Anda di halaman 1dari 3

Cara Pengukuran Daya Ledak Otot Tungkai dengan Loncat Tegak Daya ledak otot merupakan kemampuan otot

atau sekelompok otot dalam melakukan kerja secara eksplosiv yaitu secara cepat dan kuat. Kemampuan daya ledak otot (power) sangat diperlukan bagi atlit olahraga yang membutuhkan gerakan secara cepat dan kuat, misalnya pada saat atlit bola voli melakukan smass, atlit lari jarak pendek melakukan start dan lari sprint, dan sebagainya. Daya ledak otot dapat kita ukur dengan alat yang sederhana, khusus untuk Pengukuran daya ledak otot tungkai bisa dilakukan dengan loncat tegak. Siswa yang akan diukur daya ledak ototnya harus melakukan loncatan vertikal dan dengan melihat tabel sudah dapat diukur kemampuan daya ledak ototnya, mudah bukan? untuk lebih lengkapnya mari kita simak cara pengukuran daya ledak otot tungkai dengan loncat tegak. 1. Alat

Papan berskala Penghapus papan tulis Serbuk kapur/magnesium sulfat Alat tulis

1. Persiapan pelaksanaan

Papan berskala pada dinding setinggi raihan siswa/atlit yang diukur Sebelum melakukan loncatan , tangan ditaburi serbuk kapur Peserta berdiri di bawah papan skala dengan posisi menyamping Tangan yang akan difungsikan menempuh papan skala diangkat ke atas tinggi dan ditempelkan pada papan skala hingga membekas dan dapat terbaca pada papan skala tanda ini adalah titik A

1. Gerakan

Lakukan gerakan merendahkan tubuh dengan menekuk kedua lutut. Lakukan loncatan ke atas setinggi-tingginya dan pada saat puncak lompata tepuk atau tempelkan tangan pada papan skala, tanda yang membekas pada papan skala adalah titik B. Selisih antara titik B dan titik A adalah prestasi lompatan. Untuk melihat hasil kekeuatan daya ledak otot tungkai cocokan dengan tabel di bawah ini:

Tabel Norma loncat tegak untuk laki-laki dan perempuan: - lebih dari 89 cm Nilai 10 - 85-88 Nilai 9 - 81-85 Nilai 8 - 76-80 Nilai 7 - 71-75 Nilai 6

- 66-70 Nilai 5 - 60-65 Nilai 4 - 50-59 Nilai 3 - 40-49 Nilai 2 - kurang dari 40 Nilai 1 itulah sekilas tentang cara pengukuran daya ledak otot tungkai dengan loncat tegak, semoga bermanfaat bagi siapa saja yang akan melakukan pengukuran. Kritik dan saran selalu saya nantikan untuk perbaikan tulisan di blog ini. 3. Lempar Definisi Lempar Lembing Lempar lembing termasuk salah satu nomor lempar dalam cabang olahraga atletik,prestasi yang diukur adalah hasil lemparan sejauh mungkin. Ada beberapa teknik dasar yangharus dikuasai oleh atlet lempar lembing yaitu : cara memegang lembing, cara membawalembing, lempar lembing tanpa awalan, dan lempar lembing dengan awalan.Cara memegang lembing dibedakan tiga cara yaitu cara Amerika, cara Finlandia dan caramenjepit (tang).

Peraturan lomba lempar lembing , yaitu : 1. Lembing terdiri atas 3 bagian yaitu mata lembing, badan lembing dan tali peganganlembingPanjang lembing putra : 2,6 m 2,7 m sedangkan untuk putri : 2,2 m 2,3 m. beratlembing putra : 800 gram sedangkan untuk putrid : 600 gram2. Lembing harus dipegang pada tempat pegangan3. Lemparan sah bila lembing menancap atau menggores ke tanah4. Lemparan tidak sah bila sewaktu melempar menyentuh tanah di depan lengkunglemparanLembing yang digunakan terbuat dari logam untuk Putra beratnya 800 gram denganpanjang 2,70 m, sedangkan Putri beratnya 600 gram dengan panjang 2,30 m.

Teknik dalam lempar lembing. yang pertama, yaitu: a. Cara Memegang Lembing dipegang pada bagian pegangannya yang diikat dengan tali sepanjang 20cm,dengan jari kelingking terdekat pada ujung lembing, sedangkan ibu jari dan telunjuk atautelunjuk dan jari tengah memegang erat ikatan tali pegangan yang berbentuk tonjolan.Pegangan itu harus kuat dan jari-jari lainya menahan lembing di atas telapak tangan. Telapaktangan harus tetap menghadap ke atas selama gerakan melempar. b. Lemparan dari sikap berdiri Perhatikan siku harus sedekat mungkin pada lembing selama lembing belumdilemparkan. Lembing dipegang dengan dengan lurus di belakang kepala. Tangan harus lebihtinggi dari pundak. Lembing dalam keadaan sejajar dengan lengan. Jarak kedua kaki kira-kiradua feet (60 cm) dengan ujung kaki kalau bisa menghadap ke arah lemparan. Punggung sedikitke belakang. Gerakan lemparan dimulai dengan putaran ke depan dari panggul sebelah kanan(untuk lemparan menggunakan tangan kanan). gerakan berlanjut pada pundak mengikuti kedepan.

Begitu pundak bergerak, maka lengan harus melempar secepat mungkin dengansikunya tetap tinggi dan sedekat mungkin dengan lembing. c. Lemparan dengan lari tiga atau lima langkah Cara lari dimulai dengan kedua kaki rapat, menghadap ke arah lemparan, sedanglembing dipegang dengan tangan kanan dan lengan lurus ke belakang. Lari dimulai dengan kakikiri Dengan kaki mendarat pada tumit ujung telapak kaki. Yang perlu diperhatikan gerakanterakhir pada langkah kaki kanan saat akan melempar. Kaki kanan bergerak ke depan, lututdiangkat lebih tinggi dan badan agak condong ke belakang. Kaki mendarat tidak padaujungnya. Jauh dekatnya lemparan tergantung pada kecepatan lengan waktu melepas lembing.