Anda di halaman 1dari 44

KEMENTERIAN PERTANIAN

REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN MENTERI PERTANIAN
NOMOR: 69/Permentan/SR.130/11/2012
TENTANG
KEBUTUHAN DAN HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) PUPUK BERSUBSIDI
UNTUK SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PERTANIAN,
Menimbang

Mengingat

: a.

bahwa dalam rangka mewujudkan Ketahanan Pangan


Nasional
pupuk
sangat
berperan
penting
dalam
peningkatan produktivitas dan produksi komoditas
pertanian;

b.

bahwa untuk meningkatkan kemampuan petani dalam


penerapan pemupukan berimbang diperlukan subsidi
pupuk;

c.

bahwa atas dasar hal tersebut di atas dan agar dalam


pelaksanaan subsidi pupuk dapat berjalan lancar dan
berhasil baik, perlu menetapkan Kebutuhan dan Harga
Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor
Pertanian Tahun Anggaran 2013;

: 1.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem


Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor
46, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3478);

2.

Undang-Undang
Nomor
8
Tahun
1999
tentang
Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Tahun 1999
Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3821);

3.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan


Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);

4.

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan


Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor
70, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4297);

5.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004


tentang
Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004
Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355);

6.

Undang-Undang
Nomor
18
Tahun
2004
tentang
Perkebunan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 85,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4411);

7.

Undang-Undang
Nomor
32
Tahun
2004
tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004
Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437);

8.

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan


dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Tahun 2009
Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5015);

9.

Undang-Undang
Nomor
13
Tahun
2010
tentang
Hortikultura (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 132,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 5170);

10. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4433), sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 45Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 154, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5073);
11. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2012 tentang Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2013
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor
228, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5361);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2001 tentang Pupuk
Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor
14, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4079);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Antara Pemerintah, Pemerintahan
Daerah
Provinsi,
dan
Pemerintahan
Daerah
Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82,
Tambahan Berita Negara Nomor 4737);
14. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 tentang
Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II;
15. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009
Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;

tentang

16. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang


Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara, serta
Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I;
17. Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2011 tentang
Perubahan Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2005
tentang Penetapan Pupuk Bersubsidi Sebagai Barang Dalam
Pengawasan;
18. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor
634/MPP/Kep/9/2002 tentang Ketentuan dan Tata Cara
Pengawasan Barang dan atau Jasa yang Beredar di Pasar;
19. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40/Permentan/OT.140/
4/2007 tentang Rekomendasi Pemupukan N, P dan K Pada
Padi Sawah Spesifik Lokasi;
20. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 250/PMK.05/2010
tentang Tatacara Pencairan Anggaran pendapatan dan
Belanja Negara Atas Beban Bagian Anggaran Bendahara
Umum Negara Pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan
Negara (Berita Negara Tahun 2010 Nomor 662);
2

21. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/OT.140/


10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Pertanian;
22. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 94/PMK.02/2011
tentang Tata Cara Penyediaan Anggaran, Penghitungan,
Pembayaraan, dan Pertanggungjawaban Subsidi Pupuk
(Berita Negara Tahun 2011 Nomor 366);
23. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 17/M-DAG/PER/
6/2011 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk
Bersubsidi untuk sector Pertanian;
24. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43/Permentan/SR.140/
8/2011 tentang Syarat dan Tatacara Pendaftaran Pupuk An
Organik (Berita Negara Tahun 2011 Nomor 491);
25. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/SR.140/
10/2011 tentang Pupuk Organik,
Pupuk Hayati dan
Pembenah Tanah (Berita Negara Tahun 2011 Nomor 664);
26. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 669/Kpts/OT.160/
2/2012 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Perumusan
Kebijakan Pupuk;
27. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1871/Kpts/OT.160/
5/2012 tentang Pembentukan Tim Pengawas Pupuk
Bersubsidi Tingkat Pusat;
Memerhatikan : Kesimpulan Rapat Kerja Komisi-IV DPR RI dengan Menteri
Pertanian dalam rangka pembahasan Usulan Subsidi Pupuk
Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2013, tanggal 9
Oktober 2012;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan

: PERATURAN MENTERI PERTANIAN TENTANG KEBUTUHAN


DAN HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) PUPUK BERSUBSIDI
UNTUK SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:


1.

Pupuk adalah bahan kimia atau organisme yang berperan dalam penyediaan
unsur hara bagi keperluan tanaman secara langsung atau tidak langsung.

2.

Pupuk An-organik adalah pupuk hasil proses rekayasa secara kimia, fisika
dan atau biologi, dan merupakan hasil industri atau pabrik pembuat pupuk.

3.

Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran
hewan dan/atau bagian hewan dan/atau limbah organik lainnya yang telah
memalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya
dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk
meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki
sifat fisik, kimia dan biologi tanah.
3

4.

Pemupukan Berimbang adalah pemberian pupuk bagi tanaman sesuai


dengan status hara tanah dan kebutuhan tanaman untuk mencapai
produktivitas yang optimal dan berkelanjutan.

5.

Pupuk Bersubsidi adalah barang dalam pengawasan yang pengadaan dan


penyalurannya mendapat subsidi dari Pemerintah untuk kebutuhan
kelompoktani dan/atau petani di sektor pertanian.

6.

Kebutuhan Pupuk Bersubsidi adalah alokasi sejumlah Pupuk Bersubsidi per


provinsi yang dihitung berdasarkan usulan dari Gubernur atau Dinas yang
membidangi sektor pertanian di provinsi.

7.

Harga Eceran Tertinggi yang selanjutnya disebut HET adalah harga Pupuk
Bersubsidi yang dibeli oleh petani/kelompok tani di Penyalur Lini IV yang
ditetapkan oleh Menteri Pertanian.

8.

Harga Pokok Penjualan yang selanjutnya disebut HPP adalah biaya


pengadaan dan penyaluran Pupuk Bersubsidi yang diproduksi oleh Produsen
pupuk dengan komponen biaya yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian.

9.

Sektor Pertanian adalah sektor yang berkaitan dengan budidaya tanaman


pangan, hortikultura, perkebunan, hijauan pakan ternak, dan budidaya ikan
dan/atau udang.

10. Petani adalah perorangan warga negara Indonesia yang mengusahakan


budidaya tanaman pangan atau hortikultura dengan luasan tertentu.
11. Pekebun adalah perorangan warga negara Indonesia yang mengusahakan
budidaya tanaman perkebunan dengan luasan tertentu.
12. Peternak adalah perorangan warga negara Indonesia yang mengusahakan
budidaya tanaman hijauan pakan ternak dengan luasan tertentu.
13. Petambak adalah perorangan warga negara Indonesia yang mengusahakan
lahan untuk budidaya ikan dan/atau udang dengan luasan tertentu.
14. Produsen adalah perusahaan yang memproduksi pupuk An-organik dan
pupuk Organik di dalam negeri.
15. Penyalur di Lini III adalah Distributor sesuai ketentuan Peraturan Menteri
Perdagangan tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk
Sektor Pertanian yang berlaku.
16. Penyalur di Lini IV adalah Pengecer Resmi sesuai ketentuan Peraturan
Menteri Perdagangan tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi
Untuk Sektor Pertanian yang berlaku.
17. Kelompoktani adalah kumpulan petani yang mempunyai kesamaan
kepentingan dalam memanfaatkan sumberdaya pertanian untuk bekerja
sama meningkatkan produktivitas usahatani dan kesejahteraan anggotanya
dalam mengusahakan lahan usahatani secara bersama pada satu hamparan
atau kawasan, yang dikukuhkan oleh Bupati/Walikota atau pejabat yang
ditunjuk.
18. Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) adalah perhitungan
rencana kebutuhan Pupuk Bersubsidi yang disusun oleh kelompoktani
berdasarkan luasan areal usahatani yang diusahakan petani, pekebun,
peternak dan petambak rakyat berdasarkan rekomendasi pemupukan
berimbang spesifik lokasi.

19. Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) adalah wadah koordinasi
instansi terkait dalam pengawasan pupuk dan pestisida yang dibentuk oleh
Gubernur untuk provinsi dan oleh Bupati/Walikota untuk Kabupaten/Kota.
20. Direktur Jenderal adalah pejabat eselon I di Lingkungan Kementerian
Pertanian yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang pupuk sesuai
ketentuan peraturan perundangan.
21. Dinas adalah Instansi yang membidangi pertanian, perkebunan, peternakan
dan/atau perikanan di Provinsi atau Kabupaten/Kota.

BAB II
PERUNTUKAN PUPUK BERSUBSIDI
Pasal 2
(1)

Pupuk Bersubsidi diperuntukan bagi petani, pekebun, peternak yang


mengusahakan lahan dengan total luasan maksimal 2 (dua) hektar atau
petambak dengan luasan maksimal 1 (satu) hektar setiap musim tanam per
keluarga.

(2)

Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak diperuntukkan


bagi perusahaan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan
atau perusahaan perikanan budidaya.

BAB III
KEBUTUHAN PUPUK BERSUBSIDI
Pasal 3
(1)

Kebutuhan Pupuk Bersubsidi dihitung sesuai dengan anjuran pemupukan


berimbang spesifik lokasi dengan mempertimbangkan usulan kebutuhan
yang diajukan oleh Kepala Dinas Provinsi kepada Direktur Jenderal.

(2)

Kebutuhan Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dirinci


menurut provinsi, jenis, jumlah, sub sektor, dan sebaran bulanan seperti
tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari
Peraturan ini.
Pasal 4

(1)

Kebutuhan Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, dirinci


lebih lanjut menurut kabupaten/kota, jenis, jumlah, sub sektor, dan
sebaran bulanan yang disahkan dengan Peraturan Gubernur.

(2)

Peraturan Gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling lambat


ditetapkan pada pertengahan bulan Desember 2012.

Pasal 5
(1)

Kebutuhan Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dirinci


lebih lanjut menurut kecamatan, jenis, jumlah, sub sektor, dan sebaran
bulanan yang ditetapkan dengan Peraturan Bupati/Walikota.

(2)

Kebutuhan Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)


mempertimbangkan rekap RDKK yang disusun oleh Kepala Dinas
Kabupaten/Kota dan diketahui Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan
Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten/Kota setempat.

(3)

Peraturan Bupati/Walikota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling


lambat ditetapkan pada akhir bulan Desember 2012.
Pasal 6

Dinas bersama lembaga penyuluhan pertanian dan/atau perikanan setempat


wajib melaksanakan pembinaan kepada kelompoktani dalam penyusunan RDKK
sesuai luas areal usahatani dan/atau kemampuan penyerapan pupuk di tingkat
petani di wilayahnya.
Pasal 7
(1)

Dalam hal kebutuhan Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud dalam Pasal


3, Pasal 4 dan Pasal 5 terjadi kekurangan dapat dipenuhi melalui realokasi
antar wilayah, waktu dan sub sektor.

(2)

Realokasi antar provinsi lebih lanjut ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

(3)

Realokasi antar kabupaten/kota dalam wilayah provinsi lebih lanjut


ditetapkan oleh Gubernur.

(4)

Realokasi antar kecamatan dalam wilayah kabupaten/kota lebih lanjut


ditetapkan oleh Bupati/Walikota.

(5)

Apabila alokasi Pupuk Bersubsidi di suatu provinsi, kabupaten/kota,


kecamatan pada bulan berjalan tidak mencukupi, produsen dapat
menyalurkan alokasi Pupuk Bersubsidi di wilayah bersangkutan dari sisa
alokasi bulan sebelumnya dan/atau dari alokasi bulan berikutnya dengan
tidak melampaui alokasi 1 (satu) tahun.
BAB IV
PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI
Pasal 8

Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) terdiri atas
Pupuk An-organik dan Pupuk Organik yang diproduksi dan/atau diadakan oleh
Produsen.

Pasal 9
(1)

Pelaksanaan pengadaan dan penyaluran Pupuk Bersubsidi sampai ke


Penyalur di Lini IV dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri
Perdagangan tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk
Sektor Pertanian yang berlaku.

(2)

Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian oleh Penyalur di Lini


IV ke petani atau kelompoktani diatur sebagai berikut:
a.
b.

c.

penyaluran Pupuk Bersubsidi oleh Penyalur di Lini IV berdasarkan


RDKK sesuai dengan wilayah tanggung jawabnya;
penyaluran Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud pada huruf a
memperhatikan kebutuhan kelompoktani dan alokasi di masing-masing
wilayah.
penyaluran pupuk sebagaimana dimaksud pada huruf a sesuai dengan
prinsip 6 (enam) tepat, yaitu tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu,
dan tepat mutu.

(3)

Untuk kelancaran penyaluran Pupuk Bersubsidi di Lini IV ke petani atau


kelompoktani sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala Dinas Provinsi
dan Kabupaten/Kota melakukan pendataan RDKK di wilayahnya, sebagai
dasar pertimbangan dalam pengalokasian Pupuk Bersubsidi sesuai alokasi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5.

(4)

Optimalisasi pemanfaatan Pupuk Bersubsidi ditingkat petani/kelompoktani


dilakukan melalui pendampingan penerapan pemupukan berimbang spesifik
lokasi oleh Penyuluh.

(5)

Pengawasan penyaluran Pupuk Bersubsidi di Lini IV ke petani dilakukan


oleh petugas pengawas yang ditunjuk sebagai satu kesatuan dari KPPP di
Kabupaten/Kota.
Pasal 10

(1)

Produsen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Penyalur di Lini III dan


Penyalur di lini IV wajib menjamin ketersediaan Pupuk Bersubsidi saat
dibutuhkan petani, pekebun, peternak, dan petambak di wilayah tanggung
jawabnya sesuai alokasi yang telah ditetapkan.

(2) Untuk menjamin ketersediaan pupuk sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
Produsen berkoordinasi dengan Dinas setempat untuk penyerapan Pupuk
Bersubsidi sesuai realokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7.

Pasal 11
(1)

Penyalur di Lini IV yang ditunjuk harus menjual Pupuk Bersubsidi sesuai


Harga Eceran Tertinggi (HET).

(2)

Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud


pada ayat (1) ditetapkan sebagai berikut:
-

(3)

Pupuk
Pupuk
Pupuk
Pupuk
Pupuk

Urea
SP-36
ZA
NPK
Organik

=
=
=
=
=

Rp.1.800; per kg;


Rp.2.000; per kg;
Rp.1.400; per kg;
Rp.2.300; per kg;
Rp. 500; per kg;

Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud


pada ayat (2) berlaku untuk pembelian oleh petani, pekebun, peternak,
petambak di Lini IV secara tunai dalam kemasan sebagai berikut :
-

Pupuk
Pupuk
Pupuk
Pupuk
Pupuk

Urea
SP-36
ZA
NPK
Organik

=
=
=
=
=

50
50
50
50
40

kg;
kg;
kg;
kg atau 20 kg;
kg atau 20 kg;
Pasal 12

Kemasan Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3)


harus diberi label tambahan berwarna merah, mudah dibaca dan tidak mudah
hilang/terhapus yang bertuliskan:

Pupuk Bersubsidi Pemerintah


Barang Dalam Pengawasan

BAB V
PENGAWASAN DAN PELAPORAN
Pasal 13
Produsen wajib melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap penyediaan
dan penyaluran Pupuk Bersubsidi dari Lini I sampai Lini IV sebagaimana diatur
dalam Peraturan Menteri Perdagangan tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk
Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian yang berlaku.

Pasal 14
(1) KPPP provinsi dan kabupaten/kota wajib melakukan pemantauan dan
pengawasan terhadap penyaluran, penggunaan dan harga Pupuk Bersubsidi
di wilayahnya.
(2) KPPP kabupaten/kota dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Penyuluh.

Pasal 15
(1) KPPP kabupaten/kota wajib menyampaikan laporan pemantauan dan
pengawasan Pupuk Bersubsidi di wilayah kerjanya kepada Bupati/Walikota.
(2) Bupati/Walikota menyampaikan laporan hasil pemantauan dan pengawasan
Pupuk Bersubsidi kepada Gubernur.
(3) KPPP provinsi wajib menyampaikan laporan
pengawasan Pupuk Bersubsidi kepada Gubernur.

hasil

pemantauan

dan

(4) Gubernur menyampaikan laporan hasil pemantauan dan pengawasan Pupuk


Bersubsidi kepada Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan.

BAB VI
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 16
Ketentuan mengenai pelaksanaan teknis Peraturan ini, ditetapkan lebih lanjut
oleh Direktur Jenderal.
Pasal 17
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2013.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 30 November 2012
MENTERI PERTANIAN,
Ttd.
SUSWONO
Salinan Peraturan ini disampaikan kepada Yth.:
1. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan;
2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
3. Menteri Keuangan;
4. Menteri Perindustrian;
5. Menteri Perdagangan;
6. Menteri Kelautan dan Perikanan;
7. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;
8. Menteri Badan Usaha Milik Negara;
9. Gubernur Provinsi di seluruh Indonesia;
10. Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia (Persero).

Lampiran 1. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012

KEBUTUHAN PUPUK BERSUBSIDI TAHUN ANGGARAN 2013


MENURUT SUB SEKTOR

SUB SEKTOR
Tanaman Pangan
Hortikultura
Perkebunan
Peternakan
Perikanan Budidaya
JUMLAH

UREA
2,976,700
234,891
625,092
123,147
140,170
4,100,000

JENIS PUPUK (Ton)


SP-36
ZA
NPK
582,277
641,486
1,628,294
46,850
49,050
240,859
152,743
280,010
460,712
23,420
24,883
44,402
44,711
4,571
25,732
850,000
1,000,000
2,400,000

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 30 Nopember 2012
MENTERI PERTANIAN,
Ttd.
SUSWONO

ORGANIK
687,513
60,959
109,934
19,500
22,094
900,000

Lampiran 2. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012

NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33

KEBUTUHAN PUPUK BERSUBSIDI TAHUN ANGGARAN 2013


MENURUT JENIS PUPUK DAN SEBARAN PROVINSI
9.4
JENIS PUPUK (Ton)
PROPINSI
UREA
SP-36
ZA
NPK
NAD
70,000
23,000
12,000
44,000
SUMATERA UTARA
160,000
55,000
57,000
125,000
SUMATERA BARAT
76,000
34,000
16,000
52,000
JAMBI
31,000
20,400
6,700
42,000
RIAU
32,000
10,200
7,800
42,000
BENGKULU
26,000
6,800
4,400
32,000
SUMATERA SELATAN
150,000
40,000
10,000
175,000
BANGKA BELITUNG
18,000
3,400
2,000
20,000
LAMPUNG
248,000
45,000
23,300
152,000
KEP. RIAU
500
50
50
500
DKI. JAKARTA
500
50
50
500
BANTEN
60,000
20,400
1,500
26,000
JAWA BARAT
720,000
147,000
72,000
350,000
D.I. YOGYAKARTA
42,000
3,400
10,000
32,000
JAWA TENGAH
794,000
158,000
200,000
400,000
JAWA TIMUR
1,000,000
160,000
464,000
580,000
BALI
43,000
2,200
6,500
27,000
KALIMANTAN BARAT
31,000
14,000
3,500
23,000
KALIMANTAN TENGAH
15,000
6,800
1,500
25,000
KALIMANTAN SELATAN
39,000
9,000
2,200
24,000
KALIMANTAN TIMUR
16,000
6,000
2,700
21,000
SULAWESI UTARA
20,000
4,500
700
12,000
GORONTALO
15,000
1,000
700
13,000
SULAWESI TENGAH
29,000
3,400
10,720
22,000
SULAWESI TENGGARA
19,000
6,800
4,200
15,000
SULAWESI SELATAN
262,500
40,000
60,000
80,000
SULAWESI BARAT
23,000
2,000
150
13,000
NUSA TENGGARA BARAT
126,000
20,000
7,500
30,000
NUSA TENGGARA TIMUR
24,000
4,500
10,000
11,000
MALUKU
2,000
100
1,900
1,800
PAPUA
5,000
2,300
120
6,000
MALUKU UTARA
1,100
300
600
1,700
PAPUA BARAT
1,400
400
210
1,500
JUMLAH
4,100,000
850,000 1,000,000
2,400,000

(Ton)
ORGANIK
12,240
27,900
16,380
16,650
9,000
9,000
27,000
5,400
36,000
450
450
9,900
90,000
16,200
180,000
337,500
19,440
20,700
1,980
1,170
4,050
2,160
1,440
3,150
5,850
21,150
1,800
11,700
4,500
360
5,490
720
270
900,000

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 30 Nopember 2012
MENTERI PERTANIAN,
Ttd.
SUSWONO

Lampiran 3. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012

JENIS PUPUK
UREA
SP-36
ZA
NPK
ORGANIK
JUMLAH PUPUK

KEBUTUHAN PUPUK BERSUBSIDI TAHUN ANGGARAN 2013 MENURUT SUB SEKTOR, JENIS PUPUK DAN SEBARAN BULAN
1,068,741
SETAHUN
JAN
FEB
MAR
APR
MEI
JUN
JUL
AGS
SEP
4,100,000
392,490
309,857
366,393
383,832
390,785
263,078
256,864
209,179
273,993
850,000
72,611
79,698
79,401
82,625
72,579
65,838
56,169
50,761
56,493
1,000,000
91,000
84,000
83,000
93,000
84,000
78,000
77,000
75,000
78,000
2,400,000
218,400
201,600
199,200
223,200
201,600
187,200
184,800
180,000
187,200
900,000
81,900
75,600
74,700
83,700
75,600
70,200
69,300
67,500
70,200
9,250,000
856,401
750,756
802,694
866,358
824,564
664,316
644,133
582,440
665,886

OKT
313,382
71,294
80,000
192,000
72,000
728,676

NOP
438,735
85,903
88,000
211,200
79,200
903,038

(Ton)
DES
501,411
76,628
89,000
213,600
80,100
960,739

Jenis Pupuk : UREA


SUB SEKTOR
Tanaman Pangan
Hortikultura
Perkebunan
Peternakan
Perikanan Budidaya
JUMLAH

SETAHUN
2,976,700
234,891
625,092
123,147
140,170
4,100,000

JAN
284,957
22,486
59,840
11,789
13,418
392,490

FEB
224,964
17,752
47,241
9,307
10,593
309,857

MAR
266,010
20,991
55,861
11,005
12,526
366,393

APR
278,672
21,990
58,520
11,529
13,122
383,832

MEI
283,719
22,388
59,580
11,738
13,360
390,785

JUN
191,001
15,072
40,109
7,902
8,994
263,078

JUL
186,490
14,716
39,162
7,715
8,782
256,864

AGS
151,869
11,984
31,892
6,283
7,151
209,179
2,572,479

SEP
198,925
15,697
41,773
8,230
9,367
273,993
########

OKT
227,523
17,954
47,779
9,413
10,714
313,382

NOP
318,532
25,135
66,890
13,178
14,999
438,735

(Ton)
DES
364,037
28,726
76,446
15,060
17,142
501,411

Jenis Pupuk : SP-36


SUB SEKTOR
Tanaman Pangan
Hortikultura
Perkebunan
Peternakan
Perikanan Budidaya
JUMLAH

SETAHUN
582,277
46,850
152,743
23,420
44,711
850,000

JAN
49,741
4,002
13,048
2,001
3,819
72,611

FEB
54,596
4,393
14,322
2,196
4,192
79,698

MAR
54,392
4,376
14,268
2,188
4,177
79,401

APR
56,601
4,554
14,848
2,277
4,346
82,625

MEI
49,719
4,000
13,042
2,000
3,818
72,579

JUN
45,101
3,629
11,831
1,814
3,463
65,838

JUL
38,478
3,096
10,093
1,548
2,955
56,169

AGS
34,773
2,798
9,122
1,399
2,670
50,761

SEP
38,700
3,114
10,152
1,557
2,972
56,493

OKT
48,838
3,930
12,811
1,964
3,750
71,294

NOP
58,846
4,735
15,437
2,367
4,519
85,903

(Ton)
DES
52,492
4,223
13,770
2,111
4,031
76,628

Jenis Pupuk : ZA
SUB SEKTOR
Tanaman Pangan
Hortikultura
Perkebunan
Peternakan
Perikanan Budidaya
JUMLAH

SETAHUN
641,486
49,050
280,010
24,883
4,571
1,000,000

JAN
58,375
4,464
25,481
2,264
416
91,000

FEB
53,885
4,120
23,521
2,090
384
84,000

MAR
53,243
4,071
23,241
2,065
379
83,000

APR
59,658
4,562
26,041
2,314
425
93,000

MEI
53,885
4,120
23,521
2,090
384
84,000

JUN
50,036
3,826
21,841
1,941
357
78,000

JUL
49,394
3,777
21,561
1,916
352
77,000

AGS
48,111
3,679
21,001
1,866
343
75,000
665,000

SEP
50,036
3,826
21,841
1,941
357
78,000
743,000

OKT
51,319
3,924
22,401
1,991
366
80,000

NOP
56,451
4,316
24,641
2,190
402
88,000

(Ton)
DES
57,092
4,365
24,921
2,215
407
89,000

Jenis Pupuk : NPK


SUB SEKTOR
Tanaman Pangan
Hortikultura
Perkebunan
Peternakan
Perikanan Budidaya
JUMLAH

SETAHUN
1,628,294
240,859
460,712
44,402
25,732
2,400,000

JAN
148,175
21,918
41,925
4,041
2,342
218,400

FEB
136,777
20,232
38,700
3,730
2,162
201,600

MAR
135,148
19,991
38,239
3,685
2,136
199,200

APR
151,431
22,400
42,846
4,129
2,393
223,200

MEI
136,777
20,232
38,700
3,730
2,162
201,600

JUN
127,007
18,787
35,936
3,463
2,007
187,200

JUL
125,379
18,546
35,475
3,419
1,981
184,800

AGS
122,122
18,064
34,553
3,330
1,930
180,000

SEP
127,007
18,787
35,936
3,463
2,007
187,200
########

OKT
130,264
19,269
36,857
3,552
2,059
192,000

NOP
143,290
21,196
40,543
3,907
2,264
211,200

(Ton)
DES
144,918
21,436
41,003
3,952
2,290
213,600

Jenis Pupuk : ORGANIK


SUB SEKTOR
Tanaman Pangan
Hortikultura
Perkebunan
Peternakan
Perikanan Budidaya
JUMLAH

SETAHUN
687,513
60,959
109,934
19,500
22,094
900,000

JAN
62,564
5,547
10,004
1,775
2,011
81,900

FEB
57,751
5,121
9,234
1,638
1,856
75,600

MAR
57,064
5,060
9,125
1,619
1,834
74,700

APR
63,939
5,669
10,224
1,814
2,055
83,700

MEI
57,751
5,121
9,234
1,638
1,856
75,600

JUN
53,626
4,755
8,575
1,521
1,723
70,200

JUL
52,938
4,694
8,465
1,502
1,701
69,300

AGS
51,563
4,572
8,245
1,463
1,657
67,500
598,500

(Ton)
SEP
OKT
NOP
DES
53,626
60,501
61,189
55,001
4,755
5,364
5,425
4,877
8,575
9,674
9,784
8,795
1,521
1,716
1,736
1,560
1,723
1,944
1,966
1,768
70,200
79,200
80,100
72,000
668,700
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 30 Nopember 2012
MENTERI PERTANIAN,
Ttd.
SUSWONO

Lampiran 3.1. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK UREA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013

NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33

PROPINSI
ACEH
SUMATERA UTARA
SUMATERA BARAT
JAMBI
RIAU
BENGKULU
SUMATERA SELATAN
BANGKA BELITUNG
LAMPUNG
KEP. RIAU
DKI. JAKARTA
BANTEN
JAWA BARAT
D.I. YOGYAKARTA
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
BALI
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TIMUR
SULAWESI UTARA
GORONTALO
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI SELATAN
SULAWESI BARAT
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
MALUKU
PAPUA
MALUKU UTARA
PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
70,000
160,000
76,000
31,000
32,000
26,000
150,000
18,000
248,000
500
500
60,000
720,000
42,000
794,000
1,000,000
43,000
31,000
15,000
39,000
16,000
20,000
15,000
29,000
19,000
262,500
23,000
126,000
24,000
2,000
5,000
1,100
1,400
4,100,000

JAN
6,701
15,317
7,275
2,968
3,063
2,489
14,359
1,723
23,741
48
48
5,744
68,925
4,021
76,009
95,729
4,116
2,968
1,436
3,733
1,532
1,915
1,436
2,776
1,819
25,129
2,202
12,062
2,298
191
479
105
134
392,490

FEB
5,290
12,092
5,744
2,343
2,418
1,965
11,336
1,360
18,743
38
38
4,534
54,414
3,174
60,007
75,575
3,250
2,343
1,134
2,947
1,209
1,511
1,134
2,192
1,436
19,838
1,738
9,522
1,814
151
378
83
106
309,857

MAR
6,255
14,298
6,792
2,770
2,860
2,323
13,405
1,609
22,162
45
45
5,362
64,342
3,753
70,955
89,364
3,843
2,770
1,340
3,485
1,430
1,787
1,340
2,592
1,698
23,458
2,055
11,260
2,145
179
447
98
125
366,393

APR
6,553
14,979
7,115
2,902
2,996
2,434
14,043
1,685
23,217
47
47
5,617
67,405
3,932
74,332
93,618
4,026
2,902
1,404
3,651
1,498
1,872
1,404
2,715
1,779
24,575
2,153
11,796
2,247
187
468
103
131
383,832

MEI
6,672
15,250
7,244
2,955
3,050
2,478
14,297
1,716
23,638
48
48
5,719
68,626
4,003
75,679
95,313
4,098
2,955
1,430
3,717
1,525
1,906
1,430
2,764
1,811
25,020
2,192
12,009
2,288
191
477
105
133
390,785

JUN
4,492
10,266
4,877
1,989
2,053
1,668
9,625
1,155
15,913
32
32
3,850
46,199
2,695
50,947
64,165
2,759
1,989
962
2,502
1,027
1,283
962
1,861
1,219
16,843
1,476
8,085
1,540
128
321
71
90
263,078

JUL
4,385
10,024
4,761
1,942
2,005
1,629
9,397
1,128
15,537
31
31
3,759
45,108
2,631
49,744
62,650
2,694
1,942
940
2,443
1,002
1,253
940
1,817
1,190
16,446
1,441
7,894
1,504
125
313
69
88
256,864

AGS
3,571
8,163
3,877
1,582
1,633
1,327
7,653
918
12,653
26
26
3,061
36,734
2,143
40,509
51,019
2,194
1,582
765
1,990
816
1,020
765
1,480
969
13,393
1,173
6,428
1,224
102
255
56
71
209,179

SEP
4,678
10,692
5,079
2,072
2,138
1,738
10,024
1,203
16,573
33
33
4,010
48,116
2,807
53,061
66,828
2,874
2,072
1,002
2,606
1,069
1,337
1,002
1,938
1,270
17,542
1,537
8,420
1,604
134
334
74
94
273,993

OKT
5,350
12,230
5,809
2,369
2,446
1,987
11,465
1,376
18,956
38
38
4,586
55,033
3,210
60,689
76,435
3,287
2,369
1,147
2,981
1,223
1,529
1,147
2,217
1,452
20,064
1,758
9,631
1,834
153
382
84
107
313,382

NOP
7,491
17,121
8,133
3,317
3,424
2,782
16,051
1,926
26,538
54
54
6,421
77,046
4,494
84,965
107,009
4,601
3,317
1,605
4,173
1,712
2,140
1,605
3,103
2,033
28,090
2,461
13,483
2,568
214
535
118
150
438,735

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
8,561
19,567
9,294
3,791
3,913
3,180
18,344
2,201
30,329
61
61
7,338
88,053
5,136
97,103
122,295
5,259
3,791
1,834
4,770
1,957
2,446
1,834
3,547
2,324
32,103
2,813
15,409
2,935
245
611
135
171
501,411

Lampiran 3.2. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK UREA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Tanaman Pangan
No.
Propinsi
1 NAD
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
42,000
112,000
53,200
15,190
16,000
17,680
45,000
7,740
173,600
250
455
36,000
504,000
33,600
555,800
900,000
32,680
20,150
3,750
30,810
9,920
14,400
11,250
18,560
12,350
170,625
13,800
103,320
16,800
1,260
3,100
528
882
2,976,700

JAN
4,021
10,722
5,093
1,454
1,532
1,692
4,308
741
16,619
24
44
3,446
48,248
3,217
53,206
86,156
3,128
1,929
359
2,949
950
1,379
1,077
1,777
1,182
16,334
1,321
9,891
1,608
121
297
51
84
284,957

FEB
3,174
8,464
4,021
1,148
1,209
1,336
3,401
585
13,120
19
34
2,721
38,090
2,539
42,005
68,017
2,470
1,523
283
2,328
750
1,088
850
1,403
933
12,895
1,043
7,808
1,270
95
234
40
67
224,964

MAR
3,753
10,009
4,754
1,357
1,430
1,580
4,021
692
15,514
22
41
3,217
45,040
3,003
49,669
80,428
2,920
1,801
335
2,753
886
1,287
1,005
1,659
1,104
15,248
1,233
9,233
1,501
113
277
47
79
266,010

APR
3,932
10,485
4,980
1,422
1,498
1,655
4,213
725
16,252
23
43
3,370
47,183
3,146
52,033
84,256
3,059
1,886
351
2,884
929
1,348
1,053
1,738
1,156
15,974
1,292
9,673
1,573
118
290
49
83
278,672

MEI
4,003
10,675
5,071
1,448
1,525
1,685
4,289
738
16,546
24
43
3,431
48,038
3,203
52,975
85,782
3,115
1,921
357
2,937
946
1,373
1,072
1,769
1,177
16,263
1,315
9,848
1,601
120
295
50
84
283,719

JUN
2,695
7,187
3,414
975
1,027
1,134
2,887
497
11,139
16
29
2,310
32,339
2,156
35,663
57,749
2,097
1,293
241
1,977
637
924
722
1,191
792
10,948
885
6,630
1,078
81
199
34
57
191,001

JUL
2,631
7,017
3,333
952
1,002
1,108
2,819
485
10,876
16
29
2,255
31,575
2,105
34,821
56,385
2,047
1,262
235
1,930
621
902
705
1,163
774
10,690
865
6,473
1,053
79
194
33
55
186,490

AGS
2,143
5,714
2,714
775
816
902
2,296
395
8,857
13
23
1,837
25,714
1,714
28,357
45,917
1,667
1,028
191
1,572
506
735
574
947
630
8,705
704
5,271
857
64
158
27
45
151,869

SEP
2,807
7,485
3,555
1,015
1,069
1,182
3,007
517
11,601
17
30
2,406
33,681
2,245
37,143
60,145
2,184
1,347
251
2,059
663
962
752
1,240
825
11,402
922
6,905
1,123
84
207
35
59
198,925

OKT
3,210
8,561
4,066
1,161
1,223
1,351
3,440
592
13,269
19
35
2,752
38,523
2,568
42,482
68,791
2,498
1,540
287
2,355
758
1,101
860
1,419
944
13,042
1,055
7,897
1,284
96
237
40
67
227,523

NOP
4,494
11,985
5,693
1,625
1,712
1,892
4,815
828
18,577
27
49
3,852
53,932
3,595
59,475
96,308
3,497
2,156
401
3,297
1,062
1,541
1,204
1,986
1,322
18,258
1,477
11,056
1,798
135
332
57
94
318,532

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
5,136
13,697
6,506
1,858
1,957
2,162
5,503
947
21,230
31
56
4,403
61,637
4,109
67,972
110,066
3,997
2,464
459
3,768
1,213
1,761
1,376
2,270
1,510
20,867
1,688
12,636
2,055
154
379
65
108
364,037

Lampiran 3.3. Peraturan Menteri Pertanian


NomorNomor
: 69/Permentan/SR.130/11/2012
: 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal
Tanggal
: 30 Nopember
: 30 Nopember
2012 2012
KEBUTUHAN PUPUK UREA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Hortikultura
NO.
PROPINSI
1 NAD
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
3,500
3,800
4,650
4,800
2,600
15,000
1,080
4,960
75
45
3,000
72,000
4,200
55,580
10,000
3,010
2,790
1,200
390
960
1,800
2,610
1,710
23,625
1,150
6,300
3,120
160
600
176
234,891

JAN
335
364
445
460
249
1,436
103
475
7
4
287
6,893
402
5,321
957
288
267
115
37
92
172
250
164
2,262
110
603
299
15
57
17
22,486

FEB
265
287
351
363
196
1,134
82
375
6
3
227
5,441
317
4,200
756
227
211
91
29
73
136
197
129
1,785
87
476
236
12
45
13
17,752

MAR
313
340
416
429
232
1,340
97
443
7
4
268
6,434
375
4,967
894
269
249
107
35
86
161
233
153
2,111
103
563
279
14
54
16
20,991

APR
328
356
435
449
243
1,404
101
464
7
4
281
6,740
393
5,203
936
282
261
112
37
90
169
244
160
2,212
108
590
292
15
56
16
21,990

MEI
334
362
443
458
248
1,430
103
473
7
4
286
6,863
400
5,298
953
287
266
114
37
92
172
249
163
2,252
110
600
297
15
57
17
22,388

JUN
225
244
298
308
167
962
69
318
5
3
192
4,620
269
3,566
642
193
179
77
25
62
115
167
110
1,516
74
404
200
10
38
11
15,072

JUL
219
238
291
301
163
940
68
311
5
3
188
4,511
263
3,482
626
189
175
75
24
60
113
164
107
1,480
72
395
195
10
38
11
14,716

AGS
179
194
237
245
133
765
55
253
4
2
153
3,673
214
2,836
510
154
142
61
20
49
92
133
87
1,205
59
321
159
8
31
9
11,984

SEP
234
254
311
321
174
1,002
72
331
5
3
200
4,812
281
3,714
668
201
186
80
26
64
120
174
114
1,579
77
421
209
11
40
12
15,697

OKT
268
290
355
367
199
1,147
83
379
6
3
229
5,503
321
4,248
764
230
213
92
30
73
138
199
131
1,806
88
482
238
12
46
13
17,954

NOP
375
407
498
514
278
1,605
116
531
8
5
321
7,705
449
5,948
1,070
322
299
128
42
103
193
279
183
2,528
123
674
334
17
64
19
25,135

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
428
465
569
587
318
1,834
132
607
9
6
367
8,805
514
6,797
1,223
368
341
147
48
117
220
319
209
2,889
141
770
382
20
73
22
28,726

Lampiran 3.4. Peraturan Menteri Pertanian


NomorNomor
: 69/Permentan/SR.130/11/2012
: 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal
Tanggal
: 30 Nopember
: 30 Nopember
2012 2012
KEBUTUHAN PUPUK UREA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Perkebunan
NO.
PROPINSI
1 NAD
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
17,500
32,000
11,400
9,610
8,000
3,120
67,500
7,380
57,040
50
15,000
72,000
1,260
142,920
50,000
6,020
6,820
9,600
6,630
4,480
2,600
3,000
6,380
4,180
57,750
5,750
12,600
2,400
520
800
264
518
625,092

JAN
1,675
3,063
1,091
920
766
299
6,462
706
5,460
5
1,436
6,893
121
13,682
4,786
576
653
919
635
429
249
287
611
400
5,528
550
1,206
230
50
77
25
50
59,840

FEB
1,323
2,418
862
726
605
236
5,101
558
4,311
4
1,134
5,441
95
10,801
3,779
455
515
726
501
339
196
227
482
316
4,364
435
952
181
39
60
20
39
47,241

MAR
1,564
2,860
1,019
859
715
279
6,032
660
5,097
4
1,340
6,434
113
12,772
4,468
538
609
858
592
400
232
268
570
374
5,161
514
1,126
214
46
71
24
46
55,861

APR
1,638
2,996
1,067
900
749
292
6,319
691
5,340
5
1,404
6,740
118
13,380
4,681
564
638
899
621
419
243
281
597
391
5,406
538
1,180
225
49
75
25
48
58,520

MEI
1,668
3,050
1,087
916
763
297
6,434
703
5,437
5
1,430
6,863
120
13,622
4,766
574
650
915
632
427
248
286
608
398
5,504
548
1,201
229
50
76
25
49
59,580

JUN
1,123
2,053
731
617
513
200
4,331
474
3,660
3
962
4,620
81
9,171
3,208
386
438
616
425
287
167
192
409
268
3,706
369
808
154
33
51
17
33
40,109

JUL
1,096
2,005
714
602
501
195
4,229
462
3,574
3
940
4,511
79
8,954
3,132
377
427
601
415
281
163
188
400
262
3,618
360
789
150
33
50
17
32
39,162

AGS
893
1,633
582
490
408
159
3,444
377
2,910
3
765
3,673
64
7,292
2,551
307
348
490
338
229
133
153
326
213
2,946
293
643
122
27
41
13
26
31,892

SEP
1,169
2,138
762
642
535
209
4,511
493
3,812
3
1,002
4,812
84
9,551
3,341
402
456
642
443
299
174
200
426
279
3,859
384
842
160
35
53
18
35
41,773

OKT
1,338
2,446
871
735
611
238
5,159
564
4,360
4
1,147
5,503
96
10,924
3,822
460
521
734
507
342
199
229
488
319
4,414
439
963
183
40
61
20
40
47,779

NOP
1,873
3,424
1,220
1,028
856
334
7,223
790
6,104
5
1,605
7,705
135
15,294
5,350
644
730
1,027
709
479
278
321
683
447
6,180
615
1,348
257
56
86
28
55
66,890

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
2,140
3,913
1,394
1,175
978
382
8,255
903
6,976
6
1,834
8,805
154
17,478
6,115
736
834
1,174
811
548
318
367
780
511
7,063
703
1,541
294
64
98
32
63
76,446

Lampiran 3.5. Peraturan Menteri Pertanian


NomorNomor
: 69/Permentan/SR.130/11/2012
: 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal
Tanggal
: 30 Nopember
: 30 Nopember
2012 2012
KEBUTUHAN PUPUK UREA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Peternakan
NO.
PROPINSI
1 NAD
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
7 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
3,500
8,000
3,800
960
1,040
7,500
900
4,960
100
3,000
36,000
2,940
23,820
10,000
860
930
150
390
160
600
150
1,160
190
7,875
1,150
1,260
1,200
20
400
132
123,147

JAN
335
766
364
92
100
718
86
475
10
287
3,446
281
2,280
957
82
89
14
37
15
57
14
111
18
754
110
121
115
2
38
13
11,789

FEB
265
605
287
73
79
567
68
375
8
227
2,721
222
1,800
756
65
70
11
29
12
45
11
88
14
595
87
95
91
2
30
10
9,307

MAR
313
715
340
86
93
670
80
443
9
268
3,217
263
2,129
894
77
83
13
35
14
54
13
104
17
704
103
113
107
2
36
12
11,005

APR
328
749
356
90
97
702
84
464
9
281
3,370
275
2,230
936
81
87
14
37
15
56
14
109
18
737
108
118
112
2
37
12
11,529

MEI
334
763
362
92
99
715
86
473
10
286
3,431
280
2,270
953
82
89
14
37
15
57
14
111
18
751
110
120
114
2
38
13
11,738

JUN
225
513
244
62
67
481
58
318
6
192
2,310
189
1,528
642
55
60
10
25
10
38
10
74
12
505
74
81
77
1
26
8
7,902

JUL
219
501
238
60
65
470
56
311
6
188
2,255
184
1,492
626
54
58
9
24
10
38
9
73
12
493
72
79
75
1
25
8
7,715

AGS
179
408
194
49
53
383
46
253
5
153
1,837
150
1,215
510
44
47
8
20
8
31
8
59
10
402
59
64
61
1
20
7
6,283

SEP
234
535
254
64
70
501
60
331
7
200
2,406
196
1,592
668
57
62
10
26
11
40
10
78
13
526
77
84
80
1
27
9
8,230

OKT
268
611
290
73
79
573
69
379
8
229
2,752
225
1,821
764
66
71
11
30
12
46
11
89
15
602
88
96
92
2
31
10
9,413

NOP
375
856
407
103
111
803
96
531
11
321
3,852
315
2,549
1,070
92
100
16
42
17
64
16
124
20
843
123
135
128
2
43
14
13,178

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
428
978
465
117
127
917
110
607
12
367
4,403
360
2,913
1,223
105
114
18
48
20
73
18
142
23
963
141
154
147
2
49
16
15,060

Lampiran 3.6. Peraturan Menteri Pertanian


NomorNomor
: 69/Permentan/SR.130/11/2012
: 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal
Tanggal
: 30 Nopember
: 30 Nopember
2012 2012
KEBUTUHAN PUPUK UREA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Perikanan Budidaya
NO.
PROPINSI
1 NAD
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
3,500
8,000
3,800
1,550
2,240
1,560
15,000
900
7,440
25
3,000
36,000
15,880
30,000
430
310
300
780
480
600
600
290
570
2,625
1,150
2,520
480
40
100
140,170

JAN
335
766
364
148
214
149
1,436
86
712
2
287
3,446
1,520
2,872
41
30
29
75
46
57
57
28
55
251
110
241
46
4
10
13,418

FEB
265
605
287
117
169
118
1,134
68
562
2
227
2,721
1,200
2,267
32
23
23
59
36
45
45
22
43
198
87
190
36
3
8
10,593

MAR
313
715
340
139
200
139
1,340
80
665
2
268
3,217
1,419
2,681
38
28
27
70
43
54
54
26
51
235
103
225
43
4
9
12,526

APR
328
749
356
145
210
146
1,404
84
697
2
281
3,370
1,487
2,809
40
29
28
73
45
56
56
27
53
246
108
236
45
4
9
13,122

MEI
334
763
362
148
214
149
1,430
86
709
2
286
3,431
1,514
2,859
41
30
29
74
46
57
57
28
54
250
110
240
46
4
10
13,360

JUN
225
513
244
99
144
100
962
58
477
2
192
2,310
1,019
1,925
28
20
19
50
31
38
38
19
37
168
74
162
31
3
6
8,994

JUL
219
501
238
97
140
98
940
56
466
2
188
2,255
995
1,879
27
19
19
49
30
38
38
18
36
164
72
158
30
3
6
8,782

AGS
179
408
194
79
114
80
765
46
380
1
153
1,837
810
1,531
22
16
15
40
24
31
31
15
29
134
59
129
24
2
5
7,151

SEP
234
535
254
104
150
104
1,002
60
497
2
200
2,406
1,061
2,005
29
21
20
52
32
40
40
19
38
175
77
168
32
3
7
9,367

OKT
268
611
290
118
171
119
1,147
69
569
2
229
2,752
1,214
2,293
33
24
23
60
37
46
46
22
44
201
88
193
37
3
8
10,714

NOP
375
856
407
166
240
167
1,605
96
796
3
321
3,852
1,699
3,210
46
33
32
83
51
64
64
31
61
281
123
270
51
4
11
14,999

(Ton)
DES
428
978
465
190
274
191
1,834
110
910
3
367
4,403
1,942
3,669
53
38
37
95
59
73
73
35
70
321
141
308
59
5
12
17,142

Lampiran 3.7. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK SP-36 BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013

NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33

PROPINSI
NAD
SUMATERA UTARA
SUMATERA BARAT
JAMBI
RIAU
BENGKULU
SUMATERA SELATAN
BANGKA BELITUNG
LAMPUNG
KEP. RIAU
DKI. JAKARTA
BANTEN
JAWA BARAT
D.I. YOGYAKARTA
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
BALI
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TIMUR
SULAWESI UTARA
GORONTALO
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI SELATAN
SULAWESI BARAT
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
MALUKU
PAPUA
MALUKU UTARA
PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
23,000
55,000
34,000
20,400
10,200
6,800
40,000
3,400
45,000
50
50
20,400
147,000
3,400
158,000
160,000
2,200
14,000
6,800
9,000
6,000
4,500
1,000
3,400
6,800
40,000
2,000
20,000
4,500
100
2,300
300
400
850,000

JAN
1,965
4,698
2,904
1,743
871
581
3,417
290
3,844
4
4
1,743
12,557
290
13,497
13,668
188
1,196
581
769
513
384
85
290
581
3,417
171
1,709
384
9
196
26
34
72,611

FEB
2,157
5,157
3,188
1,913
956
638
3,751
319
4,219
5
5
1,913
13,783
319
14,814
15,002
206
1,313
638
844
563
422
94
319
638
3,751
188
1,875
422
9
216
28
38
79,698

MAR
2,148
5,138
3,176
1,906
953
635
3,737
318
4,204
5
5
1,906
13,732
318
14,759
14,946
206
1,308
635
841
560
420
93
318
635
3,737
187
1,868
420
9
215
28
37
79,401

APR
2,236
5,346
3,305
1,983
992
661
3,888
331
4,374
5
5
1,983
14,289
331
15,359
15,553
214
1,361
661
875
583
437
97
331
661
3,888
194
1,944
437
10
224
29
39
82,625

MEI
1,964
4,696
2,903
1,742
871
581
3,416
290
3,842
4
4
1,742
12,552
290
13,491
13,662
188
1,195
581
768
512
384
85
290
581
3,416
171
1,708
384
9
196
26
34
72,579

JUN
1,781
4,260
2,634
1,580
790
527
3,098
263
3,486
4
4
1,580
11,386
263
12,238
12,393
170
1,084
527
697
465
349
77
263
527
3,098
155
1,549
349
8
178
23
31
65,838

JUL
1,520
3,634
2,247
1,348
674
449
2,643
225
2,974
3
3
1,348
9,714
225
10,441
10,573
145
925
449
595
396
297
66
225
449
2,643
132
1,322
297
7
152
20
26
56,169

AGS
1,374
3,285
2,030
1,218
609
406
2,389
203
2,687
3
3
1,218
8,779
203
9,436
9,555
131
836
406
537
358
269
60
203
406
2,389
119
1,194
269
6
137
18
24
50,761

SEP
1,529
3,655
2,260
1,356
678
452
2,659
226
2,991
3
3
1,356
9,770
226
10,501
10,634
146
930
452
598
399
299
66
226
452
2,659
133
1,329
299
7
153
20
27
56,493

OKT
1,929
4,613
2,852
1,711
856
570
3,355
285
3,774
4
4
1,711
12,330
285
13,252
13,420
185
1,174
570
755
503
377
84
285
570
3,355
168
1,678
377
8
193
25
34
71,294

NOP
2,324
5,558
3,436
2,062
1,031
687
4,043
344
4,548
5
5
2,062
14,856
344
15,968
16,170
222
1,415
687
910
606
455
101
344
687
4,043
202
2,021
455
10
232
30
40
85,903

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
2,073
4,958
3,065
1,839
920
613
3,606
307
4,057
5
5
1,839
13,252
307
14,244
14,424
198
1,262
613
811
541
406
90
307
613
3,606
180
1,803
406
9
207
27
36
76,628

Lampiran 3.8. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK SP-36 BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Tanaman Pangan
NO.
PROPINSI
1 NAD
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
13,800
38,500
27,200
15,300
4,590
5,100
12,800
2,040
27,000
16
39
14,280
102,900
2,720
118,500
120,000
1,254
9,800
3,808
6,930
3,000
1,845
690
1,938
3,876
22,800
1,400
15,000
3,150
64
1,403
198
336
582,277

JAN
1,179
3,289
2,324
1,307
392
436
1,093
174
2,306
1
3
1,220
8,790
232
10,123
10,251
107
837
325
592
256
158
59
166
331
1,948
120
1,281
269
5
120
17
29
49,741

FEB
1,294
3,610
2,550
1,435
430
478
1,200
191
2,532
2
4
1,339
9,648
255
11,111
11,252
118
919
357
650
281
173
65
182
363
2,138
131
1,406
295
6
132
19
32
54,596

MAR
1,289
3,596
2,541
1,429
429
476
1,196
191
2,522
1
4
1,334
9,612
254
11,069
11,210
117
915
356
647
280
172
64
181
362
2,130
131
1,401
294
6
131
18
31
54,392

APR
1,341
3,742
2,644
1,487
446
496
1,244
198
2,625
2
4
1,388
10,003
264
11,519
11,665
122
953
370
674
292
179
67
188
377
2,216
136
1,458
306
6
136
19
33
56,601

MEI
1,178
3,287
2,323
1,306
392
435
1,093
174
2,305
1
3
1,219
8,786
232
10,118
10,247
107
837
325
592
256
158
59
165
331
1,947
120
1,281
269
5
120
17
29
49,719

JUN
1,069
2,982
2,107
1,185
356
395
991
158
2,091
1
3
1,106
7,970
211
9,179
9,295
97
759
295
537
232
143
53
150
300
1,766
108
1,162
244
5
109
15
26
45,101

JUL
912
2,544
1,797
1,011
303
337
846
135
1,784
1
3
944
6,800
180
7,831
7,930
83
648
252
458
198
122
46
128
256
1,507
93
991
208
4
93
13
22
38,478

AGS
824
2,299
1,624
914
274
305
764
122
1,612
1
2
853
6,145
162
7,077
7,166
75
585
227
414
179
110
41
116
231
1,362
84
896
188
4
84
12
20
34,773

SEP
917
2,559
1,808
1,017
305
339
851
136
1,794
1
3
949
6,839
181
7,876
7,976
83
651
253
461
199
123
46
129
258
1,515
93
997
209
4
93
13
22
38,700

OKT
1,157
3,229
2,281
1,283
385
428
1,074
171
2,265
1
3
1,198
8,631
228
9,939
10,065
105
822
319
581
252
155
58
163
325
1,912
117
1,258
264
5
118
17
28
48,838

NOP
1,395
3,891
2,749
1,546
464
515
1,294
206
2,729
2
4
1,443
10,399
275
11,976
12,128
127
990
385
700
303
186
70
196
392
2,304
141
1,516
318
6
142
20
34
58,846

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
1,244
3,471
2,452
1,379
414
460
1,154
184
2,434
1
3
1,287
9,276
245
10,683
10,818
113
883
343
625
270
166
62
175
349
2,055
126
1,352
284
6
126
18
30
52,492

Lampiran 3.9. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK SP-36 BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Hortikultura
NO.
PROPINSI
1 NAD
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
1,150
1,700
1,020
1,020
340
4,000
102
4,500
20
12
3,060
14,700
408
1,580
1,600
374
560
476
90
540
585
136
340
6,800
200
600
585
25
276
51
46,850

JAN
98
145
87
87
29
342
9
384
2
1
261
1,256
35
135
137
32
48
41
8
46
50
12
29
581
17
51
50
2
24
4
4,002

FEB
108
159
96
96
32
375
10
422
2
1
287
1,378
38
148
150
35
53
45
8
51
55
13
32
638
19
56
55
2
26
5
4,393

MAR
107
159
95
95
32
374
10
420
2
1
286
1,373
38
148
149
35
52
44
8
50
55
13
32
635
19
56
55
2
26
5
4,376

APR
112
165
99
99
33
389
10
437
2
1
297
1,429
40
154
156
36
54
46
9
52
57
13
33
661
19
58
57
2
27
5
4,554

MEI
98
145
87
87
29
342
9
384
2
1
261
1,255
35
135
137
32
48
41
8
46
50
12
29
581
17
51
50
2
24
4
4,000

JUN
89
132
79
79
26
310
8
349
2
1
237
1,139
32
122
124
29
43
37
7
42
45
11
26
527
15
46
45
2
21
4
3,629

JUL
76
112
67
67
22
264
7
297
1
1
202
971
27
104
106
25
37
31
6
36
39
9
22
449
13
40
39
2
18
3
3,096

AGS
69
102
61
61
20
239
6
269
1
1
183
878
24
94
96
22
33
28
5
32
35
8
20
406
12
36
35
1
16
3
2,798

SEP
76
113
68
68
23
266
7
299
1
1
203
977
27
105
106
25
37
32
6
36
39
9
23
452
13
40
39
2
18
3
3,114

OKT
96
143
86
86
29
336
9
377
2
1
257
1,233
34
133
134
31
47
40
8
45
49
11
29
570
17
50
49
2
23
4
3,930

NOP
116
172
103
103
34
404
10
455
2
1
309
1,486
41
160
162
38
57
48
9
55
59
14
34
687
20
61
59
3
28
5
4,735

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
104
153
92
92
31
361
9
406
2
1
276
1,325
37
142
144
34
50
43
8
49
53
12
31
613
18
54
53
2
25
5
4,223

Lampiran 3.10. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK SP-36 BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Perkebunan
NO.
PROPINSI
1 NAD
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
5,750
8,250
2,380
4,080
3,570
1,020
20,000
1,020
11,250
12
1,020
14,700
68
25,280
27,200
462
2,800
1,972
1,620
2,040
1,575
220
1,054
2,040
8,400
200
3,800
450
4
391
51
64
152,743

JAN
491
705
203
349
305
87
1,709
87
961
1
87
1,256
6
2,160
2,324
39
239
168
138
174
135
19
90
174
718
17
325
38
0
33
4
5
13,048

FEB
539
774
223
383
335
96
1,875
96
1,055
1
96
1,378
6
2,370
2,550
43
263
185
152
191
148
21
99
191
788
19
356
42
0
37
5
6
14,322

MAR
537
771
222
381
333
95
1,868
95
1,051
1
95
1,373
6
2,361
2,541
43
262
184
151
191
147
21
98
191
785
19
355
42
0
37
5
6
14,268

APR
559
802
231
397
347
99
1,944
99
1,094
1
99
1,429
7
2,457
2,644
45
272
192
157
198
153
21
102
198
817
19
369
44
0
38
5
6
14,848

MEI
491
704
203
348
305
87
1,708
87
961
1
87
1,255
6
2,159
2,323
39
239
168
138
174
134
19
90
174
717
17
324
38
0
33
4
5
13,042

JUN
445
639
184
316
277
79
1,549
79
871
1
79
1,139
5
1,958
2,107
36
217
153
125
158
122
17
82
158
651
15
294
35
0
30
4
5
11,831

JUL
380
545
157
270
236
67
1,322
67
743
1
67
971
4
1,671
1,797
31
185
130
107
135
104
15
70
135
555
13
251
30
0
26
3
4
10,093

AGS
343
493
142
244
213
61
1,194
61
672
1
61
878
4
1,510
1,624
28
167
118
97
122
94
13
63
122
502
12
227
27
0
23
3
4
9,122

SEP
382
548
158
271
237
68
1,329
68
748
1
68
977
5
1,680
1,808
31
186
131
108
136
105
15
70
136
558
13
253
30
0
26
3
4
10,152

OKT
482
692
200
342
299
86
1,678
86
944
1
86
1,233
6
2,120
2,281
39
235
165
136
171
132
18
88
171
705
17
319
38
0
33
4
5
12,811

NOP
581
834
241
412
361
103
2,021
103
1,137
1
103
1,486
7
2,555
2,749
47
283
199
164
206
159
22
107
206
849
20
384
45
0
40
5
6
15,437

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
518
744
215
368
322
92
1,803
92
1,014
1
92
1,325
6
2,279
2,452
42
252
178
146
184
142
20
95
184
757
18
343
41
0
35
5
6
13,770

Lampiran 3.11. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK SP-36 BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Peternakan
NO.
PROPINSI
1 NAD
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
1,150
2,750
1,020
306
136
1,200
68
1,350
2
1,020
7,350
204
1,580
3,200
22
140
136
90
120
315
70
34
68
400
100
200
225
3
161
23,420

JAN
98
235
87
26
12
103
6
115
0
87
628
17
135
273
2
12
12
8
10
27
6
3
6
34
9
17
19
0
14
2,001

FEB
108
258
96
29
13
113
6
127
0
96
689
19
148
300
2
13
13
8
11
30
7
3
6
38
9
19
21
0
15
2,196

MAR
107
257
95
29
13
112
6
126
0
95
687
19
148
299
2
13
13
8
11
29
7
3
6
37
9
19
21
0
15
2,188

APR
112
267
99
30
13
117
7
131
0
99
714
20
154
311
2
14
13
9
12
31
7
3
7
39
10
19
22
0
16
2,277

MEI
98
235
87
26
12
102
6
115
0
87
628
17
135
273
2
12
12
8
10
27
6
3
6
34
9
17
19
0
14
2,000

JUN
89
213
79
24
11
93
5
105
0
79
569
16
122
248
2
11
11
7
9
24
5
3
5
31
8
15
17
0
12
1,814

JUL
76
182
67
20
9
79
4
89
0
67
486
13
104
211
1
9
9
6
8
21
5
2
4
26
7
13
15
0
11
1,548

AGS
69
164
61
18
8
72
4
81
0
61
439
12
94
191
1
8
8
5
7
19
4
2
4
24
6
12
13
0
10
1,399

SEP
76
183
68
20
9
80
5
90
0
68
488
14
105
213
1
9
9
6
8
21
5
2
5
27
7
13
15
0
11
1,557

OKT
96
231
86
26
11
101
6
113
0
86
616
17
133
268
2
12
11
8
10
26
6
3
6
34
8
17
19
0
14
1,964

NOP
116
278
103
31
14
121
7
136
0
103
743
21
160
323
2
14
14
9
12
32
7
3
7
40
10
20
23
0
16
2,367

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
104
248
92
28
12
108
6
122
0
92
663
18
142
288
2
13
12
8
11
28
6
3
6
36
9
18
20
0
15
2,111

Lampiran 3.12. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK SP-36 BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Perikanan Budidaya
NO.
PROPINSI
SETAHUN
1 NAD
1,150
2 SUMATERA UTARA
5,500
3 SUMATERA BARAT
1,700
4 JAMBI
5 RIAU
714
6 BENGKULU
204
7 SUMATERA SELATAN
2,000
8 BANGKA BELITUNG
170
9 LAMPUNG
900
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
1,020
13 JAWA BARAT
7,350
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
11,060
16 JAWA TIMUR
8,000
17 B A L I
88
18 KALIMANTAN BARAT
700
19 KALIMANTAN TENGAH
408
20 KALIMANTAN SELATAN
270
21 KALIMANTAN TIMUR
300
22 SULAWESI UTARA
180
23 GORONTALO
20
24 SULAWESI TENGAH
238
25 SULAWESI TENGGARA
476
26 SULAWESI SELATAN
1,600
27 SULAWESI BARAT
100
28 NUSA TENGGARA BARAT
400
29 NUSA TENGGARA TIMUR
90
30 MALUKU
4
31 PAPUA
69
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI
44,711

JAN
98
470
145
61
17
171
15
77
87
628
945
683
8
60
35
23
26
15
2
20
41
137
9
34
8
0
6
3,819

FEB
108
516
159
67
19
188
16
84
96
689
1,037
750
8
66
38
25
28
17
2
22
45
150
9
38
8
0
6
4,192

MAR
107
514
159
67
19
187
16
84
95
687
1,033
747
8
65
38
25
28
17
2
22
44
149
9
37
8
0
6
4,177

APR
112
535
165
69
20
194
17
87
99
714
1,075
778
9
68
40
26
29
17
2
23
46
156
10
39
9
0
7
4,346

MEI
98
470
145
61
17
171
15
77
87
628
944
683
8
60
35
23
26
15
2
20
41
137
9
34
8
0
6
3,818

JUN
89
426
132
55
16
155
13
70
79
569
857
620
7
54
32
21
23
14
2
18
37
124
8
31
7
0
5
3,463

JUL
76
363
112
47
13
132
11
59
67
486
731
529
6
46
27
18
20
12
1
16
31
106
7
26
6
0
5
2,955

AGS
69
328
102
43
12
119
10
54
61
439
660
478
5
42
24
16
18
11
1
14
28
96
6
24
5
0
4
2,670

SEP
76
366
113
47
14
133
11
60
68
488
735
532
6
47
27
18
20
12
1
16
32
106
7
27
6
0
5
2,972

OKT
96
461
143
60
17
168
14
75
86
616
928
671
7
59
34
23
25
15
2
20
40
134
8
34
8
0
6
3,750

NOP
116
556
172
72
21
202
17
91
103
743
1,118
809
9
71
41
27
30
18
2
24
48
162
10
40
9
0
7
4,519

(Ton)
DES
104
496
153
64
18
180
15
81
92
663
997
721
8
63
37
24
27
16
2
21
43
144
9
36
8
0
6
4,031

Lampiran 3.13. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK ZA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013

NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33

PROPINSI
NAD
SUMATERA UTARA
SUMATERA BARAT
JAMBI
RIAU
BENGKULU
SUMATERA SELATAN
BANGKA BELITUNG
LAMPUNG
KEP. RIAU
DKI. JAKARTA
BANTEN
JAWA BARAT
D.I. YOGYAKARTA
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
BALI
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TIMUR
SULAWESI UTARA
GORONTALO
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI SELATAN
SULAWESI BARAT
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
MALUKU
PAPUA
MALUKU UTARA
PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
12,000
57,000
16,000
6,700
7,800
4,400
10,000
2,000
23,300
50
50
1,500
72,000
10,000
200,000
464,000
6,500
3,500
1,500
2,200
2,700
700
700
10,720
4,200
60,000
150
7,500
10,000
1,900
120
600
210
1,000,000

JAN
1,092
5,187
1,456
610
710
400
910
182
2,120
5
5
137
6,552
910
18,200
42,224
592
319
137
200
246
64
64
976
382
5,460
14
683
910
173
11
55
19
91,000

FEB
1,008
4,788
1,344
563
655
370
840
168
1,957
4
4
126
6,048
840
16,800
38,976
546
294
126
185
227
59
59
900
353
5,040
13
630
840
160
10
50
18
84,000

MAR
996
4,731
1,328
556
647
365
830
166
1,934
4
4
125
5,976
830
16,600
38,512
540
291
125
183
224
58
58
890
349
4,980
12
623
830
158
10
50
17
83,000

APR
1,116
5,301
1,488
623
725
409
930
186
2,167
5
5
140
6,696
930
18,600
43,152
605
326
140
205
251
65
65
997
391
5,580
14
698
930
177
11
56
20
93,000

MEI
1,008
4,788
1,344
563
655
370
840
168
1,957
4
4
126
6,048
840
16,800
38,976
546
294
126
185
227
59
59
900
353
5,040
13
630
840
160
10
50
18
84,000

JUN
936
4,446
1,248
523
608
343
780
156
1,817
4
4
117
5,616
780
15,600
36,192
507
273
117
172
211
55
55
836
328
4,680
12
585
780
148
9
47
16
78,000

JUL
924
4,389
1,232
516
601
339
770
154
1,794
4
4
116
5,544
770
15,400
35,728
501
270
116
169
208
54
54
825
323
4,620
12
578
770
146
9
46
16
77,000

AGS
900
4,275
1,200
503
585
330
750
150
1,748
4
4
113
5,400
750
15,000
34,800
488
263
113
165
203
53
53
804
315
4,500
11
563
750
143
9
45
16
75,000

SEP
936
4,446
1,248
523
608
343
780
156
1,817
4
4
117
5,616
780
15,600
36,192
507
273
117
172
211
55
55
836
328
4,680
12
585
780
148
9
47
16
78,000

OKT
960
4,560
1,280
536
624
352
800
160
1,864
4
4
120
5,760
800
16,000
37,120
520
280
120
176
216
56
56
858
336
4,800
12
600
800
152
10
48
17
80,000

NOP
1,056
5,016
1,408
590
686
387
880
176
2,050
4
4
132
6,336
880
17,600
40,832
572
308
132
194
238
62
62
943
370
5,280
13
660
880
167
11
53
18
88,000

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
1,068
5,073
1,424
596
694
392
890
178
2,074
4
4
134
6,408
890
17,800
41,296
579
312
134
196
240
62
62
954
374
5,340
13
668
890
169
11
53
19
89,000

Lampiran 3.14. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK ZA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Tanaman Pangan
NO.
PROPINSI
1
NAD
2
SUMATERA UTARA
3
SUMATERA BARAT
4
JAMBI
5
RIAU
6
BENGKULU
7
SUMATERA SELATAN
8
BANGKA BELITUNG
9
LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
7,698
36,565
10,264
4,298
5,004
2,823
6,415
1,283
14,947
32
32
962
46,187
6,415
128,297
297,649
4,170
2,245
962
1,411
1,732
449
449
6,877
2,694
38,489
96
4,811
6,415
1,219
77
385
135
641,486

JAN
701
3,327
934
391
455
257
584
117
1,360
3
3
88
4,203
584
11,675
27,086
379
204
88
128
158
41
41
626
245
3,503
9
438
584
111
7
35
12
58,375

FEB
647
3,071
862
361
420
237
539
108
1,256
3
3
81
3,880
539
10,777
25,003
350
189
81
119
145
38
38
578
226
3,233
8
404
539
102
6
32
11
53,885

MAR
639
3,035
852
357
415
234
532
106
1,241
3
3
80
3,834
532
10,649
24,705
346
186
80
117
144
37
37
571
224
3,195
8
399
532
101
6
32
11
53,243

APR
716
3,401
955
400
465
262
597
119
1,390
3
3
89
4,295
597
11,932
27,681
388
209
89
131
161
42
42
640
251
3,579
9
447
597
113
7
36
13
59,658

MEI
647
3,071
862
361
420
237
539
108
1,256
3
3
81
3,880
539
10,777
25,003
350
189
81
119
145
38
38
578
226
3,233
8
404
539
102
6
32
11
53,885

JUN
600
2,852
801
335
390
220
500
100
1,166
3
3
75
3,603
500
10,007
23,217
325
175
75
110
135
35
35
536
210
3,002
8
375
500
95
6
30
11
50,036

JUL
593
2,815
790
331
385
217
494
99
1,151
2
2
74
3,556
494
9,879
22,919
321
173
74
109
133
35
35
530
207
2,964
7
370
494
94
6
30
10
49,394

AGS
577
2,742
770
322
375
212
481
96
1,121
2
2
72
3,464
481
9,622
22,324
313
168
72
106
130
34
34
516
202
2,887
7
361
481
91
6
29
10
48,111

SEP
600
2,852
801
335
390
220
500
100
1,166
3
3
75
3,603
500
10,007
23,217
325
175
75
110
135
35
35
536
210
3,002
8
375
500
95
6
30
11
50,036

OKT
616
2,925
821
344
400
226
513
103
1,196
3
3
77
3,695
513
10,264
23,812
334
180
77
113
139
36
36
550
216
3,079
8
385
513
98
6
31
11
51,319

NOP
677
3,218
903
378
440
248
565
113
1,315
3
3
85
4,064
565
11,290
26,193
367
198
85
124
152
40
40
605
237
3,387
8
423
565
107
7
34
12
56,451

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
685
3,254
913
383
445
251
571
114
1,330
3
3
86
4,111
571
11,418
26,491
371
200
86
126
154
40
40
612
240
3,426
9
428
571
108
7
34
12
57,092

Lampiran 3.15. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK ZA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Hortikultura
NO.
PROPINSI
1
NAD
2
SUMATERA UTARA
3
SUMATERA BARAT
4
JAMBI
5
RIAU
6
BENGKULU
7
SUMATERA SELATAN
8
BANGKA BELITUNG
9
LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
589
2,796
785
329
383
216
491
98
1,143
2.45
2.45
74
3,532
491
9,810
22,759
319
172
74
108
132
34
34
526
206
2,943
7
368
491
93
6
29
10
49,050

JAN
54
254
71
30
35
20
45
9
104
0.22
0.22
7
321
45
893
2,071
29
16
7
10
12
3
3
48
19
268
1
33
45
8
1
3
1
4,464

FEB
49
235
66
28
32
18
41
8
96
0.21
0.21
6
297
41
824
1,912
27
14
6
9
11
3
3
44
17
247
1
31
41
8
0
2
1
4,120

MAR
49
232
65
27
32
18
41
8
95
0.20
0.20
6
293
41
814
1,889
26
14
6
9
11
3
3
44
17
244
1
31
41
8
0
2
1
4,071

APR
55
260
73
31
36
20
46
9
106
0.23
0.23
7
328
46
912
2,117
30
16
7
10
12
3
3
49
19
274
1
34
46
9
1
3
1
4,562

MEI
49
235
66
28
32
18
41
8
96
0.21
0.21
6
297
41
824
1,912
27
14
6
9
11
3
3
44
17
247
1
31
41
8
0
2
1
4,120

JUN
46
218
61
26
30
17
38
8
89
0.19
0.19
6
275
38
765
1,775
25
13
6
8
10
3
3
41
16
230
1
29
38
7
0
2
1
3,826

JUL
45
215
60
25
29
17
38
8
88
0.19
0.19
6
272
38
755
1,752
25
13
6
8
10
3
3
40
16
227
1
28
38
7
0
2
1
3,777

AGS
44
210
59
25
29
16
37
7
86
0.18
0.18
6
265
37
736
1,707
24
13
6
8
10
3
3
39
15
221
1
28
37
7
0
2
1
3,679

SEP
46
218
61
26
30
17
38
8
89
0.19
0.19
6
275
38
765
1,775
25
13
6
8
10
3
3
41
16
230
1
29
38
7
0
2
1
3,826

OKT
47
224
63
26
31
17
39
8
91
0.20
0.20
6
283
39
785
1,821
26
14
6
9
11
3
3
42
16
235
1
29
39
7
0
2
1
3,924

NOP
52
246
69
29
34
19
43
9
101
0.22
0.22
6
311
43
863
2,003
28
15
6
9
12
3
3
46
18
259
1
32
43
8
1
3
1
4,316

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
52
249
70
29
34
19
44
9
102
0.22
0.22
7
314
44
873
2,026
28
15
7
10
12
3
3
47
18
262
1
33
44
8
1
3
1
4,365

Lampiran 3.16. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK ZA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Perkebunan
NO.
PROPINSI
1
NAD
2
SUMATERA UTARA
3
SUMATERA BARAT
4
JAMBI
5
RIAU
6
BENGKULU
7
SUMATERA SELATAN
8
BANGKA BELITUNG
9
LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
3,360
15,961
4,480
1,876
2,184
1,232
2,800
560
6,524
14
14
420
20,161
2,800
56,002
129,925
1,820
980
420
616
756
196
196
3,002
1,176
16,801
42
2,100
2,800
532
34
168
59
280,010

JAN
306
1,452
408
171
199
112
255
51
594
1
1
38
1,835
255
5,096
11,823
166
89
38
56
69
18
18
273
107
1,529
4
191
255
48
3
15
5
25,481

FEB
282
1,341
376
158
183
103
235
47
548
1
1
35
1,694
235
4,704
10,914
153
82
35
52
64
16
16
252
99
1,411
4
176
235
45
3
14
5
23,521

MAR
279
1,325
372
156
181
102
232
46
542
1
1
35
1,673
232
4,648
10,784
151
81
35
51
63
16
16
249
98
1,394
3
174
232
44
3
14
5
23,241

APR
312
1,484
417
174
203
115
260
52
607
1
1
39
1,875
260
5,208
12,083
169
91
39
57
70
18
18
279
109
1,562
4
195
260
49
3
16
5
26,041

MEI
282
1,341
376
158
183
103
235
47
548
1
1
35
1,694
235
4,704
10,914
153
82
35
52
64
16
16
252
99
1,411
4
176
235
45
3
14
5
23,521

JUN
262
1,245
349
146
170
96
218
44
509
1
1
33
1,573
218
4,368
10,134
142
76
33
48
59
15
15
234
92
1,310
3
164
218
41
3
13
5
21,841

JUL
259
1,229
345
144
168
95
216
43
502
1
1
32
1,552
216
4,312
10,004
140
75
32
47
58
15
15
231
91
1,294
3
162
216
41
3
13
5
21,561

AGS
252
1,197
336
141
164
92
210
42
489
1
1
32
1,512
210
4,200
9,744
137
74
32
46
57
15
15
225
88
1,260
3
158
210
40
3
13
4
21,001

SEP
262
1,245
349
146
170
96
218
44
509
1
1
33
1,573
218
4,368
10,134
142
76
33
48
59
15
15
234
92
1,310
3
164
218
41
3
13
5
21,841

OKT
269
1,277
358
150
175
99
224
45
522
1
1
34
1,613
224
4,480
10,394
146
78
34
49
60
16
16
240
94
1,344
3
168
224
43
3
13
5
22,401

NOP
296
1,405
394
165
192
108
246
49
574
1
1
37
1,774
246
4,928
11,433
160
86
37
54
67
17
17
264
103
1,478
4
185
246
47
3
15
5
24,641

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
299
1,420
399
167
194
110
249
50
581
1
1
37
1,794
249
4,984
11,563
162
87
37
55
67
17
17
267
105
1,495
4
187
249
47
3
15
5
24,921

Lampiran 3.17. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK ZA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Peternakan
NO.
PROPINSI
1
NAD
2
SUMATERA UTARA
3
SUMATERA BARAT
4
JAMBI
5
RIAU
6
BENGKULU
7
SUMATERA SELATAN
8
BANGKA BELITUNG
9
LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
299
1,418
398
167
194
109
249
50
580
1
1
37
1,792
249
4,977
11,546
162
87
37
55
67
17
17
267
105
1,493
4
187
249
47
3
15
5
24,883

JAN
27
129
36
15
18
10
23
5
53
0
0
3
163
23
453
1,051
15
8
3
5
6
2
2
24
10
136
0
17
23
4
0
1
0
2,264

FEB
25
119
33
14
16
9
21
4
49
0
0
3
150
21
418
970
14
7
3
5
6
1
1
22
9
125
0
16
21
4
0
1
0
2,090

MAR
25
118
33
14
16
9
21
4
48
0
0
3
149
21
413
958
13
7
3
5
6
1
1
22
9
124
0
15
21
4
0
1
0
2,065

APR
28
132
37
16
18
10
23
5
54
0
0
3
167
23
463
1,074
15
8
3
5
6
2
2
25
10
139
0
17
23
4
0
1
0
2,314

MEI
25
119
33
14
16
9
21
4
49
0
0
3
150
21
418
970
14
7
3
5
6
1
1
22
9
125
0
16
21
4
0
1
0
2,090

JUN
23
111
31
13
15
9
19
4
45
0
0
3
140
19
388
901
13
7
3
4
5
1
1
21
8
116
0
15
19
4
0
1
0
1,941

JUL
23
109
31
13
15
8
19
4
45
0
0
3
138
19
383
889
12
7
3
4
5
1
1
21
8
115
0
14
19
4
0
1
0
1,916

AGS
22
106
30
13
15
8
19
4
43
0
0
3
134
19
373
866
12
7
3
4
5
1
1
20
8
112
0
14
19
4
0
1
0
1,866

SEP
23
111
31
13
15
9
19
4
45
0
0
3
140
19
388
901
13
7
3
4
5
1
1
21
8
116
0
15
19
4
0
1
0
1,941

OKT
24
113
32
13
16
9
20
4
46
0
0
3
143
20
398
924
13
7
3
4
5
1
1
21
8
119
0
15
20
4
0
1
0
1,991

NOP
26
125
35
15
17
10
22
4
51
0
0
3
158
22
438
1,016
14
8
3
5
6
2
2
23
9
131
0
16
22
4
0
1
0
2,190

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
27
126
35
15
17
10
22
4
52
0
0
3
159
22
443
1,028
14
8
3
5
6
2
2
24
9
133
0
17
22
4
0
1
0
2,215

Lampiran 3.18. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK ZA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Perikanan Budidaya
NO.
PROPINSI
1
NAD
2
SUMATERA UTARA
3
SUMATERA BARAT
4
JAMBI
5
RIAU
6
BENGKULU
7
SUMATERA SELATAN
8
BANGKA BELITUNG
9
LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

Setahun
55
261
73
31
36
20
46
9
107
0
0
7
329
46
914
2,121
30
16
7
10
12
3
3
49
19
274
1
34
46
9
1
3
1
4,571

Jan
5
24
7
3
3
2
4
1
10
0
0
1
30
4
83
193
3
1
1
1
1
0
0
4
2
25
0
3
4
1
0
0
0
416

Feb
5
22
6
3
3
2
4
1
9
0
0
1
28
4
77
178
2
1
1
1
1
0
0
4
2
23
0
3
4
1
0
0
0
384

Mar
5
22
6
3
3
2
4
1
9
0
0
1
27
4
76
176
2
1
1
1
1
0
0
4
2
23
0
3
4
1
0
0
0
379

Apr
5
24
7
3
3
2
4
1
10
0
0
1
31
4
85
197
3
1
1
1
1
0
0
5
2
26
0
3
4
1
0
0
0
425

Mei
5
22
6
3
3
2
4
1
9
0
0
1
28
4
77
178
2
1
1
1
1
0
0
4
2
23
0
3
4
1
0
0
0
384

Jun
4
20
6
2
3
2
4
1
8
0
0
1
26
4
71
165
2
1
1
1
1
0
0
4
1
21
0
3
4
1
0
0
0
357

Jul
4
20
6
2
3
2
4
1
8
0
0
1
25
4
70
163
2
1
1
1
1
0
0
4
1
21
0
3
4
1
0
0
0
352

Ags
4
20
5
2
3
2
3
1
8
0
0
1
25
3
69
159
2
1
1
1
1
0
0
4
1
21
0
3
3
1
0
0
0
343

Sep
4
20
6
2
3
2
4
1
8
0
0
1
26
4
71
165
2
1
1
1
1
0
0
4
1
21
0
3
4
1
0
0
0
357

Okt
4
21
6
2
3
2
4
1
9
0
0
1
26
4
73
170
2
1
1
1
1
0
0
4
2
22
0
3
4
1
0
0
0
366

Nop
5
23
6
3
3
2
4
1
9
0
0
1
29
4
80
187
3
1
1
1
1
0
0
4
2
24
0
3
4
1
0
0
0
402

(Ton)
Des
5
23
7
3
3
2
4
1
9
0
0
1
29
4
81
189
3
1
1
1
1
0
0
4
2
24
0
3
4
1
0
0
0
407

Lampiran 3.19. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK NPK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013

NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33

PROPINSI
NAD
SUMATERA UTARA
SUMATERA BARAT
JAMBI
RIAU
BENGKULU
SUMATERA SELATAN
BANGKA BELITUNG
LAMPUNG
KEP. RIAU
DKI. JAKARTA
BANTEN
JAWA BARAT
D.I. YOGYAKARTA
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
BALI
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TIMUR
SULAWESI UTARA
GORONTALO
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI SELATAN
SULAWESI BARAT
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
MALUKU
PAPUA
MALUKU UTARA
PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

2000000
SETAHUN
44,000
125,000
52,000
42,000
42,000
32,000
175,000
20,000
152,000
500
500
26,000
350,000
32,000
400,000
580,000
27,000
23,000
25,000
24,000
21,000
12,000
13,000
22,000
15,000
80,000
13,000
30,000
11,000
1,800
6,000
1,700
1,500
2,400,000

JAN
4,004
11,375
4,732
3,822
3,822
2,912
15,925
1,820
13,832
46
46
2,366
31,850
2,912
36,400
52,780
2,457
2,093
2,275
2,184
1,911
1,092
1,183
2,002
1,365
7,280
1,183
2,730
1,001
164
546
155
137
218,400

FEB
3,696
10,500
4,368
3,528
3,528
2,688
14,700
1,680
12,768
42
42
2,184
29,400
2,688
33,600
48,720
2,268
1,932
2,100
2,016
1,764
1,008
1,092
1,848
1,260
6,720
1,092
2,520
924
151
504
143
126
201,600

MAR
3,652
10,375
4,316
3,486
3,486
2,656
14,525
1,660
12,616
42
42
2,158
29,050
2,656
33,200
48,140
2,241
1,909
2,075
1,992
1,743
996
1,079
1,826
1,245
6,640
1,079
2,490
913
149
498
141
125
199,200

APR
4,092
11,625
4,836
3,906
3,906
2,976
16,275
1,860
14,136
47
47
2,418
32,550
2,976
37,200
53,940
2,511
2,139
2,325
2,232
1,953
1,116
1,209
2,046
1,395
7,440
1,209
2,790
1,023
167
558
158
140
223,200

MEI
3,696
10,500
4,368
3,528
3,528
2,688
14,700
1,680
12,768
42
42
2,184
29,400
2,688
33,600
48,720
2,268
1,932
2,100
2,016
1,764
1,008
1,092
1,848
1,260
6,720
1,092
2,520
924
151
504
143
126
201,600

JUN
3,432
9,750
4,056
3,276
3,276
2,496
13,650
1,560
11,856
39
39
2,028
27,300
2,496
31,200
45,240
2,106
1,794
1,950
1,872
1,638
936
1,014
1,716
1,170
6,240
1,014
2,340
858
140
468
133
117
187,200

JUL
3,388
9,625
4,004
3,234
3,234
2,464
13,475
1,540
11,704
39
39
2,002
26,950
2,464
30,800
44,660
2,079
1,771
1,925
1,848
1,617
924
1,001
1,694
1,155
6,160
1,001
2,310
847
139
462
131
116
184,800

AGS
3,300
9,375
3,900
3,150
3,150
2,400
13,125
1,500
11,400
38
38
1,950
26,250
2,400
30,000
43,500
2,025
1,725
1,875
1,800
1,575
900
975
1,650
1,125
6,000
975
2,250
825
135
450
128
113
180,000

SEP
3,432
9,750
4,056
3,276
3,276
2,496
13,650
1,560
11,856
39
39
2,028
27,300
2,496
31,200
45,240
2,106
1,794
1,950
1,872
1,638
936
1,014
1,716
1,170
6,240
1,014
2,340
858
140
468
133
117
187,200

OKT
3,520
10,000
4,160
3,360
3,360
2,560
14,000
1,600
12,160
40
40
2,080
28,000
2,560
32,000
46,400
2,160
1,840
2,000
1,920
1,680
960
1,040
1,760
1,200
6,400
1,040
2,400
880
144
480
136
120
192,000

NOP
3,872
11,000
4,576
3,696
3,696
2,816
15,400
1,760
13,376
44
44
2,288
30,800
2,816
35,200
51,040
2,376
2,024
2,200
2,112
1,848
1,056
1,144
1,936
1,320
7,040
1,144
2,640
968
158
528
150
132
211,200

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
3,916
11,125
4,628
3,738
3,738
2,848
15,575
1,780
13,528
45
45
2,314
31,150
2,848
35,600
51,620
2,403
2,047
2,225
2,136
1,869
1,068
1,157
1,958
1,335
7,120
1,157
2,670
979
160
534
151
134
213,600

Lampiran 3.20. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK NPK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Tanaman Pangan
NO.
PROPINSI
1 NAD
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

10.036
SETAHUN
29,852
84,807
35,280
28,495
28,495
21,711
118,730
13,569
103,125
339
339
17,640
237,460
21,711
271,382
393,504
18,318
15,604
16,961
16,283
14,248
8,141
8,820
14,926
10,177
54,276
8,820
20,354
7,463
1,221
4,071
1,153
1,018
1,628,294

JAN
2,717
7,717
3,210
2,593
2,593
1,976
10,804
1,235
9,384
31
31
1,605
21,609
1,976
24,696
35,809
1,667
1,420
1,543
1,482
1,297
741
803
1,358
926
4,939
803
1,852
679
111
370
105
93
148,175

FEB
2,508
7,124
2,963
2,394
2,394
1,824
9,973
1,140
8,663
28
28
1,482
19,947
1,824
22,796
33,054
1,539
1,311
1,425
1,368
1,197
684
741
1,254
855
4,559
741
1,710
627
103
342
97
85
136,777

MAR
2,478
7,039
2,928
2,365
2,365
1,802
9,855
1,126
8,559
28
28
1,464
19,709
1,802
22,525
32,661
1,520
1,295
1,408
1,351
1,183
676
732
1,239
845
4,505
732
1,689
619
101
338
96
84
135,148

APR
2,776
7,887
3,281
2,650
2,650
2,019
11,042
1,262
9,591
32
32
1,641
22,084
2,019
25,239
36,596
1,704
1,451
1,577
1,514
1,325
757
820
1,388
946
5,048
820
1,893
694
114
379
107
95
151,431

MEI
2,508
7,124
2,963
2,394
2,394
1,824
9,973
1,140
8,663
28
28
1,482
19,947
1,824
22,796
33,054
1,539
1,311
1,425
1,368
1,197
684
741
1,254
855
4,559
741
1,710
627
103
342
97
85
136,777

JUN
2,328
6,615
2,752
2,223
2,223
1,693
9,261
1,058
8,044
26
26
1,376
18,522
1,693
21,168
30,693
1,429
1,217
1,323
1,270
1,111
635
688
1,164
794
4,234
688
1,588
582
95
318
90
79
127,007

JUL
2,299
6,530
2,717
2,194
2,194
1,672
9,142
1,045
7,941
26
26
1,358
18,284
1,672
20,896
30,300
1,411
1,202
1,306
1,254
1,097
627
679
1,149
784
4,179
679
1,567
575
94
313
89
78
125,379

AGS
2,239
6,361
2,646
2,137
2,137
1,628
8,905
1,018
7,734
25
25
1,323
17,809
1,628
20,354
29,513
1,374
1,170
1,272
1,221
1,069
611
661
1,119
763
4,071
661
1,527
560
92
305
87
76
122,122

SEP
2,328
6,615
2,752
2,223
2,223
1,693
9,261
1,058
8,044
26
26
1,376
18,522
1,693
21,168
30,693
1,429
1,217
1,323
1,270
1,111
635
688
1,164
794
4,234
688
1,588
582
95
318
90
79
127,007

OKT
2,388
6,785
2,822
2,280
2,280
1,737
9,498
1,086
8,250
27
27
1,411
18,997
1,737
21,711
31,480
1,465
1,248
1,357
1,303
1,140
651
706
1,194
814
4,342
706
1,628
597
98
326
92
81
130,264

NOP
2,627
7,463
3,105
2,508
2,508
1,911
10,448
1,194
9,075
30
30
1,552
20,896
1,911
23,882
34,628
1,612
1,373
1,493
1,433
1,254
716
776
1,313
896
4,776
776
1,791
657
107
358
101
90
143,290

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
2,657
7,548
3,140
2,536
2,536
1,932
10,567
1,208
9,178
30
30
1,570
21,134
1,932
24,153
35,022
1,630
1,389
1,510
1,449
1,268
725
785
1,328
906
4,831
785
1,811
664
109
362
103
91
144,918

Lampiran 3.21. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK NPK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Hortikultura
NO.
PROPINSI
1 NAD
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

19.196
SETAHUN
4,416
12,545
5,219
4,215
4,215
3,211
17,563
2,007
15,254
50
50
2,609
35,125
3,211
40,143
58,208
2,710
2,308
2,509
2,409
2,108
1,204
1,305
2,208
1,505
8,029
1,305
3,011
1,104
181
602
171
151
240,859

JAN
402
1,142
475
384
384
292
1,598
183
1,388
5
5
237
3,196
292
3,653
5,297
247
210
228
219
192
110
119
201
137
731
119
274
100
16
55
16
14
21,918

FEB
371
1,054
438
354
354
270
1,475
169
1,281
4
4
219
2,951
270
3,372
4,889
228
194
211
202
177
101
110
185
126
674
110
253
93
15
51
14
13
20,232

MAR
367
1,041
433
350
350
267
1,458
167
1,266
4
4
217
2,915
267
3,332
4,831
225
192
208
200
175
100
108
183
125
666
108
250
92
15
50
14
12
19,991

APR
411
1,167
485
392
392
299
1,633
187
1,419
5
5
243
3,267
299
3,733
5,413
252
215
233
224
196
112
121
205
140
747
121
280
103
17
56
16
14
22,400

MEI
371
1,054
438
354
354
270
1,475
169
1,281
4
4
219
2,951
270
3,372
4,889
228
194
211
202
177
101
110
185
126
674
110
253
93
15
51
14
13
20,232

JUN
344
978
407
329
329
250
1,370
157
1,190
4
4
204
2,740
250
3,131
4,540
211
180
196
188
164
94
102
172
117
626
102
235
86
14
47
13
12
18,787

JUL
340
966
402
325
325
247
1,352
155
1,175
4
4
201
2,705
247
3,091
4,482
209
178
193
185
162
93
100
170
116
618
100
232
85
14
46
13
12
18,546

AGS
331
941
391
316
316
241
1,317
151
1,144
4
4
196
2,634
241
3,011
4,366
203
173
188
181
158
90
98
166
113
602
98
226
83
14
45
13
11
18,064

SEP
344
978
407
329
329
250
1,370
157
1,190
4
4
204
2,740
250
3,131
4,540
211
180
196
188
164
94
102
172
117
626
102
235
86
14
47
13
12
18,787

OKT
353
1,004
417
337
337
257
1,405
161
1,220
4
4
209
2,810
257
3,211
4,657
217
185
201
193
169
96
104
177
120
642
104
241
88
14
48
14
12
19,269

NOP
389
1,104
459
371
371
283
1,546
177
1,342
4
4
230
3,091
283
3,533
5,122
238
203
221
212
185
106
115
194
132
707
115
265
97
16
53
15
13
21,196

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
393
1,116
464
375
375
286
1,563
179
1,358
4
4
232
3,126
286
3,573
5,180
241
205
223
214
188
107
116
197
134
715
116
268
98
16
54
15
13
21,436

Lampiran 3.22. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK NPK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Perkebunan
NO.
PROPINSI
1 NAD
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

1.850
SETAHUN
8,446
23,995
9,982
8,062
8,062
6,143
33,594
3,839
29,178
96
96
4,991
67,187
6,143
76,785
111,339
5,183
4,415
4,799
4,607
4,031
2,304
2,496
4,223
2,879
15,357
2,496
5,759
2,112
346
1,152
326
288
460,712

JAN
769
2,184
908
734
734
559
3,057
349
2,655
9
9
454
6,114
559
6,987
10,132
472
402
437
419
367
210
227
384
262
1,397
227
524
192
31
105
30
26
41,925

FEB
709
2,016
838
677
677
516
2,822
322
2,451
8
8
419
5,644
516
6,450
9,352
435
371
403
387
339
193
210
355
242
1,290
210
484
177
29
97
27
24
38,700

MAR
701
1,992
829
669
669
510
2,788
319
2,422
8
8
414
5,577
510
6,373
9,241
430
366
398
382
335
191
207
351
239
1,275
207
478
175
29
96
27
24
38,239

APR
786
2,232
928
750
750
571
3,124
357
2,714
9
9
464
6,248
571
7,141
10,355
482
411
446
428
375
214
232
393
268
1,428
232
536
196
32
107
30
27
42,846

MEI
709
2,016
838
677
677
516
2,822
322
2,451
8
8
419
5,644
516
6,450
9,352
435
371
403
387
339
193
210
355
242
1,290
210
484
177
29
97
27
24
38,700

JUN
659
1,872
779
629
629
479
2,620
299
2,276
7
7
389
5,241
479
5,989
8,684
404
344
374
359
314
180
195
329
225
1,198
195
449
165
27
90
25
22
35,936

JUL
650
1,848
769
621
621
473
2,587
296
2,247
7
7
384
5,173
473
5,912
8,573
399
340
370
355
310
177
192
325
222
1,182
192
443
163
27
89
25
22
35,475

AGS
633
1,800
749
605
605
461
2,520
288
2,188
7
7
374
5,039
461
5,759
8,350
389
331
360
346
302
173
187
317
216
1,152
187
432
158
26
86
24
22
34,553

SEP
659
1,872
779
629
629
479
2,620
299
2,276
7
7
389
5,241
479
5,989
8,684
404
344
374
359
314
180
195
329
225
1,198
195
449
165
27
90
25
22
35,936

OKT
676
1,920
799
645
645
491
2,687
307
2,334
8
8
399
5,375
491
6,143
8,907
415
353
384
369
322
184
200
338
230
1,229
200
461
169
28
92
26
23
36,857

NOP
743
2,112
878
709
709
541
2,956
338
2,568
8
8
439
5,912
541
6,757
9,798
456
389
422
405
355
203
220
372
253
1,351
220
507
186
30
101
29
25
40,543

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
752
2,136
888
718
718
547
2,990
342
2,597
9
9
444
5,980
547
6,834
9,909
461
393
427
410
359
205
222
376
256
1,367
222
513
188
31
103
29
26
41,003

Lampiran 3.23. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK NPK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
1.072
Sub Sektor : Peternakan
NO.
PROPINSI
1 NAD
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

Setahun
814
2,313
962
777
777
592
3,238
370
2,812
9
9
481
6,475
592
7,400
10,731
500
426
463
444
389
222
241
407
278
1,480
241
555
204
33
111
31
28
44,402

Jan
74
210
88
71
71
54
295
34
256
1
1
44
589
54
673
976
45
39
42
40
35
20
22
37
25
135
22
51
19
3
10
3
3
4,041

Feb
68
194
81
65
65
50
272
31
236
1
1
40
544
50
622
901
42
36
39
37
33
19
20
34
23
124
20
47
17
3
9
3
2
3,730

Mar
68
192
80
64
64
49
269
31
233
1
1
40
537
49
614
891
41
35
38
37
32
18
20
34
23
123
20
46
17
3
9
3
2
3,685

Apr

Mei

76
215
89
72
72
55
301
34
262
1
1
45
602
55
688
998
46
40
43
41
36
21
22
38
26
138
22
52
19
3
10
3
3
4,129

68
194
81
65
65
50
272
31
236
1
1
40
544
50
622
901
42
36
39
37
33
19
20
34
23
124
20
47
17
3
9
3
2
3,730

Jun
63
180
75
61
61
46
253
29
219
1
1
38
505
46
577
837
39
33
36
35
30
17
19
32
22
115
19
43
16
3
9
2
2
3,463

Jul

Ags

63
178
74
60
60
46
249
28
217
1
1
37
499
46
570
826
38
33
36
34
30
17
19
31
21
114
19
43
16
3
9
2
2
3,419

61
173
72
58
58
44
243
28
211
1
1
36
486
44
555
805
37
32
35
33
29
17
18
31
21
111
18
42
15
2
8
2
2
3,330

Sep
63
180
75
61
61
46
253
29
219
1
1
38
505
46
577
837
39
33
36
35
30
17
19
32
22
115
19
43
16
3
9
2
2
3,463

Okt
65
185
77
62
62
47
259
30
225
1
1
38
518
47
592
858
40
34
37
36
31
18
19
33
22
118
19
44
16
3
9
3
2
3,552

Nop
72
204
85
68
68
52
285
33
247
1
1
42
570
52
651
944
44
37
41
39
34
20
21
36
24
130
21
49
18
3
10
3
2
3,907

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
Des
72
206
86
69
69
53
288
33
250
1
1
43
576
53
659
955
44
38
41
40
35
20
21
36
25
132
21
49
18
3
10
3
2
3,952

Lampiran 3.24. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK NPK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Subsektor : Perikanan Budidaya
NO.
PROPINSI
1 NAD
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

Setahun
472
1,340
558
450
450
343
1,876
214
1,630
5
5
279
3,753
343
4,289
6,219
289
247
268
257
225
129
139
236
161
858
139
322
118
19
64
18
16
25,732

Jan
43
122
51
41
41
31
171
20
148
0
0
25
341
31
390
566
26
22
24
23
20
12
13
21
15
78
13
29
11
2
6
2
1
2,342

Feb
40
113
47
38
38
29
158
18
137
0
0
23
315
29
360
522
24
21
23
22
19
11
12
20
14
72
12
27
10
2
5
2
1
2,162

Mar
39
111
46
37
37
28
156
18
135
0
0
23
311
28
356
516
24
20
22
21
19
11
12
20
13
71
12
27
10
2
5
2
1
2,136

Apr

Mei

44
125
52
42
42
32
174
20
152
0
0
26
349
32
399
578
27
23
25
24
21
12
13
22
15
80
13
30
11
2
6
2
1
2,393

40
113
47
38
38
29
158
18
137
0
0
23
315
29
360
522
24
21
23
22
19
11
12
20
14
72
12
27
10
2
5
2
1
2,162

Jun
37
105
43
35
35
27
146
17
127
0
0
22
293
27
335
485
23
19
21
20
18
10
11
18
13
67
11
25
9
2
5
1
1
2,007

Jul

Ags

36
103
43
35
35
26
144
17
125
0
0
21
289
26
330
479
22
19
21
20
17
10
11
18
12
66
11
25
9
1
5
1
1
1,981

35
101
42
34
34
26
141
16
122
0
0
21
281
26
322
466
22
18
20
19
17
10
10
18
12
64
10
24
9
1
5
1
1
1,930

Sep
37
105
43
35
35
27
146
17
127
0
0
22
293
27
335
485
23
19
21
20
18
10
11
18
13
67
11
25
9
2
5
1
1
2,007

Okt
38
107
45
36
36
27
150
17
130
0
0
22
300
27
343
497
23
20
21
21
18
10
11
19
13
69
11
26
9
2
5
1
1
2,059

Nop
42
118
49
40
40
30
165
19
143
0
0
25
330
30
377
547
25
22
24
23
20
11
12
21
14
75
12
28
10
2
6
2
1
2,264

(Ton)
Des
42
119
50
40
40
31
167
19
145
0
0
25
334
31
382
553
26
22
24
23
20
11
12
21
14
76
12
29
10
2
6
2
1
2,290

Lampiran 3.25. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK ORGANIK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013

NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33

PROPINSI
NAD
SUMATERA UTARA
SUMATERA BARAT
JAMBI
RIAU
BENGKULU
SUMATERA SELATAN
BANGKA BELITUNG
LAMPUNG
KEP. RIAU
DKI. JAKARTA
BANTEN
JAWA BARAT
D.I. YOGYAKARTA
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
BALI
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TIMUR
SULAWESI UTARA
GORONTALO
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI SELATAN
SULAWESI BARAT
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
MALUKU
PAPUA
MALUKU UTARA
PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
12,240
27,900
16,380
16,650
9,000
9,000
27,000
5,400
36,000
450
450
9,900
90,000
16,200
180,000
337,500
19,440
20,700
1,980
1,170
4,050
2,160
1,440
3,150
5,850
21,150
1,800
11,700
4,500
360
5,490
720
270
900,000

JAN
1,114
2,539
1,491
1,515
819
819
2,457
491
3,276
41
41
901
8,190
1,474
16,380
30,713
1,769
1,884
180
106
369
197
131
287
532
1,925
164
1,065
410
33
500
66
25
81,900

FEB
1,028
2,344
1,376
1,399
756
756
2,268
454
3,024
38
38
832
7,560
1,361
15,120
28,350
1,633
1,739
166
98
340
181
121
265
491
1,777
151
983
378
30
461
60
23
75,600

MAR
1,016
2,316
1,360
1,382
747
747
2,241
448
2,988
37
37
822
7,470
1,345
14,940
28,013
1,614
1,718
164
97
336
179
120
261
486
1,755
149
971
374
30
456
60
22
74,700

APR
1,138
2,595
1,523
1,548
837
837
2,511
502
3,348
42
42
921
8,370
1,507
16,740
31,388
1,808
1,925
184
109
377
201
134
293
544
1,967
167
1,088
419
33
511
67
25
83,700

MEI
1,028
2,344
1,376
1,399
756
756
2,268
454
3,024
38
38
832
7,560
1,361
15,120
28,350
1,633
1,739
166
98
340
181
121
265
491
1,777
151
983
378
30
461
60
23
75,600

JUN
955
2,176
1,278
1,299
702
702
2,106
421
2,808
35
35
772
7,020
1,264
14,040
26,325
1,516
1,615
154
91
316
168
112
246
456
1,650
140
913
351
28
428
56
21
70,200

JUL
942
2,148
1,261
1,282
693
693
2,079
416
2,772
35
35
762
6,930
1,247
13,860
25,988
1,497
1,594
152
90
312
166
111
243
450
1,629
139
901
347
28
423
55
21
69,300

AGS
918
2,093
1,229
1,249
675
675
2,025
405
2,700
34
34
743
6,750
1,215
13,500
25,313
1,458
1,553
149
88
304
162
108
236
439
1,586
135
878
338
27
412
54
20
67,500

SEP
955
2,176
1,278
1,299
702
702
2,106
421
2,808
35
35
772
7,020
1,264
14,040
26,325
1,516
1,615
154
91
316
168
112
246
456
1,650
140
913
351
28
428
56
21
70,200

OKT
979
2,232
1,310
1,332
720
720
2,160
432
2,880
36
36
792
7,200
1,296
14,400
27,000
1,555
1,656
158
94
324
173
115
252
468
1,692
144
936
360
29
439
58
22
72,000

NOP
1,077
2,455
1,441
1,465
792
792
2,376
475
3,168
40
40
871
7,920
1,426
15,840
29,700
1,711
1,822
174
103
356
190
127
277
515
1,861
158
1,030
396
32
483
63
24
79,200

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
1,089
2,483
1,458
1,482
801
801
2,403
481
3,204
40
40
881
8,010
1,442
16,020
30,038
1,730
1,842
176
104
360
192
128
280
521
1,882
160
1,041
401
32
489
64
24
80,100

Lampiran 3.26. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK ORGANIK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Tanaman Pangan
NO.
PROPINSI
1
NAD
2
SUMATERA UTARA
3
SUMATERA BARAT
4
JAMBI
5
RIAU
6
BENGKULU
7
SUMATERA SELATAN
8
BANGKA BELITUNG
9
LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
9,350
21,313
12,513
12,719
6,875
6,875
20,625
4,125
27,501
344
344
7,563
68,751
12,375
137,503
257,817
14,850
15,813
1,513
894
3,094
1,650
1,100
2,406
4,469
16,157
1,375
8,938
3,438
275
4,194
550
206
687,513

JAN
851
1,939
1,139
1,157
626
626
1,877
375
2,503
31
31
688
6,256
1,126
12,513
23,461
1,351
1,439
138
81
282
150
100
219
407
1,470
125
813
313
25
382
50
19
62,564

FEB
785
1,790
1,051
1,068
578
578
1,733
347
2,310
29
29
635
5,775
1,040
11,550
21,657
1,247
1,328
127
75
260
139
92
202
375
1,357
116
751
289
23
352
46
17
57,751

MAR
776
1,769
1,039
1,056
571
571
1,712
342
2,283
29
29
628
5,706
1,027
11,413
21,399
1,233
1,312
126
74
257
137
91
200
371
1,341
114
742
285
23
348
46
17
57,064

APR
870
1,982
1,164
1,183
639
639
1,918
384
2,558
32
32
703
6,394
1,151
12,788
23,977
1,381
1,471
141
83
288
153
102
224
416
1,503
128
831
320
26
390
51
19
63,939

MEI
785
1,790
1,051
1,068
578
578
1,733
347
2,310
29
29
635
5,775
1,040
11,550
21,657
1,247
1,328
127
75
260
139
92
202
375
1,357
116
751
289
23
352
46
17
57,751

JUN
729
1,662
976
992
536
536
1,609
322
2,145
27
27
590
5,363
965
10,725
20,110
1,158
1,233
118
70
241
129
86
188
349
1,260
107
697
268
21
327
43
16
53,626

JUL
720
1,641
963
979
529
529
1,588
318
2,118
26
26
582
5,294
953
10,588
19,852
1,143
1,218
116
69
238
127
85
185
344
1,244
106
688
265
21
323
42
16
52,938

AGS
701
1,598
938
954
516
516
1,547
309
2,063
26
26
567
5,156
928
10,313
19,336
1,114
1,186
113
67
232
124
83
180
335
1,212
103
670
258
21
315
41
15
51,563

SEP
729
1,662
976
992
536
536
1,609
322
2,145
27
27
590
5,363
965
10,725
20,110
1,158
1,233
118
70
241
129
86
188
349
1,260
107
697
268
21
327
43
16
53,626

OKT
748
1,705
1,001
1,018
550
550
1,650
330
2,200
28
28
605
5,500
990
11,000
20,625
1,188
1,265
121
72
248
132
88
193
358
1,293
110
715
275
22
336
44
17
55,001

NOP
823
1,876
1,101
1,119
605
605
1,815
363
2,420
30
30
666
6,050
1,089
12,100
22,688
1,307
1,392
133
79
272
145
97
212
393
1,422
121
787
303
24
369
48
18
60,501

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
832
1,897
1,114
1,132
612
612
1,836
367
2,448
31
31
673
6,119
1,101
12,238
22,946
1,322
1,407
135
80
275
147
98
214
398
1,438
122
795
306
24
373
49
18
61,189

Lampiran 3.27. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK ORGANIK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Hortikultura
NO.
PROPINSI
1
NAD
2
SUMATERA UTARA
3
SUMATERA BARAT
4
JAMBI
5
RIAU
6
BENGKULU
7
SUMATERA SELATAN
8
BANGKA BELITUNG
9
LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
829
1,890
1,109
1,128
610
610
1,829
366
2,438
30
30
671
6,096
1,097
12,192
22,860
1,317
1,402
134
79
274
146
98
213
396
1,433
122
792
305
24
372
49
18
60,959

JAN
75
172
101
103
55
55
166
33
222
3
3
61
555
100
1,109
2,080
120
128
12
7
25
13
9
19
36
130
11
72
28
2
34
4
2
5,547

FEB
70
159
93
95
51
51
154
31
205
3
3
56
512
92
1,024
1,920
111
118
11
7
23
12
8
18
33
120
10
67
26
2
31
4
2
5,121

MAR
69
157
92
94
51
51
152
30
202
3
3
56
506
91
1,012
1,897
109
116
11
7
23
12
8
18
33
119
10
66
25
2
31
4
2
5,060

APR
77
176
103
105
57
57
170
34
227
3
3
62
567
102
1,134
2,126
122
130
12
7
26
14
9
20
37
133
11
74
28
2
35
5
2
5,669

MEI
70
159
93
95
51
51
154
31
205
3
3
56
512
92
1,024
1,920
111
118
11
7
23
12
8
18
33
120
10
67
26
2
31
4
2
5,121

JUN
65
147
87
88
48
48
143
29
190
2
2
52
475
86
951
1,783
103
109
10
6
21
11
8
17
31
112
10
62
24
2
29
4
1
4,755

JUL
64
146
85
87
47
47
141
28
188
2
2
52
469
84
939
1,760
101
108
10
6
21
11
8
16
31
110
9
61
23
2
29
4
1
4,694

AGS
62
142
83
85
46
46
137
27
183
2
2
50
457
82
914
1,714
99
105
10
6
21
11
7
16
30
107
9
59
23
2
28
4
1
4,572

SEP
65
147
87
88
48
48
143
29
190
2
2
52
475
86
951
1,783
103
109
10
6
21
11
8
17
31
112
10
62
24
2
29
4
1
4,755

OKT
66
151
89
90
49
49
146
29
195
2
2
54
488
88
975
1,829
105
112
11
6
22
12
8
17
32
115
10
63
24
2
30
4
1
4,877

NOP
73
166
98
99
54
54
161
32
215
3
3
59
536
97
1,073
2,012
116
123
12
7
24
13
9
19
35
126
11
70
27
2
33
4
2
5,364

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
74
168
99
100
54
54
163
33
217
3
3
60
543
98
1,085
2,034
117
125
12
7
24
13
9
19
35
127
11
71
27
2
33
4
2
5,425

Lampiran 3.28. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK ORGANIK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Perkebunan
NO.
PROPINSI
1
NAD
2
SUMATERA UTARA
3
SUMATERA BARAT
4
JAMBI
5
RIAU
6
BENGKULU
7
SUMATERA SELATAN
8
BANGKA BELITUNG
9
LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
1,495
3,408
2,001
2,034
1,099
1,099
3,298
660
4,397
55
55
1,209
10,993
1,979
21,987
41,225
2,375
2,528
242
143
495
264
176
385
715
2,583
220
1,429
550
44
671
88
33
109,934

JAN
136
310
182
185
100
100
300
60
400
5
5
110
1,000
180
2,001
3,752
216
230
22
13
45
24
16
35
65
235
20
130
50
4
61
8
3
10,004

FEB
126
286
168
171
92
92
277
55
369
5
5
102
923
166
1,847
3,463
199
212
20
12
42
22
15
32
60
217
18
120
46
4
56
7
3
9,234

MAR
124
283
166
169
91
91
274
55
365
5
5
100
912
164
1,825
3,422
197
210
20
12
41
22
15
32
59
214
18
119
46
4
56
7
3
9,125

APR
139
317
186
189
102
102
307
61
409
5
5
112
1,022
184
2,045
3,834
221
235
22
13
46
25
16
36
66
240
20
133
51
4
62
8
3
10,224

MEI
126
286
168
171
92
92
277
55
369
5
5
102
923
166
1,847
3,463
199
212
20
12
42
22
15
32
60
217
18
120
46
4
56
7
3
9,234

JUN
117
266
156
159
86
86
257
51
343
4
4
94
857
154
1,715
3,216
185
197
19
11
39
21
14
30
56
202
17
111
43
3
52
7
3
8,575

JUL
115
262
154
157
85
85
254
51
339
4
4
93
846
152
1,693
3,174
183
195
19
11
38
20
14
30
55
199
17
110
42
3
52
7
3
8,465

AGS
112
256
150
153
82
82
247
49
330
4
4
91
825
148
1,649
3,092
178
190
18
11
37
20
13
29
54
194
16
107
41
3
50
7
2
8,245

SEP
117
266
156
159
86
86
257
51
343
4
4
94
857
154
1,715
3,216
185
197
19
11
39
21
14
30
56
202
17
111
43
3
52
7
3
8,575

OKT
120
273
160
163
88
88
264
53
352
4
4
97
879
158
1,759
3,298
190
202
19
11
40
21
14
31
57
207
18
114
44
4
54
7
3
8,795

NOP
132
300
176
179
97
97
290
58
387
5
5
106
967
174
1,935
3,628
209
223
21
13
44
23
15
34
63
227
19
126
48
4
59
8
3
9,674

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
133
303
178
181
98
98
294
59
391
5
5
108
978
176
1,957
3,669
211
225
22
13
44
23
16
34
64
230
20
127
49
4
60
8
3
9,784

Lampiran 3.29. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK ORGANIK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Peternakan
NO.
PROPINSI
1
NAD
2
SUMATERA UTARA
3
SUMATERA BARAT
4
JAMBI
5
RIAU
6
BENGKULU
7
SUMATERA SELATAN
8
BANGKA BELITUNG
9
LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
265
605
355
361
195
195
585
117
780
10
10
215
1,950
351
3,900
7,313
421
449
43
25
88
47
31
68
127
458
39
254
98
8
119
16
6
19,500

JAN
24
55
32
33
18
18
53
11
71
1
1
20
177
32
355
665
38
41
4
2
8
4
3
6
12
42
4
23
9
1
11
1
1
1,775

FEB
22
51
30
30
16
16
49
10
66
1
1
18
164
29
328
614
35
38
4
2
7
4
3
6
11
38
3
21
8
1
10
1
0
1,638

MAR
22
50
29
30
16
16
49
10
65
1
1
18
162
29
324
607
35
37
4
2
7
4
3
6
11
38
3
21
8
1
10
1
0
1,619

APR
25
56
33
34
18
18
54
11
73
1
1
20
181
33
363
680
39
42
4
2
8
4
3
6
12
43
4
24
9
1
11
1
1
1,814

MEI
22
51
30
30
16
16
49
10
66
1
1
18
164
29
328
614
35
38
4
2
7
4
3
6
11
38
3
21
8
1
10
1
0
1,638

JUN
21
47
28
28
15
15
46
9
61
1
1
17
152
27
304
570
33
35
3
2
7
4
2
5
10
36
3
20
8
1
9
1
0
1,521

JUL
20
47
27
28
15
15
45
9
60
1
1
17
150
27
300
563
32
35
3
2
7
4
2
5
10
35
3
20
8
1
9
1
0
1,502

AGS
20
45
27
27
15
15
44
9
59
1
1
16
146
26
293
548
32
34
3
2
7
4
2
5
10
34
3
19
7
1
9
1
0
1,463

SEP
21
47
28
28
15
15
46
9
61
1
1
17
152
27
304
570
33
35
3
2
7
4
2
5
10
36
3
20
8
1
9
1
0
1,521

OKT
21
48
28
29
16
16
47
9
62
1
1
17
156
28
312
585
34
36
3
2
7
4
2
5
10
37
3
20
8
1
10
1
0
1,560

NOP
23
53
31
32
17
17
51
10
69
1
1
19
172
31
343
644
37
39
4
2
8
4
3
6
11
40
3
22
9
1
10
1
1
1,716

MENTERI PERTANIAN,
SUSWONO

(Ton)
DES
24
54
32
32
17
17
52
10
69
1
1
19
174
31
347
651
37
40
4
2
8
4
3
6
11
41
3
23
9
1
11
1
1
1,736

Lampiran 3.30. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 69/Permentan/SR.130/11/2012
Tanggal : 30 Nopember 2012
KEBUTUHAN PUPUK ORGANIK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2013
Sub Sektor : Perikanan Budidaya
NO.
PROPINSI
1
NAD
2
SUMATERA UTARA
3
SUMATERA BARAT
4
JAMBI
5
RIAU
6
BENGKULU
7
SUMATERA SELATAN
8
BANGKA BELITUNG
9
LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 SULAWESI UTARA
23 GORONTALO
24 SULAWESI TENGAH
25 SULAWESI TENGGARA
26 SULAWESI SELATAN
27 SULAWESI BARAT
28 NUSA TENGGARA BARAT
29 NUSA TENGGARA TIMUR
30 MALUKU
31 PAPUA
32 MALUKU UTARA
33 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
300
685
402
409
221
221
663
133
884
11
11
243
2,209
398
4,419
8,285
477
508
49
29
99
53
35
77
144
519
44
287
110
9
135
18
7
22,094

JAN
27
62
37
37
20
20
60
12
80
1
1
22
201
36
402
754
43
46
4
3
9
5
3
7
13
47
4
26
10
1
12
2
1
2,011

FEB
25
58
34
34
19
19
56
11
74
1
1
20
186
33
371
696
40
43
4
2
8
4
3
6
12
44
4
24
9
1
11
1
1
1,856

MAR
25
57
33
34
18
18
55
11
73
1
1
20
183
33
367
688
40
42
4
2
8
4
3
6
12
43
4
24
9
1
11
1
1
1,834

APR
28
64
37
38
21
21
62
12
82
1
1
23
205
37
411
771
44
47
5
3
9
5
3
7
13
48
4
27
10
1
13
2
1
2,055

MEI
25
58
34
34
19
19
56
11
74
1
1
20
186
33
371
696
40
43
4
2
8
4
3
6
12
44
4
24
9
1
11
1
1
1,856

JUN
23
53
31
32
17
17
52
10
69
1
1
19
172
31
345
646
37
40
4
2
8
4
3
6
11
40
3
22
9
1
11
1
1
1,723

JUL
23
53
31
31
17
17
51
10
68
1
1
19
170
31
340
638
37
39
4
2
8
4
3
6
11
40
3
22
9
1
10
1
1
1,701

AGS
23
51
30
31
17
17
50
10
66
1
1
18
166
30
331
621
36
38
4
2
7
4
3
6
11
39
3
22
8
1
10
1
0
1,657

SEP
23
53
31
32
17
17
52
10
69
1
1
19
172
31
345
646
37
40
4
2
8
4
3
6
11
40
3
22
9
1
11
1
1
1,723

OKT
24
55
32
33
18
18
53
11
71
1
1
19
177
32
354
663
38
41
4
2
8
4
3
6
11
42
4
23
9
1
11
1
1
1,768

NOP
26
60
35
36
19
19
58
12
78
1
1
21
194
35
389
729
42
45
4
3
9
5
3
7
13
46
4
25
10
1
12
2
1
1,944

(Ton)
DES
27
61
36
36
20
20
59
12
79
1
1
22
197
35
393
737
42
45
4
3
9
5
3
7
13
46
4
26
10
1
12
2
1
1,966