Anda di halaman 1dari 5

Formula 1 Cera alba (basis gol malam) TEA Oil olivarum (basis minyak tumbuhan) Aqua ad Formula 2 Asam

stearat (basis) gol asam lemak Gliceryn (zat pengental/pelembab) Cera alba (basis gol. Malam ) Ol olivae (basis minyak tumbuhan) Aqua Ekstrak Koh (pngawet) Formula 3 Ol cocos (basis minyak tumbuhan) Vaselin flavum (basis hidrokarbon) Cera alba(basis gol malam ) Fomula 4 Paraffin (pelembab/ basis hidrokarbon) Vaselin flavum (basis/ basis hodrokarbon)

Aqua Formula Oleum cocos 30% (basis minyak tumbuhan ) Emulgid 7.5% (pengemulsi/ basis mono/digliserida) Aqua 15 % ad 100 gr Formula Paraffin 30% (pelembab/basis hidrokarbon) Emulgid 7.5% (pengemulsi/basis mono/digliserida) Aqua (zat pembawa) Oleum olivarum 30% (basis minyak tumbuhan) Tween 80 5% (pengawet/ zat pengemulsi) span 80 8% (pengawet /zat pengemulsi) cetil alcohol 15% (penemulsi) aqua formula paraffin 30% (pelembab/basis hidrokarbon) Na-lauril sulfat 5% (antioksidan ) Cetosteril alcohol 10%(1:9) (peningkat penetrasi) Aqua Formula

Oleum cocos 30% (basis minyak tumbuhan) Na-lauril sulfat (antioksidan): cetosteril alcohol (peningkat penetrasi)(1;9)5% 10% Aqua

Usulan Formula Zat pengemulsi : emulgid 7.5%/ cetil alcohol 15% Zat peningkat penetrasi : cetosteril alcohol 5%

Pelembab : paraffin cair 15% Basis : vaselin flavum 25% Antioksidan : Na-metabisulfat 0.05% / Na-lauril sulfat 5% Pengawet : metil paraben (nipagin) 0.12% Zat pembawa : aquadest 100% Ekstrak 10%,20%,30%

a. Pelembab : Parafin Liquidum Penggunaan pelembab dalam formula sedian krim dimaksudkan untuk meningkatkan kelembaban, sehingga membuat sediaan tersebut lebih mudah diterima oleh permukaan tubuh (kulit) dan waktu penetrasi sediaan meningkat. Konsentrasi umum dari paraffin cair yang biasa digunakan sebagai pengompleks 30%, dalam formula sediaan digunakan 15%, untuk mengoptimalkan fungsi paraffin cair sebagai pelembab. Sebagai pengompleks paraffin juga dapat digunakan sebagai emollient yang dapat meningkatkan waktu kontak dengan permukaan tubuh. b. Basis : vaselin flavum Dalam praktikum ini, praktikan membuat sediaan krim dengan menggunakan basis vaselin flavum. Basis ini dirasa sesuai karena tidak melalui proses bleaching seperti vaselin album, sehingga tidak perlu khawatir adanya zat yang tertinggal dalam basis yang dapat menyebabkan iritasi. Berdasarkan literatur (HANDBOOK OF PHARMACEUTICAL EXCIPIENT, hala.421) basis yang digunakan adalah 10-30%, dimana pada formula digunakan konsentrasi sebesar 25%. c. Antioksidan : Natrium Metabisulfit 0,05% Dalam formula sediaan digunakan basis vaselin flavum untuk membuat sediaaan krim tipe air dalam minyak, sehingga perlu ditambahkan antioksidan dalam formula sediaan untuk mencegah terjadinya reaksi oksidasi yang dapat menyebabkan

ketengikan pada sediaan. Antioksidan yang digunakan dalam formula sediaan adalah natrium metabisulfit dengan konsentrasi 0,05, dimana dalam literatur (HANDBOOK OF PHARMACEUTICAL EXCIPIENT, hal.571-572) disebutkan bahwa natrium metabisulfit yang digunakan sebagai antioksidan dalam konsentrasi 0,01-1%. d. Melarutkan zat pembawa : Aquadest Dalam formula sediaan digunakan bahan pembawa aquadest, untuk mempermudah absorpsi bahan aktif kedalam tubuh a. Peningkat penetrasi : Cetosteril Alkohol Dalam formula sediaan krim, perlu ditambahkan bahan untuk meningkatkan viskositas, yang dapat mempengaruhi waktu penetrasi kedalam kulit. Viskositas yang tinggi dapat meningkatkan waktu penetrasi kedalam kulit, sehingga akan menghasilkan efek terapi yang lebih cepat. Dalam formula sediaan, praktikan menggunakan Cetyl Alkohol sebagai bahan peningkat penetrasi, dengan konsentrasi sebesar 5%. Pengawet Benzalkonium klorida sangat mudah larut dalam air dan etanol, bentuk anhidrat mudah larut dalam benzena dan agak sukar larut dalam eter. Dosis : 0.01-0.1 %. Zat/sediaan dikhawatirkan terkontaminasi oleh adanya mikroba Sediaan tetes mata steril yang stabil secara biologi, Sehingga diberi zat pengawet. Benzalkonium klorida Merupakan pengawet yang biasa digunakan untuk pembuatan tetes mata steril