Katalog BPS : 1403.

5306

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA
BELU REGENCY IN FIGURES

2008

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELU

Katalog BPS : 1403.5306

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA
BELU REGENCY IN FIGURES

2008

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELU

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA 2008 BELU REGENCY IN FIGURES 2008 ISSN.0215.6962 No. publikasi / publication number : 53066.0801 Jumlah halaman / numbers of pages : lxxix+441 halaman / pages

Naskah / manuscript : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu BPS – Statistics of Belu Regency

Diterbitkan oleh / publised by : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu BPS – Statistics of Belu Regency

Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya May be cited with reference to the source

Atambua, Juni 2008

PETA KABUPATEN BELU Map of Belu Regency

13 Luas Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Desa/Area of District Kakuluk Mesak by Village 19 1.3 1.6 1.11 Luas Kecamatan Kobalima Menurut Desa / Area of District Kobalima by Village 17 1.DAFTAR ISI / CONTENTS Peta Kabupaten Belu / Map of Belu Regency F o t o / foto iv Kata Pengantar / Perface Sambutan / Foreword vii Daftar isi / Contents ix iii v Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Statistik xxv Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 1998 tentang Badan Pusat Statistik xliv Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1998 tentang Statistik liv Sejarah Belu / The Brief History of Belu lxix Penjelasan Umum / Explanatory Notes lxxviii TABEL / TABLE Bab / Chapter I 1.4 1.12 Luas Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Desa / Area of District Tasifeto Barat by Village 18 1.7 1.5 1.1 1.14 Luas Kecamatan Kota Atambua Menurut Desa/Area of District Kota Atambua by Village 20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 ix .10 Luas Kecamatan Raimanuk Menurut Desa / Area of District Raimanuk by Village 16 1.9 Geografi / Geography 1 Luas Daerah Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area of Belu Regency by District 7 Luas Kecamatan Malaka Barat Menurut Desa / Area of District Malaka Barat by Village 8 Luas Kecamatan Rinhat Menurut Desa / Area of District Rinhat by Village 9 Luas Kecamatan Wewiku Menurut Desa / Area of District Wewikut by Village 10 Luas Kecamatan Weliman Menurut Desa / Area of District Weliman by Village 11 Luas Kecamatan Malaka Tengah Menurut Desa/Area of District Malaka Tengah by Village 12 Luas Kecamatan Sasita Mean Menurut Desa / Area of District Sasita Mean by Village 13 Luas Kecamatan Malaka Timur Menurut Desa / Area of District Malaka Timur by Village 14 Luas Kecamatan Laenmanen Menurut Desa / Area of District Laenmanen by Village 15 1.2 1.8 1.

2000 68 x Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .5 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Tingkat 46 Pendidikan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Bab / Chapter III Penduduk dan Tenaga Kerja 51 Population and Man Power Penduduk / Population 3. and Density per District 2007 65 Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin / Population by District and Sex 2007 66 Penduduk Menurut Kecamatan dan Kewarganegaraan / Population by District and Cityzenship 2007 67 Perkembangan jumlah penduduk berdasarkan Sensus Penduduk dirinci menurut Kecamatan 1980.DAFTAR ISI / CONTENTS 1.3 3.1.2 Banyaknya Satuan Lingkungan Setempat menurut Kecamatan 2007 36 2. Rumah Tangga.3 Banyaknya Desa/Kelurahan dan Tingkat perkembangan Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan / Numbers of Villages and Supporting level by District 2007 37 2.6 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah.1.18 Luas Kecamatan Lamaknen Menurut Desa / Area of District Lamaknen by Village 24 1.17 Luas Kecamatan Lasiolat Menurut Desa / Area of District Lasiolat by Village 23 21 1.4 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah.20 Banyaknya hari Hujan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Day that rain in Belu Regency by District 2006 26 1. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Jenis Kelamin dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 38 2.21 Banyaknya curah hujan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Rainfall in Belu Regency by District 2006 28 Bab / Chapter II Pemerintahan / Government 31 2.1. Household.1 Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan / Numbers of Villages by District 2007 35 2.1 63 2 3. 1990. Area.1. dan kepadatan penduduk per Km dan per Rumah Tangga Menurut Kecamatan / Number of Population.15 Luas Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Desa/Area of District Tasifeto Timur by Village 1.16 Luas Kecamatan Raihat Menurut Desa / Area of District Raihat by Village 22 1.19 Nama dan Panjang Sungai Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Name and Length of Rivers by District in Regency of Belu 25 1.2 3. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Golongan dan 42 Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 2. Luas Wilayah.4 Jumlah Penduduk.

7 3. 3.DAFTAR ISI / CONTENTS 3.3.2. 3.1.2.3. Perkiraan Angka Kelahiran Total / TFR menurut Kabupaten 1989-2005 77 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Age at First Marriage 2007 78 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Lahir Hidup di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 79 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Masih Hidup di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 80 Tingkat kematian / Mortality rate 3. 3.2.1. 2002.1. 2004 84 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Sudah Meninggal di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 85 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xi .5 3. 3.3.3.1.2.2.8 Penduduk Kabupaten Belu Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan / Population 10 years old and over in Belu Regency by Marital Status 2007 69 Penduduk Kabupaten Belu Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin / Population in Belu Regency by Age Group and Sex 2007 70 Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan dan Golongan Umur / Number of Population by Districk and Age Group 2007 71 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Menurut Kecamatan / Number of Household and Poor People by Districk 2007 74 Tingkat kelahiran / fertility rate 3. 75 3.3. 2004 83 Tingkat Harapan Hidup Penduduk Berumur Nol Tahun Menurut Kabupaten / The Life Expectancy At Birth by Regency 1999.4.1. 2002. 81 Tingkat Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Menurut Kabupaten / Infant Mortality Rate ( IMR) per 1000 birth by Regency 1999.2.1.6 3.

4.3 3.4.4.8 3.13 3. dan Penempatan Tenaga Kerja yang Terdaftar Menurut Jenis Kelamin / Numbers of Registered Job Applicants. and Placement of Workers by Sex 2007 98 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin / Numbers of Registered Jod Applicants by Educational Attainment and Sex 2007 99 3.4.10 3.1 87 3. Permintaan.DAFTAR ISI / CONTENTS Angkatan kerja / Labour force 3.4.4.4.4.14 Banyaknya Penduduk Pelintas Batas di Kabupaten Belu / Numbers of Transitter in Belu Regency 2007 102 xii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .6 3.5 3.9 3. Vacancies.4.7 3.4.11 Penduduk 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Kegiatannya Seminggu yang Lalu / Population 15 Years Old and Over by Sex and Activity During The Previous Week 2007 89 Penduduk 15 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kegiatan / Population 15 Years Old and Over by Type of Activity in Belu Regency (Kota/Urban) 2000 90 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week By Main Employmen Status and Sex 2007 91 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Employmen Status and Sex 2000 92 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2007 93 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2000 94 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2007 95 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2000 96 Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Jenis Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Type of Main Occupation and Sex 2006 97 Jumlah Pencari Kerja.4.2 3.12 Perbandingan Rata-rata upah/gaji Bersih Karyawan dengan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dan upah Minimum Regional (UMR) Selama sebulan di Kabupaten Belu 2005-2007 100 Banyaknya Transmigran dirinci per Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Transmigrant by district in Belu Regency 2007 101 3.4.4 3.4.4.

3 4.1.2.4 4.1.4 123 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Luas Lantai / Household in Belu regency by Area of Floor 2007 125 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Atap terluas / Household in Belu regency by Primary Roof Type 2007 126 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Lantai terluas / Household in Belu regency by Primary Floor Type 2007 127 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Dinding Terbanyak / Household in Belu regency by Area of Primary Roof Type 2007 128 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xiii .1 4.2.1 4.5 4.2.7 4.2.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter IV Konsumsi dan Keadaan Rumah Tangga Consumption and Household Condition 103 Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Population Expenditure and Consumption 4.1.1.1.2 109 4.1.1.3 4.6 4.2 4.8 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan / Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2003 111 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Pengeluaran untuk Makanan dan Bukan Makanan Per Kapita Sebulan / Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure fot Food and Non-Food 2003 112 Penduduk di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan / Population in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2007 113 Rata-Rata Konsumsi Bahan Makanan Per kapita Seminggu Menurut Jenis Bahan Makanan Penting di Nusa Tenggara Timur / Average of Per Capita Food Consumption by Selected Food in Nusa Tenggara Timur 2005 114 Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan dan non makanan menurut Kabupaten/Kota 2005 115 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan untuk kelompok Makanan di Kabupaten Belu / Averageof per Capita Monthly Expenditure and Food item in Belu Regency 2007 116 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan untuk Kelompok bukan Makanan di Kabupaten Belu / Average per capita Monthly Expenditure and Non Food item in Belu Regency 2007 118 Penduduk menurut golongan pengeluaran sebulan di Kabupaten Belu dan NTT 2007 120 Keadaan Rumah Tangga & Tempat Tinggal Household Condition & Home Owner 4.1.

2.4 5. Guru.2. dan Murid Sekolah Menegah Tingkat Atas (SMTA) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School.1 5.2.6 5.DAFTAR ISI / CONTENTS 4. and Pupil of Public and Private Senior High School (General) in Belu Regency by District 2007 149 Banyaknya Sekolah.1. and Pupil of Public and Private Primary School in Belu Regency by District 2007 147 Banyaknya Sekolah.3 5. dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan / Numbers of Schools.1.1. Teacher. Teacher. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School.7 Banyaknya Sekolah. Guru.1. Guru. teacher. Guru.2.5 4. dan Murid Taman Kanak-Kanak Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut kecamatan / Nimbers of school.2 143 5.5 5. and Pupil of Public and Private Junior High School (General) in Belu Regency by District 2007 148 Banyaknya Sekolah.2.8 4.7 4. Guru.6 4. dan Murid Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School.1. Teacher. Teachers. and Pupils by Education Level 2007 145 Banyaknya Sekolah. and Pupil of Public and Private Senior High School (Vocational) in Belu Regency by District 2007 150 Banyaknya Sekolah. and pupil of public and private kindgarden by district 2006 146 Banyaknya Sekolah. Teacher. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) Kejuruan Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School.1. Guru.1. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Terbuka Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 151 xiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .9 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Penerangan / Household in Belu regency by Source of Lighting 2007 129 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Air Minum / Household in Belu regency by Source of Drinking Water 2007 130 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Jamban / Household in Belu regency by Toilet Facilities 2007 131 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Status Penguasaan Tempat Tinggal Household in Belu regency by Status of House 2007 132 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Tempat Pembuangan Tinja / Household in Belu Regency by Faeces Place of Exile 2007 133 Bab / Chapter V Sosial / Social Affairs 135 Pendidikan / Education 5. Guru.

1. Peserta Keluarga Berencana (KB).6 5.1.1.2.7 5.4 5.1. Never/Not Yet Attending School by Age Group in Belu Regency 2007 153 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Kemampuan Membaca dan Menulis per Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Literacy per Sex 2007 154 5.DAFTAR ISI / CONTENTS 5.1.1.13 5.14 Hasil Ujian Nasional SD/MI di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 155 Hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMPT di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 156 Hasil Ujian Nasional SMA/MA di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 157 Hasil Ujian Nasional SMK di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 158 Kesehatan / Health 5.8 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Health Service in Belu Regency by District 2007 161 Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Jenis Tenaga Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Health Personal by Health Personal Type in Belu regency by District 2007 162 Jumlah Penderita Rawat Jalan Menurut Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 165 Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Kunjungan Rawat Jalan di 19 Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 166 Sepuluh Penyakit Terbanyak Menurut Jumlah Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Umum 170 Atambua 2007 Status Gizi Balita Menurut Kecamatan Menurut Puskesmas di kabupaten Belu Nutritional Status of Children Under Five Years Old by Communitiy Health Centre in Belu Regency 2007 171 Banyaknya Peserta Aktif Menurut Metode Kontrasepsi yang digunakan per Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Active Acceptor by Contraceptive method used per District in Belu Regency 2007 172 Banyaknya Klinik.2.5 5.3 5.2.1 5.2.10 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Status Pendidikan dan Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Education Status and Sex 2007 152 Penduduk 7 Tahun keatas yang Masih Sekolah.2.2.8 5. Tidak/Belum Pernah Sekolah.2. dan Pasangan Usia Subur Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Health Personal Service by Health Personal Status and District in Belu Regency 2007 174 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xv .2 159 5.11 5. dan Tidak Sekolah Lagi Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Belu / Population 7 Years and over who attending School.2.1.12 5.9 5.

5.3.4.4.3 Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Religion Follower by District in Belu Regency 2007 185 Jumlah Tempat Ibadah di Kabupaten Belu Menurut Golongan Agama per Kecamatan / Numbers of Mosque/Private Mosque.3 Jumlah Perkara dan Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang Diterima. Penyebaran Infra Struktur Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Infra Structure of Social Affairs in Belu Regency by District 2007 191 Banyaknya Fakir Miskin dan Perumahan Tidak Layak di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 192 Jumlah Penduduk Lanjut Usia Terlantar dan Anak Yatim Piatu Di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Over Age and No Parents in Belu regency by District 2007 193 Banyaknya Penyandang Cacat.5. dan Masyarakat Terasing di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 194 Banyaknya Yayasan yang Mengasuh Anak dengan Sistim Non Panti dan Jumlah Anak asuh di Kabupaten Belu 2007 195 Bencana Alam Yang Terjadi dan Jumlah Korban Akibat Bencana Alam di Kabupaten Belu Menurut Kecamayan dan Taksiran Kerugian yang Diderita 2007 196 xvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4 . Ex Penyakit Kronis.5. Temple.4.1 175 5. 5.3.1. and Vikoa in Belu regency by District 2007 186 Banyaknya Rohaniawan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Spiritualist in Belu Regency by District 2007 187 Sosial Lainnya / Others Social 5.3.5.DAFTAR ISI / CONTENTS Kriminalitas / Crime 5.3.2.5.2 5.5.1 5. Diputuskan Menurut Bulan / Numbers of Criminal Cases and Defendants Received .4 5.5.5. 5.2 183 5. Wanita Rawan Sosial. 5. Settled by Month 2007 177 Jumlah Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang diselesaikan Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Belu / Numbers of Defendants in Criminal Cases that Setlled by Age Group and Sex in Belu Regency 2007 178 Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang diselesaikan Pengadilan Menurut bulan dan Sikap Terhadap Putusan di Kabupaten Belu / Numbers of Defendants and Settled by Court.2007 182 5.3. by Month and Sex 2007 179 Banyaknya Masalah Sosial Menurut Bulan yang terjadi di Kabupaten Belu 2007 Banyaknya Masalah Sosial yang terjadi di Kabupaten Belu 2006 .5 180 Agama / Religion 5.6. 189 5.3. Church.

Yield Rate and Production of Dryland Paddy by District 2007 213 Luas Panen.1.1. Yield Rate and Production of Cassava by District 2007 215 6.1.2007 222 Luas Tanah Menurut Penggunaan di Kabupaten Belu / Land Area by Used Type in Belu Regency 2005 – 2007 223 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xvii .8 6.7 Luas Panen. Yield Rate and Production of Maize by District 2007 214 Luas Panen.1.10 6.3 6.9 6. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Sawah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested. Yield Rate and Production of Peanuts by District 2007 217 6. Yield Rate and Production of Wetland Paddy by District 2007 212 Luas Panen. Yield Rate and Production of Green Peas by District 2007 218 Perkembangan Luas Panen Tanaman Pangan di Kabupaten Belu / Area Harvested of Food Crops in Belu Regency 2002 – 2007 219 Perkembangan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Belu / Food Production in Belu Regency 2002 – 2007 220 Produksi Sayur-Sayuran di Kabupaten Belu / Vegetables Production in Belu Regency 2002 . Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.1 6.2007 221 Produksi Buah-Buahan di Kabupaten Belu / Fruits Production in Belu Regency 2002 . Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Hijau di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested. Rata-Rata Hasil dan Produksi Jagung di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.1.11 6.2 209 6.1.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.1.4 6.5 Luas Panen.1.1. Yield Rate and Production of Paddy by District 2007 211 Luas Panen.1.6 6.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter VI Pertanian / Agriculture 199 Tanaman Pangan / Food Crops 6.13 Luas Panen.12 6. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Ladang di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.1. Yield Rate and Production of Sweet Potatoes by District 2007 216 Luas Panen.

1.2. Brucellosis. Brucellosis. Rumah Tangga Pertanian.1 6.14 224 6.3.3.3.15 Banyaknya Rumah Tangga.2 6.DAFTAR ISI / CONTENTS 6.2. Rumah Tangga Peetanian Pengguna Lahan dan Rumah Tangga Gurem di Kabupaten Belu Tahun 1993 dan 2003 Banyaknya Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan Menurut Jenis Usaha Pertanian di Kabupaten Belu Tahun 1993 dan 2003 225 Perkebunan / Estate 6.4 6.2.7 6.4 237 Banyaknya Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock by Kind and District in Belu Regency 2007 239 Banyaknya Ternak Unggas Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Poultry by Kind and District in Belu Regency 2007 240 Banyaknya Ternak Berpenyakit SE Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock that SE Virus by Kind and District in Belu Regency 2007 241 Banyaknya Ternak yang Divaksinasi SE.2.2.2.1.3 6. and Hog-Cholera Vacination by Kind and District in Belu Regency 2007 242 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di luar Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Slaughting that happened out of Slaughter House by District in Belu Regency 2007 243 6.2. dan Hog-Cholera Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock that SE.3.5 6.3 6.1 6.5 xviii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2 6.2.3.8 227 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kapuk Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Kapok Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 229 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kemiri Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Cande Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 230 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Coconut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 231 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Coffee Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 232 Luas Areal dan Produksi Tanaman Jambu Mente Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Chasen Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 233 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Cocoa Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 234 Luas Areal dan Produksi Tanaman Pinang Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Areca Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 235 Luas Areal dan Produksi Tanaman Tembakau Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Tobacco Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 236 Peternakan / Livestock 6.6 6.

4.8 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di dalam Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Slaughting that happened in Slaughter House by District in Belu Regency 2007 244 Pengeluaran Ternak dan Hasil Ikutannya Menurut Jenis Ternak di Kabupaten Belu / Livestock Product and Others Product by Kind in Belu Regency 2007 245 Banyaknya Ternak Menurut Asal Ternak . 6.6 257 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Laut di Kabupaten Belu Menurut Kategori Usaha / Numbers of Marine Fishing Household in Belu Regency by Categories 2007 259 Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya / Numbers of Marine Fishing Boat in Belu Regency by Type of Boat 2005 – 2007 260 Jumlah Alat Penangkapan Ikan di Kabupaten belu Menurut Jenisnya / Numbers of Marine Fishing Gear in Belu Regency by Type of Gear 2005 – 2007 261 Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Menurut Sub Sektor / Production of Fishery in Belu Regency by Fisheries Group 2005 .2 6.3.4.7 6.2.5.5.5. dan jenisnya 2007 246 Kehutanan / Foresty 6.5.3.4 6.6 6.1 6.3.2007 262 Luas dan Produksi Budidaya Perikanan Darat di Kabupaten Belu / In Land Fishery Production in Belu Regency 2007 263 Produksi Ikan Laut di Kabupaten Belu Menurut Jenis Ikan / Sea Fisheris Production by Type 2007 264 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xix . Rencana Luas Kawasan Hutan Menurut Pola Tata Guna Hutan per Kecamatan di Kabupaten Belu / Planning Foresty Area by it Function per District in Belu Regency 2007 249 Produksi Kayu Cendana di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Production of Cendana Wood in Belu Regency by District 2007 251 Produksi Kayu dan Hasil Ikutannya / Production of Wood and Others Product 2006 Pengiriman Antar Pulau Hasil Hutan Non Kayu 2007 254 Pengiriman Antar Pulau / ke luar Daerah Hasil Hutan Kayu 2007 252 255 Perikanan / Fishery 6. 6.4.4.5.3 6.5. Penggunaan.4.4.DAFTAR ISI / CONTENTS 6.5 6.5.1 247 6.3. 6.

1.8 7.4 7.1.1.1.1.1 7.3 7.1.5 7.1.6 7.10 7.1.11 7.12 Banyaknya Perusahaan / Usaha Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan / Numbers of Manufacturing / Etablishment by District 2007 275 Banyaknya Pekerja Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan / Numbers of Person Enganged in Manufacturing Sector by Industry Categories and District 2007 276 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Barat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Barat by Industry Kinds 2007 277 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Rinhat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Rinhat by Industry Kinds 2007 278 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Wewiku Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Wewiku by Industry Kinds 2007 279 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Weliman Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Weliman by Industry Kinds 2007 280 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Tengah Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Tengah by Industry Kinds 2007 281 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Sasita Mean Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Sasita Mean by Industry Kinds 2007 282 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Timur Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Timur by Industry Kinds 2007 283 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Laen Manen Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Laen Manen by Industry Kinds 2007 284 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Raimanuk Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raimanuk by Industry Kinds 2007 285 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kobalima Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kobalima by Industry Kinds 2007 286 xx Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter VII Industri & Energi / Industries & Energy 267 Industri / Industries 7.1.1.2 273 7.9 7.1.1.7 7.

2 7.14 7.1 297 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Besikama) 302 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Naitimu) 303 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxi . Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.18 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Atapupu) 300 Banyaknya Pelanggan.1. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Betun) 301 Banyaknya Pelanggan.13 7.16 7.19 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Barat by Industry Kinds 2007 287 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kakuluk Mesak by Industry Kinds 2007 288 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Timur by Industry Kinds 2007 289 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Raihat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raihat by Industry Kinds 2007 290 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Lasiolat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lasiolat by Industry Kinds 2007 291 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Lamaknen Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lamaknen by Industry Kinds 2007 292 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kota Atambua Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kota Atambua by Industry Kinds 2007 293 Listrik / Electricity 7.1.2.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2.1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.17 7.DAFTAR ISI / CONTENTS 7.1.3 7. Value of Power and Cunsumption PLN Eiectric by Clasaification 2007 (Ranting Atambua) 299 Banyaknya Pelanggan.15 7.4 7.1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.5 Banyaknya Pelanggan.1.2.2.1.

2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Kobalima) 307 Banyaknya Pelanggan.4.2.12 7.11 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Manleten) 306 Banyaknya Pelanggan.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Lamaknen) 305 Banyaknya Pelanggan.14 Banyaknya Pelanggan.2.2.2.2.7 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2 317 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Kecamatan dan Kualifikasinya di Kabupaten Belu 2007 319 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Bentuk Badan Hukun dan Kecamatan Kabupaten Belu 2007 320 xxii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .DAFTAR ISI / CONTENTS 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2.8 7.10 7.6 7.1 313 Banyaknya Pelanggan dan Nilai Air Minum yang disalurkan Menurut Jenis Pelanggan / Numbers of Costumers Water Supply by Costumer Type 2007 315 Pertambangan / Mining 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Boas) 308 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Biudukfoho) 310 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Haekesak) 311 Banyaknya Pelanggan.4. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Kaputu) 309 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.13 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric in Belu Regency by Clasaification 2006 312 Air Minum / Water Supply 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN di Kabupaten Belu Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Silawan) 304 Banyaknya Pelanggan.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.1 7.9 7.3.

dan Tempat Tidur Menurut Kecamatan / Numbers of Hotel/Lodgings.2 8. and Beds by District 2006 – 2007 343 Banyaknya Tamu Menurut Kewarganegaraan dan Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar / Numbers of Guest by Citizen and Average Occupancy Rate of Hotel 2007 344 Bab / Chapter IX Transportasi & Komunikasi Transportation & Communications 345 Perhubungan Darat / Land Communications 9.4 7.6 331 Banyaknya Perusahaan/Usaha Sektor Perdagangan Menurut Jenis Usaha dan Kecamatan / Numbers of Etablishment by Trade Scale and District 2007 333 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Kategori Lapangan Usaha di Kabupaten Belu 2007 334 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Skala Usaha di Kabupaten Belu 2007 335 Volume Antar daerah ke luar Beberapa Komoditi di Kabupaten Belu 2007 336 Pengadaan Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Bulan 2007 338 Banyaknya komoditi Beras yang disalurkan menurut kelompok penggunaan dan bulan penyaluran di Kabupaten Belu 340 Perhotelan / Hotels 8.1 8. Rooms. pemanfaatan bahan galian Golongan C menurut kecamatan di Kabupaten Belu 2007 323 Realisasi penerimaan pajak air bawah tanah menurut kecamatan di Kabupaten Belu 2007 324 Bab / Chapter VIII Perdagangan & Hotel / Trade & Hotels 325 Perdagangan / Trade 8.3 7.2007 355 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxiii .DAFTAR ISI / CONTENTS 7.4.5 8.1 8.2.4.1.1.1 353 Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kendaraan / Numbers of Motor Vehicles in Belu regency by Type of Motor Vehicles 2006 .1.4 8.2.1.4.3 8.1.1.2 341 Banyaknya Akomodosi Hotel/Losmen.5 Penggunaan bahan galian Golongan C menurut jenis dan kecamatan di Kabupaten Belu 2007 321 Realisasi penerimaan pajak penggalian. Jumlah Kamar.1.

1.7 9.3 369 Banyaknya Kunjungan Kapal dan Arus Penumpang di Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Numbers of Ship Visit and Passenger via Atapupu Port by Month 2007 371 Banyaknya Bongkar Barang.2 Jumlah Pesawat dan Penumpang Datang dan Berangkat di Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan / Numbers of Aircraft and Passengers Arrival and Departures Via Haliwen Air Port by Month 2007 367 Banyaknya Bongkar Muat Barang.2.1 365 9.1.2007 358 Banyaknya Mobil Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Sifat 2007 359 Panjang Jalan Menurut Status Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Road Status in Belu Regency 2007 360 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Type of Surface in Belu Regency 2007 361 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Condition in Belu Regency 2007 362 Panjang Jalan Menurut Kelas Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Class Road in Belu Regency 2007 363 Perhubungan Udara / Air Communication 9. dan Pos Paket Lewat Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan / Volume of Cargo Loaded / Unloaded Via Haliwen Air Port by Month 2007 368 Perhubungan Laut / Sea Communication 9. dan BPKB.1.2007 356 Banyaknya SIM.2 9.4 9. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Volume of Cargo unLoaded Via Atapupu Port by Month 2007 373 xxiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1.6 9.DAFTAR ISI / CONTENTS 9.3.3.9 Banyaknya Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Belu / Numbers of Delinquency and Traffic Accident in Belu regency 2006 .5 9.1.1.1 9.3 9. STNK. yang dikeluarkan Resort Kepolisian Kabupaten Belu / Numbers of Driving and Vehicles License Issued by Type 2006 – 2007 357 Banyaknya Mobil.2 9.3. Bus Menutur Trayek di Kabupaten Belu 2006 .8 9.2.1.1. BBM. Bagasi. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Volume of Cargo Loaded Via Atapupu Port by Month 2007 372 Banyaknya Muat Barang. BBM.

4. 399 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua / Average of Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2002 .1 10.2 395 Banyaknya Anggota dan Simpanan Menurut Jenis Koperasi / Numbers of Members and Saving Deposits by Kind of Cooperative 2007 397 Banyaknya Anggota.4.1.1 375 9.2.2 9. Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 393 Koperasi / Cooperative 10.DAFTAR ISI / CONTENTS Pos & Telekomunikasi / Post & Telecommunications 9.3 9.1.1 10. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 – 2007 379 Jumlah Sambungan Telepon Yang Disambung Menurut Jenis Pelanggan per Triwulan 2007 380 Bab / Chapter X Keuangan & Harga-Harga Financial & Prices 381 Keuangan Pemerintah Daerah Finance of The Regional Government 10.1. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan dan Jenis Surat / Numbers of Postal Mailed by Triple-Month and Type 2007 377 Banyaknya Uang Yang diweselkan lewat Kantor PT.4. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 – 2007 378 Banyaknya Barang yang Dipaketkan lewat Kantor PT.4 Banyaknya Surat Yang dikirim lewat Kantor PT.2 10. Simpanan di Koperasi Unit Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Members and Saving Deposits in Village Unit Cooperative by District in Belu Regency 2007 398 Harga-Harga / Prices 10.1.2.3 387 Realisasi Penerimaan Rutin Daerah Belu Tahun Anggaran / Actual Second Stage Autonomus Regional Receipts of Belu Fiscal Year 2006 389 Realisasi Pengeluaran Rutin Belu Tahun Anggaran / Actual Second Stage Autonomous Regional Expenditure of Belu Fiscal Year 2006 390 Jumlah Wajib Pajak .3.2007 401 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxv .4.

5.2.2006 435 xxvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .3.3.5.7.3. 10.3. 10.2006 423 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 . 11.3. 10.2. 11.1 Pendapatan Regional / Regional Income 413 11. 11.3. 10. 10.3. 11. 11. Rata-Rata Bulanan Harga Eceran Sembilan Bahan Pokok dan barang strategis lainnya di Pasar Atambua / Average retail Price of 9 Essential Commodities and others stratigies 402 commodities 2007 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua / Average Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2007 404 Inflasi Atambua Menurut Bulan dan Kelompok Kebutuhan / Inflation Rate in Atambua by Month and Group 2007 406 Laju Inflasi Kota Atambua / Inflation Rate in Kota Atambua 2002 .7.8.3. 11.6.4.3.6.2006 421 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Constan 2000 Market Prices 2005 .4.DAFTAR ISI / CONTENTS 10.2006 425 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 – 2006 427 Indeks Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha 2005 –2006 429 Indeks Berantai Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha 2005 – 2006 431 Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Development Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 – 2006 433 Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Development Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 . 10. Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .2007 408 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Pasar Baru) 2007 409 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Atambua) 2007 410 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Betun) 2007 411 Bab / Chapter XI 11.8.

9. 11.2006 437 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor Kabupaten Belu / Regional Economic Growth by Sector and Sub Sector 2005 –2006 439 Rata-rata Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Berlaku / Population Average per Capita Income at Current Market Prices of Belu Regency 2000 – 2006 440 Rata-rata Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Konstan 2000 / Population Average per Capita Income at Constant 2000 Market Prices of Belu Regency 2000 – 2006 441 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxvii .12.DAFTAR ISI / CONTENTS 11. 11. Indeks Implisit Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Implisit Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 . 11.10.11.

bahwa dalam rangka perencanaan pembangunan nasional pada khususnya.PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN STATISTIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. sektoral. Mengingat : 1. bahwa dalam upaya memenuhi atas kepaduan. . serta dalam rangka penjabaran lebih lanjut UndangUndang Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik. dipandang perlu menetapkan Peraturan Tentang Penyelenggaraan Statistik. dan kemutahiran data dalam kegiatan statistik perlu diatur mekanisme penyelenggaraan statistik baik statistik dasar. penyelenggaran kegiatan statistik perlu didukung upaya-upaya koordinasi dan kerjasama serta upaya pembinaan terhadap seluruh komponen masyarakat statistik. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 39. dan efesien. efektif. maupun khusus menuju terwujudnya sistem Statistik Nasional yang andal. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3686). MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENYELENGGARAAN STATISTIK. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 2. b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut pada huruf a dan b. Menimbang : a. keakuratan. dalam pembangunan sistem rujukan informasi statistik nasional pada umumnya. c.

3. dan lembaga-lembaga lainnya di luar BPS. 5. rumah tangga pertanian. dan perusahaan pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh kateristik pertanian pada saat tertentu. Sensus ekonomi adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh usaha dan atau perusahaan non pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik usaha dan perusahaan pada saat tertentu. Sensus Pertanian adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh petani.BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan : 1. xxvi . DAN KHUSUS Bagian Pertama Statistik Dasar Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 2 (1) Pemerintah berkewajiban menyediakan statistik dasar. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel dari suatu populasi untuk memperkirakan karakteristik obyek pada saat tertentu. Instansi Pemerintah adalah Departemen. 4. BPS adalah singkatan dari Badan Pusat Statistik sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. 2. Survei antar sensus adalah survei yang dilakukan diantara 2 (dua) sensus sejenis. Sensus Penduduk adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh penduduk yang bertempat tinggal atau berada di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik penduduk pada saat tertentu. 6. Lembaga Pemerintah Non Departemen Daerah. BAB II STATISTIK DASAR. 7. SEKTORAL.

(2) Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup karakteristik petani. perumahan dan lingkungannnya. xxvii . Pasal 3 (1) Sensus terdiri dari : a. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi. Sensus Pertanian. survei. tanaman. c. BPS memperoleh data melalui sensus. Pasal 4 (1) Pencatatan dalam sensus penduduk dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh penduduk (2) Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup karakteristik tentang penduduk. b. tanah. tahun berakhiran angka 0 (nol) bagi sensus penduduk. c.(2) Statistik dasar diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). dan pengukuran obyek pertanian. dan karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang kependudukan. kompilasi produk administrasi. b. Pasal 5 (1) Pencatatan dalam sensus pertanian dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh petani. Sensus Penduduk. kegiatan usaha di bidang pertanian. tahun berakhiran angka 6 (enam) bagi sensus ekonomi. Sensus Ekonomi. (2) Waktu penyelenggaraan sensus. tahun berakhiran angka 3 (tiga) bagi sensus pertanian. (3) Dalam menyelenggarakan statistik dasar. perusahaan pertanian. dilaksanakan pada : a.serta karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang pertanian.

(2) Setiap penyelenggaran sensus didahului dengan uji coba sensus. produksi.Pasal 6 (1) Pencatatan dalam sensus ekonomi dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh perusahaan dan kegiatan usaha di bidang ekonomi. xxviii . BPS juga menyelenggarakn survei dan kompilasi produk administrasi untuk penyediaan statistik dasar. pemakai bahan baku. Pasal 7 (1) Dalam penyelenggaran sensus Kepala BPS menetapkan wilayah pencacahan. seluruh. atau gabungan desa dan atau kelurahan. (3) Survei juga dilakukan diantara 2 (dua) sensus sejenis. (2) Wilayah pencacahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat merupakan bagian. (2) Pelaksanaan survei statistik dasar di lapangan dilakukan oleh petugas survei yang ditetapkan oleh BPS. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. serta karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang ekonomi. Pasal 9 (1) Selain sensus. penyerapan tenaga kerja. Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup kegiatan usaha. (2) Pasal 8 (1) BPS wajib mengumumkan rencana penyelenggaran sensus kepada masyarakat sebelum sensus dilaksanakan. Pasal 10 (1) Wilayah pencacahan survei ststistik dasar ditetapkan oleh Kepala BPS. (4) Survei sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) adalah survei antar sensus.

(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Kepala Desa dan Kepala Kelurahan sesuai lingkup tugas dan wewenangnya. Pasal (13) (1) Dalam penyelenggaran statistik dasar. pemberhentian dan pelatihan petugas sensus diatur lebih lanjut oleh kepala BPS. Camat. pengawasan. Gubernur. (2) Petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bertugas melakukan pencacahan. BPS mendapatkan dukungan pelaksanaan operasional dari Menteri. Bupati. xxix . (3) Pertugas sensus dapat berasal dari pegawai BPS dan atau direkrut dari pegawai instansi pemerintah lainnya atau anggota masyarakat. Paragraf2 Petugas dan Responden Pasal 14 (1) Pencacahan di lapangan dalam pelaksanaan sensus dilakukan oleh petugas sensu yang diangkat secara sah oleh kepala BPS. Pasal (12) (1) BPS berhak memperoleh produk administrasi dari instansi pemerintah dan masyarakat. (2) Dukungan pelaksanaan operasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi dukungan pengadaan petugas. (4) Ketentuan tentang pengangkatan. Walikota.Pasal 11 Kompilasi produk administrasi statistik dasar dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. serta sarana dan kompilasi produk administrasi yang dilakukan oleh BPS. penyediaan data. dan pemeriksaan.

memberi izin petugas sensus memasuki halaman atau pelataran. Pasal 16 Dalam melaksanakan tugasnya. memeriksa. setiap petugas sensus berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditetapkan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. memberi izin petugas memasang. Menyampaikan hasil pelaksanaan sensus sebagaimana adanya. xxx . (3) Besarnya jaminan asuransi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh kepala BPS setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan. menerima petugas sensus. (2) Biaya pembayaran premi untuk jaminan asuransi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan bagian tidak terpisahkan dari anggaran penyelenggaraan sensus. tata krama. Pasal 18 (1) Petugas sensus yang merupakan tenaga lepas dan bukan pegawai negeri yang mendapat kecelakaan dan mengakibatkan cacat atau meninggal dunia dalam menjalankan tugasnya. memperlihatkan surat tugas atau tanda pengenal petugas sensus. b. Memperhatikan nilai-nilai agama. tanah atau tempat usaha. c. dan ketertiban umum. serta masuk ke dalam bangunan yang berada di wilayah kerja petugas sensus. Pasal 17 Setiap petugas sensus wajib memegang teguh rahasia atas keterangan yang diberikan responden dan yang diperoleh dari obyek kegiatan sensus. atau memperbaharui tanda nomor bangunan atau stiker sensus baik bangunan tempat tinggal maupun bukan tempat tinggal. setiap petugas sensus wajib : a. mendapat jaminan asuransi. adat istiadat. c. b.Pasal 15 Dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 19 (1) setiap responden sensus wajib : a.

d. (2) Pimpinan lembaga atau orang lain yang ditunjuk dari lembaga yang telah ditetapkan sebagai responden berkewajiban memberikan keterangan kepada petugas sensus mengenai segala kegiatan lembaga sesuai dengan daftar isian dan atau memperlihatkan catatan tertulis. anggota keluarga. dan kompilasi produk administrasi untuk menyediakan statistik dasar yang lengkap. Memperlihatkan catatan tertulis. dan kompilasi produk administrasi untuk kebutuhan statistik dasar bagi lingkup daerah yang bersangkutan. (4) Setiap responden berhak menolak petugas sensus yang tidak dapat memenuhi ketentuan pasal 16 huruf a dan b. pasal 15. Paragraf 3 Pengolahan Hasil Pasal 21 (1) BPS bertanggung jawab melakukan pengolahan hasil sensus. Pasal 22 (1) Perwakilan BPS di Daerah berwenang melakukan pengolahan hasil sensus. survei. e. orang lain yang berkaitan. (2) Sajian statistik dasar hanya disampaikan dalam bentuk data agregat dan bukan data individu. Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan petugas sensus mengenai diri sendiri. akurat. dan pasal 18 berlaku bagi petugas statistik survei statistik dasar. pasal 16. pasal 17. (2) Ketentuan tentang kewajiban responden sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 berlaku juga bagi responden survei statistik dasar. dan mutakhir untuk kebutuhan sampai pada lingkupsatuan pemerintahan terkecil. (3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak menghilangkan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 20 (1) Ketentuan yang berlaku bagi petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 14. buku-buku dan naskah-naskah. buku-buku dan naskah-naskah yang diperlukan oleh petugas sensus. survei. xxxi . dan atau kegiatannya secara lengkap dan benar.

(2) Perwakilan BPS di Daerah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. xxxii . (2) Penyelenggaraan statistik sektoral dapat dilakukan secara mandiri atau bersamasama dengan BPS. instansi pemerintah memperoleh data melalui survei. Bagian Kedua Statistik Sektoral Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 23 (1) Instansi pemerinatah menyelenggarakan statistik sektoral sesuai tugas pokok dan fungsinya. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. (3) Wilayah survei statistik sektoral meliputi sebagian atau seluruh wilayah republik Indonesia Pasal 25 (1) Instansi pemerintah menyelenggarakan survei dan kompilasi produk administrasi untuk penyediaan statistik sektoral guna mendukung pelaksanaan tugas pokok instansi yang bersangkutan. Pasal 24 (1) Dalam penyelenggaran statistik sektoral. (2) Instansi pemerintah juga dapat menyelenggarakan survei dan kompilasi produk untuk kebutuhan intern instansi yang bersangkutan. kompilasi produk administrasi. (3) Statistik sektoral yang jangkauan populasinya berskala nasional dan hanya dapat dilakukan degan cara sensus. wajib dilakukan bersama-sama BPS.

(4) Tata cara memberitahukan rencana penyelenggaraan survei sebagaimana dimaksud ayat (3). obyek populasi dan jumlah responden. dan waktu pelaksanaan. c. memberitahukan rencana penyelenggaraan survei kepada BPS. (3) Rencana penyelenggaraan survei sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf (a) memuat : nama instansi. wilayah kegiatan statistik. judul. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Paragraf 2 Petugas dan Responden Pasal 29 (1) Pelaksanaan pencacahan survei statistik sektoral dilakukan oleh petugas survei yang telah ditetapkan instansi penyelenggara. (2) Penyelenggaraan survei statistik sektoral wajib : a. Pasal 27 Kompilasi produk administrasi statistik sektoral dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. tujuan survei.Pasal 26 (1) Hasil survei statistik sektoral sebagaimana dimaksud pada pasal 25 ayat (1) juga ditujukan untuk mendukung penyediaan informasi bagi kepentingan perencanaan pembangunan nasional dan dalam rangka pembangunan Sistem Statistik Nasional. (2) Ketentuan yang berlaku mengenai petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 dan 17 berlaku juga untuk petugas survei statistik sektoral. metode statistik yang akan dipergunakan. menyerahkan hasil penyelenggaraan survei yang dilakukan kepada BPS. mengikuti rekomendasi yang diberikan BPS. xxxiii . b. Pasal 28 (1) penyelenggara statistik sektoral berhak memperoleh produk administrasi dari instansi pemerintah atau masyarakat. diatur dengan Keputusan Kepala BPS. jenis data yang akan dikumpulkan.

Pasal 32 Ketentuan tentang penyajian statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (2) berlaku juga bagi penyelenggara statistik sektoral. Bagian Ketiga Statistik Khusus Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 33 (1) Lembaga. (2) Pengolahan hasil statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan oleh instansi pemerintah bersama-sama dengan pihak lain. perorangan. dan atau unsur masyarakat lainnya dapat menyelenggarakan statistik khusus. (2) Penyelenggaraan statistik khusus dilakukan secara mandiri atau bersama-sama dengan pihak lain. xxxiv .Pasal 30 (1) Penyelenggara survei statistik sektoral menetapkan responden atau obyek penelitian sebelum survei dilakukan. (2) Setiap orang yang telah bersedia menjadi responden tunduk pada ketentuan sebagaiman dimaksud dalam pasal 19. organisasi. Paragraf 3 Pengolahan Hasil Pasal 31 (1) Instansi pemerintah yang menyelenggarakan statistik sektoral berwenang melakukan pengolahan hasil statistik sektoral yang diselenggarakannnya.

nama dan alamat penyelenggara. meliputi survei yang memenuhi kriteria : a. (3) Wilayah survei statistik khusus meliputi sebagian atau seluruh wilayah Republik Indonesia. Pasal 36 (1) Penyelenggaraan survei statistik khusus wajib memberikan sinopsis hasil survei yang diselenggarakannya kepada BPS. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. waktu pelaksanaan. (2) Hasil survei statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) turut mendukung pengembangan Sistem Statistik Nasional. (4) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat judul. dan abstraksi. (2) Sinopsis hasil survei yang wajib diberitahukan. Pasal 35 (1) Survei statistik khusus meliputi : a. jumlah responden. obyek populasi. hasilnya dipublikasikan. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. b. xxxv . c. survei yang hasilnya untuk dipublikasikan. (5) Batas waktu dan tata cara penyampaian sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. merupakan data primer. survei untuk kebutuhan intern. (3) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku bagi survei yang digunakan untuk keperluan intern. wilayah kegiatan survei. b. menggunakan metode statistik. metode statistik.Pasal 34 (1) Penyelenggaraan kegiatan statistik khusus memperoleh data melalui kompilasi produk administrasi.

(2) Ketentuan yang berlaku mengenai petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan 17 berlaku juga untuk petugas survei statistik khusus. Paragraf 2 Petugas dan Responden Pasal 39 (1) Pelaksanaan pencacahan survei statistik khusus dilakukan oleh petugas survei yang telah ditetapkan oleh penyelenggara. Pasal 40 Penyelenggaraan survei statistik khusus menetapkan responden atau obyek penelitian sebelum survei dilakukan. dan atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik. Pasal 38 (1) kompilasi produk administrasi statistik khusus dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. Paragraf 3 Pengolahan Hasil xxxvi .Pasal 37 (1) Kewajiban memberitahukan sinopsis dibebankan kepada pihak yang mempunyai hak untuk menyebarluaskan hasil kegiatan statistik. (3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. jaringan komunikasi. (2) Pemberitahuan sinopsis dapat dikuasakan kepada penyelenggara kegiatan statistik di dalam negeri apabila pihak yang memiliki hak berada di luar negeri.

PEMANFAATAN. hasil survei. (2) Pengolahan hasil statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilaksanakan secara mandiri atau bersama-sama dengan pihak lain. maka yang berwenang mengumumkan dan menyebarluaskan hasil kegiatan adalah kesepakatan masing-masing pihak.Pasal 41 (1) Penyelenggara statistik khusus berwenang melakukan pengolahan hasil survei dan kompilasi produk administrasi yang diselenggarakannnya. BAB III PENGUMUMAN. pemanfaatannya terbuka untuk umum. instansi pemerintah Pusat dan atau Daerah. Pasal 45 (1) Hasil kegiatan statistik yang diselenggarakan oleh BPS. (2) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik dilaksanakan secara bekerja sama. Pasal 44 (1) Pengumuman hasil statistik yang diselenggarakn olehh BPS dimuat dalam berita Resmi Statistik atau media lainnya. (3) Pelaksanaan teknis pengumuman dan penyebarluasan hasil statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2) ditetapkan oleh kepala BPS. Pasal 43 (1) BPS berwenang mengumumkan dan menyebarluaskan hasil statistik dasar yang diselenggarakannnya kepada masyarakat. dan hasil kompilasi produk administrasi. (2) Berita Resmi Statistik merupakan salah satu media penyebarluasan hasil statistik. DAN PEMASYARAKATAN HASIL STATISTIK Pasal 42 (1) Pengumuman dan penyebarluasan hasil kegiatan statistik dilaksanakan oleh penyelenggara. xxxvii . (2) Hasil statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi sensus. PENYEBARLUASAN.

Pasal 47 (1) Pemasyrakatan statistik dilakukan dalam rangka memberikan kesadaran responden. Pasal 46 (1) Penyelenggaraan statistik sektoral dan statistik khusus yang hasilnya untuk dipublikasikan.(2) BPS mememberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk memperoleh hasil statistik yang diselenggarakannnya. (3) Masyarakat berhak memperoleh manfaat dari hasil statistik yang diselenggarakan oleh BPS. dan pengguna statistik akan arti dan pentingnya statistik. penyelenggara. (4) Pemasyarakatan statistik dilakukan secara berkala dan atau sewaktu-waktu melalui berbagai media informasi. atau dialog. pemanfaatannya terbuka untuk umum. (2) Penyelenggara kegiatan statistik sektoral dan khusus memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk memperoleh hasil statistik. (2) Pemasyarakatan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan BPS bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat. (3) Pemasyarakatan statistik dilakukan dengan menyebarluaskan hasil kegiatan statistik sesuai dengan kebutuhan pengguna statistik. (3) Kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan dengan tetap memperhatikan hak kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. seminar. BAB IV KOORDINASI DAN KERJASAMA Bagian Pertama Umum Pasal 48 Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik meliputi hal-hal yang berkaitan dengan : xxxviii .

dan masyarakat dilaksanakan atas dasar prinsip kemitraan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. definisi. Pelaksanaan kegiatan statistik sektoral yang dapat dilakukan sendiri oleh instansi pemerintah. xxxix . (2) Dalam hal koordinasi dan atau kerjasama dilakukan dengan pihak luar negeri maka pihak Indonesi harus bertindak sebagai penyelenggara utama. pengumpulan. pelaksanaan kegiatan statistik sektoral yang jangkauan populasinya berskala nasional dan hanya dapat dilakukan dengan cara sensus. (2) Koordinasi dan atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik mencakup perencanaan. klasifikasi. Pasal 49 Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik antara BPS.a. b. Pelaksanaan kegiatan statistik. dan ukuran-ukuran. b. instansi pemerintah. Pembakuan konsep. Bagian Kedua Pelaksanaan Kegiatan Statistik Pasal 50 (1) Koordinasi dan atau kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan dalam rangka membangun suatu rujukan informasi statistik nasional. Pasal 52 Koordinasi dan atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik antara instansi pemerintah dan BPS dapat dilakukan dalam hal : a. Pasal 51 (1) Dalam hal kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik sektoral antara pemerintah dengan lembaga swasta. dan atau analisis statistik. instansi pemerintah bertindak sebagai penyelenggara utama. pengolahan. penyajian.

definisi. Pasal 56 (1) Dalam rangka mewujudkan kerjasama pembakuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 55. instansi pemerintah. klasifikasi. Bagian Ketiga Pembakuan Konsep. (2) Tata cara pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Kepala BPS dan pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan. dan ukuran-ukuran. Definisi. definisi. dan masyarakat bekerjasama melakukan pembakuan konsep. Pasal 54 (1) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf b dilakukan bekerjasama dengan BPS pelaksanaannya diatur oleh kepala BPS bersama-sama dengan pimpinan instansi yang bersangkutan. klasifikasi. sebagaimana dimaksud dalam pasal 55. dan Ukuran-ukuran Pasal 55 BPS. Pasal 57 (1) Hasil kerjasama pembakuan konsep. (2) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik sektoral tersebut dilaksanakan sendiri oleh instansi pemerintah yang bersangkutan berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 26. xl . BPS bertindak aktif memprakarsai kerjasama dengan instansi pemerintah dan masyarakat. Kepala BPS memperoleh saran dan pertimbangan dari Forum Masyarakat Statistik. definisi. dan ukuran-ukuran. (2) Dalam melaksanakan pembakuan konsep. klasifikasi.Pasal 53 (1) Penyelenggaraan statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf a wajib dilaksanakan bersama-sama oleh BPS dan instansi pemerintah yang bersangkutan. Klasifikasi. dan ukuran-ukuran untuk mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional. selanjutnya disusun oleh BPS.

perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep. c. membangun satu pusat rujukan informasi statistik nasional. f. Pengembangan sistem informasi statistik. Pasal 59 (1) Pembinaan statistik ditujukan untuk lebih : a. b. respoden. dan ukuran-ukuran yang disusun oleh BPS sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) menjadi acuan utama penyelenggaraan statistik di Indonesia. lembaga swasta. pengembangan statistik sebagai ilmu. c. e. BPS dapat bekerja sama dengan instansi pemerintah. b.(2) Konsep. dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerjasama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya. mendukung pembangunan nasional. penyelenggara kegiatan statistik. Peningkatan penyebarluasan informasi statistik. definisi. perguruan tinggi. (2) Dalam melakukan pembinaan statistik. Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional. klasifikasi. Pasal 60 Upaya pembinaan statistik meliputi : a. d. pengguna statistik. dan atau masyarakat lainnya. meningkatkan kontribusi dan apresiaisi masyarakat terhadap statistik. c. (2) Sasaran pembinaan statistik mencakup : a. mengembangkan Sistem Statistik Nasional. b. d. peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik. definisi. klasifikasi. peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik. g. xli . BAB V PEMBINAAN Pasal 58 (1) BPS melakukan pembinaan statistik.

Pasal 62 Pengembangan statistik sebagai ilmu dilaksanakan melalui : a. peningkatan kerjasama pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi mendukung kegiatan statistik. peningkatan kerjasama pendidikan dan pelatihan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. Pasal 61 Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik dilaksanakan melalui : a. seminar. c. pengadaan bahan rujukan tentang ilmu statistik. c. penerapan dan pengembangan jaringan informasi statistik. b. d. Peningkatan kesadaran masyrakat akan arti dan kegunaan statistik. d. e. peningkatan pengembangan profesi. c. b. seminar. pelatihan. penelitian dan pengembangan. lokakarya. penerapan dan pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak komputer. peningkatan penerapan ilmu statistik melalui pelatihan. pengadaan dan penyebaran metode ilmiah statistik. peningkatan kerjasama pengembangan statistik sebagai ilmu antar instansi pemerintah dan atau swasta. Pasal 63 Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik dilaksanakan melalui : a. f. dan atau pertemuan ilmiah lainnya.h. dan pertemuan ilmiah statistik. b. xlii . pendidikan formal. penerapan dan pengembangan penginderaan jarak jauh. d. lokakarya.

evaluasi. xliii . peningkatan hubungan sistem jaringan antar penyelenggara kegiatan statistik. definisi. definisi. peningkatan kerjasama penerangan dan pemasyarakatan kegiatan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. klasifikasi. dan ukuran-ukuran yang dibakukan antar instansi pemerintah atau swasta. dan ukuran-ukuran yang dibakukan. b. Pasal 66 Peningkatan penyebarluasan informasi statistik dilaksanakan melalui : a. peningkatan kerjasama pengembangan jaringan sistem informasi statistik. peningkatan penyuluhan tentang pemanfaatan hasil statistik secara berkala.Pasal 64 Perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan. klasifikasi. peningkatan komunikasi sistem informasi statistik antar penyelenggara statistik. peningkatan kerjasama pengembangan dan penerapan konsep. Pasal 65 Pengembangan sistem informasi statistik dilaksanakan melalui : a. b. klasifikasi. peningkatan mutu dan frekuensi penyebarluasan informasi statistik melalui berbagai media cetak dan elektronik. Pasal 67 Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional dilaksanakan melalui : a. b. c. dan ukuran-ukuran dalam semangat kerjasama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya dilaksanakan melalui : a. dan ukuranukuran. c. c. konsep. c. definisi. klasifikasi. b. penganekaragaman bentuk dan cara penyajian data sesuai dengan penggolongan pengguna statistik. dan penerapan konsep. definisi. d. peningkatan kemudahan dalam memperoleh data hasil kegiatan statistik. peningkatan penyebarluasan hasil statistik secara menyeluruh atau bertahap. pembakuan dan penyebarluasan konsep. pengkajian. peningkatan kerjasama penyebarluasan informasi hasil kegiatan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. peningkatan keterpaduan penyusunan jaringan sistem informasi statistik. d.

Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1985 tentang Sensus Ekonomi. BAB VII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 Semua ketentuan peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan Sensus Penduduk. dinyatakan tidak berlaku. xliv . dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan atau diganti dengan ketentuan baru berdasarkan Peraturan Pemerintah ini. b.BAB VI PEMBIAYAAN Pasal 68 (1) Pembiayaan penyelenggaraan statistik dasar. d. c. BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 70 Dengan ditetapkan Peraturan Pemerintah ini maka : a. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan Sensus Penduduk. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1985 tentang Sensus Ekonomi. dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan sumber lain yang sah. (2) Dalam rangka memenuhi kebutuhan data statistik dasar untuk keperluan Pemerintah Daerah. pembiayaannya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang bersangkutan. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1983 tentang Sensus Pertanian. berlaku juga untuk pembinaan statistik. (3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2). Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat Statitik. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1983 tentang Sensus Pertanian.

MULADI. ttd Edy Sudibyo Salinan sesuai dengan aslinya BADAN PUSAT STATISTIK Kepala Biro Perencanaan. H. ttd Pietojo.Pasal 71 Peraturan pemerintah ini berlaku pada tanggal diundangkan. LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1999 NOMOR 96 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan II Plt.H. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Mei 1999 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 26 Mei 1999 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd PROF. MSA xlv . memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. S. DR. Agar setiap orang mengetahuinya.

bahwa dalam rangka penyelenggaraan statistik. Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 39. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas dipandang perlu untuk menetapkan Keputusan Presiden tentang Badan Pusat Statistik. pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan. MEMUTUSKAN . Mengingat : 1. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3683). b. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 2. c. pelaksanaan. Undangundang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik mengamanatkan untuk membentuk Badan Pemerintah yang menyelenggarakan statistik dasar serta melaksanakan koordinasi dan pembinaan penyelenggaraan statistik. bahwa statistik mempunyai peran yang penting bagi perencanaan.KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 1998 TENTANG BADAN PUSAT STATISTIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a.

penyusunan dan pengembangan pembakuan konsep. lembaga. organisasi. melaksanakan koordinasi dan kerjasama. penyelenggaraan statistik dasar. dan ukuran-ukuran. serta mengembangkan dan membina statistik sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 2. f. koordinasi dan kerjasama statistik dengan instansi pemerintah. c. Pembinaan penyelenggaran statistik responden. serta pengembangan ilmu dan teknologi yang mendukung penyelenggaraan statistik. d. dan pengguna statistik. BPS menyelenggarakan fungsi : a. (2) BPS dipimpin oleh seorang Kepala Pasal 2 BPS juga mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan statistik dasar. g. pelayanan data dan informasi serta hasil statistik kepada pemerintah dan masyarakat secara berkala dan sewaktu-waktu baik dari hasil penyelenggaraan sendiri maupun hasil kompilasi produk administrasi dan cara lainnya. penyusunan rencana dan program nasional di bidang statistik. perumusan kebijakan nasional di bidang statistik. DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Badan Pusat Statistik yang selanjutnya dalam Keputusan Presiden ini disingkat BPS adalah Lembaga Non Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.Menetapkan : KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG BADAN PUSAT STATISTIK BAB I KEDUDUKAN. e. xlv . Penyebarluasan statistik melalui berbagai cara baik langsung maupun tidak langsung serta pelaksanaan upaya peningkatan sadar statistik masyarakat. definisi. klasifikasi. b. h. TUGAS. perseorangan dan/atau unsur masyarakat lainnya baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia.

i. j. k.

Pembinaan sumber daya manusia di lingkungan BPS; Pembinaan, pengendalian, dan pengawasan administrasi di lingkungan BPS; Tugas lain yang diberikan presiden;

BAB II ORGANISASI Bagian Pertama Susunan Organisasi Pasal 4 Susunan organisasi BPS terdiri dari : a. Kepala; b. Wakil Kepala; c. Deputi Administrasi; d. Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik; e. Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan; f. Deputi Statistik Produksi dan Neraca Wilayah; g. Perwakilan BPS di Daerah; h. Unit Pelaksana Teknis. Bagian Kedua Kepala Pasal 5 (1) Kepala BPS berkedudukan dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. (2) Kepala BPS bertugas memimpin BPS sesuai dengan tugas dan fungsi BPS yang telah digariskan serta membina aparatur BPS agar berdaya guna dan berhasil guna. Bagian Ketiga Wakil Kepala

xlvi

Pasal 6 (1) Wakil Kepala BPS berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. (2) Wakil Kepala BPS bertugas : a. membantu Kepala BPS dalam membina dan mengembangkan administrasi BPS agar berdaya guna dan berhasil guna; b. membantu Kepala BPS dalam mengkoordinasikan pelaksanaan tugas unit kerja di lingkungan BPS baik di Pusat maupun Daerah; c. mewakili Kepala BPS dalam hal Kepala BPS berhalangan; d. melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS. Bagian keempat Deputi Administrasi Pasal 7 Deputi Administrasi adalah unsur pembantu pimpinan, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. Pasal 8 Deputi Administrasi mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi umum dalam bidang ketatausahaan, keuangan, kerumahtanggaaan, kepegawaian, hukum, organisasi dan tata laksana, perlengkapan dan perbekalan, serta pengendalaian pelaksanaan program di lingkungan BPS. Pasal 9 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Deputi Administrasi menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang pelayanan administrasi di lingkungan BPS; b. pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi di bidang ketatausahaan, keuangan, kerumahtanggaaan, kepegawaian, hukum, organisasi dan tata laksana; c. penyebarluasan informasi kegiatan statistik; d. pengelolaan perlengkapan dan perbekalan; e. pengendalian, pembinaan dan pengelolaan keuangan dan manajemen BPS; f. tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS.

xlvii

Bagian Kelima Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik Pasal 10 Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS Pasal 11 Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan perencanaan dan evaluasi statistik, pembinaan dan pengembangan metodologi, penyajian dan pelayanan data, analisis statistik, serta pemanfaatan sistem informasi statistik. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang Perencanaan dan Analisis Statistik; b. penyusunan rencana dan evaluasi program kegiatan statistik serta penyusunan dan pengembangan metodologi statistik serta pelaksanaan sensus, survei, kompilasi produk administrasi, dan cara lain; c. pembinaan dan penyusunan sistem informasi statistik, diseminasi, penyebarluasan, penyajian, dan pelayanan statistik; d. pembinaan analisis dan pengembangan statistik; e. tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS. Bagian Keenam Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan Pasal 13 Deputi Statistik Produksi dan kependudukan adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS.

xlviii

Pasal 14 Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan dan kesejahteraan rakyat. Pasal 15 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 14, Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang statistik produksi dan kependudukan; b. penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan dan kesejahteraan rakyat; c. peningkatan mutu data statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan rakyat; d. penyerasian, pemeliharaan sistem, dan peningkatan kecermatan data statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan rakyat; e. tugas lain yang ditetapkan oleh kepala BPS. Bagian Ketujuh Deputi Statistik Distribusi dan Neraca Nasional Pasal 16 Deputi Statisik Distribusi dan Neraca Nasional adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. Pasal 17 Deputi Statisik Distribusi dan Neraca Nasional mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi.

xlix

Pasal 18 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 17, Deputi Statistik Distribusi dan Neraca Nasional menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang statistik distribusi dan neraca nasional; b. penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; c. peningkatan mutu data statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; d. penyerasian, pemeliharaan sistem, dan peningkatan kecermatan data statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; e. tugas lain yang ditetapkan oleh kepala BPS. Bagian Kedelapan Perwakilan BPS di Daerah Pasal 19 (1) BPS Propinsi adalah instansi vertikal BPS yang berada di ibukota Propinsi. (2) Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi BPS Propinsi, pada tingkat kabupaten/kotamadya dapat dibentuk BPS Kabupaten/Kotamadya. (3) Pembentukan BPS Propinsi dan BPS Kabupaten/Kotamadya ditetapkan dengan Keputusan Kepala BPS setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara.

Pasal 20 (1) Dalam rangka pelaksanaan operasional statistik di lapangan, pada tingkat kecamatan dapat diangkat seorang atau lebih petugas statistik sebagai Mantri Statistik. (2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. Bagian Kesembilan Unit Pelaksana Teknis

l

Pasal 21 (1) Dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi BPS, di lingkungan BPS dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disebut UPT. (2) UPT merupakan unit teknis yang melaksanakan tugas dan fungsi tertentu dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi BPS. Pasal 22 Pembentukan UPT di lingkungan BPS dilaksanakan dan ditetapkan oleh Kepala BPS setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara. BAB III TATA KERJA Pasal 23 (1) Semua unsur di lingkungan BPS dalam melaksanakan tugasnya menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik dalam lingkungan BPS sendiri maupun dalam hubungan antar instansi lainnya untuk kesatuan gerak sesuai tugas dan fungsinya. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan diwajibkan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB IV PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 24 (1) Kepala dan Wakil Kepala adalah jabatan eselon 1a. (2) Deputi adalah jabatan eselon 1b. Pasal 25 (1) Kepala BPS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. (2) Wakil Kepala BPS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala BPS. (3) Deputi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala BPS.

li

(4) Pejabat eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Kepala BPS. BAB V PEMBIAYAAN Pasal 26 (1) Segala pembiayaan dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi BPS dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (2) Dalam rangka memenuhi kebutuhan data statistik regional bagi pemerintah daerah, penyediaan dana dan fasilitasnya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah setempat. (3) BPS dapat menerima dana dari pihak lain dalam rangka kerjasama yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan pelaksanaan tugas dan fungsi BPS, yang tata cara penerimaan dan pengeluarannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB VI FORUM MASYARAKAT STATISTIK Pasal 27 Dalam rangka penyelenggaraan statistik Kepala BPS membentuk Forum Masyarakat Statistik. Pasal 28 (1) Forum Masyarakat Statistik bersifat non struktural dan independen yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah, pakar, praktisi, dan tokoh masyarakat. (2) Forum Masyarakat Statistik bertugas memberi saran dan pertimbangan kepada Kepala BPS dalam bidang statistik. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas, susunan organisasi dan tata kerja Firum Masyarakat Statistik diatur oleh Kepala BPS.

BAB VII KETENTUAN PENUTUP

lii

Pasal 29 Rincian tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja satuan organisasi di lingkungan BPS ditetapkan oleh Kepala BPS setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pendayagunaan Aparatur Negara. Pasal 30 Semua peraturan pelaksanaan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Biro Pusat Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau diganti dengan yang berdasarkan Keputusan Presiden ini. Pasal 31 Pada saat mulai berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Biro Pusat Statistik dinyatakan tidak berlaku. Pasal 32 Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

liii

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 17 Juni 1998 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala Biro Hukum Dan Perundang-undangan ttd Lambock V. Nahattands

Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Kepegawaian Dan Organisasi, BPS

Pietojo, MSA NIP. 340003653

liv

dan efesien. bahwa dengan memperhatikan pentingnya peranan statistik tersebut.UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. dan kebutuhan pembangunan nasional. bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik pada saat ini tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan. diperlukan langkah-langkah untuk mengatur penyelenggaraan statistik nasional terpadu dalam rangka mewujudkan sistem statistik nasional yang andal. pelaksanaan. Mengingat : Pasal 5 ayat (1) dan pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. Dengan Persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA . tuntutan masyarakat. dan c di atas. pemantauan. dan bernegara dalam pembangunan Nasional sebagai pengamalan Pancasila. dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan di segenap aspek kehidupan bermasyarakat. c. b. Menimbang : a. berbangsa. bahwa statistik penting artinya bagi perencanaan. untuk memajukan kesejahteraan rakyat dalam rangka mencapai cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. d. dipandang perlu membentuk UndangUndang tentang Statistik yang baru. efektif. b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a.

Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan. pengolahan. Data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu populasi. yang memiliki ciriciri lintas sektoral. Statistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan. upaya pengembangan ilmu statistik. dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antar unsur dalam penyelengaraan statistik.MEMUTUSKAN : Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG STATISTIK BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan : 1. 6. berskala nasional. lv . 5. sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik. 2. baik bagi pemerintah maupun masyarakat. dan upaya yang mengarah pada berkembangnya Sistem Statistik Nasional. penyajian. 4. Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur yang secara teratur saling berkaitan. makro dan yang penyelenggaraanya menjadi tanggung jawab Badan. 3. Kegiatan statistik adalah tindakan yang meliputi upaya penyediaan dan penyebarluasan data. Statistik dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas.

Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan suatu populasi pada saat tertentu. baik melalui wawancara. dan kepentingan lain dalam kehidupan masyarakat. 16. 8. dan atau unsur masyarakat lainnya. dan analisis data yang didasarkan pada catatan administrasi yang ada pada pemerintah dan atau masyarakat. penyajian. pendidikan. ARAH. Badan adalah Badan Pusat Statistik. DAN TUJUAN lvi . 12. 14. Petugas statistik adalah orang yang diberi tugas oleh penyelengara kegiatan statistik untuk melaksanakan pengumpulan data. lembaga organisasi. organisasi. organisasi. dan atau unsur masyarakat lainnya. 10. 17. perorangan. organisasi. Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi objek kegiatan statistik baik yang berupa instansi pemerintah. yang penyelenggaraannya dilakukan oleh lembaga. Sampel adalah sebagian unit populasi yang menjadi objek penelitian untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi. lembaga. 11. pengukuran. pengolahan. perorangan. orang. 13. Sinopsis adalah suatu ikhtisar penyelenggaraan statistik 15. maupun cara lain terhadap objek kegiatan statistik. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu. BAB II ASAS. 9. lembaga. orang dan atau unsur masyarakat lainnya ditentukan sebagai objek kegiatan statistik. Responden adalah instansi pemerintah. Penyelenggara kegiatan statistik adalah instansi pemerintah. Statistik khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dunia usaha.7. sosial budaya. benda maupun objek lainnya. Kompilasi produk administrasi adalah cara pengumpulan.

Keterpaduan. dan d. Statistik dasar. dan mutakhir dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal. b. Statistik sektoral. mendukung pembangunan nasional. akurat. Statistik khusus. c. BAB III JENIS STATISTIK DAN CARA PENGUMPULAN DATA Bagian Pertama Jenis Statistik Pasal 5 Berdasarkan tujuan pemanfaatannya. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. Kemutakhiran Pasal 3 Kegiatan Statistik diarahkan untuk : a. mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknoogi. dan c. dan efesien guna mendukung pembangunan nasional. Undang-Undang ini juga berasaskan : a.Pasal 2 Selain berlandaskan asas-asas pembangunan nasional. b. b. jenis statistik terdiri atas : a. lvii . Keakuratan. mengembangkan statistik nasional yang andal. efektif. dan efesien. c. Pasal 4 Kegiatan statistik bertujuan untuk menyediakan data statistik yang lengkap. efektif.

Pasal 9 (1) Survei sebagaiman dimaksud dalam pasal 7 huruf b diselenggarakan secara berkala dan sewaktu-waktu untuk memperoleh data yang rinci. Bagian Kedua Cara Pengumpulan Data Pasal 7 Statistik diselenggarakan melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara : a. sensus. (2) Penetapan tahun penyelenggaraan dan perubahan jenis sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). sensus pertanian. kompilasi produk administrasi. b. sensus ekonomi. b. (2) Survei antarsensus dilakukan pada pertengahan 2 (dua) sensus sejenis untuk menjembatani 2 (dua) sensus tersebut. dan c. diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. c.Pasal 6 (1) Statistik dasar dan statistik sektoral terbuka pemanfaatannya untuk umum. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku (2) Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan statistik khusus dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang. yang meliputi : a. Pasal 8 (1) Sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf a diselenggarkan sekurangkurangnya sekali dalam 10 (sepuluh) tahun oleh Badan. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. lviii . sensus penduduk. dan d. survei.

kompilasi produk administrasi. b. dan atau unsur masyarakat lainnya dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang. organisasi. sensus. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. (2) Hasil kompilasi produk administrasi milik instansi pemerintah terbuka pemanfaatannya untuk umum. Bagian Kedua Statistik Sektoral Pasal 12 lix . dan d. BAB IV PENYELENGGARAN STATISTIK Bagian Pertama Statistik Dasar Pasal 11 (1) Statistik Dasar diselenggarakan oleh Badan (2) Dalam menyelenggarakan statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Badan memperoleh data dengan cara : a. c. survei.Pasal 10 (1) Kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf c dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (3) Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan hasil kompilasi produk administrasi milik lembaga. perorangan.

Pasal 14 (1) Dalam rangka pembangunan Sistem Statistik Nasional. Survei. Kompilasi produk administrasi. organisasi. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan c. masyarakat memperoleh data dengan cara : a. (3) Statistik Sektoral harus diselenggarakan bersama dengan Badan apabila statistik tersebut hanya dapat diperoleh dengan cara sensus dan dengan jangkauan populasi berskala nasional. (2) Dalam menyelenggarakan ststistik sektoral. b. survei. perorangan. secara mandiri atau bersama dengan Badan. masyarakat sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 ayat (1) wajib memberitahukan sinopsis kegiatan statistik yang telah selesai diselenggarakan kepada Badan. Objek populasi. Judul. (4) Hasil Statistik Sektoral yang diselenggarakan sendiri oleh instansi pemerintah wajib diserahkan kepada Badan. lx . c.(1) Statistik sektoral diselenggarakan oleh instansi pemerintah sesuai lingkup tugas dan fungsinya. instansi pemerintah memperoleh data dengan cara: a. b. c. b. Wilayah kegiatan statistik. (2) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat : a. Bagian Ketiga Statistik Khusus Pasal 13 (1) Statistik diselenggarakan oleh masyarakat baik lembaga. maupun unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan Badan. (2) Dalam menyelenggarakan statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. kompilasi produk administrasi.

Nama dan alamat penyelenggara. lxi . g. f. BAB V PENGUMUMAN DAN PENYEBARLUASAN Pasal 15 (1) Badan berwenang mengumumkan hasil statistik yang diselenggarakannya. Metode statistik. Waktu pelaksanaan. jaringan komunikasi data. (4) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). di tingkat pusat dan daerah.d. h. tidak berlaku bagi statistik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan intern. (3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos. BAB VI KOORDINASI DAN KERJASAMA Pasal 17 (1) Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan oleh Badan dengan instansi pemerintah dan masyarakat. (2) Pengumuman hasil statistk dimuat dalam berita resmi statistik Pasal 16 Badan menyebarluaskan hasil statistik yang diselenggarakannya. atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik. Abstrak. Jumlah responden. e.

Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat untuk membangun pembakuan konsep. atau lembaga swasta asing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(2) Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional. dan masyarakat diatur lebih lanjut dengan keputusan presiiden. dan atau masyarakat dengan lembaga internasional. definisi. instansi pemerintah. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 20 Penyelenggara kegiatan statistik wajib memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk mengetahui dan memperoleh manfaat dari statistik yang tersedia. instansi pemerintah. negara asing. (3) Koordinasi dan kerjasama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas dasar kemitraan dan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkenbangan ilmu pengetahuan dan teknologi (4) Ketentuan mengenai tata cara dan lingkup koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik antara Badan. dan ukuran-ukuran. (2) Kerja sama penyelenggaraan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan pada prinsip bahwa penyelenggara utama adalah Badan. atau masyarakat Indonesia BAB VII HAK DAN KEWAJIBAN Bagian Pertama Penyelenggara Kegiatan Statistik Pasal 19 Penyelenggara kegiatan statistik berhak memperoleh keterangan dari responden mengenai karakteristik setiap unit populasi yang menjadi objek. lxii . instansi pemerintah. Pasal 18 (1) Kerja sama penyelenggaraan statistik dapat juga oleh Badan. klasifikasi.

serta wajib memperlihatkan nilai-nilai agama. tata krama. kecuali dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. Pasal 24 Ketentuan mengenai jaminan kerahasiaan keterangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 berlaku juga bagi petugas statistik. Pasal 23 Setiap petugas statistik wajib menyampaikan hasil pelaksanaan statistik sebagaimana adanya. Bagian Ketiga Responden Pasal 26 (1) Setiap orang berhak menolak untuk dijadikan responden. Bagian Kedua Petugas Statistik Pasal 22 Setiap petugas statistik Badan berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditentukan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. Pasal 25 Setiap petugas statistik harus memperlihatkan surat tugas dan atau tanda pengenal.Pasal 21 Penyelenggara kegiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang diperoleh dari responden. dan ketertiban umum. lxiii . (2) Setiap responden berhak menolak petugas statistik yang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 25. adat istiadat setempat.

(3) Ketentuan mengenai tugas. BAB VIII KELEMBAGAAN Pasal 28 (1) Pemerintah membentuk Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden (2) Badan mempunyai perwakilan wilayah daerah yang merupakan instansi vertikal. praktisi. susunan organisasi. (2) Forum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersifat nonstruktural dan independen. diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. Pasal 30 (1) Instansi pemerintah dapat membentuk satuan organisasi di lingkungannya untuk melaksanakan statistik sektoral.Pasal 27 Setiap responden wajib memberitahukan keterangan yang diperlukan dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. susunan organisasi. Pasal 29 (1) Pemerintah membentuk Forum Masyarakat Statistik yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan di bidang statistik kepada Badan. sebagaimanan dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2). pakar. fungsi. dan tokoh masyarakat. fungsi. dan tata kerja satuan organisasi sebagaimanan dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh instansi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. satuan organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus mengadakan koordinasi dengan Badan untuk lxiv . yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah. (2) Ketentuan mengenai tugas. dan tata kerja Badan. (3) Dalam menyelenggarakan statistik sektoral.

mengembangkan sistem statistik nasional. e. klasifikasi. d. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. BAB IX PEMBINAAN Pasal 31 Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik dan masyarakat. Badan melakukan upaya-upaya sebagai berikut : a. h. mengembangkan statistik sebagai ilmu. meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional. definisi. klasifikasi. dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerja sama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya. meningkatkan penyebarluasan informasi statistik g. lxv .menerapkan konsep. agar lebih meningkatkan kontribusi dan apresiasi masyarakat terhadap statistik. Pasal 32 Dalam rangka pembinaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 31. meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik. Pasal 33 Pelaksanaan pembinaan sebagiamana dimaksud dalam pasal 31 diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. mengembangkan sistem informasi statistik. mewujudkan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep. definisi. c. meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelengaraan statistik. f. dan mendukung pembangunan nasional. dan ukuran-ukuran yang telah dibakukan dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional. b.

Pasal 35 Setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 ayat (1). dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp 25.00 (lima puluh juta rupiah).000. dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 25.BAB X KETENTUAN PIDANA Pasal 34 Setiap orang yang tanpa hak menyelenggarakan sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ayat (2) huruf a. (2) Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21. Pasal 36 (1) Penyelenggaraa kegiatan statistik yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam pasal 20. 100.000.00 (dua pulu lima juta rupiah).00 (lima belas juta rupiah).000.000.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp.000.00 (seratus juta rupiah). Pasal 37 Petugas statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 24. Pasal 38 Responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 27.000. dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 50. dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 25.00 (dua puluh lima juta rupiah).000.00 (dua puluh lima juta rupiah).000.000. lxvi .000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp. 15.000.

pasal 38. atau menggagalkan jalannya penyelenggaraan statistik yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan statistik dasar dan atau statistik sektoral. BAB XI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 41 Semua peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan undang-undang ini.00 (seratus juta rupiah).Pasal 39 Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa alasan sah mencegah. BAB XII KETENTUAN PENUTUP Pasal 42 Pada saat mulai berlakunya Undang-Undang ini. dan pasal 39 adalah kejahatan. menghalanghalangi. (2) Tindak pidana sebagimana dimaksud dalam pasal 35 dan pasal 36 ayat (1) adalah pelanggaran. pasal 37. Pasal 40 (1) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 34. lxvii .000. dipidana dengan pidana penjara paling lamam 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000. pasal 36 ayat (2). maka Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tidak berlaku.

Disahkan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1997 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd. MOERDIONO SOEHARTO LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1997 NOMOR 39 lxviii .Pasal 43 Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. memerintahkan pengundangan UndangUndang ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. Agar setiap orang dapat mengetahuinya. Diundangkan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1997 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd.

Fishery sub-sector with the coast area unfolding from north to south of Belu take part in influenced the job and earning’s generalization. Those sub-ethnic inhabit the location of certain characteristic with the individuality of catholic follower as majority. eucalyptus. Besides. The fertile area of Belu making of its potential to be developed to become the ranch and agriculture area. Mata pencaharian utama adalah bertani yang masih dikerjakan secara ekstensif tradisional. Their dominant means of livelihood is farming which is still done by traditionally extensive. Ema Kemak. masyarakat Belu dapat dengan mudah hidup rukun dikarenakan aspek kesamaan-kesamaan spesifik. Keempat sub etnik mendiami lokasi-lokasi dengan karakteristik tertentu dengan kekhasan penduduk bermayoritas penganut agama Kristen Katolik. and Ema Dawan Manlea. penduduk Kabupaten Belu dalam susunan masyarakatnya terbagi atas 4 sub etnik yang besar yaitu : Ema Tetun. ground of Belu is fertile because owning black and sandy type of geology as well as the rainfall which is relative flat during the year. from forestry sub-sector. Ema Bunak. red   Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxix . Kendati demikian. Sub sektor perikanan dengan kawasan pantai yang membentang dari Belu bagian selatan sampai utara turut mempengaruhi pemerataan pekerjaan dan pendapatan. Each ethnic have both difference and similarity language and culture practice. Masingmasing etnik tersebut mempunyai bahasa dan praktek budaya yang saling berbeda satu sama lain dan kesamaan dilain segi. contribution obtained are also significant with some productive birch like sandalwood. kondisi tanah Belu sangat subur karena selain memiliki lapisan tanah jenis berpasir dan hitam juga dikondisikan dengan curah hujan yang relatif merata sepanjang tahun. Ditinjau dari segi Budaya dan Antropologis. the condition of land. Even that way. Daerah Belu yang subur tersebut membuatnya potensial untuk dikembangkan menjadi daerah peternakan dan pertanian. Ema Kemak.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU SEJARAH SINGKAT KABUPATEN BELU A BRIEF HISTORY OF BELU REGENCY Gambaran Umum Masyarakat  Belu    Common  Picture  Of  Belu’s  Society  Observed anthropologically and culturally. Selain itu dari sub sektor kehutanan kontribusi yang diperoleh juga signifikan dengan beberapa jenis pohon Ecologically. Belu’s people society formatted into four sub-ethnic that is: Ema Tetun. the society earn easily live the foundation because of the specific similarity aspects. Ema Bunak dan Ema Dawan Manlea. Dari aspek ekologis.

wood. industri dan lainnya juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan PDRB dan peningkatan PAD.Sanleo). Whereas Makoan Dirma called them Loro Sankoe (Debuluk. manusia Belu pertama yang mendiami wilayah Belu adalah “Suku Melus“. industry and others also give productivef significant contribution in forming Gross Regional Domestic Products and raising PAD. there is a universal similarity pulled out from all data and information. dan Bara Mataus (Fatuaruin). Ada cerita bahwa ada tiga orang bersaudara dari tanah Malaka yang datang dan tinggal di Belu. eukaliptus. Once upon a time. and Loro Sonbai (Dawan). and teak. Sanleo) dan Loro Sonbai (Dawan). They had different unique name according to each headman of region. Orang Melus dikenal dengan sebutan “Emafatuk oan ema ai oan“. They had a strong. There are various story about Belu’s new comer. Suku Mataus (Sonbai). bercampur dengan suku asli Melus. kayu merah dan jati. Even that way. Nama ketiga bersaudara itu menurut para tetua adat masing-masing daerah berlainan.Welakar). they’re called Wehali Nain. ada kesamaan universal yang dapat ditarik dari semua informasi dan data. (manusia penghuni batu dan kayu). Sejarah Singkat Orang Belu  Brief History Of Belu Resident  Sesuai berbagai penelitian dan cerita sejarah daerah di Belu. The tribes of Melus recognized as “Emafatuk oan Ema Ai Oan” (woods and petrity human being). kekar orangnya dan bertubuh pendek. Khusus untuk para pendatang baru yang mendiami daerah Belu terdapat berbagai versi cerita. associated with the origin Melus.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU seperti cendana. lxx Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Sedangkan Makoan asal Dirma menyebutnya Loro Sankoe (Debuluk. intinya bahwa. Dari sektor dan sub sektor lainnya seperti perdagangan dan jasa. and Haitimuk Nain. Tipe manusia Melus adalah berpostur kuat. The sector of trade and services. and Bara Mataus (Fatuaruin). Namun menurut beberapa makoan asal Besikama yang berasal dari Malaka According to various research and old story. Mataus (Sonbai). the first Belu resident was Melus. Dari Makoan Fatuaruin menyebutnya Nekin Mataus (Likusaen). Malaka sebagai tanah asal-usul pendatang di Belu yang berlayar menuju Timor melalui Larantuka. there was three brothers came from Malaka and stayed in Belu. In fact. Makoan Fatuaruin called them Nekin Mataus (Likusaen). short posture of body. all of new comer dwelled in this area came from Sina Mutin Malaka. Kendati demikian. Loro Banleo (Dirma. Loro Banleo (Dirma. Welakar). According to Makoan Besikama. Selain para pendatang yang menghuni Belu sebenarnya berasal dari “Sina Mutin Malaka”. The land of Malaka was the origin of Belu’s new comer who sailed to Timor passing through Larantuka. Wewiku Nain.

Maubara. Maromak Oan sendiri menetap di Laran sebagai pusat kekuasaan kerajaan WewikuWehali. Fialaran. Para pendatang di Belu tersebut. pembagian Belu menjadi Belu bagian Selatan dan Utara hanyalah merupakan strategi pemerintah jajahan Belanda untuk mempermudah system pengontrolan terhadap masyarakatnya. Among all Belu’s new comer. All of Belu’s new comers divided no region of Belu by 2 parts. Sedangkan dari semua pendatang di Belu itu pimpinan dipegang oleh “Maromak Oan“ Liurai Nain di Belu bagian Selatan. The three brothers were aristhocrat and own their settled dominion with a good association with the society. Wewiku Nain dan Haitimuk Nain. Kedatangan mereka ke tanah Malaka hanya untuk menjalin hubungan dagang antar daerah di bidang kayu cendana dan hubungan etnis keagamaan. What was recorded and known in the history of Belu’s regency is that there was an empire of Wewiku-Wehali (which its dominion covered in a whole area of Belu). Dalam melaksanakan tugasnya di Belu. tidak membagi daerah Belu menjadi Selatan dan Utara sebagaimana yang terjadi sekarang. Wehali Nain. a broadcast appear in number from the empire governmental called “the empire golden age”. Maromak Oan itself stayed in Laran as the authority centre of Wewiku-Wehali. Bahwa para pendatang dari Malaka itu bergelar raja atau loro dan memiliki wilayah kekuasaan yang jelas dengan persekutuan yang akrab dari masyarakatnya. And also in Fatuaruin. Loro Lakekun. Apa yang kita catat dan dikenal dalam sejarah daerah Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxi . Sonbai dan Suai Kamanasa serta Loro Lakekun. Bahkan menurut para peneliti asing Maromak Oan kekuasaannya juga merambah sampai sebahagian daerah Dawan (Insana dan Biboki). There was an Dalam keadaan pemerintahan adat tersebut muncullah siaran dari pemerintah raja-raja dengan apa yang disebutnya “Zaman Keemasan Kerajaan”.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU ialah. Their arrival to Malaka was to aim at trading the sandalwoods and built religious-ethnic connection up. Maromak Oan memiliki perpanjangan tangan yaitu Wewiku-Wehali dan Haitimuk Nain. According to foreign scientist. South and North as it is right now. Maromak Oan had an autocrat in Wewiku-Wehali and Haitimuk Nain. Menurut para sejararawan. According to historian. Biboki. Selain juga ada di Fatuaruin. Sonbai. and Suai Kamanasa. In his duty in Belu. Dirma. Dirma. the assignment of Belu’s regency into south and north Belu was only a colonial Dutch strategies to make the society control system easier. Biboki dan Insane. In the custom governmental. Maubara. Liurai Nain “Maromak Oan” in the south of Belu became the leader. the Maromak Oan’s dominion was expanded to some region of Dawan (Insana and Biboki). and Insana. Fialaran.

Selain itu ada juga nama seperti Dafala. and in the eastern there was Asumanu-Tohe. Naitimu. Sorbau. maumutin. Manukleten. Ada juga kerajaan Fialaran di Belu bagian Utara yang dipimpin Dasi Mau Bauk dengan kaki tangannya seperti Loro Bauho. among the four brothers. one was lxxii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . they are Tohe Nain. Herneno. Manleten. called As Tanara. Lasiolat.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU adalah adanya kerajaan Wewiku-Wehali (pusat kekuasaan seluruh Belu). According to Belu’s historian. Sorbau. Insana Nain. Sorbau. there was a mixed-marriage between Loro Bauho and Klusin. Dalam perkembangan pemerintahannya muncul lagi tiga bersaudara yang ikut memerintah di Utara yaitu Tohe Nain. and Aitoan. In its governmental development there was an appearance of three others brothers administrating/ commanding in the north of belu. It is known in the north and south that there was four interrelated connection. Asumanu.000 jiwa masyarakatnya. Dafala. Manleten. Loro Lakekukn. Di Dawan ada kerajaan Sonbay yang berkuasa di daerah Mutis. There was also an empire of Fialaran settled in the north of belu which led by Dasi Mau Bauk whose servants were Loro Bauho. Asumanu. Maromak Oan delegated his servants to the entire region of Belu as Loro and Liurai It was recorded some famous great leaders delegated from wewikuwehali. such as Loro Dirma. and Fialaran. Asumanu. Biboki Nain. Lidak. Herneno dan Insana Nain serta Nenometan Anas dan Fialaran. perkawinan antara Loro Bauho dan Klusin yang dikenal dengan nama As Tanara membawahi dasi sanulu yang dikenal sampai sekarang ini yaitu Lasiolat. Di Belu Utara bagian Barat dikenal Umahat. Besikama-Lasaen. Lasaka. untuk mempermudah pengaturan system pemerintahan. and Aitoan. Lasaka. Lakekun. Maumutin dan Aitoon. Dafala. In the western of north belu there was Umahat. Umalor-Lawan. Loro Lakekun. Rin besihat known as Dafala. Umaklaran Sorbauan dibagian Timur ada Asumanu empire of Sonbai which dominate the area of Mutis. Manuleten. Tohe Maumutin dan Aitoon. Nenometan Anas. Dalam berbagai penuturan di Utara maupun di Selatan terkenal dengan nama empat jalinan terkait. Daerah Dawan termasuk Miamafo dan Dubay sekitar 40. Rin besi hat yaitu Dafala. According to the elders of Wewiku – wehali. Lidak. Menurut penuturan para tetua adat dari Wewiku-Wehali. Umaklaran Sorbayan. Biboki Nain. Thus. Supervices Dasi Sanulu known as Lasiolat. Manuleten.000 person. Sang Maromak Oan mengirim para pembantunya ke seluruh wilayah Belu sebagai Loro dan Liurai. in oreder to make the government system arrangement easier. Umaklaran. Manukleten. Sesuai pemikiran sejarawan Belu. Lasiolat dan Lidak. Naitimu. Laklukun. Umaklaran Sorbau. it was known also Dafala. Asumanu. The population of Dawan was 40. and Lidak. Tohe Maumutin. Besides. Tercatat nama-nama pemimpin besar yang dikirim dari Wewiku-Wehali seperti Loro Dirma.

unvisible. Umalor-Lawain. According to H. the independent ordinary people • The last group called Ata or Klasan representing a faction of sahaya’s slave.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Tohe.J Grijen cited in article of Rm. a group whose taking the central possession and from this group was chosen Loro/Liurai/Na’I to profess the governance hereditarily • The second group called Renu. Membahas tentang struktur masyarakat tidak lain dari pada mengulas tentang tingkatantingkatan dalam masyarakat yang ada dalam suatu komunitas atau persekutuan tertentu. Division and distinction of the society into hierarchical classes as follows rely on the existing race/ generation since the residents came until “the gold-age of the empire”. Susunan  Masyarakat Belu  Strafikasi  Stratification Of Belu’s Society  Studying about the society structure means analyze the existing society’s level arranged in one community called social stratification. marked the descent of Belu’s new comer/ stranger assimilated with the original Melus and extinct for a long time. yang secara hirarkis terdiri dari : Dasi atau golongan bangsawan yang menempati lapisan terpusat dan dari kelompok inilah terpilih Loro / Liurai / Na’i yang akan memangku jabatan kepemerintahan secara turun temurun. Menurut H. Dengan demikian rupanya keempat bersaudara yang satunya menjelma sebagai tak kelihatan itu yang menandai asal-usul pendatang di Belu membaur dengan penduduk asli Melus yang sudah lama punah. Pembagian dan pembedaan masyarakat Belu dalam kelaskelas hirarkis di bawah ini di dasarkan pada turunan/ras yang ada sejak penduduk para pendatang sampai dengan kejayaan zaman kerajaan. Florens Maxi Un Bria in “The Way to Happiness of Belu People” that the society recognized its classification for three groups consists of: • DASI. Kelompok kedua adalah Golongan Renu yang tidak lain adalah rakyat jelata yang merdeka. Florens Maxi Un Bria dalam “The Way To Happiness Of Belu People” bahwa masyarakat Belu mengenal klasifikasi masyarakatnya atas 3 (tiga) golongan. Those who were included into this group usually Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxiii . Grijzen seperti dikutip dalam Tulisan Rm. Besikama-Lasaen. Yang tersusun dalam susunan atau lapisanlapisan dalam masyarakat yang disebut stratifikasi sosial. J.

Atapupu) until it was abolished by “Pax dalam golongan ini biasanya merupakan tawanan perang yang dijadikan budak untuk melayani kebutuhan masyarakat golongan renu atau golongan dasi. The slave’s commerce becomes the commodity in the year 1892 (at Nederlandica” in the early 20th century of the Dutch governance Pembagian masyarakat Belu sendiri ditinjau dari segi ekonomis terdiri dari klasifikasi “orang berpunya/the haves“ (Ema Mak Soin) dan kelompok “orang miskin/the haves not “(Ema Kmukit).SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU • Kelompok terakhir disebut Ata atau Klason yang merupakan golongan hamba sahaya. Dalam keterkaiatannya dengan struktur masyarakat Belu maka kita mengenal beberapa kelompok /golongan masyarakat yang teridiri dari : Pertama adalah kelompok teratas atau kelompok raja (Nain Oan) masuk kelompok priyayi. Perdagangan budak belian ini sempat menjadi komoditi pada tahun 1892 (pada daerah JeniluAtapupu) sampai pada akhirnya di awal abad 20-an Pemerintah Belanda mengeluarkan “Pax Nederlandica” sehingga perdagangan budak dihapus. it was depend on the earnings they could obtain or their habits every day..Group of kings (Nain Oan) included aristhocrat . To determine the classes. consists of: . we know that the Javanese classified into three big groups which is equipping one another. Mereka yang masuk Jenilu. a prisoner of war taken as slave to serve the requirement of DASI and RENU. kita mengetahui bahwa penggolongan masyarakat Jawa atas tiga golongan / tiga kelompok besar yang saling melengkapi satu dengan yang lain. lxxiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ukuran untuk menentukan dua macam kelas ini tergantung pada pendapatan yang ia peroleh dan cara atau pola hidupnya setiap hari.Group of subordinate ordinary people called Hutun Renu Among the two groups there was group of mediators referred as Fukun Dato - Kelompok lain adalah kelompok masyarakat bawah (Hutun Renu) atau marjinal dan orang kecil. Dari sudut politik pemerintahan nasional. From the aspect of national governance politics. The stratification itself economically evaluated as consists of “the haves” (Ema Mak Soin) and “the haves not” (Ema Kmukit).

Dalam catatan sejarah lokal. called Dato Leki Nahak Tamiru Usi Hawai Lerek (Meti Ketuik). Sedangkan Dato Mota menguasai daerah pesisir kali Benenai (Mota Ninin Here Ninin). Dato Klisuk Rae dan Klisuk Lor yang menguasai daerah enclave laut (hasan). Once in a while. nowadays. Based on local history. While Dato Mota dominating the seaboard of Benenai. Kelompok Hutun Renu sebagai pelaksana program secara nyata. Dato Klisuk Rae and Klisuk Lor were dominating the enclave of sea. In this case.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Antara dua kelompok itu ada kelompok penengah atau disebut Fukun dato. Enhanced. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxv . Perlu di catat di sini bahwa dalam proses pengambilan keputusan (fui mutu lian-fui mtun ibun) secara adat dengan korban bakaran. There was also a vertical groups called Tahu Larus Hudi Oan. Dalam hal ini. Sehingga sesekali dalam kurun waktu tertentu seorang Dato wajib membawah upeti kepada rajanya. kelompok Raja berperan mengawasi pelaksanaan pembangunan dan membuat putusan pemerintahan. Group of Hutun Renu had a role of program executor. Keterkaitan antara ketiga kelompok utama tersebut terwujud dalam realisasi program dan kerja nyata. The interrelated among three groups formed in the tangible jobs and realization. While Futun Dato were personating mediator among the two other groups. Dato Leki Nahak Tamiru Usi Hawai Lerek (penguasa daerah pesisir laut) atau yang disebut Meti Ketuik. Sedangkan Fukun Dato akan berperan sebagai mediator antara kedua kelompok tersebut. the empire of Wewiku-Wehali had four Datos playing a significant function as mediator. menuturkan bahwa di kerajaan Wewiku – Wehali ada 4 dato yang sangat berperan dalam fungsinya sebagai mediator yaitu. the group of kings had a role of observe the development execution and made the governance decision. - Perlu ditambahkan disini bahwa dalam jajaran dan tataran kelompok panututan raja atau kerabatan horizontal yang dinamakan “klaken soman“Ada juga kelompok vertical yang disebut “Tohu Larus Hudi Oan“. Dato is obliged to bring the tribute to their king. named as horizontal consaquinity “Klaken Saman”. It is recorded that the course of decision-making (fui mutu lian-fui mtun ibun) was done traditionally by sacrificing burnt up offerings. in the alignment of Panututan groups.

2.  and  Motif  In  The Symbol Of Belu’s Regency                    1. • Hitam melambangkan ketenangan/keadilan. • Kuning melambangkan keagungan. and Black symbolizing Belu’s woven cloth meaning as follows: Red symbolize the bravery Yellow symbolize the supremacy Brown symbolize the firmness Green symbolize the prosperity White symbolize the chastity Black symbolize the justice lxxvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .  Form. Warna dan Isi Lambang Tata warna lambang berwarna Merah. • Putih melambangkan kesucian. White. Brown. Coklat. • Coklat melambangkan ketabahan hati. melambangkan kain tenunan rakyat Kabupaten Belu. Kuning. Yellow. Green.  Bentuk  dan  Motif  dalam  Lambang  Daerah  Kabupaten Belu                1.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Makna. yang mempunyai arti : • Merah melambangkan keberanian. The five side symbolize Pancasila as the national philosophy 2. Colour and fill of symbol The symbol colored in Red. Hijau. Putih dan Hitam. Bentuk Lambang Daerah adalah Perisai bersisi lima mempunyai arti sebagai berikut : • Perisai melambangkan alat perlindungan rakyat • Sisi lima melambangkan Pancasila sebagai dasar negara Meanings. Form of the device area is a five side shield mean as follow: The shield symbolize the appliance of people’s protection. • Hijau melambangkan kemakmuran.

• Kelewang dalam keadaan tersarung terletak di antara warna merah dan kuning melambangkan perjuangan keberanian. kesungguhan hati dan semangat. • Tiber melambangkan alat asli seni tari rakyat (tarian Likurai) yang telah ada serta tumbuh dalam masyarakat Belu sejak dahulu dan berkembang terus hingga sekarang. • Padi dan kapas melambangkan kemakmuran sandang pangan. • Dibawah Bintang dan di atas Pohon Beringin tertulis dengan huruf latin berbunyi “BELU“ yang berarti “SAHABAT“. terletak di atas tiber dan kelewang. date of. placed above Tiber and Kelewang • Under the gold star and above the banyan tree. Meaning of symbol • The gold star symbolize the Almighty God • Paddy and cotton symbolize the food and clothes prosperity • 20 items of paddy and 12 seeds of cotton and also numeral of 1958 showing the day. • Pohon beringin melambangkan persatuan dan tempat rakyat berlindung. • 3. • Padi 20 butir dan kapas 12 biji serta angka 1958 menunjukkan hari.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU 3. firmness. and the spirit • The banyan tree symbolize the association and people’s protector. tanggal. it is written “Belu” means “friend” Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxvii . Arti Lambang Lukisan bintang berwarna kuning emas melambangkan keagungan Tuhan Yang Maha Esa. tahun terbentuknya Kabupaten Belu dalam wilayah daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur . and year Belu Regency was formed in the province area of East Nusa Tenggara • Tiber symbolize the original appliance of Belunese art of dance • Kelewang located in its case among the ruddling and yellow symbolize the bravely struggle.

Zak …………………………………………………. 1. Data yang sumbernya tidak disebutkan. ……… ii.. Lusin ……………………………………………….. x. Km (Kilometer) …………………………. bungkus. .80 kg 3. : Data belum tersedia ii. ……… iv. kilogram (kg). : Tanda Desimal 2. Tanda-tanda yang dipakai: i. : 400 gram : 700 cc : 1000 meter : 12 buah : 1000 kg : 40 kg : 100 kg : 1000 cc : 0. butir. . meter (m).PENJELASAN UMUM / EXPLANATORY NOTES PENJELASAN UMUM Beberapa data yang kami sajikan dalam penerbitan ini merupakan data perbaikan dari penerbitan tahun-tahun sebelumnya. iii. vii. Liter ………………………………………………… ix. dikumpulkan langsung dari responden oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu. Kw (kwintal) ……………………………………… viii.. . helai. Satuan : i.. lxxviii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Liter (untuk beras) ………………………………. Buah. Batang (sabun cuci)……………………. Ton ………………………………………………… vi. v..: Data tidak tersedia atau dapat diabaikan iii. Botol ……………………………………………….. Sumber Data : Data yang ada dalam penerbitan ini ada yang dikumpulkan langsung oleh Badan Pusat Statistik dan ada pula yang bersumber dari Dinas/Instansi/Jawatan di Tingkat Kabupaten.

……………………………………………. kilogram (kg). meter (m). : Data not yet available ii. Unit. Symbols: i. vii.PENJELASAN UMUM / EXPLANATORY NOTES EXPLANATORY NOTES Symbol..…………………………… Litre ………………………………………………… Litre (for rice) …………. x. Bottle………………………………………………. 1.…………………………. vi.. UnIt : i... number. . . v. conducted by the BPS Belu. pach. unit and other which are used in this publication. : Tanda Desimal 2. Sources : Statistical data presented in this publication are based on secondary statistical data compiled as a part of the normal activities of various government and private institution in Belu and some of data represent the result of survey. are as follows. piece. iii. viii.……………………… Dozen . Briguette for soap ………………………………. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxix . : 400 gram : 700 cc : 1000 meter : 12 unit : 1000 kg : 40 kg : 100 kg : 1000 cc : 0. ix. iv. .80 kg 3. Metric ton ………………………………………… Sack ………………………………………………….: Data not available or data negligible iii. Quintal (ql) ………….. ii. Kilometers (Km) ………….

BAB / CHAPTER 1 Geografi Geography .

Bentuk topografi wilayah Kabupaten Belu merupakan daerah datar berbukit-bukit hingga pegunungan dengan sungai-sungai yang mengalir ke utara dan selatan mengikuti arah kemiringan lerengnya. Dari 14 sungai yang bermuara di bagian utara. Wilayah pegunungan (>40%) terdapat di wilayah tengah kearah Timur dengan luas wilayah sekitar 17. Dengan wilayah seluas 2.445. Wilayah datar terletak di bagian selatan memanjang sampai ke tenggara pada pesisir pantai Laut Timor dengan kemiringan kurang dari 2%.40%.86% dari luas wilayah. sebelah timur dengan Negara Timor Leste serta sebelah barat dengan Kabupaten Timur Tengah Utara dan Timur Tengan Selatan. Kabupaten Belu terletak pada koordinat 1240 – 1260 lintang selatan. Kabupaten Belu terbagi dalam 24 Kecamatan. sebelah selatan dengan Laut Timor. Posisinya sangat strategis karena berada pada persimpangan Negara Timor Leste dengan bagian lain Provinsi Nusa Tenggara Timur serta pada titik silang antara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten TTU. Malibaka. sedangkan daerah datar berombak sampai bergelombang 3-40% hampir merata di seluruh wilayah yaitu mencapai 55.16% dari luas wilayah Povinsi Nusa Tenggara Timur yang keseluruhannya berupa daratan. yang banyak digunakan penduduk untuk pertanian adalah sungai Baukama.GEOGRAFI / GEOGRAPHY GEOGRAFI KEADAAN ALAM  Kabupaten Belu adalah salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang wilayahnya terletak di sebelah timur. dan Talau.57 Km2 atau 5. Adapun batas wilayah Kabupaten Belu adalah sebagai berikut: sebelah utara dengan Selat Ombai. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 3 . Sungai–sungai yang ada di Kabupaten Belu mengalir dari bagian selatan dan bermuara di Selat Ombai dan Laut Timor.

4 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . membuat Kabupaten Belu memiliki curah hujan yang rendah. Musim hujan yang sangat singkat dimulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Mei. sebagian besar Kabupaten Belu bertekstur tanah sedang yang meliputi hampir seluruh wilayah dan sebagian kecil bertekstur tanah halus dan kasar. dan pada umumnya jenis tanah ini sangat subur karena banyak mengandung unsur hara. sepanjang pantai selatan dan sedikit di utara.     I K L I M  Daerah Kabupaten Belu dengan temperatur rata-rata 24-34°C beriklim tropis. Curah hujan tertinggi yaitu 1375 mm terdapat di Kecamatan Malaka Tengah. umumnya berubah–ubah tiap setengah tahun berganti dari musim kemarau dan musim penghujan dengan musim kemarau yang lebih dominan. Letak geografis yang lebih dekat dengan Australia dibanding Asia. Tanah campuran aluvial dan litosol di jumpai di dataran Oeroki. Jenis tanah yang ada seperti tanah aluvial dapat di jumpai di dataran Besikama.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Dari aspek kemampuan tanah. Halilulik kemudian tanah litosol tersebar merata di Kabupaten Belu dan terakhir campuran tanah mediteran. renzina dan litosol tersebar di wilayah Malaka Tengah bersifat porous sehingga banyak di jumpai air tanah. Intensitas pelapukan-pelapukan di wilayah ini tidak begitu besar disebabkan beriklim sedang. Hal tersebut bisa dilihat dari data hari hujan dan curah hujan yang rendah.

00 400.00 0.00 300.00 J an Peb Mar Apr Mei 2004 J un J ul 2005 Ags S ep 2006 Okt Nop Des 2007 2003 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 5 .00 6.00 2.00 Jan Peb Mar Apr 2003 Mei 2004 Jun Jul 2005 Ags S ep Okt 2007 Nop Des 2006 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 1.00 12.00 100.00 500.2.00 4.00 600. Banyaknya Curah Hujan di Kabupaten Belu Tahun 2003-2007 (mm) 700.1.00 10.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Gambar 1.00 200. Banyaknya Hari Hujan di Kabupaten Belu Tahun 2003-2007 14.00 8.00 0.

3. Banyaknya Hari Hujan Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Tahun 2007 Tasifeto Timur 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Rinhat Malaka Barat Weliman Kobalima Malaka Tengah Sasita Mean Malaka Timur Raihat Lamaknen Kakuluk Mesak Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 1. Banyaknya Curah Hujan Menurut Kecamatan di Belu Tahun 2007 (mm) 1400 1200 1000 800 Malaka Barat Tasifeto Timur Lamaknen Malaka Tengah 600 400 200 0 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Rinhat Malaka Timur Weliman S asita Mean Kakuluk Mesak Kobalima Raihat 6 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Gambar 1.

63 7. Malaka Tengah 06.64 8.44 187.1 Luas Daerah Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area of Belu Regency by Districk Kecamatan Districk (1) 01.00 3.57 2.90 88.67 2.64 3.48 214.31 2. Weliman 05. Malaka Timur 08.88 11.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.05 3. Tasifeto Timur 15. Kobalima*) 11.34 8.37 87.61 6.20 4.69 172.30 8.57 Persentase Percentage (3) 3.90 7.445.72 97. Malaka Barat 02. BPS Catatan : *) Termasuk Kecamatan Pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 7 . Lamaknen*) Luas Area 2 ( Km ) (2) 87. Kakuluk Mesak 13.57 6.30 83. Sasita Mean*) 07.00 Kabupaten Belu Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.84 7.28 94. Raihat 16.54 56. Laenmanen 09. Kota Atambua*) 14.20 64.41 151.02 179.76 100.06 284. Lasiolat 17.42 217. BPS Source : PODES 2005.25 168.18 211. Rinhat 03. Tasifeto Barat*) 12.41 3. Wewiku 04. Raimanuk 10.

86 3. Rabasa Haerain 13.89 14. Besikama 08.44 4.41 Persentase Percentage (3) 6.76 5.97 5.15 12.31 100.97 5.00 3. Fafoe 05.89 5.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.01 3. Rabasahain 03. Malaka Barat Luas Area (Km2) (2) 5. Lasaen 07.07 11.72 3.10 3. Oanmane 15.77 87.70 3. Maktihan 11. Motaulun 12. Naas Kec. Umatoos 04.83 5. Sikun 06.45 3.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005 BPS Source : PODES 2005 BPS 8 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .02 3.40 5.12 3.39 8.04 3.76 6. Rabasa 02.17 9. Loofoun 10.59 5.20 3.30 9.27 5. Raimatus 16.29 5. Umalor 09.2 Luas wilayah Kecamatan Malaka Barat Menurut Desa Area District of Malaka Barat by Village 2005 Desa Village (1) 01. Motaain 14.74 6.22 5.

Webetun 05.57 8.54 8.60 13.71 4.03 4. Nanin 12.BPS Source : PODES 2005.87 Persentase Percentage (3) 6.88 13. Weain 16. N i t i 07.36 4.13 6.75 7. Oekmurak 13.95 5.84 6.19 4.17 7.76 3. Alala 14. N a e t 11.37 8.93 11.3 Luas wilayah Kecamatan Rinhat Menurut Desa Area District of Rinhat by Village 2005 Desa Village (1) 01.11 6.33 5.84 6. Wekmidar 03.09 2.51 8.10 4.93 6.12 6. Raisamane 15.59 4.55 16. Rinhat 151. Tafuli 18. Saenama 02.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.21 Kec. Biudukfoho 06. Nabutaek 17.74 4. Tafuli 10. B o e n 08.78 9.96 3.21 3.BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 9 .72 100.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Nanobot Luas Area 2 (Km ) (2) 10.57 4.07 4. L o t a s 04.21 10. Wekeke 09.15 7.

80 3. Weulun 12.4 Luas wilayah Kecamatan Wewiku Menurut Desa Area District of Wewiku by Village 2005 Desa Village (1) 01.BPS Luas Area (Km2) (2) 12.36 7.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.00 10 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 7.72 5.91 6.13 7.77 8. Wewiku Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.58 7.43 8.78 20.95 20.41 4. Halibasar 09.64 3. Weoe 06. Lorotolus 05. Biris Kec.69 5.00 6.42 7.59 97.54 7.61 5. Alkani 03. Lamea 02.53 4.BPS Source : PODES 2005. Weseben 10. Rabasa Biris 11. Badarai 07.00 8.50 8. Webriamata 08.87 6.69 100.90 Persentase Percentage (3) 12. Seserai 04.

79 6.38 9.56 2.26 3.08 8. Umalawain 05.00 2. Angkaes 13.BPS Source : PODES 2005.27 2.42 9. Haitimuk 14.51 3. Taaba 07. Bone Tasea 06.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 11 . Hauklaran 04.73 12. Lakulo 09.33 8.88 11.49 7. Forekmodok 02.62 88.5 Luas wilayah Kecamatan Weliman Menurut Desa Area District of Weliman by Village 2005 Desa Village (1) 01.25 Persentase Percentage (3) 5.87 9.00 2.26 2.44 7. Lamudur 03. Wedeok 12.71 8.31 9.76 9.07 2.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Wesey Kec.56 8. Leunklot 08.51 8.BPS Luas Area 2 (Km ) (2) 5.77 100.10 3. Weliman Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.56 3. Kleseleon 11.03 14. Laleten 10.

28 17.81 Kec.28 0.68 13. Umanenlawalu 07.81 8.00 6. Umakatahan 08.50 9. UPT Harekakae 14.85 11. Kletek 12.6 Luas wilayah Kecamatan Malaka Tengah Menurut Desa Area District of Malaka Tengah by Village 2005 Desa Village (1) 01. BPS Source : PODES 2005. Kateri 05.58 3.39 8. Malaka Tengah 168. Fahiluka 11. Bakiruk 04.50 3.62 3. Bereliku 16. Railor Tahak 17.10 7.04 6.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.48 5.86 3. Wehali 06.69 10.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.50 4. Naimana 09.11 8.67 1. Kamanasa 13. Lawalu 10.66 0.42 13.30 9.30 5. Kakaniuk 03.62 4.05 Persentase Percentage (3) 6.96 0.54 1. Barene 02.10 6.80 13.57 23.37 20.69 100.40 14. BPS 12 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .89 2. Suai Luas Area (Km2) (2) 11. Barada 15.

27 Persentase Percentage (3) 11.42 5. Umutnana 19.67 5.7 Luas wilayah Kecamatan Sasita Mean Menurut Desa Area District of Sasita Mean by Village 2005 Desa Village (1) 01. As Manulea 08.30 100.20 7. K u f e u 07.85 6.79 14.62 2.00 8. Kereana 02.22 2.81 6. Babotin 03.94 5.06 8.60 8. BPS Source : PODES 2005.28 Kec.63 4.00 6.87 3.11 4. Manulea 04.89 11.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.58 2. Ikan Tuanbeis Luas Area 2 (Km ) (2) 19.50 4. Sasita Mean 172. Fatuoin 21.85 11.00 4. Tunmat 12.81 6. Fatuaruin 06.20 4. Naibone 05.43 4.43 2.81 3.42 5. Babotin Selatan 14. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 13 .36 4. Builaran 18.11 2. Tunabesi 10. Takarai 13.33 4.27 13.15 3.50 2.Bani 11. Bani .23 4.28 8.89 6. B i a u 09.45 4. Naisau 20. Babotin Maemina 15.27 14.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.63 7.57 3. Silole 17. Beaneno 16.

Malaka Timur 83.8 Luas wilayah Kecamatan Malaka Timur Menurut Desa Area District of Malaka Timur by Village 2005 Desa Village (1) 01. Numponi 02. Raiulun Luas Area (Km2) (2) 5.68 32.22 5.85 Persentase Percentage (3) 6.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. BPS Source : PODES 2005.84 4.62 14.53 14. BPS 14 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Wemeda 06.37 13.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.83 Kec. Dirma 04.25 16.35 17.28 100. Sanleo 03.82 39. Kusa 05.92 11.

80 5.85 7.38 12.77 Kec.02 100. Kapitanmeo 09. UPT Tniumanu 02.00 7.37 12.31 Persentase Percentage (3) 8. Meotroy Luas Area 2 (Km ) (2) 7. Besesmus 06.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.61 5.61 13. Tesa 10.38 7.38 7. BPS Source : PODES 2005.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Bonibais 05. Tniumanu 03. Uabau 04.80 15.9 Luas wilayah Kecamatan Laenmanen Menurut Desa Area District of Laenmanen by Village 2005 Desa Village (1) 01.80 5.72 13.85 7. Oenaek 07.30 5.80 12.61 15.95 7. Naekekusa 08. Laenmanen 94. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 15 .71 13.

50 7. Tasain 02.79 19. Renrua 04.67 13.15 2.79 6. Raimanuk 179.42 100. Rafae 07. BPS Source : PODES 2005.27 13. Mandeu 09.10 Luas wilayah Kecamatan Raimanuk Menurut Desa Area District of Raimanukby Village 2005 Desa Village (1) 01. Faturika 06.40 23.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.21 15.98 34.50 27.53 14. Duakoran 08.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Leuntolu Luas Area (Km2) (2) 18.00 11.60 5.89 25.88 18. Mandeu Raimanus 05. Teun 03.52 10.23 Kec. BPS 16 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .50 Persentase Percentage (3) 10.

51 13.37 7. Litamali 05.23 7.60 20. Lakekun Utara 04. BPS 217. S i s i 06.00 17.06 20.83 14.40 Persentase Percentage (3) 2.93 3.47 9. Alas Selatan 08.25 17.05 18.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Alas Utara Luas Area 2 (Km ) (2) 6.06 100. Kobalima Sumber : Potensi Desa 2005 Source : PODES 2005.00 16.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 17 .11 Luas wilayah Kecamatan Kobalima Menurut Desa Area District of Kobalima by Village 2005 Desa Village (1) 01.45 27.10 9.48 Kec.22 7. A l a s 11. Rainawe 07. Babulu Selatan 09.24 8.65 29. Babulu 10.49 7. Kotabiru 12. Lakekun Barat 02.57 12.33 3.83 7.00 30. Lakekun 03.

56 3.72 54.75 4.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.06 Persentase Percentage (3) 4.22 25.21 23.84 Kec. Naitimu 09.21 12.29 8.29 4.12 Luas wilayah Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Desa Area District of Tasifeto Barat by Village 2005 Desa Village (1) 01. Nanaet 06.13 27.60 45. BPS 18 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Dubesi 08. Fohoeka 02.20 15. Bakustulama 11.86 9. BPS Source : PODES 2005.14 10. Lookeu 04.75 19. Tasifeto Barat 284.61 23. Nanaeone 03. Rinbesihat 10.72 12. Derok Faturene 05.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.30 8. Tukuneno Luas Area (Km2) (2) 12.30 8.44 100.30 3.56 9.61 10. Naekasa 12.21 27. Lawalutolus 07.

31 20.06 11. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 19 . Kabuna 03.70 37.63 19. Fatukety 02.89 11.73 37.54 100.13 Luas wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Desa Area District of Kakuluk Mesak by Village 2005 Desa Village (1) 01.76 Persentase Percentage (3) 28.05 19.47 Kec. Leosama 06. Kenebibi 04. Dualaus Luas Area 2 (Km ) (2) 53.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.89 9. BPS Source : PODES 2005.74 20. Kakuluk Mesak 187.30 17.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Jenilu 05.

12 21. Atambua 07.78 2. Manuaman 04.38 11.27 5. Fatubenao 06.52 3.85 Kec.80 3. Fatukbot 02.24 20. Tulamalae 11. Berdao 08.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.60 Persentase Percentage (3) 10.92 2. BPS Source : PODES 2005.70 18.20 10.20 2.14 Luas wilayah Kecamatan Kota Atambua Menurut Desa Area District of Kota Atambua by Village 2005 Desa Village (1) 01.18 100. Rinbesi 05.55 1. Manumutin 12. Umanen 10.10 1. Kota Atambua 56.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Beirafu 09.21 3. Tenukiik Luas Area (Km2) (2) 5.32 5.71 6.35 1. BPS 20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .22 4.62 0. L i d a k 03.63 11.40 0.49 1.

Halimodok 12. Umaklaran 06. Manleten 05.55 14. Fatuba'a 02.00 18.25 4.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.40 16.95 30. Tasifeto Timur Luas Area 2 (Km ) (2) 34.56 14. Tialai Kec.37 Persentase Percentage (3) 16.10 6.29 7.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.00 211.32 4. S a d i 09.70 9.40 13.30 35.52 3. Takirin 04.76 10.75 6.81 2.19 8. Dafala 03.09 9.15 Luas wilayah Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Desa Area District of Tasifeto Timur by Village 2005 Desa Village (1) 01.00 6. B a u h o 11.40 4. Tulakadi 07.00 19.30 15.73 100. BPS Source : PODES 2005. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 21 . Silawan 08. Sarabau 10.

T o h e 03.63 16.40 9.95 16.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.55 8.34 Persentase Percentage (3) 26. Raifatus 04. Maumutin 06.56 15. BPS Source : PODES 2005.20 100.40 14.96 17.51 10.16 Luas wilayah Kecamatan Raihat Menurut Desa Area District of Rinhat by Village 2005 Desa Village (1) 01. Aitoun 05. Raihat 87. Asumanu 02.59 Kec.32 18. Toheleten Luas Area (Km2) (2) 22. BPS 22 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .98 9.

11 14.40 Kec. BPS Source : PODES 2005. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 23 . Lasiolat 64.96 13.96 13. Fatulotu 04.27 14. Raiulun 06.20 9.93 Persentase Percentage (3) 14. Baudauk Luas Area 2 (Km ) (2) 9.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.10 9.96 15. Lasiolat 02. Maneikun 03.00 9. Lakanmau 05.48 100.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.00 9.17 Luas wilayah Kecamatan Lasiolat Menurut Desa Area District of Lasiolat by Village 2005 Desa Village (1) 01.35 13.25 9.00 9. Dualasi 07.

GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.57 4.90 5.82 4. Leowalu 10. Lakmaras 03. K e w a r 13. BPS 24 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 214.93 1.18 Luas wilayah Kecamatan Lamaknen Menurut Desa Area District of Lamaknen by Village 2005 Desa Village (1) 01. Maudemu 08. Lamaksenulu 16.98 2.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.10 14.64 21. Loonuna 02.00 17. Lutarato 17.39 6. H e n e s 04. M a k i r 15.00 15.22 11.00 3. Debululik 07.27 100.19 2.09 9. Sisi Fatuberal Kec. D i r u n 09.93 7.52 2.10 4.60 4.50 10.04 21. F u l u r 12.28 3.94 12.02 9. Duarato 11. Mahuitas 14. BPS Source : PODES 2005.00 7. E k i n 06.60 7.64 9. Nualain 05.42 9.33 15.35 7.31 Persentase Percentage (3) 14.31 5.40 6. Lamaknen Luas Area (Km2) (2) 30.25 6.

Lamaknen 7. Kota Atambua Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 25 . Tasifeto Barat 5. Malaka Tengah 3.19 Nama dan Panjang Sungai Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Name and Length of Rivers by District in Regency of Belu Kecamatan District (1) 1. Malaka Timur 4. Tasifeto Timur 6. Malaka Barat Nama Sungai Name of Rivers (2) Benenai Delek Baen Wedik Talimetan Motahoar Buik Luradik Baukama Baukoek Motamuru Welulik Malibaka Talau Panjang Sungai Length of Rivers (Km) (3) 100 15 30 10 8 7 40 10 45 10 15 18 50 50 2.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.

00 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture and Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data Tidak Tersedia 26 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kakuluk Mesak 13. Weliman 05. Laen Manen**) 09. Tasifeto Barat*)**) 12. Lasiolat**) 17. Lamaknen*) Rata-Rata Januari January (2) 11 6 11 4 7 6 4 7 21 23 15 6.00 Mei May (6) 5 6 8 1 4 1.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Banyaknya Hari Hujan di Kabupaten Numbers of Day of Rain in Regency 2 0 Kecamatan District (1) 01. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Kobalima*) 11.41 Juni June (7) 9 15 14 25 5 4. Malaka Timur 08. Raihat 16. Malaka Barat 02. Rinhat 03.12 Maret March (4) 9 0.76 Pebruari February (3) 7 5 12 7 8 8 7 5 17 11 17 6. Raimanuk**) 10. Tasifeto Timur 15. Wewiku**) 04. Kota Atambua*)**) 14.53 April April (5) 0.

06 (14) 80 11 66 47 56 29 64 12 38 60 64 31.00 (10) 0.20 Belu Menurut Kecamatan Per Bulan of Belu by District per Month 0 7 (hari) Novembe r November Juli July Agustus August Septembe r September Oktober October Desember December Ju mlah Total (8) 0.00 (9) 0.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Table 1.35 (12) 17 9 4 14 7 6 7 6 4.00 (11) 6 14 3 1.12 (13) 21 15 11 13 8 11 18 17 6.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 27 .

Raihat 16. Tasifeto Timur 15.00 Mei May (6) 74 519 68 38 44 43.24 Kecamatan District (1) 01. Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13.76 Maret March (4) 192 11. Kota Atambua*)**) 14. Weliman 05. Raimanuk**) 10. Kobalima*) 11.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Banyaknya Curah Hujan di Kabupaten Rainfall in Regency 2 0 Januari Januar y (2) 123 104 125 166 103 146 46 66 343 215 267 100.59 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture and Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data Tidak Tersedia 28 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .29 April April (5) 0.71 Juni June (7) 105 417 292 785 43 96. Sasita Mean*) 07. Laen Manen**) 09. Malaka Tengah 06. Lasiolat**) 17. Rinhat 03. Lamaknen*) Rata-Rata Pebruari February (3) 137 119 168 690 96 189 29 74 507 116 387 147. Tasifeto Barat*)**) 12. Malaka Barat 02. Wewiku**) 04.

060 2.47 (12) 184 186 119 214 102 135 165 104 71.00 (9) 0.21 Belu Menurut Kecamatan Per Bulan of Belu by District per Month 0 7 (mm) Novembe r November Juli July Agustus August Septembe r September Oktober October Desember December Ju mlah Total (8) 0.027 603 943 1264 140 850 743 968 599.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Table 1.362 223 1.00 (11) 146 243 112 29.00 (10) 0.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 29 .83 (14) 1.12 (13) 475 264 116 190 214 89 209 123 98.

BAB / CHAPTER 2 Pemerintahan Government .

17. 9.98 persen masih merupakan desa persiapan. 3. Kecamatan Malaka Barat Kecamatan Rinhat Kecamatan Wewiku Kecamatan Weliman Kecamatan Malaka Tengah Kecamatan Sasita Mean Kecamatan Botin Leobele Kecamatan Io Kufeu Kecamatan Malaka Timur Kecamatan Laenmanen Kecamatan Raimanuk Kecamatan Kobalima 13. 2. 24. yaitu : 1. 6. 18.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Pemerintahan Kabupaten Belu berdiri pada tanggal 20 Desember 1958 dengan ibukota kabupaten Atambua saat ini wilayahnya terdiri atas 24 kecamatan. 19. 23. sedangkan sisanya sebanyak 12. 21. 7.02 persen adalah desa/kelurahan difinitif. 8. 16. Kecamatan Kobalima Timur Kecamatan Tasifeto Barat Kecamatan Nanaet Dubesi Kecamatan Kakuluk Mesak Kecamatan Kota Atambua Kecamatan Atambua Barat Kecamatan Atambua Selatan Kecamatan Tasifeto Timur Kecamatan Raihat Kecamatan Lasiolat Kecamatan Lamaknen Kecamatan Lamaknen Selatan Menurut data dari Bagian Pemerintahan Desa pada Kantor Bupati Belu hingga tahun 2007 terdapat 208 desa/kelurahan di Kabupaten Belu yang terdiri dari 196 desa dan 12 kelurahan. 14. 4. 5. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 33 . 12. 15. 10. dimana sebanyak 87. 11. 22. 20.

1. Persentase Jumlah Desa Menurut Klasifikasi Desa di Kabupaten Belu Tahun 2007 S wakarya 73.56% S wadaya 20.2.25% Sumber : PMD Gambar 2. Jumlah Wilayah Administrasi Setingkat Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Tahun 2007 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 010 011 012 013 020 021 022 023 030 031 032 040 041 050 051 052 060 061 062 070 071 072 080 081 Sumber : Bagian Pemerintahan Desa 34 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Gambar 2.19% S wasembada 6.

Raimanuk 12. Weliman 05. Wewiku 04.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Rinhat 03. Lasiolat 23. Kobalima Timur 14. Atambua Selatan 19. Botin Leobele 09.1 Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan Numbers Villages by District 2007 Kecamatan Regency Desa / Kelurahan Village UPT PrePersiapan transmiPre-village gration village (4) (5) 5 7 3 3 5 2 1 1 - Definitif Definitive (3) 11 13 9 11 12 9 7 5 6 7 8 8 4 8 4 6 4 4 4 11 6 7 9 8 Jumlah Total *) (6) 16 20 12 14 17 9 7 5 6 9 9 8 4 8 4 6 4 4 4 12 6 7 9 8 208 (1) 01. Laen Manen 11. Io Kufeu 08. Malaka Tengah 06. Kakuluk Mesak 17. Malaka Timur 10. Kantor Bupati Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 35 . Lamaknen Selatan 181 27 Kabupaten Belu Sumber : Bagian Pemerintahan Desa. Nanaet Dubesi 16. Sasita Mean 07. Kota Atambua 18. Lamaknen 24. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 21. Tasifeto Barat 15. Kobalima 13. Raihat 22. Atambua Barat 20.

Kobalima Timur 14. Malaka Tengah 06. Raimanuk 12. Rinhat 03. Kobalima 13. Lamaknen Selatan Kabupaten Belu Dusun/Lingkungan (4) 82 119 66 88 98 49 45 30 46 66 78 48 23 59 20 35 9 9 8 58 31 25 43 39 1. Kakuluk Mesak 17.174 Rukun Tetangga (RT) (5) 214 215 211 188 332 93 87 57 109 126 140 119 50 177 40 90 110 79 90 175 91 70 103 109 3. Tasifeto Barat 15. Atambua Barat 20. Atambua Selatan 19. Botin Leobele 09. Kota Atambua 18.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Kantor Bupati Belu 36 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Timur 10. Malaka Barat 02. Io Kufeu 08. Lamaknen 24. Wewiku 04. Raihat 22. Laen Manen 11.075 Sumber : Bagian Pemerintahan Desa. Nanaet Dubesi 16. Tasifeto Timur 21.2 Banyaknya Satuan Lingkungan Setempat Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (3) 01. Sasita Mean 07. Weliman 05. Lasiolat 23.

Tasifeto Barat*) 12. Malaka Timur 08. Malaka Barat 02. Kota Atambua*) 14. Laen Manen 09. Tasifeto Timur 15. Malaka Tengah 06. Kakuluk Mesak 13. Weliman 05. Rinhat 03. Kobalima*) 11. Raihat 16.3 Banyaknya Desa/Kelurahan dan Tingkat perkembangan Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan Numbers of Villages and Supporting level by District 2007 Perkotaan Kecamatan Regency Swadaya Swakar ya Self Developing (3) 5 7 Swasemba da Supporting (4) Swadaya Pedesaan Swakary a Self Developing (6) 10 13 9 11 10 13 6 7 7 11 12 6 11 6 7 9 Swasemba da Supporting (7) 1 2 1 1 1 Jumlah Desa/ Kelurah an Numbe rs of Villages (8) 16 20 12 14 17 21 6 9 9 12 12 6 12 12 6 7 17 (1) (2) - (5) 5 7 3 3 5 8 2 1 8 01.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Lasiolat 17. Wewiku 04. Sasita Mean*) 07. Lamaknen*) Kabupaten Belu - 5 7 42 148 6 208 Sumber : PMD Source : PMD Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 37 . Raimanuk 10.

Tasifeto Timur o. Beirafu h. Wewiku d. Raimanuk j. Malaka Timur h. Kobalima k. Kota Atambua b. Sekretariat Daerah 02. Manumutin e. Kelurahan a. Sasita Mean g. Lamaknen 03. Umanen 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 13 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 6 3 - - - - - - - - - - - - 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 13 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 6 3 Jumlah I 755 264 - - - - - - 755 264 38 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Weliman e. Laen Manen i. Raihat p. Bardao g.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Malaka Barat b. Kota Atambua n. Tenukiik c. Lasiolat q. Lidak i. Tulamalae f. Malaka Tengah f. Manuaman d. Kakuluk Mesak m.4 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Kecamatan a. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Jenis Kelamin dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Kantor/Dinas/Instansi (1) Pegawai Pegawai sipil Sipil Daerah pusat dipekerjakan L (2) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 P (3) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 L (4) P (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) Jumlah L (10) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 P (11) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 01. Tasifeto Barat l. Rinhat c.

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Rinbesi Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk (2) 11 14 11 27 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 P (3) 5 7 4 13 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 Pegawai sipil BUMN/ BUMD pusat dipekerjakan L (4) 21 30 108 14 34 18 48 25 20 228 8 4 31 P (5) 8 11 85 1 7 4 11 2 4 8 3 L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) 6 3 1 4 3 3 P (9) 2 1 1 1 L (10) 11 14 11 27 21 36 111 14 34 19 48 29 20 228 11 7 31 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) 5 7 4 13 8 13 85 1 7 5 11 3 4 8 1 3 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 Jumlah II 458 161 589 144 - - 20 5 1067 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 39 .4 Pegawai Sipil Daerah L (1) j. Fatukbot l. Fatubenao k.

4 Pegawai Sipil Pegawai sipil BUMN/ BUMD Daerah pusat dipekerjakan L (1) (2) P (3) L (4) P (5) L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 36 10 Dinas Pendidikan 65 16 Dinas Pendidikan (Guru) 1950 1863 Dinas Kesehatan 243 264 Dinas Nakertrans 26 4 Dinas Pendapatan Daerah 46 13 Dinas Kehutanan 94 16 Dinas Keluarga Berencana 98 30 Dinas Perhubungan 74 10 Dinas Pertanian & Perkebunan 189 30 Dinas Perikanan & Kelautan 30 19 Dinas Pertambangan & Energi 21 15 Dinas Peternakan 62 21 Dinas Koperasi PK&M 38 6 Dinas Kesejahteraan Sosial 22 7 Dinas Kebersihan & Pertamanan 35 25 Kantor Satpol Pamong Praja 35 5 Kantor Arsip Daerah 11 8 Kantor Ketahanan Pangan 92 9 Kantor Perpustakaan 13 12 Kantor PDE PD. Belu Bhakti PDAM Jumlah III 10 9 2 8 3 5 - - - - - - 36 10 65 16 1950 1863 243 26 46 94 264 4 13 16 - - - - - - 98 74 189 30 21 62 38 22 35 35 11 92 13 10 9 2 30 10 30 19 15 21 6 7 25 5 8 9 12 8 3 5 3201 2399 3201 2399 40 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

Badan. Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 41 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI 85 18 12 - 121 4 5 - - - 31 11 2 25 4 22 7 6 3 10 2 18 2 4 9 7 2 1 1 1 2 3 2 3 2 16 9 2 46 9 3 2 3 3 22 8 5 4 2 5 6 30 - 85 18 12 47 20 4 71 13 25 8 9 6 10 24 26 7 8 121 4 5 11 7 2 6 6 2 1 2 3 32 3 2 Jumlah IV 115 130 - - 147 33 132 43 393 207 541 6 3180 Jumlah I+II+III+IV Sumber 4529 2954 589 144 147 33 152 48 : BKD dan masing-masing Instansi.4 Pegawai Sipil Daerah L (1) (2) P (3) Pegawai sipil BUMN/ BUMD pusat dipekerjakan L (4) P (5) L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps.

Wewiku d. Raimanuk j. Sasita Mean g. Kakuluk Mesak m. Kecamatan a. Kobalima k. Kota Atambua b. Laen Manen i. Malaka Tengah f.5 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Bardao g. Umanen Jumlah I 1 81 12 6 577 347 14 - - - - 13 6 755 264 42 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lamaknen a. Tenukiik c. Rinhat c. Tulamalae f. Tasifeto Timur o. Manuaman d. Weliman e. Beirafu h. Kelurahan i. Malaka Timur h. Lasiolat q. Manumutin e. Raihat p. Kota Atambua n. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Golongan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) 16 4 3 2 8 2 1 2 5 8 5 1 3 3 1 1 8 2 3 2 II (3) 164 27 10 5 9 34 13 25 17 5 40 32 45 14 12 22 15 8 7 8 5 14 10 12 4 8 III (4) 91 18 8 6 10 18 10 11 14 8 17 13 9 12 9 5 13 9 8 8 8 6 9 7 7 7 IV (5) 14 (6) BUMN/ BUMD L P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 Jumlah P (11) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 3 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 01. Malaka Barat b. Tasifeto Barat l.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Lidak 03. Sekretariat Daerah 02.

5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) j. Fatukbot l. Rinbesi (2) 1 2 2 II (3) 9 11 8 III (4) 6 8 5 IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) 11 14 11 Jumlah P (11) 5 7 4 Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk Jumlah II 3 1 - 22 18 15 114 3 9 7 37 17 4 29 2 2 26 16 19 11 14 15 19 72 30 18 14 11 10 22 77 12 31 15 21 10 6 2 2 7 28 10 21 15 17 21 46 20 26 18 4 1 3 5 1 1 1 9 7 5 4 2 5 7 5 7 5 - - 6 1 2 1 1 1 - 27 21 36 111 14 34 19 48 29 20 228 11 7 31 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 13 8 13 85 1 7 5 14 207 4 2 2 1 12 3 1 - - 4 3 3 - 11 3 4 8 1 3 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 255 561 467 72 - - 17 5 1067 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 43 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Fatubenao k.

Belu Bhakti PDAM Jumlah III 1 3 69 6 4 19 42 22 28 4 8 267 6 5 5 - - - - 36 65 10 16 1343 2134 343 152 11 19 14 31 1950 1863 243 264 26 46 4 13 7 6 1 2 2 7 2 1 1 2 - 6 48 42 126 23 16 44 15 15 36 27 11 62 18 10 8 4 70 74 32 83 22 13 32 23 9 14 10 6 37 5 7 2 3 30 6 3 4 3 5 5 6 5 3 1 1 2 1 1 345 4 - - - - - - - - 98 74 189 30 21 62 38 22 35 35 11 92 13 10 9 2 94 30 10 30 19 15 21 6 7 25 5 8 9 12 8 3 5 16 120 2352 2783 3201 2399 44 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) II (3) III (4) IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah P (11) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan (Guru) Dinas Kesehatan Dinas Nakertrans Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Keluarga Berencana Dinas Perhubungan Dinas Pertanian & Perkebunan Dinas Perikanan & Kelautan Dinas Pertambangan & Energi Dinas Peternakan Dinas Koperasi PK&M Dinas Kesejahteraan Sosial Dinas Kebersihan & Pertamanan Kantor Satpol Pamong Praja Kantor Arsip Daerah Kantor Ketahanan Pangan Kantor Perpustakaan Kantor PDE PD.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

Badan. Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 45 . Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI 2 - 133 5 9 - 68 14 8 - 3 3 - 31 11 2 25 4 22 7 6 3 10 2 18 2 4 9 7 2 1 1 1 2 3 2 3 2 16 9 2 46 9 3 2 3 3 22 8 5 4 2 5 6 30 - 85 18 12 47 20 4 71 13 25 8 9 6 10 24 26 7 8 121 4 5 11 7 2 6 6 2 1 2 3 32 3 2 Jumlah IV 2 147 90 368 7 6 147 33 132 43 393 207 541 6 3180 Jumlah I+II+III+IV Sumber 458 3637 437 147 33 149 48 : BKD dan masing-masing Instansi.5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) II (3) III (4) IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah P (11) RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

Tasifeto Timur o. Umanen 03. Weliman e. Beirafu h. Malaka Tengah f. Sasita Mean g. Raihat p. Malaka Barat b. Tulamalae f. Manuaman d. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Tingkat Pendidikan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) (2) 36 6 1 1 20 7 9 4 1 13 10 21 14 4 8 3 4 2 3 1 11 4 7 2 5 3 SLTP (3) 32 8 2 1 1 6 4 5 6 1 12 9 13 3 2 5 4 3 2 2 1 3 3 2 2 1 SLTA (4) 185 28 13 8 15 28 8 19 13 7 27 24 21 6 8 11 16 8 9 10 8 9 12 11 6 7 12 D1-D3 (5) 25 2 2 1 3 1 1 2 3 2 3 3 3 1 2 1 1 1 1 S1 (6) 6 5 3 2 3 3 5 3 6 4 4 5 4 5 5 5 5 3 3 1 3 4 2 2 2 3 2 S2 (7) 1 Honorer/ Kontrak/ PTT (8) - Jumlah (9) 285 49 21 11 21 60 25 37 31 13 59 50 62 31 22 30 28 20 16 17 13 28 21 22 11 17 19 01. Sekretariat Daerah 02. Tenukiik c. Kobalima k. Wewiku d. Tasifeto Barat l. Kota Atambua b. Lasiolat q. Kakuluk Mesak m. Malaka Timur h. Lamaknen a. Kota Atambua n.6 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Raimanuk j. Laen Manen i. Lidak i. Manumutin e. Kelurahan Jumlah I 200 133 529 58 98 1 - 1019 46 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Rinhat c. Bardao g. Kecamatan a.

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Fatubenao k. Rinbesi Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim (2) 2 5 4 10 3 1 1 1 4 200 SLTP (3) 2 1 1 6 1 1 1 3 6 27 4 SLTA (4) 9 12 8 18 16 18 54 2 30 16 40 12 10 9 3 D1-D3 (5) 1 1 1 61 1 1 1 10 1 S1 (6) 3 2 2 5 10 20 75 9 8 5 15 4 4 S2 (7) 1 1 3 1 Honorer/ Kontrak/ PTT (8) 8 3 2 5 3 Jumlah (9) 16 21 15 40 29 49 196 15 41 24 59 32 24 236 11 Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk Jumlah II 1 7 5 1 7 2 2 19 5 5 4 289 2 4 3 5 4 4 8 6 1 1 91 2 29 27 20 12 11 14 22 66 40 32 20 552 1 4 1 3 1 2 4 11 1 2 2 110 1 4 15 6 15 11 12 13 32 5 10 11 297 3 1 1 1 1 13 4 25 8 34 55 36 37 35 35 45 137 58 51 38 1377 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 47 .6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) j. Fatukbot l.

6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan (Guru) Dinas Kesehatan Dinas Nakertrans Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Keluarga Berencana Dinas Perhubungan Dinas Pertanian & Perkebunan Dinas Perikanan & Kelautan Dinas Pertambangan & Energi Dinas Peternakan Dinas Koperasi PK&M Dinas Kesejahteraan Sosial Dinas Kebersihan & Pertamanan Kantor Satpol Pamong Praja Kantor Arsip Daerah Kantor Ketahanan Pangan Kantor Perpustakaan Kantor PDE PD.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Belu Bhakti PDAM (2) 4 4 19 2 6 1 1 12 13 5 3 7 1 1 13 3 1 1 5 1 3 SLTP (3) 1 3 54 1 5 2 7 7 17 2 2 3 2 4 8 2 2 2 3 3 2 SLTA (4) 24 27 1211 335 15 30 77 76 50 116 25 19 39 24 17 30 26 11 58 13 9 3 6 D1-D3 (5) 7 8 851 68 4 5 5 6 6 22 7 1 10 5 2 2 2 2 6 1 1 S1 (6) 10 39 1751 27 8 13 25 38 9 50 9 10 23 12 5 7 7 3 34 3 5 3 1 1 1 1 1 4 S2 (7) Honorer/ Kontrak/ PTT (8) - Jumlah (9) 46 81 3813 507 30 59 110 128 84 219 49 36 83 44 29 60 40 19 101 25 18 12 7 - Jumlah III 106 132 2241 1021 2092 8 - 5600 48 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) (2) 6 1 1 1 SLTP (3) 8 1 1 1 SLTA (4) 173 15 14 31 D1-D3 (5) 19 4 1 3 S1 (6) 1 21 S2 (7) 1 (8) (9) 206 22 17 58 Honorer/ Jumlah Kontrak/PTT RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps. Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 49 . Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI Jumlah IV Jumlah I+II+III+IV Sumber 1 2 1 5 18 613 - 5 3 19 375 - 2 24 3 13 7 3 4 11 50 9 1 1 368 7 1 1 1 2 1 1 36 2 2 1 1 1 2 3 2 6 3 4 56 9 1 1 3 25 - 51 15 3 2 3 8 5 4 100 125 9 6 77 19 25 10 10 8 13 56 26 10 10 600 8499 27 3656 1225 2543 : BKD dan masing-masing Instansi. Badan.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

BAB / CHAPTER 3 Penduduk & Tenaga Kerja Population & Man Power .

jumlah penduduk Kabupaten Belu 2007 dari 378. Tingkat pertumbuhan ini sedikit lebih tinggi dibanding pertumbuhan 1980-1990 yang hanya 1.484 jiwa pada tahun 2000.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER PENDUDUK & TENAGA KERJA PENDUDUK Tema kepedudukan selalu muncul menjadi suatu permasalahan yang cukup menarik dan hangat untuk diperdebatkan karena mempunyai kaitan erat dengan kesejahteraan hidup manusia. Pemerintah dalam berbagai format perencanaan selalu menempatkan masalah kependudukan sebagai kerangka acuannya. Dibandingkan tahun sebelumnya angka pertumbuhan penduduk periode 2000-2007 tergolong cukup tinggi yakni 53 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .54%.1. Pada tabel 3. sedangkan apabila sebagian besar dari mereka berkualitas rendah tentu akan menjadi sumber kemiskinan dan keterbelakangan yang tidak lain juga menjadi musuh utama dari misi pembangunan bangsa. Sebaliknya percepatan pertumbuhan penduduk jauh lebih lamban dari percepatan pertambahan sumber daya dan sumber dana yang ada maka penduduk yang banyak dengan kualitas yang memadai akan menjadi modal pembangunan yang sangat berharga. Dari hasil Sensus Penduduk. jumlah penduduk di Kabupaten Belu tahun 1990 sebanyak 216.1. Perkembangan penduduk yang pesat tanpa diimbangi dengan persediaan resourses yang memadai maka jumlah penduduk yang banyak tersebut menjadi beban bagi pembangunan. karena penduduk dengan aspek kualitas dan kuantitasnya merupakan pelaku sentral sekaligus sebagi objek yang menikmati hasil-hasil pembangunan secara lebih adil dan berkeprikemanusiaan.78%. dengan pertumbuhan rata–rata 2.882 jiwa. dengan tingkat kepadatan rumah tangga rata-rata 4 orang dan kepadatan penduduk 155 orang per Km².019 jiwa dan meningkat menjadi 277. Penduduk yang banyak dengan kualitas yang tinggi akan menjadi asset yang berharga bagi kelancaran proses pembangunan.

20%.882 pada tahun 2007 38.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER 4. Dari 378. dimana konstruksi piramida penduduknya masih berbentuk ekspansif. Angka ketergantungan (Dependency Ratio) pada tahun 2007 adalah 79 yang menunjukkan bahwa setiap 100 orang penduduk usia produktif harus menanggung sekitar 79 orang yang belum atau tidak produktif. Faktor migrasi masuk juga menjadi pemicu tingginya angka pertumbuhan penduduk mengingat kedudukan wilayah geografis Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste akan menjadi daerah transit bagi penduduk dari luar untuk expansi usaha ke negara baru tersebut. merupakan penduduk usia muda yang berumur 0 – 14 tahun. Pada kasus ini. KETENAGAKERJAAN Penduduk usia kerja didefinisikan sebagai penduduk yang berumur 10 tahun keatas. menunjukkan bahwa 54 - - jumlah penduduk laki-laki sedikit lebih rendah dari penduduk perempuan yakni setiap 99 penduduk laki-laki terdapat 100 orang penduduk perempuan. Hal ini karena selain perkembangan penduduk secara alamiah. juga diakibatkan oleh adanya eksodus ex pengungsi Timor Timur ke wilayah Kabupaten Belu yang pada Sensus Penduduk 2000 belum terhitung.55%. Dilihat dari struktur umur penduduk memperlihatkan bahwa sebagaian besar penduduk Belu berada pada usia muda. Selain itu dengan adanya pergeseran paradigma Keluarga Berencana dari Norma Keluarga Kecil Bahagia menjadi menjadi Keluarga Berkualitas disalah tafsirkan sebagai peluang untuk banyak anak asal bisa/mampu menghidupinya. hidup layak sebuah keluarga menjadi relatif dan sangat tergantung pada pandangan kepentingan yang bersifat subjektif. sedangkan khusus dalam Sensus Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Analisis kependudukan tahun 2007 memperlihatkan indikator sebagai berikut: .Angka sex ratio pada tahun 2007 sebesar 99.

61. Diduga fluktuasi TPAK ini erat kaitannya dengan situasi kesulitan ekonomi yang dialami sebagian besar masyarakat. Ini berarti angka pengangguran terbuka pada tahun 2007 hanya sebesar 3.64 di tahun 2000. perdagangan eceran atau sebagai pekerja keluarga pada sektor pertanian. Sebaliknya ketika kondisi ekonomi tingkat rumah tangga memasuki fase kronis maka sebagian ibu rumah tangga terpaksa ikut mencari nafkah melalui usaha antara lain kerajinan rumah tangga.87%. Pada kondisi ekonomi masyarakat secara umum relatif baik maka ada sebagian penduduk usia kerja terutama ibu rumah tangga tidak aktif mencari nafkah.28%. namun bila dibandingkan dengan tingkat pendapatan perkapita penduduk yang masih rendah menunjukkan bahwa sebenarnya angka setengah pengangguran dan pengangguran terselubung di Kabupaten Belu terutama pada sektor pertanian di pedesaan masih cukup tinggi. Komposisi penduduk yang bekerja pada tahun 2007 memperlihatkan bahwa sebagian besar yakni 60. Mereka terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angka kesempatan kerja merupakan perbandingan antara penduduk yang bekerja dengan angkatan kerja. yang selanjutnya turun lagi perlahan pada umur-umur berikutnya (antara lain karena pensiun. Kendatipun tingkat pengangguran terbuka relatif kecil.44%.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Penduduk 2000 dan Sakernas 2007 menggunakan konsep penduduk berumur 15 tahun keatas.2007. kesehatan yang tidak memungkinkan dan telah mencapai usia tua). Pada tahun 2007 angka kesempatan kerja Kabupaten Belu tergolong tinggi yakni 96. TPAK mengkikuti pola huruf *U* terbalik. Proporsi penduduk yang tergolong angkatan kerja dikenal dengan istilah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ( T P A K). Selama kurun waktu 2000.mempunyai lapangan pekerjaan utama di sektor 55 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .13% atau lebih sedikit dibanding hasil sensus SP 2000 sebesar 7.00 tahun 2006 dan tahun 2007 ini meningkat menjadi 68. 61.84 % dari penduduk yang bekerja. kemudian naik sejalan dengan kenaikan umur sampai mencapai puncaknya pada umur 25–29 tahun. TPAK Kabupaten Belu sedikit berfluktuasi yakni 77. Angka ini rendah pada usia muda (usia sekolah).35 pada tahun 2005.

Dari 163.43% dan lainnya 10.penduduk yang bekerja berpendidikan paling tinggi hanya tamat Sekolah Dasar (SD).28% dan 76. Penduduk yang bekerja di atas 44 jam perminggu atau lebih dari 7 jam perhari baru sekitar 19. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan maka kemampuan untuk mengadopsi perkembangan teknologi produksi 56 yang lebih baik maupun pikiran kreatif untuk menyeleksi aktivitas ekonomi yang lebih menguntungkan menjadi relatif terbatas.85% (47.29%.45%.73 % buruh karyawan 16. Data hasil Sakernas 2007 memperlihatkan bahwa sekitar 73.55 % dan 1. Dari jumlah pekerja pada tahun 2007 memperlihatkan bahwa 28.221 Penduduk yang bekerja pada tahun 2007 sekitar 80.15% maka selama lebih dari dua dekade terakhir ini hampir tidak terjadi transformasi tenaga kerja dari sektor primer ke sektor ekonomi moderen secara signifikan.10. Lambatnya transformasi tenaga kerja ke sektor moderen sangat erat kaitannya dengan tingkat pendidikan kerja.24%) bila di bandingkan dengan hasil sensus penduduk tahun 1990 dan 2000 di mana penduduk yang bekerja di sektor pertanian masing masing 68. Padahal kunci dari kemajuan pembangunan ekonomi terletak pada akselarasi kinerja dari sektor-sektor ekonomi moderen yang dimanifestasikan lewat semakin besarnya porsi tenaga kerja yang bekerja pada sektor sekunder dan tersier. jasa jasa 13.78% berusaha sendiri dan di bantu buruh di bayar masing masing 16.12% sisanya bekerja pada sektor tersier (perdagangan 5. Penyebaran penduduk yang bekerja menurut jumlah jam kerja selama seminggu memperlihatkan bahwa sebagian besar pekerja kita masih memiliki ethos kerja yang lebih rendah. Sementara sisanya masing masing bekerja pada sektor sekunder (industri 10.71% di antaranya bekerja dibawah jam kerja normal yakni rata-rata di bawah 6 jam perhari.04% dan 29.68 dan pekerja bebas cuma 0.091 Jiwa) diantaranya adalah pekerja keluarga/pekerja tidak di bayar sementara sisanya masing-masing bekerja di bantu dengan buruh tidak di bayar/pekerja keluarga 35.40 % . Untuk mengetahui tingkat kemandirian dan kesejahteraan pekerja dapat di amati dari status pekerjaannya. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER pertanian.

69 60 .2.29 20 .19 10 . Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Tahun 1995 .24 15 .74 65 .34 25 .44 35 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.49 40 .1.2007 400000 350000 300000 250000 231815235508 200000 150000 100000 50000 0 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 378882 361862 371530 331385 324165 256815 277137 284074 291967 243236 245224 Sumber : Registrasi Penduduk 1995-2007 Gambar 3.14 5-9 0-4 -30000 -20000 -10000 0 10000 20000 30000 laki laki perempuan Kelompok Umur Sumber : Registrasi Penduduk 2007.64 55 . BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 57 .39 30 . Piramida Penduduk Kabupaten Belu Tahun 2007 75+ 70 .59 50 .54 45 .

000 15.200 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.4.000 40.600 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 58 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .400 1.000 45.000 Kota Atambua Atambua S elatan Atambua Barat 1.3. Kepadatan Penduduk per Km² di Kabupaten Belu Tahun 2007 Lamaknen S elatan Lamaknen Lasiolat Raihat Tasifeto Timur Kakuluk Mesak Nanaet Dubesi Tasifeto Barat Kobalima Timur Kobalima Raimanuk Laen Manen Malaka Timur Botin Leobele Io Kufeu S asita Mean Malaka Tengah Weliman Wewiku Rinhat Malaka Barat 0 200 400 600 800 1.000 penduduk 25.000 30. Penduduk Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Tahun 2007 Lamaknen Lasiolat Raihat Tasifeto Timur Atambua S elatan Atambua Barat Kota Atambua Kakuluk Mesak N anaet D ubesi Kobalima Timur Raimanuk Laen Manen Malaka Timur Io Kufeu Botin Leobele S asita Mean Weliman Wew iku Rinhat Malaka Barat Tasifeto Barat Kobalima Malaka Tengah 0 5.000 20.000 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 Gambar 3.000 rumah tangga 35.000 10.

78% 19 .64% 16 tahun 3.55% Berusaha dg.54% Sumber : Sakernas 2007. Persentase Wanita 10 Tahun ke Atas yang Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu Tahun 2007 25 tahun ke atas 17.85% Buruh/ karyawan 15. buruh tidak tetap 30.11% Pekerja tak dibayar 27.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3. BPS Gambar 3.75% 15 tahun ke bawah 2.5. BPS Berusaha dg. buruh tetap 2.41% Berusaha sendiri 16.18 tahun 18.35% Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 59 .77% 17 . Persentase Penduduk Kabupaten Belu Usia 15 Tahun Menurut Status Pekerjaan Utamanya Tahun 2007 lain lain 0.05% Sumber : Susenas 2007.24 tahun 57.6.

2007 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 pencari kerja permintaan tenaga kerja Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu 60 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 40.8.00 10.34 1 .00 30. BPS Gambar 3. Jumlah Permintaan dan Pencari Kerja yang Terdaftar di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Tahun 1998 . Persentase Penduduk Kabupaten Belu Usia 15 Tahun Menurut Jumlah Jam Kerjanya Tahun 2007 35 + 15 .14 0* ) 0.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.7.00 20.00 50.00 Sumber : Sakernas 2007.

2007 1800 1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 SD SMTP SMTA D I. Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Menurut Tingkat Pendidikannya Tahun 2005 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3. D II D III Sarjana 2005 2006 2007 Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 61 .9.

Penduduk Populations .

979 4.1 Jumlah Penduduk.03 67.819 378.696 8. Wewiku 04.315 2. Nanaet Dubesi 16.1. Laen Manen 11. Kota Atambua 18.79 83.550 87. Lamaknen 24.852 4. Botin Leobele 08.930 21. Luas Wilayah.024 11.211 2.751 6.445.90 88.11 224.42 120.200 3.786 12.138 8.138 39.170 11. Atambua Selatan 20.02 179. Rumah Tangga.951 4. Tasifeto Timur 21.90 15.613 1.307 7.497 88.297 1. Io Kufeu 09.765 16. Lasiolat 23.90 108. Kobalima Timur 14.48 105. Area. Rinhat 03.939 20. Kobalima 13. Malaka Barat 02. Sasita Mean 07.021 26.55 15.946 11.773 4.014 2. and Density per Districk 2007 Kecamatan Districk (1) Penduduk Population (2) Rumah Tangga House-hold (3) Luas Area 2 (Km ) (4) Kepadatan Density 2 (Km ) (5) Kepadatan Per RT Density per Household (6) 01.54 24. Kakuluk Mesak 17.534 4. Malaka Timur 10.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.28 94.226 6. Weliman 05.41 151.600 21.25 168.924 3.41 2.097 4.547 2.864 17.19 60.067 9.524 20. Atambua Barat 19.881 5.20 64.054 3.37 87.045 19. Raimanuk 12. Household. Raihat 22.278 1.112 1. Tasifeto Barat 15.95 96.57 260 109 214 240 232 169 245 120 107 117 66 79 68 98 77 85 1070 1482 1268 96 165 105 116 72 155 4 4 4 4 5 4 2 4 4 4 4 3 3 5 4 4 4 6 5 6 4 4 5 5 4 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 65 .72 97.673 3. Malaka Tengah 06.73 211.554 8.48 39. Lamaknen Selatan Kabupaten Belu 22.631 23.949 2. dan kepadatan penduduk per Km2 dan per Rumah Tangga Menurut Kecamatan Number of Population.363 14.792 2.882 5.627 16.69 65.419 6.25 187.539 4.

021 26.067 9.024 11. Rinhat 03.792 3.554 8.930 21.096 6.238 8. Lamaknen 24.419 6. Kobalima 13.600 21.527 8.305 3.631 23.819 378. Kota Atambua 18. Wewiku 04.520 20.398 10.946 11.440 5.882 Kabupaten Belu Sumber : Registrasi Penduduk 2007 66 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .765 16.114 3.1.307 7. Lasiolat 23. Tasifeto Barat 15.512 3. Atambua Selatan 20.979 4. Kobalima Timur 14.045 19.864 17.714 3.978 13. Weliman 05. Io Kufeu 09.2 Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Population by Districk and Sex 2007 Kecamatan Districk (1) 01.931 189.939 20.170 11.439 6. Sasita Mean 07.592 10. Atambua Barat 19.111 3.146 2.720 4.271 11.448 5.290 8. Raihat 22. Raimanuk 12.833 2.418 4.337 7. Malaka Tengah 06.786 12.584 6.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.374 12.524 20.074 5.196 3.226 6. Laen Manen 11.498 5. Kakuluk Mesak 17.120 7.080 8. Tasifeto Timur 21.347 10.036 4. Malaka Barat 02.043 13. Malaka Timur 10.316 10.304 Perempuan Female (3) 11.578 Jumlah Total (4) 22.031 4.888 189.363 14.618 19. Nanaet Dubesi 16.138 8.784 8.428 9.532 10.243 7.762 4.208 10. Botin Leobele 08.347 6.627 16.329 10.617 10.138 39.257 10. Lamaknen Selatan Laki-laki Male (2) 11.

Lamaknen 24.946 11.307 7.1.631 23.021 26.363 14.226 6. Malaka Barat 02.307 7.138 8.024 11. Kakuluk Mesak 17.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.979 4.419 6. Malaka Timur 10.627 16. Sasita Mean 07.786 12. Rinhat 03.946 11.786 12. Atambua Selatan 20.045 19.524 20. Raimanuk 12. Botin Leobele 08.627 16. Wewiku 04. Io Kufeu 09.170 11.819 WNA Cina Cinesse (3) - WNA lainnya Others (4) - Jumlah Total (5) 22. Kobalima 13.930 21. Tasifeto Timur 21. Atambua Barat 19.765 16.882 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 67 . Tasifeto Barat 15. Lamaknen Selatan WNI Indonesian (2) 22.600 21. Lasiolat 23.864 17.226 6.045 19. Malaka Tengah 06.021 26.138 39.979 4.363 14.864 17.939 20.524 20.138 8. Kobalima Timur 14.554 8.419 6.882 - - 378. Nanaet Dubesi 16.554 8.765 16.3 Penduduk Menurut Kecamatan dan Kewarganegaraan Population by Districk and Cityzenship 2007 Kecamatan Districk (1) 01. Raihat 22.600 21.067 9.631 23.939 20.170 11. Laen Manen 11. Kota Atambua 18.819 Kabupaten Belu 378.067 9.930 21.024 11. Weliman 05.138 39.

1990.998 Pertumbuhan 1980 1990 1990 2000 (5) (6) 1. 2000.090 53.64 * 0.427 33. 2000 Penduduk (Jiwa) Kecamatan District (1) 01. Kobalima 05.634 16.574 24. Tasifeto Barat 06.12 * -4.44 0.4 Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Berdasarkan Sensus Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan 1980.437 47.665 30.484 1. Malaka Barat 02.174 29.53 Sumber : Sensus Penduduk 1980. BPS Keterangan : * ) Masih tergabung dengan kecamatan induk 68 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .755 38.62 * 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.37 1. BPS Source : Population Census 1980.019 277. Lamaknen 1980 (2) 1990 (3) 2000 (4) 67.66 1.894 14.965 26.242 44.073 216. Malaka Timur 04.13 46.590 17. 2000.07 -2.1. 1990. Atambua 07. Malaka Tengah 03.998 15.16 * 1.95 2.30 2. 1990.027 * * 21.058 47. Tasifeto Timur 08.084 Jumlah/Total 181.459 28.78 2. .583 35.922 * * 34.49 1.

1.491 79.01 5.68 2. BPS 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 69 .510 6.738 160.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.37 53.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.285 985 3.904 Perempuan Female (3) 52.665 152.225 5.019 17. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.5 Penduduk Kabupaten Belu Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan Population 10 years old in Belu Regency by Marital Status 2007 Status Perkawinan Marital Status (1) Belum Kawin / single kawin / married cerai hidup / divorced cerai mati / widowed Laki-laki Male (2) 62.845 Jumlah Total (4) 114.016 100.351 299.247 81.94 Jumlah / Total 146.749 Persentase Percentage (5) 38.034 13.

270 31.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.1.017 8.877 Jumlah / Total 189.864 3.24 25 .571 12.055 2.49 50 .14 15 .316 10.379 1.104 9.074 38.987 7.887 22.123 45.304 189.085 Perempuan Female (3) 28.674 3.882 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 70 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .846 18.400 17.058 26.792 Jumlah Total (4) 53.530 11.450 4.912 15.54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 + Laki-Laki Male (2) 25.383 8.856 4.533 3.168 8.262 13.033 15.29 30 .424 13.337 24.359 5.057 30.840 16.578 378.313 4.6 Penduduk Kabupaten Belu Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin Population in Belu Regency by Age Group and Sex 2007 Golongan Umur Age Group (1) 0-4 5-9 10 .992 1.452 23.024 14.852 55.162 23.233 15.19 20 .718 4.304 3.671 21.39 40 .794 28.154 1.44 45 .520 7.742 5.34 35 .310 5.

054 1.150 2.581 1. Nanaet Dubesi 16.075 2.247 3.223 3.780 1. Io Kufeu 09.103 2.445 554 2.903 2.309 2. Tasifeto Barat 15.647 2.479 1.514 1.337 Sumber : Proporsi Registrasi Penduduk terhadap hasil Sensus Penduduk 1990 dan 2000 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 71 .153 3.578 1.074 38.861 1. Malaka Barat 02.030 778 2. Malaka Tengah 06.270 31.398 2. Botin Leobele 08. Raihat 22.595 1.465 2.696 3. Malaka Timur 10.488 3.011 3.135 1.843 1.295 1.854 1.926 2. Lamaknen Selatan 3.513 711 1.347 1.771 787 674 578 624 770 831 1.19 (5) 20 .630 1. Sasita Mean 07.850 3.198 463 1.399 1.298 1. Atambua Selatan 20.29 (7) 01.726 2.602 1.734 1.181 2.289 1.113 1.299 2.446 1.1.017 3.778 1.117 528 915 581 1.462 2.638 1.752 4.961 2.689 1.765 2. Laen Manen 11. Raimanuk 12.603 2.511 1.891 3.228 578 1. Lasiolat 23.299 1.427 2.720 1.353 2.371 1.959 842 719 621 766 946 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. Kota Atambua 18.735 3.24 (6) 25 .7 Penduduk Menurut Kecamatan dan Golongan Umur Population by Districk and Age Group 2007 Kecamatan Districk (1) 0-4 (2) 5-9 (3) 10 .167 991 1.068 678 1.493 955 3.134 534 875 555 Kabupaten Belu 53.091 939 802 751 925 995 1. Lamaknen 24.184 5.14 (4) 15 .795 3.034 1.652 2.034 429 1. Kakuluk Mesak 17.038 1.123 45.127 1.191 2.852 55.536 535 1. Weliman 05.992 1.093 2.203 461 2. Wewiku 04. Rinhat 03.092 984 1.768 582 2.954 5.226 2. Kobalima Timur 14.817 2.050 642 2.313 1. Kobalima 13.019 1.954 2.057 30.873 1.199 1.483 2. Tasifeto Timur 21.082 649 2.616 1.665 2.718 2.372 1.183 3.144 1. Atambua Barat 19.731 1.476 564 2.189 1.428 907 2.

151 814 383 711 451 1. Weliman 05. Nanaet Dubesi 16.44 (10) 45 . Atambua Selatan 20. Raihat 22.491 1.54 (12) 55 .360 667 575 491 593 732 787 1. Malaka Timur 10. Io Kufeu 09.838 1.435 1.247 1.074 779 987 997 1.840 16.168 8. Raimanuk 12.1. Lamaknen 24.082 1.400 17.423 687 591 504 618 763 821 1.256 888 418 723 460 1. Kobalima Timur 14.027 728 342 679 432 796 578 732 739 1.107 1.412 1.518 320 1. Tasifeto Barat 15. Rinhat 03.536 1.191 457 1.7 Kecamatan Districk (1) 30 .519 427 371 315 327 403 432 629 241 610 128 444 737 646 555 856 607 285 484 307 557 404 513 518 1.143 438 1.987 72 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .427 2.59 (13) 01. Malaka Tengah 06. Tasifeto Timur 21.057 579 503 426 407 501 539 784 302 806 169 586 975 851 733 1.711 482 418 355 416 514 552 803 308 807 172 589 979 845 732 988 699 329 529 335 1. Lasiolat 23.370 1. Lamaknen Selatan 1.072 779 988 997 2.262 13.076 1.378 1.016 286 248 212 198 244 262 382 146 388 83 283 470 408 353 674 477 224 392 249 Kabupaten Belu 24. Malaka Barat 02.34 (8) 35 -39 (9) 40 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Lanjutan Tabel 3. Sasita Mean 07. Laen Manen 11. Atambua Barat 19.49 (11) 50 . Kobalima 13. Kota Atambua 18. Wewiku 04.887 22.383 2. Kakuluk Mesak 17.600 1. Botin Leobele 08.184 249 863 1.115 1.

Botin Leobele 08. Kobalima 13. Malaka Tengah 06.067 9.1.877 378.138 39. Tasifeto Barat 15.939 20. Sasita Mean 07. Lamaknen 24.524 20. Io Kufeu 09. Atambua Selatan 20. Laen Manen 11.024 11.170 11. Wewiku 04.979 4.930 21.856 4.64 (14) 65 . Malaka Barat 02.7 Kecamatan Districk (1) 60 .533 3.631 23. Kobalima Timur 14.819 Kabupaten Belu 7. Tasifeto Timur 21. Raihat 22.600 21.419 6. Nanaet Dubesi 16. Lasiolat 23. Malaka Timur 10.021 26. Raimanuk 12.882 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 73 . Kakuluk Mesak 17.864 17.627 16. Rinhat 03. Kota Atambua 18.74 (16) 75 + (17) Jumlah (18) 01. Weliman 05.69 (15) 70 .946 11.138 8.786 12.045 19.307 7.765 16.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Lanjutan Tabel 3.359 5.554 8.363 14.226 6. Atambua Barat 19. Lamaknen Selatan 473 343 435 440 837 237 204 174 186 229 246 357 137 324 68 235 392 341 294 462 328 154 283 180 343 249 315 319 696 196 169 145 134 166 178 258 99 226 49 165 274 238 205 308 220 102 293 186 239 173 219 222 412 117 100 86 91 112 119 174 66 185 39 136 224 196 168 249 176 83 165 105 221 163 205 206 672 192 164 136 115 136 150 220 83 263 50 190 318 276 240 283 199 97 181 117 22.

838 13.813 3.848 4.034 2. Rinhat 03. Kobalima 11.836 9.666 3.067 2.498 4.8 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Menurut Kecamatan Number of Household and Poor People by District 2006 Jumlah Rumah Tangga (3) 5.856 15. Lasiolat 17.535 5. Weliman 05.349 2.944 1.756 6.902 2.510 14.854 11.834 11.091 2.786 3.440 3.510 8. Tasifeto Barat 12.678 13.470 3.618 4.1.937 3.621 898 2.018 11.583 Catatan : *) SLS = Satuan Lingkungan Setempat RT = Rukun Tetangga Jumlah RT sudah termasuk eks pengungsi Timor Timur Sumber : Pendataan Sosial Ekonomi 2005.2913 3. Wewiku 04. Laen Manen 09.422 3.817 248.721 5.204 3.830 54.126 25. Sasita Mean 07.009 13. Raihat 16.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. Raimanuk 10.901 Kecamatan Districk (1) 01.113 8. Lamaknen Kabupaten Belu Jumlah SLS/RT*) (2) 201 165 181 167 272 191 104 97 118 145 206 61 221 129 70 60 195 2.614 19.129 2.346 2.340 1.779 3.614 15. Kakuluk Mesak 13.771 4.074 Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Rumah Penduduk Tangga (4) (5) 3.533 7.823 1. Kota Atambua 14.826 34. BPS 74 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .699 78.015 2. Tasifeto Timur 15.260 3. Malaka Tengah 06. Malaka Barat 02. Malaka Timur 08.190 16.054 6.

Tingkat Kelahiran Fertility Rate .

Belu 07.45 4.57 4. Sumba Barat 02.67 4.48 3.25 2.59 2.39 4. Lembata 09.49 *) Dihitung dari Sensus Penduduk 1980 dan 1990 (metode arriaga) **) Dihitung dari data gabungan (SP90 dan Susenas 96 metode Role ***) Laporan indikator database 2004/2005 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 77 .66 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.96 4. Alor 08. Kupang 04. Kota Kupang 1989-1990*) 1995-1996**) 2004/2005 (2) 5. Sumba Timur 03.63 2. Manggarai 71.34 - (4) 4.94 3. Ngada 13.97 2.03 - (3) 4.54 Nusa Tenggara Timur Catatan : - 3.93 5. Ende 12.85 3.78 3.65 3.93 3.83 3.99 4. Flores Timur 10.54 4.86 3.06 3.46 3.48 3.81 2.08 4.45 2. Timor Tengah Utara 06. Sikka 11.1 Perkiraan Angka Kelahiran Total / TFR menurut Kabupaten 1989-2005 Kabupaten Regency (1) 01.60 4.31 3.92 3.99 3.50 3.80 2.15 4.39 2. Timor Tengah Selatan 05.2.09 3.

00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.05 57.24 tahun 25 tahun ke atas Jumlah Numbers (2) 2.808 17. BPS 78 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .78 Jumlah / Total 100.2.77 18.647 3.803 Persentase Percentage (3) 2. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.18 tahun 19 .069 57.64 3.777 18.75 17.104 100.2 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Age at First Marriage 2007 Umur Perkawinan Pertama Age at First Marriage (1) ≤15 tahun 16 tahun 17 .

65 13.41 10.590 13.360 Persentase Percentage (3) 5.825 3.385 15.667 13.29 16.605 1.3 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Lahir Hidup di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children 2007 Jumlah Anak Yang Lahir Hidup Numbers of Children Still live (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10+ Jumlah Numbers (2) 5.82 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.309 4.30 4.94 6. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 79 .950 6.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.104 100.2.36 Jumlah / Total 100.307 16.60 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.67 8.37 15.422 10.684 8.58 13.

49 7.270 2.506 7.42 100.117 19.80 1.104 Persentase Percentage (3) 6.2.56 16. BPS 80 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .804 1.569 16.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.10 19.821 11. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.4 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Masih Hidup di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 Jumlah Anak Yang Masih Hidup Numbers of Children Still live (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10+ Jumlah / Total Jumlah Numbers (2) 6.955 2.334 16.80 11.112 417 100.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.18 15.32 16.11 0.199 15.95 2.26 2.

Tingkat Kematian Mortality Rate .

3. Flores Timur 09. 2002. B e l u 07.1 Tingkat Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Menurut Kabupaten Infant Mortality Rate ( IMR) per 1000 birth by Regency 1999. N g a d a 12. S i k k a 10. Kodya Kupang 14. 2004 Remarks : *) Termasuk Kodya Kupang / Include Kodya Kupang Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 83 . K u p a n g *) 04. A l o r 08. Manggarai 13. Sumba Timur 03. Timor Tengah Utara 06. Lembata Nusa Tenggara Timur 1999 (2) 64 76 57 49 50 57 59 46 47 60 51 54 62.6 2002 (3) 60 73 52 46 49 55 57 44 45 56 48 52 51 2004 (4) 55 53 55 53 50 46 54 46 48 44 42 47 24 47 49 Keterangan : Laporan Indonesia Pembangunan Manusia 2001. E n d e 11. Timor Tengah Selatan 05.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. Sumba Barat 02. 2004 Kabupaten Regency (1) 01.

Sumba Barat 02. Timor Tengah Selatan 05.2 Tingkat Harapan Hidup Penduduk Berumur Nol Tahun Menurut Kabupaten The Life Expectancy At Birth by Regency 1999.1 64.6 65.7 64.4 65.4 63. E n d e 11. A l o r 08.7 64.6 2002 (3) 62. Flores Timur 09.7 62.2 65.9 63. 2004 Remarks : *) termasuk Kodya Kupang / include Kodya Kupang 84 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2 64. B e l u 07.9 66.1 Keterangan : Laporan Indonesia Pembangunan Manusia 2001.7 64.7 59.9 65.4 64. N g a d a 12.1 66.0 63.7 63. Manggarai 13. S i k k a 10.0 65.3.1 65.8 2004 (4) 63. K u p a n g *) 04.9 63. 2002. Kodya Kupang 14. Timor Tengah Utara 06.8 64.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.8 65.0 63.8 63.5 65.4 59. 2004 Kabupaten Regency (1) 01.3 66.5 62. Sumba Timur 03.6 64. Lembata Nusa Tenggara Timur 1999 (2) 61.3 66.2 65.1 65.7 65.1 63.8 65.1 63.8 65.

30 19.365 19.63 2. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.042 7.3 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Sudah Meninggal di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Anak Yang Sudah Meninggal (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 + Jumlah Numbers (2) 66.37 0.104 100.14 - Jumlah / Total 100.84 0.288 3.02 7.28 0. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 85 .638 2.375 840 278 139 139 - Persentase Percentage (3) 66.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.14 0.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.3.28 3.

Angkatan Kerja Labour Force .

14 3.43 Perempuan Female Jumlah % Jumlah Jumlah Total % (7) 54.882 2.647 (4) 68.74 19.49 68.61 2.517 3.152 5.901 100 239.28 2.4.141 100.351 98. Urus rumah tangga house keeping 3.107 46.551 29.717 5.22 34.00 70.623 b.491 163.21 Numbers Numbers Numbers (2) 100. Bekerja / Worked 2.693 8.00 123. Bukan angkatan kerja not economically active 1.790 12.221 5.845 6.48 10. Angkatan kerja economically active 1.599 7. Lainnya / others 14.49 3.270 70.72 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.140 64.51 5.00 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007. Sekolah attending school 2.042 100. BPS Source : National Labor ForceSurvey 2007.28 Jumlah / total 115.921 3.17 16.99 52. Mencari Pekerjaan / Pengangguran looking for work Laki-Laki Male Jumlah % (3) 87.15 85.704 1.1 Penduduk 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Kegiatannya Seminggu yang Lalu Population 15 Years Old and Over by Sex and Activity During The Previous Week 2007 Kegiatan Seminggu yang Lalu Activity During The Previous Week (1) a.07 2.186 42. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 89 .92 168.761 45.85 55.23 4.

BPS Keterangan : termasuk mengurus rumah tangga Remarks : including house keeping 171.81 14.2 Penduduk 15 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kegiatan Population 15 Years Old and Over by Type of Activity in Belu Regency 2000 Jumlah Total Jumlah Numbers (2) 133.36 7. Sekolah / attending school 2.4.273 2.64 75. Angkatan kerja / economically active 1. Mengurus rumah tangga / house keeping 3.55 Jumlah / total Sumber : Sensus Penduduk 2000.957 22. BPS Source : Population Census 2000.852 % (3) 77.98 1.66 Jenis Kegiatan Type of Activity (1) a.472 100.390 24.00 90 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .125 130. Lainnya / others *) 38.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Bukan angkatan kerja / not economically active 1. Bekerja / Worked 2.347 13. Mencari Pekerjaan / looking for work b.

163 127 536 16.78 3.704 64.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.762 Jumlah Total (4) 27.426 13.070 30. Berusaha dengan dibantu buruh dibayar / employer 4.579 44. Pekerja bebas non-pertanian 7. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 91 .865 27.005 58.40 28.00 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007. karyawan / employee 5.233 127 536 47. BPS Source : National Labor Force Survey 2007.643 Status Pekerjaan Utama Main Employment Status (1) 1.517 163.0 0.226 8. Pekerja tak dibayar 2.68 0.311 513 2.85 Jumlah / total 98. Berusaha sendiri dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar Laki-Laki Male (2) 15.73 19.405 Persentase Percentage (5) 16.3 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week By Main Employment Status and Sex 2007 Perempuan Female (3) 11.4. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain / self employed 2.55 35. Buruh.091 16.221 100.824 1. Pekerja bebas pertanian 6.

4 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Employmen Status and Sex 2000 Status Pekerjaan Utama Main Employment Status (1) 1.751 Jumlah Total (4) 26. Buruh tidak tetap Self employed assisted by member / temporary worker Laki-Laki Male (2) 14. Pekerja Keluarga / Family worker 6.505 31 Jumlah / Total Sumber : Sensus Penduduk 2000. Berusaha sendiri dibantu dg.4.004 130. BPS Source : Population Census 2000. BPS 72.607 13.269 58. Tak Terjawab / No Stated 373 117 490 10.151 33. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain Self employed 2.162 39. Buruh / Karyawan / Employee 5.890 37.431 21 3.074 10 13.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.769 52. Berusaha dengan dibantu buruh tetap Employer 4.273 92 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .400 Perempuan Female (3) 11.327 3.437 3.

704 100.75 8.647 31.183 5.051 % (3) 3.00 163.434 % (7) 4.85 49.47 31.821 34.383 % (5) 7.09 11.22 Jumlah / Total 98.221 100.5 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2007 Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours (1) 0*) 1 .914 20.468 66.90 35.22 5.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.00 Keterangan / remarks : *) Sementara tidak bekerja / Temporary not working Sumber : Diproporsikan dari jumlah penduduk NTT. yang bekerja menurut jam kerja hasil Sakernas 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 93 .563 75.4.517 100.34 35 + Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 3.78 46.00 64.14 15 .756 13.78 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 4.649 55.573 7.59 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 7.25 40.10 55.

07 26.047 772 % (3) 0.45 0.80 4.34 32.748 25.239 10.92 22.03 1.324 8.78 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 1.981 2.69 21.604 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.26 0.220 12.206 1.12 Jumlah / Total 58.494 8.76 6.00 Keterangan / remarks : * Sementara tidak bekerja / Temporary not working Sumber : Sensus Penduduk 2000.82 13.4. BPS 94 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .78 5.54 23.346 ) 100.00 94.97 17.6 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2000 Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours (1) 0*) 1 .28 14.40 3.444 20.896 20.22 22.14 15 – 24 25 – 34 35 – 44 45 – 54 55 – 64 65 – 74 75 + Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 465 2.371 2.88 34.111 4.79 1.024 100.32 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 1.00 35.279 1.28 1.678 100. BPS Source : Population Census 2000.68 7.950 12.296 5.576 7.49 1.452 19.97 0.233 345 159 279 % (5) 3.051 % (7) 1.25 16.572 12.11 13.934 1.

84 8.361 % (3) 62. BPS Source : National Labor ForceSurvey 2007.704 15. Bangunan. Industri Pengolahan 03.215 4.00 163.93 100. keuangan.221 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007.286 3. asuransi. gas dan air.04 Lapangan Usaha Utama Main Industry (1) 01. angkutan. Pertanian.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.96 11.900 21.54 16. Listrik.379 % (7) 60.088 12. Lainnya (Pertambangan dan penggalian. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 95 . kehutanan.639 8. tanah dan jasa perusahaan.43 15. komunikasi.42 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 38.63 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 99.03 18.45 13. Jasa kemasyarakatan 05. eceran.7 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2007 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 61.00 Jumlah / Total 100.925 5. pergudangan. perburuan dan perikanan 02.018 % (5) 59.24 100.00 993 64.714 10.47 5. Usaha persewaan Bangunan.16 14.517 1.779 7.121 14.721 98.4.303 16. Perdagangan besar.84 10. rumah makan dan hotel 04.02 4. 3.

01 Lapangan Usaha Utama Main Industry (1) 01.12 11.019 537 2.71 2.335 8 % (7) 76.493 1.13 8.207 9.22 0. Industri 03. Tidak terjawab Jumlah / Total 72.32 2.403 3.383 11. Pertanian 02.82 1.24 0.4.95 0. Lainnya 07.8 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2000 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 57.00 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 42.622 2 % (3) 78.269 100.74 4.80 4.645 1.587 2.713 6 % (5) 72.00 4.01 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 99.004 100.14 5.029 78 1.188 8.464 1.273 100. BPS 96 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .28 2.723 3. Perdagangan 04. BPS Source : Population Census 2000.00 130.980 8. Angkutan 06.15 7.124 5.13 2.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.00 Sumber : Sensus Penduduk 2000.56 0.90 0.00 58.73 14. Jasa 05.

884 656 3.35 0. Pejabat Pelaksana Tata Usaha 4.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.25 100.726 134 850 6.52 11.4.55 0.00 Perempuan Female Jumlah Number s (4) 2. Tenaga Profesional 2.18 15.536 670 134 102.520 % (7) 4.158 522 2.23 1.45 18.44 0.51 2. Lainnya Jumlah Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2006.89 0.65 0.826 864 402 158. Tenaga Produksi 8.19 9.41 69.24 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2006.18 0.03 0.86 1.446 71.48 100.9 Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Jenis Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Type of Main Occupation and Sex 2006 Laki-Laki Male Jenis Pekerjaan Utama Type of Main Occupation Jumlah Number s (2) 4.474 15.41 2. Anggota TNI 9.796 % (5) 4. Tenaga Usaha Pertanian 7.00 (1) 1.176 13.34 0. Tenaga Usaha Jasa 6. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 97 .28 13. Tenaga Usaha Penjualan 5.624 8.730 10.906 23.05 0.51 1.458 1.55 8.078 2430 104.00 Jumlah Total Jumlah Number s (6) 6.53 66.13 100.76 60.620 984 33. Tenaga Kepemimpinan 3.724 % (3) 4.290 194 268 55.

and Placement of Workers by Sex 2007 Jenis Kegiatan Activity (1) 01.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Vacancies. Permintaan.10 Jumlah Pencari Kerja. Pencari kerja / job applications 02.587 593 593 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency 98 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .656 477 477 Jumlah Total (4) 2. dan Penempatan Tenaga Kerja yang Terdaftar Menurut Jenis Kelamin Numbers of Registered Job Applications. Penempatan tenaga kerja / placement Laki-Laki Male (2) 931 116 116 Perempuan Female (3) 1.4. Permintaan tenaga kerja / vacanciens 03.

II 05. D II / diploma I. SD dan sederajat / primary school 02. SMTP / junior high school 03.587 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 99 . Universitas / university Laki-Laki Male (2) 43 58 322 18 86 404 Perempuan Female (3) 110 272 415 102 190 567 Jumlah Total (4) 153 330 737 120 276 971 Jumlah / total 931 1. D III / academy. D I.656 2. diploma III 06.4.11 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin Numbers of Registered Job Applicants by Educational Attainment and Sex 2007 Tingkat Pendidikan Educational Attainment (1) 01. SMTA / senior high school 04.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.

000 2005 (2) 2006 (3) 2007 (4) Nusa Tenggara Timur a.4.000 550.000 750.000 425.000 725.000 450.12 Perbandingan Rata-Rata Upah/Gaji Bersih Karyawan dengan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dan Upah Minimum Regional (UMR) Selama Sebulan Di Kabupaten Belu 2005 .000 600. Upah Minimum Regional (UMR) 350.000 575. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) c. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) c.2007 Wilayah (1) Belu a. Upah Minimum Regional (UMR) 450.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.000 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency 100 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 600.000 500.000 625. Rata-rata Upah/Gaji Bersih Sebulan b.000 550. Rata-rata Upah/Gaji Bersih Sebulan b.

Malaka Timur 08.4. Kota Atambua 14. Lasiolat 17. Lamaknen Kepala Kelurga (2) 16 104 - Jiwa (3) 78 - 491 - Kabupaten Belu 120 569 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 101 . Kobalima 11.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Rinhat 03. Sasita Mean 07. Tasifeto Barat 12. Wewiku 04. Laen Manen 09. Raihat 16. Malaka Tengah 06. Kakuluk Mesak 13. Weliman 05. Tasifeto Timur 15.13 Banyaknya Transmigran dirinci per Kecamatan di Kabupaten Belu Number of Transmigrant by District in Belu Regency 2007 Kecamatan Districk (1) 01. Malaka Barat 02. Raimanuk 10.

025 159 603 793 1.476 2. Januari 02. Mei 06.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.259 1.206 1.944 2.195 15.805 Sumber : Kantor Imigrasi Source : Imigration Service of Belu Regency 102 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .639 1.590 1.011 2.912 Keluar (3) 1.230 13. Desember Jumlah Masuk (2) 973 729 522 471 688 978 1. Maret 04. Nopember 12. Agustus 09.183 1. September 10. Oktober 11.4.14 Banyaknya Penduduk Pelintas Batas di Kabupaten Belu Numbers of Transitter in Belu Regency 2007 Bulan (1) 01. Pebruari 03. Juni 07.571 1. Juli 08.292 1. April 05.371 1.809 1.

BAB / CHAPTER 4 Konsumsi & Keadaan RumahTangga Consumption & Household Condition .

KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION AND HOUSEHOLD CONDITION KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA KONSUMSI Pengeluaran konsumsi perkapita merupakan indikator yang menggambarkan tingkat kemampuan rata-rata penduduk suatu wilayah dalam membiayai kebutuhan konsumsinya. kesehatan.744 perbulan sebesar 71.992 di antaranya adalah pengeluaran untuk kebutuhan makanan sedangkan sisanya 28. aneka barang dan jasa. Pola meningkatnya pengeluaran semacam ini diprediksikan akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang karena fenomena Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 105 . Pengeluaran rata-rata perkapita sebulan menurut hasil susenas 2007 di kabupaten Belu mencapai Rp.Kenaikan yang cukup tajam ini diduga tidak saja disebabkan karena adanya perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin baik namun juga karena meningkatnya harga nominal berbagai kebutuhan pokok. pakaian dan lain-lain. rata-rata pengeluaran perkapita secara nominal mengalami peningkatan. memperlihatkan bahwa belum terjadi pergeseran pola konsumsi secara berarti karena selama kurun waktu tersebut pengeluaran konsumsi makanan masih berkisar antara 69-72% dari total pengeluaran.55 % adalah pengeluaran non makanan seperti perkiraan sewa rumah. Ini memperlihatkan bahwa tingkat kesejahteraan penduduk Belu masih relatif rendah sehingga sebagian besar dari porsi pendapatannya dibelanjakan untuk kebutuhan makanan. Indikator ini secara tidak langsung mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat terutama dari sisi kemampuan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar dan kebutuhan komplementer lainnya.43 % atau Rp.744 Dari jumlah pengeluaran rata rata perkapita 177. 177. bukan untuk kebutuhan yang selevel lebih maju seperti kebutuhan sekunder dan tersier. Dibandingkan dengan tahun 2005 yang lalu. pendidikan. Bila diamati data hasil susenas sejak tahun 1993-2004.126.

Sementara ini untuk bahan dinding perumahan masih didominasi rumah dengan dinding bebak 78.05%. 4. 9. 5.47% untuk pakaian dan alas kaki. sayur-sayuran dan buah-buahan 16. telur dan susu 15. 106 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .71% untuk biaya kesehatan.03%. bahan minuman dan makanan jadi 4.86%.95% dan tembok hanya 11.93% menggunakan lampu minyak tanah atau pelita. 5. ikan.89% untuk aneka barang dan jasa.06%. Untuk pengeluaran perkapita untuk sebulan non makanan sebesar Rp 50752 dimana sekitar 44.60% untuk pendidikan. air hujan dan lainnya 10. tembakau dan sirih pinang 8.52% listrik non PLN dan sisanya 66.11%. 7.55% dijangakau oleh listrik PLN dan 2.67%.13%.87% untuk keperluan pesta. Sementara sisanya masing-masing. alcohol dan konsumsi lainnya 3.53% diantaranya dibelanjakan untuk bahan pangan jagung.20% untuk barang tahan lama serta pembayaran pajak dan asuransi 1.25%. KEADAAN TANGGA RUMAH Dari aspek sumber penerangan rumah tangga data Susenas memperlihatkan bahwa pada tahun 2007 dari 86. sungai. daging.848 rumah tangga ternyata sekitar 30.4% sementara sisanya masing-masing sumur 51. bumbu-bumbuan.72%. minyak dan lemak 4.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION AND HOUSEHOLD CONDITION kenaiakan harga kebutuhan pokok tetap menjadi isu sensitive dalam krisis ekonomi negara kita yang belum berujung sapai dengan saat ini. padipadian.59%. . Kondisi rumah tangga dari aspek kesehatan menunjukkan bahwa pada tahun 2007 dari 86848 rumah tangga ternyata yang mempunyai sumber air minum ledeng hanya 8. umbi-umbian dan kacangkacangan. mata air 28. Untuk pengeluaran makanan pada tahun 2007 sekitar 40.49%. 20.68% diantaranya adalah perkiraan sewa rumah.

KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Gambar 4.000 20. 00 0.000 80.0 0.000 100. 99 00 0 -2 99 30 . 99 00 0 -4 99 .000 0 da ri 10 10 0.9 0.2 Jumlah Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Kondisi Tempat Tinggalnya Tahun 2006 dan 2007 45000 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 Berlantai Penerang Berdindi Bukan an ng Tanah Lampu Tembok Lis trik K ur an g 2007 2006 Air Minum Ledeng Sumber : Susenas 2006 & 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 107 .000 40.1.9 99 > 50 0. 00 0 0 -1 49 15 . 00 00 0 -1 99 20 .9 0.000 60. 00 0 Sumber : Susenas 2007 Gambar 4. Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Menurut Besarnya Pengeluaran Perkapita Selama Sebulan Tahun 2007 120.

Pengeluaran & Konsumsi Penduduk Population Expenditure & Consumption .

999 60.87 16.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2003.25 10.00 0.000 15.000 .66 Jumlah / total 68. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 111 .24 14.54 40.79.519 9.59.436 11.99.025 Persentase Percentage (3) 0.999 150.1.19.43 14.000 .KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.999 Jumlah Numbers (2) 0 0 0 0 2.000 .000 .149.000 .000 .999 80.00 0.999 30.29.1 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2003 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) < 15.000 .999 40.381 100.220 7.00 0.199.313 27.999 >199.868 10.999 20.39.00 3. BPS Source : National Social Economic Survey 2003.000 .999 100.

999 20.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2003 BPS Source : National Social Economic Survey 2003.67 9.999 40.000 .19.70 1.751 1.260 18.999 Jumlah / total 0 0 0 1.999 150.00 4.59.086 6.999 100.000 .381 6.623 1.000 .149.082 68.55 100.65 24.00 0.30 26.37 2.14 17.000 15.381 0.79.05 12.999 60.99 7.60 13.248 18.1.000 .08 26.744 68.949 1.68 22.00 2.58 100.000 .29.2 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Pengeluaran untuk Makanan dan Bukan Makanan Per Kapita Sebulan Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure for Food and Non-Food 2003 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) Untuk Makanan for Food Banyaknya Numbers (2) Untuk bukan Makanan For Non-Food Banyaknya Numbers (4) % (3) % (5) < 15.305 13.75 0.140 8.453 4.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.876 15.774 12.77 20.00 0.000 .999 80. BPS 112 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 .000 .99.39.335 16.776 9.880 480 1.24 2.999 30.87 2.999 >199.199.

000 .000 .000.000 .999 750.999 500.149.3 Penduduk di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Population in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2007 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) ≤ 100.26 0.842 84.000 Jumlah Numbers (2) 58.999 > 1.999.047 - Persentase Percentage (3) 15.22 8.000 .299.000 100.28 - Jumlah/Total 378.000 .56 28.999 300.165 95.564 31.46 22.21 25.958 107.199.1.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.499.999 150.749.00 Sumber : Hasil Susenas 2007 diproporsikan dengan jumlah penduduk Registrasi Penduduk 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 113 .882 100.999 200.306 1.000 .

Jagung Pipilan / Maize 04.014 0.005 0. BPS 114 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .033 0. Telur ayam / Hens Eggs 13. Ikan segar / Fresh Fish 10.131 1.144 0.980 0.263 0.014 0. Gula Pasir/Refined Sugar Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2005. BPS Source : National Social Economic Survey 2005.434 03.096 0. Gula Merah/Other sugar 18.455 0. Tepung Gaplek / Moniac Flour 08. Ikan teri diawetkan / Preserved Fish 11.4 Rata-Rata Konsumsi Bahan Makanan Per kapita Seminggu Menurut Jenis Bahan Makanan Penting di Nusa Tenggara Timur Average of Per Capita Food Consumption by Selected Food in Nusa Tenggara Timur 2005 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 01.1. Kelapa / Coconut 15. Gaplek / Moniac 06.687 0.073 0. Ketela Pohon / Cassava 05. Telur itik manila / Duck manila eggs 14.037 0. Talas / Keladi 07.183 0. Ketela Rambat/ Sweet Potatoes 09.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. Beras & Hasilnya / Cereal & their products 02. Minyak goreng/Cooking oil 17. Minyak Kelapa/Coconut oil 16. Daging Sapi/ Kerbau/ Beef / Buffalo 12. Jagung Basah dg Kulit / Fresh Maize in Husk Satuan (2) Rata-Rata Perkapita (3) Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Ons Kg Kg Btr Btr Ltr Ltr Ons Ons 1.062 0.013 0.172 0.

BPS Source : National Social Economic Survey 2005. Ende 12. Timor Tengah Selatan 05. Belu 07.1. Manggarai 14. Manggarai Barat 16. Alor 08. Rote Ndao 15. Kupang 04. Ngada 13. Sumba Timur Makanan (2) 88661 98478 91865 80398 89216 96226 95850 106585 116758 87540 96485 108520 81441 89651 90916 160512 96730 Jumlah (4) 123885 140632 127744 104831 128485 145080 132982 142909 170590 129443 142040 159848 108333 124771 134364 295538 141356 03. Kota Kupang Nusa Tenggara Timur Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2005. Timor Tengah Utara 06. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 115 .KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. Lembata 09. Sumba Barat 02. Sikka 11.5 Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Untuk Makanan dan Non Makanan menurut Kabupaten/Kota 2005 Non Makanan (3) 35223 42154 35878 24434 39269 48855 37132 36324 53832 41903 45555 51328 26892 35120 43448 135026 44626 Kabupaten / Kota (1) 01. Flores Timur 10.

280 964 3.919 1.293 2.825 2.747 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.367 14. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.520 54. Bahan Minuman/Non Prepared Drink 11.925 759 10.999 (2) (3) (4) 29. Tembakau&Sirih/Tobacco & Betelnuts Jumlah / Total 60.913 3.067 1.165 4.626 3.000 149.755 1.987 5. Bumbu-bumbuan / Spices 12.704 1.675 1.600 2.262 15.000 – ≤ 100. Makanan & Minuman Jadi / Prepared Food & Drink 14. Buah / Fruits 09. Ubi-ubian / Cassava 03.000 – 150.705 890 11.488 2.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Average of Per Capita Monthly Expenditure 2 0 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 01.191 4. Sayuran / Vegetables 07.306 2.999 199. Minumanalkohol/Alcoholic Beverages Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 100.057 42.404 3.018 5.365 1.595 3.003 276 8.201 4. Konsumsi lainnya / Miscellaneous Food Itery 13.107 91. Minyak & Lemak / Fats & Cooking Oil 10.515 5. Telur & Susu / Eggs & Milk 06.596 1. Ikan / Fish 04. Padi-padian / Cereals 02.008 3. Kacang / Nuts 08.924 4.635 1.480 2.080 242 391 8.486 3.293 121.025 1.790 2.952 2. Daging / Meats 05. BPS 116 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

747 7.988 19.1.190 14.612 0 14.125 8.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Table 4.552 4.145 18.662 15.524 3.143 5.750 24.143 12.643 8.000 – 300.257 3.020 11.554 2.116 1.238 9.441 14.000 – >499.372 3.232 11.365 5.886 2.632 9.625 4.783 61.081 7.999 (5) (6) (7) 56.6 untuk Kelompok Makanan di Kabupaten Belu and Food Item in Belu Regency 0 7 Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 200.107 17.022 4.593 23.857 43.585 6.909 12.893 20.749 6.946 42.999 499.773 295.727 28.540 12.000 299.176 6.518 248.215 5.032 170.180 5.207 11.152 4.698 27.700 3.165 8.144 1.250 rata-rata (8) 48.312 59.500 24.992 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 117 .299 3.705 3.107 6.732 5.915 2.427 20.568 8.179 126.226 5.

838 4.532 2. BPS 118 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .265 5.999 199.060 5.353 51. Biaya Pendidikan Cost of Education 4. Pajak dan Asuransi Tax and Insurance 8.448 3.180 3. Aneka Barang dan Jasa Miscellaneous Goods and service 3.315 2.091 212 455 670 1. Pakaian dan Alas Kaki Clothing and Footwear 6.482 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.681 1.098 5. BPS Source : National Social Economic Survey 2007. Keperluan Pesta Parties Jumlah / Total Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 100.152 781 1.545 33.671 2.174 20.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Average of Capita Monthly Expenditure 2 0 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 1.894 2. Perumahan Housing 2.757 2.842 10.515 21.000 149.999 (2) (3) (4) 8.483 14.000 150.441 2.825 1. Biaya Kesehatan Cost of Health 5. Barang Tahan Lama Durable Goods 7.000 – ≤ 100.

601 3.615 rata-rata (8) 22.995 67.261 284.472 4.804 2.999 (6) 49.750 4.963 105.811 8.729 3.448 4.076 807 5.931 24.999 (5) 31.462 6.000 – 299.119 108.000 – 799.771 4.844 4.000 – 499.626 300.104 10.915 500.1.208 2.609 12.667 2.899 5.441 50.7 untuk Kelompok Bukan Makanan di Kabupaten Belu and Non Food Item in Belu Regency 0 7 Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 200.202 6.393 5.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Table 4.676 14.012 2.999 (7) 129.198 2.130 1.752 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 119 .262 8.840 3.441 9.

13 (1) < 100. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.19 0.41 17.28 - Propinsi NTT Jumlah (4) 595549 1524351 1040727 777925 382960 97523 21110 5962 Persentase (5) 13.8 Penduduk Menurut Golongan Pengeluaran Sebulan di Kabupaten Belu dan NTT 2007 Golongan Pengeluaran Kabupaten Belu Jumlah (2) 65275 119397 93184 105804 34660 1160 Persentase (3) 15.61 2.000 – 499.000 – 749.39 34.999 750.999 150.1.000.29 23.48 0.26 0. BPS 120 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .23 8.000 – 999.21 25.999 300.000 – 299.000 – 149.999 200.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Tabel 4.56 28.50 8.00 4446107 100.000 – 199.000 100.999 500.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional 2007.000 dan lebih Jumlah 419480 100.46 22.999 1.

Keadaan Rumah Tangga & Tempat Tinggal Household Condition & Home Owner .

13 56.00 3.748 86. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.923 3.1 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Luas Lantai Household in Belu regency by Area of Floor 2007 Luas Lantai 2 Area of Floor (m ) (1) < 20 20 .848 Persentase Percentage (3) 6.01 100.399 1.2.91 2.94 31.99 100 -149 > 149 Jumlah / Total Jumlah Numbers (2) 5.323 49.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.49 50 .455 26. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 125 .

36 Jumlah / Total 86.2 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Atap Terluas Household in Belu regency by Primary Roof Type 2007 Jenis Atap terluas Primary Roof Type (1) Beton / Conerete Genteng / Tile Sirap Seng / Zine Asbes Ijuk / rumbia Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 262 700 0 57.65 0.884 0 5.30 0.848 100.00 66. BPS 126 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2.00 5.88 26.892 Persentase Percentage (3) 0.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.110 22.81 0. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.

438 43.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 127 .848 100.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.98 Jumlah / Total 86.02 49. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.410 (3) 50.3 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Lantai terluas Household in Belu regency by Primary Floor Type 2007 Jenis lantai Terluas Primary Floor Type Jumlah Numbers Persentase Percentage (1) Bukan Tanah / Non-dirth earth Tanah / Dirt Earth (2) 43.2.

4 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Dinding Terbanyak Household in Belu regency by Area of Primary Roof Type 2007 Jenis Dinding Terbanyak Primary Roof Type (1) Tembok / Brick Kayu / Wood Bambu / bamboo Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 15.2.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.95 Jumlah / Total 86. BPS 128 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .848 100.39 1.100 1.153 2.029 68.33 2.566 Persentase Percentage (3) 17.34 78.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.

KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.43 0.5 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Penerangan Household in Belu regency by Source of Lighting 2007 Sumber Penerangan Source of Lighting (1) Listrik PLN / Elictricity (PLN) Listrik Non PLN / Elictricity (NonPLN) Petromak / Pumped Lamp Pelita. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.528 Persentase Percentage (3) 30.50 Jumlah / Total 86.52 66.190 57.55 2.692 438 2. Obor / Kerosene Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 26.848 100.2. Sentir.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 129 .

572 15.738 1.295 932 30.81 Jumlah / Total 86.417 10.6 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Air Minum Household in Belu regency by Source of Drinking Water 2007 Sumber Air Minum Source of Drinking Water (1) Air Dalam Kemasan Ledeng / Pipe Pompa / Water Pump Sumur Terlindung / Well Sumur Tak Terlindung Mata Air Terlindung / Spring Mata Air Tak Terlindung Sungai / River Lainnya / Others *) Jumlah Numbers (2) 539 7.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.848 100.40 1.91 1.649 13.61 8.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.45 12. BPS Keterangan : *) Termasuk air hujan / Rain water 130 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2.649 Persentase Percentage (3) 0.41 15.62 8.72 13. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.950 7.07 35.

857 11.7 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Jamban Household in Belu regency by Toilet Facilities 2007 Jenis Jamban Toilet Facility (1) Leher Angsa / Closet Plengsengan Cemplung Tidak pakai Jumlah Numbers (2) 19.2. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 131 .837 4.93 19.457 24.733 100.54 Jumlah / Total 60.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.582 Persentase Percentage (3) 32.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.49 7.04 40. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.

KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.456 524 3.13 0.606 9.058 1. BPS 132 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .71 1.52 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.048 1.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.21 1.85 Jumlah / Total 86.2.722 Persentase Percentage (3) 81.434 1.98 8.60 3.8 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Status Penguasaan Tempat Tinggal Household in Belu regency by Status of House 2007 Status Rumah Status of House (1) Milik Sendiri / Self Owned Kontrak / Rent Longtem Basis Sewa / rent Montly Basis Bebas Sewa / Free of Charge Dinas / Provided by Employer Rumah Milik Orang Tua/Sanak/Saudara Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 70.848 100.

01 Jumlah / Total 86.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.86 0.2.285 17. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.272 861 30.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.99 34.87 20.9 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Tempat Pembuangan Tinja Household in Belu regency by Faeces Place of Exile 2007 Tempat Pembuangan Tinja Faeces Place of Exile (1) Tangki Kolam / Sawah Sungai / Danau / Laut Lubang Tanah Pantai / Kebun Lainnya Jumlah Numbers (2) 30.27 9.848 100.606 7. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 133 .824 Persentase Percentage (3) 34.

BAB / CHAPTER 5 S o s i a l Social Affairs .

tamat SLTA 11.54 % dan tamat akademi dan sarjana 1. Demikian pentingnya peranan pendidikan . Semakin tinggi tingkat pendidikan akan membawa dampak positif bagi masa depan berbagai bidang kehidupan. maka tidaklah mengherankan apabila pendidikan senantiasa mendapat perhatian pemerintah maupun dari kalangan swasta. Sementara untuk julah murid masing-masing jenjang pendidikan yaitu SD naik 0.67%. serta tamat akdemi dan perguruan tinggi cuma 3. Peningkatan partisipasi sekolah dari berbagai lapisan masyarakat tentunya harus diimbangi penyediaan sarana fisik pendidikan maupun tenaga guru yang memadai.61%.24% Dilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan sesuai hasil Susenas 2007 memperlihatkan bahwa sebanyak 218.15%. naik 0.577 (73. SLTP 42 unit .62%.SLTA umum 20 unit dan kejuruan 7 unit. tamat SLTA 7. guru SD meningkat 14.47%.82 %. tamat SLTP 8. dan kecepatan transformasi tenaga kerja dari sektor ekonomi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 137 .51% SLTP turun. guru SLTP 7.48% dan SLTA 73. baik sosial maupun ekonomi.52%. Pada tahun 2006 jumlah Taman Kanak-Kanak 23 unit dengan jumlah murid 1 325 siswa.68%. Di tahun 2007 jumlah sekolah SD 332 unit. Dibandingkan dengan tahun lalu .10%) penduduk umur 10 tahun ke atas berpendidikan paling tinggi cuma tamat SD. yang paling tinggi sampai tingkat SD 82. Sedangkan sisanya tamat SLTP 11.SOSIAL / SOCIAL SOSIAL PENDIDIKAN Berhasil atau gagalnya kelangsungan pembangunan suatu bangsa banyak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan sebagaian besar penduduknya. Sebagai perbandingan Sensus Penduduk 2000 menunjukkan bahwa dari penduduk umur 5 tahun keatas pada tahun 2000. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan formal dari sebagian besar penduduk Belu akan sangat mempengaruhi akselerasi pembangunan. .

38%. komposisi jenis penyakit yang dominan masing-masing Infeksi Saluran Pernafasan (ispa).34% dibanding dengan keadaan tahun lalu.17%. KESEHATAN Pembangunan bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah.67% dari keadaan tahun sebelumnya. Ini memperlihatkan bahwa pendidikan bagi kaum perempuan masih dianggap kurang perlu oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Belu. 18. gastroetris 16. yang buta huruf adalah kaum perempuan. Dari jumlah kunjungan tersebut. Dispepsia 9. dimana lebih dari separuhnya 54. Komposisi penyakit dominan untuk kunjungan rawat inap masing-masing malaria 23.25%.67%. Sejalan dengan menigkatnya sarana.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS tradisional ke sektor-sektor ekonomi modern.93%. selama tahun 2007 sebanyak 477 763 kali kunjungan (pasien) atau naik 29. rumah sakit 66. Sementara khusus pada penderita rawat inap selama tahun 2007 pada RSU Atambua sebanyak 1 700 kunjungan (pasien) atau turun 10.56%. rematik 14. 30. D3 kesehatan 40. Persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang buta huruf pada tahun 2007 hanya 0. merata dan murah.75%.90 % dan penyakit-penyakit lainnya 31.82%. Jumlah penderita rawat jalan pada puskesmas .89%.23% perawat dan Bidan naik 13. Pada tahun 2007 ketersediaan sarana kesehatan secara umum mengalami sedikit peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya antara lain puskesmas naik. Dengan tujuan yang demikian diharapkan seluruh program dan kegiatan di bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang baik dan pada gilirannya tercipta kehidupan yang sehat dan produktif. Untuk melihat kemampuan penduduk dalam membaca dan menulis di suatu aderah dapat dilihat dari angka melek hurufnya. 138 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . TBC 14. jumlah tenaga pelayanan kesehatan (medis dan paramedis) juga mengalami sedikit peningkatan seperti S1 Kesehatan 66.67% . pneumonia 8.18 % dan 40 %.91%.98%.

07%. yang kesemuanya merupakan data sekunder dari Pengadilan Negeri Atambua.34%.SOSIAL / SOCIAL Jumlah pasangan usia subur (PUS) pada tahun 2007 sebanyak 49. sedangkan sisanya adalah pil 6.77%) diantarannya adalah peserta pasangan peserta KB aktif. IUD 3. SOSIAL LAINNYA Data dalam sub bab ini berisikan data-data tentang kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 139 . beragama bagi masyarakatnya.87%. dimana 31.90 dan cara kondom 0. disamping data dari Kepolisian Resort Belu tentang masalahmasalah sosial yang terjadi di Kabupaten ini. Dewasa ini sebagian besar masyarakat kita mempunyai sensitifitas yang tinggi terhadap masalahmasalah yang berkaitan dengan agama.06 Implant 4.966 pasang. Dari metode kontrasepsi yang digunakan oleh pasangan KB aktif sebanyak 82. kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan penghayatannya sehingga dapat tercipta kondisi kehidupan yang rukun dan damai. Karena itu apabila terjadi pemaksaan kehendak pemeluk agama tertentu terhadap pemeluk agama lainnya maka akan menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan. Dalam hal ini pemerintahan dituntut untuk memfasilitasi kehidupan Banyaknya perkara yang masuk dan terselesaikan di Pengadilan Negeri Atambua pada tahun 2006 dengan karakteristik terdakwa/tertuduh serta sikapnya terhadap putusan tersaji dalam sub bab ini.862 (63.52% memilih KB suntik. MOW dan MOP 1. Tingkat kriminalitas di Kabupaten Belu masih cukup memprihatinkan karena dibandingkan dengan tahun 2006 ternyata masalah sosial meningkat dari 628 kasus menjadi 680 kasus dengan tetap masalah penganiayaan yang terbanyak. KRIMINALITAS AGAMA Sesuai dengan falsafah negara. sehingga setiap pemeluknya memiliki hak yang sama untuk menunaikan kewajiban-kewajiban keagamaannya.

seperti jumlah fakir miskin.358 dan 6. Semua data pada sub bab ini bersumber dari Dinas Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Belu.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Kabupaten Belu. Masalah sosial yang masih meminta perhatian di Kabupaten Belu adalah lanjut usia terlantar dan anak yatim piatu terlantar karena pada tahun 2006 tercatat 7. Selain data kejadian bencana alam yang pernah terjadi di tahun 2007. penyandang cacat.529 orang meningkat masingmasing pada tahun 2007 menjadi 6. dan lain-lain.332 orang.044 dan 5. Data infrastruktur kesejahteraan masyarakat juga dapat dilihat dari tabel-tabel dalam sub bab ini. manusia lanjut usia (jompo). 140 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

47% DIII 1.96% Sumber : Susenas 2007.71% SLTP 11. Persentase Penduduk Belu Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Ijasah Tertinggi yang Dimilikinya Tahun 2007 SMU 11. Rata-Rata Jumlah Murid per Sekolah Menurut Status Sekolah 1998-2007 600 500 400 300 200 100 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 SD 2006 2007 SLTA Umum SLTA Kejuruan SLTP Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Gambar 5.62% DI/DII 0.94% Sarjana 1.14% SD 29.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Gambar 5.16% Tidak/Belum punya ijas ah 43. BPS 140 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2.1.

2007 80 70 60 50 40 30 20 10 0 J an Peb Mar Apr 2003 Mei J un 2004 J ul Ags 2005 Sep Okt Nop 2007 Des 2002 2006 Sumber : Polres Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 141 . Pembantu Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Gambar 5.3. Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Belu Tahun 1998 – 2007 60 50 40 30 20 10 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Rumah Sakit Balai Pengobatan Puskesmas Pus.4. Frekuensi masalah sosial yang dilaporkan di Polres Belu Tahun 2002 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Gambar 5.

Pendidikan Education .

50 25. SMP Terbuka Kejuruan 07.26 24. SMKK senior home economics high school c.00 23. and Pupils by Education Level 2007 RataRata Murid Per Sekolah Tingkat Pendidikan Education Level (1) 01.28 18.488 7.752 (5) 3. Teachers.1.33 387. SMP Terbuka Umum 06.36 351. STM senior technical school b.325 63.60 (6) 57.078 767 147 512 (4) 1.60 1 4 32 95 267 757 32.75 267.57 581.61 190.1 Banyaknya Sekolah.200 14.00 189.063 - 37.00 - 531.25 2 - 74 - 1. dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan Numbers of Schools. SMTA umum senior high school (general) 08. SMTP umum junior high school (general) 04.766 3. SMTA kejuruan senior high school (vacational) a.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. SMEA senior economics high school d. Taman Kanak-Kanak*) kindgarden 02.50 - Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Keterangan : *) Data tahun 2006 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 145 . Guru. Sekolah Dasar primary school 03.43 12. lainnya / others Sekolah School Guru Teacher Murid Pupil RataRata Guru Per Sekolah (2) 23 332 42 6 20 (3) 79 4. SMTP Kejuruan junior high school (vacational) 05.

Kakuluk Mesak 13.2 Banyaknya Sekolah. Tasifeto Barat 12. Laen Manen 09.270 Kecamatan District (1) 01. Tasifeto Timur 15. Rinhat 03. dan Murid Taman Kanak Kanak (TK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Malaka Timur 08. Guru. Raihat 16. Weliman 05. Lasiolat 17. Malaka Barat 02. Raimanuk 10. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 146 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . and Pupil of Public and Private Kindgarden in Belu Regency by District 2006 TK Negeri Public Kindgarden Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 55 0 0 0 0 55 TK Swasta Private Kindgarden Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 1 1 0 1 1 2 1 0 1 2 2 7 0 0 0 2 22 2 1 1 0 4 5 5 2 0 2 7 4 41 0 0 0 2 76 40 10 20 0 25 32 155 20 0 27 108 83 686 0 0 0 64 1. Wewiku 04. Kobalima 11. Teacher. Kota Atambua 14. Malaka Tengah 06.1.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Sasita Mean 07.

594 646 1.645 2.289 616 541 1. Malaka Timur 08.314 1.280 2. Guru.861 .255 5.658 33. Kakuluk Mesak 13. Kecamatan District (1) 01. Wewiku 04. and Pupil of Public and Private Primary School in Belu Regency by District 2007 SD Negeri Public Elementry School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 5 11 9 9 20 20 9 9 7 15 14 8 14 12 9 5 14 190 65 98 111 121 264 176 78 75 84 163 143 98 351 146 97 48 137 2. Kota Atambua 14.882 3.005 1.255 836 1.339 1.824 29. Lasiolat 17. Tasifeto Barat 12. Sasita Mean 07. Lamaknen Kabupaten Belu 1.122 1.220 1.967 1.939 1.608 582 993 1.723 SD Swasta Private Elementry School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 15 8 10 7 14 10 3 7 5 13 10 4 10 7 4 3 12 142 164 72 141 101 215 108 43 73 63 151 95 58 230 86 52 46 125 1. Weliman 05.529 1. Laen Manen 09.237 1.823 2. Kobalima 11. Malaka Barat 02.230 1.914 1.029 2. Rinhat 03.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.244 2. Teacher. Raihat 16.477 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 147 .475 2. Malaka Tengah 06.316 4. Tasifeto Timur 15. Raimanuk 10.597 2. dan Murid Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School.1.3 Banyaknya Sekolah.924 1.689 2.

1. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 148 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lasiolat 17. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Malaka Barat 02. and Pupil of Public and Private Junior High School (General) in Belu Regency by District 2007 SMPNegeri Public Juniorr High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 3 1 1 0 1 14 32 0 19 0 47 14 18 0 0 21 20 16 122 25 14 0 20 368 665 0 196 0 1. Tasifeto Timur 15.797 0 0 203 210 6. Rinhat 03. Malaka Tengah 06.736 Kecamatan District (1) 01. Weliman 05.4 Banyaknya Sekolah. Raihat 16. Kakuluk Mesak 13. Guru. Kobalima 11. Teacher. Sasita Mean 07. Laen Manen 09.017 308 472 0 0 558 422 408 2. Kota Atambua 14. Malaka Timur 08. Raimanuk 10.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.030 SMP Swasta Private Juniorr High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 1 2 1 3 2 1 1 0 2 2 1 9 0 0 1 1 28 10 9 33 15 38 31 10 13 0 24 46 9 136 0 0 14 11 399 510 217 585 176 881 320 106 177 0 511 869 174 1. Wewiku 04. Tasifeto Barat 12.779 336 291 0 578 8.

Malaka Tengah 06.824 0 0 0 94 4. Kota Atambua 14. and Pupil of Public and Private Senior High School (General) in Belu Regency by District 2007 SMU Negeri Public Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 5 25 0 0 0 33 0 0 0 0 0 23 0 63 0 0 0 18 162 633 0 0 0 626 0 0 0 0 0 613 0 785 0 0 0 396 3. Raihat 16. Malaka Timur 08.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.1. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 149 .699 Kecamatan District (1) 01. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 15. Weliman 05. Raimanuk 10.5 Banyaknya Sekolah. Wewiku 04.053 SMU Swasta Private Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 2 0 8 0 0 0 1 15 13 0 17 15 32 0 0 0 0 0 49 0 213 0 0 0 11 350 76 0 296 135 860 0 0 0 0 0 414 0 2. Malaka Barat 02. Sasita Mean 07. Rinhat 03. Tasifeto Barat 12. Kobalima 11. dan Murid Sekolah Menegah Tingkat Atas (SMTA) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Teacher. Guru. Lasiolat 17. Laen Manen 09.

6 Banyaknya Sekolah. Raimanuk 10. Raihat 16. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 150 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Guru. Lasiolat 17. Kobalima 11. Rinhat 03. dan Murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Weliman 05. Wewiku 04. Tasifeto Timur 15. Tasifeto Barat 12. Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13.1.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. and Pupil of Public and Private Senior High School (Vocational) in Belu Regency by District 2007 SMK Negeri Public Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 24 0 24 58 0 0 0 0 106 0 0 0 0 0 0 0 0 0 230 0 174 855 0 0 0 0 1. Malaka Tengah 06. Malaka Barat 02. Sasita Mean 07.259 SMK Swasta Private Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 4 0 0 0 0 16 0 0 0 0 0 32 23 24 0 0 0 0 95 0 0 0 0 208 0 0 0 0 0 267 116 237 0 0 0 0 828 Kecamatan District (1) 01. Laen Manen 09. Teacher. Kota Atambua 14.

1. Rinhat 03. dan Murid Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Terbuka Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Negeri Public School Sekolah Guru School Teacher (2) (3) 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 6 28 0 0 0 9 0 18 0 0 0 0 16 76 0 0 0 0 147 Swasta Private School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kecamatan District (1) 01. Tasifeto Barat 12. Wewiku 04. Raimanuk 10. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Malaka Barat 02. Weliman 05. Kobalima 11. Guru. Raihat 16.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Kota Atambua 14. Lasiolat 17. Malaka Tengah 06. Tasifeto Timur 15.017 0 472 0 0 0 0 408 1. Sasita Mean 07.7 Banyaknya Sekolah.488 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 151 . Kakuluk Mesak 13. Lamaknen Kabupaten Belu Murid Pupil (4) 224 0 0 0 1.367 0 0 0 0 3.

206 6.35 11.387 43.09 10.00 2.296 145 152.87 0.45 11.14 1.94 38.190 34.136 1. BPS 152 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .016 0.934 4.544 18.646 16.24 0.197 3.03 1.23 Jumlah Numbers (4) 65. academy DIV / S1 S2/S3 Jumlah / Total Perempuan Female % (3) 45.665 0.571 2.158 26.02 48. II / Diploma I.10 100.70 Laki + Perempuan Male + Female Jumlah % Numbers (6) (7) 131.109 3.10 100.8 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Ijasah Tertinggi yang Dimiliki dan Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Education Attainment and Sex 2007 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 66.86 11.75 1.849 3.337 Pendidikan Yang Ditamatkan Education Attainment (1) Tidak / Belum Mempunyai Ijasah Did not completed/Not yet Completedl SD / Primary School SLTP / Junior High school SMU Umum Senior High School (General) SMU Kejuruan Senior High School (Vocational) D I. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.00 1.287 145 146.263 3.47 13.10 100.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.87 5.298 29.336 9.542 7.26 2.420 5.05 5.51 0.1.140 31.583 290 299.91 87.71 1.351 0.050 % (5) 42. II DIII/DiplomaIII.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.70 23.16 11.74 973 1.66 1.

dan Tidak Sekolah Lagi Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Belu Population 7 Years and over who Attending School.147 36.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.1.233 20.230 Tidak Sekolah Lagi (1) 7 – 12 13 – 15 16 – 18 19 – 24 (2) 68.792 1.976 Tidak/Belum Pernah Sekolah Never/Not yet attending school (4) 2.946 20.913 3. Tidak/Belum Pernah Sekolah.595 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 153 .554 30.251 1. Never/Not Yet Attending School in Belu Regency by Age Group 2007 Golongan Umur Age Group Jumlah Penduduk Population Masih Sekolah Attending School (3) 64.680 2.801 (5) 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.596 7.705 26.9 Penduduk 7 Tahun ke Atas yang Masih Sekolah.680 5.099 10.

1.831 Kemampuan Membaca Dan Menulis Literacy (1) Huruf Latin Huruf lainnya Huruf Latin + Lainnya Tidak Dapat Laki-Laki Male Jumlah Number s (2) 123.19 0.047 991 % (3) 84.00 152.770 0.686 46.334 0.57 % (5) 82.729 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.48 14.10 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Kemampuan Membaca dan Menulis per Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Literacy per Sex 2007 Laki + Perempuan Male + Female Jumlah Number s (6) 248.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.351 100.65 % (7) 83.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. BPS 154 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .56 15.64 16.665 100.00 299.016 100.64 Jumlah / Total 146.33 0.436 0.63 1.682 840 Perempuan Female Jumlah Number s (4) 125.08 0.61 707 21.62 979 25.

Tasifeto Barat 12.47 86.361 331 196 115 425 7.00 98. Raihat 16.74 1.00 100.00 99. Rinhat 03. Kakuluk Mesak 13.55 0.65 1.70 Jumlah (3) 417 254 294 381 710 432 211 279 291 477 545 360 1.11 Hasil Ujian Nasional SD/MI Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01. Malaka Barat 02.45 100.00 94. Tasifeto Timur 15.26 98.78 0.22 99.128 Lulus Persentase (4) 99.00 97.007 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 155 .00 100. Lasiolat 17.53 13. Malaka Tengah 06. Weliman 05. Laen Manen 09. Sasita Mean 07.00 1. Kota Atambua 14.91 8.34 98.09 0.29 100.24 1.361 312 193 99 391 7.08 92. Raimanuk 10.70 2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.76 98. Malaka Timur 08.98 2.02 97.83 5. Wewiku 04. Kobalima 11.17 100. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 418 258 294 384 717 444 211 279 291 490 551 363 1.91 99.1.30 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 1 4 3 7 12 13 6 3 19 3 16 34 121 0.

Malaka Barat 02.10 54.37 69. Tasifeto Barat 12. Sasita Mean 07.82 39.00 30.13 29.36 60. Raimanuk 10.08 55.194 26.51 27.21 0 69.1.79 100. Rinhat 03. Tasifeto Timur 15.58 58.99 Jumlah (3) 231 35 178 50 202 91 159 16 142 192 57 627 56 57 30 72 2. Kobalima 11.23 61. Kakuluk Mesak 13.49 72.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Malaka Tengah 06.77 38. Wewiku 04.446 92 81 43 188 4.98 56.69 74.90 45.73 32. Lasiolat 17.63 30. Laen Manen 09.01 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 85 29 60 0 462 130 102 20 105 72 121 819 36 24 13 116 2.18 60.31 25.70 49.27 67.87 70. Weliman 05.92 44.44 57.56 42. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 316 64 238 50 664 221 261 36 247 264 178 1.02 43.195 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 156 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raihat 16.389 Lulus Persentase (4) 73.64 39.42 41.30 50. Malaka Timur 08. Kota Atambua 14.12 Hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMPT Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.

Malaka Timur 08.00 96. Raihat 16.380 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 157 .00 3. Wewiku 04.23 Jumlah (3) 314 100 211 266 1.992 110 3.55 75.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Raimanuk 10.35 97.141 Lulus Persentase (4) 74. Malaka Tengah 06.13 Hasil Ujian Nasional SMA/MA Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01. Sasita Mean 07.58 80. Laen Manen 09. Tasifeto Barat 12. Tasifeto Timur 15. Kobalima 11.45 24.92 30. Lasiolat 17. Weliman 05.42 20.77 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 107 25 8 8 607 6 761 25. Malaka Barat 02. Kakuluk Mesak 13.1.53 94.65 2.385 104 2. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 421 125 219 274 1. Rinhat 03.08 69. Kota Atambua 14.47 5.

74 Jumlah (3) 66 33 51 22 299 61 532 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 158 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1. Kakuluk Mesak 13.77 0 10. Kota Atambua 14. Tasifeto Timur 15. Rinhat 03.29 100 78.57 84. Raihat 16. Lasiolat 17.26 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 0 2 0 6 56 0 64 0 5. Malaka Timur 08. Wewiku 04. Malaka Tengah 06. Tasifeto Barat 12. Laen Manen 09. Kobalima 11.23 100 89.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Malaka Barat 02.71 0 21. Weliman 05.14 Hasil Ujian Nasional SMK Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.43 15. Sasita Mean 07. Raimanuk 10. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 66 35 51 28 355 61 596 Lulus Persentase (4) 100 94.

Kesehatan Health .

Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Kobalima*) 11. Malaka Tengah 06.2. Kota Atambua*) 14. Raimanuk 10. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02.1 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Health Service in Belu Regency by District 2007 Sarana Kesehatan Health Service Puskesmas Puskesmas Pembantu Community Community Health Health Sub Centre Centre (3) (4) Kecamatan District Rumah Sakit Hospital (2) Balai Pengobatan Health Service House (5) (1) 01. Lamaknen*) Kabupaten Belu 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 3 0 0 0 0 5 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 0 2 19 2 4 2 2 5 4 1 3 1 5 3 1 3 4 1 2 5 48 1 0 0 0 2 0 0 1 0 1 1 1 4 0 0 1 1 13 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 161 . Tasifeto Barat*) 12. Weliman 05.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Rinhat 03. Raihat 16. Tasifeto Timur 15. Lasiolat 17. Wewiku 04. Sasita Mean*) 07.

Malaka Barat 02. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Barat*) 12. Kobalima*) 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Status Tenaga Numbers of Health Personal by Health Personal 2 0 Dokter Umum PNS (3) 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 1 11 0 0 0 0 14 PTT (4) 1 2 1 1 3 2 1 1 1 1 3 1 3 1 1 0 2 25 S1 Kesehatan (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 15 0 0 0 0 20 D3 Kesehatan (6) 1 2 6 2 12 4 3 4 2 2 3 14 55 3 3 1 5 122 Kecamatan District (1) 01. Raihat 16. Lasiolat 17. Weliman 05. Raimanuk 10. Tasifeto Timur 15. Rinhat 03. Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13. Laen Manen 09. Kota Atambua*) 14. Malaka Tengah 06. Wewiku 04. Lamaknen*) Kabupaten Belu Dokter Ahli (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 3 Perawat (7) 8 7 9 5 14 5 3 7 4 14 6 8 39 2 5 1 9 146 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 162 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS / Table 5.2 Kesehatan per Kecamatan di Kabupaten Belu Personal Status per District in Belu Regency 0 7 Bidan Desa (PTT) (9) 8 8 5 9 7 8 2 4 5 5 8 2 8 7 2 3 10 101 Bidan (PNS) (8) 5 3 3 2 15 9 4 2 3 10 3 14 46 6 3 2 3 133 SPRG (10) 0 1 2 1 4 1 1 1 0 1 1 1 9 1 1 0 1 26 SMAK (11) 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 3 0 1 0 1 10 SPAG (12) 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 7 SPPH (13) 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 2 0 0 0 0 5 SMF (14) 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 8 1 1 0 1 15 PKE (15) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PKU (16) 0 0 0 0 1 0 0 0 0 2 2 0 7 0 0 0 0 12 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 163 .

2. Lamaknen*) Kabupaten Belu PKAB (17) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 Pekes (20) 2 0 4 0 5 1 4 1 0 0 3 1 16 0 0 0 0 37 PKF (21) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Lainnya (22) 1 0 2 2 9 1 1 2 0 8 3 32 66 6 0 1 4 138 Jumlah (23) 28 23 33 22 76 31 21 22 15 46 35 81 293 27 17 8 37 815 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 164 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13. Lasiolat 17.2 Pemb. Malaka Tengah 06. Weliman 05. Raihat 16. Rinhat 03. Wewiku 04. Tasifeto Timur 15. Malaka Barat 02. Sasita Mean*) 07. Laen Manen 09. Kobalima*) 11. Raimanuk 10. Tasifeto Barat*) 12.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan / Continued Table 5. Kota Atambua*) 14. Perawat (18) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jurkes / Jurkim (19) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kecamatan District (1) 01.

030 13.706 81. Puskesmas Kaputu 11. Puskesmas Webora 19.172 46. Puskesmas Nualaian 16. Puskesmas Weoe 06. Puskesmas Haekesak 05. Puskesmas Wedomu 04. Puskesmas Haliwen 17. Puskesmas Atapupu 03. Puskesmas Halilulik 02.371 19.112 39. Puskesmas Tunabesi 18.499 31. Puskesmas Betun 10.2.488 28.961 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 165 .555 25. Puskesmas Namfalus 12.469 29.957 28. Puskesmas Weluli 13.537 21. Puskesmas Nurobo 15.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Puskesmas Seon 09. Puskesmas Kota 14.206 39.443 27.045 12. Puskesmas Weliman Jumlah / total Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Jumlah Total (2) 35.3 Jumlah Penderita Rawat Jalan Menurut Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 Puskesmas Community Health Centre (1) 01. Puskesmas Biudukfoho 08.123 29.798 39.379 28. Puskesmas Besikama 07.688 617.383 41.

Penyakit pada sistem otot (Termasuk Reumatik) 03. Gastritis 05. Penyakit Kulit Alergi 06. Wedomu (4) 9699 Pus Haekesak (5) 13098 4800 1602 1314 1296 1144 1118 1063 672 555 7457 3194 1691 1382 1114 956 799 732 712 548 3247 2708 1125 1006 852 658 651 619 548 464 7468 6080 1856 1796 1739 1619 968 799 629 551 10071 Jumlah Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu 35537 21555 25798 39206 Source : Health Service of Belu Regency 166 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Penyakit lain-lain Pus Halilulik (2) 14516 Pus. Asma 08. Diare 04. Penyakit Kulit Karena Jamur 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / 10 Penyakit Terbanyak dari Di 19 Puskesmas 20 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Penyakit kulit infeksi 09. Kecelakaan dan Rudapaksa 10. Malaria Klinis 07. Atapupu (3) 7180 Pus. ISPA 02.

4 Kunjungan Rawat Jalan di Kabupaten Belu 07 Pus Weoe (6) 9830 5915 3462 1969 1922 1857 1764 1735 1024 620 9014 Pus Pus Besikama Biudukfoho (7) 11599 5526 2391 1381 1308 1280 1246 690 683 448 12493 (8) 2931 2412 1056 925 784 594 590 494 484 458 2229 Pus Seon (9) 7895 4445 1666 1607 1082 905 687 675 530 525 8366 Pus Betun (10) 11764 4217 2927 2245 2002 1884 1734 1087 1028 933 11558 Pus Kaputu (11) 8560 4791 1810 919 879 847 706 580 487 468 8125 Pus Namfulus (12) 13459 6677 3623 1996 1737 1722 1689 1290 995 876 12379 39112 39045 12957 28383 41379 28172 46443 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 167 .2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Table 5.

Asma 08.4 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Penyakit kulit infeksi 09.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan Tabel / Table 5. Penyakit Kulit Alergi 06. Kecelakaan dan Rudapaksa 10. Penyakit pada sistem otot (Termasuk Reumatik) 03. Diare 04. Malaria Klinis 07. Gastritis 05. ISPA 02. Penyakit lain-lain Pus Weluli (13) 8836 Pus Kota Atambua (14) 27692 Pus Nurobo (15) 8290 Pus Nualain (16) 8739 3516 2077 1409 1239 1216 1188 957 813 724 5731 7002 6245 6080 6008 2846 2703 2225 2027 1448 17223 4583 2355 1468 1450 1390 1199 931 618 550 8289 4042 1900 1255 1037 1015 893 875 794 645 8274 Jumlah Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency 27706 81499 31123 29469 168 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Penyakit Kulit Karena Jamur 11.2.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Pus Haliwen (17) 8285 4533 3519 1684 1457 978 955 867 864 722 5166 Pus Tunabesi (18) 4045 1849 1067 964 441 381 319 315 206 193 3591 Pus Webora (19) 6108 3019 1063 841 796 764 761 752 512 447 4425 Pus Weliman (20) 7985 4039 1904 1567 1229 1061 953 628 568 534 8220 Jumlah (21) 190511 83348 43339 31808 28372 23117 20923 17314 14194 11709 153326 29030 13371 19488 28688 617961 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 169 .

Pneumonia 06. Penyakit Sistem Kemih 10. Dispepsia 05. Tuberkulosis Paru 04. Gastroenteritis 03.2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Hiperplasia Prostat Jumlah Kunjungan (2) 408 290 255 158 152 123 110 85 85 42 Jumlah Sumber : Rumah Sakit Umum Daerah Atambua 1708 170 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .5 10 Penyakit Terbanyak Menurut Jumlah Pasien Rawat Inap Pada Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Umum Atambua 2007 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Hipertensi 09. Malaria 02. Appendiks 07. ISPA 08.

523 1.2 62. Pus.3 11.607 2. Webora 19.0 37.7 8.4 5.242 % (4) 52.0 45. Pus.0 7. Pus. Pus.017 466 593 1. Haekesak 05.090 1.8 65.0 38.1 11.1 6.253 1.5 37.601 Baik Normal (3) 1.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Besikama 07.201 1.1 3.7 34. Kaputu 11.9 36.661 2.0 51.4 58.0 42.8 31.0 6.4 0.4 4.465 2.2 28.1 29. Seon 09.6 Puskesmas Community Health Centre (1) 01.7 34.5 54.063 950 1. Pus.2.7 65.2 59.0 6. Namfalus 12. Haliwen Jumlah / total Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 171 .468 2.6 Status Gizi Balita Menurut Kecamatan Menurut Puskesmas di kabupaten Belu Nutritional Status of Children Under Five Years Old by Communitiy Health Centre in Belu Regency 2007 Status Gizi / Nutritional Status Jumlah Anak Ditimbang (2) 2.8 57.568 1.7 42.0 Kurang Moderat e (5) 857 631 562 981 802 967 487 466 909 558 723 569 1.8 44. Pus.7 58.165 847 954 1.4 66. Atapupu 03.8 34.9 6. Tunabesi 17. Pus. Pus.026 1.241 1.0 46. Pus.6 36.2 63. Pus. Nurobo 15.541 1.7 32.4 52.046 1.1 10.5 33.788 1. Weluli 13.1 58.8 8.0 9. Halilulik 02.998 1.116 % (8) 9. Pus.164 1.6 55.288 3. Nualaian 16. Betun 10.4 Buruk Severe (7) 202 158 146 200 96 165 67 64 193 99 134 14 174 64 108 88 247 130 247 2.080 2.028 460 451 399 960 657 960 12.8 39.9 46.Biudukfoho 08.0 32. Pus. Kota 14.637 1. Pus.077 1. Pus.4 56.5 8.673 3. Wedomu 04. Pus.4 4.8 63. Weoe 06.558 1.944 % (6) 39. Pus. Pus.350 36. Weliman 18.287 1.220 1.046 21.426 970 757 2.2 6. Pus. Pus.001 1.8 5.6 35.

Laen Manen 09. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 15. Weliman 05. Malaka Barat 02. Malaka Tengah 06. Kota Atambua*) 14.019 Kondom Condom (4) 16 47 14 12 7 2 11 14 1 114 12 250 Sumber : Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Belu Source : Family Planning Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 172 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Wewiku 04. Tasifeto Barat*) 12. Sasita Mean*) 07. Rinhat 03. Raimanuk 10. Raihat 16. Lamaknen*) Kabupaten Belu IUD Spiral (2) 11 13 8 6 134 93 7 3 18 37 50 49 499 9 8 2 28 975 Pil Pill (3) 50 234 2 25 108 124 49 130 95 163 177 54 672 31 43 43 19 2. Kobalima*) 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Banyaknya Peserta Aktif Menurut Metode Kontrasepsi Numbers of Active Acceptor by Contraceptive 2 0 Kecamatan District (1) 01. Malaka Timur 08. Lasiolat 17.

7 yang Digunakan per Kecamatan di Kabupaten Belu Method Used per District in Belu Regency 0 7 MOP (5) 9 1 15 13 21 24 14 12 25 13 36 36 305 21 10 8 24 587 MOW (6) 9 1 3 63 3 15 3 8 6 13 15 2 20 161 OV (7) - Suntikan Injection (8) 1.2.332 3.082 842 531 1.731 673 851 1.137 1.979 1.685 31. Implant Implant (9) 138 18 192 127 43 263 15 75 31 61 44 35 10 39 82 368 1.158 2.081 1.541 Jumlah Total (10) 2.106 2.249 770 1.662 1.166 969 668 1.264 1.622 .973 2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Table 5.288 1.129 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 173 .737 2.903 1.251 4.038 2.734 1.435 5.685 1.102 1.136 1.226 26.468 919 1.

595 1.37 Sumber : Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Belu Source : Family Planning Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 174 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .293 3.158 1. dan Pasangan Usia Subur Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Health Personal Service by Health Personal Status and District in Belu Regency 2007 Peserta KB Pasangan Persentase Klinik KB Aceptor Usia Subur CU terhadap Kecamatan Family Family Fertile Age PUS District Planing Planing Couple Percentage Clinics (CU) (PUS) CU to PUS (1) (2) (3) (4) (5) 01. Wewiku 04. Malaka Barat 02. Peserta Keluarga Berencana (KB).066 1. Kakuluk Mesak 13.35 66.676 2. Lasiolat 17.76 65.617 3.04 56.8 Banyaknya Klinik.68 64.12 57. Raihat 16.25 49.215 9. Weliman 05.73 60.136 1734 1137 1332 3038 2249 770 1081 1288 1973 2264 1435 5737 2166 969 668 1685 31662 2.306 4. Sasita Mean*) 07.947 997 2.08 72.110 3.78 61.00 57. Laen Manen 09.49 66.577 2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.35 63. Tasifeto Timur 15. Raimanuk 10.56 64. Lamaknen*) Kabupaten Belu 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 18 2. Malaka Timur 08. Malaka Tengah 06. Kobalima*) 11.46 61.79 44.579 2. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Barat*) 12.76 67.259 2.2.518 3.966 94. Rinhat 03.115 2.80 73.938 49.

Kriminalitas Crime .

Diputuskan Menurut Bulan Numbers of Criminal Cases and Defendants Received . Settled by Month 2007 Yang Diterima Received Perkara Terdakwa Criminal Defendants Cases (2) (3) 45 46 43 57 62 70 71 83 88 89 70 62 46 59 77 77 74 89 95 109 84 78 Yang Diputuskan Setlled Perkara Terdakwa Criminal Defendants Cases (4) (5) 10 13 9 42 10 25 23 27 19 55 28 21 33 302 14 17 10 31 19 31 23 43 30 44 41 316 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November 59 62 Desember / December Tahun 2007 799 896 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 177 .1 Jumlah Perkara dan Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang Diterima.3.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

2 Jumlah Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang diselesaikan Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Belu Numbers of Defendants in Criminal Cases that Setlled by Age Group and Sex in Belu Regency 2007 < 16 tahun < 16 years old LakiWanita laki Female Male (2) (3) 1 1 2 16 – 30 tahun 16 – 30 years old Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Tahun 2007 Lakilaki Male (4) 7 6 6 7 16 5 11 14 23 15 16 25 151 Wanita Female (5) 1 1 2 1 5 > 30 tahun > 30 years old LakiWanita laki Female Male (6) (7) 4 6 9 3 15 11 15 8 18 11 10 16 126 2 2 2 4 1 2 1 2 16 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Keterangan : Diluar Rol/Pelanggaran 178 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .3.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

3 Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang diselesaikan Pengadilan Negeri Atambua Menurut bulan dan Sikap Terhadap Putusan di Kabupaten Belu Numbers of Defendants and Settled by Court.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.3. by Month and 2007 Menerim a (2) 13 14 17 10 30 18 31 23 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Tahun 2007 Banding (3) 1 1 - Grasi (4) - Kasasi (5) - Jumlah (6) 13 14 17 10 31 19 31 23 43 28 2 - - 43 30 42 39 308 2 2 8 - - 44 41 316 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 179 .

Melarikan anak bawah umur 21. Pemerasan/Perampokan 17. Penculikan anak 18. Pencurian biasa 05. Pemfitnahan/Penghinaan 16. Perzinahan 10. Pembunuhan 02. Membawa senjata tajam 20. Penipuan 14. Lain-lain Jumlah / total Jan (2) 13 6 1 3 1 9 1 1 7 7 2 1 1 10 63 Peb (3) 7 1 2 4 9 2 1 2 4 1 2 1 1 1 1 39 Tabel Banyaknya Masalah Sosial 2 0 Frekuensi Terjadi Mar Apr Mei Jun (4) (5) (6) (7) 11 7 3 5 6 1 4 5 2 11 3 4 62 14 4 3 10 15 1 2 4 2 3 7 1 1 2 2 71 11 3 3 3 1 8 2 1 2 3 1 2 2 6 48 10 6 4 6 8 3 1 1 3 4 4 3 6 59 Keterangan : terbatas pada masalah yang dilaporkan ke pihak kepolisian Sumber : Kepolisian Resort Belu 180 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Penadahan 19. Pencurian kekerasan 07. Perjudian 12. Penganiayaan ringan 04. Percabulan 23. Penyelundupan 24. Perkosaan 09.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Masalah Sosial (1) 01. Pengroyokan 08. Penggelapan 13. Melarikan perempuan 22. Pencurian pemberatan 06. Pengancaman 15. Penganiayaan biasa 03. Pengrusakan 11.

4 yang terjadi di Kabupaten Belu 0 7 Frekuensi Terjadi Sep Okt (10) (11) 13 5 4 2 1 13 1 1 2 5 1 2 1 4 55 15 5 3 6 16 1 1 5 1 5 4 1 2 6 71 Jumlah Total (14) 1 150 50 30 54 4 115 13 10 24 8 34 34 42 29 4 2 1 1 3 10 2 59 680 Jul (8) 7 5 1 2 1 2 2 3 2 3 3 2 1 1 35 Ags (9) 13 1 4 7 4 1 1 2 1 1 4 4 1 10 54 Nop (12) 1 15 4 1 3 9 1 4 2 1 2 2 1 2 5 53 Des (13) 21 3 1 3 16 1 3 8 1 3 3 1 1 5 70 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 181 .3.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS / Tabel 5.

24 116.33 14. Penipuan 14. Perkosaan 09.00 100.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.33 -23.33 74. Penggelapan 13.00 -88.09 -86.83 2800. Penculikan 18.20 33.52 59.64 733. Perjudian 12.67 233. Pencurian kekerasan 07. Membawa senjata tajam 20. Percabulan 23.00 54.00 -9. Perzinahan 10. Penganiayaan ringan 04. Pencurian pemberatan 06. Pencurian biasa 05.11 Keterangan : terbatas pada masalah yang dilaporkan ke pihak kepolisian Sumber : Kepolisian Resort Belu 182 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 0. Pengroyokan 08. Pemerasan 17. Penadahan 19.00 70.5 Masalah Sosial di Kabupaten Belu Masalah Sosial (1) 01. Melarikan anak bawah umur 21. Pengrusakan 11.29 700.00 70. Penganiayaan biasa 03.00 44.89 200.67 156. Pengancaman 15.08 10. Pemfitnahan 16.3. Lain-lain Jumlah / total 2006 (2) 5 97 6 39 49 3 66 6 3 21 1 20 20 29 1 2 1 9 1 11 15 23 428 2007 (3) 1 150 50 30 54 4 115 13 10 24 8 34 34 42 29 4 2 1 1 3 10 2 59 681 Perubahan (%) (4) -80. Pembunuhan 02. Melarikan perempuan 22. Penyelundupan 24.

Agama Religion .

Tasifeto Barat*) 12.310 51. Raihat 16.360 37. Kobalima*) 11.1 Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Religion Follower by District in Belu Regency 2007 Kristen Protesta n Christian (3) 4. Lamaknen*) Kabupaten Belu Katholik Catholic (2) 18.528 Islam Moslem (4) 86 4 1.655 .368 1.344 345. Tasifeto Timur 15.505 1.213 231 12 10 23.695 17.808 15.103 1.988 20.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.810 601 570 718 401 245 1.429 Hindu Hinduis m (5) 3 1 11 3 38 5 5 228 85 1 380 Budha Budhism (6) 93 93 450 7. Raimanuk 10.356 8. Kecamatan District (1) 01. Malaka Tengah 06. Lasiolat 17.170 14 8 8 70 538 421 3. Malaka Timur 08. Wewiku 04.921 22. Sasita Mean*) 07.097 6.782 12.256 19.4. Malaka Barat 02.751 2.891 27.643 Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 185 .063 12. Kakuluk Mesak 13.319 15. Weliman 05. Kota Atambua*) 14.862 24.445 11.031 23. Rinhat 03.671 425 9 5 6. Laen Manen 09.

Church. and Vikoa in Belu regency by District 2007 Gereja Katholik/ Kapela Catholic Church (2) 3 14 11 4 15 32 19 15 6 23 26 4 7 6 11 7 28 231 Gereja Protestan Christian Church (3) 3 12 6 12 8 1 1 6 1 5 5 8 3 71 Masjid. Tasifeto Barat*) 12. Temple. Private Mosque (4) 3 1 1 7 1 13 Kecamatan District (1) 01. Lasiolat 17. Kota Atambua*) 14. Malaka Tengah 06. Raihat 16. Kakuluk Mesak 13. Lamaknen*) Kabupaten Belu Pura Temple (5) 1 1 2 Wihara Vihara (6) - Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 186 Kabupaten Belu Dalam Angka / BeluRegency in Figures 2008 .4. Wewiku 04. Langgar Mosque. Malaka Timur 08. Raimanuk 10. Tasifeto Timur 15. Weliman 05. Laen Manen 09. Malaka Barat 02.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Sasita Mean*) 07. Rinhat 03.2 Jumlah Tempat Ibadah di Kabupaten Belu Menurut Golongan Agama per Kecamatan Numbers of Mosque/Private Mosque. Kobalima*) 11.

Rinhat 03. Sasita Mean*) 07. Laen Manen 09. Lasiolat 17. Malaka Timur 08. Wewiku 04.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.4. Malaka Tengah 06. Kakuluk Mesak 13. Raimanuk 10. Weliman 05. Kota Atambua*) 14. Kobalima*) 11.3 Banyaknya Rohaniawan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Spiritualist in Belu Regency by District 2007 Kecamatan District (1) 01. Tasifeto Barat*) 12. Raihat 16. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15. Lamaknen*) Chati Pendet Guru Pinandit Imam Pastor Bruder Suster a b a Injil (2) 4 1 1 5 1 1 3 1 17 34 (3) 2 2 4 1 14 1 24 (4) 1 1 2 2 1 4 3 1 3 1 33 2 7 2 2 4 69 (5) 17 1 18 (6) 2 4 2 108 3 4 8 131 (7) 2 2 (8) 6 2 2 14 2 26 (9) 6 2 2 14 2 26 Kabupaten Belu Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 187 .

Sosial Lainnya Others Social .

Kobalima*) 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Wewiku 04. Raihat 16. Malaka Timur 08. Rinhat 03. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 191 . Tasifeto Timur 15. Lasiolat 17. Weliman 05.5. Raimanuk 10. Malaka Barat 02. Laen Manen 09. Tasifeto Barat*) 12. Sasita Mean*) 07. Malaka Tengah 06. Kota Atambua*) 14.1 Penyebaran Infra Struktur Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Infra Structure of Social Affair Distribution in Belu Regency by District 2007 Pekerja Sosial Masyarakat Social Worker (2) 77 20 7 5 35 33 50 6 11 12 30 6 20 38 25 8 69 452 Tenaga Kesejahteraan Sosial Sukarela (3) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Pembinaan Tokoh Karang KesejahWanita Taruna Youth teraan Promoment Organization Sosial Women (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 (6) 13 13 9 11 14 21 6 10 6 12 12 6 12 13 8 9 20 195 Kecamatan District (1) 01. Kakuluk Mesak 13.

Kobalima*) 11.828 54. Laen Manen 09.721 5.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Malaka Barat 02. Lamaknen*) Kabupaten Belu Fakir Miskin (2) 3. Wewiku 04. Rinhat 03.666 3.813 3. Raihat 16. Tasifeto Timur 15.902 2.412 465 939 78 205 655 271 115 563 486 100 147 417 6.859 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 192 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .422 3.346 2.621 898 2.533 7.951 1. Malaka Timur 08.015 2. Sasita Mean*) 07. Weliman 05. Malaka Tengah 06.5.222 Rumah Tidak Layak (3) 341 510 92 63 1. Raimanuk 10.349 2. Kakuluk Mesak 13.449 3. Lasiolat 17.2 Banyaknya Fakir Miskin dan Perumahan Tidak Layak di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (1) 01.091 2.147 2.470 3. Tasifeto Barat*) 12. Kota Atambua*) 14.

Kota Atambua*) 14. Malaka Barat 02.358 789 777 104 104 332 5.3 Jumlah Penduduk Lanjut Usia Terlantar dan Anak Yatim Piatu Di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Over Age and No Parents in Belu regency by District 2007 Kecamatan District (1) 01.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Weliman 05. Rinhat 03. Malaka Timur 08. Tasifeto Timur 15. Kakuluk Mesak 13. Raihat 16. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Lamaknen*) Kabupaten Belu Lanjut Usia Terlantar (2) 237 101 409 328 462 427 483 353 351 722 171 149 Anak Terlantar (3) 254 375 49 196 271 187 430 320 209 582 232 121 Balita Terlantar (4) 21 - 384 603 390 419 369 6.332 65 50 57 193 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 193 .5. Wewiku 04. Tasifeto Barat*) 12. Kobalima*) 11. Lasiolat 17. Laen Manen 09. Raimanuk 10.

Wanita Rawan Sosial. dan Masyarakat Terasing di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (1) 01.458 (4) 149 102 110 126 328 213 288 120 149 503 115 60 226 350 81 90 285 3. Lamaknen*) Kabupaten Belu Penyandang Cacat (2) 100 42 52 92 266 140 190 47 52 214 75 38 80 298 72 40 130 1. Weliman 05. Raimanuk 10. Wewiku 04. Kakuluk Mesak 13.295 (5) 250 250 500 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 194 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kota Atambua*) 14. Malaka Tengah 06. Laen Manen 09. Tasifeto Timur 15.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Ex Penyakit Kronis. Lasiolat 17. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Timur 08. Sasita Mean*) 07.4 Banyaknya Penyandang Cacat.928 Ex Penyakit Wanita Masyarakat Kronis Rawan Sosial Terasing (3) 38 63 42 254 98 120 40 62 187 164 34 98 74 37 147 1. Rinhat 03. Raihat 16.5. Malaka Barat 02.

Yayasan SDLB Tenubot 12. Yayasan Bina Bunga Bangsa 03. Yayasan Regina Angelorum 02.5 Banyaknya Yayasan yang Mengasuh Anak dengan Sistim Non Panti dan Jumlah Anak asuh di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Anak Numbers of Children (2) 40 24 140 120 82 50 24 75 20 50 Lokasi Location Kecamatan Desa District Village (3) Malaka Tengah Kota Atambua Tasifeto Barat Malaka Timur Kota Atambua Tasifeto Timur Kota Atambua Kota Atambua Kota Atambua Malaka Timur Kota Atambua Kota Atambua Kakuluk Mesak (4) Nama Yayasan (1) 01. Petrus Lahurus 07. Yayasan Kongregasi Biarawan SVD Timor 04. Yayasan Remaja Suluh Obor 05. Yayasan St. Yayasan SMKK Kusumah St. Yayasan Hadinan Haklaran 08. Yayasan ALMA 10. Yayasan Bina Karya Seon 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Yayasan Sola Gracia 13. Yayasan Membagi Kasih 09.5. Yayasan Umakatahan Manuaman Naikasa Rafae Atambua Fatulotu Atambua Atambua Tulamalae Wemeda Ribesi Tenukiik Dualaus 52 677 Jumlah / Total Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 195 . Theresia 06.

Wewiku 04.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Malaka Timur 08.764 KK 13 5952 Jw 1. Malaka Barat Jenis Bencana (2) Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Hama belalang Rawan Pangan Rumah terbakar Angin Putting beliung Rawan Pangan Rumah terbakar Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Banjir Hama belalang Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan Pangan Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan pangan Jumlah Korban KK / Jiwa (4) 15262 Jw 528 KK 1. Laen Manen 09.5. Rinhat 03. Malaka Tengah 13 06.6 Bencana Alam Yang Terjadi dan Jumlah Korban Akibat Bencana Alam di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan dan Taksiran Kerugian yang Diderita 2007 Kecamatan District (1) 01.807 KK 196 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .289 KK 7477 Jw 1. Raimanuk 1.288 KK 258 KK 188 KK 4 11 8 3 1 5 Bangunan (6) 3 - Frekuensi (3) 13 02. Weliman 05.213 KK 1 4 3.468 KK 1. Sasita Mean*) 07.

Tasifeto Barat*) 918 KK 3684 KK 13 4 3 3 3 6 17 1547 KK 460 KK 2 6 12. Kobalima*) 13 1870 Jw 2295 KK 11. Tasifeto Timur 979 KK 15. beliung Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Rawan Pangan Rumah terbakar Angin p. beliung Hama belalang Rumah terbakar Rawan pangan Angin p.6 Kecamatan District (1) Jenis Bencana (2) Angin p. Raihat 16. beliung Hama belalang Rumah terbakar Angin p. Lamaknen 655 KK - Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 197 . Kakuluk Mesak 13. beliung Rawan Pangan Rawan pangan Rumah terbakar Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Frekuensi (3) Jumlah Korban KK / Jiwa (4) Bangunan (6) 49 8 6 1 10. Kota Atambua*) 14.5. beliung Rumah terbakar Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Angin p.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan / continued Tabel / Table 5. Lasiolat 17.

BAB / CHAPTER 6 Pertanian Agriculture .

633. maka kerawanan pangan akan berdampak luas ke dalam sendi sendi kehidupan masyarakat yang kompleks. Bagi daerah yang struktur perekonomiannya didominasi oleh sektor pertanian khususnya sub sektor tanaman pangan seperti di Kabupaten Belu di mana menjadi tempat bagi sebagian besar masyarakatnya mencari sumber penghasilan. jagung. Untuk mempertahankan eksistensinya. Apabila kebutuhan primer tersebut tidak dapt dipenuhi.34 ton 201 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . penguatan kelembagaan dan melakukan restrukturisasi aspek sosial budaya yang menghambat produktivitas petani. ubi kayu mengalami sedikit penurunan karena rata-rata curah hujan baru normal setelah fase pembuahan pada tanaman tersebut sudah lewat. Ketersediaan produksi pangan dari komoditas padi selama tahun 2007 sebanyak 20. Misinya adalah dengan meningkatkan pemanfaatan teknologi pertanian tepat guna. Untuk itu Pemda Belu telah memfokuskan sektor pertanian khusus tanaman pangan menjadi salah satu Program utama dalam mengkatalisasi pertumbuhan ekonomi daerah. kacang tanah dan ubi jalar sedangkan tanaman seperti padi sawah . maka keberadaan dan keberlangsungan sub sektor ini menjadi sangat strategis. manusia berupaya untuk mencukupi kebutuhan pangan baik secara langsung maupun tidak langsung. merevisi pola bertani yang bersifat sub system pedesaan tradisional ke pola pertanian yang berorientasi pasar. Bagi tanaman makanan yang waktu penanamannya relative tepat dan adaptif terhadap fluktuasi curah hujan memperhatikan hasil yang cendrung membaik seperti padi lading. Produksi tanaman pangan selama tahun 2007 secara umum mengalami sedikit fluktuasi di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh kondisi curah hujan yang fluktuatif sepanjang tahun 2007.kacang hijau.PERTANIAN / AGRICULTURE PERTANIAN TANAMAN PANGAN  Masalah pangan selalu dirasa vital karena menyangkut kehidupan manusia yang paling asasi.

33%. Ketersediaan produksi pangan dari komoditi jagung yang menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat Belu selama tahun 2007 sebanyak 61127 ton Jagung atau mengalami kenaikan 58. Untuk komoditi buahbuahan dalam musim panen tahun 2007 hampir seluruhnya mengalami penurunan produksi secara drastis. terung 623.27%.14% dan cabe 301.58%. sayuran mengalami peningkatan.11% Produksi komoditas sayursayuran selama musim panen tahun 2007 memperlihatkan hasil yang cukup fluktuatif yakni untuk beberapa jenis sayur.20%. Untuk produksi tanaman kacangkacangan masing masing kacang tanah naik 5. Dibandingkan dengan tahun 2006 yang lalu.02%.30%.00%. nenas 4. Tomat 569. semangka 59.87%.04 dan kacang kedelei naik 75%.39% sementara ubi jalar naik 4. jambu biji 41.76% penurunan produksi padi lebih banyak disebabkan curah hujan.36%.11% sementara padi ladang justru mengalami kenaikan produksi 84.78% dan wortel 3. nangka 9.64% dari tahun lalu. sementara pada jenis lainnya mengalami sedikit penurunan produksi dibanding dengan tahun sebelumnya. kubis 1. kacang hijau turun 18.67 ton) atau mengalami sedikit penurunan sebesar 10. 76. Adapun jenis sayuransayuran yang mengalami peningkatan produksi masingmasing bawang putih naik 207.35%. kangkung 829. petsai/kubis 73.02%. pisang 5. Secara parsial produksi padi sawah turun 14.00% dan sirsak 14.24%. jambu air 66. Diduga hal ini lebih disebabkan karena kemampuan adaptif secara alamiah ataupun ketepatan waktu tanam bagi beberapa komoditas dengan kondisi curah hujan yang bersifat flutuatif tersebut.14% dari keadaan sebelumnya.5%.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER gabah kering giling (Konversi ke beras13.10%. produksi advokat turun 64.87%.86% . Ketersediaan produksi untuk makanan berpati selama tahun 2007 yakni ubi kayu menurun tajam 66. papaya 36.08%   202 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . kacang panjang 157.411.46%.65%. Sedangkan yang mengalami penurunan produksi antara lain bawang merah turun 58.65% dan salak 90. jeruk naik 151.

57 ha atau sekitar 28.23 % dibandingkan dengan tahun yang lalu.70 ton.81% dari potensi areal tanam yang ada. kapasitas produksi selama tahun 2007 masing-masing kapuk 37.12%. Hal ini disebabkan penanganan budi daya perkebunan rakyat oleh sebagian besar petani masih diletakkan sebagai usaha komplementer dari usaha pokok yaitu usaha tanaman pangan. dan hutan dapat di konversi 1.85 ton atau mengalami peningkatan 8. dan tembakau 10.29 %.06 ton. Bila diamati menurut fungsi hutan maka komposisi luasnya sebagai berikut : hutan lindung 74. pinang 38. Untuk komoditas perkebunan yang lain. hutan suaka marga satwa 6.02 ton. KEHUTANAN  Hutan memiliki peranan penting bagi kelestraian alam dan menopang kehidupan komonitas ekosistim alam di sekitarnya.43 ton atau mengalami peningkatan 28.66 ton.000 kg atau menurun 735.29 ha.70 %.68 ha.379.24 % dari keadaan tahun 2006. Produksi tanaman kelapa pada tahun 2007 sebesar 9.64 %. produksi tersebut dihasilkan dari luas panen panen 237.38 % dari luas daratan Belu.528 ha atau sekitar 87.77 %. hutan produksi 4. jambu mente 127.60 %.PERTANIAN / AGRICULTURE PERKEBUNAN RAKYAT  Pada umumnya baik produksi maupun luas panen komoditas perkebunan di Kabupaten Belu pada tahun 2007 belum memperlihatkan kapasitas yang cukup memadai. Produksi tersebut dihasilkan dari luas panen 8.401.875 kg. Tanaman kopi sebagai salah satu tanaman potensi yang harus dikembangkan di daerah. pada tahun 2007 menghasilkan 42. Kakao sebagai komoditi daerah yang sedang digalakan pada tahun 2007 baru menghasilkan 26. Luas hutan di Kabupaten Belu 69. produksi tersebut dihasilkan dari luas areal panen 515.50 ton atau mengalami sedikit penurunan sebesar 6. Diperkirakan pada tahun-tahun yang akan datang produksinya akan terus 203 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Primadona hasil hutan berupa kayu cendana baik produksi maupun populasinya belakangan semakin menurun. yang jumlahnya 91.26% dari keadaan tahun 2006.05 ton. dan hutan Cagar Alam 12. kemiri 2 656. Data tahun 2007 produksi kayu cendana sebesar 11.

Populasi ternak kecil dan unggas pada tahun 2007 masing- Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . PETERNAKAN  Peternakan merupakan salah satu sector vital yang mampu menyanggah kehidupan ekonomi sebagaian besar keluarga tani di pedesaan. Hasil hutan lain yang cukup menonjol adalah kemiri isi 387.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER anjlok mengingat populasinya semakin terbatas dan cenderung punah. Pola budidaya ternak yang bersifat sub system ini mengakibatkan pertambahan populasi ternak berjalan lambat dan terkesan alamiah tanpa rekayasa teknologi peternakan secara signifikan. Asam biji 284. Upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan populasi ternak andalan ini menghadapi kendala yang semaikn serius karena belakangan ini lalulintas mutasi ternak keluar.37 %) asam isi 1. Kendala lainnya adalah sebagian besar petani ternak masih bertahan pada pola budaya yang bersifat tradisional sebagai akibat dari kurang variatifnya pola pembinaan dan penyuluhan yang selama ini terkesan konvensional.47 ton.160. Bahkan pada saat kondisi kritis seperti gagal panen. Populasi sapi tahun 2007 sebanyak 94.29 ton (naik 17. komoditi ternak justru diandalkan untuk menopang pengadaan ketersediaan pangan keluarga. Paling tidak dengan memelihara ternak rumahtangga tani dapat membiayai kebutuhan di luar pangan seperti menyekolahkan anak.36 % dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya. kesehatan dan perumahan. ditambah ancaman penyakit brucellosis yang sampai dengan saat ini terus menjadi momok yang menghantui para peternak. terutama bibit pejantan menjadi 204 semakin sulit dikendalikan.18 ton (naik 11.55 %). Jumlah mutasi penggunaan yang cukup tinggi ini jika tidak diimbangi dengan mutasi pengadaan terutama lahir baru maka dipastikan populasi sapi pada masa datang akan semakin berkurang.499 ekor atau meningkat 1. Mutasi ternak yang sempat tercatat selama tahun 2007 adalah sebagai berikut: di potong RPH dan di luar RPH yang sempat dilaporkan sebanyak 2412 ekor sedangkan yang diantar pulaukan melalui pelabuhan Atapupu ataupun transportai darat sebanyak 10 294 ekor.

Produksi ikan di kabupaten Belu sebagian besar berasal perikanan laut. Malaka Tengah. kakap dan ekor kuning.PERTANIAN / AGRICULTURE masing babi 55 309 ekor (naik 0. Dari total produksi 1161. Dari 1. 40. khususnya dari kolam. Produksi perikanan laut pada tahun 2007.59 %) dan kapal motor 26 (3. Dengan semakin terbatasnya lahan pertanian yang subur belakangan ini. kembung. kolam dan sawah.35 %). Sementara jenis ikan perairan lainnya seperti kerapu. dengan alat penangkapan yang digunakan adalah perahu tanpa motor 560 (66. tambak. PERIKANAN  Komoditas perikanan memiliki nilai ekonomis tinggi karena selain menjadi bahan pangan yang memiliki kandungan protein tinggi.99 % adalah nelayan sambilan utama dan 33.01 %) dan ayam buras 236 380 ekor (naik 1. yang mencakup perairan umum.08 %).64 % atau 1 075. perahu motor temple 258 (30. sector perikanan diharapkan menjadi alternative lapangan kerja yang menjanjikan bagi pertambahan angka kerja baru.82 ton diantaranya adalah produksi perikanan laut.27 ton pada tahun 2007 sebanyak 92.71 %).36 % adalah produksi perikanan darat. sedangkan sisanya 7. Kobalima. tuna.84 %). cumicumi belum diproduksi secara maksimal karena keterbatasan sarana penangkapan.55 % adalah nelayan penuh. masih didominasi jenis ikan tembang. Kakuluk Mesak dan Tasifeto Timur.46 % diantaranya adalah nelayan sambilan tambahan. Wewiku. kambing 9 173 ekor (turun 6. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 205 . juga mampu memberikan tingkat kehidupan yang layak bagi keluarga tani nelayan. Sedangkan kecamatan lainnya hanya memiliki potensi perikanan darat. Produksi perikanan laut hanya terdapat pada enam kecamatan yang secara geografis memiliki pontensi kelautan yakni Malaka Barat. Dengan sebagian besar rumah tangga nelayan yang memiliki sarana penangkapan ikan yang masih bersifat tradisional maka dipastikan kemampuan wilayah operasi penangkapannya masih sebatas wilayah perairan pesisir dengan hasil tangkapan yang kurang maksimal.088 rumah tangga nelayan pada tahun 2007 sekitar 25.

82% pekarangan 3.22% Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu lahan tanaman kayukayuan 8. Produksi Padi. Jagung dan Ubi Kayu di Kabupaten Belu Tahun 2002-2007 (ton) 120000 100000 80000 60000 40000 20000 0 2002 2003 2004 padi jagung 2005 ubi kayu 2006 2007 Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu 206 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1.57% ladang 6. Persentase Penggunaan Lahan di Kabupaten Belu Tahun 2007 lainnya 60.67% Gambar 6.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6.2.50% sawah 4.22% perkebunan 16.

3. Produksi Ubi Jalar.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6. Produksi Hasil Perkebunan di Kabupaten Belu Tahun 2002 – 2007 (ton) 10000 8000 6000 4000 2000 2002 0 2003 2004 2005 2006 Tanaman Lainnya Kemiri Kelapa Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu Kabupaen Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 2007 207 .4. Kacang Tanah dan Kacang Hijau di Kabupaten Belu Tahun 2002-2007 (ton) 8000 7000 6000 5000 4000 3000 2000 1000 0 2002 2003 Ubi Jalar 2004 2005 2006 Kacang Hijau 2007 Kacang Tanah Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 6.

000 80.00 2000.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6.00 0.00 500.000 60.000 0 S api Kambing Kerbau Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu 2007 2005 2003 2001 Gambar 6.00 1500.00 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Perikanan Darat Sumber : Dinas Perikanan & Kelautan Kabupaten Belu Perikanan Laut 208 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 20. Jumlah Ternak di Kabupaten Belu Tahun 2001 – 2007 100.000 40.00 1000.6.5. Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Tahun 2002 – 2007 (ton) 2500.

Tanaman Pangan Food Crops .

Yield Rate and Production of Paddy by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 380 14 136 1. Malaka Timur 08.93 2829.03 646.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.1 Luas Panen.78 2135.9 3.8 4.91 39. Sasita Mean*) 07.2 2.3 2.64 4521 3047.37 964. Malaka Barat 02. Rinhat 03.8 4.02 420.9 3.72 1483.76 183.48 282.8 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 1411.1 3. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 211 .82 34.107 86 29 172 360 224 300 25 16 1.7 3.07 929.85 45. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Kobalima*) 11.06 575. Weliman 05. Tasifeto Timur 15.19 13411.6 3.1 3.1 2.00 70.68 20633.8 3.2 3.1. Tasifeto Barat*) 12. Kota Atambua*) 14. Laen Manen 09.55 603.94 60.3 3.22 2938.1 810. Malaka Tengah 06.94 373.85 135. Raimanuk 10. Wewiku 04.65 1980.46 207.176 727 72 583 5.5 52.6 46.57 1388.7 3. Raihat 16.67 Kecamatan District (1) 01. Lasiolat 17.02 526. Kakuluk Mesak 13.28 4353.3 4.407 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3.34 Beras Cereals (5) 918 29.

10 46.351.12 454. Raimanuk 10.0 282. Malaka Barat 02. Sasita Mean*) 07.36 29. Malaka Tengah 06. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 212 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .8 4.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kobalima*) 11.079.2 4. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Sawah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.53 1. Tasifeto Timur 15.59 Beras Cereals (5) 742.957.474.88 699.02 1.0 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 1.94 646.08 2.0 2.0 4. Lasiolat 17.64 112. Tasifeto Barat*) 12.387.72 1.142.3 3.91 420.8 3. Kota Atambua*) 14.1.2 3.76 171.116 712 52 553 4.3 4.06 575. Yield Rate and Production of Wetland Paddy by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 270 14 136 900 86 172 314 177 140 25 16 1. Raihat 16. Malaka Timur 08.2306.37 902.83 Kecamatan District (1) 01.4 4.45 359.2 3.55 183.15 553 70.5 52.22 2. Rinhat 03.683 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 4.28 18.2 Luas Panen.82 34.45 45. Wewiku 04.2 3.33 1.011.865. Kakuluk Mesak 13.3 4.0 4.2 3.933.93 2.28 3807. Weliman 05. Laen Manen 09.3 3.8 4.64 4408.94 373.

Lamaknen*) Kabupaten Belu Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 110 207 29 46 47 160 60 15 20 30 724 2.699.3 Luas Panen.03 95. Yield Rate and Production of Dryland Paddy by District 2007 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 2.9 2.92 376 112.4 1. Laen Manen 09.3 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 213 . Raimanuk 10. Rinhat 03. Weliman 05.40 73.4 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 269. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean*) 07. Wewiku 04.1 2.75 Beras Cereals (5) 175.02 61. Malaka Tengah 06.89 72.7 56. Kota Atambua*) 14.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.6 2.80 35. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Ladang di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Malaka Timur 08.18 355.104. Raihat 16.5 546.1. Malaka Barat 02.20 23.1 2.22 110.48 60.84 Kecamatan District (1) 01.70 36.40 1. Kobalima*) 11.4 1.66 1.10 244.32 23. Tasifeto Barat*) 12. Lasiolat 17.21 39. Kakuluk Mesak 13.9 1.86 36.4 2.9 2.

127 Kecamatan District (1) 01.5 1.0 1.158 3.856 2.8 Produksi Production (ton) (4) 6.813 216 4. Weliman 05.948 61.490 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.621 1.0 2.1. Raimanuk 10.9 2. Malaka Timur 08. Malaka Barat 02.9 1.536 4. Tasifeto Timur 15.8 1.0 2.649 3.1 2.0 2.747 755 1. Kobalima*) 11. Wewiku 04.570 3.3 0.881 1.737 5.435 3. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 214 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Laen Manen 09.5 0.250 4.762 3.474 34.706 3.353 1.4 Luas Panen.8 2.0 2. Sasita Mean*) 07.625 1. Kakuluk Mesak 13. Lasiolat 17. Yield Rate and Production of Maize by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 4.297 3.129 4.2 2.357 3. Malaka Tengah 06.359 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 1.5 1.953 1.832 102 875 3.6 1.5 1.542 240 2. Raihat 16. Rata-Rata Hasil dan Produksi Jagung di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Kota Atambua*) 14. Rinhat 03.666 127 486 1. Tasifeto Barat*) 12.298 6.

190 416 6.255 35.4 2.5 Luas Panen.247 106 125 421 372 160 2.8 3.5 3. Rinhat 03.555 1.341 304 1. Wewiku 04. Kakuluk Mesak 13.0 3.200 419 95 467 1.5 3. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.313 Kecamatan District (1) 01.677 4.5 2. Malaka Timur 08.2 3.1. Laen Manen 09. Tasifeto Timur 15. Yield Rate and Production of Cassava by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 183 1.6 3.2 Produksi Production (ton) (4) 622 3.2 3.606 3.095 479 1.012 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3.4 3.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.840 1.240 265 350 1.710 1. Malaka Tengah 06.635 4.2 3.2 3.085 11. Raimanuk 10. Sasita Mean*) 07.833 1.0 3. Raihat 16. Lasiolat 17.570 486 502 1.2 2.5 3. Malaka Barat 02. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 215 . Tasifeto Barat*) 12. Kobalima*) 11. Kota Atambua*) 14.2 3.474 1. Weliman 05.5 3.

PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Weliman 05.405 Kecamatan District (1) 01.414 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3.0 3.854 10 45 531 87 96 66 4. Laen Manen 09. Sasita Mean*) 07.6 Luas Panen.2 2.0 3.0 3. Tasifeto Barat*) 12. Rinhat 03. Raihat 16. Raimanuk 10.0 3. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.0 Produksi Production (ton) (4) 300 63 144 10 25 39 135 2.0 3.0 3. Wewiku 04. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 15. Kobalima*) 11. Yield Rate and Production of Sweet Potatoes by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 100 21 48 5 10 13 45 892 5 15 177 29 32 22 1. Lamaknen*) Kabupaten Belu 3.0 3. Lasiolat 17. Malaka Timur 08.1 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 216 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1. Malaka Tengah 06.5 3.0 3. Malaka Barat 02.0 2.0 2.0 3. Kota Atambua*) 14.

1 1. Malaka Timur 08. Lasiolat 17.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Lamaknen*) Kabupaten Belu 1.2 1.2 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 217 .0 1.1 1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Wewiku 04. Laen Manen 09.0 1.1 1. Sasita Mean*) 07.7 Luas Panen.2 1. Kota Atambua*) 14. Raimanuk 10. Raihat 16. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15. Yield Rate and Production of Peanuts by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 10 134 45 29 5 132 181 185 16 15 330 204 153 350 1. Weliman 05.789 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) Produksi Production (ton) (4) 10 161 50 32 5 145 217 204 14 15 396 245 168 420 2. Tasifeto Barat*) 12.2 1.2 1.9 1. Rinhat 03.0 1.1.1 1. Kakuluk Mesak 13.1 0.082 Kecamatan District (1) 01. Malaka Tengah 06. Kobalima*) 11.2 1.

Rinhat 03.156 1.695 1.7 0.5 0. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Hijau di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.6 0. Malaka Tengah 06.9 0. Kobalima*) 11. Tasifeto Timur 15. Raihat 16.9 0.505 611 77 75 242 176 741 5 4 777 170 137 233 8.8 0. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 218 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .6 0.205 232 2. Weliman 05. Kota Atambua*) 14.885 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 0. Malaka Timur 08.1.8 Produksi Production (ton) (4) 1.7 0.7 0. Kakuluk Mesak 13.212 Kecamatan District (1) 01.7 0.085 139 2. Yield Rate and Production of Green Peas by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 1.8 0. Laen Manen 09.9 0.8 Luas Panen. Raimanuk 10.8 0. Sasita Mean*) 07.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Malaka Barat 02. Lasiolat 17.9 0.8 0.7 0. Wewiku 04. Tasifeto Barat*) 12.204 550 54 53 169 123 593 3 2 622 153 96 210 7.

166 32. Ubi Kayu Cassava 4.137 1.740 7.081 4.832 32. Jagung Maize 3. Kacang Tanah Peanuts 6.750 37.012 511 742 726 505 911 1.182 27.983 6.1.789 300 - 10 7 12 21 5. Padi Paddy 2.164 2.653 34.404 1.456 8.359 10.2007 Jenis Tanaman Type of Crops (1) 1.377 12.414 1.407 2002 (2) 5.297 8. Kacang Kedele Soyabens 7. Ubi Jalar Sweet Potatoes 5.704 24. Kacang Hijau Green Peas (hektar) 2007 (7) 5.096 11.631 2004 (4) 4.779 2005 (5) 2.336 5.039 947 1.799 2003 (3) 4.885 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 219 .977 8.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.590 2006 (6) 6.9 Perkembangan Luas Panen Tanaman Pangan di Kabupaten Belu Area Harvested of Food Crops in Belu Regency 2002 .708 6.

405 682 624 319 697 1.846 2005 (5) 9.962 2007 (7) 20.082 156 - 4 - 7.10 Perkembangan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Belu Food Production in Belu Regency 2002 . Ubi Jalar Sweet Potatoes 5.127 39. Padi Paddy 2. Kacang Tanah Peanuts 6.429 2006 (6) 22.110 7.301 363 4.6 3.179 3.727 48.531 61.PERTANIAN / AGRICULTURE (ton) Tabel / Table 6.979 2.334 38.635 2.168 46.141 2004 (4) 7.2 12. Lain-Lain / Others 2002 (2) 20. Kacang Kedele Soyabens 7. Kacang Hijau Green Peas 8.2007 Jenis Tanaman Type of Crops (1) 1.238 32.1.477 6. Ubi Kayu Cassava 4.864 2003 (3) 15.212 - - 164 - - - Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency 220 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .882 52.066 35.993 105.283 38.633 49.540 6.216 4.055 4.702 4.231 4. Jagung Maize 3.313 1.

0 0.80 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 221 .0 50.50 15. Kacang panjang 11.00 24.5 54. Bayam 19. Lombok 09.00 1.0 8.0 57.00 1.50 11. Ketimun 16.00 100.40 53.70 18.0 1.00 1.0 64.00 13.0 24.2 66.24 1.0 82.00 0.00 0.2 109.50 42.50 58.00 246.80 7.00 3.0 75.0 113.0 12.5 1.5 0. Kangkung 18.00 83. Bawang merah 02.90 4.00 7.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.40 2007 (7) 149.00 0.0 29. Wortel 08.50 87.0 132. Kentang 05.0 120. K u b i s 06.0 0.00 Jumlah / total 1.551.0 5.5 157.0 215.50 60.0 0.2007 (ton) Jenis Sayuran Type of Vegetable (1) 01.765.00 8.60 213.0 56.1.00 2006 (6) 361. Bawang daun 04.50 80.0 86.0 1.0 2004 (4) 436.0 0. T o m a t 13.0 2005 (5) 440.30 8. Petsai / sawi 07.40 1. Buncis 15.0 10.90 108.0 124.7 139.00 307.0 85. C a b e 12.5 187.10 1.0 0.00 160.00 12.0 12.642.0 75.0 80.0 68.23 0.99 0.0 91. Terung 14.0 37.055.00 10.0 2003 (3) 120.0 0.40 46.6 2.50 39.0 114.0 130.20 119.00 2.238.00 0.50 153.00 0.0 0.40 40.0 64.0 50.0 40.0 72.5 4.00 0.50 171.8 126. Bawang putih 03.5 19. Semangka 2002 (2) 80.0 101.0 195.330.50 15.00 108.00 0.0 2.50 3.0 135. Labu siam 17.00 0.70 148.22 177. Kacang merah 10.0 33.50 1.11 Produksi Sayur-Sayuran di Kabupaten Belu Vegetables Production in Belu Regency 2002.00 0.

0 61.1 270.1 2004 (4) 6.1.0 937.3 (ton) 2007 (7) 9.0 0.0 76. S a w o 11.7 7. Durian 07.2 0.9 0.4 0.0 0.8 28. Jambu bol 10.0 60.0 36.5 0.1 2151.0 0. Pisang 13.8 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency 222 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2 10.0 0.0 0.1 1004.2 19.0 0. Nangka 16.8 446.2 1. Nanas 14.7 145.1 17.8 327.8 944. Pepaya 12.1 0.0 41.7 0. Sirsak 17.9 0.0 24. Jeruk 06.0 140.9 10.0 0.5 0.8 80. Jambu biji 08. Jambu air 09.3 25.0 1231.6 9.0 0.8 299.5 0.12 Produksi Buah-Buahan di Kabupaten Belu Fruits Production in Belu Regency 2002 .0 276.9 0.0 0.1 1927.0 0.0 106.2007 Jenis Buah Type of Fruit (1) 01.0 2006 (6) 27.4 318.0 39.0 0.0 998. Rambutan 04.0 0.0 2005 (5) 3.8 0.3 1629.1 0.5 0.3 15.3 0.5 186.6 594.4 0.3 1.0 1742.2 14.0 4324.3 525.7 0.2 44.5 0.0 24.9 0. Salak 15. Advokat 02.4 0.6 126.5 0.1 0.0 8.1 28.1 643.3 2003 (3) 11.0 0. Lainnya Jumlah / total 2002 (2) 6.8 1300.4 2.0 151.0 28.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.1 0.0 83.6 3021.5 18. Duku / langsa 05.6 0. Mangga 03.0 0.7 25.0 733.1 0.0 61.0 76.0 0.9 178.0 12.

141 244.349.141 244.474 5.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel 6.30 6. lahan yang ditanami tanaman kayu-kayuan.10 11.5 232.728. empang / fresh water pond h.1. lain-lain / others Jumlah / total Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 223 .589 1.381 1.606 21. ladang.955 37.712. Luas lahan kering / dryland area a.773.399 5. tegal.296 1.559 17.20 15.59 423.014 48. hutan rakyat private wood land (hektar) 2007 (4) 11.559 17.955 37.790 388 2.965. lahan perkebunan / crop land l.85 702.217 234.207. Irigasi setengah teknis c.296 1.217 234.5 1.58 40.2007 Jenis PenggunaanTanah Land Used Type (1) 01.33 20.479 11. Irigasi tadah hujan 02.014 48. tebak. hutan negara / state estate k.85 60.13 Luas Tanah Menurut Penggunaan di Kabupaten Belu Land Area by Used Type in Belu Regency 2005 .905. kolam.05 22.767 8.396 16. rawa (tidak ditanam) / swams f.432 0 267 321 60.078 595 5.078 595 5.00 7.46 49. tambak / coasted water pond g.69 244.479 11.814. garden e. pekarangan untuk bangunan dan halaman house compound and soroundings b. Irigasi teknis b. garden c. padang rumput / meadows d. kebun / dryland. huma / dryland.385 1.336.347.13/ Table 6. tanah kering sementara tidak digunakan temporary fallow land i.432 0 267 321 60.396 16.474 5.1.314 15.314 15. Irigasi desa / non PU e. penggembalaan.606 21. Luas lahan sawah / weatland area a.557 2006 (4) 10.557 j.589 1. Irigasi sederhana d.557 2005 (3) 10.381 1.107.

560 5.563 6.14 Banyaknya Rumah Tangga. RTP Penggguna Lahan 4.026 3.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.400 622 356 39.134 11.271 Sumber : Sensus Pertanian 1993 dan 2003 Keterangan : *) Data tidak dicantumkan 224 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .947 Kota+ Desa (4) * 40.160 14.156 51.1. Rumah Tanga (RT) 2.115 56. RT Pertanian (RTP) 3. Rumah Tangga Pertanian.563 Kota (5) 9.374 Kota+ Desa (7) 63. RT Gurem Kota (2) * 616 Desa (3) * 39.604 51.941 6.580 40. Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan dan Rumah Tangga Petani Gurem di Belu 1993 dan 2003 1993 Uraian (1) 1.026 2003 Desa (6) 53.936 5.164 56.

Padi .023 31.318 2003 (3) 54.15 Banyaknya Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan Menurut Jenis Usaha Pertaniannya di Belu 1993 dan 2003 Rumah Tangga Pertanian 1993 (2) 35. Peternakan Rumah Tangga Pertanian 40.400 3.563 56. Hortikultura 3.57 Sub Sektor (1) 1.225 13.563 16.16 7.634 10.90 Sumber : Sensus Pertanian 1993 dan 2003 Keterangan : *) Data tidak tersedia Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 225 .563 25.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.47 -3.789 26.947 26.806 53.78 -1. Padi / Palawija .754 Pertumbuhan per tahun (%) (4) 4.346 40.1. Perkebunan 4.583 * * 17. Budidaya Tanaman 5.Palawija 2.40 0.

Perkebunan Estate .

19 0.00 14.19 0.30 21.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.19 0.46 5. Sasita Mean*) 07. Raihat 16.29 23.27 2.18 0.00 18.56 42.18 0.00 9. Tasifeto Timur 15.19 11.26 7.81 1.04 1.00 3.20 0.93 12.52 10. Malaka Barat 02.20 0.20 5.10 0.27 11.88 5.14 1.40 241.92 1.29 21. Malaka Tengah 06.80 6.00 5.00 2.00 11.00 9.35 6.19 (1) 01. Lamaknen*) Kabupaten Belu (4) - Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008 229 .18 0.00 2.00 11.62 10. Laen Manen 09.20 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 11.45 5.38 9. Weliman 05.18 0. Lasiolat 17. Rinhat 03. Tasifeto Barat*) 12.00 8. Wewiku 04.71 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 2.21 1.19 2.83 11.51 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 13.57 199.66 Rusak destroyed Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 0.56 37.65 8.10 36.67 3.97 1.20 7. Malaka Timur 08.30 1.20 0.30 26.48 1.15 2.18 0.49 7. Raimanuk 10.20 0. Kakuluk Mesak 13.2.19 0.12 2.82 1.21 0.41 2.00 4.12 1.42 6.02 1.97 6.58 1.16 1.83 42.18 0.26 2.52 1. Kota Atambua*) 14.00 2.1 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kapuk Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Kapok Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Menghas ilkan Not Yet Yielding (2) 2.14 1.18 0.00 14. Kobalima*) 11.67 4.18 0.94 7.

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.2 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kemiri Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Cande Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 398.62 167.27 15.41 247.51 130.00 53.00 22.23 59.29 52.51 0.37 1.87 15.26 26.34 39.00 111.24 1,339.92 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 321.46 17.33 30.20 301.53 190.00 50.00 19.38 136.24 80.54 1.48 3.69 90.08 21.37 106.30 144.85 1,514.45 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 720.08 184.80 45.61 549.04 320.00 103.00 41.61 195.53 133.05 1.85 5.56 105.34 47.71 145.30 256.09 2,854.57 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 356.62 17.27 31.48 332.69 145.08 52.03 20.68 147.94 86.29 1.59 3.67 97.38 22.36 111.69 156.55 1,583.32

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 1.11 1.00 1.04 1.10 0.76 1.04 1.07 1.09 1.07 1.07 0.99 1.08 1.05 1.05 1.08 1.05

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4) -

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

230

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.3 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Coconut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 210.00 7.50 153.00 110.00 511.00 7.00 30.00 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 1636.00 58.50 1021.00 586.00 4026.00 52.00 379.00 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 1,862.00 71.00 1,186.00 710.00 4,558.00 60.00 414.00 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 1,795.96 75.35 1,045.50 596.70 4,550.22 62.46 430.51

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 1.10 1.29 1.02 1.02 1.13 1.20 1.14 0.85 0.88 1.09 1.07 0.99 1.11 1.14 1.10 1.11 1.11 1.10

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

16.00 5.00 12.00 14.00 21.00 1.00 5.00 2.00 1.00 77

10.00 9.00
36.00 4.00 12.00 3.00 11.00 2.00 6.00 5.00 1,126.5

40.00 25.00
450.50 23.00 57.00 22.00 79.00 14.00 24.00 35.00 8528

32.00 35.00
486.50 27.00 69.00 25.00 90.00 16.00 30.00 40.00 9,711.5

34.08 21.91
490.25 24.62 56.35 24.37 90.43 15.33 26.70 38.76 9,379.5

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

231

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.4 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Coffee Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produksi Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

1.46

15.27

1.53 2.00

0.24
0.56 5.30 9.63

-

16.73

3.08

0.20

0.24
0.56 6.83 11.63

0.06
0.13 1.77 2.24

0.25
0.23 0.33 0.23

2.56
1.28 2.50

10.15
5.13 16.30

12.71
6.41 18.80

3.06
1.21 3.71

0.30
0.24 0.23

0.48 2.12 1.51 2.20 33.74 51.38

2.39 11.03 4.46 8.20 97.25 185.91

2.87 13.15 5.97 10.40 130.99 237.29

0.36 2.69 0.84 1.99 21.71 42.85

0.15 0.24 0.19 0.24 0.22 0.23

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

232

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.5 Luas Areal dan Produksi Tanaman Jambu Mente Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Chasen Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding
(2)

Sudah Mengha silkan Yielding
(3)

Rusak destroyed (4)

Jumlah luas Areal Total of area (ha)
(5)

Jumlah Produksi Total Production (ton)
(6)

Produk -tivitas Produk -tivity (ton/ha)
(7)

(1)

01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

0.50

2.72

26.57 40.00 300.00 59.00 300.00 149.00 134.51 50.00 154.10 2.43 54.26 1,270.37

5.27 23.25 3.74 10.00 60.60 67.60 6.15 4.60 64.00 8.57 20.08 1.54 278.12

-

3.22

1.21

0.44

31.84 63.25 303.74 69.00 360.60 216.60 140.66 54.60 218.10 11.00 74.34 1.54 1,548.49

1.80 10.93 1.84 4.93 22.16 33.19 2.21 1.50 33.11 4.41 9.62 0.79 127.70

0.34 0.47 0.49 0.49 0.37 0.49 0.36 0.33 0.52 0.51 0.48 0.51 0.46

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

233

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.6 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Cocoa Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 10.00 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 31.19 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 58.05 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 6.22

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 0.20

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

25.00
180.00 44.30 2.50

12.00 85.00 12.20

16.86 18.00 14.00 8.91 57.77

25.00
210.00 143.30 23.61

2.28 16.22 1.07

0.19 0.19 0.09

50.00 -

0.47

0.47

0.08

0.17

4.81 0.21

54.81 0.21

0.39 0.02

0.08 0.10

311.80

0.12 0.11

0.12 0.11

0.02 0.13

0.17 1.18

146.11

515.68

26.43

0.18

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

234

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.7 Luas Areal dan Produksi Tanaman Pinang Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Areca Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produksi Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

1.25
8.23 1.00 1.19 3.00 6.00 3.00 1.11 1.20 5.11 3.46 0.47 0.23 1.48 3.16 4.00 4.52 48.41

2.75
12.56 2.00 2.00 8.80 12.53 8.00 3.20 3.06 13.50 7.25 0.41 0.36 2.67 4.85 7.50 10.24 101.68

-

4.00
20.79 3.00 3.19 11.80 18.53 11.00 4.31 4.26 18.61 10.71 0.88 0.59 4.15 8.01 11.50 14.76 150.09

0.12
2.53 0.70 0.78 2.24 2.77 11.55 4.62 1.50 3.16 1.75 0.16 0.09 0.71 1.14 1.78 2.42 38.02

0.04
0.20 0.35 0.39 0.25 0.22 1.44 1.44 0.49 0.23 0.24 0.39 0.25 0.27 0.24 0.24 0.24 0.37

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

235

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.8 Luas Areal dan Produksi Tanaman Tembakau Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu tobacco Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produks i Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

-

7.00 10.00 17.00

-

7.00 10.00 17.00

4.20 5.86 10.06

0.60 0.59 0.59

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

236

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

Peternakan
Livestock

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.3.1 Banyaknya Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock by Kind and District in Belu Regency 2007

(ekor)

Kecamatan District (1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku**) 04. Weliman**) 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen**) 09. Raimanuk**) 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat**) 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

Kuda Horse (2) 105 94 192 345 246 268 170 3 3 50 59 747 2,282

Sapi Cow (3) 8,579 6,406 7,404 7,337 17,894 9,370 13,005 5,056 2,592 7,424 2,826 6,606 94,499

Kerbau Buffalo (4) 11 8 73 11 445 387 114 8 84 173 81 1,395

Kambing Goat

Domba Sheep (6) 18 1 19

Babi Pig (7) 11,956 3,442 5,314 5,645 8,611 4,213 4,320 1,629 2,879 2,204 1,055 4,041 55,309

(5) 671 320 533 894 2,234 1,002 989 882 494 320 834 9,173

Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data masih tergabung di Kecamatan induk

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

239

941 272 5.649 7. Kobalima*) 11. Kota Atambua*) 14.138 9. Tasifeto Barat*) 12. Rinhat 03.684 7. Wewiku**) 04. Laen Manen**) 09. Kakuluk Mesak 13. Weliman**) 05. Malaka Tengah 06.216 21. Sasita Mean*) 07.3.526 236.622 4. Malaka Barat 02. Raimanuk**) 10. Raihat 16.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.967 13.860 Kabupaten Belu Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data masih tergabung di Kecamatan induk 240 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .339 4.305 4.2 Banyaknya Ternak Unggas Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Poultry by Kind and District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01.949 279 244 8. Malaka Timur 08.380 Itik Duck (4) 20.954 18. Lasiolat**) 17. Lamaknen*) Ayam Ras Layer (2) Ayam Kampung Domestic Hens (3) 75.426 27.001 28. Tasifeto Timur 15.666 11.908 14.423 8.665 66 57.

Kota Atambua*) 14. Weliman 05. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kuda Horse (2) Sapi Cow (3) 3 4 2 21 1 3 3 37 Kerbau Buffalo (4) Kambing Goat (5) Domba Sheep (6) Babi Pig (7) 1 7 31 12 5 56 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 241 . Malaka Tengah 06. Tasifeto Barat*) 12. Raimanuk 10. Kakuluk Mesak 13. Lasiolat 17. Sasita Mean*) 07. Raihat 16. Rinhat 03. Wewiku 04. Malaka Barat 02. Kobalima*) 11. Malaka Timur 08.3.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.3 Banyaknya Ternak Berpenyakit SE Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock that SE Virus by Kind and District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Laen Manen 09. Tasifeto Timur 15.

244 1.000 Kecamatan District (1) 01. Tasifeto Barat*) 12. Raimanuk 10. Kota Atambua*) 14.051 Kerbau (3) Babi (4) 4.151 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 242 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 1.729 3.500 2.199 Brucello -sis Sapi (5) 1. and Hog-Cholera Vacination by Kind and District in Belu Regency 2007 SE Sapi (2) 2.774 5.500 7.906 2.000 500 500 25. Kakuluk Mesak 13.245 3.4 Banyaknya Ternak yang Divaksinasi SE. Kobalima*) 11.133 2. Laen Manen 09. Malaka Tengah 06.500 1.000 7.200 2. Malaka Barat 02.700 850 500 500 200 500 300 15.868 8.867 2.151 2.750 349 700 1.000 4.617 9.821 1.562 10.271 1.600 2.132 450 1.045 5.600 2.000 3. Sasita Mean*) 07.200 2. Tasifeto Timur 15.000 Hoq Cholera Babi (6) 750 2. dan Hog-Cholera Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock that SE.3. Malaka Timur 08.000 1. Weliman 05.839 500 907 30.033 5.500 1.255 2. Brucellosis.149 3.143 5.226 2. Wewiku 04.756 7.000 500 2.633 1.000 770 500 380 750 1.PERTANIAN / AGRICULTURE (ekor) Tabel / Table 6. Rinhat 03.000 1. Lamaknen*) Kabupaten Belu 94.Brucellosis. Raihat 16.350 1.094 8. Lasiolat 17.

Malaka Timur 08. Laen Manen 09.5 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di luar Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Slaughting that happened out of Slaughter House by District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Sasita Mean*) 07. Lasiolat 17. Kobalima*) 11. Wewiku 04. Raihat 16.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Raimanuk 10. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kuda Horse (2) Sapi Cow (3) 6 3 9 9 27 Kerbau Buffalo (4) Kambing Goat (5) Domba Sheep (6) Babi Pig (7) - Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 243 . Weliman 05. Malaka Tengah 06. Tasifeto Barat*) 12.3. Kota Atambua*) 14. Rinhat 03. Kakuluk Mesak 13.

6 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di dalam Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Slaughting that happened in Slaughter House by District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Malaka Tengah 06.385 42 0 0 1. Weliman 05. Sasita Mean*) 07. Rinhat 03. Malaka Barat 02. Raihat 16.034 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 244 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .589 0 0 0 0 Kerbau Buffalo (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 41 0 0 0 0 Kambing Goat (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Domba Sheep (6) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Babi Pig (7) 0 0 0 0 9 0 0 0 0 0 42 0 983 0 0 0 0 Kabupaten Belu 0 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Tasifeto Barat*) 12. Kota Atambua*) 14.3. Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13. Laen Manen 09. Wewiku 04. Tasifeto Timur 15. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kuda Horse (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sapi Cow (3) 16 0 0 0 586 0 0 0 0 0 194 0 1.

PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kuda / horse 02.232 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 245 .294 14.232 0 0 0 0 0 Jenis Ternak Kind of Livestock (1) 01.7 Pengeluaran Ternak dan Hasil Ikutannya Menurut Jenis Ternak di Kabupaten Belu Livestock Product and Others Product by Kind in Belu Regency 2007 Hasil Ternak dan Ikutannya Livestock Product and others product Bibit (ekor) (2) 0 0 0 0 0 0 0 Potong (ekor) (3) 84 9. Lainnya / others Jumlah / total 0 10. Kambing / goat 05. Sapi / cow 03.643 456 106 5 0 0 Kulit (Kg) (4) 0 14.3. Kerbau / buffalo 04. Ayam / hens 07. Babi / pig 06.

Kerbau / buffalo 04. Kambing / goat 05. Sapi / cow 03. Ayam / hens Asal Belu (2) 0 0 0 0 0 0 Ternak Bibit Luar Belu (3) 0 0 0 0 0 0 Jumlah (4) 0 0 0 0 0 0 Jumlah / total 0 0 0 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency 246 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . 2 0 Jenis Ternak Kind of Livestock (1) 01. Babi / pig 06. Kuda / horse 02.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Banyaknya Ternak Menurut Asal Ternak .

8 Pengunaanya.643 456 106 5 0 10. dan Jenisnya di Kabupaten Belu 0 7 Ternak Potong (ekor) Asal Belu (5) 84 9.3.643 456 106 5 0 10.294 Asal Belu (8) 0 0 0 0 0 0 0 Kulit (lembar) Luar Belu (9) 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah (10) 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 247 .PERTANIAN / AGRICULTURE Table 6.294 Luar Belu (6) 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah (7) 84 9.

Kehutanan Foresty .

4. Rencana Luas Kawasan Hutan Menurut Pola Tata Guna Hutan per Kecamatan di Kabupaten Belu Planning Foresty Area by it Function per District in Belu Regency 2007 (Hektar) Fungsi Hutan / Foresty Function Kecamatan District Hutan Lindung Protective Forest (2) 2. Tasifeto Timur 15. Tasifeto Barat*) 12.841. Kakuluk Mesak 13. Malaka Tengah 06.47 20. Malaka Timur 08.166. Weliman 05.40 296.950.150. Sasita Mean*) 07. Lasiolat 17.699.775.1.00 1.97 591.32 (1) 01.00 3. Rinhat 03. Raihat 16. Kota Atambua*) 14.95 5.00 374.00 51.632.32 1.189.241. Laen Manen 09.531. Kobalima*) 11.00 3.00 4. Wewiku 04.356.00 9.768.25 Hutan Tetap Difinitive Forest (3) Hutan Produksi Productive Forest (4) 2.950.27 5.400. Malaka Barat 02.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6.127. Raimanuk 10.16 4.72 Suaka Marga Satwa Natural Park (6) 2.72 8.92 355.750.375.28 Cagar Alam Original Forest (5) 3.39 3. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Forest of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 249 .

Wewiku 04.902. Lasiolat 17.08 4.750. Tasifeto Barat*) 12.401.00 Jumlah Total (1) 01.775. Kota Atambua*) 14.00 11.632.95 5.00 69.PERTANIAN / AGRICULTURE Lanjutan / Continued Table 6.241. Malaka Tengah 06.525.97 6. Kakuluk Mesak 13.00 4.090.1 Fungsi Hutan / Foresty Function Kecamatan District Taman Burung Bird Park (7) Taman Wisata Reserve Forest (8) Hutan yang Dapat Dikonversi Convered Foresty (9) 1. Sasita Mean*) 07.306. Raimanuk 10.32 3. Lamaknen*) Kabupaten Belu (10) 3.140.758.40 651.00 2. Kobalima*) 11. Malaka Timur 08.66 5. Rinhat 03. Weliman 05.4.57 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 250 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raihat 16.19 20.140. Laen Manen 09. Malaka Barat 02.00 1. Tasifeto Timur 15.768.

Rinhat 03.725 Jumlah Total (4) 2.607 1. Kobalima*) 11. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Barat*) 12.118 2. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kelas Campuran (2) 1. Laen Manen 09. Malaka Timur 08.200 6.334 11.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6. Tasifeto Timur 15.342 2. Raihat 16. Malaka Barat 02. Malaka Tengah 06.134 4. Wewiku 04.024 2.000 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 251 .182 1. Sasita Mean*) 07. Weliman 05.417 1.4.524 4.275 Kelas Gubal (3) 992 1. Lasiolat 17. Raimanuk 10.2 Produksi Kayu Cendana di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Production of Cendana Wood in Belu Regency by District 2007 (kg) Kecamatan District (1) 01.126 1. Kota Atambua*) 14.

000 1. Lilin 06.00 8.841.470 3.720 800 2. Balok Kelapa B.) (5) Jenis Hasil Perincian Production Type (1) satuan (2) Harga/Unit ( Rupiah ) (4) A.588. Kemiri biji 02. Nuri 08.691.4.371.80 6.06 4.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Madu 07.. Kemiri isi 03. Kayu Indah 7.81 1.508.508.10 4. Kayu jati bulat besar 10.000 1. Asam isi 05. Sirih hutan Kg Kg Kg Kg Kg Ltr Ekor Kg M3 ton 108.775.00 M3 M3 M3 M3 M3 M3 Kg M3 379.160.000.000 10.720.000 500.00 2. Kayu pertukangan/penjualan 1.000 900.894. Kayu rimba campuran 5.500 4.28 - 252 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kayu Lamtoro Gung 8. Siri Hutan 09.450.000 227.08 600. Kayu jati bulat 2.810 1. Asam biji 04. Kayu jati olahan 3.250 1.841.126.00 1.310 387.000 270.3 Produksi Kayu dan Hasil Ikutannya Production of Wood and Others Product 2007 Produksi Numbers of Production (3) Nilai Produksi (Rp 000.000.549.79 7. Kayu rimba bulat 4.13 9. Mahoni Olahan 6.160.290 2. Hasil hutan ikutan 01.48 4.000 1.00 3.

kelas campuran 23.PERTANIAN /AGRICULTURE Lanjutan Tabel / Continued Table 6.000 75.275 Nilai Produksi ( Rp 000. cecak rawo g.650. ayam hutan d.625.00 23. Sheed lack 21. nuri duski f. kelas gubal b. perkutut h. Bambu 18. Kunyit 16. Kayu cendana a..) (5) 2. Balok kelapa 20. Kayu kuning 14. sarang burung walet 22.3 Produksi Numbers of Production (3) 660 4. Kayu rimba bulat besar kelas III Satuan (2) kg Lmbr Btg kg M3 kg Kg kg Harga /Unit ( Rupiah ) (4) 13.00 395. perlel dada kuning b.4. Sarang burung 19. kakatua putih kecil c.500 5. Bebak 17. Biji lamtoro gung 15.a. Kayu bakar Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 253 .725 5.000 1.00 - Jenis Hasil/Perincian Production Type (1) 11.625. Utas / ules 12. b e o e.

400 14.000 182.500 2.010 108.500 4.510 120.200 24.050 11.4 Pengiriman Antar Pulau Hasil Hutan Non Kayu 2007 Jenis Hasil Hutan Bulan (1) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Asam Biji (Kg) (2) 6.000 317.400 14.080 10.000 (4) 20.000 Kemiri Kemiri Kulit (Kg) Kupas (Kg) (3) 6.910 27.720 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency 254 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .600 234.290 660 800 3.493.500 521.000 205.600 120 - Jumlah 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.310 387.200 9.000 346.000 64.4.640 5.000 159.270 Kayu Kuning (Kg) (5) 660 Madu (liter) (6) 800 Lilin (kg) (7) 3.240 16.800 5.000 12.000 7.800 1.000 494.800 35.010 5.200 105.

80 Kayu Jati Bulat (M3) (4) 6.95 78.508.20 481.24 53.29 206.99 4.08 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 255 .PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6.97 - 7.44 24.05 168.48 295.79 529.11 9.35 482.5 Pengiriman Antar Pulau / ke luar Daerah Hasil Hutan Kayu 2007 Jenis Hasil Hutan Bulan (1) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember kayu jati Kayu Rimba olahan (M3) Olahan (M3) (2) (3) 151.4.41 32.79 378.43 Kayu Rimba Kayu Indah Bulat (M3) Olahan (M3) (5) (6) 7.41 44.04 41.26 85.08 - Jumlah 4.17 591.28 200.79 12.45 756.36 392.04 4.65 253.

Perikanan Fishery .

Nelayan sambilan utama 3. Nelayan Penuh 2.1 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Laut di Kabupaten Belu Menurut Kategori Usaha Numbers of Marine Fishing Household in Belu Regency by Categories 2007 Kategori Usaha Category Jumlah Nelayan/Jiwa Numbers (2) 971 1.150 737 Jumlah rumah tangga perikanan Marine fishing household (3) 365 446 277 (1) 1.5.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.088 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 259 . Nelayan sambilan tambahan Jumlah Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 2.858 1.

2 Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya Numbers of Marine Fishing Boat in Belu Regency by Type of Boat 2005 .Jukung / Dogout Boat .2007 Kategori Category (1) 1. Kapal Motor .Perahu Besar / Big Boat/Ship 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Perahu Motor Tempel / Out Board Motor 2005 (2) 2006 (3) 2007 (4) 355 99 29 180 385 25 18 9 250 516 20 17 7 258 3.5 GT . Perahu Tanpa Motor / Non Powered Boat .10 GT .5.Perahu Sedang / Medium Boat .10 GT ke atas / 10 GT and Over 35 18 3 22 4 - Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 260 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .Perahu Kecil / Small Boat .0 .6 .

Long Line Dasar . Jaring Insang / Gill Net 4. Trammel Net 5. Pukat Cincin / Ring Scine 3. Alat Lainnya . Jaring Angkat .Pancing Lainnya / others 7. Pukat Kantong / Basket Scine .Pukat Pantai / Beach scine 2.2007 Kategori Usaha Category (1) 1.Lainnya / Others 6.Pole and Line .Bagan Rakit/ Perahu .PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.Jala lempar .Bubu Source : Fishery Service of Belu Regency 75 52 139 132 136 115 4 0 99 129 6 0 106 168 10 2 117 170 1 2 0 0 0 0 1 0 0 9 573 86 2 0 6 746 112 6 100 8 919 181 2005 (2) 2006 (3) (unit) 2007 (4) Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 261 .5. Pancing / Pole and line .Bagan Tancap .Pancing Tonda .3 Jumlah Alat Penangkapan Ikan di Kabupaten belu Menurut Jenisnya Numbers of Marine Fishing Gear in Belu Regency by Type of Gear 2005 .Payang Lampara / Payang .

24 2007 (4) 1.92 2.2007 (ton) Sub Sektor Group (1) 1. Perikanan Laut / Sea Fishery 2005 (2) 744.Perikanan Umum / Open Water .Sawah / Wet land Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 0.Tambak / Breakish Water pond .20 - 0.55 - 262 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 - 0.14 2006 (3) 907.00 81.5.4 Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Menurut Sub Sektor Production of Fishery in Belu Regency by Fisheries Group 2005 .90 3.07 4.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Perikanan Darat / In Land Fishery 124.Kolam / Fresh Water Pond .381.18 120.45 .00 119.00 117.37 85.98 4.

71 396.86 85.15 Produksi Production (ton) (3) 3.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.5.55 81. Kolam / Fresh Water Pond 2. Tambak / Breakish Water Pond 3.5 Luas dan Produksi Budidaya Perikanan Darat di Kabupaten Belu In Land Fishery Production in Belu Regency 2007 Luas Area (Hektar) (2) 22.90 - Kategori Usaha Category (1) 1.45 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 263 . Perairan Umum / Open Water Jumlah / Total Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 418.

Cakalang 03. Belanak 16.04 47. Julung Julung (Nipi) 20. Biji Nangka 23.5.66 5. Alu-Alu 06.20 78. Terubuk 21.99 - 264 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .01 6. Kakap Merah 07.68 21. Tetengkek 13. Kerapu Balong 11. Tembang Kobi 18.11 35.12 1.99 27.28 38.98 47. Lencam 22.26 15.28 3.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Karapu Sunu 12.06 0.6 Produksi Ikan Laut di Kabupaten Belu Menurut Jenis Ikan Sea Fisheris Production by Type 2007 Jenis Ikan / kinds of fish (1) 01. Tuna 02. Tembang 17. Kerapu Karang 10. Tenggiri 05.66 2. Tongkol 04. Kakap Putih 08. Tembang Kaleng 19.72 7.84 1.93 2. Kembung 14.79 61.84 25. Kerapu Lumpur 09. Kurisi Produksi / Production (ton) (2) 210. Terbang 15.12 35.

87 6. Udang Putih 44.98 33. Selar 33.27 26.92 Jumlah Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 265 .04 1. Kerang Darah 38.11 8.71 48. Cumi Cumi 42.36 7.15 18.50 9. Kepiting Bakau 36. Gerot Gerot 30. Tiram 39. Selanget 31.PERTANIAN / AGRICULTURE Lanjutan / continued table 6.79 1. Kerang Hijau 37.5. Pinjalo 28.30 30.00 444. Remis 41.82 9.381. Bentong 29. Gurita 43. Pari 35. Kwee 26. Ikan Lainnya Produksi / Production (ton) (2) 27. Udang Lobster 46. Simping 40. Baronang 32. Udang Windu 45. Talang-Talang 27. Teri 34.6 Jenis Ikan / kinds of fish (1) 24.23 3. Layang 25.64 2.76 12.13 3.63 0.08 11.

BAB / CHAPTER 7 Industri & Energi Industries & Energy .

usaha ini diposisikan semata-mata sebagai usaha sampingan dan bersifat musiman dengan kemampuan modal yang sangat terbatas.573 orang terdiri dari tenaga kerja formal 284 orang (4.68%).34% dari keadaan tahun lalu. Dengan industri yang berkembang maju maka akan menjadi lokomotif yang menarik gerbong pertumbuhan sektor-sektor supply sebagai penyedia bahan-bahan baku dan pada gilirannya akan mendorong maju sektor demand seperti perdagangan. Apa lagi bagi sebagian besar rumah tangga pengrajin. Pada tahun 2007 jumlah usaha industri di Kabupaten Belu sebanyak 3.09%) dan sub sektor industri hasil Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 269 . Penyerapan tenaga kerja untuk sektor industri pada tahun 2007 sebanyak 6. bahkan cenderung berjalan ditempat. Dilihat dari komposisi jenis industri. mesin dan kimia 744 unit (23. Hal ini disebabkan karena usaha industri kita didominasi sub sector industri kerajinan rumah tangga yang kapasitas produksinya sangat terbatas.832 orang (43. Dari jumlah tersebut sebanyak 44. Sama halnya dengan komposisi penyebaran jenis perusahaan industri sub sektor industri aneka menyedot tenaga kerja 2.84%) dan industri logam. Penyerapan tenaga kerja di sektor industri ini sebenarnya baru sekitar 4. dan industri hasil pertanian dan kehutanan 1001 unit (31.66%).INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY INDUSTRI & E N E R G I INDUSTRI PENGOLAHAN  Pembangunan industri adalah bagian dari pembangunan ekonomi yang diharapkan dapat mengacu laju pertumbuhan ekonomi secara simultan dengan memanfaatkan output sektor primer sebagai bahan dasarnya. sebanyak 1399 unit (44. Perkembangan industri di Kabupaten Belu relative lamban.50%) diantaranya industri aneka.32%) dan non formal 6.289 orang (95. bersifat padat karya dan rentan terhadap krisis karena memiliki akses pasar lokal yang nota bene memiliki keterbatasan daya beli.221 orang). transportasi.50 % diantaranya diklasifikasikan sebagai industri aneka.144 unit atau naik sebesar 248.03% dari total pekerja di Kabupaten Belu (163. lembaga keuangan dan sektor jasa-jasa.

71%.   LISTRIK DAN AIR MINUM  Kebijaksanaan pemerintah dibidang kelistrikan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong 270 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .74%) serta sub sektor industri logam mesin dan kimia menyedot tenaga kerja 1.105. Pada umumnya kegiatan konstruksi termasuk kegiatan yang melibatkan barang-barang modal. pasir 103. sertu 130.23%.94% dari perusahaan yang ada bermukim di Kota Atambua sedangkan sisanya masing-masing Malaka Tengah 3. Dilihat dari penyebaran tempat kedudukan perusahaan secara kewilayaan sebanyak 88.930 m³. waduk jaringan listrik. karena itu membutuhkan spesifikasi keahlian dan kekuatan modal yang memadai. Realisasi pemakaian bahan bangunan galian golongan C selama tahun 2007 di dominasi batu gelondongan 147.30 m³. jalan.49 m³. Malaka Timur 1.71%) dan K sebesar 405 unit (95.65%.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY pertanian dan kehutanan menyedot tenaga kerja 2.  PERTAMBANGAN  PENGGALIAN  DAN  Konstruksi merupakan segala kegiatan yang berkaitan dengan pembuatan. instalasi air.105.17%).30 m³ dan batu pecah 39. Kakuluk Mesak 0.152 orang (32. Pada tahun 2007 jumlah perusahaan konstruksi sebanyak 425 unit dengan perincian klasifikasi perusahaan sebagai berikut: klasifikasi M sebesar 20 unit (4.53%. jembatan.817. Laen Manen 0. KONSTRUKSI. rehabilitasi dan pemeliharaan bangunan/konstruksi yang menyatu dengan lahan tempat kedudukannya seperti gedung.35%.589 orang (24. pemasangan. Sesuai dengan kondisi perekonomian di Kabupaten Belu perusahaan konstruksi yang ada merupakan perusahaan borongan yakni mengerjakan borongan konstruksi berdasarkan pesanan pemilik proyek semata-mata dalam hal ini adalah proyek- proyek pemerintah. Sedangkan pengerjaan konstruksi yang bersifat “direct investment” praktis sulit dilakukan karena kendala keterbatasan modal para pengusaha dan kapasitas daya beli masyarakat.88%. Malaka Barat 1.71% dan Kobalima 0.29%). pengeboran sumur pompa dan pemasangan atap serta rehab gedung. Tasifeto Barat 2.

745.266 Kwh Secara umum jumlah pelanggang listrik di Kabupaten Belu sampai pada tahun 2007 sebanyak 11. RSS : 2. Terminal air: 1 pelanggan 4.700 VA dengan pemakaian 1.622 pelanggan 2. Rumah Sakit Pemerintah : 5 pelanggan Kelompok III. daya terpasang pembangkit tenaga listrik PLN di Kabupaten Belu sebesar 12. Rumah (selain RSS dan Mewah 2. Yayasan Sosial: 4 pelanggan 4. Untuk mencapai sasaran tersebut diupayakan peningkatan daya pasang pembangkit tenaga listrik dan perluasan jaringan distribusi agar tersedia tenaga listrik dalam jumlah yang memadai dengan mutuh pelayanan yang prima.792 pelanggan yaitu: 1. Hidran umum/ kran umum: 9 pelanggan 2. sedangkan sisanya masing-masing pelanggan bisnis dan perhotelan 18. Panti Asuhan : 3.19 %. Badan social 2.618 unit (77.97 % dari tahun yang lalu. Rumah mewah: 2. Niaga besar : 70 pelanggan Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 271 .04 %. Niaga kecil 126 pelanggan 3.915 pelanggan yang terdiri dari 4 kelompok pelanggan. sebanyak 2. Tempat ibadah: 9 pelanggan Kelompok II Sebanyak 34 pelanggan yaitu: 1.134 unit atau meningkat 89. Keberadaan air bersih merupakan tuntutan yang sangat vital karena menyangkut kelangsungan hidup manusia sehari-hari. Industri rumah tangga :4. Sekolah Negeri : 25 pelanggan 5. Kamar mandi/WC umum: 3.51 %. Kelompok I. teruntama aktifitas sector industri dan jasajasa. Pada tahun 2007. Kantor Pemerintahan dan penerangan jalan 1.86 % serta pelanggan usaha industri hanya 0.40 %) diantaranya pelanggan rumah tangga. Dari jumlah pelanggan tersebut sebesar 8.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY kegiatan ekonomi. Kabupaten 44 pelanggan Kelompok IV. sebanyak 19 pelanggan yaitu 1. Jumlah pelanggan air bersih di Kabupaten Belu tahun 2007 sebanyak 2. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun yang dibarengi dengan kerumitan aktifitas social – ekonominya membawa dampak pada peningkatan jumlah dan ragam permintaan akan air bersih.512. sebanyak 70 pelanggan yaitu: 1. Instansi pemerintah/ABRI Tk.

mesin dan kimia 29% Industri Hasil Pertanian & Kehutanan 33% Industri Aneka 38% Sumber : Dinas Perindag Kabupaten Belu 272 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Jumlah Perusahaan/Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri di Kabupaten Belu Tahun 1997 .2000 2500 2000 1500 1000 500 Industri Kerajinan 0 1997 1998 1999 Industri Kecil Industri besar/sedang 2000 Sumber : Dinas Perindag Kabupaten Belu Gambar 7.1. Persentase Industri Pengolahan Menurut Bidang Usahanya di Kabupaten Belu Tahun 2007 Industri Logam.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Gambar 7.2.

Industri Industries .

001 1. Kobalima*) 11. Rinhat 03.144 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 275 . Sasita Mean*) 07. Raimanuk 10.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.1 Banyaknya Perusahaan / Usaha Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan Numbers of Manufacturing / Etablishment by District 2007 Industri Hasil Pertanian & Kehutanan (2) 128 20 30 196 2 46 20 40 86 60 40 189 84 20 40 Industri Logam. Malaka Barat 02. Lasiolat 17. Lamaknen*) Industri Aneka (3) 158 70 20 60 45 24 70 80 100 100 93 129 170 60 60 160 Jumlah Total (5) 537 91 88 80 281 26 137 100 40 186 207 222 452 347 90 60 200 Kabupaten Belu 1. Tasifeto Timur 15. Malaka Tengah 06.399 744 3. Tasifeto Barat*) 12. Mesin & Kimia (4) 251 1 38 20 40 21 47 89 134 93 10 - Kecamatan District (1) 01. Kakuluk Mesak 13. Laen Manen 09. Kota Atambua*) 14. Weliman 05. Raihat 16.1. Malaka Timur 08. Wewiku 04.

832 Jumlah Total (5) 1. Laen Manen 09. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Barat*) 12. Lamaknen*) Kabupaten Belu Industri Aneka (3) 283 140 40 180 90 48 140 140 200 200 186 285 340 120 120 320 2. Malaka Timur 08. Kota Atambua*) 14. Mesin & Kimia (4) 513 10 76 40 84 45 94 178 339 190 20 1.1. Rinhat 03.589 Kecamatan District (1) 01. Kakuluk Mesak 13.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Wewiku 04.061 190 176 220 547 53 277 180 80 332 414 444 1.2 Banyaknya Pekerja Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan Numbers of Person Enganged in Manufacturing Sector by Industry Categories and District 2007 Industri Hasil Pertanian & Kehutanan (2) 265 40 60 373 5 92 40 80 132 120 80 597 168 20 80 2. Malaka Barat 02. Weliman 05. Kobalima*) 11. Raihat 16. Lasiolat 17. Tasifeto Timur 15.573 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 276 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Tengah 06.221 698 160 120 400 6. Raimanuk 10.152 Industri Logam.

Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Ind. Ind. Pertenunan 02. Tambur likurai 04. Alat pertanian dari logam 02. MESIN & KIMIA 01. Ind. Ind. Ind. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Gerabah 0 128 0 265 0 0 0 0 2 2 115 16 20 7 0 158 0 0 0 0 14 14 190 32 40 7 0 269 0 1 0 0 41 0 134 76 0 4 0 0 89 0 268 152 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 1 3 251 537 4 18 509 1. Ind. kue kering & sejenisnya 0 0 120 8 0 0 240 25 JUMLAH I II. Bengkel mobil 03. Ind. Sapu ijuk 05.043 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 277 . INDUSTRI LOGAM. Garam yodium/garam rakyat 04.3 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Barat Menurut Jenis Industri.1. Ind. Roti manis. INDUSTRI ANEKA 01. Minyak goreng dari kelapa 02. Perabotan RT (meubel) JUMLAH II III. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Barat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) tenaga kerja formal (4) formal (2) non formal (3) non formal (5) I. Ind.

Bengkel mobil 03. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Rinhat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02.4 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Rinhat Menurut Jenis Industri. Garam yodium/garam rakyat 04. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Roti manis. Ind. Ind. Ind.1. Tambur likurai JUMLAH II III.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Alat pertanian dari logam 02. Batu merah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 20 0 40 0 0 0 0 60 10 0 70 0 0 0 0 120 20 0 140 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 91 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 10 190 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 278 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . MESIN & KIMIA 01. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Ind. INDUSTRI LOGAM. Pertenunan 02. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. kue kering & sejenisnya tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 20 0 0 0 40 JUMLAH I II. Ind.

Ind. Ind. MESIN & KIMIA 01. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. Ind. INDUSTRI ANEKA 01.1. Garam yodium/garam rakyat 04. Tambur likurai JUMLAH II III. Ind. Gerabah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 30 0 60 0 0 0 0 20 0 0 20 0 0 0 0 40 0 0 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 38 38 88 0 0 0 0 0 0 0 0 0 76 76 176 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 279 . kue kering & sejenisnya 03. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Ind. Roti manis.5 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Wewiku Menurut Jenis Industri. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Wewiku by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Bengkel mobil 03. Pertenunan 02. INDUSTRI LOGAM.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Ind. Tahu Tempe tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 20 0 10 0 0 0 40 0 20 JUMLAH I II.

Ind. MESIN & KIMIA 01. INDUSTRI ANEKA 01. Pande Besi JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 80 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 40 220 0 0 0 0 60 0 0 60 0 0 0 0 180 0 0 180 formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 280 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. kue kering & sejenisnya JUMLAH I II. Alat pertanian dari logam 02. Ind. Ind. Garam yodium/garam rakyat 04. INDUSTRI LOGAM.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind.1. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. Ind. Pertenunan 02. Roti manis. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03.6 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Weliman Menurut Jenis Industri. Ind. Tambur likurai JUMLAH II III. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Weliman by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Bengkel mobil 03. Ind.

Bengkel Motor 03. INDUSTRI LOGAM. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Foto copy 08. Barang dari semen 0 45 0 90 1 0 0 0 0 40 0 0 4 0 0 0 0 80 0 0 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 1 7 40 281 4 26 80 521 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 281 . INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Perabot kelengkapan rum tangga dari kayu 07. MESIN. Ind. Kerupuk udang tenaga kerja formal (4) formal (2) non formal (3) non formal (5) 0 0 0 1 0 3 1 1 0 107 40 5 0 24 0 0 0 20 0 0 0 6 0 13 1 2 0 205 48 10 0 48 0 0 0 40 JUMLAH I II. Pertenunan 02. Macam-macam es 05. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Gula merah 04. Minyak goreng dari kelapa 02. Bengkel motor 02. Ind. & KIMIA 01. Ind. Ind.7 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Tengah Menurut Jenis Industri. dan sejenisnya 03. Garam yodium/rakyat 04. Roti manis kering. Ind. Ind. Ind. Ind. Keripik pisang/ubi 06.1. Ind. Ind. Ind. Penggilingan Padi 09. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Tengah by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Ind. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 6 0 0 196 40 5 22 0 0 351 80 10 JUMLAH II III.

Macam-macam es 05. Ind. Ind. Perabot kelengkapan rum tangga dari kayu 07. Ind. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. Pertenunan 02. Ind. Roti manis kering. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 0 2 0 5 0 0 24 0 0 0 48 0 JUMLAH II III. Ind. Ind. Keripik pisang/ubi 06. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01.8 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Sasita Mean Menurut Jenis Industri. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Sasita Mean by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. INDUSTRI LOGAM.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Gula merah 04.1. Bengkel motor 02. Ind. Bengkel Motor 03. Penggilingan Padi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) JUMLAH I II. dan sejenisnya 03. Ind. Garam yodium/rakyat 0 24 0 48 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH III 0 0 0 0 0 53 0 26 JUMLAH I + II + III Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 282 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Foto copy 08. & KIMIA 01. Ind. MESIN. Ind. Ind.

Industri Marmer JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 20 1 21 137 0 0 0 0 40 5 45 277 0 0 70 70 0 0 140 140 0 0 0 0 5 10 31 46 0 0 0 0 10 20 62 92 formal (2) Non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 283 . Ind.1. Industri gerabah 02. INDUSTRI LOGAM.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan JUMLAH I II. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Pertenunan JUMLAH II III. Ind. Ind. Ind. Gula merah 03.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. MESIN. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Timur by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I.9 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Timur Menurut Jenis Industri. INDUSTRI ANEKA 01. & KIMIA 01.

1. Bengkel mobil 03. Gerabah 0 80 0 140 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 100 0 0 0 180 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 284 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . INDUSTRI ANEKA 01. Ind. kue kering & sejenisnya 03. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Anyaman Lontar 0 20 0 40 0 0 0 60 0 20 0 0 0 100 0 40 JUMLAH II III. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Minyak goreng dari kelapa 02. Ind. Gula lempeng tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 0 0 20 0 0 0 0 0 40 JUMLAH I II. Ind. Ind. MESIN & KIMIA 01. INDUSTRI LOGAM. Roti manis. Alat pertanian dari logam 02. Bengkel motor 04. Pertenunan 02. Ind. Ind. Ind. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Laen Manen by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I.10 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Laen Manen Menurut Jenis Industri.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.

INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raimanuk by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Ind. Ind. Ind.11 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Raimanuk Menurut Jenis Industri. Sapu ijuk JUMLAH II III. Pertenunan 02. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Roti manis. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Minyak goreng dari kelapa 02. Alat pertanian dari logam 02. MESIN & KIMIA 01. Bengkel mobil 03. Tambur likurai 04. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01.1. Ind. Garam yodium/garam rakyat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 80 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 40 0 0 0 0 80 80 formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 285 . kue kering & sejenisnya JUMLAH I II. Ind. INDUSTRI LOGAM.

Minyak Kelapa Rakyat 0 JUMLAH I 0 26 40 20 86 0 0 0 0 52 40 40 132 II.1. Ind. Ind. Keripik pisang/ubi 0 02. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01.12 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kobalima Menurut Jenis Industri. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Pertenunan JUMLAH II JUMLAH I + II 0 0 0 100 100 186 0 0 0 200 200 332 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 286 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. Biskuit dari ubi kayu/pisang 0 03. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kobalima by Industry Kinds 2007 Unit usaha Kelompok Industri (1) Formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) I.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.

Tas tali gewang 03.Pengupas&pembersihbiji selain kopi (mete) 0 0 0 0 0 10 10 20 20 60 0 0 0 0 0 20 20 40 40 120 02. Ind.1. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Penjahit JUMLAH II III.13 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Jenis Industri. INDUSTRI LOGAM. Dendeng/Abon Sapi JUMLAH I II. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District TasifetoBarat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) tenaga kerja formal (4) formal (2) Non formal (3) Non formal (5) I. Biskuit Pisang 04.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. Batu bata dari tanah liat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 60 20 20 100 0 0 0 0 120 40 40 200 0 0 0 0 24 23 47 207 0 0 0 0 48 46 94 414 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 287 . Ind. Pertenunan 02. Ind. Industri gerabah 02. & KIMIA 01. Ind. Ind. Ind. MESIN. Madu 03. INDUSTRI ANEKA 01.

Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kakuluk Mesak by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Pertenunan 02. Emping Jagung 02. Ind. Ind.14 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Jenis Industri. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Garam yodium/garam rakyat 02. Ind. & KIMIA 01. Ind. Pande Besi 0 0 0 0 50 3 40 93 0 0 0 0 100 6 80 186 0 0 0 79 10 89 0 0 0 158 20 178 JUMLAH II III. INDUSTRI LOGAM. MESIN. Ind. Tas Tali Gewang JUMLAH I II. INDUSTRI ANEKA 01. Dendeng/Abon Sapi JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 20 20 40 222 0 0 0 0 40 40 80 444 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 288 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1. Ind. Penjahitan 03.

Ind. Ind.1. INDUSTRI LOGAM.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. Ind. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04. Alat pertanian dari logam 02. Tas Tali Sisil JUMLAH II III. Ind. Pertenunan 02. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Ind. MESIN. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Timur by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) 0 0 0 0 10 10 44 20 Kelompok Industri (1) I. Dendeng/Abon Ikan tenaga kerja non formal formal (4) (5) 0 0 0 0 20 20 88 40 JUMLAH I II. Ind. Ind. Ind. & KIMIA 01. Sapu ijuk 03. Tas Tali Gewang 04. Kapur JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 84 0 168 0 0 0 0 0 120 10 20 20 170 0 0 0 0 0 240 20 40 40 340 0 0 0 0 0 5 69 19 93 347 0 0 0 0 0 14 138 38 190 698 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 289 . Ind. Madu 03. Garam yodium/garam rakyat 03.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.15 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Jenis Industri. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01.

Ind. Garam yodium/garam rakyat 03. Biskuit dari ubi kayu/pisang JUMLAH I II. Ind.1.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04. INDUSTRI LOGAM. & KIMIA 01. Madu 03. Gerabah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 0 0 0 60 0 60 0 0 0 120 0 120 0 0 0 0 0 0 0 10 10 90 0 0 0 0 0 0 0 20 20 160 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 290 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . MESIN.16 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Raihat Menurut Jenis Industri. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Ind. Pertenunan 02.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. Sapu ijuk JUMLAH II III. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raihat by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Ind.

INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.17 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Lasiolat Menurut Jenis Industri. MESIN. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lasiolat by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Ind. & KIMIA 01. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. kue & sejenisnya 03.Minyak goring dari kelapa 02. Ind. Saos Tomat JUMLAH I II. Kapur JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 60 0 60 0 0 0 120 0 120 0 0 0 0 0 0 0 0 0 60 0 0 0 0 0 0 0 0 0 120 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 291 . INDUSTRI LOGAM. Ind. Ind. Roti manis. Pertenunan 02.1. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) JUMLAH II III. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Garam yodium/garam rakyat 03.

Ind. Meubel bambu JUMLAH I II. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lamaknen by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04. Madu 03.1. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Ind. Tahu/Tempe 05.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. Ind. Ind.18 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Lamaknen Menurut Jenis Industri. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Meubel dari kayu 06. Tas Tali Gewang JUMLAH II 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 0 0 20 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 0 0 40 80 0 0 0 0 100 0 60 160 0 0 0 0 200 0 120 320 JUMLAH I + II 0 200 0 400 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 292 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Pertenunan 02.

rum. Ind. Ind. Tahu 10.19 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kota Atambua Menurut Jenis Industri. Ind. Minuman ringan/sari buah 13. Ind. Percetakan dan penjilidan 19. Ind. Industri kasur bantal 18.Perabot&keleng. pengolahan & pengawetan daging 02. Pengolahan kopi 08. Ind. Ind. Kerupuk kulit 12. Ind. Roti manis. Ind. Mie basah 04. kue kering & sejenisnya 05. Tahu Tempe tenaga kerja non formal formal (4) (5) 13 0 2 37 0 0 2 0 4 2 4 5 5 0 137 8 0 11 18 0 15 2 0 108 4 7 0 21 14 0 0 0 0 16 99 9 32 2 0 20 JUMLAH I 57 132 248 349 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 293 . Ind. Jamu 14.1. Ind. Ind. Ind. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 03. Tempe 09.Kerajinan ukir-ukiran dari kayu kecuali meubel 17. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Keripik pisang/ubi 11. Ind. Macam-macam es 06. Photo copy 20. Ind. Ind. Kelapa parut 07.tangga dari kayu (meubel) 16. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kota Atambua by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) 5 0 1 8 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 24 2 0 3 8 0 7 1 0 30 2 6 0 9 5 0 0 0 0 7 33 5 16 1 0 10 Kelompok Industri (1) I. Ind. Peti mati 15.

Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Continued Table 7.1. Ind. Pakaian jadi dan tekstil (penjahit) 04. Ind. Stempel karet 09. Foto studio 13. Sablon JUMLAH II 0 0 3 0 1 0 1 0 0 1 0 3 2 0 11 30 11 27 8 2 2 5 2 4 9 12 0 0 6 118 0 0 12 0 8 0 1 0 0 2 0 3 8 0 34 60 11 92 16 4 4 10 2 4 17 18 0 0 13 251 294 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . INDUSTRI ANEKA 01. Cuci cetak foto bewarna 14. Reperasi sepatu 07. Pemangkas rambut 10. Ind. Reparasi radio. Salon kecantikan 12. Ind. Pengawetan kulit 06. Ind. Ind. Ind. Ind. Aneka sovenir dari tenunan 05. Ind. Ind. TV dll 08. Tambal ban 11. Ind.19 unit usaha non formal formal (2) (3) Kelompok Industri (1) tenaga kerja non formal formal (4) (5) II. Ind. tape. Pertenunan 02. Ind. Perajutan (obras) 03.

INDUSTRI MESIN 01. Ind. Karoseri kendaraan roda empat atau lebih 1 1 13 7 4 0 2 2 0 4 0 0 34 5 3 8 7 1 4 8 0 2 1 60 1 100 4 1 50 24 10 0 6 5 0 28 0 0 128 10 6 24 14 3 8 16 0 2 3 120 5 211 04. Ind.1. Bengkel las C. Ind. Reparasi jam 05. Ind.19 unit usaha Non formal formal (2) (3) tenaga kerja Non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) III. Bengkel mobil 02.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Continued Table 7. Pandai emas/perak B. INDUSTRI LOGAM. INDUSTRI LOGAM 01.INDUSTRI KIMIA 01. Permata (batu aji) 02. Ind. Genteng dari tanah liat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 102 350 410 811 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 295 . MESIN & KIMIA A. Ind. Ind. Ind. Ind. Vulkanisir Ban 02. Bengkel motor 03. Ind. Ind. Pemotongan kaca 03. Batu bata dari tanah liat 05. Barang dari semen 04. Ind. Ind.

Listrik Electricity .

990 2.494.685 1.236.808 115.412 Jumlah / Total 6.217 8.614 533.500 521.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.1 Banyaknya Pelanggan.650 2.750 92.933 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 299 .568.450 27.2.000 4. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Atambua Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 90 4.109 492.350 1.174.309 3 130 562. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.

370 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 300 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .850 138.001 Jumlah 476 487.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.000 22.2.2 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Atapupu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 13 392 54 1 16 16.369 3.600 286.350 1.173 1.972 32.350 23.150 59.855 20.

Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.850 13.158.808 1.333 261 13 54.650 5.2.402 Jumlah 1.450 335.561. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Betun Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 35 1.3 Banyaknya Pelanggan.642 1.000 1.950 166.193 110.223 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 301 .820 48.

600 3.311 17.550 1.496 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 302 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .500 44.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.608 25.650 241.700 111. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Besikama Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 10 385 94 4 13.2.4 Banyaknya Pelanggan.194 383 Jumlah 493 370.

599 20.2.650 6.5 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.936 2.750 167.521 Jumlah 966 763.610 43. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Naitimu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 43 735 177 11 94.666 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 303 .000 17.500 484.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.900 73.

800 21.974 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 304 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Silawan Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 2 126 3 10 2.025 Jumlah 141 113.900 59 3.150 19.200 69.050 10.903 1.6 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.987 5.

800 81.550 15.823 700 Jumlah 215 156.650 1. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Lamaknen Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 8 149 54 4 11.650 2.7 Banyaknya Pelanggan.213 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 305 .2.302 5.388 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.450 60.

150 99.544 7.550 1.000 263.757 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 306 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .342 227 Jumlah 232 328. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Manleten Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 9 173 45 5 11.950 49.8 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.644 90.2.650 3.

Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.9 Banyaknya Pelanggan.850 465 5.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.100 6.2.100 4.650 144. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Kobalima Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classificaton Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 6 186 3 5 9.160 844 411 Jumlah 200 178.880 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 307 .500 19.

Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Boas Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 17 221 23 3 16.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.350 1.044 3.446 310 Jumlah 264 174.10 Banyaknya Pelanggan.048 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 308 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .300 1.248 11.250 134.800 16.900 22.

INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.11 Banyaknya Pelanggan.750 951 4.146 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 309 . Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Kaputu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 5 84 17 2 7.250 7.700 15.867 246 Jumlah 108 87.082 1.2.000 62.800 1.

Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.348 696 103 Jumlah 95 62.750 6.700 3.300 3.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Biudukfoho Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 3 79 10 3 4.050 396 2.12 Banyaknya Pelanggan.800 47.543 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.

650 5.900 41.000 8.300 258 3.465 973 321 Jumlah 85 54.13 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.450 1.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Haekesak Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 3 70 11 1 3.017 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 311 .INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.

Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN di Kabupaten Belu Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electricin Belu Regency by Clasification 2007 Jumlah Pelanggan Numbers of Costumer (2) 244 8.177 130.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.700 50.745.134 12.2.320 871.618 2.350 7.628 625.079 4.512.800 3.500 619.523.511.14 Banyaknya Pelanggan.062 Klaisifikasi Tarif Classification (1) S R B I P Jumlah 11.700 1.266 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 312 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .350 Pemakaian Value of Consumption (KWH) (4) 114.061 4 207 Daya Pasang Value of Power (VA) (3) 807.

Air Minum Water Supply .

Ins.042 11.245.100 124.406. Sekolah Negeri 5.475.717.619.131. RSS 2. KELOMPOK PELANGGAN I 1.729.800 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 315 . Ins.900 15.156 1.500 2. Terminal Air 4.900 1.073. Rumah (selain RSS & Mewah) 2. KELOMPOK PELANGGAN II 1.310.582 571. Industri RT 4.700 20.630. Pem/ABRI Tngkt Kabupaten 9 1 9 34 4 25 5 2.300 3.1 Volume dan Nilai Air Minum Air Bersih / Minum yang disalurkan Menurut Jenis Pelanggan Numbers of Costumers Water Supply by Costumer Type 2007 Jumlah Pelanggan (2) 19 Volume (m3) (3) 7.467 Nilai (Rp) (4) 15. Tempat Ibadah II.191 9.3. Yayasan Sosial 4.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.700 2.845 13.792 2.515.198 924 613.100 Kategori Pelanggan (1) I. Kamar Mandi/WC Umum 3.000 35. Niaga Kecil 3.955 321 2. RS Pemerintah 6.830. Pem/ABRI Tngkt Kec & Kel III.622 126 44 4.682.100 839.034 7. Panti Asuhan 3. Hidran Umum/Kran Umum 2.300 1. KELOMPOK PELANGGAN III 1.695 28.

070. Niaga Besar 3. KELOMPOK PELANGGAN KHUSUS VI. Rumah Mewah 2.077 Nilai (Rp) (4) 110. KELOMPOK PELANGGAN IV 1.347. SUSUT (HILANG DLM PENGELUARAN) TOTAL 2.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan / Continued Table 7. Kedubes/Konsulat Asing V.3.1 Jumlah Pelanggan (2) 70 70 Volume (m3) (3) 18.000 - Kategori Pelanggan (1) IV.000 110.552.077 18. Ins.915 648. Pem/ABRI Tngkt Propinsi 4.282 1.700 Sumber : Badan Pengelola Air Minum Kabupaten Belu Source : State Water Board of Belu Regency 316 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .070.

Pertambangan Mining .

Malaka Tengah 06. Kakuluk Mesak 13. Wewiku 04. Malaka Timur 08. Sasita Mean 07. Kobalima 11. Lasiolat 17. Malaka Barat 02.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.1 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Kecamatan dan Kualifikasinya di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) Kualifikasi Perusahaan Menengah (M) Kecil (K) (2) (3) Jumlah (7) 01. Weliman 05. Raimanuk 10. Laen Manen 09. Raihat 16.4. Lamaknen Kabupaten Belu 20 20 8 15 7 3 1 10 3 358 405 8 15 7 3 1 10 3 378 425 Sumber : Bagian Pembangunan Pemda Belu Source : Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 319 . Tasifeto Timur 15. Tasifeto Barat 12. Rinhat 03. Kota Atambua 14.

Lasiolat 17. Kakuluk Mesak 13. Sasita Mean 07. Kobalima 11. Wewiku 04. Raihat 16. Kota Atambua 14. Rinhat 03.4.2 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Bentuk Badan Hukum dan Kecamatan Di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) PT (Persero) (2) PT (3) CV (4) Perusahaan Daerah (5) Jumlah (6) 01. Raimanuk 10. Tasifeto Timur 15. Malaka Barat 02. Lamaknen Kabupaten Belu - 20 20 8 15 7 3 1 10 3 357 404 1 1 8 15 7 3 1 10 3 378 425 Sumber : Bagian Pembangunan Pemda Belu Source : 320 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Laen Manen 09. Malaka Timur 08. Tasifeto Barat 12. Weliman 05. Malaka Tengah 06.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.

33 130.673.490.611.870.01 12.66 1.60 1.230.21 5.06 272.921. Tasifeto Barat 12.06 13.48 14.391.84 352.16 652.57 990.79 680.66 66.965.44 72.938.934.90 12.87 3. Tasifeto Timur 15.817.53 586.73 1.3249. Lasiolat 17.054.40 6.25 1.72 3.73 27.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.72 380.86 121.86 4.11 17. Raimanuk 10.62 338.288.021.05 1.03 147.450.094.106. Wewiku 04. Malaka Tengah 06.89 1. Weliman 05.08 20.210.63 1.80 6. Kota Atambua 14.77 1.280.27 10.31 1.76 703.12 401.85 3.046.22 39.81 12.29 1.59 18.51 7.205.176.089.897. Kobalima 11.427. Lamaknen (2) 2.316.442.23 5.332.86 2.02 143.37 45.61 3.494.43 Sumber : Dinas Pertambangan Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 321 .667.930.26 2.78 16.101.428.718. Laen Manen 09.97 191. Sasita Mean 07.194. Raihat 16.105.18 (6) 2.01 973.765.00 4.45 Kabupaten Belu 10.909.31 1. Kakuluk Mesak 13.3 Penggunaan Bahan Galian Golongan C menurut Jenis dan Kecamatan Di Kabupaten Belu 2007 Jenis Bahan Galian (M³) Batu pecah Batu Batu Batu (2/3Gelondon Sirtu Karang Kapur 3/5g 5/7) (3) 3.349.35 3.89 693.035.783.49 (7) - Kecamatan Pasir (1) 01.94 4.03 29.43 1.286.44 766.4.21 3.593.677.68 1.471.30 343. Malaka Timur 08. Rinhat 03.901.804.90 (4) (5) 243. Malaka Barat 02.700.88 362.68 9.464.

85 20.204. Malaka Timur 08.26 88.97 10.09 622.20 206.29 48.22 263. Malaka Tengah 06.80 261.79 2. Raimanuk 10. Laen Manen 09. Sasita Mean 07. Tasifeto Timur 15. Wewiku 04.649.77 109.64 1.78 Tanah Liat (5) 114.04 26.205.97 3.120.33 7. Lasiolat 17.672.40 172. Raihat 16.92 - 322 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .35 173. Kakuluk Mesak 13. Rinhat 03. Weliman 05.526.657. Kota Atambua 14.549.4.72 1.31 52. Kobalima 11.28 3.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Table 7.057.00 55.74 2.045.93 53.00 3.3 Jenis Bahan Galian (M³) Kecamatan Marmer (2) - Batu Warna/ Batu Aji (3) - Tanah (4) 1.868.78 65.288.40 86. Malaka Barat 02.11 6.93 Tanah Putih Batu Kapur (6) - (1) 01. Tasifeto Barat 12.19 61.00 1. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertambangan Source - - 206.20 2.199.01 71.288.511.683.05 164.

00 100.00 100. Raihat 16.800.261.00 100.725.10 2.00 100.661. Wewiku 04.00 16.530.00 100.8210.50 568. Kobalima 11.46 14. Kakuluk Mesak 13.481.112.123.68 20. Malaka Barat 02.00 100.156.607.378.405.513.773.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.126.00 100.664. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertambangan - 38.893.00 100.357.00 31.4.00 100.00 17.00 100.00 100. Raimanuk 10.50 838.041. Weliman 05.194.500. Tasifeto Barat 12.00 27.00 100.50 332.369. Malaka Tengah 06.519.259.00 100.00 Source Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 323 .631.00 100. Kota Atambua 14. Tasifeto Timur 15. Lasiolat 17.507. Malaka Timur 08.642.242.270.26 96.00 40.601.00 100.00 100.00 186.00 100.00 56.00 161. Sasita Mean 07.00 292. Rinhat 03.798.856.00 100.00 83. Laen Manen 09.4 Realisasi Penerimaan Pajak Pengambilan Pemanfaatan Bahan Galian Golongan C menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) Target (Rupiah) (2) Realisasi (Rupiah) (3) Persentase (%) (4) 01.885.045.459.

112.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Tasifeto Barat 12. Malaka Barat 02.211. Raihat 16. Wewiku 04. Malaka Tengah 06.4. Malaka Timur 08. Kota Atambua 14.112.900 70. Lasiolat 17.500 30. Sasita Mean 07. Lamaknen Kabupaten Belu 30. Weliman 05. Laen Manen 09. Rinhat 03.5 Realisasi Penerimaan Pajak Air Bawah Tanah menurut Kecamatan Di Kabupaten Belu Actual Receipts Retribution Under Soil Water by District in Belu Regency 2007 Kecamatan District (1) Sasaran Target (Rupiah) (2) Realisasi Realitation (Rupiah) (3) Persentase Percentage (%) (4) 01.900 21.211.44 70. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 15. Raimanuk 10.500 21.44 Sumber : Dinas Pertambangan 324 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kobalima 11.

BAB / CHAPTER 8 Perdagangan & Perhotelan Trade & Hotels .

PERDAGANGAN & HOTEL / TRADE & HOTELS

PERDAGANGAN & PERHOTELAN
PERDAGANGAN 
Sektor perdagangan merupakan sektor yang sangat strategis dalam mata rantai aktivitas ekonomi karena berperan sebagai mediator antara rumah-tangga konsumen dan rumahtangga produsen. Sebagai jaringan distribusi yang melayani kebutuhan masyarakat baik untuk barang konsumtif maupun produktif maka segala kebijakan di sektor perdagangan selalu diarahkan untuk menjamin penyebaran serta ketersediaan berbagai barang kebutuhan tersebut secara lebih merata dengan harga yang dapat dijangkau daya beli masyarakat. Pada tahun 2007 jumlah perusahaan di sektor perdagangan yang telah mengantongi surat izin usaha perdagangan sebanyak 1814 unit dengan klasifikasi jenis usaha perdagangan besar 26 unit (1.43%), perdagangan menengah 551 unit (30.37%), perdagangan kecil/eceran 1152 unit (63.51%) serta rumah makan sebanyak 69 unit (3.80%). Dari penyebaran secara geografis memperlihatkan bahwa 66.26% dari jumlah usaha perdagangan yang ada tersebar di wilayah kecamatan Kota Atambua sedangkan sisanya kecamatan Malaka Tengah 10.53%, Tasifeto Barat 5.13%, Malaka Barat 3.58%, Kakuluk Mesak 3.03%, Malaka Timur 2.32%, Raihat 1.93%, Tasifeto Timur 1.82% dan kecamatan lainnya sebesar 5.40%. Pada tabel 8.14 dapat dilihat volume pengadaan beberapa komoditi strategis terutama yang berasal dari luar wilayah Belu dimana pada umumnya mencakup barangbarang hasil pertanian dan industri pengolahan seperti beras, jagung, gula pasir, minyak goreng, dan minyak tanah. Pengadaan bahan makanan biasanya memuncak pada bulan-bulan yang berkaitan dengan hari raya seperti hari raya Lebaran, Natal maupun Tahun Baru. Sedangkan untuk pengadaan barang-barang non makanan jumlahnya relatif sama setiap bulan kecuali bahan bangunan yang biasanya membengkak pada bulan-bulan akhir tahun karena berkaitan dengan pengerjaan proyek konstruksi/ pemerintah

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

327

PERDAGANGAN & HOTEL / TRADE & HOTELS

yang segera diselesaikan pada akhir tahun anggaran.

PERHOTELAN 
Banyaknya akomodasi perhotelan sampai akhir tahun 2007 sebanyak 16 buah dengan total kapasitas tempat tidur yang tersedia 485 buah yang tersebar dalam 258 buah kamar tidur. Kapasitas tempat tidur yang ada hanya meliputi 15 buah hotel karena satu buah hotel yakni hotel Kalpataru sepanjang tahun 2007 tidak ada aktivitas penginapan. Jumlah tamu yang menginap selama tahun 2007 sebanyak 13,369 orang dengan perincian 12,740 orang (95.30%) adalah tamu domestik dan sisanya 629 orang (4.70%) merupakan tamu asing. Dibandingkan dengan keadaan tahun yang lalu jumlah tamu mengalami peningkatan sebesar 33.17%. Kendatipun meningkat, namun dengan jumlah tamu yang relatif kecil diduga ada kaitannya dengan perubahan pola lama dimana pada tahun-tahun sebelumnya sebagian besar tamu adalah aparat pemerintah tingkat propinsi maupun pusat yang melakukan tugas-tugas kedinasan di wilayah Kabupaten Belu. Namun semenjak diberlakukannya

pelaksanaan otonomi daerah, frekuensi kunjungan dalam rangka konsultasi dan pengawasan di daerah telah banyak berkurang. Justru yang terjadi sebaliknya adalah meningkatnya frekuensi kunjungan dari Kabupaten ke tingkat propinsi dan pusat untuk kepentingan konsultasi. Untuk tamu dari kalangan swasta masih bertumpu pada kalangan dunia usaha dan tamu-tamu asing. Sedangkan tamu non niaga atau tamu keluarga yang menggunakan jasa akomodasi masih relatif kecil karena berkaitan dengan keterbatasan kemampuan ekonomi masyarakat. Rata-rata tarif per hariorang yakni tarif minimum Rp 35,000,- dan tarif maksimum Rp 600,000,-. Sedangkan secara parsial antar hotel tarif terendah di hotel Merdeka, Wisata, dan Minang yakni Rp 35,000. sedangkan yang tertinggi untuk kelas VIP di hotel Nusantara II, Permata, Timor dan King Star masing-masing Rp 232,000,-, Rp 375,000,-, Rp 385,000,-, dan Rp 600,000,-.

328

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Gambar 8.1. Banyaknya Tamu yang Menginap pada Hotel di Kabupaten Belu Menurut Kewarganegaraannya Tahun 1998 – 2007
14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

WNI
Sumber : BPS Kabupaten Belu

WNA

Gambar 8.2. Tingkat Hunian Kamar Hotel di Kabupaten Belu Tahun 1998 – 2007
2007 2006 2005 2004 2003 2002 2001 2000 1999 1998
Sumber : BPS Kabupaten Belu
11.95 7.23 6.66 8.22 10.61 13.70 7.93 9.39 11.27 9.32

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

329

Perdagangan
Trade

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.1 Banyaknya Perusahaan/Usaha Sektor Perdagangan Menurut Jenis Usaha dan Kecamatan Numbers of Etablishment by Trade Scale and District 2007

Kecamatan District

Perdaganga n Besar Large Scale

Perdagang Menengah Medium Scale

Swalayan Super Market

Perdaganga n Kecil Small Scale

Rumah Makan Restorant

Hotel Losmen Hotel

Jumlah Total

(1)
01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima 11. Tasifeto Barat 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen Kabupaten Belu

(2) 26 26

(3) 27 2 1 0 45 1 14 0 0 3 18 14 412 9 0 0 5 551

(4) -

(5) 38 4 6 4 132 14 28 7 3 22 72 40 699 22 35 1 25 1152

(6) 11 3 1 52 2 69

(7) 3 13 16

(8) 65 6 7 4 191 15 42 7 3 25 93 55 1202 33 35 1 30 1814

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

333

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.2 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Kategori Lapangan Usaha di Kabupaten Belu 2006

Kategori Lapangan Usaha (1)
01. Pertambangan dan Penggalian 02. Industri Pengolahan 03. Listrik, Gas dan Air 04. Konstruksi 05. Perdagangan Besar dan Eceran 06. Akomodasi dan Makan Minum 07. Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi 08. Perantara Keuangan 09. Real Estate, Usaha Persewaan 10. Jasa Pendidikan 11. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 12. Jasa Kemasyarakatan, Sosbud, Hiburan Dan Perorangan lainnya 13. Jasa Yang Melayani RT

Perusahaan/Usaha

Tenaga Kerja

(2) 438 6,881 35 713 14,630 318 3,342 144 2,025 410 252 792 22

(3) 837 12,651 95 2,467 24,334 714 4,219 900 3,884 6,188 778 1,621 23

Jumlah

30,002

58,711

Sumber : Sensus Ekonomi 2006, BPS Source : Economic Census 2006, BPS

334

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.3 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Skala Usaha di Kabupaten Belu 2006

Skala Usaha (1)
01. Mikro 02. Kecil 03. Menengah 04. Besar 05. Tidak dapat diklasifikasikan

Perusahaan/Usaha

Tenaga Kerja

(2) 28,461 1,452 67 16 6

(3) 51,174 6,583 686 244 24

Jumlah

30,002

58,711

Sumber : Sensus Ekonomi 2006, BPS Source : Economic Census 2006, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

335

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Volume Antar Pulau ke Luar Untuk 2 0
Volume

Jenis Komoditas (1) 01. Kacang hijau 02. Bawang putih 03. K o p r a 04. Ketumbar 05. Kemiri kupas 06. Sapi potong 07. Sapi bibit 08. Kerbau potong 09. Kulit sapi kering 10. Asam biji 11. Kacang tanah 12. Biji mente 13. Kopi biji 14. Asam Biji 15. Kemiri Kulit 16. Jagung Biji 17. K a y u 18. Kunyit 19. Biji Kapok 20. Kedele 21. Drum Kosong 22. Kayu jati olahan 23. Siri hutan 24. Maek 25. Mengkudu 26. Kulit jeruk 27. Besi Tua 28. Kulit sapi basah 29. Lainnya

Satuan

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

(2) ton ton ton ton ton Ekor Ekor Ekor ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton/m³ ton ton ton ton ton ton ton

(3)
88.81 37.00 162 3 13.08 119.46 128.44 491.10 23.00 13.44 36.19

(4)
90.11 91.46 445 12 10.75 40.15 15.84 84.33 344.57 2.16

(5)
167.5 365.775 445 12 20.95 40.00 92.50 112.32 171.18 295.00 60.00 619..098 5.04 200 23.01

(6)
21.475 78.52 69.40 659 19 2.25 34.48 206.46 303.00 92.32 152.271 13.38 35.96

(7)
25.7 114.98 2523 51 5.700 91.95 3.50 25.32 35.00 264.999 0.2 4.00 56.00

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

336

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Table 8.1.4 Beberapa Komoditas di Kabupaten Belu 0 7
Volume Juni Juli Agst Sep Okt Nop Des Jumlah

(8)
25.00 60.88 11.56 2119 57 3.55 86.90 21.32 14.88 0.66 3.0 11.50 18.27

(9)
25.475 78.52 69.40 743 19 2.25 74.48 106.46 303.00 92.32 152.271 13.38 30.66

(10)
124.98 2523 51 5.700 91.95 3.50 35.00 164.999 0.2 4.00 33.00

(11)
43.76 145.95 2.50 2.80 3217 57 10.00 16.00 6.00 885.35 48.24 148.573 0.3 6.60 266.73

(12)
4.00 91.00 5.00 150.00 3948 165 8.50 500.00 3.00 7.50 665.00 59.60 914.30 2.50 148.04

(13)
123.40 10.10 30.00 1418 44 36.30 562.30 22.50 126.30 550.00 15.52 79.30 0.36 6.00 97.52

(14)
15.00 42.00 16.84 1146 20 3.50 300.00 4.50 20.00 334.60 123.00 0.40 3.60 31.10

(15)
160.41 1206.65 17.60 844.24 19348.00 510.00 122.53 1626.35 232.40 563.02 696.87 4241.62 405.88 2000.37 4.46 83.44 200.00 778.64

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

337

Benang tenunan 12. A s p a l 13.16 345.00 - Jenis Komoditas (1) 01.00 4600.32 - Mar (5) 1995.00 3200.23 5. Beras 02. Seng atap 14.00 54 79.00 17.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Pengadaan Barang Strategis di Kabupaten Belu 2 0 Volume Jan (3) 570. Jagung Satuan (2) ton ton ton ton Unit Unit M2 ton M2 ton ton ton Lembar ton Unit Unit Unit Unit ton Peb (4) 3322.00 4000. Tape recorder 20. Besi beton 05. Televisi 18.727 2.00 2000.851 27. Barang campuran 15.90 4900 1780.067 11 35 6.381 11.95 2212 1338.273 1 1 16.018 3989. Mesin jahit 17.00 25.00 3450.14 35.00 64. M o b i l 06.904 221. S e m e n 04.00 47.97 9 50 1. Sepeda motor 07.30 6 7 0.00 52 - Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 338 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tekstil 08.933 13. Minyak goreng 11. Sarung tenunan 10.00 200. Tepung terigu 16.442 4 0.00 Apr (6) 915.00 21. Radio tape 19.00 41.651 24900 1742.78 100.15 Mei (7) 1630.14 70.270 18.296 37030 990. Sabun cuci 09. Gula pasir 03.

00 257.851 27.00 0.01 52.15 Juli (9) 942.00 50.00 2800.946 49.79 2064.00 645.641 0.652 4 0.49 92.00 650.00 4358.00 76 - Okt (12) 2445.34 2412 1365.00 4990.458 9 65 0.40 10 128 2 21.10 298.00 41.00 64.23 5.875 13.30 13.00 - Des (14) 781.381 11.646 155.00 3000.00 17.00 974.00 0.00 - Nop (13) 4239.1.15 290.656 10.00 370.17 81.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Table 8.00 - Jumlah (15) 23142.31 0.00 175.00 13 21 3 1142.28 1300 1342.00 5 13 1135.00 250.308 82.00 2200.00 83.46 0.00 62300 1768.00 200.5 Menurut Jenis Barang dan Bulan 0 7 Volume Juni (8) 1879.00 69.00 565.00 196.79 1218.78 100.13 279.00 7.70 2.00 52 - Sep (11) 2794.904 221.651 24900 1742.97 9 50 1 27.00 44198.30 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 339 .00 4400.21 70.00 23 - Ags (10) 1630.16 345.00 5200.00 19310.89 159954.48 3.

Nopember 12. Agustus 09.102 347 10. September 10. Januari 02. Maret 04. Desember Tahun 2007 Sumber : Perum Dolog Source : PNS/POLRI/ TNI (2) 370 399 358 364 331 335 343 358 359 359 347 347 4.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8.6 Banyaknya Komoditi Beras yang Disalurkan menurut Kelompok Penggunaan dan Bulan Penyaluran di Kabupaten Belu 2007 (Ton) Bulan (1) 01. Juni 07. Mei 06.314 1. April 05.177 953 927 957 777 892 751 609 1.1.991 Pedagang/ Usaha Lainnya (4) 915 915 Jumlah (5) 370 1.176 340 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Oktober 11. Pebruari 03.270 RASKIN (3) 819 589 596 622 434 534 392 250 755 4. Juli 08.

Perhotelan Hotels .

Rinhat 03. Losmen Hotel. Raimanuk 10. Lasiolat 17. Tasifeto Barat 12. Malaka Tengah 06. Tasifeto Timur 15. Lodgin gs (5) 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 0 0 16 2007 Kamar Rooms (6) 0 0 0 0 35 0 0 0 0 0 0 0 223 0 0 0 0 258 Tempat Tidur Beds (7) 0 0 0 0 59 0 0 0 0 0 0 0 426 0 0 0 0 485 (1) 01.2.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. Jumlah Kamar.1 Banyaknya Akomodosi Hotel/Losmen. Lodgin gs (2) 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 0 0 16 Kamar Rooms (3) 0 0 0 0 35 0 0 0 0 0 0 0 216 0 0 0 0 251 Tempat Tidur Beds (4) 0 0 0 0 59 0 0 0 0 0 0 0 417 0 0 0 0 476 Hotel. dan Tempat Tidur Menurut Kecamatan Numbers of Hotel/Lodgings. Malaka Timur 08. Weliman 05. Raihat 16. Kobalima 11. Malaka Barat 02. Wewiku 04. Kakuluk Mesak 13. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 343 . Kota Atambua 14. Sasita Mean 07. and Beds by District 2006 . Laen Manen 09. Rooms. Losmen Hotel.2007 2006 Kecamatan District Hotel.

Malaka Tengah 06.89 0 0 0 0 9. Tasifeto Barat 12. Raimanuk 10.333 0 0 0 0 12.962 0 0 0 0 13. Malaka Timur 08.407 0 0 0 0 0 0 0 11. Laen Manen 09.740 (4) 0 0 0 0 1. Lasiolat 17.2 Banyaknya Tamu Menurut Kewarganegaraan dan Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar Numbers of Guest by Citizen and Average Occupancy Rate of Hotel 2007 Banyaknya Tamu Nuimbers of Guest Kecamatan District Jumlah Total WNA Foreigner WNI Indonesian Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar Average Occupanc y Rate (5) 0 0 0 0 5. Kota Atambua 14. Kobalima 11. Raihat 16. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 15.2.32 (1) 01.80 0 0 0 0 0 0 0 9.369 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 344 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Wewiku 04. Lamaknen Kabupaten Belu (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 629 0 0 0 0 629 (3) 0 0 0 0 1.407 0 0 0 0 0 0 0 11. Sasita Mean 07. Malaka Barat 02.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. Rinhat 03. Weliman 05.

BAB / CHAPTER 9 Transportasi & Komunikasi Transportation & Communications .

83%) Dilihat dari aspek kualitas permukaan jalan dari panjang jalan keseluruhan tersebut di atas yang berkategori diaspal 510.00 km (7.90 Km (38. Kendatipun panjang jalan tanah relatif masih cukup banyak namun cukup menggembirakan bahwa hampir semua desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Belu dapat dijangkau dengan kendaran umum. jalan Propinsi 169.98%). transportasi darat diharapkan tampil sebagai urat nadi kehidupan sosial. maka sarana angkutan ibarat darah yang mengalir melewati jalur urat nadi tersebut. kebudayaan.65%.19%) dan jalan Negara 73.72%). dan hankam di Kabupaten Belu. Guna menopang kelancaran perhubungan darat di Kabupaten Belu sampai dengan akhir tahun 2007 telah dibangun jalan sepanjang 932.40%) dan jalan tanah sepanjang 156. Pada tahun 2005 jumlah kendaraan bermotor roda dua 15. Bila prasaran jalan sebagai urat nadi.02%.95 Km (73.55 Km dengan perincian manurut status jalan sebagai berikut: jalan Kabupaten 689.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION TRANSPORTASI & KOMUNIKASI PERHUBUNGAN DARAT  Sebagai bagian dari sistem transportasi regional yang terpadu. Sedangkan untuk Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 347 .90 km (18. Kendaraaan roda empat atau lebih untuk angkutan penumpang (mikrolet dan bus) pada tahun 2005 sebanyak 1. Prasaran jalan merupakan media vital bagi kelancaran arus transportasi darat. Dalam kurun waktu 2005-2007 jumlah beberapa jenis kendaraan bermotor tiap tahunnya selalu menunjukkan peningkatan.928 unit pada tahun 2007 atau naik 32.282 unit pada tahun 2007 atau naik 4.77 Km (22.225 unit dan meningkat menjadi 1.88 Km (38. Sistem transportasi harus ditata sedemiakian rupa agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pedesaan dalam rangka mobilisasi barang material maupun manusia sebagai faktor produksi sehingga pada gilirannya dapat memperpendek jarak kesenjangan tingkat pembangunan dengan daerah perkotaan. politik.88%) kerikil/ diperkeras 264.095 unit dan meningkat tajam menjadi 19.

menurun menjadi 84.74%). Jumlah penumpang yang datang pada tahun 2006 sebanyak 2293 dan pada tahun 2007 tercatat sebanyak 3. Sedangkan banyaknya muat barang lewat pelabuhan Atapupu pada tahun 2005 sebanyak 25. light truk.6 ton (turun 23. Volume bongkar terus bertambah.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER kendaraan angkutan barang (truk. Sedangkan yang berangkat pada tahun 2006 348 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .370 ton (turun 23. Volume bongkar barang lewat pelabuhan Atapupu pada tiga tahun terakhir perkembangannya cukup baik. Pelabuhan laut Atapupu terletak di Kecamatan Kakuluk Mesak dan kegiatan pelabuhan ini relatif ramai karena mempunyai jaringan angkutan laut yang sifatnya regular.99%) pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 meningkat menjadi 106.330 ton.70%) dan angkutan barang 299 unit (naik 6.830 ton (3.88%) pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 turun lagi menjadi 15. yang berfungsi sebagai kendaraan umum sebanyak 588 unit dengan perincian untuk angkutan penumpang 289 unit (naik 0.646 ton (naik 20.04%). baik yang datang berangkat. Dari satusatunya pelabuhan laut di Kabupaten Belu yakni pelabuhan laut Atapupu sesuai data akhir tahun 2007 terdapat 532 kali kunjungan kapal yang semuanya berklasifikasi sebagai pelayaran nusantara. Jumlah bongkar barang pada tahun 2005 sebanyak 88.72%. dan sebaliknya lebih menjadi wilayah pasar hasil produksi dari Jawa dan daerah lainnya.007 orang (naik 31. Dari jumlah kendaraan roda empat atau lebih tersebut di atas. volume bongkar muat barang dan jumlah penumpang. Kegiatan lalu lintas laut Kabupaten Belu yang tercatat adalah banyaknya kapal. PERHUBUNGAN LAUT  Wilayah Kabupaten Belu adalah daerah bukan kepulauan (daerah daratan) tapi perhubungan laut merupakan sarana yang cukup penting untuk menunjang aktivitas perekonomian daerah. Dengan volume bongkar jauh lebih tinggi dari volume barang yang dimuat menunjukkan bahwa hasil produksi Kabupaten Belu yang diantar pulaukan ke daerah lain masih sangat terbatas.786. dan pick up pada periode waktu yang sama mengalami peningkatan 14.03%) dari tahun yang lalu.32%).995 ton menurun menjadi 19.

81%. jumlah pelanggan telepon mengalami peningkatan sebesar 41.470 orang dan pada tahun 2007 tercatat 2.409 kg dan Rp 2. Meningkatnya permintaan akan jasa pos dan telekomunikasi sebagai konsekuensi logis dari adanya kemajuan pembangunan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Jumlah pelanggan sampai akhir tahun 2007 sebanyak 3. Sedangkan jumlah barang yang dipaketkan dan jumlah uang yang diweselkan melalui kantor pos ini masing-masing sebanyak 17.66% dan 2.34% adalah pelanggan swasta dan perorangan. PT Pos dan Giro serta PT Telkom diharapkan mampu meningkatkan kinerja pelayanannya sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat tersebut.718 atau 77. Pada tahun 2007 di Kabupaten Belu tercatat satu buah kantor pos dan 5 kantor pos pembantu.154 orang yang terdiri dari 1. nasional dan internasional sehingga arus informasi dan data dapat menjangkau seluruh dimensi ruang dengan baik dan lancar sebagaimana upaya yang telah dilakukan pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kompeten. Bila dibandingkan dengan tahun 2006. pesawat yang datang dan berangkat tercatat 100 kunjungan sehingga mengalami penurunan sebesar 2. Dibandingkan dengan tahun lalu.000.119 sambungan pelanggan dengan perincian sebagai berikut pemerintah 395 sambungan atau 12.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION sebanyak 1. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 349 .304 orang atau turun sebesar 34.724 sambungan atau 87.Untuk sarana telekomunikasi pada tahun 2007 terdapat satu buah kantor BUMN.800 buah paket surat dengan rincian surat biasa 3.71% dan surat tercatat 1. Jumlah pesawat yang datang dan berangkat pada tahun 2007 sebanyak 98 kunjungan pesawat.00%.   PERHUBUNGAN UDARA  Di Kabupaten Belu mempunyai satu pelabuhan udara yakni pelabuhan udara Haliwen.52%.120 yang berangkat dibandingkan dengan tahun 2006 jumlah penumpang yang datang dan berangkat tercatat sebanyak 3.034 orang yang datang dan 1.37%. POS DAN TELEKOMUNIKASI  Pembangunan pos dan telekomunikasi merupakan sarana yang amat penting mencakup jangkauan pelayanan regional. Jumlah penumpang yang datang dan berangkat pada tahun 2007 sebanyak 2. Dari jumlah sarana kantor pos tersebut sepanjang tahun 2007 melayani pengiriman surat sebanyak 22.5%.92%.505 buah atau 15.431 orang atau naik 6.577 buah atau 6.896. kilat 17.060.

Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya Tahun 1998 .75% Rusak 17.2007 20000 18000 16000 14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 Sepeda Motor Truck 2006 Sedan 2007 Sumber : Polres Belu 350 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1. Persentase Panjang Jalan di Belu Menurut Kondisi Jalan Tahun 2007 Rusak Berat 28.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Gambar 9.04% Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Gambar 9.73% Sedang 16.47% Baik 37.2.

3.2007 60000 50000 40000 30000 20000 10000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Sumber : PT Telkom Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 351 . Banyaknya Pemasangan Jaringan Telepon oleh PT Telkom di Kabupaten Belu Tahun 1998 .TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Gambar 9.

Perhubungan Darat Land Transportations .

5 4. light truck. Ambulance 07.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Sedan / car 04.440 35 376 - 2007 (3) 19.605 38 465 - Jumlah / total Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 18. Station Wagon 08.46 12.733 26. tangki. dan sejenisnya/ bus.282 1.1.54 9.20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 355 .57 23.384 338 40 1. microbus 05. Truck.928 370 45 1. Bis.1 Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kendaraan Numbers of Motor Vehicles in Belu regency by Type of Motor Vehicles 2006.49 8.67 - Jenis Kendaraan Type of Vehicles (1) 01.lain / others 2006 (2) 15. traktor 06. Jeep / salon station 03.40 11. pick-up. bis mini.806 23.2007 Perubaha n (%) (4) 29. combi.228 1. Sepeda motor / motor cycle 02. Lain .

non tilang .2007 Jenis Kendaraan Type of Vehicles (1) 01. Kerugian (rupiah) Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 356 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .mati / death .03 -30.711 208 317 38 96 183 286.83 .000 Perubahan (%) (4) -47. Pelanggaran / delinquency 2006 (2) 3.000 2007 (3) 1.29 -43.kecelakaan / accident 02.800.luka berat / seriously .290 1.luka ringan / light 03.450.02 -63.1.tilang .TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Korban .71 -61.02 -31.68 -17.180 145 179 29 79 71 246.2 Banyaknya Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Belu Numbers of Delinquency and Traffic Accident in Belu regency 2006 .53 -23.20 -13.401 1.802 477 1.

82 -26.01 -30.091 5.355 3.943 7.36 152.89 -0.1.B I umum .841 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 357 .77 Rincian (1) 01.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Surat ijin mengemudi / driving lisence -A .B II -C 02.602 3.71 -83.54 -15.708 352 37 141 79 3. dan BPKB.40 -91. BPKP Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 2006 (2) 3.3 Banyaknya SIM. STNK.102 2007 (3) 3.003 245 3 140 13 2. STNK 03. yang dikeluarkan Resort Kepolisian Kabupaten Belu Numbers of Driving and Vehicles License Issued by Type 2006 -2007 Perubahan (%) (4) -19.A umum -BI .

39 - Trayek (1) 01.70 358 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Angkutan antar kota antar propinsi 2006 (2) 72 138 77 - 2007 (3) 71 133 85 - Jumlah / total Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Belu 287 289 0. Angkutan pedesaan 03. Bus Menutur Trayek di Kabupaten Belu 2006 .62 10. Angkutan antar kota dalam propinsi 04.4 Banyaknya Mobil.39 -3. Angkutan kota 02.1.2007 Perubahan (%) (4) -1.

Pick-up 04.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.1.5 Banyaknya Mobil Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Sifat 2007 Sifat Umum (2) 29 255 11 4 Tidak Umum (3) 43 328 244 52 Jenis (1) 01. Truck 02. Tangki Jumlah (4) 72 583 255 56 Jumlah / total 299 667 966 Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 359 . Truck mini 03.

95 - Persentase (3) 7.1.60 689.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION (kilometer) Tabel / Table 9.83 18.00 360 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 169.98 - Jumlah / total Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu 932.55 100.19 73.6 Panjang Jalan Menurut Status Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Road Status in Belu Regency 2007 Status Jalan Road Status (1) Negara / state Propinsi / provicial Kabupaten / regency Lokal / local Panjang Length (2) 73.

00 100.1.00 (2) 73.7 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Type of Surface in Belu Regency 2007 Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road (kilometer) Jenis Permukaan Jalan Type of Surface (1) Aspal / asphalt Kerikil / grave Tanah / earth Lainnya / others Jumlah / total % (3) 100.60 (6) 268.00 % (5) 100.00 % (7) 38.40 22.18 0.00 (4) 169.00 100.88 38.02 3.28 264.91 153.60 169.95 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 361 .00 73.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.75 689.54 100.

48 - (4) 110.00 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu 362 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .87 22.95 100.08 (1) Baik / good Sedang / moderate Rusak / damaged Rusak berat badly damaged (2) 65.00 689.56 34.93 % (7) 25.65 235.31 155.07 5.40 (6) 175.25 - % (5) 65.49 17.14 Jumlah / total 73.60 100.73 17.1.700 18.78 9.72 30.85 123.52 7.00 100.00 169.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.75 10.27 11.8 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Condition in Belu Regency 2007 (kilometer) Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road Jenis Permukaan Jalan Type of Surface % (3) 89.

00 73.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.00 100.60 (6) 689.9 Panjang Jalan Menurut Kelas Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Class Road in Belu Regency 2007 (kilometer) Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road Jenis Permukaan Jalan Type of Surface % (3) 100.00 (4) 169.60 169.95 689.00 % (5) % (7) (1) Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IIIA Kelas IIIB Kelas IIIC Tidak terperinci no stated Jumlah / total (2) 73.00 100.95 100.00 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 363 .00 100.1.00 100.

Perhubungan Udara Air Transportations .

120 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah Sumber : Kantor Pelabuhan Udara Haliwen. Atambua Source : Haliwen Air Port Office.1 Jumlah Pesawat dan Penumpang Datang dan Berangkat di Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan Numbers of Aircraft and Passengers Arrival and Departures Via Haliwen Air Port by Month 2007 Pesawat Aircraft Datang Berangkat Arrivals Departures (2) (3) 9 7 8 9 9 7 9 9 4 13 7 7 98 9 7 8 9 9 7 9 9 4 13 7 7 98 Penumpang Passengers Datang Berangkat Arrivals Departures (4) (5) 193 81 44 68 123 58 95 109 22 106 63 72 1.2.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.034 119 119 96 78 159 63 102 140 29 86 47 82 1. Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 367 .

356 649 575 292 629 1. dan Pos Paket Lewat Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan Volume of Cargo Loaded/ Unloaded Via Haliwen Air Port by Month 2007 Barang (kg) Muat Bongkar Load Unload (2) (3) 0 0 0 0 0 0 0 45 0 0 0 0 45 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Bagasi (kg) Muat Bongkar Load Unload (4) (5) 738 838 890 470 10.271 387 490 932 159 484 173 524 16.2 Banyaknya Bongkar Muat Barang.583 Pos Paket Muat Bongkar Load Unload (6) (7) 0 0 56 32 30 0 0 10 0 10 0 0 138 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Bulan / Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember /November Desember / December Jumlah Sumber : Kantor Pelabuhan Udara Haliwen. Atambua 368 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Atambua Source .TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Bagasi.2.039 499 573 927 193 118 658 431 6. Haliwen Air Port Office.

Perhubungan Laut Sea Transportations .

TRANPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.1 Banyaknya Kunjungan Kapal dan Arus Penumpang di Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Numbers of Ship Visit and Passenger via Atapupu Port by Month 2007 Kunjungan Kapal Ship Visit (2) 26 47 46 39 43 37 41 44 52 56 64 37 Penumpang Passengers Datang Berangkat Arrivals Departures (3) (4) 94 120 193 30 76 155 542 520 179 578 275 245 94 53 174 70 145 175 401 282 216 319 318 184 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah 532 3.007 2.3.431 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 371 .

3.602 3.850 10.617 2.289 8.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.261 6.986 8.2 Banyaknya Bongkar BBM.495 3.361 3.170 4.597 2. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Volume of Cargo Loaded Via Atapupu Port by Month 2007 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December BBM (kiloliter) (2) 3.729 Hewan (ekor) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 40.168 Barang (ton) (3) 4.182 3.620 12.810 3. Barang.646 0 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office 372 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .548 2.834 8.608 10.501 3.204 106.114 9.458 3.865 4.012 9.173 13.

526 1.304 2.303 Rumput (M3) (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 0 15.102 1.3.282 0 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 373 .335 Hewan (ekor) (4) 267 281 1.370 21.223 996 3.975 1.567 439 1.236 1.773 3.3 Banyaknya Muat BBM.216 2.268 2.485 1. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Volume of Cargo UnLoaded Via Atapupu Port by Month 2007 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December BBM (kiloliter) (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Barang (ton) (3) 710 477 1.048 647 1.272 1. Barang.TRANPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.979 2.223 2.

Pos & Telekomunikasi Post & Telecommunications .

001 6.433 4.505 Kilat Express Mail (3) 4.986 5.359 4.729 17. Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 377 .TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.1 Banyaknya Surat Yang dikirim lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan dan Jenis Surat Numbers of Postal Mailed by Triple-Month and Type 2007 Surat Yang Dikirim Postal Mailed Triwulan Biasa General Mail (2) 261 276 1.726 22.558 3.197 4.410 1.087 6.577 Jumlah Total (5) 4.4.718 Tercatat Registered Mail (4) 292 366 480 439 1.800 (1) I II III IV Jumlah / total Sumber : PT. Pos Indonesia.

141.616.337.800 806.000 288.000 276.000 2007 (3) 752.060.300.000 Sumber : PT.896. Atambua 378 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .604.809.000 1. Pos Indonesia.2 Banyaknya Uang Yang diweselkan lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 .4.475.000 218.309.023.2007 (rupiah) Triwulan (1) I II III IV Jumlah / total 2006 (2) 239.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.200 2.000 663.000 673.750.

3 Banyaknya Barang yang Dipaketkan lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 .00 14.2007 (Kilogram) Triwulan (1) I II III IV Jumlah / total Sumber : PT.929. Pos Indonesia.00 2.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.00 2007 (3) 409 5. Atambua 2006 (2) 3.188 10.379.357 1.455 17.042.00 5.667.409 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 379 .00 3.841.4.

724 2.119 3.724 Jumlah (4) 3.724 2.4.119 Sumber : Kantor Cabang Telekomunikasi Atambua 380 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4 Jumlah Sambungan Telepon Yang Disambung Menurut Jenis Pelanggan per Triwulan 2007 (Sambungan) Triwulan (1) I II III IV Pemerintah (2) 395 395 395 395 Swasta / Perorangan (3) 2.119 3.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.724 2.119 3.

BAB / CHAPTER 10 Keuangan & Harga .Harga Financial & Prices .

Berimbang berarti harus diusahakan keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran sedangkan dinamis berarti makin meningkatnya jumlah anggaran dan sumber pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga kemampuan untuk membiayai daerah sendiri semakin nyata sekaligus ketergantungan pada bantuan pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) semakin dikurangi. Dari sisi pengeluaran dalam tahun anggaran 2006 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 383 . Dari total penerimaan tersebut.46%. sedangkan selebihnya masing-masing subsidi daerah otonom dan bantuan pembangunan pemerintah pusat atau dana perimbangan 94. PAD hanya memberikan kontribusi sebesar 3.943 milyar rupiah atau meningkat 51. laba BUMD dan penerimaan lain-lain yang hanya sebesar 3.59%. maka keinginan untuk meningkatkan pengeluaran pemerintah semakin mendesak. Apalagi ada kesan bahwa masingmasing sektor institusi pelayananan publik berlombalomba mencari legitimasi politis pihak legislatif untuk mendapatkan anggaran yang lebih besar. lain-lain pendapatan yang sah 1. Sedangkan secara finansial perlu upaya yang lebih keras dari pemda dan seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkannya.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES KEUANGAN & HARGA-HARGA KEUANGAN DAERAH  Dalam perencanaan anggaran dan belanja daerah. retribusi daerah. Seiring dengan tuntutan kebutuhan dan pembangunan pemerintah daerah untuk semakin menggairahkan aktivitas ekonomi dan sosial melalui pola pemberdayaan masyarakat.95% dari total penerimaan memperlihatkan bahwa otonomi daerah masih dalam jargon politis.22% dari tahun anggaran sebelumnya. Pada tahun anggaran 2006 realisasi penerimaan APBD Kabupaten Belu 374. Akibatnya dalam perencanaan anggaran publik pada waktu mendatang akan bergeser dari pola anggaran berimbang ke anggaran defisit. Dengan PAD yang terdiri dari komponen pajak daerah. pemerintah pada umumnya cenderung menggunakan prinsip anggaran berimbang dan dinamis.95%.

945 milyar) adalah pengeluaran untuk belanja pelayanan publik. Dengan posisi pengeluaran pemerintah daerah yang di dominasi pengeluaran untuk belanja publik sampai 69.118 rupiah. Jumlah anggota KUD sebanyak 15.945 milyard rupiah tercatat pos pengeluaran yang menyedot dana paling tinggi adalah belanja Administrasi Umum 52.66% memperlihatkan bahwa komitmen pemerintah terhadap kepentingan masyarakat dalam bidang alokasi anggaran perlu ditingkatkan lagi pada waktuwaktu mendatang.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES sebanyak 330. belanja Operasi dan Pemeliharaan 20. belanja Modal 23. Khusus untuk pengeluaran belanja publik sendiri yang berjumlah 229. Karena itu secara konseptual koperasi harus mampu tampil sebagai penyelamat ekonomi rakyat dari ancaman badai ekonomi kapitalis yang mengandalkan kekuatan modal individual.48 % dan belanja tidak terduga 0. Pada tahun 2007 jumlah KUD di Kabupaten Belu sebanyak 14 unit dan 67 unit koperasi non KUD.19 %. dan lain-lain sebesar 100.66% (229.113. lembaga koperasi terutama Koperasi Unit Desa (KUD) masih kalah bersaing bahkan mati suri karena keterbatasan Sumber Daya Manusia yang berwatak sosial. belanja perjalanan dinas. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . belanja bagi hasil dan bantuan keuangan 2. belanja barang.91 %. Hal ini diperparah dengan ulah segilintir pengusaha swasta yang sering memperalat koperasi untuk melegitimasi aktivitas terselubung dalam mengeruk keuntungan pribadi.34%).91 %.760 juta rupiah atau ratarata tiap anggota mempunyai simpanan sebesar 70.91% dari tahun anggaran 2005 dari jumlah pengeluaran belanja aparatur seperti belanja pegawai. Dibandingkan dengan tahun lalu. KOPERASI  384 Koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional dan sebagai salah satu pelaku ekonomi yang memperoleh legitimasi formal dalam konstitusi.889 orang dengan total simpanan sebesar 1. biaya pemeliharaan.152 milyard rupiah (30. Sementara 69. Namun dalam operasionalisasinya.51 %.097 milyar rupiah atau meningkat 38. dimana semua telah berbadan hukum.

sandang dan kesehatan 4.82%). Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan dasar perhitungan laju inflasi dengan menjadikan Kota Atambua sebagai barometer fluktuasi harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Belu. Karena itu upaya pencegahan inflasi harus berawal dari pengamatan yang cermat terhadap faktor penyebab utama inflasi di suatu wilayah.03% menyusul bahan makanan 7.05% pada tahun 2005 serta tahun 2006.110 juta rupiah (naik 29. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 385 .76%.74%. Sedangkan tingkat inflasi untuk pendidikan. dan tarif telepon yang terus mengalami penyesuaian harga sehingga pada gilirannya akan menaikan berbagai kebutuhan pokok karena barang-barang strategis tersebut mempunyai kaitan langsung dengan produksi dan distribusi.52%) dengan jumlah simpanan 2.02 %.11%. makanan jadi.19%. Untuk koperasi non KUD jumlah anggota 5. naiknya harga struktur input barang import yang sangat rentan terhadap kurs mata uang asing. dan tembakau 3.754 orang (naik 32. HARGA – HARGA  Harga merupakan tingkat nilai dari suatu barang atau jasa yang ditawarkan atau nilai perolehan atas barang dan jasa yang harus dibayar konsumen. Adapun laju inflasi umum yang terjadi berdasarkan akumulasi perubahan IHK per bulan di kota Atambua terhadap tujuh kelompok komoditas barang dan jasa 5. minyak tanah. Pada tahun-tahun setelah itu tingkat laju inflasi berjalan fluktuatif karena manajemen perekonomian nasional masih ditandai dengan kebijakan kenaikan harga barang dan jasa strategis seperti listrik. Gejala meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dikenal dengan istilah inflasi. dan olahraga adalah sebesar -0.27%.59% pada tahun 2004 naik menjadi 16. Tingkat inflasi tertinggi di Belu pernah terjadi pada tahun 1998 sebesar 58. solar.807.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES jumlah simpanan anggota KUD menurun 8. transportasi dan komunikasi 0.06 % dan 10. rokok. dan 2007 masing-masing dengan laju inflasi 7. Secara parsial pada tahun 2007 tingkat inflasi tertinggi terjadi pada kelompok perumahan 30.14% yang disebabkan oleh dampak krisis moneter dan krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997 dan mencapai momentum pada tahun tersebut. Ada banyak faktor yang menyebabkan inflasi antara lain karena kapasitas permintaan terhadap suatu barang dan jasa melebihi volume persediaannya. struktur ekonomi yang kurang seimbang dan tingginya jumlah uang yang beredar di tangan masyarakat. bensin.50%. rekreasi.

00 0.00 10.00 -2. Laju Inflasi Kota Atambua Tahun 1998 . Laju Inflasi Kota Atambua Menurut Bulan Tahun 2001 .2007 12.2.2007 60 50 40 30 20 10 0 -10 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu 2007 Gambar 10.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Gambar 10.00 6.00 2001 Sumber : BPS Kabupaten Belu J an Peb Mar Apr Mei J un J ul Ags Sep Okt Nop Des 2002 2003 2004 2005 2006 2007 386 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 -4.00 8.1.00 4.00 2.

Keuangan Pemerintah Daerah Finance of The Regional Government .

643. Bagian Laba Usaha Milik Daerah 2.605. Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi 3.1.3.4.447.259.000 5.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.435 2. TRANFER DARI DANA CADANGAN 6. BAGIAN SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN TAHUN LALU Jumlah (2) 14.2. Retribusi Daerah 2. PENERIMAAN LAINNYA 5.390.066.594 5.560 2.659.792 354. Dana Alokasi Khusus (DAK) 4.589. BAGIAN DANA PERIMBANGAN 3.487.085 2.060 20. Pajak Daerah 2.704.500 303.530. Pendapatan Asli Daerah yang Sah Lainnya 3.437.000.000 28.986.4.295.791. Dana Alokasi Umum (DAU) 3.1.348 597. PINJAMAN PEMERINTAH DAERAH PENERIMAAN DAERAH Sumber : Survei Keuangan Pemerintah Daerah Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 389 . Bagi Hasil Pajak dan Bagi Hasil Bukan Pajak 3.000.489.2.3.1.169.1 Realisasi Penerimaan Daerah Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2006 ( rupiah) Jenis Penerimaan (1) 1.701 6.167.637.811.942.590 374. BAGIAN PENDAPATAN ASLI DAERAH 2.

8.497 4.711.925 5.152.117 15. Belanja Modal Alat-Alat Angkutan 3.501.7.766 8.1. Belanja Modal Alat-Alat Studio 3. Belanja Pemeliharaan 3.1.3. Belanja Perjalanan Dinas 2.539.386 7. BELANJA ADMINISTRASI UMUM 1.6. Belanja Pemeliharaan 2.2. Belanja Modal Instalasi 3. Belanja Modal Alat-Alat Kantor 3. Belanja Barang dan Jasa 2.373. Belanja Modal Pos Jaga Jumlah (2) 100. BELANJA APARATUR DAERAH 1.4.591.329.299 10.456.612.5. Belanja Modal Bangunan Gedung 3.109.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. Belanja Barang dan Jasa 1. Belanja Modal Tanah 3.2.3. Belanja Pegawai / Personalia 2.9.739 5.1.4.4.503.530.3.150 - 390 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Belanja Pegawai / Personalia 1.166.2. BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN 2.2 Realisasi Pengeluaran Pemerintah Daerah Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2006 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) A.107 52.986.879 77.1.622 4. Belanja Modal Jaringan 3.281.113.432. Belanja Modal Buku Perpustakaan 3.585.920. BELANJA MODAL 3.505.000 221.746.521. Belanja Perjalanan Dinas 1.503.

1.723.554.2.243 48.385. Belanja Barang dan Jasa 2.243 54. BELANJA ADMINSTRASI UMUM 1. BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN 2.776 3.375 121. Belanja Modal Bangunan Gedung 3.390 8.226 108.108 8.094.944.1. Belanja Perjalanan Dinas 2. Belanja Pegawai / Personalia 2. Belanja Pemeliharaan 2.762.5. Belanja Bangunan Air 3.7. Belanja Modal Alat-Alat Bengkel Jumlah (2) 229.692.931. BELANJA MODAL 3.057 26.885. Belanja Modal Jaringan 3.418.086.049.723.4.3. Belanja Modal Alat-Alat Angkutan 3. Belanja Pegawai / Personalia 1.2.2.3. Belanja Modal Tanah 3. Belanja Barang dan Jasa 1. Belanja Modal Alat-Alat Besar 3.1.1.227.9.954. Belanja Modal Instalasi 3. BELANJA PELAYANAN PUBLIK 1.391 - Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 391 .317.4.4.176 1.8.198.883.6. Belanja Modal Alat-Alat Kantor 3.2 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) B.346.308 6.671.274.906. Belanja Pemeliharaan 3.500.500 6. Belanja Perjalanan Dinas 1.3.673.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Lanjutan / Continued Table 10.

BELANJA BAGI HASIL DAN BANTUAN KEUANGAN 4.202. Belanja Modal Alat-Alat Kedokteran 3. Belanja Modal Sarana Penunjang 4.708.097.17. Belanja Modal Hewan 3.1. Belanja Modal Usaha 3.13. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Profesi 5.1.1.413.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Lanjutan / Continued Table 10. Belanja Modal Barang Bercorak Kebudayaan 3. Belanja Modal Alat-Alat Studio 3.500 Jumlah (2) 5. Belanja Bagi Hasil Pajak Kepada Pemerintah Kab. Belanja Modal Buku Perpustakaan 3. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Kemasyarakatan 4.366.2 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) 3.2. Belanja Modal Alat-Alat Laboratorium 3.254 392 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .3.12.16.11. Belanja Bagi Hasil Retribusi Kepada Pemerintah Desa 4.15. Belanja Tidak Tersangka 426. BELANJA TIDAK TERSANGKA 5.10.14.157 JUMLAH BELANJA DAERAH Sumber : Survei Keuangan Pemerintah Daerah Belu 330.4./Kota 4.

358 4.553.273. Malaka Timur 08.178.823.273.417 64.756 Persentase realisasi (%) (5) 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 Kecamatan District (1) 01. Laen Manen 09.469. Rinhat 03. Pajak Pertambangan Jumlah A + B A.000.004 15.647.553.011 4. Kota Atambua*) 14.244. Target.204.825.692.593 79.543 42.647.000. Pajak Bumi dan Bangunan 91.661.660 52. Raihat 16. Wewiku 04.827.143 102.941.825.163 89.177.490 13.141.177.944 46.000 15.442 7.II Belu Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 393 .154. Tasifeto Timur 15.090 37.723 31. Kakuluk Mesak 13.160 161.822 3.692.941.227.070.061 3.217 42.661.319 182.417 64.742 62. Malaka Tengah 06.289 7.978 2.141.178.111 8.523.070.090 37. dan Realisasi Penerimaan Pajak Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Wajib Pajak (2) 4.178.523.227 3.823.811 6. Kobalima*) 11.165 43.143 102.416.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. Malaka Barat 02.761 464.204.217 42.004 68.469.976 7.1.944 46.160 161.827.450 9.741.3 Jumlah Wajib Pajak .543 42.416. Raimanuk 10.498 21.363 4.165 43.004 68. Lasiolat 17.723 31.133 5.000 13.000 2. Sasita Mean*) 07.244.178.498 21.773 48.761 464. Tasifeto Barat*) 12.660 52.593 79.741.756 Realisasi Penerimaan Pajak (Rupiah) (4) 1.246 Target Penerimaan Pajak (Rupiah) (3) 1.004 Sumber : Dinas Pendapatan Daerah Tk. Weliman 05.742 62.154.773 48.227. Lamaknen*) B.051 5.319 182.

Koperasi Cooperative .

110.505. Anggota dan Simpanan Menurut Jenis Koperasi Numbers of Cooperative.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.416.000 497.807. KPN 02. KOPERASI SIMPAN PINJAM 05.000 261. KOPERASI PEMUDA 06. KOPERASI ABRI 03.354. Members and Saving Deposits by Kind of Cooperative 2007 Banyaknya Jenis Koperasi Koperasi Cooperativ e (2) 28 4 2 9 2 22 Anggota Members (3) 2.000 605.311 476 526 376 898 5. KOPERASI PENSIUNAN 04.651. Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 397 .000 516.1 Banyaknya Koperasi.000 2.576.2.608. KOPERASI LAIN-LAIN Jumlah 67 Sumber : Dinas Koperasi.000 2.167 1.754 Simpanan Saving Deposits ( ribuan rupiah) (4) 923.000 (1) 01. KOPERASI SEKOLAH 07.

427 545 396 608 1.382.000 40.000 40. Lamaknen*) Kabupaten Belu Koperasi Unit Desa (KUD) (2) 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 14 Anggota Members (3) 1. Kobalima*) 11. Raimanuk 10.699.750.000 48. Wewiku 04.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. Kakuluk Mesak 13.547 585 1.000 9.884 Simpanan Saving Deposits ( Ribuan Rupiah) (4) 149. Lasiolat 17. Tasifeto Timur 15. Weliman 05.000 Sumber : Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Belu Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 398 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .675.455 1.000 243.568.000 102.558 1. Raihat 16.810.000 56. Anggota. Malaka Barat 02.000 41. Rinhat 03.411.741.657 449 1.404 4.060.113.531.000 108.2 Banyaknya Koperasi Unit Desa. Kota Atambua*) 14. Malaka Timur 08.000 225.000 46.253 15.760. Sasita Mean*) 07. Laen Manen 09. Tasifeto Barat*) 12.2. Simpanan di Koperasi Unit Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Member and Saving deposits in Village Unit Cooperation by District 2007 Banyaknya Kecamatan District (1) 01.206.927.000 1. Malaka Tengah 06.

Harga -Harga Prices .

42 187.36 113.40 543.24 265. Tekstil kasar / textile 09.01 243.49 236.99 585.75 336. Sabun cuci / soap 08.16 178.16 312.82 369.11 333. Batik kasar / batik rata-rata / average 332.78 75.00 142. Minyak tanah / karosene 07.22 662. Beras / rice 02.15 344.77 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 401 .68 331.00 652.72 256.94 2004 (4) 261.19 428.02 345.57 557.50 520.05 373.42 126.31 260.90 312.78 04.58 280.97 333.49 267.92 441.3.10 435.14 269.63 335. Ikan asin / salted fish 03.05 310.23 308.72 461.16 2005 (5) 279.09 2003 (3) 264.09 239.99 102.00 587.2007 Komoditi Commodities (1) 01.23 345.45 284.86 249.94 2007 (7) 133. Minyak goreng / cooking oil 2002 (2) 256. Garam hancur / salt 06.33 434.62 409.74 321.1 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua Average of Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2002 .86 592.99 98.57 432.32 311.42 330. Gula pasir / refined sugar 05.92 678.64 128.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.38 2006 (6) 313.

00 7.750.000.67 7.000.750.750.766.588.000.500.00 6.750.750.750.00 6.000.89 rata-rata / average 4.00 7.00 2.75 23.000.00 6.000.500.67 Gula Pasir / Kg (5) 6.00 2.00 2.00 24.89 4.000.000.896.500.750.67 7.00 2.00 2.00 6.33 5.500.00 21.00 21.896.67 7.033.00 24.500.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Rata-Rata Bulanan Harga Eceran Sembilan Bahan Pokok Average retail Price of 9 Essential Commodities and 2 0 Beras / Kg (2) 4.83 2.00 2.00 24.67 7.67 7.850.896.000.645.00 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December 4.000.89 5.00 2.67 4.00 7.750.00 2.133.00 7.00 2.00 2.500.00 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 402 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .500.33 5.00 6.89 5.00 4.00 Garam Hancur / Kg (6) 2.750.56 6.988.000.500.33 5.00 23.00 6.00 21.750.500.896.00 Ikan Asin / Kg (3) 19.000.033.00 7.896.000.00 6.000.00 25.750.00 6.00 6.988.500.188.00 21.67 7.896.000.500.00 4.500.00 Minyak Goreng / Botol (4) 7.835.188.00 6.00 2.67 4.750.896.750.896.000.00 24.00 6.750.00 25.000.000.00 7.000.

00 10.450.00 33.135.500.00 5.500.850.750.34 6.500.67 Sabun Cuci / Batang (8) 5.33 5.000.500.00 5.00 10.950.666.666.500.500.00 5.92 9.000.750.00 1.450.500.00 148.300.166.00 6.00 9.00 168.133.00 5.00 Batik Kasar /lembar (10) 9.750.67 1.67 2.00 137.00 186.250.33 Textil Kasar / Meter (9) 9.30 6.030.00 6.825.500.00 9.00 11.00 5.00 186.400.825.00 33.300.000.40 9.00 127.500.00 32.00 5.56 32.450.000.500.166.500.866.722.000.300.67 1.00 Emas / Gram (13) 127.500.500.00 9.2 dan Barang Srategis lainnya di Pasar Atambua Others Stratigies Commodities in Atambua Market 0 7 Minyak Tanah / Botol (7) 1.500.00 32.135.67 1.00 4.00 6.955.500.500.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.00 32.00 137.350.00 9.666.750.00 4.89 6.972.300.500.00 216.00 127.00 6.00 9.000.955.350.00 1.00 1.00 9.00 33.67 1.500.00 10.00 5.708.825.00 156.00 33.00 33.00 4.00 6.00 9.300.300.000.000.825.00 9.00 5.275.00 148.500.00 1.00 168.250.00 9.500.500.00 9.00 10.400.00 Semen / Sak (12) 32.500.500.00 9.554.22 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 403 .30 7.950.00 32.00 33.00 5.450.00 9.000.253.00 9.350.00 6.33 5.818.00 9.00 9.950.133.3.000.400.500.866.00 9.875.00 1.000.00 9.00 Tepung Terigu / Kg (11) 4.67 2.300.00 32.850.850.400.00 1.

81 179.53 209.47 176.61 Ikan Asin / Kg (3) 158.77 128.77 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December 122.87 141.14 137.15 135.00 124.81 179.93 137.47 176.77 128.47 176.81 179.88 132.61 125.77 128.77 128.00 128.00 124.47 179.36 209.36 199.38 141.88 170.53 Minyak Goreng / Botol (4) 176.36 199.16 199.88 170.88 170.14 139.77 128.78 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 404 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .88 187.16 178.00 124.03 129.68 170.81 179.42 187.00 124.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Average Indeks Price of 9 Essential 2 0 Beras / Kg (2) 122.47 176.93 135.81 179.36 199.38 rata-rata / average 133.81 Gula Pasir / Kg (5) 124.42 126.81 179.77 128.

56 105.00 105.96 120.87 120.87 120.00 75.74 101.56 Sabun Cuci / Batang (8) 101.00 75.74 106.67 116.56 180.44 111.56 105.99 102.00 100.00 75.31 92.31 107.44 107.83 145.31 92.00 75.89 145.44 107.74 101.00 75.87 120.70 106.31 92.00 75.00 100.3.31 92.70 118.31 92.14 Textil Kasar / Meter (9) 92.56 155.3 Bahan Pokok di Kota Atambua Commodities in Kota atambua 0 7 Garam Hancur / Kg (6) 75.00 Minyak Tanah / Botol (7) 116.56 180.56 105.00 75.56 75.56 105.31 92.00 100.89 138.83 155.00 75.44 107.78 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 405 .00 100.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.00 75.67 116.59 120.00 75.91 Batik Kasar /lembar (10) 100.00 142.67 116.36 113.00 75.56 105.00 100.99 98.96 126.67 138.

11 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 406 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .44 0.00 0.00 0.00 0. dan Tembakau (3) 1.34 0.63 1.04 0.00 1.77 1.00 0.76 30.00 0.00 0.56 0.91 0.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Inflasi Atambua Menurut Bulan Inflation Rate in Atambua 2 0 Makanan Jadi.30 0. Rokok.85 0.36 0.00 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Bahan Makanan (2) 1.07 1.00 0.32 Desember / December Inflasi 2007 7.00 0.02 0.00 0.03 0.50 3.04 -0.35 0.50 0.16 0.03 4.00 1.00 -0.00 0.54 1.13 0.04 0.53 Sandang (5) 0.46 1.14 0.21 0.05 2.20 Perumahan (4) 10.37 6.06 0.31 3.17 3.45 1.00 0.27 0.

56 0.04 0.00 0.43 6.00 0.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.24 0.27 0.92 8.00 0.76 9.74 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 407 .00 Transportasi dan Komunikasi (3) 0.00 -0.55 7.11 -0.00 0.51 5.00 0.06 0.00 0.31 3.06 8.24 0.00 -0.61 4.00 0.06 Kesehatan (1) 0.00 0.35 0.00 0.00 4.32 4.00 0.00 0.16 0.39 3.00 -0.00 0.81 10.00 0.00 0. Rekreasi.00 0.19 10.3.00 0.38 0.00 0.00 -0. dan Olahraga (2) 0.06 0.4 dan Kelompok Kebutuhan by Month and Group 0 7 Pendidikan.06 6.00 0.00 ( persen ) Umum (4) 3.27 0.

Makanan Jadi.03 0.75 2003 (3) -1.53 2004 (4) 11.97 3.79 2005 (5) 8. Bahan Makanan 2.48 1. rekreasi.05 7.61 3.03 6.99 5.13 0.34 -0.11 6.12 0. Perumahan 4.32 0.06 10.13 57.11 76. Pendidikan.99 4. Minuman.76 -2.27 4.5 Laju Inflasi Kota Atambua Inflation Rate in Kota Atambua 2002 .74 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 408 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kesehatan 6.00 0.19 Umum 4.71 30.2007 Komoditi Commodities (1) 1.75 -0.95 2.03 4.94 2006 (6) 20. Rokok & Tembakau 3.11 -0.98 -2.38 6.96 2007 (7) 7.03 0.3.50 3.34 0. Sandang 5.76 -2.35 3.59 16.00 0.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.43 -2.03 -46.00 30. Transportasi & Komunikasi 2002 (2) 9.27 0.98 -0.11 4.81 76. & Olahraga 7.06 0.

Mei 06.819 1.711.063 4. Pebruari 5.270 57. Desember Tahun 2007 4.070 4.987 1.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.389 1.694 1.942 1.263 2. September 10.277 03.698.531 5.032 1.121.809.6 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Pasar Baru Emas/Pe Bulan rhiasan (Gram) (1) (2) 01.641 4.571 Mobil/ TV/Tape Tanah Motor (Buah) (Bidang) (Buah) (3) (4) (5) 14 11 10 16 10 11 3 10 4 20 6 9 124 23 37 31 17 25 25 24 28 20 27 22 21 300 - Bangu nan (Buah) (6) - Lainnya (7) - Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 1. Nopember 12.907 4.744 21. Juni 07.721.781 2.809.085 02. Oktober 11.3.730 Sumber : Pegadaian Pasar Baru Source : Pasar baru’s Pawnshop Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 409 . Agustus 09.447 1.822.695 4.883 4.765 4.753.809.770. Maret 04.339 1.802. Juli 08.293 1.384 5. Januari 5.668.007. April 05.

000 2. September 10.781.386.205.268 6.834 7.171 146 Mobil/ TV/Tape Tanah Motor (Buah) (Bidang) (Buah) (3) (4) (5) 12 17 16 16 10 12 14 11 9 10 13 6 229 20 23 13 17 25 17 15 20 30 25 15 9 Bangu nan (Buah) (6) Lainnya (7) Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 2.7 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Atambua Bulan (1) 01.219.000 2. Agustus 09.582.000 2.604 7.000 29.185.048 7.621. Mei 06.406 7.517.727.000 Sumber : Pegadaian Atambua Source : Atambua’s Pawnshop 410 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .401 7.000 2.000 2.615. Oktober 11.311 7. Pebruari 03.000 2.492. April 05.030 87.000 2. Juni 07.000 2.657 7.463 6.749 7. Desember Tahun 2007 Emas/Pe rhiasan (Gram) (2) 7. Juli 08.3.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.400 7. Januari 02. Maret 04.000 2.279.000 2.375.000 2. Nopember 12.

Agustus 09.437 1.737 4.240 13. Juli 08.052 1.023 Sumber : Pegadaian Betun Source : Betun’s Pawnshop Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 411 .324 3. Januari 02.231. Mei 06.065. Pebruari 03.116. Oktober 11.344 5.746.201 985.561 1.193 1. Maret 04.185.205.970 4. Desember Tahun 2007 Emas/ Mobil/ TV/Tape Tanah Perhiasan Motor (Buah) (Bidang) (Potong) (Buah) (2) (3) (4) (5) 4.672 4.197 4.061.847 1.312.281 4.914 1.010 4.580 4. April 05.956 14 1 2 1 1 2 2 3 1 1 44 1 2 9 4 1 2 6 2 3 4 6 4 Bangu nan (Buah) (6) Lainnya (7) Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 1.367 1.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.264 3.703 4.996 1. Nopember 12.254.222 1.874 52.8 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Betun Bulan (1) 01.124.147. September 10. Juni 07.3.993 1.055.

BAB / CHAPTER 11 Pendapatan Regional Regional Income .

PDRB merupakan total nilai tambah barang dan jasa yang diproduksi dalam wilayah tertentu. kontribusi sektor pertanian tahun 2006 mengalami sedikit peningkatan. Dibandingkan tahun sebelumnya. dalam hal ini Kabupaten Belu. Tabel 11. Pada tahun 2005 nilainya mencapai 898. STRUKTUR EKONOMI Bila diamati menurut sektor. namun nilai PDRB atas dasar harga konstan pada tabel 11. sektor Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 415 . dalam satu tahun tertentu.2 hanya bertumbuh sebesar 4.8%. (tahun 2000) disebut sebagai PDRB harga konstan.66% (bandingkan dengan tabel 11.10). Kondisi ini menunjukkan bahwa walaupun secara absolut rata-rata pendapatan masyarakat meningkat namun daya beli dari pendapatan tersebut masih tergolong rendah. Sedangkan.1 memperlihatkan nilai PDRB atas dasar harga berlaku yang terus meningkat dalam kurun waktu 2005-2006. apabila PDRB dihitung menggunakan harga yang berlaku pada tahun dasar.024 milyar rupiah dan meningkat 10. sehingga mempunyai peranan penting dalam mengetahui tingkat kegiatan ekonomi dan kepesatan pertumbuhannya.146 milyar rupiah. Sementara itu. Sekalipun PDRB atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan yang cukup siginifikan yaitu 10.3) sebesar 36%.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME PENDAPATAN REGIONAL PDRB ATAS DASAR BERLAKU DAN HARGA KONSTAN Pendapatan regional menggambarkan tingkat produksi dari suatu wilayah yang dicapai dalam suatu tahun tertentu termasuk perubahannya dari tahun ke tahun. Apabila PDRB dihitung dengan menggunakan harga yang berlaku pada masing-masing tahun penghitungan disebut sebagai PDRB harga berlaku. kontribusi terbesar dalam perekonomian Kabupaten Belu berasal dari sektor pertanian (lihat tabel 11. Salah satu indikator penting dalam mengetahui pendapatan regional adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).8% pada tahun 2006 atau menjadi 995.

04%. namun pada tahun 2006 mencapai pertumbuhan positif sebesar 4. Kecilnya kontribusi jasa swasta mengindikasikan masih sangat terbatasnya aktivitas sektor jasa oleh kalangan swasta.91%. sektor pertanian mengalami pertumbuhan negatif sebesar 5.99% lalu turun menjadi 4. industri. dan jasa perusahaan 4.66% pada tahun 2006 (lihat tabel 11. Hal ini tidak lepas dari kontribusi nilai tambah sektor-sektor vital Kabupaten Belu. sector industri 1. dan restoran yang memberikan share 14.88% sedangkan jasa swasta hanya 7. sehingga apabila alokasi anggaran jasa pemerintah melalui DAU dan DAK mengalami goncangan maka dapat dipastikan akan sangat mempengaruhi aktivitas sektor jasa-jasa bahkan terhadap perekonomian secara keseluruhan.05% terhadap total PDRB. namun demikian.98%. sektor konstruksi 6.19%.17%. persewaan. Sektor-sektor ekonomi lainnya yang memberikan kontribusi terhadap PDRB masingmasing sektor pengangkutan dan komunikasi 7. baik yang berasal dari produksi local maupun dari daerah lain.67% pada tahun 2005. Secara parsial.92%.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME jasa-jasa memberikan kontribusi terbesar kedua dalam struktur perekonomian Kabupaten Belu sebesar 24. serta penggalian di Kabupaten Belu. sementara pada tahun sebelumnya mencapai 16. Secara umum 416 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . PERTUMBUHAN EKONOMI Pada tahun 2005. sektor penggalian 3.97%. secara agregat perekonomian Kabupaten Belu bertumbuh sebesar 4.97% pada tahun 2006. Sektor perdagangan yang didominasi oleh sub sektor perdagangan besar dan eceran secara sederhana menggambarkan perputaran uang serta fluktuasi barang yang diperdagangkan yang berasal dari sektor pertanian.62%. hotel. Pertumbuhan tertinggi pada tahun 2006 dicapai oleh sektor jasa-jasa yaitu sebesar 5.24%.10).62%. Bila dicermati secara parsial. pada sektor jasa-jasa didominasi oleh sub sektor pemerintahan umum yang memberikan share 17. Sektor berikutnya yang tidak kalah penting dalam perekonomian Kabupaten Belu adalah sektor perdagangan. setor keuangan. dan yang terendah adalah sektor listrik dan air minum sebesar 0.

Walaupun mengalami peningkatan. meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 2. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 417 . sekalipun angka pendapatan perkapita dijadikan sebagai indikator kesejahteraan namun belum mutlak menggambarkan penyebaran pendapatan pada setiap strata masyarakat. Selain itu apabila peningkatan nilai nominal pendapatan perkapita masyarakat ternyata lebih banyak dikontribusi oleh meningkatnya harga balas jasa faktor-faktor produksi maka dapat dikatakan bahwa peningkatan pendapatan perkapita tersebut belum mendongkrak daya beli masyarakat secara riil.11). PENDAPATAN PERKAPITA Angka pendapatan perkapita merupakan indickator yang paling sering digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan penduduk dalam suatu wilayah.484 juta rupiah (tabel 11. Dengan demikian meningkatnya akumulasi nilai tambah dari aktivitas berbagai sektor ekonomi di satu sisi. sementara di sisi lain bila terjadi penekanan laju pertumbuhan penduduk maka akan mendorong lebih cepat perkembangan tingkat pendapatan perkapita.03%. Angka ini memperlihatkan bahwa produktivitas penduduk Kabupaten Belu meningkat sebesar 2. karena nilai pendapatan perkapita yang ada merupakan hasil bagi antara akumulasi nilai tambah dari seluruh strata ekonomi masyarakat (baik kaya maupun miskin) dengan total penduduknya. Apabila peningkatan produksi fisik barang dan jasa sekaligus diikuti dengan peningkatan indikator harga.03%.683 juta rupiah. maka secara nominal pendapatan perkapita akan bertambah dengan pesatnya. yaitu meningkat hanya sebesar 2.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME seluruh sektor PDRB menunjukkan laju pertumbuhan yang menurun (kecuali sektor pertanian) dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2006 rata-rata pendapatan perkapita penduduk Belu mencapai 2. secara riil (pendapatan perkapita menurut harga konstan) pergerakannya perkapita penduduk Kabupaten Belu tergolong relatif kecil.

00% 2.000 2.2006 2.2006 10.500.00% 8.00% -6.000 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu 418 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Belu Tahun 2000 . Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu Tahun 2000 .00% 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 Sumber : BPS Kabupaten Belu Gambar 11.00% -4.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Gambar 11.500.00% 4.000 1.00% 6.00% -2.000 1.000.1.000.000 500.00% 0.

00% 50. Pertambangan dan Penggalian : Industri Pengolahan.00% 0. Listrik & Air Bersih. Bangunan : Perdagangan.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Gambar 11.00% 60.00% 80. Pengangkutan. Persentase Peranan Sektor – Sektor Terhadap Pembentukan PDRB di Kabupaten Belu Tahun 2000 .00% 2000 2001 primer 2002 2003 sekunder 2004 tersier 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu Keterangan : Primer Sekunder Tertier : Sektor Pertanian.00% 30.3.2006 100.00% 40.00% 10.00% 70. Keuangan dan Jasa-Jasa Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 419 .00% 20.00% 90.

569. gas / gas c. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.31 894.034.28 644. tanaman perkebunan / farm non food crops c.88 179. air bersih / water supply 5.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.07 0 289.42 16.384.15 52.244.99 961.934.764.40 25. GAS.76 152.35 2006 (3) 358.682. kehutanan / foresty e.955.388.37 140. GAS & WATER SUPPLY a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.1 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Current Market Prices 2005-2006 (juta rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.718.31 2.28 134.78 0 389.178.09 65.06 31.44 127. listrik / electricity b.87 2.78 19.406.623.46 149. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.857.051. RESTORAN. tanaman bahan makanan / farm food crops b.817.05 18. LISTRIK.80 2.49 145.211. PERDAGANGAN.061. perhotelan / hotels c.017.&AIR BERSIH ELECTRICITY.952.705.22 1.90 674.50 29. perikanan / fishery 2. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. & HOTEL a.547.06 144. rumah makan / restaurant 2005 (2) 320. restoran.011.15 17.09 23.86 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 421 .244.78 2.016.743.74 2. PERTANIAN / AGRICULTURE a.

58 11.10 11.72 22.94 70.024.1 (juta rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.89 425. pemerintahan umum / government b. KEUANGAN.11 248.JASA / SERVICE a. bank / bank b.93 221. pengangkutan udara / air transport 6. angkutan rel 2.957.47 0 237. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. JASA .80 61.517.59 45. sosial kemasyarakatan / social & community services 2.265. pengangkutan laut / sea transport 4.31 0 250.722. lembaga keuanagn non bank c.121. danau / inland water transport 5.722.144. pengangkutan jalan raya / road transport 3.635 422 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 64.915. jasa penunjang keuangan d.90 36. angkutan / transportation 1.36 63.53 158.866.700.156.90 0 45.492.54 8.63 33.121.49 56.75 0 49.17 29.228.94 0 12.006.184 2006 (3) 71.025.57 10.05 48. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.667.84 995.53 2. jasa perusahaan / bussines service 9. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.47 0 13.146.959. swasta / private 1.53 320.308.929.57 177. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.221.04 351.63 20.00 32.386.64 898. komunikasi / communications 8.466.62 8.621.370. sewa bangunan /building retail e.889.864. OWNERSHIP & BUSSINES a. pengangkutan sungai.884.920.18 329.33 2.305.28 8.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.

83 0 206. listrik / electricity b.065. perikanan / fishery 2.558.998. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.&AIR BERSIH ELECTRICITY.533. restoran.32 525. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.634.991.289. GAS & WATER SUPPLY a.26 1. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. PERDAGANGAN.73 0 214. rumah makan / restaurant 2005 (2) 236.748.2006 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.754.12 6. PERTANIAN / AGRICULTURE a.12 6.88 1. perhotelan / hotels c. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.23 14.773. tanaman perkebunan / farm non food crops c. kehutanan / foresty e.57 90.10 87. tanaman bahan makanan / farm food crops b.2 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 .76 104.628.318.205.42 15.210.37 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 423 . gas / gas c.14 6.685.37 14.39 1. GAS.187.87 13.90 310.493.35 85. & HOTEL a.079.05 28.755.93 537.368.962.09 1.46 29.14 97. RESTORAN.416.370.19 1. LISTRIK.287.10 88. air bersih / water supply 5.85 111. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.66 2006 (3) 247.00 307.33 6.727.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.625.44 109.84 1.

pengangkutan udara / air transport 6. pengangkutan jalan raya / road transport 3.74 5.44 308. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 45.38 3.85 407. angkutan rel 2.241.438.43 0 36.88 0 216.57 296.78 50. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.31 4.26 3. pengangkutan sungai.481.70 52.83 157. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.2 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.160.31 148.524.07 382. jasa perusahaan / bussines service 9.286.52 20.12 28.847.691. JASA .47 105.779.99 4. OWNERSHIP & BUSSINES a.997.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.58 5.78 30. bank / bank b.39 27. swasta / private 1.20 3.823 2006 (3) 47. jasa penunjang keuangan d.81 21.JASA / SERVICE a.247.926.711.040. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.838.695.50 0 5.782.66 2.42 28. pemerintahan umum / government b. komunikasi / communications 8.137. lembaga keuanagn non bank c.144.47 0 5.90 98. sosial kemasyarakatan / social & community services 2.055.024.675 424 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .537.53 588.913.56 41. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.820. KEUANGAN.32 18.059.016.82 0 209.375.12 16.17 0 34.794.76 43.949. danau / inland water transport 5. angkutan / transportation 1.422.338.12 615.967. sewa bangunan /building retail e. pengangkutan laut / sea transport 4.

78 3.03 5.00 0. gas / gas c. tanaman bahan makanan / farm food crops b.04 6. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.71 16. kehutanan / foresty e.10 1.10 1. tanaman perkebunan / farm non food crops c.30 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 425 .97 14.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.20 0. rumah makan / restaurant 2005 (2) 35. listrik / electricity b.57 14. LISTRIK.25 0. restoran.62 14.27 2006 (3) 36.00 18.04 2. GAS & WATER SUPPLY a.59 13. perhotelan / hotels c. PERDAGANGAN. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.00 0.79 16.3 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .2006 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.25 0.17 2. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.98 0.61 0.03 1. RESTORAN.93 2.87 3. GAS.&AIR BERSIH ELECTRICITY.31 0.04 15. perikanan / fishery 2.07 0.24 0. air bersih / water supply 5.48 0. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.22 0.66 0. PERTANIAN / AGRICULTURE a. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.07 0. & HOTEL a.

PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. jasa penunjang keuangan d. pemerintahan umum / government b. pengangkutan laut / sea transport 4.91 2.00 426 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .23 6.65 17.34 0. sewa bangunan /building retail e. bank / bank b.97 5.00 4.04 3.27 0.61 7.05 3.00 1.00 0.03 0. lembaga keuanagn non bank c. JASA – JASA / SERVICE a. pengangkutan sungai.34 0.04 3.67 100. OWNERSHIP & BUSSINES a. komunikasi / communications 8.04 24.01 4. jasa perusahaan / bussines service 9. KEUANGAN.66 100.05 0.92 17.93 0. pengangkutan udara / air transport 6.00 5. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 7.19 0.04 24. pengangkutan jalan raya / road transport 3. ocial kemasyarakatan / social & community services 2.29 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.03 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.90 1.26 0. angkutan / transportation 1.28 1.3 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.24 0. danau / inland water transport 5.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.00 0.04 3. swasta / private 1.99 0.18 0.31 1. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.26 0.44 0. angkutan rel 2.00 1.88 7.00 2006 (3) 7.03 0.40 0.

listrik / electricity b. tanaman bahan makanan / farm food crops b.05 0.00 0.30 0. LISTRIK. GAS & WATER SUPPLY a. PERTANIAN / AGRICULTURE a.09 2.13 17. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. rumah makan / restaurant 2005 (2) 40. & HOTEL a.00 0.08 1.09 2. gas / gas c.25 0. perhotelan / hotels c.01 2.05 0.33 0.67 14.03 4.&AIR BERSIH ELECTRICITY.47 1.03 2006 (3) 40. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.59 2.4 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005.15 16.06 0. air bersih / water supply 5.01 1.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11. PERDAGANGAN.21 0.39 18.18 0.81 14. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.2006 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.89 14.25 0. tanaman perkebunan / farm non food crops c. perikanan / fishery 2. RESTORAN.22 0.51 1. restoran. kehutanan / foresty e. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.04 4.32 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 427 .90 14.63 0.51 0.34 18. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. GAS.

49 100.86 0.62 17. OWNERSHIP & BUSSINES a. swasta / private 1.91 0.69 2.06 3.78 8.87 0. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.05 8.66 2. danau / inland water transport 5.4 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 2005 (2) 7. pengangkutan udara / air transport 6.00 0.76 4.04 0. jasa perusahaan / bussines service 9.53 100.89 0.00 5. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.52 4.01 0.89 0.51 0. angkutan rel 2. angkutan / transportation 1.00 5.04 0.73 6.53 0. pengangkutan laut / sea transport 4.00 0. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.00 0. JASA .86 0. KEUANGAN. bank / bank b.85 0.75 4.00 428 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . lembaga keuanagn non bank c.98 0. komunikasi / communications 8.54 0. jasa penunjang keuangan d.93 0.57 5. pengangkutan sungai.98 0.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.75 6. pemerintahan umum / government b.05 25. sewa bangunan /building retail e.00 2006 (3) 7.05 25.00 0.30 16. pengangkutan jalan raya / road transport 3. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.07 3.92 0.51 0.JASA / SERVICE a.

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel 11.5 / Table 11.5 Index Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Chained Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 - 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 96.87 82.64 124.35 112.31 132.00 120.39 144.90

2006 (3) 111.71 118.10 111.95 104.88 107.46 105.69 107.36

134.14

108.08

121.17 119.76 0.00 131.62 124.26 119.71 119.86 149.80 107.32

107.25 103.21 0.00 126.57 126.57 103.48 103.39 104.65 107.64

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

429

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.5

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency

2005 (2) 128.74 126.25 0.00 123.34 115.97 0.00 110.39 149.93 147.66 136.04 134.14 148.50 0.00 130.31 112.38 132.50 135.12 126.37 120.21 121.82 132.61 115.19

2006 (3) 110.21 109.38 0.00 109.53 113.91 0.00 105.44 107.37 115.66 108.22 109.65 106.46 0.00 107.48 106.42 112.02 112.50 110.84 110.92 108.65 110.79 110.82

430

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.6 Index Berantai Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Chained Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant Market 2000 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 94.33 79.02 111.29 107.78 111.50 119.12 104.02

2006 (3) 104.62 107.29 107.07 102.17 102.29 102.98 102.15

108.02

102.96

105.24 106.66 0.00 97.15 105.28 105.12 105.15 124.99 101.32

102.63 102.40 0.00 104.08 102.97 103.06 103.10 101.16 101.49

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

431

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.6

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 114.42 113.96 0.00 112.79 128.41 0.00 127.75 113.26 118.90 118.05 124.96 115.43 0.00 102.62 108.13 120.87 121.09 120.45 118.85 121.14 122.74 104.99

2006 (3) 104.90 104.77 0.00 104.85 103.99 0.00 103.15 104.69 106.17 105.38 107.04 103.68 0.00 101.73 104.22 105.97 106.34 105.26 106.49 106.61 103.51 104.66

432

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.7 Index Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Development Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 143.36 130.99 285.78 142.15 252.06 182.11 497.90

2006 (3) 160.14 154.70 319.93 149.09 270.87 192.47 534.55

362.06

391.31

179.58 191.44 0.00 126.56 179.73 191.10 191.75 352.82 149.07

192.59 197.58 0.00 170.31 227.48 197.74 198.25 369.21 160.45

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

433

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.7

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 208.20 195.91 0.00 182.53 137.43 0.00 211.59 407.17 351.12 298.64 290.37 368.55 0.00 272.91 155.94 311.51 313.79 305.95 239.18 233.64 412.22 196.27

2006 (3) 229.47 214.27 0.00 199.92 156.56 0.00 223.10 437.17 406.11 323.17 318.38 392.35 0.00 293.33 165.95 348.97 353.01 339.11 265.29 253.84 456.70 217.49

434

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.8 Index Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Development Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant Market 2000 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 105.62 84.11 170.46 121.81 148.06 160.21 103.02

2006 (3) 110.50 90.25 182.51 124.44 151.45 164.98 105.23

126.64

130.39

119.54 126.10 0.00 90.19 99.39 116.36 116.47 168.13 106.62

122.68 129.13 0.00 93.87 102.34 119.92 120.09 170.09 108.21

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

435

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.8

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 145.93 143.07 0.00 139.77 183.26 0.00 186.70 146.89 179.15 181.46 235.94 167.18 0.00 110.51 140.05 209.55 196.03 242.50 231.27 227.99 260.42 128.63

2006 (3) 153.09 149.89 0.00 146.55 190.56 0.00 192.58 153.78 190.21 191.21 252.56 173.33 0.00 112.42 145.96 222.07 208.45 255.25 246.28 243.06 269.56 134.62

436

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.9 Index Implisit Produk Domestik Bruto Kabupaten BeluAtas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Implisit Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 135.73 155.73 167.65 116.70 170.25 113.67 483.32

2006 (3) 144.92 171.42 175.30 119.80 178.85 116.66 507.99

285.89

300.12

150.23 151.81 0.00 140.33 180.84 164.24 164.63 209.85 139.82

156.99 153.01 0.00 181.43 222.28 164.90 165.09 217.07 148.28

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

437

danau / inland water transport 5.01 126. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.96 111. OWNERSHIP & BUSSINES a.48 158. jasa perusahaan / bussines service 9.36 0. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .33 277.58 123. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. komunikasi / communications 8. angkutan / transportation 1.28 213. pengangkutan laut / sea transport 4.17 103. pengangkutan jalan raya / road transport 3.95 0.00 130.90 142.35 148.42 161.44 169.86 107.00 113.42 82.92 113.14 169. pemerintahan umum / government b.56 438 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .07 126. angkutan rel 2.06 220.00 260. sewa bangunan /building retail e.00 115. lembaga keuanagn non bank c.00 136.67 136. pengangkutan udara / air transport 6.72 104.65 160. bank / bank b.35 132. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.42 102.60 75.29 152. JASA .JASA / SERVICE a.00 246. KEUANGAN. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.29 2006 (3) 149.15 0.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.69 157.45 0.00 0.51 169.93 0.36 226.85 284. pengangkutan sungai.9 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.19 195.Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 2005 (2) 142. jasa penunjang keuangan d.99 164. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2.

97 Pertumbuhan Ekonomi / Economic Growth Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS . Persewaan & Jasa Perusahaan Financial.Restoran&Hotel Trade. Ownnership & Bussines 9.05 5.99 4. Bangunan Construction 6. Jasa-Jasa Service 2005 (4) -5.66 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 439 . Industri Pengolahan Manufacturing Industries 4.2006 (persen / Percent) Sektor Sector (1) 1.12 3.15 8.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 4.97 5.87 5.Restaurant & Hotels 7. Pertambangan & Penggalian Minning & Quarrying 3. Keuangan.Gas & Air Bersih Electricity.67 2006 (5) 4. Perdagangan.02 2. Gas & Water Supply 5.63 5. Pertanian Agriculture 2.28 2.24 2.90 18. Pengangkutan&Komunikasi Transport&Communication 8.96 5.62 4.06 14. Listrik.10 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor Kabupaten Belu Regional Economic Growth by Sector 2005 .38 20.42 4.02 2.

170 2.826 2.641 2.901.483 1.756 1.Statistics of Belu Regency Pendapatan Per Kapita Income Per Capita (2) 1.877 440 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.642.444 2.484.2006 ( ribuan rupiah) Tahun Year (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .11 Rata-Rata Pendapatan Per Kapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Berlaku Population Average Per Capita Income at Current Market prices of Belu Regency 2000 .975.253.499.683.

661.896.818.696.346 1.048 1.571 1.628.756 1.642.Statistics of Belu Regency (2) 1.545 1.2006 ( ribuan rupiah) Tahun Year Pendapatan Per Kapita Income Per Capita (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .12 Rata-Rata Pendapatan Per Kapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Konstan 2000 Population Average Per Capita Income at Constant 2000 Market Price Belu Regency 2000 .747.195 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 441 .488 1.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.