Anda di halaman 1dari 3

1. Klorokuin Struktur dan Mekanisme Kerja Klorokuin merupakan turunan dari 4-aminokuinolon.Mekanismekerja dari.

Klorokuin hanya efektif terhadap parasit dalam fase eritrosit,sama sekali tidak efektif pada parasit di jaringan. Efektivitasnya sangattinggi terhadapP. falcifarumdanP. vivax.Mekanisme kerja obat ini didugamenghambat DNA dan RNA polimerase.Secara fisik terjadi interkalasiklorokuin dengan guanin rantai DNA. Parasit yang menginfeksi eritrositakan segera mengambil dan mengakumulasi obat tersebut dalam badannya. b. Farmakokinetik Absorbsi klorokuin setelah pemberian oral terjadi lengkap dan cepatdan makanan mempercepat absorbsi ini. Kadar puncak plasma dicapaisetelah 3-5 jam. Metabolisme klorokuin dalam tubuh sangat lambat danmetabolitnya diekskresikan lewat urin.Metabolisme klorokuin dihambatoleh amodiakuin, hidroksiklorokuin dan apamakuin. c. Efek Samping dan Kontraindikasi Efek samping yang mungkin timbul oleh pemberian klorokuin adalahsakit kepala ringan, gangguan pencernaan, gangguan penglihatan dan gatal-gatal.Yang tersering adalah gangguan saluran cerna dan gatal-gatal.Sedangkan kontraindikasi penggunaan klorokuin adalah pada penyakit hepar.Penggunaan harus hati-hati pada gangguan pada gannguan gastrointestinal,gangguan darah, dan gangguan neurologik yang berat.Sebaiknya tidak digunakan bersama Au dan fenilbutazon karena menyebabkan dermatitis. d. Sediaan Klorokuin tersedia sebagai garam difosfat 250 mg dan 500 mg. Bentuk tablet 150mg dan 300 mg basa. Bentuk sirup 50 mg/5mL.

2. Pirimetamin Struktur dan Mekanisme kerja Pirimetamin adalah turunan pirimidin yang berbentuk bubuk putih,tidak terasa, tidak larut dalam air, dan sedikit larut dalam asam klorida.Khasiat anti malaria ditemukan pada turunan yang mepunyai gugus metil atau alkoksi pada posisi 5 dalam inti pirimidin. Adapun mekanisme kerja pirimetamin dengan menghambat enzim dehidrofolat reduktase plasmodia pada kadar yang jauh lebih rendah daripada yang diperlukan untuk menghambat enzim yang sama pada manusia. Enzim bekerja dalam rangkaian reaksi sintesis purin, sehingga penghambatannya menyebabkan gagalnya pembelahan inti pada pertumbuhan skizon dalam hati. b. Farmakokinetik Penyerapan pirimetamin di saluran cerna berlangsung lambat tetapi lengkap.Obat ini ditimbun terutama dalam hati, hepar, ginjal, paru, dan limpa, kemudian diekskresikan lambat dengan waktu paruh kira-kira 4 hari.Metabolitnya diekskresikan melalui urin. Pirimetamin diekskresikan cukup banyak lewat ASI sehingga dapat dicapai kadar supresi dalam darah bayi yang sepenuhnya mendapat ASI.

c. Efek Samping Dengan dosis besar dapat menimbulkan anemia makrositik yang serupa dengan defisiensi asam folat.Untuk mencegah anemia, trombositopenia dan leukopenia maka leukovorin dapat diberikan bersamaan dengan pirimetamin.Pirimetamin tak dianjurkan pada wanita hamil. d. Sediaan Pirimetamin tersedia sebagai tablet 25 mg. Sediaan kombinasidengan sulfadoksin 500 mg. 3. Primakuin Struktur dan Mekanisme Kerja Primakuin atau 8-6-metokuinolon merupakan turunan dari 8-aminokuinolon. Adapun aktivitas sebagai antimalaria tidak banyak diketahui tentang cara kerja 8-aminokuinolon, lebih-lebih tentangaktivitasnya yang lebih menonjol terhadap skizon jaringan. Sedangkanyang menyebabkan hemolisis yang lebih kuat adalah metabolitnya. b. Farmakokinetik Pemberian per oral, primakuin segera diabsorbsi, tetapimetabolismenya berlangsung cepat sehingga hanya sebagian kecil yangdiekskresikan dalam bentuk utuh. Kadar puncak dalam plasma dicapai 3 jam, kemudian cepat menurun dengan waktu paruh eliminasi 6 jam. Metabolismeoksidatif primakuin menghasilkan 3 metabolit turunan karboksil yangtidak berefek antimalaria tetapi efek hemolitiknya lebih kuat. c. Efek Samping dan Kontraindikasi Efek samping yang terberat dari primakuin adalah anemia hemolitik akut pada pasien yang mengalami defisiensi enzim G6PD.Primakuin dikontraindikasikan pada pasien dengan penyakit sistemik yang berat yangcenderung mengalami granulositopenia.Wanita hamil juga tidak dianjurkan meminum obat tersebut. d. Sediaan Primakuin fosfat tersedia sebagai tablet 26,3 mg garam setara dengan 15 mg basa. Dosis optimal untuk pengobatan radikal malaria vivaks atau ovale 15 mg/hari untuk orang dewasa sedangkan anakanak 0,3mg/kgBB/hari selama 14 hari.

4. Kina dan Alkaloid Sinkona Struktur dan Mekanisme Kerja Kuinin atau kina merupakan alkaloid penting yang diperoleh dari kulit pohon sinkona. Pohon sinkona mengandung lebih dari 20 alkaloid,tetapi yang bermanfaat di klinik hanya 2 pasang isomer, kina dan kuinidin serta sinkona dan sinkonidin. Kina dan sinkonidin merupakan bentuk levo-isomer.Kina mengandung gugus kuinolin yang terikat pada cincin kinukidin melalui ikatan alkohol sekunder, juga mengandung rantai samping metoksi dan vinil. Struktur kuinidin sama dengan kina kecuali konfigurasisterik alkohol sekunder.

Pada efek antimalaria untuk terapi supresi dan pengobatan seranganklinis, kedudukan kina telah tergeser oleh obat yang lain yang lebih amandan efektif misalnya klorokuin. Kina merupakan obat terpilih bagi parasityang resisten terhadap klorokuin. Kina terutama berefek skizontisid danterhadap P. vivaks danP. malaria, juga berefek gametosid. b. Farmakokinetik Kina dan turunannya diserap baik terutama melalui usus halus bagian atas.Kadar puncak dalam plasma 1-3 jam pada dosis tunggal.70%terikat oleh protein dalam plasma. Sebagian besar dimetabolisme dalamhati sehingga hanya kira-kira 5% yang diekskresi lewat urin dalam bentuk metabolit hidroksi dan sebagian kecil melalui tinja getah lambung,empedu dan air liur. Karena terjadi perombakan dan ekskresi lebih cepatsehingga tidak terjadi akumulasi dalam tubuh.Kina harus diberikan tiap hari untuk terapi supresi atau tiap 4 jam untuk terapi serangan klinisserangan akut agar kadar dalam plasma dapat dipertahankan. c. Efek Samping dan Indikasi Dosis terapi kina sering menyebabkan sinkonisme yang tidak selalu memerlukan penghentian pengobatan.Gejalanya mirip salisilismus yaitu tinitus, sakit kepala, gangguan pendengaran, pandangan kabur, diare dan mual.Indikasi kina digunakan jika terjadi resisten terhadap klorokuin pada P. falciparum. Untuk pemberian oral dikenal 2 regimen dosis yaitu 1) garam kina 3 x sehari 650 mg selama 7-10 hari bersama 3 tablet fansidar dosis tunggal. 2) garam kina 3x sehari 650 mg selama 7-10 hari dengantetrasiklin 4 x sehari 250 mg selama 7 hari. Dosis kina untuk anak adalah 25 mg/kgBB/hari yang diberikan sebagai dosis terbagi. Kina sulfat tersedia sebagai tablet 0,222 g untuk oral. Sediaan kombinasi tetap 150 mg kina sulfat dengan primakuin 3 gr.