Anda di halaman 1dari 48

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmatNya maka kami dapat menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul Fotosintesis. Penulisan makalah ini merupakan salah satu persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Dasar Ilmu Tanaman dalam Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Jatinangor, 10 September 2012 Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar............................................................................................... ...........................................1 Daftar Isi........................................................................................................... ...........................................2 BAB I.............................................................................................................. ................................................3 Pendahuluan................................................................................. ..............................................3 BAB II............................................................................................................. ...............................................4

Pembahasan........................................................................................... .....................................4
A. Definisi,

peran

cahaya

dan

kloroplas................................................................................6
B. Kemiosmosis.................................................................................

............................................21
C. Fase

terang

dan

Fase

gelap

(Siklus

Calvin).................................................................23

D. Lintasan

C3,

C4,

dan

CAM.............................................................................................. ......28
E. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kecepatan dan hasil

bersih fotosintesis................................................................................... .............................................32 BAB III............................................................................................................ ............................................ Pertanyaan ... Daftar Pustaka.................................................................................................. ........................ dan

Jawaban..................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
3

Fotosintesis pada hakekatnya merupakan satu-satunya mekanisme masuknya energi ke dalam dunia kehidupan termasuk pertanian. Pada dasarnya pertanian merupakan suatu sistem pemanfaatan energi surya melalui fotosintesis. Fotosintesis menyediakan energi untuk makanan, bahan bakar fosil, dan lain-lain. Sistem fotosintesis yang dipelajari dalam fisiologi tanaman dapat dimanfaatkan untuk memproduksi tanaman setinggi-tingginya. Dengan demikian perlu adanya pengelolaan tanaman yang tepat. Fotosintesis keseluruhan meliputi adalah reaksi oksidasi dan reduksi. Proses disertai oksidasi air (pemindahan elektron

pelepasan O2) dan reduksi CO2 untuk membentuk senyawa organik, misalnya karbohidrat. Fotosintesis menggunakan energi cahaya untuk mengangkut elektron menuju penerima elektron yang lebih lemah, CO2. Di dalam kloroplas terdapat stroma yang mengandung berbagai enzim yang mengubah CO2 menjadi karbohidrat khususnya pati. Di dalam stroma terdapat thylakoid yang mengandung pigmen yang digunakan untuk mengoksidasi H2O dan membentuk ATP + NADPH yang kaya energi. Senyawa tersebut diperlukan oleh stroma untuk mengubah CO2 menjadi karbohidrat. Agar fotosintesis dapat dipahami dalam kaitannya dengan produksi tanaman maka perlu dikaji lebih mendalam mengenai pengetahuan peran cahaya dan kloroplas, Kemiosmosis, fase terang dan fase gelap (siklus Calvin), lintasan C3, C4, CAM dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kecepatan serta hasil bersih fotosintesis.

BAB II
4

PEMBAHASAN
FOTOSINTESIS Proses yang mengubah energi matahari menjadi energi kimia

Fotosintesis terjadi di kloroplas Daun pada tanaman merupakan tempat utama terjadinya fotosintesis

Proses dimana organisme yang memiliki kloroplas mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia

Melibatkan 2 lintasan metabolik Reaksi terang: mengubah energi matahari menjadi energi seluler

Siklus Calvin: reduksi CO2 menjadi CH2O

Energi mengalir ke dalam suatu ekosistem sebagai cahaya matahari dan meninggalkannya dalam bentuk panas

A. DEFINISI, PERAN CAHAYA DAN KLOROPLAS Definisi Cahaya


Cahaya adalah suatu bentuk energi elektromagnetik atau radiasi elektromagnetik, ciri-cirinya : Energi cahaya diabsorpsi dalam bentuk partikel tertentu yang disebut foton Panjang gelombang cahaya berkisar dari yang kurang dari satu nanometer (sinar gamma) sampai lebih dari satu kilometer (gelombang radio)
Keseluruhan kisaran dari radiasi elektromagnetik disebut

spektrum elektromagnetik Energi yang terkandung dalam foton berbanding terbalik secara proporsional dengan panjang gelombang cahayanya. Makin pendek panjang gelombang, makin tinggi energi yang dikandung foton dari cahaya tersebut Foton berenergi tinggi dari sinar ultraviolet yang panjang gelombangnya pendek berbahaya bagi sel, karena dapat merusak molekul organik Foton berenergi rendah dari sinar inframerah yang panjang gelombangnya panjang, hanya menambah vibrasi dan radiasi energi molekul, jadi tidak merusak molekulnya. Foton dari cahaya nampak (panjang gelombang berkisar antara 380 nm sampai 750 nm) adalah bagian yang sempit dari spektrum elektromagnetik yang sangat penting bagi kehidupan, antara lain : untuk fotosintesis.

Foton dari cahaya nampak menaikkan elekton ke kerangka

orbit elektron yang lebih tinggi di dalam atom tanpa merusak sel.

Bagan Spektrum Elektromagnetik Sumber : Campbell dan Reece, 2002 : 181

PERAN CAHAYA
1) BERINTERAKSI DENGAN KLOROPLAS

Bila cahaya mengenai suatu benda, maka cahaya itu ada yang dipantulkan, diteruskan ataupun diserap

Suatu zat yang mengabsorpsi cahaya nampak disebut pigmen Pigmen yang berbeda, mengabsorpsi cahaya nampak dari panjang gelombang yang berbeda dan cahaya yang diabsorpsi akan menghilang

Bila suatu pigmen mengabsorpsi semua gelombang cahaya nampak, maka akan terlihat berwarna hitam.

Bila suatu pigmen memantulkan semua gelombang cahaya nampak, maka akan terlihat berwarna putih.

Di dalam membran tilakoid kloroplas terdapat. Pigmen berwarna hijau kebiruan, disebut klorofil-a yang mengabsorpsi sinar violet, biru dan merah serta memantulkan ataupun meneruskan cahaya hijau kebiruan Pigmen berwarna hijau kekuningan, disebut klorofil-b yang mengabsorpsi cahaya merah, biru dan oren kemerahan serta memantulkan ataupun meneruskan cahaya hijau kekuningan. Pigmen berwarna oren kekuningan, disebut karotenoid yang mengabsorpsi cahaya violet, biru dan hijau dan memantulkan kekuningan. ataupun meneruskan cahaya oren

Interaksi cahaya dengan kloroplas = daun berwarna hijau


Molekul cahaya pigmen biru dari kloroplas, cahaya mengabsorpsi dan (menyerap)

dan

merah,

merefleksikan (meneruskan)

(memantulkan) cahaya hijau. Inilah sebabnya

ataupun

mentransmisikan

daun

kelihatan

hijau,

karena

daun

memantulkan atau meneruskan warna hijau ke mata kita.

Cahaya yang paling efektif dalam fotosintesis, adalah cahaya biru dan merah, sesuai dengan cahaya yang diserap oleh molekul pigmen klorofil.

10

Mengapa daun berwarna hijau : Interaksi Cahaya dengan Kloroplas Sumber : Campbell dan Reece, 2002 : 182
2) BERINTERAKSI DENGAN PIGMEN FOTOSINTESIS

PIGMEN FOTOSINTESIS Klorofil a


o Mempunyai rumus kimia C55H72O5N4Mg

o Pigmen berwarna hijau kebiruan o Mengabsorpsi sinar biru, violet dan merah o Merupakan klorofil pusat reaksi fotosintesis

11

o Sebagai akseptor elektron primer Klorofil b


o Mempunyai rumus kimia C55H70O6N4Mg

o Pigmen berwarna hijau kekuningan o Mengabsorpsi sinar biru dan oren kemerahan dan

mentransfer energinya ke klorofil-a

Karotenoid
o Mempunyai rumus kimia C40H56O2 o aPigmen berwarna oren kekuningan

o Mengabsorpsi sinar violet, biru dan hijau dan memperluas spektrum absorpsi o Sebagai pelindung cahaya (photoprotection), yaitu

mengabsorpsi dan mengalihkan kelebihan energi cahaya yang akan merusak klorofil

Mendeterminasi Spektrum yang Diabsorpsi : Sebuah spektrofotometer mengukur jumlah relatif cahaya dari panjang gelombang yang berbeda, yang diabsorpsi dan yang ditransmisi oleh larutan pigmen.

Di bagian dalam spektrofotometer, cahaya putih diuraikan menjadi warna-warna, sesuai dengan panjang gelombangnya, oleh sebuah prisma.

12

Kemudian, satu per satu warna yang berbeda dari cahaya, masuk melewati sampel berupa larutan klorofil.

Cahaya tabung

yang

ditransmisikan, melewati (mengenai) sebuah yang mengkonversi energi cahaya

fotoelektrik,

menjadi listrik.

Aliran listrik, diukur dengan galvanometer, menunjukkan fraksi dari cahaya yang ditransmisikan melewati sampel tadi (atau kebalikan dari fraksi cahaya yang diabsorpsi). (a) Sinar hijau melewati suatu larutan klorofil (b)Sinar biru melewati suatu larutan klorofil

Mendeterminasi Spektrum yang Diabsorpsi Sumber : Campbell dan Reece, 2002 : 182 SPEKTRUM ABSORPSI DAN SPEKTRUM AKSI Spektrum Absorpsi Suatu kisaran dari kemampuan suatu pigmen untuk mengabsorpsi cahaya dari berbagai panjang gelombang

13

Spektrum Aksi Suatu gambaran kemampuan relatif dari efektivitas cahaya

dengan panjang gelombang yang berbeda Pembuktian bahwa pigmen kloroplas berpartisipasi dalam fotosintesis serta spektrum absorpsi dan spektrum aksi untuk fotosintesis di dalam algae disajikan pada gambar :

Spektrum Absorpsi. Ketiga grafik ini memperlihatkan panjang gelombang cahaya yang diabsorpsi terbaik oleh tiga tipe pigmen yang diekstraksi dari kloroplas.

14

Spektrum Aksi. Grafik ini menggambarkan keefektifan dari panjang gelombang cahaya yang berbeda, dalam mengendalikan fotosintesis. Puncak spektrum aksi, lebih luas dibandingkan dengan puncak spektrum absorpsi untuk klorofil-a (lihat bagian a di atas), dan lembahnya lebih sempit, tetapi tidak dalam. Ini sebagian disebabkan absorpsi cahaya oleh pigmen tambahan misalnya klorofil-b dan karotenoid, yang memperluas spektrum warna yang dapat digunakan untuk fotosintesis.

Percobaan

Thomas

Engelmann

(1883).

Dia

mengilluminasi

ganggang bentuk filamen, dengan cahaya yang masuk melewati prisma, untuk memperlihatkan segmen dari ganggang terhadap panjang gelombang yang berbeda. Ia menggunakan bakteria aerobik, yang berkerumun dekat sumber oksigen, untuk menentukan segmen mana yang melepaskan O2 paling banyak. Bakteria, berkerumun paling banyak, di sekitar bagian ganggang yang diilluminasi dengan cahaya merah ataupun cahaya biru.

Eksitasi oleh Cahaya terhadap Klorofil yang Diisolasi : (a) Eksitasi dari Molekul Klorofil yang Diisolasi.

15

Absorpsi dari sebuah foton (photon), menyebabkan suatu transisi pada molekul klorofil, dari status dasar (ground state) menjadi status tereksitasi (exited state). Foton, mendorong sebuah elektron ke suatu orbit, yang mempunyai energi potensialnya lebih tinggi.
Apabila molekul yang telah diilluminasi berada dalam

isolasi, maka elektron yang tereksitasinya, segera turun kembali ke orbit status dasar, dan kelebihan energinya dilepaskan dalam bentuk panas, dan dalam bentuk floresensi (fluoroscence)
(c) Floresensi. Sebuah larutan kolorofil, yang dieksitasi oleh

cahaya ultraviolet, akan berflorensi dengan pancaran sinarnya berwarna orange kemerahan.

16

Eksitasi oleh Cahaya terhadap Klorofil yang Diisolasi Sumber : Campbell dan Reece, 2002 : 185

Bagaimana suatu Fotosistem Menangkap Cahaya :

Sumber : Campbell dan Reece, 2002 : 185

17

FOTOSISTEM :

Fotosistem, adalah unit kompleks dari membran tilakoid, yang menangkap dan menghimpun cahaya.

Tipe Fotosistem : Fotosistem I Klorofil pusat reaksinya disebut P.700 Puncak spektrum absorpsinya pada 700 nm (spektrum cahaya merah jauh) Fotosistem II Klorofil pusat reaksinya disebut P.680 Puncak spektrum absorpsinya pada 680 nm (spektrum cahaya merah) Klorofil pusat reaksi pada Fotosistem I dan II yaitu P.700 dan P.680 identik dengan klorofil-a

Fotosistem I dan II bekerjasama menggunakan cahaya untuk menghasilkan ATP dan NADPH melalui lintasan elektron siklik dan non siklik

Masing-masing

fotosistem,

merupakan

sebuah

kompleks

protein, dan macam-macam molekul lainnya, dan termasuk juga sebuah antene, yang terdiri dari beberapa ratus molekul pigmen.

Ketika sebuah foton menyentuh sebuah molekul pigmen, maka energinya dilintaskan dari molekul satu ke molekul lainnya sampai mencapai pusat reaksi.

18

Pada pusat reaksi, elektron yang tereksitasi dari klorofil pusat reaksi, ditangkap oleh molekul khusus, yang disebut akseptor elektron primer (primary electron acceptor).

LINTASAN ELEKTRON Terdiri Dari : 1) Lintasan Elektron Non Siklik 2) Lintasan Elektron Siklik 1) Lintasan Elektron Non Siklik Menghasilkan ATP dan NADPH dalam jumlah sama
Menghasilkan O2

Merupakan aliran elektron yang utama Melibatkan Fotosistem II, Fotosistem I, Kompleks Sitokrom, Plastoquinon (Pq), Feredoxin (Fd) dan Plastosianin (Pc). 2) Lintasan Elektron Siklik Tidak menghasilkan NADPH Menghasilkan ATP saja
Tidak menghasilkan O2

Melibatkan Fotosistem I, Kompleks Sitokrom, Feredoxin (Fd) dan Plastosianin (Pc).

19

LINTASAN ELEKTRON NON SIKLIK Bagaimana Lintasan Elektron Non Siklik Selama Reaksi Terang Menghasilkan ATP dan NADPH :

Sumber : Campbell dan Reece, 2002 : 186 Tanda panah kuning, menelusuri aliran elektron yang

dikendalikan cahaya, dari air ke NADPH.

Setiap foton dari cahaya mengeksitasi sebuah elektron, tetapi pada diagram ini mendeteksi dua elektron pada satu waktu, yaitu jumlah elektron yang diperlukan untuk mereduksi NADP+.

LANGKAH-LANGKAH LINTASAN ELEKTRON NON SIKLIK :

20

1. Ketika fotosistem II mengabsorpsi cahaya, sebuah elektron yang tereksitasi ke tingkatan energi yang lebih tinggi di dalam klorofil pusat reaksi (P680), Klorofil yang ditangkap oleh akseptor elektron primer. ini, sekarang menjadi perantara teroksidasi

pengoksidasi yang sangat kuat, sehingga lowongan elektronnya harus segera diisi. 2. Suatu enzim, mengekstraksi elektron dari air, dan memberikannya ke P680, untuk menggantikan elektron yang hilang dari molekul klorofil, ketika mengabsorpsi energi cahaya. Reaksi ini menguraikan satu molekul air, menjadi dua ion hidrogen, dan sebuah atom oksigen, yang segera bergabung dengan sebuah atom oksigen lainnya, membentuk O2. Ini adalah tahap penguraian air dari fotosintesis yang melepaskan O2. 3. Masing-masing elektron yang tereksitasi oleh cahaya, melintas dari akseptor elektron primer fotosistem II ke fotosistem I, melalui rantai transport elektron. Rantai transport elektron, terdiri dari plastoquinon (Pq=Plastoquinone), kompleks sitokrom, dan sebuah protein yang mengandung tembaga, yang disebut plastosianin (Pc=Plastocyanin). 4. Pada saat elektron turun melalui rantai transport elektron, energi eksergon jatuh ke tingkatan energi yang lebih rendah, dan dimanfaatkan oleh membran tilakoid untuk memproduksi ATP. Sintesis ATP ini disebut fotofosforilasi, sebab proses ini dikendalikan oleh energi cahaya. Secara khusus, sintesis ATP selama lintasan elektron nonsiklik, disebut fotofosforilasi nonsiklik. ATP yang dihasilkan oleh reaksi terang ini, akan menyediakan energi kimia untuk sintesis gula selama siklus Calvin, yaitu tahapan utama kedua dari fotosintesis. 5. Ketika sebuah elektron mencapai dasar dari rantai transport

elektron, dia akan mengisi lowongan elektron di P700, yaitu

21

molekul klorofil-a di dalam pusat reaksi fotosistem I. Lowongan elektron ini terbentuk, ketika energi cahaya mengendalikan sebuah elektron dari P700 ke akseptor elektron primer pada fotosistem I. 6. Akseptor elektron primer pada fotosistem I, melintaskan elektron yang tereksitasi oleh cahaya, ke rantai transport elektron kedua, yang meneruskannya ke feredoksin (Fd), yaitu suatu protein yang mengandung besi. Enzim yang disebut NADP+-reduktase kemudian mentransfer elektron dari Fd ke NADP+. Ini merupakan reaksi redoks, yang menimbun elektron berenergi tinggi di dalam NADPH, yaitu suatu molekul yang menyediakan tenaga pereduksi untuk sintesis gula di dalam siklus Calvin. LINTASAN ELEKTRON SIKLIK :

Sumber : Campbell dan Reece, 2002 : 187 Elektron yang tereksitasi cahaya dari fotosistem I, kadangkadang melintas kembali dari Feredoksin (Fd = Ferredoxin) ke klorofil melalui kompleks sitokrom dan plastosianin (Pc=Plastocyanin).

22

Elektron

ini

menambah

persediaan

ATP

tetapi

tidak

memproduksi NADPH. Bayang-bayang dari lintasan elektron non siklik, termasuk juga dalam diagram ini, untuk membandingkan dengan jalur lintasan siklik. Kedua molekul Feredoksin yang terlihat dalam diagram ini, pada kenyataannya hanya satu dan sama, yaitu pembawa (karrier) elektron terakhir dalam rantai transport elektron (electron transport chain) dari fotosistem I.

KLOROPLAS

Berupa suatu organella bermembran rangkap dua berbentuk buah semangka, berukuran antara 2-4 m kali 4-7 m

Banyak

diketemukan

terutama

di

dalam

sel

mesofil

(mesophyll),

Satu tipe sel mesofil mengandung 30-40 kloroplas Ada sekitar setengah juta kloroplas per mm2 permukaan daun Dalam kloroplas terdapat : Grana (Tunggal : Granum) Yaitu tumpukan lempengan tilakoid (thylakoid) Mengandung klorofil (chlorophyll) Merupakan tempat berlangsungnya reaksi terang Stroma

23

Yaitu suatu fluida kental, yang berada di dalam kloroplas yang menyelimuti membran tilakoid Merupakan tempat berlangsungnya siklus Calvin

B. KEMIOSMOSIS
Merupakan mekanisme pembentukan ATP Berlangsung pada kloroplas dan mitokondria
Pada Kloroplas

Dinamakan fotofosforilasi Mentransformasi energi cahaya menjadi energi kimia Dikendalikan oleh membran tilakoid
Pada Mitokondria

Dinamakan fosforilasi oksidatif Mentransfer energi kimia dari molekul makanan menjadi ATP Dikendalikan oleh membran mitokondria dengan memompa proton dari matrik mitokondria keluar ke ruang inter membran

Model Alur Perbandingan Kemiosmosis di dalam Mitokondria dan di dalam Kloroplas :

24

Sumber : Campbell dan Reece, 2002 : 188

Di dalam kedua macam organella, rantai transport elektron memompa proton (H+) melintasi sebuah membran dari satu daerah yang konsentrasi H+ rendah (berwarna koklat muda dalam diagram ini) ke daerah berkonsentrasi H+ tinggi (berwarna coklat tua).

Proton ATP.

kemudian

berdiffusi

kembali

melewati

membrana

dengan perantaraan ATP-sintase, untuk mengendalikan sintesis

Diagram ini memperlihatkan daerah berkonsentrasi H+ tinggi dan rendah di dalam kedua organella.

C. FASE

TERANG

DAN

FASE

GELAP

(SIKLUS

CALVIN)
FASE TERANG
25

Berlangsung tilakoid

di dalam grana, tepatnya pada membran

Mengkonversi energi cahaya menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH Dikendalikan oleh cahaya
Mengendalikan transfer elektron dan hidrogen dari air ke

NADP+
Mereduksi NADP+ menjadi NADPH

Mengubah ADP menjadi ATP (Fotofosforilasi)


Memfotolisis H2O Menghasilkan O2

Melibatkan

Fotosistem

I,

Fotosistem

II,

Sitokrom,

Plastoquinon (Pc), Plastosianin (Ps), dan Feredoxin (Fd) Model Alur Reaksi Terang dan Kemiosmosis (Pengaturan oleh Membran Tilakoid) :

Sumber : Campbell dan Reece, 2002 :189

26

Diagram ini memperlihatkan suatu model alur reaksi terang dan kemiosmosis oleh membran tilakoid. Tanda panah emas menelusuri aliran elektron non siklik yang garis besarnya telah disajikan pada Gambar 10. Pada saat elektron melintas dari karier ke karier dalam reaksi redox, ion hidrogen yang dilepaskan dari stroma, ditumpuk di dalam ruang tilakoid, yang menyimpan energi sebagai sebuah gaya penggerak proton (gradien H+). Setidak-tidaknya tiga tahapan reaksi terang berkontribusi terhadap gradien proton. (1) Air diuraikan oleh fotosistem II pada sisi membran yang berhadapan dengan ruang tilakoid. (2) Pada saat Plastokuinon (Pq), yaitu suatu karier yang mobil, mentransfer elektron ke kompleks sitokrom, maka proton ditranslokasikan melintasi membran. (3) Sebuah ion hidrogen dilepaskan dari stroma, pada saat ion hidrogen tersebut diambil oleh NADP+. Diffusi H+ dari ruang tilakoid ke stroma (sepanjang gradien konsentrasi H+), mengaktifkan ATPsintase. Reaksi yang dikendalikan oleh cahaya ini, menyimpan energi kimia dalam bentuk NADPH dan ATP, yang membolak-balikan energi ke siklus Calvin yang menghasilkan gula.

FASE GELAP (SIKLUS CALVIN)

Berlangsung di dalam stroma Memfiksasi CO2 dan mereduksi karbon yang terfiksasi menjadi karbohidrat dalam bentuk Gliserida - 3 - Phosfat (G-3-P)

Menggunakan ATP sebagai sumber energi Menggunakan NADPH sebagai tenaga pereduksi ATP dan NADPH merupakan hasil dari reaksi terang

27

Terdiri dari tiga tahapan : 1) Fiksasi Karbon 2) Reduksi


3) Regenerasi RuBP (akseptor CO2)

TIGA FASE SIKLUS CALVIN :


1) Fiksasi karbon Fiksasi molekul CO2 oleh RuBP

Melibatkan enzim RuBP Karboksilase (rubisco) Menghasilkan dua molekul gula 3-fosfogliserat (3-PGA)
Ada tiga mekanisme : C3, C4, dan CAM 2) Reduksi

Penambahan gugus fosfat dari ATP ke 3-fosfogliserat menjadi 1,3-difosfogliserat (1,3-PGA) Reduksi 1,3-difosfogliserat (1,3-PGA) menjadi Gliserida-3Phospat (G3P) oleh sepasang elektron dari NADPH Membutuhkan 6 ATP dan 6 NADPH Hasilnya berupa G3P
3) Regenerasi RuBP (akseptor CO2)

Mengubah G3P menjadi RuBP Membutuhkan 3 ATP

DIAGRAM SIKLUS CALVIN

28

Sumber : Campbell dan Reece, 2002 :190 Diagram Siklus Calvin : Diagram ini menelusuri atom karbon (bola abu-abu) yang mengikuti siklus Calvin. Ketiga fase dari siklus Calvin menjelaskan fase-fase yang didiskusikan di dalam modul ini.

Untuk setiap tiga molekul CO2 yang memasuki siklus Calvin; hasil bersihnya adalah satu molekul gliseraldehid-3-fosfat (G3P).

Untuk setiap G3P yang disintesis, siklus Calvin menghabiskan sembilan molekul ATP dan enam molekul NADPH.

29

Reaksi terang melanjutkan siklus Calvin dengan menghasilkan kembali ATP dan NADPH.

Fase 1 : Fiksasi Karbon.

Siklus Calvin, menggabungkan masing - masing molekul CO2, dengan mengikatkannya ke gula berkarbon-5 yang disebut Ribulose Biphosphat (RuBP). Enzim yang mengkatalisis tahapan pertama ini, adalah RUBP-karboksilase atau disingkat rubisko (rubisco). (Ini adalah suatu protein yang sangat berlimpah di dalam kloroplas, dan mungkin protein yang paling melimpah di bumi).

Hasil dari reaksi ini, berupa intermediet gula berkarbon-6, bersifat tidak stabil, dan segera terurai menjadi dua molekul gula berkarbon-3, yaitu 3-fosfogliserat (3-PGA = 3 Phospho Glycerate) untuk masing-masing CO2.

Fase 2 : Reduksi 1,3-bifosfogliserat menjadi G3P.

Setiap molekul 3-fosfogliserat menerima penambahan gugusan fosfat dari ATP, menjadi 1,3-bifosfogliserat. gliseraldehid 3 Kemudian, fosfat sepasang elektron yang diperoleh dari NADPH mereduksi 1,3bifosfogliserat menjadi (G3P=Glyceraldehyde 3 Phosphate). Khususnya, elektron dari NADPH mereduksi gugusan karboksil dari 3-fosfogliserat menjadi gugusan karbonil dari G3P, yang menyimpan energi potensial yang lebih tinggi.

G3P adalah suatu gula (sama-sama merupakan gula berkarbon3) yang dibentuk dalam glikolisis, dengan menguraikan glukosa. Perhatikan pada Gambar 15, bahwa dari setiap tiga molekul CO2 dihasilkan enam molekul G3P. Tetapi hanya satu molekul G3P yang dapat dihitung sebagai perolehan bersih karbohidrat.

30

Siklus dimulai dengan 15 karbon yang seimbang dengan karbohidrat dalam bentuk tiga molekul RuBP, yaitu gula yang berkarbon-5. Sekarang ada 18 karbon yang seimbang dengan karbohidrat dalam bentuk enam molekul G3P. Satu molekul akan meninggalkan siklus, untuk digunakan oleh sel tanaman; tetapi yang lima molekul lainnya harus digunakan lagi untuk membuat kembali tiga molekul RuBP.

Fase 3 : Regenerasi RuBP, sebagai Akseptor CO2.

Dalam serangkaian reaksi yang rumit, rangka karbon dari lima molekul G3P disusun kembali oleh tahapan akhir dari siklus Calvin menjadi tiga molekul RuBP. Untuk menyempurnakan hal ini, siklus Calvin menghabiskan lagi tiga molekul ATP. RuBP sekarang siap untuk menerima lagi CO2, dan siklus dapat dilanjutkan.

D.LINTASAN C3, C4, DAN CAM


TUMBUHAN C3 Contoh: padi, gandum, kedelai

Melibatkan enzim RuBP karboksilase (rubisco) RuBP sebagai akseptor CO2 Produk awal berupa 3-fosfogliserat 3-PGA (karbohidrat

berkarbon 3) Pada lingkungan hari-hari terang, kering dan panas :


o

Stomata tertutup dan kosentrasi O2 pada daun lebih besar dari konsentrasi CO2

o Terjadi fotorespirasi o Menggunakan cahaya


31

o o

Mengkonsumsi O2 Mengeluarkan CO2

o Tidak memproduksi ATP o Tidak memproduksi makanan o Menurunkan hasil fotosintesis TUMBUHAN C4 Contoh: tebu, jagung

Melibatkan enzim PEP karboksilase (pepco) PEP sebagai akseptor CO2 Produk awal berupa oksal asetat atau malat (karbohidrat berkarbon 4)

Tipe sel fotosintesis :


o Sel seludang pembuluh rapat dan padat untuk fiksasi CO2 o Sel mesofil renggang : untuk pembentukan gula

Meminimalkan fotorespirasi dan meningkatkan produksi gula sehingga lebih efisien

TUMBUHAN CAM Contoh: nenas, kaktus, dan sukulenta dari familia Crassulacea

Stomata membuka pada malam hari CO2 difiksasi pada malam hari dan diubah menjadi asam organik di dalam vakuola sel mesofil

32

Pada siang hari CO2 dilepaskan dari asam organik untuk membuat gula pada kloroplas

Diagram Alur Perbandingan antara Lintasan Fotosintesis C4 dan CAM :

Sumber : Campbell and Reece, 2002 : 192

Kedua adaptasi evolusioner antara C4 dan CAM digambarkan melalui :


1.

Penggabungan pertama dari CO2 menjadi asam organik, diikuti dengan

2.

Pemindahan atau transfer CO2 ke siklus Calvin. lintasan fotosintesis C4 dan CAM adalah solusi

Kedua

evolusioner

atau

pemecahan

perkembangan

terhadap

problema untuk mempertahankan fotosintesis yang stomatanya

33

sebagian besar atau seluruhnya tertutup pada hari-hari yang panas dan kering. Diagram Alur Perbandingan antara Lintasan Fotosintesis C4 dan CAM :

Sumber : Campbell dan Reece, 2002 : 193 Diagram Alur Tinjauan Keseluruhan Fotosintesis :

34

Sumber : Campbell dan Reece, 2002 : 194 Diagram ini menampilkan garis besar reaktan utama dan produk dari reaksi terang dan siklus Calvin yang berlangsung pada kloroplas sel tumbuhan. Keseluruhan kegiatan operasionalnya tergantung kepada

integritas struktur kloroplas dan membrannya. Enzim di dalam kloroplas dan sitosol mengkonversi

gliseraldehid-3-fosfat (G3P), yang merupakan produk langsung dari siklus Calvin, menjadi berbagai senyawa organik lainnya.

35

E. FAKTOR-FAKTOR FOTOSINTESIS

YANG

BERPENGARUH

TERHADAP KECEPATAN DAN HASIL BERSIH

Fotosintesis dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor dari dalam maupun faktor dari luar. Faktor dalam antara lain adalah : 1) umur daun 2) keadaan stomata 3) jenis tumbuhan Faktor luar antara lain adalah : 1) CO2 dan O2 2) Ketersediaan air 3) Kelembaban dan suhu udara 4) Keadaan cahaya Selain 4 faktor tersebut, bahan-bahan beracun juga akan mempengaruhi fotosintesis. Misalnya herbisida, tumpahan minyak dan air sabun, logamlogam berat, dsb. Menurut warna cahayanya, cahaya matahari terdiri atas 7 jenis warna sinar. Bukti bahwa cahaya matahari tersusun atas bermacam-macam warna sinar dapat kita lihat pada peristiwa pelangi. Ke tujuh warna sinar memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda. Berdasar urutan panjang gelombangnya dari panjang ke pendek adalah meliputi sinar merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Tetapi tidak semua jenis sinar tersebut dimanfaatkan atau diserap secara optimal oleh tumbuhan. Klorofil menyerap semua warna sinar, kecuali sinar hijau. Sinar yang paling

36

banyak diserap untuk fotosintesis adalah sinar merah ( 700 nm) dan biru ( 450nm). Jenis sinar yang lain juga diserap energinya walaupun dalam tingkat yang lebih rendah. Sinar hijau justru dipantulkan oleh klorofil, sehingga daun tampak berwarna hijau.

Untuk fotosintesis dibutuhkan intensitas cahaya minimal tertentu. Pada intensitas cahaya yang kurang, fotosintesisnya akan lambat. Sebaliknya, pada intensitas yang lebih tinggi, fotosintesis akan lebih cepat. Hal itu nyata, terutama pada tumbuh-tumbuhan rumput, seperti jagung, tebu dan golongan rumput yang lain. Kadar CO2 juga menjadi O2 faktor justru penting. akan Fotosintesis menghambat

cenderung meningkat bila kadar CO2-nya lebih tinggi. Sebaliknya, fotosintesis. keberadaan

37

BAB III PERTANYAAN DAN JAWABAN


1. Jelaskan peran cahaya dan kloroplas dalam fotosintesis! Jawaban :

Interaksi cahaya dengan kloroplas = daun berwarna hijau


Molekul cahaya pigmen biru dari kloroplas, cahaya mengabsorpsi dan (menyerap)

dan

merah,

merefleksikan (meneruskan)

(memantulkan) cahaya hijau. Inilah sebabnya

ataupun

mentransmisikan

daun

kelihatan

hijau,

karena

daun

memantulkan atau meneruskan warna hijau ke mata kita.

Cahaya yang paling efektif dalam fotosintesis, adalah cahaya biru dan merah, sesuai dengan cahaya yang diserap oleh molekul pigmen klorofil. Cahaya matahari merupakan sumber energi utama fotosintesis.

Albert yaitu :

Einstein

menyebut

energi

matahari

sebagai

foton

(kuantum). Cahaya mempengaruhi fotosintesis dalam tiga hal, (1) intensitas (2) lama pencahayaan
38

(3) warna cahayanya Menurut warna cahayanya, cahaya matahari terdiri atas 7 jenis warna sinar. Bukti bahwa cahaya matahari tersusun atas bermacam-macam warna sinar dapat kita lihat pada peristiwa pelangi. Ke tujuh warna sinar memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda. Berdasar urutan panjang gelombangnya dari panjang ke pendek adalah meliputi sinar merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Tetapi tidak semua jenis sinar tersebut dimanfaatkan atau diserap secara optimal oleh tumbuhan. Klorofil menyerap semua warna sinar, kecuali sinar hijau. Sinar yang paling banyak diserap untuk fotosintesis adalah sinar merah ( 700 nm) dan biru ( 450nm). Jenis sinar yang lain juga diserap energinya walaupun dalam tingkat yang lebih rendah. Sinar hijau justru dipantulkan oleh klorofil, sehingga daun tampak berwarna hijau.

2. Apa yang dimaksud dengan kemiosmosis? Jawaban : Merupakan mekanisme pembentukan ATP Berlangsung pada kloroplas dan mitokondria
Pada Kloroplas

Dinamakan fotofosforilasi Mentransformasi energi cahaya menjadi energi kimia Dikendalikan oleh membran tilakoid
Pada Mitokondria

Dinamakan fosforilasi oksidatif Mentransfer energi kimia dari molekul makanan menjadi ATP

39

Dikendalikan oleh membran mitokondria dengan memompa proton dari matrik mitokondria keluar ke ruang inter membran

3. Jelaskan perbedaan kemiosmosis antara di dalam kloroplas dan di dalam mitokondria! Jawaban :
Pada Kloroplas

Dinamakan fotofosforilasi Mentransformasi energi cahaya menjadi energi kimia Dikendalikan oleh membran tilakoid
Pada Mitokondria

Dinamakan fosforilasi oksidatif Mentransfer energi kimia dari molekul makanan menjadi ATP Dikendalikan oleh membran mitokondria dengan memompa proton dari matrik mitokondria keluar ke ruang inter membran
4. a) Apa yang dimaksud dengan reaksi terang?

b) Jelaskan apa yang terjadi pada reaksi terang! Jawaban : a. Reaksi terang :

Suatu reaksi yang berlangsung di dalam grana, tepatnya pada membran tilakoid, mengkonversi energi cahaya menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH dan dikendalikan oleh cahaya.

Berlangsung

di

sepanjang

membran

tilakoid

dan

menggunakan energi cahaya

Mengkonsumsi ion hidrogen dari penguraian air, ADP dan NADPH+ hasil siklus Calvin
40

Menghasilkan ATP dan NADPH untuk siklus Calvin

b. Yang terjadi di reaksi terang adalah : (1) Air diuraikan oleh fotosistem II pada sisi membran yang berhadapan dengan ruang tilakoid. (2) Pada saat Plastokuinon (Pq), yaitu suatu karier yang mobil, mentransfer elektron ke kompleks sitokrom, maka proton ditranslokasikan melintasi membran. (3) Sebuah ion hidrogen dilepaskan dari stroma, pada saat ion hidrogen tersebut diambil oleh NADP+. Diffusi H+ dari ruang tilakoid ke stroma (sepanjang Reaksi gradien yang konsentrasi dikendalikan H+), oleh mengaktifkan ATP-sintase.

cahaya ini, menyimpan energi kimia dalam bentuk NADPH dan ATP, yang membolak-balikan energi ke siklus Calvin yang menghasilkan gula.

5. a) Apa yang dimaksud dengan reaksi gelap (Siklus Calvin)? b) Jelaskan apa yang terjadi pada reaksi gelap (Siklus Calvin)! c) Jelaskan perbedaan antara reaksi terang dan gelap reaksi (Siklus Calvin)! Jawaban :

a)

Reaksi gelap adalah reaksi yang berlangsung di dalam

stroma, memfiksasi CO2 dan mereduksi karbon yang terfiksasi menjadi karbohidrat dalam bentuk Gliserida - 3 - Phosfat (G-3P).

Siklus

Calvin

(Mengkonversi

CO2

menjadi

gula

dengan

menggunakan ATP dan NADPH)

41

Berlangsung di dalam stroma dan memfiksasi CO2 dari atmosfir

Mengkonsumsi ATP dan NADPH hasil reaksi terang Menghasilkan ADP dan NADPH untuk reaksi terang Hasil akhir bersih berupa gula (CH2O)

b) Yang terjadi dalam reaksi gelap adalah : TIGA FASE SIKLUS CALVIN :
1) Fiksasi karbon Fiksasi molekul CO2 oleh RuBP

Melibatkan enzim RuBP Karboksilase (rubisco) Menghasilkan dua molekul gula 3-fosfogliserat (3-PGA)
Ada tiga mekanisme : C3, C4, dan CAM 2) Reduksi

Penambahan gugus fosfat dari ATP ke 3-fosfogliserat menjadi 1,3-difosfogliserat (1,3-PGA) Reduksi 1,3-difosfogliserat (1,3-PGA) menjadi Gliserida-3Phospat (G3P) oleh sepasang elektron dari NADPH Membutuhkan 6 ATP dan 6 NADPH Hasilnya berupa G3P
3) Regenerasi RuBP (akseptor CO2)

Mengubah G3P menjadi RuBP Membutuhkan 3 ATP

42

c) perbedaan reaksi gelap dan reaksi terang : FASE TERANG Berlangsung tilakoid Mengkonversi energi cahaya menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH Dikendalikan oleh cahaya
Mengendalikan transfer elektron dan hidrogen dari air ke

di dalam grana, tepatnya pada membran

NADP+
Mereduksi NADP+ menjadi NADPH

Mengubah ADP menjadi ATP (Fotofosforilasi)


Memfotolisis H2O Menghasilkan O2

Melibatkan

Fotosistem

I,

Fotosistem

II,

Sitokrom,

Plastoquinon (Pc), Plastosianin (Ps), dan Feredoxin (Fd)

FASE GELAP (SIKLUS CALVIN)

Berlangsung di dalam stroma Memfiksasi CO2 dan mereduksi karbon yang terfiksasi menjadi karbohidrat dalam bentuk Gliserida - 3 - Phosfat (G-3-P)

Menggunakan ATP sebagai sumber energi Menggunakan NADPH sebagai tenaga pereduksi ATP dan NADPH merupakan hasil dari reaksi terang

43

Terdiri dari tiga tahapan : 1) Fiksasi Karbon 2) Reduksi


3) Regenerasi RuBP (akseptor CO2)

6. a) Jelaskan mengenai lintasan C3,C4, dan CAM! b) Jelaskan perbedaan antara tanaman C3, C4, dan CAM! c) Sebutkan contoh-contoh tanaman yang termasuk lintasan C3, C4, dan CAM! Jawaban : a. lintasan C4:
o o

CO2 masuk melalui pori2 daun ke sel mesofil CO2 bergabung dengan fosfoenolpyruvat

oksaloasetat
o o o o

Oksaloasetat direduksi

malat + NADPH

Malat masuk ke sel boundle- sheath Di sel boundle- sheath, malat bifosfat CO2 + pyruvat

CO2 masuk ke siklus Calvin bereaksi dg ribulosa 1,5 Pyruvat kembali ke sel mesofil

b. perbedaan tanaman : TUMBUHAN C3 Contoh: padi, gandum, kedelai

Melibatkan enzim RuBP karboksilase (rubisco) RuBP sebagai akseptor CO2

44

Produk

awal

berupa

3-fosfogliserat

3-PGA

(karbohidrat

berkarbon 3) Pada lingkungan hari-hari terang, kering dan panas :


o

Stomata tertutup dan kosentrasi O2 pada daun lebih besar dari konsentrasi CO2

o Terjadi fotorespirasi o Menggunakan cahaya


o o

Mengkonsumsi O2 Mengeluarkan CO2

o Tidak memproduksi ATP o Tidak memproduksi makanan o Menurunkan hasil fotosintesis TUMBUHAN C4 Contoh: tebu, jagung

Melibatkan enzim PEP karboksilase (pepco) PEP sebagai akseptor CO2 Produk awal berupa oksal asetat atau malat (karbohidrat berkarbon 4)

Tipe sel fotosintesis :


o Sel seludang pembuluh rapat dan padat untuk fiksasi CO2 o Sel mesofil renggang : untuk pembentukan gula

45

Meminimalkan fotorespirasi dan meningkatkan produksi gula sehingga lebih efisien TUMBUHAN CAM Contoh: nenas, kaktus, dan sukulenta dari familia

Crassulacea

Stomata membuka pada malam hari CO2 difiksasi pada malam hari dan diubah menjadi asam organik di dalam vakuola sel mesofil

Pada siang hari CO2 dilepaskan dari asam organik untuk membuat gula pada kloroplas

c. Contoh tanaman o Tanaman C3 : padi, gandum, kedelai o Tanaman C4 : tebu, jagung o Tanaman CAM : nenas, kaktus, dan sukulenta dari familia Crassulaceae
7. Jelaskan

faktor-faktor

(faktor

dalam

dan

luar)

yang

mempengaruhi kecepatan fotosintesis! Jawaban : Fotosintesis dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor dari dalam maupun faktor dari luar. Faktor dalam antara lain adalah : 1) umur daun 2) keadaan stomata 3) jenis tumbuhan Faktor luar antara lain adalah : 1) CO2 dan O2
46

2) Ketersediaan air 3) Kelembaban dan suhu udara 4) Keadaan cahaya Selain 4 faktor tersebut, bahan-bahan beracun juga akan mempengaruhi fotosintesis. Misalnya herbisida, tumpahan minyak dan air sabun, logamlogam berat, dsb. 8. Apa yang dimaksud hasil bersih fotosintesis? Jawaban : Yang dimaksud dengan hasil bersih fotosintesis adalah C6H12O6 +
O2.

C6H12O6 : Zat gula hasil fotosintesis digunakan untuk sumber energi, cadangan makanan, atau menjadi bahan baku untuk menyusun zat-zat penting lain. O2 : gas yang dihasilkan untuk manusia bernapas.

47

DAFTAR PUSTAKA
Ade Salimah. 2003. Fotosintesis. Inovasi Modul Mata Kuliah Biologi. Program Terpadu Basic Science Universitas Padjadjaran. Salisbury, F.B. dan C.N. Ross. 1992. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2 (Terjemahan). Penerbit ITB Bandung.

48