Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH OPTIMALISASI PENGGUNAAN MICROSOFT WORD DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH

( Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi )

Disusun oleh : M.Ady Kurniawan Riska Yulinda Riska Ayu W. 110910301001 110910301005 110910301034

ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS JEMBER 2012

PENDAHULUAN

Penulisan Skripsi & Tesis (Karya tulis ilmiah) merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh mahasiswa sebagai bukti telah dilakukannya penelitian akhir (sebagai tugas akhir) dan berhak menyandang gelar sarjana. Namun penulisan karya tulis ini bukanlah hal yang mudah, selain dipusingkan dengan apa yang harus dituliskan, kita dihadapkan pada permasalahan dalam penulisan karya tulis tersebut. Pada umumnya permasalahan dalam penulisan terjadi karena kita tidak mampu mengoptimalkan fitur program aplikasi pengolah kata yang digunakan, salah satunya adalah program aplikasi MS Word. Hampir seluruh isi penulisan karya tulis dilakukan secara manual sehingga kesalahan yang terjadi harus diperbaiki satu per satu. Jelas hal ini akan menambah pekerjaan dan menyita waktu kita untuk memperbaiki penulisan karya tulis. Beberapa hal yang sering dilakukan secara manual dan permasalahan yang muncul: Pembuatan daftar isi dilakukan secara manual. Permasalahan yang muncul: Apabila terjadi perubahan halaman pada bab maupun subbab maka nomor halaman dalam daftar isi harus diperbaiki satu persatu. Pembuatan daftar gambar dan tabel dilakukan secara manual.

Permasalahan yang muncul: Apabila terjadi perubahan gambar maupun tabel maka daftar harus diperbaiki satu persatu. Pembuatan daftar pustaka dilakukan secara manual. Permasalahan yang muncul: Adanya kesalahan urutan penulisan pustaka. Adanya kesalahan urutan daftar pustaka.

Selain hal di atas, biasanya dokumen penulisan Skripsi & Tesis disimpan per bab. Berarti, apabila terdapat 5 bab setidaknya dibutuhkan 5 dokumen ditambah dokumen halaman awal (Halaman Judul, Halaman Pengesahan, Kata Pengantar, Daftar Isi dan lain-lain). Hal ini sangat tidak efisien karena setiap melakukan perubahan terutama perubahan halaman, kita harus membuka kelima dokumen tersebut. Berikut beberapa fitur beserta fungsinya yang bisa dioptimalisasikan dalam penggunaan MS Word.

PEMBAHASAN

Cara membuat daftar isi otomatis Dgn MS Word 2007


1. Buat style dari masing-masing bagian yang akan dimasukkan ke dalam daftar isi. a. Bagian judul Blog judul

Atur format huruf sesuai dengan keinginan, seperti ukuran huruf, center, dll => Klik styles pada panah ketiga terbawah.

Klik save selection as a new quick styles => isi nama stye, contoh: judul

b. Sub bab Blok sub judul => ikuti seperti langkah-langkah serupa di atas. Akhirnya sampai pada Klik save selection as a new quick styles =>isi nama stye, contoh: subjudul1

c. Sub sub bab Blok sub sub judul => ikuti seperti langkah-langkah serupa di atas. Akhirnya sampai pada Klik save selection as a new quick styles => isi nama stye, contoh: subjudul2

2. Buat semua bagian (judul, sub judul, sub sub judul) sesuai dengan style yang sudah dibuat sebelunnya (poin 1 di atas) misalnya sub judul: rumusan masalah Blok sub judul: rumusan masalah

Begitu juga dengan bagian yang lain. Sampai akhir bab. Disarankan untuk tidak menggunakan nomor otomatis dalam penomoran sub bab ataupun sub sub bab Bila telah membuat style pada semua bagian, kita sudah bisa membuat daftar isi. Buat halaman baru di awal, sebagai halaman Daftar Isi: Page layout => breaks => newpage, Tulis judul daftar isi

buat style untuk daftar isi dgn style yang sesuai, dalam hal ini style judul

Cara membuat daftar isi: References => table of content => insert table of content => option => isi sesuai dengan bagian style yang ingin kita masukkan ke daftar isi. dalam hal ini contohnya (judul, sub judul, sub sub judul). Isi 1, 2 atau 3 dst sesuai dengan keinginan kita menjorokkan bagian ini. => ok => ok Langsung jadi daftar isi => edit seperlunya.

3. Bagaimana bila terjadi penambahan sub judul?

Yang harus dilakukan cukup Klik mouse bagian kanan pada daftar isi yang telah jadi => Update field => update entire table => OK

4. Bagaimana bila terjadi perubahan pada nomor halaman ? Yang harus dilakukan cukup Klik mouse bagian kanan => Update field => update page number only => OK 5. Apa bisa membuat Daftar tabel, Daftar Gambar dll ? Bisa, prinsipnya bahwa setiap bagian (judul tabel, judul ganbar, judul lampiran) masing-masing harus dibuat style. Langkah selanjutnya tinggal membuat Halaman Baru (lihat bagian 2) untuk masing-masing Daftar, yang selanjutnya tinggal membuat TOC seperti langkahi bagian 2. Bila muncul Pesan di bawah, pilih No.

Membuat daftar gambar dan tabel secara otomatis


Pemakaian daftar gambar dan table secara otomatis ini sangat berguna dalam pembuatan sebuah laporan atau tulisan lainnya yang berisi banyak tabel atau gambar. Berikut langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat daftar gambar/daftar tabel secara otomatis. 1. Pilih gambar/tabel dengan mem-blok gambar lalu klik kanan insert caption untuk memberikan judul gambar/tabel.

Insert Caption 2. Pada kotak dialog caption, berikan nama pada gambar/tabel kemudian pilih label yang diinginkan dan posisi dari caption. Kita dapat menambahkan label baru sesuai dengan keinginan kita dengan meng-klik New Label.

3. Lakukan pemberian caption untuk gambar/tabel lainnya dengan cara yang sama. 4. Untuk membuat daftar gambar/tabel, tempatkan kursor pada halaman yang akan digunakan untuk membuat daftar gambar/tabel, lalu pilih menu References >Table of Figures. 5. Pada kotak dialog Table of Figures lakukan pengaturan daftar gambar yang akan dibuat (nomor halaman, alinea nomor halaman, hiperlink, dsb.) dan pilih label caption yang akan digunakan (tabel/gamber/label lain) lalu klik OK.

kotak dialog Table of Figures

Contoh hasil daftar gambar/tabel 6. Jika terjadi perubahan pada halaman, judul gambar/tabel, atau perubahanperubahan lain, lakukan penyesuaian pada daftar gambar /tabel dengan mem-blok daftar gambar/tabel, lalu klik kanan>update field dan pilih jenis update yang akan dilakukan (hanya nomor halaman/keseluruhan

Mengatur Format Nomor Halaman Berdeda Dalam Satu Naskah Pada MS Word
Beberapa dokumen sekolah maupun karya tulis ilmiah terdiri atas jilid atau cover, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, isi naskah, dan lampiran. Pembuat dokumen banyak yang menyusun dalam file-file terpisah. Teknis itu cukup merepotkan proses pengelolaannya. Apalagi jika kita lupa menyimpan file cover atau file daftar isi naskah yang dibuat sehingga harus mengerjakan ulang. Salah satu alasan penyusunan dokumen dengan menggunakan file terpisah ialah sulit mengelola nomor halamannya karena daftar isi yang menggunakan huruf Romawi sedangkan menggunakan huruf Arab. penomoran pada halaman isi naskah biasanya

Fasilitas section break pada Microsoft Word memberikan kemudahan kepada kita untuk memberikan format nomor halaman yang berbeda pada satu naskah. Caranya, membagi naskah dalam beberapa section. Berikut langkah-langkah untuk memisahkan naskah dalam beberapa section (langkah ini dilakukan dengan menggunakan windows vista) :

Gabungkan naskah yang ada dalam satu file; Tentukan bagian-bagian dari naskah yang akan diberikan format penomoran yang berbeda untuk dipisahkan dalam section yang berbeda;

Pada ujung tulisan yang akan diberikan penomoran yang bebeda pilih menu page layout lalu pilih menu Breaks pada sub menu Page Setup;

Selanjutnya pilih next page seperti pada gambar berikut:

Lakukan hal yang sama untuk tiap bagian naskah yang sudah kita tentukan.

Pada tiap bagian yang telah dipisah, lihat hasilnya klik bagian header atau footer pada naskah yang telah diinsert . Pada footer, misalnya akan tertulis section 1, pada bagian header tertulis section 2, seperti terlihat pada gambar berikut:

Pada tiap section yang berbeda kita dapat memberi nomor halaman yang berbeda. Misalnya section satu pada cover tidak menggunakan halaman, section 2 menggunakan halaman i, ii, iii; pada section 3 kita gunakan halaman huruf arab 1, 2, 3, dst.

Untuk memberikan nomor halaman dilakukan dari menu Insert pada sub menu Header Footer pilih page number Pilih Format Page Number, ubahlah number format sesuai dengan bentuk format number halaman yang kita inginkan untuk masing-masing section.

Membuat header/footer yang berbeda-beda untuk setiap section


Untuk dokumen yang dibagi menjadi beberapa sections, kita bisa memberikan header/footer yang sama atau berbeda-beda. Cara ini bisa diterapkan jika Anda ingin memberikan header/footer yang berbeda-beda untuk setiap bab misalnya. Bagi saja setiap bab menjadi section yang terpisah, kemudian lakukan langkah-langkah berikut:

Selanjutnya, Anda bisa mengganti header/footer pada section tersebut atau membuat desain header/footer baru. Catatan: Penanda hilang Dalam suatu section, Anda dapat membuat header/footer yang berbeda pada halaman pertama section dengan mengaktifkan Different First Page. Untuk membedakan header/footer halaman genap dan ganjil pada section tersebut, aktifkan Different Odd & Even Pages. Caranya sama dengan trik Intinya, yang tadinya ada di sudut kanan area header/footer akan

dalam keadaan Link to Previous tidak aktif, setiap perubahan header/footer hanya berpengaruh pada section yang bersangkutan saja. Anda dapat membuat header/footer suatu section menjadi sama kembali dengan section sebelumnya, yaitu dengan cara mengaktifkan kembali Link to Previous. Jawab Yes bila muncul pertanyaan Do you want to delete this header/footer and connect to the header/footer in the previous section? Secara otomatis header/footer yang digunakan adalah header/footer pada section yang lebih awal.

Cara Membuat Keterangan untuk Footnote dan Endnote yang Panjang Bila footnote/endnote terlalu panjang, maka akan disambung pada halaman berikutnya. Untuk itu kita bisa membuat keterangan agar pembaca tahu bahwa footnote/endnote ini bersambung ke halaman berikutnya. 1. Pilih Draft view.

2. Pada References tab, Footnotes group, klik Show Notes. 3. Jika dokumen memiliki footnote dan endnote, akan muncul sebuah pesan. Pilih View footnote area (untuk melihat catatan kaki) atau View endnote area (untuk melihat catatan akhir), dan kemudian klik OK. 4. Pada daftar note pane, klik Footnote Continuation Notice (untuk membuat keterangan di catatan kaki) atau Endnote Continuation Notice

(untuk

membuat

keterangan

di

catatan

akhir).

5. Kemudian ketik teks untuk keterangan, misalnya bersambung ke halaman berikutnya. 6. Beri format yang diinginkan, misalnya mengganti tipe font atau membuat cetak miring. 7. Kembali ke Print Layout dan perhatikan di baris terakhir

footnote/endnote sudah muncul keterangan yang diketik tadi. 8. Untuk mengedit keterangan yang dibuat, ulangi langkah 1-4 dan buat perubahan yang diinginkan.

Cara Mengubah Footnote Menjadi Endnote dan Sebaliknya 1. Cara Mengubah Sebuah Footnote Menjadi Endnote dan Sebaliknya
o

Klik kanan pada isi footnote/endnote yang akan diubah dan pilih Convert to Footnote atau Convert to Endnote.

2. Cara Mengubah Beberapa Footnote Menjadi Endnote dan Sebaliknya Catatan: Cara ini untuk merubah beberapa footnote/endnote yang letaknya berurutan. 1. Pilih Draft view. 2. Pada References tab, Footnotes group, klik Show Notes.

3. Jika dokumen memiliki footnote dan endnote, akan muncul sebuah pesan. Pilih View footnote area atau View endnote area, dan kemudian klik OK. 4. Pada note pane, pilih beberapa footnote/endnote yang akan diubah (klik footnote/endnote pertama dan geser mouse untuk memilih footnote/endnote yang lain). 5. Klik kanan dan pilih Convert to Footnote atau Convert to Endnote. 3. Cara Mengubah Seluruh Footnote Menjadi Endnote dan Sebaliknya 1. Pada References tab, klik Footnote & EndnoteDialog Box Launcher ( 2. Klik Convert. 3. Klik pilihan yang diinginkan dan klik OK. 4. Klik Close. ) untuk membuka kotak dialog.

Cara membuat Daftar Pustaka Otomatis


Pedoman Pembuatan Daftar Pustaka bermacam-macam. Pada finishing kita dapat memodifikasinya sesuai dengan Pedoman Penulisan Daftar Pustaka. Berikut ini adalah tahap- tahap membuat daftar pustaka otomatis. 1. Tempatkan cursor pada akhir kalimat kutipan referensi. Klik menu : Reference - Insert Citation - Add New Source - tentukan Type of Source - Isi yang Lengkap, selengkap mungkin - OK. Jadi isilah setiap awal anda mengkutip kalimat dari literatur. Anda tinggal mengatur STYLE sesuai kebutuhan. Contoh:

Hasilnya: (bila Style-nya ISO 690-Numerical Reference DAFTAR PUSTAKA DISUSUN BERDASARKAN URATAN KEMUNCULAN LITERATUR)

Hasilnya: (bila Style-nya APA DAFTAR PUSTAKA DISUSUN BERDASARKAN ALFABET PENGARANG)

2. Bila ada kalimat di kutip dari beberapa literatur, anda harus meletakkan cursor di belakang literatur pertama (DI DALAM KURUNG). Selanjutnya seperti sebelumnya, isi daftar baru

(Reference - Insert Citation - Add New Source). Bila Literatur yang ingin ditambahkan telah anda masukkan sebelumnya, anda cukup meng-klik-nya pada list Insert Cititation. Contoh:

3. Selanjutnya, MEMBUAT DAFTAR PUSTAKA. Letakkan cursor pada tempat yang anda inginkan. Beri Judul. Selanjutnya Klik menu : t Bibliography

Hasilnya: (bila Style-nya APA)

Kepustakaan Stevens, L. M., Lynm, C., & Glass, R. M. (2008). Hypertension. Retrieved August 3, 2008, from JAMA: http://jama.amaassn.org/cgi/content/full/299/24/2914 Wetzler, M., Byrd, J., & Bloomfield, C. (2005). Acute and Chronic Myeloid Leukemia. In D. L. Kasper, E. Braunwald, A. Fauci, S. Hauser, D. Longo, & L. Jameson, Harrisons Principles of Internal Medicine. New York: McGraw-Hill Professional. Hasilnya: (bila Style-nya ISO 690-Numerical Reference)

Kepustakaan 1. Stevens, Lise M., Lynm, Cassio and Glass, Richard M. Hypertension. JAMA. [Online] 2008. [Cited: August 3, 2008.] http://jama.ama-

assn.org/cgi/content/full/299/24/2914. doi:10.1001/jama.299.24.2914. 2. Wetzler, Meir, Byrd, John and Bloomfield, Clara. Acute and Chronic Myeloid Leukemia. [book auth.] Dennis L. Kasper, et al. Harrisons Principles of Internal Medicine. New York : McGraw-Hill Professional, 2005.

4. Setelah posisi ini, anda tinggal mengedit seperlunya isi Daftar Pustaka, sesuaikan dengan Pedoman Penulisan Daftar Pustaka di Institusi anda. Apabila anda akan menyisipkan literature baru diantaranya, anda tinggal menambahkan sesuka hati. Bila semua kutipan telah dilengkapi dengan masing-masing literatur, anda tinggal meng-UPDATE.

Caranya:Literatur baru (LICHTMAN, M. A., & LIESVELD, J. L. (2000). Chronic Myelogenous Leukemia and Relaed Disorders) akan disisipkan di kalimat kedua: Saat jantung kita memompa darah melalui pembuluh darah arteri, terjadi tekanan pada dinding arteri. Hipertensi (tekanan darah tinggi) terjadi saat tekanan darah tetap tinggi sepanjang waktu. Peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan kerusakan pada sistem sirkulasi yang bisa mengakibatkan maslah serius seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal dan kebutaan. 5. Bila telah selesai, cara meng-UPDATE : Klik panah di akhir kutipan, klik Update Cititation and Bibliography Bila Hasilnya: (bila Style-nya APA)

Saat jantung kita memompa darah melalui pembuluh darah arteri, terjadi tekanan pada dinding arteri. Hipertensi (tekanan darah tinggi) terjadi saat tekanan darah tetap tinggi sepanjang waktu (LICHTMAN & LIESVELD, 2000). Peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan kerusakan pada sistem sirkulasi yang bisa mengakibatkan maslah serius seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal dan kebutaan (Stevens, Lynm, & Glass, 2008; Wetzler, Byrd, & Bloomfield, 2005). Kepustakaan LICHTMAN, M. A., & LIESVELD, J. L. (2000). Chronic Myelogenous Leukemia and Related Disorders. In E. Beutler, M. Lichtman, B. Coller, T. Kipps, & U. Seligsohn, Williams Hematology (6th edition ed.). New York: McGraw-Hill Professional. Stevens, L. M., Lynm, C., & Glass, R. M. (2008). Hypertension. Retrieved August 3, 2008, from JAMA: http://jama.ama-

assn.org/cgi/content/full/299/24/2914

Wetzler, M., Byrd, J., & Bloomfield, C. (2005). Acute and Chronic Myeloid Leukemia. In D. L. Kasper, E. Braunwald, A. Fauci, S. Hauser, D. Longo, & L. Jameson, Harrisons Principles of Internal Medicine. New York: McGrawHill Professional.

Penutup Di dalam Microsoft word terdapat beberapa fasilitas yang bisa dikerjakan secara otomatis. Microsoft word dapat digunakan untuk membuat skripsi, proposal, makalah, jurnal, dll. Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, penggunaan microsoft word secara otomatis bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam pengerjaan tugas- tugasnya.

DAFTAR PUSTAKA

http://belajaroffice.wordpress.com/2007/08/08/membuat-headerfooter-yangberbeda-beda-untuk-setiap-section/ [ Diakses 31/03/2012, 19.00 WIB ]

http://gurupembaharu.com/home/wp-content/themes/comfy-magazinev2.3/favicon.ico [ Diakses 31/03/2012, 19.30 WIB ]