Anda di halaman 1dari 34

ASPEK DASAR SEL PUNCA EMBRIONIK (EMBRYONIC STEM CELL) DAN POTENSI PENGEMBANGANNYA

Agenda
Pendahuluan Definisi Tinjauan Biomedik Potensi pengembangannya Masalah etik dalam penggunaannya

Pendahuluan

Pada dekade terakhir perhatian dan penelitian dalam bidang sel punca (stem cell ) mengalami kemajuan yang amat pesat

memahami proses tumbuh kembang jaringan tubuh normal memahami patogenesis penyakit pengobatan penyakit-penyakit /kelainan yang sudah tidak mungkin untuk diobati lagi penelitian dan pencarian obat-obatan baru(1,2) potensi bisnis

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 1McNeish, 2Davila,

J. (2004) Embryonic Stem Cells in Drug Discovery Nat. Rev. Drug Discov. 3, 70-80 J.C., Cezar, G.G., Thiede, M., Strom, S., Miki, T., Trosko J. (2004) Use and Application of Stem Cells in Toxicology. Toxicol. Sci. 79, 214-223

Definisi

Sel Punca

sel yang tidak/belum terspesialisasi(3,4,5)

berpotensi untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel-sel yang spesifik

membentuk berbagai jaringan tubuh

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 3The

stem Cell- Stem cell information- The Official national Institute of Health Resource for Stem Cell Research 101: Stem cell-Reeve Irvine Research Center- http/ www.reeve.uci.edu/anatomy/stem cells.php 5Sell, S. (2004) Stem cells. Stem Cell Handbook ed. by Sell, S. 1-18.
4Anatomy

Aspek Biomedik

Karakteristik (3,4,5)

Differentiate

kemampuan untuk berdifferensiasi menjadi sel lain yang spesifik


sel saraf sel otot jantung sel otot rangka sel pankreas

Self regenerate/self renew

kemampuan untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 3The

stem Cell- Stem cell information- The Official national Institute of Health Resource for Stem Cell Research 101: Stem cell-Reeve Irvine Research Center- http/ www.reeve.uci.edu/anatomy/stem cells.php 5Sell, S. (2004) Stem cells. Stem Cell Handbook ed. by Sell, S. 1-18.
4Anatomy

Aspek Biomedik

Jenis Sel Punca (3,4,5)

Totipotent Sel Punca yang dapat berdifferensiasi menjadi semua jenis sel sel embrionik awal

Mampu membentuk berbagai jenis sel Mampu membentuk satu individu yang utuh
Mampu membentuk sel-sel yang menyusun plasenta dan tali pusat

zigot, morula

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 3The

stem Cell- Stem cell information- The Official national Institute of Health Resource for Stem Cell Research 101: Stem cell-Reeve Irvine Research Center- http/ www.reeve.uci.edu/anatomy/stem cells.php 5Stem Cells-Wikipdia- http://en.wikipedia.org/wiki/stem cell
4Anatomy

Aspek Biomedik

Jenis Sel Punca (3,4,5)

Pluripotent Sel punca yang dapat berdifferensiasi menjadi 3 lapisan germinal

ektoderm, mesoderm, dan endoderm tetapi tidak dapat menjadi jaringan ekstraembrionik plasenta dan tali pusat
tidak dapat berkembang menjadi 1 fetus yang utuh

sel punca embrionik (embryonic stem cells)

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 3The

stem Cell- Stem cell information- The Official national Institute of Health Resource for Stem Cell Research 101: Stem cell-Reeve Irvine Research Center- http/ www.reeve.uci.edu/anatomy/stem cells.php 5Stem Cells-Wikipdia- http://en.wikipedia.org/wiki/stem cell
4Anatomy

Aspek Biomedik

Jenis Sel Punca (3,4,5)

Multipotent sel punca yang dapat berdifferensiasi menjadi banyak jenis sel

hemopoetic stem cells yang terdapat pada sumsum tulang berdifferensiasi menjadi berbagai jenis sel yang terdapat dalam darah (eritrosit, lekosit dan trombosit)
neural stem cells sel saraf dan sel glia

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 3The

stem Cell- Stem cell information- The Official national Institute of Health Resource for Stem Cell Research 101: Stem cell-Reeve Irvine Research Center- http/ www.reeve.uci.edu/anatomy/stem cells.php 5Stem Cells-Wikipdia- http://en.wikipedia.org/wiki/stem cell
4Anatomy

Aspek Biomedik

Jenis Sel Punca (3,4,5)

Unipoten

Sel punca yang mampu

berdifferensiasi menjadi hanya satu jenis sel lainnya dan dapat memperbaharui atau meregenerasi diri (selfregenerate/self renew) Contohnya erythroid progenitor cells yang hanya mampu berdifferensiasi menjadi sel darah merah

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 3The

stem Cell- Stem cell information- The Official national Institute of Health Resource for Stem Cell Research 101: Stem cell-Reeve Irvine Research Center- http/ www.reeve.uci.edu/anatomy/stem cells.php 5Stem Cells-Wikipdia- http://en.wikipedia.org/wiki/stem cell
4Anatomy

10

Differentiation Potential

Number of cell types

Example of stem cell

Cell types resulting from differentiation

Totipotential

All All except cells of the embryonic membranes

Zygote (fertilized egg), blastomere Cultured human ES cells

All cell types

Pleuripotential

Cells from all three germ layers

Multipotential

Many

Hematopoietic cells

skeletal muscle,cardiac muscle, liver cells, all blood cells 5 types of blood cells (Monocytes, macrophages, eosinophils, neutrophils, erythrocytes) Cartilage cells, fat cells, stromal cells, bone-forming cells

Oligopotential

Few

Myeloid precursor

Quadripotential

Mesenchymal progenitor cell

Tripotential

Glial-restricted precursor

2 types of astrocytes, oligodendrocytes

Bipotential

Bipotential precursor from murine fetal liver Mast cell precursor

B cells, macrophages

Unipotential

Mast cells

Nullipotential

None

Terminally differentiated cell e.g. Red blood cell

No cell division

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

11

Aspek Biomedik

Sel punca embrionik (embryonic stem cells) (3,4,5,6)

Sel yang diambil dari inner cell mass

suatu kumpulan sel yang terletak di satu sisi blastokista embrio


berumur 5 hari terdiri dari 100 sel

dapat berkembang biak secara terus menerus

media kultur optimal

dapat diarahkan untuk berdifferensiasi menjadi berbagai sel yang terdifferensiasi


sel jantung, sel kulit, neuron, hepatosit dll dapat dipakai untuk transplantasi jaringan yang rusak

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 3The

stem Cell- Stem cell information- The Official national Institute of Health Resource for Stem Cell Research 4Anatomy 101: Stem cell-Reeve Irvine Research Center- http/ www.reeve.uci.edu/anatomy/stem cells.php 5Stem Cells-Wikipdia- http://en.wikipedia.org/wiki/stem cell 6FOXNews.com - New Stem-Cell Procedure Doesn't Harm Embryos, Company Claims - Biology | Astronomy | Chemistry | Physics

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

12

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

13

Aspek Biomedik

Sel punca embrionik (embryonic stem cells) (3,4,5,6)

sel yang diambil dari inner cell mass

kemampuan menjadi berbagai jaringan embrio dan tubuh

kecuali plasenta dan tali uri

berkembang dan terspesialisasi menjadi sel multipoten


sel punca dewasa dapat berkembang menjadi berbagai sel dan jaringan

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 3The

stem Cell- Stem cell information- The Official national Institute of Health Resource for Stem Cell Research 101: Stem cell-Reeve Irvine Research Center- http/ www.reeve.uci.edu/anatomy/stem cells.php 5Stem Cells-Wikipdia- http://en.wikipedia.org/wiki/stem cell 6FOXNews.com - New Stem-Cell Procedure Doesn't Harm Embryos, Company Claims - Biology | Astronomy | Chemistry | Physics
4Anatomy

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

14

Aspek Biomedik

Sel punca embrionik (embryonic stem cells) (3,4,5,6)

sel yang diambil dari inner cell mass

berkembang dan terspesialisasi menjadi sel multipoten

Tantangan bagi peneliti sebenarnya adalah cara memanipulasi sel punca dewasa ini sehingga berkembang menjadi sel atau produk yang diinginkan yang dapat digunakan untuk pengobatan

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 3The

stem Cell- Stem cell information- The Official national Institute of Health Resource for Stem Cell Research 4Anatomy 101: Stem cell-Reeve Irvine Research Center- http/ www.reeve.uci.edu/anatomy/stem cells.php 5Stem Cells-Wikipdia- http://en.wikipedia.org/wiki/stem cell 6FOXNews.com - New Stem-Cell Procedure Doesn't Harm Embryos, Company Claims - Biology | Astronomy | Chemistry | Physics

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

15

Aspek Biomedik

Sifat Sel punca embrionik (Embryonic Stem Cell) (3,4,5,6)

Pluripoten

berdifferensiasi menjadi sel-sel yang merupakan turunan dari 3 lapis germinal tetapi tidak dapat membentuk membran embrio (tali pusat dan plasenta

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 3The

stem Cell- Stem cell information- The Official national Institute of Health Resource for Stem Cell Research 4Anatomy 101: Stem cell-Reeve Irvine Research Center- http/ www.reeve.uci.edu/anatomy/stem cells.php 5Stem Cells-Wikipdia- http://en.wikipedia.org/wiki/stem cell 6FOXNews.com - New Stem-Cell Procedure Doesn't Harm Embryos, Company Claims - Biology | Astronomy | Chemistry | Physics

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

16

Aspek Biomedik

Sifat Sel punca embrionik (Embryonic Stem Cell) (3,4,5,6)

Immortal

dapat berumur panjang


memperbanyak diri ratusan kali pada media kultur dulu dipikirkan dapat memperbanyak diri sendiri secara tak terbatas tetapi kini diketahui bahwa usia dan perbanyakan diri sendiri sel-sel stem juga ada batasnya terjadinya mutasi pada gen-gen pada sel stem yang diakibatkan karena pengaruh nutrisi dalam medium kultur

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 3The

stem Cell- Stem cell information- The Official national Institute of Health Resource for Stem Cell Research 4Anatomy 101: Stem cell-Reeve Irvine Research Center- http/ www.reeve.uci.edu/anatomy/stem cells.php 5Stem Cells-Wikipdia- http://en.wikipedia.org/wiki/stem cell 6FOXNews.com - New Stem-Cell Procedure Doesn't Harm Embryos, Company Claims - Biology | Astronomy | Chemistry | Physics

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

17

Aspek Biomedik

Sifat sel punca embrionik (Embryonic Stem Cell) (3,4,5,6)


mempunyai karyotipe yang normal dapat bersifat tumorigenik

setiap kontaminasi dengan sel yang tak berdifferensiasi dapat menimbulkan kanker berpotensi menimbulkan terjadinya rejeksi imunitas

selalu bersifat allogenik

metoda somatic cell nuclear transfer atau terapi kloning

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 3The

stem Cell- Stem cell information- The Official national Institute of Health Resource for Stem Cell Research 4Anatomy 101: Stem cell-Reeve Irvine Research Center- http/ www.reeve.uci.edu/anatomy/stem cells.php 5Stem Cells-Wikipdia- http://en.wikipedia.org/wiki/stem cell 6FOXNews.com - New Stem-Cell Procedure Doesn't Harm Embryos, Company Claims - Biology | Astronomy | Chemistry | Physics

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

18

Aspek Biomedik

Somatic Cell Nuclear Transfer (SCNT) ( 3,7 )

Therapeutic cloning

Suatu teknik yang bertujuan untuk menghindari resiko penolakan atau rejeksi inti sel telur donor dikeluarkan dan diganti dengan inti sel resipien Sel yang telah dimanipulasi ini kemudian akan membelah diri dan setelah menjadi blastokista maka inner cell massnya akan diambil sebagai embryonic stem cells

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 3Anatomy

101: Stem cell-Reeve Irvine Research Center- http/ www.reeve.uci.edu/anatomy/stem cells.php 7Therapeutic use of cell nuclear replacement: Therapeutic cloning-Research in focus- MRC (Medical Research Council)

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

19

Aspek Biomedik

Somatic Cell Nuclear Transfer (SCNT) ( 3,7 )

Therapeutic cloning

Stem cells ini kemudian akan dimasukkan kembali kedalam tubuh resipien akan berdifferensiasi menjadi sel organ (sel beta pankreas, sel otot jantung dan lain-lain) Tanpa reaksi penolakan karena sel tersebut mengandung materi genetik resipien.

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 3Anatomy

7Therapeutic

101: Stem cell-Reeve Irvine Research Center- http/ www.reeve.uci.edu/anatomy/stem cells.php use of cell nuclear replacement: Therapeutic cloning-Research in focus- MRC (Medical Research Council)

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

20

Somatic Cell Nuclear Transfer (SCNT)

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

21

Aplikasi/Penggunaan Kultur Stem Cells

Terapi gen

pembawa transgen kedalam tubuh pasien(8) sifat self renewing

pemberian stem cells yang mengandung transgen tak perlu dilakukan berulangulang

dapat berdifferensiasi menjadi bermacam-macam sel

sehingga transgen tersebut dapat menetap diberbagai jaringan

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 8For

review: Floss,T., Wurst, W. (2002) Functional Genomics by Gene-trapping in ES cells. Embryonic Stem Cells Methods and Protocols ed. by Turksen, K. 347-379

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

22

Aplikasi/Penggunaan Kultur Stem Cells

Penelitian untuk mempelajari proses-proses biologis yang terjadi pada organisma (9)

Pertumbuhan dan perkembangan organisma Pertumbuhan dan perkembangan kanker

Penelitian untuk menemukan dan mengembangkan obatobat baru (1,2)

mengetahui efek obat terhadap berbagai jaringan

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 1McNeish,

J. (2004) Embryonic Stem Cells in Drug Discovery Nat. Rev. Drug Discov. 3, 70-80 2Davila, J.C., Cezar, G.G., Thiede, M., Strom, S., Miki, T., Trosko J. (2004) Use and Application of Stem Cells in Toxicology. Toxicol. Sci. 79, 214-223 9What are stem eclls? CSA guide to discovery http://www.csa.com/discovery guide/stem cell//overview.php

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

23

Aplikasi/Penggunaan Kultur Stem Cells

Terapi sel (cell based therapy)

Stem cell dapat hidup diluar tubuh manusia


di cawan Petri. manipulasi pada stem cells

ditransplantasikan ke dalam organ tubuh untuk menangani penyakit-penyakit tertentu tanpa mengganggu organ tubuh

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

24

Penggunaan Stem Cells Dalam Pengobatan Penyakit


Beberapa penyakit yang potensial dapat diterapi
Parkinson dan Alzheimer Cidera medula spinalis Stroke Luka bakar Penyakit jantung Diabetes Distrofi otot

Osteoporosis Sirosis hepatis Lekemia Anemia sel sabit (sickle cell anemia) Osteoarthritis Cancer

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

25

Penggunaan Stem Cells pada berbagai penyakit


Spinal cord injury

Cidera medula spinalis disertai demielinisasi menyebabkan hilangnya fungsi neuron Remielinisasi dengan sel punca (stem cell) dapat mengembalikan fungsi yang hilang Percobaan dengan sel punca embrionik (embryonic stem cells) tikus dapat menghasilkan oligodendrosit yang kemudian dapat menyebabkan remielinisasi akson yang rusak(10)

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 10Liu

S, Qu Y, Stewart TJ et al. Embryonic stem cells differentiate into oligodendrocyts and myelinated in culture and after spinal cord transplantation. PNAS 2000: 97(11):6126-6131

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

26

Penggunaan Stem Cells Dalam Pengobatan Penyakit

Stem Cells Pada Penyakit Stroke

Penelitian menggunakan mesenchymal stem cells (MSC) dari sumsum tulang autolog

Penelitian ini didasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya

Mesenchymal stem cells diperoleh dari aspirasi sumsum tulang Setelah disuntikkan perifer MSC akan melintas sawar darah otak pada daerah otak yang rusak. Pemberian MSC intravenous(11,12) mengurangi terjadinya apoptosis menyebabkan proliferasi sel endogen setelah terjadinya stroke

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________

11Li Y,

Chen J, Chen XG, et al. Human marrow stromal cell therapy for stroke in rat: neurotrophins and functional recovery Neurology 2002;59:514 523 12Zhao LR, Duan WM, Reyes M, et al. Human bone marrow stem cells exhibit neural phenotypes and ameliorate neurological deficits after grafting into the ischemic brain of rats. ExpNeurol 2002;174:1120)

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

27

Penggunaan Stem Cells Dalam Pengobatan Penyakit

Stem Cells Pada Infark Miokard

Bartinek (13 ) telah melakukan intracoronary infusion bone marrow stem cells otolog

pada 22 pasien dengan AMI dan mendapatkan hasil yang baik Penelitian terkini menunjukkan bukti awal bahwa adult stem cells dan embryonic stem cells dapat menggantikan sel otot jantung yang rusak dan memberikan pembuluh darah baru.

Strauer et al.(14) mencangkok mononuclear bone marrow cell autolog ke dalam arteri yang menimbulkan infark pada saat PTCA 6 hari setelah infark miokard

Sepuluh pasien yang diberi stem cells area infarkya menjadi lebih kecil dan indeks volume stoke, left ventricular end systolic volume, kontraktilitas area infark dan perfusi miokard menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan kelompok kontrol.

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________ 13Bartinek

J, Vanderheyden M, Vandekerchove B et al., Intracoronary injection of CD133-positive enriched bone marrow progenitor cells promotes cardiac recovery after recent myocardial infarction. Circulation 2005; 112 (9 suppl): 78-83 14Stem cells transplantation in myocard infarction: A status report- Ann Intern. Med. 2004 May: 140(9): 729-737

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

28

Bioetika Stem Cell

Berkembangnya penelitian stem cell dan penggunaan stem cell dalam upaya untuk mengobati penyakit pada manusia akan mengakibatkan timbulnya masalah dalam hal etik

Hal utama terkait dengan masalah etik adalah sumber stem cell tersebut. Apakah penelitian embrio manusia secara moral dapat dipertanggung jawabkan Apakah penelitian embrio yang menyebabkan kematian embrio merupakan pelanggaran terhadap hak azasi manusia (HAM) dan berkurangnya penghormatan terhadap mahluk hidup Apakah penyalah gunaan dapat diketahui dan dikendalikan Apakah penggunaan embrio sisa proses bayi tabung pada penelitian diperbolehkan Apakah penelitian khusus membuat embrio untuk digunakan diperbolehkan

Berbagai masalah etika yang perlu dipikirkan adalah


Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

29

Bioetika Stem Cell

Isu bioetika utama dalam penelitian dan penggunaan stem cell adalah penggunaan stem cell embrio terutama tentang sumber sel tersebut yaitu embrio

hasil abortus, zigot sisa IVF dan hasil pengklonan Pengklonan embrio manusia untuk memperoleh stem cell merupakan isu yang sangat menimbulkan kontroversi

Hal ini terkait dengan isu awal kehidupan dan penghormatan terhadap kehidupan pengklonan manusia yang ditentang oleh semua agama.

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

30

Bioetika Stem Cell

Isu bioetika utama dalam penelitian dan penggunaan stem cell adalah penggunaan stem cell embrio terutama tentang sumber sel tersebut yaitu embrio

Dalam proses pemanenan stem cell embrio terjadi kerusakan pada embrio dan menyebabkan embrio tersebut mati

Adanya anggapan bahwa embrio berstatus sama dengan manusia menyebabkan hal tersebut tidak dapat diterima

Perdebatan yang cukup ramai adalah mengenai status moral embrio

apakah embrio harus diperlakukan sebagai manusia atau sebagai sesuatu yang berpotensi untuk menjadi manusia atau sebagai jaringan hidup tubuh lainnya Lebih jauh lagi apakah embrio yang berkembang dianggap sebagai mahluk hidup

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

31

Bioetika Stem Cell

Isu bioetika utama dalam penelitian dan penggunaan stem cell adalah penggunaan stem cell embrio terutama tentang sumber sel tersebut yaitu embrio

Penggunaan stem cell yang berasal dari surplus zigot pembuatan bayi tabung sendiri

juga menimbulkan kontroversi

Pendapat yang moderat mengatakan ketimbang surplus zigot itu dibuang, sebaiknya dipakai saja untuk penelitian

Sebaliknya ada juga yang berpendapat bahwa sisa itu harus dipelihara hingga zigot itu mati.
Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008 32

Saturday, May 24, 2008

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

33

Saturday, May 24, 2008

Aspek Dasar Sel Punca Embrionik / AAJ-Histologi / 2008

34