Anda di halaman 1dari 9

LEARNING OBJECTIVES 1.

Komposisi Penduduk Jumlah seluruh penduduk : 525 jiwa Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin

Jenis Kelamin
48% 52% Laki-laki 250 Perempuan 275

Komposisi penduduk berdasarkan usia

Berdasarkan Usia
Usia Produktif (15-49) Bayi dan balita Usia 6-14 tahun Lansia

15% 12% 15% 58%

Komposisi penduduk berdasarkan tingkat pendidikan


Tamat Perguruan Tinggi 9%

Berdasarkan Tingkat Pendidikan


Tamat SMA 10% Tamat SMP 21% Tamat SD 47%

Tidak sekolah sama sekali 13%

Komposisi berdasarkan pekerjaan

Berdasarkan Pekerjaan
Buruh Tani Wiraswasta PNS Tidak Bekerja

20% 10% 20% 50%

Hasil pendataan penyakit: 1. ISPA 2. Diare : 20% : 15%

3. Hipertensi : 10% -> 60% Ada riwayat keluarga 4. Kelumpuhan : 2% Rumah Semi Permanen : 90 % Rumah Tidak Permanen : 9% Sumber Air Sungai 2. Determinant of health Menurut Teori Blum : 57 %

Dalam konsep Blum ada 4 faktor determinan yang dikaji, masing-masing faktor saling keterkaitan berikut penjelasannya : 1. Perilaku masyarakat

Masyarakat yang berperilaku hidup bersih dan sehat akan menghasilkan budaya menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Beberapa kegiatan yang mungkin kita lakukan seperti: berolah raga, tidur, merokok, minum, dll. 2. Lingkungan Berbicara mengenai lingkungan sering kali kita meninjau dari kondisi fisik.Lingkungan yang memiliki kondisi sanitasi buruk dapat menjadi sumber berkembangnya penyakit.Hal ini jelas membahayakan kesehatan masyarakat kita. Terjadinya penumpukan sampah yang tidak dapat dikelola dengan baik, polusi udara, air dan tanah juga dapat menjadi penyebab. Upaya menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab semua pihak untuk itulah perlu kesadaran semua pihak. Disamping lingkungan fisik juga ada lingkungan sosial yang berperan. Sebagai mahluk sosial kita membutuhkan bantuan orang lain, sehingga interaksi individu satu dengan yang lainnya harus terjalin dengan baik. Kondisi lingkungan sosial yang buruk dapat menimbulkan masalah kejiwaan. 3. Pelayanan kesehatan Kondisi pelayanan kesehatan juga menunjang derajat kesehatan masyarakat.Pelayanan kesehatan yang berkualitas sangatlah dibutuhkan.Masyarakat membutuhkan posyandu, puskesmas, rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya untuk membantu dalam mendapatkan pengobatan dan perawatan kesehatan.Terutama untuk pelayanan kesehatan dasar yang memang banyak dibutuhkan masyarakat.Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia di bidang kesehatan juga mesti ditingkatkan. Puskesmas sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat sangat besar perananya.sebab di puskesmaslah akan ditangani masyarakat yang membutuhkan edukasi dan perawatan primer. Peranan Sarjana Kesehatan Masyarakat sebagai manager yang memiliki kompetensi di bidang manajemen kesehatan dibutuhkan dalam menyusun program-program kesehatan.Utamanya program-program pencegahan penyakit yang bersifat preventif sehingga masyarakat tidak banyak yang jatuh sakit. Banyak kejadian kematian yang seharusnya dapat dicegah seperti diare, demam berdarah, malaria, dan penyakit degeneratif yang berkembang saat ini seperti jantung karoner, stroke, diabetes militus dan lainnya.penyakit itu dapat dengan mudah dicegah asalkan masyarakat paham dan melakukan nasehat dalam menjaga kondisi lingkungan dan kesehatannya. 4. Genetik

Seperti apa keturunan generasi muda yang diinginkan ???. Pertanyaan itu menjadi kunci dalam mengetahui harapan yang akan datang. Nasib suatu bangsa ditentukan oleh kualitas generasi mudanya.Oleh sebab itu kita harus terus meningkatkan kualitas generasi muda kita agar mereka mampu berkompetisi dan memiliki kreatifitas tinggi dalam membangun bangsanya. Dalam hal ini kita harus memperhatikan status gizi balita sebab pada masa inilah perkembangan otak anak yang menjadi asset kita dimasa mendatang.Namun masih banyak saja anak Indonesia yang status gizinya kurang bahkan buruk.Padahal potensi alam Indonesia cukup mendukung.oleh sebab itulah program penanggulangan kekurangan gizi dan peningkatan status gizi masyarakat masih tetap diperlukan. Utamanya program Posyandu yang biasanya dilaksanakan di tingkat RT/RW. Dengan berjalannya program ini maka akan terdeteksi secara dini status gizi masyarakat dan cepat dapat tertangani. Selain itu faktor yang mempengaruhi determinant health masih banyak, diantaranya: Income and social status Employment/pekerjaan Education Lingkungan / environment Health child development Physical enviropment Personal health practice ang coping skill Health service Social support network Biologi ang genetic Gender dan culture Berikut beberapa conto faktor yamg mempengaruhi Derajat Kesehatan : Environment Adanya sanitasi lingkungan yang baik akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. - Semakin tinggi tingkat pendidikan individu/masyarakat maka pengetahuan akan cara hidup sehat akan semakin baik. - Ada norma agama pada umat Islam tentang konsep haram terhadap alcohol akan menurunkan tingkat konsumsi alcohol. Life Styles - Perilaku merokok sejak usia dini akan meningkatkan resiko kanker paru

- Kebiasaan melakukan konsep 3 M (menguras, mengubur, menutup) pada pencegahan DBD akan menurunkan prevalensi DBD. - Perilaku mengkonsumsi makanan cepat saji (junk food) akan meningkatkan resiko obesitas yang beresiko pada penyakit jantung. Heredity Perkawinan antar golongan darah tertentu akan mengakibatkan leukemia.

Adanya kretinisme yang diakibatkan mutasi genetic Health Care Services - Adanya upaya promotif terhadap penularan HIV/AIDS akan menurunkan prevalensi HIV/AIDS. - Tersedianya sarana & prasaran kesehatan yang baik akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas Adanya asuransi kesehatan akan memudahkan individu/masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan. 3. Rumus statistic mengenai; Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate-TFR): Rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang wanita sampai dengan akhir masa reproduksinya/ masa suburnya, Angka TFR yang tinggi cerminan usia kawin rendah, tingkat pendidikan rendah (perempuan), tingkat sosial ekonomi rendah. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate): CBR menunjukkan jumlah kelahiran per 1.000 penduduk dalam sat periode tertentubiasanya satu tahun. Rumus: jumlah kelahiran hidup : Perkiraan jumlah penduduk/6 blan X 1000 Nilai < 20 : Rendah Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate): Besarnya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu untuk setiap 1000 penduduk Rumus : jumlah kematian : perkiraan jumlah penduduk x 1000

Angka Kematian Bayi (IMR): kematian yang terjadi setelah bayi lahir s/d sebelum bayi berusia tepat satu tahun Rumus : jumlah kematian bayi < 1 tahun : jumlah kelahiran hidup x 100.000

Angka Kematian Ibu (MMR)

kematian perempuan ketika hamil atau dalam 42 hari setelah terminasi kehamilan (melahirkan/keguguran/aborsi) yang disebabkan oleh hal terkait dgn kehamilan atau pemeliharaannya Rumus: jumlah ibu meninggal tahun t : jumlah penduduk perempuan umur 15-49 thn tahun x 100.000

Angka Harapan Hidup - Angka Harapan Hidup umur x adalah rata-rata tahun hidup yang masih akan dijalani oleh seseorang yang telah berhasil mencapai umur x - Angka Harapan Hidup Saat Lahir adalah rata-rata tahun hidup yang akan dijalani oleh bayi yang baru lahir - Kegunaan : untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya, dan meningkatkan derajat kesehatan

4. Level of prevention 1. Pencegahan Primer Segala kegiatan yang dapat menghentikan kejadian suatu penyakit sebelum hal itu terjadi. Asfek utamanya: promos kesehatan, pendidikan kesehatan, danp erlindungan kesehatan. Orientasi pencegahan ini ialah pengaturan perilaku dan gaya hidup. Conto: sanitasi, pengendalian infeksi, imunisasi dll 2. Pencegahan sekunder Pencegahan yang lebih ditunjukan pada kegiatan skrining kesehatan dan deteksi untuk menemukan status patogenik(keadaan yang terjadi oleh adanya penyakit) setiap individu didalam populasi. Conto: berhenti merokok penurunan BB, penurunan stress, konseling kesehatan dll 3. Pencegahan tersier Tujuan dari 3 tahapan pencegahan adalah membatasi atau menghalangi perkembangan ketidakmampuan kondisi atau ganggguan sehingga tidak berkembang ke tingkat lanjut yang membutuhkan perawatan intensif. Pencegahan tersier ini lebih diarahkan terhadap rehabilitasi yang memulihkan seseorang yg sakit sehingga menjadi lebih berguna, produktif dan meningkatkan kualitas hidup. 5. Faktor yang mempengaruhi kesehatan masyarakat suatu komunitas 1. Faktor fisik Geografi Lingkungan - besar nya komunitas - perkembangan industri

2. Factor social dan budaya kepercayaan, tradisi dan budaya ekonomi dan politik agama norma social status social ekonomi

3. Organisasi masyarakat 4. Perilaku individu 6. DEMOGHRAPHY Demografi berasal dari Bahasa Yunani Demos : Rakyat Grafein : Menulis Demografi : Tulisan tulisan tentang rakyat/penduduk ( ilmu kependudukan) Menurut Donald J Boque : Ilmu yang mempelajari secara statistik dan matematik tentang besar, komposisi dan distribusi penduduk beserta perubahannya sepanjang masa, melalui bekerjanya lima komponen demografi yaitu kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial. Variabel utama demografi: 1. Kelahiran (natalitas) 2. Kematian (death/mortalitas) 3. Migrasi (perpindahan) Ketiga Variabel ini akan mempengaruhi keadaan dan komposisi penduduk (umur dan jenis kelamin) Ruang Lingkup: Kuantitatif dan kualitatif, unsur-unsur demografi, teknik menghitung data kependudukan, data demografi, pengukuran, teknik dan analisa serta konsekuensi Interdisciplinary science (ekonomi, geografi, psychologi, politik dsb) Tujuan : 1. Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam satu daerah tertentu 2. Menjelaskan pertumbuhan masa lampau, penurunannya dan penyebarannya 3. Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam aspek-aspek sosial 4. Mencoba meramalkan pertumbuhan penduduk di masa datang dan kemungkinan konsekuensinya. Sumber data kependudukan : Sensus Penduduk (SP). Indonesia telah melakukan sesus pada tahun 71, 80, 90, dan 2000 (SP71, SP80, SP90, dan SP2000 Survey penduduk, yaitu diataranya : SUPAS (Survei Penduduk Antar Sensus) pada tahun 1985 dan 1995, Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional), SKRT (Survei Kesehatan Rumah

Tangga), SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia), Registrasi Penduduk, misalnya : Akte Kelahiran, Akta Nikah, Pembuatan KTP. Seiring dengan waktu untuk mengetahui keadaan penduduk mengalami perubahan. Info kependudukan berkaitan dengan keakuratan data, data kependudukan yang tidak akurat menyebabkan informasi yang dihasilkan salah. Padahal data tersebut digunakan sebagai perencanaan pembangunan. Dinamika penduduk : Dinamika penduduk akan melahirkan push and pull theory, yaitu Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan mengurangi Kekuatan menambah (dorong/push) : kelahiran, imigrasi Kekuatan mengurangi (tarik/pull) : kematian, emigrasi Laju pertumbuhan penduduk Penduduk Indonesia dari tahun ke tahun selalu bertambah. Perubahan jumlah penduduk ini disebut sebaagi pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk adalah bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk di suatu daerah atau negara dalam kurun waktu tertentu.Tingkat pertumbuhan penduduk di negara kita masih termasuk tinggi. Pengukuran laju pertumbuhan penduduk yaitu : Rate of natural increase (pertumbuhan penduduk alami) Pt = Po + ( B - D) + (Mi Mo) Pertumbuhan Geometri Pt = Po. (1+r) {n} Pertumbuhan Eksponential Pt = Po. e {r. n} Keterangan : Pt : jumlah penduduk pada waktu sesudahnya (P=population) Po : jumlah penduduk pada waktu terdahulu (awal) B : kelahiran yang terjadi pada jangka waktu antara kedua kejadian tersebut (B=Birth) D : Jumlah kematian yang terjadi pada jangka (Death=mati) Mi : migrasi masuk pada jangka waktu yang sama (M=migration) Mo :migrasi keluar pada jangka waktu yang sama r : angka pertumbuhan penduduk (r=rate) n : lamanya waktu antara Po dengan Pt (n=number) e : angka eksponential = 2,71828 (e=eksponential/pangkat) tanda { } berarti dipangkatkan Pertumbuhan penduduk di suatu daerah/negara disebabkan oleh faktor-faktor demografi : 1. Angka kelahiran, fertilitas, natalitas/birth rate 2. Angka kematian, mortalitas/death rate. 3. Migrasi masuk (imigrasi) yaitu masuknya penduduk ke suatu daerah tempat tujuan (area of destination) 4. Migrasi keluar (emigrasi) yaitu perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah asal (area of origin)

Ukuran-ukuran demografi 1. Fertilitas yaitu Kemampuan riil seseorang wanita untuk melahirkan, yang dicerminkan dalam jumlah bayi yang dilahirkan. Ukuran fertilitas yaitu : a. Crude Birth Rate = (Jumlah lahir hidup setahun : Populasi 1 Juli) x 100 b. Age Spesific Fertility Rate = (Jumlah lahir hidup wanita usia ttt : Jumlah wanita dengan usia ttt) x 1000 c. General Fertility Rate = Jumlah lahir hidup setahun : Jumlah wanita dalam masa mampu hamil) x 100 d. Masa mampu lahir = 15 44 th 2. Mortalitas / angka kematian - Crude Death Rate Jumlah kelahiran hidup/tahun x 1000 Jumlah penduduk pertengahan th (1 Juli) - Age Spesific Death Rate (angka kematian usia tertentu). Jumlah kematian oleh golongan usia ttt per th x 1000 Jumlah pddk gol usia yg bersangkutan pd pertengahan th (1 Juli) 3. Migrasi Perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain, yaitu : Urbanisasi, Transmigrasi Migrasi internal, yaitu Perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain dalam suatu negara . Perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah asal disebut migrasi keluar/emigrasi ,sedangkan masuknya penduduk kesuatu daerah tujuan disebut migrasi masuk./imigrasi Migrasi ini ada 2 macam : Migrasi Bruto Jumlah migrasi masuk dan keluar dalam suatu daerah atau negara. Angka Migrasi Bruto Angka yang menunjukan banyaknya migran masuk dan migran keluar selama satu tahun di bagi penduduk pada pertengahan tahun (1 Juli) Rumus : jumlah migran masuk + migran keluar Jumlah penduduk pertengahan tahun X 1000 Migrasi Neto Merupakan selisih antara migrasi masuk dan migrasi keluar, migrasi neto posistif jika migrasi masuk lebih besar dari pada migrasi keluar, sedangkan migrasi neto negatif adalah sebaliknya. Angka Migrasi Neto Angka yang menunjukan selisih jumlah migran masuk dan migran keluar selama satu tahun di bagi penduduk pada pertengahan tahun . Rumus : jumlah migran masuk - migran keluar Jumlah penduduk pertengahan tahun X 1000