Anda di halaman 1dari 4

16

BAB III PROSES PRODUKSI

3.1 Pembuatan Tepung Tapioka Tepung adalah salah satu bahan baku untuk pembuatan berbagai jenis makanan, dan tepung sangat diperlukan pada industri-industri dalam negeri maupun luar negeri. Pada pembuatan tepung tapioka ini tidaklah seberapa sulit, bahkan untuk kalangan masyarakat pun bisa memproduksi tepung tapioka. Untuk pembuatan tepung tapioka ini ada secara manual yang banyak menggunakan tenaga manusia dan ada juga yang menggunakan mesin. Oleh Karena itu, untuk mencapai hasil tepung tapioka yang maksimal selain dari bahan baku yang baik diperlukan pemprosesan yang baik pula. Proses produksi pembuatan tapioka dimulai dari proses penyiapan bahan hingga proses pengeringan tapioka kasar. Hal yang paling utama dilakukan dalam proses pembuatan tapioca adalah proses pengekstraksian pati singkong (tapioka) secara optimal dan proses pengeringan yang sempurna, sehingga dihasilkan tapioka dengan mutu yang baik dan dengan rendemen yang tinggi. 3.2 Proses Produksi 1. Pengupasan Pengupasan dilakukan dengan cara manual yang bertujuan untuk memisahkan daging singkong dari kulitnya. Selama pengupasan sortasi juga dilakukan untuk memilih singkong berkualitas tinggi dari singkong lainnya.

16

17

2. Pencucian Pencucian dilakukan dengan bantuan mesin yaitu dengan memasukkan singkong yang sudah dikupas ke dalam bak pencuci yang berisi air, dimana didalam bak tersebut terdapat kipas yang diputar oleh mesin diesel. Pencucian bertujuan menggilangkan kotoran dan sisa kulit yang belum terkupas yang melekat pada singkong. 3. Pemarutan Pada tahap pemarutan ini dilakukan cara semi mekanis. Maksudnya adalah pemarutan dilakukan dengan digerakkan oleh mesin disel. Pada tahap ini tidak sepenuhnya menggunakan tenaga maksimal manusia. 4. Pemerasan/Ekstraksi Pemerasan bubur singkong dengan saringan goyang ( sintrik ). Bubur singkong diletakkan diatas saringan yang digerakan dengan mesin. Pada saat saringan tersebut bergoyang kemudian ditambahkan air melalui pipa dan diberi lubang-lubang kecil. Pati yang dihasilkan ditampung dalam bak pengendap. 5. Pengendapan Dari hasil pemerasan pati diendapkan dalam bak pengendap selama 12 jam. Setelah mencapai waktu yang ditentukan air di bagian atas endapan (tepung tapioca basah) dialirkan dan ditampung dalam bak lanjutan untuk diperoses lanjutan, sedangkan endapan (tepung tapioca diambil dan dikeringkan. Untuk mempercepat pengendapan, dapat ditambahkan tawas atau aluminium sulfat A1 2

18

(SO4)3 sebanyak 1 g/lt, sedangkan untuk memperbaiki warna dapat ditambahkan natrium bisulfit ( Na2 SO4) sebanyak 0,1 %. 6. Pengeringan Selain menggunakan panas matahari PT. Sinar Karya Usaha juga menggunakan sistem pengeringan oven. Tepung tapioka yang dihasilkan sebaiknya mengandung kadar air 15 19 %. Untuk mendapatkan kualitas tepung tapioka yang baik, maka setelah kadar air mencapai batas yang ditentukan yaitu 15-19% dan perlu dilakukan pengayakan. 3.3 Kualitas tapioka Kualitas tepung tapioka sangat ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu: 1. 2. Warna Tepung: tepung tapioka yang baik berwarna putih. Kandungan Air: tepung harus dijemur sampai kering benar sehingga kandungan airnya rendah. 3. Banyaknya serat dan kotoran: usahakan agar banyaknya serat dan kayu yang digunakan harus yang umurnya kurang dari 1 tahun karena serat dan zat kayunya masih sedikit dan zat patinya masih banyak. 4. Tingkat kekentalan: usahakan daya rekat tapioka tetap tinggi. Untuk ini hindari penggunaan air yang berlebih dalam proses produksi.

19

3.4 Diagram Alir Diagram alir Pembuatan Tepung Singkong Singkong Dikupas

Dicuci dengan air bersih

Diparut dengan mesin pemarut

Diperas dengan saringan goyang ( sintrik ).

Diendapkan dalam bak pengendap selama 12 jam dan ditambahkan Tawas 1 g/lt dan ( Na2 SO4) 0,1 %.

Dikeringkan dalam oven suhu 50 0C

Pengayakan

Tepung Tapioka