Anda di halaman 1dari 39

TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOGRAFI LUTUT (KNEE) PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS 12:42 PM AJUNK ARTAWIJAYA NO COMMENTS

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Anda sering merasakan nyeri pada lutut ketika bangun dari jongkok atau naik tangga? Mungkin Anda menderita osteoarthritis! Osteoarthritis memang tidak sepopuler osteoporosis atau tulang keropos. Namun osteoarthritis merupakan salah satu jenis dari keluarga besar penyakitArthritis yang paling sering terjadi. Literatur menunjukkan 1 dari 6 populasi menderita penyakit OA ini. Data yang dilansir oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), menyebutkan 40 persen penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun akan menderita osteoarthritis lutut. Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya berdampak pada keterbatasan gerak. Osteoarthritis termasuk penyakit nomor dua setelah penyakit jantung yang mengganggu aktivitas kita. Walaupun tidak menimbulkan kematian tetapi bisa mengganggu aktivitas penderitanya dan menyebabkan gangguan dalam produktivitas karena menyebabkan sendi lutut terasa nyeri, kaku, dan bengkak sehingga seringkali menyebabkan gerak sendi terbatas. Sendi yang biasanya menjadi korban osteoarthritis adalah sendi yang memikul berat badan, misalnya sendi lutut. Lutut merupakan sendi yang paling banyak menerima tekanan beban. Sendi lain yang juga bisa terkena osteoarthritis yaitu sendi di tulang belakang, sendi panggul, pergelangan kaki, dan pangkal ibu jari kaki. Salah satu cara untuk mendiagnosa gejala OA sejak dini ialah dengan melakukan pemeriksaan radiografi (rontgen). Maka dari itu mahasiswa ATRO BALI sebagai calon ahli madya radiographer sudah seyogyanya memahami dengan benar teknik pemeriksaan radiografi pada penderita osteoarthritis.

1.2

Tujuan

Dilihat dari latar belakang penulisan makalah ini maka dapat disimpulkan tujuan penulisan makalah ini menjadi dua yakni tujuan umum dan tujuan khusus. 1.2.1 Tujuan Umum

1. Mahasiswa dapat memperdalam pemahamannya mengenai prinsip-prinsip dasar serta berbagai istilah pemeriksaan radiografi terkait keterlibatannya nanti setelah menjadi radiografer di dalam dunia radiogarafi, khususnya di dalam pemeriksaan kasus OA. 2. Agar mahasiswa memiliki bekal dasar untuk menyelesaikan mata kuliah lainnya di dalam mengikuti perkuliahan pada tingkat berikutnya. 3. Mempererat hubungan antara mahasiswa dengan dosen pengajar maupun dosen pembimbing, terutama di dalam pembahasan materi-materi pada saat proses belajar mengajar. 1.2.2 Tujuan Khusus

1. Mengetahui prinsip-prinsip dasar pemeriksaan radiografi pada penderita osteoarthritis (OA) di dalam tuajuannya untuk menegakan diagnosa. 2. Agar mahasisawa lebih paham dan terbiasa dengan berbagai istilah-istilah, baik istilah dalam pemposisian pasien, istilah-istilah bagian tubuh, proyeksi, posisi radiografi, proteksi radiasi dan hal penting lainnya, terutama pada kasus OA. 3. Mahasiswa dapat dengan baik dan benar mempraktekan pemposisian radiografi pada pemeriksaan OA dan dapat menerapkannya nanti di dalam dunia kerja sebagai seorang radiografer. Mahasiswa mengetahui apa yang membedakan posisi pemeriksaan knee (lutut) secara umum dengan posisi pemeriksaan knee pada khasus OA (osteoarthritis).

BAB II OSTEOARTHRITIS (OA)

2.1

Anatomi Fisiologi dan Biomekanik Sendi Lutut Anatomi Fisiologi Sendi Lutut Sendi lutut terdiri dari hubungan antara : (1) os femur dan os tibia (tibio femorale joint), (2) os femur dan os patella (patello femorale joint) dan

(3) os tibia dan os fibula (tibia fibulare proximalis joint). Sendi lutut (knee joint) merupakan sendi yang paling unik dibandingkan sendi-sendi

yang lain dalam tubuh manusia, karena tulang-tulang yang membentuk sendi ini masing-masing tidak ada kesesuaian bentuk seperti pada persendian yang lain. Sebagai kompensasi ketidaksesuaian bentuk persendian ini terdapat meniscus, kapsul sendi, bursa dan diskus yang memungkinkan gerakan sendi ini menjadi luas, sendi ini juga diperkuat oleh otot-otot besar dan berbagai ligamentum sehingga sendi menjadi kuat dan stabil (Tajuid, 2000). Otot disekitar lutut mempunyai fungsi sebagai stabilitas aktif sekaligus sebagai penggerak dalam aktifitas sendi lutut, otot tersebut antara lain: m.quadriceps femoris (vastus medialis, vastus intermedius, vastus lateralis, rectus femoris). Keempat otot tersebut bergabung sebagai grup ekstensor sedangkan grup fleksor terdiri dari: m.gracilis, m.sartorius dan m.semi tendinosus. Untuk gerak rotasi pada sendi lutut dipelihara oleh otot-otot grup fleksor baik grup medial/ endorotasi (m.semi tendinosus, semi membranosus, sartorius, gracilis, popliteus) dan grup lateral eksorotasi (m.biceps femoris, m.tensor fascialata) (Pudjianto,2002). Untuk memperkuat stabilitas pergerakan yang terjadi pada sendi lutut maka di dalam sendi lutut terdapat beberapa ligamen, yaitu ligamen cruciatum anterior dan posterior yang berfungsi untuk menahan hiperekstensi dan menahan bergesernya tibia ke depan (eksorotasi). Ligamen cruciatum posterior berfungsi untuk menahan bergesernya tibia ke arah belakang. Pada gerakan endorotasi kedua ligamen cruciatum menyatu, yang mengakibatkan kedua permukaan sendi tertekan, sehingga saling mendekat dan kemampuan bergerak antara tibia dan femur berkurang. Pada gerakan eksorotasi, kedua ligamen cruciatum saling sejajar, sehingga pada posisi ini sendi kurang stabil. Di sebelah medial dan lateral sendi lutut terdapat ligamen collateral medial dan lateral. Ligamen collateral medial menahan gerakan valgus serta eksorotasi, sedangkan ligamen collateral lateral hanya menahan gerakan ke arah varus. Kedua ligamen ini menahan bergesernya tibia ke depan dari posisi fleksi lutut 900 (De Wolf, 1974). Sedangkan dalam hubungan yang simetris antara condylus femoris dan condylus tibia dilapisi oleh meniscus dengan struktur fibrocartilago yang melekat pada kapsul sendi. Meniscus medialis berbentuk seperti cincin terbuka C dan meniscus lateralis berbentuk cincin O. Meniscus ini akan membantu mengurangi tekanan femur atas tibia dengan cara menyebarkan tekanan pada cartilago articularis dan menurunkan distribusi tekanan antara kedua condylus, mengurangi friksi selama gerakan berlangsung, membantu kapsul sendi dan ligamentum dalam mencegah hiperekstensi lutut dan mencegah capsul sendi terdorong melipat masuk ke dalam sendi (Tajuid, 2000). Sendi lutut juga memiliki capsul sendi artikularis yang melekat pada cartilago artikularis, di dalam sendi, synovial membran melewati bagian anterior dari perlekatan ligamen cruciatum sehingga ligamen cruciatum dikatakan intraartikuler tetapi extracapsuler (Tajuid, 2000).

Gb. 1. Anatomi sendi lutut sehat dan terserang OA

Biomekanik / Pergerakan Sendi Lutut

Aksis gerakan fleksi dan ekstensi terletak di atas permukaan sendi yaitu melewati condylus femoris. Sedangkan gerakan rotasi aksisnya longitudinal pada daerah condylus medialis. Lingkup gerak sendi ekstensi 500 - 1000hiperekstensi. Gerakan ekstensi dibatasi oleh ketegangan kapsul dan ketegangan ligamen dan twisting ligamen. Sedangkan untuk gerakan fleksi lingkup gerak sendi berkisar 1400-1500. Gerakan fleksi dibatasi kontaknya otot-otot jaringan lunak tumit dan bagian posterior paha. 0 Menurut Fick, rotasi lutut maksimal yaitu sebesar 50 terjadi pada saat lutut fleksi 0 90 . Gerakan rotasi juga sangat penting dalam gerakan fleksi dan ekstensi lutut. Pada saat gerakan ekstensi mendekati akhir gerak (150 200) terjadi rotasi eksternal tibia

terhadap femur, demikian sebaliknya sewaktu gerakan awal fleksi (150 200) akan terjadi rotasi internal tibia terhadap femur. Penggerak gerakan lutut ke arah dalam adalah m.popliteus, m.gracilis dan dibantu oleh hamstring bagian dalam. Sedangkan penggerak rotasi ke arah luar adalah m.biceps femoris dan m.tensor fascialata (Kapandji, 1987). 2.2 Definisi dan Patologi Osteoarthritis (OA) 2.2.1. Definisi Osteoarthritis Osteoarthritis atau juga disebut dengan penyakit sendi degeneratif yaitu suatu kelainan pada kartilago (tulang rawan sendi) yang ditandai perubahan klinis, histologi dan radiologis (Kuntono,2005). Osteoarthritis secara patologis dicirikan dengan penurunan secara progresif dan akhirnya hilangnya kartilago sendi dengan perubahan reaktif pada batas-batas sendi dan pada tulang subkondral (Garrison, 1996). Osteoarthritis merupakan bentuk radang sendi yang serius, salah satu jenis rematik atau rasa sakit di tulang. Osteoartritis bermula dari kelainan pada tulang rawan sendi, seperti kolagen dan proteoglikan. Akibat dari kelainan pada sel-sel tersebut, tulang rawan akhirnya menipis dan membentuk retakan-retakan pada permukaan sendi. Rongga kecil akan terbentuk di dalam sumsum dari tulang di bawah tulang rawan tersebut, sehingga tulang yang bersangkutan menjadi rapuh. Tubuh kita akan berusaha memperbaiki kerusakan tersebut, tetapi perbaikan yang dilakukan oleh tubuh tidak memadai, mengakibatkan timbulnya benjolan pada pinggiran sendi atau osteofit yang terasa nyeri. Pada akhirnya, permukaan tulang rawan akan berubah menjadi kasar dan berlubang-lubang sehingga sendi tidak lagi bisa bergerak secara halus. Semua komponen yang ada pada sendi mengalami kegagalan dan terjadi kekakuan sendi. Sendi yang biasanya menjadi sasaran penyakit ini adalah sendi yang sering digunakan sebagai penopang berat badan seperti sendi lutut, sendi tulang belakang, dan sendi panggul. Selain itu juga pada sendi tangan/kaki. Jika tidak diobati, sakit akan bertambah sampai tidak bisa berjalan. Selain itu, tulang bisa mengalami perubahan bentuk atau deformity. Jika dibiarkan, osteoarthritis dapat menyebabkan cacat permanen pada tulang. Bentuk tulang bisa berubah menjadi bengkok baik ke dalam maupun keluar. Untuk itu penyakit tersebut perlu diwaspadai karena mempunyai dampak jangka panjang. Dampak tersebut baru dirasakan penderita 10 tahun kemudian. Untuk mengetahui gejalanya, harus lewat pemeriksaan laboratorium dan rontgen. Bila ada laju endap darah dan kolesterol meningkat maka dapat diidentifikasi sebagai gejala osteoarthitis sehingga perlu segera diobati. Osteoarthritis adalah suatu penyakit degeneratif. Ini merupakan aging process yang biasanya terjadi pada mereka yang berada di kelompok usia 50 tahun ke atas.

Namun penyakit ini juga bisa menyerang segala usia, termasuk 300 ribu anak di Amerika Serikat menderita penyakit ini. Ada dua macam Osteoarthritis : 1. Osteoarthritis Primer : dialami setelah usia 45 tahun, sebagai akibat dari proses penuaan alami, tidak diketahui penyebab pastinya, menyerang secara perlahan tapi progresif, dan dapat mengenai lebih dari satu persendian. Biasanya menyerang sendi yang menanggung berat badan seperti lutut dan panggul, bisa juga menyerang punggung, leher, danjari-jari. Osteoarthritis Sekunder: dialami sebelum usia 45 tahun, biasanya disebabkan oleh trauma (instabilitas) yang menyebabkan luka pada sendi (misalnya patah tulang atau permukaan sendi tidak sejajar), akibat sendi yang longgar, dan pembedahan pada sendi. Penyebab lainnya adalah faktor genetik dan penyakit metabolik. 2.2.2. Etiologi/Penyebab Osteoarthritis Etiologi/ penyebab dari penyakit degeneratif pada sendi ini belum diketahui dengan pasti tetapi banyak faktor yang mungkin dapat menyebabkan timbulnya penyakit ini, antara lain: a. Usia, merupakan faktor resiko tertinggi untuk osteoarthritis. Peningkatan prevalensi osteoarthritis dijumpai seiring dengan peningkatan usia. Pada survey radiografik terhadap perempuan berusia kurang dari 45 tahun, hanya 2 % menderita osteoarthritis; namun, antara usia 45 tahun dan 65 tahun prevalensinya 30 %, sedangkan untuk yang berusia lebih dari 65 tahun angkanya 68 %. Pada laki-laki, angkanya serupa tetapi sedikit lebih rendah pada kelompok usia tua (Cash, 2000). Obesitas, pada keadaan normal berat badan akan melalui medial sendi lutut dan akan diimbangi otot paha bagian lateral sehingga resultan gaya akan melewati bagian tengah/ sentral sendi lutut. Sedangkan pada orang yang mengalami obesitas, resultan gaya akan bergeser ke medial sehingga beban gaya yang diterima sendi lutut tidak seimbang (Parjoto, 2000). Pada orang yang memiliki indeks massa tubuh berada di quintile tertinggi pada pemeriksaan dasar, resiko relatif mengalami OA lutut dalam 36 tahun mendatang adalah 1,5 untuk laki-laki dan 2,1 untuk perempuan. Untuk OA lutut yang parah, resiko relatif meningkat menjadi 1,9 untuk laki-laki dan 3,2 untuk perempuan, yang mengisyaratkan bahwa kegemukan berperan lebih besar dalam etiologi kasus OA lutut yang parah (Brandt, 2000). Pekerjaan aktivitas fisik yang banyak membebani sendi lutut akan mempunyai resiko terserang OA lebih besar (Parjoto, 2000). Osteoarthritis lebih sering terjadi pada sendi yang digerakkan secara berulang daripada sendi lain di tangan. Laki-laki yang pekerjaannya memerlukan penekukan lutut dan paling sedikit tuntutan fisik tingkat sedang lebih sering memiliki tanda radiografik OA lutut, dan gambaran radiografiknya cenderung lebih berat daripada laki-laki yang pekerjaannya tidak memerlukan keduanya (Kalim, 1996).

2.

b.

c.

d.

Jenis kelamin, wanita lebih banyak daripada pria (Parjoto, 2000). Wanita lebih sering terkena OA lutut dan OA banyak sendi, dan laki-laki lebih sering terkena OA paha, pergelangan tangan dan leher. Secara keseluruhan, di bawah 45 tahun frekuensi OA kurang lebih sama pada laki-laki dan wanita, tetapi di atas 50 tahun (setelah menopause) frekuensi OA lebih banyak pada wanita daripada laki-laki. Hal ini menunjukkan adanya peran hormonal pada patogenesis OA (Kalim, 1996). Faktor hormonal/ metabolisme, diabetes melitus berperan sebagai predisposisi timbulnya OA. Meskipun belum ada bukti yang jelas bahwa faktor hormonal terlibat sebagai penyebab OA. Bagaimanapun, perubahan degeneratif di lutut dan spine pada umumnya terjadi pada pasien dengan penyakit diabetes. Pasien yang mengalami hypothyroid biasanya/ sering mengeluh nyeri pada otot, tapi angka kejadian OA tidak meningkat pada kasus ini (Moll, 1987). Suku bangsa, prevalensi dan pola terkenanya sendi pada OA tampaknya terdapat perbedaan di antara masing-masing suku bangsa. Misalnya OA paha lebih jarang diantara orang-orang kulit hitam dan Asia daripada Kaukasia. OA lebih sering dijumpai pada orang-orang Amerika asli (Indian) daripada orang-orang kulit putih. Hal ini mungkin berkaitan dengan perbedaan cara hidup maupun perbedaan pada frekuensi kelainan kongenital dan pertumbuhan (Kalim, 1996). Riwayat imobilisasi. Riwayat trauma atau radang di persendian sebelumnya Adanya stress pada sendi yang berkepanjangan, misalnya pada olahragawan. Adanya kristal pada cairan sendi atau tulang rawan Densitas tulang yang tinggi Neurophaty perifer 2.2.3. Patologi Osteoarthritis

e.

f.

g. h. i. j. k. l.

Pada OA terdapat proses degenerasi, reparasi dan inflamasi yang terjadi dalam jaringan ikat, lapisan rawan, sinovium dan tulang subkondral. Pada saat penyakit aktif, salah satu proses dapat dominan atau beberapa proses terjadi bersama dalam tingkat intensitas yang berbeda. OA lutut berhubungan dengan berbagai defisit patofisiologi se Gb. 3. Lutut penderita OA

2.4.

Diagnosis dan Komplikasi

Diagnosis

Diagnosis dapat ditegakan berdasarkan gejala penyakit dan dengan melakukan pemeriksaan tambahan , yaitu : 1. Rontgen Tulang Diagnosis OA lutut biasanya didasarkan pada gambaran klinis dan radiologis. Pada sebagian besar kasus, radiografi pada sendi yang terkena osteoarthritis sudah cukup memberikan gambaran diagnostik. Jarang sekali dibutuhkan peralatan diagnostik yang lebih canggih. Gambaran radiografik yang menyokong diagnostik OA adalah penyempitan celah sendi yang sering kali asimetris (lebih berat pada bagian yang menanggung beban), peningkatan densitas (sklerosis) tulang subkondral, kista tulang, osteofit pada pinggir sendi dan perubahan struktur anatomi sendi (Kalim, 1996). Selain pendapat di atas, kriteria Altman juga merupakan salah satu pedoman diagnosis OA lutut. Bila seseorang ditemukan hanya nyeri lutut, diagnosa OA harus ditambah 3 dari 5 kriteria, yaitu 1) umur di atas 50 tahun, 2) kaku sendi pagi hari kurang dari 30 menit, 3) nyeri tekan pada tulang, 4) pembesaran tulang, 5) perabaan sendi tidak panas. Bila ada gambaran osteofit pada pemeriksaan radiologi, dibutuhkan 1 dari 3 kriteria tambahan, yaitu 1) umur di atas 50 tahun, 2) kaku sendi kurang dari 30 menit, 3) krepitasi (Parjoto, 2000). Dengan rontgen kita dapat mengetahui dengan jelas kerusakan atau perubahanperubahan yang terjadi pada tulang rawan atau tulang yang diindikasikan mengalami osteoartritis.

Gb. 4. Gambaran rontgen Knee OA

2.

MRI ( Magnetic Resonance Imaging )

Kita dapat melihat kelainan-kelainan yang terjadi pada tulang rawan atau tulang yang diindikasikan mengalami osteoartritis. Pemeriksaan ini lebih baik dibanding dengan rontgen. 3. Aspirasi sendi ( arthrocentesis ) Pemeriksaan dapat dilakukan dengan cara mengambil sedikit cairan yang ada dalam sendi untuk diperiksa di laboratorium untuk memeriksa apakah terjadi kelainan pada sendi. Komplikasi Penderita OA lutut, apabila tidak diberikan pertolongan yang cepat maka pada sendi tersebut dapat terjadi gangguan antara lain 1) gangguan pada waktu berjalan karena adanya pembengkakan akibat peradangan, 2) terjadi kekakuan pada sendi lutut karena peradangan yang berlangsung lama sehingga struktur sendi akan mengalami perlengketan, 3) terjadi atrofi otot karena adanya nyeri, maka penderita enggan melakukan gerak pada sendi lutut, sehingga apabila sendi lutut lama tidak digerakkan dapat menyebabkan otot-otot pada sendi lutut atrofi atau disuse atrofi. Otot dapat mengalami atrofi sampai 30 % dalam seminggu, sedangkan otot dalam keadaan istirahat akan kehilangan fungsi sebanyak 3 % per hari, 4) menurunnya fungsi otot akan mengurangi stabilitas sendi terutama sendi penumpu berat badan, sehingga dapat memperburuk keadaan penyakit dan menimbulkan deformitas. Penurunan fungsi otot selanjutnya dapat menurunkan kemampuan aerobik serta kapasitas fungsional (Tulaar, 2005).

2.5.

Pencegahan dan Pengobatan OA Pencegahan.

OA dapat dihindari dengan mengeliminir faktor predisposisi seperti yang dijelaskan di atas. Sebagai tips, lakukan hal-hal berikut untuk menghindari sedini mungkin Anda terserang OA atau membuat OA Anda tidak kambuh, yaitu dengan: Menjaga berat badan. Merupakan faktor yang penting agar bobot yang ditanggung oleh sendi menjadi ringan. Melakukan jenis olahraga yang tidak banyak menggunakan persendian atau yang menyebabkan terjadinya perlukaan sendi. Contohnya berenang dan olahraga yang bisa dilakukan sambil duduk dan tiduran.

Aktivitas olahraga hendaknya disesuaikan dengan umur. Jangan memaksa untuk melakukan olahraga porsi berat pada usia lanjut. Tidak melakukan aktivitas gerak pun sangat tidak dianjurkan. Tubuh yang tidak digerakkan akan mengundang osteoporosis. Menghindari perlukaan pada persendian Meminum obat-obatan suplemen sendi (atas anjuran dokter) Mengkonsumsi makanan sehat. Memilih alas kaki yang tepat & nyaman. Lakukan relaksasi dengan berbagai teknik. Hindari gerakan yang meregangkan sendi jari tangan. Jika ada deformitas pada lutut, misalnya kaki berbentuk O, jangan dibiarkan. Hal tersebut akan menyebabkan tekanan yang tidak merata pada semua permukaan tulang.

Pengobatan Obat khusus untuk penderita osteoartritis belum ada. Pengobatan dengan terapi hanya dapat menghilangkan rasa nyeri dan mempertahankan fungsi sendi yang terkena Osteoartritis. Ada tiga tujuan dari terapi ini, yaitu : mengontrol nyeri, mengatasi gangguan pada aktivitas sehari-hari, dan untuk menghambat proses pertumbuhan penyakit. Terapi ini dapat kita lakukan dengan pelatihan pengurangan berat badan,olah raga ringan, perlindungan sendi, terapi fisik, dan memberi obat antinyeri atau vitamin glukosamin dan chondroitin yang berfungsi merangsang pertumbuhan tulang rawan ( saya sendiri mengalaminya, dan mengkonsumsi vitamin glukosa. Hasilnya memang jauh lebih baik). Pengobatan medis dapat dilakukan apabila penderita memiliki rawan sendi yang sudah terkikis habis. Terkadang juga dilakukan untuk mengoreksi faktor resiko, misalnya pada individu dengan kaki O. Penurunan berat badan, meskipun tampak sepele, sangat besar pengaruhnya terhadap progresivitas osteoartritis. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan sebesar 5 kg dapat menurunkan kejadian osteoartritis lutut sebesar 50% pada wanita, ini terutama terjadi pada wanita yang kelebihan berat badannya dari berat badan ideal di atas 10%.

BAB III

TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOGRAFI PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS (OA)

3.1.

Indikasi Pemeriksaan Radiografi

Berhubung materi kali ini adalah pemeriksaan radiograpy pada kasus OA, maka dapat disimpulkan indikasi atau tujuan umum dilakukannya pemeriksaan radiografi untuk menegakkan diagnosa akibat terjadinyaOsteoarthritis karena kelainan patologis (mengetahui kelainan akibat penyakit).

3.2.

Persiapan Pasien dan Persiapan Alat

a. Persiapan Pasien Beberapa persiapan yang perlu dilakukan terhadap pasien antara lain :

Melepaskan benda-benda logam yang dikenakan pasien di daerah yang akan diperiksa seperti :jam tangan, perhiasan-perhiasan logam agar tidak merusak gambar radiografi. Mempersilahkan pasien untuk mengganti pakaian yang dikenakan dengan baju khusus yang telah dipersiapkan sebelumnya.

b. Persiapan Alat Persiapan pada alat atau bahan yang akan digunakan pada saat pemeriksaan radiografi antara lain :

Pesawat sinar-X (faktor eksposisi : kV, mA, S dan kondisi pesawat) Kaset dan film yang sesuai dengan daerah yang akan diperiksa(untuk method AP weight-bearing digunakan ukuran 35 x 43 cm ) Marker (pemberi tanda R :right, L :left) Alat fiksasi (mencegah pergerakan objek seperti : sand bag, spoon, dsb) Load pembagi (pembagi/pembatas film).

3.3.

Methode Pemeriksaan Radiografi OA Standing

Untuk kasus pemeriksaan dengan indikasi Arthritis pada knee (lutut); Leach, Gregg dan Siber merekomendasikan pemeriksaan radiograpy denganProyeksi AP

Weight-Bearing Bilateral. Dengan proyeksi ini akan tampak celah sempit pada persendian lutut. 3.3.a. Posisi Pasien

Arahkan pasien untuk Standing-upright / berdiri tegak, dengan kaset vertical di belakang knee (lutut).

3.3.b.

Posisi Objek

Atur posisi objek (knee) berada di tengah-tengah kaset atau IR (image reseptor), degan posisi kedua knee true AP Tempatkan jari kaki (toes) lurus menghadap ke depan, dengan jarak cukup antara kedua kaki agar keseimbangan terjaga Minta pasien untuk berdiri tegak dengan lutut (knee) full ekstensi dan bobot tubuh seimbang di antara kedua kaki Pertengahan kaset terletak inch (1,3 cm) di bawah apex patella Bila perlu proteksi pasien dengan shield gonads

3.3.c.

Arah Sinar (CR) dan Titik Bidik (CP)

CR (central ray) horizontal dan tegak lurus pertengahan kaset (IR). CP (central point) inch / 1.3 cm di bawah apex patella (The apices of the patellae)

Gb. 5. Celah antara persendian lutut OA

3.3.d. Struktur Gambar dan Kriteria Gambar

Struktur Gambar yang Tampak

Gambar radiograpy menunjukan ruang/celah dari knee/ lutut. Cacat atau kelainan bentuk dari varus dan valgus juga dapat dinilai atau dilihat dari prosedur ini.

Kriteria Gambar

Kriteria di bawah ini harus tampak dengan jelas :


o o o o

Knee kiri dan kanan tampak true AP tanpa rotasi Celah antara sendi lutut terlihat di tengah-tengah area penyinaran Tampak permukaan persendian knee baik kanan maupun kiri Ukuran kaset memadai/cukup untuk menunjukan sumbu tegak (longitudinal) daripada badan atau batang os. Femur dan os. Tibia.

Gb. 6.

Kriteria gambar proyeksi AP weight-bearing 3.4.

Proteksi Radiasi Untuk petugas o Atur jarak (min 1 m) o Shielding (pelindung Pb) o Waktu (s) Untuk Pasien o Faktor Eksposi (kV, mA, s) o Shield gonads (apron) o Batasi lapangan / area penyinaran BAB IV PENUTUP

4.1.

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat ditarik dari penulisan makalah ini antara lain kita sebagai mahasiswa calon radiografer mengetahui teknik pemeriksaan yang khusus digunakan untuk pemeriksaan radiografi pada penerita osteoarthritis terutama pada bagian lutut. Selain itu mahasiswa mengetahui perbedaan antara methode khusus yang digunakan tersebut (AP weight-bearing) dengan methode pemeriksaan knee secara umum, serta gambaran khusus yang ditampilkan oleh methode AP weight-bearing sehingga methode ini dipilih untuk pemeriksaan kneeOA (osteoarthrtis). Sehingga nantinya setelah terjun di dunia kerja mahasiswa dapat mengaplikasikan methode AP weight-bearing kepada pasien knee OA dengan baik dan benar.

4.2.

Saran

Beberapa saran yang ingin saya utarakan selaku mahasiswa antara lain agar di waktu mendatang dosen pengajar Teknik Radiograpy Dasar (TRD) Idapat membimbing mahasiswa untuk menerapkan teknik pemeriksaan radiografyknee OA ini dengan baik, tidak hanya teori namun jauh lebih penting ialah penerapannya saat praktek. Sehingga dengan praktek yang benar diharapkan nantinya saat diaplikasikan di dunia kerja mahasiswa sudah fasih dengan penggunaan teknik AP weight-bearing pada knee OA.

DAFTAR PUSTAKA

Frank, Eugene D, Long, Bruce W, Smith, Barbara J, 2007. Merrils Atlas of Radiographic Positioning and Procedures Edition 11 (Volume One),St. Louis : Mosby Elsevier

Tim Penyusun, 2008. Pencegahan dan Pengobatan Osteoarthritis,www.panji@blogspot.com

Tim

Penyusun, 2008. Osteoarthritis Menderita!,www.tanyadokteranda.com

Cegah

Sebelum

Anda

Tim Penyusun, 2008. Osteoarthritis, www.infohidupsehat.com

Osteoarthritis Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari Osteoarthritis

Klasifikasi dan sumber daya eksternal ICD-10 M15-M19, M47 ICD-9 715 OMIM 165.720 DiseasesDB 9313 MedlinePlus 000.423 eMedicine med/1682 orthoped/427 pmr/93 radio/492 MESH D010003

Osteoarthritis (OA) juga dikenal sebagai artritis degeneratif atau penyakit sendi degeneratif atau osteoarthrosis, adalah sekelompok kelainan mekanik melibatkan degradasi sendi, [1] termasuk tulang rawan artikular dan tulang subchondral. Gejala mungkin termasuk nyeri sendi, nyeri, kekakuan, penguncian, dan kadang-kadang efusi. Berbagai penyebab-turun-temurun, perkembangan, metabolisme, dan mekanis-dapat memulai proses yang menyebabkan hilangnya tulang rawan. Ketika permukaan tulang menjadi kurang dilindungi oleh tulang rawan, tulang mungkin terkena dan rusak. Sebagai hasil dari gerakan menurun sekunder terhadap nyeri, otot-otot daerah dapat atrofi, dan ligamen dapat menjadi lebih longgar [2].

Pengobatan biasanya melibatkan kombinasi dari latihan, modifikasi gaya hidup, dan analgesik. Jika rasa sakit menjadi melemahkan, operasi penggantian sendi dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup. OA adalah bentuk paling umum dari arthritis, [2] dan penyebab utama kecacatan kronis di Amerika Serikat [3]. Ini mempengaruhi sekitar 8 juta orang di Inggris dan hampir 27 juta orang di Amerika Serikat. [Rujukan? ] Isi

1 Tanda dan gejala 2 Penyebab Primer 2.1

Sekunder 2.2 3 Diagnosis 3.1 Klasifikasi 4 Manajemen 4.1 Modifikasi gaya hidup 4.2 Fisik langkah-langkah 4.3 Obat 4,4 Bedah 4,5 Pengobatan alternatif 5 Epidemiologi 6 Etimologi 7 Sejarah 8 Referensi 9 Pranala luar

Tanda dan gejala Node Bouchard dan node Heberden mungkin terbentuk pada osteoartritis

Gejala utama adalah nyeri, menyebabkan hilangnya kemampuan dan sering kaku. "Pain" umumnya digambarkan sebagai nyeri yang tajam, atau sensasi terbakar di otot dan tendon asosiasi. OA dapat menyebabkan suara berderak (disebut "krepitus") ketika sendi yang terkena akan dipindahkan atau disentuh, dan pasien mungkin mengalami kejang otot dan kontraksi dalam tendon. Kadang-kadang, sendi juga dapat diisi dengan cairan. Cuaca lembab dan dingin akan meningkatkan rasa sakit pada banyak pasien [4] [5].

OA sering mempengaruhi tangan, kaki, tulang belakang, dan sendi bantalan besar berat badan, seperti pinggul dan lutut, meskipun dalam teori, setiap sendi di tubuh

dapat terpengaruh. Sebagai OA berlangsung, sendi yang terkena terlihat lebih besar, kaku dan menyakitkan, dan biasanya merasa lebih baik dengan penggunaan lembut tapi lebih buruk dengan penggunaan berlebihan atau berkepanjangan, sehingga membedakannya dari rheumatoid arthritis.

Dalam sendi kecil, seperti pada jari-jari, pembesaran tulang keras, disebut node heberden (pada sendi interphalangeal distal) dan / atau node Bouchard (pada sendi interphalangeal proksimal), dapat membentuk, dan meskipun mereka tidak selalu menyakitkan, mereka lakukan membatasi gerakan jari secara signifikan. OA pada jarijari kaki mengarah ke pembentukan bunions, membuat mereka merah atau bengkak. Beberapa orang melihat perubahan fisik sebelum mereka mengalami sakit.

OA adalah penyebab paling umum dari efusi sendi, kadang-kadang disebut air di lutut dalam istilah awam, akumulasi kelebihan cairan dalam atau di sekitar sendi lutut [6]. Penyebab

Beberapa peneliti percaya bahwa stres mekanik pada sendi osteoartritis mendasari semua, dengan sumber banyak dan beragam dari stres mekanik, termasuk misalignments dari tulang yang disebabkan oleh penyebab bawaan atau patogen, cedera mekanik, kelebihan berat badan, kehilangan kekuatan pada otot yang mendukung sendi, dan penurunan saraf perifer , yang mengarah ke gerakan tiba-tiba atau tidak terkoordinasi bahwa sendi overstress [7]. Namun olahraga, termasuk berjalan tanpa adanya cedera, belum ditemukan untuk meningkatkan risiko seseorang terkena osteoarthritis. [8] Juga telah retak buku-buku yang telah ditemukan untuk memainkan peran. [9] Primer Primer osteoartritis lutut kiri. Perhatikan osteofit, penyempitan ruang sendi (panah), dan meningkatkan kepadatan tulang subchondral (panah).

Osteoarthritis primer adalah gangguan degeneratif kronis yang berhubungan dengan tetapi tidak disebabkan oleh penuaan, karena ada orang baik ke sembilan puluhan mereka yang tidak memiliki tanda-tanda klinis atau fungsional dari penyakit. Sebagai orang usia, kadar air tulang rawan menurun [10] sebagai akibat dari konten proteoglycan berkurang, sehingga menyebabkan tulang rawan menjadi kurang tangguh.

Tanpa efek perlindungan dari proteoglikan, serat kolagen dari tulang rawan bisa menjadi rentan terhadap degradasi dan dengan demikian memperburuk degenerasi. Peradangan pada kapsul sendi sekitarnya juga dapat terjadi, meskipun sering ringan (dibandingkan dengan apa yang terjadi pada rheumatoid arthritis). Hal ini dapat terjadi sebagai produk dari kerusakan tulang rawan yang dilepaskan ke ruang sinovial, dan sel-sel yang melapisi upaya bersama untuk menghapusnya. Outgrowths tulang baru, yang disebut "taji" atau osteophytes, dapat terbentuk di pinggiran sendi, mungkin dalam upaya untuk meningkatkan kesesuaian dari permukaan artikular tulang rawan. Perubahan tulang, bersama dengan peradangan, dapat menjadi menyakitkan dan melemahkan.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa ada prevalensi yang lebih besar dari penyakit antara saudara kandung dan kembar identik khususnya, menunjukkan secara turun-temurun [11] Hingga 60% kasus OA diperkirakan akibat dari faktor genetik..

Baik primer umum nodal OA dan erosi OA (EOA. juga disebut OA inflamasi) adalah sub-set OA primer. EOA adalah bentuk inflamasi jauh kurang umum, dan lebih agresif dari OA yang sering mempengaruhi sendi interphalangeal distal dan memiliki karakteristik perubahan pada x-ray. Sekunder

Jenis OA disebabkan oleh faktor-faktor lain tetapi patologi yang dihasilkan adalah sama seperti untuk OA primer:

Bawaan gangguan sendi Diabetes. Inflamasi penyakit (seperti penyakit Perthes '), (penyakit Lyme), dan semua bentuk arthritis kronis (misalnya costochondritis, gout, dan rheumatoid arthritis). Dalam gout, kristal asam urat menyebabkan tulang rawan memburuk pada kecepatan yang lebih cepat. Cedera pada sendi atau ligamen (seperti ACL), sebagai akibat dari kecelakaan atau operasi ortodontik.

Septic arthritis (infeksi sendi) Kerusakan ligamen atau ketidakstabilan mungkin menjadi faktor. Sindrom Marfan Kegemukan Alkaptonuria Hemochromatosis dan Wilson Penyakit Ehlers-Danlos Syndrome

Diagnosa

Diagnosis dibuat dengan kepastian yang memadai berdasarkan riwayat dan pemeriksaan klinis [12]. [13] X-ray dapat mengkonfirmasikan diagnosis. Perubahan yang khas terlihat pada X-ray meliputi:. Penyempitan ruang sendi, subchondral sclerosis (meningkatkan pembentukan tulang di sekitar sendi), pembentukan kista subkondral, osteofit dan [14] film Plain mungkin tidak berkorelasi dengan temuan pada pemeriksaan fisik atau dengan derajat sakit [15] Biasanya. teknik pencitraan lain tidak diperlukan untuk mendiagnosa osteoarthritis klinis.

Pada tahun 1990, American College of Rheumatology, menggunakan data dari studi multi-center, mengembangkan seperangkat kriteria untuk diagnosis osteoartritis tangan didasarkan pada pembesaran jaringan keras dan pembengkakan sendi tertentu. Kriteria ini ditemukan menjadi 92% sensitif dan 98% spesifik untuk osteoartritis tangan dibandingkan entitas lain seperti rheumatoid arthritis dan spondyloarthropathies [16].

Patologi terkait yang namanya mungkin bingung dengan osteoarthritis termasuk pseudo-arthrosis. Hal ini berasal dari kata Yunani pseudo, yang berarti "palsu", dan arthrosis, yang berarti "bersama." Radiografi diagnosis menghasilkan diagnosis patah tulang dalam sendi, yang tidak menjadi bingung dengan osteoarthritis yang merupakan patologi degeneratif yang mempengaruhi tingginya insiden sendi phalangeal distal dari pasien wanita. Sebuah penampilan gading-seperti dipoles juga dapat berkembang pada tulang sendi yang terkena, mencerminkan perubahan calledeburnation [17].

Rusak tulang rawan pada spesimen patologis kotor dari induk babi. (A) erosi tulang rawan (b) tulang rawan ulserasi (c) perbaikan tulang rawan (d) osteofit (taji tulang) pembentukan.

Histopatologi osteoarthrosis dari sendi lutut dalam wanita tua. Primer osteoarthrosis (3) pada lutut joint.jpg Primer osteoarthrosis (4) pada lutut joint.jpg Primer osteoarthrosis (5) pada lutut joint.jpg

Parah osteoarthritis dan osteopenia dari sendi karpal dan 1 bersama carpometacarpel.

Klasifikasi

Osteoarthritis dapat diklasifikasikan menjadi baik primer atau sekunder tergantung pada apakah atau tidak ada penyebab yang mendasari dapat diidentifikasi. Pengelolaan

Modifikasi gaya hidup (seperti penurunan berat badan dan olahraga) dan analgesik adalah andalan pengobatan. Acetaminophen / parasetamol digunakan baris pertama dan OAINS hanya direkomendasikan sebagai menambah terapi jika pereda nyeri tidak cukup. [18] Hal ini disebabkan oleh keamanan yang lebih besar relatif acetaminophen [18]. Modifikasi gaya hidup

Bagi orang-orang kelebihan berat badan, penurunan berat badan mungkin menjadi faktor penting. Pasien pendidikan telah terbukti membantu dalam manajemen diri arthritis. Ini mengurangi rasa sakit, meningkatkan fungsi, mengurangi kekakuan dan

kelelahan, dan mengurangi penggunaan medis. [19] Sebuah meta-analisis menunjukkan pendidikan pasien dapat memberikan pada nyeri rata-rata 20% lebih banyak bila dibandingkan dengan NSAID sendirian pada pasien dengan OA pinggul. [19 ] Fisik langkah-langkah

Bagi kebanyakan orang dengan OA, latihan dinilai harus menjadi andalan pengelolaan diri mereka. Olahraga ringan mengarah ke fungsi membaik dan penurunan rasa sakit pada orang dengan osteoarthritis lutut [20]. [19]

Ada bukti yang cukup untuk menunjukkan bahwa intervensi fisik dapat mengurangi rasa sakit dan meningkatkan fungsi [21]. Ada beberapa bukti bahwa terapi manual lebih efektif daripada latihan untuk pengobatan osteoarthritis pinggul, namun bukti ini dapat dianggap tidak meyakinkan. [22 ] Fungsional, kiprah, dan pelatihan saldo telah direkomendasikan untuk mengatasi gangguan dari proprioception, keseimbangan, dan kekuatan pada individu dengan arthritis tungkai bawah karena ini dapat memberikan kontribusi untuk penurunan lebih tinggi pada orang tua. [23] Belat jempol untuk OA dasar dari ibu jari mengarah ke perbaikan setelah satu tahun [24]. Obat

Analgesik

Acetaminophen adalah pengobatan lini pertama untuk OA. [18] [25] Untuk efektifitas ringan sampai gejala sedang mirip dengan Non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAIDs), meskipun untuk gejala yang lebih parah NSAID mungkin lebih efektif. [18] NSAID seperti ibuprofen sementara lebih efektif dalam kasus yang parah yang berhubungan dengan efek samping yang lebih besar seperti perdarahan gastrointestinal [18]. Kelas lain dari NSAID, COX-2 inhibitor selektif (seperti celecoxib) sama-sama efektif untuk NSAID, tetapi tidak lebih aman dari segi sisi efek. Namun mereka jauh lebih mahal. Ada beberapa NSAID tersedia untuk digunakan topikal termasuk diklofenak. Mereka memiliki lebih sedikit efek samping sistemik dan setidaknya beberapa efek terapeutik [26] Sementara analgesik opioid seperti morfin dan fentanil. Meningkatkan rasa sakit manfaat ini sebanding dengan efek samping sering dan dengan demikian mereka tidak boleh digunakan secara rutin. [27]

Lain

Steroid oral tidak dianjurkan dalam pengobatan OA karena manfaat yang sederhana dan tingkat tinggi efek samping. Injeksi glukokortikoid (seperti hydrocortisone) menyebabkan nyeri jangka pendek yang lega dapat berlangsung antara beberapa minggu dan beberapa bulan [28] capsaicin topikal dan suntikan bersama asam hyaluronic belum ditemukan menyebabkan peningkatan yang signifikan. [26]. [29] [30] Asam Hyaluronic menyuntikkan telah dikaitkan dengan bahaya yang signifikan. [31] Operasi

Jika kecacatan yang signifikan dan manajemen di atas tidak efektif, operasi penggantian sendi atau pelaburan mungkin dianjurkan. Bukti mendukung penggantian sendi untuk kedua lutut dan pinggul [32] Untuk lutut itu meningkatkan rasa sakit dan fungsi. [33] Arthroscopic intervensi bedah untuk osteoartritis lutut namun telah ditemukan untuk menjadi tidak lebih baik dari plasebo pada mengurangi gejala.. [34 ] Pengobatan alternatif

Banyak obat alternatif yang mengaku untuk mengurangi rasa sakit yang terkait dengan arthritis. Namun, tidak ada bukti yang mendukung manfaat untuk perawatan alternatif yang paling termasuk: vitamin A, C, dan E, jahe, kunyit, omega-3 asam lemak, kondroitin sulfat dan glukosamin. Perawatan ini sehingga tidak dianjurkan. [35] [36] Glukosamin pernah diyakini menjadi efektif, [37] tetapi analisis baru-baru ini telah menemukan bahwa itu tidak lebih baik dari plasebo. [38] S-adenosyl metionin dapat menghilangkan rasa sakit yang mirip dengan nonsteroidal anti-inflammatory drugs [37] [39]. Sementara electrostimulation teknik (NEST) telah digunakan selama dua puluh tahun untuk mengobati osteoarthritis pada lutut, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hal itu mengurangi rasa sakit atau cacat. [40]

Akupunktur

Sebuah tinjauan Cochrane menemukan bahwa sementara akupunktur mengarah ke peningkatan statistik signifikan dalam rasa sakit, peningkatan ini kecil dan mungkin signifikansi klinis dipertanyakan. Waiting list-terkontrol untuk osteoarthritis sendi perifer tidak menunjukkan manfaat klinis yang relevan, tetapi ini mungkin karena efek plasebo. [41] Akupunktur tampaknya tidak menghasilkan manfaat jangka panjang. [42]

Glucosamine

Kontroversi mengelilingi glukosamin. [43] A 2010 meta-analisis telah menemukan bahwa itu adalah tidak lebih baik dari plasebo. [38] Beberapa ulasan tua menyimpulkan bahwa glukosamin sulfat adalah pengobatan yang efektif [44] [45] sementara beberapa yang lain telah menemukan itu tidak efektif. [46] [47] Perbedaan A telah ditemukan antara penelitian melibatkan glukosamin sulfat dan glukosamin hidroklorida, dengan glukosamin sulfat menunjukkan manfaat dan glukosamin hidroklorida tidak. The Osteoarthritis Research Society International (OARSI) merekomendasikan bahwa glukosamin dihentikan apabila tidak ada efek diamati setelah enam bulan. [48] Epidemiologi Cacat-disesuaikan hidup tahun untuk osteoarthritis per 100.000 penduduk pada tahun 2004 [49]. tidak ada data 200 200-220 220-240 240-260 260-280 280-300

300-320 320-340 340-360

360-380 380-400 400

Osteoarthritis mempengaruhi hampir 27 juta orang di Amerika Serikat, akuntansi untuk 25% dari kunjungan ke dokter perawatan primer, dan setengah dari semua resep NSAID. Diperkirakan bahwa 80% dari populasi memiliki bukti radiografi OA pada usia 65, walaupun hanya 60% dari mereka akan mengalami gejala [50] Di Amerika Serikat., Rawat inap untuk osteoarthritis meningkat dari 322.000 pada tahun 1993 menjadi 735.000 pada tahun 2006. [ 51]

Secara global menyebabkan osteoartritis sedang sampai cacat berat pada 43,4 juta orang pada tahun 2004 [52]. Etimologi

Osteoarthritis berasal dari kata Yunani "osteo", yang berarti "tulang", "arthro", yang berarti "bersama", dan "itis", yang berarti peradangan, meskipun "itis" osteo arthritis of adalah sedikit dari peradangan keliru- bukan merupakan fitur mencolok. Beberapa dokter menyebut kondisi ini sebagai osteoarthosis untuk menandakan kurangnya respon inflamasi. Sejarah

Bukti untuk osteoarthritis ditemukan dalam catatan fosil dipelajari oleh paleopathologists, spesialis penyakit kuno dan cedera. Osteoarthritis telah dilaporkan dalam fosil dinosaurus karnivora dari Allosaurus besar fragilis. [53] Referensi

^ "Osteoarthritis" di Kamus Kedokteran Dorland ini ^ A b Conaghan, Phillip. "Osteoarthritis - pedoman klinis Nasional untuk perawatan dan pengelolaan pada orang dewasa" (PDF). Diakses 2008-04-29.

^ Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) (Februari 2001). "Prevalensi cacat dan kondisi kesehatan yang terkait antara orang dewasa-Amerika Serikat, 1999". MMWR MORB Mortal Wkly Rep 50 (7): 120-5. PMID 11.393.491. ^ McAlindon T., M. Formica, Schmid CH, Fletcher J. (2007). "Perubahan tekanan udara dan suhu ambien pengaruh nyeri osteoarthritis". The American Journal of Medicine 120 (5): 429-434. doi: 10.1016/j.amjmed.2006.07.036. PMID 17.466.654. ^ MedlinePlus Encyclopedia Osteoarthritis ^ Air pada lutut, MayoClinic.com ^ Brandt KD, Dieppe P, Radin E (Januari 2009). "Etiopathogenesis osteoarthritis". Med. Clin. Utara Am. 93 (1): 1-24, xv. doi: 10.1016/j.mcna.2008.08.009. PMID 19.059.018. ^ Bosomworth NJ (September 2009). "Latihan dan lutut osteoarthritis: manfaat atau bahaya?". Dokter bisa Fam 55 (9): 871-8. PMC 2.743.580. PMID 19.752.252. ^ Deweber, K; Olszewski, M, Ortolano, R (2011 Mar-Apr). "Knuckle retak dan osteoarthritis tangan.". Journal of American Board of Family Medicine: JABFM 24 (2): 169-74. doi: 10.3122/jabfm.2011.02.100156. PMID 21.383.216. ^ Simon, H, D Zieve (2005/05/08). "Osteoarthritis". University of Maryland Medical Center. Diperoleh 2009/04/25. ^ Valdes AM, Spector TD (Agustus 2008). "Kontribusi gen untuk osteoarthritis". Rheum Dis Clin Utara Am. 34 (3): 581-603. doi: 10.1016/j.rdc.2008.04.008. PMID 18.687.274. ^ Zhang W, Doherty M, Gambut G et al. (Maret 2010). "EULAR berbasis bukti rekomendasi untuk diagnosis osteoartritis lutut". Ann. Rheum. Dis. 69 (3): 483-9. doi: 10.1136/ard.2009.113100. PMID 19.762.361. ^ Bierma-Zeinstra SM, Oster JD, Bernsen RM, Verhaar JA, Ginai AZ, Bohnen AM. Penyempitan ruang sendi dan hubungan dengan gejala dan tanda-tanda pada orang dewasa konsultasi untuk nyeri pinggul dalam perawatan primer. J Rheumatol. 2002; 29:1713-1718 ^ "Osteoarthritis (OA): Gangguan Bersama: Merck manual Profesional". ^ Phillips CR dan Brasington RD (2010). "Osteoarthritis Pengobatan update: Apakah NSAID masih dalam gambar?". Journal of Medicine Musculoskeletal 27 (2).

^ Altman R, G Alarcn, Appelrouth D et al. (1990). "The American College Rheumatology kriteria untuk klasifikasi dan pelaporan osteoarthritis tangan". Arthritis Rheum. 33 (11): 1601-1610. doi: 10.1002/art.1780331101. PMID 2.242.058. ^ Halaman 378 di: Neil Vasan, Le, Tao, Bhushan, Vikas (2010). Pertolongan Pertama untuk Langkah, USMLE 1 2010 (USMLE First Aid). McGraw-Hill Medis. p. 378. ISBN 007-163340-5. ^ A b c d e Banjir J (Maret 2010). "Peran acetaminophen dalam pengobatan osteoarthritis". Am J Manag Perawatan 16 Suppl Manajemen: S48-54. PMID 20.297.877. ^ Abc Hip Nyeri dan Mobilitas Defisit - Hip Osteoarthritis: Pedoman Praktek Klinis Terkait dengan Klasifikasi Internasional Berfungsi, cacat Kesehatan, dan dari Bagian Ortopedi dari Physical Therapy Association Amerika J Orthop Olahraga Phys Ther 2009, 39 (4): A1- A25. doi: 10.2519/jospt.2009.0301 ^ Neil J. Bosomworth (2009-09-01). "Latihan dan lutut osteoarthritis: manfaat atau bahaya?". Cfp.ca. Diperoleh 2012/06/26. ^ Halaman CJ, Hinman RS, Bennell KL (2011). "Fisioterapi pengelolaan osteoartritis lutut". Int J Rheum Dis 14 (2): 145-152. doi: 10.1111/j.1756-185X.2011.01612.x. PMID 21.518.313. ^ French HP, Brennan A, B Putih, Cusack T (2011). "Manual Terapi untuk osteoartritis pinggul atau lutut - review sistematis". Man Ther 16 (2): 109-117. doi: 10.1016/j.math.2010.10.011. PMID 21.146.444. ^ Sturnieks DL, Tiedemann A, Chapman K, B Munro, Murray SM, Tuhan SR. Fisiologis faktor risiko untuk jatuh pada orang tua dengan radang sendi tungkai bawah. J Rheumatol. 2004; 31:2272-2279 ^ "Belat untuk Base-of-Thumb Osteoarthritis: Sebuah Percobaan Acak - Rannou et al 150 (10):. 661 - Annals of Internal Medicine". E ^ Zhang W, Moskowitz RW, Nuki G et al. (September 2007). "OARSI rekomendasi untuk pengelolaan pinggul dan osteoarthritis lutut, bagian I: penilaian kritis dari pedoman pengobatan yang ada dan review sistematis bukti penelitian saat ini". Osteoarthr. Cartil. 15 (9): 981-1000. doi: 10.1016/j.joca.2007.06.014. PMID 17.719.803. ^ A b Altman R, Barkin RL (Maret 2009). "Topikal terapi untuk osteoartritis: perspektif klinis dan farmakologi". Pascasarjana Med 121 (2): 139-47. doi: 10.3810/pgm.2009.03.1986. PMID 19.332.972.

^ Nesch E, Rutjes AW, Husni E, Welch V, juni P (2009). Nesch, Eveline. ed. "Oral atau transdermal opioid untuk osteoartritis lutut atau pinggul". Cochrane database Syst Rev (4): CD003115. doi: 10.1002/14651858.CD003115.pub3. PMID 19.821.302. ^ Arroll B, Goodyear-Smith F (April 2004). "Kortikosteroid suntikan untuk osteoartritis lutut: meta-analisis". BMJ 328 (7444): 869. doi: 10.1136/bmj.38039.573970.7C. PMC 387.479. PMID 15.039.276. ^ Arrich J, Piribauer F, Mad P, D Schmid, Klaushofer K, Mllner M (April 2005). "Intraartikular hyaluronic acid untuk pengobatan osteoartritis lutut: review sistematis dan meta-analisis". CMAJ 172 (8): 1039-1043. doi: 10.1503/cmaj.1041203. PMC 556.045. PMID 15.824.412. ^ Richette P, Ravaud P, Conrozier T et al. (Maret 2009). "Pengaruh asam hialuronat pada osteoartritis pinggul gejala: multicenter, acak, plasebo-terkontrol". Arthritis Rheum. 60 (3): 824-30. doi: 10.1002/art.24301. PMID 19.248.105. ^ Viscosupplementation untuk Osteoarthritis dari Lutut A Systematic Review dan Meta-analisis ^ Santaguida, PL, Hawker, GA, Hudak, PL, Glazier, R, Mahomed, NN, Kreder, HJ, Coyte, PC, Wright, JG (2008 Des). "Pasien karakteristik yang mempengaruhi prognosis total pinggul dan sendi lutut artroplasti: review sistematis". Kanada jurnal operasi. Jurnal canadien de Chirurgie 51 (6): 428-36. PMC 2.592.576. PMID 19.057.730. ^ Carr, AJ, Robertsson, O, Graves, S, Price, AJ, Arden, NK, Hakim, A; Beard, DJ (2012 April 7). "Lutut pengganti". Lancet 379 (9823): 1331-1340. doi: 10.1016/S01406736 (11) 60.752-6. PMID 22.398.175. ^ Moseley JB, O'Malley K, NJ Petersen et al. (2002). "Sebuah uji coba terkontrol operasi arthroscopic untuk osteoartritis lutut terbukti membawa perbaikan yang berlangsung selama sekitar dua tahun". The New England Journal of Medicine 347 (2): 81-8. doi: 10.1056/NEJMoa013259. PMID 12.110.735. ^ Rosenbaum CC, O'Mathna DP, Chavez M, K Shields (2010). "Antioksidan dan suplemen diet antiinflamasi untuk osteoarthritis dan rheumatoid arthritis". Ada Kesehatan Altern Med 16 (2): 32-40. PMID 20.232.616. ^ Reichenbach S, Sterchi R, Scherer M et al. (2007). "Meta-analisis: chondroitin untuk osteoartritis lutut atau pinggul". Ann. Intern. Med. 146 (8): 580-90. PMID 17.438.317.

^ A b Hardy ML, Coulter I, Morton SC et al. (Agustus 2003). "S-adenosyl-L-metionin untuk pengobatan depresi, osteoarthritis, dan penyakit hati". Evid Rep Technol Menilai (Summ) (64): 1-3. PMID 12.899.148. ^ A b Wandel S, P juni, Tendal B, et al. (2010). "Efek dari glukosamin, kondroitin, atau plasebo pada pasien dengan osteoarthritis pinggul atau lutut: jaringan metaanalisis". BMJ 341: c4675. doi: 10.1136/bmj.c4675. PMC 2.941.572. PMID 20.847.017. ^ De Silva, V, El-Metwally, A, Ernst, E, Lewith, G, Macfarlane, GJ, Arthritis Research UK Kelompok Kerja Komplementer dan Alternatif, Obat-obatan (2011 Mei). "Bukti untuk efektivitas obat komplementer dan alternatif dalam pengelolaan osteoartritis: review sistematis". Rheumatology (Oxford, Inggris) 50 (5): 911-20. doi: 10.1093/rheumatology/keq379. PMID 21.169.345. ^ Rutjes AW, Nesch E, Sterchi R et al. (2009). Rutjes, Anne WS. ed. "Transkutan electrostimulation untuk osteoartritis lutut". Cochrane database Syst Rev (4): CD002823. doi: 10.1002/14651858.CD002823.pub2. PMID 19.821.296. ^ Manheimer E, K Cheng, Linde K et al. (2010). Manheimer, Eric. ed. "Akupunktur untuk osteoarthritis sendi perifer". Cochrane database Syst Rev (1): CD001977. doi: 10.1002/14651858.CD001977.pub2. PMC 3.169.099. PMID 20.091.527. ^ Wang, S, Kain ZN, Putih PF (2008). "Akupunktur Analgesia:. II Clinical Pertimbangan". Anesth Analg 106 (2): 611-21. doi: 10.1213/ane.0b013e318160644d. PMID 18.227.323. ^ Efek dari Glukosamin sulfat pada OA dari sendi lutut. BestBets. ^ Poolsup N, Suthisisang C, Channark P, Kittikulsuth W (2005). "Glukosamin pengobatan jangka panjang dan perkembangan osteoarthritis lutut: review sistematis uji coba terkontrol secara acak". The Annals of farmakoterapi 39 (6): 1.080-7. doi: 10.1345/aph.1E576. PMID 15.855.241. ^ Hitam C, C Clar, Henderson R et al. (November 2009). "Efektivitas klinis glukosamin dan kondroitin suplemen dalam memperlambat atau menahan perkembangan osteoarthritis lutut: review sistematis dan evaluasi ekonomi". Kesehatan Technol Menilai 13 (52): 1-148. doi: 10.3310/hta13520 (aktif 2010-07-30). PMID 19.903.416. ^ McAlindon T, Formica M, LaValley M, Lehmer M, Kabbara K (November 2004). "Efektivitas glukosamin untuk gejala osteoarthritis lutut: hasil dari percobaan berbasis internet secara acak, double-blind terkontrol". Am J Med 117 (9): 643-9. doi: 10.1016/j.amjmed.2004.06.023. PMID 15.501.201.

^ Vlad SC, Lavalley MP, McAlindon TE, Felson DT (2007). "Glukosamin untuk nyeri pada osteoartritis: Mengapa hasil uji coba berbeda?". Arthritis & Rheumatism 56 (7): 2267-77. doi: 10.1002/art.22728. PMID 17.599.746. ^ Zhang W, Moskowitz RW, Nuki G et al. (Februari 2008). "OARSI rekomendasi untuk pengelolaan pinggul dan osteoarthritis lutut, Bagian II: OARSI berbasis bukti, pedoman konsensus ahli". Osteoarthr. Cartil. 16 (2): 137-62. doi: 10.1016/j.joca.2007.12.013. PMID 18.279.766. ^ "WHO Penyakit dan estimasi cedera negara". Organisasi Kesehatan Dunia. 2009. Diakses 11 November 2009. ^ Hijau GA (2001). "Memahami NSAID: dari aspirin untuk COX-2". Clin Cornerstone 3 (5): 50-60. doi: 10.1016/S1098-3597 (01) 90.069-9. PMID 11.464.731. ^ Rawat inap untuk Osteoarthritis Meningkatnya Tajam Newswise, Diakses pada tanggal 4 September 2008. ^ The beban global penyakit: 2004 update .. [Online-Ausg.] Ed. Jenewa, Swiss: Organisasi Kesehatan Dunia; 2008. ISBN 9789241563710. p. 35. ^ Molnar, RE, 2001, theropoda paleopathology: survei literatur: Dalam: Vertebrata Hidup Mesozoikum, diedit oleh Tanke, DH, dan Carpenter, K., Indiana University Press, hlm. 337-363.

Pranala luar Klasifikasi dan sumber daya eksternal

Node Bouchard dan node Heberden mungkin terbentuk pada osteoartritis

Primary osteoarthritis of the left knee. Note the osteophytes, narrowing of the joint space (arrow), and increased subchondral bone density (arrow).

Primer osteoartritis lutut kiri. Perhatikan osteofit, penyempitan ruang sendi (panah), dan meningkatkan kepadatan tulang subchondral (panah).

Rusak tulang rawan pada spesimen patologis kotor dari induk babi. (A) erosi tulang rawan (b) tulang rawan ulserasi (c) perbaikan tulang rawan (d) osteofit (taji tulang) pembentukan.

Histopatologi osteoarthrosis dari sendi lutut dalam wanita tua.

Parah osteoarthritis dan osteopenia dari sendi karpal dan 1 bersama carpometacarpel.

Anda mungkin juga menyukai