Anda di halaman 1dari 10

TUGAS MATERIA MEDIKA HERBAL MONOGRAFI

Mirabilis jalapa L. (Kembang Pukul Empat)

Disusun oleh: Amelia Febriani NPM. 1206179170

FAKULTAS FARMASI PROGRAM MAGISTER HERBAL 2012

1|Page

Mirabilis jalapa L. (Kembang Pukul Empat)


I. DESKRIPSI TANAMAN Ciri Khas :Herba tahunan, tegak, tinggi 20 cm - 80 cm, berasal dari Amerika Selatan, banyak ditanam orang sebagai tanaman hias di pekarangan atau sebagai pembatas pagar rumah. Tumbuh di dataran rendah yang cukup mendapat sinar matahari maupun di daerah perbukitan. Termasuk suku kampah-kampahan, berbatang basah, daunnya berbentuk jantung, warna hijau tua, panjang 2 cm - 11 cm, lebar 8 mm - 7 cm, pangkal daun membulat, ujung meruncing, tepi daun rata, letak berhadapan, mempunyai tangkai daun yang panjangnya 6 mm - 6 cm. Bunganya berbentuk terompet, dengan banyak macam warna, antara lain: merah, putih, jingga, kuning, kombinasi/belangbelang. Mekar di waktu sore hari dan kuncup kembali pada pagi hari menjelang fajar. Buahnya keras, warna hitam, berbentuk telur, dapat dibuat bedak. Kulit umbinya berwarna coklat kehitaman, bentuk bulat memanjang, panjang 7 cm - 9 cm dengan diameter 2 cm - 5 cm, isi umbi berwarna putih.1 Foto Tanaman

Daun, biji dan bunga yang belum mekar

Bunga kembang pukul empat

Umbi kembang pukul empat

Nama Latin Mirabilis jalapa L. Nama Sinonim Nyctago hortensis Juss, Nyctago versicolor, Nyctago jalapa, Mirabilis lindheimeri, Mirabilis dichotoma L., Mirabilis odorata L., Jalapa congesta,. 2,3 Nama Daerah Sumatera: Kembang pagi sore, kembang pukul empat, bunga waktu kecil. Jawa: Kederat, segerat; Nusatenggara: Noja, koderat, bungga ledonosok, loro laka; Bali: Tegerat. Sulawesi: Pukul ampa, turaga, bodoko sina, bunga tete apa,bunga-bunga paranggi, bunga-bunga parengki (Bugis), bunga tete apa (Makasar). Maluku: Kupa oras (ambon), cako, raha (Ternate). 1

2|Page

Nama Asing Inggris: Four oclock, marvel of Peru, false jalap, clavilla ; Malaysia: Kembang pukul empat, kembang lohor, kembang dzohor; Cina: Xzo hu; Thailand: Zi mo li; Filipina: Gilalas (Tagalog), maravillas, suspiros (Spanyol-Filipina); Korea: Punkkot; Nepal: Maritidhs, nakajali (Gurung); lankaphul, lankasoni, malati (Nepali); labujana, langasani (Tamang); barka gurubands (Tharu); Jerman: Wunderblume; Spanyol: Clavellina, maravilla, hoja de xalapa; Perancis: Belle de nuit4,5,6,7,8 Habitat Kembang pukul empat merupakan tanaman tropis, dapat tumbuh sampai ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut. Suhu yang dikehendaki berkisar antara 26 30o C, meskipun suhu lingkungan sejuk, namun demikian juga membutuhkan sinar matahari yang cukup. Tanah yang dikehendaki untuk pertumbuhan Bunga Pukul Empat adalah tanah yang gembur, subur, dengan pH tanah 6 - 7. 1 II. DESKRIPSI SIMPLISIA Mirabilidis Jalapae Folium Mirabilidis Jalapae Folium adalah daun Mirabilis jalapa L., suku Nyctaginaceae. Daun kembang pukul empat tidak berbau, rasa agak pahit dan menggigit. Helaian daun berwarna hijau kecoklatan, bentuk bundar telur segitiga, panjang 2 cm sampai 11 cm, lebar 8 mm sampai 7 cm, ujung daun meruncing, pangkal daun membulat atau bentuk jantung, pinggir daun rata. Tangkai daun 6 mm sampai 6 cm. 1 Mirabilidis Jalapae Tuber Mirabilidis Jalapae Rhizoma adalah umbi Mirabilis jalapa L., suku Nytctaginacea. Umbi tidak berbau; mula mual tidak berasa, lama kelamaan agak pedas. Warna kulit luar coklat kehitaman bentuk bulat memanjang, panjang 7-9 cm, diameter 2-5 cm. Patahan umbi mula-mula berwarna putih lama kelamaan berwarna putih kecoklatan.1 Mirabilidis Jalapae Floss Mirabilidis Jalapae Floss adalah bunga Mirabilis jalapa L., suku Nytctaginacea. Bunga berbentuk terompet, panjang 3,5 cm, dengan banyak macam warna, antara lain: merah, putih, jingga, kuning, kombinasi/belang- belang dan seringkali bergaris atau berbintikbintik.

III.

KANDUNGAN KIMIA

Kandungan utama Mirabilis jalapa L. adalah rotenoid (mirabijalones A-D,boeravinones C dan F), derivat isokuinolin seperti terpenoid, steroid, senyawa fenolat, alanin, -amirin, arabinosa, -amirin,asam oleanolat, trophan, stigmasterol, -sistosterol-D-glukosida, asam ursolat, asam mirabilisoat, mirabalisol, trigonellin dan antiviral protein, Cmetilabronisoflavone, asam tartarat, betanin , brassikasterol, asam betalanat. Mirabilis jalapa L. kaya akan kandungan kelompok asam amino yang disebut Mirabilis Antiviral Proteins (MAPs). Penapisan fitokimia pada akar menunjukkan keberadaan alkaloid, glikosida, karbohidrat dan fitosterol. Trigonellin merupakan kandungan utama pada akar. 9 Analisis elusidasi dengan KLT menunjukkan adanya alanin, arabinosa, campesterol, daukosterol dan dopamine, d-glucan, hexacon-1-ol, indicaxanthin, isobetanin, 6methoxyboeravinone, miraxanthins, n-dotriacontane, n-nonacosane, n-pentacosane, ntriacontane. Bunga terutama mengandung flavonoid dan antosianin. Sejumlah senyawa aktif yang telah diekstrak dari beberapa bagian tanaman adalah ribosome-in activating protein(RIP) yang mempunyai aktivitas antivirus senyawa fenolat yang mempunyai aktivitas antifungi, senyawa peptida aktivitas antimikroba serta rotenoid yang mempunyai aktivitas penghambatan terhadap HIV-1. 10 3|Page

Struktur Kimia Kandungan Utama

Trigonellin11

Mirabijalones C12

-sistosterol-D-glukosida13

IV. FARMAKOLOGI Beberapa aktivitas farmakologi bunga pukul empat, antara lain: 1. Antiinflamasi

Studi terkini menunjukkan, ekstrak total alkohol dan fraksi petroleum eter daun Mirabilis jalapa L. memiliki aktivitas antiinflamasi. Uji dilakukan pada tikus albino galur Wistar yang diinduksi edema dengan karagenan (1%, 0, 1 ml subplantar) pada telapak kaki dan granuloma cotton pellet. Ekstrak alkohol total dosis 300 mg/kg bb dan fraksi petroleum eter dosis 200 mg/kg bb p.o, menunjukkan aktivitas antiinflamasi secara signifikan dibandingkan diklofenak 40 mg/kg bb pada tikus yang diinduksi karagenanan. Sedangkan pada induksi granuloma cotton pellet, ekstrak alkohol total dosis 300 mg/kg bb dan fraksi petroleum eter dosis 200 mg/kg bb p.o, menunjukkan penghambatan formasi granuloma secara signifikan. Hal tersebut menunjukkan M.jalapa dapat menghambat peningkatan jumlah fibroblast dan sintesis kolagen serta mukopolisakarida selama formasi jaringan granuloma pada saat terjadi inflamasi kronik.14 Ekstrak air daun M. jalapa L. memiliki aktivitas anti-inflamasi yang tergantung dosis. Hasil uji menunjukkan pemberian ekstrak air daun dosis M.jalapa dosis 200 dan 400 mg/kg bb p.o, secara signifikan menghambat edema pada telapak kaki tikus albino galur Wistar yang diinduksi karagenan secara subplantar, berturut-turut sebesar 37,5 % dan 54,0%, pada jam ke-4 setelah induksi. Sedangkan persentase penghambatan edema yang di induksi formalin secara subplantar adalah 32,9% dan 43,0% pada hari ke-4 berturut turut pada dosis 200 dan 400 mg/kg bb p.o.15 2. Analgetik (Antinosiseptif) Secara tradisional di Brazil, infusa dan dekokta daun Mirabilis jalapa L. telah lama digunakan sebagai obat antiinflamasi dan pereda nyeri. Ekstrak hidroetanol daun M.jalapa lebih potent dibandingkan dengan ekstrak hidroetanol batang M.jalapa dalam menghambat konstriksi abdominal mencit jantan albino galur Swiss yang diinduksi asam asetat (0,6%) dengan nilai ID50 masing-masing sebesar 5,5 (2,3-13,1) dan 18,0 (11.3 -28,5) mg/ kg bb.Diantara semua fraksi yang diuji, fraksi etil asetat daun M.jalapa merupakan fraksi yang paling efektif (dengan nilai hambat maksimal sebesar 83 8%) dan paling potent (ID50 1,1 (0,6-2,1) mg / kg) dalam menginduksi antinosiseptif. Fraksi etil asetat daun serta ekstrak daun M.jalapa juga memiliki aktifitas antinoseptif pada tail-flict test (uji jilat ekor). Pra-pemberian nalokson tidak dapat memodifikasi efek antinosiseptif dari fraksi etil asetat, namun pemberian bersama dengan atropin dapat mencegah sepenuhnya. Hal ini

4|Page

menunjukkan bahwa efek antinosiseptif tergantung pada sistem kolinergik. Sebaliknya, fraksi etil asetat tidak dapat mengubah aktivitas asetilkolinesterase dalam darah atau sumsum tulang belakang. Pemberian fraksi etil asetat tidak mengubah aktivitas lokomotor, suhu tubuh, transit gastrointestinal dan tidak menyebabkan lesi lambung.16 3. Antispasmodik

Pemberian ekstrak metanol bunga Mirabilis jalapa (konsentrasi 1-1000 g/mL) menunjukkan efek penghambatan (IC50 = 18 0,7 g / mL) pada kontraktilitas otot usus halus dan merangsang konstraksi otot aorta kelinci (EC50 = 11,60 0,26 g/mL) dengan efektifitas yang tergantung konsentrasi. Aktivitas tersebut kemungkinan disebabkan oleh komponen aktif terkandung dalam bunga M.jalapa yang memiliki aktivitas mekanisme serotoninergik dan interaksi dengan sistem adrenergik, karena efek penghambatan kontraktilitas tersebut tidak disebabkan interaksi dengan second messenger dan mekanisme mediasi kontraksi-relaksasi atau blokade reseptor spesifik yaitu AcH (Asetilkolin) atau HIS (Histamin) Ekstrak metanol bunga Mirabilis jalapa mengandung beberapa senyawa dengan aktivitas spasmolitik seperti sitosterol--D-glukosida, beberapa rotenoid (boeravinone F) dan asam ursolat.17 4. Trypsin inhibitors

Studi menunjukkan telah berhasil mengidentifikasi lima inhibitor serin proteinase dalam biji Mirabilis jalapa dan Spinacia oleracea. Lima inhibitor serin proteinase tersebut antara lain Mirabilis jalapa tripsin inhibitor yaitu MJTI I dan II (dari biji bunga pukul empat) dan Spinacia oleracea tripsin inhibitor yaitu SOTI I, II, dan III (dari biji bayam). MJTI I dan SOTI I diperoleh dengan solid-fase sintesis peptida, yang sepenuhnya aktif.18 5. Antibakteri/Antimikroba, Antijamur dan Antivirus Aktivitas antibakteri dari ekstrak etil asetat daun kembang pukul empat (Mirabilis jalapa L) telah diteliti menggunakan metoda bioautografi. Metoda ini dilakukan dengan cara meletakkan kromatogram ekstrak di atas media yang telah diinokulasi dengan bakteri uji Bakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas anti bakteri ekstrak terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus mempunyai nilai Rf 21, 24, 35, 45, 53, 65 dan 68. Sedangkan terhadap Escherichia coli nilai Rf adalah 24, 33, 35, 45 dan 65.19 Ekstrak air umbi Mirabilis jalapa L. paling efektif (konsentrasi hambat minimum MIC <200 g/ ml) dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, Micrococcus luteus, Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumoniae, Bacillus cereus dan Enterococcus faecalis. Sedangkan ekstrak air umbi Mirabilis jalapa L menunjukkan aktivitas antijamur terhadap Aspergillus niger, Fusarium solani, Fusarium oxysporium dan Fusarium granularium. Dari hasil analisi GC/MS ekstrak diklorometana dan ekstrak metanol umbi menunjukkan bahwa asam oleat dan -sitosterol merupakan senyawa utama. Sedangkan hasil analis LC / MS analisis ekstrak air menunjukkan tingginya kandungan senyawa flavanol dan flavonol, juga terdeteksi adanya senyawa asam fenolat seperti asam ferulat dan kafeat. 20 Ekstrak daun Mirabilis jalapa memiliki aktivitas antimikroba pada beberapa bakteri patogen yaitu Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, Clostridium botulinum, Bacillus cereus, Staphylococcus aureus dan beberapa jamur seperti Candida, Aspergillus flavus, Aspergillus niger, Aspergillus fumigatus dan Penicillium notatum.21 Uji aktivitas ekstrak metanol tanaman Mirabilis jalapa dilakukan pada bakteri Gram positif dan Gram negatif. Kloramfenikol 1 mg/ml digunakan sebagai obat standar. Hasil menunjukkan ekstrak metanol M.jalapa secara signifikan menghambat pertumbuhan

5|Page

bakteri Staphylococcus aureus spp, Pseudomonas spp dan Bacillus spp pada dosis 3 mg/mL.22 Pada fraksinasi bioassay ekstrak kultur sel Mirabilis jalapa, telah berhasil diisolasi 3 senyawa baru fenolat yaitu: isoflavon, dehidrorotenoid dan rotenoid. Senyawa isoflavon dan dehidrorotenoid memiliki aktivitas antifungi terhadap jamur Candida albicans galur DSY1024 dengan IC50 berturut-turut sebesar 25 dan 48 g/mL, sedangkan senyawa retonoid tidak memiliki aktivitas antifungi pada konsentrasi 200 g/mL.2 Ekstrak tanaman Mirabilis jalapa hasil kultur jaringan dan fraksinya menunjukkan aktivitas anti virus jika dibandingkan dengan daun dan akar asli bukan hasil kultur jaringan. Pada uji imunodifusi ekstrak kultur jaringan, bereaksi postif dengan anti-serum MAP (Mirabilis Anti plant viral Protein). Perubahan pembentukan MAP selama pertumbuhan sel dan kandungan MAP pada akar dan daun diuji dengan menggunakan ELISA (enzyme-linked immunoasorbent assay). Pembentukan MAP berlangsung secara paralel dengan pertumbuhan sel. Kandungan MAP kultur sel mencapai konsentrasi tertinggi (0,6 mg/g berat kering) pada hari ke-9 setelah inokulasi, dimana konsentrasi tersebut 1/3 kali lebih sedikit dibandingkan pada akar tetapi 3 kali lebih besar dibandingkan pada daun.24

6. Antioksidan Ekstrak umbi Mirabilis jalapa dari berbagai pelarut (petroleum eter, diklorometan, aseton, metanol dan air) menunjukkan aktivitas antioksidan. Kadar fenolat total antara 21,45-364 mg Gallic Acids Equivalen (GAE)/g ekstrak kering sedangkan kandungan flavonoid bervariasi antara dan 5,2 -71,6 mg kuersetin/g ekstrak kering. Esktrak air umbi M.jalapa memilik aktivitas antioksidan tertinggi, diikuti dengan ekstrak metanol.20 Ekstrak daun Mirabilis jalapa memiliki aktivitas meredam radikal bebas dan antioksidan. Hasil menunjukkan esktrak etanol daun M. jalapa konsentrasi 5 mg/mL memiliki aktivitas yang tinggi dalam mengurangi larutan besi klorida dan meredam radikal bebas 2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Nilai IC50 DPPH adalah 0,84 mg/ml, nilai tersebut secara bermakna lebih tinggi dibandingkan dengan obat standar Tocovid yaitu sebesar 0,41 mg/mL. Sedangkan aktivitas antioksidan esktrak etanol daun M. jalapa diperoleh absorbansi yang lebih besar secara bermakna yaitu 5,43 dibandingkan dengan absorbansi obat antikanker Tocovid sebesar 1,65. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan adanya beberapa molekul bioaktif farmakologis penting seperti tanin, glikosida jantung dan saponin. Uji hemolitik ekstrak menunjukkan dapat melisiskan selsel darah.21 Ekstrak metanol kulit kayu Mirabilis jalapa L. menunjukkan aktivitas antioksidan ringan dengan nilai IC50 598,02 mg / ml dibandingkan dengan asam askorbat (IC50 70,985 g/ ml). 25 Studi terkini menunjukkan aktivitas antioksidan ektrak metanol tanaman M.jalapa dalam meredam hidrogen peroksida. Hasil menunjukkan kadar total flavonoid ektrak metanol adalah 4,41 0,02 mg/g (sebanding dengan phloroglucinol). Sedangkan aktivitas penghambatan hdrogen peroksida menunjukkan ekstrak metanol M.jalapa secara signifikan memiliki aktivitas meredam radikal bebas yang tergantung dosis (dosis 100,200,300,400 dan 500 g/mL) dengan IC50 sebesar 406 g/mL.22

7. Hipoglikemik Uji aktivitas hipoglikemik ekstrak etanol akar Mirabilis jalapa dilakukan pada mencit normal dan diabetes yang diinduksi streptozotocin. Hewan uji sebelum induksi diabetes, 6|Page

diberikan ekstrak etanol akar M.jalapa dosis 2, 4, 8 g/kg secara gastric intubation selama 14 hari, kemudian diinduksi dengan streptozotocin 60 mg/kgbb i.p lalu dilanjutkan dengan pemberian esktrak akar dosis tunggal atau berulang selama 28 hari dan digunakan glibenklamid 0,76 mg/kgbb sebagai kontrol. Hasil menunjukkan baik sebelum dan sesudah induksi diabetes, pemberian berulang dosis 4, 8 tingkat g/kg bb dapat menurunkan kadar glukosa darah, menurunkan kadar insulin serum dan meningkatkan indeks sensitivitas insulin pada mencit diabetes tetapi tidak berpengaruh pada mencit normal. Sedangkan pemberian dosis tunggal tidak memiliki aktivitas hipoglikemik pada tikus normal maupun diabetes.26 8. Hipolipidemik Ekstrak metanol akar Mirabilis jalapa memiliki aktivitas hipolidemik. Ekstrak akar dosis 4 dan 8 mg/kg bb yag diberikan secara oral pada mencit diabetes setiap hari selama 28 hari dapat menurunkan serum total kolesterol, kadar trigliserida dan kandungan trigliserida dalam hati dan jaringan otot. Kandungan senyawa aktif yang memiliki aktivitas tersebut adalah trigonellin.26

9. Sitotoksik Fraksi protein 30 kD dengan sifat seperti ribosome-inactivating protein (RIP) telah diisolasi dari daun Mirabilis jalapa L yang diberi nama MJ-30. Kemudian dilakukan uji efek sitotoksik fraksi MJ-30 pada sel normal dan ganas. MJ-30 diisolasi dari ekstrak daun M. jalapa menggunakan kromatografi penukar kation (cation-exchange) dengan CM CL6B kolom Sepharose. Fraksi tersebut mempunyai kemampuan untuk memotong DNA, dikumpulkan dan dan diperiksa untuk dilakukan uji sitotoksisitas terhadap sel kanker payudara T47D, sel kanker serviks Siha, dan sel mononuklear manusia yang berasal dari darah perifer sukarelawan sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MJ-30 menunjukkan efek sitotoksik terhadap sel T47D dan sel Siha sampai dengan LC50 berturut-turut adalah 0,36 mg/mL dan 5,6 mg/mL. Sementara pada sel mononuklear manusia, MJ-30 adalah jauh kurang beracun, dengan LC50 21,04 mg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MJ-30 memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel-sel kanker payudara dan kanker leher rahim (berturut turut 58-kali lipat dan 4 kali lipat,) dibandingkan dengan sel-sel mononuklear normal.27 Ekstrak petroleum eter, kloroform dan metanol daun dan kulit kayu M.jalapa diskrining untuk dilakukan uji sitotoksisitas dengan metode brine shrimp lethality bioassay. Ekstrak petroleum eter kulit kayu menunjukkan aktivitas sitotoksik yang signifikan dengan nilai LC50 8,12 g/mL dibandingkan dengan sulfat vincristine (LC50 0,33 g/mL). 25

10. Nephroprotective Ekstrak etanol daun Mirabilis jalapa memiliki aktivitas nephroprotective (pelindung nephron ginjal). Esktrak etanol dosis 250 dan 500 mg/kg bb p.o diberikan selama 14 hari pada tikus jantan galur Wistar, kemudian pada hari ke 14 tikus diberi suspensi asetaminofen dosis 750 mg/kgbb. Hasil menunjukkan ekstrak etanol daun M.jalapa memiliki perlindungan yang signifikan terhadap kerusakan ginjal akibat induksi asetaminofen (ditandai dengan meningkatnya kadar urea serum, hemoglobin (Hb), kadar leukosit total, volume sel, kreatinin, DLC, volume rata-rata corpuscular, meningkatkan berat badan, dan menurunnya tingkat neutrofil, konsentrasi Hb corpuscular, konsentrasi hematokrit corpuscular, granulosit, asam urat, dan konsentrasi platelet). Esktrak etanol daun M.jalapa menghambat efek hematologi dari asetaminofen tersebut, yang ditandai dengan perubahan enzim serum penanda dan kerusakan seluler (secara signifikan meningkatkan kegiatan superoksida dismutase ginjal, katalase, glutation, dan glutation peroksidase serta penurunan malondialdehid). Selain itu 7|Page

perubahan histopatologis juga menunjukkan sifat perlindungan ekstrak M.jalapa terhadap asetaminofenyang menyebabkan kerusakan nekrotik jaringan ginjal.

V. INDIKASI KONTRAINDIKASI Indikasi Secara tradisional di Mexico akar Mirabilis jalapa digunakan untuk mengobati disentri dan sebagai pencahar, serta dibeberapa negara lainnya digunakan untuk mengatasi diare, nyeri otot dan kolik. 17 Berdasarkan hasil uji pre klinik daun M.jalapa memiliki aktivitas antiinflamasi, analgetika, antibakteri/mikroba, antijamur, antivirus dan antioksidan. Sedangkan bunga nya memiliki aktivitas antispasmodik dan biji nya memiliki aktivitas tripsin inhibitor. Bagian umbi dapat digunakan sebagai antimikroba, antijamur dan antioksidan, sedangkan kulit kayu nya juga dapat digunakan sebagai antioksidan. Akar M. jalapa memiliki aktivitas hipoglikemik dan hipolipidemik. Kontraindikasi Wanita hamil karena memiliki aktivitas abortivum dan kontraksi uterus (lemah).29 Peringatan Tidak boleh digunakan oleh wanita hamil VI. DATA KLINIK Belum ada data klinik VII. REAKSI YANG TIDAK DIINGINKAN Akar Mirabilis jalapa memiliki aktivitas pencahar yang kuat, yang disebabkan senyawa oxymethylanthraquinone dan trigonelin, hal tersebut dapat melumpuhkan beberapa individu terutama anak-anak. Getah dapat mengiritasi membran kulit mukosa. Bunga, getah buah atau akar dapat menyebabkan muntah dan diare.5 VIII. INTERAKSI OBAT Belum diketahui IX. DOSIS dan DATA KEAMANAN Penyiapan dan Dosis Akar : Infusa setengah cangkir 2 kali sehari, tingtur: 1-2 ml 2 kali sehari, kapsul 1 g 2 kali sehari. 3 Untuk purgative: Kira-kira 8-10 gram akar.4 Toksisitas LD50 esktrak alkohol dan petroleum eter daun M.jalapa masing-masing adalah 3000 mg/kg bb dan 2000 mg/kg bb p.o pada mencit albino. Berdasarkan OECD guidelines, LD50 2000 mg/kg bb termasuk kedalam kategori tidak terklasifikasi (Unclassified), sehingga dinyatakan aman.14

X. 1. 2. 3.

PUSTAKA Materia Medika Indonesia. Jilid V. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 1989:p. 330-334 Peter Hanelt Manfelds Encyclopedia of Agricultural and Horticultural Crops. Volume 2. Berlin: Springer Verlag; 2001:p.232 Duke JA, Godwin MJB, Ottesen AR. Dukes Handbook of Medicinal Plants of Latin America. Boca raton: CRC Press; 2009:p.457-458

8|Page

4.

5. 6. 7. 8. 9.

10.

11. 12. 13.

14. 15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

Koh HL, Kian CT, Tan CH. A Guide to Medicinal Plants: An Illustrated, Scientific and Medicinal Approach. Singapore: World Scientific Publishing Co. Pte. Ltd; 2009:p.101-102 Nellis DW. Poisonous Plants and Animals of Florida and the Caribbean Pineapple Press Inc. Sarasota. 1997:p.220 Peter Hanelt Manfelds Encyclopedia of Agricultural and Horticultural Crops. Volume 2. Berlin: Springer Verlag; 2001:p.232 Manandhar NP, Manandhar S. Plants and People of Nepals. Timber Portland Press Inc; 2002:p.320 De Tavera THP. The Medicinal Plants of the Philippines P. Blakistons Son & Co. Philadelphia 1901 pg. 200 Zachariah SM, Viswanad V, Aleykutty NA, Jaykar B, Halima OA. Free radical scavenging and antibacterial activity of Mirabilis jalapa Linn using in vitro models. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research. 2012; 5 (3):115-119 Shaik S, Rajendra Y, Chandra reddy PJ. Phytochemical and pharmaclogical studies of Mirabilis jalapa.linn. International Journal Of Pharmacy &Technology. 2012; 4 (2): 2075-2084 http://www.chemicalbook.com/ChemicalProductProperty_EN_CB4415552.htm Reynaud J,* Guilet D, Terreux R, Lussignol M, Walchshofer N. Isoflavonoids in nonleguminous families: an update. Nat .Prod.Rep.2005;22: 504 515 Rahman SMM, Mukta ZA, Hossain MA. Isolation and characterization of sitosterol-D-glycoside from petroleum extract of the leaves of Ocimum sanctum L. As. J. Food Ag-Ind. 2009;2(01): 39-43 Nath LR, Manjunath KP, Savadi RV, Akki KS. Anti-inflammatory activity of Mirabilis jalapa linn. Leaves. Journal of Basic and Clinical Pharmacy. 2010 Singh M, Kumar V, Singh I, Gauttam V,2 Kalia AN. Anti-inflammatory activity of aqueous extract of Mirabilis jalapa Linn. leaves. Pharmacognosy Res. 2010; 2(6): 364367. Walker CIB, Trevisan G, Rossato MF, Franciscato C, Pereira M, Ferreira J, Manfron MP. Antinociceptive activity of Mirabilis jalapa in mice. Journal of Ethnopharmacology. 2008; 120:169175 Aoki K, Corts AR, Ramrez Mdel C, Gmez-Hernndez M, Lpez-Muoz FJ. Pharmacological study of antispasmodic activity of Mirabilis jalapa Linn flowers. J Ethnopharmacol. 2008 Feb 28;116(1):96-101. Kowalska J, Pszczoa K, Wilimowska-Pelc A, Lorenc-Kubis I, Zuziak E, ugowski M, egowska A, Kwiatkowska A, Sleszyoska M, Lesner A, Walewska A, Zabotna E, Rolka K, Wilusz T. Trypsin inhibitors from the garden four o'clock (Mirabilis jalapa) and spinach (Spinacia oleracea) seeds: Isolation, characterization and chemical synthesis. Phytochemistry. 2007 Jun;68(11):1487-96. Kumala S, Tambunan RM, Mochtar D. Uji aktivitas anti-bakteri ekstrak etil asetat kembang pukul empat (Mirabilis jalapa L.) dengan metode bioautografi. Jurnal Farmasi Indonesia. 2006: 3 (2): 78 -83 Hajji M, Jarrayab R, Lassoueda I, Masmoudia O, Damakb M, Nasria M. GC/MS and LC/MS analysis, and antioxidant and antimicrobial activities of various solvent extracts from Mirabilis jalapa tubers. Process Biochemistry. 2010; 45: 14861493 Oladunmoye MK. Antioxidant, free radical scavenging capacity and antimicrobial activities of Mirabilis jalapa. Journal of Medicinal Plants Research. 23 April 2012; 6(15): pp. 2909-2913. Zachariah SM, Viswanad V, Aleykutty NA, Jaykar B, Halima OA. Free radical scavenging and antibacterial activity of Mirabilis jalapa Linn using in vitro models. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research. 2012; 5 (3):115-119 Yang SW, Ubillas R, McAlpine J, Stafford A, Ecker DM, Talbot MK, Rogers B. Three new phenolic compounds from a manipulated plant cell culture, Mirabilis jalapa. J Nat Prod. 2001 Mar;64(3):313-7. Ikeda T, Takanami Y, Imaizumi S, Matsumoto T, Mikami Y, Kubo S. Formation of anti-plant viral protein by Mirabilis jalapa L. cells in suspension culture. Central

9|Page

25.

26.

27.

28.

29. 30.

Research Institute, Japan Tobacco Inc., 6-2 Umegaoka, Midori-ku, Yokohama 227, Japan. 1987 Rumzhum NN, Rahman MM, Islam MS, Chowdhury SA, Sultana R, Parvin MN. Cytotoxicity and Antioxidant Activity of Extractives from Mirabilis jalapa. S. J. Pharm. Sci. 2008;1(1&2): 85-88. Zhou JY, Zhou SW, Zeng SY, Zhou JY, Jiang MJ, He Y. Hypoglycemic and hypolipidemic effects of ethanolic extract of Mirabilis jalapa L. root on normal and diabetic mice. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. 2011; 2012:9 Ikawati Z, Sudjadi, Sismindari. Cytotoxicity against tumor cell lines of a ribosome inactivating protein (RIP)-like protein isolated. Malaysian Journal of Pharmaceutical Sciences. 2006;4 (1) Shaik S, Dhanalakshmi M, Jayasree T. Nephroprotective activity of leaves of mirabilis jalapa.l by acetaminophen induced nephrotoxicity. International Journal Of Pharmacy&Technology. Oct-2012; 4 (3): 4616-4629 Wijayakusuma H. Ensiklopedia Milenium: Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia Jilid 1 PT. Jakarta: Prestasi Insan Indonesia; 2000:p.90 93 Soedibyo M. Alam Sumber Kesehatan, Manfaat dan Kegunaan. Jakarta: Balai Pustaka; 1997:p, 99

10 | P a g e