Anda di halaman 1dari 2

Nama : Dwi Teguh Priyanto NIM : K7110520

Kelas : IIIA

ANALISIS TEORI PEMBELAJARAN Teori behavioristik merupakan teori perkembangan perilaku yang dapat diukur, diamati, dan dihasilkan oleh respons individu/siswa terhadap rangsangan. Teori ini mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh. Berbeda dengan teori pembelajaran kognitif yang lebih menekankan pada belajar merupakan suatu proses yang terjadi dalam akal pikiran manusia. Ciri khas belajar kognitif terletak dalam belajar memperoleh dan mempergunakan bentuk-bentuk reppresentatif yang mewakili obyek-obyek itu di representasikan atau di hadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan atau lambang, yang semuanya merupakan sesuatu yang bersifat mental. Menurut teori pembelajaran kontruktivisme bahwa pengetahuan di bangun manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Kaitannya dalam pembelajaran adalah bahwa pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri. Siswa dituntut untuk aktif dalam proses pembelajaran dan mengkontruksi secara terus menerus sehingga selalu terjadi perubahan konsep ilmiah. Peranan guru hanya sekedar membantu menyediakan saran dan situasi agar proses kontruksi berjalan lancar. Dalam teori pembelajaran humanistik menganggap bahwa belajar merupakan proses yang dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia. Memanusiakan manusia di sini berarti mempunyai tujuan untuk mencapai aktualisasi diri, pemahaman diri, serta realisasi diri orang yang belajar secara optimal. pendekatan humanisme menekankan pentingnya emosi atau

perasaan, komunikasi terbuka, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh setiap siswa. Untuk itu, metode pembelajaran humanistik mengarah pada upaya untuk mengasah nilai-nilai kemanusiaan siswa. Setiap teori mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi seorang guru harus lebih memahami dan selektif dalam memilih atau memadukan teori pembelajaran yang akan digunakan dan diterapkan dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan kondisi/keadaan/lingkungan dan perkembangan peserta didiknya serta tidak lupa bahwa setiap individu itu unik dengan keanekaragaman karakternya sehingga dapat berkembang secara optimal.