Anda di halaman 1dari 1

Diagnosis banding Skabies disebut juga sebagai a great imitator karena memberikan gambaran klinis yang sangat bervariasi,

dapat didiagnosis banding dengan penyakit- penyakit kulit yang mengenai badan kecuali muka, sulit dibedakan dengan beberapa penyakit kulit yang disertai gatal. Pruritus terdapat pada hampir semua dermatosis, maka skabies dapat didiagnosis banding dengan dermatitis atopik, dermatitis kontak, prurigo, urtikaria papular, impetigo, folikulitis, dermatitis herpetiformis, gigitan serangga, pedikulosis korporis, liken planus, pitiriasis rosea, penyakit hodgkin, pseudomonas folikulitis (Makatutu, 1990). Setiap dermatitis yang mengenai daerah areola, selain penyakit paget, harus dicurigai pula adanya skabies. Skabies krustosa dapat menyerupai dermatitis hiperkeratosis, psoriasis, dermatitis seboroik, dan keratosis folikularis (Greene, 2002). Komplikas skabies Bila skabies tidak diobati selama beberapa minggu atau bulan. Erupsi dapat berbentuk impetigo, ektima, limfangitis, folikulitis, dan furunkel. Infeksi bakteri pada bayi dan anak kecil dapat menimbulkn komplikasi pada ginjal, yaitu glumerulonefritis. Dermatitis iritan dapat timbul karena penggunaan preparat antiskabies yang berlebihan, baik pada terapi awal atau dari pemakaian yang terlalu sering. Salep sufur, dengan kadar 15% dapat menyebabkan dermatitis bila digunakan terus menerus selama beberapa hari pada kulit yang tipis. Benzil benzoat juga dapat menyebabkan iritasi bila digunakan dua kali sehari selama beberapa hari, terutama disekitar genetalia pria. Gamma benzene heksaklorida sudah diketehui menyebabkan dermatitis iritan bila digunakan secara berlebihan. Kadang-kadang dapat timbul infeksi sekunder sistemik, yang memperberat perjalanan penyakit. Stefilokok dan streptokok yang berada dalam lesi skabies dapat menyebabkan pielonefritis, abses internal, pneumonia piogenik dan septikemia.