Anda di halaman 1dari 6

FINANCIAL MANAGEMENT

PENDANAAN JANGKA MENENGAH DAN JANGKA PANJANG LEASING ( SEWA GUNA ) 1. Pengertian Leasing Leasing merupakan suatu cara untuk menggunakan suatu aktiva tanpa harus kita membeli aktiva yang kita inginkan. Karena itu leasing merupakan suatu bentuk persewaan dengan jangka waktu tertentu yang melibatkan antara pihak yang menyewa aktiva atau disebut lessor dengan pihak yang menyediakan / menyewakan ( pemilik ) aktiva untuk disewakan yang disebut Lessee. Dalam kegiatan operasinya perusahaan sewa guna ( leasing company ) pada dasarnya hanyalah bertindak sebagai pemberi jasa dalam pendanaan kepada perusahaan yang memerlukan suatu aktiva tertentu. Untuk lebih mudah memahaminya, perhatikan ilustrasi berikut ini. Financial Leasing Apabila perusahaan A memerlukan mesin dan kemudian menghubungi perusahaan leasing, maka perusahaan leasing selanjutnya akan membeli mesin sesuai spesifikasi yang diinginkan oleh perusahaan A dan kemudian menyewakan kepada perusahaan A dengan suatu perjanjian sewa untuk jangka waktu tertentu tanpa bisa membatalkan persewaannya. Operating Leasing Merupakan jenis leasing yang berjangka waktu pendek, dimana pihak penyewa segera mengembalikan alat yang disewa dari perusahaan leasing setelah periode waktu penyewaan berakhir, dan tidak ada opsi untuk membeli aktiva yang disewa dari perusahaan leasing. Klausul-klausul yang biasanya tercantum didalam kontrak financial leasing, antara lain : a. Periode waktu penyewaan. b. Waktu dan jumlah pembayaran sewa selama periode persewaan c. Kemungkinan untuk memperpanjang jangka waktu persewaan atau membeli aktiva yang disewa pada saat berakhirnya periode sewa. d. Persyaratan pembayaran biaya pemeliharaan dan reparasi, pajak, asuransi dan lain-lain. Bentuk Sewa Guna ( Leasing ) antara lain : Sale and lease back Dalam bentuk ini, perusahaan, menjual aktiva yang dimilikinya kepada perusahaan leasing dalam rangka untuk memperoleh cash money dan

LEASING & PENDANAAN JANGKA MENENGAH


Arranged by. Laksmi Kusumawardhani

FINANCIAL MANAGEMENT
PENDANAAN JANGKA MENENGAH DAN JANGKA PANJANG kemudian menyewanya kembali dari perusahaan leasing atas aktiva yang dijualnya tersebut. Direct Leasing Pada bentuk ini, perusahaan menyewa aktiva dari perusahaan leasing yang sebelumnya aktiva tersebut tidak dimilikinya. Leveraged Leasing Dalam bentuk ini, terdapat 3 pihak yang terlibat dalam leasing, antara lain : lessor, lessee, dan pemberi pinjaman. Artinya, dalam perolehan aktiva yang diperlukan oleh perusahaan selaku penyewa ( lessee ), pihak perusahaan leasing ( lessor ) melibatkan pihak ketiga ( pemberi pinjaman ) dalam rangka untuk membantu sebagian pembiayaannya. 2. Perlakuan Akuntansi Dan Pajak Bagi penyewa ( lessee ), pembayaran sewa per periode atas aktiva bisa dipakai untuk mengurangi beban pajak. Dan bagi perusahaan penyewa, diwajibkan untuk mencantumkan nilai leasing ini pada catatan kaki pada neraca. Sedangkan bagi perusahaan leasing ( lessor ) beban penyusutan atas aktiva yang disewakan tersebut akan dapat dipergunakan untuk mengurangi beban pajak penghasilan. 3. Analisis Pendanaan Antara Leasing Dengan Pinjaman Sewa guna ( leasing ) mengakibatkan timbulnya kewajiban bagi perusahaan, oleh karenanya hal ini bisa diperbandingkan dengan alternatif pendanaan yang lain seperti hutang ( debt financing ). Contoh : Andaikan PT. NAROTAMA memerlukan aktiva senilai Rp. 100 juta dan kemudian mendapatkan perusahaan leasing untuk membiayai keperluan tersebut selama 5 tahun, dimana pembayaran dilakukan di awal tahun. Apabila tingkat keuntungan yang diminta oleh perusahaan leasing sebesar 15%. Berapakah pembayaran sewa setiap periode tahunnya ? X 100 = X ( 1 + 0,15 ) = 3,855X = Rp. 25,94 juta + ( 1 + 0,15 ) X + ( 1 + 0,15 ) X + ( 1 + 0,15 )4 X

LEASING & PENDANAAN JANGKA MENENGAH


Arranged by. Laksmi Kusumawardhani

FINANCIAL MANAGEMENT
PENDANAAN JANGKA MENENGAH DAN JANGKA PANJANG

Sekarang apabila ada suatu bank yang mau membiayai dengan pinjaman untuk pembelian aktiva tersebut dengan tingkat suku bunga 16% per tahun, dimana aktiva tersebut mempunyai nilai ekonomis 5 tahun dan pembayaran hutang dilakukan dengan sistem anuitas. Berapakah angsuran per tahun yang harus dibayar oleh perusahaan pada akhir periode ? X 100 = (1 + 0,16) X = Rp. 30,54 juta + (1 + 0,16) X + (1 + 0,16) X + (1 + 0,16)4 X + (1 + 0,16)5 X

Dari kedua alternatif sistem pembiayaan tersebut, manakah yang paling menguntungkan bagi perusahaan ? Apabila diasumsikan bahwa tarif pajak penghasilan sebesar 50%, maka biaya modal setelah pajak adalah 0,16 ( 1 0,50 ) = 0,08 Skedul Arus Kas Keluar Alternatif Leasing Akhir Pembayaran Perlindungan Arus Kas Keluar Tahun Sewa Pajak Setelah Pajak 0 25,94 25,94 14 25,94 12,97 12,97 5 12,97 (12,97) Total Kas Keluar Present Value Kas Keluar 25,94 42,96 (8,83) 60,07

Skedul Pembayaran Angsuran Pokok + Bunga Alternatif Hutang Tahun Sisa Pokok Angsuran Pembayaran Angsuran Pokok ke Pinjaman Pokok Bunga Pinjaman 1 100,00 30,54 16,00 14,54 2 85,46 30,54 13,67 16,87 3 68,59 30,54 10,97 19,57 4 49,02 30,54 7,84 22,70 5 26,32 30,54 4,22 26,32

LEASING & PENDANAAN JANGKA MENENGAH


Arranged by. Laksmi Kusumawardhani

FINANCIAL MANAGEMENT
PENDANAAN JANGKA MENENGAH DAN JANGKA PANJANG

Skedul Arus Kas Keluar Alternatif Hutang Perlindungan Akhir Pembaya Bunga Penyusu Pajak Tahun ran tan 0,5 (2) + (3) 1 2 3 4 5 Total 30,54 30,54 30,54 30,54 30,54 16,00 13,67 10,97 7,84 4,22 20,00 20,00 20,00 20,00 20,00 18,00 16,84 15,49 13,92 12,11

Kas Keluar 12,54 13,70 15,05 16,62 18,43

Present Value Kas Keluar (r=8%) 11,61 11,75 11,95 12,22 12,54 60,07

Dari ilustrasi perhitungan di atas, ternyata Present Value ( PV ) alternatif Leasing dan Hutang mempunyai PV yang sama. Dengan demikian, kedua alternatif diatas memberikan akan memberikan keuntungan yang sama bagi perusahaan. Permasalahan yang kemudian muncul, adalah apabila PV dari kedua alternatif antara leasing dengan hutang tersebut berbeda besarnya, manakah yang akan dipilih ? Kalau PV dari kedua alternatif tersebut berbeda, maka yang dipilih dan paling menguntungkan perusahaan adalah alternatif yang mempunyai Present Value ( PV terkecil ). 4. Term Loan Term loan adalah merupakan jenis sumber pendanaan jangka menengah yang biasanya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan dana yang lebih bersifat permanen. Penyedia jasa daripada pinjaman jangka menengah ini umumnya adalah bank komersial, perusahaan asuransi, atau dapat juga dana pensiun Karakteristik umum daripada term loan adalah : a. Mempunyai jangka waktu antara 1 sampai dengan 5 tahun, kadang-kadang bisa sampai dengan 10 tahun tergantung jenis lembaga keuangan yang akan menyediakan pinjaman. b. Dilunasi secara berkala, misalnya : triwulanan, semesteran, atau tahunan. Skedul pembayaran ini terdiri atas angsuran pokok pinjaman + bunga c. Umumnya dijamin dengan chattel mortgage agreement atas barang modal atau property. Untuk term loan jangka pendek bentuk agunannya bisa berupa peralatan dan mesin atau saham dan obligasi. Sedangkan term loan yang berjangka panjang bentuk agunannya berupa property atau real estate.

LEASING & PENDANAAN JANGKA MENENGAH


Arranged by. Laksmi Kusumawardhani

FINANCIAL MANAGEMENT
PENDANAAN JANGKA MENENGAH DAN JANGKA PANJANG

Sebagai tambahan atas agunan yang diberikan untuk memperoleh term loan, pihak kreditur biasanya akan mensyaratkan kondisi-kondisi tertentu untuk tetap dapat dipenuhi oleh debitur yang sering disebut sebagai Restrictive Covenant yang terdiri dari : - Debitur harus bisa mempertahankan jumlah modal kerja yang dipersyaratkan, yakni komposisi antara aktiva lancar dengan hutang lancarnya. - Apabila debitur ingin menambah hutangnya, maka debitur harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari kreditur. - Debitur diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan secara periodik kepada kreditur. - Pergantian manajemen, hanya dibolehkan atas persetujuan terlebih dahulu dari kreditur. 5. Pemberian Kredit Sindikasi Seringkali karena keterbatasan dana yang dimiliki atau karena persyaratan BMPK ( Batas Maksimum Pemberian Kredit ), suatu bank tidak bisa memenuhi permintaan pinjaman dalam bentuk kredit yang diajukan oleh seorang calon debitur. Apabila hal ini terjadi, maka suatu Bank akan meminta kepada bank lainnya untuk berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan permintaan calon debitur. Partisipasi beberapa bank dalam penyediaan dana pinjaman ini sering dinamakan sebagai sindikasi , dimana ada satu bank yang ditunjuk sebagai pimpinan sindikasi ( lead bank ), dan masing-masing bank peserta sindikasi akan memperoleh sertifikat tanda keikutsertaan dalam pendanaan. Misalkan, apabila BMPK yang dimiliki oleh suatu bank adalah Rp. 50 milyar, kemudian ada seorang calon debitur yang mengajukan kredit sebesar Rp. 120 milyar, maka kredit tersebut akan dipenuhi dengan sindikasi. BMPK disini dimaksudkan menunjuk pada jumlah maksimum kredit yang dapat diberikan kepada seorang calon debitur. 6. Equipment Financing Equipment financing adalah jenis term loan yang digunakan untuk membiayai pembelian peralatan tertentu. Lembaga-lembaga penyedia jenis term loan seperti equipment financing ini bisa berupa perbankan, perusahaan pembiayaan, ataupun penjual peralatan tersebut. Kredit untuk pembelian peralatan tersebut biasanya dijamin dengan peralatan yang dibeli. Artinya, penjual masih mempunyai hak atas peralatan yang
LEASING & PENDANAAN JANGKA MENENGAH
Arranged by. Laksmi Kusumawardhani

FINANCIAL MANAGEMENT
PENDANAAN JANGKA MENENGAH DAN JANGKA PANJANG dibelinya sebelum debitur / pembeli melunasi seluruh kewajibannya, dan hak kepemilikan peralatan akan berpindah kepada debitur / pembeli setelah pembeli melunasi pembeliannya. Apabila pembeli / debitur tidak lagi mempunyai kemampuan membayar sesuai dengan skedul pembayaran yang ditetapkan, maka bank atau lembaga pembiayaan akan mengambil / menyita peralatan dari pembeli / debitur. 7. Kredit Dalam Valuta Asing Kredit Valuta Asing adalah merupakan jenis dana dalam bentuk kredit yang diberikan bukan dengan menggunakan mata uang setempat, akan tetapi menggunakan valuta asing ( valas ) misalnya dalam bentuk US dolar, Yen, Euro dan lain sebagainya. Jenis kredit ini biasanya disediakan oleh bank-bank asing yang beroperasi di Indonesia. Nilai yang diberikan umumnya lebih besar dari US $ 1 juta, dengan tingkat suku bunga dikaitkan dengan indikator suku bunga internasional ( seperti LIBOR, London Inter Bank Offered Rate atau SIBOR, Singapore Inter Bank Offered Rate ). Misalkan, suku bunga sebesar 1,5% diatas LIBOR, dimana LIBOR sebesar 5,5%, maka tingkat bunga yang dikenakan kepada debitur adalah sebesar 7%. Apabila dibandingkan dengan suku bunga kredit dalam rupiah yang ditawarkan oleh perbankan komersial dalam negeri yang rata-rata mencapai 17%, memang tingkat suku bunga kredit valuta asing ini memang jauh lebih menarik dan menguntungkan. Oleh karenanya, banyak perusahaan besar yang memanfaatkan kredit dalam valuta asing ini untuk pembiayaan usahanya.

LEASING & PENDANAAN JANGKA MENENGAH


Arranged by. Laksmi Kusumawardhani

Beri Nilai