Anda di halaman 1dari 26

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Samsung merupakan perusahaan yang bergerak di bidang elektronik, baik itu televisi, kamera, ponsel dan masih banyak lagi barang-barang elektronik yang bermerek Samsung. Dalam menghadapi teknologi yang berkembang, Samsung diharuskan untuk membuat inovasi-inovasi yang baru dan berbeda dari para pesaing, salah satunya dalam hal gadget. Di Manado sendiri sudah sangat banyak jenis serta merek ponsel yang dikenal masyarakat. Untuk itu, Samsung harus mampu memperkenalkan diversifikasi produknya agar tidak kalah dalam bersaing. Oleh karena itu diperlukan studi analisis strategi manajemen guna melihat pangsa pasar Samsung sekarang ini dan tindakan apa yang perlu dilakukan oleh perusahaan sendiri dalam mengatasi berbagai ancaman yang muncul dengan menggunakan peluang-peluang yang ada. Faktor internal seperti kekuatan dan kelemahan dari Samsung sendiri perlu dijadikan salah satu faktor pembanding yang kemudian akan ditelaah lebih lanjut pada tahap matching stage atau tahap pencocokkan untuk kemudian dibuat strategi-strategi penentu dalam pelaksanaan kegiatan operasional Samsung. Meski Samsung saat ini telah berada di posisi pasar yang tinggi di Indonesia, namun bukan berarti mereka tidak lagi perlu membuat formulasi strategi. Hal ini dikarenakan munculnya begitu banyak pesaing yang kini telah mampu menyaingi Samsung baik dalam hal penawaran harga yang lebih murah, maupun fasilitias-fasilitas lainnya yang mampu menarik pelanggan. Jika Samsung tidak mengupayakan strategi baru untuk mempertahankan konsumennya, maka tidak mengherankan jika lamakelamaan jumlah pemakai Samsung akan menurun. Oleh karena itu Samsung perlu menganalisa terlebih dahulu apa saja faktor-faktor internal dan eksternal yang memegang peranan penting dan kemudian merumuskannya dalam perencanaan strategi yang akan dilaksanakan.

PROFIL PERUSAHAAN 1.1.1 Sejarah Perusahaan Berawal dari bisnis ekspor kecil di Taegu, Korea, Samsung telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan elektronik terkemuka di dunia, dengan spesialisasi pada media 1

dan peralatan digital, semikonduktor, memori, dan integrasi sistem. Kini proses dan produk inovatif dan berkualitas Samsung telah diakui di dunia. Itu semua menjadi tonggak utama dalam sejarah Samsung, menunjukkan bagaimana perusahaan ini telah mengembangkan jajaran dan pencapaian produknya, meningkatkan pendapatan dan saham pasarnya, dan mengikuti misinya untuk memberikan hidup yang lebih baik bagi pelanggan di seluruh dunia. Pada tanggal 1 Maret 1938, pendiri dan sekaligus chairman Byung-Chul Lee memulai bisnis di Taegu, Korea dengan modal 30,000 won. Pada awalnya, bisnis kecilkecilan Tuan Lee terutama bergerak di bidang ekspor barang dagangan, menjual ikan, sayur, dan buah-buahan kering dari Korea ke Manchuria dan Beijing. Namun hanya dalam waktu satu dekade, Samsungyang secara harfiah berarti tiga bintang" dalam Bahasa Koreatelah memiliki pabrik tepung dan pabrik gula sendiri, berikut mesin dan operasional penjualannya sendiri, dan akhirnya menjadi cikal-bakal sebuah perusahaan global modern yang saat ini masih tetap mengemban nama yang sama. Pada awal tahun 2000-an Era digital telah membawa perubahan dan kesempatan yang revolusioner bagi bisnis secara global, dan Samsung telah menjawabnya dengan teknologi yang canggih, produk yang kompetitif, dan inovasi yang konstan. Komitmen Samsung untuk menjadi yang terbaik di dunia telah membuat Samsung sebagai pemegang pangsa pasar global terbesar untuk tiga belas item di antara produknya, termasuk semikonduktor, TFT-LCD, monitor dan ponsel CDMA. Dengan pandangan ke depan, Samsung telah membuat kemajuan bersejarah di bidang riset dan pengembangan lini semikonduktor, termasuk flash memori dan non-memori, semikonduktor khusus pesanan, DRAM dan SRAM, dan juga memproduksi LCD yang terbaik di kelasnya, telepon seluler, peralatan digital, dan lebih banyak lagi.

1.1.2 Visi dan Misi Perusahaan

Visi
Visi utama dari samsung adalah Memimpin pergerakan konvergensi digital. Dengan penjabaran visi sebagai berikut : Samsung meyakini bahwa melalui inovasi teknologi saat ini, Samsung akan menemukan solusi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan hari esok. Teknologi membuka kesempatan bagi bisnis untuk tumbuh, bagi warga negara di pasar yang

sedang berkembang untuk hidup sejahtera dengan memasuki tahap ekonomi digital, dan agar masyarakat dapat menemukan peluang baru.

Tujuan Samsung adalah mengembangkan teknologi yang inovatif dan proses efisien yang menciptakan pasar baru, memperkaya hidup semua orang, dan terus menjadikan Samsung sebagai pemimpin digital yang terpercaya.

Misi Misi dari Samsung sendiri yaitu Menjadi digital-Company yang terbaik. Adapun penjabaran misinya sebagai berikut : 1. Digital Untuk menciptakan produk dan layanan teknologi yang memimpin industri. 2. Menempatkan manajemen dan proses produksi yang paling efisien. 3. Perusahaan Mempertahankan fokus yang mantap untuk memperkuat organisasi, demi terus menjadi pemimpin teknologi global dan perusahaan yang terpercaya dan bertanggung jawab.

1.1.3 Struktur Organisasi Samsung memiliki kepala divisi bisnis yang bertanggung jawab atas produksi, penjualan, dan personel divisi mereka masing-masing. Sejak tahun 2006, Samsung memiliki lima sektor yang didefinisi secara luas yaitu Media Digital, Telekomunikasi, Peralatan Digital, Semikonduktor, dan LCD.

1.2 Rumusan Masalah Adapun beberapa masalah yang dapat dirumuskan, antara lain : 1. Bagaimana input stage pada perusahaan Samsung beserta analisa matriksmatriksnya? 2. Bagaimana matching stage pada perusahaan Samsung beserta analisa matriksmatriksnya? 3. Bagaimana perencanaan kuantitatif strategi atau QSPM pada perusahaan Samsung dan strategi alternatif apa yang perlu diimplementasikan?

1.3

Tujuan Penulisan Tujuan penulisan ini terbagi atas tujuan umum dan tujuan khusus.

1.3.1 Tujuan Umum Dari latar belakang dan permasalahan yang ada maka tujuan penulisan secara umum adalah untuk mengetahui formulasi strategi yang ada pada perusahaan Samsung. 1.3.2 Tujuan Khusus Tujuan khusus penulisan adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui matriks-matriks input stage pada perusahaan Samsung 2. Mengetahui matriks-matriks matching stage pada perusahaan Samsung 3. Mengetahui matriks perencanaan kuantitatif strategi atau QSPM pada perusahaan Samsung

1.4

Manfaat Penulisan Penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Bagi Penulis Mengetahui lebih jelas akan pengimplementasian masing-masing matriks beserta langkah strategi apa yang dapat diambil dalam menindaklanjuti segala faktor-faktor yang menjadi indikator penentu pada perusahaan Samsung.

2. Bagi Pembaca dan Pihak Lain Memberikan pengetahuan mengenai perumusan formulasi strategi manajemen sehubungan dengan kasus yang terjadi pada perusahaan Samsung serta mengetahui posisi pangsa pasar Samsung saat ini.

BAB II FORMULASI STRATEGI

2.1

Input Stage Input Stage, yaitu tahap awal yang fungsinya untuk menjabarkan faktor- faktor yang mempengaruhi perusahaan, baik itu faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor-faktor ini dijabarkan sesuai dengan pembagian aspeknya. Kemudian pada tahap ini juga dilakukan analisa awal dengan menggunakan 3 matriks yang ada, yaitu matriks EFE (External Factor Evaluation), matriks IFE (Internal Factor Evaluation), dan CPM (Competitive Profile Matrix).

2.1.1 IFE Matrix Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) adalah alat manajemen strategis untuk audit atau untuk mengevaluasi kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) dalam bidang fungsional bisnis. Tujuannya adalah untuk melihat kuat atau lemahnya kondisi internal suatu perusahaan. Nilai matriks ini kemudian akan dimasukkan ke dalam matriks IE (Internal-External) untuk mengetahui posisi perusahaan. Menurut David (2006), matriks IFE meringkas dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan utama dalam berbagai bidang fugsional dari suatu usaha dan matriks ini juga memberikan dasar untuk mengenali dan mengevaluasi hubungan di antara bidangbidang ini. Matriks IFE dapat dikembangkan dalam lima langkah berikut : 1. Membuat daftar faktor-faktor penting dari lingkungan internal baik kekuatan maupun kelemahan. 2. Menentukan bobot dimulai dari 0.0 (sangat tidak penting), hingga 1.0 (sangat penting). 3. Memberikan rating dari 1-4 yang menggambarkan besarnya pengaruh faktor tersebut terhadap posisi perusahaan. Rating untuk kekuatan (1 = tidak penting, 2 = kurang, 3 = penting, dan 4 = sangat penting). Sedangkan untuk faktor kelemahan kebalikan dari faktor kekuatan (1 = sangat penting, 2 = penting, 3 = kurang, dan 4= tidak penting). 4. Menentukan nilai tertimbang (perkalian antara bobot dengan rating). 5. Menentukan total nilai tertimbang untuk perusahaan tersebut.

Tidak peduli berapa banyak faktor yang dimasukkan dalam matriks IFE, jumlah nilai yang dibobot dapat berkisar dari 1,0 yang rendah sampai 4,0 yang tinggi, dengan ratarata 2,5. Total nilai yang bobotnya di bawah 2,5 merupakan ciri organisasi yang lemah secara internal, sedangkan jumlah bobotnya di atas 2,5 menunjukkan posisi internal yang kuat.

IFE (Internal Factor Evaluation) Matrix Pada PT Samsung Tbk Weighted Score

No Strength 1 2 3 4 5 6

Key Internal Factors

Weight Rating

Memiliki brand image yang terkenal di masyarakat Diversifikasi produk yang berkualitas Desain produk yang inovatif Harga yang terjangkau oleh daya beli konsumen Pemegang pangsa pasar global terbesar Partnership dengan perusahaan ternama (Google) Weakness

0.10 0.12 0.10 0.08 0.07 0.12

3 4 2 3 4 4

0.30 0.48 0.20 0.24 0.28 0.48

7 8 9

Persediaan barang tidak sebanding dengan permintaan Tingkat pelayanan yang masih kurang Penyebaran produk tertentu terbatas hanya untuk negara tertentu

0.11 0.08 0.10

1 3 2

0.11 0.24 0.20

10

Terbatasnya update OS untuk produk yang kurang diminati masyarakat

0.12

0.24

Total

1.00

2.77

Dari tabel IFE Matrix di atas, dapat diketahui nilai total weighted score Samsung adalah sebesar 2,77. Jumlah ini berada di atas rata-rata (2,5), mengindikasikan bahwa Samsung memiliki posisi internal yang kuat.

2.1.1.1 Strength Nama Samsung sudah dikenal sejak industri pasar elektroniknya dimata konsumen dipercayai sebagai salah satu produk unggulan, sehingga memungkinkan pasar gadgetnya dengan mudah masuk ke dalam pasaran di Indonesia khususnya Manado sendiri. Hal ini menyebabkan pasaran Samsung Mobile dengan cepat menjarah dan menarik minat beli konsumen yang dapat dikatakan tinggi. Apalagi didukung dengan kualitas smart phone yang unik disertai berbagai inovasi teknologi baru yang mampu menyeimbangi perkembangan globalisasi modern sekarang ini. Samsung mobile memiliki beranekaragam tipe baik itu yang masih menggunakan tombol sebagai input maupun hingga penggunaan teknologi touch screen yang disertai dengan berbagai tingkatan harga, menjadi keunggulan mereka dalam memenuhi permintaan masyarakat yang berbeda-beda dan sangat tergantung pada faktor finansial maupun kebutuhan. Hal ini dapat dilihat dari munculnya Samsung Galaxy S yang memiliki berbagai fitur unik yang disertai dengan spesifikasi yang tinggi, serta Galaxy Note yang disertai stylus pen yang memungkinkan pengguna berkreatifitas dengan penggunaan pen tersebut. Oleh karena luasnya jenis produk yang mampu ditawarkan, menjadikan Samsung sebagai pemimpin pasar terkuat dalam gadget. Hal ini dilihat dari keberhasilan Samsung dalam menggeser Nokia sebagai pembuat ponsel terbesar dunia dan mengalahkan Apple dalam hal pembuat smartphone terlaris di dunia. Keberhasilan terbesar Samsung dalam pasaran ponsel ini mulai mendapatkan perhatian masyarakat sejak Samsung mulai bekerja sama dengan perusahaan Google dalam penggunaan software Android yang menyediakan berbagai aplikasi-aplikasi terdepan, juga didukung dengan kemampuan pengadaan hardware yang canggih dan memiliki daya saing yang tinggi.

1.1.3.1 Weakness Permasalahan yang paling sering didapati adalah kuantitas produk yang disediakan oleh pihak Samsung tidaklah sebanding dengan jumlah permintaan konsemen, baik dikarenakan keterbatasan jumlah produk yang dijual ataupun dikarenakan produk tersebut sudah tidak diproduksi lagi. Akibat dari terbatasnya jumlah produk ini membuat konsumen harus menunggu lama untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan dan dapat berdampak pada penurunan loyalitas pembeli. Adapun sering kali didapati pada counter-counter Samsung di Manado pelayanan dari 7

karyawan masih kurang memuaskan karena keterbatasan kemampuan mereka dalam memberi penjelasan akan produk yang mereka tawarkan. Kekurangan lain Samsung sendiri secara global adalah adanya produk-produk tertentu yang dibatasi luas jangkauan pasarannya hanya pada negara asal produksinya yaitu Korea, padahal minat konsumen secara global akan produk tersebut cukup tinggi. Hal ini secara tidak langsung mengurangi jumlah pendapatan Samsung secara keseluruhan. Juga adanya produk-produk yang dapat dikatakan tidak terlalu laris atau tidak memiliki angka penjualan setinggi produk lainnya, memiliki keterbatasan dalam pembaharuan OS, sebab dari Samsung Center sendiri tidak memberikan fasilitas tersebut. Hal ini menyebabkan pembeli yang menggunakan produk tersebut merasa didiskriminasi sehingga mengurangi loyalitasnya.

2.1.2 EFE Matrix Matriks EFE (External Factor Evaluation) adalah alat yang baik untuk memvisualisasikan dan memprioritaskan peluang (opportunity) dan ancaman (threat) yang dihadapi bisnis. Tujuannya adalah untuk penilaian kondisi bisnis saat ini. Matriks EFE sangat mirip dengan matriks IFE. Perbedaan utama antara matriks EFE dan matriks IFE adalah jenis faktor-faktor yang termasuk dalam model matriksnya. Matriks IFE berkaitan dengan faktor internal, sedangkan matriks EFE yang bersangkutan dengan faktor eksternal. Misalnya dalam hubungan sosial, ekonomi, politik, budaya, kependudukan, lingkungan, kependudukan, teknologi, hukum, dan lainnya. Menurut David (2006), matriks EFE membuat ahli strategi meringkas dan mengevaluasi informasi ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik, pemerintah, hukum, dan persaingan. Terdapat lima langkah dalam mengembangkan matriks EFE: 1. Membuat daftar faktor-faktor penting dari lingkungan eksternal baik peluang maupun ancaman. 2. Menentukan bobot dimulai dari 0.0 (sangat tidak penting), hingga 1.0 (sangat penting). 3. Memberikan rating dari 1-4 yang menggambarkan besarnya pengaruh faktor tersebut terhadap posisi perusahaan. Rating untuk peluang (1 = tidak penting, 2 = kurang, 3 = penting, dan 4 = sangat penting). Sedangkan untuk faktor ancaman kebalikan dari peluang (1 = sangat penting, 2 = penting, 3 = kurang,dan 4 = tidak penting). 8

4. Menentukan nilai tertimbang (perkalian antara bobot dengan rating). 5. Menentukan total nilai tertimbang untuk perusahaan tersebut.

Tanpa mempedulikan jumlah peluang dan ancaman, kunci yang dimasukkan dalam Matriks EFE, total nilai yang dibobot tertinggi untuk suatu organisasi adalah 4,0 dan yang terendah adalah 1,0. Rata-rata nilai yang dibobot adalah 2,5. Jumlah nilai yang dibobot sama dengan 4,0 menunjukkan bahwa suatu organisasi memberi jawaban dengan cara yang luar biasa pada peluang dan ancaman yang ada dalam industrinya. Jumlah nilai sama dengan 1,0 menunjukkan bahwa strategi perusahaan memanfaatkan peluang atau menghindari ancaman eksternal.

EFE (External Factor Evaluation) Matrix Pada PT Samsung Tbk Weighted Score

No Opportunities 1

Key Internal Factors

Weight Rating

Daya beli dan respon masyarakat yang tinggi terhadap perubahan pasar

0.13

0.39

2 3

Teknologi mengikuti perkembangan zaman Memiliki banyak cabang sehingga menjangkau lebih banyak konsumen

0.14 0.12

4 3

0.56 0.36

4 5

Mampu dalam membuat hardware sendiri Memiliki aplikasi yang mampu mendorong kreatifitas Threats

0.09 0.08

3 2

0.27 0.16

Ketergantungan orang Indonesia akan aplikasi BBM pada Blackberry

0.12

0.24

7 8 9

Harga yang lebih murah dengan kualitas serupa dari pesaing Konsumen memiliki banyak pilihan Pasar yang semakin kompetitif Total

0.10 0.09 0.13 1.00

1 3 2

0.10 0.27 0.26 2.61

Dari tabel EFE Matrix di atas, dapat diketahui nilai total weighted score Samsung adalah sebesar 2,61. Jumlah ini sedikit di atas rata-rata (2,5), mengindikasikan bahwa 9

Samsung cukup bagus dalam merespon berbagai peluang yang ada dan mengatasi berbagai ancaman yang dihadapi perusahaan. Dengan score sedikit di atas rata-rata juga mengindikasikan bahwa Samsung bisa lebih baik lagi dalam memanfaatkan peluang dan mengatasi ancaman yang muncul untuk kemudian diambil manfaatnya bagi perusahaan dengan tujuan untuk semakin memantapkan perusahaan.

2.1.2.1 Opportunities Samsung memiliki peluang yang besar dalam meningkatkan keuntungannya karena adanya daya beli yang tinggi dari masyarakat. Dengan respon dari masyarakat yang cepat terhadap perubahan atau pertumbuhan pasar, Samsung bisa menggunakan peluang ini untuk lebih meningkatkan penjualan produk mereka. Apalagi di daerah kota Manado yang mayoritas masyarakatnya bergengsi tinggi yang selalu ingin memiliki sesuatu yang baru dan popular. Pada zaman ini teknologi berkembang mengikuti perkembangan zaman. Peluang yang dapat diambil Samsung dari hal ini adalah dengan mengeluarkan produk dengan menggunakan teknologi terbaru seperti SBeam, teknologi terbaru yang hanya dimiliki oleh produk Samsung. Banyaknya cabang yang dibuka di berbagai tempat merupakan peluang yang besar yang memungkinkan Samsung untuk menjangkau lebih banyak konsumen. Samsung juga bisa membuat hardware untuk produk mereka daripada harus mengambilnya dari pihak luar. Hal ini bisa mengurangi biaya dan menjadi terobosan baru bagi Samsung sebagai keunikan tersendiri yang membedakan dengan perusahaan lain. Melihat zaman sekarang ini banyak anak muda yang ingin berkreasi sesuai dengan kreatifitas mereka. Untuk itu dengan melihat peluang ini Samsung menyediakan produk yang memiliki aplikasi unik yang bisa membantu konsumen dalam menyalurkan kreatifitas mereka.

2.1.2.2 Threats Di Indonesia mayoritas penduduknya menggunakan Blackberry yang memiliki aplikasi BBM sehingga sulit bagi Samsung untuk mempromosikan produknya pada konsumen yang sudah terbiasa menggunakan Blackberry. Begitu juga dengan ancaman dari pesaing yang mengeluarkan produk yang lebih murah dengan kualitas yang serupa dengan produk Samsung. Jika Samsung tidak merespon maka Samsung bisa kalah bersaing dengan kompetitornya. Dimana beberapa kompetitor dalam produk gadget yaitu Apple, Blackberry dan Nokia. 10

Banyaknya pilihan produk di pasar bisa menjadi ancaman karena konsumen bisa saja lebih memilih untuk membeli produk lain dibandingkan produk Samsung. Juga dengan persaingan pasar yang semakin kompetitif sekarang ini Samsung harus bisa meningkatkan kualitas produk dan membuat inovasi baru. Dalam memasarkan produk dari Samsung banyak ditemui kompetitor sehingga persaingan dalam pasar menjadi lebih kompetitif. Untuk itu Samsung harus memiliki strategi bagaimana menghadapi masalah tersebut.

2.1.3 CPM (Competitive Profile Matrix) CPM mengidentifikasikan pesaing utama perusahaan serta kekuatan dan kelemahan mereka dalam hubungan dengan posisi strategis dari perusahaan yang dijadikan contoh. Bobot dan total nilai tertimbang untuk CPM dan EFE memiliki arti yang sama. Tetapi, faktor penentu keberhasilan (critical success factor-CSF) dalam CPM mencakup isu eksternal dan internal. Dengan demikian, peringkat mengacu pada kekuatan dan kelemahan, dimana 4 = kekuatan utama, 3 = kekuatan minor, 2 = kelemahan minor, dan 1= kelemahan utama.

Berikut ini adalah matriks profil kompetitif pada PT Samsung Tbk.

The Competitive Profile Matrix (CPM) for PT Samsung Tbk Samsung No Critical Succcess Factors 1 2 3 4 5 6 Advertising Customer Loyalty Customer Service Financial Position Global Expansion Price Competitiveness 7 Product Quality Total 0.15 1 4 0.60 3.25 2 0.30 2.41 4 0.60 3.14 0.12 0.12 0.18 0.16 0.13 0.14 4 3 2 4 3 3 Weight Rating Weighte d Score 0.48 0.36 0.36 0.64 0.39 0.42 3 4 3 2 1 2 Blackberry Rating Weighte d Score 0.36 0.48 0.54 0.32 0.13 0.28 2 3 2 4 4 3 Apple Rating Weighte d Score 0.24 0.36 0.36 0.64 0.52 0.42

11

Dalam Matriks CPM, angka-angka yang tertera adalah estimasi atau perkiraan berdasarkan penilaian sendiri. Sehingga matriks ini bersifat relatif terhadap keadaan yang sesungguhnya. Dalam tabel di atas kita bisa melihat bahwa samsung unggul dalam advertising dibandingkan dengan BlackBerry dan Apple, sehingga dengan banyaknya iklan dari Samsung dapat menambah pendapatan serta menambah pelanggan Samsung. Namun dalam hal financial position dan product quality juga samsung masih lebih unggul walaupun hampir sama dengan Apple namun jauh lebih unggul dari Blackberry dikarenakan pasaran tablet dari Samsung dan Apple yang sangat diminati konsumen. Namun demikian Blackberry lebih unggul dari Samsung dan Apple dalam hal costumer service dan costumer loyalty, sehingga hal ini masih menjadi tantangan bagi Samsung sendiri. Meskipun demikian, Apple unggul dalam hal global expansion karena brand name dari Apple sendiri sudah sangat dikenal dimana-mana, tetapi secara total

Samsung dapat dikatakan masih unggul dari kedua pesaingnya dalam pasar gadget terbesar di Indonesia.

2.2

Matching Stage Tahap kedua (The Matching Stage), yaitu tahap perumusan beberapa strategi alternatif. Martiks yang digunakan pada tahap ini yaitu TOWS/SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats) matrix, space matrix, BCG matrix, IE (Internal-External) matrix, dan grand strategy matrix.

2.2.1 SWOT Matrix SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats) matriks merupakan matching tool yang penting untuk membantu para manajer mengembangkan empat tipe strategi. Keempat tipe strategi tersebut adalah : 1. Strategi SO (Strength-Opportunity) Strategi ini menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk meraih peluangpeluang yang ada di luar perusahaan. Jika perusahaan memiliki banyak kelemahan, perusahaan harus mengatasi kelemahan itu agar menjadi kuat. Sedangkan jika perusahaan menghadapi banyak ancaman, perusahaan harus berusaha

menghindarinya dan berusaha berkonsentrasi pada peluang-peluang yang ada. 2. Strategi WO (Weakness-Opportunity)

12

Strategi ini bertujuan untuk memperkecil kelemahan-kelemahan internal perusahaan dengan memanfaatkan peluang-peluang eksternal. 3. Strategi ST (Strength-Threat) Melalui strategi ini perusahaan berusaha untuk menghindari atau mengurangi dampak dari ancaman-ancaman eksternal dengan menggunakan kekuatan yang dimilikinya. 4. Strategi WT (Waekness-Threat) Strategi ini merupakan teknik untuk bertahan dengan cara mengurangi kelemahan internal serta menghindari ancaman.

13

SWOT Matrix Pada PT Samsung Tbk STRENGTHS S 1 Memiliki brand image yang terkenal di masyarakat 2 Diversifikasi produk yang berkualitas 3 Desain produk yang inovatif 3 Penyebaran produk tertentu terbatas hanya untuk negara tertentu 4 Harga yang terjangkau oleh daya beli konsumen 5 6 Pemegang pangsa pasar global terbesar Partnership dengan perusahaan ternama (Google) OPPORTUNITIES - O 1 Daya beli dan respon masyarakat yang tinggi terhadap perubahan pasar 2 Teknologi mengikuti perkembangan zaman 2 Mengadakan event kreatifitas secara online dengan menggunakan aplikasi dari Samsung sendiri. (S6, O5) 2 1 SO STRATEGIES Menambah jumlah produksi untuk produk yang paling diminati. (S4, O1) 1 WO STRATEGIES Menyediakan jumlah persediaan untuk produk baru di masing-masing cabang dengan kuantitas yang mampu memenuhi jumlah permintaan. (W1, O3) Mengadakan pelatihan bagi karyawan baru dan lama agar mampu memberikan pelayanan yang berkualitas. (W2, O3) 14 4 Terbatasnya update OS untuk produk yang kurang diminati masyarakat 2 1 WEAKNESSES W Persediaan barang tidak sebanding dengan permintaan Tingkat pelayanan yang masih kurang

Strengths-WeaknesesOpportunities-Threats (SWOT) Matrix

Memiliki banyak cabang sehingga menjangkau lebih banyak konsumen

Memperluas pangsa pasar seluruh jenis produk tanpa pengecualian. (W3, O1)

Mampu dalam membuat hardware sendiri

Memiliki aplikasi yang mampu mendorong kreatifitas THREATS T ST STRATEGIES 1 Mendesain produk baru yang inovatif yang tidak bisa ditiru oleh pesaing (S3, T2) 1 WT STRATEGIES Menyediakan sarana yang memungkinkan keseluruhan produk untuk diupdate baik untuk produk yang paling diminati maupun yang kurang diminati (W4, T4)

Ketergantungan orang Indonesia akan aplikasi BBM pada Blackberry

Harga yang lebih murah dengan kualitas serupa dari pesaing

Menyediakan banyak jenis dan model produk yang unik dan berbeda dari produk lain dan dijual dalam harga yang terjangkau (S2, T3, T4)

Mendayagunakan SDM yang kompeten dalam memberikan service terbaik yang menjadi salah satu faktor penarik minat konsumen. (W2, T3)

Pasar yang semakin kompetitif

15

Dari SWOT Matriks, strategi yang dapat diformulasikan oleh Samsung adalah sebagai berikut: SO Strategies: 1. Menambah jumlah produksi untuk produk yang paling diminati. (S4, O1) 2. Mengadakan event kreatifitas secara online dengan menggunakan aplikasi dari Samsung sendiri. (S6, O5) ST Strategies: 1. Mendesain produk baru yang inovatif yang tidak bisa ditiru oleh pesaing (S3, T2) 2. Menyediakan banyak jenis dan model produk yang unik dan berbeda dari produk lain dan dijual dalam harga yang terjangkau (S2, T3, T4) WO Strategies: 1. Menyediakan jumlah persediaan untuk produk baru di masing-masing cabang dengan kuantitas yang mampu memenuhi jumlah permintaan. (W1, O3) 2. Mengadakan pelatihan bagi karyawan baru dan lama agar mampu memberikan pelayanan yang berkualitas. (W2, O3) 3. Memperluas pangsa pasar seluruh jenis produk tanpa pengecualian. (W3, O1) WT Strategies: 1. Menyediakan sarana yang memungkinkan keseluruhan produk untuk diupdate baik untuk produk yang paling diminati maupun yang kurang diminati (W4, T4) 2. Mendayagunakan SDM yang kompeten dalam memberikan service terbaik yang menjadi salah satu faktor penarik minat konsumen. (W2, T3)

2.2.2 Space Matrix SPACE (Strategic Position An Action Evalution) matriks dipakai untuk memetakan kondisi perusahaan dengan menggunakan model yang dipersentasikan dengan menggunakan sebuah diagram Cartesius yang terdiri atas empat kuadran dengan skala ukuran yang sama. Hasil analisisnya mengidentifikasi pemakaian strategi aggressive, conservative, defensive, atau competitive.

Masing-masing sumbu dari matriks SPACE menyatakan dua dimensi yaitu : 1. Dimensi internal yang terdiri atas financial Strength (FS) dan Competitive advantage 16

(CA). 2. Dimensi eksternal yaitu enviromental stability (ES) dan Industry advantage (IS).

Berikut merupakan dimensi internal dan dimensi eksternal dari PT Samsung Tbk
No. INTERNAL STRATEGIC POSITION No. EXTERNAL STRATEGIC POSITION

Financial Strength (FS) 1. Pendapatan Samsung semakin meningkat setiap tahunnya dengan bertambahnya jumlah cabang yang menambah jumlah penjualan 2. Perputaran persediaan Samsung yang relatif cepat karena tingginya daya beli masyarakat

Ratings 4.0 1.

Environmental Stabilities (ES) Perubahan teknologi telekomunikasi sangat cepat

Ratings -4.0

3.5

2.

Kisaran harga pesaing yang lebih murah

-3.0

3.

Ketatnya persaingan di industry gadget

-3.0

Rata-rata Competitive Advantage (CA) 1. Memanfaatkan teknologi yang semakin canggih dalam inovasi produk baru

3.8

Rata-rata Industry Strength (IS)

-3.3

-3.0

1.

Kondisi Indonesia yang makin berkembang memungkinkan penetrasi pasar Samsung masuk dengan mudah

4.0

2.

Kesetiaan pelanggan dalam jumlah yang besar

-2.0

2.

Pertumbuhan industri gadget yang positif

2.0

3.

Kualitas produk dan layanan customer service Rata-rata

-3.0

-2.7

Rata-rata

3.0

17

Kesimpulan : Koordinat Vektor Arah : Sumbu x : (IS, CA) = (3.8) + (-3.3) = (0.5) Sumbu y : (FS, ES) = (-2.7) + (3.0) = (0.3)

Dari SPACE Matrix di atas, dapat diketahui bahwa Samsung berada pada Kuadran I, yaitu posisi Agresif. Pada posisi ini, strategi yang tepat buat Samsung adalah : diversifikasi produk yaitu memperbanyak jenis dan model produk juga pengembangan pasar dengan mengembangkan produk baik dari software maupun hardware, serta strategi penetrasi pasar dimana Samsung menerapkan strategi-strategi yang diperlukan guna meningkatkan daya beli konsumen serta mengupayakan strategi untuk menarik konsumen dari perusahaan pesaing.

2.2.3 Grand Strategy Matrix Grand Strategy Matrix merupakan suatu alat yang digunakan dalam

memformulasikan strategi. Matrix ini menggunakan Market Growth atau pertumbuhan pasar sebagai sumbu Y dan Competitive Position atau posisi daya saing dalam pasar industri yang serupa sebagai sumbu X. Berikut ini merupakan Grand Strategy Matrix dari Samsung:

18

Rapid Market Growth Kuadran I 1. Pengembangan pasar 2. Penetrasi pasar 3. Pengembangan produk 4. Diversifikasi produk Weak Competitiv e Position Strong Competitive Position

Slow Market Growth

Menurut Grand Strategy Matrix, Samsung berada dalam kuadran I dikarenakan penetrasi pada pasar dan pengembangan pasar serta pengembangan produk yang ada saat ini sudah merupakan strategi yang sesuai. Diversifikasi produk yang dilakukan Samsung juga membantu mengurangi risiko yang berkaitan dengan lini produk yang sempit. Samsung juga memiliki sumber daya yang memadai untuk mengambil keuntungan dari berbagai peluang eksternal yang muncul di berbagai bidang.

2.3 QSPM QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) menggunakan input dari analisis input stage dan matching stage yang meberikan informasi untuk analisis selanjutnya. QSPM bertujuan untuk menetapkan ketertarikan relatif (relative attractiveness) dari strategi-strategi bervariasi yang telah dipilih, untuk menentukan strategi mana yang paling baik untuk diimplementasikan. QSPM membutuhkan intuitive judgement yang baik. Pemilihan alternatif strategi dilakaukan dengan cara memberikan bobot kepentingan untuk tiap-tiap variabel internal dan eksternal, kemudian memberikan skor untuk tiap-tiap alternatif strategi. Pilhan strategi akan jatuh pada jumlah terbesar dan perkalian bobot dan skor atau total skor dari amsing-masing variabel pada tiap-tiap strategi.

19

Langkah-langkah penyusunan QSPM adalah sebagai berikut : 1. Buat daftar peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan SBU perusahaan di kolom sebelah kiri QSPM. Informasi ini diambil dari EFE dan IFE matriks. Minimal 10 external critical success factors dan 10 internal critical success factors dumasukkan ke QSPM. 2. Beri weight pada masing-masing external dan internal key success factor. Weight ini sama dengan yang ada di EFE matriks dan IFE matriks. 3. Identifikasikan strategi alternatif ke dalam kesatuan yang mutually exclusive, jika pelaksanaannya harus dipertimbangkan perusahaan. 4. Tetapkan attractiveness score (AS) yaitu nilau yang menunjukkan ketertarikan relatif untuk masing-masing strategi yang terpilih. Batasan nilai AS adalah 1 = tidak menarik, 2 = agak menarik, 3 = secara logis menarik, 4 = sangat menarik. 5. Hitung total attractiveness score (TAS) yang diperoleh dari perkalian weight dengan attractibeness score pada masing-masing baris. 6. Hitung sum total attractiveness score (STAS) dan jumlah semua TAS pada masing-masing kolom QSPM.

Nilai STAS yang terbesar menunjukkan alternatif strategi pilihan utama, sedangkan STAS terkecil menjadi pilihan terakhir.

20

QSPM Pada PT Samsung Tbk

Quantitative Straegic Planning Matrix (QSPM )

Strategic Alternatives Menyediakan produk baru dan unik yang berbeda dari pesaing Menyediakan persediaan dengan kuantitas yang mampu memenuhi jumlah permintaan

Key Factors External Factors Opportunities 1 Daya beli dan respon masyarakat yang tinggi terhadap perubahan pasar 2 3 Teknologi mengikuti perkembangan zaman Memiliki banyak cabang sehingga menjangkau lebih banyak konsumen 4 5 Mampu dalam membuat hardware sendiri Memiliki aplikasi yang mampu mendorong kreatifitas Threats 1 Ketergantungan orang Indonesia akan aplikasi BBM pada Blackberry 2 Harga yang lebih murah dengan kualitas serupa dari pesaing 3 4 Konsumen memiliki banyak pilihan Pasar yang semakin kompetitif

Weight

AS

TAS

AS

TAS

0.13

0.39

0.52

0.14 0.12

3 0

0.42 -

0 4

0.48

0.09 0.08

3 4

0.27 0.32

0 0

0.12

0.10

0.40

0.20

0.09 0.13

4 3

0.36 0.39

4 3

0.36 0.39

Internal Factors Strength

21

Memiliki brand image yang terkenal di masyarakat

0.10

0.12 2 3 Diversifikasi produk yang berkualitas

0.48

Desain produk yang inovatif

0.10

0.40

Harga yang terjangkau oleh daya beli konsumen

0.08

0.16

0.24

5 6

Pemegang pangsa pasar global terbesar Partnership dengan perusahaan ternama (Google) Weakness

0.07 0.12

0 2

0.24

1 0

0.07 -

Persediaan barang tidak sebanding dengan permintaan

0.11

0.44

2 3

Tingkat pelayanan yang masih kurang Penyebaran produk tertentu terbatas hanya untuk negara tertentu

0.08 0.10

0 0

1 2

0.08 0.20

Terbatasnya update OS untuk produk yang kurang diminati masyarakat Total

0.12

1.00

3.83

2.98

Dengan melihat tabel QSPM tersebut, terlihat nilai QSPM yang tertinggi adalah dari alternatif strategi untuk menyediakan produk baru dan unik yang berbeda dari pesaing. Karena dilihat dari kasus-kasus yang terjadi belakangan ini, Samsung pernah di tuntut Apple karena aplikasi dan software Samsung sangat mirip dengan Apple. Ini menyebabkan nama Samsung jatuh dipasaran karena dituduh mengikuti beberapa produk Apple. Namun Samsung tidak diam saja dengan hal itu sehingga pihak Samsung menuntut balik Apple sebab menurut mereka produk mereka meski memiliki desain yang relatif mirip, namun kualitas dan fungsinya berbeda.

22

Melihat keadaan ini sebaiknya Samsung lebih kreatif dalam mendesain produknya agar dengan begitu Samsung memiliki keunikan tersendiri yang lebih dari produk lain sehingga Samsung tidak kalah bersaing dengan Apple dan gadget ponsel lainnya yang memiliki keeunikan masing-masing. Apalagi dengan besarnya pangsa pasar Samsung sekarang, daya tarik dengan keunikan tersendiri menjadi salah satu faktor penting yang dapat mempertahankan loyalitas konsumennya. Dengan demikian, jika Samsung dapat berinovasi lebih dalam hal desain produknya, maka hal ini dapat memberikan nilai tambah sendiri bagi Samsung sebab secara tidak langsung dapat menarik konsumen lebih banyak dikarenakan kemampuannya dalam menawarkan produk yang unik baik secara internal maupun ekternal.

23

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan 1. Tahap input stage dibedakan atas 3, dimana : a. Kekuatan dalam faktor internal (IFE matrix) adalah adanya hubungan kerja sama dengan perusahaan besar lain yaitu Google dalam penggunaan software Android yang juga mingkatkan kualitas produk dari Samsung. Sedangkan yang menjadi kelemahan adalah kuantitas produk yang disediakan oleh pihak Samsung tidaklah sebanding dengan jumlah permintaan konsemen. b. Untuk EFE Matrix, yang menjadi peluang terbesar Samsung adalah memiliki produk dengan teknologi yang mengikuti perkembangan zaman sehingga menjangkau lebih banyak konsumen, sedangkan ancaman terbesarnya adalah banyaknya produk dengan harga yang lebih murah dan dengan kualitas serupa dari pesaing. c. Jika dibandingkan dengan pesaingnya Apple dan Blackberry, secara total Samsung unggul dalam pasar gadget terbesar di Indonesia.

2. Formulasi strategi untuk matching stage pada Samsung dibedakan atas : a. SWOT Matrix, strategi SO yang dapat diformulasikan yaitu menambah jumlah produk yang diminati dan mengadakan event. Untuk strategi ST yaitu menyediakan produk yang unik dan inovatif, dan strategi WO yaitu memperluas pangsa pasar, serta strategi WT yaitu meningkatkan kualitas SDM. b. SPACE Matrix, diketahui Samsung berada pada Kuadran I, yaitu posisi Agresif. c. Grand Strategy Matrix, Samsung berada dalam kuadran I dikarenakan penetrasi pada pasar dan pengembangan pasar serta pengembangan produk yang ada merupakan strategi yang sesuai.

3. Nilai QSPM yang tertinggi adalah alternatif strategi untuk menyediakan produkproduk baru dengan desain yang unik dan berbeda dari pesaing.

24

3.2 Saran 1. Melihat situasi dan kondisi zaman sekarang dengan teknologi yang semakin berkembang, tentu saja Samsung menghadapi pesaing yang tidak kalah bagusnya dengan Samsung baik dari segi desain, kualitas, dan pelayanan. Dalam pasar juga banyak produk yang sama kualitasnya namun dengan harga yang lebih murah. Untuk itu Samsung harus memperkenalkan inovasi produk dari Samsung serta keunikankeunikan yang dimiliki Samsung yang tidak dimiliki pesaing. 2. Untuk menghadapi pesaing tersebut, Samsung harus menyediakan strategi-strategi yang mampu menyaingi strategi lawan agar tidak kalah dalam persaingan pasar. Strategi-strategi tersebut harus dikaji dengan baik dalam suatu formulasi strategi agar dalam penerapannya dapat dilakukan dengan maksimal dan dengan penerapan formulasi strategi tersebut dapat meningkatkan laba dari Samsung sendiri.

25

DAFTAR PUSTAKA

Christian H, sebagai Branch Manager PT Samsung Manado. David R, Fred, 2012, Manajemen Strategis. Edisi 12 Buku 1, Jakarta : Penerbit Salemba Empat. Samsung Website, 2012, Profil Perusahaan, dilihat pada 5 Desember 2012,

<http://www.samsung.com/id/aboutsamsung/corporateprofile/index.html>

26