Anda di halaman 1dari 13

ASKEP JIWA (ISOLASI SOSIAL) LAPORAN UTAMA A. Kasus ( masalah utama ) Menarik diri. 1.

. Pengertian Menarik diri adalah suatu keadaan dimana seseorang menemukan kesulitan dalam membina hubungan secara terbuka dengan orang lain. Perilaku menarik diri adalah merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain. 2. Rentang respon Dalam rentang respon sosial menarik diri merupakan respon pembatasan antara respon sosial adaptif dan maladaptif, digambarkan dalam bentuk sebagai berikut: Respon adaptif rentang respon sosial Respon maladaptif Menyendiri Kesepian Manipulasi Otonomi Menarik diri Inpulsif Mutualisme Dependent Narkisme Interdependent 3. Tanda dan gejala a. Apatis, afek tumpul b. Menghindari orang lain ( menyendiri ) klien tampak memisahkan diri dari orang lain. c. Komunikasi kurang / klien tidak bercakap cakap dengan klien lain. d. Tidak ada kontak mata, klien lebih sering berdiam diri di tempat tidur. e. Klien kurang mobilitas. f. Menolak berhubungan dengan orang lain. B. Proses terjadinya masalah 1. Faktor predisposisi Beberapa faktor predisposisi ( pendukung ) terjadinya gangguan hubungan sosial yaitu : a. Faktor perkembangan Kamampuan membina hubungan yang sehat tergantung dari pengalaman selama proses tumbuh kembang, kurangnya stimulasi kasih sayang, perhatian dan kehangatan dari bapak ( pengasuh ) pada bayi akan memberikan rasa tidak aman dan tidak percaya yang mendasar. b. Faktor biologi Genetik merupakan salah satu faktor pendukung gangguan jiwa kelainan pada struktur otak atropi, pembesaran ventrikel penurunan berat dan volume otak serta perubahan struktur limbie diduga dapat menyebabkan skizoprenia. c. Faktor sosial budaya. Faktor sosial budaya dapat menjadi faktor pendukung terjadinya gangguan berhubungan dengan orang lain misalnya anggota keluarga yang tidak produktif diasingkan orang lain ( lingkungan sosialnya ). 2. Stressor Presipitasi Stressor presipitasi terjadinya hubungan sosial adalah : a. Stressor sosial budaya. Stressor budaya yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan dalam berhubungan misalnya : keluarga yang labil, dirawat di RS. b. Faktor psikologis

Tingkat kecemasan yang berat akan menyebabkan menurunya kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang lain. Intensitas kecemasan yang ekstrim dan memanjang, disertai keterbatasannya kemampuan individu untuk mengatasi masalah di yakini akan menimbulkan berbagai masalah gangguan berhubungan ( menarik diri ) . 3. Tingkah laku Tingkah laku klien menarik diri : a. Kurang spontan, apatis, efek tumpul. b. Tidak memperhatikan perawatan dan kebersihan. c. Komunikasi verbal kurang atau tidak ada. d. Mengisolasi diri ( menyendiri ) . e. Tidak atau kurang sadar dengan lingkungan sekitarnya. f. Aktifitas menurun kurang energi. g. Harga diri rendah, menolak berhubungan dengan orang lain 4. Mekanisme koping. Mekanisme koping yang sering digunakan klien sebagai usaha mengatasi kecemasannya yang merupakan suatu kesepakatan nyata yang mengancam dirinya yaitu : regresi represi dan isolasi diri. a. Regresi : Kembali ketahap sebelumnya / masa kanak bersikap seperti anak lain. b. Represi : Penyimpanan pikira yang menyakitkan atau konflik / ingatan yang menyakitkan kealam bawah sadar. c. Isolasi : Memisahkan komponen emosional diri pikiran yang dapat temporer dan jangka panjang. 5. Pohon masalah Resiko perubahan sensori persepsi : halusinasi ( Efek ) Isolasi sosial : menarik diri ( core problem ) Gangguan konsep diri : Harga diri rendah ( Etiologi ) 6. Masalah Keperawatan dan data yang perlu dikaji : a. Masalah keperawatan : 1). Isolasi sosial : menarik diri. 2). Gangguan konsep diri : harga diri rendah. 3). Resiko perubahan sensori persepsi halusinasi. b. Data yang perlu dikaji 1). Data subjektif a). Harga diri rendah. b). Klien menyesal mengapa semuanya terjadi. c). Kalau ada masalah selalu dipendam. 2). Data objektif a). Klien tampak pendiam, apatis. b). Cara klien berbicara lambat. c). Klien cenderung memisahkan diri dari orang lain. 7. Diagnosa keperawatan a. Resiko perubahan sensori persepsi berhubungan dengan menarik diri. b. Isolasi sosial menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah. 8. Rencana tindakan.

TUK 1 : Membina hubungan saling percaya. Intervensi : a. Bina hubungan saling percaya, salam terapeutik perkenalkan diri jelaskan tujuan interaksi, ciptakan lingkungan yang tenang, buat kontrak yang jelas pada setiap interaksi pertemuan ( Topik yang akan dibicarakan tempat berbicara, waktu berbicara ). b. Berikan perhatian dan penghargaan, temani klien waktu klien tidak menjawab, katakan saya akan duduk disamping anda jika ingin mengatakan sesuatu saya siap mendengarkan, jika klien menatap perawat, katakan ada yang anda ingin katakan. c. Dengarkan klien dengan empati beri kesempatan berbicara ( jangan burui ) tunjukkan perawat mengikuti pembicaraan klien. Tuk 2 : Menyebutkan penyebab menarik diri. Intervensi a. Bicarakan dengan klien penyebab tidak ingin bergaul dengan orang lain. b. Diskusikan akibat yang dirasakan dan menarik diri. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN Pertemuan ke I ( Pertama ) Klien dengan core problem menari diri. A. Proses keperawatan 1. Kondisi klien Senang menyendiri kontak dengan klien lain kurang, duduk dipojok, termenung. 2. Diagnosa keperawatan Resiko perubahan persepsi halusinasi berhubungan dengan menarik diri. 3. Tujuan khusus a. Klien dapat membina hubungan saling percaya. b. Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri. 4. Tindakan keperawatan a. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien dan buat daftarnya. b. Hindarkan klien dari penilaian negatif. c. Beri pujian yang realistik pada kemampuan dan aspek positif klien. B. Strategi komunikasi dalam pelaksanaan tindakan keperawatan orintasi. 1. Salam terapeutik. Selamat pagi pak kenalkan nama saya ......... saya senangnya dipanggil ...... nama bapak siapa dan senangnya dipanggil apa, saya akan merawat bapak pada shift hari ini. 2. Evaluasi / validasi apa yang terjadi dirumah 3. Kontrak Bagaimana kalau kita bercakap cakap tentang kejadian dirumah agar saya dapat membantu cara mengatasinya, bapak mau berapa lama bercakap cakap, bagaimana kalau 10 menit, bapak mau bercakap cakap dimana, bagaimana kalau di ruangan ini. Kerja ( langkah langkah tindakan keperawatan ) a. Di rumah bapak tinggal dengan siapa? b. Siapa yang paling dekat dengan bapak. c. Apa yang membuat bapak dekat dengannya. d. Bagus sekali, bapak dapat menyebabkan yang membuat dekat dengan seseorang. e. Dengan siapa bapak tidak dekat.

f. Apa yang membuat bapak tidak dekat. g. Apa yang harus bapak lakukan agar dekat dengan seseorang. 4. Terminasi a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan. 1). Evaluasi subjektif Bagaimana perasaan bapak setelah kita brcakap cakap 2). Evaluasi objektif Tersenyum menatap perawat.

b. Rencana tindakan lanjut klien. Baiklah pak bagaimana kalau bapak ingat ingat kembali yang menyebabkan bapak dengan orang dan siapa lagi kira kira yang dekat dengan baapak. c. Kontrak akan datang ( Topik, waktu, tempat ) . Sesuai dengan kontrak kita tadi, waktu kita telah habis, bagaimana kalau kita lanjutkan nanti membicarakan cara berkenalan dengan orang lain bapak mau ketemu jam berapa? Bagaimana kalau jam 10 nanti dimana kita bercakap cakap nanti bagaimana kalau disini saja, ya pak, terima kasih. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN Pertemuan ke II ( kedua ) Klien dengan core problem menari diri. A. Proses keperawatan 1. Kondisi klien Termenung, tersenyum dengan perawat, memberi salam pada perawat. 2. Diagnosa keperawatan Resiko perubahan sensori persepsi halusinasi berhubungan dengan menarik diri. 3. Tujuan khusus Klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap ( klien dan perawat ). 4. Tindakan keperawatan a. Kaji kemampuan klien membina hubungan dengn orang lain. b. Dorong dan bantu klien untuk berhubungan dengan orang lain memalui tahap. c. Beri reinforcement positif atas keberhasilan yang telah dicapai. d. Bantu klien untuk mengevaluasi manfaat berhubungan. e. Diskusikan jadwal harian yang dapat dilakukan bersama klien dalam mengisi waktu. f. Motivasi klien untuk mengikuti kegiatan ruangan. B. Strategi komunikasi dalam pelaksanaan tindakan keperawatan orintasi. 1. Salam terapeutik. Selamat pagi Pak

2. Evaluasi / validasi Bagaimana perasaan bapak saat ini apakah pak S sudah mengingat kembali manfaat dan kerugian berteman. 3. Kontrak

Pak S ingat apa yang kita lakukan sekarang? Pak sesuai janji kita tadi pagi, sekarang kita akan latihan cara berkenalan antara bapak dengan saya, tujuan perkenalan agar bapak mempunyai banyak teman, bapak mau berapa lama bercakap cakap, bagaimana 10 menit, bapak mau bercakap cakap, dimana, bagaimana kalau diruangan ini. Kerja ( langkah langkah tindakan keperawatan ) a. Menurut bapak kalau kita ingin berkenalan apa yang harus dilakukan. b. Perluka kita berjabat tangan. c. Perluka kita berdiri. d. Bagus sekali apa yang bapak katakan. e. Apa saja yang akan kita katakan. f. Betul sekali kita akan tanyakan nama, nama panggilan hobi. g. Bagaimana pak kita coba. h. Kenalkan nama suster P senang dipanggil P i. Nama bapak siapa, senang dipanggil apa ? j. Asal suster Parepare dan asal pak S dari mana ? k. Bagaimana pak apakah pak S mau mencoba ? 4. Terminasi a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan. 1). Evaluasi subjektif Bagaimana perasaan pak S setelah latihan cara berkenalan 2). Evaluasi objektif a). Pak sudah dapat melakukan cara berkenalan denagan orang lain coba sebutkan. b). Bagaimana cara berkenalan dengan orang lain. b. Rencana tindakan lanjut klien. Baiklah pak S bagaimana kalau baak latih cara berkenalan bapak, bapak mau berkenalan dengan siapa?, bagaimana kalau kita buat jadwal kegiatan hari pak? Baik bapak coba. Latihan nanti kalau ada kesulitan / kita bicarakan lagi. c. Kontrak akan datang ( Topik, waktu, tempat ) . Bagaimana kalau nanti kita coba berkenalan dengan perawat lain bapak mau bertemu lagi jam berapa, bagimana kalau jam 10 nanti bapak mau bercakap cakap dimana? Bagaimana kalau disini. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN Pertemuan ke III (ketiga) Klien dengan core problem menari diri. A. Proses keperawatan 1. Kondisi klien Tersenyum, menatap perawat, duduk dengan teman lain. 2. Diagnosa keperawatan Resiko perubahan persepsi halusinasi berhubungan dengan menarik diri. 3. Tujuan khusus a. Klien dapat membina hubungan saling percaya. b. Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri. 4. Tindakan keperawatan a. Kien dapat mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan selama dirumah sakit. b. Klien dapat menerima perpisahan dengan baik.

B. Strategi komunikasi dalam pelaksanaan tindakan keperawatan orintasi. 1. Salam terapeutik. Selamat pagi pak S 2. Evaluasi / validasi Bapak akan pulang hari ini? Bagaimana latihannya pak? Bagaimana jadwal kegiatannya pak?

3. Kontrak Pak S ingat apa yang akan kita lakukan sekarang, bapak sesuai dengan janji kita tadi pagi, sekarang kita akan mengingat kembali latihannya yang telah bapak pelajari selama di rumah sakit. Tujuan agar bapak dapat melakukan latihan ini dan dapat diteruskan dirumah sehingga bapak tambah banyak teman. Bapak mau berapa lama bercakap cakap bagaimana kalau 10 menit bapak mau bercakap cakap dimana, bagaimana kalau diruangan ini. Kerja ( langkah langkah tindakan keperawatan ) a. Apa saja yang telah bapak lakukan. b. Apakah bapak sudah mencoba dengan teman yang lain dan sudah mengikuti aktivitas kelompok. c. Bagus sekali pak, ini bisa bapak terusrkan nanti jika dirumah. d. Nanti kalau pak S dirumah, bapak dapat melakukan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah bapak buat. e. Jika dirumah siapa yang dapat membantu bapak melakukan kegiatan tersebut. f. Bagus, nanti dirumah orang yang paling dekat dengan bapak, diiukut sertakan untuk membantu bapak. g. Adakah yang ingin bapak tanyakan? h. Menurut bapak adakah manfaat setelah kita brcakap cakap dan belajar cara berkenalan. 4. Terminasi a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan. 1). Evaluasi subjektif Bagaimana perasaan bapak setelah dirawat disini atau setelah kita bercakap -cakap 2). Evaluasi objektif Coba jelaskan apa saja yang bapak dapat/ pelajari setelah dirawat disini. b. Rencana tindakan lanjut klien. Pak jadwal yang telah dbapakat untuk dirumah coba jelaskan jika ada hambatan, bapak bisa datang kemari atau telepon. c. Kontrak akan datang ( Topik, waktu, tempat ) . Jangan lupa bapak kontrol lagi dan bawa kemari dan bawa jadwal kegiatan bapak nanti kita bicarakan lagi kegiatannya yang dapat ditambah jika ada hal yang membingungkan jangan tunggu, segera kontrol. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN Pertemuan ke IV (keempat) Klien dengan core problem menari diri. A. Proses keperawatan

1. Kondisi klien Klien dapat melakukan hubungan dengan orang lain secara sehat. 2. Diagnosa keperawatan Resiko perubahan persepsi halusinasi berhubungan dengan menarik diri. 3. Tujuan khusus a. Klien dapat mempeluas hubungan dengan orang lain atas dasar percaya. b. Klien dapat memanfaatkan obat dengan baik. 4. Tindakan keperawatan a. Diskusikan dengan klien bagaimana cara memperluas hubungan dengan orang lain atas dasar saling percaya. b. Diskusikan dengan klien tentang dosis dan manfaat obat. c. Anjurkan klien untuk minum obat dengan benar. d. Diskusikan akibat bila berhenti minum obat. B. Strategi komunikasi dalam pelaksanaan tindakan keperawatan orintasi. 1. Salam terapeutik. Selamat pagi pak S 2. Evaluasi / validasi a. Bagaimana perasaan bapak sekarang? b. Apakah bapak sudah mencoba berkenalan dengan orang lain. 3. Kontrak a. Topik : Apakah tuan masih ingat apa yang akan kita bicarakan pada hari ini? b. Waktu : Berapa lama kita bagaimana kalau 10 menit. c. Tempat : Dimana tuan, bagaimana kalau dikursi ini. 4. Fase kerja Begini tuan, manfaat obat yang akan diberikan untuk tuan dapat mengendalikan rasa cemas tuan, dan tidak akan mempunyai efek bagi tuan karena sudaha ada peraturannya. 5. Terminasi a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan. 1). Evaluasi subjektif Bagaimana perasaan bapak setelah kita berbincang bincang 2). Evaluasi objektif Coba tuan sebutkan manfaat obat yang telah kita biarakan tadi. b. Rencana tindakan lanjut klien. Baiklah tuan, jika ada masalah yang akan kita bicarakan tadi belum dimengerti tuan boleh bertanya pada saya.

FORMAT PENGKAJIAN ASKEP JIWA MENARIK DIRI Ruang rawat : Nyiur Tgl. Pengk. : 11 12 2006 Tgl. Dirawat : 29 11 06 No. RM : A. Pengkajian 1. Identitas a. Identitas klien 1). Nama : Tn S 2). Umur : 31 tahun

3). Jenis kelamin : Laki laki 4). Pendidikan : SMU 5). Pekerjaan : Tukang kayu 6). Agama : Islam 7). Alamat : Jl. Belimbing No. 28 A Palopo. 8). Dx. Medik : Psimotik Non Organik 9). Informasi : Pasien b. Identitas penanggung 1). Nama : Ny D 2). Pendidikan : SMU 3). Pekerjaan : Swasta 4). Agama : Islam 5). Alamat : Jl. Belimbing No. 28 A Palopo. 2. - Alasan masuk RS : Klien mengamuk dialami 20 hari yang setelah ayahnya meninggal, dan klien sering menyendiri dan selalu mendengar suara suara yang aneh.. - Keluhan utama saat dikaji : o Klien tidak mau bergaul dengan klien lain. o Apabila ada masalah klien lebih banyak tidur. o Klien lebih banyak menyendiri. 3. Faktor predisposisi a. Klien belum pernah dirawat di RS jiwa sebelumnya. b. Menurut klien belum pernah mengalami aniaya fisik, kriminal atau tindakan kekerasan dalam keluarga. c. Menurut klien ada paman yang pernah mengalami gangguan jiwa. 4. Pemeriksaan fisik a. TTV ----- TD ; ..... mmHg. S : .... oC N ; ........ x / i P : .... x / i b. Ukuran BB dan TB tidak ukur. c. Keluhan fisik :Menurut klien tidak ada yang dirasakan sakit didalam tubuh..

5. Psikososial a. Genogram 3 generasi GI G II

G III Keterangan : : Laki laki : Perempuan : Klien

X : Meninggal ............ : Serumah b. Konsep diri 1). Citra tubuh : Klien mengatakan semua bagian tubuhnya merasa bersih. 2). Identitas diri : a). Klien belum menikah. b). Klien merasa puas apa yang telah dia kerjakan. c). Klien merasa puas apa yang ia lakukan. 3). Peran : Peran klien dalam keluarga sebagai anak dari orang tuannya. 4). Ideal diri : Klien mengungkapkan harapan ingin pulang dan berkumpul dengan keluarga. 5). Harga diri : a). Menurut klien sebelum sakit hubungan dengan orang lain baik tidak ada hambatan dalam bergaul. b). Setelah sakit klien tidak mau bergaul dengan klien lain klien hanya berbaring dan duduk sendiri ditempat tidur. Masalah keperawatan : Gangguan konsep diri : Harga diri rendah. c. Hubungan sosial 1). Menurut klien orang terdekatnya adalah bapaknya. 2). Peran serta dalam kelompok dan masyarakat a). Klien tidak mengikuti kegiatan kelompok dalam masayarakat. b). Klien diruangan hanya tidur dan duduk sendiri jarang berkomunikasi dengan klien lain. Masalah keperawatan : Kerusakan interaksi sosial : menarik diri. d. Spritual 1). Nilai dan keyakinan : Klien dia beragama islam. 2). Kegiatan ibadah : Sebelum sakit klien rajin beribadah. Masalah keperwatan : Tidak ada masalah keperawatan. 6. Status mental a. Penampilan : Penampilan klien tidak rapi, jarang ganti baju, rambuk acak acakan, badan berbau tidak enak. Masalah keperawatan : Defisit perawatan diri : mandi berpakaian. b. Pembicaraan : Klien lebih banyak diam, bicara jika diajak oleh perawat, klien lambat untuk menjawab, dengan suara kecil. Masalah keperawatan : Kerusakan komunikasi verbal. c. Aktivitas motorik : Aktivitas klien yaitu menyapu pada pagi hari sesudahnya lebih banyak tidur. Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan. d. Alam perasaaan : Klien mengatakan takut pada orang banyak. Masalah keperawatan : Ketakutan e. Afek : Afek klien tumpul dimana hanya klien beraksi bila diberi stimulasi yang kuat. Masalah keperawatan : Kerusakan interaksi sosial : menarik diri. f. Interaksi selama wawancara Klien lebih banyak diam jika hanya ditanya klien menjawab, kontak mata kurang. Masalah keperawatan : Kerusakan interaksi sosial menarik diri. g. Persepsi : Klien mengatakan dulu pernah mendengar suara suara yang menyuruhnya membuang pakaian adeknya yang tidak bernuangsa islami dan menyuruh tantenya keluart dari rumahnya, klien merasa ketakutan dihantaui rasa bersalah, tapi sekarang tidak lagi.

Masalah keperawatan : Kerusakan interaksi sosial h. Proses pikir : Klien menjjawab sesuai dengan pertanyaan, klien lambat untuk menjawab dengan suara kecil. Masalah keperawatan : Kerusakan interaksi sosial, perubahan proses pikir. i. Isi pikir : Tidak adanya keyakinan salah yang diyakini oleh karena klien mengatakan tidak tahu lagi.. Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan j. Tingkat kesadaran : Klien tidak mengalami bingung,sedasi dan stupor. Saat melakukan wawancara klien sadar ia berada dimana dan masih dapat mengingat baik tempat, waktu dan orang. Masalah keperawatan : k. Memori ; Klien kurang mampu mengingat masa lalu. Klien tidak ada masalah keperawatan. l. Tingkat konsentrasi dan berhitung. Klien tidak mampu bekonsentrasi karena klien selalu minta untuk perntanyaan diulang. Masalah keperawatan : Perubahan proses pikir. m. Kemampuan penilaian. Klien mampu mengambil keputusan sendiri. Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan. n. Daya titik diri : Klien menyadari bahwa sakit, ada gangguan jiwa, dan klien juga sadar bahwa dirinya sedang dirawat di RS Jiwa. Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan. 7. Aktivitas / kegitan sehari hari. Kemampuan klien memenuhi kebutuhan : a. Makanan. 1). Frekuensi makan 3 x sehari mengikuti pola makan rumah sakit. 2). Klien makan sendiri, nafsu makan klien baik. b. BAB dan BAK 1). Frekuensi BAB tidak tentu, terkadang 2 hari baru BAB 2). BAK lancar frekuensi 5 6 kali perhari tergantung jika klien banyak minum. c. Mandi Klien mandi hanya satu kali sehari, juga mencuci rambu jika mandi dan jarang mengunting kuku dan janggotnya. d. Berpakaian 1). Klien mampu memilih, mengambil dan berpakaian. 2). Klien tidak berdandang dan frekuensi ganti baju tidak tentu hanya bila pakaiannya kotor. e. Istirahat dan tidur 1). Waktu tidur pada siang hari tidak tentu jumlahnya, bila ada waktu klien tidur. 2). Pada malam hari tidak tertentu kadang cepat dan kadang lambat. 3). Aktivitas sesudah klien merapikan tempat tidur.

f. Penggunaan obat Klien rajin minum obat yang diberikan oleh perawat sesuai dengan petunjuk dokter. g. Pemeliharaan kesehatan.

Klien menyadari pentingnya menkonsumsi obat secara teratur menurutnya sangat penting karena untuk kesembuhannya. h. Aktifitas dalam rumah Menurut klien aktifitas sebelum sakit didalam rumah yaitu Cuma tidur istirahat karena sehari hari klien bekerja. i. Aktifitas di luar rumah. Menurut klien aktifitasnya sebelumnya sakit yaitu bekerja sehari hari. 8. Mekanisme koping Klien mampu berbicara perawat walau lambat dalam merespon pembicaraan. 9. Masalah psikososial dan lingkungan a. Klien belum pernah dirawat di RS Dadi sebelumnya b. Klien menyenditri dikamar dan jarang begaul dengan klien yang lainnya. c. Masalah dengan dukungan kelompok, spesifik klien tidak pernah dijenguk oleh keluarganya, udah beberapa minggu. d. Masalah dengan pendidikan, klien tamat SMA dan klien dapat membaca. e. Masalah dengan perumahan, spesifik tidak ada masalah dengan perumahan klien, klien merasa nyaman dirumahnya. f. Masalah dengan ekonomi spesifik : pekerjaan klien wiraswasta, tapi setelah dirawat di RS klien hanya baring ditempat tidur. g. Masalah dengan pelayanan kesehatan spesifik : klien mengatakan tidak ada masalah dengan pelayanan kesehatan. Masalah keperawatan : Kerusakan interaksi sosial menarik diri. 10. Kurang pengetahuan tentang Klien mengetahui bahwa dirinya sakit dan dirawat di RS jiwa. Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan. 11. Aspek medik a. Diagnosa medik : Psimotik non organik b. Terapi medik : HLP ( Haloperidol ) 5 mg 3 x 1 THP ( Trihezyphenidyl ) 2 mg 1 x 1 CPZ ( Chlorpromazyne ) 100 mg 1 x 1. B. Daftar masalah keperawatan. 1. Isolasi sosial : menarik diri. 2. Gangguan konsep diri : harga diri rendah. 3. Defisit perawatan diri. 4. Resiko perubahn persepsi sensori : Halusinasi. 5. Koping kuluarga tidak efektif. 6. Penatalaksanaan regimen terapi infektif. 7. Kerusakan komunikasi verbal. C. Klasifikasi data 1. Data subjektif a. Klien mengatakan pada saat masuk RS biasa mendengar suara suara. b. Klien mengatakan malas beragaul lebih enak sendiri. c. Saya tidak berguna hanya jadi beban keluarga. d. Klien mengatakan tidak libatkan dalam bincang bincang masalah keluarga. e. Saya tidak berguna hanya jadi beban keluarga. 2. Klien mengatakan tidak libatkan dalam bincang bincang masalah keluarga.Data objektif

a. Catatan perawatan / medik saat klien masuk klien mengatakan komunikasi acustik. b. Klien duduk menyendiri. c. Klien nampak lesu. d. Gigi nampak kuning. e. Rambut kotor. f. Badan bau keringat. g. Pakaian klien agak kotor.

D. Analisa data DS : Klien mengatakan pada saat masuk RS biasa mendengar suara suara. DO : Catatan perawatan / medik saat klien masuk klien mengatakan komunikasi acustik. Klien duduk menyendiri. Pada saat klien dikaji klien tidak lagi mendengar suara suara. DS : Klien mengatakan malas beragaul lebih enak sendiri. DO : Klien duduk menyendiri. Klien nampak lesu. Kontak mata kosong DS : Saya tidak berguna hanya jadi beban keluarga. Klien mengatakan tidak libatkan dalam bincang bincang masalah keluarga. DO : Saat wawancara menunduk kepala.

Resiko perubahan sensori persepsi: Halusinasi

Isolasi sosial : menarik diri

Gangguan konsep diri : harga diri rendah

No DATA MASALAH KEPERAWATAN 4. DS : Saya tidak berguna hanya jadi beban keluarga. Klien mengatakan tidak libatkan dalam bincang bincang masalah keluarga. Klien mengatakan menyiram kepala tapi tidak pakai shampo. DO : Gigi nampak kuning. Rambut kotor. Badan bau keringat. Pakaian klien agak kotor. Defisit perawatan diri. E. Pohon masalah Resiko perubahan persepsi sensori : halusinasi Defisit perawatan diri Kerusakan interaksi sosial : menarik diri Kurang motivasi Gangguan konsep diri : HDR F. Diagnosa keperawatan 1. Resiko perubahan persepsi sensori : Halusinasi berhubungan dengan harga diri rendah. 2. Kerusakan interaksi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah. 3. Defisit perawatan diri berhubungan dengan kurang motivasi