor yang

13

menghambat belajar meliputi emosi, kejadian-kejadian psikologis, Guru mampu memahami faktor pendukung dan faktor penghambat belajar. 6. Pengertian Prestasi Menurut Sardiman A.M (2001:46) Prestasi adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun dari luar individu dalam belajar. Sedangkan pengertian prestasi menurut A. Tabrani (1991:22) Prestasi adalah

kemampuan nyata (actual ability) yang dicapai individu dari satu kegiatan atau usaha. Dan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (1996:186) Prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya). Sedangkan menurut W.S Winkel (1996:165) Prestasi adalah bukti usaha yang telah dicapai. Dari beberapa pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi merupakan suatu hasil yang telah dicapai sebagai bukti usaha yang telah dilakuka.

7.

Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi

a.

Intelegensi yaitu: tingkat intelegensi seseorang dapat dengan mudah dilihat dari prestasi belajarnya disekolah atau universitas disemua mata pelajaran. Bagi para peserta didik yang memiliki intelegensi tnggi sangat diharapkan dapat mencapai prestasi didik yang memiliki intelegensi kurang, tetepi faktor ini bukan berarti sebagai faktor penentu karena masih ada lagi banyak faktor yang mempengaruhi.

b. Motivasi yaitu: daya penggerak seseorang yang menjadi aktif pada saatsaat tertentu dimana seseorang tersebut ingin mencapai tujuan. Motivasi ini meliputi 3 bagian antara lain: motivasi internal ang isinya motifasi dari dalam diri sendiri dimana dia ingin mencapai sesuatu yang dia inginkan, biasa diebut dengan niat. peranaKemudian motivasi eksternal itu motivasi yang didapat dari orang lainsperti hal nya pujian, atau pemberian hadiah atas kesuksesanya.dan motivasi berprestasi yaitu dimana seseorang

14

memiliki keinginan brjuang untuk sukses dan memilih kegiatan yang berorientasi sukses. Motivasi ini idak jauh berbeda dengan motivasi internal. c. Kepribadian merupakan suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik yang dinamis seseorang yang menentukan bagaimana individu dapat menyesuaikan diri dan menjadi bagian tersendiri dalam

lingkungannya.kepribadian ini dapat berubah dan diwujudkan dengan tingkah laku . Faktor ekternal meliputi : a. Lingkungan rumah, dalam hal ini orang tua memiliki peranan paling penting untuk membentuk dan menjadi guru untuk anaknya. Orang tua merupakan pengasuh ,guru ,juga psikolog untuk anak dan membantu proses sosialisasi anak . b. Lingkungan sekolah dimana sekolah yang baik adalah lingkungan yang nyaman dimana anak terdorong untuk berprestasi di pelajaran. Sedangkan contoh kelas yang baik adalah kelas yang memiliki jumlah murid yang tidak terlalu banyak sehingga guru memonitoring dan mengawasi belajar anak. c. Lingkungan sosial dimana manusia (anak) tidak bisa lepas dari pengaruh lingkungan sosial nya,baik dengan teman sebaya maupun masyarakat secara luas dalam mengembangkan kepribadian (Sumadi suryabrata, 2005)

15

B. KERANGKA TEORI Kerangka teori faktor-faktor yang mempengarui prestasi

Faktor internal (dosen) 1. Intelegensi 2. Motivasi 3. Minat 4. Kepribadian

Perubahan perilaku dosen

Perubahan perilaku mahasiswa

Faktor eksternal(dosen) 1. Lingkungan rumah 2. Lingkungan sekolah 3. Lingkungan sosial Prestasi mahasiswa

16

C. Hipotesa Berdasarkan latar belakang dan kerangka teori dapat di buat hipotesa sabagai berikut ada ahubungan positiv antara teknik mengajar dosen dengan tingkat prestasi mahasiswa.

17

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Dalam BAB III ( METODOLOGI PENELITIAN ) penulis akan menguraikan beberapa hal yang berkaitan dengan metode yang peneliti gunakan, yang terdiri dari : desain penelitian, kerangka konsep, tempat dan waktu penelitian, populasipenelitian, sampel penelitian, variabel penelitian. A. Desain penelitian Desain penelitian adalah rencana atau rancangan yang dibuat oleh peneliti, sebagai ancar-ancar kegiatan, yang akan dilaksanakan (Arikunto, 2006 : 51). Penelitian ini menggunakan desain penelitian Study Korelasi yaitu merupakan penelitian atau penelaahan hubungan antara dua variabel pada suatu situasi atau sekelompok subyek. Hal ini dilakukan untuk melihat hubungan antara gejala yang lain atau variabel satu dengan variabel yang lain (Notoadmojo, 2010). Sehingga penulis ingin mengetahui ada tidaknya hubungan teknik mengajar dosen dengan tingkat prestasi mahasiswa akper ngesti waluyo tingkat III semester V tahun 2012.Berdasarkan desain penelitian di atas, penulis dalam melakukan penelitian dengan membagikan kuisioner kepada responden (mahasiswa Akper Ngesti Waluyo parakan tingkat III). B. Populasi dan sampel a.Populasi Dalam penelitian ini mengambil subjek dari mahasiswa Akper ngesti waluyo tinkat III semester V kelas A dan B. Kelas A 50 mahasiswa, terdiri dari mahasiswa laki-laki dan perempuan, dan kelas B 50 mahasiswa, terdiri dari mahasiswa laki-laki dan perempuan.

b. Sampel Dalam penelitian ini mengambil sampel dengan rondom sampling yaitu mahasisa tingkat III sebanyak kelas A 20 mahasiswa dan kelas B 20 mahasiswa, alasanya tingkat III A dan B memenuhi syarat homogenitas, dimana secara umum mempunyai karakteristik yang sama, baik mata

18

pelajaran maupun pencapaian kompetensinya, sehingga dalam penggolahan datanya tdak terlalu menyulitkan. C. Variabel penelitian Variabel adalah ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota-anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang lain. (Notoatmodjo Soekidjo 2002:70). Variabel yang digunakan penelitian ini

adalah variabel indepanden(bebas) dan variabel dependen (terikat) yaitu variabel yang nilainya menentukan oleh variabel yang lain (Nursalam : 2003:102). a. Variabel bebas (X1) 1). Intelegensi 2). Motivasi 3). Minat 4). Kepribadian Variabel bebas ( X2) 1). Lingkungan rumah 2). Lingkungan sekolah 3). Lingkungan sosial b. Variabel terikat 1). Prestasi D. Instrumen penelitian Instrumen yang penulis gunakan yaitu angket atau kuisioner dan wawancara. E. Pengumpulan data Ada dua metode yang akan digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu: 1. Metode Angket adalah suatu cara pengumpulan data atau suatu penelitian mengenai suatu masalah yang umumnya banyak menyangkut kepentingan umum/orang banyak. Angket ini dilakukan dengan mengedarkan suatu daftar pertanyaan yang berupa formulir-formulir, dianjurkan secara tertulis kapada

19

sejumlah subjek untuk mendaptkan tangapan, informasi, jawaban, dan sebagainya. Adapun beberapa tipe angket diantaranya: a. Menurut sifatnya 1. Angket umum, yang berusaha sejauh mungkin untuk memperoleh selengkap-lengkapnya tentang kehidupan seseorang. 2. Angket khusus, hanya berusaha untuk mendapatkan data-data mengeni sifat-sifat husus dari pribadi seeorang.

b. Menurut cara penyampaiannya 1. Angket langsung, apabila disampaikan langsung kepada orang yang dimintai informasinya tentang dirinya sendiri. 2. Angket tak langsung, apabila pribadi yang disuruh mengisi angket adalah bukan responden langsung. Ia akan menjawab dan memberikan informasi tentang diri orang lain.

c. Menurut bentuk strukturnya 1. Angkat berstruktur. Angket ini disusun sedemikian rupa tegas, dedinitif, terbata, dan konkret, sehingga responden dapat dengan mudah mengisi atau menjawabnya. 2. Angket tak berstruktur. Angkat ini dipakai bila peneliti menghendaki suatu uraian dari informan atau responden tentang suatu masalah dengan suatu penulisan atau penjelaskan yang panjang lebar. Jadi pertanyaannya bersifat terbuka dan bebas.

Berdasarkan bentuk pertanyaannya atau menurut jenis penyusunan item yang diajukan, angket dibedakan menjadi: a. Angket berbentuk isian, dimana responden diberi kebebasan untuk mengisi dengan jawaban yang sesuai menurut responden (open ended item) b. Angket berbentuk pilihan, dimana jawabannya telah disediakan (closed ended item)

20

2. Metode wawancara adalah suatu metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan data, dimana peneliti mendapatkan keterangan atau pendirian secara lisan dari seseorang sasaran penelitian (responden), atau becakaocakap berhadapan muka dengan orang tersebut (face to face). Jadi data tersebut diperoleh langsung dari responden melalui suatu pertemuan atau percakapan. Wawancara sebagai pembantu utama dari metode observasi. metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang prestasi mahasiswa Akper ngesti waluyo. Wawancara bukanlah sekedar angka, lisan saja, sebab dengan wawancara peneliti akan dapat : a.Memperoleh kesan langsung dari responden. b.Menilai kebenaran yang dikatakan oleh responden. c.Membaca air muka (mimik) dari responden, d.Memberikan penjelasan bila pertanyaan tidak dimengerti responen e.Memancing jawaban bila jawaban macet. F. Pengolahan dan analisa data Setelah data dikumpulkan, maka langkah selanjutnya adalah mengolah dan mengaalisa data tersebut. Dalam pengolahan data penulis mengunakan metode statistik analisa regresi. Dalam analisa regresi ada tiga ukuran dasar yang harus dicari yaitu: a) Garis regresi, yaitu yang menyatakan hubungan antara variabelvariabel itu. b) Standard eror of estimate (Sy, X1,X 2 ) yaitu harga yang mengukur pemencaran tiap-tiap titik (data) terhadap garis regresinya. Atau merupakan penyimpangan standar dari harga-harga variabel terikat (y) terhadap garis regresinya. c) Koefisien garis korelasi (r) yaitu angka yang menyatakan eratnya hubungan antara variabel-variabel itu.

21

DAFTAR PUSTAKA Dinas Kesehatan Kab Temanggung. 2010. Profil Kesehatan Kabupaten Temanggung Tahun 2010. Dinkes Kab Temanggung 2010.Temanggung Notoatmodjo, Soekidjo.2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. edisi 2. Jakarta Nursalam. 2011. Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu

Keperawatan.edisi 2.Jakarta:Salemba Medika Pemerintah Kabupaten Temanggung. 2011. Temanggung Dalam Angka 2011.Pemerintah Kabupaten Temanggung 2011. Satori, Djamah,dkk. 2007. Profesi Keguruan. Jakarta Suliha,Uha, dkk.2001. Pendidikan Kesehatan dalam Keperawatan. Jakarta : EGC Sugiyono. 2007. Statitika untuk Penelitian. Penebit Alfabeta. Jakarta Wahyudin,Dinn. 2007. Pengantar Pendidikan. Jakarta Winaaputra, Udin S, dkk. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Edisi Jakarta

22

LAMPIRAN

23

Lampiran 1 SURAT PERSETUJUAN RESPONDEN

Temanggung, Oktober 2012

Yth. Calon responden penelitian Di Akper Ngesti Waloyo

Dengan hormat, Yang bertanda tangan dibawah ini Nama NIM :

: Devi Novitasari : 2010 780

Adalah mahasiswa Akademi Keperawatan Ngesti Waluyo Parakan Tahun 2012 angkatan XII yang sedang melakukan penelitian dengan judul Hubungan Teknik Mengajar dosen dengan Tingkat Prestasi Mahasiswa Akper Ngesti Waluyo Tingkat III Semester V Tahun 2012 Penelitian ini tidak menimbulkan akibat yang merugikan bagi ibu sebagai responden, kerahasiaan semua informasi yang diberikan akan dijaga dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian saja, jika mahasiswa tidak bersedia menjadi responden dan terjadi hal-hal yang memungkinkan mahasiswa dan untuk mengundurkan diri, maka mhasiswa diperbolehkan mengundurkan diri untuk tidak ikut serta dalam penelitian ini. Jika mahasiwa menyetujui, maka saya mohon kesediaannya untuk menjawab pertanyaan yang saya buat. Atas kesediaan mahasiswa menjadi responden, saya ucapkan banyak terima kasih.

Peneliti,

Devi Novitasari

24

Lampiran 2 LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Alamat : .................................................................. : ..................................................................

Menyatakan bersedia menjadi responden penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Akademi Keperawatan Ngesti Waluyo Parakan: Nama NIM Judul : : : Devi Novitasari 2010 780 Hubungan Teknik Mengajar Dosen dengan Tingkat Prestasi Mahasiswa Akper Ngesti Waluyo Tingkat III Semester V Tahun 2012. Saya merasa penelitian ini tidak merugikan bagi saya, oleh karena itu saya bersedia menjadi responden dalam penelitian ini.

Temanggung, Oktober 2012

(Responden)