Katalog BPS : 1403.

5306

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA
BELU REGENCY IN FIGURES

2008

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELU

Katalog BPS : 1403.5306

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA
BELU REGENCY IN FIGURES

2008

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELU

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA 2008 BELU REGENCY IN FIGURES 2008 ISSN.0215.6962 No. publikasi / publication number : 53066.0801 Jumlah halaman / numbers of pages : lxxix+441 halaman / pages

Naskah / manuscript : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu BPS – Statistics of Belu Regency

Diterbitkan oleh / publised by : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu BPS – Statistics of Belu Regency

Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya May be cited with reference to the source

Atambua, Juni 2008

PETA KABUPATEN BELU Map of Belu Regency

2 1.12 Luas Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Desa / Area of District Tasifeto Barat by Village 18 1.5 1.4 1.14 Luas Kecamatan Kota Atambua Menurut Desa/Area of District Kota Atambua by Village 20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 ix .11 Luas Kecamatan Kobalima Menurut Desa / Area of District Kobalima by Village 17 1.7 1.1 1.6 1.9 Geografi / Geography 1 Luas Daerah Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area of Belu Regency by District 7 Luas Kecamatan Malaka Barat Menurut Desa / Area of District Malaka Barat by Village 8 Luas Kecamatan Rinhat Menurut Desa / Area of District Rinhat by Village 9 Luas Kecamatan Wewiku Menurut Desa / Area of District Wewikut by Village 10 Luas Kecamatan Weliman Menurut Desa / Area of District Weliman by Village 11 Luas Kecamatan Malaka Tengah Menurut Desa/Area of District Malaka Tengah by Village 12 Luas Kecamatan Sasita Mean Menurut Desa / Area of District Sasita Mean by Village 13 Luas Kecamatan Malaka Timur Menurut Desa / Area of District Malaka Timur by Village 14 Luas Kecamatan Laenmanen Menurut Desa / Area of District Laenmanen by Village 15 1.10 Luas Kecamatan Raimanuk Menurut Desa / Area of District Raimanuk by Village 16 1.3 1.13 Luas Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Desa/Area of District Kakuluk Mesak by Village 19 1.DAFTAR ISI / CONTENTS Peta Kabupaten Belu / Map of Belu Regency F o t o / foto iv Kata Pengantar / Perface Sambutan / Foreword vii Daftar isi / Contents ix iii v Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Statistik xxv Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 1998 tentang Badan Pusat Statistik xliv Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1998 tentang Statistik liv Sejarah Belu / The Brief History of Belu lxix Penjelasan Umum / Explanatory Notes lxxviii TABEL / TABLE Bab / Chapter I 1.8 1.

15 Luas Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Desa/Area of District Tasifeto Timur by Village 1.19 Nama dan Panjang Sungai Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Name and Length of Rivers by District in Regency of Belu 25 1. dan kepadatan penduduk per Km dan per Rumah Tangga Menurut Kecamatan / Number of Population. and Density per District 2007 65 Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin / Population by District and Sex 2007 66 Penduduk Menurut Kecamatan dan Kewarganegaraan / Population by District and Cityzenship 2007 67 Perkembangan jumlah penduduk berdasarkan Sensus Penduduk dirinci menurut Kecamatan 1980.4 Jumlah Penduduk.DAFTAR ISI / CONTENTS 1.1. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Golongan dan 42 Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 2.6 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah.21 Banyaknya curah hujan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Rainfall in Belu Regency by District 2006 28 Bab / Chapter II Pemerintahan / Government 31 2.17 Luas Kecamatan Lasiolat Menurut Desa / Area of District Lasiolat by Village 23 21 1. 1990.4 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah.20 Banyaknya hari Hujan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Day that rain in Belu Regency by District 2006 26 1. 2000 68 x Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Jenis Kelamin dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 38 2.3 3. Household.2 Banyaknya Satuan Lingkungan Setempat menurut Kecamatan 2007 36 2.18 Luas Kecamatan Lamaknen Menurut Desa / Area of District Lamaknen by Village 24 1.2 3.1. Area.1.5 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Luas Wilayah.3 Banyaknya Desa/Kelurahan dan Tingkat perkembangan Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan / Numbers of Villages and Supporting level by District 2007 37 2. Rumah Tangga.1 Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan / Numbers of Villages by District 2007 35 2. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Tingkat 46 Pendidikan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Bab / Chapter III Penduduk dan Tenaga Kerja 51 Population and Man Power Penduduk / Population 3.1 63 2 3.16 Luas Kecamatan Raihat Menurut Desa / Area of District Raihat by Village 22 1.

2002.2.4.2.6 3.1.5 3.1.3. 3. 2002. 81 Tingkat Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Menurut Kabupaten / Infant Mortality Rate ( IMR) per 1000 birth by Regency 1999. 3. 2004 84 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Sudah Meninggal di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 85 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xi .2.1.2.1.7 3. 2004 83 Tingkat Harapan Hidup Penduduk Berumur Nol Tahun Menurut Kabupaten / The Life Expectancy At Birth by Regency 1999.3.2.3. 3.1. Perkiraan Angka Kelahiran Total / TFR menurut Kabupaten 1989-2005 77 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Age at First Marriage 2007 78 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Lahir Hidup di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 79 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Masih Hidup di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 80 Tingkat kematian / Mortality rate 3.1.3. 75 3.8 Penduduk Kabupaten Belu Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan / Population 10 years old and over in Belu Regency by Marital Status 2007 69 Penduduk Kabupaten Belu Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin / Population in Belu Regency by Age Group and Sex 2007 70 Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan dan Golongan Umur / Number of Population by Districk and Age Group 2007 71 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Menurut Kecamatan / Number of Household and Poor People by Districk 2007 74 Tingkat kelahiran / fertility rate 3. 3.3.2.DAFTAR ISI / CONTENTS 3.

10 3.3 3.5 3.DAFTAR ISI / CONTENTS Angkatan kerja / Labour force 3.4.1 87 3.11 Penduduk 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Kegiatannya Seminggu yang Lalu / Population 15 Years Old and Over by Sex and Activity During The Previous Week 2007 89 Penduduk 15 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kegiatan / Population 15 Years Old and Over by Type of Activity in Belu Regency (Kota/Urban) 2000 90 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week By Main Employmen Status and Sex 2007 91 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Employmen Status and Sex 2000 92 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2007 93 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2000 94 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2007 95 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2000 96 Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Jenis Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Type of Main Occupation and Sex 2006 97 Jumlah Pencari Kerja.4. and Placement of Workers by Sex 2007 98 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin / Numbers of Registered Jod Applicants by Educational Attainment and Sex 2007 99 3.4.4 3.12 Perbandingan Rata-rata upah/gaji Bersih Karyawan dengan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dan upah Minimum Regional (UMR) Selama sebulan di Kabupaten Belu 2005-2007 100 Banyaknya Transmigran dirinci per Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Transmigrant by district in Belu Regency 2007 101 3.9 3.4.2 3.4.13 3.14 Banyaknya Penduduk Pelintas Batas di Kabupaten Belu / Numbers of Transitter in Belu Regency 2007 102 xii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Vacancies.4.4.4.8 3.7 3.4. dan Penempatan Tenaga Kerja yang Terdaftar Menurut Jenis Kelamin / Numbers of Registered Job Applicants.6 3.4.4.4. Permintaan.4.4.

5 4.1 4.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter IV Konsumsi dan Keadaan Rumah Tangga Consumption and Household Condition 103 Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Population Expenditure and Consumption 4.6 4.4 4.1.2.1.2.1.3 4.2 4.1.1.7 4.4 123 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Luas Lantai / Household in Belu regency by Area of Floor 2007 125 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Atap terluas / Household in Belu regency by Primary Roof Type 2007 126 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Lantai terluas / Household in Belu regency by Primary Floor Type 2007 127 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Dinding Terbanyak / Household in Belu regency by Area of Primary Roof Type 2007 128 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xiii .1.2.8 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan / Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2003 111 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Pengeluaran untuk Makanan dan Bukan Makanan Per Kapita Sebulan / Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure fot Food and Non-Food 2003 112 Penduduk di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan / Population in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2007 113 Rata-Rata Konsumsi Bahan Makanan Per kapita Seminggu Menurut Jenis Bahan Makanan Penting di Nusa Tenggara Timur / Average of Per Capita Food Consumption by Selected Food in Nusa Tenggara Timur 2005 114 Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan dan non makanan menurut Kabupaten/Kota 2005 115 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan untuk kelompok Makanan di Kabupaten Belu / Averageof per Capita Monthly Expenditure and Food item in Belu Regency 2007 116 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan untuk Kelompok bukan Makanan di Kabupaten Belu / Average per capita Monthly Expenditure and Non Food item in Belu Regency 2007 118 Penduduk menurut golongan pengeluaran sebulan di Kabupaten Belu dan NTT 2007 120 Keadaan Rumah Tangga & Tempat Tinggal Household Condition & Home Owner 4.1.2 109 4.2.3 4.1 4.1.

dan Murid Sekolah Menegah Tingkat Atas (SMTA) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School.2.1. teacher. dan Murid Taman Kanak-Kanak Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut kecamatan / Nimbers of school. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Terbuka Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 151 xiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Guru.9 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Penerangan / Household in Belu regency by Source of Lighting 2007 129 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Air Minum / Household in Belu regency by Source of Drinking Water 2007 130 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Jamban / Household in Belu regency by Toilet Facilities 2007 131 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Status Penguasaan Tempat Tinggal Household in Belu regency by Status of House 2007 132 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Tempat Pembuangan Tinja / Household in Belu Regency by Faeces Place of Exile 2007 133 Bab / Chapter V Sosial / Social Affairs 135 Pendidikan / Education 5.5 5.1. Guru.DAFTAR ISI / CONTENTS 4.6 5. and Pupil of Public and Private Junior High School (General) in Belu Regency by District 2007 148 Banyaknya Sekolah.3 5.2.1. dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan / Numbers of Schools. Teacher. Guru. Guru.2 143 5.1.1. dan Murid Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School. and pupil of public and private kindgarden by district 2006 146 Banyaknya Sekolah. and Pupils by Education Level 2007 145 Banyaknya Sekolah. Teachers.2.7 4. and Pupil of Public and Private Primary School in Belu Regency by District 2007 147 Banyaknya Sekolah. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School. and Pupil of Public and Private Senior High School (General) in Belu Regency by District 2007 149 Banyaknya Sekolah.7 Banyaknya Sekolah. Teacher.5 4.2.1.8 4. Teacher.4 5. Guru.1. Guru. and Pupil of Public and Private Senior High School (Vocational) in Belu Regency by District 2007 150 Banyaknya Sekolah. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) Kejuruan Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School.2.6 4. Guru. Teacher.1 5.

8 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Health Service in Belu Regency by District 2007 161 Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Jenis Tenaga Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Health Personal by Health Personal Type in Belu regency by District 2007 162 Jumlah Penderita Rawat Jalan Menurut Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 165 Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Kunjungan Rawat Jalan di 19 Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 166 Sepuluh Penyakit Terbanyak Menurut Jumlah Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Umum 170 Atambua 2007 Status Gizi Balita Menurut Kecamatan Menurut Puskesmas di kabupaten Belu Nutritional Status of Children Under Five Years Old by Communitiy Health Centre in Belu Regency 2007 171 Banyaknya Peserta Aktif Menurut Metode Kontrasepsi yang digunakan per Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Active Acceptor by Contraceptive method used per District in Belu Regency 2007 172 Banyaknya Klinik.12 5.DAFTAR ISI / CONTENTS 5.1.1.1.1 5.8 5. Never/Not Yet Attending School by Age Group in Belu Regency 2007 153 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Kemampuan Membaca dan Menulis per Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Literacy per Sex 2007 154 5.2.9 5.11 5. Tidak/Belum Pernah Sekolah.1.10 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Status Pendidikan dan Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Education Status and Sex 2007 152 Penduduk 7 Tahun keatas yang Masih Sekolah.1. Peserta Keluarga Berencana (KB).2.1.4 5.2.14 Hasil Ujian Nasional SD/MI di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 155 Hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMPT di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 156 Hasil Ujian Nasional SMA/MA di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 157 Hasil Ujian Nasional SMK di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 158 Kesehatan / Health 5.2.3 5. dan Tidak Sekolah Lagi Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Belu / Population 7 Years and over who attending School.2.2 159 5.2.7 5.1.2. dan Pasangan Usia Subur Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Health Personal Service by Health Personal Status and District in Belu Regency 2007 174 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xv .5 5.2.6 5.13 5.

4 . Ex Penyakit Kronis.3. 5.2 5. Church.5.2.5.4.3.3 Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Religion Follower by District in Belu Regency 2007 185 Jumlah Tempat Ibadah di Kabupaten Belu Menurut Golongan Agama per Kecamatan / Numbers of Mosque/Private Mosque.1 175 5.5.1.3. Temple.4.3.5. Wanita Rawan Sosial.5 180 Agama / Religion 5.6. Diputuskan Menurut Bulan / Numbers of Criminal Cases and Defendants Received .2007 182 5. and Vikoa in Belu regency by District 2007 186 Banyaknya Rohaniawan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Spiritualist in Belu Regency by District 2007 187 Sosial Lainnya / Others Social 5. 5. Settled by Month 2007 177 Jumlah Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang diselesaikan Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Belu / Numbers of Defendants in Criminal Cases that Setlled by Age Group and Sex in Belu Regency 2007 178 Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang diselesaikan Pengadilan Menurut bulan dan Sikap Terhadap Putusan di Kabupaten Belu / Numbers of Defendants and Settled by Court.3 Jumlah Perkara dan Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang Diterima.5. 5. 189 5. Penyebaran Infra Struktur Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Infra Structure of Social Affairs in Belu Regency by District 2007 191 Banyaknya Fakir Miskin dan Perumahan Tidak Layak di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 192 Jumlah Penduduk Lanjut Usia Terlantar dan Anak Yatim Piatu Di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Over Age and No Parents in Belu regency by District 2007 193 Banyaknya Penyandang Cacat.DAFTAR ISI / CONTENTS Kriminalitas / Crime 5. by Month and Sex 2007 179 Banyaknya Masalah Sosial Menurut Bulan yang terjadi di Kabupaten Belu 2007 Banyaknya Masalah Sosial yang terjadi di Kabupaten Belu 2006 .4. dan Masyarakat Terasing di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 194 Banyaknya Yayasan yang Mengasuh Anak dengan Sistim Non Panti dan Jumlah Anak asuh di Kabupaten Belu 2007 195 Bencana Alam Yang Terjadi dan Jumlah Korban Akibat Bencana Alam di Kabupaten Belu Menurut Kecamayan dan Taksiran Kerugian yang Diderita 2007 196 xvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1 5.4 5.2 183 5.5.3.5.3. 5.

Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested. Yield Rate and Production of Green Peas by District 2007 218 Perkembangan Luas Panen Tanaman Pangan di Kabupaten Belu / Area Harvested of Food Crops in Belu Regency 2002 – 2007 219 Perkembangan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Belu / Food Production in Belu Regency 2002 – 2007 220 Produksi Sayur-Sayuran di Kabupaten Belu / Vegetables Production in Belu Regency 2002 . Yield Rate and Production of Cassava by District 2007 215 6.2007 221 Produksi Buah-Buahan di Kabupaten Belu / Fruits Production in Belu Regency 2002 . Yield Rate and Production of Dryland Paddy by District 2007 213 Luas Panen.1.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Hijau di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.4 6.2007 222 Luas Tanah Menurut Penggunaan di Kabupaten Belu / Land Area by Used Type in Belu Regency 2005 – 2007 223 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xvii .1.13 Luas Panen. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.1.1.1.1.12 6.1.7 Luas Panen.1.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter VI Pertanian / Agriculture 199 Tanaman Pangan / Food Crops 6. Rata-Rata Hasil dan Produksi Jagung di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.2 209 6. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.1. Yield Rate and Production of Maize by District 2007 214 Luas Panen. Yield Rate and Production of Wetland Paddy by District 2007 212 Luas Panen.5 Luas Panen.6 6.10 6. Yield Rate and Production of Paddy by District 2007 211 Luas Panen.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.1 6. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Ladang di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested. Yield Rate and Production of Sweet Potatoes by District 2007 216 Luas Panen.1.11 6. Yield Rate and Production of Peanuts by District 2007 217 6.8 6.3 6.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Sawah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.9 6.

1 6.3. and Hog-Cholera Vacination by Kind and District in Belu Regency 2007 242 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di luar Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Slaughting that happened out of Slaughter House by District in Belu Regency 2007 243 6.2. Rumah Tangga Pertanian. Rumah Tangga Peetanian Pengguna Lahan dan Rumah Tangga Gurem di Kabupaten Belu Tahun 1993 dan 2003 Banyaknya Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan Menurut Jenis Usaha Pertanian di Kabupaten Belu Tahun 1993 dan 2003 225 Perkebunan / Estate 6.7 6.4 6.8 227 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kapuk Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Kapok Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 229 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kemiri Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Cande Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 230 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Coconut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 231 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Coffee Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 232 Luas Areal dan Produksi Tanaman Jambu Mente Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Chasen Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 233 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Cocoa Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 234 Luas Areal dan Produksi Tanaman Pinang Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Areca Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 235 Luas Areal dan Produksi Tanaman Tembakau Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Tobacco Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 236 Peternakan / Livestock 6. Brucellosis.14 224 6.2.2.6 6.2. dan Hog-Cholera Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock that SE.2.4 237 Banyaknya Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock by Kind and District in Belu Regency 2007 239 Banyaknya Ternak Unggas Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Poultry by Kind and District in Belu Regency 2007 240 Banyaknya Ternak Berpenyakit SE Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock that SE Virus by Kind and District in Belu Regency 2007 241 Banyaknya Ternak yang Divaksinasi SE.1. Brucellosis.2 6.2 6.1.1 6.5 6.3 6.3.2.15 Banyaknya Rumah Tangga.3.DAFTAR ISI / CONTENTS 6.2.3.3 6.5 xviii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2.3.

7 6.2 6.1 6. Penggunaan.5 6. Rencana Luas Kawasan Hutan Menurut Pola Tata Guna Hutan per Kecamatan di Kabupaten Belu / Planning Foresty Area by it Function per District in Belu Regency 2007 249 Produksi Kayu Cendana di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Production of Cendana Wood in Belu Regency by District 2007 251 Produksi Kayu dan Hasil Ikutannya / Production of Wood and Others Product 2006 Pengiriman Antar Pulau Hasil Hutan Non Kayu 2007 254 Pengiriman Antar Pulau / ke luar Daerah Hasil Hutan Kayu 2007 252 255 Perikanan / Fishery 6. 6.2007 262 Luas dan Produksi Budidaya Perikanan Darat di Kabupaten Belu / In Land Fishery Production in Belu Regency 2007 263 Produksi Ikan Laut di Kabupaten Belu Menurut Jenis Ikan / Sea Fisheris Production by Type 2007 264 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xix .5.4.3.4.5. 6. dan jenisnya 2007 246 Kehutanan / Foresty 6.5.4 6.4.DAFTAR ISI / CONTENTS 6.5.5.4.5. 6.2.4.3 6.3.8 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di dalam Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Slaughting that happened in Slaughter House by District in Belu Regency 2007 244 Pengeluaran Ternak dan Hasil Ikutannya Menurut Jenis Ternak di Kabupaten Belu / Livestock Product and Others Product by Kind in Belu Regency 2007 245 Banyaknya Ternak Menurut Asal Ternak .3.6 6.6 257 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Laut di Kabupaten Belu Menurut Kategori Usaha / Numbers of Marine Fishing Household in Belu Regency by Categories 2007 259 Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya / Numbers of Marine Fishing Boat in Belu Regency by Type of Boat 2005 – 2007 260 Jumlah Alat Penangkapan Ikan di Kabupaten belu Menurut Jenisnya / Numbers of Marine Fishing Gear in Belu Regency by Type of Gear 2005 – 2007 261 Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Menurut Sub Sektor / Production of Fishery in Belu Regency by Fisheries Group 2005 .4.3.1 247 6.5.

1.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter VII Industri & Energi / Industries & Energy 267 Industri / Industries 7.11 7.1.1.1.12 Banyaknya Perusahaan / Usaha Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan / Numbers of Manufacturing / Etablishment by District 2007 275 Banyaknya Pekerja Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan / Numbers of Person Enganged in Manufacturing Sector by Industry Categories and District 2007 276 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Barat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Barat by Industry Kinds 2007 277 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Rinhat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Rinhat by Industry Kinds 2007 278 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Wewiku Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Wewiku by Industry Kinds 2007 279 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Weliman Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Weliman by Industry Kinds 2007 280 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Tengah Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Tengah by Industry Kinds 2007 281 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Sasita Mean Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Sasita Mean by Industry Kinds 2007 282 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Timur Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Timur by Industry Kinds 2007 283 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Laen Manen Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Laen Manen by Industry Kinds 2007 284 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Raimanuk Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raimanuk by Industry Kinds 2007 285 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kobalima Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kobalima by Industry Kinds 2007 286 xx Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1 7.1.1.7 7.1.9 7.10 7.6 7.1.3 7.1.4 7.1.8 7.1.5 7.2 273 7.1.

Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Betun) 301 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Atapupu) 300 Banyaknya Pelanggan.1.DAFTAR ISI / CONTENTS 7.1.15 7. Value of Power and Cunsumption PLN Eiectric by Clasaification 2007 (Ranting Atambua) 299 Banyaknya Pelanggan.2 7.2.14 7.5 Banyaknya Pelanggan.1.3 7.2.17 7.2.18 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.4 7.16 7.1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2.1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.13 7.19 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Barat by Industry Kinds 2007 287 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kakuluk Mesak by Industry Kinds 2007 288 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Timur by Industry Kinds 2007 289 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Raihat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raihat by Industry Kinds 2007 290 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Lasiolat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lasiolat by Industry Kinds 2007 291 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Lamaknen Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lamaknen by Industry Kinds 2007 292 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kota Atambua Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kota Atambua by Industry Kinds 2007 293 Listrik / Electricity 7.1.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Besikama) 302 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.1 297 7.1. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Naitimu) 303 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxi .

Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Biudukfoho) 310 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Manleten) 306 Banyaknya Pelanggan.2.8 7.9 7.2.10 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN di Kabupaten Belu Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric in Belu Regency by Clasaification 2006 312 Air Minum / Water Supply 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Kaputu) 309 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Lamaknen) 305 Banyaknya Pelanggan.4. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.11 7.2 317 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Kecamatan dan Kualifikasinya di Kabupaten Belu 2007 319 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Bentuk Badan Hukun dan Kecamatan Kabupaten Belu 2007 320 xxii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .14 Banyaknya Pelanggan.3.12 7.DAFTAR ISI / CONTENTS 7.1 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Boas) 308 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Kobalima) 307 Banyaknya Pelanggan.1 313 Banyaknya Pelanggan dan Nilai Air Minum yang disalurkan Menurut Jenis Pelanggan / Numbers of Costumers Water Supply by Costumer Type 2007 315 Pertambangan / Mining 7.2.7 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Silawan) 304 Banyaknya Pelanggan.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Haekesak) 311 Banyaknya Pelanggan.6 7.4.13 7.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.

1 8.1.3 8.2. dan Tempat Tidur Menurut Kecamatan / Numbers of Hotel/Lodgings.1.4.4 8.2 341 Banyaknya Akomodosi Hotel/Losmen.1 353 Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kendaraan / Numbers of Motor Vehicles in Belu regency by Type of Motor Vehicles 2006 .4.1.5 8.5 Penggunaan bahan galian Golongan C menurut jenis dan kecamatan di Kabupaten Belu 2007 321 Realisasi penerimaan pajak penggalian.DAFTAR ISI / CONTENTS 7. Jumlah Kamar.1.2007 355 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxiii . pemanfaatan bahan galian Golongan C menurut kecamatan di Kabupaten Belu 2007 323 Realisasi penerimaan pajak air bawah tanah menurut kecamatan di Kabupaten Belu 2007 324 Bab / Chapter VIII Perdagangan & Hotel / Trade & Hotels 325 Perdagangan / Trade 8.6 331 Banyaknya Perusahaan/Usaha Sektor Perdagangan Menurut Jenis Usaha dan Kecamatan / Numbers of Etablishment by Trade Scale and District 2007 333 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Kategori Lapangan Usaha di Kabupaten Belu 2007 334 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Skala Usaha di Kabupaten Belu 2007 335 Volume Antar daerah ke luar Beberapa Komoditi di Kabupaten Belu 2007 336 Pengadaan Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Bulan 2007 338 Banyaknya komoditi Beras yang disalurkan menurut kelompok penggunaan dan bulan penyaluran di Kabupaten Belu 340 Perhotelan / Hotels 8.3 7.4 7.1.4. and Beds by District 2006 – 2007 343 Banyaknya Tamu Menurut Kewarganegaraan dan Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar / Numbers of Guest by Citizen and Average Occupancy Rate of Hotel 2007 344 Bab / Chapter IX Transportasi & Komunikasi Transportation & Communications 345 Perhubungan Darat / Land Communications 9.1.1 8. Rooms.2 8.2.1.

1.1.7 9.2007 358 Banyaknya Mobil Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Sifat 2007 359 Panjang Jalan Menurut Status Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Road Status in Belu Regency 2007 360 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Type of Surface in Belu Regency 2007 361 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Condition in Belu Regency 2007 362 Panjang Jalan Menurut Kelas Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Class Road in Belu Regency 2007 363 Perhubungan Udara / Air Communication 9.1 365 9. dan BPKB. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Volume of Cargo unLoaded Via Atapupu Port by Month 2007 373 xxiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .3 9.1.1. BBM. yang dikeluarkan Resort Kepolisian Kabupaten Belu / Numbers of Driving and Vehicles License Issued by Type 2006 – 2007 357 Banyaknya Mobil.1.3 369 Banyaknya Kunjungan Kapal dan Arus Penumpang di Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Numbers of Ship Visit and Passenger via Atapupu Port by Month 2007 371 Banyaknya Bongkar Barang.4 9.2 Jumlah Pesawat dan Penumpang Datang dan Berangkat di Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan / Numbers of Aircraft and Passengers Arrival and Departures Via Haliwen Air Port by Month 2007 367 Banyaknya Bongkar Muat Barang.DAFTAR ISI / CONTENTS 9.3. STNK. BBM.2 9. dan Pos Paket Lewat Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan / Volume of Cargo Loaded / Unloaded Via Haliwen Air Port by Month 2007 368 Perhubungan Laut / Sea Communication 9. Bus Menutur Trayek di Kabupaten Belu 2006 .2007 356 Banyaknya SIM.1 9.3.3.5 9.2.2 9.1.1.9 Banyaknya Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Belu / Numbers of Delinquency and Traffic Accident in Belu regency 2006 .1.8 9.6 9. Bagasi.2. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Volume of Cargo Loaded Via Atapupu Port by Month 2007 372 Banyaknya Muat Barang.

Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 – 2007 378 Banyaknya Barang yang Dipaketkan lewat Kantor PT. Simpanan di Koperasi Unit Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Members and Saving Deposits in Village Unit Cooperative by District in Belu Regency 2007 398 Harga-Harga / Prices 10.1.2007 401 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxv . Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan dan Jenis Surat / Numbers of Postal Mailed by Triple-Month and Type 2007 377 Banyaknya Uang Yang diweselkan lewat Kantor PT.4.1 10. 399 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua / Average of Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2002 .1 375 9.3 387 Realisasi Penerimaan Rutin Daerah Belu Tahun Anggaran / Actual Second Stage Autonomus Regional Receipts of Belu Fiscal Year 2006 389 Realisasi Pengeluaran Rutin Belu Tahun Anggaran / Actual Second Stage Autonomous Regional Expenditure of Belu Fiscal Year 2006 390 Jumlah Wajib Pajak . Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 393 Koperasi / Cooperative 10.2 395 Banyaknya Anggota dan Simpanan Menurut Jenis Koperasi / Numbers of Members and Saving Deposits by Kind of Cooperative 2007 397 Banyaknya Anggota.3.DAFTAR ISI / CONTENTS Pos & Telekomunikasi / Post & Telecommunications 9.1.2.2.1.2 9.2 10.4. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 – 2007 379 Jumlah Sambungan Telepon Yang Disambung Menurut Jenis Pelanggan per Triwulan 2007 380 Bab / Chapter X Keuangan & Harga-Harga Financial & Prices 381 Keuangan Pemerintah Daerah Finance of The Regional Government 10.1.4.4.3 9.4 Banyaknya Surat Yang dikirim lewat Kantor PT.1 10.

6.3.5. Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .3.3.2006 423 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 . 11.3.8. 11.4.5. 11. 10. 10. 11.DAFTAR ISI / CONTENTS 10.4.2. 10. 10.7. 11.3.2006 435 xxvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .7. Rata-Rata Bulanan Harga Eceran Sembilan Bahan Pokok dan barang strategis lainnya di Pasar Atambua / Average retail Price of 9 Essential Commodities and others stratigies 402 commodities 2007 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua / Average Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2007 404 Inflasi Atambua Menurut Bulan dan Kelompok Kebutuhan / Inflation Rate in Atambua by Month and Group 2007 406 Laju Inflasi Kota Atambua / Inflation Rate in Kota Atambua 2002 .3. 11. 10.8.2.2006 425 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 – 2006 427 Indeks Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha 2005 –2006 429 Indeks Berantai Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha 2005 – 2006 431 Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Development Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 – 2006 433 Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Development Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 . 10.1 Pendapatan Regional / Regional Income 413 11.3.6.3.2006 421 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Constan 2000 Market Prices 2005 .2007 408 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Pasar Baru) 2007 409 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Atambua) 2007 410 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Betun) 2007 411 Bab / Chapter XI 11.3.

Indeks Implisit Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Implisit Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 . 11.2006 437 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor Kabupaten Belu / Regional Economic Growth by Sector and Sub Sector 2005 –2006 439 Rata-rata Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Berlaku / Population Average per Capita Income at Current Market Prices of Belu Regency 2000 – 2006 440 Rata-rata Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Konstan 2000 / Population Average per Capita Income at Constant 2000 Market Prices of Belu Regency 2000 – 2006 441 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxvii .10.12. 11.DAFTAR ISI / CONTENTS 11. 11.11.9.

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 39. bahwa dalam upaya memenuhi atas kepaduan. bahwa dalam rangka perencanaan pembangunan nasional pada khususnya. penyelenggaran kegiatan statistik perlu didukung upaya-upaya koordinasi dan kerjasama serta upaya pembinaan terhadap seluruh komponen masyarakat statistik. sektoral. c. . dipandang perlu menetapkan Peraturan Tentang Penyelenggaraan Statistik. dalam pembangunan sistem rujukan informasi statistik nasional pada umumnya. Menimbang : a. efektif.PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN STATISTIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 2. Mengingat : 1. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENYELENGGARAAN STATISTIK. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3686). maupun khusus menuju terwujudnya sistem Statistik Nasional yang andal. dan efesien. serta dalam rangka penjabaran lebih lanjut UndangUndang Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik. keakuratan. b. dan kemutahiran data dalam kegiatan statistik perlu diatur mekanisme penyelenggaraan statistik baik statistik dasar. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut pada huruf a dan b.

dan perusahaan pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh kateristik pertanian pada saat tertentu. 4. DAN KHUSUS Bagian Pertama Statistik Dasar Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 2 (1) Pemerintah berkewajiban menyediakan statistik dasar. Sensus Penduduk adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh penduduk yang bertempat tinggal atau berada di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik penduduk pada saat tertentu. BPS adalah singkatan dari Badan Pusat Statistik sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan : 1. xxvi . 3. 5. BAB II STATISTIK DASAR. 7. Sensus Pertanian adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh petani. Lembaga Pemerintah Non Departemen Daerah. 6. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel dari suatu populasi untuk memperkirakan karakteristik obyek pada saat tertentu. SEKTORAL. Sensus ekonomi adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh usaha dan atau perusahaan non pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik usaha dan perusahaan pada saat tertentu. Survei antar sensus adalah survei yang dilakukan diantara 2 (dua) sensus sejenis. dan lembaga-lembaga lainnya di luar BPS. rumah tangga pertanian. Instansi Pemerintah adalah Departemen. 2.

dilaksanakan pada : a. perusahaan pertanian. c. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi. dan pengukuran obyek pertanian. tanah. kompilasi produk administrasi. survei. Pasal 5 (1) Pencatatan dalam sensus pertanian dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh petani. (2) Waktu penyelenggaraan sensus. c. tahun berakhiran angka 0 (nol) bagi sensus penduduk. tahun berakhiran angka 6 (enam) bagi sensus ekonomi. b. Pasal 3 (1) Sensus terdiri dari : a. (3) Dalam menyelenggarakan statistik dasar. xxvii . (2) Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup karakteristik petani. Pasal 4 (1) Pencatatan dalam sensus penduduk dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh penduduk (2) Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup karakteristik tentang penduduk. tanaman. BPS memperoleh data melalui sensus. perumahan dan lingkungannnya. Sensus Penduduk. Sensus Ekonomi. dan karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang kependudukan. Sensus Pertanian. tahun berakhiran angka 3 (tiga) bagi sensus pertanian.serta karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang pertanian. kegiatan usaha di bidang pertanian. b.(2) Statistik dasar diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

(4) Survei sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) adalah survei antar sensus. Pasal 10 (1) Wilayah pencacahan survei ststistik dasar ditetapkan oleh Kepala BPS. produksi. (2) Setiap penyelenggaran sensus didahului dengan uji coba sensus. (2) Pelaksanaan survei statistik dasar di lapangan dilakukan oleh petugas survei yang ditetapkan oleh BPS. BPS juga menyelenggarakn survei dan kompilasi produk administrasi untuk penyediaan statistik dasar. penyerapan tenaga kerja. atau gabungan desa dan atau kelurahan. serta karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang ekonomi. (3) Survei juga dilakukan diantara 2 (dua) sensus sejenis. pemakai bahan baku. (2) Pasal 8 (1) BPS wajib mengumumkan rencana penyelenggaran sensus kepada masyarakat sebelum sensus dilaksanakan. Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup kegiatan usaha. xxviii . (2) Wilayah pencacahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat merupakan bagian.Pasal 6 (1) Pencatatan dalam sensus ekonomi dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh perusahaan dan kegiatan usaha di bidang ekonomi. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. Pasal 7 (1) Dalam penyelenggaran sensus Kepala BPS menetapkan wilayah pencacahan. Pasal 9 (1) Selain sensus. seluruh.

Pasal 11 Kompilasi produk administrasi statistik dasar dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. Pasal (12) (1) BPS berhak memperoleh produk administrasi dari instansi pemerintah dan masyarakat. Bupati. (3) Pertugas sensus dapat berasal dari pegawai BPS dan atau direkrut dari pegawai instansi pemerintah lainnya atau anggota masyarakat. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. xxix . (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal (13) (1) Dalam penyelenggaran statistik dasar. pengawasan. (2) Petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bertugas melakukan pencacahan. Paragraf2 Petugas dan Responden Pasal 14 (1) Pencacahan di lapangan dalam pelaksanaan sensus dilakukan oleh petugas sensu yang diangkat secara sah oleh kepala BPS. Gubernur. BPS mendapatkan dukungan pelaksanaan operasional dari Menteri. (4) Ketentuan tentang pengangkatan. serta sarana dan kompilasi produk administrasi yang dilakukan oleh BPS. Camat. (2) Dukungan pelaksanaan operasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi dukungan pengadaan petugas. penyediaan data. dan pemeriksaan. pemberhentian dan pelatihan petugas sensus diatur lebih lanjut oleh kepala BPS. Walikota. Kepala Desa dan Kepala Kelurahan sesuai lingkup tugas dan wewenangnya.

Memperhatikan nilai-nilai agama. adat istiadat. setiap petugas sensus wajib : a. tata krama. c. (2) Biaya pembayaran premi untuk jaminan asuransi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan bagian tidak terpisahkan dari anggaran penyelenggaraan sensus. c. Pasal 18 (1) Petugas sensus yang merupakan tenaga lepas dan bukan pegawai negeri yang mendapat kecelakaan dan mengakibatkan cacat atau meninggal dunia dalam menjalankan tugasnya. mendapat jaminan asuransi.Pasal 15 Dalam melaksanakan tugasnya. b. dan ketertiban umum. Pasal 16 Dalam melaksanakan tugasnya. setiap petugas sensus berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditetapkan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. atau memperbaharui tanda nomor bangunan atau stiker sensus baik bangunan tempat tinggal maupun bukan tempat tinggal. Pasal 17 Setiap petugas sensus wajib memegang teguh rahasia atas keterangan yang diberikan responden dan yang diperoleh dari obyek kegiatan sensus. Pasal 19 (1) setiap responden sensus wajib : a. memberi izin petugas memasang. b. (3) Besarnya jaminan asuransi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh kepala BPS setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan. tanah atau tempat usaha. serta masuk ke dalam bangunan yang berada di wilayah kerja petugas sensus. memberi izin petugas sensus memasuki halaman atau pelataran. memperlihatkan surat tugas atau tanda pengenal petugas sensus. xxx . memeriksa. Menyampaikan hasil pelaksanaan sensus sebagaimana adanya. menerima petugas sensus.

Pasal 20 (1) Ketentuan yang berlaku bagi petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 14. buku-buku dan naskah-naskah yang diperlukan oleh petugas sensus. anggota keluarga. Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan petugas sensus mengenai diri sendiri. dan mutakhir untuk kebutuhan sampai pada lingkupsatuan pemerintahan terkecil. dan atau kegiatannya secara lengkap dan benar. (2) Ketentuan tentang kewajiban responden sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 berlaku juga bagi responden survei statistik dasar. (4) Setiap responden berhak menolak petugas sensus yang tidak dapat memenuhi ketentuan pasal 16 huruf a dan b.d. Pasal 22 (1) Perwakilan BPS di Daerah berwenang melakukan pengolahan hasil sensus. survei. buku-buku dan naskah-naskah. akurat. pasal 16. pasal 17. pasal 15. (2) Pimpinan lembaga atau orang lain yang ditunjuk dari lembaga yang telah ditetapkan sebagai responden berkewajiban memberikan keterangan kepada petugas sensus mengenai segala kegiatan lembaga sesuai dengan daftar isian dan atau memperlihatkan catatan tertulis. orang lain yang berkaitan. dan kompilasi produk administrasi untuk kebutuhan statistik dasar bagi lingkup daerah yang bersangkutan. dan pasal 18 berlaku bagi petugas statistik survei statistik dasar. xxxi . Paragraf 3 Pengolahan Hasil Pasal 21 (1) BPS bertanggung jawab melakukan pengolahan hasil sensus. Memperlihatkan catatan tertulis. (3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak menghilangkan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. survei. e. (2) Sajian statistik dasar hanya disampaikan dalam bentuk data agregat dan bukan data individu. dan kompilasi produk administrasi untuk menyediakan statistik dasar yang lengkap.

(2) Perwakilan BPS di Daerah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. wajib dilakukan bersama-sama BPS. (2) Penyelenggaraan statistik sektoral dapat dilakukan secara mandiri atau bersamasama dengan BPS. (2) Instansi pemerintah juga dapat menyelenggarakan survei dan kompilasi produk untuk kebutuhan intern instansi yang bersangkutan. kompilasi produk administrasi. instansi pemerintah memperoleh data melalui survei. xxxii . (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. Pasal 24 (1) Dalam penyelenggaran statistik sektoral. (3) Wilayah survei statistik sektoral meliputi sebagian atau seluruh wilayah republik Indonesia Pasal 25 (1) Instansi pemerintah menyelenggarakan survei dan kompilasi produk administrasi untuk penyediaan statistik sektoral guna mendukung pelaksanaan tugas pokok instansi yang bersangkutan. Bagian Kedua Statistik Sektoral Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 23 (1) Instansi pemerinatah menyelenggarakan statistik sektoral sesuai tugas pokok dan fungsinya. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (3) Statistik sektoral yang jangkauan populasinya berskala nasional dan hanya dapat dilakukan degan cara sensus.

diatur dengan Keputusan Kepala BPS. wilayah kegiatan statistik. tujuan survei. b. judul. (4) Tata cara memberitahukan rencana penyelenggaraan survei sebagaimana dimaksud ayat (3). c. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Rencana penyelenggaraan survei sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf (a) memuat : nama instansi. Paragraf 2 Petugas dan Responden Pasal 29 (1) Pelaksanaan pencacahan survei statistik sektoral dilakukan oleh petugas survei yang telah ditetapkan instansi penyelenggara. jenis data yang akan dikumpulkan. metode statistik yang akan dipergunakan. (2) Ketentuan yang berlaku mengenai petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 dan 17 berlaku juga untuk petugas survei statistik sektoral.Pasal 26 (1) Hasil survei statistik sektoral sebagaimana dimaksud pada pasal 25 ayat (1) juga ditujukan untuk mendukung penyediaan informasi bagi kepentingan perencanaan pembangunan nasional dan dalam rangka pembangunan Sistem Statistik Nasional. memberitahukan rencana penyelenggaraan survei kepada BPS. dan waktu pelaksanaan. xxxiii . menyerahkan hasil penyelenggaraan survei yang dilakukan kepada BPS. Pasal 28 (1) penyelenggara statistik sektoral berhak memperoleh produk administrasi dari instansi pemerintah atau masyarakat. obyek populasi dan jumlah responden. (2) Penyelenggaraan survei statistik sektoral wajib : a. Pasal 27 Kompilasi produk administrasi statistik sektoral dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. mengikuti rekomendasi yang diberikan BPS.

organisasi. Pasal 32 Ketentuan tentang penyajian statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (2) berlaku juga bagi penyelenggara statistik sektoral. Paragraf 3 Pengolahan Hasil Pasal 31 (1) Instansi pemerintah yang menyelenggarakan statistik sektoral berwenang melakukan pengolahan hasil statistik sektoral yang diselenggarakannnya. dan atau unsur masyarakat lainnya dapat menyelenggarakan statistik khusus. Bagian Ketiga Statistik Khusus Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 33 (1) Lembaga. (2) Penyelenggaraan statistik khusus dilakukan secara mandiri atau bersama-sama dengan pihak lain. (2) Pengolahan hasil statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan oleh instansi pemerintah bersama-sama dengan pihak lain. (2) Setiap orang yang telah bersedia menjadi responden tunduk pada ketentuan sebagaiman dimaksud dalam pasal 19.Pasal 30 (1) Penyelenggara survei statistik sektoral menetapkan responden atau obyek penelitian sebelum survei dilakukan. xxxiv . perorangan.

(3) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku bagi survei yang digunakan untuk keperluan intern. (3) Wilayah survei statistik khusus meliputi sebagian atau seluruh wilayah Republik Indonesia. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. meliputi survei yang memenuhi kriteria : a. wilayah kegiatan survei. dan abstraksi. Pasal 35 (1) Survei statistik khusus meliputi : a. metode statistik. c. hasilnya dipublikasikan. survei yang hasilnya untuk dipublikasikan. (2) Sinopsis hasil survei yang wajib diberitahukan. obyek populasi. merupakan data primer. (2) Hasil survei statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) turut mendukung pengembangan Sistem Statistik Nasional. survei untuk kebutuhan intern. xxxv . nama dan alamat penyelenggara. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. menggunakan metode statistik. b. Pasal 36 (1) Penyelenggaraan survei statistik khusus wajib memberikan sinopsis hasil survei yang diselenggarakannya kepada BPS. waktu pelaksanaan. (5) Batas waktu dan tata cara penyampaian sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. b.Pasal 34 (1) Penyelenggaraan kegiatan statistik khusus memperoleh data melalui kompilasi produk administrasi. (4) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat judul. jumlah responden.

dan atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik. (3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos. Pasal 40 Penyelenggaraan survei statistik khusus menetapkan responden atau obyek penelitian sebelum survei dilakukan. Paragraf 2 Petugas dan Responden Pasal 39 (1) Pelaksanaan pencacahan survei statistik khusus dilakukan oleh petugas survei yang telah ditetapkan oleh penyelenggara. (2) Ketentuan yang berlaku mengenai petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan 17 berlaku juga untuk petugas survei statistik khusus. jaringan komunikasi. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Paragraf 3 Pengolahan Hasil xxxvi . Pasal 38 (1) kompilasi produk administrasi statistik khusus dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi.Pasal 37 (1) Kewajiban memberitahukan sinopsis dibebankan kepada pihak yang mempunyai hak untuk menyebarluaskan hasil kegiatan statistik. (2) Pemberitahuan sinopsis dapat dikuasakan kepada penyelenggara kegiatan statistik di dalam negeri apabila pihak yang memiliki hak berada di luar negeri.

pemanfaatannya terbuka untuk umum. xxxvii . maka yang berwenang mengumumkan dan menyebarluaskan hasil kegiatan adalah kesepakatan masing-masing pihak. Pasal 45 (1) Hasil kegiatan statistik yang diselenggarakan oleh BPS. PENYEBARLUASAN. dan hasil kompilasi produk administrasi.Pasal 41 (1) Penyelenggara statistik khusus berwenang melakukan pengolahan hasil survei dan kompilasi produk administrasi yang diselenggarakannnya. instansi pemerintah Pusat dan atau Daerah. Pasal 44 (1) Pengumuman hasil statistik yang diselenggarakn olehh BPS dimuat dalam berita Resmi Statistik atau media lainnya. (2) Pengolahan hasil statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilaksanakan secara mandiri atau bersama-sama dengan pihak lain. (3) Pelaksanaan teknis pengumuman dan penyebarluasan hasil statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2) ditetapkan oleh kepala BPS. PEMANFAATAN. (2) Berita Resmi Statistik merupakan salah satu media penyebarluasan hasil statistik. BAB III PENGUMUMAN. DAN PEMASYARAKATAN HASIL STATISTIK Pasal 42 (1) Pengumuman dan penyebarluasan hasil kegiatan statistik dilaksanakan oleh penyelenggara. Pasal 43 (1) BPS berwenang mengumumkan dan menyebarluaskan hasil statistik dasar yang diselenggarakannnya kepada masyarakat. hasil survei. (2) Hasil statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi sensus. (2) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik dilaksanakan secara bekerja sama.

(4) Pemasyarakatan statistik dilakukan secara berkala dan atau sewaktu-waktu melalui berbagai media informasi. (2) Penyelenggara kegiatan statistik sektoral dan khusus memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk memperoleh hasil statistik. (3) Kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan dengan tetap memperhatikan hak kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Pemasyarakatan statistik dilakukan dengan menyebarluaskan hasil kegiatan statistik sesuai dengan kebutuhan pengguna statistik. seminar. dan pengguna statistik akan arti dan pentingnya statistik. Pasal 46 (1) Penyelenggaraan statistik sektoral dan statistik khusus yang hasilnya untuk dipublikasikan. BAB IV KOORDINASI DAN KERJASAMA Bagian Pertama Umum Pasal 48 Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik meliputi hal-hal yang berkaitan dengan : xxxviii . penyelenggara. (3) Masyarakat berhak memperoleh manfaat dari hasil statistik yang diselenggarakan oleh BPS. (2) Pemasyarakatan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan BPS bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat. atau dialog. pemanfaatannya terbuka untuk umum.(2) BPS mememberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk memperoleh hasil statistik yang diselenggarakannnya. Pasal 47 (1) Pemasyrakatan statistik dilakukan dalam rangka memberikan kesadaran responden.

penyajian. xxxix . Pelaksanaan kegiatan statistik. Pasal 52 Koordinasi dan atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik antara instansi pemerintah dan BPS dapat dilakukan dalam hal : a. definisi. Bagian Kedua Pelaksanaan Kegiatan Statistik Pasal 50 (1) Koordinasi dan atau kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan dalam rangka membangun suatu rujukan informasi statistik nasional. klasifikasi. instansi pemerintah. Pembakuan konsep. dan masyarakat dilaksanakan atas dasar prinsip kemitraan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasal 51 (1) Dalam hal kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik sektoral antara pemerintah dengan lembaga swasta. Pelaksanaan kegiatan statistik sektoral yang dapat dilakukan sendiri oleh instansi pemerintah. dan ukuran-ukuran. b. pengolahan. (2) Koordinasi dan atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik mencakup perencanaan.a. b. instansi pemerintah bertindak sebagai penyelenggara utama. pengumpulan. pelaksanaan kegiatan statistik sektoral yang jangkauan populasinya berskala nasional dan hanya dapat dilakukan dengan cara sensus. dan atau analisis statistik. (2) Dalam hal koordinasi dan atau kerjasama dilakukan dengan pihak luar negeri maka pihak Indonesi harus bertindak sebagai penyelenggara utama. Pasal 49 Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik antara BPS.

(2) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik sektoral tersebut dilaksanakan sendiri oleh instansi pemerintah yang bersangkutan berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 26. dan ukuran-ukuran untuk mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional. definisi. instansi pemerintah. klasifikasi. BPS bertindak aktif memprakarsai kerjasama dengan instansi pemerintah dan masyarakat. (2) Tata cara pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Kepala BPS dan pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan. Klasifikasi. (2) Dalam melaksanakan pembakuan konsep. dan masyarakat bekerjasama melakukan pembakuan konsep. Pasal 56 (1) Dalam rangka mewujudkan kerjasama pembakuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 55. klasifikasi. dan ukuran-ukuran. definisi. xl . Pasal 57 (1) Hasil kerjasama pembakuan konsep. Kepala BPS memperoleh saran dan pertimbangan dari Forum Masyarakat Statistik. definisi. Definisi. dan ukuran-ukuran. sebagaimana dimaksud dalam pasal 55. Bagian Ketiga Pembakuan Konsep. dan Ukuran-ukuran Pasal 55 BPS. selanjutnya disusun oleh BPS. klasifikasi. Pasal 54 (1) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf b dilakukan bekerjasama dengan BPS pelaksanaannya diatur oleh kepala BPS bersama-sama dengan pimpinan instansi yang bersangkutan.Pasal 53 (1) Penyelenggaraan statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf a wajib dilaksanakan bersama-sama oleh BPS dan instansi pemerintah yang bersangkutan.

b. membangun satu pusat rujukan informasi statistik nasional. b. (2) Dalam melakukan pembinaan statistik. dan ukuran-ukuran yang disusun oleh BPS sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) menjadi acuan utama penyelenggaraan statistik di Indonesia. c. c. dan atau masyarakat lainnya. pengembangan statistik sebagai ilmu. peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik. mengembangkan Sistem Statistik Nasional. Peningkatan penyebarluasan informasi statistik. lembaga swasta. mendukung pembangunan nasional. f. (2) Sasaran pembinaan statistik mencakup : a. perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep. klasifikasi. penyelenggara kegiatan statistik. klasifikasi. d. g. definisi. BAB V PEMBINAAN Pasal 58 (1) BPS melakukan pembinaan statistik.(2) Konsep. BPS dapat bekerja sama dengan instansi pemerintah. b. c. dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerjasama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya. Pasal 60 Upaya pembinaan statistik meliputi : a. respoden. xli . e. meningkatkan kontribusi dan apresiaisi masyarakat terhadap statistik. Pasal 59 (1) Pembinaan statistik ditujukan untuk lebih : a. peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik. perguruan tinggi. definisi. Pengembangan sistem informasi statistik. Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional. d. pengguna statistik.

xlii . penelitian dan pengembangan. lokakarya. d. Pasal 62 Pengembangan statistik sebagai ilmu dilaksanakan melalui : a. seminar. c. pengadaan bahan rujukan tentang ilmu statistik. peningkatan kerjasama pengembangan statistik sebagai ilmu antar instansi pemerintah dan atau swasta. peningkatan kerjasama pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi mendukung kegiatan statistik. peningkatan penerapan ilmu statistik melalui pelatihan. c. dan pertemuan ilmiah statistik. Pasal 63 Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik dilaksanakan melalui : a. Pasal 61 Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik dilaksanakan melalui : a. seminar. f. d. dan atau pertemuan ilmiah lainnya. pengadaan dan penyebaran metode ilmiah statistik. b.h. b. penerapan dan pengembangan penginderaan jarak jauh. penerapan dan pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak komputer. b. pelatihan. pendidikan formal. lokakarya. peningkatan kerjasama pendidikan dan pelatihan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. Peningkatan kesadaran masyrakat akan arti dan kegunaan statistik. d. c. e. peningkatan pengembangan profesi. penerapan dan pengembangan jaringan informasi statistik.

c. penganekaragaman bentuk dan cara penyajian data sesuai dengan penggolongan pengguna statistik. peningkatan kemudahan dalam memperoleh data hasil kegiatan statistik. definisi.Pasal 64 Perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan. Pasal 67 Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional dilaksanakan melalui : a. c. peningkatan kerjasama pengembangan dan penerapan konsep. c. dan ukuranukuran. peningkatan penyebarluasan hasil statistik secara menyeluruh atau bertahap. dan ukuran-ukuran yang dibakukan. dan penerapan konsep. definisi. peningkatan mutu dan frekuensi penyebarluasan informasi statistik melalui berbagai media cetak dan elektronik. xliii . peningkatan hubungan sistem jaringan antar penyelenggara kegiatan statistik. evaluasi. peningkatan penyuluhan tentang pemanfaatan hasil statistik secara berkala. b. b. klasifikasi. peningkatan komunikasi sistem informasi statistik antar penyelenggara statistik. d. b. dan ukuran-ukuran yang dibakukan antar instansi pemerintah atau swasta. definisi. klasifikasi. peningkatan kerjasama penerangan dan pemasyarakatan kegiatan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. Pasal 65 Pengembangan sistem informasi statistik dilaksanakan melalui : a. pembakuan dan penyebarluasan konsep. peningkatan keterpaduan penyusunan jaringan sistem informasi statistik. klasifikasi. definisi. d. konsep. dan ukuran-ukuran dalam semangat kerjasama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya dilaksanakan melalui : a. peningkatan kerjasama penyebarluasan informasi hasil kegiatan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. c. klasifikasi. peningkatan kerjasama pengembangan jaringan sistem informasi statistik. b. Pasal 66 Peningkatan penyebarluasan informasi statistik dilaksanakan melalui : a. pengkajian.

xliv . b. dinyatakan tidak berlaku. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan Sensus Penduduk. berlaku juga untuk pembinaan statistik. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1985 tentang Sensus Ekonomi. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1983 tentang Sensus Pertanian. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1985 tentang Sensus Ekonomi. d. (3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2). BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 70 Dengan ditetapkan Peraturan Pemerintah ini maka : a. BAB VII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 Semua ketentuan peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan Sensus Penduduk. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1983 tentang Sensus Pertanian.BAB VI PEMBIAYAAN Pasal 68 (1) Pembiayaan penyelenggaraan statistik dasar. c. dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan atau diganti dengan ketentuan baru berdasarkan Peraturan Pemerintah ini. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat Statitik. pembiayaannya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang bersangkutan. dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan sumber lain yang sah. (2) Dalam rangka memenuhi kebutuhan data statistik dasar untuk keperluan Pemerintah Daerah.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Mei 1999 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 26 Mei 1999 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd PROF.Pasal 71 Peraturan pemerintah ini berlaku pada tanggal diundangkan. memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. DR. ttd Edy Sudibyo Salinan sesuai dengan aslinya BADAN PUSAT STATISTIK Kepala Biro Perencanaan. Agar setiap orang mengetahuinya. MULADI. S. MSA xlv . ttd Pietojo. LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1999 NOMOR 96 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan II Plt.H. H.

MEMUTUSKAN . Undangundang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik mengamanatkan untuk membentuk Badan Pemerintah yang menyelenggarakan statistik dasar serta melaksanakan koordinasi dan pembinaan penyelenggaraan statistik. bahwa statistik mempunyai peran yang penting bagi perencanaan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3683). Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 2. b. bahwa dalam rangka penyelenggaraan statistik. pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan. Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 39.KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 1998 TENTANG BADAN PUSAT STATISTIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas dipandang perlu untuk menetapkan Keputusan Presiden tentang Badan Pusat Statistik. Mengingat : 1. c. pelaksanaan.

dan pengguna statistik. TUGAS. serta pengembangan ilmu dan teknologi yang mendukung penyelenggaraan statistik. organisasi. koordinasi dan kerjasama statistik dengan instansi pemerintah. d. Pembinaan penyelenggaran statistik responden. (2) BPS dipimpin oleh seorang Kepala Pasal 2 BPS juga mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan statistik dasar. BPS menyelenggarakan fungsi : a. b. serta mengembangkan dan membina statistik sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. g. perseorangan dan/atau unsur masyarakat lainnya baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia. dan ukuran-ukuran. klasifikasi. h. penyusunan dan pengembangan pembakuan konsep. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 2. c. lembaga. DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Badan Pusat Statistik yang selanjutnya dalam Keputusan Presiden ini disingkat BPS adalah Lembaga Non Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. perumusan kebijakan nasional di bidang statistik. pelayanan data dan informasi serta hasil statistik kepada pemerintah dan masyarakat secara berkala dan sewaktu-waktu baik dari hasil penyelenggaraan sendiri maupun hasil kompilasi produk administrasi dan cara lainnya. penyusunan rencana dan program nasional di bidang statistik. melaksanakan koordinasi dan kerjasama. xlv . definisi. penyelenggaraan statistik dasar. Penyebarluasan statistik melalui berbagai cara baik langsung maupun tidak langsung serta pelaksanaan upaya peningkatan sadar statistik masyarakat. f.Menetapkan : KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG BADAN PUSAT STATISTIK BAB I KEDUDUKAN. e.

i. j. k.

Pembinaan sumber daya manusia di lingkungan BPS; Pembinaan, pengendalian, dan pengawasan administrasi di lingkungan BPS; Tugas lain yang diberikan presiden;

BAB II ORGANISASI Bagian Pertama Susunan Organisasi Pasal 4 Susunan organisasi BPS terdiri dari : a. Kepala; b. Wakil Kepala; c. Deputi Administrasi; d. Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik; e. Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan; f. Deputi Statistik Produksi dan Neraca Wilayah; g. Perwakilan BPS di Daerah; h. Unit Pelaksana Teknis. Bagian Kedua Kepala Pasal 5 (1) Kepala BPS berkedudukan dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. (2) Kepala BPS bertugas memimpin BPS sesuai dengan tugas dan fungsi BPS yang telah digariskan serta membina aparatur BPS agar berdaya guna dan berhasil guna. Bagian Ketiga Wakil Kepala

xlvi

Pasal 6 (1) Wakil Kepala BPS berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. (2) Wakil Kepala BPS bertugas : a. membantu Kepala BPS dalam membina dan mengembangkan administrasi BPS agar berdaya guna dan berhasil guna; b. membantu Kepala BPS dalam mengkoordinasikan pelaksanaan tugas unit kerja di lingkungan BPS baik di Pusat maupun Daerah; c. mewakili Kepala BPS dalam hal Kepala BPS berhalangan; d. melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS. Bagian keempat Deputi Administrasi Pasal 7 Deputi Administrasi adalah unsur pembantu pimpinan, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. Pasal 8 Deputi Administrasi mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi umum dalam bidang ketatausahaan, keuangan, kerumahtanggaaan, kepegawaian, hukum, organisasi dan tata laksana, perlengkapan dan perbekalan, serta pengendalaian pelaksanaan program di lingkungan BPS. Pasal 9 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Deputi Administrasi menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang pelayanan administrasi di lingkungan BPS; b. pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi di bidang ketatausahaan, keuangan, kerumahtanggaaan, kepegawaian, hukum, organisasi dan tata laksana; c. penyebarluasan informasi kegiatan statistik; d. pengelolaan perlengkapan dan perbekalan; e. pengendalian, pembinaan dan pengelolaan keuangan dan manajemen BPS; f. tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS.

xlvii

Bagian Kelima Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik Pasal 10 Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS Pasal 11 Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan perencanaan dan evaluasi statistik, pembinaan dan pengembangan metodologi, penyajian dan pelayanan data, analisis statistik, serta pemanfaatan sistem informasi statistik. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang Perencanaan dan Analisis Statistik; b. penyusunan rencana dan evaluasi program kegiatan statistik serta penyusunan dan pengembangan metodologi statistik serta pelaksanaan sensus, survei, kompilasi produk administrasi, dan cara lain; c. pembinaan dan penyusunan sistem informasi statistik, diseminasi, penyebarluasan, penyajian, dan pelayanan statistik; d. pembinaan analisis dan pengembangan statistik; e. tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS. Bagian Keenam Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan Pasal 13 Deputi Statistik Produksi dan kependudukan adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS.

xlviii

Pasal 14 Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan dan kesejahteraan rakyat. Pasal 15 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 14, Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang statistik produksi dan kependudukan; b. penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan dan kesejahteraan rakyat; c. peningkatan mutu data statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan rakyat; d. penyerasian, pemeliharaan sistem, dan peningkatan kecermatan data statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan rakyat; e. tugas lain yang ditetapkan oleh kepala BPS. Bagian Ketujuh Deputi Statistik Distribusi dan Neraca Nasional Pasal 16 Deputi Statisik Distribusi dan Neraca Nasional adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. Pasal 17 Deputi Statisik Distribusi dan Neraca Nasional mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi.

xlix

Pasal 18 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 17, Deputi Statistik Distribusi dan Neraca Nasional menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang statistik distribusi dan neraca nasional; b. penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; c. peningkatan mutu data statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; d. penyerasian, pemeliharaan sistem, dan peningkatan kecermatan data statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; e. tugas lain yang ditetapkan oleh kepala BPS. Bagian Kedelapan Perwakilan BPS di Daerah Pasal 19 (1) BPS Propinsi adalah instansi vertikal BPS yang berada di ibukota Propinsi. (2) Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi BPS Propinsi, pada tingkat kabupaten/kotamadya dapat dibentuk BPS Kabupaten/Kotamadya. (3) Pembentukan BPS Propinsi dan BPS Kabupaten/Kotamadya ditetapkan dengan Keputusan Kepala BPS setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara.

Pasal 20 (1) Dalam rangka pelaksanaan operasional statistik di lapangan, pada tingkat kecamatan dapat diangkat seorang atau lebih petugas statistik sebagai Mantri Statistik. (2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. Bagian Kesembilan Unit Pelaksana Teknis

l

Pasal 21 (1) Dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi BPS, di lingkungan BPS dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disebut UPT. (2) UPT merupakan unit teknis yang melaksanakan tugas dan fungsi tertentu dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi BPS. Pasal 22 Pembentukan UPT di lingkungan BPS dilaksanakan dan ditetapkan oleh Kepala BPS setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara. BAB III TATA KERJA Pasal 23 (1) Semua unsur di lingkungan BPS dalam melaksanakan tugasnya menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik dalam lingkungan BPS sendiri maupun dalam hubungan antar instansi lainnya untuk kesatuan gerak sesuai tugas dan fungsinya. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan diwajibkan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB IV PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 24 (1) Kepala dan Wakil Kepala adalah jabatan eselon 1a. (2) Deputi adalah jabatan eselon 1b. Pasal 25 (1) Kepala BPS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. (2) Wakil Kepala BPS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala BPS. (3) Deputi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala BPS.

li

(4) Pejabat eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Kepala BPS. BAB V PEMBIAYAAN Pasal 26 (1) Segala pembiayaan dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi BPS dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (2) Dalam rangka memenuhi kebutuhan data statistik regional bagi pemerintah daerah, penyediaan dana dan fasilitasnya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah setempat. (3) BPS dapat menerima dana dari pihak lain dalam rangka kerjasama yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan pelaksanaan tugas dan fungsi BPS, yang tata cara penerimaan dan pengeluarannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB VI FORUM MASYARAKAT STATISTIK Pasal 27 Dalam rangka penyelenggaraan statistik Kepala BPS membentuk Forum Masyarakat Statistik. Pasal 28 (1) Forum Masyarakat Statistik bersifat non struktural dan independen yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah, pakar, praktisi, dan tokoh masyarakat. (2) Forum Masyarakat Statistik bertugas memberi saran dan pertimbangan kepada Kepala BPS dalam bidang statistik. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas, susunan organisasi dan tata kerja Firum Masyarakat Statistik diatur oleh Kepala BPS.

BAB VII KETENTUAN PENUTUP

lii

Pasal 29 Rincian tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja satuan organisasi di lingkungan BPS ditetapkan oleh Kepala BPS setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pendayagunaan Aparatur Negara. Pasal 30 Semua peraturan pelaksanaan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Biro Pusat Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau diganti dengan yang berdasarkan Keputusan Presiden ini. Pasal 31 Pada saat mulai berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Biro Pusat Statistik dinyatakan tidak berlaku. Pasal 32 Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

liii

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 17 Juni 1998 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala Biro Hukum Dan Perundang-undangan ttd Lambock V. Nahattands

Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Kepegawaian Dan Organisasi, BPS

Pietojo, MSA NIP. 340003653

liv

c. tuntutan masyarakat. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. diperlukan langkah-langkah untuk mengatur penyelenggaraan statistik nasional terpadu dalam rangka mewujudkan sistem statistik nasional yang andal. pelaksanaan. berbangsa. b. dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan di segenap aspek kehidupan bermasyarakat. bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik pada saat ini tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan. dan efesien. pemantauan. efektif. Mengingat : Pasal 5 ayat (1) dan pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. Dengan Persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA . d. dipandang perlu membentuk UndangUndang tentang Statistik yang baru. dan bernegara dalam pembangunan Nasional sebagai pengamalan Pancasila. dan kebutuhan pembangunan nasional. b. dan c di atas.UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. untuk memajukan kesejahteraan rakyat dalam rangka mencapai cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Menimbang : a. bahwa dengan memperhatikan pentingnya peranan statistik tersebut. bahwa statistik penting artinya bagi perencanaan.

Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur yang secara teratur saling berkaitan. upaya pengembangan ilmu statistik. 6. Kegiatan statistik adalah tindakan yang meliputi upaya penyediaan dan penyebarluasan data. Statistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan. Statistik dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas. 4. makro dan yang penyelenggaraanya menjadi tanggung jawab Badan. sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik. 5. lv . baik bagi pemerintah maupun masyarakat. yang memiliki ciriciri lintas sektoral. 3. berskala nasional. pengolahan. Data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu populasi. penyajian.MEMUTUSKAN : Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG STATISTIK BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan : 1. Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan. 2. dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antar unsur dalam penyelengaraan statistik. dan upaya yang mengarah pada berkembangnya Sistem Statistik Nasional.

14. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu. pendidikan. Statistik khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dunia usaha. 10. Petugas statistik adalah orang yang diberi tugas oleh penyelengara kegiatan statistik untuk melaksanakan pengumpulan data. perorangan. 8. orang dan atau unsur masyarakat lainnya ditentukan sebagai objek kegiatan statistik. Responden adalah instansi pemerintah. benda maupun objek lainnya. Sinopsis adalah suatu ikhtisar penyelenggaraan statistik 15. baik melalui wawancara. yang penyelenggaraannya dilakukan oleh lembaga. 12. lembaga. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan suatu populasi pada saat tertentu. dan atau unsur masyarakat lainnya. DAN TUJUAN lvi . Badan adalah Badan Pusat Statistik. dan analisis data yang didasarkan pada catatan administrasi yang ada pada pemerintah dan atau masyarakat. perorangan. ARAH. dan atau unsur masyarakat lainnya. Sampel adalah sebagian unit populasi yang menjadi objek penelitian untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi. 13. orang. Kompilasi produk administrasi adalah cara pengumpulan. lembaga. BAB II ASAS. lembaga organisasi. pengukuran. sosial budaya.7. 9. pengolahan. penyajian. dan kepentingan lain dalam kehidupan masyarakat. maupun cara lain terhadap objek kegiatan statistik. organisasi. organisasi. Penyelenggara kegiatan statistik adalah instansi pemerintah. 11. Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi objek kegiatan statistik baik yang berupa instansi pemerintah. 17. organisasi. 16.

lvii . b. Keterpaduan. mengembangkan statistik nasional yang andal. Kemutakhiran Pasal 3 Kegiatan Statistik diarahkan untuk : a. dan efesien guna mendukung pembangunan nasional. efektif. dan c. c. dan d. c. mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknoogi. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. efektif. akurat. b. Statistik sektoral. dan mutakhir dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal. Keakuratan. jenis statistik terdiri atas : a. Statistik khusus. dan efesien. Statistik dasar. Undang-Undang ini juga berasaskan : a. b. mendukung pembangunan nasional.Pasal 2 Selain berlandaskan asas-asas pembangunan nasional. Pasal 4 Kegiatan statistik bertujuan untuk menyediakan data statistik yang lengkap. BAB III JENIS STATISTIK DAN CARA PENGUMPULAN DATA Bagian Pertama Jenis Statistik Pasal 5 Berdasarkan tujuan pemanfaatannya.

dan d. yang meliputi : a. diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. sensus. survei. Bagian Kedua Cara Pengumpulan Data Pasal 7 Statistik diselenggarakan melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara : a. kompilasi produk administrasi. sensus pertanian. Pasal 8 (1) Sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf a diselenggarkan sekurangkurangnya sekali dalam 10 (sepuluh) tahun oleh Badan. b. Pasal 9 (1) Survei sebagaiman dimaksud dalam pasal 7 huruf b diselenggarakan secara berkala dan sewaktu-waktu untuk memperoleh data yang rinci. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku (2) Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan statistik khusus dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang. sensus penduduk. sensus ekonomi. dan c. (2) Penetapan tahun penyelenggaraan dan perubahan jenis sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). lviii . (2) Survei antarsensus dilakukan pada pertengahan 2 (dua) sensus sejenis untuk menjembatani 2 (dua) sensus tersebut.Pasal 6 (1) Statistik dasar dan statistik sektoral terbuka pemanfaatannya untuk umum. c. b. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

(2) Hasil kompilasi produk administrasi milik instansi pemerintah terbuka pemanfaatannya untuk umum. b. c. dan d. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundangundangan yang berlaku.Pasal 10 (1) Kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf c dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. dan atau unsur masyarakat lainnya dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang. perorangan. BAB IV PENYELENGGARAN STATISTIK Bagian Pertama Statistik Dasar Pasal 11 (1) Statistik Dasar diselenggarakan oleh Badan (2) Dalam menyelenggarakan statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). survei. sensus. organisasi. Bagian Kedua Statistik Sektoral Pasal 12 lix . cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. kompilasi produk administrasi. (3) Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan hasil kompilasi produk administrasi milik lembaga. Badan memperoleh data dengan cara : a.

Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (2) Dalam menyelenggarakan ststistik sektoral. b. Objek populasi. perorangan. Bagian Ketiga Statistik Khusus Pasal 13 (1) Statistik diselenggarakan oleh masyarakat baik lembaga.(1) Statistik sektoral diselenggarakan oleh instansi pemerintah sesuai lingkup tugas dan fungsinya. masyarakat memperoleh data dengan cara : a. secara mandiri atau bersama dengan Badan. organisasi. maupun unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan Badan. (3) Statistik Sektoral harus diselenggarakan bersama dengan Badan apabila statistik tersebut hanya dapat diperoleh dengan cara sensus dan dengan jangkauan populasi berskala nasional. b. c. masyarakat sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 ayat (1) wajib memberitahukan sinopsis kegiatan statistik yang telah selesai diselenggarakan kepada Badan. c. dan c. Wilayah kegiatan statistik. Judul. Pasal 14 (1) Dalam rangka pembangunan Sistem Statistik Nasional. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (2) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat : a. Survei. Kompilasi produk administrasi. (4) Hasil Statistik Sektoral yang diselenggarakan sendiri oleh instansi pemerintah wajib diserahkan kepada Badan. (2) Dalam menyelenggarakan statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). instansi pemerintah memperoleh data dengan cara: a. b. survei. lx . kompilasi produk administrasi.

BAB VI KOORDINASI DAN KERJASAMA Pasal 17 (1) Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan oleh Badan dengan instansi pemerintah dan masyarakat. lxi . Jumlah responden. h. e. Nama dan alamat penyelenggara. Abstrak.d. BAB V PENGUMUMAN DAN PENYEBARLUASAN Pasal 15 (1) Badan berwenang mengumumkan hasil statistik yang diselenggarakannya. Metode statistik. tidak berlaku bagi statistik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan intern. di tingkat pusat dan daerah. (2) Pengumuman hasil statistk dimuat dalam berita resmi statistik Pasal 16 Badan menyebarluaskan hasil statistik yang diselenggarakannya. atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik. (3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos. (4) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). g. f. jaringan komunikasi data. Waktu pelaksanaan.

atau masyarakat Indonesia BAB VII HAK DAN KEWAJIBAN Bagian Pertama Penyelenggara Kegiatan Statistik Pasal 19 Penyelenggara kegiatan statistik berhak memperoleh keterangan dari responden mengenai karakteristik setiap unit populasi yang menjadi objek. negara asing. definisi. instansi pemerintah. instansi pemerintah.(2) Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional. Pasal 20 Penyelenggara kegiatan statistik wajib memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk mengetahui dan memperoleh manfaat dari statistik yang tersedia. Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat untuk membangun pembakuan konsep. (2) Kerja sama penyelenggaraan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan pada prinsip bahwa penyelenggara utama adalah Badan. Pasal 18 (1) Kerja sama penyelenggaraan statistik dapat juga oleh Badan. dan masyarakat diatur lebih lanjut dengan keputusan presiiden. dan atau masyarakat dengan lembaga internasional. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. lxii . atau lembaga swasta asing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Koordinasi dan kerjasama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas dasar kemitraan dan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkenbangan ilmu pengetahuan dan teknologi (4) Ketentuan mengenai tata cara dan lingkup koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik antara Badan. klasifikasi. instansi pemerintah. dan ukuran-ukuran.

adat istiadat setempat. serta wajib memperlihatkan nilai-nilai agama. Pasal 23 Setiap petugas statistik wajib menyampaikan hasil pelaksanaan statistik sebagaimana adanya. (2) Setiap responden berhak menolak petugas statistik yang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 25. Bagian Kedua Petugas Statistik Pasal 22 Setiap petugas statistik Badan berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditentukan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. kecuali dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. tata krama. lxiii . Bagian Ketiga Responden Pasal 26 (1) Setiap orang berhak menolak untuk dijadikan responden. Pasal 25 Setiap petugas statistik harus memperlihatkan surat tugas dan atau tanda pengenal. Pasal 24 Ketentuan mengenai jaminan kerahasiaan keterangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 berlaku juga bagi petugas statistik. dan ketertiban umum.Pasal 21 Penyelenggara kegiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang diperoleh dari responden.

Pasal 30 (1) Instansi pemerintah dapat membentuk satuan organisasi di lingkungannya untuk melaksanakan statistik sektoral. (2) Ketentuan mengenai tugas.Pasal 27 Setiap responden wajib memberitahukan keterangan yang diperlukan dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. dan tata kerja Badan. susunan organisasi. satuan organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus mengadakan koordinasi dengan Badan untuk lxiv . yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah. (2) Forum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersifat nonstruktural dan independen. pakar. dan tokoh masyarakat. dan tata kerja satuan organisasi sebagaimanan dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh instansi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Ketentuan mengenai tugas. Pasal 29 (1) Pemerintah membentuk Forum Masyarakat Statistik yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan di bidang statistik kepada Badan. praktisi. susunan organisasi. fungsi. fungsi. diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. BAB VIII KELEMBAGAAN Pasal 28 (1) Pemerintah membentuk Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden (2) Badan mempunyai perwakilan wilayah daerah yang merupakan instansi vertikal. sebagaimanan dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2). (3) Dalam menyelenggarakan statistik sektoral.

Badan melakukan upaya-upaya sebagai berikut : a.menerapkan konsep. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. d. e. h. klasifikasi. definisi. b. definisi. dan ukuran-ukuran yang telah dibakukan dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional. BAB IX PEMBINAAN Pasal 31 Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik dan masyarakat. mengembangkan sistem statistik nasional. Pasal 33 Pelaksanaan pembinaan sebagiamana dimaksud dalam pasal 31 diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. f. meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional. agar lebih meningkatkan kontribusi dan apresiasi masyarakat terhadap statistik. mengembangkan sistem informasi statistik. dan mendukung pembangunan nasional. Pasal 32 Dalam rangka pembinaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 31. lxv . c. meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik. dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerja sama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya. meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelengaraan statistik. klasifikasi. meningkatkan penyebarluasan informasi statistik g. mewujudkan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep. mengembangkan statistik sebagai ilmu.

00 (dua puluh lima juta rupiah). Pasal 37 Petugas statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 24. dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 50.BAB X KETENTUAN PIDANA Pasal 34 Setiap orang yang tanpa hak menyelenggarakan sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ayat (2) huruf a. 100. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 25. (2) Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21.00 (seratus juta rupiah).00 (dua puluh lima juta rupiah).000.000.000.000.000. lxvi .000. Pasal 38 Responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 27. dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 25.000.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp 25.00 (dua pulu lima juta rupiah).00 (lima puluh juta rupiah).000.000.00 (lima belas juta rupiah).000. 15. Pasal 36 (1) Penyelenggaraa kegiatan statistik yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam pasal 20. Pasal 35 Setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 ayat (1).

lxvii . menghalanghalangi. BAB XI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 41 Semua peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan undang-undang ini. pasal 38. atau menggagalkan jalannya penyelenggaraan statistik yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan statistik dasar dan atau statistik sektoral. BAB XII KETENTUAN PENUTUP Pasal 42 Pada saat mulai berlakunya Undang-Undang ini.Pasal 39 Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa alasan sah mencegah. pasal 37. maka Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tidak berlaku. pasal 36 ayat (2).000. dipidana dengan pidana penjara paling lamam 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100. (2) Tindak pidana sebagimana dimaksud dalam pasal 35 dan pasal 36 ayat (1) adalah pelanggaran.00 (seratus juta rupiah). dan pasal 39 adalah kejahatan.000. Pasal 40 (1) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 34.

Disahkan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1997 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd. Agar setiap orang dapat mengetahuinya. memerintahkan pengundangan UndangUndang ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. MOERDIONO SOEHARTO LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1997 NOMOR 39 lxviii .Pasal 43 Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Diundangkan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1997 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd.

Masingmasing etnik tersebut mempunyai bahasa dan praktek budaya yang saling berbeda satu sama lain dan kesamaan dilain segi. Besides. The fertile area of Belu making of its potential to be developed to become the ranch and agriculture area. Mata pencaharian utama adalah bertani yang masih dikerjakan secara ekstensif tradisional. the society earn easily live the foundation because of the specific similarity aspects. Ditinjau dari segi Budaya dan Antropologis. and Ema Dawan Manlea. from forestry sub-sector. red   Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxix . Selain itu dari sub sektor kehutanan kontribusi yang diperoleh juga signifikan dengan beberapa jenis pohon Ecologically. Daerah Belu yang subur tersebut membuatnya potensial untuk dikembangkan menjadi daerah peternakan dan pertanian. Ema Bunak dan Ema Dawan Manlea. Sub sektor perikanan dengan kawasan pantai yang membentang dari Belu bagian selatan sampai utara turut mempengaruhi pemerataan pekerjaan dan pendapatan. the condition of land. Ema Kemak. ground of Belu is fertile because owning black and sandy type of geology as well as the rainfall which is relative flat during the year. masyarakat Belu dapat dengan mudah hidup rukun dikarenakan aspek kesamaan-kesamaan spesifik. Keempat sub etnik mendiami lokasi-lokasi dengan karakteristik tertentu dengan kekhasan penduduk bermayoritas penganut agama Kristen Katolik. contribution obtained are also significant with some productive birch like sandalwood. penduduk Kabupaten Belu dalam susunan masyarakatnya terbagi atas 4 sub etnik yang besar yaitu : Ema Tetun. Kendati demikian. eucalyptus. Those sub-ethnic inhabit the location of certain characteristic with the individuality of catholic follower as majority. Each ethnic have both difference and similarity language and culture practice. Their dominant means of livelihood is farming which is still done by traditionally extensive. Fishery sub-sector with the coast area unfolding from north to south of Belu take part in influenced the job and earning’s generalization. kondisi tanah Belu sangat subur karena selain memiliki lapisan tanah jenis berpasir dan hitam juga dikondisikan dengan curah hujan yang relatif merata sepanjang tahun. Ema Kemak. Ema Bunak.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU SEJARAH SINGKAT KABUPATEN BELU A BRIEF HISTORY OF BELU REGENCY Gambaran Umum Masyarakat  Belu    Common  Picture  Of  Belu’s  Society  Observed anthropologically and culturally. Even that way. Dari aspek ekologis. Belu’s people society formatted into four sub-ethnic that is: Ema Tetun.

They had a strong. and Bara Mataus (Fatuaruin). industry and others also give productivef significant contribution in forming Gross Regional Domestic Products and raising PAD. In fact. The tribes of Melus recognized as “Emafatuk oan Ema Ai Oan” (woods and petrity human being). Nama ketiga bersaudara itu menurut para tetua adat masing-masing daerah berlainan. Sedangkan Makoan asal Dirma menyebutnya Loro Sankoe (Debuluk.Welakar). Loro Banleo (Dirma. dan Bara Mataus (Fatuaruin). eukaliptus. Makoan Fatuaruin called them Nekin Mataus (Likusaen). Tipe manusia Melus adalah berpostur kuat. Sejarah Singkat Orang Belu  Brief History Of Belu Resident  Sesuai berbagai penelitian dan cerita sejarah daerah di Belu. manusia Belu pertama yang mendiami wilayah Belu adalah “Suku Melus“. Wewiku Nain. Kendati demikian. kayu merah dan jati. Orang Melus dikenal dengan sebutan “Emafatuk oan ema ai oan“. Malaka sebagai tanah asal-usul pendatang di Belu yang berlayar menuju Timor melalui Larantuka. Welakar). Namun menurut beberapa makoan asal Besikama yang berasal dari Malaka According to various research and old story. there is a universal similarity pulled out from all data and information. Loro Banleo (Dirma. Once upon a time. the first Belu resident was Melus. and Loro Sonbai (Dawan). The sector of trade and services. They had different unique name according to each headman of region. Khusus untuk para pendatang baru yang mendiami daerah Belu terdapat berbagai versi cerita. Dari Makoan Fatuaruin menyebutnya Nekin Mataus (Likusaen). intinya bahwa.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU seperti cendana. industri dan lainnya juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan PDRB dan peningkatan PAD. Dari sektor dan sub sektor lainnya seperti perdagangan dan jasa. The land of Malaka was the origin of Belu’s new comer who sailed to Timor passing through Larantuka. Ada cerita bahwa ada tiga orang bersaudara dari tanah Malaka yang datang dan tinggal di Belu. (manusia penghuni batu dan kayu). According to Makoan Besikama. associated with the origin Melus. Mataus (Sonbai). and Haitimuk Nain. and teak. lxx Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Selain para pendatang yang menghuni Belu sebenarnya berasal dari “Sina Mutin Malaka”. they’re called Wehali Nain. short posture of body. all of new comer dwelled in this area came from Sina Mutin Malaka. Even that way.Sanleo). Whereas Makoan Dirma called them Loro Sankoe (Debuluk. ada kesamaan universal yang dapat ditarik dari semua informasi dan data. kekar orangnya dan bertubuh pendek. Suku Mataus (Sonbai). There are various story about Belu’s new comer. there was three brothers came from Malaka and stayed in Belu. wood. Sanleo) dan Loro Sonbai (Dawan). bercampur dengan suku asli Melus.

According to foreign scientist. and Suai Kamanasa. Dirma. Wewiku Nain dan Haitimuk Nain. Dalam melaksanakan tugasnya di Belu. In the custom governmental. Sonbai dan Suai Kamanasa serta Loro Lakekun. the Maromak Oan’s dominion was expanded to some region of Dawan (Insana and Biboki). Fialaran. Bahkan menurut para peneliti asing Maromak Oan kekuasaannya juga merambah sampai sebahagian daerah Dawan (Insana dan Biboki). All of Belu’s new comers divided no region of Belu by 2 parts. Their arrival to Malaka was to aim at trading the sandalwoods and built religious-ethnic connection up. Sonbai. Wehali Nain. Menurut para sejararawan. Fialaran. Among all Belu’s new comer. Maromak Oan had an autocrat in Wewiku-Wehali and Haitimuk Nain. and Insana. Sedangkan dari semua pendatang di Belu itu pimpinan dipegang oleh “Maromak Oan“ Liurai Nain di Belu bagian Selatan. pembagian Belu menjadi Belu bagian Selatan dan Utara hanyalah merupakan strategi pemerintah jajahan Belanda untuk mempermudah system pengontrolan terhadap masyarakatnya. Maromak Oan itself stayed in Laran as the authority centre of Wewiku-Wehali. What was recorded and known in the history of Belu’s regency is that there was an empire of Wewiku-Wehali (which its dominion covered in a whole area of Belu). tidak membagi daerah Belu menjadi Selatan dan Utara sebagaimana yang terjadi sekarang. the assignment of Belu’s regency into south and north Belu was only a colonial Dutch strategies to make the society control system easier. Maubara. Apa yang kita catat dan dikenal dalam sejarah daerah Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxi . Para pendatang di Belu tersebut. Biboki. And also in Fatuaruin. Selain juga ada di Fatuaruin. Maromak Oan memiliki perpanjangan tangan yaitu Wewiku-Wehali dan Haitimuk Nain. Maromak Oan sendiri menetap di Laran sebagai pusat kekuasaan kerajaan WewikuWehali. In his duty in Belu.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU ialah. Biboki dan Insane. Kedatangan mereka ke tanah Malaka hanya untuk menjalin hubungan dagang antar daerah di bidang kayu cendana dan hubungan etnis keagamaan. According to historian. Loro Lakekun. There was an Dalam keadaan pemerintahan adat tersebut muncullah siaran dari pemerintah raja-raja dengan apa yang disebutnya “Zaman Keemasan Kerajaan”. Maubara. The three brothers were aristhocrat and own their settled dominion with a good association with the society. a broadcast appear in number from the empire governmental called “the empire golden age”. South and North as it is right now. Dirma. Liurai Nain “Maromak Oan” in the south of Belu became the leader. Bahwa para pendatang dari Malaka itu bergelar raja atau loro dan memiliki wilayah kekuasaan yang jelas dengan persekutuan yang akrab dari masyarakatnya.

Sang Maromak Oan mengirim para pembantunya ke seluruh wilayah Belu sebagai Loro dan Liurai. Maumutin dan Aitoon. Besides. Asumanu. Tohe Maumutin dan Aitoon. Lasaka. Naitimu. Daerah Dawan termasuk Miamafo dan Dubay sekitar 40. Biboki Nain. Selain itu ada juga nama seperti Dafala. Loro Lakekukn. perkawinan antara Loro Bauho dan Klusin yang dikenal dengan nama As Tanara membawahi dasi sanulu yang dikenal sampai sekarang ini yaitu Lasiolat. Di Dawan ada kerajaan Sonbay yang berkuasa di daerah Mutis. Umaklaran Sorbau. Umaklaran Sorbayan. Lasiolat dan Lidak. Manuleten. Tohe Maumutin. Tercatat nama-nama pemimpin besar yang dikirim dari Wewiku-Wehali seperti Loro Dirma. in oreder to make the government system arrangement easier. Rin besi hat yaitu Dafala. and Fialaran. Asumanu. Nenometan Anas. It is known in the north and south that there was four interrelated connection. Lakekun. and Aitoan. Umaklaran. called As Tanara. According to Belu’s historian. Herneno dan Insana Nain serta Nenometan Anas dan Fialaran. The population of Dawan was 40.000 jiwa masyarakatnya. According to the elders of Wewiku – wehali. Lasiolat. there was a mixed-marriage between Loro Bauho and Klusin. Ada juga kerajaan Fialaran di Belu bagian Utara yang dipimpin Dasi Mau Bauk dengan kaki tangannya seperti Loro Bauho. Manuleten. Manukleten. Manukleten. Dalam perkembangan pemerintahannya muncul lagi tiga bersaudara yang ikut memerintah di Utara yaitu Tohe Nain. Rin besihat known as Dafala. such as Loro Dirma. Dalam berbagai penuturan di Utara maupun di Selatan terkenal dengan nama empat jalinan terkait. and Aitoan. Sorbau. There was also an empire of Fialaran settled in the north of belu which led by Dasi Mau Bauk whose servants were Loro Bauho. Manleten. Supervices Dasi Sanulu known as Lasiolat. Asumanu.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU adalah adanya kerajaan Wewiku-Wehali (pusat kekuasaan seluruh Belu). it was known also Dafala.000 person. and Lidak. Sorbau. Loro Lakekun. Naitimu. Sorbau. Thus. one was lxxii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . In its governmental development there was an appearance of three others brothers administrating/ commanding in the north of belu. Herneno. Di Belu Utara bagian Barat dikenal Umahat. Laklukun. Umalor-Lawan. Lidak. Asumanu. Sesuai pemikiran sejarawan Belu. Menurut penuturan para tetua adat dari Wewiku-Wehali. Dafala. Manleten. Umaklaran Sorbauan dibagian Timur ada Asumanu empire of Sonbai which dominate the area of Mutis. In the western of north belu there was Umahat. Besikama-Lasaen. Insana Nain. Lasaka. Lidak. they are Tohe Nain. among the four brothers. and in the eastern there was Asumanu-Tohe. untuk mempermudah pengaturan system pemerintahan. Dafala. maumutin. Biboki Nain. Maromak Oan delegated his servants to the entire region of Belu as Loro and Liurai It was recorded some famous great leaders delegated from wewikuwehali.

unvisible. the independent ordinary people • The last group called Ata or Klasan representing a faction of sahaya’s slave. Yang tersusun dalam susunan atau lapisanlapisan dalam masyarakat yang disebut stratifikasi sosial. marked the descent of Belu’s new comer/ stranger assimilated with the original Melus and extinct for a long time. a group whose taking the central possession and from this group was chosen Loro/Liurai/Na’I to profess the governance hereditarily • The second group called Renu. Umalor-Lawain. Florens Maxi Un Bria in “The Way to Happiness of Belu People” that the society recognized its classification for three groups consists of: • DASI. Kelompok kedua adalah Golongan Renu yang tidak lain adalah rakyat jelata yang merdeka. Susunan  Masyarakat Belu  Strafikasi  Stratification Of Belu’s Society  Studying about the society structure means analyze the existing society’s level arranged in one community called social stratification. Dengan demikian rupanya keempat bersaudara yang satunya menjelma sebagai tak kelihatan itu yang menandai asal-usul pendatang di Belu membaur dengan penduduk asli Melus yang sudah lama punah.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Tohe. Grijzen seperti dikutip dalam Tulisan Rm. J. According to H. Those who were included into this group usually Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxiii . yang secara hirarkis terdiri dari : Dasi atau golongan bangsawan yang menempati lapisan terpusat dan dari kelompok inilah terpilih Loro / Liurai / Na’i yang akan memangku jabatan kepemerintahan secara turun temurun.J Grijen cited in article of Rm. Besikama-Lasaen. Pembagian dan pembedaan masyarakat Belu dalam kelaskelas hirarkis di bawah ini di dasarkan pada turunan/ras yang ada sejak penduduk para pendatang sampai dengan kejayaan zaman kerajaan. Membahas tentang struktur masyarakat tidak lain dari pada mengulas tentang tingkatantingkatan dalam masyarakat yang ada dalam suatu komunitas atau persekutuan tertentu. Florens Maxi Un Bria dalam “The Way To Happiness Of Belu People” bahwa masyarakat Belu mengenal klasifikasi masyarakatnya atas 3 (tiga) golongan. Division and distinction of the society into hierarchical classes as follows rely on the existing race/ generation since the residents came until “the gold-age of the empire”. Menurut H.

Ukuran untuk menentukan dua macam kelas ini tergantung pada pendapatan yang ia peroleh dan cara atau pola hidupnya setiap hari. Perdagangan budak belian ini sempat menjadi komoditi pada tahun 1892 (pada daerah JeniluAtapupu) sampai pada akhirnya di awal abad 20-an Pemerintah Belanda mengeluarkan “Pax Nederlandica” sehingga perdagangan budak dihapus. From the aspect of national governance politics.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU • Kelompok terakhir disebut Ata atau Klason yang merupakan golongan hamba sahaya. Atapupu) until it was abolished by “Pax dalam golongan ini biasanya merupakan tawanan perang yang dijadikan budak untuk melayani kebutuhan masyarakat golongan renu atau golongan dasi. The slave’s commerce becomes the commodity in the year 1892 (at Nederlandica” in the early 20th century of the Dutch governance Pembagian masyarakat Belu sendiri ditinjau dari segi ekonomis terdiri dari klasifikasi “orang berpunya/the haves“ (Ema Mak Soin) dan kelompok “orang miskin/the haves not “(Ema Kmukit). we know that the Javanese classified into three big groups which is equipping one another. Mereka yang masuk Jenilu. kita mengetahui bahwa penggolongan masyarakat Jawa atas tiga golongan / tiga kelompok besar yang saling melengkapi satu dengan yang lain.Group of kings (Nain Oan) included aristhocrat .Group of subordinate ordinary people called Hutun Renu Among the two groups there was group of mediators referred as Fukun Dato - Kelompok lain adalah kelompok masyarakat bawah (Hutun Renu) atau marjinal dan orang kecil. it was depend on the earnings they could obtain or their habits every day. lxxiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . a prisoner of war taken as slave to serve the requirement of DASI and RENU.. consists of: . Dalam keterkaiatannya dengan struktur masyarakat Belu maka kita mengenal beberapa kelompok /golongan masyarakat yang teridiri dari : Pertama adalah kelompok teratas atau kelompok raja (Nain Oan) masuk kelompok priyayi. The stratification itself economically evaluated as consists of “the haves” (Ema Mak Soin) and “the haves not” (Ema Kmukit). Dari sudut politik pemerintahan nasional. To determine the classes.

Keterkaitan antara ketiga kelompok utama tersebut terwujud dalam realisasi program dan kerja nyata. Enhanced. It is recorded that the course of decision-making (fui mutu lian-fui mtun ibun) was done traditionally by sacrificing burnt up offerings. Kelompok Hutun Renu sebagai pelaksana program secara nyata. Dato is obliged to bring the tribute to their king. Dato Klisuk Rae and Klisuk Lor were dominating the enclave of sea. The interrelated among three groups formed in the tangible jobs and realization. Sehingga sesekali dalam kurun waktu tertentu seorang Dato wajib membawah upeti kepada rajanya. in the alignment of Panututan groups. the empire of Wewiku-Wehali had four Datos playing a significant function as mediator. In this case. named as horizontal consaquinity “Klaken Saman”. While Dato Mota dominating the seaboard of Benenai. the group of kings had a role of observe the development execution and made the governance decision.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Antara dua kelompok itu ada kelompok penengah atau disebut Fukun dato. nowadays. Sedangkan Fukun Dato akan berperan sebagai mediator antara kedua kelompok tersebut. kelompok Raja berperan mengawasi pelaksanaan pembangunan dan membuat putusan pemerintahan. Dato Leki Nahak Tamiru Usi Hawai Lerek (penguasa daerah pesisir laut) atau yang disebut Meti Ketuik. menuturkan bahwa di kerajaan Wewiku – Wehali ada 4 dato yang sangat berperan dalam fungsinya sebagai mediator yaitu. While Futun Dato were personating mediator among the two other groups. There was also a vertical groups called Tahu Larus Hudi Oan. Dato Klisuk Rae dan Klisuk Lor yang menguasai daerah enclave laut (hasan). Dalam catatan sejarah lokal. Perlu di catat di sini bahwa dalam proses pengambilan keputusan (fui mutu lian-fui mtun ibun) secara adat dengan korban bakaran. Group of Hutun Renu had a role of program executor. Once in a while. Dalam hal ini. Based on local history. called Dato Leki Nahak Tamiru Usi Hawai Lerek (Meti Ketuik). Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxv . - Perlu ditambahkan disini bahwa dalam jajaran dan tataran kelompok panututan raja atau kerabatan horizontal yang dinamakan “klaken soman“Ada juga kelompok vertical yang disebut “Tohu Larus Hudi Oan“. Sedangkan Dato Mota menguasai daerah pesisir kali Benenai (Mota Ninin Here Ninin).

• Hitam melambangkan ketenangan/keadilan.  Form. Kuning. Bentuk Lambang Daerah adalah Perisai bersisi lima mempunyai arti sebagai berikut : • Perisai melambangkan alat perlindungan rakyat • Sisi lima melambangkan Pancasila sebagai dasar negara Meanings. Form of the device area is a five side shield mean as follow: The shield symbolize the appliance of people’s protection. • Hijau melambangkan kemakmuran. Yellow. Green. • Kuning melambangkan keagungan. melambangkan kain tenunan rakyat Kabupaten Belu. Warna dan Isi Lambang Tata warna lambang berwarna Merah. Coklat. Putih dan Hitam. Colour and fill of symbol The symbol colored in Red.  and  Motif  In  The Symbol Of Belu’s Regency                    1. Brown. • Coklat melambangkan ketabahan hati. White.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Makna.  Bentuk  dan  Motif  dalam  Lambang  Daerah  Kabupaten Belu                1. Hijau. 2. • Putih melambangkan kesucian. yang mempunyai arti : • Merah melambangkan keberanian. The five side symbolize Pancasila as the national philosophy 2. and Black symbolizing Belu’s woven cloth meaning as follows: Red symbolize the bravery Yellow symbolize the supremacy Brown symbolize the firmness Green symbolize the prosperity White symbolize the chastity Black symbolize the justice lxxvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

kesungguhan hati dan semangat. Arti Lambang Lukisan bintang berwarna kuning emas melambangkan keagungan Tuhan Yang Maha Esa. tanggal. and the spirit • The banyan tree symbolize the association and people’s protector. • 3. • Pohon beringin melambangkan persatuan dan tempat rakyat berlindung. firmness. date of. • Dibawah Bintang dan di atas Pohon Beringin tertulis dengan huruf latin berbunyi “BELU“ yang berarti “SAHABAT“.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU 3. terletak di atas tiber dan kelewang. • Tiber melambangkan alat asli seni tari rakyat (tarian Likurai) yang telah ada serta tumbuh dalam masyarakat Belu sejak dahulu dan berkembang terus hingga sekarang. it is written “Belu” means “friend” Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxvii . Meaning of symbol • The gold star symbolize the Almighty God • Paddy and cotton symbolize the food and clothes prosperity • 20 items of paddy and 12 seeds of cotton and also numeral of 1958 showing the day. • Padi dan kapas melambangkan kemakmuran sandang pangan. and year Belu Regency was formed in the province area of East Nusa Tenggara • Tiber symbolize the original appliance of Belunese art of dance • Kelewang located in its case among the ruddling and yellow symbolize the bravely struggle. • Kelewang dalam keadaan tersarung terletak di antara warna merah dan kuning melambangkan perjuangan keberanian. placed above Tiber and Kelewang • Under the gold star and above the banyan tree. • Padi 20 butir dan kapas 12 biji serta angka 1958 menunjukkan hari. tahun terbentuknya Kabupaten Belu dalam wilayah daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur .

1.. Kw (kwintal) ……………………………………… viii. Batang (sabun cuci)……………………. ……… ii. Ton ………………………………………………… vi... bungkus. helai. dikumpulkan langsung dari responden oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu. Satuan : i. x.. : Data belum tersedia ii. vii. v. butir. Liter ………………………………………………… ix. .PENJELASAN UMUM / EXPLANATORY NOTES PENJELASAN UMUM Beberapa data yang kami sajikan dalam penerbitan ini merupakan data perbaikan dari penerbitan tahun-tahun sebelumnya.: Data tidak tersedia atau dapat diabaikan iii..80 kg 3. iii. Botol ………………………………………………. Sumber Data : Data yang ada dalam penerbitan ini ada yang dikumpulkan langsung oleh Badan Pusat Statistik dan ada pula yang bersumber dari Dinas/Instansi/Jawatan di Tingkat Kabupaten. Tanda-tanda yang dipakai: i. kilogram (kg). . lxxviii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . meter (m). : Tanda Desimal 2. Liter (untuk beras) ………………………………. Data yang sumbernya tidak disebutkan. Km (Kilometer) …………………………. Lusin ………………………………………………. .. Buah. ……… iv. Zak …………………………………………………. : 400 gram : 700 cc : 1000 meter : 12 buah : 1000 kg : 40 kg : 100 kg : 1000 cc : 0.

vii. : 400 gram : 700 cc : 1000 meter : 12 unit : 1000 kg : 40 kg : 100 kg : 1000 cc : 0. 1. number. Metric ton ………………………………………… Sack ………………………………………………….. Symbols: i. pach.: Data not available or data negligible iii. ii. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxix . . v. ix.PENJELASAN UMUM / EXPLANATORY NOTES EXPLANATORY NOTES Symbol..……………………… Dozen .. . x. Unit.. kilogram (kg). : Tanda Desimal 2. iv.…………………………… Litre ………………………………………………… Litre (for rice) …………. Kilometers (Km) …………. iii.…………………………. Briguette for soap ………………………………. piece.. Quintal (ql) …………. are as follows. unit and other which are used in this publication. conducted by the BPS Belu. vi. Sources : Statistical data presented in this publication are based on secondary statistical data compiled as a part of the normal activities of various government and private institution in Belu and some of data represent the result of survey. meter (m).80 kg 3. Bottle………………………………………………. viii. : Data not yet available ii. . UnIt : i.…………………………………………….

BAB / CHAPTER 1 Geografi Geography .

16% dari luas wilayah Povinsi Nusa Tenggara Timur yang keseluruhannya berupa daratan. dan Talau. Sungai–sungai yang ada di Kabupaten Belu mengalir dari bagian selatan dan bermuara di Selat Ombai dan Laut Timor. Dengan wilayah seluas 2. sedangkan daerah datar berombak sampai bergelombang 3-40% hampir merata di seluruh wilayah yaitu mencapai 55. Wilayah pegunungan (>40%) terdapat di wilayah tengah kearah Timur dengan luas wilayah sekitar 17. Kabupaten Belu terletak pada koordinat 1240 – 1260 lintang selatan.86% dari luas wilayah.57 Km2 atau 5. Wilayah datar terletak di bagian selatan memanjang sampai ke tenggara pada pesisir pantai Laut Timor dengan kemiringan kurang dari 2%. Malibaka. Kabupaten Belu terbagi dalam 24 Kecamatan. sebelah selatan dengan Laut Timor. Bentuk topografi wilayah Kabupaten Belu merupakan daerah datar berbukit-bukit hingga pegunungan dengan sungai-sungai yang mengalir ke utara dan selatan mengikuti arah kemiringan lerengnya. Dari 14 sungai yang bermuara di bagian utara.445.40%. Posisinya sangat strategis karena berada pada persimpangan Negara Timor Leste dengan bagian lain Provinsi Nusa Tenggara Timur serta pada titik silang antara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten TTU. Adapun batas wilayah Kabupaten Belu adalah sebagai berikut: sebelah utara dengan Selat Ombai. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 3 . yang banyak digunakan penduduk untuk pertanian adalah sungai Baukama.GEOGRAFI / GEOGRAPHY GEOGRAFI KEADAAN ALAM  Kabupaten Belu adalah salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang wilayahnya terletak di sebelah timur. sebelah timur dengan Negara Timor Leste serta sebelah barat dengan Kabupaten Timur Tengah Utara dan Timur Tengan Selatan.

4 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . umumnya berubah–ubah tiap setengah tahun berganti dari musim kemarau dan musim penghujan dengan musim kemarau yang lebih dominan. renzina dan litosol tersebar di wilayah Malaka Tengah bersifat porous sehingga banyak di jumpai air tanah. sebagian besar Kabupaten Belu bertekstur tanah sedang yang meliputi hampir seluruh wilayah dan sebagian kecil bertekstur tanah halus dan kasar. Musim hujan yang sangat singkat dimulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Mei. Halilulik kemudian tanah litosol tersebar merata di Kabupaten Belu dan terakhir campuran tanah mediteran. Jenis tanah yang ada seperti tanah aluvial dapat di jumpai di dataran Besikama. membuat Kabupaten Belu memiliki curah hujan yang rendah. Hal tersebut bisa dilihat dari data hari hujan dan curah hujan yang rendah. sepanjang pantai selatan dan sedikit di utara. Letak geografis yang lebih dekat dengan Australia dibanding Asia.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Dari aspek kemampuan tanah. dan pada umumnya jenis tanah ini sangat subur karena banyak mengandung unsur hara. Tanah campuran aluvial dan litosol di jumpai di dataran Oeroki. Intensitas pelapukan-pelapukan di wilayah ini tidak begitu besar disebabkan beriklim sedang. Curah hujan tertinggi yaitu 1375 mm terdapat di Kecamatan Malaka Tengah.     I K L I M  Daerah Kabupaten Belu dengan temperatur rata-rata 24-34°C beriklim tropis.

00 2.00 4.00 200.00 10.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Gambar 1.2.00 400.00 8. Banyaknya Hari Hujan di Kabupaten Belu Tahun 2003-2007 14.00 600.1.00 100.00 6.00 500.00 J an Peb Mar Apr Mei 2004 J un J ul 2005 Ags S ep 2006 Okt Nop Des 2007 2003 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 5 . Banyaknya Curah Hujan di Kabupaten Belu Tahun 2003-2007 (mm) 700.00 12.00 0.00 Jan Peb Mar Apr 2003 Mei 2004 Jun Jul 2005 Ags S ep Okt 2007 Nop Des 2006 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 1.00 300.00 0.

Banyaknya Curah Hujan Menurut Kecamatan di Belu Tahun 2007 (mm) 1400 1200 1000 800 Malaka Barat Tasifeto Timur Lamaknen Malaka Tengah 600 400 200 0 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Rinhat Malaka Timur Weliman S asita Mean Kakuluk Mesak Kobalima Raihat 6 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .GEOGRAFI / GEOGRAPHY Gambar 1. Banyaknya Hari Hujan Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Tahun 2007 Tasifeto Timur 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Rinhat Malaka Barat Weliman Kobalima Malaka Tengah Sasita Mean Malaka Timur Raihat Lamaknen Kakuluk Mesak Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 1.4.3.

57 6.48 214.1 Luas Daerah Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area of Belu Regency by Districk Kecamatan Districk (1) 01.00 3.63 7. Lasiolat 17.67 2. Kota Atambua*) 14. Kobalima*) 11.54 56.05 3.64 3.44 187. Lamaknen*) Luas Area 2 ( Km ) (2) 87.34 8.57 Persentase Percentage (3) 3.30 83.76 100.31 2.37 87.20 4. Malaka Tengah 06. Raihat 16.72 97.64 8.84 7. Weliman 05.00 Kabupaten Belu Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.20 64.90 88.30 8. Tasifeto Barat*) 12. Tasifeto Timur 15.18 211. Raimanuk 10. Malaka Timur 08. BPS Source : PODES 2005. Kakuluk Mesak 13.90 7.42 217.06 284.57 2. Malaka Barat 02.25 168. Rinhat 03. BPS Catatan : *) Termasuk Kecamatan Pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 7 .GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.69 172. Sasita Mean*) 07.02 179.445.28 94.61 6. Laenmanen 09.41 151. Wewiku 04.88 11.41 3.

89 5. Oanmane 15.77 87. Rabasa Haerain 13.15 12. Naas Kec.07 11.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005 BPS Source : PODES 2005 BPS 8 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Umalor 09. Rabasa 02. Rabasahain 03.17 9.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Motaulun 12. Maktihan 11.31 100.72 3.22 5.29 5.27 5.86 3.20 3.12 3.02 3. Motaain 14.83 5.41 Persentase Percentage (3) 6.04 3. Sikun 06.45 3.76 6.00 3.59 5.74 6.30 9. Umatoos 04.40 5.2 Luas wilayah Kecamatan Malaka Barat Menurut Desa Area District of Malaka Barat by Village 2005 Desa Village (1) 01. Raimatus 16.70 3. Malaka Barat Luas Area (Km2) (2) 5. Fafoe 05.10 3.89 14.01 3. Besikama 08. Lasaen 07.76 5.97 5.44 4.39 8. Loofoun 10.97 5.

72 100.21 10.60 13. Rinhat 151. Biudukfoho 06.BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 9 .88 13. N a e t 11.59 4.33 5. Raisamane 15. Alala 14.95 5.07 4.71 4.10 4.84 6. N i t i 07.57 8.87 Persentase Percentage (3) 6.BPS Source : PODES 2005. L o t a s 04.36 4.11 6. Wekmidar 03. Oekmurak 13. B o e n 08.93 11.74 4.37 8.55 16.96 3.12 6.78 9. Nanin 12.13 6.21 3. Nanobot Luas Area 2 (Km ) (2) 10.57 4.76 3.93 6. Saenama 02.84 6.75 7.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.15 7. Wekeke 09.19 4.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Tafuli 18.3 Luas wilayah Kecamatan Rinhat Menurut Desa Area District of Rinhat by Village 2005 Desa Village (1) 01.54 8.51 8.17 7.03 4.21 Kec. Webetun 05. Nabutaek 17.09 2. Weain 16. Tafuli 10.

72 5.64 3.00 7.59 97.13 7. Lamea 02.54 7.90 Persentase Percentage (3) 12.00 10 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .41 4.69 100.80 3. Weseben 10.69 5.50 8.36 7. Alkani 03. Badarai 07. Halibasar 09.42 7.53 4.BPS Luas Area (Km2) (2) 12.BPS Source : PODES 2005.91 6. Rabasa Biris 11. Weulun 12.58 7. Wewiku Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.77 8. Lorotolus 05.95 20.87 6. Seserai 04.4 Luas wilayah Kecamatan Wewiku Menurut Desa Area District of Wewiku by Village 2005 Desa Village (1) 01. Weoe 06.00 6.00 8.78 20.43 8.61 5. Biris Kec. Webriamata 08.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.

44 7.10 3.27 2. Weliman Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.33 8.77 100. Haitimuk 14.00 2. Taaba 07.73 12.49 7. Wedeok 12.26 2. Lakulo 09. Kleseleon 11. Laleten 10. Umalawain 05.56 2.76 9. Bone Tasea 06. Angkaes 13.26 3.51 8.00 2.03 14.51 3.31 9. Wesey Kec.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 11 .62 88.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.BPS Luas Area 2 (Km ) (2) 5. Leunklot 08.56 8.87 9.25 Persentase Percentage (3) 5. Forekmodok 02.07 2.88 11.42 9.5 Luas wilayah Kecamatan Weliman Menurut Desa Area District of Weliman by Village 2005 Desa Village (1) 01.BPS Source : PODES 2005.71 8.38 9.56 3. Hauklaran 04.79 6. Lamudur 03.08 8.

28 17.30 9. Kletek 12.40 14.81 Kec. Fahiluka 11. Umanenlawalu 07. Wehali 06.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.89 2.42 13.48 5.67 1.50 4.50 3. UPT Harekakae 14.62 4.66 0.68 13. Lawalu 10.05 Persentase Percentage (3) 6.86 3.62 3. Kateri 05.69 10. Umakatahan 08.00 6. Barene 02.57 23. Suai Luas Area (Km2) (2) 11.28 0.39 8.04 6.6 Luas wilayah Kecamatan Malaka Tengah Menurut Desa Area District of Malaka Tengah by Village 2005 Desa Village (1) 01.69 100.85 11. Bereliku 16. BPS 12 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Barada 15. Naimana 09.50 9.58 3.30 5. BPS Source : PODES 2005.96 0.10 6.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Malaka Tengah 168.10 7. Kakaniuk 03.11 8.54 1.37 20.81 8. Kamanasa 13. Bakiruk 04. Railor Tahak 17.80 13.

62 2. Fatuoin 21.81 6.50 4. As Manulea 08.20 4.81 3. Fatuaruin 06. K u f e u 07. Umutnana 19.63 4.60 8.85 6.27 13. B i a u 09. Tunmat 12.87 3.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Babotin 03. Kereana 02.00 8.11 4.15 3.58 2. Naisau 20.28 8.27 Persentase Percentage (3) 11.89 11. Naibone 05. Babotin Selatan 14. Silole 17.7 Luas wilayah Kecamatan Sasita Mean Menurut Desa Area District of Sasita Mean by Village 2005 Desa Village (1) 01. Tunabesi 10.20 7. Beaneno 16.30 100.94 5. Takarai 13.00 4.63 7. Builaran 18.33 4.Bani 11.43 2.43 4. Babotin Maemina 15.06 8. Ikan Tuanbeis Luas Area 2 (Km ) (2) 19.50 2. Bani .57 3.36 4.89 6.45 4.11 2. Manulea 04.23 4.42 5.67 5.22 2.28 Kec.00 6.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.42 5. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 13 . BPS Source : PODES 2005.79 14. Sasita Mean 172.27 14.85 11.81 6.

62 14.25 16.83 Kec. Dirma 04.35 17.68 32. BPS Source : PODES 2005. Kusa 05.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.92 11.53 14.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.28 100.82 39.84 4. Wemeda 06. Raiulun Luas Area (Km2) (2) 5.37 13. Sanleo 03. Malaka Timur 83.22 5.85 Persentase Percentage (3) 6. Numponi 02. BPS 14 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .8 Luas wilayah Kecamatan Malaka Timur Menurut Desa Area District of Malaka Timur by Village 2005 Desa Village (1) 01.

38 7. Uabau 04. Meotroy Luas Area 2 (Km ) (2) 7. Oenaek 07.80 15.37 12.30 5.38 12.61 13.80 5.38 7. Bonibais 05.00 7.71 13.95 7.85 7. Naekekusa 08.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.9 Luas wilayah Kecamatan Laenmanen Menurut Desa Area District of Laenmanen by Village 2005 Desa Village (1) 01.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.85 7. Kapitanmeo 09. Tesa 10.61 15. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 15 .80 5.80 12. Tniumanu 03.72 13. BPS Source : PODES 2005.61 5. UPT Tniumanu 02.77 Kec.31 Persentase Percentage (3) 8. Besesmus 06. Laenmanen 94.02 100.

98 34.52 10. Teun 03.40 23. Duakoran 08.79 6.50 Persentase Percentage (3) 10.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.23 Kec. Mandeu Raimanus 05. Leuntolu Luas Area (Km2) (2) 18.21 15.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. BPS Source : PODES 2005.15 2.60 5.53 14.50 27.89 25.67 13. Renrua 04.50 7. Mandeu 09. BPS 16 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .10 Luas wilayah Kecamatan Raimanuk Menurut Desa Area District of Raimanukby Village 2005 Desa Village (1) 01. Faturika 06. Rafae 07. Tasain 02.27 13. Raimanuk 179.79 19.88 18.42 100.00 11.

00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 17 .00 30.93 3.65 29.47 9.25 17.33 3. Babulu Selatan 09.06 20.06 100.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.83 7.24 8.05 18.00 17. S i s i 06.48 Kec.83 14.11 Luas wilayah Kecamatan Kobalima Menurut Desa Area District of Kobalima by Village 2005 Desa Village (1) 01. BPS 217.23 7. Kotabiru 12.40 Persentase Percentage (3) 2.10 9.49 7. Lakekun Barat 02. Lakekun Utara 04.51 13.00 16. Litamali 05. Alas Utara Luas Area 2 (Km ) (2) 6.37 7. Rainawe 07. Kobalima Sumber : Potensi Desa 2005 Source : PODES 2005.22 7. Alas Selatan 08. Babulu 10.60 20.57 12. A l a s 11. Lakekun 03.45 27.

GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. BPS Source : PODES 2005. BPS 18 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .60 45. Lawalutolus 07.72 54.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.20 15. Bakustulama 11. Lookeu 04.13 27.30 8.22 25.72 12.44 100.56 3. Dubesi 08. Naekasa 12. Tasifeto Barat 284.30 8.30 3. Naitimu 09.29 4.75 19.56 9.86 9.61 23.21 27. Rinbesihat 10.29 8.84 Kec. Nanaeone 03.61 10.14 10. Fohoeka 02. Tukuneno Luas Area (Km2) (2) 12.06 Persentase Percentage (3) 4.12 Luas wilayah Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Desa Area District of Tasifeto Barat by Village 2005 Desa Village (1) 01.21 23. Nanaet 06.21 12.75 4. Derok Faturene 05.

89 11. Dualaus Luas Area 2 (Km ) (2) 53.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Jenilu 05.30 17.05 19.73 37. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 19 .63 19.13 Luas wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Desa Area District of Kakuluk Mesak by Village 2005 Desa Village (1) 01.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Fatukety 02.47 Kec.74 20.76 Persentase Percentage (3) 28. BPS Source : PODES 2005. Leosama 06.54 100.31 20.89 9. Kenebibi 04. Kabuna 03.06 11. Kakuluk Mesak 187.70 37.

21 3.22 4. Umanen 10. BPS 20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Manuaman 04. L i d a k 03. Tulamalae 11.52 3.20 10.14 Luas wilayah Kecamatan Kota Atambua Menurut Desa Area District of Kota Atambua by Village 2005 Desa Village (1) 01.78 2. Fatukbot 02.35 1. Manumutin 12. Rinbesi 05.40 0.49 1.63 11. Beirafu 09. Tenukiik Luas Area (Km2) (2) 5.38 11.80 3.32 5.92 2.20 2.60 Persentase Percentage (3) 10. Fatubenao 06.71 6.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Berdao 08.85 Kec.18 100. Atambua 07.62 0. BPS Source : PODES 2005.55 1.24 20.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.12 21. Kota Atambua 56.70 18.27 5.10 1.

37 Persentase Percentage (3) 16.30 35.73 100. Takirin 04. Dafala 03. S a d i 09.70 9.81 2.19 8.15 Luas wilayah Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Desa Area District of Tasifeto Timur by Village 2005 Desa Village (1) 01.56 14.76 10. Tulakadi 07. BPS Source : PODES 2005.10 6. Tialai Kec.55 14.30 15.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.32 4. B a u h o 11.29 7.00 18.40 4.00 19. Silawan 08.75 6. Halimodok 12.40 16.25 4.52 3. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 21 . Sarabau 10.00 6. Manleten 05.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.95 30.09 9.00 211. Umaklaran 06. Fatuba'a 02.40 13. Tasifeto Timur Luas Area 2 (Km ) (2) 34.

00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.55 8.96 17.40 14.59 Kec. Raifatus 04.20 100.51 10. Maumutin 06.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.63 16. Aitoun 05. T o h e 03.40 9. BPS 22 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raihat 87.56 15. BPS Source : PODES 2005.34 Persentase Percentage (3) 26.95 16.32 18. Asumanu 02.16 Luas wilayah Kecamatan Raihat Menurut Desa Area District of Rinhat by Village 2005 Desa Village (1) 01.98 9. Toheleten Luas Area (Km2) (2) 22.

BPS Source : PODES 2005. Lasiolat 64. Raiulun 06.25 9.00 9. Fatulotu 04.40 Kec. Baudauk Luas Area 2 (Km ) (2) 9.00 9. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 23 .00 9. Lakanmau 05.35 13. Maneikun 03.96 13.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.11 14.27 14. Lasiolat 02. Dualasi 07.96 13.48 100.20 9.93 Persentase Percentage (3) 14.10 9.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.96 15.17 Luas wilayah Kecamatan Lasiolat Menurut Desa Area District of Lasiolat by Village 2005 Desa Village (1) 01.

64 21.09 9.31 Persentase Percentage (3) 14.52 2.35 7. Loonuna 02. D i r u n 09.10 4. Debululik 07.93 7.18 Luas wilayah Kecamatan Lamaknen Menurut Desa Area District of Lamaknen by Village 2005 Desa Village (1) 01.42 9.10 14. K e w a r 13.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Maudemu 08. Nualain 05.00 15.02 9. Leowalu 10. Lutarato 17. BPS Source : PODES 2005. Sisi Fatuberal Kec. Lamaksenulu 16. F u l u r 12.22 11.00 3.00 214. Lakmaras 03.39 6.27 100.40 6. H e n e s 04.25 6.31 5.57 4.60 7.90 5.28 3.04 21. M a k i r 15.60 4.82 4.00 7.00 17. Mahuitas 14. E k i n 06.98 2. BPS 24 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .64 9.50 10.94 12.33 15. Duarato 11.93 1. Lamaknen Luas Area (Km2) (2) 30.19 2.

19 Nama dan Panjang Sungai Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Name and Length of Rivers by District in Regency of Belu Kecamatan District (1) 1.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Malaka Tengah 3. Tasifeto Barat 5. Lamaknen 7. Malaka Timur 4. Tasifeto Timur 6. Malaka Barat Nama Sungai Name of Rivers (2) Benenai Delek Baen Wedik Talimetan Motahoar Buik Luradik Baukama Baukoek Motamuru Welulik Malibaka Talau Panjang Sungai Length of Rivers (Km) (3) 100 15 30 10 8 7 40 10 45 10 15 18 50 50 2. Kota Atambua Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 25 .

Weliman 05. Lasiolat**) 17. Kobalima*) 11.41 Juni June (7) 9 15 14 25 5 4. Kakuluk Mesak 13.53 April April (5) 0. Wewiku**) 04.00 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture and Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data Tidak Tersedia 26 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tasifeto Timur 15.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Banyaknya Hari Hujan di Kabupaten Numbers of Day of Rain in Regency 2 0 Kecamatan District (1) 01. Kota Atambua*)**) 14. Malaka Tengah 06. Laen Manen**) 09. Malaka Barat 02.00 Mei May (6) 5 6 8 1 4 1. Sasita Mean*) 07.76 Pebruari February (3) 7 5 12 7 8 8 7 5 17 11 17 6. Rinhat 03.12 Maret March (4) 9 0. Raihat 16. Malaka Timur 08. Lamaknen*) Rata-Rata Januari January (2) 11 6 11 4 7 6 4 7 21 23 15 6. Raimanuk**) 10. Tasifeto Barat*)**) 12.

00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 27 .20 Belu Menurut Kecamatan Per Bulan of Belu by District per Month 0 7 (hari) Novembe r November Juli July Agustus August Septembe r September Oktober October Desember December Ju mlah Total (8) 0.35 (12) 17 9 4 14 7 6 7 6 4.06 (14) 80 11 66 47 56 29 64 12 38 60 64 31.00 (11) 6 14 3 1.12 (13) 21 15 11 13 8 11 18 17 6.00 (10) 0.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Table 1.00 (9) 0.

59 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture and Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data Tidak Tersedia 28 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .71 Juni June (7) 105 417 292 785 43 96. Laen Manen**) 09. Malaka Barat 02. Wewiku**) 04. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*)**) 12. Raihat 16. Raimanuk**) 10.00 Mei May (6) 74 519 68 38 44 43.24 Kecamatan District (1) 01. Malaka Tengah 06. Lasiolat**) 17. Weliman 05.76 Maret March (4) 192 11. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Lamaknen*) Rata-Rata Pebruari February (3) 137 119 168 690 96 189 29 74 507 116 387 147. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*)**) 14. Rinhat 03. Tasifeto Timur 15.29 April April (5) 0.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Banyaknya Curah Hujan di Kabupaten Rainfall in Regency 2 0 Januari Januar y (2) 123 104 125 166 103 146 46 66 343 215 267 100.

060 2.47 (12) 184 186 119 214 102 135 165 104 71.12 (13) 475 264 116 190 214 89 209 123 98.00 (9) 0.21 Belu Menurut Kecamatan Per Bulan of Belu by District per Month 0 7 (mm) Novembe r November Juli July Agustus August Septembe r September Oktober October Desember December Ju mlah Total (8) 0.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 29 .362 223 1.00 (10) 0.83 (14) 1.027 603 943 1264 140 850 743 968 599.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Table 1.00 (11) 146 243 112 29.

BAB / CHAPTER 2 Pemerintahan Government .

6.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Pemerintahan Kabupaten Belu berdiri pada tanggal 20 Desember 1958 dengan ibukota kabupaten Atambua saat ini wilayahnya terdiri atas 24 kecamatan. 17. 15. 19. 24. Kecamatan Kobalima Timur Kecamatan Tasifeto Barat Kecamatan Nanaet Dubesi Kecamatan Kakuluk Mesak Kecamatan Kota Atambua Kecamatan Atambua Barat Kecamatan Atambua Selatan Kecamatan Tasifeto Timur Kecamatan Raihat Kecamatan Lasiolat Kecamatan Lamaknen Kecamatan Lamaknen Selatan Menurut data dari Bagian Pemerintahan Desa pada Kantor Bupati Belu hingga tahun 2007 terdapat 208 desa/kelurahan di Kabupaten Belu yang terdiri dari 196 desa dan 12 kelurahan. 20.02 persen adalah desa/kelurahan difinitif. sedangkan sisanya sebanyak 12.98 persen masih merupakan desa persiapan. 2. 23. 4. yaitu : 1. 3. 14. Kecamatan Malaka Barat Kecamatan Rinhat Kecamatan Wewiku Kecamatan Weliman Kecamatan Malaka Tengah Kecamatan Sasita Mean Kecamatan Botin Leobele Kecamatan Io Kufeu Kecamatan Malaka Timur Kecamatan Laenmanen Kecamatan Raimanuk Kecamatan Kobalima 13. 21. 10. 11. 22. 9. 7. 5. 16. 12. 8. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 33 . dimana sebanyak 87. 18.

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Gambar 2.19% S wasembada 6.2.56% S wadaya 20. Jumlah Wilayah Administrasi Setingkat Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Tahun 2007 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 010 011 012 013 020 021 022 023 030 031 032 040 041 050 051 052 060 061 062 070 071 072 080 081 Sumber : Bagian Pemerintahan Desa 34 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .25% Sumber : PMD Gambar 2.1. Persentase Jumlah Desa Menurut Klasifikasi Desa di Kabupaten Belu Tahun 2007 S wakarya 73.

Atambua Selatan 19. Kobalima Timur 14. Lasiolat 23. Malaka Barat 02. Wewiku 04. Raihat 22. Lamaknen 24. Malaka Tengah 06. Laen Manen 11. Lamaknen Selatan 181 27 Kabupaten Belu Sumber : Bagian Pemerintahan Desa. Kota Atambua 18. Rinhat 03. Kobalima 13. Tasifeto Timur 21. Kantor Bupati Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 35 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Tasifeto Barat 15. Atambua Barat 20. Kakuluk Mesak 17. Io Kufeu 08. Raimanuk 12. Sasita Mean 07. Weliman 05. Nanaet Dubesi 16. Botin Leobele 09. Malaka Timur 10.1 Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan Numbers Villages by District 2007 Kecamatan Regency Desa / Kelurahan Village UPT PrePersiapan transmiPre-village gration village (4) (5) 5 7 3 3 5 2 1 1 - Definitif Definitive (3) 11 13 9 11 12 9 7 5 6 7 8 8 4 8 4 6 4 4 4 11 6 7 9 8 Jumlah Total *) (6) 16 20 12 14 17 9 7 5 6 9 9 8 4 8 4 6 4 4 4 12 6 7 9 8 208 (1) 01.

2 Banyaknya Satuan Lingkungan Setempat Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (3) 01. Io Kufeu 08. Malaka Timur 10. Raimanuk 12. Weliman 05.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Kantor Bupati Belu 36 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Barat 02. Nanaet Dubesi 16. Lamaknen Selatan Kabupaten Belu Dusun/Lingkungan (4) 82 119 66 88 98 49 45 30 46 66 78 48 23 59 20 35 9 9 8 58 31 25 43 39 1. Atambua Selatan 19. Raihat 22.075 Sumber : Bagian Pemerintahan Desa. Kota Atambua 18. Lasiolat 23. Laen Manen 11. Botin Leobele 09. Tasifeto Timur 21. Rinhat 03. Sasita Mean 07.174 Rukun Tetangga (RT) (5) 214 215 211 188 332 93 87 57 109 126 140 119 50 177 40 90 110 79 90 175 91 70 103 109 3. Kobalima Timur 14. Kobalima 13. Kakuluk Mesak 17. Tasifeto Barat 15. Malaka Tengah 06. Atambua Barat 20. Wewiku 04. Lamaknen 24.

Kakuluk Mesak 13. Kobalima*) 11. Wewiku 04. Raimanuk 10. Weliman 05.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Tasifeto Barat*) 12. Rinhat 03. Malaka Timur 08. Tasifeto Timur 15. Kota Atambua*) 14. Malaka Barat 02. Lasiolat 17. Sasita Mean*) 07. Lamaknen*) Kabupaten Belu - 5 7 42 148 6 208 Sumber : PMD Source : PMD Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 37 . Raihat 16. Malaka Tengah 06.3 Banyaknya Desa/Kelurahan dan Tingkat perkembangan Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan Numbers of Villages and Supporting level by District 2007 Perkotaan Kecamatan Regency Swadaya Swakar ya Self Developing (3) 5 7 Swasemba da Supporting (4) Swadaya Pedesaan Swakary a Self Developing (6) 10 13 9 11 10 13 6 7 7 11 12 6 11 6 7 9 Swasemba da Supporting (7) 1 2 1 1 1 Jumlah Desa/ Kelurah an Numbe rs of Villages (8) 16 20 12 14 17 21 6 9 9 12 12 6 12 12 6 7 17 (1) (2) - (5) 5 7 3 3 5 8 2 1 8 01. Laen Manen 09.

Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Jenis Kelamin dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Kantor/Dinas/Instansi (1) Pegawai Pegawai sipil Sipil Daerah pusat dipekerjakan L (2) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 P (3) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 L (4) P (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) Jumlah L (10) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 P (11) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 01. Malaka Tengah f. Kelurahan a. Kobalima k. Umanen 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 13 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 6 3 - - - - - - - - - - - - 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 13 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 6 3 Jumlah I 755 264 - - - - - - 755 264 38 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Barat b. Weliman e. Tasifeto Timur o. Lidak i. Kota Atambua b. Lasiolat q. Tenukiik c. Bardao g. Raimanuk j. Kakuluk Mesak m. Manuaman d. Sasita Mean g. Malaka Timur h. Beirafu h. Sekretariat Daerah 02. Manumutin e. Tulamalae f. Tasifeto Barat l.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Rinhat c. Kecamatan a.4 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Lamaknen 03. Wewiku d. Raihat p. Kota Atambua n. Laen Manen i.

Fatukbot l.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.4 Pegawai Sipil Daerah L (1) j. Fatubenao k. Rinbesi Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk (2) 11 14 11 27 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 P (3) 5 7 4 13 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 Pegawai sipil BUMN/ BUMD pusat dipekerjakan L (4) 21 30 108 14 34 18 48 25 20 228 8 4 31 P (5) 8 11 85 1 7 4 11 2 4 8 3 L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) 6 3 1 4 3 3 P (9) 2 1 1 1 L (10) 11 14 11 27 21 36 111 14 34 19 48 29 20 228 11 7 31 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) 5 7 4 13 8 13 85 1 7 5 11 3 4 8 1 3 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 Jumlah II 458 161 589 144 - - 20 5 1067 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 39 .

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Belu Bhakti PDAM Jumlah III 10 9 2 8 3 5 - - - - - - 36 10 65 16 1950 1863 243 26 46 94 264 4 13 16 - - - - - - 98 74 189 30 21 62 38 22 35 35 11 92 13 10 9 2 30 10 30 19 15 21 6 7 25 5 8 9 12 8 3 5 3201 2399 3201 2399 40 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4 Pegawai Sipil Pegawai sipil BUMN/ BUMD Daerah pusat dipekerjakan L (1) (2) P (3) L (4) P (5) L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 36 10 Dinas Pendidikan 65 16 Dinas Pendidikan (Guru) 1950 1863 Dinas Kesehatan 243 264 Dinas Nakertrans 26 4 Dinas Pendapatan Daerah 46 13 Dinas Kehutanan 94 16 Dinas Keluarga Berencana 98 30 Dinas Perhubungan 74 10 Dinas Pertanian & Perkebunan 189 30 Dinas Perikanan & Kelautan 30 19 Dinas Pertambangan & Energi 21 15 Dinas Peternakan 62 21 Dinas Koperasi PK&M 38 6 Dinas Kesejahteraan Sosial 22 7 Dinas Kebersihan & Pertamanan 35 25 Kantor Satpol Pamong Praja 35 5 Kantor Arsip Daerah 11 8 Kantor Ketahanan Pangan 92 9 Kantor Perpustakaan 13 12 Kantor PDE PD.

Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 41 . Badan. Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI 85 18 12 - 121 4 5 - - - 31 11 2 25 4 22 7 6 3 10 2 18 2 4 9 7 2 1 1 1 2 3 2 3 2 16 9 2 46 9 3 2 3 3 22 8 5 4 2 5 6 30 - 85 18 12 47 20 4 71 13 25 8 9 6 10 24 26 7 8 121 4 5 11 7 2 6 6 2 1 2 3 32 3 2 Jumlah IV 115 130 - - 147 33 132 43 393 207 541 6 3180 Jumlah I+II+III+IV Sumber 4529 2954 589 144 147 33 152 48 : BKD dan masing-masing Instansi.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.4 Pegawai Sipil Daerah L (1) (2) P (3) Pegawai sipil BUMN/ BUMD pusat dipekerjakan L (4) P (5) L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps.

Bardao g. Malaka Tengah f. Sekretariat Daerah 02.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Wewiku d. Tasifeto Timur o. Tasifeto Barat l. Laen Manen i. Kobalima k. Rinhat c. Kota Atambua n. Raihat p. Manumutin e.5 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Kelurahan i. Kota Atambua b. Umanen Jumlah I 1 81 12 6 577 347 14 - - - - 13 6 755 264 42 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Timur h. Lasiolat q. Lidak 03. Tulamalae f. Manuaman d. Beirafu h. Tenukiik c. Kecamatan a. Kakuluk Mesak m. Malaka Barat b. Weliman e. Lamaknen a. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Golongan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) 16 4 3 2 8 2 1 2 5 8 5 1 3 3 1 1 8 2 3 2 II (3) 164 27 10 5 9 34 13 25 17 5 40 32 45 14 12 22 15 8 7 8 5 14 10 12 4 8 III (4) 91 18 8 6 10 18 10 11 14 8 17 13 9 12 9 5 13 9 8 8 8 6 9 7 7 7 IV (5) 14 (6) BUMN/ BUMD L P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 Jumlah P (11) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 3 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 01. Sasita Mean g. Raimanuk j.

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) j. Rinbesi (2) 1 2 2 II (3) 9 11 8 III (4) 6 8 5 IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) 11 14 11 Jumlah P (11) 5 7 4 Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk Jumlah II 3 1 - 22 18 15 114 3 9 7 37 17 4 29 2 2 26 16 19 11 14 15 19 72 30 18 14 11 10 22 77 12 31 15 21 10 6 2 2 7 28 10 21 15 17 21 46 20 26 18 4 1 3 5 1 1 1 9 7 5 4 2 5 7 5 7 5 - - 6 1 2 1 1 1 - 27 21 36 111 14 34 19 48 29 20 228 11 7 31 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 13 8 13 85 1 7 5 14 207 4 2 2 1 12 3 1 - - 4 3 3 - 11 3 4 8 1 3 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 255 561 467 72 - - 17 5 1067 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 43 . Fatukbot l. Fatubenao k.

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Belu Bhakti PDAM Jumlah III 1 3 69 6 4 19 42 22 28 4 8 267 6 5 5 - - - - 36 65 10 16 1343 2134 343 152 11 19 14 31 1950 1863 243 264 26 46 4 13 7 6 1 2 2 7 2 1 1 2 - 6 48 42 126 23 16 44 15 15 36 27 11 62 18 10 8 4 70 74 32 83 22 13 32 23 9 14 10 6 37 5 7 2 3 30 6 3 4 3 5 5 6 5 3 1 1 2 1 1 345 4 - - - - - - - - 98 74 189 30 21 62 38 22 35 35 11 92 13 10 9 2 94 30 10 30 19 15 21 6 7 25 5 8 9 12 8 3 5 16 120 2352 2783 3201 2399 44 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) II (3) III (4) IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah P (11) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan (Guru) Dinas Kesehatan Dinas Nakertrans Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Keluarga Berencana Dinas Perhubungan Dinas Pertanian & Perkebunan Dinas Perikanan & Kelautan Dinas Pertambangan & Energi Dinas Peternakan Dinas Koperasi PK&M Dinas Kesejahteraan Sosial Dinas Kebersihan & Pertamanan Kantor Satpol Pamong Praja Kantor Arsip Daerah Kantor Ketahanan Pangan Kantor Perpustakaan Kantor PDE PD.

Badan.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI 2 - 133 5 9 - 68 14 8 - 3 3 - 31 11 2 25 4 22 7 6 3 10 2 18 2 4 9 7 2 1 1 1 2 3 2 3 2 16 9 2 46 9 3 2 3 3 22 8 5 4 2 5 6 30 - 85 18 12 47 20 4 71 13 25 8 9 6 10 24 26 7 8 121 4 5 11 7 2 6 6 2 1 2 3 32 3 2 Jumlah IV 2 147 90 368 7 6 147 33 132 43 393 207 541 6 3180 Jumlah I+II+III+IV Sumber 458 3637 437 147 33 149 48 : BKD dan masing-masing Instansi.5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) II (3) III (4) IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah P (11) RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps. Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 45 .

Malaka Timur h. Tulamalae f. Lasiolat q. Sasita Mean g.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Tasifeto Barat l. Malaka Barat b. Kota Atambua n. Malaka Tengah f. Kakuluk Mesak m. Kelurahan Jumlah I 200 133 529 58 98 1 - 1019 46 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tasifeto Timur o. Raimanuk j. Rinhat c. Wewiku d. Tenukiik c. Lamaknen a. Manumutin e. Kecamatan a. Bardao g. Lidak i. Manuaman d. Sekretariat Daerah 02.6 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Kota Atambua b. Weliman e. Laen Manen i. Kobalima k. Umanen 03. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Tingkat Pendidikan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) (2) 36 6 1 1 20 7 9 4 1 13 10 21 14 4 8 3 4 2 3 1 11 4 7 2 5 3 SLTP (3) 32 8 2 1 1 6 4 5 6 1 12 9 13 3 2 5 4 3 2 2 1 3 3 2 2 1 SLTA (4) 185 28 13 8 15 28 8 19 13 7 27 24 21 6 8 11 16 8 9 10 8 9 12 11 6 7 12 D1-D3 (5) 25 2 2 1 3 1 1 2 3 2 3 3 3 1 2 1 1 1 1 S1 (6) 6 5 3 2 3 3 5 3 6 4 4 5 4 5 5 5 5 3 3 1 3 4 2 2 2 3 2 S2 (7) 1 Honorer/ Kontrak/ PTT (8) - Jumlah (9) 285 49 21 11 21 60 25 37 31 13 59 50 62 31 22 30 28 20 16 17 13 28 21 22 11 17 19 01. Raihat p. Beirafu h.

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Fatubenao k. Fatukbot l. Rinbesi Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim (2) 2 5 4 10 3 1 1 1 4 200 SLTP (3) 2 1 1 6 1 1 1 3 6 27 4 SLTA (4) 9 12 8 18 16 18 54 2 30 16 40 12 10 9 3 D1-D3 (5) 1 1 1 61 1 1 1 10 1 S1 (6) 3 2 2 5 10 20 75 9 8 5 15 4 4 S2 (7) 1 1 3 1 Honorer/ Kontrak/ PTT (8) 8 3 2 5 3 Jumlah (9) 16 21 15 40 29 49 196 15 41 24 59 32 24 236 11 Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk Jumlah II 1 7 5 1 7 2 2 19 5 5 4 289 2 4 3 5 4 4 8 6 1 1 91 2 29 27 20 12 11 14 22 66 40 32 20 552 1 4 1 3 1 2 4 11 1 2 2 110 1 4 15 6 15 11 12 13 32 5 10 11 297 3 1 1 1 1 13 4 25 8 34 55 36 37 35 35 45 137 58 51 38 1377 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 47 .6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) j.

Belu Bhakti PDAM (2) 4 4 19 2 6 1 1 12 13 5 3 7 1 1 13 3 1 1 5 1 3 SLTP (3) 1 3 54 1 5 2 7 7 17 2 2 3 2 4 8 2 2 2 3 3 2 SLTA (4) 24 27 1211 335 15 30 77 76 50 116 25 19 39 24 17 30 26 11 58 13 9 3 6 D1-D3 (5) 7 8 851 68 4 5 5 6 6 22 7 1 10 5 2 2 2 2 6 1 1 S1 (6) 10 39 1751 27 8 13 25 38 9 50 9 10 23 12 5 7 7 3 34 3 5 3 1 1 1 1 1 4 S2 (7) Honorer/ Kontrak/ PTT (8) - Jumlah (9) 46 81 3813 507 30 59 110 128 84 219 49 36 83 44 29 60 40 19 101 25 18 12 7 - Jumlah III 106 132 2241 1021 2092 8 - 5600 48 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan (Guru) Dinas Kesehatan Dinas Nakertrans Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Keluarga Berencana Dinas Perhubungan Dinas Pertanian & Perkebunan Dinas Perikanan & Kelautan Dinas Pertambangan & Energi Dinas Peternakan Dinas Koperasi PK&M Dinas Kesejahteraan Sosial Dinas Kebersihan & Pertamanan Kantor Satpol Pamong Praja Kantor Arsip Daerah Kantor Ketahanan Pangan Kantor Perpustakaan Kantor PDE PD.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

Badan.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) (2) 6 1 1 1 SLTP (3) 8 1 1 1 SLTA (4) 173 15 14 31 D1-D3 (5) 19 4 1 3 S1 (6) 1 21 S2 (7) 1 (8) (9) 206 22 17 58 Honorer/ Jumlah Kontrak/PTT RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps. Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 49 . Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI Jumlah IV Jumlah I+II+III+IV Sumber 1 2 1 5 18 613 - 5 3 19 375 - 2 24 3 13 7 3 4 11 50 9 1 1 368 7 1 1 1 2 1 1 36 2 2 1 1 1 2 3 2 6 3 4 56 9 1 1 3 25 - 51 15 3 2 3 8 5 4 100 125 9 6 77 19 25 10 10 8 13 56 26 10 10 600 8499 27 3656 1225 2543 : BKD dan masing-masing Instansi.

BAB / CHAPTER 3 Penduduk & Tenaga Kerja Population & Man Power .

Pemerintah dalam berbagai format perencanaan selalu menempatkan masalah kependudukan sebagai kerangka acuannya. sedangkan apabila sebagian besar dari mereka berkualitas rendah tentu akan menjadi sumber kemiskinan dan keterbelakangan yang tidak lain juga menjadi musuh utama dari misi pembangunan bangsa. Pada tabel 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER PENDUDUK & TENAGA KERJA PENDUDUK Tema kepedudukan selalu muncul menjadi suatu permasalahan yang cukup menarik dan hangat untuk diperdebatkan karena mempunyai kaitan erat dengan kesejahteraan hidup manusia.1.019 jiwa dan meningkat menjadi 277.484 jiwa pada tahun 2000. Penduduk yang banyak dengan kualitas yang tinggi akan menjadi asset yang berharga bagi kelancaran proses pembangunan. jumlah penduduk di Kabupaten Belu tahun 1990 sebanyak 216. Dari hasil Sensus Penduduk. Dibandingkan tahun sebelumnya angka pertumbuhan penduduk periode 2000-2007 tergolong cukup tinggi yakni 53 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Sebaliknya percepatan pertumbuhan penduduk jauh lebih lamban dari percepatan pertambahan sumber daya dan sumber dana yang ada maka penduduk yang banyak dengan kualitas yang memadai akan menjadi modal pembangunan yang sangat berharga.54%. dengan tingkat kepadatan rumah tangga rata-rata 4 orang dan kepadatan penduduk 155 orang per Km².1. Tingkat pertumbuhan ini sedikit lebih tinggi dibanding pertumbuhan 1980-1990 yang hanya 1. Perkembangan penduduk yang pesat tanpa diimbangi dengan persediaan resourses yang memadai maka jumlah penduduk yang banyak tersebut menjadi beban bagi pembangunan.78%. dengan pertumbuhan rata–rata 2. jumlah penduduk Kabupaten Belu 2007 dari 378.882 jiwa. karena penduduk dengan aspek kualitas dan kuantitasnya merupakan pelaku sentral sekaligus sebagi objek yang menikmati hasil-hasil pembangunan secara lebih adil dan berkeprikemanusiaan.

Dari 378. Pada kasus ini.55%. Dilihat dari struktur umur penduduk memperlihatkan bahwa sebagaian besar penduduk Belu berada pada usia muda. hidup layak sebuah keluarga menjadi relatif dan sangat tergantung pada pandangan kepentingan yang bersifat subjektif. merupakan penduduk usia muda yang berumur 0 – 14 tahun. Selain itu dengan adanya pergeseran paradigma Keluarga Berencana dari Norma Keluarga Kecil Bahagia menjadi menjadi Keluarga Berkualitas disalah tafsirkan sebagai peluang untuk banyak anak asal bisa/mampu menghidupinya. Angka ketergantungan (Dependency Ratio) pada tahun 2007 adalah 79 yang menunjukkan bahwa setiap 100 orang penduduk usia produktif harus menanggung sekitar 79 orang yang belum atau tidak produktif.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER 4. sedangkan khusus dalam Sensus Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . dimana konstruksi piramida penduduknya masih berbentuk ekspansif. Analisis kependudukan tahun 2007 memperlihatkan indikator sebagai berikut: .20%. juga diakibatkan oleh adanya eksodus ex pengungsi Timor Timur ke wilayah Kabupaten Belu yang pada Sensus Penduduk 2000 belum terhitung.Angka sex ratio pada tahun 2007 sebesar 99. menunjukkan bahwa 54 - - jumlah penduduk laki-laki sedikit lebih rendah dari penduduk perempuan yakni setiap 99 penduduk laki-laki terdapat 100 orang penduduk perempuan.882 pada tahun 2007 38. Faktor migrasi masuk juga menjadi pemicu tingginya angka pertumbuhan penduduk mengingat kedudukan wilayah geografis Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste akan menjadi daerah transit bagi penduduk dari luar untuk expansi usaha ke negara baru tersebut. Hal ini karena selain perkembangan penduduk secara alamiah. KETENAGAKERJAAN Penduduk usia kerja didefinisikan sebagai penduduk yang berumur 10 tahun keatas.

Ini berarti angka pengangguran terbuka pada tahun 2007 hanya sebesar 3. Pada kondisi ekonomi masyarakat secara umum relatif baik maka ada sebagian penduduk usia kerja terutama ibu rumah tangga tidak aktif mencari nafkah.28%.35 pada tahun 2005. TPAK Kabupaten Belu sedikit berfluktuasi yakni 77. perdagangan eceran atau sebagai pekerja keluarga pada sektor pertanian. Selama kurun waktu 2000. Komposisi penduduk yang bekerja pada tahun 2007 memperlihatkan bahwa sebagian besar yakni 60. Angka ini rendah pada usia muda (usia sekolah).2007.84 % dari penduduk yang bekerja. namun bila dibandingkan dengan tingkat pendapatan perkapita penduduk yang masih rendah menunjukkan bahwa sebenarnya angka setengah pengangguran dan pengangguran terselubung di Kabupaten Belu terutama pada sektor pertanian di pedesaan masih cukup tinggi.87%. TPAK mengkikuti pola huruf *U* terbalik. Mereka terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja.00 tahun 2006 dan tahun 2007 ini meningkat menjadi 68. Proporsi penduduk yang tergolong angkatan kerja dikenal dengan istilah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ( T P A K). Diduga fluktuasi TPAK ini erat kaitannya dengan situasi kesulitan ekonomi yang dialami sebagian besar masyarakat.mempunyai lapangan pekerjaan utama di sektor 55 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Pada tahun 2007 angka kesempatan kerja Kabupaten Belu tergolong tinggi yakni 96. 61.64 di tahun 2000. kemudian naik sejalan dengan kenaikan umur sampai mencapai puncaknya pada umur 25–29 tahun. 61. Kendatipun tingkat pengangguran terbuka relatif kecil.44%. Sebaliknya ketika kondisi ekonomi tingkat rumah tangga memasuki fase kronis maka sebagian ibu rumah tangga terpaksa ikut mencari nafkah melalui usaha antara lain kerajinan rumah tangga. Angka kesempatan kerja merupakan perbandingan antara penduduk yang bekerja dengan angkatan kerja. kesehatan yang tidak memungkinkan dan telah mencapai usia tua). yang selanjutnya turun lagi perlahan pada umur-umur berikutnya (antara lain karena pensiun.13% atau lebih sedikit dibanding hasil sensus SP 2000 sebesar 7.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Penduduk 2000 dan Sakernas 2007 menggunakan konsep penduduk berumur 15 tahun keatas.

15% maka selama lebih dari dua dekade terakhir ini hampir tidak terjadi transformasi tenaga kerja dari sektor primer ke sektor ekonomi moderen secara signifikan. Padahal kunci dari kemajuan pembangunan ekonomi terletak pada akselarasi kinerja dari sektor-sektor ekonomi moderen yang dimanifestasikan lewat semakin besarnya porsi tenaga kerja yang bekerja pada sektor sekunder dan tersier.73 % buruh karyawan 16. Dari 163.71% di antaranya bekerja dibawah jam kerja normal yakni rata-rata di bawah 6 jam perhari.24%) bila di bandingkan dengan hasil sensus penduduk tahun 1990 dan 2000 di mana penduduk yang bekerja di sektor pertanian masing masing 68. Dari jumlah pekerja pada tahun 2007 memperlihatkan bahwa 28. Lambatnya transformasi tenaga kerja ke sektor moderen sangat erat kaitannya dengan tingkat pendidikan kerja.85% (47.55 % dan 1. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan maka kemampuan untuk mengadopsi perkembangan teknologi produksi 56 yang lebih baik maupun pikiran kreatif untuk menyeleksi aktivitas ekonomi yang lebih menguntungkan menjadi relatif terbatas.12% sisanya bekerja pada sektor tersier (perdagangan 5.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER pertanian.10.45%.28% dan 76.04% dan 29. Untuk mengetahui tingkat kemandirian dan kesejahteraan pekerja dapat di amati dari status pekerjaannya. Penduduk yang bekerja di atas 44 jam perminggu atau lebih dari 7 jam perhari baru sekitar 19. Sementara sisanya masing masing bekerja pada sektor sekunder (industri 10.78% berusaha sendiri dan di bantu buruh di bayar masing masing 16. Penyebaran penduduk yang bekerja menurut jumlah jam kerja selama seminggu memperlihatkan bahwa sebagian besar pekerja kita masih memiliki ethos kerja yang lebih rendah. Data hasil Sakernas 2007 memperlihatkan bahwa sekitar 73. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .091 Jiwa) diantaranya adalah pekerja keluarga/pekerja tidak di bayar sementara sisanya masing-masing bekerja di bantu dengan buruh tidak di bayar/pekerja keluarga 35.221 Penduduk yang bekerja pada tahun 2007 sekitar 80.68 dan pekerja bebas cuma 0.29%.penduduk yang bekerja berpendidikan paling tinggi hanya tamat Sekolah Dasar (SD). jasa jasa 13.40 % .43% dan lainnya 10.

69 60 .49 40 .24 15 .1.29 20 .39 30 .19 10 .74 65 .2007 400000 350000 300000 250000 231815235508 200000 150000 100000 50000 0 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 378882 361862 371530 331385 324165 256815 277137 284074 291967 243236 245224 Sumber : Registrasi Penduduk 1995-2007 Gambar 3. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 57 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.2.44 35 .59 50 .54 45 .14 5-9 0-4 -30000 -20000 -10000 0 10000 20000 30000 laki laki perempuan Kelompok Umur Sumber : Registrasi Penduduk 2007.64 55 . Piramida Penduduk Kabupaten Belu Tahun 2007 75+ 70 . Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Tahun 1995 .34 25 .

000 Kota Atambua Atambua S elatan Atambua Barat 1.200 1.4.000 10.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.000 penduduk 25.000 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 Gambar 3. Kepadatan Penduduk per Km² di Kabupaten Belu Tahun 2007 Lamaknen S elatan Lamaknen Lasiolat Raihat Tasifeto Timur Kakuluk Mesak Nanaet Dubesi Tasifeto Barat Kobalima Timur Kobalima Raimanuk Laen Manen Malaka Timur Botin Leobele Io Kufeu S asita Mean Malaka Tengah Weliman Wewiku Rinhat Malaka Barat 0 200 400 600 800 1.000 45.000 30.3.000 40.000 15.600 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 58 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 20.400 1.000 rumah tangga 35. Penduduk Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Tahun 2007 Lamaknen Lasiolat Raihat Tasifeto Timur Atambua S elatan Atambua Barat Kota Atambua Kakuluk Mesak N anaet D ubesi Kobalima Timur Raimanuk Laen Manen Malaka Timur Io Kufeu Botin Leobele S asita Mean Weliman Wew iku Rinhat Malaka Barat Tasifeto Barat Kobalima Malaka Tengah 0 5.

11% Pekerja tak dibayar 27.35% Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 59 .24 tahun 57.85% Buruh/ karyawan 15.41% Berusaha sendiri 16. buruh tetap 2.54% Sumber : Sakernas 2007. Persentase Penduduk Kabupaten Belu Usia 15 Tahun Menurut Status Pekerjaan Utamanya Tahun 2007 lain lain 0.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.75% 15 tahun ke bawah 2. Persentase Wanita 10 Tahun ke Atas yang Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu Tahun 2007 25 tahun ke atas 17.64% 16 tahun 3. BPS Berusaha dg.5. buruh tidak tetap 30. BPS Gambar 3.77% 17 .05% Sumber : Susenas 2007.78% 19 .55% Berusaha dg.18 tahun 18.6.

7.34 1 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.00 40.14 0* ) 0.00 30. BPS Gambar 3.2007 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 pencari kerja permintaan tenaga kerja Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu 60 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 20. Persentase Penduduk Kabupaten Belu Usia 15 Tahun Menurut Jumlah Jam Kerjanya Tahun 2007 35 + 15 .8.00 50.00 10.00 Sumber : Sakernas 2007. Jumlah Permintaan dan Pencari Kerja yang Terdaftar di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Tahun 1998 .

2007 1800 1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 SD SMTP SMTA D I. D II D III Sarjana 2005 2006 2007 Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 61 . Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Menurut Tingkat Pendidikannya Tahun 2005 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.9.

Penduduk Populations .

41 2.41 151. Malaka Timur 10.138 8.37 87.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. Tasifeto Barat 15.792 2.419 6.946 11.539 4.014 2.773 4.48 39.1 Jumlah Penduduk.363 14.696 8.097 4.939 20.930 21.315 2.90 88.170 11.045 19. dan kepadatan penduduk per Km2 dan per Rumah Tangga Menurut Kecamatan Number of Population.864 17. Raimanuk 12.19 60. Kakuluk Mesak 17. Laen Manen 11.211 2. Weliman 05.1.226 6.547 2.497 88.54 24.673 3.20 64. Malaka Tengah 06.627 16.024 11.55 15.554 8. Atambua Barat 19.882 5. Kota Atambua 18. Rumah Tangga.28 94. Wewiku 04. Lasiolat 23.25 168.25 187.786 12.03 67.751 6.852 4. Atambua Selatan 20. and Density per Districk 2007 Kecamatan Districk (1) Penduduk Population (2) Rumah Tangga House-hold (3) Luas Area 2 (Km ) (4) Kepadatan Density 2 (Km ) (5) Kepadatan Per RT Density per Household (6) 01.48 105.90 15. Malaka Barat 02.613 1.924 3.445.021 26. Rinhat 03.200 3.765 16.79 83.979 4.95 96. Nanaet Dubesi 16.278 1.600 21.524 20.112 1. Botin Leobele 08.631 23.307 7. Tasifeto Timur 21.73 211.534 4. Area.69 65.881 5. Sasita Mean 07. Kobalima Timur 14.02 179. Io Kufeu 09. Raihat 22.297 1.949 2. Lamaknen Selatan Kabupaten Belu 22. Household.054 3.067 9.90 108. Luas Wilayah.550 87.42 120. Kobalima 13.11 224.138 39.57 260 109 214 240 232 169 245 120 107 117 66 79 68 98 77 85 1070 1482 1268 96 165 105 116 72 155 4 4 4 4 5 4 2 4 4 4 4 3 3 5 4 4 4 6 5 6 4 4 5 5 4 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 65 . Lamaknen 24.72 97.819 378.951 4.

888 189. Kota Atambua 18. Tasifeto Timur 21.978 13.243 7. Laen Manen 11.524 20. Raimanuk 12.305 3. Lamaknen Selatan Laki-laki Male (2) 11.498 5.238 8.527 8.024 11.304 Perempuan Female (3) 11.329 10.930 21.1.418 4.627 16.096 6.170 11.617 10.419 6. Kobalima 13.021 26.337 7.931 189.374 12.448 5.532 10.512 3. Wewiku 04.257 10.146 2.520 20.307 7. Malaka Barat 02.428 9. Sasita Mean 07.946 11.208 10.720 4.271 11.554 8.762 4.138 8.784 8. Kakuluk Mesak 17.819 378.786 12.226 6.031 4.347 6.363 14.584 6.631 23.864 17.114 3. Malaka Timur 10. Weliman 05.714 3. Rinhat 03. Nanaet Dubesi 16.043 13. Raihat 22.316 10.792 3. Atambua Barat 19.592 10.036 4.618 19.196 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. Lasiolat 23.882 Kabupaten Belu Sumber : Registrasi Penduduk 2007 66 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .939 20.111 3. Kobalima Timur 14.600 21.074 5.833 2.440 5. Lamaknen 24.979 4. Atambua Selatan 20.080 8.290 8. Botin Leobele 08. Tasifeto Barat 15.347 10.138 39.2 Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Population by Districk and Sex 2007 Kecamatan Districk (1) 01.067 9.765 16.578 Jumlah Total (4) 22.120 7. Malaka Tengah 06.045 19. Io Kufeu 09.398 10.439 6.

Raimanuk 12. Rinhat 03. Lamaknen 24. Kobalima Timur 14.024 11. Malaka Barat 02. Sasita Mean 07.024 11.021 26.226 6.882 - - 378.419 6.979 4. Atambua Barat 19.627 16. Botin Leobele 08.979 4.939 20.363 14.138 8.138 8.226 6.631 23.600 21.786 12.067 9.554 8.819 Kabupaten Belu 378.067 9.882 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 67 .930 21.819 WNA Cina Cinesse (3) - WNA lainnya Others (4) - Jumlah Total (5) 22. Tasifeto Barat 15.627 16. Atambua Selatan 20. Malaka Timur 10.138 39.864 17.170 11. Nanaet Dubesi 16. Weliman 05. Tasifeto Timur 21.307 7.600 21.307 7.045 19.524 20.021 26. Laen Manen 11.045 19.3 Penduduk Menurut Kecamatan dan Kewarganegaraan Population by Districk and Cityzenship 2007 Kecamatan Districk (1) 01. Io Kufeu 09.765 16.765 16. Lasiolat 23.419 6.363 14.170 11.554 8. Malaka Tengah 06.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.930 21.946 11. Wewiku 04.138 39. Raihat 22.786 12.864 17. Kakuluk Mesak 17.946 11.1. Kobalima 13. Kota Atambua 18. Lamaknen Selatan WNI Indonesian (2) 22.631 23.524 20.939 20.

583 35. 2000.027 * * 21.634 16. Kobalima 05.058 47.242 44.64 * 0. Lamaknen 1980 (2) 1990 (3) 2000 (4) 67. 1990.66 1.019 277.12 * -4.755 38.78 2.459 28.30 2. Tasifeto Barat 06.13 46. .44 0.16 * 1.998 Pertumbuhan 1980 1990 1990 2000 (5) (6) 1. BPS Source : Population Census 1980. 2000.37 1.965 26.437 47. Malaka Barat 02. 1990. Atambua 07.4 Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Berdasarkan Sensus Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan 1980. 1990.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.53 Sumber : Sensus Penduduk 1980.62 * 3.427 33.590 17.174 29.95 2.1.484 1. Malaka Timur 04.084 Jumlah/Total 181.922 * * 34. 2000 Penduduk (Jiwa) Kecamatan District (1) 01.49 1.998 15.574 24. BPS Keterangan : * ) Masih tergabung dengan kecamatan induk 68 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .894 14. Tasifeto Timur 08.665 30.090 53.07 -2.073 216. Malaka Tengah 03.

738 160.510 6.491 79.94 Jumlah / Total 146.019 17.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.665 152.1.5 Penduduk Kabupaten Belu Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan Population 10 years old in Belu Regency by Marital Status 2007 Status Perkawinan Marital Status (1) Belum Kawin / single kawin / married cerai hidup / divorced cerai mati / widowed Laki-laki Male (2) 62.904 Perempuan Female (3) 52.845 Jumlah Total (4) 114.351 299. BPS 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 69 .016 100.01 5.247 81.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.749 Persentase Percentage (5) 38.034 13.285 985 3. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.37 53.225 5.68 2.

992 1.794 28.017 8.882 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 70 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .055 2.877 Jumlah / Total 189.233 15.887 22.310 5.313 4.987 7.270 31.154 1.571 12.530 11.29 30 .452 23.49 50 .304 3.24 25 .578 378.34 35 .057 30.6 Penduduk Kabupaten Belu Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin Population in Belu Regency by Age Group and Sex 2007 Golongan Umur Age Group (1) 0-4 5-9 10 .359 5.262 13.864 3.316 10.671 21.085 Perempuan Female (3) 28.846 18.840 16.168 8.383 8.520 7.852 55.44 45 .718 4.742 5.533 3.1.162 23.39 40 .54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 + Laki-Laki Male (2) 25.058 26.337 24.024 14.674 3.450 4.123 45.912 15.14 15 .424 13.104 9.792 Jumlah Total (4) 53.856 4.400 17.074 38.19 20 .304 189.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.379 1.033 15.

198 463 1. Nanaet Dubesi 16.720 1.850 3.854 1.057 30.050 642 2. Kota Atambua 18. Sasita Mean 07.765 2.954 5.113 1.428 907 2.630 1.578 1.399 1.771 787 674 578 624 770 831 1. Atambua Barat 19.581 1.602 1. Lamaknen 24.852 55.718 2.446 1.926 2. Io Kufeu 09.873 1.298 1.476 564 2. Weliman 05. Malaka Tengah 06.337 Sumber : Proporsi Registrasi Penduduk terhadap hasil Sensus Penduduk 1990 dan 2000 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 71 .726 2.24 (6) 25 .652 2.493 955 3.465 2.7 Penduduk Menurut Kecamatan dan Golongan Umur Population by Districk and Age Group 2007 Kecamatan Districk (1) 0-4 (2) 5-9 (3) 10 .536 535 1.191 2.223 3.295 1.019 1.127 1. Kakuluk Mesak 17.189 1. Botin Leobele 08.299 1.603 2. Malaka Timur 10.153 3.228 578 1. Atambua Selatan 20.347 1.891 3.427 2.861 1.488 3.795 3.513 711 1.843 1.199 1.445 554 2.270 31.483 2.734 1.768 582 2. Rinhat 03.689 1.034 1.082 649 2.183 3.665 2.780 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.961 2.075 2.954 2.117 528 915 581 1.647 2.038 1.135 1.638 1.616 1.14 (4) 15 .313 1.054 1.371 1.017 3. Tasifeto Timur 21.595 1.511 1.091 939 802 751 925 995 1.184 5.1.959 842 719 621 766 946 1.752 4.123 45.735 3.903 2.309 2.203 461 2.150 2.299 2. Laen Manen 11.353 2.817 2.074 38.092 984 1.144 1.011 3. Kobalima 13.134 534 875 555 Kabupaten Belu 53.372 1.731 1.289 1.167 991 1. Lasiolat 23.19 (5) 20 . Raihat 22. Lamaknen Selatan 3. Tasifeto Barat 15.181 2.462 2.29 (7) 01.247 3.068 678 1.030 778 2.034 429 1. Raimanuk 12.514 1.696 3.398 2.778 1.992 1. Wewiku 04.093 2.479 1. Kobalima Timur 14.226 2.103 2. Malaka Barat 02.

Kakuluk Mesak 17.400 17. Tasifeto Barat 15.840 16.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Lanjutan Tabel 3.057 579 503 426 407 501 539 784 302 806 169 586 975 851 733 1. Malaka Barat 02.151 814 383 711 451 1.072 779 988 997 2. Kobalima 13.262 13.370 1.519 427 371 315 327 403 432 629 241 610 128 444 737 646 555 856 607 285 484 307 557 404 513 518 1. Malaka Timur 10.54 (12) 55 .7 Kecamatan Districk (1) 30 . Wewiku 04.168 8.256 888 418 723 460 1. Nanaet Dubesi 16.076 1.074 779 987 997 1. Lasiolat 23.184 249 863 1.191 457 1. Lamaknen 24. Weliman 05. Io Kufeu 09.383 2.107 1.016 286 248 212 198 244 262 382 146 388 83 283 470 408 353 674 477 224 392 249 Kabupaten Belu 24.49 (11) 50 .027 728 342 679 432 796 578 732 739 1.838 1.360 667 575 491 593 732 787 1.600 1. Atambua Barat 19.987 72 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .711 482 418 355 416 514 552 803 308 807 172 589 979 845 732 988 699 329 529 335 1. Raihat 22.887 22. Lamaknen Selatan 1.247 1.423 687 591 504 618 763 821 1.427 2.435 1. Tasifeto Timur 21.412 1. Botin Leobele 08. Malaka Tengah 06.115 1.1. Kobalima Timur 14. Raimanuk 12. Rinhat 03. Sasita Mean 07. Kota Atambua 18.143 438 1.536 1.518 320 1.082 1.34 (8) 35 -39 (9) 40 . Laen Manen 11. Atambua Selatan 20.491 1.44 (10) 45 .378 1.59 (13) 01.

Rinhat 03.930 21.307 7. Botin Leobele 08.1.138 39. Tasifeto Barat 15.882 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 73 .856 4. Sasita Mean 07.64 (14) 65 .600 21.627 16. Kakuluk Mesak 17. Laen Manen 11.138 8. Io Kufeu 09.533 3.021 26. Atambua Selatan 20. Malaka Barat 02.524 20. Raihat 22. Malaka Tengah 06. Lamaknen 24. Lasiolat 23. Malaka Timur 10.979 4.74 (16) 75 + (17) Jumlah (18) 01.819 Kabupaten Belu 7. Kobalima 13. Nanaet Dubesi 16. Raimanuk 12.045 19. Tasifeto Timur 21. Lamaknen Selatan 473 343 435 440 837 237 204 174 186 229 246 357 137 324 68 235 392 341 294 462 328 154 283 180 343 249 315 319 696 196 169 145 134 166 178 258 99 226 49 165 274 238 205 308 220 102 293 186 239 173 219 222 412 117 100 86 91 112 119 174 66 185 39 136 224 196 168 249 176 83 165 105 221 163 205 206 672 192 164 136 115 136 150 220 83 263 50 190 318 276 240 283 199 97 181 117 22.946 11. Wewiku 04.359 5.067 9.024 11. Weliman 05.170 11.226 6.765 16.363 14.864 17. Kobalima Timur 14.631 23.786 12. Atambua Barat 19. Kota Atambua 18.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Lanjutan Tabel 3.554 8.877 378.419 6.939 20.7 Kecamatan Districk (1) 60 .69 (15) 70 .

015 2.260 3.856 15. Rinhat 03. Laen Manen 09.944 1.2913 3.510 14.666 3. Wewiku 04.067 2.621 898 2.823 1.848 4.817 248. Kota Atambua 14. Malaka Barat 02.614 19.826 34.721 5.009 13.510 8.779 3.786 3. Kobalima 11.1.422 3. Weliman 05.440 3.346 2. Lamaknen Kabupaten Belu Jumlah SLS/RT*) (2) 201 165 181 167 272 191 104 97 118 145 206 61 221 129 70 60 195 2.836 9.699 78. Malaka Tengah 06. Raimanuk 10.190 16. Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.838 13.854 11.901 Kecamatan Districk (1) 01. Raihat 16.129 2.583 Catatan : *) SLS = Satuan Lingkungan Setempat RT = Rukun Tetangga Jumlah RT sudah termasuk eks pengungsi Timor Timur Sumber : Pendataan Sosial Ekonomi 2005.533 7.126 25.937 3.771 4. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean 07.340 1. Lasiolat 17. Tasifeto Barat 12.054 6.756 6.349 2.678 13.091 2.034 2.470 3.830 54. BPS 74 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .113 8.834 11.813 3.074 Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Rumah Penduduk Tangga (4) (5) 3.614 15.902 2.8 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Menurut Kecamatan Number of Household and Poor People by District 2006 Jumlah Rumah Tangga (3) 5.618 4.535 5.498 4.018 11.204 3.

Tingkat Kelahiran Fertility Rate .

Timor Tengah Utara 06.03 - (3) 4.96 4.2. Lembata 09.94 3. Timor Tengah Selatan 05.49 *) Dihitung dari Sensus Penduduk 1980 dan 1990 (metode arriaga) **) Dihitung dari data gabungan (SP90 dan Susenas 96 metode Role ***) Laporan indikator database 2004/2005 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 77 .15 4. Sumba Timur 03.59 2.09 3.25 2.57 4. Manggarai 71.99 3.78 3.86 3.31 3.92 3.66 3.45 2.48 3.99 4. Flores Timur 10.1 Perkiraan Angka Kelahiran Total / TFR menurut Kabupaten 1989-2005 Kabupaten Regency (1) 01.54 4.65 3. Ende 12.54 Nusa Tenggara Timur Catatan : - 3.85 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3. Belu 07. Kota Kupang 1989-1990*) 1995-1996**) 2004/2005 (2) 5.97 2.39 2.83 3.45 4.08 4.06 3.93 3. Alor 08. Kupang 04. Ngada 13.81 2.48 3.63 2. Sikka 11. Sumba Barat 02.39 4.60 4.80 2.46 3.50 3.93 5.34 - (4) 4.67 4.

78 Jumlah / Total 100.75 17.2 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Age at First Marriage 2007 Umur Perkawinan Pertama Age at First Marriage (1) ≤15 tahun 16 tahun 17 . BPS 78 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .64 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.24 tahun 25 tahun ke atas Jumlah Numbers (2) 2. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.808 17.18 tahun 19 .104 100.77 18.069 57.647 3.05 57.2.777 18.803 Persentase Percentage (3) 2.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.

667 13.41 10. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.37 15.605 1.36 Jumlah / Total 100.590 13.825 3.104 100.94 6.67 8.385 15.309 4.29 16.2.422 10.30 4. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 79 .65 13.307 16.58 13.950 6.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.3 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Lahir Hidup di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children 2007 Jumlah Anak Yang Lahir Hidup Numbers of Children Still live (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10+ Jumlah Numbers (2) 5.82 3.60 1.360 Persentase Percentage (3) 5.684 8.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.

506 7.821 11.95 2.199 15. BPS 80 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .334 16.804 1.104 Persentase Percentage (3) 6.11 0.10 19.2.112 417 100.80 1.26 2.49 7.42 100.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.56 16.80 11.117 19.4 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Masih Hidup di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 Jumlah Anak Yang Masih Hidup Numbers of Children Still live (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10+ Jumlah / Total Jumlah Numbers (2) 6.270 2.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.18 15.955 2.32 16.569 16. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.

Tingkat Kematian Mortality Rate .

2004 Remarks : *) Termasuk Kodya Kupang / Include Kodya Kupang Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 83 .6 2002 (3) 60 73 52 46 49 55 57 44 45 56 48 52 51 2004 (4) 55 53 55 53 50 46 54 46 48 44 42 47 24 47 49 Keterangan : Laporan Indonesia Pembangunan Manusia 2001. A l o r 08. Kodya Kupang 14. Timor Tengah Utara 06. Lembata Nusa Tenggara Timur 1999 (2) 64 76 57 49 50 57 59 46 47 60 51 54 62. Flores Timur 09. N g a d a 12. E n d e 11. 2002.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. Sumba Barat 02.3. Timor Tengah Selatan 05. K u p a n g *) 04. 2004 Kabupaten Regency (1) 01. S i k k a 10. Sumba Timur 03. Manggarai 13.1 Tingkat Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Menurut Kabupaten Infant Mortality Rate ( IMR) per 1000 birth by Regency 1999. B e l u 07.

Lembata Nusa Tenggara Timur 1999 (2) 61. Sumba Barat 02.5 62.6 65.6 64. A l o r 08.4 59.7 59. N g a d a 12.7 65. Flores Timur 09.4 63.9 65. Timor Tengah Utara 06.8 65.3. B e l u 07.2 65.7 63.0 63. 2004 Kabupaten Regency (1) 01.9 66.8 63.2 65.8 65.1 63.6 2002 (3) 62.3 66.9 63.1 64.1 63. E n d e 11.7 64. Kodya Kupang 14.2 64. Sumba Timur 03.0 65.9 63.7 64. Manggarai 13.5 65.4 64.8 2004 (4) 63.2 Tingkat Harapan Hidup Penduduk Berumur Nol Tahun Menurut Kabupaten The Life Expectancy At Birth by Regency 1999.1 66.1 65. Timor Tengah Selatan 05.1 Keterangan : Laporan Indonesia Pembangunan Manusia 2001.8 64.8 65. 2004 Remarks : *) termasuk Kodya Kupang / include Kodya Kupang 84 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .3 66.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. K u p a n g *) 04.0 63. 2002. S i k k a 10.4 65.7 62.1 65.7 64.

14 0.28 3.14 - Jumlah / Total 100.288 3.3.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.28 0.63 2. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.30 19.37 0.3 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Sudah Meninggal di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Anak Yang Sudah Meninggal (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 + Jumlah Numbers (2) 66.02 7.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.104 100.375 840 278 139 139 - Persentase Percentage (3) 66.365 19.042 7. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 85 .84 0.638 2.

Angkatan Kerja Labour Force .

92 168.351 98.140 64.491 163.647 (4) 68.042 100. Sekolah attending school 2.07 2.00 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007.186 42.22 34.717 5.901 100 239.4.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Bukan angkatan kerja not economically active 1. Lainnya / others 14.141 100.51 5.43 Perempuan Female Jumlah % Jumlah Jumlah Total % (7) 54. Bekerja / Worked 2. BPS Source : National Labor ForceSurvey 2007.23 4.28 Jumlah / total 115.551 29. Mencari Pekerjaan / Pengangguran looking for work Laki-Laki Male Jumlah % (3) 87.761 45.74 19.61 2.221 5.85 55.517 3.14 3. Angkatan kerja economically active 1.623 b.99 52.15 85.1 Penduduk 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Kegiatannya Seminggu yang Lalu Population 15 Years Old and Over by Sex and Activity During The Previous Week 2007 Kegiatan Seminggu yang Lalu Activity During The Previous Week (1) a.49 68.00 123.00 70.790 12. Urus rumah tangga house keeping 3.704 1.152 5.845 6.693 8. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 89 .49 3.48 10.921 3.270 70.72 1.599 7.882 2.17 16.21 Numbers Numbers Numbers (2) 100.107 46.28 2.

125 130. Bukan angkatan kerja / not economically active 1.66 Jenis Kegiatan Type of Activity (1) a. Angkatan kerja / economically active 1. BPS Keterangan : termasuk mengurus rumah tangga Remarks : including house keeping 171.957 22.55 Jumlah / total Sumber : Sensus Penduduk 2000.00 90 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .64 75.273 2.472 100. Sekolah / attending school 2.347 13.2 Penduduk 15 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kegiatan Population 15 Years Old and Over by Type of Activity in Belu Regency 2000 Jumlah Total Jumlah Numbers (2) 133. Mencari Pekerjaan / looking for work b. Lainnya / others *) 38. Mengurus rumah tangga / house keeping 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Bekerja / Worked 2.4.36 7.852 % (3) 77.81 14.390 24.98 1. BPS Source : Population Census 2000.

762 Jumlah Total (4) 27.517 163. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 91 .005 58.643 Status Pekerjaan Utama Main Employment Status (1) 1.426 13.00 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007.579 44.55 35. Pekerja tak dibayar 2.221 100.824 1.73 19. karyawan / employee 5.233 127 536 47.091 16.226 8.3 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week By Main Employment Status and Sex 2007 Perempuan Female (3) 11.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Berusaha sendiri dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar Laki-Laki Male (2) 15.704 64.311 513 2.4. BPS Source : National Labor Force Survey 2007. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain / self employed 2. Buruh.78 3.865 27. Pekerja bebas pertanian 6.405 Persentase Percentage (5) 16.68 0.070 30.0 0.40 28.163 127 536 16.85 Jumlah / total 98. Pekerja bebas non-pertanian 7. Berusaha dengan dibantu buruh dibayar / employer 4.

751 Jumlah Total (4) 26.273 92 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .151 33.890 37.437 3. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain Self employed 2.4. BPS 72. Berusaha dengan dibantu buruh tetap Employer 4.162 39.505 31 Jumlah / Total Sumber : Sensus Penduduk 2000. Buruh / Karyawan / Employee 5. Tak Terjawab / No Stated 373 117 490 10. Berusaha sendiri dibantu dg.607 13.327 3.769 52.431 21 3.074 10 13.4 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Employmen Status and Sex 2000 Status Pekerjaan Utama Main Employment Status (1) 1.004 130.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Buruh tidak tetap Self employed assisted by member / temporary worker Laki-Laki Male (2) 14.269 58.400 Perempuan Female (3) 11. BPS Source : Population Census 2000. Pekerja Keluarga / Family worker 6.

22 Jumlah / Total 98.00 163.183 5.573 7.25 40.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.563 75. yang bekerja menurut jam kerja hasil Sakernas 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 93 .59 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 7.468 66.434 % (7) 4.22 5.90 35.78 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 4.821 34.517 100.051 % (3) 3.914 20.647 31.383 % (5) 7.00 Keterangan / remarks : *) Sementara tidak bekerja / Temporary not working Sumber : Diproporsikan dari jumlah penduduk NTT.756 13.5 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2007 Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours (1) 0*) 1 .75 8.10 55.221 100.14 15 .78 46.704 100.649 55.09 11.00 64.47 31.34 35 + Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 3.4.85 49.

00 Keterangan / remarks : * Sementara tidak bekerja / Temporary not working Sumber : Sensus Penduduk 2000.572 12.80 4.206 1. BPS 94 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .82 13.444 20.76 6.279 1.07 26.896 20.051 % (7) 1.88 34.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.40 3.97 0.28 1.296 5.494 8.00 35.604 3.324 8.111 4.25 16.49 1.32 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 1.54 23.11 13.97 17.950 12.233 345 159 279 % (5) 3.14 15 – 24 25 – 34 35 – 44 45 – 54 55 – 64 65 – 74 75 + Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 465 2.34 32.45 0.024 100.28 14.00 94.371 2.748 25.78 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 1.934 1.26 0.576 7.346 ) 100.239 10.78 5.047 772 % (3) 0.452 19.69 21.79 1.12 Jumlah / Total 58.678 100.22 22.4.220 12.981 2. BPS Source : Population Census 2000.92 22.68 7.6 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2000 Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours (1) 0*) 1 .03 1.

639 8.24 100. eceran.4.018 % (5) 59. kehutanan. pergudangan.84 10. Perdagangan besar.925 5. Jasa kemasyarakatan 05.721 98.47 5. perburuan dan perikanan 02.7 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2007 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 61.42 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 38.286 3. rumah makan dan hotel 04.84 8.121 14.517 1.02 4.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. komunikasi.714 10.54 16.900 21.93 100.303 16.00 993 64. BPS Source : National Labor ForceSurvey 2007. Industri Pengolahan 03.03 18.779 7.00 163.00 Jumlah / Total 100.221 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007.215 4. 3.96 11.45 13. tanah dan jasa perusahaan. Bangunan. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 95 .43 15. asuransi.361 % (3) 62.63 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 99.04 Lapangan Usaha Utama Main Industry (1) 01. Usaha persewaan Bangunan. Listrik. Pertanian. angkutan.16 14. gas dan air.704 15.379 % (7) 60. keuangan.088 12. Lainnya (Pertambangan dan penggalian.

BPS 96 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .13 2. Perdagangan 04.980 8.14 5.004 100.00 58.4.01 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 99.74 4. Lainnya 07.403 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.32 2.73 14.56 0.80 4.493 1. Pertanian 02.8 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2000 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 57.71 2.383 11.335 8 % (7) 76.00 Sumber : Sensus Penduduk 2000.273 100.22 0.28 2.95 0.723 3.464 1.01 Lapangan Usaha Utama Main Industry (1) 01.12 11.00 130.00 4.188 8.13 8.90 0.029 78 1.24 0. Industri 03.207 9. BPS Source : Population Census 2000.124 5.019 537 2.713 6 % (5) 72.587 2.00 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 42. Jasa 05. Angkutan 06. Tidak terjawab Jumlah / Total 72.645 1.269 100.82 1.15 7.622 2 % (3) 78.

PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Anggota TNI 9.51 1.176 13.536 670 134 102.44 0.884 656 3.620 984 33.290 194 268 55.65 0.4.078 2430 104.474 15. Tenaga Usaha Pertanian 7.28 13.446 71.86 1.458 1. Tenaga Usaha Penjualan 5.18 0. BPS Source : National Social Economic Survey 2006.05 0. Tenaga Kepemimpinan 3. Tenaga Usaha Jasa 6. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 97 .13 100.826 864 402 158. Pejabat Pelaksana Tata Usaha 4.624 8. Lainnya Jumlah Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2006.25 100.906 23.796 % (5) 4.34 0.158 522 2.19 9.730 10.41 2.55 0.45 18.53 66.76 60.52 11.41 69.18 15.03 0.00 Jumlah Total Jumlah Number s (6) 6.89 0.55 8.00 Perempuan Female Jumlah Number s (4) 2. Tenaga Produksi 8.48 100. Tenaga Profesional 2.23 1.51 2.24 1.35 0.726 134 850 6.520 % (7) 4.724 % (3) 4.9 Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Jenis Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Type of Main Occupation and Sex 2006 Laki-Laki Male Jenis Pekerjaan Utama Type of Main Occupation Jumlah Number s (2) 4.00 (1) 1.

Permintaan.587 593 593 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency 98 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . and Placement of Workers by Sex 2007 Jenis Kegiatan Activity (1) 01. Penempatan tenaga kerja / placement Laki-Laki Male (2) 931 116 116 Perempuan Female (3) 1. Permintaan tenaga kerja / vacanciens 03.10 Jumlah Pencari Kerja. Pencari kerja / job applications 02.4.656 477 477 Jumlah Total (4) 2. dan Penempatan Tenaga Kerja yang Terdaftar Menurut Jenis Kelamin Numbers of Registered Job Applications.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Vacancies.

656 2. II 05. D III / academy. Universitas / university Laki-Laki Male (2) 43 58 322 18 86 404 Perempuan Female (3) 110 272 415 102 190 567 Jumlah Total (4) 153 330 737 120 276 971 Jumlah / total 931 1. SMTA / senior high school 04. D I. D II / diploma I. SMTP / junior high school 03.587 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 99 . SD dan sederajat / primary school 02.4.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.11 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin Numbers of Registered Job Applicants by Educational Attainment and Sex 2007 Tingkat Pendidikan Educational Attainment (1) 01. diploma III 06.

Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) c. Rata-rata Upah/Gaji Bersih Sebulan b.000 750. Rata-rata Upah/Gaji Bersih Sebulan b.000 575.000 450. Upah Minimum Regional (UMR) 450.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) c.000 425.000 550.12 Perbandingan Rata-Rata Upah/Gaji Bersih Karyawan dengan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dan Upah Minimum Regional (UMR) Selama Sebulan Di Kabupaten Belu 2005 .4. Upah Minimum Regional (UMR) 350.000 2005 (2) 2006 (3) 2007 (4) Nusa Tenggara Timur a.000 725.000 500.000 600.000 600.000 550.000 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency 100 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2007 Wilayah (1) Belu a.000 625.

Laen Manen 09.4.13 Banyaknya Transmigran dirinci per Kecamatan di Kabupaten Belu Number of Transmigrant by District in Belu Regency 2007 Kecamatan Districk (1) 01. Kakuluk Mesak 13. Lasiolat 17. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Kobalima 11. Lamaknen Kepala Kelurga (2) 16 104 - Jiwa (3) 78 - 491 - Kabupaten Belu 120 569 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 101 . Kota Atambua 14. Malaka Barat 02.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Rinhat 03. Weliman 05. Tasifeto Barat 12. Sasita Mean 07. Malaka Tengah 06. Wewiku 04. Raimanuk 10. Malaka Timur 08.

14 Banyaknya Penduduk Pelintas Batas di Kabupaten Belu Numbers of Transitter in Belu Regency 2007 Bulan (1) 01.805 Sumber : Kantor Imigrasi Source : Imigration Service of Belu Regency 102 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Pebruari 03.292 1. April 05. September 10. Agustus 09.476 2. Nopember 12.025 159 603 793 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Mei 06. Desember Jumlah Masuk (2) 973 729 522 471 688 978 1. Juni 07.195 15.4.183 1.011 2.590 1.944 2.809 1. Maret 04.639 1.571 1.912 Keluar (3) 1.230 13.259 1. Oktober 11. Januari 02.206 1.371 1. Juli 08.

BAB / CHAPTER 4 Konsumsi & Keadaan RumahTangga Consumption & Household Condition .

Pola meningkatnya pengeluaran semacam ini diprediksikan akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang karena fenomena Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 105 . aneka barang dan jasa.43 % atau Rp.744 Dari jumlah pengeluaran rata rata perkapita 177. Bila diamati data hasil susenas sejak tahun 1993-2004. pendidikan. bukan untuk kebutuhan yang selevel lebih maju seperti kebutuhan sekunder dan tersier.992 di antaranya adalah pengeluaran untuk kebutuhan makanan sedangkan sisanya 28.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION AND HOUSEHOLD CONDITION KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA KONSUMSI Pengeluaran konsumsi perkapita merupakan indikator yang menggambarkan tingkat kemampuan rata-rata penduduk suatu wilayah dalam membiayai kebutuhan konsumsinya.55 % adalah pengeluaran non makanan seperti perkiraan sewa rumah. Dibandingkan dengan tahun 2005 yang lalu. Indikator ini secara tidak langsung mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat terutama dari sisi kemampuan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar dan kebutuhan komplementer lainnya. 177. pakaian dan lain-lain.126. kesehatan. rata-rata pengeluaran perkapita secara nominal mengalami peningkatan. Pengeluaran rata-rata perkapita sebulan menurut hasil susenas 2007 di kabupaten Belu mencapai Rp.Kenaikan yang cukup tajam ini diduga tidak saja disebabkan karena adanya perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin baik namun juga karena meningkatnya harga nominal berbagai kebutuhan pokok. Ini memperlihatkan bahwa tingkat kesejahteraan penduduk Belu masih relatif rendah sehingga sebagian besar dari porsi pendapatannya dibelanjakan untuk kebutuhan makanan. memperlihatkan bahwa belum terjadi pergeseran pola konsumsi secara berarti karena selama kurun waktu tersebut pengeluaran konsumsi makanan masih berkisar antara 69-72% dari total pengeluaran.744 perbulan sebesar 71.

ikan. sayur-sayuran dan buah-buahan 16. 5.52% listrik non PLN dan sisanya 66.89% untuk aneka barang dan jasa. bumbu-bumbuan.53% diantaranya dibelanjakan untuk bahan pangan jagung. umbi-umbian dan kacangkacangan. sungai.25%.06%.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION AND HOUSEHOLD CONDITION kenaiakan harga kebutuhan pokok tetap menjadi isu sensitive dalam krisis ekonomi negara kita yang belum berujung sapai dengan saat ini.87% untuk keperluan pesta.93% menggunakan lampu minyak tanah atau pelita. telur dan susu 15. 5.71% untuk biaya kesehatan.05%.49%. Untuk pengeluaran perkapita untuk sebulan non makanan sebesar Rp 50752 dimana sekitar 44. Sementara ini untuk bahan dinding perumahan masih didominasi rumah dengan dinding bebak 78. alcohol dan konsumsi lainnya 3.11%.47% untuk pakaian dan alas kaki.72%.03%.848 rumah tangga ternyata sekitar 30.55% dijangakau oleh listrik PLN dan 2. Sementara sisanya masing-masing.68% diantaranya adalah perkiraan sewa rumah. bahan minuman dan makanan jadi 4. 106 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . . 9. KEADAAN TANGGA RUMAH Dari aspek sumber penerangan rumah tangga data Susenas memperlihatkan bahwa pada tahun 2007 dari 86.60% untuk pendidikan. Kondisi rumah tangga dari aspek kesehatan menunjukkan bahwa pada tahun 2007 dari 86848 rumah tangga ternyata yang mempunyai sumber air minum ledeng hanya 8. 7.86%. 4. daging. air hujan dan lainnya 10. 20.95% dan tembok hanya 11.4% sementara sisanya masing-masing sumur 51. mata air 28. minyak dan lemak 4.20% untuk barang tahan lama serta pembayaran pajak dan asuransi 1.67%.13%.59%. tembakau dan sirih pinang 8. padipadian. Untuk pengeluaran makanan pada tahun 2007 sekitar 40.

99 00 0 -4 99 . 99 00 0 -2 99 30 .000 40.2 Jumlah Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Kondisi Tempat Tinggalnya Tahun 2006 dan 2007 45000 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 Berlantai Penerang Berdindi Bukan an ng Tanah Lampu Tembok Lis trik K ur an g 2007 2006 Air Minum Ledeng Sumber : Susenas 2006 & 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 107 . 00 0.9 0.9 0. 00 0 0 -1 49 15 .0 0.000 0 da ri 10 10 0. 00 00 0 -1 99 20 .000 60. Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Menurut Besarnya Pengeluaran Perkapita Selama Sebulan Tahun 2007 120.1.000 20.000 100.000 80. 00 0 Sumber : Susenas 2007 Gambar 4.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Gambar 4.9 99 > 50 0.

Pengeluaran & Konsumsi Penduduk Population Expenditure & Consumption .

1.999 100.87 16.999 30.868 10.999 150.000 .999 20.999 >199.00 0.99.519 9.999 80.000 .1 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2003 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) < 15.313 27.00 0.25 10. BPS Source : National Social Economic Survey 2003.999 Jumlah Numbers (2) 0 0 0 0 2.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2003.999 60.24 14.79.000 .000 .199.43 14.66 Jumlah / total 68.000 .29.000 . BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 111 .000 .00 0.59.381 100.000 .220 7.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.000 15.436 11.39.54 40.00 3.19.149.025 Persentase Percentage (3) 0.999 40.

000 .00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2003 BPS Source : National Social Economic Survey 2003.77 20.29. BPS 112 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .776 9.14 17.87 2.000 .99 7.000 .70 1.248 18.305 13.24 2.199.999 >199.000 .623 1.55 100.000 .876 15.58 100.149.086 6.751 1.999 150.75 0.000 .453 4.000 .744 68.999 60.99.67 9.082 68.381 0.000 .774 12.60 13.999 30.381 6.335 16.65 24.999 Jumlah / total 0 0 0 1.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.999 40.260 18.1.880 480 1.39.00 4.05 12.949 1.68 22.999 80.30 26.999 20.08 26.00 2.19.999 100.37 2.59.000 15.00 0.00 0.79.140 8.2 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Pengeluaran untuk Makanan dan Bukan Makanan Per Kapita Sebulan Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure for Food and Non-Food 2003 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) Untuk Makanan for Food Banyaknya Numbers (2) Untuk bukan Makanan For Non-Food Banyaknya Numbers (4) % (3) % (5) < 15.

56 28.842 84.000 .306 1.000 .000 .22 8.149.000 .047 - Persentase Percentage (3) 15.00 Sumber : Hasil Susenas 2007 diproporsikan dengan jumlah penduduk Registrasi Penduduk 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 113 .000 .000 100.26 0.199.165 95.3 Penduduk di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Population in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2007 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) ≤ 100.000 .21 25.1.28 - Jumlah/Total 378.299.999 300.000.882 100.499.999 500.958 107.000 Jumlah Numbers (2) 58.46 22.999 150.999 > 1.999.999 200.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.999 750.749.564 31.

1.434 03. Telur ayam / Hens Eggs 13. Jagung Pipilan / Maize 04.131 1.687 0.037 0. Kelapa / Coconut 15. Beras & Hasilnya / Cereal & their products 02.980 0.183 0. Ketela Pohon / Cassava 05. Tepung Gaplek / Moniac Flour 08.096 0. BPS Source : National Social Economic Survey 2005. Talas / Keladi 07.073 0. Daging Sapi/ Kerbau/ Beef / Buffalo 12. BPS 114 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4 Rata-Rata Konsumsi Bahan Makanan Per kapita Seminggu Menurut Jenis Bahan Makanan Penting di Nusa Tenggara Timur Average of Per Capita Food Consumption by Selected Food in Nusa Tenggara Timur 2005 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 01.062 0.172 0.014 0. Gula Pasir/Refined Sugar Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2005. Minyak Kelapa/Coconut oil 16. Jagung Basah dg Kulit / Fresh Maize in Husk Satuan (2) Rata-Rata Perkapita (3) Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Ons Kg Kg Btr Btr Ltr Ltr Ons Ons 1.005 0. Gula Merah/Other sugar 18.144 0. Telur itik manila / Duck manila eggs 14.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. Minyak goreng/Cooking oil 17. Gaplek / Moniac 06.033 0.013 0.263 0. Ikan teri diawetkan / Preserved Fish 11. Ketela Rambat/ Sweet Potatoes 09.455 0.014 0. Ikan segar / Fresh Fish 10.

5 Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Untuk Makanan dan Non Makanan menurut Kabupaten/Kota 2005 Non Makanan (3) 35223 42154 35878 24434 39269 48855 37132 36324 53832 41903 45555 51328 26892 35120 43448 135026 44626 Kabupaten / Kota (1) 01. Ende 12. Sumba Barat 02. Flores Timur 10. Kota Kupang Nusa Tenggara Timur Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2005. Rote Ndao 15. Manggarai Barat 16. Ngada 13. Timor Tengah Utara 06. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 115 .KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. Manggarai 14.1. BPS Source : National Social Economic Survey 2005. Kupang 04. Alor 08. Sikka 11. Timor Tengah Selatan 05. Lembata 09. Sumba Timur Makanan (2) 88661 98478 91865 80398 89216 96226 95850 106585 116758 87540 96485 108520 81441 89651 90916 160512 96730 Jumlah (4) 123885 140632 127744 104831 128485 145080 132982 142909 170590 129443 142040 159848 108333 124771 134364 295538 141356 03. Belu 07.

747 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007. Ikan / Fish 04. Sayuran / Vegetables 07.520 54.925 759 10. Daging / Meats 05.480 2. BPS 116 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .306 2.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Average of Per Capita Monthly Expenditure 2 0 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 01. Ubi-ubian / Cassava 03.191 4.999 (2) (3) (4) 29.635 1.999 199.057 42.515 5.025 1. Konsumsi lainnya / Miscellaneous Food Itery 13.262 15.293 121.280 964 3. Makanan & Minuman Jadi / Prepared Food & Drink 14.924 4.919 1.067 1.705 890 11. Padi-padian / Cereals 02.000 – 150.293 2. Telur & Susu / Eggs & Milk 06. Minyak & Lemak / Fats & Cooking Oil 10.952 2.704 1.404 3. Buah / Fruits 09.596 1.595 3.365 1.367 14.000 149. Tembakau&Sirih/Tobacco & Betelnuts Jumlah / Total 60.488 2.675 1.486 3.755 1.790 2.987 5.201 4. Kacang / Nuts 08. Bahan Minuman/Non Prepared Drink 11.018 5.626 3.913 3. Bumbu-bumbuan / Spices 12. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.825 2.165 4.000 – ≤ 100.008 3.107 91.600 2. Minumanalkohol/Alcoholic Beverages Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 100.003 276 8.080 242 391 8.

125 8.773 295.857 43.116 1.915 2.732 5.500 24.207 11.593 23.000 – 300.554 2.032 170.238 9.783 61.727 28.365 5.992 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 117 .524 3.1.145 18.568 8.747 7.427 20.000 – >499.176 6.700 3.705 3.909 12.257 3.625 4.893 20.180 5.632 9.081 7.999 (5) (6) (7) 56.612 0 14.585 6.020 11.540 12.226 5.152 4.215 5.143 12.946 42.143 5.518 248.662 15.179 126.886 2.988 19.022 4.999 499.750 24.107 17.6 untuk Kelompok Makanan di Kabupaten Belu and Food Item in Belu Regency 0 7 Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 200.441 14.000 299.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Table 4.643 8.190 14.372 3.107 6.250 rata-rata (8) 48.749 6.232 11.698 27.312 59.165 8.144 1.552 4.299 3.

098 5.545 33.532 2. Biaya Kesehatan Cost of Health 5. Biaya Pendidikan Cost of Education 4. Pakaian dan Alas Kaki Clothing and Footwear 6. Pajak dan Asuransi Tax and Insurance 8.894 2.174 20.825 1.515 21.999 199.315 2.999 (2) (3) (4) 8.757 2.842 10.353 51. BPS 118 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .060 5.483 14.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Average of Capita Monthly Expenditure 2 0 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 1.671 2. Perumahan Housing 2. Barang Tahan Lama Durable Goods 7.180 3.000 149.000 150.152 781 1.681 1.838 4. Aneka Barang dan Jasa Miscellaneous Goods and service 3.448 3.441 2.091 212 455 670 1.000 – ≤ 100. Keperluan Pesta Parties Jumlah / Total Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 100.265 5.482 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.

999 (6) 49.012 2.104 10.676 14.963 105.750 4.899 5.441 50.198 2.000 – 499.448 4.000 – 299.262 8.130 1.462 6.995 67.752 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 119 .771 4.202 6.393 5.811 8.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Table 4.000 – 799.844 4.999 (5) 31.208 2.615 rata-rata (8) 22.804 2.472 4.601 3.667 2.729 3.840 3.7 untuk Kelompok Bukan Makanan di Kabupaten Belu and Non Food Item in Belu Regency 0 7 Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 200.076 807 5.626 300.261 284.441 9.609 12.1.119 108.931 24.999 (7) 129.915 500.

000 dan lebih Jumlah 419480 100.000 – 149.999 1.29 23.19 0.61 2.21 25.23 8.999 750.50 8.46 22.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional 2007.999 200.8 Penduduk Menurut Golongan Pengeluaran Sebulan di Kabupaten Belu dan NTT 2007 Golongan Pengeluaran Kabupaten Belu Jumlah (2) 65275 119397 93184 105804 34660 1160 Persentase (3) 15.48 0.000 – 199.000 – 749.00 4446107 100.41 17.999 150.13 (1) < 100.28 - Propinsi NTT Jumlah (4) 595549 1524351 1040727 777925 382960 97523 21110 5962 Persentase (5) 13.000.56 28.1.26 0.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Tabel 4.000 – 999. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.999 300.000 – 499.39 34.000 100.000 – 299. BPS 120 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .999 500.

Keadaan Rumah Tangga & Tempat Tinggal Household Condition & Home Owner .

94 31. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 125 .323 49.399 1.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.848 Persentase Percentage (3) 6.91 2.13 56.455 26.99 100 -149 > 149 Jumlah / Total Jumlah Numbers (2) 5.00 3. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.748 86.01 100.2.1 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Luas Lantai Household in Belu regency by Area of Floor 2007 Luas Lantai 2 Area of Floor (m ) (1) < 20 20 .49 50 .923 3.

00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.848 100.2.30 0.110 22.884 0 5. BPS 126 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . BPS Source : National Social Economic Survey 2007.65 0.81 0.00 5.2 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Atap Terluas Household in Belu regency by Primary Roof Type 2007 Jenis Atap terluas Primary Roof Type (1) Beton / Conerete Genteng / Tile Sirap Seng / Zine Asbes Ijuk / rumbia Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 262 700 0 57.892 Persentase Percentage (3) 0.88 26.36 Jumlah / Total 86.00 66.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.

2.3 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Lantai terluas Household in Belu regency by Primary Floor Type 2007 Jenis lantai Terluas Primary Floor Type Jumlah Numbers Persentase Percentage (1) Bukan Tanah / Non-dirth earth Tanah / Dirt Earth (2) 43. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 127 .00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.438 43.02 49.848 100.410 (3) 50.98 Jumlah / Total 86.

39 1.848 100.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.100 1.95 Jumlah / Total 86.2. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.029 68.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.4 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Dinding Terbanyak Household in Belu regency by Area of Primary Roof Type 2007 Jenis Dinding Terbanyak Primary Roof Type (1) Tembok / Brick Kayu / Wood Bambu / bamboo Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 15.34 78. BPS 128 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .153 2.33 2.566 Persentase Percentage (3) 17.

00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007. Sentir.52 66.5 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Penerangan Household in Belu regency by Source of Lighting 2007 Sumber Penerangan Source of Lighting (1) Listrik PLN / Elictricity (PLN) Listrik Non PLN / Elictricity (NonPLN) Petromak / Pumped Lamp Pelita. Obor / Kerosene Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 26.55 2.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 129 . BPS Source : National Social Economic Survey 2007.190 57.848 100.50 Jumlah / Total 86.528 Persentase Percentage (3) 30.2.43 0.692 438 2.

BPS Keterangan : *) Termasuk air hujan / Rain water 130 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .45 12.950 7.2.649 Persentase Percentage (3) 0.91 1.40 1.295 932 30.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.649 13.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.62 8.61 8.417 10.72 13.81 Jumlah / Total 86.41 15.6 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Air Minum Household in Belu regency by Source of Drinking Water 2007 Sumber Air Minum Source of Drinking Water (1) Air Dalam Kemasan Ledeng / Pipe Pompa / Water Pump Sumur Terlindung / Well Sumur Tak Terlindung Mata Air Terlindung / Spring Mata Air Tak Terlindung Sungai / River Lainnya / Others *) Jumlah Numbers (2) 539 7.738 1.848 100. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.572 15.07 35.

733 100.457 24.49 7.2.857 11. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 131 .00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.04 40.582 Persentase Percentage (3) 32.837 4. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.54 Jumlah / Total 60.93 19.7 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Jamban Household in Belu regency by Toilet Facilities 2007 Jenis Jamban Toilet Facility (1) Leher Angsa / Closet Plengsengan Cemplung Tidak pakai Jumlah Numbers (2) 19.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.

048 1.21 1.434 1.98 8. BPS 132 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .722 Persentase Percentage (3) 81.058 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.85 Jumlah / Total 86.13 0.8 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Status Penguasaan Tempat Tinggal Household in Belu regency by Status of House 2007 Status Rumah Status of House (1) Milik Sendiri / Self Owned Kontrak / Rent Longtem Basis Sewa / rent Montly Basis Bebas Sewa / Free of Charge Dinas / Provided by Employer Rumah Milik Orang Tua/Sanak/Saudara Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 70.2.848 100.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.456 524 3.52 1.60 3.606 9.71 1.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.

272 861 30.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.01 Jumlah / Total 86.848 100.9 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Tempat Pembuangan Tinja Household in Belu regency by Faeces Place of Exile 2007 Tempat Pembuangan Tinja Faeces Place of Exile (1) Tangki Kolam / Sawah Sungai / Danau / Laut Lubang Tanah Pantai / Kebun Lainnya Jumlah Numbers (2) 30. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 133 .86 0.285 17.824 Persentase Percentage (3) 34. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.99 34.606 7.87 20.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.2.27 9.

BAB / CHAPTER 5 S o s i a l Social Affairs .

67%.48% dan SLTA 73. SLTP 42 unit . tamat SLTP 8. Dibandingkan dengan tahun lalu .61%.24% Dilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan sesuai hasil Susenas 2007 memperlihatkan bahwa sebanyak 218.52%. naik 0. baik sosial maupun ekonomi.15%. Pada tahun 2006 jumlah Taman Kanak-Kanak 23 unit dengan jumlah murid 1 325 siswa.10%) penduduk umur 10 tahun ke atas berpendidikan paling tinggi cuma tamat SD.54 % dan tamat akademi dan sarjana 1. . Sedangkan sisanya tamat SLTP 11.SLTA umum 20 unit dan kejuruan 7 unit.47%. tamat SLTA 7. guru SD meningkat 14. serta tamat akdemi dan perguruan tinggi cuma 3. Sebagai perbandingan Sensus Penduduk 2000 menunjukkan bahwa dari penduduk umur 5 tahun keatas pada tahun 2000. Demikian pentingnya peranan pendidikan . Peningkatan partisipasi sekolah dari berbagai lapisan masyarakat tentunya harus diimbangi penyediaan sarana fisik pendidikan maupun tenaga guru yang memadai.577 (73. tamat SLTA 11. yang paling tinggi sampai tingkat SD 82. Semakin tinggi tingkat pendidikan akan membawa dampak positif bagi masa depan berbagai bidang kehidupan.68%. maka tidaklah mengherankan apabila pendidikan senantiasa mendapat perhatian pemerintah maupun dari kalangan swasta.62%.51% SLTP turun. Sementara untuk julah murid masing-masing jenjang pendidikan yaitu SD naik 0. dan kecepatan transformasi tenaga kerja dari sektor ekonomi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 137 . Di tahun 2007 jumlah sekolah SD 332 unit.82 %.SOSIAL / SOCIAL SOSIAL PENDIDIKAN Berhasil atau gagalnya kelangsungan pembangunan suatu bangsa banyak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan sebagaian besar penduduknya. guru SLTP 7. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan formal dari sebagian besar penduduk Belu akan sangat mempengaruhi akselerasi pembangunan.

Jumlah penderita rawat jalan pada puskesmas . selama tahun 2007 sebanyak 477 763 kali kunjungan (pasien) atau naik 29. Pada tahun 2007 ketersediaan sarana kesehatan secara umum mengalami sedikit peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya antara lain puskesmas naik.25%. D3 kesehatan 40. Komposisi penyakit dominan untuk kunjungan rawat inap masing-masing malaria 23. Dengan tujuan yang demikian diharapkan seluruh program dan kegiatan di bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang baik dan pada gilirannya tercipta kehidupan yang sehat dan produktif.56%. TBC 14. rumah sakit 66. pneumonia 8.34% dibanding dengan keadaan tahun lalu. jumlah tenaga pelayanan kesehatan (medis dan paramedis) juga mengalami sedikit peningkatan seperti S1 Kesehatan 66. Ini memperlihatkan bahwa pendidikan bagi kaum perempuan masih dianggap kurang perlu oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Belu.82%.38%.67%.91%.93%. rematik 14.17%.98%.75%.18 % dan 40 %.67% dari keadaan tahun sebelumnya. gastroetris 16.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS tradisional ke sektor-sektor ekonomi modern. Sementara khusus pada penderita rawat inap selama tahun 2007 pada RSU Atambua sebanyak 1 700 kunjungan (pasien) atau turun 10.23% perawat dan Bidan naik 13. Persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang buta huruf pada tahun 2007 hanya 0.89%.67% . KESEHATAN Pembangunan bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah. 18. Untuk melihat kemampuan penduduk dalam membaca dan menulis di suatu aderah dapat dilihat dari angka melek hurufnya. 138 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . merata dan murah. Sejalan dengan menigkatnya sarana. Dispepsia 9. 30. Dari jumlah kunjungan tersebut.90 % dan penyakit-penyakit lainnya 31. yang buta huruf adalah kaum perempuan. dimana lebih dari separuhnya 54. komposisi jenis penyakit yang dominan masing-masing Infeksi Saluran Pernafasan (ispa).

77%) diantarannya adalah peserta pasangan peserta KB aktif.87%. Dari metode kontrasepsi yang digunakan oleh pasangan KB aktif sebanyak 82. yang kesemuanya merupakan data sekunder dari Pengadilan Negeri Atambua. disamping data dari Kepolisian Resort Belu tentang masalahmasalah sosial yang terjadi di Kabupaten ini. beragama bagi masyarakatnya. KRIMINALITAS AGAMA Sesuai dengan falsafah negara.862 (63.07%. sehingga setiap pemeluknya memiliki hak yang sama untuk menunaikan kewajiban-kewajiban keagamaannya.34%. sedangkan sisanya adalah pil 6. MOW dan MOP 1. SOSIAL LAINNYA Data dalam sub bab ini berisikan data-data tentang kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 139 .SOSIAL / SOCIAL Jumlah pasangan usia subur (PUS) pada tahun 2007 sebanyak 49. kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan penghayatannya sehingga dapat tercipta kondisi kehidupan yang rukun dan damai.06 Implant 4.90 dan cara kondom 0.966 pasang. Tingkat kriminalitas di Kabupaten Belu masih cukup memprihatinkan karena dibandingkan dengan tahun 2006 ternyata masalah sosial meningkat dari 628 kasus menjadi 680 kasus dengan tetap masalah penganiayaan yang terbanyak. dimana 31. Dalam hal ini pemerintahan dituntut untuk memfasilitasi kehidupan Banyaknya perkara yang masuk dan terselesaikan di Pengadilan Negeri Atambua pada tahun 2006 dengan karakteristik terdakwa/tertuduh serta sikapnya terhadap putusan tersaji dalam sub bab ini. IUD 3. Dewasa ini sebagian besar masyarakat kita mempunyai sensitifitas yang tinggi terhadap masalahmasalah yang berkaitan dengan agama. Karena itu apabila terjadi pemaksaan kehendak pemeluk agama tertentu terhadap pemeluk agama lainnya maka akan menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan.52% memilih KB suntik.

dan lain-lain. penyandang cacat.044 dan 5. manusia lanjut usia (jompo). Data infrastruktur kesejahteraan masyarakat juga dapat dilihat dari tabel-tabel dalam sub bab ini. seperti jumlah fakir miskin.358 dan 6. Semua data pada sub bab ini bersumber dari Dinas Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Belu.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Kabupaten Belu.529 orang meningkat masingmasing pada tahun 2007 menjadi 6.332 orang. Masalah sosial yang masih meminta perhatian di Kabupaten Belu adalah lanjut usia terlantar dan anak yatim piatu terlantar karena pada tahun 2006 tercatat 7. Selain data kejadian bencana alam yang pernah terjadi di tahun 2007. 140 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

96% Sumber : Susenas 2007.16% Tidak/Belum punya ijas ah 43.71% SLTP 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Gambar 5. Rata-Rata Jumlah Murid per Sekolah Menurut Status Sekolah 1998-2007 600 500 400 300 200 100 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 SD 2006 2007 SLTA Umum SLTA Kejuruan SLTP Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Gambar 5.2.14% SD 29.94% Sarjana 1.62% DI/DII 0.1. BPS 140 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .47% DIII 1. Persentase Penduduk Belu Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Ijasah Tertinggi yang Dimilikinya Tahun 2007 SMU 11.

4.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Gambar 5.3. Pembantu Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Gambar 5.2007 80 70 60 50 40 30 20 10 0 J an Peb Mar Apr 2003 Mei J un 2004 J ul Ags 2005 Sep Okt Nop 2007 Des 2002 2006 Sumber : Polres Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 141 . Frekuensi masalah sosial yang dilaporkan di Polres Belu Tahun 2002 . Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Belu Tahun 1998 – 2007 60 50 40 30 20 10 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Rumah Sakit Balai Pengobatan Puskesmas Pus.

Pendidikan Education .

752 (5) 3. SMTA kejuruan senior high school (vacational) a. SMP Terbuka Kejuruan 07. STM senior technical school b.078 767 147 512 (4) 1. Teachers. SMTP Kejuruan junior high school (vacational) 05.60 1 4 32 95 267 757 32.36 351.60 (6) 57. Guru. SMEA senior economics high school d.766 3.33 387. SMTP umum junior high school (general) 04. lainnya / others Sekolah School Guru Teacher Murid Pupil RataRata Guru Per Sekolah (2) 23 332 42 6 20 (3) 79 4. SMP Terbuka Umum 06. Taman Kanak-Kanak*) kindgarden 02. dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan Numbers of Schools.28 18.43 12.00 189.00 - 531.50 25.75 267.61 190.1 Banyaknya Sekolah.200 14. SMKK senior home economics high school c.1.00 23. and Pupils by Education Level 2007 RataRata Murid Per Sekolah Tingkat Pendidikan Education Level (1) 01.25 2 - 74 - 1. SMTA umum senior high school (general) 08.57 581.50 - Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Keterangan : *) Data tahun 2006 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 145 .325 63.063 - 37.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Sekolah Dasar primary school 03.26 24.488 7.

Kota Atambua 14. Lasiolat 17. Kobalima 11. Malaka Timur 08.270 Kecamatan District (1) 01. Raimanuk 10. Malaka Tengah 06. Malaka Barat 02.1. Kakuluk Mesak 13. Sasita Mean 07. Tasifeto Timur 15. Laen Manen 09. Teacher.2 Banyaknya Sekolah. dan Murid Taman Kanak Kanak (TK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. and Pupil of Public and Private Kindgarden in Belu Regency by District 2006 TK Negeri Public Kindgarden Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 55 0 0 0 0 55 TK Swasta Private Kindgarden Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 1 1 0 1 1 2 1 0 1 2 2 7 0 0 0 2 22 2 1 1 0 4 5 5 2 0 2 7 4 41 0 0 0 2 76 40 10 20 0 25 32 155 20 0 27 108 83 686 0 0 0 64 1. Rinhat 03. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 146 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Wewiku 04. Raihat 16. Weliman 05.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Guru. Tasifeto Barat 12.

645 2. Raihat 16. Teacher.122 1.689 2.477 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 147 .005 1.475 2.1.255 836 1. and Pupil of Public and Private Primary School in Belu Regency by District 2007 SD Negeri Public Elementry School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 5 11 9 9 20 20 9 9 7 15 14 8 14 12 9 5 14 190 65 98 111 121 264 176 78 75 84 163 143 98 351 146 97 48 137 2. Raimanuk 10. Weliman 05. Sasita Mean 07.939 1.029 2.658 33.882 3. Kecamatan District (1) 01.594 646 1.914 1.220 1.316 4. Laen Manen 09. Guru.967 1.339 1. Kota Atambua 14.237 1.924 1. Wewiku 04.255 5.289 616 541 1.597 2.244 2.529 1.861 .723 SD Swasta Private Elementry School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 15 8 10 7 14 10 3 7 5 13 10 4 10 7 4 3 12 142 164 72 141 101 215 108 43 73 63 151 95 58 230 86 52 46 125 1.824 29. Lamaknen Kabupaten Belu 1.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Tasifeto Barat 12. Malaka Barat 02. Lasiolat 17. Kobalima 11.230 1.3 Banyaknya Sekolah. dan Murid Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School.823 2.314 1. Kakuluk Mesak 13.280 2. Tasifeto Timur 15. Malaka Timur 08. Rinhat 03. Malaka Tengah 06.608 582 993 1.

and Pupil of Public and Private Junior High School (General) in Belu Regency by District 2007 SMPNegeri Public Juniorr High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 3 1 1 0 1 14 32 0 19 0 47 14 18 0 0 21 20 16 122 25 14 0 20 368 665 0 196 0 1.779 336 291 0 578 8.030 SMP Swasta Private Juniorr High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 1 2 1 3 2 1 1 0 2 2 1 9 0 0 1 1 28 10 9 33 15 38 31 10 13 0 24 46 9 136 0 0 14 11 399 510 217 585 176 881 320 106 177 0 511 869 174 1. Rinhat 03. Tasifeto Barat 12. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 148 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lasiolat 17. Laen Manen 09. Guru. Raihat 16. Teacher. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School.1.736 Kecamatan District (1) 01. Malaka Tengah 06. Weliman 05. Wewiku 04. Tasifeto Timur 15. Malaka Barat 02.017 308 472 0 0 558 422 408 2. Kakuluk Mesak 13.4 Banyaknya Sekolah.797 0 0 203 210 6. Sasita Mean 07. Malaka Timur 08. Raimanuk 10.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Kota Atambua 14. Kobalima 11.

053 SMU Swasta Private Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 2 0 8 0 0 0 1 15 13 0 17 15 32 0 0 0 0 0 49 0 213 0 0 0 11 350 76 0 296 135 860 0 0 0 0 0 414 0 2. Kobalima 11.1. Malaka Timur 08. Guru. Kakuluk Mesak 13. Raimanuk 10. Wewiku 04. and Pupil of Public and Private Senior High School (General) in Belu Regency by District 2007 SMU Negeri Public Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 5 25 0 0 0 33 0 0 0 0 0 23 0 63 0 0 0 18 162 633 0 0 0 626 0 0 0 0 0 613 0 785 0 0 0 396 3. Teacher.5 Banyaknya Sekolah. Malaka Barat 02. Kota Atambua 14. Malaka Tengah 06. Weliman 05. Lasiolat 17. Tasifeto Barat 12. Laen Manen 09.824 0 0 0 94 4. Raihat 16. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 149 . Rinhat 03.699 Kecamatan District (1) 01. Tasifeto Timur 15. dan Murid Sekolah Menegah Tingkat Atas (SMTA) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Sasita Mean 07.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

Malaka Tengah 06. Malaka Barat 02. Teacher. Tasifeto Barat 12. Guru. and Pupil of Public and Private Senior High School (Vocational) in Belu Regency by District 2007 SMK Negeri Public Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 24 0 24 58 0 0 0 0 106 0 0 0 0 0 0 0 0 0 230 0 174 855 0 0 0 0 1. dan Murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Rinhat 03.1. Kota Atambua 14.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Laen Manen 09. Kobalima 11. Wewiku 04. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 150 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raihat 16.259 SMK Swasta Private Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 4 0 0 0 0 16 0 0 0 0 0 32 23 24 0 0 0 0 95 0 0 0 0 208 0 0 0 0 0 267 116 237 0 0 0 0 828 Kecamatan District (1) 01. Lasiolat 17. Kakuluk Mesak 13.6 Banyaknya Sekolah. Raimanuk 10. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean 07. Malaka Timur 08. Weliman 05.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.1. Raihat 16. Tasifeto Timur 15. Lamaknen Kabupaten Belu Murid Pupil (4) 224 0 0 0 1. Sasita Mean 07. Kota Atambua 14. Kobalima 11. Tasifeto Barat 12. Guru. Weliman 05.017 0 472 0 0 0 0 408 1. Raimanuk 10. Malaka Tengah 06. Kakuluk Mesak 13.7 Banyaknya Sekolah. Wewiku 04. Lasiolat 17.488 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 151 . Malaka Timur 08. dan Murid Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Terbuka Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Negeri Public School Sekolah Guru School Teacher (2) (3) 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 6 28 0 0 0 9 0 18 0 0 0 0 16 76 0 0 0 0 147 Swasta Private School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kecamatan District (1) 01. Laen Manen 09. Malaka Barat 02.367 0 0 0 0 3. Rinhat 03.

II DIII/DiplomaIII.351 0.583 290 299.00 1.10 100.158 26.70 Laki + Perempuan Male + Female Jumlah % Numbers (6) (7) 131.206 6. BPS 152 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .74 973 1.86 11.190 34.8 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Ijasah Tertinggi yang Dimiliki dan Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Education Attainment and Sex 2007 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 66.287 145 146. II / Diploma I.23 Jumlah Numbers (4) 65.016 0.337 Pendidikan Yang Ditamatkan Education Attainment (1) Tidak / Belum Mempunyai Ijasah Did not completed/Not yet Completedl SD / Primary School SLTP / Junior High school SMU Umum Senior High School (General) SMU Kejuruan Senior High School (Vocational) D I.571 2.45 11.336 9.47 13.665 0.87 0.050 % (5) 42.542 7.10 100.296 145 152.140 31. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.94 38.387 43.420 5.03 1.87 5.51 0.298 29.02 48.35 11.646 16.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.05 5.14 1.71 1.197 3.109 3.75 1.1.934 4.10 100. academy DIV / S1 S2/S3 Jumlah / Total Perempuan Female % (3) 45.66 1.09 10.849 3.00 2.544 18.70 23.136 1.16 11.26 2.263 3.24 0.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.91 87.

9 Penduduk 7 Tahun ke Atas yang Masih Sekolah. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 153 .976 Tidak/Belum Pernah Sekolah Never/Not yet attending school (4) 2.680 2. Never/Not Yet Attending School in Belu Regency by Age Group 2007 Golongan Umur Age Group Jumlah Penduduk Population Masih Sekolah Attending School (3) 64. Tidak/Belum Pernah Sekolah.705 26.946 20.1.596 7.913 3.801 (5) 1.230 Tidak Sekolah Lagi (1) 7 – 12 13 – 15 16 – 18 19 – 24 (2) 68. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.233 20. dan Tidak Sekolah Lagi Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Belu Population 7 Years and over who Attending School.251 1.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.680 5.147 36.595 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.792 1.099 10.554 30.

BPS Source : National Social Economic Survey 2007.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.682 840 Perempuan Female Jumlah Number s (4) 125.10 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Kemampuan Membaca dan Menulis per Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Literacy per Sex 2007 Laki + Perempuan Male + Female Jumlah Number s (6) 248.686 46.64 Jumlah / Total 146.729 1.48 14.334 0.665 100.57 % (5) 82.00 299.351 100.1.08 0.00 152.19 0. BPS 154 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .63 1.33 0.770 0.62 979 25.61 707 21.016 100.56 15.047 991 % (3) 84.65 % (7) 83.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.436 0.831 Kemampuan Membaca Dan Menulis Literacy (1) Huruf Latin Huruf lainnya Huruf Latin + Lainnya Tidak Dapat Laki-Laki Male Jumlah Number s (2) 123.64 16.

Weliman 05.02 97. Kobalima 11.45 100. Raihat 16.11 Hasil Ujian Nasional SD/MI Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.91 99. Kota Atambua 14.128 Lulus Persentase (4) 99. Wewiku 04.00 98. Malaka Barat 02. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Barat 12. Malaka Tengah 06.30 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 1 4 3 7 12 13 6 3 19 3 16 34 121 0.98 2. Malaka Timur 08.361 312 193 99 391 7.83 5.17 100. Lasiolat 17. Raimanuk 10.1.74 1.70 2.22 99.00 1.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.00 100. Tasifeto Timur 15.34 98.08 92.76 98. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 418 258 294 384 717 444 211 279 291 490 551 363 1.47 86.26 98.00 99.361 331 196 115 425 7.09 0.00 97.78 0. Sasita Mean 07.007 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 155 .55 0.00 94. Laen Manen 09. Rinhat 03.91 8.70 Jumlah (3) 417 254 294 381 710 432 211 279 291 477 545 360 1.00 100.65 1.29 100.53 13.24 1.

44 57.194 26. Kakuluk Mesak 13. Lasiolat 17.12 Hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMPT Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.64 39.13 29.195 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 156 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .87 70. Wewiku 04.08 55.77 38.10 54. Malaka Tengah 06.51 27.98 56.01 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 85 29 60 0 462 130 102 20 105 72 121 819 36 24 13 116 2.69 74. Tasifeto Barat 12.18 60. Kota Atambua 14.23 61. Kobalima 11.36 60.31 25. Weliman 05.1. Malaka Timur 08.02 43.63 30.21 0 69.58 58. Laen Manen 09.27 67.56 42. Malaka Barat 02.79 100.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.70 49.49 72.446 92 81 43 188 4. Raihat 16. Tasifeto Timur 15.389 Lulus Persentase (4) 73. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 316 64 238 50 664 221 261 36 247 264 178 1. Raimanuk 10.99 Jumlah (3) 231 35 178 50 202 91 159 16 142 192 57 627 56 57 30 72 2.00 30. Sasita Mean 07.90 45.37 69. Rinhat 03.73 32.42 41.30 50.92 44.82 39.

Weliman 05. Kakuluk Mesak 13.42 20.58 80.35 97. Malaka Timur 08. Raimanuk 10. Malaka Tengah 06.1. Malaka Barat 02.992 110 3. Wewiku 04.92 30. Sasita Mean 07. Raihat 16.77 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 107 25 8 8 607 6 761 25.141 Lulus Persentase (4) 74. Lasiolat 17. Rinhat 03.00 96.13 Hasil Ujian Nasional SMA/MA Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.55 75. Kobalima 11. Laen Manen 09.45 24.00 3.65 2.53 94.47 5. Tasifeto Timur 15. Tasifeto Barat 12.385 104 2.08 69. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 421 125 219 274 1. Kota Atambua 14.23 Jumlah (3) 314 100 211 266 1.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.380 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 157 .

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Wewiku 04. Sasita Mean 07.77 0 10. Raimanuk 10.26 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 0 2 0 6 56 0 64 0 5.1.74 Jumlah (3) 66 33 51 22 299 61 532 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 158 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .29 100 78. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Kota Atambua 14.71 0 21. Laen Manen 09. Tasifeto Barat 12.57 84. Kakuluk Mesak 13. Malaka Timur 08.23 100 89.43 15. Malaka Tengah 06. Weliman 05. Rinhat 03. Lasiolat 17.14 Hasil Ujian Nasional SMK Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01. Kobalima 11. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 66 35 51 28 355 61 596 Lulus Persentase (4) 100 94.

Kesehatan Health .

Raimanuk 10. Malaka Timur 08. Lamaknen*) Kabupaten Belu 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 3 0 0 0 0 5 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 0 2 19 2 4 2 2 5 4 1 3 1 5 3 1 3 4 1 2 5 48 1 0 0 0 2 0 0 1 0 1 1 1 4 0 0 1 1 13 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 161 . Rinhat 03. Weliman 05. Sasita Mean*) 07.2. Wewiku 04. Tasifeto Barat*) 12. Lasiolat 17. Tasifeto Timur 15. Kota Atambua*) 14. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02.1 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Health Service in Belu Regency by District 2007 Sarana Kesehatan Health Service Puskesmas Puskesmas Pembantu Community Community Health Health Sub Centre Centre (3) (4) Kecamatan District Rumah Sakit Hospital (2) Balai Pengobatan Health Service House (5) (1) 01. Malaka Tengah 06. Raihat 16.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Kobalima*) 11. Laen Manen 09.

Tasifeto Barat*) 12. Raihat 16. Lamaknen*) Kabupaten Belu Dokter Ahli (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 3 Perawat (7) 8 7 9 5 14 5 3 7 4 14 6 8 39 2 5 1 9 146 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 162 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Weliman 05. Kota Atambua*) 14. Sasita Mean*) 07. Laen Manen 09. Malaka Timur 08. Lasiolat 17. Tasifeto Timur 15. Raimanuk 10. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02. Wewiku 04. Rinhat 03.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Status Tenaga Numbers of Health Personal by Health Personal 2 0 Dokter Umum PNS (3) 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 1 11 0 0 0 0 14 PTT (4) 1 2 1 1 3 2 1 1 1 1 3 1 3 1 1 0 2 25 S1 Kesehatan (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 15 0 0 0 0 20 D3 Kesehatan (6) 1 2 6 2 12 4 3 4 2 2 3 14 55 3 3 1 5 122 Kecamatan District (1) 01. Kobalima*) 11. Malaka Tengah 06.

2 Kesehatan per Kecamatan di Kabupaten Belu Personal Status per District in Belu Regency 0 7 Bidan Desa (PTT) (9) 8 8 5 9 7 8 2 4 5 5 8 2 8 7 2 3 10 101 Bidan (PNS) (8) 5 3 3 2 15 9 4 2 3 10 3 14 46 6 3 2 3 133 SPRG (10) 0 1 2 1 4 1 1 1 0 1 1 1 9 1 1 0 1 26 SMAK (11) 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 3 0 1 0 1 10 SPAG (12) 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 7 SPPH (13) 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 2 0 0 0 0 5 SMF (14) 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 8 1 1 0 1 15 PKE (15) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PKU (16) 0 0 0 0 1 0 0 0 0 2 2 0 7 0 0 0 0 12 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 163 .2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS / Table 5.

Wewiku 04. Kobalima*) 11. Laen Manen 09. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan / Continued Table 5. Raimanuk 10. Tasifeto Timur 15. Lamaknen*) Kabupaten Belu PKAB (17) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 Pekes (20) 2 0 4 0 5 1 4 1 0 0 3 1 16 0 0 0 0 37 PKF (21) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Lainnya (22) 1 0 2 2 9 1 1 2 0 8 3 32 66 6 0 1 4 138 Jumlah (23) 28 23 33 22 76 31 21 22 15 46 35 81 293 27 17 8 37 815 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 164 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tasifeto Barat*) 12. Malaka Timur 08.2. Kakuluk Mesak 13. Raihat 16. Kota Atambua*) 14.2 Pemb. Weliman 05. Malaka Barat 02. Perawat (18) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jurkes / Jurkim (19) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kecamatan District (1) 01. Rinhat 03. Lasiolat 17.

Puskesmas Weliman Jumlah / total Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Jumlah Total (2) 35. Puskesmas Atapupu 03. Puskesmas Weluli 13.123 29. Puskesmas Tunabesi 18.206 39. Puskesmas Wedomu 04.383 41. Puskesmas Haekesak 05. Puskesmas Halilulik 02.379 28.555 25.045 12. Puskesmas Nualaian 16.2.3 Jumlah Penderita Rawat Jalan Menurut Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 Puskesmas Community Health Centre (1) 01.371 19. Puskesmas Haliwen 17. Puskesmas Kaputu 11. Puskesmas Betun 10.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Puskesmas Weoe 06. Puskesmas Webora 19. Puskesmas Namfalus 12.961 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 165 .469 29.112 39.488 28. Puskesmas Besikama 07.798 39. Puskesmas Biudukfoho 08.957 28. Puskesmas Kota 14.706 81.688 617.443 27.537 21. Puskesmas Seon 09.499 31. Puskesmas Nurobo 15.172 46.030 13.

Penyakit Kulit Alergi 06. ISPA 02. Penyakit pada sistem otot (Termasuk Reumatik) 03. Diare 04. Atapupu (3) 7180 Pus. Asma 08. Kecelakaan dan Rudapaksa 10. Penyakit lain-lain Pus Halilulik (2) 14516 Pus.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / 10 Penyakit Terbanyak dari Di 19 Puskesmas 20 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Malaria Klinis 07. Penyakit Kulit Karena Jamur 11. Penyakit kulit infeksi 09. Wedomu (4) 9699 Pus Haekesak (5) 13098 4800 1602 1314 1296 1144 1118 1063 672 555 7457 3194 1691 1382 1114 956 799 732 712 548 3247 2708 1125 1006 852 658 651 619 548 464 7468 6080 1856 1796 1739 1619 968 799 629 551 10071 Jumlah Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu 35537 21555 25798 39206 Source : Health Service of Belu Regency 166 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Gastritis 05.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Table 5.2.4 Kunjungan Rawat Jalan di Kabupaten Belu 07 Pus Weoe (6) 9830 5915 3462 1969 1922 1857 1764 1735 1024 620 9014 Pus Pus Besikama Biudukfoho (7) 11599 5526 2391 1381 1308 1280 1246 690 683 448 12493 (8) 2931 2412 1056 925 784 594 590 494 484 458 2229 Pus Seon (9) 7895 4445 1666 1607 1082 905 687 675 530 525 8366 Pus Betun (10) 11764 4217 2927 2245 2002 1884 1734 1087 1028 933 11558 Pus Kaputu (11) 8560 4791 1810 919 879 847 706 580 487 468 8125 Pus Namfulus (12) 13459 6677 3623 1996 1737 1722 1689 1290 995 876 12379 39112 39045 12957 28383 41379 28172 46443 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 167 .

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan Tabel / Table 5. Penyakit Kulit Karena Jamur 11. Penyakit lain-lain Pus Weluli (13) 8836 Pus Kota Atambua (14) 27692 Pus Nurobo (15) 8290 Pus Nualain (16) 8739 3516 2077 1409 1239 1216 1188 957 813 724 5731 7002 6245 6080 6008 2846 2703 2225 2027 1448 17223 4583 2355 1468 1450 1390 1199 931 618 550 8289 4042 1900 1255 1037 1015 893 875 794 645 8274 Jumlah Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency 27706 81499 31123 29469 168 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . ISPA 02.2. Penyakit pada sistem otot (Termasuk Reumatik) 03. Penyakit kulit infeksi 09. Gastritis 05. Kecelakaan dan Rudapaksa 10. Malaria Klinis 07.4 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Penyakit Kulit Alergi 06. Asma 08. Diare 04.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Pus Haliwen (17) 8285 4533 3519 1684 1457 978 955 867 864 722 5166 Pus Tunabesi (18) 4045 1849 1067 964 441 381 319 315 206 193 3591 Pus Webora (19) 6108 3019 1063 841 796 764 761 752 512 447 4425 Pus Weliman (20) 7985 4039 1904 1567 1229 1061 953 628 568 534 8220 Jumlah (21) 190511 83348 43339 31808 28372 23117 20923 17314 14194 11709 153326 29030 13371 19488 28688 617961 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 169 .

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Tuberkulosis Paru 04. ISPA 08. Malaria 02. Dispepsia 05.2. Gastroenteritis 03. Hiperplasia Prostat Jumlah Kunjungan (2) 408 290 255 158 152 123 110 85 85 42 Jumlah Sumber : Rumah Sakit Umum Daerah Atambua 1708 170 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Hipertensi 09. Penyakit Sistem Kemih 10. Appendiks 07.5 10 Penyakit Terbanyak Menurut Jumlah Pasien Rawat Inap Pada Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Umum Atambua 2007 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Pneumonia 06.

Nualaian 16.6 Status Gizi Balita Menurut Kecamatan Menurut Puskesmas di kabupaten Belu Nutritional Status of Children Under Five Years Old by Communitiy Health Centre in Belu Regency 2007 Status Gizi / Nutritional Status Jumlah Anak Ditimbang (2) 2.673 3.568 1. Kaputu 11. Webora 19.1 3. Pus.026 1. Pus.4 4.637 1. Pus.2 62.8 5. Nurobo 15.541 1.998 1.468 2.0 51.4 5.465 2. Betun 10.5 8.4 4. Kota 14.5 33.7 32.2 59.220 1.Biudukfoho 08.0 32.0 7. Pus.7 65.287 1.350 36. Pus. Haekesak 05.8 44.017 466 593 1.1 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.0 37.0 38.607 2.1 10.080 2.4 66.4 58.046 21.426 970 757 2.077 1.1 29.4 0.523 1.253 1. Pus.090 1. Namfalus 12.2 63.7 8.063 950 1. Pus. Haliwen Jumlah / total Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 171 .0 6. Weoe 06.4 Buruk Severe (7) 202 158 146 200 96 165 67 64 193 99 134 14 174 64 108 88 247 130 247 2.8 57. Pus.0 42.001 1. Pus. Pus.2.4 56.9 46.2 6.0 9.6 36. Wedomu 04.116 % (8) 9.028 460 451 399 960 657 960 12.2 28.1 6.5 37. Pus.164 1.7 42.6 35. Seon 09. Weliman 18.661 2. Besikama 07. Atapupu 03.9 36.944 % (6) 39.165 847 954 1.788 1.6 55.0 6.242 % (4) 52.8 63. Halilulik 02. Pus. Pus. Pus.0 46.288 3. Tunabesi 17.558 1.9 6.201 1. Pus.7 34.3 11.8 34. Pus.0 Kurang Moderat e (5) 857 631 562 981 802 967 487 466 909 558 723 569 1.8 39.0 45. Pus.5 54.7 58.046 1.8 31.8 65. Weluli 13.1 58. Pus.601 Baik Normal (3) 1.4 52.6 Puskesmas Community Health Centre (1) 01. Pus.8 8.7 34.241 1.

Tasifeto Barat*) 12. Malaka Timur 08. Lasiolat 17. Sasita Mean*) 07. Wewiku 04. Malaka Barat 02. Malaka Tengah 06. Raihat 16.019 Kondom Condom (4) 16 47 14 12 7 2 11 14 1 114 12 250 Sumber : Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Belu Source : Family Planning Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 172 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tasifeto Timur 15. Laen Manen 09.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Banyaknya Peserta Aktif Menurut Metode Kontrasepsi Numbers of Active Acceptor by Contraceptive 2 0 Kecamatan District (1) 01. Weliman 05. Lamaknen*) Kabupaten Belu IUD Spiral (2) 11 13 8 6 134 93 7 3 18 37 50 49 499 9 8 2 28 975 Pil Pill (3) 50 234 2 25 108 124 49 130 95 163 177 54 672 31 43 43 19 2. Kakuluk Mesak 13. Rinhat 03. Kobalima*) 11. Raimanuk 10. Kota Atambua*) 14.

249 770 1.685 1.102 1.662 1.541 Jumlah Total (10) 2.081 1.129 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 173 .288 1.2.166 969 668 1.158 2.251 4.734 1.332 3.737 2. Implant Implant (9) 138 18 192 127 43 263 15 75 31 61 44 35 10 39 82 368 1.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Table 5.903 1.136 1.038 2.435 5.7 yang Digunakan per Kecamatan di Kabupaten Belu Method Used per District in Belu Regency 0 7 MOP (5) 9 1 15 13 21 24 14 12 25 13 36 36 305 21 10 8 24 587 MOW (6) 9 1 3 63 3 15 3 8 6 13 15 2 20 161 OV (7) - Suntikan Injection (8) 1.685 31.137 1.106 2.973 2.264 1.622 .468 919 1.731 673 851 1.226 26.082 842 531 1.979 1.

066 1.293 3.617 3. Lamaknen*) Kabupaten Belu 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 18 2.78 61.35 63. Kakuluk Mesak 13. Malaka Tengah 06.136 1734 1137 1332 3038 2249 770 1081 1288 1973 2264 1435 5737 2166 969 668 1685 31662 2. Rinhat 03. Kobalima*) 11.158 1. Tasifeto Timur 15.00 57.68 64.966 94.518 3. Raihat 16.04 56.259 2. Wewiku 04.676 2.577 2. Peserta Keluarga Berencana (KB).938 49.115 2.56 64. Malaka Barat 02.35 66. Tasifeto Barat*) 12. Kota Atambua*) 14.595 1.306 4.08 72.215 9. Raimanuk 10.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Lasiolat 17. Malaka Timur 08.579 2. Laen Manen 09.76 65.73 60.2.46 61.947 997 2.25 49.8 Banyaknya Klinik. Weliman 05.110 3.76 67.80 73.37 Sumber : Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Belu Source : Family Planning Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 174 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .12 57. Sasita Mean*) 07.49 66. dan Pasangan Usia Subur Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Health Personal Service by Health Personal Status and District in Belu Regency 2007 Peserta KB Pasangan Persentase Klinik KB Aceptor Usia Subur CU terhadap Kecamatan Family Family Fertile Age PUS District Planing Planing Couple Percentage Clinics (CU) (PUS) CU to PUS (1) (2) (3) (4) (5) 01.79 44.

Kriminalitas Crime .

Diputuskan Menurut Bulan Numbers of Criminal Cases and Defendants Received . Settled by Month 2007 Yang Diterima Received Perkara Terdakwa Criminal Defendants Cases (2) (3) 45 46 43 57 62 70 71 83 88 89 70 62 46 59 77 77 74 89 95 109 84 78 Yang Diputuskan Setlled Perkara Terdakwa Criminal Defendants Cases (4) (5) 10 13 9 42 10 25 23 27 19 55 28 21 33 302 14 17 10 31 19 31 23 43 30 44 41 316 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November 59 62 Desember / December Tahun 2007 799 896 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 177 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.1 Jumlah Perkara dan Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang Diterima.3.

3.2 Jumlah Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang diselesaikan Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Belu Numbers of Defendants in Criminal Cases that Setlled by Age Group and Sex in Belu Regency 2007 < 16 tahun < 16 years old LakiWanita laki Female Male (2) (3) 1 1 2 16 – 30 tahun 16 – 30 years old Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Tahun 2007 Lakilaki Male (4) 7 6 6 7 16 5 11 14 23 15 16 25 151 Wanita Female (5) 1 1 2 1 5 > 30 tahun > 30 years old LakiWanita laki Female Male (6) (7) 4 6 9 3 15 11 15 8 18 11 10 16 126 2 2 2 4 1 2 1 2 16 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Keterangan : Diluar Rol/Pelanggaran 178 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

3 Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang diselesaikan Pengadilan Negeri Atambua Menurut bulan dan Sikap Terhadap Putusan di Kabupaten Belu Numbers of Defendants and Settled by Court. by Month and 2007 Menerim a (2) 13 14 17 10 30 18 31 23 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Tahun 2007 Banding (3) 1 1 - Grasi (4) - Kasasi (5) - Jumlah (6) 13 14 17 10 31 19 31 23 43 28 2 - - 43 30 42 39 308 2 2 8 - - 44 41 316 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 179 .3.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

Penganiayaan biasa 03. Lain-lain Jumlah / total Jan (2) 13 6 1 3 1 9 1 1 7 7 2 1 1 10 63 Peb (3) 7 1 2 4 9 2 1 2 4 1 2 1 1 1 1 39 Tabel Banyaknya Masalah Sosial 2 0 Frekuensi Terjadi Mar Apr Mei Jun (4) (5) (6) (7) 11 7 3 5 6 1 4 5 2 11 3 4 62 14 4 3 10 15 1 2 4 2 3 7 1 1 2 2 71 11 3 3 3 1 8 2 1 2 3 1 2 2 6 48 10 6 4 6 8 3 1 1 3 4 4 3 6 59 Keterangan : terbatas pada masalah yang dilaporkan ke pihak kepolisian Sumber : Kepolisian Resort Belu 180 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Pencurian kekerasan 07. Pengancaman 15. Membawa senjata tajam 20. Pembunuhan 02. Pengroyokan 08. Penyelundupan 24. Perjudian 12. Penipuan 14. Pencurian biasa 05. Melarikan perempuan 22. Melarikan anak bawah umur 21. Penadahan 19.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Masalah Sosial (1) 01. Pengrusakan 11. Penganiayaan ringan 04. Pemfitnahan/Penghinaan 16. Percabulan 23. Pemerasan/Perampokan 17. Penggelapan 13. Pencurian pemberatan 06. Perzinahan 10. Penculikan anak 18. Perkosaan 09.

4 yang terjadi di Kabupaten Belu 0 7 Frekuensi Terjadi Sep Okt (10) (11) 13 5 4 2 1 13 1 1 2 5 1 2 1 4 55 15 5 3 6 16 1 1 5 1 5 4 1 2 6 71 Jumlah Total (14) 1 150 50 30 54 4 115 13 10 24 8 34 34 42 29 4 2 1 1 3 10 2 59 680 Jul (8) 7 5 1 2 1 2 2 3 2 3 3 2 1 1 35 Ags (9) 13 1 4 7 4 1 1 2 1 1 4 4 1 10 54 Nop (12) 1 15 4 1 3 9 1 4 2 1 2 2 1 2 5 53 Des (13) 21 3 1 3 16 1 3 8 1 3 3 1 1 5 70 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 181 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS / Tabel 5.3.

Perzinahan 10. Pengancaman 15.00 44.33 74.00 0.11 Keterangan : terbatas pada masalah yang dilaporkan ke pihak kepolisian Sumber : Kepolisian Resort Belu 182 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Penganiayaan ringan 04. Penadahan 19.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.67 233. Pengrusakan 11.33 14.00 -9.09 -86.67 156. Melarikan perempuan 22.3.20 33. Lain-lain Jumlah / total 2006 (2) 5 97 6 39 49 3 66 6 3 21 1 20 20 29 1 2 1 9 1 11 15 23 428 2007 (3) 1 150 50 30 54 4 115 13 10 24 8 34 34 42 29 4 2 1 1 3 10 2 59 681 Perubahan (%) (4) -80.5 Masalah Sosial di Kabupaten Belu Masalah Sosial (1) 01.00 54. Pengroyokan 08.24 116.83 2800. Pembunuhan 02. Pemfitnahan 16.33 -23. Membawa senjata tajam 20. Melarikan anak bawah umur 21. Penipuan 14.00 -88.52 59. Penyelundupan 24.00 70. Pencurian biasa 05. Penganiayaan biasa 03.89 200. Perkosaan 09.29 700.00 70. Penculikan 18.08 10.64 733. Penggelapan 13. Pemerasan 17.00 100. Pencurian pemberatan 06. Percabulan 23. Perjudian 12. Pencurian kekerasan 07.

Agama Religion .

368 1.356 8.097 6.528 Islam Moslem (4) 86 4 1.862 24. Raihat 16.063 12.751 2.344 345. Laen Manen 09.655 . Rinhat 03. Malaka Tengah 06.891 27.1 Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Religion Follower by District in Belu Regency 2007 Kristen Protesta n Christian (3) 4.671 425 9 5 6.310 51. Tasifeto Barat*) 12. Weliman 05.505 1. Malaka Barat 02. Lamaknen*) Kabupaten Belu Katholik Catholic (2) 18.103 1. Kecamatan District (1) 01. Kakuluk Mesak 13.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Wewiku 04.256 19.782 12.360 37.170 14 8 8 70 538 421 3. Kobalima*) 11.031 23.921 22.810 601 570 718 401 245 1. Lasiolat 17.808 15. Kota Atambua*) 14.988 20.643 Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 185 .695 17.213 231 12 10 23. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Tasifeto Timur 15.445 11.319 15.429 Hindu Hinduis m (5) 3 1 11 3 38 5 5 228 85 1 380 Budha Budhism (6) 93 93 450 7. Raimanuk 10.4.

Kakuluk Mesak 13. Church. Kota Atambua*) 14. Temple. Laen Manen 09.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.4. Private Mosque (4) 3 1 1 7 1 13 Kecamatan District (1) 01.2 Jumlah Tempat Ibadah di Kabupaten Belu Menurut Golongan Agama per Kecamatan Numbers of Mosque/Private Mosque. Langgar Mosque. Lasiolat 17. Weliman 05. and Vikoa in Belu regency by District 2007 Gereja Katholik/ Kapela Catholic Church (2) 3 14 11 4 15 32 19 15 6 23 26 4 7 6 11 7 28 231 Gereja Protestan Christian Church (3) 3 12 6 12 8 1 1 6 1 5 5 8 3 71 Masjid. Rinhat 03. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Malaka Timur 08. Raimanuk 10. Malaka Barat 02. Wewiku 04. Lamaknen*) Kabupaten Belu Pura Temple (5) 1 1 2 Wihara Vihara (6) - Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 186 Kabupaten Belu Dalam Angka / BeluRegency in Figures 2008 . Sasita Mean*) 07. Malaka Tengah 06. Tasifeto Barat*) 12. Kobalima*) 11.

Lasiolat 17. Wewiku 04. Malaka Tengah 06. Kobalima*) 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Tasifeto Barat*) 12. Weliman 05. Sasita Mean*) 07.4. Laen Manen 09. Rinhat 03. Kota Atambua*) 14. Raihat 16. Lamaknen*) Chati Pendet Guru Pinandit Imam Pastor Bruder Suster a b a Injil (2) 4 1 1 5 1 1 3 1 17 34 (3) 2 2 4 1 14 1 24 (4) 1 1 2 2 1 4 3 1 3 1 33 2 7 2 2 4 69 (5) 17 1 18 (6) 2 4 2 108 3 4 8 131 (7) 2 2 (8) 6 2 2 14 2 26 (9) 6 2 2 14 2 26 Kabupaten Belu Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 187 . Malaka Barat 02. Kakuluk Mesak 13. Malaka Timur 08. Raimanuk 10.3 Banyaknya Rohaniawan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Spiritualist in Belu Regency by District 2007 Kecamatan District (1) 01. Tasifeto Timur 15.

Sosial Lainnya Others Social .

Malaka Tengah 06. Tasifeto Barat*) 12. Wewiku 04. Kobalima*) 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Sasita Mean*) 07. Kota Atambua*) 14. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02. Lasiolat 17. Malaka Timur 08. Rinhat 03.5. Raimanuk 10. Laen Manen 09. Raihat 16. Tasifeto Timur 15. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 191 .1 Penyebaran Infra Struktur Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Infra Structure of Social Affair Distribution in Belu Regency by District 2007 Pekerja Sosial Masyarakat Social Worker (2) 77 20 7 5 35 33 50 6 11 12 30 6 20 38 25 8 69 452 Tenaga Kesejahteraan Sosial Sukarela (3) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Pembinaan Tokoh Karang KesejahWanita Taruna Youth teraan Promoment Organization Sosial Women (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 (6) 13 13 9 11 14 21 6 10 6 12 12 6 12 13 8 9 20 195 Kecamatan District (1) 01. Weliman 05.

091 2. Weliman 05. Lamaknen*) Kabupaten Belu Fakir Miskin (2) 3.470 3.346 2.721 5. Wewiku 04. Raihat 16. Rinhat 03.666 3. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Barat 02. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07.533 7.621 898 2. Kota Atambua*) 14.449 3.951 1.147 2. Lasiolat 17. Kakuluk Mesak 13. Kobalima*) 11.222 Rumah Tidak Layak (3) 341 510 92 63 1.2 Banyaknya Fakir Miskin dan Perumahan Tidak Layak di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (1) 01. Malaka Timur 08.902 2.412 465 939 78 205 655 271 115 563 486 100 147 417 6.015 2. Tasifeto Timur 15.813 3. Raimanuk 10.828 54. Laen Manen 09.859 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 192 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.349 2.422 3.5.

3 Jumlah Penduduk Lanjut Usia Terlantar dan Anak Yatim Piatu Di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Over Age and No Parents in Belu regency by District 2007 Kecamatan District (1) 01.5. Kakuluk Mesak 13. Lamaknen*) Kabupaten Belu Lanjut Usia Terlantar (2) 237 101 409 328 462 427 483 353 351 722 171 149 Anak Terlantar (3) 254 375 49 196 271 187 430 320 209 582 232 121 Balita Terlantar (4) 21 - 384 603 390 419 369 6. Raihat 16. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Kobalima*) 11. Raimanuk 10.332 65 50 57 193 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 193 . Laen Manen 09.358 789 777 104 104 332 5. Wewiku 04. Malaka Barat 02. Lasiolat 17. Kota Atambua*) 14.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Timur 15. Tasifeto Barat*) 12. Rinhat 03. Malaka Timur 08.

Lamaknen*) Kabupaten Belu Penyandang Cacat (2) 100 42 52 92 266 140 190 47 52 214 75 38 80 298 72 40 130 1. Malaka Barat 02.295 (5) 250 250 500 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 194 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . dan Masyarakat Terasing di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (1) 01. Rinhat 03. Wewiku 04. Kobalima*) 11. Sasita Mean*) 07. Laen Manen 09. Ex Penyakit Kronis.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Wanita Rawan Sosial. Malaka Tengah 06. Raihat 16. Lasiolat 17. Weliman 05.458 (4) 149 102 110 126 328 213 288 120 149 503 115 60 226 350 81 90 285 3. Kota Atambua*) 14.4 Banyaknya Penyandang Cacat. Malaka Timur 08. Tasifeto Timur 15.928 Ex Penyakit Wanita Masyarakat Kronis Rawan Sosial Terasing (3) 38 63 42 254 98 120 40 62 187 164 34 98 74 37 147 1. Kakuluk Mesak 13.5. Raimanuk 10. Tasifeto Barat*) 12.

Petrus Lahurus 07.5. Theresia 06. Yayasan SDLB Tenubot 12. Yayasan Regina Angelorum 02. Yayasan Bina Karya Seon 11.5 Banyaknya Yayasan yang Mengasuh Anak dengan Sistim Non Panti dan Jumlah Anak asuh di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Anak Numbers of Children (2) 40 24 140 120 82 50 24 75 20 50 Lokasi Location Kecamatan Desa District Village (3) Malaka Tengah Kota Atambua Tasifeto Barat Malaka Timur Kota Atambua Tasifeto Timur Kota Atambua Kota Atambua Kota Atambua Malaka Timur Kota Atambua Kota Atambua Kakuluk Mesak (4) Nama Yayasan (1) 01. Yayasan Bina Bunga Bangsa 03. Yayasan Umakatahan Manuaman Naikasa Rafae Atambua Fatulotu Atambua Atambua Tulamalae Wemeda Ribesi Tenukiik Dualaus 52 677 Jumlah / Total Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 195 . Yayasan Kongregasi Biarawan SVD Timor 04. Yayasan St. Yayasan Hadinan Haklaran 08. Yayasan Sola Gracia 13.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Yayasan Remaja Suluh Obor 05. Yayasan SMKK Kusumah St. Yayasan Membagi Kasih 09. Yayasan ALMA 10.

Malaka Tengah 13 06.807 KK 196 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .288 KK 258 KK 188 KK 4 11 8 3 1 5 Bangunan (6) 3 - Frekuensi (3) 13 02. Sasita Mean*) 07.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Raimanuk 1.289 KK 7477 Jw 1. Laen Manen 09.764 KK 13 5952 Jw 1.468 KK 1.6 Bencana Alam Yang Terjadi dan Jumlah Korban Akibat Bencana Alam di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan dan Taksiran Kerugian yang Diderita 2007 Kecamatan District (1) 01. Wewiku 04. Malaka Barat Jenis Bencana (2) Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Hama belalang Rawan Pangan Rumah terbakar Angin Putting beliung Rawan Pangan Rumah terbakar Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Banjir Hama belalang Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan Pangan Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan pangan Jumlah Korban KK / Jiwa (4) 15262 Jw 528 KK 1.213 KK 1 4 3. Weliman 05. Malaka Timur 08.5. Rinhat 03.

beliung Rumah terbakar Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Angin p. Tasifeto Barat*) 918 KK 3684 KK 13 4 3 3 3 6 17 1547 KK 460 KK 2 6 12.6 Kecamatan District (1) Jenis Bencana (2) Angin p. beliung Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Rawan Pangan Rumah terbakar Angin p. Lamaknen 655 KK - Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 197 . Raihat 16.5. Kobalima*) 13 1870 Jw 2295 KK 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan / continued Tabel / Table 5. beliung Hama belalang Rumah terbakar Angin p. beliung Hama belalang Rumah terbakar Rawan pangan Angin p. Tasifeto Timur 979 KK 15. beliung Rawan Pangan Rawan pangan Rumah terbakar Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Frekuensi (3) Jumlah Korban KK / Jiwa (4) Bangunan (6) 49 8 6 1 10. Kota Atambua*) 14. Lasiolat 17. Kakuluk Mesak 13.

BAB / CHAPTER 6 Pertanian Agriculture .

merevisi pola bertani yang bersifat sub system pedesaan tradisional ke pola pertanian yang berorientasi pasar. maka kerawanan pangan akan berdampak luas ke dalam sendi sendi kehidupan masyarakat yang kompleks. jagung. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh kondisi curah hujan yang fluktuatif sepanjang tahun 2007. Ketersediaan produksi pangan dari komoditas padi selama tahun 2007 sebanyak 20. ubi kayu mengalami sedikit penurunan karena rata-rata curah hujan baru normal setelah fase pembuahan pada tanaman tersebut sudah lewat.PERTANIAN / AGRICULTURE PERTANIAN TANAMAN PANGAN  Masalah pangan selalu dirasa vital karena menyangkut kehidupan manusia yang paling asasi. penguatan kelembagaan dan melakukan restrukturisasi aspek sosial budaya yang menghambat produktivitas petani. Bagi daerah yang struktur perekonomiannya didominasi oleh sektor pertanian khususnya sub sektor tanaman pangan seperti di Kabupaten Belu di mana menjadi tempat bagi sebagian besar masyarakatnya mencari sumber penghasilan. Apabila kebutuhan primer tersebut tidak dapt dipenuhi. Produksi tanaman pangan selama tahun 2007 secara umum mengalami sedikit fluktuasi di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk mempertahankan eksistensinya. manusia berupaya untuk mencukupi kebutuhan pangan baik secara langsung maupun tidak langsung. kacang tanah dan ubi jalar sedangkan tanaman seperti padi sawah .kacang hijau. Misinya adalah dengan meningkatkan pemanfaatan teknologi pertanian tepat guna. maka keberadaan dan keberlangsungan sub sektor ini menjadi sangat strategis.633. Untuk itu Pemda Belu telah memfokuskan sektor pertanian khusus tanaman pangan menjadi salah satu Program utama dalam mengkatalisasi pertumbuhan ekonomi daerah.34 ton 201 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Bagi tanaman makanan yang waktu penanamannya relative tepat dan adaptif terhadap fluktuasi curah hujan memperhatikan hasil yang cendrung membaik seperti padi lading.

kangkung 829. produksi advokat turun 64. semangka 59.27%.64% dari tahun lalu. terung 623.65%.58%. jambu air 66.00%. Tomat 569. petsai/kubis 73. nangka 9.39% sementara ubi jalar naik 4.5%.86% .65% dan salak 90. Dibandingkan dengan tahun 2006 yang lalu. Sedangkan yang mengalami penurunan produksi antara lain bawang merah turun 58. Untuk produksi tanaman kacangkacangan masing masing kacang tanah naik 5.14% dan cabe 301.46%. Adapun jenis sayuransayuran yang mengalami peningkatan produksi masingmasing bawang putih naik 207.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER gabah kering giling (Konversi ke beras13.33%. Ketersediaan produksi untuk makanan berpati selama tahun 2007 yakni ubi kayu menurun tajam 66.35%. sayuran mengalami peningkatan.02%.30%. Untuk komoditi buahbuahan dalam musim panen tahun 2007 hampir seluruhnya mengalami penurunan produksi secara drastis. Diduga hal ini lebih disebabkan karena kemampuan adaptif secara alamiah ataupun ketepatan waktu tanam bagi beberapa komoditas dengan kondisi curah hujan yang bersifat flutuatif tersebut.20%.14% dari keadaan sebelumnya.10%.11% sementara padi ladang justru mengalami kenaikan produksi 84.87%.04 dan kacang kedelei naik 75%.67 ton) atau mengalami sedikit penurunan sebesar 10. jambu biji 41. sementara pada jenis lainnya mengalami sedikit penurunan produksi dibanding dengan tahun sebelumnya. kubis 1. Ketersediaan produksi pangan dari komoditi jagung yang menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat Belu selama tahun 2007 sebanyak 61127 ton Jagung atau mengalami kenaikan 58.78% dan wortel 3. nenas 4.24%.36%. pisang 5.02%. 76.11% Produksi komoditas sayursayuran selama musim panen tahun 2007 memperlihatkan hasil yang cukup fluktuatif yakni untuk beberapa jenis sayur.00% dan sirsak 14. Secara parsial produksi padi sawah turun 14.76% penurunan produksi padi lebih banyak disebabkan curah hujan.411. kacang panjang 157.08%   202 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . jeruk naik 151. kacang hijau turun 18.87%. papaya 36.

pada tahun 2007 menghasilkan 42.23 % dibandingkan dengan tahun yang lalu.06 ton.81% dari potensi areal tanam yang ada.29 ha.528 ha atau sekitar 87.64 %. kapasitas produksi selama tahun 2007 masing-masing kapuk 37.38 % dari luas daratan Belu. Untuk komoditas perkebunan yang lain.379. kemiri 2 656.PERTANIAN / AGRICULTURE PERKEBUNAN RAKYAT  Pada umumnya baik produksi maupun luas panen komoditas perkebunan di Kabupaten Belu pada tahun 2007 belum memperlihatkan kapasitas yang cukup memadai.60 %. Luas hutan di Kabupaten Belu 69.12%. dan hutan dapat di konversi 1.43 ton atau mengalami peningkatan 28.401.77 %.24 % dari keadaan tahun 2006.000 kg atau menurun 735. dan hutan Cagar Alam 12. dan tembakau 10.50 ton atau mengalami sedikit penurunan sebesar 6.26% dari keadaan tahun 2006. Primadona hasil hutan berupa kayu cendana baik produksi maupun populasinya belakangan semakin menurun. pinang 38. jambu mente 127. KEHUTANAN  Hutan memiliki peranan penting bagi kelestraian alam dan menopang kehidupan komonitas ekosistim alam di sekitarnya. Data tahun 2007 produksi kayu cendana sebesar 11.29 %.66 ton. Tanaman kopi sebagai salah satu tanaman potensi yang harus dikembangkan di daerah. Bila diamati menurut fungsi hutan maka komposisi luasnya sebagai berikut : hutan lindung 74.875 kg. hutan produksi 4. Kakao sebagai komoditi daerah yang sedang digalakan pada tahun 2007 baru menghasilkan 26. yang jumlahnya 91. produksi tersebut dihasilkan dari luas areal panen 515. Diperkirakan pada tahun-tahun yang akan datang produksinya akan terus 203 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .57 ha atau sekitar 28. Produksi tersebut dihasilkan dari luas panen 8. produksi tersebut dihasilkan dari luas panen panen 237.85 ton atau mengalami peningkatan 8.05 ton. Produksi tanaman kelapa pada tahun 2007 sebesar 9.70 %. hutan suaka marga satwa 6.68 ha. Hal ini disebabkan penanganan budi daya perkebunan rakyat oleh sebagian besar petani masih diletakkan sebagai usaha komplementer dari usaha pokok yaitu usaha tanaman pangan.02 ton.70 ton.

PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER anjlok mengingat populasinya semakin terbatas dan cenderung punah.499 ekor atau meningkat 1. Hasil hutan lain yang cukup menonjol adalah kemiri isi 387.36 % dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya.37 %) asam isi 1. Mutasi ternak yang sempat tercatat selama tahun 2007 adalah sebagai berikut: di potong RPH dan di luar RPH yang sempat dilaporkan sebanyak 2412 ekor sedangkan yang diantar pulaukan melalui pelabuhan Atapupu ataupun transportai darat sebanyak 10 294 ekor. ditambah ancaman penyakit brucellosis yang sampai dengan saat ini terus menjadi momok yang menghantui para peternak. kesehatan dan perumahan. Populasi ternak kecil dan unggas pada tahun 2007 masing- Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Populasi sapi tahun 2007 sebanyak 94. Asam biji 284.18 ton (naik 11. Pola budidaya ternak yang bersifat sub system ini mengakibatkan pertambahan populasi ternak berjalan lambat dan terkesan alamiah tanpa rekayasa teknologi peternakan secara signifikan. Bahkan pada saat kondisi kritis seperti gagal panen. komoditi ternak justru diandalkan untuk menopang pengadaan ketersediaan pangan keluarga. Upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan populasi ternak andalan ini menghadapi kendala yang semaikn serius karena belakangan ini lalulintas mutasi ternak keluar.29 ton (naik 17.55 %).47 ton. Kendala lainnya adalah sebagian besar petani ternak masih bertahan pada pola budaya yang bersifat tradisional sebagai akibat dari kurang variatifnya pola pembinaan dan penyuluhan yang selama ini terkesan konvensional. PETERNAKAN  Peternakan merupakan salah satu sector vital yang mampu menyanggah kehidupan ekonomi sebagaian besar keluarga tani di pedesaan. terutama bibit pejantan menjadi 204 semakin sulit dikendalikan.160. Paling tidak dengan memelihara ternak rumahtangga tani dapat membiayai kebutuhan di luar pangan seperti menyekolahkan anak. Jumlah mutasi penggunaan yang cukup tinggi ini jika tidak diimbangi dengan mutasi pengadaan terutama lahir baru maka dipastikan populasi sapi pada masa datang akan semakin berkurang.

masih didominasi jenis ikan tembang. tuna. Kobalima.55 % adalah nelayan penuh. Produksi perikanan laut pada tahun 2007.82 ton diantaranya adalah produksi perikanan laut. sector perikanan diharapkan menjadi alternative lapangan kerja yang menjanjikan bagi pertambahan angka kerja baru. dengan alat penangkapan yang digunakan adalah perahu tanpa motor 560 (66. Produksi perikanan laut hanya terdapat pada enam kecamatan yang secara geografis memiliki pontensi kelautan yakni Malaka Barat.46 % diantaranya adalah nelayan sambilan tambahan. kolam dan sawah. kembung.64 % atau 1 075. sedangkan sisanya 7. juga mampu memberikan tingkat kehidupan yang layak bagi keluarga tani nelayan. Produksi ikan di kabupaten Belu sebagian besar berasal perikanan laut.01 %) dan ayam buras 236 380 ekor (naik 1.99 % adalah nelayan sambilan utama dan 33. Dengan sebagian besar rumah tangga nelayan yang memiliki sarana penangkapan ikan yang masih bersifat tradisional maka dipastikan kemampuan wilayah operasi penangkapannya masih sebatas wilayah perairan pesisir dengan hasil tangkapan yang kurang maksimal. perahu motor temple 258 (30.71 %). cumicumi belum diproduksi secara maksimal karena keterbatasan sarana penangkapan. khususnya dari kolam. Sedangkan kecamatan lainnya hanya memiliki potensi perikanan darat. Malaka Tengah.08 %). tambak. yang mencakup perairan umum.PERTANIAN / AGRICULTURE masing babi 55 309 ekor (naik 0.84 %). Dengan semakin terbatasnya lahan pertanian yang subur belakangan ini. Dari total produksi 1161.35 %).36 % adalah produksi perikanan darat.088 rumah tangga nelayan pada tahun 2007 sekitar 25. Kakuluk Mesak dan Tasifeto Timur. Dari 1. PERIKANAN  Komoditas perikanan memiliki nilai ekonomis tinggi karena selain menjadi bahan pangan yang memiliki kandungan protein tinggi. kambing 9 173 ekor (turun 6.59 %) dan kapal motor 26 (3. Wewiku. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 205 . kakap dan ekor kuning. 40. Sementara jenis ikan perairan lainnya seperti kerapu.27 ton pada tahun 2007 sebanyak 92.

50% sawah 4.2. Persentase Penggunaan Lahan di Kabupaten Belu Tahun 2007 lainnya 60.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6.22% Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu lahan tanaman kayukayuan 8. Produksi Padi.1. Jagung dan Ubi Kayu di Kabupaten Belu Tahun 2002-2007 (ton) 120000 100000 80000 60000 40000 20000 0 2002 2003 2004 padi jagung 2005 ubi kayu 2006 2007 Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu 206 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .82% pekarangan 3.22% perkebunan 16.67% Gambar 6.57% ladang 6.

4.3. Produksi Hasil Perkebunan di Kabupaten Belu Tahun 2002 – 2007 (ton) 10000 8000 6000 4000 2000 2002 0 2003 2004 2005 2006 Tanaman Lainnya Kemiri Kelapa Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu Kabupaen Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 2007 207 . Kacang Tanah dan Kacang Hijau di Kabupaten Belu Tahun 2002-2007 (ton) 8000 7000 6000 5000 4000 3000 2000 1000 0 2002 2003 Ubi Jalar 2004 2005 2006 Kacang Hijau 2007 Kacang Tanah Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 6. Produksi Ubi Jalar.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6.

PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6.00 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Perikanan Darat Sumber : Dinas Perikanan & Kelautan Kabupaten Belu Perikanan Laut 208 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .6.00 500.000 60.000 0 S api Kambing Kerbau Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu 2007 2005 2003 2001 Gambar 6. Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Tahun 2002 – 2007 (ton) 2500.00 1500.00 0.000 80.00 2000.5.000 40.000 20. Jumlah Ternak di Kabupaten Belu Tahun 2001 – 2007 100.00 1000.

Tanaman Pangan Food Crops .

1 810. Wewiku 04.2 2.3 2.6 3.7 3. Tasifeto Timur 15.76 183.1 3.02 526.91 39.1 Luas Panen. Lasiolat 17.28 4353.1 3.7 3.55 603.407 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3.1.176 727 72 583 5. Raimanuk 10.1 2.107 86 29 172 360 224 300 25 16 1.94 373. Kakuluk Mesak 13.37 964.34 Beras Cereals (5) 918 29.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.07 929.9 3.8 4. Laen Manen 09.68 20633.9 3.8 3. Malaka Tengah 06.3 3.8 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 1411. Rinhat 03.06 575.93 2829. Raihat 16. Kobalima*) 11.00 70. Malaka Barat 02. Kota Atambua*) 14.5 52.57 1388. Weliman 05.6 46.72 1483.19 13411.85 45.65 1980.48 282.46 207. Yield Rate and Production of Paddy by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 380 14 136 1.94 60.02 420.78 2135.85 135.64 4521 3047. Malaka Timur 08.22 2938. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Sasita Mean*) 07. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 211 .2 3.82 34.3 4.8 4.03 646. Tasifeto Barat*) 12.67 Kecamatan District (1) 01.

0 4. Laen Manen 09.8 4.474. Raihat 16.93 2.683 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 4.2306.12 454.116 712 52 553 4.5 52. Kobalima*) 11.45 359.1. Wewiku 04.45 45. Tasifeto Timur 15. Rinhat 03.28 18.91 420.06 575.94 373.3 3.3 4.2 3.2 Luas Panen.8 3.02 1.88 699. Weliman 05.82 34.3 3.76 171.0 282. Kota Atambua*) 14.2 3.72 1.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Yield Rate and Production of Wetland Paddy by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 270 14 136 900 86 172 314 177 140 25 16 1.0 4.2 4. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 212 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .55 183.15 553 70. Kakuluk Mesak 13.83 Kecamatan District (1) 01. Malaka Barat 02.33 1. Malaka Tengah 06.28 3807.957.64 112.10 46. Tasifeto Barat*) 12. Raimanuk 10.142. Sasita Mean*) 07.64 4408. Lasiolat 17.2 3.94 646.53 1.36 29.08 2. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Sawah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.59 Beras Cereals (5) 742.4 4.8 4.387.2 3.0 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 1.37 902.865.0 2. Malaka Timur 08.351.22 2.3 4.079.933.011.

66 1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Ladang di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.92 376 112. Malaka Timur 08.6 2. Tasifeto Barat*) 12. Wewiku 04.80 35.18 355. Sasita Mean*) 07.5 546.75 Beras Cereals (5) 175.4 1.20 23.32 23.9 2. Kakuluk Mesak 13. Lasiolat 17.70 36.4 2. Laen Manen 09.48 60. Kota Atambua*) 14.4 1.40 1. Rinhat 03. Yield Rate and Production of Dryland Paddy by District 2007 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 2.84 Kecamatan District (1) 01. Malaka Barat 02. Weliman 05.86 36. Kobalima*) 11.699.10 244. Raihat 16.9 2.3 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 213 .22 110.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Tasifeto Timur 15.3 Luas Panen. Lamaknen*) Kabupaten Belu Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 110 207 29 46 47 160 60 15 20 30 724 2.89 72.104.40 73.7 56.1. Raimanuk 10.1 2.4 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 269.21 39. Malaka Tengah 06.1 2.9 1.03 95.02 61.

129 4.3 0.5 1.625 1.8 Produksi Production (ton) (4) 6.5 1.737 5. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 214 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .9 1. Lasiolat 17.542 240 2. Yield Rate and Production of Maize by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 4. Tasifeto Timur 15.158 3.0 2.0 1.856 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.747 755 1.353 1. Laen Manen 09.832 102 875 3. Kota Atambua*) 14.1 2.357 3.474 34. Sasita Mean*) 07.8 2.250 4.0 2. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02.5 0.127 Kecamatan District (1) 01.359 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 1.536 4.570 3. Rata-Rata Hasil dan Produksi Jagung di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Kobalima*) 11.9 2. Wewiku 04. Tasifeto Barat*) 12.621 1. Rinhat 03.4 Luas Panen.666 127 486 1. Malaka Tengah 06.298 6.948 61. Raimanuk 10.649 3.1.490 2.813 216 4. Malaka Timur 08.762 3.297 3.8 1.435 3. Raihat 16.953 1.881 1. Weliman 05.0 2.6 1.5 1.706 3.2 2.0 2.

Tasifeto Timur 15.247 106 125 421 372 160 2.710 1.570 486 502 1. Laen Manen 09.085 11. Malaka Timur 08.5 Luas Panen.2 3. Raimanuk 10. Lasiolat 17. Malaka Barat 02.474 1.635 4.255 35.606 3. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Yield Rate and Production of Cassava by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 183 1. Sasita Mean*) 07.0 3.1.6 3.5 3. Raihat 16.190 416 6.555 1.5 3. Weliman 05.313 Kecamatan District (1) 01. Kobalima*) 11.5 2.2 3.095 479 1.2 3.2 Produksi Production (ton) (4) 622 3.0 3. Malaka Tengah 06.2 3.8 3.341 304 1.2 3.5 3. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 215 .200 419 95 467 1. Kota Atambua*) 14.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Tasifeto Barat*) 12.2 2.012 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3. Wewiku 04.833 1. Rinhat 03.840 1.677 4.240 265 350 1.4 3.5 3. Kakuluk Mesak 13.4 2.

0 3. Yield Rate and Production of Sweet Potatoes by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 100 21 48 5 10 13 45 892 5 15 177 29 32 22 1.0 Produksi Production (ton) (4) 300 63 144 10 25 39 135 2.0 2.6 Luas Panen.0 3.405 Kecamatan District (1) 01.0 3. Kakuluk Mesak 13. Lasiolat 17. Tasifeto Timur 15. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Malaka Timur 08.0 3. Laen Manen 09. Rinhat 03.1.0 3.0 3. Sasita Mean*) 07.0 3.854 10 45 531 87 96 66 4.0 2. Raihat 16.2 2. Malaka Barat 02.0 3. Weliman 05.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Tasifeto Barat*) 12.0 3.1 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 216 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kota Atambua*) 14. Wewiku 04. Malaka Tengah 06. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.414 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3.5 3. Lamaknen*) Kabupaten Belu 3.

2 1.2 1.1 1.0 1. Kobalima*) 11.0 1. Malaka Barat 02.1. Yield Rate and Production of Peanuts by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 10 134 45 29 5 132 181 185 16 15 330 204 153 350 1. Raimanuk 10.0 1. Tasifeto Barat*) 12. Rinhat 03. Malaka Tengah 06.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Tasifeto Timur 15. Lasiolat 17. Kakuluk Mesak 13. Raihat 16.2 1. Kota Atambua*) 14. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.2 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 217 . Malaka Timur 08.1 0.7 Luas Panen.1 1.1 1.082 Kecamatan District (1) 01.1 1.2 1. Lamaknen*) Kabupaten Belu 1. Laen Manen 09. Wewiku 04.9 1.2 1. Weliman 05.789 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) Produksi Production (ton) (4) 10 161 50 32 5 145 217 204 14 15 396 245 168 420 2. Sasita Mean*) 07.

Tasifeto Barat*) 12. Yield Rate and Production of Green Peas by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 1.8 0.8 Luas Panen.6 0.9 0. Raihat 16.8 0. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 218 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .9 0.205 232 2. Laen Manen 09.9 0.885 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 0.085 139 2.7 0. Malaka Tengah 06.7 0.7 0.505 611 77 75 242 176 741 5 4 777 170 137 233 8.5 0. Tasifeto Timur 15.8 0.1.8 0.156 1.9 0. Raimanuk 10. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Hijau di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Kakuluk Mesak 13.695 1. Kota Atambua*) 14.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Wewiku 04.204 550 54 53 169 123 593 3 2 622 153 96 210 7. Kobalima*) 11.7 0.8 Produksi Production (ton) (4) 1. Rinhat 03. Lasiolat 17. Weliman 05.212 Kecamatan District (1) 01.6 0. Malaka Barat 02.7 0. Malaka Timur 08. Sasita Mean*) 07.

377 12.404 1.750 37.653 34.039 947 1.779 2005 (5) 2. Kacang Kedele Soyabens 7. Ubi Kayu Cassava 4.456 8.164 2.081 4.832 32.182 27.983 6.336 5.631 2004 (4) 4.740 7.012 511 742 726 505 911 1.2007 Jenis Tanaman Type of Crops (1) 1.137 1.977 8.704 24. Kacang Hijau Green Peas (hektar) 2007 (7) 5.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.407 2002 (2) 5.590 2006 (6) 6.414 1.297 8.166 32. Ubi Jalar Sweet Potatoes 5.799 2003 (3) 4.096 11.359 10.885 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 219 .9 Perkembangan Luas Panen Tanaman Pangan di Kabupaten Belu Area Harvested of Food Crops in Belu Regency 2002 . Padi Paddy 2. Jagung Maize 3.1.708 6. Kacang Tanah Peanuts 6.789 300 - 10 7 12 21 5.

864 2003 (3) 15.127 39.2 12.405 682 624 319 697 1.531 61.141 2004 (4) 7.882 52.231 4.633 49. Ubi Kayu Cassava 4.168 46.238 32.283 38.429 2006 (6) 22.979 2. Kacang Tanah Peanuts 6.846 2005 (5) 9.727 48.702 4.2007 Jenis Tanaman Type of Crops (1) 1.216 4. Kacang Hijau Green Peas 8.212 - - 164 - - - Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency 220 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .334 38.993 105.110 7.635 2.477 6.1.6 3.540 6.PERTANIAN / AGRICULTURE (ton) Tabel / Table 6.313 1.055 4.301 363 4.10 Perkembangan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Belu Food Production in Belu Regency 2002 . Lain-Lain / Others 2002 (2) 20.962 2007 (7) 20. Padi Paddy 2. Jagung Maize 3.082 156 - 4 - 7.179 3. Ubi Jalar Sweet Potatoes 5. Kacang Kedele Soyabens 7.066 35.

00 1. Bawang merah 02.0 0.0 86.0 64.50 15.0 8.0 124.5 0.00 10. Kacang panjang 11.00 2.11 Produksi Sayur-Sayuran di Kabupaten Belu Vegetables Production in Belu Regency 2002.50 15.50 87.0 0.40 53.40 40.0 113.0 91.5 157.551.0 195.0 10.0 50.80 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 221 .40 1.20 119.23 0. Semangka 2002 (2) 80.0 24.0 2.0 50.765.238. Buncis 15.0 215.90 4.00 160.055.0 72.00 0.00 7.30 8. Bayam 19.7 139. Wortel 08.40 46.5 54.5 187. Bawang putih 03.60 213.00 13.50 11. C a b e 12.0 120.00 0.50 60. Bawang daun 04.50 80.0 75.50 171.0 1.1. K u b i s 06. Kangkung 18.0 135. Kacang merah 10.99 0.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.0 0.5 19.50 153.0 101.00 100.0 40.0 130.50 3.70 18.00 83.22 177.642.0 64.00 0. Labu siam 17.2 109.00 Jumlah / total 1.0 0.00 12.10 1.70 148.00 246.0 1.330.0 0.0 56.5 1.0 0.50 39.2 66.00 1.0 33.24 1.00 1.2007 (ton) Jenis Sayuran Type of Vegetable (1) 01.6 2.00 3.0 2003 (3) 120.0 132.0 57.0 5.0 68.00 8.8 126.00 0.0 12.0 0.0 37.00 2006 (6) 361.90 108.00 108. Kentang 05.00 24.50 42. T o m a t 13.0 80.5 4.00 0. Terung 14. Petsai / sawi 07.40 2007 (7) 149.50 1.0 75.50 58. Ketimun 16.0 2005 (5) 440.00 0.0 12.0 85.0 114.0 29.00 0.00 307.00 0. Lombok 09.0 2004 (4) 436.0 82.80 7.00 0.

0 0.1 0.0 937.1 0.7 25.5 0.0 2006 (6) 27.0 151.0 0.0 0.8 327. Nanas 14.0 24.9 178.0 24. Rambutan 04.0 0.8 80.5 0.3 25.8 1300.1 0.5 0.0 61.0 140.0 998.0 0.3 (ton) 2007 (7) 9.7 0.6 9.0 0.0 41.0 733.0 0.3 2003 (3) 11.9 0.0 2005 (5) 3. Mangga 03.12 Produksi Buah-Buahan di Kabupaten Belu Fruits Production in Belu Regency 2002 .0 276.5 0.9 0.6 594.0 4324. Lainnya Jumlah / total 2002 (2) 6.2 10.0 39.4 2.8 28.0 1231.0 0.3 0.0 60.1 28. Nangka 16.1.1 1004. Pisang 13.2 44.1 0.0 36. Pepaya 12.0 0.4 318. Jambu biji 08.0 1742.9 0.0 0.0 28.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.0 0.7 7.3 1629.2 14.0 76.5 186.1 0.0 61.0 106. Sirsak 17.2 1.5 18.1 643.9 0.8 0.8 446.7 145. Jambu air 09.0 8.3 15.5 0.6 3021. Salak 15.3 525.0 0.2 19.0 12.0 0.2007 Jenis Buah Type of Fruit (1) 01.0 0.6 126.0 76.0 0.2 0.4 0.4 0.0 83. S a w o 11. Advokat 02.8 944. Duku / langsa 05. Jeruk 06.5 0.4 0.1 270.3 1.1 1927. Jambu bol 10.8 299.1 17. Durian 07.1 2151.9 10.1 2004 (4) 6.6 0.7 0.8 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency 222 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

59 423.05 22.296 1.965.814.432 0 267 321 60.69 244.107. lahan yang ditanami tanaman kayu-kayuan.396 16. kebun / dryland.207.396 16. empang / fresh water pond h. lain-lain / others Jumlah / total Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 223 .905.589 1.955 37.58 40.014 48.85 60.474 5. garden c.10 11. tanah kering sementara tidak digunakan temporary fallow land i.141 244.296 1.557 2006 (4) 10.5 232. Irigasi teknis b. Luas lahan kering / dryland area a. garden e. tebak.557 j.474 5.606 21.078 595 5.347.399 5.790 388 2. padang rumput / meadows d.559 17.078 595 5. ladang.20 15. tegal.589 1.314 15.712. penggembalaan.314 15. hutan rakyat private wood land (hektar) 2007 (4) 11. pekarangan untuk bangunan dan halaman house compound and soroundings b. Irigasi setengah teknis c.381 1. lahan perkebunan / crop land l.381 1. Irigasi desa / non PU e.559 17.1.336.5 1.479 11.557 2005 (3) 10.1. Irigasi tadah hujan 02.385 1.30 6.479 11. hutan negara / state estate k. tambak / coasted water pond g.767 8.955 37.2007 Jenis PenggunaanTanah Land Used Type (1) 01.13 Luas Tanah Menurut Penggunaan di Kabupaten Belu Land Area by Used Type in Belu Regency 2005 .432 0 267 321 60. Luas lahan sawah / weatland area a.014 48.46 49.85 702.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel 6. kolam.606 21.00 7.141 244.349.217 234. huma / dryland.728.33 20.217 234.773.13/ Table 6. rawa (tidak ditanam) / swams f. Irigasi sederhana d.

115 56.936 5.14 Banyaknya Rumah Tangga.1.941 6.374 Kota+ Desa (7) 63.164 56.604 51.563 6. RTP Penggguna Lahan 4.271 Sumber : Sensus Pertanian 1993 dan 2003 Keterangan : *) Data tidak dicantumkan 224 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .156 51.026 3.400 622 356 39. RT Gurem Kota (2) * 616 Desa (3) * 39.580 40.026 2003 Desa (6) 53. Rumah Tanga (RT) 2. Rumah Tangga Pertanian. Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan dan Rumah Tangga Petani Gurem di Belu 1993 dan 2003 1993 Uraian (1) 1.134 11.947 Kota+ Desa (4) * 40.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.563 Kota (5) 9.160 14.560 5. RT Pertanian (RTP) 3.

Palawija 2.225 13.346 40. Budidaya Tanaman 5.90 Sumber : Sensus Pertanian 1993 dan 2003 Keterangan : *) Data tidak tersedia Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 225 .634 10.023 31.1.789 26. Padi / Palawija .400 3.Padi .947 26.563 16.16 7.318 2003 (3) 54.583 * * 17. Hortikultura 3.78 -1.563 56.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.806 53.40 0.57 Sub Sektor (1) 1.47 -3. Peternakan Rumah Tangga Pertanian 40. Perkebunan 4.754 Pertumbuhan per tahun (%) (4) 4.563 25.15 Banyaknya Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan Menurut Jenis Usaha Pertaniannya di Belu 1993 dan 2003 Rumah Tangga Pertanian 1993 (2) 35.

Perkebunan Estate .

18 0. Lamaknen*) Kabupaten Belu (4) - Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008 229 .62 10.00 4.18 0.46 5. Weliman 05.29 21.58 1.18 0.30 26. Tasifeto Barat*) 12.00 14.29 23.00 2.14 1.38 9.12 2.00 9.00 11.80 6.83 42.20 0. Raimanuk 10.19 0.56 42.52 10.18 0. Malaka Barat 02.16 1.19 0.1 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kapuk Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Kapok Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Menghas ilkan Not Yet Yielding (2) 2. Kakuluk Mesak 13.26 2.83 11.40 241.27 11.19 0.00 18.18 0.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.51 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 13. Rinhat 03.00 2.66 Rusak destroyed Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 0.30 1.20 5.19 0.19 (1) 01.57 199.02 1. Tasifeto Timur 15. Wewiku 04. Laen Manen 09.65 8.19 2.94 7.10 0.88 5.97 6.48 1. Raihat 16.18 0.27 2.20 0.35 6. Kota Atambua*) 14.92 1.56 37.10 36.20 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 11.49 7.21 0.26 7. Lasiolat 17.52 1.00 3.00 2.15 2.20 7.21 1.18 0.00 8.20 0. Kobalima*) 11. Malaka Tengah 06.82 1.00 14.67 3.18 0.42 6.00 11.14 1.2.97 1.45 5.30 21. Malaka Timur 08.67 4.41 2.20 0.12 1.00 9.19 11. Sasita Mean*) 07.00 5.71 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 2.81 1.93 12.04 1.

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.2 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kemiri Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Cande Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 398.62 167.27 15.41 247.51 130.00 53.00 22.23 59.29 52.51 0.37 1.87 15.26 26.34 39.00 111.24 1,339.92 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 321.46 17.33 30.20 301.53 190.00 50.00 19.38 136.24 80.54 1.48 3.69 90.08 21.37 106.30 144.85 1,514.45 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 720.08 184.80 45.61 549.04 320.00 103.00 41.61 195.53 133.05 1.85 5.56 105.34 47.71 145.30 256.09 2,854.57 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 356.62 17.27 31.48 332.69 145.08 52.03 20.68 147.94 86.29 1.59 3.67 97.38 22.36 111.69 156.55 1,583.32

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 1.11 1.00 1.04 1.10 0.76 1.04 1.07 1.09 1.07 1.07 0.99 1.08 1.05 1.05 1.08 1.05

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4) -

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

230

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.3 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Coconut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 210.00 7.50 153.00 110.00 511.00 7.00 30.00 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 1636.00 58.50 1021.00 586.00 4026.00 52.00 379.00 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 1,862.00 71.00 1,186.00 710.00 4,558.00 60.00 414.00 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 1,795.96 75.35 1,045.50 596.70 4,550.22 62.46 430.51

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 1.10 1.29 1.02 1.02 1.13 1.20 1.14 0.85 0.88 1.09 1.07 0.99 1.11 1.14 1.10 1.11 1.11 1.10

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

16.00 5.00 12.00 14.00 21.00 1.00 5.00 2.00 1.00 77

10.00 9.00
36.00 4.00 12.00 3.00 11.00 2.00 6.00 5.00 1,126.5

40.00 25.00
450.50 23.00 57.00 22.00 79.00 14.00 24.00 35.00 8528

32.00 35.00
486.50 27.00 69.00 25.00 90.00 16.00 30.00 40.00 9,711.5

34.08 21.91
490.25 24.62 56.35 24.37 90.43 15.33 26.70 38.76 9,379.5

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

231

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.4 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Coffee Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produksi Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

1.46

15.27

1.53 2.00

0.24
0.56 5.30 9.63

-

16.73

3.08

0.20

0.24
0.56 6.83 11.63

0.06
0.13 1.77 2.24

0.25
0.23 0.33 0.23

2.56
1.28 2.50

10.15
5.13 16.30

12.71
6.41 18.80

3.06
1.21 3.71

0.30
0.24 0.23

0.48 2.12 1.51 2.20 33.74 51.38

2.39 11.03 4.46 8.20 97.25 185.91

2.87 13.15 5.97 10.40 130.99 237.29

0.36 2.69 0.84 1.99 21.71 42.85

0.15 0.24 0.19 0.24 0.22 0.23

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

232

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.5 Luas Areal dan Produksi Tanaman Jambu Mente Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Chasen Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding
(2)

Sudah Mengha silkan Yielding
(3)

Rusak destroyed (4)

Jumlah luas Areal Total of area (ha)
(5)

Jumlah Produksi Total Production (ton)
(6)

Produk -tivitas Produk -tivity (ton/ha)
(7)

(1)

01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

0.50

2.72

26.57 40.00 300.00 59.00 300.00 149.00 134.51 50.00 154.10 2.43 54.26 1,270.37

5.27 23.25 3.74 10.00 60.60 67.60 6.15 4.60 64.00 8.57 20.08 1.54 278.12

-

3.22

1.21

0.44

31.84 63.25 303.74 69.00 360.60 216.60 140.66 54.60 218.10 11.00 74.34 1.54 1,548.49

1.80 10.93 1.84 4.93 22.16 33.19 2.21 1.50 33.11 4.41 9.62 0.79 127.70

0.34 0.47 0.49 0.49 0.37 0.49 0.36 0.33 0.52 0.51 0.48 0.51 0.46

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

233

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.6 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Cocoa Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 10.00 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 31.19 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 58.05 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 6.22

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 0.20

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

25.00
180.00 44.30 2.50

12.00 85.00 12.20

16.86 18.00 14.00 8.91 57.77

25.00
210.00 143.30 23.61

2.28 16.22 1.07

0.19 0.19 0.09

50.00 -

0.47

0.47

0.08

0.17

4.81 0.21

54.81 0.21

0.39 0.02

0.08 0.10

311.80

0.12 0.11

0.12 0.11

0.02 0.13

0.17 1.18

146.11

515.68

26.43

0.18

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

234

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.7 Luas Areal dan Produksi Tanaman Pinang Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Areca Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produksi Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

1.25
8.23 1.00 1.19 3.00 6.00 3.00 1.11 1.20 5.11 3.46 0.47 0.23 1.48 3.16 4.00 4.52 48.41

2.75
12.56 2.00 2.00 8.80 12.53 8.00 3.20 3.06 13.50 7.25 0.41 0.36 2.67 4.85 7.50 10.24 101.68

-

4.00
20.79 3.00 3.19 11.80 18.53 11.00 4.31 4.26 18.61 10.71 0.88 0.59 4.15 8.01 11.50 14.76 150.09

0.12
2.53 0.70 0.78 2.24 2.77 11.55 4.62 1.50 3.16 1.75 0.16 0.09 0.71 1.14 1.78 2.42 38.02

0.04
0.20 0.35 0.39 0.25 0.22 1.44 1.44 0.49 0.23 0.24 0.39 0.25 0.27 0.24 0.24 0.24 0.37

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

235

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.8 Luas Areal dan Produksi Tanaman Tembakau Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu tobacco Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produks i Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

-

7.00 10.00 17.00

-

7.00 10.00 17.00

4.20 5.86 10.06

0.60 0.59 0.59

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

236

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

Peternakan
Livestock

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.3.1 Banyaknya Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock by Kind and District in Belu Regency 2007

(ekor)

Kecamatan District (1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku**) 04. Weliman**) 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen**) 09. Raimanuk**) 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat**) 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

Kuda Horse (2) 105 94 192 345 246 268 170 3 3 50 59 747 2,282

Sapi Cow (3) 8,579 6,406 7,404 7,337 17,894 9,370 13,005 5,056 2,592 7,424 2,826 6,606 94,499

Kerbau Buffalo (4) 11 8 73 11 445 387 114 8 84 173 81 1,395

Kambing Goat

Domba Sheep (6) 18 1 19

Babi Pig (7) 11,956 3,442 5,314 5,645 8,611 4,213 4,320 1,629 2,879 2,204 1,055 4,041 55,309

(5) 671 320 533 894 2,234 1,002 989 882 494 320 834 9,173

Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data masih tergabung di Kecamatan induk

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

239

Weliman**) 05.426 27. Kobalima*) 11.954 18. Wewiku**) 04. Lasiolat**) 17. Kota Atambua*) 14.949 279 244 8.001 28. Malaka Tengah 06. Raihat 16.649 7.860 Kabupaten Belu Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data masih tergabung di Kecamatan induk 240 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Timur 08.908 14.941 272 5.666 11.665 66 57.380 Itik Duck (4) 20. Sasita Mean*) 07. Malaka Barat 02.2 Banyaknya Ternak Unggas Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Poultry by Kind and District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Tasifeto Barat*) 12.138 9.3.216 21. Tasifeto Timur 15.967 13.305 4.526 236. Raimanuk**) 10.622 4. Kakuluk Mesak 13.423 8.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.339 4.684 7. Laen Manen**) 09. Rinhat 03. Lamaknen*) Ayam Ras Layer (2) Ayam Kampung Domestic Hens (3) 75.

Sasita Mean*) 07. Malaka Barat 02. Raimanuk 10.3 Banyaknya Ternak Berpenyakit SE Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock that SE Virus by Kind and District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kuda Horse (2) Sapi Cow (3) 3 4 2 21 1 3 3 37 Kerbau Buffalo (4) Kambing Goat (5) Domba Sheep (6) Babi Pig (7) 1 7 31 12 5 56 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 241 . Tasifeto Barat*) 12. Wewiku 04. Rinhat 03. Tasifeto Timur 15. Malaka Tengah 06. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Kota Atambua*) 14. Weliman 05.3. Lasiolat 17. Kobalima*) 11. Kakuluk Mesak 13. Raihat 16.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.

Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14.094 8. Kobalima*) 11.199 Brucello -sis Sapi (5) 1.000 1. Malaka Barat 02.000 500 2.500 1. Raimanuk 10.151 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 242 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Timur 08. Brucellosis.045 5. Laen Manen 09.617 9.000 770 500 380 750 1.000 500 500 25.500 2.255 2.821 1.132 450 1.033 5.245 3.774 5.906 2.000 Hoq Cholera Babi (6) 750 2. Tasifeto Timur 15.350 1.226 2. Malaka Tengah 06.149 3.600 2.000 7.051 Kerbau (3) Babi (4) 4.750 349 700 1.867 2.000 3. Tasifeto Barat*) 12.500 7.000 4. Sasita Mean*) 07.4 Banyaknya Ternak yang Divaksinasi SE.200 2.600 2.729 3. dan Hog-Cholera Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock that SE. Lamaknen*) Kabupaten Belu 94.143 5.500 1.000 Kecamatan District (1) 01.868 8.3.PERTANIAN / AGRICULTURE (ekor) Tabel / Table 6.133 2.200 2. Rinhat 03.244 1. Wewiku 04.700 850 500 500 200 500 300 15.Brucellosis.271 1.633 1.756 7.000 1. Weliman 05.000 1.839 500 907 30. Lasiolat 17. and Hog-Cholera Vacination by Kind and District in Belu Regency 2007 SE Sapi (2) 2.151 2. Raihat 16.562 10.

Wewiku 04. Malaka Barat 02.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kobalima*) 11. Kakuluk Mesak 13. Weliman 05. Malaka Timur 08. Lasiolat 17. Raimanuk 10. Kota Atambua*) 14. Rinhat 03. Raihat 16.5 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di luar Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Slaughting that happened out of Slaughter House by District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Tengah 06.3. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kuda Horse (2) Sapi Cow (3) 6 3 9 9 27 Kerbau Buffalo (4) Kambing Goat (5) Domba Sheep (6) Babi Pig (7) - Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 243 . Laen Manen 09. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Timur 15.

Lamaknen*) Kuda Horse (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sapi Cow (3) 16 0 0 0 586 0 0 0 0 0 194 0 1. Rinhat 03.3.385 42 0 0 1. Malaka Barat 02. Weliman 05. Kota Atambua*) 14. Malaka Tengah 06. Laen Manen 09. Raimanuk 10.6 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di dalam Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Slaughting that happened in Slaughter House by District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Tasifeto Barat*) 12. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08.034 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 244 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lasiolat 17.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Raihat 16.589 0 0 0 0 Kerbau Buffalo (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 41 0 0 0 0 Kambing Goat (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Domba Sheep (6) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Babi Pig (7) 0 0 0 0 9 0 0 0 0 0 42 0 983 0 0 0 0 Kabupaten Belu 0 2. Kakuluk Mesak 13. Wewiku 04. Kobalima*) 11.

643 456 106 5 0 0 Kulit (Kg) (4) 0 14.294 14.3. Kambing / goat 05.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Babi / pig 06. Ayam / hens 07. Sapi / cow 03. Kuda / horse 02. Lainnya / others Jumlah / total 0 10.232 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 245 .232 0 0 0 0 0 Jenis Ternak Kind of Livestock (1) 01.7 Pengeluaran Ternak dan Hasil Ikutannya Menurut Jenis Ternak di Kabupaten Belu Livestock Product and Others Product by Kind in Belu Regency 2007 Hasil Ternak dan Ikutannya Livestock Product and others product Bibit (ekor) (2) 0 0 0 0 0 0 0 Potong (ekor) (3) 84 9. Kerbau / buffalo 04.

Ayam / hens Asal Belu (2) 0 0 0 0 0 0 Ternak Bibit Luar Belu (3) 0 0 0 0 0 0 Jumlah (4) 0 0 0 0 0 0 Jumlah / total 0 0 0 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency 246 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Sapi / cow 03. Kambing / goat 05. Kerbau / buffalo 04. Babi / pig 06.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Banyaknya Ternak Menurut Asal Ternak . Kuda / horse 02. 2 0 Jenis Ternak Kind of Livestock (1) 01.

PERTANIAN / AGRICULTURE Table 6.294 Asal Belu (8) 0 0 0 0 0 0 0 Kulit (lembar) Luar Belu (9) 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah (10) 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 247 .8 Pengunaanya.3.643 456 106 5 0 10. dan Jenisnya di Kabupaten Belu 0 7 Ternak Potong (ekor) Asal Belu (5) 84 9.643 456 106 5 0 10.294 Luar Belu (6) 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah (7) 84 9.

Kehutanan Foresty .

775.39 3. Raihat 16. Sasita Mean*) 07.375.841.400.00 374. Raimanuk 10. Tasifeto Barat*) 12.750.27 5.00 3.356. Wewiku 04.40 296. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Forest of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 249 .531.699.189. Malaka Barat 02. Malaka Tengah 06.241.150.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kakuluk Mesak 13. Kobalima*) 11.97 591. Rinhat 03. Laen Manen 09. Kota Atambua*) 14.127.95 5.1.768.166.47 20.950. Tasifeto Timur 15.950. Malaka Timur 08.32 1.72 Suaka Marga Satwa Natural Park (6) 2.32 (1) 01. Weliman 05. Rencana Luas Kawasan Hutan Menurut Pola Tata Guna Hutan per Kecamatan di Kabupaten Belu Planning Foresty Area by it Function per District in Belu Regency 2007 (Hektar) Fungsi Hutan / Foresty Function Kecamatan District Hutan Lindung Protective Forest (2) 2.00 4.28 Cagar Alam Original Forest (5) 3.72 8.632.92 355.00 1.00 51.25 Hutan Tetap Difinitive Forest (3) Hutan Produksi Productive Forest (4) 2.4. Lasiolat 17.00 3.16 4.00 9.

Raimanuk 10.00 Jumlah Total (1) 01. Tasifeto Timur 15. Kobalima*) 11.00 2.401.66 5. Kota Atambua*) 14. Malaka Tengah 06.PERTANIAN / AGRICULTURE Lanjutan / Continued Table 6.19 20.95 5.775.768. Kakuluk Mesak 13. Raihat 16.97 6. Rinhat 03. Laen Manen 09.00 1.32 3.758. Tasifeto Barat*) 12.241.525.140. Malaka Barat 02.632.57 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 250 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lamaknen*) Kabupaten Belu (10) 3.090.00 69. Wewiku 04. Weliman 05.902.08 4.140.306.750.4.00 11.00 4. Malaka Timur 08. Lasiolat 17.1 Fungsi Hutan / Foresty Function Kecamatan District Taman Burung Bird Park (7) Taman Wisata Reserve Forest (8) Hutan yang Dapat Dikonversi Convered Foresty (9) 1.40 651. Sasita Mean*) 07.

2 Produksi Kayu Cendana di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Production of Cendana Wood in Belu Regency by District 2007 (kg) Kecamatan District (1) 01.118 2. Lasiolat 17. Raihat 16.725 Jumlah Total (4) 2. Tasifeto Timur 15. Rinhat 03.126 1.417 1.134 4.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kobalima*) 11. Sasita Mean*) 07.342 2.4. Malaka Barat 02. Raimanuk 10. Laen Manen 09.000 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 251 .200 6.275 Kelas Gubal (3) 992 1.334 11.607 1.524 4. Weliman 05. Malaka Tengah 06.182 1. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Timur 08. Wewiku 04.024 2. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kelas Campuran (2) 1. Kakuluk Mesak 13.

Madu 07.000 270.4.160.000 227.691.126.28 - 252 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000.508.500 4.810 1.08 600.00 3. Kayu jati olahan 3.894.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.00 1.000 1. Kayu Indah 7.549.000. Kayu Lamtoro Gung 8. Mahoni Olahan 6.310 387.160. Asam isi 05.720.3 Produksi Kayu dan Hasil Ikutannya Production of Wood and Others Product 2007 Produksi Numbers of Production (3) Nilai Produksi (Rp 000. Asam biji 04. Kayu jati bulat 2.450.775.720 800 2.79 7.) (5) Jenis Hasil Perincian Production Type (1) satuan (2) Harga/Unit ( Rupiah ) (4) A.508.000 1.250 1. Nuri 08.00 2. Lilin 06. Kemiri isi 03.000 1.06 4.371. Kayu jati bulat besar 10.10 4.290 2. Balok Kelapa B. Hasil hutan ikutan 01. Kayu rimba bulat 4. Sirih hutan Kg Kg Kg Kg Kg Ltr Ekor Kg M3 ton 108.000 900.000 500.81 1.841.470 3.588.000 10. Siri Hutan 09. Kemiri biji 02..00 8.841. Kayu rimba campuran 5.13 9.00 M3 M3 M3 M3 M3 M3 Kg M3 379.48 4. Kayu pertukangan/penjualan 1.80 6.

275 Nilai Produksi ( Rp 000. Sarang burung 19. Biji lamtoro gung 15.000 75. Bebak 17. Sheed lack 21. Kayu bakar Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 253 . Kunyit 16. kelas campuran 23.650. sarang burung walet 22. perlel dada kuning b.) (5) 2. kakatua putih kecil c. Kayu rimba bulat besar kelas III Satuan (2) kg Lmbr Btg kg M3 kg Kg kg Harga /Unit ( Rupiah ) (4) 13. nuri duski f. kelas gubal b.PERTANIAN /AGRICULTURE Lanjutan Tabel / Continued Table 6.500 5.000 1. b e o e.00 - Jenis Hasil/Perincian Production Type (1) 11. Balok kelapa 20.625. ayam hutan d. perkutut h..3 Produksi Numbers of Production (3) 660 4.625.00 23.725 5. Kayu cendana a. cecak rawo g. Kayu kuning 14.00 395.a. Bambu 18.4. Utas / ules 12.

493.800 35.010 5.000 (4) 20.500 521.000 317.500 4.050 11.000 205.290 660 800 3.240 16.080 10.010 108.640 5.720 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency 254 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .600 234.000 12.600 120 - Jumlah 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.000 64.270 Kayu Kuning (Kg) (5) 660 Madu (liter) (6) 800 Lilin (kg) (7) 3.200 105.000 159.4 Pengiriman Antar Pulau Hasil Hutan Non Kayu 2007 Jenis Hasil Hutan Bulan (1) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Asam Biji (Kg) (2) 6.500 2.400 14.510 120.200 9.200 24.000 7.310 387.000 182.000 Kemiri Kemiri Kulit (Kg) Kupas (Kg) (3) 6.910 27.000 494.000 346.4.400 14.800 5.800 1.

20 481.26 85.05 168.29 206.11 9.97 - 7.41 32.95 78.45 756.44 24.24 53.99 4.4.508.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6.04 41.5 Pengiriman Antar Pulau / ke luar Daerah Hasil Hutan Kayu 2007 Jenis Hasil Hutan Bulan (1) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember kayu jati Kayu Rimba olahan (M3) Olahan (M3) (2) (3) 151.36 392.08 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 255 .28 200.79 378.08 - Jumlah 4.80 Kayu Jati Bulat (M3) (4) 6.48 295.43 Kayu Rimba Kayu Indah Bulat (M3) Olahan (M3) (5) (6) 7.04 4.65 253.79 529.17 591.35 482.41 44.79 12.

Perikanan Fishery .

5. Nelayan sambilan utama 3.1 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Laut di Kabupaten Belu Menurut Kategori Usaha Numbers of Marine Fishing Household in Belu Regency by Categories 2007 Kategori Usaha Category Jumlah Nelayan/Jiwa Numbers (2) 971 1.088 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 259 . Nelayan sambilan tambahan Jumlah Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 2.150 737 Jumlah rumah tangga perikanan Marine fishing household (3) 365 446 277 (1) 1. Nelayan Penuh 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.858 1.

Perahu Kecil / Small Boat .PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.Perahu Besar / Big Boat/Ship 2.10 GT .5.10 GT ke atas / 10 GT and Over 35 18 3 22 4 - Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 260 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2 Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya Numbers of Marine Fishing Boat in Belu Regency by Type of Boat 2005 .5 GT .6 .Jukung / Dogout Boat . Kapal Motor .0 .Perahu Sedang / Medium Boat . Perahu Motor Tempel / Out Board Motor 2005 (2) 2006 (3) 2007 (4) 355 99 29 180 385 25 18 9 250 516 20 17 7 258 3. Perahu Tanpa Motor / Non Powered Boat .2007 Kategori Category (1) 1.

3 Jumlah Alat Penangkapan Ikan di Kabupaten belu Menurut Jenisnya Numbers of Marine Fishing Gear in Belu Regency by Type of Gear 2005 .Lainnya / Others 6.2007 Kategori Usaha Category (1) 1.Payang Lampara / Payang . Trammel Net 5.Pukat Pantai / Beach scine 2. Jaring Insang / Gill Net 4. Pancing / Pole and line .Long Line Dasar . Jaring Angkat .Bubu Source : Fishery Service of Belu Regency 75 52 139 132 136 115 4 0 99 129 6 0 106 168 10 2 117 170 1 2 0 0 0 0 1 0 0 9 573 86 2 0 6 746 112 6 100 8 919 181 2005 (2) 2006 (3) (unit) 2007 (4) Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 261 .Pancing Lainnya / others 7.Jala lempar .Pole and Line . Pukat Kantong / Basket Scine . Pukat Cincin / Ring Scine 3.Pancing Tonda .Bagan Tancap .PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Alat Lainnya .5.Bagan Rakit/ Perahu .

07 4.90 3.00 117.00 119.24 2007 (4) 1.14 2006 (3) 907.Tambak / Breakish Water pond .2007 (ton) Sub Sektor Group (1) 1.18 120.20 - 0.92 2.55 - 262 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .Sawah / Wet land Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 0.5. Perikanan Laut / Sea Fishery 2005 (2) 744.Perikanan Umum / Open Water .00 81.4 Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Menurut Sub Sektor Production of Fishery in Belu Regency by Fisheries Group 2005 .Kolam / Fresh Water Pond .45 .381.00 - 0.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.37 85.98 4. Perikanan Darat / In Land Fishery 124.

5.15 Produksi Production (ton) (3) 3.86 85.71 396.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kolam / Fresh Water Pond 2. Tambak / Breakish Water Pond 3.90 - Kategori Usaha Category (1) 1.5 Luas dan Produksi Budidaya Perikanan Darat di Kabupaten Belu In Land Fishery Production in Belu Regency 2007 Luas Area (Hektar) (2) 22. Perairan Umum / Open Water Jumlah / Total Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 418.55 81.45 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 263 .

Tetengkek 13. Tembang Kaleng 19.84 25.12 1. Belanak 16. Lencam 22.26 15.66 2. Cakalang 03. Kembung 14.28 3. Alu-Alu 06.72 7. Terbang 15.79 61.20 78.99 - 264 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .84 1. Tenggiri 05.93 2.06 0.98 47. Kerapu Balong 11. Kerapu Lumpur 09.11 35. Karapu Sunu 12.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Tuna 02. Tembang Kobi 18. Kakap Putih 08. Terubuk 21.12 35. Kurisi Produksi / Production (ton) (2) 210.01 6. Tongkol 04. Kakap Merah 07.68 21.04 47.6 Produksi Ikan Laut di Kabupaten Belu Menurut Jenis Ikan Sea Fisheris Production by Type 2007 Jenis Ikan / kinds of fish (1) 01. Biji Nangka 23. Tembang 17.28 38.99 27. Julung Julung (Nipi) 20.66 5. Kerapu Karang 10.5.

Baronang 32.64 2. Pinjalo 28.92 Jumlah Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 265 . Udang Putih 44.27 26.98 33. Cumi Cumi 42.04 1.63 0. Bentong 29.23 3.82 9.15 18. Pari 35.79 1.11 8. Layang 25. Kepiting Bakau 36.08 11. Talang-Talang 27. Udang Windu 45. Selanget 31.87 6. Teri 34.PERTANIAN / AGRICULTURE Lanjutan / continued table 6. Remis 41. Kerang Hijau 37. Simping 40.13 3. Kwee 26.00 444. Selar 33. Gurita 43.36 7. Tiram 39.30 30.5.71 48. Gerot Gerot 30. Kerang Darah 38.6 Jenis Ikan / kinds of fish (1) 24.76 12. Udang Lobster 46. Ikan Lainnya Produksi / Production (ton) (2) 27.50 9.381.

BAB / CHAPTER 7 Industri & Energi Industries & Energy .

usaha ini diposisikan semata-mata sebagai usaha sampingan dan bersifat musiman dengan kemampuan modal yang sangat terbatas.09%) dan sub sektor industri hasil Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 269 .832 orang (43.84%) dan industri logam.289 orang (95.573 orang terdiri dari tenaga kerja formal 284 orang (4. Sama halnya dengan komposisi penyebaran jenis perusahaan industri sub sektor industri aneka menyedot tenaga kerja 2. Penyerapan tenaga kerja untuk sektor industri pada tahun 2007 sebanyak 6. transportasi.68%).50%) diantaranya industri aneka. Apa lagi bagi sebagian besar rumah tangga pengrajin. bersifat padat karya dan rentan terhadap krisis karena memiliki akses pasar lokal yang nota bene memiliki keterbatasan daya beli. dan industri hasil pertanian dan kehutanan 1001 unit (31. Pada tahun 2007 jumlah usaha industri di Kabupaten Belu sebanyak 3. Hal ini disebabkan karena usaha industri kita didominasi sub sector industri kerajinan rumah tangga yang kapasitas produksinya sangat terbatas. sebanyak 1399 unit (44.144 unit atau naik sebesar 248.66%).32%) dan non formal 6. Perkembangan industri di Kabupaten Belu relative lamban. lembaga keuangan dan sektor jasa-jasa.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY INDUSTRI & E N E R G I INDUSTRI PENGOLAHAN  Pembangunan industri adalah bagian dari pembangunan ekonomi yang diharapkan dapat mengacu laju pertumbuhan ekonomi secara simultan dengan memanfaatkan output sektor primer sebagai bahan dasarnya.34% dari keadaan tahun lalu. Dari jumlah tersebut sebanyak 44. bahkan cenderung berjalan ditempat.03% dari total pekerja di Kabupaten Belu (163. mesin dan kimia 744 unit (23. Dengan industri yang berkembang maju maka akan menjadi lokomotif yang menarik gerbong pertumbuhan sektor-sektor supply sebagai penyedia bahan-bahan baku dan pada gilirannya akan mendorong maju sektor demand seperti perdagangan. Penyerapan tenaga kerja di sektor industri ini sebenarnya baru sekitar 4. Dilihat dari komposisi jenis industri.50 % diantaranya diklasifikasikan sebagai industri aneka.221 orang).

74%) serta sub sektor industri logam mesin dan kimia menyedot tenaga kerja 1. sertu 130.817. Tasifeto Barat 2. pengeboran sumur pompa dan pemasangan atap serta rehab gedung. rehabilitasi dan pemeliharaan bangunan/konstruksi yang menyatu dengan lahan tempat kedudukannya seperti gedung. Pada tahun 2007 jumlah perusahaan konstruksi sebanyak 425 unit dengan perincian klasifikasi perusahaan sebagai berikut: klasifikasi M sebesar 20 unit (4.94% dari perusahaan yang ada bermukim di Kota Atambua sedangkan sisanya masing-masing Malaka Tengah 3. Malaka Timur 1. Malaka Barat 1. Sedangkan pengerjaan konstruksi yang bersifat “direct investment” praktis sulit dilakukan karena kendala keterbatasan modal para pengusaha dan kapasitas daya beli masyarakat.71%.29%).71% dan Kobalima 0.49 m³.105. KONSTRUKSI. pemasangan.930 m³.152 orang (32. pasir 103. karena itu membutuhkan spesifikasi keahlian dan kekuatan modal yang memadai.105. Kakuluk Mesak 0. Sesuai dengan kondisi perekonomian di Kabupaten Belu perusahaan konstruksi yang ada merupakan perusahaan borongan yakni mengerjakan borongan konstruksi berdasarkan pesanan pemilik proyek semata-mata dalam hal ini adalah proyek- proyek pemerintah.71%) dan K sebesar 405 unit (95. Laen Manen 0. Dilihat dari penyebaran tempat kedudukan perusahaan secara kewilayaan sebanyak 88.17%).30 m³. Pada umumnya kegiatan konstruksi termasuk kegiatan yang melibatkan barang-barang modal. Realisasi pemakaian bahan bangunan galian golongan C selama tahun 2007 di dominasi batu gelondongan 147.30 m³ dan batu pecah 39. instalasi air.88%.   LISTRIK DAN AIR MINUM  Kebijaksanaan pemerintah dibidang kelistrikan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong 270 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .23%.35%. jembatan.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY pertanian dan kehutanan menyedot tenaga kerja 2.65%.  PERTAMBANGAN  PENGGALIAN  DAN  Konstruksi merupakan segala kegiatan yang berkaitan dengan pembuatan.53%. waduk jaringan listrik.589 orang (24. jalan.

RSS : 2. Kamar mandi/WC umum: 3. Sekolah Negeri : 25 pelanggan 5.134 unit atau meningkat 89. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun yang dibarengi dengan kerumitan aktifitas social – ekonominya membawa dampak pada peningkatan jumlah dan ragam permintaan akan air bersih.622 pelanggan 2. Kelompok I.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY kegiatan ekonomi. Kabupaten 44 pelanggan Kelompok IV.792 pelanggan yaitu: 1.40 %) diantaranya pelanggan rumah tangga.19 %. sedangkan sisanya masing-masing pelanggan bisnis dan perhotelan 18. sebanyak 2. Untuk mencapai sasaran tersebut diupayakan peningkatan daya pasang pembangkit tenaga listrik dan perluasan jaringan distribusi agar tersedia tenaga listrik dalam jumlah yang memadai dengan mutuh pelayanan yang prima. Rumah Sakit Pemerintah : 5 pelanggan Kelompok III. Jumlah pelanggan air bersih di Kabupaten Belu tahun 2007 sebanyak 2. Kantor Pemerintahan dan penerangan jalan 1. Industri rumah tangga :4.915 pelanggan yang terdiri dari 4 kelompok pelanggan.512. Hidran umum/ kran umum: 9 pelanggan 2. Instansi pemerintah/ABRI Tk. Terminal air: 1 pelanggan 4. Keberadaan air bersih merupakan tuntutan yang sangat vital karena menyangkut kelangsungan hidup manusia sehari-hari. Niaga besar : 70 pelanggan Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 271 . Tempat ibadah: 9 pelanggan Kelompok II Sebanyak 34 pelanggan yaitu: 1.266 Kwh Secara umum jumlah pelanggang listrik di Kabupaten Belu sampai pada tahun 2007 sebanyak 11.745. Badan social 2. Niaga kecil 126 pelanggan 3. Dari jumlah pelanggan tersebut sebesar 8.97 % dari tahun yang lalu. sebanyak 70 pelanggan yaitu: 1.86 % serta pelanggan usaha industri hanya 0. Rumah mewah: 2.700 VA dengan pemakaian 1.51 %. teruntama aktifitas sector industri dan jasajasa.618 unit (77. Rumah (selain RSS dan Mewah 2. Panti Asuhan : 3. Pada tahun 2007. sebanyak 19 pelanggan yaitu 1. Yayasan Sosial: 4 pelanggan 4.04 %. daya terpasang pembangkit tenaga listrik PLN di Kabupaten Belu sebesar 12.

Persentase Industri Pengolahan Menurut Bidang Usahanya di Kabupaten Belu Tahun 2007 Industri Logam. mesin dan kimia 29% Industri Hasil Pertanian & Kehutanan 33% Industri Aneka 38% Sumber : Dinas Perindag Kabupaten Belu 272 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Jumlah Perusahaan/Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri di Kabupaten Belu Tahun 1997 .2000 2500 2000 1500 1000 500 Industri Kerajinan 0 1997 1998 1999 Industri Kecil Industri besar/sedang 2000 Sumber : Dinas Perindag Kabupaten Belu Gambar 7.2.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Gambar 7.1.

Industri Industries .

Laen Manen 09. Rinhat 03. Tasifeto Timur 15. Malaka Tengah 06.1 Banyaknya Perusahaan / Usaha Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan Numbers of Manufacturing / Etablishment by District 2007 Industri Hasil Pertanian & Kehutanan (2) 128 20 30 196 2 46 20 40 86 60 40 189 84 20 40 Industri Logam. Raimanuk 10.001 1. Lasiolat 17. Malaka Barat 02. Sasita Mean*) 07. Mesin & Kimia (4) 251 1 38 20 40 21 47 89 134 93 10 - Kecamatan District (1) 01.399 744 3. Wewiku 04. Kakuluk Mesak 13. Raihat 16.1. Kota Atambua*) 14. Malaka Timur 08. Weliman 05. Kobalima*) 11.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Tasifeto Barat*) 12.144 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 275 . Lamaknen*) Industri Aneka (3) 158 70 20 60 45 24 70 80 100 100 93 129 170 60 60 160 Jumlah Total (5) 537 91 88 80 281 26 137 100 40 186 207 222 452 347 90 60 200 Kabupaten Belu 1.

2 Banyaknya Pekerja Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan Numbers of Person Enganged in Manufacturing Sector by Industry Categories and District 2007 Industri Hasil Pertanian & Kehutanan (2) 265 40 60 373 5 92 40 80 132 120 80 597 168 20 80 2.573 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 276 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lasiolat 17. Raimanuk 10.832 Jumlah Total (5) 1. Laen Manen 09. Kakuluk Mesak 13. Wewiku 04.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Tasifeto Barat*) 12. Mesin & Kimia (4) 513 10 76 40 84 45 94 178 339 190 20 1.221 698 160 120 400 6.061 190 176 220 547 53 277 180 80 332 414 444 1. Tasifeto Timur 15. Raihat 16.1. Lamaknen*) Kabupaten Belu Industri Aneka (3) 283 140 40 180 90 48 140 140 200 200 186 285 340 120 120 320 2. Rinhat 03.589 Kecamatan District (1) 01. Kobalima*) 11.152 Industri Logam. Kota Atambua*) 14. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Malaka Barat 02. Malaka Tengah 06. Weliman 05.

Ind. Garam yodium/garam rakyat 04.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Bengkel mobil 03. Gerabah 0 128 0 265 0 0 0 0 2 2 115 16 20 7 0 158 0 0 0 0 14 14 190 32 40 7 0 269 0 1 0 0 41 0 134 76 0 4 0 0 89 0 268 152 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 1 3 251 537 4 18 509 1. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. INDUSTRI LOGAM. Ind. Ind. MESIN & KIMIA 01. Sapu ijuk 05. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. INDUSTRI ANEKA 01.1. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Ind. Tambur likurai 04. Pertenunan 02. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Barat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) tenaga kerja formal (4) formal (2) non formal (3) non formal (5) I. Perabotan RT (meubel) JUMLAH II III. Alat pertanian dari logam 02. Ind. Ind. Ind. Ind.3 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Barat Menurut Jenis Industri.043 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 277 . Ind. Roti manis. kue kering & sejenisnya 0 0 120 8 0 0 240 25 JUMLAH I II.

INDUSTRI LOGAM.4 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Rinhat Menurut Jenis Industri. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Rinhat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Tambur likurai JUMLAH II III. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02.1. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Garam yodium/garam rakyat 04. Ind. Batu merah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 20 0 40 0 0 0 0 60 10 0 70 0 0 0 0 120 20 0 140 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 91 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 10 190 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 278 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. MESIN & KIMIA 01. Alat pertanian dari logam 02. Ind. Ind. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Pertenunan 02. Ind. Roti manis. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. kue kering & sejenisnya tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 20 0 0 0 40 JUMLAH I II. Ind. Bengkel mobil 03.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.

Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Garam yodium/garam rakyat 04. Ind. Ind. Pertenunan 02. Minyak goreng dari kelapa 02. Alat pertanian dari logam 02. Ind. kue kering & sejenisnya 03.5 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Wewiku Menurut Jenis Industri. Ind. Ind.1. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Wewiku by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Ind. MESIN & KIMIA 01. Tambur likurai JUMLAH II III. Ind. Tahu Tempe tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 20 0 10 0 0 0 40 0 20 JUMLAH I II. Roti manis. Gerabah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 30 0 60 0 0 0 0 20 0 0 20 0 0 0 0 40 0 0 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 38 38 88 0 0 0 0 0 0 0 0 0 76 76 176 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 279 . Ind. Bengkel mobil 03.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. INDUSTRI ANEKA 01. INDUSTRI LOGAM. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03.

Garam yodium/garam rakyat 04. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. INDUSTRI ANEKA 01.1. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. Roti manis. kue kering & sejenisnya JUMLAH I II.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Weliman by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Ind. Ind. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Pertenunan 02. Ind. Ind. MESIN & KIMIA 01. Ind. Bengkel mobil 03. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Tambur likurai JUMLAH II III.6 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Weliman Menurut Jenis Industri. INDUSTRI LOGAM. Ind. Pande Besi JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 80 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 40 220 0 0 0 0 60 0 0 60 0 0 0 0 180 0 0 180 formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 280 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Keripik pisang/ubi 06. MESIN. Ind. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. INDUSTRI LOGAM.1. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Kerupuk udang tenaga kerja formal (4) formal (2) non formal (3) non formal (5) 0 0 0 1 0 3 1 1 0 107 40 5 0 24 0 0 0 20 0 0 0 6 0 13 1 2 0 205 48 10 0 48 0 0 0 40 JUMLAH I II. Ind. dan sejenisnya 03. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Tengah by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Gula merah 04. & KIMIA 01. Roti manis kering. Ind. Perabot kelengkapan rum tangga dari kayu 07. Bengkel motor 02. Macam-macam es 05. Ind.7 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Tengah Menurut Jenis Industri. Ind. Garam yodium/rakyat 04. Penggilingan Padi 09. Foto copy 08. Pertenunan 02. Ind. Ind. Ind. Barang dari semen 0 45 0 90 1 0 0 0 0 40 0 0 4 0 0 0 0 80 0 0 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 1 7 40 281 4 26 80 521 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 281 . Ind. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 6 0 0 196 40 5 22 0 0 351 80 10 JUMLAH II III. Ind. Ind. Ind. Bengkel Motor 03.

Foto copy 08. Minyak goreng dari kelapa 02. Bengkel motor 02. Ind. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. & KIMIA 01. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Sasita Mean by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Garam yodium/rakyat 0 24 0 48 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH III 0 0 0 0 0 53 0 26 JUMLAH I + II + III Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 282 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. INDUSTRI LOGAM. Ind. Perabot kelengkapan rum tangga dari kayu 07. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Pertenunan 02. Ind. Ind. Bengkel Motor 03. Gula merah 04. Ind. Macam-macam es 05. Ind.8 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Sasita Mean Menurut Jenis Industri. Keripik pisang/ubi 06. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 0 2 0 5 0 0 24 0 0 0 48 0 JUMLAH II III. Ind. dan sejenisnya 03. Ind. Ind. Ind. Roti manis kering. MESIN. Penggilingan Padi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) JUMLAH I II.1.

Pertenunan JUMLAH II III.9 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Timur Menurut Jenis Industri. & KIMIA 01. INDUSTRI LOGAM. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Industri Marmer JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 20 1 21 137 0 0 0 0 40 5 45 277 0 0 70 70 0 0 140 140 0 0 0 0 5 10 31 46 0 0 0 0 10 20 62 92 formal (2) Non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 283 . Ind. Ind. Industri gerabah 02. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan JUMLAH I II.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. INDUSTRI ANEKA 01. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Timur by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I.1. MESIN. Ind. Gula merah 03.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02.

INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. MESIN & KIMIA 01. Gerabah 0 80 0 140 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 100 0 0 0 180 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 284 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. Bengkel motor 04.10 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Laen Manen Menurut Jenis Industri. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Ind. Roti manis. Ind. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Laen Manen by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Pertenunan 02. Minyak goreng dari kelapa 02. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Bengkel mobil 03. INDUSTRI LOGAM. Ind. Ind.1. Alat pertanian dari logam 02. Gula lempeng tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 0 0 20 0 0 0 0 0 40 JUMLAH I II. Anyaman Lontar 0 20 0 40 0 0 0 60 0 20 0 0 0 100 0 40 JUMLAH II III. kue kering & sejenisnya 03.

dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raimanuk by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Ind. Pertenunan 02. Alat pertanian dari logam 02. Minyak goreng dari kelapa 02. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. MESIN & KIMIA 01. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. Roti manis. Ind. INDUSTRI LOGAM.11 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Raimanuk Menurut Jenis Industri. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Sapu ijuk JUMLAH II III. Ind. Ind. Tambur likurai 04. Garam yodium/garam rakyat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 80 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 40 0 0 0 0 80 80 formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 285 . kue kering & sejenisnya JUMLAH I II. Ind. Bengkel mobil 03.1.

INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01.12 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kobalima Menurut Jenis Industri. Minyak Kelapa Rakyat 0 JUMLAH I 0 26 40 20 86 0 0 0 0 52 40 40 132 II. Keripik pisang/ubi 0 02.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Biskuit dari ubi kayu/pisang 0 03. Ind. Ind.1. Pertenunan JUMLAH II JUMLAH I + II 0 0 0 100 100 186 0 0 0 200 200 332 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 286 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kobalima by Industry Kinds 2007 Unit usaha Kelompok Industri (1) Formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) I. INDUSTRI ANEKA 01.

Pertenunan 02. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. INDUSTRI LOGAM.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. INDUSTRI ANEKA 01. Ind.1. Penjahit JUMLAH II III. Madu 03. Ind. Ind. Ind. Biskuit Pisang 04. MESIN. Ind. Ind. Batu bata dari tanah liat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 60 20 20 100 0 0 0 0 120 40 40 200 0 0 0 0 24 23 47 207 0 0 0 0 48 46 94 414 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 287 . Industri gerabah 02. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District TasifetoBarat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) tenaga kerja formal (4) formal (2) Non formal (3) Non formal (5) I.13 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Jenis Industri. Tas tali gewang 03. & KIMIA 01. Ind. Ind.Pengupas&pembersihbiji selain kopi (mete) 0 0 0 0 0 10 10 20 20 60 0 0 0 0 0 20 20 40 40 120 02. Dendeng/Abon Sapi JUMLAH I II.

& KIMIA 01. Garam yodium/garam rakyat 02. Ind.1. Pertenunan 02. Ind. Ind. INDUSTRI LOGAM. Emping Jagung 02. Tas Tali Gewang JUMLAH I II. Pande Besi 0 0 0 0 50 3 40 93 0 0 0 0 100 6 80 186 0 0 0 79 10 89 0 0 0 158 20 178 JUMLAH II III. Ind. Ind.14 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Jenis Industri. Penjahitan 03.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Dendeng/Abon Sapi JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 20 20 40 222 0 0 0 0 40 40 80 444 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 288 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kakuluk Mesak by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. MESIN. Ind. Ind. INDUSTRI ANEKA 01.

Ind. Pertenunan 02.1. Madu 03. INDUSTRI ANEKA 01.15 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Jenis Industri. Tas Tali Gewang 04.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. & KIMIA 01. Alat pertanian dari logam 02. Ind. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Timur by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) 0 0 0 0 10 10 44 20 Kelompok Industri (1) I. Ind.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. Dendeng/Abon Ikan tenaga kerja non formal formal (4) (5) 0 0 0 0 20 20 88 40 JUMLAH I II. Ind. Kapur JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 84 0 168 0 0 0 0 0 120 10 20 20 170 0 0 0 0 0 240 20 40 40 340 0 0 0 0 0 5 69 19 93 347 0 0 0 0 0 14 138 38 190 698 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 289 . Garam yodium/garam rakyat 03. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04. Ind. MESIN. Tas Tali Sisil JUMLAH II III. Ind. INDUSTRI LOGAM. Sapu ijuk 03. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind.

Ind. Garam yodium/garam rakyat 03.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raihat by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Ind. Gerabah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 0 0 0 60 0 60 0 0 0 120 0 120 0 0 0 0 0 0 0 10 10 90 0 0 0 0 0 0 0 20 20 160 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 290 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind.16 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Raihat Menurut Jenis Industri. Alat pertanian dari logam 02. INDUSTRI ANEKA 01. Madu 03. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. & KIMIA 01. Ind. Ind. INDUSTRI LOGAM.1. Ind. Biskuit dari ubi kayu/pisang JUMLAH I II. MESIN.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. Sapu ijuk JUMLAH II III. Pertenunan 02. Ind.

Ind. Pertenunan 02. & KIMIA 01. Ind. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) JUMLAH II III.Minyak goring dari kelapa 02. Kapur JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 60 0 60 0 0 0 120 0 120 0 0 0 0 0 0 0 0 0 60 0 0 0 0 0 0 0 0 0 120 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 291 . Roti manis. Ind. MESIN. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Garam yodium/garam rakyat 03. INDUSTRI ANEKA 01.17 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Lasiolat Menurut Jenis Industri. INDUSTRI LOGAM. kue & sejenisnya 03.1. Ind. Ind. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lasiolat by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Saos Tomat JUMLAH I II.

Meubel bambu JUMLAH I II.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lamaknen by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Tas Tali Gewang JUMLAH II 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 0 0 20 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 0 0 40 80 0 0 0 0 100 0 60 160 0 0 0 0 200 0 120 320 JUMLAH I + II 0 200 0 400 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 292 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. Ind. Ind. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Madu 03. Tahu/Tempe 05.1.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02.18 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Lamaknen Menurut Jenis Industri. Pertenunan 02. Ind. Ind. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Meubel dari kayu 06. Ind.

INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Peti mati 15. Ind. Ind.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 03. Ind. Minuman ringan/sari buah 13. Ind.rum. Industri kasur bantal 18. Ind. Ind. Percetakan dan penjilidan 19.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Roti manis. Ind. Ind. Ind.tangga dari kayu (meubel) 16. Kelapa parut 07. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kota Atambua by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) 5 0 1 8 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 24 2 0 3 8 0 7 1 0 30 2 6 0 9 5 0 0 0 0 7 33 5 16 1 0 10 Kelompok Industri (1) I. Ind. Keripik pisang/ubi 11. Ind. pengolahan & pengawetan daging 02.19 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kota Atambua Menurut Jenis Industri. Ind. Kerupuk kulit 12.Kerajinan ukir-ukiran dari kayu kecuali meubel 17. Tahu 10. Tempe 09. Photo copy 20. Ind. Tahu Tempe tenaga kerja non formal formal (4) (5) 13 0 2 37 0 0 2 0 4 2 4 5 5 0 137 8 0 11 18 0 15 2 0 108 4 7 0 21 14 0 0 0 0 16 99 9 32 2 0 20 JUMLAH I 57 132 248 349 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 293 . Ind.1. Ind. Macam-macam es 06. Ind. Pengolahan kopi 08.Perabot&keleng. Jamu 14. Ind. Mie basah 04. kue kering & sejenisnya 05. Ind. Ind.

Foto studio 13. Perajutan (obras) 03. Ind. TV dll 08. Ind. Ind. Tambal ban 11.19 unit usaha non formal formal (2) (3) Kelompok Industri (1) tenaga kerja non formal formal (4) (5) II. Pengawetan kulit 06. Pakaian jadi dan tekstil (penjahit) 04. Ind. Ind. Ind. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Continued Table 7. Cuci cetak foto bewarna 14. INDUSTRI ANEKA 01. Reperasi sepatu 07. Sablon JUMLAH II 0 0 3 0 1 0 1 0 0 1 0 3 2 0 11 30 11 27 8 2 2 5 2 4 9 12 0 0 6 118 0 0 12 0 8 0 1 0 0 2 0 3 8 0 34 60 11 92 16 4 4 10 2 4 17 18 0 0 13 251 294 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Stempel karet 09. Pemangkas rambut 10. Ind. Aneka sovenir dari tenunan 05. Ind. Ind. tape. Pertenunan 02. Salon kecantikan 12. Ind. Ind. Ind. Reparasi radio.1. Ind.

Ind. Ind. Ind. INDUSTRI LOGAM 01. Ind. MESIN & KIMIA A. Ind.INDUSTRI MESIN 01.19 unit usaha Non formal formal (2) (3) tenaga kerja Non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) III. Genteng dari tanah liat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 102 350 410 811 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 295 . Bengkel las C. Ind. Vulkanisir Ban 02. Ind. Ind.1. Reparasi jam 05. Bengkel motor 03. Karoseri kendaraan roda empat atau lebih 1 1 13 7 4 0 2 2 0 4 0 0 34 5 3 8 7 1 4 8 0 2 1 60 1 100 4 1 50 24 10 0 6 5 0 28 0 0 128 10 6 24 14 3 8 16 0 2 3 120 5 211 04. Batu bata dari tanah liat 05. Permata (batu aji) 02. INDUSTRI LOGAM. Pandai emas/perak B. Ind. Pemotongan kaca 03.INDUSTRI KIMIA 01. Ind. Bengkel mobil 02. Ind. Ind. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Continued Table 7. Barang dari semen 04.

Listrik Electricity .

750 92.450 27.500 521.808 115.236.494.614 533.933 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 299 . Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Atambua Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 90 4. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.412 Jumlah / Total 6.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.990 2.2.000 4.109 492.350 1.217 8.685 1.568.174.1 Banyaknya Pelanggan.309 3 130 562.650 2.

173 1.600 286.855 20.350 23.2 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Atapupu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 13 392 54 1 16 16.2.369 3.370 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 300 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .001 Jumlah 476 487.000 22.150 59.850 138.350 1.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.972 32.

808 1.950 166.223 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 301 .850 13.2.193 110.333 261 13 54.402 Jumlah 1.000 1.158.650 5.820 48.450 335.561.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.642 1.3 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Betun Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 35 1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.

INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.600 3. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.496 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 302 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .311 17.700 111.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Besikama Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 10 385 94 4 13.550 1.650 241.608 25.4 Banyaknya Pelanggan.194 383 Jumlah 493 370.500 44.

521 Jumlah 966 763.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Naitimu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 43 735 177 11 94.900 73.000 17.666 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 303 .936 2.750 167.599 20.650 6.2.5 Banyaknya Pelanggan.500 484. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.610 43.

987 5.025 Jumlah 141 113.2.800 21.200 69. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.050 10.6 Banyaknya Pelanggan.974 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 304 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Silawan Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 2 126 3 10 2.150 19.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.900 59 3.903 1.

302 5.213 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 305 .823 700 Jumlah 215 156.450 60.388 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Lamaknen Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 8 149 54 4 11.2.650 1.800 81.650 2.7 Banyaknya Pelanggan.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.550 15.

INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.150 99.650 3.000 263.342 227 Jumlah 232 328. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.757 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 306 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .8 Banyaknya Pelanggan.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Manleten Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 9 173 45 5 11.544 7.950 49.550 1.644 90.

160 844 411 Jumlah 200 178.2.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.100 6.850 465 5.100 4.500 19. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Kobalima Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classificaton Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 6 186 3 5 9.880 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 307 .9 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.650 144.

Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Boas Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 17 221 23 3 16.10 Banyaknya Pelanggan.250 134.048 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 308 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .900 22.300 1.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.446 310 Jumlah 264 174.800 16.248 11.044 3.350 1.2.

Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.000 62.2.750 951 4.800 1.700 15.11 Banyaknya Pelanggan.146 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 309 . Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Kaputu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 5 84 17 2 7.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.082 1.250 7.867 246 Jumlah 108 87.

300 3.050 396 2.700 3.800 47.12 Banyaknya Pelanggan.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Biudukfoho Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 3 79 10 3 4.348 696 103 Jumlah 95 62. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.750 6.2.543 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.13 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Haekesak Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 3 70 11 1 3.000 8.650 5.900 41.2.465 973 321 Jumlah 85 54.017 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 311 .450 1.300 258 3.

700 50.523. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN di Kabupaten Belu Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.061 4 207 Daya Pasang Value of Power (VA) (3) 807.266 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 312 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .079 4.177 130.618 2.512.800 3.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.511.500 619.350 7.628 625. Value of Power and Cunsumption PLN Electricin Belu Regency by Clasification 2007 Jumlah Pelanggan Numbers of Costumer (2) 244 8.062 Klaisifikasi Tarif Classification (1) S R B I P Jumlah 11.350 Pemakaian Value of Consumption (KWH) (4) 114.700 1.320 871.14 Banyaknya Pelanggan.134 12.2.745.

Air Minum Water Supply .

100 124.475.900 15.073.310. Ins.245. Terminal Air 4.700 20.695 28. Yayasan Sosial 4. Pem/ABRI Tngkt Kec & Kel III.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.467 Nilai (Rp) (4) 15.619.300 1. KELOMPOK PELANGGAN III 1.034 7. Rumah (selain RSS & Mewah) 2.515.156 1.630.406.3. Kamar Mandi/WC Umum 3.830. Hidran Umum/Kran Umum 2. Niaga Kecil 3. Tempat Ibadah II.955 321 2. RS Pemerintah 6.622 126 44 4.500 2.717.845 13.042 11.100 839.582 571. Industri RT 4.700 2.900 1. Pem/ABRI Tngkt Kabupaten 9 1 9 34 4 25 5 2. KELOMPOK PELANGGAN II 1. RSS 2. Sekolah Negeri 5.198 924 613.000 35. KELOMPOK PELANGGAN I 1. Panti Asuhan 3.100 Kategori Pelanggan (1) I. Ins.682.191 9.1 Volume dan Nilai Air Minum Air Bersih / Minum yang disalurkan Menurut Jenis Pelanggan Numbers of Costumers Water Supply by Costumer Type 2007 Jumlah Pelanggan (2) 19 Volume (m3) (3) 7.800 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 315 .131.300 3.729.792 2.

3. Niaga Besar 3.000 110.915 648.282 1.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan / Continued Table 7. Rumah Mewah 2.070.000 - Kategori Pelanggan (1) IV.077 Nilai (Rp) (4) 110. KELOMPOK PELANGGAN IV 1. Ins.700 Sumber : Badan Pengelola Air Minum Kabupaten Belu Source : State Water Board of Belu Regency 316 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kedubes/Konsulat Asing V.1 Jumlah Pelanggan (2) 70 70 Volume (m3) (3) 18. KELOMPOK PELANGGAN KHUSUS VI.077 18. SUSUT (HILANG DLM PENGELUARAN) TOTAL 2. Pem/ABRI Tngkt Propinsi 4.347.552.070.

Pertambangan Mining .

Tasifeto Timur 15. Wewiku 04. Raimanuk 10. Malaka Tengah 06. Malaka Barat 02. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Sasita Mean 07. Raihat 16. Tasifeto Barat 12. Kota Atambua 14. Lamaknen Kabupaten Belu 20 20 8 15 7 3 1 10 3 358 405 8 15 7 3 1 10 3 378 425 Sumber : Bagian Pembangunan Pemda Belu Source : Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 319 .4. Kobalima 11. Weliman 05. Rinhat 03.1 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Kecamatan dan Kualifikasinya di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) Kualifikasi Perusahaan Menengah (M) Kecil (K) (2) (3) Jumlah (7) 01. Lasiolat 17. Kakuluk Mesak 13.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.

Raimanuk 10. Malaka Barat 02. Lasiolat 17. Malaka Tengah 06. Raihat 16. Kota Atambua 14. Wewiku 04. Tasifeto Barat 12. Lamaknen Kabupaten Belu - 20 20 8 15 7 3 1 10 3 357 404 1 1 8 15 7 3 1 10 3 378 425 Sumber : Bagian Pembangunan Pemda Belu Source : 320 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Timur 08. Laen Manen 09.4. Rinhat 03.2 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Bentuk Badan Hukum dan Kecamatan Di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) PT (Persero) (2) PT (3) CV (4) Perusahaan Daerah (5) Jumlah (6) 01.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Kakuluk Mesak 13. Weliman 05. Sasita Mean 07. Kobalima 11. Tasifeto Timur 15.

18 (6) 2.59 18.43 1.44 766.593.700.90 12.046.288.77 1.49 (7) - Kecamatan Pasir (1) 01.80 6.76 703.054. Raihat 16. Tasifeto Timur 15.89 1.43 Sumber : Dinas Pertambangan Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 321 . Laen Manen 09.48 14.60 1.40 6.90 (4) (5) 243.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.094. Rinhat 03.494.909.68 9. Lamaknen (2) 2.089.05 1.01 973.101.21 5. Kakuluk Mesak 13.12 401.81 12.29 1.85 3.230.37 45.176. Malaka Tengah 06.3249.66 1.930.471.57 990.280. Kobalima 11.783.72 3.106.25 1.78 16.26 2.4.210.45 Kabupaten Belu 10.23 5.938.06 272.51 7.87 3.11 17.21 3.765. Weliman 05. Malaka Barat 02.03 147.03 29.35 3.718.391.194.84 352. Tasifeto Barat 12.61 3.44 72.105.27 10.01 12.921.316.79 680.53 586. Malaka Timur 08.97 191.33 130.02 143.667.897. Wewiku 04.30 343.89 693.88 362.205.804.31 1.08 20.22 39.450.06 13.16 652.286. Raimanuk 10.934.94 4.3 Penggunaan Bahan Galian Golongan C menurut Jenis dan Kecamatan Di Kabupaten Belu 2007 Jenis Bahan Galian (M³) Batu pecah Batu Batu Batu (2/3Gelondon Sirtu Karang Kapur 3/5g 5/7) (3) 3.870.490.73 27.428.677.817.021.427.035.86 121. Kota Atambua 14.86 2.442.332.66 66.31 1. Sasita Mean 07.00 4.62 338.86 4.611.68 1.464.73 1.349.72 380.965.673.63 1. Lasiolat 17.901.

511.97 3. Malaka Barat 02.199.04 26. Weliman 05.00 1.29 48.057.85 20.40 86. Rinhat 03. Laen Manen 09.78 65. Kota Atambua 14.92 - 322 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raihat 16.657.549. Sasita Mean 07.526.683.120.09 622.01 71.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Table 7. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertambangan Source - - 206.79 2.31 52. Raimanuk 10.97 10.33 7.20 206.80 261.288.28 3. Tasifeto Timur 15.20 2. Lasiolat 17.205.3 Jenis Bahan Galian (M³) Kecamatan Marmer (2) - Batu Warna/ Batu Aji (3) - Tanah (4) 1.64 1.74 2.045.78 Tanah Liat (5) 114.05 164. Kobalima 11.93 Tanah Putih Batu Kapur (6) - (1) 01.77 109.204.93 53. Kakuluk Mesak 13.4.11 6.00 55.672.649.868.00 3.35 173.288. Malaka Tengah 06. Malaka Timur 08. Tasifeto Barat 12.26 88. Wewiku 04.72 1.40 172.22 263.19 61.

Raimanuk 10.00 100.507.773. Kakuluk Mesak 13.00 292. Tasifeto Barat 12.270. Kobalima 11.405.459. Sasita Mean 07.856.00 100.156.46 14. Tasifeto Timur 15.00 100. Weliman 05.00 Source Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 323 .369.126.00 100.631.00 100.261.00 186.50 838.481.00 161.112.00 100. Rinhat 03.123.68 20.8210. Malaka Barat 02.00 100.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.00 100.00 40.601.893. Kota Atambua 14.357.00 83.00 100.50 568.041.00 100.4. Laen Manen 09.00 100.00 100.26 96.661. Malaka Timur 08.045.00 100.00 31.725.513.00 100.664.4 Realisasi Penerimaan Pajak Pengambilan Pemanfaatan Bahan Galian Golongan C menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) Target (Rupiah) (2) Realisasi (Rupiah) (3) Persentase (%) (4) 01.500.519.242.00 56.10 2.642. Malaka Tengah 06.00 100.194.00 17.530. Lasiolat 17.00 100.259.00 100.798.00 100.378. Wewiku 04.00 27.885. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertambangan - 38.800.607.50 332. Raihat 16.00 16.

Laen Manen 09.211.5 Realisasi Penerimaan Pajak Air Bawah Tanah menurut Kecamatan Di Kabupaten Belu Actual Receipts Retribution Under Soil Water by District in Belu Regency 2007 Kecamatan District (1) Sasaran Target (Rupiah) (2) Realisasi Realitation (Rupiah) (3) Persentase Percentage (%) (4) 01. Rinhat 03. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Tasifeto Barat 12. Lamaknen Kabupaten Belu 30. Lasiolat 17. Kobalima 11.112. Raimanuk 10.44 Sumber : Dinas Pertambangan 324 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kakuluk Mesak 13.112. Wewiku 04.900 70.500 21.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.500 30. Sasita Mean 07.4.211.900 21. Malaka Tengah 06. Kota Atambua 14.44 70. Weliman 05. Malaka Timur 08. Malaka Barat 02.

BAB / CHAPTER 8 Perdagangan & Perhotelan Trade & Hotels .

PERDAGANGAN & HOTEL / TRADE & HOTELS

PERDAGANGAN & PERHOTELAN
PERDAGANGAN 
Sektor perdagangan merupakan sektor yang sangat strategis dalam mata rantai aktivitas ekonomi karena berperan sebagai mediator antara rumah-tangga konsumen dan rumahtangga produsen. Sebagai jaringan distribusi yang melayani kebutuhan masyarakat baik untuk barang konsumtif maupun produktif maka segala kebijakan di sektor perdagangan selalu diarahkan untuk menjamin penyebaran serta ketersediaan berbagai barang kebutuhan tersebut secara lebih merata dengan harga yang dapat dijangkau daya beli masyarakat. Pada tahun 2007 jumlah perusahaan di sektor perdagangan yang telah mengantongi surat izin usaha perdagangan sebanyak 1814 unit dengan klasifikasi jenis usaha perdagangan besar 26 unit (1.43%), perdagangan menengah 551 unit (30.37%), perdagangan kecil/eceran 1152 unit (63.51%) serta rumah makan sebanyak 69 unit (3.80%). Dari penyebaran secara geografis memperlihatkan bahwa 66.26% dari jumlah usaha perdagangan yang ada tersebar di wilayah kecamatan Kota Atambua sedangkan sisanya kecamatan Malaka Tengah 10.53%, Tasifeto Barat 5.13%, Malaka Barat 3.58%, Kakuluk Mesak 3.03%, Malaka Timur 2.32%, Raihat 1.93%, Tasifeto Timur 1.82% dan kecamatan lainnya sebesar 5.40%. Pada tabel 8.14 dapat dilihat volume pengadaan beberapa komoditi strategis terutama yang berasal dari luar wilayah Belu dimana pada umumnya mencakup barangbarang hasil pertanian dan industri pengolahan seperti beras, jagung, gula pasir, minyak goreng, dan minyak tanah. Pengadaan bahan makanan biasanya memuncak pada bulan-bulan yang berkaitan dengan hari raya seperti hari raya Lebaran, Natal maupun Tahun Baru. Sedangkan untuk pengadaan barang-barang non makanan jumlahnya relatif sama setiap bulan kecuali bahan bangunan yang biasanya membengkak pada bulan-bulan akhir tahun karena berkaitan dengan pengerjaan proyek konstruksi/ pemerintah

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

327

PERDAGANGAN & HOTEL / TRADE & HOTELS

yang segera diselesaikan pada akhir tahun anggaran.

PERHOTELAN 
Banyaknya akomodasi perhotelan sampai akhir tahun 2007 sebanyak 16 buah dengan total kapasitas tempat tidur yang tersedia 485 buah yang tersebar dalam 258 buah kamar tidur. Kapasitas tempat tidur yang ada hanya meliputi 15 buah hotel karena satu buah hotel yakni hotel Kalpataru sepanjang tahun 2007 tidak ada aktivitas penginapan. Jumlah tamu yang menginap selama tahun 2007 sebanyak 13,369 orang dengan perincian 12,740 orang (95.30%) adalah tamu domestik dan sisanya 629 orang (4.70%) merupakan tamu asing. Dibandingkan dengan keadaan tahun yang lalu jumlah tamu mengalami peningkatan sebesar 33.17%. Kendatipun meningkat, namun dengan jumlah tamu yang relatif kecil diduga ada kaitannya dengan perubahan pola lama dimana pada tahun-tahun sebelumnya sebagian besar tamu adalah aparat pemerintah tingkat propinsi maupun pusat yang melakukan tugas-tugas kedinasan di wilayah Kabupaten Belu. Namun semenjak diberlakukannya

pelaksanaan otonomi daerah, frekuensi kunjungan dalam rangka konsultasi dan pengawasan di daerah telah banyak berkurang. Justru yang terjadi sebaliknya adalah meningkatnya frekuensi kunjungan dari Kabupaten ke tingkat propinsi dan pusat untuk kepentingan konsultasi. Untuk tamu dari kalangan swasta masih bertumpu pada kalangan dunia usaha dan tamu-tamu asing. Sedangkan tamu non niaga atau tamu keluarga yang menggunakan jasa akomodasi masih relatif kecil karena berkaitan dengan keterbatasan kemampuan ekonomi masyarakat. Rata-rata tarif per hariorang yakni tarif minimum Rp 35,000,- dan tarif maksimum Rp 600,000,-. Sedangkan secara parsial antar hotel tarif terendah di hotel Merdeka, Wisata, dan Minang yakni Rp 35,000. sedangkan yang tertinggi untuk kelas VIP di hotel Nusantara II, Permata, Timor dan King Star masing-masing Rp 232,000,-, Rp 375,000,-, Rp 385,000,-, dan Rp 600,000,-.

328

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Gambar 8.1. Banyaknya Tamu yang Menginap pada Hotel di Kabupaten Belu Menurut Kewarganegaraannya Tahun 1998 – 2007
14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

WNI
Sumber : BPS Kabupaten Belu

WNA

Gambar 8.2. Tingkat Hunian Kamar Hotel di Kabupaten Belu Tahun 1998 – 2007
2007 2006 2005 2004 2003 2002 2001 2000 1999 1998
Sumber : BPS Kabupaten Belu
11.95 7.23 6.66 8.22 10.61 13.70 7.93 9.39 11.27 9.32

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

329

Perdagangan
Trade

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.1 Banyaknya Perusahaan/Usaha Sektor Perdagangan Menurut Jenis Usaha dan Kecamatan Numbers of Etablishment by Trade Scale and District 2007

Kecamatan District

Perdaganga n Besar Large Scale

Perdagang Menengah Medium Scale

Swalayan Super Market

Perdaganga n Kecil Small Scale

Rumah Makan Restorant

Hotel Losmen Hotel

Jumlah Total

(1)
01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima 11. Tasifeto Barat 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen Kabupaten Belu

(2) 26 26

(3) 27 2 1 0 45 1 14 0 0 3 18 14 412 9 0 0 5 551

(4) -

(5) 38 4 6 4 132 14 28 7 3 22 72 40 699 22 35 1 25 1152

(6) 11 3 1 52 2 69

(7) 3 13 16

(8) 65 6 7 4 191 15 42 7 3 25 93 55 1202 33 35 1 30 1814

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

333

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.2 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Kategori Lapangan Usaha di Kabupaten Belu 2006

Kategori Lapangan Usaha (1)
01. Pertambangan dan Penggalian 02. Industri Pengolahan 03. Listrik, Gas dan Air 04. Konstruksi 05. Perdagangan Besar dan Eceran 06. Akomodasi dan Makan Minum 07. Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi 08. Perantara Keuangan 09. Real Estate, Usaha Persewaan 10. Jasa Pendidikan 11. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 12. Jasa Kemasyarakatan, Sosbud, Hiburan Dan Perorangan lainnya 13. Jasa Yang Melayani RT

Perusahaan/Usaha

Tenaga Kerja

(2) 438 6,881 35 713 14,630 318 3,342 144 2,025 410 252 792 22

(3) 837 12,651 95 2,467 24,334 714 4,219 900 3,884 6,188 778 1,621 23

Jumlah

30,002

58,711

Sumber : Sensus Ekonomi 2006, BPS Source : Economic Census 2006, BPS

334

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.3 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Skala Usaha di Kabupaten Belu 2006

Skala Usaha (1)
01. Mikro 02. Kecil 03. Menengah 04. Besar 05. Tidak dapat diklasifikasikan

Perusahaan/Usaha

Tenaga Kerja

(2) 28,461 1,452 67 16 6

(3) 51,174 6,583 686 244 24

Jumlah

30,002

58,711

Sumber : Sensus Ekonomi 2006, BPS Source : Economic Census 2006, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

335

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Volume Antar Pulau ke Luar Untuk 2 0
Volume

Jenis Komoditas (1) 01. Kacang hijau 02. Bawang putih 03. K o p r a 04. Ketumbar 05. Kemiri kupas 06. Sapi potong 07. Sapi bibit 08. Kerbau potong 09. Kulit sapi kering 10. Asam biji 11. Kacang tanah 12. Biji mente 13. Kopi biji 14. Asam Biji 15. Kemiri Kulit 16. Jagung Biji 17. K a y u 18. Kunyit 19. Biji Kapok 20. Kedele 21. Drum Kosong 22. Kayu jati olahan 23. Siri hutan 24. Maek 25. Mengkudu 26. Kulit jeruk 27. Besi Tua 28. Kulit sapi basah 29. Lainnya

Satuan

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

(2) ton ton ton ton ton Ekor Ekor Ekor ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton/m³ ton ton ton ton ton ton ton

(3)
88.81 37.00 162 3 13.08 119.46 128.44 491.10 23.00 13.44 36.19

(4)
90.11 91.46 445 12 10.75 40.15 15.84 84.33 344.57 2.16

(5)
167.5 365.775 445 12 20.95 40.00 92.50 112.32 171.18 295.00 60.00 619..098 5.04 200 23.01

(6)
21.475 78.52 69.40 659 19 2.25 34.48 206.46 303.00 92.32 152.271 13.38 35.96

(7)
25.7 114.98 2523 51 5.700 91.95 3.50 25.32 35.00 264.999 0.2 4.00 56.00

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

336

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Table 8.1.4 Beberapa Komoditas di Kabupaten Belu 0 7
Volume Juni Juli Agst Sep Okt Nop Des Jumlah

(8)
25.00 60.88 11.56 2119 57 3.55 86.90 21.32 14.88 0.66 3.0 11.50 18.27

(9)
25.475 78.52 69.40 743 19 2.25 74.48 106.46 303.00 92.32 152.271 13.38 30.66

(10)
124.98 2523 51 5.700 91.95 3.50 35.00 164.999 0.2 4.00 33.00

(11)
43.76 145.95 2.50 2.80 3217 57 10.00 16.00 6.00 885.35 48.24 148.573 0.3 6.60 266.73

(12)
4.00 91.00 5.00 150.00 3948 165 8.50 500.00 3.00 7.50 665.00 59.60 914.30 2.50 148.04

(13)
123.40 10.10 30.00 1418 44 36.30 562.30 22.50 126.30 550.00 15.52 79.30 0.36 6.00 97.52

(14)
15.00 42.00 16.84 1146 20 3.50 300.00 4.50 20.00 334.60 123.00 0.40 3.60 31.10

(15)
160.41 1206.65 17.60 844.24 19348.00 510.00 122.53 1626.35 232.40 563.02 696.87 4241.62 405.88 2000.37 4.46 83.44 200.00 778.64

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

337

Televisi 18. Benang tenunan 12.78 100. Minyak goreng 11.00 3200.273 1 1 16. Barang campuran 15.00 - Jenis Komoditas (1) 01. Tekstil 08.00 21. Sarung tenunan 10. A s p a l 13.442 4 0.00 4600.32 - Mar (5) 1995.30 6 7 0. Radio tape 19.00 2000.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Pengadaan Barang Strategis di Kabupaten Belu 2 0 Volume Jan (3) 570.14 35.97 9 50 1.067 11 35 6.018 3989.00 25. Besi beton 05.16 345.381 11.00 17.00 64.851 27.727 2. Mesin jahit 17. Gula pasir 03.95 2212 1338.296 37030 990.14 70. Tape recorder 20. M o b i l 06.651 24900 1742.904 221.00 52 - Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 338 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Sabun cuci 09.00 4000.00 200. S e m e n 04.00 3450.00 Apr (6) 915. Tepung terigu 16. Sepeda motor 07. Seng atap 14.23 5.90 4900 1780. Jagung Satuan (2) ton ton ton ton Unit Unit M2 ton M2 ton ton ton Lembar ton Unit Unit Unit Unit ton Peb (4) 3322.00 47.933 13.15 Mei (7) 1630.00 41.270 18.00 54 79. Beras 02.

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Table 8.70 2.28 1300 1342.00 650.00 76 - Okt (12) 2445.21 70.40 10 128 2 21.00 69.30 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 339 .13 279.31 0.78 100.00 645.00 - Des (14) 781.79 1218.00 0.875 13.00 565.15 Juli (9) 942.458 9 65 0.851 27.00 19310.79 2064.00 4400.89 159954.97 9 50 1 27.00 0.904 221.5 Menurut Jenis Barang dan Bulan 0 7 Volume Juni (8) 1879.00 - Nop (13) 4239.34 2412 1365.00 64.00 200.00 196.946 49.1.00 83.00 974.00 175.00 257.49 92.308 82.00 - Jumlah (15) 23142.00 7.17 81.00 50.00 4358.00 17.652 4 0.00 370.00 3000.00 5 13 1135.00 62300 1768.00 41.00 2800.48 3.30 13.00 52 - Sep (11) 2794.00 4990.15 290.646 155.651 24900 1742.46 0.23 5.641 0.00 2200.00 250.656 10.10 298.00 13 21 3 1142.00 5200.00 44198.381 11.00 23 - Ags (10) 1630.16 345.01 52.

Juli 08. Juni 07. April 05. Pebruari 03. September 10.6 Banyaknya Komoditi Beras yang Disalurkan menurut Kelompok Penggunaan dan Bulan Penyaluran di Kabupaten Belu 2007 (Ton) Bulan (1) 01. Januari 02. Maret 04. Nopember 12. Mei 06.991 Pedagang/ Usaha Lainnya (4) 915 915 Jumlah (5) 370 1.102 347 10.177 953 927 957 777 892 751 609 1.270 RASKIN (3) 819 589 596 622 434 534 392 250 755 4.314 1.1.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. Agustus 09. Oktober 11. Desember Tahun 2007 Sumber : Perum Dolog Source : PNS/POLRI/ TNI (2) 370 399 358 364 331 335 343 358 359 359 347 347 4.176 340 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

Perhotelan Hotels .

Lodgin gs (5) 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 0 0 16 2007 Kamar Rooms (6) 0 0 0 0 35 0 0 0 0 0 0 0 223 0 0 0 0 258 Tempat Tidur Beds (7) 0 0 0 0 59 0 0 0 0 0 0 0 426 0 0 0 0 485 (1) 01.2. Kobalima 11. Tasifeto Timur 15. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 343 . and Beds by District 2006 .PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. Sasita Mean 07. dan Tempat Tidur Menurut Kecamatan Numbers of Hotel/Lodgings. Wewiku 04. Malaka Tengah 06. Lodgin gs (2) 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 0 0 16 Kamar Rooms (3) 0 0 0 0 35 0 0 0 0 0 0 0 216 0 0 0 0 251 Tempat Tidur Beds (4) 0 0 0 0 59 0 0 0 0 0 0 0 417 0 0 0 0 476 Hotel. Lasiolat 17. Jumlah Kamar. Laen Manen 09. Rinhat 03. Malaka Timur 08.2007 2006 Kecamatan District Hotel. Kakuluk Mesak 13. Raimanuk 10. Weliman 05. Malaka Barat 02. Rooms. Kota Atambua 14. Tasifeto Barat 12.1 Banyaknya Akomodosi Hotel/Losmen. Losmen Hotel. Raihat 16. Losmen Hotel.

2.333 0 0 0 0 12.80 0 0 0 0 0 0 0 9. Tasifeto Timur 15. Malaka Timur 08. Sasita Mean 07. Kobalima 11.962 0 0 0 0 13. Laen Manen 09.740 (4) 0 0 0 0 1. Weliman 05. Raihat 16.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8.32 (1) 01. Wewiku 04. Rinhat 03. Lasiolat 17.407 0 0 0 0 0 0 0 11.407 0 0 0 0 0 0 0 11. Lamaknen Kabupaten Belu (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 629 0 0 0 0 629 (3) 0 0 0 0 1. Raimanuk 10. Kota Atambua 14.2 Banyaknya Tamu Menurut Kewarganegaraan dan Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar Numbers of Guest by Citizen and Average Occupancy Rate of Hotel 2007 Banyaknya Tamu Nuimbers of Guest Kecamatan District Jumlah Total WNA Foreigner WNI Indonesian Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar Average Occupanc y Rate (5) 0 0 0 0 5.369 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 344 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .89 0 0 0 0 9. Malaka Tengah 06. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02. Tasifeto Barat 12.

BAB / CHAPTER 9 Transportasi & Komunikasi Transportation & Communications .

095 unit dan meningkat tajam menjadi 19.928 unit pada tahun 2007 atau naik 32.98%). Guna menopang kelancaran perhubungan darat di Kabupaten Belu sampai dengan akhir tahun 2007 telah dibangun jalan sepanjang 932.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION TRANSPORTASI & KOMUNIKASI PERHUBUNGAN DARAT  Sebagai bagian dari sistem transportasi regional yang terpadu.282 unit pada tahun 2007 atau naik 4. Kendatipun panjang jalan tanah relatif masih cukup banyak namun cukup menggembirakan bahwa hampir semua desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Belu dapat dijangkau dengan kendaran umum.225 unit dan meningkat menjadi 1. kebudayaan.83%) Dilihat dari aspek kualitas permukaan jalan dari panjang jalan keseluruhan tersebut di atas yang berkategori diaspal 510.55 Km dengan perincian manurut status jalan sebagai berikut: jalan Kabupaten 689. maka sarana angkutan ibarat darah yang mengalir melewati jalur urat nadi tersebut.02%. dan hankam di Kabupaten Belu. Sedangkan untuk Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 347 .90 Km (38. Pada tahun 2005 jumlah kendaraan bermotor roda dua 15. transportasi darat diharapkan tampil sebagai urat nadi kehidupan sosial.95 Km (73. politik. Dalam kurun waktu 2005-2007 jumlah beberapa jenis kendaraan bermotor tiap tahunnya selalu menunjukkan peningkatan.19%) dan jalan Negara 73.40%) dan jalan tanah sepanjang 156.88 Km (38. jalan Propinsi 169.65%.72%). Bila prasaran jalan sebagai urat nadi. Prasaran jalan merupakan media vital bagi kelancaran arus transportasi darat.00 km (7. Sistem transportasi harus ditata sedemiakian rupa agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pedesaan dalam rangka mobilisasi barang material maupun manusia sebagai faktor produksi sehingga pada gilirannya dapat memperpendek jarak kesenjangan tingkat pembangunan dengan daerah perkotaan.77 Km (22.90 km (18. Kendaraaan roda empat atau lebih untuk angkutan penumpang (mikrolet dan bus) pada tahun 2005 sebanyak 1.88%) kerikil/ diperkeras 264.

menurun menjadi 84.72%.646 ton (naik 20.74%).007 orang (naik 31. baik yang datang berangkat. Jumlah penumpang yang datang pada tahun 2006 sebanyak 2293 dan pada tahun 2007 tercatat sebanyak 3.03%) dari tahun yang lalu.04%).PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER kendaraan angkutan barang (truk. Pelabuhan laut Atapupu terletak di Kecamatan Kakuluk Mesak dan kegiatan pelabuhan ini relatif ramai karena mempunyai jaringan angkutan laut yang sifatnya regular.88%) pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 turun lagi menjadi 15.830 ton (3.786. Dengan volume bongkar jauh lebih tinggi dari volume barang yang dimuat menunjukkan bahwa hasil produksi Kabupaten Belu yang diantar pulaukan ke daerah lain masih sangat terbatas. volume bongkar muat barang dan jumlah penumpang. light truk. Dari satusatunya pelabuhan laut di Kabupaten Belu yakni pelabuhan laut Atapupu sesuai data akhir tahun 2007 terdapat 532 kali kunjungan kapal yang semuanya berklasifikasi sebagai pelayaran nusantara.70%) dan angkutan barang 299 unit (naik 6. Jumlah bongkar barang pada tahun 2005 sebanyak 88.32%). yang berfungsi sebagai kendaraan umum sebanyak 588 unit dengan perincian untuk angkutan penumpang 289 unit (naik 0. Volume bongkar terus bertambah.330 ton.6 ton (turun 23. dan sebaliknya lebih menjadi wilayah pasar hasil produksi dari Jawa dan daerah lainnya. Dari jumlah kendaraan roda empat atau lebih tersebut di atas.995 ton menurun menjadi 19. PERHUBUNGAN LAUT  Wilayah Kabupaten Belu adalah daerah bukan kepulauan (daerah daratan) tapi perhubungan laut merupakan sarana yang cukup penting untuk menunjang aktivitas perekonomian daerah. Sedangkan yang berangkat pada tahun 2006 348 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kegiatan lalu lintas laut Kabupaten Belu yang tercatat adalah banyaknya kapal. Sedangkan banyaknya muat barang lewat pelabuhan Atapupu pada tahun 2005 sebanyak 25.99%) pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 meningkat menjadi 106.370 ton (turun 23. dan pick up pada periode waktu yang sama mengalami peningkatan 14. Volume bongkar barang lewat pelabuhan Atapupu pada tiga tahun terakhir perkembangannya cukup baik.

Sedangkan jumlah barang yang dipaketkan dan jumlah uang yang diweselkan melalui kantor pos ini masing-masing sebanyak 17.   PERHUBUNGAN UDARA  Di Kabupaten Belu mempunyai satu pelabuhan udara yakni pelabuhan udara Haliwen. jumlah pelanggan telepon mengalami peningkatan sebesar 41.060.577 buah atau 6.304 orang atau turun sebesar 34.120 yang berangkat dibandingkan dengan tahun 2006 jumlah penumpang yang datang dan berangkat tercatat sebanyak 3.81%. Bila dibandingkan dengan tahun 2006.000. Meningkatnya permintaan akan jasa pos dan telekomunikasi sebagai konsekuensi logis dari adanya kemajuan pembangunan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.52%.34% adalah pelanggan swasta dan perorangan. PT Pos dan Giro serta PT Telkom diharapkan mampu meningkatkan kinerja pelayanannya sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat tersebut.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION sebanyak 1.92%.431 orang atau naik 6.718 atau 77.034 orang yang datang dan 1.505 buah atau 15.66% dan 2. Dibandingkan dengan tahun lalu. Jumlah pelanggan sampai akhir tahun 2007 sebanyak 3.724 sambungan atau 87. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 349 . pesawat yang datang dan berangkat tercatat 100 kunjungan sehingga mengalami penurunan sebesar 2. Dari jumlah sarana kantor pos tersebut sepanjang tahun 2007 melayani pengiriman surat sebanyak 22.409 kg dan Rp 2. POS DAN TELEKOMUNIKASI  Pembangunan pos dan telekomunikasi merupakan sarana yang amat penting mencakup jangkauan pelayanan regional.154 orang yang terdiri dari 1.5%. Jumlah pesawat yang datang dan berangkat pada tahun 2007 sebanyak 98 kunjungan pesawat. Jumlah penumpang yang datang dan berangkat pada tahun 2007 sebanyak 2.37%.800 buah paket surat dengan rincian surat biasa 3.119 sambungan pelanggan dengan perincian sebagai berikut pemerintah 395 sambungan atau 12.470 orang dan pada tahun 2007 tercatat 2. Pada tahun 2007 di Kabupaten Belu tercatat satu buah kantor pos dan 5 kantor pos pembantu.Untuk sarana telekomunikasi pada tahun 2007 terdapat satu buah kantor BUMN. nasional dan internasional sehingga arus informasi dan data dapat menjangkau seluruh dimensi ruang dengan baik dan lancar sebagaimana upaya yang telah dilakukan pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kompeten. kilat 17.896.00%.71% dan surat tercatat 1.

73% Sedang 16.47% Baik 37. Persentase Panjang Jalan di Belu Menurut Kondisi Jalan Tahun 2007 Rusak Berat 28.75% Rusak 17.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Gambar 9. Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya Tahun 1998 .2007 20000 18000 16000 14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 Sepeda Motor Truck 2006 Sedan 2007 Sumber : Polres Belu 350 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1.2.04% Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Gambar 9.

TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Gambar 9.3.2007 60000 50000 40000 30000 20000 10000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Sumber : PT Telkom Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 351 . Banyaknya Pemasangan Jaringan Telepon oleh PT Telkom di Kabupaten Belu Tahun 1998 .

Perhubungan Darat Land Transportations .

20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 355 . pick-up.605 38 465 - Jumlah / total Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 18.49 8. microbus 05. Bis.733 26.928 370 45 1.1.806 23. Sepeda motor / motor cycle 02. bis mini.228 1.46 12. Jeep / salon station 03.57 23.2007 Perubaha n (%) (4) 29. Ambulance 07.1 Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kendaraan Numbers of Motor Vehicles in Belu regency by Type of Motor Vehicles 2006. Station Wagon 08.lain / others 2006 (2) 15. combi.67 - Jenis Kendaraan Type of Vehicles (1) 01. Sedan / car 04.40 11. light truck. dan sejenisnya/ bus.282 1. Truck.5 4.54 9.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. traktor 06.440 35 376 - 2007 (3) 19. Lain . tangki.384 338 40 1.

non tilang .20 -13.kecelakaan / accident 02.tilang .luka ringan / light 03.mati / death . Korban .800.000 2007 (3) 1.802 477 1.02 -31.2 Banyaknya Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Belu Numbers of Delinquency and Traffic Accident in Belu regency 2006 .53 -23.71 -61.1.luka berat / seriously . Kerugian (rupiah) Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 356 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .401 1.83 .TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.2007 Jenis Kendaraan Type of Vehicles (1) 01.02 -63.180 145 179 29 79 71 246.711 208 317 38 96 183 286.000 Perubahan (%) (4) -47.03 -30.290 1.29 -43. Pelanggaran / delinquency 2006 (2) 3.450.68 -17.

TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.102 2007 (3) 3. dan BPKB. STNK 03. BPKP Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 2006 (2) 3.091 5.3 Banyaknya SIM.B II -C 02.36 152.1.71 -83.B I umum .A umum -BI .355 3.708 352 37 141 79 3.82 -26.841 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 357 .54 -15.89 -0.943 7.003 245 3 140 13 2.602 3.01 -30.77 Rincian (1) 01. yang dikeluarkan Resort Kepolisian Kabupaten Belu Numbers of Driving and Vehicles License Issued by Type 2006 -2007 Perubahan (%) (4) -19. STNK. Surat ijin mengemudi / driving lisence -A .40 -91.

4 Banyaknya Mobil. Bus Menutur Trayek di Kabupaten Belu 2006 . Angkutan pedesaan 03.39 - Trayek (1) 01. Angkutan antar kota antar propinsi 2006 (2) 72 138 77 - 2007 (3) 71 133 85 - Jumlah / total Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Belu 287 289 0. Angkutan antar kota dalam propinsi 04. Angkutan kota 02.70 358 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .62 10.39 -3.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.2007 Perubahan (%) (4) -1.1.

Truck 02. Tangki Jumlah (4) 72 583 255 56 Jumlah / total 299 667 966 Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 359 . Pick-up 04. Truck mini 03.5 Banyaknya Mobil Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Sifat 2007 Sifat Umum (2) 29 255 11 4 Tidak Umum (3) 43 328 244 52 Jenis (1) 01.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.1.

95 - Persentase (3) 7.98 - Jumlah / total Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu 932.60 689.55 100.83 18.00 360 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .6 Panjang Jalan Menurut Status Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Road Status in Belu Regency 2007 Status Jalan Road Status (1) Negara / state Propinsi / provicial Kabupaten / regency Lokal / local Panjang Length (2) 73.1.00 169.19 73.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION (kilometer) Tabel / Table 9.

00 73.28 264.00 100.91 153.00 (2) 73.02 3.1.95 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 361 .54 100.60 (6) 268.88 38.75 689.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.7 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Type of Surface in Belu Regency 2007 Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road (kilometer) Jenis Permukaan Jalan Type of Surface (1) Aspal / asphalt Kerikil / grave Tanah / earth Lainnya / others Jumlah / total % (3) 100.00 (4) 169.18 0.60 169.40 22.00 % (7) 38.00 % (5) 100.00 100.

TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.52 7.14 Jumlah / total 73.1.27 11.60 100.48 - (4) 110.56 34.07 5.93 % (7) 25.49 17.00 169.87 22.00 689.72 30.65 235.73 17.85 123.95 100.00 100.31 155.75 10.25 - % (5) 65.08 (1) Baik / good Sedang / moderate Rusak / damaged Rusak berat badly damaged (2) 65.78 9.00 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu 362 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .40 (6) 175.8 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Condition in Belu Regency 2007 (kilometer) Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road Jenis Permukaan Jalan Type of Surface % (3) 89.700 18.

60 (6) 689.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.95 100.95 689.00 % (5) % (7) (1) Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IIIA Kelas IIIB Kelas IIIC Tidak terperinci no stated Jumlah / total (2) 73.00 100.00 (4) 169.00 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 363 .00 100.00 100.60 169.00 73.00 100.9 Panjang Jalan Menurut Kelas Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Class Road in Belu Regency 2007 (kilometer) Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road Jenis Permukaan Jalan Type of Surface % (3) 100.1.

Perhubungan Udara Air Transportations .

TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Atambua Source : Haliwen Air Port Office. Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 367 .1 Jumlah Pesawat dan Penumpang Datang dan Berangkat di Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan Numbers of Aircraft and Passengers Arrival and Departures Via Haliwen Air Port by Month 2007 Pesawat Aircraft Datang Berangkat Arrivals Departures (2) (3) 9 7 8 9 9 7 9 9 4 13 7 7 98 9 7 8 9 9 7 9 9 4 13 7 7 98 Penumpang Passengers Datang Berangkat Arrivals Departures (4) (5) 193 81 44 68 123 58 95 109 22 106 63 72 1.2.034 119 119 96 78 159 63 102 140 29 86 47 82 1.120 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah Sumber : Kantor Pelabuhan Udara Haliwen.

2.039 499 573 927 193 118 658 431 6.2 Banyaknya Bongkar Muat Barang.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Haliwen Air Port Office. Atambua Source . Atambua 368 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Bagasi.583 Pos Paket Muat Bongkar Load Unload (6) (7) 0 0 56 32 30 0 0 10 0 10 0 0 138 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Bulan / Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember /November Desember / December Jumlah Sumber : Kantor Pelabuhan Udara Haliwen. dan Pos Paket Lewat Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan Volume of Cargo Loaded/ Unloaded Via Haliwen Air Port by Month 2007 Barang (kg) Muat Bongkar Load Unload (2) (3) 0 0 0 0 0 0 0 45 0 0 0 0 45 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Bagasi (kg) Muat Bongkar Load Unload (4) (5) 738 838 890 470 10.271 387 490 932 159 484 173 524 16.356 649 575 292 629 1.

Perhubungan Laut Sea Transportations .

3.TRANPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.1 Banyaknya Kunjungan Kapal dan Arus Penumpang di Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Numbers of Ship Visit and Passenger via Atapupu Port by Month 2007 Kunjungan Kapal Ship Visit (2) 26 47 46 39 43 37 41 44 52 56 64 37 Penumpang Passengers Datang Berangkat Arrivals Departures (3) (4) 94 120 193 30 76 155 542 520 179 578 275 245 94 53 174 70 145 175 401 282 216 319 318 184 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah 532 3.007 2.431 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 371 .

289 8.182 3.361 3.495 3.170 4.548 2.834 8.2 Banyaknya Bongkar BBM.729 Hewan (ekor) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 40.597 2.850 10.810 3.458 3.012 9. Barang.501 3.646 0 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office 372 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .617 2.261 6.986 8.204 106.602 3. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Volume of Cargo Loaded Via Atapupu Port by Month 2007 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December BBM (kiloliter) (2) 3.608 10.865 4.620 12.168 Barang (ton) (3) 4.3.114 9.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.173 13.

485 1. Barang.979 2.216 2.102 1.335 Hewan (ekor) (4) 267 281 1.268 2.3.048 647 1.236 1.773 3.370 21.975 1.526 1.223 996 3.567 439 1.282 0 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 373 .303 Rumput (M3) (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 0 15.223 2. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Volume of Cargo UnLoaded Via Atapupu Port by Month 2007 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December BBM (kiloliter) (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Barang (ton) (3) 710 477 1.272 1.TRANPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.304 2.3 Banyaknya Muat BBM.

Pos & Telekomunikasi Post & Telecommunications .

Pos Indonesia.087 6.001 6.197 4.558 3.359 4.410 1.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.4.729 17.433 4.718 Tercatat Registered Mail (4) 292 366 480 439 1.577 Jumlah Total (5) 4.800 (1) I II III IV Jumlah / total Sumber : PT.505 Kilat Express Mail (3) 4.986 5.1 Banyaknya Surat Yang dikirim lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan dan Jenis Surat Numbers of Postal Mailed by Triple-Month and Type 2007 Surat Yang Dikirim Postal Mailed Triwulan Biasa General Mail (2) 261 276 1. Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 377 .726 22.

000 663.000 218.000 Sumber : PT.896.141.604.337.000 288.000 673.2 Banyaknya Uang Yang diweselkan lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 .060.300.800 806.750.4. Atambua 378 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.000 2007 (3) 752.000 1.023.309.616.475. Pos Indonesia.809.000 276.200 2.2007 (rupiah) Triwulan (1) I II III IV Jumlah / total 2006 (2) 239.

00 5.2007 (Kilogram) Triwulan (1) I II III IV Jumlah / total Sumber : PT.841.00 2007 (3) 409 5.00 3.455 17.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.3 Banyaknya Barang yang Dipaketkan lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 .409 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 379 .042.00 14. Pos Indonesia. Atambua 2006 (2) 3.188 10.357 1.667.379.929.00 2.4.

119 3.4 Jumlah Sambungan Telepon Yang Disambung Menurut Jenis Pelanggan per Triwulan 2007 (Sambungan) Triwulan (1) I II III IV Pemerintah (2) 395 395 395 395 Swasta / Perorangan (3) 2.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.724 2.119 Sumber : Kantor Cabang Telekomunikasi Atambua 380 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4.724 Jumlah (4) 3.724 2.119 3.724 2.119 3.

BAB / CHAPTER 10 Keuangan & Harga .Harga Financial & Prices .

Dengan PAD yang terdiri dari komponen pajak daerah. Berimbang berarti harus diusahakan keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran sedangkan dinamis berarti makin meningkatnya jumlah anggaran dan sumber pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga kemampuan untuk membiayai daerah sendiri semakin nyata sekaligus ketergantungan pada bantuan pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) semakin dikurangi. sedangkan selebihnya masing-masing subsidi daerah otonom dan bantuan pembangunan pemerintah pusat atau dana perimbangan 94. laba BUMD dan penerimaan lain-lain yang hanya sebesar 3. Pada tahun anggaran 2006 realisasi penerimaan APBD Kabupaten Belu 374.22% dari tahun anggaran sebelumnya.95% dari total penerimaan memperlihatkan bahwa otonomi daerah masih dalam jargon politis. maka keinginan untuk meningkatkan pengeluaran pemerintah semakin mendesak. Seiring dengan tuntutan kebutuhan dan pembangunan pemerintah daerah untuk semakin menggairahkan aktivitas ekonomi dan sosial melalui pola pemberdayaan masyarakat. Dari total penerimaan tersebut. Dari sisi pengeluaran dalam tahun anggaran 2006 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 383 .943 milyar rupiah atau meningkat 51. Apalagi ada kesan bahwa masingmasing sektor institusi pelayananan publik berlombalomba mencari legitimasi politis pihak legislatif untuk mendapatkan anggaran yang lebih besar. Sedangkan secara finansial perlu upaya yang lebih keras dari pemda dan seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkannya.95%. pemerintah pada umumnya cenderung menggunakan prinsip anggaran berimbang dan dinamis. retribusi daerah.46%.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES KEUANGAN & HARGA-HARGA KEUANGAN DAERAH  Dalam perencanaan anggaran dan belanja daerah.59%. PAD hanya memberikan kontribusi sebesar 3. Akibatnya dalam perencanaan anggaran publik pada waktu mendatang akan bergeser dari pola anggaran berimbang ke anggaran defisit. lain-lain pendapatan yang sah 1.

lembaga koperasi terutama Koperasi Unit Desa (KUD) masih kalah bersaing bahkan mati suri karena keterbatasan Sumber Daya Manusia yang berwatak sosial. Hal ini diperparah dengan ulah segilintir pengusaha swasta yang sering memperalat koperasi untuk melegitimasi aktivitas terselubung dalam mengeruk keuntungan pribadi.889 orang dengan total simpanan sebesar 1. belanja bagi hasil dan bantuan keuangan 2.66% memperlihatkan bahwa komitmen pemerintah terhadap kepentingan masyarakat dalam bidang alokasi anggaran perlu ditingkatkan lagi pada waktuwaktu mendatang. dimana semua telah berbadan hukum. Pada tahun 2007 jumlah KUD di Kabupaten Belu sebanyak 14 unit dan 67 unit koperasi non KUD.945 milyard rupiah tercatat pos pengeluaran yang menyedot dana paling tinggi adalah belanja Administrasi Umum 52. Sementara 69. KOPERASI  384 Koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional dan sebagai salah satu pelaku ekonomi yang memperoleh legitimasi formal dalam konstitusi.48 % dan belanja tidak terduga 0.51 %.34%). Khusus untuk pengeluaran belanja publik sendiri yang berjumlah 229.19 %.945 milyar) adalah pengeluaran untuk belanja pelayanan publik. Karena itu secara konseptual koperasi harus mampu tampil sebagai penyelamat ekonomi rakyat dari ancaman badai ekonomi kapitalis yang mengandalkan kekuatan modal individual. belanja perjalanan dinas.66% (229. biaya pemeliharaan.91 %.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES sebanyak 330. dan lain-lain sebesar 100. belanja Operasi dan Pemeliharaan 20. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .097 milyar rupiah atau meningkat 38.113. Dengan posisi pengeluaran pemerintah daerah yang di dominasi pengeluaran untuk belanja publik sampai 69. belanja barang. Dibandingkan dengan tahun lalu.760 juta rupiah atau ratarata tiap anggota mempunyai simpanan sebesar 70. Jumlah anggota KUD sebanyak 15.152 milyard rupiah (30.118 rupiah. belanja Modal 23. Namun dalam operasionalisasinya.91% dari tahun anggaran 2005 dari jumlah pengeluaran belanja aparatur seperti belanja pegawai.91 %.

50%. Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan dasar perhitungan laju inflasi dengan menjadikan Kota Atambua sebagai barometer fluktuasi harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Belu.74%. Secara parsial pada tahun 2007 tingkat inflasi tertinggi terjadi pada kelompok perumahan 30. sandang dan kesehatan 4.59% pada tahun 2004 naik menjadi 16. transportasi dan komunikasi 0. Gejala meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dikenal dengan istilah inflasi.06 % dan 10. dan olahraga adalah sebesar -0. makanan jadi.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES jumlah simpanan anggota KUD menurun 8.05% pada tahun 2005 serta tahun 2006.14% yang disebabkan oleh dampak krisis moneter dan krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997 dan mencapai momentum pada tahun tersebut. Karena itu upaya pencegahan inflasi harus berawal dari pengamatan yang cermat terhadap faktor penyebab utama inflasi di suatu wilayah. rekreasi. Tingkat inflasi tertinggi di Belu pernah terjadi pada tahun 1998 sebesar 58. Untuk koperasi non KUD jumlah anggota 5. minyak tanah.02 %. dan 2007 masing-masing dengan laju inflasi 7.82%). Sedangkan tingkat inflasi untuk pendidikan. solar.110 juta rupiah (naik 29. struktur ekonomi yang kurang seimbang dan tingginya jumlah uang yang beredar di tangan masyarakat.19%. dan tembakau 3. naiknya harga struktur input barang import yang sangat rentan terhadap kurs mata uang asing.11%.03% menyusul bahan makanan 7. rokok.754 orang (naik 32. Pada tahun-tahun setelah itu tingkat laju inflasi berjalan fluktuatif karena manajemen perekonomian nasional masih ditandai dengan kebijakan kenaikan harga barang dan jasa strategis seperti listrik. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 385 .27%. HARGA – HARGA  Harga merupakan tingkat nilai dari suatu barang atau jasa yang ditawarkan atau nilai perolehan atas barang dan jasa yang harus dibayar konsumen.52%) dengan jumlah simpanan 2. Adapun laju inflasi umum yang terjadi berdasarkan akumulasi perubahan IHK per bulan di kota Atambua terhadap tujuh kelompok komoditas barang dan jasa 5.76%. dan tarif telepon yang terus mengalami penyesuaian harga sehingga pada gilirannya akan menaikan berbagai kebutuhan pokok karena barang-barang strategis tersebut mempunyai kaitan langsung dengan produksi dan distribusi.807. Ada banyak faktor yang menyebabkan inflasi antara lain karena kapasitas permintaan terhadap suatu barang dan jasa melebihi volume persediaannya. bensin.

2007 60 50 40 30 20 10 0 -10 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu 2007 Gambar 10.00 0. Laju Inflasi Kota Atambua Menurut Bulan Tahun 2001 .00 -4.00 6.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Gambar 10.2007 12.00 8. Laju Inflasi Kota Atambua Tahun 1998 .00 2.00 2001 Sumber : BPS Kabupaten Belu J an Peb Mar Apr Mei J un J ul Ags Sep Okt Nop Des 2002 2003 2004 2005 2006 2007 386 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 -2.00 10.2.00 4.1.

Keuangan Pemerintah Daerah Finance of The Regional Government .

000 28.295.085 2.704.500 303.1 Realisasi Penerimaan Daerah Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2006 ( rupiah) Jenis Penerimaan (1) 1. PINJAMAN PEMERINTAH DAERAH PENERIMAAN DAERAH Sumber : Survei Keuangan Pemerintah Daerah Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 389 .605.000.811.066.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.167.589.437. Pajak Daerah 2.590 374. PENERIMAAN LAINNYA 5.1.2. Dana Alokasi Khusus (DAK) 4.487.986.390. Bagi Hasil Pajak dan Bagi Hasil Bukan Pajak 3.637. Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi 3.1.169.489.000 5.2.1.447.560 2.000. BAGIAN SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN TAHUN LALU Jumlah (2) 14.4. Dana Alokasi Umum (DAU) 3.942. Pendapatan Asli Daerah yang Sah Lainnya 3.3.259.060 20.792 354.3. TRANFER DARI DANA CADANGAN 6.530.348 597. BAGIAN DANA PERIMBANGAN 3.594 5.643. Bagian Laba Usaha Milik Daerah 2.435 2. Retribusi Daerah 2.701 6.659.791. BAGIAN PENDAPATAN ASLI DAERAH 2.4.

109.2 Realisasi Pengeluaran Pemerintah Daerah Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2006 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) A.8. Belanja Barang dan Jasa 2.711.986. Belanja Pemeliharaan 2. BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN 2.107 52. Belanja Modal Alat-Alat Angkutan 3.386 7.4. Belanja Modal Bangunan Gedung 3.925 5.373.622 4. Belanja Perjalanan Dinas 1.329.3. Belanja Modal Alat-Alat Studio 3.299 10. Belanja Pegawai / Personalia 1.000 221.166. Belanja Barang dan Jasa 1.739 5.9.591.497 4.766 8.152. Belanja Modal Instalasi 3. Belanja Modal Tanah 3.456.113. Belanja Modal Alat-Alat Kantor 3.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. Belanja Pemeliharaan 3.503. Belanja Perjalanan Dinas 2. BELANJA ADMINISTRASI UMUM 1.281.432. Belanja Modal Jaringan 3.5.3. Belanja Modal Pos Jaga Jumlah (2) 100.6.521.530.1.2.7.503.612.1.117 15. BELANJA MODAL 3.746.2.1.501.920. Belanja Pegawai / Personalia 2.4.150 - 390 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Belanja Modal Buku Perpustakaan 3.1. BELANJA APARATUR DAERAH 1.3.4.539.585.879 77.505.2.

198.7.094. Belanja Barang dan Jasa 1.308 6.2. Belanja Modal Jaringan 3. Belanja Modal Alat-Alat Angkutan 3.391 - Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 391 .390 8.6.906. Belanja Barang dan Jasa 2. Belanja Bangunan Air 3.086.4.883. BELANJA ADMINSTRASI UMUM 1.4.762.346.692.944. Belanja Perjalanan Dinas 1.227.1.3. Belanja Modal Bangunan Gedung 3.8.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Lanjutan / Continued Table 10. Belanja Modal Instalasi 3.3.931. Belanja Perjalanan Dinas 2. Belanja Pegawai / Personalia 2.057 26.274.3.385. Belanja Modal Tanah 3.176 1. BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN 2.554.2 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) B.2.243 48. Belanja Modal Alat-Alat Kantor 3.049.1.4.500 6. Belanja Pemeliharaan 3. Belanja Pemeliharaan 2.108 8.226 108.1.954.885. Belanja Pegawai / Personalia 1.418.723. BELANJA PELAYANAN PUBLIK 1.673.2.9. Belanja Modal Alat-Alat Besar 3.723. BELANJA MODAL 3.243 54.671.500. Belanja Modal Alat-Alat Bengkel Jumlah (2) 229.776 3.5.317.1.375 121.

2 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) 3.1.413.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Lanjutan / Continued Table 10.157 JUMLAH BELANJA DAERAH Sumber : Survei Keuangan Pemerintah Daerah Belu 330./Kota 4.11. Belanja Modal Hewan 3.254 392 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Profesi 5. Belanja Modal Usaha 3.14. Belanja Bagi Hasil Retribusi Kepada Pemerintah Desa 4. Belanja Modal Alat-Alat Laboratorium 3. BELANJA BAGI HASIL DAN BANTUAN KEUANGAN 4.12.3. Belanja Tidak Tersangka 426. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Kemasyarakatan 4. Belanja Modal Alat-Alat Studio 3. Belanja Modal Barang Bercorak Kebudayaan 3.1.097.13.15.366.202.1. Belanja Modal Buku Perpustakaan 3. Belanja Modal Alat-Alat Kedokteran 3.10. BELANJA TIDAK TERSANGKA 5.4. Belanja Bagi Hasil Pajak Kepada Pemerintah Kab.2.500 Jumlah (2) 5.17. Belanja Modal Sarana Penunjang 4.16.708.

Wewiku 04.244.647.217 42. dan Realisasi Penerimaan Pajak Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Wajib Pajak (2) 4.742 62.204.000.178. Lamaknen*) B.227.004 15.133 5.227. Tasifeto Timur 15.543 42.051 5.246 Target Penerimaan Pajak (Rupiah) (3) 1.523.692.941.319 182. Malaka Tengah 06. Target.177.319 182. Laen Manen 09.822 3.823.661.827.490 13.469.416. Pajak Pertambangan Jumlah A + B A.011 4.553.289 7.070.000.944 46.692. Raihat 16.723 31. Tasifeto Barat*) 12.761 464. Lasiolat 17.160 161.358 4.244.978 2.163 89.154.827.3 Jumlah Wajib Pajak .647.976 7.141.000 13. Raimanuk 10.178.660 52.469.523.416.363 4.000 2.165 43.090 37.417 64.761 464.442 7.273.II Belu Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 393 .204.141.160 161.723 31.944 46.756 Realisasi Penerimaan Pajak (Rupiah) (4) 1. Kakuluk Mesak 13.660 52.825.741. Rinhat 03.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.178. Malaka Barat 02.111 8.217 42.061 3.004 68.004 68.177. Malaka Timur 08.498 21.661.773 48.178. Kobalima*) 11.070. Sasita Mean*) 07.143 102.756 Persentase realisasi (%) (5) 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 Kecamatan District (1) 01.1.227 3.154.004 Sumber : Dinas Pendapatan Daerah Tk. Kota Atambua*) 14.543 42.498 21.090 37.450 9.417 64.941.165 43. Pajak Bumi dan Bangunan 91.773 48.823.143 102.273.811 6.741.825.553.000 15.593 79.593 79. Weliman 05.742 62.

Koperasi Cooperative .

000 2.754 Simpanan Saving Deposits ( ribuan rupiah) (4) 923. Members and Saving Deposits by Kind of Cooperative 2007 Banyaknya Jenis Koperasi Koperasi Cooperativ e (2) 28 4 2 9 2 22 Anggota Members (3) 2. KOPERASI SEKOLAH 07.2.110. Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 397 . KOPERASI PEMUDA 06. KOPERASI PENSIUNAN 04.000 261. KPN 02.000 (1) 01.311 476 526 376 898 5.000 605.608.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.000 497.505.1 Banyaknya Koperasi.576.000 2.807. KOPERASI LAIN-LAIN Jumlah 67 Sumber : Dinas Koperasi. Anggota dan Simpanan Menurut Jenis Koperasi Numbers of Cooperative. KOPERASI ABRI 03. KOPERASI SIMPAN PINJAM 05.416.354.000 516.167 1.651.

Wewiku 04.750.253 15.657 449 1. Raimanuk 10.060.455 1. Tasifeto Barat*) 12.000 41.000 102.547 585 1.000 40.000 243.000 Sumber : Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Belu Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 398 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Simpanan di Koperasi Unit Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Member and Saving deposits in Village Unit Cooperation by District 2007 Banyaknya Kecamatan District (1) 01.000 56.000 108.760.411.206. Malaka Timur 08.000 46. Weliman 05. Kakuluk Mesak 13. Raihat 16.675.2 Banyaknya Koperasi Unit Desa. Malaka Barat 02.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.558 1.531. Laen Manen 09.382. Malaka Tengah 06. Rinhat 03.927.884 Simpanan Saving Deposits ( Ribuan Rupiah) (4) 149.000 9.000 40. Kobalima*) 11.568.000 225.113.699. Lamaknen*) Kabupaten Belu Koperasi Unit Desa (KUD) (2) 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 14 Anggota Members (3) 1.404 4. Tasifeto Timur 15. Kota Atambua*) 14.427 545 396 608 1.000 1. Sasita Mean*) 07.000 48.741.2. Anggota.810. Lasiolat 17.

Harga -Harga Prices .

58 280. Tekstil kasar / textile 09.31 260.99 585. Gula pasir / refined sugar 05.57 432.15 344.74 321.02 345.23 308. Batik kasar / batik rata-rata / average 332.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.72 461.00 142.05 310.77 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 401 .2007 Komoditi Commodities (1) 01.19 428.1 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua Average of Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2002 .40 543. Minyak tanah / karosene 07.49 267.45 284.75 336. Sabun cuci / soap 08.33 434.23 345. Garam hancur / salt 06.14 269.78 75.99 102.24 265.22 662.00 652.00 587.78 04.38 2006 (6) 313.16 178.92 678.42 187.64 128.11 333.09 239.86 592.68 331.99 98.09 2003 (3) 264.3.97 333.16 312. Beras / rice 02.57 557.50 520.94 2007 (7) 133.16 2005 (5) 279.94 2004 (4) 261.10 435.86 249.72 256.42 126.36 113.05 373. Ikan asin / salted fish 03. Minyak goreng / cooking oil 2002 (2) 256.82 369.90 312.42 330.63 335.49 236.32 311.01 243.62 409.92 441.

750.645.00 6.850.00 2.00 2.67 7.750.500.67 7.75 23.000.750.00 2.750.00 6.00 2.000.00 21.000.896.000.000.000.896.00 6.89 rata-rata / average 4.00 6.00 7.00 2.00 6.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Rata-Rata Bulanan Harga Eceran Sembilan Bahan Pokok Average retail Price of 9 Essential Commodities and 2 0 Beras / Kg (2) 4.988.750.500.00 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December 4.766.500.500.00 2.67 7.00 7.750.00 Ikan Asin / Kg (3) 19.00 Garam Hancur / Kg (6) 2.896.00 7.000.00 4.500.188.00 21.896.500.00 25.000.00 7.000.750.033.00 2.500.00 2.000.67 7.500.750.750.00 6.000.83 2.750.750.000.133.00 6.00 6.00 7.000.00 Minyak Goreng / Botol (4) 7.89 5.00 24.750.67 7.00 23.896.00 24.33 5.000.33 5.56 6.00 21.00 6.00 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 402 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .33 5.00 2.500.00 25.835.000.00 21.00 6.00 24.000.89 5.67 4.896.00 2.000.00 7.67 4.588.00 4.500.000.000.033.00 24.00 6.896.00 2.188.750.67 7.67 Gula Pasir / Kg (5) 6.750.988.500.89 4.500.896.

3.00 9.00 9.000.00 32.450.750.500.000.850.89 6.00 1.500.00 186.500.00 10.500.00 5.00 1.000.00 4.00 9.850.00 5.866.500.00 5.00 9.00 32.000.00 5.300.00 33.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.00 156.955.00 9.950.00 33.00 Tepung Terigu / Kg (11) 4.500.450.33 Textil Kasar / Meter (9) 9.825.000.500.40 9.67 1.000.554.92 9.350.950.00 Batik Kasar /lembar (10) 9.500.00 10.300.972.750.00 6.500.34 6.350.666.253.00 6.00 137.67 1.500.56 32.00 9.00 11.400.875.500.00 9.400.500.00 1.30 7.166.825.866.666.750.500.133.00 148.500.00 6.67 Sabun Cuci / Batang (8) 5.000.450.250.500.00 9.00 168.00 127.00 5.00 9.00 33.722.00 Emas / Gram (13) 127.500.00 5.00 9.500.500.00 32.00 33.500.825.00 9.00 216.00 4.00 10.00 6.00 9.500.000.00 33.00 137.00 32.450.135.00 9.00 127.00 1.67 1.500.955.00 10.00 9.2 dan Barang Srategis lainnya di Pasar Atambua Others Stratigies Commodities in Atambua Market 0 7 Minyak Tanah / Botol (7) 1.300.300.00 33.00 6.400.708.300.00 148.00 32.00 9.00 168.00 5.000.275.00 Semen / Sak (12) 32.250.350.850.000.500.00 4.133.000.00 186.00 9.33 5.30 6.00 1.33 5.00 5.300.500.00 5.22 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 403 .818.666.67 2.166.00 6.950.135.00 9.67 1.030.67 2.400.500.00 1.825.750.300.

KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Average Indeks Price of 9 Essential 2 0 Beras / Kg (2) 122.00 124.47 176.53 209.81 179.77 128.77 128.14 137.81 179.42 126.15 135.00 124.81 179.36 199.36 199.47 176.77 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December 122.78 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 404 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .47 176.88 187.81 179.88 170.88 170.93 137.61 125.81 179.14 139.87 141.93 135.81 179.42 187.77 128.77 128.03 129.00 124.38 141.53 Minyak Goreng / Botol (4) 176.77 128.00 124.81 Gula Pasir / Kg (5) 124.47 179.16 178.88 132.88 170.36 209.61 Ikan Asin / Kg (3) 158.77 128.68 170.38 rata-rata / average 133.16 199.36 199.00 128.47 176.

3 Bahan Pokok di Kota Atambua Commodities in Kota atambua 0 7 Garam Hancur / Kg (6) 75.31 107.00 100.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.96 126.87 120.67 116.00 100.74 106.96 120.44 111.00 75.56 105.00 75.89 138.00 105.31 92.91 Batik Kasar /lembar (10) 100.74 101.31 92.78 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 405 .56 105.56 180.56 155.56 180.67 138.00 75.99 102.14 Textil Kasar / Meter (9) 92.87 120.44 107.56 105.00 75.83 155.70 106.56 105.3.99 98.00 100.36 113.56 105.00 75.31 92.67 116.00 75.67 116.31 92.83 145.00 75.44 107.44 107.00 142.00 75.00 75.00 75.00 100.59 120.00 Minyak Tanah / Botol (7) 116.56 Sabun Cuci / Batang (8) 101.00 100.31 92.70 118.31 92.56 75.87 120.89 145.74 101.00 75.

Rokok.00 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Bahan Makanan (2) 1.21 0. dan Tembakau (3) 1.00 0.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Inflasi Atambua Menurut Bulan Inflation Rate in Atambua 2 0 Makanan Jadi.03 0.44 0.00 1.63 1.00 0.17 3.00 0.00 0.02 0.00 0.36 0.85 0.34 0.00 0.14 0.03 4.07 1.06 0.56 0.53 Sandang (5) 0.00 0.50 3.46 1.00 1.00 0.31 3.54 1.35 0.00 -0.77 1.16 0.32 Desember / December Inflasi 2007 7.00 0.04 0.04 0.45 1.04 -0.27 0.11 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 406 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .13 0.20 Perumahan (4) 10.05 2.91 0.37 6.30 0.50 0.76 30.00 0.00 0.

00 0.92 8.00 0.00 0.00 -0.00 0.00 Transportasi dan Komunikasi (3) 0.00 0.55 7.24 0.39 3.19 10.35 0.16 0.61 4.43 6.00 ( persen ) Umum (4) 3.4 dan Kelompok Kebutuhan by Month and Group 0 7 Pendidikan.11 -0.00 -0.00 -0.51 5.32 4.06 6.74 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 407 .04 0.00 0.27 0. Rekreasi.00 0.00 0.06 0.27 0.24 0.00 4.00 0.06 0.00 0.00 0.00 0. dan Olahraga (2) 0.00 0.56 0.00 0.00 0.00 0.3.06 8.00 0.00 0.00 -0.06 Kesehatan (1) 0.81 10.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.38 0.31 3.76 9.

11 4. & Olahraga 7.74 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 408 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 0.75 2003 (3) -1.2007 Komoditi Commodities (1) 1.99 5.97 3.27 0.98 -0.03 0. rekreasi.11 76.50 3.43 -2. Makanan Jadi.38 6.53 2004 (4) 11.95 2.71 30.5 Laju Inflasi Kota Atambua Inflation Rate in Kota Atambua 2002 .11 6.05 7.12 0.48 1.75 -0.98 -2. Perumahan 4.32 0. Kesehatan 6.3.00 30.34 -0.03 6.00 0. Pendidikan.76 -2.03 0.13 57.94 2006 (6) 20. Sandang 5.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.61 3. Rokok & Tembakau 3.35 3.96 2007 (7) 7. Minuman. Transportasi & Komunikasi 2002 (2) 9.34 0.06 0.19 Umum 4.79 2005 (5) 8.59 16. Bahan Makanan 2.06 10.03 4.27 4.03 -46.81 76.11 -0.76 -2.99 4.13 0.

802.263 2.744 21.809. Pebruari 5.063 4.695 4.293 1. Nopember 12.032 1.698.822.121. Januari 5.085 02. September 10.781 2.339 1.809. Maret 04.753.668. April 05. Agustus 09. Juni 07.571 Mobil/ TV/Tape Tanah Motor (Buah) (Bidang) (Buah) (3) (4) (5) 14 11 10 16 10 11 3 10 4 20 6 9 124 23 37 31 17 25 25 24 28 20 27 22 21 300 - Bangu nan (Buah) (6) - Lainnya (7) - Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 1.711.770.6 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Pasar Baru Emas/Pe Bulan rhiasan (Gram) (1) (2) 01.007.819 1.809.694 1.883 4.277 03.270 57.765 4.070 4.987 1.641 4.531 5. Desember Tahun 2007 4. Juli 08.384 5.730 Sumber : Pegadaian Pasar Baru Source : Pasar baru’s Pawnshop Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 409 .389 1. Oktober 11.447 1.3.721.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. Mei 06.942 1.907 4.

000 2. Juli 08. Januari 02.171 146 Mobil/ TV/Tape Tanah Motor (Buah) (Bidang) (Buah) (3) (4) (5) 12 17 16 16 10 12 14 11 9 10 13 6 229 20 23 13 17 25 17 15 20 30 25 15 9 Bangu nan (Buah) (6) Lainnya (7) Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 2.000 2.000 2.279.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.000 2.749 7.492.3.386. Oktober 11. Agustus 09.000 2. Nopember 12.185.517.615.000 2.727.7 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Atambua Bulan (1) 01.268 6. Maret 04.219.205.834 7.000 2. April 05.030 87.000 2.000 Sumber : Pegadaian Atambua Source : Atambua’s Pawnshop 410 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 2. Pebruari 03.000 29.657 7.000 2. Juni 07. Desember Tahun 2007 Emas/Pe rhiasan (Gram) (2) 7.604 7.000 2.781. September 10.582.375. Mei 06.048 7.400 7.463 6.311 7.621.401 7.406 7.

264 3. Desember Tahun 2007 Emas/ Mobil/ TV/Tape Tanah Perhiasan Motor (Buah) (Bidang) (Potong) (Buah) (2) (3) (4) (5) 4.746.281 4. Maret 04.437 1. Pebruari 03.116.580 4.312. Nopember 12.703 4.061.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. Agustus 09.847 1.023 Sumber : Pegadaian Betun Source : Betun’s Pawnshop Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 411 .193 1.3.672 4.231. Oktober 11.874 52.970 4.201 985. September 10.324 3.055.010 4.124.737 4.197 4.956 14 1 2 1 1 2 2 3 1 1 44 1 2 9 4 1 2 6 2 3 4 6 4 Bangu nan (Buah) (6) Lainnya (7) Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 1.147.052 1.914 1.205. Juni 07.8 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Betun Bulan (1) 01.993 1.065.344 5.367 1. Mei 06.240 13.996 1. April 05.222 1.561 1.185. Januari 02.254. Juli 08.

BAB / CHAPTER 11 Pendapatan Regional Regional Income .

Sementara itu.1 memperlihatkan nilai PDRB atas dasar harga berlaku yang terus meningkat dalam kurun waktu 2005-2006.146 milyar rupiah.024 milyar rupiah dan meningkat 10.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME PENDAPATAN REGIONAL PDRB ATAS DASAR BERLAKU DAN HARGA KONSTAN Pendapatan regional menggambarkan tingkat produksi dari suatu wilayah yang dicapai dalam suatu tahun tertentu termasuk perubahannya dari tahun ke tahun. sehingga mempunyai peranan penting dalam mengetahui tingkat kegiatan ekonomi dan kepesatan pertumbuhannya. dalam hal ini Kabupaten Belu. dalam satu tahun tertentu.2 hanya bertumbuh sebesar 4. sektor Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 415 .3) sebesar 36%. Pada tahun 2005 nilainya mencapai 898.8%. Salah satu indikator penting dalam mengetahui pendapatan regional adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). kontribusi terbesar dalam perekonomian Kabupaten Belu berasal dari sektor pertanian (lihat tabel 11. Kondisi ini menunjukkan bahwa walaupun secara absolut rata-rata pendapatan masyarakat meningkat namun daya beli dari pendapatan tersebut masih tergolong rendah.10). PDRB merupakan total nilai tambah barang dan jasa yang diproduksi dalam wilayah tertentu. STRUKTUR EKONOMI Bila diamati menurut sektor.66% (bandingkan dengan tabel 11.8% pada tahun 2006 atau menjadi 995. Tabel 11. Apabila PDRB dihitung dengan menggunakan harga yang berlaku pada masing-masing tahun penghitungan disebut sebagai PDRB harga berlaku. kontribusi sektor pertanian tahun 2006 mengalami sedikit peningkatan. Sekalipun PDRB atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan yang cukup siginifikan yaitu 10. (tahun 2000) disebut sebagai PDRB harga konstan. Sedangkan. apabila PDRB dihitung menggunakan harga yang berlaku pada tahun dasar. Dibandingkan tahun sebelumnya. namun nilai PDRB atas dasar harga konstan pada tabel 11.

62%. hotel.98%. Bila dicermati secara parsial.10).99% lalu turun menjadi 4. dan jasa perusahaan 4.04%.97%.05% terhadap total PDRB. pada sektor jasa-jasa didominasi oleh sub sektor pemerintahan umum yang memberikan share 17. serta penggalian di Kabupaten Belu. persewaan.66% pada tahun 2006 (lihat tabel 11. sehingga apabila alokasi anggaran jasa pemerintah melalui DAU dan DAK mengalami goncangan maka dapat dipastikan akan sangat mempengaruhi aktivitas sektor jasa-jasa bahkan terhadap perekonomian secara keseluruhan.62%. baik yang berasal dari produksi local maupun dari daerah lain.19%.24%. dan restoran yang memberikan share 14. Sektor berikutnya yang tidak kalah penting dalam perekonomian Kabupaten Belu adalah sektor perdagangan.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME jasa-jasa memberikan kontribusi terbesar kedua dalam struktur perekonomian Kabupaten Belu sebesar 24. Secara umum 416 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Hal ini tidak lepas dari kontribusi nilai tambah sektor-sektor vital Kabupaten Belu.91%. namun pada tahun 2006 mencapai pertumbuhan positif sebesar 4.17%. Sektor perdagangan yang didominasi oleh sub sektor perdagangan besar dan eceran secara sederhana menggambarkan perputaran uang serta fluktuasi barang yang diperdagangkan yang berasal dari sektor pertanian.92%.97% pada tahun 2006. sektor penggalian 3.88% sedangkan jasa swasta hanya 7. Secara parsial. secara agregat perekonomian Kabupaten Belu bertumbuh sebesar 4. Pertumbuhan tertinggi pada tahun 2006 dicapai oleh sektor jasa-jasa yaitu sebesar 5. sector industri 1. Kecilnya kontribusi jasa swasta mengindikasikan masih sangat terbatasnya aktivitas sektor jasa oleh kalangan swasta. namun demikian. industri. sektor pertanian mengalami pertumbuhan negatif sebesar 5. Sektor-sektor ekonomi lainnya yang memberikan kontribusi terhadap PDRB masingmasing sektor pengangkutan dan komunikasi 7. setor keuangan.67% pada tahun 2005. PERTUMBUHAN EKONOMI Pada tahun 2005. dan yang terendah adalah sektor listrik dan air minum sebesar 0. sementara pada tahun sebelumnya mencapai 16. sektor konstruksi 6.

Dengan demikian meningkatnya akumulasi nilai tambah dari aktivitas berbagai sektor ekonomi di satu sisi. Apabila peningkatan produksi fisik barang dan jasa sekaligus diikuti dengan peningkatan indikator harga. yaitu meningkat hanya sebesar 2. Walaupun mengalami peningkatan. karena nilai pendapatan perkapita yang ada merupakan hasil bagi antara akumulasi nilai tambah dari seluruh strata ekonomi masyarakat (baik kaya maupun miskin) dengan total penduduknya. Pada tahun 2006 rata-rata pendapatan perkapita penduduk Belu mencapai 2.683 juta rupiah. meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 2.03%. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 417 . secara riil (pendapatan perkapita menurut harga konstan) pergerakannya perkapita penduduk Kabupaten Belu tergolong relatif kecil. Selain itu apabila peningkatan nilai nominal pendapatan perkapita masyarakat ternyata lebih banyak dikontribusi oleh meningkatnya harga balas jasa faktor-faktor produksi maka dapat dikatakan bahwa peningkatan pendapatan perkapita tersebut belum mendongkrak daya beli masyarakat secara riil.484 juta rupiah (tabel 11. sementara di sisi lain bila terjadi penekanan laju pertumbuhan penduduk maka akan mendorong lebih cepat perkembangan tingkat pendapatan perkapita.03%. sekalipun angka pendapatan perkapita dijadikan sebagai indikator kesejahteraan namun belum mutlak menggambarkan penyebaran pendapatan pada setiap strata masyarakat.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME seluruh sektor PDRB menunjukkan laju pertumbuhan yang menurun (kecuali sektor pertanian) dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini memperlihatkan bahwa produktivitas penduduk Kabupaten Belu meningkat sebesar 2.11). maka secara nominal pendapatan perkapita akan bertambah dengan pesatnya. PENDAPATAN PERKAPITA Angka pendapatan perkapita merupakan indickator yang paling sering digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan penduduk dalam suatu wilayah.

000 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu 418 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 500. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Belu Tahun 2000 .000 2.00% 8.2006 2.2.00% 6.500.00% 0.2006 10.000.00% 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 Sumber : BPS Kabupaten Belu Gambar 11. Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu Tahun 2000 .500.00% 4.00% -2.000 1.00% -4.000 1.000.00% 2.1.00% -6.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Gambar 11.

00% 70.00% 2000 2001 primer 2002 2003 sekunder 2004 tersier 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu Keterangan : Primer Sekunder Tertier : Sektor Pertanian.00% 10. Pertambangan dan Penggalian : Industri Pengolahan.2006 100.00% 20. Persentase Peranan Sektor – Sektor Terhadap Pembentukan PDRB di Kabupaten Belu Tahun 2000 .00% 60. Pengangkutan. Listrik & Air Bersih. Bangunan : Perdagangan. Keuangan dan Jasa-Jasa Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 419 .00% 30.00% 90.00% 0.00% 80.00% 50.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Gambar 11.3.00% 40.

78 0 389.74 2.934.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.952. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. LISTRIK.718.86 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 421 . restoran.35 2006 (3) 358.016.406. rumah makan / restaurant 2005 (2) 320. GAS.743.051. RESTORAN.244.87 2.547.37 140.42 16.&AIR BERSIH ELECTRICITY.764.31 894.011.178.857. PERDAGANGAN.05 18. air bersih / water supply 5. & HOTEL a. perhotelan / hotels c.034.569.388. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.99 961.76 152.78 19.46 149.211.244.15 17.28 644.88 179. listrik / electricity b.90 674.09 23.817. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.40 25.07 0 289.384.1 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Current Market Prices 2005-2006 (juta rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. perikanan / fishery 2. kehutanan / foresty e.017. PERTANIAN / AGRICULTURE a.061.955. tanaman bahan makanan / farm food crops b.22 1.28 134.80 2. GAS & WATER SUPPLY a.09 65.623.06 144.682.44 127.06 31.50 29. tanaman perkebunan / farm non food crops c. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.78 2.15 52. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.705.49 145.31 2. gas / gas c.

58 11.866.75 0 49. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 64.93 221.49 56.04 351. KEUANGAN.33 2.10 11.228.121.57 10.156.957. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. pengangkutan laut / sea transport 4.025.80 61.90 36. jasa penunjang keuangan d.17 29.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.94 70.05 48. pengangkutan sungai.18 329. lembaga keuanagn non bank c. JASA .722. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.11 248.28 8.308.635 422 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .667.1 (juta rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. pengangkutan jalan raya / road transport 3.64 898.36 63.84 995.47 0 237.121.915.006.884.517.63 33.920.024.53 158.62 8. swasta / private 1.221.54 8.146.386.59 45.00 32.53 2.466.63 20.57 177. bank / bank b.864. sewa bangunan /building retail e.265. pemerintahan umum / government b.184 2006 (3) 71.959. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.89 425.144. komunikasi / communications 8.722.47 0 13. sosial kemasyarakatan / social & community services 2.94 0 12. danau / inland water transport 5.492.889. jasa perusahaan / bussines service 9. angkutan rel 2. angkutan / transportation 1.JASA / SERVICE a. OWNERSHIP & BUSSINES a.90 0 45.31 0 250.72 22. pengangkutan udara / air transport 6.370.53 320. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.929.700.621.305.

37 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 423 .998.754.46 29.37 14.76 104. GAS.73 0 214.12 6.66 2006 (3) 247.93 537.87 13.287.23 14. restoran.370.416. PERDAGANGAN.533. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.26 1. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.32 525.755.318. rumah makan / restaurant 2005 (2) 236.88 1.991.748. tanaman bahan makanan / farm food crops b.57 90. air bersih / water supply 5.19 1.84 1.14 6.368.628.&AIR BERSIH ELECTRICITY.625.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.493.09 1.558.10 87.210. kehutanan / foresty e.14 97.2006 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. perikanan / fishery 2.12 6.634.205.35 85.83 0 206.962.2 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 .05 28.187. GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b.85 111. RESTORAN.44 109. & HOTEL a. LISTRIK.065. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.90 310. perhotelan / hotels c. tanaman perkebunan / farm non food crops c.10 88.079.42 15.727. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.33 6.289. PERTANIAN / AGRICULTURE a. gas / gas c.00 307.39 1.773.685.

838.913.779.375.74 5. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 45.024.967.83 157.247. angkutan / transportation 1.691.481. pengangkutan udara / air transport 6.78 30.059.42 28. pengangkutan laut / sea transport 4.76 43.12 615. jasa penunjang keuangan d.537.53 588.847.17 0 34.695.040.055.JASA / SERVICE a.2 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. danau / inland water transport 5.07 382. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.31 4. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.12 28.52 20. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.57 296.20 3. pengangkutan sungai. pemerintahan umum / government b.38 3. OWNERSHIP & BUSSINES a. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. bank / bank b.99 4.524. JASA . jasa perusahaan / bussines service 9.338.422. lembaga keuanagn non bank c.711.241.81 21.85 407.78 50. komunikasi / communications 8.675 424 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .66 2.820. pengangkutan jalan raya / road transport 3.32 18.44 308.88 0 216.137.70 52. swasta / private 1.782.794.016.997. angkutan rel 2.47 105. KEUANGAN.56 41.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11. sewa bangunan /building retail e.286.39 27.949.160.12 16.26 3. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.438.43 0 36.82 0 209.47 0 5.50 0 5.144.31 148.90 98.58 5.926.823 2006 (3) 47.

restoran. tanaman perkebunan / farm non food crops c. GAS.22 0.66 0.07 0. rumah makan / restaurant 2005 (2) 35.27 2006 (3) 36.78 3.59 13. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.10 1. gas / gas c. listrik / electricity b. LISTRIK. kehutanan / foresty e.57 14. air bersih / water supply 5.17 2. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.07 0. tanaman bahan makanan / farm food crops b.2006 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.3 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .20 0. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. PERDAGANGAN. RESTORAN.10 1. GAS & WATER SUPPLY a.00 0.48 0.24 0.03 5.31 0.93 2.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.97 14.03 1.00 0.00 18.71 16.98 0.61 0.25 0.62 14.04 15.04 2. perhotelan / hotels c. & HOTEL a.79 16. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. PERTANIAN / AGRICULTURE a.25 0. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.87 3.&AIR BERSIH ELECTRICITY. perikanan / fishery 2.30 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 425 .04 6.

19 0.97 5.01 4. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.03 2.04 3.34 0.00 2006 (3) 7.04 24.03 0.61 7. jasa perusahaan / bussines service 9.65 17. angkutan rel 2.90 1. OWNERSHIP & BUSSINES a.93 0.66 100.03 0. pengangkutan udara / air transport 6.00 0. jasa penunjang keuangan d.29 6.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.3 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.26 0.04 3.91 2.28 1.67 100. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.23 6.34 0.24 0. ocial kemasyarakatan / social & community services 2.04 24.31 1.27 0. bank / bank b.00 4.44 0. komunikasi / communications 8.26 0. pengangkutan laut / sea transport 4. danau / inland water transport 5. swasta / private 1. sewa bangunan /building retail e.18 0. pemerintahan umum / government b.05 3.04 3. angkutan / transportation 1. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. KEUANGAN.05 0.00 426 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 5. pengangkutan sungai. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 7.88 7. pengangkutan jalan raya / road transport 3.00 1.00 0.40 0.92 17. lembaga keuanagn non bank c.00 1.99 0. JASA – JASA / SERVICE a.

air bersih / water supply 5. kehutanan / foresty e. & HOTEL a. GAS. listrik / electricity b.67 14.00 0.81 14. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.&AIR BERSIH ELECTRICITY.89 14.01 1.25 0. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. LISTRIK.34 18.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.15 16. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. gas / gas c.06 0.05 0.13 17. PERDAGANGAN.22 0.30 0.04 4. PERTANIAN / AGRICULTURE a.03 2006 (3) 40.47 1.08 1.51 1.09 2. tanaman bahan makanan / farm food crops b. rumah makan / restaurant 2005 (2) 40.01 2.59 2.39 18.25 0.21 0.00 0.90 14.09 2. perhotelan / hotels c.33 0.63 0.51 0.05 0. restoran. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.18 0. RESTORAN. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. GAS & WATER SUPPLY a.4 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005. perikanan / fishery 2.32 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 427 .2006 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.03 4.

pemerintahan umum / government b.86 0.05 8.51 0.57 5.00 5. JASA .92 0.98 0. pengangkutan udara / air transport 6.52 4.00 0. angkutan / transportation 1.01 0. jasa penunjang keuangan d.JASA / SERVICE a.75 6. sewa bangunan /building retail e. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. sosial kemasyarakatan / social & community services 2.51 0. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.00 0.91 0.66 2.93 0.07 3.98 0. angkutan rel 2.05 25.76 4.00 0.69 2.00 2006 (3) 7. bank / bank b. pengangkutan jalan raya / road transport 3. OWNERSHIP & BUSSINES a.00 428 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . danau / inland water transport 5. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. KEUANGAN.49 100.04 0.04 0.89 0.05 25. lembaga keuanagn non bank c.06 3. swasta / private 1. pengangkutan sungai.53 100. pengangkutan laut / sea transport 4.89 0.54 0.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.85 0.73 6.53 0.86 0.62 17. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.00 5.78 8.75 4. jasa perusahaan / bussines service 9. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 2005 (2) 7. komunikasi / communications 8.4 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.87 0.00 0.30 16.

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel 11.5 / Table 11.5 Index Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Chained Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 - 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 96.87 82.64 124.35 112.31 132.00 120.39 144.90

2006 (3) 111.71 118.10 111.95 104.88 107.46 105.69 107.36

134.14

108.08

121.17 119.76 0.00 131.62 124.26 119.71 119.86 149.80 107.32

107.25 103.21 0.00 126.57 126.57 103.48 103.39 104.65 107.64

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

429

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.5

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency

2005 (2) 128.74 126.25 0.00 123.34 115.97 0.00 110.39 149.93 147.66 136.04 134.14 148.50 0.00 130.31 112.38 132.50 135.12 126.37 120.21 121.82 132.61 115.19

2006 (3) 110.21 109.38 0.00 109.53 113.91 0.00 105.44 107.37 115.66 108.22 109.65 106.46 0.00 107.48 106.42 112.02 112.50 110.84 110.92 108.65 110.79 110.82

430

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.6 Index Berantai Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Chained Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant Market 2000 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 94.33 79.02 111.29 107.78 111.50 119.12 104.02

2006 (3) 104.62 107.29 107.07 102.17 102.29 102.98 102.15

108.02

102.96

105.24 106.66 0.00 97.15 105.28 105.12 105.15 124.99 101.32

102.63 102.40 0.00 104.08 102.97 103.06 103.10 101.16 101.49

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

431

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.6

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 114.42 113.96 0.00 112.79 128.41 0.00 127.75 113.26 118.90 118.05 124.96 115.43 0.00 102.62 108.13 120.87 121.09 120.45 118.85 121.14 122.74 104.99

2006 (3) 104.90 104.77 0.00 104.85 103.99 0.00 103.15 104.69 106.17 105.38 107.04 103.68 0.00 101.73 104.22 105.97 106.34 105.26 106.49 106.61 103.51 104.66

432

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.7 Index Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Development Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 143.36 130.99 285.78 142.15 252.06 182.11 497.90

2006 (3) 160.14 154.70 319.93 149.09 270.87 192.47 534.55

362.06

391.31

179.58 191.44 0.00 126.56 179.73 191.10 191.75 352.82 149.07

192.59 197.58 0.00 170.31 227.48 197.74 198.25 369.21 160.45

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

433

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.7

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 208.20 195.91 0.00 182.53 137.43 0.00 211.59 407.17 351.12 298.64 290.37 368.55 0.00 272.91 155.94 311.51 313.79 305.95 239.18 233.64 412.22 196.27

2006 (3) 229.47 214.27 0.00 199.92 156.56 0.00 223.10 437.17 406.11 323.17 318.38 392.35 0.00 293.33 165.95 348.97 353.01 339.11 265.29 253.84 456.70 217.49

434

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.8 Index Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Development Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant Market 2000 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 105.62 84.11 170.46 121.81 148.06 160.21 103.02

2006 (3) 110.50 90.25 182.51 124.44 151.45 164.98 105.23

126.64

130.39

119.54 126.10 0.00 90.19 99.39 116.36 116.47 168.13 106.62

122.68 129.13 0.00 93.87 102.34 119.92 120.09 170.09 108.21

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

435

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.8

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 145.93 143.07 0.00 139.77 183.26 0.00 186.70 146.89 179.15 181.46 235.94 167.18 0.00 110.51 140.05 209.55 196.03 242.50 231.27 227.99 260.42 128.63

2006 (3) 153.09 149.89 0.00 146.55 190.56 0.00 192.58 153.78 190.21 191.21 252.56 173.33 0.00 112.42 145.96 222.07 208.45 255.25 246.28 243.06 269.56 134.62

436

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.9 Index Implisit Produk Domestik Bruto Kabupaten BeluAtas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Implisit Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 135.73 155.73 167.65 116.70 170.25 113.67 483.32

2006 (3) 144.92 171.42 175.30 119.80 178.85 116.66 507.99

285.89

300.12

150.23 151.81 0.00 140.33 180.84 164.24 164.63 209.85 139.82

156.99 153.01 0.00 181.43 222.28 164.90 165.09 217.07 148.28

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

437

00 136.00 0.44 169.85 284. KEUANGAN.51 169.Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 2005 (2) 142.35 148. bank / bank b. swasta / private 1. jasa perusahaan / bussines service 9.42 102.45 0.00 260.42 82.9 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.93 0. angkutan / transportation 1.72 104. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .17 103.58 123.00 246.29 152.96 111.01 126. danau / inland water transport 5.99 164.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.67 136.86 107. pengangkutan jalan raya / road transport 3.28 213. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.92 113.36 226. OWNERSHIP & BUSSINES a.29 2006 (3) 149.33 277.65 160. pemerintahan umum / government b. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. angkutan rel 2.95 0.42 161.56 438 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . pengangkutan laut / sea transport 4.07 126.15 0.90 142. pengangkutan sungai. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.00 113.00 130.JASA / SERVICE a. lembaga keuanagn non bank c. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.06 220.36 0. JASA .69 157.00 115.60 75.48 158.14 169.19 195.35 132. pengangkutan udara / air transport 6. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. komunikasi / communications 8.

2006 (persen / Percent) Sektor Sector (1) 1.Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 4.38 20.02 2. Keuangan. Gas & Water Supply 5.90 18.12 3.66 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 439 .Restoran&Hotel Trade.02 2.97 5. Perdagangan. Pertanian Agriculture 2. Jasa-Jasa Service 2005 (4) -5.62 4. Bangunan Construction 6.67 2006 (5) 4.99 4. Pertambangan & Penggalian Minning & Quarrying 3.97 Pertumbuhan Ekonomi / Economic Growth Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .15 8.28 2.Gas & Air Bersih Electricity.87 5.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11. Ownnership & Bussines 9.10 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor Kabupaten Belu Regional Economic Growth by Sector 2005 . Pengangkutan&Komunikasi Transport&Communication 8.06 14.96 5. Listrik.42 4.63 5.05 5.24 2.Restaurant & Hotels 7. Industri Pengolahan Manufacturing Industries 4. Persewaan & Jasa Perusahaan Financial.

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.975.483 1.2006 ( ribuan rupiah) Tahun Year (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .Statistics of Belu Regency Pendapatan Per Kapita Income Per Capita (2) 1.756 1.642.253.641 2.901.683.877 440 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .499.444 2.170 2.826 2.11 Rata-Rata Pendapatan Per Kapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Berlaku Population Average Per Capita Income at Current Market prices of Belu Regency 2000 .484.

896.628.2006 ( ribuan rupiah) Tahun Year Pendapatan Per Kapita Income Per Capita (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .346 1.195 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 441 .488 1.747.756 1.545 1.571 1.818.642.696.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.048 1.661.12 Rata-Rata Pendapatan Per Kapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Konstan 2000 Population Average Per Capita Income at Constant 2000 Market Price Belu Regency 2000 .Statistics of Belu Regency (2) 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful