# BAB 1 PEMERIKSAAN KEKUATAN TANAH DENGAN SONDIR 1.1 Referensi Das, Braja M.

Manometer. Kunci-kunci pipa. Seperangkat pipa sondir lengkap. dll.4 Alat Percobaan 1. 2. 6.5 . 3. Konus dan Bikonus. 4. alat-alat pembersih. Angker 2 buah. minyak hidrolik. Dokumentasi Praktikum Gambar 1. oli.1 Sondir 1.1. Alat sondir manual. 5.

6 Prosedur Percobaan Gambar 1.2 Flowchart Prosedur Percobaan Sondir .1.

1F (1. pembacaan kedua (kg/cm2).1.7 Data Pengamatan dan Pengolahan Pada percobaan sondir ini. • Friction ( Hambatan Lekat ) Karena yang diamati setiap kedalaman 20 cm. C (C+F) : Total Resistance.1F 100 10 F qs = = 0. rumus yang digunakan adalah: • Local Friction Penurunan rumus : P ⇒σ= . Luas ujung konus = 10 cm 2 A p ⇒σ= 10 ⇒ Bacaan 1 : 10 C = P Bacaan 2 : 10(C + F) = P ⇒ Friksi = 10(C + F) − 10C = 10F → Luas bikonus = 100 cm 2 ⇒ local friction (q s ) = 10F = 0.1F × 20 = 2 F = 20q s .1) 100 Dimana: : Local friction (kg/cm2). pembacaan pertama (kg/cm2). qs : Cone Resistance. maka ⇒ HL(F ) = 0.

PERHITUNGAN DATA SONDIR ΣTotal Depth C C+F F Local Friction Jenis Tanah Friction Friction Ratio (fr) (%) Friction (qs) (HL) Σ(C-B)*2 A B C C-B (C-B)*0.80 8 0.00 10.00 7 14 Clays 0.90 18.40 9 0.5 20.00 23 32 Silts 0.00 2.70 14.00 40 50 Silty sands 0.00 10.3) C Dimana: fr : Friction Ratio (%).2) • Friction Ratio qs fr = x 100% (1.00 20.Friction = 20 qs (1.1/B]*100 0.00 3.00 0.20 10 1.00 0.0 52. qs : Local friction (kg/cm2).1 (C-B)*2 [(C-B)*0. C : Cone Resistance (kg/cm2).00 0 0.80 16.9 38.0 68.60 7 0.00 8 16 Clays .00 0 0 0.

00 4 0.40 28.90 18.60 12 1.3 176.00 12.40 9 0.10 22.00 13.00 8.40 13 1.30 26.00 11 19 Clays 2.00 1.1.00 10.80 11 1.80 22 .00 7.0 254.0 100.00 11 22 Clays 2.7 204.0 230.0 160.40 8.7 76.00 13 23 Clays 1.0 118.00 10 19 Clays 1.20 24.80 16.00 8 0.00 15 27 Clays 2.00 20.00 23 27 Silty sands 1.20 14 1.00 11 25 Clays 2.00 7.00 12.20 12 1.00 10 22 clays 1.00 10 23 Clays 2.60 10 1.00 9.20 24.7 138.

1 400.8 298.80 56.00 13.2.00 31.2 344.00 16 38 Clays 3.20 44.00 12 35 Clays 3.00 19.00 23 2.20 28 2.30 46.00 9 37 Clays .

20 64.00 Clays 22 53 4.1 468.00 37 3.00 15.70 74.80 96.00 60.00 36 49 Silts 3.00 3.3.30 26.60 21 2.80 56.00 4.6 806.20 31 3.00 17 49 Clays 4.00 Clays 18 55 5.0 592.00 14.1 654.8 858.00 11.40 13 1.00 14.40 28 2.6 426.00 Clays 29 77 4.6 932.80 32 3.60 52.10 62.00 16.00 30 3.00 Silty clays 54 80 5.00 clays 20 48 4.8 532.60 48 4.0 710.10 42.00 19 40 Clays 3.20 39 .00 20 50 Clays 4.00 18.80 26 2.00 20.

5 1166.90 78.80 56.00 .0 1476.00 Clays 19 40 5.0 1246.60 38 3.00 20.00 80.00 46.00 Clays 25 62 6.80 36 3.00 Clays 8 47 5.00 40 4.00 80.8 1400.80 29 2.20 40 4.00 14.00 10.00 14.3.00 10.7 1066.0 1548.70 94.00 11.00 Clays 38 76 6.00 47 4.70 74.00 25.40 37 3.00 Clays 20 60 6.40 28 2.80 76.00 Clays 20 49 6.60 21 2.00 Clays 16 56 6.00 Clays 6 34 5.10 42.8 1010.90 58.00 Clays 36 72 7.1 1108.0 1326.00 48.60 72.

2 2094.7 1642.00 24.60 45 4.40 35 3.9% Σ Total Friction = 0+20+18 = 38 .6 1994.00 Clays 22 75 7.20 >150 170 Tabel 1.00 Clays 15 60 7.00 50 5.0 1908.9 1818.00 Clays 37 80 8.00 Silts 120 170 8.4 m       C = 23 C+F = 32 F =(C+F) .1 1748.C = 32-23 = 9 Local Friction (qs) = 10 F / 100 = 0.80 43 4.00 4.00 Clays 32 79 7.50 90.9/23)x100% = 3.00 30.1F x 20 = 2F =18 Friction Ratio (Fr) = (qs / C) x 100% = (0.00 11.30 86.9 Friction (HL) =0.14.1 Data Pengamatan dan Perhitungan Data Contoh Perhitungan :  Kedalaman = 0.20 53 5.00 100.30 106.1F = 0.00 15.00 Clays 22 57 7.50 70.

0 5.0 1.0 Kedalaman Tanah 2.0 8.0 1.0 9.0 6.0 4.0 8.0 Grafik 1.0 Kedalaman Tanah Grafik 1.0 6.0 7.0 3.2 Perlawanan Penetrasi Konus Vs Kedalaman Tanah .Grafik Jumlah Hambatan Lekat Vs Kedalaman Tanah Jumlah Hambatan Lekat 0 300 600 900 1200 1500 1800 2100 2400 0.0 3.0 7.0 4.1 Jumlah Hambatan Lekat Vs Kedalaman Tanah 2.0 9.0 5.0 Grafik Perlawanan Penetrasi Konus Vs Kedalaman Tanah Perlawanan Penetrasi Konus 0 20 40 60 80 100 120 140 0.

8 Analisis Percobaan  Nilai perlawanan penetrasi konus semakin besar menunjukkan bahwa tanah semakin keras.3 Friction Ratio Vs C 1.2 .0 m nilai penetrasi konus cenderung naik.0 – 2.4 m terdapat lapisan yang lunak.4 – 8. Pada kedalaman 0 – 1.4 m tanah cenderung lunak. Dari data hasil percobaan sondir.5.Gambar 1. Hal ini terlihat dari grafik jumlah hambatan lekat terhadap kedalaman tanah yang mendekati garis lurus . Hal tersebut dapat dilihat dari grafik perlawanan penetrasi konus terhadap kedalaman tanah.8 m didapat nilai yang sangat tinggi ( Hal ini diperkirakan karena adanya batu atau tanah keras ). nilai perlawanan penetrasi konus sangat bervariatif.  Secara umum perubahan nilai hambatan lekat kumulatif terhadap kedalaman adalah konstan. Pada kedalaman 4. Pada kedalaman 2.0 m tanah cenderung semakin keras. sedangkan dari kedalaman 1. dan pada kedalaman 5.

Oleh karena itu. . Ini berarti lapisan tanah keras sudah dicapai\ 1.4 m menunjukkan nilai perlawanan penetrasi konus yang besar. Pada kedalaman 0 – 1.20 m karena pada kedalaman tersebut nilai tahanan ujung lebih besar dari 150 kg/cm 2.  Dari nilai perlawanan penetrasi konus. Jenis tanah didapat dari grafik yang ditentukan dari hasil perbandingan cone resistance (C) dengan friction ratio (Fr).0 m lapisan tanahnya merupakan tanah lanau. sedangkan pada kedalaman 1. jenis tanah pada lokasi tes sondir tersebut adalah lempung (clay).9 Kesimpulan  Secara umum. tanah yang berada di lapisan permukaan dengan kedalaman 0 – 0.  Pengukuran hanya dilakukan sampai kedalaman 8.0 m lapisan tanahnya merupakan tanah lempung. secara konseptual lapisan tanah tersebut merupakan tanah hasil pemadatan.0 – 8.