Anda di halaman 1dari 6

Gaya Lorentz

Jika medan listrik E dan medan magnetik B duaduanya diaplikasikan pada partikel bermuatan maka total gayanya adalah:

Velocity Selector
+ve Gaya magnetik

F = qE + qvxB
Gaya ini dikenal sebagai gaya Lorentz: E FE q FB
+ FB + v FE -ve

FB = qv B
Gaya listrik

FE = qE

Velocity Selector (selektor kecepatan)

Selektor kecepatan

FB > FE
+ve FB + v + FE FB -ve

FB = FE

FB < FE

Bainbridge Mass spectrometer


Selector kecepatan
+ve FB + V? + FE FB -ve
v

Partikel bermuatan di dalam medan magnet serbasama


Medan menembus bidang +

FB = qv B 2
Perhatikan laju tidak berubah tetapi arah berubah Gaya selalu terhadap v

Spektrometer massa

v > E B1 v = E B1

r
+ FB + + v + +

v< Charge to mass ratio E

B1

r=

mv q B2

B m =r 2 v q

=r

B2 E B1

B B m =r 2 1 E q

Bainbridge Mass Spectrometer


Film perekam Velocity Selector Film perekam

Spektrometer massa

Medan Magnetic homogen

Cyclotron
Ingat rumus untuk jarijari partikel bermuatan yang bergerak dan medan magnetik serba sama

Cyclotron
v qB = = r m
Partikel pada jari-jari dalam & luar membutuhkan waktu yang sama untuk 1 putaran -ve +ve

T=

2r 2m 2 = = v qB

mv r= qB

sehingga

Ini adalah frekuensi sudut dimana partikel bergerak melingkar (spiral) dalam medan magnetik serba sama yang dikenal sebagai frekuensi cyclotron . N.B. frekuensi (juga periode T = 2/) tidak bergantung pada kecepatan partikel tetapi hanya pada sifat fundamental dari partikel dan kuat medan magnetik B. Berguna bagi aplikasi praktis dalam suatu pemercepat partikel Cyclotron

Meskipun partikel pada jari-jari lebih luar bergerak lebih cepat FE +ve -ve

r=

mv qB

Pada setiap siklus partikel melewati gap dan dipercepat oleh medan listrik. Hal ini menyebabkan bertambahnya kecepatan dan bergerak dengan jari-jari yang lebih besar FE

Cyclotron
Partikel pada jari-jari dalam & luar membutuhkan waktu yang sama untuk 1 putaran -ve +ve

T=

2r 2m = v qB r=

Meskipun partikel pada jari-jari lebih luar bergerak lebih cepat FE +ve -ve

Cyclotron
t = T/2 = m/qB

Cyclotron

mv qB

Pada setiap siklus partikel melewati gap dan dipercepat oleh medan listrik. Hal ini menyebabkan max bertambahnya kecepatan dan bergerak dengan jarijari yang lebih besar

qB = R m

V t

Setiap percepatan melewati gap memberikan tambahan energi: Energi kinetik akhir:
K=

K = qV
2

1 2 1 qB (qBR )2 R = mv = m 2 m 2 2m

Jumlah siklus:

N = K K =

q (BR ) 2mV

Contoh soal
Suatu percobaan dirancang untuk mengukur medan magnetik homogen, elektron dipercepat dari keadaan diam melalui suatu beda potensial 350 V. Elektron bergerak dalam lintasan lingkaran karena gaya magnetik yang bekerja padanya dengan jari-jari lintasan yang terukur sebesar 7.5 cm. Jika medan magnetik tegak lurus terhadap berkas elektron, a). Tentukan besar medan B b). Tentukan kecepatan angular elektron

Contoh soal .
a). Medan magnetik B
K + U = 0 v=
B=

1 me v 2 + ( e )V = 0 2

2eV = 1,1110 7 m/s me


me v = 8,4 10 4 T er v = 1,5 108 rad/s r

b). Kecepatan angular elektron


=

Gaya pada suatu kawat berarus


Sebuah kawat berarus terdiri dari partikel bermuatan yang bergerak sehingga tiap partikel akan mengalami gaya berikut.

Gaya pada suatu kawat berarus


Suatu kawat diletakkan vertikal antara 2 kutub magnet.

FB = qv B
+ B l v

FB

Gaya pada suatu kawat berarus


Sebuah kawat berarus terdiri dari partikel bermuatan yang bergerak sehingga tiap partikel akan mengalami gaya berikut.

Gaya pada kawat berarus


Gaya total pada segmen kawat adalah jumlah gaya pada seluruh muatan

Contoh soal
Suatu kawat yang dibentuk sehingga menjadi setengah lingkaran dengan jejari R diberi arus I seperti pada gambar. Kawat diletakkan dalam suatu bidang xy dan medan magnetik serba sama diberikan searah sumbu-y positif. Hitung total gaya magnetik yang bekerja pada loop kawat.

FB = qv B
+ v

FB

B l

Asumsikan gayanya sama pada setiap pembawa arus (muatan) Jumlah muatan (N) adalah densitas muatan (n) Volume (Al) Kumpulkan semua yg tidak berarah (besaran skalar) Ingat laju hanyut

FB = (qv B )N FB = (qv B )nAl


FB = qvnAl (v B ) FB = I (L B )

I = qnAv

Contoh soal
Gaya yang bekerja pada bagian kawat yang lurus F1=ILB = I (2R) B

Gaya pada loop kawat berarus


F=0
L

Gaya yang bekerja pada bagian kawat yang melengkung sama dengan gaya pada suatu kawat lurus antara dua titik yang sama F2= - ILB = - I (2R) B

F = -ILB
B

Gaya total:

Gaya total adalah nol

L L

F = +ILB

F=0 Tetapi torsi/torka tidak nol

Torsi pada loop kawat berarus


B

Contoh soal
Suatu lilitan (kumparan) berbentuk segi-empat dengan dimensi 5,4 cm x 8,5 cm terdiri dari 25 lilitan dan membawa muatan 15,0 mA. Suatu medan mangnetik sebesar 0,35 T diarahkan sejajar dengan bidang loop a). Hitung besar momen dipol magnetik b). Tentukan torsi yang bekerja pada loop

= F L
L

= I (L B ) L
L Karena LB tegak lurus L

Tetapi torsi/torka tidak nol

a). Momen dipol magnet

b). Torsi yang bekerja pada loop

L L

= I (A B )
=xB

= IA = momen dipol magnet

Contoh soal

Contoh soal: Kontrol satelit


Banyak satelit menggunakan kumparan yang disebut torquers untuk mengatur arahnya. Alat ini berinteraksi dengan medan magnetik bumi untuk menghasilkan torsi pada satelit dalam arah x,y,z. Energi dari sistem kontrol ini berasal dari selsurya. Jika momen dipol magnetik dari alat kontrol adalah 250 A.m2, tentukan torsi maksimum yang diberikan ke satelit bila torquer dinyalakan pada ketinggian dimana medan magnetik bumi adalah 3 x 10-5 T.