Anda di halaman 1dari 31

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.

ESTER DENGAN POST OPERATIF DENGAN CA CERVIKS

OLEH KELOMPOK 3

CA SERVIKS
Definisi
Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada leher rahim (mulut rahim), yaitu suatu daerah yang menghubungkan rahim (uterus) dengan vagina. Kanker ini adalah jenis kanker yang biasanya tumbuh lambat pada wanita dan memengaruhi mulut rahim (bagian yang menghubungkan antara rahim dan vagina). Kanker ini sifatnya tidak diturunkan melainkan dipengaruhi oleh aktifitas seksual yang disebabkan oleh virus HPV (human papilomma virus).

Departemen Kesehatan menyatakan bahwa kanker serviks merupakan penyakit tumor ganas di leher rahim yang dapat menyebar (metastasis) ke organ-organ yang lain dan dapat menyebabkan kematian.

Sedangkan, menurut FKUI (1990)kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal disekitarnya.

Etiologi
Adapun penyebab pasti kanker serviks belum diketahui, namun banyak teori yang menyebutkan penyakit ini disebabkan antara lain; bahan karsinogenik, penyakit kelamin, gizi buruk,dan kebersihan. Sedangkan, menurut pernyataan yang dikeluarkan WHO hingga saat ini penyebab kanker serviks adalah 99% berhubungan dengan HPV (Human Papilomma Virus).

Faktor Resiko
1. Hubungan seksual pada usia muda atau pernikahan pada usia muda. 2. Berganti-ganti pasangan seksual yang tidak jelas. 3. Merokok dan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim) 4. Defisiensi zat gizi. 5. Infeksi herpes genitalis atau klamidia menahun. 6. Gangguan sistem kekebalan 7. Jumlah kehamilan dan partus 8. Hygiene dan sirkumsisi. Kanker serviks mudah terjadi pada wanita dengan pasangan non-sirkumsisi karena hygiene penis tidak terawat. 9. Faktor sosial ekonomi, berkaitan dengan status gizi, imunitas, dan kebersihan seseorang.

Prognosis
Prognosis kanker serviks tergantung pada stadium penyakit. Stadium kanker merupakan faktor kunci yang menentukan pengobatan apa yang akan dilakukan. Berikut ini gambaran prognosis kanker serviks sebagai berikut :

Stadium 0 Kanker noninvasive, kanker dini ini kecil dan hanya terbatas pada permukaan serviks. Stadium I Kanker hanya terbatas pada serviks Stadium II Kanker pada stadium ini termasuk serviks dan uterus, namun belum menyebar ke dinding pelvis atau bagian bawah vagina Stadium III Kanker pada stadium ini telah menyebar dari serviks dan uterus ke dinding pelvis atau bagian bawah vagina.

Stadium IV Pada stadium ini kanker telah menyebar ke organ terdekat , seperti kandung kemih atau rectum, atau telah menyebar ke daerah lain di dalam tubuh, seperti paru-paru, hati atau tulang.

Gejala Klinis Kanker Serviks


Stadium Dini

Masa tanpa gejala (stadium dini) merupakan masa dimana penderita tidak merasakan keluhan apa pun atau tandatanda khas, meski sebenarnya proses kanker sedang berlangsung. Stadium Lanjut Gejala yang bisa timbul pada stadium lanjut, meliputi : 1. Gejala keputihan atau keluar cairan encer dari kelamin wanita (vagina). Getah ini makin lama akan berbau busuk akibat infeksi dan nekrosis jaringan. 2.Perdarahan sesudah bersenggama (post coital bleeding) yang kemudian berlanjut menjadi perdarahan yang abnormal.

3.Perdarahan sesudah mati haid (menopause). 4.Timbul gejala-gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis. 5.Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian bawah billa ada radang panggul. 6. Pada fase invasif, dapat keluar cairan kuning-kekuningan, berbau dan dapat bercampur dengan darah. 7.Pada stadium lanjut, badan menjadi kurus kering karena kurang gizi, edema kaki, timbul iritasi kandung kencing

Penatalaksanaan
a. Manajemen Tumor Insitu

b. Manajemen Mikroinvasif c. Manajemen Karsinoma Invasif Stadium Awal

d. Manajemen Karsinoma Invasif Stadium Lanjut

. Pencegahan dan Skrining Kanker Serviks


Kematian penderita kanker serviks terjadi karena pengobatan sudah terlambat dan sudah stadium lanjut. Padahal, pada stadium dini sudah dapat disembuhkan. a. Pap Smear Saat ini, senjata ampuh untuk mencegah kanker serviks adalah bentuk skrining yang dinamakan "pap smear". Pap smear adalah suatu pemeriksaan sitologi yang diperkenalkan oleh Dr. GN. Papanicolaou pada tahun 1943 untuk mengetahui keganasan (kanker) dengan mikroskop.

Deteksi dini kanker serviks dapat juga dilakukan dengan b.IVA (Inspeksi Visual dengan teknik visualisasi tanpa alat dengan hasil yang efektif, aman, praktis, Aplikasidikenal dengan istilah IVA (Inspeksi dan murah yang Asam Asetat) Visual dengan Aplikasi Asam Asetat). Teknik visualisasi IVA ini diperkenalkan oleh Sankaranarayanan, dkk. Pelaksanaan teknik ini menggunakan aplikasi asam asetat yang dapat dilakukan oleh dokter, bidan, atau paramedis lainnya. Pemeriksaan IVA dianjurkan bagi wanita berusia 30 50 tahun dan sudah melakukan hubungan seksual yang mana pemeriksaannya dapat dilakukan kapan saja, minimal 5 (lima) tahun sekali.

KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN


Manajemen kebidanan adalah suatu metode dengan pendekatan pemecah masalah kesehatan yang digunakan oleh bidan dalam pemberian pelayanan dan asuhan kebidanan. Dalam asuhan kebidanan, penulis menggunakan tujuh langkah Hellen Varney : Langkah I : pengumoulan data dasar Langkah II : interprestasi data Langkah III : mengidentifilasi diagnosa/masalah potensial Langkah IV : menetapkan kebutuhan akan tindakan segera Langkah V : merencanakan asuhan yang menyeluruh Langkah VI : melaksanakan perencanaan Langkah VII : evaluasi

KASUS
Manajemen Kebidanan

Pada Ny Ester dengan post operatif dengan ca servik


I. PENGKAJIAN A. Biodata Nama Ibu Umur : Ny Ester : 45 tahun Nama Suami Umur : Tn D : 50 tahun

Suku / bangsa : Jawa/Indonesia

Suku / bangsa : Jawa/Indonesia

Agama
Pendidikan Pekerjaan Alamat

: Islam
: SMP : IRT : Medan

Agama
Pendidikan Pekerjaan Alamat

: Islam
: SMA : Swasta : Medan

B. Anamnese pada tanggal : 29 juni 2011 pukul : 10.00 wib 1. Alasan kunjungan Ibu ingin memeriksakan kondisinya setelah melakukan operasi ca cerviks 2. Riwayat menstruasi Menarche : umur 14 tahun Siklus : 28 hari teratur Banyaknya : 2x ganti doek Lamanya : 5 hari Konsistensi : Cair, warna: merah 2.1. keluhan yang dirasakan ibu merasa nyeri pada bekas luka operasi

2.2. diet/makan sehari-hari Makan 3x sehari ( nasi + sayur + ikan + buah + air putih +/- 8 gelas/hari ) 2.3. pola eleminasi BAB : 1x/hari, warna : kekuningan, konsistensi: lunak BAK : 6-7x/hari, warna: jernih, konsistensi : cair 2.4.Aktifitas sehari-hari Pola istirahat dan tidur : +/- 8 jam/hari Seksualitas : tidak dilakukan lagi pekerjaan : masih dilakukan tapi tidak seperti biasa 2.5. kontrasepsi yang pernah digunakan : tidak ada

Keha Hamil ke Ka milan wi n ke 1 1 9 bln UK

Persalinan komplikasi jani n Penolong

Bayi

Bayi

Jnis p salinan

Tmt Psalin an RS

PB/BB J.Kelamn

Keadan/u mur

keadaa lakta n si

Ket .

Ibu

Sponta n

KPD

dokter

3000/49

15 th

baik

6 bulan

9 bln

Sponta n

BPS

Bidan

3200, 50

13 th

baik

1 th

9 bln

Sponta n

BPS

Bidan

3000/48

10 th

baik

1,5 th

9 bln

Sponta n

BPS

Bidan

3300/50

9 th

baik

1 th

. Riwayat kesehatan 4.1. Riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita : ada ( ca cervik ) 4.2. Prilaku kesehatan - penggunaan alkohol / obat-obatan sejenisnya :tdk ada - Obat-obatan/ jamu yang sering digunaka: tdk ada - Merokok/ makan sirih : tdk ada - Irigasi vagina/ ganti pakaian dalam : tdk ada/ 2x sehare dan cebok sehabis bab dan bak 5. Riwayat sosial 5.1. Status perkawinan : resmi Jumlah perkawinan : 1 x Lama perkawinan : 29 tahun

5.2. Riwayat kesehatan keluarga : tidak ada mengalami penyakit menular dan penyakit keluarga

C. Pemeriksaan 1. Keadaan umum : Baik kesadaran : kompos mentis 2. Tanda-tanda vital TD : 120/70 mmHg Nadi : 84x/menit Suhu : 36,80C RR : 20x/menit 3. Berat badan Tinggi badan : 53 kg : 156 cm

4. Pemeriksaan Fisik a.Kepala : simetris, kulit kepala bersih, tidak ada ketombe, distribusi merata, warna rambut hitam, tidak rontok bila dicabut, tidak ada benjolan. b.Muka : bentuk simetris, tidak ada oedema, tidak pucat, tidak ada cloasma grafidarum c.Mata : bentuk simetris, sclera putih, konjungtifa merah muda, tidak ada luka, tidak konjungtifitis, tidak ada bintik bitot. d.Hidung : bentuk simetris, tidak ada polip, bersih, tidak ada secret.

g.Leher : tidak ada pembengkakan vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, dan tidak ada pembesaran kelenjar limfa, tidak ada gangguan gerak. h.Dada /thorax dada, tidak ada i.Payudara tidak ada luka, susu menonjol. : tidak ada tarikan / retraksi ronchi dan wheezing. : simetris, konsistensi lunak, bersih, tidak ada benjolan, putting

j.Abdomen : ada luka bekas operasi, perut tidak kembung, ibu terlihat tidak mual, tidak ada nyeri tekan k.Genetalian : tidak ada varices, tidak ada oedema, tidak aada kondiloma lata dan akuminata, tidak ada perdarahan.

l.Anus : Bersih, tidak ada hemmoroid m.Ekstremitas : Atas : bentuk simetris, tidak oedema, kuku tidak cyanosis, tangan kanan/kiri tidak pucat, tidak ada sindaktili, tidak ada polidaktili. Bawah : bentuk simetris, tidak oedema, kuku tidak cyanosis, tangan kanan/kiri tidak pucat, tidak ada sindaktili, tidak ada polidaktili. .1 inspeksi Perineum : luka parut : ada Vulva vagina : merah segar Fistula : tidak ada Pengeluaran pervaginam : tidak ada Hemoroid : tidak ada Varices : tidak ada

D. Pemeriksaan laboratorium / Penunjang : tidak dilakukan II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH Diagnosa : Ibu dengan post operatif dengan ca cervik Data dasar : DS : ibu mengatakan bahwa ia telah menjalani operasi ca cerviks DO : Keadaan umum : Baik Kesadaran : Composmentis Tanda-tanda vital TD : 120/70 mmHg Nadi : 84x/menit Suhu : 36,80C RR : 20x/menit

Masalah

: cemas, tampak pada ekspresi wajah ibu yang gelisah. Kebutuhan : Support mental Pemenuhan nutrisi Tirah baring III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL Infeksi IV. EVALUASI KEBUTUHAN SEGERA Perawatan pada luka operasi

V. INTERVENSI - informasikan pada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan - Beri support mental pada ibu - Anjurkan ibu untuk melakukan personal hygien secara teratur - Anjurkan ibu untuk makan makanan yg bergizi - Anjurkan ibu untuk cukup istirahat - Anjurkan ibu untuk tidak melakukan hubungan seksual untuk sementara - beri obat-obatan metronidazol 3x 500 mg, amoxicilin 3x500 mg -Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang dan segera datang bila ada keluhan.

VI. IMLPEMENTASI Menginformasikan pada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan Memberikan support mental pada ibu Menganjurkan pada ibu untuk melakukan personal hygien secara teratur Menganjurkan ibu untuk makan makanan yang bergizi Menganjurkan ibu untuk cukup istirahat Menganjurkan ibu untuk tidak melakukan hubungan seksual untuk sementara Memberikan obat-obatan metronidazol 3x 500 mg, amoxicilin 3x500 mg Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang dan segera datang bila ada keluhan.

VII. EVALUASI Ibu dan keluarga sudah mengerti tentang keadaan ibu Ibu sudah mendapat therapy Ibu suda tidak cemas lagi

: Ibu mengatakan sudah melakukan apa yang telah disampaikan oleh bidan. Ibu mengatakan keadaannya baik-baik saja, tidak ada kegiatan sehari-hari yang terganggu dan tidur pun nyenyak. Ibu tidak ada keluhan saat BAB/BAK, dan nyeri sudah berkurang

: Keadaan umum : baik Kesadaran : compos mentis Tanda vital : TD : 120/80 mmHg Suhu : 36,5 C RR:22x/menit Nadi : 84x/menit

: ibu dengan post operatif ca cerviks k/u ibu : baik

: - Anjurkan pasien melanjutkan meminum obat yang telah diberikan. - Anjurkan pasien datang kembali 1 minggu lagi, Apabila terjadi sesuatu segera kunjungi tenaga kesehatan secepatnya - intervensi dilanjutkan