APAKAH PERILAKU ORGANISASI ITU ?

MAKALAH DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI PERSYARATAN TUGAS MATA KULIAH TEORI ORGANISASI UMUM

Disusun Oleh :
1. Fitri Retrialisca 2. Norman Bhaskara 3. Kefas Wilfred N. S. 4. Maratus Sholihah 5. M. Fikrie Ramadhan 6. Aldo Demario 7. Abdul Latif 8. Agustinus Kurniawan 9. Furqan Daniel A.T 10. Bagus Fery Yanto 11. Arifika Primada M (081116001) (081116002) (081116010) (081116013) (081116015) (081116017) (081116021) (081116032) (081116041) (081116055) (081116065)

S1 SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS AIRLANGGA 2012

Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum. diharapkan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. 13 Maret 2012 Tim Penulis . Serta segenap pihak yang telah membantu kami dalam proses penyelesaian malakah ini yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. mudah-mudahan makalah ini dapat memberikan banyak manfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya. Penulis berharap makalah ini bisa dijadikan wawasan baru bagi yang membacanya dan untuk kemajuan ilmu penegtahuan dan teknologi. Dengan adanya tugas penulisan makalah ini penulis dapat menambah wawasan tentang ilmu pengantar menejemen umum. Tak ada sesuatu di dunia ini yang sempurna kecuali Allah azzawajalla. selaku dosen mata kuliah Teori Organisasi Umum 2.KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. Surabaya. Sekian dari kami. sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Apakah Perilaku Organisasi Itu ?“ ini. Oleh kartena itu. taufik dan hidayah-Nya kepada kami. Nasyatul Farida. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada: 1. Begitu pun dengan makalah ini yang masih memiliki banyak kekurangan.

....................... BAB IV PENUTUP 4...............1 Latar Belakang Masalah ..................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN 1...............Faktor yang Paling Menentukan dalam Implementasi Rencana Organisai ....................1 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Individu... i KATA PENGANTAR ....................................................3 Tujuan .. 1.............................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .. BAB III PEMBAHASAN 3..2 Saran ........................................................................................................................ ii DAFTAR ISI .................................................................................................................................................................................................................. 1............ DAFTAR PUSTAKA ........................................................ .............................................................................. 3.........................................2 Cara Mengelola Individu dalam Organisasi ..................................... 1............................................................................................................................................................................................................1 Kesimpulan .........3 Faktor........... BAB II LANDASAN TEORI 2..............................2 Rumusan Masalah ....2 Perilaku dan Kepribadian Individu......................................................................................................... 4................................................................... 3..................................1 Pengaruh antara Perilaku Individu dalam Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan ................................................... 2........................................4 Manfaat ..........

Sumber daya manusia dalam hal ini karyawan. Sebuah perusahaan yang memiliki kuantitas besar mempunyai tujuan pemesanan yang tepat waktu dan tepat mutu kepada para pelanggan yang semakin bertambah. Pengelolaan sumber daya manusia dalam konteks organisasi berarti mengelolah sumber daya manusia untuk lebih efektif dan efisien sehingga dapat mencapai tujuan organisasi. Keberadan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi.BAB I PENDAHULUAN 1. baik individu maupun keolmpok mempunyai sifat dan karakteristik yang . Kualitas hubungan timbal balik antar supervisor dan karyawan di sebuah perusaahan yang buruk dan kinerja karyawan yang harus dibenahi.F Schumacer bahwa pembanngunan tidak dimulai dari modal ataupun kekayaan alam lainnya. merupakan aset bagi perusahaan dan harus dikelolah dengan baik karena merupakan pemegang kendali bagi kinerja perusahaan. Dalam pengelolaahn sumber daya produksi inilah peran individu sangat dibutuhkan. sehari karyawan tidak mampu memproduksi barang sesuai target yang ditetapkan. Hal ini mengakibatkan perilaku kinerja tidak berjalan dengan baik. Dalam upaya hal tersebut terlebih dahulu adalah bagaimana menciptakan performasi yang prima dari para karyawannya. sikap dan prilaku karyawan. Performasi ini meliputi kinerja. misalnya.1 Latar Belakang Masalah Perencanaan dan pengelolaan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menghadapi kemajuan teknologi dan tantangan bisnis yang menuntut untuk dapat berkompetisi secara ketat. Hal ini sesuai dengan pernyataan sosiologi kondang E. tetapi dari orang-orang yang dimiliki. Selain itu hubungan kerja antar karyawan yang kurang kondusif juga mengakibatkan situasi kerja yang tidak kondusif.

bahwa.perilaku ekstra peran sebagi keunggulan bersaing”. 2000). Bagi Perusahaan . 1. Peran pemimpin disini adalah bagaimana pemimpin tersebut dapat mengembangkan hubungan antara atasan dan bawahan secara efektif. dalam Lee. 1975. 3) Mengetahui tantangan dan peluang untuk perilaku organisasi. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Yukl (1998). Penting sekali bagi pemimpin atau atasannya untuk mengerti secara sepesifik tentang sikap dan perilaku bawahannya. Bagaimana mengembangkan model perilaku organisasi? 1. 1.Graen dan Haga. komitmen karyawan.3 Tujuan Tujuan dari penyusunan karya tulis ini adalah sebagai berikut : 1) Mengetahui tugas seorang Manajer. Apa tugas seorang Manajer ? 2.beda.4 Manfaat Adapun manfaat yang dapat diproleh dari karya tulis ini adalah : 1. Bagaimana tantangan dan peluang untuk perilaku organisasi ? 4. ”hubungan yang efektif antara atasan dan bawahan data diindikasikan dengan adannya kepuasan kerja. ”Hubungan antara atasan dan bawahan yang heterogen dimana hubungan tersebut terkandung dalam unit kerja yang berbeda dan setiap hubungan interpersonal anatar atasan – bawahan merupkan hubungan yang unik atau khusus dalam suatu struktur organisasi merupakan teori leadermember exchange” (Dansereau. 2) Mengetahui maksud dari perilaku organisasi. dan perilaku. 4) Mengetahui perkembangan model perilaku organisasi. Apa yang dimaksud perilaku organisasi itu ? 3.berbeda.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas terdapat beberapa masalah yang dirumuskan sebagai berikut : 1.

Dapat memberikan tambahan informasi dan masukan bagi pihak perusahaan di dalam mengetahui perilaku dalam organisasi dengan kinerja karyawan. 2. . Bagi Pihak Lain Dapat digunakan dalam menambah pengetahuan sebagai bahan perbadingan dan pertimbangan dalam memecahkan masalah serupa.

dalam Miftah Thoha. Organisasi adalah suatu sistem dari aktivita-aktivita orang yang terkoordinasikan secara sadar. dalam Thoha. Atau dengan kata lain. yang membagi diantara mereka praktekpraktek dari fungsi tersebut yang siap melayani untuk praktek mereka (Max Weber. 1992). Wexlwy and Yulk (dalam Kasim.1 Definisi Organisasi Organisasi dalam pandangan beberapa pakar seolah-olah menjadi suatu “binatang” yang berwujud banyak. para pendirinya mencanangkan tujuan yang biasanya digunakan sebagai simbol legitimasi. 1988). Organisasi dapat didefinisikan sebagai struktur hubungan kekuasaan dan kebiasaan orang-orang dalam suatu sistem administrasi (Dwight Waldo. Organisasi adalah sekelompok orang yang terbiasa mematuhi perintah para pemimpinnya dan yang tertarik pada kelanjutan dominasi partisipasi mereka dan keuntungan yang dihasilkan. dalam Thoha. 3. . 5. Dari beberapa definisi atau pembatasan mengenai organisasi ini. dalam Thoha. 1993 : 1). Organisasi merupakan suatu pola kerja sama antara orang-orang yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu. 1988). 1988). hubungan antara anggotanya dan sumber kekuasaan formal ditentukan secara relatif jelas walaupun seringkali pokok pembicaraan dan perencanaan diubah oleh para anggota-anggotanya yang membutuhkan koordinasi atau pengawasan (Silverman. Organisasi adalah lembaga sosial dengan ciri-ciri khusus : secara sadar dibentuk pada suatu waktu tertentu. rumusan mengenai organisasi sangat tergantung kepada konteks dan perspektif tertentu dari seseorang yang merumuskan tersebut. atau kekuatan-kekuatan yang terdiri dari dua orang atau lebih (Chester Barnard. 4. namun tetap memiliki kesamaan konseptual. 2. dapat dikemukakan sebagai berikut : 1.BAB II LANDASAN TEORI 2.

Untuk itu organisasi harus dibuat rasional dalam arti kata harus disusun dan beroperasi berdasarkan ketentuan-ketentuan formal dan perhitungan-perhitungan efisiensi (Azhar Kasim. skill.6. Kemudian dalam aspek gaya kepemimpinan . adalah structure. maka faktor penting bagi keberadaan organisasi adalah sejauhmana organisasi tersebut mampu mengadakan kontrak dengan pihak lain. dan system. dapat ditemukan perbedaan mengenai pencapaian tujuan organisasi dalam jangka panjang dan jangka pendek. Organisasi adalah suatu kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar. sebagai suatu alat untuk pencapaian tujuan. dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasikan. sehingga bisa dipisahkan secara tegas dari lingkungannya (Hary Lubis dan Martani Huseini. pengertian yang dapat menyamakan persepsi tentang organisasi adalah bahwa organisasi merupakan jalinan kontrak (a nexus of contracts). Sedangkan hal yang membedakan organisasi yang satu dengan organisasi lainnya dalam kerangka teori Mc. beberapa organisasi lebih senang memilih tipe garis atau lini. Kinsey.strategy. staff. yang saling berinteraksi menurut suatu pola tertentu sehingga setiap anggota organisasi memilikifungsi dan tugasnya masing-masing. Dan oleh karena organisasi merupakan jalinan kontrak. tipe kepanitian. Dalam hal struktur. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi sesungguhnya merupakan kumpulan manusia yang diintegrasikan dalam suatu wadah kerjasama untuk menjamin tercapainya tujuan-tujuan yang ditentukan. 1989 : 1). Dalam aspek strategi. yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan (Stephen P. Organisasi merupakan suatu alat untuk pencapaian tujuan dari orangorang yang berada diluar organisasi tersebut. atau tipe fungsional. Organisasi sebagai suatu kesatuan sosial dari kelompok manusia. style (leadership). Atau menurut Sudarsono Hardjosoekarto. sementara organisasi lain memilih tipe garis dan staf. share value. 7. 1987 : 1) 8. yang sebagai suatu kesatuan mempunyai tujuan tertentu dan mempunyai batas-batas yang jelas. Robbins).

baik mengenai pemanfaatan sistem informasinya. otoriter. ada pemimpin organisasi yang menonjolkan sifat-sifat karismatik. partisipatif demokratik. Sedangkan aspek share value artinya bahwa seluruh aspek yang telah disebutkan diatas. jelas bahwa setiap organisasi akan membutuhkan keahlian yang spesifik sesuai dengan misi dan tujuan yang akan diraihnya. Selanjutnya dalam aspek keahlian. Dalam kaitan ini. pada akhirnya difokuskan kepada superordinate goals. penerapan sistem perencanaan dan pengawasannya.atau style. organisasi yang bergerak dibidang pengantaran (delivery) misalnya. Adapun aspek sistem. . atau tujuan organisasi yang lebih tinggi. antar organisasi juga cenderung berbeda. Begitu juga dalam aspek staff. dan sebagainya. dan sebagainya. jelas bahwa tujuan yang lebih tinggi dari setiap organisasi akan berbeda-beda pula. akan sangat berbeda kualifikasi staff-nya dibanding dengan organisasi konsultansi.

maka bisa menurukan semangat kerja dan produktivitas. . Memimpin dan bertanggung jawab atas pekerjaannya dalam suatu organisasi. menganalisa komponen.1 Tugas Seorang Manajer Perilaku organisasi adalah menyelidiki adanya pengaruh individu. Tugas dari seorang Manajer yaitu : 1. 5.komponen tersebut.BAB III PEMBAHASAN 3. dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi demi mencapai keefektifan dari suatu organisasi. serta mengatur kegiatan bawahannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan 2. Organisasi terdiri dari orang-orang. 3.komponen masalah. Kejadian-kejadian seperti ini menuntut peranan manajer sebagai mediator (penengah). atau bahkan para karyawan yang cakap bisa meninggalkan organisasi.sumberdaya organisasi (manusia. dan kemudian mencari penyelesaian yang layak dengan akurat.misahkan suatu masalah menjadi komponen. mengalokasikan sumber daya. masalah dan kebutuhan organisasional yang semuanya bersaing untuk memperebutkan sumberdaya. Manajer harus mampu merinci dan memisah. material atau bahkan waktu Manajer). kelompok. Manajer harus menjaga keseimbangan diantara berbagai tujuan dan kebutuhan organisasional. Berpikir secara analisis dan konseptual.prioritas. atau bisa merusak suasana kerja. Memadukan dan menyeimbangkan tujuan. 4. Untuk itu diperlukan adanya Manajer. dan kadang-kadang mereka saling tidak bersetuju atau saling bertentangan. Karena berbagai sumber daya tersebut selalu terbatas. Setiap Manajer akan menghadapi sejumah tujuan.tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas. Sebagai Mediator dalam organisasi. Menyelesaikan tugasnya melalui orang lain dengan membuat keputusan. Bila hal itu terjadi dalam suatu unit kerja atau organisasi. Untuk menjadi pemikir yang analisis.

Keenam hal tersebut disebut juga sebagai manajemen.keputusan sulit.2. pemberian motivasi.2 Peran manajemen 3. seperti seorang pemandu tur pabrik untuk sekelompok murid. pelatihan. Mengambil keputusan.6.1 Peran Antarpersonal Berperan sebagai tokoh utama. masalah personalia. Peran lainnya yaitu peran kepemimpinan. dan sebagainya). kesulitan financial. Organisasi selalu menghadapi banyak masalah (misalnya. fungsi manajemen adalah sebagai berikut: 1 Planning yaitu proses yang meliputi :    Mendefinisikan tujuan dari organisasi Menentukan strategi secara keseluruhan Pengembangan serangkaian rencana komprehensif untuk menggabung dan mengkoordinasi berbagai aktifitas 2 Organizing yaitu proses yang meliputi :      3     4  Penentuan tujuan dari setiap tugas Siapa yang mengerjakan tugas Bagaimana melakukan pengelompokan tugas Bagaimana jalur kewenangannya Kapan keputusan harus dibuat Leading yaitu proses yang meliputi : Pemberian motivasi Mengatur orang-orang yang terlibat Pemilihan saluran komunikasi yang efektif Menyelesaikan konflik Controlling yaitu proses yang meliputi : Memantau semua aktivitas untuk dapat mengetahui ada tidaknya penyimpangan dari yang direncanakannya 3. mencakup perekrutan. . Manajer adalah seorang yang diharapkan dapat menemukan pemecahan berbagai masalah sulit dan mengambil keputusan yang akurat. dan pendisiplinan.

professional tidak memonopoli keahlian teknis.unit lain demi keuntungan unit mereka sendiri. Manajer melakukan tindakan korektif untuk menyelesaikan berbagai masalah yang tidak terduga.2. 3. Peran penyebar yaitu meneruskan informasi kepada anggota organnisasional. Keahlian personal adalah kemampuan untuk bekerja sama. 3. di mana mereka mendiskusikan berbagai persoalan dan tawar. Individu luar tersebut mungkin adalah salah satu dari individu atau kelompok di dalam atau di luar organisasi. Manajer sebagai peran negosiator.4 Keahlian manajemen Keahlian teknis meliputi kemampuan untuk menerapkan pengetahuan atau keahlian khusus. yaitu mempelajari perubahan selera masyarakat melalui berbagai media. baik secara individual maupun dalam kelompok. dan tidak semua keahlian teknis harus dipelajari di sekolah-sekolah atau programprogram pelatihan formal. peran ini sebagai hubungan dengan individu luar yang memberikan informasi kepada Manajer tersebut. sampai pada tingkat tertentu. Sebagai penyelasai masalah.3 Peran pengambilan keputusan Peran kewirausahaan. memahami dan memotivasi individual.2 Peran informasional Semua Manajer. Keahlian Konseptual merupakan kemampuan untuk menganalisis . mengumpulkan informasi dari organisasi-organisasi dan institusi luar. Sebagai pengalokasi sumber daya.2. Peran selanjutnya yaitu sebagai juru bicara yaitu mewakili organisasi dihadapan pihak luar. Mintzberg menyebut hal ini sebagai peran pemantau. Semua pekerjaan menuntut sejumlah keahlian khusus. Ketika memiliki keahlian yang dimiliki oleh para professional.2.menawar dengan unit. Manajer memulai dan mengawasi proyekproyek baru yang akan meningkatkan kinerja organisasi. Manajer bertanggung jawab menyediakan sumber daya manusia fisik dan moneter.Peran selanjutnya yaitu peran penghubung. 3.

perputaran karyawan. c. Pembuatan keputusan. kinerja manusia dan manajemen. proses pembuatana keputasan.kontribusi para Psikolog mencakup pengetahuan. emosi. rancangan kerja.3. Psikologi Ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur.3 Perilaku Organisasi Perilaku organisasi adalah bidang studi yang menyelidiki pengaruh yang dimiliki oleh individu kelompok dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi. yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan semacam ini guna meningkatkan keefektifan suatu organisasi. mengevaluasi sousi. hal ini menekankan perilaku yang bersangkutan dengan pekerjaan. Psikologi Sosial Psikologi sosial berfokus pada seseorang terhadap individu lain.1 Disiplin Ilmu yang mendukung perilaku organisasi a. b. Ilmu ini difokuskan untuk mempelajari dan berupaya memahami perilaku individual. misalnya. menjelaskan dan terkadang mengubah perilaku manusia dan makhluk lain. kerja. Satu bidang utama yang banyak diteliti oleh psikolog sosial adalah perubahan cara menerapkan dan cara mengurangi terhadap penerimanya.situasi yang berkaitan dengan pekerjaan. keefektifan kepemimpinan.solusi alternatif tersebut dan memilih solusi terbaik. persepsi. teknik seleksi karyawan. produktivitas. pelatihan. kepuasan kerja. kepribadian. mengharusakan para Manajer untuk mengidentifikasi masalah mengembangakan solusi alternative untuk memperbaiki masalah.situasi-situasi yang rumit. kebutuhan dan kekuatan motivasional. Para Sosiolog telah memberikan kontribusi Perilaku Organisasi melalui studi mereka mengenai perilaku kelompok dalam . Kontribusi. 3. 3. ketidak adilan.masalah tersebut. ukuran sikap. Perilaku organisasi sangat berhubungan dengan situasi. dan stres pekerjaan. Sosiologi Sosiologi mempelajari manusia dalam kaitanya dengan lingkungan sosial dan kultur mereka. penghargaan kinerja.

harus mengatur angkatan kerja yang kemungkinan besar mempunyai kebutuhan. Setelah sampai sana. d. 3.4 Tantangan dan Peluang untuk Perilaku Organisasi Bagi para Manajer. kemungkinan besar semakin sering mendapatkan penugasan luar negeri. ditransfer ke divisi atau cabang operasi pemberi kerja di negara lain. aspirasi. Penugasan luar negeri yang meningkat Sebagai contoh seorang manajer. memahami PO hal yang sangat penting sebagai contoh. B. Bekerja dengan individu-individu dari kultur berbeda Untuk bekerja secara efektif dan individu dari kultur yang berbeda. serta kompetisi global yang mengharuskan karyawan lebih fleksibel dan belajar menanggulangi perubahan yang cepat. 3.1 Merespon Globalisasi Contoh-contoh ini mengilustrasikan bahwa dunia telah menjadi sebuah desa global. Sebagai contoh kerja para antropolog dalam kultur dan lingkungan telah membantu memahami perbedaan dalam nilainilai fundamental.organisasi terutama organisasi formal dan komplek.beda. dan sikap yang sangat berbeda dari yang biasa ditemui di negara asal. harus mengerti bagaimana kultur. dan perilaku diantara individu di Negara dan dalam organisasi yang berbeda.4. sikap. pengecilan ukuran perusahaan dan penggunaan pekerja temporer yang begitu banyak melemahkan ikatan kesetiaan yang dulunya mempererat karyawan dengan para pemberi kerja mereka.aktivitas mereka. geografi. dan agama yang telah membentuk menyesuaikan karakter gaya seseorang manajemen atau suatu komunitas dan dengan perbedaan-perbedaan . karyawan biasa menjadi lebih tua. Dalam prosesnya pekerjaan manajer mengalami perubahan A. Antropologi Antropologi adalah studi pemasyarakatan untuk mempelajari manusia dan aktivitas. semakin banyak wanita dan orang kulit berwarna berada di lingkungan kerja.

usia. Mengatur individu selama perang melawan terror berlangsung. dan orientasi seksual. pilihan gaya hidup. Menanggulangi reaksi anti-kapitalisme Praktek-praktek manajemen harus diubah guna mencerminkan nilainilai dari negara berbeda dimana suatu organisasi beroperasi. ras. Oleh karena itu. . 3. Namun. C. E. Menerima keragaman biasanya kita menggunakan pendekatan melebur untuk menangani perbedaan organisasi. serta kaum homoseksual. Semakin lama organisasi harus mencari cara untuk menanggulangi kepanikan karyawan tentang tindakan pencegahan keamanan dan penugasan luar negeri. dan individu lain yang menganggap pengeksporan pekerjaan sebagai pengurangan pasar pekerjaan di negara-negara maju. orang-orang cacat jasmani. Para manajer harus menghadapi tugas sulit untuk menyeimbangkan kepentingan organisasi mereka dengan tanggung jawab terhadap masyarakat dimana mereka beroperasi. misalnya. A.2 Mengelola keragaman angkatan kerja Keragaman angkatan kerja bahwa organisasi menjadi semakin heterogen dalam hal gender. orang-orang kulit berwarna. politikus. etnik. dan perbedaan ketika mereka bekerja. praktik-praktik seperti ini acap kali mendatangkan kecaman keras dari kelompok tenaga kerja. Tetapi. Memantau perpindahan pekerjaan ke negara-negara yang mempunyai tenaga kerja berbiaya rendah Dalam perekonomian global. pekerjaan-pekerjaan cenderung mengalir ke tempat-tempat dimana biaya rendah memberi perusahaan bisnis suatu keuntungan yang komparatif. dengan asumsi bahwa individu yang berbeda pada akhirnya akan bersedia untuk berasimilasi. pemimpin masyarakat lokal. Sebuah angkatan kerja yang berbeda. D. mencakup para wanita. kita sekarang tahu bahwa karyawan tidak mengesampingkan nilai-nilai cultural.mereka.4. warga negara senior.

presentase angkatan kerja wanita hanya 29. Pada tahun 1950. Pada tahun 2003. dan gaya kerja mereka.1. bisa meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam organisasi sekaligus meningkatkan pembuatan keputusan dengan memberikan perspektif yang berbeda-beda mengenai berbagai masalah. 3. presentasenya adalah 46.7%. misalnya.5 Mengembangkan model perilaku organisasi 3. apabila dilakukan secara positif. Perubahan pada demografis AS Sebagian besar perubahan yang signifikan dalam angkatan kerja AS selama paruh terakhir abad ke-20 ini adalah peningkatan yang cepat dalam jumlah pekerja wanita. gambaran sederhana dari . Keragaman. angkatan kerja yang ada saat ini mendekati keseimbangan gender dengan cepat.5. terdapat potensial perputaran karyawan yang lebih tinggi. Ketika perbedaan tidak diperlakukan dengan baik. tidak mendiskriminasi. Tinjauan luas Model adalah abstraksi kenyataan. Jadi. Asumsi melting pot atau melebur diganti oleh sebuah asumsi yang mengakui dan menghargai perbedaan. Implikasi Para manajer harus merubah filosofi mereka dari memperlakukan semua individu dengan sama menjadi mengakui perbedaan dan merespon perbedaan tersebut dalam cara-cara yang memastikan pemeliharaan karyawan dan produktifitas yang lebih besar. B. dan konflik antar-personal yang lebih banyak. kebutuhan keluarga. komunikasi yang lebih sulit. dan pada saat yang sama. Perubahan ini mencakup.6%. C. misalnya pemberian latihan keragaman dan pengubahan program tunjangan untuk mengakomodasi kebutuhan yang berbeda dari karyawan yang juga berbeda-beda.tantangan berorganisasi adalah membuat mereka sendiri lebih akomodatif terrhadap kelompok individu yang berbeda-beda dengan mengenali gaya hidup.

tingkat sistem organisasi.2 Variabel dependen Variabel dependen adalah factor utama yang ingin dijelaskan atau prediksikan dan dipengaruhi oleh beberapa factor lain.5. 3. tingkat kelompok. Konsisten dengan keyakinan bahwa PO paling baik dipahami ketika dipandang sebagai serangkaian blok pembentuk bangunan yang semakin rumit.5. Tiga tingkatan dasar tersebut yaitu tingkat individual. .beberapa fenomena nyata dunia.. dasar atau tingkat pertama model terletak pada pemahaman individual. 3. secara sistematis menambah pemahaman mengenai perilaku dalam organisasi. Dikemukakan adanya tiga tingkat analisis dalam PO dan ketika berpindah dari tingkat individual menuju tingkat system organisasi. Demikian pula dengan rumus akuntan: asset + kewajiban = ekuitas pemilik.3 Variabel independen Variabel independen adalah sebab yang diperkirakan dari beberapa perubahan dalam variabel independen.

Memimpin dan bertanggung jawab atas pekerjaannya dalam suatu organisasi. Untuk Perusahaan Perusahaan perlu memahami lebih jauh mengenai karakteristik individu tersebut.. serta mengatur kegiatan bawahannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan b. mengalokasikan sumber daya. tingkat sistem organisasi. Untuk itu diperlukan adanya Manajer. Tiga tingkatan dasar tersebut yaitu tingkat individual. Perilaku organisasi adalah menyelidiki adanya pengaruh individu. tingkat kelompok. secara sistematis menambah pemahaman mengenai perilaku dalam organisasi. termasuk sikap dan perilaku dari setiap individu di perusahaan katena implementasi dari rencana organisasi sangat bergantung kepada karakteristik individu yang terdapat dalam organisasi. Tugas dari seorang Manajer yaitu : a. Menyelesaikan tugasnya melalui orang lain dengan membuat keputusan. 3. dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi demi mencapai keefektifan dari suatu organisasi.1 Kesimpulan 1. kelompok. . Dikemukakan adanya tiga tingkat analisis dalam PO dan ketika berpindah dari tingkat individual menuju tingkat system organisasi.2 Saran 1. 2.BAB IV PENUTUP 4. gambaran sederhana dari beberapa fenomena nyata dunia. 4. Model adalah abstraksi kenyataan.

Jakarta: Salemba Empat Group.13-03-2012.Perilaku Ornganisasi.2007.google..ooks. www. Google Serch.Robbins-Timothy A. .DAFTAR PUSTAKA Stephen P.com/books/./Perilaku_Organisasi.. Judge.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful