Anda di halaman 1dari 6

BAKELITE

Bakelite, merupakan polimer sintesis buatan yang pertama, merupakan campuran dari phenol dan formaldehyde. Reaksi kondensasi antara kedua

monomer itu memungkinkan formaldehyde untuk mengikat phenol menjadi polimer tiga dimensi. Kemudian, Bakelite dapat dibentuk ketika panas dan kemudian solid dan menjadi plastik yang keras yang dapat digunakan untuk gagang telepon, bagian mobil, mebel dan bahkan perhiasan. Bakelite memiliki sifat tahan panas dan mudah dibentuk. BIOGRAFI DR. LEO HENDRIK BAEKELAND Leo Hendrik Baekaland lahir pada tanggal 14 November 1863 di Belgium, kota Flemish dekat Ghent. Dia anak seorang tukang sepatu dan pembantu. Baekeland seorang pelajar yang cerdas. Ia suka ngulik, mengutak-atik, mencobacoba segala sesuatu. Baekeland menyelesaikan pendidikannya dari Ghent Municipal Technical School dan kemudian melanjutkan di Universitas Ghent jurusan Kimia. Karena keadaan ekonomi Baekeland diberi bantuan beasiswa dalam kuliahnya, sehingga ia berhasil sampai mendapatkan gelar PhD dengan predikat Maxima cum Laude diusianya yang baru 21 tahun. Karier Baekeland semakin menanjak ketika ia diangkat menjadi seorang professor kimia di tahun 1889, ia juga menikahi seorang anak kepala departemen bernama Swarts Celine. Baekeland memiliki hobi bepergian dan memotret. Ia sering melakukan perjalanan ke luar negeri seperti ke Prancis dan Inggris. Pada tahun 1889, ia mendapat beasiswa untuk belajar di Amerika Serikat selama tiga tahun. Beasiswa yang sebenarnya untuk tiga tahun tersebut malah diputuskannya untuk menetap di Amerika Serikat sampai ia ganti kewarganegaraan. Bakelit, yang penamaannya diambil dari nama Baekeland ini sebenarnya bukanlah temuan yang pertamanya karena sebelumnya ia sudah menemukan kertas foto yang dinamakan Velox. Karena hobinya yang suka memotret, kemudian ia mendapat pekerjaan di perusahaan fotografi. Pada saat itu, untuk

mencetak gambar negatif film pada kertas harus menggunakan sinar matahari. Baekeland berpikir akan ketidakpraktisan hal itu. Terutama jika harus mencetak pada malam hari atau saat cuaca sedang hujan dan sinar matahari tidak ada. Dalam waktu yang singkat ia berhasil menciptakan kertas foto yang dinamakan Velox. Dengan kertas ini, tanpa sinar matahari pun film dapat diproses dan sebagai pengganti sinar matahari adalah dengan menggunakan lampu. Untuk mendukung penemuannya, pada tahun 1893 ia mendirikan pabrik kertas foto yang diberi nama Nepera Chemical Company (Perusahaan Kimia Nepera). Tetapi, perusahaan tersebut tidak berumur panjang. Enam tahun kemudian ia menjual perusahaan tersebut seharga satu juta dolar kepada Eastman, penemu kamera. Baekeland meninggal dunia pada tanggal 23 Februari 1944 saat usia 81 tahun di Beacon, New York, Amerika Serikat. Atas prestasinya yang luar biasa tersebut, Leo Baekeland pernah mendapat penghargaan John Scoot Medal, tidak lama setelah penemuan Bakelitnya. Di tahun 1940, ia kembali diberi penghargaan Franklin Medal meskipun sudah meninggal. SEJARAH PENEMUAN BAKELIT Leo Hendrik Baekeland, ingin membuat produk alternatif yang dapat membantu instalasi alat elektronik dan mengantarkannya menemukan material bernama plastik. Pada waktu tahun 1907, sebagian besar instalasi alat elektronik masih menggunakan shellac yang saat itu merupakan barang impor berharga mahal di dunia barat. Shellac berasal dari sejenis kumbang dari Asia Tenggara. Shellac merupakan bioadesif polimer alami dan merupakan bentuk alami dari plastik. Shellac dapat berubah bentuk ketika dicampur dengan tepung kayu dan ditempa dalam metoda panas dan tekanan. Shellac juga dapat diklasifikasikan sebagai termoplastik. Pada tahun 1909, Baekeland membuat sintesis yang dinamakan Bakelite, ini merupakan polimer sintesis buatan yang pertama, merupakan campuran dari phenol dan formaldehyde. Eksperimen Baekeland ini menghasilkan material yang mudah dibentuk, tetapi dapat bertahan pada suhu temperatur tinggi.

Dengan melakukan pengotrolan suhu dan tekanan pada phenol dan formaldehyde, dia menemukan plastik sintetis pada tahun 1907, kemudian diumumkan penemuannya pada pertemuan American Chemical Society, tahun 1909. Baekeland berpikir penemuan "Bakelite"nya mungkin dapat digunakan untuk alat perekam phonograph, tetapi ternyata banyak sekali kegunaannya. MOTIVASI DITEMUKANNYA BAKELIT Pada tahun 1907, Leo Hendrik Baekaland melakukan penelitian untuk menciptakan bahan alternatif shellac karena berpikiran ia akan menghasilkan banyak uang jika dapat menjual bahan tersebut kepada industri elektronik. Ternyata, penelitiannya justru menghasilkan sebuah bahan lentur yang dapat dibentuk dan cukup tahan akan panas. Ia memberi nama bahan ini "Bakelite". KOMERSIALISASI BAKELIT Tahun 1910 Baekeland mendirikan pabrik plastic sekaligus menjadi

direktur utamanya sampai tahun 1939. Bakelit atau plastik tahan panas ini mulai diperkenalkan kepada masyarakat umum. Bakelit dipatenkan pada tanggal 7 Desember 1909. Pada tahun 1922, bersama dengan Condensite Corporation yang didirikan oleh Aylesworth, dan Redmanol Chemical Products Corporation yang didirikan oleh LV Redman, bergabung menjadi satu perusahaan bernama Bakelite Corporation. Pada 1944 (tahun kematiannya), produksi bakelite di dunia adalah ca. 175.000 ton, dan itu digunakan di lebih dari 15000. Awalnya plastik digunakan untuk membuat kotak radio, kancing, bola biliar, dan beberapa jenis barang lainnya. DAMPAK DITEMUKANNYA BAKELIT Bakelit sangat berguna karena dapat menggantikan plastik yang bersifat lunak (seluloid) yang kurang tahan terhadap panas.

Plastik ada yang bersifat lunak (seluloid). Plastik jenis ini ditemukan oleh John Wesley Hyatt. Bahannya merupakan campuran dari selulosa nitrat dan kamfor yang dilarutkan dalam alkohol, kemudian menghasilkan pastik yang dinamakan seluloid. Seluloid ini mudah terbakar. Karena sifatnya yang kurang tahan terhadap panas, dalam industri berbagai barang plastik ini digantikan oleh plastik jenis lain yang sering kita temui sekarang yaitu bakelit. Industri plastik mengalami kemajuan Plastik yang 100% sintesis dihasilkan dari penelitian Leo Baekeland (Belgia) selama tahun 1907-1909, yaitu dengan ditemukannya Bakelite. Selanjutnya plastik mengalami perkembangan yang pesat pada tahun 1940-an mula-mula di Jerman, kemudian diikuti Jepang dan negara industri lainnya. Mendorong sektor industri baru Penggunaan plastik demikian cepat berkembang dan merambah ke berbagai bidang kegiatan dari yang sederhana misalnya untuk tali (rafia), plastik pembungkus sampai ke peralatan modern seperti komponen listrik, mesin, dan berbagai macam peralatan lainnya. Hal ini dikarenakan sifat bakelite yang mudah untuk dibentuk dan tahan terhadap panas. PENEMUAN TURUNAN Pada tahun 1930, hak paten bakelite dibeli oleh Catalin Coorporation dan mulai memproduksi Catalin plastik menggunakan proses yang berbeda yang mungkin warnanya lebih banyak. Perkembangan industri yang menggunakan bakelite

1912 - A Bakelite record invented by Thomas Edison. (USA) 1912 - Perusahaan Hyat Burroughs (Inggris) memproduksi bola billiard berbahan bakelite. 1914 - Western Electric (Amerika) memproduksi telepon dari bakelite.

1915 - Eastman Kodak (Amerika) membuat case kamera dari bakelite. 1923 - Perusahaan Philips Radio (Belanda) memproduksi radio menggunakan bakelite yang diberi nama Philite. 1926 - Produksi kursi dengan bahan bakelite pertama. 1988 - Perhiasaan dari bakelite.

DAFTAR PUSTAKA Daniel, B., 2008. The Acrylic Revolution. Penturners : 1-7 Pellos, D. L., and Magriel, L., 2005, Shellac, Bakelite, Vinyl, and Paper: Artifacts and Representations of North Indian Art Music. Oral Tradition : 130-157 en.wikipedia.org/wiki/Bakelite orbit-digital.com/sejarah/tengok-yuk-bahan-plastik-dari-masa-ke-masa portal.acs.org/portal/acs/thebakelizer tokoh-duniaku.blogspot.com/2012/03/leo-hendrik-baekeland-penciptaplastik.html www.cafeberita.com/serba-serbi/biografi/penemu-ilmuwan/2012/09/07/biografileo-baekeland-penemu-plastik-dan-kertas-foto-velox/16142 www.mbzponton.org/valueadded/maintenance/bakelitehist.htm www.pituch.net/ARES/Coax%20Connectors%20(Color).pdf www.bc.edu/schools/cas/chemistry/undergrad/Polymerization.pdf The International Association of