Katalog BPS : 1403.

5306

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA
BELU REGENCY IN FIGURES

2008

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELU

Katalog BPS : 1403.5306

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA
BELU REGENCY IN FIGURES

2008

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELU

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA 2008 BELU REGENCY IN FIGURES 2008 ISSN.0215.6962 No. publikasi / publication number : 53066.0801 Jumlah halaman / numbers of pages : lxxix+441 halaman / pages

Naskah / manuscript : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu BPS – Statistics of Belu Regency

Diterbitkan oleh / publised by : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu BPS – Statistics of Belu Regency

Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya May be cited with reference to the source

Atambua, Juni 2008

PETA KABUPATEN BELU Map of Belu Regency

DAFTAR ISI / CONTENTS Peta Kabupaten Belu / Map of Belu Regency F o t o / foto iv Kata Pengantar / Perface Sambutan / Foreword vii Daftar isi / Contents ix iii v Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Statistik xxv Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 1998 tentang Badan Pusat Statistik xliv Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1998 tentang Statistik liv Sejarah Belu / The Brief History of Belu lxix Penjelasan Umum / Explanatory Notes lxxviii TABEL / TABLE Bab / Chapter I 1.8 1.13 Luas Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Desa/Area of District Kakuluk Mesak by Village 19 1.14 Luas Kecamatan Kota Atambua Menurut Desa/Area of District Kota Atambua by Village 20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 ix .4 1.1 1.12 Luas Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Desa / Area of District Tasifeto Barat by Village 18 1.10 Luas Kecamatan Raimanuk Menurut Desa / Area of District Raimanuk by Village 16 1.11 Luas Kecamatan Kobalima Menurut Desa / Area of District Kobalima by Village 17 1.6 1.7 1.5 1.3 1.9 Geografi / Geography 1 Luas Daerah Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area of Belu Regency by District 7 Luas Kecamatan Malaka Barat Menurut Desa / Area of District Malaka Barat by Village 8 Luas Kecamatan Rinhat Menurut Desa / Area of District Rinhat by Village 9 Luas Kecamatan Wewiku Menurut Desa / Area of District Wewikut by Village 10 Luas Kecamatan Weliman Menurut Desa / Area of District Weliman by Village 11 Luas Kecamatan Malaka Tengah Menurut Desa/Area of District Malaka Tengah by Village 12 Luas Kecamatan Sasita Mean Menurut Desa / Area of District Sasita Mean by Village 13 Luas Kecamatan Malaka Timur Menurut Desa / Area of District Malaka Timur by Village 14 Luas Kecamatan Laenmanen Menurut Desa / Area of District Laenmanen by Village 15 1.2 1.

2000 68 x Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .20 Banyaknya hari Hujan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Day that rain in Belu Regency by District 2006 26 1.4 Jumlah Penduduk.3 Banyaknya Desa/Kelurahan dan Tingkat perkembangan Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan / Numbers of Villages and Supporting level by District 2007 37 2. Luas Wilayah.1 Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan / Numbers of Villages by District 2007 35 2. Rumah Tangga. and Density per District 2007 65 Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin / Population by District and Sex 2007 66 Penduduk Menurut Kecamatan dan Kewarganegaraan / Population by District and Cityzenship 2007 67 Perkembangan jumlah penduduk berdasarkan Sensus Penduduk dirinci menurut Kecamatan 1980.1 63 2 3.18 Luas Kecamatan Lamaknen Menurut Desa / Area of District Lamaknen by Village 24 1.6 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah.DAFTAR ISI / CONTENTS 1.5 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah.1.17 Luas Kecamatan Lasiolat Menurut Desa / Area of District Lasiolat by Village 23 21 1. Area. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Golongan dan 42 Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 2.15 Luas Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Desa/Area of District Tasifeto Timur by Village 1.4 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Jenis Kelamin dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 38 2.16 Luas Kecamatan Raihat Menurut Desa / Area of District Raihat by Village 22 1. Household.1.2 Banyaknya Satuan Lingkungan Setempat menurut Kecamatan 2007 36 2.1.1. dan kepadatan penduduk per Km dan per Rumah Tangga Menurut Kecamatan / Number of Population. 1990.2 3.19 Nama dan Panjang Sungai Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Name and Length of Rivers by District in Regency of Belu 25 1. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Tingkat 46 Pendidikan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Bab / Chapter III Penduduk dan Tenaga Kerja 51 Population and Man Power Penduduk / Population 3.21 Banyaknya curah hujan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Rainfall in Belu Regency by District 2006 28 Bab / Chapter II Pemerintahan / Government 31 2.3 3.

3.2.2.8 Penduduk Kabupaten Belu Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan / Population 10 years old and over in Belu Regency by Marital Status 2007 69 Penduduk Kabupaten Belu Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin / Population in Belu Regency by Age Group and Sex 2007 70 Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan dan Golongan Umur / Number of Population by Districk and Age Group 2007 71 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Menurut Kecamatan / Number of Household and Poor People by Districk 2007 74 Tingkat kelahiran / fertility rate 3.2. 2002.6 3.3.3.2. 75 3.3.DAFTAR ISI / CONTENTS 3. 2004 83 Tingkat Harapan Hidup Penduduk Berumur Nol Tahun Menurut Kabupaten / The Life Expectancy At Birth by Regency 1999. 2002. 3.1.1.1. 3. 3.1.7 3.5 3. 81 Tingkat Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Menurut Kabupaten / Infant Mortality Rate ( IMR) per 1000 birth by Regency 1999. 3.4.1. Perkiraan Angka Kelahiran Total / TFR menurut Kabupaten 1989-2005 77 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Age at First Marriage 2007 78 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Lahir Hidup di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 79 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Masih Hidup di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 80 Tingkat kematian / Mortality rate 3. 2004 84 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Sudah Meninggal di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 85 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xi .1.2.3.2.

4.7 3.11 Penduduk 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Kegiatannya Seminggu yang Lalu / Population 15 Years Old and Over by Sex and Activity During The Previous Week 2007 89 Penduduk 15 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kegiatan / Population 15 Years Old and Over by Type of Activity in Belu Regency (Kota/Urban) 2000 90 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week By Main Employmen Status and Sex 2007 91 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Employmen Status and Sex 2000 92 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2007 93 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2000 94 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2007 95 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2000 96 Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Jenis Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Type of Main Occupation and Sex 2006 97 Jumlah Pencari Kerja.DAFTAR ISI / CONTENTS Angkatan kerja / Labour force 3.1 87 3.4. Vacancies.12 Perbandingan Rata-rata upah/gaji Bersih Karyawan dengan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dan upah Minimum Regional (UMR) Selama sebulan di Kabupaten Belu 2005-2007 100 Banyaknya Transmigran dirinci per Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Transmigrant by district in Belu Regency 2007 101 3. dan Penempatan Tenaga Kerja yang Terdaftar Menurut Jenis Kelamin / Numbers of Registered Job Applicants.4.4.4.4.4.4.6 3. Permintaan.4 3.4.5 3.4.2 3.3 3.13 3.4.4.8 3.10 3.9 3. and Placement of Workers by Sex 2007 98 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin / Numbers of Registered Jod Applicants by Educational Attainment and Sex 2007 99 3.4.4.14 Banyaknya Penduduk Pelintas Batas di Kabupaten Belu / Numbers of Transitter in Belu Regency 2007 102 xii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

8 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan / Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2003 111 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Pengeluaran untuk Makanan dan Bukan Makanan Per Kapita Sebulan / Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure fot Food and Non-Food 2003 112 Penduduk di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan / Population in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2007 113 Rata-Rata Konsumsi Bahan Makanan Per kapita Seminggu Menurut Jenis Bahan Makanan Penting di Nusa Tenggara Timur / Average of Per Capita Food Consumption by Selected Food in Nusa Tenggara Timur 2005 114 Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan dan non makanan menurut Kabupaten/Kota 2005 115 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan untuk kelompok Makanan di Kabupaten Belu / Averageof per Capita Monthly Expenditure and Food item in Belu Regency 2007 116 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan untuk Kelompok bukan Makanan di Kabupaten Belu / Average per capita Monthly Expenditure and Non Food item in Belu Regency 2007 118 Penduduk menurut golongan pengeluaran sebulan di Kabupaten Belu dan NTT 2007 120 Keadaan Rumah Tangga & Tempat Tinggal Household Condition & Home Owner 4.2.3 4.3 4.1.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter IV Konsumsi dan Keadaan Rumah Tangga Consumption and Household Condition 103 Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Population Expenditure and Consumption 4.1.1.1.4 4.4 123 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Luas Lantai / Household in Belu regency by Area of Floor 2007 125 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Atap terluas / Household in Belu regency by Primary Roof Type 2007 126 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Lantai terluas / Household in Belu regency by Primary Floor Type 2007 127 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Dinding Terbanyak / Household in Belu regency by Area of Primary Roof Type 2007 128 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xiii .2 4.1.1 4.5 4.1 4.6 4.1.1.2.1.2 109 4.7 4.2.2.

and pupil of public and private kindgarden by district 2006 146 Banyaknya Sekolah.1.8 4. Guru.2. Teachers.1. dan Murid Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School.1.2.7 Banyaknya Sekolah. teacher. dan Murid Taman Kanak-Kanak Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut kecamatan / Nimbers of school. Guru. Guru.2. Teacher. and Pupil of Public and Private Senior High School (General) in Belu Regency by District 2007 149 Banyaknya Sekolah.1.5 4.6 5.1 5.1. Teacher. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School.6 4.DAFTAR ISI / CONTENTS 4. and Pupil of Public and Private Junior High School (General) in Belu Regency by District 2007 148 Banyaknya Sekolah.2. Guru. Teacher.5 5.1. Guru. Guru.3 5. dan Murid Sekolah Menegah Tingkat Atas (SMTA) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School.2 143 5. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Terbuka Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 151 xiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan / Numbers of Schools.7 4. and Pupils by Education Level 2007 145 Banyaknya Sekolah.1.9 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Penerangan / Household in Belu regency by Source of Lighting 2007 129 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Air Minum / Household in Belu regency by Source of Drinking Water 2007 130 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Jamban / Household in Belu regency by Toilet Facilities 2007 131 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Status Penguasaan Tempat Tinggal Household in Belu regency by Status of House 2007 132 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Tempat Pembuangan Tinja / Household in Belu Regency by Faeces Place of Exile 2007 133 Bab / Chapter V Sosial / Social Affairs 135 Pendidikan / Education 5. Guru. and Pupil of Public and Private Primary School in Belu Regency by District 2007 147 Banyaknya Sekolah. Teacher.2. and Pupil of Public and Private Senior High School (Vocational) in Belu Regency by District 2007 150 Banyaknya Sekolah.4 5. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) Kejuruan Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School.

7 5.11 5.2.3 5.9 5.1 5.2.2.6 5.1.5 5.12 5.8 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Health Service in Belu Regency by District 2007 161 Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Jenis Tenaga Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Health Personal by Health Personal Type in Belu regency by District 2007 162 Jumlah Penderita Rawat Jalan Menurut Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 165 Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Kunjungan Rawat Jalan di 19 Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 166 Sepuluh Penyakit Terbanyak Menurut Jumlah Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Umum 170 Atambua 2007 Status Gizi Balita Menurut Kecamatan Menurut Puskesmas di kabupaten Belu Nutritional Status of Children Under Five Years Old by Communitiy Health Centre in Belu Regency 2007 171 Banyaknya Peserta Aktif Menurut Metode Kontrasepsi yang digunakan per Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Active Acceptor by Contraceptive method used per District in Belu Regency 2007 172 Banyaknya Klinik.10 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Status Pendidikan dan Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Education Status and Sex 2007 152 Penduduk 7 Tahun keatas yang Masih Sekolah. dan Tidak Sekolah Lagi Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Belu / Population 7 Years and over who attending School.1.2 159 5.8 5.2.2.1. Peserta Keluarga Berencana (KB).1.1.14 Hasil Ujian Nasional SD/MI di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 155 Hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMPT di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 156 Hasil Ujian Nasional SMA/MA di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 157 Hasil Ujian Nasional SMK di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 158 Kesehatan / Health 5. Tidak/Belum Pernah Sekolah. Never/Not Yet Attending School by Age Group in Belu Regency 2007 153 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Kemampuan Membaca dan Menulis per Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Literacy per Sex 2007 154 5. dan Pasangan Usia Subur Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Health Personal Service by Health Personal Status and District in Belu Regency 2007 174 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xv .2.1.DAFTAR ISI / CONTENTS 5.4 5.2.13 5.1.2.

2007 182 5. 5. Diputuskan Menurut Bulan / Numbers of Criminal Cases and Defendants Received .4 .6. Temple.3 Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Religion Follower by District in Belu Regency 2007 185 Jumlah Tempat Ibadah di Kabupaten Belu Menurut Golongan Agama per Kecamatan / Numbers of Mosque/Private Mosque.1.3.DAFTAR ISI / CONTENTS Kriminalitas / Crime 5.5.4.3. and Vikoa in Belu regency by District 2007 186 Banyaknya Rohaniawan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Spiritualist in Belu Regency by District 2007 187 Sosial Lainnya / Others Social 5.2. Wanita Rawan Sosial. Church.4. 5. 5.5.5.3 Jumlah Perkara dan Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang Diterima.3.5 180 Agama / Religion 5. Settled by Month 2007 177 Jumlah Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang diselesaikan Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Belu / Numbers of Defendants in Criminal Cases that Setlled by Age Group and Sex in Belu Regency 2007 178 Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang diselesaikan Pengadilan Menurut bulan dan Sikap Terhadap Putusan di Kabupaten Belu / Numbers of Defendants and Settled by Court.4.3.1 175 5. by Month and Sex 2007 179 Banyaknya Masalah Sosial Menurut Bulan yang terjadi di Kabupaten Belu 2007 Banyaknya Masalah Sosial yang terjadi di Kabupaten Belu 2006 .2 183 5.5.5.5. Penyebaran Infra Struktur Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Infra Structure of Social Affairs in Belu Regency by District 2007 191 Banyaknya Fakir Miskin dan Perumahan Tidak Layak di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 192 Jumlah Penduduk Lanjut Usia Terlantar dan Anak Yatim Piatu Di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Over Age and No Parents in Belu regency by District 2007 193 Banyaknya Penyandang Cacat. 5. dan Masyarakat Terasing di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 194 Banyaknya Yayasan yang Mengasuh Anak dengan Sistim Non Panti dan Jumlah Anak asuh di Kabupaten Belu 2007 195 Bencana Alam Yang Terjadi dan Jumlah Korban Akibat Bencana Alam di Kabupaten Belu Menurut Kecamayan dan Taksiran Kerugian yang Diderita 2007 196 xvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2 5.1 5. Ex Penyakit Kronis.3.3.5. 189 5.4 5.

1. Yield Rate and Production of Maize by District 2007 214 Luas Panen.1 6. Yield Rate and Production of Wetland Paddy by District 2007 212 Luas Panen. Yield Rate and Production of Peanuts by District 2007 217 6.2007 221 Produksi Buah-Buahan di Kabupaten Belu / Fruits Production in Belu Regency 2002 . Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.10 6.1.1.1.1.1. Yield Rate and Production of Sweet Potatoes by District 2007 216 Luas Panen.9 6.3 6. Rata-Rata Hasil dan Produksi Jagung di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.8 6.2 209 6. Yield Rate and Production of Paddy by District 2007 211 Luas Panen.1.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Hijau di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.2007 222 Luas Tanah Menurut Penggunaan di Kabupaten Belu / Land Area by Used Type in Belu Regency 2005 – 2007 223 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xvii .6 6.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.13 Luas Panen.1.4 6. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Sawah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.1.5 Luas Panen.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter VI Pertanian / Agriculture 199 Tanaman Pangan / Food Crops 6.11 6. Yield Rate and Production of Green Peas by District 2007 218 Perkembangan Luas Panen Tanaman Pangan di Kabupaten Belu / Area Harvested of Food Crops in Belu Regency 2002 – 2007 219 Perkembangan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Belu / Food Production in Belu Regency 2002 – 2007 220 Produksi Sayur-Sayuran di Kabupaten Belu / Vegetables Production in Belu Regency 2002 . Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Ladang di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.7 Luas Panen.12 6.1. Yield Rate and Production of Cassava by District 2007 215 6. Yield Rate and Production of Dryland Paddy by District 2007 213 Luas Panen.

3 6.2.2 6.5 xviii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .5 6. Brucellosis. dan Hog-Cholera Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock that SE.2.3.3.1. Brucellosis.2. and Hog-Cholera Vacination by Kind and District in Belu Regency 2007 242 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di luar Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Slaughting that happened out of Slaughter House by District in Belu Regency 2007 243 6. Rumah Tangga Pertanian.7 6.1.4 237 Banyaknya Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock by Kind and District in Belu Regency 2007 239 Banyaknya Ternak Unggas Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Poultry by Kind and District in Belu Regency 2007 240 Banyaknya Ternak Berpenyakit SE Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock that SE Virus by Kind and District in Belu Regency 2007 241 Banyaknya Ternak yang Divaksinasi SE.2.3.6 6.3.1 6.14 224 6.2.3.1 6.DAFTAR ISI / CONTENTS 6.2.2 6.3 6. Rumah Tangga Peetanian Pengguna Lahan dan Rumah Tangga Gurem di Kabupaten Belu Tahun 1993 dan 2003 Banyaknya Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan Menurut Jenis Usaha Pertanian di Kabupaten Belu Tahun 1993 dan 2003 225 Perkebunan / Estate 6.8 227 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kapuk Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Kapok Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 229 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kemiri Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Cande Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 230 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Coconut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 231 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Coffee Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 232 Luas Areal dan Produksi Tanaman Jambu Mente Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Chasen Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 233 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Cocoa Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 234 Luas Areal dan Produksi Tanaman Pinang Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Areca Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 235 Luas Areal dan Produksi Tanaman Tembakau Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Tobacco Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 236 Peternakan / Livestock 6.15 Banyaknya Rumah Tangga.4 6.2.2.

3 6. 6.3.2.5 6.5. 6.5.4.5.2 6.4.4 6.3.7 6.3. 6.5.1 6.4.1 247 6.4.8 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di dalam Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Slaughting that happened in Slaughter House by District in Belu Regency 2007 244 Pengeluaran Ternak dan Hasil Ikutannya Menurut Jenis Ternak di Kabupaten Belu / Livestock Product and Others Product by Kind in Belu Regency 2007 245 Banyaknya Ternak Menurut Asal Ternak .DAFTAR ISI / CONTENTS 6. Penggunaan.4.4.6 257 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Laut di Kabupaten Belu Menurut Kategori Usaha / Numbers of Marine Fishing Household in Belu Regency by Categories 2007 259 Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya / Numbers of Marine Fishing Boat in Belu Regency by Type of Boat 2005 – 2007 260 Jumlah Alat Penangkapan Ikan di Kabupaten belu Menurut Jenisnya / Numbers of Marine Fishing Gear in Belu Regency by Type of Gear 2005 – 2007 261 Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Menurut Sub Sektor / Production of Fishery in Belu Regency by Fisheries Group 2005 .5.5.2007 262 Luas dan Produksi Budidaya Perikanan Darat di Kabupaten Belu / In Land Fishery Production in Belu Regency 2007 263 Produksi Ikan Laut di Kabupaten Belu Menurut Jenis Ikan / Sea Fisheris Production by Type 2007 264 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xix . dan jenisnya 2007 246 Kehutanan / Foresty 6. Rencana Luas Kawasan Hutan Menurut Pola Tata Guna Hutan per Kecamatan di Kabupaten Belu / Planning Foresty Area by it Function per District in Belu Regency 2007 249 Produksi Kayu Cendana di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Production of Cendana Wood in Belu Regency by District 2007 251 Produksi Kayu dan Hasil Ikutannya / Production of Wood and Others Product 2006 Pengiriman Antar Pulau Hasil Hutan Non Kayu 2007 254 Pengiriman Antar Pulau / ke luar Daerah Hasil Hutan Kayu 2007 252 255 Perikanan / Fishery 6.5.6 6.3.

1.1.1.7 7.1.3 7.1 7.8 7.10 7.1.9 7.1.2 273 7.1.11 7.1.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter VII Industri & Energi / Industries & Energy 267 Industri / Industries 7.5 7.4 7.1.1.12 Banyaknya Perusahaan / Usaha Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan / Numbers of Manufacturing / Etablishment by District 2007 275 Banyaknya Pekerja Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan / Numbers of Person Enganged in Manufacturing Sector by Industry Categories and District 2007 276 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Barat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Barat by Industry Kinds 2007 277 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Rinhat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Rinhat by Industry Kinds 2007 278 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Wewiku Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Wewiku by Industry Kinds 2007 279 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Weliman Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Weliman by Industry Kinds 2007 280 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Tengah Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Tengah by Industry Kinds 2007 281 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Sasita Mean Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Sasita Mean by Industry Kinds 2007 282 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Timur Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Timur by Industry Kinds 2007 283 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Laen Manen Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Laen Manen by Industry Kinds 2007 284 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Raimanuk Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raimanuk by Industry Kinds 2007 285 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kobalima Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kobalima by Industry Kinds 2007 286 xx Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1.6 7.1.

1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2.4 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.1. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Betun) 301 Banyaknya Pelanggan.1.14 7.17 7.1.19 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Barat by Industry Kinds 2007 287 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kakuluk Mesak by Industry Kinds 2007 288 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Timur by Industry Kinds 2007 289 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Raihat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raihat by Industry Kinds 2007 290 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Lasiolat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lasiolat by Industry Kinds 2007 291 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Lamaknen Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lamaknen by Industry Kinds 2007 292 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kota Atambua Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kota Atambua by Industry Kinds 2007 293 Listrik / Electricity 7.2.5 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Eiectric by Clasaification 2007 (Ranting Atambua) 299 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Besikama) 302 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.1 297 7.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Atapupu) 300 Banyaknya Pelanggan.1.2 7.DAFTAR ISI / CONTENTS 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Naitimu) 303 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxi .15 7.16 7.18 7.13 7.2.3 7.2.1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.

8 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.7 7.10 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.4. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Kaputu) 309 Banyaknya Pelanggan.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN di Kabupaten Belu Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Lamaknen) 305 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Manleten) 306 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Silawan) 304 Banyaknya Pelanggan.3. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Biudukfoho) 310 Banyaknya Pelanggan.11 7.6 7.2.4. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.13 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.14 Banyaknya Pelanggan.2 317 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Kecamatan dan Kualifikasinya di Kabupaten Belu 2007 319 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Bentuk Badan Hukun dan Kecamatan Kabupaten Belu 2007 320 xxii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Boas) 308 Banyaknya Pelanggan.1 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.9 7.1 313 Banyaknya Pelanggan dan Nilai Air Minum yang disalurkan Menurut Jenis Pelanggan / Numbers of Costumers Water Supply by Costumer Type 2007 315 Pertambangan / Mining 7.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Kobalima) 307 Banyaknya Pelanggan.DAFTAR ISI / CONTENTS 7.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Haekesak) 311 Banyaknya Pelanggan.12 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric in Belu Regency by Clasaification 2006 312 Air Minum / Water Supply 7.2.2.

1.DAFTAR ISI / CONTENTS 7.5 8.4.1. pemanfaatan bahan galian Golongan C menurut kecamatan di Kabupaten Belu 2007 323 Realisasi penerimaan pajak air bawah tanah menurut kecamatan di Kabupaten Belu 2007 324 Bab / Chapter VIII Perdagangan & Hotel / Trade & Hotels 325 Perdagangan / Trade 8.1 8.1.1.3 8.2007 355 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxiii . Rooms.2 8.3 7.4.1.4 8. Jumlah Kamar.6 331 Banyaknya Perusahaan/Usaha Sektor Perdagangan Menurut Jenis Usaha dan Kecamatan / Numbers of Etablishment by Trade Scale and District 2007 333 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Kategori Lapangan Usaha di Kabupaten Belu 2007 334 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Skala Usaha di Kabupaten Belu 2007 335 Volume Antar daerah ke luar Beberapa Komoditi di Kabupaten Belu 2007 336 Pengadaan Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Bulan 2007 338 Banyaknya komoditi Beras yang disalurkan menurut kelompok penggunaan dan bulan penyaluran di Kabupaten Belu 340 Perhotelan / Hotels 8. dan Tempat Tidur Menurut Kecamatan / Numbers of Hotel/Lodgings.1 353 Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kendaraan / Numbers of Motor Vehicles in Belu regency by Type of Motor Vehicles 2006 .4 7.1 8.2 341 Banyaknya Akomodosi Hotel/Losmen.1.1.4. and Beds by District 2006 – 2007 343 Banyaknya Tamu Menurut Kewarganegaraan dan Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar / Numbers of Guest by Citizen and Average Occupancy Rate of Hotel 2007 344 Bab / Chapter IX Transportasi & Komunikasi Transportation & Communications 345 Perhubungan Darat / Land Communications 9.2.2.5 Penggunaan bahan galian Golongan C menurut jenis dan kecamatan di Kabupaten Belu 2007 321 Realisasi penerimaan pajak penggalian.

5 9. yang dikeluarkan Resort Kepolisian Kabupaten Belu / Numbers of Driving and Vehicles License Issued by Type 2006 – 2007 357 Banyaknya Mobil. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Volume of Cargo Loaded Via Atapupu Port by Month 2007 372 Banyaknya Muat Barang.1 9.7 9.2.1.1.2 9.9 Banyaknya Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Belu / Numbers of Delinquency and Traffic Accident in Belu regency 2006 .2 9.6 9.1. dan Pos Paket Lewat Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan / Volume of Cargo Loaded / Unloaded Via Haliwen Air Port by Month 2007 368 Perhubungan Laut / Sea Communication 9.1.1. BBM.8 9.2.1. STNK.2 Jumlah Pesawat dan Penumpang Datang dan Berangkat di Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan / Numbers of Aircraft and Passengers Arrival and Departures Via Haliwen Air Port by Month 2007 367 Banyaknya Bongkar Muat Barang. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Volume of Cargo unLoaded Via Atapupu Port by Month 2007 373 xxiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .3 369 Banyaknya Kunjungan Kapal dan Arus Penumpang di Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Numbers of Ship Visit and Passenger via Atapupu Port by Month 2007 371 Banyaknya Bongkar Barang.2007 356 Banyaknya SIM. Bus Menutur Trayek di Kabupaten Belu 2006 . BBM.DAFTAR ISI / CONTENTS 9. dan BPKB.3.3.3.4 9.1 365 9.1. Bagasi.3 9.1.2007 358 Banyaknya Mobil Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Sifat 2007 359 Panjang Jalan Menurut Status Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Road Status in Belu Regency 2007 360 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Type of Surface in Belu Regency 2007 361 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Condition in Belu Regency 2007 362 Panjang Jalan Menurut Kelas Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Class Road in Belu Regency 2007 363 Perhubungan Udara / Air Communication 9.

1 10.3.1.1. 399 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua / Average of Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2002 .1. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan dan Jenis Surat / Numbers of Postal Mailed by Triple-Month and Type 2007 377 Banyaknya Uang Yang diweselkan lewat Kantor PT. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 – 2007 378 Banyaknya Barang yang Dipaketkan lewat Kantor PT.4 Banyaknya Surat Yang dikirim lewat Kantor PT.1.4. Simpanan di Koperasi Unit Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Members and Saving Deposits in Village Unit Cooperative by District in Belu Regency 2007 398 Harga-Harga / Prices 10. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 – 2007 379 Jumlah Sambungan Telepon Yang Disambung Menurut Jenis Pelanggan per Triwulan 2007 380 Bab / Chapter X Keuangan & Harga-Harga Financial & Prices 381 Keuangan Pemerintah Daerah Finance of The Regional Government 10.2.2 9.2 10.2 395 Banyaknya Anggota dan Simpanan Menurut Jenis Koperasi / Numbers of Members and Saving Deposits by Kind of Cooperative 2007 397 Banyaknya Anggota.1 375 9.1 10.DAFTAR ISI / CONTENTS Pos & Telekomunikasi / Post & Telecommunications 9.3 9.2.2007 401 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxv . Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 393 Koperasi / Cooperative 10.3 387 Realisasi Penerimaan Rutin Daerah Belu Tahun Anggaran / Actual Second Stage Autonomus Regional Receipts of Belu Fiscal Year 2006 389 Realisasi Pengeluaran Rutin Belu Tahun Anggaran / Actual Second Stage Autonomous Regional Expenditure of Belu Fiscal Year 2006 390 Jumlah Wajib Pajak .4.4.4.

3.7.6.3.3.3. 11.2006 423 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .DAFTAR ISI / CONTENTS 10.3. 10.3. 11.1 Pendapatan Regional / Regional Income 413 11.3.3.2006 435 xxvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2006 425 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 – 2006 427 Indeks Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha 2005 –2006 429 Indeks Berantai Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha 2005 – 2006 431 Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Development Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 – 2006 433 Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Development Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 . 11.7. 11.8.5. 10. 10. Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 . Rata-Rata Bulanan Harga Eceran Sembilan Bahan Pokok dan barang strategis lainnya di Pasar Atambua / Average retail Price of 9 Essential Commodities and others stratigies 402 commodities 2007 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua / Average Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2007 404 Inflasi Atambua Menurut Bulan dan Kelompok Kebutuhan / Inflation Rate in Atambua by Month and Group 2007 406 Laju Inflasi Kota Atambua / Inflation Rate in Kota Atambua 2002 .6. 10.2006 421 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Constan 2000 Market Prices 2005 .2007 408 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Pasar Baru) 2007 409 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Atambua) 2007 410 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Betun) 2007 411 Bab / Chapter XI 11.4.2. 11.4. 11. 10. 10.3.8.5.2.

9.11. 11.10. Indeks Implisit Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Implisit Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 .DAFTAR ISI / CONTENTS 11. 11.12. 11.2006 437 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor Kabupaten Belu / Regional Economic Growth by Sector and Sub Sector 2005 –2006 439 Rata-rata Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Berlaku / Population Average per Capita Income at Current Market Prices of Belu Regency 2000 – 2006 440 Rata-rata Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Konstan 2000 / Population Average per Capita Income at Constant 2000 Market Prices of Belu Regency 2000 – 2006 441 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxvii .

sektoral. serta dalam rangka penjabaran lebih lanjut UndangUndang Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik. dalam pembangunan sistem rujukan informasi statistik nasional pada umumnya. . b. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 39. maupun khusus menuju terwujudnya sistem Statistik Nasional yang andal. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3686). Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 2. keakuratan. efektif. Menimbang : a. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENYELENGGARAAN STATISTIK. bahwa dalam upaya memenuhi atas kepaduan. dipandang perlu menetapkan Peraturan Tentang Penyelenggaraan Statistik. Mengingat : 1. dan kemutahiran data dalam kegiatan statistik perlu diatur mekanisme penyelenggaraan statistik baik statistik dasar. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut pada huruf a dan b. bahwa dalam rangka perencanaan pembangunan nasional pada khususnya.PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN STATISTIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. penyelenggaran kegiatan statistik perlu didukung upaya-upaya koordinasi dan kerjasama serta upaya pembinaan terhadap seluruh komponen masyarakat statistik. dan efesien. c.

Lembaga Pemerintah Non Departemen Daerah. xxvi . BPS adalah singkatan dari Badan Pusat Statistik sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. BAB II STATISTIK DASAR. 7. DAN KHUSUS Bagian Pertama Statistik Dasar Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 2 (1) Pemerintah berkewajiban menyediakan statistik dasar. 2. Sensus Pertanian adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh petani. SEKTORAL. rumah tangga pertanian. 6. Survei antar sensus adalah survei yang dilakukan diantara 2 (dua) sensus sejenis. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel dari suatu populasi untuk memperkirakan karakteristik obyek pada saat tertentu. 5. Sensus Penduduk adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh penduduk yang bertempat tinggal atau berada di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik penduduk pada saat tertentu. 4. 3. Sensus ekonomi adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh usaha dan atau perusahaan non pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik usaha dan perusahaan pada saat tertentu. dan perusahaan pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh kateristik pertanian pada saat tertentu.BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan : 1. Instansi Pemerintah adalah Departemen. dan lembaga-lembaga lainnya di luar BPS.

xxvii . dan pengukuran obyek pertanian.(2) Statistik dasar diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). (2) Waktu penyelenggaraan sensus. survei. Pasal 3 (1) Sensus terdiri dari : a. Sensus Pertanian. tahun berakhiran angka 6 (enam) bagi sensus ekonomi. Sensus Ekonomi. perusahaan pertanian. tanah. b. perumahan dan lingkungannnya. b. dilaksanakan pada : a. Pasal 5 (1) Pencatatan dalam sensus pertanian dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh petani. (3) Dalam menyelenggarakan statistik dasar. c. (2) Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup karakteristik petani. tahun berakhiran angka 0 (nol) bagi sensus penduduk. kompilasi produk administrasi. kegiatan usaha di bidang pertanian. dan karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang kependudukan. BPS memperoleh data melalui sensus.serta karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang pertanian. tanaman. c. tahun berakhiran angka 3 (tiga) bagi sensus pertanian. Pasal 4 (1) Pencatatan dalam sensus penduduk dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh penduduk (2) Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup karakteristik tentang penduduk. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi. Sensus Penduduk.

(3) Survei juga dilakukan diantara 2 (dua) sensus sejenis. Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup kegiatan usaha. pemakai bahan baku. (2) Pasal 8 (1) BPS wajib mengumumkan rencana penyelenggaran sensus kepada masyarakat sebelum sensus dilaksanakan. serta karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang ekonomi. Pasal 10 (1) Wilayah pencacahan survei ststistik dasar ditetapkan oleh Kepala BPS. atau gabungan desa dan atau kelurahan. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. (2) Pelaksanaan survei statistik dasar di lapangan dilakukan oleh petugas survei yang ditetapkan oleh BPS. penyerapan tenaga kerja. BPS juga menyelenggarakn survei dan kompilasi produk administrasi untuk penyediaan statistik dasar. (2) Setiap penyelenggaran sensus didahului dengan uji coba sensus. (2) Wilayah pencacahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat merupakan bagian. seluruh. Pasal 7 (1) Dalam penyelenggaran sensus Kepala BPS menetapkan wilayah pencacahan. (4) Survei sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) adalah survei antar sensus. produksi. Pasal 9 (1) Selain sensus.Pasal 6 (1) Pencatatan dalam sensus ekonomi dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh perusahaan dan kegiatan usaha di bidang ekonomi. xxviii .

xxix . (2) Dukungan pelaksanaan operasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi dukungan pengadaan petugas. Pasal (13) (1) Dalam penyelenggaran statistik dasar. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. BPS mendapatkan dukungan pelaksanaan operasional dari Menteri. Walikota. Paragraf2 Petugas dan Responden Pasal 14 (1) Pencacahan di lapangan dalam pelaksanaan sensus dilakukan oleh petugas sensu yang diangkat secara sah oleh kepala BPS. Kepala Desa dan Kepala Kelurahan sesuai lingkup tugas dan wewenangnya. dan pemeriksaan. pengawasan. (3) Pertugas sensus dapat berasal dari pegawai BPS dan atau direkrut dari pegawai instansi pemerintah lainnya atau anggota masyarakat. Bupati. penyediaan data. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. (4) Ketentuan tentang pengangkatan. (2) Petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bertugas melakukan pencacahan. Gubernur. Pasal (12) (1) BPS berhak memperoleh produk administrasi dari instansi pemerintah dan masyarakat. pemberhentian dan pelatihan petugas sensus diatur lebih lanjut oleh kepala BPS.Pasal 11 Kompilasi produk administrasi statistik dasar dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. Camat. serta sarana dan kompilasi produk administrasi yang dilakukan oleh BPS.

menerima petugas sensus. c. tata krama. mendapat jaminan asuransi.Pasal 15 Dalam melaksanakan tugasnya. setiap petugas sensus wajib : a. serta masuk ke dalam bangunan yang berada di wilayah kerja petugas sensus. setiap petugas sensus berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditetapkan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. adat istiadat. b. atau memperbaharui tanda nomor bangunan atau stiker sensus baik bangunan tempat tinggal maupun bukan tempat tinggal. (2) Biaya pembayaran premi untuk jaminan asuransi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan bagian tidak terpisahkan dari anggaran penyelenggaraan sensus. b. Menyampaikan hasil pelaksanaan sensus sebagaimana adanya. c. xxx . memberi izin petugas sensus memasuki halaman atau pelataran. memeriksa. memberi izin petugas memasang. Pasal 19 (1) setiap responden sensus wajib : a. tanah atau tempat usaha. Pasal 18 (1) Petugas sensus yang merupakan tenaga lepas dan bukan pegawai negeri yang mendapat kecelakaan dan mengakibatkan cacat atau meninggal dunia dalam menjalankan tugasnya. Pasal 16 Dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 17 Setiap petugas sensus wajib memegang teguh rahasia atas keterangan yang diberikan responden dan yang diperoleh dari obyek kegiatan sensus. Memperhatikan nilai-nilai agama. dan ketertiban umum. memperlihatkan surat tugas atau tanda pengenal petugas sensus. (3) Besarnya jaminan asuransi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh kepala BPS setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan.

(2) Pimpinan lembaga atau orang lain yang ditunjuk dari lembaga yang telah ditetapkan sebagai responden berkewajiban memberikan keterangan kepada petugas sensus mengenai segala kegiatan lembaga sesuai dengan daftar isian dan atau memperlihatkan catatan tertulis. survei. dan pasal 18 berlaku bagi petugas statistik survei statistik dasar. (3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak menghilangkan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 20 (1) Ketentuan yang berlaku bagi petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 14. pasal 16. dan kompilasi produk administrasi untuk menyediakan statistik dasar yang lengkap. dan kompilasi produk administrasi untuk kebutuhan statistik dasar bagi lingkup daerah yang bersangkutan. buku-buku dan naskah-naskah yang diperlukan oleh petugas sensus. xxxi . e. anggota keluarga. dan atau kegiatannya secara lengkap dan benar. akurat. pasal 15. (2) Sajian statistik dasar hanya disampaikan dalam bentuk data agregat dan bukan data individu. Pasal 22 (1) Perwakilan BPS di Daerah berwenang melakukan pengolahan hasil sensus. (2) Ketentuan tentang kewajiban responden sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 berlaku juga bagi responden survei statistik dasar. dan mutakhir untuk kebutuhan sampai pada lingkupsatuan pemerintahan terkecil.d. Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan petugas sensus mengenai diri sendiri. Paragraf 3 Pengolahan Hasil Pasal 21 (1) BPS bertanggung jawab melakukan pengolahan hasil sensus. survei. (4) Setiap responden berhak menolak petugas sensus yang tidak dapat memenuhi ketentuan pasal 16 huruf a dan b. Memperlihatkan catatan tertulis. buku-buku dan naskah-naskah. orang lain yang berkaitan. pasal 17.

instansi pemerintah memperoleh data melalui survei. xxxii . (2) Instansi pemerintah juga dapat menyelenggarakan survei dan kompilasi produk untuk kebutuhan intern instansi yang bersangkutan. (3) Statistik sektoral yang jangkauan populasinya berskala nasional dan hanya dapat dilakukan degan cara sensus. wajib dilakukan bersama-sama BPS. kompilasi produk administrasi. (2) Penyelenggaraan statistik sektoral dapat dilakukan secara mandiri atau bersamasama dengan BPS. Pasal 24 (1) Dalam penyelenggaran statistik sektoral. (3) Wilayah survei statistik sektoral meliputi sebagian atau seluruh wilayah republik Indonesia Pasal 25 (1) Instansi pemerintah menyelenggarakan survei dan kompilasi produk administrasi untuk penyediaan statistik sektoral guna mendukung pelaksanaan tugas pokok instansi yang bersangkutan.(2) Perwakilan BPS di Daerah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagian Kedua Statistik Sektoral Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 23 (1) Instansi pemerinatah menyelenggarakan statistik sektoral sesuai tugas pokok dan fungsinya. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.

Pasal 28 (1) penyelenggara statistik sektoral berhak memperoleh produk administrasi dari instansi pemerintah atau masyarakat. (4) Tata cara memberitahukan rencana penyelenggaraan survei sebagaimana dimaksud ayat (3). dan waktu pelaksanaan. (3) Rencana penyelenggaraan survei sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf (a) memuat : nama instansi.Pasal 26 (1) Hasil survei statistik sektoral sebagaimana dimaksud pada pasal 25 ayat (1) juga ditujukan untuk mendukung penyediaan informasi bagi kepentingan perencanaan pembangunan nasional dan dalam rangka pembangunan Sistem Statistik Nasional. metode statistik yang akan dipergunakan. tujuan survei. Paragraf 2 Petugas dan Responden Pasal 29 (1) Pelaksanaan pencacahan survei statistik sektoral dilakukan oleh petugas survei yang telah ditetapkan instansi penyelenggara. xxxiii . mengikuti rekomendasi yang diberikan BPS. (2) Penyelenggaraan survei statistik sektoral wajib : a. menyerahkan hasil penyelenggaraan survei yang dilakukan kepada BPS. wilayah kegiatan statistik. obyek populasi dan jumlah responden. b. (2) Ketentuan yang berlaku mengenai petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 dan 17 berlaku juga untuk petugas survei statistik sektoral. diatur dengan Keputusan Kepala BPS. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 27 Kompilasi produk administrasi statistik sektoral dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. memberitahukan rencana penyelenggaraan survei kepada BPS. c. jenis data yang akan dikumpulkan. judul.

Paragraf 3 Pengolahan Hasil Pasal 31 (1) Instansi pemerintah yang menyelenggarakan statistik sektoral berwenang melakukan pengolahan hasil statistik sektoral yang diselenggarakannnya. xxxiv . dan atau unsur masyarakat lainnya dapat menyelenggarakan statistik khusus. (2) Pengolahan hasil statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan oleh instansi pemerintah bersama-sama dengan pihak lain. organisasi. Pasal 32 Ketentuan tentang penyajian statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (2) berlaku juga bagi penyelenggara statistik sektoral. perorangan. (2) Setiap orang yang telah bersedia menjadi responden tunduk pada ketentuan sebagaiman dimaksud dalam pasal 19. (2) Penyelenggaraan statistik khusus dilakukan secara mandiri atau bersama-sama dengan pihak lain.Pasal 30 (1) Penyelenggara survei statistik sektoral menetapkan responden atau obyek penelitian sebelum survei dilakukan. Bagian Ketiga Statistik Khusus Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 33 (1) Lembaga.

wilayah kegiatan survei. merupakan data primer.Pasal 34 (1) Penyelenggaraan kegiatan statistik khusus memperoleh data melalui kompilasi produk administrasi. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (2) Sinopsis hasil survei yang wajib diberitahukan. (3) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku bagi survei yang digunakan untuk keperluan intern. (5) Batas waktu dan tata cara penyampaian sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. Pasal 35 (1) Survei statistik khusus meliputi : a. jumlah responden. waktu pelaksanaan. b. Pasal 36 (1) Penyelenggaraan survei statistik khusus wajib memberikan sinopsis hasil survei yang diselenggarakannya kepada BPS. (2) Hasil survei statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) turut mendukung pengembangan Sistem Statistik Nasional. dan abstraksi. survei yang hasilnya untuk dipublikasikan. b. c. survei untuk kebutuhan intern. (4) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat judul. meliputi survei yang memenuhi kriteria : a. obyek populasi. (3) Wilayah survei statistik khusus meliputi sebagian atau seluruh wilayah Republik Indonesia. hasilnya dipublikasikan. menggunakan metode statistik. metode statistik. nama dan alamat penyelenggara. xxxv . (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.

Pasal 40 Penyelenggaraan survei statistik khusus menetapkan responden atau obyek penelitian sebelum survei dilakukan. jaringan komunikasi. (2) Ketentuan yang berlaku mengenai petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan 17 berlaku juga untuk petugas survei statistik khusus. (3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos. Pasal 38 (1) kompilasi produk administrasi statistik khusus dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. (2) Pemberitahuan sinopsis dapat dikuasakan kepada penyelenggara kegiatan statistik di dalam negeri apabila pihak yang memiliki hak berada di luar negeri. Paragraf 3 Pengolahan Hasil xxxvi . dan atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik.Pasal 37 (1) Kewajiban memberitahukan sinopsis dibebankan kepada pihak yang mempunyai hak untuk menyebarluaskan hasil kegiatan statistik. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Paragraf 2 Petugas dan Responden Pasal 39 (1) Pelaksanaan pencacahan survei statistik khusus dilakukan oleh petugas survei yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.

(2) Berita Resmi Statistik merupakan salah satu media penyebarluasan hasil statistik. DAN PEMASYARAKATAN HASIL STATISTIK Pasal 42 (1) Pengumuman dan penyebarluasan hasil kegiatan statistik dilaksanakan oleh penyelenggara. PENYEBARLUASAN. maka yang berwenang mengumumkan dan menyebarluaskan hasil kegiatan adalah kesepakatan masing-masing pihak. pemanfaatannya terbuka untuk umum. hasil survei. instansi pemerintah Pusat dan atau Daerah. xxxvii .Pasal 41 (1) Penyelenggara statistik khusus berwenang melakukan pengolahan hasil survei dan kompilasi produk administrasi yang diselenggarakannnya. Pasal 44 (1) Pengumuman hasil statistik yang diselenggarakn olehh BPS dimuat dalam berita Resmi Statistik atau media lainnya. PEMANFAATAN. Pasal 43 (1) BPS berwenang mengumumkan dan menyebarluaskan hasil statistik dasar yang diselenggarakannnya kepada masyarakat. (2) Hasil statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi sensus. Pasal 45 (1) Hasil kegiatan statistik yang diselenggarakan oleh BPS. (2) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik dilaksanakan secara bekerja sama. BAB III PENGUMUMAN. (2) Pengolahan hasil statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilaksanakan secara mandiri atau bersama-sama dengan pihak lain. (3) Pelaksanaan teknis pengumuman dan penyebarluasan hasil statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2) ditetapkan oleh kepala BPS. dan hasil kompilasi produk administrasi.

(3) Masyarakat berhak memperoleh manfaat dari hasil statistik yang diselenggarakan oleh BPS.(2) BPS mememberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk memperoleh hasil statistik yang diselenggarakannnya. (2) Pemasyarakatan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan BPS bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat. Pasal 47 (1) Pemasyrakatan statistik dilakukan dalam rangka memberikan kesadaran responden. atau dialog. (4) Pemasyarakatan statistik dilakukan secara berkala dan atau sewaktu-waktu melalui berbagai media informasi. seminar. Pasal 46 (1) Penyelenggaraan statistik sektoral dan statistik khusus yang hasilnya untuk dipublikasikan. (3) Pemasyarakatan statistik dilakukan dengan menyebarluaskan hasil kegiatan statistik sesuai dengan kebutuhan pengguna statistik. penyelenggara. pemanfaatannya terbuka untuk umum. (3) Kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan dengan tetap memperhatikan hak kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pengguna statistik akan arti dan pentingnya statistik. BAB IV KOORDINASI DAN KERJASAMA Bagian Pertama Umum Pasal 48 Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik meliputi hal-hal yang berkaitan dengan : xxxviii . (2) Penyelenggara kegiatan statistik sektoral dan khusus memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk memperoleh hasil statistik.

xxxix . dan masyarakat dilaksanakan atas dasar prinsip kemitraan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. b. pengumpulan. Pelaksanaan kegiatan statistik. Pasal 52 Koordinasi dan atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik antara instansi pemerintah dan BPS dapat dilakukan dalam hal : a. pelaksanaan kegiatan statistik sektoral yang jangkauan populasinya berskala nasional dan hanya dapat dilakukan dengan cara sensus. klasifikasi. Pasal 51 (1) Dalam hal kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik sektoral antara pemerintah dengan lembaga swasta. pengolahan. dan atau analisis statistik. instansi pemerintah bertindak sebagai penyelenggara utama. dan ukuran-ukuran. Pembakuan konsep. penyajian. (2) Koordinasi dan atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik mencakup perencanaan.a. instansi pemerintah. definisi. Bagian Kedua Pelaksanaan Kegiatan Statistik Pasal 50 (1) Koordinasi dan atau kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan dalam rangka membangun suatu rujukan informasi statistik nasional. Pasal 49 Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik antara BPS. Pelaksanaan kegiatan statistik sektoral yang dapat dilakukan sendiri oleh instansi pemerintah. (2) Dalam hal koordinasi dan atau kerjasama dilakukan dengan pihak luar negeri maka pihak Indonesi harus bertindak sebagai penyelenggara utama. b.

definisi. klasifikasi. dan masyarakat bekerjasama melakukan pembakuan konsep. Kepala BPS memperoleh saran dan pertimbangan dari Forum Masyarakat Statistik. selanjutnya disusun oleh BPS. (2) Tata cara pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Kepala BPS dan pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan. (2) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik sektoral tersebut dilaksanakan sendiri oleh instansi pemerintah yang bersangkutan berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 26. definisi. Bagian Ketiga Pembakuan Konsep. dan Ukuran-ukuran Pasal 55 BPS. klasifikasi.Pasal 53 (1) Penyelenggaraan statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf a wajib dilaksanakan bersama-sama oleh BPS dan instansi pemerintah yang bersangkutan. dan ukuran-ukuran. Definisi. xl . (2) Dalam melaksanakan pembakuan konsep. Pasal 54 (1) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf b dilakukan bekerjasama dengan BPS pelaksanaannya diatur oleh kepala BPS bersama-sama dengan pimpinan instansi yang bersangkutan. Pasal 57 (1) Hasil kerjasama pembakuan konsep. definisi. Pasal 56 (1) Dalam rangka mewujudkan kerjasama pembakuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 55. dan ukuran-ukuran. instansi pemerintah. dan ukuran-ukuran untuk mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional. klasifikasi. sebagaimana dimaksud dalam pasal 55. Klasifikasi. BPS bertindak aktif memprakarsai kerjasama dengan instansi pemerintah dan masyarakat.

b. d. mengembangkan Sistem Statistik Nasional. c. b. lembaga swasta. membangun satu pusat rujukan informasi statistik nasional. e. (2) Sasaran pembinaan statistik mencakup : a. dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerjasama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya. penyelenggara kegiatan statistik. pengembangan statistik sebagai ilmu. f. peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik. respoden. perguruan tinggi. xli . meningkatkan kontribusi dan apresiaisi masyarakat terhadap statistik. definisi. (2) Dalam melakukan pembinaan statistik. dan ukuran-ukuran yang disusun oleh BPS sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) menjadi acuan utama penyelenggaraan statistik di Indonesia. g.(2) Konsep. Pasal 59 (1) Pembinaan statistik ditujukan untuk lebih : a. pengguna statistik. c. mendukung pembangunan nasional. definisi. BAB V PEMBINAAN Pasal 58 (1) BPS melakukan pembinaan statistik. c. d. perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep. klasifikasi. Pasal 60 Upaya pembinaan statistik meliputi : a. klasifikasi. peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik. Pengembangan sistem informasi statistik. Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional. BPS dapat bekerja sama dengan instansi pemerintah. dan atau masyarakat lainnya. b. Peningkatan penyebarluasan informasi statistik.

dan atau pertemuan ilmiah lainnya. penerapan dan pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak komputer. Peningkatan kesadaran masyrakat akan arti dan kegunaan statistik. d. peningkatan kerjasama pendidikan dan pelatihan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. xlii . c. lokakarya. d. penerapan dan pengembangan penginderaan jarak jauh. dan pertemuan ilmiah statistik. Pasal 63 Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik dilaksanakan melalui : a. b. peningkatan kerjasama pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi mendukung kegiatan statistik. pelatihan. c. b. penelitian dan pengembangan. pengadaan dan penyebaran metode ilmiah statistik. e. b. pengadaan bahan rujukan tentang ilmu statistik. seminar.h. peningkatan kerjasama pengembangan statistik sebagai ilmu antar instansi pemerintah dan atau swasta. Pasal 61 Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik dilaksanakan melalui : a. lokakarya. d. seminar. pendidikan formal. c. penerapan dan pengembangan jaringan informasi statistik. peningkatan penerapan ilmu statistik melalui pelatihan. Pasal 62 Pengembangan statistik sebagai ilmu dilaksanakan melalui : a. peningkatan pengembangan profesi. f.

dan ukuran-ukuran dalam semangat kerjasama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya dilaksanakan melalui : a. definisi. Pasal 65 Pengembangan sistem informasi statistik dilaksanakan melalui : a. b. pembakuan dan penyebarluasan konsep. peningkatan kerjasama pengembangan dan penerapan konsep. c. b. peningkatan penyebarluasan hasil statistik secara menyeluruh atau bertahap. b. pengkajian. c. d. peningkatan keterpaduan penyusunan jaringan sistem informasi statistik. dan penerapan konsep. dan ukuran-ukuran yang dibakukan. peningkatan kerjasama penerangan dan pemasyarakatan kegiatan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. peningkatan komunikasi sistem informasi statistik antar penyelenggara statistik. peningkatan hubungan sistem jaringan antar penyelenggara kegiatan statistik. penganekaragaman bentuk dan cara penyajian data sesuai dengan penggolongan pengguna statistik. peningkatan kemudahan dalam memperoleh data hasil kegiatan statistik. klasifikasi. peningkatan kerjasama penyebarluasan informasi hasil kegiatan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. peningkatan kerjasama pengembangan jaringan sistem informasi statistik. d. klasifikasi. xliii . klasifikasi. Pasal 66 Peningkatan penyebarluasan informasi statistik dilaksanakan melalui : a. definisi. peningkatan penyuluhan tentang pemanfaatan hasil statistik secara berkala. c. peningkatan mutu dan frekuensi penyebarluasan informasi statistik melalui berbagai media cetak dan elektronik. c.Pasal 64 Perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan. Pasal 67 Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional dilaksanakan melalui : a. evaluasi. konsep. definisi. definisi. b. klasifikasi. dan ukuran-ukuran yang dibakukan antar instansi pemerintah atau swasta. dan ukuranukuran.

BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 70 Dengan ditetapkan Peraturan Pemerintah ini maka : a. pembiayaannya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang bersangkutan. b. xliv . Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1983 tentang Sensus Pertanian. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1985 tentang Sensus Ekonomi. d. (2) Dalam rangka memenuhi kebutuhan data statistik dasar untuk keperluan Pemerintah Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat Statitik.BAB VI PEMBIAYAAN Pasal 68 (1) Pembiayaan penyelenggaraan statistik dasar. c. dinyatakan tidak berlaku. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1983 tentang Sensus Pertanian. dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan sumber lain yang sah. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan Sensus Penduduk. (3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2). Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1985 tentang Sensus Ekonomi. berlaku juga untuk pembinaan statistik. dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan atau diganti dengan ketentuan baru berdasarkan Peraturan Pemerintah ini. BAB VII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 Semua ketentuan peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan Sensus Penduduk.

MULADI. S. H. MSA xlv .H. memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.Pasal 71 Peraturan pemerintah ini berlaku pada tanggal diundangkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Mei 1999 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 26 Mei 1999 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd PROF. LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1999 NOMOR 96 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan II Plt. DR. ttd Edy Sudibyo Salinan sesuai dengan aslinya BADAN PUSAT STATISTIK Kepala Biro Perencanaan. ttd Pietojo. Agar setiap orang mengetahuinya.

pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan. bahwa statistik mempunyai peran yang penting bagi perencanaan. Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 39. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3683). Mengingat : 1. bahwa dalam rangka penyelenggaraan statistik.KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 1998 TENTANG BADAN PUSAT STATISTIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas dipandang perlu untuk menetapkan Keputusan Presiden tentang Badan Pusat Statistik. c. b. pelaksanaan. MEMUTUSKAN . Undangundang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik mengamanatkan untuk membentuk Badan Pemerintah yang menyelenggarakan statistik dasar serta melaksanakan koordinasi dan pembinaan penyelenggaraan statistik. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 2.

dan ukuran-ukuran. dan pengguna statistik. penyusunan rencana dan program nasional di bidang statistik. serta pengembangan ilmu dan teknologi yang mendukung penyelenggaraan statistik. h. (2) BPS dipimpin oleh seorang Kepala Pasal 2 BPS juga mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan statistik dasar. perseorangan dan/atau unsur masyarakat lainnya baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia. pelayanan data dan informasi serta hasil statistik kepada pemerintah dan masyarakat secara berkala dan sewaktu-waktu baik dari hasil penyelenggaraan sendiri maupun hasil kompilasi produk administrasi dan cara lainnya. penyusunan dan pengembangan pembakuan konsep. melaksanakan koordinasi dan kerjasama. g. DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Badan Pusat Statistik yang selanjutnya dalam Keputusan Presiden ini disingkat BPS adalah Lembaga Non Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. xlv . Pembinaan penyelenggaran statistik responden. TUGAS. BPS menyelenggarakan fungsi : a. e. Penyebarluasan statistik melalui berbagai cara baik langsung maupun tidak langsung serta pelaksanaan upaya peningkatan sadar statistik masyarakat. klasifikasi. penyelenggaraan statistik dasar. definisi. c. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 2. lembaga. f. serta mengembangkan dan membina statistik sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. koordinasi dan kerjasama statistik dengan instansi pemerintah. organisasi. b. d. perumusan kebijakan nasional di bidang statistik.Menetapkan : KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG BADAN PUSAT STATISTIK BAB I KEDUDUKAN.

i. j. k.

Pembinaan sumber daya manusia di lingkungan BPS; Pembinaan, pengendalian, dan pengawasan administrasi di lingkungan BPS; Tugas lain yang diberikan presiden;

BAB II ORGANISASI Bagian Pertama Susunan Organisasi Pasal 4 Susunan organisasi BPS terdiri dari : a. Kepala; b. Wakil Kepala; c. Deputi Administrasi; d. Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik; e. Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan; f. Deputi Statistik Produksi dan Neraca Wilayah; g. Perwakilan BPS di Daerah; h. Unit Pelaksana Teknis. Bagian Kedua Kepala Pasal 5 (1) Kepala BPS berkedudukan dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. (2) Kepala BPS bertugas memimpin BPS sesuai dengan tugas dan fungsi BPS yang telah digariskan serta membina aparatur BPS agar berdaya guna dan berhasil guna. Bagian Ketiga Wakil Kepala

xlvi

Pasal 6 (1) Wakil Kepala BPS berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. (2) Wakil Kepala BPS bertugas : a. membantu Kepala BPS dalam membina dan mengembangkan administrasi BPS agar berdaya guna dan berhasil guna; b. membantu Kepala BPS dalam mengkoordinasikan pelaksanaan tugas unit kerja di lingkungan BPS baik di Pusat maupun Daerah; c. mewakili Kepala BPS dalam hal Kepala BPS berhalangan; d. melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS. Bagian keempat Deputi Administrasi Pasal 7 Deputi Administrasi adalah unsur pembantu pimpinan, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. Pasal 8 Deputi Administrasi mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi umum dalam bidang ketatausahaan, keuangan, kerumahtanggaaan, kepegawaian, hukum, organisasi dan tata laksana, perlengkapan dan perbekalan, serta pengendalaian pelaksanaan program di lingkungan BPS. Pasal 9 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Deputi Administrasi menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang pelayanan administrasi di lingkungan BPS; b. pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi di bidang ketatausahaan, keuangan, kerumahtanggaaan, kepegawaian, hukum, organisasi dan tata laksana; c. penyebarluasan informasi kegiatan statistik; d. pengelolaan perlengkapan dan perbekalan; e. pengendalian, pembinaan dan pengelolaan keuangan dan manajemen BPS; f. tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS.

xlvii

Bagian Kelima Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik Pasal 10 Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS Pasal 11 Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan perencanaan dan evaluasi statistik, pembinaan dan pengembangan metodologi, penyajian dan pelayanan data, analisis statistik, serta pemanfaatan sistem informasi statistik. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang Perencanaan dan Analisis Statistik; b. penyusunan rencana dan evaluasi program kegiatan statistik serta penyusunan dan pengembangan metodologi statistik serta pelaksanaan sensus, survei, kompilasi produk administrasi, dan cara lain; c. pembinaan dan penyusunan sistem informasi statistik, diseminasi, penyebarluasan, penyajian, dan pelayanan statistik; d. pembinaan analisis dan pengembangan statistik; e. tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS. Bagian Keenam Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan Pasal 13 Deputi Statistik Produksi dan kependudukan adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS.

xlviii

Pasal 14 Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan dan kesejahteraan rakyat. Pasal 15 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 14, Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang statistik produksi dan kependudukan; b. penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan dan kesejahteraan rakyat; c. peningkatan mutu data statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan rakyat; d. penyerasian, pemeliharaan sistem, dan peningkatan kecermatan data statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan rakyat; e. tugas lain yang ditetapkan oleh kepala BPS. Bagian Ketujuh Deputi Statistik Distribusi dan Neraca Nasional Pasal 16 Deputi Statisik Distribusi dan Neraca Nasional adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. Pasal 17 Deputi Statisik Distribusi dan Neraca Nasional mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi.

xlix

Pasal 18 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 17, Deputi Statistik Distribusi dan Neraca Nasional menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang statistik distribusi dan neraca nasional; b. penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; c. peningkatan mutu data statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; d. penyerasian, pemeliharaan sistem, dan peningkatan kecermatan data statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; e. tugas lain yang ditetapkan oleh kepala BPS. Bagian Kedelapan Perwakilan BPS di Daerah Pasal 19 (1) BPS Propinsi adalah instansi vertikal BPS yang berada di ibukota Propinsi. (2) Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi BPS Propinsi, pada tingkat kabupaten/kotamadya dapat dibentuk BPS Kabupaten/Kotamadya. (3) Pembentukan BPS Propinsi dan BPS Kabupaten/Kotamadya ditetapkan dengan Keputusan Kepala BPS setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara.

Pasal 20 (1) Dalam rangka pelaksanaan operasional statistik di lapangan, pada tingkat kecamatan dapat diangkat seorang atau lebih petugas statistik sebagai Mantri Statistik. (2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. Bagian Kesembilan Unit Pelaksana Teknis

l

Pasal 21 (1) Dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi BPS, di lingkungan BPS dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disebut UPT. (2) UPT merupakan unit teknis yang melaksanakan tugas dan fungsi tertentu dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi BPS. Pasal 22 Pembentukan UPT di lingkungan BPS dilaksanakan dan ditetapkan oleh Kepala BPS setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara. BAB III TATA KERJA Pasal 23 (1) Semua unsur di lingkungan BPS dalam melaksanakan tugasnya menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik dalam lingkungan BPS sendiri maupun dalam hubungan antar instansi lainnya untuk kesatuan gerak sesuai tugas dan fungsinya. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan diwajibkan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB IV PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 24 (1) Kepala dan Wakil Kepala adalah jabatan eselon 1a. (2) Deputi adalah jabatan eselon 1b. Pasal 25 (1) Kepala BPS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. (2) Wakil Kepala BPS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala BPS. (3) Deputi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala BPS.

li

(4) Pejabat eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Kepala BPS. BAB V PEMBIAYAAN Pasal 26 (1) Segala pembiayaan dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi BPS dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (2) Dalam rangka memenuhi kebutuhan data statistik regional bagi pemerintah daerah, penyediaan dana dan fasilitasnya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah setempat. (3) BPS dapat menerima dana dari pihak lain dalam rangka kerjasama yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan pelaksanaan tugas dan fungsi BPS, yang tata cara penerimaan dan pengeluarannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB VI FORUM MASYARAKAT STATISTIK Pasal 27 Dalam rangka penyelenggaraan statistik Kepala BPS membentuk Forum Masyarakat Statistik. Pasal 28 (1) Forum Masyarakat Statistik bersifat non struktural dan independen yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah, pakar, praktisi, dan tokoh masyarakat. (2) Forum Masyarakat Statistik bertugas memberi saran dan pertimbangan kepada Kepala BPS dalam bidang statistik. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas, susunan organisasi dan tata kerja Firum Masyarakat Statistik diatur oleh Kepala BPS.

BAB VII KETENTUAN PENUTUP

lii

Pasal 29 Rincian tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja satuan organisasi di lingkungan BPS ditetapkan oleh Kepala BPS setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pendayagunaan Aparatur Negara. Pasal 30 Semua peraturan pelaksanaan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Biro Pusat Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau diganti dengan yang berdasarkan Keputusan Presiden ini. Pasal 31 Pada saat mulai berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Biro Pusat Statistik dinyatakan tidak berlaku. Pasal 32 Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

liii

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 17 Juni 1998 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala Biro Hukum Dan Perundang-undangan ttd Lambock V. Nahattands

Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Kepegawaian Dan Organisasi, BPS

Pietojo, MSA NIP. 340003653

liv

Menimbang : a. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. untuk memajukan kesejahteraan rakyat dalam rangka mencapai cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. dipandang perlu membentuk UndangUndang tentang Statistik yang baru. dan bernegara dalam pembangunan Nasional sebagai pengamalan Pancasila. d. efektif. Dengan Persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA . Mengingat : Pasal 5 ayat (1) dan pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. c.UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. dan kebutuhan pembangunan nasional. pemantauan. bahwa dengan memperhatikan pentingnya peranan statistik tersebut. dan efesien. diperlukan langkah-langkah untuk mengatur penyelenggaraan statistik nasional terpadu dalam rangka mewujudkan sistem statistik nasional yang andal. dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan di segenap aspek kehidupan bermasyarakat. b. dan c di atas. bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik pada saat ini tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan. berbangsa. bahwa statistik penting artinya bagi perencanaan. pelaksanaan. tuntutan masyarakat. b.

Statistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan. Statistik dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas. dan upaya yang mengarah pada berkembangnya Sistem Statistik Nasional. sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik. lv . Kegiatan statistik adalah tindakan yang meliputi upaya penyediaan dan penyebarluasan data. Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur yang secara teratur saling berkaitan. berskala nasional. baik bagi pemerintah maupun masyarakat. upaya pengembangan ilmu statistik. 2. pengolahan. 5. makro dan yang penyelenggaraanya menjadi tanggung jawab Badan. Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan. Data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu populasi. dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antar unsur dalam penyelengaraan statistik. 6. 4. penyajian.MEMUTUSKAN : Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG STATISTIK BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan : 1. 3. yang memiliki ciriciri lintas sektoral.

10. lembaga. ARAH. 17. penyajian. dan analisis data yang didasarkan pada catatan administrasi yang ada pada pemerintah dan atau masyarakat. dan atau unsur masyarakat lainnya. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu. perorangan. 16. organisasi. BAB II ASAS. 14. 11. Penyelenggara kegiatan statistik adalah instansi pemerintah. maupun cara lain terhadap objek kegiatan statistik. perorangan. Badan adalah Badan Pusat Statistik. baik melalui wawancara. orang dan atau unsur masyarakat lainnya ditentukan sebagai objek kegiatan statistik. 9. DAN TUJUAN lvi . dan atau unsur masyarakat lainnya. 8. benda maupun objek lainnya. Kompilasi produk administrasi adalah cara pengumpulan. pendidikan. sosial budaya. dan kepentingan lain dalam kehidupan masyarakat. pengolahan. organisasi. Statistik khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dunia usaha. Petugas statistik adalah orang yang diberi tugas oleh penyelengara kegiatan statistik untuk melaksanakan pengumpulan data. pengukuran. Responden adalah instansi pemerintah. yang penyelenggaraannya dilakukan oleh lembaga. organisasi. 12. Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi objek kegiatan statistik baik yang berupa instansi pemerintah. 13. lembaga. Sinopsis adalah suatu ikhtisar penyelenggaraan statistik 15. Sampel adalah sebagian unit populasi yang menjadi objek penelitian untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi. orang.7. lembaga organisasi. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan suatu populasi pada saat tertentu.

Kemutakhiran Pasal 3 Kegiatan Statistik diarahkan untuk : a. Statistik sektoral. Keterpaduan. b. c. dan efesien guna mendukung pembangunan nasional. mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknoogi. dan d. b. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. dan mutakhir dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal. BAB III JENIS STATISTIK DAN CARA PENGUMPULAN DATA Bagian Pertama Jenis Statistik Pasal 5 Berdasarkan tujuan pemanfaatannya. b. akurat. mendukung pembangunan nasional. dan efesien. Undang-Undang ini juga berasaskan : a.Pasal 2 Selain berlandaskan asas-asas pembangunan nasional. jenis statistik terdiri atas : a. c. Pasal 4 Kegiatan statistik bertujuan untuk menyediakan data statistik yang lengkap. Keakuratan. Statistik khusus. efektif. mengembangkan statistik nasional yang andal. efektif. Statistik dasar. dan c. lvii .

diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. b. sensus. Pasal 9 (1) Survei sebagaiman dimaksud dalam pasal 7 huruf b diselenggarakan secara berkala dan sewaktu-waktu untuk memperoleh data yang rinci. Pasal 8 (1) Sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf a diselenggarkan sekurangkurangnya sekali dalam 10 (sepuluh) tahun oleh Badan. lviii . b. dan d.Pasal 6 (1) Statistik dasar dan statistik sektoral terbuka pemanfaatannya untuk umum. c. sensus pertanian. (2) Penetapan tahun penyelenggaraan dan perubahan jenis sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). kompilasi produk administrasi. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku (2) Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan statistik khusus dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang. Bagian Kedua Cara Pengumpulan Data Pasal 7 Statistik diselenggarakan melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara : a. (2) Survei antarsensus dilakukan pada pertengahan 2 (dua) sensus sejenis untuk menjembatani 2 (dua) sensus tersebut. sensus penduduk. sensus ekonomi. yang meliputi : a. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan c. survei.

BAB IV PENYELENGGARAN STATISTIK Bagian Pertama Statistik Dasar Pasal 11 (1) Statistik Dasar diselenggarakan oleh Badan (2) Dalam menyelenggarakan statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). sensus. Bagian Kedua Statistik Sektoral Pasal 12 lix . perorangan. organisasi. dan d. Badan memperoleh data dengan cara : a. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Hasil kompilasi produk administrasi milik instansi pemerintah terbuka pemanfaatannya untuk umum. dan atau unsur masyarakat lainnya dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. kompilasi produk administrasi. c. (3) Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan hasil kompilasi produk administrasi milik lembaga. survei.Pasal 10 (1) Kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf c dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. b.

lx . (2) Dalam menyelenggarakan ststistik sektoral. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. b. Wilayah kegiatan statistik. masyarakat sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 ayat (1) wajib memberitahukan sinopsis kegiatan statistik yang telah selesai diselenggarakan kepada Badan. b. Survei. Bagian Ketiga Statistik Khusus Pasal 13 (1) Statistik diselenggarakan oleh masyarakat baik lembaga. (4) Hasil Statistik Sektoral yang diselenggarakan sendiri oleh instansi pemerintah wajib diserahkan kepada Badan. perorangan. b. Kompilasi produk administrasi. (2) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat : a. masyarakat memperoleh data dengan cara : a. c. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (2) Dalam menyelenggarakan statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Judul. Objek populasi. secara mandiri atau bersama dengan Badan. dan c.(1) Statistik sektoral diselenggarakan oleh instansi pemerintah sesuai lingkup tugas dan fungsinya. organisasi. maupun unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan Badan. kompilasi produk administrasi. (3) Statistik Sektoral harus diselenggarakan bersama dengan Badan apabila statistik tersebut hanya dapat diperoleh dengan cara sensus dan dengan jangkauan populasi berskala nasional. Pasal 14 (1) Dalam rangka pembangunan Sistem Statistik Nasional. survei. c. instansi pemerintah memperoleh data dengan cara: a.

atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik. e. tidak berlaku bagi statistik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan intern. jaringan komunikasi data.d. g. f. Metode statistik. BAB V PENGUMUMAN DAN PENYEBARLUASAN Pasal 15 (1) Badan berwenang mengumumkan hasil statistik yang diselenggarakannya. di tingkat pusat dan daerah. (3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos. BAB VI KOORDINASI DAN KERJASAMA Pasal 17 (1) Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan oleh Badan dengan instansi pemerintah dan masyarakat. (2) Pengumuman hasil statistk dimuat dalam berita resmi statistik Pasal 16 Badan menyebarluaskan hasil statistik yang diselenggarakannya. (4) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Jumlah responden. h. Waktu pelaksanaan. Nama dan alamat penyelenggara. lxi . Abstrak.

sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat untuk membangun pembakuan konsep. dan atau masyarakat dengan lembaga internasional. instansi pemerintah. lxii . dan ukuran-ukuran. Pasal 18 (1) Kerja sama penyelenggaraan statistik dapat juga oleh Badan. dan masyarakat diatur lebih lanjut dengan keputusan presiiden. atau lembaga swasta asing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. instansi pemerintah. instansi pemerintah. negara asing. klasifikasi. (2) Kerja sama penyelenggaraan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan pada prinsip bahwa penyelenggara utama adalah Badan. Pasal 20 Penyelenggara kegiatan statistik wajib memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk mengetahui dan memperoleh manfaat dari statistik yang tersedia.(2) Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional. (3) Koordinasi dan kerjasama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas dasar kemitraan dan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkenbangan ilmu pengetahuan dan teknologi (4) Ketentuan mengenai tata cara dan lingkup koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik antara Badan. definisi. atau masyarakat Indonesia BAB VII HAK DAN KEWAJIBAN Bagian Pertama Penyelenggara Kegiatan Statistik Pasal 19 Penyelenggara kegiatan statistik berhak memperoleh keterangan dari responden mengenai karakteristik setiap unit populasi yang menjadi objek.

Bagian Ketiga Responden Pasal 26 (1) Setiap orang berhak menolak untuk dijadikan responden. dan ketertiban umum. serta wajib memperlihatkan nilai-nilai agama. Pasal 23 Setiap petugas statistik wajib menyampaikan hasil pelaksanaan statistik sebagaimana adanya. (2) Setiap responden berhak menolak petugas statistik yang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 25. Pasal 24 Ketentuan mengenai jaminan kerahasiaan keterangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 berlaku juga bagi petugas statistik. Pasal 25 Setiap petugas statistik harus memperlihatkan surat tugas dan atau tanda pengenal. lxiii . kecuali dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. tata krama. Bagian Kedua Petugas Statistik Pasal 22 Setiap petugas statistik Badan berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditentukan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan.Pasal 21 Penyelenggara kegiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang diperoleh dari responden. adat istiadat setempat.

(3) Dalam menyelenggarakan statistik sektoral. fungsi. diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. susunan organisasi. (2) Forum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersifat nonstruktural dan independen. Pasal 30 (1) Instansi pemerintah dapat membentuk satuan organisasi di lingkungannya untuk melaksanakan statistik sektoral. dan tokoh masyarakat. praktisi. yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah. satuan organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus mengadakan koordinasi dengan Badan untuk lxiv . dan tata kerja satuan organisasi sebagaimanan dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh instansi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB VIII KELEMBAGAAN Pasal 28 (1) Pemerintah membentuk Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden (2) Badan mempunyai perwakilan wilayah daerah yang merupakan instansi vertikal. pakar.Pasal 27 Setiap responden wajib memberitahukan keterangan yang diperlukan dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. (3) Ketentuan mengenai tugas. sebagaimanan dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2). Pasal 29 (1) Pemerintah membentuk Forum Masyarakat Statistik yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan di bidang statistik kepada Badan. susunan organisasi. fungsi. dan tata kerja Badan. (2) Ketentuan mengenai tugas.

b. definisi. Pasal 32 Dalam rangka pembinaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 31. dan ukuran-ukuran yang telah dibakukan dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional. lxv . meningkatkan penyebarluasan informasi statistik g. meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelengaraan statistik. mengembangkan sistem informasi statistik. mengembangkan sistem statistik nasional. Pasal 33 Pelaksanaan pembinaan sebagiamana dimaksud dalam pasal 31 diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik. c. mewujudkan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep. Badan melakukan upaya-upaya sebagai berikut : a. definisi. f. meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional. dan mendukung pembangunan nasional. d.menerapkan konsep. klasifikasi. mengembangkan statistik sebagai ilmu. h. agar lebih meningkatkan kontribusi dan apresiasi masyarakat terhadap statistik. klasifikasi. dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerja sama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. e. BAB IX PEMBINAAN Pasal 31 Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik dan masyarakat.

dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp 25. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp.000.000. Pasal 36 (1) Penyelenggaraa kegiatan statistik yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam pasal 20. Pasal 38 Responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 27.000.00 (dua pulu lima juta rupiah).000.000. dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 25.000. Pasal 35 Setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 ayat (1). 15.00 (dua puluh lima juta rupiah). 100.000.00 (lima belas juta rupiah). dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp. lxvi . dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 50.000.000.00 (dua puluh lima juta rupiah).000.00 (lima puluh juta rupiah). Pasal 37 Petugas statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 24.000.000.BAB X KETENTUAN PIDANA Pasal 34 Setiap orang yang tanpa hak menyelenggarakan sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ayat (2) huruf a.00 (seratus juta rupiah). (2) Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21. dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 25.

atau menggagalkan jalannya penyelenggaraan statistik yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan statistik dasar dan atau statistik sektoral. pasal 36 ayat (2). lxvii . pasal 38. pasal 37. menghalanghalangi.00 (seratus juta rupiah). Pasal 40 (1) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 34. (2) Tindak pidana sebagimana dimaksud dalam pasal 35 dan pasal 36 ayat (1) adalah pelanggaran. dipidana dengan pidana penjara paling lamam 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.Pasal 39 Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa alasan sah mencegah. dan pasal 39 adalah kejahatan.000. BAB XII KETENTUAN PENUTUP Pasal 42 Pada saat mulai berlakunya Undang-Undang ini.000. maka Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tidak berlaku. BAB XI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 41 Semua peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan undang-undang ini.

Pasal 43 Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Disahkan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1997 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd. Diundangkan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1997 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd. Agar setiap orang dapat mengetahuinya. MOERDIONO SOEHARTO LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1997 NOMOR 39 lxviii . memerintahkan pengundangan UndangUndang ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Dari aspek ekologis. and Ema Dawan Manlea. penduduk Kabupaten Belu dalam susunan masyarakatnya terbagi atas 4 sub etnik yang besar yaitu : Ema Tetun. kondisi tanah Belu sangat subur karena selain memiliki lapisan tanah jenis berpasir dan hitam juga dikondisikan dengan curah hujan yang relatif merata sepanjang tahun. the society earn easily live the foundation because of the specific similarity aspects. Mata pencaharian utama adalah bertani yang masih dikerjakan secara ekstensif tradisional. Keempat sub etnik mendiami lokasi-lokasi dengan karakteristik tertentu dengan kekhasan penduduk bermayoritas penganut agama Kristen Katolik. Daerah Belu yang subur tersebut membuatnya potensial untuk dikembangkan menjadi daerah peternakan dan pertanian.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU SEJARAH SINGKAT KABUPATEN BELU A BRIEF HISTORY OF BELU REGENCY Gambaran Umum Masyarakat  Belu    Common  Picture  Of  Belu’s  Society  Observed anthropologically and culturally. red   Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxix . Those sub-ethnic inhabit the location of certain characteristic with the individuality of catholic follower as majority. Their dominant means of livelihood is farming which is still done by traditionally extensive. masyarakat Belu dapat dengan mudah hidup rukun dikarenakan aspek kesamaan-kesamaan spesifik. Ema Kemak. Ditinjau dari segi Budaya dan Antropologis. ground of Belu is fertile because owning black and sandy type of geology as well as the rainfall which is relative flat during the year. Sub sektor perikanan dengan kawasan pantai yang membentang dari Belu bagian selatan sampai utara turut mempengaruhi pemerataan pekerjaan dan pendapatan. Fishery sub-sector with the coast area unfolding from north to south of Belu take part in influenced the job and earning’s generalization. The fertile area of Belu making of its potential to be developed to become the ranch and agriculture area. Ema Bunak. Each ethnic have both difference and similarity language and culture practice. eucalyptus. Even that way. contribution obtained are also significant with some productive birch like sandalwood. the condition of land. Ema Bunak dan Ema Dawan Manlea. Selain itu dari sub sektor kehutanan kontribusi yang diperoleh juga signifikan dengan beberapa jenis pohon Ecologically. Besides. Belu’s people society formatted into four sub-ethnic that is: Ema Tetun. from forestry sub-sector. Ema Kemak. Kendati demikian. Masingmasing etnik tersebut mempunyai bahasa dan praktek budaya yang saling berbeda satu sama lain dan kesamaan dilain segi.

Loro Banleo (Dirma. Sejarah Singkat Orang Belu  Brief History Of Belu Resident  Sesuai berbagai penelitian dan cerita sejarah daerah di Belu. Loro Banleo (Dirma. There are various story about Belu’s new comer. Sanleo) dan Loro Sonbai (Dawan). Suku Mataus (Sonbai). kayu merah dan jati. According to Makoan Besikama.Welakar). In fact. Nama ketiga bersaudara itu menurut para tetua adat masing-masing daerah berlainan. Kendati demikian. The tribes of Melus recognized as “Emafatuk oan Ema Ai Oan” (woods and petrity human being). Sedangkan Makoan asal Dirma menyebutnya Loro Sankoe (Debuluk. and Haitimuk Nain. Namun menurut beberapa makoan asal Besikama yang berasal dari Malaka According to various research and old story. Orang Melus dikenal dengan sebutan “Emafatuk oan ema ai oan“. intinya bahwa. Dari sektor dan sub sektor lainnya seperti perdagangan dan jasa. (manusia penghuni batu dan kayu). there was three brothers came from Malaka and stayed in Belu. dan Bara Mataus (Fatuaruin). the first Belu resident was Melus. Dari Makoan Fatuaruin menyebutnya Nekin Mataus (Likusaen). Tipe manusia Melus adalah berpostur kuat. The land of Malaka was the origin of Belu’s new comer who sailed to Timor passing through Larantuka. associated with the origin Melus. The sector of trade and services. manusia Belu pertama yang mendiami wilayah Belu adalah “Suku Melus“.Sanleo). Even that way. wood. kekar orangnya dan bertubuh pendek. lxx Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ada cerita bahwa ada tiga orang bersaudara dari tanah Malaka yang datang dan tinggal di Belu.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU seperti cendana. there is a universal similarity pulled out from all data and information. Makoan Fatuaruin called them Nekin Mataus (Likusaen). Khusus untuk para pendatang baru yang mendiami daerah Belu terdapat berbagai versi cerita. and Bara Mataus (Fatuaruin). short posture of body. and Loro Sonbai (Dawan). ada kesamaan universal yang dapat ditarik dari semua informasi dan data. all of new comer dwelled in this area came from Sina Mutin Malaka. bercampur dengan suku asli Melus. industry and others also give productivef significant contribution in forming Gross Regional Domestic Products and raising PAD. Whereas Makoan Dirma called them Loro Sankoe (Debuluk. eukaliptus. and teak. Welakar). Malaka sebagai tanah asal-usul pendatang di Belu yang berlayar menuju Timor melalui Larantuka. they’re called Wehali Nain. Mataus (Sonbai). Selain para pendatang yang menghuni Belu sebenarnya berasal dari “Sina Mutin Malaka”. Wewiku Nain. Once upon a time. They had different unique name according to each headman of region. They had a strong. industri dan lainnya juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan PDRB dan peningkatan PAD.

Kedatangan mereka ke tanah Malaka hanya untuk menjalin hubungan dagang antar daerah di bidang kayu cendana dan hubungan etnis keagamaan. Fialaran.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU ialah. Sedangkan dari semua pendatang di Belu itu pimpinan dipegang oleh “Maromak Oan“ Liurai Nain di Belu bagian Selatan. Para pendatang di Belu tersebut. Maromak Oan had an autocrat in Wewiku-Wehali and Haitimuk Nain. In his duty in Belu. Sonbai. Dirma. Maromak Oan itself stayed in Laran as the authority centre of Wewiku-Wehali. The three brothers were aristhocrat and own their settled dominion with a good association with the society. Maromak Oan sendiri menetap di Laran sebagai pusat kekuasaan kerajaan WewikuWehali. Maubara. And also in Fatuaruin. the assignment of Belu’s regency into south and north Belu was only a colonial Dutch strategies to make the society control system easier. Bahkan menurut para peneliti asing Maromak Oan kekuasaannya juga merambah sampai sebahagian daerah Dawan (Insana dan Biboki). Dirma. Maromak Oan memiliki perpanjangan tangan yaitu Wewiku-Wehali dan Haitimuk Nain. pembagian Belu menjadi Belu bagian Selatan dan Utara hanyalah merupakan strategi pemerintah jajahan Belanda untuk mempermudah system pengontrolan terhadap masyarakatnya. According to foreign scientist. Bahwa para pendatang dari Malaka itu bergelar raja atau loro dan memiliki wilayah kekuasaan yang jelas dengan persekutuan yang akrab dari masyarakatnya. Maubara. Sonbai dan Suai Kamanasa serta Loro Lakekun. All of Belu’s new comers divided no region of Belu by 2 parts. and Suai Kamanasa. Among all Belu’s new comer. Biboki dan Insane. Fialaran. Liurai Nain “Maromak Oan” in the south of Belu became the leader. Menurut para sejararawan. In the custom governmental. South and North as it is right now. and Insana. According to historian. Loro Lakekun. Selain juga ada di Fatuaruin. tidak membagi daerah Belu menjadi Selatan dan Utara sebagaimana yang terjadi sekarang. Their arrival to Malaka was to aim at trading the sandalwoods and built religious-ethnic connection up. Dalam melaksanakan tugasnya di Belu. a broadcast appear in number from the empire governmental called “the empire golden age”. Biboki. What was recorded and known in the history of Belu’s regency is that there was an empire of Wewiku-Wehali (which its dominion covered in a whole area of Belu). There was an Dalam keadaan pemerintahan adat tersebut muncullah siaran dari pemerintah raja-raja dengan apa yang disebutnya “Zaman Keemasan Kerajaan”. Wehali Nain. the Maromak Oan’s dominion was expanded to some region of Dawan (Insana and Biboki). Apa yang kita catat dan dikenal dalam sejarah daerah Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxi . Wewiku Nain dan Haitimuk Nain.

There was also an empire of Fialaran settled in the north of belu which led by Dasi Mau Bauk whose servants were Loro Bauho. According to the elders of Wewiku – wehali. Besides.000 jiwa masyarakatnya. they are Tohe Nain. Nenometan Anas. Manuleten. In the western of north belu there was Umahat. Asumanu. Biboki Nain. Sesuai pemikiran sejarawan Belu. Thus. one was lxxii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lasiolat dan Lidak. and in the eastern there was Asumanu-Tohe. The population of Dawan was 40. and Aitoan. Lakekun. Selain itu ada juga nama seperti Dafala. in oreder to make the government system arrangement easier. and Aitoan. Dafala. Maumutin dan Aitoon. Naitimu. Sorbau. Manukleten. Insana Nain. such as Loro Dirma. Menurut penuturan para tetua adat dari Wewiku-Wehali. there was a mixed-marriage between Loro Bauho and Klusin. Loro Lakekun.000 person. Tohe Maumutin dan Aitoon. Rin besi hat yaitu Dafala.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU adalah adanya kerajaan Wewiku-Wehali (pusat kekuasaan seluruh Belu). Biboki Nain. Di Belu Utara bagian Barat dikenal Umahat. Herneno. Herneno dan Insana Nain serta Nenometan Anas dan Fialaran. untuk mempermudah pengaturan system pemerintahan. maumutin. Manukleten. perkawinan antara Loro Bauho dan Klusin yang dikenal dengan nama As Tanara membawahi dasi sanulu yang dikenal sampai sekarang ini yaitu Lasiolat. Besikama-Lasaen. and Fialaran. Lasiolat. Rin besihat known as Dafala. Dafala. Manuleten. Umaklaran. It is known in the north and south that there was four interrelated connection. Naitimu. In its governmental development there was an appearance of three others brothers administrating/ commanding in the north of belu. Manleten. Manleten. Umalor-Lawan. Asumanu. it was known also Dafala. Sang Maromak Oan mengirim para pembantunya ke seluruh wilayah Belu sebagai Loro dan Liurai. Sorbau. Lidak. Lasaka. According to Belu’s historian. Ada juga kerajaan Fialaran di Belu bagian Utara yang dipimpin Dasi Mau Bauk dengan kaki tangannya seperti Loro Bauho. Tohe Maumutin. Supervices Dasi Sanulu known as Lasiolat. Dalam berbagai penuturan di Utara maupun di Selatan terkenal dengan nama empat jalinan terkait. Umaklaran Sorbayan. Umaklaran Sorbauan dibagian Timur ada Asumanu empire of Sonbai which dominate the area of Mutis. Maromak Oan delegated his servants to the entire region of Belu as Loro and Liurai It was recorded some famous great leaders delegated from wewikuwehali. among the four brothers. Dalam perkembangan pemerintahannya muncul lagi tiga bersaudara yang ikut memerintah di Utara yaitu Tohe Nain. Sorbau. called As Tanara. Umaklaran Sorbau. Daerah Dawan termasuk Miamafo dan Dubay sekitar 40. Asumanu. Tercatat nama-nama pemimpin besar yang dikirim dari Wewiku-Wehali seperti Loro Dirma. Lidak. and Lidak. Lasaka. Di Dawan ada kerajaan Sonbay yang berkuasa di daerah Mutis. Laklukun. Loro Lakekukn. Asumanu.

J Grijen cited in article of Rm. a group whose taking the central possession and from this group was chosen Loro/Liurai/Na’I to profess the governance hereditarily • The second group called Renu. Membahas tentang struktur masyarakat tidak lain dari pada mengulas tentang tingkatantingkatan dalam masyarakat yang ada dalam suatu komunitas atau persekutuan tertentu. marked the descent of Belu’s new comer/ stranger assimilated with the original Melus and extinct for a long time. the independent ordinary people • The last group called Ata or Klasan representing a faction of sahaya’s slave. J. Division and distinction of the society into hierarchical classes as follows rely on the existing race/ generation since the residents came until “the gold-age of the empire”. yang secara hirarkis terdiri dari : Dasi atau golongan bangsawan yang menempati lapisan terpusat dan dari kelompok inilah terpilih Loro / Liurai / Na’i yang akan memangku jabatan kepemerintahan secara turun temurun. Yang tersusun dalam susunan atau lapisanlapisan dalam masyarakat yang disebut stratifikasi sosial. Pembagian dan pembedaan masyarakat Belu dalam kelaskelas hirarkis di bawah ini di dasarkan pada turunan/ras yang ada sejak penduduk para pendatang sampai dengan kejayaan zaman kerajaan. Menurut H. Grijzen seperti dikutip dalam Tulisan Rm. Umalor-Lawain. unvisible. Florens Maxi Un Bria in “The Way to Happiness of Belu People” that the society recognized its classification for three groups consists of: • DASI. Besikama-Lasaen.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Tohe. According to H. Kelompok kedua adalah Golongan Renu yang tidak lain adalah rakyat jelata yang merdeka. Those who were included into this group usually Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxiii . Susunan  Masyarakat Belu  Strafikasi  Stratification Of Belu’s Society  Studying about the society structure means analyze the existing society’s level arranged in one community called social stratification. Dengan demikian rupanya keempat bersaudara yang satunya menjelma sebagai tak kelihatan itu yang menandai asal-usul pendatang di Belu membaur dengan penduduk asli Melus yang sudah lama punah. Florens Maxi Un Bria dalam “The Way To Happiness Of Belu People” bahwa masyarakat Belu mengenal klasifikasi masyarakatnya atas 3 (tiga) golongan.

Dari sudut politik pemerintahan nasional. consists of: . From the aspect of national governance politics. Ukuran untuk menentukan dua macam kelas ini tergantung pada pendapatan yang ia peroleh dan cara atau pola hidupnya setiap hari.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU • Kelompok terakhir disebut Ata atau Klason yang merupakan golongan hamba sahaya.Group of kings (Nain Oan) included aristhocrat .Group of subordinate ordinary people called Hutun Renu Among the two groups there was group of mediators referred as Fukun Dato - Kelompok lain adalah kelompok masyarakat bawah (Hutun Renu) atau marjinal dan orang kecil. Perdagangan budak belian ini sempat menjadi komoditi pada tahun 1892 (pada daerah JeniluAtapupu) sampai pada akhirnya di awal abad 20-an Pemerintah Belanda mengeluarkan “Pax Nederlandica” sehingga perdagangan budak dihapus.. The stratification itself economically evaluated as consists of “the haves” (Ema Mak Soin) and “the haves not” (Ema Kmukit). we know that the Javanese classified into three big groups which is equipping one another. lxxiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . kita mengetahui bahwa penggolongan masyarakat Jawa atas tiga golongan / tiga kelompok besar yang saling melengkapi satu dengan yang lain. The slave’s commerce becomes the commodity in the year 1892 (at Nederlandica” in the early 20th century of the Dutch governance Pembagian masyarakat Belu sendiri ditinjau dari segi ekonomis terdiri dari klasifikasi “orang berpunya/the haves“ (Ema Mak Soin) dan kelompok “orang miskin/the haves not “(Ema Kmukit). a prisoner of war taken as slave to serve the requirement of DASI and RENU. Atapupu) until it was abolished by “Pax dalam golongan ini biasanya merupakan tawanan perang yang dijadikan budak untuk melayani kebutuhan masyarakat golongan renu atau golongan dasi. To determine the classes. Mereka yang masuk Jenilu. Dalam keterkaiatannya dengan struktur masyarakat Belu maka kita mengenal beberapa kelompok /golongan masyarakat yang teridiri dari : Pertama adalah kelompok teratas atau kelompok raja (Nain Oan) masuk kelompok priyayi. it was depend on the earnings they could obtain or their habits every day.

Dalam hal ini. In this case. Sedangkan Fukun Dato akan berperan sebagai mediator antara kedua kelompok tersebut. Dato Leki Nahak Tamiru Usi Hawai Lerek (penguasa daerah pesisir laut) atau yang disebut Meti Ketuik. Sehingga sesekali dalam kurun waktu tertentu seorang Dato wajib membawah upeti kepada rajanya. Dato Klisuk Rae and Klisuk Lor were dominating the enclave of sea. Kelompok Hutun Renu sebagai pelaksana program secara nyata. While Futun Dato were personating mediator among the two other groups. Keterkaitan antara ketiga kelompok utama tersebut terwujud dalam realisasi program dan kerja nyata. Enhanced. The interrelated among three groups formed in the tangible jobs and realization. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxv .SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Antara dua kelompok itu ada kelompok penengah atau disebut Fukun dato. There was also a vertical groups called Tahu Larus Hudi Oan. Once in a while. It is recorded that the course of decision-making (fui mutu lian-fui mtun ibun) was done traditionally by sacrificing burnt up offerings. Group of Hutun Renu had a role of program executor. kelompok Raja berperan mengawasi pelaksanaan pembangunan dan membuat putusan pemerintahan. Based on local history. menuturkan bahwa di kerajaan Wewiku – Wehali ada 4 dato yang sangat berperan dalam fungsinya sebagai mediator yaitu. called Dato Leki Nahak Tamiru Usi Hawai Lerek (Meti Ketuik). Dato Klisuk Rae dan Klisuk Lor yang menguasai daerah enclave laut (hasan). Dato is obliged to bring the tribute to their king. in the alignment of Panututan groups. named as horizontal consaquinity “Klaken Saman”. Dalam catatan sejarah lokal. - Perlu ditambahkan disini bahwa dalam jajaran dan tataran kelompok panututan raja atau kerabatan horizontal yang dinamakan “klaken soman“Ada juga kelompok vertical yang disebut “Tohu Larus Hudi Oan“. the group of kings had a role of observe the development execution and made the governance decision. While Dato Mota dominating the seaboard of Benenai. nowadays. the empire of Wewiku-Wehali had four Datos playing a significant function as mediator. Sedangkan Dato Mota menguasai daerah pesisir kali Benenai (Mota Ninin Here Ninin). Perlu di catat di sini bahwa dalam proses pengambilan keputusan (fui mutu lian-fui mtun ibun) secara adat dengan korban bakaran.

• Hitam melambangkan ketenangan/keadilan. Bentuk Lambang Daerah adalah Perisai bersisi lima mempunyai arti sebagai berikut : • Perisai melambangkan alat perlindungan rakyat • Sisi lima melambangkan Pancasila sebagai dasar negara Meanings. Hijau. yang mempunyai arti : • Merah melambangkan keberanian. Colour and fill of symbol The symbol colored in Red. The five side symbolize Pancasila as the national philosophy 2.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Makna.  Bentuk  dan  Motif  dalam  Lambang  Daerah  Kabupaten Belu                1. • Putih melambangkan kesucian. Form of the device area is a five side shield mean as follow: The shield symbolize the appliance of people’s protection. and Black symbolizing Belu’s woven cloth meaning as follows: Red symbolize the bravery Yellow symbolize the supremacy Brown symbolize the firmness Green symbolize the prosperity White symbolize the chastity Black symbolize the justice lxxvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . • Kuning melambangkan keagungan.  Form. melambangkan kain tenunan rakyat Kabupaten Belu. 2. Yellow. Brown. Warna dan Isi Lambang Tata warna lambang berwarna Merah. • Hijau melambangkan kemakmuran. Putih dan Hitam. White. Kuning. • Coklat melambangkan ketabahan hati. Green. Coklat.  and  Motif  In  The Symbol Of Belu’s Regency                    1.

terletak di atas tiber dan kelewang. • Padi 20 butir dan kapas 12 biji serta angka 1958 menunjukkan hari. tanggal. and the spirit • The banyan tree symbolize the association and people’s protector. placed above Tiber and Kelewang • Under the gold star and above the banyan tree. Arti Lambang Lukisan bintang berwarna kuning emas melambangkan keagungan Tuhan Yang Maha Esa. • 3.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU 3. • Kelewang dalam keadaan tersarung terletak di antara warna merah dan kuning melambangkan perjuangan keberanian. • Dibawah Bintang dan di atas Pohon Beringin tertulis dengan huruf latin berbunyi “BELU“ yang berarti “SAHABAT“. tahun terbentuknya Kabupaten Belu dalam wilayah daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur . date of. kesungguhan hati dan semangat. and year Belu Regency was formed in the province area of East Nusa Tenggara • Tiber symbolize the original appliance of Belunese art of dance • Kelewang located in its case among the ruddling and yellow symbolize the bravely struggle. firmness. • Padi dan kapas melambangkan kemakmuran sandang pangan. Meaning of symbol • The gold star symbolize the Almighty God • Paddy and cotton symbolize the food and clothes prosperity • 20 items of paddy and 12 seeds of cotton and also numeral of 1958 showing the day. • Pohon beringin melambangkan persatuan dan tempat rakyat berlindung. • Tiber melambangkan alat asli seni tari rakyat (tarian Likurai) yang telah ada serta tumbuh dalam masyarakat Belu sejak dahulu dan berkembang terus hingga sekarang. it is written “Belu” means “friend” Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxvii .

Sumber Data : Data yang ada dalam penerbitan ini ada yang dikumpulkan langsung oleh Badan Pusat Statistik dan ada pula yang bersumber dari Dinas/Instansi/Jawatan di Tingkat Kabupaten. iii.. Buah. Liter (untuk beras) ……………………………….80 kg 3. ……… ii. Ton ………………………………………………… vi.. : Data belum tersedia ii. : Tanda Desimal 2.. Tanda-tanda yang dipakai: i. Botol ………………………………………………. v. Batang (sabun cuci)…………………….. helai. vii. dikumpulkan langsung dari responden oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu.: Data tidak tersedia atau dapat diabaikan iii.. x. meter (m). Km (Kilometer) ………………………….PENJELASAN UMUM / EXPLANATORY NOTES PENJELASAN UMUM Beberapa data yang kami sajikan dalam penerbitan ini merupakan data perbaikan dari penerbitan tahun-tahun sebelumnya. . : 400 gram : 700 cc : 1000 meter : 12 buah : 1000 kg : 40 kg : 100 kg : 1000 cc : 0. . 1. Zak …………………………………………………. Kw (kwintal) ……………………………………… viii. Satuan : i. ……… iv. . butir. Lusin ………………………………………………. bungkus. Data yang sumbernya tidak disebutkan. Liter ………………………………………………… ix. lxxviii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .. kilogram (kg).

number.…………………………… Litre ………………………………………………… Litre (for rice) ………….: Data not available or data negligible iii.. iv. viii. v. x. piece.PENJELASAN UMUM / EXPLANATORY NOTES EXPLANATORY NOTES Symbol.. . ii. Briguette for soap ………………………………. iii. Kilometers (Km) …………. conducted by the BPS Belu. Symbols: i.. : 400 gram : 700 cc : 1000 meter : 12 unit : 1000 kg : 40 kg : 100 kg : 1000 cc : 0. kilogram (kg). are as follows. . 1..80 kg 3. Metric ton ………………………………………… Sack …………………………………………………. Sources : Statistical data presented in this publication are based on secondary statistical data compiled as a part of the normal activities of various government and private institution in Belu and some of data represent the result of survey.…………………………. pach. vi. . Quintal (ql) …………. Unit. vii..……………………… Dozen . UnIt : i. Bottle………………………………………………. : Tanda Desimal 2. : Data not yet available ii. meter (m). Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxix .……………………………………………. ix. unit and other which are used in this publication.

BAB / CHAPTER 1 Geografi Geography .

Wilayah pegunungan (>40%) terdapat di wilayah tengah kearah Timur dengan luas wilayah sekitar 17. sedangkan daerah datar berombak sampai bergelombang 3-40% hampir merata di seluruh wilayah yaitu mencapai 55.40%. Wilayah datar terletak di bagian selatan memanjang sampai ke tenggara pada pesisir pantai Laut Timor dengan kemiringan kurang dari 2%. Bentuk topografi wilayah Kabupaten Belu merupakan daerah datar berbukit-bukit hingga pegunungan dengan sungai-sungai yang mengalir ke utara dan selatan mengikuti arah kemiringan lerengnya. Dengan wilayah seluas 2. Sungai–sungai yang ada di Kabupaten Belu mengalir dari bagian selatan dan bermuara di Selat Ombai dan Laut Timor.16% dari luas wilayah Povinsi Nusa Tenggara Timur yang keseluruhannya berupa daratan. sebelah timur dengan Negara Timor Leste serta sebelah barat dengan Kabupaten Timur Tengah Utara dan Timur Tengan Selatan.86% dari luas wilayah. Malibaka. Adapun batas wilayah Kabupaten Belu adalah sebagai berikut: sebelah utara dengan Selat Ombai. dan Talau. Dari 14 sungai yang bermuara di bagian utara.GEOGRAFI / GEOGRAPHY GEOGRAFI KEADAAN ALAM  Kabupaten Belu adalah salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang wilayahnya terletak di sebelah timur.57 Km2 atau 5. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 3 . sebelah selatan dengan Laut Timor. Kabupaten Belu terbagi dalam 24 Kecamatan. Posisinya sangat strategis karena berada pada persimpangan Negara Timor Leste dengan bagian lain Provinsi Nusa Tenggara Timur serta pada titik silang antara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten TTU. yang banyak digunakan penduduk untuk pertanian adalah sungai Baukama.445. Kabupaten Belu terletak pada koordinat 1240 – 1260 lintang selatan.

Curah hujan tertinggi yaitu 1375 mm terdapat di Kecamatan Malaka Tengah.     I K L I M  Daerah Kabupaten Belu dengan temperatur rata-rata 24-34°C beriklim tropis. Tanah campuran aluvial dan litosol di jumpai di dataran Oeroki. membuat Kabupaten Belu memiliki curah hujan yang rendah. sepanjang pantai selatan dan sedikit di utara.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Dari aspek kemampuan tanah. umumnya berubah–ubah tiap setengah tahun berganti dari musim kemarau dan musim penghujan dengan musim kemarau yang lebih dominan. Jenis tanah yang ada seperti tanah aluvial dapat di jumpai di dataran Besikama. 4 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Intensitas pelapukan-pelapukan di wilayah ini tidak begitu besar disebabkan beriklim sedang. Halilulik kemudian tanah litosol tersebar merata di Kabupaten Belu dan terakhir campuran tanah mediteran. sebagian besar Kabupaten Belu bertekstur tanah sedang yang meliputi hampir seluruh wilayah dan sebagian kecil bertekstur tanah halus dan kasar. Letak geografis yang lebih dekat dengan Australia dibanding Asia. dan pada umumnya jenis tanah ini sangat subur karena banyak mengandung unsur hara. renzina dan litosol tersebar di wilayah Malaka Tengah bersifat porous sehingga banyak di jumpai air tanah. Musim hujan yang sangat singkat dimulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Mei. Hal tersebut bisa dilihat dari data hari hujan dan curah hujan yang rendah.

00 J an Peb Mar Apr Mei 2004 J un J ul 2005 Ags S ep 2006 Okt Nop Des 2007 2003 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 5 .00 200.00 400.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Gambar 1.00 12.00 500. Banyaknya Curah Hujan di Kabupaten Belu Tahun 2003-2007 (mm) 700.00 300.00 8.00 6.00 Jan Peb Mar Apr 2003 Mei 2004 Jun Jul 2005 Ags S ep Okt 2007 Nop Des 2006 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 1.1.00 0.2.00 0.00 600.00 4.00 2.00 10. Banyaknya Hari Hujan di Kabupaten Belu Tahun 2003-2007 14.00 100.

4. Banyaknya Curah Hujan Menurut Kecamatan di Belu Tahun 2007 (mm) 1400 1200 1000 800 Malaka Barat Tasifeto Timur Lamaknen Malaka Tengah 600 400 200 0 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Rinhat Malaka Timur Weliman S asita Mean Kakuluk Mesak Kobalima Raihat 6 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .GEOGRAFI / GEOGRAPHY Gambar 1. Banyaknya Hari Hujan Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Tahun 2007 Tasifeto Timur 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Rinhat Malaka Barat Weliman Kobalima Malaka Tengah Sasita Mean Malaka Timur Raihat Lamaknen Kakuluk Mesak Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 1.3.

63 7.28 94.41 3.02 179.25 168.72 97.90 88. Raihat 16.64 3. Malaka Tengah 06.64 8. Malaka Timur 08.76 100.05 3.34 8.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.18 211.445.1 Luas Daerah Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area of Belu Regency by Districk Kecamatan Districk (1) 01. Tasifeto Barat*) 12. Raimanuk 10.57 Persentase Percentage (3) 3. Wewiku 04. Lamaknen*) Luas Area 2 ( Km ) (2) 87.30 8. Kakuluk Mesak 13.67 2.57 2.88 11.69 172.57 6.00 3.06 284.30 83. Lasiolat 17.20 64. BPS Source : PODES 2005.20 4.31 2. Kobalima*) 11.54 56.42 217. Malaka Barat 02.61 6. Rinhat 03. Sasita Mean*) 07. Weliman 05.90 7.00 Kabupaten Belu Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.37 87.41 151.44 187.48 214.84 7. Kota Atambua*) 14. BPS Catatan : *) Termasuk Kecamatan Pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 7 . Laenmanen 09. Tasifeto Timur 15.

12 3.59 5.17 9. Umatoos 04. Umalor 09.40 5. Fafoe 05. Maktihan 11.22 5.70 3.89 5.2 Luas wilayah Kecamatan Malaka Barat Menurut Desa Area District of Malaka Barat by Village 2005 Desa Village (1) 01.97 5.01 3.00 3.27 5.97 5. Naas Kec.44 4. Oanmane 15. Besikama 08.72 3.45 3.89 14. Motaulun 12. Rabasa Haerain 13.02 3.30 9. Lasaen 07.41 Persentase Percentage (3) 6.04 3. Raimatus 16.07 11.76 5.20 3. Malaka Barat Luas Area (Km2) (2) 5. Loofoun 10.74 6.86 3.31 100. Sikun 06.15 12.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005 BPS Source : PODES 2005 BPS 8 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .10 3.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.77 87.83 5.29 5. Rabasa 02.39 8.76 6. Motaain 14. Rabasahain 03.

93 6.37 8.19 4.96 3.57 4.78 9.71 4. B o e n 08. Biudukfoho 06. Rinhat 151. Nanin 12.10 4.21 3. Tafuli 10.33 5.07 4.17 7.87 Persentase Percentage (3) 6.74 4. N a e t 11.75 7.BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 9 .3 Luas wilayah Kecamatan Rinhat Menurut Desa Area District of Rinhat by Village 2005 Desa Village (1) 01.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.51 8.21 Kec.93 11.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.84 6. Nanobot Luas Area 2 (Km ) (2) 10.57 8.11 6.84 6.76 3.59 4. Saenama 02. L o t a s 04.95 5. Alala 14.60 13. N i t i 07.13 6. Raisamane 15. Wekeke 09. Wekmidar 03. Tafuli 18.15 7.72 100. Weain 16. Webetun 05. Oekmurak 13.12 6.BPS Source : PODES 2005. Nabutaek 17.55 16.09 2.03 4.88 13.36 4.54 8.21 10.

Halibasar 09. Lamea 02. Weoe 06. Seserai 04. Weseben 10.69 100.41 4. Alkani 03. Lorotolus 05.78 20.59 97.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.36 7.87 6.00 6.95 20.00 10 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .69 5.42 7.90 Persentase Percentage (3) 12.BPS Source : PODES 2005.61 5.54 7.77 8. Biris Kec.91 6. Badarai 07.72 5.BPS Luas Area (Km2) (2) 12.53 4.4 Luas wilayah Kecamatan Wewiku Menurut Desa Area District of Wewiku by Village 2005 Desa Village (1) 01. Wewiku Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Weulun 12.50 8. Rabasa Biris 11.00 8. Webriamata 08.43 8.80 3.00 7.13 7.64 3.58 7.

Angkaes 13.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 11 .5 Luas wilayah Kecamatan Weliman Menurut Desa Area District of Weliman by Village 2005 Desa Village (1) 01. Bone Tasea 06.10 3. Lamudur 03.79 6.87 9. Laleten 10.00 2.31 9.BPS Source : PODES 2005.71 8.62 88.33 8.56 3.03 14.88 11.51 8.51 3. Wedeok 12.38 9. Leunklot 08.56 8.77 100.76 9. Haitimuk 14. Wesey Kec. Weliman Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.BPS Luas Area 2 (Km ) (2) 5.73 12. Hauklaran 04.26 3.25 Persentase Percentage (3) 5. Taaba 07. Forekmodok 02. Kleseleon 11.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.27 2.49 7.08 8. Umalawain 05. Lakulo 09.07 2.00 2.44 7.26 2.42 9.56 2.

6 Luas wilayah Kecamatan Malaka Tengah Menurut Desa Area District of Malaka Tengah by Village 2005 Desa Village (1) 01.54 1.50 4.42 13.86 3. Malaka Tengah 168.50 3.00 6.96 0.80 13. Umakatahan 08. Kakaniuk 03.48 5.89 2.81 8. BPS 12 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kletek 12.30 9. Fahiluka 11. Bereliku 16.40 14.67 1.39 8.05 Persentase Percentage (3) 6. Suai Luas Area (Km2) (2) 11. Bakiruk 04.11 8. BPS Source : PODES 2005.69 100.62 3.04 6. Wehali 06.62 4.68 13.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.10 6. Umanenlawalu 07.69 10. Naimana 09.30 5. Kamanasa 13. Lawalu 10.28 17.81 Kec.50 9. Barada 15. Barene 02.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Railor Tahak 17. UPT Harekakae 14.37 20.66 0.58 3.28 0.10 7.85 11. Kateri 05.57 23.

00 8.00 6. Takarai 13.67 5.85 11.27 13.43 2. Tunmat 12.60 8. Babotin Maemina 15.89 6.20 7.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.22 2.30 100. Beaneno 16.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. B i a u 09.81 3.42 5.11 4.58 2. Sasita Mean 172.45 4. Bani .00 4.20 4.50 2.23 4. Naibone 05.81 6.57 3. Silole 17.62 2. Ikan Tuanbeis Luas Area 2 (Km ) (2) 19. BPS Source : PODES 2005.Bani 11.87 3. Naisau 20.7 Luas wilayah Kecamatan Sasita Mean Menurut Desa Area District of Sasita Mean by Village 2005 Desa Village (1) 01.42 5.43 4.15 3. Kereana 02.33 4. K u f e u 07.11 2. Tunabesi 10. Fatuaruin 06.89 11. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 13 . Fatuoin 21.27 14.79 14. Babotin Selatan 14.27 Persentase Percentage (3) 11.94 5.28 Kec.36 4. Builaran 18.85 6.28 8. Manulea 04.50 4.06 8. As Manulea 08.63 7. Babotin 03.81 6.63 4. Umutnana 19.

BPS 14 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .85 Persentase Percentage (3) 6. Raiulun Luas Area (Km2) (2) 5. Dirma 04.62 14.53 14.25 16. Malaka Timur 83.68 32. Wemeda 06.92 11.8 Luas wilayah Kecamatan Malaka Timur Menurut Desa Area District of Malaka Timur by Village 2005 Desa Village (1) 01. Sanleo 03.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. BPS Source : PODES 2005.22 5.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Numponi 02. Kusa 05.37 13.84 4.82 39.83 Kec.28 100.35 17.

80 5.61 13.61 5. Naekekusa 08. Oenaek 07.00 7. BPS Source : PODES 2005. Bonibais 05.80 12.37 12. Meotroy Luas Area 2 (Km ) (2) 7. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 15 . Uabau 04.85 7.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.38 7.30 5.61 15.80 5.38 12. UPT Tniumanu 02.77 Kec.95 7. Tniumanu 03. Tesa 10.38 7.80 15.31 Persentase Percentage (3) 8.71 13. Kapitanmeo 09.72 13.02 100.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Laenmanen 94. Besesmus 06.9 Luas wilayah Kecamatan Laenmanen Menurut Desa Area District of Laenmanen by Village 2005 Desa Village (1) 01.85 7.

Renrua 04.23 Kec. Rafae 07.98 34.27 13.67 13.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Mandeu 09.50 27. Tasain 02. BPS 16 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .60 5. Mandeu Raimanus 05.21 15.42 100. Teun 03.15 2.88 18.89 25.53 14. Raimanuk 179.79 6.00 11. Faturika 06. BPS Source : PODES 2005.40 23. Leuntolu Luas Area (Km2) (2) 18.50 Persentase Percentage (3) 10.50 7.52 10.10 Luas wilayah Kecamatan Raimanuk Menurut Desa Area District of Raimanukby Village 2005 Desa Village (1) 01. Duakoran 08.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.79 19.

57 12.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 17 .83 7. Lakekun 03. Alas Utara Luas Area 2 (Km ) (2) 6.47 9.83 14.33 3. Litamali 05.65 29.06 20. Lakekun Utara 04. Babulu Selatan 09. BPS 217. Babulu 10.37 7. Kobalima Sumber : Potensi Desa 2005 Source : PODES 2005.49 7.00 16. Lakekun Barat 02. A l a s 11.00 30.05 18. Kotabiru 12.48 Kec.25 17.10 9.00 17.11 Luas wilayah Kecamatan Kobalima Menurut Desa Area District of Kobalima by Village 2005 Desa Village (1) 01.40 Persentase Percentage (3) 2.51 13.06 100. Alas Selatan 08.93 3.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Rainawe 07.22 7.24 8.60 20.23 7. S i s i 06.45 27.

12 Luas wilayah Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Desa Area District of Tasifeto Barat by Village 2005 Desa Village (1) 01.75 19.29 8.30 8.29 4.60 45.61 23.21 23.21 27. Fohoeka 02.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.56 3. Tukuneno Luas Area (Km2) (2) 12. Lookeu 04.56 9. Rinbesihat 10.20 15.44 100.14 10. Lawalutolus 07. Bakustulama 11.13 27. Nanaeone 03.30 8.72 12.21 12. BPS 18 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.75 4. Derok Faturene 05.06 Persentase Percentage (3) 4. Dubesi 08. Tasifeto Barat 284.84 Kec.22 25.72 54.61 10. BPS Source : PODES 2005.30 3. Naekasa 12. Nanaet 06.86 9. Naitimu 09.

89 11.89 9.05 19.31 20.13 Luas wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Desa Area District of Kakuluk Mesak by Village 2005 Desa Village (1) 01. Jenilu 05.06 11. Dualaus Luas Area 2 (Km ) (2) 53. Kenebibi 04.74 20.30 17.63 19.76 Persentase Percentage (3) 28. Leosama 06. Kakuluk Mesak 187. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 19 . Kabuna 03.54 100.47 Kec. Fatukety 02.73 37.70 37. BPS Source : PODES 2005.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.

Tulamalae 11.63 11. Tenukiik Luas Area (Km2) (2) 5. Berdao 08.40 0.27 5.85 Kec.32 5.38 11. Rinbesi 05.20 2.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Fatubenao 06. L i d a k 03.92 2. Manuaman 04. Kota Atambua 56. BPS Source : PODES 2005.35 1.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Atambua 07.24 20.52 3. Fatukbot 02. Umanen 10.21 3.62 0.10 1.49 1.55 1.71 6.22 4.18 100.78 2.60 Persentase Percentage (3) 10.14 Luas wilayah Kecamatan Kota Atambua Menurut Desa Area District of Kota Atambua by Village 2005 Desa Village (1) 01.20 10. Manumutin 12.70 18. BPS 20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .80 3.12 21. Beirafu 09.

Umaklaran 06.52 3.00 19. Takirin 04.32 4. Tasifeto Timur Luas Area 2 (Km ) (2) 34.15 Luas wilayah Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Desa Area District of Tasifeto Timur by Village 2005 Desa Village (1) 01. S a d i 09.81 2.29 7. Silawan 08.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.40 13.95 30.76 10.00 18.40 4. Manleten 05.19 8. Dafala 03. Tialai Kec.09 9.55 14.75 6. Sarabau 10. Halimodok 12.00 211.00 6.70 9. B a u h o 11.40 16.30 35.37 Persentase Percentage (3) 16. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 21 . BPS Source : PODES 2005.10 6.56 14.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.25 4. Tulakadi 07.73 100.30 15. Fatuba'a 02.

00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.59 Kec. BPS 22 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .51 10. Raihat 87.55 8.96 17.40 9. T o h e 03.63 16. Maumutin 06.20 100. Aitoun 05. BPS Source : PODES 2005.34 Persentase Percentage (3) 26.16 Luas wilayah Kecamatan Raihat Menurut Desa Area District of Rinhat by Village 2005 Desa Village (1) 01. Asumanu 02.56 15.98 9.32 18.40 14. Raifatus 04.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.95 16. Toheleten Luas Area (Km2) (2) 22.

40 Kec. Fatulotu 04.00 9.48 100.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. BPS Source : PODES 2005.00 9.10 9. Lasiolat 02. Lakanmau 05. Maneikun 03.11 14. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 23 .17 Luas wilayah Kecamatan Lasiolat Menurut Desa Area District of Lasiolat by Village 2005 Desa Village (1) 01.35 13.96 13.96 15. Raiulun 06. Lasiolat 64.00 9. Dualasi 07.27 14.25 9.20 9. Baudauk Luas Area 2 (Km ) (2) 9.96 13.93 Persentase Percentage (3) 14.

BPS 24 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Mahuitas 14. H e n e s 04.94 12.00 214.82 4. Lutarato 17. Sisi Fatuberal Kec.00 17.04 21.09 9. Loonuna 02.60 7.02 9.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.64 21.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Debululik 07. Lakmaras 03.31 Persentase Percentage (3) 14.31 5. D i r u n 09.98 2.35 7.93 1.18 Luas wilayah Kecamatan Lamaknen Menurut Desa Area District of Lamaknen by Village 2005 Desa Village (1) 01.19 2.22 11.90 5.00 7. BPS Source : PODES 2005.42 9. Lamaksenulu 16.50 10. Nualain 05.52 2.27 100.60 4. Lamaknen Luas Area (Km2) (2) 30. Leowalu 10.10 4.33 15.25 6. Maudemu 08. M a k i r 15.64 9.00 3.93 7. K e w a r 13.39 6.57 4.00 15.10 14.40 6. E k i n 06. Duarato 11. F u l u r 12.28 3.

Lamaknen 7. Kota Atambua Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 25 .19 Nama dan Panjang Sungai Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Name and Length of Rivers by District in Regency of Belu Kecamatan District (1) 1. Malaka Tengah 3.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Malaka Barat Nama Sungai Name of Rivers (2) Benenai Delek Baen Wedik Talimetan Motahoar Buik Luradik Baukama Baukoek Motamuru Welulik Malibaka Talau Panjang Sungai Length of Rivers (Km) (3) 100 15 30 10 8 7 40 10 45 10 15 18 50 50 2. Malaka Timur 4. Tasifeto Timur 6. Tasifeto Barat 5.

76 Pebruari February (3) 7 5 12 7 8 8 7 5 17 11 17 6. Tasifeto Barat*)**) 12. Raimanuk**) 10. Malaka Barat 02.41 Juni June (7) 9 15 14 25 5 4. Kakuluk Mesak 13.00 Mei May (6) 5 6 8 1 4 1. Tasifeto Timur 15. Kobalima*) 11. Raihat 16. Wewiku**) 04. Rinhat 03. Malaka Timur 08. Lamaknen*) Rata-Rata Januari January (2) 11 6 11 4 7 6 4 7 21 23 15 6. Laen Manen**) 09.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Banyaknya Hari Hujan di Kabupaten Numbers of Day of Rain in Regency 2 0 Kecamatan District (1) 01. Malaka Tengah 06. Kota Atambua*)**) 14. Weliman 05.12 Maret March (4) 9 0. Sasita Mean*) 07. Lasiolat**) 17.53 April April (5) 0.00 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture and Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data Tidak Tersedia 26 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

20 Belu Menurut Kecamatan Per Bulan of Belu by District per Month 0 7 (hari) Novembe r November Juli July Agustus August Septembe r September Oktober October Desember December Ju mlah Total (8) 0.00 (11) 6 14 3 1.35 (12) 17 9 4 14 7 6 7 6 4.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Table 1.00 (9) 0.06 (14) 80 11 66 47 56 29 64 12 38 60 64 31.12 (13) 21 15 11 13 8 11 18 17 6.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 27 .00 (10) 0.

29 April April (5) 0.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Banyaknya Curah Hujan di Kabupaten Rainfall in Regency 2 0 Januari Januar y (2) 123 104 125 166 103 146 46 66 343 215 267 100. Lasiolat**) 17.00 Mei May (6) 74 519 68 38 44 43. Tasifeto Barat*)**) 12. Kakuluk Mesak 13. Weliman 05.24 Kecamatan District (1) 01. Malaka Timur 08. Kobalima*) 11. Rinhat 03. Wewiku**) 04. Kota Atambua*)**) 14. Laen Manen**) 09. Raimanuk**) 10. Lamaknen*) Rata-Rata Pebruari February (3) 137 119 168 690 96 189 29 74 507 116 387 147. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean*) 07. Malaka Tengah 06.71 Juni June (7) 105 417 292 785 43 96. Raihat 16.59 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture and Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data Tidak Tersedia 28 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Barat 02.76 Maret March (4) 192 11.

GEOGRAFI / GEOGRAPHY Table 1.21 Belu Menurut Kecamatan Per Bulan of Belu by District per Month 0 7 (mm) Novembe r November Juli July Agustus August Septembe r September Oktober October Desember December Ju mlah Total (8) 0.12 (13) 475 264 116 190 214 89 209 123 98.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 29 .47 (12) 184 186 119 214 102 135 165 104 71.060 2.83 (14) 1.362 223 1.00 (10) 0.027 603 943 1264 140 850 743 968 599.00 (9) 0.00 (11) 146 243 112 29.

BAB / CHAPTER 2 Pemerintahan Government .

2. 5.98 persen masih merupakan desa persiapan. 4. 18. 12. 10. 19. 17. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 33 . 3. 14. 24. Kecamatan Malaka Barat Kecamatan Rinhat Kecamatan Wewiku Kecamatan Weliman Kecamatan Malaka Tengah Kecamatan Sasita Mean Kecamatan Botin Leobele Kecamatan Io Kufeu Kecamatan Malaka Timur Kecamatan Laenmanen Kecamatan Raimanuk Kecamatan Kobalima 13. 21. yaitu : 1.02 persen adalah desa/kelurahan difinitif. 7. dimana sebanyak 87. 20. 23. 8. sedangkan sisanya sebanyak 12.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Pemerintahan Kabupaten Belu berdiri pada tanggal 20 Desember 1958 dengan ibukota kabupaten Atambua saat ini wilayahnya terdiri atas 24 kecamatan. 9. 16. 6. 15. Kecamatan Kobalima Timur Kecamatan Tasifeto Barat Kecamatan Nanaet Dubesi Kecamatan Kakuluk Mesak Kecamatan Kota Atambua Kecamatan Atambua Barat Kecamatan Atambua Selatan Kecamatan Tasifeto Timur Kecamatan Raihat Kecamatan Lasiolat Kecamatan Lamaknen Kecamatan Lamaknen Selatan Menurut data dari Bagian Pemerintahan Desa pada Kantor Bupati Belu hingga tahun 2007 terdapat 208 desa/kelurahan di Kabupaten Belu yang terdiri dari 196 desa dan 12 kelurahan. 22. 11.

56% S wadaya 20.1. Persentase Jumlah Desa Menurut Klasifikasi Desa di Kabupaten Belu Tahun 2007 S wakarya 73.2.19% S wasembada 6.25% Sumber : PMD Gambar 2. Jumlah Wilayah Administrasi Setingkat Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Tahun 2007 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 010 011 012 013 020 021 022 023 030 031 032 040 041 050 051 052 060 061 062 070 071 072 080 081 Sumber : Bagian Pemerintahan Desa 34 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Gambar 2.

Kakuluk Mesak 17. Atambua Selatan 19. Malaka Barat 02. Io Kufeu 08. Lamaknen Selatan 181 27 Kabupaten Belu Sumber : Bagian Pemerintahan Desa. Raihat 22. Tasifeto Timur 21. Malaka Timur 10. Nanaet Dubesi 16. Malaka Tengah 06. Kantor Bupati Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 35 . Lamaknen 24. Raimanuk 12. Rinhat 03. Kobalima 13. Lasiolat 23. Weliman 05. Kobalima Timur 14. Tasifeto Barat 15. Atambua Barat 20. Sasita Mean 07. Laen Manen 11. Botin Leobele 09.1 Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan Numbers Villages by District 2007 Kecamatan Regency Desa / Kelurahan Village UPT PrePersiapan transmiPre-village gration village (4) (5) 5 7 3 3 5 2 1 1 - Definitif Definitive (3) 11 13 9 11 12 9 7 5 6 7 8 8 4 8 4 6 4 4 4 11 6 7 9 8 Jumlah Total *) (6) 16 20 12 14 17 9 7 5 6 9 9 8 4 8 4 6 4 4 4 12 6 7 9 8 208 (1) 01. Kota Atambua 18.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Wewiku 04.

Kobalima Timur 14. Malaka Timur 10. Atambua Selatan 19.075 Sumber : Bagian Pemerintahan Desa. Raimanuk 12.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2.174 Rukun Tetangga (RT) (5) 214 215 211 188 332 93 87 57 109 126 140 119 50 177 40 90 110 79 90 175 91 70 103 109 3. Atambua Barat 20. Lasiolat 23. Lamaknen 24. Kantor Bupati Belu 36 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kota Atambua 18. Weliman 05. Wewiku 04. Lamaknen Selatan Kabupaten Belu Dusun/Lingkungan (4) 82 119 66 88 98 49 45 30 46 66 78 48 23 59 20 35 9 9 8 58 31 25 43 39 1. Raihat 22.2 Banyaknya Satuan Lingkungan Setempat Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (3) 01. Botin Leobele 09. Laen Manen 11. Sasita Mean 07. Kobalima 13. Io Kufeu 08. Kakuluk Mesak 17. Nanaet Dubesi 16. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 21. Tasifeto Barat 15. Rinhat 03. Malaka Tengah 06.

Raihat 16. Tasifeto Barat*) 12.3 Banyaknya Desa/Kelurahan dan Tingkat perkembangan Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan Numbers of Villages and Supporting level by District 2007 Perkotaan Kecamatan Regency Swadaya Swakar ya Self Developing (3) 5 7 Swasemba da Supporting (4) Swadaya Pedesaan Swakary a Self Developing (6) 10 13 9 11 10 13 6 7 7 11 12 6 11 6 7 9 Swasemba da Supporting (7) 1 2 1 1 1 Jumlah Desa/ Kelurah an Numbe rs of Villages (8) 16 20 12 14 17 21 6 9 9 12 12 6 12 12 6 7 17 (1) (2) - (5) 5 7 3 3 5 8 2 1 8 01. Tasifeto Timur 15. Kobalima*) 11. Raimanuk 10. Rinhat 03. Laen Manen 09. Lasiolat 17. Sasita Mean*) 07. Lamaknen*) Kabupaten Belu - 5 7 42 148 6 208 Sumber : PMD Source : PMD Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 37 . Weliman 05. Malaka Tengah 06. Kota Atambua*) 14. Malaka Barat 02. Wewiku 04. Kakuluk Mesak 13. Malaka Timur 08.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2.

Lamaknen 03. Umanen 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 13 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 6 3 - - - - - - - - - - - - 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 13 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 6 3 Jumlah I 755 264 - - - - - - 755 264 38 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kobalima k. Malaka Timur h. Laen Manen i. Tasifeto Timur o. Kecamatan a. Sasita Mean g. Malaka Tengah f. Weliman e. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Jenis Kelamin dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Kantor/Dinas/Instansi (1) Pegawai Pegawai sipil Sipil Daerah pusat dipekerjakan L (2) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 P (3) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 L (4) P (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) Jumlah L (10) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 P (11) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 01. Bardao g. Kelurahan a. Kota Atambua b. Manuaman d. Beirafu h. Manumutin e. Tulamalae f.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2.4 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Raihat p. Rinhat c. Malaka Barat b. Kakuluk Mesak m. Kota Atambua n. Lidak i. Sekretariat Daerah 02. Tasifeto Barat l. Tenukiik c. Lasiolat q. Wewiku d. Raimanuk j.

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.4 Pegawai Sipil Daerah L (1) j. Fatukbot l. Rinbesi Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk (2) 11 14 11 27 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 P (3) 5 7 4 13 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 Pegawai sipil BUMN/ BUMD pusat dipekerjakan L (4) 21 30 108 14 34 18 48 25 20 228 8 4 31 P (5) 8 11 85 1 7 4 11 2 4 8 3 L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) 6 3 1 4 3 3 P (9) 2 1 1 1 L (10) 11 14 11 27 21 36 111 14 34 19 48 29 20 228 11 7 31 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) 5 7 4 13 8 13 85 1 7 5 11 3 4 8 1 3 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 Jumlah II 458 161 589 144 - - 20 5 1067 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 39 . Fatubenao k.

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Belu Bhakti PDAM Jumlah III 10 9 2 8 3 5 - - - - - - 36 10 65 16 1950 1863 243 26 46 94 264 4 13 16 - - - - - - 98 74 189 30 21 62 38 22 35 35 11 92 13 10 9 2 30 10 30 19 15 21 6 7 25 5 8 9 12 8 3 5 3201 2399 3201 2399 40 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4 Pegawai Sipil Pegawai sipil BUMN/ BUMD Daerah pusat dipekerjakan L (1) (2) P (3) L (4) P (5) L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 36 10 Dinas Pendidikan 65 16 Dinas Pendidikan (Guru) 1950 1863 Dinas Kesehatan 243 264 Dinas Nakertrans 26 4 Dinas Pendapatan Daerah 46 13 Dinas Kehutanan 94 16 Dinas Keluarga Berencana 98 30 Dinas Perhubungan 74 10 Dinas Pertanian & Perkebunan 189 30 Dinas Perikanan & Kelautan 30 19 Dinas Pertambangan & Energi 21 15 Dinas Peternakan 62 21 Dinas Koperasi PK&M 38 6 Dinas Kesejahteraan Sosial 22 7 Dinas Kebersihan & Pertamanan 35 25 Kantor Satpol Pamong Praja 35 5 Kantor Arsip Daerah 11 8 Kantor Ketahanan Pangan 92 9 Kantor Perpustakaan 13 12 Kantor PDE PD.

Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 41 .4 Pegawai Sipil Daerah L (1) (2) P (3) Pegawai sipil BUMN/ BUMD pusat dipekerjakan L (4) P (5) L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Badan. Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI 85 18 12 - 121 4 5 - - - 31 11 2 25 4 22 7 6 3 10 2 18 2 4 9 7 2 1 1 1 2 3 2 3 2 16 9 2 46 9 3 2 3 3 22 8 5 4 2 5 6 30 - 85 18 12 47 20 4 71 13 25 8 9 6 10 24 26 7 8 121 4 5 11 7 2 6 6 2 1 2 3 32 3 2 Jumlah IV 115 130 - - 147 33 132 43 393 207 541 6 3180 Jumlah I+II+III+IV Sumber 4529 2954 589 144 147 33 152 48 : BKD dan masing-masing Instansi.

Tasifeto Barat l. Sasita Mean g. Tasifeto Timur o. Kota Atambua n. Tulamalae f. Tenukiik c. Malaka Tengah f. Kobalima k. Laen Manen i. Manumutin e. Sekretariat Daerah 02. Manuaman d. Lasiolat q. Kecamatan a. Malaka Barat b. Kelurahan i. Raimanuk j. Lidak 03. Weliman e. Kota Atambua b. Raihat p. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Golongan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) 16 4 3 2 8 2 1 2 5 8 5 1 3 3 1 1 8 2 3 2 II (3) 164 27 10 5 9 34 13 25 17 5 40 32 45 14 12 22 15 8 7 8 5 14 10 12 4 8 III (4) 91 18 8 6 10 18 10 11 14 8 17 13 9 12 9 5 13 9 8 8 8 6 9 7 7 7 IV (5) 14 (6) BUMN/ BUMD L P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 Jumlah P (11) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 3 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 01.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Malaka Timur h. Wewiku d. Rinhat c.5 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Bardao g. Lamaknen a. Beirafu h. Kakuluk Mesak m. Umanen Jumlah I 1 81 12 6 577 347 14 - - - - 13 6 755 264 42 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

Fatukbot l.5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) j. Rinbesi (2) 1 2 2 II (3) 9 11 8 III (4) 6 8 5 IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) 11 14 11 Jumlah P (11) 5 7 4 Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk Jumlah II 3 1 - 22 18 15 114 3 9 7 37 17 4 29 2 2 26 16 19 11 14 15 19 72 30 18 14 11 10 22 77 12 31 15 21 10 6 2 2 7 28 10 21 15 17 21 46 20 26 18 4 1 3 5 1 1 1 9 7 5 4 2 5 7 5 7 5 - - 6 1 2 1 1 1 - 27 21 36 111 14 34 19 48 29 20 228 11 7 31 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 13 8 13 85 1 7 5 14 207 4 2 2 1 12 3 1 - - 4 3 3 - 11 3 4 8 1 3 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 255 561 467 72 - - 17 5 1067 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 43 . Fatubenao k.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) II (3) III (4) IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah P (11) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan (Guru) Dinas Kesehatan Dinas Nakertrans Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Keluarga Berencana Dinas Perhubungan Dinas Pertanian & Perkebunan Dinas Perikanan & Kelautan Dinas Pertambangan & Energi Dinas Peternakan Dinas Koperasi PK&M Dinas Kesejahteraan Sosial Dinas Kebersihan & Pertamanan Kantor Satpol Pamong Praja Kantor Arsip Daerah Kantor Ketahanan Pangan Kantor Perpustakaan Kantor PDE PD. Belu Bhakti PDAM Jumlah III 1 3 69 6 4 19 42 22 28 4 8 267 6 5 5 - - - - 36 65 10 16 1343 2134 343 152 11 19 14 31 1950 1863 243 264 26 46 4 13 7 6 1 2 2 7 2 1 1 2 - 6 48 42 126 23 16 44 15 15 36 27 11 62 18 10 8 4 70 74 32 83 22 13 32 23 9 14 10 6 37 5 7 2 3 30 6 3 4 3 5 5 6 5 3 1 1 2 1 1 345 4 - - - - - - - - 98 74 189 30 21 62 38 22 35 35 11 92 13 10 9 2 94 30 10 30 19 15 21 6 7 25 5 8 9 12 8 3 5 16 120 2352 2783 3201 2399 44 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

Badan. Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 45 . Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI 2 - 133 5 9 - 68 14 8 - 3 3 - 31 11 2 25 4 22 7 6 3 10 2 18 2 4 9 7 2 1 1 1 2 3 2 3 2 16 9 2 46 9 3 2 3 3 22 8 5 4 2 5 6 30 - 85 18 12 47 20 4 71 13 25 8 9 6 10 24 26 7 8 121 4 5 11 7 2 6 6 2 1 2 3 32 3 2 Jumlah IV 2 147 90 368 7 6 147 33 132 43 393 207 541 6 3180 Jumlah I+II+III+IV Sumber 458 3637 437 147 33 149 48 : BKD dan masing-masing Instansi.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) II (3) III (4) IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah P (11) RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps.

Kecamatan a.6 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Umanen 03. Weliman e. Kelurahan Jumlah I 200 133 529 58 98 1 - 1019 46 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lasiolat q. Tulamalae f. Kobalima k. Lidak i. Malaka Barat b. Kota Atambua b. Manuaman d. Tasifeto Timur o. Tasifeto Barat l. Rinhat c. Raihat p. Bardao g. Wewiku d. Raimanuk j. Sekretariat Daerah 02. Malaka Tengah f. Kota Atambua n. Sasita Mean g. Tenukiik c. Manumutin e.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Tingkat Pendidikan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) (2) 36 6 1 1 20 7 9 4 1 13 10 21 14 4 8 3 4 2 3 1 11 4 7 2 5 3 SLTP (3) 32 8 2 1 1 6 4 5 6 1 12 9 13 3 2 5 4 3 2 2 1 3 3 2 2 1 SLTA (4) 185 28 13 8 15 28 8 19 13 7 27 24 21 6 8 11 16 8 9 10 8 9 12 11 6 7 12 D1-D3 (5) 25 2 2 1 3 1 1 2 3 2 3 3 3 1 2 1 1 1 1 S1 (6) 6 5 3 2 3 3 5 3 6 4 4 5 4 5 5 5 5 3 3 1 3 4 2 2 2 3 2 S2 (7) 1 Honorer/ Kontrak/ PTT (8) - Jumlah (9) 285 49 21 11 21 60 25 37 31 13 59 50 62 31 22 30 28 20 16 17 13 28 21 22 11 17 19 01. Laen Manen i. Beirafu h. Lamaknen a. Kakuluk Mesak m. Malaka Timur h.

Fatubenao k. Rinbesi Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim (2) 2 5 4 10 3 1 1 1 4 200 SLTP (3) 2 1 1 6 1 1 1 3 6 27 4 SLTA (4) 9 12 8 18 16 18 54 2 30 16 40 12 10 9 3 D1-D3 (5) 1 1 1 61 1 1 1 10 1 S1 (6) 3 2 2 5 10 20 75 9 8 5 15 4 4 S2 (7) 1 1 3 1 Honorer/ Kontrak/ PTT (8) 8 3 2 5 3 Jumlah (9) 16 21 15 40 29 49 196 15 41 24 59 32 24 236 11 Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk Jumlah II 1 7 5 1 7 2 2 19 5 5 4 289 2 4 3 5 4 4 8 6 1 1 91 2 29 27 20 12 11 14 22 66 40 32 20 552 1 4 1 3 1 2 4 11 1 2 2 110 1 4 15 6 15 11 12 13 32 5 10 11 297 3 1 1 1 1 13 4 25 8 34 55 36 37 35 35 45 137 58 51 38 1377 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 47 . Fatukbot l.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) j.

6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan (Guru) Dinas Kesehatan Dinas Nakertrans Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Keluarga Berencana Dinas Perhubungan Dinas Pertanian & Perkebunan Dinas Perikanan & Kelautan Dinas Pertambangan & Energi Dinas Peternakan Dinas Koperasi PK&M Dinas Kesejahteraan Sosial Dinas Kebersihan & Pertamanan Kantor Satpol Pamong Praja Kantor Arsip Daerah Kantor Ketahanan Pangan Kantor Perpustakaan Kantor PDE PD. Belu Bhakti PDAM (2) 4 4 19 2 6 1 1 12 13 5 3 7 1 1 13 3 1 1 5 1 3 SLTP (3) 1 3 54 1 5 2 7 7 17 2 2 3 2 4 8 2 2 2 3 3 2 SLTA (4) 24 27 1211 335 15 30 77 76 50 116 25 19 39 24 17 30 26 11 58 13 9 3 6 D1-D3 (5) 7 8 851 68 4 5 5 6 6 22 7 1 10 5 2 2 2 2 6 1 1 S1 (6) 10 39 1751 27 8 13 25 38 9 50 9 10 23 12 5 7 7 3 34 3 5 3 1 1 1 1 1 4 S2 (7) Honorer/ Kontrak/ PTT (8) - Jumlah (9) 46 81 3813 507 30 59 110 128 84 219 49 36 83 44 29 60 40 19 101 25 18 12 7 - Jumlah III 106 132 2241 1021 2092 8 - 5600 48 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI Jumlah IV Jumlah I+II+III+IV Sumber 1 2 1 5 18 613 - 5 3 19 375 - 2 24 3 13 7 3 4 11 50 9 1 1 368 7 1 1 1 2 1 1 36 2 2 1 1 1 2 3 2 6 3 4 56 9 1 1 3 25 - 51 15 3 2 3 8 5 4 100 125 9 6 77 19 25 10 10 8 13 56 26 10 10 600 8499 27 3656 1225 2543 : BKD dan masing-masing Instansi. Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 49 .6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) (2) 6 1 1 1 SLTP (3) 8 1 1 1 SLTA (4) 173 15 14 31 D1-D3 (5) 19 4 1 3 S1 (6) 1 21 S2 (7) 1 (8) (9) 206 22 17 58 Honorer/ Jumlah Kontrak/PTT RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps. Badan.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

BAB / CHAPTER 3 Penduduk & Tenaga Kerja Population & Man Power .

dengan pertumbuhan rata–rata 2. Dibandingkan tahun sebelumnya angka pertumbuhan penduduk periode 2000-2007 tergolong cukup tinggi yakni 53 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .78%.019 jiwa dan meningkat menjadi 277. jumlah penduduk Kabupaten Belu 2007 dari 378.1. Sebaliknya percepatan pertumbuhan penduduk jauh lebih lamban dari percepatan pertambahan sumber daya dan sumber dana yang ada maka penduduk yang banyak dengan kualitas yang memadai akan menjadi modal pembangunan yang sangat berharga. Tingkat pertumbuhan ini sedikit lebih tinggi dibanding pertumbuhan 1980-1990 yang hanya 1. Pemerintah dalam berbagai format perencanaan selalu menempatkan masalah kependudukan sebagai kerangka acuannya.1. Penduduk yang banyak dengan kualitas yang tinggi akan menjadi asset yang berharga bagi kelancaran proses pembangunan. karena penduduk dengan aspek kualitas dan kuantitasnya merupakan pelaku sentral sekaligus sebagi objek yang menikmati hasil-hasil pembangunan secara lebih adil dan berkeprikemanusiaan. sedangkan apabila sebagian besar dari mereka berkualitas rendah tentu akan menjadi sumber kemiskinan dan keterbelakangan yang tidak lain juga menjadi musuh utama dari misi pembangunan bangsa.882 jiwa. jumlah penduduk di Kabupaten Belu tahun 1990 sebanyak 216. dengan tingkat kepadatan rumah tangga rata-rata 4 orang dan kepadatan penduduk 155 orang per Km². Pada tabel 3. Perkembangan penduduk yang pesat tanpa diimbangi dengan persediaan resourses yang memadai maka jumlah penduduk yang banyak tersebut menjadi beban bagi pembangunan.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER PENDUDUK & TENAGA KERJA PENDUDUK Tema kepedudukan selalu muncul menjadi suatu permasalahan yang cukup menarik dan hangat untuk diperdebatkan karena mempunyai kaitan erat dengan kesejahteraan hidup manusia. Dari hasil Sensus Penduduk.484 jiwa pada tahun 2000.54%.

Analisis kependudukan tahun 2007 memperlihatkan indikator sebagai berikut: . dimana konstruksi piramida penduduknya masih berbentuk ekspansif.55%.20%. menunjukkan bahwa 54 - - jumlah penduduk laki-laki sedikit lebih rendah dari penduduk perempuan yakni setiap 99 penduduk laki-laki terdapat 100 orang penduduk perempuan. juga diakibatkan oleh adanya eksodus ex pengungsi Timor Timur ke wilayah Kabupaten Belu yang pada Sensus Penduduk 2000 belum terhitung. Faktor migrasi masuk juga menjadi pemicu tingginya angka pertumbuhan penduduk mengingat kedudukan wilayah geografis Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste akan menjadi daerah transit bagi penduduk dari luar untuk expansi usaha ke negara baru tersebut.882 pada tahun 2007 38. Hal ini karena selain perkembangan penduduk secara alamiah. hidup layak sebuah keluarga menjadi relatif dan sangat tergantung pada pandangan kepentingan yang bersifat subjektif.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER 4. Dilihat dari struktur umur penduduk memperlihatkan bahwa sebagaian besar penduduk Belu berada pada usia muda.Angka sex ratio pada tahun 2007 sebesar 99. Selain itu dengan adanya pergeseran paradigma Keluarga Berencana dari Norma Keluarga Kecil Bahagia menjadi menjadi Keluarga Berkualitas disalah tafsirkan sebagai peluang untuk banyak anak asal bisa/mampu menghidupinya. merupakan penduduk usia muda yang berumur 0 – 14 tahun. Angka ketergantungan (Dependency Ratio) pada tahun 2007 adalah 79 yang menunjukkan bahwa setiap 100 orang penduduk usia produktif harus menanggung sekitar 79 orang yang belum atau tidak produktif. KETENAGAKERJAAN Penduduk usia kerja didefinisikan sebagai penduduk yang berumur 10 tahun keatas. Dari 378. sedangkan khusus dalam Sensus Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Pada kasus ini.

Selama kurun waktu 2000. Komposisi penduduk yang bekerja pada tahun 2007 memperlihatkan bahwa sebagian besar yakni 60.44%. TPAK mengkikuti pola huruf *U* terbalik.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Penduduk 2000 dan Sakernas 2007 menggunakan konsep penduduk berumur 15 tahun keatas. perdagangan eceran atau sebagai pekerja keluarga pada sektor pertanian. 61. kesehatan yang tidak memungkinkan dan telah mencapai usia tua). 61.mempunyai lapangan pekerjaan utama di sektor 55 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . yang selanjutnya turun lagi perlahan pada umur-umur berikutnya (antara lain karena pensiun.64 di tahun 2000. Pada tahun 2007 angka kesempatan kerja Kabupaten Belu tergolong tinggi yakni 96.84 % dari penduduk yang bekerja.13% atau lebih sedikit dibanding hasil sensus SP 2000 sebesar 7. Proporsi penduduk yang tergolong angkatan kerja dikenal dengan istilah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ( T P A K). Diduga fluktuasi TPAK ini erat kaitannya dengan situasi kesulitan ekonomi yang dialami sebagian besar masyarakat. TPAK Kabupaten Belu sedikit berfluktuasi yakni 77. kemudian naik sejalan dengan kenaikan umur sampai mencapai puncaknya pada umur 25–29 tahun.00 tahun 2006 dan tahun 2007 ini meningkat menjadi 68.87%. Kendatipun tingkat pengangguran terbuka relatif kecil. Mereka terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Ini berarti angka pengangguran terbuka pada tahun 2007 hanya sebesar 3.2007. Angka ini rendah pada usia muda (usia sekolah). Angka kesempatan kerja merupakan perbandingan antara penduduk yang bekerja dengan angkatan kerja.35 pada tahun 2005. namun bila dibandingkan dengan tingkat pendapatan perkapita penduduk yang masih rendah menunjukkan bahwa sebenarnya angka setengah pengangguran dan pengangguran terselubung di Kabupaten Belu terutama pada sektor pertanian di pedesaan masih cukup tinggi. Sebaliknya ketika kondisi ekonomi tingkat rumah tangga memasuki fase kronis maka sebagian ibu rumah tangga terpaksa ikut mencari nafkah melalui usaha antara lain kerajinan rumah tangga.28%. Pada kondisi ekonomi masyarakat secara umum relatif baik maka ada sebagian penduduk usia kerja terutama ibu rumah tangga tidak aktif mencari nafkah.

68 dan pekerja bebas cuma 0.40 % .penduduk yang bekerja berpendidikan paling tinggi hanya tamat Sekolah Dasar (SD).PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER pertanian.85% (47.78% berusaha sendiri dan di bantu buruh di bayar masing masing 16. Dari 163. Penyebaran penduduk yang bekerja menurut jumlah jam kerja selama seminggu memperlihatkan bahwa sebagian besar pekerja kita masih memiliki ethos kerja yang lebih rendah. Lambatnya transformasi tenaga kerja ke sektor moderen sangat erat kaitannya dengan tingkat pendidikan kerja.24%) bila di bandingkan dengan hasil sensus penduduk tahun 1990 dan 2000 di mana penduduk yang bekerja di sektor pertanian masing masing 68.43% dan lainnya 10.15% maka selama lebih dari dua dekade terakhir ini hampir tidak terjadi transformasi tenaga kerja dari sektor primer ke sektor ekonomi moderen secara signifikan. Padahal kunci dari kemajuan pembangunan ekonomi terletak pada akselarasi kinerja dari sektor-sektor ekonomi moderen yang dimanifestasikan lewat semakin besarnya porsi tenaga kerja yang bekerja pada sektor sekunder dan tersier. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Untuk mengetahui tingkat kemandirian dan kesejahteraan pekerja dapat di amati dari status pekerjaannya.12% sisanya bekerja pada sektor tersier (perdagangan 5.73 % buruh karyawan 16.45%.04% dan 29.221 Penduduk yang bekerja pada tahun 2007 sekitar 80.28% dan 76. jasa jasa 13. Dari jumlah pekerja pada tahun 2007 memperlihatkan bahwa 28.71% di antaranya bekerja dibawah jam kerja normal yakni rata-rata di bawah 6 jam perhari. Data hasil Sakernas 2007 memperlihatkan bahwa sekitar 73. Sementara sisanya masing masing bekerja pada sektor sekunder (industri 10. Penduduk yang bekerja di atas 44 jam perminggu atau lebih dari 7 jam perhari baru sekitar 19.091 Jiwa) diantaranya adalah pekerja keluarga/pekerja tidak di bayar sementara sisanya masing-masing bekerja di bantu dengan buruh tidak di bayar/pekerja keluarga 35.55 % dan 1.29%.10. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan maka kemampuan untuk mengadopsi perkembangan teknologi produksi 56 yang lebih baik maupun pikiran kreatif untuk menyeleksi aktivitas ekonomi yang lebih menguntungkan menjadi relatif terbatas.

54 45 .2.29 20 .74 65 .69 60 .19 10 .59 50 .1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 57 .39 30 . Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Tahun 1995 .24 15 .49 40 . Piramida Penduduk Kabupaten Belu Tahun 2007 75+ 70 .34 25 .64 55 .44 35 .2007 400000 350000 300000 250000 231815235508 200000 150000 100000 50000 0 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 378882 361862 371530 331385 324165 256815 277137 284074 291967 243236 245224 Sumber : Registrasi Penduduk 1995-2007 Gambar 3.14 5-9 0-4 -30000 -20000 -10000 0 10000 20000 30000 laki laki perempuan Kelompok Umur Sumber : Registrasi Penduduk 2007.

Kepadatan Penduduk per Km² di Kabupaten Belu Tahun 2007 Lamaknen S elatan Lamaknen Lasiolat Raihat Tasifeto Timur Kakuluk Mesak Nanaet Dubesi Tasifeto Barat Kobalima Timur Kobalima Raimanuk Laen Manen Malaka Timur Botin Leobele Io Kufeu S asita Mean Malaka Tengah Weliman Wewiku Rinhat Malaka Barat 0 200 400 600 800 1.000 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 Gambar 3.600 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 58 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.000 20. Penduduk Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Tahun 2007 Lamaknen Lasiolat Raihat Tasifeto Timur Atambua S elatan Atambua Barat Kota Atambua Kakuluk Mesak N anaet D ubesi Kobalima Timur Raimanuk Laen Manen Malaka Timur Io Kufeu Botin Leobele S asita Mean Weliman Wew iku Rinhat Malaka Barat Tasifeto Barat Kobalima Malaka Tengah 0 5.000 penduduk 25.000 rumah tangga 35.000 Kota Atambua Atambua S elatan Atambua Barat 1.000 45.000 10.000 15.4.3.400 1.000 30.000 40.200 1.

5.6.85% Buruh/ karyawan 15.18 tahun 18.55% Berusaha dg.35% Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 59 .78% 19 . Persentase Wanita 10 Tahun ke Atas yang Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu Tahun 2007 25 tahun ke atas 17.41% Berusaha sendiri 16. buruh tidak tetap 30. BPS Gambar 3.54% Sumber : Sakernas 2007.75% 15 tahun ke bawah 2. Persentase Penduduk Kabupaten Belu Usia 15 Tahun Menurut Status Pekerjaan Utamanya Tahun 2007 lain lain 0.77% 17 .05% Sumber : Susenas 2007.24 tahun 57. BPS Berusaha dg.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.64% 16 tahun 3.11% Pekerja tak dibayar 27. buruh tetap 2.

Jumlah Permintaan dan Pencari Kerja yang Terdaftar di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Tahun 1998 .7.34 1 .00 Sumber : Sakernas 2007.00 30.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.14 0* ) 0. Persentase Penduduk Kabupaten Belu Usia 15 Tahun Menurut Jumlah Jam Kerjanya Tahun 2007 35 + 15 .2007 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 pencari kerja permintaan tenaga kerja Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu 60 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 10.00 50.8.00 40.00 20. BPS Gambar 3.

Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Menurut Tingkat Pendidikannya Tahun 2005 . D II D III Sarjana 2005 2006 2007 Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 61 .2007 1800 1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 SD SMTP SMTA D I.9.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.

Penduduk Populations .

539 4.045 19.25 168.696 8. dan kepadatan penduduk per Km2 dan per Rumah Tangga Menurut Kecamatan Number of Population.930 21. Wewiku 04. Tasifeto Timur 21. Io Kufeu 09.11 224. Rumah Tangga.021 26.73 211. Household. Lasiolat 23.03 67.550 87.278 1.1.226 6.792 2.138 8. Nanaet Dubesi 16.315 2.949 2.497 88.786 12. Rinhat 03.067 9.90 108. Area.297 1.524 20.939 20.95 96.48 105. Botin Leobele 08.924 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. Luas Wilayah.445.946 11.751 6. Kota Atambua 18.054 3.112 1.631 23.48 39. Atambua Selatan 20.28 94.211 2.138 39.363 14.673 3.90 15.765 16. and Density per Districk 2007 Kecamatan Districk (1) Penduduk Population (2) Rumah Tangga House-hold (3) Luas Area 2 (Km ) (4) Kepadatan Density 2 (Km ) (5) Kepadatan Per RT Density per Household (6) 01. Weliman 05.014 2. Atambua Barat 19.864 17.79 83. Lamaknen 24.1 Jumlah Penduduk. Malaka Timur 10.54 24.979 4.37 87.42 120.200 3. Malaka Tengah 06.627 16.951 4. Tasifeto Barat 15.882 5.547 2.554 8. Malaka Barat 02.02 179.69 65. Sasita Mean 07.20 64.534 4. Kobalima Timur 14.41 2.57 260 109 214 240 232 169 245 120 107 117 66 79 68 98 77 85 1070 1482 1268 96 165 105 116 72 155 4 4 4 4 5 4 2 4 4 4 4 3 3 5 4 4 4 6 5 6 4 4 5 5 4 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 65 . Raimanuk 12. Kakuluk Mesak 17.773 4.307 7.90 88.819 378.25 187.419 6.41 151.72 97. Kobalima 13. Laen Manen 11.097 4.19 60. Lamaknen Selatan Kabupaten Belu 22.170 11.881 5.852 4.024 11.613 1. Raihat 22.600 21.55 15.

765 16.398 10.864 17.337 7.316 10.347 6. Atambua Barat 19. Wewiku 04.419 6.170 11.196 3.257 10. Kota Atambua 18.074 5.347 10.418 4.448 5. Lasiolat 23.939 20. Lamaknen 24.930 21.792 3. Io Kufeu 09. Tasifeto Barat 15.554 8.786 12.374 12.618 19. Lamaknen Selatan Laki-laki Male (2) 11.138 8.226 6.931 189.532 10.096 6.2 Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Population by Districk and Sex 2007 Kecamatan Districk (1) 01.111 3.784 8.036 4.600 21.146 2.888 189.363 14. Laen Manen 11.512 3.592 10.307 7.979 4.031 4.080 8.440 5.329 10. Malaka Barat 02.304 Perempuan Female (3) 11. Kobalima 13.946 11.720 4. Raihat 22.021 26. Botin Leobele 08.833 2. Kobalima Timur 14.714 3.627 16.631 23. Weliman 05. Malaka Timur 10.120 7. Kakuluk Mesak 17.067 9.617 10. Tasifeto Timur 21.428 9. Malaka Tengah 06.114 3. Sasita Mean 07.578 Jumlah Total (4) 22.243 7.043 13.520 20. Nanaet Dubesi 16. Atambua Selatan 20.882 Kabupaten Belu Sumber : Registrasi Penduduk 2007 66 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .138 39.819 378. Raimanuk 12.238 8.762 4.271 11.290 8.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.439 6.305 3.524 20.208 10.498 5.024 11. Rinhat 03.045 19.527 8.1.978 13.584 6.

Atambua Barat 19. Lamaknen Selatan WNI Indonesian (2) 22.627 16. Malaka Timur 10. Raihat 22.946 11. Raimanuk 12.067 9.138 8.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.631 23.363 14.170 11.946 11.930 21.363 14. Lamaknen 24.786 12.1. Sasita Mean 07.307 7. Laen Manen 11.554 8.138 39.864 17. Weliman 05.021 26.024 11.600 21.939 20. Kakuluk Mesak 17.882 - - 378.307 7.765 16. Nanaet Dubesi 16. Kota Atambua 18.631 23.864 17. Rinhat 03. Malaka Tengah 06. Botin Leobele 08.226 6.819 WNA Cina Cinesse (3) - WNA lainnya Others (4) - Jumlah Total (5) 22. Atambua Selatan 20.138 8.524 20.765 16. Io Kufeu 09.600 21. Kobalima 13.024 11. Malaka Barat 02.524 20.979 4. Lasiolat 23.930 21.979 4.819 Kabupaten Belu 378.045 19. Wewiku 04.882 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 67 .226 6. Tasifeto Barat 15. Tasifeto Timur 21.419 6.021 26.3 Penduduk Menurut Kecamatan dan Kewarganegaraan Population by Districk and Cityzenship 2007 Kecamatan Districk (1) 01.554 8. Kobalima Timur 14.419 6.786 12.045 19.138 39.627 16.067 9.939 20.170 11.

78 2.922 * * 34. Malaka Timur 04. Malaka Barat 02.49 1.437 47.427 33.894 14.574 24.459 28. Atambua 07.058 47.019 277.755 38.53 Sumber : Sensus Penduduk 1980. Tasifeto Timur 08.998 15.242 44. 1990.090 53. . BPS Source : Population Census 1980.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. BPS Keterangan : * ) Masih tergabung dengan kecamatan induk 68 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tasifeto Barat 06.30 2.084 Jumlah/Total 181.95 2. 1990.073 216.634 16. Kobalima 05.64 * 0.12 * -4. 1990.4 Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Berdasarkan Sensus Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan 1980.16 * 1.665 30. 2000 Penduduk (Jiwa) Kecamatan District (1) 01. Malaka Tengah 03.583 35. 2000.027 * * 21.1.965 26.66 1.07 -2.37 1.62 * 3.484 1. Lamaknen 1980 (2) 1990 (3) 2000 (4) 67. 2000.590 17.998 Pertumbuhan 1980 1990 1990 2000 (5) (6) 1.44 0.174 29.13 46.

00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.247 81.016 100.738 160.01 5.37 53.749 Persentase Percentage (5) 38.94 Jumlah / Total 146.019 17.5 Penduduk Kabupaten Belu Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan Population 10 years old in Belu Regency by Marital Status 2007 Status Perkawinan Marital Status (1) Belum Kawin / single kawin / married cerai hidup / divorced cerai mati / widowed Laki-laki Male (2) 62. BPS 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 69 .285 985 3.034 13.225 5.665 152.491 79.1.351 299.904 Perempuan Female (3) 52. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.510 6.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.68 2.845 Jumlah Total (4) 114.

49 50 .992 1.846 18.520 7.718 4.674 3.123 45.383 8.074 38.6 Penduduk Kabupaten Belu Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin Population in Belu Regency by Age Group and Sex 2007 Golongan Umur Age Group (1) 0-4 5-9 10 .400 17.055 2.057 30.316 10.34 35 .24 25 .578 378.533 3.313 4.852 55.085 Perempuan Female (3) 28.856 4.840 16.024 14.359 5.54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 + Laki-Laki Male (2) 25.792 Jumlah Total (4) 53.304 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.19 20 .450 4.671 21.44 45 .794 28.39 40 .29 30 .270 31.742 5.379 1.162 23.1.882 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 70 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .033 15.154 1.912 15.168 8.233 15.452 23.987 7.337 24.262 13.424 13.887 22.304 189.310 5.104 9.571 12.058 26.530 11.877 Jumlah / Total 189.864 3.017 8.14 15 .

961 2.483 2.189 1. Weliman 05.299 1. Kota Atambua 18.689 1.019 1.891 3.313 1.144 1.14 (4) 15 .289 1.103 2.903 2.581 1. Atambua Selatan 20.446 1.017 3.134 534 875 555 Kabupaten Belu 53.295 1. Raimanuk 12.768 582 2.050 642 2.054 1.926 2.034 429 1.19 (5) 20 .427 2. Laen Manen 11.852 55.135 1.493 955 3.954 2.091 939 802 751 925 995 1.299 2.479 1. Lamaknen Selatan 3.954 5.854 1.309 2. Malaka Timur 10.093 2.270 31.228 578 1.726 2.665 2. Raihat 22.630 1.771 787 674 578 624 770 831 1.011 3.465 2.092 984 1. Wewiku 04. Kobalima 13.476 564 2. Atambua Barat 19.992 1.861 1. Tasifeto Barat 15.511 1.127 1.113 1.074 38.034 1.1.24 (6) 25 .184 5.203 461 2. Kakuluk Mesak 17.247 3.123 45.595 1.696 3.223 3.030 778 2. Botin Leobele 08.780 1.720 1.347 1.337 Sumber : Proporsi Registrasi Penduduk terhadap hasil Sensus Penduduk 1990 dan 2000 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 71 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.150 2.372 1.731 1.778 1.7 Penduduk Menurut Kecamatan dan Golongan Umur Population by Districk and Age Group 2007 Kecamatan Districk (1) 0-4 (2) 5-9 (3) 10 .752 4.117 528 915 581 1.647 2.765 2.616 1.850 3.29 (7) 01.514 1.445 554 2. Kobalima Timur 14.226 2.603 2.167 991 1.578 1.191 2.428 907 2. Io Kufeu 09.843 1. Rinhat 03. Malaka Tengah 06.873 1.199 1. Lamaknen 24.153 3.735 3.638 1.399 1.353 2.075 2.734 1. Malaka Barat 02.057 30.082 649 2. Tasifeto Timur 21. Lasiolat 23.652 2.795 3.513 711 1.183 3.718 2.068 678 1.298 1. Nanaet Dubesi 16.488 3.959 842 719 621 766 946 1.181 2.198 463 1.038 1.536 535 1.462 2.371 1.602 1.398 2. Sasita Mean 07.817 2.

400 17.370 1.412 1.7 Kecamatan Districk (1) 30 .057 579 503 426 407 501 539 784 302 806 169 586 975 851 733 1. Raihat 22. Kobalima 13. Malaka Timur 10. Lamaknen Selatan 1.262 13. Malaka Barat 02.34 (8) 35 -39 (9) 40 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Lanjutan Tabel 3.840 16.59 (13) 01. Atambua Barat 19. Kota Atambua 18. Tasifeto Timur 21.427 2.256 888 418 723 460 1. Rinhat 03. Lamaknen 24.143 438 1.383 2.54 (12) 55 . Tasifeto Barat 15. Nanaet Dubesi 16.360 667 575 491 593 732 787 1.115 1.44 (10) 45 .151 814 383 711 451 1.247 1.074 779 987 997 1.711 482 418 355 416 514 552 803 308 807 172 589 979 845 732 988 699 329 529 335 1.1. Weliman 05.076 1.491 1. Laen Manen 11.518 320 1.016 286 248 212 198 244 262 382 146 388 83 283 470 408 353 674 477 224 392 249 Kabupaten Belu 24. Malaka Tengah 06. Io Kufeu 09.435 1.987 72 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .184 249 863 1. Raimanuk 12. Kakuluk Mesak 17.536 1.107 1.027 728 342 679 432 796 578 732 739 1. Sasita Mean 07.168 8.191 457 1.600 1.423 687 591 504 618 763 821 1. Kobalima Timur 14.838 1.378 1. Botin Leobele 08.887 22. Lasiolat 23.519 427 371 315 327 403 432 629 241 610 128 444 737 646 555 856 607 285 484 307 557 404 513 518 1.082 1. Atambua Selatan 20.49 (11) 50 .072 779 988 997 2. Wewiku 04.

765 16. Malaka Barat 02.64 (14) 65 .627 16. Lamaknen 24.7 Kecamatan Districk (1) 60 .1.819 Kabupaten Belu 7.939 20. Nanaet Dubesi 16. Malaka Timur 10. Io Kufeu 09. Tasifeto Timur 21.359 5.979 4.045 19.021 26.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Lanjutan Tabel 3.554 8. Atambua Barat 19.533 3. Tasifeto Barat 15. Raihat 22.226 6. Rinhat 03.877 378. Weliman 05. Wewiku 04.363 14. Kobalima 13.74 (16) 75 + (17) Jumlah (18) 01.307 7.930 21. Kobalima Timur 14. Laen Manen 11. Raimanuk 12. Malaka Tengah 06.419 6.946 11.170 11. Botin Leobele 08.864 17.138 8.600 21. Lasiolat 23. Sasita Mean 07. Kota Atambua 18. Lamaknen Selatan 473 343 435 440 837 237 204 174 186 229 246 357 137 324 68 235 392 341 294 462 328 154 283 180 343 249 315 319 696 196 169 145 134 166 178 258 99 226 49 165 274 238 205 308 220 102 293 186 239 173 219 222 412 117 100 86 91 112 119 174 66 185 39 136 224 196 168 249 176 83 165 105 221 163 205 206 672 192 164 136 115 136 150 220 83 263 50 190 318 276 240 283 199 97 181 117 22. Atambua Selatan 20.786 12.631 23.524 20.067 9.69 (15) 70 .882 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 73 .856 4. Kakuluk Mesak 17.024 11.138 39.

618 4.440 3.902 2.756 6.091 2.204 3.848 4.533 7.817 248.771 4.614 15.129 2. Kobalima 11.834 11.260 3.937 3.346 2.823 1. Lamaknen Kabupaten Belu Jumlah SLS/RT*) (2) 201 165 181 167 272 191 104 97 118 145 206 61 221 129 70 60 195 2.422 3.535 5.826 34.349 2.015 2. Tasifeto Timur 15. Kota Atambua 14.678 13.8 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Menurut Kecamatan Number of Household and Poor People by District 2006 Jumlah Rumah Tangga (3) 5.009 13.779 3. Malaka Timur 08. Sasita Mean 07. BPS 74 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Weliman 05.498 4.856 15.074 Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Rumah Penduduk Tangga (4) (5) 3.054 6. Lasiolat 17.854 11.666 3.2913 3.510 14. Laen Manen 09.034 2. Wewiku 04.944 1. Rinhat 03.113 8. Raihat 16. Kakuluk Mesak 13.786 3.836 9.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.901 Kecamatan Districk (1) 01.621 898 2.614 19.018 11. Malaka Tengah 06.510 8.126 25.190 16.1.583 Catatan : *) SLS = Satuan Lingkungan Setempat RT = Rukun Tetangga Jumlah RT sudah termasuk eks pengungsi Timor Timur Sumber : Pendataan Sosial Ekonomi 2005. Raimanuk 10.830 54.470 3. Tasifeto Barat 12.721 5.699 78.067 2.340 1.838 13.813 3. Malaka Barat 02.

Tingkat Kelahiran Fertility Rate .

31 3.49 *) Dihitung dari Sensus Penduduk 1980 dan 1990 (metode arriaga) **) Dihitung dari data gabungan (SP90 dan Susenas 96 metode Role ***) Laporan indikator database 2004/2005 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 77 .83 3.96 4.85 3.1 Perkiraan Angka Kelahiran Total / TFR menurut Kabupaten 1989-2005 Kabupaten Regency (1) 01. Belu 07.81 2.46 3.50 3.08 4. Timor Tengah Utara 06.78 3.92 3.99 3.48 3. Sumba Timur 03.2.59 2.93 5. Ende 12.99 4. Kupang 04. Timor Tengah Selatan 05.66 3.67 4.86 3. Alor 08.60 4. Kota Kupang 1989-1990*) 1995-1996**) 2004/2005 (2) 5.34 - (4) 4.39 2.48 3.65 3. Manggarai 71. Sumba Barat 02.54 Nusa Tenggara Timur Catatan : - 3.97 2. Sikka 11. Ngada 13.93 3.80 2.45 4.15 4. Lembata 09.54 4.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.06 3.09 3. Flores Timur 10.94 3.63 2.45 2.25 2.39 4.57 4.03 - (3) 4.

BPS Source : National Social Economic Survey 2007.05 57.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.069 57.808 17.803 Persentase Percentage (3) 2.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.104 100.2 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Age at First Marriage 2007 Umur Perkawinan Pertama Age at First Marriage (1) ≤15 tahun 16 tahun 17 .64 3.647 3.77 18.18 tahun 19 .777 18.78 Jumlah / Total 100. BPS 78 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2.24 tahun 25 tahun ke atas Jumlah Numbers (2) 2.75 17.

60 1.309 4.422 10.41 10.385 15.65 13.605 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.82 3.58 13.667 13.360 Persentase Percentage (3) 5.590 13.104 100.67 8.825 3.2.37 15.684 8. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 79 .94 6.36 Jumlah / Total 100.3 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Lahir Hidup di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children 2007 Jumlah Anak Yang Lahir Hidup Numbers of Children Still live (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10+ Jumlah Numbers (2) 5. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.950 6.29 16.307 16.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.30 4.

804 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.80 11.10 19.80 1.18 15.104 Persentase Percentage (3) 6.42 100.821 11.4 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Masih Hidup di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 Jumlah Anak Yang Masih Hidup Numbers of Children Still live (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10+ Jumlah / Total Jumlah Numbers (2) 6.199 15.2.56 16. BPS 80 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .95 2.569 16.32 16.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.270 2.49 7.334 16.506 7.26 2.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.11 0.112 417 100.117 19.955 2.

Tingkat Kematian Mortality Rate .

E n d e 11. K u p a n g *) 04. S i k k a 10. Timor Tengah Selatan 05. Lembata Nusa Tenggara Timur 1999 (2) 64 76 57 49 50 57 59 46 47 60 51 54 62.3. Manggarai 13. 2004 Remarks : *) Termasuk Kodya Kupang / Include Kodya Kupang Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 83 . Kodya Kupang 14. 2002. N g a d a 12. Sumba Barat 02. Sumba Timur 03.6 2002 (3) 60 73 52 46 49 55 57 44 45 56 48 52 51 2004 (4) 55 53 55 53 50 46 54 46 48 44 42 47 24 47 49 Keterangan : Laporan Indonesia Pembangunan Manusia 2001. A l o r 08. Flores Timur 09. 2004 Kabupaten Regency (1) 01.1 Tingkat Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Menurut Kabupaten Infant Mortality Rate ( IMR) per 1000 birth by Regency 1999.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. B e l u 07. Timor Tengah Utara 06.

Sumba Barat 02. 2004 Kabupaten Regency (1) 01.1 65.1 65.8 65.7 59. A l o r 08. Kodya Kupang 14.9 66. B e l u 07.6 64.1 66. E n d e 11.9 65.0 63.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. Manggarai 13.8 65.7 62.3.2 65.0 63. S i k k a 10.8 63. Lembata Nusa Tenggara Timur 1999 (2) 61.8 65.8 2004 (4) 63.1 63.2 64.9 63.2 65.9 63.6 2002 (3) 62.7 64.4 65.3 66.7 63.6 65. K u p a n g *) 04.4 63.7 65. Sumba Timur 03.1 Keterangan : Laporan Indonesia Pembangunan Manusia 2001. 2002.5 65.5 62.7 64. 2004 Remarks : *) termasuk Kodya Kupang / include Kodya Kupang 84 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .7 64. N g a d a 12.1 63.4 59. Timor Tengah Selatan 05.2 Tingkat Harapan Hidup Penduduk Berumur Nol Tahun Menurut Kabupaten The Life Expectancy At Birth by Regency 1999. Timor Tengah Utara 06.0 65.1 64. Flores Timur 09.4 64.8 64.3 66.

BPS Source : National Social Economic Survey 2007.638 2.84 0.28 0.3 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Sudah Meninggal di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Anak Yang Sudah Meninggal (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 + Jumlah Numbers (2) 66.28 3.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.365 19. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 85 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.042 7.14 - Jumlah / Total 100.30 19.288 3.37 0.375 840 278 139 139 - Persentase Percentage (3) 66.14 0.63 2.3.104 100.02 7.

Angkatan Kerja Labour Force .

186 42.43 Perempuan Female Jumlah % Jumlah Jumlah Total % (7) 54.141 100. Urus rumah tangga house keeping 3.21 Numbers Numbers Numbers (2) 100. Bekerja / Worked 2.49 68.00 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007.693 8.61 2.00 123.51 5.85 55.140 64.717 5.845 6.23 4.99 52. Bukan angkatan kerja not economically active 1.921 3.92 168.74 19.72 1.15 85. Lainnya / others 14.790 12.1 Penduduk 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Kegiatannya Seminggu yang Lalu Population 15 Years Old and Over by Sex and Activity During The Previous Week 2007 Kegiatan Seminggu yang Lalu Activity During The Previous Week (1) a.491 163.4.152 5.882 2. Mencari Pekerjaan / Pengangguran looking for work Laki-Laki Male Jumlah % (3) 87.270 70.042 100.28 2.599 7. Angkatan kerja economically active 1.221 5.17 16.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.517 3.00 70.48 10. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 89 .28 Jumlah / total 115.704 1.07 2.623 b.647 (4) 68.22 34. BPS Source : National Labor ForceSurvey 2007.351 98.761 45.14 3.107 46.49 3. Sekolah attending school 2.551 29.901 100 239.

Mengurus rumah tangga / house keeping 3.347 13. Sekolah / attending school 2.98 1.66 Jenis Kegiatan Type of Activity (1) a.125 130.273 2.64 75. Bukan angkatan kerja / not economically active 1. Mencari Pekerjaan / looking for work b.81 14. Bekerja / Worked 2.00 90 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .957 22.390 24. Angkatan kerja / economically active 1.4.55 Jumlah / total Sumber : Sensus Penduduk 2000. BPS Source : Population Census 2000.472 100. BPS Keterangan : termasuk mengurus rumah tangga Remarks : including house keeping 171.36 7.852 % (3) 77.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Lainnya / others *) 38.2 Penduduk 15 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kegiatan Population 15 Years Old and Over by Type of Activity in Belu Regency 2000 Jumlah Total Jumlah Numbers (2) 133.

005 58.3 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week By Main Employment Status and Sex 2007 Perempuan Female (3) 11.405 Persentase Percentage (5) 16.233 127 536 47.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.824 1.78 3. Pekerja tak dibayar 2. Berusaha dengan dibantu buruh dibayar / employer 4. karyawan / employee 5.4.221 100.762 Jumlah Total (4) 27.311 513 2.517 163. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 91 .68 0.226 8. Pekerja bebas pertanian 6.0 0.00 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007.40 28.704 64.426 13. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain / self employed 2.865 27. Berusaha sendiri dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar Laki-Laki Male (2) 15.85 Jumlah / total 98.55 35.163 127 536 16. BPS Source : National Labor Force Survey 2007.579 44. Buruh.091 16.643 Status Pekerjaan Utama Main Employment Status (1) 1.73 19.070 30. Pekerja bebas non-pertanian 7.

4. Berusaha dengan dibantu buruh tetap Employer 4. Pekerja Keluarga / Family worker 6.400 Perempuan Female (3) 11. Tak Terjawab / No Stated 373 117 490 10. Buruh / Karyawan / Employee 5.769 52.505 31 Jumlah / Total Sumber : Sensus Penduduk 2000.162 39. Buruh tidak tetap Self employed assisted by member / temporary worker Laki-Laki Male (2) 14. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain Self employed 2.431 21 3. BPS Source : Population Census 2000.074 10 13.004 130.273 92 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Employmen Status and Sex 2000 Status Pekerjaan Utama Main Employment Status (1) 1.437 3. BPS 72.751 Jumlah Total (4) 26.607 13.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.269 58.327 3.890 37. Berusaha sendiri dibantu dg.151 33.

10 55.434 % (7) 4.649 55.85 49.468 66.704 100.756 13.75 8.914 20.00 163.78 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 4.4.647 31.183 5.517 100.59 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 7.34 35 + Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 3.051 % (3) 3.221 100.22 5. yang bekerja menurut jam kerja hasil Sakernas 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 93 .25 40.573 7.09 11.90 35.14 15 .821 34.383 % (5) 7.47 31.563 75.78 46.00 Keterangan / remarks : *) Sementara tidak bekerja / Temporary not working Sumber : Diproporsikan dari jumlah penduduk NTT.22 Jumlah / Total 98.00 64.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.5 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2007 Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours (1) 0*) 1 .

981 2.12 Jumlah / Total 58. BPS Source : Population Census 2000.28 14.934 1.11 13.6 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2000 Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours (1) 0*) 1 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.45 0.678 100.950 12.88 34.34 32.494 8.97 17.576 7.79 1.82 13.233 345 159 279 % (5) 3.00 35.00 Keterangan / remarks : * Sementara tidak bekerja / Temporary not working Sumber : Sensus Penduduk 2000.444 20.28 1. BPS 94 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .324 8.111 4.03 1.68 7.49 1.26 0.92 22.07 26.32 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 1.896 20.97 0.346 ) 100.024 100.047 772 % (3) 0.296 5.80 4.25 16.76 6.14 15 – 24 25 – 34 35 – 44 45 – 54 55 – 64 65 – 74 75 + Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 465 2.4.78 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 1.00 94.220 12.69 21.452 19.279 1.40 3.54 23.371 2.239 10.572 12.604 3.78 5.051 % (7) 1.748 25.22 22.206 1.

Industri Pengolahan 03.121 14. gas dan air. Listrik.639 8.03 18. rumah makan dan hotel 04.7 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2007 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 61.704 15. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 95 .721 98. komunikasi. kehutanan. asuransi.4. tanah dan jasa perusahaan.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Lainnya (Pertambangan dan penggalian.84 10.96 11. perburuan dan perikanan 02.42 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 38.16 14.45 13.088 12.24 100.04 Lapangan Usaha Utama Main Industry (1) 01.286 3.303 16. keuangan.221 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007.215 4.925 5. angkutan. BPS Source : National Labor ForceSurvey 2007.63 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 99. Usaha persewaan Bangunan.00 163.02 4.361 % (3) 62. eceran.714 10.47 5.43 15. Jasa kemasyarakatan 05.900 21.517 1. 3.00 993 64.93 100.54 16. Bangunan.84 8.779 7. pergudangan.018 % (5) 59. Pertanian.379 % (7) 60. Perdagangan besar.00 Jumlah / Total 100.

24 0.029 78 1.80 4.00 58.15 7.00 130. BPS 96 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .82 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.90 0.13 2.622 2 % (3) 78. Tidak terjawab Jumlah / Total 72.71 2.124 5.645 1. Perdagangan 04.12 11. Angkutan 06. Lainnya 07.00 4. BPS Source : Population Census 2000.464 1.00 Sumber : Sensus Penduduk 2000. Jasa 05.207 9.713 6 % (5) 72.74 4.493 1.28 2.335 8 % (7) 76.73 14.01 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 99.14 5.13 8.01 Lapangan Usaha Utama Main Industry (1) 01.00 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 42.273 100.004 100.22 0.587 2.4.019 537 2. Pertanian 02.403 3.95 0.723 3.383 11.188 8.56 0.32 2.980 8.8 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2000 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 57. Industri 03.269 100.

730 10. Pejabat Pelaksana Tata Usaha 4.620 984 33.724 % (3) 4.520 % (7) 4.45 18.65 0.4.48 100.76 60.458 1.86 1. Anggota TNI 9. Tenaga Profesional 2.05 0.158 522 2.624 8.23 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2006.536 670 134 102.826 864 402 158. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 97 .13 100.35 0. Tenaga Usaha Pertanian 7.00 Perempuan Female Jumlah Number s (4) 2.52 11.55 0.726 134 850 6.796 % (5) 4.44 0. Lainnya Jumlah Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2006.078 2430 104.00 (1) 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.290 194 268 55.51 2.89 0. Tenaga Usaha Penjualan 5.18 0.24 1.34 0.28 13.00 Jumlah Total Jumlah Number s (6) 6.9 Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Jenis Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Type of Main Occupation and Sex 2006 Laki-Laki Male Jenis Pekerjaan Utama Type of Main Occupation Jumlah Number s (2) 4.884 656 3. Tenaga Usaha Jasa 6.41 2.906 23. Tenaga Kepemimpinan 3.53 66.19 9.18 15.03 0.25 100. Tenaga Produksi 8.41 69.474 15.176 13.51 1.446 71.55 8.

and Placement of Workers by Sex 2007 Jenis Kegiatan Activity (1) 01. Permintaan tenaga kerja / vacanciens 03.656 477 477 Jumlah Total (4) 2. Vacancies.587 593 593 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency 98 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .10 Jumlah Pencari Kerja. dan Penempatan Tenaga Kerja yang Terdaftar Menurut Jenis Kelamin Numbers of Registered Job Applications.4. Penempatan tenaga kerja / placement Laki-Laki Male (2) 931 116 116 Perempuan Female (3) 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Pencari kerja / job applications 02. Permintaan.

D I.11 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin Numbers of Registered Job Applicants by Educational Attainment and Sex 2007 Tingkat Pendidikan Educational Attainment (1) 01. II 05.4. D II / diploma I. Universitas / university Laki-Laki Male (2) 43 58 322 18 86 404 Perempuan Female (3) 110 272 415 102 190 567 Jumlah Total (4) 153 330 737 120 276 971 Jumlah / total 931 1. SMTA / senior high school 04. SD dan sederajat / primary school 02. D III / academy.656 2. diploma III 06.587 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 99 . SMTP / junior high school 03.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.

000 600.2007 Wilayah (1) Belu a.000 550.000 500.000 425.4. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) c.12 Perbandingan Rata-Rata Upah/Gaji Bersih Karyawan dengan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dan Upah Minimum Regional (UMR) Selama Sebulan Di Kabupaten Belu 2005 .000 625.000 750. Upah Minimum Regional (UMR) 350.000 575.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.000 725.000 600. Rata-rata Upah/Gaji Bersih Sebulan b. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) c.000 2005 (2) 2006 (3) 2007 (4) Nusa Tenggara Timur a. Upah Minimum Regional (UMR) 450.000 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency 100 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 550. Rata-rata Upah/Gaji Bersih Sebulan b.000 450.

Rinhat 03. Raihat 16. Malaka Barat 02. Wewiku 04. Tasifeto Barat 12. Sasita Mean 07. Kota Atambua 14.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Kobalima 11. Kakuluk Mesak 13. Weliman 05. Malaka Tengah 06.4. Laen Manen 09. Malaka Timur 08.13 Banyaknya Transmigran dirinci per Kecamatan di Kabupaten Belu Number of Transmigrant by District in Belu Regency 2007 Kecamatan Districk (1) 01. Lamaknen Kepala Kelurga (2) 16 104 - Jiwa (3) 78 - 491 - Kabupaten Belu 120 569 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 101 . Lasiolat 17. Raimanuk 10. Tasifeto Timur 15.

571 1.805 Sumber : Kantor Imigrasi Source : Imigration Service of Belu Regency 102 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Desember Jumlah Masuk (2) 973 729 522 471 688 978 1.195 15. Juli 08.206 1.4. Nopember 12. Maret 04.809 1.230 13. Mei 06. April 05. Oktober 11. Agustus 09.476 2. Januari 02.011 2.292 1.259 1.14 Banyaknya Penduduk Pelintas Batas di Kabupaten Belu Numbers of Transitter in Belu Regency 2007 Bulan (1) 01.371 1.639 1. Pebruari 03.912 Keluar (3) 1.025 159 603 793 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. September 10. Juni 07.590 1.183 1.944 2.

BAB / CHAPTER 4 Konsumsi & Keadaan RumahTangga Consumption & Household Condition .

744 perbulan sebesar 71. Dibandingkan dengan tahun 2005 yang lalu. memperlihatkan bahwa belum terjadi pergeseran pola konsumsi secara berarti karena selama kurun waktu tersebut pengeluaran konsumsi makanan masih berkisar antara 69-72% dari total pengeluaran. 177. Pola meningkatnya pengeluaran semacam ini diprediksikan akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang karena fenomena Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 105 .744 Dari jumlah pengeluaran rata rata perkapita 177.Kenaikan yang cukup tajam ini diduga tidak saja disebabkan karena adanya perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin baik namun juga karena meningkatnya harga nominal berbagai kebutuhan pokok. pendidikan. rata-rata pengeluaran perkapita secara nominal mengalami peningkatan. Indikator ini secara tidak langsung mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat terutama dari sisi kemampuan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar dan kebutuhan komplementer lainnya.992 di antaranya adalah pengeluaran untuk kebutuhan makanan sedangkan sisanya 28.55 % adalah pengeluaran non makanan seperti perkiraan sewa rumah. bukan untuk kebutuhan yang selevel lebih maju seperti kebutuhan sekunder dan tersier.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION AND HOUSEHOLD CONDITION KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA KONSUMSI Pengeluaran konsumsi perkapita merupakan indikator yang menggambarkan tingkat kemampuan rata-rata penduduk suatu wilayah dalam membiayai kebutuhan konsumsinya. pakaian dan lain-lain. Ini memperlihatkan bahwa tingkat kesejahteraan penduduk Belu masih relatif rendah sehingga sebagian besar dari porsi pendapatannya dibelanjakan untuk kebutuhan makanan. aneka barang dan jasa.43 % atau Rp. Bila diamati data hasil susenas sejak tahun 1993-2004. kesehatan.126. Pengeluaran rata-rata perkapita sebulan menurut hasil susenas 2007 di kabupaten Belu mencapai Rp.

KEADAAN TANGGA RUMAH Dari aspek sumber penerangan rumah tangga data Susenas memperlihatkan bahwa pada tahun 2007 dari 86. Untuk pengeluaran makanan pada tahun 2007 sekitar 40. sayur-sayuran dan buah-buahan 16.59%.20% untuk barang tahan lama serta pembayaran pajak dan asuransi 1. . ikan. Sementara sisanya masing-masing. 9.53% diantaranya dibelanjakan untuk bahan pangan jagung.4% sementara sisanya masing-masing sumur 51.05%. sungai.47% untuk pakaian dan alas kaki. 5.52% listrik non PLN dan sisanya 66.67%.11%.71% untuk biaya kesehatan.95% dan tembok hanya 11. mata air 28. 7. umbi-umbian dan kacangkacangan. Kondisi rumah tangga dari aspek kesehatan menunjukkan bahwa pada tahun 2007 dari 86848 rumah tangga ternyata yang mempunyai sumber air minum ledeng hanya 8.848 rumah tangga ternyata sekitar 30.55% dijangakau oleh listrik PLN dan 2. daging. Sementara ini untuk bahan dinding perumahan masih didominasi rumah dengan dinding bebak 78.87% untuk keperluan pesta. 4. bumbu-bumbuan.03%.25%.49%. minyak dan lemak 4. air hujan dan lainnya 10.89% untuk aneka barang dan jasa. bahan minuman dan makanan jadi 4.13%. 5.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION AND HOUSEHOLD CONDITION kenaiakan harga kebutuhan pokok tetap menjadi isu sensitive dalam krisis ekonomi negara kita yang belum berujung sapai dengan saat ini. padipadian.68% diantaranya adalah perkiraan sewa rumah. 106 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . alcohol dan konsumsi lainnya 3. tembakau dan sirih pinang 8. Untuk pengeluaran perkapita untuk sebulan non makanan sebesar Rp 50752 dimana sekitar 44.06%. 20.86%.72%. telur dan susu 15.60% untuk pendidikan.93% menggunakan lampu minyak tanah atau pelita.

Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Menurut Besarnya Pengeluaran Perkapita Selama Sebulan Tahun 2007 120. 00 0 0 -1 49 15 .9 99 > 50 0.000 80.000 0 da ri 10 10 0.9 0.000 40.000 60.0 0. 99 00 0 -2 99 30 .9 0. 00 00 0 -1 99 20 .KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Gambar 4. 00 0 Sumber : Susenas 2007 Gambar 4.000 20. 00 0. 99 00 0 -4 99 .000 100.2 Jumlah Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Kondisi Tempat Tinggalnya Tahun 2006 dan 2007 45000 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 Berlantai Penerang Berdindi Bukan an ng Tanah Lampu Tembok Lis trik K ur an g 2007 2006 Air Minum Ledeng Sumber : Susenas 2006 & 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 107 .1.

Pengeluaran & Konsumsi Penduduk Population Expenditure & Consumption .

000 .999 60.000 .1 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2003 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) < 15.39.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.00 0.199.999 20.220 7.24 14.999 100.87 16.313 27.00 0.999 >199.519 9.999 40.00 0.000 .381 100.66 Jumlah / total 68.000 .25 10.99.00 3.000 .000 . BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 111 .59.000 15.19.79.999 80.43 14.000 .29.999 30.999 Jumlah Numbers (2) 0 0 0 0 2.436 11.54 40.868 10. BPS Source : National Social Economic Survey 2003.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2003.000 .025 Persentase Percentage (3) 0.999 150.1.149.

086 6.000 .000 .70 1.999 150.000 . BPS 112 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .24 2.29.744 68.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2003 BPS Source : National Social Economic Survey 2003.75 0.59.999 100.000 15.77 20.000 .14 17.30 26.000 .00 0.68 22.1.623 1.2 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Pengeluaran untuk Makanan dan Bukan Makanan Per Kapita Sebulan Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure for Food and Non-Food 2003 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) Untuk Makanan for Food Banyaknya Numbers (2) Untuk bukan Makanan For Non-Food Banyaknya Numbers (4) % (3) % (5) < 15.99.37 2.199.999 Jumlah / total 0 0 0 1.79.000 .140 8.149.381 6.999 80.999 30.87 2.999 60.19.00 0.774 12.65 24.999 40.453 4.776 9.082 68.000 .335 16.39.67 9.999 >199.60 13.08 26.880 480 1.55 100.305 13.999 20.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.248 18.00 4.99 7.58 100.751 1.876 15.000 .260 18.05 12.949 1.00 2.381 0.

999 300.999 150.999 500.000 .000.3 Penduduk di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Population in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2007 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) ≤ 100.56 28.999 200.749.000 .958 107.882 100.000 Jumlah Numbers (2) 58.000 .00 Sumber : Hasil Susenas 2007 diproporsikan dengan jumlah penduduk Registrasi Penduduk 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 113 .842 84.149.564 31.26 0.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.000 100.000 .000 .499.047 - Persentase Percentage (3) 15.28 - Jumlah/Total 378.999 750.46 22.999 > 1.22 8.1.000 .199.21 25.306 1.299.999.165 95.

005 0. Ketela Rambat/ Sweet Potatoes 09. Gula Merah/Other sugar 18. Gula Pasir/Refined Sugar Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2005.131 1.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. Ikan teri diawetkan / Preserved Fish 11. Talas / Keladi 07.687 0.172 0.033 0. Ikan segar / Fresh Fish 10.1.4 Rata-Rata Konsumsi Bahan Makanan Per kapita Seminggu Menurut Jenis Bahan Makanan Penting di Nusa Tenggara Timur Average of Per Capita Food Consumption by Selected Food in Nusa Tenggara Timur 2005 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 01. Minyak Kelapa/Coconut oil 16.183 0.096 0. Telur itik manila / Duck manila eggs 14. BPS 114 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .014 0. Daging Sapi/ Kerbau/ Beef / Buffalo 12. Telur ayam / Hens Eggs 13.434 03. Ketela Pohon / Cassava 05. Gaplek / Moniac 06.037 0.014 0. Kelapa / Coconut 15.073 0.455 0. Minyak goreng/Cooking oil 17.263 0. Tepung Gaplek / Moniac Flour 08. BPS Source : National Social Economic Survey 2005.980 0.062 0. Jagung Pipilan / Maize 04. Beras & Hasilnya / Cereal & their products 02.144 0.013 0. Jagung Basah dg Kulit / Fresh Maize in Husk Satuan (2) Rata-Rata Perkapita (3) Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Ons Kg Kg Btr Btr Ltr Ltr Ons Ons 1.

KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.1. Lembata 09. Kupang 04. Sumba Barat 02. Belu 07. Ngada 13. Timor Tengah Utara 06. Sikka 11. Timor Tengah Selatan 05. Ende 12. Manggarai Barat 16. Manggarai 14. BPS Source : National Social Economic Survey 2005. Rote Ndao 15. Alor 08. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 115 .5 Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Untuk Makanan dan Non Makanan menurut Kabupaten/Kota 2005 Non Makanan (3) 35223 42154 35878 24434 39269 48855 37132 36324 53832 41903 45555 51328 26892 35120 43448 135026 44626 Kabupaten / Kota (1) 01. Sumba Timur Makanan (2) 88661 98478 91865 80398 89216 96226 95850 106585 116758 87540 96485 108520 81441 89651 90916 160512 96730 Jumlah (4) 123885 140632 127744 104831 128485 145080 132982 142909 170590 129443 142040 159848 108333 124771 134364 295538 141356 03. Flores Timur 10. Kota Kupang Nusa Tenggara Timur Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2005.

262 15. Buah / Fruits 09.486 3.952 2.825 2.913 3.067 1. Sayuran / Vegetables 07.018 5. Ikan / Fish 04. BPS 116 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .999 199. Makanan & Minuman Jadi / Prepared Food & Drink 14.747 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.600 2.595 3.000 – ≤ 100.488 2.596 1.924 4.987 5.293 2.080 242 391 8.367 14.293 121.191 4.520 54.515 5.626 3. BPS Source : National Social Economic Survey 2007. Padi-padian / Cereals 02.165 4. Bumbu-bumbuan / Spices 12.790 2. Kacang / Nuts 08.705 890 11.404 3. Telur & Susu / Eggs & Milk 06.999 (2) (3) (4) 29.480 2.000 – 150.057 42.008 3.675 1.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Average of Per Capita Monthly Expenditure 2 0 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 01.000 149.107 91. Minyak & Lemak / Fats & Cooking Oil 10.025 1.003 276 8.925 759 10.365 1.280 964 3.201 4.635 1.704 1. Konsumsi lainnya / Miscellaneous Food Itery 13. Minumanalkohol/Alcoholic Beverages Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 100. Bahan Minuman/Non Prepared Drink 11.306 2. Ubi-ubian / Cassava 03. Daging / Meats 05.755 1. Tembakau&Sirih/Tobacco & Betelnuts Jumlah / Total 60.919 1.

747 7.176 6.662 15.857 43.107 17.165 8.700 3.125 8.773 295.020 11.238 9.179 126.143 12.144 1.180 5.643 8.215 5.749 6.427 20.1.554 2.999 499.257 3.585 6.727 28.612 0 14.365 5.299 3.000 299.732 5.500 24.000 – 300.107 6.705 3.946 42.250 rata-rata (8) 48.312 59.152 4.6 untuk Kelompok Makanan di Kabupaten Belu and Food Item in Belu Regency 0 7 Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 200.372 3.593 23.022 4.750 24.909 12.915 2.568 8.552 4.988 19.081 7.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Table 4.207 11.190 14.143 5.999 (5) (6) (7) 56.032 170.625 4.145 18.232 11.992 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 117 .524 3.116 1.441 14.698 27.632 9.893 20.783 61.518 248.540 12.226 5.886 2.000 – >499.

152 781 1.532 2.315 2.545 33.265 5.894 2.060 5.000 – ≤ 100.353 51.999 (2) (3) (4) 8. BPS 118 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Biaya Kesehatan Cost of Health 5. Biaya Pendidikan Cost of Education 4.174 20.180 3.671 2. Pakaian dan Alas Kaki Clothing and Footwear 6.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Average of Capita Monthly Expenditure 2 0 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 1.448 3. Pajak dan Asuransi Tax and Insurance 8.000 150.441 2.515 21.091 212 455 670 1. Barang Tahan Lama Durable Goods 7. Aneka Barang dan Jasa Miscellaneous Goods and service 3. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.681 1.842 10. Keperluan Pesta Parties Jumlah / Total Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 100.757 2.482 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.999 199.825 1.000 149.838 4.098 5.483 14. Perumahan Housing 2.

676 14.804 2.262 8.667 2.844 4.000 – 499.130 1.012 2.7 untuk Kelompok Bukan Makanan di Kabupaten Belu and Non Food Item in Belu Regency 0 7 Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 200.1.261 284.076 807 5.000 – 299.441 50.626 300.609 12.750 4.615 rata-rata (8) 22.899 5.771 4.999 (6) 49.198 2.208 2.931 24.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Table 4.441 9.915 500.963 105.104 10.840 3.462 6.752 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 119 .000 – 799.999 (5) 31.999 (7) 129.448 4.202 6.393 5.995 67.729 3.811 8.601 3.472 4.119 108.

13 (1) < 100. BPS 120 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .21 25.000 – 199.46 22.41 17.000 – 999.999 300.00 4446107 100.000 – 299.000 100.19 0.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional 2007.1.000.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Tabel 4.999 1.28 - Propinsi NTT Jumlah (4) 595549 1524351 1040727 777925 382960 97523 21110 5962 Persentase (5) 13.000 – 149.56 28.26 0.999 750.48 0.999 150.000 dan lebih Jumlah 419480 100.999 200.39 34.50 8.999 500.8 Penduduk Menurut Golongan Pengeluaran Sebulan di Kabupaten Belu dan NTT 2007 Golongan Pengeluaran Kabupaten Belu Jumlah (2) 65275 119397 93184 105804 34660 1160 Persentase (3) 15.000 – 499.61 2. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.23 8.29 23.000 – 749.

Keadaan Rumah Tangga & Tempat Tinggal Household Condition & Home Owner .

399 1. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 125 .2.01 100.99 100 -149 > 149 Jumlah / Total Jumlah Numbers (2) 5.91 2.455 26.323 49.49 50 .923 3.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.748 86.13 56.1 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Luas Lantai Household in Belu regency by Area of Floor 2007 Luas Lantai 2 Area of Floor (m ) (1) < 20 20 .94 31.00 3.848 Persentase Percentage (3) 6.

88 26.848 100.30 0.110 22. BPS Source : National Social Economic Survey 2007. BPS 126 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .36 Jumlah / Total 86.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.892 Persentase Percentage (3) 0.2.00 66.884 0 5.65 0.00 5.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.2 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Atap Terluas Household in Belu regency by Primary Roof Type 2007 Jenis Atap terluas Primary Roof Type (1) Beton / Conerete Genteng / Tile Sirap Seng / Zine Asbes Ijuk / rumbia Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 262 700 0 57.81 0.

848 100.3 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Lantai terluas Household in Belu regency by Primary Floor Type 2007 Jenis lantai Terluas Primary Floor Type Jumlah Numbers Persentase Percentage (1) Bukan Tanah / Non-dirth earth Tanah / Dirt Earth (2) 43.98 Jumlah / Total 86.2.438 43.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 127 . BPS Source : National Social Economic Survey 2007.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.02 49.410 (3) 50.

34 78.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.95 Jumlah / Total 86.2.39 1.029 68.4 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Dinding Terbanyak Household in Belu regency by Area of Primary Roof Type 2007 Jenis Dinding Terbanyak Primary Roof Type (1) Tembok / Brick Kayu / Wood Bambu / bamboo Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 15. BPS 128 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .33 2.566 Persentase Percentage (3) 17.100 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.153 2.848 100.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.

692 438 2. Obor / Kerosene Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 26.848 100.5 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Penerangan Household in Belu regency by Source of Lighting 2007 Sumber Penerangan Source of Lighting (1) Listrik PLN / Elictricity (PLN) Listrik Non PLN / Elictricity (NonPLN) Petromak / Pumped Lamp Pelita.52 66.43 0.528 Persentase Percentage (3) 30.190 57. BPS Source : National Social Economic Survey 2007. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 129 .50 Jumlah / Total 86.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.55 2. Sentir.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.2.

649 13.07 35.417 10.62 8.45 12.40 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.295 932 30.81 Jumlah / Total 86.2.72 13.6 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Air Minum Household in Belu regency by Source of Drinking Water 2007 Sumber Air Minum Source of Drinking Water (1) Air Dalam Kemasan Ledeng / Pipe Pompa / Water Pump Sumur Terlindung / Well Sumur Tak Terlindung Mata Air Terlindung / Spring Mata Air Tak Terlindung Sungai / River Lainnya / Others *) Jumlah Numbers (2) 539 7.41 15.61 8.950 7. BPS Keterangan : *) Termasuk air hujan / Rain water 130 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .91 1.848 100.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.572 15.649 Persentase Percentage (3) 0.738 1.

733 100.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.54 Jumlah / Total 60.857 11.837 4.7 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Jamban Household in Belu regency by Toilet Facilities 2007 Jenis Jamban Toilet Facility (1) Leher Angsa / Closet Plengsengan Cemplung Tidak pakai Jumlah Numbers (2) 19. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.49 7.2.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 131 .457 24.582 Persentase Percentage (3) 32.04 40.93 19.

048 1.434 1.71 1.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.21 1.8 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Status Penguasaan Tempat Tinggal Household in Belu regency by Status of House 2007 Status Rumah Status of House (1) Milik Sendiri / Self Owned Kontrak / Rent Longtem Basis Sewa / rent Montly Basis Bebas Sewa / Free of Charge Dinas / Provided by Employer Rumah Milik Orang Tua/Sanak/Saudara Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 70.98 8. BPS 132 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .85 Jumlah / Total 86.60 3.2.456 524 3.13 0.058 1.606 9. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.848 100.722 Persentase Percentage (3) 81.52 1.

2.27 9.99 34. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.848 100.285 17.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.824 Persentase Percentage (3) 34.86 0.01 Jumlah / Total 86.87 20. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 133 .272 861 30.9 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Tempat Pembuangan Tinja Household in Belu regency by Faeces Place of Exile 2007 Tempat Pembuangan Tinja Faeces Place of Exile (1) Tangki Kolam / Sawah Sungai / Danau / Laut Lubang Tanah Pantai / Kebun Lainnya Jumlah Numbers (2) 30.606 7.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.

BAB / CHAPTER 5 S o s i a l Social Affairs .

Sedangkan sisanya tamat SLTP 11.67%. Sebagai perbandingan Sensus Penduduk 2000 menunjukkan bahwa dari penduduk umur 5 tahun keatas pada tahun 2000.51% SLTP turun. Pada tahun 2006 jumlah Taman Kanak-Kanak 23 unit dengan jumlah murid 1 325 siswa.54 % dan tamat akademi dan sarjana 1.62%. yang paling tinggi sampai tingkat SD 82.SOSIAL / SOCIAL SOSIAL PENDIDIKAN Berhasil atau gagalnya kelangsungan pembangunan suatu bangsa banyak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan sebagaian besar penduduknya. Semakin tinggi tingkat pendidikan akan membawa dampak positif bagi masa depan berbagai bidang kehidupan.47%.SLTA umum 20 unit dan kejuruan 7 unit. tamat SLTA 11. Peningkatan partisipasi sekolah dari berbagai lapisan masyarakat tentunya harus diimbangi penyediaan sarana fisik pendidikan maupun tenaga guru yang memadai. Demikian pentingnya peranan pendidikan . Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan formal dari sebagian besar penduduk Belu akan sangat mempengaruhi akselerasi pembangunan. guru SD meningkat 14. Di tahun 2007 jumlah sekolah SD 332 unit.48% dan SLTA 73. maka tidaklah mengherankan apabila pendidikan senantiasa mendapat perhatian pemerintah maupun dari kalangan swasta. naik 0. baik sosial maupun ekonomi. tamat SLTA 7. SLTP 42 unit .24% Dilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan sesuai hasil Susenas 2007 memperlihatkan bahwa sebanyak 218.15%.68%. dan kecepatan transformasi tenaga kerja dari sektor ekonomi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 137 .577 (73. Dibandingkan dengan tahun lalu . serta tamat akdemi dan perguruan tinggi cuma 3. guru SLTP 7.10%) penduduk umur 10 tahun ke atas berpendidikan paling tinggi cuma tamat SD. tamat SLTP 8.52%. .61%. Sementara untuk julah murid masing-masing jenjang pendidikan yaitu SD naik 0.82 %.

merata dan murah.91%. selama tahun 2007 sebanyak 477 763 kali kunjungan (pasien) atau naik 29. Ini memperlihatkan bahwa pendidikan bagi kaum perempuan masih dianggap kurang perlu oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Belu. gastroetris 16.17%.75%. 18. Sementara khusus pada penderita rawat inap selama tahun 2007 pada RSU Atambua sebanyak 1 700 kunjungan (pasien) atau turun 10.34% dibanding dengan keadaan tahun lalu.38%. yang buta huruf adalah kaum perempuan. Jumlah penderita rawat jalan pada puskesmas .23% perawat dan Bidan naik 13.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS tradisional ke sektor-sektor ekonomi modern.98%.25%.93%. Pada tahun 2007 ketersediaan sarana kesehatan secara umum mengalami sedikit peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya antara lain puskesmas naik.67% . TBC 14. Sejalan dengan menigkatnya sarana. Untuk melihat kemampuan penduduk dalam membaca dan menulis di suatu aderah dapat dilihat dari angka melek hurufnya. rumah sakit 66. KESEHATAN Pembangunan bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah.67% dari keadaan tahun sebelumnya.89%. Persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang buta huruf pada tahun 2007 hanya 0. rematik 14. Komposisi penyakit dominan untuk kunjungan rawat inap masing-masing malaria 23. komposisi jenis penyakit yang dominan masing-masing Infeksi Saluran Pernafasan (ispa).67%. 30.90 % dan penyakit-penyakit lainnya 31.18 % dan 40 %. Dispepsia 9. jumlah tenaga pelayanan kesehatan (medis dan paramedis) juga mengalami sedikit peningkatan seperti S1 Kesehatan 66. D3 kesehatan 40. Dari jumlah kunjungan tersebut. dimana lebih dari separuhnya 54.82%.56%. pneumonia 8. Dengan tujuan yang demikian diharapkan seluruh program dan kegiatan di bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang baik dan pada gilirannya tercipta kehidupan yang sehat dan produktif. 138 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

966 pasang. beragama bagi masyarakatnya. yang kesemuanya merupakan data sekunder dari Pengadilan Negeri Atambua. KRIMINALITAS AGAMA Sesuai dengan falsafah negara. dimana 31.06 Implant 4. SOSIAL LAINNYA Data dalam sub bab ini berisikan data-data tentang kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 139 .862 (63.34%. Dewasa ini sebagian besar masyarakat kita mempunyai sensitifitas yang tinggi terhadap masalahmasalah yang berkaitan dengan agama. Dari metode kontrasepsi yang digunakan oleh pasangan KB aktif sebanyak 82.SOSIAL / SOCIAL Jumlah pasangan usia subur (PUS) pada tahun 2007 sebanyak 49. Karena itu apabila terjadi pemaksaan kehendak pemeluk agama tertentu terhadap pemeluk agama lainnya maka akan menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan. IUD 3. disamping data dari Kepolisian Resort Belu tentang masalahmasalah sosial yang terjadi di Kabupaten ini. Tingkat kriminalitas di Kabupaten Belu masih cukup memprihatinkan karena dibandingkan dengan tahun 2006 ternyata masalah sosial meningkat dari 628 kasus menjadi 680 kasus dengan tetap masalah penganiayaan yang terbanyak. sedangkan sisanya adalah pil 6. MOW dan MOP 1.87%.90 dan cara kondom 0. kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan penghayatannya sehingga dapat tercipta kondisi kehidupan yang rukun dan damai. Dalam hal ini pemerintahan dituntut untuk memfasilitasi kehidupan Banyaknya perkara yang masuk dan terselesaikan di Pengadilan Negeri Atambua pada tahun 2006 dengan karakteristik terdakwa/tertuduh serta sikapnya terhadap putusan tersaji dalam sub bab ini.77%) diantarannya adalah peserta pasangan peserta KB aktif.07%. sehingga setiap pemeluknya memiliki hak yang sama untuk menunaikan kewajiban-kewajiban keagamaannya.52% memilih KB suntik.

529 orang meningkat masingmasing pada tahun 2007 menjadi 6. penyandang cacat. dan lain-lain.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Kabupaten Belu. Semua data pada sub bab ini bersumber dari Dinas Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Belu. Masalah sosial yang masih meminta perhatian di Kabupaten Belu adalah lanjut usia terlantar dan anak yatim piatu terlantar karena pada tahun 2006 tercatat 7. manusia lanjut usia (jompo).332 orang. 140 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Selain data kejadian bencana alam yang pernah terjadi di tahun 2007.044 dan 5. Data infrastruktur kesejahteraan masyarakat juga dapat dilihat dari tabel-tabel dalam sub bab ini. seperti jumlah fakir miskin.358 dan 6.

47% DIII 1. Persentase Penduduk Belu Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Ijasah Tertinggi yang Dimilikinya Tahun 2007 SMU 11.2.14% SD 29.62% DI/DII 0. BPS 140 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .71% SLTP 11.1. Rata-Rata Jumlah Murid per Sekolah Menurut Status Sekolah 1998-2007 600 500 400 300 200 100 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 SD 2006 2007 SLTA Umum SLTA Kejuruan SLTP Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Gambar 5.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Gambar 5.96% Sumber : Susenas 2007.16% Tidak/Belum punya ijas ah 43.94% Sarjana 1.

4. Frekuensi masalah sosial yang dilaporkan di Polres Belu Tahun 2002 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Gambar 5. Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Belu Tahun 1998 – 2007 60 50 40 30 20 10 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Rumah Sakit Balai Pengobatan Puskesmas Pus. Pembantu Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Gambar 5.3.2007 80 70 60 50 40 30 20 10 0 J an Peb Mar Apr 2003 Mei J un 2004 J ul Ags 2005 Sep Okt Nop 2007 Des 2002 2006 Sumber : Polres Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 141 .

Pendidikan Education .

60 1 4 32 95 267 757 32.488 7.50 - Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Keterangan : *) Data tahun 2006 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 145 .50 25. SMTP umum junior high school (general) 04.60 (6) 57.752 (5) 3.00 189. dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan Numbers of Schools.33 387. lainnya / others Sekolah School Guru Teacher Murid Pupil RataRata Guru Per Sekolah (2) 23 332 42 6 20 (3) 79 4.43 12. SMTP Kejuruan junior high school (vacational) 05.25 2 - 74 - 1. STM senior technical school b. SMTA kejuruan senior high school (vacational) a.1.00 - 531.00 23. Taman Kanak-Kanak*) kindgarden 02. SMKK senior home economics high school c.078 767 147 512 (4) 1. SMEA senior economics high school d.28 18.57 581. and Pupils by Education Level 2007 RataRata Murid Per Sekolah Tingkat Pendidikan Education Level (1) 01.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Sekolah Dasar primary school 03.200 14. Guru.26 24. SMTA umum senior high school (general) 08. SMP Terbuka Umum 06.75 267.063 - 37.61 190.766 3.36 351.1 Banyaknya Sekolah. Teachers.325 63. SMP Terbuka Kejuruan 07.

Sasita Mean 07. Malaka Tengah 06. Raimanuk 10. Kobalima 11. Rinhat 03. Tasifeto Timur 15. dan Murid Taman Kanak Kanak (TK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School.270 Kecamatan District (1) 01.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Kota Atambua 14.2 Banyaknya Sekolah. Wewiku 04. Lasiolat 17. Malaka Timur 08. Tasifeto Barat 12. Malaka Barat 02. Teacher. Kakuluk Mesak 13. Raihat 16.1. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 146 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Guru. Laen Manen 09. Weliman 05. and Pupil of Public and Private Kindgarden in Belu Regency by District 2006 TK Negeri Public Kindgarden Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 55 0 0 0 0 55 TK Swasta Private Kindgarden Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 1 1 0 1 1 2 1 0 1 2 2 7 0 0 0 2 22 2 1 1 0 4 5 5 2 0 2 7 4 41 0 0 0 2 76 40 10 20 0 25 32 155 20 0 27 108 83 686 0 0 0 64 1.

597 2.939 1.861 . dan Murid Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School.689 2.914 1.608 582 993 1.594 646 1. Laen Manen 09.824 29. Kecamatan District (1) 01. Kobalima 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.316 4. Sasita Mean 07. Lamaknen Kabupaten Belu 1.122 1. Malaka Timur 08.475 2.477 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 147 . Raihat 16. Kakuluk Mesak 13. and Pupil of Public and Private Primary School in Belu Regency by District 2007 SD Negeri Public Elementry School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 5 11 9 9 20 20 9 9 7 15 14 8 14 12 9 5 14 190 65 98 111 121 264 176 78 75 84 163 143 98 351 146 97 48 137 2.029 2.529 1. Malaka Tengah 06. Tasifeto Timur 15. Rinhat 03.289 616 541 1.658 33. Lasiolat 17.645 2.967 1.244 2.255 836 1. Raimanuk 10.280 2. Wewiku 04.314 1.255 5. Kota Atambua 14. Malaka Barat 02.230 1.005 1.220 1.823 2.3 Banyaknya Sekolah.339 1. Tasifeto Barat 12. Weliman 05.723 SD Swasta Private Elementry School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 15 8 10 7 14 10 3 7 5 13 10 4 10 7 4 3 12 142 164 72 141 101 215 108 43 73 63 151 95 58 230 86 52 46 125 1. Teacher.882 3.1. Guru.924 1.237 1.

Guru.736 Kecamatan District (1) 01. Sasita Mean 07. Kakuluk Mesak 13.4 Banyaknya Sekolah. Kobalima 11. Laen Manen 09. Teacher. Rinhat 03. Wewiku 04. Malaka Tengah 06. Malaka Barat 02. Kota Atambua 14. Malaka Timur 08. Raimanuk 10. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School.779 336 291 0 578 8. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 148 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .017 308 472 0 0 558 422 408 2.797 0 0 203 210 6.1. Weliman 05. and Pupil of Public and Private Junior High School (General) in Belu Regency by District 2007 SMPNegeri Public Juniorr High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 3 1 1 0 1 14 32 0 19 0 47 14 18 0 0 21 20 16 122 25 14 0 20 368 665 0 196 0 1.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Tasifeto Barat 12. Lasiolat 17.030 SMP Swasta Private Juniorr High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 1 2 1 3 2 1 1 0 2 2 1 9 0 0 1 1 28 10 9 33 15 38 31 10 13 0 24 46 9 136 0 0 14 11 399 510 217 585 176 881 320 106 177 0 511 869 174 1. Raihat 16. Tasifeto Timur 15.

824 0 0 0 94 4. Guru.1. Kakuluk Mesak 13.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.053 SMU Swasta Private Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 2 0 8 0 0 0 1 15 13 0 17 15 32 0 0 0 0 0 49 0 213 0 0 0 11 350 76 0 296 135 860 0 0 0 0 0 414 0 2. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 149 . and Pupil of Public and Private Senior High School (General) in Belu Regency by District 2007 SMU Negeri Public Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 5 25 0 0 0 33 0 0 0 0 0 23 0 63 0 0 0 18 162 633 0 0 0 626 0 0 0 0 0 613 0 785 0 0 0 396 3. Malaka Timur 08. Kobalima 11.699 Kecamatan District (1) 01. dan Murid Sekolah Menegah Tingkat Atas (SMTA) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Kota Atambua 14.5 Banyaknya Sekolah. Tasifeto Timur 15. Teacher. Tasifeto Barat 12. Rinhat 03. Raihat 16. Raimanuk 10. Weliman 05. Lasiolat 17. Malaka Barat 02. Laen Manen 09. Malaka Tengah 06. Wewiku 04. Sasita Mean 07.

Malaka Tengah 06. Guru. Rinhat 03. Kobalima 11. Malaka Barat 02. Wewiku 04. Tasifeto Timur 15.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.259 SMK Swasta Private Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 4 0 0 0 0 16 0 0 0 0 0 32 23 24 0 0 0 0 95 0 0 0 0 208 0 0 0 0 0 267 116 237 0 0 0 0 828 Kecamatan District (1) 01. Kota Atambua 14. Sasita Mean 07. Tasifeto Barat 12. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 150 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Teacher. Raimanuk 10. Kakuluk Mesak 13.6 Banyaknya Sekolah. and Pupil of Public and Private Senior High School (Vocational) in Belu Regency by District 2007 SMK Negeri Public Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 24 0 24 58 0 0 0 0 106 0 0 0 0 0 0 0 0 0 230 0 174 855 0 0 0 0 1. Raihat 16. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Weliman 05.1. dan Murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Lasiolat 17.

Malaka Tengah 06. Malaka Timur 08. Raihat 16. Guru. Kakuluk Mesak 13.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Kobalima 11. dan Murid Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Terbuka Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Negeri Public School Sekolah Guru School Teacher (2) (3) 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 6 28 0 0 0 9 0 18 0 0 0 0 16 76 0 0 0 0 147 Swasta Private School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kecamatan District (1) 01. Lamaknen Kabupaten Belu Murid Pupil (4) 224 0 0 0 1. Weliman 05.367 0 0 0 0 3. Malaka Barat 02. Sasita Mean 07. Wewiku 04. Tasifeto Barat 12. Tasifeto Timur 15.488 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 151 .1. Rinhat 03. Raimanuk 10. Lasiolat 17.017 0 472 0 0 0 0 408 1. Kota Atambua 14.7 Banyaknya Sekolah. Laen Manen 09.

387 43.71 1.91 87.109 3.66 1.158 26. academy DIV / S1 S2/S3 Jumlah / Total Perempuan Female % (3) 45.665 0.351 0. II / Diploma I. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.263 3.849 3.51 0.197 3.571 2.26 2.934 4.47 13.337 Pendidikan Yang Ditamatkan Education Attainment (1) Tidak / Belum Mempunyai Ijasah Did not completed/Not yet Completedl SD / Primary School SLTP / Junior High school SMU Umum Senior High School (General) SMU Kejuruan Senior High School (Vocational) D I.02 48.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.542 7. BPS 152 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .140 31.14 1.70 23.287 145 146.87 0.10 100.136 1.00 1.016 0.35 11.298 29.646 16.87 5.75 1.70 Laki + Perempuan Male + Female Jumlah % Numbers (6) (7) 131.206 6.74 973 1.09 10.03 1.45 11.05 5.10 100. II DIII/DiplomaIII.24 0.050 % (5) 42.583 290 299.00 2.420 5.336 9.16 11.190 34.1.544 18.86 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.10 100.296 145 152.94 38.23 Jumlah Numbers (4) 65.8 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Ijasah Tertinggi yang Dimiliki dan Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Education Attainment and Sex 2007 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 66.

976 Tidak/Belum Pernah Sekolah Never/Not yet attending school (4) 2. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 153 .913 3.230 Tidak Sekolah Lagi (1) 7 – 12 13 – 15 16 – 18 19 – 24 (2) 68. dan Tidak Sekolah Lagi Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Belu Population 7 Years and over who Attending School.801 (5) 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.680 2.251 1.595 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.946 20. Tidak/Belum Pernah Sekolah. Never/Not Yet Attending School in Belu Regency by Age Group 2007 Golongan Umur Age Group Jumlah Penduduk Population Masih Sekolah Attending School (3) 64.9 Penduduk 7 Tahun ke Atas yang Masih Sekolah.596 7.1.792 1.705 26.680 5.233 20.554 30.099 10.147 36.

BPS 154 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .10 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Kemampuan Membaca dan Menulis per Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Literacy per Sex 2007 Laki + Perempuan Male + Female Jumlah Number s (6) 248.64 Jumlah / Total 146.831 Kemampuan Membaca Dan Menulis Literacy (1) Huruf Latin Huruf lainnya Huruf Latin + Lainnya Tidak Dapat Laki-Laki Male Jumlah Number s (2) 123.19 0.770 0.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.682 840 Perempuan Female Jumlah Number s (4) 125.56 15.00 299.334 0. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.729 1.63 1.351 100.57 % (5) 82.436 0.665 100.047 991 % (3) 84.65 % (7) 83.686 46.61 707 21.48 14.64 16.33 0.08 0.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.1.016 100.62 979 25.00 152.

45 100. Kakuluk Mesak 13. Raihat 16.22 99.00 98. Weliman 05. Laen Manen 09.47 86. Raimanuk 10. Malaka Barat 02. Malaka Timur 08. Kota Atambua 14.30 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 1 4 3 7 12 13 6 3 19 3 16 34 121 0.74 1.02 97.11 Hasil Ujian Nasional SD/MI Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.29 100. Tasifeto Timur 15. Rinhat 03.007 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 155 .70 Jumlah (3) 417 254 294 381 710 432 211 279 291 477 545 360 1.361 331 196 115 425 7.17 100.00 100. Malaka Tengah 06.98 2.34 98.361 312 193 99 391 7.76 98.83 5.09 0. Tasifeto Barat 12.65 1.00 100.00 99.53 13.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.70 2.1.55 0.08 92.78 0.00 97.00 94.128 Lulus Persentase (4) 99. Lasiolat 17. Sasita Mean 07. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 418 258 294 384 717 444 211 279 291 490 551 363 1.91 99. Kobalima 11.00 1.91 8.24 1.26 98. Wewiku 04.

Kota Atambua 14.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Laen Manen 09. Rinhat 03.36 60.73 32. Raihat 16.1.92 44.30 50.10 54.51 27.446 92 81 43 188 4.82 39. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 316 64 238 50 664 221 261 36 247 264 178 1.00 30.63 30.87 70.58 58.02 43.23 61.18 60.99 Jumlah (3) 231 35 178 50 202 91 159 16 142 192 57 627 56 57 30 72 2.77 38. Wewiku 04. Tasifeto Timur 15.42 41. Weliman 05.389 Lulus Persentase (4) 73. Sasita Mean 07.70 49.21 0 69.98 56.37 69.13 29.194 26. Malaka Barat 02.49 72.56 42.08 55.195 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 156 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .69 74. Kakuluk Mesak 13. Lasiolat 17.12 Hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMPT Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.79 100. Kobalima 11.27 67.44 57.01 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 85 29 60 0 462 130 102 20 105 72 121 819 36 24 13 116 2. Tasifeto Barat 12.90 45. Raimanuk 10.64 39. Malaka Timur 08. Malaka Tengah 06.31 25.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.1. Raihat 16.77 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 107 25 8 8 607 6 761 25. Lasiolat 17. Malaka Tengah 06. Kobalima 11. Tasifeto Timur 15.385 104 2.58 80. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 421 125 219 274 1. Laen Manen 09.55 75. Tasifeto Barat 12.35 97.65 2. Weliman 05.141 Lulus Persentase (4) 74. Kota Atambua 14. Kakuluk Mesak 13.53 94.00 3. Malaka Barat 02.13 Hasil Ujian Nasional SMA/MA Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.92 30.23 Jumlah (3) 314 100 211 266 1. Malaka Timur 08. Wewiku 04.380 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 157 .08 69.992 110 3.00 96. Rinhat 03.42 20.45 24. Raimanuk 10.47 5. Sasita Mean 07.

71 0 21.1. Kota Atambua 14.26 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 0 2 0 6 56 0 64 0 5. Malaka Tengah 06. Malaka Timur 08. Raihat 16.14 Hasil Ujian Nasional SMK Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01. Kobalima 11. Raimanuk 10. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 66 35 51 28 355 61 596 Lulus Persentase (4) 100 94. Rinhat 03.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.57 84. Tasifeto Barat 12. Tasifeto Timur 15. Wewiku 04.77 0 10.74 Jumlah (3) 66 33 51 22 299 61 532 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 158 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lasiolat 17. Laen Manen 09. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02. Sasita Mean 07.23 100 89. Weliman 05.43 15.29 100 78.

Kesehatan Health .

Tasifeto Timur 15. Malaka Timur 08. Lasiolat 17. Kota Atambua*) 14. Laen Manen 09. Weliman 05. Raihat 16. Wewiku 04. Malaka Tengah 06. Kakuluk Mesak 13.1 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Health Service in Belu Regency by District 2007 Sarana Kesehatan Health Service Puskesmas Puskesmas Pembantu Community Community Health Health Sub Centre Centre (3) (4) Kecamatan District Rumah Sakit Hospital (2) Balai Pengobatan Health Service House (5) (1) 01.2. Rinhat 03.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Malaka Barat 02. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Raimanuk 10. Sasita Mean*) 07. Lamaknen*) Kabupaten Belu 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 3 0 0 0 0 5 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 0 2 19 2 4 2 2 5 4 1 3 1 5 3 1 3 4 1 2 5 48 1 0 0 0 2 0 0 1 0 1 1 1 4 0 0 1 1 13 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 161 .

Weliman 05. Tasifeto Timur 15. Kota Atambua*) 14. Sasita Mean*) 07. Raihat 16. Lamaknen*) Kabupaten Belu Dokter Ahli (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 3 Perawat (7) 8 7 9 5 14 5 3 7 4 14 6 8 39 2 5 1 9 146 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 162 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kobalima*) 11. Lasiolat 17. Raimanuk 10. Malaka Tengah 06. Laen Manen 09. Rinhat 03. Malaka Timur 08. Malaka Barat 02. Wewiku 04. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Status Tenaga Numbers of Health Personal by Health Personal 2 0 Dokter Umum PNS (3) 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 1 11 0 0 0 0 14 PTT (4) 1 2 1 1 3 2 1 1 1 1 3 1 3 1 1 0 2 25 S1 Kesehatan (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 15 0 0 0 0 20 D3 Kesehatan (6) 1 2 6 2 12 4 3 4 2 2 3 14 55 3 3 1 5 122 Kecamatan District (1) 01.

2 Kesehatan per Kecamatan di Kabupaten Belu Personal Status per District in Belu Regency 0 7 Bidan Desa (PTT) (9) 8 8 5 9 7 8 2 4 5 5 8 2 8 7 2 3 10 101 Bidan (PNS) (8) 5 3 3 2 15 9 4 2 3 10 3 14 46 6 3 2 3 133 SPRG (10) 0 1 2 1 4 1 1 1 0 1 1 1 9 1 1 0 1 26 SMAK (11) 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 3 0 1 0 1 10 SPAG (12) 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 7 SPPH (13) 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 2 0 0 0 0 5 SMF (14) 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 8 1 1 0 1 15 PKE (15) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PKU (16) 0 0 0 0 1 0 0 0 0 2 2 0 7 0 0 0 0 12 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 163 .2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS / Table 5.

Weliman 05. Sasita Mean*) 07. Kobalima*) 11. Lasiolat 17. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Tengah 06. Laen Manen 09. Perawat (18) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jurkes / Jurkim (19) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kecamatan District (1) 01. Kota Atambua*) 14.2 Pemb. Raimanuk 10. Rinhat 03. Wewiku 04. Raihat 16. Lamaknen*) Kabupaten Belu PKAB (17) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 Pekes (20) 2 0 4 0 5 1 4 1 0 0 3 1 16 0 0 0 0 37 PKF (21) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Lainnya (22) 1 0 2 2 9 1 1 2 0 8 3 32 66 6 0 1 4 138 Jumlah (23) 28 23 33 22 76 31 21 22 15 46 35 81 293 27 17 8 37 815 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 164 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Barat 02. Malaka Timur 08.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan / Continued Table 5. Tasifeto Timur 15.2. Kakuluk Mesak 13.

172 46. Puskesmas Atapupu 03.957 28.206 39.706 81.030 13.688 617.443 27.2. Puskesmas Nualaian 16. Puskesmas Haekesak 05. Puskesmas Namfalus 12.371 19. Puskesmas Betun 10.469 29. Puskesmas Wedomu 04.555 25. Puskesmas Haliwen 17.383 41. Puskesmas Nurobo 15. Puskesmas Kota 14. Puskesmas Besikama 07. Puskesmas Seon 09. Puskesmas Tunabesi 18.112 39. Puskesmas Weliman Jumlah / total Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Jumlah Total (2) 35.3 Jumlah Penderita Rawat Jalan Menurut Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 Puskesmas Community Health Centre (1) 01. Puskesmas Weluli 13. Puskesmas Weoe 06.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Puskesmas Halilulik 02. Puskesmas Kaputu 11.379 28. Puskesmas Webora 19.798 39.499 31.488 28.045 12.537 21.961 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 165 . Puskesmas Biudukfoho 08.123 29.

Kecelakaan dan Rudapaksa 10. Penyakit Kulit Karena Jamur 11. Asma 08. Penyakit kulit infeksi 09. Gastritis 05. ISPA 02. Wedomu (4) 9699 Pus Haekesak (5) 13098 4800 1602 1314 1296 1144 1118 1063 672 555 7457 3194 1691 1382 1114 956 799 732 712 548 3247 2708 1125 1006 852 658 651 619 548 464 7468 6080 1856 1796 1739 1619 968 799 629 551 10071 Jumlah Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu 35537 21555 25798 39206 Source : Health Service of Belu Regency 166 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaria Klinis 07.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / 10 Penyakit Terbanyak dari Di 19 Puskesmas 20 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Penyakit Kulit Alergi 06. Penyakit pada sistem otot (Termasuk Reumatik) 03. Diare 04. Penyakit lain-lain Pus Halilulik (2) 14516 Pus. Atapupu (3) 7180 Pus.

2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Table 5.4 Kunjungan Rawat Jalan di Kabupaten Belu 07 Pus Weoe (6) 9830 5915 3462 1969 1922 1857 1764 1735 1024 620 9014 Pus Pus Besikama Biudukfoho (7) 11599 5526 2391 1381 1308 1280 1246 690 683 448 12493 (8) 2931 2412 1056 925 784 594 590 494 484 458 2229 Pus Seon (9) 7895 4445 1666 1607 1082 905 687 675 530 525 8366 Pus Betun (10) 11764 4217 2927 2245 2002 1884 1734 1087 1028 933 11558 Pus Kaputu (11) 8560 4791 1810 919 879 847 706 580 487 468 8125 Pus Namfulus (12) 13459 6677 3623 1996 1737 1722 1689 1290 995 876 12379 39112 39045 12957 28383 41379 28172 46443 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 167 .

Malaria Klinis 07. Penyakit lain-lain Pus Weluli (13) 8836 Pus Kota Atambua (14) 27692 Pus Nurobo (15) 8290 Pus Nualain (16) 8739 3516 2077 1409 1239 1216 1188 957 813 724 5731 7002 6245 6080 6008 2846 2703 2225 2027 1448 17223 4583 2355 1468 1450 1390 1199 931 618 550 8289 4042 1900 1255 1037 1015 893 875 794 645 8274 Jumlah Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency 27706 81499 31123 29469 168 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Penyakit Kulit Karena Jamur 11. Penyakit Kulit Alergi 06. Penyakit kulit infeksi 09.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan Tabel / Table 5. Kecelakaan dan Rudapaksa 10. Gastritis 05. Diare 04. Asma 08.4 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Penyakit pada sistem otot (Termasuk Reumatik) 03.2. ISPA 02.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Pus Haliwen (17) 8285 4533 3519 1684 1457 978 955 867 864 722 5166 Pus Tunabesi (18) 4045 1849 1067 964 441 381 319 315 206 193 3591 Pus Webora (19) 6108 3019 1063 841 796 764 761 752 512 447 4425 Pus Weliman (20) 7985 4039 1904 1567 1229 1061 953 628 568 534 8220 Jumlah (21) 190511 83348 43339 31808 28372 23117 20923 17314 14194 11709 153326 29030 13371 19488 28688 617961 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 169 .

Penyakit Sistem Kemih 10.2. Dispepsia 05.5 10 Penyakit Terbanyak Menurut Jumlah Pasien Rawat Inap Pada Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Umum Atambua 2007 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Hipertensi 09. Appendiks 07. Malaria 02. Pneumonia 06. Hiperplasia Prostat Jumlah Kunjungan (2) 408 290 255 158 152 123 110 85 85 42 Jumlah Sumber : Rumah Sakit Umum Daerah Atambua 1708 170 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Gastroenteritis 03. ISPA 08.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Tuberkulosis Paru 04.

Webora 19.7 34.4 0.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Tunabesi 17.1 29. Pus. Wedomu 04. Pus.4 58.0 38. Pus.7 58.0 9. Pus.253 1. Betun 10. Namfalus 12.4 52.7 65.080 2.0 Kurang Moderat e (5) 857 631 562 981 802 967 487 466 909 558 723 569 1.558 1.788 1.7 8.220 1.350 36.1 58.287 1. Halilulik 02.4 4. Pus.8 8.242 % (4) 52. Pus. Pus.1 3.5 8. Nurobo 15. Weluli 13. Pus.0 46. Weoe 06.8 65. Kota 14.028 460 451 399 960 657 960 12.063 950 1.9 6. Pus.998 1.0 7.2.4 5. Haekesak 05.090 1.673 3.6 Status Gizi Balita Menurut Kecamatan Menurut Puskesmas di kabupaten Belu Nutritional Status of Children Under Five Years Old by Communitiy Health Centre in Belu Regency 2007 Status Gizi / Nutritional Status Jumlah Anak Ditimbang (2) 2.1 11.3 11.8 57. Pus. Nualaian 16.7 42.468 2. Besikama 07.8 63.046 21.8 44. Atapupu 03.8 5.9 36.7 32.637 1.6 36.6 55.2 63.2 59.5 37.046 1.241 1.0 45.601 Baik Normal (3) 1. Seon 09.1 6. Pus.4 56. Pus.2 6.2 62.001 1.077 1. Pus.201 1.607 2.026 1.1 10.5 33. Pus.523 1.8 34. Pus.165 847 954 1.4 Buruk Severe (7) 202 158 146 200 96 165 67 64 193 99 134 14 174 64 108 88 247 130 247 2.017 466 593 1.0 32.288 3.2 28.5 54.6 35.0 51.8 31. Kaputu 11. Pus.4 66.568 1.944 % (6) 39. Weliman 18.6 Puskesmas Community Health Centre (1) 01. Pus. Pus.116 % (8) 9.0 37.164 1.541 1. Pus.0 6.0 6.465 2.426 970 757 2.661 2.0 42.9 46.4 4. Haliwen Jumlah / total Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 171 .8 39.Biudukfoho 08.7 34.

Kakuluk Mesak 13. Malaka Tengah 06.019 Kondom Condom (4) 16 47 14 12 7 2 11 14 1 114 12 250 Sumber : Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Belu Source : Family Planning Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 172 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lamaknen*) Kabupaten Belu IUD Spiral (2) 11 13 8 6 134 93 7 3 18 37 50 49 499 9 8 2 28 975 Pil Pill (3) 50 234 2 25 108 124 49 130 95 163 177 54 672 31 43 43 19 2. Raihat 16. Raimanuk 10. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Timur 08. Malaka Barat 02. Sasita Mean*) 07. Kobalima*) 11. Lasiolat 17. Wewiku 04. Tasifeto Timur 15.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Banyaknya Peserta Aktif Menurut Metode Kontrasepsi Numbers of Active Acceptor by Contraceptive 2 0 Kecamatan District (1) 01. Weliman 05. Laen Manen 09. Rinhat 03. Kota Atambua*) 14.

7 yang Digunakan per Kecamatan di Kabupaten Belu Method Used per District in Belu Regency 0 7 MOP (5) 9 1 15 13 21 24 14 12 25 13 36 36 305 21 10 8 24 587 MOW (6) 9 1 3 63 3 15 3 8 6 13 15 2 20 161 OV (7) - Suntikan Injection (8) 1.731 673 851 1.622 .468 919 1.435 5.081 1.251 4.129 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 173 .102 1.332 3.038 2.082 842 531 1.903 1.136 1.734 1.226 26.158 2.166 969 668 1.662 1.2.737 2.685 31.106 2.685 1.979 1.541 Jumlah Total (10) 2.288 1.264 1.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Table 5.137 1.249 770 1. Implant Implant (9) 138 18 192 127 43 263 15 75 31 61 44 35 10 39 82 368 1.973 2.

579 2.73 60.595 1. Malaka Tengah 06. Rinhat 03. Sasita Mean*) 07. Weliman 05.518 3. Tasifeto Barat*) 12.259 2.577 2. Malaka Barat 02.676 2. Kobalima*) 11.947 997 2.78 61. Lamaknen*) Kabupaten Belu 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 18 2.115 2.76 65.12 57.938 49.158 1.2. Tasifeto Timur 15.215 9. dan Pasangan Usia Subur Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Health Personal Service by Health Personal Status and District in Belu Regency 2007 Peserta KB Pasangan Persentase Klinik KB Aceptor Usia Subur CU terhadap Kecamatan Family Family Fertile Age PUS District Planing Planing Couple Percentage Clinics (CU) (PUS) CU to PUS (1) (2) (3) (4) (5) 01. Wewiku 04.110 3.066 1. Kota Atambua*) 14. Malaka Timur 08. Lasiolat 17. Raihat 16.25 49.08 72.56 64.617 3.8 Banyaknya Klinik.35 63.293 3. Laen Manen 09.80 73. Kakuluk Mesak 13.00 57. Raimanuk 10.68 64.46 61.306 4. Peserta Keluarga Berencana (KB).35 66.04 56.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.76 67.79 44.37 Sumber : Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Belu Source : Family Planning Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 174 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .966 94.49 66.136 1734 1137 1332 3038 2249 770 1081 1288 1973 2264 1435 5737 2166 969 668 1685 31662 2.

Kriminalitas Crime .

3.1 Jumlah Perkara dan Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang Diterima. Settled by Month 2007 Yang Diterima Received Perkara Terdakwa Criminal Defendants Cases (2) (3) 45 46 43 57 62 70 71 83 88 89 70 62 46 59 77 77 74 89 95 109 84 78 Yang Diputuskan Setlled Perkara Terdakwa Criminal Defendants Cases (4) (5) 10 13 9 42 10 25 23 27 19 55 28 21 33 302 14 17 10 31 19 31 23 43 30 44 41 316 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November 59 62 Desember / December Tahun 2007 799 896 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 177 . Diputuskan Menurut Bulan Numbers of Criminal Cases and Defendants Received .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.3.2 Jumlah Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang diselesaikan Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Belu Numbers of Defendants in Criminal Cases that Setlled by Age Group and Sex in Belu Regency 2007 < 16 tahun < 16 years old LakiWanita laki Female Male (2) (3) 1 1 2 16 – 30 tahun 16 – 30 years old Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Tahun 2007 Lakilaki Male (4) 7 6 6 7 16 5 11 14 23 15 16 25 151 Wanita Female (5) 1 1 2 1 5 > 30 tahun > 30 years old LakiWanita laki Female Male (6) (7) 4 6 9 3 15 11 15 8 18 11 10 16 126 2 2 2 4 1 2 1 2 16 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Keterangan : Diluar Rol/Pelanggaran 178 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

by Month and 2007 Menerim a (2) 13 14 17 10 30 18 31 23 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Tahun 2007 Banding (3) 1 1 - Grasi (4) - Kasasi (5) - Jumlah (6) 13 14 17 10 31 19 31 23 43 28 2 - - 43 30 42 39 308 2 2 8 - - 44 41 316 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 179 .3.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.3 Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang diselesaikan Pengadilan Negeri Atambua Menurut bulan dan Sikap Terhadap Putusan di Kabupaten Belu Numbers of Defendants and Settled by Court.

Pencurian kekerasan 07. Perzinahan 10. Pembunuhan 02. Pencurian pemberatan 06. Pemerasan/Perampokan 17. Penggelapan 13.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Masalah Sosial (1) 01. Penganiayaan ringan 04. Pengrusakan 11. Perkosaan 09. Pengancaman 15. Penipuan 14. Penganiayaan biasa 03. Membawa senjata tajam 20. Perjudian 12. Pemfitnahan/Penghinaan 16. Pencurian biasa 05. Lain-lain Jumlah / total Jan (2) 13 6 1 3 1 9 1 1 7 7 2 1 1 10 63 Peb (3) 7 1 2 4 9 2 1 2 4 1 2 1 1 1 1 39 Tabel Banyaknya Masalah Sosial 2 0 Frekuensi Terjadi Mar Apr Mei Jun (4) (5) (6) (7) 11 7 3 5 6 1 4 5 2 11 3 4 62 14 4 3 10 15 1 2 4 2 3 7 1 1 2 2 71 11 3 3 3 1 8 2 1 2 3 1 2 2 6 48 10 6 4 6 8 3 1 1 3 4 4 3 6 59 Keterangan : terbatas pada masalah yang dilaporkan ke pihak kepolisian Sumber : Kepolisian Resort Belu 180 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Penyelundupan 24. Melarikan anak bawah umur 21. Penadahan 19. Penculikan anak 18. Percabulan 23. Melarikan perempuan 22. Pengroyokan 08.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS / Tabel 5.4 yang terjadi di Kabupaten Belu 0 7 Frekuensi Terjadi Sep Okt (10) (11) 13 5 4 2 1 13 1 1 2 5 1 2 1 4 55 15 5 3 6 16 1 1 5 1 5 4 1 2 6 71 Jumlah Total (14) 1 150 50 30 54 4 115 13 10 24 8 34 34 42 29 4 2 1 1 3 10 2 59 680 Jul (8) 7 5 1 2 1 2 2 3 2 3 3 2 1 1 35 Ags (9) 13 1 4 7 4 1 1 2 1 1 4 4 1 10 54 Nop (12) 1 15 4 1 3 9 1 4 2 1 2 2 1 2 5 53 Des (13) 21 3 1 3 16 1 3 8 1 3 3 1 1 5 70 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 181 .3.

33 14.52 59. Pengancaman 15.83 2800. Perzinahan 10. Pencurian kekerasan 07.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Percabulan 23.00 -9. Penipuan 14.29 700. Penganiayaan biasa 03. Pencurian pemberatan 06. Melarikan anak bawah umur 21. Penyelundupan 24. Penadahan 19. Perjudian 12.00 -88. Pencurian biasa 05. Pembunuhan 02.00 100.00 54.20 33.24 116.09 -86. Penculikan 18.33 -23.89 200.67 233. Penganiayaan ringan 04.00 70. Melarikan perempuan 22. Pengrusakan 11.67 156.08 10.5 Masalah Sosial di Kabupaten Belu Masalah Sosial (1) 01.64 733.3.33 74. Membawa senjata tajam 20.11 Keterangan : terbatas pada masalah yang dilaporkan ke pihak kepolisian Sumber : Kepolisian Resort Belu 182 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 44. Pemerasan 17. Penggelapan 13.00 0.00 70. Lain-lain Jumlah / total 2006 (2) 5 97 6 39 49 3 66 6 3 21 1 20 20 29 1 2 1 9 1 11 15 23 428 2007 (3) 1 150 50 30 54 4 115 13 10 24 8 34 34 42 29 4 2 1 1 3 10 2 59 681 Perubahan (%) (4) -80. Perkosaan 09. Pengroyokan 08. Pemfitnahan 16.

Agama Religion .

Sasita Mean*) 07. Tasifeto Barat*) 12.097 6. Weliman 05. Laen Manen 09. Lamaknen*) Kabupaten Belu Katholik Catholic (2) 18.921 22. Malaka Barat 02.505 1.344 345.310 51.031 23. Tasifeto Timur 15. Kota Atambua*) 14.643 Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 185 .782 12.360 37.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.810 601 570 718 401 245 1.319 15. Malaka Timur 08.1 Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Religion Follower by District in Belu Regency 2007 Kristen Protesta n Christian (3) 4.4.751 2.988 20.429 Hindu Hinduis m (5) 3 1 11 3 38 5 5 228 85 1 380 Budha Budhism (6) 93 93 450 7.695 17.891 27. Lasiolat 17.170 14 8 8 70 538 421 3.063 12. Raimanuk 10.862 24.356 8. Kakuluk Mesak 13.671 425 9 5 6. Kobalima*) 11.445 11.256 19. Rinhat 03.213 231 12 10 23.528 Islam Moslem (4) 86 4 1.808 15.103 1. Kecamatan District (1) 01. Malaka Tengah 06.368 1. Wewiku 04. Raihat 16.655 .

Weliman 05. Malaka Timur 08. Private Mosque (4) 3 1 1 7 1 13 Kecamatan District (1) 01. Malaka Barat 02. Lasiolat 17. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 15. Wewiku 04. Tasifeto Barat*) 12. Langgar Mosque. Church. Sasita Mean*) 07. Malaka Tengah 06. Laen Manen 09. Temple. Raihat 16. Rinhat 03.4. Lamaknen*) Kabupaten Belu Pura Temple (5) 1 1 2 Wihara Vihara (6) - Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 186 Kabupaten Belu Dalam Angka / BeluRegency in Figures 2008 .2 Jumlah Tempat Ibadah di Kabupaten Belu Menurut Golongan Agama per Kecamatan Numbers of Mosque/Private Mosque.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Kota Atambua*) 14. and Vikoa in Belu regency by District 2007 Gereja Katholik/ Kapela Catholic Church (2) 3 14 11 4 15 32 19 15 6 23 26 4 7 6 11 7 28 231 Gereja Protestan Christian Church (3) 3 12 6 12 8 1 1 6 1 5 5 8 3 71 Masjid. Kobalima*) 11. Raimanuk 10.

3 Banyaknya Rohaniawan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Spiritualist in Belu Regency by District 2007 Kecamatan District (1) 01. Laen Manen 09. Tasifeto Barat*) 12.4. Kakuluk Mesak 13. Raihat 16. Lamaknen*) Chati Pendet Guru Pinandit Imam Pastor Bruder Suster a b a Injil (2) 4 1 1 5 1 1 3 1 17 34 (3) 2 2 4 1 14 1 24 (4) 1 1 2 2 1 4 3 1 3 1 33 2 7 2 2 4 69 (5) 17 1 18 (6) 2 4 2 108 3 4 8 131 (7) 2 2 (8) 6 2 2 14 2 26 (9) 6 2 2 14 2 26 Kabupaten Belu Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 187 . Raimanuk 10. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Lasiolat 17. Sasita Mean*) 07. Kobalima*) 11. Malaka Tengah 06.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Malaka Timur 08.

Sosial Lainnya Others Social .

Malaka Timur 08. Weliman 05.1 Penyebaran Infra Struktur Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Infra Structure of Social Affair Distribution in Belu Regency by District 2007 Pekerja Sosial Masyarakat Social Worker (2) 77 20 7 5 35 33 50 6 11 12 30 6 20 38 25 8 69 452 Tenaga Kesejahteraan Sosial Sukarela (3) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Pembinaan Tokoh Karang KesejahWanita Taruna Youth teraan Promoment Organization Sosial Women (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 (6) 13 13 9 11 14 21 6 10 6 12 12 6 12 13 8 9 20 195 Kecamatan District (1) 01. Malaka Tengah 06. Kota Atambua*) 14.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Raihat 16. Tasifeto Timur 15.5. Kobalima*) 11. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02. Tasifeto Barat*) 12. Rinhat 03. Raimanuk 10. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 191 . Sasita Mean*) 07. Laen Manen 09. Lasiolat 17. Wewiku 04.

449 3.859 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 192 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .533 7.5. Sasita Mean*) 07.346 2.813 3. Laen Manen 09. Lamaknen*) Kabupaten Belu Fakir Miskin (2) 3.349 2. Tasifeto Timur 15.222 Rumah Tidak Layak (3) 341 510 92 63 1.470 3.147 2.091 2. Rinhat 03. Weliman 05.721 5. Kota Atambua*) 14.015 2. Raihat 16. Raimanuk 10.828 54.902 2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.621 898 2. Malaka Tengah 06. Malaka Timur 08. Kobalima*) 11. Lasiolat 17.2 Banyaknya Fakir Miskin dan Perumahan Tidak Layak di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (1) 01.422 3. Kakuluk Mesak 13.412 465 939 78 205 655 271 115 563 486 100 147 417 6. Wewiku 04.666 3.951 1. Malaka Barat 02. Tasifeto Barat*) 12.

Lamaknen*) Kabupaten Belu Lanjut Usia Terlantar (2) 237 101 409 328 462 427 483 353 351 722 171 149 Anak Terlantar (3) 254 375 49 196 271 187 430 320 209 582 232 121 Balita Terlantar (4) 21 - 384 603 390 419 369 6. Laen Manen 09. Kobalima*) 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Barat*) 12.358 789 777 104 104 332 5.5. Wewiku 04. Raimanuk 10. Lasiolat 17.3 Jumlah Penduduk Lanjut Usia Terlantar dan Anak Yatim Piatu Di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Over Age and No Parents in Belu regency by District 2007 Kecamatan District (1) 01. Rinhat 03. Weliman 05. Raihat 16. Malaka Tengah 06. Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13.332 65 50 57 193 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 193 . Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15. Kota Atambua*) 14.

Wewiku 04. Weliman 05. Lasiolat 17.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Lamaknen*) Kabupaten Belu Penyandang Cacat (2) 100 42 52 92 266 140 190 47 52 214 75 38 80 298 72 40 130 1. dan Masyarakat Terasing di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (1) 01. Sasita Mean*) 07. Kota Atambua*) 14. Raihat 16. Kobalima*) 11. Rinhat 03. Kakuluk Mesak 13. Malaka Tengah 06. Ex Penyakit Kronis. Wanita Rawan Sosial. Raimanuk 10.295 (5) 250 250 500 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 194 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Barat 02. Tasifeto Barat*) 12.4 Banyaknya Penyandang Cacat.458 (4) 149 102 110 126 328 213 288 120 149 503 115 60 226 350 81 90 285 3. Tasifeto Timur 15.928 Ex Penyakit Wanita Masyarakat Kronis Rawan Sosial Terasing (3) 38 63 42 254 98 120 40 62 187 164 34 98 74 37 147 1.5. Malaka Timur 08. Laen Manen 09.

Yayasan Membagi Kasih 09. Yayasan Umakatahan Manuaman Naikasa Rafae Atambua Fatulotu Atambua Atambua Tulamalae Wemeda Ribesi Tenukiik Dualaus 52 677 Jumlah / Total Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 195 . Yayasan St. Yayasan Kongregasi Biarawan SVD Timor 04. Yayasan SMKK Kusumah St. Yayasan Bina Bunga Bangsa 03. Yayasan Regina Angelorum 02. Yayasan Sola Gracia 13. Yayasan Remaja Suluh Obor 05. Petrus Lahurus 07. Yayasan Hadinan Haklaran 08. Yayasan Bina Karya Seon 11. Yayasan ALMA 10. Yayasan SDLB Tenubot 12.5.5 Banyaknya Yayasan yang Mengasuh Anak dengan Sistim Non Panti dan Jumlah Anak asuh di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Anak Numbers of Children (2) 40 24 140 120 82 50 24 75 20 50 Lokasi Location Kecamatan Desa District Village (3) Malaka Tengah Kota Atambua Tasifeto Barat Malaka Timur Kota Atambua Tasifeto Timur Kota Atambua Kota Atambua Kota Atambua Malaka Timur Kota Atambua Kota Atambua Kakuluk Mesak (4) Nama Yayasan (1) 01. Theresia 06.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

Wewiku 04. Malaka Barat Jenis Bencana (2) Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Hama belalang Rawan Pangan Rumah terbakar Angin Putting beliung Rawan Pangan Rumah terbakar Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Banjir Hama belalang Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan Pangan Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan pangan Jumlah Korban KK / Jiwa (4) 15262 Jw 528 KK 1.6 Bencana Alam Yang Terjadi dan Jumlah Korban Akibat Bencana Alam di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan dan Taksiran Kerugian yang Diderita 2007 Kecamatan District (1) 01. Raimanuk 1.468 KK 1. Malaka Tengah 13 06.807 KK 196 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Weliman 05. Rinhat 03.289 KK 7477 Jw 1. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08.764 KK 13 5952 Jw 1.213 KK 1 4 3.5. Laen Manen 09.288 KK 258 KK 188 KK 4 11 8 3 1 5 Bangunan (6) 3 - Frekuensi (3) 13 02.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

6 Kecamatan District (1) Jenis Bencana (2) Angin p. Lasiolat 17. beliung Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Rawan Pangan Rumah terbakar Angin p.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan / continued Tabel / Table 5. Kakuluk Mesak 13.5. beliung Hama belalang Rumah terbakar Angin p. Kobalima*) 13 1870 Jw 2295 KK 11. beliung Hama belalang Rumah terbakar Rawan pangan Angin p. beliung Rawan Pangan Rawan pangan Rumah terbakar Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Frekuensi (3) Jumlah Korban KK / Jiwa (4) Bangunan (6) 49 8 6 1 10. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 979 KK 15. Lamaknen 655 KK - Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 197 . beliung Rumah terbakar Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Angin p. Tasifeto Barat*) 918 KK 3684 KK 13 4 3 3 3 6 17 1547 KK 460 KK 2 6 12. Raihat 16.

BAB / CHAPTER 6 Pertanian Agriculture .

34 ton 201 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . jagung. Bagi daerah yang struktur perekonomiannya didominasi oleh sektor pertanian khususnya sub sektor tanaman pangan seperti di Kabupaten Belu di mana menjadi tempat bagi sebagian besar masyarakatnya mencari sumber penghasilan. merevisi pola bertani yang bersifat sub system pedesaan tradisional ke pola pertanian yang berorientasi pasar.PERTANIAN / AGRICULTURE PERTANIAN TANAMAN PANGAN  Masalah pangan selalu dirasa vital karena menyangkut kehidupan manusia yang paling asasi.633. kacang tanah dan ubi jalar sedangkan tanaman seperti padi sawah . Produksi tanaman pangan selama tahun 2007 secara umum mengalami sedikit fluktuasi di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk itu Pemda Belu telah memfokuskan sektor pertanian khusus tanaman pangan menjadi salah satu Program utama dalam mengkatalisasi pertumbuhan ekonomi daerah. maka keberadaan dan keberlangsungan sub sektor ini menjadi sangat strategis. penguatan kelembagaan dan melakukan restrukturisasi aspek sosial budaya yang menghambat produktivitas petani. Ketersediaan produksi pangan dari komoditas padi selama tahun 2007 sebanyak 20. ubi kayu mengalami sedikit penurunan karena rata-rata curah hujan baru normal setelah fase pembuahan pada tanaman tersebut sudah lewat. maka kerawanan pangan akan berdampak luas ke dalam sendi sendi kehidupan masyarakat yang kompleks. Misinya adalah dengan meningkatkan pemanfaatan teknologi pertanian tepat guna. manusia berupaya untuk mencukupi kebutuhan pangan baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh kondisi curah hujan yang fluktuatif sepanjang tahun 2007. Bagi tanaman makanan yang waktu penanamannya relative tepat dan adaptif terhadap fluktuasi curah hujan memperhatikan hasil yang cendrung membaik seperti padi lading.kacang hijau. Untuk mempertahankan eksistensinya. Apabila kebutuhan primer tersebut tidak dapt dipenuhi.

35%. 76. sementara pada jenis lainnya mengalami sedikit penurunan produksi dibanding dengan tahun sebelumnya.00% dan sirsak 14. jambu biji 41. Diduga hal ini lebih disebabkan karena kemampuan adaptif secara alamiah ataupun ketepatan waktu tanam bagi beberapa komoditas dengan kondisi curah hujan yang bersifat flutuatif tersebut.02%.5%. kubis 1.65%. produksi advokat turun 64. Ketersediaan produksi untuk makanan berpati selama tahun 2007 yakni ubi kayu menurun tajam 66. papaya 36.00%.11% sementara padi ladang justru mengalami kenaikan produksi 84.04 dan kacang kedelei naik 75%.08%   202 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tomat 569.411.67 ton) atau mengalami sedikit penurunan sebesar 10. Ketersediaan produksi pangan dari komoditi jagung yang menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat Belu selama tahun 2007 sebanyak 61127 ton Jagung atau mengalami kenaikan 58.86% . jeruk naik 151.76% penurunan produksi padi lebih banyak disebabkan curah hujan. semangka 59.02%.10%. nenas 4.87%. jambu air 66. terung 623.46%. Sedangkan yang mengalami penurunan produksi antara lain bawang merah turun 58.58%.64% dari tahun lalu.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER gabah kering giling (Konversi ke beras13.87%.33%. kacang panjang 157.27%. nangka 9.24%. Adapun jenis sayuransayuran yang mengalami peningkatan produksi masingmasing bawang putih naik 207. Untuk komoditi buahbuahan dalam musim panen tahun 2007 hampir seluruhnya mengalami penurunan produksi secara drastis.20%.14% dan cabe 301. Secara parsial produksi padi sawah turun 14. kangkung 829.11% Produksi komoditas sayursayuran selama musim panen tahun 2007 memperlihatkan hasil yang cukup fluktuatif yakni untuk beberapa jenis sayur. Untuk produksi tanaman kacangkacangan masing masing kacang tanah naik 5.39% sementara ubi jalar naik 4.36%.30%. Dibandingkan dengan tahun 2006 yang lalu. petsai/kubis 73. sayuran mengalami peningkatan.14% dari keadaan sebelumnya.65% dan salak 90. kacang hijau turun 18.78% dan wortel 3. pisang 5.

43 ton atau mengalami peningkatan 28. jambu mente 127.81% dari potensi areal tanam yang ada.12%. dan hutan Cagar Alam 12.66 ton. yang jumlahnya 91.24 % dari keadaan tahun 2006. Hal ini disebabkan penanganan budi daya perkebunan rakyat oleh sebagian besar petani masih diletakkan sebagai usaha komplementer dari usaha pokok yaitu usaha tanaman pangan. Diperkirakan pada tahun-tahun yang akan datang produksinya akan terus 203 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .06 ton. Data tahun 2007 produksi kayu cendana sebesar 11.379. Tanaman kopi sebagai salah satu tanaman potensi yang harus dikembangkan di daerah.528 ha atau sekitar 87.77 %. Bila diamati menurut fungsi hutan maka komposisi luasnya sebagai berikut : hutan lindung 74.23 % dibandingkan dengan tahun yang lalu.000 kg atau menurun 735.02 ton.05 ton.60 %.29 %. dan tembakau 10.85 ton atau mengalami peningkatan 8. Luas hutan di Kabupaten Belu 69. Kakao sebagai komoditi daerah yang sedang digalakan pada tahun 2007 baru menghasilkan 26. dan hutan dapat di konversi 1.70 %. Untuk komoditas perkebunan yang lain. Produksi tersebut dihasilkan dari luas panen 8.70 ton.26% dari keadaan tahun 2006. hutan suaka marga satwa 6. kemiri 2 656.29 ha. produksi tersebut dihasilkan dari luas panen panen 237. KEHUTANAN  Hutan memiliki peranan penting bagi kelestraian alam dan menopang kehidupan komonitas ekosistim alam di sekitarnya. Primadona hasil hutan berupa kayu cendana baik produksi maupun populasinya belakangan semakin menurun.875 kg.401. hutan produksi 4.57 ha atau sekitar 28.50 ton atau mengalami sedikit penurunan sebesar 6.38 % dari luas daratan Belu.PERTANIAN / AGRICULTURE PERKEBUNAN RAKYAT  Pada umumnya baik produksi maupun luas panen komoditas perkebunan di Kabupaten Belu pada tahun 2007 belum memperlihatkan kapasitas yang cukup memadai. Produksi tanaman kelapa pada tahun 2007 sebesar 9. pada tahun 2007 menghasilkan 42. pinang 38.64 %. produksi tersebut dihasilkan dari luas areal panen 515.68 ha. kapasitas produksi selama tahun 2007 masing-masing kapuk 37.

Upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan populasi ternak andalan ini menghadapi kendala yang semaikn serius karena belakangan ini lalulintas mutasi ternak keluar. terutama bibit pejantan menjadi 204 semakin sulit dikendalikan. Pola budidaya ternak yang bersifat sub system ini mengakibatkan pertambahan populasi ternak berjalan lambat dan terkesan alamiah tanpa rekayasa teknologi peternakan secara signifikan. PETERNAKAN  Peternakan merupakan salah satu sector vital yang mampu menyanggah kehidupan ekonomi sebagaian besar keluarga tani di pedesaan. Mutasi ternak yang sempat tercatat selama tahun 2007 adalah sebagai berikut: di potong RPH dan di luar RPH yang sempat dilaporkan sebanyak 2412 ekor sedangkan yang diantar pulaukan melalui pelabuhan Atapupu ataupun transportai darat sebanyak 10 294 ekor. ditambah ancaman penyakit brucellosis yang sampai dengan saat ini terus menjadi momok yang menghantui para peternak. Populasi sapi tahun 2007 sebanyak 94. Hasil hutan lain yang cukup menonjol adalah kemiri isi 387. Paling tidak dengan memelihara ternak rumahtangga tani dapat membiayai kebutuhan di luar pangan seperti menyekolahkan anak. Bahkan pada saat kondisi kritis seperti gagal panen.18 ton (naik 11. Jumlah mutasi penggunaan yang cukup tinggi ini jika tidak diimbangi dengan mutasi pengadaan terutama lahir baru maka dipastikan populasi sapi pada masa datang akan semakin berkurang.499 ekor atau meningkat 1.160. Populasi ternak kecil dan unggas pada tahun 2007 masing- Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .47 ton. kesehatan dan perumahan.29 ton (naik 17.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER anjlok mengingat populasinya semakin terbatas dan cenderung punah.55 %). komoditi ternak justru diandalkan untuk menopang pengadaan ketersediaan pangan keluarga.37 %) asam isi 1.36 % dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya. Kendala lainnya adalah sebagian besar petani ternak masih bertahan pada pola budaya yang bersifat tradisional sebagai akibat dari kurang variatifnya pola pembinaan dan penyuluhan yang selama ini terkesan konvensional. Asam biji 284.

088 rumah tangga nelayan pada tahun 2007 sekitar 25.01 %) dan ayam buras 236 380 ekor (naik 1. masih didominasi jenis ikan tembang.55 % adalah nelayan penuh.99 % adalah nelayan sambilan utama dan 33. kakap dan ekor kuning. juga mampu memberikan tingkat kehidupan yang layak bagi keluarga tani nelayan. Wewiku.46 % diantaranya adalah nelayan sambilan tambahan. perahu motor temple 258 (30. Dengan sebagian besar rumah tangga nelayan yang memiliki sarana penangkapan ikan yang masih bersifat tradisional maka dipastikan kemampuan wilayah operasi penangkapannya masih sebatas wilayah perairan pesisir dengan hasil tangkapan yang kurang maksimal. Dengan semakin terbatasnya lahan pertanian yang subur belakangan ini. sedangkan sisanya 7. Dari 1.59 %) dan kapal motor 26 (3. Sedangkan kecamatan lainnya hanya memiliki potensi perikanan darat. yang mencakup perairan umum. tuna. cumicumi belum diproduksi secara maksimal karena keterbatasan sarana penangkapan. Dari total produksi 1161.PERTANIAN / AGRICULTURE masing babi 55 309 ekor (naik 0. kolam dan sawah. Produksi perikanan laut hanya terdapat pada enam kecamatan yang secara geografis memiliki pontensi kelautan yakni Malaka Barat. 40.82 ton diantaranya adalah produksi perikanan laut.35 %). sector perikanan diharapkan menjadi alternative lapangan kerja yang menjanjikan bagi pertambahan angka kerja baru.71 %). Produksi ikan di kabupaten Belu sebagian besar berasal perikanan laut. Kakuluk Mesak dan Tasifeto Timur.36 % adalah produksi perikanan darat. Malaka Tengah.27 ton pada tahun 2007 sebanyak 92. Kobalima.64 % atau 1 075. kembung. Sementara jenis ikan perairan lainnya seperti kerapu.08 %). PERIKANAN  Komoditas perikanan memiliki nilai ekonomis tinggi karena selain menjadi bahan pangan yang memiliki kandungan protein tinggi. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 205 .84 %). dengan alat penangkapan yang digunakan adalah perahu tanpa motor 560 (66. kambing 9 173 ekor (turun 6. Produksi perikanan laut pada tahun 2007. tambak. khususnya dari kolam.

67% Gambar 6. Jagung dan Ubi Kayu di Kabupaten Belu Tahun 2002-2007 (ton) 120000 100000 80000 60000 40000 20000 0 2002 2003 2004 padi jagung 2005 ubi kayu 2006 2007 Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu 206 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .22% perkebunan 16.50% sawah 4.57% ladang 6.22% Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu lahan tanaman kayukayuan 8. Produksi Padi.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6.82% pekarangan 3.2. Persentase Penggunaan Lahan di Kabupaten Belu Tahun 2007 lainnya 60.1.

Produksi Ubi Jalar.3. Kacang Tanah dan Kacang Hijau di Kabupaten Belu Tahun 2002-2007 (ton) 8000 7000 6000 5000 4000 3000 2000 1000 0 2002 2003 Ubi Jalar 2004 2005 2006 Kacang Hijau 2007 Kacang Tanah Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 6.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6.4. Produksi Hasil Perkebunan di Kabupaten Belu Tahun 2002 – 2007 (ton) 10000 8000 6000 4000 2000 2002 0 2003 2004 2005 2006 Tanaman Lainnya Kemiri Kelapa Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu Kabupaen Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 2007 207 .

00 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Perikanan Darat Sumber : Dinas Perikanan & Kelautan Kabupaten Belu Perikanan Laut 208 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 20.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6.00 0.00 1500.00 2000. Jumlah Ternak di Kabupaten Belu Tahun 2001 – 2007 100.00 1000. Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Tahun 2002 – 2007 (ton) 2500.00 500.5.000 60.6.000 40.000 80.000 0 S api Kambing Kerbau Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu 2007 2005 2003 2001 Gambar 6.

Tanaman Pangan Food Crops .

Laen Manen 09.00 70.7 3. Kota Atambua*) 14.67 Kecamatan District (1) 01.46 207.7 3.03 646.76 183. Malaka Tengah 06.22 2938.176 727 72 583 5.9 3. Lasiolat 17.8 3.48 282.85 45.78 2135.1 2.94 373.9 3.19 13411. Rinhat 03. Sasita Mean*) 07.6 3. Tasifeto Barat*) 12.2 3.85 135.1 Luas Panen.07 929.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Raimanuk 10. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 211 .1.1 3. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.91 39.8 4. Tasifeto Timur 15.65 1980.02 526.06 575.02 420.6 46.1 810. Weliman 05. Wewiku 04.3 4. Malaka Barat 02.28 4353.68 20633. Yield Rate and Production of Paddy by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 380 14 136 1.93 2829. Kakuluk Mesak 13.8 4.2 2. Raihat 16.94 60.407 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3.3 3.37 964.8 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 1411.5 52.34 Beras Cereals (5) 918 29.82 34.64 4521 3047.1 3. Kobalima*) 11.3 2.107 86 29 172 360 224 300 25 16 1.55 603.57 1388.72 1483. Malaka Timur 08.

Rinhat 03.83 Kecamatan District (1) 01.8 4. Tasifeto Timur 15.3 3.2 3. Raimanuk 10.59 Beras Cereals (5) 742. Yield Rate and Production of Wetland Paddy by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 270 14 136 900 86 172 314 177 140 25 16 1. Laen Manen 09.2 3. Lasiolat 17.02 1.8 3.88 699.957. Kobalima*) 11.28 18. Raihat 16. Wewiku 04.387.351.1.3 4. Tasifeto Barat*) 12.55 183.865.76 171.0 2.64 4408. Kakuluk Mesak 13.474.12 454.28 3807.22 2.08 2.72 1.116 712 52 553 4. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Sawah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.45 359. Weliman 05. Malaka Timur 08.82 34.0 282.93 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.45 45.15 553 70.142. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 212 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .011.0 4. Sasita Mean*) 07.683 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 4.37 902.94 646.4 4.10 46.91 420.64 112.06 575. Malaka Barat 02.36 29.079.3 3.2306.2 4.53 1.0 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 1. Malaka Tengah 06.2 Luas Panen.94 373.0 4. Kota Atambua*) 14.2 3.33 1.2 3.933.8 4.3 4.5 52.

Yield Rate and Production of Dryland Paddy by District 2007 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 2.70 36.4 1.4 1.40 1.22 110. Lasiolat 17. Kakuluk Mesak 13.32 23.9 2.03 95.84 Kecamatan District (1) 01. Lamaknen*) Kabupaten Belu Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 110 207 29 46 47 160 60 15 20 30 724 2. Malaka Timur 08.21 39.02 61. Malaka Tengah 06.20 23. Raihat 16. Tasifeto Timur 15. Laen Manen 09.18 355.699.1 2.1.7 56.4 2. Tasifeto Barat*) 12.80 35.66 1.104.92 376 112.75 Beras Cereals (5) 175.9 1. Malaka Barat 02. Sasita Mean*) 07. Kobalima*) 11. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Ladang di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.4 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 269.10 244.5 546. Weliman 05. Kota Atambua*) 14.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.48 60.1 2.40 73.89 72.3 Luas Panen. Raimanuk 10.3 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 213 .86 36. Wewiku 04.9 2. Rinhat 03.6 2.

298 6.948 61.5 1.5 1.9 2. Tasifeto Barat*) 12.0 2.357 3.8 Produksi Production (ton) (4) 6. Wewiku 04.127 Kecamatan District (1) 01.953 1. Malaka Timur 08. Kobalima*) 11. Kakuluk Mesak 13.4 Luas Panen.0 2.8 1.762 3.297 3.353 1.747 755 1.8 2.856 2. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 214 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1 2.0 2. Kota Atambua*) 14.6 1. Yield Rate and Production of Maize by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 4.621 1.250 4. Malaka Tengah 06.1.9 1. Laen Manen 09. Tasifeto Timur 15.666 127 486 1.2 2. Rata-Rata Hasil dan Produksi Jagung di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.813 216 4. Sasita Mean*) 07.706 3.649 3. Lasiolat 17.129 4. Raimanuk 10.625 1.490 2.542 240 2.881 1. Weliman 05.3 0.0 2.737 5.158 3. Malaka Barat 02.536 4. Raihat 16.435 3.474 34.5 1.0 1.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Rinhat 03.5 0.359 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 1.832 102 875 3.570 3.

2 3.313 Kecamatan District (1) 01.5 3.5 3. Rinhat 03. Kakuluk Mesak 13.0 3. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 215 .5 Luas Panen.200 419 95 467 1.190 416 6.606 3.255 35.012 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3. Malaka Barat 02.5 3.095 479 1.1.2 3.240 265 350 1.5 2.5 3.555 1. Weliman 05. Kota Atambua*) 14.2 3. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.4 3. Wewiku 04. Tasifeto Barat*) 12.085 11.2 3.840 1.2 2. Tasifeto Timur 15.8 3.833 1.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kobalima*) 11.710 1.6 3.2 3.2 Produksi Production (ton) (4) 622 3.247 106 125 421 372 160 2.4 2. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Laen Manen 09.677 4.0 3. Malaka Timur 08.341 304 1.474 1.570 486 502 1. Yield Rate and Production of Cassava by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 183 1. Raimanuk 10. Raihat 16. Lasiolat 17.635 4.

405 Kecamatan District (1) 01.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Malaka Timur 08.0 3. Malaka Barat 02.5 3. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Timur 15. Kobalima*) 11. Kakuluk Mesak 13.854 10 45 531 87 96 66 4.1 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 216 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Yield Rate and Production of Sweet Potatoes by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 100 21 48 5 10 13 45 892 5 15 177 29 32 22 1. Lamaknen*) Kabupaten Belu 3. Wewiku 04.0 3. Laen Manen 09. Kota Atambua*) 14.2 2.0 2. Lasiolat 17. Malaka Tengah 06.0 3. Rinhat 03.0 2. Weliman 05. Raimanuk 10.414 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3.0 3.1.0 3.0 3.0 3.0 Produksi Production (ton) (4) 300 63 144 10 25 39 135 2. Raihat 16.0 3.6 Luas Panen.0 3. Tasifeto Barat*) 12. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.

Malaka Barat 02. Malaka Tengah 06.1 1. Kobalima*) 11.1 1.0 1.1.082 Kecamatan District (1) 01. Lamaknen*) Kabupaten Belu 1.2 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 217 .9 1. Yield Rate and Production of Peanuts by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 10 134 45 29 5 132 181 185 16 15 330 204 153 350 1.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.2 1.2 1. Kota Atambua*) 14. Kakuluk Mesak 13. Wewiku 04.1 1. Tasifeto Timur 15.1 1. Raihat 16. Weliman 05.7 Luas Panen.2 1. Raimanuk 10. Malaka Timur 08.1 0.0 1.2 1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.0 1.2 1. Laen Manen 09. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Barat*) 12. Lasiolat 17. Rinhat 03.789 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) Produksi Production (ton) (4) 10 161 50 32 5 145 217 204 14 15 396 245 168 420 2.

Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 218 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1. Yield Rate and Production of Green Peas by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 1. Sasita Mean*) 07.7 0.885 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 0. Weliman 05. Malaka Tengah 06.695 1. Kota Atambua*) 14.9 0.8 0.8 Luas Panen.8 0. Tasifeto Barat*) 12.8 0.085 139 2. Malaka Barat 02. Raihat 16.204 550 54 53 169 123 593 3 2 622 153 96 210 7. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Hijau di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.8 0.8 Produksi Production (ton) (4) 1.212 Kecamatan District (1) 01.7 0.156 1. Lasiolat 17.9 0. Tasifeto Timur 15.9 0. Laen Manen 09.6 0.7 0.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kakuluk Mesak 13. Wewiku 04.505 611 77 75 242 176 741 5 4 777 170 137 233 8.7 0.5 0.7 0.6 0. Rinhat 03. Raimanuk 10. Kobalima*) 11.9 0.205 232 2. Malaka Timur 08.

404 1.096 11. Jagung Maize 3.182 27.166 32.9 Perkembangan Luas Panen Tanaman Pangan di Kabupaten Belu Area Harvested of Food Crops in Belu Regency 2002 .983 6.336 5.740 7.750 37.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.414 1.297 8. Padi Paddy 2.039 947 1.653 34. Kacang Kedele Soyabens 7.885 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 219 .799 2003 (3) 4. Ubi Jalar Sweet Potatoes 5.456 8.708 6.832 32.164 2. Kacang Tanah Peanuts 6.2007 Jenis Tanaman Type of Crops (1) 1.407 2002 (2) 5.1. Ubi Kayu Cassava 4.377 12.977 8.012 511 742 726 505 911 1.137 1.359 10.081 4.789 300 - 10 7 12 21 5. Kacang Hijau Green Peas (hektar) 2007 (7) 5.704 24.590 2006 (6) 6.631 2004 (4) 4.779 2005 (5) 2.

231 4.066 35.2 12.127 39.216 4.238 32. Kacang Hijau Green Peas 8.882 52.846 2005 (5) 9.727 48.1. Jagung Maize 3.531 61.702 4.6 3.283 38.179 3. Kacang Kedele Soyabens 7.864 2003 (3) 15.313 1. Ubi Jalar Sweet Potatoes 5.110 7.PERTANIAN / AGRICULTURE (ton) Tabel / Table 6.993 105. Ubi Kayu Cassava 4.633 49. Padi Paddy 2.429 2006 (6) 22. Lain-Lain / Others 2002 (2) 20.540 6.979 2.082 156 - 4 - 7.141 2004 (4) 7.2007 Jenis Tanaman Type of Crops (1) 1.477 6.334 38.962 2007 (7) 20.301 363 4.10 Perkembangan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Belu Food Production in Belu Regency 2002 .635 2.405 682 624 319 697 1.212 - - 164 - - - Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency 220 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .055 4. Kacang Tanah Peanuts 6.168 46.

11 Produksi Sayur-Sayuran di Kabupaten Belu Vegetables Production in Belu Regency 2002.0 72.0 132. Labu siam 17. Lombok 09.0 0.0 2.0 80.00 0.00 0.40 1.00 83.0 82.30 8. Petsai / sawi 07. Buncis 15.5 157.2 66.00 13.22 177.80 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 221 .50 3.330.0 64.0 0. Bawang daun 04.50 42.00 1.0 29.00 108.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.50 60.80 7.23 0.0 113.0 0.055.0 50.0 2005 (5) 440.70 148.00 0. Bawang merah 02.0 2003 (3) 120.0 0.0 12.0 57.00 0.551.50 15. C a b e 12.50 171.60 213. Bawang putih 03.0 215. Semangka 2002 (2) 80.7 139.00 0.238.00 307. Bayam 19.50 58.00 0.50 87.99 0.0 40.0 1.0 130.00 0.0 1.6 2.0 56.0 91.00 160.0 120.00 3.0 124.0 86.0 114.0 85.00 12.40 46.50 39. K u b i s 06.0 101.00 24. Wortel 08.0 33.0 75.0 68.40 2007 (7) 149.00 1.00 246.50 80.90 4. T o m a t 13.0 12.642.00 2.5 187. Kacang merah 10.0 2004 (4) 436.8 126.0 50.20 119.5 1.00 2006 (6) 361.0 75.00 1.50 1.00 Jumlah / total 1.50 153.1.50 11. Terung 14.5 0. Kangkung 18.40 53.00 7.24 1.0 5.70 18.00 0.0 24.00 8.2 109.0 8.5 54.0 195.0 0.10 1.00 10.50 15.0 0.2007 (ton) Jenis Sayuran Type of Vegetable (1) 01.0 64.5 19.0 37.00 100.0 0.00 0.765.90 108.0 10.5 4. Ketimun 16. Kentang 05.40 40.0 135. Kacang panjang 11.

3 2003 (3) 11.7 145.0 1742.0 0.1 1927.3 25. Jambu bol 10.0 41.0 12.2 0.5 0.7 0.0 36.6 3021.1 17.0 76.2 14.0 8.0 998.1 2004 (4) 6. Jeruk 06.7 0.0 1231.3 525.0 0.8 0.1 270. Pepaya 12.0 61.0 0.1 0.0 28.8 299.0 733.0 24.0 0.0 24. Salak 15.5 0. Nangka 16.1 28. Rambutan 04.1 0.4 0.0 0.0 0.0 0.1 643.1 0.0 140.0 0. Sirsak 17.7 7. Jambu air 09. Mangga 03.8 327.8 28.0 0.5 0.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.0 106.0 76.4 0.0 0. Duku / langsa 05.1 1004.4 318.0 4324.9 0.4 0. Durian 07.5 186.2007 Jenis Buah Type of Fruit (1) 01.2 19.6 0. Lainnya Jumlah / total 2002 (2) 6.0 0.0 39.12 Produksi Buah-Buahan di Kabupaten Belu Fruits Production in Belu Regency 2002 .6 126.8 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency 222 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .9 10.9 178.1 2151.0 0.7 25.0 61.9 0.3 15.8 446.9 0. Advokat 02.1 0.8 80.0 60.0 0.2 44.0 937.3 1.0 276.5 0.0 0.6 9.0 151.2 10.1 0.9 0.3 1629.0 2005 (5) 3.1.4 2. Jambu biji 08.2 1.5 0. Pisang 13. S a w o 11.6 594.5 0.8 944.8 1300. Nanas 14.0 0.0 83.3 (ton) 2007 (7) 9.0 2006 (6) 27.5 18.3 0.

347.396 16. Irigasi tadah hujan 02. tebak.905.381 1. rawa (tidak ditanam) / swams f.59 423. hutan rakyat private wood land (hektar) 2007 (4) 11.1. tegal.85 60. lain-lain / others Jumlah / total Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 223 . empang / fresh water pond h.589 1.314 15.728. kebun / dryland.767 8.33 20.296 1.1.00 7. garden c.814.955 37.141 244.559 17.58 40.479 11. kolam.2007 Jenis PenggunaanTanah Land Used Type (1) 01. Irigasi sederhana d.5 232. Luas lahan sawah / weatland area a. hutan negara / state estate k. lahan perkebunan / crop land l. padang rumput / meadows d.965.46 49.790 388 2. lahan yang ditanami tanaman kayu-kayuan.13 Luas Tanah Menurut Penggunaan di Kabupaten Belu Land Area by Used Type in Belu Regency 2005 .474 5.557 j. garden e.432 0 267 321 60.557 2006 (4) 10.606 21.107.314 15.141 244.217 234.773.396 16.10 11.85 702.014 48. penggembalaan.13/ Table 6.349.432 0 267 321 60.078 595 5.69 244. pekarangan untuk bangunan dan halaman house compound and soroundings b.559 17. tanah kering sementara tidak digunakan temporary fallow land i.589 1. ladang.207. tambak / coasted water pond g.606 21.30 6. Irigasi teknis b.557 2005 (3) 10.296 1.336.5 1. huma / dryland.385 1. Luas lahan kering / dryland area a.399 5.20 15.479 11.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel 6.05 22.014 48.474 5. Irigasi setengah teknis c.955 37.217 234.078 595 5.712. Irigasi desa / non PU e.381 1.

1.947 Kota+ Desa (4) * 40.160 14.563 Kota (5) 9.115 56.560 5.941 6.563 6.400 622 356 39. Rumah Tangga Pertanian. RT Gurem Kota (2) * 616 Desa (3) * 39.374 Kota+ Desa (7) 63.580 40.271 Sumber : Sensus Pertanian 1993 dan 2003 Keterangan : *) Data tidak dicantumkan 224 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.14 Banyaknya Rumah Tangga.134 11. Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan dan Rumah Tangga Petani Gurem di Belu 1993 dan 2003 1993 Uraian (1) 1.026 2003 Desa (6) 53.936 5.156 51. Rumah Tanga (RT) 2.604 51. RTP Penggguna Lahan 4. RT Pertanian (RTP) 3.026 3.164 56.

Perkebunan 4.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.16 7. Peternakan Rumah Tangga Pertanian 40.90 Sumber : Sensus Pertanian 1993 dan 2003 Keterangan : *) Data tidak tersedia Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 225 .57 Sub Sektor (1) 1.789 26.40 0.47 -3.947 26.563 56.563 25.Palawija 2.754 Pertumbuhan per tahun (%) (4) 4.15 Banyaknya Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan Menurut Jenis Usaha Pertaniannya di Belu 1993 dan 2003 Rumah Tangga Pertanian 1993 (2) 35.400 3. Padi / Palawija .Padi . Budidaya Tanaman 5.225 13.634 10. Hortikultura 3.583 * * 17.023 31.78 -1.1.563 16.346 40.318 2003 (3) 54.806 53.

Perkebunan Estate .

Kobalima*) 11.83 11. Rinhat 03.19 11.26 2.29 21.00 9. Weliman 05.19 0.67 4.58 1.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.00 11.80 6.51 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 13.57 199.20 7.82 1.18 0.30 21.20 0.00 2.88 5.71 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 2.18 0.15 2. Laen Manen 09.66 Rusak destroyed Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 0.00 8.27 11.19 0.65 8.40 241.20 5.00 14. Raimanuk 10.19 2.2.42 6.41 2.18 0.02 1. Malaka Timur 08.00 11.10 36.56 42. Kakuluk Mesak 13.18 0.56 37.49 7. Malaka Tengah 06. Lasiolat 17.00 2.19 (1) 01.18 0.14 1.26 7.35 6.52 1.93 12.12 2.97 6.38 9.00 14.20 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 11.29 23.19 0.04 1.27 2.00 3.20 0.1 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kapuk Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Kapok Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Menghas ilkan Not Yet Yielding (2) 2.30 26.00 18.20 0.18 0.67 3.00 9. Wewiku 04.00 4.14 1.83 42.10 0. Kota Atambua*) 14. Malaka Barat 02.52 10.46 5.62 10.30 1.21 0.81 1.16 1.21 1.48 1.45 5.19 0.00 2.20 0. Tasifeto Barat*) 12. Lamaknen*) Kabupaten Belu (4) - Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008 229 .97 1. Raihat 16.92 1.18 0.94 7.00 5. Sasita Mean*) 07.18 0. Tasifeto Timur 15.12 1.

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.2 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kemiri Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Cande Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 398.62 167.27 15.41 247.51 130.00 53.00 22.23 59.29 52.51 0.37 1.87 15.26 26.34 39.00 111.24 1,339.92 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 321.46 17.33 30.20 301.53 190.00 50.00 19.38 136.24 80.54 1.48 3.69 90.08 21.37 106.30 144.85 1,514.45 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 720.08 184.80 45.61 549.04 320.00 103.00 41.61 195.53 133.05 1.85 5.56 105.34 47.71 145.30 256.09 2,854.57 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 356.62 17.27 31.48 332.69 145.08 52.03 20.68 147.94 86.29 1.59 3.67 97.38 22.36 111.69 156.55 1,583.32

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 1.11 1.00 1.04 1.10 0.76 1.04 1.07 1.09 1.07 1.07 0.99 1.08 1.05 1.05 1.08 1.05

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4) -

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

230

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.3 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Coconut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 210.00 7.50 153.00 110.00 511.00 7.00 30.00 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 1636.00 58.50 1021.00 586.00 4026.00 52.00 379.00 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 1,862.00 71.00 1,186.00 710.00 4,558.00 60.00 414.00 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 1,795.96 75.35 1,045.50 596.70 4,550.22 62.46 430.51

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 1.10 1.29 1.02 1.02 1.13 1.20 1.14 0.85 0.88 1.09 1.07 0.99 1.11 1.14 1.10 1.11 1.11 1.10

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

16.00 5.00 12.00 14.00 21.00 1.00 5.00 2.00 1.00 77

10.00 9.00
36.00 4.00 12.00 3.00 11.00 2.00 6.00 5.00 1,126.5

40.00 25.00
450.50 23.00 57.00 22.00 79.00 14.00 24.00 35.00 8528

32.00 35.00
486.50 27.00 69.00 25.00 90.00 16.00 30.00 40.00 9,711.5

34.08 21.91
490.25 24.62 56.35 24.37 90.43 15.33 26.70 38.76 9,379.5

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

231

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.4 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Coffee Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produksi Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

1.46

15.27

1.53 2.00

0.24
0.56 5.30 9.63

-

16.73

3.08

0.20

0.24
0.56 6.83 11.63

0.06
0.13 1.77 2.24

0.25
0.23 0.33 0.23

2.56
1.28 2.50

10.15
5.13 16.30

12.71
6.41 18.80

3.06
1.21 3.71

0.30
0.24 0.23

0.48 2.12 1.51 2.20 33.74 51.38

2.39 11.03 4.46 8.20 97.25 185.91

2.87 13.15 5.97 10.40 130.99 237.29

0.36 2.69 0.84 1.99 21.71 42.85

0.15 0.24 0.19 0.24 0.22 0.23

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

232

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.5 Luas Areal dan Produksi Tanaman Jambu Mente Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Chasen Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding
(2)

Sudah Mengha silkan Yielding
(3)

Rusak destroyed (4)

Jumlah luas Areal Total of area (ha)
(5)

Jumlah Produksi Total Production (ton)
(6)

Produk -tivitas Produk -tivity (ton/ha)
(7)

(1)

01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

0.50

2.72

26.57 40.00 300.00 59.00 300.00 149.00 134.51 50.00 154.10 2.43 54.26 1,270.37

5.27 23.25 3.74 10.00 60.60 67.60 6.15 4.60 64.00 8.57 20.08 1.54 278.12

-

3.22

1.21

0.44

31.84 63.25 303.74 69.00 360.60 216.60 140.66 54.60 218.10 11.00 74.34 1.54 1,548.49

1.80 10.93 1.84 4.93 22.16 33.19 2.21 1.50 33.11 4.41 9.62 0.79 127.70

0.34 0.47 0.49 0.49 0.37 0.49 0.36 0.33 0.52 0.51 0.48 0.51 0.46

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

233

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.6 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Cocoa Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 10.00 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 31.19 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 58.05 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 6.22

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 0.20

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

25.00
180.00 44.30 2.50

12.00 85.00 12.20

16.86 18.00 14.00 8.91 57.77

25.00
210.00 143.30 23.61

2.28 16.22 1.07

0.19 0.19 0.09

50.00 -

0.47

0.47

0.08

0.17

4.81 0.21

54.81 0.21

0.39 0.02

0.08 0.10

311.80

0.12 0.11

0.12 0.11

0.02 0.13

0.17 1.18

146.11

515.68

26.43

0.18

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

234

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.7 Luas Areal dan Produksi Tanaman Pinang Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Areca Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produksi Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

1.25
8.23 1.00 1.19 3.00 6.00 3.00 1.11 1.20 5.11 3.46 0.47 0.23 1.48 3.16 4.00 4.52 48.41

2.75
12.56 2.00 2.00 8.80 12.53 8.00 3.20 3.06 13.50 7.25 0.41 0.36 2.67 4.85 7.50 10.24 101.68

-

4.00
20.79 3.00 3.19 11.80 18.53 11.00 4.31 4.26 18.61 10.71 0.88 0.59 4.15 8.01 11.50 14.76 150.09

0.12
2.53 0.70 0.78 2.24 2.77 11.55 4.62 1.50 3.16 1.75 0.16 0.09 0.71 1.14 1.78 2.42 38.02

0.04
0.20 0.35 0.39 0.25 0.22 1.44 1.44 0.49 0.23 0.24 0.39 0.25 0.27 0.24 0.24 0.24 0.37

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

235

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.8 Luas Areal dan Produksi Tanaman Tembakau Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu tobacco Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produks i Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

-

7.00 10.00 17.00

-

7.00 10.00 17.00

4.20 5.86 10.06

0.60 0.59 0.59

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

236

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

Peternakan
Livestock

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.3.1 Banyaknya Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock by Kind and District in Belu Regency 2007

(ekor)

Kecamatan District (1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku**) 04. Weliman**) 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen**) 09. Raimanuk**) 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat**) 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

Kuda Horse (2) 105 94 192 345 246 268 170 3 3 50 59 747 2,282

Sapi Cow (3) 8,579 6,406 7,404 7,337 17,894 9,370 13,005 5,056 2,592 7,424 2,826 6,606 94,499

Kerbau Buffalo (4) 11 8 73 11 445 387 114 8 84 173 81 1,395

Kambing Goat

Domba Sheep (6) 18 1 19

Babi Pig (7) 11,956 3,442 5,314 5,645 8,611 4,213 4,320 1,629 2,879 2,204 1,055 4,041 55,309

(5) 671 320 533 894 2,234 1,002 989 882 494 320 834 9,173

Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data masih tergabung di Kecamatan induk

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

239

Weliman**) 05.665 66 57.954 18. Rinhat 03. Malaka Barat 02.423 8.908 14.949 279 244 8. Raimanuk**) 10.305 4.941 272 5.3.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.380 Itik Duck (4) 20.967 13. Raihat 16.684 7.860 Kabupaten Belu Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data masih tergabung di Kecamatan induk 240 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .622 4. Malaka Tengah 06. Wewiku**) 04. Tasifeto Timur 15.526 236.649 7. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Kobalima*) 11.216 21.138 9.2 Banyaknya Ternak Unggas Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Poultry by Kind and District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Lasiolat**) 17.426 27.001 28.339 4. Malaka Timur 08. Sasita Mean*) 07.666 11. Tasifeto Barat*) 12. Lamaknen*) Ayam Ras Layer (2) Ayam Kampung Domestic Hens (3) 75. Laen Manen**) 09.

Raimanuk 10. Weliman 05. Wewiku 04. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Barat*) 12. Lasiolat 17. Malaka Tengah 06. Tasifeto Timur 15.3. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kuda Horse (2) Sapi Cow (3) 3 4 2 21 1 3 3 37 Kerbau Buffalo (4) Kambing Goat (5) Domba Sheep (6) Babi Pig (7) 1 7 31 12 5 56 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 241 . Malaka Barat 02. Laen Manen 09. Malaka Timur 08.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Sasita Mean*) 07. Kobalima*) 11.3 Banyaknya Ternak Berpenyakit SE Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock that SE Virus by Kind and District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Raihat 16. Rinhat 03. Kota Atambua*) 14.

200 2.617 9.245 3.132 450 1.133 2. Tasifeto Barat*) 12.906 2. Weliman 05.4 Banyaknya Ternak yang Divaksinasi SE.199 Brucello -sis Sapi (5) 1.PERTANIAN / AGRICULTURE (ekor) Tabel / Table 6.500 7.839 500 907 30.000 770 500 380 750 1. Wewiku 04.143 5.3.600 2.500 2. dan Hog-Cholera Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock that SE.000 4.149 3.000 Kecamatan District (1) 01.867 2. Kobalima*) 11.000 1. Malaka Barat 02.562 10.151 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 242 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .633 1.756 7.Brucellosis.200 2.700 850 500 500 200 500 300 15.271 1.821 1.244 1.051 Kerbau (3) Babi (4) 4. Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13.868 8.226 2.000 7.094 8. Kota Atambua*) 14. Rinhat 03.000 500 500 25.000 3.151 2. Raihat 16.000 Hoq Cholera Babi (6) 750 2. Lasiolat 17.500 1.255 2.774 5.500 1. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Timur 15. Malaka Tengah 06.729 3. Brucellosis.350 1.000 1. and Hog-Cholera Vacination by Kind and District in Belu Regency 2007 SE Sapi (2) 2. Raimanuk 10.000 1.000 500 2.750 349 700 1.600 2. Laen Manen 09.045 5. Lamaknen*) Kabupaten Belu 94.033 5.

Kobalima*) 11. Laen Manen 09. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Wewiku 04. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kuda Horse (2) Sapi Cow (3) 6 3 9 9 27 Kerbau Buffalo (4) Kambing Goat (5) Domba Sheep (6) Babi Pig (7) - Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 243 . Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Raihat 16. Malaka Tengah 06. Lasiolat 17. Rinhat 03. Tasifeto Barat*) 12. Weliman 05. Raimanuk 10.3. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15.5 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di luar Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Slaughting that happened out of Slaughter House by District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01.

Lasiolat 17.589 0 0 0 0 Kerbau Buffalo (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 41 0 0 0 0 Kambing Goat (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Domba Sheep (6) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Babi Pig (7) 0 0 0 0 9 0 0 0 0 0 42 0 983 0 0 0 0 Kabupaten Belu 0 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.3. Wewiku 04. Malaka Barat 02. Sasita Mean*) 07.034 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 244 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raimanuk 10. Laen Manen 09.6 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di dalam Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Slaughting that happened in Slaughter House by District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Kota Atambua*) 14. Weliman 05. Tasifeto Barat*) 12. Tasifeto Timur 15. Raihat 16.385 42 0 0 1. Malaka Tengah 06. Rinhat 03. Lamaknen*) Kuda Horse (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sapi Cow (3) 16 0 0 0 586 0 0 0 0 0 194 0 1. Malaka Timur 08. Kobalima*) 11. Kakuluk Mesak 13.

232 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 245 .PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.232 0 0 0 0 0 Jenis Ternak Kind of Livestock (1) 01. Kuda / horse 02. Ayam / hens 07. Babi / pig 06.643 456 106 5 0 0 Kulit (Kg) (4) 0 14.3. Kambing / goat 05.7 Pengeluaran Ternak dan Hasil Ikutannya Menurut Jenis Ternak di Kabupaten Belu Livestock Product and Others Product by Kind in Belu Regency 2007 Hasil Ternak dan Ikutannya Livestock Product and others product Bibit (ekor) (2) 0 0 0 0 0 0 0 Potong (ekor) (3) 84 9. Kerbau / buffalo 04.294 14. Lainnya / others Jumlah / total 0 10. Sapi / cow 03.

Sapi / cow 03. Kerbau / buffalo 04. Babi / pig 06. 2 0 Jenis Ternak Kind of Livestock (1) 01. Kuda / horse 02. Kambing / goat 05.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Banyaknya Ternak Menurut Asal Ternak . Ayam / hens Asal Belu (2) 0 0 0 0 0 0 Ternak Bibit Luar Belu (3) 0 0 0 0 0 0 Jumlah (4) 0 0 0 0 0 0 Jumlah / total 0 0 0 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency 246 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

dan Jenisnya di Kabupaten Belu 0 7 Ternak Potong (ekor) Asal Belu (5) 84 9.8 Pengunaanya.294 Luar Belu (6) 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah (7) 84 9.294 Asal Belu (8) 0 0 0 0 0 0 0 Kulit (lembar) Luar Belu (9) 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah (10) 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 247 .643 456 106 5 0 10.3.643 456 106 5 0 10.PERTANIAN / AGRICULTURE Table 6.

Kehutanan Foresty .

4.39 3.00 9. Wewiku 04.32 1. Tasifeto Timur 15.95 5. Laen Manen 09.400. Raihat 16.00 374.97 591. Malaka Tengah 06.699.32 (1) 01.72 Suaka Marga Satwa Natural Park (6) 2.00 4. Malaka Timur 08.127.47 20.25 Hutan Tetap Difinitive Forest (3) Hutan Produksi Productive Forest (4) 2.632. Rencana Luas Kawasan Hutan Menurut Pola Tata Guna Hutan per Kecamatan di Kabupaten Belu Planning Foresty Area by it Function per District in Belu Regency 2007 (Hektar) Fungsi Hutan / Foresty Function Kecamatan District Hutan Lindung Protective Forest (2) 2.768.950.92 355.775.27 5.841.72 8. Lasiolat 17.150. Kota Atambua*) 14. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Forest of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 249 . Rinhat 03. Raimanuk 10.241. Weliman 05. Kobalima*) 11.40 296.00 1.750. Kakuluk Mesak 13.28 Cagar Alam Original Forest (5) 3. Malaka Barat 02.375.531.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6. Tasifeto Barat*) 12.166.189.1.00 3.00 51.356.16 4.950.00 3. Sasita Mean*) 07.

Laen Manen 09. Wewiku 04. Weliman 05.306.902.00 Jumlah Total (1) 01.140.401.758. Tasifeto Barat*) 12. Kobalima*) 11.00 4.140.19 20.32 3.4.00 2. Tasifeto Timur 15.97 6. Raihat 16. Kota Atambua*) 14.00 69. Raimanuk 10. Malaka Tengah 06.95 5. Malaka Barat 02.66 5. Sasita Mean*) 07.1 Fungsi Hutan / Foresty Function Kecamatan District Taman Burung Bird Park (7) Taman Wisata Reserve Forest (8) Hutan yang Dapat Dikonversi Convered Foresty (9) 1.768.750.PERTANIAN / AGRICULTURE Lanjutan / Continued Table 6.241.632.40 651.00 1. Lasiolat 17.08 4. Lamaknen*) Kabupaten Belu (10) 3.775. Kakuluk Mesak 13.57 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 250 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Timur 08.090.525. Rinhat 03.00 11.

Lamaknen*) Kabupaten Belu Kelas Campuran (2) 1.000 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 251 .2 Produksi Kayu Cendana di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Production of Cendana Wood in Belu Regency by District 2007 (kg) Kecamatan District (1) 01.342 2.200 6.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6.126 1. Kakuluk Mesak 13. Rinhat 03. Wewiku 04.275 Kelas Gubal (3) 992 1.607 1. Raimanuk 10.725 Jumlah Total (4) 2. Kobalima*) 11. Sasita Mean*) 07.118 2. Tasifeto Timur 15. Malaka Tengah 06. Lasiolat 17. Malaka Timur 08. Kota Atambua*) 14.334 11. Malaka Barat 02. Weliman 05.024 2.182 1. Raihat 16.417 1. Tasifeto Barat*) 12.524 4.134 4.4. Laen Manen 09.

28 - 252 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .126.549. Hasil hutan ikutan 01. Kayu Lamtoro Gung 8.80 6.310 387. Kayu jati bulat 2.00 8. Madu 07.691. Kayu jati bulat besar 10.81 1. Sirih hutan Kg Kg Kg Kg Kg Ltr Ekor Kg M3 ton 108.000 10.588.00 2. Kayu jati olahan 3.894.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Asam isi 05.250 1.160.508.00 3.810 1..775.48 4.000. Kayu rimba bulat 4.290 2.79 7.470 3.000 1.06 4.08 600. Kemiri biji 02.000 1.841.500 4. Mahoni Olahan 6.720 800 2.450.4.720.000 1. Kayu Indah 7.841. Kayu rimba campuran 5.10 4.13 9.160.00 1. Kemiri isi 03.) (5) Jenis Hasil Perincian Production Type (1) satuan (2) Harga/Unit ( Rupiah ) (4) A.00 M3 M3 M3 M3 M3 M3 Kg M3 379.000 900. Kayu pertukangan/penjualan 1.000 270.000.371.000 500.3 Produksi Kayu dan Hasil Ikutannya Production of Wood and Others Product 2007 Produksi Numbers of Production (3) Nilai Produksi (Rp 000.000 227. Lilin 06. Balok Kelapa B.508. Nuri 08. Asam biji 04. Siri Hutan 09.

3 Produksi Numbers of Production (3) 660 4. Sarang burung 19. Kayu kuning 14. Biji lamtoro gung 15.00 395.00 23. Sheed lack 21. Kayu bakar Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 253 . b e o e..PERTANIAN /AGRICULTURE Lanjutan Tabel / Continued Table 6. Kunyit 16.4. Bebak 17. Kayu cendana a.500 5. Bambu 18.625. perkutut h. kakatua putih kecil c.725 5. Kayu rimba bulat besar kelas III Satuan (2) kg Lmbr Btg kg M3 kg Kg kg Harga /Unit ( Rupiah ) (4) 13.000 75. kelas campuran 23. cecak rawo g.a. sarang burung walet 22. kelas gubal b. Utas / ules 12.625.000 1. ayam hutan d.) (5) 2.00 - Jenis Hasil/Perincian Production Type (1) 11. nuri duski f.650. Balok kelapa 20.275 Nilai Produksi ( Rp 000. perlel dada kuning b.

200 24.493.500 2.000 205.000 64.800 5.500 521.720 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency 254 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .050 11.270 Kayu Kuning (Kg) (5) 660 Madu (liter) (6) 800 Lilin (kg) (7) 3.000 7.000 182.290 660 800 3.010 108.4 Pengiriman Antar Pulau Hasil Hutan Non Kayu 2007 Jenis Hasil Hutan Bulan (1) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Asam Biji (Kg) (2) 6.000 317.000 12.080 10.640 5.010 5.000 Kemiri Kemiri Kulit (Kg) Kupas (Kg) (3) 6.200 9.510 120.400 14.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.400 14.600 120 - Jumlah 2.910 27.310 387.800 1.4.240 16.000 494.200 105.000 159.600 234.000 (4) 20.800 35.500 4.000 346.

43 Kayu Rimba Kayu Indah Bulat (M3) Olahan (M3) (5) (6) 7.80 Kayu Jati Bulat (M3) (4) 6.79 378.35 482.28 200.26 85.04 41.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6.5 Pengiriman Antar Pulau / ke luar Daerah Hasil Hutan Kayu 2007 Jenis Hasil Hutan Bulan (1) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember kayu jati Kayu Rimba olahan (M3) Olahan (M3) (2) (3) 151.36 392.41 44.48 295.95 78.97 - 7.65 253.44 24.79 12.24 53.99 4.08 - Jumlah 4.41 32.45 756.508.05 168.79 529.4.11 9.29 206.20 481.17 591.08 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 255 .04 4.

Perikanan Fishery .

Nelayan Penuh 2.150 737 Jumlah rumah tangga perikanan Marine fishing household (3) 365 446 277 (1) 1. Nelayan sambilan tambahan Jumlah Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 2.088 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 259 . Nelayan sambilan utama 3.5.858 1.1 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Laut di Kabupaten Belu Menurut Kategori Usaha Numbers of Marine Fishing Household in Belu Regency by Categories 2007 Kategori Usaha Category Jumlah Nelayan/Jiwa Numbers (2) 971 1.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.

2 Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya Numbers of Marine Fishing Boat in Belu Regency by Type of Boat 2005 . Kapal Motor . Perahu Tanpa Motor / Non Powered Boat .Perahu Besar / Big Boat/Ship 2.Jukung / Dogout Boat .5 GT .PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.10 GT . Perahu Motor Tempel / Out Board Motor 2005 (2) 2006 (3) 2007 (4) 355 99 29 180 385 25 18 9 250 516 20 17 7 258 3.10 GT ke atas / 10 GT and Over 35 18 3 22 4 - Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 260 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .5.6 .2007 Kategori Category (1) 1.Perahu Kecil / Small Boat .0 .Perahu Sedang / Medium Boat .

Jaring Insang / Gill Net 4.3 Jumlah Alat Penangkapan Ikan di Kabupaten belu Menurut Jenisnya Numbers of Marine Fishing Gear in Belu Regency by Type of Gear 2005 .2007 Kategori Usaha Category (1) 1.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Pancing / Pole and line .Pukat Pantai / Beach scine 2.Bubu Source : Fishery Service of Belu Regency 75 52 139 132 136 115 4 0 99 129 6 0 106 168 10 2 117 170 1 2 0 0 0 0 1 0 0 9 573 86 2 0 6 746 112 6 100 8 919 181 2005 (2) 2006 (3) (unit) 2007 (4) Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 261 . Pukat Cincin / Ring Scine 3.Long Line Dasar . Jaring Angkat . Pukat Kantong / Basket Scine .5.Pancing Tonda . Trammel Net 5.Jala lempar .Bagan Tancap .Pole and Line .Payang Lampara / Payang .Lainnya / Others 6. Alat Lainnya .Pancing Lainnya / others 7.Bagan Rakit/ Perahu .

00 119.07 4.00 117.4 Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Menurut Sub Sektor Production of Fishery in Belu Regency by Fisheries Group 2005 .45 . Perikanan Laut / Sea Fishery 2005 (2) 744.18 120.Kolam / Fresh Water Pond .Tambak / Breakish Water pond .90 3.98 4.00 - 0.37 85.Perikanan Umum / Open Water .5.Sawah / Wet land Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 0.55 - 262 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .20 - 0.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Perikanan Darat / In Land Fishery 124.92 2.14 2006 (3) 907.24 2007 (4) 1.381.00 81.2007 (ton) Sub Sektor Group (1) 1.

15 Produksi Production (ton) (3) 3. Kolam / Fresh Water Pond 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.71 396.90 - Kategori Usaha Category (1) 1. Perairan Umum / Open Water Jumlah / Total Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 418.45 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 263 .55 81.5 Luas dan Produksi Budidaya Perikanan Darat di Kabupaten Belu In Land Fishery Production in Belu Regency 2007 Luas Area (Hektar) (2) 22.5.86 85. Tambak / Breakish Water Pond 3.

Kerapu Karang 10. Terbang 15. Tetengkek 13.98 47.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.84 1.01 6.06 0. Tembang 17. Cakalang 03.5. Kakap Putih 08.20 78. Belanak 16. Alu-Alu 06.6 Produksi Ikan Laut di Kabupaten Belu Menurut Jenis Ikan Sea Fisheris Production by Type 2007 Jenis Ikan / kinds of fish (1) 01.28 38.72 7.04 47. Kurisi Produksi / Production (ton) (2) 210.66 5.99 - 264 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .79 61. Tembang Kaleng 19.12 1. Kerapu Lumpur 09.93 2. Biji Nangka 23.84 25.68 21.26 15.28 3. Kakap Merah 07. Tenggiri 05.66 2. Kembung 14. Tembang Kobi 18. Tongkol 04. Kerapu Balong 11.11 35. Lencam 22. Julung Julung (Nipi) 20. Karapu Sunu 12. Tuna 02. Terubuk 21.12 35.99 27.

36 7.23 3. Udang Lobster 46.64 2.5. Kerang Hijau 37. Udang Putih 44. Kwee 26. Selanget 31. Ikan Lainnya Produksi / Production (ton) (2) 27.PERTANIAN / AGRICULTURE Lanjutan / continued table 6. Kerang Darah 38.381. Bentong 29. Pari 35. Udang Windu 45.30 30. Selar 33. Remis 41.79 1. Gerot Gerot 30.08 11.82 9. Cumi Cumi 42. Teri 34.15 18. Pinjalo 28.76 12. Tiram 39.71 48.50 9.87 6. Layang 25.04 1.27 26. Gurita 43. Baronang 32.98 33.13 3.63 0. Talang-Talang 27. Simping 40.11 8. Kepiting Bakau 36.00 444.92 Jumlah Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 265 .6 Jenis Ikan / kinds of fish (1) 24.

BAB / CHAPTER 7 Industri & Energi Industries & Energy .

144 unit atau naik sebesar 248.34% dari keadaan tahun lalu. lembaga keuangan dan sektor jasa-jasa. Penyerapan tenaga kerja di sektor industri ini sebenarnya baru sekitar 4. Perkembangan industri di Kabupaten Belu relative lamban.221 orang).66%). Dari jumlah tersebut sebanyak 44.09%) dan sub sektor industri hasil Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 269 .573 orang terdiri dari tenaga kerja formal 284 orang (4. Pada tahun 2007 jumlah usaha industri di Kabupaten Belu sebanyak 3. sebanyak 1399 unit (44. Hal ini disebabkan karena usaha industri kita didominasi sub sector industri kerajinan rumah tangga yang kapasitas produksinya sangat terbatas.832 orang (43.50 % diantaranya diklasifikasikan sebagai industri aneka. usaha ini diposisikan semata-mata sebagai usaha sampingan dan bersifat musiman dengan kemampuan modal yang sangat terbatas.50%) diantaranya industri aneka. Sama halnya dengan komposisi penyebaran jenis perusahaan industri sub sektor industri aneka menyedot tenaga kerja 2.84%) dan industri logam. bahkan cenderung berjalan ditempat.68%).03% dari total pekerja di Kabupaten Belu (163.289 orang (95. dan industri hasil pertanian dan kehutanan 1001 unit (31. Penyerapan tenaga kerja untuk sektor industri pada tahun 2007 sebanyak 6. transportasi.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY INDUSTRI & E N E R G I INDUSTRI PENGOLAHAN  Pembangunan industri adalah bagian dari pembangunan ekonomi yang diharapkan dapat mengacu laju pertumbuhan ekonomi secara simultan dengan memanfaatkan output sektor primer sebagai bahan dasarnya. bersifat padat karya dan rentan terhadap krisis karena memiliki akses pasar lokal yang nota bene memiliki keterbatasan daya beli.32%) dan non formal 6. Dengan industri yang berkembang maju maka akan menjadi lokomotif yang menarik gerbong pertumbuhan sektor-sektor supply sebagai penyedia bahan-bahan baku dan pada gilirannya akan mendorong maju sektor demand seperti perdagangan. Dilihat dari komposisi jenis industri. mesin dan kimia 744 unit (23. Apa lagi bagi sebagian besar rumah tangga pengrajin.

35%.74%) serta sub sektor industri logam mesin dan kimia menyedot tenaga kerja 1.71%.17%).30 m³ dan batu pecah 39. sertu 130.71%) dan K sebesar 405 unit (95.105.94% dari perusahaan yang ada bermukim di Kota Atambua sedangkan sisanya masing-masing Malaka Tengah 3. Kakuluk Mesak 0. Pada tahun 2007 jumlah perusahaan konstruksi sebanyak 425 unit dengan perincian klasifikasi perusahaan sebagai berikut: klasifikasi M sebesar 20 unit (4.53%. Dilihat dari penyebaran tempat kedudukan perusahaan secara kewilayaan sebanyak 88.105. Laen Manen 0.65%. pemasangan.   LISTRIK DAN AIR MINUM  Kebijaksanaan pemerintah dibidang kelistrikan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong 270 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . KONSTRUKSI.30 m³. karena itu membutuhkan spesifikasi keahlian dan kekuatan modal yang memadai. Tasifeto Barat 2. Sesuai dengan kondisi perekonomian di Kabupaten Belu perusahaan konstruksi yang ada merupakan perusahaan borongan yakni mengerjakan borongan konstruksi berdasarkan pesanan pemilik proyek semata-mata dalam hal ini adalah proyek- proyek pemerintah.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY pertanian dan kehutanan menyedot tenaga kerja 2. waduk jaringan listrik. Pada umumnya kegiatan konstruksi termasuk kegiatan yang melibatkan barang-barang modal.88%. rehabilitasi dan pemeliharaan bangunan/konstruksi yang menyatu dengan lahan tempat kedudukannya seperti gedung.  PERTAMBANGAN  PENGGALIAN  DAN  Konstruksi merupakan segala kegiatan yang berkaitan dengan pembuatan. instalasi air.29%). Malaka Timur 1. Realisasi pemakaian bahan bangunan galian golongan C selama tahun 2007 di dominasi batu gelondongan 147.930 m³. pengeboran sumur pompa dan pemasangan atap serta rehab gedung. Sedangkan pengerjaan konstruksi yang bersifat “direct investment” praktis sulit dilakukan karena kendala keterbatasan modal para pengusaha dan kapasitas daya beli masyarakat. Malaka Barat 1.152 orang (32. jembatan.23%. pasir 103.49 m³.817.589 orang (24. jalan.71% dan Kobalima 0.

Niaga kecil 126 pelanggan 3.134 unit atau meningkat 89. Badan social 2. Rumah Sakit Pemerintah : 5 pelanggan Kelompok III. Terminal air: 1 pelanggan 4.622 pelanggan 2. Dari jumlah pelanggan tersebut sebesar 8.512. RSS : 2. Rumah (selain RSS dan Mewah 2. Yayasan Sosial: 4 pelanggan 4.266 Kwh Secara umum jumlah pelanggang listrik di Kabupaten Belu sampai pada tahun 2007 sebanyak 11. Hidran umum/ kran umum: 9 pelanggan 2. Untuk mencapai sasaran tersebut diupayakan peningkatan daya pasang pembangkit tenaga listrik dan perluasan jaringan distribusi agar tersedia tenaga listrik dalam jumlah yang memadai dengan mutuh pelayanan yang prima. Tempat ibadah: 9 pelanggan Kelompok II Sebanyak 34 pelanggan yaitu: 1. sebanyak 19 pelanggan yaitu 1. Kantor Pemerintahan dan penerangan jalan 1. sebanyak 2. Jumlah pelanggan air bersih di Kabupaten Belu tahun 2007 sebanyak 2. Sekolah Negeri : 25 pelanggan 5. sedangkan sisanya masing-masing pelanggan bisnis dan perhotelan 18.618 unit (77.51 %.86 % serta pelanggan usaha industri hanya 0. Rumah mewah: 2. Kelompok I. Pada tahun 2007. Keberadaan air bersih merupakan tuntutan yang sangat vital karena menyangkut kelangsungan hidup manusia sehari-hari. Kabupaten 44 pelanggan Kelompok IV.700 VA dengan pemakaian 1. teruntama aktifitas sector industri dan jasajasa. daya terpasang pembangkit tenaga listrik PLN di Kabupaten Belu sebesar 12.04 %.915 pelanggan yang terdiri dari 4 kelompok pelanggan.19 %. Niaga besar : 70 pelanggan Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 271 .745. Instansi pemerintah/ABRI Tk. Panti Asuhan : 3.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY kegiatan ekonomi.40 %) diantaranya pelanggan rumah tangga. Industri rumah tangga :4. Kamar mandi/WC umum: 3.97 % dari tahun yang lalu. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun yang dibarengi dengan kerumitan aktifitas social – ekonominya membawa dampak pada peningkatan jumlah dan ragam permintaan akan air bersih.792 pelanggan yaitu: 1. sebanyak 70 pelanggan yaitu: 1.

Persentase Industri Pengolahan Menurut Bidang Usahanya di Kabupaten Belu Tahun 2007 Industri Logam. mesin dan kimia 29% Industri Hasil Pertanian & Kehutanan 33% Industri Aneka 38% Sumber : Dinas Perindag Kabupaten Belu 272 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2000 2500 2000 1500 1000 500 Industri Kerajinan 0 1997 1998 1999 Industri Kecil Industri besar/sedang 2000 Sumber : Dinas Perindag Kabupaten Belu Gambar 7.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Gambar 7.2. Jumlah Perusahaan/Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri di Kabupaten Belu Tahun 1997 .1.

Industri Industries .

Malaka Timur 08. Laen Manen 09.144 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 275 .001 1. Sasita Mean*) 07. Malaka Tengah 06. Raihat 16. Mesin & Kimia (4) 251 1 38 20 40 21 47 89 134 93 10 - Kecamatan District (1) 01. Lasiolat 17. Rinhat 03. Kobalima*) 11.1 Banyaknya Perusahaan / Usaha Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan Numbers of Manufacturing / Etablishment by District 2007 Industri Hasil Pertanian & Kehutanan (2) 128 20 30 196 2 46 20 40 86 60 40 189 84 20 40 Industri Logam. Tasifeto Barat*) 12.399 744 3. Raimanuk 10.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02. Lamaknen*) Industri Aneka (3) 158 70 20 60 45 24 70 80 100 100 93 129 170 60 60 160 Jumlah Total (5) 537 91 88 80 281 26 137 100 40 186 207 222 452 347 90 60 200 Kabupaten Belu 1. Weliman 05.1. Wewiku 04. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15.

Wewiku 04.2 Banyaknya Pekerja Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan Numbers of Person Enganged in Manufacturing Sector by Industry Categories and District 2007 Industri Hasil Pertanian & Kehutanan (2) 265 40 60 373 5 92 40 80 132 120 80 597 168 20 80 2. Malaka Barat 02. Malaka Tengah 06.221 698 160 120 400 6. Mesin & Kimia (4) 513 10 76 40 84 45 94 178 339 190 20 1.589 Kecamatan District (1) 01. Weliman 05. Raimanuk 10.061 190 176 220 547 53 277 180 80 332 414 444 1. Laen Manen 09.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Malaka Timur 08.832 Jumlah Total (5) 1. Lasiolat 17. Kobalima*) 11. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Barat*) 12.573 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 276 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raihat 16.152 Industri Logam.1. Rinhat 03. Lamaknen*) Kabupaten Belu Industri Aneka (3) 283 140 40 180 90 48 140 140 200 200 186 285 340 120 120 320 2. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Timur 15. Kota Atambua*) 14.

043 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 277 . Bengkel mobil 03. Pertenunan 02. Ind. Ind. Roti manis. Alat pertanian dari logam 02. INDUSTRI LOGAM. Ind. Gerabah 0 128 0 265 0 0 0 0 2 2 115 16 20 7 0 158 0 0 0 0 14 14 190 32 40 7 0 269 0 1 0 0 41 0 134 76 0 4 0 0 89 0 268 152 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 1 3 251 537 4 18 509 1. Ind. Garam yodium/garam rakyat 04. Ind. Ind. kue kering & sejenisnya 0 0 120 8 0 0 240 25 JUMLAH I II. Ind. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Barat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) tenaga kerja formal (4) formal (2) non formal (3) non formal (5) I. Ind. Ind.3 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Barat Menurut Jenis Industri.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.1. Ind. MESIN & KIMIA 01. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Minyak goreng dari kelapa 02. INDUSTRI ANEKA 01. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Perabotan RT (meubel) JUMLAH II III. Tambur likurai 04. Sapu ijuk 05.

Minyak goreng dari kelapa 02. Roti manis. Ind. Batu merah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 20 0 40 0 0 0 0 60 10 0 70 0 0 0 0 120 20 0 140 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 91 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 10 190 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 278 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. Tambur likurai JUMLAH II III.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Bengkel mobil 03. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Garam yodium/garam rakyat 04. Ind. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Rinhat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Ind.4 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Rinhat Menurut Jenis Industri. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03.1. kue kering & sejenisnya tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 20 0 0 0 40 JUMLAH I II. Pertenunan 02. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Ind. Alat pertanian dari logam 02. MESIN & KIMIA 01. INDUSTRI LOGAM.

Ind.5 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Wewiku Menurut Jenis Industri. MESIN & KIMIA 01. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. Tambur likurai JUMLAH II III. Alat pertanian dari logam 02. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Wewiku by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. kue kering & sejenisnya 03. Bengkel mobil 03. Ind. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. Tahu Tempe tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 20 0 10 0 0 0 40 0 20 JUMLAH I II. Pertenunan 02.1. Ind. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. INDUSTRI LOGAM. Garam yodium/garam rakyat 04. Roti manis. Gerabah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 30 0 60 0 0 0 0 20 0 0 20 0 0 0 0 40 0 0 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 38 38 88 0 0 0 0 0 0 0 0 0 76 76 176 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 279 .

Ind. Ind. Roti manis. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Bengkel mobil 03.1. INDUSTRI ANEKA 01. MESIN & KIMIA 01. Pande Besi JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 80 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 40 220 0 0 0 0 60 0 0 60 0 0 0 0 180 0 0 180 formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 280 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. Tambur likurai JUMLAH II III. Pertenunan 02. Garam yodium/garam rakyat 04. Ind. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03.6 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Weliman Menurut Jenis Industri. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Weliman by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. kue kering & sejenisnya JUMLAH I II. Minyak goreng dari kelapa 02. INDUSTRI LOGAM. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind.

Ind. Roti manis kering. Pertenunan 02. Ind. Ind. Keripik pisang/ubi 06. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Barang dari semen 0 45 0 90 1 0 0 0 0 40 0 0 4 0 0 0 0 80 0 0 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 1 7 40 281 4 26 80 521 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 281 . Ind. Garam yodium/rakyat 04. Ind. Ind. MESIN. INDUSTRI ANEKA 01.7 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Tengah Menurut Jenis Industri. Minyak goreng dari kelapa 02. Macam-macam es 05. dan sejenisnya 03. Ind. Ind. Perabot kelengkapan rum tangga dari kayu 07. Foto copy 08. Kerupuk udang tenaga kerja formal (4) formal (2) non formal (3) non formal (5) 0 0 0 1 0 3 1 1 0 107 40 5 0 24 0 0 0 20 0 0 0 6 0 13 1 2 0 205 48 10 0 48 0 0 0 40 JUMLAH I II. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Bengkel Motor 03. Ind. Ind. & KIMIA 01. Gula merah 04. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 6 0 0 196 40 5 22 0 0 351 80 10 JUMLAH II III. Ind. Ind. INDUSTRI LOGAM.1. Ind. Penggilingan Padi 09. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Tengah by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Bengkel motor 02.

Minyak goreng dari kelapa 02. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 0 2 0 5 0 0 24 0 0 0 48 0 JUMLAH II III. MESIN. Bengkel motor 02. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Sasita Mean by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Ind. & KIMIA 01. Ind. Pertenunan 02. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind.1. Ind. dan sejenisnya 03. Penggilingan Padi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) JUMLAH I II.8 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Sasita Mean Menurut Jenis Industri. Foto copy 08. Ind. Garam yodium/rakyat 0 24 0 48 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH III 0 0 0 0 0 53 0 26 JUMLAH I + II + III Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 282 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. Macam-macam es 05. Ind. Ind. Ind. Ind. Roti manis kering. Gula merah 04. INDUSTRI ANEKA 01. INDUSTRI LOGAM. Ind. Perabot kelengkapan rum tangga dari kayu 07. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Keripik pisang/ubi 06. Bengkel Motor 03.

Pertenunan JUMLAH II III. INDUSTRI ANEKA 01. & KIMIA 01. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan JUMLAH I II. INDUSTRI LOGAM. Industri gerabah 02. Gula merah 03.1. Ind.9 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Timur Menurut Jenis Industri.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Industri Marmer JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 20 1 21 137 0 0 0 0 40 5 45 277 0 0 70 70 0 0 140 140 0 0 0 0 5 10 31 46 0 0 0 0 10 20 62 92 formal (2) Non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 283 . dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Timur by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. MESIN. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Ind. Ind.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02.

Ind. Ind. Ind. Roti manis. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Minyak goreng dari kelapa 02. Ind. INDUSTRI LOGAM.1. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Laen Manen by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Ind. Ind. Pertenunan 02. Ind. Bengkel mobil 03.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Gula lempeng tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 0 0 20 0 0 0 0 0 40 JUMLAH I II. Bengkel motor 04. MESIN & KIMIA 01. Alat pertanian dari logam 02. Anyaman Lontar 0 20 0 40 0 0 0 60 0 20 0 0 0 100 0 40 JUMLAH II III.10 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Laen Manen Menurut Jenis Industri. kue kering & sejenisnya 03. Ind. Ind. Gerabah 0 80 0 140 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 100 0 0 0 180 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 284 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. INDUSTRI ANEKA 01.

Ind.1. Ind. INDUSTRI LOGAM. Pertenunan 02. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. MESIN & KIMIA 01. Garam yodium/garam rakyat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 80 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 40 0 0 0 0 80 80 formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 285 . Sapu ijuk JUMLAH II III. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. kue kering & sejenisnya JUMLAH I II. Ind. Ind. Bengkel mobil 03. Ind. Roti manis.11 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Raimanuk Menurut Jenis Industri. Alat pertanian dari logam 02. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raimanuk by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Tambur likurai 04. Ind.

1.12 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kobalima Menurut Jenis Industri. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Keripik pisang/ubi 0 02. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kobalima by Industry Kinds 2007 Unit usaha Kelompok Industri (1) Formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) I. Ind. Biskuit dari ubi kayu/pisang 0 03. Minyak Kelapa Rakyat 0 JUMLAH I 0 26 40 20 86 0 0 0 0 52 40 40 132 II. Pertenunan JUMLAH II JUMLAH I + II 0 0 0 100 100 186 0 0 0 200 200 332 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 286 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind.

1. Ind.13 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Jenis Industri. Dendeng/Abon Sapi JUMLAH I II. Ind. Tas tali gewang 03. Madu 03. Ind. Biskuit Pisang 04. Industri gerabah 02. & KIMIA 01. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District TasifetoBarat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) tenaga kerja formal (4) formal (2) Non formal (3) Non formal (5) I. INDUSTRI ANEKA 01. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Batu bata dari tanah liat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 60 20 20 100 0 0 0 0 120 40 40 200 0 0 0 0 24 23 47 207 0 0 0 0 48 46 94 414 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 287 . Ind. INDUSTRI LOGAM.Pengupas&pembersihbiji selain kopi (mete) 0 0 0 0 0 10 10 20 20 60 0 0 0 0 0 20 20 40 40 120 02. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Pertenunan 02. Ind. Ind. MESIN. Ind. Penjahit JUMLAH II III.

Ind.14 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Jenis Industri. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Penjahitan 03. Dendeng/Abon Sapi JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 20 20 40 222 0 0 0 0 40 40 80 444 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 288 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . INDUSTRI LOGAM. Pande Besi 0 0 0 0 50 3 40 93 0 0 0 0 100 6 80 186 0 0 0 79 10 89 0 0 0 158 20 178 JUMLAH II III.1. Ind. Ind. Emping Jagung 02.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. MESIN. Tas Tali Gewang JUMLAH I II. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Garam yodium/garam rakyat 02. & KIMIA 01. Ind. Pertenunan 02. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kakuluk Mesak by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Ind.

Tas Tali Sisil JUMLAH II III.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Tas Tali Gewang 04.1. Ind. Ind. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Garam yodium/garam rakyat 03. INDUSTRI LOGAM. Ind. Madu 03. Ind. Pertenunan 02. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Ind.15 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Jenis Industri. & KIMIA 01. Ind.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. Sapu ijuk 03. Ind. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04. Ind. Alat pertanian dari logam 02. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Timur by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) 0 0 0 0 10 10 44 20 Kelompok Industri (1) I. Ind. Kapur JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 84 0 168 0 0 0 0 0 120 10 20 20 170 0 0 0 0 0 240 20 40 40 340 0 0 0 0 0 5 69 19 93 347 0 0 0 0 0 14 138 38 190 698 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 289 . MESIN. Dendeng/Abon Ikan tenaga kerja non formal formal (4) (5) 0 0 0 0 20 20 88 40 JUMLAH I II.

16 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Raihat Menurut Jenis Industri. Ind. Ind. Madu 03. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raihat by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Pertenunan 02. Ind. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04. Gerabah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 0 0 0 60 0 60 0 0 0 120 0 120 0 0 0 0 0 0 0 10 10 90 0 0 0 0 0 0 0 20 20 160 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 290 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . INDUSTRI ANEKA 01.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Alat pertanian dari logam 02. Garam yodium/garam rakyat 03. Ind. Ind. INDUSTRI LOGAM. Ind.1. Biskuit dari ubi kayu/pisang JUMLAH I II. & KIMIA 01. MESIN. Sapu ijuk JUMLAH II III. Ind. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind.

INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. INDUSTRI LOGAM. kue & sejenisnya 03. Kapur JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 60 0 60 0 0 0 120 0 120 0 0 0 0 0 0 0 0 0 60 0 0 0 0 0 0 0 0 0 120 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 291 .17 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Lasiolat Menurut Jenis Industri. & KIMIA 01. Ind. Pertenunan 02. Ind. Ind. Ind. MESIN. Garam yodium/garam rakyat 03. Saos Tomat JUMLAH I II.1.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind.Minyak goring dari kelapa 02. Ind. Roti manis. Ind. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lasiolat by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. INDUSTRI ANEKA 01. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) JUMLAH II III. Alat pertanian dari logam 02.

Meubel dari kayu 06. Ind. Ind. Ind. Ind.18 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Lamaknen Menurut Jenis Industri. Tas Tali Gewang JUMLAH II 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 0 0 20 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 0 0 40 80 0 0 0 0 100 0 60 160 0 0 0 0 200 0 120 320 JUMLAH I + II 0 200 0 400 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 292 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04. Ind. Ind. Madu 03. Meubel bambu JUMLAH I II. Ind. Pertenunan 02. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lamaknen by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. INDUSTRI ANEKA 01. Ind.1.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. Tahu/Tempe 05. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03.

Minuman ringan/sari buah 13. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Macam-macam es 06. Ind. Tempe 09. Ind. Jamu 14.1. Industri kasur bantal 18. Ind. Ind. Ind.19 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kota Atambua Menurut Jenis Industri. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kota Atambua by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) 5 0 1 8 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 24 2 0 3 8 0 7 1 0 30 2 6 0 9 5 0 0 0 0 7 33 5 16 1 0 10 Kelompok Industri (1) I. Ind. Ind.Perabot&keleng. Ind. Tahu Tempe tenaga kerja non formal formal (4) (5) 13 0 2 37 0 0 2 0 4 2 4 5 5 0 137 8 0 11 18 0 15 2 0 108 4 7 0 21 14 0 0 0 0 16 99 9 32 2 0 20 JUMLAH I 57 132 248 349 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 293 . Ind. Ind. Kelapa parut 07. pengolahan & pengawetan daging 02. Tahu 10. Kerupuk kulit 12. Ind. Keripik pisang/ubi 11. Peti mati 15. Ind. Ind. Percetakan dan penjilidan 19. Photo copy 20. Ind.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 03. Ind. Mie basah 04.tangga dari kayu (meubel) 16. Ind.Kerajinan ukir-ukiran dari kayu kecuali meubel 17. Ind. Ind. Roti manis. Pengolahan kopi 08.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. kue kering & sejenisnya 05.rum.

Salon kecantikan 12. Tambal ban 11. Ind. Ind.1. Cuci cetak foto bewarna 14. Perajutan (obras) 03. Ind. Aneka sovenir dari tenunan 05. Pertenunan 02. TV dll 08. Foto studio 13. Pakaian jadi dan tekstil (penjahit) 04. Sablon JUMLAH II 0 0 3 0 1 0 1 0 0 1 0 3 2 0 11 30 11 27 8 2 2 5 2 4 9 12 0 0 6 118 0 0 12 0 8 0 1 0 0 2 0 3 8 0 34 60 11 92 16 4 4 10 2 4 17 18 0 0 13 251 294 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Reperasi sepatu 07. Ind. Ind.19 unit usaha non formal formal (2) (3) Kelompok Industri (1) tenaga kerja non formal formal (4) (5) II. Stempel karet 09. Pemangkas rambut 10. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Reparasi radio. Ind. Ind. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Continued Table 7. Ind. Pengawetan kulit 06. Ind. Ind. tape. Ind. Ind.

MESIN & KIMIA A. Ind. Ind. INDUSTRI LOGAM. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Continued Table 7.INDUSTRI KIMIA 01. INDUSTRI LOGAM 01. Batu bata dari tanah liat 05.19 unit usaha Non formal formal (2) (3) tenaga kerja Non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) III. Ind. Bengkel las C. Genteng dari tanah liat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 102 350 410 811 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 295 . Barang dari semen 04. Ind. Karoseri kendaraan roda empat atau lebih 1 1 13 7 4 0 2 2 0 4 0 0 34 5 3 8 7 1 4 8 0 2 1 60 1 100 4 1 50 24 10 0 6 5 0 28 0 0 128 10 6 24 14 3 8 16 0 2 3 120 5 211 04.1. Vulkanisir Ban 02. Ind. Bengkel motor 03. Ind. Pandai emas/perak B.INDUSTRI MESIN 01. Ind. Permata (batu aji) 02. Ind. Ind. Bengkel mobil 02. Ind. Ind. Pemotongan kaca 03. Reparasi jam 05. Ind.

Listrik Electricity .

174.494.500 521.933 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 299 .990 2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.1 Banyaknya Pelanggan.236.217 8.450 27.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.614 533.2.309 3 130 562.109 492.650 2.750 92.685 1.000 4.808 115. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Atambua Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 90 4.412 Jumlah / Total 6.568.350 1.

173 1.369 3.000 22.001 Jumlah 476 487.850 138.600 286. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Atapupu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 13 392 54 1 16 16.370 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 300 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.350 1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.855 20.972 32.2 Banyaknya Pelanggan.350 23.150 59.

3 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.642 1.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.450 335.333 261 13 54.808 1.2.193 110.561.850 13.820 48.223 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 301 .950 166. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Betun Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 35 1.158.402 Jumlah 1.000 1.650 5.

600 3. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.311 17.550 1.194 383 Jumlah 493 370.650 241.700 111.500 44.608 25.4 Banyaknya Pelanggan.2.496 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 302 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Besikama Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 10 385 94 4 13.

599 20.666 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 303 .610 43.5 Banyaknya Pelanggan.936 2.521 Jumlah 966 763.650 6.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.900 73.750 167.2.000 17. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Naitimu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 43 735 177 11 94.500 484.

903 1.6 Banyaknya Pelanggan.2.987 5.900 59 3. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Silawan Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 2 126 3 10 2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.200 69.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.150 19.974 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 304 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .050 10.025 Jumlah 141 113.800 21.

7 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.650 2.302 5.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.800 81.650 1.213 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 305 . Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Lamaknen Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 8 149 54 4 11.2.823 700 Jumlah 215 156.450 60.388 7.550 15.

550 1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Manleten Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 9 173 45 5 11.544 7.950 49.644 90.8 Banyaknya Pelanggan.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.2.150 99.650 3.342 227 Jumlah 232 328.000 263.757 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 306 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.2.500 19.850 465 5. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.100 4.100 6. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Kobalima Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classificaton Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 6 186 3 5 9.880 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 307 .9 Banyaknya Pelanggan.160 844 411 Jumlah 200 178.650 144.

300 1.044 3.350 1.2.250 134.900 22. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Boas Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 17 221 23 3 16.800 16.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.048 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 308 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .10 Banyaknya Pelanggan.446 310 Jumlah 264 174. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.248 11.

250 7.082 1.11 Banyaknya Pelanggan.750 951 4.146 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 309 .700 15.867 246 Jumlah 108 87.000 62. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Kaputu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 5 84 17 2 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.800 1.2.

2.300 3.800 47.700 3. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Biudukfoho Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 3 79 10 3 4.750 6. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.12 Banyaknya Pelanggan.543 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .050 396 2.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.348 696 103 Jumlah 95 62.

000 8.650 5.900 41.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.2.017 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 311 .465 973 321 Jumlah 85 54. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.450 1.13 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Haekesak Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 3 70 11 1 3.300 258 3.

14 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electricin Belu Regency by Clasification 2007 Jumlah Pelanggan Numbers of Costumer (2) 244 8.320 871.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN di Kabupaten Belu Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.628 625.745.500 619.700 1.350 7.800 3.079 4.511.512.062 Klaisifikasi Tarif Classification (1) S R B I P Jumlah 11.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.177 130.061 4 207 Daya Pasang Value of Power (VA) (3) 807.700 50.618 2.134 12.350 Pemakaian Value of Consumption (KWH) (4) 114.266 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 312 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .523.

Air Minum Water Supply .

Ins. Rumah (selain RSS & Mewah) 2. Terminal Air 4.500 2. Pem/ABRI Tngkt Kec & Kel III.717.700 2.729.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.955 321 2.100 124.830. RS Pemerintah 6.073.310. KELOMPOK PELANGGAN III 1.245.630.042 11.682. Kamar Mandi/WC Umum 3.900 1.792 2. Yayasan Sosial 4. KELOMPOK PELANGGAN II 1.406.475. Hidran Umum/Kran Umum 2.3. Industri RT 4. RSS 2. Niaga Kecil 3.198 924 613.100 839. KELOMPOK PELANGGAN I 1.619. Sekolah Negeri 5.100 Kategori Pelanggan (1) I.695 28.515.300 3.131.034 7.000 35.582 571.845 13.156 1.900 15.800 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 315 . Pem/ABRI Tngkt Kabupaten 9 1 9 34 4 25 5 2. Ins.191 9.700 20. Tempat Ibadah II.467 Nilai (Rp) (4) 15. Panti Asuhan 3.300 1.1 Volume dan Nilai Air Minum Air Bersih / Minum yang disalurkan Menurut Jenis Pelanggan Numbers of Costumers Water Supply by Costumer Type 2007 Jumlah Pelanggan (2) 19 Volume (m3) (3) 7.622 126 44 4.

000 110.915 648. Pem/ABRI Tngkt Propinsi 4.347. SUSUT (HILANG DLM PENGELUARAN) TOTAL 2. Niaga Besar 3.552. KELOMPOK PELANGGAN KHUSUS VI.077 Nilai (Rp) (4) 110. Kedubes/Konsulat Asing V.077 18.700 Sumber : Badan Pengelola Air Minum Kabupaten Belu Source : State Water Board of Belu Regency 316 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ins.070.3. KELOMPOK PELANGGAN IV 1.1 Jumlah Pelanggan (2) 70 70 Volume (m3) (3) 18. Rumah Mewah 2.070.282 1.000 - Kategori Pelanggan (1) IV.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan / Continued Table 7.

Pertambangan Mining .

Malaka Barat 02. Raihat 16. Sasita Mean 07.4.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Kobalima 11. Lamaknen Kabupaten Belu 20 20 8 15 7 3 1 10 3 358 405 8 15 7 3 1 10 3 378 425 Sumber : Bagian Pembangunan Pemda Belu Source : Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 319 . Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05.1 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Kecamatan dan Kualifikasinya di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) Kualifikasi Perusahaan Menengah (M) Kecil (K) (2) (3) Jumlah (7) 01. Lasiolat 17. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua 14. Tasifeto Timur 15. Tasifeto Barat 12. Malaka Tengah 06. Raimanuk 10.

Kota Atambua 14. Raihat 16. Malaka Tengah 06.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Wewiku 04. Malaka Barat 02. Lamaknen Kabupaten Belu - 20 20 8 15 7 3 1 10 3 357 404 1 1 8 15 7 3 1 10 3 378 425 Sumber : Bagian Pembangunan Pemda Belu Source : 320 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Timur 08. Lasiolat 17. Kobalima 11. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean 07. Raimanuk 10.2 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Bentuk Badan Hukum dan Kecamatan Di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) PT (Persero) (2) PT (3) CV (4) Perusahaan Daerah (5) Jumlah (6) 01. Tasifeto Barat 12. Laen Manen 09.4. Rinhat 03. Weliman 05. Kakuluk Mesak 13.

035.60 1.3 Penggunaan Bahan Galian Golongan C menurut Jenis dan Kecamatan Di Kabupaten Belu 2007 Jenis Bahan Galian (M³) Batu pecah Batu Batu Batu (2/3Gelondon Sirtu Karang Kapur 3/5g 5/7) (3) 3.934.35 3.490.391.03 29.12 401.16 652.94 4.61 3.77 1.86 4.464.49 (7) - Kecamatan Pasir (1) 01.176.00 4.3249.4.021.45 Kabupaten Belu 10.85 3.90 (4) (5) 243. Malaka Tengah 06.11 17. Lamaknen (2) 2.21 3. Malaka Barat 02.40 6.44 766.81 12.054.88 362.25 1.30 343.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Kakuluk Mesak 13.677.210. Tasifeto Barat 12.01 12.89 693.06 272.44 72.427.73 1.094.27 10.349.01 973.72 380.205.08 20.18 (6) 2.72 3.494.86 121.442.804. Lasiolat 17.79 680.87 3. Weliman 05.76 703.21 5.66 66.909. Raihat 16.68 1.89 1.43 1.765.930.84 352.48 14.611.68 9.593.63 1.59 18.667.31 1.29 1. Kobalima 11.965.22 39.897.450.230.53 586.06 13. Sasita Mean 07.23 5. Wewiku 04.02 143.37 45.921.66 1.80 6.901. Rinhat 03.62 338.089.471.86 2.700.57 990.286. Kota Atambua 14.280.73 27.26 2. Raimanuk 10.428.938.870. Laen Manen 09.90 12.817.718.046.05 1.288.31 1.316.78 16.97 191. Tasifeto Timur 15.101.43 Sumber : Dinas Pertambangan Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 321 .783.33 130.194. Malaka Timur 08.332.673.51 7.105.03 147.106.

20 2.28 3.288.045.29 48.00 55.93 Tanah Putih Batu Kapur (6) - (1) 01.80 261.77 109. Malaka Barat 02.64 1.00 3. Laen Manen 09.92 - 322 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .72 1. Lasiolat 17.649. Weliman 05. Kota Atambua 14. Malaka Timur 08.26 88.120.85 20.204.868.057. Kobalima 11.40 86.205.40 172.97 3.511. Raihat 16.4. Rinhat 03.05 164.288.79 2.09 622.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Table 7. Raimanuk 10.19 61.22 263.549.31 52.683.01 71. Sasita Mean 07. Malaka Tengah 06.657.11 6.3 Jenis Bahan Galian (M³) Kecamatan Marmer (2) - Batu Warna/ Batu Aji (3) - Tanah (4) 1.74 2.97 10.04 26.199.672.20 206.78 Tanah Liat (5) 114.526.78 65.93 53. Wewiku 04. Tasifeto Barat 12. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertambangan Source - - 206.33 7. Tasifeto Timur 15.35 173. Kakuluk Mesak 13.00 1.

Raimanuk 10.00 100.00 100.357. Laen Manen 09.242. Wewiku 04. Kakuluk Mesak 13.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.507. Rinhat 03.00 Source Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 323 . Tasifeto Timur 15.4 Realisasi Penerimaan Pajak Pengambilan Pemanfaatan Bahan Galian Golongan C menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) Target (Rupiah) (2) Realisasi (Rupiah) (3) Persentase (%) (4) 01.00 100.481.00 100.00 100.00 100.112.00 186.00 100. Sasita Mean 07.00 100.500.8210.261.519.123. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertambangan - 38.513.50 568.00 100.00 100.607.156.00 292.00 100.10 2.194.369.50 838.405.50 332.00 83.126.601.00 100. Kota Atambua 14.800.00 100.378.46 14. Weliman 05. Raihat 16.4.856.773.00 40. Lasiolat 17.00 100.00 161.664.00 100. Malaka Barat 02.00 16.725.893.00 100. Kobalima 11.631. Malaka Timur 08. Tasifeto Barat 12. Malaka Tengah 06.270.00 17.00 31.26 96.00 100.661.798.259.00 27.041.00 56.00 100.045.459.885.68 20.530.642.

Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13.5 Realisasi Penerimaan Pajak Air Bawah Tanah menurut Kecamatan Di Kabupaten Belu Actual Receipts Retribution Under Soil Water by District in Belu Regency 2007 Kecamatan District (1) Sasaran Target (Rupiah) (2) Realisasi Realitation (Rupiah) (3) Persentase Percentage (%) (4) 01. Raihat 16.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Malaka Tengah 06.112. Sasita Mean 07.4.211. Tasifeto Barat 12.44 Sumber : Dinas Pertambangan 324 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .112.211.900 21.900 70.500 30. Lamaknen Kabupaten Belu 30. Tasifeto Timur 15.44 70. Malaka Barat 02. Lasiolat 17. Raimanuk 10. Weliman 05. Kota Atambua 14. Rinhat 03. Wewiku 04. Kobalima 11.500 21. Laen Manen 09.

BAB / CHAPTER 8 Perdagangan & Perhotelan Trade & Hotels .

PERDAGANGAN & HOTEL / TRADE & HOTELS

PERDAGANGAN & PERHOTELAN
PERDAGANGAN 
Sektor perdagangan merupakan sektor yang sangat strategis dalam mata rantai aktivitas ekonomi karena berperan sebagai mediator antara rumah-tangga konsumen dan rumahtangga produsen. Sebagai jaringan distribusi yang melayani kebutuhan masyarakat baik untuk barang konsumtif maupun produktif maka segala kebijakan di sektor perdagangan selalu diarahkan untuk menjamin penyebaran serta ketersediaan berbagai barang kebutuhan tersebut secara lebih merata dengan harga yang dapat dijangkau daya beli masyarakat. Pada tahun 2007 jumlah perusahaan di sektor perdagangan yang telah mengantongi surat izin usaha perdagangan sebanyak 1814 unit dengan klasifikasi jenis usaha perdagangan besar 26 unit (1.43%), perdagangan menengah 551 unit (30.37%), perdagangan kecil/eceran 1152 unit (63.51%) serta rumah makan sebanyak 69 unit (3.80%). Dari penyebaran secara geografis memperlihatkan bahwa 66.26% dari jumlah usaha perdagangan yang ada tersebar di wilayah kecamatan Kota Atambua sedangkan sisanya kecamatan Malaka Tengah 10.53%, Tasifeto Barat 5.13%, Malaka Barat 3.58%, Kakuluk Mesak 3.03%, Malaka Timur 2.32%, Raihat 1.93%, Tasifeto Timur 1.82% dan kecamatan lainnya sebesar 5.40%. Pada tabel 8.14 dapat dilihat volume pengadaan beberapa komoditi strategis terutama yang berasal dari luar wilayah Belu dimana pada umumnya mencakup barangbarang hasil pertanian dan industri pengolahan seperti beras, jagung, gula pasir, minyak goreng, dan minyak tanah. Pengadaan bahan makanan biasanya memuncak pada bulan-bulan yang berkaitan dengan hari raya seperti hari raya Lebaran, Natal maupun Tahun Baru. Sedangkan untuk pengadaan barang-barang non makanan jumlahnya relatif sama setiap bulan kecuali bahan bangunan yang biasanya membengkak pada bulan-bulan akhir tahun karena berkaitan dengan pengerjaan proyek konstruksi/ pemerintah

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

327

PERDAGANGAN & HOTEL / TRADE & HOTELS

yang segera diselesaikan pada akhir tahun anggaran.

PERHOTELAN 
Banyaknya akomodasi perhotelan sampai akhir tahun 2007 sebanyak 16 buah dengan total kapasitas tempat tidur yang tersedia 485 buah yang tersebar dalam 258 buah kamar tidur. Kapasitas tempat tidur yang ada hanya meliputi 15 buah hotel karena satu buah hotel yakni hotel Kalpataru sepanjang tahun 2007 tidak ada aktivitas penginapan. Jumlah tamu yang menginap selama tahun 2007 sebanyak 13,369 orang dengan perincian 12,740 orang (95.30%) adalah tamu domestik dan sisanya 629 orang (4.70%) merupakan tamu asing. Dibandingkan dengan keadaan tahun yang lalu jumlah tamu mengalami peningkatan sebesar 33.17%. Kendatipun meningkat, namun dengan jumlah tamu yang relatif kecil diduga ada kaitannya dengan perubahan pola lama dimana pada tahun-tahun sebelumnya sebagian besar tamu adalah aparat pemerintah tingkat propinsi maupun pusat yang melakukan tugas-tugas kedinasan di wilayah Kabupaten Belu. Namun semenjak diberlakukannya

pelaksanaan otonomi daerah, frekuensi kunjungan dalam rangka konsultasi dan pengawasan di daerah telah banyak berkurang. Justru yang terjadi sebaliknya adalah meningkatnya frekuensi kunjungan dari Kabupaten ke tingkat propinsi dan pusat untuk kepentingan konsultasi. Untuk tamu dari kalangan swasta masih bertumpu pada kalangan dunia usaha dan tamu-tamu asing. Sedangkan tamu non niaga atau tamu keluarga yang menggunakan jasa akomodasi masih relatif kecil karena berkaitan dengan keterbatasan kemampuan ekonomi masyarakat. Rata-rata tarif per hariorang yakni tarif minimum Rp 35,000,- dan tarif maksimum Rp 600,000,-. Sedangkan secara parsial antar hotel tarif terendah di hotel Merdeka, Wisata, dan Minang yakni Rp 35,000. sedangkan yang tertinggi untuk kelas VIP di hotel Nusantara II, Permata, Timor dan King Star masing-masing Rp 232,000,-, Rp 375,000,-, Rp 385,000,-, dan Rp 600,000,-.

328

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Gambar 8.1. Banyaknya Tamu yang Menginap pada Hotel di Kabupaten Belu Menurut Kewarganegaraannya Tahun 1998 – 2007
14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

WNI
Sumber : BPS Kabupaten Belu

WNA

Gambar 8.2. Tingkat Hunian Kamar Hotel di Kabupaten Belu Tahun 1998 – 2007
2007 2006 2005 2004 2003 2002 2001 2000 1999 1998
Sumber : BPS Kabupaten Belu
11.95 7.23 6.66 8.22 10.61 13.70 7.93 9.39 11.27 9.32

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

329

Perdagangan
Trade

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.1 Banyaknya Perusahaan/Usaha Sektor Perdagangan Menurut Jenis Usaha dan Kecamatan Numbers of Etablishment by Trade Scale and District 2007

Kecamatan District

Perdaganga n Besar Large Scale

Perdagang Menengah Medium Scale

Swalayan Super Market

Perdaganga n Kecil Small Scale

Rumah Makan Restorant

Hotel Losmen Hotel

Jumlah Total

(1)
01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima 11. Tasifeto Barat 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen Kabupaten Belu

(2) 26 26

(3) 27 2 1 0 45 1 14 0 0 3 18 14 412 9 0 0 5 551

(4) -

(5) 38 4 6 4 132 14 28 7 3 22 72 40 699 22 35 1 25 1152

(6) 11 3 1 52 2 69

(7) 3 13 16

(8) 65 6 7 4 191 15 42 7 3 25 93 55 1202 33 35 1 30 1814

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

333

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.2 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Kategori Lapangan Usaha di Kabupaten Belu 2006

Kategori Lapangan Usaha (1)
01. Pertambangan dan Penggalian 02. Industri Pengolahan 03. Listrik, Gas dan Air 04. Konstruksi 05. Perdagangan Besar dan Eceran 06. Akomodasi dan Makan Minum 07. Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi 08. Perantara Keuangan 09. Real Estate, Usaha Persewaan 10. Jasa Pendidikan 11. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 12. Jasa Kemasyarakatan, Sosbud, Hiburan Dan Perorangan lainnya 13. Jasa Yang Melayani RT

Perusahaan/Usaha

Tenaga Kerja

(2) 438 6,881 35 713 14,630 318 3,342 144 2,025 410 252 792 22

(3) 837 12,651 95 2,467 24,334 714 4,219 900 3,884 6,188 778 1,621 23

Jumlah

30,002

58,711

Sumber : Sensus Ekonomi 2006, BPS Source : Economic Census 2006, BPS

334

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.3 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Skala Usaha di Kabupaten Belu 2006

Skala Usaha (1)
01. Mikro 02. Kecil 03. Menengah 04. Besar 05. Tidak dapat diklasifikasikan

Perusahaan/Usaha

Tenaga Kerja

(2) 28,461 1,452 67 16 6

(3) 51,174 6,583 686 244 24

Jumlah

30,002

58,711

Sumber : Sensus Ekonomi 2006, BPS Source : Economic Census 2006, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

335

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Volume Antar Pulau ke Luar Untuk 2 0
Volume

Jenis Komoditas (1) 01. Kacang hijau 02. Bawang putih 03. K o p r a 04. Ketumbar 05. Kemiri kupas 06. Sapi potong 07. Sapi bibit 08. Kerbau potong 09. Kulit sapi kering 10. Asam biji 11. Kacang tanah 12. Biji mente 13. Kopi biji 14. Asam Biji 15. Kemiri Kulit 16. Jagung Biji 17. K a y u 18. Kunyit 19. Biji Kapok 20. Kedele 21. Drum Kosong 22. Kayu jati olahan 23. Siri hutan 24. Maek 25. Mengkudu 26. Kulit jeruk 27. Besi Tua 28. Kulit sapi basah 29. Lainnya

Satuan

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

(2) ton ton ton ton ton Ekor Ekor Ekor ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton/m³ ton ton ton ton ton ton ton

(3)
88.81 37.00 162 3 13.08 119.46 128.44 491.10 23.00 13.44 36.19

(4)
90.11 91.46 445 12 10.75 40.15 15.84 84.33 344.57 2.16

(5)
167.5 365.775 445 12 20.95 40.00 92.50 112.32 171.18 295.00 60.00 619..098 5.04 200 23.01

(6)
21.475 78.52 69.40 659 19 2.25 34.48 206.46 303.00 92.32 152.271 13.38 35.96

(7)
25.7 114.98 2523 51 5.700 91.95 3.50 25.32 35.00 264.999 0.2 4.00 56.00

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

336

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Table 8.1.4 Beberapa Komoditas di Kabupaten Belu 0 7
Volume Juni Juli Agst Sep Okt Nop Des Jumlah

(8)
25.00 60.88 11.56 2119 57 3.55 86.90 21.32 14.88 0.66 3.0 11.50 18.27

(9)
25.475 78.52 69.40 743 19 2.25 74.48 106.46 303.00 92.32 152.271 13.38 30.66

(10)
124.98 2523 51 5.700 91.95 3.50 35.00 164.999 0.2 4.00 33.00

(11)
43.76 145.95 2.50 2.80 3217 57 10.00 16.00 6.00 885.35 48.24 148.573 0.3 6.60 266.73

(12)
4.00 91.00 5.00 150.00 3948 165 8.50 500.00 3.00 7.50 665.00 59.60 914.30 2.50 148.04

(13)
123.40 10.10 30.00 1418 44 36.30 562.30 22.50 126.30 550.00 15.52 79.30 0.36 6.00 97.52

(14)
15.00 42.00 16.84 1146 20 3.50 300.00 4.50 20.00 334.60 123.00 0.40 3.60 31.10

(15)
160.41 1206.65 17.60 844.24 19348.00 510.00 122.53 1626.35 232.40 563.02 696.87 4241.62 405.88 2000.37 4.46 83.44 200.00 778.64

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

337

14 70.00 200.30 6 7 0. Sabun cuci 09.97 9 50 1. Televisi 18.270 18. Tape recorder 20.78 100.16 345. Tekstil 08.00 4600.00 54 79. Benang tenunan 12. Minyak goreng 11.00 - Jenis Komoditas (1) 01.00 21.00 41.00 47. Beras 02.296 37030 990.727 2.00 17. Sepeda motor 07.933 13.00 Apr (6) 915.15 Mei (7) 1630. Jagung Satuan (2) ton ton ton ton Unit Unit M2 ton M2 ton ton ton Lembar ton Unit Unit Unit Unit ton Peb (4) 3322.23 5.00 4000.32 - Mar (5) 1995.442 4 0. Barang campuran 15. S e m e n 04. Seng atap 14. Mesin jahit 17. Gula pasir 03.018 3989.273 1 1 16.95 2212 1338.00 2000. Radio tape 19.00 3450.00 25.90 4900 1780. M o b i l 06.651 24900 1742.14 35. A s p a l 13.00 3200. Besi beton 05. Tepung terigu 16.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Pengadaan Barang Strategis di Kabupaten Belu 2 0 Volume Jan (3) 570.851 27.00 64. Sarung tenunan 10.381 11.067 11 35 6.00 52 - Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 338 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .904 221.

00 7.21 70.00 974.946 49.00 370.1.00 64.00 0.651 24900 1742.00 76 - Okt (12) 2445.00 - Jumlah (15) 23142.00 257.00 175.15 Juli (9) 942.00 62300 1768.01 52.78 100.15 290.00 196.49 92.458 9 65 0.00 4358.641 0.652 4 0.00 52 - Sep (11) 2794.00 - Des (14) 781.904 221.31 0.656 10.30 13.97 9 50 1 27.308 82.00 41.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Table 8.00 - Nop (13) 4239.00 5 13 1135.00 17.70 2.79 2064.79 1218.5 Menurut Jenis Barang dan Bulan 0 7 Volume Juni (8) 1879.00 23 - Ags (10) 1630.381 11.00 19310.00 2800.00 250.00 565.28 1300 1342.00 83.00 3000.00 200.89 159954.00 50.46 0.00 650.30 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 339 .00 5200.00 2200.646 155.851 27.40 10 128 2 21.00 645.00 0.10 298.00 4400.00 69.34 2412 1365.13 279.16 345.00 44198.875 13.00 4990.00 13 21 3 1142.48 3.17 81.23 5.

Mei 06. Desember Tahun 2007 Sumber : Perum Dolog Source : PNS/POLRI/ TNI (2) 370 399 358 364 331 335 343 358 359 359 347 347 4.102 347 10. Oktober 11. Nopember 12. Juni 07. Juli 08.991 Pedagang/ Usaha Lainnya (4) 915 915 Jumlah (5) 370 1.1. Januari 02.314 1.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. April 05.177 953 927 957 777 892 751 609 1. Pebruari 03. Agustus 09.176 340 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .6 Banyaknya Komoditi Beras yang Disalurkan menurut Kelompok Penggunaan dan Bulan Penyaluran di Kabupaten Belu 2007 (Ton) Bulan (1) 01. September 10. Maret 04.270 RASKIN (3) 819 589 596 622 434 534 392 250 755 4.

Perhotelan Hotels .

Kota Atambua 14. Rooms. dan Tempat Tidur Menurut Kecamatan Numbers of Hotel/Lodgings. Malaka Tengah 06.2007 2006 Kecamatan District Hotel. Sasita Mean 07. Rinhat 03. Losmen Hotel. Tasifeto Barat 12. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 343 . Raimanuk 10. Laen Manen 09. Wewiku 04. Kobalima 11. and Beds by District 2006 . Malaka Timur 08. Lasiolat 17.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. Lodgin gs (5) 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 0 0 16 2007 Kamar Rooms (6) 0 0 0 0 35 0 0 0 0 0 0 0 223 0 0 0 0 258 Tempat Tidur Beds (7) 0 0 0 0 59 0 0 0 0 0 0 0 426 0 0 0 0 485 (1) 01. Lodgin gs (2) 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 0 0 16 Kamar Rooms (3) 0 0 0 0 35 0 0 0 0 0 0 0 216 0 0 0 0 251 Tempat Tidur Beds (4) 0 0 0 0 59 0 0 0 0 0 0 0 417 0 0 0 0 476 Hotel. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02.1 Banyaknya Akomodosi Hotel/Losmen.2. Weliman 05. Jumlah Kamar. Losmen Hotel. Tasifeto Timur 15. Raihat 16.

Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raihat 16.407 0 0 0 0 0 0 0 11. Wewiku 04. Sasita Mean 07.2 Banyaknya Tamu Menurut Kewarganegaraan dan Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar Numbers of Guest by Citizen and Average Occupancy Rate of Hotel 2007 Banyaknya Tamu Nuimbers of Guest Kecamatan District Jumlah Total WNA Foreigner WNI Indonesian Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar Average Occupanc y Rate (5) 0 0 0 0 5. Malaka Barat 02. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 15. Rinhat 03.740 (4) 0 0 0 0 1.333 0 0 0 0 12. Malaka Tengah 06. Weliman 05. Raimanuk 10.80 0 0 0 0 0 0 0 9.2. Lamaknen Kabupaten Belu (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 629 0 0 0 0 629 (3) 0 0 0 0 1.407 0 0 0 0 0 0 0 11.962 0 0 0 0 13.369 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 344 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. Tasifeto Barat 12. Kobalima 11. Kota Atambua 14.32 (1) 01.89 0 0 0 0 9. Lasiolat 17.

BAB / CHAPTER 9 Transportasi & Komunikasi Transportation & Communications .

Pada tahun 2005 jumlah kendaraan bermotor roda dua 15.77 Km (22.98%). Bila prasaran jalan sebagai urat nadi.90 km (18. politik.282 unit pada tahun 2007 atau naik 4. Kendatipun panjang jalan tanah relatif masih cukup banyak namun cukup menggembirakan bahwa hampir semua desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Belu dapat dijangkau dengan kendaran umum. Sedangkan untuk Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 347 . Kendaraaan roda empat atau lebih untuk angkutan penumpang (mikrolet dan bus) pada tahun 2005 sebanyak 1. Prasaran jalan merupakan media vital bagi kelancaran arus transportasi darat.88%) kerikil/ diperkeras 264. Guna menopang kelancaran perhubungan darat di Kabupaten Belu sampai dengan akhir tahun 2007 telah dibangun jalan sepanjang 932.90 Km (38.40%) dan jalan tanah sepanjang 156.55 Km dengan perincian manurut status jalan sebagai berikut: jalan Kabupaten 689.02%.095 unit dan meningkat tajam menjadi 19. Dalam kurun waktu 2005-2007 jumlah beberapa jenis kendaraan bermotor tiap tahunnya selalu menunjukkan peningkatan. kebudayaan.95 Km (73.00 km (7.83%) Dilihat dari aspek kualitas permukaan jalan dari panjang jalan keseluruhan tersebut di atas yang berkategori diaspal 510.928 unit pada tahun 2007 atau naik 32. transportasi darat diharapkan tampil sebagai urat nadi kehidupan sosial. dan hankam di Kabupaten Belu.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION TRANSPORTASI & KOMUNIKASI PERHUBUNGAN DARAT  Sebagai bagian dari sistem transportasi regional yang terpadu.88 Km (38.225 unit dan meningkat menjadi 1. jalan Propinsi 169.72%).19%) dan jalan Negara 73. maka sarana angkutan ibarat darah yang mengalir melewati jalur urat nadi tersebut.65%. Sistem transportasi harus ditata sedemiakian rupa agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pedesaan dalam rangka mobilisasi barang material maupun manusia sebagai faktor produksi sehingga pada gilirannya dapat memperpendek jarak kesenjangan tingkat pembangunan dengan daerah perkotaan.

PERHUBUNGAN LAUT  Wilayah Kabupaten Belu adalah daerah bukan kepulauan (daerah daratan) tapi perhubungan laut merupakan sarana yang cukup penting untuk menunjang aktivitas perekonomian daerah.72%. Jumlah penumpang yang datang pada tahun 2006 sebanyak 2293 dan pada tahun 2007 tercatat sebanyak 3.99%) pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 meningkat menjadi 106.70%) dan angkutan barang 299 unit (naik 6. dan sebaliknya lebih menjadi wilayah pasar hasil produksi dari Jawa dan daerah lainnya. Sedangkan yang berangkat pada tahun 2006 348 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Dengan volume bongkar jauh lebih tinggi dari volume barang yang dimuat menunjukkan bahwa hasil produksi Kabupaten Belu yang diantar pulaukan ke daerah lain masih sangat terbatas.6 ton (turun 23.370 ton (turun 23. Volume bongkar barang lewat pelabuhan Atapupu pada tiga tahun terakhir perkembangannya cukup baik. volume bongkar muat barang dan jumlah penumpang. Kegiatan lalu lintas laut Kabupaten Belu yang tercatat adalah banyaknya kapal. Dari satusatunya pelabuhan laut di Kabupaten Belu yakni pelabuhan laut Atapupu sesuai data akhir tahun 2007 terdapat 532 kali kunjungan kapal yang semuanya berklasifikasi sebagai pelayaran nusantara. baik yang datang berangkat. Jumlah bongkar barang pada tahun 2005 sebanyak 88.995 ton menurun menjadi 19.88%) pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 turun lagi menjadi 15.786.04%).646 ton (naik 20.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER kendaraan angkutan barang (truk. Sedangkan banyaknya muat barang lewat pelabuhan Atapupu pada tahun 2005 sebanyak 25.74%). Volume bongkar terus bertambah.830 ton (3. yang berfungsi sebagai kendaraan umum sebanyak 588 unit dengan perincian untuk angkutan penumpang 289 unit (naik 0. menurun menjadi 84. Pelabuhan laut Atapupu terletak di Kecamatan Kakuluk Mesak dan kegiatan pelabuhan ini relatif ramai karena mempunyai jaringan angkutan laut yang sifatnya regular.32%). dan pick up pada periode waktu yang sama mengalami peningkatan 14. Dari jumlah kendaraan roda empat atau lebih tersebut di atas.03%) dari tahun yang lalu. light truk.007 orang (naik 31.330 ton.

724 sambungan atau 87. Dari jumlah sarana kantor pos tersebut sepanjang tahun 2007 melayani pengiriman surat sebanyak 22.120 yang berangkat dibandingkan dengan tahun 2006 jumlah penumpang yang datang dan berangkat tercatat sebanyak 3.52%. Bila dibandingkan dengan tahun 2006. POS DAN TELEKOMUNIKASI  Pembangunan pos dan telekomunikasi merupakan sarana yang amat penting mencakup jangkauan pelayanan regional. PT Pos dan Giro serta PT Telkom diharapkan mampu meningkatkan kinerja pelayanannya sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat tersebut. Pada tahun 2007 di Kabupaten Belu tercatat satu buah kantor pos dan 5 kantor pos pembantu. Meningkatnya permintaan akan jasa pos dan telekomunikasi sebagai konsekuensi logis dari adanya kemajuan pembangunan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.304 orang atau turun sebesar 34.409 kg dan Rp 2. jumlah pelanggan telepon mengalami peningkatan sebesar 41.119 sambungan pelanggan dengan perincian sebagai berikut pemerintah 395 sambungan atau 12.71% dan surat tercatat 1.37%.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION sebanyak 1.431 orang atau naik 6. Jumlah pelanggan sampai akhir tahun 2007 sebanyak 3.060. Jumlah penumpang yang datang dan berangkat pada tahun 2007 sebanyak 2.896.66% dan 2. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 349 .000.   PERHUBUNGAN UDARA  Di Kabupaten Belu mempunyai satu pelabuhan udara yakni pelabuhan udara Haliwen.470 orang dan pada tahun 2007 tercatat 2. kilat 17. Dibandingkan dengan tahun lalu.34% adalah pelanggan swasta dan perorangan.505 buah atau 15.577 buah atau 6. nasional dan internasional sehingga arus informasi dan data dapat menjangkau seluruh dimensi ruang dengan baik dan lancar sebagaimana upaya yang telah dilakukan pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kompeten. pesawat yang datang dan berangkat tercatat 100 kunjungan sehingga mengalami penurunan sebesar 2.81%.800 buah paket surat dengan rincian surat biasa 3.5%.154 orang yang terdiri dari 1. Jumlah pesawat yang datang dan berangkat pada tahun 2007 sebanyak 98 kunjungan pesawat.00%. Sedangkan jumlah barang yang dipaketkan dan jumlah uang yang diweselkan melalui kantor pos ini masing-masing sebanyak 17.718 atau 77.Untuk sarana telekomunikasi pada tahun 2007 terdapat satu buah kantor BUMN.92%.034 orang yang datang dan 1.

2.47% Baik 37.73% Sedang 16. Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya Tahun 1998 .TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Gambar 9.1.04% Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Gambar 9. Persentase Panjang Jalan di Belu Menurut Kondisi Jalan Tahun 2007 Rusak Berat 28.2007 20000 18000 16000 14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 Sepeda Motor Truck 2006 Sedan 2007 Sumber : Polres Belu 350 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .75% Rusak 17.

3.2007 60000 50000 40000 30000 20000 10000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Sumber : PT Telkom Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 351 .TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Gambar 9. Banyaknya Pemasangan Jaringan Telepon oleh PT Telkom di Kabupaten Belu Tahun 1998 .

Perhubungan Darat Land Transportations .

5 4. Ambulance 07.282 1. tangki.1 Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kendaraan Numbers of Motor Vehicles in Belu regency by Type of Motor Vehicles 2006.928 370 45 1. Sedan / car 04. Truck.806 23. bis mini. Station Wagon 08. Sepeda motor / motor cycle 02.46 12. Lain . light truck.384 338 40 1.67 - Jenis Kendaraan Type of Vehicles (1) 01.54 9. combi. dan sejenisnya/ bus.733 26.40 11. pick-up. microbus 05.49 8.605 38 465 - Jumlah / total Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 18. traktor 06.2007 Perubaha n (%) (4) 29.lain / others 2006 (2) 15. Bis.1.20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 355 .TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.228 1.440 35 376 - 2007 (3) 19. Jeep / salon station 03.57 23.

Pelanggaran / delinquency 2006 (2) 3.71 -61.02 -63.29 -43.53 -23.03 -30.mati / death .kecelakaan / accident 02.450.401 1.02 -31.1.711 208 317 38 96 183 286.000 Perubahan (%) (4) -47.180 145 179 29 79 71 246.2 Banyaknya Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Belu Numbers of Delinquency and Traffic Accident in Belu regency 2006 .20 -13.68 -17.luka ringan / light 03.83 .800. Korban .290 1.000 2007 (3) 1.2007 Jenis Kendaraan Type of Vehicles (1) 01.802 477 1.tilang .TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.luka berat / seriously . Kerugian (rupiah) Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 356 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .non tilang .

943 7.091 5.1.01 -30. STNK 03.B II -C 02.89 -0.A umum -BI . STNK.77 Rincian (1) 01.003 245 3 140 13 2. yang dikeluarkan Resort Kepolisian Kabupaten Belu Numbers of Driving and Vehicles License Issued by Type 2006 -2007 Perubahan (%) (4) -19.102 2007 (3) 3.54 -15.82 -26.602 3.841 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 357 . Surat ijin mengemudi / driving lisence -A .3 Banyaknya SIM.B I umum .708 352 37 141 79 3.36 152.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. dan BPKB. BPKP Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 2006 (2) 3.71 -83.40 -91.355 3.

1. Angkutan kota 02. Angkutan antar kota antar propinsi 2006 (2) 72 138 77 - 2007 (3) 71 133 85 - Jumlah / total Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Belu 287 289 0. Angkutan pedesaan 03. Bus Menutur Trayek di Kabupaten Belu 2006 .70 358 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Angkutan antar kota dalam propinsi 04.39 - Trayek (1) 01.4 Banyaknya Mobil.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.2007 Perubahan (%) (4) -1.39 -3.62 10.

1. Truck 02. Tangki Jumlah (4) 72 583 255 56 Jumlah / total 299 667 966 Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 359 . Truck mini 03.5 Banyaknya Mobil Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Sifat 2007 Sifat Umum (2) 29 255 11 4 Tidak Umum (3) 43 328 244 52 Jenis (1) 01.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Pick-up 04.

00 360 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .98 - Jumlah / total Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu 932.1.00 169.6 Panjang Jalan Menurut Status Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Road Status in Belu Regency 2007 Status Jalan Road Status (1) Negara / state Propinsi / provicial Kabupaten / regency Lokal / local Panjang Length (2) 73.55 100.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION (kilometer) Tabel / Table 9.60 689.19 73.83 18.95 - Persentase (3) 7.

91 153.1.75 689.54 100.00 100.00 (4) 169.18 0.02 3.00 73.28 264.95 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 361 .00 % (7) 38.00 (2) 73.88 38.7 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Type of Surface in Belu Regency 2007 Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road (kilometer) Jenis Permukaan Jalan Type of Surface (1) Aspal / asphalt Kerikil / grave Tanah / earth Lainnya / others Jumlah / total % (3) 100.60 (6) 268.00 % (5) 100.60 169.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.00 100.40 22.

25 - % (5) 65.93 % (7) 25.1.00 169.78 9.75 10.73 17.65 235.00 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu 362 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .49 17.14 Jumlah / total 73.07 5.08 (1) Baik / good Sedang / moderate Rusak / damaged Rusak berat badly damaged (2) 65.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.60 100.95 100.52 7.56 34.48 - (4) 110.72 30.00 689.00 100.700 18.27 11.85 123.87 22.40 (6) 175.31 155.8 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Condition in Belu Regency 2007 (kilometer) Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road Jenis Permukaan Jalan Type of Surface % (3) 89.

00 (4) 169.00 100.95 100.00 73.00 100.1.00 100.60 169.9 Panjang Jalan Menurut Kelas Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Class Road in Belu Regency 2007 (kilometer) Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road Jenis Permukaan Jalan Type of Surface % (3) 100.00 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 363 .00 % (5) % (7) (1) Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IIIA Kelas IIIB Kelas IIIC Tidak terperinci no stated Jumlah / total (2) 73.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.60 (6) 689.95 689.00 100.

Perhubungan Udara Air Transportations .

034 119 119 96 78 159 63 102 140 29 86 47 82 1.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.120 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah Sumber : Kantor Pelabuhan Udara Haliwen. Atambua Source : Haliwen Air Port Office.1 Jumlah Pesawat dan Penumpang Datang dan Berangkat di Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan Numbers of Aircraft and Passengers Arrival and Departures Via Haliwen Air Port by Month 2007 Pesawat Aircraft Datang Berangkat Arrivals Departures (2) (3) 9 7 8 9 9 7 9 9 4 13 7 7 98 9 7 8 9 9 7 9 9 4 13 7 7 98 Penumpang Passengers Datang Berangkat Arrivals Departures (4) (5) 193 81 44 68 123 58 95 109 22 106 63 72 1. Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 367 .2.

356 649 575 292 629 1. Atambua 368 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.583 Pos Paket Muat Bongkar Load Unload (6) (7) 0 0 56 32 30 0 0 10 0 10 0 0 138 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Bulan / Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember /November Desember / December Jumlah Sumber : Kantor Pelabuhan Udara Haliwen.2. dan Pos Paket Lewat Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan Volume of Cargo Loaded/ Unloaded Via Haliwen Air Port by Month 2007 Barang (kg) Muat Bongkar Load Unload (2) (3) 0 0 0 0 0 0 0 45 0 0 0 0 45 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Bagasi (kg) Muat Bongkar Load Unload (4) (5) 738 838 890 470 10.271 387 490 932 159 484 173 524 16. Bagasi. Haliwen Air Port Office.039 499 573 927 193 118 658 431 6. Atambua Source .2 Banyaknya Bongkar Muat Barang.

Perhubungan Laut Sea Transportations .

1 Banyaknya Kunjungan Kapal dan Arus Penumpang di Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Numbers of Ship Visit and Passenger via Atapupu Port by Month 2007 Kunjungan Kapal Ship Visit (2) 26 47 46 39 43 37 41 44 52 56 64 37 Penumpang Passengers Datang Berangkat Arrivals Departures (3) (4) 94 120 193 30 76 155 542 520 179 578 275 245 94 53 174 70 145 175 401 282 216 319 318 184 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah 532 3.TRANPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.431 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 371 .007 2.3.

289 8.114 9. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Volume of Cargo Loaded Via Atapupu Port by Month 2007 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December BBM (kiloliter) (2) 3.495 3.012 9.810 3.168 Barang (ton) (3) 4.620 12.986 8.865 4.850 10.729 Hewan (ekor) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 40.173 13.602 3.2 Banyaknya Bongkar BBM.261 6.617 2.170 4.834 8.361 3.608 10.204 106.182 3.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.501 3.597 2.458 3.548 2.3. Barang.646 0 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office 372 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

048 647 1.335 Hewan (ekor) (4) 267 281 1.236 1.526 1. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Volume of Cargo UnLoaded Via Atapupu Port by Month 2007 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December BBM (kiloliter) (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Barang (ton) (3) 710 477 1.975 1.979 2.773 3.567 439 1.370 21.282 0 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 373 .303 Rumput (M3) (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 0 15.272 1.268 2.304 2.223 996 3.223 2.3.216 2.TRANPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.485 1.102 1.3 Banyaknya Muat BBM. Barang.

Pos & Telekomunikasi Post & Telecommunications .

410 1.986 5.1 Banyaknya Surat Yang dikirim lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan dan Jenis Surat Numbers of Postal Mailed by Triple-Month and Type 2007 Surat Yang Dikirim Postal Mailed Triwulan Biasa General Mail (2) 261 276 1.433 4. Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 377 .729 17.001 6.505 Kilat Express Mail (3) 4.800 (1) I II III IV Jumlah / total Sumber : PT.4.359 4.197 4. Pos Indonesia.558 3.087 6.577 Jumlah Total (5) 4.726 22.718 Tercatat Registered Mail (4) 292 366 480 439 1.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.

000 2007 (3) 752.060.000 1.000 673.809.300. Pos Indonesia.896.2007 (rupiah) Triwulan (1) I II III IV Jumlah / total 2006 (2) 239.800 806.2 Banyaknya Uang Yang diweselkan lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 .200 2.000 276.000 288.750.337. Atambua 378 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .616.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.4.000 Sumber : PT.141.604.309.475.000 663.023.000 218.

379.841.4.00 2.3 Banyaknya Barang yang Dipaketkan lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 .929.2007 (Kilogram) Triwulan (1) I II III IV Jumlah / total Sumber : PT. Atambua 2006 (2) 3.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.188 10.042.409 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 379 .00 14.667.00 3.00 2007 (3) 409 5. Pos Indonesia.00 5.455 17.357 1.

119 Sumber : Kantor Cabang Telekomunikasi Atambua 380 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .724 2.119 3.724 2.4.724 2.4 Jumlah Sambungan Telepon Yang Disambung Menurut Jenis Pelanggan per Triwulan 2007 (Sambungan) Triwulan (1) I II III IV Pemerintah (2) 395 395 395 395 Swasta / Perorangan (3) 2.724 Jumlah (4) 3.119 3.119 3.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.

Harga Financial & Prices .BAB / CHAPTER 10 Keuangan & Harga .

maka keinginan untuk meningkatkan pengeluaran pemerintah semakin mendesak. sedangkan selebihnya masing-masing subsidi daerah otonom dan bantuan pembangunan pemerintah pusat atau dana perimbangan 94. Sedangkan secara finansial perlu upaya yang lebih keras dari pemda dan seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkannya.46%. Berimbang berarti harus diusahakan keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran sedangkan dinamis berarti makin meningkatnya jumlah anggaran dan sumber pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga kemampuan untuk membiayai daerah sendiri semakin nyata sekaligus ketergantungan pada bantuan pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) semakin dikurangi. pemerintah pada umumnya cenderung menggunakan prinsip anggaran berimbang dan dinamis.95%.59%. lain-lain pendapatan yang sah 1.95% dari total penerimaan memperlihatkan bahwa otonomi daerah masih dalam jargon politis. retribusi daerah. Akibatnya dalam perencanaan anggaran publik pada waktu mendatang akan bergeser dari pola anggaran berimbang ke anggaran defisit.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES KEUANGAN & HARGA-HARGA KEUANGAN DAERAH  Dalam perencanaan anggaran dan belanja daerah. Pada tahun anggaran 2006 realisasi penerimaan APBD Kabupaten Belu 374.943 milyar rupiah atau meningkat 51. Dari sisi pengeluaran dalam tahun anggaran 2006 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 383 .22% dari tahun anggaran sebelumnya. Dengan PAD yang terdiri dari komponen pajak daerah. Seiring dengan tuntutan kebutuhan dan pembangunan pemerintah daerah untuk semakin menggairahkan aktivitas ekonomi dan sosial melalui pola pemberdayaan masyarakat. PAD hanya memberikan kontribusi sebesar 3. laba BUMD dan penerimaan lain-lain yang hanya sebesar 3. Dari total penerimaan tersebut. Apalagi ada kesan bahwa masingmasing sektor institusi pelayananan publik berlombalomba mencari legitimasi politis pihak legislatif untuk mendapatkan anggaran yang lebih besar.

097 milyar rupiah atau meningkat 38.51 %. Dengan posisi pengeluaran pemerintah daerah yang di dominasi pengeluaran untuk belanja publik sampai 69.34%).113. Khusus untuk pengeluaran belanja publik sendiri yang berjumlah 229. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Dibandingkan dengan tahun lalu. Pada tahun 2007 jumlah KUD di Kabupaten Belu sebanyak 14 unit dan 67 unit koperasi non KUD.760 juta rupiah atau ratarata tiap anggota mempunyai simpanan sebesar 70. lembaga koperasi terutama Koperasi Unit Desa (KUD) masih kalah bersaing bahkan mati suri karena keterbatasan Sumber Daya Manusia yang berwatak sosial. belanja Modal 23. biaya pemeliharaan.152 milyard rupiah (30.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES sebanyak 330.889 orang dengan total simpanan sebesar 1. KOPERASI  384 Koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional dan sebagai salah satu pelaku ekonomi yang memperoleh legitimasi formal dalam konstitusi.945 milyard rupiah tercatat pos pengeluaran yang menyedot dana paling tinggi adalah belanja Administrasi Umum 52. Jumlah anggota KUD sebanyak 15. Sementara 69.66% memperlihatkan bahwa komitmen pemerintah terhadap kepentingan masyarakat dalam bidang alokasi anggaran perlu ditingkatkan lagi pada waktuwaktu mendatang. belanja Operasi dan Pemeliharaan 20.945 milyar) adalah pengeluaran untuk belanja pelayanan publik. dimana semua telah berbadan hukum.48 % dan belanja tidak terduga 0.19 %.91 %.66% (229.91% dari tahun anggaran 2005 dari jumlah pengeluaran belanja aparatur seperti belanja pegawai.118 rupiah. belanja barang. belanja perjalanan dinas. dan lain-lain sebesar 100. belanja bagi hasil dan bantuan keuangan 2.91 %. Namun dalam operasionalisasinya. Karena itu secara konseptual koperasi harus mampu tampil sebagai penyelamat ekonomi rakyat dari ancaman badai ekonomi kapitalis yang mengandalkan kekuatan modal individual. Hal ini diperparah dengan ulah segilintir pengusaha swasta yang sering memperalat koperasi untuk melegitimasi aktivitas terselubung dalam mengeruk keuntungan pribadi.

bensin.754 orang (naik 32. Secara parsial pada tahun 2007 tingkat inflasi tertinggi terjadi pada kelompok perumahan 30.14% yang disebabkan oleh dampak krisis moneter dan krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997 dan mencapai momentum pada tahun tersebut. Pada tahun-tahun setelah itu tingkat laju inflasi berjalan fluktuatif karena manajemen perekonomian nasional masih ditandai dengan kebijakan kenaikan harga barang dan jasa strategis seperti listrik.19%. dan 2007 masing-masing dengan laju inflasi 7.50%.03% menyusul bahan makanan 7. sandang dan kesehatan 4. Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan dasar perhitungan laju inflasi dengan menjadikan Kota Atambua sebagai barometer fluktuasi harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Belu. Gejala meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dikenal dengan istilah inflasi. rekreasi. dan tembakau 3.807. makanan jadi.110 juta rupiah (naik 29.11%. minyak tanah. struktur ekonomi yang kurang seimbang dan tingginya jumlah uang yang beredar di tangan masyarakat.27%. dan tarif telepon yang terus mengalami penyesuaian harga sehingga pada gilirannya akan menaikan berbagai kebutuhan pokok karena barang-barang strategis tersebut mempunyai kaitan langsung dengan produksi dan distribusi.76%.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES jumlah simpanan anggota KUD menurun 8. HARGA – HARGA  Harga merupakan tingkat nilai dari suatu barang atau jasa yang ditawarkan atau nilai perolehan atas barang dan jasa yang harus dibayar konsumen.02 %. Tingkat inflasi tertinggi di Belu pernah terjadi pada tahun 1998 sebesar 58. naiknya harga struktur input barang import yang sangat rentan terhadap kurs mata uang asing. rokok.59% pada tahun 2004 naik menjadi 16. Karena itu upaya pencegahan inflasi harus berawal dari pengamatan yang cermat terhadap faktor penyebab utama inflasi di suatu wilayah. Untuk koperasi non KUD jumlah anggota 5.74%. dan olahraga adalah sebesar -0. Adapun laju inflasi umum yang terjadi berdasarkan akumulasi perubahan IHK per bulan di kota Atambua terhadap tujuh kelompok komoditas barang dan jasa 5. Sedangkan tingkat inflasi untuk pendidikan.05% pada tahun 2005 serta tahun 2006.82%).52%) dengan jumlah simpanan 2.06 % dan 10. transportasi dan komunikasi 0. Ada banyak faktor yang menyebabkan inflasi antara lain karena kapasitas permintaan terhadap suatu barang dan jasa melebihi volume persediaannya. solar. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 385 .

00 2.00 6.00 -2.00 2001 Sumber : BPS Kabupaten Belu J an Peb Mar Apr Mei J un J ul Ags Sep Okt Nop Des 2002 2003 2004 2005 2006 2007 386 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Laju Inflasi Kota Atambua Menurut Bulan Tahun 2001 .00 0. Laju Inflasi Kota Atambua Tahun 1998 .00 8.2007 12.00 10.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Gambar 10.1.2.2007 60 50 40 30 20 10 0 -10 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu 2007 Gambar 10.00 4.00 -4.

Keuangan Pemerintah Daerah Finance of The Regional Government .

085 2.348 597.701 6. BAGIAN DANA PERIMBANGAN 3.3.637.060 20.435 2.437.500 303.4.167.1. Dana Alokasi Khusus (DAK) 4.2. Bagian Laba Usaha Milik Daerah 2. Pendapatan Asli Daerah yang Sah Lainnya 3. Retribusi Daerah 2.659.000.295.3.000 5.1 Realisasi Penerimaan Daerah Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2006 ( rupiah) Jenis Penerimaan (1) 1. PINJAMAN PEMERINTAH DAERAH PENERIMAAN DAERAH Sumber : Survei Keuangan Pemerintah Daerah Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 389 .530. Pajak Daerah 2.4.447. BAGIAN PENDAPATAN ASLI DAERAH 2.791.942.594 5.000.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.792 354.487.489.560 2.986.390.811. Bagi Hasil Pajak dan Bagi Hasil Bukan Pajak 3. BAGIAN SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN TAHUN LALU Jumlah (2) 14.2. TRANFER DARI DANA CADANGAN 6.704.1.643.066. PENERIMAAN LAINNYA 5.1.169.590 374.000 28.589.259. Dana Alokasi Umum (DAU) 3. Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi 3.605.

Belanja Pegawai / Personalia 1.591.501.920.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.530.107 52. Belanja Barang dan Jasa 1.281. Belanja Modal Buku Perpustakaan 3.2 Realisasi Pengeluaran Pemerintah Daerah Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2006 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) A. Belanja Pemeliharaan 2.373. Belanja Modal Alat-Alat Studio 3. BELANJA APARATUR DAERAH 1.986.5.150 - 390 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .766 8.432. BELANJA ADMINISTRASI UMUM 1. Belanja Modal Jaringan 3.879 77.739 5.4.7.1.2. Belanja Perjalanan Dinas 1.1. Belanja Perjalanan Dinas 2.1.521.109.505. Belanja Modal Tanah 3. Belanja Barang dan Jasa 2.329.622 4. Belanja Pemeliharaan 3.711. Belanja Modal Alat-Alat Angkutan 3.000 221.2. Belanja Modal Alat-Alat Kantor 3.503.9.925 5.612.456.503.585.3.497 4.117 15.3.152.4. BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN 2.113.539. Belanja Modal Bangunan Gedung 3.8.3. BELANJA MODAL 3.746.386 7. Belanja Modal Instalasi 3.166.1. Belanja Modal Pos Jaga Jumlah (2) 100. Belanja Pegawai / Personalia 2.2.6.299 10.4.

3. Belanja Perjalanan Dinas 2.692.883.554.954.673.723.243 48.274.6.086.944.057 26. Belanja Modal Alat-Alat Bengkel Jumlah (2) 229.317. Belanja Modal Alat-Alat Kantor 3.1. Belanja Perjalanan Dinas 1.049.762. BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN 2.108 8.671.176 1.9. Belanja Modal Jaringan 3.500 6.723.2.390 8.1.885.8.198.2.094.1.226 108.4.906.1.931.418. Belanja Modal Tanah 3. Belanja Barang dan Jasa 2.385. Belanja Modal Bangunan Gedung 3.391 - Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 391 .4. Belanja Modal Alat-Alat Angkutan 3.375 121.2 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) B. Belanja Pemeliharaan 2. BELANJA MODAL 3. Belanja Modal Instalasi 3. Belanja Pemeliharaan 3.500.776 3.7. Belanja Barang dan Jasa 1. BELANJA ADMINSTRASI UMUM 1.3.308 6.5. Belanja Bangunan Air 3.4.227. Belanja Pegawai / Personalia 1. Belanja Modal Alat-Alat Besar 3.243 54.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Lanjutan / Continued Table 10.3.346. BELANJA PELAYANAN PUBLIK 1. Belanja Pegawai / Personalia 2.2.

157 JUMLAH BELANJA DAERAH Sumber : Survei Keuangan Pemerintah Daerah Belu 330. Belanja Modal Barang Bercorak Kebudayaan 3.202.1.097.12.1. Belanja Bagi Hasil Retribusi Kepada Pemerintah Desa 4. Belanja Modal Hewan 3.13.254 392 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .16./Kota 4. Belanja Modal Usaha 3. Belanja Modal Buku Perpustakaan 3. BELANJA TIDAK TERSANGKA 5.17. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Profesi 5.10.15.2. Belanja Modal Sarana Penunjang 4. Belanja Modal Alat-Alat Laboratorium 3.11.413.1. Belanja Bagi Hasil Pajak Kepada Pemerintah Kab.4. Belanja Modal Alat-Alat Studio 3. Belanja Modal Alat-Alat Kedokteran 3.2 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) 3. BELANJA BAGI HASIL DAN BANTUAN KEUANGAN 4.14. Belanja Tidak Tersangka 426.3.708.366.500 Jumlah (2) 5. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Kemasyarakatan 4.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Lanjutan / Continued Table 10.

217 42.165 43.154.941.773 48.553.111 8.000 13.742 62.319 182.165 43. Kobalima*) 11.825.319 182.469.741.978 2.143 102.827. Raimanuk 10.761 464.3 Jumlah Wajib Pajak .244.1.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.490 13.416. Wewiku 04.163 89.469.756 Persentase realisasi (%) (5) 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 Kecamatan District (1) 01.143 102.289 7.773 48. Kakuluk Mesak 13.661.004 68.133 5.756 Realisasi Penerimaan Pajak (Rupiah) (4) 1.442 7.523. Rinhat 03.178.523.178.090 37. Kota Atambua*) 14.417 64.417 64.593 79.227 3.000.358 4.051 5.II Belu Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 393 .160 161. Malaka Barat 02.543 42.741.660 52.944 46.141. Pajak Bumi dan Bangunan 91.004 15.825.070.593 79.000 15.976 7. Lasiolat 17.543 42. Weliman 05.944 46. Tasifeto Barat*) 12.273.723 31.227.822 3.154.941.692.827.244. Malaka Tengah 06.498 21.498 21.070. Raihat 16.090 37. Tasifeto Timur 15.761 464.000.661.742 62. Sasita Mean*) 07.217 42.178.823. dan Realisasi Penerimaan Pajak Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Wajib Pajak (2) 4.811 6.061 3.178. Laen Manen 09.647.000 2. Lamaknen*) B. Malaka Timur 08.011 4.273.204.227.177. Target.660 52.450 9.141.553.363 4.204.723 31.692.823.177.246 Target Penerimaan Pajak (Rupiah) (3) 1. Pajak Pertambangan Jumlah A + B A.004 68.416.160 161.647.004 Sumber : Dinas Pendapatan Daerah Tk.

Koperasi Cooperative .

Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 397 .000 (1) 01. Anggota dan Simpanan Menurut Jenis Koperasi Numbers of Cooperative.505. Members and Saving Deposits by Kind of Cooperative 2007 Banyaknya Jenis Koperasi Koperasi Cooperativ e (2) 28 4 2 9 2 22 Anggota Members (3) 2.000 2. KOPERASI LAIN-LAIN Jumlah 67 Sumber : Dinas Koperasi. KPN 02.000 497.651.110.000 2.807. KOPERASI PEMUDA 06.1 Banyaknya Koperasi.2.576. KOPERASI ABRI 03.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. KOPERASI SEKOLAH 07.000 261. KOPERASI SIMPAN PINJAM 05.754 Simpanan Saving Deposits ( ribuan rupiah) (4) 923.608.416.354.311 476 526 376 898 5.000 516. KOPERASI PENSIUNAN 04.000 605.167 1.

000 48. Lamaknen*) Kabupaten Belu Koperasi Unit Desa (KUD) (2) 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 14 Anggota Members (3) 1. Sasita Mean*) 07.060. Laen Manen 09. Tasifeto Timur 15.455 1. Kobalima*) 11.000 46. Kakuluk Mesak 13.253 15.699.000 1.000 41. Simpanan di Koperasi Unit Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Member and Saving deposits in Village Unit Cooperation by District 2007 Banyaknya Kecamatan District (1) 01.2.000 Sumber : Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Belu Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 398 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .411.657 449 1. Malaka Tengah 06.884 Simpanan Saving Deposits ( Ribuan Rupiah) (4) 149. Tasifeto Barat*) 12.000 40.568.427 545 396 608 1.382.750.760.000 108. Kota Atambua*) 14. Raihat 16.2 Banyaknya Koperasi Unit Desa.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.675.000 243.000 40.531.558 1.741. Wewiku 04. Raimanuk 10.000 225. Rinhat 03.810.113.404 4. Malaka Barat 02.000 56.927. Anggota.547 585 1. Lasiolat 17.000 102. Malaka Timur 08. Weliman 05.206.000 9.

Harga -Harga Prices .

45 284.57 557.40 543.86 249.16 312.77 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 401 . Minyak tanah / karosene 07. Minyak goreng / cooking oil 2002 (2) 256.99 585.58 280.05 373.78 75.72 461.78 04.10 435.49 267.68 331.01 243.82 369.22 662.86 592.94 2007 (7) 133.38 2006 (6) 313.49 236. Beras / rice 02.1 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua Average of Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2002 .99 102.16 2005 (5) 279. Batik kasar / batik rata-rata / average 332.32 311.3.02 345.05 310. Tekstil kasar / textile 09.15 344.74 321. Gula pasir / refined sugar 05.50 520.23 308.99 98.62 409. Sabun cuci / soap 08.31 260.90 312.75 336.64 128.19 428.63 335.36 113.92 678.57 432.42 126.72 256.94 2004 (4) 261. Ikan asin / salted fish 03.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.97 333.92 441.09 239.00 652.2007 Komoditi Commodities (1) 01.42 330. Garam hancur / salt 06.42 187.14 269.00 142.16 178.09 2003 (3) 264.23 345.11 333.24 265.00 587.33 434.

750.850.750.00 2.00 24.000.33 5.000.67 7.750.500.00 6.500.00 Minyak Goreng / Botol (4) 7.500.00 23.67 4.000.988.00 2.750.00 6.00 6.00 2.000.000.033.00 24.500.00 Ikan Asin / Kg (3) 19.00 7.988.000.89 5.00 2.000.750.67 7.00 Garam Hancur / Kg (6) 2.588.033.67 7.766.00 24.896.00 7.00 2.67 7.00 21.896.000.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Rata-Rata Bulanan Harga Eceran Sembilan Bahan Pokok Average retail Price of 9 Essential Commodities and 2 0 Beras / Kg (2) 4.00 6.00 21.00 2.896.00 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December 4.00 21.188.500.00 6.00 6.750.000.00 2.896.750.750.00 25.500.835.00 4.500.67 7.67 4.00 7.000.000.33 5.896.896.00 7.750.133.750.33 5.00 7.00 6.00 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 402 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 2.896.00 6.00 24.00 25.896.500.000.89 rata-rata / average 4.750.500.500.75 23.645.000.00 7.000.67 7.000.00 6.750.00 21.67 Gula Pasir / Kg (5) 6.89 4.00 6.750.00 2.000.188.00 2.00 4.000.500.500.000.83 2.00 2.56 6.000.00 6.89 5.750.

00 127.000.133.00 6.500.00 4.500.00 5.00 9.67 Sabun Cuci / Batang (8) 5.00 1.500.000.300.500.300.400.000.00 9.00 5.00 5.00 6.972.500.30 6.825.00 9.00 33.135.275.500.67 1.56 32.666.00 168.00 9.67 2.00 33.00 9.400.500.000.500.450.00 216.00 10.00 33.00 5.00 1.450.00 9.350.22 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 403 .000.500.00 32.33 5.850.500.955.92 9.00 10.00 32.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.3.866.825.00 5.500.350.300.300.00 4.30 7.825.300.250.00 32.00 Emas / Gram (13) 127.722.818.300.500.000.450.300.00 9.500.00 5.850.00 1.950.950.00 6.89 6.67 1.00 9.950.00 9.33 Textil Kasar / Meter (9) 9.166.00 Tepung Terigu / Kg (11) 4.253.400.750.33 5.708.00 137.000.000.750.00 33.00 6.554.40 9.00 168.00 4.250.450.500.825.955.00 33.00 148.500.750.67 1.000.350.000.866.00 9.00 9.00 186.00 6.666.850.00 9.00 Batik Kasar /lembar (10) 9.666.875.00 33.133.00 Semen / Sak (12) 32.500.00 127.135.500.750.500.00 32.00 1.00 10.000.00 5.00 1.500.00 9.500.500.2 dan Barang Srategis lainnya di Pasar Atambua Others Stratigies Commodities in Atambua Market 0 7 Minyak Tanah / Botol (7) 1.00 10.500.500.00 6.00 32.00 5.00 156.00 11.67 1.00 186.00 137.00 9.67 2.00 1.500.34 6.00 5.166.00 9.00 148.030.00 9.00 9.400.

88 132.61 125.81 179.77 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December 122.03 129.00 124.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Average Indeks Price of 9 Essential 2 0 Beras / Kg (2) 122.88 170.15 135.36 199.47 179.87 141.81 179.81 Gula Pasir / Kg (5) 124.77 128.78 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 404 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .16 178.47 176.38 141.42 126.88 170.47 176.42 187.77 128.00 124.36 199.93 135.16 199.36 209.77 128.81 179.77 128.53 Minyak Goreng / Botol (4) 176.36 199.00 128.81 179.47 176.47 176.81 179.88 187.81 179.77 128.38 rata-rata / average 133.77 128.53 209.68 170.14 137.61 Ikan Asin / Kg (3) 158.93 137.00 124.00 124.14 139.88 170.

14 Textil Kasar / Meter (9) 92.31 92.74 101.44 107.56 105.00 100.31 107.83 145.00 75.00 75.56 105.00 75.31 92.56 Sabun Cuci / Batang (8) 101.67 138.70 118.44 111.56 105.00 Minyak Tanah / Botol (7) 116.00 100.00 75.56 105.56 180.89 138.00 75.31 92.83 155.00 142.87 120.91 Batik Kasar /lembar (10) 100.96 120.00 75.00 75.70 106.44 107.99 98.56 105.00 105.67 116.00 75.74 101.00 100.3.56 180.00 100.59 120.44 107.00 100.74 106.31 92.56 155.96 126.87 120.67 116.31 92.31 92.00 75.3 Bahan Pokok di Kota Atambua Commodities in Kota atambua 0 7 Garam Hancur / Kg (6) 75.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.56 75.78 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 405 .00 75.87 120.36 113.89 145.99 102.00 75.67 116.

00 0.00 0.00 0.77 1.53 Sandang (5) 0.00 -0.06 0.03 0.00 0.91 0.11 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 406 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .02 0.63 1.04 -0.00 0.31 3. dan Tembakau (3) 1.85 0.50 0.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Inflasi Atambua Menurut Bulan Inflation Rate in Atambua 2 0 Makanan Jadi.00 1.14 0.54 1.20 Perumahan (4) 10.13 0.36 0.30 0.03 4.00 0.05 2.50 3.21 0.34 0.35 0.04 0.00 0.17 3.00 0. Rokok.00 0.46 1.76 30.07 1.00 1.32 Desember / December Inflasi 2007 7.27 0.00 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Bahan Makanan (2) 1.00 0.37 6.44 0.56 0.45 1.00 0.04 0.16 0.

19 10.00 0.00 0.35 0.04 0.11 -0.00 0.00 0.39 3.00 0.00 -0.24 0.06 6.00 0.24 0.00 0.00 0.51 5.00 0. dan Olahraga (2) 0.00 -0.61 4.00 ( persen ) Umum (4) 3.00 -0.3.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.00 0.06 Kesehatan (1) 0.00 0.00 Transportasi dan Komunikasi (3) 0.00 0.06 0.16 0.27 0.55 7.31 3.00 0.00 0.92 8.43 6.76 9.4 dan Kelompok Kebutuhan by Month and Group 0 7 Pendidikan. Rekreasi.00 0.06 0.56 0.00 0.00 0.38 0.06 8.00 -0.81 10.74 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 407 .32 4.27 0.00 4.00 0.

00 30.32 0. Makanan Jadi.99 4.71 30.03 -46.79 2005 (5) 8.13 0.00 0.76 -2.74 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 408 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .34 0. Kesehatan 6.12 0.98 -2.03 4.75 2003 (3) -1.48 1.98 -0.35 3. Transportasi & Komunikasi 2002 (2) 9. rekreasi.3.38 6. Rokok & Tembakau 3. Pendidikan.05 7. Perumahan 4.03 6.19 Umum 4.59 16.75 -0.11 -0.5 Laju Inflasi Kota Atambua Inflation Rate in Kota Atambua 2002 .11 76.99 5.53 2004 (4) 11.13 57.11 4.2007 Komoditi Commodities (1) 1.97 3.03 0.06 0.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.27 0.81 76.95 2.50 3.94 2006 (6) 20.76 -2.03 0.06 10.61 3. Minuman. & Olahraga 7. Sandang 5.34 -0. Bahan Makanan 2.43 -2.27 4.11 6.96 2007 (7) 7.00 0.

883 4.809.3. Pebruari 5.032 1. Agustus 09. Juli 08.063 4. September 10.695 4.907 4.007.942 1.698.802. Januari 5.531 5.819 1.085 02.668.744 21.263 2.339 1.070 4.641 4.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.822. Mei 06. Maret 04.389 1. Desember Tahun 2007 4.447 1.781 2.809.293 1. Oktober 11.694 1.6 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Pasar Baru Emas/Pe Bulan rhiasan (Gram) (1) (2) 01. April 05.571 Mobil/ TV/Tape Tanah Motor (Buah) (Bidang) (Buah) (3) (4) (5) 14 11 10 16 10 11 3 10 4 20 6 9 124 23 37 31 17 25 25 24 28 20 27 22 21 300 - Bangu nan (Buah) (6) - Lainnya (7) - Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 1.711.765 4.809. Nopember 12.384 5.270 57.753.987 1.121. Juni 07.730 Sumber : Pegadaian Pasar Baru Source : Pasar baru’s Pawnshop Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 409 .770.721.277 03.

048 7.030 87.000 2.604 7. April 05.279.401 7.000 29.657 7.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.205. September 10.615.000 2. Agustus 09. Maret 04.375. Mei 06.000 2.000 2. Nopember 12.834 7.7 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Atambua Bulan (1) 01.517.492.727. Januari 02.000 Sumber : Pegadaian Atambua Source : Atambua’s Pawnshop 410 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .400 7. Juli 08.000 2.621.000 2.000 2. Oktober 11.185.463 6.406 7.000 2.171 146 Mobil/ TV/Tape Tanah Motor (Buah) (Bidang) (Buah) (3) (4) (5) 12 17 16 16 10 12 14 11 9 10 13 6 229 20 23 13 17 25 17 15 20 30 25 15 9 Bangu nan (Buah) (6) Lainnya (7) Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 2.219.268 6.000 2.311 7.749 7.582. Juni 07. Desember Tahun 2007 Emas/Pe rhiasan (Gram) (2) 7.000 2.000 2.781. Pebruari 03.386.3.

Januari 02. Mei 06. Maret 04.312.205.185.264 3.580 4.437 1. September 10.8 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Betun Bulan (1) 01.281 4.970 4.254. Agustus 09.240 13.052 1.193 1. Oktober 11.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.344 5.010 4.065. Juni 07.147.023 Sumber : Pegadaian Betun Source : Betun’s Pawnshop Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 411 .055.746.672 4.3.367 1.703 4.561 1. Juli 08.197 4. Pebruari 03.324 3.061. Desember Tahun 2007 Emas/ Mobil/ TV/Tape Tanah Perhiasan Motor (Buah) (Bidang) (Potong) (Buah) (2) (3) (4) (5) 4.222 1.874 52. April 05.993 1.847 1.231.996 1.914 1.116.124.201 985.956 14 1 2 1 1 2 2 3 1 1 44 1 2 9 4 1 2 6 2 3 4 6 4 Bangu nan (Buah) (6) Lainnya (7) Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 1.737 4. Nopember 12.

BAB / CHAPTER 11 Pendapatan Regional Regional Income .

146 milyar rupiah.1 memperlihatkan nilai PDRB atas dasar harga berlaku yang terus meningkat dalam kurun waktu 2005-2006. namun nilai PDRB atas dasar harga konstan pada tabel 11. (tahun 2000) disebut sebagai PDRB harga konstan. sektor Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 415 . STRUKTUR EKONOMI Bila diamati menurut sektor. Sedangkan.8% pada tahun 2006 atau menjadi 995.66% (bandingkan dengan tabel 11.024 milyar rupiah dan meningkat 10. PDRB merupakan total nilai tambah barang dan jasa yang diproduksi dalam wilayah tertentu. Sementara itu. Kondisi ini menunjukkan bahwa walaupun secara absolut rata-rata pendapatan masyarakat meningkat namun daya beli dari pendapatan tersebut masih tergolong rendah. Pada tahun 2005 nilainya mencapai 898.8%.2 hanya bertumbuh sebesar 4. Dibandingkan tahun sebelumnya. kontribusi terbesar dalam perekonomian Kabupaten Belu berasal dari sektor pertanian (lihat tabel 11. Salah satu indikator penting dalam mengetahui pendapatan regional adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). sehingga mempunyai peranan penting dalam mengetahui tingkat kegiatan ekonomi dan kepesatan pertumbuhannya.10). dalam satu tahun tertentu.3) sebesar 36%. dalam hal ini Kabupaten Belu. kontribusi sektor pertanian tahun 2006 mengalami sedikit peningkatan. apabila PDRB dihitung menggunakan harga yang berlaku pada tahun dasar.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME PENDAPATAN REGIONAL PDRB ATAS DASAR BERLAKU DAN HARGA KONSTAN Pendapatan regional menggambarkan tingkat produksi dari suatu wilayah yang dicapai dalam suatu tahun tertentu termasuk perubahannya dari tahun ke tahun. Apabila PDRB dihitung dengan menggunakan harga yang berlaku pada masing-masing tahun penghitungan disebut sebagai PDRB harga berlaku. Tabel 11. Sekalipun PDRB atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan yang cukup siginifikan yaitu 10.

dan restoran yang memberikan share 14. Bila dicermati secara parsial. namun demikian.19%. dan jasa perusahaan 4.05% terhadap total PDRB.98%. persewaan. hotel. PERTUMBUHAN EKONOMI Pada tahun 2005.92%. pada sektor jasa-jasa didominasi oleh sub sektor pemerintahan umum yang memberikan share 17. Pertumbuhan tertinggi pada tahun 2006 dicapai oleh sektor jasa-jasa yaitu sebesar 5. Sektor berikutnya yang tidak kalah penting dalam perekonomian Kabupaten Belu adalah sektor perdagangan. setor keuangan.91%. Kecilnya kontribusi jasa swasta mengindikasikan masih sangat terbatasnya aktivitas sektor jasa oleh kalangan swasta. sektor pertanian mengalami pertumbuhan negatif sebesar 5.99% lalu turun menjadi 4. Hal ini tidak lepas dari kontribusi nilai tambah sektor-sektor vital Kabupaten Belu. sektor konstruksi 6. sehingga apabila alokasi anggaran jasa pemerintah melalui DAU dan DAK mengalami goncangan maka dapat dipastikan akan sangat mempengaruhi aktivitas sektor jasa-jasa bahkan terhadap perekonomian secara keseluruhan. sector industri 1.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME jasa-jasa memberikan kontribusi terbesar kedua dalam struktur perekonomian Kabupaten Belu sebesar 24.24%.10). Sektor-sektor ekonomi lainnya yang memberikan kontribusi terhadap PDRB masingmasing sektor pengangkutan dan komunikasi 7.62%. sektor penggalian 3. Sektor perdagangan yang didominasi oleh sub sektor perdagangan besar dan eceran secara sederhana menggambarkan perputaran uang serta fluktuasi barang yang diperdagangkan yang berasal dari sektor pertanian. dan yang terendah adalah sektor listrik dan air minum sebesar 0.04%. Secara umum 416 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Secara parsial.17%.97%.88% sedangkan jasa swasta hanya 7. industri. namun pada tahun 2006 mencapai pertumbuhan positif sebesar 4.66% pada tahun 2006 (lihat tabel 11. serta penggalian di Kabupaten Belu.62%. secara agregat perekonomian Kabupaten Belu bertumbuh sebesar 4.97% pada tahun 2006.67% pada tahun 2005. baik yang berasal dari produksi local maupun dari daerah lain. sementara pada tahun sebelumnya mencapai 16.

Angka ini memperlihatkan bahwa produktivitas penduduk Kabupaten Belu meningkat sebesar 2. sekalipun angka pendapatan perkapita dijadikan sebagai indikator kesejahteraan namun belum mutlak menggambarkan penyebaran pendapatan pada setiap strata masyarakat. yaitu meningkat hanya sebesar 2.484 juta rupiah (tabel 11.683 juta rupiah.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME seluruh sektor PDRB menunjukkan laju pertumbuhan yang menurun (kecuali sektor pertanian) dibandingkan tahun sebelumnya.03%. Apabila peningkatan produksi fisik barang dan jasa sekaligus diikuti dengan peningkatan indikator harga. Selain itu apabila peningkatan nilai nominal pendapatan perkapita masyarakat ternyata lebih banyak dikontribusi oleh meningkatnya harga balas jasa faktor-faktor produksi maka dapat dikatakan bahwa peningkatan pendapatan perkapita tersebut belum mendongkrak daya beli masyarakat secara riil. sementara di sisi lain bila terjadi penekanan laju pertumbuhan penduduk maka akan mendorong lebih cepat perkembangan tingkat pendapatan perkapita. meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 2. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 417 . Walaupun mengalami peningkatan. maka secara nominal pendapatan perkapita akan bertambah dengan pesatnya. secara riil (pendapatan perkapita menurut harga konstan) pergerakannya perkapita penduduk Kabupaten Belu tergolong relatif kecil.03%. Pada tahun 2006 rata-rata pendapatan perkapita penduduk Belu mencapai 2.11). Dengan demikian meningkatnya akumulasi nilai tambah dari aktivitas berbagai sektor ekonomi di satu sisi. PENDAPATAN PERKAPITA Angka pendapatan perkapita merupakan indickator yang paling sering digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan penduduk dalam suatu wilayah. karena nilai pendapatan perkapita yang ada merupakan hasil bagi antara akumulasi nilai tambah dari seluruh strata ekonomi masyarakat (baik kaya maupun miskin) dengan total penduduknya.

2006 10.00% 8.500. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Belu Tahun 2000 .00% -6.000.2.00% -4.2006 2.00% 2.00% 0.000 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu 418 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu Tahun 2000 .PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Gambar 11.000 500.00% 4.000 2.00% -2.500.1.000.000 1.000 1.00% 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 Sumber : BPS Kabupaten Belu Gambar 11.00% 6.

00% 2000 2001 primer 2002 2003 sekunder 2004 tersier 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu Keterangan : Primer Sekunder Tertier : Sektor Pertanian. Pengangkutan.00% 10.00% 50.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Gambar 11.2006 100. Keuangan dan Jasa-Jasa Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 419 .3.00% 70. Pertambangan dan Penggalian : Industri Pengolahan.00% 40. Bangunan : Perdagangan.00% 80.00% 30.00% 60. Persentase Peranan Sektor – Sektor Terhadap Pembentukan PDRB di Kabupaten Belu Tahun 2000 .00% 20.00% 0.00% 90. Listrik & Air Bersih.

857.&AIR BERSIH ELECTRICITY. perikanan / fishery 2.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.31 894.15 52. LISTRIK.49 145.623. gas / gas c.384. listrik / electricity b. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.44 127.051.80 2.28 134.016.1 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Current Market Prices 2005-2006 (juta rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. perhotelan / hotels c.817. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.90 674.22 1. kehutanan / foresty e.934.061.15 17.87 2.99 961.211.74 2.50 29.42 16. & HOTEL a.28 644.37 140. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.09 23.718.743. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.86 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 421 . PERTANIAN / AGRICULTURE a.034.31 2. GAS & WATER SUPPLY a. rumah makan / restaurant 2005 (2) 320.244.78 19. restoran.46 149.017.705. air bersih / water supply 5.388. tanaman bahan makanan / farm food crops b.76 152.178.88 179. tanaman perkebunan / farm non food crops c.244.06 31.406.682.35 2006 (3) 358. RESTORAN.952.569.764.07 0 289.06 144.09 65.78 2.78 0 389.955.547.40 25. GAS.05 18. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.011. PERDAGANGAN.

47 0 237.864.89 425.54 8.025.221. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 64.722.53 320.700. pengangkutan jalan raya / road transport 3.146.57 177.305. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. angkutan rel 2. pengangkutan sungai. OWNERSHIP & BUSSINES a.62 8. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.49 56.JASA / SERVICE a.84 995.156.889.63 33.121.884.265.722.635 422 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .17 29.915.228.90 0 45.75 0 49.920.72 22. pengangkutan udara / air transport 6.59 45.492.959.36 63.53 2.00 32.04 351.184 2006 (3) 71.024.58 11.006. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.370. pengangkutan laut / sea transport 4.93 221.10 11. sewa bangunan /building retail e. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. danau / inland water transport 5.308.80 61. jasa penunjang keuangan d.94 0 12. komunikasi / communications 8.466.64 898.47 0 13.121.386.28 8. swasta / private 1. bank / bank b.05 48.53 158. pemerintahan umum / government b.621.866.63 20.90 36.1 (juta rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.33 2.667. JASA . KEUANGAN.18 329.94 70. lembaga keuanagn non bank c. jasa perusahaan / bussines service 9.517.957. angkutan / transportation 1.929.11 248.31 0 250.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.57 10.144. sosial kemasyarakatan / social & community services 2.

air bersih / water supply 5.90 310.14 97. restoran.685.079.57 90.88 1.370.37 14.&AIR BERSIH ELECTRICITY. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.318.628.85 111.12 6.205.39 1.73 0 214. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.493.32 525. gas / gas c.187.748.634. & HOTEL a.727.83 0 206.35 85.66 2006 (3) 247.76 104.065.2006 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.754. PERDAGANGAN.14 6. perhotelan / hotels c.87 13.09 1.42 15.2 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 .84 1.05 28.26 1. GAS & WATER SUPPLY a. PERTANIAN / AGRICULTURE a. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.33 6.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11. perikanan / fishery 2.991.19 1.10 87.46 29. rumah makan / restaurant 2005 (2) 236.755.37 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 423 .962.368.533. listrik / electricity b.289.416. LISTRIK.625. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.998. RESTORAN.210.773.23 14.287. kehutanan / foresty e.558.12 6.44 109.10 88. tanaman perkebunan / farm non food crops c.93 537.00 307. tanaman bahan makanan / farm food crops b. GAS. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.

danau / inland water transport 5. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 45.56 41.83 157.847.47 105.375. angkutan rel 2.81 21. jasa penunjang keuangan d. KEUANGAN.39 27.794.997.967.53 588.38 3.31 4.481.82 0 209. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.913. jasa perusahaan / bussines service 9.66 2. pemerintahan umum / government b. JASA .20 3.57 296.691. lembaga keuanagn non bank c.823 2006 (3) 47. bank / bank b.74 5.286. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.675 424 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .99 4. pengangkutan laut / sea transport 4.247. angkutan / transportation 1.31 148.50 0 5.040.695. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. swasta / private 1.838.2 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. pengangkutan udara / air transport 6.32 18. pengangkutan jalan raya / road transport 3.016.26 3.76 43.17 0 34.338.160.241.12 615.820.059.055.44 308.70 52. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.144.024.78 30.422.07 382.782. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.711. OWNERSHIP & BUSSINES a.438.78 50.137. pengangkutan sungai.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.537.58 5.JASA / SERVICE a.524.949.52 20.47 0 5.90 98.85 407.926. sewa bangunan /building retail e.779.42 28.12 16.43 0 36.12 28. komunikasi / communications 8.88 0 216.

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11. PERDAGANGAN.59 13. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.00 0. perhotelan / hotels c.3 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .03 5. & HOTEL a.22 0. PERTANIAN / AGRICULTURE a.17 2.&AIR BERSIH ELECTRICITY.07 0.04 2. tanaman perkebunan / farm non food crops c. air bersih / water supply 5.2006 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.03 1.62 14.71 16. restoran.66 0.98 0. listrik / electricity b.20 0.79 16.07 0. gas / gas c.10 1. tanaman bahan makanan / farm food crops b.24 0.00 0.87 3. LISTRIK.97 14. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. GAS & WATER SUPPLY a.10 1. rumah makan / restaurant 2005 (2) 35. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.25 0. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.31 0. GAS.25 0.30 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 425 .04 6.93 2.00 18.61 0. RESTORAN. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.48 0.57 14. kehutanan / foresty e.27 2006 (3) 36.04 15. perikanan / fishery 2.78 3.

00 5.03 0.00 1.65 17.19 0.92 17.04 3.90 1. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.88 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. swasta / private 1.00 2006 (3) 7.40 0. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.01 4.00 4.04 3.00 426 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .34 0.91 2.31 1. angkutan / transportation 1. ocial kemasyarakatan / social & community services 2.67 100. jasa penunjang keuangan d.00 1. pengangkutan jalan raya / road transport 3.61 7.34 0. pengangkutan laut / sea transport 4. lembaga keuanagn non bank c. KEUANGAN.05 3.05 0.44 0.28 1.04 24. jasa perusahaan / bussines service 9. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 7.03 2. bank / bank b.97 5. JASA – JASA / SERVICE a. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.3 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. pemerintahan umum / government b.99 0. komunikasi / communications 8. angkutan rel 2. pengangkutan sungai.03 0. sewa bangunan /building retail e.04 24.26 0.24 0.18 0.04 3.66 100.23 6. pengangkutan udara / air transport 6.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.93 0.00 0. OWNERSHIP & BUSSINES a. danau / inland water transport 5.00 0.26 0.29 6.27 0.

05 0. GAS.90 14.00 0. air bersih / water supply 5.33 0.05 0. restoran.00 0.21 0.81 14.03 2006 (3) 40. tanaman perkebunan / farm non food crops c.06 0. PERDAGANGAN.01 1. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.32 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 427 . PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.89 14.30 0.63 0.39 18.01 2.2006 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.03 4.59 2. gas / gas c.34 18. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. & HOTEL a. LISTRIK.51 1. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.51 0. perhotelan / hotels c.25 0. GAS & WATER SUPPLY a.13 17. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.22 0. RESTORAN.&AIR BERSIH ELECTRICITY. rumah makan / restaurant 2005 (2) 40. listrik / electricity b.4 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005.18 0.47 1.09 2.15 16. perikanan / fishery 2. kehutanan / foresty e.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.04 4.09 2. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.08 1.67 14.25 0.

hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.04 0. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.98 0. OWNERSHIP & BUSSINES a. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.73 6.01 0. sewa bangunan /building retail e.92 0. KEUANGAN.86 0. jasa penunjang keuangan d. jasa perusahaan / bussines service 9.06 3.04 0. pengangkutan sungai. lembaga keuanagn non bank c.53 100.93 0. angkutan / transportation 1.00 428 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 5.00 0.87 0.07 3. pengangkutan laut / sea transport 4.00 0.05 25.54 0.89 0.05 8.86 0.51 0.89 0.52 4.66 2.JASA / SERVICE a.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.75 4. pengangkutan udara / air transport 6.78 8.91 0. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. komunikasi / communications 8. pemerintahan umum / government b.30 16. JASA .85 0.75 6.05 25.57 5.00 2006 (3) 7. danau / inland water transport 5.69 2.53 0. swasta / private 1. bank / bank b. angkutan rel 2.62 17.49 100.51 0.00 0. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 2005 (2) 7. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.00 5.76 4.00 0.98 0. pengangkutan jalan raya / road transport 3.4 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel 11.5 / Table 11.5 Index Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Chained Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 - 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 96.87 82.64 124.35 112.31 132.00 120.39 144.90

2006 (3) 111.71 118.10 111.95 104.88 107.46 105.69 107.36

134.14

108.08

121.17 119.76 0.00 131.62 124.26 119.71 119.86 149.80 107.32

107.25 103.21 0.00 126.57 126.57 103.48 103.39 104.65 107.64

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

429

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.5

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency

2005 (2) 128.74 126.25 0.00 123.34 115.97 0.00 110.39 149.93 147.66 136.04 134.14 148.50 0.00 130.31 112.38 132.50 135.12 126.37 120.21 121.82 132.61 115.19

2006 (3) 110.21 109.38 0.00 109.53 113.91 0.00 105.44 107.37 115.66 108.22 109.65 106.46 0.00 107.48 106.42 112.02 112.50 110.84 110.92 108.65 110.79 110.82

430

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.6 Index Berantai Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Chained Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant Market 2000 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 94.33 79.02 111.29 107.78 111.50 119.12 104.02

2006 (3) 104.62 107.29 107.07 102.17 102.29 102.98 102.15

108.02

102.96

105.24 106.66 0.00 97.15 105.28 105.12 105.15 124.99 101.32

102.63 102.40 0.00 104.08 102.97 103.06 103.10 101.16 101.49

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

431

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.6

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 114.42 113.96 0.00 112.79 128.41 0.00 127.75 113.26 118.90 118.05 124.96 115.43 0.00 102.62 108.13 120.87 121.09 120.45 118.85 121.14 122.74 104.99

2006 (3) 104.90 104.77 0.00 104.85 103.99 0.00 103.15 104.69 106.17 105.38 107.04 103.68 0.00 101.73 104.22 105.97 106.34 105.26 106.49 106.61 103.51 104.66

432

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.7 Index Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Development Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 143.36 130.99 285.78 142.15 252.06 182.11 497.90

2006 (3) 160.14 154.70 319.93 149.09 270.87 192.47 534.55

362.06

391.31

179.58 191.44 0.00 126.56 179.73 191.10 191.75 352.82 149.07

192.59 197.58 0.00 170.31 227.48 197.74 198.25 369.21 160.45

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

433

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.7

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 208.20 195.91 0.00 182.53 137.43 0.00 211.59 407.17 351.12 298.64 290.37 368.55 0.00 272.91 155.94 311.51 313.79 305.95 239.18 233.64 412.22 196.27

2006 (3) 229.47 214.27 0.00 199.92 156.56 0.00 223.10 437.17 406.11 323.17 318.38 392.35 0.00 293.33 165.95 348.97 353.01 339.11 265.29 253.84 456.70 217.49

434

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.8 Index Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Development Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant Market 2000 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 105.62 84.11 170.46 121.81 148.06 160.21 103.02

2006 (3) 110.50 90.25 182.51 124.44 151.45 164.98 105.23

126.64

130.39

119.54 126.10 0.00 90.19 99.39 116.36 116.47 168.13 106.62

122.68 129.13 0.00 93.87 102.34 119.92 120.09 170.09 108.21

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

435

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.8

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 145.93 143.07 0.00 139.77 183.26 0.00 186.70 146.89 179.15 181.46 235.94 167.18 0.00 110.51 140.05 209.55 196.03 242.50 231.27 227.99 260.42 128.63

2006 (3) 153.09 149.89 0.00 146.55 190.56 0.00 192.58 153.78 190.21 191.21 252.56 173.33 0.00 112.42 145.96 222.07 208.45 255.25 246.28 243.06 269.56 134.62

436

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.9 Index Implisit Produk Domestik Bruto Kabupaten BeluAtas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Implisit Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 135.73 155.73 167.65 116.70 170.25 113.67 483.32

2006 (3) 144.92 171.42 175.30 119.80 178.85 116.66 507.99

285.89

300.12

150.23 151.81 0.00 140.33 180.84 164.24 164.63 209.85 139.82

156.99 153.01 0.00 181.43 222.28 164.90 165.09 217.07 148.28

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

437

14 169.Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 2005 (2) 142.58 123. pengangkutan laut / sea transport 4. KEUANGAN.51 169.9 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.JASA / SERVICE a.33 277.00 260. bank / bank b. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .36 226.19 195. JASA .67 136. sosial kemasyarakatan / social & community services 2.72 104.06 220. lembaga keuanagn non bank c. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.01 126.00 115.42 161.42 102. jasa perusahaan / bussines service 9.15 0.93 0.45 0. komunikasi / communications 8.86 107. swasta / private 1.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.85 284.44 169.95 0. pemerintahan umum / government b.48 158.42 82.00 246.90 142.00 136.35 132. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.07 126. OWNERSHIP & BUSSINES a. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.29 152.00 0.96 111. pengangkutan udara / air transport 6. angkutan / transportation 1.60 75. angkutan rel 2.99 164. jasa penunjang keuangan d. pengangkutan sungai. pengangkutan jalan raya / road transport 3.35 148.29 2006 (3) 149.56 438 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . danau / inland water transport 5.92 113.69 157.00 130.36 0.28 213.00 113.65 160. sewa bangunan /building retail e.17 103. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.

12 3. Gas & Water Supply 5.Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 4. Jasa-Jasa Service 2005 (4) -5. Ownnership & Bussines 9.02 2.97 5.42 4.10 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor Kabupaten Belu Regional Economic Growth by Sector 2005 .99 4.87 5.15 8.02 2.66 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 439 .90 18.38 20. Bangunan Construction 6.Gas & Air Bersih Electricity. Listrik.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11. Pengangkutan&Komunikasi Transport&Communication 8. Pertanian Agriculture 2.28 2.62 4.Restoran&Hotel Trade.96 5.24 2.2006 (persen / Percent) Sektor Sector (1) 1.05 5.63 5.06 14. Persewaan & Jasa Perusahaan Financial.67 2006 (5) 4.97 Pertumbuhan Ekonomi / Economic Growth Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS . Pertambangan & Penggalian Minning & Quarrying 3. Perdagangan.Restaurant & Hotels 7. Industri Pengolahan Manufacturing Industries 4. Keuangan.

253.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.170 2.642.484.901.975.756 1.877 440 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .483 1.826 2.499.683.444 2.641 2.2006 ( ribuan rupiah) Tahun Year (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .Statistics of Belu Regency Pendapatan Per Kapita Income Per Capita (2) 1.11 Rata-Rata Pendapatan Per Kapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Berlaku Population Average Per Capita Income at Current Market prices of Belu Regency 2000 .

488 1.Statistics of Belu Regency (2) 1.756 1.628.642.818.545 1.048 1.661.896.12 Rata-Rata Pendapatan Per Kapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Konstan 2000 Population Average Per Capita Income at Constant 2000 Market Price Belu Regency 2000 .696.571 1.195 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 441 .747.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.346 1.2006 ( ribuan rupiah) Tahun Year Pendapatan Per Kapita Income Per Capita (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful