Anda di halaman 1dari 19

TUGAS MATA KULIAH PSIKOLOGI UMUM GEJALA CAMPURAN DAN WATAK

DOSEN PEMBIMBING Dr.Drs.H.MUHAMMAD IDRUS,S.Psi.,M.Pd

1. 2. 3. 4. 5.

NAMA PENYUSUN M. Ridho Hidayat Rudyanto Trisnawati Ulfa Nafiati Zaini Mufida

: 12422090 : 12422070 : 12422051 : 12422089 : 12422081

FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA 2012/2013

KATA PENGANTAR


Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah banyak memberikan nikmat kepada kita umatnya. Rahmat beserta salam semoga tetap tercurahkan kepada jungjungan kita, pemimpin akhir jaman yang sangat dipanuti oleh pengikutnya yakni Nabi Muhammad SAW. Tugas ini berjudul GEJALA CAMPURAN, materi ini merupakan bagian dari ilmu psikologi. Kami mengambil judul ini karena ingin tahu, apakah pengertian gejala campuran tersebut, adakah bagian-bagiannya, dan sifat-sfatnya yang telah di bahas dalam paper ini. Selanjutnya, penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan segala bentuk bantuan bagi kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini tepat waktu. Tidak lupa juga kepada Bapak Dosen kami, Bapak Dr. Drs. H. Muhammad Idrus, S.Psi, M.pd selaku Dosen Mata Kuliah Psikologi Umum untuk memberikan sarannya kepada kami agar penyusunan tugas ini lebih baik lagi untuk kedepannya, Amiin. Demikian, semoga tugas ini bermanfaat khususnya bagi penyusun dan umumnya untuk semua yang membacanya, terlebih yang membutuhkannya.


Sleman, 02 November 2012

Penyusun

DAFTAR ISI Halaman Judul Kata Pengantar............................................................................................................................ Daftar Isi..................................................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A. B. C. Latar Belakang.................................................................................................................... Rumusan Masalah............................................................................................................... Tujuan Analisis...................................................................................................................

BAB II ANALISIS D. Gejala Campuran (Kombinasi) A. Perhatian 1. Pengertian Perhatian...... 2. Syarat-Syarat Agar Perhatian Mendapat Manfaat Sebanyak-Banyaknya..... 3. Macam-Macam Perhatian. . 4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perhatian.. 5. Minat dan Perhatian.... 6. Bekerja Peristiwa Dala Gejala Perhatian.... B. Kelelahan/Keletihan 1. Gejala dan Pengertian. 2. Penyebab Kelelahan... 3. Macam-macam Kelelahan.. 4. Hubungan Kelelahan Jasmani dan Rohani. 5. Pendapat-Pendapat Tentang Kelesuhan. 6. Kiat Menghilangkan Kelesuhan. C. Sugesti 1. Pengertian.... 2. Beberapa Istilah Tentang Sugesti............ 3. Cara-Cara Yang Menyugesti................... 4. Alat-Alat Sugesti..................................... 5. Peran Sugesti...

E.

Watak 1. Pengertian Watak... 2. Macam-Macam Watak...

BAB III A. B. Kesimpulan......................................................................................................................... Referensi.............................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Psikologi secara umum mempelajari gejala-gejala kejiwaan manusia yang berkaitan dengan pikiran (kognisi), perasaan (emotion) dan kehendak (konasi). Gejala tersebut secara umum memiliki ciri-ciri yang hampir sama pada diri manusia dewasa, normal dan beradab. Dengan demikian ketiga gejala pokok tersebut dapat diamati melalui sikap dan perilaku manusia. Namun terkadang ada diantara pernyataan dalam aktivitas yang tampak itu merupakan gejala campuran, sehingga para ahli psikologi menambahnya hingga menjadi empat gejala jiwa utama yang dipelajari psikologi, yaitu pikiran, perasaan, kehendak dan gejala campuran. Adapun yang termasuk gejala campuran ini seperti perhatian , kelelahan, sugesti, dan kelelahan. Adapun yang di bahas mengenai hal tersebut yaitu : a. b. c. Perhatian yang meliputi: Pengertian Faktor-faktor yang mempengaruhi perhatian Macam-macam perhatian Syarat-syarat agar perhatian mendapat manfaat sebanyak-banyaknya Sugesti yang meliputi: Pengertian Cara memberi sugesti Alat-alat sugesti Kelelahan yang meliputi Pengertian Sebab terjadinya kelelahan Penyelidikan dan pengukuran kelelah

B. Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas, dapat di ambil rumusan masalah sebagai berikut : 1. Apa yang di maksud dengan gejala campuran ? 2. Apa saja ruang lingkup gejala campuran?

C. Tujuan Analisis Dengan menjelaskan pendapat-pendapat dari beberapa ahli psikologi mengenai bab yang dibahas diharapkan mendapatkan pemahaman yang luas serta menambah ilmu pengetahuan bagi penyusun dan pembaca yang membaca makalah ini

BAB II ANALISIS D. GEJALA CAMPURAN (KOMBINASI) Gejala campuran terdiri dari gejala-gejala yang disebut dengan perhatian,kelelahan atau keletihan dan sugesti. A. PERHATIAN 1. Pengertian Perhatian Perhatian adalah konsentrasi atau aktifitas jiwa , terhadap pengamatan, pengertiaan, dan sebagainya dengan mengenyampingkan yang lain dari pada itu. Perhatian mempunyai hubungan erat dengan kesadaran jiwa , terhadap sesuatu objek yang direaksi suatu waktu. Terang tidaknya kesadaran kita terhadap sesuatu objek tertentu tidak tetap, ada kalanya kesadaran kita meningkat ( menjadi terang), ada kalanya menurun ( menjadi samar- samar ). 2. Syarat- Syarat Agar Perhatian Mendapat Manfaat Sebanyak- Banyaknya

a. Inhibisi ( Pembatasan Lapangan Kesadaran ) Yaitu pelarangan atau penyingkiran isi kesadaran yang tidak diperlukan, atau menghalanghalangi masuk ke dalam lingkungan kesadaran. Misalnya: kita sedang bergiat bersiap diri untuk menempuh ujian. Supaya perhatian kita tetap terarah pada tugas ujian, maka hendaknnya ada inhibisi, artinya segala apa yang mungkin mengganggu harus dicegah jangan sampai masuk kedalam pikiran kita. b. Apersepsi Yaitu pengerahan dengan sengaja semua isi kesadaran, termasuk tanggapan, pengertian dan yang telah dimiliki dan bersesuaian/ berhubungan objek pengertian. Tujuaanya supaya jiwa kita lebih memahami objek yang menjadi sasaran. Misalnya: kita mempelajari sejarah perkembangan Agama Hindu di Indonesia. Maka kita perlu appersepsi, misalnya pengertian tentang barang peninggalan ( candi- candi, arca-arca ).

c. Adaptasi ( Penyusaian diri ) Peristiwa penyesuaian diri desebut adaptasi. Misalnya: dalam gejala perhatiaan, organ-organ kita baik jasmani maupun rohani yang diperlukan untuk menerima objek harus bekerja dengan sungguh-sungguh. Dalam memperhatikan sesuatu, organ-organ kita menjadi giat menyesuaikan diri antara subjek dan objek. 3. Macam -Macam Perhatian

a. Perhatian spontan dan disengaja Perhatian spontan, disebut juga pula perhatian asli atau perhatian langsung, ialah perhatian yang timbul dengan sendirinya karena tertarik pada sesuatu dan tidak didorong oleh kemauan. Perhatian disengaja yakni perhatian yang timbulnya didorong oleh kemauan karena adanya tujuan tertentu. b. Perhatian statis dan dinamis Perhatian statis ialah perhatian yang tetap terhadap sesuatu. Ada orang yang dapat mencurahkan perhatiannya kepada sesuatu seolah-olah tidak berkurang kekuatannya. Dengan perhatian yang tetap itu maka dalam waktu yang agak lama orang dapat melakukan sesuatu dengan perhatian yang kuat. Perhatian dinamis ialah perhatian yang mudah berubah-rubah, mudah bergerak, mudah berpindah dari objek yang satu ke objek yang lain. Supaya perhatian kita terhadap sesuatu tetap kuat.. c. Perhatian konsentratif dan distributif Perhatian konsentratif (perhatian memusat), yakni perhatian yang hanya ditujukan kepada suatu objek ( masalah) tertentu. Perhatian distributif (perhatian terbagi-bagi). Dengan sifat distributif ini orang dapat membagi-bagi perhatiannya kepada beberapa arah dengan sekali jalan/ dalam waktu yang bersamaan. d. Perhatian sempit dan luas Perhatian sempit: Orang yang mempunyai perhatian sempit dengan mudah dapat memusatkan perhatiannya kepada suatu objek yang terbatas, sekalipun ia berada dalam lingkungan ramai. Dan orang semacam itu juga tidak mudah memindahkan perhatiannya keobjek lain.

Perhatian luas: Orang yang mempunyai perhatian luas mudah sekali tertarik oleh kejadiankejadian sekelilingnya, perhatiannya tidak dapat mengarah hal-hal tertentu, mudah mencurahkan jiwanya kepada hal yang baru. e. Perhatian fiktif dan fluktuatif Perhatian fiktif (perhatian melekat), yakni perhatian yang mudah dipusatkan suatu hal dan boleh dikatakan bahwa perhatiannya dapat melekat lama pada objeknya. Bisaanya teliti sekali dalam mengamati sesuatu. Perhatian fluktuatif (bergelombang). Pada umumnya dapat memperhatikan bermacammacam hal sekaligus, tetapi tidak seksama. Yang melekat hanya hal yang dirasa penting. 4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perhatian a. Pembawaan Adanya pembawaan tertentu yang berhubungan dengan objek yang direaksi, maka sedikit atau banyak akan timbul perhatian terhadap objek tertentu.

b. Latihan dan kebisaaan Meskipun dirasa tidak ada bakat pembawaan tentang sesuatu bidang, tetapi karena hasil dari pada latihan/ kebisaaan, dapat menyebabkan mudah timbulnya perhatian terhadap bidang tersebut. c. Kebutuhan Adanya kebutuhan tentang sesuatu memungkinkan timbulnya perhatian terhadap objek tersebut. Kebutuhan merupakan dorongan, sedangjkan dorongan itu mempunyai tujuaan yang harus dicurahkan kepadanya. Demi tercapainya sesuatu tujuaan, disamping perhatiaan juga perasaan dan kemauan memberi dorongan yang tidak sedikit pengaruhnya. d. Kewajiban Di dalam kewajiban terkandung tanggung jawab yang harus dipenuhi, entah kewajiban itu cocok atau tidak, menyenangkan atau tidak. Maka demi terlaksananya suatu tugas, apa yang menjadi kewajibannya akan dijalankan dengan penuh perhatiaan.

e.

Keadaan jasmani Sehat tidaknya jasmani, segar tidaknya badan sangat mempengaruhi perhatian kita terhadap

sesuatu objek. f. Suasana jiwa Keadaan batin, perasaan, fantasi, pikiran dan sebagainya sangat mempengaruhi perhatiaan kita, mungkin dapat membantu juga dapat menghambat g. Suasana di sekitar Adanya bermacam perangsang disekitar kita, seperti kegaduhan, keributan, kekacuan, temperatur, sosial ekonomi, keindahan dan sebagainya dapat mempengaruhi perhatian kita. h. Kuat tidaknya perangsang dari objek itu sendiri Berapa kuatnya perangsang yang bersangkutan dengan objek perhatian sangat mempengaruhi perhatian kita. 5. Minat dan Perhatian Minat dan perhatiaan pada umumnya dianggap sama/ tidak ada perbedaan. Minat (interesse) adalah sikap jiwa seorang termasuk ketiga fungsi jiwanya (kognisi, konasi, emosi), yang tertuju pada sesuatu, dan dalam hubungan itu unsur perasaan yang terkuat. Perhatiaan adalah keaktifan jiwa yang diarahkan kepada sesuatu objek tertentu. Di dalam gejala perhatian, ketiga fungsi jiwa tersebut diatas pun juga ada, tetapi unsur pikiranlah yang terkuaat pengaruhnya. Minat ialah sesuatu pemusatan perhatiaan yang tidak disengaja yang terlahir dengan penuh kemauannya dan yang tergantung dari bakat dan lingkungannya. 6. Bekerja Peristiwa dalam Gejala Perhatian a. Perseverasi ( menahan) Peristiwa ini terjadi kalau seseorang sangat terikat perhatiaanya ada sesuatu objek tertentu, sehingga sukar melepaskan perhatiaannya dari objek tersebut.

b.

Adaptasi Peristiwa yang selalu berpindah-pindah, mudah menyesuaikan diri dengan keadaan keadan

baru. c. Osilasi Keadaan perhatiaan yang tidak tetap, timbul tenggelam, kuat kendur, sering terputus-putus. Hilangnya bagian yang tidak tertangkap itu berbarengan dengan terputusnya peristiwa. d. Perhatian bergerak Peristiwa ini perhatiaannya berserakan, seakan-akan tidak mempunyai perhatian sama sekali terhadap apa saja, peristiwa ini sebagai akibat dari adanya perseverasi.

B. KELELAHAN / KELETIHAN 1. Gejala dan Pengertian Ketika manusia lahir ke dunia dalam keadaan sehat jasmani dan rohani manusia pasti memiliki dorongan untuk bergerak dan melakukan bermacam-macam kesibukan sampai usia anakanak hingga dewasa dan akhirnya meninggal dunia. Kehidupan berarti bergerak, jadi, setiap yang hidup pasti bergerak dan semua gerak dan kesibukan itu mempunyai arti bagi manusia. Tetapi pada suatu saat kekuatan untuk berbuat itu makin lama makin berkurang. Berkurangnya kekuatan bergerak baik untuk jasmani maupun rohani akan membuat berkurangnya prestasi-prestasi yang yang ada. Kelelahan/ keletihan/ kelesuan/ kepenataan adalah gejala berkurangnya kemampuan manusia untuk melakukan sesuatu. Karena tenaga manusia ada batasnya, batas itulah yang menunjukkan datangnya kelelahan. Sebenarnya kelelahan itu adalah sesuatu keadaan atau kondisi, baik jasmani atau psikis, bukan suatu dorongan tertentu. Namun demikiaan kelelahan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan manusia. Karena alasan itulah kelelahan dimasukkan di dalam gejala campuran.

2.

Penyebab Kelelahan

Kelelahan bisa disebabkan karena berlangsungnya aktifitas jasmani maupun rohani yang dilakukan secara terus-menerus tanpa ada waktu beristirahat yang dilakukan dalam waktu relatif lama. 3. Macam-Macam Kelelahan

a. Kelelahan jasmani : karena yang mengalami kelelahan adalah fisik, maka untuk melakukan suatu pekerjaan apapun tak akan maksimal. b. Kelelahan rohani : jika yang mengalami kelelahan adalah rohani, maka kita tidak dapat melakukan pekerjaan psikis dengan semestinya atau disebut kelelahan jiwa.

4. Hubungan Kelelahan Jasmani dan Rohani Kelelahan jasmani tadak dapat dipisahkan pula dengan kelelahan rohani, dan sebaliknya. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa antara jasmani dan rohani, antara kelesuan jasmani dan kelesuan rohani mempunyai hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi.

5. Pendapat-Pendapat Tentang Kelesuhan a. Teori inteksiasi ( into = intra = dalam; toxicum = racun )

Intksinasi berarti di dalam badan kita terdapat atau terjadi racun yang dapat menimbulkan kelesuhan. Ini terjadi pertukaran zat, peredaran darah dan pembakaran. Karena pertukaran zat, peredaran darah dan pembakaran itu, timbullah berbagai benda sisa atau ampas . Kemudian masuk kedalam peredaran darah dan akhirnya masuk ke dalam susunan urat syaraf. Di sinilah benda-benda itu menyebabkan terbentuknya semacam benda berbisa atau racun. Inilah yang menimbulkan rasa lesu, baik jasmani maupun rohani, baik setempat maupun seluruh tubuh. b. Teori Biologis Tokoh: Thorndike. Teori ini termasuk teori baru yang mencari sebab-sebab kelesuhan dari hukumhukum hidup manusia.Thorndike menunjukkan 2 peristiwa yang terjadi pada manusia. Apabila ia bekerja agak lama, akan terjadi :

a. Pengurangan tenaga pada kita, menyababkan timbulnya gejala kelesuhan. b. Perasaan kebosanan. Pekerjaan dalam waktu lama, makin lama menimbulkan perasaan bosan. Kebosanan, berkuranglah perasaan puas pada pekerjaan. Hal ini dirasakan juga sebagai kelesuhan/ kelelahan. 6. Kiat Menghilangkan Kelesuhan

Yakni dengan istirahat, atau menghentikan apa yang dijalankan, serta hal-hal lain yang dapat menyegarkan otak/ fikiran kita, seperti refreshing. C. SUGESTI 1. Pengertian Sugesti adalah pengaruh yang berlangsung terhadap kehidupan psikis dan segenap perbuatan kita baik perasaan, pikiran maupun kemauan kita yang dapat menggerakkan/menguatkan fikiran.Sugesti juga bisa diartikan sebagai pengaruh atas jiwa atau perbuatan seseorang , sehingga pikiran , perasaan dan pikirannya terpengaruh, dan dengan begitu orang mengakui apa yang di kehendaki dari padanya. Heterogesti adalah yang muncul dari orang lain.Sugesti berlangsung apabila seseorang memberi pandangan atau sikap yang dianutnya, lalu diterima oleh orang lain. Bisaanya, sugesti muncul ketika si penerima sedang dalam kondisi yang tidak netral sehingga tidak dapat berpikir rasional. Segala anjuran atau nasihat yang diberikan langsung diterima dan diyakini kebenarannya. Cara untuk menyugesti, yaitu : 1) Dengan membujuk 2) Dengan memuji 3) Dengan menakut nakuti 4) Dengan menunjukan kekurangan atau kelebihan. Refleksi Perhatian berhubungan erat dengan kesadaran jiwa terhadap sesuatu obyek yang direaksi pada sesuatu waktu. Terang tidaknya kesadaran kita tehadap sesuatu obyek tetentu tidak tetap, ada kalanya kesadaran kita meningkat dan ada kalanya menurun. Inti dari pada sugesti ialah didesakkan suatu keyakinan kepada seseorang, yang olehnya diterima mentah-mentah, tanpa pertimbangan yang dalam. a. Pihak yang mempengaruhi , yang mendesakkan suatu keyakinan, pendapat atau anggapan kepada orang lain. b. Pihak yang dipengaruhi, yang didesak untuk menurut dan menerima pendapat atau

tanggapan yang dikenakan kepadanya. Keterangan diatas bahwa sugesti adalah pengaruh yang dikenakan kepada pihak lain, yakni yang sugesti. Menyugesti orang berarti mempengaruhi proses kejiwaan (pikiran, perasaan, dan kemauan) orang lain, sehingga orang yang disugesti mengikuti dan berbuat apa seperti yang disugestikan kepadanya. 2. Beberapa Istilah Tentang Sugesti a. Sugesti adalah orang mudah terkena sugesti b. Sugestif adalah orang yang memiliki daya pengaruh terhadap orang lain c. Otosugesti adalah sugesti yang keluar dari diri sendiri Gestif dan Sugestibel a. Sugestif

Sesuatu yang mempunyai pengaruh sugesti yang besar. Hal yang mempengaruhi sugesti ini tidak dapat ditentukan, kadang-kadang karena kecakapan, kedudukan, kekayaan, kejujuran dan sebagainya. b. Sugestibel

Ialah sifat-sifat yang mudah kena saran atau sugesti. Orang yang mudah terkena pengaruh sugesti disebut sugestibel.

3. Cara-Cara yang Menyugesti a. Dengan membujuk b. Dengan memuji c. Dengan menakut-nakuti d. Dengan menunjukan kekurangan atau kelebihan 4. Alat-Alat Sugesti Sehubungan dengan cara-cara menyugesti, kita mengenal alat-alat untuk menanamkan pengaruh sugesti kepada pihak lain : a. Mata ( pandangan tajam, lemah lembut, dan sebagainya) b. Roman muka (manis, kasih sayang, dan sebagainya) c. Teladan (tingkah laku yang baik, sopan santun, kejujuran dan sebagainya) d. Gambar (gambar majalah-majalah, mingguan, buku-buku, dan sebagainya)

e. Suara ( merdu, sinis, perintah, dan sebagainya). f. Warna ( dalam reklame, sandiwara)

g. Slogan atau semboyan (dalam pertempuran, pembangunan, rapat-rapat, dan demonstrasi). 5. Peran Sugesti Sugesti mempunyai peran penting, baik dalam kehidupan pada umumnya, maupun di sekolah. Dengan adanya sifat-sifat sugesti dalam kepemimpinan, maka akan terjadi: a. Pimpinan banyak disenangi anak buahnya. b. Adanya kepercayaannya besar kepada pimpinannya. c. Pimpinan akan dihormati, diturut dan diperhatikan segala perintahnya. Berpengaruhnya sugesti di dalam lingkungan sekolah akan memberi kemungkinan: a. Anak-anak hormat kepada pimpinan/ gurunya. b. Anak-anak memperhatikan pelajaran yang diberikan. c. Anak-anak sungguh-sungguh melaksanakan perintah-perintah, suruhan-suruhan yang diberikan oleh guru. d. Nasihat-nasihat dan petunjuk-petunjuk guru akan diturut anak-anak.

Karena besarnya peranan sugesti di dalam pergaulan, maka pelaksanaan sugesti ini dijalankan di berbagai lapangan, misalnya: di rumah sakit, dalam organisasi, dunia perdagangan dan sebagainya. Sugesti dalam ilmu jiwa sosial dapat kita rumuskan sebagai suatu proses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa kritik terlebih dahulu.

Syarat-syarat yang memudahkan sugesti terjadi, yaitu: a. Sugesti karena hambatan berfikir b. Sugesti karena keadaan pikiran terpecah-pecah (disosiasi) c. Sugesti karena otoritas d. Sugesti karena mayoritas e. Sugesti karena will to believe ( keinginan untuk meyakini dirinya)

E. Watak

1. Pengertian Watak Para ahli psikologi pada umumnya berpendapat bahwa kepribadian/personality tidak hanya mengenai tingkah laku seseorang,tetapi juga mengenai hubungan faktor penyebab tingkah laku tersebut.Salah satunya adalah watak. Menurut I.R.Poedjawijatna berpendapat bahwa watak adalah seluruh aku yang ternyata dalam tindakanya/perbuatanya terlibat dalam situasi dan keadaan kita jadi memang pengaruh dari pihak bakat,temperamen,situasi tubuh,dan lain sebagainya(Poadjawijatna,1970:129) Watak dapat diartikan sebagai sifat seseorang yang dapat berubah .Sebagai contoh ,Seorang mahasiswa A dapat berubah sifat wataknya sesuai dengan perilaku lingkungan yang mempengaruhi perilaku sehari-harinya.Sehingga seorang bergantung pada suasana pergaulan lingkungan sekitar.Sedangkan pendidikan watak dapat diartikan sebagai sesuatu yang tetap yang bersifat individual dan hanya mengikuti perubahan dari pendidiknya.Contoh : Pemberian pendidikan watak dari guru A kepada mahasiswa A berbeda dengan pemberian pendidikan watak dari guru B kepada mahasiswa A. Watak juga bisa diartikan sebagai pribadi jiwa yang menyatakan dirinya dengan segala tindakan dan pernyataan,dalam hubungannya dengan : bakat,pendidikan,pengalaman dan alam sekitarnya. Temparamen berasal dari kata temper,artinya campuran.Temparamen adalah sifat-sifat seseorang yang disebabkan adanya campuran-campuran zat di dalam tubuhnya yang juga mempengaruhi tingkah laku orang tersebut.Jadi temparamen,berarti sifat tingkah laku jiwa dalam hubungannya dengan sifatsifat kejasmanian.Temparamen juga merupakan sifat-sifat yang tetap tidak dapat dididik. Watak pun dapat diartikan sebagai suatu keadaan batin yang Nampak dan tetap baik dalam keadaan baik maupun dalam keadaan buruk. Lebih dari temperamen yang sangat dipengaruhi oleh kontitusi tubuh dan pembawaannya lainnya maka watak atau karakter lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, seperti pengalaman, pendidikan, intelijensi, dan kemauan. Dalam hubungan ini, Kerchensteiner mengemukakan bahwa watak adalah keadaan jiwa yang tetap, tempat semua perbuatan kemauan ditetapkan/ditentukan oleh prinsip-prinsip yang ada dalam ala kejiwaan. Jadi, menurut Kerchensteiner watak manusia terbukti dalam kemauan dan perbuatannya.

Kerchensteiner membagi watak manusia menjadi dua bagian, yakni watak biologis dan watak intelijibel. Watak biologis mengandung nafsu atau dorongan insting yang rendah, yang terikat kepada ke jasmanian atau kehidupan biologisnya. Watak biologis ini tidak dapat diubah atau dididik, sedangkan watak intelijibel ialah yang bertalian dengan kesadaran dan intelijensi manusia. Watak ini mengandung fungsi-fungsi jiwa yang tinggi, seperti kekuatan kemauan, kemampuan membentuk pendapat atau berpikir, kehalusan perasaan aufwuhlbarkeit(lama dan mendalamnya getaran jiwa). 2. Macam-Macam Watak Banyak pendapat dari para ahli psikologi mengenai penggambaran atau pendefinisian watak seseorang ,Diantaranya : a. Menurut Kerchensteiner, watak inilah yang dapat diubah dan dididik. Ia menyarankan bahwa untuk mendidik seseorang (anak didik) dengan baik, maka harus mendidik terlebih dahulu kemauannya,kemudia cara berfikirnya dan mendidik kehalusan perasaannya ke arah yang baik. b. Sertain mengemukakan bahwa untuk mempelajari tingkah laku atau watak secara lebih efektif, ahli psikologi hendaknya membedakan dua faktor, yakni faktor biologis dan kultural. Menurut Sertain, sifat-sifat dan watak seseorang itu merupakan hasil interaksi antara pembawaan dan lingkungan orang itu. Jadi, yang ditekankan di sini bukanlah pembawaan dan bukan pula lingkungan kulturalnya, melainkan interaksi dari keduanya.Watak dalam diri seseorang tidaklah berdiri sendiri, namun berhubungan dengan aspek lain, salah satunya temperamen. Hubungan keduanya erat. Keduanya memiliki hubungan dengan kepribadian. Sebenarnya sangat sukar untuk membedakan antara pengertian watak dan kepribadian. Keduanya mengandung pengertian yang hampir sama. Namun demikian, para ahli psikologi umumnya berpendapat bahwa apa yang dimaksud dengan watak itu adalah aspek saja dari keseluruhan pribadi seseorang atau personality seseorang. Watak dan karakter lebih ditekankan dalam hubungannya dengan moral dan norma-norma etis daripada aspek-aspek kepribadian lainnya. c. Menurut Kretschmer, terdapat empat tipe bentuk tubuh manusia yang memengaruhi wataknya, yaitu:

1. Atletis: tinggi, besar, otot kuat, kekar, tegap, dada lebar; 2. Astenis: tinggi, kurus, tidak kuat, bahu sempit, lengan dan kaki kecil; 3. Piknis: bulat, gemuk, pendek, muka bulat, leher pejal; 4. Displastis: merupakan bentuk tubuh campuran dari ketiga di atas.

Orang yang berbentuk altetis dan astenis tipe wataknya disebut schizothim, yang mempunyai sifat antara lain sukar bergaul, mempunyai kebisaaan yang tetap, sombong, egoistis, dan bersifat ingin berkuasa, kadang-kadang pesimis, selalu berpikir dahulu masak-masak sebelum bertindak. Orang yang berbentuk tubuh psikis tipe wataknya disebut siklothim dan mempunyai sifat-sifat antar lain mudah bergaul, suka humor, mudah berubah-ubah, mudah menyesuaikan diri dengan situasi yang baru, kurang setia, tidak konsekuen, dan lekas memaafkan orang lain

d. Heymans membagi watak manusia menjadi 8 tipe, sebagai berikut :

1. Gepassioner : revolusioner dan hebat segalanya; 2. Kholerikus : garang dan agresif; 3. Sentimentil : lekas merayu dan perasa; 4. Nerveus : gugup, mudah tersinggung, dan bingung; 5. Flegmatikus : tenang, tidak mudah berubah-ubah; 6. Sanguinikus : gembira, lincah, optimis; 7. Apath : apatis, manusia mesin; 8. Amorph : tidak berperangai, lemah, dan lembek;

e. Seorang ahli yang bernama Galenus berpendapat bahwa di dalam tubuh manusia terdapat: a. Darah(sangai); b. Lendir(Flegma); c. Empedu kuning(choleri);dan d. Empedu hitam(melanchole). Berdasarkan 4 macam zat cair di atas Galenus menggolongkan watak manusia menjadi 4 tipe yaitu : a. Orang yang selalu banyak darah di dalam tubuhnya,disebut orang sangunisi.Sifat orang itu disebut sanguinis.Yaitu : lincah,selalu riang,optimis,mudah tersenyum dan sebagainya. b. Orang yang terlalu banyak lender di dalam tubuhnya disebut orang flegmatisi.Sifatnya disebut flegmatis.Yaitu tenang,bersikap dingin,sabar dan sebagainya. c. Orang yang terlalu banyak empedu kuning di dalam tubuhnya disebut cholerisi.Sifatnya disebut choleris,yaitu garang,lekas marah,mudah tersinggung,dan sebagainya. d. Orang yang terlalu banyak empedu hitam di dalam tubuhnya disebut melancholerasi.Sifatnya disebut melancholis yaitu takut-takut,muram,pesimis,selalu khawatir,dan sebagainya.

BAB III PENUTUP F. Kesimpulan

1. Gejala campuran terdiri dari 3 gejala yang disebut dengan perhatian,sugesti dan kelelahan. 2. A. Perhatian adalah suatu tindakan yang diwujudkan dalam wujud konsentrasi atau aktivitas jiwa terhadap suatu objek tertentu yang mengenyampingkan objek lainnya. B. Kelelahan atau keletihan adalah Suatu gejala akibat dari perlakuan manusia terhadap penggunaan kekuatan atau energi yang ada dalam tubuhnya untuk melakukan suatu kegiatan/aktivitas yang menyebabkan energi itu berkurang. C. Sugesti adalah pengaruh yang berlangsung terhadap perasaan,pikiran dan kemauan sehingga objek mengakui apa yang dihendaki dari pada subjek. 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perhatian:a.Pembawaan;b.Latihan dan kebisaaan;c.Kebutuhan;d.Kewajiban;e.Keadaan Jasmani;f.Suasana jiwa;g.Suasana di sekitar;h.Kuat tidaknya perangsang dari objek itu sendiri 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan atau keletihan ialah karena berlangsungnya suatu aktivitas, baik aktivitas rohani maupun jasmani yang dilakukan terus-menerus tanpa adanya istirahat yang dilakukan dalam waktu yang relative lama. 5. Watak ialah Keadaan jiwa seseorang yang diekpresikan dalam bentuk perilaku atau tingkah laku yang dilakukan maupun penyebab melakukannya atau kepribadian.Contoh:Andi suka marah karena Andi sedang memiliki banyak masalah.Marah adalah sifat Andi, masalah adalah penyebab dia menjadi mudah marah.

G. Referensi o o o AFA Library.Sifat dan Watak. http://faannas.blogspot.com/2012/02/normal-0-false-falsefalse-en-us-x-none.html.01November 2012 Sujanto,Agus. 2001.Psikologi Umum.Cet 11, Jakarta : PT Bumi Aksara Abu Ahmadi,Umar. 1992. Psikologi Umum. Edisi Revisi Surabaya .Surabaya :PT Bina Ilmu.