APAKAH PERILAKU ORGANISASI ITU ?

MAKALAH DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI PERSYARATAN TUGAS MATA KULIAH TEORI ORGANISASI UMUM

Disusun Oleh :
1. Fitri Retrialisca 2. Norman Bhaskara 3. Kefas Wilfred N. S. 4. Maratus Sholihah 5. M. Fikrie Ramadhan 6. Aldo Demario 7. Abdul Latif 8. Agustinus Kurniawan 9. Furqan Daniel A.T 10. Bagus Fery Yanto 11. Arifika Primada M (081116001) (081116002) (081116010) (081116013) (081116015) (081116017) (081116021) (081116032) (081116041) (081116055) (081116065)

S1 SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS AIRLANGGA 2012

Dengan adanya tugas penulisan makalah ini penulis dapat menambah wawasan tentang ilmu pengantar menejemen umum. 13 Maret 2012 Tim Penulis . Tak ada sesuatu di dunia ini yang sempurna kecuali Allah azzawajalla. Serta segenap pihak yang telah membantu kami dalam proses penyelesaian malakah ini yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Apakah Perilaku Organisasi Itu ?“ ini. Oleh kartena itu. Begitu pun dengan makalah ini yang masih memiliki banyak kekurangan. taufik dan hidayah-Nya kepada kami. Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum. Surabaya.KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. Penulis berharap makalah ini bisa dijadikan wawasan baru bagi yang membacanya dan untuk kemajuan ilmu penegtahuan dan teknologi. diharapkan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Nasyatul Farida. mudah-mudahan makalah ini dapat memberikan banyak manfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya. selaku dosen mata kuliah Teori Organisasi Umum 2. Sekian dari kami. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada: 1.

..........................................1 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Individu..................... 2..................................................................................2 Rumusan Masalah ....................................................................................2 Cara Mengelola Individu dalam Organisasi ............... 3............................... ..................................2 Perilaku dan Kepribadian Individu....................................................................................................................................1 Pengaruh antara Perilaku Individu dalam Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan ........................ 1...............DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..................................................................... BAB III PEMBAHASAN 3.........................................................4 Manfaat ......................Faktor yang Paling Menentukan dalam Implementasi Rencana Organisai ..............................................................3 Tujuan ................ 1..2 Saran .......... i KATA PENGANTAR .............................. iii BAB I PENDAHULUAN 1.......................................................................................................................................................................................................................................................... BAB IV PENUTUP 4....................... ii DAFTAR ISI ............................................ 4............... BAB II LANDASAN TEORI 2..... DAFTAR PUSTAKA .............................................3 Faktor.....1 Kesimpulan ........... 1................................................................................................................................. 3...........................1 Latar Belakang Masalah .................................................................................

F Schumacer bahwa pembanngunan tidak dimulai dari modal ataupun kekayaan alam lainnya. Dalam pengelolaahn sumber daya produksi inilah peran individu sangat dibutuhkan. Pengelolaan sumber daya manusia dalam konteks organisasi berarti mengelolah sumber daya manusia untuk lebih efektif dan efisien sehingga dapat mencapai tujuan organisasi. baik individu maupun keolmpok mempunyai sifat dan karakteristik yang . Selain itu hubungan kerja antar karyawan yang kurang kondusif juga mengakibatkan situasi kerja yang tidak kondusif. Performasi ini meliputi kinerja. Hal ini sesuai dengan pernyataan sosiologi kondang E. sehari karyawan tidak mampu memproduksi barang sesuai target yang ditetapkan. Sebuah perusahaan yang memiliki kuantitas besar mempunyai tujuan pemesanan yang tepat waktu dan tepat mutu kepada para pelanggan yang semakin bertambah. Sumber daya manusia dalam hal ini karyawan. Kualitas hubungan timbal balik antar supervisor dan karyawan di sebuah perusaahan yang buruk dan kinerja karyawan yang harus dibenahi. Keberadan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi. misalnya. Dalam upaya hal tersebut terlebih dahulu adalah bagaimana menciptakan performasi yang prima dari para karyawannya.BAB I PENDAHULUAN 1. sikap dan prilaku karyawan. Hal ini mengakibatkan perilaku kinerja tidak berjalan dengan baik.1 Latar Belakang Masalah Perencanaan dan pengelolaan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menghadapi kemajuan teknologi dan tantangan bisnis yang menuntut untuk dapat berkompetisi secara ketat. merupakan aset bagi perusahaan dan harus dikelolah dengan baik karena merupakan pemegang kendali bagi kinerja perusahaan. tetapi dari orang-orang yang dimiliki.

beda. dalam Lee. Bagaimana tantangan dan peluang untuk perilaku organisasi ? 4. ”Hubungan antara atasan dan bawahan yang heterogen dimana hubungan tersebut terkandung dalam unit kerja yang berbeda dan setiap hubungan interpersonal anatar atasan – bawahan merupkan hubungan yang unik atau khusus dalam suatu struktur organisasi merupakan teori leadermember exchange” (Dansereau. 1. komitmen karyawan.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas terdapat beberapa masalah yang dirumuskan sebagai berikut : 1. bahwa. 2) Mengetahui maksud dari perilaku organisasi.3 Tujuan Tujuan dari penyusunan karya tulis ini adalah sebagai berikut : 1) Mengetahui tugas seorang Manajer. 2000).berbeda.Graen dan Haga. Penting sekali bagi pemimpin atau atasannya untuk mengerti secara sepesifik tentang sikap dan perilaku bawahannya. dan perilaku. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Yukl (1998). 1.4 Manfaat Adapun manfaat yang dapat diproleh dari karya tulis ini adalah : 1. 3) Mengetahui tantangan dan peluang untuk perilaku organisasi. Bagi Perusahaan . Bagaimana mengembangkan model perilaku organisasi? 1. Apa tugas seorang Manajer ? 2. 1975.perilaku ekstra peran sebagi keunggulan bersaing”. ”hubungan yang efektif antara atasan dan bawahan data diindikasikan dengan adannya kepuasan kerja. 4) Mengetahui perkembangan model perilaku organisasi. Apa yang dimaksud perilaku organisasi itu ? 3. Peran pemimpin disini adalah bagaimana pemimpin tersebut dapat mengembangkan hubungan antara atasan dan bawahan secara efektif.

Bagi Pihak Lain Dapat digunakan dalam menambah pengetahuan sebagai bahan perbadingan dan pertimbangan dalam memecahkan masalah serupa. 2. .Dapat memberikan tambahan informasi dan masukan bagi pihak perusahaan di dalam mengetahui perilaku dalam organisasi dengan kinerja karyawan.

dapat dikemukakan sebagai berikut : 1. Organisasi adalah suatu sistem dari aktivita-aktivita orang yang terkoordinasikan secara sadar. hubungan antara anggotanya dan sumber kekuasaan formal ditentukan secara relatif jelas walaupun seringkali pokok pembicaraan dan perencanaan diubah oleh para anggota-anggotanya yang membutuhkan koordinasi atau pengawasan (Silverman. 1988). Organisasi adalah sekelompok orang yang terbiasa mematuhi perintah para pemimpinnya dan yang tertarik pada kelanjutan dominasi partisipasi mereka dan keuntungan yang dihasilkan. Dari beberapa definisi atau pembatasan mengenai organisasi ini. Organisasi merupakan suatu pola kerja sama antara orang-orang yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu. 4. 1992).1 Definisi Organisasi Organisasi dalam pandangan beberapa pakar seolah-olah menjadi suatu “binatang” yang berwujud banyak. dalam Thoha. para pendirinya mencanangkan tujuan yang biasanya digunakan sebagai simbol legitimasi. Wexlwy and Yulk (dalam Kasim.BAB II LANDASAN TEORI 2. 1988). 3. dalam Miftah Thoha. dalam Thoha. Organisasi dapat didefinisikan sebagai struktur hubungan kekuasaan dan kebiasaan orang-orang dalam suatu sistem administrasi (Dwight Waldo. rumusan mengenai organisasi sangat tergantung kepada konteks dan perspektif tertentu dari seseorang yang merumuskan tersebut. Atau dengan kata lain. dalam Thoha. 2. 5. atau kekuatan-kekuatan yang terdiri dari dua orang atau lebih (Chester Barnard. yang membagi diantara mereka praktekpraktek dari fungsi tersebut yang siap melayani untuk praktek mereka (Max Weber. Organisasi adalah lembaga sosial dengan ciri-ciri khusus : secara sadar dibentuk pada suatu waktu tertentu. namun tetap memiliki kesamaan konseptual. . 1993 : 1). 1988).

tipe kepanitian. maka faktor penting bagi keberadaan organisasi adalah sejauhmana organisasi tersebut mampu mengadakan kontrak dengan pihak lain. dapat ditemukan perbedaan mengenai pencapaian tujuan organisasi dalam jangka panjang dan jangka pendek. Organisasi adalah suatu kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar. dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasikan. Dalam hal struktur. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi sesungguhnya merupakan kumpulan manusia yang diintegrasikan dalam suatu wadah kerjasama untuk menjamin tercapainya tujuan-tujuan yang ditentukan. staff. Untuk itu organisasi harus dibuat rasional dalam arti kata harus disusun dan beroperasi berdasarkan ketentuan-ketentuan formal dan perhitungan-perhitungan efisiensi (Azhar Kasim. style (leadership). Sedangkan hal yang membedakan organisasi yang satu dengan organisasi lainnya dalam kerangka teori Mc. yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan (Stephen P. 1989 : 1). sementara organisasi lain memilih tipe garis dan staf. Kemudian dalam aspek gaya kepemimpinan . yang sebagai suatu kesatuan mempunyai tujuan tertentu dan mempunyai batas-batas yang jelas. adalah structure. Kinsey. dan system. beberapa organisasi lebih senang memilih tipe garis atau lini. Organisasi merupakan suatu alat untuk pencapaian tujuan dari orangorang yang berada diluar organisasi tersebut. 1987 : 1) 8. yang saling berinteraksi menurut suatu pola tertentu sehingga setiap anggota organisasi memilikifungsi dan tugasnya masing-masing. Organisasi sebagai suatu kesatuan sosial dari kelompok manusia.strategy. Dalam aspek strategi. atau tipe fungsional. pengertian yang dapat menyamakan persepsi tentang organisasi adalah bahwa organisasi merupakan jalinan kontrak (a nexus of contracts).6. Robbins). share value. Atau menurut Sudarsono Hardjosoekarto. skill. Dan oleh karena organisasi merupakan jalinan kontrak. sebagai suatu alat untuk pencapaian tujuan. 7. sehingga bisa dipisahkan secara tegas dari lingkungannya (Hary Lubis dan Martani Huseini.

baik mengenai pemanfaatan sistem informasinya. antar organisasi juga cenderung berbeda. Begitu juga dalam aspek staff. . penerapan sistem perencanaan dan pengawasannya. atau tujuan organisasi yang lebih tinggi. pada akhirnya difokuskan kepada superordinate goals. Adapun aspek sistem. otoriter. organisasi yang bergerak dibidang pengantaran (delivery) misalnya. dan sebagainya. partisipatif demokratik.atau style. akan sangat berbeda kualifikasi staff-nya dibanding dengan organisasi konsultansi. dan sebagainya. Sedangkan aspek share value artinya bahwa seluruh aspek yang telah disebutkan diatas. ada pemimpin organisasi yang menonjolkan sifat-sifat karismatik. Selanjutnya dalam aspek keahlian. jelas bahwa setiap organisasi akan membutuhkan keahlian yang spesifik sesuai dengan misi dan tujuan yang akan diraihnya. jelas bahwa tujuan yang lebih tinggi dari setiap organisasi akan berbeda-beda pula. Dalam kaitan ini.

Karena berbagai sumber daya tersebut selalu terbatas. atau bahkan para karyawan yang cakap bisa meninggalkan organisasi. Bila hal itu terjadi dalam suatu unit kerja atau organisasi. dan kadang-kadang mereka saling tidak bersetuju atau saling bertentangan.prioritas. dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi demi mencapai keefektifan dari suatu organisasi. Menyelesaikan tugasnya melalui orang lain dengan membuat keputusan. maka bisa menurukan semangat kerja dan produktivitas. Berpikir secara analisis dan konseptual.BAB III PEMBAHASAN 3. Organisasi terdiri dari orang-orang.1 Tugas Seorang Manajer Perilaku organisasi adalah menyelidiki adanya pengaruh individu.sumberdaya organisasi (manusia. Untuk itu diperlukan adanya Manajer.komponen masalah. 5. Memadukan dan menyeimbangkan tujuan. 4. Untuk menjadi pemikir yang analisis.komponen tersebut. serta mengatur kegiatan bawahannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan 2. Setiap Manajer akan menghadapi sejumah tujuan. mengalokasikan sumber daya. Memimpin dan bertanggung jawab atas pekerjaannya dalam suatu organisasi. atau bisa merusak suasana kerja. Kejadian-kejadian seperti ini menuntut peranan manajer sebagai mediator (penengah). 3. Manajer harus mampu merinci dan memisah. Sebagai Mediator dalam organisasi.tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas. Manajer harus menjaga keseimbangan diantara berbagai tujuan dan kebutuhan organisasional. dan kemudian mencari penyelesaian yang layak dengan akurat. material atau bahkan waktu Manajer). Tugas dari seorang Manajer yaitu : 1. kelompok. menganalisa komponen.misahkan suatu masalah menjadi komponen. . masalah dan kebutuhan organisasional yang semuanya bersaing untuk memperebutkan sumberdaya.

6. Manajer adalah seorang yang diharapkan dapat menemukan pemecahan berbagai masalah sulit dan mengambil keputusan yang akurat.keputusan sulit.2 Peran manajemen 3. dan sebagainya). . mencakup perekrutan. seperti seorang pemandu tur pabrik untuk sekelompok murid. Organisasi selalu menghadapi banyak masalah (misalnya. pelatihan. fungsi manajemen adalah sebagai berikut: 1 Planning yaitu proses yang meliputi :    Mendefinisikan tujuan dari organisasi Menentukan strategi secara keseluruhan Pengembangan serangkaian rencana komprehensif untuk menggabung dan mengkoordinasi berbagai aktifitas 2 Organizing yaitu proses yang meliputi :      3     4  Penentuan tujuan dari setiap tugas Siapa yang mengerjakan tugas Bagaimana melakukan pengelompokan tugas Bagaimana jalur kewenangannya Kapan keputusan harus dibuat Leading yaitu proses yang meliputi : Pemberian motivasi Mengatur orang-orang yang terlibat Pemilihan saluran komunikasi yang efektif Menyelesaikan konflik Controlling yaitu proses yang meliputi : Memantau semua aktivitas untuk dapat mengetahui ada tidaknya penyimpangan dari yang direncanakannya 3.1 Peran Antarpersonal Berperan sebagai tokoh utama. Mengambil keputusan. masalah personalia. pemberian motivasi. Peran lainnya yaitu peran kepemimpinan.2. kesulitan financial. dan pendisiplinan. Keenam hal tersebut disebut juga sebagai manajemen.

2. baik secara individual maupun dalam kelompok. 3. Manajer bertanggung jawab menyediakan sumber daya manusia fisik dan moneter. Semua pekerjaan menuntut sejumlah keahlian khusus. memahami dan memotivasi individual. sampai pada tingkat tertentu. Manajer sebagai peran negosiator. Individu luar tersebut mungkin adalah salah satu dari individu atau kelompok di dalam atau di luar organisasi. peran ini sebagai hubungan dengan individu luar yang memberikan informasi kepada Manajer tersebut. Mintzberg menyebut hal ini sebagai peran pemantau. Keahlian Konseptual merupakan kemampuan untuk menganalisis . yaitu mempelajari perubahan selera masyarakat melalui berbagai media.3 Peran pengambilan keputusan Peran kewirausahaan. Keahlian personal adalah kemampuan untuk bekerja sama. 3. di mana mereka mendiskusikan berbagai persoalan dan tawar.4 Keahlian manajemen Keahlian teknis meliputi kemampuan untuk menerapkan pengetahuan atau keahlian khusus. Ketika memiliki keahlian yang dimiliki oleh para professional. 3. Sebagai pengalokasi sumber daya.2.unit lain demi keuntungan unit mereka sendiri. Sebagai penyelasai masalah. Manajer melakukan tindakan korektif untuk menyelesaikan berbagai masalah yang tidak terduga. professional tidak memonopoli keahlian teknis.2. Peran penyebar yaitu meneruskan informasi kepada anggota organnisasional. dan tidak semua keahlian teknis harus dipelajari di sekolah-sekolah atau programprogram pelatihan formal.2 Peran informasional Semua Manajer.Peran selanjutnya yaitu peran penghubung. Peran selanjutnya yaitu sebagai juru bicara yaitu mewakili organisasi dihadapan pihak luar.menawar dengan unit. Manajer memulai dan mengawasi proyekproyek baru yang akan meningkatkan kinerja organisasi. mengumpulkan informasi dari organisasi-organisasi dan institusi luar.

3. hal ini menekankan perilaku yang bersangkutan dengan pekerjaan. b. 3. Psikologi Sosial Psikologi sosial berfokus pada seseorang terhadap individu lain. proses pembuatana keputasan. ketidak adilan. pelatihan.3 Perilaku Organisasi Perilaku organisasi adalah bidang studi yang menyelidiki pengaruh yang dimiliki oleh individu kelompok dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi. kebutuhan dan kekuatan motivasional. misalnya. teknik seleksi karyawan.masalah tersebut. 3. kepuasan kerja. produktivitas. Satu bidang utama yang banyak diteliti oleh psikolog sosial adalah perubahan cara menerapkan dan cara mengurangi terhadap penerimanya. mengharusakan para Manajer untuk mengidentifikasi masalah mengembangakan solusi alternative untuk memperbaiki masalah. yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan semacam ini guna meningkatkan keefektifan suatu organisasi. Kontribusi. emosi. Psikologi Ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur. mengevaluasi sousi. penghargaan kinerja. Sosiologi Sosiologi mempelajari manusia dalam kaitanya dengan lingkungan sosial dan kultur mereka. persepsi. Perilaku organisasi sangat berhubungan dengan situasi. keefektifan kepemimpinan. kinerja manusia dan manajemen. Para Sosiolog telah memberikan kontribusi Perilaku Organisasi melalui studi mereka mengenai perilaku kelompok dalam . ukuran sikap. c. dan stres pekerjaan. kepribadian.solusi alternatif tersebut dan memilih solusi terbaik. rancangan kerja. menjelaskan dan terkadang mengubah perilaku manusia dan makhluk lain. kerja. Ilmu ini difokuskan untuk mempelajari dan berupaya memahami perilaku individual. perputaran karyawan.kontribusi para Psikolog mencakup pengetahuan.1 Disiplin Ilmu yang mendukung perilaku organisasi a. Pembuatan keputusan.situasi-situasi yang rumit.situasi yang berkaitan dengan pekerjaan.

Sebagai contoh kerja para antropolog dalam kultur dan lingkungan telah membantu memahami perbedaan dalam nilainilai fundamental. Setelah sampai sana. harus mengerti bagaimana kultur. harus mengatur angkatan kerja yang kemungkinan besar mempunyai kebutuhan. ditransfer ke divisi atau cabang operasi pemberi kerja di negara lain. dan sikap yang sangat berbeda dari yang biasa ditemui di negara asal. serta kompetisi global yang mengharuskan karyawan lebih fleksibel dan belajar menanggulangi perubahan yang cepat.organisasi terutama organisasi formal dan komplek. 3. Dalam prosesnya pekerjaan manajer mengalami perubahan A.1 Merespon Globalisasi Contoh-contoh ini mengilustrasikan bahwa dunia telah menjadi sebuah desa global. aspirasi. dan perilaku diantara individu di Negara dan dalam organisasi yang berbeda.beda. Bekerja dengan individu-individu dari kultur berbeda Untuk bekerja secara efektif dan individu dari kultur yang berbeda. dan agama yang telah membentuk menyesuaikan karakter gaya seseorang manajemen atau suatu komunitas dan dengan perbedaan-perbedaan .4. geografi. B. karyawan biasa menjadi lebih tua.aktivitas mereka. d. semakin banyak wanita dan orang kulit berwarna berada di lingkungan kerja. kemungkinan besar semakin sering mendapatkan penugasan luar negeri. Antropologi Antropologi adalah studi pemasyarakatan untuk mempelajari manusia dan aktivitas. Penugasan luar negeri yang meningkat Sebagai contoh seorang manajer. pengecilan ukuran perusahaan dan penggunaan pekerja temporer yang begitu banyak melemahkan ikatan kesetiaan yang dulunya mempererat karyawan dengan para pemberi kerja mereka.4 Tantangan dan Peluang untuk Perilaku Organisasi Bagi para Manajer. 3. sikap. memahami PO hal yang sangat penting sebagai contoh.

. pemimpin masyarakat lokal. Sebuah angkatan kerja yang berbeda. pekerjaan-pekerjaan cenderung mengalir ke tempat-tempat dimana biaya rendah memberi perusahaan bisnis suatu keuntungan yang komparatif. Tetapi. kita sekarang tahu bahwa karyawan tidak mengesampingkan nilai-nilai cultural. A. dan orientasi seksual. E. dan individu lain yang menganggap pengeksporan pekerjaan sebagai pengurangan pasar pekerjaan di negara-negara maju. etnik. ras. Menanggulangi reaksi anti-kapitalisme Praktek-praktek manajemen harus diubah guna mencerminkan nilainilai dari negara berbeda dimana suatu organisasi beroperasi. Oleh karena itu. dan perbedaan ketika mereka bekerja. orang-orang cacat jasmani. Semakin lama organisasi harus mencari cara untuk menanggulangi kepanikan karyawan tentang tindakan pencegahan keamanan dan penugasan luar negeri. mencakup para wanita. serta kaum homoseksual. dengan asumsi bahwa individu yang berbeda pada akhirnya akan bersedia untuk berasimilasi. praktik-praktik seperti ini acap kali mendatangkan kecaman keras dari kelompok tenaga kerja. Mengatur individu selama perang melawan terror berlangsung.2 Mengelola keragaman angkatan kerja Keragaman angkatan kerja bahwa organisasi menjadi semakin heterogen dalam hal gender. orang-orang kulit berwarna.4. 3. D. pilihan gaya hidup. politikus. misalnya. Namun. C.mereka. warga negara senior. Memantau perpindahan pekerjaan ke negara-negara yang mempunyai tenaga kerja berbiaya rendah Dalam perekonomian global. usia. Para manajer harus menghadapi tugas sulit untuk menyeimbangkan kepentingan organisasi mereka dengan tanggung jawab terhadap masyarakat dimana mereka beroperasi. Menerima keragaman biasanya kita menggunakan pendekatan melebur untuk menangani perbedaan organisasi.

dan konflik antar-personal yang lebih banyak. angkatan kerja yang ada saat ini mendekati keseimbangan gender dengan cepat. komunikasi yang lebih sulit. Perubahan ini mencakup. Tinjauan luas Model adalah abstraksi kenyataan. Jadi.7%. misalnya pemberian latihan keragaman dan pengubahan program tunjangan untuk mengakomodasi kebutuhan yang berbeda dari karyawan yang juga berbeda-beda. C. presentase angkatan kerja wanita hanya 29.tantangan berorganisasi adalah membuat mereka sendiri lebih akomodatif terrhadap kelompok individu yang berbeda-beda dengan mengenali gaya hidup. Perubahan pada demografis AS Sebagian besar perubahan yang signifikan dalam angkatan kerja AS selama paruh terakhir abad ke-20 ini adalah peningkatan yang cepat dalam jumlah pekerja wanita. Keragaman. dan gaya kerja mereka. B. Asumsi melting pot atau melebur diganti oleh sebuah asumsi yang mengakui dan menghargai perbedaan. misalnya.5 Mengembangkan model perilaku organisasi 3. apabila dilakukan secara positif. dan pada saat yang sama. bisa meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam organisasi sekaligus meningkatkan pembuatan keputusan dengan memberikan perspektif yang berbeda-beda mengenai berbagai masalah. Ketika perbedaan tidak diperlakukan dengan baik.6%. gambaran sederhana dari . Pada tahun 2003. kebutuhan keluarga. Implikasi Para manajer harus merubah filosofi mereka dari memperlakukan semua individu dengan sama menjadi mengakui perbedaan dan merespon perbedaan tersebut dalam cara-cara yang memastikan pemeliharaan karyawan dan produktifitas yang lebih besar. presentasenya adalah 46. 3.5. Pada tahun 1950. tidak mendiskriminasi. terdapat potensial perputaran karyawan yang lebih tinggi.1.

3. 3. Tiga tingkatan dasar tersebut yaitu tingkat individual.beberapa fenomena nyata dunia. dasar atau tingkat pertama model terletak pada pemahaman individual. tingkat sistem organisasi..2 Variabel dependen Variabel dependen adalah factor utama yang ingin dijelaskan atau prediksikan dan dipengaruhi oleh beberapa factor lain. tingkat kelompok. Konsisten dengan keyakinan bahwa PO paling baik dipahami ketika dipandang sebagai serangkaian blok pembentuk bangunan yang semakin rumit. Demikian pula dengan rumus akuntan: asset + kewajiban = ekuitas pemilik. Dikemukakan adanya tiga tingkat analisis dalam PO dan ketika berpindah dari tingkat individual menuju tingkat system organisasi.5. . secara sistematis menambah pemahaman mengenai perilaku dalam organisasi.5.3 Variabel independen Variabel independen adalah sebab yang diperkirakan dari beberapa perubahan dalam variabel independen.

4. serta mengatur kegiatan bawahannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan b. Dikemukakan adanya tiga tingkat analisis dalam PO dan ketika berpindah dari tingkat individual menuju tingkat system organisasi.. Tugas dari seorang Manajer yaitu : a.2 Saran 1. Menyelesaikan tugasnya melalui orang lain dengan membuat keputusan. .1 Kesimpulan 1. Model adalah abstraksi kenyataan. Memimpin dan bertanggung jawab atas pekerjaannya dalam suatu organisasi. gambaran sederhana dari beberapa fenomena nyata dunia. termasuk sikap dan perilaku dari setiap individu di perusahaan katena implementasi dari rencana organisasi sangat bergantung kepada karakteristik individu yang terdapat dalam organisasi. dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi demi mencapai keefektifan dari suatu organisasi. secara sistematis menambah pemahaman mengenai perilaku dalam organisasi. Untuk Perusahaan Perusahaan perlu memahami lebih jauh mengenai karakteristik individu tersebut. mengalokasikan sumber daya. Tiga tingkatan dasar tersebut yaitu tingkat individual. tingkat kelompok. 2. Untuk itu diperlukan adanya Manajer. 3. Perilaku organisasi adalah menyelidiki adanya pengaruh individu. tingkat sistem organisasi.BAB IV PENUTUP 4. kelompok.

Perilaku Ornganisasi..2007.Jakarta: Salemba Empat Group.13-03-2012./Perilaku_Organisasi.ooks.DAFTAR PUSTAKA Stephen P. Google Serch..com/books/.Robbins-Timothy A.google. Judge. . www.