Anda di halaman 1dari 7

Sistem Koordinasi dan Alat Indera Manusia.

Filed under: Sistem Koordinasi dan Indera gurungeblog @ 5:32 am Tags: indera, manusia, saraf, sistem koordinasi

Sistem Saraf Sistem saraf merupakan sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf adalah sel saraf atau neuron Cara Kerja Sitem Saraf Pada sistem saraf ada bagian-bagian yang disebut : a. Reseptor : alat untuk menerima rangsang biasanya berupa alat indra b. Efektor : alat untuk menanggapi rangsang berupa otot dan kelenjar c. Sel Saraf Sensoris : serabut saraf yang membawa rangsang ke otak d. Sel saraf Motorik : serabut saraf yang membawa rangsang dari otak e. Sel Saraf Konektor : sel saraf motorik atau sel saraf satu dengan sel saraf lain. Skema terjadinya gerak sadar Rangsang -reseptor sel saraf sensorik otak-sel saraf motorik-efektor- tanggapan -Sistem Hormon Hormon merupakan salah satu sistem koordinasi di dalam tubuh dengan menggunakan cairan yang diedarkan oleh pembuluh darah. Dengan menggunakan hormon rangsang lebih lambat diberi tanggapan. Satu kelebihan koordinasi menggunakan hormon yaitu dengan sedikit saja hormon mampu mempengaruhi organ-organ yang menjadi sasarnnya. -Hipofisa (Pituitary) Kelenjar ini merupakan kelenjar yang paling banyak menghasilkan jenis-jenis hormon.

Letaknya di otak Macam hormon yang dihasilkan : 1) Somatotropin: berfungsi mempercepat pertumbuhan 2) Prolaktin : berfungsi mengantar kegiatan kelenjar susu 3) Tireotropin: mempengaruhi aktivitas kelenjar tiroid 4) Adnecorticotropin : mempengaruhi aktivitas kelenjar anak ginjal bagian kortek 5) Gonadotropin: mempengaruhi aktivitas ovarium atau testis 6) Vasopresin: mengatur penyempitan pembuluh darah 7) Oksitosin : mengatur kontraksi otot uterus pada saat melahirkan. - Kelenjar gondok (kelenjar tiroid) Hormon yang dihasilkan yaitu tiroksin dan berfungsi mengatur pertumbuhan dan metabolisme. Letak kelenjar di sekitar jakun. - Kelenjar anak gondok (kelenjar paratiroid) Terletak di dekat kelenjar gondok. Hormon yang dihasilkan yaitu parathormon dengan fungsi mempertahankan kadar kalsium dan fosfor dalam darah. - Kelenjar anak ginjal (kelenjar adrenal) Terletak menempel pada bagian atas ginjal. Bagian kulit menghasilkan kortison yang berfungsi mengatur metabolisme dan mengatur keseimbangan air dan garam. Sedang bagian sumsum (medulla) menghasilan adrenalin (epinefrin) yang berfungsi mempengaruhi denyut jantung, mengatur otot-otot kandung kencing juga mengatur kadar gula darah dengan cara mengubah glikogen menjadi glukosa. - Kelenjar Pankreas Kelenjar pankreas bagian pulau-pulau Langerhans menghasilkan hormon insulin. Fungsi hormon ini mengatur kadar gula darah dengan cara mengubah glukosa menjadi glikogen. - Kelenjar kelamin Pada laki-laki Terletak dibagian testis. Hormon yang dihasilkan yang terpenting yaitu testosteron yang berfungsi mempertahankan proses pembentukan sperma dan menumbuhkan cirri-ciri kelainan sekunder Pada wanita Terletak pada ovarium. Hormon yang dihasilkan : 1) Estrogen, untuk mempertahankan pembentukan ovum dan cirri-ciri kelainan sekunder 2) Progesteron, mengatur pembentukan plasenta dan produksi air susu. Indera Manusia Indera berperan sebagai reseptor, yaitu bagian tubuh yang berfungsi sebagai penerima rangsangan. Ada lima macam indera yaitu : Mata, sebagai penerima rangsang cahaya (fotoreseptor) Telinga, sebagai penerima rangsang getaran bunyi (fonoreseptor) dan tempat beradanya indera keseimbangan 9statoreseptor) Hidung, sebagai penerima rangsang bau berupa gas (kemoreseptor)

Lidah, sebagai penerima rangsang zat yang terlarut (kemoreseptor) Kulit, sebagai penerima rangsang sentuhan (tangoreseptor) Tiap indera akan berfungsi dengan sempurna apabila : 1. Indera tersebut secara anatomi tidak ada kelainan 2. Bagian untuk penerima rangsang bekerja dengan baik 3. Saraf-saraf yang membawa rangsang dari dan ke otak bekerja dengan baik 4. Pusat pengolahan rangsang di otak bekerja dengan baik. Mata - Letak mata didalam rongga mata yang dilapisi/beralaskan lapisan lemak - Mata merupakan penglihatan untuk menerima rangsang cahaya - Bagian mata yang peka terhadap cahaya adalah bagian bintik kuning yang terdapat pada lapisan retina. - Kita dapat melihat benda setelah rangsang cahaya diterima retina tepat pada bintik kuning, kemudian rangsangan diteruskan oleh urat saraf otak ke pusat penglihatan di otak Telinga - Telinga adalah tempat beradanya indera pendengaran yang memiliki saraf pendengaran - Telinga terbagi menjadi tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. - Pada bagian rumah siput tersebut terdapat ujung saraf yang berhubungan dengan pusat pendengaran - Didalam telinga juga terdapat alat keseimbangan yang terletak pada tiga saluran setengah lingkaran. Kulit - kulit berfungsi sebagai indera perasa dan peraba - kulit peka terhadap rangsang yang berupa panas, dingin, tekanan, sentuhan dan sakit/nyeri Lidah - Lidah berfungsi sebagai indera pengecap - Indera pengecap tersebut terletak pada bagian permukaan atas terbagi menjadi beberapa daerah yang peka terhadap rasa yang berbeda-beda (manis, pahit, asin dan masam) - Permukaan lidah juga dapat merasakan panas, dingin, kasar, halus dan nyeri. -Hidung - Hidung berfungsi sebagai indera pembau - Ujung-ujung saraf pembau terletak pada selaput lender rongga hidung bagian atas, kerang hidung atas dan permukaan atas kerang hidung yang tengah. - Pada ujungs araf pembau terdapat selaput lender yang berfungsi sebagai pelembab - Bau yang busuk pada rongga hidung waktu kita menarik napas ditangkap oleh ujung saraf kemudian dibawa ke pusat pembau di otak sehingga kita dapat menerima rangsang bau. Kelainan dan Penyakit Indera

Miopi atau rabun jauh Yaitu kelainan pada mata dimana bayangan yang dibentuk oleh lensa jatuh didepan retina. Kelainan ini terjadi karena lensa mata terlalu cembung atau garis tengash mata panjang. Kelainan ini dapat ditolong dengan menggunakan lensa negatif Hypermetropi atau rabun dekat Yaitu kelainan mata dimana bayangan yang dibentuk oleh lensa jatuh dibelakang retina. Kelainan ini terjadi karena lensa mata terlalu pipih atau garis tengah mata pendek. Kelainan ini dapat ditolong dengan menggunakan lensa positif. Presbiopi Yaitu kelainan pada mata karena tidak elastisnya lensa mata untuk berakomodasi. Penderita kelainan ini biasanya menggunakan lensa ganda yaitu lensa positif dan lensa negative. Rabun Senja Kelainan pada mata karena defisiensi vitamin A. Akibatnya penderita kesulitan melihat benda saat terjadi perubahan dari terang ke gelap atau saat senja Katarak Yaitu mengaburnya lensa mata, yang dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin B atau juga factor usia

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI (Pengujian Sistem Saraf Gerak Refleks)

Laporan Praktikum Biologi

Pengujian Sistem Saraf Tujuan : Mengamati gerak refleks pada lutut

Alat dan Bahan : 1. Meja 2. pemukul 3. diri sendiri Cara Kerja : 1. Duduk di atas meja, kaki dalam keadaan relax ! 2. Memukul di bawah tempurung lutut menggunakan pemukul ! Teori :

Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantar impuls oleh saraf. Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun ada pula gerak yang terjadi tanpa di sadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensoris di bawah ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak kemudian hasil olahan oleh otak berupa tanggapan, di bawah oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. Jadi dapat di katakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. Contoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Unit dasar setiap kegiatan refleks terpadu adalah lengkung refleks. Lengkung refleks ini terdiri dari alat indra, serat saraf aferen satu atau lebih sinaps yang terdapat di susunan saraf pusat atau di ganglion simpatios saraf eferent dan efektor. Kegiatan pada lengkung refleks di mulai pada reseptor sensorik sebagai potensial reseptor yang besarnya sebanding dengan kuat rangsangan. Lengkung refleks paling sederhana adalah lengkung refleks yang mempunyai satu sinaps antara neuron aferent dan eferent. Lengkung refleks semacam ini dinamakan monosinaptik dan refleks yang terjadi di sebut refleks monosinaptik. Tabel Pengamatan : Gerak refleks No. Nama Kaki kiri Kaki kanan Ket.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Melisa Ria Rezky Ramadhani Sri Wahyuni Anugrah Lisdahlia Juanda A.Chandra Purnama Nurul Afia Muhlis

Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya

Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya

Saraf normal Saraf normal Saraf normal Saraf normal Saraf normal Saraf normal Saraf normal

Pertanyaan : 1. Tuliskan pengertian gerak refleks ! 2. Jelaskan mengapa bagian lain di tubuh tidak ada refleks pukulannya ! 3. Jelaskan faktor-faktor penyebab sel saraf itu lemah ! 4. Gambarkan dan jelaskan lengkung refleks pukulan ! Jawaban : 1. Gerak refleks adalah suatu gerakan spontan yang berlangsung secara otomatis sebagai tanggapan terhadap suatu rangsangan. Gerak reflex terjadi dengan sangat cepat tanpa melalui pertimbangan otak. 2. Karena, hanya bagian tubuh yang berperan dalam pergerakanlah yang memiliki refleks pukulan. 3. Faktor-faktor a. Kurang Tidur b. Stres 4. Lengkung refleks sederhana, melibatkan sejumlah struktur reseptor yaitu organ indera yang khusus bagian akhir kulit atau fusus neuromuskularis yang penyebab sel saraf menjadi lemah yaitu :

perangsangannya memprakarsai suatu impuls neoron aferent yang mentransmisi impuls melalui suatu saraf perifer ke susunan saraf pusat, tempat di mana saraf bersinaps dengan suatu neuron interkalasi, satu atau lebih neuron interkalasi menyampaikan impuls ke saraf eferent.Neoron eferent berjalan keluar dalam saraf dan menyampaikan impuls ke suatu efektor. Dan efektor yaitu otot ( otot polos, lurik, atau otot jantung ) atau kelenjar yang memberikan respon. Sementara kesatuan anatomik susunan saraf adalah neuron, maka kesatuan fungsionalnya adalah lingkungan refleks ini merupakan dasar anatomik untuk kegiatan kegiatan refleks diluar pengendalian kemauan kita, ini berarti reaksi reaksi yang lebih kurang bersifat otomotik dan tidak berubah-ubah yang tidak melibatkan pusat-pusat fungsional susunan saraf pusat yang lebih tinggi. Pada lengkung refleks ada yang disebut monosinaps dan polisinaps, jumlah sinaps dalam lengkungan bervariasi dari 2 sampai beratus-ratus. Pada kedua jenis lengkung refleks ini, tetapi terutama pada lengkung refleks polisinaps, aktivitasdi ubah oleh fasilitasi spesial dan temporal oklusi efek subliminimal dan efek lainnya. Kesimpulan : Berdasakan hasil pengamatan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa gerak refleks adalah gerakan yang tidak disadari yang timbul karena adanya rangsangan dan merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang terjadi jauh lebih cepat dari gerak biasa