Anda di halaman 1dari 10

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab II ini akan menjelaskan mengenai profil perusahaan, tujuan visi dan misi, sejarah perusahaan, unit usaha dan kegiatan perusahaan, dan struktur organisasi dan manajemen serta landasan teori yang digunakan sebagai referensi dan acuan kerja praktek ini.

2.1

Gambaran Umum Perusahaan Pada sub bab ini berisi tentang keterangan dan gambaran umum PT.

Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Keterangan dan gambaran umum ini meliputi profil perusahaan, sejarah perusahaan, visi dan misi, struktur organisasi dan manajemen, unit usaha dan kegiatan yang dilakukan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia. 2.2.1 Profil Perusahaan Berikut profil perusahaan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Nama Perusahaan : Bidang Usaha Alamat : : PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia Otomotif Manufaktur Head office Jl. Yos Sudarso, Sunter II, Jakarta 14330 Telp (021) 6515551; Fax (021) 6515327

Sunter 1 Jl. Yos Sudarso, Sunter I, Jakarta 14350 Telp (021) 6518989; Fax (021) 6512287

Sunter II Jl. Gaya Motor Raya, Sunter II, Jakarta 14330 Telp (021) 6511210; Fax (021) 6512287 Karawang Jl. Permata Raya lot DD-1, Karawang International Industrial City, Teluk Jambe, Jawa Barat Tanggal Berdiri : 12 April 1971

Pemegang Saham

Toyota Motor Corporation (95%) PT. Astra International, Tbk. (5%)

2.2.2

Sejarah Perusahaan Pada awalnya, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia berdiri dengan

nama PT. Toyota Astra Motor (TAM) pada tanggal 12 April 1971. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan PT. Astra yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Toyota Motor Corporation, Jepang. Semula, perusahaan ni berfungsi sebagai importir serta distributor mobil-mobil Toyota di Indonesia. Pada tahun 1973, PT. Astra kembali membuka perusahaan baru yang digunakan sebagai assembly plant dan diberi nama P. Multi Astra. Hal ini berlanjut dengan berdirinya PT. Toyota-Mobilindo pada tahun 1976 yang berfungsi sebagai tempat untuk memproduksi mobil kijang dan berdirinya PT. Toyota-Engine Indonesia pada tahun 1982 yang digunakan untuk proses manufaktur dan assembly mesin-mesin mobil Kijang. Dengan adanya berbagai macam pertimbangan, akhirnya PT. Multi Astra, PT. Toyota-Mobilindo, dan PT. Toyota-Engine Indonesia menjadi satu perusahaan dengan PT. Toyota Astra Motor pada bulan Desember, 1988. Menjadi satunya keempat perusahaan tersebut berdampak pada meluasnya pasar PT. Toyota Astra Motor ke mancanegara yang ditandai dengan pengiriman mesin dan welding jig ke Malaysia, Pakistan, Filiphina, Taiwan, hingga Jepang. Pada tahun 1996, produksi mobil Toyota di Indonesia telah mencapai 1.000.000 unit. Untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat terhadap produk Toyota, diresmmikanlah plant Karawang oleh PT. Toyota Astra Motor pada tahun 2000. Pada Agustus 2003, akibat semakin kompleksnya kegiatan bisnis Toyota di Indonesia, dilakukan re-organisasi PT. Toyota Astra Motor menjadi PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia sebagai anak perusahaan Toyota Motor Corporation yang bertanggung jawab terhadap produksi mobil Toyota di Indonesia dan PT. Toyota Astra Motor sebagai unit yang bertanggung jawab terhadap distribusi mobil Toyota di Indonesia. Pada bulan September 2004, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia memproduksi mesin karya pertamanya yaitu IMV-5 yang digunakan sebagai

mesin pada mobil Innova di plant Sunter 1 dan Karawang. Hal ini dilanjutkan dengan pembuatan IMV-4 untuk mobil Fortuner pada bulan Oktober 2006. Selama tahun 2004 hingga 2007, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia melakukan perbaikan dan perbesaran terhadap usahanya dan berhasil memasarkan produknya ke seluruh Asia Tenggara hingga ke Benua Afrika dan Amerika Selatan. Pengembangan terakhir yang dilakukan oleh PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia adalah membuka lini baru untuk memproduksi Avanza. 2.2.3 Visi dan Misi Perusahaan Berikut ini adalah visi dan misi PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia: 1. Visi Menjadi perusahaan manufaktur dan distributor otomotif yang paling terbaik di dunia. 2. Misi a. Mempertahankan posisi sebagai pemimpin dalam industri otomotif dan jaringan distribusinya di Indonesia. b. Menjadikan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama. c. Memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi dan sosial negara. d. Meningkatkan kemakmuran karyawan, dealer, maupun suplier. e. Menjaga ketahanan lingkungan dan keamanan di tempat kerja. f. Meningkatkan kemampuan individual sekaligus membangun

kerjasama sebagai motivasi utama dalam bekerja. 2.2.4 Struktur Organisasi Perusahaan dan Manajemen Pada sub bab ini berisi tentang struktur organisasi perusahaan dan manajemen sumber daya PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia. 1. Struktur organisasi perusahaan Organisasi perusahaan merupakan wadah yang digunakan oleh perusahaan untuk mengelola dan mengatur berlangsungnya kegiatan usaha agar tujuan, visi dan misi yang telah ditentukan tercapai dengan memanfaatkan sluruh sumber daya yang dimiliki secara optimal.

Dalam rangka memaksimalkan fungsi organisasi perusahaan diperlukan keberadaan sebuah struktur organisasi. Struktur organisasi adalah hubungan antara bagian-baguan dari organisasi perusahaan dalam satu kesatuan yang utuh untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pemilihan jenis struktur organisasi perusahaan akan sangat berpengaruh terhadap pergerakan perusahaan yang bersangkutan. Struktur organisasi lengkap yang terdapat pada PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia dapat dilihat pada lampiran. 2. Manajemen sumber daya PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia memiliki karyawan berjumlah 5.925 orang (per Juni 2005) yang tersebar di berbagai macam divisi di PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Kebijakan pengaturan waktu kerja yang digunakan oleh PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia adalah sistem 5 hari kerja reguler untuk karyawan kantor dan jam kerja shift yang terbagi menjadi dua untuk karyawan kantor dan jam kerja shift yang terbagi menjadi dua untuk karyawan pabrik. 3. Perusahaan dan supplier Dalam memenuhi kebutuhannya sebagai perusahaan manufaktur yang memproduksi otomotif, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia

membutuhkan partner kerja yang dapat memasok berbagai macam part yang tidak mungkin diproduksi oleh PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Oleh karena itu, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia bekerja sama dengan ratusan perusahaan di Indonesia yang menjadi supplier untuk part-part seperti screw, nut, bolt, kaca spion sehingga kain pelapis kabin dan plastik dashboard. Agar perusahaan-perusahaan supplier dapat menyelaraskan cara

produksinya dengan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, maka PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia senantiasa secara terus menerus kepada supplier. Selain itu, setiap bulannya dilakukan supplier meeting oleh Production Control Division untuk menentukan jumlah produksi bulan berikutnya dan membicarakan proyeksi permintaan untuk bulan-bulan selanjutnya serta menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi pada supplier apabila terjadi perubahan jumlah permintaan untuk bulan-bulan selanjutnya. Pertemuan ini

sekaligus

digunakan

untuk

mempererat

hubungan

PT.

Toyota

Motor

Manufacturing Indonesia dengan para supplier.

2.2.5

Unit Usaha dan Kegiatan Perusahaan Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, PT. Toyota Motor

Manufacturing Indonesia membangun berbagai plant untuk melakukan proses produksi. Sunter merupakan salah satu wilayah dimana plant-plant tersebut ditempatkan, sehingga kemudian dikenal dengan nama plant Sunter. Plant Sunter terdiri dari berbagai plant yang memproduksi komponen dan engine assembly yang ditujukan untuk pasar domestik maupun pasar internasional, serta dilengkapi pula dengan fasilitas karyawan lainnya. Berikut plant di PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia: 1. Casting Plant Casting plant memiliki luas area sebesar 65.028 m2 ini. Pada plant inilah dilakukan proses pengecoran dan pembuatan komponen mesin dari mobil Toyota. Dengan volume produksi mencapai 1000 ton setiap bulannya, plant ini

memproduksi cylinder block, crankshaft, crank cap, dan flywheel. Agar dapat memenuhi kebutuhan untuk proses press, casting plant dilengkapi dengan fasilitas yang dapat memproduksi casting dalam bentuk besar seperti induction holding furnace, overhead crane, sand blasting, sand mixer, sand reclaimer unit, vacuum sand conveyor, dan drying oven. 2. Stamping Plant Stamping plant digunakan sebagai tempat untuk memproduksi komponen badan kendaraan. Di area seluas 64.247 m2 ini diproduksi komponen badan untuk mobil Innova, Avanza dan kabin hino Stamping plant dilengkapi dengan mesin press dan mampu memproduksi 96.000 unit setiap tahunnya. 3. Engine Plant Ada dua engine plant yang terdapat di plant Sunter. Salah satunya digunakan untuk memproduksi mesin tipe 7K dan 14B yang merupakan mesin untuk Kijang Pick Up dan Truk Dyna. Plant ini memiliki luas sebesar 15.327 m2 dengan kapasitas 4.400 unit per bulannya.

Sementara itu, engine plant lainnya digunakan untuk memproduksi mesin TR. Dengan luas sebesar 19.000 m2, Engine TR Plant memiliki kapasitas produksi 15.000 unit setiap bulannya untuk machining line 13.000 unit setiap bulan untuk assembly line. Sebagian dari mesin-mesin TR yang dihasilkan oleh plant ini kemudian di ekspor ke berbagai negara, seperti Thailand, Venezuela. Afrika Selatan, dan Filipina 4. Packing & Vanning Plant Packing & Vanning Plant untuk barang-barang ekspor terletak di area seluas 7.200 m2 dengan kapasitas mencapai 4.200 unit setiap bulan untuk komponen Avanza dan 5.000 unit setiap bulan untuk komponen Innova. Setelah dikemas dengan baik, komponen-komponen tersebut kemudian diekspor ke Filipina, Malaysia, Vietnam, Argentina, Afrika Selatan, Venezuela dan Brazil. 5. Engineering & Tooling Plants yang tersedia di Sunter dilengkapi juga dengan alat dan mesin berkualitas yang memiliki keunggulan berupa presisi yang tinggi dan terbuat dari material yang berkualitas tinggi agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi pula. Alat-alat tersebut diantaranya adalah NC milling, copy milling, side boring, radial drilling, die spotting machine, dan lay out machine. 6. Waste Water Treatment Untuk mewujudkan salah satu misinya sebagai perusahan yang juga melindungi sustainability lingkungan, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia memiliki fasilitas untuk menerapkan sistem pengelolaan limbah produksi. Karena hal tersebut, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia mendapatkan sertifikasi ISO 14001 untuk sistem Manajemen Lingkungan. Waste water treatment yang berlokasi di plant Sunter memiliki luas area sebesar 2.535 m2. Di lokasi ini, limbah diproses secara kimiawi maupun biologis. Selain itu, lokasi ini juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang dapat menjamin kualitas hasil proses yang sesuai dengan ketentuan pemerintah. 7. Fasilitas Karyawan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia percaya bahwa sumber daya manusia memiliki peran besar dalam kesuksesan yang diraih perusahaan. Oleh karena itu, PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia menyediakan berbagai

fasilitas guna memenuhi kebutuhan karyawan di plant Sunter, seperti klinik, koperasi, masjid, kafetaria, lapangan olahraga, dan tempat parkir.

2.2.6

Produk Model unit yang diproduksi oleh PT. Toyota Motor Manufacturing

Indonesia adalah mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) dan Super Utility Vehicle (SUV). Berikut model yang diproduksi: 1. Innova Toyota Innova merupakan mobil jenis MPV yang diproduksi awal pada Agustus 2003 sampai sekarang. Toyota Innova menggantikan model Toyoya Kijang Kapsul yang sudah tidak diproduksi lagi. Setiap 1 tahun sekali selalu ada minor change pada spesifikasinya. Berikut varian Toyota Innova produksi 2012 hadir dengan beberapa tipe yaitu: a. Tipe J Tipe ini merupakan tipe terendah dari model Toyota Innova. Dengan menggunakan mesin berbahan bakar bensin 1998cc , single blower air conditioning, dan tanpa audio system. Tipe ini pun hadir dalam varian tipe J Manual dan Bisnis. Perbedaannya hanyalah pada tipe J bisnis tidak memiliki kursi baris ketiga serta air conditioning. b. Tipe E Tipe ini hadir dengan dua pilihan mesin, yaitu bensin 200cc dan solar 2494cc. Untuk tipe bensin tersedia dua opsi transmisi manual dan matik. Fitur lainnya yaitu tape audio system, power window, double blower air conditioning (optional). c. Tipe G Tipe ini hadir dengan dua pilihan mesin, yaitu bensin 2000cc dan solar 2494cc dan dua transmisi manual atau matik. Dilengkapi dengan cd-mp3 audio system with 4 speaker + 2 tweeter, Toyota Alarm Security System, d. Tipe V

Tipe ini merupakan versi tertinggi. Memiliki semua fitur yang ada pada versi G tetapi ditambah dengan sistem pengereman ABS, SRS Air Bag, rear sensor parking. 2. Fortuner Toyota Fortuner merupakan mobil jenis SUV yang diproduksi mulai pada Oktober 2006. Toyota Fortuner hadir dengan beberapa varian yaitu: a. Tipe G Tipe ini hadir dengan dua pilihan mesin, yaitu bensin 2500cc dan 2700cc dan transmisi matik/manual. b. Tipe V Tipe ini merupakan versi tertinggi sama dengan tipe G tetapi dengan penambahan dan sistem penggerak all wheel drive 4x4. c. Tipe G VN Turbo Tipe ini merupakan produksi terbaru dari PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia. d. Tipe TRD (Special Unit) Tipe ini merupakan versi Sport dari Toyota Fortuner dengan dilengkapi aksesoris genuine Toyota dari Toyota Racing Development (TRD). Perubahan tampilan seperti penambahan body kit, engine hood serta aksesoris exterior. 3. Avanza Toyota Avanza merupakan model unit hasil kolaborasi oleh PT. Toyota Motor Manufaturing Indonesia dengan PT. Astra Daihatsu Motor. Akan tetapi karena keterbatasan kapasitas produksi sudah tidak diproduksi lagi. sehingga diproduksi oleh PT. Astra Daihatsu Motor. 4. Rush Toyota rush juga merupakan model unit hasil kolaborasi oleh PT. Toyota Motor Manufaturing Indonesia dengan PT. Astra Daihatsu Motor. Model ini diproduksi untuk mengisi segmen sport utility vehicle. Sama dengan model avanza model ini sepenuhnya diproduksi oleh PT. Astra Daihatsu Motor.

2.2

Landasan Teori

Berikut merupakan dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini: 2.2.1 Pengukuran Waktu Kerja (Work Measurement) Pengukuran kerja merupakan suatu pengukuran waktu kerja (time study) suatu aktivitas yang dibutuhkan oleh seorang operator (yang memiliki skil ratarata atau terlatih dengan baik) dalam melaksanakan sebuah kegiatan kerja dalam kondisi normal dan tempo normal.(Sritomo Wigjosoebroto, 2003, p130). Suatu pekerjaan akan dikatakan diselesaikan secara efesien apabila waktu

penyelesaianya berlangsung paling singkat. Pengukuran waktu kerja dibagi menjadi 2 macam, yaitu pengukuran secara langsung dan tak langsung. Pengukuran waktu secara langsung adalah pengukuran yang dilakukan secara langsung di tempat dimana pekerjaan tersebut dilaksanakan. Sedangkan pengukuran secara tidak langsung melakukan

perhitungan waktu tanpa harus berada di tempat pekerjaan. Pengukuran ini dilakukan dengan cara membuka tabel-tabel yang tersedia untuk mengetahui pekerjaan melalui elemen-elemen pekerjaan ataupun elemen-elemen gerakan. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah data waktu baku dan data waktu gerakan. 2.2.2 Excel Visual Basic For Application (Macro) Visual Basic for Applicatin (VBA), atau yang disebut dengan istilah Macro, merupakan pengembangan bahasa pemprograman Visual Basic yang digunakan dalam aplikasi Microsoft Office , termasuk Microsoft Office Excel. Penggunaan fitur Macro dalam Excel mempunyai beberapa keuntungan berikut: 1. Menghemat Waktu Penyelesaian dengan menggunakan Macro lebih cepat dibandingkan dengan cara manual. 2. Menghemat Tenaga Penyelesaian pekerjaan menggunakan Macro juga menghemat tenaga karena prosesnya berlangsung secara otomatis 3. Mengurangi Tingkat Kesalahan Penyelesaian pekerjaan menggunakan Macro menyelesakan suatu pekerjaan berdasarkan perintah yang tertulis dalam kode program, sehingga

tingkat kesalahan yang timbul sangat kecil. Kesalahan hanya dapat terjadi apabila ada kesalahan perintah pada kode program. 2.2.3 Man Hour Cost Man hour cost ini merupakan jumlah upah yang dibayarkan oleh perusahaan dalam satuan jam. Informasi ini digunakan sebagai data pembanding untuk melihat nilai proses penyelesaian suatu pekerjaan. Mendapatkan man hour cost yaitu dengan rumus: