KTI Asuhan Keperawatan Anak

PROPOSAL PENELITIAN

PERAN KELUARGA DALAM PENATALAKSANAAN PENYAKIT DIARE PADA ANAK (1 – 14 TAHUN) DI IRNA ANAK SAYAP A RUMAH SAKIT MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG TAHUN 2011

Diajukan untuk memenuhi ketentuan melakukan kegiatan penyusunan Karya Tulis Ilmiah

Diajukan Oleh : RINDA SILVIA MAHARANI 02.08.1017

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN AKADEMIK 2010/2011

Latar Belakang Derajat kesehatan masyarakat yang optimal dapat diwujudkan dengan diselenggarakannya upaya-upaya kesehatan yaitu: upaya pendekatan peningkatan kesehatan (promotif). dapat dicapai melalui Pelaksanaan Program Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) baik di tingkat pusat. propinsi.69 per 1000 penduduk pada tahun 2000 dan 12. 2003). penyakit diare menempati urutan kelima dari 10 penyakit utama pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit dan menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di Rumah Sakit. Berdasarkan data tahun 2003 terlihat frekuensi kejadian luar biasa (KLB) penyakit diare sebanyak 92 kasus dengan 3865 orang penderita. Data dari profil kesehatan Indonesia tahun 2002 menunjukkan bahwa angka kesakitan diare berdasarkan propinsi terjadi penurunan dari tahun 1999-2001. terpadu dan berkesinambungan (Noor. Salah satu upaya implementasi tersebut adalah Program Pemberantasan Penyakit Diare (Dep. penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh.63 per 1000 penduduk menurun menjadi 22. Upaya untuk memiliki derajat kesehatan yang setingi-tingginya. kabupaten / kota bahkan sampai pada tingkat unit pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas) merupakan upaya implementasi untuk pencapaian tujuan pembangunan kesehatan. Sedangkan berdasarkan profil kesehatan Indonesia 2003.00 per 1000 penduduk pada tahun 2001.Kes RI. 113 orang meninggal. 2000).BAB I PENDAHULUAN A. Pada tahun 1999 angka kesakitan diare sebesar 25. dan Case Fatality . pencegahan penyakit (preventif).

2000). Prinsipnya adalah mengganti cairan yang hilang (rehidrasi). Kasus diare akut yang ditangani di praktek sehari-hari berkisar 20% dari total kunjungan untuk usia di bawah 2 tahun dan 10% untuk usia di bawah 3 tahun (DepKes RI. baik di Jawa-Bali maupun di luar Jawa-Bali. tetap memberikan makanan. tidak memberikan obat anti diare (antibiotik hanya diberikan atas indikasi). ISPA. Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2005. Pencegahan diare yang seharusnya dilakukan oleh keluarga adalah: meningkatkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara penuh selama 4-6 bulan. Menurut Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2008 terdapat 10 penyakit terbanyak yang diderita oleh balita di Sumatera Selatan antara lain Diare. keseimbangan cairan dan elektrolit. Penderita diare kebanyakan dapat sembuh tanpa pengobatan khusus (Whaley. Berdasarkan laporan kader dan fasilitator kesehatan pada tahun 2005. Penatalaksanaan diare pada balita difokuskan pada penyebab. Di Indonesia sendiri.92%.Rate(CFR) 2. . menggunakan air bersih yang cukup. angka kematian pada anak akibat diare masih cukup tinggi meski sudah ada penurunan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. serta fungsi normal perut. Diare merupakan penyebab kematian kedua pada anak setelah Pnemonia. 2005). imunisasi campak. 2000). dan penyuluhan. DHF. Hal-hal tersebut penting dilakukan di tengah-tengah keluarga karena peran keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan merupakan bagian dari tangung jawab orang tua (DepKes RI. menggunakan jamban yang benar. 1996). membuang tinja bayi dan anak – anak yang tepat. memperbaiki pemberian makanan pendamping ASI.Kes RI.000 penduduk (Dep. mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar.57 per 1. angka kematian diare pada penduduk umum mencapai 23.

dan Gastritis. Dr. Moh. 2008). Kejadian diare pada balita tahun 2005 berjumlah 95.Demam Tifoid. TBC paru. D. Tujuan Khusus . peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Peran Keluarga Dalam Penatalaksanaan Penyakit Diare Pada Anak (1 – 14 tahun) Di Irna Anak Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang Tahun 2011”. Asma. dan pada tahun 2010 sebanyak 203 anak (Medical Record RSUP.666 jiwa. Diantara 14 Kabupaten atau kota di propinsi Sumatera Selatan kejadian diare paling banyak terjadi di Kota Palembang (DinKes SumSel. Pertanyaan Penelitian Bagaimana Peran Keluarga dalam Penatalaksanaan Penyakit Diare pada Anak (1 – 14 tahun) Di IRNA Anak Sayap A Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang tahun 2011 ?. 2. C. Penyakit Kulit. Rumusan Masalah Belum Diketahuinya Peran Keluarga dalam Penatalaksanaan Penyakit Diare pada Anak (1 – 14 tahun) Di IRNA Anak Sayap A Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang tahun 2011. pada tahun 2009 sebanyak 219 anak. Tujuan Penelitian 1. Berdasarkan data tahunan Medical Record Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang didapatkan jumlah bayi (1 – 14 tahun) dengan Penyakit Diare pada tahun 2008 sebanyak 250 anak.Hoesin Palembang). B. Bronchitis. Berdasarkan permasalahan diatas. Campak. Tujuan Umum Untuk mengetahui peran keluarga dalam penatalaksanaan penyakit diare pada Anak (1 – 14 tahun) di IRNA Anak Sayap A Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang.

Bagi Institusi Pendidikan Tersedianya referensi atau informasi yang berguna sebagai bahan pustaka bagi mahasiswa/mahasiswi STIKES Muhammadiyah Palembang. Penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara. Bagi petugas Kesehatan Diharapkan dapat menjadi masukan bagi petugas kesehatan di IRNA Anak Sayap A Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang dalam memberikan pengobatan dan penanggulangan tentang Penyakit Diare.a. yang membahas tentang “peran keluarga dalam penatalaksanaan penyakit diare pada Anak (1 – 14 tahun) di IRNA Anak Sayap A Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang Tahun 2011” yang direncanakan akan dilakukan di IRNA Anak Sayap A pada bulan Maret 2011. Ruang Lingkup Penelitian termasuk dalam keperawatan Anak. E. F. Untuk mengetahui peran keluarga sebagai perawat keluarga dalam penatalaksanaan penyakit diare pada Anak (1 – 14 tahun) di IRNA anak Sayap A Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang. Manfaat Penelitian 1. Untuk mengetahui peran keluarga sebagai pendorong (motivator) dalam penatalaksanaan penyakit diare pada Anak (1 – 14 tahun) di IRNA anak Sayap A Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang. Bagi Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang . 2. b. 3.

Bagi Peneliti Dapat menambah pengetahuan dan pengalaman dalam menerapkan ilmu yang telah diberikan di bangku kuliah. Posted 14th May by Rinda siLvia M . 4.Hasil dari penelitian dapat dipergunakan sebagai masukan bagi Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang dalam memberikan pelayanan kesehatan dan upaya pengembangan / peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful