Anda di halaman 1dari 87

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN CALON SISWA BARU BERBASIS WEB (Studi Kasus di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah

1 Garut)

TUGAS AKHIR

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kelulusan Program Sarjana Strata1

Disusun Oleh : KURNIA 0506036

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT


2011

KURNIA, 0506036 PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN SISWA BARU BERBASIS WEB DI SMA MUHAMMADIYAH 1 GARUT Dibawah Bimbingan Bapak Ahmad Hazairin Ramli, S.inf. Selaku Pembimbing I dan Bapak Erwin Gunadhi, Ir. MT selaku pembimbing II Halaman 124 + vix / 85 Gambar / 27 Tabel / 10 Daftar Pustaka

ABSTRAK
Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat dapat memenuhi berbagai aktifitasdan kebutuhan manusia, komputer mampu memberikan efektifitas kehidupan yang baik bagi manusia, selain itu dengan adanya komputer seseorang mampu menciptakan sesuatu yang bermanfaat. Teknologi sekarang ini yaitu teknologi internet yang mempunyai ke istimewaan untuk mengetahui informasi di belahan dunia lain tanpa terhalang oleh adanya jarak, waktu dan tempat. Dengan pertimbangan diatas maka diperlukan sesuatu yang dapat menyelesaikan semua kendala, khususnya dalam hal pelaksanaan pendaftaran calon siswa baru di Sekolah Menengah Atas 1 Garut. Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, dengan ini merumuskan masalah tugas akhir ini yaitu perancangan database system dan software interface pendaftaran calon siswa baru berbasis web, sehingga bisa menggantikan sebagian peran dari petugas pendaftaran calon siswa baru. Perancangan aplikasi web ini, akan memberikan banyak kemudahankemudahan dalam melakukan kegiatan, terutama yang ada di luar Garut, yang ingin sekali melakukan pendaftaran calon siswa baru dilakukan secara online. System ini memberikan suatu informasi berupa kegiatan pendaftaran calon siswa baru, profil sekolah, verifikasi dan pengumuman status kelulusan calon siswa baru di SMA Muhammadiyah 1 Garut. Kata Kunci :internet, database, software interface, web, online

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini sangat berpengaruh terhadap kemajuan organisasi. Kemajuan menimbulkan persaingan. Masing-masing organisasi ingin maju lebih cepat dan lebih banyak dari yang lain. Untuk mencapai tujuan tiap organisasi memerlukan manajemen yang tepat dan dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan manajemen memerlukan dukungan informasi. Dengan berkembang pesatnya teknologi alat pengolah data komputer dan teknologi peralatan komunikasi, maka pekerjaan manajemen dan pelayanan masyarakat yang memerlukan dukungan data dan informasi juga mengalami kemajuan pesat. Pekerjaan manajemen pun berkembang jauh menjadi sangat rumit. (Amsyah, 2005) Informasi dalam dunia internet merupakan hal yang sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap orang baik secara perorangan, kelompok atau organisasi, karena informasi bisa mendukung pengambilan keputusan. Akan tetapi dalam pengolahannya informasi tersebut harus tepat, akurat dan praktis, sehingga tidak akan mengakibatkan terjadinya kesalahan-kesalahan informasi yang dapat menimbulkan permasalahan baru. Karena itu maka setiap badan atau instansi mau tidak mau harus membenahi seluruh sistem yang ada agar informasi tersebut dapat dihasilkan dengan tepat, akurat dan praktis dalam pengolahannya Kini apabila kita mencoba mengamati salah satu aplikasi teknologi informasi yaitu internet, maka kita akan menyaksikan semakin hari semakin menarik dan semakin luas digunakan diberbagai bidang. Lahirnya e-learning dalam bidang pendidikan, e-goverment dalam bidang pemerintahan, e-commerce dalam bidang bisnis dan e-banking dalam bidang perbankan tidak terlepas dari perkembangan internet. Grafik di atas menunjukkan bahwa perkembangan penggunaan internet di dunia berjalan cukup pesat dengan perkembangan sebesar 64,7 % pada oktober 2010. Perkembangan jumlah pengguna internet tersebut menunjukkan angka

perkembangan yang tidak mencolok pada dua tahun terakhir, namun demikian kecederungan pergerakan grafik yang dapat kita amati menunjukkan

kecenderungan peningkatan yang terus menerus. Sehingga dapat kita asumsikan bahwa perkembangannya pada tahun berikutnya akan tetap mengalami perkembangan seiring membaiknya perekonomian dunia dan meningkatnya kebutuhan masyarakat dunia akan informasi. Penerimaan Siswa Baru (PSB) merupakan suatu proses administrasi yang terjadi setiap tahun untuk seleksi calon siswa berdasarkan nilai akademik agar dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Calon siswa yang dimaksud adalah siswa baru yang akan mendaftar pada jenjang SMP atau SMA/SMK. Apabila setiap tahunnya proses PSB selalu dilakukan secara manual pada masing-masing sub rayon, maka akan menyebabkan berbagai kesulitan dari beberapa pihak yang terkait. Oleh karena itu, dibuatlah sistem penerimaan siswa baru secara online atau yang dikenal dengan nama PSB online. Tujuan penerapan PSB online agar terciptanya transparasi penerimaan siswa baru. Untuk menyongsong perkembangan teknologi tersebut terutama dalam dunia internet, maka Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 1 Garut sebagai salah satu sekolah di Garut membutuhkan suatu sistem informasi berbasis web yang dapat mengakomodasi semua kebutuhan calon siswa baru SMA Muhammadiyah 1 Garut khusunya mengenai brosur, pendaftaran siswa baru. Untuk memudahkan pencarian informasi. Sistem informasi ini juga dapat meningkatkan produktifitas kerja panitia penerimaan siswa baru, karena panitia penerimaan siswa baru hanya perlu memeriksa data pendaftaran dari sistem informasi tersebut. Dalam menganalisis dan mendesain perangkat sistem informasi diperlukan suatu pendekatan yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah, diantaranya adalah pendekatan konvensional, dan pendekatan berorientasi objek. Pendekatan konvensional terutama mengacu kepada strategi dekomposisi yang berdasar algoritma atau fungsional. Pendekatan ini telah berkembang meliputi seluruh tahap atau aktifitas proses rekayasa perangkat lunak dari mulai pemrograman dengan iterasi perbaikan, pemrograman terstruktur, ditambah

dengan perancangan terstruktur kemudian analisis terstruktur dan sebagainya. (Hariyanto, 2004) Dalam tugas akhir ini penyusun tertarik menggunakan Waterfall sebagai metodologi konvensional untuk menganalisis dan mendesain sebuah sistem. Adapun judul yang penyusun ambil adalah Pengembangan Sistem Informasi Pendaftaran Siswa Baru Berbasis Web. Dan tempat studi kasus yang penyusun teliti adalah di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1 Garut.

1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan pemaparan sebelumnya yang telah penyusun sampaikan, adapun permasalahan yang diidentifikasi adalah: a. Belum adanya sistem pengelolaan penerimaan pendaftaran calon siswa baru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 1 Garut berbasis web, terjadinya penumpukan data formulir penerimaan pendaftaran calon siswa baru, sehingga apabila diterapkan sistem informasi penerimaan pendaftaran calon siswa baru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 1 Garut berbasis web dapat mengurangi atau

meminimalisasi kelemahan-kelemahan tersebut diatas. b. Informasi-informasi yang berupa pengumuman calon siswa baru yang diterima masih dilakukan secara manual dalam arti masih ditempel pada papan-papan pengumuman. Maka apabila diterapkannya sistem informasi pendaftaran calon siswa baru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 1 Garut berbasis web informasi-informasi tersebut dapat diakses dengan mudah dan cepat.

1.3 Tujuan Tujuan penyusunan laporan tugas akhir ini adalah menghasilkan aplikasi dan pembuatan sistem informasi berbasis web sebagai media atau sarana informasi penerimaan siswa baru khususnya di Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 1 Garut.

1.4 Batasan Masalah Agar pada kajian ini tidak melebar atau keluar dari ruang lingkup masalah, maka pembahasan perlu dibatasi pada: a. Sistem informasi ini hanya mencakup pengisian formulir penerimaan pendaftaran calon siswa baru beserta syarat-syarat pendaftaran misalnya Ijazah, NUAN dan lain-lain yang mana syarat-syarat tersebut di upload dalam form pendaftaran siswa yang ada di website Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 1 Garut. b. Sistem informasi ini hanya memberikan informasi berupa hasil verifikasi siswa yang masuk di Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 1 Garut. c. Sistem pembayaran Penerimaan siswa baru di SMA Muhammadiyah hanya dibatasi dengan sistem pembayaran tunai dan transfer. d. Penggunaan metode pengembangan sistem menggunakan Waterfall yang dikembangkan oleh Sandra Donalson Dewitz. e. Tahapan pengembangan sistem yang dilakukan sampai tahap implementasi sistem 1.5 Kerangka Pemikiran Semakin berkembangnya teknologi, kebutuhan manusia pun ikut berkembang karena manusia dituntut untuk lebih cepat dalam mengerjakan segala sesuatu. Khususnya di suatu organisasi, pengolahan data organisasi harus dikemas dengan rapih dan dikerjakan sesingkat mungkin. Oleh karena itu kini banyak organisasi yang dalam kinerja sistemnya masih manual terutama sistem kerja yang kompleks diubah ke sistem yang terkomputerisasi. Untuk dapat mengembangkan Sistem Informasi Pendaftaran siswa baru berbasis web ini maka terlebih dahulu dilakukan analisis terhadap sistem yang sedang berjalan. Kemudian hasil dari analisis ini akan menjadi output untuk pengembangan sistem yang akan dibuat. Berikut ini adalah gambaran kerangka pemikiran pengembangan Sistem Informasi Pendaftaran Siswa Baru berbasis Web di SMA Muhammadiyah 1 Garut

Sistem Yang Berjalan


Siswa datang untuk mendaftar ke SMA Muhammadiyah 1 Garut Setiap siswa yang mendaftar harus mengisi formulir yang disediakan oleh bagian pendaftaran dan menyerahkan berkas atau syarat-syarat yang diperlukan dan hal-hal yang kurang jelas dapat diperoleh dari Panitia pendaftaran siswa baru. Setelah formulir diisi Panitia PSB mengecek kembali formulir tersebut agar tidak terjadi kesalahan. Data Siswa harus melalui proses Verifikasi, diantaranya pemeriksaan persyaratan. Setelah melalui proses verifikasi panitia mengumumkan siswa yang diterima dan tidak ditrima.

Sistem Informasi PSB

Analisis Siatem

Permasalahan Data, Fakta dan Studi Literartur


Belum adanya sistem pengelolaan penerimaan pendaftaran calon siswa baru berbasis web Informasi-informasi yang berupa pengumuman calon siswa baru yang diterima masih dilakukan secara manual

Solusi Tantangan dan Peluang


Pengembangan Sistem Informasi Pendaftaran Calon Siswa Baru Berbasis Web

Desain Sistem Baru Visi, Misi, strategi dan Organisasi


Sistem Informasi PSB yang berbasis WEB Mempermudah Panitia PSB dalam Verifikasi data Menggunakan Metode Tradisional System Development (Waterfall) Menggunakan alat kerja : Flowmap, DFD dan ERD Menggunakan Bahasa Pemrograman PHP dan My SQL sebagai database

EVALUASI

Simulasi Aplikasi sistem Informasi Pendaftaran Siswa baru Berbasis Web

Gambar 1.1 : Kerangka Pemikiran 1.6 Metode Penelitian Dalam pembahasan tugas akhir ini, dilakukan penelitian melalui dua tahap, yaitu: 1.6.1 Metode Pengumpulan Data Teknik Wawancara, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung kepada staf pekerja yang ada sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Studi Kepustakaan, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mempelajari dan menganalisa beberapa referensi buku yang

berkaitan dengan masalah-masalah yang ada dalam ruang lingkup penelitian ini. Observasi, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang bersifat langsung, dimana peneliti langsung mengamati kinerja yang ada pada perusahaan, sehingga bisa diketahui sejauh mana kelancaran kinerja yang ada dan dapat mengetahui informasi-informasi apa saja yang akan diidentifikasi.

1.6.2

Metode Pengembangan Sistem Metodologi dalam pengembangan sistem terdiri dari sederetan kegiatan

yang dapat dikelompokan menjadi beberapa tahapan, yang membantu kita dalam pengembangan sistem. Metodologi pengembangan perangkat lunak yang akan digunakan adalah Waterfall. Metodologi pengembangan sistem dengan metode waterfall dilakukan bertahap dari tahap awal ke tahap berikutnya. Untuk validasi dan verifikasi pola aliran dapat dibalik, dari suatu tahap ke tahap yang lebih awal. Pada penelitian kali ini penulis mengacu pada metodologi waterfall yang dikemukakan oleh Sandra Donalson Dewitz. yaitu Traditional System Development Methodology (Waterfall)

Preliminary Investigations

* General problem definision * Objectives Constaints * Feasibility

System analysis

* System anvironment * Objectives Constaint * Feasibility

System design
Feed back loop

* Specifications of PPDSH component

System impementation

Operational system

Gambar 1.2 : Metode Waterfall

Adapun tahap-tahap yang dilakukan yaitu : 1. Preliminary Investigation, yaitu tahap persiapan dimana dilakukannya survei, observasi dan interview ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 1 Garut 2. System Analysis, yaitu tahapan setelah survei dilakukan, maka digabungkan atau klasifikasikan data-data hasil survei tersebut dan dianalisis dengan menggunakan beberapa pemodelan dan pemrosesan yang akan dirancang untuk sistem baru. 3. System Design, yaitu tahap dimana merancang sistem (desain sistem) dilakukan pemilihan data atau peralatan perangkat lunak (Software) dan perangkat keras (Hardware) yang digunakan sebagai pendukung perancangan sistem untuk merinci program, merinci basis data dan membuat rancangan sistem baru. 4. System implementasi, yaitu tahap setelah merancang dilanjutkan dengan pengimplementasiannya menggunakan bahasa pemrograman yang telah ditentukan

1.7 Sistematika Penulisan Agar penelitian tugas akhir ini dapat dipahami dengan baik dan dapat memberikan gambaran umum tentang isi dari penelitian tugas akhir ini, maka penyusun membuat sistematika penulisan penelitian tugas akhir sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Berisi latar belakang, identifikasi masalah, tujuan penulisan, batasan masalah, kerangka pemikiran, metode penelitian dan sistematika penulisan. BAB II LANDASAN TEORI Berisi teori dari berbagai sumber yang digunakan sebagai referensi baik didalam kegiatan analisis maupun perancangan untuk menyelesaikan permasalahan dari studi kasus yang dipilih. Serta memuat konsep-konsep dasar yang menjadi guidlines sehingga aktivitas analisis sesuai dengan aturan-aturan yang baku. BAB III IDENTIFIKASI PENDAHULUAN Pada bab ini akan dijelaskan tentang sistem sistem yang sedang berjalan dan kebutuhan sistem dengan menggambarkan sistem tersebut dalam sebuah model dengan menggunakan metodologi Waterfall yang dikembangkan oleh Royce dengan tools Flowmap BAB IV ANALISIS SISTEM DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan tentang analisis sistem yang akan dirancang. Pada bab ini juga dibahas perancangan sistem informasi, identifikasi kebutuhan sistem, penggambaran sketsa sistem dalam bentuk Data Flow Diagram (DFD), Diagram ER, Kamus Data serta perancangan Basis Data. BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Implementasi sistem merupakan proses transformasi dari model yang ada pada analisis dan desain sistem yang telah dilakukan kedalam suatu program aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrograman tertentu.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Berisi kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan dan merupakan hasil dari penyelesaian permasalahan serta saransaran dari penyusun yang mungkin akan bermanfaat bagi sekolah tempat penelitian. DAFTAR PUSTAKA Berisi kumpulan referensi serta rujukan yang dipakai dalam menyusun penelitian tugas akhir.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1. Sistem Informasi Sebelum membahas tentang konsep dasar sistem informasi terlebih dahulu kita harus menjelaskan sekilas tentang pengertian sistem dan informasi. 2.1.1 Pengertian Sistem Definisi sistem menurut Dewitz : A system is a set of related components that work together in a particular environment to perform whatever functions are required to achieve the systems objective. [Dewitz,1996] Definisi sistem menurut Sandra Donaldson Dewitz adalah Satu kumpulan dari relasi komponen-komponen yang bekerjasama dalam satu lingkungan tertentu untuk melakukan apapun yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan sistem.

Definisi Sistem Menurut Jogiyanto [1999] Dalam mendefinisikan sistem, terdapat dua kelompok pendekatan. Yang pertama lebih menekankan pada prosedur dan yang kedua lebih menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut : Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu, [Jogiyanto,1999].

Sedangkan pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut : Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu, [Jogiyanto,1999].

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat sifat yang tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen (component), batas sistem (boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input), hasil (output), pengolah (process), dan tujuan [Jogiyanto, 1999] sebagai berikut : a. Komponen sistem (component) Suatu sistem terdiri dari sejumlah sistem yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk satu kesatuan. b. Batas sistem (boundary) Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara satu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. c. Lingkungan luar sistem (environments) Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi. d. Penghubung (interface) Penghubung merupakan media penghubung antara satu sub sistem dengan sistem lainnya. e. Masukan sistem (input)

Masukan adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenanace input) yaitu energi yang dimasukan supaya sistem dapat beroperasi, dan dapat berupa masukan sinyal (signal input) yaitu energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. f. Keluaran sistem (output) Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dari sisa pembuangan. g. Pengolah sistem (process) Suatu sistem dapat mempunyai bagian pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran. h. Sasaran sistem (objective) Suatu sistem mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective).

2.1.2 Pengertian Informasi Informasi dapat diartikan/didefinisikan sebagai berikut : Informasi adalah data yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu, [Amsyah, 2000]. Sedangkan menurut Davis, definisi informasi adalah sebagai berikut :

Informasi merupakan data yang telah diproses kedalam suatu bentuk yang memberikan arti kepada yang menerimanya dan mengandung nilai yang benar-benar tampak bagi pengambilan keputusan pada masa kini maupun masa yang akan datang [Davis, 1995]

Dari kedua definisi informasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan proses lebih lanjut dari data yang sudah memiliki nilai tambah. Berdasarkan pada bentuknya, informasi dapat dibedakan menjadi : 1. Informasi Uraian Informasi Uraian adalah informasi yang disajikan dalam bentuk uraian cerita yang panjang atau singkat yang berisikan kalimat-kalimat yang singkat dan jelas. Informasi ini bias dalam bentuk laporan, notulen, surat atau memo. 2. Informasi rekapitulasi Informasi rekapitulasi adalah informasi ringkas dengan hasil akhir dari suatu perhitungan (kalkulasi) atau gabungan perhitungan yang berisikan angkaangka yang disajikan dalam bentuk kolom-kolom. Contohnya neraca, kuitansi, rekening, daftar pembelian.

3.

Informasi Gambar (Bagan) Informasi Gambar (Bagan) adalah informasi yang di buat dalam bentuk gambar atau bagan, misalnya gambar konstruksi dan bagan organisasi.

4.

Informasi Model Informasi Model adalah informasi dalam bentuk formulir dengan modelmodel yang dapat memberikan nilai ramalan atau prediksi dan nilai-nilai lain seperti nilai hasil pemecahan persoalan yang optimal sebagai alternatif bagi pembuatan keputusan.

5.

Informasi Statistik Informasi statistik adalah informasi yang disajikan dalam bentuk angka yang ditunjukkan dalam bentuk grafik atau tabel.

6.

Informasi Formulir Informasi formulir adalah informasi yang di buat dalam bentuk formulir dengan format (kolom) isian yang sudah ditentukan dan yang disesuaikan dengan keperluan kegiatan masing-masing.

7.

Informasi Animasi Informasi animasi adalah informasi dalam bentuk gambar animasi dengan suara dan video. Informasi ini dapat juga disebut informasi multimedia.

8.

Informasi Simulasi Informasi simulasi adalah informasi mengenai suatu kegiatan nyata pada suatu situasi atau peralatan yang di buat dalam bentuk serupa tetapi dengan ukuran kecil atau dengan layar komputer menjadi mirip seperti ukuran sebenarnya. Misalnya simulasi untuk pendidikan pilot pesawat terbang dengan perangkat lunak khusus.

2.1.3 Siklus Informasi Data yang masih merupakan bahan mentah apabila tidak diolah maka data tersebut tidak akan berguna. Data tersebut akan berguna dan menghasilkan suatu informasi apabila diolah melalui suatu model. Model yang digunakan untuk mengolah data tersebut disebut dengan model pengolahan data atau lebih dikenal dengan nama siklus pengolahan data. Adapun gambar dari sikulus informasi adalah sebagai berikut :
Proses (Model) Output (Information)

Input(Data) Dasar Data Data (ditangkap)

Penerima

Hasil Tindakan

Keputusan Tindakan

Gambar 2.1 : Siklus Informasi, [Jogiyanto ,1999] Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus.

2.1.4

Pengertian Sistem Informasi

Definisi Sistem Informasi Menurut Dewitz

Information system : a system that accepts data from its environment (Input) and manipulate the data (processing) to produce information (output). [Dewitz,1996].

Definisi sistem informasi menurut Sandra Donaldson Dewitz adalah Sistem yang menerima data dari lingkungannya (input) dan memanipulasi data tersebut (memproses) sehingga mengasilkan informasi (output) Pengertian Sistem Informasi Menurut Jogiyanto : Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan, [Jogiyanto,1999]. Sistem informasi merupakan suatu sistem yang saling barkaitan dan berintegrasi satu sama lain dan bertujuan untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dalam suatu organisasi. Komponen-komponen yang terdapat dalam sistem informasi diantaranya adalah : 1. 2. Manusia, seperti operator, pemimpin sistem informasi dan sebagainya. Hardware (Perangkat Keras), terdiri dari komputer, periferal dan jaringan.

3.

Software (Perangkat Lunak), merupakan kumpulan perintah/fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu untuk memerintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu.

4.

Data, merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi.

5.

Prosedur, seperti dokumentasi prosedur/proses sistem, buku penuntun operasional (aplikasi) dan teknis.

Kegiatan pada Sistem Informasi mencakup: 1. Input, menggambarkan suatu kegiatan untuk menyediakan data untuk diproses. 2. Proses, menggambarkan bagaimana suatu data di proses untuk menghasilkan suatu informasi yang bernilai tambah. 3. Output, suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari proses diatas tersebut. 4. 5. Penyimpanan, suatu kegiatan untuk memelihara dan menyimpan data. Kontrol, ialah suatu aktivitas untuk menjamin bahwa sistem informasi tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

2.2. Konsep Dasar Data 2.2.1. Definisi Data Data merupakan bahan utama dari pekerjaan manajemen sistem informasi, tanpa adanya data maka pekerjaan informasi tidak akan pernah ada. Data dapat didefinisikan sebagai berikut: Data adalah fakta yang sudah ditulis dalam bentuk catatan atau direkam ke dalam berbagai bentuk media, [Amsyah, Zulkifli, 2005]. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata, [Jogiyanto, 1999].

Dengan kata lain, data merupakan keterangan atau bukti mengenai suatu kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri, belum diorganisasikan dan belum diolah. Berikut ini adalah gambar fakta yang direkam atau ditulis menjadi data:
Fakta Kegiatan:
- Pelaporan - Komunikasi - Transaksi - Perjanjian - Dsb.

direkam / dicatat data diproses keluaran


Komputer

disimpan

Arsip Otentik disimpan Informasi

Gambar 2.2 : Hubungan Fakta, Data, Arsip dan Informasi, [Amsyah, Zulkifli, 2005]. 2.2.2. Jenis Data Dikatakan bahwa data adalah fakta-fakta kegiatan organisasi dengan unitunitnya. Untuk keperluan penulisan data di kertas atau kartu dan pemasukan data ke komputer, maka data dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: 1. Data statis Data statis adalah jenis data yang umumnya tidak berubah atau jarang berubah, misalnya identitas nama (orang, organisasi, atau tempat), kode-kode nomor ataupun alamat. 2. Data dinamis Data dinamis adalah jenis data yang selalu berubah baik dalam frekuensi waktu yang singkat atau agak lama dan lain-lain. Data tersebut sering dikatakan sebagai peremajaan data. Data tersebut misalnya, data tabungan, data gaji, data nilai mahasiswa, dan sebagainya. Berdasarkan sifatnya, data dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Data kuantitatif Data kuantitatif adalah data dengan hitungan bilangan. Misalnya 5 ekor, Rp.1000, satu juta, dan sebagainya. 2. Data kualitatif Data kualitatif adalah data yang tidak dihitung dengan hitungan bilangan, tetapi diukur dngan kata-kata bernilai. Misalnya banyak, sedikit, kecil, rendah, dan sebagainya.

2.2.3. Sumber Data Berdasarkan sumbernya maka data dikelompokkan menjadi dua, yaitu: 1. Data internal Data internal adalah data yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri, yaitu oraganisasi pusat dan cabang-cabangnya. 2. Data eksternal Data eksternal adalah data yang berasal dari sumber-sumber yang berada di luar organisasi itu sendiri. Berdasarkan isinya maka baik data internal maupun data eksternal dapat dibagi menjadi empat kelompok.

DATA INTERNAL EKSTERNAL

Data Kegiatan

Data Penelitian

Data Lingkungan

Data Peraturan

Gambar 2.3 : Pengelompokan Data, [Amsyah, Zulkifli, 2005].

1. Data kegiatan Setiap organisasi mempunyai kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut

dilaksanakan baik oleh perorangan maupun unit-unit kerja yang terdapat dalam organisasi bersangkutan. Kegiatan-kegiatan itu perlu direkam, untuk

dipergunakan sebagai bahan pengingat, bukti, pengambil keputusan, laporan, informasi, penelitian, perencanaan, penilaian, pengawasan, dan lain-lain. 2. Data Hasil penelitian Hasil penelitian merupakan data yang penting bagi organisasi. Hasil penelitian cenderung disebut data, karena untuk dapat digunakan lebih lanjut oleh unitunit (fungsi) organisasi secara spesifik masih harus diubah terlebih dahulu bentuknya sesuai dengan keperluan. 3. Data lingkungan Data penting untuk keperluan pekerjaan manajer dalam membuat keputusan dan mengerjakan fungsi-fungsi manajemen lainnya seperti perencanaan, penganggaran, pengawasan, evaluasi atau lain-lainnya, adalah data

lingkungan. Pengertian data lingkungan ini sangat luas, yaitu mengenai semua bidang yang berkaitan dengan kegiatan organisasi dan yang dapat mempengaruhi kegiatan organisasi. Data tersebut banyak terdapat pada media cetak seperti buku, buku referensi, majalah, koran, dan lain-lain.

4. Data peraturan Data penting lainnya yang sangat berguna sebagai alat bantu dalam pekerjaan manajemen dan pekerjaan operasional adalah bahan-bahan peraturan.

2.3. Pengembangan Sistem Informasi Pengembangan sistem adalah aktivitas untuk menghasilkan sistem informasi berbasis komputer untuk meyelesaikan persoalan (problem) organisasi atau memanfaatkan kesempatan (opportunities) yang timbul. Pengembangan sistem juga berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Pengembangan sistem (system development) dapat berarti menyusun sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang sudah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal, yaitu sebagai berikut :

1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa : Ketidakberesan dalam sistem yang lama yang menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Pertumbuhan organisasi, yang menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru. Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data yang semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi/pengolahan data yang baru. 2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities), teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya. Perangkat keras komputer, perangkat lunak dan teknologi komunikasi telah begitu cepat berkembang. Organisassi mulai merasakan bahwa teknologi informasi ini perlu digunakan untuk meningkatkan pelayanan informasi sehingga dapat mendukung dalam proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh pihak manajemen. 3. Adanya instruksi-instruksi (directives), penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi. Karena adanya permasalahan, kesempatan atau instruksi, maka sistem yang baru perlu dikembangkan untuk emecahkan permasalahanpermasalahan yang timbul, meraih kesempatan-kesempatan yang ada atau memenuhi instruksi yang diberikan.
Sistem yang ada Permasalahan Kesempatan Instruksi Pengembangan Sistem Memecahkan masalah Meraih kesempatan Memenuhi instruksi

Sistem yang baru

Gambar 2.4 Pengembangan Sistem Informasi

Sistem yang baik adalah sistem yang selalu menyesuaikan dengan perubahan lingkungan yang terjadi disekitarnya atau sistem tersebut harus dinamis menuju pada keadaan yang lebih baik.
Perencanaan

Analisis

Perancangan

Implementasi

Testing

Pemeliharaan

Gambar 2.5 : Kerangka Kerja Pengembangan Sistem Informasi

Tahap awal, yaitu tahap perencanaan, menyangkut studi kebutuhan user, studi kelayakan baik secara teknis maupun teknologi serta penjadwalan pengembangan suatu proyek sistem informasi. Tahap berikutnya adalah tahap analisis, yaitu tahap dimana kita berusaha mengenali segenap permasalahan yang muncul pada pengguna dengan mendekomposisi use case diagram lebih lanjut, mengenali komponen-komponen sistem, obyek-obyek, hubungan antar obyek dan sebagainya. Tahap ketiga adalah tahap perancangan, yaitu tahap dimana kita mencoba mencari solusi permasalahan yang didapat dari tahap analisis. Tahap keempat adalah tahap implementasi dimana kita

mengimplementasikan perancangan sistem ke situasi yang nyata. Pada tahap ini. Kita mulai dengan pemilihan perangkat keras, penyusunan perangkat lunak aplikasi (pengkodean/coding). Tahap kelima adalah pengujian apakah sistem yang kita buat sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna atau belum. Jika belum, proses selanjutnya adalah iteratif, yaitu kembali ke tahap-tahap sebelumnya. Disinilah keuntungan metodologi berorientasi obyek mulai terlihat, dimana mulai dari tahap analisis

hingga tahap implementasi, kita bisa menggunakan tool yang sama sehingga proses iteratif itu dapat berjalan dengan lebih efektif serta efisien ditinjau dari segi uang dan waktu. Kemudian tahap yang terakhir adalah tahap pemeliharaan / perawatan, dimana kita bisa mulai melakukan pengoperasian sistem dan jika diperlukan dapat melakukan perbaikan-perbaikan kecil. Kemudian jika waktu penggunaan sistem habis, maka kita akan masuk lagi pada tahap perencanaan.

2.4. Pengembangan Sistem Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam pengerjaan tugas akhir ini adalah menggunakan metode Traditional System Development Methodology atau Waterfall, [Dewitz, 1996], Berikut ini adalah gambar metode Traditional Methodology / waterfall :
Preliminary Investigations
* General problem definision * Objectives Constaints * Feasibility

System Development

System analysis

* System anvironment * Objectives Constaint * Feasibility

System design
Feed back loop

* Specifications of PPDSH component

System impementation

Operational system

Gambar 2.6 : Metode Traditional System Development Methodology / waterfall, [Dewitz, 1996].

2.5. Analisis Sistem Analisis sistem pada dasarnya merupakan proses untuk memahami sistem yang ada, kemudian mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya. Menurut Jogiyanto, (1999) analisis sistem dapat didefinisikan sebagai berikut :

Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, dan kesempatan-kesempatan, yang

hambatan-hambatan yang terjadi

kebutuhan-kebutuhan

diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya .

Alasan pentingnya mengawali analisis sistem menurut Jogiyanto, (1996) adalah sebagai berikut : 1. Problem solving, sistem lama tidak berfungsi sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu analisis diperluka untuk memperbaiki sistem sehingga dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan. 2. Kebutuhan baru, adanya kebutuhan baru dalam organisasi atau lingkungan sehingga diperlukan adanya modifikasi atau tambahan sistem informasi untuk mendukung organisasi. 3. Mengidentifikasikan idea tau teknologi baru. 4. Meningkatkan performasi sistem secara keseluruhan.

Kegiatan yang diperlukan dalam menganalisis sistem menurut Jogiyanto, (1999) diantaranya meliputi : 1. Aspek yang dianalisis meliputi : Klasifikasi data, proses dan fungsi kebutuhan informasi seluruh bagian organisasi yang merupkan kebutuhan organisasi untuk masa yang akan datang. 2. Dokumen hasil analisis sehingga dapat dijadikan pedoman atau landasan bagi tahap pengembangan berikutnya. 3. Lakukan evaluasi dengan membandingkan sistem yang berjalan dengan sistem yang ideal.

2.5.1. Flowchart Flowchart atau bagan alir adalah bagan (chart) alir yang menunjukan alir (flow) didalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir digunakan

terutama untuk alat bantu alat komunikasi dan untuk dokumentasi, [Jogiyanto, (1999)]. Pedoman untuk menggambarkan suatu bagan alir : 1. Bagan alir sebaiknya digambarkan dari atas ke bawah dan mulai dari bagian kiri dari suatu halaman. 2. Kegiatan di dalam bagan alir harus ditunjukan dengan jelas. 3. Menunjukan dari mana kegiatan dimulai dan dimana akan berakhir. 4. Kegiatan di bagan alir menggunakan suatu kata yang mewakili perkerjaan. 5. Masing-masing kegiatan di dalam bagan alir harus di dalam urutan yang semestinya. 6. Kegiatan yang terpotong dan akan disambung ditempat lain harus ditunjukan dengan jelas menggunakan simbol penghubung. 7. Menggunakan simbol-simbol bagan alir yang standar. Menurut Jogiyanto (1999) macam-macam bagan alir (flowchart) dibagi menjadi lima yaitu : 1. Bagan alir sistem (system flowchart) 2. Bagan alir dokumen (document flowchart) 3. Bagan alir sematic (schematic flowchart) 4. Bagan alir program (program flowchart) 5. Bagan alir proses (process flowchart)

Tabel 2.1 : Simbol dan keterangan program flowchart

[Jogiyanto HM, 1999]

Tabel 2.2 Simbol dan keterangan system dan dokumen flowchart

Document

Menunjuka dokumen input dan output baik untuk proses manual, mekanik atau komputer maupun Menunjukan pekerjaan manual

Manual operatio n

Card

Menunjukan input/output yang menggunakan kartu plong Menunjukan kegiatan proses dari operasi program komputer

process

Display

Menunjukan output tampilan di monitor Menggunakan input/ouput mengguna kan disket [jogianto, 1999] Menunjukan input/output menggunakan pita magnetik Menunjukan input/output menggunakan drum magnetik Menunjukan input yang menggunakan on-line keyboard [jogianto, 1999] Menunjukan input/output menggunakan pita kertas berlubang Menunjukan penghubung ke halaman yang sama

Stored data / disket Sequent ial data

Direct data

Manual input / keyboard

Paper tape

On-page reference

Menunjukan penghubung ke halaman yang berbeda


Off-page reference

Menunjukan input yang menggunakan Hard disk [jogianto, 1999]


Hard disk

[Jogiyanto HM, 1999]

2.5.2. Data Flow Diagram Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data atau dengan kata lain merupkan suatu diagram yang digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau atau sistem yang baru yang dikembangkan secara fisik, dimana data mengalir atau disimpan, [Jogiyanto, 1996]. Data Flow Diagram merupakan alat untuk yang cukup populer sekarang, karena dapat menggambarkan arus data di dalam suatu sistem dengan terstruktur dan jelas, dalam menggambarkan sistem perlu dilakukan pembentukan simbol, berikut ini simbol-simbol yang digunakan dalam Data Flow Diagram (DFD) dengan mengacu pada notasi DeMarco-Yourdon :

Tabel 2.3 Simbol-Simbol DFD


Simbol keterangan Menunjukan entitas yang berhubungan dengan sistem

Menunjukan proses kegiatan yang dilakukan oleh sistem

Menunjukan media penyimpanan data

Menunjukan arus atau aliran data

[ Sandra Donaldson Dewitz, 1996]

Terdapat dua bentuk DFD yaitu physical Data Flow Diagram (PDFD) dan logical Data Flow Diagram (LDFD). physical Data Flow Diagram (PDFD) lebih menekankan pada bagaimana proses dari sistem diterapkan sedangkan diagram arus data logika lebih menekankan proses-proses apa yang terdapat pada sistem, [Kendall & Kendall, 2006]. Berikut ini adalah perbedaan DFD logika dan fisik, , [Kendall & Kendall, 2006]. a. physical Data Flow Diagram (PDFD) Tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem yang lama). Penekanan dari PDFD adalah bagaimana proses-proses dari sistem diterapkan (dengan cara apa, oleh siapa dan dimana), termasuk proses-proses manual. b. logical Data Flow Diagram (LDFD) Tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem yang baru), tidak menekankan pada bagaimana sistem diterapkan, tetapi hanya dari logika kebutuhan-kebutuhan sistem, yaitu proses-proses apa secara logika yang dibutuhkan oleh sistem.
Mendapatkan diagram aliran data yang ada dengan cara mengamati diagram aliran data fisik dan memisahkan kegiantan bisnis tertentu

Diagram alir data logika yang ada

Diagram alir data logika yang baru

Menciptakan diagram aliran data logika untuk sistem yang baru dengan menambahkan masukan, keluaran, dan proses-proses yang diperlukan didalam sistem yang baru terhadap diagram aliran data logika untuk sistem yang ada

Diagram alir data fisik baru

Mendapatkan diagram aliran data fisik dengan cara mengamati proses-proses pada diagram logika baru. Menentukan dimana antarmuka pengguna harus berada, sifat proses, dan penyimpanan data yang harus dilakukan

Gambar 2.7 : Gerak menuju model-model DFD dari logika ke fisik, [Kendall & Kendall, 2006]. Keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh DFD, menurut Jogiyanto (1999) diantaranya adalah :

a. Dapat menggambarkan sistem secara terstruktur dengan memecah-mecah menjadi level yang lebih rendah. b. Dapat menunjukan aliran data di sistem. c. Dapat menunjukan simpanan data (basis data). d. Dapat menunjukan kesatuan luar (terminator) Kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh DFD menurut Jogiyanto (1999) diantaranya adalah : a. DFD tidak menunjukan proses pengulangan (loop). b. DFD tidak menunjukan proses perhitungan. c. DFD tidak memperlihatkan aliran kontrol d. Lemah dalam konsep model untuk pendeskripsian data dan basis data. Levelisasi pada DFD menurut Jogiyanto (1999) adalah sebagai berikut : 1. Diagram Konteks Diagram Konteks merupakan level tertinggi dari DFD, yang memperlihatkan sistem sebagai sebuah proses. Tujuannya adalah memberikan pandangan umum terhadap sistem 2. Diagran Zero Hal yang digambarkan dalam diagram zero adalah proses utama dari sistem serta hubungan terminator atau entitas proses, data flow dan data store. 3. n Level Diagram (Diagram Level n) Diagram Level n merupakan hasil dekomposisi dari diagram zero, yang menjelaskan proses secara lebih terperinci. Turunan langsung dari diagram zero dinamakan diagram level 1.

2.5.3. Kamus Data Kamus data atau data dictionary adalah katalog data dan kebutuhankebutuhan informasi dari sistem informasi. Dengan menggunakan kamus data, system analyst dapat mendefinisikan data yang mengalir dalam sistem dengan lengkap. Kamus data dibuat pada tahap analisis sistem dan digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem. Pada tahap

analisis, kamus data dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir pada sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem. Pada tahap perancangan sistem, kamus data digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan, dan basis data. Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang ada di diagram arus data (DAD). Arus data di DAD sifatnya adalah global, hanya ditunjukkan nama arus datanya saja. Keterangan lebih lanjut tentang struktur dari suatu arus data di DAD secara lebih terinci dapat dilihat di kamus data [Jogiyanto, 1995, 725]. Kamus data adalah suatu aplikasi khusus dari jenis kamus-kamus yang digunakan sebagai referensi kehidupan setiap hari. Kamus data merupakan hasil referensi data mengenai data (maksudnya, metadata), suatu data yang disusun oleh penganalisis sistem untuk membimbing mereka selama melakukan analisis dan desain. Sebagai suatu dokumen, kamus data mengumpulkan dan mengkoordinasi istilah-istilah data tertentu, dan menjelaskan apa arti setiap istilah yang ada. [Kendal, 2002, 333]. Sebagai tambahan untuk dokumentasi serta mengurangi redudansi, kamus data bisa digunakan untuk 1. Menvalidasi diagram aliran data dalam hal kelengkapan dan keakuratan. 2. Menyediakan suatu titik awal untuk mengembangkan layar dan laporanlaporan.

3. Menentukan muatan data yang disimpan dalam file-file. 4. Mengembangkan logika untuk proses-proses diagram aliran data. Sekalipun kamus data juga memuat informasi mengenai data dan prosedur-prosedur, kumpulan informasi mengenai proyek dalam jumlah besar disebut gudang. Konsep gudang adalah salah satu dari berbagai pengaruh perangkat CASE dan bisa berisikan hal-hal sebagai berikut : 1. Informasi mengenai data-data yang dipertahankan oleh sistem mengenai aliran data, simpanan data, struktur record dan elemen data 2. Logika prosedural 3. Desain layar dan laporan 4. Keterkaitan data, misalnya bagaimana suatu struktur data dijalurkan ke struktur data lainnya. 5. Penyampaian syarat-syarat prosyek dan sistem final. 6. Informasi manajemen proyek, misalnya jadwal pengiriman, pencapaian keberhasilan, hal-hal yang membutuhkan penyelesaian, serta pengguna proyek.

Diagram Aliran Data


Formulir Deskripsi Aliran Data XXXX

Kamus Data
Elemen elemen Data XXX

Aliran Data

Struktur Data XXX

Simpanan Data

Formulir Deskripsi Simpanan Data XXXX

Struktur Data XXX

Elemen elemen Data XXX

Gambar 2.8: Hubungan kamus data dengan diagram aliran data

[ Kendal&Kendal, 2002]

Contoh Kamus Data Deskripsi Aliran Data Identitas : Nama : Pesanan Konsumen Deskripsi : Berisikan informasi pesanan konsumen dan Digunakan untuk memperbaharui master konsumen dan file-file Item serta untuk membuat record pesanan Sumber : Konsumen Jenis Aliran Data: File Layar Laporan Formulir Internal Tujuan : Proses 1

Perjalanan Struktur Data dengan aliran : Informasi Pesanan

Volume / Jam 10 /Jam

Komentar : Informasi record pesanan untuk satu pesanan konsumen, pesanan bisa diterima lewat surat, faks atau melalui telepon.

Gambar 2.9 : Contoh Deskripsi Aliran Data [ Kendal&Kendal, 2002] Pesanan Konsumen = Nomor Konsumen + Nama Konsumen + Alamat + Telepon + Nomor Katalog + Tanggal Pesanan + {Item Pesanan Yang tersedia} + Total Barang + (Pajak) + Pengiriman dan Penanganan + Total Pesanan + Metode Pembayaran + (Jenis Kartu Kredit) + (Nomor Kartu Kredit) + (Masa Berlaku) + Gambar 2.10 Contoh Deskripsi Struktur Data [ Kendal&Kendal, 2002]

2.6. Desain Sistem Desain sistem dapat dibagi menjadi dua yaitu desain sistem secara umum dan desain sistem secara terperinci. Desain secara umum disebut juga dengan desain konseptual atau desain logika. Desain secara terperinci disebut juga dengan desain secara fisik atau desain internal, [Jogiyanto, 1999].

2.6.1. Desain Input Jogiyanto (1999) mengatakan bahwa desain input diperlukan untuk : 1. Menentukan kebutuhan input dari sistem informasi yang baru 2. Mendefinisikan data yang akan direkam 3. Menentukan parameter dari input 4. Bentuk dari input, dokumen dasar atau bentuk isisan dialat input (dialog layar terminal)

2.6.2. Desain Output Jogiyanto (1999) mengatakan bahwa desain ouput secara umum dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Menentukan kebutuhan ouput dari sistem informasi baru 2. Menentukan parameter dari output, meliputi : a. Bentuk dari output b. Format dari output c. Media atau alat output yang digunakan.

2.6.3. Desain Sistem Desain Sistem memiliki beberapa definisi, diantaranya : Menurut Robert J. Verjello / John Reuter III Pada Jogiyanto [1999] Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem : pendefinisian dari kebutuhankebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi ; menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk, [Jogiyanto, 1999]. Menurut John Burch & GrundGrundnitski Pada Jogiyantyo [1999] Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam suatu kesatuan yang utuh dan berfungsi [Jogiyanto ,1999].

Menurut M. Scott Pada Jogiyanto [1999] Desain sistem menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan; tahap ini menyangkut konfigurasi dari komponenkomponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisis sistem [Jogiyanto,1999]. Desain Sistem memiliki dua maksud dan tujuan utama, yaitu : 1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem 2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancangan yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahliahli teknik lainnya yang terlibat. Agar tujuan tersebut dapat dicapai, maka seorang analis sistem harus mencapai sasaransasaran sebagai berikut : 1. Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan. 2. Desain sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan sesuai dengan yang telah didefinisikan pada tahap perencanaan sistem yang dilanjutkan pada tahap analisis sistem. 3. Desain sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi. 4. Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masing msing komponen dari sistem informasi.

2.7. Basis Data 2.7.1. Definisi Basis Data Menurut Fatansyah Basis data dapat didefinisikan sebagai berikut : Basis Data adalah himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan

yang diorganisasikan sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah , [Fatansyah, 2002] Basis Data adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan ( redudansi ) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan , [Fatansyah, 2002] 2.7.2. Kegunaan Basis Data Penyusunan basis data digunakan untuk mengatasi masalah-masalah pada penyusunan data yaitu: a. Redudansi dan inkonsistensi data 1. Redudansi adalah penyimpanan dibeberapa tempat untuk data yang sama, dan ini akan mengakibatkan pemborasan ruang penyimpanan. 2. Inkosistensi (tidak konsisten) adalah penyimpanan data yang sama berulang-ulang dibeberapa file. b. Kesulitan pengaksesan data c. Isolasi data untuk standarisasi. d. Multi User (banyak pemakai) e. Masalah Keamanan (security) f. Masalah Integritas g. Masalah data independence (kebebasan data), [Fatansyah, 2002]

2.7.3. Perancangan Sistem Basis Data Tujuan perancangan adalah untuk mendefinisikan informasi apa yang dibutuhkan oleh sistem yang akan dibangun sehingga mudah untuk dilakukan transformasi kedalam kode aktual dan kita bisa memiliki basis data yang kompak dan efisien dalam penggunaan ruang penyimpanan, cepat dalam pengaksesan dan mudah dalam pemanipulasian (tambah, ubah, hapus) data. 2.8. Model Data Suatu model yang didasarkan pada persepsi dunia nyata dengan menggambarkan sekumpulan objek yang dikelompokan sebagai kumpulan set

entity dan kumpulan set raltionship. Entitas adalah objek yang nyata atau tidak nyata yang dibedakan antara satu dengan lainnya dengan sifat-sifatnya. Set Entity adalah kumpulan entitas yang mempunyai sifat atau karakteristik yang sama, [Fatansyah, 2002].

2.8.1. Entity-Relationship Diagram (E-R Diagram) Entity Relationship Diagram (E-R Diagram) adalah suatu model relasi yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam system secara abstrak. Diagram E-R merupakan model E-R yang berisi komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi atribut-atribut yang merepresentasikan seluruh fakta dari dunia nyata yang kita tinjau, dan dapat digambarkan dengan lebih sistematik. Jadi jelaslah bahwa E-R diagram berbeda dengan DFD, yang menggunakan model jaringan fungsi yang akan dilaksanakan oleh sistem, sedang E-R diagram merupakan model data yang menekankan pada struktur-struktur dan relasionship data.

Tabel 2.4 Simbol pada Diagram E-R Simbol Keterangan

Himpunan Entitas

Atribut

Himpunan Relasi

Penghubung [Fatansyah, 2002]

Komponen ERD: 1. Entitas Entitas adalah suatu objek dalam dunia nyata dengan keberadaan yang bebas baik secara fisik maupun secara abstrak. 2. Atribut Atribut merupakan sifat atau karakteristik suatu enitas yang menyediakan penjelasan detail tentang entitas tersebut. Atribut yang berfungsi sebagai key digaris bawahi. 3. Relasi Relasi merupakan hubungan yang terjadi antara entitas-entitas dari satu atau lebih tipe entitas. 4. Link Link sebagai penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entitas dan himpunan entitas denngan atributnya.

Berikut ini penggambaran relasi antara entitas lengkap dengan derajat relasi dan atribut-atributnya, serta derajat relasi itu sendiri digunakan untuk menjelaskan baasan-batasan pada jumlah entity yang dihubungkan melalui suatu relationship. Ada tiga jenis derajat relasi yaitu :

1) One to One (1 : 1) Pada hubungan ini berarti untuk setiap entitas di sebuah himpunan entitas paling banyak berhubungan dengan satu entitas di himpunan entitas yang lain dan begitu juga sebaliknya. Contoh : Adanya relasi entitas Mahasiswa dengan entitas Jurusan. relasinya diberi nama Berada di .
Mahasiswa 1
Berada di

Jurusan

Gambar 2.11 : Contoh relasi one to one Pada relasi ini, satu dosen hanya dapat mengepalai satu jurusan dan satu jurusan hanya bisa dikepalai oleh satu dosen. 2) One to Many ( 1: N ) Pada hubungan ini berarti untuk setiap entitas di himpunan entitas pertama dapat berhubungan dengan lebih dari satu entitas di himpunan entitas kedua, tetapi setiap entitas di himpunan entitas kedua hanya akan berhubungan dengan paling banyak satu entitas di himpunan entitas pertama.

Dosen

Mengajar

Mahasiswa

Gambar 2.12 : Contoh relasi one to many Pada relasi ini, satu dosen dapat mengajar banyak mahasiswa .

3) Many to Many ( N : M )

Pada hubungan ini berarti untuk setiap entitas di himpunan pertama dapat berhubungan dengan lebih dari satu entitas di himpunan entitas kedua, begitu juga sebaliknya.
Mahasiswa N
Mengambil

Mata Kuliah

Gambar 2.13 Contoh relasi many to many Pada relasi ini, mahasiswa mengambil banyak mata kuliah dan banyak mata kuliah bisa diambil oleh banyak mahasiswa, [Fatansyah, 2002]

2.8.2. Normalisasi Normalisasi adalah sebuah cara untuk mengoptimasi rancangan database relasional dan membebaskan rancangan tersebut dari keganjilan dan persoalan yang potensial. Atau dapat didefinisikan sebagai proses untuk mengubah suatu relasi yang memiliki masalah tertentu ke dalam dua buah relasi atau lebih yang tak memiliki masalah tersebut, [Fatansyah, 2002]. Masalah yang dimaksud ini sering disebut dengan istilah anomali. Dalam normalisasi, sebuah basis data dikatakan baik apabila setiap tabel yang menjadi unsur pembentuk basis data juga telah berada dalam keadaan baik atau normal, hal ini. Tabel dapat dikategorikan baik ataupun normal, jika telah memenuhi kriteria sebagai berikut : 1. Jika ada penguraian (dekomposisi) tabel, maka dekomposisinya harus dijamin aman. 2. Terpeliharanya ketergantungan fungsional pada saat perubahan data. 3. Tidak melanggar Boyce-Code Normal Form (BCNF). Kriteria-kriteria diatas merupakan kriteria minimal untuk mendapatkan prediksi efisien/normal bagi sebuah tabel.

2.8.2.1. Bentuk Normal Pada Normalisasi

Normalisasi berkaitan dengan satu proses, sedangkan normal form berkaitan dengan ouptut proses. Beberapa bentuk normal pada normalisasi adalah sebagai berikut : 1. Bentuk tidak normal (Unnormalized Form). Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya. Tabel 2.5 Contoh tabel bentuk tidak normal

2. Bentuk normal kesatu (1NF / First Normal Form). Bentuk normal kesatu mempunyai ciri yaitu setiap data dibentuk dalam flat file (file datar / rata), data dibentuk dalam satu record demi satu record dan nilai dari field-field berupa atomic value. Tidak ada sel atribut yang berulang-ulang atau atribut bernilai ganda. Tiap field hanya ada satu pengertian, bukan merupakan kumpulan kata yang mempunyai arti mendua, hanya satu arti saja dan juga bukanlah pecahan kata-kata sehingga artinya lain. Tabel 2.6 Bentuk Normal Kesatu

3. Bentuk normal kedua (2NF / Second Normal Form).

Bentuk normal kedua mempunyai syrarat

yaitu bentuk data telah

memenuhi kriteria bentuk normal kesatu. Atribute bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utama/primary key. Sehingga untuk membentuk normal kedua haruslah sudah ditentukan kunci-kunci field. Kunci field haruslah unik dan dapat mewakili atribute lain yang menjadi anggotanya. Tabel 2.7 Bentuk normal kedua

4. Bentuk normal ketiga (3NF / Third Normal Form) Untuk menjadi bentuk normal ketiga maka relasi haruslah dalam bentuk normal kedua dan semua atribute bukan primer tidak punya hubungan yang transitif. Dengan kata lain, setiap atribute bukan kunci haruslah bergantung hanya pada primary key dan pada primary key secara menyeluruh.

Tabel 2.8 Bentuk normal ketiga

5. Boyce-Codd Normal Form (BCNF) Boyce-Codd Normal Form mempunyai paksaan yang lebih kuat dari bentuk normal ketiga. Untuk menjadi BCNF, relasi harus dalam bentuk normal kesatu dan setiap atribut harus bergantung fungsi pada atribut superkey.

2.9. Internet Internet berasal dari kata interconnection networking yang mempunyai arti hubungan berbagai komputer dan berbagai tipe komputer yang membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan global) dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, wireless dan lainnya. Internet merupakan jaringan komputer yang berskala internasional yang dapat membuat masingmasing komputer saling berkomunikasi. Dikembangkan dan diuji coba pertama kali pada tahun 1969 dalam proyek ARPAnet.

2.9.1. World Wide Web (WWW) World Wide Web (WWW) adalah jaringan beribu-ribu komputer

yang dikategorikan menjadi dua yaitu client dan server dengan menggunakan software khusus membentuk sebuah jaringan yang disebut dengan client-server.

Dalam cara kerja dari World Wide Web ada dua hal yang terpenting yaitu software web server sebagai program yang mengerti protokol HTTP dan dapat memenuhi permintaan dari web browser dan software web browser, meminta dan menerima layanan halaman web yang diakses dan dibaca melalui web browser seperti Internet Explorer Server menyimpan atau menyediakan informasi dan memproses permintaan dari client, apabila ada client yang meminta informasi maka server akan mengirimkannya. Informasi yang diakses dapat berupa teks, gambar maupun suara. Server juga mengirim perintah-perintah ke client tentang bagaimana cara menampilkan semua informasi tersebut. Instalasi tersebut dalam bentuk HTML (Hypertext Markup Language).

2.9.2. HyperText Transfer Protocol (HTTP) HyperText Transfer Protocol yang berfungsi untuk mendefinisikan dan menjelaskan bagaimana server dan client berinteraksi dalam mengirim dan menerima dokumen web. Protokol ini didisain untuk mentransfer berkas yang berisi hypertext seperti berkas yang berisi HTML yang digunakan di World Wide Web. Server Web biasanya dikenal dengan nama HTTP.

2.9.3. Uniform Resource Locator (URL) URL adalah suatu sarana yang digunakan untuk menentukan lokasi informasi pada suatu web server. URL dapat diibaratkan suatu alamat dimana alamat tersebut terdiri atas : 1. Protokol yang digunakan oleh suatu browser untuk mengambil informasi 2. 3. Nama komputer (server) dimana informasi tersebut berada Jalur atau path serta nama file dari suatu informasi

Format umum dari URL adalah sebagai berikut :

Protokol_transfer : / / nama_host / path / nama_file

Contoh : http://www.amazon.com / buku / index.htm

Browser web mengirimkan permintaan ke server web melalui URL dalam situs web dinamakan sebagai hyperlink, server web mengirimkan dokumen HTML untuk mengakses web yang diminta browser untuk dapat ditampilkan dalam dokumen HTML.

Gambar 2.14 : Konsep dasar Browser dan Web Server

Website (situs web) adalah alamat (URL) yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data dan informasi dengan berdasar pada topik tertentu. Web Page (halaman web) merupakan halaman khusus dari situs web tertentu yang tersimpan dalam bentuk file. Home page merupakan halaman pertama atau sampul dari suatu website yang biasanya berisi tentang apa dan siapa dari perusahaan atau instansi ataupun organisasi pemilik website tersebut.

2.10. Software Pendukung 2.10.1 Personal Home Page Tools (PHP) PHP singkatan dari Personal Home Page Tools, adalah sebuah bahasa scripting yang dibundel dengan HTML, yang dijalankan di sisi server. Sebagian besar perintahnya berasal dari C, Java dan Perl dengan beberapa tambahan fungsi

khusus PHP. Bahasa ini memungkinkan para pembuat aplikasi web menyajikan halaman HTML dinamis dan interaktif dengan cepat dan mudah yang dihasilkan server. PHP juga dimaksudkan untuk mengganti teknologi lama seperti CGI (Common Gateway Interface). PHP bisa berinteraksi dengan hampir semua teknologi web yang sudah ada. Developer bisa menulis sebuah program PHP yang mengeksekusi suatu program CGI di server web lain. Fleksibilitas ini sangat bermanfaat bagi pemilik situs-situs web yang besar dan sibuk, karena pemilik masih bisa mempergunakan aplikasi-aplikasi yang sudah terlanjur dibuat di masa lalu dengan CGI, ISAPI, atau dengan script seperti Perl, Awk atau Python selama proses migrasi ke aplikasi baru yang dibuat dengan PHP. Ini mempermudah dan memperhalus peralihan antara teknologi lama dan teknologi baru. PHP menawarkan solusi yang lebih luwes. Dengan PHP, developer tidak perlu lagi berurusan dengan dua buah file terpisah. Browser web mengacu secara langsung ke file yang dituju, yang lalu dibaca oleh server sebagaimana file HTML statis biasa. Bedanya, sebelum dikirim balik ke browser web, server web memeriksa isi file dan menentukan apakah ada kode di dalam file tersebut yang harus dieksekusi. Bila ada, kode-kode tersebut akan dieksekusi. Hasilnya dimasukkan ke dalam dokumen yang sama. Server web bekerja secara langsung terhadap file yang bersangkutan, tidak memanggil script terpisah seperti pada metode CGI. Seluruh kode dieksekusi di server (oleh karena itu disebut serverside script).

2.10.2 MySQL Relational Database Management System (RDBMS) menyediakan jalan terbaik sebagai media penyimpanan dan pengaksesan informasi yang kompleks. Ada berbagai macam RDBMS yang bisa kita pilih. Beberapa RDBMS komersial yang terkenal antara lain Oracle, Sybase, Informix, Microsoft SQL Server, dan IBM db2. Pada Agustus 1999, Borland me-release Interbase di bawah lisensi open source dan mengijinkan untuk mendownload dan menggunakan secara gratis.

Secara umum keseluruhan RDBMS menggunakan bahasa SQL untuk mengakses dan memanipulasi data yang berada didalamnya. SQL memungkinkan pengaksesan data secara mudah, cepat dan tidak tergantung platform sistemnya. Dalam bahasa SQL pada umumnya informasi tersimpan dalam tabel-tabel yang secara logik merupakan struktur dua dimensi terdiri dari baris (row atau record) dan kolom (column atau field). Sedangkan dalam sebuah database dapat terdiri dari beberapa tabel (table). MySQL merupakan salah satu RDBMS. MySQL adalah sebuah sistem manajemen database relasi (Relational Database Managemant System) yang bersifat "terbuka" (open source). Terbuka maksudnya adalah MySQL dapat didownload oleh siapa saja, baik versi kode program aslinya (source code program) maupun versi binernya (executable program) dan bisa digunakan secara gratis baik untuk dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan seseorang maupun sebagai program aplikasi database siap pakai. Kelebihan MySQL yang dikemukakan oleh Jay Greenspan dan Brad Bulder dalam bukunya yang berjudul MySQL/PHP Database Aplications, diantaranya adalah: 1. Biaya minimum yang efektif, MySQL adalah gratis, kita dapat menginstall dan menggunakannya tanpa perlu membayar apapun. 2. Cepat dan ampuh, MySQL dapat mencukupi kebutuhan untuk membuat sebuah web atau moderate commerce site. Untuk ukuran database kecil ataupun besar, MySQL sangat cepat bila dibandingkan RDBMS lainnya. 3. perbaikan sepanjang waktu, pengembang MySQL me-release update secara berkala dan menambahkan fitur impresif sepanjang waktu. Akhir-akhir ini MySQL menambahkan dukungan bagi transaksi dan store procedur.

2.11. Rencana Kerja I. Investigasi Pendahuluan ( Preliminary Investigation ) 1. Mengidentifikasi sasaran, batasan, dan ruang lingkup sistem 2. Menentukan biaya dan keuntungan

3. Mengevaluasi kelayakan 4. Mendokumentasikan sasaran, batasan dan ruang lingkup sistem 5. Mendapatkan untuk memulai menganalisis sistem II. Analisis Sistem ( Systems Analysis ) 1. Menganalisis konteks organisasi dan kebutuhannya 2. Menganalisis konteks fungsi area dan kebutuhannya 3. Menganalisis sistem yang ada 4. Menentukan fungsi sistem usulan 5. Kebutuhan dokumen dan mendapatkan persetujuan pengguna untuk memulai mendesain sistem III. Perancangan Sistem ( Design System ) 2. Desain umum a. Menspesifikasikan desain logika (IPOSC) dan phisik luas perancangan satu atau lebih solusi alternatif b. Mengevaluasi alternatif c. Memilih solusi atau menghentikan proyek 3. Desain khusus a. Menspesifikasikan desain fisik (PPDSH) a). Mendesain antarmuka pengguna (user) b). Mendesain basisdata c). Mendesain atau memperoleh software d). Merundingkan mengontrak hardware e). Mendesain pelatihan dan manual b. Menspesifikasikan dokumen dan mendapatkan pemakai mengahiri pemakaian. IV. Implementasi Sistem ( System Implementation ) 1. Membangun komponen (PPDSH) a. Manual sistem dan pemakaian b. Pelatihan pemakai c. Membangun basisdata d. Kode perangkat lunak

e. Mempersiapkan fasilitas untuk perangkat keras 2. Melaksanakan test unit 3. Melaksanakan test sistem 4. Memasang komponen 5. Melakukan tinjauan ulang / penerimaan test pemakai 6. Melakukan penempatan meninjau ulang implementasi

BAB III ANALISIS SISTEM

Pada bab ini akan dijelaskan hal-hal yang berkaitan dengan tahap Preliminary Investigation menurut metode Traditional (Waterfall) Systems Development Methodologi yang dikemukakan oleh Dewitz [1996].

3.1 Preliminary Investigation Preliminary investigation merupakan tahap persiapan, dimana pada tahapan ini dilakukan survey/ investigasi ke lapangan atau objek penelitian dengan tujuan untuk mengidentifikasi hal-hal yang berkaitan dengan sistem yang akan dikembangkan.

3.1.1. Sejarah SMA Muhammadiyah 1 Garut SMA Muhammadiyah 1 Garut mulai didirikan atas prakarsa beberapa tokoh Muhammadiyah yang langsung berkecimpung dalam bidang pendidikan. Maksud mendirikan SMA Muhammadiyah di Garut adalah agar kader-kader

Muhammadiyah terus berlanjut dan berkesinambungan dari generasi ke generasi berikutnya. SMA Muhammadiyah 1 Garut didirikan pada tanggal 1 Juli 1959 dengan SK No. 2864/II-95/713-59. Secara geografis SMA Muhammadiyah terletak di Garut Kota, berada tepat ditengah-tengah kota Garut yang ramai dikunjungi oleh masyarakat dari luar kota, sebagai pusat perdagangan Kota Garut. SMA Muhammadiyah 1 Garut makin lama makin berkembang dan siswanya semakin bertambah dan meluluskan siswa yang bermutu dan dapat diterima oleh masyarakat dan negara sehingga para alumni SMA Muhammadiyah 1 Garut tersebar dibeberapa instansi pemerintah maupun swasta, walaupun pada saat itu negara sedang mengalami kegoncangan dengan adanya pemberontakan G 30 S PKI. Kepala Sekolah berikut pimpinan Muhammadiyah berusaha keras untuk memajukan SMA Muhammadiyah yang pada waktu itu bertempat di jalan

Muhammadiyah Kelurahan Regol Garut. Dan selanjutnya mengusulkan agar status sekolah ditingkatkan menjadi sekolah bersubsidi artinya naik setingkat dari swasta penuh menjadi bersubsidi dengan SK. P & K No. 4075/BS/B II 1966 dengan diberi bantuan beberapa Guru, Kepala Sekolah berikut Staf TU yang digaji oleh pemerintah.

3.1.2. Visi, Misi dan Tujuan a. Visi Terwujudnya SMA Muhammadiyah 1 Garut yang unggul dalam prestasi, Agamis, Kreatif, Inovatif, dan Mandiri. b. Misi 1. Meningkatkan prestasi peserta didik dalam bidang akademis dan non akademis; 2. Membentuk peserta didik dan agamis yaitu insan yang bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, baik di lingkungan sekolah, di dalam keluarga, maupun di dalam masyarakat; 3. Mengembangkan potensi seni peserta didik. c. Tujuan Sekolah Bertolak dari Visi dan Misi SMA Muhammadiyah 1 Garut, maka tujuan sekolah yang ingin dicapai sebagai berikut : 1. 2. Mengembangkan KTSP sesuai dengan standar nasional pendidikan Menyusun perangkat pembelajaran secara lengkap (pemetaan, silabus, RPP) semua mata pelajaran kelas X, XI, dan XII 3. 4. Pengembangan system dan standar penilaian Pengembangan model-model pembelajaran CTL, Cooperative

Learning dan PAKEMI 5. Pengembangan standar kelulusan dan standar pencapaian ketuntasan kompetensi pada tiap tahun atau semester 6. Pengembangan kecakapan peserta didik dalam komunikasi bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan 7. Pengembangan kecakapan siswa dalam memanfaatkan ICT

8. 9.

Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang akademik Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang non akademik kompetensi pendidik (aspek profesionalitas,

10. Pengembangan

pedagogis, social dan kepribadian) 11. Pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan dalam kecakapan komunikasi bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan 12. Pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan dalam penguasaan ICT 13. Pengembangan kompetensi tenaga kependidikan (tenaga admiistrasi, laboran, teknis computer, perpustakaan) 14. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi media

pembelajaran dan peralatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran 15. Pengembangan prasarana laboratorium Fisika, Kimia dan ruang media pendidikan 16. Peningkatan dan pengembangan peralatan laboratorium komputer, Laboratoium IPA 17. Perbaikan sarana pembangunan, lantai, pagar sekolah dan prasarana lainnya 18. Melengkapai ruang kelas dengan peralatan media pendidikan dan sumber belajar 19. Pembuatan RPS baik jangka pendek, menengah maupun panjang 20. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi tentang kinerja sekolah.

3.1.3. Organizational Context Dalam organisasi, pengelompokan orang-orang sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan dan dengan tujuan yang sama dinamakan departemen atau divisi. Bagan organisasi menunjukan bagaimana departemen-departemen yang ada akan dikoordinasi sesuai jalur wewenang yang dimiliki. Bagan organisasi adalah penggambaran struktur kerja dari sebuah organisasi, dimana didalamnya menunjukan hubungan wewenang dan tanggung jawab serta deskripsi pekerjaan yang harus dilakukan. [Andri Kristanto, 2003]

Adapun struktur organisasi SMA Muhammadiyah 1 Garut di gambarkan pada gambar 3.1 sebagai berikut:

KEPALA SEKOLAH

Kepala Tata Usaha

WKS. Kurikulum

WKS Kesiswaan

WKS Sarana & Prasarana

WKS Humas

KABID PP

KABID Organisasi KABID Tata Tertib KABID Imtaq

Ket Garis Konsultasi Garis Komando

Ka. Perpustakaan Koord BK Ka. Laboratorium: Laboratorium MIPA Laboratorium Komputer Laboratorium Bahasa Laboratorium IPS

Wali Kelas Guru

Siswa

Gambar 3.1: Strukur Organisasi SMA Muhammadiyah 1 Garut

Tugas pokok dan fungsi Organisasi SMA Muhammadiyah 1 Garut 1. Kepala sekolah mempunyai tugas pokok sebagai penanggung jawab dalam kelangsungan sekolah serta berfungsi sebagai Edukator, Manager,

Administrator, Supervisor, Inovator. Dan Motivator (EMASLIM). 2. Kepala Tata Usaha bertugas dalam mengatur keuangan sekolah, Pembukuan sekolah dan administrasi siswa. 3. Wakil Kepala Sekolah urusan Kurikulum mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dalam hal Program pembelajaran.

4. Wakil Kepala Sekolah urusan Sarana dan Prasarana mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dalam hal mengatur pengadaan kebutuhan sarana dan prasana sekolah. 5. Wakil Kepala Sekolah urusan Humas mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dalam hal Program kerja Hubungan Masyarakat (Humas). 6. Ketua bidang Pengolahan data dan Evaluasi serta pelayanan pembelajaran (KABID PP) mempunyai tugas membantu kepala Sekolah dan wakil kepala sekolah urusan Kurikulum dalam menangani kegiatan program pembelajaran 7. Ketua bidang Organisasi mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah urusan kesiswaan dalam kegiatan menyusun program pembinaan kesiswaan/ Organisasi Intra Sekolah (IRM). 8. Ketua bidang Tata Tertib memnpunyai tugas membantu Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah urusan kesiswaan dalam kegiatan membina dan melaksanakan koordinasi keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kerindangan dan kekeluargaan. 9. Ketua bidang Keimanan dan Ketaqwaan (IMTAQ) memnpunyai tugas membantu Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah urusan kesiswaan dalam kegiatan program kerja pembinaan keimanan dn ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 10. Kepala Perpustakaan mempunyai tugas sebagai pengelola perpustakaan serta mengoptimalkan fungsi perpustakaan dalam bentuk menambah jam buka ruangan dan layanan peminjamam (memotivasi minat baca siswa) 11. Koordinator Bimbingan Karir (BK) mempunyai tugas menyusun program dan pelaksanaan bimbingan penyuluhan atau bimbingan karir. 12. Kepala Laboratorium IPA (Fisika, Kimia dam Biologi) mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum dalam kegiatan menyusun pembelajaran serta kegiatan mata pelajaran IPA (Fisika, Kimia, dan Biologi) yang disertai dengan alat, bahan dan fasilitas yang diperlukan.

13. Kepala laboratorium komputer mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum dalam kegitan menyusun rencana penggunaan dan pemeliharaan laboratorium komputer.. 14. Kepala laboratorium IPS (Ekonomi, Sosiologi, Kewarganegaraan, sejarah dan Geografi) mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum dalam kegiatan menyusun pembelajaran serta kegiatan mata pelajaran labororium IPS (Ekonomi, Sosiologi,

Kewarganegaraan, sejarah dan Geografi) dilengkapi dengan media dan fasilitas pembelajaran yang diperlukan 15. Kepala laboratorium Bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab dn Bahasa Sunda) ) mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum dalam kegiatan menyusun program kegiatan pengajaran bahasa yang dilengkapi dengan media alat-alat bantu mengajar. 16. Wali Kelas bertugas membantu Kepala Sekolah untuk membimbing siswa dalam mewujudkan disiplin kelas, sebagai manajer dan motivator untuk membangkitkan gairah/ minat siswa untuk berprestasi dikelas. Wali kelas juga merangkap sebagai Guru. 17. Guru bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah, dan mempunyai tugas pokok bertanggung jawab melaksanakan proses belajar dan mengajar secara efektif dan efisien. 18. Siswa mempunyai tugas pokok sebagai pelajar dan mentaati semua peraturan sekolah.

3.1.4. Sasaran Sistem yang Dibutuhkan Sasaran dari sistem ini adalah untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan serta permasalahan-permasalahan yang timbul pada sistem yang sedang berjalan. Sistem yang akan dikembangkan merupakan sebuah sistem informasi

terkomputerisasi yang berfungsi untuk menangani proses penerimaan siswa baru. Adapun sasaran yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

a. Dapat memberikan kemudahan kepada panitia penerimaan calon siswa baru dalam mengelola data calon siswa baru dan data siswa serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada calon siswa baru. b. Menyediakan laporan-laporan yang berkaitan dengan informasi data calon siswa baru.

3.1.5. Lingkungan Fisik Sistem Lingkungan fisik system menggambarkan semua entitas yang

berhubungan dengan sistem. Lingkungan fisik sistem ini meliputi. Lingkungan fisik current system atau lingkungan fisik yang

menggambarkan sistem yang sedang berjalan, dimana entitas yang terlibat di dalamnya adalah sebagai berikut Siswa yaitu entitas yang melakukan pendaftaran dimana calon siswa ini mengisi formulir pendaftaran serta menyerahkan persyaratan yang telah ditentukan dan menunggu pengumuman dari panitia PSB
mengisi
MICROSOFT CORPORATION

Diperiksa

Calon siswa

Formulir pendaftaran Diperiksa Menyerahkan Persyaratan

Status kelulusan Panitia PSB

Gambar 3.2: Entitas Siswa Panitia PSB (Penerimaan Siswa Baru) yaitu yang bertugas mencatat data pribadi calon siswa serta memeriksa persyaratan calon siswa baru dan mengumumkan hasil verifikasi kepada calon siswa

MICROSOFT CORPORATION

Mencatat Panitia PSB Data calon siswa

memeriksa

Persyaratan

Gambar 3.3 : Entitas Panitia PSB (Penerimaan Siswa Baru)

3.1.6. Ruang Lingkup Sistem Ruang lingkup dari Sistem pendaftaran calon siswa baru yang sedang berjalan di SMA Muhammadiyah 1 Garut ini adalah sebagai berikut : Proses Pendaftaran Dalam proses pendaftaran Calon Siswa mengisi formulir pendaftaran yang berupa data pribadi siswa Proses Pembayaran Dalam proses pembayaran calon siswa harus membayar semua rincian keuangan sekolah diantaranya sebagai berikut : Tabel 3.1 : Rincian biaya keuangan sekolah No 1. 2. Rincian Uang Pendaftaran Sumbangan Pengembangan Mutu Keuangan Rp. Rp. 100.000 90.000

Akademik per Bulan 3. 4. 5. 6. 7. 8. Seragam Hizbul Wathan Seragam Batik Anggota Perpustakaan Masa Orientasi Siswa Raport Dana Sumbangan Pendidikan Rp. Rp. Rp Rp. Rp. Rp. 125.000 70.000 10.000 75.000 15.000 900.000

Jumlah Keseluruhan

Rp. 1.400.000

Proses Verifikasi Dalam proses Verifikasi ini dilakukan oleh petugas verifikasi, adapun syarat yang akan di verifikasi adalah : 1. Nilai UAN : Syarat utama untuk mengetahui bobot nilai calon siswa baru. 2. Ijazah : Dimana ijazah ini penting untuk mengetahui bahwa calon siswa baru tersebut telah lulus sekolah pada tahun yang telah dicantumkan pada ijazah 3. Bukti pembayaran : Berfungsi untuk mengetahui bahwa calon siswa tersebut telah membayar meskipun tidak semuanya. 4. Kelakuan baik : Untuk mengetahui bahwa calon siswa baru tidak pernah melakukan perbuatan kejahatan ataupun perbuatan yang bisa mencemarkan nama baik sekolah.

Proses Pengumuman Dalam proses pengumuman panitia PSB akan memberikan pengumuman kepada calon siswa yang lulus Verifikasi.

3.2 Analisis Sistem Berjalan (Analyze existing system) 3.2.1 Deskripsi Proses Pendaftaran Calon Siswa Baru Deskripsi proses pendaftaran calon siswa baru di SMA Muhammadiyah 1 Garut yang mana kegiatan dari prosedur-prosedur yang diperoleh dari proses pendaftaran siswa baru tersebut adalah sebagai berikut; 1. Pertama-tama calon siswa baru selaku pendaftar menemui panitia PSB (Penerimaan Siswa baru) untuk pengambilan formulir perdaftaran terlebih dahulu, 2. Panitia PSB memberikan formulir isian dan syarat-syarat penerimaan siswa baru kepada calon siswa baru, 3. Calon siswa mengisi formulir isian data, setelah itu Formulir pendaftaran yang telah diisi akan diberikan kembali oleh siswa kepada panitia PSB. 4. Kemudian calon Siswa baru harus melengkapi syarat-syarat pendaftaran yang telah ditentukan, seperti :

Ijazah SMP Nilai ujian akhir nasional (NUAN) Bukti Kelulusan Uang Bangunan Surat keterangan kelakuan baik dari sekolah asal Surat keterangan kesehatan dari dokter foto 3x4

Kemudian diserahkan kepada Panitia PSB untuk diperiksa 5. Panitia PSB akan melakukan validasi terhadap formulir dan berkas syarat pendaftarannya, jika benar maka selanjutnya calon siswa menunggu hasil verifikasi dari panitia, jika tidak maka calon siswa tersebut harus melengkapi data dan persyaratannya, atau dianggap gugur 6. Panitia PSB akan membuat tanda bukti pembayaran untuk calon siswa baru tersebut. 7. Panitia PSB akan melakukan pemeriksaan persyaratan calon siswa baru, kemudian menginformasikan siswa yang masuk kepada siswa-siswa dalam bentuk papan pengumuman.

3.2.2 Bagan Alir Dokumen Sistem Berjalan


Calon Siswa Baru Panitia PSB

START

PENGAMBILAN FORMULIR

FORMULIR

FORMULIR

SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN

MENGISI FORMULIR PENDAFTARAN

tidak validasi

Ya
FORMULIR DI ISI SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN

MELENGKAPI PENDAFTARAN

PEMERIKSAAN

SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN

tidak Lulus

Ya

PENGUMUMAN HASIL VERIFIKASI

Ya
Ulangi

Ya

tidak

PEMBUATAN TANDA BUKTI PEMBAYARAN

END

TANDA BUKTI PEMBAYARAN

TANDA BUKTI PEMBAYARAN

PENGUMUMAN HASIL VERIFIKASI

Gambar 3.4 : Flowmap surrent system

3.2.3 Analisis Dokumen 3.2.3.1 Dokumen Input Dokumen input yang digunakan pada sistem yang sedang berjalan adalah: a. Formulir pendaftaran Tanda bukti pendaftaran di peroleh calon siswa baru dari petugas pendaftaran, dokumen ini berisikan data identitas siswa

FORMULIR PENDAFTARAN
Data Calon Siswa 1. Nama Lengkap 2. Tempat Lahir 3. Tanggal Lahir 4. Jenis Kelamin 5. Kebangsaan 6. Agama 7. Alamat siswa 8. Asal Sekolah 9. No. Ijazah 10. Nilai UAN Data Orang Tua Calon Siswa Data Ayah 11. Nama Ayah 12. Umur 13. Alamat 14. Pekerjaan 15. Penghasilan per bulan 16. No. Telepon Data Ibu Nama Ibu Umur Alamat Pekerjaan Penghasilan per bulan No. Telepon : : : : : : : : : :

: : : : : : : : : : : : : : : : : : Garut, ., . 2010 Calon siswa Baru ()

17. 18. 19. 20. 21. 22.

Data Wali Calon Siswa 23. Nama wali 24. Umur 25. Alamat 26. Pekerjaan 27. Penghasilan per bulan 28. No. Telepon

Gambar 3.5 : Formulir Pendaftaran

b. Surat Kelulusan/Ijazah Surat kelulusan/ ijazah diberikan oleh siswa untuk persyaratan masuk ke SMA Muhammadiyah 1 Garut, ijazah ini akan dilihat oleh petugas verifikasi sehingga bisa dilihat apakah calon siswa baru telah lulus atau tidak lulus.

Gambar 3.6 : Surat Kelulusan Calon Siswa Baru

c. Nilai Ujian Akhir Nasional (NUAN) / SKHUN Nilai Ujian Akhir Nasional (NUAN) / SKHUN diberikan oleh siswa untuk persyaratan masuk ke SMA Muhammadiyah 1 Garut, SKHUN ini akan di periksa oleh petugas verifikasi sehingga bisa dilihat bobot nilai dari calon siswa baru.

Gambar 3.7 : Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional

d. Surat keterangan kelakuan baik dari sekolah asal Surat Kelakuan baik diberikan oleh siswa untuk persyaratan masuk ke SMA Muhammadiyah 1 Garut, surat ini akan di periksa oleh petugas verifikasi sehingga bisa dilihat calon siswa baru tidak pernah melakukan perbuatan kejahatan ataupun perbuatan yang bisa mencemarkan nama baik sekolah

Gambar 3.8 : Surat Keterangan Kelakuan Baik

e. Surat keterangan kesehatan dari dokter Surat kesehatan diberikan oleh siswa untuk persyaratan masuk ke SMA Muhammadiyah 1 Garut, surat ini akan di periksa oleh petugas verifikasi sehingga bisa dilihat apakah calon siswa baru dinyatakan sehat atau tidak sehat.

Gambar 3.9 : Surat Keterangan Kesehatan

f. Foto Calon Siswa Foto diberikan oleh siswa untuk persyaratan masuk ke SMA Muhammadiyah 1 Garut.

Photo 3x4

Gambar 3.10 : Foto Calon Siswa

3.2.3.2 Dokumen Output a. Bukti pembayaran Tanda bukti pendaftaran dari calon siswa baru yang telah membayar uang pendaftaran
TANDA BUKTI PEMBAYARAN UANG PENDAFTARAN Telah terima dari calon siswa : No. Nama Alamat : . : . : .

Pembayaran Uang Pendaftaran sebesar Rp. .. Terbilang : Transaksi dianggap syah apabila tanda bukti pembayaran ini ada cap sekolah dan tanda tangan panitia PSB ..

Garut, .., ., 2010 Panitia PSB

Gambar 3.11 : Tanda Bukti Pembayaran

b.

Data Verifikasi Data Verifikasi merupakan dokumen laporan yang berisikan data semua calon siswa baru yang lulus verifikasi
PENGUMUMAN HASIL VERIFIKASI CALON SISWA BARU SMA MUHAMMADIYAH 1 GARUT
Pengumuman Hasil Verfikasi Tanggal Lahir Asal Sekolah 15 September 1994 SMP N 6 Garut

No 01

Nama Isma Yanti

Alamat Jl. Bratayudha

Keteranagan Lulus

Pengumuman Daftar Ulang Untuk Siswa yang Lulus Verifikasi Bagi calon siswa yang telah lulus verifikasi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 1 Garut, maka daftar ulang dilakukan pada tanggal 21 Juni 2010 26 Juni 2010

Garut, .., ., 2010 Panitia PSB

Gambar 3.12 : Formulir Pengumuman

c.

Data Pribadi Siswa Data Pribadi Siswa merupakan dokumen laporan yang berisikan data calon siswa yang telah lulus verifikasi

DATA PRIBADI SISWA Nama Lengkap Siswa Tempat Tgl Lahir No Induk Siswa Jenis Kelamin Agama Alamat siswa Asal Sekolah Nama Ayah Umur Alamat Pekerjaan Penghasilan per bulan No. Telepon Nama Ibu Umur Alamat Pekerjaan Penghasilan per bulan No. Telepon Nama wali Umur Alamat Pekerjaan Penghasilan per bulan No. Telepon Keterangan lain : .. : .. : .. : .. : .. : .. : .. : . : . : . : . : . : . : . : . : . : . : . : . : . : . : . : . : . : . : .

Gambar 3.13 : Data Pribadi Siswa

3.3.

Menentukan Fungsional Dari Sistem Usulan

3.3.1 Analisis Permasalahan Dari sistem pendaftaran siswa baru di SMA Muhammadiyah 1 Garut yang sedang berjalan masih terdapat beberapa permasalahan. Adapun permasalahan tersebut : Proses pengisian formulir pendaftaran calon siswa baru masih dilakukan secara manual sehingga proses dalam keamanan datanya sangat sensitif misalkan terjadinya data yang hilang, penumpukan arsip formulir pendaftaran dan lain-lain. Proses pengiriman informasi baik berupa brosur SMA Muhammadiyah 1 Garut maupun proses pengiriman informasi hasil verifikasi seleksi masih

berbasis pengumuman di papan pengumuman sehingga informasi tersebut tidak bisa diakses oleh siswa di luar lingkungan SMA Muhammadiyah 1 Garut.

3.2.4.2 Sistem Yang Diusulkan Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang terdapat pada current system, maka akan dirancang sebuah sistem usulan yang diharapkan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan dari sistem yang ada. Selain itu, aplikasi ini juga dibuat dengan maksud untuk mengakomodasi kebutuhan akan tersedianya sistem penerimaan siswa baru secara Online. Dalam perancangan ini penulis menggunakan bahasa pemrograman PHP dan databasenya menggunakan MySQL dengan harapan mampu memberikan kontribusi bagi SMA

Muhammadiyah 1 Garut dalam memenuhi tujuan sekolah. Serta memberikan informasi yang berkulitas, tepat waktu, up to date, akurat dan lengkap terutama dalam hal pengelolaan siswa baru. Adapun pemodelan sistem usulan tersebut disajikan dalam flowmap sebagai berikut:

Calon Siswa Baru


START

Aplikasi PSB Online

Panitia PSB

Akses Hal Utama PSB

Upload persyaratan

Form buat akun Pemeriksaan Form buat akun

Tdatabase buat akun


tidak

Buat akun

Form login

Lulus
Ya

end

tidak

Ya

Berhasil Entri data Form login Form Pendaftaran Hasil Verifikasi

login

Ya

Berhasil

tidak Ya

Ulangi
tidak

END

Form Pendaftaran

Tdatabase pendafataran Upload persyaratan

Isi form pendaftaran

Ya

Berhasil Cetak bukti


tidak Ya

Ulangi Tanda bukti


tidak

END

Tanda bukti

Hasil Verifikasi

Hasil Verifikasi

Tdatabase hasil verifikasi

Gambar 3.14 : Flowmap Usulan

Adapun deskripsi kegiatan dari flowmap usulannya adalah sebagai berikut : 1. Pertama-tama calon siswa akan mengakses PSB Online SMA

Muhammadiyah 1 Garut. 2. Kemudian pendaftar akan membuat Account pribadi, supaya dapat melakukan Pendaftaran siswa baru, account tersebut akan disimpan ke dalam database tabel buat account. 3. Calon siswa sebelum melakukan pendaftaran, terlebih dahulu mengisi username dan pasword di form login untuk mengisi form pendaftaran 4. Calon siswa baru akan melakukan pendaftaran dengan memasukan data-data yang diperlukan seperti biodata dan data nilai. 5. Setelah dilakukan, dan data valid, sistem akan menyimpan data pada database pendaftaran. 6. Kemudian calon siswa mengirim (Upload) semua persyaratan. persyaratan tersebut diantaranya ; 7. Melampirkan ijazah SMP Melampirkan nilai ujian akhir nasional (NUAN) Melampirkan surat keterangan kelakuan baik dari sekolah asal Melampirkan surat keterangan kesehatan dari dokter Melampirkan foto 3x4

Kemudian sistem akan menampilkan halaman bukti pendaftaran untuk di cetak oleh calon siswa baru. Bukti pendaftaran inilah yang akan dijadikan sebagai bukti kepada panitia PSB.

8. 9.

Panitia PSB akan memeriksa semua persyaratan yang telah masuk. Setelah dilakukan pemeriksaan, panitia PSB mengentri data calon siswa yang masuk kedalam database hasil verifikasi. Sekaligus mengisi pengumuman calon siswa baru yang masuk SMA Muhammadiyah 1 Garut

10. Calon siswa baru dapat melihat pengumunan hasil verifikasi secara online.

BAB V

IMPLEMENTASI SISTEM
Tahap implementasi sistem ini merupakan tahap meletakan sistem supaya dapat siap untuk dioperasikan. Dalam implementasi sistem informasi peminjaman dan pengembalian buku ini Ada beberapa tahapan implementasi sistem yang harus dijalankan diantaranya adalah : 1. Persiapan sistem 2. Konversi sistem 3. Pelatihan 4. Pengujian sistem 5. Pengoperasian

5.1 Persiapan sistem Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum menuju ke konversi sistem adalah mempersiapkan sistem terlebih dahulu. Adapun hal-hal yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut:

5.1.1 Persiapan Perangkat Lunak ( Software ) Perangkat lunak yang digunakan untuk pembuatan aplikasi dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan bahasa pemograman PHP, serta untuk implementasi basis datanya menggunakan MySQL. Aplikasi Sistem Informasi pendaftaran siswa baru di SMA Muhammadiyah 1 Garut berbasis Web ini berjalan pada sistem operasi Windows

5.1.2 Persiapan Perangkat Keras (Hardware) Kebutuhan perangkat keras yang diperlukan untuk implementasi Sistem Informasi Peminjaman dan pengembalian buku adalah :

1. CPU dengan konfigurasi : Kompatible dengan Processor Intel Pentium 4 (disarankan lebih dari itu), Memori (disarankan 256 MByte keatas), 2. Harddisk sesuai dengan yang ada dipasaran yaitu sekitar 80 GByte (disarankan lebih dari itu). 3. Monitor Video Grafik Adapter (VGA) atau Super VGA.

5.1.3

Persiapan Tenaga Pelaksana Sumber daya manusia yang terlibat didalam sistem pendaftaran siswa baru

berbasis web ini dapat diuraikan seperti berikut ini: a. Panitia PSB / Administrator Adalah orang yang dituujuk untuk melaksanakan pengelolaan terhadap seluruh aktifitas sistem informasi pendaftaran calon siswa baru ini, termasuk simpan, rubah, hapus. b. Pengguna Umum / pendaftar calon siswa baru

5.1.4

Persiapan Sarana Pendukung Sarana pendukung yang harus dipersiapkan untuk mengimplementasikan

sistem adalah lokasi atau ruangan yang strategis yang dapat digunakan untuk menempatkan perangkat keras sehingga dapat mendukung posisi kerja yang baik dan nyaman. Dan di dalam ruangan ini harus diperhatikan faktor-faktor yang meliputi keamanan harus terjaga, suhu ruangan harus stabil, penerangan yang baik, tata ruang yang tertib, serta dekat dengan saluran telepon.

5.2 Konversi Sistem Tahap konversi sistem dilakukan setelah kode program selesai dibuat, dan sarana pendukung telah dipersiapkan dengan baik, yaitu dengan merekam data-

data yang diperlukan pada file baru, sehingga sistem yang baru siap untuk dioperasikan.

5.3 Pelatihan Tahapan selanjutnya adalah memberikan pelatihan kepada pengguna yang akan terlibat dengan sistem yang bersangkutan dengan memberikan petunjukpetunjuk bagaimana sistem tersebut di operasikan, sehingga nantinya pengguna dapat mengoperasikan sistem yang baru sesuai dengan yang diharapkan.

5.4 Pengujian Sistem Tahap pengujian sistem merupakan tahap dilakukannya pengujian terhadap sistem yang baru, untuk meyakinkan bahwa sistem mampu bekerja secara optimal, tahap ini dilakukan setelah semua fasilitas tersedia yaitu Hardware, Software, sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia yang telah diberikan pelatihan. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa komponen-komponen sistem telah berfungsi sesuai dengan yang diharapkan. Pengujian sistem ini untuk memeriksa kekompakan antar komponen sistem dan pengujian pada program secara keseluruhan. Pengetesan program yang telah disatukan sangat perlu, hal ini untuk mengetahui apakah program dapat menerima input, memproses dan memberikan keluaran sesuai yang diharapkan.

5.5 Pengoperasian

Pengoperasian sistem dapat dilakukan dengan cara pengoperasian secara parallel dimana sistem baru berjalan bersamaan dengan sistem yang lama untuk beberapa waktu tertentu. Setelah diyakini bahwa sistem baru berjalan seperti yang diharapkan, sistem lama diberhentikan dan digantikan secara keseluruhan dengan sistem yang baru.

5.6 Implementasi User Interface 5.6.1. Implementasi interface halaman utama Halaman utama ini adalah tampilan awal aplikasi ketika di akses. Dalam halaman ini akan terdapat beberapa informasi ringan yang berkaitan dengan aplikasi. Selain itu, dari halaman utama ini, pengguna juga dapat melakukan login dan mengakses halaman create account untuk mendaftarkan diri sebagai account. Berikut desain interface dari halaman utama aplikasi:

Gambar 5.1: Implementrasi halaman utama aplikasi

5.6.2.

Implementrasi interface halaman Profil sekolah

Gambar 5.2 : Implementrasi Halaman Profil SMA Muhammadiyah 1 Garut

5.6.3.

Implementrasi interface create account Implementrasi interface ini adalah implementrasi halaman create

account. Dalam halaman ini berisi field-field input data yang diperlukan sistem untuk membuat account baru

Gambar 5.3 : Implementrasi interface create account

Gambar 5.4 : create account selesai

5.6.4.

Implementrasi interface login area Implementrasi interface ini adalah implementrasi login area

Gambar 5.5 : Implementrasi interface login area

Apabila dalam pengisian username dan password yang dimasukkan benar maka sistem akan mengeluarkan form selamat datang

Gambar 5.6: interface login berhasil

Apabila dalam pengisian username dan password yang dimasukkan salam maka sistem akan mengeluarkan form data tidak ditemeukan

Gambar 5.7: interface login gagal

5.6.5.

Implemantasi interface halaman Pendaftaran Desain interface ini adalah desain halaman pendaftaran

Gambar 5.8 : Implementrasi interface halaman Pendaftaran

Gambar 5.9 : Data Pendaftaran berhasil disimpan

5.6.6.

Implementasi Interface Upload Data Persyaratan

Gambar 5.10 : Implementrasi interface halaman Upload persyaratan

5.6.7.

Implementrasi interface halaman cek pendaftar Implementrasi interface ini adalah implementasi halaman untuk melihat

data calon siswa

Gambar 5.11 : Implementrasi interface halaman cek pendaftar

5.6.8.

Implementrasi interface halaman input Hasil verifikasi Implementrasi interface ini adalah implementasi halaman input Hasil

Verifikasi

Gambar 5.12 : Implementrasi interface halaman input hasil verifikasi

Gambar 5. 13 : input hasil verifikasi selasai 5.6.9. Implementasi interface halaman Pengumuman

Gambar 5. 14 : Implementasi interface halaman Pengumuman

Gambar 5. 15 : Keluar/ logout BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan Kesimpulan yang didapat dari pengembangan sistem informasi

pendaftaran calon siswa baru berbasis web ini adalah sebagai berikut : 1. Terwujudnya rancangan basis data yang berhubungan dengan proses pendaftaran calon siswa dan proses pengumuman hasil verifikasi di SMA Muhammadiyah 1 Garut. 2. Proses sistem pendaftaran calon siswa baru dapat diakses di luar lingkungan SMA Muhammadiyah 1 Garut (melalui jaringan internet). 3. Kebutuhan pengguna yang diperlukan untuk merancang aplikasi PSB Online, yaitu : Administrator : melakukan pengaturan aturan PSB Online. mengatur pemindahan data ke database pendaftaran dan mengatur tahapan pendaftaran. mengelola data siswa, dan melakukan verifikasi data siswa. Calon Siswa : melakukan pendaftaran.

4. Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru Online, merupakan sebuah aplikasi yang memiliki fasilitas untuk melakukan proses pengaturan aturan PSB Online, proses pendaftaran, proses pengolahan data siswa. 5. Berdasarkan kebutuhan pengguna mencetak tanda bukti pendaftaran. 6. Untuk pengembangan selanjutnya, dilakukan penggalian informasi mengenai persyaratan yang berasal dari hasil wawancara atau review dokumen. 7. Dengan adanya sistem informasi ini maka sistem keamanan dan keakuratan datanya dapat terjamin.

6.2 Saran Saran-saran yang dapat disampaikan setelah melakukan kegiatan tugas akhir ini adalah sebagai berikut : 1. Diharapkan dapat dilakukan pengembangan sistem yang mampu melakukan segala pekerjaan yang belum dilakukan oleh sistem ini misalnya proses sistem akademik di SMA Muhammadiyah 1 Garut. 2. Ada lagi pengembang sistem yang membuat tampilan lebih menarik lagi sehingga bisa lebih baik dari yang sudah dibuat.

DAFTAR PUSTAKA 1. Amsyah, Zulkifli, Manajemen Sistem Informasi, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2005. 2. Hartono, Jogiyanto, Analisis dan Desain, Andi Offset, Yogyakarta, 1999 3. Nugroho, Bunafit. PHP & MySQL dengan Editor Dreamwaver MX 2004. Andi Yogyakarta :,2003. 4. Sampurna. Menguasai aplikasi web tanpa pemrograman. : PT. Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia. Jakarta 2003. 5. Amsyah, Zulkifli, Manajemen Sistem Informasi , Gramedia Pustaka Utama . Jakarta, 2000. 6. Dewitz, Sandra Donaldson, System Analysis and Design and The Transmition to Objects, McGraw-Hill : Singapore , 1996. 7. Fathansyah, Basis Data, Informatika Bandung: Bandung, 1999. 8. Jogiyanto., Analisis Dan Disain Sistem Informasi, Andi Yogyakarta: Yogyakarta, 1999. 9. Kendall dan Kendall, Analisis dan Perancangan Sistem (Jilid Satu), PT Prenhallindo: Jakarta, 2003. 10. Pressman, Roger S., Rekayasa Perangkat lunak (Buku Satu), Andi Yogyakarta: Yogyakarta 2003.