Anda di halaman 1dari 11

OLEH : A.A Gede Ika Pradnyana Putra Shelpi Novita K.

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SENAM JANTUNG SEHAT Latar Belakang Terapi aktifitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang dilakukan perawat kepada kelompok lansia yang mempunyai masalah keperawatan yang sama. Aktivitas diguanakan sebagai terapi dan kelompok diguanakan sebagai target asuhan. Di dalam kelompok terjadi dinamika interaksi yang saling bergantung, saling membutuhkan dan menjadi laboratorium tempat lansia melatih perilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku yang maladaptif. Wisma Yasmin adalah salah satu wisma yang terdapat di Panti Werda Gerontik Bahagia. Lansia yang berada di Wisma Yasmin pada umumnya adalah menderita penyakit pada sistem kardiovaskuler dan muskoleskletal. Sebagian besar lansia di Yasmin, aktivitasnya terbatas dan sebagian ada yang dibantu. Dalam kesehariannya, sebagian besar waktu lansia dihabiskan dengan melakukan kegiatan yang tesedia di Panti Werda Gerontik Bahagia dan ada sebagian yang hanya didalam kamar saja. Di Yasmin sarana hiburannya terbatas tetapi setiap hari selalu ada kegiatan yang diadakan oleh Panti Werda Gerontik Bahagia sehingga lansia bisa melakukan kegiatan yang ingin dilakukan lansia. Pada lansia terjadi penurunan fungsi tubuh. Berdasarkan hasil survei di lapangan, lansia di ruang Yasmin sebanyak 77 % mengalami gangguan kardiovaskuler dan immobilitas sebanyak 23%. Maka dengan data yang ada kami mahasiswa program profesi UPN Veteran Jakarta akan melakukan terapi aktivitas kelompok (TAK) yaitu senam jantung sehat.

Topik Meningkatkan fungsi kerja jantung serta meningkatkan pergerakan sendi dan mobilisasi. Tujuan Tujuan Umum Lansia mampu mempertahankan kerja jantung Lansia mampu meningkatkan kesehatan jantung melalui senam jantung. Tujuan Khusus Lansia mampu meningkatkan ketahanan dan kesehatan jantung serta peredaran darah jantung. Lansia mampu mempertahankan tekanan darah tetap stabil melalui senam jantung. Lansia merasa tidak bosan dalam melewati hari - harinya di wisma Yasmin. Lansia mampu mempertahankan mobilisasinya. Landasan Teori Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Proses menua merupakan adalah proses sepanjang hidup, tidak hanya dimulai dari suatu waktu tertentu, tetapi dimulai sejak pertumbuhan kehidupan. Menjadi tua merupakan proses alamiah, yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupannya, yaitu anak, dewasa, dan tua. Tiga tahap ini berbeda, baik secara biologis maupun psikilogis. Memasuki usia tua berarti mengalami kemunduran dimana salah satunya seperti pendengaran kurang jelas, penglihatan semakin memburuk. Penurunan sistem kardiovaskuler dapat dipengaruhi oleh hal-hal yang mana salah satunya bisa berakibat penyakit jantung. Dimana seperti kita ketahui gangguan kardiovaskuler seperti hipertensi, gagal jantung kronis, penyakit jantung koroner dan angina pektoris. Biasanya mereka akan

beranggapan merasa tidak berguna dan gampang putus asa, sampai menyebutkan kata mati. Jantung adalah motor dari system peredaran darah. Ia berguna untuk mengantarkan oksigen/ zat asam dari hasil metabolisme ke seluruh organ tubuh yang vital. Selain itu, ia berfungsi membawa sisa metabolitan dari jaringan tubuh untuk di ekresi keluar. Dengan demikian, organ-organ tubuh tersebut hanya bisa tumbuh, berkembang dan menghasilkan tenaga/kekuatan jika mereka mendapakan aliran darah dengan nutrisi yang cukup. Hal ini tidak ada pengecualiannya berlaku juga untuk jantung itu sendiri. Jika jantung dan organ-organ yang vital tidak cukup mendapatkan aliran darah seperti yang diperlukan, misalnya karena adanya penyempitan pembuluh darah. Maka jantung dan organ-organ yang vital tidak bisa memenuhi fungsi/tugasnya sebagaimana mestinya. Senam jantung adalah olahraga yang baik untuk kesehatan jantung. Di Indonesia, senam jantung cukup populer. Bahkan senam jantung sudah dibuat sampai beberapa seri dan cocok digunakan oleh semua orang. Senam jantung bermanfaat memperlancar aliran darah di seluruh tubuh dalam 24 jam. Apalagi saat usia bertambah, performa jantung akan berkurang. Untuk itu, perlu dilakukan perawatan jantung. Senam jantung berperan untuk menjaga kesehatan jantung. Sumbatan pada pembuluh darah biasanya berasal dari kolesterol dan lemak. Inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya berbagai penyakit berat seperti jantung koroner dan stroke. Senam jantung berfungsi untuk meningkatkan peredaran darah. Durasi waktu senam jantung biasanya berlangsung dalam 30 menit. Karena senam jantung memang dibuat khusus untuk membuat jantung sehat, maka gerakan-gerakannya pun dibuat untuk mendukung performa jantung. Gerakan senam jantung akan memacu jantung untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya supaya kebutuhan oksigen tubuh terpenuhi. Jantung dikatakan dalam kondisi baik jika denyut nadinya normal dan stabil. Karena itu, perbaikan denyut nadi juga menjadi salah satu tujuan senam jantung. Untuk menjaga kesehatan jantung, minimal dalam seminggu perlu melakukan dua kali senam jantung sehat. Senam itu pun harus dilakukan secara rutin agar manfaatnya terasa. Karena itu, perlu tekad yang

kuat agar bisa melakukan senam jantung secara terus-menerus. Kelompok adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan satu dengan yang lain, saling bergantung dan mempunyai norma yang sama (Stuart dan Laraia, 2001). Tujuan kelompok adalah membantu anggotanya berhubungan dengan orang lain serta mengubah prilaku yang obstruktif dan maladaptif. Kelompok berfungsi sebagai tempat berbagi pengalaman dan saling membantu satu sama lainnya untuk menemukan cara menyelesaikan masalah. Terapi kelompok adalah metode pengobatan ketika lansia ditemui dalam rancangan waktu tertentu dengan tenaga yang memenuhi persyaratan tertentu. Fokus dari terapi kelompok adalah membuat perubahan sadar diri, peningkatan hubungan interpersonal, membuat perubahan atau ketiganya. Terapi aktifitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang dilakukan perawat kepada sekelompok lansia yang mempunyai masalah keperawatan yang sama. Aktifitas digunakan sebagai terapi dan kelompok digunakan sebagai target asuhan. Dengan TAK itu sendiri memerlukan psikoterapi dengan sejumlah pasien dengan waktu yang sama , manfaat terapi aktivitas kelompok adalah agar lansia dapat kembali belajar bagaimana cara bersosialisasi karena kelompok ini berfungsi sebagai tempat berbagi pengalaman dan membantu satu sama lain untuk menemukan cara menyelesaikan masalah yang diakibatkan oleh paparan stimulus kepadanya. Lansia Kriteria Lansia yang berada di Wisma Yasmin. Proses seleksi Lansia yang termasuk dalam katagori lansia mandiri.

Pengorganisasian

Waktu Hari / tanggal Jam Acara Fase Orientasi Fase Kerja Fase Terminasi Tempat Jumlah pasien Tim terapis Leader Membuka jalannya kegiatan Memperkenalkan diri Menganalisa dan observasi pola komunikasi dalam kelompok Menetapkan tujuan dan peraturan kelompok Membacakan tujuan dan peraturan kelompok sebelum kegiatan dimulai Motivasi kelompok untuk aktif. Memberi reinforcement positif Menyimpulkan keseluruhan aktivitas kelompok Penyaji Mendemonstrasikan senam jantung sehat Co leader Membantu tugas leader Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader Mengingatkan leader bila ada kegiatan yang menyimpang Mengingatkan pemimpin untuk lamanya waktu kegiatan Bersama leader menjadi contoh kerjasama yang baik Fasilitator : Jumat, 30 Nopember 2012 : 09.30-10.15 WIB : 45 menit : 10 menit : 30 menit : 5 menit : Wisma Yasmin : 15 orang

Ikut serta dalam anggota sebagai anggota kelompok Memotivasi anggota kelompok yang kurang atau tidak aktif selama senam berlangsung Menjadi role model selama acara berlangsung Menyiapkan alat/media Observer Ikut serta sebagai anggota kelompok Mengawasi jalannya kegiatan Menilai setiap jalannya kegiatan Metode dan media Metode Demonstrasi Memperagakan senam jantung sehat Media Laptop Sound system Air Minum Stopwacth

Setting

K K K K

P CL F K O L

CL K K K K

F P F F F

L KK K K

F K K K

Keterangan : : Leader : Co leader : Observer : Fasilitator : Lansia : Penyaji

Proses Pelaksanaan

Orientasi Pada saat ini terapis melakukan : Memberi salam terapeutik : salam mulai dari terapis, perkenalan nama dan panggilan terapis. Evaluasi/Validasi : menanyakan perasaan lansia saat ini dan terapis menanyakan tentang sejak kapan lansia mulai tinggal di Wisma Yasmin. Kontrak : Menjelaskan tujuan kegiatan Menjelaskan aturan main tersebut Jika ada lansia yang akan meninggalkan kelompok harus minta ijin kepada terapis Lama kegiatan 45 menit Setiap lansia mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir Jika peserta merasa kurang jelas dengan penjelaskan leader, dapat menanyakan kepada leader dengan menunjuk tangan terlebih dahulu. Peserta hadir di tempat 5 menit sebelum kegiatan berlangsung. Kerja Terapis mengajak lansia untuk saling memperkenalkan diri (nama, dan nama panggilan) dimulai secara berurutan searah jarum jam. Setiap lansia selesai memperkenalkan diri, terapis mengajak semua lansia untuk bertepuk tangan. Terapis menjelaskan mengenai senam jantung sehat baik itu pengertian, manfaat, serta mendemostrasikan. Setelah terapis mendemostrasikan dengan menggunakan musik, lansia memperagakan senam jantung sehat secara bersamaan selama 30 menit. Terapis memberikan pujian kepada lansia setelah melakukan senam jantung sehat, dan mengajak lansia bertepuk tangan.

Terapis dan lansia bernyanyi bersama. Tahap terminasi Evaluasi Mahasiswa menanyakan perasaan lansia setelah mengikuti kegiatan Memberikan pujian atas keberhasilan lansia. Rencana Tindak lanjut Terapis meminta lansia untuk mengulang hal yang sama sesuai dengan jadwal yang disepakati oleh lansia. Kontrak yang akan datang Terapis mengakhiri kegiatan dan mengingatkan kepada lansia untuk melakukan kegiatan yang biasa dilakukan di Panti Werda Gerontik Bahagia. Evaluasi dan Dokumentasi Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dinilai dan dievaluasi adalah kemampuan lansia sesuai dengan tujuan TAK.

Terapi Musik dan Eksplorasi Perasaan No 1. Aspek yang dinilai Mengikuti kegiatan dari awal sampai Nama Klien

2.

akhir Memberi

respons

(ikut

bernyanyi/menari/menggerakan 3. 4. tangan-kaki-dagu sesuai irama Memberi pendapat tentang musik yang didengar Menjelaskan mendengar lagu Petunjuk : Untuk tiap lansia, semua aspek di nilai dengan memberi tanda (check list) jika ditemukan pada lansia atau tanda X jika tidak ditemukan kemampuan yang ditemukan. Jika mendapatkan nilai > 2 berarti lansia aktif, jika nilai 2 berarti lansia tidak aktif. Evaluasi struktur Sebelum melakukan kegiatan kami mengumpulkan referensi setelah itu penulis membaca serta menganalisa kegiatan yang baik untuk lansia di Wisma Yasmin serta berdiskusi dengan penanggung jawab ruangan. Kemudian kami membuat proposal kegiatan dengan proses pengkoreksian atau konsul dengan dosen pembimbing. Setelah di ACC, kami melakukan persiapan untuk pelaksanaan kegiatan kepada lansia di Wisma Yasmin. Kegiatan dilaksanakan dengan beranggotakan 12 orang yaitu sebagai leader : M. Khafi Ikhlas Pambudi, Penyaji: Fitriyani dan Astri Astuti, Co leader : Luci Anna dan Indah Nufrita, Fasilitator : Maya Rodianna, Martina Riska, Sapto Nuryatdi, Nofita Nuryani, Dito Lutfiabri, dan Febi Gagas Pradipta, dan Observer : Febri Siswo Rinanto. Dosen pembimbing : Ns. Chandra, Skep. Setelah kegiatan selesai dilaksanakan kemudian dilanjutkan dengan mengevaluasi kegiatan. Evaluasi proses TAK yang dilakukan di Wisma Yasmin berhasil dilakukan dimana jumlah mahasisiwa yang melakukan TAK berjumlah 12 orang dan pasien yang hadir 22 orang. Acara di mulai dengan salam pembuka, penjelasan topik yang akan perasaan setelah

dilakukan dalam TAK hari ini, dimulai dari leader, co leader, fasilitator, dan observer serta pendokumentasiannya. Peserta aktif dalam mengikuti kegiatan, 80% lansia dapat mengikuti kegiatan sampai selesai, leader dan co leader dapat mengarahkan peserta untuk aktif melaksanakan kegiatan, fasilitator dapat memotivasi peserta untuk aktif menyelesaikan kegiatan, observer dapat melaporkan jalannya kegiatan. Evaluasi hasil Target yang ingin kami capai dalam kegiatan aktivitas kelompok (TAK) yang dilakukan pada hari Selasa, 22 Mei 2012 pukul 09.30 10.15 WIB di Wisma Yasmin. Target yang ingin kami capai dalam pengembangan kemampuan lansia untuk melakukan TAK ini sekitar 80 %. Dengan kriteria hasil : Kemampuan verbal Lansia mampu mengekspresikan isi lagu yang didengar : 80 % Lansia mampu menceritakan pengalaman yang menyenangkan : 80% Lansia mampu mengungkapkan perasaan selama dirawat di wisma : 80% Kemampuan non verbal Lansia terlihat menggerakkan kaki/tangan/dagu sesuai irama lagu : 80% Kontak mata Duduk dengan rapi Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir : 80 % : 80 % : 80 %

Anda mungkin juga menyukai