P. 1
TUGAS SONDIR

TUGAS SONDIR

|Views: 31|Likes:
Dipublikasikan oleh Merin Meirindra

More info:

Published by: Merin Meirindra on Dec 19, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/20/2014

pdf

text

original

BAB 1 PEMERIKSAAN KEKUATAN TANAH DENGAN SONDIR 1.1 Referensi Das, Braja M.

Mekanika Tanah Prinsip Rekayasa Geoteknis Jilid 2 : Bab 13 hal 229 - 230. Erlangga. 1985. 1.2 Dasar Teori Cone Penetration Test (CPT) atau lebih sering disebut sondir adalah salah satu survey lapangan yang berguna untuk memperkirakan letak lapisan tanah keras. Tes ini baik dilakukan pada lapisan tanah lempung. Dari tes ini didapatkan nilai perlawanan penetrasi konus. Perlawanan penetrasi konus adalah perlawanan tanah terhadap ujung konus yang dinyatakan dalam gaya per satuan luas. Sedangkan hambatan lekat adalah perlawanan geser tanah terhadap selubung bikonus dalam gaya per satuan panjang. Nilai perlawanan penetrasi konus dan hambatan lekat dapat diketahui dari bacaan pada manometer Komponen utama sondir adalah konus yang dimasukkan kedalam tanah dengan cara ditekan. Tekanan pada ujung konus pada saat konus bergerak kebawah karena ditekan, dibaca pada manometer setiap kedalaman 20 cm. Tekanan dari atas pada konus disalurkan melalui batang baja yang berada didalam pipa sondir (yang dapat bergerak bebas, tidak tertahan pipa sondir). Demikian juga tekanan yang diderita konus saat ditekan kedalam tanah, diteruskan melalui batang baja didalam pipa sondir tersebut ke atas, ke manometer. 1.3 Tujuan Percobaan 1. Mengetahui perlawanan penetrasi konus. 2. Mengetahui hambatan lekat tanah.

Manometer. Seperangkat pipa sondir lengkap. 2. Kunci-kunci pipa.4 Alat Percobaan 1. Alat sondir manual. Konus dan Bikonus. alat-alat pembersih. Angker 2 buah. oli. Dokumentasi Praktikum Gambar 1.1.5 . 6. 5. 3.1 Sondir 1. 4. dll. minyak hidrolik.

2 Flowchart Prosedur Percobaan Sondir .1.6 Prosedur Percobaan Gambar 1.

1. pembacaan pertama (kg/cm2). • Friction ( Hambatan Lekat ) Karena yang diamati setiap kedalaman 20 cm.1F × 20 = 2 F = 20q s .1F 100 10 F qs = = 0.1F (1. Luas ujung konus = 10 cm 2 A p ⇒σ= 10 ⇒ Bacaan 1 : 10 C = P Bacaan 2 : 10(C + F) = P ⇒ Friksi = 10(C + F) − 10C = 10F → Luas bikonus = 100 cm 2 ⇒ local friction (q s ) = 10F = 0.1) 100 Dimana: : Local friction (kg/cm2).7 Data Pengamatan dan Pengolahan Pada percobaan sondir ini. C (C+F) : Total Resistance. pembacaan kedua (kg/cm2). maka ⇒ HL(F ) = 0. rumus yang digunakan adalah: • Local Friction Penurunan rumus : P ⇒σ= . qs : Cone Resistance.

1/B]*100 0.00 0.00 10.0 52. qs : Local friction (kg/cm2). PERHITUNGAN DATA SONDIR ΣTotal Depth C C+F F Local Friction Jenis Tanah Friction Friction Ratio (fr) (%) Friction (qs) (HL) Σ(C-B)*2 A B C C-B (C-B)*0.00 3.00 40 50 Silty sands 0.00 8 16 Clays .80 8 0.3) C Dimana: fr : Friction Ratio (%).00 10.0 68.00 0.80 16.70 14.90 18.00 23 32 Silts 0.00 20.20 10 1.9 38.00 2.2) • Friction Ratio qs fr = x 100% (1.40 9 0.00 0 0 0. C : Cone Resistance (kg/cm2).00 7 14 Clays 0.00 0 0.60 7 0.5 20.1 (C-B)*2 [(C-B)*0.Friction = 20 qs (1.

0 118.20 24.80 16.40 13 1.00 11 19 Clays 2.00 20.7 138.00 23 27 Silty sands 1.7 76.00 4 0.00 15 27 Clays 2.1.0 160.00 1.00 10 22 clays 1.0 230.90 18.3 176.00 11 22 Clays 2.00 8 0.0 100.40 8.00 13.30 26.00 11 25 Clays 2.60 10 1.20 14 1.40 9 0.10 22.00 13 23 Clays 1.00 8.80 11 1.20 24.40 28.00 10 19 Clays 1.20 12 1.7 204.80 22 .00 12.00 10 23 Clays 2.00 7.00 7.00 10.00 12.00 9.0 254.60 12 1.

1 400.2 344.00 31.00 12 35 Clays 3.00 23 2.8 298.00 9 37 Clays .80 56.00 19.00 16 38 Clays 3.20 44.20 28 2.2.30 46.00 13.

10 42.00 36 49 Silts 3.20 64.00 60.8 532.00 14.8 858.00 clays 20 48 4.00 20.60 48 4.60 52.20 39 .1 468.80 32 3.00 11.0 592.70 74.00 Clays 22 53 4.80 26 2.80 56.00 15.3.00 14.40 13 1.00 30 3.00 37 3.00 3.00 18.6 426.1 654.00 Clays 18 55 5.40 28 2.6 806.00 17 49 Clays 4.6 932.60 21 2.00 Silty clays 54 80 5.00 Clays 29 77 4.0 710.00 16.00 4.00 19 40 Clays 3.00 20 50 Clays 4.10 62.30 26.20 31 3.80 96.

40 37 3.00 Clays 20 49 6.00 46.00 10.00 .3.60 21 2.00 14.00 Clays 36 72 7.80 56.70 74.90 78.00 48.00 Clays 20 60 6.90 58.80 36 3.00 Clays 19 40 5.0 1326.00 47 4.00 80.00 Clays 16 56 6.10 42.00 25.7 1066.00 Clays 6 34 5.8 1010.00 Clays 38 76 6.80 29 2.00 40 4.00 11.0 1246.00 20.60 38 3.80 76.40 28 2.00 14.00 80.70 94.0 1548.0 1476.20 40 4.8 1400.00 Clays 25 62 6.5 1166.00 10.1 1108.60 72.00 Clays 8 47 5.

00 Clays 22 75 7.50 90.2 2094.00 Clays 22 57 7.7 1642.80 43 4.1F x 20 = 2F =18 Friction Ratio (Fr) = (qs / C) x 100% = (0.0 1908.9 Friction (HL) =0.9% Σ Total Friction = 0+20+18 = 38 .30 106.6 1994.00 100.00 50 5.00 15.00 Clays 15 60 7.20 >150 170 Tabel 1.1 Data Pengamatan dan Perhitungan Data Contoh Perhitungan :  Kedalaman = 0.1 1748.50 70.00 Clays 32 79 7.00 11.9 1818.30 86.00 30.1F = 0.00 Clays 37 80 8.60 45 4.14.9/23)x100% = 3.00 24.4 m       C = 23 C+F = 32 F =(C+F) .40 35 3.00 4.C = 32-23 = 9 Local Friction (qs) = 10 F / 100 = 0.00 Silts 120 170 8.20 53 5.

0 7.0 9.0 8.0 9.0 6.0 Grafik 1.2 Perlawanan Penetrasi Konus Vs Kedalaman Tanah .0 Kedalaman Tanah Grafik 1.0 4.0 Grafik Perlawanan Penetrasi Konus Vs Kedalaman Tanah Perlawanan Penetrasi Konus 0 20 40 60 80 100 120 140 0.0 5.0 1.0 5.0 8.0 Kedalaman Tanah 2.0 4.0 3.0 1.0 3.Grafik Jumlah Hambatan Lekat Vs Kedalaman Tanah Jumlah Hambatan Lekat 0 300 600 900 1200 1500 1800 2100 2400 0.0 7.1 Jumlah Hambatan Lekat Vs Kedalaman Tanah 2.0 6.

5.0 m tanah cenderung semakin keras. sedangkan dari kedalaman 1. nilai perlawanan penetrasi konus sangat bervariatif.4 m tanah cenderung lunak.0 m nilai penetrasi konus cenderung naik.4 m terdapat lapisan yang lunak. Pada kedalaman 4.0 – 2.8 m didapat nilai yang sangat tinggi ( Hal ini diperkirakan karena adanya batu atau tanah keras ). Dari data hasil percobaan sondir.3 Friction Ratio Vs C 1. Hal tersebut dapat dilihat dari grafik perlawanan penetrasi konus terhadap kedalaman tanah.8 Analisis Percobaan  Nilai perlawanan penetrasi konus semakin besar menunjukkan bahwa tanah semakin keras. Pada kedalaman 2. Pada kedalaman 0 – 1.2 . Hal ini terlihat dari grafik jumlah hambatan lekat terhadap kedalaman tanah yang mendekati garis lurus .Gambar 1.  Secara umum perubahan nilai hambatan lekat kumulatif terhadap kedalaman adalah konstan.4 – 8. dan pada kedalaman 5.

tanah yang berada di lapisan permukaan dengan kedalaman 0 – 0. Pada kedalaman 0 – 1.4 m menunjukkan nilai perlawanan penetrasi konus yang besar.0 m lapisan tanahnya merupakan tanah lanau. .0 m lapisan tanahnya merupakan tanah lempung. Ini berarti lapisan tanah keras sudah dicapai\ 1.  Dari nilai perlawanan penetrasi konus. sedangkan pada kedalaman 1.9 Kesimpulan  Secara umum.0 – 8. jenis tanah pada lokasi tes sondir tersebut adalah lempung (clay). Oleh karena itu. secara konseptual lapisan tanah tersebut merupakan tanah hasil pemadatan.  Pengukuran hanya dilakukan sampai kedalaman 8.20 m karena pada kedalaman tersebut nilai tahanan ujung lebih besar dari 150 kg/cm 2. Jenis tanah didapat dari grafik yang ditentukan dari hasil perbandingan cone resistance (C) dengan friction ratio (Fr).

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->