Anda di halaman 1dari 11

APLIKASI SISTEM INFORMASI PENJUALAN BARANG BERBASIS WEB

(STUDI KASUS PADA UKM USAHA MANDIRI BANDUNG)

LIDYA NOVRIDA AMBARITA lidya.novrida@ka.politekniktelkom.ac.id

INDRA FIRMANSYAH, SE, MM, Ak indrafirmansyah@rocketmail.com

EKO DARWIYANTO, ST, MT ekodarwiyanto@yahoo.com

Program Studi Komputerisasi Akuntansi Politeknik Telkom Bandung 2010

ABSTRAK UKM Usaha Mandiri yang berlokasi di Jl. Kiaracondong Ibrahim Adjie Binong Bandung ini merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang konveksi rajutan. Perusahaan yang didirikan oleh H. Usman, BSc. sejak tahun 1996 ini memiliki reputasi yang cukup baik dikalangan pelanggan dan masyarakat sekitar. Bagi para pelanggan, pelayanan yang baik dan kualitas barang yang terjamin menjadi nilai istimewa bagi perusahaan ini. Sedangkan bagi masyarakat sekitar perusahaan ini dapat menyerap tenaga kerja yang direkrut dari penduduk sekitar dan akhirnya bekerja pada industri ini dan turut juga mengembangkan industri rajutan ini. Mengingat industri ini sudah lama berdiri namun pengelolaan administrasinya masih sangat sederhana dengan proses pencatatan yang tidak terstruktur. Sehingga terkadang menyulitkan pihak perusahaan untuk mengelola manajemen yang ada. Seiring dengan perkembangan teknologi pada dunia usaha industri ini pun membutuhkan manajemen yang lebih baik dan lebih efisien dalam pengelolaannya agar tidak ketinggalan dengan inovasi yang dimiliki oleh industri lain yang sejenis. Aplikasi yang akan dibangun ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL khusus untuk penjualan barang berbasis web dan hanya digunakan oleh pihak internal perusahaan. Kata Kunci: Sistem Informasi Penjualan, UKM Usaha Mandiri, PHP dan mudah untuk dikembangkan. Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk menyusun Proyek Akhir dengan judul "APLIKASI SISTEM INFORMASI PENJUALAN BARANG BERBASIS WEB (Studi kasus pada UKM Usaha Mandiri di Bandung)".

1 1.1

PENDAHULUAN Latar Belakang Pada kesempatan kali ini penulis akan

merancang sebuah aplikasi sistem informasi penjualan pada UKM Usaha Mandiri yang bergerak dibidang konveksi rajutan. Aplikasi yang akan dirancang ini menggunakan metode berbasis web yang mana memiliki beberapa keunggulan yaitu: mudah digunakan oleh siapa saja bahkan dengan user pemula sekalipun; dapat diakses oleh beberapa user dimanapun dan kapanpun

1.2 1 . 2 .

Rumusan Masalah Bagaimana proses pencatatan transaksi penjualan pada UKM Usaha Mandiri? Bagaimana membangun sebuah sistem informasi penjualan yang baik pada UKM Usaha Mandiri?

3.

Bagaiman membuat laporan transaksi penjualan yang terjadi secara komputerisasi dan mengimplementasikannya kedalam basis web? Tujuan Adapun tujuan yang disimpulkan

lain yang berkepentingan dalam menilai kinerja dan kondisi ekonomi perusahaan. 2.2 Akuntansi Keuangan Pada bukunya, James M. Revee (2009:10) mengatakan Akuntansi Keuangan (financial accounting) sangat terkait dengan pencatatan dan pelaporan data aktivitas ekonomi suatu perusahaan. 2.3 Penjualan Adapun pengertian penjualan menurut Susan Irawati (2008:67) yaitu, Penjualan adalah suatu kegiatan yang mengharuskan perusahaan mengeluarkan sejumlah barang dan jasa baik secara tunai maupun kredit, sehingga menghasilkan sejumlah finansial bagi pihak lain sebagai pembeli. 2.4 Dasar Kas Menurut Warren (2008:112), Dasar Kas (cash basis) adalah pendapatan dan beban dilaporkan dalam laporan laba rugi pada periode dimana kas diterima atau dibayar. Misalnya, penghasilan dicatat ketika kas diterima dari klien, dan upah dicatat ketika kas dibayarkan kepada karyawan. Laba (rugi) bersih merupakan selisih antara penerimaan kas (pendapatan) dan pengeluaran kas (beban). 2.5 Sistem Informasi Adapun defenisi Sistem Informasi menurut Jack Febrian (2007:238), Sistem informasi atau sering disebut dengan Information System (IS) adalah sistem yang dapat menghasilkan informasi yang berguna. Suatu sistem dalam sebuah organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. 2.6 Aplikasi Adapun defenisi Aplikasi menurut Jack Febrian (2007:35)

1.3

dalam penyusunan Proyek Akhir ini adalah: 1. Proses pencatatan transaksi yang masih sederhana pada perusahaan akan dibuat menjadi sebuah aplikasi yang terkomputerisasi oleh sistem yaitu sistem informasi penjualan berbasis web. 2. Rancangan sistem informasi penjualan yang akan dibuat pada UKM usaha Mandiri disesuaikan dengan kebutuhan industri dalam mengelola transaksi yang ada. 3. Menyediakan perantara antara user (pamakai) dengan sistem yang telah dirancang dengan baik untuk mempermudah pengelolaan data yang ada pada perusahaan, khususnya data transaksi penjualan. 1.4 Batasan Masalah Batasan masalah pada proyek akhir ini

yaitu hanya membahas tentang aplikasi ini difokuskan pada pembuatan sistem informasi keuangan bagian penjualan, pesanan yang telah dibayar pelanggan, dan melaporkan transaksi penjualan yang terjadi secara cash basis. 1.5 Metodologi Penelitian Sistem akuntansi penjualan ini dibangun

dengan beberapa tahapan yaitu: 1. Metode pengerjaan proyek 2. Metode pengumpulan data 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Akuntansi Menurut Carl S. Warren (2009:9), peranan paling sederhana akuntansi dalam bisnis adalah akuntansi memberikan informasi untuk digunakan oleh manajer dalam

menjalankan operasi perusahaan. Akuntansi juga memberikan informasi untuk pihak-pihak

adalah, Progra m aplikasi=program siap pakai. Program yang direka untuk melaksanakan suatu fungsi bagi

pengguna atau aplikasi yang lain. Contohcontoh aplikasi ialah program pemproses kata dan Web Browser. Aplikasi yang menggunakan sistem operasi (OS) komputer dan aplikasi yang lainnya yang mendukung. Istilah ini mulai perlahan masuk ke dalam istilah Teknologi Informasi semenjak tahun 1993, yang biasanya juga disingkat dengan app. Secara historis, aplikasi adalah software yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan. App adalah software yang dibeli perusahaan dari tempat pembuatnya. Industri PC tampaknya menciptakan istilah ini untuk merefleksikan medan pertempuran persaingan yang baru, yang pararel dengan yang terjadi antar sistem operasi yang dimunculkan. 2.7 Perancangan Unified Modeling Language (UML) Adapun pengertian UML menurut Martin Fowler (2005:1), Unified Modeling Language (UML) adalah keluarga notasi grafis yang didukung oleh meta-model tungggal, yang membantu pendeskripsian dan design sistem perangkat lunak, khususnya sistem yang dibangun menggunakan pemrograman berorientasi objek. Diagram dalam UML Adapun beberapa jenis diagram pada UML yang dapat membantu perancangan sistem, menurut Martin Fowler (2005:17) adalah sebagai berikut: 1. Use Case Use Case adalah teknik untuk merekam persyaratan fungsional sebuah sistem. 2. Class Diagram Class diagram mendeskripsikan jenisjenis objek dalam sistem dan berbagai macam hubungan statis yang terdapat diantara mereka. 3. Sequence Diagram Sequence diagram menggambarkan interaksi diagram yang menunjukkan bagaimana kelompok-kelompok objek saling berkolaborasi dalam beberapa behavior. Sebuah sequence diagram secara khusus menjabarkan behavior sebuah skenario

tunggal. Diagram tersebut menunjukkan sejumlah objek contoh dan pesan-pesan yang melewati objek-objek ini didalam use case. 4. Activity Diagram Activity diagram adalah representasi grafis dari alur kerja kegiatan bertahap dan tindakan dengan dukungan untuk pilihan, iterasi dan konkurensi. Pada Unified Modeling Language , diagram aktivitas dapat digunakan untuk menjelaskan bisnis dan operasional langkah-demi-langkah alur kerja komponen di sistem. Sebuah diagram aktivitas keseluruhan menunjukkan aliran kontrol. 5. State Diagram State Diagram adalah teknik yang umum digunakan untuk menggambarkan behavior sebuah sistem. Berbagai bentuk state diagram telah ada sejak tahun 1960-an dan teknik berorientasi objek yang paling awal mengadopsinya untuk menampilkan behavior. 6. Collaboration Diagram Collaboration Diagram juga menggambarkan interaksi antar objek seperti sequence diagram, tetapi lebih menekankan pada peran masing-masing objek dan bukan pada waktu penyampaian message. Setiap message memiliki sequence number, dimana message dari level tertinggi memiliki 1. Message dari level yang sama memiliki prefix yang sama. 7. Component Diagram Component Diagram tidak seperti ikon, komponen tidak menggunakan notasi yang asing dengan kita. Komponen terhubung melalui antarmuka yang dibutuhkan, sering menggunakan notasi bola dan soket seperti halnya class diagram. Komponen dalam component diagram dapat dipecah dengan menggunakan composite structure diagram. 8. Deployment Diagram Deployment diagram menunjukkan susunan fisik sebuah sistem, menunjukkan bagian perangkat lunak mana yang berjalan pada perangkat keras mana. Hal utama dalam deployment diagram adalah pusat-pusat yang dihubungkan oleh jalur komunikasi. 2.8 PHP Hypertext Preprocessor (PHP) Menurut Kasiman Perangin-angin (2006:2) teori PHP adalah sebagai berikut PHP

singkatan dari PHP Hypertext Preprocessor yang digunakan sebagai bahas script serverside dalam pengembangan Web yang disisipkan pada dokumen HTML. Penggunaan PHP memungkinkan Web dapat dibuat dinamis sehingga maintenance situs Web tersebut menjadi lebih mudah dan efisien. 2.9 Database Terdapat banyak defenisi database yang kita ketahui, dan salah satu teori database menurut Abdul Kadir (2005:136), Umumnya aplikasi berbasis komputer yang digunakan pada berbagai institusi menggunakan database. Secara sederhana DB (database) dapat diungkapkan sebagai suatu pengorganisasian data dengan bantuan komputer yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah dan cepat. Dalam hal ini, pengertian akses dapat mencakup data maupun pemanipulasian data, seperti

2. 11MySQL Adapun beberapa teori tentang MySQL yang dipaparkan oleh Kasiman Perangin-angin (2006:389), MySQL merupakan salah satu contoh produk RDBMS yang sangat populer di lingkungan Linux, tetapi juga tersedia pada Windows. Banyak situs web yang menggunakan MySQL sebagai database server (server yang melayani permintaan akses terhadap database). MySQL sebagai dB server juga dapat diakses melalui program yang dibuat dengan menggunakan Borland Delphi. Dengan cara seperti ini database dapat diakses secara langsung melalui program executeable yang kita buat sendiri. 3 ANALISIS KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN 3.1 Kebutuhan Perangkat Keras Perangkat No . Keras Kebutuhan

menambah dan menghapus data. Sistem yan ditujukan g

untuk

1 .

Processor

Intel Dual Core T23390 (1,86 GHz, 533 Mhz,FSB, 1MB l2 Cache)

menangani database biasa disebut DBMS (Database Management System). DBMS merupakan perangkat lunak atau program komputer yang dirancang secara khusus untuk memudahkan pengelolaan database. Salah satu macam DBMS yang populer dewasa ini berupa RDBMS (Relational Database Management System), yang menggunakan model basis data relational dalam bentuk tabel-tabel yang saling terhubung. Dengan menggunakan DBMS, pemakai dapat melakukan hal-hal dengan mudah seperti menambahkan data, menghapus data, mengubah data, mencari data, menampilkan data dengan kriteria tertentu, ataupun mengurutkan data. 2.10 PHP MyAdmin Menurut pendapat Bunafit Nugroho (2004:65), PHPMyAdmin adalah suatu program open source yang berbasis web yang dibuat menggunakan aplikasi PHP. Dan pada kesempatan kali ini database pada aplikasi penjualan barang akan dirancang dengan

2 . 3 .

Memory (RAM) Harddisk (Space)

1 GB DDR 2 160 GB.

3.2 Kebutuhan Perangkat Lunak a. Windows XP SP 2 b. Macromedia Dreamweaver 8 menggunakan PHPMy Admin.

c. XAMPP d. Adobe Photoshop CS3

e. JUDE Community f. Microsoft Office

3.3

Perancangan Sistem

3.3.3 Activity Diagram

3.3.1 Use Case Diagram

3.3.4 Sequence Diagram

3.3.2 Class Diagram

4 PENUTUP 4.1 Kesimpulan Berdasarkan rumsan masalah yang telah dipaparkan pad a bagian

sehinggan semua divisi dapat terintegrasi dengan satu sistem. 2. Meningkatkan keamanan

pendahuluan, maka dapat disimpulkan bahwa UKM Usaha Mandiri Bandung memiliki beberapa masalah yang dapat diatasi. Adanya sistem ini mak a

sistem ini dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Meningkatkan performa 3. tampilan dari web aplikasi ini agar terlihat lebih menarik. 4. Meningkatkan agar sistem ini ag pelanggan dapat ar melakukan pemesanan secara langsung. 5 REFERENSI [1] Febrian, Jack. 2007. Kamus Komputer dan Teknologi Informasi. Bandung: Penerbit Informatika. Fowler, Martin. 2005. UML Destilled. Edisi 3. Yogyakarta: Penerbit Andi. Hakim, Lukmanul. 2008. Membongkar Trik Rahasia Para Master PHP. Yogyakarta: Lokomedia. Hakim, Lukmanul. 2009. Trik Rahasia Master Terbongkar

masalah yang teratasi antara lain: 1. Proses pencatatan data pemesanan

sudah

dapat

disimpan

dalam

database, dengan interface pada menu tambah pesanan. 2. Sebuah sistem informasi penjualan yang telah dibuat pada UKM Usaha

Mandiri sudah terintegrasi dengan baik, sehingga memudahkan pihak perusahaan dalam menjalankan

[2]

proses penjualan yang terjadi pada perusahaan. 3. Laporan penjualan yang dibuat dapat diakses berdasarkan periode yang diinginkan, dan hasil dari penjualan dapat ditampilkan dalam sistem. 4. Aplikasi penjualan yang dibuat berbasis web, dimaksudkan agar pengaksesannya mudah dilakukan

[3]

[4]

PH P Lagi. Yogyakarta: Lokomedia. [5] Irawati, Susan, SE. 2008. Akuntansi Dasar

1&2.
oleh pengguna sistem.

[6]

Bandung: Penerbit PUSTAKA. Kadir, Abdul. 2005. Dasar Pemrograman W eb dengan ASP. Yogyakarta: Penerbit Andi.

4.2 Saran Ad a beberapa

saran yang

perlu ditambahkan pada aplikasi penjualan barang ini untuk meningkatkan kinerjanya yaitu: 1. Meningkatkan aplikasi ini dengan divisi-divisi yang lain

[7] Kadir, Abdul. 2006. Dasar Aplikasi Database MySQL Delphi. Yogyakarta: Penerbit Andi. Nogroho, Bunafit. 2004. PHP dan [8]

MySQL dengan Editor Dreamweaver M X. Yogyakarta: Penerbit Andi. [9] Perangin-angin, Kasiman. 2006. Aplikasi Web dengan PHP dan MySQL. Yogyakarta: Penerbit Andi. [10] Suliyanto, SE, M.Si. 2006. Metode Riset Bisnis. Yogyakarta: Penerbit Andi.

LAMPIRAN