Katalog BPS : 1403.

5306

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA
BELU REGENCY IN FIGURES

2008

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELU

Katalog BPS : 1403.5306

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA
BELU REGENCY IN FIGURES

2008

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELU

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA 2008 BELU REGENCY IN FIGURES 2008 ISSN.0215.6962 No. publikasi / publication number : 53066.0801 Jumlah halaman / numbers of pages : lxxix+441 halaman / pages

Naskah / manuscript : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu BPS – Statistics of Belu Regency

Diterbitkan oleh / publised by : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu BPS – Statistics of Belu Regency

Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya May be cited with reference to the source

Atambua, Juni 2008

PETA KABUPATEN BELU Map of Belu Regency

3 1.12 Luas Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Desa / Area of District Tasifeto Barat by Village 18 1.2 1.11 Luas Kecamatan Kobalima Menurut Desa / Area of District Kobalima by Village 17 1.5 1.10 Luas Kecamatan Raimanuk Menurut Desa / Area of District Raimanuk by Village 16 1.8 1.13 Luas Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Desa/Area of District Kakuluk Mesak by Village 19 1.6 1.4 1.DAFTAR ISI / CONTENTS Peta Kabupaten Belu / Map of Belu Regency F o t o / foto iv Kata Pengantar / Perface Sambutan / Foreword vii Daftar isi / Contents ix iii v Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Statistik xxv Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 1998 tentang Badan Pusat Statistik xliv Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1998 tentang Statistik liv Sejarah Belu / The Brief History of Belu lxix Penjelasan Umum / Explanatory Notes lxxviii TABEL / TABLE Bab / Chapter I 1.1 1.9 Geografi / Geography 1 Luas Daerah Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area of Belu Regency by District 7 Luas Kecamatan Malaka Barat Menurut Desa / Area of District Malaka Barat by Village 8 Luas Kecamatan Rinhat Menurut Desa / Area of District Rinhat by Village 9 Luas Kecamatan Wewiku Menurut Desa / Area of District Wewikut by Village 10 Luas Kecamatan Weliman Menurut Desa / Area of District Weliman by Village 11 Luas Kecamatan Malaka Tengah Menurut Desa/Area of District Malaka Tengah by Village 12 Luas Kecamatan Sasita Mean Menurut Desa / Area of District Sasita Mean by Village 13 Luas Kecamatan Malaka Timur Menurut Desa / Area of District Malaka Timur by Village 14 Luas Kecamatan Laenmanen Menurut Desa / Area of District Laenmanen by Village 15 1.14 Luas Kecamatan Kota Atambua Menurut Desa/Area of District Kota Atambua by Village 20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 ix .7 1.

1 Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan / Numbers of Villages by District 2007 35 2.1.19 Nama dan Panjang Sungai Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Name and Length of Rivers by District in Regency of Belu 25 1.6 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah.3 3. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Golongan dan 42 Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 2.4 Jumlah Penduduk. 2000 68 x Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Area. dan kepadatan penduduk per Km dan per Rumah Tangga Menurut Kecamatan / Number of Population.18 Luas Kecamatan Lamaknen Menurut Desa / Area of District Lamaknen by Village 24 1. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Tingkat 46 Pendidikan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Bab / Chapter III Penduduk dan Tenaga Kerja 51 Population and Man Power Penduduk / Population 3.1. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Jenis Kelamin dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 38 2. Household.3 Banyaknya Desa/Kelurahan dan Tingkat perkembangan Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan / Numbers of Villages and Supporting level by District 2007 37 2.17 Luas Kecamatan Lasiolat Menurut Desa / Area of District Lasiolat by Village 23 21 1.1 63 2 3.16 Luas Kecamatan Raihat Menurut Desa / Area of District Raihat by Village 22 1.5 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. and Density per District 2007 65 Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin / Population by District and Sex 2007 66 Penduduk Menurut Kecamatan dan Kewarganegaraan / Population by District and Cityzenship 2007 67 Perkembangan jumlah penduduk berdasarkan Sensus Penduduk dirinci menurut Kecamatan 1980. 1990.4 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah.DAFTAR ISI / CONTENTS 1.15 Luas Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Desa/Area of District Tasifeto Timur by Village 1.2 3.1. Rumah Tangga.1.2 Banyaknya Satuan Lingkungan Setempat menurut Kecamatan 2007 36 2. Luas Wilayah.21 Banyaknya curah hujan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Rainfall in Belu Regency by District 2006 28 Bab / Chapter II Pemerintahan / Government 31 2.20 Banyaknya hari Hujan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Day that rain in Belu Regency by District 2006 26 1.

2002. Perkiraan Angka Kelahiran Total / TFR menurut Kabupaten 1989-2005 77 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Age at First Marriage 2007 78 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Lahir Hidup di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 79 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Masih Hidup di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 80 Tingkat kematian / Mortality rate 3.2. 3.1.2. 2002. 75 3.4.3.2.3.1.1.2.1. 3.1.7 3.3.8 Penduduk Kabupaten Belu Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan / Population 10 years old and over in Belu Regency by Marital Status 2007 69 Penduduk Kabupaten Belu Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin / Population in Belu Regency by Age Group and Sex 2007 70 Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan dan Golongan Umur / Number of Population by Districk and Age Group 2007 71 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Menurut Kecamatan / Number of Household and Poor People by Districk 2007 74 Tingkat kelahiran / fertility rate 3. 2004 84 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Sudah Meninggal di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 85 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xi .2. 81 Tingkat Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Menurut Kabupaten / Infant Mortality Rate ( IMR) per 1000 birth by Regency 1999.5 3.6 3.DAFTAR ISI / CONTENTS 3. 3.2.3. 3.3.1. 2004 83 Tingkat Harapan Hidup Penduduk Berumur Nol Tahun Menurut Kabupaten / The Life Expectancy At Birth by Regency 1999.

4.4.11 Penduduk 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Kegiatannya Seminggu yang Lalu / Population 15 Years Old and Over by Sex and Activity During The Previous Week 2007 89 Penduduk 15 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kegiatan / Population 15 Years Old and Over by Type of Activity in Belu Regency (Kota/Urban) 2000 90 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week By Main Employmen Status and Sex 2007 91 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Employmen Status and Sex 2000 92 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2007 93 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2000 94 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2007 95 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2000 96 Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Jenis Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Type of Main Occupation and Sex 2006 97 Jumlah Pencari Kerja.3 3.4.13 3.14 Banyaknya Penduduk Pelintas Batas di Kabupaten Belu / Numbers of Transitter in Belu Regency 2007 102 xii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4.DAFTAR ISI / CONTENTS Angkatan kerja / Labour force 3.7 3.4.4.4 3. Permintaan.4.1 87 3.4.2 3.4.4.10 3. dan Penempatan Tenaga Kerja yang Terdaftar Menurut Jenis Kelamin / Numbers of Registered Job Applicants.12 Perbandingan Rata-rata upah/gaji Bersih Karyawan dengan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dan upah Minimum Regional (UMR) Selama sebulan di Kabupaten Belu 2005-2007 100 Banyaknya Transmigran dirinci per Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Transmigrant by district in Belu Regency 2007 101 3. Vacancies.4.8 3. and Placement of Workers by Sex 2007 98 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin / Numbers of Registered Jod Applicants by Educational Attainment and Sex 2007 99 3.4.4.4.9 3.6 3.5 3.

2.4 123 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Luas Lantai / Household in Belu regency by Area of Floor 2007 125 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Atap terluas / Household in Belu regency by Primary Roof Type 2007 126 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Lantai terluas / Household in Belu regency by Primary Floor Type 2007 127 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Dinding Terbanyak / Household in Belu regency by Area of Primary Roof Type 2007 128 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xiii .2.1.1.4 4.2.5 4.1.2 109 4.1.7 4.3 4.1.6 4.1 4.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter IV Konsumsi dan Keadaan Rumah Tangga Consumption and Household Condition 103 Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Population Expenditure and Consumption 4.8 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan / Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2003 111 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Pengeluaran untuk Makanan dan Bukan Makanan Per Kapita Sebulan / Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure fot Food and Non-Food 2003 112 Penduduk di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan / Population in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2007 113 Rata-Rata Konsumsi Bahan Makanan Per kapita Seminggu Menurut Jenis Bahan Makanan Penting di Nusa Tenggara Timur / Average of Per Capita Food Consumption by Selected Food in Nusa Tenggara Timur 2005 114 Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan dan non makanan menurut Kabupaten/Kota 2005 115 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan untuk kelompok Makanan di Kabupaten Belu / Averageof per Capita Monthly Expenditure and Food item in Belu Regency 2007 116 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan untuk Kelompok bukan Makanan di Kabupaten Belu / Average per capita Monthly Expenditure and Non Food item in Belu Regency 2007 118 Penduduk menurut golongan pengeluaran sebulan di Kabupaten Belu dan NTT 2007 120 Keadaan Rumah Tangga & Tempat Tinggal Household Condition & Home Owner 4.1 4.1.2 4.3 4.2.1.1.

dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Terbuka Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 151 xiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Guru. Teacher.6 5. Guru. teacher.7 Banyaknya Sekolah.3 5. Teacher.1 5.7 4. Teachers. Teacher.4 5. and pupil of public and private kindgarden by district 2006 146 Banyaknya Sekolah. dan Murid Taman Kanak-Kanak Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut kecamatan / Nimbers of school. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) Kejuruan Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School.1.2. and Pupil of Public and Private Primary School in Belu Regency by District 2007 147 Banyaknya Sekolah.9 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Penerangan / Household in Belu regency by Source of Lighting 2007 129 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Air Minum / Household in Belu regency by Source of Drinking Water 2007 130 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Jamban / Household in Belu regency by Toilet Facilities 2007 131 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Status Penguasaan Tempat Tinggal Household in Belu regency by Status of House 2007 132 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Tempat Pembuangan Tinja / Household in Belu Regency by Faeces Place of Exile 2007 133 Bab / Chapter V Sosial / Social Affairs 135 Pendidikan / Education 5. and Pupils by Education Level 2007 145 Banyaknya Sekolah.1. and Pupil of Public and Private Junior High School (General) in Belu Regency by District 2007 148 Banyaknya Sekolah. Guru.2.1. Guru.5 4.1.1. dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan / Numbers of Schools.2.6 4. Guru. and Pupil of Public and Private Senior High School (Vocational) in Belu Regency by District 2007 150 Banyaknya Sekolah.1.2. Teacher.DAFTAR ISI / CONTENTS 4. Guru.8 4.5 5. dan Murid Sekolah Menegah Tingkat Atas (SMTA) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School.2 143 5.2. dan Murid Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School. and Pupil of Public and Private Senior High School (General) in Belu Regency by District 2007 149 Banyaknya Sekolah.1. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School. Guru.

Peserta Keluarga Berencana (KB).1.2 159 5.1.13 5.2.6 5. dan Pasangan Usia Subur Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Health Personal Service by Health Personal Status and District in Belu Regency 2007 174 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xv .2.2.9 5.2.7 5.1.1.8 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Health Service in Belu Regency by District 2007 161 Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Jenis Tenaga Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Health Personal by Health Personal Type in Belu regency by District 2007 162 Jumlah Penderita Rawat Jalan Menurut Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 165 Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Kunjungan Rawat Jalan di 19 Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 166 Sepuluh Penyakit Terbanyak Menurut Jumlah Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Umum 170 Atambua 2007 Status Gizi Balita Menurut Kecamatan Menurut Puskesmas di kabupaten Belu Nutritional Status of Children Under Five Years Old by Communitiy Health Centre in Belu Regency 2007 171 Banyaknya Peserta Aktif Menurut Metode Kontrasepsi yang digunakan per Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Active Acceptor by Contraceptive method used per District in Belu Regency 2007 172 Banyaknya Klinik.8 5.2.11 5.12 5.1.10 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Status Pendidikan dan Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Education Status and Sex 2007 152 Penduduk 7 Tahun keatas yang Masih Sekolah.4 5.1 5.1.14 Hasil Ujian Nasional SD/MI di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 155 Hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMPT di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 156 Hasil Ujian Nasional SMA/MA di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 157 Hasil Ujian Nasional SMK di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 158 Kesehatan / Health 5.2. dan Tidak Sekolah Lagi Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Belu / Population 7 Years and over who attending School.5 5. Tidak/Belum Pernah Sekolah.2. Never/Not Yet Attending School by Age Group in Belu Regency 2007 153 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Kemampuan Membaca dan Menulis per Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Literacy per Sex 2007 154 5.DAFTAR ISI / CONTENTS 5.2.1.3 5.

Temple.6. Penyebaran Infra Struktur Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Infra Structure of Social Affairs in Belu Regency by District 2007 191 Banyaknya Fakir Miskin dan Perumahan Tidak Layak di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 192 Jumlah Penduduk Lanjut Usia Terlantar dan Anak Yatim Piatu Di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Over Age and No Parents in Belu regency by District 2007 193 Banyaknya Penyandang Cacat.3.3.5.5.4.5.2.2007 182 5.5.3. 5.1.5 180 Agama / Religion 5. Church.3 Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Religion Follower by District in Belu Regency 2007 185 Jumlah Tempat Ibadah di Kabupaten Belu Menurut Golongan Agama per Kecamatan / Numbers of Mosque/Private Mosque.4 . 189 5.3.5.5. 5.2 183 5.4 5.3 Jumlah Perkara dan Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang Diterima.1 5.2 5. dan Masyarakat Terasing di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 194 Banyaknya Yayasan yang Mengasuh Anak dengan Sistim Non Panti dan Jumlah Anak asuh di Kabupaten Belu 2007 195 Bencana Alam Yang Terjadi dan Jumlah Korban Akibat Bencana Alam di Kabupaten Belu Menurut Kecamayan dan Taksiran Kerugian yang Diderita 2007 196 xvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Wanita Rawan Sosial.1 175 5.3. and Vikoa in Belu regency by District 2007 186 Banyaknya Rohaniawan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Spiritualist in Belu Regency by District 2007 187 Sosial Lainnya / Others Social 5.4.3. 5. 5. Ex Penyakit Kronis.DAFTAR ISI / CONTENTS Kriminalitas / Crime 5. Settled by Month 2007 177 Jumlah Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang diselesaikan Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Belu / Numbers of Defendants in Criminal Cases that Setlled by Age Group and Sex in Belu Regency 2007 178 Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang diselesaikan Pengadilan Menurut bulan dan Sikap Terhadap Putusan di Kabupaten Belu / Numbers of Defendants and Settled by Court. Diputuskan Menurut Bulan / Numbers of Criminal Cases and Defendants Received .5. by Month and Sex 2007 179 Banyaknya Masalah Sosial Menurut Bulan yang terjadi di Kabupaten Belu 2007 Banyaknya Masalah Sosial yang terjadi di Kabupaten Belu 2006 .4.

Yield Rate and Production of Peanuts by District 2007 217 6.13 Luas Panen.1.1.4 6.1. Yield Rate and Production of Wetland Paddy by District 2007 212 Luas Panen. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested. Yield Rate and Production of Sweet Potatoes by District 2007 216 Luas Panen. Yield Rate and Production of Paddy by District 2007 211 Luas Panen.1. Yield Rate and Production of Maize by District 2007 214 Luas Panen.11 6.1 6.5 Luas Panen.10 6.1.1.1. Yield Rate and Production of Dryland Paddy by District 2007 213 Luas Panen. Yield Rate and Production of Green Peas by District 2007 218 Perkembangan Luas Panen Tanaman Pangan di Kabupaten Belu / Area Harvested of Food Crops in Belu Regency 2002 – 2007 219 Perkembangan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Belu / Food Production in Belu Regency 2002 – 2007 220 Produksi Sayur-Sayuran di Kabupaten Belu / Vegetables Production in Belu Regency 2002 .2 209 6.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Jagung di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Ladang di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.9 6.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter VI Pertanian / Agriculture 199 Tanaman Pangan / Food Crops 6.1.7 Luas Panen. Yield Rate and Production of Cassava by District 2007 215 6.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.12 6. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Sawah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.6 6.8 6.2007 221 Produksi Buah-Buahan di Kabupaten Belu / Fruits Production in Belu Regency 2002 . Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.1.1.3 6.2007 222 Luas Tanah Menurut Penggunaan di Kabupaten Belu / Land Area by Used Type in Belu Regency 2005 – 2007 223 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xvii .1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Hijau di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.

DAFTAR ISI / CONTENTS 6.2 6.3. Brucellosis.5 6.2.2.1.3.3 6.1 6. Rumah Tangga Peetanian Pengguna Lahan dan Rumah Tangga Gurem di Kabupaten Belu Tahun 1993 dan 2003 Banyaknya Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan Menurut Jenis Usaha Pertanian di Kabupaten Belu Tahun 1993 dan 2003 225 Perkebunan / Estate 6.3 6.2 6.15 Banyaknya Rumah Tangga. Brucellosis.4 6.2.5 xviii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4 237 Banyaknya Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock by Kind and District in Belu Regency 2007 239 Banyaknya Ternak Unggas Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Poultry by Kind and District in Belu Regency 2007 240 Banyaknya Ternak Berpenyakit SE Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock that SE Virus by Kind and District in Belu Regency 2007 241 Banyaknya Ternak yang Divaksinasi SE.6 6.2.7 6. and Hog-Cholera Vacination by Kind and District in Belu Regency 2007 242 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di luar Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Slaughting that happened out of Slaughter House by District in Belu Regency 2007 243 6.8 227 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kapuk Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Kapok Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 229 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kemiri Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Cande Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 230 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Coconut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 231 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Coffee Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 232 Luas Areal dan Produksi Tanaman Jambu Mente Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Chasen Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 233 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Cocoa Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 234 Luas Areal dan Produksi Tanaman Pinang Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Areca Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 235 Luas Areal dan Produksi Tanaman Tembakau Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Tobacco Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 236 Peternakan / Livestock 6. Rumah Tangga Pertanian.3.2.2.1 6.3.2.3.14 224 6.2. dan Hog-Cholera Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock that SE.1.

6 6.2.5.1 6.4.3 6.4. Rencana Luas Kawasan Hutan Menurut Pola Tata Guna Hutan per Kecamatan di Kabupaten Belu / Planning Foresty Area by it Function per District in Belu Regency 2007 249 Produksi Kayu Cendana di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Production of Cendana Wood in Belu Regency by District 2007 251 Produksi Kayu dan Hasil Ikutannya / Production of Wood and Others Product 2006 Pengiriman Antar Pulau Hasil Hutan Non Kayu 2007 254 Pengiriman Antar Pulau / ke luar Daerah Hasil Hutan Kayu 2007 252 255 Perikanan / Fishery 6. dan jenisnya 2007 246 Kehutanan / Foresty 6.4.3.5.5.4 6.5.3. 6.4. 6.6 257 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Laut di Kabupaten Belu Menurut Kategori Usaha / Numbers of Marine Fishing Household in Belu Regency by Categories 2007 259 Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya / Numbers of Marine Fishing Boat in Belu Regency by Type of Boat 2005 – 2007 260 Jumlah Alat Penangkapan Ikan di Kabupaten belu Menurut Jenisnya / Numbers of Marine Fishing Gear in Belu Regency by Type of Gear 2005 – 2007 261 Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Menurut Sub Sektor / Production of Fishery in Belu Regency by Fisheries Group 2005 .3.1 247 6.4.5. Penggunaan. 6.5 6.DAFTAR ISI / CONTENTS 6.8 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di dalam Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Slaughting that happened in Slaughter House by District in Belu Regency 2007 244 Pengeluaran Ternak dan Hasil Ikutannya Menurut Jenis Ternak di Kabupaten Belu / Livestock Product and Others Product by Kind in Belu Regency 2007 245 Banyaknya Ternak Menurut Asal Ternak .5.4.3.7 6.2007 262 Luas dan Produksi Budidaya Perikanan Darat di Kabupaten Belu / In Land Fishery Production in Belu Regency 2007 263 Produksi Ikan Laut di Kabupaten Belu Menurut Jenis Ikan / Sea Fisheris Production by Type 2007 264 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xix .2 6.5.

1.1.11 7.5 7.1.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter VII Industri & Energi / Industries & Energy 267 Industri / Industries 7.1.6 7.8 7.9 7.12 Banyaknya Perusahaan / Usaha Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan / Numbers of Manufacturing / Etablishment by District 2007 275 Banyaknya Pekerja Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan / Numbers of Person Enganged in Manufacturing Sector by Industry Categories and District 2007 276 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Barat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Barat by Industry Kinds 2007 277 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Rinhat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Rinhat by Industry Kinds 2007 278 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Wewiku Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Wewiku by Industry Kinds 2007 279 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Weliman Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Weliman by Industry Kinds 2007 280 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Tengah Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Tengah by Industry Kinds 2007 281 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Sasita Mean Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Sasita Mean by Industry Kinds 2007 282 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Timur Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Timur by Industry Kinds 2007 283 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Laen Manen Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Laen Manen by Industry Kinds 2007 284 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Raimanuk Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raimanuk by Industry Kinds 2007 285 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kobalima Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kobalima by Industry Kinds 2007 286 xx Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .3 7.4 7.7 7.2 273 7.10 7.1.1.1 7.1.1.1.1.1.1.

1.13 7.1.15 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2.1.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.18 7.1. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Betun) 301 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Eiectric by Clasaification 2007 (Ranting Atambua) 299 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Naitimu) 303 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxi .3 7.2.16 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Besikama) 302 Banyaknya Pelanggan.2.1 297 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.4 7.19 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Barat by Industry Kinds 2007 287 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kakuluk Mesak by Industry Kinds 2007 288 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Timur by Industry Kinds 2007 289 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Raihat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raihat by Industry Kinds 2007 290 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Lasiolat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lasiolat by Industry Kinds 2007 291 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Lamaknen Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lamaknen by Industry Kinds 2007 292 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kota Atambua Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kota Atambua by Industry Kinds 2007 293 Listrik / Electricity 7.17 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Atapupu) 300 Banyaknya Pelanggan.1.DAFTAR ISI / CONTENTS 7.14 7.1.2.1.5 Banyaknya Pelanggan.

Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.9 7.2.2.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Lamaknen) 305 Banyaknya Pelanggan.1 313 Banyaknya Pelanggan dan Nilai Air Minum yang disalurkan Menurut Jenis Pelanggan / Numbers of Costumers Water Supply by Costumer Type 2007 315 Pertambangan / Mining 7.14 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric in Belu Regency by Clasaification 2006 312 Air Minum / Water Supply 7.DAFTAR ISI / CONTENTS 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.8 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Kaputu) 309 Banyaknya Pelanggan.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Manleten) 306 Banyaknya Pelanggan.11 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Kobalima) 307 Banyaknya Pelanggan.2.13 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Silawan) 304 Banyaknya Pelanggan.12 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN di Kabupaten Belu Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2.4.2.3.2.10 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2.6 7.1 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Biudukfoho) 310 Banyaknya Pelanggan.2 317 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Kecamatan dan Kualifikasinya di Kabupaten Belu 2007 319 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Bentuk Badan Hukun dan Kecamatan Kabupaten Belu 2007 320 xxii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .7 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Haekesak) 311 Banyaknya Pelanggan.4. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Boas) 308 Banyaknya Pelanggan.

Rooms.5 8. Jumlah Kamar.2 341 Banyaknya Akomodosi Hotel/Losmen.2.1 8.2 8.1.4. dan Tempat Tidur Menurut Kecamatan / Numbers of Hotel/Lodgings. pemanfaatan bahan galian Golongan C menurut kecamatan di Kabupaten Belu 2007 323 Realisasi penerimaan pajak air bawah tanah menurut kecamatan di Kabupaten Belu 2007 324 Bab / Chapter VIII Perdagangan & Hotel / Trade & Hotels 325 Perdagangan / Trade 8.1.4 7.5 Penggunaan bahan galian Golongan C menurut jenis dan kecamatan di Kabupaten Belu 2007 321 Realisasi penerimaan pajak penggalian.4 8.3 7. and Beds by District 2006 – 2007 343 Banyaknya Tamu Menurut Kewarganegaraan dan Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar / Numbers of Guest by Citizen and Average Occupancy Rate of Hotel 2007 344 Bab / Chapter IX Transportasi & Komunikasi Transportation & Communications 345 Perhubungan Darat / Land Communications 9.1.3 8.2007 355 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxiii .1 8.1.6 331 Banyaknya Perusahaan/Usaha Sektor Perdagangan Menurut Jenis Usaha dan Kecamatan / Numbers of Etablishment by Trade Scale and District 2007 333 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Kategori Lapangan Usaha di Kabupaten Belu 2007 334 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Skala Usaha di Kabupaten Belu 2007 335 Volume Antar daerah ke luar Beberapa Komoditi di Kabupaten Belu 2007 336 Pengadaan Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Bulan 2007 338 Banyaknya komoditi Beras yang disalurkan menurut kelompok penggunaan dan bulan penyaluran di Kabupaten Belu 340 Perhotelan / Hotels 8.4.1.1.1.DAFTAR ISI / CONTENTS 7.1 353 Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kendaraan / Numbers of Motor Vehicles in Belu regency by Type of Motor Vehicles 2006 .2.4.

1 365 9.6 9.1 9.2 9.2 9.2 Jumlah Pesawat dan Penumpang Datang dan Berangkat di Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan / Numbers of Aircraft and Passengers Arrival and Departures Via Haliwen Air Port by Month 2007 367 Banyaknya Bongkar Muat Barang.3 9.8 9. Bus Menutur Trayek di Kabupaten Belu 2006 .2. Bagasi. BBM.1.3.2.4 9.9 Banyaknya Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Belu / Numbers of Delinquency and Traffic Accident in Belu regency 2006 . dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Volume of Cargo Loaded Via Atapupu Port by Month 2007 372 Banyaknya Muat Barang. BBM.2007 356 Banyaknya SIM.1. STNK.7 9.1.3.3. dan BPKB.1. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Volume of Cargo unLoaded Via Atapupu Port by Month 2007 373 xxiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1.5 9.2007 358 Banyaknya Mobil Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Sifat 2007 359 Panjang Jalan Menurut Status Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Road Status in Belu Regency 2007 360 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Type of Surface in Belu Regency 2007 361 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Condition in Belu Regency 2007 362 Panjang Jalan Menurut Kelas Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Class Road in Belu Regency 2007 363 Perhubungan Udara / Air Communication 9. yang dikeluarkan Resort Kepolisian Kabupaten Belu / Numbers of Driving and Vehicles License Issued by Type 2006 – 2007 357 Banyaknya Mobil.3 369 Banyaknya Kunjungan Kapal dan Arus Penumpang di Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Numbers of Ship Visit and Passenger via Atapupu Port by Month 2007 371 Banyaknya Bongkar Barang.1.1.1.DAFTAR ISI / CONTENTS 9. dan Pos Paket Lewat Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan / Volume of Cargo Loaded / Unloaded Via Haliwen Air Port by Month 2007 368 Perhubungan Laut / Sea Communication 9.

Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 – 2007 379 Jumlah Sambungan Telepon Yang Disambung Menurut Jenis Pelanggan per Triwulan 2007 380 Bab / Chapter X Keuangan & Harga-Harga Financial & Prices 381 Keuangan Pemerintah Daerah Finance of The Regional Government 10.1.4.1.1 10. 399 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua / Average of Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2002 . Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 393 Koperasi / Cooperative 10.2007 401 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxv .DAFTAR ISI / CONTENTS Pos & Telekomunikasi / Post & Telecommunications 9.4.4.3 9. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan dan Jenis Surat / Numbers of Postal Mailed by Triple-Month and Type 2007 377 Banyaknya Uang Yang diweselkan lewat Kantor PT.4.2 10.2.3 387 Realisasi Penerimaan Rutin Daerah Belu Tahun Anggaran / Actual Second Stage Autonomus Regional Receipts of Belu Fiscal Year 2006 389 Realisasi Pengeluaran Rutin Belu Tahun Anggaran / Actual Second Stage Autonomous Regional Expenditure of Belu Fiscal Year 2006 390 Jumlah Wajib Pajak .1 375 9.2. Simpanan di Koperasi Unit Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Members and Saving Deposits in Village Unit Cooperative by District in Belu Regency 2007 398 Harga-Harga / Prices 10.1.1.2 9.4 Banyaknya Surat Yang dikirim lewat Kantor PT.3.1 10. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 – 2007 378 Banyaknya Barang yang Dipaketkan lewat Kantor PT.2 395 Banyaknya Anggota dan Simpanan Menurut Jenis Koperasi / Numbers of Members and Saving Deposits by Kind of Cooperative 2007 397 Banyaknya Anggota.

2007 408 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Pasar Baru) 2007 409 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Atambua) 2007 410 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Betun) 2007 411 Bab / Chapter XI 11.4.7. 11.7. Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .4.3. 10.5.2006 435 xxvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .3.1 Pendapatan Regional / Regional Income 413 11.8.5.2. 10.6. 11. 11.6.2006 423 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .8. Rata-Rata Bulanan Harga Eceran Sembilan Bahan Pokok dan barang strategis lainnya di Pasar Atambua / Average retail Price of 9 Essential Commodities and others stratigies 402 commodities 2007 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua / Average Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2007 404 Inflasi Atambua Menurut Bulan dan Kelompok Kebutuhan / Inflation Rate in Atambua by Month and Group 2007 406 Laju Inflasi Kota Atambua / Inflation Rate in Kota Atambua 2002 .2006 421 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Constan 2000 Market Prices 2005 .3. 11.DAFTAR ISI / CONTENTS 10. 10.3. 10. 10.2006 425 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 – 2006 427 Indeks Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha 2005 –2006 429 Indeks Berantai Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha 2005 – 2006 431 Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Development Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 – 2006 433 Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Development Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .3.3. 10.2.3.3. 11.3. 11.

DAFTAR ISI / CONTENTS 11.9. 11.11.2006 437 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor Kabupaten Belu / Regional Economic Growth by Sector and Sub Sector 2005 –2006 439 Rata-rata Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Berlaku / Population Average per Capita Income at Current Market Prices of Belu Regency 2000 – 2006 440 Rata-rata Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Konstan 2000 / Population Average per Capita Income at Constant 2000 Market Prices of Belu Regency 2000 – 2006 441 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxvii . 11.10. Indeks Implisit Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Implisit Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 . 11.12.

dalam pembangunan sistem rujukan informasi statistik nasional pada umumnya. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 2. Menimbang : a. Mengingat : 1. .PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN STATISTIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. keakuratan. b. dan efesien. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENYELENGGARAAN STATISTIK. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut pada huruf a dan b. efektif. dan kemutahiran data dalam kegiatan statistik perlu diatur mekanisme penyelenggaraan statistik baik statistik dasar. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 39. dipandang perlu menetapkan Peraturan Tentang Penyelenggaraan Statistik. c. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3686). sektoral. bahwa dalam upaya memenuhi atas kepaduan. maupun khusus menuju terwujudnya sistem Statistik Nasional yang andal. penyelenggaran kegiatan statistik perlu didukung upaya-upaya koordinasi dan kerjasama serta upaya pembinaan terhadap seluruh komponen masyarakat statistik. bahwa dalam rangka perencanaan pembangunan nasional pada khususnya. serta dalam rangka penjabaran lebih lanjut UndangUndang Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik.

Lembaga Pemerintah Non Departemen Daerah. xxvi . dan perusahaan pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh kateristik pertanian pada saat tertentu. 7. BPS adalah singkatan dari Badan Pusat Statistik sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. DAN KHUSUS Bagian Pertama Statistik Dasar Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 2 (1) Pemerintah berkewajiban menyediakan statistik dasar. SEKTORAL. 3. rumah tangga pertanian. 4. Instansi Pemerintah adalah Departemen. 5. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel dari suatu populasi untuk memperkirakan karakteristik obyek pada saat tertentu. Sensus Pertanian adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh petani. dan lembaga-lembaga lainnya di luar BPS. 2. Sensus Penduduk adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh penduduk yang bertempat tinggal atau berada di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik penduduk pada saat tertentu. BAB II STATISTIK DASAR.BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan : 1. Sensus ekonomi adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh usaha dan atau perusahaan non pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik usaha dan perusahaan pada saat tertentu. Survei antar sensus adalah survei yang dilakukan diantara 2 (dua) sensus sejenis. 6.

(2) Waktu penyelenggaraan sensus. c. perusahaan pertanian. tahun berakhiran angka 6 (enam) bagi sensus ekonomi. survei. (3) Dalam menyelenggarakan statistik dasar. perumahan dan lingkungannnya. Sensus Ekonomi. kegiatan usaha di bidang pertanian. tahun berakhiran angka 3 (tiga) bagi sensus pertanian.(2) Statistik dasar diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). (2) Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup karakteristik petani. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi. tanaman. c. kompilasi produk administrasi. dilaksanakan pada : a. xxvii . Pasal 4 (1) Pencatatan dalam sensus penduduk dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh penduduk (2) Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup karakteristik tentang penduduk.serta karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang pertanian. Pasal 5 (1) Pencatatan dalam sensus pertanian dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh petani. Pasal 3 (1) Sensus terdiri dari : a. BPS memperoleh data melalui sensus. b. dan karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang kependudukan. tanah. dan pengukuran obyek pertanian. b. Sensus Penduduk. tahun berakhiran angka 0 (nol) bagi sensus penduduk. Sensus Pertanian.

Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup kegiatan usaha. (2) Wilayah pencacahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat merupakan bagian.Pasal 6 (1) Pencatatan dalam sensus ekonomi dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh perusahaan dan kegiatan usaha di bidang ekonomi. (2) Pasal 8 (1) BPS wajib mengumumkan rencana penyelenggaran sensus kepada masyarakat sebelum sensus dilaksanakan. (2) Setiap penyelenggaran sensus didahului dengan uji coba sensus. produksi. xxviii . seluruh. BPS juga menyelenggarakn survei dan kompilasi produk administrasi untuk penyediaan statistik dasar. (3) Survei juga dilakukan diantara 2 (dua) sensus sejenis. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. penyerapan tenaga kerja. Pasal 9 (1) Selain sensus. atau gabungan desa dan atau kelurahan. Pasal 10 (1) Wilayah pencacahan survei ststistik dasar ditetapkan oleh Kepala BPS. serta karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang ekonomi. Pasal 7 (1) Dalam penyelenggaran sensus Kepala BPS menetapkan wilayah pencacahan. pemakai bahan baku. (2) Pelaksanaan survei statistik dasar di lapangan dilakukan oleh petugas survei yang ditetapkan oleh BPS. (4) Survei sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) adalah survei antar sensus.

(2) Dukungan pelaksanaan operasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi dukungan pengadaan petugas. BPS mendapatkan dukungan pelaksanaan operasional dari Menteri. serta sarana dan kompilasi produk administrasi yang dilakukan oleh BPS. penyediaan data. Walikota. Gubernur. (3) Pertugas sensus dapat berasal dari pegawai BPS dan atau direkrut dari pegawai instansi pemerintah lainnya atau anggota masyarakat. Kepala Desa dan Kepala Kelurahan sesuai lingkup tugas dan wewenangnya. (2) Petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bertugas melakukan pencacahan. Pasal (13) (1) Dalam penyelenggaran statistik dasar. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. (4) Ketentuan tentang pengangkatan. xxix . Bupati. pengawasan.Pasal 11 Kompilasi produk administrasi statistik dasar dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. dan pemeriksaan. Paragraf2 Petugas dan Responden Pasal 14 (1) Pencacahan di lapangan dalam pelaksanaan sensus dilakukan oleh petugas sensu yang diangkat secara sah oleh kepala BPS. Camat. pemberhentian dan pelatihan petugas sensus diatur lebih lanjut oleh kepala BPS. Pasal (12) (1) BPS berhak memperoleh produk administrasi dari instansi pemerintah dan masyarakat. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(3) Besarnya jaminan asuransi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh kepala BPS setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan. Pasal 19 (1) setiap responden sensus wajib : a. xxx . setiap petugas sensus berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditetapkan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. menerima petugas sensus. Pasal 16 Dalam melaksanakan tugasnya. c. memberi izin petugas sensus memasuki halaman atau pelataran.Pasal 15 Dalam melaksanakan tugasnya. c. tanah atau tempat usaha. serta masuk ke dalam bangunan yang berada di wilayah kerja petugas sensus. memberi izin petugas memasang. memperlihatkan surat tugas atau tanda pengenal petugas sensus. b. setiap petugas sensus wajib : a. (2) Biaya pembayaran premi untuk jaminan asuransi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan bagian tidak terpisahkan dari anggaran penyelenggaraan sensus. b. mendapat jaminan asuransi. Menyampaikan hasil pelaksanaan sensus sebagaimana adanya. Pasal 18 (1) Petugas sensus yang merupakan tenaga lepas dan bukan pegawai negeri yang mendapat kecelakaan dan mengakibatkan cacat atau meninggal dunia dalam menjalankan tugasnya. memeriksa. Pasal 17 Setiap petugas sensus wajib memegang teguh rahasia atas keterangan yang diberikan responden dan yang diperoleh dari obyek kegiatan sensus. tata krama. atau memperbaharui tanda nomor bangunan atau stiker sensus baik bangunan tempat tinggal maupun bukan tempat tinggal. Memperhatikan nilai-nilai agama. dan ketertiban umum. adat istiadat.

survei. Paragraf 3 Pengolahan Hasil Pasal 21 (1) BPS bertanggung jawab melakukan pengolahan hasil sensus. akurat. (2) Sajian statistik dasar hanya disampaikan dalam bentuk data agregat dan bukan data individu. survei. Pasal 22 (1) Perwakilan BPS di Daerah berwenang melakukan pengolahan hasil sensus. (2) Ketentuan tentang kewajiban responden sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 berlaku juga bagi responden survei statistik dasar. e. anggota keluarga. pasal 16.d. dan atau kegiatannya secara lengkap dan benar. pasal 17. Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan petugas sensus mengenai diri sendiri. Memperlihatkan catatan tertulis. dan kompilasi produk administrasi untuk menyediakan statistik dasar yang lengkap. orang lain yang berkaitan. dan mutakhir untuk kebutuhan sampai pada lingkupsatuan pemerintahan terkecil. buku-buku dan naskah-naskah yang diperlukan oleh petugas sensus. (4) Setiap responden berhak menolak petugas sensus yang tidak dapat memenuhi ketentuan pasal 16 huruf a dan b. dan kompilasi produk administrasi untuk kebutuhan statistik dasar bagi lingkup daerah yang bersangkutan. buku-buku dan naskah-naskah. pasal 15. xxxi . Pasal 20 (1) Ketentuan yang berlaku bagi petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 14. dan pasal 18 berlaku bagi petugas statistik survei statistik dasar. (2) Pimpinan lembaga atau orang lain yang ditunjuk dari lembaga yang telah ditetapkan sebagai responden berkewajiban memberikan keterangan kepada petugas sensus mengenai segala kegiatan lembaga sesuai dengan daftar isian dan atau memperlihatkan catatan tertulis. (3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak menghilangkan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(3) Statistik sektoral yang jangkauan populasinya berskala nasional dan hanya dapat dilakukan degan cara sensus. (2) Instansi pemerintah juga dapat menyelenggarakan survei dan kompilasi produk untuk kebutuhan intern instansi yang bersangkutan. (3) Wilayah survei statistik sektoral meliputi sebagian atau seluruh wilayah republik Indonesia Pasal 25 (1) Instansi pemerintah menyelenggarakan survei dan kompilasi produk administrasi untuk penyediaan statistik sektoral guna mendukung pelaksanaan tugas pokok instansi yang bersangkutan. xxxii .(2) Perwakilan BPS di Daerah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. wajib dilakukan bersama-sama BPS. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. (2) Penyelenggaraan statistik sektoral dapat dilakukan secara mandiri atau bersamasama dengan BPS. Bagian Kedua Statistik Sektoral Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 23 (1) Instansi pemerinatah menyelenggarakan statistik sektoral sesuai tugas pokok dan fungsinya. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. instansi pemerintah memperoleh data melalui survei. Pasal 24 (1) Dalam penyelenggaran statistik sektoral. kompilasi produk administrasi.

(4) Tata cara memberitahukan rencana penyelenggaraan survei sebagaimana dimaksud ayat (3). memberitahukan rencana penyelenggaraan survei kepada BPS. judul. diatur dengan Keputusan Kepala BPS. wilayah kegiatan statistik. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Rencana penyelenggaraan survei sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf (a) memuat : nama instansi. Pasal 27 Kompilasi produk administrasi statistik sektoral dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. jenis data yang akan dikumpulkan. mengikuti rekomendasi yang diberikan BPS. menyerahkan hasil penyelenggaraan survei yang dilakukan kepada BPS.Pasal 26 (1) Hasil survei statistik sektoral sebagaimana dimaksud pada pasal 25 ayat (1) juga ditujukan untuk mendukung penyediaan informasi bagi kepentingan perencanaan pembangunan nasional dan dalam rangka pembangunan Sistem Statistik Nasional. Pasal 28 (1) penyelenggara statistik sektoral berhak memperoleh produk administrasi dari instansi pemerintah atau masyarakat. metode statistik yang akan dipergunakan. dan waktu pelaksanaan. c. (2) Ketentuan yang berlaku mengenai petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 dan 17 berlaku juga untuk petugas survei statistik sektoral. xxxiii . b. (2) Penyelenggaraan survei statistik sektoral wajib : a. obyek populasi dan jumlah responden. tujuan survei. Paragraf 2 Petugas dan Responden Pasal 29 (1) Pelaksanaan pencacahan survei statistik sektoral dilakukan oleh petugas survei yang telah ditetapkan instansi penyelenggara.

organisasi. (2) Penyelenggaraan statistik khusus dilakukan secara mandiri atau bersama-sama dengan pihak lain. Bagian Ketiga Statistik Khusus Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 33 (1) Lembaga. Paragraf 3 Pengolahan Hasil Pasal 31 (1) Instansi pemerintah yang menyelenggarakan statistik sektoral berwenang melakukan pengolahan hasil statistik sektoral yang diselenggarakannnya. dan atau unsur masyarakat lainnya dapat menyelenggarakan statistik khusus. (2) Pengolahan hasil statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan oleh instansi pemerintah bersama-sama dengan pihak lain. Pasal 32 Ketentuan tentang penyajian statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (2) berlaku juga bagi penyelenggara statistik sektoral.Pasal 30 (1) Penyelenggara survei statistik sektoral menetapkan responden atau obyek penelitian sebelum survei dilakukan. perorangan. (2) Setiap orang yang telah bersedia menjadi responden tunduk pada ketentuan sebagaiman dimaksud dalam pasal 19. xxxiv .

b. (4) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat judul. merupakan data primer. jumlah responden. obyek populasi. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. b. (3) Wilayah survei statistik khusus meliputi sebagian atau seluruh wilayah Republik Indonesia. survei untuk kebutuhan intern. survei yang hasilnya untuk dipublikasikan. xxxv . dan abstraksi. meliputi survei yang memenuhi kriteria : a. menggunakan metode statistik. (5) Batas waktu dan tata cara penyampaian sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS.Pasal 34 (1) Penyelenggaraan kegiatan statistik khusus memperoleh data melalui kompilasi produk administrasi. Pasal 35 (1) Survei statistik khusus meliputi : a. (3) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku bagi survei yang digunakan untuk keperluan intern. (2) Hasil survei statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) turut mendukung pengembangan Sistem Statistik Nasional. c. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. hasilnya dipublikasikan. waktu pelaksanaan. nama dan alamat penyelenggara. Pasal 36 (1) Penyelenggaraan survei statistik khusus wajib memberikan sinopsis hasil survei yang diselenggarakannya kepada BPS. (2) Sinopsis hasil survei yang wajib diberitahukan. metode statistik. wilayah kegiatan survei.

jaringan komunikasi.Pasal 37 (1) Kewajiban memberitahukan sinopsis dibebankan kepada pihak yang mempunyai hak untuk menyebarluaskan hasil kegiatan statistik. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 38 (1) kompilasi produk administrasi statistik khusus dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. (2) Ketentuan yang berlaku mengenai petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan 17 berlaku juga untuk petugas survei statistik khusus. Pasal 40 Penyelenggaraan survei statistik khusus menetapkan responden atau obyek penelitian sebelum survei dilakukan. Paragraf 2 Petugas dan Responden Pasal 39 (1) Pelaksanaan pencacahan survei statistik khusus dilakukan oleh petugas survei yang telah ditetapkan oleh penyelenggara. (2) Pemberitahuan sinopsis dapat dikuasakan kepada penyelenggara kegiatan statistik di dalam negeri apabila pihak yang memiliki hak berada di luar negeri. dan atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik. (3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos. Paragraf 3 Pengolahan Hasil xxxvi .

BAB III PENGUMUMAN. PEMANFAATAN. Pasal 44 (1) Pengumuman hasil statistik yang diselenggarakn olehh BPS dimuat dalam berita Resmi Statistik atau media lainnya. Pasal 45 (1) Hasil kegiatan statistik yang diselenggarakan oleh BPS. dan hasil kompilasi produk administrasi. Pasal 43 (1) BPS berwenang mengumumkan dan menyebarluaskan hasil statistik dasar yang diselenggarakannnya kepada masyarakat. hasil survei. (2) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik dilaksanakan secara bekerja sama. (2) Pengolahan hasil statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilaksanakan secara mandiri atau bersama-sama dengan pihak lain.Pasal 41 (1) Penyelenggara statistik khusus berwenang melakukan pengolahan hasil survei dan kompilasi produk administrasi yang diselenggarakannnya. maka yang berwenang mengumumkan dan menyebarluaskan hasil kegiatan adalah kesepakatan masing-masing pihak. DAN PEMASYARAKATAN HASIL STATISTIK Pasal 42 (1) Pengumuman dan penyebarluasan hasil kegiatan statistik dilaksanakan oleh penyelenggara. pemanfaatannya terbuka untuk umum. (2) Hasil statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi sensus. (2) Berita Resmi Statistik merupakan salah satu media penyebarluasan hasil statistik. PENYEBARLUASAN. xxxvii . instansi pemerintah Pusat dan atau Daerah. (3) Pelaksanaan teknis pengumuman dan penyebarluasan hasil statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2) ditetapkan oleh kepala BPS.

dan pengguna statistik akan arti dan pentingnya statistik. atau dialog. Pasal 47 (1) Pemasyrakatan statistik dilakukan dalam rangka memberikan kesadaran responden. seminar. (3) Masyarakat berhak memperoleh manfaat dari hasil statistik yang diselenggarakan oleh BPS. (2) Penyelenggara kegiatan statistik sektoral dan khusus memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk memperoleh hasil statistik. BAB IV KOORDINASI DAN KERJASAMA Bagian Pertama Umum Pasal 48 Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik meliputi hal-hal yang berkaitan dengan : xxxviii . (3) Kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan dengan tetap memperhatikan hak kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 46 (1) Penyelenggaraan statistik sektoral dan statistik khusus yang hasilnya untuk dipublikasikan. (2) Pemasyarakatan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan BPS bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat.(2) BPS mememberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk memperoleh hasil statistik yang diselenggarakannnya. pemanfaatannya terbuka untuk umum. (3) Pemasyarakatan statistik dilakukan dengan menyebarluaskan hasil kegiatan statistik sesuai dengan kebutuhan pengguna statistik. penyelenggara. (4) Pemasyarakatan statistik dilakukan secara berkala dan atau sewaktu-waktu melalui berbagai media informasi.

penyajian. pelaksanaan kegiatan statistik sektoral yang jangkauan populasinya berskala nasional dan hanya dapat dilakukan dengan cara sensus. Pembakuan konsep. definisi. dan masyarakat dilaksanakan atas dasar prinsip kemitraan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasal 52 Koordinasi dan atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik antara instansi pemerintah dan BPS dapat dilakukan dalam hal : a. pengumpulan. instansi pemerintah. b. pengolahan. Pasal 49 Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik antara BPS.a. instansi pemerintah bertindak sebagai penyelenggara utama. dan ukuran-ukuran. xxxix . Pelaksanaan kegiatan statistik. (2) Koordinasi dan atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik mencakup perencanaan. Pelaksanaan kegiatan statistik sektoral yang dapat dilakukan sendiri oleh instansi pemerintah. Pasal 51 (1) Dalam hal kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik sektoral antara pemerintah dengan lembaga swasta. Bagian Kedua Pelaksanaan Kegiatan Statistik Pasal 50 (1) Koordinasi dan atau kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan dalam rangka membangun suatu rujukan informasi statistik nasional. klasifikasi. b. (2) Dalam hal koordinasi dan atau kerjasama dilakukan dengan pihak luar negeri maka pihak Indonesi harus bertindak sebagai penyelenggara utama. dan atau analisis statistik.

Definisi. dan Ukuran-ukuran Pasal 55 BPS. Pasal 56 (1) Dalam rangka mewujudkan kerjasama pembakuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 55. instansi pemerintah. sebagaimana dimaksud dalam pasal 55. klasifikasi. klasifikasi. (2) Dalam melaksanakan pembakuan konsep. dan ukuran-ukuran. Pasal 57 (1) Hasil kerjasama pembakuan konsep. dan ukuran-ukuran untuk mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional. BPS bertindak aktif memprakarsai kerjasama dengan instansi pemerintah dan masyarakat. klasifikasi. (2) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik sektoral tersebut dilaksanakan sendiri oleh instansi pemerintah yang bersangkutan berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 26. definisi. xl . selanjutnya disusun oleh BPS. dan masyarakat bekerjasama melakukan pembakuan konsep. Bagian Ketiga Pembakuan Konsep. dan ukuran-ukuran. definisi. Kepala BPS memperoleh saran dan pertimbangan dari Forum Masyarakat Statistik. definisi. Pasal 54 (1) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf b dilakukan bekerjasama dengan BPS pelaksanaannya diatur oleh kepala BPS bersama-sama dengan pimpinan instansi yang bersangkutan. Klasifikasi.Pasal 53 (1) Penyelenggaraan statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf a wajib dilaksanakan bersama-sama oleh BPS dan instansi pemerintah yang bersangkutan. (2) Tata cara pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Kepala BPS dan pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan.

lembaga swasta. d. klasifikasi. b. membangun satu pusat rujukan informasi statistik nasional. peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik. meningkatkan kontribusi dan apresiaisi masyarakat terhadap statistik. c.(2) Konsep. c. Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional. pengembangan statistik sebagai ilmu. penyelenggara kegiatan statistik. g. Pasal 60 Upaya pembinaan statistik meliputi : a. (2) Sasaran pembinaan statistik mencakup : a. klasifikasi. e. dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerjasama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya. perguruan tinggi. BAB V PEMBINAAN Pasal 58 (1) BPS melakukan pembinaan statistik. b. dan ukuran-ukuran yang disusun oleh BPS sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) menjadi acuan utama penyelenggaraan statistik di Indonesia. f. c. dan atau masyarakat lainnya. perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep. (2) Dalam melakukan pembinaan statistik. b. Pasal 59 (1) Pembinaan statistik ditujukan untuk lebih : a. Pengembangan sistem informasi statistik. respoden. definisi. mendukung pembangunan nasional. definisi. xli . peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik. BPS dapat bekerja sama dengan instansi pemerintah. Peningkatan penyebarluasan informasi statistik. pengguna statistik. mengembangkan Sistem Statistik Nasional. d.

peningkatan kerjasama pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi mendukung kegiatan statistik. d. b. c. xlii . pengadaan bahan rujukan tentang ilmu statistik. dan atau pertemuan ilmiah lainnya. pendidikan formal. b. c. seminar. peningkatan kerjasama pendidikan dan pelatihan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. Pasal 61 Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik dilaksanakan melalui : a. f. seminar. Peningkatan kesadaran masyrakat akan arti dan kegunaan statistik. d. lokakarya. pelatihan. penerapan dan pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak komputer. peningkatan penerapan ilmu statistik melalui pelatihan. peningkatan pengembangan profesi. Pasal 62 Pengembangan statistik sebagai ilmu dilaksanakan melalui : a. lokakarya. d. b. peningkatan kerjasama pengembangan statistik sebagai ilmu antar instansi pemerintah dan atau swasta. e. pengadaan dan penyebaran metode ilmiah statistik. Pasal 63 Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik dilaksanakan melalui : a. dan pertemuan ilmiah statistik. penerapan dan pengembangan jaringan informasi statistik. penelitian dan pengembangan. c. penerapan dan pengembangan penginderaan jarak jauh.h.

dan penerapan konsep. peningkatan penyebarluasan hasil statistik secara menyeluruh atau bertahap. b. evaluasi. b. peningkatan hubungan sistem jaringan antar penyelenggara kegiatan statistik. definisi. peningkatan komunikasi sistem informasi statistik antar penyelenggara statistik. Pasal 67 Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional dilaksanakan melalui : a. Pasal 65 Pengembangan sistem informasi statistik dilaksanakan melalui : a. penganekaragaman bentuk dan cara penyajian data sesuai dengan penggolongan pengguna statistik. peningkatan kemudahan dalam memperoleh data hasil kegiatan statistik. b. d. klasifikasi. peningkatan keterpaduan penyusunan jaringan sistem informasi statistik. klasifikasi. b.Pasal 64 Perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan. definisi. peningkatan kerjasama penerangan dan pemasyarakatan kegiatan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. c. konsep. dan ukuranukuran. c. pembakuan dan penyebarluasan konsep. klasifikasi. peningkatan kerjasama penyebarluasan informasi hasil kegiatan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. peningkatan penyuluhan tentang pemanfaatan hasil statistik secara berkala. Pasal 66 Peningkatan penyebarluasan informasi statistik dilaksanakan melalui : a. definisi. peningkatan kerjasama pengembangan jaringan sistem informasi statistik. d. dan ukuran-ukuran dalam semangat kerjasama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya dilaksanakan melalui : a. peningkatan kerjasama pengembangan dan penerapan konsep. xliii . definisi. klasifikasi. pengkajian. dan ukuran-ukuran yang dibakukan. peningkatan mutu dan frekuensi penyebarluasan informasi statistik melalui berbagai media cetak dan elektronik. c. c. dan ukuran-ukuran yang dibakukan antar instansi pemerintah atau swasta.

b. pembiayaannya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang bersangkutan. (2) Dalam rangka memenuhi kebutuhan data statistik dasar untuk keperluan Pemerintah Daerah. (3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2). Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1983 tentang Sensus Pertanian. d. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1985 tentang Sensus Ekonomi. xliv . BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 70 Dengan ditetapkan Peraturan Pemerintah ini maka : a. BAB VII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 Semua ketentuan peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan Sensus Penduduk. dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan atau diganti dengan ketentuan baru berdasarkan Peraturan Pemerintah ini. dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan sumber lain yang sah. berlaku juga untuk pembinaan statistik. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1983 tentang Sensus Pertanian. c. dinyatakan tidak berlaku. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat Statitik. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan Sensus Penduduk. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1985 tentang Sensus Ekonomi.BAB VI PEMBIAYAAN Pasal 68 (1) Pembiayaan penyelenggaraan statistik dasar.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Mei 1999 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 26 Mei 1999 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd PROF. LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1999 NOMOR 96 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan II Plt. ttd Edy Sudibyo Salinan sesuai dengan aslinya BADAN PUSAT STATISTIK Kepala Biro Perencanaan. H. memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. DR. MSA xlv . Agar setiap orang mengetahuinya.Pasal 71 Peraturan pemerintah ini berlaku pada tanggal diundangkan.H. ttd Pietojo. MULADI. S.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 3683). Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 2. Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 39. b. c. bahwa statistik mempunyai peran yang penting bagi perencanaan. Mengingat : 1. bahwa dalam rangka penyelenggaraan statistik. Undangundang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik mengamanatkan untuk membentuk Badan Pemerintah yang menyelenggarakan statistik dasar serta melaksanakan koordinasi dan pembinaan penyelenggaraan statistik. pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas dipandang perlu untuk menetapkan Keputusan Presiden tentang Badan Pusat Statistik.KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 1998 TENTANG BADAN PUSAT STATISTIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. pelaksanaan. MEMUTUSKAN .

Menetapkan : KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG BADAN PUSAT STATISTIK BAB I KEDUDUKAN. perumusan kebijakan nasional di bidang statistik. (2) BPS dipimpin oleh seorang Kepala Pasal 2 BPS juga mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan statistik dasar. g. organisasi. DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Badan Pusat Statistik yang selanjutnya dalam Keputusan Presiden ini disingkat BPS adalah Lembaga Non Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. BPS menyelenggarakan fungsi : a. Pembinaan penyelenggaran statistik responden. penyusunan rencana dan program nasional di bidang statistik. penyelenggaraan statistik dasar. perseorangan dan/atau unsur masyarakat lainnya baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia. klasifikasi. dan ukuran-ukuran. c. f. melaksanakan koordinasi dan kerjasama. dan pengguna statistik. serta mengembangkan dan membina statistik sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. b. serta pengembangan ilmu dan teknologi yang mendukung penyelenggaraan statistik. penyusunan dan pengembangan pembakuan konsep. xlv . TUGAS. lembaga. e. d. h. definisi. pelayanan data dan informasi serta hasil statistik kepada pemerintah dan masyarakat secara berkala dan sewaktu-waktu baik dari hasil penyelenggaraan sendiri maupun hasil kompilasi produk administrasi dan cara lainnya. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 2. Penyebarluasan statistik melalui berbagai cara baik langsung maupun tidak langsung serta pelaksanaan upaya peningkatan sadar statistik masyarakat. koordinasi dan kerjasama statistik dengan instansi pemerintah.

i. j. k.

Pembinaan sumber daya manusia di lingkungan BPS; Pembinaan, pengendalian, dan pengawasan administrasi di lingkungan BPS; Tugas lain yang diberikan presiden;

BAB II ORGANISASI Bagian Pertama Susunan Organisasi Pasal 4 Susunan organisasi BPS terdiri dari : a. Kepala; b. Wakil Kepala; c. Deputi Administrasi; d. Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik; e. Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan; f. Deputi Statistik Produksi dan Neraca Wilayah; g. Perwakilan BPS di Daerah; h. Unit Pelaksana Teknis. Bagian Kedua Kepala Pasal 5 (1) Kepala BPS berkedudukan dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. (2) Kepala BPS bertugas memimpin BPS sesuai dengan tugas dan fungsi BPS yang telah digariskan serta membina aparatur BPS agar berdaya guna dan berhasil guna. Bagian Ketiga Wakil Kepala

xlvi

Pasal 6 (1) Wakil Kepala BPS berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. (2) Wakil Kepala BPS bertugas : a. membantu Kepala BPS dalam membina dan mengembangkan administrasi BPS agar berdaya guna dan berhasil guna; b. membantu Kepala BPS dalam mengkoordinasikan pelaksanaan tugas unit kerja di lingkungan BPS baik di Pusat maupun Daerah; c. mewakili Kepala BPS dalam hal Kepala BPS berhalangan; d. melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS. Bagian keempat Deputi Administrasi Pasal 7 Deputi Administrasi adalah unsur pembantu pimpinan, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. Pasal 8 Deputi Administrasi mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi umum dalam bidang ketatausahaan, keuangan, kerumahtanggaaan, kepegawaian, hukum, organisasi dan tata laksana, perlengkapan dan perbekalan, serta pengendalaian pelaksanaan program di lingkungan BPS. Pasal 9 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Deputi Administrasi menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang pelayanan administrasi di lingkungan BPS; b. pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi di bidang ketatausahaan, keuangan, kerumahtanggaaan, kepegawaian, hukum, organisasi dan tata laksana; c. penyebarluasan informasi kegiatan statistik; d. pengelolaan perlengkapan dan perbekalan; e. pengendalian, pembinaan dan pengelolaan keuangan dan manajemen BPS; f. tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS.

xlvii

Bagian Kelima Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik Pasal 10 Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS Pasal 11 Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan perencanaan dan evaluasi statistik, pembinaan dan pengembangan metodologi, penyajian dan pelayanan data, analisis statistik, serta pemanfaatan sistem informasi statistik. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang Perencanaan dan Analisis Statistik; b. penyusunan rencana dan evaluasi program kegiatan statistik serta penyusunan dan pengembangan metodologi statistik serta pelaksanaan sensus, survei, kompilasi produk administrasi, dan cara lain; c. pembinaan dan penyusunan sistem informasi statistik, diseminasi, penyebarluasan, penyajian, dan pelayanan statistik; d. pembinaan analisis dan pengembangan statistik; e. tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS. Bagian Keenam Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan Pasal 13 Deputi Statistik Produksi dan kependudukan adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS.

xlviii

Pasal 14 Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan dan kesejahteraan rakyat. Pasal 15 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 14, Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang statistik produksi dan kependudukan; b. penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan dan kesejahteraan rakyat; c. peningkatan mutu data statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan rakyat; d. penyerasian, pemeliharaan sistem, dan peningkatan kecermatan data statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan rakyat; e. tugas lain yang ditetapkan oleh kepala BPS. Bagian Ketujuh Deputi Statistik Distribusi dan Neraca Nasional Pasal 16 Deputi Statisik Distribusi dan Neraca Nasional adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. Pasal 17 Deputi Statisik Distribusi dan Neraca Nasional mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi.

xlix

Pasal 18 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 17, Deputi Statistik Distribusi dan Neraca Nasional menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang statistik distribusi dan neraca nasional; b. penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; c. peningkatan mutu data statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; d. penyerasian, pemeliharaan sistem, dan peningkatan kecermatan data statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; e. tugas lain yang ditetapkan oleh kepala BPS. Bagian Kedelapan Perwakilan BPS di Daerah Pasal 19 (1) BPS Propinsi adalah instansi vertikal BPS yang berada di ibukota Propinsi. (2) Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi BPS Propinsi, pada tingkat kabupaten/kotamadya dapat dibentuk BPS Kabupaten/Kotamadya. (3) Pembentukan BPS Propinsi dan BPS Kabupaten/Kotamadya ditetapkan dengan Keputusan Kepala BPS setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara.

Pasal 20 (1) Dalam rangka pelaksanaan operasional statistik di lapangan, pada tingkat kecamatan dapat diangkat seorang atau lebih petugas statistik sebagai Mantri Statistik. (2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. Bagian Kesembilan Unit Pelaksana Teknis

l

Pasal 21 (1) Dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi BPS, di lingkungan BPS dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disebut UPT. (2) UPT merupakan unit teknis yang melaksanakan tugas dan fungsi tertentu dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi BPS. Pasal 22 Pembentukan UPT di lingkungan BPS dilaksanakan dan ditetapkan oleh Kepala BPS setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara. BAB III TATA KERJA Pasal 23 (1) Semua unsur di lingkungan BPS dalam melaksanakan tugasnya menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik dalam lingkungan BPS sendiri maupun dalam hubungan antar instansi lainnya untuk kesatuan gerak sesuai tugas dan fungsinya. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan diwajibkan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB IV PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 24 (1) Kepala dan Wakil Kepala adalah jabatan eselon 1a. (2) Deputi adalah jabatan eselon 1b. Pasal 25 (1) Kepala BPS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. (2) Wakil Kepala BPS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala BPS. (3) Deputi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala BPS.

li

(4) Pejabat eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Kepala BPS. BAB V PEMBIAYAAN Pasal 26 (1) Segala pembiayaan dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi BPS dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (2) Dalam rangka memenuhi kebutuhan data statistik regional bagi pemerintah daerah, penyediaan dana dan fasilitasnya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah setempat. (3) BPS dapat menerima dana dari pihak lain dalam rangka kerjasama yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan pelaksanaan tugas dan fungsi BPS, yang tata cara penerimaan dan pengeluarannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB VI FORUM MASYARAKAT STATISTIK Pasal 27 Dalam rangka penyelenggaraan statistik Kepala BPS membentuk Forum Masyarakat Statistik. Pasal 28 (1) Forum Masyarakat Statistik bersifat non struktural dan independen yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah, pakar, praktisi, dan tokoh masyarakat. (2) Forum Masyarakat Statistik bertugas memberi saran dan pertimbangan kepada Kepala BPS dalam bidang statistik. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas, susunan organisasi dan tata kerja Firum Masyarakat Statistik diatur oleh Kepala BPS.

BAB VII KETENTUAN PENUTUP

lii

Pasal 29 Rincian tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja satuan organisasi di lingkungan BPS ditetapkan oleh Kepala BPS setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pendayagunaan Aparatur Negara. Pasal 30 Semua peraturan pelaksanaan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Biro Pusat Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau diganti dengan yang berdasarkan Keputusan Presiden ini. Pasal 31 Pada saat mulai berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Biro Pusat Statistik dinyatakan tidak berlaku. Pasal 32 Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

liii

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 17 Juni 1998 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala Biro Hukum Dan Perundang-undangan ttd Lambock V. Nahattands

Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Kepegawaian Dan Organisasi, BPS

Pietojo, MSA NIP. 340003653

liv

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. pemantauan. b. b. dan c di atas. dan kebutuhan pembangunan nasional. untuk memajukan kesejahteraan rakyat dalam rangka mencapai cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. dipandang perlu membentuk UndangUndang tentang Statistik yang baru. d. pelaksanaan. berbangsa. efektif. Mengingat : Pasal 5 ayat (1) dan pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. bahwa statistik penting artinya bagi perencanaan.UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. c. dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan di segenap aspek kehidupan bermasyarakat. dan efesien. Dengan Persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA . tuntutan masyarakat. diperlukan langkah-langkah untuk mengatur penyelenggaraan statistik nasional terpadu dalam rangka mewujudkan sistem statistik nasional yang andal. dan bernegara dalam pembangunan Nasional sebagai pengamalan Pancasila. Menimbang : a. bahwa dengan memperhatikan pentingnya peranan statistik tersebut. bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik pada saat ini tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan.

2. 4. pengolahan. sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik. Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan.MEMUTUSKAN : Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG STATISTIK BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan : 1. 3. upaya pengembangan ilmu statistik. Data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu populasi. Statistik dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas. makro dan yang penyelenggaraanya menjadi tanggung jawab Badan. yang memiliki ciriciri lintas sektoral. dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antar unsur dalam penyelengaraan statistik. Kegiatan statistik adalah tindakan yang meliputi upaya penyediaan dan penyebarluasan data. baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur yang secara teratur saling berkaitan. berskala nasional. penyajian. 5. 6. dan upaya yang mengarah pada berkembangnya Sistem Statistik Nasional. Statistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan. lv .

lembaga. organisasi. orang dan atau unsur masyarakat lainnya ditentukan sebagai objek kegiatan statistik. ARAH. Sampel adalah sebagian unit populasi yang menjadi objek penelitian untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi. benda maupun objek lainnya. 17. yang penyelenggaraannya dilakukan oleh lembaga. Badan adalah Badan Pusat Statistik. 13. baik melalui wawancara. Sinopsis adalah suatu ikhtisar penyelenggaraan statistik 15.7. 9. lembaga. perorangan. Penyelenggara kegiatan statistik adalah instansi pemerintah. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan suatu populasi pada saat tertentu. pengukuran. Petugas statistik adalah orang yang diberi tugas oleh penyelengara kegiatan statistik untuk melaksanakan pengumpulan data. Kompilasi produk administrasi adalah cara pengumpulan. pendidikan. sosial budaya. dan analisis data yang didasarkan pada catatan administrasi yang ada pada pemerintah dan atau masyarakat. organisasi. pengolahan. 10. BAB II ASAS. dan atau unsur masyarakat lainnya. dan atau unsur masyarakat lainnya. 8. Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi objek kegiatan statistik baik yang berupa instansi pemerintah. lembaga organisasi. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu. 12. Responden adalah instansi pemerintah. 11. dan kepentingan lain dalam kehidupan masyarakat. organisasi. Statistik khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dunia usaha. maupun cara lain terhadap objek kegiatan statistik. penyajian. 16. orang. DAN TUJUAN lvi . 14. perorangan.

jenis statistik terdiri atas : a. Keakuratan. Pasal 4 Kegiatan statistik bertujuan untuk menyediakan data statistik yang lengkap. mengembangkan statistik nasional yang andal. akurat. mendukung pembangunan nasional. b. efektif. c. Statistik khusus. b. Undang-Undang ini juga berasaskan : a.Pasal 2 Selain berlandaskan asas-asas pembangunan nasional. dan efesien guna mendukung pembangunan nasional. lvii . BAB III JENIS STATISTIK DAN CARA PENGUMPULAN DATA Bagian Pertama Jenis Statistik Pasal 5 Berdasarkan tujuan pemanfaatannya. c. dan c. mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknoogi. Statistik sektoral. b. dan d. efektif. dan mutakhir dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. Statistik dasar. Keterpaduan. Kemutakhiran Pasal 3 Kegiatan Statistik diarahkan untuk : a. dan efesien.

kompilasi produk administrasi. sensus pertanian. sensus. Pasal 9 (1) Survei sebagaiman dimaksud dalam pasal 7 huruf b diselenggarakan secara berkala dan sewaktu-waktu untuk memperoleh data yang rinci. dan d. dan c. Pasal 8 (1) Sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf a diselenggarkan sekurangkurangnya sekali dalam 10 (sepuluh) tahun oleh Badan. c. sensus penduduk. (2) Penetapan tahun penyelenggaraan dan perubahan jenis sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Pasal 6 (1) Statistik dasar dan statistik sektoral terbuka pemanfaatannya untuk umum. (2) Survei antarsensus dilakukan pada pertengahan 2 (dua) sensus sejenis untuk menjembatani 2 (dua) sensus tersebut. survei. lviii . diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. yang meliputi : a. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku (2) Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan statistik khusus dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang. b. Bagian Kedua Cara Pengumpulan Data Pasal 7 Statistik diselenggarakan melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara : a. sensus ekonomi. b.

organisasi. kompilasi produk administrasi. sensus. dan atau unsur masyarakat lainnya dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang. Bagian Kedua Statistik Sektoral Pasal 12 lix . (2) Hasil kompilasi produk administrasi milik instansi pemerintah terbuka pemanfaatannya untuk umum. c. Badan memperoleh data dengan cara : a. b. perorangan. (3) Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan hasil kompilasi produk administrasi milik lembaga. survei. dan d. BAB IV PENYELENGGARAN STATISTIK Bagian Pertama Statistik Dasar Pasal 11 (1) Statistik Dasar diselenggarakan oleh Badan (2) Dalam menyelenggarakan statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).Pasal 10 (1) Kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf c dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

b. c. Judul. lx . Survei. b. masyarakat memperoleh data dengan cara : a. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (2) Dalam menyelenggarakan statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). b. maupun unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan Badan. Wilayah kegiatan statistik. (4) Hasil Statistik Sektoral yang diselenggarakan sendiri oleh instansi pemerintah wajib diserahkan kepada Badan. (3) Statistik Sektoral harus diselenggarakan bersama dengan Badan apabila statistik tersebut hanya dapat diperoleh dengan cara sensus dan dengan jangkauan populasi berskala nasional. secara mandiri atau bersama dengan Badan. Pasal 14 (1) Dalam rangka pembangunan Sistem Statistik Nasional. organisasi. instansi pemerintah memperoleh data dengan cara: a. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagian Ketiga Statistik Khusus Pasal 13 (1) Statistik diselenggarakan oleh masyarakat baik lembaga. masyarakat sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 ayat (1) wajib memberitahukan sinopsis kegiatan statistik yang telah selesai diselenggarakan kepada Badan. c. Kompilasi produk administrasi. survei. (2) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat : a. perorangan. (2) Dalam menyelenggarakan ststistik sektoral. Objek populasi.(1) Statistik sektoral diselenggarakan oleh instansi pemerintah sesuai lingkup tugas dan fungsinya. kompilasi produk administrasi. dan c.

(3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos. Metode statistik. (4) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). e. Nama dan alamat penyelenggara. Jumlah responden. di tingkat pusat dan daerah. jaringan komunikasi data. Waktu pelaksanaan. (2) Pengumuman hasil statistk dimuat dalam berita resmi statistik Pasal 16 Badan menyebarluaskan hasil statistik yang diselenggarakannya. h. g. f. BAB VI KOORDINASI DAN KERJASAMA Pasal 17 (1) Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan oleh Badan dengan instansi pemerintah dan masyarakat. atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik. Abstrak. lxi . tidak berlaku bagi statistik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan intern.d. BAB V PENGUMUMAN DAN PENYEBARLUASAN Pasal 15 (1) Badan berwenang mengumumkan hasil statistik yang diselenggarakannya.

atau masyarakat Indonesia BAB VII HAK DAN KEWAJIBAN Bagian Pertama Penyelenggara Kegiatan Statistik Pasal 19 Penyelenggara kegiatan statistik berhak memperoleh keterangan dari responden mengenai karakteristik setiap unit populasi yang menjadi objek. dan atau masyarakat dengan lembaga internasional.(2) Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional. negara asing. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. instansi pemerintah. klasifikasi. instansi pemerintah. Pasal 18 (1) Kerja sama penyelenggaraan statistik dapat juga oleh Badan. (3) Koordinasi dan kerjasama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas dasar kemitraan dan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkenbangan ilmu pengetahuan dan teknologi (4) Ketentuan mengenai tata cara dan lingkup koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik antara Badan. atau lembaga swasta asing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. definisi. Pasal 20 Penyelenggara kegiatan statistik wajib memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk mengetahui dan memperoleh manfaat dari statistik yang tersedia. dan ukuran-ukuran. Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat untuk membangun pembakuan konsep. lxii . (2) Kerja sama penyelenggaraan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan pada prinsip bahwa penyelenggara utama adalah Badan. instansi pemerintah. dan masyarakat diatur lebih lanjut dengan keputusan presiiden.

Bagian Kedua Petugas Statistik Pasal 22 Setiap petugas statistik Badan berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditentukan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. dan ketertiban umum. (2) Setiap responden berhak menolak petugas statistik yang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 25. Pasal 25 Setiap petugas statistik harus memperlihatkan surat tugas dan atau tanda pengenal. lxiii . Pasal 23 Setiap petugas statistik wajib menyampaikan hasil pelaksanaan statistik sebagaimana adanya. kecuali dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan.Pasal 21 Penyelenggara kegiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang diperoleh dari responden. serta wajib memperlihatkan nilai-nilai agama. tata krama. adat istiadat setempat. Pasal 24 Ketentuan mengenai jaminan kerahasiaan keterangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 berlaku juga bagi petugas statistik. Bagian Ketiga Responden Pasal 26 (1) Setiap orang berhak menolak untuk dijadikan responden.

(2) Ketentuan mengenai tugas. yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah. dan tata kerja Badan. Pasal 30 (1) Instansi pemerintah dapat membentuk satuan organisasi di lingkungannya untuk melaksanakan statistik sektoral. praktisi. fungsi.Pasal 27 Setiap responden wajib memberitahukan keterangan yang diperlukan dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. (3) Ketentuan mengenai tugas. dan tokoh masyarakat. fungsi. satuan organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus mengadakan koordinasi dengan Badan untuk lxiv . susunan organisasi. diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. (2) Forum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersifat nonstruktural dan independen. Pasal 29 (1) Pemerintah membentuk Forum Masyarakat Statistik yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan di bidang statistik kepada Badan. sebagaimanan dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2). dan tata kerja satuan organisasi sebagaimanan dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh instansi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB VIII KELEMBAGAAN Pasal 28 (1) Pemerintah membentuk Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden (2) Badan mempunyai perwakilan wilayah daerah yang merupakan instansi vertikal. (3) Dalam menyelenggarakan statistik sektoral. pakar. susunan organisasi.

Badan melakukan upaya-upaya sebagai berikut : a. meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional. c. klasifikasi. mengembangkan sistem statistik nasional. f. Pasal 32 Dalam rangka pembinaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 31. Pasal 33 Pelaksanaan pembinaan sebagiamana dimaksud dalam pasal 31 diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. b. klasifikasi.menerapkan konsep. mengembangkan statistik sebagai ilmu. h. definisi. dan mendukung pembangunan nasional. agar lebih meningkatkan kontribusi dan apresiasi masyarakat terhadap statistik. meningkatkan penyebarluasan informasi statistik g. dan ukuran-ukuran yang telah dibakukan dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional. BAB IX PEMBINAAN Pasal 31 Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik dan masyarakat. meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. e. mengembangkan sistem informasi statistik. d. definisi. meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelengaraan statistik. mewujudkan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep. lxv . dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerja sama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya.

00 (lima belas juta rupiah). Pasal 38 Responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 27.000.000. lxvi . dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 25.000. 15. Pasal 37 Petugas statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 24.00 (dua pulu lima juta rupiah).BAB X KETENTUAN PIDANA Pasal 34 Setiap orang yang tanpa hak menyelenggarakan sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ayat (2) huruf a.000.00 (dua puluh lima juta rupiah).000.000. Pasal 35 Setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 ayat (1). dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp.000.00 (lima puluh juta rupiah).00 (seratus juta rupiah). Pasal 36 (1) Penyelenggaraa kegiatan statistik yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam pasal 20.000.000.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp.000.00 (dua puluh lima juta rupiah). dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp 25.000. 100. dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 50. dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 25. (2) Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21.

000. lxvii . BAB XI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 41 Semua peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan undang-undang ini. pasal 36 ayat (2). atau menggagalkan jalannya penyelenggaraan statistik yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan statistik dasar dan atau statistik sektoral.00 (seratus juta rupiah). (2) Tindak pidana sebagimana dimaksud dalam pasal 35 dan pasal 36 ayat (1) adalah pelanggaran. Pasal 40 (1) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 34. dan pasal 39 adalah kejahatan. dipidana dengan pidana penjara paling lamam 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.Pasal 39 Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa alasan sah mencegah. menghalanghalangi. pasal 37. BAB XII KETENTUAN PENUTUP Pasal 42 Pada saat mulai berlakunya Undang-Undang ini.000. maka Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tidak berlaku. pasal 38.

MOERDIONO SOEHARTO LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1997 NOMOR 39 lxviii . Disahkan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1997 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd. memerintahkan pengundangan UndangUndang ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. Agar setiap orang dapat mengetahuinya. Diundangkan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1997 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd.Pasal 43 Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Fishery sub-sector with the coast area unfolding from north to south of Belu take part in influenced the job and earning’s generalization. Those sub-ethnic inhabit the location of certain characteristic with the individuality of catholic follower as majority. from forestry sub-sector. contribution obtained are also significant with some productive birch like sandalwood. Selain itu dari sub sektor kehutanan kontribusi yang diperoleh juga signifikan dengan beberapa jenis pohon Ecologically. Daerah Belu yang subur tersebut membuatnya potensial untuk dikembangkan menjadi daerah peternakan dan pertanian. Ema Kemak. Sub sektor perikanan dengan kawasan pantai yang membentang dari Belu bagian selatan sampai utara turut mempengaruhi pemerataan pekerjaan dan pendapatan. Ema Bunak dan Ema Dawan Manlea. Ditinjau dari segi Budaya dan Antropologis. the society earn easily live the foundation because of the specific similarity aspects. Even that way. ground of Belu is fertile because owning black and sandy type of geology as well as the rainfall which is relative flat during the year. The fertile area of Belu making of its potential to be developed to become the ranch and agriculture area. eucalyptus. red   Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxix . Keempat sub etnik mendiami lokasi-lokasi dengan karakteristik tertentu dengan kekhasan penduduk bermayoritas penganut agama Kristen Katolik. Dari aspek ekologis. the condition of land. Ema Bunak. penduduk Kabupaten Belu dalam susunan masyarakatnya terbagi atas 4 sub etnik yang besar yaitu : Ema Tetun. kondisi tanah Belu sangat subur karena selain memiliki lapisan tanah jenis berpasir dan hitam juga dikondisikan dengan curah hujan yang relatif merata sepanjang tahun. Besides. and Ema Dawan Manlea. Masingmasing etnik tersebut mempunyai bahasa dan praktek budaya yang saling berbeda satu sama lain dan kesamaan dilain segi. Kendati demikian. Belu’s people society formatted into four sub-ethnic that is: Ema Tetun. Mata pencaharian utama adalah bertani yang masih dikerjakan secara ekstensif tradisional. Their dominant means of livelihood is farming which is still done by traditionally extensive. masyarakat Belu dapat dengan mudah hidup rukun dikarenakan aspek kesamaan-kesamaan spesifik. Each ethnic have both difference and similarity language and culture practice.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU SEJARAH SINGKAT KABUPATEN BELU A BRIEF HISTORY OF BELU REGENCY Gambaran Umum Masyarakat  Belu    Common  Picture  Of  Belu’s  Society  Observed anthropologically and culturally. Ema Kemak.

ada kesamaan universal yang dapat ditarik dari semua informasi dan data.Welakar). Ada cerita bahwa ada tiga orang bersaudara dari tanah Malaka yang datang dan tinggal di Belu. Dari Makoan Fatuaruin menyebutnya Nekin Mataus (Likusaen). short posture of body. and Loro Sonbai (Dawan). there was three brothers came from Malaka and stayed in Belu. and teak. Makoan Fatuaruin called them Nekin Mataus (Likusaen). Nama ketiga bersaudara itu menurut para tetua adat masing-masing daerah berlainan. Dari sektor dan sub sektor lainnya seperti perdagangan dan jasa. There are various story about Belu’s new comer. Even that way. (manusia penghuni batu dan kayu). Wewiku Nain. Kendati demikian. Tipe manusia Melus adalah berpostur kuat. Loro Banleo (Dirma. Malaka sebagai tanah asal-usul pendatang di Belu yang berlayar menuju Timor melalui Larantuka. associated with the origin Melus. Khusus untuk para pendatang baru yang mendiami daerah Belu terdapat berbagai versi cerita. Welakar). The tribes of Melus recognized as “Emafatuk oan Ema Ai Oan” (woods and petrity human being). and Bara Mataus (Fatuaruin). they’re called Wehali Nain. Orang Melus dikenal dengan sebutan “Emafatuk oan ema ai oan“. industri dan lainnya juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan PDRB dan peningkatan PAD. eukaliptus. there is a universal similarity pulled out from all data and information. Once upon a time. The sector of trade and services. kayu merah dan jati. Namun menurut beberapa makoan asal Besikama yang berasal dari Malaka According to various research and old story. wood.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU seperti cendana. intinya bahwa. Selain para pendatang yang menghuni Belu sebenarnya berasal dari “Sina Mutin Malaka”. kekar orangnya dan bertubuh pendek. Loro Banleo (Dirma. Whereas Makoan Dirma called them Loro Sankoe (Debuluk. They had different unique name according to each headman of region. the first Belu resident was Melus. Sanleo) dan Loro Sonbai (Dawan). They had a strong. According to Makoan Besikama. Sejarah Singkat Orang Belu  Brief History Of Belu Resident  Sesuai berbagai penelitian dan cerita sejarah daerah di Belu. Suku Mataus (Sonbai). In fact. The land of Malaka was the origin of Belu’s new comer who sailed to Timor passing through Larantuka. dan Bara Mataus (Fatuaruin). lxx Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . industry and others also give productivef significant contribution in forming Gross Regional Domestic Products and raising PAD. bercampur dengan suku asli Melus. manusia Belu pertama yang mendiami wilayah Belu adalah “Suku Melus“.Sanleo). all of new comer dwelled in this area came from Sina Mutin Malaka. Sedangkan Makoan asal Dirma menyebutnya Loro Sankoe (Debuluk. and Haitimuk Nain. Mataus (Sonbai).

Apa yang kita catat dan dikenal dalam sejarah daerah Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxi . Maromak Oan itself stayed in Laran as the authority centre of Wewiku-Wehali. Sonbai. Sedangkan dari semua pendatang di Belu itu pimpinan dipegang oleh “Maromak Oan“ Liurai Nain di Belu bagian Selatan. Fialaran. And also in Fatuaruin. the assignment of Belu’s regency into south and north Belu was only a colonial Dutch strategies to make the society control system easier. Kedatangan mereka ke tanah Malaka hanya untuk menjalin hubungan dagang antar daerah di bidang kayu cendana dan hubungan etnis keagamaan. According to historian. Bahwa para pendatang dari Malaka itu bergelar raja atau loro dan memiliki wilayah kekuasaan yang jelas dengan persekutuan yang akrab dari masyarakatnya. tidak membagi daerah Belu menjadi Selatan dan Utara sebagaimana yang terjadi sekarang. Wehali Nain. the Maromak Oan’s dominion was expanded to some region of Dawan (Insana and Biboki). Selain juga ada di Fatuaruin. Maromak Oan memiliki perpanjangan tangan yaitu Wewiku-Wehali dan Haitimuk Nain. Their arrival to Malaka was to aim at trading the sandalwoods and built religious-ethnic connection up. Dirma. The three brothers were aristhocrat and own their settled dominion with a good association with the society. Maubara. Dalam melaksanakan tugasnya di Belu. What was recorded and known in the history of Belu’s regency is that there was an empire of Wewiku-Wehali (which its dominion covered in a whole area of Belu). Maromak Oan sendiri menetap di Laran sebagai pusat kekuasaan kerajaan WewikuWehali. Para pendatang di Belu tersebut. Among all Belu’s new comer. In the custom governmental. a broadcast appear in number from the empire governmental called “the empire golden age”. Wewiku Nain dan Haitimuk Nain. According to foreign scientist. All of Belu’s new comers divided no region of Belu by 2 parts. and Suai Kamanasa. pembagian Belu menjadi Belu bagian Selatan dan Utara hanyalah merupakan strategi pemerintah jajahan Belanda untuk mempermudah system pengontrolan terhadap masyarakatnya. and Insana.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU ialah. Fialaran. Menurut para sejararawan. Maubara. Liurai Nain “Maromak Oan” in the south of Belu became the leader. Maromak Oan had an autocrat in Wewiku-Wehali and Haitimuk Nain. There was an Dalam keadaan pemerintahan adat tersebut muncullah siaran dari pemerintah raja-raja dengan apa yang disebutnya “Zaman Keemasan Kerajaan”. Biboki dan Insane. Bahkan menurut para peneliti asing Maromak Oan kekuasaannya juga merambah sampai sebahagian daerah Dawan (Insana dan Biboki). Dirma. In his duty in Belu. Loro Lakekun. Sonbai dan Suai Kamanasa serta Loro Lakekun. South and North as it is right now. Biboki.

Dalam berbagai penuturan di Utara maupun di Selatan terkenal dengan nama empat jalinan terkait. Di Belu Utara bagian Barat dikenal Umahat. Di Dawan ada kerajaan Sonbay yang berkuasa di daerah Mutis. Tercatat nama-nama pemimpin besar yang dikirim dari Wewiku-Wehali seperti Loro Dirma. According to Belu’s historian. and Aitoan. Dalam perkembangan pemerintahannya muncul lagi tiga bersaudara yang ikut memerintah di Utara yaitu Tohe Nain. Supervices Dasi Sanulu known as Lasiolat. Biboki Nain. It is known in the north and south that there was four interrelated connection. Naitimu. maumutin. such as Loro Dirma. Lidak. There was also an empire of Fialaran settled in the north of belu which led by Dasi Mau Bauk whose servants were Loro Bauho. Lakekun. and in the eastern there was Asumanu-Tohe. there was a mixed-marriage between Loro Bauho and Klusin. and Aitoan. Herneno dan Insana Nain serta Nenometan Anas dan Fialaran. Sorbau. Asumanu. Dafala.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU adalah adanya kerajaan Wewiku-Wehali (pusat kekuasaan seluruh Belu). According to the elders of Wewiku – wehali. Asumanu. The population of Dawan was 40. Daerah Dawan termasuk Miamafo dan Dubay sekitar 40. Sorbau. Naitimu. Tohe Maumutin dan Aitoon. Manleten. Menurut penuturan para tetua adat dari Wewiku-Wehali. and Lidak. Sang Maromak Oan mengirim para pembantunya ke seluruh wilayah Belu sebagai Loro dan Liurai. Lasaka. Sesuai pemikiran sejarawan Belu. Besikama-Lasaen. and Fialaran. Manuleten. Umaklaran Sorbayan.000 jiwa masyarakatnya. called As Tanara. Umaklaran Sorbauan dibagian Timur ada Asumanu empire of Sonbai which dominate the area of Mutis. one was lxxii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Nenometan Anas. Loro Lakekun. perkawinan antara Loro Bauho dan Klusin yang dikenal dengan nama As Tanara membawahi dasi sanulu yang dikenal sampai sekarang ini yaitu Lasiolat. they are Tohe Nain. Dafala.000 person. Laklukun. Asumanu. Manleten. In the western of north belu there was Umahat. Rin besi hat yaitu Dafala. Lasiolat dan Lidak. Lasiolat. Thus. In its governmental development there was an appearance of three others brothers administrating/ commanding in the north of belu. Manuleten. Maumutin dan Aitoon. Ada juga kerajaan Fialaran di Belu bagian Utara yang dipimpin Dasi Mau Bauk dengan kaki tangannya seperti Loro Bauho. Manukleten. Rin besihat known as Dafala. Lidak. Selain itu ada juga nama seperti Dafala. in oreder to make the government system arrangement easier. untuk mempermudah pengaturan system pemerintahan. Asumanu. Loro Lakekukn. Umaklaran Sorbau. it was known also Dafala. Umalor-Lawan. Umaklaran. Manukleten. Sorbau. Besides. among the four brothers. Lasaka. Tohe Maumutin. Insana Nain. Maromak Oan delegated his servants to the entire region of Belu as Loro and Liurai It was recorded some famous great leaders delegated from wewikuwehali. Biboki Nain. Herneno.

Umalor-Lawain. Florens Maxi Un Bria dalam “The Way To Happiness Of Belu People” bahwa masyarakat Belu mengenal klasifikasi masyarakatnya atas 3 (tiga) golongan. Grijzen seperti dikutip dalam Tulisan Rm. Membahas tentang struktur masyarakat tidak lain dari pada mengulas tentang tingkatantingkatan dalam masyarakat yang ada dalam suatu komunitas atau persekutuan tertentu. Menurut H. Besikama-Lasaen. the independent ordinary people • The last group called Ata or Klasan representing a faction of sahaya’s slave. yang secara hirarkis terdiri dari : Dasi atau golongan bangsawan yang menempati lapisan terpusat dan dari kelompok inilah terpilih Loro / Liurai / Na’i yang akan memangku jabatan kepemerintahan secara turun temurun. Dengan demikian rupanya keempat bersaudara yang satunya menjelma sebagai tak kelihatan itu yang menandai asal-usul pendatang di Belu membaur dengan penduduk asli Melus yang sudah lama punah. Florens Maxi Un Bria in “The Way to Happiness of Belu People” that the society recognized its classification for three groups consists of: • DASI. marked the descent of Belu’s new comer/ stranger assimilated with the original Melus and extinct for a long time. Kelompok kedua adalah Golongan Renu yang tidak lain adalah rakyat jelata yang merdeka. Those who were included into this group usually Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxiii . According to H. J. Division and distinction of the society into hierarchical classes as follows rely on the existing race/ generation since the residents came until “the gold-age of the empire”. Pembagian dan pembedaan masyarakat Belu dalam kelaskelas hirarkis di bawah ini di dasarkan pada turunan/ras yang ada sejak penduduk para pendatang sampai dengan kejayaan zaman kerajaan. unvisible. Susunan  Masyarakat Belu  Strafikasi  Stratification Of Belu’s Society  Studying about the society structure means analyze the existing society’s level arranged in one community called social stratification. a group whose taking the central possession and from this group was chosen Loro/Liurai/Na’I to profess the governance hereditarily • The second group called Renu.J Grijen cited in article of Rm. Yang tersusun dalam susunan atau lapisanlapisan dalam masyarakat yang disebut stratifikasi sosial.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Tohe.

kita mengetahui bahwa penggolongan masyarakat Jawa atas tiga golongan / tiga kelompok besar yang saling melengkapi satu dengan yang lain. Perdagangan budak belian ini sempat menjadi komoditi pada tahun 1892 (pada daerah JeniluAtapupu) sampai pada akhirnya di awal abad 20-an Pemerintah Belanda mengeluarkan “Pax Nederlandica” sehingga perdagangan budak dihapus. it was depend on the earnings they could obtain or their habits every day.Group of subordinate ordinary people called Hutun Renu Among the two groups there was group of mediators referred as Fukun Dato - Kelompok lain adalah kelompok masyarakat bawah (Hutun Renu) atau marjinal dan orang kecil.Group of kings (Nain Oan) included aristhocrat . consists of: . Mereka yang masuk Jenilu. From the aspect of national governance politics. Dalam keterkaiatannya dengan struktur masyarakat Belu maka kita mengenal beberapa kelompok /golongan masyarakat yang teridiri dari : Pertama adalah kelompok teratas atau kelompok raja (Nain Oan) masuk kelompok priyayi. lxxiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Atapupu) until it was abolished by “Pax dalam golongan ini biasanya merupakan tawanan perang yang dijadikan budak untuk melayani kebutuhan masyarakat golongan renu atau golongan dasi. Ukuran untuk menentukan dua macam kelas ini tergantung pada pendapatan yang ia peroleh dan cara atau pola hidupnya setiap hari. we know that the Javanese classified into three big groups which is equipping one another.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU • Kelompok terakhir disebut Ata atau Klason yang merupakan golongan hamba sahaya. a prisoner of war taken as slave to serve the requirement of DASI and RENU. To determine the classes. The stratification itself economically evaluated as consists of “the haves” (Ema Mak Soin) and “the haves not” (Ema Kmukit). Dari sudut politik pemerintahan nasional. The slave’s commerce becomes the commodity in the year 1892 (at Nederlandica” in the early 20th century of the Dutch governance Pembagian masyarakat Belu sendiri ditinjau dari segi ekonomis terdiri dari klasifikasi “orang berpunya/the haves“ (Ema Mak Soin) dan kelompok “orang miskin/the haves not “(Ema Kmukit)..

Sehingga sesekali dalam kurun waktu tertentu seorang Dato wajib membawah upeti kepada rajanya. Group of Hutun Renu had a role of program executor. menuturkan bahwa di kerajaan Wewiku – Wehali ada 4 dato yang sangat berperan dalam fungsinya sebagai mediator yaitu. Dato Klisuk Rae dan Klisuk Lor yang menguasai daerah enclave laut (hasan). Sedangkan Fukun Dato akan berperan sebagai mediator antara kedua kelompok tersebut. - Perlu ditambahkan disini bahwa dalam jajaran dan tataran kelompok panututan raja atau kerabatan horizontal yang dinamakan “klaken soman“Ada juga kelompok vertical yang disebut “Tohu Larus Hudi Oan“. Dato Leki Nahak Tamiru Usi Hawai Lerek (penguasa daerah pesisir laut) atau yang disebut Meti Ketuik. Based on local history. Dato is obliged to bring the tribute to their king. It is recorded that the course of decision-making (fui mutu lian-fui mtun ibun) was done traditionally by sacrificing burnt up offerings. There was also a vertical groups called Tahu Larus Hudi Oan. Enhanced. Keterkaitan antara ketiga kelompok utama tersebut terwujud dalam realisasi program dan kerja nyata. Dalam hal ini. in the alignment of Panututan groups. Perlu di catat di sini bahwa dalam proses pengambilan keputusan (fui mutu lian-fui mtun ibun) secara adat dengan korban bakaran.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Antara dua kelompok itu ada kelompok penengah atau disebut Fukun dato. Kelompok Hutun Renu sebagai pelaksana program secara nyata. While Dato Mota dominating the seaboard of Benenai. nowadays. The interrelated among three groups formed in the tangible jobs and realization. named as horizontal consaquinity “Klaken Saman”. kelompok Raja berperan mengawasi pelaksanaan pembangunan dan membuat putusan pemerintahan. the empire of Wewiku-Wehali had four Datos playing a significant function as mediator. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxv . In this case. Sedangkan Dato Mota menguasai daerah pesisir kali Benenai (Mota Ninin Here Ninin). Dato Klisuk Rae and Klisuk Lor were dominating the enclave of sea. While Futun Dato were personating mediator among the two other groups. Dalam catatan sejarah lokal. called Dato Leki Nahak Tamiru Usi Hawai Lerek (Meti Ketuik). the group of kings had a role of observe the development execution and made the governance decision. Once in a while.

Green.  Form. Warna dan Isi Lambang Tata warna lambang berwarna Merah.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Makna.  Bentuk  dan  Motif  dalam  Lambang  Daerah  Kabupaten Belu                1. Hijau. Kuning. • Putih melambangkan kesucian. Form of the device area is a five side shield mean as follow: The shield symbolize the appliance of people’s protection. yang mempunyai arti : • Merah melambangkan keberanian. • Coklat melambangkan ketabahan hati. • Hitam melambangkan ketenangan/keadilan. The five side symbolize Pancasila as the national philosophy 2. melambangkan kain tenunan rakyat Kabupaten Belu. Colour and fill of symbol The symbol colored in Red. Coklat. • Kuning melambangkan keagungan.  and  Motif  In  The Symbol Of Belu’s Regency                    1. Brown. and Black symbolizing Belu’s woven cloth meaning as follows: Red symbolize the bravery Yellow symbolize the supremacy Brown symbolize the firmness Green symbolize the prosperity White symbolize the chastity Black symbolize the justice lxxvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . White. 2. Putih dan Hitam. Bentuk Lambang Daerah adalah Perisai bersisi lima mempunyai arti sebagai berikut : • Perisai melambangkan alat perlindungan rakyat • Sisi lima melambangkan Pancasila sebagai dasar negara Meanings. Yellow. • Hijau melambangkan kemakmuran.

and year Belu Regency was formed in the province area of East Nusa Tenggara • Tiber symbolize the original appliance of Belunese art of dance • Kelewang located in its case among the ruddling and yellow symbolize the bravely struggle. date of. • Tiber melambangkan alat asli seni tari rakyat (tarian Likurai) yang telah ada serta tumbuh dalam masyarakat Belu sejak dahulu dan berkembang terus hingga sekarang. kesungguhan hati dan semangat. • Dibawah Bintang dan di atas Pohon Beringin tertulis dengan huruf latin berbunyi “BELU“ yang berarti “SAHABAT“. it is written “Belu” means “friend” Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxvii .SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU 3. terletak di atas tiber dan kelewang. • Padi 20 butir dan kapas 12 biji serta angka 1958 menunjukkan hari. firmness. Arti Lambang Lukisan bintang berwarna kuning emas melambangkan keagungan Tuhan Yang Maha Esa. • Pohon beringin melambangkan persatuan dan tempat rakyat berlindung. and the spirit • The banyan tree symbolize the association and people’s protector. tanggal. tahun terbentuknya Kabupaten Belu dalam wilayah daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur . • Padi dan kapas melambangkan kemakmuran sandang pangan. placed above Tiber and Kelewang • Under the gold star and above the banyan tree. • 3. • Kelewang dalam keadaan tersarung terletak di antara warna merah dan kuning melambangkan perjuangan keberanian. Meaning of symbol • The gold star symbolize the Almighty God • Paddy and cotton symbolize the food and clothes prosperity • 20 items of paddy and 12 seeds of cotton and also numeral of 1958 showing the day.

.. 1. . v. Zak …………………………………………………. Buah. Data yang sumbernya tidak disebutkan. Liter ………………………………………………… ix. iii. ……… iv. Liter (untuk beras) ………………………………. Sumber Data : Data yang ada dalam penerbitan ini ada yang dikumpulkan langsung oleh Badan Pusat Statistik dan ada pula yang bersumber dari Dinas/Instansi/Jawatan di Tingkat Kabupaten. : Tanda Desimal 2. meter (m). ……… ii. Botol ………………………………………………. Batang (sabun cuci)……………………. Tanda-tanda yang dipakai: i. . Ton ………………………………………………… vi.. bungkus.80 kg 3. : Data belum tersedia ii. Satuan : i. dikumpulkan langsung dari responden oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu. butir. helai. Kw (kwintal) ……………………………………… viii. x. : 400 gram : 700 cc : 1000 meter : 12 buah : 1000 kg : 40 kg : 100 kg : 1000 cc : 0. Km (Kilometer) …………………………...PENJELASAN UMUM / EXPLANATORY NOTES PENJELASAN UMUM Beberapa data yang kami sajikan dalam penerbitan ini merupakan data perbaikan dari penerbitan tahun-tahun sebelumnya. Lusin ………………………………………………..: Data tidak tersedia atau dapat diabaikan iii. vii. . kilogram (kg). lxxviii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

ii.…………………………. are as follows. pach. : Tanda Desimal 2.. Sources : Statistical data presented in this publication are based on secondary statistical data compiled as a part of the normal activities of various government and private institution in Belu and some of data represent the result of survey. meter (m)...80 kg 3..……………………… Dozen . Kilometers (Km) …………. UnIt : i. : 400 gram : 700 cc : 1000 meter : 12 unit : 1000 kg : 40 kg : 100 kg : 1000 cc : 0. Unit. . Bottle………………………………………………. . unit and other which are used in this publication. .. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxix .: Data not available or data negligible iii. ix.……………………………………………. vi. : Data not yet available ii. iii. Briguette for soap ………………………………. vii.PENJELASAN UMUM / EXPLANATORY NOTES EXPLANATORY NOTES Symbol. number. iv. Quintal (ql) …………. Metric ton ………………………………………… Sack …………………………………………………. kilogram (kg). Symbols: i. conducted by the BPS Belu.…………………………… Litre ………………………………………………… Litre (for rice) …………. v. viii. x. piece. 1.

BAB / CHAPTER 1 Geografi Geography .

dan Talau. Wilayah pegunungan (>40%) terdapat di wilayah tengah kearah Timur dengan luas wilayah sekitar 17.GEOGRAFI / GEOGRAPHY GEOGRAFI KEADAAN ALAM  Kabupaten Belu adalah salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang wilayahnya terletak di sebelah timur. Kabupaten Belu terletak pada koordinat 1240 – 1260 lintang selatan. Dengan wilayah seluas 2.40%. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 3 . Malibaka.445. sebelah selatan dengan Laut Timor.86% dari luas wilayah. sebelah timur dengan Negara Timor Leste serta sebelah barat dengan Kabupaten Timur Tengah Utara dan Timur Tengan Selatan. Adapun batas wilayah Kabupaten Belu adalah sebagai berikut: sebelah utara dengan Selat Ombai. Wilayah datar terletak di bagian selatan memanjang sampai ke tenggara pada pesisir pantai Laut Timor dengan kemiringan kurang dari 2%. Dari 14 sungai yang bermuara di bagian utara. Kabupaten Belu terbagi dalam 24 Kecamatan.57 Km2 atau 5. sedangkan daerah datar berombak sampai bergelombang 3-40% hampir merata di seluruh wilayah yaitu mencapai 55. Posisinya sangat strategis karena berada pada persimpangan Negara Timor Leste dengan bagian lain Provinsi Nusa Tenggara Timur serta pada titik silang antara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten TTU.16% dari luas wilayah Povinsi Nusa Tenggara Timur yang keseluruhannya berupa daratan. Sungai–sungai yang ada di Kabupaten Belu mengalir dari bagian selatan dan bermuara di Selat Ombai dan Laut Timor. yang banyak digunakan penduduk untuk pertanian adalah sungai Baukama. Bentuk topografi wilayah Kabupaten Belu merupakan daerah datar berbukit-bukit hingga pegunungan dengan sungai-sungai yang mengalir ke utara dan selatan mengikuti arah kemiringan lerengnya.

    I K L I M  Daerah Kabupaten Belu dengan temperatur rata-rata 24-34°C beriklim tropis. 4 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Musim hujan yang sangat singkat dimulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Mei. renzina dan litosol tersebar di wilayah Malaka Tengah bersifat porous sehingga banyak di jumpai air tanah. Hal tersebut bisa dilihat dari data hari hujan dan curah hujan yang rendah. Intensitas pelapukan-pelapukan di wilayah ini tidak begitu besar disebabkan beriklim sedang. Letak geografis yang lebih dekat dengan Australia dibanding Asia. membuat Kabupaten Belu memiliki curah hujan yang rendah. Tanah campuran aluvial dan litosol di jumpai di dataran Oeroki. umumnya berubah–ubah tiap setengah tahun berganti dari musim kemarau dan musim penghujan dengan musim kemarau yang lebih dominan. dan pada umumnya jenis tanah ini sangat subur karena banyak mengandung unsur hara.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Dari aspek kemampuan tanah. Halilulik kemudian tanah litosol tersebar merata di Kabupaten Belu dan terakhir campuran tanah mediteran. sebagian besar Kabupaten Belu bertekstur tanah sedang yang meliputi hampir seluruh wilayah dan sebagian kecil bertekstur tanah halus dan kasar. Jenis tanah yang ada seperti tanah aluvial dapat di jumpai di dataran Besikama. sepanjang pantai selatan dan sedikit di utara. Curah hujan tertinggi yaitu 1375 mm terdapat di Kecamatan Malaka Tengah.

Banyaknya Curah Hujan di Kabupaten Belu Tahun 2003-2007 (mm) 700.00 300.2.00 0.00 200.00 100.00 600. Banyaknya Hari Hujan di Kabupaten Belu Tahun 2003-2007 14.00 10.00 0.00 12.1.00 4.00 8.00 2.00 J an Peb Mar Apr Mei 2004 J un J ul 2005 Ags S ep 2006 Okt Nop Des 2007 2003 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 5 .00 400.00 500.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Gambar 1.00 6.00 Jan Peb Mar Apr 2003 Mei 2004 Jun Jul 2005 Ags S ep Okt 2007 Nop Des 2006 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 1.

3. Banyaknya Hari Hujan Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Tahun 2007 Tasifeto Timur 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Rinhat Malaka Barat Weliman Kobalima Malaka Tengah Sasita Mean Malaka Timur Raihat Lamaknen Kakuluk Mesak Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 1.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Gambar 1.4. Banyaknya Curah Hujan Menurut Kecamatan di Belu Tahun 2007 (mm) 1400 1200 1000 800 Malaka Barat Tasifeto Timur Lamaknen Malaka Tengah 600 400 200 0 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Rinhat Malaka Timur Weliman S asita Mean Kakuluk Mesak Kobalima Raihat 6 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

Malaka Timur 08. Tasifeto Barat*) 12. Wewiku 04.57 Persentase Percentage (3) 3.05 3.41 151.41 3.30 83. Raimanuk 10.25 168. Lamaknen*) Luas Area 2 ( Km ) (2) 87.48 214.37 87.28 94.64 8.30 8. Weliman 05.88 11. Lasiolat 17.84 7.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.90 7.72 97.42 217. Laenmanen 09.06 284. Kakuluk Mesak 13.90 88. Rinhat 03.445. Kobalima*) 11.20 64.57 6.67 2. Raihat 16. BPS Catatan : *) Termasuk Kecamatan Pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 7 .64 3.54 56. Sasita Mean*) 07.61 6. BPS Source : PODES 2005. Malaka Tengah 06.34 8.20 4.63 7.02 179.76 100.31 2. Malaka Barat 02.57 2.69 172. Tasifeto Timur 15.18 211.44 187. Kota Atambua*) 14.1 Luas Daerah Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area of Belu Regency by Districk Kecamatan Districk (1) 01.00 3.00 Kabupaten Belu Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.

83 5. Besikama 08.04 3. Rabasa Haerain 13. Fafoe 05.89 5.12 3. Rabasahain 03.07 11.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.39 8.01 3. Motaulun 12.89 14.59 5.44 4. Raimatus 16.27 5. Malaka Barat Luas Area (Km2) (2) 5.41 Persentase Percentage (3) 6.02 3.76 5. Oanmane 15.77 87.29 5.72 3.22 5.2 Luas wilayah Kecamatan Malaka Barat Menurut Desa Area District of Malaka Barat by Village 2005 Desa Village (1) 01.15 12.40 5.45 3.31 100.17 9.86 3.97 5.00 3.97 5. Sikun 06. Umatoos 04. Rabasa 02.70 3. Loofoun 10. Naas Kec. Maktihan 11.74 6. Lasaen 07.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005 BPS Source : PODES 2005 BPS 8 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .10 3. Motaain 14.20 3.30 9. Umalor 09.76 6.

N a e t 11.12 6.57 8. Nanobot Luas Area 2 (Km ) (2) 10. Saenama 02.78 9.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.84 6.93 11.71 4. Webetun 05.95 5.72 100.17 7.BPS Source : PODES 2005.60 13.19 4.3 Luas wilayah Kecamatan Rinhat Menurut Desa Area District of Rinhat by Village 2005 Desa Village (1) 01.51 8. Wekeke 09.33 5. Tafuli 10. Nanin 12.87 Persentase Percentage (3) 6. B o e n 08. Tafuli 18. Weain 16. Biudukfoho 06. Rinhat 151.76 3.88 13.93 6.21 3. N i t i 07. Wekmidar 03. Oekmurak 13.75 7.59 4. Raisamane 15.BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 9 .21 10.54 8.10 4.07 4.37 8. Alala 14.09 2.96 3.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.21 Kec.36 4.74 4.03 4.55 16. L o t a s 04.13 6.84 6.11 6.57 4. Nabutaek 17.15 7.

00 10 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .72 5.13 7. Seserai 04.95 20.77 8.90 Persentase Percentage (3) 12.41 4.4 Luas wilayah Kecamatan Wewiku Menurut Desa Area District of Wewiku by Village 2005 Desa Village (1) 01.43 8. Lorotolus 05.87 6. Webriamata 08. Biris Kec. Rabasa Biris 11.91 6.61 5. Wewiku Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.00 7.69 100.BPS Source : PODES 2005.58 7.50 8.54 7.BPS Luas Area (Km2) (2) 12. Alkani 03.80 3.53 4.59 97. Badarai 07.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.36 7.42 7.69 5. Weseben 10. Halibasar 09. Lamea 02.00 6.00 8.64 3. Weulun 12.78 20. Weoe 06.

76 9.56 3. Angkaes 13.51 3. Weliman Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.71 8.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.87 9. Forekmodok 02.38 9.44 7.00 2.BPS Source : PODES 2005. Leunklot 08. Umalawain 05. Taaba 07.56 2.73 12.03 14. Lakulo 09. Haitimuk 14. Wesey Kec.07 2.26 3.77 100.BPS Luas Area 2 (Km ) (2) 5.26 2.08 8.42 9.51 8.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 11 .33 8. Wedeok 12.62 88. Kleseleon 11. Hauklaran 04.5 Luas wilayah Kecamatan Weliman Menurut Desa Area District of Weliman by Village 2005 Desa Village (1) 01.27 2.10 3.31 9.49 7. Lamudur 03.00 2.88 11.25 Persentase Percentage (3) 5.79 6.56 8. Laleten 10. Bone Tasea 06.

28 17. Kakaniuk 03.40 14.80 13.48 5. Barene 02.89 2. Lawalu 10.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.96 0. Kamanasa 13.39 8. Fahiluka 11.37 20.10 6.81 Kec.00 6.69 100.50 4.57 23.67 1. Kateri 05.50 3.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Umakatahan 08.05 Persentase Percentage (3) 6. UPT Harekakae 14.28 0.58 3.04 6.10 7.69 10. Naimana 09.30 5.66 0.86 3.42 13.62 4. BPS Source : PODES 2005. BPS 12 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Umanenlawalu 07. Railor Tahak 17.30 9. Barada 15. Wehali 06.6 Luas wilayah Kecamatan Malaka Tengah Menurut Desa Area District of Malaka Tengah by Village 2005 Desa Village (1) 01.11 8.85 11. Bakiruk 04.50 9.68 13. Kletek 12. Malaka Tengah 168.54 1.62 3. Bereliku 16.81 8. Suai Luas Area (Km2) (2) 11.

22 2. Fatuoin 21.81 3.20 7. Beaneno 16. Takarai 13. Umutnana 19.42 5.62 2.30 100. Naibone 05.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. K u f e u 07.00 8.94 5. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 13 .81 6. Ikan Tuanbeis Luas Area 2 (Km ) (2) 19.00 6. BPS Source : PODES 2005.7 Luas wilayah Kecamatan Sasita Mean Menurut Desa Area District of Sasita Mean by Village 2005 Desa Village (1) 01.79 14.60 8.23 4.89 6.11 4. As Manulea 08. Builaran 18.42 5.20 4. Sasita Mean 172. Babotin Maemina 15.50 4. Naisau 20.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Tunmat 12.58 2.36 4. Silole 17.27 14.43 4.50 2.27 13.63 4. Babotin Selatan 14.85 11.00 4.06 8. Tunabesi 10.45 4.28 8.81 6. Fatuaruin 06.67 5.15 3.27 Persentase Percentage (3) 11.57 3.43 2.63 7.28 Kec. Babotin 03. Manulea 04. B i a u 09.89 11. Bani .11 2.Bani 11.87 3.85 6. Kereana 02.33 4.

35 17.84 4. BPS 14 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Dirma 04.28 100. Sanleo 03.92 11. Wemeda 06. Malaka Timur 83.22 5. Numponi 02.37 13.83 Kec. BPS Source : PODES 2005.68 32.53 14.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.85 Persentase Percentage (3) 6.82 39.62 14. Kusa 05. Raiulun Luas Area (Km2) (2) 5.8 Luas wilayah Kecamatan Malaka Timur Menurut Desa Area District of Malaka Timur by Village 2005 Desa Village (1) 01.25 16.

02 100. Besesmus 06.38 12. Uabau 04.61 5. Naekekusa 08.77 Kec.30 5.31 Persentase Percentage (3) 8. Laenmanen 94. UPT Tniumanu 02.71 13.80 12.72 13. Tesa 10.61 13. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 15 .GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.80 5. Kapitanmeo 09. Meotroy Luas Area 2 (Km ) (2) 7.85 7.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. BPS Source : PODES 2005.00 7.61 15.80 5.38 7.95 7.9 Luas wilayah Kecamatan Laenmanen Menurut Desa Area District of Laenmanen by Village 2005 Desa Village (1) 01.80 15. Bonibais 05.37 12. Tniumanu 03.38 7.85 7. Oenaek 07.

Duakoran 08.52 10. BPS 16 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .50 Persentase Percentage (3) 10. Leuntolu Luas Area (Km2) (2) 18.53 14.50 7.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Mandeu 09.21 15.00 11.50 27.60 5.88 18. Rafae 07.98 34.79 19. BPS Source : PODES 2005.89 25.10 Luas wilayah Kecamatan Raimanuk Menurut Desa Area District of Raimanukby Village 2005 Desa Village (1) 01. Mandeu Raimanus 05. Faturika 06.42 100.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.27 13.40 23.79 6.23 Kec. Renrua 04. Raimanuk 179. Teun 03.67 13. Tasain 02.15 2.

51 13.83 14. Alas Selatan 08.11 Luas wilayah Kecamatan Kobalima Menurut Desa Area District of Kobalima by Village 2005 Desa Village (1) 01.25 17.65 29.49 7. S i s i 06.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Lakekun Utara 04. Lakekun 03.60 20. A l a s 11.00 17. Babulu Selatan 09.06 20.57 12. Alas Utara Luas Area 2 (Km ) (2) 6.40 Persentase Percentage (3) 2.06 100. Kobalima Sumber : Potensi Desa 2005 Source : PODES 2005.00 16.93 3.33 3. Rainawe 07.23 7.45 27. Kotabiru 12.37 7.00 30.10 9.05 18.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 17 .48 Kec. Babulu 10. Lakekun Barat 02. Litamali 05.24 8.47 9.22 7. BPS 217.83 7.

00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.29 4.22 25.75 4. Lawalutolus 07.72 12.30 8.56 3.21 27.20 15.75 19.12 Luas wilayah Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Desa Area District of Tasifeto Barat by Village 2005 Desa Village (1) 01.21 23. BPS 18 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .84 Kec. Naitimu 09.13 27.60 45. Dubesi 08.86 9.30 8. Lookeu 04.61 10.44 100. BPS Source : PODES 2005. Tukuneno Luas Area (Km2) (2) 12. Naekasa 12.06 Persentase Percentage (3) 4.56 9.14 10.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Bakustulama 11. Nanaeone 03.29 8. Nanaet 06.21 12.30 3. Tasifeto Barat 284. Fohoeka 02.72 54. Rinbesihat 10. Derok Faturene 05.61 23.

54 100.63 19. Jenilu 05. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 19 .89 9.06 11.31 20. Leosama 06. Fatukety 02.13 Luas wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Desa Area District of Kakuluk Mesak by Village 2005 Desa Village (1) 01.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Kabuna 03.73 37. Kakuluk Mesak 187.05 19.74 20. Dualaus Luas Area 2 (Km ) (2) 53.47 Kec.76 Persentase Percentage (3) 28.89 11. Kenebibi 04. BPS Source : PODES 2005.30 17.70 37.

Kota Atambua 56.85 Kec. Manuaman 04.32 5. Tulamalae 11. L i d a k 03.38 11.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Umanen 10.60 Persentase Percentage (3) 10.80 3.24 20.40 0.22 4.63 11.92 2. Tenukiik Luas Area (Km2) (2) 5. Fatukbot 02.78 2.35 1.14 Luas wilayah Kecamatan Kota Atambua Menurut Desa Area District of Kota Atambua by Village 2005 Desa Village (1) 01.71 6.12 21.49 1.20 2.70 18.10 1.20 10.27 5.18 100. Fatubenao 06.62 0. Berdao 08. Rinbesi 05. Atambua 07.52 3. BPS Source : PODES 2005. Beirafu 09. Manumutin 12.55 1. BPS 20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .21 3.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.

Fatuba'a 02.70 9.76 10. Tasifeto Timur Luas Area 2 (Km ) (2) 34.09 9. Silawan 08. Halimodok 12.30 15. Dafala 03.00 18.19 8.40 4.25 4.75 6. B a u h o 11.73 100. Manleten 05. Sarabau 10. Umaklaran 06.40 16.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Tulakadi 07.15 Luas wilayah Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Desa Area District of Tasifeto Timur by Village 2005 Desa Village (1) 01.81 2.10 6.30 35. BPS Source : PODES 2005.37 Persentase Percentage (3) 16.55 14.52 3.29 7. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 21 . Takirin 04.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.56 14.32 4.00 19.00 211.00 6. S a d i 09. Tialai Kec.95 30.40 13.

59 Kec. T o h e 03.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Toheleten Luas Area (Km2) (2) 22.56 15.16 Luas wilayah Kecamatan Raihat Menurut Desa Area District of Rinhat by Village 2005 Desa Village (1) 01.20 100.34 Persentase Percentage (3) 26. Asumanu 02.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Raihat 87. Maumutin 06. Raifatus 04.96 17. Aitoun 05.40 14. BPS Source : PODES 2005.55 8.63 16.51 10.98 9. BPS 22 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .40 9.95 16.32 18.

Baudauk Luas Area 2 (Km ) (2) 9.40 Kec.96 13.20 9.93 Persentase Percentage (3) 14. Raiulun 06.48 100. Lakanmau 05. BPS Source : PODES 2005.96 15.00 9. Fatulotu 04.00 9.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 23 .00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Dualasi 07.17 Luas wilayah Kecamatan Lasiolat Menurut Desa Area District of Lasiolat by Village 2005 Desa Village (1) 01.00 9.96 13. Lasiolat 02.27 14.35 13.25 9. Maneikun 03. Lasiolat 64.11 14.10 9.

00 214.90 5.19 2.57 4. M a k i r 15.02 9. H e n e s 04. K e w a r 13. E k i n 06. Mahuitas 14.50 10.10 14.98 2. Sisi Fatuberal Kec.25 6.94 12. Lakmaras 03.93 7.09 9.00 7.18 Luas wilayah Kecamatan Lamaknen Menurut Desa Area District of Lamaknen by Village 2005 Desa Village (1) 01.60 7.31 Persentase Percentage (3) 14.31 5.00 17. BPS 24 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .27 100.00 15.60 4.39 6.93 1. Debululik 07.64 9.40 6. Nualain 05.52 2.35 7.82 4. Duarato 11. D i r u n 09.42 9.00 3. Lamaknen Luas Area (Km2) (2) 30. Lutarato 17. Loonuna 02.28 3. BPS Source : PODES 2005.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Lamaksenulu 16.64 21. Leowalu 10. Maudemu 08.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.10 4.22 11.33 15. F u l u r 12.04 21.

19 Nama dan Panjang Sungai Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Name and Length of Rivers by District in Regency of Belu Kecamatan District (1) 1. Malaka Tengah 3. Tasifeto Timur 6. Lamaknen 7.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Tasifeto Barat 5. Kota Atambua Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 25 . Malaka Timur 4. Malaka Barat Nama Sungai Name of Rivers (2) Benenai Delek Baen Wedik Talimetan Motahoar Buik Luradik Baukama Baukoek Motamuru Welulik Malibaka Talau Panjang Sungai Length of Rivers (Km) (3) 100 15 30 10 8 7 40 10 45 10 15 18 50 50 2.

Kota Atambua*)**) 14. Laen Manen**) 09.41 Juni June (7) 9 15 14 25 5 4. Malaka Tengah 06. Wewiku**) 04. Tasifeto Barat*)**) 12. Tasifeto Timur 15. Raihat 16.12 Maret March (4) 9 0.76 Pebruari February (3) 7 5 12 7 8 8 7 5 17 11 17 6. Kobalima*) 11. Malaka Timur 08. Lasiolat**) 17.53 April April (5) 0. Lamaknen*) Rata-Rata Januari January (2) 11 6 11 4 7 6 4 7 21 23 15 6. Rinhat 03.00 Mei May (6) 5 6 8 1 4 1. Kakuluk Mesak 13.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Banyaknya Hari Hujan di Kabupaten Numbers of Day of Rain in Regency 2 0 Kecamatan District (1) 01. Weliman 05.00 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture and Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data Tidak Tersedia 26 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Barat 02. Raimanuk**) 10. Sasita Mean*) 07.

12 (13) 21 15 11 13 8 11 18 17 6.00 (11) 6 14 3 1.00 (10) 0.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Table 1.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 27 .00 (9) 0.06 (14) 80 11 66 47 56 29 64 12 38 60 64 31.35 (12) 17 9 4 14 7 6 7 6 4.20 Belu Menurut Kecamatan Per Bulan of Belu by District per Month 0 7 (hari) Novembe r November Juli July Agustus August Septembe r September Oktober October Desember December Ju mlah Total (8) 0.

76 Maret March (4) 192 11. Raimanuk**) 10. Kobalima*) 11. Malaka Timur 08.24 Kecamatan District (1) 01. Laen Manen**) 09.29 April April (5) 0. Wewiku**) 04.71 Juni June (7) 105 417 292 785 43 96. Kota Atambua*)**) 14.59 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture and Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data Tidak Tersedia 28 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Rinhat 03. Lasiolat**) 17. Tasifeto Barat*)**) 12. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean*) 07. Kakuluk Mesak 13. Weliman 05. Lamaknen*) Rata-Rata Pebruari February (3) 137 119 168 690 96 189 29 74 507 116 387 147. Malaka Tengah 06.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Banyaknya Curah Hujan di Kabupaten Rainfall in Regency 2 0 Januari Januar y (2) 123 104 125 166 103 146 46 66 343 215 267 100. Raihat 16.00 Mei May (6) 74 519 68 38 44 43. Malaka Barat 02.

21 Belu Menurut Kecamatan Per Bulan of Belu by District per Month 0 7 (mm) Novembe r November Juli July Agustus August Septembe r September Oktober October Desember December Ju mlah Total (8) 0.47 (12) 184 186 119 214 102 135 165 104 71.00 (10) 0.12 (13) 475 264 116 190 214 89 209 123 98.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 29 .GEOGRAFI / GEOGRAPHY Table 1.027 603 943 1264 140 850 743 968 599.00 (11) 146 243 112 29.060 2.83 (14) 1.362 223 1.00 (9) 0.

BAB / CHAPTER 2 Pemerintahan Government .

20. 4. 17. 18. 22. 16. yaitu : 1. 24. 19. 10. 9. 3. 21. 6. dimana sebanyak 87. Kecamatan Kobalima Timur Kecamatan Tasifeto Barat Kecamatan Nanaet Dubesi Kecamatan Kakuluk Mesak Kecamatan Kota Atambua Kecamatan Atambua Barat Kecamatan Atambua Selatan Kecamatan Tasifeto Timur Kecamatan Raihat Kecamatan Lasiolat Kecamatan Lamaknen Kecamatan Lamaknen Selatan Menurut data dari Bagian Pemerintahan Desa pada Kantor Bupati Belu hingga tahun 2007 terdapat 208 desa/kelurahan di Kabupaten Belu yang terdiri dari 196 desa dan 12 kelurahan. 8. 14. sedangkan sisanya sebanyak 12. Kecamatan Malaka Barat Kecamatan Rinhat Kecamatan Wewiku Kecamatan Weliman Kecamatan Malaka Tengah Kecamatan Sasita Mean Kecamatan Botin Leobele Kecamatan Io Kufeu Kecamatan Malaka Timur Kecamatan Laenmanen Kecamatan Raimanuk Kecamatan Kobalima 13. 7. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 33 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Pemerintahan Kabupaten Belu berdiri pada tanggal 20 Desember 1958 dengan ibukota kabupaten Atambua saat ini wilayahnya terdiri atas 24 kecamatan.98 persen masih merupakan desa persiapan. 12. 23.02 persen adalah desa/kelurahan difinitif. 2. 15. 5. 11.

1.56% S wadaya 20. Persentase Jumlah Desa Menurut Klasifikasi Desa di Kabupaten Belu Tahun 2007 S wakarya 73. Jumlah Wilayah Administrasi Setingkat Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Tahun 2007 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 010 011 012 013 020 021 022 023 030 031 032 040 041 050 051 052 060 061 062 070 071 072 080 081 Sumber : Bagian Pemerintahan Desa 34 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .25% Sumber : PMD Gambar 2.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Gambar 2.19% S wasembada 6.2.

Malaka Tengah 06. Malaka Timur 10. Lasiolat 23. Nanaet Dubesi 16. Kota Atambua 18.1 Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan Numbers Villages by District 2007 Kecamatan Regency Desa / Kelurahan Village UPT PrePersiapan transmiPre-village gration village (4) (5) 5 7 3 3 5 2 1 1 - Definitif Definitive (3) 11 13 9 11 12 9 7 5 6 7 8 8 4 8 4 6 4 4 4 11 6 7 9 8 Jumlah Total *) (6) 16 20 12 14 17 9 7 5 6 9 9 8 4 8 4 6 4 4 4 12 6 7 9 8 208 (1) 01. Atambua Selatan 19. Raihat 22. Lamaknen Selatan 181 27 Kabupaten Belu Sumber : Bagian Pemerintahan Desa. Kakuluk Mesak 17.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Atambua Barat 20. Sasita Mean 07. Kantor Bupati Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 35 . Tasifeto Barat 15. Weliman 05. Tasifeto Timur 21. Laen Manen 11. Kobalima 13. Wewiku 04. Rinhat 03. Botin Leobele 09. Io Kufeu 08. Kobalima Timur 14. Raimanuk 12. Malaka Barat 02. Lamaknen 24.

Malaka Barat 02. Atambua Selatan 19. Malaka Tengah 06. Weliman 05. Kakuluk Mesak 17. Kantor Bupati Belu 36 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Rinhat 03. Raihat 22. Tasifeto Timur 21.2 Banyaknya Satuan Lingkungan Setempat Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (3) 01. Lamaknen Selatan Kabupaten Belu Dusun/Lingkungan (4) 82 119 66 88 98 49 45 30 46 66 78 48 23 59 20 35 9 9 8 58 31 25 43 39 1. Tasifeto Barat 15. Sasita Mean 07. Io Kufeu 08. Laen Manen 11. Kobalima 13. Kota Atambua 18. Wewiku 04.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2.075 Sumber : Bagian Pemerintahan Desa.174 Rukun Tetangga (RT) (5) 214 215 211 188 332 93 87 57 109 126 140 119 50 177 40 90 110 79 90 175 91 70 103 109 3. Lamaknen 24. Nanaet Dubesi 16. Atambua Barat 20. Malaka Timur 10. Lasiolat 23. Kobalima Timur 14. Raimanuk 12. Botin Leobele 09.

Malaka Barat 02. Wewiku 04. Lamaknen*) Kabupaten Belu - 5 7 42 148 6 208 Sumber : PMD Source : PMD Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 37 . Laen Manen 09. Tasifeto Timur 15.3 Banyaknya Desa/Kelurahan dan Tingkat perkembangan Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan Numbers of Villages and Supporting level by District 2007 Perkotaan Kecamatan Regency Swadaya Swakar ya Self Developing (3) 5 7 Swasemba da Supporting (4) Swadaya Pedesaan Swakary a Self Developing (6) 10 13 9 11 10 13 6 7 7 11 12 6 11 6 7 9 Swasemba da Supporting (7) 1 2 1 1 1 Jumlah Desa/ Kelurah an Numbe rs of Villages (8) 16 20 12 14 17 21 6 9 9 12 12 6 12 12 6 7 17 (1) (2) - (5) 5 7 3 3 5 8 2 1 8 01. Lasiolat 17. Sasita Mean*) 07. Kakuluk Mesak 13. Raimanuk 10. Tasifeto Barat*) 12. Kota Atambua*) 14. Rinhat 03. Kobalima*) 11. Weliman 05.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Malaka Tengah 06. Malaka Timur 08. Raihat 16.

Raihat p. Raimanuk j. Lidak i. Bardao g.4 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Tasifeto Barat l. Umanen 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 13 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 6 3 - - - - - - - - - - - - 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 13 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 6 3 Jumlah I 755 264 - - - - - - 755 264 38 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tulamalae f. Lamaknen 03. Rinhat c. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Jenis Kelamin dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Kantor/Dinas/Instansi (1) Pegawai Pegawai sipil Sipil Daerah pusat dipekerjakan L (2) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 P (3) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 L (4) P (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) Jumlah L (10) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 P (11) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 01. Malaka Tengah f. Kota Atambua b. Weliman e. Beirafu h. Kecamatan a. Malaka Barat b. Manumutin e. Sasita Mean g. Tasifeto Timur o. Sekretariat Daerah 02. Kota Atambua n. Wewiku d.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Kobalima k. Malaka Timur h. Laen Manen i. Manuaman d. Tenukiik c. Lasiolat q. Kakuluk Mesak m. Kelurahan a.

Fatukbot l. Fatubenao k.4 Pegawai Sipil Daerah L (1) j.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Rinbesi Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk (2) 11 14 11 27 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 P (3) 5 7 4 13 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 Pegawai sipil BUMN/ BUMD pusat dipekerjakan L (4) 21 30 108 14 34 18 48 25 20 228 8 4 31 P (5) 8 11 85 1 7 4 11 2 4 8 3 L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) 6 3 1 4 3 3 P (9) 2 1 1 1 L (10) 11 14 11 27 21 36 111 14 34 19 48 29 20 228 11 7 31 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) 5 7 4 13 8 13 85 1 7 5 11 3 4 8 1 3 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 Jumlah II 458 161 589 144 - - 20 5 1067 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 39 .

4 Pegawai Sipil Pegawai sipil BUMN/ BUMD Daerah pusat dipekerjakan L (1) (2) P (3) L (4) P (5) L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 36 10 Dinas Pendidikan 65 16 Dinas Pendidikan (Guru) 1950 1863 Dinas Kesehatan 243 264 Dinas Nakertrans 26 4 Dinas Pendapatan Daerah 46 13 Dinas Kehutanan 94 16 Dinas Keluarga Berencana 98 30 Dinas Perhubungan 74 10 Dinas Pertanian & Perkebunan 189 30 Dinas Perikanan & Kelautan 30 19 Dinas Pertambangan & Energi 21 15 Dinas Peternakan 62 21 Dinas Koperasi PK&M 38 6 Dinas Kesejahteraan Sosial 22 7 Dinas Kebersihan & Pertamanan 35 25 Kantor Satpol Pamong Praja 35 5 Kantor Arsip Daerah 11 8 Kantor Ketahanan Pangan 92 9 Kantor Perpustakaan 13 12 Kantor PDE PD. Belu Bhakti PDAM Jumlah III 10 9 2 8 3 5 - - - - - - 36 10 65 16 1950 1863 243 26 46 94 264 4 13 16 - - - - - - 98 74 189 30 21 62 38 22 35 35 11 92 13 10 9 2 30 10 30 19 15 21 6 7 25 5 8 9 12 8 3 5 3201 2399 3201 2399 40 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

4 Pegawai Sipil Daerah L (1) (2) P (3) Pegawai sipil BUMN/ BUMD pusat dipekerjakan L (4) P (5) L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps. Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 41 . Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI 85 18 12 - 121 4 5 - - - 31 11 2 25 4 22 7 6 3 10 2 18 2 4 9 7 2 1 1 1 2 3 2 3 2 16 9 2 46 9 3 2 3 3 22 8 5 4 2 5 6 30 - 85 18 12 47 20 4 71 13 25 8 9 6 10 24 26 7 8 121 4 5 11 7 2 6 6 2 1 2 3 32 3 2 Jumlah IV 115 130 - - 147 33 132 43 393 207 541 6 3180 Jumlah I+II+III+IV Sumber 4529 2954 589 144 147 33 152 48 : BKD dan masing-masing Instansi. Badan.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

Kelurahan i. Tasifeto Timur o. Umanen Jumlah I 1 81 12 6 577 347 14 - - - - 13 6 755 264 42 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lamaknen a. Kobalima k. Bardao g. Lidak 03. Kota Atambua n. Rinhat c. Malaka Timur h. Laen Manen i. Wewiku d. Tasifeto Barat l. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Golongan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) 16 4 3 2 8 2 1 2 5 8 5 1 3 3 1 1 8 2 3 2 II (3) 164 27 10 5 9 34 13 25 17 5 40 32 45 14 12 22 15 8 7 8 5 14 10 12 4 8 III (4) 91 18 8 6 10 18 10 11 14 8 17 13 9 12 9 5 13 9 8 8 8 6 9 7 7 7 IV (5) 14 (6) BUMN/ BUMD L P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 Jumlah P (11) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 3 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 01. Kakuluk Mesak m. Raimanuk j. Sekretariat Daerah 02. Malaka Tengah f. Weliman e. Raihat p. Kota Atambua b. Manumutin e.5 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Sasita Mean g. Tulamalae f. Lasiolat q. Malaka Barat b. Kecamatan a. Beirafu h. Tenukiik c. Manuaman d.

Fatukbot l.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) j. Rinbesi (2) 1 2 2 II (3) 9 11 8 III (4) 6 8 5 IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) 11 14 11 Jumlah P (11) 5 7 4 Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk Jumlah II 3 1 - 22 18 15 114 3 9 7 37 17 4 29 2 2 26 16 19 11 14 15 19 72 30 18 14 11 10 22 77 12 31 15 21 10 6 2 2 7 28 10 21 15 17 21 46 20 26 18 4 1 3 5 1 1 1 9 7 5 4 2 5 7 5 7 5 - - 6 1 2 1 1 1 - 27 21 36 111 14 34 19 48 29 20 228 11 7 31 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 13 8 13 85 1 7 5 14 207 4 2 2 1 12 3 1 - - 4 3 3 - 11 3 4 8 1 3 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 255 561 467 72 - - 17 5 1067 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 43 . Fatubenao k.

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Belu Bhakti PDAM Jumlah III 1 3 69 6 4 19 42 22 28 4 8 267 6 5 5 - - - - 36 65 10 16 1343 2134 343 152 11 19 14 31 1950 1863 243 264 26 46 4 13 7 6 1 2 2 7 2 1 1 2 - 6 48 42 126 23 16 44 15 15 36 27 11 62 18 10 8 4 70 74 32 83 22 13 32 23 9 14 10 6 37 5 7 2 3 30 6 3 4 3 5 5 6 5 3 1 1 2 1 1 345 4 - - - - - - - - 98 74 189 30 21 62 38 22 35 35 11 92 13 10 9 2 94 30 10 30 19 15 21 6 7 25 5 8 9 12 8 3 5 16 120 2352 2783 3201 2399 44 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) II (3) III (4) IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah P (11) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan (Guru) Dinas Kesehatan Dinas Nakertrans Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Keluarga Berencana Dinas Perhubungan Dinas Pertanian & Perkebunan Dinas Perikanan & Kelautan Dinas Pertambangan & Energi Dinas Peternakan Dinas Koperasi PK&M Dinas Kesejahteraan Sosial Dinas Kebersihan & Pertamanan Kantor Satpol Pamong Praja Kantor Arsip Daerah Kantor Ketahanan Pangan Kantor Perpustakaan Kantor PDE PD.

5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) II (3) III (4) IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah P (11) RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps. Badan. Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 45 . Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI 2 - 133 5 9 - 68 14 8 - 3 3 - 31 11 2 25 4 22 7 6 3 10 2 18 2 4 9 7 2 1 1 1 2 3 2 3 2 16 9 2 46 9 3 2 3 3 22 8 5 4 2 5 6 30 - 85 18 12 47 20 4 71 13 25 8 9 6 10 24 26 7 8 121 4 5 11 7 2 6 6 2 1 2 3 32 3 2 Jumlah IV 2 147 90 368 7 6 147 33 132 43 393 207 541 6 3180 Jumlah I+II+III+IV Sumber 458 3637 437 147 33 149 48 : BKD dan masing-masing Instansi.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

Manuaman d. Kobalima k. Weliman e. Rinhat c. Raimanuk j. Kakuluk Mesak m. Beirafu h. Kota Atambua n. Lasiolat q. Tenukiik c. Bardao g. Lidak i. Tasifeto Timur o. Kelurahan Jumlah I 200 133 529 58 98 1 - 1019 46 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Sekretariat Daerah 02. Sasita Mean g. Umanen 03.6 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Wewiku d.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Raihat p. Tasifeto Barat l. Kota Atambua b. Kecamatan a. Malaka Timur h. Lamaknen a. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Tingkat Pendidikan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) (2) 36 6 1 1 20 7 9 4 1 13 10 21 14 4 8 3 4 2 3 1 11 4 7 2 5 3 SLTP (3) 32 8 2 1 1 6 4 5 6 1 12 9 13 3 2 5 4 3 2 2 1 3 3 2 2 1 SLTA (4) 185 28 13 8 15 28 8 19 13 7 27 24 21 6 8 11 16 8 9 10 8 9 12 11 6 7 12 D1-D3 (5) 25 2 2 1 3 1 1 2 3 2 3 3 3 1 2 1 1 1 1 S1 (6) 6 5 3 2 3 3 5 3 6 4 4 5 4 5 5 5 5 3 3 1 3 4 2 2 2 3 2 S2 (7) 1 Honorer/ Kontrak/ PTT (8) - Jumlah (9) 285 49 21 11 21 60 25 37 31 13 59 50 62 31 22 30 28 20 16 17 13 28 21 22 11 17 19 01. Laen Manen i. Malaka Barat b. Tulamalae f. Malaka Tengah f. Manumutin e.

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Fatubenao k. Fatukbot l. Rinbesi Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim (2) 2 5 4 10 3 1 1 1 4 200 SLTP (3) 2 1 1 6 1 1 1 3 6 27 4 SLTA (4) 9 12 8 18 16 18 54 2 30 16 40 12 10 9 3 D1-D3 (5) 1 1 1 61 1 1 1 10 1 S1 (6) 3 2 2 5 10 20 75 9 8 5 15 4 4 S2 (7) 1 1 3 1 Honorer/ Kontrak/ PTT (8) 8 3 2 5 3 Jumlah (9) 16 21 15 40 29 49 196 15 41 24 59 32 24 236 11 Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk Jumlah II 1 7 5 1 7 2 2 19 5 5 4 289 2 4 3 5 4 4 8 6 1 1 91 2 29 27 20 12 11 14 22 66 40 32 20 552 1 4 1 3 1 2 4 11 1 2 2 110 1 4 15 6 15 11 12 13 32 5 10 11 297 3 1 1 1 1 13 4 25 8 34 55 36 37 35 35 45 137 58 51 38 1377 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 47 .6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) j.

6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan (Guru) Dinas Kesehatan Dinas Nakertrans Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Keluarga Berencana Dinas Perhubungan Dinas Pertanian & Perkebunan Dinas Perikanan & Kelautan Dinas Pertambangan & Energi Dinas Peternakan Dinas Koperasi PK&M Dinas Kesejahteraan Sosial Dinas Kebersihan & Pertamanan Kantor Satpol Pamong Praja Kantor Arsip Daerah Kantor Ketahanan Pangan Kantor Perpustakaan Kantor PDE PD.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Belu Bhakti PDAM (2) 4 4 19 2 6 1 1 12 13 5 3 7 1 1 13 3 1 1 5 1 3 SLTP (3) 1 3 54 1 5 2 7 7 17 2 2 3 2 4 8 2 2 2 3 3 2 SLTA (4) 24 27 1211 335 15 30 77 76 50 116 25 19 39 24 17 30 26 11 58 13 9 3 6 D1-D3 (5) 7 8 851 68 4 5 5 6 6 22 7 1 10 5 2 2 2 2 6 1 1 S1 (6) 10 39 1751 27 8 13 25 38 9 50 9 10 23 12 5 7 7 3 34 3 5 3 1 1 1 1 1 4 S2 (7) Honorer/ Kontrak/ PTT (8) - Jumlah (9) 46 81 3813 507 30 59 110 128 84 219 49 36 83 44 29 60 40 19 101 25 18 12 7 - Jumlah III 106 132 2241 1021 2092 8 - 5600 48 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 49 . Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI Jumlah IV Jumlah I+II+III+IV Sumber 1 2 1 5 18 613 - 5 3 19 375 - 2 24 3 13 7 3 4 11 50 9 1 1 368 7 1 1 1 2 1 1 36 2 2 1 1 1 2 3 2 6 3 4 56 9 1 1 3 25 - 51 15 3 2 3 8 5 4 100 125 9 6 77 19 25 10 10 8 13 56 26 10 10 600 8499 27 3656 1225 2543 : BKD dan masing-masing Instansi.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Badan.6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) (2) 6 1 1 1 SLTP (3) 8 1 1 1 SLTA (4) 173 15 14 31 D1-D3 (5) 19 4 1 3 S1 (6) 1 21 S2 (7) 1 (8) (9) 206 22 17 58 Honorer/ Jumlah Kontrak/PTT RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps.

BAB / CHAPTER 3 Penduduk & Tenaga Kerja Population & Man Power .

Perkembangan penduduk yang pesat tanpa diimbangi dengan persediaan resourses yang memadai maka jumlah penduduk yang banyak tersebut menjadi beban bagi pembangunan.1. Sebaliknya percepatan pertumbuhan penduduk jauh lebih lamban dari percepatan pertambahan sumber daya dan sumber dana yang ada maka penduduk yang banyak dengan kualitas yang memadai akan menjadi modal pembangunan yang sangat berharga.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER PENDUDUK & TENAGA KERJA PENDUDUK Tema kepedudukan selalu muncul menjadi suatu permasalahan yang cukup menarik dan hangat untuk diperdebatkan karena mempunyai kaitan erat dengan kesejahteraan hidup manusia. Pada tabel 3. Dibandingkan tahun sebelumnya angka pertumbuhan penduduk periode 2000-2007 tergolong cukup tinggi yakni 53 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Dari hasil Sensus Penduduk. sedangkan apabila sebagian besar dari mereka berkualitas rendah tentu akan menjadi sumber kemiskinan dan keterbelakangan yang tidak lain juga menjadi musuh utama dari misi pembangunan bangsa.484 jiwa pada tahun 2000. jumlah penduduk di Kabupaten Belu tahun 1990 sebanyak 216.882 jiwa. dengan tingkat kepadatan rumah tangga rata-rata 4 orang dan kepadatan penduduk 155 orang per Km².78%. dengan pertumbuhan rata–rata 2. Tingkat pertumbuhan ini sedikit lebih tinggi dibanding pertumbuhan 1980-1990 yang hanya 1.019 jiwa dan meningkat menjadi 277. Penduduk yang banyak dengan kualitas yang tinggi akan menjadi asset yang berharga bagi kelancaran proses pembangunan.54%. karena penduduk dengan aspek kualitas dan kuantitasnya merupakan pelaku sentral sekaligus sebagi objek yang menikmati hasil-hasil pembangunan secara lebih adil dan berkeprikemanusiaan.1. Pemerintah dalam berbagai format perencanaan selalu menempatkan masalah kependudukan sebagai kerangka acuannya. jumlah penduduk Kabupaten Belu 2007 dari 378.

Dari 378. Hal ini karena selain perkembangan penduduk secara alamiah. Angka ketergantungan (Dependency Ratio) pada tahun 2007 adalah 79 yang menunjukkan bahwa setiap 100 orang penduduk usia produktif harus menanggung sekitar 79 orang yang belum atau tidak produktif.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER 4. menunjukkan bahwa 54 - - jumlah penduduk laki-laki sedikit lebih rendah dari penduduk perempuan yakni setiap 99 penduduk laki-laki terdapat 100 orang penduduk perempuan.Angka sex ratio pada tahun 2007 sebesar 99. Selain itu dengan adanya pergeseran paradigma Keluarga Berencana dari Norma Keluarga Kecil Bahagia menjadi menjadi Keluarga Berkualitas disalah tafsirkan sebagai peluang untuk banyak anak asal bisa/mampu menghidupinya.55%. sedangkan khusus dalam Sensus Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . hidup layak sebuah keluarga menjadi relatif dan sangat tergantung pada pandangan kepentingan yang bersifat subjektif. Faktor migrasi masuk juga menjadi pemicu tingginya angka pertumbuhan penduduk mengingat kedudukan wilayah geografis Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste akan menjadi daerah transit bagi penduduk dari luar untuk expansi usaha ke negara baru tersebut.882 pada tahun 2007 38.20%. merupakan penduduk usia muda yang berumur 0 – 14 tahun. dimana konstruksi piramida penduduknya masih berbentuk ekspansif. Pada kasus ini. KETENAGAKERJAAN Penduduk usia kerja didefinisikan sebagai penduduk yang berumur 10 tahun keatas. Analisis kependudukan tahun 2007 memperlihatkan indikator sebagai berikut: . Dilihat dari struktur umur penduduk memperlihatkan bahwa sebagaian besar penduduk Belu berada pada usia muda. juga diakibatkan oleh adanya eksodus ex pengungsi Timor Timur ke wilayah Kabupaten Belu yang pada Sensus Penduduk 2000 belum terhitung.

mempunyai lapangan pekerjaan utama di sektor 55 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .35 pada tahun 2005.00 tahun 2006 dan tahun 2007 ini meningkat menjadi 68. Pada tahun 2007 angka kesempatan kerja Kabupaten Belu tergolong tinggi yakni 96. Proporsi penduduk yang tergolong angkatan kerja dikenal dengan istilah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ( T P A K). kemudian naik sejalan dengan kenaikan umur sampai mencapai puncaknya pada umur 25–29 tahun.2007.84 % dari penduduk yang bekerja. 61. Pada kondisi ekonomi masyarakat secara umum relatif baik maka ada sebagian penduduk usia kerja terutama ibu rumah tangga tidak aktif mencari nafkah. Mereka terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja.64 di tahun 2000.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Penduduk 2000 dan Sakernas 2007 menggunakan konsep penduduk berumur 15 tahun keatas.44%. Angka ini rendah pada usia muda (usia sekolah).87%. Diduga fluktuasi TPAK ini erat kaitannya dengan situasi kesulitan ekonomi yang dialami sebagian besar masyarakat. Selama kurun waktu 2000.28%. Komposisi penduduk yang bekerja pada tahun 2007 memperlihatkan bahwa sebagian besar yakni 60. perdagangan eceran atau sebagai pekerja keluarga pada sektor pertanian. namun bila dibandingkan dengan tingkat pendapatan perkapita penduduk yang masih rendah menunjukkan bahwa sebenarnya angka setengah pengangguran dan pengangguran terselubung di Kabupaten Belu terutama pada sektor pertanian di pedesaan masih cukup tinggi. yang selanjutnya turun lagi perlahan pada umur-umur berikutnya (antara lain karena pensiun. TPAK Kabupaten Belu sedikit berfluktuasi yakni 77. 61. Angka kesempatan kerja merupakan perbandingan antara penduduk yang bekerja dengan angkatan kerja. Kendatipun tingkat pengangguran terbuka relatif kecil. TPAK mengkikuti pola huruf *U* terbalik. Sebaliknya ketika kondisi ekonomi tingkat rumah tangga memasuki fase kronis maka sebagian ibu rumah tangga terpaksa ikut mencari nafkah melalui usaha antara lain kerajinan rumah tangga.13% atau lebih sedikit dibanding hasil sensus SP 2000 sebesar 7. kesehatan yang tidak memungkinkan dan telah mencapai usia tua). Ini berarti angka pengangguran terbuka pada tahun 2007 hanya sebesar 3.

Lambatnya transformasi tenaga kerja ke sektor moderen sangat erat kaitannya dengan tingkat pendidikan kerja. Penyebaran penduduk yang bekerja menurut jumlah jam kerja selama seminggu memperlihatkan bahwa sebagian besar pekerja kita masih memiliki ethos kerja yang lebih rendah.12% sisanya bekerja pada sektor tersier (perdagangan 5. Untuk mengetahui tingkat kemandirian dan kesejahteraan pekerja dapat di amati dari status pekerjaannya.04% dan 29.10.78% berusaha sendiri dan di bantu buruh di bayar masing masing 16. Sementara sisanya masing masing bekerja pada sektor sekunder (industri 10.43% dan lainnya 10. Dari jumlah pekerja pada tahun 2007 memperlihatkan bahwa 28.71% di antaranya bekerja dibawah jam kerja normal yakni rata-rata di bawah 6 jam perhari.221 Penduduk yang bekerja pada tahun 2007 sekitar 80.091 Jiwa) diantaranya adalah pekerja keluarga/pekerja tidak di bayar sementara sisanya masing-masing bekerja di bantu dengan buruh tidak di bayar/pekerja keluarga 35.penduduk yang bekerja berpendidikan paling tinggi hanya tamat Sekolah Dasar (SD).28% dan 76.29%.85% (47. Penduduk yang bekerja di atas 44 jam perminggu atau lebih dari 7 jam perhari baru sekitar 19.45%.40 % .55 % dan 1.68 dan pekerja bebas cuma 0.24%) bila di bandingkan dengan hasil sensus penduduk tahun 1990 dan 2000 di mana penduduk yang bekerja di sektor pertanian masing masing 68. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . jasa jasa 13.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER pertanian.15% maka selama lebih dari dua dekade terakhir ini hampir tidak terjadi transformasi tenaga kerja dari sektor primer ke sektor ekonomi moderen secara signifikan.73 % buruh karyawan 16. Dari 163. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan maka kemampuan untuk mengadopsi perkembangan teknologi produksi 56 yang lebih baik maupun pikiran kreatif untuk menyeleksi aktivitas ekonomi yang lebih menguntungkan menjadi relatif terbatas. Data hasil Sakernas 2007 memperlihatkan bahwa sekitar 73. Padahal kunci dari kemajuan pembangunan ekonomi terletak pada akselarasi kinerja dari sektor-sektor ekonomi moderen yang dimanifestasikan lewat semakin besarnya porsi tenaga kerja yang bekerja pada sektor sekunder dan tersier.

24 15 .74 65 .29 20 . Piramida Penduduk Kabupaten Belu Tahun 2007 75+ 70 . Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Tahun 1995 .39 30 .69 60 .64 55 . BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 57 .59 50 .44 35 .2007 400000 350000 300000 250000 231815235508 200000 150000 100000 50000 0 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 378882 361862 371530 331385 324165 256815 277137 284074 291967 243236 245224 Sumber : Registrasi Penduduk 1995-2007 Gambar 3.54 45 .14 5-9 0-4 -30000 -20000 -10000 0 10000 20000 30000 laki laki perempuan Kelompok Umur Sumber : Registrasi Penduduk 2007.49 40 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.19 10 .34 25 .1.2.

3.000 10.400 1.4.000 30.000 15.200 1. Penduduk Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Tahun 2007 Lamaknen Lasiolat Raihat Tasifeto Timur Atambua S elatan Atambua Barat Kota Atambua Kakuluk Mesak N anaet D ubesi Kobalima Timur Raimanuk Laen Manen Malaka Timur Io Kufeu Botin Leobele S asita Mean Weliman Wew iku Rinhat Malaka Barat Tasifeto Barat Kobalima Malaka Tengah 0 5.000 40.000 Kota Atambua Atambua S elatan Atambua Barat 1. Kepadatan Penduduk per Km² di Kabupaten Belu Tahun 2007 Lamaknen S elatan Lamaknen Lasiolat Raihat Tasifeto Timur Kakuluk Mesak Nanaet Dubesi Tasifeto Barat Kobalima Timur Kobalima Raimanuk Laen Manen Malaka Timur Botin Leobele Io Kufeu S asita Mean Malaka Tengah Weliman Wewiku Rinhat Malaka Barat 0 200 400 600 800 1.000 rumah tangga 35.000 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 Gambar 3.000 45.600 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 58 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 penduduk 25.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.000 20.

41% Berusaha sendiri 16.35% Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 59 .5.05% Sumber : Susenas 2007.78% 19 .85% Buruh/ karyawan 15.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.64% 16 tahun 3.24 tahun 57.18 tahun 18. BPS Berusaha dg.75% 15 tahun ke bawah 2. Persentase Wanita 10 Tahun ke Atas yang Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu Tahun 2007 25 tahun ke atas 17.6. Persentase Penduduk Kabupaten Belu Usia 15 Tahun Menurut Status Pekerjaan Utamanya Tahun 2007 lain lain 0. buruh tetap 2.77% 17 .55% Berusaha dg. buruh tidak tetap 30.54% Sumber : Sakernas 2007. BPS Gambar 3.11% Pekerja tak dibayar 27.

Jumlah Permintaan dan Pencari Kerja yang Terdaftar di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Tahun 1998 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.8.7.00 Sumber : Sakernas 2007.34 1 .14 0* ) 0. BPS Gambar 3.00 50. Persentase Penduduk Kabupaten Belu Usia 15 Tahun Menurut Jumlah Jam Kerjanya Tahun 2007 35 + 15 .00 30.00 10.00 40.2007 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 pencari kerja permintaan tenaga kerja Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu 60 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 20.

D II D III Sarjana 2005 2006 2007 Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 61 .2007 1800 1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 SD SMTP SMTA D I. Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Menurut Tingkat Pendidikannya Tahun 2005 .9.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.

Penduduk Populations .

445.939 20. dan kepadatan penduduk per Km2 dan per Rumah Tangga Menurut Kecamatan Number of Population. Malaka Tengah 06.097 4.69 65.72 97.949 2. Malaka Barat 02. Atambua Barat 19.773 4.021 26.751 6.1 Jumlah Penduduk.54 24.02 179. Raihat 22.20 64.25 187.138 39.067 9.42 120.951 4.297 1. and Density per Districk 2007 Kecamatan Districk (1) Penduduk Population (2) Rumah Tangga House-hold (3) Luas Area 2 (Km ) (4) Kepadatan Density 2 (Km ) (5) Kepadatan Per RT Density per Household (6) 01.786 12.25 168.979 4.014 2.363 14.138 8.024 11. Laen Manen 11.48 39. Lamaknen 24.95 96. Nanaet Dubesi 16. Area.613 1.696 8. Weliman 05. Luas Wilayah.211 2.03 67.631 23.524 20.41 2.226 6.48 105.924 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.41 151.315 2.819 378. Wewiku 04.28 94. Lasiolat 23. Raimanuk 12. Malaka Timur 10. Kobalima Timur 14.200 3. Io Kufeu 09.550 87.79 83.600 21.864 17.73 211.112 1.946 11.1.547 2. Tasifeto Barat 15.19 60.852 4.307 7.419 6.57 260 109 214 240 232 169 245 120 107 117 66 79 68 98 77 85 1070 1482 1268 96 165 105 116 72 155 4 4 4 4 5 4 2 4 4 4 4 3 3 5 4 4 4 6 5 6 4 4 5 5 4 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 65 .673 3.497 88. Kobalima 13.90 108. Botin Leobele 08.90 88.882 5.11 224.554 8.534 4. Lamaknen Selatan Kabupaten Belu 22.045 19.881 5.930 21. Tasifeto Timur 21. Sasita Mean 07.792 2. Household.37 87. Kota Atambua 18.054 3.278 1.90 15. Kakuluk Mesak 17.55 15. Atambua Selatan 20. Rinhat 03.170 11.627 16.765 16.539 4. Rumah Tangga.

347 10. Botin Leobele 08.307 7.208 10.418 4.578 Jumlah Total (4) 22.347 6.498 5.600 21. Tasifeto Timur 21.939 20. Malaka Tengah 06.979 4.714 3.096 6.627 16.527 8.784 8.304 Perempuan Female (3) 11.720 4. Atambua Selatan 20. Malaka Timur 10.024 11.617 10.305 3. Malaka Barat 02.931 189.045 19.146 2.316 10. Lamaknen Selatan Laki-laki Male (2) 11.428 9.043 13.271 11. Weliman 05.329 10.512 3. Kobalima 13. Nanaet Dubesi 16.238 8.419 6.819 378. Atambua Barat 19.888 189.762 4.036 4.337 7. Raihat 22.1.765 16.243 7.930 21. Lasiolat 23.114 3.631 23.520 20.978 13.290 8.398 10.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.592 10.864 17.554 8. Sasita Mean 07. Io Kufeu 09.946 11.138 39. Tasifeto Barat 15.120 7.067 9. Wewiku 04.138 8. Lamaknen 24.021 26.031 4.080 8.170 11.532 10.074 5. Raimanuk 12.584 6.618 19. Kota Atambua 18.2 Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Population by Districk and Sex 2007 Kecamatan Districk (1) 01.833 2.524 20.111 3. Rinhat 03.374 12. Laen Manen 11.440 5.196 3.439 6.882 Kabupaten Belu Sumber : Registrasi Penduduk 2007 66 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .792 3.226 6. Kobalima Timur 14.257 10. Kakuluk Mesak 17.363 14.448 5.786 12.

363 14.939 20. Laen Manen 11.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.882 - - 378.819 Kabupaten Belu 378.946 11.138 39.307 7.819 WNA Cina Cinesse (3) - WNA lainnya Others (4) - Jumlah Total (5) 22.419 6.631 23. Malaka Timur 10.138 8.170 11. Raihat 22.024 11. Raimanuk 12.979 4.765 16.419 6.021 26.631 23.939 20.138 8. Io Kufeu 09.600 21. Kobalima 13.864 17.307 7. Nanaet Dubesi 16. Weliman 05.067 9. Malaka Barat 02.3 Penduduk Menurut Kecamatan dan Kewarganegaraan Population by Districk and Cityzenship 2007 Kecamatan Districk (1) 01. Lamaknen Selatan WNI Indonesian (2) 22.554 8.045 19. Rinhat 03. Kakuluk Mesak 17.554 8. Tasifeto Barat 15.045 19.600 21.363 14.226 6.930 21.786 12.021 26. Atambua Selatan 20. Wewiku 04.1. Lasiolat 23. Botin Leobele 08.024 11.979 4.170 11. Atambua Barat 19.765 16.882 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 67 .930 21. Lamaknen 24. Kobalima Timur 14. Tasifeto Timur 21.786 12.627 16. Kota Atambua 18.946 11.864 17.524 20.138 39.627 16. Sasita Mean 07.067 9.226 6. Malaka Tengah 06.524 20.

66 1.583 35. 1990.484 1.242 44. Malaka Tengah 03.07 -2.44 0.027 * * 21.634 16.665 30.37 1.95 2.058 47. Malaka Timur 04.998 15. .1.574 24. Lamaknen 1980 (2) 1990 (3) 2000 (4) 67. Tasifeto Barat 06. Tasifeto Timur 08. 1990.16 * 1.090 53. BPS Source : Population Census 1980. 2000.174 29. Atambua 07.4 Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Berdasarkan Sensus Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan 1980.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.965 26.084 Jumlah/Total 181.53 Sumber : Sensus Penduduk 1980.459 28. BPS Keterangan : * ) Masih tergabung dengan kecamatan induk 68 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .755 38.019 277.998 Pertumbuhan 1980 1990 1990 2000 (5) (6) 1. Malaka Barat 02.437 47.922 * * 34.62 * 3. Kobalima 05.073 216.49 1.427 33.64 * 0.78 2. 2000 Penduduk (Jiwa) Kecamatan District (1) 01. 1990.894 14. 2000.590 17.13 46.12 * -4.30 2.

BPS 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 69 .749 Persentase Percentage (5) 38.034 13.225 5. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.665 152.1.738 160.01 5.247 81.845 Jumlah Total (4) 114.285 985 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.019 17.37 53.68 2.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.904 Perempuan Female (3) 52.510 6.491 79.94 Jumlah / Total 146.5 Penduduk Kabupaten Belu Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan Population 10 years old in Belu Regency by Marital Status 2007 Status Perkawinan Marital Status (1) Belum Kawin / single kawin / married cerai hidup / divorced cerai mati / widowed Laki-laki Male (2) 62.351 299.016 100.

912 15.270 31.34 35 .987 7.233 15.54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 + Laki-Laki Male (2) 25.19 20 .359 5.578 378.024 14.017 8.304 189.49 50 .856 4.033 15.400 17.44 45 .057 30.671 21.162 23.846 18.794 28.887 22.316 10.840 16.379 1.154 1.14 15 .992 1.383 8.074 38.571 12.29 30 .1.058 26.452 23.520 7.085 Perempuan Female (3) 28.055 2.533 3.424 13.718 4.450 4.882 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 70 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .337 24.262 13.123 45.864 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.530 11.104 9.168 8.852 55.304 3.313 4.877 Jumlah / Total 189.24 25 .792 Jumlah Total (4) 53.39 40 .310 5.742 5.6 Penduduk Kabupaten Belu Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin Population in Belu Regency by Age Group and Sex 2007 Golongan Umur Age Group (1) 0-4 5-9 10 .674 3.

630 1.795 3. Raimanuk 12.14 (4) 15 .270 31.150 2.247 3.034 429 1.113 1. Lamaknen 24.038 1.926 2.228 578 1. Laen Manen 11. Kakuluk Mesak 17.24 (6) 25 .134 534 875 555 Kabupaten Belu 53.462 2.019 1.123 45.1.479 1.034 1. Kota Atambua 18.780 1.074 38.057 30. Nanaet Dubesi 16.488 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. Tasifeto Barat 15.959 842 719 621 766 946 1.144 1.445 554 2. Kobalima 13.752 4. Weliman 05.226 2.720 1.398 2.578 1.299 2.091 939 802 751 925 995 1.117 528 915 581 1.198 463 1.030 778 2. Malaka Timur 10. Atambua Barat 19.372 1. Lasiolat 23.718 2.313 1.961 2.514 1.446 1.068 678 1.726 2.092 984 1.954 2.127 1.399 1.954 5.29 (7) 01.184 5.371 1.093 2. Rinhat 03.075 2.581 1.337 Sumber : Proporsi Registrasi Penduduk terhadap hasil Sensus Penduduk 1990 dan 2000 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 71 .465 2. Tasifeto Timur 21.734 1. Io Kufeu 09.011 3.167 991 1.050 642 2.602 1.289 1.7 Penduduk Menurut Kecamatan dan Golongan Umur Population by Districk and Age Group 2007 Kecamatan Districk (1) 0-4 (2) 5-9 (3) 10 .843 1.203 461 2.891 3.603 2.153 3.181 2. Atambua Selatan 20.428 907 2.731 1.778 1. Malaka Tengah 06. Lamaknen Selatan 3.483 2.665 2.191 2.082 649 2. Wewiku 04.054 1.295 1.298 1.850 3.183 3.135 1.017 3. Raihat 22.765 2.647 2.735 3.689 1. Kobalima Timur 14.513 711 1.299 1.992 1. Sasita Mean 07.427 2.852 55.873 1.19 (5) 20 .199 1.903 2.638 1.696 3.771 787 674 578 624 770 831 1.616 1.353 2. Malaka Barat 02. Botin Leobele 08.854 1.817 2.768 582 2.309 2.652 2.103 2.536 535 1.861 1.595 1.189 1.493 955 3.223 3.476 564 2.347 1.511 1.

435 1.600 1.262 13.082 1.057 579 503 426 407 501 539 784 302 806 169 586 975 851 733 1. Tasifeto Barat 15. Atambua Barat 19. Atambua Selatan 20.027 728 342 679 432 796 578 732 739 1.519 427 371 315 327 403 432 629 241 610 128 444 737 646 555 856 607 285 484 307 557 404 513 518 1.840 16.711 482 418 355 416 514 552 803 308 807 172 589 979 845 732 988 699 329 529 335 1. Io Kufeu 09. Lamaknen 24. Raimanuk 12. Laen Manen 11.168 8. Sasita Mean 07.115 1.412 1. Kobalima Timur 14.518 320 1.491 1. Kota Atambua 18.59 (13) 01.191 457 1.360 667 575 491 593 732 787 1. Wewiku 04.378 1.143 438 1. Malaka Tengah 06.072 779 988 997 2.074 779 987 997 1.7 Kecamatan Districk (1) 30 . Botin Leobele 08.076 1.536 1. Rinhat 03.1.383 2. Weliman 05.016 286 248 212 198 244 262 382 146 388 83 283 470 408 353 674 477 224 392 249 Kabupaten Belu 24. Tasifeto Timur 21.400 17. Lasiolat 23.54 (12) 55 .49 (11) 50 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Lanjutan Tabel 3. Lamaknen Selatan 1. Kakuluk Mesak 17.256 888 418 723 460 1. Kobalima 13. Malaka Barat 02.838 1. Raihat 22.44 (10) 45 .184 249 863 1.107 1.423 687 591 504 618 763 821 1.370 1.34 (8) 35 -39 (9) 40 .151 814 383 711 451 1.247 1. Nanaet Dubesi 16. Malaka Timur 10.887 22.987 72 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .427 2.

600 21.979 4.138 39. Laen Manen 11.856 4.363 14.64 (14) 65 .419 6.067 9.627 16. Tasifeto Timur 21. Kakuluk Mesak 17. Raimanuk 12.765 16.226 6.69 (15) 70 . Sasita Mean 07. Botin Leobele 08.533 3. Wewiku 04.021 26.524 20.939 20.024 11.7 Kecamatan Districk (1) 60 .359 5. Atambua Selatan 20. Weliman 05.74 (16) 75 + (17) Jumlah (18) 01.819 Kabupaten Belu 7. Kobalima Timur 14.864 17. Io Kufeu 09. Raihat 22.631 23. Lasiolat 23.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Lanjutan Tabel 3. Kota Atambua 18. Atambua Barat 19. Rinhat 03.786 12. Malaka Timur 10.045 19.882 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 73 .877 378. Nanaet Dubesi 16.170 11.1.930 21.946 11.554 8. Kobalima 13. Lamaknen Selatan 473 343 435 440 837 237 204 174 186 229 246 357 137 324 68 235 392 341 294 462 328 154 283 180 343 249 315 319 696 196 169 145 134 166 178 258 99 226 49 165 274 238 205 308 220 102 293 186 239 173 219 222 412 117 100 86 91 112 119 174 66 185 39 136 224 196 168 249 176 83 165 105 221 163 205 206 672 192 164 136 115 136 150 220 83 263 50 190 318 276 240 283 199 97 181 117 22.138 8. Tasifeto Barat 15. Malaka Tengah 06. Malaka Barat 02.307 7. Lamaknen 24.

204 3.470 3.614 15.498 4. Malaka Tengah 06.067 2.440 3.015 2.510 14. BPS 74 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raihat 16.346 2.614 19.2913 3.678 13. Sasita Mean 07. Malaka Timur 08.190 16.854 11.1.813 3.621 898 2.830 54.838 13. Tasifeto Barat 12.848 4.836 9.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.834 11.583 Catatan : *) SLS = Satuan Lingkungan Setempat RT = Rukun Tetangga Jumlah RT sudah termasuk eks pengungsi Timor Timur Sumber : Pendataan Sosial Ekonomi 2005. Laen Manen 09.129 2.901 Kecamatan Districk (1) 01.091 2.340 1.721 5.902 2. Kobalima 11.786 3.009 13.260 3.533 7.074 Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Rumah Penduduk Tangga (4) (5) 3.699 78.034 2.054 6. Lamaknen Kabupaten Belu Jumlah SLS/RT*) (2) 201 165 181 167 272 191 104 97 118 145 206 61 221 129 70 60 195 2.666 3. Kakuluk Mesak 13.422 3. Weliman 05.771 4.779 3.944 1.756 6. Kota Atambua 14. Wewiku 04.535 5.113 8.018 11.510 8.618 4.349 2. Rinhat 03.826 34.823 1.937 3.8 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Menurut Kecamatan Number of Household and Poor People by District 2006 Jumlah Rumah Tangga (3) 5. Raimanuk 10. Malaka Barat 02.817 248.856 15.126 25. Lasiolat 17. Tasifeto Timur 15.

Tingkat Kelahiran Fertility Rate .

59 2.31 3.57 4.80 2.94 3. Lembata 09.60 4. Kupang 04.1 Perkiraan Angka Kelahiran Total / TFR menurut Kabupaten 1989-2005 Kabupaten Regency (1) 01. Timor Tengah Selatan 05.48 3.09 3.83 3.15 4.99 3.49 *) Dihitung dari Sensus Penduduk 1980 dan 1990 (metode arriaga) **) Dihitung dari data gabungan (SP90 dan Susenas 96 metode Role ***) Laporan indikator database 2004/2005 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 77 . Ngada 13.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.78 3. Timor Tengah Utara 06. Sumba Timur 03.03 - (3) 4.48 3.46 3.50 3.81 2.85 3.99 4. Sikka 11.39 4.06 3.97 2.65 3.45 4.96 4. Belu 07.67 4.63 2.08 4.54 4.39 2. Alor 08. Flores Timur 10. Sumba Barat 02.86 3. Ende 12.25 2.34 - (4) 4.66 3.45 2.92 3.93 5.93 3. Manggarai 71. Kota Kupang 1989-1990*) 1995-1996**) 2004/2005 (2) 5.2.54 Nusa Tenggara Timur Catatan : - 3.

75 17.64 3.77 18.808 17.777 18.24 tahun 25 tahun ke atas Jumlah Numbers (2) 2.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.18 tahun 19 .647 3.05 57. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.78 Jumlah / Total 100.2.803 Persentase Percentage (3) 2.104 100. BPS 78 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Age at First Marriage 2007 Umur Perkawinan Pertama Age at First Marriage (1) ≤15 tahun 16 tahun 17 .069 57.

67 8.82 3. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.667 13.360 Persentase Percentage (3) 5.385 15.422 10.2.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.307 16.605 1.36 Jumlah / Total 100.37 15.41 10.950 6.94 6.65 13.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.58 13. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 79 .104 100.590 13.29 16.309 4.684 8.30 4.825 3.3 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Lahir Hidup di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children 2007 Jumlah Anak Yang Lahir Hidup Numbers of Children Still live (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10+ Jumlah Numbers (2) 5.60 1.

104 Persentase Percentage (3) 6.32 16.10 19.95 2.117 19.270 2. BPS 80 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .18 15.4 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Masih Hidup di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 Jumlah Anak Yang Masih Hidup Numbers of Children Still live (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10+ Jumlah / Total Jumlah Numbers (2) 6.80 1.955 2.506 7.112 417 100.569 16.42 100.49 7.804 1.821 11. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.2.56 16.334 16.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.80 11.26 2.11 0.199 15.

Tingkat Kematian Mortality Rate .

2002. Manggarai 13. 2004 Remarks : *) Termasuk Kodya Kupang / Include Kodya Kupang Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 83 . K u p a n g *) 04. N g a d a 12.3. Timor Tengah Selatan 05. E n d e 11. Kodya Kupang 14. B e l u 07. Sumba Timur 03. Flores Timur 09.1 Tingkat Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Menurut Kabupaten Infant Mortality Rate ( IMR) per 1000 birth by Regency 1999. A l o r 08. Lembata Nusa Tenggara Timur 1999 (2) 64 76 57 49 50 57 59 46 47 60 51 54 62. S i k k a 10.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.6 2002 (3) 60 73 52 46 49 55 57 44 45 56 48 52 51 2004 (4) 55 53 55 53 50 46 54 46 48 44 42 47 24 47 49 Keterangan : Laporan Indonesia Pembangunan Manusia 2001. 2004 Kabupaten Regency (1) 01. Timor Tengah Utara 06. Sumba Barat 02.

7 64.6 64.8 64.4 59.8 2004 (4) 63.4 64.1 64. N g a d a 12.2 65.9 65.3.0 63.7 63.1 63.1 63. K u p a n g *) 04. Sumba Timur 03. A l o r 08.9 63.5 62.3 66.8 65.2 65.0 63.1 66.4 63. Sumba Barat 02. Kodya Kupang 14. Lembata Nusa Tenggara Timur 1999 (2) 61.7 64. Manggarai 13.1 Keterangan : Laporan Indonesia Pembangunan Manusia 2001. 2004 Kabupaten Regency (1) 01.1 65.9 66.7 64.5 65.9 63.7 59.6 2002 (3) 62.8 65. 2004 Remarks : *) termasuk Kodya Kupang / include Kodya Kupang 84 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .8 63.2 Tingkat Harapan Hidup Penduduk Berumur Nol Tahun Menurut Kabupaten The Life Expectancy At Birth by Regency 1999.8 65. Timor Tengah Selatan 05. Flores Timur 09.4 65. S i k k a 10.0 65.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.7 62. E n d e 11.7 65.6 65. B e l u 07.1 65. Timor Tengah Utara 06. 2002.3 66.2 64.

84 0.3. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 85 .30 19.02 7.638 2.28 3.14 - Jumlah / Total 100.14 0.365 19.28 0.104 100.37 0.375 840 278 139 139 - Persentase Percentage (3) 66. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.3 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Sudah Meninggal di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Anak Yang Sudah Meninggal (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 + Jumlah Numbers (2) 66.288 3.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.63 2.042 7.

Angkatan Kerja Labour Force .

BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 89 .491 163. Mencari Pekerjaan / Pengangguran looking for work Laki-Laki Male Jumlah % (3) 87.042 100.901 100 239.48 10.704 1.140 64.845 6.761 45.270 70.623 b.07 2.1 Penduduk 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Kegiatannya Seminggu yang Lalu Population 15 Years Old and Over by Sex and Activity During The Previous Week 2007 Kegiatan Seminggu yang Lalu Activity During The Previous Week (1) a.43 Perempuan Female Jumlah % Jumlah Jumlah Total % (7) 54.4.74 19.141 100.921 3.882 2.49 68.17 16.00 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007.517 3. Angkatan kerja economically active 1.22 34.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.99 52.14 3.351 98. Bukan angkatan kerja not economically active 1.107 46.00 70.28 2.00 123.551 29.21 Numbers Numbers Numbers (2) 100.49 3.85 55.23 4. BPS Source : National Labor ForceSurvey 2007.693 8.221 5. Lainnya / others 14.72 1.152 5.92 168.61 2.186 42.790 12.28 Jumlah / total 115.717 5. Urus rumah tangga house keeping 3.647 (4) 68. Sekolah attending school 2.51 5.599 7.15 85. Bekerja / Worked 2.

125 130.66 Jenis Kegiatan Type of Activity (1) a.36 7.273 2.64 75.2 Penduduk 15 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kegiatan Population 15 Years Old and Over by Type of Activity in Belu Regency 2000 Jumlah Total Jumlah Numbers (2) 133. Mencari Pekerjaan / looking for work b.98 1.957 22.81 14. Angkatan kerja / economically active 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.852 % (3) 77. Bukan angkatan kerja / not economically active 1.390 24.00 90 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lainnya / others *) 38. Mengurus rumah tangga / house keeping 3. BPS Source : Population Census 2000.4.55 Jumlah / total Sumber : Sensus Penduduk 2000. Sekolah / attending school 2. BPS Keterangan : termasuk mengurus rumah tangga Remarks : including house keeping 171.347 13. Bekerja / Worked 2.472 100.

Pekerja bebas pertanian 6.579 44.405 Persentase Percentage (5) 16. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain / self employed 2. Berusaha dengan dibantu buruh dibayar / employer 4.3 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week By Main Employment Status and Sex 2007 Perempuan Female (3) 11.68 0.005 58.426 13.643 Status Pekerjaan Utama Main Employment Status (1) 1. Pekerja bebas non-pertanian 7.00 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007. karyawan / employee 5.233 127 536 47.163 127 536 16.517 163.40 28.78 3.070 30.4. Buruh. Berusaha sendiri dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar Laki-Laki Male (2) 15.091 16.311 513 2.221 100.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.55 35.85 Jumlah / total 98.0 0. Pekerja tak dibayar 2.865 27.226 8.762 Jumlah Total (4) 27.704 64. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 91 .824 1. BPS Source : National Labor Force Survey 2007.73 19.

269 58. BPS 72. Berusaha sendiri dibantu dg.074 10 13. Buruh tidak tetap Self employed assisted by member / temporary worker Laki-Laki Male (2) 14.4 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Employmen Status and Sex 2000 Status Pekerjaan Utama Main Employment Status (1) 1.890 37.162 39.751 Jumlah Total (4) 26.004 130.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.431 21 3. Berusaha dengan dibantu buruh tetap Employer 4. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain Self employed 2.437 3.151 33.273 92 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Buruh / Karyawan / Employee 5.400 Perempuan Female (3) 11.607 13. Tak Terjawab / No Stated 373 117 490 10.505 31 Jumlah / Total Sumber : Sensus Penduduk 2000. Pekerja Keluarga / Family worker 6.769 52. BPS Source : Population Census 2000.4.327 3.

00 64.756 13. yang bekerja menurut jam kerja hasil Sakernas 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 93 .00 Keterangan / remarks : *) Sementara tidak bekerja / Temporary not working Sumber : Diproporsikan dari jumlah penduduk NTT.704 100.47 31.5 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2007 Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours (1) 0*) 1 .22 5.468 66.59 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 7.517 100.914 20.22 Jumlah / Total 98.78 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 4.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.383 % (5) 7.821 34.09 11.051 % (3) 3.10 55.90 35.183 5.00 163.647 31.221 100.4.563 75.85 49.649 55.14 15 .573 7.34 35 + Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 3.434 % (7) 4.75 8.78 46.25 40.

92 22.69 21.950 12. BPS 94 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .934 1.111 4.79 1.40 3.49 1.4.80 4.12 Jumlah / Total 58.371 2.279 1.78 5.6 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2000 Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours (1) 0*) 1 .239 10.97 0.604 3.324 8.452 19.22 22. BPS Source : Population Census 2000.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.28 14.11 13.25 16.82 13.494 8.206 1.296 5.45 0.346 ) 100.76 6.68 7.678 100.14 15 – 24 25 – 34 35 – 44 45 – 54 55 – 64 65 – 74 75 + Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 465 2.233 345 159 279 % (5) 3.051 % (7) 1.220 12.26 0.00 94.896 20.576 7.34 32.047 772 % (3) 0.97 17.981 2.54 23.00 35.32 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 1.88 34.78 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 1.572 12.024 100.07 26.03 1.28 1.00 Keterangan / remarks : * Sementara tidak bekerja / Temporary not working Sumber : Sensus Penduduk 2000.444 20.748 25.

221 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007. perburuan dan perikanan 02.03 18.43 15.900 21. keuangan.088 12. angkutan. Bangunan.779 7. Pertanian. komunikasi. Industri Pengolahan 03. gas dan air. Listrik.639 8.7 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2007 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 61. BPS Source : National Labor ForceSurvey 2007.45 13.84 10.54 16.84 8. pergudangan.63 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 99. Lainnya (Pertambangan dan penggalian.04 Lapangan Usaha Utama Main Industry (1) 01. tanah dan jasa perusahaan. Usaha persewaan Bangunan.24 100.215 4.121 14.00 993 64. Jasa kemasyarakatan 05.93 100.303 16. asuransi.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 95 .4.361 % (3) 62.96 11.721 98. kehutanan.379 % (7) 60.16 14.42 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 38.00 163.714 10.02 4.47 5. rumah makan dan hotel 04.286 3.00 Jumlah / Total 100.925 5. 3.704 15. Perdagangan besar.517 1. eceran.018 % (5) 59.

019 537 2.269 100.00 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 42. Angkutan 06.22 0.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.01 Lapangan Usaha Utama Main Industry (1) 01.14 5.383 11.029 78 1.95 0.587 2. Pertanian 02.4.15 7.12 11.00 58.723 3.56 0.00 Sumber : Sensus Penduduk 2000.645 1. BPS Source : Population Census 2000. Industri 03.01 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 99.980 8.713 6 % (5) 72.004 100.28 2.00 130. BPS 96 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .273 100. Tidak terjawab Jumlah / Total 72.74 4.71 2.13 2.124 5.24 0.493 1.188 8.13 8.335 8 % (7) 76.464 1. Lainnya 07. Perdagangan 04.73 14.90 0.403 3.8 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2000 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 57.207 9. Jasa 05.82 1.622 2 % (3) 78.32 2.80 4.00 4.

536 670 134 102.28 13.51 1.290 194 268 55.520 % (7) 4.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Tenaga Profesional 2.86 1.730 10.18 0.884 656 3.48 100.624 8.53 66.726 134 850 6. Tenaga Usaha Penjualan 5.18 15.13 100.4. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 97 .176 13.41 69.51 2.24 1.35 0.00 (1) 1. Tenaga Usaha Pertanian 7.446 71.55 8.458 1.55 0. Tenaga Usaha Jasa 6.9 Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Jenis Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Type of Main Occupation and Sex 2006 Laki-Laki Male Jenis Pekerjaan Utama Type of Main Occupation Jumlah Number s (2) 4.474 15.34 0.796 % (5) 4. Tenaga Produksi 8.65 0. Tenaga Kepemimpinan 3. Lainnya Jumlah Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2006. BPS Source : National Social Economic Survey 2006.724 % (3) 4.25 100.158 522 2.45 18.906 23.05 0.41 2.00 Jumlah Total Jumlah Number s (6) 6.76 60.03 0.23 1.52 11.620 984 33.00 Perempuan Female Jumlah Number s (4) 2.826 864 402 158.078 2430 104. Pejabat Pelaksana Tata Usaha 4.19 9.89 0. Anggota TNI 9.44 0.

4. Penempatan tenaga kerja / placement Laki-Laki Male (2) 931 116 116 Perempuan Female (3) 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. dan Penempatan Tenaga Kerja yang Terdaftar Menurut Jenis Kelamin Numbers of Registered Job Applications. Permintaan.587 593 593 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency 98 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . and Placement of Workers by Sex 2007 Jenis Kegiatan Activity (1) 01. Vacancies.10 Jumlah Pencari Kerja. Pencari kerja / job applications 02. Permintaan tenaga kerja / vacanciens 03.656 477 477 Jumlah Total (4) 2.

PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. diploma III 06.587 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 99 . SMTA / senior high school 04. D II / diploma I.11 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin Numbers of Registered Job Applicants by Educational Attainment and Sex 2007 Tingkat Pendidikan Educational Attainment (1) 01. Universitas / university Laki-Laki Male (2) 43 58 322 18 86 404 Perempuan Female (3) 110 272 415 102 190 567 Jumlah Total (4) 153 330 737 120 276 971 Jumlah / total 931 1.4. SD dan sederajat / primary school 02. D III / academy.656 2. SMTP / junior high school 03. II 05. D I.

000 550. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) c.4.000 750.000 500. Rata-rata Upah/Gaji Bersih Sebulan b.2007 Wilayah (1) Belu a. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) c. Upah Minimum Regional (UMR) 450. Upah Minimum Regional (UMR) 350.000 425.000 550.000 725.000 600. Rata-rata Upah/Gaji Bersih Sebulan b.000 450.000 600.000 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency 100 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 625.000 575.000 2005 (2) 2006 (3) 2007 (4) Nusa Tenggara Timur a.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.12 Perbandingan Rata-Rata Upah/Gaji Bersih Karyawan dengan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dan Upah Minimum Regional (UMR) Selama Sebulan Di Kabupaten Belu 2005 .

Malaka Barat 02. Sasita Mean 07.4. Kakuluk Mesak 13. Laen Manen 09. Lamaknen Kepala Kelurga (2) 16 104 - Jiwa (3) 78 - 491 - Kabupaten Belu 120 569 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 101 . Raihat 16. Malaka Timur 08. Kota Atambua 14. Raimanuk 10. Lasiolat 17.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Tasifeto Barat 12. Wewiku 04.13 Banyaknya Transmigran dirinci per Kecamatan di Kabupaten Belu Number of Transmigrant by District in Belu Regency 2007 Kecamatan Districk (1) 01. Kobalima 11. Tasifeto Timur 15. Rinhat 03.

Pebruari 03. Juni 07. Oktober 11. April 05.571 1.14 Banyaknya Penduduk Pelintas Batas di Kabupaten Belu Numbers of Transitter in Belu Regency 2007 Bulan (1) 01.805 Sumber : Kantor Imigrasi Source : Imigration Service of Belu Regency 102 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .292 1.259 1.944 2.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.809 1. Januari 02.206 1.371 1.590 1.4. Agustus 09.025 159 603 793 1.011 2. Nopember 12. Juli 08. Maret 04. Mei 06. Desember Jumlah Masuk (2) 973 729 522 471 688 978 1.476 2.912 Keluar (3) 1.195 15.183 1.639 1.230 13. September 10.

BAB / CHAPTER 4 Konsumsi & Keadaan RumahTangga Consumption & Household Condition .

Dibandingkan dengan tahun 2005 yang lalu. memperlihatkan bahwa belum terjadi pergeseran pola konsumsi secara berarti karena selama kurun waktu tersebut pengeluaran konsumsi makanan masih berkisar antara 69-72% dari total pengeluaran. pendidikan. 177.126. Ini memperlihatkan bahwa tingkat kesejahteraan penduduk Belu masih relatif rendah sehingga sebagian besar dari porsi pendapatannya dibelanjakan untuk kebutuhan makanan. Bila diamati data hasil susenas sejak tahun 1993-2004.744 Dari jumlah pengeluaran rata rata perkapita 177. aneka barang dan jasa.55 % adalah pengeluaran non makanan seperti perkiraan sewa rumah.992 di antaranya adalah pengeluaran untuk kebutuhan makanan sedangkan sisanya 28. Pengeluaran rata-rata perkapita sebulan menurut hasil susenas 2007 di kabupaten Belu mencapai Rp. bukan untuk kebutuhan yang selevel lebih maju seperti kebutuhan sekunder dan tersier.Kenaikan yang cukup tajam ini diduga tidak saja disebabkan karena adanya perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin baik namun juga karena meningkatnya harga nominal berbagai kebutuhan pokok.744 perbulan sebesar 71.43 % atau Rp.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION AND HOUSEHOLD CONDITION KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA KONSUMSI Pengeluaran konsumsi perkapita merupakan indikator yang menggambarkan tingkat kemampuan rata-rata penduduk suatu wilayah dalam membiayai kebutuhan konsumsinya. rata-rata pengeluaran perkapita secara nominal mengalami peningkatan. pakaian dan lain-lain. Pola meningkatnya pengeluaran semacam ini diprediksikan akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang karena fenomena Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 105 . Indikator ini secara tidak langsung mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat terutama dari sisi kemampuan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar dan kebutuhan komplementer lainnya. kesehatan.

bumbu-bumbuan.89% untuk aneka barang dan jasa.52% listrik non PLN dan sisanya 66. sayur-sayuran dan buah-buahan 16. Sementara ini untuk bahan dinding perumahan masih didominasi rumah dengan dinding bebak 78. Sementara sisanya masing-masing.4% sementara sisanya masing-masing sumur 51.53% diantaranya dibelanjakan untuk bahan pangan jagung. KEADAAN TANGGA RUMAH Dari aspek sumber penerangan rumah tangga data Susenas memperlihatkan bahwa pada tahun 2007 dari 86. umbi-umbian dan kacangkacangan.71% untuk biaya kesehatan.93% menggunakan lampu minyak tanah atau pelita. alcohol dan konsumsi lainnya 3.95% dan tembok hanya 11. ikan.72%. mata air 28.11%. 20.47% untuk pakaian dan alas kaki. padipadian. telur dan susu 15.03%.06%. air hujan dan lainnya 10.49%. 5.86%.848 rumah tangga ternyata sekitar 30.20% untuk barang tahan lama serta pembayaran pajak dan asuransi 1. Kondisi rumah tangga dari aspek kesehatan menunjukkan bahwa pada tahun 2007 dari 86848 rumah tangga ternyata yang mempunyai sumber air minum ledeng hanya 8. Untuk pengeluaran makanan pada tahun 2007 sekitar 40. . 9. sungai. daging. 7. 106 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . 4. Untuk pengeluaran perkapita untuk sebulan non makanan sebesar Rp 50752 dimana sekitar 44.68% diantaranya adalah perkiraan sewa rumah.87% untuk keperluan pesta.67%.13%.25%.59%. 5.60% untuk pendidikan.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION AND HOUSEHOLD CONDITION kenaiakan harga kebutuhan pokok tetap menjadi isu sensitive dalam krisis ekonomi negara kita yang belum berujung sapai dengan saat ini. tembakau dan sirih pinang 8.55% dijangakau oleh listrik PLN dan 2. minyak dan lemak 4. bahan minuman dan makanan jadi 4.05%.

000 40.000 80. 99 00 0 -2 99 30 . 99 00 0 -4 99 . 00 00 0 -1 99 20 .0 0.000 60.9 0.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Gambar 4.000 100.9 0.9 99 > 50 0.2 Jumlah Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Kondisi Tempat Tinggalnya Tahun 2006 dan 2007 45000 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 Berlantai Penerang Berdindi Bukan an ng Tanah Lampu Tembok Lis trik K ur an g 2007 2006 Air Minum Ledeng Sumber : Susenas 2006 & 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 107 .000 20.1. 00 0 0 -1 49 15 . Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Menurut Besarnya Pengeluaran Perkapita Selama Sebulan Tahun 2007 120. 00 0 Sumber : Susenas 2007 Gambar 4.000 0 da ri 10 10 0. 00 0.

Pengeluaran & Konsumsi Penduduk Population Expenditure & Consumption .

24 14.000 .000 .999 Jumlah Numbers (2) 0 0 0 0 2.381 100.999 60.025 Persentase Percentage (3) 0.999 20.000 . BPS Source : National Social Economic Survey 2003.54 40.436 11.220 7.000 .999 30.29.87 16.519 9.313 27.1. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 111 .000 .59.000 .1 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2003 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) < 15.999 80.43 14.66 Jumlah / total 68.79.199.868 10.39.000 .999 150.00 3.25 10.149.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2003.000 15.00 0.000 .19.999 100.999 >199.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.00 0.999 40.99.00 0.

14 17.999 80.70 1.00 2.305 13.24 2.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2003 BPS Source : National Social Economic Survey 2003.65 24.08 26.79.59.086 6.999 150.30 26.000 .KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.99 7.000 .199.37 2.00 4.000 .58 100.260 18.05 12.68 22.87 2.00 0.1.381 0.335 16.55 100.880 480 1.67 9.999 >199.000 15.623 1.776 9.999 100.999 60.75 0.29.774 12.999 20.248 18.000 .949 1.77 20.19.000 .000 .744 68.140 8. BPS 112 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 .39.149.082 68.453 4.381 6.999 Jumlah / total 0 0 0 1.999 40.2 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Pengeluaran untuk Makanan dan Bukan Makanan Per Kapita Sebulan Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure for Food and Non-Food 2003 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) Untuk Makanan for Food Banyaknya Numbers (2) Untuk bukan Makanan For Non-Food Banyaknya Numbers (4) % (3) % (5) < 15.60 13.99.000 .999 30.00 0.751 1.876 15.

22 8.749.000 .047 - Persentase Percentage (3) 15.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.999 200.000 .999.000 .000 .564 31.882 100.165 95.00 Sumber : Hasil Susenas 2007 diproporsikan dengan jumlah penduduk Registrasi Penduduk 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 113 .999 150.26 0.000 100.306 1.499.3 Penduduk di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Population in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2007 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) ≤ 100.299.999 750.999 300.999 500.199.999 > 1.28 - Jumlah/Total 378.000.56 28.000 .1.21 25.46 22.958 107.000 .000 Jumlah Numbers (2) 58.149.842 84.

183 0.014 0.172 0. Beras & Hasilnya / Cereal & their products 02. BPS Source : National Social Economic Survey 2005. Gula Merah/Other sugar 18.131 1.687 0. Talas / Keladi 07.062 0.073 0. BPS 114 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .144 0. Jagung Pipilan / Maize 04. Kelapa / Coconut 15.980 0. Telur ayam / Hens Eggs 13.014 0. Tepung Gaplek / Moniac Flour 08.263 0.1.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.4 Rata-Rata Konsumsi Bahan Makanan Per kapita Seminggu Menurut Jenis Bahan Makanan Penting di Nusa Tenggara Timur Average of Per Capita Food Consumption by Selected Food in Nusa Tenggara Timur 2005 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 01. Jagung Basah dg Kulit / Fresh Maize in Husk Satuan (2) Rata-Rata Perkapita (3) Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Ons Kg Kg Btr Btr Ltr Ltr Ons Ons 1. Daging Sapi/ Kerbau/ Beef / Buffalo 12.096 0.037 0. Gaplek / Moniac 06. Ikan teri diawetkan / Preserved Fish 11. Minyak Kelapa/Coconut oil 16. Minyak goreng/Cooking oil 17. Ketela Rambat/ Sweet Potatoes 09. Ketela Pohon / Cassava 05.005 0. Gula Pasir/Refined Sugar Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2005.455 0.013 0. Telur itik manila / Duck manila eggs 14.033 0.434 03. Ikan segar / Fresh Fish 10.

1. Timor Tengah Utara 06. Belu 07. Manggarai Barat 16. Sumba Timur Makanan (2) 88661 98478 91865 80398 89216 96226 95850 106585 116758 87540 96485 108520 81441 89651 90916 160512 96730 Jumlah (4) 123885 140632 127744 104831 128485 145080 132982 142909 170590 129443 142040 159848 108333 124771 134364 295538 141356 03. Ngada 13. Sikka 11. Rote Ndao 15. Kota Kupang Nusa Tenggara Timur Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2005. Flores Timur 10. Sumba Barat 02. Lembata 09. Alor 08. Manggarai 14. BPS Source : National Social Economic Survey 2005.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. Kupang 04. Ende 12. Timor Tengah Selatan 05. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 115 .5 Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Untuk Makanan dan Non Makanan menurut Kabupaten/Kota 2005 Non Makanan (3) 35223 42154 35878 24434 39269 48855 37132 36324 53832 41903 45555 51328 26892 35120 43448 135026 44626 Kabupaten / Kota (1) 01.

165 4. Padi-padian / Cereals 02.595 3. Minumanalkohol/Alcoholic Beverages Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 100.704 1.675 1.057 42.018 5.987 5.404 3.635 1.755 1.999 199.480 2.262 15.280 964 3.600 2.924 4. BPS Source : National Social Economic Survey 2007. Sayuran / Vegetables 07.515 5.952 2.913 3.925 759 10. Ubi-ubian / Cassava 03.919 1.201 4. BPS 116 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Makanan & Minuman Jadi / Prepared Food & Drink 14.293 121. Daging / Meats 05.747 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.520 54.488 2.705 890 11.626 3. Bahan Minuman/Non Prepared Drink 11.825 2. Ikan / Fish 04. Minyak & Lemak / Fats & Cooking Oil 10.367 14. Tembakau&Sirih/Tobacco & Betelnuts Jumlah / Total 60.191 4.486 3. Telur & Susu / Eggs & Milk 06.003 276 8.790 2.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Average of Per Capita Monthly Expenditure 2 0 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 01.999 (2) (3) (4) 29.080 242 391 8. Kacang / Nuts 08.000 – 150.365 1. Bumbu-bumbuan / Spices 12.000 – ≤ 100. Buah / Fruits 09.000 149.067 1. Konsumsi lainnya / Miscellaneous Food Itery 13.008 3.107 91.306 2.025 1.596 1.293 2.

524 3.585 6.625 4.257 3.992 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 117 .552 4.1.190 14.886 2.145 18.783 61.662 15.750 24.643 8.773 295.215 5.022 4.6 untuk Kelompok Makanan di Kabupaten Belu and Food Item in Belu Regency 0 7 Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 200.593 23.000 – 300.747 7.999 (5) (6) (7) 56.857 43.143 12.207 11.893 20.179 126.988 19.143 5.176 6.238 9.749 6.152 4.632 9.441 14.180 5.732 5.000 299.165 8.946 42.125 8.116 1.032 170.705 3.020 11.081 7.999 499.232 11.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Table 4.226 5.107 6.365 5.540 12.698 27.518 248.107 17.299 3.312 59.915 2.250 rata-rata (8) 48.909 12.700 3.144 1.372 3.000 – >499.427 20.500 24.612 0 14.727 28.554 2.568 8.

315 2.265 5. BPS 118 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .545 33.482 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007. Perumahan Housing 2.060 5.000 150. Aneka Barang dan Jasa Miscellaneous Goods and service 3. Pakaian dan Alas Kaki Clothing and Footwear 6.894 2. Keperluan Pesta Parties Jumlah / Total Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 100.757 2.000 – ≤ 100.483 14.000 149.441 2.842 10. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.448 3.681 1.999 (2) (3) (4) 8.180 3. Biaya Kesehatan Cost of Health 5.174 20.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Average of Capita Monthly Expenditure 2 0 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 1.825 1.353 51.671 2.098 5.515 21.838 4. Biaya Pendidikan Cost of Education 4.999 199.091 212 455 670 1. Barang Tahan Lama Durable Goods 7.532 2.152 781 1. Pajak dan Asuransi Tax and Insurance 8.

076 807 5.667 2.811 8.262 8.1.441 9.208 2.202 6.963 105.609 12.119 108.601 3.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Table 4.000 – 299.130 1.995 67.448 4.462 6.626 300.676 14.915 500.7 untuk Kelompok Bukan Makanan di Kabupaten Belu and Non Food Item in Belu Regency 0 7 Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 200.844 4.000 – 799.261 284.441 50.771 4.393 5.999 (5) 31.729 3.012 2.472 4.804 2.615 rata-rata (8) 22.931 24.750 4.000 – 499.104 10.899 5.840 3.752 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 119 .999 (7) 129.198 2.999 (6) 49.

48 0. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.00 4446107 100.000 – 149.999 750.000 – 299.999 200.999 500.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional 2007.39 34.46 22.999 150.000 – 999.000 100.000 – 199.000.999 300.41 17.8 Penduduk Menurut Golongan Pengeluaran Sebulan di Kabupaten Belu dan NTT 2007 Golongan Pengeluaran Kabupaten Belu Jumlah (2) 65275 119397 93184 105804 34660 1160 Persentase (3) 15.000 – 499.61 2.26 0.23 8.50 8.13 (1) < 100.000 – 749.21 25.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Tabel 4.000 dan lebih Jumlah 419480 100.28 - Propinsi NTT Jumlah (4) 595549 1524351 1040727 777925 382960 97523 21110 5962 Persentase (5) 13.999 1.29 23. BPS 120 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .19 0.1.56 28.

Keadaan Rumah Tangga & Tempat Tinggal Household Condition & Home Owner .

BPS Source : National Social Economic Survey 2007. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 125 .00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.91 2.13 56.01 100.399 1.455 26.848 Persentase Percentage (3) 6.49 50 .1 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Luas Lantai Household in Belu regency by Area of Floor 2007 Luas Lantai 2 Area of Floor (m ) (1) < 20 20 .323 49.923 3.99 100 -149 > 149 Jumlah / Total Jumlah Numbers (2) 5.2.94 31.00 3.748 86.

88 26. BPS 126 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2.00 5.00 66.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.36 Jumlah / Total 86.30 0.2 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Atap Terluas Household in Belu regency by Primary Roof Type 2007 Jenis Atap terluas Primary Roof Type (1) Beton / Conerete Genteng / Tile Sirap Seng / Zine Asbes Ijuk / rumbia Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 262 700 0 57.884 0 5.848 100.892 Persentase Percentage (3) 0. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.81 0.110 22.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.65 0.

3 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Lantai terluas Household in Belu regency by Primary Floor Type 2007 Jenis lantai Terluas Primary Floor Type Jumlah Numbers Persentase Percentage (1) Bukan Tanah / Non-dirth earth Tanah / Dirt Earth (2) 43.02 49.848 100.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.438 43.98 Jumlah / Total 86. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 127 .KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.410 (3) 50.2. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.

2.95 Jumlah / Total 86.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.566 Persentase Percentage (3) 17.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.848 100.33 2.100 1.029 68.34 78. BPS 128 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .153 2.4 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Dinding Terbanyak Household in Belu regency by Area of Primary Roof Type 2007 Jenis Dinding Terbanyak Primary Roof Type (1) Tembok / Brick Kayu / Wood Bambu / bamboo Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 15.39 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.

KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.5 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Penerangan Household in Belu regency by Source of Lighting 2007 Sumber Penerangan Source of Lighting (1) Listrik PLN / Elictricity (PLN) Listrik Non PLN / Elictricity (NonPLN) Petromak / Pumped Lamp Pelita.190 57. Sentir.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.2.848 100.692 438 2. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 129 .50 Jumlah / Total 86. Obor / Kerosene Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 26.528 Persentase Percentage (3) 30.55 2.52 66.43 0.

848 100.61 8.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.295 932 30.72 13.417 10.2.40 1. BPS Keterangan : *) Termasuk air hujan / Rain water 130 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .649 13.738 1.41 15.91 1.6 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Air Minum Household in Belu regency by Source of Drinking Water 2007 Sumber Air Minum Source of Drinking Water (1) Air Dalam Kemasan Ledeng / Pipe Pompa / Water Pump Sumur Terlindung / Well Sumur Tak Terlindung Mata Air Terlindung / Spring Mata Air Tak Terlindung Sungai / River Lainnya / Others *) Jumlah Numbers (2) 539 7.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.62 8.07 35.572 15.649 Persentase Percentage (3) 0. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.45 12.950 7.81 Jumlah / Total 86.

857 11.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.49 7.54 Jumlah / Total 60.2.837 4.733 100.7 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Jamban Household in Belu regency by Toilet Facilities 2007 Jenis Jamban Toilet Facility (1) Leher Angsa / Closet Plengsengan Cemplung Tidak pakai Jumlah Numbers (2) 19.93 19.04 40.457 24.582 Persentase Percentage (3) 32. BPS Source : National Social Economic Survey 2007. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 131 .

2.456 524 3.21 1.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.048 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.13 0.8 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Status Penguasaan Tempat Tinggal Household in Belu regency by Status of House 2007 Status Rumah Status of House (1) Milik Sendiri / Self Owned Kontrak / Rent Longtem Basis Sewa / rent Montly Basis Bebas Sewa / Free of Charge Dinas / Provided by Employer Rumah Milik Orang Tua/Sanak/Saudara Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 70.52 1.60 3.71 1.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.98 8.85 Jumlah / Total 86.606 9. BPS 132 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .434 1.058 1.722 Persentase Percentage (3) 81.848 100.

BPS Source : National Social Economic Survey 2007.2.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.87 20.9 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Tempat Pembuangan Tinja Household in Belu regency by Faeces Place of Exile 2007 Tempat Pembuangan Tinja Faeces Place of Exile (1) Tangki Kolam / Sawah Sungai / Danau / Laut Lubang Tanah Pantai / Kebun Lainnya Jumlah Numbers (2) 30. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 133 .27 9.272 861 30.848 100.285 17.824 Persentase Percentage (3) 34.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.606 7.86 0.01 Jumlah / Total 86.99 34.

BAB / CHAPTER 5 S o s i a l Social Affairs .

tamat SLTP 8. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan formal dari sebagian besar penduduk Belu akan sangat mempengaruhi akselerasi pembangunan.15%. Sebagai perbandingan Sensus Penduduk 2000 menunjukkan bahwa dari penduduk umur 5 tahun keatas pada tahun 2000. guru SLTP 7. Sementara untuk julah murid masing-masing jenjang pendidikan yaitu SD naik 0.61%.24% Dilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan sesuai hasil Susenas 2007 memperlihatkan bahwa sebanyak 218.SLTA umum 20 unit dan kejuruan 7 unit.10%) penduduk umur 10 tahun ke atas berpendidikan paling tinggi cuma tamat SD.62%. Di tahun 2007 jumlah sekolah SD 332 unit.52%.47%.68%. serta tamat akdemi dan perguruan tinggi cuma 3. guru SD meningkat 14. Semakin tinggi tingkat pendidikan akan membawa dampak positif bagi masa depan berbagai bidang kehidupan.54 % dan tamat akademi dan sarjana 1.67%. tamat SLTA 11. tamat SLTA 7. . Dibandingkan dengan tahun lalu . SLTP 42 unit . naik 0.51% SLTP turun.82 %. maka tidaklah mengherankan apabila pendidikan senantiasa mendapat perhatian pemerintah maupun dari kalangan swasta. dan kecepatan transformasi tenaga kerja dari sektor ekonomi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 137 . Sedangkan sisanya tamat SLTP 11. baik sosial maupun ekonomi. Demikian pentingnya peranan pendidikan .577 (73. Peningkatan partisipasi sekolah dari berbagai lapisan masyarakat tentunya harus diimbangi penyediaan sarana fisik pendidikan maupun tenaga guru yang memadai. yang paling tinggi sampai tingkat SD 82.48% dan SLTA 73. Pada tahun 2006 jumlah Taman Kanak-Kanak 23 unit dengan jumlah murid 1 325 siswa.SOSIAL / SOCIAL SOSIAL PENDIDIKAN Berhasil atau gagalnya kelangsungan pembangunan suatu bangsa banyak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan sebagaian besar penduduknya.

30.25%.89%.17%.56%.18 % dan 40 %. Persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang buta huruf pada tahun 2007 hanya 0. Dengan tujuan yang demikian diharapkan seluruh program dan kegiatan di bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang baik dan pada gilirannya tercipta kehidupan yang sehat dan produktif. Jumlah penderita rawat jalan pada puskesmas .34% dibanding dengan keadaan tahun lalu.91%.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS tradisional ke sektor-sektor ekonomi modern. TBC 14. jumlah tenaga pelayanan kesehatan (medis dan paramedis) juga mengalami sedikit peningkatan seperti S1 Kesehatan 66. Untuk melihat kemampuan penduduk dalam membaca dan menulis di suatu aderah dapat dilihat dari angka melek hurufnya. pneumonia 8. Sementara khusus pada penderita rawat inap selama tahun 2007 pada RSU Atambua sebanyak 1 700 kunjungan (pasien) atau turun 10. Ini memperlihatkan bahwa pendidikan bagi kaum perempuan masih dianggap kurang perlu oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Belu.75%. 18. rematik 14.67%.98%.82%. dimana lebih dari separuhnya 54.38%. Komposisi penyakit dominan untuk kunjungan rawat inap masing-masing malaria 23. Sejalan dengan menigkatnya sarana. Pada tahun 2007 ketersediaan sarana kesehatan secara umum mengalami sedikit peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya antara lain puskesmas naik. gastroetris 16.93%. D3 kesehatan 40.90 % dan penyakit-penyakit lainnya 31. merata dan murah. 138 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . rumah sakit 66. Dispepsia 9.23% perawat dan Bidan naik 13. KESEHATAN Pembangunan bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah. yang buta huruf adalah kaum perempuan.67% . komposisi jenis penyakit yang dominan masing-masing Infeksi Saluran Pernafasan (ispa). Dari jumlah kunjungan tersebut.67% dari keadaan tahun sebelumnya. selama tahun 2007 sebanyak 477 763 kali kunjungan (pasien) atau naik 29.

yang kesemuanya merupakan data sekunder dari Pengadilan Negeri Atambua. sehingga setiap pemeluknya memiliki hak yang sama untuk menunaikan kewajiban-kewajiban keagamaannya. Karena itu apabila terjadi pemaksaan kehendak pemeluk agama tertentu terhadap pemeluk agama lainnya maka akan menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan.06 Implant 4. Dari metode kontrasepsi yang digunakan oleh pasangan KB aktif sebanyak 82. Dewasa ini sebagian besar masyarakat kita mempunyai sensitifitas yang tinggi terhadap masalahmasalah yang berkaitan dengan agama.966 pasang.34%. kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan penghayatannya sehingga dapat tercipta kondisi kehidupan yang rukun dan damai. MOW dan MOP 1.SOSIAL / SOCIAL Jumlah pasangan usia subur (PUS) pada tahun 2007 sebanyak 49. SOSIAL LAINNYA Data dalam sub bab ini berisikan data-data tentang kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 139 . Tingkat kriminalitas di Kabupaten Belu masih cukup memprihatinkan karena dibandingkan dengan tahun 2006 ternyata masalah sosial meningkat dari 628 kasus menjadi 680 kasus dengan tetap masalah penganiayaan yang terbanyak.87%.52% memilih KB suntik.07%.862 (63. dimana 31. KRIMINALITAS AGAMA Sesuai dengan falsafah negara.90 dan cara kondom 0. disamping data dari Kepolisian Resort Belu tentang masalahmasalah sosial yang terjadi di Kabupaten ini.77%) diantarannya adalah peserta pasangan peserta KB aktif. Dalam hal ini pemerintahan dituntut untuk memfasilitasi kehidupan Banyaknya perkara yang masuk dan terselesaikan di Pengadilan Negeri Atambua pada tahun 2006 dengan karakteristik terdakwa/tertuduh serta sikapnya terhadap putusan tersaji dalam sub bab ini. beragama bagi masyarakatnya. IUD 3. sedangkan sisanya adalah pil 6.

529 orang meningkat masingmasing pada tahun 2007 menjadi 6. 140 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Semua data pada sub bab ini bersumber dari Dinas Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Belu.044 dan 5.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Kabupaten Belu.358 dan 6. Selain data kejadian bencana alam yang pernah terjadi di tahun 2007. penyandang cacat. seperti jumlah fakir miskin. dan lain-lain.332 orang. Data infrastruktur kesejahteraan masyarakat juga dapat dilihat dari tabel-tabel dalam sub bab ini. Masalah sosial yang masih meminta perhatian di Kabupaten Belu adalah lanjut usia terlantar dan anak yatim piatu terlantar karena pada tahun 2006 tercatat 7. manusia lanjut usia (jompo).

Rata-Rata Jumlah Murid per Sekolah Menurut Status Sekolah 1998-2007 600 500 400 300 200 100 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 SD 2006 2007 SLTA Umum SLTA Kejuruan SLTP Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Gambar 5.16% Tidak/Belum punya ijas ah 43.94% Sarjana 1. BPS 140 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Gambar 5.71% SLTP 11.62% DI/DII 0.1.14% SD 29.2.47% DIII 1.96% Sumber : Susenas 2007. Persentase Penduduk Belu Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Ijasah Tertinggi yang Dimilikinya Tahun 2007 SMU 11.

Pembantu Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Gambar 5. Frekuensi masalah sosial yang dilaporkan di Polres Belu Tahun 2002 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Gambar 5.3.4.2007 80 70 60 50 40 30 20 10 0 J an Peb Mar Apr 2003 Mei J un 2004 J ul Ags 2005 Sep Okt Nop 2007 Des 2002 2006 Sumber : Polres Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 141 . Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Belu Tahun 1998 – 2007 60 50 40 30 20 10 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Rumah Sakit Balai Pengobatan Puskesmas Pus.

Pendidikan Education .

lainnya / others Sekolah School Guru Teacher Murid Pupil RataRata Guru Per Sekolah (2) 23 332 42 6 20 (3) 79 4.36 351. SMTA umum senior high school (general) 08.766 3.75 267.078 767 147 512 (4) 1.50 - Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Keterangan : *) Data tahun 2006 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 145 .25 2 - 74 - 1.33 387.752 (5) 3. Teachers.325 63.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.60 (6) 57. SMTA kejuruan senior high school (vacational) a.1 Banyaknya Sekolah.60 1 4 32 95 267 757 32. Sekolah Dasar primary school 03.61 190.1. Guru. STM senior technical school b. SMP Terbuka Kejuruan 07. SMP Terbuka Umum 06. and Pupils by Education Level 2007 RataRata Murid Per Sekolah Tingkat Pendidikan Education Level (1) 01.43 12. SMKK senior home economics high school c. SMEA senior economics high school d.488 7. Taman Kanak-Kanak*) kindgarden 02. dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan Numbers of Schools. SMTP umum junior high school (general) 04.063 - 37.26 24.50 25.00 - 531.00 189.200 14. SMTP Kejuruan junior high school (vacational) 05.28 18.57 581.00 23.

Laen Manen 09. Malaka Tengah 06. Rinhat 03. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Tasifeto Barat 12. Kobalima 11. Raimanuk 10. Guru. Lasiolat 17. Teacher. dan Murid Taman Kanak Kanak (TK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School.1. and Pupil of Public and Private Kindgarden in Belu Regency by District 2006 TK Negeri Public Kindgarden Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 55 0 0 0 0 55 TK Swasta Private Kindgarden Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 1 1 0 1 1 2 1 0 1 2 2 7 0 0 0 2 22 2 1 1 0 4 5 5 2 0 2 7 4 41 0 0 0 2 76 40 10 20 0 25 32 155 20 0 27 108 83 686 0 0 0 64 1. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 146 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .270 Kecamatan District (1) 01. Sasita Mean 07. Weliman 05. Raihat 16. Malaka Timur 08. Wewiku 04.2 Banyaknya Sekolah. Kota Atambua 14. Kakuluk Mesak 13.

529 1. Tasifeto Timur 15.823 2. Kecamatan District (1) 01. Kota Atambua 14.339 1.924 1.314 1.3 Banyaknya Sekolah. Teacher.475 2. Lamaknen Kabupaten Belu 1.967 1. Laen Manen 09.861 .824 29. Rinhat 03. Kakuluk Mesak 13. Raihat 16.1.939 1. and Pupil of Public and Private Primary School in Belu Regency by District 2007 SD Negeri Public Elementry School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 5 11 9 9 20 20 9 9 7 15 14 8 14 12 9 5 14 190 65 98 111 121 264 176 78 75 84 163 143 98 351 146 97 48 137 2.005 1.220 1.914 1. Sasita Mean 07.477 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 147 .029 2.658 33.645 2.289 616 541 1. Lasiolat 17. Wewiku 04.689 2. Raimanuk 10.882 3.723 SD Swasta Private Elementry School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 15 8 10 7 14 10 3 7 5 13 10 4 10 7 4 3 12 142 164 72 141 101 215 108 43 73 63 151 95 58 230 86 52 46 125 1. Kobalima 11.594 646 1.255 5.255 836 1. Guru.280 2.122 1. Malaka Timur 08. Malaka Barat 02.230 1.316 4. Weliman 05. Malaka Tengah 06.597 2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.608 582 993 1.244 2. Tasifeto Barat 12.237 1. dan Murid Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Lasiolat 17.4 Banyaknya Sekolah. Raimanuk 10. Weliman 05. Sasita Mean 07.017 308 472 0 0 558 422 408 2. and Pupil of Public and Private Junior High School (General) in Belu Regency by District 2007 SMPNegeri Public Juniorr High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 3 1 1 0 1 14 32 0 19 0 47 14 18 0 0 21 20 16 122 25 14 0 20 368 665 0 196 0 1. Teacher. Tasifeto Barat 12. Kota Atambua 14.1. Malaka Barat 02. Raihat 16. Guru.797 0 0 203 210 6. Kobalima 11.736 Kecamatan District (1) 01.779 336 291 0 578 8. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Tasifeto Timur 15. Malaka Tengah 06. Wewiku 04. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 148 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Kakuluk Mesak 13.030 SMP Swasta Private Juniorr High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 1 2 1 3 2 1 1 0 2 2 1 9 0 0 1 1 28 10 9 33 15 38 31 10 13 0 24 46 9 136 0 0 14 11 399 510 217 585 176 881 320 106 177 0 511 869 174 1. Rinhat 03.

Lasiolat 17. Malaka Tengah 06. Guru. Tasifeto Timur 15. Laen Manen 09. dan Murid Sekolah Menegah Tingkat Atas (SMTA) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School.1. Tasifeto Barat 12. Weliman 05.824 0 0 0 94 4. Wewiku 04. Teacher. Raihat 16. and Pupil of Public and Private Senior High School (General) in Belu Regency by District 2007 SMU Negeri Public Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 5 25 0 0 0 33 0 0 0 0 0 23 0 63 0 0 0 18 162 633 0 0 0 626 0 0 0 0 0 613 0 785 0 0 0 396 3.053 SMU Swasta Private Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 2 0 8 0 0 0 1 15 13 0 17 15 32 0 0 0 0 0 49 0 213 0 0 0 11 350 76 0 296 135 860 0 0 0 0 0 414 0 2. Kota Atambua 14. Rinhat 03. Sasita Mean 07. Malaka Barat 02. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 149 . Raimanuk 10.699 Kecamatan District (1) 01. Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.5 Banyaknya Sekolah. Kobalima 11.

1. Weliman 05. Guru. Rinhat 03. dan Murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Sasita Mean 07. Raihat 16. Tasifeto Barat 12. Laen Manen 09. Malaka Barat 02. Kakuluk Mesak 13. Wewiku 04. and Pupil of Public and Private Senior High School (Vocational) in Belu Regency by District 2007 SMK Negeri Public Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 24 0 24 58 0 0 0 0 106 0 0 0 0 0 0 0 0 0 230 0 174 855 0 0 0 0 1. Kobalima 11. Kota Atambua 14. Lasiolat 17. Malaka Timur 08.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.6 Banyaknya Sekolah.259 SMK Swasta Private Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 4 0 0 0 0 16 0 0 0 0 0 32 23 24 0 0 0 0 95 0 0 0 0 208 0 0 0 0 0 267 116 237 0 0 0 0 828 Kecamatan District (1) 01. Teacher. Malaka Tengah 06. Raimanuk 10. Tasifeto Timur 15. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 150 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

017 0 472 0 0 0 0 408 1.488 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 151 . Sasita Mean 07. dan Murid Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Terbuka Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Negeri Public School Sekolah Guru School Teacher (2) (3) 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 6 28 0 0 0 9 0 18 0 0 0 0 16 76 0 0 0 0 147 Swasta Private School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kecamatan District (1) 01. Kakuluk Mesak 13. Lasiolat 17. Laen Manen 09. Kota Atambua 14.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Wewiku 04.7 Banyaknya Sekolah.1. Lamaknen Kabupaten Belu Murid Pupil (4) 224 0 0 0 1. Malaka Barat 02. Weliman 05. Kobalima 11. Guru. Malaka Tengah 06. Tasifeto Timur 15.367 0 0 0 0 3. Raimanuk 10. Rinhat 03. Raihat 16. Tasifeto Barat 12. Malaka Timur 08.

544 18.140 31. BPS 152 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .71 1.87 5.26 2.10 100. II / Diploma I. academy DIV / S1 S2/S3 Jumlah / Total Perempuan Female % (3) 45.1.298 29.70 23.158 26.337 Pendidikan Yang Ditamatkan Education Attainment (1) Tidak / Belum Mempunyai Ijasah Did not completed/Not yet Completedl SD / Primary School SLTP / Junior High school SMU Umum Senior High School (General) SMU Kejuruan Senior High School (Vocational) D I.190 34.35 11.87 0.10 100.571 2.86 11.24 0.296 145 152.91 87.287 145 146.02 48.05 5.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.66 1.14 1.016 0.03 1.8 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Ijasah Tertinggi yang Dimiliki dan Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Education Attainment and Sex 2007 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 66.206 6.542 7.23 Jumlah Numbers (4) 65.109 3.050 % (5) 42.75 1.336 9.51 0.420 5.10 100.665 0.70 Laki + Perempuan Male + Female Jumlah % Numbers (6) (7) 131.09 10. II DIII/DiplomaIII.646 16.583 290 299.263 3.351 0.849 3.16 11.45 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.197 3.94 38.00 1.74 973 1.387 43.47 13.136 1.00 2.934 4.

680 5. Never/Not Yet Attending School in Belu Regency by Age Group 2007 Golongan Umur Age Group Jumlah Penduduk Population Masih Sekolah Attending School (3) 64.595 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.230 Tidak Sekolah Lagi (1) 7 – 12 13 – 15 16 – 18 19 – 24 (2) 68.976 Tidak/Belum Pernah Sekolah Never/Not yet attending school (4) 2.147 36.801 (5) 1.099 10. dan Tidak Sekolah Lagi Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Belu Population 7 Years and over who Attending School.680 2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.233 20.596 7.9 Penduduk 7 Tahun ke Atas yang Masih Sekolah.705 26.251 1.792 1.1.554 30. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 153 . Tidak/Belum Pernah Sekolah.946 20.913 3. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.

64 16. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.436 0.33 0. BPS 154 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .56 15.48 14.770 0.62 979 25.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.351 100.57 % (5) 82.00 152.047 991 % (3) 84.729 1.19 0.016 100.1.665 100.63 1.08 0.334 0.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.682 840 Perempuan Female Jumlah Number s (4) 125.00 299.10 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Kemampuan Membaca dan Menulis per Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Literacy per Sex 2007 Laki + Perempuan Male + Female Jumlah Number s (6) 248.686 46.61 707 21.64 Jumlah / Total 146.65 % (7) 83.831 Kemampuan Membaca Dan Menulis Literacy (1) Huruf Latin Huruf lainnya Huruf Latin + Lainnya Tidak Dapat Laki-Laki Male Jumlah Number s (2) 123.

24 1.128 Lulus Persentase (4) 99.00 1.45 100.83 5. Lasiolat 17.08 92.02 97. Tasifeto Barat 12. Kakuluk Mesak 13.007 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 155 .55 0.91 8. Kota Atambua 14.26 98. Malaka Timur 08.53 13.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.09 0.47 86.98 2. Tasifeto Timur 15.29 100. Wewiku 04.30 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 1 4 3 7 12 13 6 3 19 3 16 34 121 0. Raimanuk 10. Rinhat 03.34 98.00 100.00 100.76 98.74 1. Raihat 16. Kobalima 11.17 100.91 99. Malaka Barat 02.70 Jumlah (3) 417 254 294 381 710 432 211 279 291 477 545 360 1.361 331 196 115 425 7. Weliman 05.70 2.11 Hasil Ujian Nasional SD/MI Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.00 97.361 312 193 99 391 7.78 0. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 418 258 294 384 717 444 211 279 291 490 551 363 1.65 1. Sasita Mean 07. Laen Manen 09.1.00 98.22 99.00 94.00 99. Malaka Tengah 06.

195 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 156 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .194 26. Malaka Barat 02.31 25.90 45.36 60.98 56.23 61.64 39. Raihat 16.00 30. Tasifeto Timur 15.82 39.10 54.30 50.01 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 85 29 60 0 462 130 102 20 105 72 121 819 36 24 13 116 2. Kakuluk Mesak 13. Weliman 05.77 38.42 41.69 74.389 Lulus Persentase (4) 73. Wewiku 04.87 70.02 43.08 55. Kota Atambua 14. Tasifeto Barat 12.37 69. Rinhat 03.44 57.51 27. Kobalima 11.27 67.446 92 81 43 188 4.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.1.12 Hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMPT Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 316 64 238 50 664 221 261 36 247 264 178 1. Sasita Mean 07.49 72.56 42. Raimanuk 10.79 100. Laen Manen 09.18 60.70 49.99 Jumlah (3) 231 35 178 50 202 91 159 16 142 192 57 627 56 57 30 72 2. Malaka Tengah 06. Malaka Timur 08.92 44.58 58.21 0 69. Lasiolat 17.13 29.63 30.73 32.

53 94.77 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 107 25 8 8 607 6 761 25. Wewiku 04.45 24. Raihat 16.00 3. Lasiolat 17.55 75. Raimanuk 10.35 97.42 20. Tasifeto Barat 12.58 80.385 104 2.13 Hasil Ujian Nasional SMA/MA Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01. Kota Atambua 14. Weliman 05.47 5.08 69. Rinhat 03. Malaka Tengah 06.380 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 157 .1.00 96.92 30.141 Lulus Persentase (4) 74.23 Jumlah (3) 314 100 211 266 1.65 2. Kakuluk Mesak 13. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Sasita Mean 07. Tasifeto Timur 15. Kobalima 11.992 110 3.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Malaka Barat 02. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 421 125 219 274 1.

Kakuluk Mesak 13.71 0 21. Wewiku 04. Raihat 16. Lasiolat 17. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Tasifeto Timur 15. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Rinhat 03.1.14 Hasil Ujian Nasional SMK Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.57 84.43 15. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 66 35 51 28 355 61 596 Lulus Persentase (4) 100 94.23 100 89.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.29 100 78. Tasifeto Barat 12. Kobalima 11. Malaka Barat 02. Kota Atambua 14.77 0 10.26 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 0 2 0 6 56 0 64 0 5. Raimanuk 10.74 Jumlah (3) 66 33 51 22 299 61 532 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 158 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Sasita Mean 07.

Kesehatan Health .

Sasita Mean*) 07. Wewiku 04. Tasifeto Timur 15. Laen Manen 09. Malaka Tengah 06.1 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Health Service in Belu Regency by District 2007 Sarana Kesehatan Health Service Puskesmas Puskesmas Pembantu Community Community Health Health Sub Centre Centre (3) (4) Kecamatan District Rumah Sakit Hospital (2) Balai Pengobatan Health Service House (5) (1) 01. Tasifeto Barat*) 12. Kota Atambua*) 14. Lasiolat 17.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Lamaknen*) Kabupaten Belu 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 3 0 0 0 0 5 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 0 2 19 2 4 2 2 5 4 1 3 1 5 3 1 3 4 1 2 5 48 1 0 0 0 2 0 0 1 0 1 1 1 4 0 0 1 1 13 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 161 . Kakuluk Mesak 13.2. Kobalima*) 11. Malaka Timur 08. Rinhat 03. Malaka Barat 02. Raihat 16. Weliman 05. Raimanuk 10.

Rinhat 03. Raimanuk 10. Raihat 16. Tasifeto Barat*) 12. Lamaknen*) Kabupaten Belu Dokter Ahli (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 3 Perawat (7) 8 7 9 5 14 5 3 7 4 14 6 8 39 2 5 1 9 146 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 162 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kobalima*) 11. Lasiolat 17. Tasifeto Timur 15.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Status Tenaga Numbers of Health Personal by Health Personal 2 0 Dokter Umum PNS (3) 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 1 11 0 0 0 0 14 PTT (4) 1 2 1 1 3 2 1 1 1 1 3 1 3 1 1 0 2 25 S1 Kesehatan (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 15 0 0 0 0 20 D3 Kesehatan (6) 1 2 6 2 12 4 3 4 2 2 3 14 55 3 3 1 5 122 Kecamatan District (1) 01. Laen Manen 09. Sasita Mean*) 07. Malaka Barat 02. Weliman 05. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Wewiku 04. Malaka Tengah 06. Malaka Timur 08.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS / Table 5.2 Kesehatan per Kecamatan di Kabupaten Belu Personal Status per District in Belu Regency 0 7 Bidan Desa (PTT) (9) 8 8 5 9 7 8 2 4 5 5 8 2 8 7 2 3 10 101 Bidan (PNS) (8) 5 3 3 2 15 9 4 2 3 10 3 14 46 6 3 2 3 133 SPRG (10) 0 1 2 1 4 1 1 1 0 1 1 1 9 1 1 0 1 26 SMAK (11) 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 3 0 1 0 1 10 SPAG (12) 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 7 SPPH (13) 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 2 0 0 0 0 5 SMF (14) 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 8 1 1 0 1 15 PKE (15) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PKU (16) 0 0 0 0 1 0 0 0 0 2 2 0 7 0 0 0 0 12 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 163 .2.

Perawat (18) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jurkes / Jurkim (19) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kecamatan District (1) 01.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan / Continued Table 5. Wewiku 04. Tasifeto Timur 15. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Barat 02. Malaka Timur 08. Raihat 16.2. Kobalima*) 11. Rinhat 03. Kakuluk Mesak 13. Malaka Tengah 06. Raimanuk 10. Lamaknen*) Kabupaten Belu PKAB (17) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 Pekes (20) 2 0 4 0 5 1 4 1 0 0 3 1 16 0 0 0 0 37 PKF (21) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Lainnya (22) 1 0 2 2 9 1 1 2 0 8 3 32 66 6 0 1 4 138 Jumlah (23) 28 23 33 22 76 31 21 22 15 46 35 81 293 27 17 8 37 815 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 164 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2 Pemb. Laen Manen 09. Lasiolat 17. Sasita Mean*) 07. Kota Atambua*) 14. Weliman 05.

Puskesmas Weoe 06.688 617.371 19. Puskesmas Namfalus 12.443 27. Puskesmas Kaputu 11. Puskesmas Webora 19. Puskesmas Besikama 07.3 Jumlah Penderita Rawat Jalan Menurut Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 Puskesmas Community Health Centre (1) 01. Puskesmas Biudukfoho 08.383 41. Puskesmas Halilulik 02. Puskesmas Wedomu 04.206 39. Puskesmas Kota 14.706 81. Puskesmas Nualaian 16. Puskesmas Haekesak 05.499 31.030 13.537 21. Puskesmas Haliwen 17. Puskesmas Betun 10.123 29.488 28. Puskesmas Weliman Jumlah / total Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Jumlah Total (2) 35. Puskesmas Seon 09.469 29. Puskesmas Weluli 13.112 39.2.957 28.379 28.555 25. Puskesmas Tunabesi 18.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.798 39.045 12.172 46.961 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 165 . Puskesmas Nurobo 15. Puskesmas Atapupu 03.

ISPA 02.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / 10 Penyakit Terbanyak dari Di 19 Puskesmas 20 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Atapupu (3) 7180 Pus. Penyakit pada sistem otot (Termasuk Reumatik) 03. Gastritis 05. Wedomu (4) 9699 Pus Haekesak (5) 13098 4800 1602 1314 1296 1144 1118 1063 672 555 7457 3194 1691 1382 1114 956 799 732 712 548 3247 2708 1125 1006 852 658 651 619 548 464 7468 6080 1856 1796 1739 1619 968 799 629 551 10071 Jumlah Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu 35537 21555 25798 39206 Source : Health Service of Belu Regency 166 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Penyakit Kulit Karena Jamur 11. Penyakit Kulit Alergi 06. Asma 08. Penyakit lain-lain Pus Halilulik (2) 14516 Pus. Penyakit kulit infeksi 09. Diare 04. Malaria Klinis 07. Kecelakaan dan Rudapaksa 10.

4 Kunjungan Rawat Jalan di Kabupaten Belu 07 Pus Weoe (6) 9830 5915 3462 1969 1922 1857 1764 1735 1024 620 9014 Pus Pus Besikama Biudukfoho (7) 11599 5526 2391 1381 1308 1280 1246 690 683 448 12493 (8) 2931 2412 1056 925 784 594 590 494 484 458 2229 Pus Seon (9) 7895 4445 1666 1607 1082 905 687 675 530 525 8366 Pus Betun (10) 11764 4217 2927 2245 2002 1884 1734 1087 1028 933 11558 Pus Kaputu (11) 8560 4791 1810 919 879 847 706 580 487 468 8125 Pus Namfulus (12) 13459 6677 3623 1996 1737 1722 1689 1290 995 876 12379 39112 39045 12957 28383 41379 28172 46443 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 167 .2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Table 5.

ISPA 02. Penyakit Kulit Alergi 06.4 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Penyakit pada sistem otot (Termasuk Reumatik) 03. Penyakit Kulit Karena Jamur 11. Asma 08. Penyakit lain-lain Pus Weluli (13) 8836 Pus Kota Atambua (14) 27692 Pus Nurobo (15) 8290 Pus Nualain (16) 8739 3516 2077 1409 1239 1216 1188 957 813 724 5731 7002 6245 6080 6008 2846 2703 2225 2027 1448 17223 4583 2355 1468 1450 1390 1199 931 618 550 8289 4042 1900 1255 1037 1015 893 875 794 645 8274 Jumlah Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency 27706 81499 31123 29469 168 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Diare 04. Gastritis 05. Kecelakaan dan Rudapaksa 10.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan Tabel / Table 5. Penyakit kulit infeksi 09.2. Malaria Klinis 07.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Pus Haliwen (17) 8285 4533 3519 1684 1457 978 955 867 864 722 5166 Pus Tunabesi (18) 4045 1849 1067 964 441 381 319 315 206 193 3591 Pus Webora (19) 6108 3019 1063 841 796 764 761 752 512 447 4425 Pus Weliman (20) 7985 4039 1904 1567 1229 1061 953 628 568 534 8220 Jumlah (21) 190511 83348 43339 31808 28372 23117 20923 17314 14194 11709 153326 29030 13371 19488 28688 617961 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 169 .

Penyakit Sistem Kemih 10. ISPA 08. Appendiks 07. Hipertensi 09. Dispepsia 05. Pneumonia 06.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.5 10 Penyakit Terbanyak Menurut Jumlah Pasien Rawat Inap Pada Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Umum Atambua 2007 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Tuberkulosis Paru 04. Malaria 02. Gastroenteritis 03.2. Hiperplasia Prostat Jumlah Kunjungan (2) 408 290 255 158 152 123 110 85 85 42 Jumlah Sumber : Rumah Sakit Umum Daerah Atambua 1708 170 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

7 8.3 11.8 8.1 11. Pus.4 4.788 1.9 6.6 Puskesmas Community Health Centre (1) 01. Weluli 13. Nualaian 16.1 3.2 63.4 58. Tunabesi 17.046 21. Pus.601 Baik Normal (3) 1. Pus.6 Status Gizi Balita Menurut Kecamatan Menurut Puskesmas di kabupaten Belu Nutritional Status of Children Under Five Years Old by Communitiy Health Centre in Belu Regency 2007 Status Gizi / Nutritional Status Jumlah Anak Ditimbang (2) 2.6 55.0 51.541 1.426 970 757 2. Haliwen Jumlah / total Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 171 .090 1.1 10. Kota 14.8 63.080 2. Pus.7 34.5 33.7 34. Pus.7 42.253 1. Pus. Weoe 06.0 37. Weliman 18.607 2. Webora 19.0 45.201 1.5 54. Pus.8 39. Nurobo 15.637 1. Pus.2 28. Namfalus 12.523 1.241 1. Pus. Betun 10.220 1.0 42.2.028 460 451 399 960 657 960 12.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.288 3.6 35. Besikama 07. Pus.1 58.4 52.8 44. Kaputu 11.9 36.8 65.1 29.6 36. Halilulik 02. Pus. Pus.4 66.0 32.0 46.5 8.9 46. Pus.0 6.7 65.026 1.063 950 1.116 % (8) 9.673 3.8 57.1 6.4 56.164 1. Pus.0 9. Atapupu 03. Pus.350 36.5 37. Pus.7 58.2 62. Seon 09.0 Kurang Moderat e (5) 857 631 562 981 802 967 487 466 909 558 723 569 1.242 % (4) 52.4 5.0 38.0 6.4 4.998 1.4 0. Haekesak 05.7 32.077 1.017 466 593 1.165 847 954 1.468 2.2 59.287 1.001 1.Biudukfoho 08.465 2.0 7.4 Buruk Severe (7) 202 158 146 200 96 165 67 64 193 99 134 14 174 64 108 88 247 130 247 2.8 5. Pus. Pus.046 1. Wedomu 04.661 2.944 % (6) 39.8 34.2 6. Pus.568 1.558 1.8 31.

Tasifeto Timur 15. Sasita Mean*) 07. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02. Malaka Timur 08. Raimanuk 10. Laen Manen 09. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Kobalima*) 11. Raihat 16. Kota Atambua*) 14.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Banyaknya Peserta Aktif Menurut Metode Kontrasepsi Numbers of Active Acceptor by Contraceptive 2 0 Kecamatan District (1) 01. Tasifeto Barat*) 12. Lamaknen*) Kabupaten Belu IUD Spiral (2) 11 13 8 6 134 93 7 3 18 37 50 49 499 9 8 2 28 975 Pil Pill (3) 50 234 2 25 108 124 49 130 95 163 177 54 672 31 43 43 19 2. Lasiolat 17.019 Kondom Condom (4) 16 47 14 12 7 2 11 14 1 114 12 250 Sumber : Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Belu Source : Family Planning Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 172 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

Implant Implant (9) 138 18 192 127 43 263 15 75 31 61 44 35 10 39 82 368 1.129 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 173 .468 919 1.038 2.082 842 531 1.288 1.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Table 5.251 4.081 1.106 2.731 673 851 1.2.226 26.622 .166 969 668 1.734 1.435 5.979 1.137 1.249 770 1.541 Jumlah Total (10) 2.737 2.903 1.685 1.332 3.973 2.685 31.102 1.7 yang Digunakan per Kecamatan di Kabupaten Belu Method Used per District in Belu Regency 0 7 MOP (5) 9 1 15 13 21 24 14 12 25 13 36 36 305 21 10 8 24 587 MOW (6) 9 1 3 63 3 15 3 8 6 13 15 2 20 161 OV (7) - Suntikan Injection (8) 1.264 1.158 2.662 1.136 1.

066 1.00 57.2.08 72.56 64. Kota Atambua*) 14. Wewiku 04. Raihat 16.35 66.938 49.12 57.947 997 2.676 2.110 3.37 Sumber : Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Belu Source : Family Planning Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 174 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kobalima*) 11. Tasifeto Timur 15. Tasifeto Barat*) 12.158 1.215 9.25 49. Lasiolat 17. Malaka Barat 02.78 61.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.617 3. Weliman 05.68 64. dan Pasangan Usia Subur Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Health Personal Service by Health Personal Status and District in Belu Regency 2007 Peserta KB Pasangan Persentase Klinik KB Aceptor Usia Subur CU terhadap Kecamatan Family Family Fertile Age PUS District Planing Planing Couple Percentage Clinics (CU) (PUS) CU to PUS (1) (2) (3) (4) (5) 01.76 67.46 61. Sasita Mean*) 07.259 2. Laen Manen 09. Kakuluk Mesak 13.49 66. Rinhat 03.76 65.80 73.04 56.577 2.306 4. Malaka Timur 08.35 63. Peserta Keluarga Berencana (KB).115 2. Lamaknen*) Kabupaten Belu 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 18 2.136 1734 1137 1332 3038 2249 770 1081 1288 1973 2264 1435 5737 2166 969 668 1685 31662 2.518 3.293 3. Malaka Tengah 06.966 94.8 Banyaknya Klinik.79 44.595 1. Raimanuk 10.579 2.73 60.

Kriminalitas Crime .

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Settled by Month 2007 Yang Diterima Received Perkara Terdakwa Criminal Defendants Cases (2) (3) 45 46 43 57 62 70 71 83 88 89 70 62 46 59 77 77 74 89 95 109 84 78 Yang Diputuskan Setlled Perkara Terdakwa Criminal Defendants Cases (4) (5) 10 13 9 42 10 25 23 27 19 55 28 21 33 302 14 17 10 31 19 31 23 43 30 44 41 316 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November 59 62 Desember / December Tahun 2007 799 896 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 177 .3. Diputuskan Menurut Bulan Numbers of Criminal Cases and Defendants Received .1 Jumlah Perkara dan Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang Diterima.

2 Jumlah Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang diselesaikan Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Belu Numbers of Defendants in Criminal Cases that Setlled by Age Group and Sex in Belu Regency 2007 < 16 tahun < 16 years old LakiWanita laki Female Male (2) (3) 1 1 2 16 – 30 tahun 16 – 30 years old Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Tahun 2007 Lakilaki Male (4) 7 6 6 7 16 5 11 14 23 15 16 25 151 Wanita Female (5) 1 1 2 1 5 > 30 tahun > 30 years old LakiWanita laki Female Male (6) (7) 4 6 9 3 15 11 15 8 18 11 10 16 126 2 2 2 4 1 2 1 2 16 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Keterangan : Diluar Rol/Pelanggaran 178 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .3.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

3. by Month and 2007 Menerim a (2) 13 14 17 10 30 18 31 23 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Tahun 2007 Banding (3) 1 1 - Grasi (4) - Kasasi (5) - Jumlah (6) 13 14 17 10 31 19 31 23 43 28 2 - - 43 30 42 39 308 2 2 8 - - 44 41 316 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 179 .3 Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang diselesaikan Pengadilan Negeri Atambua Menurut bulan dan Sikap Terhadap Putusan di Kabupaten Belu Numbers of Defendants and Settled by Court.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

Pengrusakan 11. Penganiayaan ringan 04. Pengancaman 15. Perzinahan 10. Pengroyokan 08. Penyelundupan 24. Melarikan anak bawah umur 21. Pemfitnahan/Penghinaan 16. Penculikan anak 18. Lain-lain Jumlah / total Jan (2) 13 6 1 3 1 9 1 1 7 7 2 1 1 10 63 Peb (3) 7 1 2 4 9 2 1 2 4 1 2 1 1 1 1 39 Tabel Banyaknya Masalah Sosial 2 0 Frekuensi Terjadi Mar Apr Mei Jun (4) (5) (6) (7) 11 7 3 5 6 1 4 5 2 11 3 4 62 14 4 3 10 15 1 2 4 2 3 7 1 1 2 2 71 11 3 3 3 1 8 2 1 2 3 1 2 2 6 48 10 6 4 6 8 3 1 1 3 4 4 3 6 59 Keterangan : terbatas pada masalah yang dilaporkan ke pihak kepolisian Sumber : Kepolisian Resort Belu 180 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Masalah Sosial (1) 01. Melarikan perempuan 22. Pembunuhan 02. Membawa senjata tajam 20. Penipuan 14. Pencurian pemberatan 06. Perjudian 12. Pemerasan/Perampokan 17. Perkosaan 09. Percabulan 23. Penganiayaan biasa 03. Pencurian kekerasan 07. Pencurian biasa 05. Penadahan 19. Penggelapan 13.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS / Tabel 5.4 yang terjadi di Kabupaten Belu 0 7 Frekuensi Terjadi Sep Okt (10) (11) 13 5 4 2 1 13 1 1 2 5 1 2 1 4 55 15 5 3 6 16 1 1 5 1 5 4 1 2 6 71 Jumlah Total (14) 1 150 50 30 54 4 115 13 10 24 8 34 34 42 29 4 2 1 1 3 10 2 59 680 Jul (8) 7 5 1 2 1 2 2 3 2 3 3 2 1 1 35 Ags (9) 13 1 4 7 4 1 1 2 1 1 4 4 1 10 54 Nop (12) 1 15 4 1 3 9 1 4 2 1 2 2 1 2 5 53 Des (13) 21 3 1 3 16 1 3 8 1 3 3 1 1 5 70 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 181 .3.

Melarikan perempuan 22. Penadahan 19.33 14. Pembunuhan 02.89 200.3.33 -23.67 156.00 70. Penganiayaan ringan 04. Penggelapan 13. Pengrusakan 11. Melarikan anak bawah umur 21. Pengancaman 15.64 733. Pencurian pemberatan 06. Pemfitnahan 16.00 0. Pencurian kekerasan 07. Pengroyokan 08.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.5 Masalah Sosial di Kabupaten Belu Masalah Sosial (1) 01. Penculikan 18. Pencurian biasa 05. Pemerasan 17.29 700. Membawa senjata tajam 20.00 -9. Penyelundupan 24.83 2800.52 59. Penganiayaan biasa 03.20 33.00 100.00 44.11 Keterangan : terbatas pada masalah yang dilaporkan ke pihak kepolisian Sumber : Kepolisian Resort Belu 182 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 70.24 116.09 -86.08 10. Perzinahan 10.00 54.67 233.33 74. Lain-lain Jumlah / total 2006 (2) 5 97 6 39 49 3 66 6 3 21 1 20 20 29 1 2 1 9 1 11 15 23 428 2007 (3) 1 150 50 30 54 4 115 13 10 24 8 34 34 42 29 4 2 1 1 3 10 2 59 681 Perubahan (%) (4) -80. Percabulan 23. Perkosaan 09. Penipuan 14. Perjudian 12.00 -88.

Agama Religion .

356 8. Kobalima*) 11. Raihat 16. Kecamatan District (1) 01.063 12. Malaka Tengah 06. Lasiolat 17.368 1. Malaka Barat 02.319 15.643 Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 185 . Weliman 05.862 24.695 17. Rinhat 03.213 231 12 10 23.097 6. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13.528 Islam Moslem (4) 86 4 1.429 Hindu Hinduis m (5) 3 1 11 3 38 5 5 228 85 1 380 Budha Budhism (6) 93 93 450 7.256 19.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.344 345.310 51.4.360 37. Wewiku 04. Lamaknen*) Kabupaten Belu Katholik Catholic (2) 18.170 14 8 8 70 538 421 3.505 1.655 .808 15.671 425 9 5 6.1 Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Religion Follower by District in Belu Regency 2007 Kristen Protesta n Christian (3) 4. Laen Manen 09. Tasifeto Timur 15.103 1. Malaka Timur 08.810 601 570 718 401 245 1.921 22. Kota Atambua*) 14.891 27.031 23.782 12. Raimanuk 10. Sasita Mean*) 07.751 2.988 20.445 11.

Weliman 05. Church. Malaka Barat 02. Tasifeto Barat*) 12. Private Mosque (4) 3 1 1 7 1 13 Kecamatan District (1) 01. Wewiku 04.4. and Vikoa in Belu regency by District 2007 Gereja Katholik/ Kapela Catholic Church (2) 3 14 11 4 15 32 19 15 6 23 26 4 7 6 11 7 28 231 Gereja Protestan Christian Church (3) 3 12 6 12 8 1 1 6 1 5 5 8 3 71 Masjid. Lamaknen*) Kabupaten Belu Pura Temple (5) 1 1 2 Wihara Vihara (6) - Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 186 Kabupaten Belu Dalam Angka / BeluRegency in Figures 2008 . Sasita Mean*) 07. Tasifeto Timur 15. Kota Atambua*) 14.2 Jumlah Tempat Ibadah di Kabupaten Belu Menurut Golongan Agama per Kecamatan Numbers of Mosque/Private Mosque. Raihat 16. Kakuluk Mesak 13. Malaka Tengah 06. Raimanuk 10. Langgar Mosque. Kobalima*) 11.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Temple. Lasiolat 17. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Rinhat 03.

3 Banyaknya Rohaniawan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Spiritualist in Belu Regency by District 2007 Kecamatan District (1) 01. Kobalima*) 11. Malaka Barat 02. Weliman 05. Lasiolat 17. Laen Manen 09. Raihat 16. Wewiku 04. Sasita Mean*) 07. Malaka Tengah 06.4. Lamaknen*) Chati Pendet Guru Pinandit Imam Pastor Bruder Suster a b a Injil (2) 4 1 1 5 1 1 3 1 17 34 (3) 2 2 4 1 14 1 24 (4) 1 1 2 2 1 4 3 1 3 1 33 2 7 2 2 4 69 (5) 17 1 18 (6) 2 4 2 108 3 4 8 131 (7) 2 2 (8) 6 2 2 14 2 26 (9) 6 2 2 14 2 26 Kabupaten Belu Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 187 . Raimanuk 10. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Barat*) 12. Rinhat 03. Kakuluk Mesak 13.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Malaka Timur 08. Tasifeto Timur 15.

Sosial Lainnya Others Social .

Raihat 16.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02. Wewiku 04. Rinhat 03. Raimanuk 10. Malaka Timur 08.1 Penyebaran Infra Struktur Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Infra Structure of Social Affair Distribution in Belu Regency by District 2007 Pekerja Sosial Masyarakat Social Worker (2) 77 20 7 5 35 33 50 6 11 12 30 6 20 38 25 8 69 452 Tenaga Kesejahteraan Sosial Sukarela (3) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Pembinaan Tokoh Karang KesejahWanita Taruna Youth teraan Promoment Organization Sosial Women (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 (6) 13 13 9 11 14 21 6 10 6 12 12 6 12 13 8 9 20 195 Kecamatan District (1) 01. Laen Manen 09. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Tengah 06. Weliman 05.5. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 191 . Tasifeto Timur 15. Lasiolat 17. Kobalima*) 11. Sasita Mean*) 07. Kota Atambua*) 14.

Raimanuk 10.422 3.828 54.349 2.091 2.412 465 939 78 205 655 271 115 563 486 100 147 417 6. Malaka Tengah 06. Malaka Barat 02.533 7. Malaka Timur 08.2 Banyaknya Fakir Miskin dan Perumahan Tidak Layak di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (1) 01.147 2.902 2. Lamaknen*) Kabupaten Belu Fakir Miskin (2) 3. Laen Manen 09. Raihat 16.621 898 2. Rinhat 03. Kobalima*) 11. Lasiolat 17.721 5.5.346 2. Tasifeto Barat*) 12.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.222 Rumah Tidak Layak (3) 341 510 92 63 1.951 1. Kota Atambua*) 14.015 2.813 3.470 3. Tasifeto Timur 15. Wewiku 04. Sasita Mean*) 07.859 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 192 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .449 3.666 3. Kakuluk Mesak 13. Weliman 05.

Lamaknen*) Kabupaten Belu Lanjut Usia Terlantar (2) 237 101 409 328 462 427 483 353 351 722 171 149 Anak Terlantar (3) 254 375 49 196 271 187 430 320 209 582 232 121 Balita Terlantar (4) 21 - 384 603 390 419 369 6. Malaka Tengah 06. Tasifeto Barat*) 12. Raimanuk 10. Kakuluk Mesak 13.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Lasiolat 17. Rinhat 03. Raihat 16. Wewiku 04. Malaka Barat 02. Sasita Mean*) 07. Laen Manen 09. Tasifeto Timur 15. Kobalima*) 11.332 65 50 57 193 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 193 .3 Jumlah Penduduk Lanjut Usia Terlantar dan Anak Yatim Piatu Di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Over Age and No Parents in Belu regency by District 2007 Kecamatan District (1) 01. Malaka Timur 08.5. Weliman 05.358 789 777 104 104 332 5. Kota Atambua*) 14.

928 Ex Penyakit Wanita Masyarakat Kronis Rawan Sosial Terasing (3) 38 63 42 254 98 120 40 62 187 164 34 98 74 37 147 1. Raihat 16.4 Banyaknya Penyandang Cacat. Wanita Rawan Sosial.5. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Wewiku 04. Ex Penyakit Kronis. Sasita Mean*) 07. Rinhat 03.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Lamaknen*) Kabupaten Belu Penyandang Cacat (2) 100 42 52 92 266 140 190 47 52 214 75 38 80 298 72 40 130 1. Tasifeto Barat*) 12. Raimanuk 10. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02. Weliman 05. Malaka Timur 08. dan Masyarakat Terasing di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (1) 01. Lasiolat 17.295 (5) 250 250 500 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 194 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Laen Manen 09. Kobalima*) 11.458 (4) 149 102 110 126 328 213 288 120 149 503 115 60 226 350 81 90 285 3. Malaka Tengah 06.

Yayasan SMKK Kusumah St. Yayasan St.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Yayasan Regina Angelorum 02. Yayasan Remaja Suluh Obor 05. Petrus Lahurus 07. Yayasan Membagi Kasih 09. Yayasan Sola Gracia 13. Yayasan Kongregasi Biarawan SVD Timor 04.5 Banyaknya Yayasan yang Mengasuh Anak dengan Sistim Non Panti dan Jumlah Anak asuh di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Anak Numbers of Children (2) 40 24 140 120 82 50 24 75 20 50 Lokasi Location Kecamatan Desa District Village (3) Malaka Tengah Kota Atambua Tasifeto Barat Malaka Timur Kota Atambua Tasifeto Timur Kota Atambua Kota Atambua Kota Atambua Malaka Timur Kota Atambua Kota Atambua Kakuluk Mesak (4) Nama Yayasan (1) 01. Yayasan Bina Bunga Bangsa 03. Yayasan Umakatahan Manuaman Naikasa Rafae Atambua Fatulotu Atambua Atambua Tulamalae Wemeda Ribesi Tenukiik Dualaus 52 677 Jumlah / Total Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 195 .5. Yayasan SDLB Tenubot 12. Theresia 06. Yayasan ALMA 10. Yayasan Bina Karya Seon 11. Yayasan Hadinan Haklaran 08.

Laen Manen 09.289 KK 7477 Jw 1.468 KK 1.807 KK 196 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .6 Bencana Alam Yang Terjadi dan Jumlah Korban Akibat Bencana Alam di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan dan Taksiran Kerugian yang Diderita 2007 Kecamatan District (1) 01. Malaka Timur 08. Malaka Barat Jenis Bencana (2) Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Hama belalang Rawan Pangan Rumah terbakar Angin Putting beliung Rawan Pangan Rumah terbakar Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Banjir Hama belalang Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan Pangan Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan pangan Jumlah Korban KK / Jiwa (4) 15262 Jw 528 KK 1.288 KK 258 KK 188 KK 4 11 8 3 1 5 Bangunan (6) 3 - Frekuensi (3) 13 02. Rinhat 03. Sasita Mean*) 07.5.764 KK 13 5952 Jw 1. Wewiku 04.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.213 KK 1 4 3. Malaka Tengah 13 06. Raimanuk 1. Weliman 05.

Lasiolat 17. Tasifeto Timur 979 KK 15. beliung Hama belalang Rumah terbakar Rawan pangan Angin p. Raihat 16. beliung Rawan Pangan Rawan pangan Rumah terbakar Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Frekuensi (3) Jumlah Korban KK / Jiwa (4) Bangunan (6) 49 8 6 1 10. Lamaknen 655 KK - Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 197 .6 Kecamatan District (1) Jenis Bencana (2) Angin p. Kobalima*) 13 1870 Jw 2295 KK 11.5.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan / continued Tabel / Table 5. beliung Hama belalang Rumah terbakar Angin p. beliung Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Rawan Pangan Rumah terbakar Angin p. Kakuluk Mesak 13. beliung Rumah terbakar Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Angin p. Tasifeto Barat*) 918 KK 3684 KK 13 4 3 3 3 6 17 1547 KK 460 KK 2 6 12. Kota Atambua*) 14.

BAB / CHAPTER 6 Pertanian Agriculture .

ubi kayu mengalami sedikit penurunan karena rata-rata curah hujan baru normal setelah fase pembuahan pada tanaman tersebut sudah lewat.PERTANIAN / AGRICULTURE PERTANIAN TANAMAN PANGAN  Masalah pangan selalu dirasa vital karena menyangkut kehidupan manusia yang paling asasi. Misinya adalah dengan meningkatkan pemanfaatan teknologi pertanian tepat guna. Bagi tanaman makanan yang waktu penanamannya relative tepat dan adaptif terhadap fluktuasi curah hujan memperhatikan hasil yang cendrung membaik seperti padi lading. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh kondisi curah hujan yang fluktuatif sepanjang tahun 2007. Ketersediaan produksi pangan dari komoditas padi selama tahun 2007 sebanyak 20. Bagi daerah yang struktur perekonomiannya didominasi oleh sektor pertanian khususnya sub sektor tanaman pangan seperti di Kabupaten Belu di mana menjadi tempat bagi sebagian besar masyarakatnya mencari sumber penghasilan.34 ton 201 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Produksi tanaman pangan selama tahun 2007 secara umum mengalami sedikit fluktuasi di bandingkan dengan tahun sebelumnya. kacang tanah dan ubi jalar sedangkan tanaman seperti padi sawah .kacang hijau. manusia berupaya untuk mencukupi kebutuhan pangan baik secara langsung maupun tidak langsung. merevisi pola bertani yang bersifat sub system pedesaan tradisional ke pola pertanian yang berorientasi pasar. Untuk itu Pemda Belu telah memfokuskan sektor pertanian khusus tanaman pangan menjadi salah satu Program utama dalam mengkatalisasi pertumbuhan ekonomi daerah.633. maka kerawanan pangan akan berdampak luas ke dalam sendi sendi kehidupan masyarakat yang kompleks. Apabila kebutuhan primer tersebut tidak dapt dipenuhi. Untuk mempertahankan eksistensinya. penguatan kelembagaan dan melakukan restrukturisasi aspek sosial budaya yang menghambat produktivitas petani. jagung. maka keberadaan dan keberlangsungan sub sektor ini menjadi sangat strategis.

35%.39% sementara ubi jalar naik 4.02%. pisang 5.11% Produksi komoditas sayursayuran selama musim panen tahun 2007 memperlihatkan hasil yang cukup fluktuatif yakni untuk beberapa jenis sayur. jambu biji 41.87%. nenas 4.86% .78% dan wortel 3. terung 623.10%.27%.33%. kubis 1.30%. Untuk komoditi buahbuahan dalam musim panen tahun 2007 hampir seluruhnya mengalami penurunan produksi secara drastis.02%. jambu air 66.11% sementara padi ladang justru mengalami kenaikan produksi 84. kangkung 829. semangka 59.36%.87%.411. Ketersediaan produksi untuk makanan berpati selama tahun 2007 yakni ubi kayu menurun tajam 66.00%.04 dan kacang kedelei naik 75%. sementara pada jenis lainnya mengalami sedikit penurunan produksi dibanding dengan tahun sebelumnya. Diduga hal ini lebih disebabkan karena kemampuan adaptif secara alamiah ataupun ketepatan waktu tanam bagi beberapa komoditas dengan kondisi curah hujan yang bersifat flutuatif tersebut. kacang panjang 157.76% penurunan produksi padi lebih banyak disebabkan curah hujan. Adapun jenis sayuransayuran yang mengalami peningkatan produksi masingmasing bawang putih naik 207.14% dan cabe 301.20%.5%.65% dan salak 90.65%.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER gabah kering giling (Konversi ke beras13. jeruk naik 151. 76.46%. kacang hijau turun 18. Ketersediaan produksi pangan dari komoditi jagung yang menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat Belu selama tahun 2007 sebanyak 61127 ton Jagung atau mengalami kenaikan 58. Sedangkan yang mengalami penurunan produksi antara lain bawang merah turun 58. Untuk produksi tanaman kacangkacangan masing masing kacang tanah naik 5.00% dan sirsak 14.24%.08%   202 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . petsai/kubis 73. Secara parsial produksi padi sawah turun 14.64% dari tahun lalu. sayuran mengalami peningkatan.67 ton) atau mengalami sedikit penurunan sebesar 10.58%. Dibandingkan dengan tahun 2006 yang lalu. nangka 9. papaya 36. produksi advokat turun 64. Tomat 569.14% dari keadaan sebelumnya.

26% dari keadaan tahun 2006.70 %. yang jumlahnya 91. Produksi tersebut dihasilkan dari luas panen 8.05 ton.401.85 ton atau mengalami peningkatan 8.43 ton atau mengalami peningkatan 28.528 ha atau sekitar 87. kapasitas produksi selama tahun 2007 masing-masing kapuk 37.02 ton. kemiri 2 656.77 %.PERTANIAN / AGRICULTURE PERKEBUNAN RAKYAT  Pada umumnya baik produksi maupun luas panen komoditas perkebunan di Kabupaten Belu pada tahun 2007 belum memperlihatkan kapasitas yang cukup memadai.66 ton.875 kg. Tanaman kopi sebagai salah satu tanaman potensi yang harus dikembangkan di daerah.000 kg atau menurun 735.06 ton. Data tahun 2007 produksi kayu cendana sebesar 11.50 ton atau mengalami sedikit penurunan sebesar 6. dan hutan dapat di konversi 1.60 %. Diperkirakan pada tahun-tahun yang akan datang produksinya akan terus 203 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Produksi tanaman kelapa pada tahun 2007 sebesar 9.379. Untuk komoditas perkebunan yang lain.29 ha. Kakao sebagai komoditi daerah yang sedang digalakan pada tahun 2007 baru menghasilkan 26. produksi tersebut dihasilkan dari luas panen panen 237. dan hutan Cagar Alam 12. hutan suaka marga satwa 6.81% dari potensi areal tanam yang ada.29 %.38 % dari luas daratan Belu.68 ha. hutan produksi 4. KEHUTANAN  Hutan memiliki peranan penting bagi kelestraian alam dan menopang kehidupan komonitas ekosistim alam di sekitarnya. Luas hutan di Kabupaten Belu 69.12%.24 % dari keadaan tahun 2006. pada tahun 2007 menghasilkan 42. produksi tersebut dihasilkan dari luas areal panen 515. Bila diamati menurut fungsi hutan maka komposisi luasnya sebagai berikut : hutan lindung 74.64 %. dan tembakau 10. pinang 38. Hal ini disebabkan penanganan budi daya perkebunan rakyat oleh sebagian besar petani masih diletakkan sebagai usaha komplementer dari usaha pokok yaitu usaha tanaman pangan. jambu mente 127.70 ton.57 ha atau sekitar 28.23 % dibandingkan dengan tahun yang lalu. Primadona hasil hutan berupa kayu cendana baik produksi maupun populasinya belakangan semakin menurun.

Upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan populasi ternak andalan ini menghadapi kendala yang semaikn serius karena belakangan ini lalulintas mutasi ternak keluar. Jumlah mutasi penggunaan yang cukup tinggi ini jika tidak diimbangi dengan mutasi pengadaan terutama lahir baru maka dipastikan populasi sapi pada masa datang akan semakin berkurang.47 ton.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER anjlok mengingat populasinya semakin terbatas dan cenderung punah. Hasil hutan lain yang cukup menonjol adalah kemiri isi 387. Asam biji 284. terutama bibit pejantan menjadi 204 semakin sulit dikendalikan. Mutasi ternak yang sempat tercatat selama tahun 2007 adalah sebagai berikut: di potong RPH dan di luar RPH yang sempat dilaporkan sebanyak 2412 ekor sedangkan yang diantar pulaukan melalui pelabuhan Atapupu ataupun transportai darat sebanyak 10 294 ekor. PETERNAKAN  Peternakan merupakan salah satu sector vital yang mampu menyanggah kehidupan ekonomi sebagaian besar keluarga tani di pedesaan.36 % dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya.499 ekor atau meningkat 1.160. kesehatan dan perumahan. Paling tidak dengan memelihara ternak rumahtangga tani dapat membiayai kebutuhan di luar pangan seperti menyekolahkan anak. ditambah ancaman penyakit brucellosis yang sampai dengan saat ini terus menjadi momok yang menghantui para peternak. Pola budidaya ternak yang bersifat sub system ini mengakibatkan pertambahan populasi ternak berjalan lambat dan terkesan alamiah tanpa rekayasa teknologi peternakan secara signifikan.37 %) asam isi 1. Bahkan pada saat kondisi kritis seperti gagal panen.18 ton (naik 11. Populasi sapi tahun 2007 sebanyak 94. Populasi ternak kecil dan unggas pada tahun 2007 masing- Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kendala lainnya adalah sebagian besar petani ternak masih bertahan pada pola budaya yang bersifat tradisional sebagai akibat dari kurang variatifnya pola pembinaan dan penyuluhan yang selama ini terkesan konvensional. komoditi ternak justru diandalkan untuk menopang pengadaan ketersediaan pangan keluarga.55 %).29 ton (naik 17.

Sementara jenis ikan perairan lainnya seperti kerapu. dengan alat penangkapan yang digunakan adalah perahu tanpa motor 560 (66. Dari 1.71 %).088 rumah tangga nelayan pada tahun 2007 sekitar 25. kembung. sector perikanan diharapkan menjadi alternative lapangan kerja yang menjanjikan bagi pertambahan angka kerja baru. Malaka Tengah. masih didominasi jenis ikan tembang. kambing 9 173 ekor (turun 6. Dari total produksi 1161. tuna. kakap dan ekor kuning. khususnya dari kolam.01 %) dan ayam buras 236 380 ekor (naik 1.PERTANIAN / AGRICULTURE masing babi 55 309 ekor (naik 0.55 % adalah nelayan penuh.27 ton pada tahun 2007 sebanyak 92. yang mencakup perairan umum.35 %).36 % adalah produksi perikanan darat. Dengan sebagian besar rumah tangga nelayan yang memiliki sarana penangkapan ikan yang masih bersifat tradisional maka dipastikan kemampuan wilayah operasi penangkapannya masih sebatas wilayah perairan pesisir dengan hasil tangkapan yang kurang maksimal. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 205 . Kakuluk Mesak dan Tasifeto Timur. Produksi perikanan laut hanya terdapat pada enam kecamatan yang secara geografis memiliki pontensi kelautan yakni Malaka Barat. Produksi perikanan laut pada tahun 2007. 40. juga mampu memberikan tingkat kehidupan yang layak bagi keluarga tani nelayan.46 % diantaranya adalah nelayan sambilan tambahan.64 % atau 1 075. Kobalima. tambak.59 %) dan kapal motor 26 (3. Sedangkan kecamatan lainnya hanya memiliki potensi perikanan darat.82 ton diantaranya adalah produksi perikanan laut. Dengan semakin terbatasnya lahan pertanian yang subur belakangan ini.99 % adalah nelayan sambilan utama dan 33. kolam dan sawah. PERIKANAN  Komoditas perikanan memiliki nilai ekonomis tinggi karena selain menjadi bahan pangan yang memiliki kandungan protein tinggi. cumicumi belum diproduksi secara maksimal karena keterbatasan sarana penangkapan.84 %). perahu motor temple 258 (30. Wewiku. sedangkan sisanya 7.08 %). Produksi ikan di kabupaten Belu sebagian besar berasal perikanan laut.

22% Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu lahan tanaman kayukayuan 8.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6. Produksi Padi. Persentase Penggunaan Lahan di Kabupaten Belu Tahun 2007 lainnya 60.50% sawah 4.82% pekarangan 3.2.1.67% Gambar 6. Jagung dan Ubi Kayu di Kabupaten Belu Tahun 2002-2007 (ton) 120000 100000 80000 60000 40000 20000 0 2002 2003 2004 padi jagung 2005 ubi kayu 2006 2007 Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu 206 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .22% perkebunan 16.57% ladang 6.

4. Kacang Tanah dan Kacang Hijau di Kabupaten Belu Tahun 2002-2007 (ton) 8000 7000 6000 5000 4000 3000 2000 1000 0 2002 2003 Ubi Jalar 2004 2005 2006 Kacang Hijau 2007 Kacang Tanah Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 6. Produksi Hasil Perkebunan di Kabupaten Belu Tahun 2002 – 2007 (ton) 10000 8000 6000 4000 2000 2002 0 2003 2004 2005 2006 Tanaman Lainnya Kemiri Kelapa Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu Kabupaen Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 2007 207 .3. Produksi Ubi Jalar.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6.

000 0 S api Kambing Kerbau Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu 2007 2005 2003 2001 Gambar 6.6.00 1500.5.00 500.000 20.00 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Perikanan Darat Sumber : Dinas Perikanan & Kelautan Kabupaten Belu Perikanan Laut 208 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Tahun 2002 – 2007 (ton) 2500.000 60.00 0.00 1000.000 40. Jumlah Ternak di Kabupaten Belu Tahun 2001 – 2007 100.000 80.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6.00 2000.

Tanaman Pangan Food Crops .

85 45.94 60.2 2. Wewiku 04.1 3. Laen Manen 09.407 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3.76 183.02 526.78 2135.6 46.1 3. Tasifeto Barat*) 12.8 3.6 3.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Yield Rate and Production of Paddy by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 380 14 136 1.00 70.94 373.8 4.07 929.28 4353.19 13411.1.9 3. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.03 646. Malaka Timur 08.7 3.2 3.82 34. Raihat 16.91 39.93 2829.22 2938.72 1483. Kota Atambua*) 14.1 810.37 964.107 86 29 172 360 224 300 25 16 1.02 420.46 207.06 575. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 211 .3 4. Lasiolat 17.1 Luas Panen.68 20633. Malaka Tengah 06.8 4. Malaka Barat 02.3 3.85 135.8 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 1411.9 3. Raimanuk 10. Tasifeto Timur 15.1 2.64 4521 3047. Weliman 05. Kakuluk Mesak 13.5 52.34 Beras Cereals (5) 918 29.3 2.48 282.55 603.65 1980.57 1388.67 Kecamatan District (1) 01.7 3. Sasita Mean*) 07.176 727 72 583 5. Rinhat 03. Kobalima*) 11.

59 Beras Cereals (5) 742.2 3.45 359. Malaka Tengah 06.8 3.0 282.1. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13.37 902.351.91 420.45 45.82 34.3 4.957.387.55 183.72 1.865.06 575.5 52. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 212 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .0 4.3 3.88 699.02 1. Malaka Barat 02.011.683 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 4.08 2.079. Raihat 16.116 712 52 553 4. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Rinhat 03.0 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 1.0 2.33 1.2 4.0 4.2 3. Wewiku 04.76 171.142.8 4.28 18.2 3. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Sawah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.12 454.53 1.94 373. Laen Manen 09.28 3807.3 4.8 4.64 112. Lasiolat 17. Yield Rate and Production of Wetland Paddy by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 270 14 136 900 86 172 314 177 140 25 16 1.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.64 4408.933. Weliman 05.93 2.2 3. Malaka Timur 08. Tasifeto Timur 15.2306.36 29.2 Luas Panen.3 3.94 646. Kota Atambua*) 14.15 553 70. Sasita Mean*) 07.83 Kecamatan District (1) 01.4 4.10 46.474.22 2.

Rinhat 03. Lamaknen*) Kabupaten Belu Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 110 207 29 46 47 160 60 15 20 30 724 2.75 Beras Cereals (5) 175.02 61. Raihat 16.32 23.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.9 2. Raimanuk 10.84 Kecamatan District (1) 01.1 2.89 72.4 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 269. Lasiolat 17.4 1. Malaka Timur 08.80 35. Tasifeto Barat*) 12.3 Luas Panen.5 546.6 2.03 95. Sasita Mean*) 07.66 1.4 2. Wewiku 04. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Ladang di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Kobalima*) 11.40 1.48 60.3 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 213 .22 110. Kota Atambua*) 14.7 56.86 36.10 244.20 23.104.1 2.9 1. Weliman 05.40 73. Kakuluk Mesak 13. Yield Rate and Production of Dryland Paddy by District 2007 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 2. Tasifeto Timur 15.9 2.1. Laen Manen 09. Malaka Tengah 06.21 39.70 36. Malaka Barat 02.4 1.18 355.699.92 376 112.

747 755 1.158 3.737 5. Malaka Barat 02.666 127 486 1.0 2.9 1.856 2.881 1.0 1.625 1.9 2. Tasifeto Barat*) 12. Sasita Mean*) 07.948 61.353 1.8 1.762 3.357 3.297 3.5 1.0 2.129 4.1 2.3 0.706 3. Wewiku 04.2 2.8 Produksi Production (ton) (4) 6. Yield Rate and Production of Maize by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 4.6 1. Tasifeto Timur 15. Kota Atambua*) 14. Laen Manen 09.5 1.621 1.536 4.490 2. Malaka Tengah 06.0 2. Malaka Timur 08. Raihat 16. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 214 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .359 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 1.649 3.474 34.542 240 2.570 3. Raimanuk 10.127 Kecamatan District (1) 01.435 3.4 Luas Panen. Lasiolat 17.5 0.8 2. Kobalima*) 11.832 102 875 3.5 1. Rinhat 03.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.1.298 6.813 216 4.953 1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Jagung di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Kakuluk Mesak 13.250 4. Weliman 05.0 2.

0 3.4 3.313 Kecamatan District (1) 01.255 35.570 486 502 1. Sasita Mean*) 07.4 2.1.710 1.012 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3. Malaka Timur 08.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Yield Rate and Production of Cassava by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 183 1. Malaka Barat 02.2 3. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.840 1. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 215 . Rinhat 03. Tasifeto Timur 15. Laen Manen 09.200 419 95 467 1. Malaka Tengah 06.2 3.095 479 1.5 Luas Panen. Raimanuk 10.8 3.247 106 125 421 372 160 2. Kobalima*) 11.2 3.555 1.5 3.2 3.833 1.5 3.085 11.2 3.5 3.2 Produksi Production (ton) (4) 622 3. Raihat 16.5 2. Lasiolat 17.341 304 1. Tasifeto Barat*) 12.2 2.190 416 6.606 3.677 4.5 3.635 4. Kakuluk Mesak 13.0 3. Wewiku 04.240 265 350 1.474 1. Kota Atambua*) 14. Weliman 05.6 3.

854 10 45 531 87 96 66 4. Lamaknen*) Kabupaten Belu 3. Lasiolat 17. Kota Atambua*) 14.0 3.0 3.0 Produksi Production (ton) (4) 300 63 144 10 25 39 135 2.0 3. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Kobalima*) 11. Raihat 16.0 2.0 3. Malaka Barat 02. Weliman 05. Rinhat 03. Laen Manen 09.414 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3. Tasifeto Timur 15.0 3.0 3.1.6 Luas Panen.0 3. Raimanuk 10.405 Kecamatan District (1) 01.5 3.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Tasifeto Barat*) 12.1 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 216 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2 2. Yield Rate and Production of Sweet Potatoes by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 100 21 48 5 10 13 45 892 5 15 177 29 32 22 1.0 2. Wewiku 04. Kakuluk Mesak 13.0 3.0 3.

Kakuluk Mesak 13. Laen Manen 09.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.2 1. Raihat 16.1 0.1 1. Sasita Mean*) 07. Rinhat 03. Wewiku 04. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.2 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 217 . Lasiolat 17.0 1. Kota Atambua*) 14. Yield Rate and Production of Peanuts by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 10 134 45 29 5 132 181 185 16 15 330 204 153 350 1. Raimanuk 10. Malaka Timur 08.9 1. Weliman 05.2 1. Tasifeto Timur 15. Malaka Barat 02.789 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) Produksi Production (ton) (4) 10 161 50 32 5 145 217 204 14 15 396 245 168 420 2.1 1.1 1.0 1. Malaka Tengah 06.1. Kobalima*) 11.2 1.2 1.1 1. Tasifeto Barat*) 12.2 1. Lamaknen*) Kabupaten Belu 1.0 1.7 Luas Panen.082 Kecamatan District (1) 01.

7 0.7 0. Laen Manen 09. Sasita Mean*) 07. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 218 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Hijau di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.885 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 0.9 0.9 0. Malaka Barat 02. Tasifeto Barat*) 12.6 0.9 0.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.212 Kecamatan District (1) 01. Tasifeto Timur 15.8 0.7 0.5 0. Yield Rate and Production of Green Peas by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 1. Raimanuk 10.8 Produksi Production (ton) (4) 1. Rinhat 03. Malaka Timur 08.695 1.505 611 77 75 242 176 741 5 4 777 170 137 233 8.1. Kakuluk Mesak 13.7 0.156 1.8 Luas Panen.085 139 2.7 0. Malaka Tengah 06.9 0. Lasiolat 17.8 0.8 0.205 232 2. Kota Atambua*) 14.6 0. Kobalima*) 11.8 0.204 550 54 53 169 123 593 3 2 622 153 96 210 7. Weliman 05. Wewiku 04. Raihat 16.

414 1.012 511 742 726 505 911 1. Ubi Kayu Cassava 4. Kacang Hijau Green Peas (hektar) 2007 (7) 5.590 2006 (6) 6.832 32.407 2002 (2) 5. Jagung Maize 3.708 6.359 10.039 947 1.336 5.096 11.653 34.456 8.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Padi Paddy 2.977 8.704 24.404 1.789 300 - 10 7 12 21 5.799 2003 (3) 4. Ubi Jalar Sweet Potatoes 5.740 7.297 8.750 37.164 2.137 1.081 4.631 2004 (4) 4.166 32.9 Perkembangan Luas Panen Tanaman Pangan di Kabupaten Belu Area Harvested of Food Crops in Belu Regency 2002 .377 12.1. Kacang Kedele Soyabens 7.779 2005 (5) 2.983 6.2007 Jenis Tanaman Type of Crops (1) 1.182 27. Kacang Tanah Peanuts 6.885 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 219 .

Kacang Hijau Green Peas 8. Lain-Lain / Others 2002 (2) 20.216 4.055 4.127 39.10 Perkembangan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Belu Food Production in Belu Regency 2002 .635 2.477 6.231 4.633 49. Kacang Tanah Peanuts 6.864 2003 (3) 15.082 156 - 4 - 7.283 38.334 38.238 32.168 46.531 61.313 1.PERTANIAN / AGRICULTURE (ton) Tabel / Table 6.2 12.066 35. Ubi Jalar Sweet Potatoes 5.212 - - 164 - - - Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency 220 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .429 2006 (6) 22. Jagung Maize 3.727 48.110 7.882 52.141 2004 (4) 7.979 2.2007 Jenis Tanaman Type of Crops (1) 1.846 2005 (5) 9.1. Padi Paddy 2.179 3. Ubi Kayu Cassava 4.993 105.702 4.6 3.962 2007 (7) 20.301 363 4. Kacang Kedele Soyabens 7.540 6.405 682 624 319 697 1.

0 0.00 1.0 91.00 0.5 157.0 215.0 114.0 0.0 80.0 68.2 109.5 0.40 2007 (7) 149.0 40.0 33.5 4.00 2. C a b e 12.24 1.0 10.0 85. T o m a t 13.0 2005 (5) 440.50 15.0 29.11 Produksi Sayur-Sayuran di Kabupaten Belu Vegetables Production in Belu Regency 2002.00 0.0 37.2007 (ton) Jenis Sayuran Type of Vegetable (1) 01.0 113.7 139.0 0.8 126.22 177.00 0.50 171.5 54.50 60.055.0 135. Kacang panjang 11.00 83.00 100. Wortel 08. Semangka 2002 (2) 80.40 46.0 132.99 0.5 19.00 13.40 1.60 213.0 0.0 0.1.50 87.00 3. Bawang daun 04.00 0.00 160.10 1.00 2006 (6) 361.00 108. K u b i s 06.0 5. Lombok 09.50 42. Kentang 05.765. Bawang putih 03.50 80.00 0.0 2003 (3) 120.0 8.00 1.00 0.0 50.0 57.00 0.00 307.40 40.80 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 221 . Kangkung 18. Labu siam 17.642.0 75.0 64.0 0.00 8.551.90 4.00 246.30 8.00 7.5 1.00 Jumlah / total 1.0 86.6 2.20 119.50 153.0 120. Petsai / sawi 07. Bawang merah 02.00 12.0 50.00 0.0 82.50 39.23 0.50 15. Ketimun 16.0 2004 (4) 436.2 66.50 11.0 24.0 72.330.00 24.00 10.238.0 1.0 75.0 12.0 2. Buncis 15.0 101.00 1.50 3.0 0.90 108.0 12. Kacang merah 10.0 195.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.0 1.0 130.50 1.70 148. Bayam 19.0 124.00 0.0 64.70 18.5 187.50 58. Terung 14.0 56.40 53.80 7.

4 0.8 327.0 0.3 525.0 76.5 0. Sirsak 17. Nangka 16.0 0. Advokat 02.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.0 998. Pepaya 12.0 276.3 0.8 80.1 0. S a w o 11.0 0. Jambu air 09.8 28.12 Produksi Buah-Buahan di Kabupaten Belu Fruits Production in Belu Regency 2002 .8 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency 222 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .0 937.0 28.3 (ton) 2007 (7) 9. Salak 15.2 0.5 0.9 0.0 61.7 145.0 83.0 0.0 0.3 1.2 19.0 24.2007 Jenis Buah Type of Fruit (1) 01.7 0. Rambutan 04.4 318.0 0.0 0.0 4324.1 643.1 2004 (4) 6.7 0.1 1927.8 0. Jeruk 06.0 61.0 140. Jambu bol 10.8 944.9 178.2 44.9 0.0 0.0 0.1 270.2 10.5 18. Pisang 13.2 14.9 0.0 0.7 25. Nanas 14.8 446.0 0.3 15.9 0.0 24.6 0.0 106.3 25.9 10.1 17.0 0. Jambu biji 08.1 0.5 186. Durian 07.1 2151.0 1231.1 0.0 151.0 76.6 126.5 0.6 594.0 2005 (5) 3.1 1004.0 8.5 0.6 9.3 2003 (3) 11. Lainnya Jumlah / total 2002 (2) 6.4 0.1 0.4 0.1 28.4 2.7 7. Duku / langsa 05.0 12.5 0.0 1742.1.0 0.0 60.8 299.6 3021. Mangga 03.8 1300.0 39.2 1.0 36.0 0.0 41.0 0.5 0.1 0.0 733.0 2006 (6) 27.3 1629.

432 0 267 321 60.557 2005 (3) 10.05 22.479 11.399 5. Irigasi setengah teknis c.381 1.559 17. Luas lahan kering / dryland area a. rawa (tidak ditanam) / swams f. pekarangan untuk bangunan dan halaman house compound and soroundings b.1.46 49. tanah kering sementara tidak digunakan temporary fallow land i.712.589 1.773.396 16.955 37.207.59 423.33 20.336. penggembalaan. tambak / coasted water pond g.141 244. padang rumput / meadows d. kebun / dryland. lain-lain / others Jumlah / total Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 223 .381 1.296 1.767 8.13/ Table 6.474 5.078 595 5.396 16.814.5 232.314 15.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel 6.10 11.014 48.00 7.5 1.141 244. Irigasi sederhana d. Irigasi tadah hujan 02.217 234.559 17.589 1.1.955 37. huma / dryland. empang / fresh water pond h.107.728.30 6.296 1. Irigasi teknis b.078 595 5.69 244. Luas lahan sawah / weatland area a. garden c.349. tebak.557 2006 (4) 10. kolam.347. lahan yang ditanami tanaman kayu-kayuan.314 15. garden e. tegal.20 15.606 21.014 48. hutan negara / state estate k. Irigasi desa / non PU e.2007 Jenis PenggunaanTanah Land Used Type (1) 01.479 11.85 702.432 0 267 321 60. lahan perkebunan / crop land l.905. ladang.557 j.85 60.385 1.790 388 2.965.217 234. hutan rakyat private wood land (hektar) 2007 (4) 11.474 5.58 40.606 21.13 Luas Tanah Menurut Penggunaan di Kabupaten Belu Land Area by Used Type in Belu Regency 2005 .

134 11.563 Kota (5) 9.271 Sumber : Sensus Pertanian 1993 dan 2003 Keterangan : *) Data tidak dicantumkan 224 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan dan Rumah Tangga Petani Gurem di Belu 1993 dan 2003 1993 Uraian (1) 1.14 Banyaknya Rumah Tangga.026 2003 Desa (6) 53.156 51.400 622 356 39. RTP Penggguna Lahan 4. RT Gurem Kota (2) * 616 Desa (3) * 39.560 5.936 5. Rumah Tangga Pertanian.580 40.604 51.026 3.563 6.160 14.941 6.1. RT Pertanian (RTP) 3.164 56.947 Kota+ Desa (4) * 40.374 Kota+ Desa (7) 63.115 56. Rumah Tanga (RT) 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.

Perkebunan 4.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Peternakan Rumah Tangga Pertanian 40. Padi / Palawija .583 * * 17. Hortikultura 3.754 Pertumbuhan per tahun (%) (4) 4.563 25.947 26. Budidaya Tanaman 5.Padi .Palawija 2.400 3.47 -3.318 2003 (3) 54.563 56.806 53.40 0.57 Sub Sektor (1) 1.225 13.789 26.16 7.15 Banyaknya Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan Menurut Jenis Usaha Pertaniannya di Belu 1993 dan 2003 Rumah Tangga Pertanian 1993 (2) 35.563 16.346 40.634 10.1.78 -1.90 Sumber : Sensus Pertanian 1993 dan 2003 Keterangan : *) Data tidak tersedia Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 225 .023 31.

Perkebunan Estate .

1 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kapuk Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Kapok Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Menghas ilkan Not Yet Yielding (2) 2. Kota Atambua*) 14.20 0.19 0.12 2. Kakuluk Mesak 13.41 2.10 0.27 2.48 1.26 7.67 4.46 5.40 241.19 11.14 1.20 0.00 11.00 9.21 0.02 1. Lamaknen*) Kabupaten Belu (4) - Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008 229 .65 8.20 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 11.00 5.92 1. Malaka Timur 08.62 10.19 2.97 1.20 5.57 199.19 (1) 01.93 12.56 37.30 1.56 42.18 0.20 7. Wewiku 04.00 2.00 3. Kobalima*) 11.19 0.00 2.18 0.18 0.83 42.45 5.42 6.19 0. Malaka Barat 02.00 4.00 9.00 11.20 0.80 6.21 1.88 5. Laen Manen 09.29 21.83 11.27 11.18 0. Raimanuk 10.20 0.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.67 3.18 0.14 1.52 1.94 7.26 2.00 14.15 2.00 2.18 0. Sasita Mean*) 07.97 6. Malaka Tengah 06.00 18.18 0.16 1. Tasifeto Timur 15.00 14.66 Rusak destroyed Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 0. Rinhat 03.29 23.52 10. Weliman 05.10 36.81 1. Lasiolat 17.49 7.04 1.2.51 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 13.71 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 2.00 8.82 1.38 9.35 6. Raihat 16.30 21.19 0.30 26.18 0.12 1.58 1. Tasifeto Barat*) 12.

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.2 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kemiri Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Cande Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 398.62 167.27 15.41 247.51 130.00 53.00 22.23 59.29 52.51 0.37 1.87 15.26 26.34 39.00 111.24 1,339.92 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 321.46 17.33 30.20 301.53 190.00 50.00 19.38 136.24 80.54 1.48 3.69 90.08 21.37 106.30 144.85 1,514.45 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 720.08 184.80 45.61 549.04 320.00 103.00 41.61 195.53 133.05 1.85 5.56 105.34 47.71 145.30 256.09 2,854.57 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 356.62 17.27 31.48 332.69 145.08 52.03 20.68 147.94 86.29 1.59 3.67 97.38 22.36 111.69 156.55 1,583.32

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 1.11 1.00 1.04 1.10 0.76 1.04 1.07 1.09 1.07 1.07 0.99 1.08 1.05 1.05 1.08 1.05

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4) -

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

230

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.3 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Coconut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 210.00 7.50 153.00 110.00 511.00 7.00 30.00 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 1636.00 58.50 1021.00 586.00 4026.00 52.00 379.00 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 1,862.00 71.00 1,186.00 710.00 4,558.00 60.00 414.00 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 1,795.96 75.35 1,045.50 596.70 4,550.22 62.46 430.51

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 1.10 1.29 1.02 1.02 1.13 1.20 1.14 0.85 0.88 1.09 1.07 0.99 1.11 1.14 1.10 1.11 1.11 1.10

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

16.00 5.00 12.00 14.00 21.00 1.00 5.00 2.00 1.00 77

10.00 9.00
36.00 4.00 12.00 3.00 11.00 2.00 6.00 5.00 1,126.5

40.00 25.00
450.50 23.00 57.00 22.00 79.00 14.00 24.00 35.00 8528

32.00 35.00
486.50 27.00 69.00 25.00 90.00 16.00 30.00 40.00 9,711.5

34.08 21.91
490.25 24.62 56.35 24.37 90.43 15.33 26.70 38.76 9,379.5

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

231

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.4 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Coffee Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produksi Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

1.46

15.27

1.53 2.00

0.24
0.56 5.30 9.63

-

16.73

3.08

0.20

0.24
0.56 6.83 11.63

0.06
0.13 1.77 2.24

0.25
0.23 0.33 0.23

2.56
1.28 2.50

10.15
5.13 16.30

12.71
6.41 18.80

3.06
1.21 3.71

0.30
0.24 0.23

0.48 2.12 1.51 2.20 33.74 51.38

2.39 11.03 4.46 8.20 97.25 185.91

2.87 13.15 5.97 10.40 130.99 237.29

0.36 2.69 0.84 1.99 21.71 42.85

0.15 0.24 0.19 0.24 0.22 0.23

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

232

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.5 Luas Areal dan Produksi Tanaman Jambu Mente Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Chasen Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding
(2)

Sudah Mengha silkan Yielding
(3)

Rusak destroyed (4)

Jumlah luas Areal Total of area (ha)
(5)

Jumlah Produksi Total Production (ton)
(6)

Produk -tivitas Produk -tivity (ton/ha)
(7)

(1)

01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

0.50

2.72

26.57 40.00 300.00 59.00 300.00 149.00 134.51 50.00 154.10 2.43 54.26 1,270.37

5.27 23.25 3.74 10.00 60.60 67.60 6.15 4.60 64.00 8.57 20.08 1.54 278.12

-

3.22

1.21

0.44

31.84 63.25 303.74 69.00 360.60 216.60 140.66 54.60 218.10 11.00 74.34 1.54 1,548.49

1.80 10.93 1.84 4.93 22.16 33.19 2.21 1.50 33.11 4.41 9.62 0.79 127.70

0.34 0.47 0.49 0.49 0.37 0.49 0.36 0.33 0.52 0.51 0.48 0.51 0.46

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

233

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.6 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Cocoa Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 10.00 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 31.19 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 58.05 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 6.22

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 0.20

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

25.00
180.00 44.30 2.50

12.00 85.00 12.20

16.86 18.00 14.00 8.91 57.77

25.00
210.00 143.30 23.61

2.28 16.22 1.07

0.19 0.19 0.09

50.00 -

0.47

0.47

0.08

0.17

4.81 0.21

54.81 0.21

0.39 0.02

0.08 0.10

311.80

0.12 0.11

0.12 0.11

0.02 0.13

0.17 1.18

146.11

515.68

26.43

0.18

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

234

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.7 Luas Areal dan Produksi Tanaman Pinang Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Areca Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produksi Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

1.25
8.23 1.00 1.19 3.00 6.00 3.00 1.11 1.20 5.11 3.46 0.47 0.23 1.48 3.16 4.00 4.52 48.41

2.75
12.56 2.00 2.00 8.80 12.53 8.00 3.20 3.06 13.50 7.25 0.41 0.36 2.67 4.85 7.50 10.24 101.68

-

4.00
20.79 3.00 3.19 11.80 18.53 11.00 4.31 4.26 18.61 10.71 0.88 0.59 4.15 8.01 11.50 14.76 150.09

0.12
2.53 0.70 0.78 2.24 2.77 11.55 4.62 1.50 3.16 1.75 0.16 0.09 0.71 1.14 1.78 2.42 38.02

0.04
0.20 0.35 0.39 0.25 0.22 1.44 1.44 0.49 0.23 0.24 0.39 0.25 0.27 0.24 0.24 0.24 0.37

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

235

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.8 Luas Areal dan Produksi Tanaman Tembakau Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu tobacco Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produks i Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

-

7.00 10.00 17.00

-

7.00 10.00 17.00

4.20 5.86 10.06

0.60 0.59 0.59

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

236

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

Peternakan
Livestock

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.3.1 Banyaknya Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock by Kind and District in Belu Regency 2007

(ekor)

Kecamatan District (1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku**) 04. Weliman**) 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen**) 09. Raimanuk**) 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat**) 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

Kuda Horse (2) 105 94 192 345 246 268 170 3 3 50 59 747 2,282

Sapi Cow (3) 8,579 6,406 7,404 7,337 17,894 9,370 13,005 5,056 2,592 7,424 2,826 6,606 94,499

Kerbau Buffalo (4) 11 8 73 11 445 387 114 8 84 173 81 1,395

Kambing Goat

Domba Sheep (6) 18 1 19

Babi Pig (7) 11,956 3,442 5,314 5,645 8,611 4,213 4,320 1,629 2,879 2,204 1,055 4,041 55,309

(5) 671 320 533 894 2,234 1,002 989 882 494 320 834 9,173

Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data masih tergabung di Kecamatan induk

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

239

Malaka Barat 02.305 4.526 236.684 7. Weliman**) 05.001 28.860 Kabupaten Belu Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data masih tergabung di Kecamatan induk 240 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .380 Itik Duck (4) 20. Raihat 16.649 7. Kota Atambua*) 14. Rinhat 03.3. Malaka Timur 08. Kobalima*) 11.216 21.665 66 57.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.423 8. Sasita Mean*) 07. Tasifeto Barat*) 12. Wewiku**) 04. Tasifeto Timur 15.954 18. Lamaknen*) Ayam Ras Layer (2) Ayam Kampung Domestic Hens (3) 75.622 4.666 11. Raimanuk**) 10.908 14. Malaka Tengah 06.949 279 244 8.426 27.339 4.2 Banyaknya Ternak Unggas Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Poultry by Kind and District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01.138 9.941 272 5.967 13. Lasiolat**) 17. Laen Manen**) 09. Kakuluk Mesak 13.

Kota Atambua*) 14. Laen Manen 09. Kakuluk Mesak 13. Lasiolat 17.3 Banyaknya Ternak Berpenyakit SE Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock that SE Virus by Kind and District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Weliman 05. Tasifeto Timur 15.3. Malaka Barat 02. Raimanuk 10. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kuda Horse (2) Sapi Cow (3) 3 4 2 21 1 3 3 37 Kerbau Buffalo (4) Kambing Goat (5) Domba Sheep (6) Babi Pig (7) 1 7 31 12 5 56 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 241 . Malaka Tengah 06. Raihat 16. Rinhat 03. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Timur 08. Sasita Mean*) 07.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Wewiku 04. Kobalima*) 11.

255 2.633 1.867 2. Malaka Barat 02. and Hog-Cholera Vacination by Kind and District in Belu Regency 2007 SE Sapi (2) 2.868 8.000 1.000 1. Rinhat 03.600 2.143 5.PERTANIAN / AGRICULTURE (ekor) Tabel / Table 6.600 2.051 Kerbau (3) Babi (4) 4.149 3.000 1. Lasiolat 17.199 Brucello -sis Sapi (5) 1.3.500 1.226 2.000 7.000 Kecamatan District (1) 01.033 5. Malaka Timur 08. Wewiku 04.774 5.151 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 242 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .500 7.350 1. Kakuluk Mesak 13.839 500 907 30.244 1.132 450 1.271 1. dan Hog-Cholera Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock that SE.562 10. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Barat*) 12.000 770 500 380 750 1.000 Hoq Cholera Babi (6) 750 2.200 2.094 8. Brucellosis.729 3.750 349 700 1. Kobalima*) 11.000 3. Malaka Tengah 06.133 2.617 9. Raimanuk 10.4 Banyaknya Ternak yang Divaksinasi SE. Lamaknen*) Kabupaten Belu 94. Laen Manen 09.000 500 2.500 2.906 2.151 2. Sasita Mean*) 07.000 4.500 1. Tasifeto Timur 15.000 500 500 25.245 3.821 1.045 5.756 7.Brucellosis.200 2. Raihat 16. Weliman 05.700 850 500 500 200 500 300 15.

Kakuluk Mesak 13. Malaka Tengah 06. Tasifeto Timur 15. Malaka Timur 08. Kobalima*) 11. Raimanuk 10. Kota Atambua*) 14.5 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di luar Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Slaughting that happened out of Slaughter House by District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Tasifeto Barat*) 12. Raihat 16. Weliman 05.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Laen Manen 09. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kuda Horse (2) Sapi Cow (3) 6 3 9 9 27 Kerbau Buffalo (4) Kambing Goat (5) Domba Sheep (6) Babi Pig (7) - Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 243 .3. Rinhat 03. Malaka Barat 02. Wewiku 04. Sasita Mean*) 07. Lasiolat 17.

Malaka Barat 02. Kota Atambua*) 14. Rinhat 03. Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13.589 0 0 0 0 Kerbau Buffalo (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 41 0 0 0 0 Kambing Goat (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Domba Sheep (6) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Babi Pig (7) 0 0 0 0 9 0 0 0 0 0 42 0 983 0 0 0 0 Kabupaten Belu 0 2. Weliman 05.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Tasifeto Barat*) 12.6 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di dalam Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Slaughting that happened in Slaughter House by District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01.3. Malaka Tengah 06. Wewiku 04.385 42 0 0 1. Lamaknen*) Kuda Horse (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sapi Cow (3) 16 0 0 0 586 0 0 0 0 0 194 0 1. Kobalima*) 11.034 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 244 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raimanuk 10. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean*) 07. Lasiolat 17. Raihat 16. Laen Manen 09.

Kerbau / buffalo 04. Kambing / goat 05. Sapi / cow 03. Lainnya / others Jumlah / total 0 10.7 Pengeluaran Ternak dan Hasil Ikutannya Menurut Jenis Ternak di Kabupaten Belu Livestock Product and Others Product by Kind in Belu Regency 2007 Hasil Ternak dan Ikutannya Livestock Product and others product Bibit (ekor) (2) 0 0 0 0 0 0 0 Potong (ekor) (3) 84 9.294 14. Ayam / hens 07. Babi / pig 06.3.643 456 106 5 0 0 Kulit (Kg) (4) 0 14.232 0 0 0 0 0 Jenis Ternak Kind of Livestock (1) 01. Kuda / horse 02.232 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 245 .PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.

Kuda / horse 02. Sapi / cow 03.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Banyaknya Ternak Menurut Asal Ternak . 2 0 Jenis Ternak Kind of Livestock (1) 01. Babi / pig 06. Kerbau / buffalo 04. Ayam / hens Asal Belu (2) 0 0 0 0 0 0 Ternak Bibit Luar Belu (3) 0 0 0 0 0 0 Jumlah (4) 0 0 0 0 0 0 Jumlah / total 0 0 0 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency 246 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kambing / goat 05.

dan Jenisnya di Kabupaten Belu 0 7 Ternak Potong (ekor) Asal Belu (5) 84 9.643 456 106 5 0 10.3.PERTANIAN / AGRICULTURE Table 6.294 Asal Belu (8) 0 0 0 0 0 0 0 Kulit (lembar) Luar Belu (9) 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah (10) 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 247 .294 Luar Belu (6) 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah (7) 84 9.8 Pengunaanya.643 456 106 5 0 10.

Kehutanan Foresty .

531.72 Suaka Marga Satwa Natural Park (6) 2.32 (1) 01. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Forest of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 249 .189.39 3.47 20.25 Hutan Tetap Difinitive Forest (3) Hutan Produksi Productive Forest (4) 2.166. Wewiku 04.27 5.127.00 51.150.97 591.632. Kota Atambua*) 14.4. Raihat 16.356.40 296.72 8. Raimanuk 10.00 4.768.00 3.775. Rencana Luas Kawasan Hutan Menurut Pola Tata Guna Hutan per Kecamatan di Kabupaten Belu Planning Foresty Area by it Function per District in Belu Regency 2007 (Hektar) Fungsi Hutan / Foresty Function Kecamatan District Hutan Lindung Protective Forest (2) 2.32 1. Rinhat 03. Laen Manen 09. Weliman 05. Tasifeto Timur 15.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6. Malaka Barat 02.1. Lasiolat 17.841.699.95 5. Malaka Tengah 06.241.28 Cagar Alam Original Forest (5) 3.950. Sasita Mean*) 07.375.00 1.400.00 374.750. Tasifeto Barat*) 12.950.00 9.92 355. Kobalima*) 11.00 3.16 4. Kakuluk Mesak 13. Malaka Timur 08.

95 5. Tasifeto Barat*) 12. Raimanuk 10.97 6.750. Lasiolat 17.140.66 5. Raihat 16.32 3.00 1. Weliman 05. Laen Manen 09. Lamaknen*) Kabupaten Belu (10) 3.00 4.140.19 20.241.4.40 651. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 15. Wewiku 04.00 2. Malaka Barat 02. Malaka Tengah 06.08 4. Malaka Timur 08.00 Jumlah Total (1) 01.PERTANIAN / AGRICULTURE Lanjutan / Continued Table 6.57 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 250 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1 Fungsi Hutan / Foresty Function Kecamatan District Taman Burung Bird Park (7) Taman Wisata Reserve Forest (8) Hutan yang Dapat Dikonversi Convered Foresty (9) 1.768.00 69. Sasita Mean*) 07.758.00 11.306. Kobalima*) 11.775.525.632.090.902.401. Rinhat 03. Kota Atambua*) 14.

Lasiolat 17.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kakuluk Mesak 13.417 1.126 1.4.000 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 251 .524 4. Rinhat 03. Malaka Timur 08.134 4.118 2. Laen Manen 09. Malaka Tengah 06. Tasifeto Barat*) 12.275 Kelas Gubal (3) 992 1. Malaka Barat 02. Kobalima*) 11. Raimanuk 10.024 2.725 Jumlah Total (4) 2.334 11. Raihat 16.200 6. Kota Atambua*) 14.342 2. Wewiku 04. Weliman 05.607 1.2 Produksi Kayu Cendana di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Production of Cendana Wood in Belu Regency by District 2007 (kg) Kecamatan District (1) 01. Sasita Mean*) 07.182 1. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kelas Campuran (2) 1. Tasifeto Timur 15.

Asam biji 04.691. Lilin 06.000 1. Madu 07. Kayu pertukangan/penjualan 1. Asam isi 05.126. Balok Kelapa B.000.00 M3 M3 M3 M3 M3 M3 Kg M3 379. Kayu jati bulat 2.3 Produksi Kayu dan Hasil Ikutannya Production of Wood and Others Product 2007 Produksi Numbers of Production (3) Nilai Produksi (Rp 000.160. Hasil hutan ikutan 01.000 500.00 2.720 800 2..894.470 3.371. Kayu jati bulat besar 10.48 4.720.450.00 3.06 4.80 6. Kemiri isi 03.250 1. Kayu rimba bulat 4.508. Siri Hutan 09.000 270.79 7.549.00 8. Kayu Lamtoro Gung 8.81 1.00 1.10 4.588.000.841.4. Kayu Indah 7.000 10.290 2. Kayu jati olahan 3.000 1.500 4.000 900.775.810 1.310 387.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.13 9.) (5) Jenis Hasil Perincian Production Type (1) satuan (2) Harga/Unit ( Rupiah ) (4) A. Mahoni Olahan 6.08 600.000 227.28 - 252 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kemiri biji 02.841.000 1. Sirih hutan Kg Kg Kg Kg Kg Ltr Ekor Kg M3 ton 108. Nuri 08.508.160. Kayu rimba campuran 5.

00 - Jenis Hasil/Perincian Production Type (1) 11. kakatua putih kecil c.650. Kayu kuning 14. kelas gubal b.500 5. Utas / ules 12.PERTANIAN /AGRICULTURE Lanjutan Tabel / Continued Table 6.4.00 395..) (5) 2. cecak rawo g. sarang burung walet 22.000 75. Kayu bakar Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 253 . Kayu cendana a. Sarang burung 19.625. perkutut h.000 1. Kunyit 16.275 Nilai Produksi ( Rp 000. b e o e. ayam hutan d. Biji lamtoro gung 15. Kayu rimba bulat besar kelas III Satuan (2) kg Lmbr Btg kg M3 kg Kg kg Harga /Unit ( Rupiah ) (4) 13. Balok kelapa 20.3 Produksi Numbers of Production (3) 660 4. nuri duski f. Sheed lack 21.625.a.00 23.725 5. Bebak 17. kelas campuran 23. Bambu 18. perlel dada kuning b.

PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.000 Kemiri Kemiri Kulit (Kg) Kupas (Kg) (3) 6.290 660 800 3.493.400 14.800 1.000 (4) 20.910 27.500 521.800 5.4 Pengiriman Antar Pulau Hasil Hutan Non Kayu 2007 Jenis Hasil Hutan Bulan (1) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Asam Biji (Kg) (2) 6.400 14.310 387.240 16.600 120 - Jumlah 2.720 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency 254 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 159.000 346.050 11.000 317.640 5.000 494.800 35.510 120.270 Kayu Kuning (Kg) (5) 660 Madu (liter) (6) 800 Lilin (kg) (7) 3.000 12.010 5.500 2.500 4.600 234.000 7.080 10.000 205.000 182.4.200 24.200 9.010 108.000 64.200 105.

4.95 78.29 206.79 12.48 295.05 168.99 4.20 481.08 - Jumlah 4.26 85.24 53.65 253.04 41.28 200.5 Pengiriman Antar Pulau / ke luar Daerah Hasil Hutan Kayu 2007 Jenis Hasil Hutan Bulan (1) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember kayu jati Kayu Rimba olahan (M3) Olahan (M3) (2) (3) 151.43 Kayu Rimba Kayu Indah Bulat (M3) Olahan (M3) (5) (6) 7.79 529.45 756.508.41 44.41 32.44 24.79 378.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6.36 392.80 Kayu Jati Bulat (M3) (4) 6.97 - 7.17 591.11 9.35 482.08 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 255 .04 4.

Perikanan Fishery .

PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.150 737 Jumlah rumah tangga perikanan Marine fishing household (3) 365 446 277 (1) 1. Nelayan sambilan utama 3.858 1.088 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 259 . Nelayan Penuh 2.1 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Laut di Kabupaten Belu Menurut Kategori Usaha Numbers of Marine Fishing Household in Belu Regency by Categories 2007 Kategori Usaha Category Jumlah Nelayan/Jiwa Numbers (2) 971 1. Nelayan sambilan tambahan Jumlah Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 2.5.

Jukung / Dogout Boat . Kapal Motor .Perahu Kecil / Small Boat .Perahu Sedang / Medium Boat .2007 Kategori Category (1) 1.5 GT .Perahu Besar / Big Boat/Ship 2.5.2 Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya Numbers of Marine Fishing Boat in Belu Regency by Type of Boat 2005 .PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Perahu Motor Tempel / Out Board Motor 2005 (2) 2006 (3) 2007 (4) 355 99 29 180 385 25 18 9 250 516 20 17 7 258 3.10 GT ke atas / 10 GT and Over 35 18 3 22 4 - Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 260 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .10 GT .6 . Perahu Tanpa Motor / Non Powered Boat .0 .

Trammel Net 5.Pukat Pantai / Beach scine 2.2007 Kategori Usaha Category (1) 1.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Jaring Angkat .Pancing Tonda .Pole and Line .Bagan Tancap .3 Jumlah Alat Penangkapan Ikan di Kabupaten belu Menurut Jenisnya Numbers of Marine Fishing Gear in Belu Regency by Type of Gear 2005 . Pukat Kantong / Basket Scine .Long Line Dasar . Pancing / Pole and line .5.Pancing Lainnya / others 7. Pukat Cincin / Ring Scine 3.Lainnya / Others 6.Bagan Rakit/ Perahu .Bubu Source : Fishery Service of Belu Regency 75 52 139 132 136 115 4 0 99 129 6 0 106 168 10 2 117 170 1 2 0 0 0 0 1 0 0 9 573 86 2 0 6 746 112 6 100 8 919 181 2005 (2) 2006 (3) (unit) 2007 (4) Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 261 . Jaring Insang / Gill Net 4. Alat Lainnya .Payang Lampara / Payang .Jala lempar .

Perikanan Darat / In Land Fishery 124.00 117.00 81.98 4.00 119.37 85.Sawah / Wet land Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 0.2007 (ton) Sub Sektor Group (1) 1.5.45 .Tambak / Breakish Water pond .90 3.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.00 - 0.4 Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Menurut Sub Sektor Production of Fishery in Belu Regency by Fisheries Group 2005 .55 - 262 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .Kolam / Fresh Water Pond .381.20 - 0.07 4.24 2007 (4) 1.14 2006 (3) 907.18 120.Perikanan Umum / Open Water .92 2. Perikanan Laut / Sea Fishery 2005 (2) 744.

55 81.15 Produksi Production (ton) (3) 3.5.5 Luas dan Produksi Budidaya Perikanan Darat di Kabupaten Belu In Land Fishery Production in Belu Regency 2007 Luas Area (Hektar) (2) 22.90 - Kategori Usaha Category (1) 1.86 85.71 396. Kolam / Fresh Water Pond 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Tambak / Breakish Water Pond 3. Perairan Umum / Open Water Jumlah / Total Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 418.45 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 263 .

66 2. Terubuk 21.28 3.28 38.5. Terbang 15.26 15. Kakap Putih 08.68 21.98 47. Tongkol 04.93 2.99 - 264 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tenggiri 05. Kurisi Produksi / Production (ton) (2) 210.66 5.84 25. Kakap Merah 07. Kerapu Lumpur 09.06 0.72 7. Tembang 17. Karapu Sunu 12. Biji Nangka 23.12 1. Julung Julung (Nipi) 20.99 27.79 61. Lencam 22.12 35. Kerapu Balong 11. Belanak 16. Tembang Kaleng 19. Tetengkek 13. Tuna 02. Alu-Alu 06. Kembung 14.6 Produksi Ikan Laut di Kabupaten Belu Menurut Jenis Ikan Sea Fisheris Production by Type 2007 Jenis Ikan / kinds of fish (1) 01. Cakalang 03.20 78.11 35. Tembang Kobi 18.04 47.01 6.84 1.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kerapu Karang 10.

23 3. Pinjalo 28.82 9. Pari 35. Remis 41. Layang 25. Selanget 31.11 8.92 Jumlah Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 265 .PERTANIAN / AGRICULTURE Lanjutan / continued table 6. Udang Lobster 46. Kepiting Bakau 36.98 33.381. Talang-Talang 27.64 2.71 48. Udang Windu 45. Teri 34. Ikan Lainnya Produksi / Production (ton) (2) 27. Tiram 39.00 444. Baronang 32.87 6. Gurita 43.76 12. Kerang Hijau 37.04 1. Bentong 29.08 11.36 7.27 26. Selar 33. Kerang Darah 38. Simping 40.5. Kwee 26.15 18.13 3.50 9.30 30. Gerot Gerot 30. Cumi Cumi 42.79 1.63 0. Udang Putih 44.6 Jenis Ikan / kinds of fish (1) 24.

BAB / CHAPTER 7 Industri & Energi Industries & Energy .

Dari jumlah tersebut sebanyak 44. Pada tahun 2007 jumlah usaha industri di Kabupaten Belu sebanyak 3.66%).573 orang terdiri dari tenaga kerja formal 284 orang (4. Perkembangan industri di Kabupaten Belu relative lamban.09%) dan sub sektor industri hasil Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 269 .50 % diantaranya diklasifikasikan sebagai industri aneka. Penyerapan tenaga kerja di sektor industri ini sebenarnya baru sekitar 4.50%) diantaranya industri aneka. Dilihat dari komposisi jenis industri. mesin dan kimia 744 unit (23.03% dari total pekerja di Kabupaten Belu (163. Apa lagi bagi sebagian besar rumah tangga pengrajin.32%) dan non formal 6. Sama halnya dengan komposisi penyebaran jenis perusahaan industri sub sektor industri aneka menyedot tenaga kerja 2.68%).INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY INDUSTRI & E N E R G I INDUSTRI PENGOLAHAN  Pembangunan industri adalah bagian dari pembangunan ekonomi yang diharapkan dapat mengacu laju pertumbuhan ekonomi secara simultan dengan memanfaatkan output sektor primer sebagai bahan dasarnya. Dengan industri yang berkembang maju maka akan menjadi lokomotif yang menarik gerbong pertumbuhan sektor-sektor supply sebagai penyedia bahan-bahan baku dan pada gilirannya akan mendorong maju sektor demand seperti perdagangan.832 orang (43.221 orang). Hal ini disebabkan karena usaha industri kita didominasi sub sector industri kerajinan rumah tangga yang kapasitas produksinya sangat terbatas.84%) dan industri logam. sebanyak 1399 unit (44. lembaga keuangan dan sektor jasa-jasa.289 orang (95. dan industri hasil pertanian dan kehutanan 1001 unit (31. bahkan cenderung berjalan ditempat.34% dari keadaan tahun lalu. usaha ini diposisikan semata-mata sebagai usaha sampingan dan bersifat musiman dengan kemampuan modal yang sangat terbatas. Penyerapan tenaga kerja untuk sektor industri pada tahun 2007 sebanyak 6.144 unit atau naik sebesar 248. transportasi. bersifat padat karya dan rentan terhadap krisis karena memiliki akses pasar lokal yang nota bene memiliki keterbatasan daya beli.

88%. Malaka Barat 1. Realisasi pemakaian bahan bangunan galian golongan C selama tahun 2007 di dominasi batu gelondongan 147. pasir 103. pengeboran sumur pompa dan pemasangan atap serta rehab gedung.17%).53%. pemasangan. jalan.817. Sesuai dengan kondisi perekonomian di Kabupaten Belu perusahaan konstruksi yang ada merupakan perusahaan borongan yakni mengerjakan borongan konstruksi berdasarkan pesanan pemilik proyek semata-mata dalam hal ini adalah proyek- proyek pemerintah.589 orang (24.30 m³.105.35%. KONSTRUKSI.930 m³.65%.94% dari perusahaan yang ada bermukim di Kota Atambua sedangkan sisanya masing-masing Malaka Tengah 3.30 m³ dan batu pecah 39. waduk jaringan listrik.152 orang (32. Tasifeto Barat 2.23%. Pada umumnya kegiatan konstruksi termasuk kegiatan yang melibatkan barang-barang modal.49 m³. Malaka Timur 1. jembatan. Pada tahun 2007 jumlah perusahaan konstruksi sebanyak 425 unit dengan perincian klasifikasi perusahaan sebagai berikut: klasifikasi M sebesar 20 unit (4.71%. sertu 130.71% dan Kobalima 0.71%) dan K sebesar 405 unit (95.29%). karena itu membutuhkan spesifikasi keahlian dan kekuatan modal yang memadai.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY pertanian dan kehutanan menyedot tenaga kerja 2.   LISTRIK DAN AIR MINUM  Kebijaksanaan pemerintah dibidang kelistrikan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong 270 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .105. Kakuluk Mesak 0. instalasi air. rehabilitasi dan pemeliharaan bangunan/konstruksi yang menyatu dengan lahan tempat kedudukannya seperti gedung. Sedangkan pengerjaan konstruksi yang bersifat “direct investment” praktis sulit dilakukan karena kendala keterbatasan modal para pengusaha dan kapasitas daya beli masyarakat. Dilihat dari penyebaran tempat kedudukan perusahaan secara kewilayaan sebanyak 88. Laen Manen 0.  PERTAMBANGAN  PENGGALIAN  DAN  Konstruksi merupakan segala kegiatan yang berkaitan dengan pembuatan.74%) serta sub sektor industri logam mesin dan kimia menyedot tenaga kerja 1.

40 %) diantaranya pelanggan rumah tangga. Rumah Sakit Pemerintah : 5 pelanggan Kelompok III.700 VA dengan pemakaian 1. Niaga besar : 70 pelanggan Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 271 . Jumlah pelanggan air bersih di Kabupaten Belu tahun 2007 sebanyak 2. Kabupaten 44 pelanggan Kelompok IV.745. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun yang dibarengi dengan kerumitan aktifitas social – ekonominya membawa dampak pada peningkatan jumlah dan ragam permintaan akan air bersih. Tempat ibadah: 9 pelanggan Kelompok II Sebanyak 34 pelanggan yaitu: 1. RSS : 2.266 Kwh Secara umum jumlah pelanggang listrik di Kabupaten Belu sampai pada tahun 2007 sebanyak 11. sedangkan sisanya masing-masing pelanggan bisnis dan perhotelan 18. Rumah mewah: 2. Yayasan Sosial: 4 pelanggan 4. Badan social 2. Kamar mandi/WC umum: 3. Niaga kecil 126 pelanggan 3. Instansi pemerintah/ABRI Tk. Dari jumlah pelanggan tersebut sebesar 8. Kelompok I.97 % dari tahun yang lalu. Hidran umum/ kran umum: 9 pelanggan 2. Rumah (selain RSS dan Mewah 2.51 %. daya terpasang pembangkit tenaga listrik PLN di Kabupaten Belu sebesar 12.618 unit (77. Industri rumah tangga :4.19 %.512. Keberadaan air bersih merupakan tuntutan yang sangat vital karena menyangkut kelangsungan hidup manusia sehari-hari.134 unit atau meningkat 89. Panti Asuhan : 3.622 pelanggan 2.86 % serta pelanggan usaha industri hanya 0.04 %. teruntama aktifitas sector industri dan jasajasa. Kantor Pemerintahan dan penerangan jalan 1.792 pelanggan yaitu: 1.915 pelanggan yang terdiri dari 4 kelompok pelanggan. sebanyak 70 pelanggan yaitu: 1. sebanyak 2. Pada tahun 2007. sebanyak 19 pelanggan yaitu 1. Sekolah Negeri : 25 pelanggan 5. Untuk mencapai sasaran tersebut diupayakan peningkatan daya pasang pembangkit tenaga listrik dan perluasan jaringan distribusi agar tersedia tenaga listrik dalam jumlah yang memadai dengan mutuh pelayanan yang prima. Terminal air: 1 pelanggan 4.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY kegiatan ekonomi.

2000 2500 2000 1500 1000 500 Industri Kerajinan 0 1997 1998 1999 Industri Kecil Industri besar/sedang 2000 Sumber : Dinas Perindag Kabupaten Belu Gambar 7. Persentase Industri Pengolahan Menurut Bidang Usahanya di Kabupaten Belu Tahun 2007 Industri Logam.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Gambar 7.1.2. Jumlah Perusahaan/Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri di Kabupaten Belu Tahun 1997 . mesin dan kimia 29% Industri Hasil Pertanian & Kehutanan 33% Industri Aneka 38% Sumber : Dinas Perindag Kabupaten Belu 272 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

Industri Industries .

Raihat 16. Mesin & Kimia (4) 251 1 38 20 40 21 47 89 134 93 10 - Kecamatan District (1) 01. Sasita Mean*) 07.001 1.1 Banyaknya Perusahaan / Usaha Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan Numbers of Manufacturing / Etablishment by District 2007 Industri Hasil Pertanian & Kehutanan (2) 128 20 30 196 2 46 20 40 86 60 40 189 84 20 40 Industri Logam. Kobalima*) 11.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Malaka Timur 08. Raimanuk 10. Rinhat 03.1.144 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 275 . Laen Manen 09. Malaka Tengah 06. Lasiolat 17. Weliman 05.399 744 3. Tasifeto Timur 15. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Lamaknen*) Industri Aneka (3) 158 70 20 60 45 24 70 80 100 100 93 129 170 60 60 160 Jumlah Total (5) 537 91 88 80 281 26 137 100 40 186 207 222 452 347 90 60 200 Kabupaten Belu 1. Malaka Barat 02. Wewiku 04.

INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.1.152 Industri Logam. Weliman 05. Kobalima*) 11. Lasiolat 17. Malaka Tengah 06. Kota Atambua*) 14. Sasita Mean*) 07. Wewiku 04.221 698 160 120 400 6.061 190 176 220 547 53 277 180 80 332 414 444 1. Raimanuk 10. Lamaknen*) Kabupaten Belu Industri Aneka (3) 283 140 40 180 90 48 140 140 200 200 186 285 340 120 120 320 2.832 Jumlah Total (5) 1. Mesin & Kimia (4) 513 10 76 40 84 45 94 178 339 190 20 1. Malaka Timur 08. Rinhat 03.2 Banyaknya Pekerja Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan Numbers of Person Enganged in Manufacturing Sector by Industry Categories and District 2007 Industri Hasil Pertanian & Kehutanan (2) 265 40 60 373 5 92 40 80 132 120 80 597 168 20 80 2. Tasifeto Barat*) 12. Tasifeto Timur 15.573 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 276 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Laen Manen 09. Kakuluk Mesak 13. Malaka Barat 02. Raihat 16.589 Kecamatan District (1) 01.

Pertenunan 02. Garam yodium/garam rakyat 04. Bengkel mobil 03. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. MESIN & KIMIA 01. INDUSTRI LOGAM. Tambur likurai 04. Gerabah 0 128 0 265 0 0 0 0 2 2 115 16 20 7 0 158 0 0 0 0 14 14 190 32 40 7 0 269 0 1 0 0 41 0 134 76 0 4 0 0 89 0 268 152 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 1 3 251 537 4 18 509 1.1. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. kue kering & sejenisnya 0 0 120 8 0 0 240 25 JUMLAH I II.3 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Barat Menurut Jenis Industri. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Barat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) tenaga kerja formal (4) formal (2) non formal (3) non formal (5) I.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. Ind. Perabotan RT (meubel) JUMLAH II III. Ind.043 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 277 . Roti manis. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Ind. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Minyak goreng dari kelapa 02. Ind. Sapu ijuk 05. Ind.

Garam yodium/garam rakyat 04. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Rinhat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I.1. INDUSTRI LOGAM. Ind. kue kering & sejenisnya tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 20 0 0 0 40 JUMLAH I II. Ind. Tambur likurai JUMLAH II III. Batu merah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 20 0 40 0 0 0 0 60 10 0 70 0 0 0 0 120 20 0 140 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 91 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 10 190 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 278 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Alat pertanian dari logam 02. Roti manis.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Ind. Pertenunan 02. Bengkel mobil 03. Ind. Ind. Ind.4 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Rinhat Menurut Jenis Industri. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Minyak goreng dari kelapa 02. MESIN & KIMIA 01. Ind.

kue kering & sejenisnya 03. Roti manis. Pertenunan 02. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. MESIN & KIMIA 01. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Tahu Tempe tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 20 0 10 0 0 0 40 0 20 JUMLAH I II. Tambur likurai JUMLAH II III.5 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Wewiku Menurut Jenis Industri. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Wewiku by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. INDUSTRI LOGAM. Minyak goreng dari kelapa 02. Ind. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Gerabah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 30 0 60 0 0 0 0 20 0 0 20 0 0 0 0 40 0 0 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 38 38 88 0 0 0 0 0 0 0 0 0 76 76 176 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 279 . Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Bengkel mobil 03.1. Garam yodium/garam rakyat 04.

Ind. Pande Besi JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 80 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 40 220 0 0 0 0 60 0 0 60 0 0 0 0 180 0 0 180 formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 280 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. Pertenunan 02. Ind. Garam yodium/garam rakyat 04. MESIN & KIMIA 01. Alat pertanian dari logam 02. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Weliman by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I.6 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Weliman Menurut Jenis Industri.1. Roti manis. Ind. Ind. INDUSTRI LOGAM. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Bengkel mobil 03. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. kue kering & sejenisnya JUMLAH I II. Tambur likurai JUMLAH II III. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.

MESIN. Ind. Kerupuk udang tenaga kerja formal (4) formal (2) non formal (3) non formal (5) 0 0 0 1 0 3 1 1 0 107 40 5 0 24 0 0 0 20 0 0 0 6 0 13 1 2 0 205 48 10 0 48 0 0 0 40 JUMLAH I II.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Barang dari semen 0 45 0 90 1 0 0 0 0 40 0 0 4 0 0 0 0 80 0 0 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 1 7 40 281 4 26 80 521 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 281 . Penggilingan Padi 09. Minyak goreng dari kelapa 02. Ind. INDUSTRI LOGAM. Bengkel Motor 03. Perabot kelengkapan rum tangga dari kayu 07. Gula merah 04. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 6 0 0 196 40 5 22 0 0 351 80 10 JUMLAH II III. Roti manis kering. Keripik pisang/ubi 06. dan sejenisnya 03. Ind. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. INDUSTRI ANEKA 01. Pertenunan 02. Ind. Ind. Ind. Macam-macam es 05. Foto copy 08. Ind. Ind. Bengkel motor 02. Ind. Ind. Ind.1. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Tengah by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Garam yodium/rakyat 04.7 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Tengah Menurut Jenis Industri. Ind. & KIMIA 01. Ind.

Ind. Macam-macam es 05. Ind. INDUSTRI LOGAM. Ind. Foto copy 08. Ind. Garam yodium/rakyat 0 24 0 48 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH III 0 0 0 0 0 53 0 26 JUMLAH I + II + III Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 282 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 0 2 0 5 0 0 24 0 0 0 48 0 JUMLAH II III.8 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Sasita Mean Menurut Jenis Industri. Keripik pisang/ubi 06. Ind. Ind. Ind. dan sejenisnya 03. Perabot kelengkapan rum tangga dari kayu 07. Penggilingan Padi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) JUMLAH I II. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Bengkel Motor 03. Ind. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Gula merah 04. Pertenunan 02. Bengkel motor 02. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.1. & KIMIA 01. MESIN. Roti manis kering. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Sasita Mean by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I.

INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Industri Marmer JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 20 1 21 137 0 0 0 0 40 5 45 277 0 0 70 70 0 0 140 140 0 0 0 0 5 10 31 46 0 0 0 0 10 20 62 92 formal (2) Non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 283 . INDUSTRI ANEKA 01. Pertenunan JUMLAH II III.9 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Timur Menurut Jenis Industri. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. Gula merah 03. & KIMIA 01. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan JUMLAH I II. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Timur by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Industri gerabah 02. MESIN. Ind.1. Ind. INDUSTRI LOGAM. Ind.

Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. INDUSTRI ANEKA 01.10 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Laen Manen Menurut Jenis Industri. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. kue kering & sejenisnya 03. Anyaman Lontar 0 20 0 40 0 0 0 60 0 20 0 0 0 100 0 40 JUMLAH II III. Ind. Gula lempeng tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 0 0 20 0 0 0 0 0 40 JUMLAH I II. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Gerabah 0 80 0 140 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 100 0 0 0 180 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 284 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Alat pertanian dari logam 02. Ind.1. Bengkel motor 04. Roti manis. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Laen Manen by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. MESIN & KIMIA 01. Ind. Bengkel mobil 03. INDUSTRI LOGAM. Ind. Pertenunan 02.

Ind. Ind. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Bengkel mobil 03.1. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raimanuk by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. kue kering & sejenisnya JUMLAH I II. Sapu ijuk JUMLAH II III. Ind. Ind. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. Garam yodium/garam rakyat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 80 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 40 0 0 0 0 80 80 formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 285 . Ind. Roti manis. Ind. INDUSTRI LOGAM. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Pertenunan 02. Alat pertanian dari logam 02. Tambur likurai 04. MESIN & KIMIA 01.11 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Raimanuk Menurut Jenis Industri.

Ind.1. INDUSTRI ANEKA 01. Pertenunan JUMLAH II JUMLAH I + II 0 0 0 100 100 186 0 0 0 200 200 332 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 286 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kobalima by Industry Kinds 2007 Unit usaha Kelompok Industri (1) Formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) I.12 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kobalima Menurut Jenis Industri. Minyak Kelapa Rakyat 0 JUMLAH I 0 26 40 20 86 0 0 0 0 52 40 40 132 II. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Keripik pisang/ubi 0 02. Biskuit dari ubi kayu/pisang 0 03.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind.

Pertenunan 02. Penjahit JUMLAH II III. Ind. Ind. Ind. Industri gerabah 02. Ind. MESIN. Ind. Ind.Pengupas&pembersihbiji selain kopi (mete) 0 0 0 0 0 10 10 20 20 60 0 0 0 0 0 20 20 40 40 120 02.1. Dendeng/Abon Sapi JUMLAH I II. Ind. Tas tali gewang 03. Batu bata dari tanah liat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 60 20 20 100 0 0 0 0 120 40 40 200 0 0 0 0 24 23 47 207 0 0 0 0 48 46 94 414 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 287 . Biskuit Pisang 04.13 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Jenis Industri. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District TasifetoBarat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) tenaga kerja formal (4) formal (2) Non formal (3) Non formal (5) I. INDUSTRI LOGAM. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. INDUSTRI ANEKA 01. & KIMIA 01. Madu 03.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.

1. Ind. MESIN. Penjahitan 03.14 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Jenis Industri. Ind. Garam yodium/garam rakyat 02. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kakuluk Mesak by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Emping Jagung 02. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Pertenunan 02. Ind. INDUSTRI LOGAM. Ind. & KIMIA 01. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Tas Tali Gewang JUMLAH I II. Pande Besi 0 0 0 0 50 3 40 93 0 0 0 0 100 6 80 186 0 0 0 79 10 89 0 0 0 158 20 178 JUMLAH II III. Ind. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Dendeng/Abon Sapi JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 20 20 40 222 0 0 0 0 40 40 80 444 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 288 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

INDUSTRI LOGAM. Alat pertanian dari logam 02. INDUSTRI ANEKA 01. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Timur by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) 0 0 0 0 10 10 44 20 Kelompok Industri (1) I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. & KIMIA 01. Ind. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04. Sapu ijuk 03.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. Garam yodium/garam rakyat 03. Ind. Dendeng/Abon Ikan tenaga kerja non formal formal (4) (5) 0 0 0 0 20 20 88 40 JUMLAH I II. Madu 03. Ind. Tas Tali Sisil JUMLAH II III.1. Ind. MESIN. Ind. Tas Tali Gewang 04. Ind. Ind. Kapur JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 84 0 168 0 0 0 0 0 120 10 20 20 170 0 0 0 0 0 240 20 40 40 340 0 0 0 0 0 5 69 19 93 347 0 0 0 0 0 14 138 38 190 698 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 289 . Ind. Pertenunan 02. Ind.15 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Jenis Industri.

1. Ind.16 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Raihat Menurut Jenis Industri.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. Gerabah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 0 0 0 60 0 60 0 0 0 120 0 120 0 0 0 0 0 0 0 10 10 90 0 0 0 0 0 0 0 20 20 160 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 290 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Alat pertanian dari logam 02. Sapu ijuk JUMLAH II III. Pertenunan 02. Ind. Ind. MESIN.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Garam yodium/garam rakyat 03. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Ind. Ind. Madu 03. INDUSTRI LOGAM. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04. Ind. & KIMIA 01. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raihat by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Biskuit dari ubi kayu/pisang JUMLAH I II. Ind.

Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Roti manis. INDUSTRI ANEKA 01. Kapur JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 60 0 60 0 0 0 120 0 120 0 0 0 0 0 0 0 0 0 60 0 0 0 0 0 0 0 0 0 120 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 291 . INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. MESIN. INDUSTRI LOGAM. & KIMIA 01. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lasiolat by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Garam yodium/garam rakyat 03. Ind. Saos Tomat JUMLAH I II. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) JUMLAH II III.1. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Ind. Pertenunan 02. Ind.17 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Lasiolat Menurut Jenis Industri. kue & sejenisnya 03.Minyak goring dari kelapa 02. Ind. Ind. Ind.

Ind.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. Tas Tali Gewang JUMLAH II 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 0 0 20 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 0 0 40 80 0 0 0 0 100 0 60 160 0 0 0 0 200 0 120 320 JUMLAH I + II 0 200 0 400 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 292 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lamaknen by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Ind. Meubel bambu JUMLAH I II. Ind. Madu 03.18 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Lamaknen Menurut Jenis Industri. Ind. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04. Pertenunan 02. Ind. Tahu/Tempe 05. Meubel dari kayu 06. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.1. Ind. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03.

Mie basah 04.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 03. Percetakan dan penjilidan 19. Tahu 10.Kerajinan ukir-ukiran dari kayu kecuali meubel 17. Pengolahan kopi 08. Ind.Perabot&keleng. Roti manis. Keripik pisang/ubi 11.19 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kota Atambua Menurut Jenis Industri. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Tempe 09. kue kering & sejenisnya 05. Ind. Ind. Ind. Ind. Minuman ringan/sari buah 13.tangga dari kayu (meubel) 16.1. Ind. Ind. Ind. Jamu 14. Photo copy 20. Ind. pengolahan & pengawetan daging 02. Ind. Ind.rum. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kota Atambua by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) 5 0 1 8 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 24 2 0 3 8 0 7 1 0 30 2 6 0 9 5 0 0 0 0 7 33 5 16 1 0 10 Kelompok Industri (1) I. Tahu Tempe tenaga kerja non formal formal (4) (5) 13 0 2 37 0 0 2 0 4 2 4 5 5 0 137 8 0 11 18 0 15 2 0 108 4 7 0 21 14 0 0 0 0 16 99 9 32 2 0 20 JUMLAH I 57 132 248 349 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 293 . Ind. Ind. Industri kasur bantal 18. Ind. Ind. Peti mati 15. Ind. Kerupuk kulit 12. Kelapa parut 07. Macam-macam es 06. Ind.

Cuci cetak foto bewarna 14. Pemangkas rambut 10. Stempel karet 09.1. Ind. Ind. Aneka sovenir dari tenunan 05. tape. Pengawetan kulit 06. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Continued Table 7. Foto studio 13. Ind. Tambal ban 11. Sablon JUMLAH II 0 0 3 0 1 0 1 0 0 1 0 3 2 0 11 30 11 27 8 2 2 5 2 4 9 12 0 0 6 118 0 0 12 0 8 0 1 0 0 2 0 3 8 0 34 60 11 92 16 4 4 10 2 4 17 18 0 0 13 251 294 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Reperasi sepatu 07. Ind. Pakaian jadi dan tekstil (penjahit) 04. Pertenunan 02. Reparasi radio. Ind. Ind. TV dll 08. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Ind. Perajutan (obras) 03. Ind. Ind. Ind. Salon kecantikan 12. Ind.19 unit usaha non formal formal (2) (3) Kelompok Industri (1) tenaga kerja non formal formal (4) (5) II.

Bengkel motor 03.INDUSTRI KIMIA 01. Bengkel mobil 02.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Continued Table 7. Bengkel las C. INDUSTRI LOGAM 01. Ind. Karoseri kendaraan roda empat atau lebih 1 1 13 7 4 0 2 2 0 4 0 0 34 5 3 8 7 1 4 8 0 2 1 60 1 100 4 1 50 24 10 0 6 5 0 28 0 0 128 10 6 24 14 3 8 16 0 2 3 120 5 211 04. Genteng dari tanah liat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 102 350 410 811 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 295 . MESIN & KIMIA A. Ind. Pandai emas/perak B.1. Barang dari semen 04. Vulkanisir Ban 02. Reparasi jam 05. Ind. Batu bata dari tanah liat 05. Ind. Ind.INDUSTRI MESIN 01. Ind. Ind. Ind. Ind. Ind.19 unit usaha Non formal formal (2) (3) tenaga kerja Non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) III. Ind. INDUSTRI LOGAM. Ind. Ind. Permata (batu aji) 02. Pemotongan kaca 03.

Listrik Electricity .

236.450 27.309 3 130 562.750 92.174.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.614 533.412 Jumlah / Total 6.685 1.990 2.350 1. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Atambua Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 90 4.568.933 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 299 .808 115.500 521.217 8.1 Banyaknya Pelanggan.000 4.494. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.2.109 492.650 2.

001 Jumlah 476 487.600 286.850 138.855 20.173 1.370 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 300 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .350 23.000 22.972 32.2.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Atapupu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 13 392 54 1 16 16.350 1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.369 3.150 59.2 Banyaknya Pelanggan.

808 1.193 110.950 166.000 1.223 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 301 .450 335.333 261 13 54.561.642 1.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.850 13.820 48.650 5.3 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Betun Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 35 1.158.402 Jumlah 1.

500 44.194 383 Jumlah 493 370. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Besikama Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 10 385 94 4 13.608 25. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.2.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.4 Banyaknya Pelanggan.496 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 302 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .700 111.311 17.600 3.650 241.550 1.

599 20.500 484.650 6.666 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 303 .INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.521 Jumlah 966 763.5 Banyaknya Pelanggan.000 17. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Naitimu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 43 735 177 11 94.750 167.610 43.936 2.2.900 73.

Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.050 10.987 5.200 69.974 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 304 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Silawan Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 2 126 3 10 2.6 Banyaknya Pelanggan.025 Jumlah 141 113.903 1.150 19.2.900 59 3.800 21.

2.388 7.823 700 Jumlah 215 156.450 60.800 81.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.650 2.650 1.7 Banyaknya Pelanggan.302 5. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Lamaknen Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 8 149 54 4 11. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.550 15.213 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 305 .

150 99. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.644 90.8 Banyaknya Pelanggan.2.544 7.757 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 306 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .950 49.550 1. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Manleten Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 9 173 45 5 11.650 3.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.342 227 Jumlah 232 328.000 263.

INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.9 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Kobalima Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classificaton Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 6 186 3 5 9.500 19.100 6.160 844 411 Jumlah 200 178.850 465 5.100 4.650 144.880 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 307 .

300 1.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.800 16. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Boas Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 17 221 23 3 16.048 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 308 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .350 1.250 134.044 3.248 11.900 22.10 Banyaknya Pelanggan.446 310 Jumlah 264 174. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.2.

250 7.082 1.11 Banyaknya Pelanggan.700 15. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Kaputu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 5 84 17 2 7.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.2.000 62.146 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 309 .750 951 4.867 246 Jumlah 108 87.800 1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.

800 47.543 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Biudukfoho Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 3 79 10 3 4. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.050 396 2.2.750 6.700 3.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.300 3.348 696 103 Jumlah 95 62.12 Banyaknya Pelanggan.

900 41. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Haekesak Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 3 70 11 1 3.13 Banyaknya Pelanggan.450 1.650 5. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.2.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.000 8.300 258 3.465 973 321 Jumlah 85 54.017 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 311 .

061 4 207 Daya Pasang Value of Power (VA) (3) 807. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN di Kabupaten Belu Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.628 625.14 Banyaknya Pelanggan.618 2.745.700 50.500 619.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electricin Belu Regency by Clasification 2007 Jumlah Pelanggan Numbers of Costumer (2) 244 8.350 Pemakaian Value of Consumption (KWH) (4) 114.177 130.511.266 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 312 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .700 1.523.512.320 871.800 3.2.350 7.062 Klaisifikasi Tarif Classification (1) S R B I P Jumlah 11.079 4.134 12.

Air Minum Water Supply .

RSS 2.695 28. Sekolah Negeri 5.310.622 126 44 4. Industri RT 4.900 15.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Pem/ABRI Tngkt Kabupaten 9 1 9 34 4 25 5 2.800 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 315 .619. Yayasan Sosial 4.682.156 1.245. Kamar Mandi/WC Umum 3. Tempat Ibadah II.830.191 9. Rumah (selain RSS & Mewah) 2.300 1.034 7. KELOMPOK PELANGGAN III 1.515. Ins.900 1.100 839.000 35.198 924 613.3.042 11.700 20.406.845 13. RS Pemerintah 6. Pem/ABRI Tngkt Kec & Kel III.1 Volume dan Nilai Air Minum Air Bersih / Minum yang disalurkan Menurut Jenis Pelanggan Numbers of Costumers Water Supply by Costumer Type 2007 Jumlah Pelanggan (2) 19 Volume (m3) (3) 7.630.131.100 124. Niaga Kecil 3.717.700 2.955 321 2. KELOMPOK PELANGGAN II 1. Ins.729. Terminal Air 4.500 2. KELOMPOK PELANGGAN I 1. Panti Asuhan 3.073.100 Kategori Pelanggan (1) I.475.582 571.467 Nilai (Rp) (4) 15. Hidran Umum/Kran Umum 2.792 2.300 3.

700 Sumber : Badan Pengelola Air Minum Kabupaten Belu Source : State Water Board of Belu Regency 316 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Niaga Besar 3.347. KELOMPOK PELANGGAN KHUSUS VI.000 110.077 Nilai (Rp) (4) 110.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan / Continued Table 7.3.282 1.070.077 18. Rumah Mewah 2.070. Kedubes/Konsulat Asing V.915 648. KELOMPOK PELANGGAN IV 1.1 Jumlah Pelanggan (2) 70 70 Volume (m3) (3) 18. SUSUT (HILANG DLM PENGELUARAN) TOTAL 2. Pem/ABRI Tngkt Propinsi 4. Ins.552.000 - Kategori Pelanggan (1) IV.

Pertambangan Mining .

Weliman 05. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean 07. Malaka Barat 02.4. Kota Atambua 14. Tasifeto Barat 12. Rinhat 03. Raimanuk 10. Malaka Tengah 06. Lamaknen Kabupaten Belu 20 20 8 15 7 3 1 10 3 358 405 8 15 7 3 1 10 3 378 425 Sumber : Bagian Pembangunan Pemda Belu Source : Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 319 . Lasiolat 17. Malaka Timur 08. Laen Manen 09.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Kakuluk Mesak 13. Kobalima 11.1 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Kecamatan dan Kualifikasinya di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) Kualifikasi Perusahaan Menengah (M) Kecil (K) (2) (3) Jumlah (7) 01. Wewiku 04. Raihat 16.

Raimanuk 10. Malaka Timur 08. Malaka Barat 02. Kobalima 11. Kakuluk Mesak 13.2 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Bentuk Badan Hukum dan Kecamatan Di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) PT (Persero) (2) PT (3) CV (4) Perusahaan Daerah (5) Jumlah (6) 01. Laen Manen 09. Sasita Mean 07. Tasifeto Timur 15. Lasiolat 17. Raihat 16.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.4. Lamaknen Kabupaten Belu - 20 20 8 15 7 3 1 10 3 357 404 1 1 8 15 7 3 1 10 3 378 425 Sumber : Bagian Pembangunan Pemda Belu Source : 320 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tasifeto Barat 12. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Rinhat 03. Kota Atambua 14.

66 66.3249.59 18.4.035.60 1.230.31 1.673.089.938.494.89 693.72 380.49 (7) - Kecamatan Pasir (1) 01.700.3 Penggunaan Bahan Galian Golongan C menurut Jenis dan Kecamatan Di Kabupaten Belu 2007 Jenis Bahan Galian (M³) Batu pecah Batu Batu Batu (2/3Gelondon Sirtu Karang Kapur 3/5g 5/7) (3) 3.677.05 1.101.427.66 1. Kakuluk Mesak 13.783.349.490.210.909.00 4.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.72 3.94 4.35 3.61 3.021. Raihat 16.870.86 121.611.593.094.62 338.288.08 20.89 1.87 3.73 27.86 4.80 6.43 Sumber : Dinas Pertambangan Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 321 .90 (4) (5) 243.84 352.965.48 14.12 401.01 973.03 29.21 5.765.44 72. Raimanuk 10.68 1.471.77 1. Wewiku 04.464. Sasita Mean 07.97 191.921.76 703.18 (6) 2. Malaka Tengah 06.897.31 1.33 130.16 652.804.43 1.286.90 12.442.86 2.054.26 2. Tasifeto Barat 12.718.06 272.78 16.930.205.22 39.73 1. Tasifeto Timur 15.06 13.428.280.934.68 9.88 362.106. Kobalima 11.391.37 45.046.03 147.02 143. Lasiolat 17. Malaka Barat 02.53 586.51 7.332.901.25 1. Kota Atambua 14.176.81 12.23 5.79 680.45 Kabupaten Belu 10. Malaka Timur 08.105.44 766.01 12.11 17. Weliman 05. Rinhat 03.21 3.27 10. Laen Manen 09.316.85 3.63 1.450. Lamaknen (2) 2.40 6.57 990.667.30 343.29 1.817.194.

79 2. Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13.199. Tasifeto Timur 15. Weliman 05.045.205.549.204.31 52.11 6.97 3. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertambangan Source - - 206.683.28 3. Malaka Tengah 06.64 1.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Table 7.288.649. Laen Manen 09.26 88.78 Tanah Liat (5) 114.120. Wewiku 04.97 10.29 48.93 53.92 - 322 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .80 261.672.05 164.74 2.00 55.526.19 61.09 622.72 1.20 206.33 7. Tasifeto Barat 12.00 3. Raimanuk 10.00 1.35 173.22 263.40 86. Kota Atambua 14.3 Jenis Bahan Galian (M³) Kecamatan Marmer (2) - Batu Warna/ Batu Aji (3) - Tanah (4) 1. Raihat 16.93 Tanah Putih Batu Kapur (6) - (1) 01.4. Lasiolat 17.288.77 109.657.511.85 20.868.20 2.04 26. Rinhat 03.057.40 172.01 71. Malaka Barat 02. Kobalima 11.78 65. Sasita Mean 07.

00 100.00 100. Raihat 16. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertambangan - 38.607.00 292.369.661.800.519.8210. Wewiku 04.50 568.261.123.00 16.00 40. Laen Manen 09.856.798.885.156.893.00 100.00 100.10 2.00 100.00 100.4 Realisasi Penerimaan Pajak Pengambilan Pemanfaatan Bahan Galian Golongan C menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) Target (Rupiah) (2) Realisasi (Rupiah) (3) Persentase (%) (4) 01.68 20.00 100.50 332.112. Rinhat 03. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean 07.378. Kota Atambua 14. Kobalima 11.513.00 100.00 100.00 100.664.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.46 14.00 100.00 56.00 17.00 100.481. Malaka Timur 08.242.459.00 161.507.725.4.00 27.631.50 838.405.357. Tasifeto Barat 12.045.00 100.00 186.259.773.270.642.00 100.126. Malaka Barat 02.00 Source Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 323 .00 83.00 31. Kakuluk Mesak 13.194.530.00 100. Lasiolat 17. Weliman 05.041.601.00 100.500.00 100. Raimanuk 10.26 96. Malaka Tengah 06.00 100.

112.211. Malaka Barat 02.900 21.5 Realisasi Penerimaan Pajak Air Bawah Tanah menurut Kecamatan Di Kabupaten Belu Actual Receipts Retribution Under Soil Water by District in Belu Regency 2007 Kecamatan District (1) Sasaran Target (Rupiah) (2) Realisasi Realitation (Rupiah) (3) Persentase Percentage (%) (4) 01. Wewiku 04.500 30.44 70.4. Lamaknen Kabupaten Belu 30. Sasita Mean 07. Rinhat 03. Raihat 16. Lasiolat 17. Malaka Timur 08. Kobalima 11. Kota Atambua 14.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Kakuluk Mesak 13.44 Sumber : Dinas Pertambangan 324 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .112. Malaka Tengah 06. Weliman 05. Laen Manen 09. Tasifeto Barat 12. Tasifeto Timur 15.211.900 70. Raimanuk 10.500 21.

BAB / CHAPTER 8 Perdagangan & Perhotelan Trade & Hotels .

PERDAGANGAN & HOTEL / TRADE & HOTELS

PERDAGANGAN & PERHOTELAN
PERDAGANGAN 
Sektor perdagangan merupakan sektor yang sangat strategis dalam mata rantai aktivitas ekonomi karena berperan sebagai mediator antara rumah-tangga konsumen dan rumahtangga produsen. Sebagai jaringan distribusi yang melayani kebutuhan masyarakat baik untuk barang konsumtif maupun produktif maka segala kebijakan di sektor perdagangan selalu diarahkan untuk menjamin penyebaran serta ketersediaan berbagai barang kebutuhan tersebut secara lebih merata dengan harga yang dapat dijangkau daya beli masyarakat. Pada tahun 2007 jumlah perusahaan di sektor perdagangan yang telah mengantongi surat izin usaha perdagangan sebanyak 1814 unit dengan klasifikasi jenis usaha perdagangan besar 26 unit (1.43%), perdagangan menengah 551 unit (30.37%), perdagangan kecil/eceran 1152 unit (63.51%) serta rumah makan sebanyak 69 unit (3.80%). Dari penyebaran secara geografis memperlihatkan bahwa 66.26% dari jumlah usaha perdagangan yang ada tersebar di wilayah kecamatan Kota Atambua sedangkan sisanya kecamatan Malaka Tengah 10.53%, Tasifeto Barat 5.13%, Malaka Barat 3.58%, Kakuluk Mesak 3.03%, Malaka Timur 2.32%, Raihat 1.93%, Tasifeto Timur 1.82% dan kecamatan lainnya sebesar 5.40%. Pada tabel 8.14 dapat dilihat volume pengadaan beberapa komoditi strategis terutama yang berasal dari luar wilayah Belu dimana pada umumnya mencakup barangbarang hasil pertanian dan industri pengolahan seperti beras, jagung, gula pasir, minyak goreng, dan minyak tanah. Pengadaan bahan makanan biasanya memuncak pada bulan-bulan yang berkaitan dengan hari raya seperti hari raya Lebaran, Natal maupun Tahun Baru. Sedangkan untuk pengadaan barang-barang non makanan jumlahnya relatif sama setiap bulan kecuali bahan bangunan yang biasanya membengkak pada bulan-bulan akhir tahun karena berkaitan dengan pengerjaan proyek konstruksi/ pemerintah

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

327

PERDAGANGAN & HOTEL / TRADE & HOTELS

yang segera diselesaikan pada akhir tahun anggaran.

PERHOTELAN 
Banyaknya akomodasi perhotelan sampai akhir tahun 2007 sebanyak 16 buah dengan total kapasitas tempat tidur yang tersedia 485 buah yang tersebar dalam 258 buah kamar tidur. Kapasitas tempat tidur yang ada hanya meliputi 15 buah hotel karena satu buah hotel yakni hotel Kalpataru sepanjang tahun 2007 tidak ada aktivitas penginapan. Jumlah tamu yang menginap selama tahun 2007 sebanyak 13,369 orang dengan perincian 12,740 orang (95.30%) adalah tamu domestik dan sisanya 629 orang (4.70%) merupakan tamu asing. Dibandingkan dengan keadaan tahun yang lalu jumlah tamu mengalami peningkatan sebesar 33.17%. Kendatipun meningkat, namun dengan jumlah tamu yang relatif kecil diduga ada kaitannya dengan perubahan pola lama dimana pada tahun-tahun sebelumnya sebagian besar tamu adalah aparat pemerintah tingkat propinsi maupun pusat yang melakukan tugas-tugas kedinasan di wilayah Kabupaten Belu. Namun semenjak diberlakukannya

pelaksanaan otonomi daerah, frekuensi kunjungan dalam rangka konsultasi dan pengawasan di daerah telah banyak berkurang. Justru yang terjadi sebaliknya adalah meningkatnya frekuensi kunjungan dari Kabupaten ke tingkat propinsi dan pusat untuk kepentingan konsultasi. Untuk tamu dari kalangan swasta masih bertumpu pada kalangan dunia usaha dan tamu-tamu asing. Sedangkan tamu non niaga atau tamu keluarga yang menggunakan jasa akomodasi masih relatif kecil karena berkaitan dengan keterbatasan kemampuan ekonomi masyarakat. Rata-rata tarif per hariorang yakni tarif minimum Rp 35,000,- dan tarif maksimum Rp 600,000,-. Sedangkan secara parsial antar hotel tarif terendah di hotel Merdeka, Wisata, dan Minang yakni Rp 35,000. sedangkan yang tertinggi untuk kelas VIP di hotel Nusantara II, Permata, Timor dan King Star masing-masing Rp 232,000,-, Rp 375,000,-, Rp 385,000,-, dan Rp 600,000,-.

328

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Gambar 8.1. Banyaknya Tamu yang Menginap pada Hotel di Kabupaten Belu Menurut Kewarganegaraannya Tahun 1998 – 2007
14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

WNI
Sumber : BPS Kabupaten Belu

WNA

Gambar 8.2. Tingkat Hunian Kamar Hotel di Kabupaten Belu Tahun 1998 – 2007
2007 2006 2005 2004 2003 2002 2001 2000 1999 1998
Sumber : BPS Kabupaten Belu
11.95 7.23 6.66 8.22 10.61 13.70 7.93 9.39 11.27 9.32

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

329

Perdagangan
Trade

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.1 Banyaknya Perusahaan/Usaha Sektor Perdagangan Menurut Jenis Usaha dan Kecamatan Numbers of Etablishment by Trade Scale and District 2007

Kecamatan District

Perdaganga n Besar Large Scale

Perdagang Menengah Medium Scale

Swalayan Super Market

Perdaganga n Kecil Small Scale

Rumah Makan Restorant

Hotel Losmen Hotel

Jumlah Total

(1)
01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima 11. Tasifeto Barat 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen Kabupaten Belu

(2) 26 26

(3) 27 2 1 0 45 1 14 0 0 3 18 14 412 9 0 0 5 551

(4) -

(5) 38 4 6 4 132 14 28 7 3 22 72 40 699 22 35 1 25 1152

(6) 11 3 1 52 2 69

(7) 3 13 16

(8) 65 6 7 4 191 15 42 7 3 25 93 55 1202 33 35 1 30 1814

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

333

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.2 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Kategori Lapangan Usaha di Kabupaten Belu 2006

Kategori Lapangan Usaha (1)
01. Pertambangan dan Penggalian 02. Industri Pengolahan 03. Listrik, Gas dan Air 04. Konstruksi 05. Perdagangan Besar dan Eceran 06. Akomodasi dan Makan Minum 07. Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi 08. Perantara Keuangan 09. Real Estate, Usaha Persewaan 10. Jasa Pendidikan 11. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 12. Jasa Kemasyarakatan, Sosbud, Hiburan Dan Perorangan lainnya 13. Jasa Yang Melayani RT

Perusahaan/Usaha

Tenaga Kerja

(2) 438 6,881 35 713 14,630 318 3,342 144 2,025 410 252 792 22

(3) 837 12,651 95 2,467 24,334 714 4,219 900 3,884 6,188 778 1,621 23

Jumlah

30,002

58,711

Sumber : Sensus Ekonomi 2006, BPS Source : Economic Census 2006, BPS

334

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.3 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Skala Usaha di Kabupaten Belu 2006

Skala Usaha (1)
01. Mikro 02. Kecil 03. Menengah 04. Besar 05. Tidak dapat diklasifikasikan

Perusahaan/Usaha

Tenaga Kerja

(2) 28,461 1,452 67 16 6

(3) 51,174 6,583 686 244 24

Jumlah

30,002

58,711

Sumber : Sensus Ekonomi 2006, BPS Source : Economic Census 2006, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

335

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Volume Antar Pulau ke Luar Untuk 2 0
Volume

Jenis Komoditas (1) 01. Kacang hijau 02. Bawang putih 03. K o p r a 04. Ketumbar 05. Kemiri kupas 06. Sapi potong 07. Sapi bibit 08. Kerbau potong 09. Kulit sapi kering 10. Asam biji 11. Kacang tanah 12. Biji mente 13. Kopi biji 14. Asam Biji 15. Kemiri Kulit 16. Jagung Biji 17. K a y u 18. Kunyit 19. Biji Kapok 20. Kedele 21. Drum Kosong 22. Kayu jati olahan 23. Siri hutan 24. Maek 25. Mengkudu 26. Kulit jeruk 27. Besi Tua 28. Kulit sapi basah 29. Lainnya

Satuan

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

(2) ton ton ton ton ton Ekor Ekor Ekor ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton/m³ ton ton ton ton ton ton ton

(3)
88.81 37.00 162 3 13.08 119.46 128.44 491.10 23.00 13.44 36.19

(4)
90.11 91.46 445 12 10.75 40.15 15.84 84.33 344.57 2.16

(5)
167.5 365.775 445 12 20.95 40.00 92.50 112.32 171.18 295.00 60.00 619..098 5.04 200 23.01

(6)
21.475 78.52 69.40 659 19 2.25 34.48 206.46 303.00 92.32 152.271 13.38 35.96

(7)
25.7 114.98 2523 51 5.700 91.95 3.50 25.32 35.00 264.999 0.2 4.00 56.00

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

336

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Table 8.1.4 Beberapa Komoditas di Kabupaten Belu 0 7
Volume Juni Juli Agst Sep Okt Nop Des Jumlah

(8)
25.00 60.88 11.56 2119 57 3.55 86.90 21.32 14.88 0.66 3.0 11.50 18.27

(9)
25.475 78.52 69.40 743 19 2.25 74.48 106.46 303.00 92.32 152.271 13.38 30.66

(10)
124.98 2523 51 5.700 91.95 3.50 35.00 164.999 0.2 4.00 33.00

(11)
43.76 145.95 2.50 2.80 3217 57 10.00 16.00 6.00 885.35 48.24 148.573 0.3 6.60 266.73

(12)
4.00 91.00 5.00 150.00 3948 165 8.50 500.00 3.00 7.50 665.00 59.60 914.30 2.50 148.04

(13)
123.40 10.10 30.00 1418 44 36.30 562.30 22.50 126.30 550.00 15.52 79.30 0.36 6.00 97.52

(14)
15.00 42.00 16.84 1146 20 3.50 300.00 4.50 20.00 334.60 123.00 0.40 3.60 31.10

(15)
160.41 1206.65 17.60 844.24 19348.00 510.00 122.53 1626.35 232.40 563.02 696.87 4241.62 405.88 2000.37 4.46 83.44 200.00 778.64

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

337

851 27.23 5. Tekstil 08.00 3200.018 3989.00 17. Televisi 18.00 25.90 4900 1780. Beras 02. A s p a l 13.00 41.727 2.00 4600. Besi beton 05.32 - Mar (5) 1995.00 2000. Sepeda motor 07.14 35.00 4000. Radio tape 19. Barang campuran 15. M o b i l 06.442 4 0.15 Mei (7) 1630.651 24900 1742.273 1 1 16.00 21. Sabun cuci 09.14 70.00 3450.30 6 7 0.97 9 50 1. Gula pasir 03. Tepung terigu 16. S e m e n 04.904 221.00 54 79.16 345.00 - Jenis Komoditas (1) 01.00 47.00 64. Tape recorder 20.270 18. Minyak goreng 11.78 100.00 Apr (6) 915. Jagung Satuan (2) ton ton ton ton Unit Unit M2 ton M2 ton ton ton Lembar ton Unit Unit Unit Unit ton Peb (4) 3322.067 11 35 6.00 52 - Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 338 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Mesin jahit 17.381 11.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Pengadaan Barang Strategis di Kabupaten Belu 2 0 Volume Jan (3) 570. Benang tenunan 12.296 37030 990.933 13.95 2212 1338. Sarung tenunan 10.00 200. Seng atap 14.

904 221.656 10.00 76 - Okt (12) 2445.00 7.34 2412 1365.00 3000.00 13 21 3 1142.49 92.00 - Jumlah (15) 23142.16 345.30 13.28 1300 1342.00 - Nop (13) 4239.00 0.00 4990.48 3.00 62300 1768.00 257.00 0.946 49.1.308 82.00 44198.00 250.01 52.00 645.00 52 - Sep (11) 2794.79 1218.00 69.00 370.381 11.00 2800.00 83.17 81.00 4400.21 70.00 196.875 13.79 2064.00 565.00 2200.458 9 65 0.00 4358.70 2.00 19310.78 100.641 0.30 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 339 .651 24900 1742.13 279.89 159954.646 155.652 4 0.10 298.00 5 13 1135.46 0.00 17.00 175.31 0.00 200.00 41.15 Juli (9) 942.851 27.00 974.15 290.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Table 8.5 Menurut Jenis Barang dan Bulan 0 7 Volume Juni (8) 1879.40 10 128 2 21.00 23 - Ags (10) 1630.00 5200.00 650.23 5.00 50.97 9 50 1 27.00 64.00 - Des (14) 781.

Januari 02.176 340 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1. Mei 06. Pebruari 03. Oktober 11.314 1. Juli 08.6 Banyaknya Komoditi Beras yang Disalurkan menurut Kelompok Penggunaan dan Bulan Penyaluran di Kabupaten Belu 2007 (Ton) Bulan (1) 01. Juni 07.177 953 927 957 777 892 751 609 1.102 347 10. Nopember 12.270 RASKIN (3) 819 589 596 622 434 534 392 250 755 4. Desember Tahun 2007 Sumber : Perum Dolog Source : PNS/POLRI/ TNI (2) 370 399 358 364 331 335 343 358 359 359 347 347 4.991 Pedagang/ Usaha Lainnya (4) 915 915 Jumlah (5) 370 1. Agustus 09. Maret 04. September 10.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. April 05.

Perhotelan Hotels .

Kobalima 11. Losmen Hotel. Losmen Hotel. Malaka Tengah 06. Lodgin gs (5) 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 0 0 16 2007 Kamar Rooms (6) 0 0 0 0 35 0 0 0 0 0 0 0 223 0 0 0 0 258 Tempat Tidur Beds (7) 0 0 0 0 59 0 0 0 0 0 0 0 426 0 0 0 0 485 (1) 01. Lodgin gs (2) 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 0 0 16 Kamar Rooms (3) 0 0 0 0 35 0 0 0 0 0 0 0 216 0 0 0 0 251 Tempat Tidur Beds (4) 0 0 0 0 59 0 0 0 0 0 0 0 417 0 0 0 0 476 Hotel. Malaka Timur 08. Lasiolat 17. dan Tempat Tidur Menurut Kecamatan Numbers of Hotel/Lodgings. Laen Manen 09. Kota Atambua 14. Rooms. Rinhat 03.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. Raimanuk 10. Wewiku 04.2. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 343 . Kakuluk Mesak 13. and Beds by District 2006 . Weliman 05. Raihat 16. Malaka Barat 02.1 Banyaknya Akomodosi Hotel/Losmen. Sasita Mean 07. Tasifeto Timur 15. Jumlah Kamar. Tasifeto Barat 12.2007 2006 Kecamatan District Hotel.

Raihat 16. Raimanuk 10.32 (1) 01. Malaka Timur 08. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean 07.80 0 0 0 0 0 0 0 9.89 0 0 0 0 9. Wewiku 04.407 0 0 0 0 0 0 0 11.407 0 0 0 0 0 0 0 11.2 Banyaknya Tamu Menurut Kewarganegaraan dan Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar Numbers of Guest by Citizen and Average Occupancy Rate of Hotel 2007 Banyaknya Tamu Nuimbers of Guest Kecamatan District Jumlah Total WNA Foreigner WNI Indonesian Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar Average Occupanc y Rate (5) 0 0 0 0 5. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua 14. Malaka Tengah 06. Tasifeto Barat 12.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. Weliman 05. Malaka Barat 02. Kobalima 11.2.740 (4) 0 0 0 0 1.333 0 0 0 0 12. Lasiolat 17.962 0 0 0 0 13. Lamaknen Kabupaten Belu (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 629 0 0 0 0 629 (3) 0 0 0 0 1.369 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 344 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Rinhat 03. Laen Manen 09.

BAB / CHAPTER 9 Transportasi & Komunikasi Transportation & Communications .

55 Km dengan perincian manurut status jalan sebagai berikut: jalan Kabupaten 689. politik.19%) dan jalan Negara 73. jalan Propinsi 169.72%). maka sarana angkutan ibarat darah yang mengalir melewati jalur urat nadi tersebut. Kendatipun panjang jalan tanah relatif masih cukup banyak namun cukup menggembirakan bahwa hampir semua desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Belu dapat dijangkau dengan kendaran umum. dan hankam di Kabupaten Belu.225 unit dan meningkat menjadi 1. transportasi darat diharapkan tampil sebagai urat nadi kehidupan sosial. Dalam kurun waktu 2005-2007 jumlah beberapa jenis kendaraan bermotor tiap tahunnya selalu menunjukkan peningkatan.65%. Kendaraaan roda empat atau lebih untuk angkutan penumpang (mikrolet dan bus) pada tahun 2005 sebanyak 1.40%) dan jalan tanah sepanjang 156. Pada tahun 2005 jumlah kendaraan bermotor roda dua 15.02%.95 Km (73.83%) Dilihat dari aspek kualitas permukaan jalan dari panjang jalan keseluruhan tersebut di atas yang berkategori diaspal 510. Guna menopang kelancaran perhubungan darat di Kabupaten Belu sampai dengan akhir tahun 2007 telah dibangun jalan sepanjang 932. Sistem transportasi harus ditata sedemiakian rupa agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pedesaan dalam rangka mobilisasi barang material maupun manusia sebagai faktor produksi sehingga pada gilirannya dapat memperpendek jarak kesenjangan tingkat pembangunan dengan daerah perkotaan.88 Km (38. Prasaran jalan merupakan media vital bagi kelancaran arus transportasi darat.00 km (7.90 Km (38. Bila prasaran jalan sebagai urat nadi.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION TRANSPORTASI & KOMUNIKASI PERHUBUNGAN DARAT  Sebagai bagian dari sistem transportasi regional yang terpadu.095 unit dan meningkat tajam menjadi 19. kebudayaan.928 unit pada tahun 2007 atau naik 32.90 km (18.282 unit pada tahun 2007 atau naik 4. Sedangkan untuk Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 347 .88%) kerikil/ diperkeras 264.98%).77 Km (22.

995 ton menurun menjadi 19.32%).74%). Volume bongkar barang lewat pelabuhan Atapupu pada tiga tahun terakhir perkembangannya cukup baik.72%. yang berfungsi sebagai kendaraan umum sebanyak 588 unit dengan perincian untuk angkutan penumpang 289 unit (naik 0.370 ton (turun 23. dan pick up pada periode waktu yang sama mengalami peningkatan 14.6 ton (turun 23. PERHUBUNGAN LAUT  Wilayah Kabupaten Belu adalah daerah bukan kepulauan (daerah daratan) tapi perhubungan laut merupakan sarana yang cukup penting untuk menunjang aktivitas perekonomian daerah. light truk. volume bongkar muat barang dan jumlah penumpang. Sedangkan banyaknya muat barang lewat pelabuhan Atapupu pada tahun 2005 sebanyak 25.007 orang (naik 31.04%).03%) dari tahun yang lalu. Pelabuhan laut Atapupu terletak di Kecamatan Kakuluk Mesak dan kegiatan pelabuhan ini relatif ramai karena mempunyai jaringan angkutan laut yang sifatnya regular.70%) dan angkutan barang 299 unit (naik 6. Volume bongkar terus bertambah. Sedangkan yang berangkat pada tahun 2006 348 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .330 ton.786. Kegiatan lalu lintas laut Kabupaten Belu yang tercatat adalah banyaknya kapal.88%) pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 turun lagi menjadi 15. Dengan volume bongkar jauh lebih tinggi dari volume barang yang dimuat menunjukkan bahwa hasil produksi Kabupaten Belu yang diantar pulaukan ke daerah lain masih sangat terbatas. baik yang datang berangkat.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER kendaraan angkutan barang (truk.646 ton (naik 20. Dari jumlah kendaraan roda empat atau lebih tersebut di atas.830 ton (3. dan sebaliknya lebih menjadi wilayah pasar hasil produksi dari Jawa dan daerah lainnya.99%) pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 meningkat menjadi 106. Dari satusatunya pelabuhan laut di Kabupaten Belu yakni pelabuhan laut Atapupu sesuai data akhir tahun 2007 terdapat 532 kali kunjungan kapal yang semuanya berklasifikasi sebagai pelayaran nusantara. menurun menjadi 84. Jumlah bongkar barang pada tahun 2005 sebanyak 88. Jumlah penumpang yang datang pada tahun 2006 sebanyak 2293 dan pada tahun 2007 tercatat sebanyak 3.

Bila dibandingkan dengan tahun 2006.304 orang atau turun sebesar 34. Pada tahun 2007 di Kabupaten Belu tercatat satu buah kantor pos dan 5 kantor pos pembantu.470 orang dan pada tahun 2007 tercatat 2.71% dan surat tercatat 1.896. Jumlah pelanggan sampai akhir tahun 2007 sebanyak 3. PT Pos dan Giro serta PT Telkom diharapkan mampu meningkatkan kinerja pelayanannya sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat tersebut.92%. POS DAN TELEKOMUNIKASI  Pembangunan pos dan telekomunikasi merupakan sarana yang amat penting mencakup jangkauan pelayanan regional.034 orang yang datang dan 1.577 buah atau 6. Dibandingkan dengan tahun lalu.81%.37%.00%.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION sebanyak 1.800 buah paket surat dengan rincian surat biasa 3.5%.119 sambungan pelanggan dengan perincian sebagai berikut pemerintah 395 sambungan atau 12.   PERHUBUNGAN UDARA  Di Kabupaten Belu mempunyai satu pelabuhan udara yakni pelabuhan udara Haliwen.431 orang atau naik 6. Jumlah pesawat yang datang dan berangkat pada tahun 2007 sebanyak 98 kunjungan pesawat.120 yang berangkat dibandingkan dengan tahun 2006 jumlah penumpang yang datang dan berangkat tercatat sebanyak 3. nasional dan internasional sehingga arus informasi dan data dapat menjangkau seluruh dimensi ruang dengan baik dan lancar sebagaimana upaya yang telah dilakukan pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kompeten.718 atau 77. jumlah pelanggan telepon mengalami peningkatan sebesar 41.154 orang yang terdiri dari 1.724 sambungan atau 87.000. Sedangkan jumlah barang yang dipaketkan dan jumlah uang yang diweselkan melalui kantor pos ini masing-masing sebanyak 17.34% adalah pelanggan swasta dan perorangan.66% dan 2. Jumlah penumpang yang datang dan berangkat pada tahun 2007 sebanyak 2.Untuk sarana telekomunikasi pada tahun 2007 terdapat satu buah kantor BUMN.52%.060. kilat 17. pesawat yang datang dan berangkat tercatat 100 kunjungan sehingga mengalami penurunan sebesar 2. Meningkatnya permintaan akan jasa pos dan telekomunikasi sebagai konsekuensi logis dari adanya kemajuan pembangunan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.505 buah atau 15.409 kg dan Rp 2. Dari jumlah sarana kantor pos tersebut sepanjang tahun 2007 melayani pengiriman surat sebanyak 22. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 349 .

2007 20000 18000 16000 14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 Sepeda Motor Truck 2006 Sedan 2007 Sumber : Polres Belu 350 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Persentase Panjang Jalan di Belu Menurut Kondisi Jalan Tahun 2007 Rusak Berat 28.73% Sedang 16.47% Baik 37.2. Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya Tahun 1998 .04% Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Gambar 9.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Gambar 9.75% Rusak 17.1.

2007 60000 50000 40000 30000 20000 10000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Sumber : PT Telkom Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 351 . Banyaknya Pemasangan Jaringan Telepon oleh PT Telkom di Kabupaten Belu Tahun 1998 .TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Gambar 9.3.

Perhubungan Darat Land Transportations .

46 12. combi.605 38 465 - Jumlah / total Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 18.733 26. Lain . traktor 06.1. pick-up. tangki. microbus 05.54 9. Truck.40 11.928 370 45 1. dan sejenisnya/ bus. Bis. Jeep / salon station 03. Sedan / car 04.806 23.5 4.1 Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kendaraan Numbers of Motor Vehicles in Belu regency by Type of Motor Vehicles 2006.282 1. light truck.384 338 40 1.57 23.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.49 8.20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 355 .67 - Jenis Kendaraan Type of Vehicles (1) 01.lain / others 2006 (2) 15.2007 Perubaha n (%) (4) 29. Ambulance 07.228 1. Station Wagon 08. Sepeda motor / motor cycle 02.440 35 376 - 2007 (3) 19. bis mini.

tilang .290 1.03 -30.luka ringan / light 03.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.180 145 179 29 79 71 246.mati / death . Kerugian (rupiah) Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 356 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .luka berat / seriously .802 477 1.000 Perubahan (%) (4) -47.800.401 1.71 -61.000 2007 (3) 1. Pelanggaran / delinquency 2006 (2) 3.53 -23.1.20 -13.kecelakaan / accident 02.29 -43.68 -17.711 208 317 38 96 183 286.83 .2 Banyaknya Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Belu Numbers of Delinquency and Traffic Accident in Belu regency 2006 . Korban .02 -31.450.2007 Jenis Kendaraan Type of Vehicles (1) 01.non tilang .02 -63.

091 5.708 352 37 141 79 3. STNK.B I umum .003 245 3 140 13 2. yang dikeluarkan Resort Kepolisian Kabupaten Belu Numbers of Driving and Vehicles License Issued by Type 2006 -2007 Perubahan (%) (4) -19.B II -C 02.102 2007 (3) 3.943 7.01 -30. dan BPKB.77 Rincian (1) 01.1. STNK 03.841 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 357 .3 Banyaknya SIM.89 -0.36 152.82 -26.602 3.71 -83.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Surat ijin mengemudi / driving lisence -A .40 -91. BPKP Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 2006 (2) 3.355 3.A umum -BI .54 -15.

62 10.39 - Trayek (1) 01. Bus Menutur Trayek di Kabupaten Belu 2006 .39 -3. Angkutan antar kota antar propinsi 2006 (2) 72 138 77 - 2007 (3) 71 133 85 - Jumlah / total Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Belu 287 289 0. Angkutan antar kota dalam propinsi 04. Angkutan kota 02.70 358 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Angkutan pedesaan 03.4 Banyaknya Mobil.2007 Perubahan (%) (4) -1.1.

Tangki Jumlah (4) 72 583 255 56 Jumlah / total 299 667 966 Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 359 . Truck 02.5 Banyaknya Mobil Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Sifat 2007 Sifat Umum (2) 29 255 11 4 Tidak Umum (3) 43 328 244 52 Jenis (1) 01.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.1. Pick-up 04. Truck mini 03.

19 73.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION (kilometer) Tabel / Table 9.55 100.6 Panjang Jalan Menurut Status Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Road Status in Belu Regency 2007 Status Jalan Road Status (1) Negara / state Propinsi / provicial Kabupaten / regency Lokal / local Panjang Length (2) 73.98 - Jumlah / total Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu 932.83 18.1.00 169.00 360 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .60 689.95 - Persentase (3) 7.

00 73.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.00 % (7) 38.54 100.88 38.60 (6) 268.02 3.7 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Type of Surface in Belu Regency 2007 Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road (kilometer) Jenis Permukaan Jalan Type of Surface (1) Aspal / asphalt Kerikil / grave Tanah / earth Lainnya / others Jumlah / total % (3) 100.40 22.00 % (5) 100.00 (2) 73.00 100.00 (4) 169.1.28 264.91 153.60 169.75 689.00 100.18 0.95 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 361 .

00 689.25 - % (5) 65.72 30.08 (1) Baik / good Sedang / moderate Rusak / damaged Rusak berat badly damaged (2) 65.87 22.00 100.65 235.56 34.93 % (7) 25.52 7.14 Jumlah / total 73.8 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Condition in Belu Regency 2007 (kilometer) Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road Jenis Permukaan Jalan Type of Surface % (3) 89.40 (6) 175.85 123.78 9.75 10.73 17.95 100.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.00 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu 362 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .48 - (4) 110.1.07 5.60 100.00 169.31 155.700 18.27 11.49 17.

00 100.00 % (5) % (7) (1) Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IIIA Kelas IIIB Kelas IIIC Tidak terperinci no stated Jumlah / total (2) 73.9 Panjang Jalan Menurut Kelas Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Class Road in Belu Regency 2007 (kilometer) Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road Jenis Permukaan Jalan Type of Surface % (3) 100.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.00 100.00 100.00 100.95 100.00 (4) 169.00 73.60 169.1.00 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 363 .60 (6) 689.95 689.

Perhubungan Udara Air Transportations .

Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 367 .120 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah Sumber : Kantor Pelabuhan Udara Haliwen.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Atambua Source : Haliwen Air Port Office.1 Jumlah Pesawat dan Penumpang Datang dan Berangkat di Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan Numbers of Aircraft and Passengers Arrival and Departures Via Haliwen Air Port by Month 2007 Pesawat Aircraft Datang Berangkat Arrivals Departures (2) (3) 9 7 8 9 9 7 9 9 4 13 7 7 98 9 7 8 9 9 7 9 9 4 13 7 7 98 Penumpang Passengers Datang Berangkat Arrivals Departures (4) (5) 193 81 44 68 123 58 95 109 22 106 63 72 1.034 119 119 96 78 159 63 102 140 29 86 47 82 1.2.

039 499 573 927 193 118 658 431 6.2.271 387 490 932 159 484 173 524 16.2 Banyaknya Bongkar Muat Barang. Haliwen Air Port Office. Atambua Source . Bagasi.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.583 Pos Paket Muat Bongkar Load Unload (6) (7) 0 0 56 32 30 0 0 10 0 10 0 0 138 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Bulan / Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember /November Desember / December Jumlah Sumber : Kantor Pelabuhan Udara Haliwen.356 649 575 292 629 1. dan Pos Paket Lewat Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan Volume of Cargo Loaded/ Unloaded Via Haliwen Air Port by Month 2007 Barang (kg) Muat Bongkar Load Unload (2) (3) 0 0 0 0 0 0 0 45 0 0 0 0 45 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Bagasi (kg) Muat Bongkar Load Unload (4) (5) 738 838 890 470 10. Atambua 368 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

Perhubungan Laut Sea Transportations .

007 2.431 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 371 .1 Banyaknya Kunjungan Kapal dan Arus Penumpang di Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Numbers of Ship Visit and Passenger via Atapupu Port by Month 2007 Kunjungan Kapal Ship Visit (2) 26 47 46 39 43 37 41 44 52 56 64 37 Penumpang Passengers Datang Berangkat Arrivals Departures (3) (4) 94 120 193 30 76 155 542 520 179 578 275 245 94 53 174 70 145 175 401 282 216 319 318 184 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah 532 3.3.TRANPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.

548 2.865 4.012 9.289 8.617 2.261 6.834 8.361 3.602 3.168 Barang (ton) (3) 4.608 10.810 3.458 3.620 12.170 4.646 0 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office 372 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .850 10.2 Banyaknya Bongkar BBM.182 3.986 8.729 Hewan (ekor) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 40.114 9. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Volume of Cargo Loaded Via Atapupu Port by Month 2007 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December BBM (kiloliter) (2) 3.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.501 3.495 3.173 13.204 106.3.597 2. Barang.

526 1.370 21.272 1.335 Hewan (ekor) (4) 267 281 1.975 1.485 1.3. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Volume of Cargo UnLoaded Via Atapupu Port by Month 2007 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December BBM (kiloliter) (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Barang (ton) (3) 710 477 1.304 2. Barang.236 1.268 2.979 2.102 1.3 Banyaknya Muat BBM.216 2.TRANPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.282 0 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 373 .303 Rumput (M3) (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 0 15.223 996 3.223 2.048 647 1.567 439 1.773 3.

Pos & Telekomunikasi Post & Telecommunications .

359 4.1 Banyaknya Surat Yang dikirim lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan dan Jenis Surat Numbers of Postal Mailed by Triple-Month and Type 2007 Surat Yang Dikirim Postal Mailed Triwulan Biasa General Mail (2) 261 276 1. Pos Indonesia.726 22.800 (1) I II III IV Jumlah / total Sumber : PT.087 6.197 4.718 Tercatat Registered Mail (4) 292 366 480 439 1.505 Kilat Express Mail (3) 4.433 4.986 5.410 1.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.558 3.4.001 6. Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 377 .729 17.577 Jumlah Total (5) 4.

000 288.604.000 Sumber : PT.200 2.300.4.141. Pos Indonesia. Atambua 378 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 673.337.2 Banyaknya Uang Yang diweselkan lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 .000 663.023.000 276.475.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.896.809.309.000 2007 (3) 752.2007 (rupiah) Triwulan (1) I II III IV Jumlah / total 2006 (2) 239.060.750.800 806.000 1.000 218.616.

2007 (Kilogram) Triwulan (1) I II III IV Jumlah / total Sumber : PT.00 3. Pos Indonesia.00 5.409 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 379 .00 14.3 Banyaknya Barang yang Dipaketkan lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 .667.00 2.357 1.929.379.455 17.00 2007 (3) 409 5.841.042.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.4. Atambua 2006 (2) 3.188 10.

TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.4 Jumlah Sambungan Telepon Yang Disambung Menurut Jenis Pelanggan per Triwulan 2007 (Sambungan) Triwulan (1) I II III IV Pemerintah (2) 395 395 395 395 Swasta / Perorangan (3) 2.4.119 3.724 2.724 2.724 Jumlah (4) 3.724 2.119 Sumber : Kantor Cabang Telekomunikasi Atambua 380 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .119 3.119 3.

BAB / CHAPTER 10 Keuangan & Harga .Harga Financial & Prices .

Dari sisi pengeluaran dalam tahun anggaran 2006 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 383 . lain-lain pendapatan yang sah 1. Pada tahun anggaran 2006 realisasi penerimaan APBD Kabupaten Belu 374. pemerintah pada umumnya cenderung menggunakan prinsip anggaran berimbang dan dinamis. PAD hanya memberikan kontribusi sebesar 3. retribusi daerah. laba BUMD dan penerimaan lain-lain yang hanya sebesar 3. maka keinginan untuk meningkatkan pengeluaran pemerintah semakin mendesak. Dengan PAD yang terdiri dari komponen pajak daerah.943 milyar rupiah atau meningkat 51.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES KEUANGAN & HARGA-HARGA KEUANGAN DAERAH  Dalam perencanaan anggaran dan belanja daerah.95% dari total penerimaan memperlihatkan bahwa otonomi daerah masih dalam jargon politis.22% dari tahun anggaran sebelumnya. Berimbang berarti harus diusahakan keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran sedangkan dinamis berarti makin meningkatnya jumlah anggaran dan sumber pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga kemampuan untuk membiayai daerah sendiri semakin nyata sekaligus ketergantungan pada bantuan pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) semakin dikurangi. sedangkan selebihnya masing-masing subsidi daerah otonom dan bantuan pembangunan pemerintah pusat atau dana perimbangan 94.59%.95%. Sedangkan secara finansial perlu upaya yang lebih keras dari pemda dan seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkannya. Dari total penerimaan tersebut. Akibatnya dalam perencanaan anggaran publik pada waktu mendatang akan bergeser dari pola anggaran berimbang ke anggaran defisit.46%. Seiring dengan tuntutan kebutuhan dan pembangunan pemerintah daerah untuk semakin menggairahkan aktivitas ekonomi dan sosial melalui pola pemberdayaan masyarakat. Apalagi ada kesan bahwa masingmasing sektor institusi pelayananan publik berlombalomba mencari legitimasi politis pihak legislatif untuk mendapatkan anggaran yang lebih besar.

760 juta rupiah atau ratarata tiap anggota mempunyai simpanan sebesar 70.91 %. Hal ini diperparah dengan ulah segilintir pengusaha swasta yang sering memperalat koperasi untuk melegitimasi aktivitas terselubung dalam mengeruk keuntungan pribadi. belanja perjalanan dinas. biaya pemeliharaan.113. belanja barang. belanja Operasi dan Pemeliharaan 20.51 %.66% memperlihatkan bahwa komitmen pemerintah terhadap kepentingan masyarakat dalam bidang alokasi anggaran perlu ditingkatkan lagi pada waktuwaktu mendatang. belanja Modal 23.097 milyar rupiah atau meningkat 38. Khusus untuk pengeluaran belanja publik sendiri yang berjumlah 229. Sementara 69.118 rupiah. dimana semua telah berbadan hukum. Dengan posisi pengeluaran pemerintah daerah yang di dominasi pengeluaran untuk belanja publik sampai 69.91% dari tahun anggaran 2005 dari jumlah pengeluaran belanja aparatur seperti belanja pegawai.66% (229.945 milyar) adalah pengeluaran untuk belanja pelayanan publik.48 % dan belanja tidak terduga 0. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Karena itu secara konseptual koperasi harus mampu tampil sebagai penyelamat ekonomi rakyat dari ancaman badai ekonomi kapitalis yang mengandalkan kekuatan modal individual. KOPERASI  384 Koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional dan sebagai salah satu pelaku ekonomi yang memperoleh legitimasi formal dalam konstitusi. belanja bagi hasil dan bantuan keuangan 2. Jumlah anggota KUD sebanyak 15. Dibandingkan dengan tahun lalu.152 milyard rupiah (30.889 orang dengan total simpanan sebesar 1. dan lain-lain sebesar 100.19 %.91 %.34%).945 milyard rupiah tercatat pos pengeluaran yang menyedot dana paling tinggi adalah belanja Administrasi Umum 52. Pada tahun 2007 jumlah KUD di Kabupaten Belu sebanyak 14 unit dan 67 unit koperasi non KUD.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES sebanyak 330. Namun dalam operasionalisasinya. lembaga koperasi terutama Koperasi Unit Desa (KUD) masih kalah bersaing bahkan mati suri karena keterbatasan Sumber Daya Manusia yang berwatak sosial.

05% pada tahun 2005 serta tahun 2006. solar. dan tembakau 3. Tingkat inflasi tertinggi di Belu pernah terjadi pada tahun 1998 sebesar 58.19%. struktur ekonomi yang kurang seimbang dan tingginya jumlah uang yang beredar di tangan masyarakat. Untuk koperasi non KUD jumlah anggota 5.02 %. rekreasi. naiknya harga struktur input barang import yang sangat rentan terhadap kurs mata uang asing. dan olahraga adalah sebesar -0.52%) dengan jumlah simpanan 2.754 orang (naik 32. Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan dasar perhitungan laju inflasi dengan menjadikan Kota Atambua sebagai barometer fluktuasi harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Belu. Pada tahun-tahun setelah itu tingkat laju inflasi berjalan fluktuatif karena manajemen perekonomian nasional masih ditandai dengan kebijakan kenaikan harga barang dan jasa strategis seperti listrik.27%.76%. transportasi dan komunikasi 0. Ada banyak faktor yang menyebabkan inflasi antara lain karena kapasitas permintaan terhadap suatu barang dan jasa melebihi volume persediaannya.110 juta rupiah (naik 29. HARGA – HARGA  Harga merupakan tingkat nilai dari suatu barang atau jasa yang ditawarkan atau nilai perolehan atas barang dan jasa yang harus dibayar konsumen. Sedangkan tingkat inflasi untuk pendidikan. rokok. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 385 .06 % dan 10.11%. Gejala meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dikenal dengan istilah inflasi. makanan jadi.74%. bensin. Secara parsial pada tahun 2007 tingkat inflasi tertinggi terjadi pada kelompok perumahan 30.82%). sandang dan kesehatan 4. dan tarif telepon yang terus mengalami penyesuaian harga sehingga pada gilirannya akan menaikan berbagai kebutuhan pokok karena barang-barang strategis tersebut mempunyai kaitan langsung dengan produksi dan distribusi.03% menyusul bahan makanan 7.59% pada tahun 2004 naik menjadi 16. dan 2007 masing-masing dengan laju inflasi 7. Adapun laju inflasi umum yang terjadi berdasarkan akumulasi perubahan IHK per bulan di kota Atambua terhadap tujuh kelompok komoditas barang dan jasa 5. minyak tanah.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES jumlah simpanan anggota KUD menurun 8.807.14% yang disebabkan oleh dampak krisis moneter dan krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997 dan mencapai momentum pada tahun tersebut.50%. Karena itu upaya pencegahan inflasi harus berawal dari pengamatan yang cermat terhadap faktor penyebab utama inflasi di suatu wilayah.

00 -4.2007 12.00 0.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Gambar 10.00 -2.00 6.1.2007 60 50 40 30 20 10 0 -10 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu 2007 Gambar 10.00 10.00 4.2. Laju Inflasi Kota Atambua Tahun 1998 . Laju Inflasi Kota Atambua Menurut Bulan Tahun 2001 .00 2001 Sumber : BPS Kabupaten Belu J an Peb Mar Apr Mei J un J ul Ags Sep Okt Nop Des 2002 2003 2004 2005 2006 2007 386 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 2.00 8.

Keuangan Pemerintah Daerah Finance of The Regional Government .

Bagi Hasil Pajak dan Bagi Hasil Bukan Pajak 3.942.2.3. Dana Alokasi Khusus (DAK) 4.435 2. Dana Alokasi Umum (DAU) 3. Bagian Laba Usaha Milik Daerah 2.390.986.259.530.066.594 5.637. BAGIAN SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN TAHUN LALU Jumlah (2) 14. BAGIAN PENDAPATAN ASLI DAERAH 2.2.000.704.437.643.3.000 28.1.811.792 354.659.1.4.348 597.000 5. Retribusi Daerah 2.447.169.701 6.167.060 20.295.589. TRANFER DARI DANA CADANGAN 6.4.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.489.500 303.605. Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi 3. Pendapatan Asli Daerah yang Sah Lainnya 3.1.487.590 374. BAGIAN DANA PERIMBANGAN 3. PENERIMAAN LAINNYA 5.085 2.791.1 Realisasi Penerimaan Daerah Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2006 ( rupiah) Jenis Penerimaan (1) 1.560 2. Pajak Daerah 2. PINJAMAN PEMERINTAH DAERAH PENERIMAAN DAERAH Sumber : Survei Keuangan Pemerintah Daerah Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 389 .000.

150 - 390 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4.2 Realisasi Pengeluaran Pemerintah Daerah Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2006 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) A.1.739 5. Belanja Modal Alat-Alat Angkutan 3.711.2. Belanja Perjalanan Dinas 2.879 77.505.503.299 10.9.3. Belanja Modal Alat-Alat Studio 3.1.746. Belanja Barang dan Jasa 2. BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN 2. Belanja Modal Bangunan Gedung 3.373.117 15. Belanja Modal Alat-Alat Kantor 3.4.152.329.1.3.7. Belanja Pegawai / Personalia 1.503.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. BELANJA ADMINISTRASI UMUM 1.766 8.113.2. Belanja Barang dan Jasa 1. Belanja Modal Instalasi 3.612.166.530.986.107 52. BELANJA APARATUR DAERAH 1.521. Belanja Modal Tanah 3. Belanja Pemeliharaan 3.281.456.6.1. Belanja Perjalanan Dinas 1.497 4.501.4.920. Belanja Pegawai / Personalia 2. BELANJA MODAL 3.386 7.585. Belanja Modal Pos Jaga Jumlah (2) 100.622 4.539.925 5. Belanja Pemeliharaan 2.2.3.109. Belanja Modal Buku Perpustakaan 3.591.8.5. Belanja Modal Jaringan 3.432.000 221.

8.1. Belanja Pegawai / Personalia 1.2. Belanja Pemeliharaan 2. Belanja Modal Bangunan Gedung 3.723.5.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Lanjutan / Continued Table 10.4.883.391 - Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 391 . Belanja Modal Jaringan 3.375 121. Belanja Modal Alat-Alat Besar 3.931. Belanja Perjalanan Dinas 2. Belanja Modal Alat-Alat Angkutan 3.1.723.3.198.673.385.243 54. Belanja Bangunan Air 3. Belanja Modal Instalasi 3.3.671.346.243 48.2 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) B. Belanja Pegawai / Personalia 2.7.1.954.1.418.226 108.308 6.057 26.500.6.390 8.885.086.049.554. Belanja Modal Tanah 3. Belanja Modal Alat-Alat Bengkel Jumlah (2) 229.906.176 1.944.9. BELANJA ADMINSTRASI UMUM 1. BELANJA PELAYANAN PUBLIK 1.4.227. BELANJA MODAL 3. Belanja Barang dan Jasa 1. Belanja Barang dan Jasa 2.776 3.500 6.108 8.692.3.4. Belanja Modal Alat-Alat Kantor 3.317.274. Belanja Perjalanan Dinas 1.094. Belanja Pemeliharaan 3.762.2. BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN 2.2.

Belanja Modal Usaha 3./Kota 4.4. Belanja Tidak Tersangka 426. Belanja Modal Hewan 3.1.12.1. BELANJA TIDAK TERSANGKA 5. Belanja Modal Alat-Alat Laboratorium 3. BELANJA BAGI HASIL DAN BANTUAN KEUANGAN 4.157 JUMLAH BELANJA DAERAH Sumber : Survei Keuangan Pemerintah Daerah Belu 330.202.11.2 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) 3.413.097. Belanja Modal Barang Bercorak Kebudayaan 3.17.10.15. Belanja Modal Sarana Penunjang 4.708. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Profesi 5.2. Belanja Modal Buku Perpustakaan 3.3.14.1. Belanja Bagi Hasil Pajak Kepada Pemerintah Kab. Belanja Modal Alat-Alat Studio 3.366.16.13.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Lanjutan / Continued Table 10. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Kemasyarakatan 4. Belanja Modal Alat-Alat Kedokteran 3.254 392 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Belanja Bagi Hasil Retribusi Kepada Pemerintah Desa 4.500 Jumlah (2) 5.

723 31.469.660 52.204.246 Target Penerimaan Pajak (Rupiah) (3) 1.692.090 37.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. Lasiolat 17.450 9.165 43.204.143 102.741.141.976 7.825.647.944 46.177.761 464.543 42. Tasifeto Timur 15.692.070.143 102.553.498 21.523.593 79. dan Realisasi Penerimaan Pajak Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Wajib Pajak (2) 4. Malaka Barat 02.756 Persentase realisasi (%) (5) 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 Kecamatan District (1) 01.941.593 79.761 464. Target.523.319 182.227.160 161.177. Raimanuk 10.004 Sumber : Dinas Pendapatan Daerah Tk.000.217 42. Kakuluk Mesak 13.061 3.661.773 48. Raihat 16.416. Sasita Mean*) 07.004 68.741.II Belu Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 393 . Kota Atambua*) 14.165 43. Pajak Bumi dan Bangunan 91.823.647.363 4.070.442 7.469.756 Realisasi Penerimaan Pajak (Rupiah) (4) 1.498 21.823.742 62.289 7.825. Pajak Pertambangan Jumlah A + B A. Malaka Timur 08.244.000 15.490 13. Tasifeto Barat*) 12.000 2.133 5.417 64.217 42.416.941.227 3.273.543 42.827. Laen Manen 09.090 37.000.154.178.000 13. Rinhat 03.111 8.660 52.417 64.244.773 48.358 4.553.178.319 182.742 62. Lamaknen*) B. Kobalima*) 11.944 46.723 31.178.160 161.978 2.051 5.273. Wewiku 04.154.004 68.011 4.227. Malaka Tengah 06.1.3 Jumlah Wajib Pajak .827.811 6.822 3.004 15.178.163 89.661.141. Weliman 05.

Koperasi Cooperative .

000 516.2.000 261. Anggota dan Simpanan Menurut Jenis Koperasi Numbers of Cooperative.000 2.354.505. KOPERASI SIMPAN PINJAM 05.576. KOPERASI ABRI 03. KPN 02. KOPERASI SEKOLAH 07.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.311 476 526 376 898 5. Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 397 .167 1. KOPERASI LAIN-LAIN Jumlah 67 Sumber : Dinas Koperasi. KOPERASI PENSIUNAN 04.000 2.416.807.000 (1) 01.1 Banyaknya Koperasi.000 497.110.608. Members and Saving Deposits by Kind of Cooperative 2007 Banyaknya Jenis Koperasi Koperasi Cooperativ e (2) 28 4 2 9 2 22 Anggota Members (3) 2. KOPERASI PEMUDA 06.651.000 605.754 Simpanan Saving Deposits ( ribuan rupiah) (4) 923.

Weliman 05. Lamaknen*) Kabupaten Belu Koperasi Unit Desa (KUD) (2) 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 14 Anggota Members (3) 1.000 40.657 449 1.000 108.531. Raihat 16.113.427 545 396 608 1.2. Laen Manen 09.810. Kakuluk Mesak 13.411.000 48. Tasifeto Barat*) 12.000 9.760.060. Rinhat 03.000 41.253 15.000 243.741.568. Malaka Barat 02.455 1.404 4. Malaka Timur 08.547 585 1.206. Simpanan di Koperasi Unit Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Member and Saving deposits in Village Unit Cooperation by District 2007 Banyaknya Kecamatan District (1) 01. Lasiolat 17.382.000 40.000 102. Malaka Tengah 06.558 1.750.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.000 46. Kobalima*) 11.2 Banyaknya Koperasi Unit Desa.884 Simpanan Saving Deposits ( Ribuan Rupiah) (4) 149. Sasita Mean*) 07.000 225.000 1.000 Sumber : Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Belu Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 398 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Raimanuk 10.927. Wewiku 04.699.675. Tasifeto Timur 15. Anggota. Kota Atambua*) 14.000 56.

Harga -Harga Prices .

45 284.01 243.42 187.77 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 401 .86 249.62 409.14 269.92 441.16 2005 (5) 279.57 432.24 265.90 312.15 344.16 178.11 333.74 321.82 369. Garam hancur / salt 06.50 520.19 428.00 652.49 236.99 102.40 543. Tekstil kasar / textile 09. Minyak tanah / karosene 07.1 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua Average of Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2002 .49 267.22 662.97 333.86 592.99 98. Batik kasar / batik rata-rata / average 332. Gula pasir / refined sugar 05.02 345.78 04.10 435.94 2007 (7) 133.58 280.72 256.99 585.68 331. Sabun cuci / soap 08.09 2003 (3) 264.32 311. Ikan asin / salted fish 03.00 587.23 345.2007 Komoditi Commodities (1) 01.31 260. Minyak goreng / cooking oil 2002 (2) 256.72 461.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.78 75.75 336.42 330.57 557.64 128.23 308.05 373.42 126.38 2006 (6) 313. Beras / rice 02.3.92 678.63 335.94 2004 (4) 261.16 312.33 434.36 113.00 142.09 239.05 310.

000.89 4.00 24.00 2.988.00 6.896.500.588.00 6.00 24.00 6.89 rata-rata / average 4.00 2.00 21.00 2.00 2.000.33 5.00 6.00 7.00 23.000.00 Garam Hancur / Kg (6) 2.750.67 7.750.500.00 6.00 2.00 2.000.750.00 2.00 6.500.75 23.67 7.000.00 7.00 2.133.896.750.00 7.896.00 21.000.00 7.00 2.00 4.000.67 7.000.033.000.00 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 402 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .750.00 7.750.00 6.000.000.850.750.000.000.00 24.00 21.56 6.835.896.00 6.67 7.000.00 Minyak Goreng / Botol (4) 7.500.67 4.000.500.500.033.750.750.00 25.00 6.67 7.33 5.766.896.988.500.89 5.500.00 25.00 7.00 Ikan Asin / Kg (3) 19.00 24.896.67 4.00 2.00 6.500.89 5.750.000.750.750.83 2.000.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Rata-Rata Bulanan Harga Eceran Sembilan Bahan Pokok Average retail Price of 9 Essential Commodities and 2 0 Beras / Kg (2) 4.67 7.500.33 5.000.67 Gula Pasir / Kg (5) 6.500.188.00 4.00 6.896.00 21.750.000.500.188.645.750.896.00 2.00 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December 4.

500.500.33 5.350.00 186.67 1.00 148.866.166.000.500.00 127.00 Emas / Gram (13) 127.00 32.500.30 6.00 33.275.00 6.33 Textil Kasar / Meter (9) 9.00 9.00 5.500.300.00 5.00 9.00 10.00 1.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.750.500.00 10.500.67 Sabun Cuci / Batang (8) 5.300.00 Semen / Sak (12) 32.500.554.135.00 10.00 216.00 9.300.67 2.300.00 137.67 2.000.400.750.00 1.666.000.00 32.000.40 9.666.00 9.00 9.000.00 32.955.133.000.500.00 4.22 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 403 .00 32.000.450.00 33.00 9.000.67 1.500.00 156.00 6.825.500.400.00 9.00 9.00 1.00 9.00 9.500.875.133.00 6.00 6.350.400.450.500.030.00 9.00 32.300.00 168.000.135.850.500.750.33 5.450.500.300.166.250.00 9.00 127.950.00 4.89 6.825.818.500.850.500.00 5.00 5.950.92 9.00 137.750.00 10.866.00 5.400.722.00 5.250.950.00 Batik Kasar /lembar (10) 9.00 9.00 33.955.666.500.00 6.000.00 168.825.00 1.3.850.00 9.00 148.00 1.67 1.450.500.00 33.2 dan Barang Srategis lainnya di Pasar Atambua Others Stratigies Commodities in Atambua Market 0 7 Minyak Tanah / Botol (7) 1.34 6.00 Tepung Terigu / Kg (11) 4.253.350.00 9.00 33.300.00 4.00 186.00 5.500.500.30 7.500.000.00 9.00 5.00 6.00 5.00 9.500.56 32.00 1.708.972.67 1.825.00 33.00 11.500.

36 199.38 141.77 128.88 170.68 170.00 124.78 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 404 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .14 139.47 176.36 199.38 rata-rata / average 133.77 128.42 126.81 179.81 179.81 179.88 187.47 179.81 Gula Pasir / Kg (5) 124.93 137.53 209.81 179.77 128.87 141.61 125.15 135.47 176.00 124.61 Ikan Asin / Kg (3) 158.53 Minyak Goreng / Botol (4) 176.14 137.42 187.47 176.77 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December 122.88 170.16 199.81 179.47 176.00 124.93 135.03 129.77 128.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Average Indeks Price of 9 Essential 2 0 Beras / Kg (2) 122.77 128.77 128.81 179.88 170.00 124.88 132.36 199.16 178.00 128.36 209.

96 126.87 120.31 92.56 75.56 105.00 100.56 105.00 75.44 107.00 75.00 75.00 75.31 92.00 100.31 92.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.99 102.44 107.67 116.31 92.67 116.36 113.56 105.00 105.00 75.00 100.56 Sabun Cuci / Batang (8) 101.87 120.31 92.44 111.3 Bahan Pokok di Kota Atambua Commodities in Kota atambua 0 7 Garam Hancur / Kg (6) 75.00 75.00 75.00 Minyak Tanah / Botol (7) 116.70 118.56 180.87 120.96 120.74 101.89 138.00 75.74 101.99 98.78 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 405 .59 120.14 Textil Kasar / Meter (9) 92.67 116.70 106.56 105.74 106.56 155.89 145.00 142.00 75.31 92.56 105.44 107.91 Batik Kasar /lembar (10) 100.3.31 107.83 155.83 145.00 75.00 75.67 138.00 100.56 180.00 100.

03 0.00 0.45 1.07 1.54 1.04 0.20 Perumahan (4) 10.30 0.91 0.00 -0. dan Tembakau (3) 1.77 1.00 1.50 3.34 0.00 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Bahan Makanan (2) 1.03 4.31 3.16 0.35 0.50 0.46 1.21 0.00 0.00 0.32 Desember / December Inflasi 2007 7.13 0.06 0.14 0.17 3.76 30.00 0.85 0.00 0.00 0.00 0.37 6. Rokok.04 0.02 0.00 0.27 0.36 0.05 2.53 Sandang (5) 0.63 1.11 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 406 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 0.00 1.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Inflasi Atambua Menurut Bulan Inflation Rate in Atambua 2 0 Makanan Jadi.00 0.00 0.44 0.56 0.04 -0.

06 0.00 4.19 10.24 0.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.11 -0.00 0.00 0.39 3.00 0.06 0.00 Transportasi dan Komunikasi (3) 0.24 0.51 5.38 0.00 0.32 4.00 0.56 0.74 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 407 .16 0.00 0.55 7.00 0.00 -0.00 -0.06 Kesehatan (1) 0.00 0.27 0.00 -0.61 4. dan Olahraga (2) 0.35 0.92 8.00 0.00 0.4 dan Kelompok Kebutuhan by Month and Group 0 7 Pendidikan.31 3.06 6.3.00 0.27 0.00 0.00 0.00 ( persen ) Umum (4) 3.43 6.00 0.00 0.00 0.81 10.00 -0.04 0.00 0.00 0.76 9.06 8. Rekreasi.

00 30. Transportasi & Komunikasi 2002 (2) 9. & Olahraga 7.2007 Komoditi Commodities (1) 1.76 -2. rekreasi.98 -0. Bahan Makanan 2.96 2007 (7) 7.74 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 408 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Pendidikan.11 4.27 4.12 0.11 6.59 16.3.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.94 2006 (6) 20.34 -0. Minuman.48 1.19 Umum 4.13 0.53 2004 (4) 11.81 76. Kesehatan 6. Perumahan 4.00 0.95 2.75 2003 (3) -1.00 0. Sandang 5.5 Laju Inflasi Kota Atambua Inflation Rate in Kota Atambua 2002 .79 2005 (5) 8.61 3.43 -2.06 0.27 0.03 0.50 3.03 0. Rokok & Tembakau 3.99 4. Makanan Jadi.34 0.75 -0.38 6.98 -2.13 57.03 4.71 30.99 5.05 7.11 -0.97 3.76 -2.11 76.03 -46.35 3.06 10.32 0.03 6.

802.007.384 5.809.263 2.070 4. Juli 08.730 Sumber : Pegadaian Pasar Baru Source : Pasar baru’s Pawnshop Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 409 . Mei 06.695 4. Oktober 11. Nopember 12.698.085 02.781 2.531 5. Pebruari 5.711.668.907 4.389 1.270 57.883 4.721.293 1.032 1. Agustus 09.063 4. Maret 04.942 1.571 Mobil/ TV/Tape Tanah Motor (Buah) (Bidang) (Buah) (3) (4) (5) 14 11 10 16 10 11 3 10 4 20 6 9 124 23 37 31 17 25 25 24 28 20 27 22 21 300 - Bangu nan (Buah) (6) - Lainnya (7) - Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 1.3.809.753.765 4.447 1.819 1.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.809.987 1. September 10.641 4. Desember Tahun 2007 4.6 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Pasar Baru Emas/Pe Bulan rhiasan (Gram) (1) (2) 01.339 1. Januari 5.822. Juni 07.744 21. April 05.121.694 1.770.277 03.

Desember Tahun 2007 Emas/Pe rhiasan (Gram) (2) 7. Maret 04.3. Pebruari 03.311 7.000 2.657 7.000 2. Juli 08. April 05.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.582.604 7.000 2. Agustus 09.171 146 Mobil/ TV/Tape Tanah Motor (Buah) (Bidang) (Buah) (3) (4) (5) 12 17 16 16 10 12 14 11 9 10 13 6 229 20 23 13 17 25 17 15 20 30 25 15 9 Bangu nan (Buah) (6) Lainnya (7) Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 2.7 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Atambua Bulan (1) 01.000 2.463 6.279.000 29.268 6.621.000 2. Oktober 11.185.400 7.000 Sumber : Pegadaian Atambua Source : Atambua’s Pawnshop 410 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . September 10.219.492.000 2.401 7.749 7. Nopember 12.406 7.000 2.048 7.030 87.000 2.615.000 2.205.727.000 2. Juni 07.386.834 7. Mei 06.781. Januari 02.000 2.375.517.

Oktober 11. Juli 08.344 5.065.193 1.147.580 4.010 4.222 1.703 4.312.055.437 1.281 4.240 13.116.874 52.3.746.205.672 4. April 05.737 4. Pebruari 03. September 10.970 4.914 1. Mei 06. Januari 02.264 3. Maret 04. Agustus 09.254.124.061.201 985.324 3.996 1.052 1.023 Sumber : Pegadaian Betun Source : Betun’s Pawnshop Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 411 .993 1.847 1.197 4.185.8 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Betun Bulan (1) 01.367 1. Nopember 12. Desember Tahun 2007 Emas/ Mobil/ TV/Tape Tanah Perhiasan Motor (Buah) (Bidang) (Potong) (Buah) (2) (3) (4) (5) 4.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.561 1. Juni 07.231.956 14 1 2 1 1 2 2 3 1 1 44 1 2 9 4 1 2 6 2 3 4 6 4 Bangu nan (Buah) (6) Lainnya (7) Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 1.

BAB / CHAPTER 11 Pendapatan Regional Regional Income .

3) sebesar 36%. Sementara itu. kontribusi sektor pertanian tahun 2006 mengalami sedikit peningkatan.8% pada tahun 2006 atau menjadi 995. STRUKTUR EKONOMI Bila diamati menurut sektor.8%.10). kontribusi terbesar dalam perekonomian Kabupaten Belu berasal dari sektor pertanian (lihat tabel 11. apabila PDRB dihitung menggunakan harga yang berlaku pada tahun dasar.2 hanya bertumbuh sebesar 4. Pada tahun 2005 nilainya mencapai 898. Sedangkan. Dibandingkan tahun sebelumnya. namun nilai PDRB atas dasar harga konstan pada tabel 11.024 milyar rupiah dan meningkat 10.66% (bandingkan dengan tabel 11. Apabila PDRB dihitung dengan menggunakan harga yang berlaku pada masing-masing tahun penghitungan disebut sebagai PDRB harga berlaku. Tabel 11. Salah satu indikator penting dalam mengetahui pendapatan regional adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). (tahun 2000) disebut sebagai PDRB harga konstan. sektor Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 415 .1 memperlihatkan nilai PDRB atas dasar harga berlaku yang terus meningkat dalam kurun waktu 2005-2006. sehingga mempunyai peranan penting dalam mengetahui tingkat kegiatan ekonomi dan kepesatan pertumbuhannya. dalam hal ini Kabupaten Belu. Sekalipun PDRB atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan yang cukup siginifikan yaitu 10.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME PENDAPATAN REGIONAL PDRB ATAS DASAR BERLAKU DAN HARGA KONSTAN Pendapatan regional menggambarkan tingkat produksi dari suatu wilayah yang dicapai dalam suatu tahun tertentu termasuk perubahannya dari tahun ke tahun. dalam satu tahun tertentu. Kondisi ini menunjukkan bahwa walaupun secara absolut rata-rata pendapatan masyarakat meningkat namun daya beli dari pendapatan tersebut masih tergolong rendah.146 milyar rupiah. PDRB merupakan total nilai tambah barang dan jasa yang diproduksi dalam wilayah tertentu.

97%.10). dan jasa perusahaan 4.98%. pada sektor jasa-jasa didominasi oleh sub sektor pemerintahan umum yang memberikan share 17. baik yang berasal dari produksi local maupun dari daerah lain. Sektor berikutnya yang tidak kalah penting dalam perekonomian Kabupaten Belu adalah sektor perdagangan. persewaan. Secara umum 416 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .05% terhadap total PDRB. Hal ini tidak lepas dari kontribusi nilai tambah sektor-sektor vital Kabupaten Belu.92%.88% sedangkan jasa swasta hanya 7. industri. namun pada tahun 2006 mencapai pertumbuhan positif sebesar 4. dan yang terendah adalah sektor listrik dan air minum sebesar 0. secara agregat perekonomian Kabupaten Belu bertumbuh sebesar 4. dan restoran yang memberikan share 14. sector industri 1.66% pada tahun 2006 (lihat tabel 11. sektor konstruksi 6.97% pada tahun 2006. Sektor-sektor ekonomi lainnya yang memberikan kontribusi terhadap PDRB masingmasing sektor pengangkutan dan komunikasi 7.19%.99% lalu turun menjadi 4. Sektor perdagangan yang didominasi oleh sub sektor perdagangan besar dan eceran secara sederhana menggambarkan perputaran uang serta fluktuasi barang yang diperdagangkan yang berasal dari sektor pertanian. Bila dicermati secara parsial. hotel.62%. sehingga apabila alokasi anggaran jasa pemerintah melalui DAU dan DAK mengalami goncangan maka dapat dipastikan akan sangat mempengaruhi aktivitas sektor jasa-jasa bahkan terhadap perekonomian secara keseluruhan. Pertumbuhan tertinggi pada tahun 2006 dicapai oleh sektor jasa-jasa yaitu sebesar 5.67% pada tahun 2005.17%. sektor pertanian mengalami pertumbuhan negatif sebesar 5.04%. PERTUMBUHAN EKONOMI Pada tahun 2005.91%. serta penggalian di Kabupaten Belu. sementara pada tahun sebelumnya mencapai 16. setor keuangan.62%. namun demikian. Secara parsial.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME jasa-jasa memberikan kontribusi terbesar kedua dalam struktur perekonomian Kabupaten Belu sebesar 24.24%. sektor penggalian 3. Kecilnya kontribusi jasa swasta mengindikasikan masih sangat terbatasnya aktivitas sektor jasa oleh kalangan swasta.

03%.484 juta rupiah (tabel 11.11).03%. secara riil (pendapatan perkapita menurut harga konstan) pergerakannya perkapita penduduk Kabupaten Belu tergolong relatif kecil. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 417 . Dengan demikian meningkatnya akumulasi nilai tambah dari aktivitas berbagai sektor ekonomi di satu sisi. PENDAPATAN PERKAPITA Angka pendapatan perkapita merupakan indickator yang paling sering digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan penduduk dalam suatu wilayah. meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 2. Apabila peningkatan produksi fisik barang dan jasa sekaligus diikuti dengan peningkatan indikator harga.683 juta rupiah. Angka ini memperlihatkan bahwa produktivitas penduduk Kabupaten Belu meningkat sebesar 2. maka secara nominal pendapatan perkapita akan bertambah dengan pesatnya. sekalipun angka pendapatan perkapita dijadikan sebagai indikator kesejahteraan namun belum mutlak menggambarkan penyebaran pendapatan pada setiap strata masyarakat. yaitu meningkat hanya sebesar 2.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME seluruh sektor PDRB menunjukkan laju pertumbuhan yang menurun (kecuali sektor pertanian) dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu apabila peningkatan nilai nominal pendapatan perkapita masyarakat ternyata lebih banyak dikontribusi oleh meningkatnya harga balas jasa faktor-faktor produksi maka dapat dikatakan bahwa peningkatan pendapatan perkapita tersebut belum mendongkrak daya beli masyarakat secara riil. sementara di sisi lain bila terjadi penekanan laju pertumbuhan penduduk maka akan mendorong lebih cepat perkembangan tingkat pendapatan perkapita. Pada tahun 2006 rata-rata pendapatan perkapita penduduk Belu mencapai 2. Walaupun mengalami peningkatan. karena nilai pendapatan perkapita yang ada merupakan hasil bagi antara akumulasi nilai tambah dari seluruh strata ekonomi masyarakat (baik kaya maupun miskin) dengan total penduduknya.

000 2.2.00% -4.000.00% 8.500.000 1.1.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Gambar 11. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Belu Tahun 2000 .2006 10.000. Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu Tahun 2000 .2006 2.000 1.00% 6.00% 0.00% -6.00% 4.00% 2.00% 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 Sumber : BPS Kabupaten Belu Gambar 11.500.000 500.00% -2.000 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu 418 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

Bangunan : Perdagangan.00% 30. Persentase Peranan Sektor – Sektor Terhadap Pembentukan PDRB di Kabupaten Belu Tahun 2000 . Pengangkutan. Pertambangan dan Penggalian : Industri Pengolahan.2006 100.00% 0. Listrik & Air Bersih.00% 80.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Gambar 11.00% 70.00% 20.3.00% 60.00% 2000 2001 primer 2002 2003 sekunder 2004 tersier 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu Keterangan : Primer Sekunder Tertier : Sektor Pertanian.00% 40.00% 90.00% 10.00% 50. Keuangan dan Jasa-Jasa Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 419 .

74 2.718.42 16. perhotelan / hotels c. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.37 140.35 2006 (3) 358.31 894.46 149. PERTANIAN / AGRICULTURE a.011.1 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Current Market Prices 2005-2006 (juta rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. GAS & WATER SUPPLY a. RESTORAN.87 2.15 52. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c.07 0 289. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.764.76 152. PERDAGANGAN.28 644.244.88 179. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.90 674.384.99 961.49 145.09 23.78 0 389. perikanan / fishery 2.06 31. GAS.388.952.016. air bersih / water supply 5.15 17. & HOTEL a. rumah makan / restaurant 2005 (2) 320.061.051.955.211. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.569.78 2.05 18.705. kehutanan / foresty e.78 19. gas / gas c. LISTRIK.743.934.28 134. listrik / electricity b.09 65.017.22 1.06 144.406.244.034.31 2.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.682.&AIR BERSIH ELECTRICITY.86 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 421 .178.80 2.817.623.40 25.547. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. restoran.50 29.857.44 127.

pemerintahan umum / government b.10 11.957.90 0 45.31 0 250.72 22.1 (juta rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.17 29.64 898.53 2.517.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.58 11. lembaga keuanagn non bank c.89 425.57 10.635 422 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .700.57 177. angkutan / transportation 1.959.025.05 48.47 0 13.920. swasta / private 1.94 0 12.221.63 20.36 63.305.18 329.889. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. danau / inland water transport 5.90 36.80 61. KEUANGAN. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.47 0 237.722.386.JASA / SERVICE a.62 8.54 8. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.006.75 0 49.00 32.93 221. sewa bangunan /building retail e. OWNERSHIP & BUSSINES a.864.929.184 2006 (3) 71.53 158.33 2.84 995.866.49 56. pengangkutan sungai. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA .28 8. bank / bank b.492.156.11 248.466.121.94 70. pengangkutan jalan raya / road transport 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 64.884. komunikasi / communications 8.722.146.59 45.265.228.53 320.308. pengangkutan laut / sea transport 4.144. angkutan rel 2.621.121.370.04 351.024.63 33. pengangkutan udara / air transport 6. jasa penunjang keuangan d.667.915.

90 310. restoran.93 537. GAS & WATER SUPPLY a. kehutanan / foresty e.634.46 29. & HOTEL a. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.533. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. GAS.37 14.748.998. tanaman bahan makanan / farm food crops b.625.628.14 6. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.962.33 6. rumah makan / restaurant 2005 (2) 236.773.187. gas / gas c.&AIR BERSIH ELECTRICITY.26 1. RESTORAN.685.84 1. LISTRIK.12 6.23 14.370.19 1. perhotelan / hotels c.493.76 104. PERDAGANGAN.87 13. air bersih / water supply 5.83 0 206.44 109.205.88 1. tanaman perkebunan / farm non food crops c.210.66 2006 (3) 247.991.289.10 88.065.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.14 97.2006 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.287. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.558.35 85.32 525. PERTANIAN / AGRICULTURE a.079.12 6.39 1.10 87.73 0 214.09 1.727. perikanan / fishery 2. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.754.368.416.755.37 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 423 . listrik / electricity b.42 15.57 90.318.85 111.05 28.2 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 .00 307.

711.83 157.794.695. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.52 20.44 308. bank / bank b.438.782.32 18.024. angkutan rel 2.74 5.160.99 4.07 382.338.81 21.38 3. swasta / private 1.967. pengangkutan udara / air transport 6.76 43.70 52.537. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 45.42 28.66 2.016. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.779. danau / inland water transport 5.997.847. pengangkutan jalan raya / road transport 3.26 3.31 148.78 30. JASA .12 16.481.144.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11. pengangkutan laut / sea transport 4.055.39 27.524.47 0 5.949. OWNERSHIP & BUSSINES a.56 41.137.85 407.JASA / SERVICE a.823 2006 (3) 47.53 588. sosial kemasyarakatan / social & community services 2.12 28.286.88 0 216.58 5.838. sewa bangunan /building retail e.040.43 0 36. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.82 0 209. KEUANGAN.50 0 5.375.675 424 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . komunikasi / communications 8. jasa penunjang keuangan d.78 50. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1.20 3.12 615. pengangkutan sungai.422. jasa perusahaan / bussines service 9.90 98.926.47 105.31 4.913.059.241. pemerintahan umum / government b.57 296.247.820. lembaga keuanagn non bank c.691.17 0 34.2 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.

gas / gas c.3 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .48 0.2006 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. tanaman perkebunan / farm non food crops c.25 0.00 0. RESTORAN.31 0. & HOTEL a.61 0.22 0.59 13.30 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 425 .98 0.&AIR BERSIH ELECTRICITY.17 2.03 5.78 3. perhotelan / hotels c.04 6.03 1.79 16. GAS.04 2.97 14. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. rumah makan / restaurant 2005 (2) 35.66 0.04 15.10 1. GAS & WATER SUPPLY a. perikanan / fishery 2.10 1.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11. PERTANIAN / AGRICULTURE a.57 14.71 16.27 2006 (3) 36.62 14.20 0. air bersih / water supply 5. LISTRIK. kehutanan / foresty e.24 0. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.93 2.07 0.25 0. tanaman bahan makanan / farm food crops b.00 0. listrik / electricity b.00 18.87 3. restoran.07 0.

03 0. angkutan / transportation 1. pengangkutan laut / sea transport 4. JASA – JASA / SERVICE a.26 0.29 6.00 0.31 1.44 0. swasta / private 1.04 3. jasa penunjang keuangan d.19 0.00 1.00 5.99 0.65 17.04 24.05 0. KEUANGAN.88 7.92 17.04 3. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.66 100.00 1.00 0. pemerintahan umum / government b.3 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.00 2006 (3) 7. lembaga keuanagn non bank c.00 426 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .61 7. danau / inland water transport 5.40 0. ocial kemasyarakatan / social & community services 2. angkutan rel 2. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL. jasa perusahaan / bussines service 9.05 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 7.34 0. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.27 0.26 0.04 3.24 0.90 1.03 2. bank / bank b.91 2.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11. pengangkutan udara / air transport 6.28 1.34 0. pengangkutan jalan raya / road transport 3.00 4. OWNERSHIP & BUSSINES a. komunikasi / communications 8. pengangkutan sungai.01 4.23 6.67 100.93 0.18 0.97 5. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. sewa bangunan /building retail e.03 0.04 24.

33 0.00 0. restoran.06 0.09 2. RESTORAN.03 4. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.90 14.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.47 1. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.4 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005. perikanan / fishery 2.18 0. PERDAGANGAN. LISTRIK.89 14.30 0.01 1.21 0.63 0.22 0.67 14.51 0.05 0. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.13 17.2006 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.04 4.25 0. GAS.&AIR BERSIH ELECTRICITY.08 1. gas / gas c.34 18.51 1. rumah makan / restaurant 2005 (2) 40. air bersih / water supply 5.15 16. PERTANIAN / AGRICULTURE a.81 14.01 2. perhotelan / hotels c.00 0.59 2.32 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 427 .09 2. tanaman perkebunan / farm non food crops c.05 0. GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. tanaman bahan makanan / farm food crops b.25 0.03 2006 (3) 40. & HOTEL a.39 18. kehutanan / foresty e.

75 6.04 0. jasa perusahaan / bussines service 9. pengangkutan jalan raya / road transport 3.66 2.73 6. OWNERSHIP & BUSSINES a.51 0. komunikasi / communications 8.4 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.00 0.00 0.49 100.00 0.30 16.76 4.78 8.51 0.54 0. jasa penunjang keuangan d.04 0. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.89 0.00 428 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .93 0. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.57 5.05 25.00 5.00 5. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. JASA . perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 2005 (2) 7.53 100. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL. angkutan / transportation 1.69 2. sewa bangunan /building retail e.87 0.00 0. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.07 3.06 3.92 0.85 0. angkutan rel 2. danau / inland water transport 5.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.98 0.91 0.01 0.75 4.JASA / SERVICE a. pengangkutan sungai. pemerintahan umum / government b.86 0. pengangkutan laut / sea transport 4.05 8.53 0. bank / bank b.98 0.89 0.52 4. pengangkutan udara / air transport 6.86 0. swasta / private 1.00 2006 (3) 7.05 25. lembaga keuanagn non bank c. KEUANGAN.62 17.

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel 11.5 / Table 11.5 Index Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Chained Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 - 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 96.87 82.64 124.35 112.31 132.00 120.39 144.90

2006 (3) 111.71 118.10 111.95 104.88 107.46 105.69 107.36

134.14

108.08

121.17 119.76 0.00 131.62 124.26 119.71 119.86 149.80 107.32

107.25 103.21 0.00 126.57 126.57 103.48 103.39 104.65 107.64

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

429

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.5

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency

2005 (2) 128.74 126.25 0.00 123.34 115.97 0.00 110.39 149.93 147.66 136.04 134.14 148.50 0.00 130.31 112.38 132.50 135.12 126.37 120.21 121.82 132.61 115.19

2006 (3) 110.21 109.38 0.00 109.53 113.91 0.00 105.44 107.37 115.66 108.22 109.65 106.46 0.00 107.48 106.42 112.02 112.50 110.84 110.92 108.65 110.79 110.82

430

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.6 Index Berantai Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Chained Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant Market 2000 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 94.33 79.02 111.29 107.78 111.50 119.12 104.02

2006 (3) 104.62 107.29 107.07 102.17 102.29 102.98 102.15

108.02

102.96

105.24 106.66 0.00 97.15 105.28 105.12 105.15 124.99 101.32

102.63 102.40 0.00 104.08 102.97 103.06 103.10 101.16 101.49

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

431

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.6

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 114.42 113.96 0.00 112.79 128.41 0.00 127.75 113.26 118.90 118.05 124.96 115.43 0.00 102.62 108.13 120.87 121.09 120.45 118.85 121.14 122.74 104.99

2006 (3) 104.90 104.77 0.00 104.85 103.99 0.00 103.15 104.69 106.17 105.38 107.04 103.68 0.00 101.73 104.22 105.97 106.34 105.26 106.49 106.61 103.51 104.66

432

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.7 Index Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Development Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 143.36 130.99 285.78 142.15 252.06 182.11 497.90

2006 (3) 160.14 154.70 319.93 149.09 270.87 192.47 534.55

362.06

391.31

179.58 191.44 0.00 126.56 179.73 191.10 191.75 352.82 149.07

192.59 197.58 0.00 170.31 227.48 197.74 198.25 369.21 160.45

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

433

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.7

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 208.20 195.91 0.00 182.53 137.43 0.00 211.59 407.17 351.12 298.64 290.37 368.55 0.00 272.91 155.94 311.51 313.79 305.95 239.18 233.64 412.22 196.27

2006 (3) 229.47 214.27 0.00 199.92 156.56 0.00 223.10 437.17 406.11 323.17 318.38 392.35 0.00 293.33 165.95 348.97 353.01 339.11 265.29 253.84 456.70 217.49

434

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.8 Index Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Development Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant Market 2000 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 105.62 84.11 170.46 121.81 148.06 160.21 103.02

2006 (3) 110.50 90.25 182.51 124.44 151.45 164.98 105.23

126.64

130.39

119.54 126.10 0.00 90.19 99.39 116.36 116.47 168.13 106.62

122.68 129.13 0.00 93.87 102.34 119.92 120.09 170.09 108.21

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

435

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.8

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 145.93 143.07 0.00 139.77 183.26 0.00 186.70 146.89 179.15 181.46 235.94 167.18 0.00 110.51 140.05 209.55 196.03 242.50 231.27 227.99 260.42 128.63

2006 (3) 153.09 149.89 0.00 146.55 190.56 0.00 192.58 153.78 190.21 191.21 252.56 173.33 0.00 112.42 145.96 222.07 208.45 255.25 246.28 243.06 269.56 134.62

436

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.9 Index Implisit Produk Domestik Bruto Kabupaten BeluAtas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Implisit Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 135.73 155.73 167.65 116.70 170.25 113.67 483.32

2006 (3) 144.92 171.42 175.30 119.80 178.85 116.66 507.99

285.89

300.12

150.23 151.81 0.00 140.33 180.84 164.24 164.63 209.85 139.82

156.99 153.01 0.00 181.43 222.28 164.90 165.09 217.07 148.28

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

437

07 126. jasa penunjang keuangan d. pengangkutan sungai. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. pengangkutan udara / air transport 6.17 103.Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 2005 (2) 142.44 169.JASA / SERVICE a.96 111.28 213.00 0.29 152.56 438 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.00 260. pengangkutan laut / sea transport 4. KEUANGAN.65 160. angkutan / transportation 1.58 123.72 104.48 158.36 226.01 126.42 161.00 130.00 136. bank / bank b. komunikasi / communications 8.42 82. pengangkutan jalan raya / road transport 3.45 0.29 2006 (3) 149.51 169.85 284. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. pemerintahan umum / government b.36 0.00 113. angkutan rel 2. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS . lembaga keuanagn non bank c.00 115.90 142.86 107. swasta / private 1. danau / inland water transport 5. sewa bangunan /building retail e.00 246.9 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.69 157.95 0.67 136. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.42 102.06 220. JASA .35 132. jasa perusahaan / bussines service 9.60 75.14 169.35 148. OWNERSHIP & BUSSINES a.19 195.33 277.93 0.15 0.99 164.92 113. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.12 3. Jasa-Jasa Service 2005 (4) -5.99 4.42 4. Bangunan Construction 6.05 5. Persewaan & Jasa Perusahaan Financial.10 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor Kabupaten Belu Regional Economic Growth by Sector 2005 .87 5.63 5. Pertanian Agriculture 2.Restoran&Hotel Trade.67 2006 (5) 4. Perdagangan.02 2.2006 (persen / Percent) Sektor Sector (1) 1.96 5.24 2. Industri Pengolahan Manufacturing Industries 4. Keuangan.97 Pertumbuhan Ekonomi / Economic Growth Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .97 5.Restaurant & Hotels 7.06 14.90 18.02 2.62 4. Pertambangan & Penggalian Minning & Quarrying 3.Gas & Air Bersih Electricity.15 8. Gas & Water Supply 5.28 2. Listrik. Ownnership & Bussines 9. Pengangkutan&Komunikasi Transport&Communication 8.38 20.66 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 439 .Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 4.

499.484.11 Rata-Rata Pendapatan Per Kapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Berlaku Population Average Per Capita Income at Current Market prices of Belu Regency 2000 .170 2.683.444 2.901.975.253.641 2.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.756 1.642.2006 ( ribuan rupiah) Tahun Year (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .483 1.826 2.Statistics of Belu Regency Pendapatan Per Kapita Income Per Capita (2) 1.877 440 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

747.696.Statistics of Belu Regency (2) 1.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.488 1.195 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 441 .818.896.346 1.756 1.545 1.642.571 1.12 Rata-Rata Pendapatan Per Kapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Konstan 2000 Population Average Per Capita Income at Constant 2000 Market Price Belu Regency 2000 .048 1.2006 ( ribuan rupiah) Tahun Year Pendapatan Per Kapita Income Per Capita (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .628.661.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful