Anda di halaman 1dari 22

Presentasi Blok Kesehatan Anak BGM dan Pola Makan Terganggu

NAMA Anak CF TGL.LAHIR X USIA X JENIS KELAMIN X

: :

:
:

AYAH/USIA PEKERJAAN IBU/USIA PEKERJAAN

: : : :

KELUHAN UTAMA Grafik KMS berada di bawah garis merah RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Berat badan hanya meningkat maksimal 2 ons perbulan dan tetap berada di bawah garis merah semenjak usia 2 tahun. Pernah mengalami peningkatan lambat pada bulan-bulan akhir menuju usia 2 tahun, namun kemudian seiring peningkatan aktifitas bayi, grafik kembali menurun dan terus berada di bawah garis merah hingga sekarang.

RIWAYAT KELAHIRAN
Antenatal Saat hamil ibu tidak pernah memeriksakan diri ke dokter, hanya saat terasa mau melahirkan baru kemudian ibu pergi ke bidan. Usia ibu saat melahirkan adalah 33 tahun, dan hanya berjarak 1 tahun dari kakak keduanya. Ibu mengaku tidak ada penyulit selama kehamilan. Namun terasa kencang-kencang saat usia kehamilan 7 bulan yang kemudain saat sampai ke bidan dikatakan sudah mengalami pembukaan 8 (kala 1 fase aktif). Natal Selama melahirkan tidak ada penyulit, pervaginam namun bayi lahir dengan usia kehamilan 7 bulan dan berat badan lahir 2,2 kg. Neonatal Saat lahir ibu tidak tahu APGAR skor bayi, namun bayi langsung menangis setelah dilahirkan. Dengan warna kulit yang sedikit kuning, karena memang prematur.

RIWAYAT PEMBERIAN MAKANAN


Pemberian ASI hingga usia 2 tahun, ASI diberi setiap minimal 3x sehari selama sekitar 5 menit sekali minum. Tidak ada kesulitan dalam pemberian ASI. Saat usia 4 bulan diberi makanan tambahan (sun). Anak tidak pernah diberi vitamin maupun suplemen tubuh. Nafsu makan anak sekarang baik menurut ibu yaitu sebanyak 2-3x sehari porsi piring kecil yaitu sebanyak 56 sendok makan. Anak sangat menyukai ikan, namun tidak begitu menyukai sayur. Kini makanan ditambah cemilan-cemilan yang anak beli dari warung atau penjual keliling sepert kerupuk atau jajanan lain. Ibu sebagai lulusan SD mengaku tidak banyak tahu mengenai jenis-jenis makanan bergizi, apa yang bisa dimasak saat itulah yang akan dimakan anak.

RIWAYAT PERKEMBANGAN

Bisa merangkak semenjak usia 2 bulan, dan bisa berjalan sejak usia 12 bulan dengan aktifitas sama dengan temanteman sebayanya, namun ukuran tubuh yang memang lebih kecil. Ukuran tubuh anak sama dengan kedua kakak kandungnya, yaitu lebih kecil dari teman seusianya. Anak sudah mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD), prestasi anak tidak begitu menonjol, juga tidak tertinggal, sedang-sedang saja.

RIWAYAT KEPRIBADIAN, SOSIAL DAN LINGKUNGAN


Kepribadian anak : saat bertemu dengan orang anak cenderung pemalu di awal namun setalah beberapa saat mulai berani berbaur namun tetap terus melekat pada ibu. Sikap ini relatif sama dengan kedua kakak kandungnya. Riwayat sosial berupa : Struktur keluarga : terdapat ayah, ibu dan dua kakak perempuan yang masih berusia 5 dan 7 tahun. Hubungan dengan tetangga baik. Ayah jarang di rumah karena harus bekerja keras sebagai buruh pabrik, sedangkan ibu terkadang keluar rumah untuk bersosialisasi dengan tetangga setelah menjemput anak, anak pulang ke rumah lebih awal dibandingkan kedua kakaknya. Sehingga cenderung sendiri di rumah, saat tidak ada teman yang mengajak bermain. Dukungan di luar keluarga : anak cenderung hanya di bawah pengasuhan ibu dan guru saat di PAUD Perawatan anak : diasuh sendiri Sekolah : PAUD

PEMERIKSAAN FISIK
KESAN UMUM VITAL SIGN Nadi Suhu Pernafasan STATUS GIZI Klinis Antropometris BB PB/TB : Baik : 72x/menit : Dbn : Dbn : Dbn

: 10,7 Kg : 92 cm

PENILAIAN TUMBUH KEMBANG


Hasil pengukuran KPSP Semua dapat dilakukan kecuali perintah terakhir Bicara & Bahasa. Anak tidak dapat menyebutkan namanya dengan lengkap

PEMBAHASAN / INTERPRETASI
ANAMNESIS Kartu Menuju Sehat berada di bawah garis merah riwayat lahir prematur yaitu 7 bulan dan bblr 2,2 kg, usia ibu saat melahirkan adalah 33 tahun. Semenjak 2 tahun anak menkonsumsi makanan berupa nasi dan lauk pauk sebanyak 2-3x sehari dengan porsi sepiring kecil sebanyak 5-6 sendok makan. Porsi yang cukup menurut ibu tersebut terhitung kurang, karena menurut Almatsier (2003) kebutuhan energi anak usia 4-6 tahun adalah sebanyak 1750 kkal disertai dengan 32g protein untuk dapat memenuhi angka kecukupan gizi (AKG) ditambah dengan kebutuhan berbagai mikronutrien dalam porsi yang telah ditentukan.

Ibu mengaku sebagai ibu rumah tangga, dan bapak atau suami sebagai buruh pabrik. Kami dapatkan bapak mengahbiskan lebih banyak waktu diluar rumah (untuk bekerja) dengan kalkulasi jam yang di habiskan di rumah tidak tetap yaitu kurang lebih selama 12 jam mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 08.00 malam, bisa lebih cepat dan lebih lambat, dimana anak tidur maksimal pada pukul 09.00 malam dan bangun pukul 6. Sehingga didapati frekuensi interaksi anak dan bapak terhitung sedikit. Ibu sebagai seorang ibu rumah tangga mengaku terkadang memiliki aktifitas di luar rumah seperti ke pasar saat anak sekolah dan mengobrol dengan para tetangga. Pemilihan menu makanan berdasarkan apa yang ingin dan mampu ibu beli, sehingga tidak ada target pemenuhan gizi anak dan ibu mengaku tidak tahu mengenai hal tersebut.

Waktu interaksi minimal

Menurut Soetjiningsih (1995), ada beberapa faktor psikososial antara lain : Stimulasi Motivasi belajar Ganjaran atau hukuman yang wajar kelompok sebaya Stress cinta dan kasih sayang kualitas interaksi anak dan orang tua

Ada 3 penyebab tidak langsung yang mempengaruhi status gizi yaitu : 1. Ketahanan pangan keluarga yang kurang memadai. Setiap keluarga diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarganya dalam jumlah yang cukup baik jumlah maupun mutu gizinya. 2. Pola pengasuhan anak kurang memadai. Setiap keluarga dan mayarakat diharapkan dapat menyediakan waktu, perhatian, dan dukungan terhadap anak agar dapat tumbuh kembang dengan baik baik fisik, mental dan sosial. 3. Pelayanan kesehatan dan lingkungan kurang memadai. Sistem pelayanan kesehatan yang ada diharapkan dapat menjamin penyediaan air bersih dan sarana pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau oleh setiap keluarga yang membutuhkan.

Penilaian status gizi


secara langsung

Klinis Antopometris Biokimia Biofisika


Survey konsumsi Statistik vital Faktor ekologi

secara tidak langsung

Antopometri
Hasil pada anak didapatkan : - Berat Badan : 10,7 kg - Tinggi Badan : 92 cm - Umur : 4 tahun 2 bln
Z-scores : ( nilai antropometris anak ) ( median standar ) 1 SD dari standar

Kurus/wasting (berat badan berdasarkan tinggi badan -BB/TBdengan Zscore kurang dari -2 dari median menurut referensi WHO 2005, yang mengacu kepada kurang gizi akut atau baru saja mengalami kekurangan gizi)

BB/TB : -2,4 (Kurus)

Gizi kurang dan buruk/underweight (berat badan berdasarkan umur BB/U- dengan Zscore kurang dari -2 dari median menurut referensi WHO 2005, yang mengacu kepada gabungan dari kurang gizi akut dan kronis

BB/U : - 3,27 (Gizi Buruk)

Pendek/stunting (tinggi badan berdasarkan umur -TB/U- dengan Zscore kurang dari -2 dari median menurut referensi WHO 2005, yang mengacu ke kurang gizi kronis jangka panjang)

TB/U : -2,6 (Pendek)

DIAGNOSA / DAFTAR MASALAH


Bawah Garis Merah akibat Pola Makan Terganggu

KMS dipakai hanya untuk pemantauan pertumbuhan perkembangan balita berupa NAIK, TURUN dan BGM, yang dilakukan setiap bulan. Sementara Penentuan status gizi buruk atau Status Gizi merupakan assesment status gizi seseorang dengan menggunakan tabel antropometri, yang dilakukan setahun sekali Berat Badan yang berada di Bawah Garis Merah (BGM) pada KMS merupakan perkiraan untuk menilai seseorang menderita gizi buruk, tetapi bukan berarti seseorang balita telah menderita gizi buruk Persamaanya adalah sebagai Indikator Status Gizi dengan menggunakan pendekatan Antropomteri atau keduanya menggunakan hasil penimbangan Berat Badan dan juga umur, termasuk juga Tinggi Badan.

RENCANA PENGELOLAAN / EDUKASI


Perbaikan pada pola konsumsi merupakan suatu keharusan bila ternyata menunya tidak seimbang. Upaya penanggulangan masalah gizi kurang yang dilaksanakan secara terpadu. penyuluhan mengenai pentingnya pola asuh terhadap status gizi balita, terutama pada usia emas pertumbuhan yaitu lima tahun pertama kehidupan .