Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita ucapkan kehadirat Allah SWT., karena atas berkat dan rahmat-Nyalah penyusunan makalah ini bisa terselesaikan dengan semestinya. Tak lupa saya ucapkan banyak terima kasih kepada dosen mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) yang telah memberikan bimbingannya dalam hal memberikan materinya sehingga dapat memperluas ilmu pengetahuan dan memberikan inspirasi bagi kami (selaku penyusun makalah) sehingga dapat dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya. Pepatah mengatakan bahwa Tak Ada Gading Yang Tak Retak. Begitupun dalam hal penyusunan makalah ini saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat di dalamnya, dari kata sempurna. karena itu saya akan sangat berterima kasih apabila ada rekan-rekan yang sudi memberikan nasihat serta saran-saran demi perbaikan makalah ini di masa mendatang.

Cianjur, 20 November 2012 Penyusun,

Kelompok III

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar-Penderitaan dan Penyebabnya |

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................ 1 DAFTAR ISI ....................................................................................................................... 2 BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................... 3 A. Latar Belakang ........................................................................................................ 3 B. Rumusan Masalah .................................................................................................. 3 C. Tujuan Pembahasan ............................................................................................... 3 BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................................ 4 A. Definisi Penderitaan ............................................................................................... 4 B. Bentuk-bentuk Penderitaan .................................................................................... 5 1. Penderitaan Fisik ........................................................................................................ 5 2. Penderitaan mental .................................................................................................... 5 C. Perjuangan Mengatasi Penderitaan ........................................................................ 6 BAB III PENYEBAB PENDERITAAN ...................................................................................... 7 A. Perbuatan Buruk Manusia ...................................................................................... 7 1. Perbuatan buruk kepada orang lain ........................................................................... 7 2. Perbuatan buruk kepada alam lingkungan ................................................................ 7 B. Perkawinan, Perceraian, Kematian ......................................................................... 8 1. Kawin Paksa ................................................................................................................ 8 2. Perceraian................................................................................................................... 8 3. Kematian..................................................................................................................... 9 C. Penyakit, Siksaan, Azab Tuhan ................................................................................ 9 BAB IV PENGARUH PENDERITAAN .................................................................................. 10 A. Pengaruh Positif .................................................................................................... 10 B. Pengaruh Negatif............................................................................................................ 11 C. Penilaian Masyarakat ..................................................................................................... 11 BAB V KESIMPULAN........................................................................................................ 13 DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................... 14

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar-Penderitaan dan Penyebabnya |

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang


Manusia adalah mahkluk sosial yang mengalami dan dihadapkan pada dua percobaan, yaitu menggembirakan dan menyakitkan. Cobaan ini adalah suatu rintangan atau tahapan menguji manusia didalam kehidupan, apabila mampu menyelesaikan atau dapat melewatinya dengan baik maka ia akan mendapatkan pahala dan bila mengingkarinya tentu akan tenggelam dalam penderitaan. Terkadang seseorang menjalani kehidupan ini sering tergelincir akibat keterlenaan akan kegembiraannya, padahaal kegembiraan ini juga termasuk cobaan. Ada juga yang menjalani cobaan yang menyakitkan dan menyusahkan sehingga tidak dapat menjalaninya, maka orang tersebut akan frustasi dan meluapkan emosinya tanpa kontrol. Tentunya sikap ini malah akan menjadi penderitaan bagi orang tersebut. Manusia di dunia ini tidak akan pernah lepas dari yang namanya masalah baik menyusahkan ataupun menggembirakan. Masalah timbul karena adanya kesenjangan antara harapn dan kenyataan. Proses ini sering sekali dihadapkan pada liku-liku kehidupan sehingga sering dianggap sebagai penderitaan. Penderitaan dan kebahagiaan datang tanpa kita duga, sehingga manusia dituntun untuk menghadapi ini dengan rasa suka dan duka. Kita perlu belajar dari pengalaman dan segera cepatlah bangkit dari kegelinciran itu. Dan terkadang hal penunjang terabaikan sehingga menambah masalah baru. Kita juga bukan hanya menunggu tetapi kita perlu mencari solusinya.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang ini maka didapat rumusan masalah sebagai berikut : Apakah definisi dari penderitaan ? Apa bentuk-bentuk penderitaan ? Bagaimana cara manusia menghadapi penderitaan ?

C. Tujuan pembahasan Tujuan dari makalah ini adalah : Menjelaskan definisi penderitaan. Mengetahui bentuk-bentuk penderitaan. Memahami bagaimana cara manusia menghadapi penderitaan.
Ilmu Sosial dan Budaya Dasar-Penderitaan dan Penyebabnya |

BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Penderitaan Penderitaan adalah ungkapan perasaan sakit yang dialami manusia dalam kehidupan. Penderitaan bersumber pada unsur rasa dalam diri manusia. Menurut asal katanya, penderitaan berasal dari kata derita, yang berarti perasaan tidak enak, perasaan tidak menyenangkan, atau perasaan sakit. Penderitaan artinya menanggung perasaan tidak enak, menanggung perasaan tidak menyenangkan, atau menanggung perasaan sakit. Penderitaan dapat mengenai fisik, mental, ataupun keduanya. Karena penderitaan bersifat subjektif, maka sulit untuk mengukur berat ringan penderitaan seseorang. Berat ringan penderitaan dapat dilihat pada kenyataan yang dialami seseorang, yaitu akibat yang timbul pada badan atau jiwa penderita. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas pederitaan brtingkat-tingkat, ada yang berat, ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan (Ibni Hasyim, 2009). Penderitaan merupakan realita kehidupan manusia di dunia yang tidak dapat dielakan. Orang yang bahagia juga harus siap menghadapi tantangan hidup bila tidak yang akan muncul adalah penderitaan. Dan orang yang menghadapi cobaan yang bertubi-tubi harus berpengharapan baik akan mendapatkan kebahagiaan. Karena penderitaan dapat menjadi energi untuk bangkit berjuang mendapatkan kebahagiaan yang lalu maupun yang akan datang. Sehingga penderitaan merupakan hal yang bermanfaat apabila manusia dapat mengambil hikmah dari penderitaan yang dialami. Adapun orang yang berlarut-larut dalam penderitaan adalah orang yang rugi karena tidak melepaskan diri dari penderitaan dan tidak mengambil hikmah dan pelajaran yang didapat dari penderitaan yang dialam. Penderitaan juga dapat menular dari seseorang kepada orang lain. Misal empati dari sanak saudarauntuk membantu melepaskan penderitaan. Atau sekedar simpati dari orang lain untuk mengambil pelajaran dan perenungan.

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar-Penderitaan dan Penyebabnya |

B. Bentuk-bentuk penderitaan 1. Penderitaan fisik Penderitaan yang dialami badan seseorang, misalnya penyiksaan (karena perbuatan orang lain), sakit (karena penyakit), korban gempa (karena bencana alam), dan lainlain. Pengaruh penderitaan fisik diantaranya yaitu dapat menyebabkan daya pikir yang merosot, atau tidak punya inisiatif.

2. Penderitaan mental Menurut Ridwan Efendy (2007) penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.

Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah : a. Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak nafas, demam, nyeri pada lambung. b. Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hatiapatis, cemburu, mudah marah. Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah : a. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita bisa jasmani maupun rokhani. b. Usaha mempertahankan diri dengan cara negative. Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental : a. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. b. Terjadinya konflik sosial budaya. c. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar-Penderitaan dan Penyebabnya |

C. Perjuangan Mengatasi Penderitaan Penderitaan adalah bagian dari kehidupan manusia yang bersifat kodrati, yang artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup tidak hanya ditakdirkan untuk bahagia tetapi juga untuk menderita. Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat maupun ringan, maka dari itu manusia tidak boleh bersifat pesimis, yang menganggap kehidupan adalah rangkaian penderitaan, tetapi harus optimis untuk terus berusaha mengatasi kesulitan hidup. Manusia adalah makhluk budaya, dengan budayanya itu dia berusaha mengatasi penderitaan yang dialaminya. Usaha mendorong manusia menjadi kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengamati penderitaan untuk mengawasinya. Pembebasan dari penderitaan pada hakikatnya meneruskan kelangsungan hidup dengan cara menghadapi tantangan hidup dalam masyarakat dan lingkungan dengan waspada dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka, karena manusia hanya merencanakan dan Tuhanlah yang menentukan. Kelalaian manusia merupakan sumber malapetaka yang menimbulkan penderitaan. Apabila membaca riwayat hidup para pemimpin bangsa atau orang-orang besar dunia, sebagian dari kehidupan mereka dilalui dengan penuh perjuangan dan penderitaan. Bung Karno dan Bung Hatta misalnya, mereka adalah pemimpin bangsa Indonesia yang pernah mendekam dalam penjara kolonial Belanda karena memperjuangkan Kemerdekaan bangsa Indonesia. Juga ada Joan Jose Rizal (pemimpin bangsa Filipina) yang sangat besar perjuangan dan penderitaannya dalam membebaskan negara dan bangsanya dari penjajahan Spanyol hingga akhirnya ia meninggal di tiang gantungan. Serta dalam kisah para Nabi, kehidupan Nabi Muhammad SAW penuh dengan penderitaan, dimana sejak kecil sudah menjadi anak yatim, kemudian yatim piatu, diasuh oleh pamannya sambil menjadi seorang penggembala, dan diutus Tuhan untuk menjadi Rasul Allah.

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar-Penderitaan dan Penyebabnya |

BAB III PENYEBAB PENDERITAAN A. Perbuatan Buruk Manusia Penderitaan yang menimpa manusia terjadi karena perbuatan dalam hubungan sesama manusia dan perbuatan dalam hubungan manusia dengan alam lingkungannya. Penderitaan ini dapat juga disebut nasib buruk karena perbuatan manusia. Perbuatan manusia karena nasib buruk dapat diperbaiki menjadi nasib baik, dengan kata lain manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya sendiri. Nasib buruk berbeda dengan takdir yang penyebabnya adalah Tuhan dan Tuhan pula yang menetapkan takdir. 1. Perbuatan buruk kepada orang lain Perbuatan buruk manusia merupakan salah satu penyebab manusia lain menderita. Penderitaan yang mereka alami sangat berat bahkan bisa berujung dengan kematian. Penderitaan berat akibat perbuatan buruk manusia akan meninggalkan noktah hitam yang tidak mungkin dapat dihapus dalam perjalanan hidup penderitanya. Berikut beberapa contoh konkret kasus perbuatan buruk manusia : a. Perbuatan buruk orang tua yang tega menganiaya anak kandungnya sendiri. b. Perbuatan buruk seorang anak yang tidak mengakui ibunya, seperti peribahasa mengatakan air susu dibalas dengan air tuba. c. Perbuatan keji seorang majikan yang menganiaya pembantunya. d. Pelecehan seksual terhadap orang kecil oleh para pejabat negara. e. Perang antar negara seperti Israel-Palestina yang mengakibatkan kematian warga negaranya yang tidak bersalah.

2. Perbuatan buruk kepada alam lingkungan Perbuatan buruk manusia pada alam lingkungan juga menjadi penyebab penderitaan manusia, tetapi manusia itu sendiri tidak mau menyadari perbuatannya tersebut. Mungkin kesadaran tersebut baru akan timbul setelah terjadi musibah atau bencana alam yang bisa mengakibatkan penderitaan terhadap manusia itu sendiri. Berikut beberapa contoh konkret kasus perbuatan buruk manusia kepada alam lingkungan :

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar-Penderitaan dan Penyebabnya |

a. Musibah banjir dan longsor yang terjadi akibat penggundulan hutan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab. b. Meluapnya air sungai karena manusia membuang sampah sembarangan. c. Meluapnya lumpur lapindo yang terjadi akibat kelalaian kerja.

B. Perkawinan, Perceraian, Kematian Penderitaan akibat kawin paksa, perceraian, atau kehilangan buah hati yang disayanginya juga menghiasi kehidupan manusia karena menyentuh nilai-nilai kemanusiaan. 1. Kawin paksa Kawin paksa yang masih terdapat dalam masyarakat merupakan salah satu penyebab terjadinya penderitaan. Maka menjadi wajar apabila seorang anak tidak bisa menerima perlakuan dari orang tua yang memaksanya untuk menikah dengan pasangan yang bukan dambaannya. Kawin paksa tidak didasari dengan rasa sayang, tetapi hanya ada kebencian, karena itu sifatnya selalu rapuh dan tidak membangkitkan gairah hidup. Akhirnya, perceraianlah yang menjadi ujung tombaknya. Maka dari itu semua perbuatan yang dilakukan tanpa dilandasi kesadaran diri tidak akan menuai manfaat yang hakiki.

2. Perceraian Perceraian suami isteri mengakibatkan penderitaan bagi anaknya. Bagaimanapun juga perkembangan anak memerlukan asuhan dan bimbingan orang tua sejak ia lahir. Ini adalah nilai-nilai kemanusiaan yang memerlukan penghayatan. Jika terjadi perceraian, kemungkinan seorang anak ikut bersama ibu atau ayahnya. Apabila anak tersebut ikut bersama ayahnya, siapa yang akan mengurusnya, siapa yang akan memperhatikannya, apabila ada ibu tiri yang baik maka bersyukurlah dia, tetapi bagaimana jika sebaliknya? Hanya akan ada penyesalan dan penderitaan dalam hidup sang anak.

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar-Penderitaan dan Penyebabnya |

3. Kematian Kehilangan buah hati curahan kasih sayang juga menjadi sumber dari penderitaan manusia. Kematian anak yang disayangi, ataupun kematian yang terjadi pada orang terkasih merupakan contoh yang banyak terjadi dalam masyarakat. Kematian tersebut akan memberikan goresan yang dalam terhadap orang yang ditinggalkan. Namun ada baiknya bila kita tidak terus menerus larut dalam kesedihan tersebut karena bisa mengakibatkan dampak yang buruk bagi diri sendiri, misalnya menjadi sakit dan lain sebagainya.

C. Penyakit, Siksaan, Azab Tuhan Penderitaan yang dialami manusia dapat juga disebabkan oleh penyakit, siksaan, dan azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimisme merupakan upaya manusia guna mengatasi penderitaan yang dialaminya. Berikut beberapa contoh kasus penderitaan manusia : a. Seorang anak yang lahir dengan keadaan cacat, tidak sempurna fisiknya, tetapi dikaruniai intelektual yang sangat sempurna. b. Dalam kisah para Nabi, dituturkan bahwa Nabi Ayub mengalami siksaan Tuhan tetapi dengan sabar Ia menerima cobaan ini. Bertahun-tahun Ia menderita penyakit kulit hingga ditinggal pergi oleh sang isteri juga dikucilkan oleh masyarakat. Namun berkat kesabarannya Nabi Ayub bisa sembuh kembali bahkan tampak lebih muda. c. Tenggelamnya Firaun di laut merah merupakan sebuah azab yang dijatuhkan Tuhan kepada manusia yang durhaka karena keangkuhan dan kesombongannya.

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar-Penderitaan dan Penyebabnya |

BAB IV PENGARUH PENDERITAAN A. Pengaruh Negatif Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacammacam sikap dalam dirinya. Salah satu sikap yang timbul dapat berupa sikap negatif, misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, bahkan ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam berbagai peribahasa yang bernada negatif, antara lain : a. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna. b. Nasi sudah menjadi bubur. c. Seandainya aku tahu, tidak akan kuberbuat demikian. d. Lebih baik mati berkalang tanah dari pada hidup bercermin bangkai. e. Bagai kerakap tumbuh di batu, hidup enggan matipun tak mau. f. Kehidupan adalah penderitaan berkepanjangan. Sebagai kelanjutan dari sikap negatif dapat timbul sikap anti, yang bersifat reaktif dan perlawanan, misalnya : a. Anti-kawin (tidak mau kawin), pengalaman yang diperoleh seseorang tentang pernikahan lebih banyak kecewanya dari pada bahagianya, sehingga dalam dirinya tumbuh sikap benci pada sebuah pernikahan/perkawinan. b. Anti-kawin paksa, pengalaman yang diperoleh seseorang tentang kawin paksa tidak lebih dari pemasungan nilai kasih sayang, sehingga dalam dirinya tumbuh sikap menentang untuk membebaskan diri. c. Anti-lawan jenis, pengalaman yang diberikan oleh pria atau wanita yang dikhianati oleh pasangannya, sehingga dalam dirinya tumbuh sikap antilawan jenis. d. Anti-ibu tiri, pengalaman yang diperoleh seseorang dari kasus nyata hampir setiap ibu tiri tidak ada yang ikhlas mengasuh anak tirinya seperti anak kandungnya sendiri. Hal ini menumbuhkan sikap menentang ibu tiri.

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar-Penderitaan dan Penyebabnya |

10

e. Anti-peperangan, anti-kezaliman, menurut pengalaman sejarah pada manusia beradab tidak ada peperangan dan kezaliman itu yang mensejahterakan masyarakat kecuali kebencian dan kehancuran.

B. Pengaruh Positif Orang yang mengalami penderitaan mungkin juga akan memperoleh sikaf positif dalam dirinya. Sikap positif adalah sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan hanya rangkaiaan penderitaan , melainkan juga perjuangan membebaskan diri dari penderitaan. Penderitaan hanyalah bagian dari kehidupan yang dapat memberi pengalaman memecahkan masalah untuk mencapai hari esok yang lebih sejahtera. Hidup tanpa penderitaan samalah dengan gelombang datar ditengah lautan. Sikap positif atau optimis biasanya kreatif dan produktif dan tidak mudah menyerah pada keadaan. Contoh dari pengaruh positif ketika mengalami penderitaan diantaranya yaitu : a. Bangkit dari keterpurukan karena di PHK dari sebuah perusahaan dan menciptakan usaha mikro yang dapat menciptakan lowongan pekerjaan. b. Berawal dari kesedihan yang dialaminya, manusia dapat menjadi seorang penulis karena dapat menorehkan isi hatinya menjadi sebuah lagu, puisi, atau bahkan menghasilkan karya novel. c. Berawal dari sebuah penderitaan fisik dari saat ia lahir, sehingga hidupnya menderita, namun karena dikaruniai intelektual khusus, maka manusia tersebut dapat menjadi seseorang yang sukses.

C. Penilaian masyarakat Apabila sikap negatif dan sikap positif dari penderitaan dikomunikasikan kepada masyarakat, masyarakat akan memberikan penilaiannya. Penilaian itu dapat berupa kemauan atau kesediaan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Nilai-nilai kemanusiaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan nilai-nilai kemanusiaan yang lebih kondusif dengan kondisi masyarakat. Nilai-nilai kemanusiaan yang berupa hambatan harus disingkirka.
Ilmu Sosial dan Budaya Dasar-Penderitaan dan Penyebabnya |

11

Berdasarkan uraian dalam pembahasan diatas, dapat diiventarisasi nilai-nilai kemanusiaan yang dirasakan sebagai hal yang sudah usang, antara lain kawin paksa, ketidakseimbangan status fungi, serta peran suami dan isteri dalam keluarga, pembedaan perlakuan kepada anak tiri yang cenderung tidak manusiawi. Berdasarkan hasil pengkajian terhadap kasus penderitaan manusia, maka dapat ditemukan berbagai sikap kemanusiaan, nilai kemanusiaan, serta sifat kemanusiaan yang sangat bermanfaat untuk memperdalam dan memperluas persepsi, tanggapan, wawasan, dan penalaran terhadap masalah-masalah kemanusiaan. Berbagai sikap itu antara lain : a. Penghargaan kepada sesama manusia. b. Keseimbangan status, fungsi, serta peran suami dan isteri dalam keluarga. c. Perlakuan yang sama kepada anak kandung dan anak tiri. d. Penyesalan, kecewa, putus asa, dan optimis. Selain sikap kemanusiaan, dapat pula diiventarisasiberbagai nilai kemanusiaan tersebut antara lain : a. Harga diri, nama baik, martabat, kehormatan, dan perlindungan diri. b. Status, fungsi, dan peran dalam keluarga serta masyarakat. c. Perlakuan yang sama, perjuangan, dan kebebasan. d. Diangkat sebagai anak sendiri dan memberi pendidikan. Berbagai sifat kemanusiaan yang dapat diiventarisasi, antara lain adalah kepedulian kepada korban musibah, kasih sayang kepada anak yatim, ataupun belas kasihan kepada anak tiri. Melalui pengkajian dan penghayatan kasus nyata dan karya cipta, dapat diperhalus budi nurani manusia.

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar-Penderitaan dan Penyebabnya |

12

BAB V KESIMPULAN Dari pembahasan mengenai Penderitaan dan Penyebabnya, dapat disimpulkan bahwa penderitaan dapat dibagi menjadi dua ketegori yaitu penderitaan fisik dan penderitaan mental. Penyebab penderitaan dapat terjadi karena ulah diri sendiri, penderitaan dari atau oleh orang lain, serta penderitaan yang timbul karena ulah manusia yang tidak bisa menjaga lingkungan alam sekitarnya. Penderitaan juga dapat memberikan pengaruh positif bahkan pengaruh negatif terhadap diri si penderita. Maka dari itu, kita harus bisa menanamkan sikap optimis pada diri kita sendiri terlebih dahulu, sehingga apabila kita mengalami cobaan yang berat, kita masih bisa berfikir rasional agar kita tidak terjerumus ke jalan yang salah. Diharapkan dengan adanya pembahasan mengenai Penderitaan dan penyebabnya, kita semua mendapatkan ilmu baru yang bermanfaat, dan dapat menerapkannya dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat.

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar-Penderitaan dan Penyebabnya |

13

DAFTAR PUSTAKA

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar-Penderitaan dan Penyebabnya |

14

FOTO FOTO

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar-Penderitaan dan Penyebabnya |

15