Anda di halaman 1dari 3

Hadits Dhaif

TENTANG GANJARAN ORANG YANG MELAKSANAKAN IBADAH PUASA DAN SHALAT TARAWIH

Dari Nadhir bin Syaibn, ia mengatakan, Aku pernah bertemu dengan Abu Salamah bin Abdurrahman rahimahullah, aku mengatakan kepadanya, Ceritakanlah kepadaku sebuah hadits yang pernah engkau dengar dari bapakmu (maksudnya Abdurraman bin Auf Radhiyallahu anhu) tentang Ramadhn. Ia mengatakan, Ya, bapakku (maksudnya Abdurraman bin Auf Radhiyallahu anhu) pernah menceritakan kepadaku bahwa Raslullh Shallallahu alaihi wa sallam pernah menyebut bulan Ramadhn lalu bersabda, Bulan yang Allh Azza wa Jalla telah wajibkan atas kalian puasanya dan aku menyunahkan buat kalian shalat malamnya. Maka barangsiapa yang berpuasa dan melaksanakan shalat malam dengan dasar iman dan mengharapkan ganjaran dari Allh Azza wa Jalla, niscaya dia akan keluar dari dosa-dosanya sebagaimana saat dia dilahirkan oleh ibunya. [HR Ibnu Mjah, no. 1328 dan Ibnu Khuzaimah, no. 2201 lewar jalur periwayatan Nadhr bin Syaibn] Sanad hadits ini lemah, karena Nadhr bin Syaibn itu layyinul hadts (orang yang haditsnya lemah), sebagaimana dikatakan oleh al-Hfizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam kitab Taqrb beliau rahimahullah. Ibnu Khuzaimah rahimahullah juga telah menilai hadits ini lemah dan beliau rahimahullah mengatakan bahwa hadits yang sah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu.

Hadist Shahih
TENTANG GANJARAN ORANG YANG MELAKSANAKAN IBADAH PUASA DAN SHALAT TARAWIH Hadits dikeluarkan oleh Imam Bukhri dan Muslim dan ulama hadits lainnya lewat jalur Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. Raslullh Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

Barangsiapa yang shalat (qiym Ramadhn atau Tarawih) dengan dasar iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosanya yang telah lalu. Juga ada sabda Raslullh Shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits shahih riwayat Bukhri dan Muslim, yaitu :

Barangsiapa yang menunaikan ibadah haji dan tidak jima juga tidak fasiq, niscaya dia akan kembali seperti hari dia dilahirkan oleh sang ibu [HR. Bukhri dan Muslim]

Hadits Maudhu
TENTANG BERANDAI-ANDAI RAMADHAN SEPANJANG TAHUN

Sekiranya manusia mengetahui apa yang ada pada buan Ramadhn, niscaya semua umatku berharap agar Ramadhn itu sepanjang tahun. Maudhu. Ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah rahimahullah, no. 1886 lewat jalur periwayatan Jarr bin Ayyb al Bajali, dari asy-Syabi dari Nfi bin Burdah, dari Abu Masud al-Ghifari- ia mengatakan, Suatu hari, aku mendengar Raslullh Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda , (lalu beliau menyebutkan hadits diatas). Imam Ibnul Jauzi rahimahullah membawakan hadits di atas dalam kitab beliau rahimahullah al-Maudht, 2/189 lewat jalur periwayatan Jarr bin Ayyb al Bajali dari

Syabi dari Nfi bin Burdah dan Abdullah bin Masud Radhiyallahu anhu . kemudian beliau rahimahullah mengatakan, Hadits ini maudh (palsu) dipalsukan atas nama Raslullh Shallallahu alaihi wa sallam. Orang yang tertuduh telah memalsukan hadits ini adalah Jarr bin Ayyb.