Anda di halaman 1dari 20

Sasaran Belajar (LO)

LO. 1. Memahami dan menjelaskan tentang general medical check up 1.1 Definisi 1.2 Macam 1.3 Fungsi 1.4 Landasan Hukum
2. Memahami dan menjelaskan tentang kadar lipid dalam darah

2.1 2.2 2.3 2.4 2.5

Definisi Metabolisme Transportasi Pengaruh abnormal Fungsi

3. Memahami dan menjelaskan tentang kesehatan didalam tubuh

3.1. Pola makan sehat 3.2 3.3 Olahraga Makanan yang halal dan thoyibah

SKENARIO

Promosi Jabatan

Ibu Siti, 40 tahun dipromosikan sebagai manajer di kantor pusat sebuah perusahaan multinasional. Perusahaan mewajibkannya untuk mengikuti General Medical Check Up. Dari hasil pemeriksaan diketahui, secara umum kesehatan ibu Siti baik kecuali nilai profil lipid darah yang berada diatas normal. Dokter menyarankan agar ibu Siti rajin berolahraga secara teratur, mengatur pola makan dan konsumsi makanan yang halal dan thoyibah.

LO. 1. Memahami dan menjelaskan tentang general medical check up

1.1. Definisi Menurut website Rumah Sakit Medistra, general medical check up adalah prevensi yang dapat dilakukan untuk menghindari kekecewaan dan kerugian yang disebabkan oleh gangguan kesehatan yang mendadak. Sedangkan menurut website prodia, general medical check up adalah pemeriksaan minimal lengkap, yang harus dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kelainan atau penyakit.

1.2 Macam 1) Medical Check Up Basic (Biaya Rp 150.000,00) a. Pemeriksaan fisik oleh dokter umum. b. Foto rontgen thorax. c. Pemeriksaan laboratorium: a) Darah lengkap (hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, hitung jenis, laju endap darah, trombosit). b) Urine lengkap (warna Ph, BJ, protein, glukosa, keton, bilirubin, sendimen).

2) Medical Check Up Paket Delux (Biaya Rp 650.000,00) a. Pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis penyakit dalam. b. Pemeriksaan gigi oleh dokter gigi umum. c. Foto rontgen thorax. d. EKG. e. Makan pagi. f. Resume dan konsultasi hasil medical check up. g. Pemeriksaan laboratorium:
4

a) Darah lengkap (hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, hitung jenis, laju endap darah, trombosit). b) Urine lengkap (warna Ph, BJ, protein, glukosa, keton, bilirubin, sendimen). c) Fungsi hati (SGOT, SGPT). d) Fungsi ginjal (ureum, keratin, asam urat). e) Fungsi lemak (kolesterol, HDL, LDL, trigliserid). f) Gula darah (puasa dan 2 jam setelah makan).

3) Medical Check Up Paket Executive (Biaya Rp 1.500.000,00) a. Pemeriksaan oleh dokter spesialis penyakit dalam. b. Pemeriksaan jantung oleh dokter spesialis jantung. c. Pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata. d. Pemeriksaan THT oleh dokter spesialis THT. e. Pemeriksaan gigi oleh dokter gigi umum. f. EKG. g. Treadmill. h. Audimetri, spirometri (pemeriksaan fungsi paru). i. USG abdomen (khusus pria). j. Pemeriksaan kandungan oleh dokter spesialis kandungan (khusus wanita). k. USG abdomen dan organ ginekologi (khusus wanita). l. Pemeriksaan papsmear. m. Foto rontgen thorax. n. Makan pagi. o. Resume dan konsultasi hasil medical check up. p. Pemeriksaan laboratorium.

4) Medical Check Up Paket Uji Kesehatan Khusus Jantung (Biaya Rp 350.000,00) a. Pemeriksaan jantung oleh dokter spesialis jantung.
5

b. EKG. c. Resume dan konsultasi hasil medical check up. d. Pemeriksaan laboratorium: a) Darah lengkap (hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, hitung jenis, laju endap darah, trombosit). b)Fungsi ginjal (ureum, keratin, asam urat). c) Fungsi lemak (kolesterol, HDL, LDL, trigliserid). d) Gula darah (puasa dan 2 jam setelah makan).

5) Medical Check Up Paket Pemeriksaan Paru (Biaya Rp 350.000,00) a. Pemeriksaan oleh dokter spesialis paru. b. Foto rontgen thorax. c. Spirometri. d. Resume dan konsultasi hasil medical check up. e. Pemeriksaan laboratorium.

6) Medical Check Up Paket Saluran Cerna dan Hati (Biaya Rp 675.000,00) a. Pemeriksaan oleh dokter spesialis penyakit dalam. b. USG hepatobilier. c. Resume dan konsultasi hasil medical check up. d. Pemeriksaan laboratorium.

7) Medical Check Up Paket Pra Nikah (Biaya 225.000,00) a. Pemeriksaan fisik. a) Fisik oleh dokter umum. b) Foto rontgen thorax. b. Laboratorium a) Darah lengkap.
6

b) Golongan darah resus. c) Gula darah sewaktu. d) VDLR. e) TPHA. c. Resume dan konsultasi hasil medical check up.

8) Medical Check Up Paket Narkoba a. Pemeriksaan fisik a) Fisik oleh dokter umum. b. Laboratorium a) Morfin/opiate. b) Amphetamin. c) Mariyuana. c. Resume dan konsultasi hasil medical check up.

9) Paket Ibadah Haji Pria/Wanita a. Pemeriksaan dokter internis. b. Thorax AP/PA/LAT. c. EKG. d. Hematologi lengkap. e. Golongan darah/RH. f. Glukosa darah puasa. g. Glukosa 2 jam PP. h. Kolesterol total. i. HDL cho.

1.3 Fungsi
7

Fungsinya adalah sebagai berikut:


a. Melakukan pengobatan segera. b. Mencegah atau menunda komplikasi. c. Memperpanjang usia produktif. d. Meningkatkan kualitas hidup. e. Memperpanjang usia harapan hidup. f. Menghemat biaya pengobatan.

Keuntungan dari general medical check up adalah sebagai berikut: a. b. Bila hasil baik (tidak ada kelainan): hati senang, pikiran senang, tubuh semakin bugar, dan produktivitas meningkat. Bila ada kelainan: diagnosis dapat dipastikan, pengobatan dilakukan dengan cepat dan dapat segera diatasi.

Apa pula kerugian dari tidak melakukan general medical check up, antara lain: a. Kelainan yang ada tidak dapat diketahui secara dini. b. Saat muncul keluhan, penyakit telah mencapai tahap lanjut. Pengobatan sulit dan memerlukan biaya tinggi.

1.4 Landasan Hukum Peraturan Mentri Kerja No. Pes-01/Men/1998 Tentang penyelenggaraan pemeliharaan kesehatan bagi tenaga kerja dengan manfaat lebih baik dari paket jaminan pemeliharaan kesehatan dasar jaminan sosial tenaga kerja. Bab II Pasal 5 berbunyi pelayan kesehatan kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 dan pasal 3 meliputi: pemeriksaan kesehatan, kepada tenaga kerja yang meliputi pemeriksaan sebelum kerja, pemeriksaan berkala dan pemeriksaan khusus.

Pelaksanaan dari pemeriksaan kesehatan pegawai juga memiliki landasan hukum yang mengatur yaitu sesuai dengan UU Kesehatan No.23/1992, Pasal 23 ayat 2; kesehatan kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja, pencegahan penyakit akibat kerja dan syarat kesehatan kerja.
8

LO. 2. Memahami dan menjelaskan tentang kadar lipid di dalam tubuh 2.1 Definisi Lipid adalah sekelompok senyawa heterogen, meliputi lemak, minyak, steroid, malam (wax), dan senyawa yang terkait, yang berkaitan lebih karena sifat fisiknya daripada sifat kimianya. Lipid memiliki sifat umum seperti; relatif tidak larut dalam air, larut dalam pelarut non-polar seperti eter dan kloroform. Dalam lipid terdapat energi yang tinggi dan juga terdapat vitamin larut lemak dan asam lemak esensial yang terkandung didalam lemak. Kombinasi lipid dan protein (lipoprotein) adalah konstituen sel yang penting yang terdapat baik di membran sel maupun di mitokondria, dan juga sebagai alat pengangkut lipid dalam darah. Lipid diklasifikasikan menjadi lipid sederhana dan kompleks:
1) Lipis sederhana: ester asam lemak dengan berbagai alkohol. a. Lemak (fat): ester asam lemak dengan gliserol. Minyak (oil) adalah lemak

dengan keadaan cair.


b. Wax (malam): ester asam lemak dengan alkohol monohidrat berberat

molekul tinggi.
2) Lipid kompleks: ester asam lemak yang mengandung gugus-gugus selain

alkohol dan asam lemak.


a. Fosfolipid: lipid yang mengandung suatu residu asam fosfor selain asam

lemak dan alkohol. b. Glikolipid: lipid yang mengandung asam lemak, sfingosin, dan karbohidrat.
c. Lipid kompleks lain: lipid seperti sulfolipid dan aminolipid. Lipiprotein

juga dimasukkan kedalam kelompok ini.


3) Prekursor dan lipid turunan: kelompok ini mencakup asam lemak, gliserol,

steroid, alkohol lain, aldehida, lemak dan badan keton, hidrokarbon vitamin larut lemak dan hormon.

Lipid diangkut di dalam plasma sebagai lipoprotein dan dalam lipoprotein terdapat 4 kelas utama; triasilgliserol (16%), fosfolipid (30%), kolesterol (14%), dan ester kolesteril (36%). Dan sedikit asam lemak tidak teresterifikasi (asam lemak bebas/FFA (4%)). FFA secara metabolik adalah yang paling aktif. Lipoprotein plasma dibagi menjadi 4 kelompok utama:
9

1) Kilomikron, berasal dari penyerapan triasilgliserol dan lipid lain di usus. 2) VLDL/ pra beta-lipoprotein, yang berasal dari hati untuk di ekspor triasilgliserol. 3) LDL/ beta-lipoprotein, merupakan tahap akhir VLDL. 4) HDL/ alfa-lipoprotein, yang berperan dalam transport kolesterol dan pada metabolism VLDL dan kilomikron.

2.2 Metabolisme

Segera setelah masuk ke dalam usus halus terjadi sekresi hormon kolesistokinin. Hormon ini mengakibatkan kandung empedu berkontraksi dan mengeluarkan empedu ke dalam duodenum. Empedu mengemulsikan lemak, yaitu memecah lemak menjadi globula sangat kecil dan berada dalam keadaan suspensi (menyebar) sehingga dapat diuraikan oleh enzim pengurai lemak. Empedu bersifat basa, membantu menetralkan gumpalan yang bersifat asam. Suasana basa diperlukan agar enzim pengurai lemak yang diproduksi oleh pankreas dan sel-sel usus halus tetap bekerja. Penguraian lemak dari trigliserida menghasilkan monogliserida, digliserida, asam lemak, dan gliserol. Selanjutnya hasil uraian lemak bergabung lagi dengan empedu, membentuk misel yang larut di dalam air. Misel inilah yang kemudian bergabung dengan protein membentuk gelembung kilomokron. Sebelumnya, terjadi telah terjadi pembentukan kembali trigliserida (esterifikasi), karena misel tersebut mengandung asam lemak dan monogliserida yang tidak dapat larut dalam air. Kilomikron dapat melalui sel usus sehingga hasil uraian lemak dapat diserap. Setelah mengantar hasil uraian lemak, empedu kembali ke kantung empedu. Gliserol dan asam lemak beratai pendek dan sedang diserap langsung ke dalam sirkulasi darah portal (vena porta) menuju hati karena larut dalam air. Kilomikron masuk ke dalam sirkulasi limfe, kemudian masuk ke dalam sirkulasi darah. Lalu kilomikron ini ditransportasikan ke hati dan jaringan adiposa. Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa, kilomikron segera dipecah oleh lipoprotein lipase menjadi asam-asam lemak dan gliserol. Asam lemak yang dipecah tersebut disebut asam lemak bebas atau Free Fatty Acid (FFA). FFA akan dioksidasi menjadi asetil Koa untuk menghasilkan energi dan diesterifikasi ke jaringan adiposa dan jaringanjaringan lain dalam bentuk triasilgliserol sebagai cadangan makanan. Pada keadaan lapar, lipid teresterifikasi dari sirkulasi atau jaringan, terutama di sel otot rangka dan jantung akan berikatan dengan albumin dan dioksidasi menghasilkan energi. Oksidasi asam lemak disebut juga -oksidasi.
10

Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan protein, asetil KoA dari jalur ini pun akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. Di sisi lain, jika kebutuhan energi sudah mencukupi, asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida. Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil Koa. Asetil Koa mengalami kolesterogenensis menjadi kolesterol. Selanjutnya kolesterol mengalami steroidogenesis membentuk steroid. Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi menghasilkan badanbadan keton (asetoasetat, hidroksi butirat dan aseton). Untuk memperoleh energi, asam lemak dapat dioksidasi dalam proses yang dinamakan oksidasi beta. Sebelum dikatabolisir dalam oksidasi beta, asam lemak harus diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Dengan adanya ATP dan Koenzim A, asam lemak diaktifkan dengan dikatalisir oleh enzimasil-KoA sintetase (Tiokinase). Asam lemak bebas pada umumnya berupa asam-asam lemak rantai panjang. Asam lemak rantai panjang ini akan dapat masuk ke dalam mitokondria dengan bantuan senyawa karnitin, dengan rumus (CH3)3N+-CH2CH(OH)-CH2-COOLangkah-langkah masuknya asil KoA ke dalam mitokondria dijelaskan sebagai berikut: Asam lemak bebas (FFA) diaktifkan menjadi asil-KoA dengan dikatalisir oleh enzim tiokinase. Setelah menjadi bentuk aktif, asil-KoA dikonversikan oleh enzim karnitin palmitoil transferase I yang terdapat pada membran eksterna mitokondria menjadi asil karnitin. Setelah menjadi asilkarnitin, barulah senyawa tersebut bisa menembus membran internamitokondria. Pada membran interna mitokondria terdapat enzim karnitin asil karnitintranslokase yang bertindak sebagai pengangkut asil karnitin ke dalam dankarnitin keluar. Asil karnitin yang masuk ke dalam mitokondria selanjutnya bereaksi dengan KoA dengan dikatalisir oleh enzim karnitin palmitoiltransferase II yang ada di membran interna mitokondria menjadi Asil Koa dan karnitin dibebaskan. Asil KoA yang sudah berada dalam mitokondria ini selanjutnya masuk dalam proses oksidasi beta. Dalam oksidasi beta, asam lemak masuk ke dalam rangkaian siklus dengan 5 tahapan proses dan pada setiap proses, diangkat 2 atom C dengan hasil akhir berupa asetil KoA. Selanjutnya asetil KoA masuk ke dalam siklus asam sitrat. Dalam proses oksidasi ini, karbon asam lemak dioksidasi menjadi keton. Telah dijelaskan bahwa asam lemak dapat dioksidasi jika diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Proses aktivasi ini membutuhkan energi sebesar 2P. (-2P) Setelah berada di dalam mitokondria, asil-KoA akan mengalami tahaptahap perubahan sebagai berikut:
11

1)

Asil-KoA diubah menjadi delta2-trans-enoil-KoA. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 2P (+2P).
2) 3)

delta2-trans-enoil-KoA diubah menjadi L(+)-3-hidroksi-asil-KoA.

L(+)-3-hidroksi-asil-KoA diubah menjadi 3-Ketoasil-KoA. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 3P(+3P). Selanjutnya terbentuklah asetil KoA yang mengandung 2 atom Cdan asilKoA yang telah kehilangan 2 atom C
4)

Dalam satu oksidasi beta dihasilkan energi 2P dan 3P sehingga total energi satu kali oksidasi beta adalah 5P. Karena pada umumnya asam lemak memiliki banyak atom C, maka asil-KoA yang masih ada akan mengalami oksidasi beta kembali dan kehilangan lagi 2 atom C karena membentuk asetilKoA. Demikian seterusnya hingga hasil yang terakhir adalah 2 asetil-KoA. Asetil-KoA yang dihasilkan oleh oksidasi beta ini selanjutnya akan masuk siklus asam sitrat.

2.3 Transport

Sebagian besar lipid plasma tidak larut dalam air dan beredar dalam bentuk bebas. Asam lemak bebas diikat oleh albumin, sedangkan kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid diangkut dalam bentuk kompleks lipoprotein. Kompleks ini sangat meningkatkan daya larut lemak. Terdapat enam famili liporprotein dengan besar dan kandungan lipid yang berbeda-beda. Tabel.1. Jenis-Jenis Lipoprotein

12

Sumber:http://dahroji.files.wordpress.com/2009/09/tabel-1-kandungan-liporoteins.jpg?w=448&h=256

Secara umum, lipoprotein terdiri dari suatu inti trigliseraldehid dan ester kolesteril hidrofibik yang dikelilingi oleh kolesterol, fosfolipid dan protein. Pengaturan lipoprotein ini dibagi menjadi jalur eksogen, yang mememindahkan lemak dari usus ke hati, dan endogen, yang memindahkan lemak ke dan dari jaringan. Kandungan protein pada lipoprotein disebut apolipoprotein. Apolipoprotein utama pada HDL(-lipoprotein) disebut A. Apolipoprotein utama pada LDL (lipoprotein) adalah apoprotein B (B-100) yang juga ada pada VLDL. Apolipoprotein berperan sebagai: (1) membentuk sebagian struktur liporprotein, mis. Apo B;(2) kofaktor enzim, mis. Apo A-1 untuk lesitin, kolesterola asiltransferase, atau inhibitor enzim;dan (3) sebagai ligan untuk interaksi dengan reseptor liporpotein di jaringan mis apo B-100 dan Apo E untuk reseptor LDL, apo A-1 untuk reseptor HDL. Apo B-48 merupakam ciri khas sistem eksogen yang berasl dari makanan dan apo B-100 merupakan ciri sistem endogen. Kilomikron terbentuk di mukosa usus selama proses penyerapan produk pencernaan lemak. Senyawa ini adalah kompleks lipoprotein yang sangat besar dan memasuki sirkulasi lewat pembuluh limfa. Setelah makan, konsentrasi partikel ini sangat tinggi, dan dibersihkan oleh lipoprotein lipase yang terletak di permukaan endotel kapiler. Enzim ini mengkatalis pemecahan trigliserida di dalam kilomikron menjadi FFA dan gliserol yang masuk ke sel adiposa dan direesterifikasi atau tetap di sirkulasi dan terikat albumin. Kilomikron yang kehabisan trigliseridanya tetap berada di sirkulasi sebagai lipoprotein kaya-kolesterol yang disebut sisa kilomikron. Sisa ini dibawa ke hati, berikatan dengan sisa kilomikron lain dan reseptor LDL. Sisa kilomikron diinternalisasi melalui proses endositosis dan diuraikan dalam lisosom. Kilomikron dan sisanya merupakan suatu sistem transport untuk lipid eksogen dari makanan. Juga ada sistem endogen yang terdiri dari VLDL(Very Low Density Liprotein), IDL (Intermediate Density Liprotein), LDL (Low Density Liprotein), HDL (High Density Liprotein) yang mengangkut trigliserida dan kolesterol ke seluruh tubuh. VLDL terbentuk di hati dan mengangkut trigliserida yang terbentuk dari asam lemak dan karbohidrat di hati ke jaringan ekstrahati. Setelah sebagian besar trigliserida dikeluarkan oleh lipoprotein lipase, VLDL menjadi IDL. IDL menyerahkan fosfolipid, dan melalui kerja enzim plasma lesitin kolesterol asiltransferase, mengambil ester kolesteril yang terbentuk dari kolesterol di HDL. Sebagian IDL diserap di hati dan sisanya melepaskan lebih banyak trigliserida dan protein di sinusoid hati, kemudian menjadi LDL. Selama perubahan ini, sistem apo E menghilang dan apo B-100 tetap ada. LDL menyediakan kolesterol bagi jaringan di hati dan kebanyakan ekstrahati. Kolesterol merupakan unsur penyusun membran sel serta oleh sel kelenjar membentuk hormon steroid. Dalam keadaan mantap, kolesterol
13

keluar-masuk sel dan diserap oleh HDL. HDL disintesis di hati dan usus. Sistem HDL memindahkan kolesterol ke hati, yang kemudian diekskresikan ke empedu. Dengan cara ini, kolesterol plasma dapat diturunkan.

2.4 Pengaruh abnormal

Dislipidemia adalah kondisi kadar lemak abnormal dalam darah. Dislipidemia merupakan faktor risiko utama terjadinya aterosklerosis (proses pembentukan plak pada lapisan endotel akibat penimbunan lemak). Aterosklerosis sendiri dapat merusak jantung, otak dan mengganggu sirkulasi darah di arteri perifer. Penyakit Jantung Koroner (PJK) Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian pada pertengahan (40-50 tahun) maupun lanjut usia (lansia). Kadar kolesterol dalam darah merupakan faktor risiko utama Penyakit Jantung Koroner (PJK). Beberapa penelitian pada pasien dengan Penyakit Jantung Koroner (PJK) menunjukkan penurunan kadar kolesterol dengan menghambat enzim HMG Co-A reductase dapat menurunkan risiko kejadian dan kematian Penyakit Jantung Koroner (PJK). Beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa penurunan kadar LDL yang drastis dapat menurunkan risiko progresi terjadinya PJK pada pasien yang pernah terkena PJK dan pasien yang belum terkena PJK. Stroke Stroke merupakan suatu istilah yang menggambarkan kejadian klinis akibat penyumbatan atau perdarahan di salah satu pembuluh darah arteri yang memperdarahi sistem saraf pusat, sehingga terjadi kematian jaringan otak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kolesterol LDL yang tinggi, kolestrerol HDL yang rendah dan trigliserida yang tinggi merupakan faktor risiko penting terjadinya Thrombo-embolic stroke. Penyakit Arteri Perifer (Peripheral Artery Disease = PAD)
14

Penyakit Arteri Perifer pada umumnya merupakan manifestasi terjadinya aterosklerosis pada lumen (rongga) arteri yang sangat kecil, sirkulasi ke jaringan perifer terganggu. Kadar lipoprotein yang tinggi akan menyebabkan PAD. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aterosklerosis pada sirkulasi darah perifer dianggap sama dengan aterosklerosis yang terjadi di sirkulasi jantung. Pasien dengan PAD, rata rata tidak disertai dengan miocardial infarction (kematian sel otot jantung) atau stroke, dan rata rata mempunyai kesamaan risiko kematian kardiovaskuler yang disebabkan pada pasien dengan riwayat PJK atau penyakit pembuluh darah otak. Salah satu penelitian besar yaitu LIPID Studi (3514 pasien berumur 65-75 tahun) menunjukkan bahwa terapi pravastatin 40 mg per hari dapat menurunkan angka kematian PJK 24%, menurunkan angka kematian miocardial infarction 26% dan menurunkan angka kejadian stroke 12%; dalam periode pemantauan selama 6 tahun.

2.5 Fungsi Trigliserida dan lipid-lipid lain memiliki jauh lebih banyak energi yang disebabkan ikatannya, daripada karbohidrat dan protein lemak sebagai media penyimpanan, karena kabohidrat menginkorperasi air selama penyimpanannya, sementara lemak tidak memerlukan air untuk bentuk penyimpanan akhirnya. Selain berperan sebagai media penyimpanan energi, beberapa jenis lemak tertentu melapisi dan melindungi organ-organ internal tubuh, sementara jenis lainnya dalam bentuk lapisan lemak tepat dibawah kulit pada banyak mamalia menyediakan isolasi panas untuk melawan temperatur lingkungan yang rendah. Di antara kelompok-kelompok utama lipid berfungsi dalam organisme hidup adalah lemak netral (trigliserida), fosfolipid, dan steroid.

LO. 3. Memahami dan menjelaskan tentang kesehatan didalam tubuh 3.1 Pola makan sehat Makanan yang optimal adalah mengandung kalori yang adekuat, protein, lemak, vitamin dan mineral, serta air yang cukup. Nilai kalori asupan makanan seharusnya mendekati jumlah energi yang dikeluarkan jika berat badan ingin dipertahankan. Selain 2000 kkal/hari yang
15

diperlukan untuk memenuhi kebutujan dasar, diperlukan 500-2500 kkal/hari (atau lebih) untuk memenuhi kebutuhan energi untuk aktivitas sehari-hari. Distribusi kalori antara makanan dari karbohidrat, protein, dan lemak sebagian ditentukan oleh faktor fisiologis dan sebagian oleh rasa dan pertimbangan energi. Dianjurkan asupan protein harian sekurang-kurangnya 1 g/kk BB untuk memenuhi kebutuhan nutrisi 8 asam amino esensial dan asam amino lain. Sumber protein juga penting. Protein I, protein hewani dari daging, ikan, produk susu, dan telur, mengandung asam amino dengan perbandingan yang cukup mendekati untuk keperluan sintesis protein atau untuk penggunaan lain. Beberapa protein nabati juga masuk tingkat I, tetapi kebanyakan adalah tingkat II karena protein-protein ini memberikan proporsi asam amino yang berbeda-beda, dan beberapa protein nabati tidak mengandung 1 atau beberapa asam amino esensial. Kebutuhan protein dapat dipenuhi dengan campuran dari berbagai protein tingkat II, tetapi asupannya harus besar karena ada asam amino yang terbuang. Lemak adalah bentuk makanan yang paling padat, karena zat makanan ini menyuplai 9,3 kkal/g. Selama keperluan asam lemak esensial terpenuhi, asupan lemak yang rendah tampaknya tidak membahayakan, dan dianjurkan diet rendah lemak. Karbohidrat adalah sumber kalori yang paling murah dan menyediakan 50% atau lebih kalori pada kebanyakan makanan. Sejumlah lemak harus dimakan setiap hari untuk memelihara kesehatan. Selain yang talah ditetapkan dalam kebutuhan diet yang dianjurkan, hendaknya dimasukkan pula aneka macam unsur renik. Unsur renik didefinisikan sebagai unsur yang ditemukan di dalam jaringan dalam jumlah yang sangat kecil. Kebanyakan vitamin mempunyai fungsi yang penting dalam metabolismeantara atau metabolisme khusus di berbagai sistem organ. 3.2 Olahraga Pada dasarnya olahraga adalah suatu aktivitas fisik atau gerakan anggota tubuh yang berlangsung secara berulang dalam waktu tertentu. Organ yang paling aktif pada saat aktivitas adalah otot rangka. Beberapa manfaat dari olahraga bagi kesehatan kita: 1) Meningkatkan kemampuan otak kita. Olahraga dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh kita dan mempercepat sirkulasi darah dalam tubuh kita terutama ke otak. 2) Menunda proses penuaan. 3) Mengurangi stress.
4) Meningkatkan daya tahan tubuh kita. 16

5) Menambah rasa percaya diri.

6) Dapat membantu mengurangi kadar kolesterol LDL dan menambah kadar kolesterol HDL. Taraf kesehatan dan kebugaran yang meningkat, antara lain disebabkan oleh:
1) Fungsi jantung dan sirkulasi. 2) Fungsi respirasi. 3) Darah dan sistem pertahanan tubuh. 4) Meningkatnya kinerja neuro-muskular (sistem saraf dan otot). 5) Memacu perkembangan tulang-belulang (skeleton).

3.3 Makanan yang halal dan thoyibah Halal berasal dari kata halla yang artinya lepas atau tidak terikat berarti hal-hal yang boleh dan dapat dilakukan karena bebas dan tidak terikat dengan ketentuan-ketentuan yang melarangnya. Bebas dari duniawi dan akhirat. Thoyib artinya baik, lezat, menentramkan, paling utama. Berarti makanan yang tidak kotor dari segi zat yang terkandung di dalamnya sehingga tidak membahayakan kesehatan fisik dan psikis, tidak kadaluarsa, dan tidak bercampur najis. Kehalalan suatu zat makanan dan minuman ditentukan oleh zat, sifat, cara memperoleh, dan akibat yang ditimbulkan jika mengkonsumsinya. Halal berdasarkan ketentuan syari menurut Quraish Shihab makanan thoyib adalah makanan yang baik dan bergizi bisa dilihat dari segi kebersihan, rasa, dan cara menyajikan. Produk halal menurut LPPOM MUI adalah produk yang memenuhi syarat kehalalan sesuai syariat Islam baik produksi (penyembelihan, pengangkutan, penyimpanan, pengolahan, penyajian) dan bahan (bahan baku, bahan penolong, bahan tambahan), secara rinci yaitu: 1) Tidak mengandung babi dan bahan yang berasal dari babi. 2) Tidak mengandung bahan-bahan yang diharamkan: bahan yang berasal dari organ manusia, darah, kotoran-kotoran, dsb. 3) Semua hewan yang berasal dari hewan halal yang disembelih menurut tata cara syariat islam.

17

4) Semua tempat penyimpanan, tempat penjualan, pengolahan, tempat pengelolaan

dan transportasinya tidak boleh digunakan untuk babi. Jika telah digunakan untuk babi atau barang yang tidak halal lainnya maka harus bersihkan dahulu dengan tata cara yang diatur menurut syariat islam. 5) Semua makanan dan minuman yang tidak mengandung khamr.

Surat An-Nahl Ayat 14

Artinya: Dan Dia-lah Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. Suart An-nahl Ayat 69

Artinya: kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacammacam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan

18

Daftar Pustaka
Murray, Robert K. Biokimia Harper. Ed.27. hal.51 Ganong. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Ed.22 Dorland. Kamus Kedokteran. Ed.31 Marks D, dkk. Biokimia Kedokteran Dasar.
19

Zuhroni, dkk. Kesehatan dan Kedokteran 2. Ed 3. Departemen Agama RI Brosur Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong http://www.staff.uny.ac.id http://www.prodia.co.id http://www.portal.mahkamahkonstitusi.go.ig http://www.lipi.go.id http://nuripamela.multiply.com

20

Anda mungkin juga menyukai