Anda di halaman 1dari 5

Tugas 6 Failure Analysis

Heri Hidayat (1006808216)

1. Jelaskan jenis-jenis tegangan yang terjadi pada material. Jenis tegangan yang terjadi pada material yaitu:

Tegangan tarik (tensile): diakibatkan oleh beban tarik atau beban dengan arah kerja tegak lurus meninggalkan permukaan. Distribusi tegangan ini terjadi persatuan luas permukaan. Tegangan ini menentukan keuletan sebuah benda sebelum terjadi fracture. Fracture yang terbentuk yaitu arahnya horizontal.

Tegangan tekan(compression) : diakibatkan oleh beban tekan yang arah kerjanya lurus menuju luasan permukaan. Tegangan ini menentukan kekerasan dan keuletan sebuah benda sebelum terjadi fracture. Fracture yang terbentuk biasanya arah vertikal

Tegangan geser (shear): diakibatkan oleh beban geser yang arah kerjanya sejajar atau menyinggung permukaan sebuah benda. Fracture yang terbentuk arahnya diagonal. Berikut di bawah ini yaitu gambar dari ketiga jenis tegangan

Tugas 6 Failure Analysis

Heri Hidayat (1006808216)

2. Jelaskan dengan gambar distribusi tegangan pada pelat (plates) dan

batangan (rods) akibat tegangan tarik bila stress konsentrasinya (a) tidak ada, (b) dipermukaan, (c) di bagian tengah. Pada pelat

Ketika diberikan beban, tegangan akan terkonsentrasi pada daerahdaerah yang bentuknya berubah secara tiba-tiba, seperti adanya lubang atau takikan. JIka di sebuah pelat terdapat lubang, maka saat diberikan gaya pemusatan tegangan terjadi di sekitar lubang. Jika sebuah pelat terdapat takikan, maka saat diberikan gaya pemusatan tegangan terjadi di daerah sekitar takikan. Berikut adalah penjelasan sebuah pelat saat diberikan tegangan dengan arah tertentu
a. Tidak ada tegangan yang diberikan, sehingga tidak menimbulkan efek

tegangan jenis apapun.


b. Konsentrasi tegangan atau gaya yang diberikan pada permukaan plat

akan menyebabkan perubahan bentuk semacam takikan yang luas dengan permukaan yang cukup lebar.

Tugas 6 Failure Analysis

Heri Hidayat (1006808216)

c. Konsentrasi tegangan atau gaya yang diberikan pada bagian tengah plat

sehingga membuat permukaan pada bagian tengah terjadi lubang yang cukup besar.

Pada rods a. Kondisi rods yang tidak diberikan gaya atau konsentrasi berbentuk takikan tegangannya b. Kondisi rods yang diberikan gaya atau konsentrasi pada bagian tengah menyebabkan perubahan bentuk konsentrasi berbentuk takikan yang melebar.

3. Gambarkan terjadinya residual stress dan efeknya pada material.

Tugas 6 Failure Analysis

Heri Hidayat (1006808216)

Gambar di atas menunjukkan proses terjadinya tegangan sisa. Gaya-gaya mekanis seperti di atas akan mengakibatkan terjadinya deformasi plastis yang tidak merata, hal ini lah yang menyebabkan terjadinya tegangan sisa. Tegangan sisa akan mengakibatkan: Distorsi pada komponen Terjadinya kerusakan premature pada komponen

4. Jelaskan penyebab dari tegangan sisa (residual stress)

Tegangan sisa disebabkan oleh hal-hal di bawah ini: Tegangan sisa karena deformasi plastis yang tidak merata yang disebabkan gaya-gaya mekanis seperti pada pengerjaan dingin selama pengerolan, penempaan, pembentukan logam atau pekerjaan lain yang dilakukan dengan mesin

Tegangan sisa yang disebabkan karena adanya transformasi fasa (seperti pada baja karbon)

Tegangan sisa yang disebabkan adanya tegangan thermal seperti pada pengelasan dan perlakukan panas

Tugas 6 Failure Analysis


5. Jelaskan mengapa shoot peening dan

Heri Hidayat (1006808216)

penghalusan

permukaan

menyebabkan kekuatan fatiknya menjadi tinggi. Fatigue senantiasa berawal dari permukaan suatu material. Sehingga jika suatu material memiliki permukaan yang kurang baik akan menjadi daerah inisiasi retak dan mengakselerasi terjadinya fatik. Untuk mencegah itu, dibutuhkan suatu treatment khusus pada permukaan suatu material, dengan tujuan memperpanjang umur atau ketahanan fatik, salah satu usaha yang biasa dilakukan yaitu metode shoot peening. Metode shoot peening merupakan proses pengerjaan dingin baja pada atau sisa permukaan material. Dengan cara menembakkan gelas material halus butiran pada permukaan

sehingga

tegangan

menjadi hilang. Tujuan dari proses ini adalah untuk meningkatkan sifat fatik material, memperbaiki sifat material terhadap beban dinamis, dan beban statis yang berupa kekerasan dan tensile strength.