Anda di halaman 1dari 4

Makalah Seminar Kerja Praktek DISTANCE MEASURING EQUIPMENT (DME) SEBAGAI ALAT NAVIGASI PADA PESAWAT Bondhan Tunjung(L2F008018)

Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Abstrak Pendeteksian jarak dan arah pesawat pada saat terbang merupakan hal yang sangat penting dalam penerbangan, agar pesawat dapat mencapai tujuan yang diharapakan dengan benar. Bila jarak dan arah pesawat kurang terdeteksi dengan baik, maka akan terjadi kekacauan dalam proses penerbangan. Maka dari itu diperlukan sebuah system yang berguna untuk memberikan informasi kepada pesawat mengenai jarak dan arah pesawat trehadap gorund station yang ada di darat. Peralatan tersebut adalah Distance Measuring Equipment (DME). Peralatan Distance Measuring Equipment (DME) telah dibakukan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional ( ICAO) sebagai alat bantu radio untuk jarak pendek dan jarak menengah. Peralatan DME sangat dibutuhkan oleh pilot untuk mengetahui jarak antara pesawat dengan ground station. Kata kunci: DME, radar, ground station. I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada setiap bandar udara terutama yang jalur penerbangannya padat, pendeteksian posisi pesawat baik yang sedang menuju maupun yang meninggalkan bandara sangat penting. Hal ini untuk menjaga kemungkinan kecelakaan pada jalur penerbangan. Khususnya pada saat pesawat mendarat,seringkali hal ini merupakan kekhawatiran bagi seorang pilot untuk mendaratkan pesawatnya. Maka disini peranan alat bantu navigasi DME (Distance Measuring Equipment) sangat penting kegunaannya untuk memberikan informasi jarak kepada pesawat terhadap ground station terutama saat landing (mendarat). 1.2 Tujuan Tujuan penulisan makalah seminar kerja praktek ini adalah untuk : 1. Mengetahui cara kerja radar sekunder. 2. Mengetahui prinsip dan cara kerja DME(Distance Measuring Equipment). 3. Mengetahui cara menghitung jarak antara pesawat dengan ground station. 4. Mengetahui dan mengenal berbagai macam alat bantu navigasi pesawat. 1.3 Pembatasan Masalah Dalam pemhasan tentang DME ini, penulis membatasi permasalahan sebagai berikut : 1. Makalah ini hanya membahas peralatan DME di pesawat. 2. Membahas tentang cara perhitungan jarak antara pesawat dengan ground station. 3. Tidak membahas tentang system transponder pada ground station. 4. Tidak membahas secara teknis cara penggunaan control dan indikator DME. 5. Tidak membahas cara penginstalan peralatan DME pada pesawat. II. DME (Distance Measuring Equipment) PADA PESAWAT CN-235 2.1 Pengertian DME DME (Distance Measuring Equipment) adalah alat bantu navigasi pesawat yang beroperasi pada prinsip radar sekunder. DME memberikan informasi antara jarak pesawat dengan ground station yang ada di darat. Penempatan DME pada umumnya berpasangan (colocated) dengan VOR(Very Highfrequency Omnidirectional Radio-range), dengan daya keluaran sebesar 1000 Watt (High Power). Dalam operasinya, pesawat udara mengirim pulsa interrogator yang berbentuk sinyal acak (random) kepada ground station di darat. Kemudian ground station mengirim pulsa jawaban (reply) yang sinkron dengan pulsa interogasi. Dengan memperhitungkan interval waktu antara pulsa interogasi dengan penerimaan pulsa jawaban (termasuk waktu tunda) di pesawat udara, maka jarak pesawat udara dengan ground station dapat ditentukan.

2.2 Fasilitas Ground Station di Darat Di darat akan ada ground station untuk memancarkan gelombang radio dengan frekuensi yang berbeda-beda untuk setiap stasiunnya. Berikut ini adalah contoh gambar VOR (VOR ground station) yang ada di darat.

2.4 Prinsip Kerja DME DME beroperasi pada frekuensi 9621213 MHz, temasuk pada band frekuensi UHF (Ultra High Frequency). Band frekuensi ini terbagi menjadi 252 kanal, 126 kanal X dan 126 kanal Y dengan frekuensi masing masing kanal adalah 1 MHz. Hal ini berlaku pada frekuensi interogasi dan balasan. Antara frekuensi interogasi dan balasan selalu berbeda 63 MHz. Prinsip kerja dari fasilitas DME ini adalah sebagai berikut : 1. Sepasang pulsa dengan panjang pulsa tertentu dipancarkan oleh transmitter dari pesawat terbang, yang disebut sebagai sinyal pulsa penanya/pemeriksa (sinyal interogator), menuju transponder di darat, yang kemudian diterima untuk diproses. 2. Setelah sepasang pulsa tersebut diproses oleh ground station(transponder) sehingga menjadi sepasang sinyal pulsa jawaban (sinyal reply), kemudian secara otomatis ground station (transponder) memancarkan kembali sepasang pulsa jawaban tersebut sebagai sinyal jawaban ke pesawat. 3. Pesawat terbang mendapatkan kembali sepasang sinyal pulsa sebagai jawaban (sinyal reply) dari ground station diproses menjadi bentuk jarak dalam Nautical Miles (1NM = 1850 meter).

Gambar 2.1 ground station Fasilitas ini bisa terpasang di mana saja, bisa juga terpasang di luar lingkungan bandara. Meskipun fasilitas ini dapat berfungsi sebagai pendekatan (approach) pesawat ke landasan. Namun perlu diingat bahwa tidak semua bandara memiliki fasilitas ini. Beberapa bandara masih menggunakan NDB ( Non Directional Beacon), yang hanya bisa ditangkap menggunakan alat ADF (Automatic Direction Finder ). Dan ada juga yang tidak memiliki keduanya 2.3 Fungsi Fasilitas DME Fasilitas DME memiliki beberapa fungsi, yaitu : 1. DME biasanya digunakan bersama dengan VOR (Very High Frequency Omni Range) untuk saling melengkapi yang bermanfaat untuk memberikan informasi pesawat mengenai jarak terhadap stasiun DME/VOR di darat. VOR memberikan sudut/arah dalam derajat, sedangkan DME memberikan informasi jarak dalam Nautical Miles/NM. 2. DME dapat dipergunakan secara bersamaan pada fasilitas navigasi ILS (Instrument Landing System), yang berguna untuk memberikan informasi jarak secara terus menerus kepada penerbang pada saat melakukan pendekatan/pendaratan di suatu Bandara.

Gambar 2.2 prinsip kerja DME Selain menampilkan jarak, DME juga bisa menampilkan ground speed dalam satuan Knots dan juga waktu ke ground station dalam satuan menit. Untuk mendapatkan informasi hanya perlu memilih frekuensi. DME beroperasi pada UHF band yang berpasangan dengan frekuensi VHF VOR. Jadi ketika memilih frekuensi DME, hanya frekuensi VOR yang sesuai yang akan diterima.

2.5 Perhitungan Jarak dengan DME Jarak antara pesawat dengan ground station dapat dihitung dengan cara : R = c (T-t) . . . . . . (4.1)

2.7 Blok Diagram Sistem DME Di bawah ini adalah gambar blok diagram dari system interface DME.

Keterangan : R : jarak pesawat terbang ke stasiun DME darat (NM) 1 NM : 1850m c : cepat rambat pulsa radio ( 3 x l08 m/s) T : waktu yang diperlukan untuk peralanan bolak - balik antara sinyal interogator (penanya/pemeriksa) dan sinyal reply ( jawaban ) t : reply signal delay/penundaan singkat pengiriman sinyal jawaban (50 s) 2.6 Spesifikasi Alat DME-42 DME-42 bisa berfungsi sebagai transmitter dan juga receiver atau seing disebut juga transceiver dapat secara simultantan mencari dan memberikan informasi darri ketiga channel yang dipilih. Untuk itu ditetapkan ketiga channel tersebut sebagai channel 1, channel 2 dan channel 3. Tabel 2.1 Spesifikasi DME-42 no 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 tipe Antena Sertifikasi Tinggi panjang lebar Jumlah channel Range jarak Range ground speed Range frekuensi receive Range frekuensi transmit deskripsi L-band FAA C66b 3.312 Inchi 14.1 inchi 4.8 inchi 252 0-300 NM 0-999 knots 962-1213 MHz 1025-1150 MHz Gambar 2.4 Diagram blok system interface DME Dari gambar diagram blok di atas menunjukkan bahwa DME-42 mendapat informasi dari antena mendapat masukan daya dari power supply. DME-42 juga bisa dikendalikan oleh control (CTL-32). Semua output data dari DME-42 ditampilkan pada display pilot, display copilot dan juga display navigasi. 2.8 Range dan Echo Jarak maksimum yang masih bisa didapat oleh interrogator pesawat ke DME di darat adalah 200 NM (370 km). Dengan catatan DME beroperasi pada kondisi normal atau pada kondisi yang baik. Jarak yang dimaksud adalah jarak slant range, yaitu garis lurus antara pesawat dengan DME darat. Jarak jangkauan ini dapat menurun drastis dipengaruhi oleh banyaknya interogasi pesawat dan kondisi sekitar DME. Salah satu hal yang menyebabkan menurunnya akurasi adalah efek echo dari pulsa interogasi yang datang ke transponder. Pulsa interogasi yang diharapkan adalah yang langsung dari antena DME pesawat ke DME darat (slant range). Namun, pulsa interogasi tersebut bisa saja dipantulkan oleh gedung, bangunan, atau apa saja yang menuju DME darat. Sehingga DME darat tidak akurat memberikan pulsa balasan. Ground station hanya mampu menjawab pulsa interogasi kirakira 100 pesawat secara bersamaan.

Gambar 2.3 Alat DME-42

DAFTAR PUSTAKA Anonim, Fungsi Kegunaan Fasilitas Telekomunikasi, Navigasi Udara dan Listrik. Northsop, Wilcox, 1984, Distance Measuring Equipment, Kansas City, Missouri, USA. http://www.ilmuterbang.com/fasilitas-navigasidan-pengamatan http://www.ilmuterbang.com/fasilitaskomunikasi-penerbangan http://www.ilmuterbang.com/fasilitas-bantupendaratan http://www.wikipedia.com/instrument-landingsystem http://www.hubud.dephub.go.id http://www.Indonesian Aerospace.com III. PENUTUP 3.1 Kesimpulan

BIODATA Bondhan Tunjung dilahirkan di Boyolali 26 Juni 1989. Menempuh pendidikan sampai sekolah menengah atas di Surakarta. Sejak tahun 2008 hingga kini sedang menempuh studi di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Konsentrasi Elektronika dan Telekomunikasi.
Semarang, Oktober 2011 Menyetujui, Dosen Pembimbing

1. DME (Distance Measuring Equipment) adalah alat bantu navigasi pesawat yang beroperasi pada prinsip radar sekunder. DME memberikan informasi antara jarak pesawat dengan ground station yang ada di bawah. 2. Penempatan DME pada umumnya berpasangan (colocated) dengan VOR(Very Highfrequency Omnidirectional Radiorange). 3. Selain informasi mengenai jarak pesawat terhadap ground station juga berisi informasi mengenai arah pesawat terhadap stasiun DME darat, kecepatan pesawat dan waktu pesawat dari atau ke ground station. 3.2 Saran 1. Sebaiknya peralatan navigasi pada pesawat lebih dilengkapi lagi agar dapat mengurangi terjadinya kecelakaan pesawat. 2. Sebaiknya peralatan DME secara rutin dilakukan pengecekan agar peralatan ini bisa berfungsi dengan baik dan tidak terjadi kesalahan.

Darjat, ST.MT. NIP. 197206061999031001