Anda di halaman 1dari 44

I.

KONDISI UMUM WILAYAH BANYUASIN

1.1. Letak Geografis Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan selain secara geografis mempunyai letak yang strategis yaitu terletak dijalur lalu lintas antar Provinsi juga mempunyai sumber daya alam yang melimpah. Kabupaten Banyuasin

terletak antara 1,30 40 Lintang Selatan dan 1040 40 1050 15 Bujur Timur. Kabupaten Banyuasin mempunyai wilayah seluas 11.832,99 Km2 dengan kepadatan penduduk yaitu 64,44 jiwa/km2. Terbagi menjadi 17 kecamatan, 288 Desa dan 17 Kelurahan. Jumlah penduduk berdasarkan data BPS tahun 2011 berjumlah 762.482 jiwa dengan komposisi jumlah penduduk laki-laki 389.907 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebesar 372.575 jiwa. Secara administrasi Kabupaten Banyuasin berbatasan langsung dengan : Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Muara Jambi Propinsi Jambi dan Selat Bangka Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir Propinsi Sumatera Selatan Sebelah Barat : Berbatasan Kabupaten Musi Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

Sebelah Selatan

: Berbatasan dengan kabupaten Ogan Komering Ilir; Kota Palembang dan Kabupaten Muara Enim

Propinsi Sumatera Selatan. Kondisi letak geografis Kabupaten Banyuasin ditampilkan pada Gambar 1 berikut :

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

Gambar 1 : Peta Kabupaten Banyuasin

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

1.2. Topografi, Hidrologi, Klimatologi, dan Jenis Tanah Kabupaten Banyuasin memiliki topografi 80 persen wilayah datar berupa lahan rawa pasang surut dan rawa lebak, sedangkan yang 20 persen lagi berombak sampai bergelombang berupa lahan kering dengan sebaran ketinggian 0-40 meter diatas permukaan laut. Lahan rawa pasang surut

terletak di sepanjang Pantai Timur sampai ke pedalaman meliputi wilayah Kecamatan Muara Padang, Makarti Jaya, Muara Telang, Banyuasin II, Pulau Rimau, Air Saleh, Muara Sugihan, sebagian Kecamatan Talang Kelapa, Betung dan Tungkal Ilir. Lahan rawa lebak terdapat di Kecamatan Rantau Bayur, sebagian Kecamatan Rambutan, sebagiankecil Kecamatan Banyuasin I. Sedangkan lahan kering dengan topografi agak bergelombang terdapat di sebagian besar Kecamatan Betung, Banyuasin III, Talang Kelapa dan sebagian kecil Kecamatan Rambutan. Dari sisi hidrologi berdasarkan sifat tata air, wilayah Kabupaten Banyuasin dapat dibedakan menjadi daerah dataran kering dan daerah dataran basah yang sangat dipengaruhi oleh pola aliran sungai. Aliran sungai di daerah dataran basah pola alirannya rectangular dan di daerah dataran kering pola alirannya dan dritik. Beberapa sungai besar seperti Sungai Musi, Sungai

Banyuasin, Sungai Calik, Sungai Telang, Sungai Upang dan yang lainnya berperan sebagai sarana transportasi air di sepanjang garis pantai lebih dari 150 Km. Pola aliran di wilayah ini, terutama di daerah rawa-rawa dan pasang surut umumnya rectangular. Sedangkan untuk daerah yang dipengaruhi oleh

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

pasang surut aliran sungainya adalah sub parali, dimana daerah bagian tengah disetiap daerah sering dijumpai genangan air yang cukup luas. Wilayah Kabupaten Banyuasin memiliki tipe iklim B1 menurut Klasifikasi Oldemand dengan suhu rata-rata 26,10 0C 27,40 0C dan kelembaban rata-rata dan kelembaban relative 69,4 % - 85,5 %. Rata-rata curah hujan 2.723 mm/tahun. Sedangkan jenis tanah di Kabupaten Banyuasin terdiri dari 4 jenis, yaitu: a) Organosol : terdapat di dataran rendah/rawa-rawa. b) Klei Humus : terdapat di dataran rendah/rawa-rawa. c) Alluvial : terdapat di sepanjang sungai dan d) Polzoik : terdapat di daerah berbukit-bukit.

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

II. KAWASAN HUTAN

2.1. Fungsi Kawasan Hutan Kawasan Hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Kawasan hutan Kabupaten Banyuasin luasnya mencapai 555.238,15 Ha atau sekitar 40% dari total luas Kabupaten Banyuasin. Kawasan hutan tersebut merupakan kawasan lindung yang didominasi oleh Taman Nasional seluas 211.678,02 Ha. Tabel 1. Kondisi eksisting hutan di Kabupaten Banyuasin No 1 2 3 4 5. 6. 7. Kawasan Hutan Hutan Lindung Hutan Produksi Hutan Konservasi Suaka Marga Taman Nasional Taman Nasional Laut Taman Wisata Alam
Total

Luas (Ha)

Lokasi

Pulau Rimau, Telang, Upang, Saleh 68.988,66 Barat I, Saleh Barat II, Muara Saleh. Lalan, Kemampo, Muara Sugihan, 69.899,59 Guci. TN, Sembilang, SMS Bentayan,, 65.991,59 SMS Sugihan Tanjung Lago, Air Sendan Air 79.837,15 Limau, Bertak, Muara Telang, Gelumbang. 211.678,02 Banyuasin II 58.236,52 Banyuasin II 606,59 Rantau Bayur
555.238,15

Sumber : RTRW Kabupaten Banyuasin, 2011 - 2031

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

Gambar 2 : Peta Kawasan Hutan Kabupaten Banyuasin

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2012

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

Berdasarkan fungsi kawasan hutan di Kabupaten Banyuasin terdiri dari kawasan Hutan Konservasi, Hutan Lindung dan kawasan Hutan Produksi dengan perincian luas sebagai berikut :

Tabel 2. Fungsi kawasan hutan dan luas di Kabupaten Banyuasin tahun 2010. Fungsi Kawasan Kawasan Hutan Konservasi (HAS & HPA) Kawasan Hutan Lindung (HL) Kawasan Hutan Produksi Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) Luas Keseluruhan 459.584,86 100% Luas (Ha) 267.932 57.629 79.130 54.889,86 Persen luas (%) 59,29 % 12,53 % 17,21% 11,94%

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin 2010

Grafik 1. Fungsi Kawasan Hutan Kabupaten Banyuasin 2010


300,000 250,000 200,000 Luas (Ha) 150,000 100,000 57,629 50,000 0 79,130 54,889.86 267,932 Kawasan Hutan Konservasi (HAS & HPA) Kawasan Hutan Lindung (HL) Kawasan Hutan Produksi Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK)

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin 2010

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

Tabel 3. Luas Areal Potensi Kehutanan Menurut Kecamatan di Kabupaten Banyuasin, 2011 Luas Areal (Ha) No. Kecamatan Hutan Lindung Hutan Konservasi Hutan Produksi Hutan Produksi yang dapat dikonversi 5.554,00

1 Rantau Bayur 2 Betung 3 Suak Tapeh 4 Pulau Rimau 5 Tungkal Ilir 6 Banyuasin III 7 Sembawa 8 Talang Kelapa 9 Tanjung Lago 10 Banyuasin I 11 Rambutan 12 Muara Padang 13 Muara Sugihan 14 Makarti Jaya 15 Air Saleh 16 Banyuasin II 17 Muara Telang Jumlah/Total 23.718 2.616 1.400 6.940 12.370 57.629 267.932 79.130 202.896 74.467 58.840 3.430 10.585 6.196 613 620

8.467,00 32.513,00

6.907,86

1.448,00 54.889,86

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin 2010

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

2.2. Kawasan Konservasi Kawasan Konservasi terdiri dari Cagar Alam (CA), Suaka Margasatwa (SM), Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TW), Taman Hutan Raya (THR) dan Taman Burung (TB). Hutan Konservasi adalah hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Di Kabupaten Banyuasin, Hutan Konservasi yang telah ditunjuk dan ditetapkan adalah sejumlah 2 unit Suaka Margasatwa, 1 Unit Taman Nasional seperti rincian pada tabel berikut :

Tabel 4. Taman Nasional dan Suaka Marga Satwa di Kabupaten Banyuasin No 1. Nama Kawasan Sembilang Kecamatan Banyuasin II Fungsi Taman Nasional Luas (ha) SK Penetapan

2.

Bentayan

Tungkal Ilir

Suaka Marga Satwa

3.

Sugihan

Muara Padang

Suaka Marga Satwa

202.896,31 Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 76/KptsII/2001 58.839,69 Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor: 276/Kpts/Um/4 /81, 6 April 1981 58.839,69 Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 004/KptsII/1983, 19 April 1983 267.932

Total

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin 2010

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

10

III. PENUTUPAN LAHAN

3.1. Keadaan Penutupan Lahan Keadaan penutupan lahan Kabupaten Banyuasin, berdasarkan analisis Citra Alos tahun 2010 dan RTRW Provinsi Sumatera Selatan, terekam jenis penggunaan lahan sebagai berikut : Tabel 5. Luas Penggunaan Lahan Eksisting Kabupaten Banyuasin Tahun 2010 Jenis Penggunaan Lahan Hutan Mangrove Sekunder Hutan Rawa Primer Hutan Rawa Sekunder Hutan Tanaman Lahan Terbuka Perkebunan Permukiman Pertambangan Pertanian Lahan Kering (PLK) PLK Campur Semak Rawa Sawah Semak Belukar Semak Belukar Rawa Tambak Transmigrasi Tubuh Air Total Luas (Ha) 160.532 37.664 28.818 16.666 7.320 142.314 34.039 579 11.286,72 222.374 12.545 197703 3.372 299.773 12638 2.023 43.261 1.232.912 % 13,6 3,2 2,4 0,1 0,6 12,0 2,9 0,0 2,2 18,0 1,1 13,8 0,3 22,0 3,9 0,2 3,7 100,0

Sumber : RTRWP Sumatera Selatan Tahun 2011-3030, Lapan 2010, RTRW Kabupaten Banyuasin 2011-2031

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

11

Gambar 3 : Peta Tutupan Lahan Kabupaten Banyuasin

Sumber : RTRW Kabupaten Banyuasin, 2011 - 2031

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

12

Tabel 6. Kondisi penutupan hutan dan degradasi lahan di Kabupaten Banyuasin Tahun 2010 Luas Kecamatan Banyuasin I Banyuasin II Banyuasin III* Sembawa* Betung Suaktapeh Makarti Jaya Muara Padang Muara Telang Talang Kelapa Pulau Rimau Rantau Bayur Rambutan Tungkal Ilir Tanjung Lago Muara Sugihan Air Saleh JUMLAH 67.604 70.220 115.006 55.776 53.296 59.300 62.455 41.209 61.776 53.539 38.035 1.183.299 79.400 Wilayah (Ha) 70.138 268.128 87.417 Daerah Berhutan 282.669 613 8.720 5.153 102.251 5.254 13.792 44.097 0 3.112 Degradasi (%) 45,15 15,64 31,89 35,82 Kec. Induk Kec. Induk 12,69 66,64 5,74 35,85 40,65 38,12 59,08 60,38 42,00 17,28 1,14 29,88

Lahan Kritis 31.664,95 41.929,81 27.880,02 28.439,33 8.577,33 46.797,09 6.602,58 19.997,96 21.665,06 22.308,38 36.899,63 24.881,84 25949,28 9.251,02 435,90

Ket

465.661 353.579,91

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

13

IV. HUTAN PRODUKSI

4.1. Pengelolaan Hutan Produksi Kabupaten Banyuasin mempunyai hutan produksi yang berpotensi sebagai penghasil kayu yaitu berupa kayu bulat dan olahan yang telah dipasarkan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Di tahun 2009 hasil produksi kayu tersebut mencapai 109.230.610 m3. Tabel 7. Hutan Produksi Kabupaten Banyuasin No. 1 2 3 4 Kawasan Hutan Produksi Lalan Kemampo Muara Sugihan Guci Lokasi Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Total
Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

Luas (Ha) 74.467 613 3.430 620 79.130

Banyuasin II Banyuasin Iii Muara Sugihan Betung

Tabel 8. Hutan Produksi yang dapat di konversi Kabupaten Banyuasin No. 1 2 3 4 5 HPK Tanjung Lago Air Senda Air Limau Bertak Muara Telang Gelumbang Lokasi Kecamatan Talang Kelapa dan Tanjung Lago Kecamatan Pulau Rimau dan Tungkal Ilir Kecamatan Pulau Rimau dan Tungkal Ilir Kecamatan Muara Telang Kecamatan Rantau Bayur Total
Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

Luas (Ha) 6.907, 86 8.467 32.513 1.448 5.554 54.889,86

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

14

4.2 Rincian Data Kawasan Hutan Produksi yang dapat di Konversi (HPK) Tabel 9. HPK TANJUNG LAGO 12.988 Ha yang lama / 6.907,86 Ha yang baru NO 1 2 3 4 PT. SIP PT. NIP PT. Sutopo Pemukiman, Kebun rakyat dan pemukiman Pemanfaatan Luas (Ha) 2.269 2.290,36 1.520,78 6.907,86 Keterangan P P P -

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

Tabel 10. HPK AIR SENDA- AIR LIMAU : 8.467 Ha NO 1 2 3 PT. SAL PT. RBN Pemukiman, Kebun rakyat dan pemukiman Pemanfaatan Luas (Ha) 4.016 2.101 6.117 Keterangan IP IP -

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

Tabel 11. HPK BERTAK : 32.513 Ha NO 1 2 PT. HINDOLI Pemukiman, Kebun rakyat dan pemukiman Pemanfaatan Luas (Ha) 9.474 23.039 Keterangan -

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

Tabel 12. HPK MUARA TELANG : 1.448 Ha NO 1 Pemanfaatan Pemukiman, Kebun rakyat dan pemukiman Luas (Ha) 1.448 Keterangan -

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

15

Tabel 13. HPK GELUMBANG : NO 1 2 PT. AMML Pemanfaatan

5.554 Ha Luas (Ha) 4.000 1.000 Keterangan IL -

Pemukiman, Kebun rakyat dan pemukiman

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

16

V.
5.1 Produksi Kayu

PRODUKSI HASIL HUTAN

Produksi hasil kayu olahan yang dipasarkan di dalam negeri di Kabupaten Banyuasin selama kurun waktu 2008 sampai dengan tahun 2011 di gambarkan dalam diagram sebagai berikut :

Grafik 2. Produksi kayu menurut jenisnya yang dipasarkan di dalam negeri di Kabupaten Banyuasin 2008 - 2011
39,830.72
40,000.00 35,000.00 30,000.00 25,000.00

7,270.82

6,051.68

7,620.70

M3 20,000.00

Plywood

4,149.39

3,456.50

2,079.59

2,397.50

1,438.94

1,073.81

15,000.00 10,000.00 5,000.00 0.00

3,536.40

4,324.93

Kayu Gergajian Pensil Slat

2008

2009 Tahun

2010

2011

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, Banyuasin Dalam Angka 2011

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

17

Grafik 3. Produksi Plywood yang dipasarkan di dalam Negeri di Kabupaten Banyuasin 2008 - 2011
1,383,291
1,400,000.00

1,200,000.00

1,000,000.00

800,000.00 Potong 600,000.00 M3

39,830.72

2,079.59

113,723

400,000.00

2,397.50

3,307.37

200,000.00

0.00

2008

2009 Tahun

2010

2011

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, Banyuasin Dalam Angka 2011

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

1,073.81

63,174

18

Grafik 4. Produksi kayu gergajian yang dipasarkan di dalam negeri di Kabupaten Banyuasin 2008 - 2011
350,000

303,763

300,000

250,000

226,035 179,840 157,484


Potong M3

200,000

150,000

100,000

50,000

3,456.50

7,270.82

6,051.68

7,620.70

2008

2009 Tahun

2010

2011

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, Banyuasin Dalam Angka 2011

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

19

Grafik 5. Produksi pensil slat yang dipasarkan di dalam negeri di Kabupaten Banyuasin 2008 - 2011

4,149.39
4,500.00

4,324.93

3,536.40
4,000.00 3,500.00

3,000.00
2,500.00 M3 2,000.00 1,500.00 1,000.00 500.00 0.00

1,438.94

2008

2009 Tahun

2010

2011

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, Banyuasin Dalam Angka 2011

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

20

VI. INDUSTRI KEHUTANAN


6.1. Perusahaan Kehutanan Perusahaan industri pengolahan hasil hutan yang ada di Kabupaten Banyuasin mempunyai persetujuan rencana produksi kayu olahan seluas 22.344 m2. Berikut ini adalah data perkembangan Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu (IU-IPHHK) Kabupaten Banyuasin Tahun 2011/2012 : Tabel 14. Data Perkembangan Perusahaan Kehutanan Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu (IU-IPHHK) Kabupaten Banyuasin Tahun 2011/2012
No. 1. 2. Nama Perusahaan PT. Indo Bagus Slat Desa Pematang Palas Lokasi Industri Desa Upang Kec. Makarti Jaya Kab. Banyuasin Desa Pematang Palas Kec. Banyuasin I Kab. Banyuasin Jl. Tanah Mas RT. 61 RW 8 Kel. Sukajadi Kec. Talang Kelapa Jl. Boom Berlian Ling. V RT.3 RW. 13 No. 02 Desa Keluang Kecamatan Tungkal Ilir Teluk Betung Kecamatan pulau Rimau Jln. Bangsali RT.04/02 Kel. Pkln Balai Kec. Banyuasin III Desa Merah Mata Kecamatan Banyuasin I Izin Lokasi Nomor/Tanggal 140/KPTS.VII/HUT/2005 Tgl. 20 Juli 2005 153/MenhutI/BPPHH/2009 Tgl. 19 Januari 2009 370/KPTS/VI/HUT/2007 Tgl. 18 Juni 2007 77/KPTS/IU/2006 Tgl. 20 April 2006 619/KPTS/XII/Hut/2007 Tgl. 28 Desember 2007 076/KPTS/I/Hut/2008 Tgl. 28 Januari 2008 030/PTSP/VII/Hut/2009 Tgl. 18 November 2009 3389/MenhutVI/BPPHH/2006 Tgl. 27 Juli 2006 18.345 60 60 24 40 Luas/M2 2.715 500

3.

CV. Tanah Mas

600

4. 5. 6. 7.

CV. Ayad Jaya CV. Tunas Baru Bentayan CV. Alif Putra UD. Bangunan

8.

PT. Nanwa Inti indonesia

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

21

Tabel 15. Data Perkembangan Perusahaan Kehutanan Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu (IU-IPHHK) Kabupaten Banyuasin Tahun 2011/2012
No. 1. Nama Perusahaan PT. Indo Bagus Slat Lokasi Industri Desa Upang Kec. Makarti Jaya Kab. Banyuasin 2. Desa Pematang Palas Desa Pematang Palas Kec. Banyuasin I Kab. Banyuasin 3. CV. Tanah Mas Jl. Tanah Mas RT. 61 RW 8, Kel. Sukajadi Kec. Talang Kelapa 4. CV. Ayad Jaya Jl. Boom Berlian Ling. V RT.3 RW. 13 No. 02 5. 6. CV. Tunas Baru Bentayan CV. Alif Putra Desa Keluang Kecamatan Tungkal Ilir Teluk Betung Kecamatan pulau Rimau 7. UD. Bangunan Jln. Bangsali RT.04/02 Kel. Pkln Balai Kec. Banyuasin III 8. PT. Nanwa Inti indonesia Desa Merah Mata Kecamatan Banyuasin I Kayu Gergajian/ Moulding 25.000 Kayu Gergajian 2.000 Kayu Gergajian 1.500 Kayu Gergajian 5.000 Kayu Gergajian 600 Kayu Gergajian/ Veneer 6.000 Kayu Gergajian/ MDF 161.160 Jenis Produksi Moulding Pensil Salat Kapasitas (M3/Tahun) 5.000

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2010

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

22

VII. HUTAN MANGROVE DAN SEMPADAN PANTAI

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2012

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

23

Gambar 4. Peta Lahan Mangrove Kabupaten Banyuasin

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2012

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

24

7.1 Hutan Mangrove Menurut Kusuma et al, 2003, hutan mangrove merupakan suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut, terutama di pantai yang terlindung, laguna dan muara sungai yang tergenang pada saat pasang surut dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam. Sedangkan menurut FAO hutan mangrove adalah komunitas tumbuhan yang tumbuh di daerah pasang surut. Beberapa manfaat hutan mangrove dapat dikelompokan sebagai berikut :

A. Manfaat / Fungsi Fisik :


1. Menjaga agar garis pantai tetap stabil. 2. Melindungi pantai dan sungai dari bahaya erosi dan abrasi. 3. Menahan badai/angin kencang dari laut. 4. Menahan hasil proses penimbunan lumpur, sehingga memungkinkan terbentuknya lahan baru. 5. Menjadi wilayah penyangga, serta berfungsi menyaring air laut menjadi air daratan yang tawar. 6. Mengolah limbah beracun, penghasil O2 dan penyerap CO2.

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

25

B. Manfaat / Fungsi Biologik :


1. Menghasilkan bahan pelapukan yang menjadi sumber makanan penting bagi plankton, sehingga penting pula bagi keberlanjutan rantai makanan. 2. Tempat memijah dan berkembang biaknya ikan-ikan, kerang, kepiting dan udang. 3. Tempat berlindung, bersarang dan berkembang biak dari burung dan satwa lain. 4. Sumber plasma nutfah & sumber genetik. 5. Merupakan habitat alami bagi berbagai jenis biota. Tabel 16. Sebaran Mangrove Berdasarkan Fungsi Kawasan di Kabupaten Banyuasin
Fungsi Kawasan (Ha) Nama DAS Morfologi DAS Dalam Kawasan Luar Kawasan Luas Total (Ha) HK HL HP B L BANGKE Hi 5.179,59 5.179,59 Hu 3.405,07 3.405,07 Tg 5.523,67 5.523,67 BANGKE Total 14.108,33 14.108,33 MUSI Hi 100.540,28 39.282,66 46.232,43 199.011,02 18.083,39 403.149,78 Tg 566,69 133,19 699,88 MUSI Total 101.106,97 39.282,66 46.365,62 199.011,02 18.083,39 403.849,66 SEMBILANG/BENAWANG Hi 22.011,46 78,27 22.089,73 Tg 25,88 25,88 SEMBILANG/BENAWANG Total 22.037,34 78,27 22.115,61 Banyuasin Total 137.252,64 39.282,66 46.365,62 199.011,02 18.161,66 440.073,60 Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2012

Tabel 17. Kondisi Mangrove Berdasarkan Kerapatan Vegetasi di Kabupaten Banyuasin


Kondisi Mangrove (Ha) Rapat Kurang Rapat Tanpa Tanaman B 5.803,53 604,12 192.603,37 L 456,20 28,25 17.677,20 HK 63.782,35 7.444,83 66.025,46 HL 27.392,76 1.231,81 10.658,10 HP 15.490,16 5.492,92 25.382,54 Total 112.925,00 14.801,93 312.346,67 Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2012 Fungsi Kawasan Total 199.011,02 18.161,65 137.252,64 39.282,67 46.365,62 440.073,60

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

26

7.2.

Sempadan Pantai Sempadan Pantai adalah kawasan tertentu sepanjang pantai yang mempunyai

manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi pantai, pengertian ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1990. Kabupaten Banyuasin memiliki ekosistem mangrove dan sempadan pantai yang cukup luas yaitu 440.691 Ha. Secara umum 75,36 % kondisi ekosistem mangrove dan sempadan pantai tersebut tanpa vegetasi (BPDAS Musi, 2010). Dinas Kehutanan dan Perkebunan telah melaksanakan Inventarisasi Kawasan Hutan Mangrove di HLP Upang, HLP Air Telang dan HLP Pulau Rimau dengan kondisi Berhutan sebesar 68,75% dan Tidak berhutan sebesar 31,28%. Berikut Tabel 18. Sebaran Sempadan Pantai Berdasar Fungsi Kawasan di Kabupaten Banyuasin
Nama DAS Bangke Musi Sembilang Morfologi DAS Hi Hi Hi Fungsi Kawasan HK HL 129,5 298,94 129,11 38,66 Luas Total (Ha) 129,5 450,12 38,66

L 22,07

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2012

Tabel 19. Kondisi Sempadan Pantai Berdasar Kerapatan Vegetasi di Kabupaten Banyuasin
Fungsi Kawasan B L HK HL HP Total Kondisi Sempadan Pantai (Ha) Rapat Kurang Rapat Tanpa Tanaman 14,03 8,04 213,68 128,81 124,62 123,84 5,27 351,55 128,81 137,93 Total 22,07 467,11 129,11 618,29

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin, 2012

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

27

VIII. PENGELOLAAN HUTAN KONSERVASI

8.1 Taman Nasional Sembilang Taman Nasional Sembilang adalah taman nasional yang terletak di pesisir Provinsi Sumatera Selatan, taman nasional ini memiliki luas sebesar 202.896,31 ha. taman nasional ini terletak diantara 138 - 225 LS dan 10412 - 10455 BT. Sebelah Barat Laut Taman Nasional Sembilang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Berbak yang berada di Provinsi Jambi. Taman Nasional Sembilang terdiri dari hutan rawa gambut, hutan rawa air tawar dan hutan riparian (tepi sungai) di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan . Gambar 5. Peta Taman Nasional Sembilang

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012 28

Tabel 20. Berbagai macam tanaman darat dan air tumbuh di taman Sembilang No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Nama Tanaman Gajah Paku Nipah Cemara Laut Pandan Waru Laut Nibung Jelutung Menggeris Gelam tikus Bakau Perepat Tongke Nama Latin Acrostichum Aureum Nypa Fruticans Casuarina Equisetifolia Pandanus Tectorius Hibiscus Tiliaceus Oncosperma Tigillaria Jelutung Koompassia Excelsa Syzygium Inophylla Rhizophora sp Sonneratia Alba Gimnorrhiza Bruguiera

Sumber : Wikipedia
Tabel 21. Berbagai macam hewan di taman Sembilang No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. Nama Hewan Harimau Sumatera Gajah Asia Malayan Tapir Siamang Kucing Emas Rusa Sambar Buaya Air Asin Ikan Sembilang Biawak Penyu Air Tawar Raksasa Lumba-Lumba Air Tawar Dowitcher Asia Melihat Greenshank Putih Timur Pelican Bangau Susu Bangau Ajudan Yang Lebih Rendah Putih-Hitam Bersayap Tiga Barang Nama Latin Panthera Tigris Sumatrae Elephas Maximus Sumatranus Tapirus Indicus Hylobates Syndactylus Syndactylus Catopuma Temminckii Temminckii Cervus Unicolor Equinus Crocodylus Porosus Plotusus Canius Varanus Salvator Chitra Indica Orcaella Brevirostris Limnodromus Semipalmatus Guttifer Pseudototanus Pelecanus Onocrotalus Mycteria Cinerea Leptoptilos Javanicus Chlidonias Leucoptera

Sumber : Wikipedia

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

29

Flora dan Fauna:

Flora :
Berbagai macam tanaman darat dan air tumbuh di TN Sembilang

Gambar 6 : Bakau (Rhizophora racemosa)

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

30

Gambar 7 : Paku Gajah (Angiopteris avecta)

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Gambar 8 : Nipah (Nypa Fruticans)

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

31

Gambar 9 : Pandan (Pandanus Tectorius)

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Gambar 10 : Waru Laut (Thespesia Populnea)

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

32

Gambar 11 : Nibung (Oncosperma Tigillaria)

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Gambar 12 : Jelutung (Dyera Costulata, syn. D. laxiflora)

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

33

Fauna : Gambar 13 : Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae)

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Gambar 14 : Tapir (Tapirus Indicus)

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

34

Gambar 15 : Kucing Emas ( Catopuma Temminckii Temminckii)

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Gambar 16 : Rusa Sambar (Cervus Unicolor Equinus)

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

35

Gambar 17 : Buaya Senyulong (Tomistoma Schlegelii)

Buaya Senyulong memiliki bentuk moncong yang panjang dan sempit serta panjang tubuh 5-6 meter. Keberadaan buaya ini di Sumsel semakin terancam. Buaya senyulong termasuk jenis buaya yang paling dilindungi
Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Gambar 18 : Ikan Sembilang (Plotosus Canius)

Ikan sembilang adalah anggota dari suku (famili) Plotosidae, suatu kelompok ikan berkumis (Siluriformes). Penciri khas yang membedakannya dari kelompok lainnya adalah menyatunya sirip punggung kedua (sirip lemak), sirip ekor, dan sirip anus sehingga bagian belakangnya tampak seperti sidat. Dalam bahasa Inggris ia disebut ikan kumis berekor sidat, "eel-tailed catfish")
Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

36

Burung Migran :
Ribuan bahkan puluhan ribu burung migran asal Siberia dapat disaksikan di Sembilang yang mencapai puncaknya pada bulan Oktober. Hal ini merupakan atraksi burung migran yang menarik untuk diamati, karena dapat mendengar secara langsung suara gemuruh burung-burung tersebut terbang bersamaan dan menutupi suara debur ombak Selat Bangka.

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

37

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

38

Jenis burung lainnya yang ada seperti :


Gambar 19 : Blekok Asia (Limnodromus Semipalmatus)

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Gambar 20 : Undan Putih (Pelecanus Onocrotalus)

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012 39

Gambar 21 : Bluwok Putih (Mycteria Cinerea)

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Gambar 22 : Bangau Tongtong (Leptoptilos Javanicus)

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012 40

Gambar 23 : Dara Laut Sayap Putih (Chlidonias Leucoptera)

Sumber : http://pharmaseudokool.blogspot.com/2011/01/taman-nasional-sembilang.html

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

41

7.2 Suaka Margasatwa Padang Sugihan Suaka margasatwa Padang Sugihan terletak di 2 (dua) Kabupaten yaitu Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir. Untuk mencapai SM. Padang Sugihan

dari Kota Palembang dapat dilalui dengan 2 cara yaitu lewat sungai dan jalan darat. Lewat sungai dengan kendaraan speed boat menuju Desa Sebokor (desa terdekat) dengan rute jembatan Ampera, Sungai Musi, saluran primer dari Desa Cinta Manis dan Desa Sebokor dengan waktu 1,5 jam, atau memutar melalui sungai Padang Samapi di Jalur 21, namun relatif panjang ( 2 jam). Sedangkan jalan darat dapat ditempuh selama 2 jam dengan rute Palembang, Plaju, Cinta Manis dan Sebokor. Kawasan SM. Padang Sugihan ditunjuk menjadi suaka margasatwa berdasarkan SK Menteri Kehutanan dengan luas 86.932 Ha. Secara umum merupakan ekosistem lahan basah atau rawa pasang surut karena genangan yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut Tabel 22. Berbagai macam hewan di SM Padang Sugihan No. Nama Hewan 1. Gajah Asia 2. Rusa Sambar 3. Babi Hutan 4. Beruk 5. Lutung 6. Kera Ekor Panjang 7. Trenggiling 8. Tapir 9. Kijang 10. Bajing Tanah 11. Buaya Muara 12. Biawak 13. Berbagai Jenis Burung 14. Berbagai Jenis Ikan Sumber : Balai KSDA Sumatera Selatan
Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

Nama Latin Elephas Maximus Sumatranus Cervus Unicolor Equinus Sus Scrofa Macaca Pagensis Presbytis potenziani Macaca fascicularis fascicularis Manis javanica syn Tapirus indicus Muntiacus montanus (Sumatran Muntjac) Lariscus hosei Crocodylus porosus Varanus salvator 42

Tabel 23. Berbagai macam tanaman di SM Padang Sugihan No. Nama Tanaman Nama Latin Melaleuca leucadendra L Alstonia scholaris L Ficus SP Macaranga sp Dillenia SP Acrostichum aureum L Ceratopteris thalictroides Gluta Renghas Peronema canescens Thespesia populnea Calamus sp Lagerstromeia speciosa Pers

1. Gelam 2. Pulai 3. Kiara 4. Mahang 5. Simpur 6. Paku Laut 7. Pakis Gambut 8. Rengas 9. Sungkai 10. Waru Laut 11. Rotan Udang 12. Laban Sumber : Balai KSDA Sumatera Selatan 8.3. Suaka Margasatwa Bentayan

Suaka Margasatwa Bentayan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 176/kpts/um/4/1981 tanggal 6 April 1981 seluas 38.000 hektar dengan batas : sebelah Utara dengan HPH Silva, sebelah Selatan dengan Asamera, sebelah Barat dengan Desa Simpang Tunggal, sebelah Timur dengan Desa Keluang. Secara Administrasi pemerintahan letak Suaka Margasatwa Bentayan berbatasan dengan Provinsi Selatan, Kabupaten Musi Banyuasin, Kecamatan Banyuasin III Desa Bentayan, Keluang, Bulian Jaya, Suka Damai. Secara Administrasi Kehutanan terletak pada sub Balai KSDA Sumatera Selatan, Sub Seksi KSDA Musi Banyuasin, Resort KSDA Bentayan.

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

43

Tabel 24. Potensi Flora Suaka Marga Satwa Bentayan No. Nama Tanaman 1. Meranti 2. Durian 3. Jelutung 4. Terentang 5. Gelam Sumber : WWW.coremap.or.id Nama Latin Shorea sp Durio zibethinus Dyera costulata Camnosperma sp Melaleuca leucadendra L

Tabel 25. Potensi Fauna Suaka Marga Satwa Bentayan No. Nama Fauna 1. Gajah 2. Harimau Sumatera 3. Rusa 4. Kijang 5. Beruang Madu 6. Burung Rangkong 7. Raja Udang Sumber : WWW.coremap.or.id Nama Latin Elephas Maximus Sumatranus Panthera tigris sumatrae Cervus Unicolor Equinus Muntiacus montanus (Sumatran Muntjac) Helarctos malayanus Buceros rhinoceros Alcedo atthis

Database Kehutanan Kabupaten Banyuasin 2012

44