Anda di halaman 1dari 18

KUPAS TUNTAS KATUP MOTOR UNTUK PEMULA

Oleh : Izzuddin

SMK Islamiyyah Sapugarut Buaran Pekalongan 2010

I. Komponen Katup

Gambar 1. Komponen Sepeda Motor Empat Langkah Komponen katup ditunjukan pada huruf V, dalam penulisan ini yang akan di kupas katup secara detail, mulai dari tipe katup, cara kerja katup, cara membongkar katup, cara merakit katup dan cara menyetel katup. Katup ( valve ) Katup digerakkan oleh mekanisme katup, yang terdiri Poros cam, Batang penekan,Pegas penutup, Rol baut penyetel Setiap silinder dilengkapi dengan dua jenis katup (isap dan buang) Pembukaan dan penutupan kedua katup ini diatur dengan sebuah poros yang disebut poros cam (camshaft). Letak katup itu sendiri ada di Kepala Silender motor empat langkah, untuk motor dua tak umumnya tidak memakai katup, akan tetapi memakai mekanisme lubang bilas. Tugas katup untuk membuka dan menutup ruang bakar yaitu cam katup masuk dan cam katup buang. Poros cam diputar oleh poros engkol melalui transmisi roda gigi atau rantai. Poros cam berputar dengan kecepatan setengah putaran poros engkol. Jadi, diameter roda gigi pada poros cam adalah dua kali diameter roda gigi pada poros engkol. Sebabitu lintasan pena engkol setengah kali lintasan poros cam. Katup masuk menerima panas pembakaran, dengan demikian katup mengalami pemuaian yang tidak merata yang akan berakibat dapat mengurangi efektivitas kerapatan pada dudukan katup. Untuk meningkatkan efisiensi biasanya lubang pemasukan dibuat sebesar mungkin. Sementara itu katup buang juga menerima tekanan panas, tekanan panas yang diterima lebih tinggi, hal ini akan mengurangi efektivitas kerapatan juga, sehingga akibatnya pada dudukan katup mudah terjadi keausan. Untuk menghindari hal tersebut, kelonggaran (clearence ) antara stem katup dan kepala stem dibuat lebih besar Faktor lain yang mempengaruhi efektifitas seperti bahan yang keras untuk memudahkan penghantar panas. Katup menerima panas dan tekanan yang tinggi dan selalu bergerak naik dan turun, sehingga memerlukan kekuatan yang tinggi. Selain itu hendaknya katup tahan terhadap panas dan gesekan.

Fungsi katup sebenarnya untuk memutuskan dan menghubungkan ruang silinder di atas piston dengan udara luar pada saat yang dibutuhkan. Karena proses pembakaran gas dalam silinder mesin harus berlangsung dalam ruang bakar yang tertutup rapat. Jika sampai terjadi kebocoran gas meski sedikit, maka proses pembakaran akan terganggu. Oleh karenanya katup-katup harus tertutup rapat pada saat pembakaran.

Gambar 2. Katup masuk dan Katup Buang Untuk membedakan katup masuk dengan katup buang dapat dilihat pada diameter keduanya, diameter katup masuk umumnya lebih besar dari pada katup buang. Gambar 2 Katup masuk lebih besar dan Katup Buang lebih kecil.

Gambar 3. Komponen Katup Dari berbagai komponen katup yang difoto, katup pada (gambar 3) berikut ini, diperlihatkan dimana katup dibongkar. Katup dan komponen lain yang menyertainya waktu dibongkar adalah Katup Pegas, Rocker Arm, Pelatuk, Ring tirus dan dudukan pengunci pegas atau per.

TIPE KATUP Berikut gambar dari masing-masing tipe katup pada sepeda motor:

Gambar 4. Katup SV ( Katup Samping ) Pada SV atau klep samping, cam dipasang pada poros engkol dan mendorong keatas dan menggerakkan valve. Valve terpasang disamping piston sehingga ruang pembakaran lebih besar. Hal ini memungkinkan untuk hasilkan perbandingan kompresi lebih besar dan mengurangi tenaga mesin. Tipe ini cocok untuk mesin dengan putaran rendah, biasanya dipakai di mesin industri seperti pada gambar 4 Katup Samping.

Gambar 5. Katup Overhead

Pada tipe OHV (overhead valve assembly) seperti pada gambar 5 posisi klep berada diantara piston dan digerakkan oleh rocker arm. Tipe ini ruang kompresinya lebih kecil, sehingga dapat menghasilkan perbandingan kompresi yang tinggi dan tenaga mesin menjadi lebih besar. Karena dilengkapi dengan batang penekan yang panjang serta adanya rocker arm menyebabkan gerakan balik lebih besar dan juga jarak klep dan cam yang jauh menyebabkan kurang stabilnya ia pada putaran tinggi.

Gambar 6. Katup SOHC SOHC ( single over head camshaft) Pada tipe ini batang penekan tidak ada, sehingga gerakan balik dapat dinetralisir. Posisi cam barada diatas silinder yaitu ditengahnya, cam digerakkan oleh rantai penggerak yang langsung memutar cam sehingga cam menekan rocker arm. Poros cam berfungsi untuk menggerakkan katup masuk (IN) dan katup buang (EX), agar membuka dan menutup sesuai dengan proses yang terjadi dalam ruang bakar mesin. Tipe ini komponennya sedikit sehingga pada putaran tinggi tetap stabil. Disebut single over head camshaft karena hanya menggunakan satu cam pada desainnya. Atau SOHC adalah system poros tunggal di kepala silinder seperti pada gambar 6. Katup SOHC.

Gambar 7. Katup DOHC

DOHC ( double over head chamshaft ) adalah sistem poros ganda di kepala silinder. Fungsi DOHC sama dengan SOHC, bedanya terletak pada banyaknya poros cam tersebut. Pada DOHC jumlah poros camnya dua, sedangkan pada SOHC hanya satu. Pada tipe ini ada yang memakai rocker arm ada juga yang tidak ada. Klep masuk dan klep buang dioperasikan tersendiri oleh dua buah cam. Tipe DOHC yang memakai rocker arm alasannya untuk mempermudah penyetelan kelonggaran klep dan merubah langkah buka klep. Tipe ini perawatannya rumit biaya pembuatannya tinggi dan mesin lebih berat. Biasanya dipakai pada mesin-mesin sport kecepatan tinggi seperti pada gambar 7 Katup DOHC.

Gambar 8. Stel Klep ( katup)

CELAH KATUP Tekanan kompresi di dalam ruang bakar sangat dipengaruhi oleh penyetelan celah katup (Gambar 8). Jika celah katup lebih kecil dari standar berarti katup cepat membuka dan lebih lama menutup, pembukaan yang lebih lama membuat gas lebih banyak masuk. Akibatnya bensin lebih boros dan akibat dari keterlambatan katup menutup adalah tekanan kompresi menjadi bocor karena pada saat terjadi langkah kompresi (saat piston bergerak dari bawah keatas), katup belum menutup padahal seharusnya pada saat itu katup harus menutup rapat hal ini mengakibatkan tenaga mesin berkurang. Mesin tidak bisa stasioner, dan sulit dihidupkan, selain itu akibat celah katup terlalu sempit dapat terjadi ledakan pada karburator. Selanjutnya apabila celah katup lebih besar dari standar berarti katup terlambat membuka dan cepat menutup. Apabila hal ini terjadi pada katup masuk maka pemasukan campuran bahan bakar udara berlangsung cepat sehingga jumlah campuran yang masuk sedikit. Tekanan kompresi menjadi rendah karena jumlah campuran bensin dan udara yang dikompresikan sedikit. Jika tekanan kompresi rendah maka akan berakibat tenaga motor menjadi berkurang. Akibat selanjutnya adalah mesin sulit dihidupkan. Setelah hidup maka suara mesinpun berisik sekali. Karena pemasukan gasnya kurang, mesin akan tersendatsendat pada putaran tinggi.

Sementara itu mesin tidak dapat berputar stasioner. Itulah sebabnya celah katup harus disetel dengan tepat. Biasanya besar kerenggangan celah katup masuk dan katup buang sekitar 0,04 0,10 mm seperti pada gambar 9 Celah Katup.

Gambar 9. Celah Katup

Chamshaft (Nokn As)

Camshaft adalah sebuah alat yang digunakan dalam mesin untuk menjalankan poppet valve seperti pada (gambar 10). Dia terdiri dari batangan silinder. Cam membuka katup dengan menekannya, atau dengan mekanisme bantuan lainnya, ketika mereka berputar. Hubungan antara perputaran camshaft dengan perputaran poros engkol sangat penting. Karena katup mengontrol aliran masukan bahan bakar dan pengeluarannya, mereka harus dibuka dan ditutup pada saat yang tepat selama langkah piston. Untuk alasan ini, camshaft dihubungkan dengan crankshaft secara langsung (melalui mekanisme gear) atau secara tidak langsung melalui rantai yang disebut rantai waktu.

Noken As Cam

Gambar 10. Noken As

Gambar 11. Rantai Cam


Rantai Cam Dan Peregangannya

Katup masuk dan katup buang pada sepeda motor membuka dan menutup sesuai dengan proses yang terjadi pada ruang bakar. Proses yang terjadi pada ruang bakar motor ditentukan oleh langkah piston dimana langkah piston tersebut ditentukan oleh putaran poros engkol. Sebaliknya putaran poros engkol dipengaruhi pula oleh proses yang terjadi dalam ruang bakar. Dengan demikian ada hubungan timbal-balik antara putaran poros engkol dan proses yang terjadi dalam ruang bakar Agar pembukaan katup-katup sesuai dengan proses yang terjadi dalam ruang bakar maka mekanisme pembukaan dan penutupan katupkatup tersebut digerakkan oleh putaran poros engkol. Ada tiga macam mekanisme penggerak katup, yaitu dengan batang pendorong, roda gigi, dan rantai ( gambar 11 rantai camshaft).

Gambar 12. Tensioner ( perenggang ) Rantai camshaft sepeda motor harus dipasang dengan tegangan yang cukup. Rantai camshaft yang terlalu tegang akan menimbulkan bunyi mendesing terutama pada putaran tinggi sedangkan rantai camshaft yang terlalu kendor akan menimbulkan suara berisik. Untuk menyetelnya harus diperhatikan terlebih dahulu mekanisme penyetelannya ( gambar 12). Cara penyetelan rantai camshaft untuk setiap sepeda motor tidak sama.

Gambar 13 . Baut penyetel perenggang rantai cam Jika kekencangan rantai berubah-ubah, akan berpengaruh pada putaran mesin, valve timing atau saat pengapian akan berubah-ubah pula. Untuk menghasilkan setelan rantai yang standar, ada 3 tipe penyetelan rantai seperti Tipe penyetelan manual (gambar 13 ) yaitu penyetelan dengan menekan batang penekan. Tipe penyetelan otomatis yaitu Jika rantai mengalami kekendoran, maka secara otomatis batang penekan akan menekan chain guide (karet), karena adanya per penekan. Karet akan melengkung, dan akan menekan rantai sehingga rantai mengalami ketegangan. Selanjutnya batang penekan yang berbentuk rachet bergerak searah dan tidak dapat kembali. Tipe semi otomatis ( gambar 14 ) yaitu Ketegangan rantai secara otomatis menyetel sendiri, jika baut pengunci dilepas, sehingga batang penekan akan masuk kedalam karena tekanan per.

Gambar 14. Tensioner semi otomatis

II. Cara Membongkar Katup


Persiapan membongkar katup sangat diperlukan seperti tempat, posisi motor dan peralatan yang memadahi. Tempat yang datar akan menjadi posisi motor kokoh atau tidak goyang untuk mempermudah pengerjaan, semetara alat sangat menunjang pekerjaan berjalan lancer. Peralatan yang harus dipersiapkan seperti kunci sock, kunci penyetel katup, kunci T dan kunci busi. Kunci sock untuk memutar poros engkol (magnet) bertujuan mengembalikan posisi top pada camshaft (nokn as).

Gambar 1.2 Manifold dan karburator

Gambar 2.2 Tutup bak magnet Melepas karburator dengan kunci T dan kunci ring 8 seperti pada gambar 1.2 setelah karburator terlepas semua, berikutnya melepas tutup bak magnit seperti pada gambar 2.2 dengan tujuan untuk mengetahui posisi top poros kam seperti pada gambar 3.2 . Putar seperti pada gambar 4.2 sampai garis T tepat di titik ( garis yang ada pada ulir )

Gambar 3.2 Posisi TOP

Gambar 4.2 Pemutar posisi TOP Setelah posisi TOP berlanjut ke tutup roda gigi rantai cam seperti pada (gambar 5.2) untuk melepas roda gigi rantai cam gunakan kunci T nomor 8 (gambar 6.2), sebelum melepas roda gigi rantai cam, lepas juga penyetel kerenggangan yang terletak dibagian bawah bak mesin atau berdekatan dengan baut tap oli (Honda Supra Fit_pen) perenggang rantai cam berbeda-beda setiap merk motor (lihat gambar 13 dan gambar 14)

Gambar 5.2 membongkar tutup roda gigi rantai cam

Gambar 6.2 Dilepas dengan kunci T 8

Gambar 7.2 Tutup kepala silender

Gambar 8.2 Knalpot dilepas Seperti pada gambar 8.2. Untuk melepas knalpot bagian leher knalpot gunakan kunci ring nomor 10 sedangkan untuk knalpot bagian belakang kunci nomor12 . Sebelum kepala silender dilepas dan diturunkan, lepas terlebih dahulu tutup kepala silender untuk mempermudah pengerjaan berikutnya. Tahap berikutnya kepala silender dilepas menggunakan kunci T 10 seperti pada (gambar 9.2) setelah baut terlepas tarik kepala silender keluar seperti pada (gambar 10.2). Posisi rantai cam setelah semuanya terlepas (gambar 11.2), termasuk roda gigi rantai cam dilepas (gambar 6.2)

Gambar 9.2 Baut Kepala Silender

Gambar 10.2 Melepas Kepala silender

Gambar 11.2 Posisi Rantai Cam

Sebaiknya melepas tutup katup (klep) ketika kepala silender masih diatas (masih menyatu dengan blok silender) bukan pada posisi dibawah seperti (gambar 12.2) tahap berikutnya melepas pelatuk klep yang ada pada roker arm seperti (gambar 13.2)

Gambar 12.2 Melepas Tutup Katup (klep)

Gambar 13.2 Melepas Pelatuk Katup (klep)

Gambar 14.2 Pelatuk Katup (klep)

Melepas poros rocker arm dengan baut 12 seperti pada (gambar 15.2) pastikan sebelumnya pelatuk sudah terlepas, ini bertujuan untuk mempermudah pelapasan poros Nokn As seperti pada (gambar 16.2)

Gambar 15.2 Melepas Poros Roker Arm

Gambar 16.2 Nokn As dilepas Setelah semua terlepas, tahap berikutnya melepas katup (klep) pengerjaan ini harus berhati-hati, klep sangat mudah bengkok jika diberi beban yang tidak tegak lurus. Cara melepas yang benar seperti pada (gambar 17.2) letakan pipa atau kunci busi lurus dengan klep dan per kemudian balik seperti pada (gambar 18.2) sambil kepala katup dipegang dengan jari jempol beri kejutan atau gaya ke bawah agar per tertekan kebawah untuk melepas klepnya.

Gambar 17.2 Posisi melepas klep

Gambar 18.2 Posisi memegang kepala klep

Gambar 19.2 Komponen Katup dan Pegas katup

III. MEMASANG KATUP


Persiapkan kunci T yang telah dimodifikasi dengan karet ban seperti pada (gambar 20.2) kemudian lakukan gerakan terbalik dengan cara membongkar. Pada prinsipnya melepas dan memasang kembali klep sama, akan tetapi bedanya pada peralatan seperti pipa atau kunci T, untuk melepas klep tidak dilengkapi karet ban (gambar 17.2) akan tetapi memasang klep peralatan kunci T dilengkapi karet ban (gambar 21.2)

Gambar 20.2 Kunci T dengan karet ban

Gambar 21.2 Memasang kembali klep

DAFTAR PUSTAKA bersambung...............(belum jadi)