Anda di halaman 1dari 26

1. Manajemen Sumberdaya Perikanan I.

1. 2. 3.

Pengkajian stok Aplikasi pengkajian stok Sistem perikanan berkelanjutan

Pengkajian stok sumberdaya ikan


1. 2.

Konsep stok, ragam sumberdaya Model-model pengkajian stok

Pustaka: 1. Spare, P dan S.C. Venema. 1999. Introduksi pengkajian stok ikan tropis. Bab 1 & 14. 2. Pauly, D. 1984. Some simple methods for the assesment of tropical fish stock. (Chapters: 5,6 &7) 3. M. King. 2003. Fisheries biology, assesment and management. Chapter 1.

Konsep Stock

Stock is a sub-set of a species (which is generally considered as the basic taxonomic unit) having the same growth and mortality parameters, and inhabiting a particular geographical area. Do we need to know about stock? Why stock is so important? - fisheries biologist? - fisheries managers?

Fisheries resources

Sumberdaya perikanan yang banyak dieksploitasi dikelompokkan kedalam 5 group. Pengelompokkan didasarkan pada persamaan karakter, stadia larva dan moyang pada jutaan tahun lalu. Group : 1. Moluska (kerang, keong laut, sotong) 2. Ekinodermata (mentimun laut, landak laut) 3. Krustasea (udang, lobster, kepiting) 4. Hewan vertebrata (ikan) 5. Alga (rumput laut, lamun)

1. Moluska

Lebih dari 65000 spesies Badan lunak, tertutup mantel, memiliki persamaan stadia larva. Umumnya memiliki cangkang yang dihasilkan oleh mantel.

Bivalva

Sumber makanan, cangkang dan mutiara bernilai tinggi. Filter feeder Insang besar, penyaring makanan dan pertukaran gas Dioecius & monoecious, berbagai bentuk pembuahan

Gastropoda
Umumnya memiliki shell tunggal Herbivor & karnivor Umumnya dioecious, beberapa monoecious Dagingnya dikonsumsi, cangkangnya diperdagangkan sebagai hiasan, kancing baju, umpan imitasi.

Cepalopoda

Jenisnya kurang dari 1000 Nautilus saja yg memiliki cangkang luar. Semua cepalopod dioecious.

2. Ekinodermata

Terdiri 5300 spesies Marine spesies Internal skeleton CaCO3 Echinoidea dan holothuroidea bernilai ekonomi tinggi

Sea cucumber (mentimun laut) 15 dari sekitar 1200 spesies, dikonsumsi. Dioecious

3. Krustasea

Lebih dari 30000 marine spesies Beberapa jenis (copepod, amphipod) hidup planktonik (holoplankton) Calanus sangat penting dalam jaring makanan dan sangat melimpah

Udang penaeid & caridean

Genus Penaeus dan Metapenaeus paling banyak dieksploitasi secara komersiil. Udang penaeid dibedakan dari metapenaeus berdasarkan keberadaan gigi rostrum bawah Dioecious, petasma dan telikum. Penyebaran udang Penaeid terbatas daerah tropis dan sub tropis. Siklus hidup udang penaeid ada 3 jenis: payau (Metapenaeus spp), asin (Penaeus esculentus), dan campuran (P. monodon)

Lobster

Memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi Jantan memiliki capit dan ukuran lebih besar Perkawinan terjadi sesaat setelah betina moulting, jantan memberikan spermatophore. Telur dibuahi sesaat keluar dari genital betina dan akan mengeras/ lengket pada kaki renang.

Kepiting

Infra ordo Brachyura, lebih 4500 spesies Penyebarannya luas. Beberapa spesies bernilai ekonomis. Nilai jual tinggi ketika setelah ganti kulit. Beberapa spesies yang hidup di koral reef beracun Penangkapan menggunakan perangkap, jaring berumpan, trawl

4. Vertebrata (Ikan)

Hampir separuh hewan vertebrata adalah ikan Jenis ikan ada 482 famili, 4.258 genus dan sekitar 24.618 spesies Menempati berbagai habitat yang sangat beragam Perkembang-biakannya, sangat beragam. Bentuk badan, cara hidup, strategi adaptasi terhadap lingkungan juga sangat beragam.

Jenis ikan

Jenis ikan

Ikan pelagis gerakannya gesit : mengejar mangsa, menghindar pemangsa Ikan demersal bentuknya sangat beragam, menunggu mangsa lewat, kamuflase terhadap pemangsa

Keragaman ikan

Perkembangan sensor organ tergantung habitat. Ikan predator yang hidup pada perairan jernih umumnya bermata besar. Telinga berfungsi sebagai organ pendengaran dan keseimbangan. Induk betina memiliki sepasang ovarium, pembuahan eksternal (96%). Telur menetas menjadi larva planktonis, metamorfose beberapa tahap. Keragaman dan kemelimpahan bervariasi antar lintang dan bujur. Jumlah spesies paling banyak di Asia tenggara. Keragaman paling banyak di lintang rendah. Sumberdaya ikan terbesar terdapat didaerah pantai, paparan benua, daerah upwelling.

Keragaman ikan

Tangkapan ikan clupeid mencapai 27%, paling banyak berasal dari pantai peru (15%) Beberapa spesies ikan teradaptasi untuk mencari makanan didaerah pantai. Tingkat kesuburan daerah pantai sangat tinggi karena masuknya nutrien dari daratan Ikan memanfaatkan daerah pantai sebagai spawning area, nursery area dan feeding area Pemijahan berlangsung musiman, beberapa spesies tertentu bersifat berkesinambungan. Anadromus (Salmon) nursery dan feeding areanya di laut, sebaliknya katadromus (sidat) tumbuh dan berkembang di perairan tawar. Tangkapan ikan didominasi beberapa spesies ikan.

Produksi perikanan dunia (FAO, 1990)

Zona perikanan dunia

Populasi ikan anchovy laut utara

5. Rumput laut

Jenis rumput laut di Indonesia sekitar 555 spesies. Rumput laut yang dimanfaatakan secara tradisional sebanyak 55 jenis, dan beberapa jenis bernilai ekonomis penting. Beberapa jenis rumput laut sangat penting karena kandungannya: Euchema (karaginan), Gracilaria, Gelidium (agar-agar), Hypnea (karaginan), Sargasum, Turbinaria (alginat). Kualitas rumput laut dipengaruhi oleh penanganan pasca panen, umur, cara budidaya, lokasi, jenis. Perkembangbiakannya secara vegetatip dan generatip.

Gracilaria arcuata

Eucheuma arnoldii

Sargasum paniculatum

Gelidiella acerosa

Pengkajian stok

Pengkajian stok bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kuantitatif stok populasi ikan. Pengkajian stok sudah dikembangkan sejak lama di Eropa dan Amerika Perbedaan Karakteristik perairan tropis dan lintang tinggi
Characteristic Diversity Biomas per stock Catch Gears Categori Time series Precision Cold water Small Large Single sp. Single fish long high Tropic Large Small Long Mix species Group of fish Short low

Spawning season Short

Limited gear Many gears

Problem pengkajian stok diperairan tropis


1)

2)

3) 4)

Identifikasi spesies: fase larva, berbagai keterbatasan Penentuan umur: lingkaran tahun tidak terlihat, lingkaran harian sulit dilihat Analisis frekuaensi panjang: musim pemijahan tidak jelas, rekrutmen tidak jelas/campur aduk, frekuensi panjang tercampur antar kohort dan mode pada time series tidak bergerak Model yang dapat diterapkan pada pengkajian stok: Surplus produksi model untuk pengkajian stok ikan tropis Analisis frekuensi panjang untuk beberapa spesies yang mungkin Model berdasarkan umur untuk spesies yang mungkin Model biomas untuk spesies campuran

Tingkat kerumitan dan ketidakpastian hasil


Ecosystem Models Multispecies Models Dynamic Pool Models Biomass Dynamic Models Cohort Models

Model Complexity