Katalog BPS : 1403.

5306

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA
BELU REGENCY IN FIGURES

2008

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELU

Katalog BPS : 1403.5306

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA
BELU REGENCY IN FIGURES

2008

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELU

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA 2008 BELU REGENCY IN FIGURES 2008 ISSN.0215.6962 No. publikasi / publication number : 53066.0801 Jumlah halaman / numbers of pages : lxxix+441 halaman / pages

Naskah / manuscript : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu BPS – Statistics of Belu Regency

Diterbitkan oleh / publised by : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu BPS – Statistics of Belu Regency

Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya May be cited with reference to the source

Atambua, Juni 2008

PETA KABUPATEN BELU Map of Belu Regency

2 1.11 Luas Kecamatan Kobalima Menurut Desa / Area of District Kobalima by Village 17 1.6 1.DAFTAR ISI / CONTENTS Peta Kabupaten Belu / Map of Belu Regency F o t o / foto iv Kata Pengantar / Perface Sambutan / Foreword vii Daftar isi / Contents ix iii v Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Statistik xxv Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 1998 tentang Badan Pusat Statistik xliv Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1998 tentang Statistik liv Sejarah Belu / The Brief History of Belu lxix Penjelasan Umum / Explanatory Notes lxxviii TABEL / TABLE Bab / Chapter I 1.8 1.4 1.1 1.12 Luas Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Desa / Area of District Tasifeto Barat by Village 18 1.9 Geografi / Geography 1 Luas Daerah Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area of Belu Regency by District 7 Luas Kecamatan Malaka Barat Menurut Desa / Area of District Malaka Barat by Village 8 Luas Kecamatan Rinhat Menurut Desa / Area of District Rinhat by Village 9 Luas Kecamatan Wewiku Menurut Desa / Area of District Wewikut by Village 10 Luas Kecamatan Weliman Menurut Desa / Area of District Weliman by Village 11 Luas Kecamatan Malaka Tengah Menurut Desa/Area of District Malaka Tengah by Village 12 Luas Kecamatan Sasita Mean Menurut Desa / Area of District Sasita Mean by Village 13 Luas Kecamatan Malaka Timur Menurut Desa / Area of District Malaka Timur by Village 14 Luas Kecamatan Laenmanen Menurut Desa / Area of District Laenmanen by Village 15 1.14 Luas Kecamatan Kota Atambua Menurut Desa/Area of District Kota Atambua by Village 20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 ix .5 1.3 1.7 1.13 Luas Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Desa/Area of District Kakuluk Mesak by Village 19 1.10 Luas Kecamatan Raimanuk Menurut Desa / Area of District Raimanuk by Village 16 1.

15 Luas Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Desa/Area of District Tasifeto Timur by Village 1.16 Luas Kecamatan Raihat Menurut Desa / Area of District Raihat by Village 22 1.DAFTAR ISI / CONTENTS 1. Rumah Tangga.17 Luas Kecamatan Lasiolat Menurut Desa / Area of District Lasiolat by Village 23 21 1.2 Banyaknya Satuan Lingkungan Setempat menurut Kecamatan 2007 36 2.1.1.1. Luas Wilayah. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Golongan dan 42 Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 2.20 Banyaknya hari Hujan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Day that rain in Belu Regency by District 2006 26 1. 1990.3 3.4 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah.6 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah.1.4 Jumlah Penduduk.18 Luas Kecamatan Lamaknen Menurut Desa / Area of District Lamaknen by Village 24 1.3 Banyaknya Desa/Kelurahan dan Tingkat perkembangan Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan / Numbers of Villages and Supporting level by District 2007 37 2.1 Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan / Numbers of Villages by District 2007 35 2.21 Banyaknya curah hujan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Rainfall in Belu Regency by District 2006 28 Bab / Chapter II Pemerintahan / Government 31 2. Household.5 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. 2000 68 x Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Tingkat 46 Pendidikan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Bab / Chapter III Penduduk dan Tenaga Kerja 51 Population and Man Power Penduduk / Population 3. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Jenis Kelamin dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 38 2.1 63 2 3. and Density per District 2007 65 Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin / Population by District and Sex 2007 66 Penduduk Menurut Kecamatan dan Kewarganegaraan / Population by District and Cityzenship 2007 67 Perkembangan jumlah penduduk berdasarkan Sensus Penduduk dirinci menurut Kecamatan 1980. Area.19 Nama dan Panjang Sungai Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Name and Length of Rivers by District in Regency of Belu 25 1. dan kepadatan penduduk per Km dan per Rumah Tangga Menurut Kecamatan / Number of Population.2 3.

3.7 3. 3. 3. 81 Tingkat Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Menurut Kabupaten / Infant Mortality Rate ( IMR) per 1000 birth by Regency 1999.8 Penduduk Kabupaten Belu Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan / Population 10 years old and over in Belu Regency by Marital Status 2007 69 Penduduk Kabupaten Belu Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin / Population in Belu Regency by Age Group and Sex 2007 70 Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan dan Golongan Umur / Number of Population by Districk and Age Group 2007 71 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Menurut Kecamatan / Number of Household and Poor People by Districk 2007 74 Tingkat kelahiran / fertility rate 3.1. 2002. 2002.3.3. Perkiraan Angka Kelahiran Total / TFR menurut Kabupaten 1989-2005 77 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Age at First Marriage 2007 78 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Lahir Hidup di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 79 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Masih Hidup di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 80 Tingkat kematian / Mortality rate 3.5 3.3.2. 3.3.4.1.2.1.6 3.2. 75 3.1.1. 2004 83 Tingkat Harapan Hidup Penduduk Berumur Nol Tahun Menurut Kabupaten / The Life Expectancy At Birth by Regency 1999.1.2.DAFTAR ISI / CONTENTS 3. 3.2. 2004 84 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Sudah Meninggal di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 85 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xi .2.

4.4.4 3. Vacancies.14 Banyaknya Penduduk Pelintas Batas di Kabupaten Belu / Numbers of Transitter in Belu Regency 2007 102 xii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Permintaan.8 3.4.11 Penduduk 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Kegiatannya Seminggu yang Lalu / Population 15 Years Old and Over by Sex and Activity During The Previous Week 2007 89 Penduduk 15 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kegiatan / Population 15 Years Old and Over by Type of Activity in Belu Regency (Kota/Urban) 2000 90 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week By Main Employmen Status and Sex 2007 91 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Employmen Status and Sex 2000 92 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2007 93 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2000 94 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2007 95 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2000 96 Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Jenis Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Type of Main Occupation and Sex 2006 97 Jumlah Pencari Kerja.9 3.4.4. dan Penempatan Tenaga Kerja yang Terdaftar Menurut Jenis Kelamin / Numbers of Registered Job Applicants.12 Perbandingan Rata-rata upah/gaji Bersih Karyawan dengan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dan upah Minimum Regional (UMR) Selama sebulan di Kabupaten Belu 2005-2007 100 Banyaknya Transmigran dirinci per Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Transmigrant by district in Belu Regency 2007 101 3.5 3.2 3.4.13 3.4.4.3 3.7 3.4.4.4.DAFTAR ISI / CONTENTS Angkatan kerja / Labour force 3.4.4. and Placement of Workers by Sex 2007 98 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin / Numbers of Registered Jod Applicants by Educational Attainment and Sex 2007 99 3.4.10 3.1 87 3.6 3.

2 109 4.1.3 4.2.4 4.1.1.1.8 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan / Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2003 111 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Pengeluaran untuk Makanan dan Bukan Makanan Per Kapita Sebulan / Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure fot Food and Non-Food 2003 112 Penduduk di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan / Population in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2007 113 Rata-Rata Konsumsi Bahan Makanan Per kapita Seminggu Menurut Jenis Bahan Makanan Penting di Nusa Tenggara Timur / Average of Per Capita Food Consumption by Selected Food in Nusa Tenggara Timur 2005 114 Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan dan non makanan menurut Kabupaten/Kota 2005 115 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan untuk kelompok Makanan di Kabupaten Belu / Averageof per Capita Monthly Expenditure and Food item in Belu Regency 2007 116 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan untuk Kelompok bukan Makanan di Kabupaten Belu / Average per capita Monthly Expenditure and Non Food item in Belu Regency 2007 118 Penduduk menurut golongan pengeluaran sebulan di Kabupaten Belu dan NTT 2007 120 Keadaan Rumah Tangga & Tempat Tinggal Household Condition & Home Owner 4.1.1 4.1.2.1.4 123 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Luas Lantai / Household in Belu regency by Area of Floor 2007 125 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Atap terluas / Household in Belu regency by Primary Roof Type 2007 126 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Lantai terluas / Household in Belu regency by Primary Floor Type 2007 127 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Dinding Terbanyak / Household in Belu regency by Area of Primary Roof Type 2007 128 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xiii .3 4.2 4.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter IV Konsumsi dan Keadaan Rumah Tangga Consumption and Household Condition 103 Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Population Expenditure and Consumption 4.1 4.6 4.5 4.2.2.1.7 4.

Teacher.2.5 5. dan Murid Taman Kanak-Kanak Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut kecamatan / Nimbers of school.3 5.1 5.8 4.6 5.7 4.5 4. dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan / Numbers of Schools. Guru. Teacher. Guru. Teacher. Teachers.2.1. Guru.2.6 4. Guru.1. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School. dan Murid Sekolah Menegah Tingkat Atas (SMTA) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School. and Pupil of Public and Private Senior High School (Vocational) in Belu Regency by District 2007 150 Banyaknya Sekolah. teacher.9 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Penerangan / Household in Belu regency by Source of Lighting 2007 129 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Air Minum / Household in Belu regency by Source of Drinking Water 2007 130 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Jamban / Household in Belu regency by Toilet Facilities 2007 131 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Status Penguasaan Tempat Tinggal Household in Belu regency by Status of House 2007 132 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Tempat Pembuangan Tinja / Household in Belu Regency by Faeces Place of Exile 2007 133 Bab / Chapter V Sosial / Social Affairs 135 Pendidikan / Education 5.7 Banyaknya Sekolah. Teacher. and Pupil of Public and Private Senior High School (General) in Belu Regency by District 2007 149 Banyaknya Sekolah. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Terbuka Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 151 xiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4 5. and Pupil of Public and Private Junior High School (General) in Belu Regency by District 2007 148 Banyaknya Sekolah.1. and Pupils by Education Level 2007 145 Banyaknya Sekolah. and pupil of public and private kindgarden by district 2006 146 Banyaknya Sekolah.DAFTAR ISI / CONTENTS 4.2. dan Murid Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School.2 143 5.2.1. Guru. and Pupil of Public and Private Primary School in Belu Regency by District 2007 147 Banyaknya Sekolah. Guru. Guru.1. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) Kejuruan Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School.1.1.

2.10 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Status Pendidikan dan Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Education Status and Sex 2007 152 Penduduk 7 Tahun keatas yang Masih Sekolah.12 5.11 5.2 159 5. Peserta Keluarga Berencana (KB).2.1 5.3 5.2.8 5.6 5.5 5. dan Tidak Sekolah Lagi Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Belu / Population 7 Years and over who attending School.1.7 5.8 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Health Service in Belu Regency by District 2007 161 Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Jenis Tenaga Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Health Personal by Health Personal Type in Belu regency by District 2007 162 Jumlah Penderita Rawat Jalan Menurut Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 165 Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Kunjungan Rawat Jalan di 19 Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 166 Sepuluh Penyakit Terbanyak Menurut Jumlah Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Umum 170 Atambua 2007 Status Gizi Balita Menurut Kecamatan Menurut Puskesmas di kabupaten Belu Nutritional Status of Children Under Five Years Old by Communitiy Health Centre in Belu Regency 2007 171 Banyaknya Peserta Aktif Menurut Metode Kontrasepsi yang digunakan per Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Active Acceptor by Contraceptive method used per District in Belu Regency 2007 172 Banyaknya Klinik.14 Hasil Ujian Nasional SD/MI di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 155 Hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMPT di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 156 Hasil Ujian Nasional SMA/MA di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 157 Hasil Ujian Nasional SMK di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 158 Kesehatan / Health 5. Never/Not Yet Attending School by Age Group in Belu Regency 2007 153 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Kemampuan Membaca dan Menulis per Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Literacy per Sex 2007 154 5.2.2.DAFTAR ISI / CONTENTS 5.9 5. dan Pasangan Usia Subur Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Health Personal Service by Health Personal Status and District in Belu Regency 2007 174 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xv .2. Tidak/Belum Pernah Sekolah.1.1.1.2.2.1.1.13 5.4 5.1.

2 183 5. 189 5.3 Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Religion Follower by District in Belu Regency 2007 185 Jumlah Tempat Ibadah di Kabupaten Belu Menurut Golongan Agama per Kecamatan / Numbers of Mosque/Private Mosque.2.6. Wanita Rawan Sosial. Ex Penyakit Kronis.4.3.1 5.3 Jumlah Perkara dan Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang Diterima.5.5.4.4.1.3. Temple.5.1 175 5. 5.3.2 5.3.4 5. 5.5. and Vikoa in Belu regency by District 2007 186 Banyaknya Rohaniawan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Spiritualist in Belu Regency by District 2007 187 Sosial Lainnya / Others Social 5. 5. by Month and Sex 2007 179 Banyaknya Masalah Sosial Menurut Bulan yang terjadi di Kabupaten Belu 2007 Banyaknya Masalah Sosial yang terjadi di Kabupaten Belu 2006 . Settled by Month 2007 177 Jumlah Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang diselesaikan Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Belu / Numbers of Defendants in Criminal Cases that Setlled by Age Group and Sex in Belu Regency 2007 178 Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang diselesaikan Pengadilan Menurut bulan dan Sikap Terhadap Putusan di Kabupaten Belu / Numbers of Defendants and Settled by Court. Diputuskan Menurut Bulan / Numbers of Criminal Cases and Defendants Received .5.4 . Penyebaran Infra Struktur Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Infra Structure of Social Affairs in Belu Regency by District 2007 191 Banyaknya Fakir Miskin dan Perumahan Tidak Layak di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 192 Jumlah Penduduk Lanjut Usia Terlantar dan Anak Yatim Piatu Di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Over Age and No Parents in Belu regency by District 2007 193 Banyaknya Penyandang Cacat. dan Masyarakat Terasing di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 194 Banyaknya Yayasan yang Mengasuh Anak dengan Sistim Non Panti dan Jumlah Anak asuh di Kabupaten Belu 2007 195 Bencana Alam Yang Terjadi dan Jumlah Korban Akibat Bencana Alam di Kabupaten Belu Menurut Kecamayan dan Taksiran Kerugian yang Diderita 2007 196 xvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . 5.DAFTAR ISI / CONTENTS Kriminalitas / Crime 5.5.3. Church.5.3.2007 182 5.5 180 Agama / Religion 5.

Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Ladang di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested. Yield Rate and Production of Dryland Paddy by District 2007 213 Luas Panen.1.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.1.1.7 Luas Panen.1.1.1. Yield Rate and Production of Wetland Paddy by District 2007 212 Luas Panen. Rata-Rata Hasil dan Produksi Jagung di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested. Yield Rate and Production of Green Peas by District 2007 218 Perkembangan Luas Panen Tanaman Pangan di Kabupaten Belu / Area Harvested of Food Crops in Belu Regency 2002 – 2007 219 Perkembangan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Belu / Food Production in Belu Regency 2002 – 2007 220 Produksi Sayur-Sayuran di Kabupaten Belu / Vegetables Production in Belu Regency 2002 .1. Yield Rate and Production of Maize by District 2007 214 Luas Panen.13 Luas Panen.2007 222 Luas Tanah Menurut Penggunaan di Kabupaten Belu / Land Area by Used Type in Belu Regency 2005 – 2007 223 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xvii .6 6.1.12 6. Yield Rate and Production of Cassava by District 2007 215 6.3 6. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.5 Luas Panen.2 209 6.11 6.1 6. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Sawah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.9 6.2007 221 Produksi Buah-Buahan di Kabupaten Belu / Fruits Production in Belu Regency 2002 .8 6.1.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter VI Pertanian / Agriculture 199 Tanaman Pangan / Food Crops 6.4 6.1. Yield Rate and Production of Paddy by District 2007 211 Luas Panen. Yield Rate and Production of Peanuts by District 2007 217 6.10 6. Yield Rate and Production of Sweet Potatoes by District 2007 216 Luas Panen.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Hijau di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.

3. Rumah Tangga Peetanian Pengguna Lahan dan Rumah Tangga Gurem di Kabupaten Belu Tahun 1993 dan 2003 Banyaknya Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan Menurut Jenis Usaha Pertanian di Kabupaten Belu Tahun 1993 dan 2003 225 Perkebunan / Estate 6.6 6.2 6.3 6.3.7 6.1.1 6.1 6.DAFTAR ISI / CONTENTS 6.3 6.14 224 6.2.3.4 6.2.2.3. and Hog-Cholera Vacination by Kind and District in Belu Regency 2007 242 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di luar Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Slaughting that happened out of Slaughter House by District in Belu Regency 2007 243 6.15 Banyaknya Rumah Tangga. Brucellosis.5 6.2.3.4 237 Banyaknya Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock by Kind and District in Belu Regency 2007 239 Banyaknya Ternak Unggas Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Poultry by Kind and District in Belu Regency 2007 240 Banyaknya Ternak Berpenyakit SE Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock that SE Virus by Kind and District in Belu Regency 2007 241 Banyaknya Ternak yang Divaksinasi SE.2 6.2. dan Hog-Cholera Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock that SE. Rumah Tangga Pertanian.5 xviii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Brucellosis.8 227 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kapuk Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Kapok Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 229 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kemiri Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Cande Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 230 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Coconut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 231 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Coffee Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 232 Luas Areal dan Produksi Tanaman Jambu Mente Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Chasen Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 233 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Cocoa Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 234 Luas Areal dan Produksi Tanaman Pinang Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Areca Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 235 Luas Areal dan Produksi Tanaman Tembakau Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Tobacco Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 236 Peternakan / Livestock 6.2.1.2.2.

3 6.4.5. 6.5 6.4. Penggunaan.3.5.4.1 247 6.2007 262 Luas dan Produksi Budidaya Perikanan Darat di Kabupaten Belu / In Land Fishery Production in Belu Regency 2007 263 Produksi Ikan Laut di Kabupaten Belu Menurut Jenis Ikan / Sea Fisheris Production by Type 2007 264 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xix .6 257 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Laut di Kabupaten Belu Menurut Kategori Usaha / Numbers of Marine Fishing Household in Belu Regency by Categories 2007 259 Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya / Numbers of Marine Fishing Boat in Belu Regency by Type of Boat 2005 – 2007 260 Jumlah Alat Penangkapan Ikan di Kabupaten belu Menurut Jenisnya / Numbers of Marine Fishing Gear in Belu Regency by Type of Gear 2005 – 2007 261 Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Menurut Sub Sektor / Production of Fishery in Belu Regency by Fisheries Group 2005 .5.3.1 6.5. 6.2. dan jenisnya 2007 246 Kehutanan / Foresty 6. Rencana Luas Kawasan Hutan Menurut Pola Tata Guna Hutan per Kecamatan di Kabupaten Belu / Planning Foresty Area by it Function per District in Belu Regency 2007 249 Produksi Kayu Cendana di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Production of Cendana Wood in Belu Regency by District 2007 251 Produksi Kayu dan Hasil Ikutannya / Production of Wood and Others Product 2006 Pengiriman Antar Pulau Hasil Hutan Non Kayu 2007 254 Pengiriman Antar Pulau / ke luar Daerah Hasil Hutan Kayu 2007 252 255 Perikanan / Fishery 6.4.3.4 6.4.7 6.8 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di dalam Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Slaughting that happened in Slaughter House by District in Belu Regency 2007 244 Pengeluaran Ternak dan Hasil Ikutannya Menurut Jenis Ternak di Kabupaten Belu / Livestock Product and Others Product by Kind in Belu Regency 2007 245 Banyaknya Ternak Menurut Asal Ternak .4.6 6. 6.2 6.5.3.DAFTAR ISI / CONTENTS 6.5.5.

2 273 7.1.11 7.7 7.1.1.1.1.1.9 7.1.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter VII Industri & Energi / Industries & Energy 267 Industri / Industries 7.5 7.1.6 7.12 Banyaknya Perusahaan / Usaha Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan / Numbers of Manufacturing / Etablishment by District 2007 275 Banyaknya Pekerja Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan / Numbers of Person Enganged in Manufacturing Sector by Industry Categories and District 2007 276 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Barat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Barat by Industry Kinds 2007 277 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Rinhat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Rinhat by Industry Kinds 2007 278 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Wewiku Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Wewiku by Industry Kinds 2007 279 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Weliman Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Weliman by Industry Kinds 2007 280 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Tengah Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Tengah by Industry Kinds 2007 281 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Sasita Mean Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Sasita Mean by Industry Kinds 2007 282 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Timur Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Timur by Industry Kinds 2007 283 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Laen Manen Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Laen Manen by Industry Kinds 2007 284 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Raimanuk Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raimanuk by Industry Kinds 2007 285 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kobalima Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kobalima by Industry Kinds 2007 286 xx Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .3 7.1.10 7.1.1 7.1.1.8 7.4 7.

Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.18 7.1 297 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2.1.16 7.1. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Betun) 301 Banyaknya Pelanggan.1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2.1.DAFTAR ISI / CONTENTS 7.3 7.5 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Besikama) 302 Banyaknya Pelanggan.1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.4 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Naitimu) 303 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxi .2 7.2. Value of Power and Cunsumption PLN Eiectric by Clasaification 2007 (Ranting Atambua) 299 Banyaknya Pelanggan.19 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Barat by Industry Kinds 2007 287 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kakuluk Mesak by Industry Kinds 2007 288 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Timur by Industry Kinds 2007 289 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Raihat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raihat by Industry Kinds 2007 290 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Lasiolat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lasiolat by Industry Kinds 2007 291 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Lamaknen Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lamaknen by Industry Kinds 2007 292 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kota Atambua Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kota Atambua by Industry Kinds 2007 293 Listrik / Electricity 7.1.17 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.1.15 7.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Atapupu) 300 Banyaknya Pelanggan.13 7.14 7.2.

Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Biudukfoho) 310 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.DAFTAR ISI / CONTENTS 7.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.7 7.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Kaputu) 309 Banyaknya Pelanggan.2.2 317 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Kecamatan dan Kualifikasinya di Kabupaten Belu 2007 319 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Bentuk Badan Hukun dan Kecamatan Kabupaten Belu 2007 320 xxii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Kobalima) 307 Banyaknya Pelanggan.12 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Silawan) 304 Banyaknya Pelanggan.4.2.10 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN di Kabupaten Belu Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Manleten) 306 Banyaknya Pelanggan.4. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.9 7.2.11 7.1 313 Banyaknya Pelanggan dan Nilai Air Minum yang disalurkan Menurut Jenis Pelanggan / Numbers of Costumers Water Supply by Costumer Type 2007 315 Pertambangan / Mining 7.2.6 7.3.1 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric in Belu Regency by Clasaification 2006 312 Air Minum / Water Supply 7.14 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Lamaknen) 305 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Haekesak) 311 Banyaknya Pelanggan.2.13 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Boas) 308 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.8 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.

4.1.1 353 Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kendaraan / Numbers of Motor Vehicles in Belu regency by Type of Motor Vehicles 2006 .1.1 8.2.1 8.6 331 Banyaknya Perusahaan/Usaha Sektor Perdagangan Menurut Jenis Usaha dan Kecamatan / Numbers of Etablishment by Trade Scale and District 2007 333 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Kategori Lapangan Usaha di Kabupaten Belu 2007 334 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Skala Usaha di Kabupaten Belu 2007 335 Volume Antar daerah ke luar Beberapa Komoditi di Kabupaten Belu 2007 336 Pengadaan Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Bulan 2007 338 Banyaknya komoditi Beras yang disalurkan menurut kelompok penggunaan dan bulan penyaluran di Kabupaten Belu 340 Perhotelan / Hotels 8.1.2007 355 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxiii .DAFTAR ISI / CONTENTS 7. Jumlah Kamar.4 7.3 8. pemanfaatan bahan galian Golongan C menurut kecamatan di Kabupaten Belu 2007 323 Realisasi penerimaan pajak air bawah tanah menurut kecamatan di Kabupaten Belu 2007 324 Bab / Chapter VIII Perdagangan & Hotel / Trade & Hotels 325 Perdagangan / Trade 8. and Beds by District 2006 – 2007 343 Banyaknya Tamu Menurut Kewarganegaraan dan Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar / Numbers of Guest by Citizen and Average Occupancy Rate of Hotel 2007 344 Bab / Chapter IX Transportasi & Komunikasi Transportation & Communications 345 Perhubungan Darat / Land Communications 9.3 7.5 Penggunaan bahan galian Golongan C menurut jenis dan kecamatan di Kabupaten Belu 2007 321 Realisasi penerimaan pajak penggalian.1.4. Rooms.1. dan Tempat Tidur Menurut Kecamatan / Numbers of Hotel/Lodgings.4.4 8.1.2 8.5 8.2 341 Banyaknya Akomodosi Hotel/Losmen.2.1.

3 369 Banyaknya Kunjungan Kapal dan Arus Penumpang di Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Numbers of Ship Visit and Passenger via Atapupu Port by Month 2007 371 Banyaknya Bongkar Barang.2.2. BBM.1.2 9.2007 358 Banyaknya Mobil Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Sifat 2007 359 Panjang Jalan Menurut Status Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Road Status in Belu Regency 2007 360 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Type of Surface in Belu Regency 2007 361 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Condition in Belu Regency 2007 362 Panjang Jalan Menurut Kelas Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Class Road in Belu Regency 2007 363 Perhubungan Udara / Air Communication 9.DAFTAR ISI / CONTENTS 9.2 Jumlah Pesawat dan Penumpang Datang dan Berangkat di Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan / Numbers of Aircraft and Passengers Arrival and Departures Via Haliwen Air Port by Month 2007 367 Banyaknya Bongkar Muat Barang.2007 356 Banyaknya SIM.1.7 9.1 365 9.1. Bus Menutur Trayek di Kabupaten Belu 2006 .3.3.1.8 9. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Volume of Cargo Loaded Via Atapupu Port by Month 2007 372 Banyaknya Muat Barang. STNK.1.4 9.9 Banyaknya Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Belu / Numbers of Delinquency and Traffic Accident in Belu regency 2006 . yang dikeluarkan Resort Kepolisian Kabupaten Belu / Numbers of Driving and Vehicles License Issued by Type 2006 – 2007 357 Banyaknya Mobil.1.1.5 9. BBM.6 9.3 9. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Volume of Cargo unLoaded Via Atapupu Port by Month 2007 373 xxiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . dan Pos Paket Lewat Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan / Volume of Cargo Loaded / Unloaded Via Haliwen Air Port by Month 2007 368 Perhubungan Laut / Sea Communication 9.2 9.3. dan BPKB.1 9.1. Bagasi.

DAFTAR ISI / CONTENTS Pos & Telekomunikasi / Post & Telecommunications 9. Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 393 Koperasi / Cooperative 10.4.3 387 Realisasi Penerimaan Rutin Daerah Belu Tahun Anggaran / Actual Second Stage Autonomus Regional Receipts of Belu Fiscal Year 2006 389 Realisasi Pengeluaran Rutin Belu Tahun Anggaran / Actual Second Stage Autonomous Regional Expenditure of Belu Fiscal Year 2006 390 Jumlah Wajib Pajak .1 375 9. 399 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua / Average of Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2002 .3. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan dan Jenis Surat / Numbers of Postal Mailed by Triple-Month and Type 2007 377 Banyaknya Uang Yang diweselkan lewat Kantor PT.3 9.1.2 10. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 – 2007 378 Banyaknya Barang yang Dipaketkan lewat Kantor PT.4.1.2.4 Banyaknya Surat Yang dikirim lewat Kantor PT.4.1. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 – 2007 379 Jumlah Sambungan Telepon Yang Disambung Menurut Jenis Pelanggan per Triwulan 2007 380 Bab / Chapter X Keuangan & Harga-Harga Financial & Prices 381 Keuangan Pemerintah Daerah Finance of The Regional Government 10.1 10.2 395 Banyaknya Anggota dan Simpanan Menurut Jenis Koperasi / Numbers of Members and Saving Deposits by Kind of Cooperative 2007 397 Banyaknya Anggota.2007 401 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxv .4.2 9.2.1. Simpanan di Koperasi Unit Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Members and Saving Deposits in Village Unit Cooperative by District in Belu Regency 2007 398 Harga-Harga / Prices 10.1 10.

3. 10. 10.8.4.2007 408 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Pasar Baru) 2007 409 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Atambua) 2007 410 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Betun) 2007 411 Bab / Chapter XI 11. 11.5. 10. 11. Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .2006 423 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 . Rata-Rata Bulanan Harga Eceran Sembilan Bahan Pokok dan barang strategis lainnya di Pasar Atambua / Average retail Price of 9 Essential Commodities and others stratigies 402 commodities 2007 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua / Average Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2007 404 Inflasi Atambua Menurut Bulan dan Kelompok Kebutuhan / Inflation Rate in Atambua by Month and Group 2007 406 Laju Inflasi Kota Atambua / Inflation Rate in Kota Atambua 2002 .6. 10.3.2.2006 435 xxvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2.3.4.7.3.2006 425 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 – 2006 427 Indeks Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha 2005 –2006 429 Indeks Berantai Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha 2005 – 2006 431 Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Development Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 – 2006 433 Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Development Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .3. 10. 11.7. 11. 11.5.DAFTAR ISI / CONTENTS 10.1 Pendapatan Regional / Regional Income 413 11.3.2006 421 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Constan 2000 Market Prices 2005 .6.3. 11.3.8.3. 10.

11. 11.11. 11.12.DAFTAR ISI / CONTENTS 11.9.10. Indeks Implisit Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Implisit Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 .2006 437 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor Kabupaten Belu / Regional Economic Growth by Sector and Sub Sector 2005 –2006 439 Rata-rata Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Berlaku / Population Average per Capita Income at Current Market Prices of Belu Regency 2000 – 2006 440 Rata-rata Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Konstan 2000 / Population Average per Capita Income at Constant 2000 Market Prices of Belu Regency 2000 – 2006 441 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxvii .

Tambahan Lembaran Negara Nomor 3686). MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENYELENGGARAAN STATISTIK. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 39. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 2. sektoral. dan kemutahiran data dalam kegiatan statistik perlu diatur mekanisme penyelenggaraan statistik baik statistik dasar. b. serta dalam rangka penjabaran lebih lanjut UndangUndang Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik. Mengingat : 1. penyelenggaran kegiatan statistik perlu didukung upaya-upaya koordinasi dan kerjasama serta upaya pembinaan terhadap seluruh komponen masyarakat statistik. . c. maupun khusus menuju terwujudnya sistem Statistik Nasional yang andal. efektif. dalam pembangunan sistem rujukan informasi statistik nasional pada umumnya. bahwa dalam rangka perencanaan pembangunan nasional pada khususnya. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut pada huruf a dan b.PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN STATISTIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Menimbang : a. dipandang perlu menetapkan Peraturan Tentang Penyelenggaraan Statistik. keakuratan. bahwa dalam upaya memenuhi atas kepaduan. dan efesien.

Instansi Pemerintah adalah Departemen. Sensus Penduduk adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh penduduk yang bertempat tinggal atau berada di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik penduduk pada saat tertentu. 6. Survei antar sensus adalah survei yang dilakukan diantara 2 (dua) sensus sejenis. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel dari suatu populasi untuk memperkirakan karakteristik obyek pada saat tertentu. xxvi . dan perusahaan pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh kateristik pertanian pada saat tertentu. dan lembaga-lembaga lainnya di luar BPS. 4. 5. Sensus Pertanian adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh petani. SEKTORAL. BPS adalah singkatan dari Badan Pusat Statistik sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. 3. rumah tangga pertanian.BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan : 1. 2. 7. Lembaga Pemerintah Non Departemen Daerah. DAN KHUSUS Bagian Pertama Statistik Dasar Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 2 (1) Pemerintah berkewajiban menyediakan statistik dasar. Sensus ekonomi adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh usaha dan atau perusahaan non pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik usaha dan perusahaan pada saat tertentu. BAB II STATISTIK DASAR.

(2) Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup karakteristik petani. tanaman. xxvii . c. tahun berakhiran angka 0 (nol) bagi sensus penduduk. (3) Dalam menyelenggarakan statistik dasar. Sensus Penduduk. kompilasi produk administrasi. c. (2) Waktu penyelenggaraan sensus. Pasal 5 (1) Pencatatan dalam sensus pertanian dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh petani. Pasal 4 (1) Pencatatan dalam sensus penduduk dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh penduduk (2) Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup karakteristik tentang penduduk. dan karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang kependudukan. tahun berakhiran angka 3 (tiga) bagi sensus pertanian. Sensus Pertanian. Sensus Ekonomi. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi. perusahaan pertanian. dan pengukuran obyek pertanian. tanah.serta karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang pertanian. b. b.(2) Statistik dasar diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). BPS memperoleh data melalui sensus. kegiatan usaha di bidang pertanian. Pasal 3 (1) Sensus terdiri dari : a. perumahan dan lingkungannnya. tahun berakhiran angka 6 (enam) bagi sensus ekonomi. survei. dilaksanakan pada : a.

atau gabungan desa dan atau kelurahan. (2) Pasal 8 (1) BPS wajib mengumumkan rencana penyelenggaran sensus kepada masyarakat sebelum sensus dilaksanakan. Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup kegiatan usaha.Pasal 6 (1) Pencatatan dalam sensus ekonomi dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh perusahaan dan kegiatan usaha di bidang ekonomi. (4) Survei sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) adalah survei antar sensus. pemakai bahan baku. xxviii . (2) Setiap penyelenggaran sensus didahului dengan uji coba sensus. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. Pasal 7 (1) Dalam penyelenggaran sensus Kepala BPS menetapkan wilayah pencacahan. BPS juga menyelenggarakn survei dan kompilasi produk administrasi untuk penyediaan statistik dasar. (3) Survei juga dilakukan diantara 2 (dua) sensus sejenis. penyerapan tenaga kerja. Pasal 10 (1) Wilayah pencacahan survei ststistik dasar ditetapkan oleh Kepala BPS. seluruh. serta karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang ekonomi. produksi. Pasal 9 (1) Selain sensus. (2) Wilayah pencacahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat merupakan bagian. (2) Pelaksanaan survei statistik dasar di lapangan dilakukan oleh petugas survei yang ditetapkan oleh BPS.

Pasal 11 Kompilasi produk administrasi statistik dasar dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. (3) Pertugas sensus dapat berasal dari pegawai BPS dan atau direkrut dari pegawai instansi pemerintah lainnya atau anggota masyarakat. Walikota. (4) Ketentuan tentang pengangkatan. Bupati. Pasal (12) (1) BPS berhak memperoleh produk administrasi dari instansi pemerintah dan masyarakat. (2) Petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bertugas melakukan pencacahan. BPS mendapatkan dukungan pelaksanaan operasional dari Menteri. pemberhentian dan pelatihan petugas sensus diatur lebih lanjut oleh kepala BPS. Gubernur. xxix . Paragraf2 Petugas dan Responden Pasal 14 (1) Pencacahan di lapangan dalam pelaksanaan sensus dilakukan oleh petugas sensu yang diangkat secara sah oleh kepala BPS. Kepala Desa dan Kepala Kelurahan sesuai lingkup tugas dan wewenangnya. Camat. dan pemeriksaan. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. pengawasan. penyediaan data. Pasal (13) (1) Dalam penyelenggaran statistik dasar. serta sarana dan kompilasi produk administrasi yang dilakukan oleh BPS. (2) Dukungan pelaksanaan operasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi dukungan pengadaan petugas.

b. setiap petugas sensus berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditetapkan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. Pasal 19 (1) setiap responden sensus wajib : a. c. Pasal 17 Setiap petugas sensus wajib memegang teguh rahasia atas keterangan yang diberikan responden dan yang diperoleh dari obyek kegiatan sensus. Menyampaikan hasil pelaksanaan sensus sebagaimana adanya. atau memperbaharui tanda nomor bangunan atau stiker sensus baik bangunan tempat tinggal maupun bukan tempat tinggal. Memperhatikan nilai-nilai agama. xxx . (3) Besarnya jaminan asuransi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh kepala BPS setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan. Pasal 18 (1) Petugas sensus yang merupakan tenaga lepas dan bukan pegawai negeri yang mendapat kecelakaan dan mengakibatkan cacat atau meninggal dunia dalam menjalankan tugasnya. mendapat jaminan asuransi. tata krama. memperlihatkan surat tugas atau tanda pengenal petugas sensus. adat istiadat. (2) Biaya pembayaran premi untuk jaminan asuransi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan bagian tidak terpisahkan dari anggaran penyelenggaraan sensus. menerima petugas sensus. setiap petugas sensus wajib : a. Pasal 16 Dalam melaksanakan tugasnya. memberi izin petugas memasang. memberi izin petugas sensus memasuki halaman atau pelataran. tanah atau tempat usaha. c. serta masuk ke dalam bangunan yang berada di wilayah kerja petugas sensus. memeriksa.Pasal 15 Dalam melaksanakan tugasnya. b. dan ketertiban umum.

(3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak menghilangkan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. xxxi . akurat. pasal 17. Pasal 22 (1) Perwakilan BPS di Daerah berwenang melakukan pengolahan hasil sensus. (2) Sajian statistik dasar hanya disampaikan dalam bentuk data agregat dan bukan data individu. e. buku-buku dan naskah-naskah yang diperlukan oleh petugas sensus. pasal 16. dan kompilasi produk administrasi untuk kebutuhan statistik dasar bagi lingkup daerah yang bersangkutan. dan kompilasi produk administrasi untuk menyediakan statistik dasar yang lengkap. dan mutakhir untuk kebutuhan sampai pada lingkupsatuan pemerintahan terkecil. dan atau kegiatannya secara lengkap dan benar. survei. anggota keluarga. survei. Paragraf 3 Pengolahan Hasil Pasal 21 (1) BPS bertanggung jawab melakukan pengolahan hasil sensus. buku-buku dan naskah-naskah. (4) Setiap responden berhak menolak petugas sensus yang tidak dapat memenuhi ketentuan pasal 16 huruf a dan b. Memperlihatkan catatan tertulis. dan pasal 18 berlaku bagi petugas statistik survei statistik dasar.d. pasal 15. Pasal 20 (1) Ketentuan yang berlaku bagi petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 14. (2) Pimpinan lembaga atau orang lain yang ditunjuk dari lembaga yang telah ditetapkan sebagai responden berkewajiban memberikan keterangan kepada petugas sensus mengenai segala kegiatan lembaga sesuai dengan daftar isian dan atau memperlihatkan catatan tertulis. Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan petugas sensus mengenai diri sendiri. orang lain yang berkaitan. (2) Ketentuan tentang kewajiban responden sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 berlaku juga bagi responden survei statistik dasar.

xxxii . wajib dilakukan bersama-sama BPS. (3) Statistik sektoral yang jangkauan populasinya berskala nasional dan hanya dapat dilakukan degan cara sensus. (2) Instansi pemerintah juga dapat menyelenggarakan survei dan kompilasi produk untuk kebutuhan intern instansi yang bersangkutan. (3) Wilayah survei statistik sektoral meliputi sebagian atau seluruh wilayah republik Indonesia Pasal 25 (1) Instansi pemerintah menyelenggarakan survei dan kompilasi produk administrasi untuk penyediaan statistik sektoral guna mendukung pelaksanaan tugas pokok instansi yang bersangkutan. Pasal 24 (1) Dalam penyelenggaran statistik sektoral. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. kompilasi produk administrasi. (2) Penyelenggaraan statistik sektoral dapat dilakukan secara mandiri atau bersamasama dengan BPS.(2) Perwakilan BPS di Daerah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. Bagian Kedua Statistik Sektoral Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 23 (1) Instansi pemerinatah menyelenggarakan statistik sektoral sesuai tugas pokok dan fungsinya. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. instansi pemerintah memperoleh data melalui survei.

xxxiii . jenis data yang akan dikumpulkan. (4) Tata cara memberitahukan rencana penyelenggaraan survei sebagaimana dimaksud ayat (3). judul. menyerahkan hasil penyelenggaraan survei yang dilakukan kepada BPS. Pasal 27 Kompilasi produk administrasi statistik sektoral dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. metode statistik yang akan dipergunakan. dan waktu pelaksanaan. memberitahukan rencana penyelenggaraan survei kepada BPS. b. (2) Penyelenggaraan survei statistik sektoral wajib : a.Pasal 26 (1) Hasil survei statistik sektoral sebagaimana dimaksud pada pasal 25 ayat (1) juga ditujukan untuk mendukung penyediaan informasi bagi kepentingan perencanaan pembangunan nasional dan dalam rangka pembangunan Sistem Statistik Nasional. (2) Ketentuan yang berlaku mengenai petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 dan 17 berlaku juga untuk petugas survei statistik sektoral. diatur dengan Keputusan Kepala BPS. tujuan survei. (3) Rencana penyelenggaraan survei sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf (a) memuat : nama instansi. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. wilayah kegiatan statistik. obyek populasi dan jumlah responden. c. mengikuti rekomendasi yang diberikan BPS. Paragraf 2 Petugas dan Responden Pasal 29 (1) Pelaksanaan pencacahan survei statistik sektoral dilakukan oleh petugas survei yang telah ditetapkan instansi penyelenggara. Pasal 28 (1) penyelenggara statistik sektoral berhak memperoleh produk administrasi dari instansi pemerintah atau masyarakat.

Pasal 30 (1) Penyelenggara survei statistik sektoral menetapkan responden atau obyek penelitian sebelum survei dilakukan. (2) Penyelenggaraan statistik khusus dilakukan secara mandiri atau bersama-sama dengan pihak lain. Paragraf 3 Pengolahan Hasil Pasal 31 (1) Instansi pemerintah yang menyelenggarakan statistik sektoral berwenang melakukan pengolahan hasil statistik sektoral yang diselenggarakannnya. Pasal 32 Ketentuan tentang penyajian statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (2) berlaku juga bagi penyelenggara statistik sektoral. (2) Setiap orang yang telah bersedia menjadi responden tunduk pada ketentuan sebagaiman dimaksud dalam pasal 19. organisasi. dan atau unsur masyarakat lainnya dapat menyelenggarakan statistik khusus. (2) Pengolahan hasil statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan oleh instansi pemerintah bersama-sama dengan pihak lain. Bagian Ketiga Statistik Khusus Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 33 (1) Lembaga. perorangan. xxxiv .

waktu pelaksanaan. jumlah responden. b. survei yang hasilnya untuk dipublikasikan. xxxv . Pasal 35 (1) Survei statistik khusus meliputi : a. Pasal 36 (1) Penyelenggaraan survei statistik khusus wajib memberikan sinopsis hasil survei yang diselenggarakannya kepada BPS. hasilnya dipublikasikan. b. (3) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku bagi survei yang digunakan untuk keperluan intern. obyek populasi. (3) Wilayah survei statistik khusus meliputi sebagian atau seluruh wilayah Republik Indonesia. c. dan abstraksi. meliputi survei yang memenuhi kriteria : a. menggunakan metode statistik. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (2) Hasil survei statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) turut mendukung pengembangan Sistem Statistik Nasional. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. (4) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat judul. merupakan data primer. metode statistik.Pasal 34 (1) Penyelenggaraan kegiatan statistik khusus memperoleh data melalui kompilasi produk administrasi. survei untuk kebutuhan intern. nama dan alamat penyelenggara. (5) Batas waktu dan tata cara penyampaian sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. (2) Sinopsis hasil survei yang wajib diberitahukan. wilayah kegiatan survei.

dan atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik. jaringan komunikasi. Pasal 40 Penyelenggaraan survei statistik khusus menetapkan responden atau obyek penelitian sebelum survei dilakukan. Pasal 38 (1) kompilasi produk administrasi statistik khusus dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. (2) Ketentuan yang berlaku mengenai petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan 17 berlaku juga untuk petugas survei statistik khusus. (2) Pemberitahuan sinopsis dapat dikuasakan kepada penyelenggara kegiatan statistik di dalam negeri apabila pihak yang memiliki hak berada di luar negeri. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos. Paragraf 3 Pengolahan Hasil xxxvi .Pasal 37 (1) Kewajiban memberitahukan sinopsis dibebankan kepada pihak yang mempunyai hak untuk menyebarluaskan hasil kegiatan statistik. Paragraf 2 Petugas dan Responden Pasal 39 (1) Pelaksanaan pencacahan survei statistik khusus dilakukan oleh petugas survei yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.

maka yang berwenang mengumumkan dan menyebarluaskan hasil kegiatan adalah kesepakatan masing-masing pihak. (2) Pengolahan hasil statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilaksanakan secara mandiri atau bersama-sama dengan pihak lain. Pasal 44 (1) Pengumuman hasil statistik yang diselenggarakn olehh BPS dimuat dalam berita Resmi Statistik atau media lainnya. xxxvii . DAN PEMASYARAKATAN HASIL STATISTIK Pasal 42 (1) Pengumuman dan penyebarluasan hasil kegiatan statistik dilaksanakan oleh penyelenggara. dan hasil kompilasi produk administrasi. BAB III PENGUMUMAN. PEMANFAATAN. Pasal 43 (1) BPS berwenang mengumumkan dan menyebarluaskan hasil statistik dasar yang diselenggarakannnya kepada masyarakat. (2) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik dilaksanakan secara bekerja sama. PENYEBARLUASAN. pemanfaatannya terbuka untuk umum. (2) Hasil statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi sensus. hasil survei. Pasal 45 (1) Hasil kegiatan statistik yang diselenggarakan oleh BPS. (3) Pelaksanaan teknis pengumuman dan penyebarluasan hasil statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2) ditetapkan oleh kepala BPS. instansi pemerintah Pusat dan atau Daerah.Pasal 41 (1) Penyelenggara statistik khusus berwenang melakukan pengolahan hasil survei dan kompilasi produk administrasi yang diselenggarakannnya. (2) Berita Resmi Statistik merupakan salah satu media penyebarluasan hasil statistik.

(3) Kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan dengan tetap memperhatikan hak kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan pengguna statistik akan arti dan pentingnya statistik. pemanfaatannya terbuka untuk umum. (3) Masyarakat berhak memperoleh manfaat dari hasil statistik yang diselenggarakan oleh BPS. penyelenggara. seminar. Pasal 46 (1) Penyelenggaraan statistik sektoral dan statistik khusus yang hasilnya untuk dipublikasikan. (2) Pemasyarakatan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan BPS bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat.(2) BPS mememberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk memperoleh hasil statistik yang diselenggarakannnya. atau dialog. Pasal 47 (1) Pemasyrakatan statistik dilakukan dalam rangka memberikan kesadaran responden. BAB IV KOORDINASI DAN KERJASAMA Bagian Pertama Umum Pasal 48 Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik meliputi hal-hal yang berkaitan dengan : xxxviii . (4) Pemasyarakatan statistik dilakukan secara berkala dan atau sewaktu-waktu melalui berbagai media informasi. (3) Pemasyarakatan statistik dilakukan dengan menyebarluaskan hasil kegiatan statistik sesuai dengan kebutuhan pengguna statistik. (2) Penyelenggara kegiatan statistik sektoral dan khusus memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk memperoleh hasil statistik.

definisi.a. (2) Koordinasi dan atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik mencakup perencanaan. dan atau analisis statistik. Pasal 49 Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik antara BPS. b. pelaksanaan kegiatan statistik sektoral yang jangkauan populasinya berskala nasional dan hanya dapat dilakukan dengan cara sensus. penyajian. dan masyarakat dilaksanakan atas dasar prinsip kemitraan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembakuan konsep. klasifikasi. xxxix . instansi pemerintah. pengolahan. instansi pemerintah bertindak sebagai penyelenggara utama. dan ukuran-ukuran. (2) Dalam hal koordinasi dan atau kerjasama dilakukan dengan pihak luar negeri maka pihak Indonesi harus bertindak sebagai penyelenggara utama. Pasal 52 Koordinasi dan atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik antara instansi pemerintah dan BPS dapat dilakukan dalam hal : a. Pasal 51 (1) Dalam hal kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik sektoral antara pemerintah dengan lembaga swasta. b. Bagian Kedua Pelaksanaan Kegiatan Statistik Pasal 50 (1) Koordinasi dan atau kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan dalam rangka membangun suatu rujukan informasi statistik nasional. Pelaksanaan kegiatan statistik. Pelaksanaan kegiatan statistik sektoral yang dapat dilakukan sendiri oleh instansi pemerintah. pengumpulan.

BPS bertindak aktif memprakarsai kerjasama dengan instansi pemerintah dan masyarakat. sebagaimana dimaksud dalam pasal 55. Bagian Ketiga Pembakuan Konsep. Definisi. dan Ukuran-ukuran Pasal 55 BPS. dan masyarakat bekerjasama melakukan pembakuan konsep. Pasal 57 (1) Hasil kerjasama pembakuan konsep. Pasal 54 (1) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf b dilakukan bekerjasama dengan BPS pelaksanaannya diatur oleh kepala BPS bersama-sama dengan pimpinan instansi yang bersangkutan. Kepala BPS memperoleh saran dan pertimbangan dari Forum Masyarakat Statistik.Pasal 53 (1) Penyelenggaraan statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf a wajib dilaksanakan bersama-sama oleh BPS dan instansi pemerintah yang bersangkutan. Pasal 56 (1) Dalam rangka mewujudkan kerjasama pembakuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 55. klasifikasi. (2) Tata cara pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Kepala BPS dan pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan. (2) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik sektoral tersebut dilaksanakan sendiri oleh instansi pemerintah yang bersangkutan berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 26. definisi. instansi pemerintah. definisi. klasifikasi. klasifikasi. (2) Dalam melaksanakan pembakuan konsep. xl . Klasifikasi. dan ukuran-ukuran. selanjutnya disusun oleh BPS. dan ukuran-ukuran untuk mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional. dan ukuran-ukuran. definisi.

(2) Dalam melakukan pembinaan statistik. respoden. g. Pengembangan sistem informasi statistik. perguruan tinggi. peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik. Peningkatan penyebarluasan informasi statistik. BPS dapat bekerja sama dengan instansi pemerintah. d. mengembangkan Sistem Statistik Nasional. pengembangan statistik sebagai ilmu. perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep. Pasal 60 Upaya pembinaan statistik meliputi : a. c. pengguna statistik. c. Pasal 59 (1) Pembinaan statistik ditujukan untuk lebih : a. c. membangun satu pusat rujukan informasi statistik nasional. b. penyelenggara kegiatan statistik. (2) Sasaran pembinaan statistik mencakup : a. definisi. e. xli . f. BAB V PEMBINAAN Pasal 58 (1) BPS melakukan pembinaan statistik. b. dan ukuran-ukuran yang disusun oleh BPS sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) menjadi acuan utama penyelenggaraan statistik di Indonesia. b. klasifikasi. meningkatkan kontribusi dan apresiaisi masyarakat terhadap statistik. d. mendukung pembangunan nasional. peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik. klasifikasi. definisi. dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerjasama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya. lembaga swasta.(2) Konsep. Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional. dan atau masyarakat lainnya.

d. pendidikan formal. peningkatan kerjasama pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi mendukung kegiatan statistik. peningkatan kerjasama pengembangan statistik sebagai ilmu antar instansi pemerintah dan atau swasta. lokakarya. d. pengadaan bahan rujukan tentang ilmu statistik. xlii . b. Pasal 63 Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik dilaksanakan melalui : a. seminar. seminar. penerapan dan pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak komputer. f. c. b. pelatihan. dan pertemuan ilmiah statistik. e. b. penelitian dan pengembangan. c.h. d. peningkatan pengembangan profesi. penerapan dan pengembangan penginderaan jarak jauh. lokakarya. Peningkatan kesadaran masyrakat akan arti dan kegunaan statistik. penerapan dan pengembangan jaringan informasi statistik. pengadaan dan penyebaran metode ilmiah statistik. peningkatan kerjasama pendidikan dan pelatihan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. Pasal 61 Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik dilaksanakan melalui : a. Pasal 62 Pengembangan statistik sebagai ilmu dilaksanakan melalui : a. dan atau pertemuan ilmiah lainnya. c. peningkatan penerapan ilmu statistik melalui pelatihan.

pembakuan dan penyebarluasan konsep. c. c. definisi. Pasal 66 Peningkatan penyebarluasan informasi statistik dilaksanakan melalui : a. c. peningkatan mutu dan frekuensi penyebarluasan informasi statistik melalui berbagai media cetak dan elektronik. klasifikasi.Pasal 64 Perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan. peningkatan hubungan sistem jaringan antar penyelenggara kegiatan statistik. Pasal 67 Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional dilaksanakan melalui : a. peningkatan kerjasama penerangan dan pemasyarakatan kegiatan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. peningkatan kerjasama penyebarluasan informasi hasil kegiatan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. peningkatan penyebarluasan hasil statistik secara menyeluruh atau bertahap. evaluasi. xliii . b. klasifikasi. c. definisi. peningkatan kemudahan dalam memperoleh data hasil kegiatan statistik. b. Pasal 65 Pengembangan sistem informasi statistik dilaksanakan melalui : a. peningkatan penyuluhan tentang pemanfaatan hasil statistik secara berkala. b. dan ukuran-ukuran yang dibakukan. penganekaragaman bentuk dan cara penyajian data sesuai dengan penggolongan pengguna statistik. definisi. klasifikasi. dan ukuran-ukuran dalam semangat kerjasama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya dilaksanakan melalui : a. pengkajian. dan ukuranukuran. definisi. d. dan penerapan konsep. peningkatan kerjasama pengembangan dan penerapan konsep. peningkatan komunikasi sistem informasi statistik antar penyelenggara statistik. peningkatan keterpaduan penyusunan jaringan sistem informasi statistik. d. peningkatan kerjasama pengembangan jaringan sistem informasi statistik. dan ukuran-ukuran yang dibakukan antar instansi pemerintah atau swasta. klasifikasi. konsep. b.

c. d. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1985 tentang Sensus Ekonomi. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1983 tentang Sensus Pertanian. dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan sumber lain yang sah. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan Sensus Penduduk. dinyatakan tidak berlaku. (3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2). BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 70 Dengan ditetapkan Peraturan Pemerintah ini maka : a. xliv . (2) Dalam rangka memenuhi kebutuhan data statistik dasar untuk keperluan Pemerintah Daerah. b. BAB VII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 Semua ketentuan peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan Sensus Penduduk. berlaku juga untuk pembinaan statistik. pembiayaannya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang bersangkutan. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat Statitik. dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan atau diganti dengan ketentuan baru berdasarkan Peraturan Pemerintah ini. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1985 tentang Sensus Ekonomi.BAB VI PEMBIAYAAN Pasal 68 (1) Pembiayaan penyelenggaraan statistik dasar. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1983 tentang Sensus Pertanian.

Agar setiap orang mengetahuinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Mei 1999 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 26 Mei 1999 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd PROF. memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1999 NOMOR 96 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan II Plt. MSA xlv . DR. ttd Pietojo. H. MULADI.H. S.Pasal 71 Peraturan pemerintah ini berlaku pada tanggal diundangkan. ttd Edy Sudibyo Salinan sesuai dengan aslinya BADAN PUSAT STATISTIK Kepala Biro Perencanaan.

pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3683). bahwa statistik mempunyai peran yang penting bagi perencanaan. c. MEMUTUSKAN . bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas dipandang perlu untuk menetapkan Keputusan Presiden tentang Badan Pusat Statistik. b. Undangundang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik mengamanatkan untuk membentuk Badan Pemerintah yang menyelenggarakan statistik dasar serta melaksanakan koordinasi dan pembinaan penyelenggaraan statistik. Mengingat : 1. bahwa dalam rangka penyelenggaraan statistik. Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 39.KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 1998 TENTANG BADAN PUSAT STATISTIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 2. pelaksanaan.

b. melaksanakan koordinasi dan kerjasama. serta pengembangan ilmu dan teknologi yang mendukung penyelenggaraan statistik. serta mengembangkan dan membina statistik sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. dan ukuran-ukuran. xlv . Penyebarluasan statistik melalui berbagai cara baik langsung maupun tidak langsung serta pelaksanaan upaya peningkatan sadar statistik masyarakat. koordinasi dan kerjasama statistik dengan instansi pemerintah. c. h. g. klasifikasi. penyusunan dan pengembangan pembakuan konsep. e. perseorangan dan/atau unsur masyarakat lainnya baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia. organisasi. Pembinaan penyelenggaran statistik responden. (2) BPS dipimpin oleh seorang Kepala Pasal 2 BPS juga mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan statistik dasar. f. perumusan kebijakan nasional di bidang statistik. pelayanan data dan informasi serta hasil statistik kepada pemerintah dan masyarakat secara berkala dan sewaktu-waktu baik dari hasil penyelenggaraan sendiri maupun hasil kompilasi produk administrasi dan cara lainnya. penyusunan rencana dan program nasional di bidang statistik. DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Badan Pusat Statistik yang selanjutnya dalam Keputusan Presiden ini disingkat BPS adalah Lembaga Non Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. definisi. TUGAS. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 2. BPS menyelenggarakan fungsi : a. penyelenggaraan statistik dasar. d. lembaga. dan pengguna statistik.Menetapkan : KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG BADAN PUSAT STATISTIK BAB I KEDUDUKAN.

i. j. k.

Pembinaan sumber daya manusia di lingkungan BPS; Pembinaan, pengendalian, dan pengawasan administrasi di lingkungan BPS; Tugas lain yang diberikan presiden;

BAB II ORGANISASI Bagian Pertama Susunan Organisasi Pasal 4 Susunan organisasi BPS terdiri dari : a. Kepala; b. Wakil Kepala; c. Deputi Administrasi; d. Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik; e. Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan; f. Deputi Statistik Produksi dan Neraca Wilayah; g. Perwakilan BPS di Daerah; h. Unit Pelaksana Teknis. Bagian Kedua Kepala Pasal 5 (1) Kepala BPS berkedudukan dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. (2) Kepala BPS bertugas memimpin BPS sesuai dengan tugas dan fungsi BPS yang telah digariskan serta membina aparatur BPS agar berdaya guna dan berhasil guna. Bagian Ketiga Wakil Kepala

xlvi

Pasal 6 (1) Wakil Kepala BPS berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. (2) Wakil Kepala BPS bertugas : a. membantu Kepala BPS dalam membina dan mengembangkan administrasi BPS agar berdaya guna dan berhasil guna; b. membantu Kepala BPS dalam mengkoordinasikan pelaksanaan tugas unit kerja di lingkungan BPS baik di Pusat maupun Daerah; c. mewakili Kepala BPS dalam hal Kepala BPS berhalangan; d. melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS. Bagian keempat Deputi Administrasi Pasal 7 Deputi Administrasi adalah unsur pembantu pimpinan, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. Pasal 8 Deputi Administrasi mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi umum dalam bidang ketatausahaan, keuangan, kerumahtanggaaan, kepegawaian, hukum, organisasi dan tata laksana, perlengkapan dan perbekalan, serta pengendalaian pelaksanaan program di lingkungan BPS. Pasal 9 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Deputi Administrasi menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang pelayanan administrasi di lingkungan BPS; b. pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi di bidang ketatausahaan, keuangan, kerumahtanggaaan, kepegawaian, hukum, organisasi dan tata laksana; c. penyebarluasan informasi kegiatan statistik; d. pengelolaan perlengkapan dan perbekalan; e. pengendalian, pembinaan dan pengelolaan keuangan dan manajemen BPS; f. tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS.

xlvii

Bagian Kelima Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik Pasal 10 Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS Pasal 11 Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan perencanaan dan evaluasi statistik, pembinaan dan pengembangan metodologi, penyajian dan pelayanan data, analisis statistik, serta pemanfaatan sistem informasi statistik. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang Perencanaan dan Analisis Statistik; b. penyusunan rencana dan evaluasi program kegiatan statistik serta penyusunan dan pengembangan metodologi statistik serta pelaksanaan sensus, survei, kompilasi produk administrasi, dan cara lain; c. pembinaan dan penyusunan sistem informasi statistik, diseminasi, penyebarluasan, penyajian, dan pelayanan statistik; d. pembinaan analisis dan pengembangan statistik; e. tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS. Bagian Keenam Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan Pasal 13 Deputi Statistik Produksi dan kependudukan adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS.

xlviii

Pasal 14 Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan dan kesejahteraan rakyat. Pasal 15 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 14, Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang statistik produksi dan kependudukan; b. penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan dan kesejahteraan rakyat; c. peningkatan mutu data statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan rakyat; d. penyerasian, pemeliharaan sistem, dan peningkatan kecermatan data statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan rakyat; e. tugas lain yang ditetapkan oleh kepala BPS. Bagian Ketujuh Deputi Statistik Distribusi dan Neraca Nasional Pasal 16 Deputi Statisik Distribusi dan Neraca Nasional adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. Pasal 17 Deputi Statisik Distribusi dan Neraca Nasional mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi.

xlix

Pasal 18 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 17, Deputi Statistik Distribusi dan Neraca Nasional menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang statistik distribusi dan neraca nasional; b. penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; c. peningkatan mutu data statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; d. penyerasian, pemeliharaan sistem, dan peningkatan kecermatan data statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; e. tugas lain yang ditetapkan oleh kepala BPS. Bagian Kedelapan Perwakilan BPS di Daerah Pasal 19 (1) BPS Propinsi adalah instansi vertikal BPS yang berada di ibukota Propinsi. (2) Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi BPS Propinsi, pada tingkat kabupaten/kotamadya dapat dibentuk BPS Kabupaten/Kotamadya. (3) Pembentukan BPS Propinsi dan BPS Kabupaten/Kotamadya ditetapkan dengan Keputusan Kepala BPS setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara.

Pasal 20 (1) Dalam rangka pelaksanaan operasional statistik di lapangan, pada tingkat kecamatan dapat diangkat seorang atau lebih petugas statistik sebagai Mantri Statistik. (2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. Bagian Kesembilan Unit Pelaksana Teknis

l

Pasal 21 (1) Dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi BPS, di lingkungan BPS dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disebut UPT. (2) UPT merupakan unit teknis yang melaksanakan tugas dan fungsi tertentu dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi BPS. Pasal 22 Pembentukan UPT di lingkungan BPS dilaksanakan dan ditetapkan oleh Kepala BPS setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara. BAB III TATA KERJA Pasal 23 (1) Semua unsur di lingkungan BPS dalam melaksanakan tugasnya menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik dalam lingkungan BPS sendiri maupun dalam hubungan antar instansi lainnya untuk kesatuan gerak sesuai tugas dan fungsinya. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan diwajibkan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB IV PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 24 (1) Kepala dan Wakil Kepala adalah jabatan eselon 1a. (2) Deputi adalah jabatan eselon 1b. Pasal 25 (1) Kepala BPS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. (2) Wakil Kepala BPS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala BPS. (3) Deputi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala BPS.

li

(4) Pejabat eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Kepala BPS. BAB V PEMBIAYAAN Pasal 26 (1) Segala pembiayaan dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi BPS dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (2) Dalam rangka memenuhi kebutuhan data statistik regional bagi pemerintah daerah, penyediaan dana dan fasilitasnya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah setempat. (3) BPS dapat menerima dana dari pihak lain dalam rangka kerjasama yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan pelaksanaan tugas dan fungsi BPS, yang tata cara penerimaan dan pengeluarannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB VI FORUM MASYARAKAT STATISTIK Pasal 27 Dalam rangka penyelenggaraan statistik Kepala BPS membentuk Forum Masyarakat Statistik. Pasal 28 (1) Forum Masyarakat Statistik bersifat non struktural dan independen yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah, pakar, praktisi, dan tokoh masyarakat. (2) Forum Masyarakat Statistik bertugas memberi saran dan pertimbangan kepada Kepala BPS dalam bidang statistik. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas, susunan organisasi dan tata kerja Firum Masyarakat Statistik diatur oleh Kepala BPS.

BAB VII KETENTUAN PENUTUP

lii

Pasal 29 Rincian tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja satuan organisasi di lingkungan BPS ditetapkan oleh Kepala BPS setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pendayagunaan Aparatur Negara. Pasal 30 Semua peraturan pelaksanaan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Biro Pusat Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau diganti dengan yang berdasarkan Keputusan Presiden ini. Pasal 31 Pada saat mulai berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Biro Pusat Statistik dinyatakan tidak berlaku. Pasal 32 Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

liii

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 17 Juni 1998 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala Biro Hukum Dan Perundang-undangan ttd Lambock V. Nahattands

Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Kepegawaian Dan Organisasi, BPS

Pietojo, MSA NIP. 340003653

liv

berbangsa. tuntutan masyarakat. b. b. d. pelaksanaan. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. pemantauan. bahwa statistik penting artinya bagi perencanaan. dan kebutuhan pembangunan nasional. bahwa dengan memperhatikan pentingnya peranan statistik tersebut. untuk memajukan kesejahteraan rakyat dalam rangka mencapai cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan Persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA . Mengingat : Pasal 5 ayat (1) dan pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. efektif. diperlukan langkah-langkah untuk mengatur penyelenggaraan statistik nasional terpadu dalam rangka mewujudkan sistem statistik nasional yang andal. c. dan bernegara dalam pembangunan Nasional sebagai pengamalan Pancasila. Menimbang : a. dan c di atas. dan efesien. dipandang perlu membentuk UndangUndang tentang Statistik yang baru.UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan di segenap aspek kehidupan bermasyarakat. bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik pada saat ini tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan.

Statistik dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas. yang memiliki ciriciri lintas sektoral. dan upaya yang mengarah pada berkembangnya Sistem Statistik Nasional. upaya pengembangan ilmu statistik. lv .MEMUTUSKAN : Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG STATISTIK BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan : 1. 3. Kegiatan statistik adalah tindakan yang meliputi upaya penyediaan dan penyebarluasan data. 6. penyajian. Data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu populasi. makro dan yang penyelenggaraanya menjadi tanggung jawab Badan. sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik. baik bagi pemerintah maupun masyarakat. dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antar unsur dalam penyelengaraan statistik. 2. 5. Statistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan. pengolahan. Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan. 4. Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur yang secara teratur saling berkaitan. berskala nasional.

yang penyelenggaraannya dilakukan oleh lembaga. 9. orang dan atau unsur masyarakat lainnya ditentukan sebagai objek kegiatan statistik. orang. maupun cara lain terhadap objek kegiatan statistik. organisasi.7. ARAH. BAB II ASAS. pendidikan. 13. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu. Sinopsis adalah suatu ikhtisar penyelenggaraan statistik 15. Kompilasi produk administrasi adalah cara pengumpulan. dan analisis data yang didasarkan pada catatan administrasi yang ada pada pemerintah dan atau masyarakat. 12. Badan adalah Badan Pusat Statistik. Sampel adalah sebagian unit populasi yang menjadi objek penelitian untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi. sosial budaya. lembaga. pengolahan. lembaga organisasi. Statistik khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dunia usaha. organisasi. benda maupun objek lainnya. 8. 11. DAN TUJUAN lvi . Penyelenggara kegiatan statistik adalah instansi pemerintah. 17. dan atau unsur masyarakat lainnya. Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi objek kegiatan statistik baik yang berupa instansi pemerintah. perorangan. dan kepentingan lain dalam kehidupan masyarakat. 10. Petugas statistik adalah orang yang diberi tugas oleh penyelengara kegiatan statistik untuk melaksanakan pengumpulan data. 14. pengukuran. penyajian. Responden adalah instansi pemerintah. perorangan. baik melalui wawancara. 16. organisasi. lembaga. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan suatu populasi pada saat tertentu. dan atau unsur masyarakat lainnya.

mendukung pembangunan nasional. jenis statistik terdiri atas : a. Pasal 4 Kegiatan statistik bertujuan untuk menyediakan data statistik yang lengkap. b. Keakuratan. mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknoogi. Statistik khusus. Statistik dasar. dan efesien guna mendukung pembangunan nasional. dan mutakhir dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal. BAB III JENIS STATISTIK DAN CARA PENGUMPULAN DATA Bagian Pertama Jenis Statistik Pasal 5 Berdasarkan tujuan pemanfaatannya. Keterpaduan. c. akurat. dan c. Undang-Undang ini juga berasaskan : a. lvii . c. mengembangkan statistik nasional yang andal. dan d. b. efektif. efektif.Pasal 2 Selain berlandaskan asas-asas pembangunan nasional. b. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. Statistik sektoral. Kemutakhiran Pasal 3 Kegiatan Statistik diarahkan untuk : a. dan efesien.

sensus ekonomi. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. b. yang meliputi : a. sensus penduduk. diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. sensus pertanian.Pasal 6 (1) Statistik dasar dan statistik sektoral terbuka pemanfaatannya untuk umum. (2) Survei antarsensus dilakukan pada pertengahan 2 (dua) sensus sejenis untuk menjembatani 2 (dua) sensus tersebut. b. dan d. kompilasi produk administrasi. sensus. Pasal 8 (1) Sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf a diselenggarkan sekurangkurangnya sekali dalam 10 (sepuluh) tahun oleh Badan. lviii . Bagian Kedua Cara Pengumpulan Data Pasal 7 Statistik diselenggarakan melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara : a. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku (2) Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan statistik khusus dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang. dan c. Pasal 9 (1) Survei sebagaiman dimaksud dalam pasal 7 huruf b diselenggarakan secara berkala dan sewaktu-waktu untuk memperoleh data yang rinci. (2) Penetapan tahun penyelenggaraan dan perubahan jenis sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). survei. c.

organisasi. kompilasi produk administrasi. sensus. c. (3) Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan hasil kompilasi produk administrasi milik lembaga. (2) Hasil kompilasi produk administrasi milik instansi pemerintah terbuka pemanfaatannya untuk umum. Bagian Kedua Statistik Sektoral Pasal 12 lix . kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. BAB IV PENYELENGGARAN STATISTIK Bagian Pertama Statistik Dasar Pasal 11 (1) Statistik Dasar diselenggarakan oleh Badan (2) Dalam menyelenggarakan statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Badan memperoleh data dengan cara : a. dan d. survei. b.Pasal 10 (1) Kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf c dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. dan atau unsur masyarakat lainnya dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang. perorangan.

c. survei.(1) Statistik sektoral diselenggarakan oleh instansi pemerintah sesuai lingkup tugas dan fungsinya. Pasal 14 (1) Dalam rangka pembangunan Sistem Statistik Nasional. (2) Dalam menyelenggarakan ststistik sektoral. masyarakat sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 ayat (1) wajib memberitahukan sinopsis kegiatan statistik yang telah selesai diselenggarakan kepada Badan. secara mandiri atau bersama dengan Badan. c. organisasi. instansi pemerintah memperoleh data dengan cara: a. (2) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat : a. (3) Statistik Sektoral harus diselenggarakan bersama dengan Badan apabila statistik tersebut hanya dapat diperoleh dengan cara sensus dan dengan jangkauan populasi berskala nasional. kompilasi produk administrasi. (2) Dalam menyelenggarakan statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (4) Hasil Statistik Sektoral yang diselenggarakan sendiri oleh instansi pemerintah wajib diserahkan kepada Badan. Bagian Ketiga Statistik Khusus Pasal 13 (1) Statistik diselenggarakan oleh masyarakat baik lembaga. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan c. Judul. Survei. maupun unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan Badan. Wilayah kegiatan statistik. b. Objek populasi. lx . Kompilasi produk administrasi. perorangan. b. masyarakat memperoleh data dengan cara : a. b.

(3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos. Nama dan alamat penyelenggara. h. BAB V PENGUMUMAN DAN PENYEBARLUASAN Pasal 15 (1) Badan berwenang mengumumkan hasil statistik yang diselenggarakannya. Metode statistik. tidak berlaku bagi statistik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan intern. atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik. BAB VI KOORDINASI DAN KERJASAMA Pasal 17 (1) Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan oleh Badan dengan instansi pemerintah dan masyarakat.d. lxi . Waktu pelaksanaan. f. (4) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). jaringan komunikasi data. Abstrak. Jumlah responden. g. di tingkat pusat dan daerah. (2) Pengumuman hasil statistk dimuat dalam berita resmi statistik Pasal 16 Badan menyebarluaskan hasil statistik yang diselenggarakannya. e.

(3) Koordinasi dan kerjasama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas dasar kemitraan dan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkenbangan ilmu pengetahuan dan teknologi (4) Ketentuan mengenai tata cara dan lingkup koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik antara Badan. dan masyarakat diatur lebih lanjut dengan keputusan presiiden. Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat untuk membangun pembakuan konsep. atau masyarakat Indonesia BAB VII HAK DAN KEWAJIBAN Bagian Pertama Penyelenggara Kegiatan Statistik Pasal 19 Penyelenggara kegiatan statistik berhak memperoleh keterangan dari responden mengenai karakteristik setiap unit populasi yang menjadi objek. Pasal 18 (1) Kerja sama penyelenggaraan statistik dapat juga oleh Badan.(2) Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional. (2) Kerja sama penyelenggaraan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan pada prinsip bahwa penyelenggara utama adalah Badan. dan ukuran-ukuran. instansi pemerintah. lxii . instansi pemerintah. dan atau masyarakat dengan lembaga internasional. instansi pemerintah. definisi. Pasal 20 Penyelenggara kegiatan statistik wajib memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk mengetahui dan memperoleh manfaat dari statistik yang tersedia. klasifikasi. atau lembaga swasta asing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. negara asing. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bagian Ketiga Responden Pasal 26 (1) Setiap orang berhak menolak untuk dijadikan responden. lxiii . Pasal 23 Setiap petugas statistik wajib menyampaikan hasil pelaksanaan statistik sebagaimana adanya. Pasal 24 Ketentuan mengenai jaminan kerahasiaan keterangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 berlaku juga bagi petugas statistik. serta wajib memperlihatkan nilai-nilai agama. Pasal 25 Setiap petugas statistik harus memperlihatkan surat tugas dan atau tanda pengenal. (2) Setiap responden berhak menolak petugas statistik yang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 25.Pasal 21 Penyelenggara kegiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang diperoleh dari responden. kecuali dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. tata krama. Bagian Kedua Petugas Statistik Pasal 22 Setiap petugas statistik Badan berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditentukan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. dan ketertiban umum. adat istiadat setempat.

susunan organisasi. Pasal 30 (1) Instansi pemerintah dapat membentuk satuan organisasi di lingkungannya untuk melaksanakan statistik sektoral. satuan organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus mengadakan koordinasi dengan Badan untuk lxiv . (3) Dalam menyelenggarakan statistik sektoral. dan tata kerja satuan organisasi sebagaimanan dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh instansi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Ketentuan mengenai tugas. praktisi.Pasal 27 Setiap responden wajib memberitahukan keterangan yang diperlukan dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah. diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. pakar. dan tata kerja Badan. dan tokoh masyarakat. fungsi. Pasal 29 (1) Pemerintah membentuk Forum Masyarakat Statistik yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan di bidang statistik kepada Badan. (2) Forum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersifat nonstruktural dan independen. BAB VIII KELEMBAGAAN Pasal 28 (1) Pemerintah membentuk Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden (2) Badan mempunyai perwakilan wilayah daerah yang merupakan instansi vertikal. fungsi. sebagaimanan dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2). susunan organisasi. (2) Ketentuan mengenai tugas.

menerapkan konsep. dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerja sama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya. dan ukuran-ukuran yang telah dibakukan dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional. meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional. c. mengembangkan statistik sebagai ilmu. mewujudkan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep. e. d. Pasal 33 Pelaksanaan pembinaan sebagiamana dimaksud dalam pasal 31 diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. f. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. b. klasifikasi. mengembangkan sistem statistik nasional. definisi. Badan melakukan upaya-upaya sebagai berikut : a. definisi. lxv . meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik. BAB IX PEMBINAAN Pasal 31 Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik dan masyarakat. agar lebih meningkatkan kontribusi dan apresiasi masyarakat terhadap statistik. meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelengaraan statistik. mengembangkan sistem informasi statistik. meningkatkan penyebarluasan informasi statistik g. h. klasifikasi. dan mendukung pembangunan nasional. Pasal 32 Dalam rangka pembinaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 31.

dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 25.00 (dua puluh lima juta rupiah).00 (dua puluh lima juta rupiah). Pasal 37 Petugas statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 24. Pasal 36 (1) Penyelenggaraa kegiatan statistik yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam pasal 20.00 (lima puluh juta rupiah).000.000.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. Pasal 38 Responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 27.BAB X KETENTUAN PIDANA Pasal 34 Setiap orang yang tanpa hak menyelenggarakan sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ayat (2) huruf a.000. (2) Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21.000.000.000.000. dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 50. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp 25.000. 100.00 (dua pulu lima juta rupiah). lxvi .00 (seratus juta rupiah).000.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp. 15.000. dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 25. Pasal 35 Setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 ayat (1).00 (lima belas juta rupiah).

pasal 37. pasal 36 ayat (2). dipidana dengan pidana penjara paling lamam 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000. dan pasal 39 adalah kejahatan. lxvii . menghalanghalangi. (2) Tindak pidana sebagimana dimaksud dalam pasal 35 dan pasal 36 ayat (1) adalah pelanggaran. pasal 38. BAB XI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 41 Semua peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan undang-undang ini. maka Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tidak berlaku. atau menggagalkan jalannya penyelenggaraan statistik yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan statistik dasar dan atau statistik sektoral. BAB XII KETENTUAN PENUTUP Pasal 42 Pada saat mulai berlakunya Undang-Undang ini. Pasal 40 (1) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 34.00 (seratus juta rupiah).Pasal 39 Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa alasan sah mencegah.000.

Disahkan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1997 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd.Pasal 43 Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. memerintahkan pengundangan UndangUndang ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. Diundangkan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1997 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd. Agar setiap orang dapat mengetahuinya. MOERDIONO SOEHARTO LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1997 NOMOR 39 lxviii .

red   Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxix . Those sub-ethnic inhabit the location of certain characteristic with the individuality of catholic follower as majority. ground of Belu is fertile because owning black and sandy type of geology as well as the rainfall which is relative flat during the year. Mata pencaharian utama adalah bertani yang masih dikerjakan secara ekstensif tradisional. Each ethnic have both difference and similarity language and culture practice. Keempat sub etnik mendiami lokasi-lokasi dengan karakteristik tertentu dengan kekhasan penduduk bermayoritas penganut agama Kristen Katolik. Selain itu dari sub sektor kehutanan kontribusi yang diperoleh juga signifikan dengan beberapa jenis pohon Ecologically. the condition of land. and Ema Dawan Manlea. Daerah Belu yang subur tersebut membuatnya potensial untuk dikembangkan menjadi daerah peternakan dan pertanian. Ditinjau dari segi Budaya dan Antropologis. Kendati demikian. Besides. Sub sektor perikanan dengan kawasan pantai yang membentang dari Belu bagian selatan sampai utara turut mempengaruhi pemerataan pekerjaan dan pendapatan. The fertile area of Belu making of its potential to be developed to become the ranch and agriculture area. masyarakat Belu dapat dengan mudah hidup rukun dikarenakan aspek kesamaan-kesamaan spesifik. Ema Kemak.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU SEJARAH SINGKAT KABUPATEN BELU A BRIEF HISTORY OF BELU REGENCY Gambaran Umum Masyarakat  Belu    Common  Picture  Of  Belu’s  Society  Observed anthropologically and culturally. from forestry sub-sector. Fishery sub-sector with the coast area unfolding from north to south of Belu take part in influenced the job and earning’s generalization. Ema Bunak. Belu’s people society formatted into four sub-ethnic that is: Ema Tetun. eucalyptus. kondisi tanah Belu sangat subur karena selain memiliki lapisan tanah jenis berpasir dan hitam juga dikondisikan dengan curah hujan yang relatif merata sepanjang tahun. Dari aspek ekologis. Ema Kemak. the society earn easily live the foundation because of the specific similarity aspects. Even that way. penduduk Kabupaten Belu dalam susunan masyarakatnya terbagi atas 4 sub etnik yang besar yaitu : Ema Tetun. Their dominant means of livelihood is farming which is still done by traditionally extensive. Masingmasing etnik tersebut mempunyai bahasa dan praktek budaya yang saling berbeda satu sama lain dan kesamaan dilain segi. Ema Bunak dan Ema Dawan Manlea. contribution obtained are also significant with some productive birch like sandalwood.

Sejarah Singkat Orang Belu  Brief History Of Belu Resident  Sesuai berbagai penelitian dan cerita sejarah daerah di Belu. (manusia penghuni batu dan kayu). short posture of body.Sanleo). bercampur dengan suku asli Melus. The land of Malaka was the origin of Belu’s new comer who sailed to Timor passing through Larantuka. the first Belu resident was Melus. Welakar). Sedangkan Makoan asal Dirma menyebutnya Loro Sankoe (Debuluk. Suku Mataus (Sonbai). Once upon a time. wood. Nama ketiga bersaudara itu menurut para tetua adat masing-masing daerah berlainan. Even that way. In fact. The tribes of Melus recognized as “Emafatuk oan Ema Ai Oan” (woods and petrity human being). industri dan lainnya juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan PDRB dan peningkatan PAD. Dari Makoan Fatuaruin menyebutnya Nekin Mataus (Likusaen). They had a strong. intinya bahwa. and Bara Mataus (Fatuaruin). Namun menurut beberapa makoan asal Besikama yang berasal dari Malaka According to various research and old story. all of new comer dwelled in this area came from Sina Mutin Malaka. According to Makoan Besikama. associated with the origin Melus. There are various story about Belu’s new comer. Ada cerita bahwa ada tiga orang bersaudara dari tanah Malaka yang datang dan tinggal di Belu. Loro Banleo (Dirma. kayu merah dan jati. Mataus (Sonbai). they’re called Wehali Nain. Orang Melus dikenal dengan sebutan “Emafatuk oan ema ai oan“.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU seperti cendana. Selain para pendatang yang menghuni Belu sebenarnya berasal dari “Sina Mutin Malaka”.Welakar). Tipe manusia Melus adalah berpostur kuat. Dari sektor dan sub sektor lainnya seperti perdagangan dan jasa. ada kesamaan universal yang dapat ditarik dari semua informasi dan data. Khusus untuk para pendatang baru yang mendiami daerah Belu terdapat berbagai versi cerita. lxx Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . kekar orangnya dan bertubuh pendek. and teak. Kendati demikian. Sanleo) dan Loro Sonbai (Dawan). there was three brothers came from Malaka and stayed in Belu. and Loro Sonbai (Dawan). industry and others also give productivef significant contribution in forming Gross Regional Domestic Products and raising PAD. They had different unique name according to each headman of region. Loro Banleo (Dirma. eukaliptus. Makoan Fatuaruin called them Nekin Mataus (Likusaen). there is a universal similarity pulled out from all data and information. dan Bara Mataus (Fatuaruin). Wewiku Nain. and Haitimuk Nain. manusia Belu pertama yang mendiami wilayah Belu adalah “Suku Melus“. The sector of trade and services. Whereas Makoan Dirma called them Loro Sankoe (Debuluk. Malaka sebagai tanah asal-usul pendatang di Belu yang berlayar menuju Timor melalui Larantuka.

tidak membagi daerah Belu menjadi Selatan dan Utara sebagaimana yang terjadi sekarang. Bahwa para pendatang dari Malaka itu bergelar raja atau loro dan memiliki wilayah kekuasaan yang jelas dengan persekutuan yang akrab dari masyarakatnya. Sedangkan dari semua pendatang di Belu itu pimpinan dipegang oleh “Maromak Oan“ Liurai Nain di Belu bagian Selatan. Maromak Oan memiliki perpanjangan tangan yaitu Wewiku-Wehali dan Haitimuk Nain. According to historian. Maubara. In his duty in Belu. According to foreign scientist. The three brothers were aristhocrat and own their settled dominion with a good association with the society. Sonbai. pembagian Belu menjadi Belu bagian Selatan dan Utara hanyalah merupakan strategi pemerintah jajahan Belanda untuk mempermudah system pengontrolan terhadap masyarakatnya. Dalam melaksanakan tugasnya di Belu. Wehali Nain. There was an Dalam keadaan pemerintahan adat tersebut muncullah siaran dari pemerintah raja-raja dengan apa yang disebutnya “Zaman Keemasan Kerajaan”. the Maromak Oan’s dominion was expanded to some region of Dawan (Insana and Biboki). Fialaran. Para pendatang di Belu tersebut. a broadcast appear in number from the empire governmental called “the empire golden age”. Maromak Oan itself stayed in Laran as the authority centre of Wewiku-Wehali. And also in Fatuaruin. Biboki. Sonbai dan Suai Kamanasa serta Loro Lakekun. Dirma. Loro Lakekun. Kedatangan mereka ke tanah Malaka hanya untuk menjalin hubungan dagang antar daerah di bidang kayu cendana dan hubungan etnis keagamaan. Apa yang kita catat dan dikenal dalam sejarah daerah Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxi . All of Belu’s new comers divided no region of Belu by 2 parts. Dirma. Selain juga ada di Fatuaruin. Wewiku Nain dan Haitimuk Nain. Maromak Oan sendiri menetap di Laran sebagai pusat kekuasaan kerajaan WewikuWehali. Fialaran. Among all Belu’s new comer. Maubara. and Suai Kamanasa. Menurut para sejararawan.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU ialah. Liurai Nain “Maromak Oan” in the south of Belu became the leader. South and North as it is right now. Bahkan menurut para peneliti asing Maromak Oan kekuasaannya juga merambah sampai sebahagian daerah Dawan (Insana dan Biboki). Their arrival to Malaka was to aim at trading the sandalwoods and built religious-ethnic connection up. Biboki dan Insane. Maromak Oan had an autocrat in Wewiku-Wehali and Haitimuk Nain. and Insana. What was recorded and known in the history of Belu’s regency is that there was an empire of Wewiku-Wehali (which its dominion covered in a whole area of Belu). the assignment of Belu’s regency into south and north Belu was only a colonial Dutch strategies to make the society control system easier. In the custom governmental.

Lasiolat. Sang Maromak Oan mengirim para pembantunya ke seluruh wilayah Belu sebagai Loro dan Liurai. Asumanu. Lidak. Manukleten. Dafala. Tohe Maumutin dan Aitoon. there was a mixed-marriage between Loro Bauho and Klusin.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU adalah adanya kerajaan Wewiku-Wehali (pusat kekuasaan seluruh Belu). Dafala. Dalam perkembangan pemerintahannya muncul lagi tiga bersaudara yang ikut memerintah di Utara yaitu Tohe Nain. in oreder to make the government system arrangement easier. Rin besi hat yaitu Dafala. Asumanu. Selain itu ada juga nama seperti Dafala. Di Belu Utara bagian Barat dikenal Umahat. Asumanu. and in the eastern there was Asumanu-Tohe. Sesuai pemikiran sejarawan Belu. Laklukun. According to the elders of Wewiku – wehali. Herneno dan Insana Nain serta Nenometan Anas dan Fialaran. Manukleten. Manleten. they are Tohe Nain. Loro Lakekun. Herneno. untuk mempermudah pengaturan system pemerintahan. Daerah Dawan termasuk Miamafo dan Dubay sekitar 40. and Aitoan. and Aitoan. Nenometan Anas. Manleten. Lasaka. Supervices Dasi Sanulu known as Lasiolat. Biboki Nain. It is known in the north and south that there was four interrelated connection. Lasaka. such as Loro Dirma. Maumutin dan Aitoon. Tercatat nama-nama pemimpin besar yang dikirim dari Wewiku-Wehali seperti Loro Dirma. Lasiolat dan Lidak. it was known also Dafala. Tohe Maumutin. Umaklaran Sorbayan. Sorbau. Maromak Oan delegated his servants to the entire region of Belu as Loro and Liurai It was recorded some famous great leaders delegated from wewikuwehali. among the four brothers. Ada juga kerajaan Fialaran di Belu bagian Utara yang dipimpin Dasi Mau Bauk dengan kaki tangannya seperti Loro Bauho. and Fialaran. Lakekun. Menurut penuturan para tetua adat dari Wewiku-Wehali. According to Belu’s historian. perkawinan antara Loro Bauho dan Klusin yang dikenal dengan nama As Tanara membawahi dasi sanulu yang dikenal sampai sekarang ini yaitu Lasiolat. Asumanu. Di Dawan ada kerajaan Sonbay yang berkuasa di daerah Mutis. Manuleten. Thus. one was lxxii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . In its governmental development there was an appearance of three others brothers administrating/ commanding in the north of belu. Dalam berbagai penuturan di Utara maupun di Selatan terkenal dengan nama empat jalinan terkait. and Lidak. There was also an empire of Fialaran settled in the north of belu which led by Dasi Mau Bauk whose servants were Loro Bauho. Umalor-Lawan. Loro Lakekukn. Umaklaran Sorbau. Insana Nain. Rin besihat known as Dafala. Biboki Nain. The population of Dawan was 40. Manuleten. Naitimu.000 jiwa masyarakatnya. Sorbau. Besides. called As Tanara. maumutin. Sorbau. Umaklaran. Besikama-Lasaen. Umaklaran Sorbauan dibagian Timur ada Asumanu empire of Sonbai which dominate the area of Mutis. Lidak.000 person. Naitimu. In the western of north belu there was Umahat.

Kelompok kedua adalah Golongan Renu yang tidak lain adalah rakyat jelata yang merdeka. Dengan demikian rupanya keempat bersaudara yang satunya menjelma sebagai tak kelihatan itu yang menandai asal-usul pendatang di Belu membaur dengan penduduk asli Melus yang sudah lama punah. Besikama-Lasaen. According to H. Menurut H. Pembagian dan pembedaan masyarakat Belu dalam kelaskelas hirarkis di bawah ini di dasarkan pada turunan/ras yang ada sejak penduduk para pendatang sampai dengan kejayaan zaman kerajaan. marked the descent of Belu’s new comer/ stranger assimilated with the original Melus and extinct for a long time. Membahas tentang struktur masyarakat tidak lain dari pada mengulas tentang tingkatantingkatan dalam masyarakat yang ada dalam suatu komunitas atau persekutuan tertentu. unvisible. Florens Maxi Un Bria in “The Way to Happiness of Belu People” that the society recognized its classification for three groups consists of: • DASI. the independent ordinary people • The last group called Ata or Klasan representing a faction of sahaya’s slave. Yang tersusun dalam susunan atau lapisanlapisan dalam masyarakat yang disebut stratifikasi sosial. Florens Maxi Un Bria dalam “The Way To Happiness Of Belu People” bahwa masyarakat Belu mengenal klasifikasi masyarakatnya atas 3 (tiga) golongan. Those who were included into this group usually Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxiii . J.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Tohe. yang secara hirarkis terdiri dari : Dasi atau golongan bangsawan yang menempati lapisan terpusat dan dari kelompok inilah terpilih Loro / Liurai / Na’i yang akan memangku jabatan kepemerintahan secara turun temurun. Division and distinction of the society into hierarchical classes as follows rely on the existing race/ generation since the residents came until “the gold-age of the empire”. Grijzen seperti dikutip dalam Tulisan Rm.J Grijen cited in article of Rm. Susunan  Masyarakat Belu  Strafikasi  Stratification Of Belu’s Society  Studying about the society structure means analyze the existing society’s level arranged in one community called social stratification. a group whose taking the central possession and from this group was chosen Loro/Liurai/Na’I to profess the governance hereditarily • The second group called Renu. Umalor-Lawain.

. To determine the classes. lxxiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . From the aspect of national governance politics. The stratification itself economically evaluated as consists of “the haves” (Ema Mak Soin) and “the haves not” (Ema Kmukit). Atapupu) until it was abolished by “Pax dalam golongan ini biasanya merupakan tawanan perang yang dijadikan budak untuk melayani kebutuhan masyarakat golongan renu atau golongan dasi. it was depend on the earnings they could obtain or their habits every day.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU • Kelompok terakhir disebut Ata atau Klason yang merupakan golongan hamba sahaya. consists of: . Mereka yang masuk Jenilu. kita mengetahui bahwa penggolongan masyarakat Jawa atas tiga golongan / tiga kelompok besar yang saling melengkapi satu dengan yang lain.Group of subordinate ordinary people called Hutun Renu Among the two groups there was group of mediators referred as Fukun Dato - Kelompok lain adalah kelompok masyarakat bawah (Hutun Renu) atau marjinal dan orang kecil. Dalam keterkaiatannya dengan struktur masyarakat Belu maka kita mengenal beberapa kelompok /golongan masyarakat yang teridiri dari : Pertama adalah kelompok teratas atau kelompok raja (Nain Oan) masuk kelompok priyayi. Perdagangan budak belian ini sempat menjadi komoditi pada tahun 1892 (pada daerah JeniluAtapupu) sampai pada akhirnya di awal abad 20-an Pemerintah Belanda mengeluarkan “Pax Nederlandica” sehingga perdagangan budak dihapus. The slave’s commerce becomes the commodity in the year 1892 (at Nederlandica” in the early 20th century of the Dutch governance Pembagian masyarakat Belu sendiri ditinjau dari segi ekonomis terdiri dari klasifikasi “orang berpunya/the haves“ (Ema Mak Soin) dan kelompok “orang miskin/the haves not “(Ema Kmukit). Dari sudut politik pemerintahan nasional. a prisoner of war taken as slave to serve the requirement of DASI and RENU. Ukuran untuk menentukan dua macam kelas ini tergantung pada pendapatan yang ia peroleh dan cara atau pola hidupnya setiap hari. we know that the Javanese classified into three big groups which is equipping one another.Group of kings (Nain Oan) included aristhocrat .

- Perlu ditambahkan disini bahwa dalam jajaran dan tataran kelompok panututan raja atau kerabatan horizontal yang dinamakan “klaken soman“Ada juga kelompok vertical yang disebut “Tohu Larus Hudi Oan“. Dato is obliged to bring the tribute to their king. in the alignment of Panututan groups. Dato Leki Nahak Tamiru Usi Hawai Lerek (penguasa daerah pesisir laut) atau yang disebut Meti Ketuik. Based on local history. Sedangkan Dato Mota menguasai daerah pesisir kali Benenai (Mota Ninin Here Ninin). It is recorded that the course of decision-making (fui mutu lian-fui mtun ibun) was done traditionally by sacrificing burnt up offerings. Sehingga sesekali dalam kurun waktu tertentu seorang Dato wajib membawah upeti kepada rajanya. the empire of Wewiku-Wehali had four Datos playing a significant function as mediator. The interrelated among three groups formed in the tangible jobs and realization. Dato Klisuk Rae and Klisuk Lor were dominating the enclave of sea. While Futun Dato were personating mediator among the two other groups. menuturkan bahwa di kerajaan Wewiku – Wehali ada 4 dato yang sangat berperan dalam fungsinya sebagai mediator yaitu. kelompok Raja berperan mengawasi pelaksanaan pembangunan dan membuat putusan pemerintahan. nowadays. named as horizontal consaquinity “Klaken Saman”. Keterkaitan antara ketiga kelompok utama tersebut terwujud dalam realisasi program dan kerja nyata. Group of Hutun Renu had a role of program executor. Dalam hal ini. Dato Klisuk Rae dan Klisuk Lor yang menguasai daerah enclave laut (hasan). Perlu di catat di sini bahwa dalam proses pengambilan keputusan (fui mutu lian-fui mtun ibun) secara adat dengan korban bakaran. Dalam catatan sejarah lokal.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Antara dua kelompok itu ada kelompok penengah atau disebut Fukun dato. the group of kings had a role of observe the development execution and made the governance decision. While Dato Mota dominating the seaboard of Benenai. Sedangkan Fukun Dato akan berperan sebagai mediator antara kedua kelompok tersebut. called Dato Leki Nahak Tamiru Usi Hawai Lerek (Meti Ketuik). Once in a while. Enhanced. In this case. Kelompok Hutun Renu sebagai pelaksana program secara nyata. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxv . There was also a vertical groups called Tahu Larus Hudi Oan.

2. • Putih melambangkan kesucian. Hijau. Form of the device area is a five side shield mean as follow: The shield symbolize the appliance of people’s protection. • Kuning melambangkan keagungan. Bentuk Lambang Daerah adalah Perisai bersisi lima mempunyai arti sebagai berikut : • Perisai melambangkan alat perlindungan rakyat • Sisi lima melambangkan Pancasila sebagai dasar negara Meanings. • Hitam melambangkan ketenangan/keadilan. • Coklat melambangkan ketabahan hati. Green. Coklat. and Black symbolizing Belu’s woven cloth meaning as follows: Red symbolize the bravery Yellow symbolize the supremacy Brown symbolize the firmness Green symbolize the prosperity White symbolize the chastity Black symbolize the justice lxxvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . White. Colour and fill of symbol The symbol colored in Red. The five side symbolize Pancasila as the national philosophy 2. Kuning. Brown. Warna dan Isi Lambang Tata warna lambang berwarna Merah. yang mempunyai arti : • Merah melambangkan keberanian.  and  Motif  In  The Symbol Of Belu’s Regency                    1. • Hijau melambangkan kemakmuran.  Bentuk  dan  Motif  dalam  Lambang  Daerah  Kabupaten Belu                1. Yellow.  Form. Putih dan Hitam. melambangkan kain tenunan rakyat Kabupaten Belu.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Makna.

kesungguhan hati dan semangat. • Pohon beringin melambangkan persatuan dan tempat rakyat berlindung. • Padi dan kapas melambangkan kemakmuran sandang pangan. it is written “Belu” means “friend” Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxvii . • Padi 20 butir dan kapas 12 biji serta angka 1958 menunjukkan hari.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU 3. • Dibawah Bintang dan di atas Pohon Beringin tertulis dengan huruf latin berbunyi “BELU“ yang berarti “SAHABAT“. tahun terbentuknya Kabupaten Belu dalam wilayah daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur . and year Belu Regency was formed in the province area of East Nusa Tenggara • Tiber symbolize the original appliance of Belunese art of dance • Kelewang located in its case among the ruddling and yellow symbolize the bravely struggle. firmness. Meaning of symbol • The gold star symbolize the Almighty God • Paddy and cotton symbolize the food and clothes prosperity • 20 items of paddy and 12 seeds of cotton and also numeral of 1958 showing the day. date of. terletak di atas tiber dan kelewang. Arti Lambang Lukisan bintang berwarna kuning emas melambangkan keagungan Tuhan Yang Maha Esa. tanggal. placed above Tiber and Kelewang • Under the gold star and above the banyan tree. and the spirit • The banyan tree symbolize the association and people’s protector. • 3. • Kelewang dalam keadaan tersarung terletak di antara warna merah dan kuning melambangkan perjuangan keberanian. • Tiber melambangkan alat asli seni tari rakyat (tarian Likurai) yang telah ada serta tumbuh dalam masyarakat Belu sejak dahulu dan berkembang terus hingga sekarang.

iii. Lusin ………………………………………………. Ton ………………………………………………… vi. Kw (kwintal) ……………………………………… viii.80 kg 3. dikumpulkan langsung dari responden oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu. Data yang sumbernya tidak disebutkan. x.PENJELASAN UMUM / EXPLANATORY NOTES PENJELASAN UMUM Beberapa data yang kami sajikan dalam penerbitan ini merupakan data perbaikan dari penerbitan tahun-tahun sebelumnya. Zak …………………………………………………. : 400 gram : 700 cc : 1000 meter : 12 buah : 1000 kg : 40 kg : 100 kg : 1000 cc : 0.. meter (m).. . Liter ………………………………………………… ix. v. lxxviii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . bungkus. kilogram (kg).: Data tidak tersedia atau dapat diabaikan iii. ……… ii. 1. Batang (sabun cuci)……………………. : Data belum tersedia ii.. Tanda-tanda yang dipakai: i. . Buah. vii. : Tanda Desimal 2.. Liter (untuk beras) ………………………………. Km (Kilometer) ………………………….. helai. Satuan : i. butir.. . ……… iv. Botol ………………………………………………. Sumber Data : Data yang ada dalam penerbitan ini ada yang dikumpulkan langsung oleh Badan Pusat Statistik dan ada pula yang bersumber dari Dinas/Instansi/Jawatan di Tingkat Kabupaten.

viii. : 400 gram : 700 cc : 1000 meter : 12 unit : 1000 kg : 40 kg : 100 kg : 1000 cc : 0.: Data not available or data negligible iii.PENJELASAN UMUM / EXPLANATORY NOTES EXPLANATORY NOTES Symbol.……………………… Dozen . UnIt : i. Bottle………………………………………………. Metric ton ………………………………………… Sack …………………………………………………. ii. v. : Data not yet available ii. pach. 1. piece.. . . conducted by the BPS Belu. Unit. are as follows.…………………………… Litre ………………………………………………… Litre (for rice) …………. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxix . ix. Sources : Statistical data presented in this publication are based on secondary statistical data compiled as a part of the normal activities of various government and private institution in Belu and some of data represent the result of survey. Symbols: i.. .……………………………………………. iv. meter (m). vi.. : Tanda Desimal 2.………………………….. x.80 kg 3.. number. iii. Quintal (ql) …………. Briguette for soap ………………………………. kilogram (kg). vii. unit and other which are used in this publication. Kilometers (Km) ………….

BAB / CHAPTER 1 Geografi Geography .

sedangkan daerah datar berombak sampai bergelombang 3-40% hampir merata di seluruh wilayah yaitu mencapai 55. Wilayah pegunungan (>40%) terdapat di wilayah tengah kearah Timur dengan luas wilayah sekitar 17. sebelah selatan dengan Laut Timor. Posisinya sangat strategis karena berada pada persimpangan Negara Timor Leste dengan bagian lain Provinsi Nusa Tenggara Timur serta pada titik silang antara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten TTU. sebelah timur dengan Negara Timor Leste serta sebelah barat dengan Kabupaten Timur Tengah Utara dan Timur Tengan Selatan. dan Talau.GEOGRAFI / GEOGRAPHY GEOGRAFI KEADAAN ALAM  Kabupaten Belu adalah salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang wilayahnya terletak di sebelah timur. Adapun batas wilayah Kabupaten Belu adalah sebagai berikut: sebelah utara dengan Selat Ombai.40%. Dari 14 sungai yang bermuara di bagian utara. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 3 . Sungai–sungai yang ada di Kabupaten Belu mengalir dari bagian selatan dan bermuara di Selat Ombai dan Laut Timor. Bentuk topografi wilayah Kabupaten Belu merupakan daerah datar berbukit-bukit hingga pegunungan dengan sungai-sungai yang mengalir ke utara dan selatan mengikuti arah kemiringan lerengnya.57 Km2 atau 5. Kabupaten Belu terbagi dalam 24 Kecamatan. Kabupaten Belu terletak pada koordinat 1240 – 1260 lintang selatan.86% dari luas wilayah. Malibaka.16% dari luas wilayah Povinsi Nusa Tenggara Timur yang keseluruhannya berupa daratan. Wilayah datar terletak di bagian selatan memanjang sampai ke tenggara pada pesisir pantai Laut Timor dengan kemiringan kurang dari 2%. Dengan wilayah seluas 2. yang banyak digunakan penduduk untuk pertanian adalah sungai Baukama.445.

Tanah campuran aluvial dan litosol di jumpai di dataran Oeroki. Letak geografis yang lebih dekat dengan Australia dibanding Asia. dan pada umumnya jenis tanah ini sangat subur karena banyak mengandung unsur hara. Intensitas pelapukan-pelapukan di wilayah ini tidak begitu besar disebabkan beriklim sedang. sepanjang pantai selatan dan sedikit di utara. umumnya berubah–ubah tiap setengah tahun berganti dari musim kemarau dan musim penghujan dengan musim kemarau yang lebih dominan. Halilulik kemudian tanah litosol tersebar merata di Kabupaten Belu dan terakhir campuran tanah mediteran. 4 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . sebagian besar Kabupaten Belu bertekstur tanah sedang yang meliputi hampir seluruh wilayah dan sebagian kecil bertekstur tanah halus dan kasar. Jenis tanah yang ada seperti tanah aluvial dapat di jumpai di dataran Besikama. Curah hujan tertinggi yaitu 1375 mm terdapat di Kecamatan Malaka Tengah. renzina dan litosol tersebar di wilayah Malaka Tengah bersifat porous sehingga banyak di jumpai air tanah. Musim hujan yang sangat singkat dimulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Mei.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Dari aspek kemampuan tanah. Hal tersebut bisa dilihat dari data hari hujan dan curah hujan yang rendah. membuat Kabupaten Belu memiliki curah hujan yang rendah.     I K L I M  Daerah Kabupaten Belu dengan temperatur rata-rata 24-34°C beriklim tropis.

00 0.2.00 12.1.00 8.00 600.00 500.00 4. Banyaknya Curah Hujan di Kabupaten Belu Tahun 2003-2007 (mm) 700.00 2.00 J an Peb Mar Apr Mei 2004 J un J ul 2005 Ags S ep 2006 Okt Nop Des 2007 2003 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 5 . Banyaknya Hari Hujan di Kabupaten Belu Tahun 2003-2007 14.00 400.00 Jan Peb Mar Apr 2003 Mei 2004 Jun Jul 2005 Ags S ep Okt 2007 Nop Des 2006 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 1.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Gambar 1.00 10.00 100.00 0.00 200.00 6.00 300.

4. Banyaknya Hari Hujan Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Tahun 2007 Tasifeto Timur 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Rinhat Malaka Barat Weliman Kobalima Malaka Tengah Sasita Mean Malaka Timur Raihat Lamaknen Kakuluk Mesak Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 1.3. Banyaknya Curah Hujan Menurut Kecamatan di Belu Tahun 2007 (mm) 1400 1200 1000 800 Malaka Barat Tasifeto Timur Lamaknen Malaka Tengah 600 400 200 0 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Rinhat Malaka Timur Weliman S asita Mean Kakuluk Mesak Kobalima Raihat 6 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .GEOGRAFI / GEOGRAPHY Gambar 1.

41 151.57 2.42 217.05 3.44 187.90 88.76 100.445.28 94.02 179.00 3. BPS Catatan : *) Termasuk Kecamatan Pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 7 .1 Luas Daerah Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area of Belu Regency by Districk Kecamatan Districk (1) 01.84 7. Raihat 16.48 214. Weliman 05.67 2. Lasiolat 17. Laenmanen 09.20 4.61 6. Kobalima*) 11. Raimanuk 10.57 6.20 64.25 168.37 87.88 11. Kakuluk Mesak 13.30 8. Sasita Mean*) 07.31 2.00 Kabupaten Belu Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.64 8. Kota Atambua*) 14. Malaka Barat 02.30 83.72 97. Tasifeto Timur 15.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.06 284.90 7. Rinhat 03.34 8. Lamaknen*) Luas Area 2 ( Km ) (2) 87.63 7. Malaka Timur 08. Malaka Tengah 06. Tasifeto Barat*) 12.64 3.57 Persentase Percentage (3) 3. BPS Source : PODES 2005.41 3.69 172.18 211. Wewiku 04.54 56.

29 5.10 3.15 12. Motaain 14.45 3.00 3. Sikun 06.20 3. Motaulun 12. Loofoun 10. Umatoos 04.41 Persentase Percentage (3) 6.44 4. Malaka Barat Luas Area (Km2) (2) 5.31 100.76 6.76 5.89 5.04 3.74 6. Fafoe 05.07 11. Oanmane 15.2 Luas wilayah Kecamatan Malaka Barat Menurut Desa Area District of Malaka Barat by Village 2005 Desa Village (1) 01.72 3. Maktihan 11.17 9.77 87.97 5. Raimatus 16.86 3.12 3.01 3.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Umalor 09.83 5. Rabasahain 03. Naas Kec. Rabasa 02.97 5. Lasaen 07. Besikama 08.40 5.39 8.59 5.89 14.27 5. Rabasa Haerain 13.70 3.02 3.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005 BPS Source : PODES 2005 BPS 8 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .30 9.22 5.

78 9.57 8.21 3.57 4.60 13. Wekmidar 03.75 7. Nanin 12.03 4.51 8.88 13. Oekmurak 13.59 4.74 4.21 10. L o t a s 04.95 5.07 4. Weain 16.10 4.13 6.84 6.11 6. Wekeke 09. Webetun 05.84 6. Raisamane 15.87 Persentase Percentage (3) 6.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.76 3. Biudukfoho 06. Tafuli 18. Tafuli 10.BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 9 .36 4. Rinhat 151.12 6.37 8.93 11.09 2.96 3.93 6. Nabutaek 17.33 5. B o e n 08. N i t i 07.55 16. N a e t 11. Saenama 02. Alala 14.BPS Source : PODES 2005.3 Luas wilayah Kecamatan Rinhat Menurut Desa Area District of Rinhat by Village 2005 Desa Village (1) 01.71 4. Nanobot Luas Area 2 (Km ) (2) 10.21 Kec.19 4.54 8.15 7.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.17 7.72 100.

69 5.43 8. Weulun 12.61 5.54 7.41 4. Seserai 04.00 10 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .58 7. Weoe 06.91 6.00 8.42 7.69 100.00 7. Lamea 02.95 20.53 4.13 7. Lorotolus 05.78 20. Wewiku Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Webriamata 08.36 7. Weseben 10.80 3.90 Persentase Percentage (3) 12.50 8.BPS Luas Area (Km2) (2) 12. Badarai 07.64 3.59 97. Biris Kec. Alkani 03.77 8.72 5. Halibasar 09.00 6.4 Luas wilayah Kecamatan Wewiku Menurut Desa Area District of Wewiku by Village 2005 Desa Village (1) 01.BPS Source : PODES 2005.87 6. Rabasa Biris 11.

71 8.38 9.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Umalawain 05. Angkaes 13.26 3. Taaba 07.51 8.77 100.08 8.79 6.26 2.76 9.31 9. Haitimuk 14. Kleseleon 11.BPS Luas Area 2 (Km ) (2) 5. Wesey Kec. Wedeok 12. Lamudur 03. Hauklaran 04.62 88.73 12.00 2.03 14.25 Persentase Percentage (3) 5.49 7.42 9. Bone Tasea 06.27 2.00 2.33 8. Laleten 10.10 3. Lakulo 09. Forekmodok 02.BPS Source : PODES 2005.87 9.56 8.56 2.51 3.07 2. Weliman Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.5 Luas wilayah Kecamatan Weliman Menurut Desa Area District of Weliman by Village 2005 Desa Village (1) 01.88 11. Leunklot 08.44 7.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 11 .56 3.

Barene 02.05 Persentase Percentage (3) 6.6 Luas wilayah Kecamatan Malaka Tengah Menurut Desa Area District of Malaka Tengah by Village 2005 Desa Village (1) 01. Railor Tahak 17. UPT Harekakae 14.50 4.69 100. BPS Source : PODES 2005.28 17.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.62 4.67 1.48 5.69 10.54 1.11 8.81 8. Umanenlawalu 07.10 7. Malaka Tengah 168. Suai Luas Area (Km2) (2) 11.50 9.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.89 2.39 8. Kakaniuk 03.04 6. Barada 15. Kamanasa 13.81 Kec.86 3.66 0. Kateri 05. Bereliku 16.62 3. Kletek 12.57 23. BPS 12 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Wehali 06.50 3. Naimana 09.37 20.00 6.28 0.10 6. Bakiruk 04.42 13. Fahiluka 11.40 14.96 0.85 11.80 13.30 9. Umakatahan 08.58 3.30 5.68 13. Lawalu 10.

43 2. Manulea 04.81 6.42 5.81 3.94 5.11 2.27 14. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 13 .7 Luas wilayah Kecamatan Sasita Mean Menurut Desa Area District of Sasita Mean by Village 2005 Desa Village (1) 01.50 4.63 4. Bani . Babotin 03. Naisau 20. Tunmat 12.87 3.67 5.89 6.50 2.45 4.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.85 11.30 100. K u f e u 07. B i a u 09.79 14. Umutnana 19.33 4.22 2.23 4.28 Kec.20 4. Kereana 02. Fatuaruin 06. Fatuoin 21.60 8.27 13. Takarai 13.58 2. Sasita Mean 172.85 6.00 4.43 4. Beaneno 16.00 8.89 11. Builaran 18.00 6.27 Persentase Percentage (3) 11. Silole 17. Babotin Maemina 15.20 7.81 6.36 4. Naibone 05.11 4. As Manulea 08.62 2. Babotin Selatan 14.42 5.28 8.57 3. BPS Source : PODES 2005. Ikan Tuanbeis Luas Area 2 (Km ) (2) 19. Tunabesi 10.15 3.63 7.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.Bani 11.06 8.

68 32.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. BPS 14 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .84 4.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Sanleo 03.35 17.83 Kec.53 14. Dirma 04. Wemeda 06.37 13. Kusa 05.28 100. Raiulun Luas Area (Km2) (2) 5.82 39.8 Luas wilayah Kecamatan Malaka Timur Menurut Desa Area District of Malaka Timur by Village 2005 Desa Village (1) 01. BPS Source : PODES 2005.62 14. Numponi 02.85 Persentase Percentage (3) 6.92 11.25 16.22 5. Malaka Timur 83.

77 Kec.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.31 Persentase Percentage (3) 8.80 12. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 15 . Meotroy Luas Area 2 (Km ) (2) 7.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.80 5.95 7. Uabau 04. Oenaek 07.02 100.85 7.61 13. Tesa 10.80 5.80 15.61 5.38 7. BPS Source : PODES 2005. Naekekusa 08.9 Luas wilayah Kecamatan Laenmanen Menurut Desa Area District of Laenmanen by Village 2005 Desa Village (1) 01.61 15. Besesmus 06.71 13.72 13.38 7.85 7. UPT Tniumanu 02. Laenmanen 94.38 12.30 5. Kapitanmeo 09.37 12. Bonibais 05.00 7. Tniumanu 03.

89 25.79 6.42 100. Leuntolu Luas Area (Km2) (2) 18. Teun 03.10 Luas wilayah Kecamatan Raimanuk Menurut Desa Area District of Raimanukby Village 2005 Desa Village (1) 01.50 7.88 18.79 19. Mandeu Raimanus 05.21 15.67 13.15 2.52 10. BPS Source : PODES 2005. BPS 16 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 11.60 5. Duakoran 08.98 34.53 14. Faturika 06.50 27.23 Kec. Renrua 04. Rafae 07. Tasain 02.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.27 13. Raimanuk 179. Mandeu 09.50 Persentase Percentage (3) 10.40 23.

10 9.22 7.51 13.40 Persentase Percentage (3) 2.60 20. S i s i 06.49 7.00 30. Lakekun 03.65 29.00 16. Lakekun Barat 02.57 12. Babulu Selatan 09. Rainawe 07.24 8. Lakekun Utara 04.47 9.93 3. Kobalima Sumber : Potensi Desa 2005 Source : PODES 2005. Kotabiru 12. A l a s 11.00 17. Litamali 05.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.06 100. Alas Selatan 08. Alas Utara Luas Area 2 (Km ) (2) 6. Babulu 10.48 Kec. BPS 217.11 Luas wilayah Kecamatan Kobalima Menurut Desa Area District of Kobalima by Village 2005 Desa Village (1) 01.33 3.83 14.45 27.05 18.37 7.83 7.23 7.06 20.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 17 .25 17.

12 Luas wilayah Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Desa Area District of Tasifeto Barat by Village 2005 Desa Village (1) 01. Rinbesihat 10. Naekasa 12.06 Persentase Percentage (3) 4.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.30 3.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Tasifeto Barat 284. Bakustulama 11.29 8.29 4.21 27. BPS Source : PODES 2005. Nanaeone 03. Lawalutolus 07.56 9. Derok Faturene 05.61 10. Fohoeka 02. Nanaet 06.30 8.30 8.21 12.72 54.60 45.75 19. Lookeu 04.84 Kec.14 10. Tukuneno Luas Area (Km2) (2) 12.13 27.86 9. BPS 18 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .72 12.21 23.22 25. Dubesi 08.75 4. Naitimu 09.20 15.56 3.44 100.61 23.

Kabuna 03.31 20. Jenilu 05.63 19.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.06 11. BPS Source : PODES 2005.89 11.70 37. Dualaus Luas Area 2 (Km ) (2) 53.05 19. Leosama 06.30 17.76 Persentase Percentage (3) 28.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Fatukety 02.13 Luas wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Desa Area District of Kakuluk Mesak by Village 2005 Desa Village (1) 01.54 100. Kakuluk Mesak 187.47 Kec.74 20. Kenebibi 04. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 19 .89 9.73 37.

32 5. Manumutin 12.80 3. Fatubenao 06.49 1.52 3. Fatukbot 02. Kota Atambua 56. Beirafu 09.40 0.71 6.22 4.60 Persentase Percentage (3) 10.10 1. L i d a k 03. BPS 20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .20 10.63 11.24 20.85 Kec.78 2. Atambua 07. Berdao 08. Umanen 10.14 Luas wilayah Kecamatan Kota Atambua Menurut Desa Area District of Kota Atambua by Village 2005 Desa Village (1) 01.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.38 11. Rinbesi 05.70 18.27 5.12 21.21 3.55 1.35 1. Tulamalae 11.18 100.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.20 2. Manuaman 04.92 2.62 0. BPS Source : PODES 2005. Tenukiik Luas Area (Km2) (2) 5.

Takirin 04.10 6.37 Persentase Percentage (3) 16.32 4.40 13. S a d i 09.81 2. Halimodok 12. Fatuba'a 02.55 14.29 7. Tasifeto Timur Luas Area 2 (Km ) (2) 34. Silawan 08. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 21 .52 3.30 15.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.40 16. Sarabau 10. Tialai Kec. Tulakadi 07.00 19.30 35.76 10.73 100. Umaklaran 06.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Manleten 05.15 Luas wilayah Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Desa Area District of Tasifeto Timur by Village 2005 Desa Village (1) 01.00 6.19 8.75 6.70 9.00 211. BPS Source : PODES 2005.40 4. B a u h o 11.00 18.25 4. Dafala 03.95 30.56 14.09 9.

32 18.55 8.96 17.51 10.34 Persentase Percentage (3) 26.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.20 100.63 16.40 14. Raifatus 04.98 9.95 16. Toheleten Luas Area (Km2) (2) 22. T o h e 03. Asumanu 02.16 Luas wilayah Kecamatan Raihat Menurut Desa Area District of Rinhat by Village 2005 Desa Village (1) 01.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Maumutin 06. Raihat 87.59 Kec.40 9. Aitoun 05. BPS 22 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .56 15. BPS Source : PODES 2005.

GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. BPS Source : PODES 2005. Dualasi 07.96 15. Raiulun 06. Lakanmau 05.25 9.96 13. Fatulotu 04.00 9. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 23 . Lasiolat 02.00 9. Lasiolat 64.40 Kec.48 100.11 14.93 Persentase Percentage (3) 14.20 9.17 Luas wilayah Kecamatan Lasiolat Menurut Desa Area District of Lasiolat by Village 2005 Desa Village (1) 01.35 13. Baudauk Luas Area 2 (Km ) (2) 9.27 14. Maneikun 03.96 13.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.00 9.10 9.

64 9.31 Persentase Percentage (3) 14. Mahuitas 14.22 11.31 5. Nualain 05. K e w a r 13.64 21.60 4.35 7.28 3. Maudemu 08.09 9.27 100.50 10.40 6.00 17.02 9. M a k i r 15. Lakmaras 03.00 3.33 15.42 9. Lutarato 17. F u l u r 12.93 7.82 4. Leowalu 10.19 2. BPS Source : PODES 2005.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. H e n e s 04.18 Luas wilayah Kecamatan Lamaknen Menurut Desa Area District of Lamaknen by Village 2005 Desa Village (1) 01. Sisi Fatuberal Kec. Loonuna 02. Lamaknen Luas Area (Km2) (2) 30.98 2. Duarato 11.00 214.00 7. Lamaksenulu 16.10 4.57 4.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Debululik 07.90 5.52 2.94 12.04 21.25 6.39 6.60 7.93 1. D i r u n 09.00 15. BPS 24 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . E k i n 06.10 14.

GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Tasifeto Timur 6. Malaka Barat Nama Sungai Name of Rivers (2) Benenai Delek Baen Wedik Talimetan Motahoar Buik Luradik Baukama Baukoek Motamuru Welulik Malibaka Talau Panjang Sungai Length of Rivers (Km) (3) 100 15 30 10 8 7 40 10 45 10 15 18 50 50 2. Malaka Tengah 3. Lamaknen 7. Tasifeto Barat 5.19 Nama dan Panjang Sungai Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Name and Length of Rivers by District in Regency of Belu Kecamatan District (1) 1. Kota Atambua Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 25 . Malaka Timur 4.

Lasiolat**) 17.00 Mei May (6) 5 6 8 1 4 1.12 Maret March (4) 9 0.00 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture and Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data Tidak Tersedia 26 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kakuluk Mesak 13. Sasita Mean*) 07. Laen Manen**) 09.41 Juni June (7) 9 15 14 25 5 4. Kobalima*) 11. Lamaknen*) Rata-Rata Januari January (2) 11 6 11 4 7 6 4 7 21 23 15 6. Kota Atambua*)**) 14. Tasifeto Timur 15.53 April April (5) 0. Raimanuk**) 10. Malaka Timur 08. Malaka Barat 02. Rinhat 03.76 Pebruari February (3) 7 5 12 7 8 8 7 5 17 11 17 6. Wewiku**) 04. Malaka Tengah 06.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Banyaknya Hari Hujan di Kabupaten Numbers of Day of Rain in Regency 2 0 Kecamatan District (1) 01. Raihat 16. Weliman 05. Tasifeto Barat*)**) 12.

12 (13) 21 15 11 13 8 11 18 17 6.35 (12) 17 9 4 14 7 6 7 6 4.00 (11) 6 14 3 1.00 (10) 0.00 (9) 0.20 Belu Menurut Kecamatan Per Bulan of Belu by District per Month 0 7 (hari) Novembe r November Juli July Agustus August Septembe r September Oktober October Desember December Ju mlah Total (8) 0.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Table 1.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 27 .06 (14) 80 11 66 47 56 29 64 12 38 60 64 31.

Malaka Barat 02.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Banyaknya Curah Hujan di Kabupaten Rainfall in Regency 2 0 Januari Januar y (2) 123 104 125 166 103 146 46 66 343 215 267 100. Kota Atambua*)**) 14. Kobalima*) 11. Raimanuk**) 10. Rinhat 03. Malaka Timur 08. Weliman 05. Lamaknen*) Rata-Rata Pebruari February (3) 137 119 168 690 96 189 29 74 507 116 387 147. Lasiolat**) 17. Wewiku**) 04. Tasifeto Timur 15. Kakuluk Mesak 13.76 Maret March (4) 192 11.59 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture and Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data Tidak Tersedia 28 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .29 April April (5) 0. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Barat*)**) 12. Raihat 16.71 Juni June (7) 105 417 292 785 43 96. Malaka Tengah 06.00 Mei May (6) 74 519 68 38 44 43.24 Kecamatan District (1) 01. Laen Manen**) 09.

00 (11) 146 243 112 29.060 2.362 223 1.12 (13) 475 264 116 190 214 89 209 123 98.47 (12) 184 186 119 214 102 135 165 104 71.00 (10) 0.83 (14) 1.21 Belu Menurut Kecamatan Per Bulan of Belu by District per Month 0 7 (mm) Novembe r November Juli July Agustus August Septembe r September Oktober October Desember December Ju mlah Total (8) 0.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Table 1.027 603 943 1264 140 850 743 968 599.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 29 .00 (9) 0.

BAB / CHAPTER 2 Pemerintahan Government .

Kecamatan Malaka Barat Kecamatan Rinhat Kecamatan Wewiku Kecamatan Weliman Kecamatan Malaka Tengah Kecamatan Sasita Mean Kecamatan Botin Leobele Kecamatan Io Kufeu Kecamatan Malaka Timur Kecamatan Laenmanen Kecamatan Raimanuk Kecamatan Kobalima 13. 14.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Pemerintahan Kabupaten Belu berdiri pada tanggal 20 Desember 1958 dengan ibukota kabupaten Atambua saat ini wilayahnya terdiri atas 24 kecamatan. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 33 . 20. 23. 10. 11. 9. 3. sedangkan sisanya sebanyak 12. 21. 18. dimana sebanyak 87. Kecamatan Kobalima Timur Kecamatan Tasifeto Barat Kecamatan Nanaet Dubesi Kecamatan Kakuluk Mesak Kecamatan Kota Atambua Kecamatan Atambua Barat Kecamatan Atambua Selatan Kecamatan Tasifeto Timur Kecamatan Raihat Kecamatan Lasiolat Kecamatan Lamaknen Kecamatan Lamaknen Selatan Menurut data dari Bagian Pemerintahan Desa pada Kantor Bupati Belu hingga tahun 2007 terdapat 208 desa/kelurahan di Kabupaten Belu yang terdiri dari 196 desa dan 12 kelurahan.02 persen adalah desa/kelurahan difinitif. 4. 7. 24. 22. 2. 16. 8. 12. 5. 15. 17. yaitu : 1. 19. 6.98 persen masih merupakan desa persiapan.

19% S wasembada 6. Persentase Jumlah Desa Menurut Klasifikasi Desa di Kabupaten Belu Tahun 2007 S wakarya 73. Jumlah Wilayah Administrasi Setingkat Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Tahun 2007 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 010 011 012 013 020 021 022 023 030 031 032 040 041 050 051 052 060 061 062 070 071 072 080 081 Sumber : Bagian Pemerintahan Desa 34 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Gambar 2.25% Sumber : PMD Gambar 2.56% S wadaya 20.2.1.

Tasifeto Timur 21.1 Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan Numbers Villages by District 2007 Kecamatan Regency Desa / Kelurahan Village UPT PrePersiapan transmiPre-village gration village (4) (5) 5 7 3 3 5 2 1 1 - Definitif Definitive (3) 11 13 9 11 12 9 7 5 6 7 8 8 4 8 4 6 4 4 4 11 6 7 9 8 Jumlah Total *) (6) 16 20 12 14 17 9 7 5 6 9 9 8 4 8 4 6 4 4 4 12 6 7 9 8 208 (1) 01. Nanaet Dubesi 16. Raihat 22.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Malaka Timur 10. Lasiolat 23. Malaka Barat 02. Atambua Selatan 19. Io Kufeu 08. Raimanuk 12. Wewiku 04. Tasifeto Barat 15. Kakuluk Mesak 17. Malaka Tengah 06. Rinhat 03. Kobalima 13. Lamaknen 24. Kobalima Timur 14. Kantor Bupati Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 35 . Atambua Barat 20. Botin Leobele 09. Kota Atambua 18. Laen Manen 11. Lamaknen Selatan 181 27 Kabupaten Belu Sumber : Bagian Pemerintahan Desa. Weliman 05. Sasita Mean 07.

Atambua Barat 20. Tasifeto Timur 21. Atambua Selatan 19. Laen Manen 11. Botin Leobele 09. Rinhat 03. Lamaknen 24. Kota Atambua 18. Kobalima Timur 14.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Io Kufeu 08.174 Rukun Tetangga (RT) (5) 214 215 211 188 332 93 87 57 109 126 140 119 50 177 40 90 110 79 90 175 91 70 103 109 3. Kantor Bupati Belu 36 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Barat 02. Malaka Tengah 06. Weliman 05. Raimanuk 12. Nanaet Dubesi 16.075 Sumber : Bagian Pemerintahan Desa. Kobalima 13. Malaka Timur 10. Wewiku 04. Raihat 22. Kakuluk Mesak 17. Lamaknen Selatan Kabupaten Belu Dusun/Lingkungan (4) 82 119 66 88 98 49 45 30 46 66 78 48 23 59 20 35 9 9 8 58 31 25 43 39 1.2 Banyaknya Satuan Lingkungan Setempat Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (3) 01. Sasita Mean 07. Lasiolat 23. Tasifeto Barat 15.

Sasita Mean*) 07. Raimanuk 10. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Malaka Tengah 06. Kota Atambua*) 14. Kobalima*) 11.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Rinhat 03. Wewiku 04.3 Banyaknya Desa/Kelurahan dan Tingkat perkembangan Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan Numbers of Villages and Supporting level by District 2007 Perkotaan Kecamatan Regency Swadaya Swakar ya Self Developing (3) 5 7 Swasemba da Supporting (4) Swadaya Pedesaan Swakary a Self Developing (6) 10 13 9 11 10 13 6 7 7 11 12 6 11 6 7 9 Swasemba da Supporting (7) 1 2 1 1 1 Jumlah Desa/ Kelurah an Numbe rs of Villages (8) 16 20 12 14 17 21 6 9 9 12 12 6 12 12 6 7 17 (1) (2) - (5) 5 7 3 3 5 8 2 1 8 01. Raihat 16. Malaka Barat 02. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Barat*) 12. Tasifeto Timur 15. Weliman 05. Lamaknen*) Kabupaten Belu - 5 7 42 148 6 208 Sumber : PMD Source : PMD Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 37 . Lasiolat 17.

Malaka Barat b. Raimanuk j. Tasifeto Barat l. Laen Manen i. Kota Atambua n. Tasifeto Timur o. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Jenis Kelamin dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Kantor/Dinas/Instansi (1) Pegawai Pegawai sipil Sipil Daerah pusat dipekerjakan L (2) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 P (3) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 L (4) P (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) Jumlah L (10) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 P (11) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 01. Malaka Tengah f. Lidak i. Tulamalae f. Lasiolat q. Lamaknen 03. Kakuluk Mesak m. Kecamatan a. Manumutin e. Rinhat c. Manuaman d. Beirafu h. Weliman e. Raihat p. Kelurahan a.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Kota Atambua b. Umanen 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 13 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 6 3 - - - - - - - - - - - - 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 13 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 6 3 Jumlah I 755 264 - - - - - - 755 264 38 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Sasita Mean g.4 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Tenukiik c. Malaka Timur h. Wewiku d. Bardao g. Sekretariat Daerah 02. Kobalima k.

4 Pegawai Sipil Daerah L (1) j. Fatukbot l. Rinbesi Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk (2) 11 14 11 27 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 P (3) 5 7 4 13 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 Pegawai sipil BUMN/ BUMD pusat dipekerjakan L (4) 21 30 108 14 34 18 48 25 20 228 8 4 31 P (5) 8 11 85 1 7 4 11 2 4 8 3 L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) 6 3 1 4 3 3 P (9) 2 1 1 1 L (10) 11 14 11 27 21 36 111 14 34 19 48 29 20 228 11 7 31 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) 5 7 4 13 8 13 85 1 7 5 11 3 4 8 1 3 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 Jumlah II 458 161 589 144 - - 20 5 1067 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 39 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Fatubenao k.

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.4 Pegawai Sipil Pegawai sipil BUMN/ BUMD Daerah pusat dipekerjakan L (1) (2) P (3) L (4) P (5) L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 36 10 Dinas Pendidikan 65 16 Dinas Pendidikan (Guru) 1950 1863 Dinas Kesehatan 243 264 Dinas Nakertrans 26 4 Dinas Pendapatan Daerah 46 13 Dinas Kehutanan 94 16 Dinas Keluarga Berencana 98 30 Dinas Perhubungan 74 10 Dinas Pertanian & Perkebunan 189 30 Dinas Perikanan & Kelautan 30 19 Dinas Pertambangan & Energi 21 15 Dinas Peternakan 62 21 Dinas Koperasi PK&M 38 6 Dinas Kesejahteraan Sosial 22 7 Dinas Kebersihan & Pertamanan 35 25 Kantor Satpol Pamong Praja 35 5 Kantor Arsip Daerah 11 8 Kantor Ketahanan Pangan 92 9 Kantor Perpustakaan 13 12 Kantor PDE PD. Belu Bhakti PDAM Jumlah III 10 9 2 8 3 5 - - - - - - 36 10 65 16 1950 1863 243 26 46 94 264 4 13 16 - - - - - - 98 74 189 30 21 62 38 22 35 35 11 92 13 10 9 2 30 10 30 19 15 21 6 7 25 5 8 9 12 8 3 5 3201 2399 3201 2399 40 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 41 .4 Pegawai Sipil Daerah L (1) (2) P (3) Pegawai sipil BUMN/ BUMD pusat dipekerjakan L (4) P (5) L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps. Badan.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI 85 18 12 - 121 4 5 - - - 31 11 2 25 4 22 7 6 3 10 2 18 2 4 9 7 2 1 1 1 2 3 2 3 2 16 9 2 46 9 3 2 3 3 22 8 5 4 2 5 6 30 - 85 18 12 47 20 4 71 13 25 8 9 6 10 24 26 7 8 121 4 5 11 7 2 6 6 2 1 2 3 32 3 2 Jumlah IV 115 130 - - 147 33 132 43 393 207 541 6 3180 Jumlah I+II+III+IV Sumber 4529 2954 589 144 147 33 152 48 : BKD dan masing-masing Instansi.

Kelurahan i.5 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Kota Atambua b. Kakuluk Mesak m. Kecamatan a. Laen Manen i. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Golongan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) 16 4 3 2 8 2 1 2 5 8 5 1 3 3 1 1 8 2 3 2 II (3) 164 27 10 5 9 34 13 25 17 5 40 32 45 14 12 22 15 8 7 8 5 14 10 12 4 8 III (4) 91 18 8 6 10 18 10 11 14 8 17 13 9 12 9 5 13 9 8 8 8 6 9 7 7 7 IV (5) 14 (6) BUMN/ BUMD L P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 Jumlah P (11) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 3 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 01. Kota Atambua n. Sekretariat Daerah 02. Tasifeto Barat l. Tenukiik c. Lamaknen a. Bardao g. Manuaman d. Sasita Mean g. Weliman e. Umanen Jumlah I 1 81 12 6 577 347 14 - - - - 13 6 755 264 42 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Wewiku d. Kobalima k. Raimanuk j. Malaka Barat b. Beirafu h. Tasifeto Timur o. Lidak 03. Tulamalae f. Manumutin e. Rinhat c. Raihat p.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Malaka Tengah f. Malaka Timur h. Lasiolat q.

Fatubenao k.5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) j.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Rinbesi (2) 1 2 2 II (3) 9 11 8 III (4) 6 8 5 IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) 11 14 11 Jumlah P (11) 5 7 4 Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk Jumlah II 3 1 - 22 18 15 114 3 9 7 37 17 4 29 2 2 26 16 19 11 14 15 19 72 30 18 14 11 10 22 77 12 31 15 21 10 6 2 2 7 28 10 21 15 17 21 46 20 26 18 4 1 3 5 1 1 1 9 7 5 4 2 5 7 5 7 5 - - 6 1 2 1 1 1 - 27 21 36 111 14 34 19 48 29 20 228 11 7 31 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 13 8 13 85 1 7 5 14 207 4 2 2 1 12 3 1 - - 4 3 3 - 11 3 4 8 1 3 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 255 561 467 72 - - 17 5 1067 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 43 . Fatukbot l.

5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) II (3) III (4) IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah P (11) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan (Guru) Dinas Kesehatan Dinas Nakertrans Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Keluarga Berencana Dinas Perhubungan Dinas Pertanian & Perkebunan Dinas Perikanan & Kelautan Dinas Pertambangan & Energi Dinas Peternakan Dinas Koperasi PK&M Dinas Kesejahteraan Sosial Dinas Kebersihan & Pertamanan Kantor Satpol Pamong Praja Kantor Arsip Daerah Kantor Ketahanan Pangan Kantor Perpustakaan Kantor PDE PD. Belu Bhakti PDAM Jumlah III 1 3 69 6 4 19 42 22 28 4 8 267 6 5 5 - - - - 36 65 10 16 1343 2134 343 152 11 19 14 31 1950 1863 243 264 26 46 4 13 7 6 1 2 2 7 2 1 1 2 - 6 48 42 126 23 16 44 15 15 36 27 11 62 18 10 8 4 70 74 32 83 22 13 32 23 9 14 10 6 37 5 7 2 3 30 6 3 4 3 5 5 6 5 3 1 1 2 1 1 345 4 - - - - - - - - 98 74 189 30 21 62 38 22 35 35 11 92 13 10 9 2 94 30 10 30 19 15 21 6 7 25 5 8 9 12 8 3 5 16 120 2352 2783 3201 2399 44 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI 2 - 133 5 9 - 68 14 8 - 3 3 - 31 11 2 25 4 22 7 6 3 10 2 18 2 4 9 7 2 1 1 1 2 3 2 3 2 16 9 2 46 9 3 2 3 3 22 8 5 4 2 5 6 30 - 85 18 12 47 20 4 71 13 25 8 9 6 10 24 26 7 8 121 4 5 11 7 2 6 6 2 1 2 3 32 3 2 Jumlah IV 2 147 90 368 7 6 147 33 132 43 393 207 541 6 3180 Jumlah I+II+III+IV Sumber 458 3637 437 147 33 149 48 : BKD dan masing-masing Instansi.5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) II (3) III (4) IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah P (11) RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps. Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 45 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Badan.

Weliman e. Tenukiik c. Sasita Mean g. Raimanuk j. Kobalima k. Kelurahan Jumlah I 200 133 529 58 98 1 - 1019 46 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Sekretariat Daerah 02. Lidak i. Tulamalae f. Bardao g. Kota Atambua b. Kakuluk Mesak m. Tasifeto Timur o. Tasifeto Barat l. Lasiolat q. Wewiku d.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Malaka Tengah f.6 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Manumutin e. Kota Atambua n. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Tingkat Pendidikan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) (2) 36 6 1 1 20 7 9 4 1 13 10 21 14 4 8 3 4 2 3 1 11 4 7 2 5 3 SLTP (3) 32 8 2 1 1 6 4 5 6 1 12 9 13 3 2 5 4 3 2 2 1 3 3 2 2 1 SLTA (4) 185 28 13 8 15 28 8 19 13 7 27 24 21 6 8 11 16 8 9 10 8 9 12 11 6 7 12 D1-D3 (5) 25 2 2 1 3 1 1 2 3 2 3 3 3 1 2 1 1 1 1 S1 (6) 6 5 3 2 3 3 5 3 6 4 4 5 4 5 5 5 5 3 3 1 3 4 2 2 2 3 2 S2 (7) 1 Honorer/ Kontrak/ PTT (8) - Jumlah (9) 285 49 21 11 21 60 25 37 31 13 59 50 62 31 22 30 28 20 16 17 13 28 21 22 11 17 19 01. Raihat p. Lamaknen a. Malaka Barat b. Malaka Timur h. Manuaman d. Laen Manen i. Rinhat c. Umanen 03. Kecamatan a. Beirafu h.

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Rinbesi Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim (2) 2 5 4 10 3 1 1 1 4 200 SLTP (3) 2 1 1 6 1 1 1 3 6 27 4 SLTA (4) 9 12 8 18 16 18 54 2 30 16 40 12 10 9 3 D1-D3 (5) 1 1 1 61 1 1 1 10 1 S1 (6) 3 2 2 5 10 20 75 9 8 5 15 4 4 S2 (7) 1 1 3 1 Honorer/ Kontrak/ PTT (8) 8 3 2 5 3 Jumlah (9) 16 21 15 40 29 49 196 15 41 24 59 32 24 236 11 Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk Jumlah II 1 7 5 1 7 2 2 19 5 5 4 289 2 4 3 5 4 4 8 6 1 1 91 2 29 27 20 12 11 14 22 66 40 32 20 552 1 4 1 3 1 2 4 11 1 2 2 110 1 4 15 6 15 11 12 13 32 5 10 11 297 3 1 1 1 1 13 4 25 8 34 55 36 37 35 35 45 137 58 51 38 1377 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 47 .6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) j. Fatukbot l. Fatubenao k.

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Belu Bhakti PDAM (2) 4 4 19 2 6 1 1 12 13 5 3 7 1 1 13 3 1 1 5 1 3 SLTP (3) 1 3 54 1 5 2 7 7 17 2 2 3 2 4 8 2 2 2 3 3 2 SLTA (4) 24 27 1211 335 15 30 77 76 50 116 25 19 39 24 17 30 26 11 58 13 9 3 6 D1-D3 (5) 7 8 851 68 4 5 5 6 6 22 7 1 10 5 2 2 2 2 6 1 1 S1 (6) 10 39 1751 27 8 13 25 38 9 50 9 10 23 12 5 7 7 3 34 3 5 3 1 1 1 1 1 4 S2 (7) Honorer/ Kontrak/ PTT (8) - Jumlah (9) 46 81 3813 507 30 59 110 128 84 219 49 36 83 44 29 60 40 19 101 25 18 12 7 - Jumlah III 106 132 2241 1021 2092 8 - 5600 48 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan (Guru) Dinas Kesehatan Dinas Nakertrans Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Keluarga Berencana Dinas Perhubungan Dinas Pertanian & Perkebunan Dinas Perikanan & Kelautan Dinas Pertambangan & Energi Dinas Peternakan Dinas Koperasi PK&M Dinas Kesejahteraan Sosial Dinas Kebersihan & Pertamanan Kantor Satpol Pamong Praja Kantor Arsip Daerah Kantor Ketahanan Pangan Kantor Perpustakaan Kantor PDE PD.

Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI Jumlah IV Jumlah I+II+III+IV Sumber 1 2 1 5 18 613 - 5 3 19 375 - 2 24 3 13 7 3 4 11 50 9 1 1 368 7 1 1 1 2 1 1 36 2 2 1 1 1 2 3 2 6 3 4 56 9 1 1 3 25 - 51 15 3 2 3 8 5 4 100 125 9 6 77 19 25 10 10 8 13 56 26 10 10 600 8499 27 3656 1225 2543 : BKD dan masing-masing Instansi.6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) (2) 6 1 1 1 SLTP (3) 8 1 1 1 SLTA (4) 173 15 14 31 D1-D3 (5) 19 4 1 3 S1 (6) 1 21 S2 (7) 1 (8) (9) 206 22 17 58 Honorer/ Jumlah Kontrak/PTT RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps. Badan. Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 49 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

BAB / CHAPTER 3 Penduduk & Tenaga Kerja Population & Man Power .

karena penduduk dengan aspek kualitas dan kuantitasnya merupakan pelaku sentral sekaligus sebagi objek yang menikmati hasil-hasil pembangunan secara lebih adil dan berkeprikemanusiaan. dengan tingkat kepadatan rumah tangga rata-rata 4 orang dan kepadatan penduduk 155 orang per Km².PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER PENDUDUK & TENAGA KERJA PENDUDUK Tema kepedudukan selalu muncul menjadi suatu permasalahan yang cukup menarik dan hangat untuk diperdebatkan karena mempunyai kaitan erat dengan kesejahteraan hidup manusia. Dibandingkan tahun sebelumnya angka pertumbuhan penduduk periode 2000-2007 tergolong cukup tinggi yakni 53 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .484 jiwa pada tahun 2000. jumlah penduduk di Kabupaten Belu tahun 1990 sebanyak 216. Dari hasil Sensus Penduduk. Pada tabel 3. Sebaliknya percepatan pertumbuhan penduduk jauh lebih lamban dari percepatan pertambahan sumber daya dan sumber dana yang ada maka penduduk yang banyak dengan kualitas yang memadai akan menjadi modal pembangunan yang sangat berharga.54%.1. sedangkan apabila sebagian besar dari mereka berkualitas rendah tentu akan menjadi sumber kemiskinan dan keterbelakangan yang tidak lain juga menjadi musuh utama dari misi pembangunan bangsa.019 jiwa dan meningkat menjadi 277. Penduduk yang banyak dengan kualitas yang tinggi akan menjadi asset yang berharga bagi kelancaran proses pembangunan.882 jiwa. Pemerintah dalam berbagai format perencanaan selalu menempatkan masalah kependudukan sebagai kerangka acuannya. dengan pertumbuhan rata–rata 2. Perkembangan penduduk yang pesat tanpa diimbangi dengan persediaan resourses yang memadai maka jumlah penduduk yang banyak tersebut menjadi beban bagi pembangunan. jumlah penduduk Kabupaten Belu 2007 dari 378. Tingkat pertumbuhan ini sedikit lebih tinggi dibanding pertumbuhan 1980-1990 yang hanya 1.1.78%.

Faktor migrasi masuk juga menjadi pemicu tingginya angka pertumbuhan penduduk mengingat kedudukan wilayah geografis Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste akan menjadi daerah transit bagi penduduk dari luar untuk expansi usaha ke negara baru tersebut.Angka sex ratio pada tahun 2007 sebesar 99. sedangkan khusus dalam Sensus Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .55%. dimana konstruksi piramida penduduknya masih berbentuk ekspansif. hidup layak sebuah keluarga menjadi relatif dan sangat tergantung pada pandangan kepentingan yang bersifat subjektif. Angka ketergantungan (Dependency Ratio) pada tahun 2007 adalah 79 yang menunjukkan bahwa setiap 100 orang penduduk usia produktif harus menanggung sekitar 79 orang yang belum atau tidak produktif. juga diakibatkan oleh adanya eksodus ex pengungsi Timor Timur ke wilayah Kabupaten Belu yang pada Sensus Penduduk 2000 belum terhitung. Dilihat dari struktur umur penduduk memperlihatkan bahwa sebagaian besar penduduk Belu berada pada usia muda. merupakan penduduk usia muda yang berumur 0 – 14 tahun. Dari 378. menunjukkan bahwa 54 - - jumlah penduduk laki-laki sedikit lebih rendah dari penduduk perempuan yakni setiap 99 penduduk laki-laki terdapat 100 orang penduduk perempuan.20%.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER 4. Hal ini karena selain perkembangan penduduk secara alamiah. KETENAGAKERJAAN Penduduk usia kerja didefinisikan sebagai penduduk yang berumur 10 tahun keatas.882 pada tahun 2007 38. Pada kasus ini. Analisis kependudukan tahun 2007 memperlihatkan indikator sebagai berikut: . Selain itu dengan adanya pergeseran paradigma Keluarga Berencana dari Norma Keluarga Kecil Bahagia menjadi menjadi Keluarga Berkualitas disalah tafsirkan sebagai peluang untuk banyak anak asal bisa/mampu menghidupinya.

28%. kemudian naik sejalan dengan kenaikan umur sampai mencapai puncaknya pada umur 25–29 tahun. namun bila dibandingkan dengan tingkat pendapatan perkapita penduduk yang masih rendah menunjukkan bahwa sebenarnya angka setengah pengangguran dan pengangguran terselubung di Kabupaten Belu terutama pada sektor pertanian di pedesaan masih cukup tinggi. Sebaliknya ketika kondisi ekonomi tingkat rumah tangga memasuki fase kronis maka sebagian ibu rumah tangga terpaksa ikut mencari nafkah melalui usaha antara lain kerajinan rumah tangga.87%.64 di tahun 2000. kesehatan yang tidak memungkinkan dan telah mencapai usia tua). TPAK Kabupaten Belu sedikit berfluktuasi yakni 77.35 pada tahun 2005. Ini berarti angka pengangguran terbuka pada tahun 2007 hanya sebesar 3. Pada kondisi ekonomi masyarakat secara umum relatif baik maka ada sebagian penduduk usia kerja terutama ibu rumah tangga tidak aktif mencari nafkah. 61. perdagangan eceran atau sebagai pekerja keluarga pada sektor pertanian. Selama kurun waktu 2000. Mereka terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja.mempunyai lapangan pekerjaan utama di sektor 55 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 tahun 2006 dan tahun 2007 ini meningkat menjadi 68.44%. Angka ini rendah pada usia muda (usia sekolah). Komposisi penduduk yang bekerja pada tahun 2007 memperlihatkan bahwa sebagian besar yakni 60.2007.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Penduduk 2000 dan Sakernas 2007 menggunakan konsep penduduk berumur 15 tahun keatas. Angka kesempatan kerja merupakan perbandingan antara penduduk yang bekerja dengan angkatan kerja.13% atau lebih sedikit dibanding hasil sensus SP 2000 sebesar 7.84 % dari penduduk yang bekerja. yang selanjutnya turun lagi perlahan pada umur-umur berikutnya (antara lain karena pensiun. 61. Diduga fluktuasi TPAK ini erat kaitannya dengan situasi kesulitan ekonomi yang dialami sebagian besar masyarakat. Kendatipun tingkat pengangguran terbuka relatif kecil. Proporsi penduduk yang tergolong angkatan kerja dikenal dengan istilah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ( T P A K). Pada tahun 2007 angka kesempatan kerja Kabupaten Belu tergolong tinggi yakni 96. TPAK mengkikuti pola huruf *U* terbalik.

Penduduk yang bekerja di atas 44 jam perminggu atau lebih dari 7 jam perhari baru sekitar 19. Dari 163.68 dan pekerja bebas cuma 0.71% di antaranya bekerja dibawah jam kerja normal yakni rata-rata di bawah 6 jam perhari.78% berusaha sendiri dan di bantu buruh di bayar masing masing 16.091 Jiwa) diantaranya adalah pekerja keluarga/pekerja tidak di bayar sementara sisanya masing-masing bekerja di bantu dengan buruh tidak di bayar/pekerja keluarga 35. Data hasil Sakernas 2007 memperlihatkan bahwa sekitar 73.penduduk yang bekerja berpendidikan paling tinggi hanya tamat Sekolah Dasar (SD). Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan maka kemampuan untuk mengadopsi perkembangan teknologi produksi 56 yang lebih baik maupun pikiran kreatif untuk menyeleksi aktivitas ekonomi yang lebih menguntungkan menjadi relatif terbatas. Padahal kunci dari kemajuan pembangunan ekonomi terletak pada akselarasi kinerja dari sektor-sektor ekonomi moderen yang dimanifestasikan lewat semakin besarnya porsi tenaga kerja yang bekerja pada sektor sekunder dan tersier. Penyebaran penduduk yang bekerja menurut jumlah jam kerja selama seminggu memperlihatkan bahwa sebagian besar pekerja kita masih memiliki ethos kerja yang lebih rendah. Sementara sisanya masing masing bekerja pada sektor sekunder (industri 10.29%.04% dan 29.43% dan lainnya 10.24%) bila di bandingkan dengan hasil sensus penduduk tahun 1990 dan 2000 di mana penduduk yang bekerja di sektor pertanian masing masing 68. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lambatnya transformasi tenaga kerja ke sektor moderen sangat erat kaitannya dengan tingkat pendidikan kerja.12% sisanya bekerja pada sektor tersier (perdagangan 5.73 % buruh karyawan 16.85% (47. Untuk mengetahui tingkat kemandirian dan kesejahteraan pekerja dapat di amati dari status pekerjaannya.55 % dan 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER pertanian.45%.28% dan 76.15% maka selama lebih dari dua dekade terakhir ini hampir tidak terjadi transformasi tenaga kerja dari sektor primer ke sektor ekonomi moderen secara signifikan. Dari jumlah pekerja pada tahun 2007 memperlihatkan bahwa 28.10. jasa jasa 13.40 % .221 Penduduk yang bekerja pada tahun 2007 sekitar 80.

24 15 .19 10 .34 25 .59 50 .2.69 60 . BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 57 .39 30 . Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Tahun 1995 .74 65 . Piramida Penduduk Kabupaten Belu Tahun 2007 75+ 70 .2007 400000 350000 300000 250000 231815235508 200000 150000 100000 50000 0 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 378882 361862 371530 331385 324165 256815 277137 284074 291967 243236 245224 Sumber : Registrasi Penduduk 1995-2007 Gambar 3.44 35 .29 20 .1.49 40 .64 55 .14 5-9 0-4 -30000 -20000 -10000 0 10000 20000 30000 laki laki perempuan Kelompok Umur Sumber : Registrasi Penduduk 2007.54 45 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.

PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.200 1. Penduduk Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Tahun 2007 Lamaknen Lasiolat Raihat Tasifeto Timur Atambua S elatan Atambua Barat Kota Atambua Kakuluk Mesak N anaet D ubesi Kobalima Timur Raimanuk Laen Manen Malaka Timur Io Kufeu Botin Leobele S asita Mean Weliman Wew iku Rinhat Malaka Barat Tasifeto Barat Kobalima Malaka Tengah 0 5.000 10.000 penduduk 25.400 1.000 40.000 45.000 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 Gambar 3. Kepadatan Penduduk per Km² di Kabupaten Belu Tahun 2007 Lamaknen S elatan Lamaknen Lasiolat Raihat Tasifeto Timur Kakuluk Mesak Nanaet Dubesi Tasifeto Barat Kobalima Timur Kobalima Raimanuk Laen Manen Malaka Timur Botin Leobele Io Kufeu S asita Mean Malaka Tengah Weliman Wewiku Rinhat Malaka Barat 0 200 400 600 800 1.000 30.600 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 58 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4.3.000 rumah tangga 35.000 20.000 15.000 Kota Atambua Atambua S elatan Atambua Barat 1.

54% Sumber : Sakernas 2007.55% Berusaha dg.64% 16 tahun 3. BPS Gambar 3.41% Berusaha sendiri 16. Persentase Wanita 10 Tahun ke Atas yang Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu Tahun 2007 25 tahun ke atas 17.5.75% 15 tahun ke bawah 2. BPS Berusaha dg.35% Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 59 .85% Buruh/ karyawan 15.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.18 tahun 18.11% Pekerja tak dibayar 27.6.78% 19 . Persentase Penduduk Kabupaten Belu Usia 15 Tahun Menurut Status Pekerjaan Utamanya Tahun 2007 lain lain 0.77% 17 . buruh tidak tetap 30.05% Sumber : Susenas 2007.24 tahun 57. buruh tetap 2.

7.00 Sumber : Sakernas 2007. Persentase Penduduk Kabupaten Belu Usia 15 Tahun Menurut Jumlah Jam Kerjanya Tahun 2007 35 + 15 .14 0* ) 0.00 40.00 50.8.2007 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 pencari kerja permintaan tenaga kerja Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu 60 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Jumlah Permintaan dan Pencari Kerja yang Terdaftar di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Tahun 1998 .34 1 .00 30.00 10.00 20.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3. BPS Gambar 3.

9. D II D III Sarjana 2005 2006 2007 Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 61 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3. Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Menurut Tingkat Pendidikannya Tahun 2005 .2007 1800 1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 SD SMTP SMTA D I.

Penduduk Populations .

54 24.90 88. Sasita Mean 07.95 96.69 65.946 11.539 4. Kobalima Timur 14.054 3.1. Botin Leobele 08.28 94.315 2.550 87.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.445.765 16.25 187.226 6. Area.02 179.097 4. Lamaknen 24.673 3.600 21.112 1.696 8.73 211.786 12.90 108.627 16.138 8. Kakuluk Mesak 17. Household.924 3.949 2.852 4.48 105. Luas Wilayah. Weliman 05. Tasifeto Barat 15. Rumah Tangga. Wewiku 04.881 5.20 64. Tasifeto Timur 21. Atambua Selatan 20.631 23.819 378. dan kepadatan penduduk per Km2 dan per Rumah Tangga Menurut Kecamatan Number of Population.42 120. Lamaknen Selatan Kabupaten Belu 22.11 224.773 4.864 17. Lasiolat 23.751 6.021 26.138 39.90 15. Raihat 22.55 15.497 88.951 4.930 21.939 20.067 9. Malaka Tengah 06.014 2.882 5.297 1.045 19. Malaka Barat 02.278 1.170 11.979 4.37 87. Malaka Timur 10. Rinhat 03.19 60. Nanaet Dubesi 16. Raimanuk 12.307 7. Atambua Barat 19.48 39.41 151. and Density per Districk 2007 Kecamatan Districk (1) Penduduk Population (2) Rumah Tangga House-hold (3) Luas Area 2 (Km ) (4) Kepadatan Density 2 (Km ) (5) Kepadatan Per RT Density per Household (6) 01.211 2.72 97. Laen Manen 11.1 Jumlah Penduduk.200 3.57 260 109 214 240 232 169 245 120 107 117 66 79 68 98 77 85 1070 1482 1268 96 165 105 116 72 155 4 4 4 4 5 4 2 4 4 4 4 3 3 5 4 4 4 6 5 6 4 4 5 5 4 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 65 .554 8.024 11. Io Kufeu 09.41 2.547 2.25 168.79 83. Kobalima 13.613 1. Kota Atambua 18.524 20.534 4.03 67.363 14.419 6.792 2.

Kobalima Timur 14. Atambua Barat 19.347 6.792 3. Tasifeto Timur 21.329 10.257 10.067 9. Botin Leobele 08.074 5.524 20.120 7.578 Jumlah Total (4) 22.765 16. Sasita Mean 07.021 26.618 19.045 19.498 5.439 6. Raimanuk 12.305 3.762 4.946 11.931 189.418 4.196 3.600 21. Lamaknen Selatan Laki-laki Male (2) 11.080 8.720 4.243 7.440 5.316 10. Laen Manen 11.532 10.363 14. Kobalima 13.882 Kabupaten Belu Sumber : Registrasi Penduduk 2007 66 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .786 12.138 39. Nanaet Dubesi 16.114 3. Lasiolat 23.448 5.584 6.043 13.888 189. Raihat 22.819 378. Tasifeto Barat 15.592 10.864 17.146 2.419 6.398 10. Io Kufeu 09.170 11.226 6. Lamaknen 24.307 7.1.939 20. Malaka Timur 10.527 8.512 3.238 8.096 6.036 4.304 Perempuan Female (3) 11.2 Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Population by Districk and Sex 2007 Kecamatan Districk (1) 01.714 3. Rinhat 03.833 2. Kota Atambua 18.337 7. Kakuluk Mesak 17.627 16.138 8.979 4.428 9.290 8.111 3.631 23. Malaka Barat 02.554 8.031 4.208 10.271 11.978 13.930 21.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.617 10.784 8.520 20. Malaka Tengah 06.374 12. Weliman 05.347 10. Wewiku 04.024 11. Atambua Selatan 20.

939 20. Atambua Barat 19.786 12.307 7.138 8.819 WNA Cina Cinesse (3) - WNA lainnya Others (4) - Jumlah Total (5) 22. Wewiku 04.631 23. Laen Manen 11.946 11. Raimanuk 12.021 26.627 16.939 20.864 17. Malaka Timur 10.765 16. Botin Leobele 08.3 Penduduk Menurut Kecamatan dan Kewarganegaraan Population by Districk and Cityzenship 2007 Kecamatan Districk (1) 01.979 4. Kobalima Timur 14.045 19. Raihat 22. Malaka Tengah 06.1.554 8.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.021 26. Rinhat 03.138 8.786 12. Malaka Barat 02.882 - - 378.946 11.554 8.307 7.930 21.600 21.765 16. Weliman 05.363 14. Tasifeto Timur 21.524 20. Kota Atambua 18.138 39.627 16.226 6. Lamaknen 24.045 19.226 6.930 21. Io Kufeu 09.138 39.979 4.067 9. Kobalima 13.067 9.170 11. Nanaet Dubesi 16. Atambua Selatan 20.882 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 67 .524 20. Sasita Mean 07.419 6. Tasifeto Barat 15.024 11.024 11. Kakuluk Mesak 17.419 6.631 23. Lamaknen Selatan WNI Indonesian (2) 22. Lasiolat 23.170 11.363 14.819 Kabupaten Belu 378.864 17.600 21.

07 -2.755 38.084 Jumlah/Total 181.894 14. Tasifeto Timur 08. .590 17.459 28.019 277. Tasifeto Barat 06.16 * 1.95 2.66 1.62 * 3.027 * * 21.965 26.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. 2000. Malaka Timur 04.574 24. Malaka Barat 02.44 0. BPS Keterangan : * ) Masih tergabung dengan kecamatan induk 68 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .53 Sumber : Sensus Penduduk 1980.583 35. 1990.922 * * 34.427 33. 2000.073 216. 2000 Penduduk (Jiwa) Kecamatan District (1) 01.4 Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Berdasarkan Sensus Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan 1980.64 * 0.437 47.998 15.174 29. 1990.058 47.13 46.242 44.12 * -4. BPS Source : Population Census 1980.30 2. 1990.634 16.484 1.37 1. Malaka Tengah 03.49 1. Lamaknen 1980 (2) 1990 (3) 2000 (4) 67.1. Atambua 07.090 53.998 Pertumbuhan 1980 1990 1990 2000 (5) (6) 1.665 30.78 2. Kobalima 05.

01 5.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.845 Jumlah Total (4) 114.904 Perempuan Female (3) 52.37 53.225 5.749 Persentase Percentage (5) 38.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.247 81. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.94 Jumlah / Total 146.019 17.665 152.68 2.285 985 3.5 Penduduk Kabupaten Belu Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan Population 10 years old in Belu Regency by Marital Status 2007 Status Perkawinan Marital Status (1) Belum Kawin / single kawin / married cerai hidup / divorced cerai mati / widowed Laki-laki Male (2) 62.1.016 100.034 13.738 160. BPS 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 69 .351 299.491 79.510 6.

313 4.877 Jumlah / Total 189.104 9.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.571 12.270 31.34 35 .24 25 .992 1.718 4.29 30 .450 4.033 15.14 15 .578 378.316 10.017 8.123 45.057 30.840 16.400 17.530 11.520 7.54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 + Laki-Laki Male (2) 25.304 189.162 23.452 23.882 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 70 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .846 18.168 8.424 13.310 5.024 14.058 26.533 3.19 20 .44 45 .074 38.383 8.794 28.39 40 .304 3.987 7.055 2.379 1.864 3.154 1.742 5.792 Jumlah Total (4) 53.262 13.49 50 .6 Penduduk Kabupaten Belu Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin Population in Belu Regency by Age Group and Sex 2007 Golongan Umur Age Group (1) 0-4 5-9 10 .852 55.1.674 3.912 15.085 Perempuan Female (3) 28.856 4.887 22.671 21.337 24.233 15.359 5.

034 429 1.184 5.959 842 719 621 766 946 1.289 1.167 991 1.992 1. Sasita Mean 07.372 1. Lamaknen 24. Laen Manen 11.050 642 2. Tasifeto Timur 21.483 2.735 3.493 955 3.873 1. Malaka Barat 02.514 1.298 1.134 534 875 555 Kabupaten Belu 53. Kakuluk Mesak 17.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.093 2.428 907 2.189 1. Weliman 05.29 (7) 01. Kobalima Timur 14.578 1.536 535 1.446 1. Tasifeto Barat 15.445 554 2.075 2.337 Sumber : Proporsi Registrasi Penduduk terhadap hasil Sensus Penduduk 1990 dan 2000 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 71 .1.891 3.954 2.513 711 1.768 582 2.068 678 1.765 2. Malaka Timur 10.630 1.135 1.720 1.299 2.074 38.150 2.313 1.054 1.752 4.462 2. Atambua Barat 19. Rinhat 03. Lasiolat 23.795 3.019 1.843 1.771 787 674 578 624 770 831 1.616 1.092 984 1.24 (6) 25 .595 1.117 528 915 581 1.038 1.476 564 2.581 1.299 1. Io Kufeu 09.181 2.14 (4) 15 .817 2.347 1.144 1.223 3.603 2.861 1.854 1.850 3. Raihat 22.103 2.638 1.926 2.961 2. Kota Atambua 18.123 45. Raimanuk 12.198 463 1.295 1.778 1.7 Penduduk Menurut Kecamatan dan Golongan Umur Population by Districk and Age Group 2007 Kecamatan Districk (1) 0-4 (2) 5-9 (3) 10 .371 1. Kobalima 13.011 3.488 3.511 1.270 31. Botin Leobele 08.852 55.647 2.465 2.082 649 2.127 1. Lamaknen Selatan 3.353 2.954 5.191 2. Nanaet Dubesi 16.226 2.726 2.030 778 2.479 1.057 30.247 3.718 2.091 939 802 751 925 995 1.734 1.203 461 2.652 2.398 2.113 1.309 2.780 1. Malaka Tengah 06. Atambua Selatan 20.153 3.199 1.903 2.602 1.689 1.696 3.427 2.399 1.731 1.228 578 1.034 1.19 (5) 20 . Wewiku 04.665 2.183 3.017 3.

Botin Leobele 08.168 8.7 Kecamatan Districk (1) 30 . Atambua Selatan 20. Tasifeto Barat 15. Malaka Tengah 06. Lasiolat 23.491 1. Raihat 22. Kobalima Timur 14.184 249 863 1.435 1.360 667 575 491 593 732 787 1.383 2.247 1.536 1.076 1.074 779 987 997 1.256 888 418 723 460 1.107 1.400 17. Kobalima 13. Rinhat 03.151 814 383 711 451 1. Nanaet Dubesi 16.057 579 503 426 407 501 539 784 302 806 169 586 975 851 733 1.427 2.423 687 591 504 618 763 821 1.027 728 342 679 432 796 578 732 739 1.840 16.143 438 1.519 427 371 315 327 403 432 629 241 610 128 444 737 646 555 856 607 285 484 307 557 404 513 518 1.082 1. Wewiku 04.600 1. Laen Manen 11.016 286 248 212 198 244 262 382 146 388 83 283 470 408 353 674 477 224 392 249 Kabupaten Belu 24.54 (12) 55 .44 (10) 45 .711 482 418 355 416 514 552 803 308 807 172 589 979 845 732 988 699 329 529 335 1. Raimanuk 12. Kakuluk Mesak 17.59 (13) 01.191 457 1. Kota Atambua 18.887 22. Io Kufeu 09.378 1.412 1.518 320 1.838 1.1.987 72 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .370 1. Lamaknen Selatan 1. Tasifeto Timur 21. Lamaknen 24.34 (8) 35 -39 (9) 40 .262 13. Sasita Mean 07.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Lanjutan Tabel 3. Weliman 05.49 (11) 50 . Malaka Barat 02. Malaka Timur 10. Atambua Barat 19.072 779 988 997 2.115 1.

Raimanuk 12. Atambua Selatan 20.045 19.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Lanjutan Tabel 3. Tasifeto Timur 21.021 26. Sasita Mean 07. Laen Manen 11. Wewiku 04.359 5. Malaka Timur 10. Weliman 05. Lasiolat 23.524 20.819 Kabupaten Belu 7.877 378. Malaka Tengah 06. Kota Atambua 18.69 (15) 70 .419 6.856 4. Rinhat 03. Raihat 22.170 11.946 11. Kobalima 13.939 20.600 21. Kakuluk Mesak 17. Tasifeto Barat 15.1.64 (14) 65 .554 8. Lamaknen Selatan 473 343 435 440 837 237 204 174 186 229 246 357 137 324 68 235 392 341 294 462 328 154 283 180 343 249 315 319 696 196 169 145 134 166 178 258 99 226 49 165 274 238 205 308 220 102 293 186 239 173 219 222 412 117 100 86 91 112 119 174 66 185 39 136 224 196 168 249 176 83 165 105 221 163 205 206 672 192 164 136 115 136 150 220 83 263 50 190 318 276 240 283 199 97 181 117 22.363 14.138 8.765 16.226 6. Kobalima Timur 14. Lamaknen 24.627 16.74 (16) 75 + (17) Jumlah (18) 01.307 7.067 9.533 3.024 11. Botin Leobele 08.882 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 73 .930 21. Nanaet Dubesi 16.631 23. Atambua Barat 19.786 12. Malaka Barat 02.864 17.138 39. Io Kufeu 09.979 4.7 Kecamatan Districk (1) 60 .

533 7.510 14. Malaka Tengah 06. Raimanuk 10.190 16.836 9. Sasita Mean 07.937 3. Raihat 16. Kakuluk Mesak 13.113 8.126 25. Wewiku 04.838 13.779 3. Kobalima 11.834 11.856 15.349 2.826 34.009 13.422 3.854 11.8 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Menurut Kecamatan Number of Household and Poor People by District 2006 Jumlah Rumah Tangga (3) 5.901 Kecamatan Districk (1) 01.015 2.614 15. Weliman 05.756 6.034 2.830 54. Lamaknen Kabupaten Belu Jumlah SLS/RT*) (2) 201 165 181 167 272 191 104 97 118 145 206 61 221 129 70 60 195 2.813 3.618 4. Tasifeto Barat 12.129 2.074 Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Rumah Penduduk Tangga (4) (5) 3.678 13.944 1.823 1.018 11.260 3. Malaka Barat 02. Lasiolat 17.535 5.440 3.771 4.848 4. Tasifeto Timur 15.583 Catatan : *) SLS = Satuan Lingkungan Setempat RT = Rukun Tetangga Jumlah RT sudah termasuk eks pengungsi Timor Timur Sumber : Pendataan Sosial Ekonomi 2005.817 248.902 2.054 6.614 19.786 3.204 3.1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.2913 3. Malaka Timur 08.510 8.470 3.091 2.340 1.721 5. Rinhat 03.346 2.666 3. BPS 74 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kota Atambua 14.498 4. Laen Manen 09.699 78.067 2.621 898 2.

Tingkat Kelahiran Fertility Rate .

65 3.49 *) Dihitung dari Sensus Penduduk 1980 dan 1990 (metode arriaga) **) Dihitung dari data gabungan (SP90 dan Susenas 96 metode Role ***) Laporan indikator database 2004/2005 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 77 . Ngada 13.34 - (4) 4.63 2.25 2.99 4.50 3.81 2.45 2. Timor Tengah Utara 06.97 2.15 4. Sikka 11. Alor 08.83 3.09 3. Flores Timur 10.93 5.45 4.92 3.31 3.46 3.96 4. Kota Kupang 1989-1990*) 1995-1996**) 2004/2005 (2) 5.93 3. Kupang 04.94 3.48 3.78 3. Sumba Timur 03.86 3.85 3.48 3.54 4. Belu 07. Sumba Barat 02.99 3.2. Timor Tengah Selatan 05.57 4. Ende 12.39 2.67 4.1 Perkiraan Angka Kelahiran Total / TFR menurut Kabupaten 1989-2005 Kabupaten Regency (1) 01.59 2.03 - (3) 4.54 Nusa Tenggara Timur Catatan : - 3.66 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.08 4.60 4.06 3.39 4. Manggarai 71.80 2. Lembata 09.

777 18.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.104 100.2 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Age at First Marriage 2007 Umur Perkawinan Pertama Age at First Marriage (1) ≤15 tahun 16 tahun 17 .24 tahun 25 tahun ke atas Jumlah Numbers (2) 2.069 57.05 57.64 3.77 18. BPS 78 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . BPS Source : National Social Economic Survey 2007.78 Jumlah / Total 100.75 17.18 tahun 19 .647 3.808 17.2.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.803 Persentase Percentage (3) 2.

385 15.360 Persentase Percentage (3) 5.3 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Lahir Hidup di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children 2007 Jumlah Anak Yang Lahir Hidup Numbers of Children Still live (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10+ Jumlah Numbers (2) 5.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.667 13.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 79 .60 1.590 13. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.104 100.307 16.29 16.422 10.58 13.36 Jumlah / Total 100.41 10.605 1.2.309 4.94 6.684 8.30 4.825 3.67 8.82 3.950 6.37 15.65 13.

506 7.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.95 2.4 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Masih Hidup di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 Jumlah Anak Yang Masih Hidup Numbers of Children Still live (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10+ Jumlah / Total Jumlah Numbers (2) 6.569 16.32 16.2.955 2.112 417 100.80 11.80 1.26 2.49 7. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.270 2.11 0.104 Persentase Percentage (3) 6.199 15. BPS 80 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .821 11.117 19.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.56 16.10 19.334 16.42 100.18 15.804 1.

Tingkat Kematian Mortality Rate .

PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. Flores Timur 09. Sumba Barat 02. 2004 Kabupaten Regency (1) 01. K u p a n g *) 04. 2004 Remarks : *) Termasuk Kodya Kupang / Include Kodya Kupang Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 83 . E n d e 11. Sumba Timur 03. Manggarai 13.1 Tingkat Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Menurut Kabupaten Infant Mortality Rate ( IMR) per 1000 birth by Regency 1999. B e l u 07. Timor Tengah Selatan 05.3. S i k k a 10. 2002. Lembata Nusa Tenggara Timur 1999 (2) 64 76 57 49 50 57 59 46 47 60 51 54 62. Timor Tengah Utara 06. Kodya Kupang 14. A l o r 08. N g a d a 12.6 2002 (3) 60 73 52 46 49 55 57 44 45 56 48 52 51 2004 (4) 55 53 55 53 50 46 54 46 48 44 42 47 24 47 49 Keterangan : Laporan Indonesia Pembangunan Manusia 2001.

8 63. Sumba Timur 03. Timor Tengah Selatan 05. K u p a n g *) 04.0 63.8 65.9 66. N g a d a 12.0 63.1 65.4 59. Flores Timur 09. Kodya Kupang 14.9 63.7 64.2 65.2 Tingkat Harapan Hidup Penduduk Berumur Nol Tahun Menurut Kabupaten The Life Expectancy At Birth by Regency 1999. Timor Tengah Utara 06.1 63.8 65.4 63. A l o r 08.7 64.3 66.7 63.4 64.8 64. 2002.6 65. S i k k a 10.9 63.0 65.7 59.8 65.1 66.7 62. Sumba Barat 02. B e l u 07.7 64.8 2004 (4) 63. Manggarai 13.2 64. 2004 Kabupaten Regency (1) 01.4 65.6 64. 2004 Remarks : *) termasuk Kodya Kupang / include Kodya Kupang 84 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .9 65.5 65.3 66.1 64.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. Lembata Nusa Tenggara Timur 1999 (2) 61.1 Keterangan : Laporan Indonesia Pembangunan Manusia 2001.1 63.7 65.1 65.2 65.6 2002 (3) 62.3. E n d e 11.5 62.

BPS Source : National Social Economic Survey 2007.638 2. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 85 .042 7.14 0.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.84 0.3 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Sudah Meninggal di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Anak Yang Sudah Meninggal (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 + Jumlah Numbers (2) 66.30 19.288 3.02 7.14 - Jumlah / Total 100.63 2.28 0.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.104 100.28 3.375 840 278 139 139 - Persentase Percentage (3) 66.37 0.3.365 19.

Angkatan Kerja Labour Force .

72 1.704 1.152 5.845 6.517 3. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 89 .23 4.042 100.15 85.599 7.186 42.07 2.48 10.921 3.28 Jumlah / total 115.790 12.92 168. Lainnya / others 14. Sekolah attending school 2.4.14 3.85 55.221 5.623 b.61 2.22 34.761 45.717 5.1 Penduduk 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Kegiatannya Seminggu yang Lalu Population 15 Years Old and Over by Sex and Activity During The Previous Week 2007 Kegiatan Seminggu yang Lalu Activity During The Previous Week (1) a.491 163. Mencari Pekerjaan / Pengangguran looking for work Laki-Laki Male Jumlah % (3) 87.901 100 239.140 64.00 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007.693 8.00 123.43 Perempuan Female Jumlah % Jumlah Jumlah Total % (7) 54.351 98.21 Numbers Numbers Numbers (2) 100. Bukan angkatan kerja not economically active 1.882 2.107 46. Urus rumah tangga house keeping 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.49 3.49 68.51 5.99 52.74 19.00 70.551 29.270 70. BPS Source : National Labor ForceSurvey 2007. Angkatan kerja economically active 1.647 (4) 68.17 16.28 2.141 100. Bekerja / Worked 2.

55 Jumlah / total Sumber : Sensus Penduduk 2000. BPS Source : Population Census 2000.98 1.852 % (3) 77.472 100. Mengurus rumah tangga / house keeping 3.81 14. Mencari Pekerjaan / looking for work b.66 Jenis Kegiatan Type of Activity (1) a.4. Angkatan kerja / economically active 1.347 13. Lainnya / others *) 38. Sekolah / attending school 2.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.273 2.36 7. Bukan angkatan kerja / not economically active 1.957 22.00 90 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . BPS Keterangan : termasuk mengurus rumah tangga Remarks : including house keeping 171.390 24. Bekerja / Worked 2.2 Penduduk 15 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kegiatan Population 15 Years Old and Over by Type of Activity in Belu Regency 2000 Jumlah Total Jumlah Numbers (2) 133.125 130.64 75.

78 3.73 19. Pekerja tak dibayar 2. Berusaha dengan dibantu buruh dibayar / employer 4.226 8.091 16. Pekerja bebas pertanian 6.221 100.579 44.233 127 536 47.0 0.643 Status Pekerjaan Utama Main Employment Status (1) 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.762 Jumlah Total (4) 27.005 58.3 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week By Main Employment Status and Sex 2007 Perempuan Female (3) 11.55 35. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain / self employed 2.824 1.00 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007.405 Persentase Percentage (5) 16.40 28.517 163.704 64.070 30. Berusaha sendiri dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar Laki-Laki Male (2) 15. Buruh.426 13.163 127 536 16.4. karyawan / employee 5.865 27. BPS Source : National Labor Force Survey 2007. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 91 .68 0. Pekerja bebas non-pertanian 7.311 513 2.85 Jumlah / total 98.

Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain Self employed 2. Tak Terjawab / No Stated 373 117 490 10.4 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Employmen Status and Sex 2000 Status Pekerjaan Utama Main Employment Status (1) 1.769 52.074 10 13. Berusaha dengan dibantu buruh tetap Employer 4.269 58.890 37.607 13. Pekerja Keluarga / Family worker 6.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.505 31 Jumlah / Total Sumber : Sensus Penduduk 2000.431 21 3. Buruh / Karyawan / Employee 5.004 130.751 Jumlah Total (4) 26.273 92 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . BPS 72.151 33.327 3.437 3.400 Perempuan Female (3) 11. Buruh tidak tetap Self employed assisted by member / temporary worker Laki-Laki Male (2) 14.162 39. BPS Source : Population Census 2000.4. Berusaha sendiri dibantu dg.

051 % (3) 3.4.573 7.09 11.914 20.5 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2007 Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours (1) 0*) 1 .563 75.34 35 + Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 3.78 46.25 40.183 5.221 100.22 Jumlah / Total 98.649 55.468 66.90 35.47 31.59 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 7.22 5.821 34.78 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 4.434 % (7) 4.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.10 55.383 % (5) 7.00 64.647 31.85 49.14 15 .704 100.00 163.75 8.517 100.756 13.00 Keterangan / remarks : *) Sementara tidak bekerja / Temporary not working Sumber : Diproporsikan dari jumlah penduduk NTT. yang bekerja menurut jam kerja hasil Sakernas 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 93 .

678 100.92 22.80 4.047 772 % (3) 0.11 13.00 35.239 10.024 100.97 0.76 6.444 20.79 1.206 1.233 345 159 279 % (5) 3.572 12.45 0.28 1.4.00 94.34 32.494 8.324 8.97 17.12 Jumlah / Total 58. BPS 94 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .03 1.452 19.934 1.25 16.346 ) 100.78 5.051 % (7) 1.00 Keterangan / remarks : * Sementara tidak bekerja / Temporary not working Sumber : Sensus Penduduk 2000.981 2.279 1. BPS Source : Population Census 2000.54 23.88 34.950 12.68 7.111 4.82 13.07 26.896 20.6 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2000 Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours (1) 0*) 1 .69 21.28 14.220 12.32 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 1.14 15 – 24 25 – 34 35 – 44 45 – 54 55 – 64 65 – 74 75 + Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 465 2.296 5.576 7.604 3.40 3.49 1.22 22.371 2.78 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 1.748 25.26 0.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.

215 4.7 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2007 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 61. Industri Pengolahan 03. pergudangan.45 13.84 10.02 4.42 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 38. rumah makan dan hotel 04.00 Jumlah / Total 100.286 3. Perdagangan besar. Listrik.00 163.93 100. Usaha persewaan Bangunan.925 5.639 8.4.721 98. keuangan.47 5.00 993 64.779 7.088 12.900 21.43 15.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.704 15. tanah dan jasa perusahaan.84 8. perburuan dan perikanan 02. kehutanan.517 1. asuransi. Lainnya (Pertambangan dan penggalian.54 16. 3. Jasa kemasyarakatan 05.16 14.379 % (7) 60.03 18.121 14. angkutan.303 16. gas dan air. eceran. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 95 .04 Lapangan Usaha Utama Main Industry (1) 01. Bangunan.221 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007.018 % (5) 59. BPS Source : National Labor ForceSurvey 2007.714 10.24 100.96 11.63 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 99. komunikasi. Pertanian.361 % (3) 62.

24 0.14 5.28 2.32 2.403 3.90 0.383 11.019 537 2.8 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2000 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 57.15 7.645 1.74 4.00 130.71 2.713 6 % (5) 72.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.004 100.00 4.587 2.00 Sumber : Sensus Penduduk 2000.00 58.723 3.207 9.73 14.56 0. BPS 96 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .01 Lapangan Usaha Utama Main Industry (1) 01. Lainnya 07. Jasa 05. Tidak terjawab Jumlah / Total 72.335 8 % (7) 76.12 11.95 0.273 100.493 1. Perdagangan 04.269 100. Angkutan 06. Pertanian 02.82 1.622 2 % (3) 78.80 4. Industri 03.13 8.13 2. BPS Source : Population Census 2000.980 8.00 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 42.029 78 1.124 5.01 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 99.464 1.22 0.188 8.4.

BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 97 .41 69. Tenaga Usaha Penjualan 5.53 66.41 2.624 8.884 656 3.03 0.18 0.536 670 134 102.55 0.23 1.290 194 268 55.76 60.18 15. Tenaga Usaha Pertanian 7.620 984 33.4.51 1.25 100. BPS Source : National Social Economic Survey 2006.520 % (7) 4. Anggota TNI 9.48 100.24 1.906 23.34 0.35 0.44 0.00 Jumlah Total Jumlah Number s (6) 6. Tenaga Usaha Jasa 6.51 2.826 864 402 158.176 13.00 (1) 1.726 134 850 6.474 15.078 2430 104.19 9.55 8. Tenaga Kepemimpinan 3.89 0.86 1. Lainnya Jumlah Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2006.796 % (5) 4. Tenaga Produksi 8.730 10.52 11.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.13 100.158 522 2.458 1.65 0.00 Perempuan Female Jumlah Number s (4) 2.28 13.446 71.05 0.9 Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Jenis Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Type of Main Occupation and Sex 2006 Laki-Laki Male Jenis Pekerjaan Utama Type of Main Occupation Jumlah Number s (2) 4. Pejabat Pelaksana Tata Usaha 4.45 18.724 % (3) 4. Tenaga Profesional 2.

Permintaan. dan Penempatan Tenaga Kerja yang Terdaftar Menurut Jenis Kelamin Numbers of Registered Job Applications. Penempatan tenaga kerja / placement Laki-Laki Male (2) 931 116 116 Perempuan Female (3) 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.4.656 477 477 Jumlah Total (4) 2. and Placement of Workers by Sex 2007 Jenis Kegiatan Activity (1) 01. Vacancies. Pencari kerja / job applications 02.10 Jumlah Pencari Kerja.587 593 593 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency 98 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Permintaan tenaga kerja / vacanciens 03.

656 2. D III / academy. D II / diploma I.11 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin Numbers of Registered Job Applicants by Educational Attainment and Sex 2007 Tingkat Pendidikan Educational Attainment (1) 01. D I. SMTP / junior high school 03. diploma III 06. II 05.587 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 99 . Universitas / university Laki-Laki Male (2) 43 58 322 18 86 404 Perempuan Female (3) 110 272 415 102 190 567 Jumlah Total (4) 153 330 737 120 276 971 Jumlah / total 931 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.4. SD dan sederajat / primary school 02. SMTA / senior high school 04.

000 625.000 450.000 750.000 550.000 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency 100 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 2005 (2) 2006 (3) 2007 (4) Nusa Tenggara Timur a. Upah Minimum Regional (UMR) 450.000 500.000 725.000 600. Upah Minimum Regional (UMR) 350.000 600. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) c.000 425.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.000 550.000 575. Rata-rata Upah/Gaji Bersih Sebulan b. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) c.4.2007 Wilayah (1) Belu a. Rata-rata Upah/Gaji Bersih Sebulan b.12 Perbandingan Rata-Rata Upah/Gaji Bersih Karyawan dengan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dan Upah Minimum Regional (UMR) Selama Sebulan Di Kabupaten Belu 2005 .

Raimanuk 10. Wewiku 04. Lamaknen Kepala Kelurga (2) 16 104 - Jiwa (3) 78 - 491 - Kabupaten Belu 120 569 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 101 . Kota Atambua 14.13 Banyaknya Transmigran dirinci per Kecamatan di Kabupaten Belu Number of Transmigrant by District in Belu Regency 2007 Kecamatan Districk (1) 01.4. Malaka Timur 08. Rinhat 03. Malaka Barat 02. Raihat 16. Laen Manen 09. Kobalima 11. Weliman 05. Tasifeto Barat 12. Kakuluk Mesak 13. Sasita Mean 07. Tasifeto Timur 15. Lasiolat 17. Malaka Tengah 06.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.

Maret 04.230 13. Agustus 09.912 Keluar (3) 1.809 1. Pebruari 03.206 1.183 1.639 1. Nopember 12.14 Banyaknya Penduduk Pelintas Batas di Kabupaten Belu Numbers of Transitter in Belu Regency 2007 Bulan (1) 01. Januari 02.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.944 2.011 2. Desember Jumlah Masuk (2) 973 729 522 471 688 978 1. Oktober 11.195 15. Mei 06.259 1.571 1.590 1.805 Sumber : Kantor Imigrasi Source : Imigration Service of Belu Regency 102 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4.292 1.371 1. Juli 08.025 159 603 793 1. Juni 07.476 2. April 05. September 10.

BAB / CHAPTER 4 Konsumsi & Keadaan RumahTangga Consumption & Household Condition .

memperlihatkan bahwa belum terjadi pergeseran pola konsumsi secara berarti karena selama kurun waktu tersebut pengeluaran konsumsi makanan masih berkisar antara 69-72% dari total pengeluaran.43 % atau Rp.744 perbulan sebesar 71.55 % adalah pengeluaran non makanan seperti perkiraan sewa rumah. Pengeluaran rata-rata perkapita sebulan menurut hasil susenas 2007 di kabupaten Belu mencapai Rp. Dibandingkan dengan tahun 2005 yang lalu. pendidikan.744 Dari jumlah pengeluaran rata rata perkapita 177. aneka barang dan jasa. Bila diamati data hasil susenas sejak tahun 1993-2004.126. Ini memperlihatkan bahwa tingkat kesejahteraan penduduk Belu masih relatif rendah sehingga sebagian besar dari porsi pendapatannya dibelanjakan untuk kebutuhan makanan. Indikator ini secara tidak langsung mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat terutama dari sisi kemampuan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar dan kebutuhan komplementer lainnya. Pola meningkatnya pengeluaran semacam ini diprediksikan akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang karena fenomena Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 105 .Kenaikan yang cukup tajam ini diduga tidak saja disebabkan karena adanya perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin baik namun juga karena meningkatnya harga nominal berbagai kebutuhan pokok. rata-rata pengeluaran perkapita secara nominal mengalami peningkatan.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION AND HOUSEHOLD CONDITION KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA KONSUMSI Pengeluaran konsumsi perkapita merupakan indikator yang menggambarkan tingkat kemampuan rata-rata penduduk suatu wilayah dalam membiayai kebutuhan konsumsinya. pakaian dan lain-lain. bukan untuk kebutuhan yang selevel lebih maju seperti kebutuhan sekunder dan tersier. kesehatan.992 di antaranya adalah pengeluaran untuk kebutuhan makanan sedangkan sisanya 28. 177.

padipadian. air hujan dan lainnya 10. Untuk pengeluaran makanan pada tahun 2007 sekitar 40. 20.13%.47% untuk pakaian dan alas kaki. alcohol dan konsumsi lainnya 3. ikan. 4.49%.72%.53% diantaranya dibelanjakan untuk bahan pangan jagung.03%.52% listrik non PLN dan sisanya 66. bumbu-bumbuan.25%.05%. 5.89% untuk aneka barang dan jasa. 9. Sementara sisanya masing-masing.60% untuk pendidikan. sungai. mata air 28.848 rumah tangga ternyata sekitar 30. Kondisi rumah tangga dari aspek kesehatan menunjukkan bahwa pada tahun 2007 dari 86848 rumah tangga ternyata yang mempunyai sumber air minum ledeng hanya 8.11%. tembakau dan sirih pinang 8.55% dijangakau oleh listrik PLN dan 2. 5.68% diantaranya adalah perkiraan sewa rumah. KEADAAN TANGGA RUMAH Dari aspek sumber penerangan rumah tangga data Susenas memperlihatkan bahwa pada tahun 2007 dari 86. Sementara ini untuk bahan dinding perumahan masih didominasi rumah dengan dinding bebak 78. 106 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .59%. sayur-sayuran dan buah-buahan 16.67%.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION AND HOUSEHOLD CONDITION kenaiakan harga kebutuhan pokok tetap menjadi isu sensitive dalam krisis ekonomi negara kita yang belum berujung sapai dengan saat ini. telur dan susu 15.86%.4% sementara sisanya masing-masing sumur 51.06%.71% untuk biaya kesehatan. .93% menggunakan lampu minyak tanah atau pelita. daging. minyak dan lemak 4. bahan minuman dan makanan jadi 4.20% untuk barang tahan lama serta pembayaran pajak dan asuransi 1. Untuk pengeluaran perkapita untuk sebulan non makanan sebesar Rp 50752 dimana sekitar 44.87% untuk keperluan pesta.95% dan tembok hanya 11. umbi-umbian dan kacangkacangan. 7.

00 0 Sumber : Susenas 2007 Gambar 4. 00 0 0 -1 49 15 .1.000 80.0 0.9 0.000 20. 99 00 0 -2 99 30 . 00 00 0 -1 99 20 . 00 0. 99 00 0 -4 99 .000 100.000 60.000 40.9 99 > 50 0.2 Jumlah Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Kondisi Tempat Tinggalnya Tahun 2006 dan 2007 45000 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 Berlantai Penerang Berdindi Bukan an ng Tanah Lampu Tembok Lis trik K ur an g 2007 2006 Air Minum Ledeng Sumber : Susenas 2006 & 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 107 .9 0. Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Menurut Besarnya Pengeluaran Perkapita Selama Sebulan Tahun 2007 120.000 0 da ri 10 10 0.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Gambar 4.

Pengeluaran & Konsumsi Penduduk Population Expenditure & Consumption .

87 16.99.999 40.39.313 27.000 .025 Persentase Percentage (3) 0.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.999 80.999 Jumlah Numbers (2) 0 0 0 0 2.00 0.381 100.00 0.436 11.43 14.00 0.000 .000 15.24 14.999 150.79.000 .999 100.000 .999 30.59. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 111 .66 Jumlah / total 68.25 10.54 40.000 .999 >199.1 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2003 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) < 15.1. BPS Source : National Social Economic Survey 2003.999 20.000 .519 9.19.000 .868 10.149.000 .29.220 7.00 3.999 60.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2003.199.

2 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Pengeluaran untuk Makanan dan Bukan Makanan Per Kapita Sebulan Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure for Food and Non-Food 2003 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) Untuk Makanan for Food Banyaknya Numbers (2) Untuk bukan Makanan For Non-Food Banyaknya Numbers (4) % (3) % (5) < 15.00 4.00 0.59.68 22.000 .67 9.1.999 60.751 1.14 17.70 1.199.381 6.999 >199.05 12.75 0.65 24.29.305 13.149.39.77 20.999 20.999 30.082 68.999 150.87 2.000 .000 .776 9.949 1.60 13.99.37 2.999 40.086 6.140 8.335 16.000 15.58 100.000 .00 2.999 100.876 15.000 .30 26.623 1.08 26.248 18.79.00 0.744 68.999 80.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2003 BPS Source : National Social Economic Survey 2003.999 Jumlah / total 0 0 0 1.880 480 1.000 .381 0.000 .KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.774 12.19.24 2.99 7.000 . BPS 112 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .260 18.453 4.55 100.

KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.882 100.1.56 28.000 .842 84.199.000 .000 100.047 - Persentase Percentage (3) 15.999 750.000 Jumlah Numbers (2) 58.000.299.149.000 .749.000 .00 Sumber : Hasil Susenas 2007 diproporsikan dengan jumlah penduduk Registrasi Penduduk 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 113 .165 95.28 - Jumlah/Total 378.26 0.999 200.958 107.22 8.000 .999 150.21 25.564 31.999 300.3 Penduduk di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Population in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2007 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) ≤ 100.46 22.999 > 1.999.000 .499.306 1.999 500.

KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. Minyak goreng/Cooking oil 17. Ketela Rambat/ Sweet Potatoes 09.980 0. Telur ayam / Hens Eggs 13.263 0. Kelapa / Coconut 15.062 0.014 0. Daging Sapi/ Kerbau/ Beef / Buffalo 12. Ikan teri diawetkan / Preserved Fish 11. BPS Source : National Social Economic Survey 2005.183 0. Jagung Basah dg Kulit / Fresh Maize in Husk Satuan (2) Rata-Rata Perkapita (3) Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Ons Kg Kg Btr Btr Ltr Ltr Ons Ons 1.096 0.013 0.037 0. Telur itik manila / Duck manila eggs 14. Talas / Keladi 07.131 1.144 0. Jagung Pipilan / Maize 04.687 0.033 0. Ikan segar / Fresh Fish 10. Minyak Kelapa/Coconut oil 16. Gula Pasir/Refined Sugar Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2005.014 0.4 Rata-Rata Konsumsi Bahan Makanan Per kapita Seminggu Menurut Jenis Bahan Makanan Penting di Nusa Tenggara Timur Average of Per Capita Food Consumption by Selected Food in Nusa Tenggara Timur 2005 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 01. BPS 114 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tepung Gaplek / Moniac Flour 08. Beras & Hasilnya / Cereal & their products 02.172 0. Gaplek / Moniac 06.455 0.073 0. Gula Merah/Other sugar 18.434 03.005 0.1. Ketela Pohon / Cassava 05.

KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. Rote Ndao 15. Kupang 04. Lembata 09.5 Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Untuk Makanan dan Non Makanan menurut Kabupaten/Kota 2005 Non Makanan (3) 35223 42154 35878 24434 39269 48855 37132 36324 53832 41903 45555 51328 26892 35120 43448 135026 44626 Kabupaten / Kota (1) 01. Alor 08. Kota Kupang Nusa Tenggara Timur Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2005. Sumba Barat 02. Timor Tengah Utara 06. BPS Source : National Social Economic Survey 2005. Ende 12. Sikka 11. Sumba Timur Makanan (2) 88661 98478 91865 80398 89216 96226 95850 106585 116758 87540 96485 108520 81441 89651 90916 160512 96730 Jumlah (4) 123885 140632 127744 104831 128485 145080 132982 142909 170590 129443 142040 159848 108333 124771 134364 295538 141356 03. Flores Timur 10. Timor Tengah Selatan 05. Manggarai 14.1. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 115 . Belu 07. Ngada 13. Manggarai Barat 16.

675 1.018 5. Tembakau&Sirih/Tobacco & Betelnuts Jumlah / Total 60.293 2.999 199.067 1.262 15.008 3.704 1. Padi-padian / Cereals 02.306 2.480 2.000 – 150.365 1.520 54.486 3. Telur & Susu / Eggs & Milk 06.515 5. Ubi-ubian / Cassava 03.000 – ≤ 100. Minyak & Lemak / Fats & Cooking Oil 10. Buah / Fruits 09.080 242 391 8. Konsumsi lainnya / Miscellaneous Food Itery 13.293 121.999 (2) (3) (4) 29.107 91. Kacang / Nuts 08.925 759 10.191 4.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Average of Per Capita Monthly Expenditure 2 0 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 01.635 1. Sayuran / Vegetables 07.280 964 3.367 14.987 5.165 4. Bumbu-bumbuan / Spices 12.755 1.705 890 11.913 3. Bahan Minuman/Non Prepared Drink 11. Minumanalkohol/Alcoholic Beverages Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 100.919 1.000 149. Makanan & Minuman Jadi / Prepared Food & Drink 14.595 3. Ikan / Fish 04. Daging / Meats 05. BPS 116 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . BPS Source : National Social Economic Survey 2007.825 2.924 4.201 4.596 1.747 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.488 2.600 2.790 2.057 42.003 276 8.404 3.952 2.626 3.025 1.

441 14.632 9.312 59.886 2.727 28.698 27.909 12.732 5.081 7.773 295.612 0 14.749 6.783 61.643 8.524 3.125 8.000 – 300.215 5.625 4.000 – >499.143 12.857 43.593 23.107 6.427 20.999 (5) (6) (7) 56.116 1.000 299.152 4.988 19.915 2.747 7.992 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 117 .226 5.257 3.365 5.372 3.893 20.020 11.207 11.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Table 4.585 6.176 6.145 18.518 248.238 9.179 126.705 3.568 8.032 170.180 5.500 24.6 untuk Kelompok Makanan di Kabupaten Belu and Food Item in Belu Regency 0 7 Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 200.700 3.552 4.190 14.232 11.144 1.662 15.540 12.999 499.022 4.107 17.143 5.299 3.554 2.1.946 42.750 24.250 rata-rata (8) 48.165 8.

825 1.265 5. Keperluan Pesta Parties Jumlah / Total Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 100.441 2. Biaya Kesehatan Cost of Health 5.091 212 455 670 1.681 1.757 2.894 2.545 33.315 2. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.482 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.152 781 1. BPS 118 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 149.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Average of Capita Monthly Expenditure 2 0 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 1.842 10.671 2.999 (2) (3) (4) 8.000 150. Barang Tahan Lama Durable Goods 7.515 21.060 5.838 4.448 3. Pajak dan Asuransi Tax and Insurance 8.174 20.483 14.098 5. Biaya Pendidikan Cost of Education 4.999 199.532 2.353 51. Perumahan Housing 2. Aneka Barang dan Jasa Miscellaneous Goods and service 3.000 – ≤ 100. Pakaian dan Alas Kaki Clothing and Footwear 6.180 3.

261 284.130 1.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Table 4.999 (6) 49.840 3.000 – 799.076 807 5.999 (5) 31.472 4.609 12.811 8.441 50.899 5.1.7 untuk Kelompok Bukan Makanan di Kabupaten Belu and Non Food Item in Belu Regency 0 7 Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 200.000 – 299.999 (7) 129.844 4.626 300.750 4.771 4.804 2.262 8.198 2.963 105.676 14.448 4.915 500.202 6.462 6.000 – 499.441 9.752 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 119 .393 5.208 2.995 67.615 rata-rata (8) 22.729 3.104 10.012 2.119 108.667 2.931 24.601 3.

BPS Source : National Social Economic Survey 2007.999 500.61 2.999 1.000 100.28 - Propinsi NTT Jumlah (4) 595549 1524351 1040727 777925 382960 97523 21110 5962 Persentase (5) 13.48 0.000 – 999.50 8.000.21 25.39 34.1.000 – 149.19 0.000 – 499.00 4446107 100.26 0.29 23.000 – 299.999 200.13 (1) < 100.46 22.56 28.23 8.999 300.999 750.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional 2007.41 17.8 Penduduk Menurut Golongan Pengeluaran Sebulan di Kabupaten Belu dan NTT 2007 Golongan Pengeluaran Kabupaten Belu Jumlah (2) 65275 119397 93184 105804 34660 1160 Persentase (3) 15.000 dan lebih Jumlah 419480 100.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Tabel 4.000 – 199. BPS 120 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 – 749.999 150.

Keadaan Rumah Tangga & Tempat Tinggal Household Condition & Home Owner .

49 50 .99 100 -149 > 149 Jumlah / Total Jumlah Numbers (2) 5. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.01 100.1 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Luas Lantai Household in Belu regency by Area of Floor 2007 Luas Lantai 2 Area of Floor (m ) (1) < 20 20 .923 3.13 56.323 49.94 31.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.399 1.848 Persentase Percentage (3) 6.455 26. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 125 .91 2.2.748 86.00 3.

81 0.36 Jumlah / Total 86.2.65 0.88 26.00 5.30 0.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.2 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Atap Terluas Household in Belu regency by Primary Roof Type 2007 Jenis Atap terluas Primary Roof Type (1) Beton / Conerete Genteng / Tile Sirap Seng / Zine Asbes Ijuk / rumbia Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 262 700 0 57.00 66.110 22.884 0 5. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.848 100.892 Persentase Percentage (3) 0. BPS 126 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.

3 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Lantai terluas Household in Belu regency by Primary Floor Type 2007 Jenis lantai Terluas Primary Floor Type Jumlah Numbers Persentase Percentage (1) Bukan Tanah / Non-dirth earth Tanah / Dirt Earth (2) 43. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.438 43.848 100. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 127 .2.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.410 (3) 50.98 Jumlah / Total 86.02 49.

33 2.39 1. BPS 128 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .153 2.4 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Dinding Terbanyak Household in Belu regency by Area of Primary Roof Type 2007 Jenis Dinding Terbanyak Primary Roof Type (1) Tembok / Brick Kayu / Wood Bambu / bamboo Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 15.34 78. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.029 68.100 1.848 100.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.2.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.566 Persentase Percentage (3) 17.95 Jumlah / Total 86.

43 0.5 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Penerangan Household in Belu regency by Source of Lighting 2007 Sumber Penerangan Source of Lighting (1) Listrik PLN / Elictricity (PLN) Listrik Non PLN / Elictricity (NonPLN) Petromak / Pumped Lamp Pelita.2.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 129 .190 57. Obor / Kerosene Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 26.50 Jumlah / Total 86.55 2.692 438 2.52 66. Sentir.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.848 100.528 Persentase Percentage (3) 30. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.

BPS Source : National Social Economic Survey 2007.45 12.738 1.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.40 1.6 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Air Minum Household in Belu regency by Source of Drinking Water 2007 Sumber Air Minum Source of Drinking Water (1) Air Dalam Kemasan Ledeng / Pipe Pompa / Water Pump Sumur Terlindung / Well Sumur Tak Terlindung Mata Air Terlindung / Spring Mata Air Tak Terlindung Sungai / River Lainnya / Others *) Jumlah Numbers (2) 539 7.72 13.572 15.91 1.417 10.848 100.649 13.41 15.950 7.81 Jumlah / Total 86.62 8. BPS Keterangan : *) Termasuk air hujan / Rain water 130 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .07 35.649 Persentase Percentage (3) 0.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.61 8.295 932 30.2.

7 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Jamban Household in Belu regency by Toilet Facilities 2007 Jenis Jamban Toilet Facility (1) Leher Angsa / Closet Plengsengan Cemplung Tidak pakai Jumlah Numbers (2) 19.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.857 11. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 131 .837 4.49 7. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.457 24.93 19.54 Jumlah / Total 60.582 Persentase Percentage (3) 32.2.733 100.04 40.

71 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.98 8. BPS 132 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .848 100.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.722 Persentase Percentage (3) 81.8 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Status Penguasaan Tempat Tinggal Household in Belu regency by Status of House 2007 Status Rumah Status of House (1) Milik Sendiri / Self Owned Kontrak / Rent Longtem Basis Sewa / rent Montly Basis Bebas Sewa / Free of Charge Dinas / Provided by Employer Rumah Milik Orang Tua/Sanak/Saudara Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 70.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.52 1.456 524 3.2.434 1.048 1.60 3.606 9.85 Jumlah / Total 86.058 1.13 0.21 1.

KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.01 Jumlah / Total 86.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.2.606 7.824 Persentase Percentage (3) 34.285 17.272 861 30. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.99 34. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 133 .87 20.86 0.27 9.9 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Tempat Pembuangan Tinja Household in Belu regency by Faeces Place of Exile 2007 Tempat Pembuangan Tinja Faeces Place of Exile (1) Tangki Kolam / Sawah Sungai / Danau / Laut Lubang Tanah Pantai / Kebun Lainnya Jumlah Numbers (2) 30.848 100.

BAB / CHAPTER 5 S o s i a l Social Affairs .

Semakin tinggi tingkat pendidikan akan membawa dampak positif bagi masa depan berbagai bidang kehidupan.62%.577 (73. naik 0. Di tahun 2007 jumlah sekolah SD 332 unit.47%. tamat SLTP 8. serta tamat akdemi dan perguruan tinggi cuma 3. .SOSIAL / SOCIAL SOSIAL PENDIDIKAN Berhasil atau gagalnya kelangsungan pembangunan suatu bangsa banyak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan sebagaian besar penduduknya. guru SLTP 7. maka tidaklah mengherankan apabila pendidikan senantiasa mendapat perhatian pemerintah maupun dari kalangan swasta.54 % dan tamat akademi dan sarjana 1.24% Dilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan sesuai hasil Susenas 2007 memperlihatkan bahwa sebanyak 218.82 %. SLTP 42 unit .15%. Sementara untuk julah murid masing-masing jenjang pendidikan yaitu SD naik 0.67%. Sebagai perbandingan Sensus Penduduk 2000 menunjukkan bahwa dari penduduk umur 5 tahun keatas pada tahun 2000. yang paling tinggi sampai tingkat SD 82.51% SLTP turun. Peningkatan partisipasi sekolah dari berbagai lapisan masyarakat tentunya harus diimbangi penyediaan sarana fisik pendidikan maupun tenaga guru yang memadai.61%.68%. Sedangkan sisanya tamat SLTP 11. guru SD meningkat 14.10%) penduduk umur 10 tahun ke atas berpendidikan paling tinggi cuma tamat SD.52%.SLTA umum 20 unit dan kejuruan 7 unit. Demikian pentingnya peranan pendidikan . dan kecepatan transformasi tenaga kerja dari sektor ekonomi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 137 . baik sosial maupun ekonomi. tamat SLTA 7. Pada tahun 2006 jumlah Taman Kanak-Kanak 23 unit dengan jumlah murid 1 325 siswa. Dibandingkan dengan tahun lalu . tamat SLTA 11.48% dan SLTA 73. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan formal dari sebagian besar penduduk Belu akan sangat mempengaruhi akselerasi pembangunan.

Sejalan dengan menigkatnya sarana. dimana lebih dari separuhnya 54. Dari jumlah kunjungan tersebut. D3 kesehatan 40.23% perawat dan Bidan naik 13.82%.93%. 30. Dengan tujuan yang demikian diharapkan seluruh program dan kegiatan di bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang baik dan pada gilirannya tercipta kehidupan yang sehat dan produktif.25%. rumah sakit 66. Dispepsia 9. Persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang buta huruf pada tahun 2007 hanya 0. pneumonia 8. selama tahun 2007 sebanyak 477 763 kali kunjungan (pasien) atau naik 29. yang buta huruf adalah kaum perempuan. 18.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS tradisional ke sektor-sektor ekonomi modern. Jumlah penderita rawat jalan pada puskesmas .17%.67% . gastroetris 16.91%. Untuk melihat kemampuan penduduk dalam membaca dan menulis di suatu aderah dapat dilihat dari angka melek hurufnya. merata dan murah.89%. Pada tahun 2007 ketersediaan sarana kesehatan secara umum mengalami sedikit peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya antara lain puskesmas naik.67%. KESEHATAN Pembangunan bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah.34% dibanding dengan keadaan tahun lalu.67% dari keadaan tahun sebelumnya. Ini memperlihatkan bahwa pendidikan bagi kaum perempuan masih dianggap kurang perlu oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Belu. TBC 14.56%. Komposisi penyakit dominan untuk kunjungan rawat inap masing-masing malaria 23. komposisi jenis penyakit yang dominan masing-masing Infeksi Saluran Pernafasan (ispa). 138 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .38%. Sementara khusus pada penderita rawat inap selama tahun 2007 pada RSU Atambua sebanyak 1 700 kunjungan (pasien) atau turun 10. rematik 14.18 % dan 40 %.98%.90 % dan penyakit-penyakit lainnya 31.75%. jumlah tenaga pelayanan kesehatan (medis dan paramedis) juga mengalami sedikit peningkatan seperti S1 Kesehatan 66.

SOSIAL LAINNYA Data dalam sub bab ini berisikan data-data tentang kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 139 . sedangkan sisanya adalah pil 6. disamping data dari Kepolisian Resort Belu tentang masalahmasalah sosial yang terjadi di Kabupaten ini. Dalam hal ini pemerintahan dituntut untuk memfasilitasi kehidupan Banyaknya perkara yang masuk dan terselesaikan di Pengadilan Negeri Atambua pada tahun 2006 dengan karakteristik terdakwa/tertuduh serta sikapnya terhadap putusan tersaji dalam sub bab ini. beragama bagi masyarakatnya.77%) diantarannya adalah peserta pasangan peserta KB aktif. KRIMINALITAS AGAMA Sesuai dengan falsafah negara.90 dan cara kondom 0. Dewasa ini sebagian besar masyarakat kita mempunyai sensitifitas yang tinggi terhadap masalahmasalah yang berkaitan dengan agama. IUD 3.862 (63. Tingkat kriminalitas di Kabupaten Belu masih cukup memprihatinkan karena dibandingkan dengan tahun 2006 ternyata masalah sosial meningkat dari 628 kasus menjadi 680 kasus dengan tetap masalah penganiayaan yang terbanyak. Dari metode kontrasepsi yang digunakan oleh pasangan KB aktif sebanyak 82. kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan penghayatannya sehingga dapat tercipta kondisi kehidupan yang rukun dan damai.34%.SOSIAL / SOCIAL Jumlah pasangan usia subur (PUS) pada tahun 2007 sebanyak 49.07%. Karena itu apabila terjadi pemaksaan kehendak pemeluk agama tertentu terhadap pemeluk agama lainnya maka akan menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan.966 pasang.52% memilih KB suntik. MOW dan MOP 1. yang kesemuanya merupakan data sekunder dari Pengadilan Negeri Atambua. sehingga setiap pemeluknya memiliki hak yang sama untuk menunaikan kewajiban-kewajiban keagamaannya.87%. dimana 31.06 Implant 4.

529 orang meningkat masingmasing pada tahun 2007 menjadi 6. Selain data kejadian bencana alam yang pernah terjadi di tahun 2007. 140 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . dan lain-lain.332 orang.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Kabupaten Belu.044 dan 5. Data infrastruktur kesejahteraan masyarakat juga dapat dilihat dari tabel-tabel dalam sub bab ini. manusia lanjut usia (jompo). Masalah sosial yang masih meminta perhatian di Kabupaten Belu adalah lanjut usia terlantar dan anak yatim piatu terlantar karena pada tahun 2006 tercatat 7. Semua data pada sub bab ini bersumber dari Dinas Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Belu. penyandang cacat.358 dan 6. seperti jumlah fakir miskin.

47% DIII 1.94% Sarjana 1.14% SD 29.16% Tidak/Belum punya ijas ah 43. Rata-Rata Jumlah Murid per Sekolah Menurut Status Sekolah 1998-2007 600 500 400 300 200 100 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 SD 2006 2007 SLTA Umum SLTA Kejuruan SLTP Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Gambar 5.71% SLTP 11.62% DI/DII 0.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Gambar 5.96% Sumber : Susenas 2007.1. Persentase Penduduk Belu Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Ijasah Tertinggi yang Dimilikinya Tahun 2007 SMU 11.2. BPS 140 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Gambar 5.3. Frekuensi masalah sosial yang dilaporkan di Polres Belu Tahun 2002 . Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Belu Tahun 1998 – 2007 60 50 40 30 20 10 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Rumah Sakit Balai Pengobatan Puskesmas Pus. Pembantu Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Gambar 5.4.2007 80 70 60 50 40 30 20 10 0 J an Peb Mar Apr 2003 Mei J un 2004 J ul Ags 2005 Sep Okt Nop 2007 Des 2002 2006 Sumber : Polres Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 141 .

Pendidikan Education .

SMP Terbuka Kejuruan 07.752 (5) 3.325 63.00 189.50 - Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Keterangan : *) Data tahun 2006 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 145 .28 18.488 7.57 581. STM senior technical school b. Guru.00 - 531. and Pupils by Education Level 2007 RataRata Murid Per Sekolah Tingkat Pendidikan Education Level (1) 01. SMP Terbuka Umum 06.1. Teachers.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.60 1 4 32 95 267 757 32. SMKK senior home economics high school c.25 2 - 74 - 1.078 767 147 512 (4) 1.26 24.61 190.36 351. lainnya / others Sekolah School Guru Teacher Murid Pupil RataRata Guru Per Sekolah (2) 23 332 42 6 20 (3) 79 4.766 3.00 23.1 Banyaknya Sekolah.50 25.063 - 37. SMTA umum senior high school (general) 08. SMTA kejuruan senior high school (vacational) a. SMTP Kejuruan junior high school (vacational) 05.33 387. SMEA senior economics high school d. Taman Kanak-Kanak*) kindgarden 02. dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan Numbers of Schools.200 14.75 267. Sekolah Dasar primary school 03.43 12.60 (6) 57. SMTP umum junior high school (general) 04.

Guru. Tasifeto Barat 12.1. Malaka Barat 02.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Raimanuk 10. Kobalima 11. Raihat 16. Malaka Tengah 06. Rinhat 03. Malaka Timur 08.270 Kecamatan District (1) 01. dan Murid Taman Kanak Kanak (TK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. and Pupil of Public and Private Kindgarden in Belu Regency by District 2006 TK Negeri Public Kindgarden Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 55 0 0 0 0 55 TK Swasta Private Kindgarden Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 1 1 0 1 1 2 1 0 1 2 2 7 0 0 0 2 22 2 1 1 0 4 5 5 2 0 2 7 4 41 0 0 0 2 76 40 10 20 0 25 32 155 20 0 27 108 83 686 0 0 0 64 1. Teacher. Laen Manen 09. Tasifeto Timur 15.2 Banyaknya Sekolah. Kota Atambua 14. Weliman 05. Sasita Mean 07. Lasiolat 17. Wewiku 04. Kakuluk Mesak 13. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 146 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

Guru.608 582 993 1.280 2.645 2. Teacher.529 1.244 2. Kobalima 11. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02. Lamaknen Kabupaten Belu 1.723 SD Swasta Private Elementry School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 15 8 10 7 14 10 3 7 5 13 10 4 10 7 4 3 12 142 164 72 141 101 215 108 43 73 63 151 95 58 230 86 52 46 125 1.924 1.339 1. Laen Manen 09.658 33.3 Banyaknya Sekolah. Tasifeto Barat 12.939 1.1.882 3.597 2. Weliman 05.316 4.005 1. Raihat 16.824 29.861 .237 1.475 2. Sasita Mean 07.689 2.255 5.029 2. Rinhat 03. Lasiolat 17.230 1.255 836 1.594 646 1. Kecamatan District (1) 01. Wewiku 04. Tasifeto Timur 15.289 616 541 1. Malaka Timur 08. Raimanuk 10. Malaka Tengah 06.967 1. Kota Atambua 14.823 2.220 1.122 1.914 1. dan Murid Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School.314 1. and Pupil of Public and Private Primary School in Belu Regency by District 2007 SD Negeri Public Elementry School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 5 11 9 9 20 20 9 9 7 15 14 8 14 12 9 5 14 190 65 98 111 121 264 176 78 75 84 163 143 98 351 146 97 48 137 2.477 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 147 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

Wewiku 04.779 336 291 0 578 8. Raihat 16. Kakuluk Mesak 13. Malaka Timur 08.736 Kecamatan District (1) 01. Tasifeto Barat 12. Rinhat 03. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 148 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1. Malaka Tengah 06. Raimanuk 10.4 Banyaknya Sekolah. Malaka Barat 02.030 SMP Swasta Private Juniorr High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 1 2 1 3 2 1 1 0 2 2 1 9 0 0 1 1 28 10 9 33 15 38 31 10 13 0 24 46 9 136 0 0 14 11 399 510 217 585 176 881 320 106 177 0 511 869 174 1. Guru. Teacher.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Sasita Mean 07. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Tasifeto Timur 15.797 0 0 203 210 6. Lasiolat 17. Laen Manen 09. Kota Atambua 14. and Pupil of Public and Private Junior High School (General) in Belu Regency by District 2007 SMPNegeri Public Juniorr High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 3 1 1 0 1 14 32 0 19 0 47 14 18 0 0 21 20 16 122 25 14 0 20 368 665 0 196 0 1. Weliman 05.017 308 472 0 0 558 422 408 2. Kobalima 11.

Sasita Mean 07. Kakuluk Mesak 13. Malaka Timur 08. Tasifeto Barat 12. Rinhat 03. Guru. dan Murid Sekolah Menegah Tingkat Atas (SMTA) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. and Pupil of Public and Private Senior High School (General) in Belu Regency by District 2007 SMU Negeri Public Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 5 25 0 0 0 33 0 0 0 0 0 23 0 63 0 0 0 18 162 633 0 0 0 626 0 0 0 0 0 613 0 785 0 0 0 396 3. Laen Manen 09.5 Banyaknya Sekolah.824 0 0 0 94 4. Malaka Tengah 06. Lasiolat 17.053 SMU Swasta Private Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 2 0 8 0 0 0 1 15 13 0 17 15 32 0 0 0 0 0 49 0 213 0 0 0 11 350 76 0 296 135 860 0 0 0 0 0 414 0 2. Kota Atambua 14. Wewiku 04. Raihat 16. Kobalima 11. Tasifeto Timur 15.699 Kecamatan District (1) 01. Weliman 05.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.1. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 149 . Raimanuk 10. Malaka Barat 02. Teacher.

6 Banyaknya Sekolah. Kobalima 11.259 SMK Swasta Private Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 4 0 0 0 0 16 0 0 0 0 0 32 23 24 0 0 0 0 95 0 0 0 0 208 0 0 0 0 0 267 116 237 0 0 0 0 828 Kecamatan District (1) 01. Teacher. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 15. Raimanuk 10. Raihat 16. Guru. Laen Manen 09.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.1. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 150 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lasiolat 17. dan Murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Wewiku 04. Tasifeto Barat 12. Rinhat 03. Weliman 05. Sasita Mean 07. Malaka Barat 02. Malaka Tengah 06. and Pupil of Public and Private Senior High School (Vocational) in Belu Regency by District 2007 SMK Negeri Public Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 24 0 24 58 0 0 0 0 106 0 0 0 0 0 0 0 0 0 230 0 174 855 0 0 0 0 1. Malaka Timur 08. Kota Atambua 14.

Malaka Tengah 06.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Malaka Barat 02. Lasiolat 17. Rinhat 03. Tasifeto Timur 15. Laen Manen 09. Kota Atambua 14. Kakuluk Mesak 13. Wewiku 04.7 Banyaknya Sekolah. Raimanuk 10. Kobalima 11.017 0 472 0 0 0 0 408 1.488 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 151 . Sasita Mean 07. Raihat 16. Malaka Timur 08.367 0 0 0 0 3. Tasifeto Barat 12.1. Lamaknen Kabupaten Belu Murid Pupil (4) 224 0 0 0 1. Weliman 05. dan Murid Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Terbuka Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Negeri Public School Sekolah Guru School Teacher (2) (3) 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 6 28 0 0 0 9 0 18 0 0 0 0 16 76 0 0 0 0 147 Swasta Private School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kecamatan District (1) 01. Guru.

03 1.8 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Ijasah Tertinggi yang Dimiliki dan Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Education Attainment and Sex 2007 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 66.94 38. BPS 152 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .66 1.263 3.287 145 146.45 11.86 11.23 Jumlah Numbers (4) 65.35 11.75 1.140 31.09 10.1.16 11.296 145 152.70 23.05 5. academy DIV / S1 S2/S3 Jumlah / Total Perempuan Female % (3) 45.14 1.934 4.10 100.70 Laki + Perempuan Male + Female Jumlah % Numbers (6) (7) 131. II DIII/DiplomaIII.158 26.74 973 1.849 3.47 13. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.51 0.665 0. II / Diploma I.190 34.571 2.87 5.583 290 299.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.646 16.24 0.016 0.10 100.351 0.109 3.544 18.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.91 87.298 29.197 3.26 2.542 7.336 9.02 48.10 100.71 1.387 43.136 1.00 1.00 2.420 5.050 % (5) 42.337 Pendidikan Yang Ditamatkan Education Attainment (1) Tidak / Belum Mempunyai Ijasah Did not completed/Not yet Completedl SD / Primary School SLTP / Junior High school SMU Umum Senior High School (General) SMU Kejuruan Senior High School (Vocational) D I.87 0.206 6.

946 20.976 Tidak/Belum Pernah Sekolah Never/Not yet attending school (4) 2.913 3.1.147 36. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 153 .596 7.9 Penduduk 7 Tahun ke Atas yang Masih Sekolah.233 20.595 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.099 10. Never/Not Yet Attending School in Belu Regency by Age Group 2007 Golongan Umur Age Group Jumlah Penduduk Population Masih Sekolah Attending School (3) 64. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.792 1. Tidak/Belum Pernah Sekolah.230 Tidak Sekolah Lagi (1) 7 – 12 13 – 15 16 – 18 19 – 24 (2) 68.801 (5) 1. dan Tidak Sekolah Lagi Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Belu Population 7 Years and over who Attending School.705 26.554 30.680 5.251 1.680 2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

56 15.19 0.831 Kemampuan Membaca Dan Menulis Literacy (1) Huruf Latin Huruf lainnya Huruf Latin + Lainnya Tidak Dapat Laki-Laki Male Jumlah Number s (2) 123.436 0.682 840 Perempuan Female Jumlah Number s (4) 125.334 0.665 100.64 Jumlah / Total 146.686 46.729 1.63 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.65 % (7) 83.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.33 0.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.00 299.64 16.48 14.00 152.351 100.57 % (5) 82.047 991 % (3) 84. BPS 154 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .016 100.1.61 707 21.08 0.770 0.10 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Kemampuan Membaca dan Menulis per Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Literacy per Sex 2007 Laki + Perempuan Male + Female Jumlah Number s (6) 248.62 979 25.

Lasiolat 17.128 Lulus Persentase (4) 99.55 0. Kakuluk Mesak 13. Malaka Tengah 06. Kota Atambua 14. Wewiku 04. Laen Manen 09.007 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 155 .00 94.00 98.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.34 98.53 13.78 0.91 8. Sasita Mean 07.00 100. Malaka Barat 02.22 99.00 100.17 100. Weliman 05.30 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 1 4 3 7 12 13 6 3 19 3 16 34 121 0.00 97.24 1.08 92.02 97.361 331 196 115 425 7.09 0.70 Jumlah (3) 417 254 294 381 710 432 211 279 291 477 545 360 1.74 1. Malaka Timur 08.00 1. Tasifeto Barat 12.361 312 193 99 391 7.45 100.26 98.83 5.11 Hasil Ujian Nasional SD/MI Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01. Raihat 16. Tasifeto Timur 15.91 99.98 2. Rinhat 03.29 100.65 1.70 2. Raimanuk 10.76 98.1. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 418 258 294 384 717 444 211 279 291 490 551 363 1. Kobalima 11.47 86.00 99.

30 50.99 Jumlah (3) 231 35 178 50 202 91 159 16 142 192 57 627 56 57 30 72 2.70 49.01 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 85 29 60 0 462 130 102 20 105 72 121 819 36 24 13 116 2.87 70.51 27.1. Weliman 05. Tasifeto Barat 12. Raihat 16.42 41.195 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 156 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .27 67.446 92 81 43 188 4. Sasita Mean 07. Laen Manen 09.73 32. Malaka Tengah 06.98 56. Kota Atambua 14.37 69.00 30.79 100.49 72.13 29.21 0 69. Tasifeto Timur 15. Wewiku 04.69 74.63 30.31 25.389 Lulus Persentase (4) 73.90 45.92 44.77 38. Kobalima 11.82 39.10 54. Raimanuk 10.02 43. Malaka Barat 02.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 316 64 238 50 664 221 261 36 247 264 178 1.44 57.64 39.12 Hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMPT Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.194 26.36 60.56 42.18 60.23 61. Rinhat 03.08 55. Kakuluk Mesak 13.58 58. Malaka Timur 08. Lasiolat 17.

992 110 3.13 Hasil Ujian Nasional SMA/MA Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.53 94. Malaka Timur 08.92 30.65 2. Tasifeto Barat 12.35 97.58 80. Raimanuk 10.23 Jumlah (3) 314 100 211 266 1. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 421 125 219 274 1.385 104 2.08 69.00 96. Kobalima 11. Raihat 16. Kota Atambua 14. Lasiolat 17.380 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 157 . Wewiku 04.42 20. Tasifeto Timur 15.141 Lulus Persentase (4) 74.00 3.1.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Kakuluk Mesak 13.55 75. Weliman 05. Rinhat 03. Sasita Mean 07.47 5. Laen Manen 09.45 24. Malaka Tengah 06.77 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 107 25 8 8 607 6 761 25. Malaka Barat 02.

Raimanuk 10.14 Hasil Ujian Nasional SMK Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.57 84.71 0 21. Raihat 16. Lasiolat 17.43 15.74 Jumlah (3) 66 33 51 22 299 61 532 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 158 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Kota Atambua 14. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean 07.23 100 89. Malaka Tengah 06.1. Weliman 05. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 66 35 51 28 355 61 596 Lulus Persentase (4) 100 94. Wewiku 04.77 0 10. Tasifeto Barat 12. Laen Manen 09. Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02.29 100 78.26 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 0 2 0 6 56 0 64 0 5. Kobalima 11. Rinhat 03.

Kesehatan Health .

Kobalima*) 11. Kota Atambua*) 14. Wewiku 04. Malaka Timur 08.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Lamaknen*) Kabupaten Belu 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 3 0 0 0 0 5 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 0 2 19 2 4 2 2 5 4 1 3 1 5 3 1 3 4 1 2 5 48 1 0 0 0 2 0 0 1 0 1 1 1 4 0 0 1 1 13 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 161 . Kakuluk Mesak 13.1 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Health Service in Belu Regency by District 2007 Sarana Kesehatan Health Service Puskesmas Puskesmas Pembantu Community Community Health Health Sub Centre Centre (3) (4) Kecamatan District Rumah Sakit Hospital (2) Balai Pengobatan Health Service House (5) (1) 01. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15. Raimanuk 10. Raihat 16. Rinhat 03.2. Lasiolat 17. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Laen Manen 09.

Malaka Barat 02. Kota Atambua*) 14. Lasiolat 17. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13. Malaka Tengah 06. Lamaknen*) Kabupaten Belu Dokter Ahli (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 3 Perawat (7) 8 7 9 5 14 5 3 7 4 14 6 8 39 2 5 1 9 146 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 162 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raihat 16. Laen Manen 09. Kobalima*) 11. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Timur 15. Tasifeto Barat*) 12. Rinhat 03. Raimanuk 10.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Status Tenaga Numbers of Health Personal by Health Personal 2 0 Dokter Umum PNS (3) 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 1 11 0 0 0 0 14 PTT (4) 1 2 1 1 3 2 1 1 1 1 3 1 3 1 1 0 2 25 S1 Kesehatan (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 15 0 0 0 0 20 D3 Kesehatan (6) 1 2 6 2 12 4 3 4 2 2 3 14 55 3 3 1 5 122 Kecamatan District (1) 01.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS / Table 5.2.2 Kesehatan per Kecamatan di Kabupaten Belu Personal Status per District in Belu Regency 0 7 Bidan Desa (PTT) (9) 8 8 5 9 7 8 2 4 5 5 8 2 8 7 2 3 10 101 Bidan (PNS) (8) 5 3 3 2 15 9 4 2 3 10 3 14 46 6 3 2 3 133 SPRG (10) 0 1 2 1 4 1 1 1 0 1 1 1 9 1 1 0 1 26 SMAK (11) 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 3 0 1 0 1 10 SPAG (12) 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 7 SPPH (13) 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 2 0 0 0 0 5 SMF (14) 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 8 1 1 0 1 15 PKE (15) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PKU (16) 0 0 0 0 1 0 0 0 0 2 2 0 7 0 0 0 0 12 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 163 .

Laen Manen 09. Perawat (18) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jurkes / Jurkim (19) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kecamatan District (1) 01. Malaka Timur 08. Sasita Mean*) 07.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan / Continued Table 5. Tasifeto Timur 15. Lamaknen*) Kabupaten Belu PKAB (17) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 Pekes (20) 2 0 4 0 5 1 4 1 0 0 3 1 16 0 0 0 0 37 PKF (21) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Lainnya (22) 1 0 2 2 9 1 1 2 0 8 3 32 66 6 0 1 4 138 Jumlah (23) 28 23 33 22 76 31 21 22 15 46 35 81 293 27 17 8 37 815 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 164 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Weliman 05. Raimanuk 10. Lasiolat 17. Raihat 16.2 Pemb. Malaka Barat 02. Kobalima*) 11. Rinhat 03. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Barat*) 12.2. Wewiku 04. Malaka Tengah 06. Kakuluk Mesak 13.

Puskesmas Tunabesi 18.469 29. Puskesmas Seon 09.555 25.798 39.371 19.706 81. Puskesmas Wedomu 04. Puskesmas Atapupu 03. Puskesmas Nualaian 16.045 12.2. Puskesmas Besikama 07. Puskesmas Weoe 06.172 46. Puskesmas Webora 19.961 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 165 . Puskesmas Weliman Jumlah / total Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Jumlah Total (2) 35. Puskesmas Betun 10. Puskesmas Weluli 13.030 13.957 28. Puskesmas Namfalus 12.688 617.123 29.537 21.488 28. Puskesmas Haliwen 17.112 39. Puskesmas Halilulik 02.383 41. Puskesmas Nurobo 15. Puskesmas Haekesak 05.206 39.379 28.3 Jumlah Penderita Rawat Jalan Menurut Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 Puskesmas Community Health Centre (1) 01. Puskesmas Kota 14. Puskesmas Biudukfoho 08.443 27.499 31. Puskesmas Kaputu 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

Penyakit lain-lain Pus Halilulik (2) 14516 Pus. Asma 08. Penyakit Kulit Karena Jamur 11. Diare 04. Penyakit Kulit Alergi 06. Gastritis 05. Atapupu (3) 7180 Pus. Penyakit pada sistem otot (Termasuk Reumatik) 03.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / 10 Penyakit Terbanyak dari Di 19 Puskesmas 20 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. ISPA 02. Wedomu (4) 9699 Pus Haekesak (5) 13098 4800 1602 1314 1296 1144 1118 1063 672 555 7457 3194 1691 1382 1114 956 799 732 712 548 3247 2708 1125 1006 852 658 651 619 548 464 7468 6080 1856 1796 1739 1619 968 799 629 551 10071 Jumlah Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu 35537 21555 25798 39206 Source : Health Service of Belu Regency 166 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kecelakaan dan Rudapaksa 10. Penyakit kulit infeksi 09. Malaria Klinis 07.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Table 5.4 Kunjungan Rawat Jalan di Kabupaten Belu 07 Pus Weoe (6) 9830 5915 3462 1969 1922 1857 1764 1735 1024 620 9014 Pus Pus Besikama Biudukfoho (7) 11599 5526 2391 1381 1308 1280 1246 690 683 448 12493 (8) 2931 2412 1056 925 784 594 590 494 484 458 2229 Pus Seon (9) 7895 4445 1666 1607 1082 905 687 675 530 525 8366 Pus Betun (10) 11764 4217 2927 2245 2002 1884 1734 1087 1028 933 11558 Pus Kaputu (11) 8560 4791 1810 919 879 847 706 580 487 468 8125 Pus Namfulus (12) 13459 6677 3623 1996 1737 1722 1689 1290 995 876 12379 39112 39045 12957 28383 41379 28172 46443 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 167 .2.

Malaria Klinis 07. ISPA 02. Diare 04. Penyakit Kulit Alergi 06. Penyakit Kulit Karena Jamur 11. Penyakit kulit infeksi 09.4 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Penyakit lain-lain Pus Weluli (13) 8836 Pus Kota Atambua (14) 27692 Pus Nurobo (15) 8290 Pus Nualain (16) 8739 3516 2077 1409 1239 1216 1188 957 813 724 5731 7002 6245 6080 6008 2846 2703 2225 2027 1448 17223 4583 2355 1468 1450 1390 1199 931 618 550 8289 4042 1900 1255 1037 1015 893 875 794 645 8274 Jumlah Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency 27706 81499 31123 29469 168 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Penyakit pada sistem otot (Termasuk Reumatik) 03. Asma 08. Gastritis 05.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan Tabel / Table 5.2. Kecelakaan dan Rudapaksa 10.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Pus Haliwen (17) 8285 4533 3519 1684 1457 978 955 867 864 722 5166 Pus Tunabesi (18) 4045 1849 1067 964 441 381 319 315 206 193 3591 Pus Webora (19) 6108 3019 1063 841 796 764 761 752 512 447 4425 Pus Weliman (20) 7985 4039 1904 1567 1229 1061 953 628 568 534 8220 Jumlah (21) 190511 83348 43339 31808 28372 23117 20923 17314 14194 11709 153326 29030 13371 19488 28688 617961 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 169 .

Appendiks 07. Penyakit Sistem Kemih 10.2.5 10 Penyakit Terbanyak Menurut Jumlah Pasien Rawat Inap Pada Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Umum Atambua 2007 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Tuberkulosis Paru 04. ISPA 08. Hipertensi 09. Hiperplasia Prostat Jumlah Kunjungan (2) 408 290 255 158 152 123 110 85 85 42 Jumlah Sumber : Rumah Sakit Umum Daerah Atambua 1708 170 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Pneumonia 06.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Dispepsia 05. Malaria 02. Gastroenteritis 03.

Pus.8 57.8 31.465 2. Pus. Nualaian 16.0 32. Betun 10.0 42.8 5. Weliman 18.201 1.4 0.5 33.8 34. Webora 19.637 1.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.0 6.568 1.1 6. Pus.0 6.6 36.017 466 593 1. Tunabesi 17.001 1.242 % (4) 52.9 46. Kaputu 11.0 Kurang Moderat e (5) 857 631 562 981 802 967 487 466 909 558 723 569 1.788 1.2 63.220 1.287 1.673 3.164 1.4 Buruk Severe (7) 202 158 146 200 96 165 67 64 193 99 134 14 174 64 108 88 247 130 247 2.2.046 1. Besikama 07.7 34.1 11.0 37.063 950 1.5 37.4 58.6 55. Haekesak 05. Pus. Kota 14. Weoe 06. Pus.4 4.4 5.7 8.026 1. Pus.0 38.944 % (6) 39.028 460 451 399 960 657 960 12.523 1.2 6. Pus.5 8. Pus.2 62.090 1.8 39.2 59. Atapupu 03.165 847 954 1. Pus.7 34. Pus.7 58.6 35. Namfalus 12.350 36.9 6.0 51.0 46.541 1.8 8. Haliwen Jumlah / total Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 171 . Pus.6 Status Gizi Balita Menurut Kecamatan Menurut Puskesmas di kabupaten Belu Nutritional Status of Children Under Five Years Old by Communitiy Health Centre in Belu Regency 2007 Status Gizi / Nutritional Status Jumlah Anak Ditimbang (2) 2. Pus.7 32.046 21. Pus.4 66.253 1.3 11.5 54.241 1.288 3.116 % (8) 9.Biudukfoho 08.1 58.468 2.8 44.080 2.1 3.4 4.601 Baik Normal (3) 1. Seon 09.0 7.6 Puskesmas Community Health Centre (1) 01.8 63.661 2.077 1. Halilulik 02.4 56.1 10.998 1.7 65.426 970 757 2. Wedomu 04.558 1. Pus. Pus.0 45.2 28. Weluli 13. Pus.4 52.7 42. Pus.8 65.0 9.607 2. Pus. Nurobo 15.9 36.1 29. Pus.

Lamaknen*) Kabupaten Belu IUD Spiral (2) 11 13 8 6 134 93 7 3 18 37 50 49 499 9 8 2 28 975 Pil Pill (3) 50 234 2 25 108 124 49 130 95 163 177 54 672 31 43 43 19 2. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Timur 08. Raimanuk 10. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Timur 15. Kobalima*) 11. Laen Manen 09. Kota Atambua*) 14. Malaka Barat 02. Weliman 05. Wewiku 04. Malaka Tengah 06. Raihat 16. Kakuluk Mesak 13. Rinhat 03.019 Kondom Condom (4) 16 47 14 12 7 2 11 14 1 114 12 250 Sumber : Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Belu Source : Family Planning Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 172 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lasiolat 17.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Banyaknya Peserta Aktif Menurut Metode Kontrasepsi Numbers of Active Acceptor by Contraceptive 2 0 Kecamatan District (1) 01.

288 1.2.166 969 668 1.734 1.7 yang Digunakan per Kecamatan di Kabupaten Belu Method Used per District in Belu Regency 0 7 MOP (5) 9 1 15 13 21 24 14 12 25 13 36 36 305 21 10 8 24 587 MOW (6) 9 1 3 63 3 15 3 8 6 13 15 2 20 161 OV (7) - Suntikan Injection (8) 1.332 3.622 .102 1.251 4.662 1.541 Jumlah Total (10) 2.038 2.468 919 1.106 2.226 26.082 842 531 1.158 2.973 2.685 31.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Table 5.129 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 173 .903 1. Implant Implant (9) 138 18 192 127 43 263 15 75 31 61 44 35 10 39 82 368 1.081 1.264 1.737 2.979 1.249 770 1.435 5.137 1.136 1.731 673 851 1.685 1.

56 64.2. Kakuluk Mesak 13.158 1.577 2.293 3. dan Pasangan Usia Subur Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Health Personal Service by Health Personal Status and District in Belu Regency 2007 Peserta KB Pasangan Persentase Klinik KB Aceptor Usia Subur CU terhadap Kecamatan Family Family Fertile Age PUS District Planing Planing Couple Percentage Clinics (CU) (PUS) CU to PUS (1) (2) (3) (4) (5) 01.066 1.579 2. Sasita Mean*) 07.676 2. Peserta Keluarga Berencana (KB). Wewiku 04.947 997 2.80 73.04 56.259 2. Raihat 16.115 2.215 9.00 57.617 3. Weliman 05.08 72.8 Banyaknya Klinik.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Malaka Barat 02.49 66. Rinhat 03.110 3.306 4.12 57.73 60.37 Sumber : Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Belu Source : Family Planning Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 174 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .35 63.518 3. Raimanuk 10.76 65. Laen Manen 09.46 61. Lamaknen*) Kabupaten Belu 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 18 2.966 94.136 1734 1137 1332 3038 2249 770 1081 1288 1973 2264 1435 5737 2166 969 668 1685 31662 2.25 49. Kobalima*) 11. Kota Atambua*) 14.76 67. Tasifeto Timur 15. Malaka Timur 08.68 64.938 49.78 61.79 44.595 1. Tasifeto Barat*) 12. Lasiolat 17. Malaka Tengah 06.35 66.

Kriminalitas Crime .

1 Jumlah Perkara dan Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang Diterima. Settled by Month 2007 Yang Diterima Received Perkara Terdakwa Criminal Defendants Cases (2) (3) 45 46 43 57 62 70 71 83 88 89 70 62 46 59 77 77 74 89 95 109 84 78 Yang Diputuskan Setlled Perkara Terdakwa Criminal Defendants Cases (4) (5) 10 13 9 42 10 25 23 27 19 55 28 21 33 302 14 17 10 31 19 31 23 43 30 44 41 316 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November 59 62 Desember / December Tahun 2007 799 896 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 177 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.3. Diputuskan Menurut Bulan Numbers of Criminal Cases and Defendants Received .

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.2 Jumlah Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang diselesaikan Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Belu Numbers of Defendants in Criminal Cases that Setlled by Age Group and Sex in Belu Regency 2007 < 16 tahun < 16 years old LakiWanita laki Female Male (2) (3) 1 1 2 16 – 30 tahun 16 – 30 years old Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Tahun 2007 Lakilaki Male (4) 7 6 6 7 16 5 11 14 23 15 16 25 151 Wanita Female (5) 1 1 2 1 5 > 30 tahun > 30 years old LakiWanita laki Female Male (6) (7) 4 6 9 3 15 11 15 8 18 11 10 16 126 2 2 2 4 1 2 1 2 16 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Keterangan : Diluar Rol/Pelanggaran 178 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .3.

3 Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang diselesaikan Pengadilan Negeri Atambua Menurut bulan dan Sikap Terhadap Putusan di Kabupaten Belu Numbers of Defendants and Settled by Court.3. by Month and 2007 Menerim a (2) 13 14 17 10 30 18 31 23 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Tahun 2007 Banding (3) 1 1 - Grasi (4) - Kasasi (5) - Jumlah (6) 13 14 17 10 31 19 31 23 43 28 2 - - 43 30 42 39 308 2 2 8 - - 44 41 316 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 179 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

Pemfitnahan/Penghinaan 16. Pembunuhan 02. Pencurian pemberatan 06. Pencurian kekerasan 07. Penculikan anak 18. Membawa senjata tajam 20. Pengrusakan 11. Perkosaan 09. Penganiayaan ringan 04. Penggelapan 13. Pencurian biasa 05.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Masalah Sosial (1) 01. Penadahan 19. Penipuan 14. Pemerasan/Perampokan 17. Percabulan 23. Pengancaman 15. Perjudian 12. Penyelundupan 24. Melarikan anak bawah umur 21. Pengroyokan 08. Penganiayaan biasa 03. Melarikan perempuan 22. Perzinahan 10. Lain-lain Jumlah / total Jan (2) 13 6 1 3 1 9 1 1 7 7 2 1 1 10 63 Peb (3) 7 1 2 4 9 2 1 2 4 1 2 1 1 1 1 39 Tabel Banyaknya Masalah Sosial 2 0 Frekuensi Terjadi Mar Apr Mei Jun (4) (5) (6) (7) 11 7 3 5 6 1 4 5 2 11 3 4 62 14 4 3 10 15 1 2 4 2 3 7 1 1 2 2 71 11 3 3 3 1 8 2 1 2 3 1 2 2 6 48 10 6 4 6 8 3 1 1 3 4 4 3 6 59 Keterangan : terbatas pada masalah yang dilaporkan ke pihak kepolisian Sumber : Kepolisian Resort Belu 180 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS / Tabel 5.4 yang terjadi di Kabupaten Belu 0 7 Frekuensi Terjadi Sep Okt (10) (11) 13 5 4 2 1 13 1 1 2 5 1 2 1 4 55 15 5 3 6 16 1 1 5 1 5 4 1 2 6 71 Jumlah Total (14) 1 150 50 30 54 4 115 13 10 24 8 34 34 42 29 4 2 1 1 3 10 2 59 680 Jul (8) 7 5 1 2 1 2 2 3 2 3 3 2 1 1 35 Ags (9) 13 1 4 7 4 1 1 2 1 1 4 4 1 10 54 Nop (12) 1 15 4 1 3 9 1 4 2 1 2 2 1 2 5 53 Des (13) 21 3 1 3 16 1 3 8 1 3 3 1 1 5 70 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 181 .3.

Pengroyokan 08. Penganiayaan biasa 03.52 59.11 Keterangan : terbatas pada masalah yang dilaporkan ke pihak kepolisian Sumber : Kepolisian Resort Belu 182 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .29 700.24 116.83 2800. Perjudian 12. Pembunuhan 02.33 14.00 -9. Melarikan anak bawah umur 21.3. Penganiayaan ringan 04. Pengancaman 15. Membawa senjata tajam 20. Pencurian biasa 05.33 74.08 10. Lain-lain Jumlah / total 2006 (2) 5 97 6 39 49 3 66 6 3 21 1 20 20 29 1 2 1 9 1 11 15 23 428 2007 (3) 1 150 50 30 54 4 115 13 10 24 8 34 34 42 29 4 2 1 1 3 10 2 59 681 Perubahan (%) (4) -80.00 70.00 100. Pencurian pemberatan 06.67 233. Penipuan 14. Percabulan 23.20 33. Perzinahan 10. Pencurian kekerasan 07. Penyelundupan 24. Pengrusakan 11. Melarikan perempuan 22.00 -88.09 -86. Perkosaan 09.00 54.67 156.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Penadahan 19. Pemerasan 17.89 200.64 733.5 Masalah Sosial di Kabupaten Belu Masalah Sosial (1) 01.00 70.00 44.00 0. Penculikan 18. Penggelapan 13. Pemfitnahan 16.33 -23.

Agama Religion .

Rinhat 03. Wewiku 04. Malaka Barat 02. Sasita Mean*) 07.1 Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Religion Follower by District in Belu Regency 2007 Kristen Protesta n Christian (3) 4.310 51.368 1.031 23. Kakuluk Mesak 13.810 601 570 718 401 245 1.528 Islam Moslem (4) 86 4 1. Tasifeto Timur 15.655 .256 19.170 14 8 8 70 538 421 3.988 20.921 22.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.344 345. Lamaknen*) Kabupaten Belu Katholik Catholic (2) 18. Malaka Timur 08.103 1.213 231 12 10 23.505 1.4. Lasiolat 17. Raimanuk 10.643 Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 185 . Tasifeto Barat*) 12.671 425 9 5 6.429 Hindu Hinduis m (5) 3 1 11 3 38 5 5 228 85 1 380 Budha Budhism (6) 93 93 450 7. Raihat 16.445 11. Kota Atambua*) 14.063 12.356 8.808 15. Laen Manen 09. Kecamatan District (1) 01.862 24.891 27.782 12.360 37. Malaka Tengah 06. Kobalima*) 11. Weliman 05.319 15.695 17.097 6.751 2.

Lasiolat 17. Raimanuk 10. Tasifeto Barat*) 12.2 Jumlah Tempat Ibadah di Kabupaten Belu Menurut Golongan Agama per Kecamatan Numbers of Mosque/Private Mosque. Kobalima*) 11. Lamaknen*) Kabupaten Belu Pura Temple (5) 1 1 2 Wihara Vihara (6) - Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 186 Kabupaten Belu Dalam Angka / BeluRegency in Figures 2008 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Private Mosque (4) 3 1 1 7 1 13 Kecamatan District (1) 01.4. Temple. Church. Kota Atambua*) 14. Sasita Mean*) 07. Raihat 16. Tasifeto Timur 15. Malaka Tengah 06. Langgar Mosque. Wewiku 04. Malaka Barat 02. Malaka Timur 08. Weliman 05. Rinhat 03. Laen Manen 09. and Vikoa in Belu regency by District 2007 Gereja Katholik/ Kapela Catholic Church (2) 3 14 11 4 15 32 19 15 6 23 26 4 7 6 11 7 28 231 Gereja Protestan Christian Church (3) 3 12 6 12 8 1 1 6 1 5 5 8 3 71 Masjid. Kakuluk Mesak 13.

Kobalima*) 11. Malaka Barat 02. Kakuluk Mesak 13. Raimanuk 10. Malaka Timur 08. Malaka Tengah 06. Tasifeto Timur 15. Rinhat 03. Tasifeto Barat*) 12. Weliman 05. Laen Manen 09.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Wewiku 04. Lamaknen*) Chati Pendet Guru Pinandit Imam Pastor Bruder Suster a b a Injil (2) 4 1 1 5 1 1 3 1 17 34 (3) 2 2 4 1 14 1 24 (4) 1 1 2 2 1 4 3 1 3 1 33 2 7 2 2 4 69 (5) 17 1 18 (6) 2 4 2 108 3 4 8 131 (7) 2 2 (8) 6 2 2 14 2 26 (9) 6 2 2 14 2 26 Kabupaten Belu Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 187 . Lasiolat 17. Kota Atambua*) 14. Raihat 16. Sasita Mean*) 07.4.3 Banyaknya Rohaniawan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Spiritualist in Belu Regency by District 2007 Kecamatan District (1) 01.

Sosial Lainnya Others Social .

Tasifeto Barat*) 12.1 Penyebaran Infra Struktur Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Infra Structure of Social Affair Distribution in Belu Regency by District 2007 Pekerja Sosial Masyarakat Social Worker (2) 77 20 7 5 35 33 50 6 11 12 30 6 20 38 25 8 69 452 Tenaga Kesejahteraan Sosial Sukarela (3) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Pembinaan Tokoh Karang KesejahWanita Taruna Youth teraan Promoment Organization Sosial Women (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 (6) 13 13 9 11 14 21 6 10 6 12 12 6 12 13 8 9 20 195 Kecamatan District (1) 01. Malaka Timur 08. Tasifeto Timur 15.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Kobalima*) 11.5. Weliman 05. Kakuluk Mesak 13. Laen Manen 09. Wewiku 04. Malaka Tengah 06. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 191 . Kota Atambua*) 14. Malaka Barat 02. Raimanuk 10. Sasita Mean*) 07. Rinhat 03. Lasiolat 17. Raihat 16.

412 465 939 78 205 655 271 115 563 486 100 147 417 6. Malaka Tengah 06.666 3. Lamaknen*) Kabupaten Belu Fakir Miskin (2) 3.621 898 2.2 Banyaknya Fakir Miskin dan Perumahan Tidak Layak di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (1) 01.813 3.951 1. Kakuluk Mesak 13. Sasita Mean*) 07.828 54.470 3.533 7.5.147 2. Malaka Barat 02.346 2.015 2. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raihat 16. Kota Atambua*) 14. Kobalima*) 11.721 5. Lasiolat 17. Tasifeto Timur 15.902 2.422 3. Wewiku 04.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Raimanuk 10.349 2.091 2. Tasifeto Barat*) 12.859 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 192 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .449 3. Weliman 05.222 Rumah Tidak Layak (3) 341 510 92 63 1. Rinhat 03.

Weliman 05.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.358 789 777 104 104 332 5.3 Jumlah Penduduk Lanjut Usia Terlantar dan Anak Yatim Piatu Di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Over Age and No Parents in Belu regency by District 2007 Kecamatan District (1) 01. Kota Atambua*) 14. Malaka Timur 08. Malaka Barat 02.332 65 50 57 193 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 193 . Rinhat 03. Raihat 16. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Wewiku 04. Raimanuk 10. Lasiolat 17. Tasifeto Timur 15.5. Laen Manen 09. Tasifeto Barat*) 12. Kobalima*) 11. Kakuluk Mesak 13. Lamaknen*) Kabupaten Belu Lanjut Usia Terlantar (2) 237 101 409 328 462 427 483 353 351 722 171 149 Anak Terlantar (3) 254 375 49 196 271 187 430 320 209 582 232 121 Balita Terlantar (4) 21 - 384 603 390 419 369 6.

Malaka Barat 02. Rinhat 03.4 Banyaknya Penyandang Cacat. dan Masyarakat Terasing di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (1) 01. Raimanuk 10. Wewiku 04. Tasifeto Timur 15. Kakuluk Mesak 13. Kobalima*) 11. Weliman 05.295 (5) 250 250 500 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 194 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Wanita Rawan Sosial. Raihat 16. Laen Manen 09. Kota Atambua*) 14. Lamaknen*) Kabupaten Belu Penyandang Cacat (2) 100 42 52 92 266 140 190 47 52 214 75 38 80 298 72 40 130 1. Lasiolat 17.928 Ex Penyakit Wanita Masyarakat Kronis Rawan Sosial Terasing (3) 38 63 42 254 98 120 40 62 187 164 34 98 74 37 147 1. Malaka Tengah 06. Malaka Timur 08. Tasifeto Barat*) 12. Ex Penyakit Kronis.5. Sasita Mean*) 07.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.458 (4) 149 102 110 126 328 213 288 120 149 503 115 60 226 350 81 90 285 3.

5. Yayasan Bina Karya Seon 11. Yayasan Sola Gracia 13. Yayasan Membagi Kasih 09.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.5 Banyaknya Yayasan yang Mengasuh Anak dengan Sistim Non Panti dan Jumlah Anak asuh di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Anak Numbers of Children (2) 40 24 140 120 82 50 24 75 20 50 Lokasi Location Kecamatan Desa District Village (3) Malaka Tengah Kota Atambua Tasifeto Barat Malaka Timur Kota Atambua Tasifeto Timur Kota Atambua Kota Atambua Kota Atambua Malaka Timur Kota Atambua Kota Atambua Kakuluk Mesak (4) Nama Yayasan (1) 01. Yayasan Bina Bunga Bangsa 03. Yayasan Kongregasi Biarawan SVD Timor 04. Petrus Lahurus 07. Yayasan Regina Angelorum 02. Yayasan Umakatahan Manuaman Naikasa Rafae Atambua Fatulotu Atambua Atambua Tulamalae Wemeda Ribesi Tenukiik Dualaus 52 677 Jumlah / Total Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 195 . Yayasan SMKK Kusumah St. Yayasan Hadinan Haklaran 08. Theresia 06. Yayasan Remaja Suluh Obor 05. Yayasan St. Yayasan SDLB Tenubot 12. Yayasan ALMA 10.

468 KK 1. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08.807 KK 196 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .213 KK 1 4 3.289 KK 7477 Jw 1.764 KK 13 5952 Jw 1.5. Laen Manen 09. Malaka Barat Jenis Bencana (2) Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Hama belalang Rawan Pangan Rumah terbakar Angin Putting beliung Rawan Pangan Rumah terbakar Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Banjir Hama belalang Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan Pangan Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan pangan Jumlah Korban KK / Jiwa (4) 15262 Jw 528 KK 1.6 Bencana Alam Yang Terjadi dan Jumlah Korban Akibat Bencana Alam di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan dan Taksiran Kerugian yang Diderita 2007 Kecamatan District (1) 01. Weliman 05.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Raimanuk 1. Malaka Tengah 13 06. Rinhat 03. Wewiku 04.288 KK 258 KK 188 KK 4 11 8 3 1 5 Bangunan (6) 3 - Frekuensi (3) 13 02.

beliung Hama belalang Rumah terbakar Angin p. beliung Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Rawan Pangan Rumah terbakar Angin p. Lamaknen 655 KK - Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 197 . Lasiolat 17. Kakuluk Mesak 13.5. Kobalima*) 13 1870 Jw 2295 KK 11. Kota Atambua*) 14. Raihat 16. beliung Rawan Pangan Rawan pangan Rumah terbakar Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Frekuensi (3) Jumlah Korban KK / Jiwa (4) Bangunan (6) 49 8 6 1 10.6 Kecamatan District (1) Jenis Bencana (2) Angin p.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan / continued Tabel / Table 5. Tasifeto Barat*) 918 KK 3684 KK 13 4 3 3 3 6 17 1547 KK 460 KK 2 6 12. Tasifeto Timur 979 KK 15. beliung Hama belalang Rumah terbakar Rawan pangan Angin p. beliung Rumah terbakar Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Angin p.

BAB / CHAPTER 6 Pertanian Agriculture .

Misinya adalah dengan meningkatkan pemanfaatan teknologi pertanian tepat guna. Ketersediaan produksi pangan dari komoditas padi selama tahun 2007 sebanyak 20.kacang hijau. Untuk mempertahankan eksistensinya. maka kerawanan pangan akan berdampak luas ke dalam sendi sendi kehidupan masyarakat yang kompleks. kacang tanah dan ubi jalar sedangkan tanaman seperti padi sawah . Produksi tanaman pangan selama tahun 2007 secara umum mengalami sedikit fluktuasi di bandingkan dengan tahun sebelumnya. merevisi pola bertani yang bersifat sub system pedesaan tradisional ke pola pertanian yang berorientasi pasar. ubi kayu mengalami sedikit penurunan karena rata-rata curah hujan baru normal setelah fase pembuahan pada tanaman tersebut sudah lewat. Untuk itu Pemda Belu telah memfokuskan sektor pertanian khusus tanaman pangan menjadi salah satu Program utama dalam mengkatalisasi pertumbuhan ekonomi daerah. Bagi daerah yang struktur perekonomiannya didominasi oleh sektor pertanian khususnya sub sektor tanaman pangan seperti di Kabupaten Belu di mana menjadi tempat bagi sebagian besar masyarakatnya mencari sumber penghasilan. penguatan kelembagaan dan melakukan restrukturisasi aspek sosial budaya yang menghambat produktivitas petani. Apabila kebutuhan primer tersebut tidak dapt dipenuhi.34 ton 201 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . maka keberadaan dan keberlangsungan sub sektor ini menjadi sangat strategis. jagung.PERTANIAN / AGRICULTURE PERTANIAN TANAMAN PANGAN  Masalah pangan selalu dirasa vital karena menyangkut kehidupan manusia yang paling asasi. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh kondisi curah hujan yang fluktuatif sepanjang tahun 2007.633. manusia berupaya untuk mencukupi kebutuhan pangan baik secara langsung maupun tidak langsung. Bagi tanaman makanan yang waktu penanamannya relative tepat dan adaptif terhadap fluktuasi curah hujan memperhatikan hasil yang cendrung membaik seperti padi lading.

67 ton) atau mengalami sedikit penurunan sebesar 10. papaya 36. kubis 1.20%. Secara parsial produksi padi sawah turun 14.36%.65%. jambu biji 41.02%. Adapun jenis sayuransayuran yang mengalami peningkatan produksi masingmasing bawang putih naik 207.411.78% dan wortel 3.46%.30%.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER gabah kering giling (Konversi ke beras13.76% penurunan produksi padi lebih banyak disebabkan curah hujan.14% dan cabe 301. jeruk naik 151. pisang 5.27%. kacang hijau turun 18.65% dan salak 90.11% sementara padi ladang justru mengalami kenaikan produksi 84. Sedangkan yang mengalami penurunan produksi antara lain bawang merah turun 58.86% .64% dari tahun lalu.00%. Ketersediaan produksi pangan dari komoditi jagung yang menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat Belu selama tahun 2007 sebanyak 61127 ton Jagung atau mengalami kenaikan 58.58%. sementara pada jenis lainnya mengalami sedikit penurunan produksi dibanding dengan tahun sebelumnya.04 dan kacang kedelei naik 75%. petsai/kubis 73.33%. Untuk produksi tanaman kacangkacangan masing masing kacang tanah naik 5. semangka 59. Ketersediaan produksi untuk makanan berpati selama tahun 2007 yakni ubi kayu menurun tajam 66. nenas 4.08%   202 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . jambu air 66.35%.39% sementara ubi jalar naik 4.24%.5%. nangka 9.87%. Untuk komoditi buahbuahan dalam musim panen tahun 2007 hampir seluruhnya mengalami penurunan produksi secara drastis. Dibandingkan dengan tahun 2006 yang lalu. produksi advokat turun 64. kangkung 829.10%.14% dari keadaan sebelumnya. Diduga hal ini lebih disebabkan karena kemampuan adaptif secara alamiah ataupun ketepatan waktu tanam bagi beberapa komoditas dengan kondisi curah hujan yang bersifat flutuatif tersebut.00% dan sirsak 14. Tomat 569.87%.11% Produksi komoditas sayursayuran selama musim panen tahun 2007 memperlihatkan hasil yang cukup fluktuatif yakni untuk beberapa jenis sayur.02%. kacang panjang 157. terung 623. 76. sayuran mengalami peningkatan.

Luas hutan di Kabupaten Belu 69.24 % dari keadaan tahun 2006.528 ha atau sekitar 87. Produksi tersebut dihasilkan dari luas panen 8. yang jumlahnya 91. dan tembakau 10. pinang 38. Untuk komoditas perkebunan yang lain. Produksi tanaman kelapa pada tahun 2007 sebesar 9.43 ton atau mengalami peningkatan 28. dan hutan Cagar Alam 12. kemiri 2 656.06 ton. dan hutan dapat di konversi 1.70 %. Primadona hasil hutan berupa kayu cendana baik produksi maupun populasinya belakangan semakin menurun. Kakao sebagai komoditi daerah yang sedang digalakan pada tahun 2007 baru menghasilkan 26. jambu mente 127. Bila diamati menurut fungsi hutan maka komposisi luasnya sebagai berikut : hutan lindung 74.38 % dari luas daratan Belu.875 kg.401. Diperkirakan pada tahun-tahun yang akan datang produksinya akan terus 203 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .02 ton. hutan produksi 4.85 ton atau mengalami peningkatan 8. Hal ini disebabkan penanganan budi daya perkebunan rakyat oleh sebagian besar petani masih diletakkan sebagai usaha komplementer dari usaha pokok yaitu usaha tanaman pangan. Tanaman kopi sebagai salah satu tanaman potensi yang harus dikembangkan di daerah. Data tahun 2007 produksi kayu cendana sebesar 11.64 %.66 ton.60 %. produksi tersebut dihasilkan dari luas areal panen 515.70 ton. KEHUTANAN  Hutan memiliki peranan penting bagi kelestraian alam dan menopang kehidupan komonitas ekosistim alam di sekitarnya.68 ha.379. hutan suaka marga satwa 6.23 % dibandingkan dengan tahun yang lalu.000 kg atau menurun 735.26% dari keadaan tahun 2006.29 ha.77 %.05 ton. produksi tersebut dihasilkan dari luas panen panen 237.12%.29 %.57 ha atau sekitar 28. pada tahun 2007 menghasilkan 42.81% dari potensi areal tanam yang ada. kapasitas produksi selama tahun 2007 masing-masing kapuk 37.PERTANIAN / AGRICULTURE PERKEBUNAN RAKYAT  Pada umumnya baik produksi maupun luas panen komoditas perkebunan di Kabupaten Belu pada tahun 2007 belum memperlihatkan kapasitas yang cukup memadai.50 ton atau mengalami sedikit penurunan sebesar 6.

PETERNAKAN  Peternakan merupakan salah satu sector vital yang mampu menyanggah kehidupan ekonomi sebagaian besar keluarga tani di pedesaan.37 %) asam isi 1. Upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan populasi ternak andalan ini menghadapi kendala yang semaikn serius karena belakangan ini lalulintas mutasi ternak keluar. Jumlah mutasi penggunaan yang cukup tinggi ini jika tidak diimbangi dengan mutasi pengadaan terutama lahir baru maka dipastikan populasi sapi pada masa datang akan semakin berkurang.36 % dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya. Paling tidak dengan memelihara ternak rumahtangga tani dapat membiayai kebutuhan di luar pangan seperti menyekolahkan anak.18 ton (naik 11. Pola budidaya ternak yang bersifat sub system ini mengakibatkan pertambahan populasi ternak berjalan lambat dan terkesan alamiah tanpa rekayasa teknologi peternakan secara signifikan. Asam biji 284.55 %).PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER anjlok mengingat populasinya semakin terbatas dan cenderung punah. Populasi sapi tahun 2007 sebanyak 94. komoditi ternak justru diandalkan untuk menopang pengadaan ketersediaan pangan keluarga. Mutasi ternak yang sempat tercatat selama tahun 2007 adalah sebagai berikut: di potong RPH dan di luar RPH yang sempat dilaporkan sebanyak 2412 ekor sedangkan yang diantar pulaukan melalui pelabuhan Atapupu ataupun transportai darat sebanyak 10 294 ekor. kesehatan dan perumahan.47 ton.499 ekor atau meningkat 1. Populasi ternak kecil dan unggas pada tahun 2007 masing- Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .160.29 ton (naik 17. Hasil hutan lain yang cukup menonjol adalah kemiri isi 387. ditambah ancaman penyakit brucellosis yang sampai dengan saat ini terus menjadi momok yang menghantui para peternak. terutama bibit pejantan menjadi 204 semakin sulit dikendalikan. Kendala lainnya adalah sebagian besar petani ternak masih bertahan pada pola budaya yang bersifat tradisional sebagai akibat dari kurang variatifnya pola pembinaan dan penyuluhan yang selama ini terkesan konvensional. Bahkan pada saat kondisi kritis seperti gagal panen.

64 % atau 1 075. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 205 .71 %). juga mampu memberikan tingkat kehidupan yang layak bagi keluarga tani nelayan.55 % adalah nelayan penuh. Kobalima. 40.46 % diantaranya adalah nelayan sambilan tambahan.PERTANIAN / AGRICULTURE masing babi 55 309 ekor (naik 0. masih didominasi jenis ikan tembang. khususnya dari kolam. Sementara jenis ikan perairan lainnya seperti kerapu. dengan alat penangkapan yang digunakan adalah perahu tanpa motor 560 (66.27 ton pada tahun 2007 sebanyak 92. Dari 1. sector perikanan diharapkan menjadi alternative lapangan kerja yang menjanjikan bagi pertambahan angka kerja baru.36 % adalah produksi perikanan darat.82 ton diantaranya adalah produksi perikanan laut. sedangkan sisanya 7.088 rumah tangga nelayan pada tahun 2007 sekitar 25. kolam dan sawah. Dari total produksi 1161. cumicumi belum diproduksi secara maksimal karena keterbatasan sarana penangkapan. Kakuluk Mesak dan Tasifeto Timur. Produksi ikan di kabupaten Belu sebagian besar berasal perikanan laut. tuna.08 %).59 %) dan kapal motor 26 (3.01 %) dan ayam buras 236 380 ekor (naik 1. Produksi perikanan laut hanya terdapat pada enam kecamatan yang secara geografis memiliki pontensi kelautan yakni Malaka Barat. Dengan sebagian besar rumah tangga nelayan yang memiliki sarana penangkapan ikan yang masih bersifat tradisional maka dipastikan kemampuan wilayah operasi penangkapannya masih sebatas wilayah perairan pesisir dengan hasil tangkapan yang kurang maksimal. Wewiku. Malaka Tengah. Sedangkan kecamatan lainnya hanya memiliki potensi perikanan darat. perahu motor temple 258 (30. yang mencakup perairan umum. kambing 9 173 ekor (turun 6.84 %).99 % adalah nelayan sambilan utama dan 33. tambak. kakap dan ekor kuning. kembung. Produksi perikanan laut pada tahun 2007.35 %). PERIKANAN  Komoditas perikanan memiliki nilai ekonomis tinggi karena selain menjadi bahan pangan yang memiliki kandungan protein tinggi. Dengan semakin terbatasnya lahan pertanian yang subur belakangan ini.

Persentase Penggunaan Lahan di Kabupaten Belu Tahun 2007 lainnya 60.50% sawah 4.2.22% Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu lahan tanaman kayukayuan 8.1.67% Gambar 6.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6.57% ladang 6. Jagung dan Ubi Kayu di Kabupaten Belu Tahun 2002-2007 (ton) 120000 100000 80000 60000 40000 20000 0 2002 2003 2004 padi jagung 2005 ubi kayu 2006 2007 Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu 206 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .82% pekarangan 3. Produksi Padi.22% perkebunan 16.

4.3. Produksi Hasil Perkebunan di Kabupaten Belu Tahun 2002 – 2007 (ton) 10000 8000 6000 4000 2000 2002 0 2003 2004 2005 2006 Tanaman Lainnya Kemiri Kelapa Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu Kabupaen Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 2007 207 . Produksi Ubi Jalar.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6. Kacang Tanah dan Kacang Hijau di Kabupaten Belu Tahun 2002-2007 (ton) 8000 7000 6000 5000 4000 3000 2000 1000 0 2002 2003 Ubi Jalar 2004 2005 2006 Kacang Hijau 2007 Kacang Tanah Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 6.

00 500.000 20.000 0 S api Kambing Kerbau Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu 2007 2005 2003 2001 Gambar 6.6.00 0.000 80.00 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Perikanan Darat Sumber : Dinas Perikanan & Kelautan Kabupaten Belu Perikanan Laut 208 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .5.000 40.000 60.00 2000.00 1000.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6. Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Tahun 2002 – 2007 (ton) 2500.00 1500. Jumlah Ternak di Kabupaten Belu Tahun 2001 – 2007 100.

Tanaman Pangan Food Crops .

8 3.57 1388. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Barat*) 12.7 3. Malaka Tengah 06.64 4521 3047.02 526.06 575. Malaka Timur 08.2 2.5 52.07 929.6 3. Raihat 16.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.1.91 39.7 3. Lasiolat 17.176 727 72 583 5. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.407 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3.85 135. Kota Atambua*) 14.22 2938.19 13411.67 Kecamatan District (1) 01.76 183.93 2829. Yield Rate and Production of Paddy by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 380 14 136 1.94 60. Tasifeto Timur 15.00 70. Kobalima*) 11.8 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 1411.8 4.1 Luas Panen.02 420.1 810.3 4.94 373.34 Beras Cereals (5) 918 29.48 282.2 3. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 211 . Raimanuk 10.9 3.9 3. Malaka Barat 02.37 964. Wewiku 04.85 45.1 2.72 1483.03 646.1 3. Weliman 05.3 2.107 86 29 172 360 224 300 25 16 1.1 3.78 2135.55 603. Rinhat 03.28 4353.82 34.65 1980.6 46.68 20633.3 3.8 4. Sasita Mean*) 07. Laen Manen 09.46 207.

Raihat 16.33 1.76 171.3 4.474.45 359.88 699.10 46. Kota Atambua*) 14. Kobalima*) 11.22 2.02 1. Raimanuk 10.957.3 4.0 282.72 1.06 575.94 373.83 Kecamatan District (1) 01.116 712 52 553 4.1.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Rinhat 03. Yield Rate and Production of Wetland Paddy by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 270 14 136 900 86 172 314 177 140 25 16 1. Tasifeto Timur 15. Kakuluk Mesak 13. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Sawah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.142.011.59 Beras Cereals (5) 742. Weliman 05.2 3.8 4.08 2.28 3807.933. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 212 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tasifeto Barat*) 12.94 646.079.8 3.4 4.64 4408.2 3.64 112.683 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 4.15 553 70.53 1. Malaka Barat 02.0 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 1.36 29.37 902.865.3 3.28 18.55 183.12 454.2306.2 3. Sasita Mean*) 07.351. Malaka Timur 08. Malaka Tengah 06.3 3.387.45 45.2 3.0 2.2 4. Wewiku 04.8 4.91 420. Lasiolat 17.0 4.2 Luas Panen.5 52.0 4.93 2.82 34. Laen Manen 09.

86 36.40 73. Malaka Timur 08.20 23.40 1.3 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 213 . Lamaknen*) Kabupaten Belu Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 110 207 29 46 47 160 60 15 20 30 724 2.5 546. Laen Manen 09.75 Beras Cereals (5) 175.3 Luas Panen. Raimanuk 10.89 72.92 376 112.22 110. Kakuluk Mesak 13. Raihat 16. Malaka Tengah 06.9 2.4 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 269.6 2.1 2. Kobalima*) 11.02 61. Tasifeto Barat*) 12.9 2.4 1. Weliman 05.70 36. Yield Rate and Production of Dryland Paddy by District 2007 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 2.21 39. Malaka Barat 02.4 1. Lasiolat 17.1.03 95.80 35.9 1.18 355. Wewiku 04.699.84 Kecamatan District (1) 01. Rinhat 03.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.7 56.4 2.48 60. Sasita Mean*) 07.10 244. Tasifeto Timur 15.1 2. Kota Atambua*) 14.104. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Ladang di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.66 1.32 23.

762 3.747 755 1.1 2.5 1.490 2. Tasifeto Timur 15.2 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.5 1.3 0.666 127 486 1.297 3.881 1. Malaka Timur 08. Wewiku 04.570 3. Kobalima*) 11.0 1. Laen Manen 09.542 240 2. Weliman 05. Malaka Tengah 06.737 5.813 216 4.359 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 1.129 4.706 3.158 3.9 1. Lasiolat 17.298 6. Kota Atambua*) 14.536 4. Yield Rate and Production of Maize by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 4.0 2. Sasita Mean*) 07. Rinhat 03.5 1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Jagung di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.4 Luas Panen. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 214 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raimanuk 10.250 4. Malaka Barat 02. Raihat 16.357 3.6 1.435 3.953 1.1.474 34.8 2.0 2.0 2.127 Kecamatan District (1) 01. Tasifeto Barat*) 12.948 61.9 2.8 1.0 2.625 1.621 1.5 0. Kakuluk Mesak 13.353 1.8 Produksi Production (ton) (4) 6.649 3.832 102 875 3.856 2.

247 106 125 421 372 160 2.0 3.341 304 1.833 1.606 3.474 1.095 479 1. Wewiku 04.0 3.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.5 Luas Panen.200 419 95 467 1.085 11.840 1.5 3. Malaka Barat 02. Laen Manen 09. Kota Atambua*) 14.677 4. Raimanuk 10.2 2.570 486 502 1.6 3.240 265 350 1.255 35.2 3.710 1. Kakuluk Mesak 13.313 Kecamatan District (1) 01.5 3. Tasifeto Timur 15.5 2.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Malaka Tengah 06.2 Produksi Production (ton) (4) 622 3.2 3. Kobalima*) 11.5 3. Weliman 05.2 3.190 416 6. Rinhat 03.2 3.4 2. Tasifeto Barat*) 12. Lasiolat 17.635 4.2 3. Raihat 16.555 1. Sasita Mean*) 07. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 215 .8 3. Yield Rate and Production of Cassava by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 183 1.4 3.012 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3.5 3. Malaka Timur 08.

Wewiku 04. Lasiolat 17.405 Kecamatan District (1) 01.0 Produksi Production (ton) (4) 300 63 144 10 25 39 135 2.1.0 3.0 3.0 3. Laen Manen 09.2 2.6 Luas Panen.0 3.854 10 45 531 87 96 66 4.0 2. Kota Atambua*) 14. Malaka Tengah 06. Kobalima*) 11.5 3.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Raimanuk 10. Malaka Timur 08.1 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 216 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Barat*) 12.0 3.0 3.0 3.414 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3.0 2.0 3. Lamaknen*) Kabupaten Belu 3. Rinhat 03. Raihat 16.0 3. Malaka Barat 02. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean*) 07. Weliman 05. Yield Rate and Production of Sweet Potatoes by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 100 21 48 5 10 13 45 892 5 15 177 29 32 22 1.

Malaka Barat 02.9 1. Wewiku 04.1 1.7 Luas Panen. Kota Atambua*) 14.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kakuluk Mesak 13. Raihat 16.2 1.789 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) Produksi Production (ton) (4) 10 161 50 32 5 145 217 204 14 15 396 245 168 420 2.2 1. Rinhat 03. Lamaknen*) Kabupaten Belu 1. Malaka Timur 08. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Kobalima*) 11. Malaka Tengah 06.1.0 1. Yield Rate and Production of Peanuts by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 10 134 45 29 5 132 181 185 16 15 330 204 153 350 1.1 0. Laen Manen 09.1 1.1 1. Lasiolat 17. Raimanuk 10. Sasita Mean*) 07.0 1.2 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 217 .2 1. Weliman 05. Tasifeto Barat*) 12.0 1.2 1.082 Kecamatan District (1) 01.2 1.1 1. Tasifeto Timur 15.

PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Raimanuk 10.156 1. Wewiku 04.8 Luas Panen. Malaka Timur 08.8 Produksi Production (ton) (4) 1.6 0.9 0.885 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 0.1. Kota Atambua*) 14. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 218 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Tengah 06.6 0.9 0.8 0.9 0.9 0.7 0. Sasita Mean*) 07.5 0. Lasiolat 17.695 1.7 0. Tasifeto Timur 15. Rinhat 03. Malaka Barat 02. Tasifeto Barat*) 12. Raihat 16.7 0. Kakuluk Mesak 13.7 0. Kobalima*) 11.8 0.205 232 2.7 0. Yield Rate and Production of Green Peas by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 1. Weliman 05.204 550 54 53 169 123 593 3 2 622 153 96 210 7.085 139 2.212 Kecamatan District (1) 01.8 0. Laen Manen 09.8 0. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Hijau di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.505 611 77 75 242 176 741 5 4 777 170 137 233 8.

789 300 - 10 7 12 21 5.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.1.359 10.9 Perkembangan Luas Panen Tanaman Pangan di Kabupaten Belu Area Harvested of Food Crops in Belu Regency 2002 .414 1.631 2004 (4) 4.137 1.407 2002 (2) 5. Kacang Kedele Soyabens 7.740 7.012 511 742 726 505 911 1.297 8.182 27.885 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 219 .799 2003 (3) 4.336 5.039 947 1. Padi Paddy 2.779 2005 (5) 2.750 37. Ubi Jalar Sweet Potatoes 5.164 2.590 2006 (6) 6. Kacang Tanah Peanuts 6.708 6.404 1.832 32. Kacang Hijau Green Peas (hektar) 2007 (7) 5.983 6. Jagung Maize 3.166 32.653 34.2007 Jenis Tanaman Type of Crops (1) 1. Ubi Kayu Cassava 4.704 24.096 11.977 8.377 12.081 4.456 8.

633 49.405 682 624 319 697 1.313 1.6 3.301 363 4.635 2.110 7.993 105.168 46.082 156 - 4 - 7.429 2006 (6) 22.179 3. Ubi Kayu Cassava 4.864 2003 (3) 15.702 4.1.727 48.334 38. Kacang Tanah Peanuts 6.2007 Jenis Tanaman Type of Crops (1) 1.540 6.212 - - 164 - - - Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency 220 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .238 32.10 Perkembangan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Belu Food Production in Belu Regency 2002 .055 4. Ubi Jalar Sweet Potatoes 5.979 2. Jagung Maize 3. Padi Paddy 2.846 2005 (5) 9.141 2004 (4) 7.2 12.962 2007 (7) 20.066 35.882 52. Kacang Kedele Soyabens 7.531 61.216 4.477 6.283 38.PERTANIAN / AGRICULTURE (ton) Tabel / Table 6. Lain-Lain / Others 2002 (2) 20.231 4. Kacang Hijau Green Peas 8.127 39.

Kentang 05.765.0 8.0 64.00 24.00 3.0 37.5 54.0 82. C a b e 12.00 8.50 153.00 83.0 130.0 85. Buncis 15.40 40.99 0.0 1.0 135.2 66.00 10.0 124.0 56.642.40 53.40 1.00 0.0 2005 (5) 440.0 10.0 29.00 160.0 91.0 86.5 0.00 13.00 1.50 80.238.5 187.00 2.40 46.0 0.30 8.00 1.1.90 108.0 1.00 0. Bawang merah 02.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.8 126.0 75.0 0.90 4.0 215.20 119.0 68. Kangkung 18.0 132.551.10 1.0 50. Petsai / sawi 07.80 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 221 .22 177.00 1.00 100.70 148.23 0.0 64.50 3. Bayam 19. Bawang putih 03.50 1.0 80.40 2007 (7) 149.50 15.00 Jumlah / total 1.80 7.0 33.50 11.50 39.00 0.00 7.0 57.11 Produksi Sayur-Sayuran di Kabupaten Belu Vegetables Production in Belu Regency 2002.50 60.00 0.00 0.7 139.00 2006 (6) 361.0 12.0 0.00 0. T o m a t 13. Kacang panjang 11. Bawang daun 04.0 101.6 2. Wortel 08.0 40. Labu siam 17.00 12.0 24.00 307.50 15.0 50.0 195.0 12.00 0.50 87.0 2.0 0.0 0.330.0 72. Ketimun 16. Lombok 09. K u b i s 06.00 0.24 1.5 157.0 75. Terung 14.50 58.5 19.0 2004 (4) 436.50 42.50 171.0 0.0 120.5 1. Semangka 2002 (2) 80.2007 (ton) Jenis Sayuran Type of Vegetable (1) 01.0 5.2 109.0 114.00 246.0 0.70 18.00 0. Kacang merah 10.055.00 108.0 113.0 2003 (3) 120.60 213.5 4.

1 1927.8 0.8 299.1 17.0 39.3 25.0 140. Pisang 13. Advokat 02.1 1004.9 0. Duku / langsa 05.0 0.6 3021.5 18.6 126.8 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency 222 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .0 0.0 60.8 1300.1 0.6 9.0 0.9 0.9 0.0 28.1 270.3 1.4 0. Nangka 16.3 0. Jambu bol 10.0 83.3 2003 (3) 11.0 0.0 8.8 80.7 0.1 2004 (4) 6.0 0.0 0.2 19. Durian 07.0 1742.9 178.12 Produksi Buah-Buahan di Kabupaten Belu Fruits Production in Belu Regency 2002 .1 0.2007 Jenis Buah Type of Fruit (1) 01.0 937.0 0. Salak 15.0 0.0 2006 (6) 27.0 0.4 0.5 0.0 733.0 1231.5 0.0 4324.4 0.2 44.7 7. Rambutan 04. Mangga 03. Jeruk 06.5 0.0 151.0 24.5 0.0 24.0 2005 (5) 3.7 0.0 0.6 594.0 12. Nanas 14.8 327.0 0. Sirsak 17.3 1629.7 145.1 28. Jambu air 09.3 525. Lainnya Jumlah / total 2002 (2) 6.9 10.5 186.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.6 0.5 0.8 28.0 276.1.0 0.0 41.8 446.9 0.0 106.0 76.2 0.0 36.0 76.0 0.2 14.3 15.1 2151.2 1.0 61.0 61.0 998.4 2.5 0. Pepaya 12.2 10.1 0.8 944.1 0.1 643.4 318.0 0.1 0.7 25.3 (ton) 2007 (7) 9. Jambu biji 08.0 0. S a w o 11.

790 388 2.474 5.59 423.385 1.217 234.432 0 267 321 60.381 1.5 232.589 1.20 15.349. ladang.107.69 244. tebak.559 17.46 49.1.314 15.296 1. huma / dryland.712. tegal.1.347.606 21. kolam. Irigasi sederhana d.479 11.474 5.13/ Table 6. hutan negara / state estate k.141 244.296 1.396 16.078 595 5.479 11.217 234.00 7.767 8. hutan rakyat private wood land (hektar) 2007 (4) 11. lahan perkebunan / crop land l. empang / fresh water pond h.814.559 17.432 0 267 321 60.606 21. kebun / dryland.13 Luas Tanah Menurut Penggunaan di Kabupaten Belu Land Area by Used Type in Belu Regency 2005 .85 702. tanah kering sementara tidak digunakan temporary fallow land i.557 j.557 2005 (3) 10. garden e.85 60. penggembalaan.314 15.5 1.05 22.10 11.141 244. Luas lahan sawah / weatland area a.336.30 6. rawa (tidak ditanam) / swams f.33 20.381 1.773.078 595 5. pekarangan untuk bangunan dan halaman house compound and soroundings b.014 48. lahan yang ditanami tanaman kayu-kayuan.557 2006 (4) 10.728.207. lain-lain / others Jumlah / total Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 223 .2007 Jenis PenggunaanTanah Land Used Type (1) 01.014 48.396 16.905.955 37.589 1. Luas lahan kering / dryland area a. tambak / coasted water pond g.955 37. garden c.965. Irigasi tadah hujan 02. Irigasi setengah teknis c.399 5.58 40. Irigasi desa / non PU e. padang rumput / meadows d.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel 6. Irigasi teknis b.

134 11.026 2003 Desa (6) 53.156 51.374 Kota+ Desa (7) 63.026 3. RT Pertanian (RTP) 3.580 40.164 56.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.560 5.604 51.115 56.936 5.563 Kota (5) 9.271 Sumber : Sensus Pertanian 1993 dan 2003 Keterangan : *) Data tidak dicantumkan 224 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . RTP Penggguna Lahan 4.1. RT Gurem Kota (2) * 616 Desa (3) * 39. Rumah Tangga Pertanian.947 Kota+ Desa (4) * 40.400 622 356 39. Rumah Tanga (RT) 2.160 14. Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan dan Rumah Tangga Petani Gurem di Belu 1993 dan 2003 1993 Uraian (1) 1.941 6.14 Banyaknya Rumah Tangga.563 6.

15 Banyaknya Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan Menurut Jenis Usaha Pertaniannya di Belu 1993 dan 2003 Rumah Tangga Pertanian 1993 (2) 35.583 * * 17.806 53.225 13.40 0.16 7. Perkebunan 4.400 3.563 25.947 26. Hortikultura 3.754 Pertumbuhan per tahun (%) (4) 4.346 40. Padi / Palawija .634 10.789 26.1.47 -3.90 Sumber : Sensus Pertanian 1993 dan 2003 Keterangan : *) Data tidak tersedia Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 225 .Padi .Palawija 2. Peternakan Rumah Tangga Pertanian 40.563 56.563 16.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.57 Sub Sektor (1) 1.023 31.78 -1. Budidaya Tanaman 5.318 2003 (3) 54.

Perkebunan Estate .

18 0. Kota Atambua*) 14.29 23.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.82 1.00 14. Kakuluk Mesak 13.02 1. Raihat 16. Malaka Tengah 06.42 6.16 1.49 7.71 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 2.38 9.29 21.20 0.19 0. Laen Manen 09.51 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 13.20 7.83 42.00 5.20 0.19 (1) 01.66 Rusak destroyed Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 0.18 0.19 2.46 5.97 1.18 0.15 2.18 0. Wewiku 04.19 0.57 199.30 1.81 1. Rinhat 03.00 18.30 21.00 11.18 0. Sasita Mean*) 07.00 14.19 0.00 9.10 36. Malaka Timur 08. Tasifeto Timur 15.21 1.04 1.67 4.00 2.45 5.12 1.35 6.2.00 4.20 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 11.97 6. Lasiolat 17.41 2.00 9.20 5.20 0.65 8. Weliman 05.52 10.00 2.93 12.18 0.20 0.67 3.18 0.56 42.21 0.19 0.83 11. Raimanuk 10. Tasifeto Barat*) 12.00 2.88 5.40 241.14 1.00 3.27 2. Malaka Barat 02.12 2.00 8.52 1.56 37.00 11.92 1.19 11. Lamaknen*) Kabupaten Belu (4) - Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008 229 .26 7.94 7.62 10.30 26.58 1.48 1.27 11.80 6.1 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kapuk Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Kapok Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Menghas ilkan Not Yet Yielding (2) 2. Kobalima*) 11.18 0.14 1.10 0.26 2.

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.2 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kemiri Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Cande Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 398.62 167.27 15.41 247.51 130.00 53.00 22.23 59.29 52.51 0.37 1.87 15.26 26.34 39.00 111.24 1,339.92 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 321.46 17.33 30.20 301.53 190.00 50.00 19.38 136.24 80.54 1.48 3.69 90.08 21.37 106.30 144.85 1,514.45 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 720.08 184.80 45.61 549.04 320.00 103.00 41.61 195.53 133.05 1.85 5.56 105.34 47.71 145.30 256.09 2,854.57 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 356.62 17.27 31.48 332.69 145.08 52.03 20.68 147.94 86.29 1.59 3.67 97.38 22.36 111.69 156.55 1,583.32

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 1.11 1.00 1.04 1.10 0.76 1.04 1.07 1.09 1.07 1.07 0.99 1.08 1.05 1.05 1.08 1.05

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4) -

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

230

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.3 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Coconut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 210.00 7.50 153.00 110.00 511.00 7.00 30.00 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 1636.00 58.50 1021.00 586.00 4026.00 52.00 379.00 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 1,862.00 71.00 1,186.00 710.00 4,558.00 60.00 414.00 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 1,795.96 75.35 1,045.50 596.70 4,550.22 62.46 430.51

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 1.10 1.29 1.02 1.02 1.13 1.20 1.14 0.85 0.88 1.09 1.07 0.99 1.11 1.14 1.10 1.11 1.11 1.10

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

16.00 5.00 12.00 14.00 21.00 1.00 5.00 2.00 1.00 77

10.00 9.00
36.00 4.00 12.00 3.00 11.00 2.00 6.00 5.00 1,126.5

40.00 25.00
450.50 23.00 57.00 22.00 79.00 14.00 24.00 35.00 8528

32.00 35.00
486.50 27.00 69.00 25.00 90.00 16.00 30.00 40.00 9,711.5

34.08 21.91
490.25 24.62 56.35 24.37 90.43 15.33 26.70 38.76 9,379.5

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

231

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.4 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Coffee Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produksi Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

1.46

15.27

1.53 2.00

0.24
0.56 5.30 9.63

-

16.73

3.08

0.20

0.24
0.56 6.83 11.63

0.06
0.13 1.77 2.24

0.25
0.23 0.33 0.23

2.56
1.28 2.50

10.15
5.13 16.30

12.71
6.41 18.80

3.06
1.21 3.71

0.30
0.24 0.23

0.48 2.12 1.51 2.20 33.74 51.38

2.39 11.03 4.46 8.20 97.25 185.91

2.87 13.15 5.97 10.40 130.99 237.29

0.36 2.69 0.84 1.99 21.71 42.85

0.15 0.24 0.19 0.24 0.22 0.23

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

232

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.5 Luas Areal dan Produksi Tanaman Jambu Mente Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Chasen Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding
(2)

Sudah Mengha silkan Yielding
(3)

Rusak destroyed (4)

Jumlah luas Areal Total of area (ha)
(5)

Jumlah Produksi Total Production (ton)
(6)

Produk -tivitas Produk -tivity (ton/ha)
(7)

(1)

01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

0.50

2.72

26.57 40.00 300.00 59.00 300.00 149.00 134.51 50.00 154.10 2.43 54.26 1,270.37

5.27 23.25 3.74 10.00 60.60 67.60 6.15 4.60 64.00 8.57 20.08 1.54 278.12

-

3.22

1.21

0.44

31.84 63.25 303.74 69.00 360.60 216.60 140.66 54.60 218.10 11.00 74.34 1.54 1,548.49

1.80 10.93 1.84 4.93 22.16 33.19 2.21 1.50 33.11 4.41 9.62 0.79 127.70

0.34 0.47 0.49 0.49 0.37 0.49 0.36 0.33 0.52 0.51 0.48 0.51 0.46

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

233

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.6 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Cocoa Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 10.00 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 31.19 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 58.05 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 6.22

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 0.20

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

25.00
180.00 44.30 2.50

12.00 85.00 12.20

16.86 18.00 14.00 8.91 57.77

25.00
210.00 143.30 23.61

2.28 16.22 1.07

0.19 0.19 0.09

50.00 -

0.47

0.47

0.08

0.17

4.81 0.21

54.81 0.21

0.39 0.02

0.08 0.10

311.80

0.12 0.11

0.12 0.11

0.02 0.13

0.17 1.18

146.11

515.68

26.43

0.18

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

234

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.7 Luas Areal dan Produksi Tanaman Pinang Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Areca Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produksi Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

1.25
8.23 1.00 1.19 3.00 6.00 3.00 1.11 1.20 5.11 3.46 0.47 0.23 1.48 3.16 4.00 4.52 48.41

2.75
12.56 2.00 2.00 8.80 12.53 8.00 3.20 3.06 13.50 7.25 0.41 0.36 2.67 4.85 7.50 10.24 101.68

-

4.00
20.79 3.00 3.19 11.80 18.53 11.00 4.31 4.26 18.61 10.71 0.88 0.59 4.15 8.01 11.50 14.76 150.09

0.12
2.53 0.70 0.78 2.24 2.77 11.55 4.62 1.50 3.16 1.75 0.16 0.09 0.71 1.14 1.78 2.42 38.02

0.04
0.20 0.35 0.39 0.25 0.22 1.44 1.44 0.49 0.23 0.24 0.39 0.25 0.27 0.24 0.24 0.24 0.37

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

235

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.8 Luas Areal dan Produksi Tanaman Tembakau Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu tobacco Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produks i Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

-

7.00 10.00 17.00

-

7.00 10.00 17.00

4.20 5.86 10.06

0.60 0.59 0.59

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

236

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

Peternakan
Livestock

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.3.1 Banyaknya Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock by Kind and District in Belu Regency 2007

(ekor)

Kecamatan District (1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku**) 04. Weliman**) 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen**) 09. Raimanuk**) 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat**) 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

Kuda Horse (2) 105 94 192 345 246 268 170 3 3 50 59 747 2,282

Sapi Cow (3) 8,579 6,406 7,404 7,337 17,894 9,370 13,005 5,056 2,592 7,424 2,826 6,606 94,499

Kerbau Buffalo (4) 11 8 73 11 445 387 114 8 84 173 81 1,395

Kambing Goat

Domba Sheep (6) 18 1 19

Babi Pig (7) 11,956 3,442 5,314 5,645 8,611 4,213 4,320 1,629 2,879 2,204 1,055 4,041 55,309

(5) 671 320 533 894 2,234 1,002 989 882 494 320 834 9,173

Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data masih tergabung di Kecamatan induk

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

239

665 66 57.949 279 244 8. Lamaknen*) Ayam Ras Layer (2) Ayam Kampung Domestic Hens (3) 75. Raimanuk**) 10. Laen Manen**) 09. Kota Atambua*) 14.954 18.526 236. Lasiolat**) 17.967 13. Kobalima*) 11. Wewiku**) 04. Malaka Barat 02.622 4.216 21. Kakuluk Mesak 13.941 272 5. Rinhat 03.860 Kabupaten Belu Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data masih tergabung di Kecamatan induk 240 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .305 4.908 14.001 28. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Timur 15.426 27. Malaka Timur 08.423 8.3. Malaka Tengah 06.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.684 7.666 11.339 4.649 7.138 9. Weliman**) 05. Raihat 16.380 Itik Duck (4) 20.2 Banyaknya Ternak Unggas Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Poultry by Kind and District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Tasifeto Barat*) 12.

PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.3 Banyaknya Ternak Berpenyakit SE Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock that SE Virus by Kind and District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Laen Manen 09. Rinhat 03. Kota Atambua*) 14. Malaka Barat 02.3. Sasita Mean*) 07. Raimanuk 10. Lasiolat 17. Weliman 05. Kakuluk Mesak 13. Wewiku 04. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Timur 08. Tasifeto Timur 15. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kuda Horse (2) Sapi Cow (3) 3 4 2 21 1 3 3 37 Kerbau Buffalo (4) Kambing Goat (5) Domba Sheep (6) Babi Pig (7) 1 7 31 12 5 56 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 241 . Raihat 16. Malaka Tengah 06.

000 Kecamatan District (1) 01.700 850 500 500 200 500 300 15.756 7. Wewiku 04.600 2.500 1.774 5.PERTANIAN / AGRICULTURE (ekor) Tabel / Table 6. Lamaknen*) Kabupaten Belu 94.500 2. Malaka Tengah 06. Malaka Timur 08.839 500 907 30. Lasiolat 17. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Barat*) 12. Kobalima*) 11.867 2. Sasita Mean*) 07.143 5. Laen Manen 09. Rinhat 03.255 2.000 770 500 380 750 1.617 9.500 1.200 2.151 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 242 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4 Banyaknya Ternak yang Divaksinasi SE. dan Hog-Cholera Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock that SE.750 349 700 1.500 7. Weliman 05.000 3. Kota Atambua*) 14.000 7. and Hog-Cholera Vacination by Kind and District in Belu Regency 2007 SE Sapi (2) 2.244 1.271 1.000 Hoq Cholera Babi (6) 750 2.729 3.149 3.133 2.151 2. Brucellosis.245 3.226 2.132 450 1.Brucellosis.600 2.821 1.200 2. Raimanuk 10.199 Brucello -sis Sapi (5) 1.868 8.000 4. Malaka Barat 02.3.906 2.000 500 2.000 500 500 25.000 1.350 1. Tasifeto Timur 15.633 1.051 Kerbau (3) Babi (4) 4.562 10.045 5.033 5.000 1.094 8.000 1. Raihat 16.

Weliman 05. Rinhat 03. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kuda Horse (2) Sapi Cow (3) 6 3 9 9 27 Kerbau Buffalo (4) Kambing Goat (5) Domba Sheep (6) Babi Pig (7) - Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 243 . Raihat 16. Kobalima*) 11.3. Malaka Tengah 06. Lasiolat 17. Tasifeto Barat*) 12. Wewiku 04. Tasifeto Timur 15. Malaka Timur 08.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kota Atambua*) 14. Kakuluk Mesak 13. Raimanuk 10. Sasita Mean*) 07. Laen Manen 09.5 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di luar Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Slaughting that happened out of Slaughter House by District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Malaka Barat 02.

Malaka Barat 02.385 42 0 0 1. Malaka Tengah 06. Kakuluk Mesak 13. Laen Manen 09. Weliman 05. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean*) 07.034 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 244 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kobalima*) 11. Malaka Timur 08. Raimanuk 10. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Barat*) 12.6 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di dalam Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Slaughting that happened in Slaughter House by District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kuda Horse (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sapi Cow (3) 16 0 0 0 586 0 0 0 0 0 194 0 1. Wewiku 04.3. Raihat 16.589 0 0 0 0 Kerbau Buffalo (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 41 0 0 0 0 Kambing Goat (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Domba Sheep (6) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Babi Pig (7) 0 0 0 0 9 0 0 0 0 0 42 0 983 0 0 0 0 Kabupaten Belu 0 2. Rinhat 03.

Babi / pig 06.7 Pengeluaran Ternak dan Hasil Ikutannya Menurut Jenis Ternak di Kabupaten Belu Livestock Product and Others Product by Kind in Belu Regency 2007 Hasil Ternak dan Ikutannya Livestock Product and others product Bibit (ekor) (2) 0 0 0 0 0 0 0 Potong (ekor) (3) 84 9.232 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 245 . Kambing / goat 05. Ayam / hens 07.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.232 0 0 0 0 0 Jenis Ternak Kind of Livestock (1) 01. Sapi / cow 03. Kuda / horse 02. Lainnya / others Jumlah / total 0 10.643 456 106 5 0 0 Kulit (Kg) (4) 0 14.294 14.3. Kerbau / buffalo 04.

Kambing / goat 05. Babi / pig 06. 2 0 Jenis Ternak Kind of Livestock (1) 01. Ayam / hens Asal Belu (2) 0 0 0 0 0 0 Ternak Bibit Luar Belu (3) 0 0 0 0 0 0 Jumlah (4) 0 0 0 0 0 0 Jumlah / total 0 0 0 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency 246 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kuda / horse 02. Kerbau / buffalo 04. Sapi / cow 03.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Banyaknya Ternak Menurut Asal Ternak .

294 Asal Belu (8) 0 0 0 0 0 0 0 Kulit (lembar) Luar Belu (9) 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah (10) 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 247 .643 456 106 5 0 10.294 Luar Belu (6) 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah (7) 84 9.643 456 106 5 0 10.8 Pengunaanya.PERTANIAN / AGRICULTURE Table 6. dan Jenisnya di Kabupaten Belu 0 7 Ternak Potong (ekor) Asal Belu (5) 84 9.3.

Kehutanan Foresty .

Malaka Timur 08.72 Suaka Marga Satwa Natural Park (6) 2.00 3. Rencana Luas Kawasan Hutan Menurut Pola Tata Guna Hutan per Kecamatan di Kabupaten Belu Planning Foresty Area by it Function per District in Belu Regency 2007 (Hektar) Fungsi Hutan / Foresty Function Kecamatan District Hutan Lindung Protective Forest (2) 2.375.400.950.40 296.166.25 Hutan Tetap Difinitive Forest (3) Hutan Produksi Productive Forest (4) 2.00 4. Kota Atambua*) 14. Kakuluk Mesak 13.699. Laen Manen 09.72 8.00 3. Raimanuk 10.127. Sasita Mean*) 07.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6.841.32 (1) 01. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Forest of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 249 .39 3. Wewiku 04.27 5. Raihat 16.189.47 20. Rinhat 03.4.28 Cagar Alam Original Forest (5) 3.00 374.92 355.00 51. Tasifeto Barat*) 12.95 5. Kobalima*) 11.150. Lasiolat 17.16 4.00 1.750. Malaka Tengah 06. Weliman 05.950.241.1.531.97 591. Tasifeto Timur 15.775.356.00 9. Malaka Barat 02.632.768.32 1.

090.306.40 651. Raimanuk 10.19 20. Laen Manen 09.95 5. Tasifeto Timur 15.4. Lasiolat 17.PERTANIAN / AGRICULTURE Lanjutan / Continued Table 6.140.632. Malaka Timur 08.00 69.902.241.768.08 4.401. Kobalima*) 11. Kakuluk Mesak 13. Lamaknen*) Kabupaten Belu (10) 3.1 Fungsi Hutan / Foresty Function Kecamatan District Taman Burung Bird Park (7) Taman Wisata Reserve Forest (8) Hutan yang Dapat Dikonversi Convered Foresty (9) 1. Rinhat 03. Malaka Barat 02. Weliman 05.140.758.00 Jumlah Total (1) 01.66 5.57 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 250 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .97 6. Raihat 16. Wewiku 04.525.32 3. Malaka Tengah 06. Tasifeto Barat*) 12.00 2.775. Sasita Mean*) 07.00 11.00 4.00 1. Kota Atambua*) 14.750.

126 1.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kobalima*) 11.2 Produksi Kayu Cendana di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Production of Cendana Wood in Belu Regency by District 2007 (kg) Kecamatan District (1) 01. Rinhat 03. Malaka Tengah 06. Malaka Barat 02. Laen Manen 09. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kelas Campuran (2) 1.417 1. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Timur 15. Kakuluk Mesak 13.342 2. Tasifeto Barat*) 12. Raimanuk 10. Raihat 16.118 2.134 4.182 1.024 2.4. Malaka Timur 08.334 11.725 Jumlah Total (4) 2. Kota Atambua*) 14.607 1.200 6.275 Kelas Gubal (3) 992 1. Wewiku 04. Lasiolat 17.524 4.000 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 251 . Weliman 05.

Asam biji 04. Kayu jati olahan 3.810 1.000 500.841. Kemiri isi 03.00 3. Mahoni Olahan 6.79 7.126.4. Kayu Indah 7.160.000 1.08 600. Kayu jati bulat 2.000.48 4. Kayu rimba campuran 5.250 1.00 M3 M3 M3 M3 M3 M3 Kg M3 379.80 6.) (5) Jenis Hasil Perincian Production Type (1) satuan (2) Harga/Unit ( Rupiah ) (4) A.3 Produksi Kayu dan Hasil Ikutannya Production of Wood and Others Product 2007 Produksi Numbers of Production (3) Nilai Produksi (Rp 000.450. Kemiri biji 02.371..81 1. Lilin 06.13 9. Nuri 08. Siri Hutan 09.500 4.310 387. Kayu rimba bulat 4.28 - 252 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .508.000 270.588.000. Madu 07.000 1.06 4.000 227. Kayu Lamtoro Gung 8.470 3. Hasil hutan ikutan 01.000 900.508. Sirih hutan Kg Kg Kg Kg Kg Ltr Ekor Kg M3 ton 108.160.894. Kayu pertukangan/penjualan 1.00 1. Asam isi 05.841.10 4. Balok Kelapa B.720.691.000 10.549.290 2.000 1.00 8.720 800 2.775.00 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kayu jati bulat besar 10.

.a. Sarang burung 19.4.625. Bambu 18. Bebak 17. kakatua putih kecil c.725 5. perkutut h. kelas campuran 23. Kayu rimba bulat besar kelas III Satuan (2) kg Lmbr Btg kg M3 kg Kg kg Harga /Unit ( Rupiah ) (4) 13. Utas / ules 12. Kayu kuning 14.500 5. nuri duski f. Kunyit 16.PERTANIAN /AGRICULTURE Lanjutan Tabel / Continued Table 6. Sheed lack 21.000 75. Biji lamtoro gung 15.00 395. cecak rawo g. Kayu bakar Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 253 . sarang burung walet 22.00 - Jenis Hasil/Perincian Production Type (1) 11.275 Nilai Produksi ( Rp 000.650. ayam hutan d.) (5) 2.000 1.625.00 23. b e o e. Kayu cendana a. perlel dada kuning b.3 Produksi Numbers of Production (3) 660 4. Balok kelapa 20. kelas gubal b.

200 24.500 4.510 120.000 317.800 5.000 12.000 494.500 2.4.000 182.200 9.400 14.240 16.010 5.000 64.640 5.500 521.910 27.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.800 35.000 159.600 234.000 205.290 660 800 3.200 105.800 1.000 7.600 120 - Jumlah 2.270 Kayu Kuning (Kg) (5) 660 Madu (liter) (6) 800 Lilin (kg) (7) 3.720 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency 254 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .010 108.310 387.080 10.000 Kemiri Kemiri Kulit (Kg) Kupas (Kg) (3) 6.000 346.4 Pengiriman Antar Pulau Hasil Hutan Non Kayu 2007 Jenis Hasil Hutan Bulan (1) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Asam Biji (Kg) (2) 6.050 11.400 14.000 (4) 20.493.

80 Kayu Jati Bulat (M3) (4) 6.97 - 7.79 378.24 53.79 529.508.08 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 255 .48 295.41 32.79 12.41 44.99 4.4.65 253.08 - Jumlah 4.17 591.44 24.95 78.11 9.26 85.45 756.05 168.35 482.5 Pengiriman Antar Pulau / ke luar Daerah Hasil Hutan Kayu 2007 Jenis Hasil Hutan Bulan (1) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember kayu jati Kayu Rimba olahan (M3) Olahan (M3) (2) (3) 151.04 41.36 392.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6.04 4.43 Kayu Rimba Kayu Indah Bulat (M3) Olahan (M3) (5) (6) 7.20 481.28 200.29 206.

Perikanan Fishery .

1 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Laut di Kabupaten Belu Menurut Kategori Usaha Numbers of Marine Fishing Household in Belu Regency by Categories 2007 Kategori Usaha Category Jumlah Nelayan/Jiwa Numbers (2) 971 1. Nelayan sambilan utama 3.5.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.858 1. Nelayan sambilan tambahan Jumlah Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 2.088 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 259 .150 737 Jumlah rumah tangga perikanan Marine fishing household (3) 365 446 277 (1) 1. Nelayan Penuh 2.

5 GT .6 .5.10 GT .0 . Perahu Tanpa Motor / Non Powered Boat . Kapal Motor .Perahu Kecil / Small Boat .Jukung / Dogout Boat . Perahu Motor Tempel / Out Board Motor 2005 (2) 2006 (3) 2007 (4) 355 99 29 180 385 25 18 9 250 516 20 17 7 258 3.10 GT ke atas / 10 GT and Over 35 18 3 22 4 - Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 260 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2007 Kategori Category (1) 1.2 Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya Numbers of Marine Fishing Boat in Belu Regency by Type of Boat 2005 .Perahu Sedang / Medium Boat .Perahu Besar / Big Boat/Ship 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.

Pukat Pantai / Beach scine 2.5.Bubu Source : Fishery Service of Belu Regency 75 52 139 132 136 115 4 0 99 129 6 0 106 168 10 2 117 170 1 2 0 0 0 0 1 0 0 9 573 86 2 0 6 746 112 6 100 8 919 181 2005 (2) 2006 (3) (unit) 2007 (4) Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 261 .2007 Kategori Usaha Category (1) 1. Jaring Angkat .Lainnya / Others 6. Pancing / Pole and line .Bagan Tancap .Bagan Rakit/ Perahu . Jaring Insang / Gill Net 4. Alat Lainnya .Long Line Dasar . Trammel Net 5. Pukat Cincin / Ring Scine 3. Pukat Kantong / Basket Scine .3 Jumlah Alat Penangkapan Ikan di Kabupaten belu Menurut Jenisnya Numbers of Marine Fishing Gear in Belu Regency by Type of Gear 2005 .Payang Lampara / Payang .Pancing Tonda .Jala lempar .PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.Pole and Line .Pancing Lainnya / others 7.

Tambak / Breakish Water pond .24 2007 (4) 1.98 4.Kolam / Fresh Water Pond .92 2. Perikanan Darat / In Land Fishery 124.00 81.20 - 0.07 4.14 2006 (3) 907.00 117.55 - 262 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .Sawah / Wet land Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 0.18 120. Perikanan Laut / Sea Fishery 2005 (2) 744.381.00 - 0.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.90 3.5.45 .2007 (ton) Sub Sektor Group (1) 1.37 85.Perikanan Umum / Open Water .00 119.4 Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Menurut Sub Sektor Production of Fishery in Belu Regency by Fisheries Group 2005 .

90 - Kategori Usaha Category (1) 1.15 Produksi Production (ton) (3) 3.5 Luas dan Produksi Budidaya Perikanan Darat di Kabupaten Belu In Land Fishery Production in Belu Regency 2007 Luas Area (Hektar) (2) 22. Kolam / Fresh Water Pond 2. Perairan Umum / Open Water Jumlah / Total Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 418. Tambak / Breakish Water Pond 3.71 396.86 85.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.5.45 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 263 .55 81.

12 35. Kerapu Karang 10. Terbang 15.84 1.66 2. Karapu Sunu 12.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Lencam 22. Tembang 17.5. Kembung 14. Julung Julung (Nipi) 20. Tuna 02. Tetengkek 13.98 47.6 Produksi Ikan Laut di Kabupaten Belu Menurut Jenis Ikan Sea Fisheris Production by Type 2007 Jenis Ikan / kinds of fish (1) 01. Kakap Putih 08.28 3. Terubuk 21. Alu-Alu 06.26 15. Cakalang 03. Kakap Merah 07.72 7.20 78.28 38. Kurisi Produksi / Production (ton) (2) 210. Tembang Kaleng 19. Tongkol 04.99 - 264 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .68 21.06 0. Biji Nangka 23. Tembang Kobi 18.12 1. Belanak 16.84 25.79 61.99 27. Kerapu Lumpur 09.04 47. Tenggiri 05.11 35.01 6.93 2.66 5. Kerapu Balong 11.

15 18. Udang Windu 45. Simping 40. Udang Putih 44. Kepiting Bakau 36.5.76 12. Selar 33.381. Teri 34.71 48. Pari 35. Remis 41. Pinjalo 28. Selanget 31.64 2.04 1.08 11.63 0. Kerang Hijau 37. Ikan Lainnya Produksi / Production (ton) (2) 27.87 6. Cumi Cumi 42. Layang 25.82 9. Baronang 32.50 9. Talang-Talang 27. Kerang Darah 38.30 30.98 33. Gerot Gerot 30.6 Jenis Ikan / kinds of fish (1) 24.13 3.36 7.11 8.27 26.79 1.00 444. Udang Lobster 46.92 Jumlah Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 265 . Bentong 29.23 3. Kwee 26. Gurita 43.PERTANIAN / AGRICULTURE Lanjutan / continued table 6. Tiram 39.

BAB / CHAPTER 7 Industri & Energi Industries & Energy .

Dari jumlah tersebut sebanyak 44. Sama halnya dengan komposisi penyebaran jenis perusahaan industri sub sektor industri aneka menyedot tenaga kerja 2.84%) dan industri logam. Apa lagi bagi sebagian besar rumah tangga pengrajin. Penyerapan tenaga kerja di sektor industri ini sebenarnya baru sekitar 4.289 orang (95. Dengan industri yang berkembang maju maka akan menjadi lokomotif yang menarik gerbong pertumbuhan sektor-sektor supply sebagai penyedia bahan-bahan baku dan pada gilirannya akan mendorong maju sektor demand seperti perdagangan. Penyerapan tenaga kerja untuk sektor industri pada tahun 2007 sebanyak 6.573 orang terdiri dari tenaga kerja formal 284 orang (4. mesin dan kimia 744 unit (23. Pada tahun 2007 jumlah usaha industri di Kabupaten Belu sebanyak 3.32%) dan non formal 6.03% dari total pekerja di Kabupaten Belu (163.832 orang (43.221 orang). dan industri hasil pertanian dan kehutanan 1001 unit (31.68%).66%). Dilihat dari komposisi jenis industri. bahkan cenderung berjalan ditempat. Perkembangan industri di Kabupaten Belu relative lamban. usaha ini diposisikan semata-mata sebagai usaha sampingan dan bersifat musiman dengan kemampuan modal yang sangat terbatas. lembaga keuangan dan sektor jasa-jasa.50 % diantaranya diklasifikasikan sebagai industri aneka.09%) dan sub sektor industri hasil Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 269 . transportasi.34% dari keadaan tahun lalu.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY INDUSTRI & E N E R G I INDUSTRI PENGOLAHAN  Pembangunan industri adalah bagian dari pembangunan ekonomi yang diharapkan dapat mengacu laju pertumbuhan ekonomi secara simultan dengan memanfaatkan output sektor primer sebagai bahan dasarnya. Hal ini disebabkan karena usaha industri kita didominasi sub sector industri kerajinan rumah tangga yang kapasitas produksinya sangat terbatas. bersifat padat karya dan rentan terhadap krisis karena memiliki akses pasar lokal yang nota bene memiliki keterbatasan daya beli.50%) diantaranya industri aneka.144 unit atau naik sebesar 248. sebanyak 1399 unit (44.

  PERTAMBANGAN  PENGGALIAN  DAN  Konstruksi merupakan segala kegiatan yang berkaitan dengan pembuatan.817.53%.   LISTRIK DAN AIR MINUM  Kebijaksanaan pemerintah dibidang kelistrikan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong 270 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .71% dan Kobalima 0. Malaka Timur 1.49 m³. sertu 130.930 m³.88%. jalan. pengeboran sumur pompa dan pemasangan atap serta rehab gedung. pasir 103. Sesuai dengan kondisi perekonomian di Kabupaten Belu perusahaan konstruksi yang ada merupakan perusahaan borongan yakni mengerjakan borongan konstruksi berdasarkan pesanan pemilik proyek semata-mata dalam hal ini adalah proyek- proyek pemerintah.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY pertanian dan kehutanan menyedot tenaga kerja 2. Dilihat dari penyebaran tempat kedudukan perusahaan secara kewilayaan sebanyak 88. Realisasi pemakaian bahan bangunan galian golongan C selama tahun 2007 di dominasi batu gelondongan 147.17%). Kakuluk Mesak 0.105. karena itu membutuhkan spesifikasi keahlian dan kekuatan modal yang memadai. pemasangan.71%) dan K sebesar 405 unit (95. Malaka Barat 1. rehabilitasi dan pemeliharaan bangunan/konstruksi yang menyatu dengan lahan tempat kedudukannya seperti gedung.23%.74%) serta sub sektor industri logam mesin dan kimia menyedot tenaga kerja 1. Laen Manen 0. KONSTRUKSI.71%.30 m³ dan batu pecah 39. waduk jaringan listrik. Tasifeto Barat 2.30 m³.589 orang (24.152 orang (32. Pada umumnya kegiatan konstruksi termasuk kegiatan yang melibatkan barang-barang modal. jembatan.94% dari perusahaan yang ada bermukim di Kota Atambua sedangkan sisanya masing-masing Malaka Tengah 3. Pada tahun 2007 jumlah perusahaan konstruksi sebanyak 425 unit dengan perincian klasifikasi perusahaan sebagai berikut: klasifikasi M sebesar 20 unit (4. Sedangkan pengerjaan konstruksi yang bersifat “direct investment” praktis sulit dilakukan karena kendala keterbatasan modal para pengusaha dan kapasitas daya beli masyarakat. instalasi air.105.35%.65%.29%).

Niaga besar : 70 pelanggan Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 271 . Sekolah Negeri : 25 pelanggan 5. Kabupaten 44 pelanggan Kelompok IV. RSS : 2. Panti Asuhan : 3. sedangkan sisanya masing-masing pelanggan bisnis dan perhotelan 18. Jumlah pelanggan air bersih di Kabupaten Belu tahun 2007 sebanyak 2.51 %.97 % dari tahun yang lalu. Rumah Sakit Pemerintah : 5 pelanggan Kelompok III.86 % serta pelanggan usaha industri hanya 0.04 %. Kelompok I.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY kegiatan ekonomi. Terminal air: 1 pelanggan 4. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun yang dibarengi dengan kerumitan aktifitas social – ekonominya membawa dampak pada peningkatan jumlah dan ragam permintaan akan air bersih.40 %) diantaranya pelanggan rumah tangga. Rumah (selain RSS dan Mewah 2.915 pelanggan yang terdiri dari 4 kelompok pelanggan. Dari jumlah pelanggan tersebut sebesar 8. Kantor Pemerintahan dan penerangan jalan 1. sebanyak 19 pelanggan yaitu 1.19 %. sebanyak 2. Untuk mencapai sasaran tersebut diupayakan peningkatan daya pasang pembangkit tenaga listrik dan perluasan jaringan distribusi agar tersedia tenaga listrik dalam jumlah yang memadai dengan mutuh pelayanan yang prima. sebanyak 70 pelanggan yaitu: 1. Keberadaan air bersih merupakan tuntutan yang sangat vital karena menyangkut kelangsungan hidup manusia sehari-hari. Kamar mandi/WC umum: 3. Rumah mewah: 2. Industri rumah tangga :4. Tempat ibadah: 9 pelanggan Kelompok II Sebanyak 34 pelanggan yaitu: 1. Badan social 2.700 VA dengan pemakaian 1. Yayasan Sosial: 4 pelanggan 4.266 Kwh Secara umum jumlah pelanggang listrik di Kabupaten Belu sampai pada tahun 2007 sebanyak 11.745.792 pelanggan yaitu: 1.618 unit (77. Instansi pemerintah/ABRI Tk. teruntama aktifitas sector industri dan jasajasa. Pada tahun 2007.512.622 pelanggan 2. Hidran umum/ kran umum: 9 pelanggan 2. daya terpasang pembangkit tenaga listrik PLN di Kabupaten Belu sebesar 12. Niaga kecil 126 pelanggan 3.134 unit atau meningkat 89.

1.2.2000 2500 2000 1500 1000 500 Industri Kerajinan 0 1997 1998 1999 Industri Kecil Industri besar/sedang 2000 Sumber : Dinas Perindag Kabupaten Belu Gambar 7. mesin dan kimia 29% Industri Hasil Pertanian & Kehutanan 33% Industri Aneka 38% Sumber : Dinas Perindag Kabupaten Belu 272 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Persentase Industri Pengolahan Menurut Bidang Usahanya di Kabupaten Belu Tahun 2007 Industri Logam. Jumlah Perusahaan/Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri di Kabupaten Belu Tahun 1997 .INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Gambar 7.

Industri Industries .

Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Malaka Barat 02. Sasita Mean*) 07. Rinhat 03. Weliman 05. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Malaka Timur 08.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Wewiku 04. Kota Atambua*) 14. Malaka Tengah 06.399 744 3.001 1. Mesin & Kimia (4) 251 1 38 20 40 21 47 89 134 93 10 - Kecamatan District (1) 01. Lasiolat 17.1 Banyaknya Perusahaan / Usaha Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan Numbers of Manufacturing / Etablishment by District 2007 Industri Hasil Pertanian & Kehutanan (2) 128 20 30 196 2 46 20 40 86 60 40 189 84 20 40 Industri Logam. Raihat 16. Tasifeto Timur 15.1.144 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 275 . Laen Manen 09. Lamaknen*) Industri Aneka (3) 158 70 20 60 45 24 70 80 100 100 93 129 170 60 60 160 Jumlah Total (5) 537 91 88 80 281 26 137 100 40 186 207 222 452 347 90 60 200 Kabupaten Belu 1.

Raimanuk 10. Sasita Mean*) 07.1. Malaka Barat 02.152 Industri Logam. Wewiku 04. Rinhat 03. Kobalima*) 11.589 Kecamatan District (1) 01.832 Jumlah Total (5) 1. Raihat 16. Laen Manen 09. Malaka Tengah 06. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Malaka Timur 08. Lamaknen*) Kabupaten Belu Industri Aneka (3) 283 140 40 180 90 48 140 140 200 200 186 285 340 120 120 320 2. Tasifeto Barat*) 12.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Kakuluk Mesak 13. Lasiolat 17. Mesin & Kimia (4) 513 10 76 40 84 45 94 178 339 190 20 1.2 Banyaknya Pekerja Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan Numbers of Person Enganged in Manufacturing Sector by Industry Categories and District 2007 Industri Hasil Pertanian & Kehutanan (2) 265 40 60 373 5 92 40 80 132 120 80 597 168 20 80 2.221 698 160 120 400 6.061 190 176 220 547 53 277 180 80 332 414 444 1. Weliman 05.573 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 276 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

MESIN & KIMIA 01. Ind. INDUSTRI LOGAM. Ind. Ind.1. Ind. Ind. Ind.043 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 277 . Sapu ijuk 05. Alat pertanian dari logam 02. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind.3 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Barat Menurut Jenis Industri. Bengkel mobil 03. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Ind. Pertenunan 02. Ind. Tambur likurai 04. Minyak goreng dari kelapa 02. kue kering & sejenisnya 0 0 120 8 0 0 240 25 JUMLAH I II. Perabotan RT (meubel) JUMLAH II III. Ind. Gerabah 0 128 0 265 0 0 0 0 2 2 115 16 20 7 0 158 0 0 0 0 14 14 190 32 40 7 0 269 0 1 0 0 41 0 134 76 0 4 0 0 89 0 268 152 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 1 3 251 537 4 18 509 1. Roti manis. Garam yodium/garam rakyat 04. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Barat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) tenaga kerja formal (4) formal (2) non formal (3) non formal (5) I.

INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Rinhat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Batu merah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 20 0 40 0 0 0 0 60 10 0 70 0 0 0 0 120 20 0 140 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 91 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 10 190 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 278 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1. Ind. INDUSTRI LOGAM. Ind. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Garam yodium/garam rakyat 04. Tambur likurai JUMLAH II III. Minyak goreng dari kelapa 02. Ind. MESIN & KIMIA 01.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. kue kering & sejenisnya tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 20 0 0 0 40 JUMLAH I II. Ind. Bengkel mobil 03. Ind. Pertenunan 02. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Ind. Roti manis.4 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Rinhat Menurut Jenis Industri.

Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. kue kering & sejenisnya 03.1. Alat pertanian dari logam 02. Bengkel mobil 03. Ind. Tahu Tempe tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 20 0 10 0 0 0 40 0 20 JUMLAH I II. Ind. Ind. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. INDUSTRI LOGAM. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Wewiku by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. MESIN & KIMIA 01. Ind. Garam yodium/garam rakyat 04. Roti manis. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Tambur likurai JUMLAH II III. Ind. Gerabah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 30 0 60 0 0 0 0 20 0 0 20 0 0 0 0 40 0 0 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 38 38 88 0 0 0 0 0 0 0 0 0 76 76 176 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 279 . Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. INDUSTRI ANEKA 01.5 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Wewiku Menurut Jenis Industri. Ind. Pertenunan 02.

Bengkel mobil 03. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Tambur likurai JUMLAH II III. INDUSTRI ANEKA 01.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Pande Besi JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 80 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 40 220 0 0 0 0 60 0 0 60 0 0 0 0 180 0 0 180 formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 280 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. Ind. kue kering & sejenisnya JUMLAH I II. Ind. Ind. Ind. Ind. MESIN & KIMIA 01.6 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Weliman Menurut Jenis Industri. Ind. Ind. Ind.1. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Weliman by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Roti manis. Garam yodium/garam rakyat 04. INDUSTRI LOGAM. Alat pertanian dari logam 02. Pertenunan 02.

Ind. Macam-macam es 05.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.1. Ind. Perabot kelengkapan rum tangga dari kayu 07. Ind. Kerupuk udang tenaga kerja formal (4) formal (2) non formal (3) non formal (5) 0 0 0 1 0 3 1 1 0 107 40 5 0 24 0 0 0 20 0 0 0 6 0 13 1 2 0 205 48 10 0 48 0 0 0 40 JUMLAH I II. Ind. Barang dari semen 0 45 0 90 1 0 0 0 0 40 0 0 4 0 0 0 0 80 0 0 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 1 7 40 281 4 26 80 521 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 281 . Ind. Ind. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Keripik pisang/ubi 06. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 6 0 0 196 40 5 22 0 0 351 80 10 JUMLAH II III. Ind. Ind. Roti manis kering. Gula merah 04. Ind. MESIN. Pertenunan 02. & KIMIA 01. Foto copy 08. Minyak goreng dari kelapa 02. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Garam yodium/rakyat 04. dan sejenisnya 03. INDUSTRI LOGAM. Ind. Ind. Ind.7 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Tengah Menurut Jenis Industri. Penggilingan Padi 09. Bengkel Motor 03. Bengkel motor 02. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Tengah by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Ind.

INDUSTRI ANEKA 01.1. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Sasita Mean by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 0 2 0 5 0 0 24 0 0 0 48 0 JUMLAH II III. Ind. Ind. Ind.8 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Sasita Mean Menurut Jenis Industri. Ind. dan sejenisnya 03. MESIN. Ind. Foto copy 08. Ind. Bengkel motor 02. Gula merah 04. Keripik pisang/ubi 06. Penggilingan Padi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) JUMLAH I II. Bengkel Motor 03. Ind. Perabot kelengkapan rum tangga dari kayu 07. Roti manis kering.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Pertenunan 02. Ind. Ind. Ind. Ind. INDUSTRI LOGAM. Minyak goreng dari kelapa 02. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. & KIMIA 01. Garam yodium/rakyat 0 24 0 48 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH III 0 0 0 0 0 53 0 26 JUMLAH I + II + III Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 282 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Macam-macam es 05.

Ind.1. & KIMIA 01.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. MESIN. Industri Marmer JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 20 1 21 137 0 0 0 0 40 5 45 277 0 0 70 70 0 0 140 140 0 0 0 0 5 10 31 46 0 0 0 0 10 20 62 92 formal (2) Non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 283 . Ind. Ind. Industri gerabah 02. Ind. INDUSTRI LOGAM.9 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Timur Menurut Jenis Industri. INDUSTRI ANEKA 01. Pertenunan JUMLAH II III.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Timur by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Gula merah 03. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan JUMLAH I II.

Bengkel motor 04. Ind. Ind. Anyaman Lontar 0 20 0 40 0 0 0 60 0 20 0 0 0 100 0 40 JUMLAH II III. Minyak goreng dari kelapa 02. Bengkel mobil 03. Pertenunan 02. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Ind. Gerabah 0 80 0 140 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 100 0 0 0 180 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 284 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . INDUSTRI LOGAM. Alat pertanian dari logam 02. Gula lempeng tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 0 0 20 0 0 0 0 0 40 JUMLAH I II. Ind. Ind. MESIN & KIMIA 01. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.10 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Laen Manen Menurut Jenis Industri. Ind. Roti manis. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Laen Manen by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. kue kering & sejenisnya 03. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03.1.

Tambur likurai 04. Ind. INDUSTRI LOGAM.1. Roti manis. Garam yodium/garam rakyat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 80 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 40 0 0 0 0 80 80 formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 285 . dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raimanuk by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. MESIN & KIMIA 01. Pertenunan 02. Ind. Ind. Ind. Sapu ijuk JUMLAH II III. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Bengkel mobil 03. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. kue kering & sejenisnya JUMLAH I II. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Minyak goreng dari kelapa 02.11 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Raimanuk Menurut Jenis Industri.

Pertenunan JUMLAH II JUMLAH I + II 0 0 0 100 100 186 0 0 0 200 200 332 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 286 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kobalima by Industry Kinds 2007 Unit usaha Kelompok Industri (1) Formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) I. Keripik pisang/ubi 0 02. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.12 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kobalima Menurut Jenis Industri. Ind.1. Biskuit dari ubi kayu/pisang 0 03. Minyak Kelapa Rakyat 0 JUMLAH I 0 26 40 20 86 0 0 0 0 52 40 40 132 II. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. INDUSTRI ANEKA 01.

INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Ind. Ind. INDUSTRI LOGAM. Tas tali gewang 03. Ind.13 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Jenis Industri.Pengupas&pembersihbiji selain kopi (mete) 0 0 0 0 0 10 10 20 20 60 0 0 0 0 0 20 20 40 40 120 02. Ind.1. Biskuit Pisang 04. Pertenunan 02. Batu bata dari tanah liat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 60 20 20 100 0 0 0 0 120 40 40 200 0 0 0 0 24 23 47 207 0 0 0 0 48 46 94 414 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 287 . Industri gerabah 02. Dendeng/Abon Sapi JUMLAH I II. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Madu 03. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District TasifetoBarat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) tenaga kerja formal (4) formal (2) Non formal (3) Non formal (5) I. MESIN. & KIMIA 01. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Penjahit JUMLAH II III. Ind. Ind.

Ind. INDUSTRI LOGAM. Pande Besi 0 0 0 0 50 3 40 93 0 0 0 0 100 6 80 186 0 0 0 79 10 89 0 0 0 158 20 178 JUMLAH II III. INDUSTRI ANEKA 01. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kakuluk Mesak by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I.1. Ind. Garam yodium/garam rakyat 02. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Penjahitan 03. Ind. Tas Tali Gewang JUMLAH I II. MESIN. Dendeng/Abon Sapi JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 20 20 40 222 0 0 0 0 40 40 80 444 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 288 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.14 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Jenis Industri. Pertenunan 02. & KIMIA 01. Emping Jagung 02. Ind.

INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Kapur JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 84 0 168 0 0 0 0 0 120 10 20 20 170 0 0 0 0 0 240 20 40 40 340 0 0 0 0 0 5 69 19 93 347 0 0 0 0 0 14 138 38 190 698 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 289 . MESIN. Tas Tali Gewang 04. Ind. Pertenunan 02. Ind. Ind.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. INDUSTRI LOGAM. Ind. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04. Ind. Ind. Ind. Dendeng/Abon Ikan tenaga kerja non formal formal (4) (5) 0 0 0 0 20 20 88 40 JUMLAH I II. & KIMIA 01.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Madu 03. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Timur by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) 0 0 0 0 10 10 44 20 Kelompok Industri (1) I. Sapu ijuk 03.15 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Jenis Industri. Ind.1. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Garam yodium/garam rakyat 03. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Ind. Tas Tali Sisil JUMLAH II III.

Ind. Ind.16 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Raihat Menurut Jenis Industri. Gerabah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 0 0 0 60 0 60 0 0 0 120 0 120 0 0 0 0 0 0 0 10 10 90 0 0 0 0 0 0 0 20 20 160 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 290 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Pertenunan 02. MESIN. Ind. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04.1. Madu 03. Ind. Ind. Biskuit dari ubi kayu/pisang JUMLAH I II.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raihat by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Alat pertanian dari logam 02. Ind. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Garam yodium/garam rakyat 03. Ind. Sapu ijuk JUMLAH II III. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. & KIMIA 01. INDUSTRI LOGAM.

INDUSTRI ANEKA 01. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lasiolat by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Ind. Garam yodium/garam rakyat 03. MESIN. Saos Tomat JUMLAH I II. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01.Minyak goring dari kelapa 02.17 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Lasiolat Menurut Jenis Industri. Ind. Ind. Roti manis. Pertenunan 02. Kapur JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 60 0 60 0 0 0 120 0 120 0 0 0 0 0 0 0 0 0 60 0 0 0 0 0 0 0 0 0 120 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 291 . Alat pertanian dari logam 02.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.1. Ind. kue & sejenisnya 03. INDUSTRI LOGAM. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) JUMLAH II III. Ind. Ind. Ind. Ind. & KIMIA 01.

Ind. Ind. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04. Ind.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.18 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Lamaknen Menurut Jenis Industri. Ind. Tahu/Tempe 05.1. Pertenunan 02. Ind. Meubel dari kayu 06. Ind. Meubel bambu JUMLAH I II. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lamaknen by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Ind. Madu 03. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Tas Tali Gewang JUMLAH II 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 0 0 20 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 0 0 40 80 0 0 0 0 100 0 60 160 0 0 0 0 200 0 120 320 JUMLAH I + II 0 200 0 400 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 292 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . INDUSTRI ANEKA 01.

Roti manis. Ind. Ind. Tahu 10. Ind. Kerupuk kulit 12. Ind. Tahu Tempe tenaga kerja non formal formal (4) (5) 13 0 2 37 0 0 2 0 4 2 4 5 5 0 137 8 0 11 18 0 15 2 0 108 4 7 0 21 14 0 0 0 0 16 99 9 32 2 0 20 JUMLAH I 57 132 248 349 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 293 .1. Ind. Ind. Mie basah 04. Minuman ringan/sari buah 13.rum.Kerajinan ukir-ukiran dari kayu kecuali meubel 17.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. Percetakan dan penjilidan 19. pengolahan & pengawetan daging 02. Kelapa parut 07. Ind.tangga dari kayu (meubel) 16. Ind. Ind. Ind. Pengolahan kopi 08. Ind. Macam-macam es 06. Keripik pisang/ubi 11. Ind. Photo copy 20. Tempe 09. Ind.19 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kota Atambua Menurut Jenis Industri. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Industri kasur bantal 18.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 03. Ind. Ind. Peti mati 15. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kota Atambua by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) 5 0 1 8 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 24 2 0 3 8 0 7 1 0 30 2 6 0 9 5 0 0 0 0 7 33 5 16 1 0 10 Kelompok Industri (1) I. Jamu 14.Perabot&keleng. Ind. Ind. kue kering & sejenisnya 05.

Ind. Ind. Pengawetan kulit 06. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Perajutan (obras) 03. Ind.19 unit usaha non formal formal (2) (3) Kelompok Industri (1) tenaga kerja non formal formal (4) (5) II. Pakaian jadi dan tekstil (penjahit) 04. Ind. Pemangkas rambut 10. Reparasi radio.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Continued Table 7.1. Ind. Ind. Cuci cetak foto bewarna 14. Ind. Sablon JUMLAH II 0 0 3 0 1 0 1 0 0 1 0 3 2 0 11 30 11 27 8 2 2 5 2 4 9 12 0 0 6 118 0 0 12 0 8 0 1 0 0 2 0 3 8 0 34 60 11 92 16 4 4 10 2 4 17 18 0 0 13 251 294 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Aneka sovenir dari tenunan 05. Tambal ban 11. Stempel karet 09. Reperasi sepatu 07. Ind. Ind. tape. Ind. Ind. TV dll 08. Salon kecantikan 12. Foto studio 13. Ind. Pertenunan 02. Ind.

19 unit usaha Non formal formal (2) (3) tenaga kerja Non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) III.INDUSTRI KIMIA 01. Ind. Vulkanisir Ban 02. Ind. Genteng dari tanah liat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 102 350 410 811 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 295 . Pandai emas/perak B. Reparasi jam 05. Ind. Permata (batu aji) 02. Ind. Ind. Barang dari semen 04. Batu bata dari tanah liat 05. Bengkel mobil 02. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Continued Table 7. Ind. Ind. Pemotongan kaca 03. Bengkel motor 03. Ind. Ind. INDUSTRI LOGAM. Ind. Bengkel las C. Ind. Ind.INDUSTRI MESIN 01. MESIN & KIMIA A.1. Karoseri kendaraan roda empat atau lebih 1 1 13 7 4 0 2 2 0 4 0 0 34 5 3 8 7 1 4 8 0 2 1 60 1 100 4 1 50 24 10 0 6 5 0 28 0 0 128 10 6 24 14 3 8 16 0 2 3 120 5 211 04. INDUSTRI LOGAM 01.

Listrik Electricity .

174. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Atambua Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 90 4.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.309 3 130 562.412 Jumlah / Total 6.685 1.500 521.494.568.1 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.109 492.2.450 27.933 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 299 .236.750 92.650 2.217 8.808 115.350 1.000 4.614 533.990 2.

Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.600 286.369 3.001 Jumlah 476 487.855 20.150 59.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.370 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 300 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .972 32.2 Banyaknya Pelanggan.000 22.850 138.173 1.350 1.350 23. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Atapupu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 13 392 54 1 16 16.2.

450 335.158.000 1.820 48.561.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.402 Jumlah 1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.650 5. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Betun Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 35 1.193 110.642 1.3 Banyaknya Pelanggan.850 13.950 166.2.808 1.223 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 301 .333 261 13 54.

INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.600 3.194 383 Jumlah 493 370. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.2.700 111.650 241.311 17.4 Banyaknya Pelanggan.608 25.550 1.496 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 302 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Besikama Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 10 385 94 4 13.500 44.

521 Jumlah 966 763.650 6.610 43.599 20. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Naitimu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 43 735 177 11 94. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.000 17.2.900 73.936 2.666 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 303 .750 167.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.500 484.5 Banyaknya Pelanggan.

6 Banyaknya Pelanggan.800 21.050 10. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.200 69.900 59 3.025 Jumlah 141 113.974 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 304 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.150 19.2.903 1.987 5. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Silawan Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 2 126 3 10 2.

7 Banyaknya Pelanggan.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.800 81.213 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 305 .823 700 Jumlah 215 156.650 2.388 7.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.302 5.650 1.550 15. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Lamaknen Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 8 149 54 4 11.450 60.

544 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Manleten Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 9 173 45 5 11.757 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 306 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.650 3.2.8 Banyaknya Pelanggan.644 90.150 99.950 49.342 227 Jumlah 232 328.550 1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.000 263.

500 19.100 4.100 6.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.880 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 307 .9 Banyaknya Pelanggan.650 144.850 465 5.160 844 411 Jumlah 200 178. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Kobalima Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classificaton Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 6 186 3 5 9. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.2.

Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Boas Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 17 221 23 3 16.248 11.900 22.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.300 1.446 310 Jumlah 264 174.10 Banyaknya Pelanggan.250 134.044 3.048 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 308 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .800 16.2.350 1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.

Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Kaputu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 5 84 17 2 7.750 951 4.146 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 309 .250 7.082 1.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.800 1.11 Banyaknya Pelanggan.2.000 62.700 15.867 246 Jumlah 108 87. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.

2.12 Banyaknya Pelanggan.300 3.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.750 6.348 696 103 Jumlah 95 62.700 3.800 47.543 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .050 396 2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Biudukfoho Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 3 79 10 3 4. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.

Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Haekesak Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 3 70 11 1 3.000 8.450 1.465 973 321 Jumlah 85 54.2.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.13 Banyaknya Pelanggan.900 41. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.017 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 311 .300 258 3.650 5.

628 625.523.350 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN di Kabupaten Belu Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.618 2.320 871.511.2.700 50.512.134 12.062 Klaisifikasi Tarif Classification (1) S R B I P Jumlah 11. Value of Power and Cunsumption PLN Electricin Belu Regency by Clasification 2007 Jumlah Pelanggan Numbers of Costumer (2) 244 8.061 4 207 Daya Pasang Value of Power (VA) (3) 807.700 1.14 Banyaknya Pelanggan.800 3.079 4.266 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 312 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .350 Pemakaian Value of Consumption (KWH) (4) 114.745.177 130.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.500 619.

Air Minum Water Supply .

034 7.406. Yayasan Sosial 4.792 2.729.619. KELOMPOK PELANGGAN I 1. Kamar Mandi/WC Umum 3.582 571.156 1.682.000 35. Sekolah Negeri 5.100 124. Pem/ABRI Tngkt Kabupaten 9 1 9 34 4 25 5 2.717.695 28.100 839.191 9.300 3. RS Pemerintah 6. Tempat Ibadah II.300 1.1 Volume dan Nilai Air Minum Air Bersih / Minum yang disalurkan Menurut Jenis Pelanggan Numbers of Costumers Water Supply by Costumer Type 2007 Jumlah Pelanggan (2) 19 Volume (m3) (3) 7.467 Nilai (Rp) (4) 15.630. Ins. KELOMPOK PELANGGAN II 1. RSS 2.3. Rumah (selain RSS & Mewah) 2.500 2.310.198 924 613. Niaga Kecil 3.622 126 44 4.700 20.845 13.042 11.131.700 2.900 15.800 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 315 . Industri RT 4.100 Kategori Pelanggan (1) I. Pem/ABRI Tngkt Kec & Kel III.900 1. KELOMPOK PELANGGAN III 1.830.475. Ins.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Terminal Air 4. Hidran Umum/Kran Umum 2.515. Panti Asuhan 3.245.955 321 2.073.

Ins. SUSUT (HILANG DLM PENGELUARAN) TOTAL 2. KELOMPOK PELANGGAN IV 1.3.077 18.1 Jumlah Pelanggan (2) 70 70 Volume (m3) (3) 18.282 1.000 110.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan / Continued Table 7.700 Sumber : Badan Pengelola Air Minum Kabupaten Belu Source : State Water Board of Belu Regency 316 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . KELOMPOK PELANGGAN KHUSUS VI.070.000 - Kategori Pelanggan (1) IV. Niaga Besar 3. Pem/ABRI Tngkt Propinsi 4. Kedubes/Konsulat Asing V.070.347.552.077 Nilai (Rp) (4) 110. Rumah Mewah 2.915 648.

Pertambangan Mining .

Wewiku 04. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15. Kakuluk Mesak 13. Lasiolat 17. Raimanuk 10. Weliman 05. Malaka Timur 08. Raihat 16. Malaka Tengah 06. Sasita Mean 07. Rinhat 03.4. Laen Manen 09. Tasifeto Barat 12. Kota Atambua 14.1 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Kecamatan dan Kualifikasinya di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) Kualifikasi Perusahaan Menengah (M) Kecil (K) (2) (3) Jumlah (7) 01. Lamaknen Kabupaten Belu 20 20 8 15 7 3 1 10 3 358 405 8 15 7 3 1 10 3 378 425 Sumber : Bagian Pembangunan Pemda Belu Source : Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 319 .INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Kobalima 11.

Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15. Malaka Tengah 06. Rinhat 03.4. Tasifeto Barat 12. Kota Atambua 14. Kobalima 11. Raimanuk 10. Lasiolat 17. Sasita Mean 07.2 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Bentuk Badan Hukum dan Kecamatan Di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) PT (Persero) (2) PT (3) CV (4) Perusahaan Daerah (5) Jumlah (6) 01. Laen Manen 09. Malaka Timur 08. Wewiku 04. Raihat 16. Kakuluk Mesak 13.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Weliman 05. Lamaknen Kabupaten Belu - 20 20 8 15 7 3 1 10 3 357 404 1 1 8 15 7 3 1 10 3 378 425 Sumber : Bagian Pembangunan Pemda Belu Source : 320 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

33 130.930.718.021. Raimanuk 10.23 5.60 1.59 18.68 9.316.02 143.31 1.40 6.054.57 990.471.72 3.43 1.870. Sasita Mean 07.105.3 Penggunaan Bahan Galian Golongan C menurut Jenis dan Kecamatan Di Kabupaten Belu 2007 Jenis Bahan Galian (M³) Batu pecah Batu Batu Batu (2/3Gelondon Sirtu Karang Kapur 3/5g 5/7) (3) 3.427.26 2.85 3.44 766.21 5.673.210.765.611.25 1.44 72.089.45 Kabupaten Belu 10.94 4.78 16.677.03 29. Lasiolat 17. Tasifeto Barat 12.286.909.12 401.428.783.88 362.901.89 1.921.31 1.43 Sumber : Dinas Pertambangan Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 321 .934. Kobalima 11.35 3.464.391.86 4. Laen Manen 09.73 1.79 680.81 12.349.938.76 703. Lamaknen (2) 2. Kota Atambua 14.05 1.84 352. Kakuluk Mesak 13.68 1. Weliman 05.66 1.66 66.700.73 27. Wewiku 04.37 45.03 147.06 13.280.21 3. Tasifeto Timur 15.51 7. Raihat 16.53 586.08 20.817.965. Rinhat 03.494.106.80 6.230.490.18 (6) 2.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.63 1.035.61 3. Malaka Barat 02.450.49 (7) - Kecamatan Pasir (1) 01.89 693.3249.194. Malaka Tengah 06.046.667.86 2.30 343.01 973.90 (4) (5) 243.27 10.804.897.97 191.593.01 12.205.442.4.90 12.332.06 272.62 338. Malaka Timur 08.16 652.101.48 14.288.29 1.176.22 39.094.72 380.86 121.00 4.77 1.11 17.87 3.

93 53. Lasiolat 17.11 6. Weliman 05.22 263.199.4.204.93 Tanah Putih Batu Kapur (6) - (1) 01. Malaka Tengah 06.78 65.288. Raimanuk 10.549.09 622. Malaka Barat 02.79 2.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Table 7.057.85 20.40 86.288.120.80 261. Raihat 16.74 2.01 71.04 26.05 164.3 Jenis Bahan Galian (M³) Kecamatan Marmer (2) - Batu Warna/ Batu Aji (3) - Tanah (4) 1. Malaka Timur 08.649.35 173.20 206. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertambangan Source - - 206.31 52. Laen Manen 09.20 2.511. Kota Atambua 14.64 1.19 61. Sasita Mean 07.526. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Barat 12.00 1.72 1. Kobalima 11.97 3.78 Tanah Liat (5) 114.672.29 48.683.205.00 3. Tasifeto Timur 15.045.97 10.92 - 322 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .77 109. Rinhat 03.26 88.28 3.868.33 7.00 55.657. Wewiku 04.40 172.

00 100.041.00 100.00 100.378.00 100. Raimanuk 10.50 838.601.798. Malaka Tengah 06.00 100.357.46 14.00 100.725.00 100. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15.00 100.00 100.500. Rinhat 03. Kobalima 11.194.893.00 100.481.112.800.00 83.607.405.513.00 100.10 2.00 100. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Barat 12.519.885. Lasiolat 17.00 100.00 16.261.242.856. Laen Manen 09.00 186. Sasita Mean 07.00 100.50 332.4 Realisasi Penerimaan Pajak Pengambilan Pemanfaatan Bahan Galian Golongan C menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) Target (Rupiah) (2) Realisasi (Rupiah) (3) Persentase (%) (4) 01.123.68 20. Malaka Timur 08.045.530.26 96.00 161.00 100.00 100.00 100.369.259.00 27. Weliman 05.661.00 Source Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 323 . Kota Atambua 14. Wewiku 04.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.773.126.507.8210. Raihat 16.156.00 56.459.00 100.631.00 292.4.50 568.00 31.642.664.270.00 40. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertambangan - 38.00 17.

5 Realisasi Penerimaan Pajak Air Bawah Tanah menurut Kecamatan Di Kabupaten Belu Actual Receipts Retribution Under Soil Water by District in Belu Regency 2007 Kecamatan District (1) Sasaran Target (Rupiah) (2) Realisasi Realitation (Rupiah) (3) Persentase Percentage (%) (4) 01.44 70. Tasifeto Timur 15.211. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Malaka Tengah 06.211.500 21.900 21.112.4. Kakuluk Mesak 13. Lasiolat 17. Weliman 05. Raihat 16. Malaka Barat 02. Kota Atambua 14. Tasifeto Barat 12.112.44 Sumber : Dinas Pertambangan 324 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .900 70.500 30. Sasita Mean 07. Malaka Timur 08. Wewiku 04.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Rinhat 03. Kobalima 11. Lamaknen Kabupaten Belu 30.

BAB / CHAPTER 8 Perdagangan & Perhotelan Trade & Hotels .

PERDAGANGAN & HOTEL / TRADE & HOTELS

PERDAGANGAN & PERHOTELAN
PERDAGANGAN 
Sektor perdagangan merupakan sektor yang sangat strategis dalam mata rantai aktivitas ekonomi karena berperan sebagai mediator antara rumah-tangga konsumen dan rumahtangga produsen. Sebagai jaringan distribusi yang melayani kebutuhan masyarakat baik untuk barang konsumtif maupun produktif maka segala kebijakan di sektor perdagangan selalu diarahkan untuk menjamin penyebaran serta ketersediaan berbagai barang kebutuhan tersebut secara lebih merata dengan harga yang dapat dijangkau daya beli masyarakat. Pada tahun 2007 jumlah perusahaan di sektor perdagangan yang telah mengantongi surat izin usaha perdagangan sebanyak 1814 unit dengan klasifikasi jenis usaha perdagangan besar 26 unit (1.43%), perdagangan menengah 551 unit (30.37%), perdagangan kecil/eceran 1152 unit (63.51%) serta rumah makan sebanyak 69 unit (3.80%). Dari penyebaran secara geografis memperlihatkan bahwa 66.26% dari jumlah usaha perdagangan yang ada tersebar di wilayah kecamatan Kota Atambua sedangkan sisanya kecamatan Malaka Tengah 10.53%, Tasifeto Barat 5.13%, Malaka Barat 3.58%, Kakuluk Mesak 3.03%, Malaka Timur 2.32%, Raihat 1.93%, Tasifeto Timur 1.82% dan kecamatan lainnya sebesar 5.40%. Pada tabel 8.14 dapat dilihat volume pengadaan beberapa komoditi strategis terutama yang berasal dari luar wilayah Belu dimana pada umumnya mencakup barangbarang hasil pertanian dan industri pengolahan seperti beras, jagung, gula pasir, minyak goreng, dan minyak tanah. Pengadaan bahan makanan biasanya memuncak pada bulan-bulan yang berkaitan dengan hari raya seperti hari raya Lebaran, Natal maupun Tahun Baru. Sedangkan untuk pengadaan barang-barang non makanan jumlahnya relatif sama setiap bulan kecuali bahan bangunan yang biasanya membengkak pada bulan-bulan akhir tahun karena berkaitan dengan pengerjaan proyek konstruksi/ pemerintah

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

327

PERDAGANGAN & HOTEL / TRADE & HOTELS

yang segera diselesaikan pada akhir tahun anggaran.

PERHOTELAN 
Banyaknya akomodasi perhotelan sampai akhir tahun 2007 sebanyak 16 buah dengan total kapasitas tempat tidur yang tersedia 485 buah yang tersebar dalam 258 buah kamar tidur. Kapasitas tempat tidur yang ada hanya meliputi 15 buah hotel karena satu buah hotel yakni hotel Kalpataru sepanjang tahun 2007 tidak ada aktivitas penginapan. Jumlah tamu yang menginap selama tahun 2007 sebanyak 13,369 orang dengan perincian 12,740 orang (95.30%) adalah tamu domestik dan sisanya 629 orang (4.70%) merupakan tamu asing. Dibandingkan dengan keadaan tahun yang lalu jumlah tamu mengalami peningkatan sebesar 33.17%. Kendatipun meningkat, namun dengan jumlah tamu yang relatif kecil diduga ada kaitannya dengan perubahan pola lama dimana pada tahun-tahun sebelumnya sebagian besar tamu adalah aparat pemerintah tingkat propinsi maupun pusat yang melakukan tugas-tugas kedinasan di wilayah Kabupaten Belu. Namun semenjak diberlakukannya

pelaksanaan otonomi daerah, frekuensi kunjungan dalam rangka konsultasi dan pengawasan di daerah telah banyak berkurang. Justru yang terjadi sebaliknya adalah meningkatnya frekuensi kunjungan dari Kabupaten ke tingkat propinsi dan pusat untuk kepentingan konsultasi. Untuk tamu dari kalangan swasta masih bertumpu pada kalangan dunia usaha dan tamu-tamu asing. Sedangkan tamu non niaga atau tamu keluarga yang menggunakan jasa akomodasi masih relatif kecil karena berkaitan dengan keterbatasan kemampuan ekonomi masyarakat. Rata-rata tarif per hariorang yakni tarif minimum Rp 35,000,- dan tarif maksimum Rp 600,000,-. Sedangkan secara parsial antar hotel tarif terendah di hotel Merdeka, Wisata, dan Minang yakni Rp 35,000. sedangkan yang tertinggi untuk kelas VIP di hotel Nusantara II, Permata, Timor dan King Star masing-masing Rp 232,000,-, Rp 375,000,-, Rp 385,000,-, dan Rp 600,000,-.

328

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Gambar 8.1. Banyaknya Tamu yang Menginap pada Hotel di Kabupaten Belu Menurut Kewarganegaraannya Tahun 1998 – 2007
14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

WNI
Sumber : BPS Kabupaten Belu

WNA

Gambar 8.2. Tingkat Hunian Kamar Hotel di Kabupaten Belu Tahun 1998 – 2007
2007 2006 2005 2004 2003 2002 2001 2000 1999 1998
Sumber : BPS Kabupaten Belu
11.95 7.23 6.66 8.22 10.61 13.70 7.93 9.39 11.27 9.32

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

329

Perdagangan
Trade

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.1 Banyaknya Perusahaan/Usaha Sektor Perdagangan Menurut Jenis Usaha dan Kecamatan Numbers of Etablishment by Trade Scale and District 2007

Kecamatan District

Perdaganga n Besar Large Scale

Perdagang Menengah Medium Scale

Swalayan Super Market

Perdaganga n Kecil Small Scale

Rumah Makan Restorant

Hotel Losmen Hotel

Jumlah Total

(1)
01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima 11. Tasifeto Barat 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen Kabupaten Belu

(2) 26 26

(3) 27 2 1 0 45 1 14 0 0 3 18 14 412 9 0 0 5 551

(4) -

(5) 38 4 6 4 132 14 28 7 3 22 72 40 699 22 35 1 25 1152

(6) 11 3 1 52 2 69

(7) 3 13 16

(8) 65 6 7 4 191 15 42 7 3 25 93 55 1202 33 35 1 30 1814

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

333

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.2 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Kategori Lapangan Usaha di Kabupaten Belu 2006

Kategori Lapangan Usaha (1)
01. Pertambangan dan Penggalian 02. Industri Pengolahan 03. Listrik, Gas dan Air 04. Konstruksi 05. Perdagangan Besar dan Eceran 06. Akomodasi dan Makan Minum 07. Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi 08. Perantara Keuangan 09. Real Estate, Usaha Persewaan 10. Jasa Pendidikan 11. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 12. Jasa Kemasyarakatan, Sosbud, Hiburan Dan Perorangan lainnya 13. Jasa Yang Melayani RT

Perusahaan/Usaha

Tenaga Kerja

(2) 438 6,881 35 713 14,630 318 3,342 144 2,025 410 252 792 22

(3) 837 12,651 95 2,467 24,334 714 4,219 900 3,884 6,188 778 1,621 23

Jumlah

30,002

58,711

Sumber : Sensus Ekonomi 2006, BPS Source : Economic Census 2006, BPS

334

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.3 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Skala Usaha di Kabupaten Belu 2006

Skala Usaha (1)
01. Mikro 02. Kecil 03. Menengah 04. Besar 05. Tidak dapat diklasifikasikan

Perusahaan/Usaha

Tenaga Kerja

(2) 28,461 1,452 67 16 6

(3) 51,174 6,583 686 244 24

Jumlah

30,002

58,711

Sumber : Sensus Ekonomi 2006, BPS Source : Economic Census 2006, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

335

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Volume Antar Pulau ke Luar Untuk 2 0
Volume

Jenis Komoditas (1) 01. Kacang hijau 02. Bawang putih 03. K o p r a 04. Ketumbar 05. Kemiri kupas 06. Sapi potong 07. Sapi bibit 08. Kerbau potong 09. Kulit sapi kering 10. Asam biji 11. Kacang tanah 12. Biji mente 13. Kopi biji 14. Asam Biji 15. Kemiri Kulit 16. Jagung Biji 17. K a y u 18. Kunyit 19. Biji Kapok 20. Kedele 21. Drum Kosong 22. Kayu jati olahan 23. Siri hutan 24. Maek 25. Mengkudu 26. Kulit jeruk 27. Besi Tua 28. Kulit sapi basah 29. Lainnya

Satuan

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

(2) ton ton ton ton ton Ekor Ekor Ekor ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton/m³ ton ton ton ton ton ton ton

(3)
88.81 37.00 162 3 13.08 119.46 128.44 491.10 23.00 13.44 36.19

(4)
90.11 91.46 445 12 10.75 40.15 15.84 84.33 344.57 2.16

(5)
167.5 365.775 445 12 20.95 40.00 92.50 112.32 171.18 295.00 60.00 619..098 5.04 200 23.01

(6)
21.475 78.52 69.40 659 19 2.25 34.48 206.46 303.00 92.32 152.271 13.38 35.96

(7)
25.7 114.98 2523 51 5.700 91.95 3.50 25.32 35.00 264.999 0.2 4.00 56.00

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

336

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Table 8.1.4 Beberapa Komoditas di Kabupaten Belu 0 7
Volume Juni Juli Agst Sep Okt Nop Des Jumlah

(8)
25.00 60.88 11.56 2119 57 3.55 86.90 21.32 14.88 0.66 3.0 11.50 18.27

(9)
25.475 78.52 69.40 743 19 2.25 74.48 106.46 303.00 92.32 152.271 13.38 30.66

(10)
124.98 2523 51 5.700 91.95 3.50 35.00 164.999 0.2 4.00 33.00

(11)
43.76 145.95 2.50 2.80 3217 57 10.00 16.00 6.00 885.35 48.24 148.573 0.3 6.60 266.73

(12)
4.00 91.00 5.00 150.00 3948 165 8.50 500.00 3.00 7.50 665.00 59.60 914.30 2.50 148.04

(13)
123.40 10.10 30.00 1418 44 36.30 562.30 22.50 126.30 550.00 15.52 79.30 0.36 6.00 97.52

(14)
15.00 42.00 16.84 1146 20 3.50 300.00 4.50 20.00 334.60 123.00 0.40 3.60 31.10

(15)
160.41 1206.65 17.60 844.24 19348.00 510.00 122.53 1626.35 232.40 563.02 696.87 4241.62 405.88 2000.37 4.46 83.44 200.00 778.64

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

337

00 - Jenis Komoditas (1) 01.727 2.00 64.00 21.296 37030 990. Tepung terigu 16.270 18.23 5.00 200.651 24900 1742.018 3989.95 2212 1338. Tape recorder 20.15 Mei (7) 1630. Beras 02.00 17.442 4 0.00 41. Seng atap 14. Benang tenunan 12.00 3200. Besi beton 05. Jagung Satuan (2) ton ton ton ton Unit Unit M2 ton M2 ton ton ton Lembar ton Unit Unit Unit Unit ton Peb (4) 3322.00 2000. A s p a l 13.00 3450.00 25. Tekstil 08. Sepeda motor 07.904 221.273 1 1 16. M o b i l 06.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Pengadaan Barang Strategis di Kabupaten Belu 2 0 Volume Jan (3) 570.00 4000.14 35. Sarung tenunan 10.933 13.16 345. Barang campuran 15. Televisi 18.00 52 - Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 338 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Gula pasir 03.97 9 50 1.78 100.00 47.00 54 79.00 4600.067 11 35 6.381 11.14 70.30 6 7 0.90 4900 1780. Sabun cuci 09.32 - Mar (5) 1995.00 Apr (6) 915. S e m e n 04.851 27. Radio tape 19. Mesin jahit 17. Minyak goreng 11.

89 159954.946 49.00 7.00 17.00 370.46 0.00 250.23 5.00 974.00 4400.00 - Des (14) 781.00 69.00 4358.5 Menurut Jenis Barang dan Bulan 0 7 Volume Juni (8) 1879.10 298.875 13.00 645.30 13.904 221.646 155.17 81.00 200.00 23 - Ags (10) 1630.70 2.652 4 0.21 70.308 82.00 2200.00 565.00 - Nop (13) 4239.00 - Jumlah (15) 23142.00 76 - Okt (12) 2445.00 0.40 10 128 2 21.01 52.48 3.00 2800.16 345.97 9 50 1 27.00 62300 1768.00 0.00 650.00 3000.00 4990.00 5 13 1135.00 19310.00 50.28 1300 1342.34 2412 1365.00 175.13 279.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Table 8.00 52 - Sep (11) 2794.79 2064.00 83.00 5200.656 10.78 100.79 1218.458 9 65 0.1.00 196.641 0.00 64.00 44198.00 257.15 Juli (9) 942.851 27.15 290.651 24900 1742.31 0.30 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 339 .00 13 21 3 1142.00 41.49 92.381 11.

176 340 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .270 RASKIN (3) 819 589 596 622 434 534 392 250 755 4.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. Mei 06. Pebruari 03. Juli 08. April 05.177 953 927 957 777 892 751 609 1. Oktober 11.6 Banyaknya Komoditi Beras yang Disalurkan menurut Kelompok Penggunaan dan Bulan Penyaluran di Kabupaten Belu 2007 (Ton) Bulan (1) 01.991 Pedagang/ Usaha Lainnya (4) 915 915 Jumlah (5) 370 1.314 1. Maret 04.1. Agustus 09. Desember Tahun 2007 Sumber : Perum Dolog Source : PNS/POLRI/ TNI (2) 370 399 358 364 331 335 343 358 359 359 347 347 4. Juni 07.102 347 10. Nopember 12. September 10. Januari 02.

Perhotelan Hotels .

Malaka Barat 02. Raimanuk 10. Laen Manen 09. and Beds by District 2006 . Malaka Timur 08. Tasifeto Barat 12. Lodgin gs (5) 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 0 0 16 2007 Kamar Rooms (6) 0 0 0 0 35 0 0 0 0 0 0 0 223 0 0 0 0 258 Tempat Tidur Beds (7) 0 0 0 0 59 0 0 0 0 0 0 0 426 0 0 0 0 485 (1) 01. Rooms. Tasifeto Timur 15. Losmen Hotel. Wewiku 04. Losmen Hotel.2. Rinhat 03. dan Tempat Tidur Menurut Kecamatan Numbers of Hotel/Lodgings. Raihat 16.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. Kakuluk Mesak 13. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Kota Atambua 14.2007 2006 Kecamatan District Hotel. Lasiolat 17. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 343 . Lodgin gs (2) 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 0 0 16 Kamar Rooms (3) 0 0 0 0 35 0 0 0 0 0 0 0 216 0 0 0 0 251 Tempat Tidur Beds (4) 0 0 0 0 59 0 0 0 0 0 0 0 417 0 0 0 0 476 Hotel. Kobalima 11.1 Banyaknya Akomodosi Hotel/Losmen. Sasita Mean 07. Jumlah Kamar.

Rinhat 03. Sasita Mean 07. Kakuluk Mesak 13.32 (1) 01. Raihat 16. Wewiku 04.89 0 0 0 0 9. Malaka Timur 08. Kobalima 11.80 0 0 0 0 0 0 0 9. Lamaknen Kabupaten Belu (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 629 0 0 0 0 629 (3) 0 0 0 0 1. Tasifeto Timur 15.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. Raimanuk 10. Laen Manen 09. Malaka Barat 02.369 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 344 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kota Atambua 14. Tasifeto Barat 12.2. Lasiolat 17.962 0 0 0 0 13.407 0 0 0 0 0 0 0 11. Weliman 05.333 0 0 0 0 12.2 Banyaknya Tamu Menurut Kewarganegaraan dan Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar Numbers of Guest by Citizen and Average Occupancy Rate of Hotel 2007 Banyaknya Tamu Nuimbers of Guest Kecamatan District Jumlah Total WNA Foreigner WNI Indonesian Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar Average Occupanc y Rate (5) 0 0 0 0 5. Malaka Tengah 06.740 (4) 0 0 0 0 1.407 0 0 0 0 0 0 0 11.

BAB / CHAPTER 9 Transportasi & Komunikasi Transportation & Communications .

98%). maka sarana angkutan ibarat darah yang mengalir melewati jalur urat nadi tersebut.65%.282 unit pada tahun 2007 atau naik 4. kebudayaan. Bila prasaran jalan sebagai urat nadi. Dalam kurun waktu 2005-2007 jumlah beberapa jenis kendaraan bermotor tiap tahunnya selalu menunjukkan peningkatan. politik.90 Km (38.225 unit dan meningkat menjadi 1.928 unit pada tahun 2007 atau naik 32. Sistem transportasi harus ditata sedemiakian rupa agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pedesaan dalam rangka mobilisasi barang material maupun manusia sebagai faktor produksi sehingga pada gilirannya dapat memperpendek jarak kesenjangan tingkat pembangunan dengan daerah perkotaan.40%) dan jalan tanah sepanjang 156.88 Km (38.77 Km (22. Kendaraaan roda empat atau lebih untuk angkutan penumpang (mikrolet dan bus) pada tahun 2005 sebanyak 1.83%) Dilihat dari aspek kualitas permukaan jalan dari panjang jalan keseluruhan tersebut di atas yang berkategori diaspal 510. Pada tahun 2005 jumlah kendaraan bermotor roda dua 15.72%).88%) kerikil/ diperkeras 264.095 unit dan meningkat tajam menjadi 19.02%. Guna menopang kelancaran perhubungan darat di Kabupaten Belu sampai dengan akhir tahun 2007 telah dibangun jalan sepanjang 932. Kendatipun panjang jalan tanah relatif masih cukup banyak namun cukup menggembirakan bahwa hampir semua desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Belu dapat dijangkau dengan kendaran umum.00 km (7. transportasi darat diharapkan tampil sebagai urat nadi kehidupan sosial.95 Km (73. Prasaran jalan merupakan media vital bagi kelancaran arus transportasi darat. dan hankam di Kabupaten Belu. Sedangkan untuk Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 347 .55 Km dengan perincian manurut status jalan sebagai berikut: jalan Kabupaten 689.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION TRANSPORTASI & KOMUNIKASI PERHUBUNGAN DARAT  Sebagai bagian dari sistem transportasi regional yang terpadu. jalan Propinsi 169.90 km (18.19%) dan jalan Negara 73.

dan pick up pada periode waktu yang sama mengalami peningkatan 14. Dari satusatunya pelabuhan laut di Kabupaten Belu yakni pelabuhan laut Atapupu sesuai data akhir tahun 2007 terdapat 532 kali kunjungan kapal yang semuanya berklasifikasi sebagai pelayaran nusantara. Dengan volume bongkar jauh lebih tinggi dari volume barang yang dimuat menunjukkan bahwa hasil produksi Kabupaten Belu yang diantar pulaukan ke daerah lain masih sangat terbatas.786.330 ton. Sedangkan banyaknya muat barang lewat pelabuhan Atapupu pada tahun 2005 sebanyak 25. Dari jumlah kendaraan roda empat atau lebih tersebut di atas.72%. volume bongkar muat barang dan jumlah penumpang. Volume bongkar terus bertambah. yang berfungsi sebagai kendaraan umum sebanyak 588 unit dengan perincian untuk angkutan penumpang 289 unit (naik 0.007 orang (naik 31. Sedangkan yang berangkat pada tahun 2006 348 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Jumlah penumpang yang datang pada tahun 2006 sebanyak 2293 dan pada tahun 2007 tercatat sebanyak 3. menurun menjadi 84.370 ton (turun 23.70%) dan angkutan barang 299 unit (naik 6.03%) dari tahun yang lalu.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER kendaraan angkutan barang (truk. Pelabuhan laut Atapupu terletak di Kecamatan Kakuluk Mesak dan kegiatan pelabuhan ini relatif ramai karena mempunyai jaringan angkutan laut yang sifatnya regular.830 ton (3.74%). baik yang datang berangkat.995 ton menurun menjadi 19.88%) pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 turun lagi menjadi 15. dan sebaliknya lebih menjadi wilayah pasar hasil produksi dari Jawa dan daerah lainnya.99%) pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 meningkat menjadi 106.646 ton (naik 20. light truk. Jumlah bongkar barang pada tahun 2005 sebanyak 88.04%). Kegiatan lalu lintas laut Kabupaten Belu yang tercatat adalah banyaknya kapal.32%). Volume bongkar barang lewat pelabuhan Atapupu pada tiga tahun terakhir perkembangannya cukup baik.6 ton (turun 23. PERHUBUNGAN LAUT  Wilayah Kabupaten Belu adalah daerah bukan kepulauan (daerah daratan) tapi perhubungan laut merupakan sarana yang cukup penting untuk menunjang aktivitas perekonomian daerah.

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 349 .505 buah atau 15. PT Pos dan Giro serta PT Telkom diharapkan mampu meningkatkan kinerja pelayanannya sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat tersebut.060. Pada tahun 2007 di Kabupaten Belu tercatat satu buah kantor pos dan 5 kantor pos pembantu.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION sebanyak 1.409 kg dan Rp 2.154 orang yang terdiri dari 1. Meningkatnya permintaan akan jasa pos dan telekomunikasi sebagai konsekuensi logis dari adanya kemajuan pembangunan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.470 orang dan pada tahun 2007 tercatat 2. Sedangkan jumlah barang yang dipaketkan dan jumlah uang yang diweselkan melalui kantor pos ini masing-masing sebanyak 17.800 buah paket surat dengan rincian surat biasa 3.71% dan surat tercatat 1.034 orang yang datang dan 1.000.724 sambungan atau 87.52%.81%.896. Jumlah penumpang yang datang dan berangkat pada tahun 2007 sebanyak 2.120 yang berangkat dibandingkan dengan tahun 2006 jumlah penumpang yang datang dan berangkat tercatat sebanyak 3.37%. nasional dan internasional sehingga arus informasi dan data dapat menjangkau seluruh dimensi ruang dengan baik dan lancar sebagaimana upaya yang telah dilakukan pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kompeten. POS DAN TELEKOMUNIKASI  Pembangunan pos dan telekomunikasi merupakan sarana yang amat penting mencakup jangkauan pelayanan regional. Jumlah pesawat yang datang dan berangkat pada tahun 2007 sebanyak 98 kunjungan pesawat.00%.5%. pesawat yang datang dan berangkat tercatat 100 kunjungan sehingga mengalami penurunan sebesar 2.577 buah atau 6. jumlah pelanggan telepon mengalami peningkatan sebesar 41. Dibandingkan dengan tahun lalu.304 orang atau turun sebesar 34.119 sambungan pelanggan dengan perincian sebagai berikut pemerintah 395 sambungan atau 12.   PERHUBUNGAN UDARA  Di Kabupaten Belu mempunyai satu pelabuhan udara yakni pelabuhan udara Haliwen. Jumlah pelanggan sampai akhir tahun 2007 sebanyak 3.431 orang atau naik 6.92%. Dari jumlah sarana kantor pos tersebut sepanjang tahun 2007 melayani pengiriman surat sebanyak 22.718 atau 77.34% adalah pelanggan swasta dan perorangan. kilat 17.Untuk sarana telekomunikasi pada tahun 2007 terdapat satu buah kantor BUMN.66% dan 2. Bila dibandingkan dengan tahun 2006.

2007 20000 18000 16000 14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 Sepeda Motor Truck 2006 Sedan 2007 Sumber : Polres Belu 350 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .04% Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Gambar 9. Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya Tahun 1998 .75% Rusak 17. Persentase Panjang Jalan di Belu Menurut Kondisi Jalan Tahun 2007 Rusak Berat 28.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Gambar 9.73% Sedang 16.2.47% Baik 37.1.

TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Gambar 9.2007 60000 50000 40000 30000 20000 10000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Sumber : PT Telkom Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 351 .3. Banyaknya Pemasangan Jaringan Telepon oleh PT Telkom di Kabupaten Belu Tahun 1998 .

Perhubungan Darat Land Transportations .

806 23. Bis.46 12.733 26. Sepeda motor / motor cycle 02. microbus 05.440 35 376 - 2007 (3) 19.49 8. Sedan / car 04.384 338 40 1. light truck.1 Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kendaraan Numbers of Motor Vehicles in Belu regency by Type of Motor Vehicles 2006.228 1. dan sejenisnya/ bus. Lain .54 9.928 370 45 1. combi. Ambulance 07.5 4. traktor 06.40 11.20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 355 .1.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.282 1. bis mini.605 38 465 - Jumlah / total Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 18. Jeep / salon station 03. tangki.67 - Jenis Kendaraan Type of Vehicles (1) 01.2007 Perubaha n (%) (4) 29. pick-up. Station Wagon 08. Truck.57 23.lain / others 2006 (2) 15.

290 1.802 477 1.800.711 208 317 38 96 183 286.000 Perubahan (%) (4) -47.53 -23.2 Banyaknya Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Belu Numbers of Delinquency and Traffic Accident in Belu regency 2006 .29 -43.mati / death .71 -61.2007 Jenis Kendaraan Type of Vehicles (1) 01. Kerugian (rupiah) Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 356 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .02 -31.02 -63.401 1.68 -17.non tilang .luka ringan / light 03.000 2007 (3) 1.kecelakaan / accident 02.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.luka berat / seriously .tilang . Pelanggaran / delinquency 2006 (2) 3.20 -13.450. Korban .1.83 .180 145 179 29 79 71 246.03 -30.

091 5.54 -15.B I umum .77 Rincian (1) 01. yang dikeluarkan Resort Kepolisian Kabupaten Belu Numbers of Driving and Vehicles License Issued by Type 2006 -2007 Perubahan (%) (4) -19.3 Banyaknya SIM.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.36 152. Surat ijin mengemudi / driving lisence -A .89 -0.01 -30.102 2007 (3) 3.943 7.841 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 357 .A umum -BI . STNK. dan BPKB.82 -26.003 245 3 140 13 2.708 352 37 141 79 3.71 -83. STNK 03.602 3.355 3.40 -91.B II -C 02.1. BPKP Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 2006 (2) 3.

70 358 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .39 -3. Bus Menutur Trayek di Kabupaten Belu 2006 .62 10.2007 Perubahan (%) (4) -1.4 Banyaknya Mobil. Angkutan kota 02.1. Angkutan antar kota antar propinsi 2006 (2) 72 138 77 - 2007 (3) 71 133 85 - Jumlah / total Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Belu 287 289 0.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Angkutan antar kota dalam propinsi 04. Angkutan pedesaan 03.39 - Trayek (1) 01.

Truck mini 03.1. Tangki Jumlah (4) 72 583 255 56 Jumlah / total 299 667 966 Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 359 . Pick-up 04.5 Banyaknya Mobil Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Sifat 2007 Sifat Umum (2) 29 255 11 4 Tidak Umum (3) 43 328 244 52 Jenis (1) 01.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Truck 02.

60 689.95 - Persentase (3) 7.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION (kilometer) Tabel / Table 9.19 73.83 18.00 169.6 Panjang Jalan Menurut Status Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Road Status in Belu Regency 2007 Status Jalan Road Status (1) Negara / state Propinsi / provicial Kabupaten / regency Lokal / local Panjang Length (2) 73.00 360 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .55 100.1.98 - Jumlah / total Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu 932.

91 153.00 73.00 (2) 73.75 689.7 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Type of Surface in Belu Regency 2007 Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road (kilometer) Jenis Permukaan Jalan Type of Surface (1) Aspal / asphalt Kerikil / grave Tanah / earth Lainnya / others Jumlah / total % (3) 100.28 264.1.54 100.88 38.00 (4) 169.95 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 361 .60 169.00 100.02 3.60 (6) 268.18 0.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.00 % (7) 38.00 100.00 % (5) 100.40 22.

25 - % (5) 65.93 % (7) 25.00 169.95 100.700 18.14 Jumlah / total 73.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.75 10.65 235.52 7.49 17.27 11.85 123.08 (1) Baik / good Sedang / moderate Rusak / damaged Rusak berat badly damaged (2) 65.1.31 155.78 9.72 30.40 (6) 175.00 100.56 34.8 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Condition in Belu Regency 2007 (kilometer) Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road Jenis Permukaan Jalan Type of Surface % (3) 89.87 22.00 689.48 - (4) 110.00 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu 362 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .60 100.07 5.73 17.

TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.00 (4) 169.00 100.00 73.9 Panjang Jalan Menurut Kelas Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Class Road in Belu Regency 2007 (kilometer) Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road Jenis Permukaan Jalan Type of Surface % (3) 100.60 (6) 689.95 100.00 % (5) % (7) (1) Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IIIA Kelas IIIB Kelas IIIC Tidak terperinci no stated Jumlah / total (2) 73.00 100.95 689.00 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 363 .00 100.1.00 100.60 169.

Perhubungan Udara Air Transportations .

1 Jumlah Pesawat dan Penumpang Datang dan Berangkat di Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan Numbers of Aircraft and Passengers Arrival and Departures Via Haliwen Air Port by Month 2007 Pesawat Aircraft Datang Berangkat Arrivals Departures (2) (3) 9 7 8 9 9 7 9 9 4 13 7 7 98 9 7 8 9 9 7 9 9 4 13 7 7 98 Penumpang Passengers Datang Berangkat Arrivals Departures (4) (5) 193 81 44 68 123 58 95 109 22 106 63 72 1.2.034 119 119 96 78 159 63 102 140 29 86 47 82 1. Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 367 . Atambua Source : Haliwen Air Port Office.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.120 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah Sumber : Kantor Pelabuhan Udara Haliwen.

Haliwen Air Port Office.2 Banyaknya Bongkar Muat Barang.271 387 490 932 159 484 173 524 16. Atambua 368 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .583 Pos Paket Muat Bongkar Load Unload (6) (7) 0 0 56 32 30 0 0 10 0 10 0 0 138 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Bulan / Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember /November Desember / December Jumlah Sumber : Kantor Pelabuhan Udara Haliwen.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Bagasi.2. Atambua Source . dan Pos Paket Lewat Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan Volume of Cargo Loaded/ Unloaded Via Haliwen Air Port by Month 2007 Barang (kg) Muat Bongkar Load Unload (2) (3) 0 0 0 0 0 0 0 45 0 0 0 0 45 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Bagasi (kg) Muat Bongkar Load Unload (4) (5) 738 838 890 470 10.356 649 575 292 629 1.039 499 573 927 193 118 658 431 6.

Perhubungan Laut Sea Transportations .

TRANPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.1 Banyaknya Kunjungan Kapal dan Arus Penumpang di Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Numbers of Ship Visit and Passenger via Atapupu Port by Month 2007 Kunjungan Kapal Ship Visit (2) 26 47 46 39 43 37 41 44 52 56 64 37 Penumpang Passengers Datang Berangkat Arrivals Departures (3) (4) 94 120 193 30 76 155 542 520 179 578 275 245 94 53 174 70 145 175 401 282 216 319 318 184 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah 532 3.3.431 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 371 .007 2.

012 9.986 8.2 Banyaknya Bongkar BBM.729 Hewan (ekor) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 40. Barang.361 3.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.597 2.458 3.3.168 Barang (ton) (3) 4. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Volume of Cargo Loaded Via Atapupu Port by Month 2007 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December BBM (kiloliter) (2) 3.850 10.289 8.810 3.495 3.204 106.602 3.261 6.173 13.620 12.114 9.646 0 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office 372 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .834 8.501 3.548 2.617 2.170 4.182 3.608 10.865 4.

216 2.370 21.236 1.567 439 1.485 1.975 1.3.048 647 1.526 1.102 1.TRANPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Barang.303 Rumput (M3) (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 0 15.3 Banyaknya Muat BBM.335 Hewan (ekor) (4) 267 281 1. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Volume of Cargo UnLoaded Via Atapupu Port by Month 2007 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December BBM (kiloliter) (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Barang (ton) (3) 710 477 1.223 2.268 2.282 0 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 373 .223 996 3.979 2.272 1.304 2.773 3.

Pos & Telekomunikasi Post & Telecommunications .

197 4.505 Kilat Express Mail (3) 4.001 6.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.433 4.359 4.1 Banyaknya Surat Yang dikirim lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan dan Jenis Surat Numbers of Postal Mailed by Triple-Month and Type 2007 Surat Yang Dikirim Postal Mailed Triwulan Biasa General Mail (2) 261 276 1.577 Jumlah Total (5) 4.410 1.726 22.800 (1) I II III IV Jumlah / total Sumber : PT.558 3.986 5.087 6.729 17.4. Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 377 .718 Tercatat Registered Mail (4) 292 366 480 439 1. Pos Indonesia.

Pos Indonesia.2007 (rupiah) Triwulan (1) I II III IV Jumlah / total 2006 (2) 239.000 218.000 673.896.023.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.300.000 1.309.800 806.000 Sumber : PT.000 663.337.000 288.200 2.060.475.141.750. Atambua 378 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4.809.000 276.000 2007 (3) 752.604.616.2 Banyaknya Uang Yang diweselkan lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 .

00 2.042. Pos Indonesia.3 Banyaknya Barang yang Dipaketkan lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 .00 14.357 1.667.188 10. Atambua 2006 (2) 3.455 17.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.00 2007 (3) 409 5.4.00 5.841.2007 (Kilogram) Triwulan (1) I II III IV Jumlah / total Sumber : PT.929.00 3.379.409 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 379 .

724 2.724 2.119 Sumber : Kantor Cabang Telekomunikasi Atambua 380 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .119 3.724 2.4.119 3.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.4 Jumlah Sambungan Telepon Yang Disambung Menurut Jenis Pelanggan per Triwulan 2007 (Sambungan) Triwulan (1) I II III IV Pemerintah (2) 395 395 395 395 Swasta / Perorangan (3) 2.724 Jumlah (4) 3.119 3.

BAB / CHAPTER 10 Keuangan & Harga .Harga Financial & Prices .

pemerintah pada umumnya cenderung menggunakan prinsip anggaran berimbang dan dinamis. lain-lain pendapatan yang sah 1.943 milyar rupiah atau meningkat 51.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES KEUANGAN & HARGA-HARGA KEUANGAN DAERAH  Dalam perencanaan anggaran dan belanja daerah. retribusi daerah.22% dari tahun anggaran sebelumnya. maka keinginan untuk meningkatkan pengeluaran pemerintah semakin mendesak. sedangkan selebihnya masing-masing subsidi daerah otonom dan bantuan pembangunan pemerintah pusat atau dana perimbangan 94.95% dari total penerimaan memperlihatkan bahwa otonomi daerah masih dalam jargon politis. laba BUMD dan penerimaan lain-lain yang hanya sebesar 3. Pada tahun anggaran 2006 realisasi penerimaan APBD Kabupaten Belu 374. Dengan PAD yang terdiri dari komponen pajak daerah. Berimbang berarti harus diusahakan keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran sedangkan dinamis berarti makin meningkatnya jumlah anggaran dan sumber pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga kemampuan untuk membiayai daerah sendiri semakin nyata sekaligus ketergantungan pada bantuan pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) semakin dikurangi. PAD hanya memberikan kontribusi sebesar 3. Apalagi ada kesan bahwa masingmasing sektor institusi pelayananan publik berlombalomba mencari legitimasi politis pihak legislatif untuk mendapatkan anggaran yang lebih besar. Dari total penerimaan tersebut. Sedangkan secara finansial perlu upaya yang lebih keras dari pemda dan seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkannya. Akibatnya dalam perencanaan anggaran publik pada waktu mendatang akan bergeser dari pola anggaran berimbang ke anggaran defisit.46%. Dari sisi pengeluaran dalam tahun anggaran 2006 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 383 .59%. Seiring dengan tuntutan kebutuhan dan pembangunan pemerintah daerah untuk semakin menggairahkan aktivitas ekonomi dan sosial melalui pola pemberdayaan masyarakat.95%.

lembaga koperasi terutama Koperasi Unit Desa (KUD) masih kalah bersaing bahkan mati suri karena keterbatasan Sumber Daya Manusia yang berwatak sosial.51 %.66% memperlihatkan bahwa komitmen pemerintah terhadap kepentingan masyarakat dalam bidang alokasi anggaran perlu ditingkatkan lagi pada waktuwaktu mendatang.34%).097 milyar rupiah atau meningkat 38.19 %. KOPERASI  384 Koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional dan sebagai salah satu pelaku ekonomi yang memperoleh legitimasi formal dalam konstitusi. belanja bagi hasil dan bantuan keuangan 2. Namun dalam operasionalisasinya. biaya pemeliharaan.760 juta rupiah atau ratarata tiap anggota mempunyai simpanan sebesar 70.945 milyard rupiah tercatat pos pengeluaran yang menyedot dana paling tinggi adalah belanja Administrasi Umum 52.48 % dan belanja tidak terduga 0.91 %. Pada tahun 2007 jumlah KUD di Kabupaten Belu sebanyak 14 unit dan 67 unit koperasi non KUD. Khusus untuk pengeluaran belanja publik sendiri yang berjumlah 229.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES sebanyak 330.66% (229.152 milyard rupiah (30.91 %. belanja barang.889 orang dengan total simpanan sebesar 1.113. belanja Modal 23. Karena itu secara konseptual koperasi harus mampu tampil sebagai penyelamat ekonomi rakyat dari ancaman badai ekonomi kapitalis yang mengandalkan kekuatan modal individual. Sementara 69. dan lain-lain sebesar 100. Jumlah anggota KUD sebanyak 15. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . dimana semua telah berbadan hukum. belanja perjalanan dinas.118 rupiah.945 milyar) adalah pengeluaran untuk belanja pelayanan publik. Dengan posisi pengeluaran pemerintah daerah yang di dominasi pengeluaran untuk belanja publik sampai 69. Hal ini diperparah dengan ulah segilintir pengusaha swasta yang sering memperalat koperasi untuk melegitimasi aktivitas terselubung dalam mengeruk keuntungan pribadi. belanja Operasi dan Pemeliharaan 20. Dibandingkan dengan tahun lalu.91% dari tahun anggaran 2005 dari jumlah pengeluaran belanja aparatur seperti belanja pegawai.

807. minyak tanah. solar. Adapun laju inflasi umum yang terjadi berdasarkan akumulasi perubahan IHK per bulan di kota Atambua terhadap tujuh kelompok komoditas barang dan jasa 5. Untuk koperasi non KUD jumlah anggota 5. HARGA – HARGA  Harga merupakan tingkat nilai dari suatu barang atau jasa yang ditawarkan atau nilai perolehan atas barang dan jasa yang harus dibayar konsumen.59% pada tahun 2004 naik menjadi 16.19%.74%.754 orang (naik 32. Pada tahun-tahun setelah itu tingkat laju inflasi berjalan fluktuatif karena manajemen perekonomian nasional masih ditandai dengan kebijakan kenaikan harga barang dan jasa strategis seperti listrik.03% menyusul bahan makanan 7.52%) dengan jumlah simpanan 2.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES jumlah simpanan anggota KUD menurun 8. Secara parsial pada tahun 2007 tingkat inflasi tertinggi terjadi pada kelompok perumahan 30. rekreasi. Tingkat inflasi tertinggi di Belu pernah terjadi pada tahun 1998 sebesar 58.76%. Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan dasar perhitungan laju inflasi dengan menjadikan Kota Atambua sebagai barometer fluktuasi harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Belu.27%. dan tembakau 3. bensin. dan tarif telepon yang terus mengalami penyesuaian harga sehingga pada gilirannya akan menaikan berbagai kebutuhan pokok karena barang-barang strategis tersebut mempunyai kaitan langsung dengan produksi dan distribusi. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 385 . rokok.02 %.50%. transportasi dan komunikasi 0.11%. sandang dan kesehatan 4.82%). makanan jadi.05% pada tahun 2005 serta tahun 2006.06 % dan 10. Sedangkan tingkat inflasi untuk pendidikan. struktur ekonomi yang kurang seimbang dan tingginya jumlah uang yang beredar di tangan masyarakat.14% yang disebabkan oleh dampak krisis moneter dan krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997 dan mencapai momentum pada tahun tersebut. naiknya harga struktur input barang import yang sangat rentan terhadap kurs mata uang asing. dan 2007 masing-masing dengan laju inflasi 7. Karena itu upaya pencegahan inflasi harus berawal dari pengamatan yang cermat terhadap faktor penyebab utama inflasi di suatu wilayah. dan olahraga adalah sebesar -0. Gejala meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dikenal dengan istilah inflasi. Ada banyak faktor yang menyebabkan inflasi antara lain karena kapasitas permintaan terhadap suatu barang dan jasa melebihi volume persediaannya.110 juta rupiah (naik 29.

KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Gambar 10.00 10.2007 60 50 40 30 20 10 0 -10 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu 2007 Gambar 10.00 -2.1.00 4. Laju Inflasi Kota Atambua Menurut Bulan Tahun 2001 .00 -4. Laju Inflasi Kota Atambua Tahun 1998 .00 6.00 2.00 8.00 2001 Sumber : BPS Kabupaten Belu J an Peb Mar Apr Mei J un J ul Ags Sep Okt Nop Des 2002 2003 2004 2005 2006 2007 386 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 0.2007 12.2.

Keuangan Pemerintah Daerah Finance of The Regional Government .

643.447.659. TRANFER DARI DANA CADANGAN 6. Pendapatan Asli Daerah yang Sah Lainnya 3.986.1.704.085 2.060 20.348 597. Bagian Laba Usaha Milik Daerah 2.1 Realisasi Penerimaan Daerah Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2006 ( rupiah) Jenis Penerimaan (1) 1. BAGIAN SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN TAHUN LALU Jumlah (2) 14. Bagi Hasil Pajak dan Bagi Hasil Bukan Pajak 3.000 28.066.487.167.560 2. Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi 3.4.489.2. PENERIMAAN LAINNYA 5.605.811. PINJAMAN PEMERINTAH DAERAH PENERIMAAN DAERAH Sumber : Survei Keuangan Pemerintah Daerah Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 389 .4.295.000.701 6.259.637. Retribusi Daerah 2.1.589.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. Dana Alokasi Khusus (DAK) 4.000. BAGIAN PENDAPATAN ASLI DAERAH 2.791. Dana Alokasi Umum (DAU) 3.1.2.000 5.530.500 303.594 5.435 2.437.390.169.3.792 354. BAGIAN DANA PERIMBANGAN 3.3.942. Pajak Daerah 2.590 374.

497 4.925 5. Belanja Barang dan Jasa 2.3. Belanja Modal Pos Jaga Jumlah (2) 100.8. Belanja Modal Jaringan 3. Belanja Perjalanan Dinas 1. Belanja Modal Bangunan Gedung 3.5.612.7.530.299 10.9. Belanja Modal Alat-Alat Angkutan 3.113.591.000 221.1.4.746.505.2.711. BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN 2. Belanja Modal Alat-Alat Kantor 3. BELANJA APARATUR DAERAH 1.1.521.2. Belanja Barang dan Jasa 1.503. Belanja Pegawai / Personalia 1. Belanja Pemeliharaan 3.150 - 390 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .766 8.539.456.117 15.501.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.6.920. Belanja Perjalanan Dinas 2.4.739 5.329.503.2 Realisasi Pengeluaran Pemerintah Daerah Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2006 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) A. Belanja Modal Instalasi 3.386 7.879 77.2. Belanja Modal Alat-Alat Studio 3.3. Belanja Pemeliharaan 2. BELANJA MODAL 3.432.4.585. Belanja Modal Tanah 3.1.622 4.281.166.1.373.152.3.109.986.107 52. Belanja Pegawai / Personalia 2. Belanja Modal Buku Perpustakaan 3. BELANJA ADMINISTRASI UMUM 1.

Belanja Modal Alat-Alat Kantor 3.2.375 121. Belanja Pemeliharaan 3.671.4.226 108.723.385.5.8.4.086.3.723. BELANJA MODAL 3.308 6.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Lanjutan / Continued Table 10. Belanja Bangunan Air 3. Belanja Perjalanan Dinas 1.885.4.108 8.418.391 - Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 391 .883.931.1.9.274.776 3.227. Belanja Perjalanan Dinas 2. Belanja Pegawai / Personalia 1. Belanja Modal Jaringan 3.762. Belanja Barang dan Jasa 1. Belanja Modal Tanah 3.7.954.673.500.057 26. BELANJA PELAYANAN PUBLIK 1. Belanja Barang dan Jasa 2.2. Belanja Modal Instalasi 3.6.243 48.906. Belanja Pegawai / Personalia 2.692.944.554.390 8. BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN 2. Belanja Pemeliharaan 2.317.2 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) B.2.3.346. Belanja Modal Alat-Alat Besar 3.1. Belanja Modal Alat-Alat Bengkel Jumlah (2) 229. Belanja Modal Alat-Alat Angkutan 3.243 54.1.049.198. Belanja Modal Bangunan Gedung 3.094.176 1.1.500 6.3. BELANJA ADMINSTRASI UMUM 1.

15.13. Belanja Modal Buku Perpustakaan 3.11. BELANJA TIDAK TERSANGKA 5./Kota 4.3.1.4.1.202. BELANJA BAGI HASIL DAN BANTUAN KEUANGAN 4. Belanja Modal Alat-Alat Laboratorium 3.097. Belanja Modal Alat-Alat Studio 3.17. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Profesi 5. Belanja Bagi Hasil Retribusi Kepada Pemerintah Desa 4.14.12.2.2 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) 3.254 392 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .413. Belanja Modal Barang Bercorak Kebudayaan 3. Belanja Modal Usaha 3.1. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Kemasyarakatan 4.500 Jumlah (2) 5. Belanja Modal Alat-Alat Kedokteran 3.708.366.10. Belanja Tidak Tersangka 426.16. Belanja Modal Sarana Penunjang 4.157 JUMLAH BELANJA DAERAH Sumber : Survei Keuangan Pemerintah Daerah Belu 330. Belanja Bagi Hasil Pajak Kepada Pemerintah Kab.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Lanjutan / Continued Table 10. Belanja Modal Hewan 3.

647.825.227 3.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.178.004 15. Weliman 05.154.051 5.133 5.450 9.827.090 37. Kakuluk Mesak 13.244.143 102.000 13.070.004 68.217 42.273.811 6.004 Sumber : Dinas Pendapatan Daerah Tk.773 48. Raihat 16.543 42.490 13.723 31.761 464.825.661.090 37.741. Malaka Timur 08.827.000 2.742 62.978 2.178.160 161.363 4. dan Realisasi Penerimaan Pajak Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Wajib Pajak (2) 4.1.358 4.647. Kobalima*) 11.469. Tasifeto Barat*) 12.204.523.442 7.111 8.070.553.227.227. Rinhat 03.741.II Belu Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 393 .177.498 21.941.756 Persentase realisasi (%) (5) 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 Kecamatan District (1) 01. Pajak Bumi dan Bangunan 91.976 7. Lamaknen*) B.011 4. Malaka Barat 02. Sasita Mean*) 07.944 46.723 31.469. Laen Manen 09.217 42.177.141.553. Raimanuk 10.593 79.822 3.178.000.523.941.246 Target Penerimaan Pajak (Rupiah) (3) 1.000 15. Pajak Pertambangan Jumlah A + B A. Wewiku 04.417 64.823.204.244.416.319 182.163 89.416.165 43.143 102. Malaka Tengah 06.000.593 79. Tasifeto Timur 15. Kota Atambua*) 14.543 42.141. Lasiolat 17.660 52. Target.773 48.004 68.165 43.692.154.273.498 21.660 52.160 161.944 46.823.178.061 3.661.692.319 182.761 464.3 Jumlah Wajib Pajak .289 7.742 62.756 Realisasi Penerimaan Pajak (Rupiah) (4) 1.417 64.

Koperasi Cooperative .

KOPERASI LAIN-LAIN Jumlah 67 Sumber : Dinas Koperasi.000 2.608.1 Banyaknya Koperasi. Anggota dan Simpanan Menurut Jenis Koperasi Numbers of Cooperative.505.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. KOPERASI PEMUDA 06.000 (1) 01.000 261.807.000 516.576. Members and Saving Deposits by Kind of Cooperative 2007 Banyaknya Jenis Koperasi Koperasi Cooperativ e (2) 28 4 2 9 2 22 Anggota Members (3) 2.651. KOPERASI SIMPAN PINJAM 05.000 497. KOPERASI PENSIUNAN 04. KOPERASI ABRI 03.2.311 476 526 376 898 5.167 1.000 605.416.000 2. Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 397 . KOPERASI SEKOLAH 07.354.110.754 Simpanan Saving Deposits ( ribuan rupiah) (4) 923. KPN 02.

000 40.884 Simpanan Saving Deposits ( Ribuan Rupiah) (4) 149.810. Simpanan di Koperasi Unit Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Member and Saving deposits in Village Unit Cooperation by District 2007 Banyaknya Kecamatan District (1) 01.000 225.000 Sumber : Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Belu Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 398 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 9.927.2.760.000 56.000 41. Raimanuk 10.568.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. Lamaknen*) Kabupaten Belu Koperasi Unit Desa (KUD) (2) 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 14 Anggota Members (3) 1.000 1. Kobalima*) 11. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Barat*) 12.455 1.750. Weliman 05.531. Wewiku 04.060. Rinhat 03. Lasiolat 17. Anggota. Laen Manen 09. Malaka Timur 08.000 40.675.206.000 102.547 585 1.558 1. Malaka Barat 02.000 243.411.427 545 396 608 1. Kakuluk Mesak 13. Raihat 16.000 48. Kota Atambua*) 14.000 46.382. Malaka Tengah 06.2 Banyaknya Koperasi Unit Desa.404 4.699.657 449 1.113.253 15. Tasifeto Timur 15.741.000 108.

Harga -Harga Prices .

99 102. Minyak goreng / cooking oil 2002 (2) 256.19 428. Minyak tanah / karosene 07.90 312. Garam hancur / salt 06.02 345.58 280.99 98.92 441.77 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 401 . Gula pasir / refined sugar 05.00 652.49 267.24 265.22 662.16 2005 (5) 279.14 269.72 256.74 321.49 236.57 432.50 520.23 345. Tekstil kasar / textile 09. Beras / rice 02.42 126.10 435.33 434.16 312. Batik kasar / batik rata-rata / average 332.63 335.01 243.15 344.09 2003 (3) 264.97 333. Sabun cuci / soap 08.00 142.42 187.05 310.2007 Komoditi Commodities (1) 01.75 336.78 04.3.42 330.45 284.00 587.11 333.38 2006 (6) 313.23 308.86 249.68 331.57 557.92 678.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.62 409.86 592.36 113.16 178.82 369.32 311.64 128. Ikan asin / salted fish 03.94 2007 (7) 133.1 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua Average of Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2002 .40 543.72 461.99 585.78 75.31 260.09 239.05 373.94 2004 (4) 261.

00 7.896.00 2.850.00 4.188.750.750.500.00 6.00 2.000.000.588.00 23.896.033.00 21.00 7.00 6.500.000.67 7.33 5.33 5.000.750.500.988.83 2.00 2.00 7.000.00 6.00 6.000.750.500.00 6.00 24.67 4.00 25.750.00 24.00 21.67 Gula Pasir / Kg (5) 6.896.000.133.750.56 6.896.896.835.000.500.67 7.896.750.00 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December 4.896.896.750.000.500.000.67 7.000.00 2.00 4.00 Ikan Asin / Kg (3) 19.000.00 6.500.00 2.00 7.00 6.000.00 6.00 6.000.000.00 2.00 2.750.67 7.00 24.00 7.89 rata-rata / average 4.500.500.645.67 4.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Rata-Rata Bulanan Harga Eceran Sembilan Bahan Pokok Average retail Price of 9 Essential Commodities and 2 0 Beras / Kg (2) 4.00 21.000.750.00 21.00 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 402 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .750.750.500.00 25.00 7.033.00 24.00 2.00 2.00 Garam Hancur / Kg (6) 2.000.00 6.988.000.89 4.500.188.67 7.766.00 2.33 5.500.750.00 2.67 7.89 5.75 23.000.00 Minyak Goreng / Botol (4) 7.89 5.00 6.750.

000.750.500.000.67 1.000.00 Emas / Gram (13) 127.00 33.00 5.00 Batik Kasar /lembar (10) 9.350.750.00 5.000.500.00 1.300.00 9.00 6.955.00 4.00 9.500.500.875.00 33.166.135.00 216.350.500.000.00 1.00 Tepung Terigu / Kg (11) 4.00 9.133.350.866.89 6.30 7.00 148.00 9.00 32.500.500.500.00 10.00 6.00 127.00 127.500.500.00 148.00 186.56 32.000.950.00 32.825.300.00 9.818.00 32.300.300.133.00 6.00 5.00 10.850.00 5.666.00 6.67 Sabun Cuci / Batang (8) 5.250.67 2.00 9.850.450.500.450.00 33.00 5.500.955.00 1.722.00 9.22 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 403 .00 9.300.300.750.000.00 1.500.166.00 168.825.253.275.500.00 156.500.00 5.67 1.500.00 33.33 5.00 9.00 6.00 9.500.00 5.30 6.300.000.3.00 10.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.450.33 5.750.34 6.67 1.500.972.00 32.00 9.400.00 6.00 9.67 2.000.00 10.866.708.00 11.500.825.00 Semen / Sak (12) 32.00 137.400.00 5.030.2 dan Barang Srategis lainnya di Pasar Atambua Others Stratigies Commodities in Atambua Market 0 7 Minyak Tanah / Botol (7) 1.33 Textil Kasar / Meter (9) 9.500.40 9.850.250.000.554.00 4.00 5.450.00 9.666.00 4.00 1.00 9.400.00 33.950.500.00 186.00 1.135.00 9.500.000.00 32.00 9.666.400.500.67 1.950.825.00 137.500.00 168.00 33.92 9.00 9.

93 137.88 170.78 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 404 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .47 176.00 124.81 179.38 141.81 179.38 rata-rata / average 133.47 176.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Average Indeks Price of 9 Essential 2 0 Beras / Kg (2) 122.81 179.81 179.81 Gula Pasir / Kg (5) 124.36 209.53 209.88 132.77 128.14 137.53 Minyak Goreng / Botol (4) 176.88 170.00 124.00 124.47 179.47 176.15 135.42 126.03 129.16 199.68 170.61 Ikan Asin / Kg (3) 158.81 179.61 125.77 128.16 178.77 128.47 176.77 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December 122.77 128.87 141.00 128.36 199.42 187.81 179.77 128.88 170.88 187.36 199.93 135.00 124.14 139.77 128.36 199.

00 75.00 75.56 Sabun Cuci / Batang (8) 101.00 75.96 126.00 75.00 100.96 120.83 155.59 120.44 107.31 92.74 101.67 138.00 75.99 102.56 180.74 106.00 100.56 180.00 75.00 75.67 116.89 138.87 120.83 145.00 142.74 101.3.31 92.67 116.70 118.00 100.78 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 405 .00 105.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.99 98.36 113.00 75.56 105.00 100.14 Textil Kasar / Meter (9) 92.56 105.87 120.56 105.00 100.56 155.56 105.56 105.44 107.70 106.31 92.00 Minyak Tanah / Botol (7) 116.31 92.44 111.00 75.56 75.3 Bahan Pokok di Kota Atambua Commodities in Kota atambua 0 7 Garam Hancur / Kg (6) 75.00 75.87 120.31 107.31 92.89 145.44 107.31 92.67 116.91 Batik Kasar /lembar (10) 100.00 75.

17 3.63 1.34 0.00 -0.03 4.03 0.04 0.07 1.00 0.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Inflasi Atambua Menurut Bulan Inflation Rate in Atambua 2 0 Makanan Jadi.21 0.91 0.77 1.00 0.00 0.36 0.00 0.54 1.00 1.00 0.44 0.13 0.02 0.35 0.00 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Bahan Makanan (2) 1.06 0.00 1.05 2.50 3.37 6.30 0.53 Sandang (5) 0.56 0.20 Perumahan (4) 10. dan Tembakau (3) 1.50 0. Rokok.00 0.11 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 406 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .04 -0.27 0.00 0.76 30.85 0.00 0.00 0.04 0.45 1.14 0.00 0.00 0.31 3.32 Desember / December Inflasi 2007 7.16 0.46 1.

55 7.4 dan Kelompok Kebutuhan by Month and Group 0 7 Pendidikan.00 0.3.00 0.00 0.39 3.74 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 407 . Rekreasi.76 9.00 -0.27 0.31 3.00 -0.06 Kesehatan (1) 0.00 4.00 0.00 0.24 0.06 0.24 0.00 -0.61 4.00 -0.00 0.00 0.00 0.51 5.00 0.11 -0.00 0.06 0.00 ( persen ) Umum (4) 3.04 0.00 0. dan Olahraga (2) 0.00 0.81 10.00 0.06 6.43 6.16 0.27 0.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.92 8.19 10.56 0.00 0.06 8.00 0.00 0.00 0.00 0.38 0.35 0.00 Transportasi dan Komunikasi (3) 0.32 4.

43 -2.13 0.35 3.27 4.96 2007 (7) 7.97 3.03 0.75 -0. Makanan Jadi.11 76.03 0.99 4. Bahan Makanan 2.74 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 408 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . & Olahraga 7. Rokok & Tembakau 3.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.12 0.34 0.03 -46.05 7.81 76.98 -0. Transportasi & Komunikasi 2002 (2) 9.00 0. Minuman.61 3.13 57.48 1.06 10.53 2004 (4) 11.79 2005 (5) 8.19 Umum 4. Sandang 5.00 30.38 6.00 0.3.71 30.76 -2.76 -2.03 4. rekreasi. Pendidikan.95 2.98 -2.2007 Komoditi Commodities (1) 1. Kesehatan 6. Perumahan 4.5 Laju Inflasi Kota Atambua Inflation Rate in Kota Atambua 2002 .11 4.32 0.99 5.75 2003 (3) -1.50 3.94 2006 (6) 20.11 -0.34 -0.03 6.11 6.27 0.06 0.59 16.

765 4.293 1.987 1.819 1.384 5.531 5.942 1.744 21.070 4.721. Juni 07.730 Sumber : Pegadaian Pasar Baru Source : Pasar baru’s Pawnshop Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 409 .809.695 4. April 05. Pebruari 5.753. Januari 5.711.781 2.907 4.698.802.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.571 Mobil/ TV/Tape Tanah Motor (Buah) (Bidang) (Buah) (3) (4) (5) 14 11 10 16 10 11 3 10 4 20 6 9 124 23 37 31 17 25 25 24 28 20 27 22 21 300 - Bangu nan (Buah) (6) - Lainnya (7) - Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 1.694 1.389 1. Desember Tahun 2007 4.032 1.063 4.121.668.277 03. Oktober 11. Juli 08.007.3. Nopember 12. Agustus 09.6 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Pasar Baru Emas/Pe Bulan rhiasan (Gram) (1) (2) 01.447 1.883 4.770.822.270 57. Mei 06.641 4. Maret 04.339 1.085 02.263 2.809.809. September 10.

000 2.268 6.000 2.401 7.311 7. April 05.185. Oktober 11.406 7.375.582.492.517.205.621. Desember Tahun 2007 Emas/Pe rhiasan (Gram) (2) 7.171 146 Mobil/ TV/Tape Tanah Motor (Buah) (Bidang) (Buah) (3) (4) (5) 12 17 16 16 10 12 14 11 9 10 13 6 229 20 23 13 17 25 17 15 20 30 25 15 9 Bangu nan (Buah) (6) Lainnya (7) Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 2.000 2. September 10.463 6.030 87.834 7. Mei 06.615.604 7.279.000 2.386.000 2.727.7 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Atambua Bulan (1) 01.000 2.657 7. Maret 04.3.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. Juli 08.000 2.000 29.000 2.219.000 2. Agustus 09.749 7.400 7.781.000 Sumber : Pegadaian Atambua Source : Atambua’s Pawnshop 410 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Juni 07. Nopember 12.048 7.000 2.000 2. Januari 02. Pebruari 03.

Juni 07. Pebruari 03.205. Nopember 12.254.993 1.281 4. April 05.231.3.874 52. Oktober 11. September 10.052 1.116. Desember Tahun 2007 Emas/ Mobil/ TV/Tape Tanah Perhiasan Motor (Buah) (Bidang) (Potong) (Buah) (2) (3) (4) (5) 4.367 1.324 3. Januari 02.312.914 1.580 4.746.193 1.847 1. Juli 08.023 Sumber : Pegadaian Betun Source : Betun’s Pawnshop Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 411 .344 5.703 4.672 4.437 1. Mei 06.185.737 4.010 4.124.970 4.264 3.055.240 13.065.956 14 1 2 1 1 2 2 3 1 1 44 1 2 9 4 1 2 6 2 3 4 6 4 Bangu nan (Buah) (6) Lainnya (7) Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 1.222 1.561 1.996 1.197 4.061.147. Agustus 09.201 985. Maret 04.8 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Betun Bulan (1) 01.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.

BAB / CHAPTER 11 Pendapatan Regional Regional Income .

Dibandingkan tahun sebelumnya.66% (bandingkan dengan tabel 11. Apabila PDRB dihitung dengan menggunakan harga yang berlaku pada masing-masing tahun penghitungan disebut sebagai PDRB harga berlaku. Salah satu indikator penting dalam mengetahui pendapatan regional adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kondisi ini menunjukkan bahwa walaupun secara absolut rata-rata pendapatan masyarakat meningkat namun daya beli dari pendapatan tersebut masih tergolong rendah. Tabel 11. sektor Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 415 . namun nilai PDRB atas dasar harga konstan pada tabel 11.8% pada tahun 2006 atau menjadi 995. Sedangkan. Pada tahun 2005 nilainya mencapai 898. Sekalipun PDRB atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan yang cukup siginifikan yaitu 10.10). kontribusi terbesar dalam perekonomian Kabupaten Belu berasal dari sektor pertanian (lihat tabel 11.1 memperlihatkan nilai PDRB atas dasar harga berlaku yang terus meningkat dalam kurun waktu 2005-2006.8%. kontribusi sektor pertanian tahun 2006 mengalami sedikit peningkatan.146 milyar rupiah. dalam hal ini Kabupaten Belu.024 milyar rupiah dan meningkat 10. dalam satu tahun tertentu. PDRB merupakan total nilai tambah barang dan jasa yang diproduksi dalam wilayah tertentu.2 hanya bertumbuh sebesar 4. sehingga mempunyai peranan penting dalam mengetahui tingkat kegiatan ekonomi dan kepesatan pertumbuhannya. (tahun 2000) disebut sebagai PDRB harga konstan. Sementara itu. apabila PDRB dihitung menggunakan harga yang berlaku pada tahun dasar.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME PENDAPATAN REGIONAL PDRB ATAS DASAR BERLAKU DAN HARGA KONSTAN Pendapatan regional menggambarkan tingkat produksi dari suatu wilayah yang dicapai dalam suatu tahun tertentu termasuk perubahannya dari tahun ke tahun. STRUKTUR EKONOMI Bila diamati menurut sektor.3) sebesar 36%.

10).66% pada tahun 2006 (lihat tabel 11.05% terhadap total PDRB. dan yang terendah adalah sektor listrik dan air minum sebesar 0. Secara umum 416 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Bila dicermati secara parsial.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME jasa-jasa memberikan kontribusi terbesar kedua dalam struktur perekonomian Kabupaten Belu sebesar 24. secara agregat perekonomian Kabupaten Belu bertumbuh sebesar 4. Secara parsial.24%.62%. sektor konstruksi 6.17%. Pertumbuhan tertinggi pada tahun 2006 dicapai oleh sektor jasa-jasa yaitu sebesar 5. Sektor berikutnya yang tidak kalah penting dalam perekonomian Kabupaten Belu adalah sektor perdagangan.62%. Kecilnya kontribusi jasa swasta mengindikasikan masih sangat terbatasnya aktivitas sektor jasa oleh kalangan swasta. sektor pertanian mengalami pertumbuhan negatif sebesar 5. pada sektor jasa-jasa didominasi oleh sub sektor pemerintahan umum yang memberikan share 17. baik yang berasal dari produksi local maupun dari daerah lain.99% lalu turun menjadi 4.91%. setor keuangan. Sektor perdagangan yang didominasi oleh sub sektor perdagangan besar dan eceran secara sederhana menggambarkan perputaran uang serta fluktuasi barang yang diperdagangkan yang berasal dari sektor pertanian. Hal ini tidak lepas dari kontribusi nilai tambah sektor-sektor vital Kabupaten Belu. PERTUMBUHAN EKONOMI Pada tahun 2005.98%. namun demikian. sector industri 1.88% sedangkan jasa swasta hanya 7.19%.92%. sektor penggalian 3. persewaan. industri. namun pada tahun 2006 mencapai pertumbuhan positif sebesar 4. Sektor-sektor ekonomi lainnya yang memberikan kontribusi terhadap PDRB masingmasing sektor pengangkutan dan komunikasi 7. hotel.67% pada tahun 2005. dan restoran yang memberikan share 14. serta penggalian di Kabupaten Belu.04%. sehingga apabila alokasi anggaran jasa pemerintah melalui DAU dan DAK mengalami goncangan maka dapat dipastikan akan sangat mempengaruhi aktivitas sektor jasa-jasa bahkan terhadap perekonomian secara keseluruhan. dan jasa perusahaan 4.97% pada tahun 2006. sementara pada tahun sebelumnya mencapai 16.97%.

meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 2. Apabila peningkatan produksi fisik barang dan jasa sekaligus diikuti dengan peningkatan indikator harga.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME seluruh sektor PDRB menunjukkan laju pertumbuhan yang menurun (kecuali sektor pertanian) dibandingkan tahun sebelumnya. PENDAPATAN PERKAPITA Angka pendapatan perkapita merupakan indickator yang paling sering digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan penduduk dalam suatu wilayah. Dengan demikian meningkatnya akumulasi nilai tambah dari aktivitas berbagai sektor ekonomi di satu sisi. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 417 . Selain itu apabila peningkatan nilai nominal pendapatan perkapita masyarakat ternyata lebih banyak dikontribusi oleh meningkatnya harga balas jasa faktor-faktor produksi maka dapat dikatakan bahwa peningkatan pendapatan perkapita tersebut belum mendongkrak daya beli masyarakat secara riil. karena nilai pendapatan perkapita yang ada merupakan hasil bagi antara akumulasi nilai tambah dari seluruh strata ekonomi masyarakat (baik kaya maupun miskin) dengan total penduduknya.03%.11). sekalipun angka pendapatan perkapita dijadikan sebagai indikator kesejahteraan namun belum mutlak menggambarkan penyebaran pendapatan pada setiap strata masyarakat. Walaupun mengalami peningkatan.683 juta rupiah. Pada tahun 2006 rata-rata pendapatan perkapita penduduk Belu mencapai 2. secara riil (pendapatan perkapita menurut harga konstan) pergerakannya perkapita penduduk Kabupaten Belu tergolong relatif kecil. Angka ini memperlihatkan bahwa produktivitas penduduk Kabupaten Belu meningkat sebesar 2. yaitu meningkat hanya sebesar 2.03%.484 juta rupiah (tabel 11. maka secara nominal pendapatan perkapita akan bertambah dengan pesatnya. sementara di sisi lain bila terjadi penekanan laju pertumbuhan penduduk maka akan mendorong lebih cepat perkembangan tingkat pendapatan perkapita.

500.00% 6.500.000 500. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Belu Tahun 2000 .00% 8.00% 0.00% 4.00% 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 Sumber : BPS Kabupaten Belu Gambar 11.00% -2.1.000 1.2006 2.2006 10.2. Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu Tahun 2000 .000.00% -4.00% -6.000 1.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Gambar 11.000.000 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu 418 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 2.00% 2.

00% 90. Pengangkutan.3.00% 70.00% 40.00% 50.00% 0.2006 100. Listrik & Air Bersih.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Gambar 11. Keuangan dan Jasa-Jasa Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 419 .00% 80. Pertambangan dan Penggalian : Industri Pengolahan.00% 10.00% 30. Persentase Peranan Sektor – Sektor Terhadap Pembentukan PDRB di Kabupaten Belu Tahun 2000 .00% 60. Bangunan : Perdagangan.00% 2000 2001 primer 2002 2003 sekunder 2004 tersier 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu Keterangan : Primer Sekunder Tertier : Sektor Pertanian.00% 20.

LISTRIK. GAS.857.547.09 23. perhotelan / hotels c. kehutanan / foresty e.46 149.718. tanaman perkebunan / farm non food crops c.88 179.78 2.682.31 2.&AIR BERSIH ELECTRICITY. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.49 145. listrik / electricity b.384.15 52.211. & HOTEL a.87 2. rumah makan / restaurant 2005 (2) 320.78 19. perikanan / fishery 2.244. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.244.05 18. tanaman bahan makanan / farm food crops b.705.31 894.764.35 2006 (3) 358.40 25.28 134.178. RESTORAN.1 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Current Market Prices 2005-2006 (juta rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.44 127.28 644.80 2.051.011.15 17. GAS & WATER SUPPLY a.78 0 389.743.22 1.06 144. PERDAGANGAN.017.76 152.50 29.86 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 421 . gas / gas c.061.09 65.06 31. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.623.406.74 2.388.07 0 289.952. restoran.37 140.99 961.016.90 674.817.955.934. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.034.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.569. PERTANIAN / AGRICULTURE a.42 16. air bersih / water supply 5.

47 0 13.884.18 329.64 898.57 177.47 0 237. jasa penunjang keuangan d.53 320.80 61.17 29.JASA / SERVICE a.370. pengangkutan laut / sea transport 4.864. JASA .94 70.920. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.722. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.28 8.466.866.667.53 158.90 0 45.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.63 33.305. swasta / private 1.006.492.517.957.62 8.53 2. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 64.621.700.221.144.00 32.04 351. jasa perusahaan / bussines service 9.90 36.11 248.49 56.929. pemerintahan umum / government b.58 11. OWNERSHIP & BUSSINES a.635 422 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . komunikasi / communications 8.121.024. bank / bank b.915.36 63.33 2.54 8. sewa bangunan /building retail e.184 2006 (3) 71.722.89 425.1 (juta rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.84 995. pengangkutan udara / air transport 6.889.59 45. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. lembaga keuanagn non bank c.156.10 11.025.959.308. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.31 0 250.93 221.386.265. pengangkutan sungai.94 0 12. pengangkutan jalan raya / road transport 3.05 48.57 10.75 0 49.72 22. angkutan / transportation 1.63 20. danau / inland water transport 5.121.146. KEUANGAN.228. angkutan rel 2.

93 537.46 29.628.83 0 206.493.26 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a.85 111.962.14 97. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. restoran.289.210.558. perhotelan / hotels c.065.754.079.12 6.10 88.2 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 .727.2006 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. perikanan / fishery 2. RESTORAN.755. & HOTEL a.685.416. kehutanan / foresty e. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.32 525.368.187.14 6.&AIR BERSIH ELECTRICITY.625.533. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.998.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.44 109. PERDAGANGAN.05 28.773. GAS. tanaman perkebunan / farm non food crops c. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.33 6.66 2006 (3) 247.37 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 423 .73 0 214.42 15.57 90. gas / gas c.88 1. GAS & WATER SUPPLY a.287.35 85.09 1.87 13.90 310.10 87.84 1.318. listrik / electricity b.634.991.23 14.205.37 14.748. tanaman bahan makanan / farm food crops b.39 1.12 6. air bersih / water supply 5.00 307.19 1. rumah makan / restaurant 2005 (2) 236.370.76 104. LISTRIK.

JASA .12 615. swasta / private 1.57 296.055.524.375.779.52 20.17 0 34.949.81 21. lembaga keuanagn non bank c.913.66 2.691. pengangkutan jalan raya / road transport 3. sosial kemasyarakatan / social & community services 2.695.58 5.241.39 27.44 308.12 28.78 50.74 5.286.160.32 18. KEUANGAN.50 0 5.38 3.040.12 16. pemerintahan umum / government b.42 28.675 424 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11. pengangkutan laut / sea transport 4.76 43. bank / bank b. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.481.83 157. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.016.823 2006 (3) 47.47 105.JASA / SERVICE a.338. komunikasi / communications 8.47 0 5. jasa penunjang keuangan d.422.99 4.782.85 407.70 52.82 0 209.820.794. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL. sewa bangunan /building retail e.78 30. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.2 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.90 98.31 4. pengangkutan sungai.53 588.144. pengangkutan udara / air transport 6.438.967. OWNERSHIP & BUSSINES a.43 0 36. angkutan / transportation 1.024.711.247.137.847.537.31 148.56 41.838. danau / inland water transport 5. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 45.88 0 216.926.059.20 3.07 382.997. jasa perusahaan / bussines service 9. angkutan rel 2.26 3.

3 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .62 14.27 2006 (3) 36.87 3. kehutanan / foresty e.04 15.00 0.93 2.00 18. RESTORAN.98 0. rumah makan / restaurant 2005 (2) 35. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.30 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 425 .97 14. gas / gas c.31 0. perikanan / fishery 2. LISTRIK.78 3.61 0. restoran.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.25 0.04 6. listrik / electricity b.25 0. GAS.10 1. PERDAGANGAN.22 0.71 16.00 0.66 0.07 0.57 14.10 1.20 0.03 1. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.24 0.2006 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.17 2. PERTANIAN / AGRICULTURE a.&AIR BERSIH ELECTRICITY.79 16.03 5.48 0.04 2. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. GAS & WATER SUPPLY a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. tanaman bahan makanan / farm food crops b. air bersih / water supply 5. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.07 0.59 13. tanaman perkebunan / farm non food crops c. & HOTEL a. perhotelan / hotels c.

bank / bank b.34 0. lembaga keuanagn non bank c.01 4.66 100.97 5.65 17.03 0. OWNERSHIP & BUSSINES a.90 1. pengangkutan jalan raya / road transport 3. angkutan / transportation 1.00 5.00 0.04 3.19 0.04 3.29 6.05 0. pengangkutan udara / air transport 6.44 0.00 1.61 7. angkutan rel 2.92 17.23 6. danau / inland water transport 5.93 0.40 0.3 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.31 1.99 0.03 0. pemerintahan umum / government b.00 426 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .34 0.04 24.18 0. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL. jasa perusahaan / bussines service 9.05 3.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai. ocial kemasyarakatan / social & community services 2.00 0.00 2006 (3) 7.00 1. jasa penunjang keuangan d.28 1.00 4. KEUANGAN.88 7.26 0.24 0. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 7.91 2. JASA – JASA / SERVICE a.04 3.27 0. komunikasi / communications 8. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.03 2. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.67 100. sewa bangunan /building retail e.26 0. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. swasta / private 1.04 24.

03 2006 (3) 40.89 14. kehutanan / foresty e.13 17.51 0. perhotelan / hotels c.4 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005. restoran. tanaman perkebunan / farm non food crops c. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. rumah makan / restaurant 2005 (2) 40.81 14. GAS & WATER SUPPLY a.63 0. tanaman bahan makanan / farm food crops b. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.03 4.67 14.&AIR BERSIH ELECTRICITY.00 0.22 0. air bersih / water supply 5.2006 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.51 1. gas / gas c. GAS. PERDAGANGAN. RESTORAN.01 1.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.04 4.32 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 427 .34 18.09 2.00 0.25 0.05 0.15 16.39 18.06 0.33 0.18 0.30 0. & HOTEL a. PERTANIAN / AGRICULTURE a.90 14. listrik / electricity b.08 1.01 2. perikanan / fishery 2. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.05 0. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.09 2.59 2.47 1.21 0.25 0. LISTRIK.

PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL. JASA . swasta / private 1.04 0. danau / inland water transport 5.66 2. lembaga keuanagn non bank c.05 25.00 2006 (3) 7.89 0. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.62 17.53 0.05 8. jasa penunjang keuangan d.86 0.49 100.00 5.07 3.86 0. pengangkutan jalan raya / road transport 3. jasa perusahaan / bussines service 9.92 0.98 0.00 5.75 4. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. pengangkutan udara / air transport 6. angkutan / transportation 1.01 0.51 0.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.04 0. bank / bank b.78 8.69 2.00 428 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .53 100. komunikasi / communications 8.06 3.76 4.98 0.54 0. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.05 25.00 0.00 0.87 0. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 2005 (2) 7. OWNERSHIP & BUSSINES a. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.JASA / SERVICE a.57 5. KEUANGAN. pengangkutan sungai. sewa bangunan /building retail e.4 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.89 0.93 0.91 0.00 0. pengangkutan laut / sea transport 4. angkutan rel 2.52 4.85 0.73 6.00 0.30 16.51 0.75 6. pemerintahan umum / government b.

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel 11.5 / Table 11.5 Index Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Chained Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 - 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 96.87 82.64 124.35 112.31 132.00 120.39 144.90

2006 (3) 111.71 118.10 111.95 104.88 107.46 105.69 107.36

134.14

108.08

121.17 119.76 0.00 131.62 124.26 119.71 119.86 149.80 107.32

107.25 103.21 0.00 126.57 126.57 103.48 103.39 104.65 107.64

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

429

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.5

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency

2005 (2) 128.74 126.25 0.00 123.34 115.97 0.00 110.39 149.93 147.66 136.04 134.14 148.50 0.00 130.31 112.38 132.50 135.12 126.37 120.21 121.82 132.61 115.19

2006 (3) 110.21 109.38 0.00 109.53 113.91 0.00 105.44 107.37 115.66 108.22 109.65 106.46 0.00 107.48 106.42 112.02 112.50 110.84 110.92 108.65 110.79 110.82

430

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.6 Index Berantai Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Chained Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant Market 2000 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 94.33 79.02 111.29 107.78 111.50 119.12 104.02

2006 (3) 104.62 107.29 107.07 102.17 102.29 102.98 102.15

108.02

102.96

105.24 106.66 0.00 97.15 105.28 105.12 105.15 124.99 101.32

102.63 102.40 0.00 104.08 102.97 103.06 103.10 101.16 101.49

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

431

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.6

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 114.42 113.96 0.00 112.79 128.41 0.00 127.75 113.26 118.90 118.05 124.96 115.43 0.00 102.62 108.13 120.87 121.09 120.45 118.85 121.14 122.74 104.99

2006 (3) 104.90 104.77 0.00 104.85 103.99 0.00 103.15 104.69 106.17 105.38 107.04 103.68 0.00 101.73 104.22 105.97 106.34 105.26 106.49 106.61 103.51 104.66

432

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.7 Index Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Development Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 143.36 130.99 285.78 142.15 252.06 182.11 497.90

2006 (3) 160.14 154.70 319.93 149.09 270.87 192.47 534.55

362.06

391.31

179.58 191.44 0.00 126.56 179.73 191.10 191.75 352.82 149.07

192.59 197.58 0.00 170.31 227.48 197.74 198.25 369.21 160.45

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

433

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.7

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 208.20 195.91 0.00 182.53 137.43 0.00 211.59 407.17 351.12 298.64 290.37 368.55 0.00 272.91 155.94 311.51 313.79 305.95 239.18 233.64 412.22 196.27

2006 (3) 229.47 214.27 0.00 199.92 156.56 0.00 223.10 437.17 406.11 323.17 318.38 392.35 0.00 293.33 165.95 348.97 353.01 339.11 265.29 253.84 456.70 217.49

434

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.8 Index Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Development Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant Market 2000 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 105.62 84.11 170.46 121.81 148.06 160.21 103.02

2006 (3) 110.50 90.25 182.51 124.44 151.45 164.98 105.23

126.64

130.39

119.54 126.10 0.00 90.19 99.39 116.36 116.47 168.13 106.62

122.68 129.13 0.00 93.87 102.34 119.92 120.09 170.09 108.21

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

435

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.8

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 145.93 143.07 0.00 139.77 183.26 0.00 186.70 146.89 179.15 181.46 235.94 167.18 0.00 110.51 140.05 209.55 196.03 242.50 231.27 227.99 260.42 128.63

2006 (3) 153.09 149.89 0.00 146.55 190.56 0.00 192.58 153.78 190.21 191.21 252.56 173.33 0.00 112.42 145.96 222.07 208.45 255.25 246.28 243.06 269.56 134.62

436

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.9 Index Implisit Produk Domestik Bruto Kabupaten BeluAtas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Implisit Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 135.73 155.73 167.65 116.70 170.25 113.67 483.32

2006 (3) 144.92 171.42 175.30 119.80 178.85 116.66 507.99

285.89

300.12

150.23 151.81 0.00 140.33 180.84 164.24 164.63 209.85 139.82

156.99 153.01 0.00 181.43 222.28 164.90 165.09 217.07 148.28

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

437

pengangkutan jalan raya / road transport 3.Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 2005 (2) 142. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.65 160. KEUANGAN.42 102.00 260. pengangkutan udara / air transport 6. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.42 161.60 75.07 126.33 277. sewa bangunan /building retail e. pemerintahan umum / government b.96 111. komunikasi / communications 8. sosial kemasyarakatan / social & community services 2.JASA / SERVICE a.9 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. angkutan rel 2.01 126.36 226.36 0.06 220.99 164.00 0. pengangkutan sungai. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .51 169.00 115.00 113. jasa penunjang keuangan d. JASA .58 123.35 148. swasta / private 1.00 130.35 132.17 103. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.95 0.56 438 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .67 136. danau / inland water transport 5. bank / bank b.29 2006 (3) 149.00 136.15 0.69 157.19 195. angkutan / transportation 1. lembaga keuanagn non bank c.72 104.14 169.45 0.28 213.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.86 107.85 284.29 152.90 142. jasa perusahaan / bussines service 9.42 82. pengangkutan laut / sea transport 4. OWNERSHIP & BUSSINES a.44 169.00 246.48 158. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.92 113.93 0.

Pengangkutan&Komunikasi Transport&Communication 8.15 8.42 4. Gas & Water Supply 5.38 20.Gas & Air Bersih Electricity.12 3.28 2.02 2. Ownnership & Bussines 9.99 4.Restoran&Hotel Trade.97 Pertumbuhan Ekonomi / Economic Growth Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .90 18.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11. Perdagangan.97 5.66 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 439 . Keuangan.63 5. Bangunan Construction 6.05 5.10 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor Kabupaten Belu Regional Economic Growth by Sector 2005 . Jasa-Jasa Service 2005 (4) -5. Pertambangan & Penggalian Minning & Quarrying 3.2006 (persen / Percent) Sektor Sector (1) 1.Restaurant & Hotels 7.Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 4. Pertanian Agriculture 2. Persewaan & Jasa Perusahaan Financial.87 5.06 14.24 2. Industri Pengolahan Manufacturing Industries 4.02 2.67 2006 (5) 4. Listrik.96 5.62 4.

756 1.2006 ( ribuan rupiah) Tahun Year (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .483 1.975.253.499.826 2.11 Rata-Rata Pendapatan Per Kapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Berlaku Population Average Per Capita Income at Current Market prices of Belu Regency 2000 .484.170 2.641 2.683.444 2.901.877 440 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .Statistics of Belu Regency Pendapatan Per Kapita Income Per Capita (2) 1.642.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.

661.756 1.747.696.048 1.195 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 441 .12 Rata-Rata Pendapatan Per Kapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Konstan 2000 Population Average Per Capita Income at Constant 2000 Market Price Belu Regency 2000 .Statistics of Belu Regency (2) 1.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.571 1.346 1.642.896.545 1.818.628.488 1.2006 ( ribuan rupiah) Tahun Year Pendapatan Per Kapita Income Per Capita (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .