Anda di halaman 1dari 10

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Minyak atsiri dikenal juga dengan nama minyak eteris atau minyak terbang (essential oil, volatile oil) dihasilkan oleh tanaman. Minyak tersebut mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi, mempunyai rasa getir, (pungent taste), berbau wangi sesuai dengan bau tanaman penghasilnya, umumnya larut dalam pelarut organik dan tidak mudah larut dalam air. Minyak atsiri merupakan salah satu hasil sisa dari proses metabolisme dalam tanaman yang terbentuk karena reaksi antara berbagai persenyawaan kimia dengan adanya air. Tanaman yang menghasilkan minyak atsiri diperkirakan berjumlah 150200 spesies tanaman yang termasuk dalam famili Pinaceae, Labiatae, Compositae, Lauraceae, Myrtaceae, dan Umbelliferaceae. Minyak atsiri dapat bersumber pada setiap bagian tanaman yaitu dari daun, bunga, buah, biji, batang, dan akar atau rhizome. Beberapa tanaman penghasil minyak atsiri yaitu nilam, kenanga (Cananga odorata Hook), mawar (Rose alba L.), melati, cengkeh ( Caryophyllus aromaticus L.), sereh wangi (Cymbopogon nardus L.), daun kayu putih (Melaleuca leudendron L.), akar wangi (Vetiveria zizanoides Stapf), lada (Piper ningrum L.), cempaka (Michelia champaca L.), kayu manis (Cinnamomun zeylanioum Nees),dan lain-lain. Minyak atsiri dari tanaman dapat diperoleh melalui ekstraksi. Ekstraksi minyak atsiri dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan cara penyulingan, ekstraksi dengan pelarut, dan proses enfluerasi. Proses penyulingan adalah proses yang paling umum digunakan. Ada 3 jenis proses penyulingan yaitu penyulingan dengan air, penyulingan dengan uap, dan penyulingan denagan uap dan air. B. Tujuan Percobaan Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa (praktikan) mengetahui bentuk minyak atsiri dan mampu melakukan proses ekstraksi minyak atsiri dengan cara penyulingan.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Penyulingan adalah proses pemisahan komponen yang berupa cairan dan padatan dari 2 macam campuran atau lebih berdasarkan perbedaan titik uapnya dan proses ini dilakukan terhadap minyak atsiri yang tidak larut dalam air. Jumlah minyak yang menguap bersama-sama dengan uap air yang ditentukan oleh 3 faktor, yaitu a) besarnya tekanan uap yang digunakan, b) berat molekul dari masing-masing komponen dalam minyak dan c) kecepatan minyak keluar dari bahan yang mengandung minyak (Ketaren, 1981). Tanaman yang menghasilkan minyak atsiri diperkirakan berjumlah 150-200 spesies tanaman yang termasuk dalam famili Pinaceae, Labiatae, Compositae, Lauraceae, Myrtaceae, dan Umbelliferaceae. Minyak atsiri dapat bersumber pada setiap bagian tanaman yaitu dari daun, bunga, buah, biji, batang, dan akar atau rhizome. Minyak atsiri selain dihasilkan oleh tanaman, dapat juga terbentuk dari hasil degradasi oleh enzim atau dapat dibuat secara sintetis (Richards,1944). Minyak atsiri dikenal juga dengan nama minyak eteris atau minyak terbang (essential oil, volatile oil). Minyak atsiri diperoleh dari akar, batang, daun, bunga tanaman dengan mengekstraknya dengan system destilasi uap, destilasi dengan air mendidih, atau ekstraksi dengan pelarut yang mudah menguap (Syarief dan Irawati, 1988). Minyak kayu putih adalah hasil penyulingan daun dan ranting berupa tanaman tersebut. Untuk itu dipetik daun dan ranting yang segar. Minyak kayu putih mengandung cineol (kayu putol) kadar keseluruhan termasuk C10H13O antara 50-65% dan terpinol bebas atau sebagai ester dengan asam cuka, asam mentega dan asam valerat (Kartasapotra, 1992).

II. METODE PERCOBAAN

A. Bahan dan Alat Bahan-bahan yang digunakan adalah: daun dan batang sereh wangi dan daun kayu putih. Alat-alat yang digunakan adalah: ketel suling lengkap dengan sistem uap, pisau, ember, dan lain-lain. B. Cara Kerja *Cara kerja yang dilakukan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut: 1. Dilakukan perlakuan pendahuluan terhadap bahan yang akan disuling yaitu meliputi: perajangan/pengecilan ukuran, pengeringan, dan lain-lain. Masingmasing bahan berbeda perlakuan pendahuluannya tergantung pada sifat bahan tersebut. 2. Disusun alat penyuling dan diisi ketel dengan air secukupnya. 3. Diisi ketel uap dengan bahan yang akan disuling sampai bahan mencapai 5 cm dibawah tutup ketel. 4. Dipanaskan ketel air. 5. Dialirkan air yang melalui kondensor dengan arah yang berlawanan dari arah keluarnya uap. 6. Dilakukan penyulingan sampai uap yang diembunkan dalam kondensor tidak mengandung minyak lagi. 7. Dipisahkan minyak dari air dengan menggunakan labu pisah. 8. Disimpan minyak atsiri yang diperoleh dalam wadah kaca tertutup. 9. Dilakukan analisa terhadap mutu minyak atsiri yang diperoleh. *Pengamatan.

1. Diamati jumlah kumulatif minyak atsiri yang dihasilakan setiap 10 menit. Dibuat tabel dan grafiknya. 2. Dihitung rendemen dengan persamaan: % Rendemen = Berat min yak x 100% Beratbahan

3. Diamati warna dan bau secara visual terhadap minyak yang dihasilkan. 4. Dicari komponen kimia yang dominan pada minyak tersebut, serta rumus molekulnya. 5. Dituliskan nama latin tanaman tersebut.

B. Pembahasan Minyak atsiri merupakan minyak berbau wangi khas yang dihasilkan dari tanaman atau hewan, terdiri atas campuran berbagai senyawa kimia yang termasuk golongan hidrokarbon. Minyak atsiri dikenal juga dengan nama minyak eteris atau minyak terbang (essential oil, volatile oil) dihasilkan oleh tanaman. Minyak tersebut mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi, mempunyai rasa getir, (pungent taste), berbau wangi sesuai dengan bau tanaman penghasilnya, umumnya larut dalam pelarut organik dan tidak mudah larut dalam air. beberapa tanaman penghasil miyak atsiri yaitu nilam, kenanga, mawar, melati, cengkeh, daun kayu putih, ylang-ylang, sereh wangi, akar wangi, pala, kayu manis, dan lain-lain. Pada percobaan ini bahan yang digunakan adalah daun kayu putih (Melaleuca leudendron L) dan sereh wangi (Cymbopogon nardus L.). Minyak atsiri dari tanaman dapat diperoleh melalui ekstraksi. Ekstraksi minyak atsiri dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan penyulingan, ekstraksi dengan pelarut, dan proses enfleurasi. Pada percobaan ini cara yang digunakan untuk mengetraksi minyak atsiri dari daun kayu putih dan sereh wangi adalah dengan cara penyulingan. Penyulingan adalah proses pemisahan komponen yang berupa cairan dan padatan dari 2 macam campuran atau lebih berdasarkan perbedaan titik uapnya dan proses ini dilakukan terhadap minyak atsiri yang tidak larut dalam air. Jumlah minyak yang menguap bersama-sama dengan uap air yang ditentukan oleh 3 faktor, yaitu a) besarnya tekanan uap yang digunakan, b) berat molekul dari masing-masing komponen dalam minyak dan c) kecepatan minyak keluar dari bahan yang mengandung minyak. Ada tiga jenis proses penyulingan yaitu : 1. Penyulingan dengan air, pada sistem ini bahan yang akan disuling langsung kontak dengan air mendidih. Penyulingan ini baik digunakan untuk menyuling bahan yang berbentuk tepung dan bunga-bungaan yang mudah berbentuk gumpalan jika terkena panas. Bentuk bahan-bahan yang berupa cairan

misalnya menyuling getah pinus, perlu ditambahkan air secara berkala dengan tujuan supaya sisa penyulingan jangan sampai hangus. 2. Penyulingan dengan uap ( steam distillation), pada sistem ini, air sebagai sumber uap panas terdapat dalam boiler yang letaknya terpisah dari ketel penyuling. Uap yang dihasilkan mempunyai tekanan lebih tinggi dari tekanan udara luar. 3. Penyulingan dengan air dan uap, pada sistem penyulingan ini, bahan diletakkan diatas piring yang berupa ayakan yang terletak beberapa sentimeter diatas permukaan air dalam ketel penyuling. Proses penyulingan yang dilakukan adalah penyulingan air dan uap. Alat penyuling air dan uap ini memiliki 3 komponen yaitu: 1. Ketel penyuling (retort) Ketel penyuling adalah tempat bahan yang akan disuling, dan bahan dapat berhubungan langsung dengan air dan uap. Ketel penyuling umumnya berbentuk selinder yang terbuat dari seng tebal ( galvanized sheet metal ) yang dilengkapi dengan penutup yang dapt ditutup rapat. Pada tutup tersebut dipasang pipa untuk mengalirkan uap ke kondensor. bagian penutup ketel disambung dengan pipa untuk mengalirkan uap ke pendingin. 2. Bak Pendingin (kondensor) Bak pendingin adalah suatu alat yang berupa bak atau selinder dan di dalamnya terdapat pipa lurus atau berbentuk spiral yang berfungsi untuk merubah uap menjadi bentuk cair. Kondensor ada 2 macam yaitu coil kondensor dan tubular kondensor. Pengeluaran panas dari uap lebih efektif dengan menggunakan tabular kondensor, karena mempunyai permukaan yang lebih luas.

3. Penampung hasil kondensasi (receiver)

Hasil kondensasi (kondensat) ditampung didalam alat pemisah minyak dan air, disebut florentine flask. Untuk mencegah penguapan dan kehilangan minyak, maka suhu minyak dalam florentine flask dipertahankan pada suhu 20-25 0C. Prinsip kerja alat penyulingan uap dan air ini adalah ketel diisi dengan air secukupnya, sedangkan bahan diisi kedalam ketel uap sampai bahan mencapai 5cm dibawah tutup ketel dan ditutup rapat. Kemudian ketel dipanaskan pada suhu 99.6oC, air akan mengalir melalui kondensor dengan arah yang berlawanan dari arah keluarnya uap. Penyulingan dilakukan sampai uap yang diembunkan dalam kondensor tidak mengandung minyak lagi. Minyak hasil penyulingan tersebut mengalir melalui kodensor kedalam dua ruang, yang diambil setiap 10 menit sekali. Minyak dikeluarkan melalui 2 buah kran dan ditampung dalam gelas kimia, kemudian dipisahkan minyak dari air dengan menggunakan labu pisah. Minyak atsiri sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan parfum semi sintetis atau zat sintetis lainnya dalam bidang industri. Sebagai contoh ialah minyak lemon grass merupakan dasar untuk pembuatan ionone dan vitamin A. Minyak sassafras digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan persenyawaan heliotropin, turunan persenyawaan aromatis dan aldehida sintetis. Heliotropin banyak digunakan dalam pembuatan parfum pada sabun, flavoring agent dalam bahan makanan. Minyak atsiri juga sering digunakan sebagai obat gosok seperti minyak cengkeh, minyak pala dan lain-lain. Minyak kayu putih adalah hasil penyulingan daun dan ranting berupa tanaman tersebut. Untuk itu dipetik daun dan ranting yang segar. Minyak kayu putih mengandung cineol (kayu putol) kadar keseluruhan termasuk C10H13O antara 50-65% dan terpinol bebas atau sebagai ester dengan asam cuka, asam mentega dan asam valerat. Sereh (Cymbopogon citrates) yang termasuk kedalam suku rumput-rumputan dan dibudidayakan untuk diambil daunnya sebagai bumbu masak, atau disuling

diambil minyaknya. Kandungan minyak ini adalah citral (80%), citronellal, methylheptenone, n-decylaldehyde dan linalol. Minyak ini digunakan untuk pembuat ionone, tiruan minyak jeruk dalam pewangi teknis dan vitamin. Pada proses penyulingan minyak kayu putih, daun kayu putih yang digunakan harus segar yang baru dipetik pada pagi hari, hal ini dilakukan untuk menghasilkan rendemen yang lebih banyak. Daun kayu putih yang digunakan untuk penyulingan harus dilakukan pengecilan ukuran, dengan cara merobeknya menjadi lebih kecil. Hal ini dilakukan untuk memutuskan jaringan sehingga bidang sentuh antara pelarut dengan bahan yang lebih besar. Hal yang sama dilakukan pada sereh wangi yaitu perajangan. Pada percobaan penyulingan minyak kayu putih dilakukan dengan cara yang sangat mudah, berat bahan yang digunakan 2kg. Proses pengambilan minyak dilakukan 3 kali dengan waktu yang berbeda yaitu t1=10 menit, t2=20 menit, dan t3=30 menit dan rendemen yang didapat juga berbeda-beda. Minyak kayu putih yang dihasilkan berwarna kuning kehijauan dengan aroma menyengat, khas minyak kayu putih. Hal yang sama juga dilakukan pada sereh wangi, minyak sereh wangi yang dihasilkan berwarna kuning bening dengan aroma menyengat khas sereh wangi. Minyak hasil penyulingan tidak boleh dibiarkan lama di udara dan kena cahaya matahari pada suhu kamar karena minyak tersebut akan mengasorbsi oksigen udara sehingga menghasilkan warna minyak yang lebih gelap, bau minyak berubah, lebih kental dan akhirnya membentuk sejenis resin.

V. PENUTUP

A. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah sebagai berikut: Minyak atsiri merupakan minyak berbau wangi khas yang dihasilkan dari tanaman atau hewan, terdiri atas campuran berbagai senyawa kimia yang termasuk golongan hidrokarbon. Pada percobaan ini bahan yang digunakan adalah daun kayu putih (Melaleuca leudendron L) dan sereh wangi (Cymbopogon nardus L.). Penyulingan adalah proses pemisahan komponen yang berupa cairan dan padatan dari 2 macam campuran atau lebih berdasarkan perbedaan titik uapnya dan proses ini dilakukan terhadap minyak atsiri yang tidak larut dalam air. Ada tiga jenis proses penyulingan yaitu penyulingan dengan air, dengan uap dan dengan uap dan air. Alat penyulingan dengan uap dan air memiliki 3 komponen yaitu ketel penyuling (retort), bak pendingin (kondensor), kondensasi (receiver). Pengambilan minyak ke3 dengan t3=30 menit menghasilkan persen rendemen yang paling banyak yaitu 0,11%. Jadi hubungan antara waktu dan rendemen adalah semakin lama waktu pengambilan minyak, semakin tinggi persen rendemen yang terkandung dalam minyak tersebut. Pada percobaan ini, minyak kayu putih yang dihasilkan berwarna kuning kehijauan dengan aroma menyengat, khas minyak kayu putih. Pada proses penyulingan minyak kayu putih, daun kayu putih yang digunakan harus segar yang baru dipetik pada pagi hari, hal ini dilakukan untuk menghasilkan rendemen yang lebih banyak. dan penampung hasil

DAFTAR PUSTAKA

Kartasaputra, A.G. 1992. BUDIDAYA TANAMAN BERKHASIAT OBAT. Rineka Cipta, Jakarta. Ketaren, S. 1981. MINYAK ATSIRI. IPB- Press, Bogor. Richard, W.F. 1944. PERFUMERS HAND FRITZSCHE BROTHER INC, New York. BOOK AND CATALOG

Syarief, R. dan A. Irawati.1988. PENGETAHUAN BAHAN UNTUK INDUSTRI PERTANIAN. PT Media Utama Sarana Perkasa, Jakarta.