Anda di halaman 1dari 25

KERATITIS

Resi Gunawan Madya pratama Milah Lestari Kurnia Nurmasari Delila Rola Wanda Tari N Risty Rachmani B.

Identitas Pasien
Nama : Ny. E.H No. RM : 417695 Umur : 37 Tahun Jenis Kelamin : Perempuan Pekerjaan : Ibu rumah tangga Alamat :Ciraden Jelegong RT 03/17 Kec. Kutawaringin, Kab.Bandung

Anamnesis
Keluhan Utama: Rasa berpasir pada mata kanan Sejak 4 bulan yang lalu pasien mengeluh rasa berpasir pada mata kanan. Keluhan disertai nyeri yang menjalar hingga ke kepala, disertai dengan rasa panas, mata berair terutama saat bangun tidur serta rasa sulit membuka mata, rasa sangat silau saat ada cahaya sampai tidak dapat melihat. Keluhan juga disertai buram saat membaca. Sebelum keluhan nyeri pada mata timbul, pasien sering mengeluhkan mata gatal. Karena keluhan gatal tersebut, pasien sering mengucek-ngucek mata sampai merah. Rasa gatal timbul terutama saat pasien menyapu rumah.

Semenjak keluhan timbul, pasien telah berobat ke puskesmas dan diberi obat tetes mata cendo (pasien lupa nama obat), salep khloramfenikol. Karena keluhan tidak membaik, pasien sering membeli obat tetes mata di warung, menggosokgosok dengan bawang merah. Riwayat hipertensi (-), gula (-), alergi (+) , trauma pada mata (-). Riwayat TB (-), dan infeksi pada gigi (-), riwayat penggunaan obat kortikosteroid (-). Riwayat keluhan serupa pada keluarga (+) yaitu paman.

Pemeriksaan fisik eksternal bola mata:


OD OS

Pemeriksaan Fisik
Posisi bola mata
Gerak bola mata Tekanan intra okular Palpebra superior

Orthothropia
Normal Normal Tenang

Orthothropia
Normal Normal Tenang

Tenang
Tenang Tenang Injeksi silier (+)

Palpebra inferior
Konjungtiva tarsalis superior Konjungtiva tarsalis inferior Konjungtiva bulbi

Tenang
Tenang tenang Normal

Jernih
Sedang Isokor, RC D/I (+)

Kornea
Kamera okuli anterior Pupil

Jernih
Sedang Isokor, RC D/I (+)

Sinekia (-)
jernih

Iris
Lensa

Sinekia (-)
Jernih

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan visus OD : 20/30 false 2 OS : 20/25 false 1 Pemeriksaan Slit Lamp: Ditemukan infiltrat pada limbus OD arah jam 11 sampai jam 2

RESUME
Seorang wanita berusia 37 tahun dengan pekerjaan sebagai IRT datang dengan kelihan rasa berpasir di mata sejak 4 bulan yang lalu. Keluhan disertai nyeri yang menjalar hingga ke kepala, rasa panas di sekitar mata, epifora (+) terutama saat bangun tidur, fotofobia (+), blefarospasme (+), buram saat membaca (+). Sebelum keluhan nyeri pada mata timbul, pasien sering mengeluhkan mata gatal. Karena keluhan gatal tersebut, pasien sering mengucek-ngucek mata sampai merah. Rasa gatal timbul terutama saat pasien membersihkan rumah. Semenjak keluhan timbul, pasien telah berobat ke puskesmas dan diberi obat tetes mata cendo (pasien lupa nama obat), salep khloramfenikol. Karena keluhan tidak membaik, pasien sering membeli obat tetes mata di warung, menggosok-gosok dengan bawang merah. Riwayat alergi (+) Riwayat keluhan serupa pada keluarga (+) yaitu paman.

Pemeriksaan fisik: - Pemeriksaan Eksternal Bola Mata OD : - injeksi silier (+) - gambaran infiltrat (+), batas tegas - Pemeriksaan Visus OD : 20/30 false 2 - Pemeriksaan Slit Lamp OD : gambaran infiltrat (+) di limbus arah jam 11 sampai jam 2

Diagnosis Banding
Keratitis Infiltrat Marginalis e.c alergi Keratokonjungtivitis sicca Keratokonjungtivitis vernalis

Diagnosis Kerja
Keratitis Infiltrat Marginalis e.c Alergi

Usulan Pemeriksaan
Tes fluoresensi

Penatalaksanaan
Umum
Menghindari alergen pencetus Hindari mengucek-ngucek mata Hindari pemakaian obat tetes mata warung tanpa resep dokter Menggunakan kacamata pelindung

Khusus
Tetes mata antibiotik : cendo xitrol ed 6 x 1 tetes (OD) Atropin ed 3x1 tetes OD

Prognosis
Quo ad vitam : Ad bonam Quo ad functionam : Dubia ad bonam

PEMBAHASAN
Epidemiologi keratitis berdasarkan rasio gender adalah sebanding antara laki-laki dan perempuan. Berdasarkan usia, tidak dijelaskan secara spesifik. Berdasarkan jenis pekerjaan, keratitis dipengaruhi oleh jenis pekerjaan atau lingkungan. Misal, seseorang yang memiliki mata pencaharian bertani lebih cenderung terkena keratitis fungal. Pasien ini bekerja sebagai ibu rumah tangga dengan riwayat alergi (+), sehingga setiap pasien melakukan pekerjaan rumah (menyapu), keluhan selalu timbul akibat paparan debu.

Pasien datang dengan keluhan mata terasa berpasir, nyeri (+), epifora (+), blepharospasme (+), fotofobia (+) Gejala tersebut diatas termasuk kedalam trias Keratitis yaitu: Epifora, blepharospasme dan fotofobia.

1. Fotofobia yang terjadi pada penyakit kornea adalah akibat dari kontraksi iris yang meradang sehingga mengakibatkan rasa nyeri dan rasa silau. 2. Rasa nyeri yang dirasakan pasien disebabkan oleh karena kornea dipersarafi oleh serabut saraf ciliaris longus yang berasal dari n. Nasolakrimalis percabangan dari n.V1 lebih sensitif. Rasa nyeri diperberat oleh gerak palpebra, terutama palpebra superior.

3. Penglihatan kabur disebabkan oleh terdapat lesi pada kornea. Kornea berfungsi sebagai jendela bagi mata dan membiaskan berkas cahaya. Hal ini terutama dirasakan pasien dengan lesi kornea yang terletak di sentral. 4. Sensasi berpasir pada mata dirasakan akibat infiltrat yang bergesekan dengan palpebra superior.

Salah satu faktor resiko terjadinya keratitis adalah penggunaan kortikosteroid dalam jangka waktu panjang dan tanpa resep dokter (dapat dibeli secara bebas).

Patofisiologi
Peradangan
Sel stroma bertindak sebagai makrofag Makrofag melepaskan mediator inflamasi

Terbentuk infiltrat

Infiltrasi leukosit, PMN dan sel plasma

Dilatasi pembuluh darah di limbus injeksi PD kornea

Diagnosis Kerja
Berdasarkan anamnesis, ditemukan gejala trias keratitis yaitu epifora, fotofobia dan blepharospasme yang disertai sensasi berpasir pada mata dan nyeri. Berdasarkan pemeriksaan fisik eksternal bola mata ditemukan injeksi silier (+) dan gambaran infiltrat. Pemeriksaan visus didapatkan VOD Pemeriksaan slit lamp didapatkan gambaran infiltrat di daerah limbus.

Pasien yang datang dengan keluhan sensasi berpasir pada mata dapat didiagnosis banding dengan:
Keratitis Keratokonjungtivitis

Pada Keratokonjungtivitis sicca, pasien akan mengeluhkan mata berpasir, silau, penglihatan kabur, gatal dan mata kering. Pada pemeriksaan fisik eksternal, konjungtiva bulbi hiperemis, mikrofilamen. Pada keratokonjungtivitis vernalis, pasien akan mengeluh gatal, mata merah dan berair serta silau (fotofobia), kotoran mata yang lengket dan kental. Pemeriksaan fisik eksternal ditemukan Dennie-Morgan folds dan Hertoge sign. Pada konjungtiva, ditemukan papilla hiperemia dan edema (cobblestones appearance), ditemukan trantas dots apabila mengenai limbus.

Terapi
Pada pasien ini diberikan terapi tetes mata yang mengandung antibiotik dan kortikosteroid dengan tujuan untuk meredakan peradangan yang terjadi dan mencegah infeksi sekunder. Diberikan pula atropin sulfat untuk merelaksasikan iris sehingga mengurangi rasa nyeri dan mencegah sinekia.

Prognosis
Quo ad vitam : Ad bonam Quo ad functionam : Dubia ad bonam
Karena prognosis tergantung dari hasil terapi dan kepatuhan pasien.