Anda di halaman 1dari 2

50

BAB IX KESIMPULAN DAN SARAN

9.1 Kesimpulan 1. Peluang pasar komoditi tepung tapioka baik untuk ekspor maupun pemenuhan dalam negeri masih terbuka dan berpotensi memberikan peluang bagi pengembangan dan peningkatan produksi tapioka di Indonesia. Dilihat dari potensinya, sumber daya lahan dan sumber daya manusia untuk pengembangan produksi tapioka di Indonesia masih banyak tersedia di berbagai daerah. 2. Dilihat dari aspek ekonomi dan sosial, usaha pengolahan tapioka memiliki dampak yang positif. Banyak pihak yang memperoleh manfaat dari usaha ini, diantaranya adalah petani singkong, masyarakat, dan pengusaha itu sendiri. Pihak-pihak yang terkait tersebut dapat memperoleh kenaikan penghasilan dari usaha tersebut. Dampak lain selain kenaikan pendapatan adalah bahwa usaha pengolahan tapioka mampu menyerap tenaga kerja. 3. Kendala yang dihadapi oleh pengusaha dalam pengembangan usaha tapioka antara lain masalah bahan baku dan pemasaran tapioka. Masalah bahan baku disebabkan oleh harga jual singkong dari petani yang rendah sehingga petani tidak dapat membiayai usaha penanaman singkong, sedangkan masalah pemasaran tapioka disebabkan oleh minimnya informasi yang diperoleh pengusaha mengenai harga dan jumlah permintaan pasar.
50

51

9.2 Saran 1. Untuk menjaga kestabilan harga baik harga bahan baku dan harga tapioca pengusaha harus mengoptimalkan fungsi asosiasi atau perkumpulan pengusaha Tepung Tapioka. 2. Untuk menjaga ketersediaan bahan baku dan keberlangsungan usaha, setiap pengusaha diharapkan bermitra dengan petani, dengan memberikan perhatian terhadap masalah penanaman ubi yang menentukan kualitas tapioka dengan menyertakan pemberian pupuk organik di samping pupuk anorganik (seperti urea) dan mengembalikan sisa-sisa tanaman ke dalam tanah serta memperhatikan umur tanam ubi kayu (singkong). 3. Meskipun usaha ini layak dibiayai oleh bank, namun bank perlu untuk melakukan analisis kredit yang lebih komprehensif berdasarkan prinsip kehatihatian bank. 4. Agar tidak menghasilkan limbah gas, setiap selesai produksi onggok yang belum dikeringkan harus dipindahkan terlebih dahulu ke tempat yang aman tujuannya untuk menghidari terjadinya pengurain yang menyebabkan bau tidah sedap. 5. Hal yang harus diperhatikan dalam proses pengolahan air limbah ialah

kandungan dari air limbah tersebut, guna mempermudah dalam proses penguraian. Jika memunkinkan harus menggukan proses fermentasi maka harus menentukan bakteri pengurai yang sesuai dengan kandungan limbah tersebut.