P. 1
Belu Dalam Angka 2008

Belu Dalam Angka 2008

|Views: 221|Likes:
Dipublikasikan oleh Fauzi Hasan

More info:

Published by: Fauzi Hasan on Dec 20, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2015

pdf

text

original

Katalog BPS : 1403.

5306

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA
BELU REGENCY IN FIGURES

2008

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELU

Katalog BPS : 1403.5306

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA
BELU REGENCY IN FIGURES

2008

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELU

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA 2008 BELU REGENCY IN FIGURES 2008 ISSN.0215.6962 No. publikasi / publication number : 53066.0801 Jumlah halaman / numbers of pages : lxxix+441 halaman / pages

Naskah / manuscript : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu BPS – Statistics of Belu Regency

Diterbitkan oleh / publised by : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu BPS – Statistics of Belu Regency

Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya May be cited with reference to the source

Atambua, Juni 2008

PETA KABUPATEN BELU Map of Belu Regency

14 Luas Kecamatan Kota Atambua Menurut Desa/Area of District Kota Atambua by Village 20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 ix .4 1.DAFTAR ISI / CONTENTS Peta Kabupaten Belu / Map of Belu Regency F o t o / foto iv Kata Pengantar / Perface Sambutan / Foreword vii Daftar isi / Contents ix iii v Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Statistik xxv Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 1998 tentang Badan Pusat Statistik xliv Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1998 tentang Statistik liv Sejarah Belu / The Brief History of Belu lxix Penjelasan Umum / Explanatory Notes lxxviii TABEL / TABLE Bab / Chapter I 1.13 Luas Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Desa/Area of District Kakuluk Mesak by Village 19 1.3 1.8 1.7 1.12 Luas Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Desa / Area of District Tasifeto Barat by Village 18 1.5 1.2 1.10 Luas Kecamatan Raimanuk Menurut Desa / Area of District Raimanuk by Village 16 1.11 Luas Kecamatan Kobalima Menurut Desa / Area of District Kobalima by Village 17 1.9 Geografi / Geography 1 Luas Daerah Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area of Belu Regency by District 7 Luas Kecamatan Malaka Barat Menurut Desa / Area of District Malaka Barat by Village 8 Luas Kecamatan Rinhat Menurut Desa / Area of District Rinhat by Village 9 Luas Kecamatan Wewiku Menurut Desa / Area of District Wewikut by Village 10 Luas Kecamatan Weliman Menurut Desa / Area of District Weliman by Village 11 Luas Kecamatan Malaka Tengah Menurut Desa/Area of District Malaka Tengah by Village 12 Luas Kecamatan Sasita Mean Menurut Desa / Area of District Sasita Mean by Village 13 Luas Kecamatan Malaka Timur Menurut Desa / Area of District Malaka Timur by Village 14 Luas Kecamatan Laenmanen Menurut Desa / Area of District Laenmanen by Village 15 1.1 1.6 1.

18 Luas Kecamatan Lamaknen Menurut Desa / Area of District Lamaknen by Village 24 1.4 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah.6 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah.19 Nama dan Panjang Sungai Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Name and Length of Rivers by District in Regency of Belu 25 1. 1990.3 3.1.21 Banyaknya curah hujan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Rainfall in Belu Regency by District 2006 28 Bab / Chapter II Pemerintahan / Government 31 2.1 Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan / Numbers of Villages by District 2007 35 2.DAFTAR ISI / CONTENTS 1. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Jenis Kelamin dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 38 2.1.4 Jumlah Penduduk. and Density per District 2007 65 Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin / Population by District and Sex 2007 66 Penduduk Menurut Kecamatan dan Kewarganegaraan / Population by District and Cityzenship 2007 67 Perkembangan jumlah penduduk berdasarkan Sensus Penduduk dirinci menurut Kecamatan 1980. dan kepadatan penduduk per Km dan per Rumah Tangga Menurut Kecamatan / Number of Population.15 Luas Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Desa/Area of District Tasifeto Timur by Village 1. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Tingkat 46 Pendidikan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Bab / Chapter III Penduduk dan Tenaga Kerja 51 Population and Man Power Penduduk / Population 3.1.2 3.5 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Luas Wilayah.2 Banyaknya Satuan Lingkungan Setempat menurut Kecamatan 2007 36 2.3 Banyaknya Desa/Kelurahan dan Tingkat perkembangan Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan / Numbers of Villages and Supporting level by District 2007 37 2.17 Luas Kecamatan Lasiolat Menurut Desa / Area of District Lasiolat by Village 23 21 1. Household. 2000 68 x Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .16 Luas Kecamatan Raihat Menurut Desa / Area of District Raihat by Village 22 1.1 63 2 3. Area. Rumah Tangga. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Golongan dan 42 Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 2.20 Banyaknya hari Hujan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Day that rain in Belu Regency by District 2006 26 1.1.

3. 3. 81 Tingkat Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Menurut Kabupaten / Infant Mortality Rate ( IMR) per 1000 birth by Regency 1999.5 3.2. 3.1.2.3. 75 3.7 3.DAFTAR ISI / CONTENTS 3.1.2.8 Penduduk Kabupaten Belu Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan / Population 10 years old and over in Belu Regency by Marital Status 2007 69 Penduduk Kabupaten Belu Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin / Population in Belu Regency by Age Group and Sex 2007 70 Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan dan Golongan Umur / Number of Population by Districk and Age Group 2007 71 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Menurut Kecamatan / Number of Household and Poor People by Districk 2007 74 Tingkat kelahiran / fertility rate 3.1.2. 3.1.1. 3.3.2.1. 2004 83 Tingkat Harapan Hidup Penduduk Berumur Nol Tahun Menurut Kabupaten / The Life Expectancy At Birth by Regency 1999. Perkiraan Angka Kelahiran Total / TFR menurut Kabupaten 1989-2005 77 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Age at First Marriage 2007 78 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Lahir Hidup di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 79 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Masih Hidup di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 80 Tingkat kematian / Mortality rate 3. 2004 84 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Sudah Meninggal di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 85 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xi . 2002.4.6 3. 2002.3.3.2.

8 3.4.4.DAFTAR ISI / CONTENTS Angkatan kerja / Labour force 3.4.4.4.4.4.5 3. Vacancies.6 3.4.10 3.4. dan Penempatan Tenaga Kerja yang Terdaftar Menurut Jenis Kelamin / Numbers of Registered Job Applicants.4.4.1 87 3. Permintaan.2 3.13 3.12 Perbandingan Rata-rata upah/gaji Bersih Karyawan dengan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dan upah Minimum Regional (UMR) Selama sebulan di Kabupaten Belu 2005-2007 100 Banyaknya Transmigran dirinci per Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Transmigrant by district in Belu Regency 2007 101 3.14 Banyaknya Penduduk Pelintas Batas di Kabupaten Belu / Numbers of Transitter in Belu Regency 2007 102 xii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .11 Penduduk 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Kegiatannya Seminggu yang Lalu / Population 15 Years Old and Over by Sex and Activity During The Previous Week 2007 89 Penduduk 15 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kegiatan / Population 15 Years Old and Over by Type of Activity in Belu Regency (Kota/Urban) 2000 90 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week By Main Employmen Status and Sex 2007 91 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Employmen Status and Sex 2000 92 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2007 93 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2000 94 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2007 95 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2000 96 Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Jenis Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Type of Main Occupation and Sex 2006 97 Jumlah Pencari Kerja.4.4. and Placement of Workers by Sex 2007 98 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin / Numbers of Registered Jod Applicants by Educational Attainment and Sex 2007 99 3.4 3.7 3.9 3.3 3.4.

1.1.1 4.2.8 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan / Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2003 111 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Pengeluaran untuk Makanan dan Bukan Makanan Per Kapita Sebulan / Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure fot Food and Non-Food 2003 112 Penduduk di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan / Population in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2007 113 Rata-Rata Konsumsi Bahan Makanan Per kapita Seminggu Menurut Jenis Bahan Makanan Penting di Nusa Tenggara Timur / Average of Per Capita Food Consumption by Selected Food in Nusa Tenggara Timur 2005 114 Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan dan non makanan menurut Kabupaten/Kota 2005 115 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan untuk kelompok Makanan di Kabupaten Belu / Averageof per Capita Monthly Expenditure and Food item in Belu Regency 2007 116 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan untuk Kelompok bukan Makanan di Kabupaten Belu / Average per capita Monthly Expenditure and Non Food item in Belu Regency 2007 118 Penduduk menurut golongan pengeluaran sebulan di Kabupaten Belu dan NTT 2007 120 Keadaan Rumah Tangga & Tempat Tinggal Household Condition & Home Owner 4.1.2.4 123 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Luas Lantai / Household in Belu regency by Area of Floor 2007 125 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Atap terluas / Household in Belu regency by Primary Roof Type 2007 126 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Lantai terluas / Household in Belu regency by Primary Floor Type 2007 127 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Dinding Terbanyak / Household in Belu regency by Area of Primary Roof Type 2007 128 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xiii .5 4.1.1.4 4.1.2 4.2.6 4.2.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter IV Konsumsi dan Keadaan Rumah Tangga Consumption and Household Condition 103 Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Population Expenditure and Consumption 4.1.2 109 4.7 4.3 4.1.3 4.1 4.

5 5. Guru. and pupil of public and private kindgarden by district 2006 146 Banyaknya Sekolah. Guru. and Pupil of Public and Private Senior High School (Vocational) in Belu Regency by District 2007 150 Banyaknya Sekolah.2.7 4. dan Murid Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School.2. Guru.5 4. and Pupil of Public and Private Junior High School (General) in Belu Regency by District 2007 148 Banyaknya Sekolah. Teacher. Teacher.1. teacher.1.8 4. Teacher.1 5.1.4 5.6 4. Guru.1. Guru.2. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Terbuka Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 151 xiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .6 5. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) Kejuruan Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School. and Pupil of Public and Private Primary School in Belu Regency by District 2007 147 Banyaknya Sekolah. Guru.2 143 5. dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan / Numbers of Schools. Teacher.7 Banyaknya Sekolah.2.3 5. Guru. Teachers. dan Murid Sekolah Menegah Tingkat Atas (SMTA) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School.DAFTAR ISI / CONTENTS 4.1. and Pupil of Public and Private Senior High School (General) in Belu Regency by District 2007 149 Banyaknya Sekolah.1.1. and Pupils by Education Level 2007 145 Banyaknya Sekolah.2. dan Murid Taman Kanak-Kanak Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut kecamatan / Nimbers of school.9 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Penerangan / Household in Belu regency by Source of Lighting 2007 129 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Air Minum / Household in Belu regency by Source of Drinking Water 2007 130 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Jamban / Household in Belu regency by Toilet Facilities 2007 131 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Status Penguasaan Tempat Tinggal Household in Belu regency by Status of House 2007 132 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Tempat Pembuangan Tinja / Household in Belu Regency by Faeces Place of Exile 2007 133 Bab / Chapter V Sosial / Social Affairs 135 Pendidikan / Education 5.

14 Hasil Ujian Nasional SD/MI di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 155 Hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMPT di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 156 Hasil Ujian Nasional SMA/MA di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 157 Hasil Ujian Nasional SMK di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 158 Kesehatan / Health 5.1.10 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Status Pendidikan dan Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Education Status and Sex 2007 152 Penduduk 7 Tahun keatas yang Masih Sekolah.6 5.13 5.2.2.11 5.5 5.3 5. dan Pasangan Usia Subur Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Health Personal Service by Health Personal Status and District in Belu Regency 2007 174 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xv .1.8 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Health Service in Belu Regency by District 2007 161 Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Jenis Tenaga Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Health Personal by Health Personal Type in Belu regency by District 2007 162 Jumlah Penderita Rawat Jalan Menurut Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 165 Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Kunjungan Rawat Jalan di 19 Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 166 Sepuluh Penyakit Terbanyak Menurut Jumlah Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Umum 170 Atambua 2007 Status Gizi Balita Menurut Kecamatan Menurut Puskesmas di kabupaten Belu Nutritional Status of Children Under Five Years Old by Communitiy Health Centre in Belu Regency 2007 171 Banyaknya Peserta Aktif Menurut Metode Kontrasepsi yang digunakan per Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Active Acceptor by Contraceptive method used per District in Belu Regency 2007 172 Banyaknya Klinik.2.2.7 5.2.4 5. Tidak/Belum Pernah Sekolah.1.2. Peserta Keluarga Berencana (KB).9 5.1.1. Never/Not Yet Attending School by Age Group in Belu Regency 2007 153 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Kemampuan Membaca dan Menulis per Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Literacy per Sex 2007 154 5.1 5.1.1.2 159 5.2.8 5.DAFTAR ISI / CONTENTS 5.12 5. dan Tidak Sekolah Lagi Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Belu / Population 7 Years and over who attending School.2.

2 5.4 . 5.1 175 5.5. 189 5.4.5.1.4. 5.5.3.5 180 Agama / Religion 5.5.4 5. 5. Penyebaran Infra Struktur Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Infra Structure of Social Affairs in Belu Regency by District 2007 191 Banyaknya Fakir Miskin dan Perumahan Tidak Layak di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 192 Jumlah Penduduk Lanjut Usia Terlantar dan Anak Yatim Piatu Di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Over Age and No Parents in Belu regency by District 2007 193 Banyaknya Penyandang Cacat.4.2 183 5.3.3 Jumlah Perkara dan Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang Diterima. by Month and Sex 2007 179 Banyaknya Masalah Sosial Menurut Bulan yang terjadi di Kabupaten Belu 2007 Banyaknya Masalah Sosial yang terjadi di Kabupaten Belu 2006 . Temple. Ex Penyakit Kronis.2007 182 5. dan Masyarakat Terasing di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 194 Banyaknya Yayasan yang Mengasuh Anak dengan Sistim Non Panti dan Jumlah Anak asuh di Kabupaten Belu 2007 195 Bencana Alam Yang Terjadi dan Jumlah Korban Akibat Bencana Alam di Kabupaten Belu Menurut Kecamayan dan Taksiran Kerugian yang Diderita 2007 196 xvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1 5.3.5.3 Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Religion Follower by District in Belu Regency 2007 185 Jumlah Tempat Ibadah di Kabupaten Belu Menurut Golongan Agama per Kecamatan / Numbers of Mosque/Private Mosque. Wanita Rawan Sosial.DAFTAR ISI / CONTENTS Kriminalitas / Crime 5. Diputuskan Menurut Bulan / Numbers of Criminal Cases and Defendants Received . and Vikoa in Belu regency by District 2007 186 Banyaknya Rohaniawan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Spiritualist in Belu Regency by District 2007 187 Sosial Lainnya / Others Social 5. Settled by Month 2007 177 Jumlah Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang diselesaikan Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Belu / Numbers of Defendants in Criminal Cases that Setlled by Age Group and Sex in Belu Regency 2007 178 Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang diselesaikan Pengadilan Menurut bulan dan Sikap Terhadap Putusan di Kabupaten Belu / Numbers of Defendants and Settled by Court.5.3.3. 5.5.3. Church.6.2.

Yield Rate and Production of Sweet Potatoes by District 2007 216 Luas Panen. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Sawah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.10 6.2007 221 Produksi Buah-Buahan di Kabupaten Belu / Fruits Production in Belu Regency 2002 . Yield Rate and Production of Peanuts by District 2007 217 6. Yield Rate and Production of Cassava by District 2007 215 6. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.1.2 209 6.6 6.13 Luas Panen. Yield Rate and Production of Paddy by District 2007 211 Luas Panen.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter VI Pertanian / Agriculture 199 Tanaman Pangan / Food Crops 6.9 6. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.8 6. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Hijau di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.1.1. Yield Rate and Production of Dryland Paddy by District 2007 213 Luas Panen. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Ladang di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.12 6.5 Luas Panen.11 6. Yield Rate and Production of Wetland Paddy by District 2007 212 Luas Panen.3 6.1.4 6.1.1.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Jagung di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.1.1.1.1 6.1.1. Yield Rate and Production of Green Peas by District 2007 218 Perkembangan Luas Panen Tanaman Pangan di Kabupaten Belu / Area Harvested of Food Crops in Belu Regency 2002 – 2007 219 Perkembangan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Belu / Food Production in Belu Regency 2002 – 2007 220 Produksi Sayur-Sayuran di Kabupaten Belu / Vegetables Production in Belu Regency 2002 . Yield Rate and Production of Maize by District 2007 214 Luas Panen.2007 222 Luas Tanah Menurut Penggunaan di Kabupaten Belu / Land Area by Used Type in Belu Regency 2005 – 2007 223 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xvii .1.7 Luas Panen.

2.3.2.4 237 Banyaknya Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock by Kind and District in Belu Regency 2007 239 Banyaknya Ternak Unggas Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Poultry by Kind and District in Belu Regency 2007 240 Banyaknya Ternak Berpenyakit SE Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock that SE Virus by Kind and District in Belu Regency 2007 241 Banyaknya Ternak yang Divaksinasi SE.5 xviii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .DAFTAR ISI / CONTENTS 6. and Hog-Cholera Vacination by Kind and District in Belu Regency 2007 242 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di luar Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Slaughting that happened out of Slaughter House by District in Belu Regency 2007 243 6.7 6.8 227 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kapuk Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Kapok Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 229 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kemiri Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Cande Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 230 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Coconut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 231 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Coffee Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 232 Luas Areal dan Produksi Tanaman Jambu Mente Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Chasen Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 233 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Cocoa Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 234 Luas Areal dan Produksi Tanaman Pinang Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Areca Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 235 Luas Areal dan Produksi Tanaman Tembakau Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Tobacco Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 236 Peternakan / Livestock 6. dan Hog-Cholera Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock that SE.2 6.3.2.2. Rumah Tangga Pertanian.1.2.5 6. Brucellosis.3 6.2 6.3.4 6. Rumah Tangga Peetanian Pengguna Lahan dan Rumah Tangga Gurem di Kabupaten Belu Tahun 1993 dan 2003 Banyaknya Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan Menurut Jenis Usaha Pertanian di Kabupaten Belu Tahun 1993 dan 2003 225 Perkebunan / Estate 6.3 6.14 224 6.2.1 6. Brucellosis.1.3.2.15 Banyaknya Rumah Tangga.2.1 6.6 6.3.

6. 6.6 6.7 6.2 6.4.5.4.3 6.5.5.8 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di dalam Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Slaughting that happened in Slaughter House by District in Belu Regency 2007 244 Pengeluaran Ternak dan Hasil Ikutannya Menurut Jenis Ternak di Kabupaten Belu / Livestock Product and Others Product by Kind in Belu Regency 2007 245 Banyaknya Ternak Menurut Asal Ternak .5 6. dan jenisnya 2007 246 Kehutanan / Foresty 6.5.3.1 247 6.4 6.5.3. 6. Penggunaan.4.3.DAFTAR ISI / CONTENTS 6.6 257 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Laut di Kabupaten Belu Menurut Kategori Usaha / Numbers of Marine Fishing Household in Belu Regency by Categories 2007 259 Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya / Numbers of Marine Fishing Boat in Belu Regency by Type of Boat 2005 – 2007 260 Jumlah Alat Penangkapan Ikan di Kabupaten belu Menurut Jenisnya / Numbers of Marine Fishing Gear in Belu Regency by Type of Gear 2005 – 2007 261 Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Menurut Sub Sektor / Production of Fishery in Belu Regency by Fisheries Group 2005 .4. Rencana Luas Kawasan Hutan Menurut Pola Tata Guna Hutan per Kecamatan di Kabupaten Belu / Planning Foresty Area by it Function per District in Belu Regency 2007 249 Produksi Kayu Cendana di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Production of Cendana Wood in Belu Regency by District 2007 251 Produksi Kayu dan Hasil Ikutannya / Production of Wood and Others Product 2006 Pengiriman Antar Pulau Hasil Hutan Non Kayu 2007 254 Pengiriman Antar Pulau / ke luar Daerah Hasil Hutan Kayu 2007 252 255 Perikanan / Fishery 6.4.4.2.2007 262 Luas dan Produksi Budidaya Perikanan Darat di Kabupaten Belu / In Land Fishery Production in Belu Regency 2007 263 Produksi Ikan Laut di Kabupaten Belu Menurut Jenis Ikan / Sea Fisheris Production by Type 2007 264 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xix .3.5.1 6.5.

2 273 7.6 7.12 Banyaknya Perusahaan / Usaha Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan / Numbers of Manufacturing / Etablishment by District 2007 275 Banyaknya Pekerja Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan / Numbers of Person Enganged in Manufacturing Sector by Industry Categories and District 2007 276 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Barat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Barat by Industry Kinds 2007 277 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Rinhat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Rinhat by Industry Kinds 2007 278 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Wewiku Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Wewiku by Industry Kinds 2007 279 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Weliman Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Weliman by Industry Kinds 2007 280 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Tengah Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Tengah by Industry Kinds 2007 281 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Sasita Mean Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Sasita Mean by Industry Kinds 2007 282 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Timur Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Timur by Industry Kinds 2007 283 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Laen Manen Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Laen Manen by Industry Kinds 2007 284 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Raimanuk Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raimanuk by Industry Kinds 2007 285 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kobalima Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kobalima by Industry Kinds 2007 286 xx Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1.1.1.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter VII Industri & Energi / Industries & Energy 267 Industri / Industries 7.1.1.1 7.1.4 7.3 7.1.1.10 7.7 7.1.1.11 7.1.9 7.5 7.8 7.1.

2.1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Atapupu) 300 Banyaknya Pelanggan.1.2 7.DAFTAR ISI / CONTENTS 7.2.18 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Naitimu) 303 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxi . Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Besikama) 302 Banyaknya Pelanggan.2.17 7.1 297 7.19 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Barat by Industry Kinds 2007 287 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kakuluk Mesak by Industry Kinds 2007 288 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Timur by Industry Kinds 2007 289 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Raihat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raihat by Industry Kinds 2007 290 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Lasiolat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lasiolat by Industry Kinds 2007 291 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Lamaknen Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lamaknen by Industry Kinds 2007 292 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kota Atambua Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kota Atambua by Industry Kinds 2007 293 Listrik / Electricity 7.15 7.3 7.1. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Betun) 301 Banyaknya Pelanggan.1.4 7. Value of Power and Cunsumption PLN Eiectric by Clasaification 2007 (Ranting Atambua) 299 Banyaknya Pelanggan.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.1.1.14 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.1.13 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2.16 7.5 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.

Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Kaputu) 309 Banyaknya Pelanggan.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Haekesak) 311 Banyaknya Pelanggan.4.2.13 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.12 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Silawan) 304 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Boas) 308 Banyaknya Pelanggan.14 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Kobalima) 307 Banyaknya Pelanggan.4. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN di Kabupaten Belu Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Biudukfoho) 310 Banyaknya Pelanggan.9 7.3.1 313 Banyaknya Pelanggan dan Nilai Air Minum yang disalurkan Menurut Jenis Pelanggan / Numbers of Costumers Water Supply by Costumer Type 2007 315 Pertambangan / Mining 7.11 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric in Belu Regency by Clasaification 2006 312 Air Minum / Water Supply 7.7 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2.2.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2 317 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Kecamatan dan Kualifikasinya di Kabupaten Belu 2007 319 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Bentuk Badan Hukun dan Kecamatan Kabupaten Belu 2007 320 xxii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.6 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.1 7.8 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Lamaknen) 305 Banyaknya Pelanggan.2.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Manleten) 306 Banyaknya Pelanggan.DAFTAR ISI / CONTENTS 7.10 7.

1.4 8.2 8.5 Penggunaan bahan galian Golongan C menurut jenis dan kecamatan di Kabupaten Belu 2007 321 Realisasi penerimaan pajak penggalian.1 8.1 8. and Beds by District 2006 – 2007 343 Banyaknya Tamu Menurut Kewarganegaraan dan Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar / Numbers of Guest by Citizen and Average Occupancy Rate of Hotel 2007 344 Bab / Chapter IX Transportasi & Komunikasi Transportation & Communications 345 Perhubungan Darat / Land Communications 9.5 8.2 341 Banyaknya Akomodosi Hotel/Losmen.3 8. Rooms.4. Jumlah Kamar.2.1.2.3 7.4.DAFTAR ISI / CONTENTS 7. dan Tempat Tidur Menurut Kecamatan / Numbers of Hotel/Lodgings. pemanfaatan bahan galian Golongan C menurut kecamatan di Kabupaten Belu 2007 323 Realisasi penerimaan pajak air bawah tanah menurut kecamatan di Kabupaten Belu 2007 324 Bab / Chapter VIII Perdagangan & Hotel / Trade & Hotels 325 Perdagangan / Trade 8.1 353 Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kendaraan / Numbers of Motor Vehicles in Belu regency by Type of Motor Vehicles 2006 .1.1.1.2007 355 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxiii .4 7.1.1.4.6 331 Banyaknya Perusahaan/Usaha Sektor Perdagangan Menurut Jenis Usaha dan Kecamatan / Numbers of Etablishment by Trade Scale and District 2007 333 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Kategori Lapangan Usaha di Kabupaten Belu 2007 334 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Skala Usaha di Kabupaten Belu 2007 335 Volume Antar daerah ke luar Beberapa Komoditi di Kabupaten Belu 2007 336 Pengadaan Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Bulan 2007 338 Banyaknya komoditi Beras yang disalurkan menurut kelompok penggunaan dan bulan penyaluran di Kabupaten Belu 340 Perhotelan / Hotels 8.

1.3.1.1.6 9.1 365 9. STNK.1.1.7 9.2007 356 Banyaknya SIM. Bagasi.3.2 9.3.3 9.DAFTAR ISI / CONTENTS 9.2.3 369 Banyaknya Kunjungan Kapal dan Arus Penumpang di Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Numbers of Ship Visit and Passenger via Atapupu Port by Month 2007 371 Banyaknya Bongkar Barang. dan BPKB.8 9.9 Banyaknya Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Belu / Numbers of Delinquency and Traffic Accident in Belu regency 2006 .2 9. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Volume of Cargo unLoaded Via Atapupu Port by Month 2007 373 xxiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Bus Menutur Trayek di Kabupaten Belu 2006 . dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Volume of Cargo Loaded Via Atapupu Port by Month 2007 372 Banyaknya Muat Barang.1.2 Jumlah Pesawat dan Penumpang Datang dan Berangkat di Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan / Numbers of Aircraft and Passengers Arrival and Departures Via Haliwen Air Port by Month 2007 367 Banyaknya Bongkar Muat Barang. BBM. dan Pos Paket Lewat Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan / Volume of Cargo Loaded / Unloaded Via Haliwen Air Port by Month 2007 368 Perhubungan Laut / Sea Communication 9.2.1. yang dikeluarkan Resort Kepolisian Kabupaten Belu / Numbers of Driving and Vehicles License Issued by Type 2006 – 2007 357 Banyaknya Mobil.4 9. BBM.1 9.5 9.2007 358 Banyaknya Mobil Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Sifat 2007 359 Panjang Jalan Menurut Status Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Road Status in Belu Regency 2007 360 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Type of Surface in Belu Regency 2007 361 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Condition in Belu Regency 2007 362 Panjang Jalan Menurut Kelas Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Class Road in Belu Regency 2007 363 Perhubungan Udara / Air Communication 9.1.

Simpanan di Koperasi Unit Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Members and Saving Deposits in Village Unit Cooperative by District in Belu Regency 2007 398 Harga-Harga / Prices 10.DAFTAR ISI / CONTENTS Pos & Telekomunikasi / Post & Telecommunications 9. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 – 2007 379 Jumlah Sambungan Telepon Yang Disambung Menurut Jenis Pelanggan per Triwulan 2007 380 Bab / Chapter X Keuangan & Harga-Harga Financial & Prices 381 Keuangan Pemerintah Daerah Finance of The Regional Government 10.1.4.3.1 375 9.2 395 Banyaknya Anggota dan Simpanan Menurut Jenis Koperasi / Numbers of Members and Saving Deposits by Kind of Cooperative 2007 397 Banyaknya Anggota.2 9.1 10.2.2007 401 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxv .3 9. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 – 2007 378 Banyaknya Barang yang Dipaketkan lewat Kantor PT.1. Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 393 Koperasi / Cooperative 10. 399 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua / Average of Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2002 .1.1 10.1.3 387 Realisasi Penerimaan Rutin Daerah Belu Tahun Anggaran / Actual Second Stage Autonomus Regional Receipts of Belu Fiscal Year 2006 389 Realisasi Pengeluaran Rutin Belu Tahun Anggaran / Actual Second Stage Autonomous Regional Expenditure of Belu Fiscal Year 2006 390 Jumlah Wajib Pajak .4 Banyaknya Surat Yang dikirim lewat Kantor PT.4.4.2. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan dan Jenis Surat / Numbers of Postal Mailed by Triple-Month and Type 2007 377 Banyaknya Uang Yang diweselkan lewat Kantor PT.2 10.4.

3.3.2. 10.3.3. 10.1 Pendapatan Regional / Regional Income 413 11.7.7.5. 11. 11. 10.6.4.5. 10.2006 425 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 – 2006 427 Indeks Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha 2005 –2006 429 Indeks Berantai Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha 2005 – 2006 431 Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Development Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 – 2006 433 Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Development Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 . Rata-Rata Bulanan Harga Eceran Sembilan Bahan Pokok dan barang strategis lainnya di Pasar Atambua / Average retail Price of 9 Essential Commodities and others stratigies 402 commodities 2007 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua / Average Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2007 404 Inflasi Atambua Menurut Bulan dan Kelompok Kebutuhan / Inflation Rate in Atambua by Month and Group 2007 406 Laju Inflasi Kota Atambua / Inflation Rate in Kota Atambua 2002 .2007 408 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Pasar Baru) 2007 409 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Atambua) 2007 410 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Betun) 2007 411 Bab / Chapter XI 11.3. Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .4. 11.3. 11.3.3.3.8. 10. 11.2.DAFTAR ISI / CONTENTS 10.2006 421 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Constan 2000 Market Prices 2005 . 11.8.2006 435 xxvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . 10.2006 423 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .6.

Indeks Implisit Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Implisit Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 .9.10.12. 11. 11.DAFTAR ISI / CONTENTS 11.2006 437 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor Kabupaten Belu / Regional Economic Growth by Sector and Sub Sector 2005 –2006 439 Rata-rata Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Berlaku / Population Average per Capita Income at Current Market Prices of Belu Regency 2000 – 2006 440 Rata-rata Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Konstan 2000 / Population Average per Capita Income at Constant 2000 Market Prices of Belu Regency 2000 – 2006 441 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxvii . 11.11.

maupun khusus menuju terwujudnya sistem Statistik Nasional yang andal. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 2. Mengingat : 1. dan kemutahiran data dalam kegiatan statistik perlu diatur mekanisme penyelenggaraan statistik baik statistik dasar. dan efesien. penyelenggaran kegiatan statistik perlu didukung upaya-upaya koordinasi dan kerjasama serta upaya pembinaan terhadap seluruh komponen masyarakat statistik. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENYELENGGARAAN STATISTIK. b. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 39. keakuratan. dalam pembangunan sistem rujukan informasi statistik nasional pada umumnya.PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN STATISTIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. c. bahwa dalam rangka perencanaan pembangunan nasional pada khususnya. serta dalam rangka penjabaran lebih lanjut UndangUndang Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut pada huruf a dan b. Menimbang : a. sektoral. bahwa dalam upaya memenuhi atas kepaduan. dipandang perlu menetapkan Peraturan Tentang Penyelenggaraan Statistik. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3686). efektif. .

Sensus Penduduk adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh penduduk yang bertempat tinggal atau berada di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik penduduk pada saat tertentu.BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan : 1. dan lembaga-lembaga lainnya di luar BPS. 5. Lembaga Pemerintah Non Departemen Daerah. 3. rumah tangga pertanian. DAN KHUSUS Bagian Pertama Statistik Dasar Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 2 (1) Pemerintah berkewajiban menyediakan statistik dasar. 6. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel dari suatu populasi untuk memperkirakan karakteristik obyek pada saat tertentu. Instansi Pemerintah adalah Departemen. BAB II STATISTIK DASAR. 2. BPS adalah singkatan dari Badan Pusat Statistik sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. 4. dan perusahaan pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh kateristik pertanian pada saat tertentu. Survei antar sensus adalah survei yang dilakukan diantara 2 (dua) sensus sejenis. Sensus Pertanian adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh petani. xxvi . Sensus ekonomi adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh usaha dan atau perusahaan non pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik usaha dan perusahaan pada saat tertentu. 7. SEKTORAL.

(2) Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup karakteristik petani. c. xxvii . kegiatan usaha di bidang pertanian. dan karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang kependudukan. (3) Dalam menyelenggarakan statistik dasar. survei. tanaman. Pasal 4 (1) Pencatatan dalam sensus penduduk dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh penduduk (2) Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup karakteristik tentang penduduk. Pasal 3 (1) Sensus terdiri dari : a.(2) Statistik dasar diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). b. b. Sensus Pertanian. c. tahun berakhiran angka 6 (enam) bagi sensus ekonomi. perusahaan pertanian. Sensus Ekonomi. Pasal 5 (1) Pencatatan dalam sensus pertanian dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh petani. tahun berakhiran angka 3 (tiga) bagi sensus pertanian. kompilasi produk administrasi. BPS memperoleh data melalui sensus. tanah. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi. dilaksanakan pada : a. dan pengukuran obyek pertanian. (2) Waktu penyelenggaraan sensus.serta karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang pertanian. perumahan dan lingkungannnya. Sensus Penduduk. tahun berakhiran angka 0 (nol) bagi sensus penduduk.

xxviii . seluruh. produksi. (2) Pasal 8 (1) BPS wajib mengumumkan rencana penyelenggaran sensus kepada masyarakat sebelum sensus dilaksanakan. (2) Pelaksanaan survei statistik dasar di lapangan dilakukan oleh petugas survei yang ditetapkan oleh BPS. Pasal 10 (1) Wilayah pencacahan survei ststistik dasar ditetapkan oleh Kepala BPS. penyerapan tenaga kerja. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.Pasal 6 (1) Pencatatan dalam sensus ekonomi dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh perusahaan dan kegiatan usaha di bidang ekonomi. Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup kegiatan usaha. pemakai bahan baku. Pasal 9 (1) Selain sensus. (4) Survei sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) adalah survei antar sensus. Pasal 7 (1) Dalam penyelenggaran sensus Kepala BPS menetapkan wilayah pencacahan. atau gabungan desa dan atau kelurahan. BPS juga menyelenggarakn survei dan kompilasi produk administrasi untuk penyediaan statistik dasar. (2) Wilayah pencacahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat merupakan bagian. serta karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang ekonomi. (2) Setiap penyelenggaran sensus didahului dengan uji coba sensus. (3) Survei juga dilakukan diantara 2 (dua) sensus sejenis.

penyediaan data. Kepala Desa dan Kepala Kelurahan sesuai lingkup tugas dan wewenangnya.Pasal 11 Kompilasi produk administrasi statistik dasar dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. Gubernur. Pasal (12) (1) BPS berhak memperoleh produk administrasi dari instansi pemerintah dan masyarakat. Paragraf2 Petugas dan Responden Pasal 14 (1) Pencacahan di lapangan dalam pelaksanaan sensus dilakukan oleh petugas sensu yang diangkat secara sah oleh kepala BPS. (2) Petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bertugas melakukan pencacahan. Walikota. xxix . (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Pertugas sensus dapat berasal dari pegawai BPS dan atau direkrut dari pegawai instansi pemerintah lainnya atau anggota masyarakat. (4) Ketentuan tentang pengangkatan. pemberhentian dan pelatihan petugas sensus diatur lebih lanjut oleh kepala BPS. Bupati. Camat. serta sarana dan kompilasi produk administrasi yang dilakukan oleh BPS. dan pemeriksaan. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. pengawasan. BPS mendapatkan dukungan pelaksanaan operasional dari Menteri. Pasal (13) (1) Dalam penyelenggaran statistik dasar. (2) Dukungan pelaksanaan operasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi dukungan pengadaan petugas.

atau memperbaharui tanda nomor bangunan atau stiker sensus baik bangunan tempat tinggal maupun bukan tempat tinggal. memberi izin petugas sensus memasuki halaman atau pelataran. menerima petugas sensus. xxx . mendapat jaminan asuransi. dan ketertiban umum. tanah atau tempat usaha. Pasal 19 (1) setiap responden sensus wajib : a. Pasal 17 Setiap petugas sensus wajib memegang teguh rahasia atas keterangan yang diberikan responden dan yang diperoleh dari obyek kegiatan sensus. Pasal 18 (1) Petugas sensus yang merupakan tenaga lepas dan bukan pegawai negeri yang mendapat kecelakaan dan mengakibatkan cacat atau meninggal dunia dalam menjalankan tugasnya. Menyampaikan hasil pelaksanaan sensus sebagaimana adanya. adat istiadat. b. (2) Biaya pembayaran premi untuk jaminan asuransi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan bagian tidak terpisahkan dari anggaran penyelenggaraan sensus. memperlihatkan surat tugas atau tanda pengenal petugas sensus. tata krama. memeriksa. c.Pasal 15 Dalam melaksanakan tugasnya. (3) Besarnya jaminan asuransi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh kepala BPS setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan. memberi izin petugas memasang. setiap petugas sensus berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditetapkan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. setiap petugas sensus wajib : a. b. serta masuk ke dalam bangunan yang berada di wilayah kerja petugas sensus. c. Pasal 16 Dalam melaksanakan tugasnya. Memperhatikan nilai-nilai agama.

orang lain yang berkaitan. e. dan kompilasi produk administrasi untuk kebutuhan statistik dasar bagi lingkup daerah yang bersangkutan. dan pasal 18 berlaku bagi petugas statistik survei statistik dasar. anggota keluarga. Pasal 22 (1) Perwakilan BPS di Daerah berwenang melakukan pengolahan hasil sensus. (2) Sajian statistik dasar hanya disampaikan dalam bentuk data agregat dan bukan data individu.d. (3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak menghilangkan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. pasal 15. (4) Setiap responden berhak menolak petugas sensus yang tidak dapat memenuhi ketentuan pasal 16 huruf a dan b. xxxi . dan atau kegiatannya secara lengkap dan benar. Paragraf 3 Pengolahan Hasil Pasal 21 (1) BPS bertanggung jawab melakukan pengolahan hasil sensus. Memperlihatkan catatan tertulis. Pasal 20 (1) Ketentuan yang berlaku bagi petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 14. buku-buku dan naskah-naskah yang diperlukan oleh petugas sensus. dan mutakhir untuk kebutuhan sampai pada lingkupsatuan pemerintahan terkecil. buku-buku dan naskah-naskah. dan kompilasi produk administrasi untuk menyediakan statistik dasar yang lengkap. survei. Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan petugas sensus mengenai diri sendiri. (2) Pimpinan lembaga atau orang lain yang ditunjuk dari lembaga yang telah ditetapkan sebagai responden berkewajiban memberikan keterangan kepada petugas sensus mengenai segala kegiatan lembaga sesuai dengan daftar isian dan atau memperlihatkan catatan tertulis. pasal 16. pasal 17. akurat. (2) Ketentuan tentang kewajiban responden sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 berlaku juga bagi responden survei statistik dasar. survei.

(3) Statistik sektoral yang jangkauan populasinya berskala nasional dan hanya dapat dilakukan degan cara sensus. (2) Penyelenggaraan statistik sektoral dapat dilakukan secara mandiri atau bersamasama dengan BPS. kompilasi produk administrasi. Bagian Kedua Statistik Sektoral Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 23 (1) Instansi pemerinatah menyelenggarakan statistik sektoral sesuai tugas pokok dan fungsinya.(2) Perwakilan BPS di Daerah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. wajib dilakukan bersama-sama BPS. (3) Wilayah survei statistik sektoral meliputi sebagian atau seluruh wilayah republik Indonesia Pasal 25 (1) Instansi pemerintah menyelenggarakan survei dan kompilasi produk administrasi untuk penyediaan statistik sektoral guna mendukung pelaksanaan tugas pokok instansi yang bersangkutan. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. (2) Instansi pemerintah juga dapat menyelenggarakan survei dan kompilasi produk untuk kebutuhan intern instansi yang bersangkutan. xxxii . instansi pemerintah memperoleh data melalui survei. Pasal 24 (1) Dalam penyelenggaran statistik sektoral.

Pasal 27 Kompilasi produk administrasi statistik sektoral dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. c. xxxiii . wilayah kegiatan statistik. memberitahukan rencana penyelenggaraan survei kepada BPS. b. (2) Penyelenggaraan survei statistik sektoral wajib : a. menyerahkan hasil penyelenggaraan survei yang dilakukan kepada BPS. (3) Rencana penyelenggaraan survei sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf (a) memuat : nama instansi. judul. (2) Ketentuan yang berlaku mengenai petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 dan 17 berlaku juga untuk petugas survei statistik sektoral. mengikuti rekomendasi yang diberikan BPS. jenis data yang akan dikumpulkan. diatur dengan Keputusan Kepala BPS. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku.Pasal 26 (1) Hasil survei statistik sektoral sebagaimana dimaksud pada pasal 25 ayat (1) juga ditujukan untuk mendukung penyediaan informasi bagi kepentingan perencanaan pembangunan nasional dan dalam rangka pembangunan Sistem Statistik Nasional. obyek populasi dan jumlah responden. Pasal 28 (1) penyelenggara statistik sektoral berhak memperoleh produk administrasi dari instansi pemerintah atau masyarakat. metode statistik yang akan dipergunakan. Paragraf 2 Petugas dan Responden Pasal 29 (1) Pelaksanaan pencacahan survei statistik sektoral dilakukan oleh petugas survei yang telah ditetapkan instansi penyelenggara. tujuan survei. dan waktu pelaksanaan. (4) Tata cara memberitahukan rencana penyelenggaraan survei sebagaimana dimaksud ayat (3).

Bagian Ketiga Statistik Khusus Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 33 (1) Lembaga.Pasal 30 (1) Penyelenggara survei statistik sektoral menetapkan responden atau obyek penelitian sebelum survei dilakukan. Paragraf 3 Pengolahan Hasil Pasal 31 (1) Instansi pemerintah yang menyelenggarakan statistik sektoral berwenang melakukan pengolahan hasil statistik sektoral yang diselenggarakannnya. organisasi. dan atau unsur masyarakat lainnya dapat menyelenggarakan statistik khusus. (2) Penyelenggaraan statistik khusus dilakukan secara mandiri atau bersama-sama dengan pihak lain. xxxiv . perorangan. (2) Setiap orang yang telah bersedia menjadi responden tunduk pada ketentuan sebagaiman dimaksud dalam pasal 19. Pasal 32 Ketentuan tentang penyajian statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (2) berlaku juga bagi penyelenggara statistik sektoral. (2) Pengolahan hasil statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan oleh instansi pemerintah bersama-sama dengan pihak lain.

b. (3) Wilayah survei statistik khusus meliputi sebagian atau seluruh wilayah Republik Indonesia. b. (5) Batas waktu dan tata cara penyampaian sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. hasilnya dipublikasikan. wilayah kegiatan survei. (2) Sinopsis hasil survei yang wajib diberitahukan. merupakan data primer. menggunakan metode statistik. (2) Hasil survei statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) turut mendukung pengembangan Sistem Statistik Nasional. xxxv . survei yang hasilnya untuk dipublikasikan. obyek populasi. metode statistik. jumlah responden. meliputi survei yang memenuhi kriteria : a. c. waktu pelaksanaan. nama dan alamat penyelenggara. dan abstraksi. survei untuk kebutuhan intern. (3) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku bagi survei yang digunakan untuk keperluan intern. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasal 36 (1) Penyelenggaraan survei statistik khusus wajib memberikan sinopsis hasil survei yang diselenggarakannya kepada BPS. Pasal 35 (1) Survei statistik khusus meliputi : a.Pasal 34 (1) Penyelenggaraan kegiatan statistik khusus memperoleh data melalui kompilasi produk administrasi. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. (4) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat judul.

Paragraf 3 Pengolahan Hasil xxxvi . Paragraf 2 Petugas dan Responden Pasal 39 (1) Pelaksanaan pencacahan survei statistik khusus dilakukan oleh petugas survei yang telah ditetapkan oleh penyelenggara. (3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos. dan atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik. Pasal 38 (1) kompilasi produk administrasi statistik khusus dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. jaringan komunikasi. (2) Ketentuan yang berlaku mengenai petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan 17 berlaku juga untuk petugas survei statistik khusus. (2) Pemberitahuan sinopsis dapat dikuasakan kepada penyelenggara kegiatan statistik di dalam negeri apabila pihak yang memiliki hak berada di luar negeri.Pasal 37 (1) Kewajiban memberitahukan sinopsis dibebankan kepada pihak yang mempunyai hak untuk menyebarluaskan hasil kegiatan statistik. Pasal 40 Penyelenggaraan survei statistik khusus menetapkan responden atau obyek penelitian sebelum survei dilakukan.

Pasal 45 (1) Hasil kegiatan statistik yang diselenggarakan oleh BPS.Pasal 41 (1) Penyelenggara statistik khusus berwenang melakukan pengolahan hasil survei dan kompilasi produk administrasi yang diselenggarakannnya. hasil survei. Pasal 43 (1) BPS berwenang mengumumkan dan menyebarluaskan hasil statistik dasar yang diselenggarakannnya kepada masyarakat. instansi pemerintah Pusat dan atau Daerah. DAN PEMASYARAKATAN HASIL STATISTIK Pasal 42 (1) Pengumuman dan penyebarluasan hasil kegiatan statistik dilaksanakan oleh penyelenggara. Pasal 44 (1) Pengumuman hasil statistik yang diselenggarakn olehh BPS dimuat dalam berita Resmi Statistik atau media lainnya. (2) Berita Resmi Statistik merupakan salah satu media penyebarluasan hasil statistik. PENYEBARLUASAN. xxxvii . dan hasil kompilasi produk administrasi. (2) Pengolahan hasil statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilaksanakan secara mandiri atau bersama-sama dengan pihak lain. PEMANFAATAN. (2) Hasil statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi sensus. (3) Pelaksanaan teknis pengumuman dan penyebarluasan hasil statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2) ditetapkan oleh kepala BPS. BAB III PENGUMUMAN. maka yang berwenang mengumumkan dan menyebarluaskan hasil kegiatan adalah kesepakatan masing-masing pihak. (2) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik dilaksanakan secara bekerja sama. pemanfaatannya terbuka untuk umum.

(2) BPS mememberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk memperoleh hasil statistik yang diselenggarakannnya. atau dialog. pemanfaatannya terbuka untuk umum. (4) Pemasyarakatan statistik dilakukan secara berkala dan atau sewaktu-waktu melalui berbagai media informasi. (2) Pemasyarakatan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan BPS bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat. seminar. (3) Masyarakat berhak memperoleh manfaat dari hasil statistik yang diselenggarakan oleh BPS. (3) Pemasyarakatan statistik dilakukan dengan menyebarluaskan hasil kegiatan statistik sesuai dengan kebutuhan pengguna statistik. BAB IV KOORDINASI DAN KERJASAMA Bagian Pertama Umum Pasal 48 Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik meliputi hal-hal yang berkaitan dengan : xxxviii . penyelenggara. Pasal 47 (1) Pemasyrakatan statistik dilakukan dalam rangka memberikan kesadaran responden. (2) Penyelenggara kegiatan statistik sektoral dan khusus memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk memperoleh hasil statistik. Pasal 46 (1) Penyelenggaraan statistik sektoral dan statistik khusus yang hasilnya untuk dipublikasikan. dan pengguna statistik akan arti dan pentingnya statistik. (3) Kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan dengan tetap memperhatikan hak kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

pengolahan. dan masyarakat dilaksanakan atas dasar prinsip kemitraan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembakuan konsep. klasifikasi. (2) Dalam hal koordinasi dan atau kerjasama dilakukan dengan pihak luar negeri maka pihak Indonesi harus bertindak sebagai penyelenggara utama. definisi. Pasal 52 Koordinasi dan atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik antara instansi pemerintah dan BPS dapat dilakukan dalam hal : a. pengumpulan. penyajian. instansi pemerintah bertindak sebagai penyelenggara utama. xxxix . Pasal 49 Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik antara BPS. instansi pemerintah.a. pelaksanaan kegiatan statistik sektoral yang jangkauan populasinya berskala nasional dan hanya dapat dilakukan dengan cara sensus. Bagian Kedua Pelaksanaan Kegiatan Statistik Pasal 50 (1) Koordinasi dan atau kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan dalam rangka membangun suatu rujukan informasi statistik nasional. Pelaksanaan kegiatan statistik. dan atau analisis statistik. Pelaksanaan kegiatan statistik sektoral yang dapat dilakukan sendiri oleh instansi pemerintah. dan ukuran-ukuran. b. (2) Koordinasi dan atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik mencakup perencanaan. Pasal 51 (1) Dalam hal kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik sektoral antara pemerintah dengan lembaga swasta. b.

Pasal 57 (1) Hasil kerjasama pembakuan konsep. Bagian Ketiga Pembakuan Konsep. (2) Dalam melaksanakan pembakuan konsep. definisi. dan ukuran-ukuran. dan masyarakat bekerjasama melakukan pembakuan konsep. Kepala BPS memperoleh saran dan pertimbangan dari Forum Masyarakat Statistik. (2) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik sektoral tersebut dilaksanakan sendiri oleh instansi pemerintah yang bersangkutan berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 26. selanjutnya disusun oleh BPS. BPS bertindak aktif memprakarsai kerjasama dengan instansi pemerintah dan masyarakat. Pasal 56 (1) Dalam rangka mewujudkan kerjasama pembakuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 55. instansi pemerintah. dan Ukuran-ukuran Pasal 55 BPS. sebagaimana dimaksud dalam pasal 55. klasifikasi. Definisi. klasifikasi. definisi. dan ukuran-ukuran untuk mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional.Pasal 53 (1) Penyelenggaraan statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf a wajib dilaksanakan bersama-sama oleh BPS dan instansi pemerintah yang bersangkutan. Pasal 54 (1) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf b dilakukan bekerjasama dengan BPS pelaksanaannya diatur oleh kepala BPS bersama-sama dengan pimpinan instansi yang bersangkutan. klasifikasi. definisi. (2) Tata cara pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Kepala BPS dan pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan. xl . Klasifikasi. dan ukuran-ukuran.

c. mengembangkan Sistem Statistik Nasional. perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep. Pasal 59 (1) Pembinaan statistik ditujukan untuk lebih : a. xli . klasifikasi. definisi.(2) Konsep. klasifikasi. meningkatkan kontribusi dan apresiaisi masyarakat terhadap statistik. dan atau masyarakat lainnya. pengguna statistik. peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik. penyelenggara kegiatan statistik. Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional. pengembangan statistik sebagai ilmu. membangun satu pusat rujukan informasi statistik nasional. b. e. b. Pasal 60 Upaya pembinaan statistik meliputi : a. d. BPS dapat bekerja sama dengan instansi pemerintah. (2) Dalam melakukan pembinaan statistik. c. (2) Sasaran pembinaan statistik mencakup : a. BAB V PEMBINAAN Pasal 58 (1) BPS melakukan pembinaan statistik. peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik. dan ukuran-ukuran yang disusun oleh BPS sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) menjadi acuan utama penyelenggaraan statistik di Indonesia. mendukung pembangunan nasional. d. c. Peningkatan penyebarluasan informasi statistik. f. b. lembaga swasta. dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerjasama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya. respoden. definisi. Pengembangan sistem informasi statistik. perguruan tinggi. g.

d. dan pertemuan ilmiah statistik.h. e. peningkatan penerapan ilmu statistik melalui pelatihan. penerapan dan pengembangan penginderaan jarak jauh. b. Peningkatan kesadaran masyrakat akan arti dan kegunaan statistik. c. pendidikan formal. peningkatan kerjasama pendidikan dan pelatihan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. penerapan dan pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak komputer. peningkatan pengembangan profesi. peningkatan kerjasama pengembangan statistik sebagai ilmu antar instansi pemerintah dan atau swasta. dan atau pertemuan ilmiah lainnya. lokakarya. Pasal 61 Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik dilaksanakan melalui : a. d. xlii . c. seminar. penelitian dan pengembangan. b. f. penerapan dan pengembangan jaringan informasi statistik. peningkatan kerjasama pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi mendukung kegiatan statistik. Pasal 63 Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik dilaksanakan melalui : a. Pasal 62 Pengembangan statistik sebagai ilmu dilaksanakan melalui : a. pengadaan bahan rujukan tentang ilmu statistik. pengadaan dan penyebaran metode ilmiah statistik. b. d. seminar. c. lokakarya. pelatihan.

Pasal 66 Peningkatan penyebarluasan informasi statistik dilaksanakan melalui : a. xliii . klasifikasi. dan ukuran-ukuran dalam semangat kerjasama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya dilaksanakan melalui : a. peningkatan kerjasama pengembangan dan penerapan konsep.Pasal 64 Perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan. c. b. peningkatan kerjasama pengembangan jaringan sistem informasi statistik. b. peningkatan penyebarluasan hasil statistik secara menyeluruh atau bertahap. dan ukuran-ukuran yang dibakukan antar instansi pemerintah atau swasta. definisi. definisi. c. dan ukuranukuran. penganekaragaman bentuk dan cara penyajian data sesuai dengan penggolongan pengguna statistik. evaluasi. d. definisi. peningkatan kerjasama penyebarluasan informasi hasil kegiatan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. klasifikasi. peningkatan hubungan sistem jaringan antar penyelenggara kegiatan statistik. Pasal 67 Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional dilaksanakan melalui : a. peningkatan penyuluhan tentang pemanfaatan hasil statistik secara berkala. c. peningkatan kemudahan dalam memperoleh data hasil kegiatan statistik. pengkajian. peningkatan komunikasi sistem informasi statistik antar penyelenggara statistik. b. Pasal 65 Pengembangan sistem informasi statistik dilaksanakan melalui : a. b. c. peningkatan mutu dan frekuensi penyebarluasan informasi statistik melalui berbagai media cetak dan elektronik. klasifikasi. definisi. konsep. klasifikasi. pembakuan dan penyebarluasan konsep. d. peningkatan kerjasama penerangan dan pemasyarakatan kegiatan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. peningkatan keterpaduan penyusunan jaringan sistem informasi statistik. dan penerapan konsep. dan ukuran-ukuran yang dibakukan.

dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan sumber lain yang sah. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat Statitik. dinyatakan tidak berlaku. pembiayaannya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang bersangkutan. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1985 tentang Sensus Ekonomi. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1985 tentang Sensus Ekonomi. (2) Dalam rangka memenuhi kebutuhan data statistik dasar untuk keperluan Pemerintah Daerah. dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan atau diganti dengan ketentuan baru berdasarkan Peraturan Pemerintah ini. c. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1983 tentang Sensus Pertanian.BAB VI PEMBIAYAAN Pasal 68 (1) Pembiayaan penyelenggaraan statistik dasar. b. BAB VII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 Semua ketentuan peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan Sensus Penduduk. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1983 tentang Sensus Pertanian. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan Sensus Penduduk. BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 70 Dengan ditetapkan Peraturan Pemerintah ini maka : a. berlaku juga untuk pembinaan statistik. d. (3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2). xliv .

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Mei 1999 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 26 Mei 1999 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd PROF.Pasal 71 Peraturan pemerintah ini berlaku pada tanggal diundangkan. ttd Edy Sudibyo Salinan sesuai dengan aslinya BADAN PUSAT STATISTIK Kepala Biro Perencanaan. H.H. MSA xlv . memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. DR. MULADI. S. LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1999 NOMOR 96 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan II Plt. Agar setiap orang mengetahuinya. ttd Pietojo.

Undangundang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik mengamanatkan untuk membentuk Badan Pemerintah yang menyelenggarakan statistik dasar serta melaksanakan koordinasi dan pembinaan penyelenggaraan statistik. bahwa dalam rangka penyelenggaraan statistik. c.KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 1998 TENTANG BADAN PUSAT STATISTIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas dipandang perlu untuk menetapkan Keputusan Presiden tentang Badan Pusat Statistik. MEMUTUSKAN . pelaksanaan. bahwa statistik mempunyai peran yang penting bagi perencanaan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3683). Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 39. pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan. b. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 2. Mengingat : 1.

serta mengembangkan dan membina statistik sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. pelayanan data dan informasi serta hasil statistik kepada pemerintah dan masyarakat secara berkala dan sewaktu-waktu baik dari hasil penyelenggaraan sendiri maupun hasil kompilasi produk administrasi dan cara lainnya. BPS menyelenggarakan fungsi : a. DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Badan Pusat Statistik yang selanjutnya dalam Keputusan Presiden ini disingkat BPS adalah Lembaga Non Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. lembaga. c. d. h. b. penyusunan rencana dan program nasional di bidang statistik. organisasi. Penyebarluasan statistik melalui berbagai cara baik langsung maupun tidak langsung serta pelaksanaan upaya peningkatan sadar statistik masyarakat. definisi. e. perseorangan dan/atau unsur masyarakat lainnya baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia.Menetapkan : KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG BADAN PUSAT STATISTIK BAB I KEDUDUKAN. penyusunan dan pengembangan pembakuan konsep. klasifikasi. koordinasi dan kerjasama statistik dengan instansi pemerintah. melaksanakan koordinasi dan kerjasama. (2) BPS dipimpin oleh seorang Kepala Pasal 2 BPS juga mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan statistik dasar. perumusan kebijakan nasional di bidang statistik. penyelenggaraan statistik dasar. serta pengembangan ilmu dan teknologi yang mendukung penyelenggaraan statistik. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 2. g. dan pengguna statistik. xlv . TUGAS. f. dan ukuran-ukuran. Pembinaan penyelenggaran statistik responden.

i. j. k.

Pembinaan sumber daya manusia di lingkungan BPS; Pembinaan, pengendalian, dan pengawasan administrasi di lingkungan BPS; Tugas lain yang diberikan presiden;

BAB II ORGANISASI Bagian Pertama Susunan Organisasi Pasal 4 Susunan organisasi BPS terdiri dari : a. Kepala; b. Wakil Kepala; c. Deputi Administrasi; d. Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik; e. Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan; f. Deputi Statistik Produksi dan Neraca Wilayah; g. Perwakilan BPS di Daerah; h. Unit Pelaksana Teknis. Bagian Kedua Kepala Pasal 5 (1) Kepala BPS berkedudukan dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. (2) Kepala BPS bertugas memimpin BPS sesuai dengan tugas dan fungsi BPS yang telah digariskan serta membina aparatur BPS agar berdaya guna dan berhasil guna. Bagian Ketiga Wakil Kepala

xlvi

Pasal 6 (1) Wakil Kepala BPS berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. (2) Wakil Kepala BPS bertugas : a. membantu Kepala BPS dalam membina dan mengembangkan administrasi BPS agar berdaya guna dan berhasil guna; b. membantu Kepala BPS dalam mengkoordinasikan pelaksanaan tugas unit kerja di lingkungan BPS baik di Pusat maupun Daerah; c. mewakili Kepala BPS dalam hal Kepala BPS berhalangan; d. melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS. Bagian keempat Deputi Administrasi Pasal 7 Deputi Administrasi adalah unsur pembantu pimpinan, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. Pasal 8 Deputi Administrasi mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi umum dalam bidang ketatausahaan, keuangan, kerumahtanggaaan, kepegawaian, hukum, organisasi dan tata laksana, perlengkapan dan perbekalan, serta pengendalaian pelaksanaan program di lingkungan BPS. Pasal 9 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Deputi Administrasi menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang pelayanan administrasi di lingkungan BPS; b. pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi di bidang ketatausahaan, keuangan, kerumahtanggaaan, kepegawaian, hukum, organisasi dan tata laksana; c. penyebarluasan informasi kegiatan statistik; d. pengelolaan perlengkapan dan perbekalan; e. pengendalian, pembinaan dan pengelolaan keuangan dan manajemen BPS; f. tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS.

xlvii

Bagian Kelima Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik Pasal 10 Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS Pasal 11 Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan perencanaan dan evaluasi statistik, pembinaan dan pengembangan metodologi, penyajian dan pelayanan data, analisis statistik, serta pemanfaatan sistem informasi statistik. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang Perencanaan dan Analisis Statistik; b. penyusunan rencana dan evaluasi program kegiatan statistik serta penyusunan dan pengembangan metodologi statistik serta pelaksanaan sensus, survei, kompilasi produk administrasi, dan cara lain; c. pembinaan dan penyusunan sistem informasi statistik, diseminasi, penyebarluasan, penyajian, dan pelayanan statistik; d. pembinaan analisis dan pengembangan statistik; e. tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS. Bagian Keenam Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan Pasal 13 Deputi Statistik Produksi dan kependudukan adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS.

xlviii

Pasal 14 Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan dan kesejahteraan rakyat. Pasal 15 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 14, Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang statistik produksi dan kependudukan; b. penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan dan kesejahteraan rakyat; c. peningkatan mutu data statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan rakyat; d. penyerasian, pemeliharaan sistem, dan peningkatan kecermatan data statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan rakyat; e. tugas lain yang ditetapkan oleh kepala BPS. Bagian Ketujuh Deputi Statistik Distribusi dan Neraca Nasional Pasal 16 Deputi Statisik Distribusi dan Neraca Nasional adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. Pasal 17 Deputi Statisik Distribusi dan Neraca Nasional mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi.

xlix

Pasal 18 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 17, Deputi Statistik Distribusi dan Neraca Nasional menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang statistik distribusi dan neraca nasional; b. penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; c. peningkatan mutu data statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; d. penyerasian, pemeliharaan sistem, dan peningkatan kecermatan data statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; e. tugas lain yang ditetapkan oleh kepala BPS. Bagian Kedelapan Perwakilan BPS di Daerah Pasal 19 (1) BPS Propinsi adalah instansi vertikal BPS yang berada di ibukota Propinsi. (2) Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi BPS Propinsi, pada tingkat kabupaten/kotamadya dapat dibentuk BPS Kabupaten/Kotamadya. (3) Pembentukan BPS Propinsi dan BPS Kabupaten/Kotamadya ditetapkan dengan Keputusan Kepala BPS setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara.

Pasal 20 (1) Dalam rangka pelaksanaan operasional statistik di lapangan, pada tingkat kecamatan dapat diangkat seorang atau lebih petugas statistik sebagai Mantri Statistik. (2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. Bagian Kesembilan Unit Pelaksana Teknis

l

Pasal 21 (1) Dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi BPS, di lingkungan BPS dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disebut UPT. (2) UPT merupakan unit teknis yang melaksanakan tugas dan fungsi tertentu dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi BPS. Pasal 22 Pembentukan UPT di lingkungan BPS dilaksanakan dan ditetapkan oleh Kepala BPS setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara. BAB III TATA KERJA Pasal 23 (1) Semua unsur di lingkungan BPS dalam melaksanakan tugasnya menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik dalam lingkungan BPS sendiri maupun dalam hubungan antar instansi lainnya untuk kesatuan gerak sesuai tugas dan fungsinya. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan diwajibkan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB IV PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 24 (1) Kepala dan Wakil Kepala adalah jabatan eselon 1a. (2) Deputi adalah jabatan eselon 1b. Pasal 25 (1) Kepala BPS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. (2) Wakil Kepala BPS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala BPS. (3) Deputi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala BPS.

li

(4) Pejabat eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Kepala BPS. BAB V PEMBIAYAAN Pasal 26 (1) Segala pembiayaan dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi BPS dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (2) Dalam rangka memenuhi kebutuhan data statistik regional bagi pemerintah daerah, penyediaan dana dan fasilitasnya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah setempat. (3) BPS dapat menerima dana dari pihak lain dalam rangka kerjasama yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan pelaksanaan tugas dan fungsi BPS, yang tata cara penerimaan dan pengeluarannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB VI FORUM MASYARAKAT STATISTIK Pasal 27 Dalam rangka penyelenggaraan statistik Kepala BPS membentuk Forum Masyarakat Statistik. Pasal 28 (1) Forum Masyarakat Statistik bersifat non struktural dan independen yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah, pakar, praktisi, dan tokoh masyarakat. (2) Forum Masyarakat Statistik bertugas memberi saran dan pertimbangan kepada Kepala BPS dalam bidang statistik. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas, susunan organisasi dan tata kerja Firum Masyarakat Statistik diatur oleh Kepala BPS.

BAB VII KETENTUAN PENUTUP

lii

Pasal 29 Rincian tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja satuan organisasi di lingkungan BPS ditetapkan oleh Kepala BPS setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pendayagunaan Aparatur Negara. Pasal 30 Semua peraturan pelaksanaan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Biro Pusat Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau diganti dengan yang berdasarkan Keputusan Presiden ini. Pasal 31 Pada saat mulai berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Biro Pusat Statistik dinyatakan tidak berlaku. Pasal 32 Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

liii

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 17 Juni 1998 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala Biro Hukum Dan Perundang-undangan ttd Lambock V. Nahattands

Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Kepegawaian Dan Organisasi, BPS

Pietojo, MSA NIP. 340003653

liv

bahwa dengan memperhatikan pentingnya peranan statistik tersebut.UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Dengan Persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA . dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan di segenap aspek kehidupan bermasyarakat. dan c di atas. berbangsa. dan efesien. b. b. bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik pada saat ini tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan. d. c. pemantauan. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. untuk memajukan kesejahteraan rakyat dalam rangka mencapai cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. tuntutan masyarakat. dipandang perlu membentuk UndangUndang tentang Statistik yang baru. dan kebutuhan pembangunan nasional. pelaksanaan. bahwa statistik penting artinya bagi perencanaan. efektif. Menimbang : a. Mengingat : Pasal 5 ayat (1) dan pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. diperlukan langkah-langkah untuk mengatur penyelenggaraan statistik nasional terpadu dalam rangka mewujudkan sistem statistik nasional yang andal. dan bernegara dalam pembangunan Nasional sebagai pengamalan Pancasila.

yang memiliki ciriciri lintas sektoral. 3. 6. 2. Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan. makro dan yang penyelenggaraanya menjadi tanggung jawab Badan. 4. dan upaya yang mengarah pada berkembangnya Sistem Statistik Nasional. upaya pengembangan ilmu statistik. 5. berskala nasional. dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antar unsur dalam penyelengaraan statistik.MEMUTUSKAN : Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG STATISTIK BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan : 1. Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur yang secara teratur saling berkaitan. pengolahan. Data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu populasi. sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik. lv . Statistik dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas. baik bagi pemerintah maupun masyarakat. penyajian. Kegiatan statistik adalah tindakan yang meliputi upaya penyediaan dan penyebarluasan data. Statistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan.

penyajian. pendidikan. yang penyelenggaraannya dilakukan oleh lembaga. organisasi. orang. ARAH. 17. Petugas statistik adalah orang yang diberi tugas oleh penyelengara kegiatan statistik untuk melaksanakan pengumpulan data. Sinopsis adalah suatu ikhtisar penyelenggaraan statistik 15. organisasi.7. Responden adalah instansi pemerintah. 11. dan analisis data yang didasarkan pada catatan administrasi yang ada pada pemerintah dan atau masyarakat. dan atau unsur masyarakat lainnya. dan kepentingan lain dalam kehidupan masyarakat. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu. Statistik khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dunia usaha. DAN TUJUAN lvi . 16. BAB II ASAS. 13. perorangan. Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi objek kegiatan statistik baik yang berupa instansi pemerintah. Kompilasi produk administrasi adalah cara pengumpulan. sosial budaya. perorangan. Badan adalah Badan Pusat Statistik. 9. 12. Sampel adalah sebagian unit populasi yang menjadi objek penelitian untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi. lembaga. organisasi. orang dan atau unsur masyarakat lainnya ditentukan sebagai objek kegiatan statistik. Penyelenggara kegiatan statistik adalah instansi pemerintah. lembaga organisasi. pengukuran. lembaga. benda maupun objek lainnya. pengolahan. maupun cara lain terhadap objek kegiatan statistik. baik melalui wawancara. 14. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan suatu populasi pada saat tertentu. 8. 10. dan atau unsur masyarakat lainnya.

dan mutakhir dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal. Statistik sektoral. Keakuratan. Keterpaduan. Kemutakhiran Pasal 3 Kegiatan Statistik diarahkan untuk : a. mengembangkan statistik nasional yang andal. Undang-Undang ini juga berasaskan : a. dan efesien. efektif. akurat. jenis statistik terdiri atas : a. b. dan c. efektif. Pasal 4 Kegiatan statistik bertujuan untuk menyediakan data statistik yang lengkap. c. lvii . dan efesien guna mendukung pembangunan nasional. dan d. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik.Pasal 2 Selain berlandaskan asas-asas pembangunan nasional. b. Statistik khusus. BAB III JENIS STATISTIK DAN CARA PENGUMPULAN DATA Bagian Pertama Jenis Statistik Pasal 5 Berdasarkan tujuan pemanfaatannya. b. mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknoogi. Statistik dasar. mendukung pembangunan nasional. c.

b. (2) Penetapan tahun penyelenggaraan dan perubahan jenis sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). sensus. survei. (2) Survei antarsensus dilakukan pada pertengahan 2 (dua) sensus sejenis untuk menjembatani 2 (dua) sensus tersebut. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Pasal 6 (1) Statistik dasar dan statistik sektoral terbuka pemanfaatannya untuk umum. Pasal 9 (1) Survei sebagaiman dimaksud dalam pasal 7 huruf b diselenggarakan secara berkala dan sewaktu-waktu untuk memperoleh data yang rinci. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku (2) Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan statistik khusus dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang. sensus ekonomi. diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. sensus pertanian. sensus penduduk. kompilasi produk administrasi. dan c. Bagian Kedua Cara Pengumpulan Data Pasal 7 Statistik diselenggarakan melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara : a. dan d. b. c. lviii . Pasal 8 (1) Sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf a diselenggarkan sekurangkurangnya sekali dalam 10 (sepuluh) tahun oleh Badan. yang meliputi : a.

perorangan. organisasi.Pasal 10 (1) Kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf c dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. sensus. c. (2) Hasil kompilasi produk administrasi milik instansi pemerintah terbuka pemanfaatannya untuk umum. dan atau unsur masyarakat lainnya dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang. (3) Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan hasil kompilasi produk administrasi milik lembaga. BAB IV PENYELENGGARAN STATISTIK Bagian Pertama Statistik Dasar Pasal 11 (1) Statistik Dasar diselenggarakan oleh Badan (2) Dalam menyelenggarakan statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan d. kompilasi produk administrasi. b. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. survei. Badan memperoleh data dengan cara : a. Bagian Kedua Statistik Sektoral Pasal 12 lix .

perorangan. instansi pemerintah memperoleh data dengan cara: a.(1) Statistik sektoral diselenggarakan oleh instansi pemerintah sesuai lingkup tugas dan fungsinya. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. b. Judul. (2) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat : a. lx . cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. b. secara mandiri atau bersama dengan Badan. Survei. kompilasi produk administrasi. masyarakat memperoleh data dengan cara : a. Pasal 14 (1) Dalam rangka pembangunan Sistem Statistik Nasional. Objek populasi. (2) Dalam menyelenggarakan ststistik sektoral. maupun unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan Badan. b. (3) Statistik Sektoral harus diselenggarakan bersama dengan Badan apabila statistik tersebut hanya dapat diperoleh dengan cara sensus dan dengan jangkauan populasi berskala nasional. Wilayah kegiatan statistik. Bagian Ketiga Statistik Khusus Pasal 13 (1) Statistik diselenggarakan oleh masyarakat baik lembaga. Kompilasi produk administrasi. (2) Dalam menyelenggarakan statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). survei. organisasi. (4) Hasil Statistik Sektoral yang diselenggarakan sendiri oleh instansi pemerintah wajib diserahkan kepada Badan. masyarakat sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 ayat (1) wajib memberitahukan sinopsis kegiatan statistik yang telah selesai diselenggarakan kepada Badan. c. c. dan c.

h. BAB V PENGUMUMAN DAN PENYEBARLUASAN Pasal 15 (1) Badan berwenang mengumumkan hasil statistik yang diselenggarakannya. g. Waktu pelaksanaan. BAB VI KOORDINASI DAN KERJASAMA Pasal 17 (1) Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan oleh Badan dengan instansi pemerintah dan masyarakat. Nama dan alamat penyelenggara. e. di tingkat pusat dan daerah. Abstrak. atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik. Jumlah responden. (4) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).d. tidak berlaku bagi statistik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan intern. lxi . (2) Pengumuman hasil statistk dimuat dalam berita resmi statistik Pasal 16 Badan menyebarluaskan hasil statistik yang diselenggarakannya. (3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos. Metode statistik. f. jaringan komunikasi data.

Pasal 18 (1) Kerja sama penyelenggaraan statistik dapat juga oleh Badan.(2) Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional. instansi pemerintah. instansi pemerintah. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan masyarakat diatur lebih lanjut dengan keputusan presiiden. (3) Koordinasi dan kerjasama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas dasar kemitraan dan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkenbangan ilmu pengetahuan dan teknologi (4) Ketentuan mengenai tata cara dan lingkup koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik antara Badan. atau lembaga swasta asing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. definisi. (2) Kerja sama penyelenggaraan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan pada prinsip bahwa penyelenggara utama adalah Badan. lxii . dan atau masyarakat dengan lembaga internasional. negara asing. Pasal 20 Penyelenggara kegiatan statistik wajib memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk mengetahui dan memperoleh manfaat dari statistik yang tersedia. klasifikasi. instansi pemerintah. atau masyarakat Indonesia BAB VII HAK DAN KEWAJIBAN Bagian Pertama Penyelenggara Kegiatan Statistik Pasal 19 Penyelenggara kegiatan statistik berhak memperoleh keterangan dari responden mengenai karakteristik setiap unit populasi yang menjadi objek. dan ukuran-ukuran. Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat untuk membangun pembakuan konsep.

Pasal 24 Ketentuan mengenai jaminan kerahasiaan keterangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 berlaku juga bagi petugas statistik. tata krama. Pasal 25 Setiap petugas statistik harus memperlihatkan surat tugas dan atau tanda pengenal. dan ketertiban umum. Bagian Kedua Petugas Statistik Pasal 22 Setiap petugas statistik Badan berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditentukan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. Pasal 23 Setiap petugas statistik wajib menyampaikan hasil pelaksanaan statistik sebagaimana adanya.Pasal 21 Penyelenggara kegiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang diperoleh dari responden. adat istiadat setempat. kecuali dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. (2) Setiap responden berhak menolak petugas statistik yang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 25. serta wajib memperlihatkan nilai-nilai agama. lxiii . Bagian Ketiga Responden Pasal 26 (1) Setiap orang berhak menolak untuk dijadikan responden.

(3) Dalam menyelenggarakan statistik sektoral. praktisi. susunan organisasi. satuan organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus mengadakan koordinasi dengan Badan untuk lxiv . dan tata kerja satuan organisasi sebagaimanan dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh instansi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pakar. sebagaimanan dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2). (2) Forum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersifat nonstruktural dan independen. susunan organisasi.Pasal 27 Setiap responden wajib memberitahukan keterangan yang diperlukan dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. dan tata kerja Badan. dan tokoh masyarakat. BAB VIII KELEMBAGAAN Pasal 28 (1) Pemerintah membentuk Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden (2) Badan mempunyai perwakilan wilayah daerah yang merupakan instansi vertikal. fungsi. Pasal 30 (1) Instansi pemerintah dapat membentuk satuan organisasi di lingkungannya untuk melaksanakan statistik sektoral. Pasal 29 (1) Pemerintah membentuk Forum Masyarakat Statistik yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan di bidang statistik kepada Badan. yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah. diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. (2) Ketentuan mengenai tugas. (3) Ketentuan mengenai tugas. fungsi.

Pasal 32 Dalam rangka pembinaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 31. dan ukuran-ukuran yang telah dibakukan dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional. meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelengaraan statistik. klasifikasi. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. mewujudkan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep. mengembangkan statistik sebagai ilmu. dan mendukung pembangunan nasional. h. agar lebih meningkatkan kontribusi dan apresiasi masyarakat terhadap statistik. lxv . definisi. d.menerapkan konsep. mengembangkan sistem informasi statistik. meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik. f. dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerja sama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya. meningkatkan penyebarluasan informasi statistik g. e. definisi. Pasal 33 Pelaksanaan pembinaan sebagiamana dimaksud dalam pasal 31 diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. Badan melakukan upaya-upaya sebagai berikut : a. mengembangkan sistem statistik nasional. c. BAB IX PEMBINAAN Pasal 31 Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik dan masyarakat. b. klasifikasi. meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional.

(2) Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21. lxvi .000.000.000. Pasal 37 Petugas statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 24.BAB X KETENTUAN PIDANA Pasal 34 Setiap orang yang tanpa hak menyelenggarakan sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ayat (2) huruf a.000.000.00 (lima belas juta rupiah).000.000. dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 25.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 50. 100.00 (seratus juta rupiah). Pasal 36 (1) Penyelenggaraa kegiatan statistik yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam pasal 20.00 (dua puluh lima juta rupiah). dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp 25.000.000. Pasal 35 Setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 ayat (1). dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp. dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 25. 15.000.00 (dua puluh lima juta rupiah).000. Pasal 38 Responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 27.00 (dua pulu lima juta rupiah).00 (lima puluh juta rupiah).

Pasal 40 (1) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 34. maka Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tidak berlaku. BAB XII KETENTUAN PENUTUP Pasal 42 Pada saat mulai berlakunya Undang-Undang ini. (2) Tindak pidana sebagimana dimaksud dalam pasal 35 dan pasal 36 ayat (1) adalah pelanggaran. BAB XI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 41 Semua peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan undang-undang ini. menghalanghalangi. dipidana dengan pidana penjara paling lamam 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000. lxvii .00 (seratus juta rupiah).Pasal 39 Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa alasan sah mencegah. pasal 37. pasal 36 ayat (2). dan pasal 39 adalah kejahatan. pasal 38. atau menggagalkan jalannya penyelenggaraan statistik yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan statistik dasar dan atau statistik sektoral.

Diundangkan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1997 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd.Pasal 43 Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya. memerintahkan pengundangan UndangUndang ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. Disahkan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1997 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd. MOERDIONO SOEHARTO LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1997 NOMOR 39 lxviii .

Keempat sub etnik mendiami lokasi-lokasi dengan karakteristik tertentu dengan kekhasan penduduk bermayoritas penganut agama Kristen Katolik. from forestry sub-sector. Daerah Belu yang subur tersebut membuatnya potensial untuk dikembangkan menjadi daerah peternakan dan pertanian. and Ema Dawan Manlea. Mata pencaharian utama adalah bertani yang masih dikerjakan secara ekstensif tradisional. Ema Kemak. the society earn easily live the foundation because of the specific similarity aspects. Kendati demikian. Selain itu dari sub sektor kehutanan kontribusi yang diperoleh juga signifikan dengan beberapa jenis pohon Ecologically. masyarakat Belu dapat dengan mudah hidup rukun dikarenakan aspek kesamaan-kesamaan spesifik. Each ethnic have both difference and similarity language and culture practice. penduduk Kabupaten Belu dalam susunan masyarakatnya terbagi atas 4 sub etnik yang besar yaitu : Ema Tetun. eucalyptus. Those sub-ethnic inhabit the location of certain characteristic with the individuality of catholic follower as majority. Ema Kemak.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU SEJARAH SINGKAT KABUPATEN BELU A BRIEF HISTORY OF BELU REGENCY Gambaran Umum Masyarakat  Belu    Common  Picture  Of  Belu’s  Society  Observed anthropologically and culturally. ground of Belu is fertile because owning black and sandy type of geology as well as the rainfall which is relative flat during the year. Ditinjau dari segi Budaya dan Antropologis. Ema Bunak dan Ema Dawan Manlea. Sub sektor perikanan dengan kawasan pantai yang membentang dari Belu bagian selatan sampai utara turut mempengaruhi pemerataan pekerjaan dan pendapatan. kondisi tanah Belu sangat subur karena selain memiliki lapisan tanah jenis berpasir dan hitam juga dikondisikan dengan curah hujan yang relatif merata sepanjang tahun. Ema Bunak. Even that way. Fishery sub-sector with the coast area unfolding from north to south of Belu take part in influenced the job and earning’s generalization. red   Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxix . Their dominant means of livelihood is farming which is still done by traditionally extensive. Besides. Belu’s people society formatted into four sub-ethnic that is: Ema Tetun. Masingmasing etnik tersebut mempunyai bahasa dan praktek budaya yang saling berbeda satu sama lain dan kesamaan dilain segi. The fertile area of Belu making of its potential to be developed to become the ranch and agriculture area. Dari aspek ekologis. the condition of land. contribution obtained are also significant with some productive birch like sandalwood.

they’re called Wehali Nain.Sanleo). Loro Banleo (Dirma. and Bara Mataus (Fatuaruin). The land of Malaka was the origin of Belu’s new comer who sailed to Timor passing through Larantuka. Malaka sebagai tanah asal-usul pendatang di Belu yang berlayar menuju Timor melalui Larantuka. Mataus (Sonbai). There are various story about Belu’s new comer. Makoan Fatuaruin called them Nekin Mataus (Likusaen). Namun menurut beberapa makoan asal Besikama yang berasal dari Malaka According to various research and old story. Even that way. wood. the first Belu resident was Melus. The tribes of Melus recognized as “Emafatuk oan Ema Ai Oan” (woods and petrity human being). Sedangkan Makoan asal Dirma menyebutnya Loro Sankoe (Debuluk. In fact. associated with the origin Melus. industry and others also give productivef significant contribution in forming Gross Regional Domestic Products and raising PAD. bercampur dengan suku asli Melus. Once upon a time. there is a universal similarity pulled out from all data and information. Orang Melus dikenal dengan sebutan “Emafatuk oan ema ai oan“. there was three brothers came from Malaka and stayed in Belu. eukaliptus. lxx Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . kekar orangnya dan bertubuh pendek. and Haitimuk Nain. industri dan lainnya juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan PDRB dan peningkatan PAD. Sejarah Singkat Orang Belu  Brief History Of Belu Resident  Sesuai berbagai penelitian dan cerita sejarah daerah di Belu. manusia Belu pertama yang mendiami wilayah Belu adalah “Suku Melus“. Loro Banleo (Dirma. Dari Makoan Fatuaruin menyebutnya Nekin Mataus (Likusaen). dan Bara Mataus (Fatuaruin). They had a strong. Selain para pendatang yang menghuni Belu sebenarnya berasal dari “Sina Mutin Malaka”. Sanleo) dan Loro Sonbai (Dawan). Dari sektor dan sub sektor lainnya seperti perdagangan dan jasa. and Loro Sonbai (Dawan). The sector of trade and services. Tipe manusia Melus adalah berpostur kuat. kayu merah dan jati. all of new comer dwelled in this area came from Sina Mutin Malaka. Ada cerita bahwa ada tiga orang bersaudara dari tanah Malaka yang datang dan tinggal di Belu. and teak. short posture of body. ada kesamaan universal yang dapat ditarik dari semua informasi dan data. Wewiku Nain. According to Makoan Besikama. (manusia penghuni batu dan kayu). Whereas Makoan Dirma called them Loro Sankoe (Debuluk. Kendati demikian. Khusus untuk para pendatang baru yang mendiami daerah Belu terdapat berbagai versi cerita. They had different unique name according to each headman of region. intinya bahwa. Welakar). Suku Mataus (Sonbai). Nama ketiga bersaudara itu menurut para tetua adat masing-masing daerah berlainan.Welakar).SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU seperti cendana.

Sedangkan dari semua pendatang di Belu itu pimpinan dipegang oleh “Maromak Oan“ Liurai Nain di Belu bagian Selatan. Para pendatang di Belu tersebut. the Maromak Oan’s dominion was expanded to some region of Dawan (Insana and Biboki). Wehali Nain. In the custom governmental. Maubara. Apa yang kita catat dan dikenal dalam sejarah daerah Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxi . Biboki dan Insane. Maromak Oan memiliki perpanjangan tangan yaitu Wewiku-Wehali dan Haitimuk Nain. In his duty in Belu. and Insana. Wewiku Nain dan Haitimuk Nain. The three brothers were aristhocrat and own their settled dominion with a good association with the society. Maromak Oan itself stayed in Laran as the authority centre of Wewiku-Wehali. South and North as it is right now. Dirma. Maromak Oan had an autocrat in Wewiku-Wehali and Haitimuk Nain. Fialaran. Sonbai. Maubara. All of Belu’s new comers divided no region of Belu by 2 parts. Biboki. Kedatangan mereka ke tanah Malaka hanya untuk menjalin hubungan dagang antar daerah di bidang kayu cendana dan hubungan etnis keagamaan. Maromak Oan sendiri menetap di Laran sebagai pusat kekuasaan kerajaan WewikuWehali. Bahkan menurut para peneliti asing Maromak Oan kekuasaannya juga merambah sampai sebahagian daerah Dawan (Insana dan Biboki). Menurut para sejararawan. Loro Lakekun. According to historian. Dalam melaksanakan tugasnya di Belu. Liurai Nain “Maromak Oan” in the south of Belu became the leader. Sonbai dan Suai Kamanasa serta Loro Lakekun. and Suai Kamanasa. Fialaran. Their arrival to Malaka was to aim at trading the sandalwoods and built religious-ethnic connection up. And also in Fatuaruin. the assignment of Belu’s regency into south and north Belu was only a colonial Dutch strategies to make the society control system easier. Bahwa para pendatang dari Malaka itu bergelar raja atau loro dan memiliki wilayah kekuasaan yang jelas dengan persekutuan yang akrab dari masyarakatnya. Selain juga ada di Fatuaruin. pembagian Belu menjadi Belu bagian Selatan dan Utara hanyalah merupakan strategi pemerintah jajahan Belanda untuk mempermudah system pengontrolan terhadap masyarakatnya. tidak membagi daerah Belu menjadi Selatan dan Utara sebagaimana yang terjadi sekarang. Dirma. a broadcast appear in number from the empire governmental called “the empire golden age”. There was an Dalam keadaan pemerintahan adat tersebut muncullah siaran dari pemerintah raja-raja dengan apa yang disebutnya “Zaman Keemasan Kerajaan”. What was recorded and known in the history of Belu’s regency is that there was an empire of Wewiku-Wehali (which its dominion covered in a whole area of Belu). Among all Belu’s new comer. According to foreign scientist.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU ialah.

Besikama-Lasaen. Naitimu. Besides. Rin besi hat yaitu Dafala. Lakekun. Menurut penuturan para tetua adat dari Wewiku-Wehali. Manukleten. Maumutin dan Aitoon. Manukleten. Sorbau. Lasaka. Umaklaran Sorbau. Naitimu. Umaklaran. Insana Nain. Tohe Maumutin dan Aitoon. Thus. Asumanu. Manuleten. Sorbau. Asumanu.000 jiwa masyarakatnya. Asumanu. Rin besihat known as Dafala. Laklukun. Umaklaran Sorbauan dibagian Timur ada Asumanu empire of Sonbai which dominate the area of Mutis. Manuleten. Dalam perkembangan pemerintahannya muncul lagi tiga bersaudara yang ikut memerintah di Utara yaitu Tohe Nain. Loro Lakekukn. Asumanu. and Aitoan. it was known also Dafala. Lasiolat dan Lidak. such as Loro Dirma. Lidak. Nenometan Anas. Manleten. called As Tanara. Umalor-Lawan. Dafala. one was lxxii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . The population of Dawan was 40. in oreder to make the government system arrangement easier. Sesuai pemikiran sejarawan Belu. untuk mempermudah pengaturan system pemerintahan.000 person. Lasaka. Biboki Nain.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU adalah adanya kerajaan Wewiku-Wehali (pusat kekuasaan seluruh Belu). In its governmental development there was an appearance of three others brothers administrating/ commanding in the north of belu. Loro Lakekun. Lidak. According to Belu’s historian. Sorbau. Supervices Dasi Sanulu known as Lasiolat. and in the eastern there was Asumanu-Tohe. It is known in the north and south that there was four interrelated connection. Tercatat nama-nama pemimpin besar yang dikirim dari Wewiku-Wehali seperti Loro Dirma. Biboki Nain. Daerah Dawan termasuk Miamafo dan Dubay sekitar 40. Dalam berbagai penuturan di Utara maupun di Selatan terkenal dengan nama empat jalinan terkait. Selain itu ada juga nama seperti Dafala. and Aitoan. Dafala. and Fialaran. According to the elders of Wewiku – wehali. maumutin. among the four brothers. Ada juga kerajaan Fialaran di Belu bagian Utara yang dipimpin Dasi Mau Bauk dengan kaki tangannya seperti Loro Bauho. Sang Maromak Oan mengirim para pembantunya ke seluruh wilayah Belu sebagai Loro dan Liurai. Lasiolat. There was also an empire of Fialaran settled in the north of belu which led by Dasi Mau Bauk whose servants were Loro Bauho. Maromak Oan delegated his servants to the entire region of Belu as Loro and Liurai It was recorded some famous great leaders delegated from wewikuwehali. they are Tohe Nain. Umaklaran Sorbayan. Herneno dan Insana Nain serta Nenometan Anas dan Fialaran. and Lidak. Herneno. In the western of north belu there was Umahat. Manleten. Tohe Maumutin. there was a mixed-marriage between Loro Bauho and Klusin. Di Belu Utara bagian Barat dikenal Umahat. Di Dawan ada kerajaan Sonbay yang berkuasa di daerah Mutis. perkawinan antara Loro Bauho dan Klusin yang dikenal dengan nama As Tanara membawahi dasi sanulu yang dikenal sampai sekarang ini yaitu Lasiolat.

According to H.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Tohe. Besikama-Lasaen. Grijzen seperti dikutip dalam Tulisan Rm. Yang tersusun dalam susunan atau lapisanlapisan dalam masyarakat yang disebut stratifikasi sosial.J Grijen cited in article of Rm. unvisible. Susunan  Masyarakat Belu  Strafikasi  Stratification Of Belu’s Society  Studying about the society structure means analyze the existing society’s level arranged in one community called social stratification. Kelompok kedua adalah Golongan Renu yang tidak lain adalah rakyat jelata yang merdeka. Dengan demikian rupanya keempat bersaudara yang satunya menjelma sebagai tak kelihatan itu yang menandai asal-usul pendatang di Belu membaur dengan penduduk asli Melus yang sudah lama punah. marked the descent of Belu’s new comer/ stranger assimilated with the original Melus and extinct for a long time. Those who were included into this group usually Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxiii . the independent ordinary people • The last group called Ata or Klasan representing a faction of sahaya’s slave. Florens Maxi Un Bria dalam “The Way To Happiness Of Belu People” bahwa masyarakat Belu mengenal klasifikasi masyarakatnya atas 3 (tiga) golongan. J. Menurut H. yang secara hirarkis terdiri dari : Dasi atau golongan bangsawan yang menempati lapisan terpusat dan dari kelompok inilah terpilih Loro / Liurai / Na’i yang akan memangku jabatan kepemerintahan secara turun temurun. Membahas tentang struktur masyarakat tidak lain dari pada mengulas tentang tingkatantingkatan dalam masyarakat yang ada dalam suatu komunitas atau persekutuan tertentu. Florens Maxi Un Bria in “The Way to Happiness of Belu People” that the society recognized its classification for three groups consists of: • DASI. Umalor-Lawain. Division and distinction of the society into hierarchical classes as follows rely on the existing race/ generation since the residents came until “the gold-age of the empire”. Pembagian dan pembedaan masyarakat Belu dalam kelaskelas hirarkis di bawah ini di dasarkan pada turunan/ras yang ada sejak penduduk para pendatang sampai dengan kejayaan zaman kerajaan. a group whose taking the central possession and from this group was chosen Loro/Liurai/Na’I to profess the governance hereditarily • The second group called Renu.

The slave’s commerce becomes the commodity in the year 1892 (at Nederlandica” in the early 20th century of the Dutch governance Pembagian masyarakat Belu sendiri ditinjau dari segi ekonomis terdiri dari klasifikasi “orang berpunya/the haves“ (Ema Mak Soin) dan kelompok “orang miskin/the haves not “(Ema Kmukit). Dalam keterkaiatannya dengan struktur masyarakat Belu maka kita mengenal beberapa kelompok /golongan masyarakat yang teridiri dari : Pertama adalah kelompok teratas atau kelompok raja (Nain Oan) masuk kelompok priyayi. Mereka yang masuk Jenilu. Perdagangan budak belian ini sempat menjadi komoditi pada tahun 1892 (pada daerah JeniluAtapupu) sampai pada akhirnya di awal abad 20-an Pemerintah Belanda mengeluarkan “Pax Nederlandica” sehingga perdagangan budak dihapus. Ukuran untuk menentukan dua macam kelas ini tergantung pada pendapatan yang ia peroleh dan cara atau pola hidupnya setiap hari. kita mengetahui bahwa penggolongan masyarakat Jawa atas tiga golongan / tiga kelompok besar yang saling melengkapi satu dengan yang lain. Dari sudut politik pemerintahan nasional. To determine the classes.Group of subordinate ordinary people called Hutun Renu Among the two groups there was group of mediators referred as Fukun Dato - Kelompok lain adalah kelompok masyarakat bawah (Hutun Renu) atau marjinal dan orang kecil. consists of: .. The stratification itself economically evaluated as consists of “the haves” (Ema Mak Soin) and “the haves not” (Ema Kmukit). lxxiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . a prisoner of war taken as slave to serve the requirement of DASI and RENU. we know that the Javanese classified into three big groups which is equipping one another. From the aspect of national governance politics. Atapupu) until it was abolished by “Pax dalam golongan ini biasanya merupakan tawanan perang yang dijadikan budak untuk melayani kebutuhan masyarakat golongan renu atau golongan dasi.Group of kings (Nain Oan) included aristhocrat . it was depend on the earnings they could obtain or their habits every day.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU • Kelompok terakhir disebut Ata atau Klason yang merupakan golongan hamba sahaya.

Sedangkan Dato Mota menguasai daerah pesisir kali Benenai (Mota Ninin Here Ninin). kelompok Raja berperan mengawasi pelaksanaan pembangunan dan membuat putusan pemerintahan.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Antara dua kelompok itu ada kelompok penengah atau disebut Fukun dato. There was also a vertical groups called Tahu Larus Hudi Oan. While Futun Dato were personating mediator among the two other groups. Sedangkan Fukun Dato akan berperan sebagai mediator antara kedua kelompok tersebut. Kelompok Hutun Renu sebagai pelaksana program secara nyata. Dato Leki Nahak Tamiru Usi Hawai Lerek (penguasa daerah pesisir laut) atau yang disebut Meti Ketuik. Dato Klisuk Rae and Klisuk Lor were dominating the enclave of sea. in the alignment of Panututan groups. - Perlu ditambahkan disini bahwa dalam jajaran dan tataran kelompok panututan raja atau kerabatan horizontal yang dinamakan “klaken soman“Ada juga kelompok vertical yang disebut “Tohu Larus Hudi Oan“. While Dato Mota dominating the seaboard of Benenai. Dalam catatan sejarah lokal. the group of kings had a role of observe the development execution and made the governance decision. Dato Klisuk Rae dan Klisuk Lor yang menguasai daerah enclave laut (hasan). The interrelated among three groups formed in the tangible jobs and realization. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxv . Based on local history. Dalam hal ini. Keterkaitan antara ketiga kelompok utama tersebut terwujud dalam realisasi program dan kerja nyata. the empire of Wewiku-Wehali had four Datos playing a significant function as mediator. Enhanced. Perlu di catat di sini bahwa dalam proses pengambilan keputusan (fui mutu lian-fui mtun ibun) secara adat dengan korban bakaran. Group of Hutun Renu had a role of program executor. called Dato Leki Nahak Tamiru Usi Hawai Lerek (Meti Ketuik). In this case. nowadays. It is recorded that the course of decision-making (fui mutu lian-fui mtun ibun) was done traditionally by sacrificing burnt up offerings. menuturkan bahwa di kerajaan Wewiku – Wehali ada 4 dato yang sangat berperan dalam fungsinya sebagai mediator yaitu. Once in a while. Dato is obliged to bring the tribute to their king. Sehingga sesekali dalam kurun waktu tertentu seorang Dato wajib membawah upeti kepada rajanya. named as horizontal consaquinity “Klaken Saman”.

Colour and fill of symbol The symbol colored in Red. Putih dan Hitam. and Black symbolizing Belu’s woven cloth meaning as follows: Red symbolize the bravery Yellow symbolize the supremacy Brown symbolize the firmness Green symbolize the prosperity White symbolize the chastity Black symbolize the justice lxxvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . yang mempunyai arti : • Merah melambangkan keberanian. • Kuning melambangkan keagungan. Bentuk Lambang Daerah adalah Perisai bersisi lima mempunyai arti sebagai berikut : • Perisai melambangkan alat perlindungan rakyat • Sisi lima melambangkan Pancasila sebagai dasar negara Meanings. Hijau. melambangkan kain tenunan rakyat Kabupaten Belu. Form of the device area is a five side shield mean as follow: The shield symbolize the appliance of people’s protection. • Hijau melambangkan kemakmuran. Kuning. Warna dan Isi Lambang Tata warna lambang berwarna Merah. Coklat. • Coklat melambangkan ketabahan hati. Yellow. Green. • Hitam melambangkan ketenangan/keadilan. 2. Brown. The five side symbolize Pancasila as the national philosophy 2.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Makna.  Bentuk  dan  Motif  dalam  Lambang  Daerah  Kabupaten Belu                1. White.  and  Motif  In  The Symbol Of Belu’s Regency                    1.  Form. • Putih melambangkan kesucian.

SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU 3. • Padi dan kapas melambangkan kemakmuran sandang pangan. Meaning of symbol • The gold star symbolize the Almighty God • Paddy and cotton symbolize the food and clothes prosperity • 20 items of paddy and 12 seeds of cotton and also numeral of 1958 showing the day. and the spirit • The banyan tree symbolize the association and people’s protector. tanggal. Arti Lambang Lukisan bintang berwarna kuning emas melambangkan keagungan Tuhan Yang Maha Esa. • Dibawah Bintang dan di atas Pohon Beringin tertulis dengan huruf latin berbunyi “BELU“ yang berarti “SAHABAT“. • Pohon beringin melambangkan persatuan dan tempat rakyat berlindung. • Kelewang dalam keadaan tersarung terletak di antara warna merah dan kuning melambangkan perjuangan keberanian. terletak di atas tiber dan kelewang. firmness. tahun terbentuknya Kabupaten Belu dalam wilayah daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur . • Padi 20 butir dan kapas 12 biji serta angka 1958 menunjukkan hari. and year Belu Regency was formed in the province area of East Nusa Tenggara • Tiber symbolize the original appliance of Belunese art of dance • Kelewang located in its case among the ruddling and yellow symbolize the bravely struggle. placed above Tiber and Kelewang • Under the gold star and above the banyan tree. • 3. • Tiber melambangkan alat asli seni tari rakyat (tarian Likurai) yang telah ada serta tumbuh dalam masyarakat Belu sejak dahulu dan berkembang terus hingga sekarang. date of. it is written “Belu” means “friend” Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxvii . kesungguhan hati dan semangat.

Zak …………………………………………………. Kw (kwintal) ……………………………………… viii. Km (Kilometer) ………………………….. lxxviii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . bungkus. Ton ………………………………………………… vi. : 400 gram : 700 cc : 1000 meter : 12 buah : 1000 kg : 40 kg : 100 kg : 1000 cc : 0. Buah. ……… ii. x. meter (m).. : Tanda Desimal 2. helai. vii. Lusin ………………………………………………. Satuan : i. Sumber Data : Data yang ada dalam penerbitan ini ada yang dikumpulkan langsung oleh Badan Pusat Statistik dan ada pula yang bersumber dari Dinas/Instansi/Jawatan di Tingkat Kabupaten. butir. dikumpulkan langsung dari responden oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu.. v. Liter (untuk beras) ……………………………….PENJELASAN UMUM / EXPLANATORY NOTES PENJELASAN UMUM Beberapa data yang kami sajikan dalam penerbitan ini merupakan data perbaikan dari penerbitan tahun-tahun sebelumnya. ……… iv.. .. Tanda-tanda yang dipakai: i. Botol ………………………………………………. . Liter ………………………………………………… ix. kilogram (kg).: Data tidak tersedia atau dapat diabaikan iii. 1. : Data belum tersedia ii.80 kg 3. Data yang sumbernya tidak disebutkan.. Batang (sabun cuci)……………………. . iii.

are as follows. : 400 gram : 700 cc : 1000 meter : 12 unit : 1000 kg : 40 kg : 100 kg : 1000 cc : 0. Metric ton ………………………………………… Sack …………………………………………………. Symbols: i. iii.80 kg 3.. vi. : Tanda Desimal 2. Bottle………………………………………………. ii. viii.…………………………… Litre ………………………………………………… Litre (for rice) …………. v. Sources : Statistical data presented in this publication are based on secondary statistical data compiled as a part of the normal activities of various government and private institution in Belu and some of data represent the result of survey. . 1.. .…………………………. iv.. unit and other which are used in this publication. pach. conducted by the BPS Belu. piece. Kilometers (Km) ………….PENJELASAN UMUM / EXPLANATORY NOTES EXPLANATORY NOTES Symbol. ix. number. kilogram (kg).. : Data not yet available ii. Briguette for soap ………………………………. vii. .: Data not available or data negligible iii.……………………… Dozen . UnIt : i. Unit. x. meter (m). Quintal (ql) …………..……………………………………………. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxix .

BAB / CHAPTER 1 Geografi Geography .

Wilayah pegunungan (>40%) terdapat di wilayah tengah kearah Timur dengan luas wilayah sekitar 17. Posisinya sangat strategis karena berada pada persimpangan Negara Timor Leste dengan bagian lain Provinsi Nusa Tenggara Timur serta pada titik silang antara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten TTU. Sungai–sungai yang ada di Kabupaten Belu mengalir dari bagian selatan dan bermuara di Selat Ombai dan Laut Timor. Wilayah datar terletak di bagian selatan memanjang sampai ke tenggara pada pesisir pantai Laut Timor dengan kemiringan kurang dari 2%.GEOGRAFI / GEOGRAPHY GEOGRAFI KEADAAN ALAM  Kabupaten Belu adalah salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang wilayahnya terletak di sebelah timur.86% dari luas wilayah. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 3 .16% dari luas wilayah Povinsi Nusa Tenggara Timur yang keseluruhannya berupa daratan. Dengan wilayah seluas 2. Malibaka.40%. sebelah timur dengan Negara Timor Leste serta sebelah barat dengan Kabupaten Timur Tengah Utara dan Timur Tengan Selatan.445. Kabupaten Belu terletak pada koordinat 1240 – 1260 lintang selatan.57 Km2 atau 5. Bentuk topografi wilayah Kabupaten Belu merupakan daerah datar berbukit-bukit hingga pegunungan dengan sungai-sungai yang mengalir ke utara dan selatan mengikuti arah kemiringan lerengnya. sedangkan daerah datar berombak sampai bergelombang 3-40% hampir merata di seluruh wilayah yaitu mencapai 55. Dari 14 sungai yang bermuara di bagian utara. Adapun batas wilayah Kabupaten Belu adalah sebagai berikut: sebelah utara dengan Selat Ombai. yang banyak digunakan penduduk untuk pertanian adalah sungai Baukama. sebelah selatan dengan Laut Timor. Kabupaten Belu terbagi dalam 24 Kecamatan. dan Talau.

umumnya berubah–ubah tiap setengah tahun berganti dari musim kemarau dan musim penghujan dengan musim kemarau yang lebih dominan. Tanah campuran aluvial dan litosol di jumpai di dataran Oeroki. sebagian besar Kabupaten Belu bertekstur tanah sedang yang meliputi hampir seluruh wilayah dan sebagian kecil bertekstur tanah halus dan kasar.     I K L I M  Daerah Kabupaten Belu dengan temperatur rata-rata 24-34°C beriklim tropis. Curah hujan tertinggi yaitu 1375 mm terdapat di Kecamatan Malaka Tengah. Hal tersebut bisa dilihat dari data hari hujan dan curah hujan yang rendah. sepanjang pantai selatan dan sedikit di utara. Jenis tanah yang ada seperti tanah aluvial dapat di jumpai di dataran Besikama. Halilulik kemudian tanah litosol tersebar merata di Kabupaten Belu dan terakhir campuran tanah mediteran.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Dari aspek kemampuan tanah. 4 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Musim hujan yang sangat singkat dimulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Mei. Letak geografis yang lebih dekat dengan Australia dibanding Asia. dan pada umumnya jenis tanah ini sangat subur karena banyak mengandung unsur hara. membuat Kabupaten Belu memiliki curah hujan yang rendah. renzina dan litosol tersebar di wilayah Malaka Tengah bersifat porous sehingga banyak di jumpai air tanah. Intensitas pelapukan-pelapukan di wilayah ini tidak begitu besar disebabkan beriklim sedang.

Banyaknya Curah Hujan di Kabupaten Belu Tahun 2003-2007 (mm) 700.00 J an Peb Mar Apr Mei 2004 J un J ul 2005 Ags S ep 2006 Okt Nop Des 2007 2003 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 5 .00 500.00 4.1.00 0.00 400.00 12.00 8.00 6.2.00 Jan Peb Mar Apr 2003 Mei 2004 Jun Jul 2005 Ags S ep Okt 2007 Nop Des 2006 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 1.00 300.00 600.00 10.00 100.00 0.00 2.00 200.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Gambar 1. Banyaknya Hari Hujan di Kabupaten Belu Tahun 2003-2007 14.

3.4. Banyaknya Hari Hujan Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Tahun 2007 Tasifeto Timur 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Rinhat Malaka Barat Weliman Kobalima Malaka Tengah Sasita Mean Malaka Timur Raihat Lamaknen Kakuluk Mesak Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 1.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Gambar 1. Banyaknya Curah Hujan Menurut Kecamatan di Belu Tahun 2007 (mm) 1400 1200 1000 800 Malaka Barat Tasifeto Timur Lamaknen Malaka Tengah 600 400 200 0 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Rinhat Malaka Timur Weliman S asita Mean Kakuluk Mesak Kobalima Raihat 6 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

Kota Atambua*) 14. Rinhat 03.61 6.64 8.00 3.90 88. Raimanuk 10.90 7.42 217.445.1 Luas Daerah Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area of Belu Regency by Districk Kecamatan Districk (1) 01.54 56.72 97. BPS Source : PODES 2005.34 8.06 284.57 Persentase Percentage (3) 3.20 64.44 187.64 3. BPS Catatan : *) Termasuk Kecamatan Pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 7 . Sasita Mean*) 07. Weliman 05.30 83. Lamaknen*) Luas Area 2 ( Km ) (2) 87.41 3. Raihat 16. Tasifeto Timur 15.02 179.18 211. Malaka Barat 02.48 214. Tasifeto Barat*) 12.30 8.20 4.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Lasiolat 17.88 11.05 3.41 151.57 6.69 172.57 2. Wewiku 04.63 7.67 2.84 7.00 Kabupaten Belu Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Laenmanen 09.37 87.31 2. Malaka Tengah 06. Malaka Timur 08.28 94. Kobalima*) 11.76 100. Kakuluk Mesak 13.25 168.

89 5. Oanmane 15.31 100.20 3.22 5. Motaulun 12.72 3.41 Persentase Percentage (3) 6.04 3. Besikama 08. Umalor 09.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005 BPS Source : PODES 2005 BPS 8 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Maktihan 11.45 3.97 5.97 5.07 11.40 5.74 6. Fafoe 05.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.27 5. Umatoos 04. Loofoun 10. Lasaen 07.39 8.83 5.17 9.59 5.76 5.70 3. Rabasa Haerain 13.15 12. Sikun 06.29 5.2 Luas wilayah Kecamatan Malaka Barat Menurut Desa Area District of Malaka Barat by Village 2005 Desa Village (1) 01.89 14.12 3.10 3. Naas Kec.44 4.00 3. Rabasahain 03.86 3. Raimatus 16.76 6.02 3.01 3.30 9. Malaka Barat Luas Area (Km2) (2) 5. Rabasa 02.77 87. Motaain 14.

L o t a s 04. B o e n 08. Alala 14.88 13.12 6. Weain 16.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.33 5. Wekeke 09.78 9.93 6.51 8. Saenama 02.93 11.13 6. N i t i 07. Tafuli 18.96 3.59 4.07 4.75 7. Raisamane 15.19 4. Tafuli 10.03 4.74 4.84 6.55 16.11 6.BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 9 .37 8.10 4.57 4. Webetun 05.76 3.57 8.71 4. Oekmurak 13.21 10.3 Luas wilayah Kecamatan Rinhat Menurut Desa Area District of Rinhat by Village 2005 Desa Village (1) 01.60 13.87 Persentase Percentage (3) 6. N a e t 11.84 6.36 4.09 2.17 7.95 5. Nabutaek 17.72 100. Nanobot Luas Area 2 (Km ) (2) 10.54 8.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.BPS Source : PODES 2005. Biudukfoho 06.15 7.21 3.21 Kec. Rinhat 151. Wekmidar 03. Nanin 12.

GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Lamea 02.59 97.00 10 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .54 7.50 8.77 8.BPS Source : PODES 2005.61 5.91 6.00 6.4 Luas wilayah Kecamatan Wewiku Menurut Desa Area District of Wewiku by Village 2005 Desa Village (1) 01. Seserai 04. Weseben 10. Rabasa Biris 11. Badarai 07. Weulun 12.42 7.BPS Luas Area (Km2) (2) 12. Biris Kec.72 5.00 7.80 3. Halibasar 09. Weoe 06.90 Persentase Percentage (3) 12.78 20.36 7.87 6.95 20.00 8.43 8.69 5.64 3. Webriamata 08. Lorotolus 05.69 100.13 7.58 7. Alkani 03.41 4.53 4. Wewiku Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.

Taaba 07.79 6.56 2.27 2. Lakulo 09. Umalawain 05.26 2.08 8. Haitimuk 14.31 9.BPS Source : PODES 2005.BPS Luas Area 2 (Km ) (2) 5.03 14.00 2.88 11.87 9. Leunklot 08.00 2.62 88.73 12.49 7.07 2.10 3. Lamudur 03.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 11 .71 8.51 3. Weliman Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Wedeok 12. Hauklaran 04. Angkaes 13.25 Persentase Percentage (3) 5.44 7.33 8.56 3.51 8. Bone Tasea 06.38 9.26 3. Forekmodok 02. Kleseleon 11.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Laleten 10.5 Luas wilayah Kecamatan Weliman Menurut Desa Area District of Weliman by Village 2005 Desa Village (1) 01. Wesey Kec.56 8.76 9.77 100.42 9.

66 0. Bakiruk 04.86 3.6 Luas wilayah Kecamatan Malaka Tengah Menurut Desa Area District of Malaka Tengah by Village 2005 Desa Village (1) 01.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.30 5.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.10 7. Kletek 12.28 0. Umakatahan 08. Kateri 05. BPS Source : PODES 2005. Umanenlawalu 07. Railor Tahak 17.85 11.39 8.80 13.54 1. BPS 12 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kamanasa 13.04 6.50 9. Naimana 09.40 14. UPT Harekakae 14.69 100.89 2.00 6.28 17.05 Persentase Percentage (3) 6.10 6.11 8. Wehali 06.42 13. Bereliku 16.48 5. Kakaniuk 03. Lawalu 10.37 20.50 3.67 1. Fahiluka 11.68 13.81 8. Malaka Tengah 168.57 23.62 4.50 4.69 10. Barene 02.96 0.81 Kec.30 9.58 3. Suai Luas Area (Km2) (2) 11. Barada 15.62 3.

BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 13 .60 8.50 2. Babotin Selatan 14.62 2. B i a u 09.42 5.30 100.81 6.43 4.7 Luas wilayah Kecamatan Sasita Mean Menurut Desa Area District of Sasita Mean by Village 2005 Desa Village (1) 01.67 5.22 2.45 4.89 11.79 14. Babotin Maemina 15.11 2. Umutnana 19.00 4.23 4. Silole 17. Ikan Tuanbeis Luas Area 2 (Km ) (2) 19.20 7. K u f e u 07. Manulea 04.11 4. Naisau 20. Sasita Mean 172.43 2. Fatuoin 21.42 5.33 4.00 8.85 11. Tunabesi 10. Kereana 02.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.87 3. As Manulea 08. Naibone 05.63 4. Builaran 18.81 3.57 3. Bani .Bani 11.27 14. Babotin 03. Beaneno 16.15 3.63 7.27 Persentase Percentage (3) 11.28 Kec. Takarai 13.50 4.06 8.00 6. Tunmat 12.85 6. Fatuaruin 06.94 5.20 4.81 6.36 4.89 6. BPS Source : PODES 2005.58 2.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.27 13.28 8.

Dirma 04.85 Persentase Percentage (3) 6.37 13.25 16.35 17. Raiulun Luas Area (Km2) (2) 5.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Numponi 02. Sanleo 03. Malaka Timur 83. Kusa 05.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.28 100. Wemeda 06.53 14. BPS Source : PODES 2005.84 4.83 Kec.92 11.62 14. BPS 14 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .68 32.82 39.8 Luas wilayah Kecamatan Malaka Timur Menurut Desa Area District of Malaka Timur by Village 2005 Desa Village (1) 01.22 5.

BPS Source : PODES 2005.85 7.38 7.61 13.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.80 5.31 Persentase Percentage (3) 8. Bonibais 05.37 12.61 5.80 12.02 100. UPT Tniumanu 02.95 7.80 15. Tniumanu 03. Oenaek 07. Meotroy Luas Area 2 (Km ) (2) 7.38 7.77 Kec.00 7.9 Luas wilayah Kecamatan Laenmanen Menurut Desa Area District of Laenmanen by Village 2005 Desa Village (1) 01. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 15 . Tesa 10. Kapitanmeo 09.72 13.30 5.71 13.80 5. Laenmanen 94.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Besesmus 06.38 12.61 15. Uabau 04.85 7. Naekekusa 08.

GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.60 5. Teun 03.00 11.53 14.52 10.27 13. BPS 16 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .21 15.89 25.98 34. BPS Source : PODES 2005.67 13. Rafae 07.88 18. Faturika 06. Tasain 02. Mandeu 09. Duakoran 08.50 Persentase Percentage (3) 10.40 23.42 100. Leuntolu Luas Area (Km2) (2) 18.23 Kec. Raimanuk 179.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.50 27. Renrua 04.10 Luas wilayah Kecamatan Raimanuk Menurut Desa Area District of Raimanukby Village 2005 Desa Village (1) 01. Mandeu Raimanus 05.15 2.79 19.50 7.79 6.

BPS 217. Babulu 10. S i s i 06.00 30.83 7.33 3.00 16.40 Persentase Percentage (3) 2. Kobalima Sumber : Potensi Desa 2005 Source : PODES 2005.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.10 9.37 7.57 12.93 3. Kotabiru 12. A l a s 11. Alas Utara Luas Area 2 (Km ) (2) 6. Lakekun Barat 02.49 7. Alas Selatan 08.22 7.51 13.00 17.05 18.83 14.06 100. Babulu Selatan 09.23 7.11 Luas wilayah Kecamatan Kobalima Menurut Desa Area District of Kobalima by Village 2005 Desa Village (1) 01. Lakekun 03.45 27.47 9. Litamali 05.06 20.24 8.65 29.60 20. Lakekun Utara 04.25 17.48 Kec.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 17 . Rainawe 07.

Naitimu 09. Rinbesihat 10. Nanaet 06.84 Kec.56 3.13 27.20 15.14 10.86 9.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.30 8.30 3.30 8. BPS 18 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lookeu 04.61 23.21 12.72 54.61 10.21 23.75 19.06 Persentase Percentage (3) 4.56 9. Derok Faturene 05.21 27. Lawalutolus 07.29 4. Nanaeone 03.44 100. Tukuneno Luas Area (Km2) (2) 12.29 8. Bakustulama 11.12 Luas wilayah Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Desa Area District of Tasifeto Barat by Village 2005 Desa Village (1) 01. Dubesi 08.22 25. Tasifeto Barat 284.72 12. BPS Source : PODES 2005.75 4. Fohoeka 02. Naekasa 12.60 45.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.

74 20.73 37.89 11.89 9.31 20. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 19 . Kakuluk Mesak 187. BPS Source : PODES 2005.30 17. Jenilu 05.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.76 Persentase Percentage (3) 28. Kenebibi 04. Fatukety 02. Leosama 06.47 Kec.05 19.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Kabuna 03. Dualaus Luas Area 2 (Km ) (2) 53.63 19.70 37.13 Luas wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Desa Area District of Kakuluk Mesak by Village 2005 Desa Village (1) 01.06 11.54 100.

Rinbesi 05. Beirafu 09.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.55 1.62 0.70 18.21 3.20 2.24 20. Berdao 08. Fatubenao 06.22 4.80 3.12 21. Umanen 10. Manumutin 12.18 100.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.52 3. Manuaman 04. Atambua 07.63 11.92 2. Kota Atambua 56.27 5. BPS 20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tenukiik Luas Area (Km2) (2) 5. L i d a k 03.10 1.35 1.78 2.85 Kec. BPS Source : PODES 2005.20 10.38 11.40 0. Fatukbot 02. Tulamalae 11.71 6.60 Persentase Percentage (3) 10.32 5.49 1.14 Luas wilayah Kecamatan Kota Atambua Menurut Desa Area District of Kota Atambua by Village 2005 Desa Village (1) 01.

00 211. Takirin 04.00 19.30 15.40 4.81 2.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.19 8.09 9. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 21 . Halimodok 12. Umaklaran 06. Dafala 03.37 Persentase Percentage (3) 16.30 35. S a d i 09.73 100. Fatuba'a 02.75 6. Tialai Kec.29 7.32 4.40 16.76 10.56 14.40 13. Silawan 08.25 4.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.00 6. BPS Source : PODES 2005. B a u h o 11. Manleten 05. Tasifeto Timur Luas Area 2 (Km ) (2) 34.95 30.52 3.55 14. Sarabau 10.70 9. Tulakadi 07.00 18.10 6.15 Luas wilayah Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Desa Area District of Tasifeto Timur by Village 2005 Desa Village (1) 01.

40 9.34 Persentase Percentage (3) 26. Raifatus 04.56 15.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.51 10. BPS 22 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raihat 87. BPS Source : PODES 2005.98 9.59 Kec.95 16. Toheleten Luas Area (Km2) (2) 22. Maumutin 06.40 14.96 17.55 8.20 100. Aitoun 05. Asumanu 02.32 18.63 16.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.16 Luas wilayah Kecamatan Raihat Menurut Desa Area District of Rinhat by Village 2005 Desa Village (1) 01. T o h e 03.

BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 23 .GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Maneikun 03.17 Luas wilayah Kecamatan Lasiolat Menurut Desa Area District of Lasiolat by Village 2005 Desa Village (1) 01.00 9. Lasiolat 02.25 9.10 9.27 14.11 14. Fatulotu 04.00 9.96 13.96 15. Raiulun 06.20 9. BPS Source : PODES 2005.00 9. Baudauk Luas Area 2 (Km ) (2) 9.48 100.40 Kec.96 13.35 13.93 Persentase Percentage (3) 14. Lakanmau 05. Lasiolat 64.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Dualasi 07.

F u l u r 12.64 9. Loonuna 02.50 10.60 7.27 100. Debululik 07. M a k i r 15. Lutarato 17.19 2. Lamaknen Luas Area (Km2) (2) 30. H e n e s 04. Lakmaras 03.57 4.90 5.00 15.31 Persentase Percentage (3) 14.02 9.93 7.28 3.42 9.00 3.39 6.94 12.10 4.35 7.09 9. Nualain 05.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.82 4.00 7.52 2.18 Luas wilayah Kecamatan Lamaknen Menurut Desa Area District of Lamaknen by Village 2005 Desa Village (1) 01.22 11. K e w a r 13.31 5.60 4.64 21.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.40 6. E k i n 06.33 15.25 6.98 2.10 14.93 1. BPS 24 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Mahuitas 14. Sisi Fatuberal Kec. Lamaksenulu 16. D i r u n 09. Duarato 11. BPS Source : PODES 2005.04 21. Leowalu 10.00 214.00 17. Maudemu 08.

GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Malaka Barat Nama Sungai Name of Rivers (2) Benenai Delek Baen Wedik Talimetan Motahoar Buik Luradik Baukama Baukoek Motamuru Welulik Malibaka Talau Panjang Sungai Length of Rivers (Km) (3) 100 15 30 10 8 7 40 10 45 10 15 18 50 50 2. Tasifeto Barat 5. Malaka Tengah 3. Malaka Timur 4. Tasifeto Timur 6. Lamaknen 7. Kota Atambua Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 25 .19 Nama dan Panjang Sungai Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Name and Length of Rivers by District in Regency of Belu Kecamatan District (1) 1.

Sasita Mean*) 07. Kobalima*) 11. Laen Manen**) 09. Wewiku**) 04. Lamaknen*) Rata-Rata Januari January (2) 11 6 11 4 7 6 4 7 21 23 15 6. Weliman 05. Rinhat 03. Raimanuk**) 10. Malaka Tengah 06.12 Maret March (4) 9 0.76 Pebruari February (3) 7 5 12 7 8 8 7 5 17 11 17 6.41 Juni June (7) 9 15 14 25 5 4.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Banyaknya Hari Hujan di Kabupaten Numbers of Day of Rain in Regency 2 0 Kecamatan District (1) 01. Malaka Timur 08.00 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture and Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data Tidak Tersedia 26 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 Mei May (6) 5 6 8 1 4 1. Kota Atambua*)**) 14. Lasiolat**) 17. Raihat 16.53 April April (5) 0. Tasifeto Barat*)**) 12. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15. Kakuluk Mesak 13.

00 (10) 0.00 (11) 6 14 3 1.35 (12) 17 9 4 14 7 6 7 6 4.20 Belu Menurut Kecamatan Per Bulan of Belu by District per Month 0 7 (hari) Novembe r November Juli July Agustus August Septembe r September Oktober October Desember December Ju mlah Total (8) 0.12 (13) 21 15 11 13 8 11 18 17 6.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Table 1.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 27 .06 (14) 80 11 66 47 56 29 64 12 38 60 64 31.00 (9) 0.

Sasita Mean*) 07. Weliman 05. Rinhat 03.24 Kecamatan District (1) 01. Wewiku**) 04.71 Juni June (7) 105 417 292 785 43 96. Kota Atambua*)**) 14. Lamaknen*) Rata-Rata Pebruari February (3) 137 119 168 690 96 189 29 74 507 116 387 147.76 Maret March (4) 192 11.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Banyaknya Curah Hujan di Kabupaten Rainfall in Regency 2 0 Januari Januar y (2) 123 104 125 166 103 146 46 66 343 215 267 100. Lasiolat**) 17.00 Mei May (6) 74 519 68 38 44 43. Raimanuk**) 10. Kobalima*) 11. Raihat 16. Tasifeto Barat*)**) 12. Kakuluk Mesak 13. Malaka Tengah 06. Malaka Barat 02. Laen Manen**) 09.29 April April (5) 0. Tasifeto Timur 15. Malaka Timur 08.59 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture and Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data Tidak Tersedia 28 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

060 2.83 (14) 1.12 (13) 475 264 116 190 214 89 209 123 98.027 603 943 1264 140 850 743 968 599.362 223 1.21 Belu Menurut Kecamatan Per Bulan of Belu by District per Month 0 7 (mm) Novembe r November Juli July Agustus August Septembe r September Oktober October Desember December Ju mlah Total (8) 0.47 (12) 184 186 119 214 102 135 165 104 71.00 (9) 0.00 (11) 146 243 112 29.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Table 1.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 29 .00 (10) 0.

BAB / CHAPTER 2 Pemerintahan Government .

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Pemerintahan Kabupaten Belu berdiri pada tanggal 20 Desember 1958 dengan ibukota kabupaten Atambua saat ini wilayahnya terdiri atas 24 kecamatan. 14. 18. Kecamatan Malaka Barat Kecamatan Rinhat Kecamatan Wewiku Kecamatan Weliman Kecamatan Malaka Tengah Kecamatan Sasita Mean Kecamatan Botin Leobele Kecamatan Io Kufeu Kecamatan Malaka Timur Kecamatan Laenmanen Kecamatan Raimanuk Kecamatan Kobalima 13. 22. 17. sedangkan sisanya sebanyak 12. 21. 4. 11. 6. 19. 24. 20. Kecamatan Kobalima Timur Kecamatan Tasifeto Barat Kecamatan Nanaet Dubesi Kecamatan Kakuluk Mesak Kecamatan Kota Atambua Kecamatan Atambua Barat Kecamatan Atambua Selatan Kecamatan Tasifeto Timur Kecamatan Raihat Kecamatan Lasiolat Kecamatan Lamaknen Kecamatan Lamaknen Selatan Menurut data dari Bagian Pemerintahan Desa pada Kantor Bupati Belu hingga tahun 2007 terdapat 208 desa/kelurahan di Kabupaten Belu yang terdiri dari 196 desa dan 12 kelurahan.02 persen adalah desa/kelurahan difinitif. dimana sebanyak 87. 10. 8.98 persen masih merupakan desa persiapan. 9. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 33 . 23. 7. 3. 12. 15. yaitu : 1. 16. 2. 5.

56% S wadaya 20. Persentase Jumlah Desa Menurut Klasifikasi Desa di Kabupaten Belu Tahun 2007 S wakarya 73.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Gambar 2.2.1.19% S wasembada 6.25% Sumber : PMD Gambar 2. Jumlah Wilayah Administrasi Setingkat Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Tahun 2007 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 010 011 012 013 020 021 022 023 030 031 032 040 041 050 051 052 060 061 062 070 071 072 080 081 Sumber : Bagian Pemerintahan Desa 34 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

Atambua Selatan 19. Lamaknen 24. Lamaknen Selatan 181 27 Kabupaten Belu Sumber : Bagian Pemerintahan Desa. Atambua Barat 20.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Nanaet Dubesi 16. Weliman 05. Kota Atambua 18. Raihat 22. Rinhat 03. Sasita Mean 07.1 Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan Numbers Villages by District 2007 Kecamatan Regency Desa / Kelurahan Village UPT PrePersiapan transmiPre-village gration village (4) (5) 5 7 3 3 5 2 1 1 - Definitif Definitive (3) 11 13 9 11 12 9 7 5 6 7 8 8 4 8 4 6 4 4 4 11 6 7 9 8 Jumlah Total *) (6) 16 20 12 14 17 9 7 5 6 9 9 8 4 8 4 6 4 4 4 12 6 7 9 8 208 (1) 01. Wewiku 04. Malaka Tengah 06. Malaka Timur 10. Lasiolat 23. Malaka Barat 02. Raimanuk 12. Tasifeto Timur 21. Kobalima 13. Kobalima Timur 14. Botin Leobele 09. Laen Manen 11. Tasifeto Barat 15. Kakuluk Mesak 17. Kantor Bupati Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 35 . Io Kufeu 08.

Kakuluk Mesak 17. Atambua Barat 20. Malaka Timur 10. Lamaknen Selatan Kabupaten Belu Dusun/Lingkungan (4) 82 119 66 88 98 49 45 30 46 66 78 48 23 59 20 35 9 9 8 58 31 25 43 39 1. Atambua Selatan 19. Nanaet Dubesi 16. Kantor Bupati Belu 36 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kobalima Timur 14. Laen Manen 11. Wewiku 04. Weliman 05. Raimanuk 12. Tasifeto Timur 21. Malaka Barat 02.075 Sumber : Bagian Pemerintahan Desa. Sasita Mean 07.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2.2 Banyaknya Satuan Lingkungan Setempat Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (3) 01. Lasiolat 23.174 Rukun Tetangga (RT) (5) 214 215 211 188 332 93 87 57 109 126 140 119 50 177 40 90 110 79 90 175 91 70 103 109 3. Io Kufeu 08. Malaka Tengah 06. Tasifeto Barat 15. Botin Leobele 09. Rinhat 03. Kota Atambua 18. Raihat 22. Kobalima 13. Lamaknen 24.

Rinhat 03. Weliman 05. Lasiolat 17. Tasifeto Timur 15. Kota Atambua*) 14. Wewiku 04. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Tengah 06. Raihat 16. Kakuluk Mesak 13. Malaka Timur 08. Malaka Barat 02. Sasita Mean*) 07. Raimanuk 10. Laen Manen 09.3 Banyaknya Desa/Kelurahan dan Tingkat perkembangan Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan Numbers of Villages and Supporting level by District 2007 Perkotaan Kecamatan Regency Swadaya Swakar ya Self Developing (3) 5 7 Swasemba da Supporting (4) Swadaya Pedesaan Swakary a Self Developing (6) 10 13 9 11 10 13 6 7 7 11 12 6 11 6 7 9 Swasemba da Supporting (7) 1 2 1 1 1 Jumlah Desa/ Kelurah an Numbe rs of Villages (8) 16 20 12 14 17 21 6 9 9 12 12 6 12 12 6 7 17 (1) (2) - (5) 5 7 3 3 5 8 2 1 8 01. Lamaknen*) Kabupaten Belu - 5 7 42 148 6 208 Sumber : PMD Source : PMD Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 37 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Kobalima*) 11.

Malaka Timur h. Malaka Barat b. Rinhat c.4 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Manumutin e. Tasifeto Timur o. Sekretariat Daerah 02. Weliman e. Bardao g. Umanen 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 13 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 6 3 - - - - - - - - - - - - 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 13 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 6 3 Jumlah I 755 264 - - - - - - 755 264 38 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kelurahan a. Kota Atambua n. Tenukiik c. Wewiku d. Raihat p. Tulamalae f. Beirafu h. Laen Manen i. Tasifeto Barat l. Kota Atambua b. Malaka Tengah f. Lasiolat q. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Jenis Kelamin dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Kantor/Dinas/Instansi (1) Pegawai Pegawai sipil Sipil Daerah pusat dipekerjakan L (2) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 P (3) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 L (4) P (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) Jumlah L (10) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 P (11) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 01. Manuaman d. Lamaknen 03. Lidak i. Kobalima k. Kakuluk Mesak m. Kecamatan a. Raimanuk j. Sasita Mean g.

Fatubenao k. Rinbesi Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk (2) 11 14 11 27 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 P (3) 5 7 4 13 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 Pegawai sipil BUMN/ BUMD pusat dipekerjakan L (4) 21 30 108 14 34 18 48 25 20 228 8 4 31 P (5) 8 11 85 1 7 4 11 2 4 8 3 L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) 6 3 1 4 3 3 P (9) 2 1 1 1 L (10) 11 14 11 27 21 36 111 14 34 19 48 29 20 228 11 7 31 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) 5 7 4 13 8 13 85 1 7 5 11 3 4 8 1 3 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 Jumlah II 458 161 589 144 - - 20 5 1067 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 39 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Fatukbot l.4 Pegawai Sipil Daerah L (1) j.

Belu Bhakti PDAM Jumlah III 10 9 2 8 3 5 - - - - - - 36 10 65 16 1950 1863 243 26 46 94 264 4 13 16 - - - - - - 98 74 189 30 21 62 38 22 35 35 11 92 13 10 9 2 30 10 30 19 15 21 6 7 25 5 8 9 12 8 3 5 3201 2399 3201 2399 40 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.4 Pegawai Sipil Pegawai sipil BUMN/ BUMD Daerah pusat dipekerjakan L (1) (2) P (3) L (4) P (5) L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 36 10 Dinas Pendidikan 65 16 Dinas Pendidikan (Guru) 1950 1863 Dinas Kesehatan 243 264 Dinas Nakertrans 26 4 Dinas Pendapatan Daerah 46 13 Dinas Kehutanan 94 16 Dinas Keluarga Berencana 98 30 Dinas Perhubungan 74 10 Dinas Pertanian & Perkebunan 189 30 Dinas Perikanan & Kelautan 30 19 Dinas Pertambangan & Energi 21 15 Dinas Peternakan 62 21 Dinas Koperasi PK&M 38 6 Dinas Kesejahteraan Sosial 22 7 Dinas Kebersihan & Pertamanan 35 25 Kantor Satpol Pamong Praja 35 5 Kantor Arsip Daerah 11 8 Kantor Ketahanan Pangan 92 9 Kantor Perpustakaan 13 12 Kantor PDE PD.

4 Pegawai Sipil Daerah L (1) (2) P (3) Pegawai sipil BUMN/ BUMD pusat dipekerjakan L (4) P (5) L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps. Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 41 . Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI 85 18 12 - 121 4 5 - - - 31 11 2 25 4 22 7 6 3 10 2 18 2 4 9 7 2 1 1 1 2 3 2 3 2 16 9 2 46 9 3 2 3 3 22 8 5 4 2 5 6 30 - 85 18 12 47 20 4 71 13 25 8 9 6 10 24 26 7 8 121 4 5 11 7 2 6 6 2 1 2 3 32 3 2 Jumlah IV 115 130 - - 147 33 132 43 393 207 541 6 3180 Jumlah I+II+III+IV Sumber 4529 2954 589 144 147 33 152 48 : BKD dan masing-masing Instansi. Badan.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

Weliman e. Kecamatan a. Kota Atambua n. Kakuluk Mesak m.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Wewiku d. Rinhat c. Malaka Tengah f. Malaka Barat b. Laen Manen i. Tenukiik c. Beirafu h. Kelurahan i. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Golongan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) 16 4 3 2 8 2 1 2 5 8 5 1 3 3 1 1 8 2 3 2 II (3) 164 27 10 5 9 34 13 25 17 5 40 32 45 14 12 22 15 8 7 8 5 14 10 12 4 8 III (4) 91 18 8 6 10 18 10 11 14 8 17 13 9 12 9 5 13 9 8 8 8 6 9 7 7 7 IV (5) 14 (6) BUMN/ BUMD L P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 Jumlah P (11) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 3 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 01. Raihat p. Tulamalae f. Bardao g. Umanen Jumlah I 1 81 12 6 577 347 14 - - - - 13 6 755 264 42 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kobalima k. Sekretariat Daerah 02. Manumutin e. Kota Atambua b. Lamaknen a. Tasifeto Timur o.5 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Malaka Timur h. Lasiolat q. Tasifeto Barat l. Raimanuk j. Lidak 03. Sasita Mean g. Manuaman d.

5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) j.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Rinbesi (2) 1 2 2 II (3) 9 11 8 III (4) 6 8 5 IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) 11 14 11 Jumlah P (11) 5 7 4 Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk Jumlah II 3 1 - 22 18 15 114 3 9 7 37 17 4 29 2 2 26 16 19 11 14 15 19 72 30 18 14 11 10 22 77 12 31 15 21 10 6 2 2 7 28 10 21 15 17 21 46 20 26 18 4 1 3 5 1 1 1 9 7 5 4 2 5 7 5 7 5 - - 6 1 2 1 1 1 - 27 21 36 111 14 34 19 48 29 20 228 11 7 31 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 13 8 13 85 1 7 5 14 207 4 2 2 1 12 3 1 - - 4 3 3 - 11 3 4 8 1 3 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 255 561 467 72 - - 17 5 1067 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 43 . Fatukbot l. Fatubenao k.

5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) II (3) III (4) IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah P (11) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan (Guru) Dinas Kesehatan Dinas Nakertrans Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Keluarga Berencana Dinas Perhubungan Dinas Pertanian & Perkebunan Dinas Perikanan & Kelautan Dinas Pertambangan & Energi Dinas Peternakan Dinas Koperasi PK&M Dinas Kesejahteraan Sosial Dinas Kebersihan & Pertamanan Kantor Satpol Pamong Praja Kantor Arsip Daerah Kantor Ketahanan Pangan Kantor Perpustakaan Kantor PDE PD. Belu Bhakti PDAM Jumlah III 1 3 69 6 4 19 42 22 28 4 8 267 6 5 5 - - - - 36 65 10 16 1343 2134 343 152 11 19 14 31 1950 1863 243 264 26 46 4 13 7 6 1 2 2 7 2 1 1 2 - 6 48 42 126 23 16 44 15 15 36 27 11 62 18 10 8 4 70 74 32 83 22 13 32 23 9 14 10 6 37 5 7 2 3 30 6 3 4 3 5 5 6 5 3 1 1 2 1 1 345 4 - - - - - - - - 98 74 189 30 21 62 38 22 35 35 11 92 13 10 9 2 94 30 10 30 19 15 21 6 7 25 5 8 9 12 8 3 5 16 120 2352 2783 3201 2399 44 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) II (3) III (4) IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah P (11) RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps. Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI 2 - 133 5 9 - 68 14 8 - 3 3 - 31 11 2 25 4 22 7 6 3 10 2 18 2 4 9 7 2 1 1 1 2 3 2 3 2 16 9 2 46 9 3 2 3 3 22 8 5 4 2 5 6 30 - 85 18 12 47 20 4 71 13 25 8 9 6 10 24 26 7 8 121 4 5 11 7 2 6 6 2 1 2 3 32 3 2 Jumlah IV 2 147 90 368 7 6 147 33 132 43 393 207 541 6 3180 Jumlah I+II+III+IV Sumber 458 3637 437 147 33 149 48 : BKD dan masing-masing Instansi.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Badan. Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 45 .

Sekretariat Daerah 02. Tasifeto Timur o. Sasita Mean g. Wewiku d. Umanen 03. Lamaknen a.6 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Tingkat Pendidikan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) (2) 36 6 1 1 20 7 9 4 1 13 10 21 14 4 8 3 4 2 3 1 11 4 7 2 5 3 SLTP (3) 32 8 2 1 1 6 4 5 6 1 12 9 13 3 2 5 4 3 2 2 1 3 3 2 2 1 SLTA (4) 185 28 13 8 15 28 8 19 13 7 27 24 21 6 8 11 16 8 9 10 8 9 12 11 6 7 12 D1-D3 (5) 25 2 2 1 3 1 1 2 3 2 3 3 3 1 2 1 1 1 1 S1 (6) 6 5 3 2 3 3 5 3 6 4 4 5 4 5 5 5 5 3 3 1 3 4 2 2 2 3 2 S2 (7) 1 Honorer/ Kontrak/ PTT (8) - Jumlah (9) 285 49 21 11 21 60 25 37 31 13 59 50 62 31 22 30 28 20 16 17 13 28 21 22 11 17 19 01. Lidak i. Kobalima k. Weliman e. Malaka Barat b. Tenukiik c. Tasifeto Barat l. Malaka Timur h. Raihat p. Bardao g. Beirafu h. Kelurahan Jumlah I 200 133 529 58 98 1 - 1019 46 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Laen Manen i. Manuaman d. Kakuluk Mesak m. Manumutin e.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Tulamalae f. Malaka Tengah f. Kota Atambua n. Rinhat c. Kota Atambua b. Lasiolat q. Raimanuk j. Kecamatan a.

6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) j. Fatubenao k.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Fatukbot l. Rinbesi Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim (2) 2 5 4 10 3 1 1 1 4 200 SLTP (3) 2 1 1 6 1 1 1 3 6 27 4 SLTA (4) 9 12 8 18 16 18 54 2 30 16 40 12 10 9 3 D1-D3 (5) 1 1 1 61 1 1 1 10 1 S1 (6) 3 2 2 5 10 20 75 9 8 5 15 4 4 S2 (7) 1 1 3 1 Honorer/ Kontrak/ PTT (8) 8 3 2 5 3 Jumlah (9) 16 21 15 40 29 49 196 15 41 24 59 32 24 236 11 Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk Jumlah II 1 7 5 1 7 2 2 19 5 5 4 289 2 4 3 5 4 4 8 6 1 1 91 2 29 27 20 12 11 14 22 66 40 32 20 552 1 4 1 3 1 2 4 11 1 2 2 110 1 4 15 6 15 11 12 13 32 5 10 11 297 3 1 1 1 1 13 4 25 8 34 55 36 37 35 35 45 137 58 51 38 1377 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 47 .

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Belu Bhakti PDAM (2) 4 4 19 2 6 1 1 12 13 5 3 7 1 1 13 3 1 1 5 1 3 SLTP (3) 1 3 54 1 5 2 7 7 17 2 2 3 2 4 8 2 2 2 3 3 2 SLTA (4) 24 27 1211 335 15 30 77 76 50 116 25 19 39 24 17 30 26 11 58 13 9 3 6 D1-D3 (5) 7 8 851 68 4 5 5 6 6 22 7 1 10 5 2 2 2 2 6 1 1 S1 (6) 10 39 1751 27 8 13 25 38 9 50 9 10 23 12 5 7 7 3 34 3 5 3 1 1 1 1 1 4 S2 (7) Honorer/ Kontrak/ PTT (8) - Jumlah (9) 46 81 3813 507 30 59 110 128 84 219 49 36 83 44 29 60 40 19 101 25 18 12 7 - Jumlah III 106 132 2241 1021 2092 8 - 5600 48 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan (Guru) Dinas Kesehatan Dinas Nakertrans Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Keluarga Berencana Dinas Perhubungan Dinas Pertanian & Perkebunan Dinas Perikanan & Kelautan Dinas Pertambangan & Energi Dinas Peternakan Dinas Koperasi PK&M Dinas Kesejahteraan Sosial Dinas Kebersihan & Pertamanan Kantor Satpol Pamong Praja Kantor Arsip Daerah Kantor Ketahanan Pangan Kantor Perpustakaan Kantor PDE PD.

Badan. Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI Jumlah IV Jumlah I+II+III+IV Sumber 1 2 1 5 18 613 - 5 3 19 375 - 2 24 3 13 7 3 4 11 50 9 1 1 368 7 1 1 1 2 1 1 36 2 2 1 1 1 2 3 2 6 3 4 56 9 1 1 3 25 - 51 15 3 2 3 8 5 4 100 125 9 6 77 19 25 10 10 8 13 56 26 10 10 600 8499 27 3656 1225 2543 : BKD dan masing-masing Instansi.6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) (2) 6 1 1 1 SLTP (3) 8 1 1 1 SLTA (4) 173 15 14 31 D1-D3 (5) 19 4 1 3 S1 (6) 1 21 S2 (7) 1 (8) (9) 206 22 17 58 Honorer/ Jumlah Kontrak/PTT RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 49 .

BAB / CHAPTER 3 Penduduk & Tenaga Kerja Population & Man Power .

PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER PENDUDUK & TENAGA KERJA PENDUDUK Tema kepedudukan selalu muncul menjadi suatu permasalahan yang cukup menarik dan hangat untuk diperdebatkan karena mempunyai kaitan erat dengan kesejahteraan hidup manusia. Pada tabel 3. Dari hasil Sensus Penduduk.54%. Penduduk yang banyak dengan kualitas yang tinggi akan menjadi asset yang berharga bagi kelancaran proses pembangunan. Dibandingkan tahun sebelumnya angka pertumbuhan penduduk periode 2000-2007 tergolong cukup tinggi yakni 53 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Pemerintah dalam berbagai format perencanaan selalu menempatkan masalah kependudukan sebagai kerangka acuannya. jumlah penduduk di Kabupaten Belu tahun 1990 sebanyak 216. dengan tingkat kepadatan rumah tangga rata-rata 4 orang dan kepadatan penduduk 155 orang per Km².882 jiwa. jumlah penduduk Kabupaten Belu 2007 dari 378. sedangkan apabila sebagian besar dari mereka berkualitas rendah tentu akan menjadi sumber kemiskinan dan keterbelakangan yang tidak lain juga menjadi musuh utama dari misi pembangunan bangsa. Sebaliknya percepatan pertumbuhan penduduk jauh lebih lamban dari percepatan pertambahan sumber daya dan sumber dana yang ada maka penduduk yang banyak dengan kualitas yang memadai akan menjadi modal pembangunan yang sangat berharga. Tingkat pertumbuhan ini sedikit lebih tinggi dibanding pertumbuhan 1980-1990 yang hanya 1.78%.1. dengan pertumbuhan rata–rata 2.019 jiwa dan meningkat menjadi 277. karena penduduk dengan aspek kualitas dan kuantitasnya merupakan pelaku sentral sekaligus sebagi objek yang menikmati hasil-hasil pembangunan secara lebih adil dan berkeprikemanusiaan.1. Perkembangan penduduk yang pesat tanpa diimbangi dengan persediaan resourses yang memadai maka jumlah penduduk yang banyak tersebut menjadi beban bagi pembangunan.484 jiwa pada tahun 2000.

Angka ketergantungan (Dependency Ratio) pada tahun 2007 adalah 79 yang menunjukkan bahwa setiap 100 orang penduduk usia produktif harus menanggung sekitar 79 orang yang belum atau tidak produktif. merupakan penduduk usia muda yang berumur 0 – 14 tahun. dimana konstruksi piramida penduduknya masih berbentuk ekspansif.Angka sex ratio pada tahun 2007 sebesar 99. sedangkan khusus dalam Sensus Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Hal ini karena selain perkembangan penduduk secara alamiah. Dari 378. Pada kasus ini.882 pada tahun 2007 38. Analisis kependudukan tahun 2007 memperlihatkan indikator sebagai berikut: .55%. KETENAGAKERJAAN Penduduk usia kerja didefinisikan sebagai penduduk yang berumur 10 tahun keatas. Faktor migrasi masuk juga menjadi pemicu tingginya angka pertumbuhan penduduk mengingat kedudukan wilayah geografis Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste akan menjadi daerah transit bagi penduduk dari luar untuk expansi usaha ke negara baru tersebut. Selain itu dengan adanya pergeseran paradigma Keluarga Berencana dari Norma Keluarga Kecil Bahagia menjadi menjadi Keluarga Berkualitas disalah tafsirkan sebagai peluang untuk banyak anak asal bisa/mampu menghidupinya. menunjukkan bahwa 54 - - jumlah penduduk laki-laki sedikit lebih rendah dari penduduk perempuan yakni setiap 99 penduduk laki-laki terdapat 100 orang penduduk perempuan. hidup layak sebuah keluarga menjadi relatif dan sangat tergantung pada pandangan kepentingan yang bersifat subjektif.20%.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER 4. juga diakibatkan oleh adanya eksodus ex pengungsi Timor Timur ke wilayah Kabupaten Belu yang pada Sensus Penduduk 2000 belum terhitung. Dilihat dari struktur umur penduduk memperlihatkan bahwa sebagaian besar penduduk Belu berada pada usia muda.

Ini berarti angka pengangguran terbuka pada tahun 2007 hanya sebesar 3. kesehatan yang tidak memungkinkan dan telah mencapai usia tua).2007.35 pada tahun 2005. 61. Mereka terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Selama kurun waktu 2000.44%. Sebaliknya ketika kondisi ekonomi tingkat rumah tangga memasuki fase kronis maka sebagian ibu rumah tangga terpaksa ikut mencari nafkah melalui usaha antara lain kerajinan rumah tangga. Pada kondisi ekonomi masyarakat secara umum relatif baik maka ada sebagian penduduk usia kerja terutama ibu rumah tangga tidak aktif mencari nafkah.13% atau lebih sedikit dibanding hasil sensus SP 2000 sebesar 7. yang selanjutnya turun lagi perlahan pada umur-umur berikutnya (antara lain karena pensiun. TPAK mengkikuti pola huruf *U* terbalik. 61.00 tahun 2006 dan tahun 2007 ini meningkat menjadi 68. Diduga fluktuasi TPAK ini erat kaitannya dengan situasi kesulitan ekonomi yang dialami sebagian besar masyarakat. Pada tahun 2007 angka kesempatan kerja Kabupaten Belu tergolong tinggi yakni 96. Proporsi penduduk yang tergolong angkatan kerja dikenal dengan istilah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ( T P A K). kemudian naik sejalan dengan kenaikan umur sampai mencapai puncaknya pada umur 25–29 tahun. Angka kesempatan kerja merupakan perbandingan antara penduduk yang bekerja dengan angkatan kerja.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Penduduk 2000 dan Sakernas 2007 menggunakan konsep penduduk berumur 15 tahun keatas. namun bila dibandingkan dengan tingkat pendapatan perkapita penduduk yang masih rendah menunjukkan bahwa sebenarnya angka setengah pengangguran dan pengangguran terselubung di Kabupaten Belu terutama pada sektor pertanian di pedesaan masih cukup tinggi.mempunyai lapangan pekerjaan utama di sektor 55 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .87%.28%. TPAK Kabupaten Belu sedikit berfluktuasi yakni 77. perdagangan eceran atau sebagai pekerja keluarga pada sektor pertanian. Angka ini rendah pada usia muda (usia sekolah).84 % dari penduduk yang bekerja. Komposisi penduduk yang bekerja pada tahun 2007 memperlihatkan bahwa sebagian besar yakni 60. Kendatipun tingkat pengangguran terbuka relatif kecil.64 di tahun 2000.

68 dan pekerja bebas cuma 0.24%) bila di bandingkan dengan hasil sensus penduduk tahun 1990 dan 2000 di mana penduduk yang bekerja di sektor pertanian masing masing 68.29%.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER pertanian.73 % buruh karyawan 16.40 % . Penyebaran penduduk yang bekerja menurut jumlah jam kerja selama seminggu memperlihatkan bahwa sebagian besar pekerja kita masih memiliki ethos kerja yang lebih rendah. Padahal kunci dari kemajuan pembangunan ekonomi terletak pada akselarasi kinerja dari sektor-sektor ekonomi moderen yang dimanifestasikan lewat semakin besarnya porsi tenaga kerja yang bekerja pada sektor sekunder dan tersier. Dari 163.45%. Lambatnya transformasi tenaga kerja ke sektor moderen sangat erat kaitannya dengan tingkat pendidikan kerja.55 % dan 1. Penduduk yang bekerja di atas 44 jam perminggu atau lebih dari 7 jam perhari baru sekitar 19. Dari jumlah pekerja pada tahun 2007 memperlihatkan bahwa 28. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan maka kemampuan untuk mengadopsi perkembangan teknologi produksi 56 yang lebih baik maupun pikiran kreatif untuk menyeleksi aktivitas ekonomi yang lebih menguntungkan menjadi relatif terbatas.28% dan 76. Untuk mengetahui tingkat kemandirian dan kesejahteraan pekerja dapat di amati dari status pekerjaannya. Sementara sisanya masing masing bekerja pada sektor sekunder (industri 10.04% dan 29.85% (47. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .penduduk yang bekerja berpendidikan paling tinggi hanya tamat Sekolah Dasar (SD).091 Jiwa) diantaranya adalah pekerja keluarga/pekerja tidak di bayar sementara sisanya masing-masing bekerja di bantu dengan buruh tidak di bayar/pekerja keluarga 35.71% di antaranya bekerja dibawah jam kerja normal yakni rata-rata di bawah 6 jam perhari.43% dan lainnya 10.10.12% sisanya bekerja pada sektor tersier (perdagangan 5.78% berusaha sendiri dan di bantu buruh di bayar masing masing 16. jasa jasa 13.15% maka selama lebih dari dua dekade terakhir ini hampir tidak terjadi transformasi tenaga kerja dari sektor primer ke sektor ekonomi moderen secara signifikan.221 Penduduk yang bekerja pada tahun 2007 sekitar 80. Data hasil Sakernas 2007 memperlihatkan bahwa sekitar 73.

24 15 .19 10 .2.59 50 . Piramida Penduduk Kabupaten Belu Tahun 2007 75+ 70 .49 40 .14 5-9 0-4 -30000 -20000 -10000 0 10000 20000 30000 laki laki perempuan Kelompok Umur Sumber : Registrasi Penduduk 2007.69 60 .1.29 20 .2007 400000 350000 300000 250000 231815235508 200000 150000 100000 50000 0 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 378882 361862 371530 331385 324165 256815 277137 284074 291967 243236 245224 Sumber : Registrasi Penduduk 1995-2007 Gambar 3. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 57 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.44 35 . Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Tahun 1995 .39 30 .34 25 .64 55 .54 45 .74 65 .

Penduduk Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Tahun 2007 Lamaknen Lasiolat Raihat Tasifeto Timur Atambua S elatan Atambua Barat Kota Atambua Kakuluk Mesak N anaet D ubesi Kobalima Timur Raimanuk Laen Manen Malaka Timur Io Kufeu Botin Leobele S asita Mean Weliman Wew iku Rinhat Malaka Barat Tasifeto Barat Kobalima Malaka Tengah 0 5.000 30.000 20.600 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 58 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 Kota Atambua Atambua S elatan Atambua Barat 1.400 1.000 10.000 15.000 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 Gambar 3.200 1.000 45.000 40.4.000 rumah tangga 35.3.000 penduduk 25. Kepadatan Penduduk per Km² di Kabupaten Belu Tahun 2007 Lamaknen S elatan Lamaknen Lasiolat Raihat Tasifeto Timur Kakuluk Mesak Nanaet Dubesi Tasifeto Barat Kobalima Timur Kobalima Raimanuk Laen Manen Malaka Timur Botin Leobele Io Kufeu S asita Mean Malaka Tengah Weliman Wewiku Rinhat Malaka Barat 0 200 400 600 800 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.

PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3. Persentase Wanita 10 Tahun ke Atas yang Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu Tahun 2007 25 tahun ke atas 17.35% Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 59 .5.05% Sumber : Susenas 2007. BPS Gambar 3. Persentase Penduduk Kabupaten Belu Usia 15 Tahun Menurut Status Pekerjaan Utamanya Tahun 2007 lain lain 0.85% Buruh/ karyawan 15.41% Berusaha sendiri 16. BPS Berusaha dg.6.78% 19 .64% 16 tahun 3.11% Pekerja tak dibayar 27.55% Berusaha dg.24 tahun 57.75% 15 tahun ke bawah 2. buruh tidak tetap 30.18 tahun 18.54% Sumber : Sakernas 2007.77% 17 . buruh tetap 2.

00 10.8.7. BPS Gambar 3.00 30.00 Sumber : Sakernas 2007. Persentase Penduduk Kabupaten Belu Usia 15 Tahun Menurut Jumlah Jam Kerjanya Tahun 2007 35 + 15 .34 1 .2007 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 pencari kerja permintaan tenaga kerja Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu 60 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .14 0* ) 0.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.00 40. Jumlah Permintaan dan Pencari Kerja yang Terdaftar di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Tahun 1998 .00 50.00 20.

2007 1800 1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 SD SMTP SMTA D I. D II D III Sarjana 2005 2006 2007 Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 61 .9. Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Menurut Tingkat Pendidikannya Tahun 2005 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.

Penduduk Populations .

550 87.054 3. Raihat 22.751 6.852 4.90 108.37 87.979 4.25 168.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.554 8. Kota Atambua 18.951 4. Kakuluk Mesak 17.1.419 6.28 94. Raimanuk 12. Sasita Mean 07. Household.939 20. Botin Leobele 08. Tasifeto Timur 21.524 20. Kobalima 13.112 1.41 151.19 60.48 39.55 15.097 4. Laen Manen 11.014 2.1 Jumlah Penduduk.54 24. Nanaet Dubesi 16.69 65.949 2.138 8. Luas Wilayah.600 21. Lamaknen 24.882 5.792 2.307 7. Rumah Tangga. Io Kufeu 09. Malaka Timur 10.41 2. Rinhat 03.20 64.211 2.02 179.067 9.03 67.79 83.930 21.226 6. Kobalima Timur 14.363 14.946 11.25 187.627 16.534 4.138 39. Area.57 260 109 214 240 232 169 245 120 107 117 66 79 68 98 77 85 1070 1482 1268 96 165 105 116 72 155 4 4 4 4 5 4 2 4 4 4 4 3 3 5 4 4 4 6 5 6 4 4 5 5 4 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 65 .445.045 19.72 97.924 3.864 17.539 4.819 378.48 105.297 1. Wewiku 04.42 120. and Density per Districk 2007 Kecamatan Districk (1) Penduduk Population (2) Rumah Tangga House-hold (3) Luas Area 2 (Km ) (4) Kepadatan Density 2 (Km ) (5) Kepadatan Per RT Density per Household (6) 01. Tasifeto Barat 15.497 88. Malaka Barat 02.765 16. Lamaknen Selatan Kabupaten Belu 22.631 23.315 2.696 8.673 3.786 12. Atambua Selatan 20.278 1.90 88.881 5.73 211.95 96.11 224. Malaka Tengah 06.613 1.021 26.773 4.170 11. Weliman 05. Lasiolat 23. Atambua Barat 19.024 11.90 15.547 2.200 3. dan kepadatan penduduk per Km2 dan per Rumah Tangga Menurut Kecamatan Number of Population.

036 4.592 10.138 39.114 3.720 4.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.930 21.043 13.096 6.290 8. Kota Atambua 18.714 3. Weliman 05.337 7.440 5. Lamaknen 24. Atambua Selatan 20.979 4.031 4.329 10. Botin Leobele 08.238 8.398 10.498 5.512 3.419 6. Malaka Tengah 06.578 Jumlah Total (4) 22. Tasifeto Timur 21. Raihat 22.882 Kabupaten Belu Sumber : Registrasi Penduduk 2007 66 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .374 12.271 11.617 10.024 11. Rinhat 03.316 10.067 9.631 23. Malaka Barat 02.428 9.524 20.439 6.527 8. Raimanuk 12.021 26.554 8.2 Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Population by Districk and Sex 2007 Kecamatan Districk (1) 01.584 6.347 10.939 20.226 6.618 19.946 11.864 17.888 189.1.520 20.600 21. Lasiolat 23.762 4.307 7. Kobalima 13.627 16. Io Kufeu 09. Nanaet Dubesi 16. Tasifeto Barat 15.532 10.243 7.111 3.208 10.819 378.138 8.074 5.170 11.978 13.304 Perempuan Female (3) 11. Laen Manen 11.120 7.196 3.448 5.146 2. Wewiku 04.931 189.792 3. Sasita Mean 07. Kobalima Timur 14.784 8.363 14.045 19.786 12.765 16. Kakuluk Mesak 17.833 2. Malaka Timur 10. Lamaknen Selatan Laki-laki Male (2) 11.305 3.418 4.080 8.257 10. Atambua Barat 19.347 6.

Io Kufeu 09. Nanaet Dubesi 16.765 16. Raimanuk 12. Kota Atambua 18.882 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 67 .946 11.946 11. Lamaknen 24.930 21.786 12.138 8. Atambua Barat 19.363 14. Malaka Barat 02.419 6.170 11.554 8.939 20.979 4.3 Penduduk Menurut Kecamatan dan Kewarganegaraan Population by Districk and Cityzenship 2007 Kecamatan Districk (1) 01. Kobalima 13.024 11.138 39. Kakuluk Mesak 17. Rinhat 03. Lasiolat 23. Malaka Timur 10.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. Wewiku 04.021 26.979 4.631 23.363 14.930 21.524 20. Sasita Mean 07.627 16.864 17.631 23. Tasifeto Timur 21.939 20. Botin Leobele 08. Laen Manen 11.045 19. Weliman 05.554 8.307 7. Lamaknen Selatan WNI Indonesian (2) 22.226 6.226 6. Kobalima Timur 14. Tasifeto Barat 15.819 WNA Cina Cinesse (3) - WNA lainnya Others (4) - Jumlah Total (5) 22.045 19.1. Atambua Selatan 20.819 Kabupaten Belu 378.307 7.067 9.021 26.882 - - 378.600 21.170 11.786 12.024 11. Raihat 22.138 8.600 21.524 20.864 17.627 16.419 6.138 39.067 9. Malaka Tengah 06.765 16.

2000.49 1.13 46. Tasifeto Barat 06.459 28.30 2. Kobalima 05. Atambua 07.16 * 1. 1990.084 Jumlah/Total 181.965 26.44 0. 2000 Penduduk (Jiwa) Kecamatan District (1) 01. Malaka Timur 04.1. .66 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.4 Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Berdasarkan Sensus Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan 1980.12 * -4.998 15. Malaka Barat 02. 2000. BPS Source : Population Census 1980.058 47.590 17.37 1.894 14.95 2.090 53.922 * * 34.427 33.484 1.019 277.665 30. 1990.53 Sumber : Sensus Penduduk 1980.998 Pertumbuhan 1980 1990 1990 2000 (5) (6) 1.755 38.027 * * 21.073 216.78 2.07 -2.437 47.62 * 3.574 24. Tasifeto Timur 08. 1990.634 16. BPS Keterangan : * ) Masih tergabung dengan kecamatan induk 68 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lamaknen 1980 (2) 1990 (3) 2000 (4) 67.583 35.242 44.64 * 0.174 29. Malaka Tengah 03.

019 17.94 Jumlah / Total 146. BPS 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 69 .510 6.351 299.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.285 985 3.37 53.749 Persentase Percentage (5) 38.5 Penduduk Kabupaten Belu Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan Population 10 years old in Belu Regency by Marital Status 2007 Status Perkawinan Marital Status (1) Belum Kawin / single kawin / married cerai hidup / divorced cerai mati / widowed Laki-laki Male (2) 62.1.016 100.491 79.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.68 2.01 5.738 160.247 81.845 Jumlah Total (4) 114. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.225 5.665 152.904 Perempuan Female (3) 52.034 13.

262 13.49 50 .533 3.024 14.718 4.14 15 .34 35 .359 5.162 23.058 26.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.104 9.316 10.671 21.571 12.24 25 .085 Perempuan Female (3) 28.530 11.742 5.877 Jumlah / Total 189.450 4.057 30.400 17.6 Penduduk Kabupaten Belu Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin Population in Belu Regency by Age Group and Sex 2007 Golongan Umur Age Group (1) 0-4 5-9 10 .270 31.074 38.520 7.987 7.154 1.912 15.1.383 8.424 13.123 45.313 4.337 24.233 15.39 40 .864 3.452 23.310 5.379 1.578 378.29 30 .856 4.304 189.19 20 .055 2.304 3.674 3.882 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 70 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .168 8.792 Jumlah Total (4) 53.033 15.794 28.846 18.44 45 .992 1.852 55.887 22.840 16.54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 + Laki-Laki Male (2) 25.017 8.

167 991 1.353 2.092 984 1. Atambua Barat 19. Lamaknen 24.873 1.050 642 2.427 2.19 (5) 20 .203 461 2.030 778 2.854 1.199 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.270 31.954 2.184 5.337 Sumber : Proporsi Registrasi Penduduk terhadap hasil Sensus Penduduk 1990 dan 2000 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 71 .476 564 2.398 2.959 842 719 621 766 946 1.780 1.399 1.861 1.347 1.817 2.771 787 674 578 624 770 831 1.603 2.992 1.298 1.735 3.091 939 802 751 925 995 1.068 678 1.038 1.226 2.29 (7) 01.299 2.602 1.228 578 1.926 2.479 1.595 1.718 2.513 711 1.7 Penduduk Menurut Kecamatan dan Golongan Umur Population by Districk and Age Group 2007 Kecamatan Districk (1) 0-4 (2) 5-9 (3) 10 . Tasifeto Barat 15.768 582 2.127 1.372 1. Malaka Timur 10.647 2. Raihat 22. Weliman 05.144 1.638 1. Atambua Selatan 20.295 1.153 3.630 1.103 2.082 649 2. Nanaet Dubesi 16.019 1.034 1. Lasiolat 23.054 1.150 2.191 2.778 1.313 1.852 55.903 2. Kobalima Timur 14.752 4.075 2.696 3.446 1.689 1.578 1.123 45. Wewiku 04.371 1.954 5. Raimanuk 12.731 1.299 1.223 3.616 1.017 3.14 (4) 15 . Kobalima 13.795 3.24 (6) 25 .289 1.843 1.057 30.181 2.093 2.428 907 2.536 535 1.488 3. Laen Manen 11.134 534 875 555 Kabupaten Belu 53.465 2.462 2.483 2.665 2.309 2.734 1.135 1. Malaka Barat 02.445 554 2.765 2.198 463 1.726 2.720 1.961 2.514 1.891 3.511 1.493 955 3.011 3. Sasita Mean 07.850 3.652 2. Botin Leobele 08.113 1. Kota Atambua 18.189 1.183 3.247 3. Lamaknen Selatan 3. Rinhat 03.074 38.1. Malaka Tengah 06.581 1. Kakuluk Mesak 17. Io Kufeu 09.034 429 1. Tasifeto Timur 21.117 528 915 581 1.

Kakuluk Mesak 17.491 1.840 16.59 (13) 01.074 779 987 997 1.536 1. Io Kufeu 09. Kota Atambua 18.519 427 371 315 327 403 432 629 241 610 128 444 737 646 555 856 607 285 484 307 557 404 513 518 1.49 (11) 50 .016 286 248 212 198 244 262 382 146 388 83 283 470 408 353 674 477 224 392 249 Kabupaten Belu 24. Malaka Barat 02.1.838 1.370 1. Raihat 22.262 13. Laen Manen 11.360 667 575 491 593 732 787 1.600 1. Kobalima 13. Nanaet Dubesi 16. Weliman 05.887 22.412 1.427 2. Tasifeto Barat 15.423 687 591 504 618 763 821 1.027 728 342 679 432 796 578 732 739 1.256 888 418 723 460 1. Sasita Mean 07.143 438 1. Rinhat 03. Lasiolat 23.711 482 418 355 416 514 552 803 308 807 172 589 979 845 732 988 699 329 529 335 1.076 1.151 814 383 711 451 1. Wewiku 04.400 17. Tasifeto Timur 21.383 2.168 8. Malaka Tengah 06.378 1. Raimanuk 12.082 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Lanjutan Tabel 3. Botin Leobele 08.7 Kecamatan Districk (1) 30 . Malaka Timur 10.44 (10) 45 .987 72 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .247 1.057 579 503 426 407 501 539 784 302 806 169 586 975 851 733 1.518 320 1. Lamaknen 24.184 249 863 1.435 1. Kobalima Timur 14.34 (8) 35 -39 (9) 40 . Atambua Selatan 20.072 779 988 997 2.54 (12) 55 .115 1. Atambua Barat 19.107 1. Lamaknen Selatan 1.191 457 1.

359 5.64 (14) 65 .877 378.819 Kabupaten Belu 7.765 16.045 19.363 14. Raimanuk 12.939 20.226 6.307 7.533 3.600 21. Laen Manen 11.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Lanjutan Tabel 3. Lamaknen Selatan 473 343 435 440 837 237 204 174 186 229 246 357 137 324 68 235 392 341 294 462 328 154 283 180 343 249 315 319 696 196 169 145 134 166 178 258 99 226 49 165 274 238 205 308 220 102 293 186 239 173 219 222 412 117 100 86 91 112 119 174 66 185 39 136 224 196 168 249 176 83 165 105 221 163 205 206 672 192 164 136 115 136 150 220 83 263 50 190 318 276 240 283 199 97 181 117 22. Malaka Tengah 06. Tasifeto Timur 21.69 (15) 70 . Atambua Selatan 20. Kobalima 13. Botin Leobele 08.554 8.524 20.138 39.74 (16) 75 + (17) Jumlah (18) 01. Lasiolat 23.946 11.631 23. Rinhat 03. Io Kufeu 09. Lamaknen 24.786 12.138 8.882 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 73 . Malaka Barat 02. Kota Atambua 18.930 21. Kakuluk Mesak 17.170 11.7 Kecamatan Districk (1) 60 .067 9. Wewiku 04. Kobalima Timur 14.021 26.1. Raihat 22.627 16. Weliman 05. Tasifeto Barat 15.864 17.024 11. Atambua Barat 19. Nanaet Dubesi 16.419 6.856 4. Malaka Timur 10. Sasita Mean 07.979 4.

PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.034 2.944 1. Malaka Timur 08.091 2.1.902 2.074 Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Rumah Penduduk Tangga (4) (5) 3. Kobalima 11.422 3.848 4.937 3. Malaka Barat 02.699 78. Raihat 16.621 898 2. Wewiku 04.440 3.756 6. Malaka Tengah 06. Lasiolat 17.190 16.618 4.614 15.583 Catatan : *) SLS = Satuan Lingkungan Setempat RT = Rukun Tetangga Jumlah RT sudah termasuk eks pengungsi Timor Timur Sumber : Pendataan Sosial Ekonomi 2005.510 14. Raimanuk 10.786 3. Rinhat 03.813 3.113 8.901 Kecamatan Districk (1) 01. BPS 74 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Sasita Mean 07.830 54.009 13.834 11.346 2.2913 3. Kota Atambua 14.340 1.533 7.204 3.836 9.8 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Menurut Kecamatan Number of Household and Poor People by District 2006 Jumlah Rumah Tangga (3) 5.823 1.067 2.721 5.349 2.779 3.510 8. Tasifeto Timur 15.678 13.470 3.838 13. Weliman 05.666 3.826 34.856 15.015 2.817 248. Laen Manen 09.126 25.054 6.129 2.260 3. Kakuluk Mesak 13. Lamaknen Kabupaten Belu Jumlah SLS/RT*) (2) 201 165 181 167 272 191 104 97 118 145 206 61 221 129 70 60 195 2.535 5. Tasifeto Barat 12.854 11.498 4.018 11.771 4.614 19.

Tingkat Kelahiran Fertility Rate .

85 3.78 3. Alor 08.93 3. Ende 12.39 2. Timor Tengah Utara 06.66 3.60 4. Flores Timur 10.54 Nusa Tenggara Timur Catatan : - 3.48 3.80 2.99 3.31 3.54 4. Sikka 11.09 3. Ngada 13.93 5.34 - (4) 4.06 3.49 *) Dihitung dari Sensus Penduduk 1980 dan 1990 (metode arriaga) **) Dihitung dari data gabungan (SP90 dan Susenas 96 metode Role ***) Laporan indikator database 2004/2005 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 77 .48 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.1 Perkiraan Angka Kelahiran Total / TFR menurut Kabupaten 1989-2005 Kabupaten Regency (1) 01.2.57 4. Kota Kupang 1989-1990*) 1995-1996**) 2004/2005 (2) 5.67 4.39 4.45 2. Kupang 04. Sumba Timur 03.63 2.15 4.86 3. Timor Tengah Selatan 05.46 3.59 2. Sumba Barat 02.08 4.03 - (3) 4.94 3.65 3.81 2.97 2.96 4.50 3. Lembata 09.45 4.83 3. Manggarai 71.92 3. Belu 07.99 4.25 2.

77 18.75 17.24 tahun 25 tahun ke atas Jumlah Numbers (2) 2.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.18 tahun 19 .64 3.647 3.78 Jumlah / Total 100.2.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.803 Persentase Percentage (3) 2.104 100.05 57.808 17. BPS 78 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Age at First Marriage 2007 Umur Perkawinan Pertama Age at First Marriage (1) ≤15 tahun 16 tahun 17 . BPS Source : National Social Economic Survey 2007.069 57.777 18.

684 8. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.3 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Lahir Hidup di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children 2007 Jumlah Anak Yang Lahir Hidup Numbers of Children Still live (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10+ Jumlah Numbers (2) 5.385 15.30 4.422 10.104 100.605 1.360 Persentase Percentage (3) 5.307 16.65 13.37 15.58 13. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 79 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.825 3.667 13.36 Jumlah / Total 100.29 16.41 10.94 6.309 4.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.60 1.590 13.950 6.2.67 8.82 3.

80 1.10 19.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.56 16.104 Persentase Percentage (3) 6.11 0.506 7.26 2.49 7.569 16.804 1.80 11.821 11.955 2.117 19.42 100.112 417 100.334 16.270 2. BPS 80 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Masih Hidup di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 Jumlah Anak Yang Masih Hidup Numbers of Children Still live (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10+ Jumlah / Total Jumlah Numbers (2) 6.2.199 15.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.18 15.32 16.95 2.

Tingkat Kematian Mortality Rate .

Kodya Kupang 14.3. B e l u 07. 2004 Remarks : *) Termasuk Kodya Kupang / Include Kodya Kupang Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 83 . Sumba Barat 02. Lembata Nusa Tenggara Timur 1999 (2) 64 76 57 49 50 57 59 46 47 60 51 54 62. Manggarai 13.1 Tingkat Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Menurut Kabupaten Infant Mortality Rate ( IMR) per 1000 birth by Regency 1999. E n d e 11. A l o r 08. 2002.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. N g a d a 12. Flores Timur 09. Timor Tengah Utara 06. S i k k a 10. K u p a n g *) 04. 2004 Kabupaten Regency (1) 01. Sumba Timur 03. Timor Tengah Selatan 05.6 2002 (3) 60 73 52 46 49 55 57 44 45 56 48 52 51 2004 (4) 55 53 55 53 50 46 54 46 48 44 42 47 24 47 49 Keterangan : Laporan Indonesia Pembangunan Manusia 2001.

4 64.9 63. 2002.3 66. Manggarai 13. 2004 Kabupaten Regency (1) 01.7 64.2 65.5 65. Lembata Nusa Tenggara Timur 1999 (2) 61. Kodya Kupang 14.8 63.9 66.4 63.8 65.6 64.7 65.0 63.7 64. Flores Timur 09. N g a d a 12.1 Keterangan : Laporan Indonesia Pembangunan Manusia 2001. Sumba Barat 02.7 62.8 65.4 59.3.9 63. K u p a n g *) 04.4 65. A l o r 08. 2004 Remarks : *) termasuk Kodya Kupang / include Kodya Kupang 84 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . E n d e 11.6 65. Sumba Timur 03.1 63.2 Tingkat Harapan Hidup Penduduk Berumur Nol Tahun Menurut Kabupaten The Life Expectancy At Birth by Regency 1999.9 65.0 63.1 63. B e l u 07.5 62.0 65.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.8 64.1 65. Timor Tengah Selatan 05.1 66. S i k k a 10.8 65. Timor Tengah Utara 06.8 2004 (4) 63.1 65.6 2002 (3) 62.2 64.7 63.3 66.2 65.7 59.7 64.1 64.

02 7.375 840 278 139 139 - Persentase Percentage (3) 66.14 - Jumlah / Total 100.288 3.30 19.3 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Sudah Meninggal di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Anak Yang Sudah Meninggal (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 + Jumlah Numbers (2) 66. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.638 2.37 0.84 0.365 19.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.104 100.3.63 2.14 0.28 3.28 0.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.042 7. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 85 .

Angkatan Kerja Labour Force .

17 16.647 (4) 68.717 5.141 100.704 1.152 5.921 3.28 Jumlah / total 115.140 64.85 55. Mencari Pekerjaan / Pengangguran looking for work Laki-Laki Male Jumlah % (3) 87.4. Bukan angkatan kerja not economically active 1. Sekolah attending school 2.517 3.00 70.99 52.14 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.623 b.23 4.00 123.61 2.72 1.599 7.00 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007.761 45.882 2.49 68.351 98.845 6.48 10.43 Perempuan Female Jumlah % Jumlah Jumlah Total % (7) 54.07 2.693 8. Urus rumah tangga house keeping 3.221 5. Angkatan kerja economically active 1.270 70. Bekerja / Worked 2.28 2. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 89 .107 46.74 19.21 Numbers Numbers Numbers (2) 100.22 34.49 3.51 5.042 100.15 85.790 12.901 100 239.92 168.186 42. Lainnya / others 14.1 Penduduk 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Kegiatannya Seminggu yang Lalu Population 15 Years Old and Over by Sex and Activity During The Previous Week 2007 Kegiatan Seminggu yang Lalu Activity During The Previous Week (1) a.551 29.491 163. BPS Source : National Labor ForceSurvey 2007.

390 24. Sekolah / attending school 2. Angkatan kerja / economically active 1. Mencari Pekerjaan / looking for work b.36 7. Bekerja / Worked 2.2 Penduduk 15 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kegiatan Population 15 Years Old and Over by Type of Activity in Belu Regency 2000 Jumlah Total Jumlah Numbers (2) 133.66 Jenis Kegiatan Type of Activity (1) a.273 2.81 14.4. BPS Keterangan : termasuk mengurus rumah tangga Remarks : including house keeping 171.472 100.98 1.00 90 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .64 75.125 130.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.55 Jumlah / total Sumber : Sensus Penduduk 2000. Bukan angkatan kerja / not economically active 1.347 13.957 22. Lainnya / others *) 38. Mengurus rumah tangga / house keeping 3.852 % (3) 77. BPS Source : Population Census 2000.

579 44.865 27. Berusaha dengan dibantu buruh dibayar / employer 4.643 Status Pekerjaan Utama Main Employment Status (1) 1.55 35.070 30. Buruh.091 16. karyawan / employee 5.78 3. Pekerja tak dibayar 2.85 Jumlah / total 98. BPS Source : National Labor Force Survey 2007.73 19.426 13.405 Persentase Percentage (5) 16.40 28.311 513 2. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain / self employed 2.3 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week By Main Employment Status and Sex 2007 Perempuan Female (3) 11. Berusaha sendiri dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar Laki-Laki Male (2) 15.163 127 536 16.704 64.005 58. Pekerja bebas pertanian 6.762 Jumlah Total (4) 27.4.68 0.824 1. Pekerja bebas non-pertanian 7.00 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007.0 0.226 8.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.221 100. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 91 .517 163.233 127 536 47.

4.751 Jumlah Total (4) 26. Pekerja Keluarga / Family worker 6.327 3. Tak Terjawab / No Stated 373 117 490 10. Buruh / Karyawan / Employee 5. BPS 72.607 13.437 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.431 21 3. BPS Source : Population Census 2000.074 10 13.151 33.273 92 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .769 52.4 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Employmen Status and Sex 2000 Status Pekerjaan Utama Main Employment Status (1) 1.505 31 Jumlah / Total Sumber : Sensus Penduduk 2000.269 58.400 Perempuan Female (3) 11.890 37. Buruh tidak tetap Self employed assisted by member / temporary worker Laki-Laki Male (2) 14. Berusaha sendiri dibantu dg.162 39. Berusaha dengan dibantu buruh tetap Employer 4. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain Self employed 2.004 130.

221 100.85 49.75 8.22 Jumlah / Total 98.647 31.14 15 .649 55.34 35 + Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 3.563 75.183 5.90 35.051 % (3) 3.914 20.756 13.517 100.10 55.468 66.573 7.25 40.5 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2007 Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours (1) 0*) 1 .78 46.4.704 100.00 Keterangan / remarks : *) Sementara tidak bekerja / Temporary not working Sumber : Diproporsikan dari jumlah penduduk NTT.47 31.09 11.78 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 4.00 163.434 % (7) 4.22 5.821 34.59 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 7.00 64. yang bekerja menurut jam kerja hasil Sakernas 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 93 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.383 % (5) 7.

97 0.296 5.748 25.00 94.934 1.54 23.444 20.111 4.896 20.239 10.4.371 2.26 0.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.324 8.28 14.14 15 – 24 25 – 34 35 – 44 45 – 54 55 – 64 65 – 74 75 + Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 465 2.051 % (7) 1.11 13.6 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2000 Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours (1) 0*) 1 .678 100.79 1.69 21.12 Jumlah / Total 58.572 12.97 17.45 0.28 1.279 1.78 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 1.576 7.32 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 1.950 12.80 4.34 32.981 2.346 ) 100.00 Keterangan / remarks : * Sementara tidak bekerja / Temporary not working Sumber : Sensus Penduduk 2000.07 26.25 16. BPS Source : Population Census 2000.206 1.82 13.76 6.68 7.03 1.047 772 % (3) 0.40 3.024 100.22 22.88 34.78 5.233 345 159 279 % (5) 3.220 12.604 3. BPS 94 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .92 22.452 19.00 35.494 8.49 1.

215 4.379 % (7) 60.02 4. 3. BPS Source : National Labor ForceSurvey 2007. eceran.4. Usaha persewaan Bangunan.779 7.018 % (5) 59. perburuan dan perikanan 02.303 16. Listrik.04 Lapangan Usaha Utama Main Industry (1) 01.43 15. kehutanan.714 10.00 993 64.221 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007. rumah makan dan hotel 04.03 18.00 163. Industri Pengolahan 03.925 5.84 10.54 16.84 8. pergudangan. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 95 .088 12.16 14.93 100.121 14.721 98.63 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 99. Bangunan.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.45 13.24 100.7 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2007 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 61.96 11.900 21.517 1.00 Jumlah / Total 100. asuransi.361 % (3) 62. gas dan air.47 5. Jasa kemasyarakatan 05. Pertanian. komunikasi. Lainnya (Pertambangan dan penggalian.286 3.704 15.639 8.42 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 38. tanah dan jasa perusahaan. angkutan. keuangan. Perdagangan besar.

24 0.95 0.464 1.28 2. Angkutan 06.493 1.73 14.80 4.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.82 1. BPS Source : Population Census 2000.188 8. Industri 03.01 Lapangan Usaha Utama Main Industry (1) 01.335 8 % (7) 76.4.00 Sumber : Sensus Penduduk 2000.00 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 42. BPS 96 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Pertanian 02.587 2.029 78 1.14 5.56 0.90 0.403 3.723 3.207 9.713 6 % (5) 72.12 11.980 8.15 7.13 2.22 0.00 4.00 130.273 100.01 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 99.00 58. Jasa 05.383 11. Lainnya 07.71 2.74 4.019 537 2.622 2 % (3) 78.8 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2000 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 57.32 2.269 100.124 5.13 8.004 100.645 1. Perdagangan 04. Tidak terjawab Jumlah / Total 72.

55 8.884 656 3.078 2430 104. BPS Source : National Social Economic Survey 2006.520 % (7) 4.624 8. Lainnya Jumlah Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2006.796 % (5) 4.906 23.158 522 2.41 2. Tenaga Usaha Pertanian 7.620 984 33.724 % (3) 4.18 0. Tenaga Profesional 2.41 69.55 0.458 1.24 1.9 Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Jenis Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Type of Main Occupation and Sex 2006 Laki-Laki Male Jenis Pekerjaan Utama Type of Main Occupation Jumlah Number s (2) 4.76 60.45 18.34 0.89 0. Tenaga Produksi 8. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 97 .4.28 13.19 9.53 66.290 194 268 55. Pejabat Pelaksana Tata Usaha 4.48 100.65 0.00 (1) 1.86 1.44 0.05 0.51 2.536 670 134 102.51 1.03 0.35 0.13 100. Anggota TNI 9.18 15.730 10.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Tenaga Kepemimpinan 3.176 13.726 134 850 6.52 11. Tenaga Usaha Jasa 6. Tenaga Usaha Penjualan 5.23 1.826 864 402 158.00 Jumlah Total Jumlah Number s (6) 6.00 Perempuan Female Jumlah Number s (4) 2.446 71.474 15.25 100.

587 593 593 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency 98 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Permintaan tenaga kerja / vacanciens 03. Pencari kerja / job applications 02.4.10 Jumlah Pencari Kerja. dan Penempatan Tenaga Kerja yang Terdaftar Menurut Jenis Kelamin Numbers of Registered Job Applications. Permintaan.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Vacancies.656 477 477 Jumlah Total (4) 2. Penempatan tenaga kerja / placement Laki-Laki Male (2) 931 116 116 Perempuan Female (3) 1. and Placement of Workers by Sex 2007 Jenis Kegiatan Activity (1) 01.

4. D I. D II / diploma I.11 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin Numbers of Registered Job Applicants by Educational Attainment and Sex 2007 Tingkat Pendidikan Educational Attainment (1) 01. SD dan sederajat / primary school 02. Universitas / university Laki-Laki Male (2) 43 58 322 18 86 404 Perempuan Female (3) 110 272 415 102 190 567 Jumlah Total (4) 153 330 737 120 276 971 Jumlah / total 931 1. II 05. SMTP / junior high school 03. D III / academy.656 2. SMTA / senior high school 04.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.587 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 99 . diploma III 06.

000 750.000 600.000 450. Upah Minimum Regional (UMR) 450. Rata-rata Upah/Gaji Bersih Sebulan b.000 725.000 425. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) c. Rata-rata Upah/Gaji Bersih Sebulan b.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.000 600. Upah Minimum Regional (UMR) 350.000 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency 100 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 550.000 625.12 Perbandingan Rata-Rata Upah/Gaji Bersih Karyawan dengan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dan Upah Minimum Regional (UMR) Selama Sebulan Di Kabupaten Belu 2005 .2007 Wilayah (1) Belu a.4. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) c.000 550.000 500.000 2005 (2) 2006 (3) 2007 (4) Nusa Tenggara Timur a.000 575.

Raimanuk 10. Rinhat 03. Laen Manen 09. Lamaknen Kepala Kelurga (2) 16 104 - Jiwa (3) 78 - 491 - Kabupaten Belu 120 569 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 101 .13 Banyaknya Transmigran dirinci per Kecamatan di Kabupaten Belu Number of Transmigrant by District in Belu Regency 2007 Kecamatan Districk (1) 01. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean 07. Weliman 05. Kota Atambua 14. Malaka Timur 08.4. Raihat 16. Kakuluk Mesak 13. Wewiku 04. Tasifeto Barat 12.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Kobalima 11. Lasiolat 17. Malaka Tengah 06.

230 13.011 2. April 05.912 Keluar (3) 1.292 1. Nopember 12. Januari 02.183 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.4. Desember Jumlah Masuk (2) 973 729 522 471 688 978 1.639 1.206 1. Juni 07.805 Sumber : Kantor Imigrasi Source : Imigration Service of Belu Regency 102 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Pebruari 03. Oktober 11.809 1.371 1. Juli 08.259 1.944 2.590 1.195 15.025 159 603 793 1.571 1.14 Banyaknya Penduduk Pelintas Batas di Kabupaten Belu Numbers of Transitter in Belu Regency 2007 Bulan (1) 01. Agustus 09.476 2. Mei 06. Maret 04. September 10.

BAB / CHAPTER 4 Konsumsi & Keadaan RumahTangga Consumption & Household Condition .

rata-rata pengeluaran perkapita secara nominal mengalami peningkatan. kesehatan. bukan untuk kebutuhan yang selevel lebih maju seperti kebutuhan sekunder dan tersier. Dibandingkan dengan tahun 2005 yang lalu. Pengeluaran rata-rata perkapita sebulan menurut hasil susenas 2007 di kabupaten Belu mencapai Rp. pendidikan.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION AND HOUSEHOLD CONDITION KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA KONSUMSI Pengeluaran konsumsi perkapita merupakan indikator yang menggambarkan tingkat kemampuan rata-rata penduduk suatu wilayah dalam membiayai kebutuhan konsumsinya. Bila diamati data hasil susenas sejak tahun 1993-2004. pakaian dan lain-lain. Indikator ini secara tidak langsung mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat terutama dari sisi kemampuan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar dan kebutuhan komplementer lainnya.Kenaikan yang cukup tajam ini diduga tidak saja disebabkan karena adanya perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin baik namun juga karena meningkatnya harga nominal berbagai kebutuhan pokok. 177. aneka barang dan jasa.744 perbulan sebesar 71.55 % adalah pengeluaran non makanan seperti perkiraan sewa rumah.43 % atau Rp.992 di antaranya adalah pengeluaran untuk kebutuhan makanan sedangkan sisanya 28. Ini memperlihatkan bahwa tingkat kesejahteraan penduduk Belu masih relatif rendah sehingga sebagian besar dari porsi pendapatannya dibelanjakan untuk kebutuhan makanan.744 Dari jumlah pengeluaran rata rata perkapita 177. Pola meningkatnya pengeluaran semacam ini diprediksikan akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang karena fenomena Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 105 . memperlihatkan bahwa belum terjadi pergeseran pola konsumsi secara berarti karena selama kurun waktu tersebut pengeluaran konsumsi makanan masih berkisar antara 69-72% dari total pengeluaran.126.

4.13%. Sementara sisanya masing-masing.59%. padipadian.67%.68% diantaranya adalah perkiraan sewa rumah.72%. alcohol dan konsumsi lainnya 3.53% diantaranya dibelanjakan untuk bahan pangan jagung.06%.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION AND HOUSEHOLD CONDITION kenaiakan harga kebutuhan pokok tetap menjadi isu sensitive dalam krisis ekonomi negara kita yang belum berujung sapai dengan saat ini.55% dijangakau oleh listrik PLN dan 2.89% untuk aneka barang dan jasa.20% untuk barang tahan lama serta pembayaran pajak dan asuransi 1. 106 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . daging. 7. 5. . Sementara ini untuk bahan dinding perumahan masih didominasi rumah dengan dinding bebak 78. sungai.47% untuk pakaian dan alas kaki.25%. bumbu-bumbuan. Untuk pengeluaran makanan pada tahun 2007 sekitar 40.03%. ikan. air hujan dan lainnya 10. 20. sayur-sayuran dan buah-buahan 16. umbi-umbian dan kacangkacangan. tembakau dan sirih pinang 8.52% listrik non PLN dan sisanya 66. Kondisi rumah tangga dari aspek kesehatan menunjukkan bahwa pada tahun 2007 dari 86848 rumah tangga ternyata yang mempunyai sumber air minum ledeng hanya 8. KEADAAN TANGGA RUMAH Dari aspek sumber penerangan rumah tangga data Susenas memperlihatkan bahwa pada tahun 2007 dari 86.60% untuk pendidikan.4% sementara sisanya masing-masing sumur 51.05%. mata air 28.87% untuk keperluan pesta.71% untuk biaya kesehatan. Untuk pengeluaran perkapita untuk sebulan non makanan sebesar Rp 50752 dimana sekitar 44.86%. 5.93% menggunakan lampu minyak tanah atau pelita.848 rumah tangga ternyata sekitar 30. bahan minuman dan makanan jadi 4. minyak dan lemak 4.11%. 9. telur dan susu 15.49%.95% dan tembok hanya 11.

000 40.9 0.0 0.9 99 > 50 0.9 0. 99 00 0 -2 99 30 .2 Jumlah Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Kondisi Tempat Tinggalnya Tahun 2006 dan 2007 45000 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 Berlantai Penerang Berdindi Bukan an ng Tanah Lampu Tembok Lis trik K ur an g 2007 2006 Air Minum Ledeng Sumber : Susenas 2006 & 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 107 . 99 00 0 -4 99 .KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Gambar 4.000 60. 00 0.000 0 da ri 10 10 0. 00 0 Sumber : Susenas 2007 Gambar 4.000 80.000 20. Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Menurut Besarnya Pengeluaran Perkapita Selama Sebulan Tahun 2007 120.1.000 100. 00 00 0 -1 99 20 . 00 0 0 -1 49 15 .

Pengeluaran & Konsumsi Penduduk Population Expenditure & Consumption .

025 Persentase Percentage (3) 0.59.999 150.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2003.00 0.000 15.000 .000 .381 100.999 60.313 27.29.1 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2003 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) < 15.220 7.79.999 30.00 0.39.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.199.999 Jumlah Numbers (2) 0 0 0 0 2.149.000 .000 . BPS Source : National Social Economic Survey 2003.00 3.000 .000 .999 20.87 16.25 10.519 9.1. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 111 .00 0.000 .66 Jumlah / total 68.000 .99.24 14.43 14.999 100.436 11.868 10.999 80.54 40.19.999 40.999 >199.

59.999 Jumlah / total 0 0 0 1.623 1.744 68.999 30.00 0.999 >199.082 68.58 100.000 .KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.00 0.2 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Pengeluaran untuk Makanan dan Bukan Makanan Per Kapita Sebulan Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure for Food and Non-Food 2003 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) Untuk Makanan for Food Banyaknya Numbers (2) Untuk bukan Makanan For Non-Food Banyaknya Numbers (4) % (3) % (5) < 15.87 2.776 9.37 2.39.999 40.335 16.55 100.000 .248 18.149.305 13.00 4.086 6.774 12.876 15.14 17.99 7.000 .30 26.381 6.000 .453 4.79.000 . BPS 112 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .99.381 0.260 18.999 60.75 0.29.999 80.000 .999 150.199.08 26.19.880 480 1.77 20.65 24.60 13.751 1.1.70 1.24 2.140 8.999 100.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2003 BPS Source : National Social Economic Survey 2003.00 2.67 9.05 12.000 .949 1.999 20.000 15.000 .68 22.

999 300.499.000 Jumlah Numbers (2) 58.3 Penduduk di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Population in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2007 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) ≤ 100.999 200.047 - Persentase Percentage (3) 15.564 31.000 .199.000 .999.999 750.21 25.999 150.958 107.46 22.306 1.000 .28 - Jumlah/Total 378.000 .299.749.26 0.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.999 > 1.56 28.1.22 8.000.000 .000 .882 100.999 500.000 100.00 Sumber : Hasil Susenas 2007 diproporsikan dengan jumlah penduduk Registrasi Penduduk 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 113 .149.165 95.842 84.

Ikan segar / Fresh Fish 10. Talas / Keladi 07.980 0.131 1. Ketela Rambat/ Sweet Potatoes 09. Minyak Kelapa/Coconut oil 16. Kelapa / Coconut 15.4 Rata-Rata Konsumsi Bahan Makanan Per kapita Seminggu Menurut Jenis Bahan Makanan Penting di Nusa Tenggara Timur Average of Per Capita Food Consumption by Selected Food in Nusa Tenggara Timur 2005 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 01. Jagung Pipilan / Maize 04.183 0.455 0.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.096 0.062 0.073 0. BPS Source : National Social Economic Survey 2005.037 0. Minyak goreng/Cooking oil 17. Telur itik manila / Duck manila eggs 14. Gula Merah/Other sugar 18. BPS 114 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .005 0.144 0.014 0. Gaplek / Moniac 06.1. Daging Sapi/ Kerbau/ Beef / Buffalo 12.014 0. Jagung Basah dg Kulit / Fresh Maize in Husk Satuan (2) Rata-Rata Perkapita (3) Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Ons Kg Kg Btr Btr Ltr Ltr Ons Ons 1.172 0.013 0. Tepung Gaplek / Moniac Flour 08. Gula Pasir/Refined Sugar Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2005.687 0.263 0.434 03. Ikan teri diawetkan / Preserved Fish 11. Beras & Hasilnya / Cereal & their products 02.033 0. Telur ayam / Hens Eggs 13. Ketela Pohon / Cassava 05.

Sumba Barat 02. Flores Timur 10. BPS Source : National Social Economic Survey 2005. Timor Tengah Utara 06.5 Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Untuk Makanan dan Non Makanan menurut Kabupaten/Kota 2005 Non Makanan (3) 35223 42154 35878 24434 39269 48855 37132 36324 53832 41903 45555 51328 26892 35120 43448 135026 44626 Kabupaten / Kota (1) 01. Sumba Timur Makanan (2) 88661 98478 91865 80398 89216 96226 95850 106585 116758 87540 96485 108520 81441 89651 90916 160512 96730 Jumlah (4) 123885 140632 127744 104831 128485 145080 132982 142909 170590 129443 142040 159848 108333 124771 134364 295538 141356 03. Timor Tengah Selatan 05. Manggarai Barat 16. Alor 08. Sikka 11. Ende 12.1.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. Kupang 04. Rote Ndao 15. Kota Kupang Nusa Tenggara Timur Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2005. Manggarai 14. Lembata 09. Belu 07. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 115 . Ngada 13.

596 1.919 1.008 3. BPS Source : National Social Economic Survey 2007. Bahan Minuman/Non Prepared Drink 11.480 2.293 2.262 15.107 91. Daging / Meats 05.626 3. BPS 116 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Padi-padian / Cereals 02.000 – ≤ 100.003 276 8.000 149.057 42. Buah / Fruits 09.000 – 150.999 (2) (3) (4) 29. Konsumsi lainnya / Miscellaneous Food Itery 13.704 1.201 4.080 242 391 8.488 2.067 1.280 964 3.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Average of Per Capita Monthly Expenditure 2 0 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 01. Ikan / Fish 04. Kacang / Nuts 08.925 759 10.790 2. Minumanalkohol/Alcoholic Beverages Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 100.747 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007. Bumbu-bumbuan / Spices 12.635 1.515 5.367 14.595 3.293 121.191 4. Makanan & Minuman Jadi / Prepared Food & Drink 14.705 890 11.755 1.165 4.025 1. Sayuran / Vegetables 07.952 2.987 5.486 3.924 4.018 5.999 199.520 54.913 3. Ubi-ubian / Cassava 03. Minyak & Lemak / Fats & Cooking Oil 10. Telur & Susu / Eggs & Milk 06. Tembakau&Sirih/Tobacco & Betelnuts Jumlah / Total 60.306 2.825 2.675 1.600 2.404 3.365 1.

207 11.238 9.365 5.783 61.727 28.643 8.441 14.215 5.893 20.705 3.020 11.886 2.554 2.593 23.568 8.022 4.909 12.145 18.999 499.700 3.749 6.524 3.946 42.540 12.226 5.000 299.372 3.992 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 117 .312 59.915 2.032 170.250 rata-rata (8) 48.632 9.081 7.116 1.000 – 300.165 8.176 6.125 8.152 4.107 6.662 15.427 20.257 3.750 24.625 4.232 11.6 untuk Kelompok Makanan di Kabupaten Belu and Food Item in Belu Regency 0 7 Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 200.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Table 4.144 1.1.988 19.190 14.612 0 14.773 295.299 3.179 126.732 5.585 6.143 12.999 (5) (6) (7) 56.518 248.857 43.000 – >499.747 7.500 24.107 17.698 27.143 5.552 4.180 5.

180 3.441 2.265 5.825 1.545 33.671 2.000 – ≤ 100. Pakaian dan Alas Kaki Clothing and Footwear 6. Biaya Pendidikan Cost of Education 4.152 781 1.174 20.483 14.353 51. Pajak dan Asuransi Tax and Insurance 8.999 199.060 5.757 2. Perumahan Housing 2. BPS 118 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .532 2. Biaya Kesehatan Cost of Health 5.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Average of Capita Monthly Expenditure 2 0 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 1.838 4.000 150.000 149.098 5.842 10.515 21.315 2.894 2.482 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007. Aneka Barang dan Jasa Miscellaneous Goods and service 3.091 212 455 670 1.681 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2007. Keperluan Pesta Parties Jumlah / Total Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 100.999 (2) (3) (4) 8.448 3. Barang Tahan Lama Durable Goods 7.

7 untuk Kelompok Bukan Makanan di Kabupaten Belu and Non Food Item in Belu Regency 0 7 Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 200.262 8.130 1.995 67.609 12.472 4.104 10.931 24.615 rata-rata (8) 22.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Table 4.804 2.752 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 119 .811 8.999 (6) 49.462 6.840 3.208 2.076 807 5.000 – 299.963 105.000 – 799.012 2.667 2.202 6.915 500.198 2.1.119 108.999 (7) 129.626 300.601 3.750 4.393 5.999 (5) 31.000 – 499.448 4.261 284.729 3.441 9.899 5.676 14.771 4.441 50.844 4.

999 300.61 2. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.999 500.19 0.000 – 299.29 23.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Tabel 4.28 - Propinsi NTT Jumlah (4) 595549 1524351 1040727 777925 382960 97523 21110 5962 Persentase (5) 13.50 8.23 8.21 25.41 17.999 150.999 750.56 28.48 0.999 1.000 100.000 – 749.000 – 199.13 (1) < 100.1.999 200.000 dan lebih Jumlah 419480 100.000.00 4446107 100.000 – 999.26 0.000 – 149.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional 2007.000 – 499.46 22.39 34. BPS 120 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .8 Penduduk Menurut Golongan Pengeluaran Sebulan di Kabupaten Belu dan NTT 2007 Golongan Pengeluaran Kabupaten Belu Jumlah (2) 65275 119397 93184 105804 34660 1160 Persentase (3) 15.

Keadaan Rumah Tangga & Tempat Tinggal Household Condition & Home Owner .

848 Persentase Percentage (3) 6.323 49. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.2.923 3.91 2.99 100 -149 > 149 Jumlah / Total Jumlah Numbers (2) 5.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.748 86.00 3.13 56.94 31.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 125 .49 50 .455 26.01 100.1 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Luas Lantai Household in Belu regency by Area of Floor 2007 Luas Lantai 2 Area of Floor (m ) (1) < 20 20 .399 1.

00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007. BPS Source : National Social Economic Survey 2007. BPS 126 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .65 0.00 66.848 100.30 0.81 0.88 26.00 5.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.110 22.884 0 5.2.36 Jumlah / Total 86.892 Persentase Percentage (3) 0.2 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Atap Terluas Household in Belu regency by Primary Roof Type 2007 Jenis Atap terluas Primary Roof Type (1) Beton / Conerete Genteng / Tile Sirap Seng / Zine Asbes Ijuk / rumbia Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 262 700 0 57.

438 43. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.3 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Lantai terluas Household in Belu regency by Primary Floor Type 2007 Jenis lantai Terluas Primary Floor Type Jumlah Numbers Persentase Percentage (1) Bukan Tanah / Non-dirth earth Tanah / Dirt Earth (2) 43.02 49.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.2.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.410 (3) 50. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 127 .98 Jumlah / Total 86.848 100.

00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.100 1.2.153 2.848 100.4 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Dinding Terbanyak Household in Belu regency by Area of Primary Roof Type 2007 Jenis Dinding Terbanyak Primary Roof Type (1) Tembok / Brick Kayu / Wood Bambu / bamboo Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 15. BPS Source : National Social Economic Survey 2007. BPS 128 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.029 68.34 78.95 Jumlah / Total 86.33 2.39 1.566 Persentase Percentage (3) 17.

55 2.190 57.43 0.2.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.528 Persentase Percentage (3) 30.52 66.848 100.692 438 2. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 129 .5 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Penerangan Household in Belu regency by Source of Lighting 2007 Sumber Penerangan Source of Lighting (1) Listrik PLN / Elictricity (PLN) Listrik Non PLN / Elictricity (NonPLN) Petromak / Pumped Lamp Pelita. BPS Source : National Social Economic Survey 2007. Obor / Kerosene Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 26. Sentir.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.50 Jumlah / Total 86.

45 12.649 Persentase Percentage (3) 0.738 1.2. BPS Keterangan : *) Termasuk air hujan / Rain water 130 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .91 1.950 7.848 100.81 Jumlah / Total 86.649 13.40 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.6 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Air Minum Household in Belu regency by Source of Drinking Water 2007 Sumber Air Minum Source of Drinking Water (1) Air Dalam Kemasan Ledeng / Pipe Pompa / Water Pump Sumur Terlindung / Well Sumur Tak Terlindung Mata Air Terlindung / Spring Mata Air Tak Terlindung Sungai / River Lainnya / Others *) Jumlah Numbers (2) 539 7.62 8.41 15.295 932 30.417 10.61 8.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.72 13.572 15.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.07 35.

BPS Source : National Social Economic Survey 2007.582 Persentase Percentage (3) 32.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.49 7.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.733 100.04 40.54 Jumlah / Total 60.93 19.857 11.457 24. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 131 .2.7 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Jamban Household in Belu regency by Toilet Facilities 2007 Jenis Jamban Toilet Facility (1) Leher Angsa / Closet Plengsengan Cemplung Tidak pakai Jumlah Numbers (2) 19.837 4.

722 Persentase Percentage (3) 81.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.058 1.71 1.8 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Status Penguasaan Tempat Tinggal Household in Belu regency by Status of House 2007 Status Rumah Status of House (1) Milik Sendiri / Self Owned Kontrak / Rent Longtem Basis Sewa / rent Montly Basis Bebas Sewa / Free of Charge Dinas / Provided by Employer Rumah Milik Orang Tua/Sanak/Saudara Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 70.434 1.60 3.85 Jumlah / Total 86.52 1.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.21 1.13 0. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.048 1.456 524 3.2. BPS 132 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .98 8.848 100.606 9.

2. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.01 Jumlah / Total 86.272 861 30.99 34.27 9.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.9 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Tempat Pembuangan Tinja Household in Belu regency by Faeces Place of Exile 2007 Tempat Pembuangan Tinja Faeces Place of Exile (1) Tangki Kolam / Sawah Sungai / Danau / Laut Lubang Tanah Pantai / Kebun Lainnya Jumlah Numbers (2) 30. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 133 .87 20.86 0.824 Persentase Percentage (3) 34.606 7.285 17.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.848 100.

BAB / CHAPTER 5 S o s i a l Social Affairs .

Di tahun 2007 jumlah sekolah SD 332 unit. maka tidaklah mengherankan apabila pendidikan senantiasa mendapat perhatian pemerintah maupun dari kalangan swasta.68%.51% SLTP turun. Peningkatan partisipasi sekolah dari berbagai lapisan masyarakat tentunya harus diimbangi penyediaan sarana fisik pendidikan maupun tenaga guru yang memadai.47%. naik 0.54 % dan tamat akademi dan sarjana 1.577 (73.82 %. Sebagai perbandingan Sensus Penduduk 2000 menunjukkan bahwa dari penduduk umur 5 tahun keatas pada tahun 2000. Sementara untuk julah murid masing-masing jenjang pendidikan yaitu SD naik 0.61%. Demikian pentingnya peranan pendidikan . Pada tahun 2006 jumlah Taman Kanak-Kanak 23 unit dengan jumlah murid 1 325 siswa. SLTP 42 unit .67%. tamat SLTA 11. tamat SLTA 7. Dibandingkan dengan tahun lalu . guru SLTP 7.62%.15%.52%. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan formal dari sebagian besar penduduk Belu akan sangat mempengaruhi akselerasi pembangunan.SLTA umum 20 unit dan kejuruan 7 unit. dan kecepatan transformasi tenaga kerja dari sektor ekonomi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 137 . tamat SLTP 8.10%) penduduk umur 10 tahun ke atas berpendidikan paling tinggi cuma tamat SD. baik sosial maupun ekonomi.48% dan SLTA 73. serta tamat akdemi dan perguruan tinggi cuma 3. yang paling tinggi sampai tingkat SD 82. .24% Dilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan sesuai hasil Susenas 2007 memperlihatkan bahwa sebanyak 218. Sedangkan sisanya tamat SLTP 11.SOSIAL / SOCIAL SOSIAL PENDIDIKAN Berhasil atau gagalnya kelangsungan pembangunan suatu bangsa banyak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan sebagaian besar penduduknya. guru SD meningkat 14. Semakin tinggi tingkat pendidikan akan membawa dampak positif bagi masa depan berbagai bidang kehidupan.

Persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang buta huruf pada tahun 2007 hanya 0. Jumlah penderita rawat jalan pada puskesmas .67% . rumah sakit 66. Sejalan dengan menigkatnya sarana. 138 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . selama tahun 2007 sebanyak 477 763 kali kunjungan (pasien) atau naik 29. Komposisi penyakit dominan untuk kunjungan rawat inap masing-masing malaria 23.34% dibanding dengan keadaan tahun lalu. D3 kesehatan 40.67%.89%. merata dan murah. gastroetris 16.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS tradisional ke sektor-sektor ekonomi modern. Ini memperlihatkan bahwa pendidikan bagi kaum perempuan masih dianggap kurang perlu oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Belu.91%.82%.18 % dan 40 %.67% dari keadaan tahun sebelumnya. KESEHATAN Pembangunan bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah. Sementara khusus pada penderita rawat inap selama tahun 2007 pada RSU Atambua sebanyak 1 700 kunjungan (pasien) atau turun 10. Dispepsia 9.23% perawat dan Bidan naik 13. Pada tahun 2007 ketersediaan sarana kesehatan secara umum mengalami sedikit peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya antara lain puskesmas naik. Dengan tujuan yang demikian diharapkan seluruh program dan kegiatan di bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang baik dan pada gilirannya tercipta kehidupan yang sehat dan produktif.17%.98%.93%. Dari jumlah kunjungan tersebut.25%. dimana lebih dari separuhnya 54.56%. 18. rematik 14.75%.38%. jumlah tenaga pelayanan kesehatan (medis dan paramedis) juga mengalami sedikit peningkatan seperti S1 Kesehatan 66. komposisi jenis penyakit yang dominan masing-masing Infeksi Saluran Pernafasan (ispa). 30. pneumonia 8. Untuk melihat kemampuan penduduk dalam membaca dan menulis di suatu aderah dapat dilihat dari angka melek hurufnya.90 % dan penyakit-penyakit lainnya 31. yang buta huruf adalah kaum perempuan. TBC 14.

77%) diantarannya adalah peserta pasangan peserta KB aktif.90 dan cara kondom 0.SOSIAL / SOCIAL Jumlah pasangan usia subur (PUS) pada tahun 2007 sebanyak 49.966 pasang.34%.07%. disamping data dari Kepolisian Resort Belu tentang masalahmasalah sosial yang terjadi di Kabupaten ini. Dari metode kontrasepsi yang digunakan oleh pasangan KB aktif sebanyak 82. sehingga setiap pemeluknya memiliki hak yang sama untuk menunaikan kewajiban-kewajiban keagamaannya. SOSIAL LAINNYA Data dalam sub bab ini berisikan data-data tentang kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 139 . KRIMINALITAS AGAMA Sesuai dengan falsafah negara. yang kesemuanya merupakan data sekunder dari Pengadilan Negeri Atambua.87%. beragama bagi masyarakatnya. kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan penghayatannya sehingga dapat tercipta kondisi kehidupan yang rukun dan damai. sedangkan sisanya adalah pil 6. Dalam hal ini pemerintahan dituntut untuk memfasilitasi kehidupan Banyaknya perkara yang masuk dan terselesaikan di Pengadilan Negeri Atambua pada tahun 2006 dengan karakteristik terdakwa/tertuduh serta sikapnya terhadap putusan tersaji dalam sub bab ini. dimana 31. Dewasa ini sebagian besar masyarakat kita mempunyai sensitifitas yang tinggi terhadap masalahmasalah yang berkaitan dengan agama.06 Implant 4.862 (63. Karena itu apabila terjadi pemaksaan kehendak pemeluk agama tertentu terhadap pemeluk agama lainnya maka akan menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan. IUD 3. Tingkat kriminalitas di Kabupaten Belu masih cukup memprihatinkan karena dibandingkan dengan tahun 2006 ternyata masalah sosial meningkat dari 628 kasus menjadi 680 kasus dengan tetap masalah penganiayaan yang terbanyak.52% memilih KB suntik. MOW dan MOP 1.

140 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .332 orang. Masalah sosial yang masih meminta perhatian di Kabupaten Belu adalah lanjut usia terlantar dan anak yatim piatu terlantar karena pada tahun 2006 tercatat 7. manusia lanjut usia (jompo). seperti jumlah fakir miskin.044 dan 5.529 orang meningkat masingmasing pada tahun 2007 menjadi 6. dan lain-lain. penyandang cacat. Data infrastruktur kesejahteraan masyarakat juga dapat dilihat dari tabel-tabel dalam sub bab ini. Selain data kejadian bencana alam yang pernah terjadi di tahun 2007.358 dan 6.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Kabupaten Belu. Semua data pada sub bab ini bersumber dari Dinas Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Belu.

2.1.14% SD 29.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Gambar 5. Rata-Rata Jumlah Murid per Sekolah Menurut Status Sekolah 1998-2007 600 500 400 300 200 100 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 SD 2006 2007 SLTA Umum SLTA Kejuruan SLTP Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Gambar 5. Persentase Penduduk Belu Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Ijasah Tertinggi yang Dimilikinya Tahun 2007 SMU 11.62% DI/DII 0.71% SLTP 11.96% Sumber : Susenas 2007.94% Sarjana 1.47% DIII 1.16% Tidak/Belum punya ijas ah 43. BPS 140 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

4. Pembantu Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Gambar 5.2007 80 70 60 50 40 30 20 10 0 J an Peb Mar Apr 2003 Mei J un 2004 J ul Ags 2005 Sep Okt Nop 2007 Des 2002 2006 Sumber : Polres Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 141 . Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Belu Tahun 1998 – 2007 60 50 40 30 20 10 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Rumah Sakit Balai Pengobatan Puskesmas Pus.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Gambar 5.3. Frekuensi masalah sosial yang dilaporkan di Polres Belu Tahun 2002 .

Pendidikan Education .

Teachers.063 - 37. SMTP Kejuruan junior high school (vacational) 05. Sekolah Dasar primary school 03. SMTP umum junior high school (general) 04.28 18.60 1 4 32 95 267 757 32. Guru.36 351.325 63.43 12.50 25.00 23. lainnya / others Sekolah School Guru Teacher Murid Pupil RataRata Guru Per Sekolah (2) 23 332 42 6 20 (3) 79 4. STM senior technical school b.26 24.752 (5) 3.50 - Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Keterangan : *) Data tahun 2006 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 145 . SMTA kejuruan senior high school (vacational) a.61 190.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. SMTA umum senior high school (general) 08. SMEA senior economics high school d. SMKK senior home economics high school c.57 581.00 - 531.1 Banyaknya Sekolah.200 14. dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan Numbers of Schools.1.25 2 - 74 - 1.75 267. SMP Terbuka Umum 06. Taman Kanak-Kanak*) kindgarden 02.766 3.60 (6) 57.488 7.00 189. and Pupils by Education Level 2007 RataRata Murid Per Sekolah Tingkat Pendidikan Education Level (1) 01.078 767 147 512 (4) 1. SMP Terbuka Kejuruan 07.33 387.

270 Kecamatan District (1) 01. Lasiolat 17. Kobalima 11. Raihat 16. dan Murid Taman Kanak Kanak (TK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Weliman 05. Malaka Barat 02. Kakuluk Mesak 13. Wewiku 04. Tasifeto Timur 15. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 146 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Guru. and Pupil of Public and Private Kindgarden in Belu Regency by District 2006 TK Negeri Public Kindgarden Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 55 0 0 0 0 55 TK Swasta Private Kindgarden Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 1 1 0 1 1 2 1 0 1 2 2 7 0 0 0 2 22 2 1 1 0 4 5 5 2 0 2 7 4 41 0 0 0 2 76 40 10 20 0 25 32 155 20 0 27 108 83 686 0 0 0 64 1. Kota Atambua 14.2 Banyaknya Sekolah.1. Rinhat 03. Tasifeto Barat 12. Raimanuk 10. Teacher. Laen Manen 09. Sasita Mean 07. Malaka Timur 08. Malaka Tengah 06.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

029 2.924 1.824 29.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Tasifeto Barat 12.477 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 147 . Kobalima 11.255 5.939 1. Lasiolat 17.230 1.914 1. Kota Atambua 14.244 2. dan Murid Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School.608 582 993 1.314 1.280 2. Wewiku 04.316 4. Weliman 05.658 33. Malaka Tengah 06. Lamaknen Kabupaten Belu 1.3 Banyaknya Sekolah.689 2. Tasifeto Timur 15.475 2.220 1.289 616 541 1. Laen Manen 09.597 2. Raihat 16.823 2. Sasita Mean 07. Kecamatan District (1) 01.967 1.594 646 1.255 836 1.237 1.005 1. Teacher.861 . Raimanuk 10.723 SD Swasta Private Elementry School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 15 8 10 7 14 10 3 7 5 13 10 4 10 7 4 3 12 142 164 72 141 101 215 108 43 73 63 151 95 58 230 86 52 46 125 1. Guru.882 3. Rinhat 03.1. Malaka Barat 02. and Pupil of Public and Private Primary School in Belu Regency by District 2007 SD Negeri Public Elementry School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 5 11 9 9 20 20 9 9 7 15 14 8 14 12 9 5 14 190 65 98 111 121 264 176 78 75 84 163 143 98 351 146 97 48 137 2.645 2. Kakuluk Mesak 13.339 1.529 1. Malaka Timur 08.122 1.

and Pupil of Public and Private Junior High School (General) in Belu Regency by District 2007 SMPNegeri Public Juniorr High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 3 1 1 0 1 14 32 0 19 0 47 14 18 0 0 21 20 16 122 25 14 0 20 368 665 0 196 0 1. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School.4 Banyaknya Sekolah.736 Kecamatan District (1) 01. Teacher. Weliman 05. Sasita Mean 07. Kota Atambua 14. Guru.1. Laen Manen 09. Malaka Tengah 06.030 SMP Swasta Private Juniorr High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 1 2 1 3 2 1 1 0 2 2 1 9 0 0 1 1 28 10 9 33 15 38 31 10 13 0 24 46 9 136 0 0 14 11 399 510 217 585 176 881 320 106 177 0 511 869 174 1. Wewiku 04. Raihat 16. Malaka Timur 08. Raimanuk 10. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 148 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .797 0 0 203 210 6. Tasifeto Barat 12.779 336 291 0 578 8. Kobalima 11. Lasiolat 17. Rinhat 03. Tasifeto Timur 15. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02.017 308 472 0 0 558 422 408 2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

dan Murid Sekolah Menegah Tingkat Atas (SMTA) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Guru. and Pupil of Public and Private Senior High School (General) in Belu Regency by District 2007 SMU Negeri Public Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 5 25 0 0 0 33 0 0 0 0 0 23 0 63 0 0 0 18 162 633 0 0 0 626 0 0 0 0 0 613 0 785 0 0 0 396 3. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02. Kobalima 11.824 0 0 0 94 4.053 SMU Swasta Private Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 2 0 8 0 0 0 1 15 13 0 17 15 32 0 0 0 0 0 49 0 213 0 0 0 11 350 76 0 296 135 860 0 0 0 0 0 414 0 2. Malaka Tengah 06.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.1. Rinhat 03. Malaka Timur 08. Sasita Mean 07. Kota Atambua 14. Tasifeto Timur 15. Laen Manen 09. Wewiku 04. Raimanuk 10. Weliman 05.699 Kecamatan District (1) 01.5 Banyaknya Sekolah. Tasifeto Barat 12. Raihat 16. Lasiolat 17. Teacher. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 149 .

Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 150 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1. Malaka Tengah 06. dan Murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Malaka Timur 08.259 SMK Swasta Private Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 4 0 0 0 0 16 0 0 0 0 0 32 23 24 0 0 0 0 95 0 0 0 0 208 0 0 0 0 0 267 116 237 0 0 0 0 828 Kecamatan District (1) 01. Raihat 16. Tasifeto Barat 12. Guru. Raimanuk 10. Sasita Mean 07. and Pupil of Public and Private Senior High School (Vocational) in Belu Regency by District 2007 SMK Negeri Public Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 24 0 24 58 0 0 0 0 106 0 0 0 0 0 0 0 0 0 230 0 174 855 0 0 0 0 1. Teacher. Lasiolat 17. Malaka Barat 02. Weliman 05. Rinhat 03.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Laen Manen 09.6 Banyaknya Sekolah. Tasifeto Timur 15. Kobalima 11. Wewiku 04. Kota Atambua 14. Kakuluk Mesak 13.

367 0 0 0 0 3. Rinhat 03. Malaka Barat 02. dan Murid Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Terbuka Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Negeri Public School Sekolah Guru School Teacher (2) (3) 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 6 28 0 0 0 9 0 18 0 0 0 0 16 76 0 0 0 0 147 Swasta Private School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kecamatan District (1) 01. Lasiolat 17. Kobalima 11.7 Banyaknya Sekolah.488 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 151 .1. Wewiku 04. Malaka Timur 08. Tasifeto Barat 12. Guru. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 15. Weliman 05.017 0 472 0 0 0 0 408 1. Laen Manen 09. Kota Atambua 14. Sasita Mean 07. Lamaknen Kabupaten Belu Murid Pupil (4) 224 0 0 0 1. Malaka Tengah 06.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Raimanuk 10. Raihat 16.

296 145 152.571 2.74 973 1.109 3.35 11.136 1.26 2.665 0.87 5.24 0.197 3.09 10.140 31.190 34.10 100.646 16.14 1.86 11.23 Jumlah Numbers (4) 65.71 1.158 26.00 1. academy DIV / S1 S2/S3 Jumlah / Total Perempuan Female % (3) 45.206 6.02 48.8 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Ijasah Tertinggi yang Dimiliki dan Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Education Attainment and Sex 2007 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 66.03 1.00 2.387 43.336 9.87 0.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.05 5.16 11.542 7.263 3.51 0.050 % (5) 42.94 38.420 5.70 Laki + Perempuan Male + Female Jumlah % Numbers (6) (7) 131.10 100.583 290 299.66 1. II DIII/DiplomaIII.849 3.544 18. II / Diploma I.75 1.10 100. BPS 152 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .016 0. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.1.351 0.70 23.934 4.337 Pendidikan Yang Ditamatkan Education Attainment (1) Tidak / Belum Mempunyai Ijasah Did not completed/Not yet Completedl SD / Primary School SLTP / Junior High school SMU Umum Senior High School (General) SMU Kejuruan Senior High School (Vocational) D I.287 145 146.47 13.45 11.298 29.91 87.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.

1.976 Tidak/Belum Pernah Sekolah Never/Not yet attending school (4) 2.792 1.233 20.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.705 26.251 1.801 (5) 1.099 10.595 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007. dan Tidak Sekolah Lagi Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Belu Population 7 Years and over who Attending School.596 7.680 5.230 Tidak Sekolah Lagi (1) 7 – 12 13 – 15 16 – 18 19 – 24 (2) 68.554 30.9 Penduduk 7 Tahun ke Atas yang Masih Sekolah. Never/Not Yet Attending School in Belu Regency by Age Group 2007 Golongan Umur Age Group Jumlah Penduduk Population Masih Sekolah Attending School (3) 64.946 20.680 2. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.913 3. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 153 . Tidak/Belum Pernah Sekolah.147 36.

65 % (7) 83.08 0.770 0.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.016 100.686 46.10 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Kemampuan Membaca dan Menulis per Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Literacy per Sex 2007 Laki + Perempuan Male + Female Jumlah Number s (6) 248.63 1.436 0.729 1.56 15.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.1.334 0.64 Jumlah / Total 146.831 Kemampuan Membaca Dan Menulis Literacy (1) Huruf Latin Huruf lainnya Huruf Latin + Lainnya Tidak Dapat Laki-Laki Male Jumlah Number s (2) 123.00 299.19 0.33 0.047 991 % (3) 84.57 % (5) 82.665 100. BPS 154 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .62 979 25.64 16. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.351 100.48 14.682 840 Perempuan Female Jumlah Number s (4) 125.61 707 21.00 152.

Tasifeto Timur 15.22 99. Laen Manen 09.361 312 193 99 391 7.00 99.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.09 0.70 Jumlah (3) 417 254 294 381 710 432 211 279 291 477 545 360 1.74 1. Raihat 16. Kota Atambua 14. Weliman 05.17 100.76 98.24 1.26 98. Kobalima 11.53 13.98 2.30 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 1 4 3 7 12 13 6 3 19 3 16 34 121 0. Malaka Barat 02.00 100. Raimanuk 10.29 100. Kakuluk Mesak 13.00 100.78 0.00 98. Malaka Timur 08.02 97.91 8.34 98. Tasifeto Barat 12.08 92. Malaka Tengah 06.00 94.45 100.83 5.55 0.65 1.00 1. Wewiku 04.1.47 86.00 97.007 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 155 .11 Hasil Ujian Nasional SD/MI Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01. Sasita Mean 07.128 Lulus Persentase (4) 99.361 331 196 115 425 7. Rinhat 03. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 418 258 294 384 717 444 211 279 291 490 551 363 1. Lasiolat 17.70 2.91 99.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.02 43.87 70.42 41. Laen Manen 09.23 61.00 30.63 30.30 50. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 316 64 238 50 664 221 261 36 247 264 178 1.21 0 69.69 74.10 54. Wewiku 04.08 55. Tasifeto Timur 15. Malaka Barat 02.92 44. Raihat 16. Kota Atambua 14.37 69.90 45.49 72.27 67.12 Hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMPT Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.36 60.82 39.195 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 156 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .194 26.446 92 81 43 188 4.01 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 85 29 60 0 462 130 102 20 105 72 121 819 36 24 13 116 2.98 56.31 25.44 57.389 Lulus Persentase (4) 73.79 100.70 49. Malaka Tengah 06. Kakuluk Mesak 13.73 32. Sasita Mean 07. Malaka Timur 08.58 58. Weliman 05. Rinhat 03. Kobalima 11.56 42.18 60.99 Jumlah (3) 231 35 178 50 202 91 159 16 142 192 57 627 56 57 30 72 2.64 39. Tasifeto Barat 12.51 27.1. Raimanuk 10. Lasiolat 17.13 29.77 38.

380 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 157 . Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 421 125 219 274 1.77 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 107 25 8 8 607 6 761 25.92 30. Wewiku 04.55 75.00 96. Malaka Timur 08. Malaka Tengah 06.42 20. Laen Manen 09.47 5. Sasita Mean 07.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.00 3. Kobalima 11.65 2.45 24.385 104 2.1. Tasifeto Barat 12. Raihat 16. Malaka Barat 02.08 69.58 80. Weliman 05. Lasiolat 17.23 Jumlah (3) 314 100 211 266 1. Raimanuk 10.53 94.992 110 3.35 97. Kota Atambua 14.141 Lulus Persentase (4) 74.13 Hasil Ujian Nasional SMA/MA Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 15. Rinhat 03.

Wewiku 04. Raihat 16. Kota Atambua 14.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.23 100 89. Laen Manen 09. Sasita Mean 07. Malaka Timur 08.57 84. Weliman 05. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 66 35 51 28 355 61 596 Lulus Persentase (4) 100 94. Rinhat 03.26 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 0 2 0 6 56 0 64 0 5.71 0 21. Kobalima 11. Raimanuk 10. Lasiolat 17. Kakuluk Mesak 13.29 100 78. Tasifeto Timur 15. Tasifeto Barat 12.1. Malaka Barat 02. Malaka Tengah 06.74 Jumlah (3) 66 33 51 22 299 61 532 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 158 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .14 Hasil Ujian Nasional SMK Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.43 15.77 0 10.

Kesehatan Health .

Kakuluk Mesak 13. Malaka Tengah 06. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15.2. Tasifeto Barat*) 12. Raimanuk 10. Sasita Mean*) 07. Raihat 16. Kobalima*) 11. Laen Manen 09. Malaka Timur 08. Wewiku 04. Rinhat 03.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Weliman 05. Lamaknen*) Kabupaten Belu 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 3 0 0 0 0 5 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 0 2 19 2 4 2 2 5 4 1 3 1 5 3 1 3 4 1 2 5 48 1 0 0 0 2 0 0 1 0 1 1 1 4 0 0 1 1 13 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 161 . Kota Atambua*) 14. Lasiolat 17.1 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Health Service in Belu Regency by District 2007 Sarana Kesehatan Health Service Puskesmas Puskesmas Pembantu Community Community Health Health Sub Centre Centre (3) (4) Kecamatan District Rumah Sakit Hospital (2) Balai Pengobatan Health Service House (5) (1) 01.

Sasita Mean*) 07. Kakuluk Mesak 13. Kobalima*) 11. Rinhat 03. Raihat 16. Tasifeto Timur 15. Kota Atambua*) 14.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Status Tenaga Numbers of Health Personal by Health Personal 2 0 Dokter Umum PNS (3) 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 1 11 0 0 0 0 14 PTT (4) 1 2 1 1 3 2 1 1 1 1 3 1 3 1 1 0 2 25 S1 Kesehatan (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 15 0 0 0 0 20 D3 Kesehatan (6) 1 2 6 2 12 4 3 4 2 2 3 14 55 3 3 1 5 122 Kecamatan District (1) 01. Malaka Timur 08. Wewiku 04. Lamaknen*) Kabupaten Belu Dokter Ahli (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 3 Perawat (7) 8 7 9 5 14 5 3 7 4 14 6 8 39 2 5 1 9 146 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 162 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raimanuk 10. Weliman 05. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Tengah 06. Malaka Barat 02. Laen Manen 09. Lasiolat 17.

2 Kesehatan per Kecamatan di Kabupaten Belu Personal Status per District in Belu Regency 0 7 Bidan Desa (PTT) (9) 8 8 5 9 7 8 2 4 5 5 8 2 8 7 2 3 10 101 Bidan (PNS) (8) 5 3 3 2 15 9 4 2 3 10 3 14 46 6 3 2 3 133 SPRG (10) 0 1 2 1 4 1 1 1 0 1 1 1 9 1 1 0 1 26 SMAK (11) 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 3 0 1 0 1 10 SPAG (12) 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 7 SPPH (13) 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 2 0 0 0 0 5 SMF (14) 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 8 1 1 0 1 15 PKE (15) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PKU (16) 0 0 0 0 1 0 0 0 0 2 2 0 7 0 0 0 0 12 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 163 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS / Table 5.2.

Rinhat 03. Sasita Mean*) 07. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 15.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan / Continued Table 5. Weliman 05. Kota Atambua*) 14. Laen Manen 09. Malaka Timur 08. Perawat (18) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jurkes / Jurkim (19) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kecamatan District (1) 01. Malaka Barat 02. Raihat 16. Tasifeto Barat*) 12. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu PKAB (17) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 Pekes (20) 2 0 4 0 5 1 4 1 0 0 3 1 16 0 0 0 0 37 PKF (21) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Lainnya (22) 1 0 2 2 9 1 1 2 0 8 3 32 66 6 0 1 4 138 Jumlah (23) 28 23 33 22 76 31 21 22 15 46 35 81 293 27 17 8 37 815 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 164 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Wewiku 04.2 Pemb.2. Kobalima*) 11. Raimanuk 10. Malaka Tengah 06.

688 617. Puskesmas Haliwen 17. Puskesmas Biudukfoho 08.957 28. Puskesmas Namfalus 12. Puskesmas Wedomu 04.798 39.123 29. Puskesmas Atapupu 03. Puskesmas Kaputu 11. Puskesmas Seon 09.3 Jumlah Penderita Rawat Jalan Menurut Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 Puskesmas Community Health Centre (1) 01. Puskesmas Besikama 07.555 25.443 27. Puskesmas Weliman Jumlah / total Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Jumlah Total (2) 35. Puskesmas Nurobo 15. Puskesmas Kota 14.371 19.172 46.537 21.045 12.2.706 81. Puskesmas Betun 10. Puskesmas Halilulik 02. Puskesmas Haekesak 05.488 28.499 31.030 13. Puskesmas Weoe 06. Puskesmas Weluli 13.383 41.379 28. Puskesmas Tunabesi 18. Puskesmas Webora 19.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.961 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 165 .469 29.206 39.112 39. Puskesmas Nualaian 16.

Diare 04. Gastritis 05. Penyakit Kulit Alergi 06. Asma 08. ISPA 02. Kecelakaan dan Rudapaksa 10. Penyakit kulit infeksi 09. Penyakit pada sistem otot (Termasuk Reumatik) 03.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / 10 Penyakit Terbanyak dari Di 19 Puskesmas 20 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Wedomu (4) 9699 Pus Haekesak (5) 13098 4800 1602 1314 1296 1144 1118 1063 672 555 7457 3194 1691 1382 1114 956 799 732 712 548 3247 2708 1125 1006 852 658 651 619 548 464 7468 6080 1856 1796 1739 1619 968 799 629 551 10071 Jumlah Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu 35537 21555 25798 39206 Source : Health Service of Belu Regency 166 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Penyakit Kulit Karena Jamur 11. Atapupu (3) 7180 Pus. Penyakit lain-lain Pus Halilulik (2) 14516 Pus. Malaria Klinis 07.

2.4 Kunjungan Rawat Jalan di Kabupaten Belu 07 Pus Weoe (6) 9830 5915 3462 1969 1922 1857 1764 1735 1024 620 9014 Pus Pus Besikama Biudukfoho (7) 11599 5526 2391 1381 1308 1280 1246 690 683 448 12493 (8) 2931 2412 1056 925 784 594 590 494 484 458 2229 Pus Seon (9) 7895 4445 1666 1607 1082 905 687 675 530 525 8366 Pus Betun (10) 11764 4217 2927 2245 2002 1884 1734 1087 1028 933 11558 Pus Kaputu (11) 8560 4791 1810 919 879 847 706 580 487 468 8125 Pus Namfulus (12) 13459 6677 3623 1996 1737 1722 1689 1290 995 876 12379 39112 39045 12957 28383 41379 28172 46443 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 167 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Table 5.

Diare 04. Penyakit pada sistem otot (Termasuk Reumatik) 03. Kecelakaan dan Rudapaksa 10. Penyakit Kulit Alergi 06. Gastritis 05. Penyakit kulit infeksi 09. Asma 08.2. ISPA 02.4 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Malaria Klinis 07. Penyakit Kulit Karena Jamur 11. Penyakit lain-lain Pus Weluli (13) 8836 Pus Kota Atambua (14) 27692 Pus Nurobo (15) 8290 Pus Nualain (16) 8739 3516 2077 1409 1239 1216 1188 957 813 724 5731 7002 6245 6080 6008 2846 2703 2225 2027 1448 17223 4583 2355 1468 1450 1390 1199 931 618 550 8289 4042 1900 1255 1037 1015 893 875 794 645 8274 Jumlah Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency 27706 81499 31123 29469 168 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan Tabel / Table 5.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Pus Haliwen (17) 8285 4533 3519 1684 1457 978 955 867 864 722 5166 Pus Tunabesi (18) 4045 1849 1067 964 441 381 319 315 206 193 3591 Pus Webora (19) 6108 3019 1063 841 796 764 761 752 512 447 4425 Pus Weliman (20) 7985 4039 1904 1567 1229 1061 953 628 568 534 8220 Jumlah (21) 190511 83348 43339 31808 28372 23117 20923 17314 14194 11709 153326 29030 13371 19488 28688 617961 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 169 .

2. Tuberkulosis Paru 04. Appendiks 07. Dispepsia 05. Penyakit Sistem Kemih 10.5 10 Penyakit Terbanyak Menurut Jumlah Pasien Rawat Inap Pada Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Umum Atambua 2007 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Hiperplasia Prostat Jumlah Kunjungan (2) 408 290 255 158 152 123 110 85 85 42 Jumlah Sumber : Rumah Sakit Umum Daerah Atambua 1708 170 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Gastroenteritis 03. Hipertensi 09. Malaria 02. ISPA 08. Pneumonia 06.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

001 1.4 Buruk Severe (7) 202 158 146 200 96 165 67 64 193 99 134 14 174 64 108 88 247 130 247 2.7 42.465 2.1 6.0 51. Tunabesi 17.253 1. Atapupu 03. Pus.6 Status Gizi Balita Menurut Kecamatan Menurut Puskesmas di kabupaten Belu Nutritional Status of Children Under Five Years Old by Communitiy Health Centre in Belu Regency 2007 Status Gizi / Nutritional Status Jumlah Anak Ditimbang (2) 2.165 847 954 1.201 1.468 2.0 32.046 21.017 466 593 1.607 2.077 1.0 6.242 % (4) 52.7 32.8 31. Kaputu 11.5 54.661 2.090 1.944 % (6) 39.4 4. Nurobo 15.026 1.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.8 39.4 66.8 34.1 3.601 Baik Normal (3) 1.1 10.350 36.287 1.0 7.0 37.2 28.9 6.3 11.8 65.4 4.8 5. Pus. Pus.426 970 757 2.4 52. Pus.6 55.7 34. Weliman 18.220 1. Pus. Webora 19. Pus. Betun 10.080 2.028 460 451 399 960 657 960 12.164 1.6 Puskesmas Community Health Centre (1) 01. Kota 14. Haliwen Jumlah / total Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 171 . Weoe 06. Pus. Pus.6 35.1 29. Pus.046 1.8 57. Pus.8 8. Halilulik 02. Haekesak 05.7 34. Seon 09.8 44.788 1.5 33. Weluli 13. Nualaian 16.0 46.1 11.2 59.5 37.2 6.4 58.523 1.063 950 1.558 1.2. Namfalus 12.2 62. Pus.0 45. Pus. Pus.4 0.4 5.0 42.637 1. Besikama 07.288 3.6 36.541 1. Pus.241 1. Pus.2 63.7 65. Wedomu 04. Pus.7 58.673 3.0 38.Biudukfoho 08.0 6.0 Kurang Moderat e (5) 857 631 562 981 802 967 487 466 909 558 723 569 1.998 1.0 9. Pus.7 8.8 63. Pus.5 8. Pus.568 1.9 36.1 58.116 % (8) 9.4 56.9 46.

Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Malaka Timur 08. Malaka Barat 02. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 15. Laen Manen 09. Lamaknen*) Kabupaten Belu IUD Spiral (2) 11 13 8 6 134 93 7 3 18 37 50 49 499 9 8 2 28 975 Pil Pill (3) 50 234 2 25 108 124 49 130 95 163 177 54 672 31 43 43 19 2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Banyaknya Peserta Aktif Menurut Metode Kontrasepsi Numbers of Active Acceptor by Contraceptive 2 0 Kecamatan District (1) 01. Sasita Mean*) 07. Kota Atambua*) 14. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Lasiolat 17.019 Kondom Condom (4) 16 47 14 12 7 2 11 14 1 114 12 250 Sumber : Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Belu Source : Family Planning Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 172 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raimanuk 10. Raihat 16.

685 1.226 26.731 673 851 1.038 2.166 969 668 1.468 919 1.251 4.249 770 1.136 1.685 31.7 yang Digunakan per Kecamatan di Kabupaten Belu Method Used per District in Belu Regency 0 7 MOP (5) 9 1 15 13 21 24 14 12 25 13 36 36 305 21 10 8 24 587 MOW (6) 9 1 3 63 3 15 3 8 6 13 15 2 20 161 OV (7) - Suntikan Injection (8) 1.158 2.662 1.081 1.129 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 173 .106 2.102 1.332 3.264 1.082 842 531 1.541 Jumlah Total (10) 2.288 1.973 2.2.903 1.435 5.737 2.734 1.979 1.137 1.622 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Table 5. Implant Implant (9) 138 18 192 127 43 263 15 75 31 61 44 35 10 39 82 368 1.

Laen Manen 09.293 3. Tasifeto Timur 15.79 44.947 997 2. Malaka Timur 08.259 2.76 65. Kota Atambua*) 14.56 64.158 1.49 66. Weliman 05.676 2.08 72.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.2.617 3.00 57. dan Pasangan Usia Subur Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Health Personal Service by Health Personal Status and District in Belu Regency 2007 Peserta KB Pasangan Persentase Klinik KB Aceptor Usia Subur CU terhadap Kecamatan Family Family Fertile Age PUS District Planing Planing Couple Percentage Clinics (CU) (PUS) CU to PUS (1) (2) (3) (4) (5) 01. Raimanuk 10.8 Banyaknya Klinik.579 2. Kakuluk Mesak 13. Lasiolat 17.306 4. Malaka Tengah 06. Malaka Barat 02.68 64. Rinhat 03.110 3.966 94.78 61. Lamaknen*) Kabupaten Belu 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 18 2.04 56. Sasita Mean*) 07.215 9.066 1. Tasifeto Barat*) 12.518 3. Kobalima*) 11. Peserta Keluarga Berencana (KB).12 57.76 67.577 2.595 1.37 Sumber : Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Belu Source : Family Planning Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 174 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .35 63. Raihat 16.73 60. Wewiku 04.938 49.25 49.46 61.136 1734 1137 1332 3038 2249 770 1081 1288 1973 2264 1435 5737 2166 969 668 1685 31662 2.115 2.80 73.35 66.

Kriminalitas Crime .

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.1 Jumlah Perkara dan Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang Diterima. Diputuskan Menurut Bulan Numbers of Criminal Cases and Defendants Received .3. Settled by Month 2007 Yang Diterima Received Perkara Terdakwa Criminal Defendants Cases (2) (3) 45 46 43 57 62 70 71 83 88 89 70 62 46 59 77 77 74 89 95 109 84 78 Yang Diputuskan Setlled Perkara Terdakwa Criminal Defendants Cases (4) (5) 10 13 9 42 10 25 23 27 19 55 28 21 33 302 14 17 10 31 19 31 23 43 30 44 41 316 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November 59 62 Desember / December Tahun 2007 799 896 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 177 .

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.2 Jumlah Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang diselesaikan Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Belu Numbers of Defendants in Criminal Cases that Setlled by Age Group and Sex in Belu Regency 2007 < 16 tahun < 16 years old LakiWanita laki Female Male (2) (3) 1 1 2 16 – 30 tahun 16 – 30 years old Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Tahun 2007 Lakilaki Male (4) 7 6 6 7 16 5 11 14 23 15 16 25 151 Wanita Female (5) 1 1 2 1 5 > 30 tahun > 30 years old LakiWanita laki Female Male (6) (7) 4 6 9 3 15 11 15 8 18 11 10 16 126 2 2 2 4 1 2 1 2 16 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Keterangan : Diluar Rol/Pelanggaran 178 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .3.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.3 Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang diselesaikan Pengadilan Negeri Atambua Menurut bulan dan Sikap Terhadap Putusan di Kabupaten Belu Numbers of Defendants and Settled by Court. by Month and 2007 Menerim a (2) 13 14 17 10 30 18 31 23 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Tahun 2007 Banding (3) 1 1 - Grasi (4) - Kasasi (5) - Jumlah (6) 13 14 17 10 31 19 31 23 43 28 2 - - 43 30 42 39 308 2 2 8 - - 44 41 316 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 179 .3.

Pencurian pemberatan 06. Perzinahan 10. Penculikan anak 18. Melarikan perempuan 22. Pemfitnahan/Penghinaan 16. Perkosaan 09. Perjudian 12. Penipuan 14.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Masalah Sosial (1) 01. Percabulan 23. Pemerasan/Perampokan 17. Pembunuhan 02. Membawa senjata tajam 20. Pengrusakan 11. Pencurian kekerasan 07. Penyelundupan 24. Penggelapan 13. Penganiayaan biasa 03. Pengroyokan 08. Melarikan anak bawah umur 21. Pengancaman 15. Pencurian biasa 05. Penganiayaan ringan 04. Lain-lain Jumlah / total Jan (2) 13 6 1 3 1 9 1 1 7 7 2 1 1 10 63 Peb (3) 7 1 2 4 9 2 1 2 4 1 2 1 1 1 1 39 Tabel Banyaknya Masalah Sosial 2 0 Frekuensi Terjadi Mar Apr Mei Jun (4) (5) (6) (7) 11 7 3 5 6 1 4 5 2 11 3 4 62 14 4 3 10 15 1 2 4 2 3 7 1 1 2 2 71 11 3 3 3 1 8 2 1 2 3 1 2 2 6 48 10 6 4 6 8 3 1 1 3 4 4 3 6 59 Keterangan : terbatas pada masalah yang dilaporkan ke pihak kepolisian Sumber : Kepolisian Resort Belu 180 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Penadahan 19.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS / Tabel 5.4 yang terjadi di Kabupaten Belu 0 7 Frekuensi Terjadi Sep Okt (10) (11) 13 5 4 2 1 13 1 1 2 5 1 2 1 4 55 15 5 3 6 16 1 1 5 1 5 4 1 2 6 71 Jumlah Total (14) 1 150 50 30 54 4 115 13 10 24 8 34 34 42 29 4 2 1 1 3 10 2 59 680 Jul (8) 7 5 1 2 1 2 2 3 2 3 3 2 1 1 35 Ags (9) 13 1 4 7 4 1 1 2 1 1 4 4 1 10 54 Nop (12) 1 15 4 1 3 9 1 4 2 1 2 2 1 2 5 53 Des (13) 21 3 1 3 16 1 3 8 1 3 3 1 1 5 70 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 181 .3.

Perjudian 12.24 116.11 Keterangan : terbatas pada masalah yang dilaporkan ke pihak kepolisian Sumber : Kepolisian Resort Belu 182 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .33 -23.67 233. Penggelapan 13.00 70. Lain-lain Jumlah / total 2006 (2) 5 97 6 39 49 3 66 6 3 21 1 20 20 29 1 2 1 9 1 11 15 23 428 2007 (3) 1 150 50 30 54 4 115 13 10 24 8 34 34 42 29 4 2 1 1 3 10 2 59 681 Perubahan (%) (4) -80. Perkosaan 09. Pemerasan 17.00 100.00 -9. Penyelundupan 24. Melarikan perempuan 22.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.00 70. Penadahan 19. Pembunuhan 02. Pencurian pemberatan 06. Pencurian kekerasan 07.33 14. Pengroyokan 08.08 10.00 54. Penipuan 14. Pengrusakan 11.00 44.00 -88. Penganiayaan ringan 04. Pengancaman 15.52 59.3.20 33.64 733. Penganiayaan biasa 03. Perzinahan 10.09 -86. Pemfitnahan 16. Penculikan 18.5 Masalah Sosial di Kabupaten Belu Masalah Sosial (1) 01.83 2800.29 700. Membawa senjata tajam 20. Pencurian biasa 05. Melarikan anak bawah umur 21. Percabulan 23.00 0.33 74.89 200.67 156.

Agama Religion .

445 11.170 14 8 8 70 538 421 3. Lamaknen*) Kabupaten Belu Katholik Catholic (2) 18.671 425 9 5 6.528 Islam Moslem (4) 86 4 1.319 15.063 12.782 12.988 20.310 51. Malaka Barat 02. Tasifeto Barat*) 12. Raimanuk 10. Wewiku 04.751 2. Malaka Timur 08.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Kota Atambua*) 14.429 Hindu Hinduis m (5) 3 1 11 3 38 5 5 228 85 1 380 Budha Budhism (6) 93 93 450 7.808 15.213 231 12 10 23. Kecamatan District (1) 01. Kobalima*) 11.097 6. Weliman 05. Sasita Mean*) 07.891 27. Lasiolat 17. Rinhat 03.655 . Tasifeto Timur 15.256 19.1 Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Religion Follower by District in Belu Regency 2007 Kristen Protesta n Christian (3) 4. Malaka Tengah 06.4. Kakuluk Mesak 13.643 Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 185 .921 22.505 1. Laen Manen 09.031 23.103 1.862 24.695 17.344 345. Raihat 16.810 601 570 718 401 245 1.356 8.360 37.368 1.

Rinhat 03. Private Mosque (4) 3 1 1 7 1 13 Kecamatan District (1) 01. Church.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.4. Malaka Timur 08. Langgar Mosque.2 Jumlah Tempat Ibadah di Kabupaten Belu Menurut Golongan Agama per Kecamatan Numbers of Mosque/Private Mosque. Malaka Tengah 06. Tasifeto Timur 15. Weliman 05. Raihat 16. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Barat*) 12. Raimanuk 10. Lasiolat 17. Sasita Mean*) 07. Kobalima*) 11. Malaka Barat 02. Wewiku 04. Lamaknen*) Kabupaten Belu Pura Temple (5) 1 1 2 Wihara Vihara (6) - Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 186 Kabupaten Belu Dalam Angka / BeluRegency in Figures 2008 . Temple. Kakuluk Mesak 13. Laen Manen 09. and Vikoa in Belu regency by District 2007 Gereja Katholik/ Kapela Catholic Church (2) 3 14 11 4 15 32 19 15 6 23 26 4 7 6 11 7 28 231 Gereja Protestan Christian Church (3) 3 12 6 12 8 1 1 6 1 5 5 8 3 71 Masjid.

Raihat 16. Sasita Mean*) 07. Malaka Barat 02. Tasifeto Barat*) 12. Kota Atambua*) 14.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Rinhat 03.3 Banyaknya Rohaniawan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Spiritualist in Belu Regency by District 2007 Kecamatan District (1) 01.4. Tasifeto Timur 15. Lasiolat 17. Kakuluk Mesak 13. Malaka Timur 08. Kobalima*) 11. Wewiku 04. Laen Manen 09. Lamaknen*) Chati Pendet Guru Pinandit Imam Pastor Bruder Suster a b a Injil (2) 4 1 1 5 1 1 3 1 17 34 (3) 2 2 4 1 14 1 24 (4) 1 1 2 2 1 4 3 1 3 1 33 2 7 2 2 4 69 (5) 17 1 18 (6) 2 4 2 108 3 4 8 131 (7) 2 2 (8) 6 2 2 14 2 26 (9) 6 2 2 14 2 26 Kabupaten Belu Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 187 . Malaka Tengah 06. Raimanuk 10. Weliman 05.

Sosial Lainnya Others Social .

Kakuluk Mesak 13. Sasita Mean*) 07. Kobalima*) 11.1 Penyebaran Infra Struktur Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Infra Structure of Social Affair Distribution in Belu Regency by District 2007 Pekerja Sosial Masyarakat Social Worker (2) 77 20 7 5 35 33 50 6 11 12 30 6 20 38 25 8 69 452 Tenaga Kesejahteraan Sosial Sukarela (3) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Pembinaan Tokoh Karang KesejahWanita Taruna Youth teraan Promoment Organization Sosial Women (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 (6) 13 13 9 11 14 21 6 10 6 12 12 6 12 13 8 9 20 195 Kecamatan District (1) 01. Raimanuk 10.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.5. Rinhat 03. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15. Tasifeto Barat*) 12. Kota Atambua*) 14. Malaka Tengah 06. Raihat 16. Malaka Timur 08. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 191 . Wewiku 04. Weliman 05. Laen Manen 09. Lasiolat 17.

Kobalima*) 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Malaka Tengah 06. Laen Manen 09.721 5. Lamaknen*) Kabupaten Belu Fakir Miskin (2) 3.813 3. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14.449 3.422 3. Malaka Barat 02. Raimanuk 10.412 465 939 78 205 655 271 115 563 486 100 147 417 6.091 2. Malaka Timur 08. Sasita Mean*) 07. Raihat 16.951 1. Tasifeto Barat*) 12. Weliman 05. Wewiku 04.666 3.346 2. Tasifeto Timur 15.147 2.533 7.828 54.859 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 192 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .349 2.470 3. Rinhat 03.5.222 Rumah Tidak Layak (3) 341 510 92 63 1.621 898 2. Lasiolat 17.2 Banyaknya Fakir Miskin dan Perumahan Tidak Layak di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (1) 01.902 2.015 2.

Malaka Barat 02. Laen Manen 09.332 65 50 57 193 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 193 .5. Kakuluk Mesak 13.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.358 789 777 104 104 332 5. Tasifeto Timur 15. Weliman 05. Raihat 16. Wewiku 04. Kota Atambua*) 14. Rinhat 03. Lamaknen*) Kabupaten Belu Lanjut Usia Terlantar (2) 237 101 409 328 462 427 483 353 351 722 171 149 Anak Terlantar (3) 254 375 49 196 271 187 430 320 209 582 232 121 Balita Terlantar (4) 21 - 384 603 390 419 369 6. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Lasiolat 17. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12.3 Jumlah Penduduk Lanjut Usia Terlantar dan Anak Yatim Piatu Di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Over Age and No Parents in Belu regency by District 2007 Kecamatan District (1) 01. Malaka Timur 08. Raimanuk 10.

Kota Atambua*) 14. dan Masyarakat Terasing di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (1) 01. Lasiolat 17. Malaka Timur 08.458 (4) 149 102 110 126 328 213 288 120 149 503 115 60 226 350 81 90 285 3. Raihat 16. Malaka Tengah 06.5.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Wanita Rawan Sosial.295 (5) 250 250 500 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 194 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kobalima*) 11. Malaka Barat 02. Kakuluk Mesak 13. Ex Penyakit Kronis. Raimanuk 10. Wewiku 04. Rinhat 03. Sasita Mean*) 07. Laen Manen 09. Tasifeto Barat*) 12. Tasifeto Timur 15. Lamaknen*) Kabupaten Belu Penyandang Cacat (2) 100 42 52 92 266 140 190 47 52 214 75 38 80 298 72 40 130 1. Weliman 05.928 Ex Penyakit Wanita Masyarakat Kronis Rawan Sosial Terasing (3) 38 63 42 254 98 120 40 62 187 164 34 98 74 37 147 1.4 Banyaknya Penyandang Cacat.

Yayasan Bina Bunga Bangsa 03. Yayasan Hadinan Haklaran 08. Theresia 06. Yayasan Kongregasi Biarawan SVD Timor 04. Petrus Lahurus 07. Yayasan ALMA 10.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Yayasan Membagi Kasih 09. Yayasan St. Yayasan SMKK Kusumah St. Yayasan Bina Karya Seon 11.5. Yayasan SDLB Tenubot 12. Yayasan Sola Gracia 13. Yayasan Umakatahan Manuaman Naikasa Rafae Atambua Fatulotu Atambua Atambua Tulamalae Wemeda Ribesi Tenukiik Dualaus 52 677 Jumlah / Total Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 195 . Yayasan Remaja Suluh Obor 05.5 Banyaknya Yayasan yang Mengasuh Anak dengan Sistim Non Panti dan Jumlah Anak asuh di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Anak Numbers of Children (2) 40 24 140 120 82 50 24 75 20 50 Lokasi Location Kecamatan Desa District Village (3) Malaka Tengah Kota Atambua Tasifeto Barat Malaka Timur Kota Atambua Tasifeto Timur Kota Atambua Kota Atambua Kota Atambua Malaka Timur Kota Atambua Kota Atambua Kakuluk Mesak (4) Nama Yayasan (1) 01. Yayasan Regina Angelorum 02.

6 Bencana Alam Yang Terjadi dan Jumlah Korban Akibat Bencana Alam di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan dan Taksiran Kerugian yang Diderita 2007 Kecamatan District (1) 01.764 KK 13 5952 Jw 1. Rinhat 03. Malaka Timur 08.468 KK 1.213 KK 1 4 3.5. Weliman 05. Wewiku 04.289 KK 7477 Jw 1. Malaka Barat Jenis Bencana (2) Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Hama belalang Rawan Pangan Rumah terbakar Angin Putting beliung Rawan Pangan Rumah terbakar Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Banjir Hama belalang Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan Pangan Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan pangan Jumlah Korban KK / Jiwa (4) 15262 Jw 528 KK 1. Malaka Tengah 13 06. Raimanuk 1. Laen Manen 09.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.807 KK 196 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Sasita Mean*) 07.288 KK 258 KK 188 KK 4 11 8 3 1 5 Bangunan (6) 3 - Frekuensi (3) 13 02.

Raihat 16. Tasifeto Timur 979 KK 15. Kobalima*) 13 1870 Jw 2295 KK 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan / continued Tabel / Table 5. Kakuluk Mesak 13.6 Kecamatan District (1) Jenis Bencana (2) Angin p. beliung Rumah terbakar Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Angin p. Kota Atambua*) 14. Lamaknen 655 KK - Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 197 .5. beliung Hama belalang Rumah terbakar Angin p. Tasifeto Barat*) 918 KK 3684 KK 13 4 3 3 3 6 17 1547 KK 460 KK 2 6 12. beliung Hama belalang Rumah terbakar Rawan pangan Angin p. beliung Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Rawan Pangan Rumah terbakar Angin p. beliung Rawan Pangan Rawan pangan Rumah terbakar Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Frekuensi (3) Jumlah Korban KK / Jiwa (4) Bangunan (6) 49 8 6 1 10. Lasiolat 17.

BAB / CHAPTER 6 Pertanian Agriculture .

ubi kayu mengalami sedikit penurunan karena rata-rata curah hujan baru normal setelah fase pembuahan pada tanaman tersebut sudah lewat. maka keberadaan dan keberlangsungan sub sektor ini menjadi sangat strategis. penguatan kelembagaan dan melakukan restrukturisasi aspek sosial budaya yang menghambat produktivitas petani. Untuk itu Pemda Belu telah memfokuskan sektor pertanian khusus tanaman pangan menjadi salah satu Program utama dalam mengkatalisasi pertumbuhan ekonomi daerah.633. merevisi pola bertani yang bersifat sub system pedesaan tradisional ke pola pertanian yang berorientasi pasar. Apabila kebutuhan primer tersebut tidak dapt dipenuhi. Bagi tanaman makanan yang waktu penanamannya relative tepat dan adaptif terhadap fluktuasi curah hujan memperhatikan hasil yang cendrung membaik seperti padi lading. Produksi tanaman pangan selama tahun 2007 secara umum mengalami sedikit fluktuasi di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh kondisi curah hujan yang fluktuatif sepanjang tahun 2007. jagung. manusia berupaya untuk mencukupi kebutuhan pangan baik secara langsung maupun tidak langsung. Bagi daerah yang struktur perekonomiannya didominasi oleh sektor pertanian khususnya sub sektor tanaman pangan seperti di Kabupaten Belu di mana menjadi tempat bagi sebagian besar masyarakatnya mencari sumber penghasilan.PERTANIAN / AGRICULTURE PERTANIAN TANAMAN PANGAN  Masalah pangan selalu dirasa vital karena menyangkut kehidupan manusia yang paling asasi. Ketersediaan produksi pangan dari komoditas padi selama tahun 2007 sebanyak 20. Misinya adalah dengan meningkatkan pemanfaatan teknologi pertanian tepat guna. maka kerawanan pangan akan berdampak luas ke dalam sendi sendi kehidupan masyarakat yang kompleks.34 ton 201 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . kacang tanah dan ubi jalar sedangkan tanaman seperti padi sawah . Untuk mempertahankan eksistensinya.kacang hijau.

nenas 4.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER gabah kering giling (Konversi ke beras13. sayuran mengalami peningkatan.00% dan sirsak 14.35%. jeruk naik 151. kacang hijau turun 18.30%.58%. kubis 1. Tomat 569. Adapun jenis sayuransayuran yang mengalami peningkatan produksi masingmasing bawang putih naik 207. Ketersediaan produksi untuk makanan berpati selama tahun 2007 yakni ubi kayu menurun tajam 66.67 ton) atau mengalami sedikit penurunan sebesar 10. kacang panjang 157.00%.86% .5%. jambu air 66. produksi advokat turun 64.24%.14% dan cabe 301.08%   202 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Secara parsial produksi padi sawah turun 14.02%. nangka 9.20%. sementara pada jenis lainnya mengalami sedikit penurunan produksi dibanding dengan tahun sebelumnya. jambu biji 41. semangka 59.10%.27%. pisang 5.87%.64% dari tahun lalu.39% sementara ubi jalar naik 4. petsai/kubis 73. Sedangkan yang mengalami penurunan produksi antara lain bawang merah turun 58. terung 623.11% sementara padi ladang justru mengalami kenaikan produksi 84.46%.65%.02%.78% dan wortel 3.33%.14% dari keadaan sebelumnya.04 dan kacang kedelei naik 75%.11% Produksi komoditas sayursayuran selama musim panen tahun 2007 memperlihatkan hasil yang cukup fluktuatif yakni untuk beberapa jenis sayur.411. kangkung 829.76% penurunan produksi padi lebih banyak disebabkan curah hujan. Dibandingkan dengan tahun 2006 yang lalu.36%. 76.87%. papaya 36.65% dan salak 90. Untuk komoditi buahbuahan dalam musim panen tahun 2007 hampir seluruhnya mengalami penurunan produksi secara drastis. Diduga hal ini lebih disebabkan karena kemampuan adaptif secara alamiah ataupun ketepatan waktu tanam bagi beberapa komoditas dengan kondisi curah hujan yang bersifat flutuatif tersebut. Untuk produksi tanaman kacangkacangan masing masing kacang tanah naik 5. Ketersediaan produksi pangan dari komoditi jagung yang menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat Belu selama tahun 2007 sebanyak 61127 ton Jagung atau mengalami kenaikan 58.

dan tembakau 10. dan hutan dapat di konversi 1. jambu mente 127. Produksi tanaman kelapa pada tahun 2007 sebesar 9. Bila diamati menurut fungsi hutan maka komposisi luasnya sebagai berikut : hutan lindung 74.06 ton.60 %.68 ha. Hal ini disebabkan penanganan budi daya perkebunan rakyat oleh sebagian besar petani masih diletakkan sebagai usaha komplementer dari usaha pokok yaitu usaha tanaman pangan.50 ton atau mengalami sedikit penurunan sebesar 6. Luas hutan di Kabupaten Belu 69. Data tahun 2007 produksi kayu cendana sebesar 11. hutan produksi 4.23 % dibandingkan dengan tahun yang lalu.38 % dari luas daratan Belu.26% dari keadaan tahun 2006. produksi tersebut dihasilkan dari luas areal panen 515. Kakao sebagai komoditi daerah yang sedang digalakan pada tahun 2007 baru menghasilkan 26.85 ton atau mengalami peningkatan 8.12%. Untuk komoditas perkebunan yang lain. pinang 38.29 ha. pada tahun 2007 menghasilkan 42. kemiri 2 656.70 %.77 %.PERTANIAN / AGRICULTURE PERKEBUNAN RAKYAT  Pada umumnya baik produksi maupun luas panen komoditas perkebunan di Kabupaten Belu pada tahun 2007 belum memperlihatkan kapasitas yang cukup memadai.000 kg atau menurun 735. Tanaman kopi sebagai salah satu tanaman potensi yang harus dikembangkan di daerah. Primadona hasil hutan berupa kayu cendana baik produksi maupun populasinya belakangan semakin menurun. Diperkirakan pada tahun-tahun yang akan datang produksinya akan terus 203 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .24 % dari keadaan tahun 2006. kapasitas produksi selama tahun 2007 masing-masing kapuk 37.29 %. KEHUTANAN  Hutan memiliki peranan penting bagi kelestraian alam dan menopang kehidupan komonitas ekosistim alam di sekitarnya.43 ton atau mengalami peningkatan 28.64 %.05 ton.02 ton.57 ha atau sekitar 28. hutan suaka marga satwa 6. Produksi tersebut dihasilkan dari luas panen 8.81% dari potensi areal tanam yang ada.379. produksi tersebut dihasilkan dari luas panen panen 237. dan hutan Cagar Alam 12.401. yang jumlahnya 91.528 ha atau sekitar 87.70 ton.66 ton.875 kg.

55 %). Mutasi ternak yang sempat tercatat selama tahun 2007 adalah sebagai berikut: di potong RPH dan di luar RPH yang sempat dilaporkan sebanyak 2412 ekor sedangkan yang diantar pulaukan melalui pelabuhan Atapupu ataupun transportai darat sebanyak 10 294 ekor.18 ton (naik 11.36 % dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya. Paling tidak dengan memelihara ternak rumahtangga tani dapat membiayai kebutuhan di luar pangan seperti menyekolahkan anak.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER anjlok mengingat populasinya semakin terbatas dan cenderung punah.499 ekor atau meningkat 1. Kendala lainnya adalah sebagian besar petani ternak masih bertahan pada pola budaya yang bersifat tradisional sebagai akibat dari kurang variatifnya pola pembinaan dan penyuluhan yang selama ini terkesan konvensional. Upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan populasi ternak andalan ini menghadapi kendala yang semaikn serius karena belakangan ini lalulintas mutasi ternak keluar. terutama bibit pejantan menjadi 204 semakin sulit dikendalikan. Populasi ternak kecil dan unggas pada tahun 2007 masing- Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .37 %) asam isi 1. Pola budidaya ternak yang bersifat sub system ini mengakibatkan pertambahan populasi ternak berjalan lambat dan terkesan alamiah tanpa rekayasa teknologi peternakan secara signifikan.29 ton (naik 17. Populasi sapi tahun 2007 sebanyak 94.160. kesehatan dan perumahan. Jumlah mutasi penggunaan yang cukup tinggi ini jika tidak diimbangi dengan mutasi pengadaan terutama lahir baru maka dipastikan populasi sapi pada masa datang akan semakin berkurang. Bahkan pada saat kondisi kritis seperti gagal panen. ditambah ancaman penyakit brucellosis yang sampai dengan saat ini terus menjadi momok yang menghantui para peternak. PETERNAKAN  Peternakan merupakan salah satu sector vital yang mampu menyanggah kehidupan ekonomi sebagaian besar keluarga tani di pedesaan. Asam biji 284. Hasil hutan lain yang cukup menonjol adalah kemiri isi 387. komoditi ternak justru diandalkan untuk menopang pengadaan ketersediaan pangan keluarga.47 ton.

kakap dan ekor kuning. khususnya dari kolam.01 %) dan ayam buras 236 380 ekor (naik 1. PERIKANAN  Komoditas perikanan memiliki nilai ekonomis tinggi karena selain menjadi bahan pangan yang memiliki kandungan protein tinggi.71 %). sector perikanan diharapkan menjadi alternative lapangan kerja yang menjanjikan bagi pertambahan angka kerja baru. Produksi perikanan laut hanya terdapat pada enam kecamatan yang secara geografis memiliki pontensi kelautan yakni Malaka Barat.46 % diantaranya adalah nelayan sambilan tambahan.36 % adalah produksi perikanan darat. tuna. Produksi ikan di kabupaten Belu sebagian besar berasal perikanan laut. sedangkan sisanya 7. Dengan semakin terbatasnya lahan pertanian yang subur belakangan ini. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 205 . kambing 9 173 ekor (turun 6. Sedangkan kecamatan lainnya hanya memiliki potensi perikanan darat. yang mencakup perairan umum. Kobalima. Kakuluk Mesak dan Tasifeto Timur.35 %).PERTANIAN / AGRICULTURE masing babi 55 309 ekor (naik 0. Dari 1.64 % atau 1 075.088 rumah tangga nelayan pada tahun 2007 sekitar 25.59 %) dan kapal motor 26 (3. cumicumi belum diproduksi secara maksimal karena keterbatasan sarana penangkapan.84 %). kolam dan sawah. Sementara jenis ikan perairan lainnya seperti kerapu. masih didominasi jenis ikan tembang. Malaka Tengah. 40.27 ton pada tahun 2007 sebanyak 92. Dengan sebagian besar rumah tangga nelayan yang memiliki sarana penangkapan ikan yang masih bersifat tradisional maka dipastikan kemampuan wilayah operasi penangkapannya masih sebatas wilayah perairan pesisir dengan hasil tangkapan yang kurang maksimal.08 %).55 % adalah nelayan penuh.99 % adalah nelayan sambilan utama dan 33. Dari total produksi 1161. Produksi perikanan laut pada tahun 2007. tambak. Wewiku. juga mampu memberikan tingkat kehidupan yang layak bagi keluarga tani nelayan.82 ton diantaranya adalah produksi perikanan laut. dengan alat penangkapan yang digunakan adalah perahu tanpa motor 560 (66. kembung. perahu motor temple 258 (30.

82% pekarangan 3. Produksi Padi. Persentase Penggunaan Lahan di Kabupaten Belu Tahun 2007 lainnya 60.1.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6.22% Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu lahan tanaman kayukayuan 8.22% perkebunan 16.50% sawah 4. Jagung dan Ubi Kayu di Kabupaten Belu Tahun 2002-2007 (ton) 120000 100000 80000 60000 40000 20000 0 2002 2003 2004 padi jagung 2005 ubi kayu 2006 2007 Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu 206 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2.67% Gambar 6.57% ladang 6.

4. Produksi Ubi Jalar.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6. Kacang Tanah dan Kacang Hijau di Kabupaten Belu Tahun 2002-2007 (ton) 8000 7000 6000 5000 4000 3000 2000 1000 0 2002 2003 Ubi Jalar 2004 2005 2006 Kacang Hijau 2007 Kacang Tanah Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 6. Produksi Hasil Perkebunan di Kabupaten Belu Tahun 2002 – 2007 (ton) 10000 8000 6000 4000 2000 2002 0 2003 2004 2005 2006 Tanaman Lainnya Kemiri Kelapa Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu Kabupaen Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 2007 207 .3.

00 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Perikanan Darat Sumber : Dinas Perikanan & Kelautan Kabupaten Belu Perikanan Laut 208 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 20.000 0 S api Kambing Kerbau Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu 2007 2005 2003 2001 Gambar 6.000 80.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6.00 0.00 1500. Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Tahun 2002 – 2007 (ton) 2500.000 60.5.6.00 1000. Jumlah Ternak di Kabupaten Belu Tahun 2001 – 2007 100.00 2000.00 500.000 40.

Tanaman Pangan Food Crops .

PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kota Atambua*) 14.02 526.68 20633.7 3.6 3. Kobalima*) 11. Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13.1 3.85 45.55 603.93 2829.9 3.64 4521 3047. Weliman 05. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 211 .07 929.107 86 29 172 360 224 300 25 16 1.8 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 1411.76 183.3 3.02 420. Rinhat 03.176 727 72 583 5.37 964.7 3.65 1980.2 3.1. Yield Rate and Production of Paddy by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 380 14 136 1. Raihat 16.67 Kecamatan District (1) 01.1 Luas Panen.9 3. Sasita Mean*) 07. Wewiku 04.48 282.94 373.00 70.85 135. Lasiolat 17.34 Beras Cereals (5) 918 29.22 2938.06 575.28 4353.3 2.03 646. Tasifeto Barat*) 12.1 3.78 2135.72 1483.94 60. Raimanuk 10.46 207.19 13411. Laen Manen 09.91 39.407 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3. Tasifeto Timur 15.1 2.8 3.8 4.3 4. Malaka Tengah 06.57 1388. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.6 46.1 810.2 2.5 52.8 4. Malaka Barat 02.82 34.

351. Lasiolat 17. Wewiku 04.3 3.2 3.93 2.957.933.55 183.72 1.82 34.64 4408.53 1.28 18.36 29.116 712 52 553 4.0 4. Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13.0 4. Tasifeto Timur 15.2 Luas Panen. Malaka Tengah 06.079.08 2.2 4.8 4. Kobalima*) 11.0 2.474.4 4. Malaka Barat 02. Sasita Mean*) 07.91 420. Yield Rate and Production of Wetland Paddy by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 270 14 136 900 86 172 314 177 140 25 16 1.0 282.3 4.76 171. Rinhat 03.387.88 699.83 Kecamatan District (1) 01.2306.59 Beras Cereals (5) 742.22 2.94 646.0 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 1.64 112. Weliman 05.28 3807.1. Kota Atambua*) 14.5 52.15 553 70.37 902.06 575.10 46.8 4. Laen Manen 09.33 1.45 359.865.683 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 4.2 3.142.45 45.2 3. Tasifeto Barat*) 12.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.8 3.2 3.3 3.011.02 1.3 4.94 373. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 212 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raihat 16.12 454. Raimanuk 10. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Sawah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.

92 376 112. Wewiku 04.75 Beras Cereals (5) 175. Tasifeto Barat*) 12. Raimanuk 10.104.1.20 23.4 1. Weliman 05.5 546. Malaka Timur 08. Kota Atambua*) 14.66 1.86 36. Kobalima*) 11.4 1. Malaka Barat 02.3 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 213 .4 2.699.89 72.10 244.40 73.9 1. Yield Rate and Production of Dryland Paddy by District 2007 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 2. Rinhat 03.48 60.1 2. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Ladang di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Raihat 16.22 110.02 61.6 2.7 56.9 2. Malaka Tengah 06. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 110 207 29 46 47 160 60 15 20 30 724 2.1 2.9 2.21 39.70 36.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Timur 15.4 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 269.3 Luas Panen.80 35.32 23.40 1. Laen Manen 09.84 Kecamatan District (1) 01.03 95. Kakuluk Mesak 13.18 355.

948 61.9 2.5 0.0 2.6 1.3 0. Weliman 05.9 1. Laen Manen 09. Lasiolat 17.621 1. Sasita Mean*) 07. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 214 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raihat 16.490 2.542 240 2.4 Luas Panen.5 1.127 Kecamatan District (1) 01. Yield Rate and Production of Maize by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 4. Rata-Rata Hasil dan Produksi Jagung di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Malaka Tengah 06. Raimanuk 10. Kota Atambua*) 14.737 5.953 1.1 2.158 3.5 1.435 3.1. Rinhat 03.856 2.353 1.5 1.0 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.625 1.832 102 875 3. Tasifeto Timur 15.8 1.747 755 1.706 3.570 3. Kakuluk Mesak 13.762 3.649 3.8 2. Malaka Barat 02.2 2.129 4.881 1.0 2.297 3.8 Produksi Production (ton) (4) 6.536 4. Kobalima*) 11.0 1.250 4.357 3.298 6.359 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 1. Malaka Timur 08.666 127 486 1. Wewiku 04.0 2.813 216 4. Tasifeto Barat*) 12.474 34.

Wewiku 04.2 3. Tasifeto Timur 15.5 Luas Panen.6 3.255 35.606 3.012 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.0 3.635 4. Malaka Timur 08. Sasita Mean*) 07.5 3. Weliman 05. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.5 2.8 3. Kakuluk Mesak 13.4 2.2 3.2 3.2 3. Kota Atambua*) 14.247 106 125 421 372 160 2.474 1.555 1.313 Kecamatan District (1) 01. Lasiolat 17. Malaka Tengah 06.095 479 1.2 2.2 3.570 486 502 1.5 3. Laen Manen 09.2 Produksi Production (ton) (4) 622 3. Raimanuk 10. Malaka Barat 02.085 11.5 3.840 1.200 419 95 467 1.0 3. Rinhat 03.5 3.240 265 350 1.4 3.677 4. Yield Rate and Production of Cassava by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 183 1. Tasifeto Barat*) 12.833 1.1.710 1. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 215 . Raihat 16.341 304 1. Kobalima*) 11.190 416 6.

Lasiolat 17.0 3. Yield Rate and Production of Sweet Potatoes by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 100 21 48 5 10 13 45 892 5 15 177 29 32 22 1. Laen Manen 09. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15. Kakuluk Mesak 13.0 3.0 Produksi Production (ton) (4) 300 63 144 10 25 39 135 2. Sasita Mean*) 07.405 Kecamatan District (1) 01.0 3.0 2. Raimanuk 10. Lamaknen*) Kabupaten Belu 3.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.0 3. Kota Atambua*) 14.0 3.1. Malaka Tengah 06. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Malaka Timur 08.0 3.0 3.5 3.0 3. Wewiku 04.854 10 45 531 87 96 66 4.2 2. Rinhat 03. Weliman 05. Raihat 16.0 3.1 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 216 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12.414 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3.0 2.6 Luas Panen.

082 Kecamatan District (1) 01. Weliman 05. Kota Atambua*) 14.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Wewiku 04.7 Luas Panen. Malaka Timur 08.0 1.2 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 217 . Yield Rate and Production of Peanuts by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 10 134 45 29 5 132 181 185 16 15 330 204 153 350 1. Tasifeto Timur 15.2 1. Malaka Tengah 06.1.2 1. Tasifeto Barat*) 12.2 1.9 1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.0 1.789 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) Produksi Production (ton) (4) 10 161 50 32 5 145 217 204 14 15 396 245 168 420 2. Rinhat 03. Lasiolat 17.1 1. Sasita Mean*) 07. Raihat 16.2 1.1 0.1 1. Kakuluk Mesak 13.2 1. Lamaknen*) Kabupaten Belu 1.1 1.0 1. Kobalima*) 11.1 1. Raimanuk 10. Malaka Barat 02. Laen Manen 09.

7 0.8 0.9 0. Kota Atambua*) 14.6 0. Wewiku 04. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 218 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raihat 16. Malaka Barat 02. Malaka Timur 08.9 0.8 Luas Panen.7 0.8 0.7 0. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Timur 15.9 0. Rinhat 03. Malaka Tengah 06.8 0.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.505 611 77 75 242 176 741 5 4 777 170 137 233 8.1.8 Produksi Production (ton) (4) 1. Raimanuk 10. Tasifeto Barat*) 12.9 0. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Hijau di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.7 0.212 Kecamatan District (1) 01.695 1. Yield Rate and Production of Green Peas by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 1. Kobalima*) 11.085 139 2. Laen Manen 09.205 232 2. Kakuluk Mesak 13.156 1.204 550 54 53 169 123 593 3 2 622 153 96 210 7. Weliman 05.7 0. Lasiolat 17.8 0.5 0.6 0.885 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 0.

Kacang Tanah Peanuts 6.983 6.039 947 1.832 32.631 2004 (4) 4. Padi Paddy 2.779 2005 (5) 2. Jagung Maize 3.590 2006 (6) 6.182 27.799 2003 (3) 4.2007 Jenis Tanaman Type of Crops (1) 1.885 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 219 .096 11.359 10.789 300 - 10 7 12 21 5.297 8.977 8.012 511 742 726 505 911 1.377 12.166 32.653 34.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.414 1. Kacang Kedele Soyabens 7.404 1.164 2.137 1.407 2002 (2) 5.336 5.9 Perkembangan Luas Panen Tanaman Pangan di Kabupaten Belu Area Harvested of Food Crops in Belu Regency 2002 .081 4.740 7. Kacang Hijau Green Peas (hektar) 2007 (7) 5.704 24.708 6.750 37.456 8. Ubi Jalar Sweet Potatoes 5.1. Ubi Kayu Cassava 4.

334 38.313 1.727 48.110 7.635 2.055 4.283 38.882 52. Lain-Lain / Others 2002 (2) 20.238 32.1.6 3. Kacang Tanah Peanuts 6. Kacang Hijau Green Peas 8.962 2007 (7) 20.141 2004 (4) 7. Kacang Kedele Soyabens 7.633 49.2007 Jenis Tanaman Type of Crops (1) 1.477 6.702 4.179 3.216 4.10 Perkembangan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Belu Food Production in Belu Regency 2002 .231 4.429 2006 (6) 22.405 682 624 319 697 1.066 35.082 156 - 4 - 7.846 2005 (5) 9.864 2003 (3) 15.979 2.301 363 4.212 - - 164 - - - Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency 220 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Jagung Maize 3.993 105.2 12.540 6.531 61.PERTANIAN / AGRICULTURE (ton) Tabel / Table 6.168 46.127 39. Ubi Jalar Sweet Potatoes 5. Ubi Kayu Cassava 4. Padi Paddy 2.

0 195.00 83.0 85.0 135.551. Terung 14.20 119. Kentang 05.11 Produksi Sayur-Sayuran di Kabupaten Belu Vegetables Production in Belu Regency 2002.00 2006 (6) 361.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.0 113.0 75. Bawang daun 04.00 0. Kacang merah 10.50 11.00 2.0 91.1.30 8.0 82.055. Bawang merah 02.50 171. Kangkung 18.70 18.2007 (ton) Jenis Sayuran Type of Vegetable (1) 01.50 153.5 4.50 80.50 15.70 148.0 33.238. Kacang panjang 11.00 1.80 7.5 0.0 124.0 12.00 0.24 1. T o m a t 13.40 53.90 108.00 0. Lombok 09.0 12.50 39.2 109. Labu siam 17.5 187.0 72. Bawang putih 03.00 0.0 0.0 0.8 126.0 2005 (5) 440.99 0.00 307.00 246.0 1.00 8.0 0.22 177.7 139.00 0.0 57.00 100. Ketimun 16.0 37.00 13.00 7.40 2007 (7) 149.00 12.6 2.0 24.0 0. Wortel 08.00 0.0 10. C a b e 12.00 3.23 0.0 130.40 40.5 157.5 54.60 213.330.00 24.0 5.50 58.642.0 2003 (3) 120.0 2.50 42.00 0.2 66.00 160.50 3.0 80.00 1. Bayam 19.00 Jumlah / total 1.90 4.00 108.0 0.5 19. Semangka 2002 (2) 80.80 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 221 .0 64.10 1.00 10.0 50.0 64.00 0.50 1. K u b i s 06.0 120.0 8.0 0.50 15.0 86.00 1.0 114.0 215.0 101.0 0.0 56. Petsai / sawi 07.50 87.00 0.0 40.5 1.0 132.0 75.50 60.0 29.40 46. Buncis 15.0 68.40 1.0 50.0 2004 (4) 436.765.0 1.

1 0. Nangka 16.0 41.0 0.0 60.0 0.3 0.0 0. Duku / langsa 05.5 0.0 1742.1 28.8 28.1 1004.6 0. Pepaya 12.5 0.6 9.8 299.8 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency 222 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .0 76.8 944.0 8.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Jambu bol 10.1.0 0.0 2005 (5) 3.0 61.5 0.0 0.0 12.0 0.0 24.1 270.8 1300.1 1927.0 1231.5 0.1 17.5 0.9 0.0 0. S a w o 11. Nanas 14.1 2151. Jeruk 06.7 25.1 0.0 140. Salak 15.2 1.2007 Jenis Buah Type of Fruit (1) 01.0 0.0 106.9 0.1 2004 (4) 6.0 76.8 80.9 178.7 7. Advokat 02.7 0. Pisang 13.3 15. Sirsak 17.6 594.2 19.0 2006 (6) 27.3 2003 (3) 11.5 18.0 0.0 4324.1 0. Durian 07.3 25. Jambu biji 08.0 28.8 327.5 186.0 151.7 145.2 14.12 Produksi Buah-Buahan di Kabupaten Belu Fruits Production in Belu Regency 2002 . Lainnya Jumlah / total 2002 (2) 6.1 0. Rambutan 04.8 446.3 525.0 0.3 (ton) 2007 (7) 9.0 0.0 61.0 998.4 0.2 44.1 0.0 937.0 0.2 10.4 0.0 83.0 39.0 733.6 3021.4 0.9 0.1 643.8 0.0 0.3 1629.9 10.4 2.3 1.0 276.5 0.2 0.4 318.0 36.9 0.0 0.0 0. Jambu air 09.6 126.0 24. Mangga 03.7 0.

399 5. kolam.336.347.078 595 5.078 595 5. huma / dryland.13/ Table 6. garden c. ladang.589 1.479 11.381 1. empang / fresh water pond h.30 6. Irigasi sederhana d.905. padang rumput / meadows d.58 40.314 15. lahan perkebunan / crop land l.479 11.296 1.773.59 423. Luas lahan sawah / weatland area a. Irigasi teknis b.217 234. kebun / dryland.559 17. pekarangan untuk bangunan dan halaman house compound and soroundings b. hutan negara / state estate k.46 49.1. Luas lahan kering / dryland area a. garden e.5 232.5 1.557 2005 (3) 10.10 11. tambak / coasted water pond g. penggembalaan. Irigasi setengah teknis c.207. Irigasi tadah hujan 02.20 15.432 0 267 321 60.2007 Jenis PenggunaanTanah Land Used Type (1) 01.014 48.381 1.13 Luas Tanah Menurut Penggunaan di Kabupaten Belu Land Area by Used Type in Belu Regency 2005 .014 48.85 60.432 0 267 321 60.955 37.1.955 37.965. hutan rakyat private wood land (hektar) 2007 (4) 11.790 388 2. tanah kering sementara tidak digunakan temporary fallow land i.474 5.85 702.814.728.69 244.385 1.33 20.396 16.349.314 15.557 2006 (4) 10.557 j.296 1.05 22.606 21.474 5.141 244. lahan yang ditanami tanaman kayu-kayuan.589 1.00 7. rawa (tidak ditanam) / swams f.767 8.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel 6.141 244.396 16. Irigasi desa / non PU e.559 17.107.712.606 21. lain-lain / others Jumlah / total Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 223 . tegal. tebak.217 234.

Rumah Tanga (RT) 2.026 2003 Desa (6) 53.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.1.14 Banyaknya Rumah Tangga.156 51.941 6.160 14.604 51. RT Pertanian (RTP) 3.936 5.026 3.134 11.563 Kota (5) 9. RTP Penggguna Lahan 4.374 Kota+ Desa (7) 63.400 622 356 39.580 40. RT Gurem Kota (2) * 616 Desa (3) * 39.164 56.563 6. Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan dan Rumah Tangga Petani Gurem di Belu 1993 dan 2003 1993 Uraian (1) 1.271 Sumber : Sensus Pertanian 1993 dan 2003 Keterangan : *) Data tidak dicantumkan 224 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .560 5.947 Kota+ Desa (4) * 40.115 56. Rumah Tangga Pertanian.

634 10.16 7.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.563 25.47 -3. Perkebunan 4.Padi .563 16.789 26.318 2003 (3) 54.78 -1.Palawija 2.400 3.90 Sumber : Sensus Pertanian 1993 dan 2003 Keterangan : *) Data tidak tersedia Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 225 .40 0. Hortikultura 3. Peternakan Rumah Tangga Pertanian 40.15 Banyaknya Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan Menurut Jenis Usaha Pertaniannya di Belu 1993 dan 2003 Rumah Tangga Pertanian 1993 (2) 35.225 13.563 56.754 Pertumbuhan per tahun (%) (4) 4.57 Sub Sektor (1) 1. Budidaya Tanaman 5.023 31. Padi / Palawija .1.583 * * 17.346 40.947 26.806 53.

Perkebunan Estate .

97 6.67 3.00 3.30 1.52 1.93 12.19 0.45 5.00 14.18 0.65 8.66 Rusak destroyed Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 0. Rinhat 03.62 10.20 0.18 0.27 11. Sasita Mean*) 07.04 1. Malaka Tengah 06.18 0.30 21.00 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.56 42.18 0.19 0.12 1.16 1.10 36.20 0.42 6.29 21. Malaka Timur 08.51 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 13.82 1.1 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kapuk Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Kapok Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Menghas ilkan Not Yet Yielding (2) 2.02 1.00 4.00 18.26 7.67 4.29 23.71 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 2.12 2.19 0.18 0.88 5.83 42.38 9.00 11.00 2.20 7. Tasifeto Barat*) 12.21 1.18 0. Lamaknen*) Kabupaten Belu (4) - Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008 229 .81 1. Lasiolat 17. Weliman 05.52 10.41 2. Raimanuk 10.19 0.19 11.26 2.19 (1) 01. Malaka Barat 02.14 1.00 2.20 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 11. Kota Atambua*) 14.27 2.58 1.00 11.18 0. Laen Manen 09.30 26.92 1.15 2.00 9.35 6.20 5.57 199.20 0.10 0.49 7.83 11. Kakuluk Mesak 13.80 6.97 1.56 37.19 2. Wewiku 04.21 0.00 8. Raihat 16.00 5.94 7.00 14.18 0.2. Kobalima*) 11.14 1.20 0.48 1.46 5.00 9.40 241. Tasifeto Timur 15.

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.2 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kemiri Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Cande Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 398.62 167.27 15.41 247.51 130.00 53.00 22.23 59.29 52.51 0.37 1.87 15.26 26.34 39.00 111.24 1,339.92 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 321.46 17.33 30.20 301.53 190.00 50.00 19.38 136.24 80.54 1.48 3.69 90.08 21.37 106.30 144.85 1,514.45 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 720.08 184.80 45.61 549.04 320.00 103.00 41.61 195.53 133.05 1.85 5.56 105.34 47.71 145.30 256.09 2,854.57 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 356.62 17.27 31.48 332.69 145.08 52.03 20.68 147.94 86.29 1.59 3.67 97.38 22.36 111.69 156.55 1,583.32

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 1.11 1.00 1.04 1.10 0.76 1.04 1.07 1.09 1.07 1.07 0.99 1.08 1.05 1.05 1.08 1.05

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4) -

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

230

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.3 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Coconut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 210.00 7.50 153.00 110.00 511.00 7.00 30.00 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 1636.00 58.50 1021.00 586.00 4026.00 52.00 379.00 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 1,862.00 71.00 1,186.00 710.00 4,558.00 60.00 414.00 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 1,795.96 75.35 1,045.50 596.70 4,550.22 62.46 430.51

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 1.10 1.29 1.02 1.02 1.13 1.20 1.14 0.85 0.88 1.09 1.07 0.99 1.11 1.14 1.10 1.11 1.11 1.10

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

16.00 5.00 12.00 14.00 21.00 1.00 5.00 2.00 1.00 77

10.00 9.00
36.00 4.00 12.00 3.00 11.00 2.00 6.00 5.00 1,126.5

40.00 25.00
450.50 23.00 57.00 22.00 79.00 14.00 24.00 35.00 8528

32.00 35.00
486.50 27.00 69.00 25.00 90.00 16.00 30.00 40.00 9,711.5

34.08 21.91
490.25 24.62 56.35 24.37 90.43 15.33 26.70 38.76 9,379.5

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

231

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.4 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Coffee Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produksi Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

1.46

15.27

1.53 2.00

0.24
0.56 5.30 9.63

-

16.73

3.08

0.20

0.24
0.56 6.83 11.63

0.06
0.13 1.77 2.24

0.25
0.23 0.33 0.23

2.56
1.28 2.50

10.15
5.13 16.30

12.71
6.41 18.80

3.06
1.21 3.71

0.30
0.24 0.23

0.48 2.12 1.51 2.20 33.74 51.38

2.39 11.03 4.46 8.20 97.25 185.91

2.87 13.15 5.97 10.40 130.99 237.29

0.36 2.69 0.84 1.99 21.71 42.85

0.15 0.24 0.19 0.24 0.22 0.23

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

232

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.5 Luas Areal dan Produksi Tanaman Jambu Mente Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Chasen Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding
(2)

Sudah Mengha silkan Yielding
(3)

Rusak destroyed (4)

Jumlah luas Areal Total of area (ha)
(5)

Jumlah Produksi Total Production (ton)
(6)

Produk -tivitas Produk -tivity (ton/ha)
(7)

(1)

01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

0.50

2.72

26.57 40.00 300.00 59.00 300.00 149.00 134.51 50.00 154.10 2.43 54.26 1,270.37

5.27 23.25 3.74 10.00 60.60 67.60 6.15 4.60 64.00 8.57 20.08 1.54 278.12

-

3.22

1.21

0.44

31.84 63.25 303.74 69.00 360.60 216.60 140.66 54.60 218.10 11.00 74.34 1.54 1,548.49

1.80 10.93 1.84 4.93 22.16 33.19 2.21 1.50 33.11 4.41 9.62 0.79 127.70

0.34 0.47 0.49 0.49 0.37 0.49 0.36 0.33 0.52 0.51 0.48 0.51 0.46

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

233

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.6 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Cocoa Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 10.00 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 31.19 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 58.05 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 6.22

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 0.20

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

25.00
180.00 44.30 2.50

12.00 85.00 12.20

16.86 18.00 14.00 8.91 57.77

25.00
210.00 143.30 23.61

2.28 16.22 1.07

0.19 0.19 0.09

50.00 -

0.47

0.47

0.08

0.17

4.81 0.21

54.81 0.21

0.39 0.02

0.08 0.10

311.80

0.12 0.11

0.12 0.11

0.02 0.13

0.17 1.18

146.11

515.68

26.43

0.18

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

234

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.7 Luas Areal dan Produksi Tanaman Pinang Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Areca Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produksi Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

1.25
8.23 1.00 1.19 3.00 6.00 3.00 1.11 1.20 5.11 3.46 0.47 0.23 1.48 3.16 4.00 4.52 48.41

2.75
12.56 2.00 2.00 8.80 12.53 8.00 3.20 3.06 13.50 7.25 0.41 0.36 2.67 4.85 7.50 10.24 101.68

-

4.00
20.79 3.00 3.19 11.80 18.53 11.00 4.31 4.26 18.61 10.71 0.88 0.59 4.15 8.01 11.50 14.76 150.09

0.12
2.53 0.70 0.78 2.24 2.77 11.55 4.62 1.50 3.16 1.75 0.16 0.09 0.71 1.14 1.78 2.42 38.02

0.04
0.20 0.35 0.39 0.25 0.22 1.44 1.44 0.49 0.23 0.24 0.39 0.25 0.27 0.24 0.24 0.24 0.37

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

235

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.8 Luas Areal dan Produksi Tanaman Tembakau Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu tobacco Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produks i Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

-

7.00 10.00 17.00

-

7.00 10.00 17.00

4.20 5.86 10.06

0.60 0.59 0.59

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

236

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

Peternakan
Livestock

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.3.1 Banyaknya Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock by Kind and District in Belu Regency 2007

(ekor)

Kecamatan District (1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku**) 04. Weliman**) 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen**) 09. Raimanuk**) 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat**) 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

Kuda Horse (2) 105 94 192 345 246 268 170 3 3 50 59 747 2,282

Sapi Cow (3) 8,579 6,406 7,404 7,337 17,894 9,370 13,005 5,056 2,592 7,424 2,826 6,606 94,499

Kerbau Buffalo (4) 11 8 73 11 445 387 114 8 84 173 81 1,395

Kambing Goat

Domba Sheep (6) 18 1 19

Babi Pig (7) 11,956 3,442 5,314 5,645 8,611 4,213 4,320 1,629 2,879 2,204 1,055 4,041 55,309

(5) 671 320 533 894 2,234 1,002 989 882 494 320 834 9,173

Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data masih tergabung di Kecamatan induk

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

239

Lasiolat**) 17. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13.380 Itik Duck (4) 20.622 4. Raimanuk**) 10. Raihat 16. Malaka Barat 02. Kota Atambua*) 14.216 21. Sasita Mean*) 07.2 Banyaknya Ternak Unggas Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Poultry by Kind and District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01.860 Kabupaten Belu Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data masih tergabung di Kecamatan induk 240 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Tengah 06. Rinhat 03.941 272 5.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kobalima*) 11.138 9.305 4.949 279 244 8. Wewiku**) 04.684 7.339 4. Lamaknen*) Ayam Ras Layer (2) Ayam Kampung Domestic Hens (3) 75.423 8.649 7. Tasifeto Timur 15.967 13.954 18. Weliman**) 05. Malaka Timur 08.908 14. Laen Manen**) 09.526 236.3.665 66 57.426 27.666 11.001 28.

Lamaknen*) Kabupaten Belu Kuda Horse (2) Sapi Cow (3) 3 4 2 21 1 3 3 37 Kerbau Buffalo (4) Kambing Goat (5) Domba Sheep (6) Babi Pig (7) 1 7 31 12 5 56 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 241 . Laen Manen 09.3. Malaka Barat 02. Kobalima*) 11.3 Banyaknya Ternak Berpenyakit SE Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock that SE Virus by Kind and District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Malaka Tengah 06. Weliman 05. Lasiolat 17. Kota Atambua*) 14. Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13. Rinhat 03. Wewiku 04. Raimanuk 10. Tasifeto Timur 15. Tasifeto Barat*) 12. Sasita Mean*) 07. Raihat 16.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.

350 1.151 2.562 10. Malaka Tengah 06.149 3.200 2.244 1. Laen Manen 09. Raihat 16.000 500 500 25.3. Malaka Barat 02.617 9. Wewiku 04.774 5.633 1.756 7.000 Hoq Cholera Babi (6) 750 2.600 2.199 Brucello -sis Sapi (5) 1.151 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 242 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .500 1.226 2. Brucellosis. Lamaknen*) Kabupaten Belu 94.033 5. Tasifeto Timur 15.000 500 2. Lasiolat 17.133 2.255 2. Weliman 05.Brucellosis.000 Kecamatan District (1) 01. dan Hog-Cholera Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock that SE.094 8.868 8.000 770 500 380 750 1. Tasifeto Barat*) 12. Rinhat 03.4 Banyaknya Ternak yang Divaksinasi SE.729 3.500 7. Kota Atambua*) 14.750 349 700 1.271 1. and Hog-Cholera Vacination by Kind and District in Belu Regency 2007 SE Sapi (2) 2.000 1.000 1. Kakuluk Mesak 13.500 1.000 7.143 5.000 1.906 2.200 2.500 2. Raimanuk 10. Kobalima*) 11.000 3. Sasita Mean*) 07.045 5.600 2.867 2.132 450 1.821 1. Malaka Timur 08.700 850 500 500 200 500 300 15.PERTANIAN / AGRICULTURE (ekor) Tabel / Table 6.245 3.000 4.051 Kerbau (3) Babi (4) 4.839 500 907 30.

Malaka Tengah 06. Kakuluk Mesak 13. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kuda Horse (2) Sapi Cow (3) 6 3 9 9 27 Kerbau Buffalo (4) Kambing Goat (5) Domba Sheep (6) Babi Pig (7) - Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 243 .5 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di luar Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Slaughting that happened out of Slaughter House by District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Malaka Timur 08. Lasiolat 17. Wewiku 04. Kota Atambua*) 14. Raihat 16. Raimanuk 10.3. Laen Manen 09. Tasifeto Barat*) 12. Tasifeto Timur 15. Kobalima*) 11. Malaka Barat 02. Rinhat 03.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Sasita Mean*) 07. Weliman 05.

Sasita Mean*) 07.3. Raihat 16. Tasifeto Barat*) 12. Wewiku 04. Lasiolat 17. Weliman 05.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.6 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di dalam Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Slaughting that happened in Slaughter House by District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Malaka Barat 02. Malaka Tengah 06. Kobalima*) 11. Malaka Timur 08. Lamaknen*) Kuda Horse (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sapi Cow (3) 16 0 0 0 586 0 0 0 0 0 194 0 1.034 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 244 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kakuluk Mesak 13.385 42 0 0 1. Raimanuk 10.589 0 0 0 0 Kerbau Buffalo (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 41 0 0 0 0 Kambing Goat (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Domba Sheep (6) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Babi Pig (7) 0 0 0 0 9 0 0 0 0 0 42 0 983 0 0 0 0 Kabupaten Belu 0 2. Laen Manen 09. Rinhat 03.

Kuda / horse 02. Kambing / goat 05. Sapi / cow 03.232 0 0 0 0 0 Jenis Ternak Kind of Livestock (1) 01.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kerbau / buffalo 04. Ayam / hens 07.3.643 456 106 5 0 0 Kulit (Kg) (4) 0 14.294 14.7 Pengeluaran Ternak dan Hasil Ikutannya Menurut Jenis Ternak di Kabupaten Belu Livestock Product and Others Product by Kind in Belu Regency 2007 Hasil Ternak dan Ikutannya Livestock Product and others product Bibit (ekor) (2) 0 0 0 0 0 0 0 Potong (ekor) (3) 84 9. Lainnya / others Jumlah / total 0 10. Babi / pig 06.232 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 245 .

Sapi / cow 03. Ayam / hens Asal Belu (2) 0 0 0 0 0 0 Ternak Bibit Luar Belu (3) 0 0 0 0 0 0 Jumlah (4) 0 0 0 0 0 0 Jumlah / total 0 0 0 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency 246 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Babi / pig 06. Kerbau / buffalo 04. Kuda / horse 02.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Banyaknya Ternak Menurut Asal Ternak . Kambing / goat 05. 2 0 Jenis Ternak Kind of Livestock (1) 01.

8 Pengunaanya.294 Luar Belu (6) 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah (7) 84 9.294 Asal Belu (8) 0 0 0 0 0 0 0 Kulit (lembar) Luar Belu (9) 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah (10) 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 247 .643 456 106 5 0 10. dan Jenisnya di Kabupaten Belu 0 7 Ternak Potong (ekor) Asal Belu (5) 84 9.643 456 106 5 0 10.PERTANIAN / AGRICULTURE Table 6.3.

Kehutanan Foresty .

Raihat 16.768.950.356.72 8. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Forest of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 249 .241. Rencana Luas Kawasan Hutan Menurut Pola Tata Guna Hutan per Kecamatan di Kabupaten Belu Planning Foresty Area by it Function per District in Belu Regency 2007 (Hektar) Fungsi Hutan / Foresty Function Kecamatan District Hutan Lindung Protective Forest (2) 2.531.00 9.00 3.1.00 3.00 4.150. Sasita Mean*) 07. Rinhat 03.25 Hutan Tetap Difinitive Forest (3) Hutan Produksi Productive Forest (4) 2. Kobalima*) 11.775.95 5.841.750. Tasifeto Timur 15.400.00 51.375.39 3.92 355.32 (1) 01.00 1.28 Cagar Alam Original Forest (5) 3.950.189.166. Laen Manen 09.40 296. Malaka Barat 02. Malaka Tengah 06.47 20.00 374.72 Suaka Marga Satwa Natural Park (6) 2. Raimanuk 10. Lasiolat 17.32 1. Weliman 05.632.97 591. Kota Atambua*) 14.699. Tasifeto Barat*) 12.4.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6. Wewiku 04.127.16 4. Kakuluk Mesak 13.27 5. Malaka Timur 08.

Rinhat 03.40 651.95 5.775. Sasita Mean*) 07. Weliman 05. Lamaknen*) Kabupaten Belu (10) 3.19 20.66 5. Malaka Barat 02.525.902.57 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 250 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 69. Kota Atambua*) 14. Wewiku 04.00 Jumlah Total (1) 01. Tasifeto Barat*) 12.758. Raihat 16. Raimanuk 10.632.241.306. Kakuluk Mesak 13.750. Lasiolat 17.401.00 4. Malaka Tengah 06.00 11. Malaka Timur 08.4.PERTANIAN / AGRICULTURE Lanjutan / Continued Table 6.768. Kobalima*) 11.32 3. Tasifeto Timur 15. Laen Manen 09.00 1.97 6.140.08 4.00 2.090.140.1 Fungsi Hutan / Foresty Function Kecamatan District Taman Burung Bird Park (7) Taman Wisata Reserve Forest (8) Hutan yang Dapat Dikonversi Convered Foresty (9) 1.

Wewiku 04. Malaka Barat 02.334 11.342 2.200 6.126 1. Rinhat 03. Lasiolat 17.275 Kelas Gubal (3) 992 1.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6.725 Jumlah Total (4) 2. Malaka Timur 08.524 4. Weliman 05.607 1. Malaka Tengah 06.4. Sasita Mean*) 07. Raihat 16. Kobalima*) 11.182 1. Kota Atambua*) 14.000 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 251 . Tasifeto Barat*) 12.417 1. Raimanuk 10. Tasifeto Timur 15. Kakuluk Mesak 13. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kelas Campuran (2) 1. Laen Manen 09.118 2.134 4.2 Produksi Kayu Cendana di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Production of Cendana Wood in Belu Regency by District 2007 (kg) Kecamatan District (1) 01.024 2.

720 800 2. Asam biji 04.810 1.3 Produksi Kayu dan Hasil Ikutannya Production of Wood and Others Product 2007 Produksi Numbers of Production (3) Nilai Produksi (Rp 000.691.00 8.841. Kayu pertukangan/penjualan 1.000 900.508.000 10.588. Balok Kelapa B. Nuri 08. Hasil hutan ikutan 01. Kayu jati bulat 2. Madu 07.) (5) Jenis Hasil Perincian Production Type (1) satuan (2) Harga/Unit ( Rupiah ) (4) A.00 M3 M3 M3 M3 M3 M3 Kg M3 379.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.000 500.508.841. Kayu jati olahan 3.28 - 252 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Mahoni Olahan 6.10 4.160.80 6. Siri Hutan 09.13 9.06 4. Kemiri isi 03.000 1. Sirih hutan Kg Kg Kg Kg Kg Ltr Ekor Kg M3 ton 108.371.00 2.000.000 227.290 2. Kayu rimba campuran 5.894..4. Kayu Indah 7.08 600.000 1.79 7.00 1.450. Kemiri biji 02.470 3.549. Kayu rimba bulat 4.720. Kayu Lamtoro Gung 8. Lilin 06.500 4.00 3.48 4.160.126.250 1.81 1.000.775. Asam isi 05.310 387.000 1.000 270. Kayu jati bulat besar 10.

) (5) 2. kakatua putih kecil c. nuri duski f.000 75. Kayu kuning 14. Bambu 18.00 - Jenis Hasil/Perincian Production Type (1) 11.a.PERTANIAN /AGRICULTURE Lanjutan Tabel / Continued Table 6. cecak rawo g. ayam hutan d..625. Sarang burung 19.500 5.000 1.725 5. Balok kelapa 20. Kunyit 16.4.625. sarang burung walet 22. b e o e. Kayu cendana a.00 395. Kayu bakar Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 253 .650.275 Nilai Produksi ( Rp 000.00 23. Kayu rimba bulat besar kelas III Satuan (2) kg Lmbr Btg kg M3 kg Kg kg Harga /Unit ( Rupiah ) (4) 13. Bebak 17. kelas gubal b. Sheed lack 21. perlel dada kuning b. Biji lamtoro gung 15. Utas / ules 12. perkutut h. kelas campuran 23.3 Produksi Numbers of Production (3) 660 4.

010 108.270 Kayu Kuning (Kg) (5) 660 Madu (liter) (6) 800 Lilin (kg) (7) 3.720 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency 254 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .310 387.400 14.000 182.4 Pengiriman Antar Pulau Hasil Hutan Non Kayu 2007 Jenis Hasil Hutan Bulan (1) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Asam Biji (Kg) (2) 6.910 27.000 317.000 7.4.000 159.000 205.800 1.800 35.500 521.010 5.510 120.640 5.050 11.400 14.200 105.000 346.000 64.600 120 - Jumlah 2.200 9.000 Kemiri Kemiri Kulit (Kg) Kupas (Kg) (3) 6.500 4.240 16.000 12.200 24.290 660 800 3.493.800 5.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.080 10.000 494.600 234.000 (4) 20.500 2.

35 482.36 392.97 - 7.20 481.508.65 253.24 53.29 206.99 4.5 Pengiriman Antar Pulau / ke luar Daerah Hasil Hutan Kayu 2007 Jenis Hasil Hutan Bulan (1) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember kayu jati Kayu Rimba olahan (M3) Olahan (M3) (2) (3) 151.4.11 9.08 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 255 .04 41.95 78.79 378.41 44.79 12.80 Kayu Jati Bulat (M3) (4) 6.44 24.45 756.41 32.48 295.17 591.26 85.43 Kayu Rimba Kayu Indah Bulat (M3) Olahan (M3) (5) (6) 7.08 - Jumlah 4.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6.79 529.28 200.04 4.05 168.

Perikanan Fishery .

Nelayan sambilan utama 3.150 737 Jumlah rumah tangga perikanan Marine fishing household (3) 365 446 277 (1) 1. Nelayan sambilan tambahan Jumlah Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.1 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Laut di Kabupaten Belu Menurut Kategori Usaha Numbers of Marine Fishing Household in Belu Regency by Categories 2007 Kategori Usaha Category Jumlah Nelayan/Jiwa Numbers (2) 971 1.088 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 259 .858 1. Nelayan Penuh 2.5.

10 GT ke atas / 10 GT and Over 35 18 3 22 4 - Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 260 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2 Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya Numbers of Marine Fishing Boat in Belu Regency by Type of Boat 2005 .Perahu Kecil / Small Boat .5. Kapal Motor .PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.2007 Kategori Category (1) 1.10 GT . Perahu Tanpa Motor / Non Powered Boat .0 .5 GT . Perahu Motor Tempel / Out Board Motor 2005 (2) 2006 (3) 2007 (4) 355 99 29 180 385 25 18 9 250 516 20 17 7 258 3.Jukung / Dogout Boat .Perahu Besar / Big Boat/Ship 2.6 .Perahu Sedang / Medium Boat .

Bubu Source : Fishery Service of Belu Regency 75 52 139 132 136 115 4 0 99 129 6 0 106 168 10 2 117 170 1 2 0 0 0 0 1 0 0 9 573 86 2 0 6 746 112 6 100 8 919 181 2005 (2) 2006 (3) (unit) 2007 (4) Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 261 . Pukat Kantong / Basket Scine .PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.Payang Lampara / Payang .Jala lempar .Lainnya / Others 6. Pukat Cincin / Ring Scine 3. Alat Lainnya . Pancing / Pole and line .Bagan Rakit/ Perahu .2007 Kategori Usaha Category (1) 1.Pancing Tonda .Long Line Dasar .Pukat Pantai / Beach scine 2.Pole and Line .3 Jumlah Alat Penangkapan Ikan di Kabupaten belu Menurut Jenisnya Numbers of Marine Fishing Gear in Belu Regency by Type of Gear 2005 . Jaring Insang / Gill Net 4. Jaring Angkat .Bagan Tancap . Trammel Net 5.Pancing Lainnya / others 7.5.

00 - 0.98 4.92 2.2007 (ton) Sub Sektor Group (1) 1.07 4.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.20 - 0.24 2007 (4) 1.Perikanan Umum / Open Water .00 119.381.14 2006 (3) 907.4 Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Menurut Sub Sektor Production of Fishery in Belu Regency by Fisheries Group 2005 .55 - 262 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Perikanan Darat / In Land Fishery 124.37 85.Kolam / Fresh Water Pond . Perikanan Laut / Sea Fishery 2005 (2) 744.00 81.45 .18 120.5.Tambak / Breakish Water pond .00 117.90 3.Sawah / Wet land Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 0.

15 Produksi Production (ton) (3) 3.45 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 263 .71 396.5 Luas dan Produksi Budidaya Perikanan Darat di Kabupaten Belu In Land Fishery Production in Belu Regency 2007 Luas Area (Hektar) (2) 22.55 81. Kolam / Fresh Water Pond 2.86 85.90 - Kategori Usaha Category (1) 1.5. Tambak / Breakish Water Pond 3. Perairan Umum / Open Water Jumlah / Total Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 418.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.

Tongkol 04. Kakap Merah 07.79 61. Kakap Putih 08.99 - 264 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .20 78.98 47.72 7. Biji Nangka 23. Kerapu Lumpur 09. Lencam 22. Karapu Sunu 12. Tetengkek 13.11 35.26 15. Julung Julung (Nipi) 20. Alu-Alu 06.28 38. Tuna 02. Tembang Kobi 18.66 2.28 3.12 1.84 25.5. Kembung 14. Terubuk 21. Belanak 16.12 35. Kerapu Karang 10.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.93 2. Tembang 17. Cakalang 03. Tenggiri 05.6 Produksi Ikan Laut di Kabupaten Belu Menurut Jenis Ikan Sea Fisheris Production by Type 2007 Jenis Ikan / kinds of fish (1) 01.04 47.68 21.06 0. Kerapu Balong 11.99 27. Tembang Kaleng 19. Terbang 15.01 6.66 5.84 1. Kurisi Produksi / Production (ton) (2) 210.

13 3.64 2. Kepiting Bakau 36. Remis 41. Selar 33. Layang 25. Cumi Cumi 42. Teri 34.50 9. Udang Lobster 46.71 48.04 1.98 33. Kerang Hijau 37. Bentong 29. Baronang 32.87 6. Tiram 39.30 30. Simping 40.92 Jumlah Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 265 .00 444.36 7. Gurita 43.5.15 18.82 9.6 Jenis Ikan / kinds of fish (1) 24.27 26. Udang Windu 45.08 11. Pari 35. Kwee 26. Kerang Darah 38.63 0. Talang-Talang 27.11 8.381.76 12.79 1. Pinjalo 28. Udang Putih 44.PERTANIAN / AGRICULTURE Lanjutan / continued table 6. Ikan Lainnya Produksi / Production (ton) (2) 27. Selanget 31.23 3. Gerot Gerot 30.

BAB / CHAPTER 7 Industri & Energi Industries & Energy .

68%).66%).50 % diantaranya diklasifikasikan sebagai industri aneka. mesin dan kimia 744 unit (23.09%) dan sub sektor industri hasil Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 269 . Hal ini disebabkan karena usaha industri kita didominasi sub sector industri kerajinan rumah tangga yang kapasitas produksinya sangat terbatas.84%) dan industri logam. Penyerapan tenaga kerja di sektor industri ini sebenarnya baru sekitar 4.32%) dan non formal 6. Dilihat dari komposisi jenis industri.289 orang (95.573 orang terdiri dari tenaga kerja formal 284 orang (4.03% dari total pekerja di Kabupaten Belu (163.50%) diantaranya industri aneka. Pada tahun 2007 jumlah usaha industri di Kabupaten Belu sebanyak 3. Dari jumlah tersebut sebanyak 44. bersifat padat karya dan rentan terhadap krisis karena memiliki akses pasar lokal yang nota bene memiliki keterbatasan daya beli. Apa lagi bagi sebagian besar rumah tangga pengrajin. bahkan cenderung berjalan ditempat. Dengan industri yang berkembang maju maka akan menjadi lokomotif yang menarik gerbong pertumbuhan sektor-sektor supply sebagai penyedia bahan-bahan baku dan pada gilirannya akan mendorong maju sektor demand seperti perdagangan. Penyerapan tenaga kerja untuk sektor industri pada tahun 2007 sebanyak 6.221 orang). sebanyak 1399 unit (44. dan industri hasil pertanian dan kehutanan 1001 unit (31.144 unit atau naik sebesar 248. transportasi. lembaga keuangan dan sektor jasa-jasa.832 orang (43.34% dari keadaan tahun lalu. Sama halnya dengan komposisi penyebaran jenis perusahaan industri sub sektor industri aneka menyedot tenaga kerja 2. Perkembangan industri di Kabupaten Belu relative lamban. usaha ini diposisikan semata-mata sebagai usaha sampingan dan bersifat musiman dengan kemampuan modal yang sangat terbatas.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY INDUSTRI & E N E R G I INDUSTRI PENGOLAHAN  Pembangunan industri adalah bagian dari pembangunan ekonomi yang diharapkan dapat mengacu laju pertumbuhan ekonomi secara simultan dengan memanfaatkan output sektor primer sebagai bahan dasarnya.

jalan. pasir 103. Kakuluk Mesak 0. Dilihat dari penyebaran tempat kedudukan perusahaan secara kewilayaan sebanyak 88. Realisasi pemakaian bahan bangunan galian golongan C selama tahun 2007 di dominasi batu gelondongan 147.35%.65%. Pada umumnya kegiatan konstruksi termasuk kegiatan yang melibatkan barang-barang modal.105.30 m³.152 orang (32. Laen Manen 0.23%.71%. Sesuai dengan kondisi perekonomian di Kabupaten Belu perusahaan konstruksi yang ada merupakan perusahaan borongan yakni mengerjakan borongan konstruksi berdasarkan pesanan pemilik proyek semata-mata dalam hal ini adalah proyek- proyek pemerintah. Pada tahun 2007 jumlah perusahaan konstruksi sebanyak 425 unit dengan perincian klasifikasi perusahaan sebagai berikut: klasifikasi M sebesar 20 unit (4. waduk jaringan listrik. Tasifeto Barat 2.49 m³. Malaka Timur 1.817. sertu 130.105.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY pertanian dan kehutanan menyedot tenaga kerja 2.30 m³ dan batu pecah 39.  PERTAMBANGAN  PENGGALIAN  DAN  Konstruksi merupakan segala kegiatan yang berkaitan dengan pembuatan. pengeboran sumur pompa dan pemasangan atap serta rehab gedung.   LISTRIK DAN AIR MINUM  Kebijaksanaan pemerintah dibidang kelistrikan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong 270 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .88%. Malaka Barat 1. instalasi air.17%).930 m³.589 orang (24.94% dari perusahaan yang ada bermukim di Kota Atambua sedangkan sisanya masing-masing Malaka Tengah 3.71%) dan K sebesar 405 unit (95. jembatan. rehabilitasi dan pemeliharaan bangunan/konstruksi yang menyatu dengan lahan tempat kedudukannya seperti gedung. karena itu membutuhkan spesifikasi keahlian dan kekuatan modal yang memadai.71% dan Kobalima 0.53%. pemasangan.29%). KONSTRUKSI. Sedangkan pengerjaan konstruksi yang bersifat “direct investment” praktis sulit dilakukan karena kendala keterbatasan modal para pengusaha dan kapasitas daya beli masyarakat.74%) serta sub sektor industri logam mesin dan kimia menyedot tenaga kerja 1.

RSS : 2. Kamar mandi/WC umum: 3.40 %) diantaranya pelanggan rumah tangga. Rumah (selain RSS dan Mewah 2. Hidran umum/ kran umum: 9 pelanggan 2. Untuk mencapai sasaran tersebut diupayakan peningkatan daya pasang pembangkit tenaga listrik dan perluasan jaringan distribusi agar tersedia tenaga listrik dalam jumlah yang memadai dengan mutuh pelayanan yang prima. daya terpasang pembangkit tenaga listrik PLN di Kabupaten Belu sebesar 12. Badan social 2. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun yang dibarengi dengan kerumitan aktifitas social – ekonominya membawa dampak pada peningkatan jumlah dan ragam permintaan akan air bersih.915 pelanggan yang terdiri dari 4 kelompok pelanggan.266 Kwh Secara umum jumlah pelanggang listrik di Kabupaten Belu sampai pada tahun 2007 sebanyak 11.19 %. sebanyak 70 pelanggan yaitu: 1. Pada tahun 2007. Industri rumah tangga :4.700 VA dengan pemakaian 1. Niaga kecil 126 pelanggan 3.04 %. Instansi pemerintah/ABRI Tk.86 % serta pelanggan usaha industri hanya 0. Rumah mewah: 2.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY kegiatan ekonomi. Rumah Sakit Pemerintah : 5 pelanggan Kelompok III. Dari jumlah pelanggan tersebut sebesar 8.618 unit (77. Tempat ibadah: 9 pelanggan Kelompok II Sebanyak 34 pelanggan yaitu: 1. Keberadaan air bersih merupakan tuntutan yang sangat vital karena menyangkut kelangsungan hidup manusia sehari-hari.51 %.792 pelanggan yaitu: 1. Kelompok I. sebanyak 19 pelanggan yaitu 1.134 unit atau meningkat 89.622 pelanggan 2. Terminal air: 1 pelanggan 4.97 % dari tahun yang lalu.512. Kantor Pemerintahan dan penerangan jalan 1. Kabupaten 44 pelanggan Kelompok IV. Sekolah Negeri : 25 pelanggan 5. Niaga besar : 70 pelanggan Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 271 .745. Panti Asuhan : 3. Yayasan Sosial: 4 pelanggan 4. teruntama aktifitas sector industri dan jasajasa. sedangkan sisanya masing-masing pelanggan bisnis dan perhotelan 18. Jumlah pelanggan air bersih di Kabupaten Belu tahun 2007 sebanyak 2. sebanyak 2.

Jumlah Perusahaan/Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri di Kabupaten Belu Tahun 1997 .2000 2500 2000 1500 1000 500 Industri Kerajinan 0 1997 1998 1999 Industri Kecil Industri besar/sedang 2000 Sumber : Dinas Perindag Kabupaten Belu Gambar 7.2.1.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Gambar 7. Persentase Industri Pengolahan Menurut Bidang Usahanya di Kabupaten Belu Tahun 2007 Industri Logam. mesin dan kimia 29% Industri Hasil Pertanian & Kehutanan 33% Industri Aneka 38% Sumber : Dinas Perindag Kabupaten Belu 272 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

Industri Industries .

Kobalima*) 11. Mesin & Kimia (4) 251 1 38 20 40 21 47 89 134 93 10 - Kecamatan District (1) 01.1. Malaka Barat 02. Raihat 16. Tasifeto Barat*) 12.144 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 275 . Raimanuk 10.399 744 3. Rinhat 03. Kota Atambua*) 14. Sasita Mean*) 07. Weliman 05. Lamaknen*) Industri Aneka (3) 158 70 20 60 45 24 70 80 100 100 93 129 170 60 60 160 Jumlah Total (5) 537 91 88 80 281 26 137 100 40 186 207 222 452 347 90 60 200 Kabupaten Belu 1. Kakuluk Mesak 13. Malaka Tengah 06.001 1. Malaka Timur 08. Wewiku 04. Lasiolat 17. Laen Manen 09.1 Banyaknya Perusahaan / Usaha Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan Numbers of Manufacturing / Etablishment by District 2007 Industri Hasil Pertanian & Kehutanan (2) 128 20 30 196 2 46 20 40 86 60 40 189 84 20 40 Industri Logam. Tasifeto Timur 15.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.

152 Industri Logam. Malaka Barat 02. Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13. Weliman 05. Kota Atambua*) 14. Lamaknen*) Kabupaten Belu Industri Aneka (3) 283 140 40 180 90 48 140 140 200 200 186 285 340 120 120 320 2. Mesin & Kimia (4) 513 10 76 40 84 45 94 178 339 190 20 1. Rinhat 03.573 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 276 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tasifeto Timur 15. Malaka Tengah 06.589 Kecamatan District (1) 01.061 190 176 220 547 53 277 180 80 332 414 444 1.832 Jumlah Total (5) 1. Tasifeto Barat*) 12. Wewiku 04. Lasiolat 17.221 698 160 120 400 6. Kobalima*) 11. Sasita Mean*) 07.1. Laen Manen 09.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.2 Banyaknya Pekerja Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan Numbers of Person Enganged in Manufacturing Sector by Industry Categories and District 2007 Industri Hasil Pertanian & Kehutanan (2) 265 40 60 373 5 92 40 80 132 120 80 597 168 20 80 2. Raimanuk 10. Raihat 16.

dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Barat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) tenaga kerja formal (4) formal (2) non formal (3) non formal (5) I. Ind. kue kering & sejenisnya 0 0 120 8 0 0 240 25 JUMLAH I II. Ind. Sapu ijuk 05. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Perabotan RT (meubel) JUMLAH II III.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Minyak goreng dari kelapa 02. Ind. Ind. INDUSTRI LOGAM.043 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 277 . Ind. Ind. Bengkel mobil 03. Garam yodium/garam rakyat 04. Pertenunan 02. INDUSTRI ANEKA 01.3 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Barat Menurut Jenis Industri. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. MESIN & KIMIA 01. Ind. Tambur likurai 04. Ind.1. Ind. Gerabah 0 128 0 265 0 0 0 0 2 2 115 16 20 7 0 158 0 0 0 0 14 14 190 32 40 7 0 269 0 1 0 0 41 0 134 76 0 4 0 0 89 0 268 152 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 1 3 251 537 4 18 509 1. Alat pertanian dari logam 02. Ind. Roti manis.

1. Ind.4 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Rinhat Menurut Jenis Industri. Ind. Alat pertanian dari logam 02. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Garam yodium/garam rakyat 04. INDUSTRI ANEKA 01. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Tambur likurai JUMLAH II III. INDUSTRI LOGAM. Bengkel mobil 03. Ind. Batu merah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 20 0 40 0 0 0 0 60 10 0 70 0 0 0 0 120 20 0 140 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 91 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 10 190 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 278 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . kue kering & sejenisnya tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 20 0 0 0 40 JUMLAH I II. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Rinhat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. MESIN & KIMIA 01. Pertenunan 02. Minyak goreng dari kelapa 02. Roti manis. Ind. Ind.

Garam yodium/garam rakyat 04. MESIN & KIMIA 01. Tambur likurai JUMLAH II III. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Ind. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Pertenunan 02. Ind. Gerabah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 30 0 60 0 0 0 0 20 0 0 20 0 0 0 0 40 0 0 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 38 38 88 0 0 0 0 0 0 0 0 0 76 76 176 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 279 . INDUSTRI LOGAM. Bengkel mobil 03. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Roti manis. Ind. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Wewiku by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Ind. Ind. kue kering & sejenisnya 03. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03.5 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Wewiku Menurut Jenis Industri. Tahu Tempe tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 20 0 10 0 0 0 40 0 20 JUMLAH I II. INDUSTRI ANEKA 01. Minyak goreng dari kelapa 02.1.

INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Weliman by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Tambur likurai JUMLAH II III.1. Roti manis. Alat pertanian dari logam 02. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Ind. Ind. Ind. Ind. Pertenunan 02. Ind. MESIN & KIMIA 01. Ind. Garam yodium/garam rakyat 04. kue kering & sejenisnya JUMLAH I II. Pande Besi JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 80 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 40 220 0 0 0 0 60 0 0 60 0 0 0 0 180 0 0 180 formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 280 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Bengkel mobil 03. Minyak goreng dari kelapa 02.6 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Weliman Menurut Jenis Industri.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Ind. Ind. INDUSTRI LOGAM. Ind.

INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. dan sejenisnya 03. Barang dari semen 0 45 0 90 1 0 0 0 0 40 0 0 4 0 0 0 0 80 0 0 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 1 7 40 281 4 26 80 521 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 281 . Roti manis kering. Ind. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Bengkel motor 02. Ind. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Tengah by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Ind. Ind. Ind. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 6 0 0 196 40 5 22 0 0 351 80 10 JUMLAH II III. Kerupuk udang tenaga kerja formal (4) formal (2) non formal (3) non formal (5) 0 0 0 1 0 3 1 1 0 107 40 5 0 24 0 0 0 20 0 0 0 6 0 13 1 2 0 205 48 10 0 48 0 0 0 40 JUMLAH I II. Gula merah 04. Ind. Foto copy 08.7 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Tengah Menurut Jenis Industri. Ind. Macam-macam es 05. Minyak goreng dari kelapa 02. Keripik pisang/ubi 06. INDUSTRI LOGAM. Ind. Ind. Ind. Perabot kelengkapan rum tangga dari kayu 07. Garam yodium/rakyat 04. MESIN. Bengkel Motor 03. Ind. INDUSTRI ANEKA 01.1. Penggilingan Padi 09. & KIMIA 01. Pertenunan 02. Ind.

Roti manis kering. Macam-macam es 05. Ind. INDUSTRI LOGAM.8 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Sasita Mean Menurut Jenis Industri. Ind. Penggilingan Padi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) JUMLAH I II. Ind. dan sejenisnya 03. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Sasita Mean by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Ind. Pertenunan 02. Ind. Ind. Ind. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Bengkel motor 02. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 0 2 0 5 0 0 24 0 0 0 48 0 JUMLAH II III. & KIMIA 01. Ind. Keripik pisang/ubi 06. Foto copy 08.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Gula merah 04. Perabot kelengkapan rum tangga dari kayu 07. Bengkel Motor 03. Minyak goreng dari kelapa 02. MESIN. Ind. Garam yodium/rakyat 0 24 0 48 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH III 0 0 0 0 0 53 0 26 JUMLAH I + II + III Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 282 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. INDUSTRI ANEKA 01.1.

MESIN. & KIMIA 01. INDUSTRI ANEKA 01.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Industri Marmer JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 20 1 21 137 0 0 0 0 40 5 45 277 0 0 70 70 0 0 140 140 0 0 0 0 5 10 31 46 0 0 0 0 10 20 62 92 formal (2) Non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 283 . Ind.9 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Timur Menurut Jenis Industri.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan JUMLAH I II. INDUSTRI LOGAM. Pertenunan JUMLAH II III. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Timur by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Gula merah 03. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Ind. Ind.1. Industri gerabah 02.

Ind. Bengkel motor 04. Pertenunan 02. Anyaman Lontar 0 20 0 40 0 0 0 60 0 20 0 0 0 100 0 40 JUMLAH II III. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Laen Manen by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. kue kering & sejenisnya 03.10 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Laen Manen Menurut Jenis Industri. Roti manis. Bengkel mobil 03. Ind. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Ind. INDUSTRI LOGAM. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. MESIN & KIMIA 01. Minyak goreng dari kelapa 02. Gula lempeng tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 0 0 20 0 0 0 0 0 40 JUMLAH I II. Gerabah 0 80 0 140 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 100 0 0 0 180 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 284 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Alat pertanian dari logam 02.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.1.

Roti manis. Alat pertanian dari logam 02. Ind. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raimanuk by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Ind. MESIN & KIMIA 01.11 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Raimanuk Menurut Jenis Industri. Ind. Sapu ijuk JUMLAH II III. Tambur likurai 04. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. kue kering & sejenisnya JUMLAH I II. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Garam yodium/garam rakyat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 80 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 40 0 0 0 0 80 80 formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 285 . INDUSTRI LOGAM.1. Pertenunan 02. Bengkel mobil 03. Ind.

dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kobalima by Industry Kinds 2007 Unit usaha Kelompok Industri (1) Formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) I. Ind. Pertenunan JUMLAH II JUMLAH I + II 0 0 0 100 100 186 0 0 0 200 200 332 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 286 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Biskuit dari ubi kayu/pisang 0 03. Ind. Keripik pisang/ubi 0 02. Ind. Minyak Kelapa Rakyat 0 JUMLAH I 0 26 40 20 86 0 0 0 0 52 40 40 132 II.1. Ind.12 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kobalima Menurut Jenis Industri. INDUSTRI ANEKA 01.

Ind. Industri gerabah 02. Ind. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Biskuit Pisang 04. Ind. Tas tali gewang 03. INDUSTRI ANEKA 01.1. Madu 03. Ind.13 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Jenis Industri. Ind. & KIMIA 01. Batu bata dari tanah liat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 60 20 20 100 0 0 0 0 120 40 40 200 0 0 0 0 24 23 47 207 0 0 0 0 48 46 94 414 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 287 . Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District TasifetoBarat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) tenaga kerja formal (4) formal (2) Non formal (3) Non formal (5) I.Pengupas&pembersihbiji selain kopi (mete) 0 0 0 0 0 10 10 20 20 60 0 0 0 0 0 20 20 40 40 120 02. INDUSTRI LOGAM. Ind. Penjahit JUMLAH II III. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Pertenunan 02. Dendeng/Abon Sapi JUMLAH I II. MESIN.

Ind. INDUSTRI ANEKA 01. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Penjahitan 03. Emping Jagung 02. Ind. Dendeng/Abon Sapi JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 20 20 40 222 0 0 0 0 40 40 80 444 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 288 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kakuluk Mesak by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Garam yodium/garam rakyat 02.1. & KIMIA 01. Tas Tali Gewang JUMLAH I II. MESIN.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.14 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Jenis Industri. Ind. Ind. INDUSTRI LOGAM. Ind. Pertenunan 02. Pande Besi 0 0 0 0 50 3 40 93 0 0 0 0 100 6 80 186 0 0 0 79 10 89 0 0 0 158 20 178 JUMLAH II III. Ind. Ind.

Ind. INDUSTRI LOGAM. Ind. & KIMIA 01. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Timur by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) 0 0 0 0 10 10 44 20 Kelompok Industri (1) I. Kapur JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 84 0 168 0 0 0 0 0 120 10 20 20 170 0 0 0 0 0 240 20 40 40 340 0 0 0 0 0 5 69 19 93 347 0 0 0 0 0 14 138 38 190 698 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 289 . Ind. Ind. Madu 03. Ind. Garam yodium/garam rakyat 03. Ind. MESIN.15 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Jenis Industri. Tas Tali Gewang 04. Pertenunan 02.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Dendeng/Abon Ikan tenaga kerja non formal formal (4) (5) 0 0 0 0 20 20 88 40 JUMLAH I II. Sapu ijuk 03. Ind. Tas Tali Sisil JUMLAH II III. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01.1.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. Ind. Ind.

Madu 03. Garam yodium/garam rakyat 03. Ind. Ind. Alat pertanian dari logam 02. INDUSTRI ANEKA 01. Pertenunan 02. Ind. & KIMIA 01. Gerabah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 0 0 0 60 0 60 0 0 0 120 0 120 0 0 0 0 0 0 0 10 10 90 0 0 0 0 0 0 0 20 20 160 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 290 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. Biskuit dari ubi kayu/pisang JUMLAH I II. Sapu ijuk JUMLAH II III.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. MESIN. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raihat by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I.16 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Raihat Menurut Jenis Industri. Ind. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. INDUSTRI LOGAM. Ind. Ind.1. Ind.

Ind.17 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Lasiolat Menurut Jenis Industri. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Saos Tomat JUMLAH I II. INDUSTRI ANEKA 01. Pertenunan 02. Ind.1. kue & sejenisnya 03. Alat pertanian dari logam 02. INDUSTRI LOGAM.Minyak goring dari kelapa 02. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) JUMLAH II III. MESIN. Ind. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lasiolat by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Garam yodium/garam rakyat 03. Ind. Ind. Ind. Kapur JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 60 0 60 0 0 0 120 0 120 0 0 0 0 0 0 0 0 0 60 0 0 0 0 0 0 0 0 0 120 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 291 . Roti manis. & KIMIA 01. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.

Ind. Ind.1. INDUSTRI ANEKA 01. Madu 03. Ind. Tahu/Tempe 05. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lamaknen by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Ind. Ind. Meubel bambu JUMLAH I II. Ind.18 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Lamaknen Menurut Jenis Industri. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Meubel dari kayu 06.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Tas Tali Gewang JUMLAH II 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 0 0 20 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 0 0 40 80 0 0 0 0 100 0 60 160 0 0 0 0 200 0 120 320 JUMLAH I + II 0 200 0 400 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 292 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. Ind. Pertenunan 02.

Ind. Minuman ringan/sari buah 13. Ind. Kerupuk kulit 12. Photo copy 20. Ind.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 03.rum. Ind. pengolahan & pengawetan daging 02. Ind. Ind.19 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kota Atambua Menurut Jenis Industri. Macam-macam es 06. Ind. kue kering & sejenisnya 05. Tahu Tempe tenaga kerja non formal formal (4) (5) 13 0 2 37 0 0 2 0 4 2 4 5 5 0 137 8 0 11 18 0 15 2 0 108 4 7 0 21 14 0 0 0 0 16 99 9 32 2 0 20 JUMLAH I 57 132 248 349 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 293 . Ind. Kelapa parut 07. Pengolahan kopi 08. Ind. Mie basah 04. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01.Kerajinan ukir-ukiran dari kayu kecuali meubel 17. Jamu 14. Percetakan dan penjilidan 19. Ind.1. Tahu 10. Ind. Ind. Ind. Ind. Ind. Industri kasur bantal 18. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kota Atambua by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) 5 0 1 8 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 24 2 0 3 8 0 7 1 0 30 2 6 0 9 5 0 0 0 0 7 33 5 16 1 0 10 Kelompok Industri (1) I. Ind. Keripik pisang/ubi 11.Perabot&keleng. Tempe 09. Ind. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Peti mati 15. Ind.tangga dari kayu (meubel) 16. Roti manis.

Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Continued Table 7. Ind. TV dll 08. Ind. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Cuci cetak foto bewarna 14. Pakaian jadi dan tekstil (penjahit) 04. Reperasi sepatu 07. Ind.1. Tambal ban 11. Aneka sovenir dari tenunan 05. Ind. Ind. Reparasi radio. Ind. Salon kecantikan 12. tape. Pemangkas rambut 10. Perajutan (obras) 03. Pertenunan 02.19 unit usaha non formal formal (2) (3) Kelompok Industri (1) tenaga kerja non formal formal (4) (5) II. Ind. Ind. Foto studio 13. Stempel karet 09. Pengawetan kulit 06. Ind. Sablon JUMLAH II 0 0 3 0 1 0 1 0 0 1 0 3 2 0 11 30 11 27 8 2 2 5 2 4 9 12 0 0 6 118 0 0 12 0 8 0 1 0 0 2 0 3 8 0 34 60 11 92 16 4 4 10 2 4 17 18 0 0 13 251 294 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. Ind. Ind.

Barang dari semen 04. Ind. Bengkel motor 03. Karoseri kendaraan roda empat atau lebih 1 1 13 7 4 0 2 2 0 4 0 0 34 5 3 8 7 1 4 8 0 2 1 60 1 100 4 1 50 24 10 0 6 5 0 28 0 0 128 10 6 24 14 3 8 16 0 2 3 120 5 211 04. Bengkel mobil 02. Permata (batu aji) 02. Ind. Batu bata dari tanah liat 05.INDUSTRI KIMIA 01. Pandai emas/perak B. Ind. Reparasi jam 05. Ind. Ind. INDUSTRI LOGAM 01. MESIN & KIMIA A.INDUSTRI MESIN 01. Ind. Genteng dari tanah liat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 102 350 410 811 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 295 .19 unit usaha Non formal formal (2) (3) tenaga kerja Non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) III.1. Ind. INDUSTRI LOGAM. Ind. Vulkanisir Ban 02. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Continued Table 7. Pemotongan kaca 03. Ind. Ind. Ind. Bengkel las C. Ind.

Listrik Electricity .

500 521.450 27.568.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.933 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 299 .236.685 1.1 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Atambua Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 90 4.217 8.2.109 492.750 92.808 115.990 2.309 3 130 562.494.650 2.174.350 1.412 Jumlah / Total 6.614 533.000 4.

600 286. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.350 1.2.001 Jumlah 476 487. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Atapupu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 13 392 54 1 16 16.855 20.173 1.850 138.972 32.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.370 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 300 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 22.369 3.2 Banyaknya Pelanggan.350 23.150 59.

402 Jumlah 1.223 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 301 .450 335.000 1.808 1.333 261 13 54.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.642 1. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Betun Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 35 1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.2.193 110.561.950 166.650 5.820 48.3 Banyaknya Pelanggan.158.850 13.

Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Besikama Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 10 385 94 4 13.194 383 Jumlah 493 370. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.496 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 302 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .600 3.608 25.550 1.4 Banyaknya Pelanggan.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.700 111.650 241.500 44.311 17.2.

5 Banyaknya Pelanggan.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.750 167. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Naitimu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 43 735 177 11 94.610 43.900 73.000 17.936 2.521 Jumlah 966 763.2.650 6.599 20.666 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 303 . Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.500 484.

Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.2.974 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 304 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .800 21.200 69.150 19.6 Banyaknya Pelanggan.900 59 3. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Silawan Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 2 126 3 10 2.025 Jumlah 141 113.987 5.903 1.050 10.

650 1.550 15. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Lamaknen Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 8 149 54 4 11.7 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.213 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 305 .650 2.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.823 700 Jumlah 215 156.2.450 60.800 81.388 7.302 5.

644 90.757 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 306 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .8 Banyaknya Pelanggan.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.544 7.150 99. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.342 227 Jumlah 232 328.950 49.550 1.000 263.2.650 3. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Manleten Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 9 173 45 5 11.

INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.850 465 5.160 844 411 Jumlah 200 178.650 144. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.9 Banyaknya Pelanggan.100 6.100 4.500 19.2.880 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 307 . Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Kobalima Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classificaton Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 6 186 3 5 9.

350 1.248 11.044 3.900 22.048 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 308 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .300 1.2.446 310 Jumlah 264 174.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.800 16.10 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Boas Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 17 221 23 3 16.250 134.

250 7.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.700 15.867 246 Jumlah 108 87.800 1. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Kaputu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 5 84 17 2 7.750 951 4.146 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 309 . Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.082 1.11 Banyaknya Pelanggan.000 62.2.

INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.12 Banyaknya Pelanggan.050 396 2.348 696 103 Jumlah 95 62.700 3.750 6.800 47.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Biudukfoho Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 3 79 10 3 4. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.543 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .300 3.

450 1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.13 Banyaknya Pelanggan.2.000 8.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.300 258 3.900 41.650 5.465 973 321 Jumlah 85 54. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Haekesak Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 3 70 11 1 3.017 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 311 .

350 7.628 625.320 871.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN di Kabupaten Belu Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.511.2.062 Klaisifikasi Tarif Classification (1) S R B I P Jumlah 11.618 2.523.266 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 312 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .177 130.700 1. Value of Power and Cunsumption PLN Electricin Belu Regency by Clasification 2007 Jumlah Pelanggan Numbers of Costumer (2) 244 8.800 3.079 4.745.14 Banyaknya Pelanggan.500 619.700 50.512.350 Pemakaian Value of Consumption (KWH) (4) 114.134 12.061 4 207 Daya Pasang Value of Power (VA) (3) 807.

Air Minum Water Supply .

406.191 9.156 1.900 15. KELOMPOK PELANGGAN III 1.630.1 Volume dan Nilai Air Minum Air Bersih / Minum yang disalurkan Menurut Jenis Pelanggan Numbers of Costumers Water Supply by Costumer Type 2007 Jumlah Pelanggan (2) 19 Volume (m3) (3) 7.700 2. Panti Asuhan 3. Ins.245.800 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 315 . Kamar Mandi/WC Umum 3. Rumah (selain RSS & Mewah) 2.695 28. KELOMPOK PELANGGAN I 1.682. Yayasan Sosial 4.622 126 44 4.729.717.900 1.100 124. Sekolah Negeri 5.515.300 1. Pem/ABRI Tngkt Kabupaten 9 1 9 34 4 25 5 2.042 11.955 321 2. Terminal Air 4.792 2.582 571.300 3.131.100 839.845 13. KELOMPOK PELANGGAN II 1. RS Pemerintah 6. Ins. Niaga Kecil 3.310. Tempat Ibadah II.475. RSS 2.100 Kategori Pelanggan (1) I.073.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.619. Industri RT 4. Pem/ABRI Tngkt Kec & Kel III.034 7.467 Nilai (Rp) (4) 15.198 924 613.700 20.000 35.830. Hidran Umum/Kran Umum 2.3.500 2.

070.1 Jumlah Pelanggan (2) 70 70 Volume (m3) (3) 18. Rumah Mewah 2.552.347. SUSUT (HILANG DLM PENGELUARAN) TOTAL 2.000 110.282 1.077 18. KELOMPOK PELANGGAN IV 1.000 - Kategori Pelanggan (1) IV. Ins. Niaga Besar 3. Kedubes/Konsulat Asing V.077 Nilai (Rp) (4) 110.070. Pem/ABRI Tngkt Propinsi 4.915 648. KELOMPOK PELANGGAN KHUSUS VI.700 Sumber : Badan Pengelola Air Minum Kabupaten Belu Source : State Water Board of Belu Regency 316 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .3.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan / Continued Table 7.

Pertambangan Mining .

Wewiku 04. Weliman 05. Rinhat 03. Malaka Tengah 06. Tasifeto Barat 12.4. Sasita Mean 07. Raimanuk 10. Laen Manen 09. Kobalima 11. Kakuluk Mesak 13.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.1 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Kecamatan dan Kualifikasinya di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) Kualifikasi Perusahaan Menengah (M) Kecil (K) (2) (3) Jumlah (7) 01. Lasiolat 17. Kota Atambua 14. Raihat 16. Malaka Barat 02. Lamaknen Kabupaten Belu 20 20 8 15 7 3 1 10 3 358 405 8 15 7 3 1 10 3 378 425 Sumber : Bagian Pembangunan Pemda Belu Source : Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 319 . Tasifeto Timur 15. Malaka Timur 08.

Lamaknen Kabupaten Belu - 20 20 8 15 7 3 1 10 3 357 404 1 1 8 15 7 3 1 10 3 378 425 Sumber : Bagian Pembangunan Pemda Belu Source : 320 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Weliman 05. Kota Atambua 14. Raihat 16. Rinhat 03. Raimanuk 10. Kakuluk Mesak 13.4. Tasifeto Timur 15. Kobalima 11. Wewiku 04. Laen Manen 09. Malaka Timur 08. Malaka Barat 02. Lasiolat 17. Sasita Mean 07. Malaka Tengah 06.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.2 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Bentuk Badan Hukum dan Kecamatan Di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) PT (Persero) (2) PT (3) CV (4) Perusahaan Daerah (5) Jumlah (6) 01. Tasifeto Barat 12.

49 (7) - Kecamatan Pasir (1) 01.349.230.194.76 703.86 4.73 27. Raimanuk 10.765.677.45 Kabupaten Belu 10.471.106. Raihat 16.35 3.90 (4) (5) 243.700.035.77 1. Kota Atambua 14.205. Kakuluk Mesak 13.101.611.783. Sasita Mean 07.718.27 10.901.046.60 1.490.30 343. Malaka Barat 02.03 29.72 380. Weliman 05.86 121.63 1.442.06 272.97 191.89 1.05 1.80 6. Wewiku 04.61 3.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.81 12.450.43 Sumber : Dinas Pertambangan Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 321 .4.332.464.176.85 3.40 6.938.59 18.897.667.31 1.73 1.88 362.909.21 5.00 4.11 17.57 990.43 1.210.316. Lasiolat 17.84 352.105.90 12. Tasifeto Timur 15.089.934.02 143.08 20.18 (6) 2.817. Tasifeto Barat 12.89 693.593.44 72.22 39.428.804.054.44 766.01 973.921.391. Kobalima 11.87 3.33 130.21 3.37 45.021.12 401.427.06 13.494.66 66.094.26 2.280.86 2. Rinhat 03.68 1.23 5. Malaka Timur 08.68 9. Laen Manen 09.3249.286.29 1.673.62 338.78 16. Lamaknen (2) 2.53 586.48 14.51 7.94 4.930.3 Penggunaan Bahan Galian Golongan C menurut Jenis dan Kecamatan Di Kabupaten Belu 2007 Jenis Bahan Galian (M³) Batu pecah Batu Batu Batu (2/3Gelondon Sirtu Karang Kapur 3/5g 5/7) (3) 3.79 680.965.25 1.72 3.03 147.66 1.870. Malaka Tengah 06.16 652.288.01 12.31 1.

74 2. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertambangan Source - - 206.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Table 7.511. Raihat 16.85 20.00 3.40 86.20 2. Raimanuk 10.78 Tanah Liat (5) 114. Sasita Mean 07.04 26.77 109.93 Tanah Putih Batu Kapur (6) - (1) 01.31 52.22 263.35 173.683.00 1.93 53.045.09 622.01 71.672.72 1.526. Rinhat 03.288.26 88.649.20 206.64 1.29 48. Malaka Barat 02.00 55.05 164.33 7.80 261.78 65. Malaka Tengah 06. Kakuluk Mesak 13.97 3.199.4. Kobalima 11.28 3.120.79 2.92 - 322 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .868.204. Weliman 05.40 172. Tasifeto Barat 12.549. Tasifeto Timur 15.97 10.657. Wewiku 04.205. Malaka Timur 08. Kota Atambua 14.19 61.3 Jenis Bahan Galian (M³) Kecamatan Marmer (2) - Batu Warna/ Batu Aji (3) - Tanah (4) 1. Laen Manen 09.11 6.057. Lasiolat 17.288.

357. Laen Manen 09.00 16.4 Realisasi Penerimaan Pajak Pengambilan Pemanfaatan Bahan Galian Golongan C menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) Target (Rupiah) (2) Realisasi (Rupiah) (3) Persentase (%) (4) 01. Tasifeto Barat 12.773.00 100.00 100.46 14.885.00 100.041.00 100.00 100.00 100.00 100. Malaka Barat 02.642.607.00 17. Raimanuk 10.00 100.530.045.601.194.00 100.156.481.00 161.50 838.893.26 96.270.50 568.513.00 100.50 332. Tasifeto Timur 15.00 100.00 31.507. Sasita Mean 07.00 27.00 100. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertambangan - 38. Kobalima 11.10 2.519. Malaka Timur 08.4.112. Lasiolat 17.00 40.00 186.405.00 56.369.664.126.856.259.378. Weliman 05. Raihat 16.00 100.631.00 100.68 20.00 100. Kota Atambua 14.8210.242.725.00 83. Wewiku 04.00 100.800.798. Malaka Tengah 06.00 Source Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 323 .500. Rinhat 03.00 100.261.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.00 292. Kakuluk Mesak 13.00 100.459.661.123.

Rinhat 03. Malaka Barat 02. Raihat 16. Malaka Timur 08.211. Malaka Tengah 06.5 Realisasi Penerimaan Pajak Air Bawah Tanah menurut Kecamatan Di Kabupaten Belu Actual Receipts Retribution Under Soil Water by District in Belu Regency 2007 Kecamatan District (1) Sasaran Target (Rupiah) (2) Realisasi Realitation (Rupiah) (3) Persentase Percentage (%) (4) 01.44 Sumber : Dinas Pertambangan 324 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .900 70. Kobalima 11. Lasiolat 17. Weliman 05. Tasifeto Barat 12. Laen Manen 09.500 30.900 21. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean 07.112.44 70. Kota Atambua 14.500 21. Wewiku 04. Kakuluk Mesak 13.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.112. Lamaknen Kabupaten Belu 30. Raimanuk 10.211.4.

BAB / CHAPTER 8 Perdagangan & Perhotelan Trade & Hotels .

PERDAGANGAN & HOTEL / TRADE & HOTELS

PERDAGANGAN & PERHOTELAN
PERDAGANGAN 
Sektor perdagangan merupakan sektor yang sangat strategis dalam mata rantai aktivitas ekonomi karena berperan sebagai mediator antara rumah-tangga konsumen dan rumahtangga produsen. Sebagai jaringan distribusi yang melayani kebutuhan masyarakat baik untuk barang konsumtif maupun produktif maka segala kebijakan di sektor perdagangan selalu diarahkan untuk menjamin penyebaran serta ketersediaan berbagai barang kebutuhan tersebut secara lebih merata dengan harga yang dapat dijangkau daya beli masyarakat. Pada tahun 2007 jumlah perusahaan di sektor perdagangan yang telah mengantongi surat izin usaha perdagangan sebanyak 1814 unit dengan klasifikasi jenis usaha perdagangan besar 26 unit (1.43%), perdagangan menengah 551 unit (30.37%), perdagangan kecil/eceran 1152 unit (63.51%) serta rumah makan sebanyak 69 unit (3.80%). Dari penyebaran secara geografis memperlihatkan bahwa 66.26% dari jumlah usaha perdagangan yang ada tersebar di wilayah kecamatan Kota Atambua sedangkan sisanya kecamatan Malaka Tengah 10.53%, Tasifeto Barat 5.13%, Malaka Barat 3.58%, Kakuluk Mesak 3.03%, Malaka Timur 2.32%, Raihat 1.93%, Tasifeto Timur 1.82% dan kecamatan lainnya sebesar 5.40%. Pada tabel 8.14 dapat dilihat volume pengadaan beberapa komoditi strategis terutama yang berasal dari luar wilayah Belu dimana pada umumnya mencakup barangbarang hasil pertanian dan industri pengolahan seperti beras, jagung, gula pasir, minyak goreng, dan minyak tanah. Pengadaan bahan makanan biasanya memuncak pada bulan-bulan yang berkaitan dengan hari raya seperti hari raya Lebaran, Natal maupun Tahun Baru. Sedangkan untuk pengadaan barang-barang non makanan jumlahnya relatif sama setiap bulan kecuali bahan bangunan yang biasanya membengkak pada bulan-bulan akhir tahun karena berkaitan dengan pengerjaan proyek konstruksi/ pemerintah

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

327

PERDAGANGAN & HOTEL / TRADE & HOTELS

yang segera diselesaikan pada akhir tahun anggaran.

PERHOTELAN 
Banyaknya akomodasi perhotelan sampai akhir tahun 2007 sebanyak 16 buah dengan total kapasitas tempat tidur yang tersedia 485 buah yang tersebar dalam 258 buah kamar tidur. Kapasitas tempat tidur yang ada hanya meliputi 15 buah hotel karena satu buah hotel yakni hotel Kalpataru sepanjang tahun 2007 tidak ada aktivitas penginapan. Jumlah tamu yang menginap selama tahun 2007 sebanyak 13,369 orang dengan perincian 12,740 orang (95.30%) adalah tamu domestik dan sisanya 629 orang (4.70%) merupakan tamu asing. Dibandingkan dengan keadaan tahun yang lalu jumlah tamu mengalami peningkatan sebesar 33.17%. Kendatipun meningkat, namun dengan jumlah tamu yang relatif kecil diduga ada kaitannya dengan perubahan pola lama dimana pada tahun-tahun sebelumnya sebagian besar tamu adalah aparat pemerintah tingkat propinsi maupun pusat yang melakukan tugas-tugas kedinasan di wilayah Kabupaten Belu. Namun semenjak diberlakukannya

pelaksanaan otonomi daerah, frekuensi kunjungan dalam rangka konsultasi dan pengawasan di daerah telah banyak berkurang. Justru yang terjadi sebaliknya adalah meningkatnya frekuensi kunjungan dari Kabupaten ke tingkat propinsi dan pusat untuk kepentingan konsultasi. Untuk tamu dari kalangan swasta masih bertumpu pada kalangan dunia usaha dan tamu-tamu asing. Sedangkan tamu non niaga atau tamu keluarga yang menggunakan jasa akomodasi masih relatif kecil karena berkaitan dengan keterbatasan kemampuan ekonomi masyarakat. Rata-rata tarif per hariorang yakni tarif minimum Rp 35,000,- dan tarif maksimum Rp 600,000,-. Sedangkan secara parsial antar hotel tarif terendah di hotel Merdeka, Wisata, dan Minang yakni Rp 35,000. sedangkan yang tertinggi untuk kelas VIP di hotel Nusantara II, Permata, Timor dan King Star masing-masing Rp 232,000,-, Rp 375,000,-, Rp 385,000,-, dan Rp 600,000,-.

328

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Gambar 8.1. Banyaknya Tamu yang Menginap pada Hotel di Kabupaten Belu Menurut Kewarganegaraannya Tahun 1998 – 2007
14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

WNI
Sumber : BPS Kabupaten Belu

WNA

Gambar 8.2. Tingkat Hunian Kamar Hotel di Kabupaten Belu Tahun 1998 – 2007
2007 2006 2005 2004 2003 2002 2001 2000 1999 1998
Sumber : BPS Kabupaten Belu
11.95 7.23 6.66 8.22 10.61 13.70 7.93 9.39 11.27 9.32

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

329

Perdagangan
Trade

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.1 Banyaknya Perusahaan/Usaha Sektor Perdagangan Menurut Jenis Usaha dan Kecamatan Numbers of Etablishment by Trade Scale and District 2007

Kecamatan District

Perdaganga n Besar Large Scale

Perdagang Menengah Medium Scale

Swalayan Super Market

Perdaganga n Kecil Small Scale

Rumah Makan Restorant

Hotel Losmen Hotel

Jumlah Total

(1)
01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima 11. Tasifeto Barat 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen Kabupaten Belu

(2) 26 26

(3) 27 2 1 0 45 1 14 0 0 3 18 14 412 9 0 0 5 551

(4) -

(5) 38 4 6 4 132 14 28 7 3 22 72 40 699 22 35 1 25 1152

(6) 11 3 1 52 2 69

(7) 3 13 16

(8) 65 6 7 4 191 15 42 7 3 25 93 55 1202 33 35 1 30 1814

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

333

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.2 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Kategori Lapangan Usaha di Kabupaten Belu 2006

Kategori Lapangan Usaha (1)
01. Pertambangan dan Penggalian 02. Industri Pengolahan 03. Listrik, Gas dan Air 04. Konstruksi 05. Perdagangan Besar dan Eceran 06. Akomodasi dan Makan Minum 07. Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi 08. Perantara Keuangan 09. Real Estate, Usaha Persewaan 10. Jasa Pendidikan 11. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 12. Jasa Kemasyarakatan, Sosbud, Hiburan Dan Perorangan lainnya 13. Jasa Yang Melayani RT

Perusahaan/Usaha

Tenaga Kerja

(2) 438 6,881 35 713 14,630 318 3,342 144 2,025 410 252 792 22

(3) 837 12,651 95 2,467 24,334 714 4,219 900 3,884 6,188 778 1,621 23

Jumlah

30,002

58,711

Sumber : Sensus Ekonomi 2006, BPS Source : Economic Census 2006, BPS

334

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.3 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Skala Usaha di Kabupaten Belu 2006

Skala Usaha (1)
01. Mikro 02. Kecil 03. Menengah 04. Besar 05. Tidak dapat diklasifikasikan

Perusahaan/Usaha

Tenaga Kerja

(2) 28,461 1,452 67 16 6

(3) 51,174 6,583 686 244 24

Jumlah

30,002

58,711

Sumber : Sensus Ekonomi 2006, BPS Source : Economic Census 2006, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

335

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Volume Antar Pulau ke Luar Untuk 2 0
Volume

Jenis Komoditas (1) 01. Kacang hijau 02. Bawang putih 03. K o p r a 04. Ketumbar 05. Kemiri kupas 06. Sapi potong 07. Sapi bibit 08. Kerbau potong 09. Kulit sapi kering 10. Asam biji 11. Kacang tanah 12. Biji mente 13. Kopi biji 14. Asam Biji 15. Kemiri Kulit 16. Jagung Biji 17. K a y u 18. Kunyit 19. Biji Kapok 20. Kedele 21. Drum Kosong 22. Kayu jati olahan 23. Siri hutan 24. Maek 25. Mengkudu 26. Kulit jeruk 27. Besi Tua 28. Kulit sapi basah 29. Lainnya

Satuan

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

(2) ton ton ton ton ton Ekor Ekor Ekor ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton/m³ ton ton ton ton ton ton ton

(3)
88.81 37.00 162 3 13.08 119.46 128.44 491.10 23.00 13.44 36.19

(4)
90.11 91.46 445 12 10.75 40.15 15.84 84.33 344.57 2.16

(5)
167.5 365.775 445 12 20.95 40.00 92.50 112.32 171.18 295.00 60.00 619..098 5.04 200 23.01

(6)
21.475 78.52 69.40 659 19 2.25 34.48 206.46 303.00 92.32 152.271 13.38 35.96

(7)
25.7 114.98 2523 51 5.700 91.95 3.50 25.32 35.00 264.999 0.2 4.00 56.00

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

336

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Table 8.1.4 Beberapa Komoditas di Kabupaten Belu 0 7
Volume Juni Juli Agst Sep Okt Nop Des Jumlah

(8)
25.00 60.88 11.56 2119 57 3.55 86.90 21.32 14.88 0.66 3.0 11.50 18.27

(9)
25.475 78.52 69.40 743 19 2.25 74.48 106.46 303.00 92.32 152.271 13.38 30.66

(10)
124.98 2523 51 5.700 91.95 3.50 35.00 164.999 0.2 4.00 33.00

(11)
43.76 145.95 2.50 2.80 3217 57 10.00 16.00 6.00 885.35 48.24 148.573 0.3 6.60 266.73

(12)
4.00 91.00 5.00 150.00 3948 165 8.50 500.00 3.00 7.50 665.00 59.60 914.30 2.50 148.04

(13)
123.40 10.10 30.00 1418 44 36.30 562.30 22.50 126.30 550.00 15.52 79.30 0.36 6.00 97.52

(14)
15.00 42.00 16.84 1146 20 3.50 300.00 4.50 20.00 334.60 123.00 0.40 3.60 31.10

(15)
160.41 1206.65 17.60 844.24 19348.00 510.00 122.53 1626.35 232.40 563.02 696.87 4241.62 405.88 2000.37 4.46 83.44 200.00 778.64

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

337

Radio tape 19.14 35.273 1 1 16.00 54 79.00 52 - Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 338 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .97 9 50 1. Beras 02. S e m e n 04.651 24900 1742.00 64.30 6 7 0.018 3989. Sarung tenunan 10.933 13. Tekstil 08.270 18.00 2000.95 2212 1338.381 11.32 - Mar (5) 1995.067 11 35 6.00 4000.23 5. Sabun cuci 09. M o b i l 06.00 200. Besi beton 05.727 2.00 3200. Seng atap 14. Tepung terigu 16.296 37030 990.14 70. Mesin jahit 17.00 4600.00 21. Barang campuran 15. Tape recorder 20.00 25. Minyak goreng 11.00 41. Jagung Satuan (2) ton ton ton ton Unit Unit M2 ton M2 ton ton ton Lembar ton Unit Unit Unit Unit ton Peb (4) 3322.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Pengadaan Barang Strategis di Kabupaten Belu 2 0 Volume Jan (3) 570. A s p a l 13. Televisi 18.00 - Jenis Komoditas (1) 01.16 345.78 100.00 3450. Gula pasir 03.904 221.90 4900 1780.00 47. Sepeda motor 07.442 4 0.00 Apr (6) 915. Benang tenunan 12.851 27.15 Mei (7) 1630.00 17.

00 62300 1768.00 7.1.00 23 - Ags (10) 1630.00 974.30 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 339 .00 196.00 0.646 155.00 370.00 50.00 5200.458 9 65 0.651 24900 1742.904 221.79 2064.00 650.00 44198.78 100.5 Menurut Jenis Barang dan Bulan 0 7 Volume Juni (8) 1879.851 27.70 2.00 64.00 175.49 92.00 - Jumlah (15) 23142.21 70.40 10 128 2 21.946 49.308 82.01 52.79 1218.652 4 0.00 17.00 83.656 10.00 - Des (14) 781.00 13 21 3 1142.00 5 13 1135.00 257.00 41.46 0.00 645.00 52 - Sep (11) 2794.89 159954.31 0.381 11.00 0.00 4990.00 200.00 565.34 2412 1365.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Table 8.00 69.30 13.00 3000.13 279.15 Juli (9) 942.00 2800.00 2200.10 298.17 81.23 5.16 345.641 0.15 290.00 4400.48 3.875 13.00 4358.00 19310.00 76 - Okt (12) 2445.00 250.28 1300 1342.97 9 50 1 27.00 - Nop (13) 4239.

270 RASKIN (3) 819 589 596 622 434 534 392 250 755 4. Oktober 11.102 347 10. Desember Tahun 2007 Sumber : Perum Dolog Source : PNS/POLRI/ TNI (2) 370 399 358 364 331 335 343 358 359 359 347 347 4. April 05.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. Pebruari 03. Juni 07. Mei 06. Nopember 12. Maret 04.177 953 927 957 777 892 751 609 1.176 340 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Juli 08.314 1. Januari 02.6 Banyaknya Komoditi Beras yang Disalurkan menurut Kelompok Penggunaan dan Bulan Penyaluran di Kabupaten Belu 2007 (Ton) Bulan (1) 01.1. Agustus 09. September 10.991 Pedagang/ Usaha Lainnya (4) 915 915 Jumlah (5) 370 1.

Perhotelan Hotels .

Kakuluk Mesak 13. Sasita Mean 07. Jumlah Kamar. Losmen Hotel. Raimanuk 10.2. Weliman 05.2007 2006 Kecamatan District Hotel. and Beds by District 2006 .1 Banyaknya Akomodosi Hotel/Losmen. Lodgin gs (5) 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 0 0 16 2007 Kamar Rooms (6) 0 0 0 0 35 0 0 0 0 0 0 0 223 0 0 0 0 258 Tempat Tidur Beds (7) 0 0 0 0 59 0 0 0 0 0 0 0 426 0 0 0 0 485 (1) 01. Malaka Tengah 06. Kota Atambua 14. Rinhat 03. Lodgin gs (2) 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 0 0 16 Kamar Rooms (3) 0 0 0 0 35 0 0 0 0 0 0 0 216 0 0 0 0 251 Tempat Tidur Beds (4) 0 0 0 0 59 0 0 0 0 0 0 0 417 0 0 0 0 476 Hotel. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Laen Manen 09. Malaka Barat 02. Wewiku 04. dan Tempat Tidur Menurut Kecamatan Numbers of Hotel/Lodgings.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. Kobalima 11. Lasiolat 17. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 343 . Rooms. Malaka Timur 08. Losmen Hotel. Tasifeto Barat 12.

Rinhat 03. Wewiku 04.32 (1) 01. Tasifeto Barat 12.2.369 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 344 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lamaknen Kabupaten Belu (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 629 0 0 0 0 629 (3) 0 0 0 0 1. Raimanuk 10. Kota Atambua 14. Kakuluk Mesak 13. Malaka Timur 08.407 0 0 0 0 0 0 0 11.80 0 0 0 0 0 0 0 9.962 0 0 0 0 13. Kobalima 11.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. Laen Manen 09. Sasita Mean 07.407 0 0 0 0 0 0 0 11. Malaka Tengah 06. Malaka Barat 02. Weliman 05. Tasifeto Timur 15.89 0 0 0 0 9.2 Banyaknya Tamu Menurut Kewarganegaraan dan Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar Numbers of Guest by Citizen and Average Occupancy Rate of Hotel 2007 Banyaknya Tamu Nuimbers of Guest Kecamatan District Jumlah Total WNA Foreigner WNI Indonesian Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar Average Occupanc y Rate (5) 0 0 0 0 5. Lasiolat 17.333 0 0 0 0 12. Raihat 16.740 (4) 0 0 0 0 1.

BAB / CHAPTER 9 Transportasi & Komunikasi Transportation & Communications .

40%) dan jalan tanah sepanjang 156.77 Km (22.65%.55 Km dengan perincian manurut status jalan sebagai berikut: jalan Kabupaten 689. Prasaran jalan merupakan media vital bagi kelancaran arus transportasi darat.95 Km (73. dan hankam di Kabupaten Belu.90 Km (38.90 km (18.00 km (7. kebudayaan. Pada tahun 2005 jumlah kendaraan bermotor roda dua 15. Sistem transportasi harus ditata sedemiakian rupa agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pedesaan dalam rangka mobilisasi barang material maupun manusia sebagai faktor produksi sehingga pada gilirannya dapat memperpendek jarak kesenjangan tingkat pembangunan dengan daerah perkotaan. Dalam kurun waktu 2005-2007 jumlah beberapa jenis kendaraan bermotor tiap tahunnya selalu menunjukkan peningkatan. maka sarana angkutan ibarat darah yang mengalir melewati jalur urat nadi tersebut. Sedangkan untuk Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 347 .98%).282 unit pada tahun 2007 atau naik 4.095 unit dan meningkat tajam menjadi 19.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION TRANSPORTASI & KOMUNIKASI PERHUBUNGAN DARAT  Sebagai bagian dari sistem transportasi regional yang terpadu.88%) kerikil/ diperkeras 264.225 unit dan meningkat menjadi 1. Kendaraaan roda empat atau lebih untuk angkutan penumpang (mikrolet dan bus) pada tahun 2005 sebanyak 1.88 Km (38.83%) Dilihat dari aspek kualitas permukaan jalan dari panjang jalan keseluruhan tersebut di atas yang berkategori diaspal 510.19%) dan jalan Negara 73. Bila prasaran jalan sebagai urat nadi. transportasi darat diharapkan tampil sebagai urat nadi kehidupan sosial. politik. jalan Propinsi 169. Kendatipun panjang jalan tanah relatif masih cukup banyak namun cukup menggembirakan bahwa hampir semua desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Belu dapat dijangkau dengan kendaran umum.72%).02%. Guna menopang kelancaran perhubungan darat di Kabupaten Belu sampai dengan akhir tahun 2007 telah dibangun jalan sepanjang 932.928 unit pada tahun 2007 atau naik 32.

74%).330 ton.995 ton menurun menjadi 19.646 ton (naik 20.04%).72%.99%) pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 meningkat menjadi 106. Dari jumlah kendaraan roda empat atau lebih tersebut di atas.88%) pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 turun lagi menjadi 15. Jumlah bongkar barang pada tahun 2005 sebanyak 88.03%) dari tahun yang lalu. Volume bongkar barang lewat pelabuhan Atapupu pada tiga tahun terakhir perkembangannya cukup baik.830 ton (3. menurun menjadi 84. dan pick up pada periode waktu yang sama mengalami peningkatan 14. Pelabuhan laut Atapupu terletak di Kecamatan Kakuluk Mesak dan kegiatan pelabuhan ini relatif ramai karena mempunyai jaringan angkutan laut yang sifatnya regular. baik yang datang berangkat.007 orang (naik 31. Kegiatan lalu lintas laut Kabupaten Belu yang tercatat adalah banyaknya kapal.370 ton (turun 23. yang berfungsi sebagai kendaraan umum sebanyak 588 unit dengan perincian untuk angkutan penumpang 289 unit (naik 0.6 ton (turun 23. Dengan volume bongkar jauh lebih tinggi dari volume barang yang dimuat menunjukkan bahwa hasil produksi Kabupaten Belu yang diantar pulaukan ke daerah lain masih sangat terbatas. Volume bongkar terus bertambah. Sedangkan yang berangkat pada tahun 2006 348 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Sedangkan banyaknya muat barang lewat pelabuhan Atapupu pada tahun 2005 sebanyak 25. light truk. PERHUBUNGAN LAUT  Wilayah Kabupaten Belu adalah daerah bukan kepulauan (daerah daratan) tapi perhubungan laut merupakan sarana yang cukup penting untuk menunjang aktivitas perekonomian daerah. Dari satusatunya pelabuhan laut di Kabupaten Belu yakni pelabuhan laut Atapupu sesuai data akhir tahun 2007 terdapat 532 kali kunjungan kapal yang semuanya berklasifikasi sebagai pelayaran nusantara.70%) dan angkutan barang 299 unit (naik 6.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER kendaraan angkutan barang (truk.32%).786. volume bongkar muat barang dan jumlah penumpang. dan sebaliknya lebih menjadi wilayah pasar hasil produksi dari Jawa dan daerah lainnya. Jumlah penumpang yang datang pada tahun 2006 sebanyak 2293 dan pada tahun 2007 tercatat sebanyak 3.

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 349 .800 buah paket surat dengan rincian surat biasa 3. Jumlah pesawat yang datang dan berangkat pada tahun 2007 sebanyak 98 kunjungan pesawat. POS DAN TELEKOMUNIKASI  Pembangunan pos dan telekomunikasi merupakan sarana yang amat penting mencakup jangkauan pelayanan regional.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION sebanyak 1.37%. jumlah pelanggan telepon mengalami peningkatan sebesar 41. Dibandingkan dengan tahun lalu.470 orang dan pada tahun 2007 tercatat 2.060. nasional dan internasional sehingga arus informasi dan data dapat menjangkau seluruh dimensi ruang dengan baik dan lancar sebagaimana upaya yang telah dilakukan pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kompeten. Bila dibandingkan dengan tahun 2006.724 sambungan atau 87.66% dan 2. PT Pos dan Giro serta PT Telkom diharapkan mampu meningkatkan kinerja pelayanannya sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat tersebut.119 sambungan pelanggan dengan perincian sebagai berikut pemerintah 395 sambungan atau 12.505 buah atau 15.718 atau 77.154 orang yang terdiri dari 1.81%.120 yang berangkat dibandingkan dengan tahun 2006 jumlah penumpang yang datang dan berangkat tercatat sebanyak 3. Jumlah pelanggan sampai akhir tahun 2007 sebanyak 3. Meningkatnya permintaan akan jasa pos dan telekomunikasi sebagai konsekuensi logis dari adanya kemajuan pembangunan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.00%. Jumlah penumpang yang datang dan berangkat pada tahun 2007 sebanyak 2. pesawat yang datang dan berangkat tercatat 100 kunjungan sehingga mengalami penurunan sebesar 2.431 orang atau naik 6.Untuk sarana telekomunikasi pada tahun 2007 terdapat satu buah kantor BUMN.71% dan surat tercatat 1. Dari jumlah sarana kantor pos tersebut sepanjang tahun 2007 melayani pengiriman surat sebanyak 22.92%.   PERHUBUNGAN UDARA  Di Kabupaten Belu mempunyai satu pelabuhan udara yakni pelabuhan udara Haliwen.304 orang atau turun sebesar 34.000.409 kg dan Rp 2. kilat 17.5%. Sedangkan jumlah barang yang dipaketkan dan jumlah uang yang diweselkan melalui kantor pos ini masing-masing sebanyak 17. Pada tahun 2007 di Kabupaten Belu tercatat satu buah kantor pos dan 5 kantor pos pembantu.34% adalah pelanggan swasta dan perorangan.034 orang yang datang dan 1.52%.577 buah atau 6.896.

73% Sedang 16.75% Rusak 17.04% Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Gambar 9.47% Baik 37. Persentase Panjang Jalan di Belu Menurut Kondisi Jalan Tahun 2007 Rusak Berat 28.2007 20000 18000 16000 14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 Sepeda Motor Truck 2006 Sedan 2007 Sumber : Polres Belu 350 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Gambar 9.1. Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya Tahun 1998 .

TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Gambar 9.3. Banyaknya Pemasangan Jaringan Telepon oleh PT Telkom di Kabupaten Belu Tahun 1998 .2007 60000 50000 40000 30000 20000 10000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Sumber : PT Telkom Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 351 .

Perhubungan Darat Land Transportations .

pick-up.67 - Jenis Kendaraan Type of Vehicles (1) 01.928 370 45 1.57 23.lain / others 2006 (2) 15. Truck. Sedan / car 04.20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 355 . tangki. Sepeda motor / motor cycle 02.1 Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kendaraan Numbers of Motor Vehicles in Belu regency by Type of Motor Vehicles 2006.2007 Perubaha n (%) (4) 29.54 9. Bis.605 38 465 - Jumlah / total Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 18. Ambulance 07. bis mini.1.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Lain . Station Wagon 08. traktor 06.384 338 40 1.228 1. Jeep / salon station 03.806 23.46 12. dan sejenisnya/ bus.282 1.5 4.440 35 376 - 2007 (3) 19. combi. light truck.40 11.49 8.733 26. microbus 05.

03 -30. Pelanggaran / delinquency 2006 (2) 3.tilang .83 .luka ringan / light 03.1.71 -61.450.29 -43.02 -63.68 -17.802 477 1.mati / death .800.53 -23.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.401 1.non tilang .kecelakaan / accident 02.20 -13.180 145 179 29 79 71 246.711 208 317 38 96 183 286.2 Banyaknya Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Belu Numbers of Delinquency and Traffic Accident in Belu regency 2006 .02 -31.luka berat / seriously .000 2007 (3) 1.000 Perubahan (%) (4) -47. Kerugian (rupiah) Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 356 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2007 Jenis Kendaraan Type of Vehicles (1) 01.290 1. Korban .

82 -26.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.40 -91. Surat ijin mengemudi / driving lisence -A .3 Banyaknya SIM. BPKP Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 2006 (2) 3.77 Rincian (1) 01.71 -83. STNK 03.54 -15.841 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 357 .A umum -BI . STNK.602 3.091 5. yang dikeluarkan Resort Kepolisian Kabupaten Belu Numbers of Driving and Vehicles License Issued by Type 2006 -2007 Perubahan (%) (4) -19.89 -0.1.36 152.B II -C 02.355 3.102 2007 (3) 3. dan BPKB.708 352 37 141 79 3.943 7.01 -30.B I umum .003 245 3 140 13 2.

2007 Perubahan (%) (4) -1.4 Banyaknya Mobil.62 10.1. Bus Menutur Trayek di Kabupaten Belu 2006 . Angkutan antar kota antar propinsi 2006 (2) 72 138 77 - 2007 (3) 71 133 85 - Jumlah / total Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Belu 287 289 0. Angkutan antar kota dalam propinsi 04.70 358 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Angkutan pedesaan 03. Angkutan kota 02.39 -3.39 - Trayek (1) 01.

5 Banyaknya Mobil Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Sifat 2007 Sifat Umum (2) 29 255 11 4 Tidak Umum (3) 43 328 244 52 Jenis (1) 01.1. Truck 02.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Truck mini 03. Pick-up 04. Tangki Jumlah (4) 72 583 255 56 Jumlah / total 299 667 966 Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 359 .

00 169.98 - Jumlah / total Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu 932.1.60 689.19 73.55 100.6 Panjang Jalan Menurut Status Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Road Status in Belu Regency 2007 Status Jalan Road Status (1) Negara / state Propinsi / provicial Kabupaten / regency Lokal / local Panjang Length (2) 73.83 18.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION (kilometer) Tabel / Table 9.95 - Persentase (3) 7.00 360 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

60 169.00 (2) 73.18 0.95 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 361 .TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.40 22.00 100.88 38.54 100.60 (6) 268.7 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Type of Surface in Belu Regency 2007 Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road (kilometer) Jenis Permukaan Jalan Type of Surface (1) Aspal / asphalt Kerikil / grave Tanah / earth Lainnya / others Jumlah / total % (3) 100.28 264.02 3.75 689.00 (4) 169.1.91 153.00 100.00 % (7) 38.00 % (5) 100.00 73.

25 - % (5) 65.78 9.00 169.73 17.52 7.8 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Condition in Belu Regency 2007 (kilometer) Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road Jenis Permukaan Jalan Type of Surface % (3) 89.49 17.08 (1) Baik / good Sedang / moderate Rusak / damaged Rusak berat badly damaged (2) 65.00 100.60 100.56 34.48 - (4) 110.07 5.1.95 100.93 % (7) 25.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.14 Jumlah / total 73.65 235.00 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu 362 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .85 123.27 11.31 155.87 22.700 18.72 30.40 (6) 175.00 689.75 10.

00 100.60 (6) 689.60 169.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.00 100.00 (4) 169.9 Panjang Jalan Menurut Kelas Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Class Road in Belu Regency 2007 (kilometer) Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road Jenis Permukaan Jalan Type of Surface % (3) 100.00 100.00 73.00 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 363 .95 100.00 % (5) % (7) (1) Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IIIA Kelas IIIB Kelas IIIC Tidak terperinci no stated Jumlah / total (2) 73.00 100.1.95 689.

Perhubungan Udara Air Transportations .

Atambua Source : Haliwen Air Port Office.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.034 119 119 96 78 159 63 102 140 29 86 47 82 1.1 Jumlah Pesawat dan Penumpang Datang dan Berangkat di Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan Numbers of Aircraft and Passengers Arrival and Departures Via Haliwen Air Port by Month 2007 Pesawat Aircraft Datang Berangkat Arrivals Departures (2) (3) 9 7 8 9 9 7 9 9 4 13 7 7 98 9 7 8 9 9 7 9 9 4 13 7 7 98 Penumpang Passengers Datang Berangkat Arrivals Departures (4) (5) 193 81 44 68 123 58 95 109 22 106 63 72 1.2.120 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah Sumber : Kantor Pelabuhan Udara Haliwen. Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 367 .

Haliwen Air Port Office.2 Banyaknya Bongkar Muat Barang.271 387 490 932 159 484 173 524 16.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.2. Bagasi.039 499 573 927 193 118 658 431 6. Atambua 368 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Atambua Source .583 Pos Paket Muat Bongkar Load Unload (6) (7) 0 0 56 32 30 0 0 10 0 10 0 0 138 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Bulan / Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember /November Desember / December Jumlah Sumber : Kantor Pelabuhan Udara Haliwen. dan Pos Paket Lewat Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan Volume of Cargo Loaded/ Unloaded Via Haliwen Air Port by Month 2007 Barang (kg) Muat Bongkar Load Unload (2) (3) 0 0 0 0 0 0 0 45 0 0 0 0 45 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Bagasi (kg) Muat Bongkar Load Unload (4) (5) 738 838 890 470 10.356 649 575 292 629 1.

Perhubungan Laut Sea Transportations .

007 2.TRANPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.3.431 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 371 .1 Banyaknya Kunjungan Kapal dan Arus Penumpang di Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Numbers of Ship Visit and Passenger via Atapupu Port by Month 2007 Kunjungan Kapal Ship Visit (2) 26 47 46 39 43 37 41 44 52 56 64 37 Penumpang Passengers Datang Berangkat Arrivals Departures (3) (4) 94 120 193 30 76 155 542 520 179 578 275 245 94 53 174 70 145 175 401 282 216 319 318 184 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah 532 3.

170 4.620 12.608 10.495 3.729 Hewan (ekor) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 40. Barang.3.289 8.2 Banyaknya Bongkar BBM.501 3. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Volume of Cargo Loaded Via Atapupu Port by Month 2007 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December BBM (kiloliter) (2) 3.361 3.810 3.597 2.261 6.173 13.986 8.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.204 106.617 2.646 0 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office 372 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .834 8.168 Barang (ton) (3) 4.548 2.602 3.850 10.114 9.182 3.458 3.865 4.012 9.

Barang.282 0 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 373 .223 2.216 2. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Volume of Cargo UnLoaded Via Atapupu Port by Month 2007 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December BBM (kiloliter) (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Barang (ton) (3) 710 477 1.TRANPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.567 439 1.526 1.3 Banyaknya Muat BBM.979 2.304 2.236 1.048 647 1.223 996 3.335 Hewan (ekor) (4) 267 281 1.272 1.102 1.268 2.975 1.303 Rumput (M3) (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 0 15.370 21.485 1.773 3.3.

Pos & Telekomunikasi Post & Telecommunications .

Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 377 .986 5.729 17.558 3.1 Banyaknya Surat Yang dikirim lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan dan Jenis Surat Numbers of Postal Mailed by Triple-Month and Type 2007 Surat Yang Dikirim Postal Mailed Triwulan Biasa General Mail (2) 261 276 1.718 Tercatat Registered Mail (4) 292 366 480 439 1.433 4.4.505 Kilat Express Mail (3) 4.800 (1) I II III IV Jumlah / total Sumber : PT.359 4.577 Jumlah Total (5) 4.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.410 1.087 6.726 22.001 6.197 4. Pos Indonesia.

800 806.023.300.000 288.896.200 2.604.750.809.2007 (rupiah) Triwulan (1) I II III IV Jumlah / total 2006 (2) 239.309.060. Pos Indonesia. Atambua 378 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 276.141.616.000 663.4.2 Banyaknya Uang Yang diweselkan lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 .000 673.337.000 1.000 2007 (3) 752.000 Sumber : PT.475.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.000 218.

409 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 379 .042. Atambua 2006 (2) 3.841.00 2.00 3.00 2007 (3) 409 5.4.00 5.3 Banyaknya Barang yang Dipaketkan lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 .188 10.2007 (Kilogram) Triwulan (1) I II III IV Jumlah / total Sumber : PT.929.357 1.667.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.455 17. Pos Indonesia.379.00 14.

724 2.4 Jumlah Sambungan Telepon Yang Disambung Menurut Jenis Pelanggan per Triwulan 2007 (Sambungan) Triwulan (1) I II III IV Pemerintah (2) 395 395 395 395 Swasta / Perorangan (3) 2.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.724 2.119 3.119 3.724 Jumlah (4) 3.4.119 Sumber : Kantor Cabang Telekomunikasi Atambua 380 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .724 2.119 3.

BAB / CHAPTER 10 Keuangan & Harga .Harga Financial & Prices .

pemerintah pada umumnya cenderung menggunakan prinsip anggaran berimbang dan dinamis. Dengan PAD yang terdiri dari komponen pajak daerah. laba BUMD dan penerimaan lain-lain yang hanya sebesar 3. lain-lain pendapatan yang sah 1.46%.95%. Dari sisi pengeluaran dalam tahun anggaran 2006 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 383 .95% dari total penerimaan memperlihatkan bahwa otonomi daerah masih dalam jargon politis. retribusi daerah.59%. Berimbang berarti harus diusahakan keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran sedangkan dinamis berarti makin meningkatnya jumlah anggaran dan sumber pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga kemampuan untuk membiayai daerah sendiri semakin nyata sekaligus ketergantungan pada bantuan pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) semakin dikurangi.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES KEUANGAN & HARGA-HARGA KEUANGAN DAERAH  Dalam perencanaan anggaran dan belanja daerah. Akibatnya dalam perencanaan anggaran publik pada waktu mendatang akan bergeser dari pola anggaran berimbang ke anggaran defisit. Sedangkan secara finansial perlu upaya yang lebih keras dari pemda dan seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkannya. Apalagi ada kesan bahwa masingmasing sektor institusi pelayananan publik berlombalomba mencari legitimasi politis pihak legislatif untuk mendapatkan anggaran yang lebih besar. maka keinginan untuk meningkatkan pengeluaran pemerintah semakin mendesak. PAD hanya memberikan kontribusi sebesar 3. Dari total penerimaan tersebut.22% dari tahun anggaran sebelumnya. sedangkan selebihnya masing-masing subsidi daerah otonom dan bantuan pembangunan pemerintah pusat atau dana perimbangan 94.943 milyar rupiah atau meningkat 51. Pada tahun anggaran 2006 realisasi penerimaan APBD Kabupaten Belu 374. Seiring dengan tuntutan kebutuhan dan pembangunan pemerintah daerah untuk semakin menggairahkan aktivitas ekonomi dan sosial melalui pola pemberdayaan masyarakat.

91 %.760 juta rupiah atau ratarata tiap anggota mempunyai simpanan sebesar 70. Dibandingkan dengan tahun lalu. Pada tahun 2007 jumlah KUD di Kabupaten Belu sebanyak 14 unit dan 67 unit koperasi non KUD.152 milyard rupiah (30. KOPERASI  384 Koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional dan sebagai salah satu pelaku ekonomi yang memperoleh legitimasi formal dalam konstitusi.34%). Karena itu secara konseptual koperasi harus mampu tampil sebagai penyelamat ekonomi rakyat dari ancaman badai ekonomi kapitalis yang mengandalkan kekuatan modal individual.118 rupiah. biaya pemeliharaan. belanja bagi hasil dan bantuan keuangan 2.097 milyar rupiah atau meningkat 38. belanja Modal 23. Namun dalam operasionalisasinya. dan lain-lain sebesar 100.889 orang dengan total simpanan sebesar 1. lembaga koperasi terutama Koperasi Unit Desa (KUD) masih kalah bersaing bahkan mati suri karena keterbatasan Sumber Daya Manusia yang berwatak sosial. belanja barang. Dengan posisi pengeluaran pemerintah daerah yang di dominasi pengeluaran untuk belanja publik sampai 69.91% dari tahun anggaran 2005 dari jumlah pengeluaran belanja aparatur seperti belanja pegawai.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES sebanyak 330.66% (229. Hal ini diperparah dengan ulah segilintir pengusaha swasta yang sering memperalat koperasi untuk melegitimasi aktivitas terselubung dalam mengeruk keuntungan pribadi.51 %.48 % dan belanja tidak terduga 0. Khusus untuk pengeluaran belanja publik sendiri yang berjumlah 229.19 %. belanja Operasi dan Pemeliharaan 20.91 %. belanja perjalanan dinas.945 milyar) adalah pengeluaran untuk belanja pelayanan publik.66% memperlihatkan bahwa komitmen pemerintah terhadap kepentingan masyarakat dalam bidang alokasi anggaran perlu ditingkatkan lagi pada waktuwaktu mendatang. dimana semua telah berbadan hukum. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .945 milyard rupiah tercatat pos pengeluaran yang menyedot dana paling tinggi adalah belanja Administrasi Umum 52. Sementara 69. Jumlah anggota KUD sebanyak 15.113.

bensin. Untuk koperasi non KUD jumlah anggota 5. Gejala meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dikenal dengan istilah inflasi. Karena itu upaya pencegahan inflasi harus berawal dari pengamatan yang cermat terhadap faktor penyebab utama inflasi di suatu wilayah. struktur ekonomi yang kurang seimbang dan tingginya jumlah uang yang beredar di tangan masyarakat. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 385 . Tingkat inflasi tertinggi di Belu pernah terjadi pada tahun 1998 sebesar 58.11%.27%.05% pada tahun 2005 serta tahun 2006.14% yang disebabkan oleh dampak krisis moneter dan krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997 dan mencapai momentum pada tahun tersebut. Pada tahun-tahun setelah itu tingkat laju inflasi berjalan fluktuatif karena manajemen perekonomian nasional masih ditandai dengan kebijakan kenaikan harga barang dan jasa strategis seperti listrik. Secara parsial pada tahun 2007 tingkat inflasi tertinggi terjadi pada kelompok perumahan 30. Ada banyak faktor yang menyebabkan inflasi antara lain karena kapasitas permintaan terhadap suatu barang dan jasa melebihi volume persediaannya.110 juta rupiah (naik 29.06 % dan 10. rokok.74%. HARGA – HARGA  Harga merupakan tingkat nilai dari suatu barang atau jasa yang ditawarkan atau nilai perolehan atas barang dan jasa yang harus dibayar konsumen.52%) dengan jumlah simpanan 2. solar. dan 2007 masing-masing dengan laju inflasi 7.807. Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan dasar perhitungan laju inflasi dengan menjadikan Kota Atambua sebagai barometer fluktuasi harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Belu.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES jumlah simpanan anggota KUD menurun 8. transportasi dan komunikasi 0. dan olahraga adalah sebesar -0. naiknya harga struktur input barang import yang sangat rentan terhadap kurs mata uang asing.76%. rekreasi.19%.754 orang (naik 32.82%).59% pada tahun 2004 naik menjadi 16. minyak tanah. dan tarif telepon yang terus mengalami penyesuaian harga sehingga pada gilirannya akan menaikan berbagai kebutuhan pokok karena barang-barang strategis tersebut mempunyai kaitan langsung dengan produksi dan distribusi.50%.02 %.03% menyusul bahan makanan 7. dan tembakau 3. Adapun laju inflasi umum yang terjadi berdasarkan akumulasi perubahan IHK per bulan di kota Atambua terhadap tujuh kelompok komoditas barang dan jasa 5. sandang dan kesehatan 4. makanan jadi. Sedangkan tingkat inflasi untuk pendidikan.

2007 12.1.00 4.2007 60 50 40 30 20 10 0 -10 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu 2007 Gambar 10.00 -4.00 2.00 8.00 10.00 2001 Sumber : BPS Kabupaten Belu J an Peb Mar Apr Mei J un J ul Ags Sep Okt Nop Des 2002 2003 2004 2005 2006 2007 386 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2.00 6.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Gambar 10.00 -2. Laju Inflasi Kota Atambua Menurut Bulan Tahun 2001 .00 0. Laju Inflasi Kota Atambua Tahun 1998 .

Keuangan Pemerintah Daerah Finance of The Regional Government .

2.259.704.590 374.605.560 2.792 354.060 20.000.3.000.500 303.295. Bagian Laba Usaha Milik Daerah 2.4.4. BAGIAN SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN TAHUN LALU Jumlah (2) 14.986.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. Pajak Daerah 2.594 5. PENERIMAAN LAINNYA 5.167.659.348 597.791.435 2. BAGIAN PENDAPATAN ASLI DAERAH 2.3.643.1 Realisasi Penerimaan Daerah Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2006 ( rupiah) Jenis Penerimaan (1) 1.437.589.1.942.2. Dana Alokasi Khusus (DAK) 4.1.489. PINJAMAN PEMERINTAH DAERAH PENERIMAAN DAERAH Sumber : Survei Keuangan Pemerintah Daerah Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 389 .811. TRANFER DARI DANA CADANGAN 6. BAGIAN DANA PERIMBANGAN 3.390. Bagi Hasil Pajak dan Bagi Hasil Bukan Pajak 3.1. Dana Alokasi Umum (DAU) 3. Retribusi Daerah 2.447.637. Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi 3. Pendapatan Asli Daerah yang Sah Lainnya 3.066.530.701 6.487.169.000 5.000 28.085 2.

501.150 - 390 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .432.503.925 5. Belanja Modal Alat-Alat Angkutan 3. Belanja Modal Tanah 3. Belanja Modal Instalasi 3.281. Belanja Pemeliharaan 3.299 10.6.117 15. Belanja Barang dan Jasa 2.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. Belanja Pemeliharaan 2. Belanja Modal Alat-Alat Kantor 3. Belanja Modal Buku Perpustakaan 3.746.2.152. Belanja Modal Bangunan Gedung 3.8.505.612. BELANJA ADMINISTRASI UMUM 1.711.107 52.920.456. Belanja Barang dan Jasa 1.739 5.503.4. BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN 2.1. Belanja Modal Alat-Alat Studio 3.2.4.7.3.2. Belanja Perjalanan Dinas 1.1.9.5. Belanja Pegawai / Personalia 1. Belanja Perjalanan Dinas 2.000 221. Belanja Modal Pos Jaga Jumlah (2) 100.1.166.585.373. BELANJA APARATUR DAERAH 1.2 Realisasi Pengeluaran Pemerintah Daerah Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2006 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) A. BELANJA MODAL 3.766 8.521.329. Belanja Modal Jaringan 3.591. Belanja Pegawai / Personalia 2.3.879 77.386 7.622 4.986.109.539.530.4.113.3.497 4.1.

671.226 108.931.692.308 6. Belanja Modal Bangunan Gedung 3.094.3.391 - Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 391 .3. Belanja Modal Instalasi 3.375 121. BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN 2.944.2 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) B.554.883.086.5. Belanja Modal Alat-Alat Besar 3. Belanja Barang dan Jasa 2. Belanja Pegawai / Personalia 2. Belanja Bangunan Air 3. Belanja Modal Alat-Alat Kantor 3. BELANJA ADMINSTRASI UMUM 1.243 54.673. Belanja Modal Jaringan 3.8.418.906.1.227. Belanja Modal Tanah 3.4. Belanja Pemeliharaan 3. Belanja Pegawai / Personalia 1.2.198.4. Belanja Modal Alat-Alat Angkutan 3.108 8.776 3.1.274.723.346.6.723.057 26.7.317.2.176 1.954.500 6.2. Belanja Modal Alat-Alat Bengkel Jumlah (2) 229.762. Belanja Barang dan Jasa 1.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Lanjutan / Continued Table 10.3.1. Belanja Perjalanan Dinas 1.390 8.1. BELANJA MODAL 3.243 48.4.885. BELANJA PELAYANAN PUBLIK 1.049.9. Belanja Perjalanan Dinas 2.385. Belanja Pemeliharaan 2.500.

254 392 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .500 Jumlah (2) 5. Belanja Modal Buku Perpustakaan 3. BELANJA TIDAK TERSANGKA 5.11.2.366.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Lanjutan / Continued Table 10.15./Kota 4. Belanja Modal Alat-Alat Laboratorium 3. Belanja Modal Barang Bercorak Kebudayaan 3. Belanja Bagi Hasil Retribusi Kepada Pemerintah Desa 4.12.14.413.2 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) 3.708. Belanja Modal Usaha 3.1.4. Belanja Bagi Hasil Pajak Kepada Pemerintah Kab.3. Belanja Modal Sarana Penunjang 4.1.157 JUMLAH BELANJA DAERAH Sumber : Survei Keuangan Pemerintah Daerah Belu 330.202. Belanja Modal Hewan 3.13. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Profesi 5. Belanja Tidak Tersangka 426. Belanja Modal Alat-Alat Kedokteran 3.097. BELANJA BAGI HASIL DAN BANTUAN KEUANGAN 4.17.16.1.10. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Kemasyarakatan 4. Belanja Modal Alat-Alat Studio 3.

661.773 48.051 5.143 102.154.416. Wewiku 04.000 2.756 Persentase realisasi (%) (5) 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 Kecamatan District (1) 01.469.090 37.543 42.204.660 52.827.II Belu Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 393 . Kobalima*) 11.976 7.490 13.692.273. Raimanuk 10.141.811 6.761 464.160 161. Pajak Pertambangan Jumlah A + B A.523.1.244.825.178.163 89.111 8.416.061 3. Laen Manen 09.417 64.070.825.742 62. Target. Lasiolat 17.217 42.442 7.553.944 46. Weliman 05.742 62.543 42.004 Sumber : Dinas Pendapatan Daerah Tk.227.141.004 68. Kota Atambua*) 14.647.011 4.178.319 182.154.822 3.273. Tasifeto Timur 15.553.593 79.827.823.978 2. Tasifeto Barat*) 12.004 15.289 7. Lamaknen*) B.823.070.000.165 43.004 68.469.756 Realisasi Penerimaan Pajak (Rupiah) (4) 1.244.227.358 4.692.741.523.741.204. Pajak Bumi dan Bangunan 91.363 4.178.761 464.178. Raihat 16.319 182.000 13. Rinhat 03.450 9.593 79.165 43.498 21. Malaka Barat 02. Malaka Timur 08.941.177.133 5. Sasita Mean*) 07.417 64.000 15.143 102.661.090 37.3 Jumlah Wajib Pajak .000.941.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.723 31. Malaka Tengah 06.498 21.227 3.773 48.647.660 52.723 31. dan Realisasi Penerimaan Pajak Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Wajib Pajak (2) 4.944 46.246 Target Penerimaan Pajak (Rupiah) (3) 1.177. Kakuluk Mesak 13.217 42.160 161.

Koperasi Cooperative .

000 497. KOPERASI PEMUDA 06.416. KOPERASI LAIN-LAIN Jumlah 67 Sumber : Dinas Koperasi. Members and Saving Deposits by Kind of Cooperative 2007 Banyaknya Jenis Koperasi Koperasi Cooperativ e (2) 28 4 2 9 2 22 Anggota Members (3) 2.110.000 2.000 605.000 2.807.2. KPN 02.754 Simpanan Saving Deposits ( ribuan rupiah) (4) 923.651. KOPERASI SEKOLAH 07.505.576.311 476 526 376 898 5.000 516.608.354. Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 397 . Anggota dan Simpanan Menurut Jenis Koperasi Numbers of Cooperative. KOPERASI PENSIUNAN 04.000 261. KOPERASI ABRI 03.1 Banyaknya Koperasi.167 1.000 (1) 01.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. KOPERASI SIMPAN PINJAM 05.

000 225.000 1.927.810. Lamaknen*) Kabupaten Belu Koperasi Unit Desa (KUD) (2) 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 14 Anggota Members (3) 1. Kakuluk Mesak 13. Simpanan di Koperasi Unit Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Member and Saving deposits in Village Unit Cooperation by District 2007 Banyaknya Kecamatan District (1) 01.000 48. Sasita Mean*) 07. Kota Atambua*) 14. Laen Manen 09.531.000 9. Tasifeto Timur 15.558 1.382.675. Malaka Tengah 06.760.657 449 1.000 46. Weliman 05. Kobalima*) 11.568.741.000 108. Tasifeto Barat*) 12. Anggota. Lasiolat 17.113.404 4. Raimanuk 10.699.411. Malaka Barat 02.427 545 396 608 1. Wewiku 04.000 40.000 Sumber : Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Belu Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 398 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 41.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.884 Simpanan Saving Deposits ( Ribuan Rupiah) (4) 149.000 56.060.455 1.2 Banyaknya Koperasi Unit Desa.000 243.000 102.206.547 585 1. Rinhat 03.000 40. Raihat 16. Malaka Timur 08.2.253 15.750.

Harga -Harga Prices .

57 432.92 678.97 333.33 434.24 265.1 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua Average of Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2002 .63 335.00 652.40 543. Beras / rice 02.57 557.58 280.90 312.49 236.38 2006 (6) 313.74 321. Gula pasir / refined sugar 05.02 345. Garam hancur / salt 06.86 592.82 369.49 267.42 187.94 2007 (7) 133.94 2004 (4) 261.32 311.14 269.2007 Komoditi Commodities (1) 01.92 441. Ikan asin / salted fish 03.78 75.86 249.09 2003 (3) 264.09 239.62 409.99 585.16 2005 (5) 279.42 126.45 284. Batik kasar / batik rata-rata / average 332.36 113.99 98. Tekstil kasar / textile 09.78 04.10 435.99 102.11 333.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. Minyak goreng / cooking oil 2002 (2) 256.00 142.23 308.42 330.68 331.77 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 401 .75 336.05 310.50 520.72 256. Minyak tanah / karosene 07.31 260.01 243.64 128. Sabun cuci / soap 08.05 373.3.15 344.00 587.16 178.23 345.72 461.16 312.22 662.19 428.

000.750.00 4.00 24.00 2.750.000.00 24.750.00 2.00 23.896.033.00 Ikan Asin / Kg (3) 19.766.750.00 2.000.33 5.00 Garam Hancur / Kg (6) 2.000.56 6.000.67 7.00 21.00 6.00 6.750.750.750.500.750.75 23.750.00 6.00 7.000.67 7.00 6.896.00 Minyak Goreng / Botol (4) 7.500.67 Gula Pasir / Kg (5) 6.500.89 4.188.500.188.00 7.750.000.588.67 4.896.00 6.00 6.00 24.500.033.645.000.00 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 402 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .850.000.83 2.500.500.00 21.000.896.000.750.67 7.000.988.89 rata-rata / average 4.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Rata-Rata Bulanan Harga Eceran Sembilan Bahan Pokok Average retail Price of 9 Essential Commodities and 2 0 Beras / Kg (2) 4.000.00 2.67 7.835.000.500.00 7.67 7.00 6.00 24.00 2.67 7.00 2.00 2.89 5.896.00 2.000.750.89 5.500.500.000.00 2.00 25.33 5.00 6.896.00 6.00 6.00 4.896.896.000.500.00 2.500.67 4.000.00 6.000.750.00 2.00 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December 4.00 21.750.00 25.988.33 5.133.00 7.00 7.00 21.00 7.

67 Sabun Cuci / Batang (8) 5.000.89 6.00 9.00 6.866.825.00 9.300.500.33 5.00 9.750.00 9.00 32.00 1.500.450.500.00 5.34 6.22 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 403 .135.00 5.950.400.950.00 Semen / Sak (12) 32.500.500.500.00 4.400.818.300.00 168.825.00 5.00 5.00 9.400.00 5.00 6.554.00 32.00 137.00 9.00 6.00 32.00 6.166.133.300.275.00 Emas / Gram (13) 127.00 Batik Kasar /lembar (10) 9.00 9.000.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.500.00 10.00 33.67 2.135.00 33.500.750.950.67 2.500.300.56 32.00 4.500.00 6.000.000.2 dan Barang Srategis lainnya di Pasar Atambua Others Stratigies Commodities in Atambua Market 0 7 Minyak Tanah / Botol (7) 1.00 168.750.00 9.850.500.30 7.500.500.955.40 9.00 11.000.67 1.166.250.00 156.00 1.00 9.133.825.00 9.000.00 5.350.00 33.00 10.500.400.67 1.00 148.00 1.00 127.00 32.666.000.00 10.450.67 1.500.500.00 148.850.722.00 9.866.500.00 10.00 9.350.3.500.000.500.00 33.00 1.000.00 5.955.00 Tepung Terigu / Kg (11) 4.00 1.300.500.00 216.33 5.00 9.00 6.250.92 9.875.00 5.67 1.450.00 137.850.030.00 186.666.00 32.500.666.00 1.000.253.00 9.00 5.00 33.00 9.00 127.00 9.300.972.00 33.708.450.500.300.00 186.00 4.500.500.33 Textil Kasar / Meter (9) 9.00 9.350.825.30 6.750.000.

36 199.88 170.68 170.00 128.87 141.00 124.36 199.03 129.88 170.16 199.53 209.00 124.81 179.88 187.77 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December 122.77 128.61 Ikan Asin / Kg (3) 158.00 124.36 199.00 124.93 137.47 176.15 135.38 rata-rata / average 133.42 126.42 187.77 128.47 179.47 176.77 128.14 139.81 179.93 135.38 141.16 178.77 128.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Average Indeks Price of 9 Essential 2 0 Beras / Kg (2) 122.61 125.53 Minyak Goreng / Botol (4) 176.88 170.81 Gula Pasir / Kg (5) 124.14 137.77 128.47 176.81 179.88 132.81 179.81 179.81 179.36 209.47 176.77 128.78 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 404 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

70 118.44 111.56 180.56 180.00 105.74 101.67 116.91 Batik Kasar /lembar (10) 100.00 100.74 106.14 Textil Kasar / Meter (9) 92.74 101.00 75.89 145.00 75.31 92.67 116.56 155.00 75.87 120.56 105.31 107.00 142.70 106.83 145.36 113.67 116.31 92.99 98.87 120.96 126.31 92.56 105.00 100.56 105.00 75.00 75.56 75.00 75.56 105.00 75.44 107.99 102.00 75.59 120.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.56 Sabun Cuci / Batang (8) 101.00 Minyak Tanah / Botol (7) 116.44 107.3 Bahan Pokok di Kota Atambua Commodities in Kota atambua 0 7 Garam Hancur / Kg (6) 75.89 138.67 138.56 105.87 120.44 107.00 100.00 75.78 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 405 .00 100.31 92.3.31 92.00 75.96 120.00 100.31 92.83 155.00 75.

05 2.76 30.16 0.03 0.00 0.14 0.56 0.44 0.04 -0.00 0.77 1.45 1.37 6.50 0.34 0.31 3.00 0.46 1.54 1.04 0.00 0.00 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Bahan Makanan (2) 1.03 4. Rokok.00 0.27 0.00 1.85 0.53 Sandang (5) 0.00 0.21 0.02 0.00 1.00 -0.13 0.32 Desember / December Inflasi 2007 7.17 3.06 0.36 0.11 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 406 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Inflasi Atambua Menurut Bulan Inflation Rate in Atambua 2 0 Makanan Jadi.00 0.07 1.35 0.04 0.00 0.50 3. dan Tembakau (3) 1.00 0.63 1.91 0.00 0.20 Perumahan (4) 10.00 0.30 0.

00 Transportasi dan Komunikasi (3) 0.32 4.24 0.74 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 407 .06 0.00 0.31 3.43 6.00 0.4 dan Kelompok Kebutuhan by Month and Group 0 7 Pendidikan.27 0.00 -0.06 0.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.24 0.3.06 8.00 0.00 0.00 0.81 10.00 0.00 0. dan Olahraga (2) 0.56 0.00 0.39 3.00 0.00 0.11 -0.04 0.00 0.00 0. Rekreasi.00 0.00 4.00 -0.06 Kesehatan (1) 0.00 -0.61 4.00 -0.35 0.06 6.00 0.38 0.19 10.92 8.00 0.00 ( persen ) Umum (4) 3.00 0.76 9.51 5.55 7.27 0.00 0.00 0.16 0.

13 0.03 -46. Bahan Makanan 2.75 -0.13 57.03 6.06 10.03 0.74 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 408 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .11 6.99 5.79 2005 (5) 8.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.05 7. Minuman.11 76.98 -0.98 -2.48 1.61 3.11 -0.00 0.97 3. Kesehatan 6.03 4. Makanan Jadi. & Olahraga 7.00 30.99 4.38 6.11 4. Transportasi & Komunikasi 2002 (2) 9.76 -2.95 2.43 -2.50 3.27 0.03 0.19 Umum 4.59 16.94 2006 (6) 20.35 3.12 0.76 -2.71 30. Pendidikan. Perumahan 4.34 -0.27 4. Sandang 5.3.2007 Komoditi Commodities (1) 1.32 0.5 Laju Inflasi Kota Atambua Inflation Rate in Kota Atambua 2002 .96 2007 (7) 7.00 0.53 2004 (4) 11.34 0. Rokok & Tembakau 3.06 0.75 2003 (3) -1. rekreasi.81 76.

942 1.531 5.809.744 21.698.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.6 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Pasar Baru Emas/Pe Bulan rhiasan (Gram) (1) (2) 01. Nopember 12.121.085 02.270 57.770. Agustus 09.822.809.070 4.641 4. Mei 06.389 1.809. April 05. Januari 5.907 4.987 1.007.753.721.765 4.819 1.339 1.695 4.694 1. September 10.711.3. Juni 07.263 2. Oktober 11. Maret 04.781 2. Pebruari 5.447 1.668.730 Sumber : Pegadaian Pasar Baru Source : Pasar baru’s Pawnshop Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 409 .063 4.883 4.802. Juli 08.384 5.277 03.032 1. Desember Tahun 2007 4.293 1.571 Mobil/ TV/Tape Tanah Motor (Buah) (Bidang) (Buah) (3) (4) (5) 14 11 10 16 10 11 3 10 4 20 6 9 124 23 37 31 17 25 25 24 28 20 27 22 21 300 - Bangu nan (Buah) (6) - Lainnya (7) - Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 1.

KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.406 7.279.000 2. Nopember 12.000 2.727.7 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Atambua Bulan (1) 01.000 2.492.000 2. Maret 04.749 7.582.400 7.386.000 2. Juli 08.604 7.375.205.000 2.000 2. Januari 02.048 7.000 29.000 2.219. Pebruari 03. Mei 06.268 6.517.621. Agustus 09.000 2.463 6.781. September 10. Desember Tahun 2007 Emas/Pe rhiasan (Gram) (2) 7.834 7. Oktober 11.3.000 2.030 87. Juni 07.657 7.000 Sumber : Pegadaian Atambua Source : Atambua’s Pawnshop 410 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .311 7.171 146 Mobil/ TV/Tape Tanah Motor (Buah) (Bidang) (Buah) (3) (4) (5) 12 17 16 16 10 12 14 11 9 10 13 6 229 20 23 13 17 25 17 15 20 30 25 15 9 Bangu nan (Buah) (6) Lainnya (7) Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 2.401 7.185. April 05.615.000 2.

Maret 04.065.264 3.703 4.3.281 4.010 4.312.254. Juli 08.737 4. Pebruari 03.344 5.996 1. Juni 07.052 1. Oktober 11.197 4. September 10. Mei 06.672 4.847 1.970 4. April 05.205.874 52.746.124. Januari 02. Desember Tahun 2007 Emas/ Mobil/ TV/Tape Tanah Perhiasan Motor (Buah) (Bidang) (Potong) (Buah) (2) (3) (4) (5) 4.437 1. Nopember 12.061.193 1.201 985.993 1. Agustus 09.222 1.324 3.8 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Betun Bulan (1) 01.956 14 1 2 1 1 2 2 3 1 1 44 1 2 9 4 1 2 6 2 3 4 6 4 Bangu nan (Buah) (6) Lainnya (7) Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 1.914 1.580 4.147.116.561 1.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.055.231.367 1.023 Sumber : Pegadaian Betun Source : Betun’s Pawnshop Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 411 .240 13.185.

BAB / CHAPTER 11 Pendapatan Regional Regional Income .

10). Dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa walaupun secara absolut rata-rata pendapatan masyarakat meningkat namun daya beli dari pendapatan tersebut masih tergolong rendah.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME PENDAPATAN REGIONAL PDRB ATAS DASAR BERLAKU DAN HARGA KONSTAN Pendapatan regional menggambarkan tingkat produksi dari suatu wilayah yang dicapai dalam suatu tahun tertentu termasuk perubahannya dari tahun ke tahun. Pada tahun 2005 nilainya mencapai 898. dalam hal ini Kabupaten Belu. (tahun 2000) disebut sebagai PDRB harga konstan. Salah satu indikator penting dalam mengetahui pendapatan regional adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). dalam satu tahun tertentu. apabila PDRB dihitung menggunakan harga yang berlaku pada tahun dasar.1 memperlihatkan nilai PDRB atas dasar harga berlaku yang terus meningkat dalam kurun waktu 2005-2006. Tabel 11.8%. kontribusi sektor pertanian tahun 2006 mengalami sedikit peningkatan. Apabila PDRB dihitung dengan menggunakan harga yang berlaku pada masing-masing tahun penghitungan disebut sebagai PDRB harga berlaku.2 hanya bertumbuh sebesar 4. Sementara itu. namun nilai PDRB atas dasar harga konstan pada tabel 11.3) sebesar 36%.024 milyar rupiah dan meningkat 10. sehingga mempunyai peranan penting dalam mengetahui tingkat kegiatan ekonomi dan kepesatan pertumbuhannya.8% pada tahun 2006 atau menjadi 995. Sedangkan. PDRB merupakan total nilai tambah barang dan jasa yang diproduksi dalam wilayah tertentu. sektor Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 415 .66% (bandingkan dengan tabel 11.146 milyar rupiah. STRUKTUR EKONOMI Bila diamati menurut sektor. Sekalipun PDRB atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan yang cukup siginifikan yaitu 10. kontribusi terbesar dalam perekonomian Kabupaten Belu berasal dari sektor pertanian (lihat tabel 11.

92%.91%. Sektor perdagangan yang didominasi oleh sub sektor perdagangan besar dan eceran secara sederhana menggambarkan perputaran uang serta fluktuasi barang yang diperdagangkan yang berasal dari sektor pertanian. Sektor-sektor ekonomi lainnya yang memberikan kontribusi terhadap PDRB masingmasing sektor pengangkutan dan komunikasi 7.88% sedangkan jasa swasta hanya 7. industri. sementara pada tahun sebelumnya mencapai 16.97%. Secara umum 416 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . setor keuangan. sektor konstruksi 6. namun demikian. Sektor berikutnya yang tidak kalah penting dalam perekonomian Kabupaten Belu adalah sektor perdagangan.67% pada tahun 2005. sektor penggalian 3. sehingga apabila alokasi anggaran jasa pemerintah melalui DAU dan DAK mengalami goncangan maka dapat dipastikan akan sangat mempengaruhi aktivitas sektor jasa-jasa bahkan terhadap perekonomian secara keseluruhan.66% pada tahun 2006 (lihat tabel 11.98%. sektor pertanian mengalami pertumbuhan negatif sebesar 5. Bila dicermati secara parsial.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME jasa-jasa memberikan kontribusi terbesar kedua dalam struktur perekonomian Kabupaten Belu sebesar 24.17%. hotel.62%. pada sektor jasa-jasa didominasi oleh sub sektor pemerintahan umum yang memberikan share 17. dan yang terendah adalah sektor listrik dan air minum sebesar 0. secara agregat perekonomian Kabupaten Belu bertumbuh sebesar 4. dan jasa perusahaan 4. baik yang berasal dari produksi local maupun dari daerah lain.62%. Hal ini tidak lepas dari kontribusi nilai tambah sektor-sektor vital Kabupaten Belu.99% lalu turun menjadi 4. dan restoran yang memberikan share 14.10). PERTUMBUHAN EKONOMI Pada tahun 2005. Pertumbuhan tertinggi pada tahun 2006 dicapai oleh sektor jasa-jasa yaitu sebesar 5.19%. namun pada tahun 2006 mencapai pertumbuhan positif sebesar 4. serta penggalian di Kabupaten Belu. persewaan.97% pada tahun 2006.05% terhadap total PDRB. Kecilnya kontribusi jasa swasta mengindikasikan masih sangat terbatasnya aktivitas sektor jasa oleh kalangan swasta. sector industri 1.04%. Secara parsial.24%.

yaitu meningkat hanya sebesar 2.03%. PENDAPATAN PERKAPITA Angka pendapatan perkapita merupakan indickator yang paling sering digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan penduduk dalam suatu wilayah. secara riil (pendapatan perkapita menurut harga konstan) pergerakannya perkapita penduduk Kabupaten Belu tergolong relatif kecil. sekalipun angka pendapatan perkapita dijadikan sebagai indikator kesejahteraan namun belum mutlak menggambarkan penyebaran pendapatan pada setiap strata masyarakat.03%. maka secara nominal pendapatan perkapita akan bertambah dengan pesatnya. Dengan demikian meningkatnya akumulasi nilai tambah dari aktivitas berbagai sektor ekonomi di satu sisi.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME seluruh sektor PDRB menunjukkan laju pertumbuhan yang menurun (kecuali sektor pertanian) dibandingkan tahun sebelumnya. Walaupun mengalami peningkatan. sementara di sisi lain bila terjadi penekanan laju pertumbuhan penduduk maka akan mendorong lebih cepat perkembangan tingkat pendapatan perkapita.683 juta rupiah. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 417 .11). karena nilai pendapatan perkapita yang ada merupakan hasil bagi antara akumulasi nilai tambah dari seluruh strata ekonomi masyarakat (baik kaya maupun miskin) dengan total penduduknya. Pada tahun 2006 rata-rata pendapatan perkapita penduduk Belu mencapai 2. Apabila peningkatan produksi fisik barang dan jasa sekaligus diikuti dengan peningkatan indikator harga. Angka ini memperlihatkan bahwa produktivitas penduduk Kabupaten Belu meningkat sebesar 2. Selain itu apabila peningkatan nilai nominal pendapatan perkapita masyarakat ternyata lebih banyak dikontribusi oleh meningkatnya harga balas jasa faktor-faktor produksi maka dapat dikatakan bahwa peningkatan pendapatan perkapita tersebut belum mendongkrak daya beli masyarakat secara riil.484 juta rupiah (tabel 11. meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 2.

000.000 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu 418 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00% 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 Sumber : BPS Kabupaten Belu Gambar 11.00% -6.1.00% 8.00% -2. Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu Tahun 2000 .2006 10.000 1.00% 0.00% 4. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Belu Tahun 2000 .000.2006 2.000 1.00% 6.500.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Gambar 11.500.000 500.000 2.00% 2.2.00% -4.

00% 90.00% 10. Listrik & Air Bersih.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Gambar 11.00% 20. Pertambangan dan Penggalian : Industri Pengolahan. Keuangan dan Jasa-Jasa Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 419 .00% 50.2006 100. Pengangkutan.00% 30.00% 60.00% 0. Bangunan : Perdagangan. Persentase Peranan Sektor – Sektor Terhadap Pembentukan PDRB di Kabupaten Belu Tahun 2000 .00% 80.00% 70.3.00% 2000 2001 primer 2002 2003 sekunder 2004 tersier 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu Keterangan : Primer Sekunder Tertier : Sektor Pertanian.00% 40.

99 961. GAS & WATER SUPPLY a. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.016.406.569.1 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Current Market Prices 2005-2006 (juta rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.88 179.244. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. air bersih / water supply 5.31 2. tanaman bahan makanan / farm food crops b. perikanan / fishery 2.623.682. gas / gas c.244.718.40 25.743. kehutanan / foresty e.80 2.49 145. perhotelan / hotels c.857.034. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.90 674.178. restoran.50 29.86 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 421 . PERDAGANGAN.06 144.384. tanaman perkebunan / farm non food crops c.76 152.78 2.37 140.061.06 31.15 52.764.011.817.44 127. LISTRIK.211. rumah makan / restaurant 2005 (2) 320.934.42 16.74 2.46 149.09 23.388.15 17.&AIR BERSIH ELECTRICITY.31 894.28 644.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11. & HOTEL a.547.017. listrik / electricity b.87 2. RESTORAN. PERTANIAN / AGRICULTURE a.28 134.78 19.952. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.07 0 289.955.09 65. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.051.78 0 389.35 2006 (3) 358. GAS.22 1.705.05 18.

146.889.63 33.36 63.94 0 12.920.93 221.466.57 10.58 11.00 32.90 36. pengangkutan jalan raya / road transport 3.370.121.JASA / SERVICE a.884.49 56.33 2.80 61. sewa bangunan /building retail e. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. pengangkutan laut / sea transport 4.1 (juta rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.18 329.221.228.47 0 13.144.492.866. lembaga keuanagn non bank c.05 48.915.62 8. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 64.47 0 237.17 29.386.864.156.667. KEUANGAN. jasa perusahaan / bussines service 9.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.04 351.10 11. komunikasi / communications 8.57 177.121.305. jasa penunjang keuangan d.722. danau / inland water transport 5. angkutan / transportation 1.11 248.517.53 320.308.90 0 45.929.006.957.025. pengangkutan udara / air transport 6.635 422 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .59 45.64 898.84 995.265.700.54 8. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.53 2. bank / bank b.621. OWNERSHIP & BUSSINES a. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.184 2006 (3) 71.75 0 49.89 425. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.94 70. pengangkutan sungai. pemerintahan umum / government b.72 22.63 20.53 158. JASA .31 0 250.024.28 8.959.722. angkutan rel 2.

GAS. GAS & WATER SUPPLY a.&AIR BERSIH ELECTRICITY. tanaman bahan makanan / farm food crops b.26 1.370.85 111.533.755. LISTRIK. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. PERDAGANGAN.12 6.66 2006 (3) 247. & HOTEL a.493.2006 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.44 109.33 6. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.2 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 .748.46 29.05 28.90 310. listrik / electricity b. RESTORAN.37 14.93 537.685.23 14.10 87.42 15. air bersih / water supply 5. restoran.368.14 97.625.39 1. gas / gas c.10 88.12 6.87 13. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.962. perhotelan / hotels c. rumah makan / restaurant 2005 (2) 236.318.09 1.35 85.079.205.727. kehutanan / foresty e.210.287.773.558. PERTANIAN / AGRICULTURE a.00 307. perikanan / fishery 2.19 1.634.991.416.73 0 214.32 525.76 104.187.14 6.289.998.754.84 1.065.88 1.628.37 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 423 . tanaman perkebunan / farm non food crops c.57 90.83 0 206.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.

sosial kemasyarakatan / social & community services 2.58 5.286. swasta / private 1.52 20. pengangkutan laut / sea transport 4.247.85 407.524.024.82 0 209.44 308. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. JASA .90 98.055.70 52. jasa perusahaan / bussines service 9. angkutan / transportation 1.99 4. OWNERSHIP & BUSSINES a.20 3.81 21.31 148.47 105.016.137.38 3.JASA / SERVICE a.83 157. lembaga keuanagn non bank c.691.823 2006 (3) 47. KEUANGAN. pengangkutan jalan raya / road transport 3.31 4.779.32 18.42 28. pemerintahan umum / government b.66 2.07 382. angkutan rel 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.040.57 296. bank / bank b.26 3.059.50 0 5.17 0 34.78 50.949.338.76 43.782. sewa bangunan /building retail e.12 16.375.144.88 0 216. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 45.12 615. komunikasi / communications 8.838.537.241. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.12 28. jasa penunjang keuangan d.481. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.53 588.847.47 0 5.794.438.74 5.56 41.160.43 0 36.711.675 424 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .78 30. pengangkutan udara / air transport 6.39 27.967.422. pengangkutan sungai.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.926.820.2 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.695. danau / inland water transport 5.913.997.

10 1.07 0.03 5. PERTANIAN / AGRICULTURE a.00 0. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.24 0.61 0. GAS.07 0.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.04 6. perhotelan / hotels c.62 14.79 16. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. RESTORAN. kehutanan / foresty e.20 0.&AIR BERSIH ELECTRICITY. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.22 0.04 15. tanaman bahan makanan / farm food crops b.31 0.25 0.25 0. LISTRIK.30 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 425 .27 2006 (3) 36.93 2.2006 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. listrik / electricity b.00 18. GAS & WATER SUPPLY a. air bersih / water supply 5.00 0. gas / gas c. restoran.04 2.57 14.66 0.78 3.59 13.87 3. PERDAGANGAN. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. tanaman perkebunan / farm non food crops c.03 1. rumah makan / restaurant 2005 (2) 35.17 2. & HOTEL a. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. perikanan / fishery 2.71 16.97 14.98 0.48 0.3 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .10 1.

18 0.44 0. jasa perusahaan / bussines service 9.04 3.26 0. KEUANGAN.00 0.26 0. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 7.28 1.92 17. pengangkutan sungai. komunikasi / communications 8.40 0.05 0.00 426 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.90 1.23 6.19 0. lembaga keuanagn non bank c.31 1.03 0. pengangkutan laut / sea transport 4. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. pengangkutan udara / air transport 6.66 100.04 3.03 0.01 4.34 0. angkutan rel 2. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. bank / bank b.00 0.04 24.04 3.03 2.00 5. danau / inland water transport 5. sewa bangunan /building retail e.91 2.00 1.05 3. pengangkutan jalan raya / road transport 3.00 2006 (3) 7.04 24.65 17.00 4.3 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. JASA – JASA / SERVICE a.93 0.88 7.27 0.97 5.34 0. jasa penunjang keuangan d. angkutan / transportation 1. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.61 7. OWNERSHIP & BUSSINES a. ocial kemasyarakatan / social & community services 2.99 0. swasta / private 1. pemerintahan umum / government b.00 1.29 6.24 0.67 100.

BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.01 1.15 16.47 1. rumah makan / restaurant 2005 (2) 40. perikanan / fishery 2. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. LISTRIK.09 2.03 2006 (3) 40.51 0.09 2.05 0.03 4. GAS & WATER SUPPLY a.89 14. PERTANIAN / AGRICULTURE a.33 0. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. tanaman perkebunan / farm non food crops c.01 2. GAS.13 17.25 0.&AIR BERSIH ELECTRICITY.51 1. air bersih / water supply 5. & HOTEL a. RESTORAN.06 0.25 0.21 0.63 0. PERDAGANGAN.04 4.00 0.18 0. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.34 18.22 0.30 0.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11. perhotelan / hotels c.4 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005. kehutanan / foresty e.2006 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.67 14. gas / gas c.05 0. restoran.90 14.08 1.00 0. tanaman bahan makanan / farm food crops b.32 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 427 .81 14. listrik / electricity b.39 18.59 2.

00 0.00 5. pengangkutan udara / air transport 6.85 0. komunikasi / communications 8.91 0.04 0.89 0. jasa penunjang keuangan d.57 5.00 5.4 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.98 0. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.07 3.51 0.53 0.54 0.05 25. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.30 16.00 0.00 0.89 0.86 0.75 4. bank / bank b.86 0. angkutan rel 2.00 0. KEUANGAN.51 0.00 428 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . angkutan / transportation 1. OWNERSHIP & BUSSINES a.52 4.66 2. pengangkutan sungai.75 6.05 8.05 25.06 3.98 0.01 0.04 0.87 0.00 2006 (3) 7.49 100.53 100. danau / inland water transport 5. lembaga keuanagn non bank c.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11. pemerintahan umum / government b. JASA . jasa perusahaan / bussines service 9.93 0.69 2. pengangkutan laut / sea transport 4. sosial kemasyarakatan / social & community services 2.62 17.76 4. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 2005 (2) 7.73 6.78 8.JASA / SERVICE a. swasta / private 1. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL. sewa bangunan /building retail e. pengangkutan jalan raya / road transport 3.92 0.

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel 11.5 / Table 11.5 Index Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Chained Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 - 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 96.87 82.64 124.35 112.31 132.00 120.39 144.90

2006 (3) 111.71 118.10 111.95 104.88 107.46 105.69 107.36

134.14

108.08

121.17 119.76 0.00 131.62 124.26 119.71 119.86 149.80 107.32

107.25 103.21 0.00 126.57 126.57 103.48 103.39 104.65 107.64

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

429

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.5

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency

2005 (2) 128.74 126.25 0.00 123.34 115.97 0.00 110.39 149.93 147.66 136.04 134.14 148.50 0.00 130.31 112.38 132.50 135.12 126.37 120.21 121.82 132.61 115.19

2006 (3) 110.21 109.38 0.00 109.53 113.91 0.00 105.44 107.37 115.66 108.22 109.65 106.46 0.00 107.48 106.42 112.02 112.50 110.84 110.92 108.65 110.79 110.82

430

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.6 Index Berantai Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Chained Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant Market 2000 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 94.33 79.02 111.29 107.78 111.50 119.12 104.02

2006 (3) 104.62 107.29 107.07 102.17 102.29 102.98 102.15

108.02

102.96

105.24 106.66 0.00 97.15 105.28 105.12 105.15 124.99 101.32

102.63 102.40 0.00 104.08 102.97 103.06 103.10 101.16 101.49

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

431

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.6

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 114.42 113.96 0.00 112.79 128.41 0.00 127.75 113.26 118.90 118.05 124.96 115.43 0.00 102.62 108.13 120.87 121.09 120.45 118.85 121.14 122.74 104.99

2006 (3) 104.90 104.77 0.00 104.85 103.99 0.00 103.15 104.69 106.17 105.38 107.04 103.68 0.00 101.73 104.22 105.97 106.34 105.26 106.49 106.61 103.51 104.66

432

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.7 Index Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Development Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 143.36 130.99 285.78 142.15 252.06 182.11 497.90

2006 (3) 160.14 154.70 319.93 149.09 270.87 192.47 534.55

362.06

391.31

179.58 191.44 0.00 126.56 179.73 191.10 191.75 352.82 149.07

192.59 197.58 0.00 170.31 227.48 197.74 198.25 369.21 160.45

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

433

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.7

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 208.20 195.91 0.00 182.53 137.43 0.00 211.59 407.17 351.12 298.64 290.37 368.55 0.00 272.91 155.94 311.51 313.79 305.95 239.18 233.64 412.22 196.27

2006 (3) 229.47 214.27 0.00 199.92 156.56 0.00 223.10 437.17 406.11 323.17 318.38 392.35 0.00 293.33 165.95 348.97 353.01 339.11 265.29 253.84 456.70 217.49

434

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.8 Index Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Development Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant Market 2000 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 105.62 84.11 170.46 121.81 148.06 160.21 103.02

2006 (3) 110.50 90.25 182.51 124.44 151.45 164.98 105.23

126.64

130.39

119.54 126.10 0.00 90.19 99.39 116.36 116.47 168.13 106.62

122.68 129.13 0.00 93.87 102.34 119.92 120.09 170.09 108.21

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

435

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.8

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 145.93 143.07 0.00 139.77 183.26 0.00 186.70 146.89 179.15 181.46 235.94 167.18 0.00 110.51 140.05 209.55 196.03 242.50 231.27 227.99 260.42 128.63

2006 (3) 153.09 149.89 0.00 146.55 190.56 0.00 192.58 153.78 190.21 191.21 252.56 173.33 0.00 112.42 145.96 222.07 208.45 255.25 246.28 243.06 269.56 134.62

436

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.9 Index Implisit Produk Domestik Bruto Kabupaten BeluAtas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Implisit Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 135.73 155.73 167.65 116.70 170.25 113.67 483.32

2006 (3) 144.92 171.42 175.30 119.80 178.85 116.66 507.99

285.89

300.12

150.23 151.81 0.00 140.33 180.84 164.24 164.63 209.85 139.82

156.99 153.01 0.00 181.43 222.28 164.90 165.09 217.07 148.28

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

437

pengangkutan laut / sea transport 4.86 107.48 158.36 0.45 0.15 0. angkutan rel 2. KEUANGAN. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .85 284.72 104. swasta / private 1.58 123. OWNERSHIP & BUSSINES a.Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 2005 (2) 142. angkutan / transportation 1. komunikasi / communications 8. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.99 164.69 157.17 103.00 136.67 136.00 130.14 169. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.56 438 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .36 226.60 75.06 220.42 82.95 0. lembaga keuanagn non bank c.00 115.35 148.65 160.JASA / SERVICE a.00 246. pengangkutan udara / air transport 6. pengangkutan jalan raya / road transport 3. sewa bangunan /building retail e.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.35 132.01 126.93 0. jasa perusahaan / bussines service 9.29 2006 (3) 149.90 142.07 126.00 260. pengangkutan sungai.42 161.44 169.00 0.92 113.9 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. jasa penunjang keuangan d. bank / bank b. JASA . hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.19 195.42 102.28 213.00 113.33 277.96 111. danau / inland water transport 5. pemerintahan umum / government b. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.29 152.51 169.

66 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 439 .90 18. Industri Pengolahan Manufacturing Industries 4. Perdagangan.15 8.67 2006 (5) 4.Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 4.28 2.Restoran&Hotel Trade. Persewaan & Jasa Perusahaan Financial.63 5.02 2. Jasa-Jasa Service 2005 (4) -5.42 4.Gas & Air Bersih Electricity. Gas & Water Supply 5.Restaurant & Hotels 7.97 Pertumbuhan Ekonomi / Economic Growth Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .96 5.97 5.99 4. Ownnership & Bussines 9.12 3.87 5.10 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor Kabupaten Belu Regional Economic Growth by Sector 2005 .05 5. Pengangkutan&Komunikasi Transport&Communication 8.24 2.02 2.2006 (persen / Percent) Sektor Sector (1) 1. Bangunan Construction 6.62 4. Listrik.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11. Pertanian Agriculture 2. Keuangan.06 14.38 20. Pertambangan & Penggalian Minning & Quarrying 3.

444 2.975.756 1.484.683.499.253.877 440 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .483 1.642.Statistics of Belu Regency Pendapatan Per Kapita Income Per Capita (2) 1.826 2.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.11 Rata-Rata Pendapatan Per Kapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Berlaku Population Average Per Capita Income at Current Market prices of Belu Regency 2000 .170 2.901.2006 ( ribuan rupiah) Tahun Year (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .641 2.

818.756 1.661.346 1.2006 ( ribuan rupiah) Tahun Year Pendapatan Per Kapita Income Per Capita (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .048 1.896.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.12 Rata-Rata Pendapatan Per Kapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Konstan 2000 Population Average Per Capita Income at Constant 2000 Market Price Belu Regency 2000 .642.571 1.696.545 1.195 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 441 .747.488 1.Statistics of Belu Regency (2) 1.628.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->