Anda di halaman 1dari 1

Chlorpromazine Farmakodinamik: Antipsikotik turunan phenotiazine. Efek farmakologinya sebagai psikotropik, juga mempunyai efek sedatif dan anti-emetik.

Bekerja di SSP pada tingkat subkortikal dengan memblokade dopamine (D2) pada reseptor pasca sinaptik neuron. Mempunyai efek antihistamin dan antiserotonin lemah. Farmakokinetik: Chlorpromazine secara perlahan diabsorbsi dari tempat suntikan intramuskular dengan konsentrasi plasma puncak 6-24 jam setelah pemberian obat. Oral bioavailabilitas diperkirakan 30-50% dari dosis yang intramuskular. Metabolisme di hepar. Waktu paruh adalah 16-30 jam. Sebagian fenotiazin mengalami hidroksilasi dan konjugasi sebagian lain diubah menjadi sulfoksid yang kemudian diekskresi dalam feses maupun urin. Indikasi: Psikosis, neurosis, gangguan susunan saraf pusat yang membutuhkan sedasi, pre medikasi anestesi, mengontrol hipotensi, antiemetik, skizofrenia, sindroma paranoid, & stadium mania akut. Kontraindikasi: Kelainan fungsi hati, koma, pasien dengan pemakaian obat penekan susunan syaraf pusat, juga depresi sumsum tulang. Dosis: Untuk pengobatan psikotik : 200-800 mg/hari dalam dosis terbagi tiap 6-8 jam. Untuk anti-emetik : 100-200mg/hr Anak-anak : sehari 2-4 mg/kg berat badan, dalam dosis terbagi tiap 6-8 jam.

Sediaan: Tablet 100 mg dan Ampul 50 mg/2ml Efek Samping : Gejala idiosinkrasi yang dapat timbul berupa ikterus, dermatitis dan leukopenia. Ekstrapiramidal Sindrome. Dapat juga berupa hipotermia, takikardia, mulut dan tenggorokan kering,mengantuk, konstipasi dan retensi urin.

Olanzapine Farmakodinamik: Olanzapine merupakan antispikotik atipikal yang memiliki afinitas lebih tinggi sebagai antagonis 5-HT2 reseptor serotonin daripada D2 dopamin reseptor. Olanzapine memiliki afinitas yang rendah terhadap histamin, cholinergic muscarinic, dan GABA Farmakokinetik: Absorpsi tidak dipengaruhi oleh makanan. Plasma puncak olanzapine dicapai dalam waktu 5-6 jam setalah pemberian oral, sedangkan pada pemberian intramuskular dapat dicapai setelah 15-45 menit dengn waktu paruh 30 jam (antara 21-54 jam) sehingga pemberian cukup 1 kali sehari. Indikasi: Gejala-gejala psikosis dan skizofrenia baik yang positif (iritabilitias) maupun yang negatif. Episode manik sedang dan berat. Preventif kekambuhan gangguan bipolar Kontraindikasi: Hipotensi, bradikardia, pasien Infark tidak terkontrol. Dosis: Untuk skizofrenia mulai dengan dosis 10 mg 1 x sehari. Untuk episode manik mulai dengan dosis 15 mg 1 x sehari. Untuk pecegahan kekambuhan gangguan bipolar 10 mg / hari.

Sediaan: Tablet 5 mg dan 10 mg . Vial 10 mg Efek Samping : Agresivitas, Mulut kering, pusing, insomnia, orthostatic hipotensi granulositopeni, agranulositosis, somnolen