Anda di halaman 1dari 12

KERUPUK AMPAS TAHU

Materi Penyehatan Makanan Minuman

LATAR BELAKANG AMPAS TAHU


KANDUNGAN

Hasil sampingan

pakan ternak ayam dan menjadi bahan tempe gembus

KANDUNGAN

Protein 8,66%

Lemak 3,79%

Dari pembuatan tahu kedelai

Dimanfaatkan
air 51,63%

abu 1,21%

RUMUSAN MASALAH

Berapa kadar air kerupuk ampas tahu kering? Bagaimana hasil uji organoleptic dari kerupuk ampas tahu?

Berapa masa simpan kerupuk ampas tahu?

TUJUAN
Tujuan umum: Tujuan khusus:

Menerapkan prinsip pengawetan makanan yaitu kerupuk ampas tahu dengan teknik pengeringan

Untuk mengetahui kadar air kerupuk ampas tahu kering Untuk mengetahui hasil uji organoleptic dari kerupuk ampas tahu

Untuk mengetahui masa simpan kerupuk ampas tahu

PENGERTIAN PENGAWETAN
TEKNIK PENGERINGAN DEFINISI KERUPUK AMPAS TAHU UJI ORGANOLEPTIK

PEMBUATAN KRUPUK AMPAS TAHU


ALAT
Pemeras Pengaduk adonan Pengukus Pisau dan talenan Tempat penjemuran Wajan Kompor atau tungku Timbangan
Ampas tahu yang telah dikukus (2 kg).
Tapioka (1 kg) Garam (30 gram) Bawang putih (100 gram). Merica (25 gram) Udang saih kering (50 gram) Monosodium glutamat (20 gram)

BAHAN

CARA MEMBUAT
Pengukusan ampas tahu. Ampas tahu diperas untuk mengurangi airnya. Pemerasan dapat dilakukan dengan tangan, atau dipres dengan alat pres. Setelah itu, ampas dikukus selama 30 menit.

Persiapan bumbu. Bawang, garam, merica dan udang saih digiling sampai halus.
Pengadonan. Ampas yang telah dikukus (2 kg) dicampur dengan tapioka dan bumbu, kemudian diaduk sampai rata, licin dan kompak. Adonan ini dibentuk seperti selinder dengan diameter 5-6 cm dan panjang 20 cm. Adonan yang telah dibentuk ini disebut dengan dodolan. Pengukusan dodolan. Dodolan dikukus selama 2 jam sampai bagian tengah dodolan menjadi matang. Dodolan matang ini diangkat dan didinginkan.

Pengangin-anginan. Dodolan matang diangin-anginkan selama 3-5 hari sampai dodolan mengeras dan mudah dipotong.

Pengirisan. Dodolan diiris tipis-tipis setebal 2-3 mm. Hasil pengirisan disebut kerupuk basah.

Penjemuran. Kerupuk basah dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kering. Kerupuk yang sudah kering akan gemersik jika diaduk-aduk dan mudah dipatahkan. Hasil pengeringan disebut kerupuk kering. Pengemasan kerupuk kering. Kerupuk kering dapat disimpan lama. Kerupuk ini harus disimpan di dalam wadah yang tertutup rapat, atau dikemas di dalam kantong plastik yang di seal secara rapat.

Penggorengan. Kerupuk kering digoreng di dalam minyak panas (170C) sambil dibalik-balik sampai kerupuk matang dan mekar.

Teknik Pengamatan Bagan Alir

KESIMPULAN
Dari hasil uji organoleptic kerupuk ampas tahu yang sudah digoreng diketahui bahwa kerupuk rusak pada hari ke-12. Kerupuk ampas tahu kering (belum digoreng) dinyatakan masih layak simpan dan dikonsumsi apabila kadar airnya tidak lebih dari 10%. Hal ini dikarenakan semakin tinggi kandungan kadar air pada kerupuk semakin besar pula kemungkinan tumbuhnya mikroorganisme yang tidk dikehendaki yang dapat merusak tekstur dan warna kerupuk sehingga tidak dapat dikonsumsilagi.

SARAN
Proses pengangin-anginan sebaiknya tidak terlalu lama karena dimungkinkan timbulnya jamur pada dodolan. Untuk penyimpanan kerupuk kering sebaiknya di wadah yang tidak lembab dan diusahakan dalam keadaan kering guna mencegah kerupuk agar tidak berjamur. Keberhasilan praktek ini diharapkan menjadi tolak ukur bahwa bahan makanan yang dianggap sebagai limbah dapat dmanfaatkan menjadi produk makanan yang bergizi.