Katalog BPS : 1403.

5306

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA
BELU REGENCY IN FIGURES

2008

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELU

Katalog BPS : 1403.5306

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA
BELU REGENCY IN FIGURES

2008

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BELU

KABUPATEN BELU DALAM ANGKA 2008 BELU REGENCY IN FIGURES 2008 ISSN.0215.6962 No. publikasi / publication number : 53066.0801 Jumlah halaman / numbers of pages : lxxix+441 halaman / pages

Naskah / manuscript : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu BPS – Statistics of Belu Regency

Diterbitkan oleh / publised by : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu BPS – Statistics of Belu Regency

Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya May be cited with reference to the source

Atambua, Juni 2008

PETA KABUPATEN BELU Map of Belu Regency

13 Luas Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Desa/Area of District Kakuluk Mesak by Village 19 1.5 1.1 1.8 1.14 Luas Kecamatan Kota Atambua Menurut Desa/Area of District Kota Atambua by Village 20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 ix .6 1.3 1.2 1.DAFTAR ISI / CONTENTS Peta Kabupaten Belu / Map of Belu Regency F o t o / foto iv Kata Pengantar / Perface Sambutan / Foreword vii Daftar isi / Contents ix iii v Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Statistik xxv Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 1998 tentang Badan Pusat Statistik xliv Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1998 tentang Statistik liv Sejarah Belu / The Brief History of Belu lxix Penjelasan Umum / Explanatory Notes lxxviii TABEL / TABLE Bab / Chapter I 1.4 1.10 Luas Kecamatan Raimanuk Menurut Desa / Area of District Raimanuk by Village 16 1.7 1.11 Luas Kecamatan Kobalima Menurut Desa / Area of District Kobalima by Village 17 1.9 Geografi / Geography 1 Luas Daerah Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area of Belu Regency by District 7 Luas Kecamatan Malaka Barat Menurut Desa / Area of District Malaka Barat by Village 8 Luas Kecamatan Rinhat Menurut Desa / Area of District Rinhat by Village 9 Luas Kecamatan Wewiku Menurut Desa / Area of District Wewikut by Village 10 Luas Kecamatan Weliman Menurut Desa / Area of District Weliman by Village 11 Luas Kecamatan Malaka Tengah Menurut Desa/Area of District Malaka Tengah by Village 12 Luas Kecamatan Sasita Mean Menurut Desa / Area of District Sasita Mean by Village 13 Luas Kecamatan Malaka Timur Menurut Desa / Area of District Malaka Timur by Village 14 Luas Kecamatan Laenmanen Menurut Desa / Area of District Laenmanen by Village 15 1.12 Luas Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Desa / Area of District Tasifeto Barat by Village 18 1.

DAFTAR ISI / CONTENTS 1.15 Luas Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Desa/Area of District Tasifeto Timur by Village 1.4 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah.1 Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan / Numbers of Villages by District 2007 35 2.1 63 2 3. and Density per District 2007 65 Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin / Population by District and Sex 2007 66 Penduduk Menurut Kecamatan dan Kewarganegaraan / Population by District and Cityzenship 2007 67 Perkembangan jumlah penduduk berdasarkan Sensus Penduduk dirinci menurut Kecamatan 1980.17 Luas Kecamatan Lasiolat Menurut Desa / Area of District Lasiolat by Village 23 21 1. dan kepadatan penduduk per Km dan per Rumah Tangga Menurut Kecamatan / Number of Population.2 Banyaknya Satuan Lingkungan Setempat menurut Kecamatan 2007 36 2. 2000 68 x Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .6 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Rumah Tangga.21 Banyaknya curah hujan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Rainfall in Belu Regency by District 2006 28 Bab / Chapter II Pemerintahan / Government 31 2. Area. Luas Wilayah.3 Banyaknya Desa/Kelurahan dan Tingkat perkembangan Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan / Numbers of Villages and Supporting level by District 2007 37 2.5 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah.1.16 Luas Kecamatan Raihat Menurut Desa / Area of District Raihat by Village 22 1. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Jenis Kelamin dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 38 2.4 Jumlah Penduduk. 1990. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Golongan dan 42 Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 2.1. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Tingkat 46 Pendidikan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Bab / Chapter III Penduduk dan Tenaga Kerja 51 Population and Man Power Penduduk / Population 3.20 Banyaknya hari Hujan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Day that rain in Belu Regency by District 2006 26 1.1. Household.18 Luas Kecamatan Lamaknen Menurut Desa / Area of District Lamaknen by Village 24 1.2 3.19 Nama dan Panjang Sungai Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Name and Length of Rivers by District in Regency of Belu 25 1.1.3 3.

2004 83 Tingkat Harapan Hidup Penduduk Berumur Nol Tahun Menurut Kabupaten / The Life Expectancy At Birth by Regency 1999.1.DAFTAR ISI / CONTENTS 3. 2002. 2002.2.2.3.6 3.1.3.7 3.1. 3. 75 3. 3.8 Penduduk Kabupaten Belu Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan / Population 10 years old and over in Belu Regency by Marital Status 2007 69 Penduduk Kabupaten Belu Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin / Population in Belu Regency by Age Group and Sex 2007 70 Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan dan Golongan Umur / Number of Population by Districk and Age Group 2007 71 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Menurut Kecamatan / Number of Household and Poor People by Districk 2007 74 Tingkat kelahiran / fertility rate 3. 3.3. 81 Tingkat Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Menurut Kabupaten / Infant Mortality Rate ( IMR) per 1000 birth by Regency 1999. 2004 84 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Sudah Meninggal di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 85 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xi .2.2.4.1.2.5 3.2. Perkiraan Angka Kelahiran Total / TFR menurut Kabupaten 1989-2005 77 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Age at First Marriage 2007 78 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Lahir Hidup di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 79 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Masih Hidup di Kabupaten Belu / Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 80 Tingkat kematian / Mortality rate 3.3.1. 3.3.1.

4. Permintaan.4.4.14 Banyaknya Penduduk Pelintas Batas di Kabupaten Belu / Numbers of Transitter in Belu Regency 2007 102 xii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4.4 3.4.6 3.DAFTAR ISI / CONTENTS Angkatan kerja / Labour force 3.11 Penduduk 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Kegiatannya Seminggu yang Lalu / Population 15 Years Old and Over by Sex and Activity During The Previous Week 2007 89 Penduduk 15 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kegiatan / Population 15 Years Old and Over by Type of Activity in Belu Regency (Kota/Urban) 2000 90 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week By Main Employmen Status and Sex 2007 91 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Employmen Status and Sex 2000 92 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2007 93 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2000 94 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2007 95 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin / Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2000 96 Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Jenis Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Type of Main Occupation and Sex 2006 97 Jumlah Pencari Kerja.4.4.4.4.4.12 Perbandingan Rata-rata upah/gaji Bersih Karyawan dengan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dan upah Minimum Regional (UMR) Selama sebulan di Kabupaten Belu 2005-2007 100 Banyaknya Transmigran dirinci per Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Transmigrant by district in Belu Regency 2007 101 3. and Placement of Workers by Sex 2007 98 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin / Numbers of Registered Jod Applicants by Educational Attainment and Sex 2007 99 3.3 3. dan Penempatan Tenaga Kerja yang Terdaftar Menurut Jenis Kelamin / Numbers of Registered Job Applicants.5 3.10 3.4.4.7 3.4.2 3.8 3.4.1 87 3.9 3. Vacancies.13 3.

1.1.1.3 4.5 4.1.2.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter IV Konsumsi dan Keadaan Rumah Tangga Consumption and Household Condition 103 Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Population Expenditure and Consumption 4.1.1.8 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan / Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2003 111 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Pengeluaran untuk Makanan dan Bukan Makanan Per Kapita Sebulan / Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure fot Food and Non-Food 2003 112 Penduduk di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan / Population in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2007 113 Rata-Rata Konsumsi Bahan Makanan Per kapita Seminggu Menurut Jenis Bahan Makanan Penting di Nusa Tenggara Timur / Average of Per Capita Food Consumption by Selected Food in Nusa Tenggara Timur 2005 114 Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan dan non makanan menurut Kabupaten/Kota 2005 115 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan untuk kelompok Makanan di Kabupaten Belu / Averageof per Capita Monthly Expenditure and Food item in Belu Regency 2007 116 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan untuk Kelompok bukan Makanan di Kabupaten Belu / Average per capita Monthly Expenditure and Non Food item in Belu Regency 2007 118 Penduduk menurut golongan pengeluaran sebulan di Kabupaten Belu dan NTT 2007 120 Keadaan Rumah Tangga & Tempat Tinggal Household Condition & Home Owner 4.6 4.1 4.2.4 123 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Luas Lantai / Household in Belu regency by Area of Floor 2007 125 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Atap terluas / Household in Belu regency by Primary Roof Type 2007 126 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Lantai terluas / Household in Belu regency by Primary Floor Type 2007 127 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Dinding Terbanyak / Household in Belu regency by Area of Primary Roof Type 2007 128 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xiii .3 4.1 4.2 4.7 4.2 109 4.1.2.2.1.4 4.

Guru.2. Teacher. and Pupil of Public and Private Senior High School (General) in Belu Regency by District 2007 149 Banyaknya Sekolah.DAFTAR ISI / CONTENTS 4.1 5. and Pupil of Public and Private Junior High School (General) in Belu Regency by District 2007 148 Banyaknya Sekolah.2 143 5.2. Guru. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School. dan Murid Sekolah Menegah Tingkat Atas (SMTA) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School. dan Murid Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School. Guru. Guru.1. Guru. dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan / Numbers of Schools.5 5. Teacher. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) Kejuruan Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of School. Teacher. Teachers.3 5. Teacher.5 4.6 5. and Pupil of Public and Private Senior High School (Vocational) in Belu Regency by District 2007 150 Banyaknya Sekolah.1.6 4. and Pupils by Education Level 2007 145 Banyaknya Sekolah. Guru.1.7 4. dan Murid Taman Kanak-Kanak Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut kecamatan / Nimbers of school.2. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Terbuka Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 151 xiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . and Pupil of Public and Private Primary School in Belu Regency by District 2007 147 Banyaknya Sekolah. Guru.9 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Penerangan / Household in Belu regency by Source of Lighting 2007 129 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Air Minum / Household in Belu regency by Source of Drinking Water 2007 130 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Jamban / Household in Belu regency by Toilet Facilities 2007 131 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Status Penguasaan Tempat Tinggal Household in Belu regency by Status of House 2007 132 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Tempat Pembuangan Tinja / Household in Belu Regency by Faeces Place of Exile 2007 133 Bab / Chapter V Sosial / Social Affairs 135 Pendidikan / Education 5.2. teacher.4 5.1.1.1. and pupil of public and private kindgarden by district 2006 146 Banyaknya Sekolah.8 4.7 Banyaknya Sekolah.1.2.

2.1.1.13 5.11 5.1 5.14 Hasil Ujian Nasional SD/MI di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 155 Hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMPT di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 156 Hasil Ujian Nasional SMA/MA di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 157 Hasil Ujian Nasional SMK di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 158 Kesehatan / Health 5.1.2.7 5. Peserta Keluarga Berencana (KB).12 5.2.DAFTAR ISI / CONTENTS 5.8 5.2. dan Tidak Sekolah Lagi Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Belu / Population 7 Years and over who attending School. Never/Not Yet Attending School by Age Group in Belu Regency 2007 153 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Kemampuan Membaca dan Menulis per Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Literacy per Sex 2007 154 5.3 5.9 5.5 5.2 159 5.10 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Status Pendidikan dan Jenis Kelamin / Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Education Status and Sex 2007 152 Penduduk 7 Tahun keatas yang Masih Sekolah.1. dan Pasangan Usia Subur Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Health Personal Service by Health Personal Status and District in Belu Regency 2007 174 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xv .2.2. Tidak/Belum Pernah Sekolah.8 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Health Service in Belu Regency by District 2007 161 Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Jenis Tenaga Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Health Personal by Health Personal Type in Belu regency by District 2007 162 Jumlah Penderita Rawat Jalan Menurut Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 165 Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Kunjungan Rawat Jalan di 19 Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 166 Sepuluh Penyakit Terbanyak Menurut Jumlah Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Umum 170 Atambua 2007 Status Gizi Balita Menurut Kecamatan Menurut Puskesmas di kabupaten Belu Nutritional Status of Children Under Five Years Old by Communitiy Health Centre in Belu Regency 2007 171 Banyaknya Peserta Aktif Menurut Metode Kontrasepsi yang digunakan per Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Active Acceptor by Contraceptive method used per District in Belu Regency 2007 172 Banyaknya Klinik.1.4 5.2.6 5.2.1.1.

Temple.4 . 5. 5.DAFTAR ISI / CONTENTS Kriminalitas / Crime 5.6. Diputuskan Menurut Bulan / Numbers of Criminal Cases and Defendants Received . Ex Penyakit Kronis. 189 5.3. Wanita Rawan Sosial.3. Church.4.2007 182 5.3.2.1 5. 5.5.5.4. Settled by Month 2007 177 Jumlah Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang diselesaikan Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Belu / Numbers of Defendants in Criminal Cases that Setlled by Age Group and Sex in Belu Regency 2007 178 Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang diselesaikan Pengadilan Menurut bulan dan Sikap Terhadap Putusan di Kabupaten Belu / Numbers of Defendants and Settled by Court.5. and Vikoa in Belu regency by District 2007 186 Banyaknya Rohaniawan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Spiritualist in Belu Regency by District 2007 187 Sosial Lainnya / Others Social 5.3 Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Religion Follower by District in Belu Regency 2007 185 Jumlah Tempat Ibadah di Kabupaten Belu Menurut Golongan Agama per Kecamatan / Numbers of Mosque/Private Mosque.5.2 183 5.1.1 175 5.3.5.4 5.2 5.3.4.3 Jumlah Perkara dan Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang Diterima.5. Penyebaran Infra Struktur Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Infra Structure of Social Affairs in Belu Regency by District 2007 191 Banyaknya Fakir Miskin dan Perumahan Tidak Layak di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 192 Jumlah Penduduk Lanjut Usia Terlantar dan Anak Yatim Piatu Di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Numbers of Over Age and No Parents in Belu regency by District 2007 193 Banyaknya Penyandang Cacat. 5. by Month and Sex 2007 179 Banyaknya Masalah Sosial Menurut Bulan yang terjadi di Kabupaten Belu 2007 Banyaknya Masalah Sosial yang terjadi di Kabupaten Belu 2006 .5.3. dan Masyarakat Terasing di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 194 Banyaknya Yayasan yang Mengasuh Anak dengan Sistim Non Panti dan Jumlah Anak asuh di Kabupaten Belu 2007 195 Bencana Alam Yang Terjadi dan Jumlah Korban Akibat Bencana Alam di Kabupaten Belu Menurut Kecamayan dan Taksiran Kerugian yang Diderita 2007 196 xvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .5 180 Agama / Religion 5.

1.10 6.1.5 Luas Panen.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Sawah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.1.1. Yield Rate and Production of Dryland Paddy by District 2007 213 Luas Panen.3 6.4 6. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.7 Luas Panen.1.11 6.2007 221 Produksi Buah-Buahan di Kabupaten Belu / Fruits Production in Belu Regency 2002 . Yield Rate and Production of Maize by District 2007 214 Luas Panen.2 209 6. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Ladang di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter VI Pertanian / Agriculture 199 Tanaman Pangan / Food Crops 6. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Hijau di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested. Yield Rate and Production of Peanuts by District 2007 217 6.1 6.1.1. Yield Rate and Production of Paddy by District 2007 211 Luas Panen.13 Luas Panen. Yield Rate and Production of Green Peas by District 2007 218 Perkembangan Luas Panen Tanaman Pangan di Kabupaten Belu / Area Harvested of Food Crops in Belu Regency 2002 – 2007 219 Perkembangan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Belu / Food Production in Belu Regency 2002 – 2007 220 Produksi Sayur-Sayuran di Kabupaten Belu / Vegetables Production in Belu Regency 2002 .9 6. Yield Rate and Production of Wetland Paddy by District 2007 212 Luas Panen.6 6.2007 222 Luas Tanah Menurut Penggunaan di Kabupaten Belu / Land Area by Used Type in Belu Regency 2005 – 2007 223 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xvii . Yield Rate and Production of Sweet Potatoes by District 2007 216 Luas Panen. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.8 6.12 6.1. Rata-Rata Hasil dan Produksi Jagung di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Area Harvested.1. Yield Rate and Production of Cassava by District 2007 215 6.1.1.

Brucellosis. Brucellosis.2 6.15 Banyaknya Rumah Tangga.2.14 224 6.3 6. Rumah Tangga Peetanian Pengguna Lahan dan Rumah Tangga Gurem di Kabupaten Belu Tahun 1993 dan 2003 Banyaknya Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan Menurut Jenis Usaha Pertanian di Kabupaten Belu Tahun 1993 dan 2003 225 Perkebunan / Estate 6.6 6.2.2.DAFTAR ISI / CONTENTS 6.3 6.2.1 6.3. Rumah Tangga Pertanian.5 6.5 xviii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2.3. dan Hog-Cholera Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock that SE.3.3.4 6.4 237 Banyaknya Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock by Kind and District in Belu Regency 2007 239 Banyaknya Ternak Unggas Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Poultry by Kind and District in Belu Regency 2007 240 Banyaknya Ternak Berpenyakit SE Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Livestock that SE Virus by Kind and District in Belu Regency 2007 241 Banyaknya Ternak yang Divaksinasi SE.3.2 6.2.2. and Hog-Cholera Vacination by Kind and District in Belu Regency 2007 242 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di luar Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Slaughting that happened out of Slaughter House by District in Belu Regency 2007 243 6.1 6.7 6.1.2.1.8 227 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kapuk Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Kapok Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 229 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kemiri Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Cande Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 230 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Coconut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 231 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Coffee Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 232 Luas Areal dan Produksi Tanaman Jambu Mente Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Chasen Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 233 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Cocoa Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 234 Luas Areal dan Produksi Tanaman Pinang Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Areca Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 235 Luas Areal dan Produksi Tanaman Tembakau Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Tobacco Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 236 Peternakan / Livestock 6.

5.2007 262 Luas dan Produksi Budidaya Perikanan Darat di Kabupaten Belu / In Land Fishery Production in Belu Regency 2007 263 Produksi Ikan Laut di Kabupaten Belu Menurut Jenis Ikan / Sea Fisheris Production by Type 2007 264 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xix .5.3.1 247 6.5. Penggunaan.4.7 6.4.4.DAFTAR ISI / CONTENTS 6. Rencana Luas Kawasan Hutan Menurut Pola Tata Guna Hutan per Kecamatan di Kabupaten Belu / Planning Foresty Area by it Function per District in Belu Regency 2007 249 Produksi Kayu Cendana di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan / Production of Cendana Wood in Belu Regency by District 2007 251 Produksi Kayu dan Hasil Ikutannya / Production of Wood and Others Product 2006 Pengiriman Antar Pulau Hasil Hutan Non Kayu 2007 254 Pengiriman Antar Pulau / ke luar Daerah Hasil Hutan Kayu 2007 252 255 Perikanan / Fishery 6. dan jenisnya 2007 246 Kehutanan / Foresty 6.5.5.6 257 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Laut di Kabupaten Belu Menurut Kategori Usaha / Numbers of Marine Fishing Household in Belu Regency by Categories 2007 259 Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya / Numbers of Marine Fishing Boat in Belu Regency by Type of Boat 2005 – 2007 260 Jumlah Alat Penangkapan Ikan di Kabupaten belu Menurut Jenisnya / Numbers of Marine Fishing Gear in Belu Regency by Type of Gear 2005 – 2007 261 Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Menurut Sub Sektor / Production of Fishery in Belu Regency by Fisheries Group 2005 .3.2 6.3 6. 6.8 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di dalam Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Slaughting that happened in Slaughter House by District in Belu Regency 2007 244 Pengeluaran Ternak dan Hasil Ikutannya Menurut Jenis Ternak di Kabupaten Belu / Livestock Product and Others Product by Kind in Belu Regency 2007 245 Banyaknya Ternak Menurut Asal Ternak .3.5. 6.4.2.5 6.4. 6.5.4.6 6.4 6.1 6.3.

1.12 Banyaknya Perusahaan / Usaha Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan / Numbers of Manufacturing / Etablishment by District 2007 275 Banyaknya Pekerja Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan / Numbers of Person Enganged in Manufacturing Sector by Industry Categories and District 2007 276 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Barat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Barat by Industry Kinds 2007 277 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Rinhat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Rinhat by Industry Kinds 2007 278 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Wewiku Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Wewiku by Industry Kinds 2007 279 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Weliman Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Weliman by Industry Kinds 2007 280 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Tengah Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Tengah by Industry Kinds 2007 281 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Sasita Mean Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Sasita Mean by Industry Kinds 2007 282 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Malaka Timur Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Timur by Industry Kinds 2007 283 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Laen Manen Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Laen Manen by Industry Kinds 2007 284 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Raimanuk Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raimanuk by Industry Kinds 2007 285 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kobalima Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kobalima by Industry Kinds 2007 286 xx Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .5 7.3 7.1.1.8 7.1.1.1.1.DAFTAR ISI / CONTENTS Bab / Chapter VII Industri & Energi / Industries & Energy 267 Industri / Industries 7.11 7.1.1 7.1.7 7.9 7.1.4 7.2 273 7.10 7.1.1.6 7.

DAFTAR ISI / CONTENTS 7.14 7.1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2.3 7. Value of Power and Cunsumption PLN Eiectric by Clasaification 2007 (Ranting Atambua) 299 Banyaknya Pelanggan.1.2.5 Banyaknya Pelanggan.2.1.18 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.17 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Betun) 301 Banyaknya Pelanggan.2.1 297 7.1.4 7.13 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Besikama) 302 Banyaknya Pelanggan.1.19 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Barat by Industry Kinds 2007 287 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kakuluk Mesak by Industry Kinds 2007 288 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Timur by Industry Kinds 2007 289 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Raihat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raihat by Industry Kinds 2007 290 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Lasiolat Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lasiolat by Industry Kinds 2007 291 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Lamaknen Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lamaknen by Industry Kinds 2007 292 Banyaknya Perusahaan / Usaha Industri dan Tenaga Kerja di Kecamatan Kota Atambua Menurut Jenis Industri / Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kota Atambua by Industry Kinds 2007 293 Listrik / Electricity 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Atapupu) 300 Banyaknya Pelanggan.1. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Naitimu) 303 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxi . Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.16 7.1.2 7.2.15 7.

9 7.3.12 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.1 7.2.2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.4. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Kaputu) 309 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Biudukfoho) 310 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.2.2 317 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Kecamatan dan Kualifikasinya di Kabupaten Belu 2007 319 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Bentuk Badan Hukun dan Kecamatan Kabupaten Belu 2007 320 xxii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Kobalima) 307 Banyaknya Pelanggan.2.2.2.10 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.11 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.6 7.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Haekesak) 311 Banyaknya Pelanggan.4. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric in Belu Regency by Clasaification 2006 312 Air Minum / Water Supply 7.14 Banyaknya Pelanggan.2.DAFTAR ISI / CONTENTS 7.13 7.8 7. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN di Kabupaten Belu Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif / Numbers of Costumers.7 7.1 313 Banyaknya Pelanggan dan Nilai Air Minum yang disalurkan Menurut Jenis Pelanggan / Numbers of Costumers Water Supply by Costumer Type 2007 315 Pertambangan / Mining 7. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Boas) 308 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Lamaknen) 305 Banyaknya Pelanggan.2. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Manleten) 306 Banyaknya Pelanggan. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasaification 2007 (sub Ranting Silawan) 304 Banyaknya Pelanggan.

1.4.1.2.1.4 8.DAFTAR ISI / CONTENTS 7. Jumlah Kamar.1 8.3 7.2 8.1. pemanfaatan bahan galian Golongan C menurut kecamatan di Kabupaten Belu 2007 323 Realisasi penerimaan pajak air bawah tanah menurut kecamatan di Kabupaten Belu 2007 324 Bab / Chapter VIII Perdagangan & Hotel / Trade & Hotels 325 Perdagangan / Trade 8.5 8.4 7.1 353 Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kendaraan / Numbers of Motor Vehicles in Belu regency by Type of Motor Vehicles 2006 .1.2 341 Banyaknya Akomodosi Hotel/Losmen.5 Penggunaan bahan galian Golongan C menurut jenis dan kecamatan di Kabupaten Belu 2007 321 Realisasi penerimaan pajak penggalian. Rooms.4.1 8.3 8. and Beds by District 2006 – 2007 343 Banyaknya Tamu Menurut Kewarganegaraan dan Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar / Numbers of Guest by Citizen and Average Occupancy Rate of Hotel 2007 344 Bab / Chapter IX Transportasi & Komunikasi Transportation & Communications 345 Perhubungan Darat / Land Communications 9.1.2.4.6 331 Banyaknya Perusahaan/Usaha Sektor Perdagangan Menurut Jenis Usaha dan Kecamatan / Numbers of Etablishment by Trade Scale and District 2007 333 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Kategori Lapangan Usaha di Kabupaten Belu 2007 334 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Skala Usaha di Kabupaten Belu 2007 335 Volume Antar daerah ke luar Beberapa Komoditi di Kabupaten Belu 2007 336 Pengadaan Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Bulan 2007 338 Banyaknya komoditi Beras yang disalurkan menurut kelompok penggunaan dan bulan penyaluran di Kabupaten Belu 340 Perhotelan / Hotels 8. dan Tempat Tidur Menurut Kecamatan / Numbers of Hotel/Lodgings.1.2007 355 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxiii .

BBM.1 365 9.1. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Volume of Cargo unLoaded Via Atapupu Port by Month 2007 373 xxiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1.2007 358 Banyaknya Mobil Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Sifat 2007 359 Panjang Jalan Menurut Status Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Road Status in Belu Regency 2007 360 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Type of Surface in Belu Regency 2007 361 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Condition in Belu Regency 2007 362 Panjang Jalan Menurut Kelas Jalan di Kabupaten Belu / Length of Road by Class Road in Belu Regency 2007 363 Perhubungan Udara / Air Communication 9. BBM.2.2.1.1.5 9.1.2007 356 Banyaknya SIM.3 9.3.1.2 9.DAFTAR ISI / CONTENTS 9.1.3.3.2 Jumlah Pesawat dan Penumpang Datang dan Berangkat di Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan / Numbers of Aircraft and Passengers Arrival and Departures Via Haliwen Air Port by Month 2007 367 Banyaknya Bongkar Muat Barang.6 9. Bagasi. yang dikeluarkan Resort Kepolisian Kabupaten Belu / Numbers of Driving and Vehicles License Issued by Type 2006 – 2007 357 Banyaknya Mobil.3 369 Banyaknya Kunjungan Kapal dan Arus Penumpang di Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Numbers of Ship Visit and Passenger via Atapupu Port by Month 2007 371 Banyaknya Bongkar Barang.1.8 9.7 9.1 9.4 9. Bus Menutur Trayek di Kabupaten Belu 2006 . STNK. dan Pos Paket Lewat Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan / Volume of Cargo Loaded / Unloaded Via Haliwen Air Port by Month 2007 368 Perhubungan Laut / Sea Communication 9. dan BPKB.2 9. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan / Volume of Cargo Loaded Via Atapupu Port by Month 2007 372 Banyaknya Muat Barang.9 Banyaknya Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Belu / Numbers of Delinquency and Traffic Accident in Belu regency 2006 .

1 10. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan dan Jenis Surat / Numbers of Postal Mailed by Triple-Month and Type 2007 377 Banyaknya Uang Yang diweselkan lewat Kantor PT. 399 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua / Average of Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2002 .4.3.4.1.2.1.1 375 9. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 – 2007 378 Banyaknya Barang yang Dipaketkan lewat Kantor PT. Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 – 2007 379 Jumlah Sambungan Telepon Yang Disambung Menurut Jenis Pelanggan per Triwulan 2007 380 Bab / Chapter X Keuangan & Harga-Harga Financial & Prices 381 Keuangan Pemerintah Daerah Finance of The Regional Government 10.4.3 387 Realisasi Penerimaan Rutin Daerah Belu Tahun Anggaran / Actual Second Stage Autonomus Regional Receipts of Belu Fiscal Year 2006 389 Realisasi Pengeluaran Rutin Belu Tahun Anggaran / Actual Second Stage Autonomous Regional Expenditure of Belu Fiscal Year 2006 390 Jumlah Wajib Pajak .DAFTAR ISI / CONTENTS Pos & Telekomunikasi / Post & Telecommunications 9.1.3 9.2 10. Simpanan di Koperasi Unit Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu / Numbers of Members and Saving Deposits in Village Unit Cooperative by District in Belu Regency 2007 398 Harga-Harga / Prices 10. Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 393 Koperasi / Cooperative 10.4 Banyaknya Surat Yang dikirim lewat Kantor PT.2007 401 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxv .2.1.4.2 9.2 395 Banyaknya Anggota dan Simpanan Menurut Jenis Koperasi / Numbers of Members and Saving Deposits by Kind of Cooperative 2007 397 Banyaknya Anggota.1 10.

3.3.6.3.7. 10. 10. 11. Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .7.2006 435 xxvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .5.1 Pendapatan Regional / Regional Income 413 11. 11. 10.2007 408 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Pasar Baru) 2007 409 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Atambua) 2007 410 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang digadai menurut jenis dan bulan di Kabupaten Belu (Cabang Betun) 2007 411 Bab / Chapter XI 11. 10.8. 11.3.3. 11.4.2006 421 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Constan 2000 Market Prices 2005 . 10.8.3.6. 11.4.3.2.3.3. Rata-Rata Bulanan Harga Eceran Sembilan Bahan Pokok dan barang strategis lainnya di Pasar Atambua / Average retail Price of 9 Essential Commodities and others stratigies 402 commodities 2007 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua / Average Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2007 404 Inflasi Atambua Menurut Bulan dan Kelompok Kebutuhan / Inflation Rate in Atambua by Month and Group 2007 406 Laju Inflasi Kota Atambua / Inflation Rate in Kota Atambua 2002 .2006 423 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .2.2006 425 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 – 2006 427 Indeks Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha 2005 –2006 429 Indeks Berantai Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha 2005 – 2006 431 Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Development Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 – 2006 433 Indeks Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha / Development Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 .5. 11. 10.DAFTAR ISI / CONTENTS 10.

9.11. Indeks Implisit Produk Domestik Bruto Kabupaten Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha / Implisit Indeks of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 . 11.10. 11.12.DAFTAR ISI / CONTENTS 11. 11.2006 437 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor Kabupaten Belu / Regional Economic Growth by Sector and Sub Sector 2005 –2006 439 Rata-rata Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Berlaku / Population Average per Capita Income at Current Market Prices of Belu Regency 2000 – 2006 440 Rata-rata Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Konstan 2000 / Population Average per Capita Income at Constant 2000 Market Prices of Belu Regency 2000 – 2006 441 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 xxvii .

sektoral. dalam pembangunan sistem rujukan informasi statistik nasional pada umumnya. serta dalam rangka penjabaran lebih lanjut UndangUndang Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik. bahwa dalam rangka perencanaan pembangunan nasional pada khususnya. dan kemutahiran data dalam kegiatan statistik perlu diatur mekanisme penyelenggaraan statistik baik statistik dasar. b. efektif. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 39. . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3686). MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENYELENGGARAAN STATISTIK. dipandang perlu menetapkan Peraturan Tentang Penyelenggaraan Statistik. maupun khusus menuju terwujudnya sistem Statistik Nasional yang andal.PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN STATISTIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. penyelenggaran kegiatan statistik perlu didukung upaya-upaya koordinasi dan kerjasama serta upaya pembinaan terhadap seluruh komponen masyarakat statistik. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut pada huruf a dan b. Mengingat : 1. bahwa dalam upaya memenuhi atas kepaduan. c. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 2. dan efesien. Menimbang : a. keakuratan.

BAB II STATISTIK DASAR. 2. DAN KHUSUS Bagian Pertama Statistik Dasar Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 2 (1) Pemerintah berkewajiban menyediakan statistik dasar. Survei antar sensus adalah survei yang dilakukan diantara 2 (dua) sensus sejenis. rumah tangga pertanian. Sensus Pertanian adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh petani. 4. Lembaga Pemerintah Non Departemen Daerah. dan lembaga-lembaga lainnya di luar BPS. Instansi Pemerintah adalah Departemen. Sensus Penduduk adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh penduduk yang bertempat tinggal atau berada di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik penduduk pada saat tertentu. 3. 6. dan perusahaan pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh kateristik pertanian pada saat tertentu. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel dari suatu populasi untuk memperkirakan karakteristik obyek pada saat tertentu. 5. Sensus ekonomi adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh usaha dan atau perusahaan non pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik usaha dan perusahaan pada saat tertentu. BPS adalah singkatan dari Badan Pusat Statistik sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan : 1. SEKTORAL. xxvi . 7.

tanah. survei. (2) Waktu penyelenggaraan sensus. tanaman. dan karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang kependudukan. Sensus Ekonomi. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi. c. kegiatan usaha di bidang pertanian. tahun berakhiran angka 3 (tiga) bagi sensus pertanian. kompilasi produk administrasi. Sensus Pertanian. b. dilaksanakan pada : a. xxvii . c. b. dan pengukuran obyek pertanian. Pasal 4 (1) Pencatatan dalam sensus penduduk dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh penduduk (2) Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup karakteristik tentang penduduk. (2) Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup karakteristik petani.(2) Statistik dasar diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sensus Penduduk. Pasal 3 (1) Sensus terdiri dari : a. tahun berakhiran angka 6 (enam) bagi sensus ekonomi. perusahaan pertanian. tahun berakhiran angka 0 (nol) bagi sensus penduduk. Pasal 5 (1) Pencatatan dalam sensus pertanian dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh petani. (3) Dalam menyelenggarakan statistik dasar. BPS memperoleh data melalui sensus. perumahan dan lingkungannnya.serta karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang pertanian.

atau gabungan desa dan atau kelurahan. (3) Survei juga dilakukan diantara 2 (dua) sensus sejenis. produksi. (2) Pelaksanaan survei statistik dasar di lapangan dilakukan oleh petugas survei yang ditetapkan oleh BPS. (2) Setiap penyelenggaran sensus didahului dengan uji coba sensus. (2) Wilayah pencacahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat merupakan bagian. seluruh. Pasal 10 (1) Wilayah pencacahan survei ststistik dasar ditetapkan oleh Kepala BPS. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. (4) Survei sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) adalah survei antar sensus.Pasal 6 (1) Pencatatan dalam sensus ekonomi dilaksanakan untuk mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci terhadap seluruh perusahaan dan kegiatan usaha di bidang ekonomi. Pasal 7 (1) Dalam penyelenggaran sensus Kepala BPS menetapkan wilayah pencacahan. xxviii . serta karakteristik lain yang termasuk dalam lingkup statistik dasar bidang ekonomi. BPS juga menyelenggarakn survei dan kompilasi produk administrasi untuk penyediaan statistik dasar. (2) Pasal 8 (1) BPS wajib mengumumkan rencana penyelenggaran sensus kepada masyarakat sebelum sensus dilaksanakan. Pasal 9 (1) Selain sensus. pemakai bahan baku. Karakteristik pokok dan rinci sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mencakup kegiatan usaha. penyerapan tenaga kerja.

(4) Ketentuan tentang pengangkatan. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Paragraf2 Petugas dan Responden Pasal 14 (1) Pencacahan di lapangan dalam pelaksanaan sensus dilakukan oleh petugas sensu yang diangkat secara sah oleh kepala BPS. Walikota. serta sarana dan kompilasi produk administrasi yang dilakukan oleh BPS. Camat. pengawasan. Gubernur. Kepala Desa dan Kepala Kelurahan sesuai lingkup tugas dan wewenangnya. BPS mendapatkan dukungan pelaksanaan operasional dari Menteri.Pasal 11 Kompilasi produk administrasi statistik dasar dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. (2) Petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bertugas melakukan pencacahan. Pasal (12) (1) BPS berhak memperoleh produk administrasi dari instansi pemerintah dan masyarakat. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal (13) (1) Dalam penyelenggaran statistik dasar. xxix . Bupati. pemberhentian dan pelatihan petugas sensus diatur lebih lanjut oleh kepala BPS. dan pemeriksaan. (2) Dukungan pelaksanaan operasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi dukungan pengadaan petugas. (3) Pertugas sensus dapat berasal dari pegawai BPS dan atau direkrut dari pegawai instansi pemerintah lainnya atau anggota masyarakat. penyediaan data.

setiap petugas sensus wajib : a. mendapat jaminan asuransi. memperlihatkan surat tugas atau tanda pengenal petugas sensus. setiap petugas sensus berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditetapkan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. atau memperbaharui tanda nomor bangunan atau stiker sensus baik bangunan tempat tinggal maupun bukan tempat tinggal. Pasal 17 Setiap petugas sensus wajib memegang teguh rahasia atas keterangan yang diberikan responden dan yang diperoleh dari obyek kegiatan sensus. b. memberi izin petugas memasang. menerima petugas sensus.Pasal 15 Dalam melaksanakan tugasnya. memeriksa. Pasal 16 Dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 19 (1) setiap responden sensus wajib : a. b. Menyampaikan hasil pelaksanaan sensus sebagaimana adanya. tata krama. serta masuk ke dalam bangunan yang berada di wilayah kerja petugas sensus. (3) Besarnya jaminan asuransi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh kepala BPS setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan. xxx . c. (2) Biaya pembayaran premi untuk jaminan asuransi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan bagian tidak terpisahkan dari anggaran penyelenggaraan sensus. tanah atau tempat usaha. memberi izin petugas sensus memasuki halaman atau pelataran. dan ketertiban umum. Pasal 18 (1) Petugas sensus yang merupakan tenaga lepas dan bukan pegawai negeri yang mendapat kecelakaan dan mengakibatkan cacat atau meninggal dunia dalam menjalankan tugasnya. Memperhatikan nilai-nilai agama. c. adat istiadat.

buku-buku dan naskah-naskah yang diperlukan oleh petugas sensus. dan pasal 18 berlaku bagi petugas statistik survei statistik dasar. xxxi . (4) Setiap responden berhak menolak petugas sensus yang tidak dapat memenuhi ketentuan pasal 16 huruf a dan b. Pasal 22 (1) Perwakilan BPS di Daerah berwenang melakukan pengolahan hasil sensus. dan atau kegiatannya secara lengkap dan benar. pasal 15. (2) Ketentuan tentang kewajiban responden sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 berlaku juga bagi responden survei statistik dasar. orang lain yang berkaitan. akurat. Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan petugas sensus mengenai diri sendiri. dan kompilasi produk administrasi untuk menyediakan statistik dasar yang lengkap. pasal 16. (3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak menghilangkan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Paragraf 3 Pengolahan Hasil Pasal 21 (1) BPS bertanggung jawab melakukan pengolahan hasil sensus. anggota keluarga. Pasal 20 (1) Ketentuan yang berlaku bagi petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 14. (2) Sajian statistik dasar hanya disampaikan dalam bentuk data agregat dan bukan data individu. pasal 17. e. dan kompilasi produk administrasi untuk kebutuhan statistik dasar bagi lingkup daerah yang bersangkutan. survei. (2) Pimpinan lembaga atau orang lain yang ditunjuk dari lembaga yang telah ditetapkan sebagai responden berkewajiban memberikan keterangan kepada petugas sensus mengenai segala kegiatan lembaga sesuai dengan daftar isian dan atau memperlihatkan catatan tertulis.d. buku-buku dan naskah-naskah. survei. Memperlihatkan catatan tertulis. dan mutakhir untuk kebutuhan sampai pada lingkupsatuan pemerintahan terkecil.

dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (2) Penyelenggaraan statistik sektoral dapat dilakukan secara mandiri atau bersamasama dengan BPS. kompilasi produk administrasi.(2) Perwakilan BPS di Daerah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. instansi pemerintah memperoleh data melalui survei. wajib dilakukan bersama-sama BPS. (3) Wilayah survei statistik sektoral meliputi sebagian atau seluruh wilayah republik Indonesia Pasal 25 (1) Instansi pemerintah menyelenggarakan survei dan kompilasi produk administrasi untuk penyediaan statistik sektoral guna mendukung pelaksanaan tugas pokok instansi yang bersangkutan. (3) Statistik sektoral yang jangkauan populasinya berskala nasional dan hanya dapat dilakukan degan cara sensus. Bagian Kedua Statistik Sektoral Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 23 (1) Instansi pemerinatah menyelenggarakan statistik sektoral sesuai tugas pokok dan fungsinya. xxxii . (2) Instansi pemerintah juga dapat menyelenggarakan survei dan kompilasi produk untuk kebutuhan intern instansi yang bersangkutan. Pasal 24 (1) Dalam penyelenggaran statistik sektoral. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.

(2) Penyelenggaraan survei statistik sektoral wajib : a. Paragraf 2 Petugas dan Responden Pasal 29 (1) Pelaksanaan pencacahan survei statistik sektoral dilakukan oleh petugas survei yang telah ditetapkan instansi penyelenggara. (4) Tata cara memberitahukan rencana penyelenggaraan survei sebagaimana dimaksud ayat (3). (2) Ketentuan yang berlaku mengenai petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 dan 17 berlaku juga untuk petugas survei statistik sektoral. (3) Rencana penyelenggaraan survei sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf (a) memuat : nama instansi. wilayah kegiatan statistik. Pasal 27 Kompilasi produk administrasi statistik sektoral dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. memberitahukan rencana penyelenggaraan survei kepada BPS. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. diatur dengan Keputusan Kepala BPS. obyek populasi dan jumlah responden. menyerahkan hasil penyelenggaraan survei yang dilakukan kepada BPS. c. xxxiii . jenis data yang akan dikumpulkan. metode statistik yang akan dipergunakan. b. tujuan survei. Pasal 28 (1) penyelenggara statistik sektoral berhak memperoleh produk administrasi dari instansi pemerintah atau masyarakat.Pasal 26 (1) Hasil survei statistik sektoral sebagaimana dimaksud pada pasal 25 ayat (1) juga ditujukan untuk mendukung penyediaan informasi bagi kepentingan perencanaan pembangunan nasional dan dalam rangka pembangunan Sistem Statistik Nasional. judul. dan waktu pelaksanaan. mengikuti rekomendasi yang diberikan BPS.

(2) Setiap orang yang telah bersedia menjadi responden tunduk pada ketentuan sebagaiman dimaksud dalam pasal 19. Pasal 32 Ketentuan tentang penyajian statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (2) berlaku juga bagi penyelenggara statistik sektoral. organisasi. xxxiv . perorangan. Paragraf 3 Pengolahan Hasil Pasal 31 (1) Instansi pemerintah yang menyelenggarakan statistik sektoral berwenang melakukan pengolahan hasil statistik sektoral yang diselenggarakannnya. dan atau unsur masyarakat lainnya dapat menyelenggarakan statistik khusus. Bagian Ketiga Statistik Khusus Paragraf 1 Penyelenggaraan Pasal 33 (1) Lembaga. (2) Penyelenggaraan statistik khusus dilakukan secara mandiri atau bersama-sama dengan pihak lain. (2) Pengolahan hasil statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan oleh instansi pemerintah bersama-sama dengan pihak lain.Pasal 30 (1) Penyelenggara survei statistik sektoral menetapkan responden atau obyek penelitian sebelum survei dilakukan.

hasilnya dipublikasikan. Pasal 35 (1) Survei statistik khusus meliputi : a. merupakan data primer. dan abstraksi. (3) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku bagi survei yang digunakan untuk keperluan intern. (2) Sinopsis hasil survei yang wajib diberitahukan. waktu pelaksanaan. b. survei untuk kebutuhan intern.Pasal 34 (1) Penyelenggaraan kegiatan statistik khusus memperoleh data melalui kompilasi produk administrasi. menggunakan metode statistik. Pasal 36 (1) Penyelenggaraan survei statistik khusus wajib memberikan sinopsis hasil survei yang diselenggarakannya kepada BPS. dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (5) Batas waktu dan tata cara penyampaian sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. metode statistik. (3) Wilayah survei statistik khusus meliputi sebagian atau seluruh wilayah Republik Indonesia. (2) Survei dan kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. nama dan alamat penyelenggara. jumlah responden. obyek populasi. survei yang hasilnya untuk dipublikasikan. xxxv . (4) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat judul. b. (2) Hasil survei statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) turut mendukung pengembangan Sistem Statistik Nasional. wilayah kegiatan survei. c. meliputi survei yang memenuhi kriteria : a.

(2) Ketentuan yang berlaku mengenai petugas sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan 17 berlaku juga untuk petugas survei statistik khusus. Paragraf 3 Pengolahan Hasil xxxvi . (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Paragraf 2 Petugas dan Responden Pasal 39 (1) Pelaksanaan pencacahan survei statistik khusus dilakukan oleh petugas survei yang telah ditetapkan oleh penyelenggara. dan atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik. Pasal 38 (1) kompilasi produk administrasi statistik khusus dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. (2) Pemberitahuan sinopsis dapat dikuasakan kepada penyelenggara kegiatan statistik di dalam negeri apabila pihak yang memiliki hak berada di luar negeri. (3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos.Pasal 37 (1) Kewajiban memberitahukan sinopsis dibebankan kepada pihak yang mempunyai hak untuk menyebarluaskan hasil kegiatan statistik. jaringan komunikasi. Pasal 40 Penyelenggaraan survei statistik khusus menetapkan responden atau obyek penelitian sebelum survei dilakukan.

dan hasil kompilasi produk administrasi. (2) Hasil statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi sensus. pemanfaatannya terbuka untuk umum. (3) Pelaksanaan teknis pengumuman dan penyebarluasan hasil statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2) ditetapkan oleh kepala BPS. (2) Pengolahan hasil statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilaksanakan secara mandiri atau bersama-sama dengan pihak lain.Pasal 41 (1) Penyelenggara statistik khusus berwenang melakukan pengolahan hasil survei dan kompilasi produk administrasi yang diselenggarakannnya. DAN PEMASYARAKATAN HASIL STATISTIK Pasal 42 (1) Pengumuman dan penyebarluasan hasil kegiatan statistik dilaksanakan oleh penyelenggara. maka yang berwenang mengumumkan dan menyebarluaskan hasil kegiatan adalah kesepakatan masing-masing pihak. (2) Berita Resmi Statistik merupakan salah satu media penyebarluasan hasil statistik. PENYEBARLUASAN. xxxvii . instansi pemerintah Pusat dan atau Daerah. Pasal 43 (1) BPS berwenang mengumumkan dan menyebarluaskan hasil statistik dasar yang diselenggarakannnya kepada masyarakat. PEMANFAATAN. BAB III PENGUMUMAN. (2) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik dilaksanakan secara bekerja sama. Pasal 44 (1) Pengumuman hasil statistik yang diselenggarakn olehh BPS dimuat dalam berita Resmi Statistik atau media lainnya. hasil survei. Pasal 45 (1) Hasil kegiatan statistik yang diselenggarakan oleh BPS.

(2) BPS mememberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk memperoleh hasil statistik yang diselenggarakannnya. (2) Pemasyarakatan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan BPS bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat. Pasal 47 (1) Pemasyrakatan statistik dilakukan dalam rangka memberikan kesadaran responden. (3) Masyarakat berhak memperoleh manfaat dari hasil statistik yang diselenggarakan oleh BPS. (3) Pemasyarakatan statistik dilakukan dengan menyebarluaskan hasil kegiatan statistik sesuai dengan kebutuhan pengguna statistik. (4) Pemasyarakatan statistik dilakukan secara berkala dan atau sewaktu-waktu melalui berbagai media informasi. pemanfaatannya terbuka untuk umum. (3) Kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan dengan tetap memperhatikan hak kekayaan intelektual seseorang atau lembaga yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyelenggara. (2) Penyelenggara kegiatan statistik sektoral dan khusus memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk memperoleh hasil statistik. dan pengguna statistik akan arti dan pentingnya statistik. seminar. atau dialog. BAB IV KOORDINASI DAN KERJASAMA Bagian Pertama Umum Pasal 48 Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik meliputi hal-hal yang berkaitan dengan : xxxviii . Pasal 46 (1) Penyelenggaraan statistik sektoral dan statistik khusus yang hasilnya untuk dipublikasikan.

penyajian. Pasal 49 Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik antara BPS. instansi pemerintah bertindak sebagai penyelenggara utama. Pasal 52 Koordinasi dan atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik antara instansi pemerintah dan BPS dapat dilakukan dalam hal : a. xxxix . pengumpulan. dan masyarakat dilaksanakan atas dasar prinsip kemitraan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. b. (2) Koordinasi dan atau kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik mencakup perencanaan. Pelaksanaan kegiatan statistik. instansi pemerintah. b. klasifikasi. Bagian Kedua Pelaksanaan Kegiatan Statistik Pasal 50 (1) Koordinasi dan atau kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan dalam rangka membangun suatu rujukan informasi statistik nasional. pengolahan. pelaksanaan kegiatan statistik sektoral yang jangkauan populasinya berskala nasional dan hanya dapat dilakukan dengan cara sensus. Pelaksanaan kegiatan statistik sektoral yang dapat dilakukan sendiri oleh instansi pemerintah. Pasal 51 (1) Dalam hal kerjasama pelaksanaan kegiatan statistik sektoral antara pemerintah dengan lembaga swasta. dan ukuran-ukuran. Pembakuan konsep. definisi.a. (2) Dalam hal koordinasi dan atau kerjasama dilakukan dengan pihak luar negeri maka pihak Indonesi harus bertindak sebagai penyelenggara utama. dan atau analisis statistik.

BPS bertindak aktif memprakarsai kerjasama dengan instansi pemerintah dan masyarakat. instansi pemerintah. dan Ukuran-ukuran Pasal 55 BPS. Kepala BPS memperoleh saran dan pertimbangan dari Forum Masyarakat Statistik. xl . Bagian Ketiga Pembakuan Konsep. definisi. dan masyarakat bekerjasama melakukan pembakuan konsep. Pasal 56 (1) Dalam rangka mewujudkan kerjasama pembakuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 55. klasifikasi.Pasal 53 (1) Penyelenggaraan statistik sektoral sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf a wajib dilaksanakan bersama-sama oleh BPS dan instansi pemerintah yang bersangkutan. selanjutnya disusun oleh BPS. dan ukuran-ukuran. Pasal 57 (1) Hasil kerjasama pembakuan konsep. definisi. (2) Tata cara pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Kepala BPS dan pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan. klasifikasi. dan ukuran-ukuran. (2) Dalam melaksanakan pembakuan konsep. sebagaimana dimaksud dalam pasal 55. Pasal 54 (1) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf b dilakukan bekerjasama dengan BPS pelaksanaannya diatur oleh kepala BPS bersama-sama dengan pimpinan instansi yang bersangkutan. definisi. (2) Dalam hal penyelenggaraan kegiatan statistik sektoral tersebut dilaksanakan sendiri oleh instansi pemerintah yang bersangkutan berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 26. klasifikasi. dan ukuran-ukuran untuk mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional. Klasifikasi. Definisi.

f. perguruan tinggi. xli . definisi. pengguna statistik. peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik. dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerjasama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya. Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional. respoden. penyelenggara kegiatan statistik. Pasal 59 (1) Pembinaan statistik ditujukan untuk lebih : a. Pengembangan sistem informasi statistik. mendukung pembangunan nasional. membangun satu pusat rujukan informasi statistik nasional. BAB V PEMBINAAN Pasal 58 (1) BPS melakukan pembinaan statistik. b. c.(2) Konsep. Peningkatan penyebarluasan informasi statistik. perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep. pengembangan statistik sebagai ilmu. e. BPS dapat bekerja sama dengan instansi pemerintah. Pasal 60 Upaya pembinaan statistik meliputi : a. (2) Dalam melakukan pembinaan statistik. peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik. c. b. c. meningkatkan kontribusi dan apresiaisi masyarakat terhadap statistik. d. d. klasifikasi. lembaga swasta. dan ukuran-ukuran yang disusun oleh BPS sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) menjadi acuan utama penyelenggaraan statistik di Indonesia. definisi. mengembangkan Sistem Statistik Nasional. g. dan atau masyarakat lainnya. b. (2) Sasaran pembinaan statistik mencakup : a. klasifikasi.

lokakarya. lokakarya. pengadaan dan penyebaran metode ilmiah statistik. peningkatan kerjasama pendidikan dan pelatihan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. pelatihan. d. xlii . penelitian dan pengembangan. peningkatan kerjasama pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi mendukung kegiatan statistik. seminar. peningkatan penerapan ilmu statistik melalui pelatihan. d. penerapan dan pengembangan jaringan informasi statistik. Pasal 62 Pengembangan statistik sebagai ilmu dilaksanakan melalui : a. b. Peningkatan kesadaran masyrakat akan arti dan kegunaan statistik. e. f. penerapan dan pengembangan penginderaan jarak jauh. peningkatan kerjasama pengembangan statistik sebagai ilmu antar instansi pemerintah dan atau swasta. pengadaan bahan rujukan tentang ilmu statistik. d.h. Pasal 61 Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik dilaksanakan melalui : a. c. b. penerapan dan pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak komputer. peningkatan pengembangan profesi. seminar. Pasal 63 Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik dilaksanakan melalui : a. pendidikan formal. dan pertemuan ilmiah statistik. c. b. dan atau pertemuan ilmiah lainnya. c.

b. b. peningkatan kemudahan dalam memperoleh data hasil kegiatan statistik. dan ukuran-ukuran yang dibakukan antar instansi pemerintah atau swasta. Pasal 66 Peningkatan penyebarluasan informasi statistik dilaksanakan melalui : a. peningkatan komunikasi sistem informasi statistik antar penyelenggara statistik. peningkatan hubungan sistem jaringan antar penyelenggara kegiatan statistik. definisi.Pasal 64 Perwujudan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan. peningkatan kerjasama penyebarluasan informasi hasil kegiatan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. c. klasifikasi. c. peningkatan penyebarluasan hasil statistik secara menyeluruh atau bertahap. konsep. pembakuan dan penyebarluasan konsep. pengkajian. definisi. definisi. peningkatan kerjasama pengembangan jaringan sistem informasi statistik. d. b. klasifikasi. dan ukuranukuran. peningkatan keterpaduan penyusunan jaringan sistem informasi statistik. xliii . dan penerapan konsep. d. c. klasifikasi. Pasal 65 Pengembangan sistem informasi statistik dilaksanakan melalui : a. peningkatan mutu dan frekuensi penyebarluasan informasi statistik melalui berbagai media cetak dan elektronik. dan ukuran-ukuran yang dibakukan. b. peningkatan kerjasama penerangan dan pemasyarakatan kegiatan statistik antar instansi pemerintah dan atau swasta. peningkatan kerjasama pengembangan dan penerapan konsep. evaluasi. dan ukuran-ukuran dalam semangat kerjasama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya dilaksanakan melalui : a. penganekaragaman bentuk dan cara penyajian data sesuai dengan penggolongan pengguna statistik. c. Pasal 67 Peningkatan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional dilaksanakan melalui : a. peningkatan penyuluhan tentang pemanfaatan hasil statistik secara berkala. definisi. klasifikasi.

Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1983 tentang Sensus Pertanian. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1983 tentang Sensus Pertanian. BAB VII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 Semua ketentuan peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan Sensus Penduduk. dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan sumber lain yang sah. xliv . Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1985 tentang Sensus Ekonomi. (2) Dalam rangka memenuhi kebutuhan data statistik dasar untuk keperluan Pemerintah Daerah. d. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat Statitik. dinyatakan tidak berlaku. dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1992 tentang Organisasi Biro Pusat Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan atau diganti dengan ketentuan baru berdasarkan Peraturan Pemerintah ini. (3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2). berlaku juga untuk pembinaan statistik. c.BAB VI PEMBIAYAAN Pasal 68 (1) Pembiayaan penyelenggaraan statistik dasar. b. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan Sensus Penduduk. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1985 tentang Sensus Ekonomi. pembiayaannya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang bersangkutan. BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 70 Dengan ditetapkan Peraturan Pemerintah ini maka : a.

MSA xlv . DR. H. ttd Pietojo. S.Pasal 71 Peraturan pemerintah ini berlaku pada tanggal diundangkan. LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1999 NOMOR 96 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan II Plt. memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. ttd Edy Sudibyo Salinan sesuai dengan aslinya BADAN PUSAT STATISTIK Kepala Biro Perencanaan. MULADI. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Mei 1999 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 26 Mei 1999 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd PROF. Agar setiap orang mengetahuinya.H.

Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 2.KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 1998 TENTANG BADAN PUSAT STATISTIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. MEMUTUSKAN . bahwa statistik mempunyai peran yang penting bagi perencanaan. Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 39. pelaksanaan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3683). Undangundang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik mengamanatkan untuk membentuk Badan Pemerintah yang menyelenggarakan statistik dasar serta melaksanakan koordinasi dan pembinaan penyelenggaraan statistik. bahwa dalam rangka penyelenggaraan statistik. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas dipandang perlu untuk menetapkan Keputusan Presiden tentang Badan Pusat Statistik. c. pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan. Mengingat : 1. b.

h. organisasi. penyusunan rencana dan program nasional di bidang statistik. penyelenggaraan statistik dasar. d. g.Menetapkan : KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG BADAN PUSAT STATISTIK BAB I KEDUDUKAN. lembaga. f. serta mengembangkan dan membina statistik sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. melaksanakan koordinasi dan kerjasama. perseorangan dan/atau unsur masyarakat lainnya baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 2. Pembinaan penyelenggaran statistik responden. klasifikasi. TUGAS. BPS menyelenggarakan fungsi : a. xlv . definisi. koordinasi dan kerjasama statistik dengan instansi pemerintah. penyusunan dan pengembangan pembakuan konsep. DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Badan Pusat Statistik yang selanjutnya dalam Keputusan Presiden ini disingkat BPS adalah Lembaga Non Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) BPS dipimpin oleh seorang Kepala Pasal 2 BPS juga mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan statistik dasar. perumusan kebijakan nasional di bidang statistik. dan ukuran-ukuran. serta pengembangan ilmu dan teknologi yang mendukung penyelenggaraan statistik. Penyebarluasan statistik melalui berbagai cara baik langsung maupun tidak langsung serta pelaksanaan upaya peningkatan sadar statistik masyarakat. pelayanan data dan informasi serta hasil statistik kepada pemerintah dan masyarakat secara berkala dan sewaktu-waktu baik dari hasil penyelenggaraan sendiri maupun hasil kompilasi produk administrasi dan cara lainnya. c. e. dan pengguna statistik. b.

i. j. k.

Pembinaan sumber daya manusia di lingkungan BPS; Pembinaan, pengendalian, dan pengawasan administrasi di lingkungan BPS; Tugas lain yang diberikan presiden;

BAB II ORGANISASI Bagian Pertama Susunan Organisasi Pasal 4 Susunan organisasi BPS terdiri dari : a. Kepala; b. Wakil Kepala; c. Deputi Administrasi; d. Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik; e. Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan; f. Deputi Statistik Produksi dan Neraca Wilayah; g. Perwakilan BPS di Daerah; h. Unit Pelaksana Teknis. Bagian Kedua Kepala Pasal 5 (1) Kepala BPS berkedudukan dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. (2) Kepala BPS bertugas memimpin BPS sesuai dengan tugas dan fungsi BPS yang telah digariskan serta membina aparatur BPS agar berdaya guna dan berhasil guna. Bagian Ketiga Wakil Kepala

xlvi

Pasal 6 (1) Wakil Kepala BPS berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. (2) Wakil Kepala BPS bertugas : a. membantu Kepala BPS dalam membina dan mengembangkan administrasi BPS agar berdaya guna dan berhasil guna; b. membantu Kepala BPS dalam mengkoordinasikan pelaksanaan tugas unit kerja di lingkungan BPS baik di Pusat maupun Daerah; c. mewakili Kepala BPS dalam hal Kepala BPS berhalangan; d. melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS. Bagian keempat Deputi Administrasi Pasal 7 Deputi Administrasi adalah unsur pembantu pimpinan, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. Pasal 8 Deputi Administrasi mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi umum dalam bidang ketatausahaan, keuangan, kerumahtanggaaan, kepegawaian, hukum, organisasi dan tata laksana, perlengkapan dan perbekalan, serta pengendalaian pelaksanaan program di lingkungan BPS. Pasal 9 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Deputi Administrasi menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang pelayanan administrasi di lingkungan BPS; b. pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi di bidang ketatausahaan, keuangan, kerumahtanggaaan, kepegawaian, hukum, organisasi dan tata laksana; c. penyebarluasan informasi kegiatan statistik; d. pengelolaan perlengkapan dan perbekalan; e. pengendalian, pembinaan dan pengelolaan keuangan dan manajemen BPS; f. tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS.

xlvii

Bagian Kelima Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik Pasal 10 Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS Pasal 11 Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan perencanaan dan evaluasi statistik, pembinaan dan pengembangan metodologi, penyajian dan pelayanan data, analisis statistik, serta pemanfaatan sistem informasi statistik. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Deputi Perencanaan dan Analisis Statistik menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang Perencanaan dan Analisis Statistik; b. penyusunan rencana dan evaluasi program kegiatan statistik serta penyusunan dan pengembangan metodologi statistik serta pelaksanaan sensus, survei, kompilasi produk administrasi, dan cara lain; c. pembinaan dan penyusunan sistem informasi statistik, diseminasi, penyebarluasan, penyajian, dan pelayanan statistik; d. pembinaan analisis dan pengembangan statistik; e. tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BPS. Bagian Keenam Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan Pasal 13 Deputi Statistik Produksi dan kependudukan adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS.

xlviii

Pasal 14 Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan dan kesejahteraan rakyat. Pasal 15 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 14, Deputi Statistik Produksi dan Kependudukan menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang statistik produksi dan kependudukan; b. penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan dan kesejahteraan rakyat; c. peningkatan mutu data statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan rakyat; d. penyerasian, pemeliharaan sistem, dan peningkatan kecermatan data statistik pertanian, industri, pertambangan, energi, konstruksi, demografi, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan rakyat; e. tugas lain yang ditetapkan oleh kepala BPS. Bagian Ketujuh Deputi Statistik Distribusi dan Neraca Nasional Pasal 16 Deputi Statisik Distribusi dan Neraca Nasional adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi BPS, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPS. Pasal 17 Deputi Statisik Distribusi dan Neraca Nasional mempunyai tugas membantu Kepala BPS dalam melaksanakan penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi.

xlix

Pasal 18 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 17, Deputi Statistik Distribusi dan Neraca Nasional menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan di bidang statistik distribusi dan neraca nasional; b. penyelenggaraan, koordinasi dan kerjasama, serta pembinaan statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; c. peningkatan mutu data statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; d. penyerasian, pemeliharaan sistem, dan peningkatan kecermatan data statistik statistik harga, keuangan, perdagangan dan jasa, neraca produksi, serta neraca konsumsi dan akumulasi; e. tugas lain yang ditetapkan oleh kepala BPS. Bagian Kedelapan Perwakilan BPS di Daerah Pasal 19 (1) BPS Propinsi adalah instansi vertikal BPS yang berada di ibukota Propinsi. (2) Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi BPS Propinsi, pada tingkat kabupaten/kotamadya dapat dibentuk BPS Kabupaten/Kotamadya. (3) Pembentukan BPS Propinsi dan BPS Kabupaten/Kotamadya ditetapkan dengan Keputusan Kepala BPS setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara.

Pasal 20 (1) Dalam rangka pelaksanaan operasional statistik di lapangan, pada tingkat kecamatan dapat diangkat seorang atau lebih petugas statistik sebagai Mantri Statistik. (2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut oleh Kepala BPS. Bagian Kesembilan Unit Pelaksana Teknis

l

Pasal 21 (1) Dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi BPS, di lingkungan BPS dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disebut UPT. (2) UPT merupakan unit teknis yang melaksanakan tugas dan fungsi tertentu dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi BPS. Pasal 22 Pembentukan UPT di lingkungan BPS dilaksanakan dan ditetapkan oleh Kepala BPS setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara. BAB III TATA KERJA Pasal 23 (1) Semua unsur di lingkungan BPS dalam melaksanakan tugasnya menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik dalam lingkungan BPS sendiri maupun dalam hubungan antar instansi lainnya untuk kesatuan gerak sesuai tugas dan fungsinya. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan diwajibkan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB IV PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 24 (1) Kepala dan Wakil Kepala adalah jabatan eselon 1a. (2) Deputi adalah jabatan eselon 1b. Pasal 25 (1) Kepala BPS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. (2) Wakil Kepala BPS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala BPS. (3) Deputi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala BPS.

li

(4) Pejabat eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Kepala BPS. BAB V PEMBIAYAAN Pasal 26 (1) Segala pembiayaan dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi BPS dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (2) Dalam rangka memenuhi kebutuhan data statistik regional bagi pemerintah daerah, penyediaan dana dan fasilitasnya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah setempat. (3) BPS dapat menerima dana dari pihak lain dalam rangka kerjasama yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan pelaksanaan tugas dan fungsi BPS, yang tata cara penerimaan dan pengeluarannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB VI FORUM MASYARAKAT STATISTIK Pasal 27 Dalam rangka penyelenggaraan statistik Kepala BPS membentuk Forum Masyarakat Statistik. Pasal 28 (1) Forum Masyarakat Statistik bersifat non struktural dan independen yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah, pakar, praktisi, dan tokoh masyarakat. (2) Forum Masyarakat Statistik bertugas memberi saran dan pertimbangan kepada Kepala BPS dalam bidang statistik. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas, susunan organisasi dan tata kerja Firum Masyarakat Statistik diatur oleh Kepala BPS.

BAB VII KETENTUAN PENUTUP

lii

Pasal 29 Rincian tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja satuan organisasi di lingkungan BPS ditetapkan oleh Kepala BPS setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pendayagunaan Aparatur Negara. Pasal 30 Semua peraturan pelaksanaan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Biro Pusat Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau diganti dengan yang berdasarkan Keputusan Presiden ini. Pasal 31 Pada saat mulai berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1992 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Biro Pusat Statistik dinyatakan tidak berlaku. Pasal 32 Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

liii

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 17 Juni 1998 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KABINET RI Kepala Biro Hukum Dan Perundang-undangan ttd Lambock V. Nahattands

Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Kepegawaian Dan Organisasi, BPS

Pietojo, MSA NIP. 340003653

liv

dan efesien. bahwa dengan memperhatikan pentingnya peranan statistik tersebut. efektif. pelaksanaan.UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. tuntutan masyarakat. d. dan kebutuhan pembangunan nasional. Mengingat : Pasal 5 ayat (1) dan pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. b. c. bahwa Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik pada saat ini tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan. pemantauan. dan c di atas. Dengan Persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA . bahwa statistik penting artinya bagi perencanaan. untuk memajukan kesejahteraan rakyat dalam rangka mencapai cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. berbangsa. dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan di segenap aspek kehidupan bermasyarakat. diperlukan langkah-langkah untuk mengatur penyelenggaraan statistik nasional terpadu dalam rangka mewujudkan sistem statistik nasional yang andal. Menimbang : a. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. dipandang perlu membentuk UndangUndang tentang Statistik yang baru. dan bernegara dalam pembangunan Nasional sebagai pengamalan Pancasila. b.

dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antar unsur dalam penyelengaraan statistik. dan upaya yang mengarah pada berkembangnya Sistem Statistik Nasional. Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan. 3. 6. lv . penyajian. yang memiliki ciriciri lintas sektoral. Kegiatan statistik adalah tindakan yang meliputi upaya penyediaan dan penyebarluasan data. berskala nasional. sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik. baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Statistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan. Data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu populasi.MEMUTUSKAN : Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG STATISTIK BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan : 1. 4. pengolahan. makro dan yang penyelenggaraanya menjadi tanggung jawab Badan. Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur yang secara teratur saling berkaitan. 2. Statistik dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas. upaya pengembangan ilmu statistik. 5.

orang. baik melalui wawancara. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan suatu populasi pada saat tertentu. 10. Sampel adalah sebagian unit populasi yang menjadi objek penelitian untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi. sosial budaya. orang dan atau unsur masyarakat lainnya ditentukan sebagai objek kegiatan statistik. 9. organisasi. dan atau unsur masyarakat lainnya. perorangan. pendidikan. 12. 8. 14. dan analisis data yang didasarkan pada catatan administrasi yang ada pada pemerintah dan atau masyarakat. 16. Statistik khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dunia usaha.7. benda maupun objek lainnya. Penyelenggara kegiatan statistik adalah instansi pemerintah. BAB II ASAS. organisasi. DAN TUJUAN lvi . lembaga. lembaga organisasi. Badan adalah Badan Pusat Statistik. penyajian. organisasi. 13. pengukuran. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu. dan kepentingan lain dalam kehidupan masyarakat. Responden adalah instansi pemerintah. pengolahan. Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi objek kegiatan statistik baik yang berupa instansi pemerintah. Kompilasi produk administrasi adalah cara pengumpulan. 17. perorangan. 11. yang penyelenggaraannya dilakukan oleh lembaga. dan atau unsur masyarakat lainnya. Sinopsis adalah suatu ikhtisar penyelenggaraan statistik 15. ARAH. maupun cara lain terhadap objek kegiatan statistik. Petugas statistik adalah orang yang diberi tugas oleh penyelengara kegiatan statistik untuk melaksanakan pengumpulan data. lembaga.

Keterpaduan. dan mutakhir dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal. dan efesien.Pasal 2 Selain berlandaskan asas-asas pembangunan nasional. b. Kemutakhiran Pasal 3 Kegiatan Statistik diarahkan untuk : a. Statistik khusus. akurat. c. dan efesien guna mendukung pembangunan nasional. efektif. mendukung pembangunan nasional. efektif. b. Statistik dasar. Keakuratan. jenis statistik terdiri atas : a. Undang-Undang ini juga berasaskan : a. BAB III JENIS STATISTIK DAN CARA PENGUMPULAN DATA Bagian Pertama Jenis Statistik Pasal 5 Berdasarkan tujuan pemanfaatannya. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknoogi. b. lvii . dan c. mengembangkan statistik nasional yang andal. Pasal 4 Kegiatan statistik bertujuan untuk menyediakan data statistik yang lengkap. dan d. c. Statistik sektoral.

cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. sensus penduduk. dan c. yang meliputi : a. b. kompilasi produk administrasi. Bagian Kedua Cara Pengumpulan Data Pasal 7 Statistik diselenggarakan melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara : a. c. (2) Survei antarsensus dilakukan pada pertengahan 2 (dua) sensus sejenis untuk menjembatani 2 (dua) sensus tersebut. survei. Pasal 9 (1) Survei sebagaiman dimaksud dalam pasal 7 huruf b diselenggarakan secara berkala dan sewaktu-waktu untuk memperoleh data yang rinci. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku (2) Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan statistik khusus dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang. sensus.Pasal 6 (1) Statistik dasar dan statistik sektoral terbuka pemanfaatannya untuk umum. Pasal 8 (1) Sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf a diselenggarkan sekurangkurangnya sekali dalam 10 (sepuluh) tahun oleh Badan. sensus ekonomi. lviii . dan d. b. (2) Penetapan tahun penyelenggaraan dan perubahan jenis sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). sensus pertanian. diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

BAB IV PENYELENGGARAN STATISTIK Bagian Pertama Statistik Dasar Pasal 11 (1) Statistik Dasar diselenggarakan oleh Badan (2) Dalam menyelenggarakan statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan d. b. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan atau unsur masyarakat lainnya dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang. Bagian Kedua Statistik Sektoral Pasal 12 lix . sensus. perorangan. (2) Hasil kompilasi produk administrasi milik instansi pemerintah terbuka pemanfaatannya untuk umum. organisasi. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan hasil kompilasi produk administrasi milik lembaga. c. survei.Pasal 10 (1) Kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf c dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. kompilasi produk administrasi. Badan memperoleh data dengan cara : a.

Objek populasi. Pasal 14 (1) Dalam rangka pembangunan Sistem Statistik Nasional. Bagian Ketiga Statistik Khusus Pasal 13 (1) Statistik diselenggarakan oleh masyarakat baik lembaga. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. b. kompilasi produk administrasi. (2) Dalam menyelenggarakan statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). maupun unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan Badan. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. b. dan c. (2) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat : a. perorangan. Survei. masyarakat memperoleh data dengan cara : a. organisasi. lx .(1) Statistik sektoral diselenggarakan oleh instansi pemerintah sesuai lingkup tugas dan fungsinya. instansi pemerintah memperoleh data dengan cara: a. (4) Hasil Statistik Sektoral yang diselenggarakan sendiri oleh instansi pemerintah wajib diserahkan kepada Badan. Wilayah kegiatan statistik. c. c. secara mandiri atau bersama dengan Badan. (2) Dalam menyelenggarakan ststistik sektoral. survei. masyarakat sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 ayat (1) wajib memberitahukan sinopsis kegiatan statistik yang telah selesai diselenggarakan kepada Badan. b. (3) Statistik Sektoral harus diselenggarakan bersama dengan Badan apabila statistik tersebut hanya dapat diperoleh dengan cara sensus dan dengan jangkauan populasi berskala nasional. Kompilasi produk administrasi. Judul.

jaringan komunikasi data. BAB V PENGUMUMAN DAN PENYEBARLUASAN Pasal 15 (1) Badan berwenang mengumumkan hasil statistik yang diselenggarakannya. di tingkat pusat dan daerah. f.d. g. Waktu pelaksanaan. (4) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Metode statistik. Nama dan alamat penyelenggara. e. lxi . BAB VI KOORDINASI DAN KERJASAMA Pasal 17 (1) Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan oleh Badan dengan instansi pemerintah dan masyarakat. Abstrak. tidak berlaku bagi statistik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan intern. (3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos. h. (2) Pengumuman hasil statistk dimuat dalam berita resmi statistik Pasal 16 Badan menyebarluaskan hasil statistik yang diselenggarakannya. atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik. Jumlah responden.

sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(2) Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional. instansi pemerintah. Pasal 20 Penyelenggara kegiatan statistik wajib memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk mengetahui dan memperoleh manfaat dari statistik yang tersedia. Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat untuk membangun pembakuan konsep. definisi. atau masyarakat Indonesia BAB VII HAK DAN KEWAJIBAN Bagian Pertama Penyelenggara Kegiatan Statistik Pasal 19 Penyelenggara kegiatan statistik berhak memperoleh keterangan dari responden mengenai karakteristik setiap unit populasi yang menjadi objek. dan masyarakat diatur lebih lanjut dengan keputusan presiiden. negara asing. Pasal 18 (1) Kerja sama penyelenggaraan statistik dapat juga oleh Badan. lxii . dan ukuran-ukuran. dan atau masyarakat dengan lembaga internasional. instansi pemerintah. klasifikasi. (2) Kerja sama penyelenggaraan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan pada prinsip bahwa penyelenggara utama adalah Badan. (3) Koordinasi dan kerjasama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas dasar kemitraan dan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkenbangan ilmu pengetahuan dan teknologi (4) Ketentuan mengenai tata cara dan lingkup koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik antara Badan. instansi pemerintah. atau lembaga swasta asing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 23 Setiap petugas statistik wajib menyampaikan hasil pelaksanaan statistik sebagaimana adanya.Pasal 21 Penyelenggara kegiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang diperoleh dari responden. Bagian Ketiga Responden Pasal 26 (1) Setiap orang berhak menolak untuk dijadikan responden. (2) Setiap responden berhak menolak petugas statistik yang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 25. kecuali dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. Bagian Kedua Petugas Statistik Pasal 22 Setiap petugas statistik Badan berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditentukan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. tata krama. serta wajib memperlihatkan nilai-nilai agama. adat istiadat setempat. Pasal 25 Setiap petugas statistik harus memperlihatkan surat tugas dan atau tanda pengenal. dan ketertiban umum. Pasal 24 Ketentuan mengenai jaminan kerahasiaan keterangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 berlaku juga bagi petugas statistik. lxiii .

dan tokoh masyarakat.Pasal 27 Setiap responden wajib memberitahukan keterangan yang diperlukan dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. (2) Ketentuan mengenai tugas. diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. susunan organisasi. satuan organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus mengadakan koordinasi dengan Badan untuk lxiv . Pasal 29 (1) Pemerintah membentuk Forum Masyarakat Statistik yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan di bidang statistik kepada Badan. fungsi. Pasal 30 (1) Instansi pemerintah dapat membentuk satuan organisasi di lingkungannya untuk melaksanakan statistik sektoral. (3) Dalam menyelenggarakan statistik sektoral. sebagaimanan dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2). susunan organisasi. yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah. (2) Forum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersifat nonstruktural dan independen. BAB VIII KELEMBAGAAN Pasal 28 (1) Pemerintah membentuk Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden (2) Badan mempunyai perwakilan wilayah daerah yang merupakan instansi vertikal. fungsi. dan tata kerja Badan. pakar. dan tata kerja satuan organisasi sebagaimanan dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh instansi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. praktisi. (3) Ketentuan mengenai tugas.

h. b. meningkatkan penyebarluasan informasi statistik g.menerapkan konsep. definisi. c. meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik. mengembangkan sistem statistik nasional. agar lebih meningkatkan kontribusi dan apresiasi masyarakat terhadap statistik. dan mendukung pembangunan nasional. meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelengaraan statistik. dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerja sama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya. Pasal 33 Pelaksanaan pembinaan sebagiamana dimaksud dalam pasal 31 diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. BAB IX PEMBINAAN Pasal 31 Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik dan masyarakat. d. meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional. klasifikasi. mengembangkan statistik sebagai ilmu. mewujudkan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep. mengembangkan sistem informasi statistik. klasifikasi. e. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. f. dan ukuran-ukuran yang telah dibakukan dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional. Pasal 32 Dalam rangka pembinaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 31. definisi. lxv . Badan melakukan upaya-upaya sebagai berikut : a.

000.000. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp.000. dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 25. dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 50. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp. Pasal 38 Responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 27.BAB X KETENTUAN PIDANA Pasal 34 Setiap orang yang tanpa hak menyelenggarakan sensus sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ayat (2) huruf a. (2) Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21.000.00 (lima belas juta rupiah).000. 100.000.00 (seratus juta rupiah).000.000.00 (dua pulu lima juta rupiah).000.00 (lima puluh juta rupiah). 15. Pasal 36 (1) Penyelenggaraa kegiatan statistik yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam pasal 20. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp 25.000.00 (dua puluh lima juta rupiah). dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 25. Pasal 37 Petugas statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 24.000. Pasal 35 Setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 ayat (1).00 (dua puluh lima juta rupiah). lxvi .000.

pasal 36 ayat (2). BAB XI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 41 Semua peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan undang-undang ini. lxvii . Pasal 40 (1) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 34.000. dipidana dengan pidana penjara paling lamam 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100. menghalanghalangi.000.Pasal 39 Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa alasan sah mencegah.00 (seratus juta rupiah). dan pasal 39 adalah kejahatan. pasal 37. BAB XII KETENTUAN PENUTUP Pasal 42 Pada saat mulai berlakunya Undang-Undang ini. maka Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tidak berlaku. pasal 38. (2) Tindak pidana sebagimana dimaksud dalam pasal 35 dan pasal 36 ayat (1) adalah pelanggaran. atau menggagalkan jalannya penyelenggaraan statistik yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan statistik dasar dan atau statistik sektoral.

Diundangkan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1997 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA ttd.Pasal 43 Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. memerintahkan pengundangan UndangUndang ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. Disahkan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1997 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd. MOERDIONO SOEHARTO LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1997 NOMOR 39 lxviii . Agar setiap orang dapat mengetahuinya.

Ditinjau dari segi Budaya dan Antropologis. contribution obtained are also significant with some productive birch like sandalwood. Their dominant means of livelihood is farming which is still done by traditionally extensive. Keempat sub etnik mendiami lokasi-lokasi dengan karakteristik tertentu dengan kekhasan penduduk bermayoritas penganut agama Kristen Katolik. The fertile area of Belu making of its potential to be developed to become the ranch and agriculture area. the condition of land. from forestry sub-sector. Masingmasing etnik tersebut mempunyai bahasa dan praktek budaya yang saling berbeda satu sama lain dan kesamaan dilain segi. Ema Bunak. eucalyptus. Belu’s people society formatted into four sub-ethnic that is: Ema Tetun. Those sub-ethnic inhabit the location of certain characteristic with the individuality of catholic follower as majority. Even that way. Fishery sub-sector with the coast area unfolding from north to south of Belu take part in influenced the job and earning’s generalization. Dari aspek ekologis. kondisi tanah Belu sangat subur karena selain memiliki lapisan tanah jenis berpasir dan hitam juga dikondisikan dengan curah hujan yang relatif merata sepanjang tahun. Ema Bunak dan Ema Dawan Manlea.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU SEJARAH SINGKAT KABUPATEN BELU A BRIEF HISTORY OF BELU REGENCY Gambaran Umum Masyarakat  Belu    Common  Picture  Of  Belu’s  Society  Observed anthropologically and culturally. Ema Kemak. Selain itu dari sub sektor kehutanan kontribusi yang diperoleh juga signifikan dengan beberapa jenis pohon Ecologically. and Ema Dawan Manlea. red   Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxix . Besides. Each ethnic have both difference and similarity language and culture practice. the society earn easily live the foundation because of the specific similarity aspects. ground of Belu is fertile because owning black and sandy type of geology as well as the rainfall which is relative flat during the year. Daerah Belu yang subur tersebut membuatnya potensial untuk dikembangkan menjadi daerah peternakan dan pertanian. Sub sektor perikanan dengan kawasan pantai yang membentang dari Belu bagian selatan sampai utara turut mempengaruhi pemerataan pekerjaan dan pendapatan. Mata pencaharian utama adalah bertani yang masih dikerjakan secara ekstensif tradisional. masyarakat Belu dapat dengan mudah hidup rukun dikarenakan aspek kesamaan-kesamaan spesifik. penduduk Kabupaten Belu dalam susunan masyarakatnya terbagi atas 4 sub etnik yang besar yaitu : Ema Tetun. Kendati demikian. Ema Kemak.

Welakar). there was three brothers came from Malaka and stayed in Belu. Suku Mataus (Sonbai). The tribes of Melus recognized as “Emafatuk oan Ema Ai Oan” (woods and petrity human being). industri dan lainnya juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan PDRB dan peningkatan PAD. eukaliptus. Tipe manusia Melus adalah berpostur kuat. associated with the origin Melus. ada kesamaan universal yang dapat ditarik dari semua informasi dan data. Sanleo) dan Loro Sonbai (Dawan). Sedangkan Makoan asal Dirma menyebutnya Loro Sankoe (Debuluk. all of new comer dwelled in this area came from Sina Mutin Malaka. Selain para pendatang yang menghuni Belu sebenarnya berasal dari “Sina Mutin Malaka”. the first Belu resident was Melus. kayu merah dan jati. and teak. lxx Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . short posture of body. Dari sektor dan sub sektor lainnya seperti perdagangan dan jasa. Orang Melus dikenal dengan sebutan “Emafatuk oan ema ai oan“. Once upon a time. Ada cerita bahwa ada tiga orang bersaudara dari tanah Malaka yang datang dan tinggal di Belu. Makoan Fatuaruin called them Nekin Mataus (Likusaen). Welakar). There are various story about Belu’s new comer. Wewiku Nain. intinya bahwa. Nama ketiga bersaudara itu menurut para tetua adat masing-masing daerah berlainan. Namun menurut beberapa makoan asal Besikama yang berasal dari Malaka According to various research and old story. wood. Sejarah Singkat Orang Belu  Brief History Of Belu Resident  Sesuai berbagai penelitian dan cerita sejarah daerah di Belu.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU seperti cendana. Mataus (Sonbai). industry and others also give productivef significant contribution in forming Gross Regional Domestic Products and raising PAD. and Loro Sonbai (Dawan). Loro Banleo (Dirma. dan Bara Mataus (Fatuaruin). kekar orangnya dan bertubuh pendek. Loro Banleo (Dirma. manusia Belu pertama yang mendiami wilayah Belu adalah “Suku Melus“. Whereas Makoan Dirma called them Loro Sankoe (Debuluk. In fact. Malaka sebagai tanah asal-usul pendatang di Belu yang berlayar menuju Timor melalui Larantuka.Sanleo). They had different unique name according to each headman of region. They had a strong. and Bara Mataus (Fatuaruin). The land of Malaka was the origin of Belu’s new comer who sailed to Timor passing through Larantuka. there is a universal similarity pulled out from all data and information. bercampur dengan suku asli Melus. The sector of trade and services. Dari Makoan Fatuaruin menyebutnya Nekin Mataus (Likusaen). According to Makoan Besikama. Kendati demikian. (manusia penghuni batu dan kayu). Khusus untuk para pendatang baru yang mendiami daerah Belu terdapat berbagai versi cerita. Even that way. they’re called Wehali Nain. and Haitimuk Nain.

Para pendatang di Belu tersebut. According to historian. Maubara. The three brothers were aristhocrat and own their settled dominion with a good association with the society. Liurai Nain “Maromak Oan” in the south of Belu became the leader. Selain juga ada di Fatuaruin. the Maromak Oan’s dominion was expanded to some region of Dawan (Insana and Biboki).SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU ialah. Biboki. In the custom governmental. Wehali Nain. Dirma. and Suai Kamanasa. Sonbai. Fialaran. Bahkan menurut para peneliti asing Maromak Oan kekuasaannya juga merambah sampai sebahagian daerah Dawan (Insana dan Biboki). Menurut para sejararawan. pembagian Belu menjadi Belu bagian Selatan dan Utara hanyalah merupakan strategi pemerintah jajahan Belanda untuk mempermudah system pengontrolan terhadap masyarakatnya. And also in Fatuaruin. Maubara. South and North as it is right now. a broadcast appear in number from the empire governmental called “the empire golden age”. Fialaran. Sonbai dan Suai Kamanasa serta Loro Lakekun. Dirma. Kedatangan mereka ke tanah Malaka hanya untuk menjalin hubungan dagang antar daerah di bidang kayu cendana dan hubungan etnis keagamaan. All of Belu’s new comers divided no region of Belu by 2 parts. Maromak Oan sendiri menetap di Laran sebagai pusat kekuasaan kerajaan WewikuWehali. What was recorded and known in the history of Belu’s regency is that there was an empire of Wewiku-Wehali (which its dominion covered in a whole area of Belu). Biboki dan Insane. Sedangkan dari semua pendatang di Belu itu pimpinan dipegang oleh “Maromak Oan“ Liurai Nain di Belu bagian Selatan. Maromak Oan itself stayed in Laran as the authority centre of Wewiku-Wehali. Maromak Oan had an autocrat in Wewiku-Wehali and Haitimuk Nain. According to foreign scientist. Dalam melaksanakan tugasnya di Belu. and Insana. Maromak Oan memiliki perpanjangan tangan yaitu Wewiku-Wehali dan Haitimuk Nain. There was an Dalam keadaan pemerintahan adat tersebut muncullah siaran dari pemerintah raja-raja dengan apa yang disebutnya “Zaman Keemasan Kerajaan”. tidak membagi daerah Belu menjadi Selatan dan Utara sebagaimana yang terjadi sekarang. the assignment of Belu’s regency into south and north Belu was only a colonial Dutch strategies to make the society control system easier. Bahwa para pendatang dari Malaka itu bergelar raja atau loro dan memiliki wilayah kekuasaan yang jelas dengan persekutuan yang akrab dari masyarakatnya. Their arrival to Malaka was to aim at trading the sandalwoods and built religious-ethnic connection up. Apa yang kita catat dan dikenal dalam sejarah daerah Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxi . Loro Lakekun. Wewiku Nain dan Haitimuk Nain. Among all Belu’s new comer. In his duty in Belu.

In its governmental development there was an appearance of three others brothers administrating/ commanding in the north of belu. There was also an empire of Fialaran settled in the north of belu which led by Dasi Mau Bauk whose servants were Loro Bauho. Dalam perkembangan pemerintahannya muncul lagi tiga bersaudara yang ikut memerintah di Utara yaitu Tohe Nain. one was lxxii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . and Aitoan. there was a mixed-marriage between Loro Bauho and Klusin. Selain itu ada juga nama seperti Dafala. and in the eastern there was Asumanu-Tohe. Tohe Maumutin. Sorbau. Manuleten. Asumanu. Nenometan Anas. Sang Maromak Oan mengirim para pembantunya ke seluruh wilayah Belu sebagai Loro dan Liurai. called As Tanara. Asumanu. According to Belu’s historian. Herneno dan Insana Nain serta Nenometan Anas dan Fialaran. in oreder to make the government system arrangement easier. Loro Lakekukn. Manuleten. Lakekun. such as Loro Dirma. Maromak Oan delegated his servants to the entire region of Belu as Loro and Liurai It was recorded some famous great leaders delegated from wewikuwehali. Besikama-Lasaen. Manleten. Laklukun. Umaklaran Sorbauan dibagian Timur ada Asumanu empire of Sonbai which dominate the area of Mutis. Rin besi hat yaitu Dafala. Menurut penuturan para tetua adat dari Wewiku-Wehali. Dafala. among the four brothers. In the western of north belu there was Umahat. Dalam berbagai penuturan di Utara maupun di Selatan terkenal dengan nama empat jalinan terkait. Asumanu. Tercatat nama-nama pemimpin besar yang dikirim dari Wewiku-Wehali seperti Loro Dirma. Naitimu. Besides. Naitimu. Ada juga kerajaan Fialaran di Belu bagian Utara yang dipimpin Dasi Mau Bauk dengan kaki tangannya seperti Loro Bauho. Daerah Dawan termasuk Miamafo dan Dubay sekitar 40. Thus. Herneno.000 jiwa masyarakatnya. Lasiolat dan Lidak. The population of Dawan was 40. Di Dawan ada kerajaan Sonbay yang berkuasa di daerah Mutis. Manukleten. Rin besihat known as Dafala. Sorbau. Sorbau. they are Tohe Nain. Manleten. Supervices Dasi Sanulu known as Lasiolat.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU adalah adanya kerajaan Wewiku-Wehali (pusat kekuasaan seluruh Belu). Insana Nain. Umaklaran. Biboki Nain. it was known also Dafala. Biboki Nain. Maumutin dan Aitoon. and Lidak. Lasiolat. Lasaka. Umaklaran Sorbayan. untuk mempermudah pengaturan system pemerintahan. Loro Lakekun.000 person. Umaklaran Sorbau. Sesuai pemikiran sejarawan Belu. perkawinan antara Loro Bauho dan Klusin yang dikenal dengan nama As Tanara membawahi dasi sanulu yang dikenal sampai sekarang ini yaitu Lasiolat. Lasaka. Tohe Maumutin dan Aitoon. maumutin. and Fialaran. Lidak. Umalor-Lawan. Asumanu. Dafala. It is known in the north and south that there was four interrelated connection. According to the elders of Wewiku – wehali. Di Belu Utara bagian Barat dikenal Umahat. Manukleten. Lidak. and Aitoan.

the independent ordinary people • The last group called Ata or Klasan representing a faction of sahaya’s slave. yang secara hirarkis terdiri dari : Dasi atau golongan bangsawan yang menempati lapisan terpusat dan dari kelompok inilah terpilih Loro / Liurai / Na’i yang akan memangku jabatan kepemerintahan secara turun temurun. Besikama-Lasaen. Those who were included into this group usually Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxiii . Menurut H. J. Division and distinction of the society into hierarchical classes as follows rely on the existing race/ generation since the residents came until “the gold-age of the empire”. Umalor-Lawain. Kelompok kedua adalah Golongan Renu yang tidak lain adalah rakyat jelata yang merdeka. According to H. Susunan  Masyarakat Belu  Strafikasi  Stratification Of Belu’s Society  Studying about the society structure means analyze the existing society’s level arranged in one community called social stratification. marked the descent of Belu’s new comer/ stranger assimilated with the original Melus and extinct for a long time. Florens Maxi Un Bria in “The Way to Happiness of Belu People” that the society recognized its classification for three groups consists of: • DASI. Membahas tentang struktur masyarakat tidak lain dari pada mengulas tentang tingkatantingkatan dalam masyarakat yang ada dalam suatu komunitas atau persekutuan tertentu.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Tohe. Grijzen seperti dikutip dalam Tulisan Rm. Florens Maxi Un Bria dalam “The Way To Happiness Of Belu People” bahwa masyarakat Belu mengenal klasifikasi masyarakatnya atas 3 (tiga) golongan. Pembagian dan pembedaan masyarakat Belu dalam kelaskelas hirarkis di bawah ini di dasarkan pada turunan/ras yang ada sejak penduduk para pendatang sampai dengan kejayaan zaman kerajaan. Dengan demikian rupanya keempat bersaudara yang satunya menjelma sebagai tak kelihatan itu yang menandai asal-usul pendatang di Belu membaur dengan penduduk asli Melus yang sudah lama punah.J Grijen cited in article of Rm. unvisible. a group whose taking the central possession and from this group was chosen Loro/Liurai/Na’I to profess the governance hereditarily • The second group called Renu. Yang tersusun dalam susunan atau lapisanlapisan dalam masyarakat yang disebut stratifikasi sosial.

Mereka yang masuk Jenilu. To determine the classes. Ukuran untuk menentukan dua macam kelas ini tergantung pada pendapatan yang ia peroleh dan cara atau pola hidupnya setiap hari.. we know that the Javanese classified into three big groups which is equipping one another. From the aspect of national governance politics. consists of: . Dari sudut politik pemerintahan nasional.Group of subordinate ordinary people called Hutun Renu Among the two groups there was group of mediators referred as Fukun Dato - Kelompok lain adalah kelompok masyarakat bawah (Hutun Renu) atau marjinal dan orang kecil. Atapupu) until it was abolished by “Pax dalam golongan ini biasanya merupakan tawanan perang yang dijadikan budak untuk melayani kebutuhan masyarakat golongan renu atau golongan dasi. kita mengetahui bahwa penggolongan masyarakat Jawa atas tiga golongan / tiga kelompok besar yang saling melengkapi satu dengan yang lain. The stratification itself economically evaluated as consists of “the haves” (Ema Mak Soin) and “the haves not” (Ema Kmukit). lxxiv Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU • Kelompok terakhir disebut Ata atau Klason yang merupakan golongan hamba sahaya. The slave’s commerce becomes the commodity in the year 1892 (at Nederlandica” in the early 20th century of the Dutch governance Pembagian masyarakat Belu sendiri ditinjau dari segi ekonomis terdiri dari klasifikasi “orang berpunya/the haves“ (Ema Mak Soin) dan kelompok “orang miskin/the haves not “(Ema Kmukit). Perdagangan budak belian ini sempat menjadi komoditi pada tahun 1892 (pada daerah JeniluAtapupu) sampai pada akhirnya di awal abad 20-an Pemerintah Belanda mengeluarkan “Pax Nederlandica” sehingga perdagangan budak dihapus.Group of kings (Nain Oan) included aristhocrat . a prisoner of war taken as slave to serve the requirement of DASI and RENU. it was depend on the earnings they could obtain or their habits every day. Dalam keterkaiatannya dengan struktur masyarakat Belu maka kita mengenal beberapa kelompok /golongan masyarakat yang teridiri dari : Pertama adalah kelompok teratas atau kelompok raja (Nain Oan) masuk kelompok priyayi.

the empire of Wewiku-Wehali had four Datos playing a significant function as mediator. menuturkan bahwa di kerajaan Wewiku – Wehali ada 4 dato yang sangat berperan dalam fungsinya sebagai mediator yaitu. Sedangkan Fukun Dato akan berperan sebagai mediator antara kedua kelompok tersebut. Keterkaitan antara ketiga kelompok utama tersebut terwujud dalam realisasi program dan kerja nyata. Enhanced. Dalam hal ini. Group of Hutun Renu had a role of program executor. The interrelated among three groups formed in the tangible jobs and realization. Dato Leki Nahak Tamiru Usi Hawai Lerek (penguasa daerah pesisir laut) atau yang disebut Meti Ketuik. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxv . While Dato Mota dominating the seaboard of Benenai. Once in a while. the group of kings had a role of observe the development execution and made the governance decision. Dato is obliged to bring the tribute to their king. Kelompok Hutun Renu sebagai pelaksana program secara nyata. in the alignment of Panututan groups. It is recorded that the course of decision-making (fui mutu lian-fui mtun ibun) was done traditionally by sacrificing burnt up offerings.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Antara dua kelompok itu ada kelompok penengah atau disebut Fukun dato. Dato Klisuk Rae and Klisuk Lor were dominating the enclave of sea. Sehingga sesekali dalam kurun waktu tertentu seorang Dato wajib membawah upeti kepada rajanya. named as horizontal consaquinity “Klaken Saman”. Based on local history. Sedangkan Dato Mota menguasai daerah pesisir kali Benenai (Mota Ninin Here Ninin). While Futun Dato were personating mediator among the two other groups. nowadays. - Perlu ditambahkan disini bahwa dalam jajaran dan tataran kelompok panututan raja atau kerabatan horizontal yang dinamakan “klaken soman“Ada juga kelompok vertical yang disebut “Tohu Larus Hudi Oan“. Dato Klisuk Rae dan Klisuk Lor yang menguasai daerah enclave laut (hasan). There was also a vertical groups called Tahu Larus Hudi Oan. Dalam catatan sejarah lokal. In this case. Perlu di catat di sini bahwa dalam proses pengambilan keputusan (fui mutu lian-fui mtun ibun) secara adat dengan korban bakaran. kelompok Raja berperan mengawasi pelaksanaan pembangunan dan membuat putusan pemerintahan. called Dato Leki Nahak Tamiru Usi Hawai Lerek (Meti Ketuik).

White. Bentuk Lambang Daerah adalah Perisai bersisi lima mempunyai arti sebagai berikut : • Perisai melambangkan alat perlindungan rakyat • Sisi lima melambangkan Pancasila sebagai dasar negara Meanings. • Putih melambangkan kesucian. Kuning. and Black symbolizing Belu’s woven cloth meaning as follows: Red symbolize the bravery Yellow symbolize the supremacy Brown symbolize the firmness Green symbolize the prosperity White symbolize the chastity Black symbolize the justice lxxvi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Yellow.  Form. Putih dan Hitam. Coklat.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU Makna. Green. • Hijau melambangkan kemakmuran. 2. melambangkan kain tenunan rakyat Kabupaten Belu. • Hitam melambangkan ketenangan/keadilan. Hijau. The five side symbolize Pancasila as the national philosophy 2. • Kuning melambangkan keagungan.  and  Motif  In  The Symbol Of Belu’s Regency                    1. Colour and fill of symbol The symbol colored in Red.  Bentuk  dan  Motif  dalam  Lambang  Daerah  Kabupaten Belu                1. Brown. Warna dan Isi Lambang Tata warna lambang berwarna Merah. Form of the device area is a five side shield mean as follow: The shield symbolize the appliance of people’s protection. yang mempunyai arti : • Merah melambangkan keberanian. • Coklat melambangkan ketabahan hati.

kesungguhan hati dan semangat. tanggal. • 3. • Tiber melambangkan alat asli seni tari rakyat (tarian Likurai) yang telah ada serta tumbuh dalam masyarakat Belu sejak dahulu dan berkembang terus hingga sekarang. firmness. • Padi dan kapas melambangkan kemakmuran sandang pangan. Arti Lambang Lukisan bintang berwarna kuning emas melambangkan keagungan Tuhan Yang Maha Esa. date of. Meaning of symbol • The gold star symbolize the Almighty God • Paddy and cotton symbolize the food and clothes prosperity • 20 items of paddy and 12 seeds of cotton and also numeral of 1958 showing the day. • Dibawah Bintang dan di atas Pohon Beringin tertulis dengan huruf latin berbunyi “BELU“ yang berarti “SAHABAT“. placed above Tiber and Kelewang • Under the gold star and above the banyan tree.SEJARAH SINGKAT BELU / THE BRIEF HISTORY OF BELU 3. • Pohon beringin melambangkan persatuan dan tempat rakyat berlindung. terletak di atas tiber dan kelewang. • Kelewang dalam keadaan tersarung terletak di antara warna merah dan kuning melambangkan perjuangan keberanian. • Padi 20 butir dan kapas 12 biji serta angka 1958 menunjukkan hari. it is written “Belu” means “friend” Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxvii . and the spirit • The banyan tree symbolize the association and people’s protector. and year Belu Regency was formed in the province area of East Nusa Tenggara • Tiber symbolize the original appliance of Belunese art of dance • Kelewang located in its case among the ruddling and yellow symbolize the bravely struggle. tahun terbentuknya Kabupaten Belu dalam wilayah daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur .

Tanda-tanda yang dipakai: i. . helai. Liter (untuk beras) ………………………………. lxxviii Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Liter ………………………………………………… ix. bungkus. : Data belum tersedia ii. meter (m). 1. kilogram (kg). ... Kw (kwintal) ……………………………………… viii. Sumber Data : Data yang ada dalam penerbitan ini ada yang dikumpulkan langsung oleh Badan Pusat Statistik dan ada pula yang bersumber dari Dinas/Instansi/Jawatan di Tingkat Kabupaten. Botol ………………………………………………. Batang (sabun cuci)……………………. : 400 gram : 700 cc : 1000 meter : 12 buah : 1000 kg : 40 kg : 100 kg : 1000 cc : 0. dikumpulkan langsung dari responden oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu. vii. Km (Kilometer) …………………………. ……… iv.. iii. Data yang sumbernya tidak disebutkan. : Tanda Desimal 2. butir. Zak …………………………………………………. v.: Data tidak tersedia atau dapat diabaikan iii. Buah.80 kg 3.. .PENJELASAN UMUM / EXPLANATORY NOTES PENJELASAN UMUM Beberapa data yang kami sajikan dalam penerbitan ini merupakan data perbaikan dari penerbitan tahun-tahun sebelumnya.. Ton ………………………………………………… vi. ……… ii.. Lusin ………………………………………………. x. Satuan : i.

Metric ton ………………………………………… Sack …………………………………………………. : Data not yet available ii. Unit. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 lxxix . Bottle……………………………………………….…………………………… Litre ………………………………………………… Litre (for rice) …………. . Sources : Statistical data presented in this publication are based on secondary statistical data compiled as a part of the normal activities of various government and private institution in Belu and some of data represent the result of survey. Kilometers (Km) …………. unit and other which are used in this publication. iii. : Tanda Desimal 2. iv. Symbols: i. conducted by the BPS Belu. pach. Briguette for soap ………………………………. Quintal (ql) ………….……………………………………………. . viii... UnIt : i. . ix. vi.: Data not available or data negligible iii.. kilogram (kg).. piece.PENJELASAN UMUM / EXPLANATORY NOTES EXPLANATORY NOTES Symbol. x. ii.. meter (m).80 kg 3. vii.…………………………. number.……………………… Dozen . 1. v. are as follows. : 400 gram : 700 cc : 1000 meter : 12 unit : 1000 kg : 40 kg : 100 kg : 1000 cc : 0.

BAB / CHAPTER 1 Geografi Geography .

GEOGRAFI / GEOGRAPHY GEOGRAFI KEADAAN ALAM  Kabupaten Belu adalah salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang wilayahnya terletak di sebelah timur. Bentuk topografi wilayah Kabupaten Belu merupakan daerah datar berbukit-bukit hingga pegunungan dengan sungai-sungai yang mengalir ke utara dan selatan mengikuti arah kemiringan lerengnya. Malibaka. sebelah selatan dengan Laut Timor. Dari 14 sungai yang bermuara di bagian utara. Sungai–sungai yang ada di Kabupaten Belu mengalir dari bagian selatan dan bermuara di Selat Ombai dan Laut Timor. sebelah timur dengan Negara Timor Leste serta sebelah barat dengan Kabupaten Timur Tengah Utara dan Timur Tengan Selatan.86% dari luas wilayah. Posisinya sangat strategis karena berada pada persimpangan Negara Timor Leste dengan bagian lain Provinsi Nusa Tenggara Timur serta pada titik silang antara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten TTU.57 Km2 atau 5. Kabupaten Belu terletak pada koordinat 1240 – 1260 lintang selatan.16% dari luas wilayah Povinsi Nusa Tenggara Timur yang keseluruhannya berupa daratan. Dengan wilayah seluas 2. Adapun batas wilayah Kabupaten Belu adalah sebagai berikut: sebelah utara dengan Selat Ombai. dan Talau.445. yang banyak digunakan penduduk untuk pertanian adalah sungai Baukama. sedangkan daerah datar berombak sampai bergelombang 3-40% hampir merata di seluruh wilayah yaitu mencapai 55. Wilayah pegunungan (>40%) terdapat di wilayah tengah kearah Timur dengan luas wilayah sekitar 17. Kabupaten Belu terbagi dalam 24 Kecamatan. Wilayah datar terletak di bagian selatan memanjang sampai ke tenggara pada pesisir pantai Laut Timor dengan kemiringan kurang dari 2%. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 3 .40%.

umumnya berubah–ubah tiap setengah tahun berganti dari musim kemarau dan musim penghujan dengan musim kemarau yang lebih dominan.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Dari aspek kemampuan tanah.     I K L I M  Daerah Kabupaten Belu dengan temperatur rata-rata 24-34°C beriklim tropis. membuat Kabupaten Belu memiliki curah hujan yang rendah. dan pada umumnya jenis tanah ini sangat subur karena banyak mengandung unsur hara. Halilulik kemudian tanah litosol tersebar merata di Kabupaten Belu dan terakhir campuran tanah mediteran. Hal tersebut bisa dilihat dari data hari hujan dan curah hujan yang rendah. sepanjang pantai selatan dan sedikit di utara. Jenis tanah yang ada seperti tanah aluvial dapat di jumpai di dataran Besikama. sebagian besar Kabupaten Belu bertekstur tanah sedang yang meliputi hampir seluruh wilayah dan sebagian kecil bertekstur tanah halus dan kasar. Tanah campuran aluvial dan litosol di jumpai di dataran Oeroki. Intensitas pelapukan-pelapukan di wilayah ini tidak begitu besar disebabkan beriklim sedang. Musim hujan yang sangat singkat dimulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Mei. renzina dan litosol tersebar di wilayah Malaka Tengah bersifat porous sehingga banyak di jumpai air tanah. 4 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Letak geografis yang lebih dekat dengan Australia dibanding Asia. Curah hujan tertinggi yaitu 1375 mm terdapat di Kecamatan Malaka Tengah.

Banyaknya Hari Hujan di Kabupaten Belu Tahun 2003-2007 14.00 8.00 100.00 0.00 2.00 6.00 300.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Gambar 1. Banyaknya Curah Hujan di Kabupaten Belu Tahun 2003-2007 (mm) 700.2.00 0.00 400.1.00 12.00 600.00 500.00 J an Peb Mar Apr Mei 2004 J un J ul 2005 Ags S ep 2006 Okt Nop Des 2007 2003 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 5 .00 200.00 4.00 10.00 Jan Peb Mar Apr 2003 Mei 2004 Jun Jul 2005 Ags S ep Okt 2007 Nop Des 2006 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 1.

Banyaknya Curah Hujan Menurut Kecamatan di Belu Tahun 2007 (mm) 1400 1200 1000 800 Malaka Barat Tasifeto Timur Lamaknen Malaka Tengah 600 400 200 0 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Rinhat Malaka Timur Weliman S asita Mean Kakuluk Mesak Kobalima Raihat 6 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .GEOGRAFI / GEOGRAPHY Gambar 1.4.3. Banyaknya Hari Hujan Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Tahun 2007 Tasifeto Timur 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Rinhat Malaka Barat Weliman Kobalima Malaka Tengah Sasita Mean Malaka Timur Raihat Lamaknen Kakuluk Mesak Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 1.

63 7.34 8. Tasifeto Barat*) 12.445.30 8.76 100.18 211.00 Kabupaten Belu Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Wewiku 04. Raimanuk 10.44 187.30 83.67 2. Lasiolat 17. Laenmanen 09.42 217. Malaka Barat 02.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.54 56.1 Luas Daerah Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area of Belu Regency by Districk Kecamatan Districk (1) 01.05 3. Malaka Timur 08.72 97. Raihat 16.31 2. Rinhat 03. BPS Source : PODES 2005. Kobalima*) 11.90 88.28 94. Lamaknen*) Luas Area 2 ( Km ) (2) 87. Malaka Tengah 06.41 151.61 6.48 214.00 3.57 6.06 284.25 168.64 3.84 7.02 179.57 2. Sasita Mean*) 07.88 11.37 87.69 172.64 8.20 4. Weliman 05. Kota Atambua*) 14.41 3.90 7. Tasifeto Timur 15.57 Persentase Percentage (3) 3.20 64. BPS Catatan : *) Termasuk Kecamatan Pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 7 . Kakuluk Mesak 13.

45 3.12 3.31 100.59 5.04 3.77 87.02 3.20 3.83 5. Besikama 08.97 5.74 6. Rabasa 02. Lasaen 07.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005 BPS Source : PODES 2005 BPS 8 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .27 5.76 6. Motaulun 12.89 14.97 5.39 8.72 3. Naas Kec.22 5.44 4. Umatoos 04.41 Persentase Percentage (3) 6. Malaka Barat Luas Area (Km2) (2) 5. Raimatus 16. Maktihan 11.89 5.29 5. Rabasahain 03. Motaain 14. Fafoe 05. Umalor 09.30 9. Sikun 06.01 3. Oanmane 15. Rabasa Haerain 13.00 3.10 3.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.15 12.2 Luas wilayah Kecamatan Malaka Barat Menurut Desa Area District of Malaka Barat by Village 2005 Desa Village (1) 01.40 5.76 5.70 3.86 3.17 9.07 11. Loofoun 10.

13 6.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.76 3.21 3.07 4. Nabutaek 17. Wekmidar 03.BPS Source : PODES 2005.03 4.59 4. Alala 14.87 Persentase Percentage (3) 6.BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 9 .21 10.57 8.84 6.71 4. Tafuli 18.72 100.17 7. Rinhat 151.37 8. Nanin 12.12 6. Wekeke 09. Weain 16.75 7.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.09 2. Raisamane 15.84 6.51 8.54 8. L o t a s 04.10 4.60 13. Biudukfoho 06.36 4. Tafuli 10.3 Luas wilayah Kecamatan Rinhat Menurut Desa Area District of Rinhat by Village 2005 Desa Village (1) 01.11 6.33 5.74 4.55 16.15 7. B o e n 08. Oekmurak 13. N a e t 11.96 3.19 4.88 13.78 9. Webetun 05.95 5.21 Kec.93 11. Saenama 02. Nanobot Luas Area 2 (Km ) (2) 10. N i t i 07.57 4.93 6.

Webriamata 08. Lamea 02.36 7.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.43 8.BPS Source : PODES 2005.69 100. Seserai 04. Biris Kec.00 8.69 5.87 6.95 20.90 Persentase Percentage (3) 12.50 8.91 6. Badarai 07. Weoe 06.77 8.58 7.00 10 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Wewiku Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.41 4.61 5.00 6. Lorotolus 05. Weseben 10.42 7.80 3.59 97. Weulun 12.54 7.78 20.64 3.72 5.53 4.00 7. Alkani 03.4 Luas wilayah Kecamatan Wewiku Menurut Desa Area District of Wewiku by Village 2005 Desa Village (1) 01.BPS Luas Area (Km2) (2) 12. Halibasar 09.13 7. Rabasa Biris 11.

Angkaes 13.49 7. Taaba 07.00 2.56 8.76 9.51 3.42 9.10 3.44 7. Hauklaran 04.27 2.56 3.79 6. Leunklot 08. Bone Tasea 06.87 9.51 8.62 88.03 14. Forekmodok 02.33 8.5 Luas wilayah Kecamatan Weliman Menurut Desa Area District of Weliman by Village 2005 Desa Village (1) 01. Weliman Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Haitimuk 14.73 12.71 8.00 2. Wesey Kec.08 8.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 11 .31 9.07 2. Umalawain 05.26 2.38 9. Laleten 10.BPS Source : PODES 2005. Lakulo 09.25 Persentase Percentage (3) 5.88 11.26 3.BPS Luas Area 2 (Km ) (2) 5.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Kleseleon 11.56 2.77 100. Lamudur 03. Wedeok 12.

50 3.81 Kec.40 14. Bereliku 16.67 1. BPS Source : PODES 2005. Lawalu 10. Kateri 05.04 6.42 13. Wehali 06.62 4.68 13. Suai Luas Area (Km2) (2) 11.89 2.80 13.05 Persentase Percentage (3) 6. Umakatahan 08.28 0. Fahiluka 11. Kakaniuk 03.66 0.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Railor Tahak 17.50 9. Kletek 12. Barene 02. Malaka Tengah 168.58 3.62 3.69 100.10 7.85 11. Bakiruk 04. BPS 12 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .81 8.86 3.10 6.50 4. Naimana 09.30 9. Umanenlawalu 07.28 17.96 0. UPT Harekakae 14.48 5.54 1.57 23.37 20.00 6.6 Luas wilayah Kecamatan Malaka Tengah Menurut Desa Area District of Malaka Tengah by Village 2005 Desa Village (1) 01.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.39 8. Kamanasa 13.30 5. Barada 15.11 8.69 10.

60 8.79 14.00 4.06 8. Beaneno 16. Fatuoin 21.7 Luas wilayah Kecamatan Sasita Mean Menurut Desa Area District of Sasita Mean by Village 2005 Desa Village (1) 01. Ikan Tuanbeis Luas Area 2 (Km ) (2) 19.30 100.Bani 11. Fatuaruin 06.27 Persentase Percentage (3) 11.85 6.85 11.63 4. Kereana 02.62 2.89 6.57 3.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Babotin 03.27 13.00 6. Bani .94 5. Tunabesi 10. Sasita Mean 172.22 2.63 7.42 5. Tunmat 12. Babotin Selatan 14. Builaran 18. Umutnana 19.15 3.23 4.27 14.28 Kec. Takarai 13.81 6. B i a u 09.33 4.87 3.11 4.43 4. BPS Source : PODES 2005.50 2. Naibone 05.11 2.42 5.36 4.58 2.81 6.67 5.00 8. K u f e u 07.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.45 4.20 7.81 3. As Manulea 08.50 4.43 2.89 11. Babotin Maemina 15. Naisau 20. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 13 .28 8.20 4. Manulea 04. Silole 17.

GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Malaka Timur 83.22 5.28 100. Numponi 02.68 32.53 14.83 Kec.25 16.92 11.35 17. Sanleo 03. Kusa 05.8 Luas wilayah Kecamatan Malaka Timur Menurut Desa Area District of Malaka Timur by Village 2005 Desa Village (1) 01.62 14.37 13. BPS Source : PODES 2005.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.85 Persentase Percentage (3) 6. Dirma 04. Raiulun Luas Area (Km2) (2) 5.84 4. BPS 14 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .82 39. Wemeda 06.

Bonibais 05.61 13.61 5.00 7.80 5.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. BPS Source : PODES 2005.80 15. Meotroy Luas Area 2 (Km ) (2) 7.80 5.80 12. Besesmus 06.61 15.30 5.95 7.71 13. Tesa 10. Laenmanen 94.38 7.38 12. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 15 .77 Kec. Uabau 04.38 7.72 13.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Tniumanu 03.02 100.9 Luas wilayah Kecamatan Laenmanen Menurut Desa Area District of Laenmanen by Village 2005 Desa Village (1) 01.85 7.85 7. UPT Tniumanu 02.31 Persentase Percentage (3) 8.37 12. Kapitanmeo 09. Oenaek 07. Naekekusa 08.

88 18.00 11. Mandeu 09. Tasain 02. Duakoran 08.79 6. Rafae 07.67 13.15 2. Teun 03. Faturika 06. BPS Source : PODES 2005.79 19.60 5.10 Luas wilayah Kecamatan Raimanuk Menurut Desa Area District of Raimanukby Village 2005 Desa Village (1) 01. Mandeu Raimanus 05.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.23 Kec.52 10. BPS 16 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .50 Persentase Percentage (3) 10.50 7.27 13. Renrua 04.89 25.50 27. Leuntolu Luas Area (Km2) (2) 18.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.40 23.53 14.21 15.42 100.98 34. Raimanuk 179.

33 3.23 7.49 7.25 17.24 8.51 13. Alas Selatan 08. Lakekun Utara 04.40 Persentase Percentage (3) 2.10 9.06 20.05 18.93 3.83 14. Kotabiru 12.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.45 27. Lakekun 03.48 Kec. BPS 217. A l a s 11.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 17 .83 7.11 Luas wilayah Kecamatan Kobalima Menurut Desa Area District of Kobalima by Village 2005 Desa Village (1) 01.00 30.47 9.65 29. S i s i 06. Litamali 05. Rainawe 07.57 12.22 7.06 100. Alas Utara Luas Area 2 (Km ) (2) 6. Babulu Selatan 09.00 17. Babulu 10.60 20. Kobalima Sumber : Potensi Desa 2005 Source : PODES 2005.37 7.00 16. Lakekun Barat 02.

Fohoeka 02.12 Luas wilayah Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Desa Area District of Tasifeto Barat by Village 2005 Desa Village (1) 01. Nanaet 06. Tasifeto Barat 284.06 Persentase Percentage (3) 4.56 3.44 100.14 10.75 19.22 25. Lawalutolus 07.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.61 10.30 8.21 12.29 4.72 12.61 23.86 9.84 Kec.20 15. Lookeu 04. Tukuneno Luas Area (Km2) (2) 12.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.56 9. BPS 18 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Naitimu 09. Naekasa 12. BPS Source : PODES 2005.72 54. Dubesi 08. Nanaeone 03. Bakustulama 11.13 27.30 3.75 4. Rinbesihat 10.21 27. Derok Faturene 05.60 45.30 8.29 8.21 23.

63 19.30 17. Kenebibi 04.74 20.54 100.06 11. Leosama 06. Dualaus Luas Area 2 (Km ) (2) 53. Kabuna 03. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 19 .70 37.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.47 Kec.73 37.13 Luas wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Desa Area District of Kakuluk Mesak by Village 2005 Desa Village (1) 01.76 Persentase Percentage (3) 28.31 20. Kakuluk Mesak 187. BPS Source : PODES 2005. Fatukety 02.89 11.89 9.05 19. Jenilu 05.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.

38 11.40 0. Manumutin 12. Atambua 07.80 3.71 6.55 1.92 2.63 11.14 Luas wilayah Kecamatan Kota Atambua Menurut Desa Area District of Kota Atambua by Village 2005 Desa Village (1) 01. BPS 20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . L i d a k 03. Tulamalae 11. Fatukbot 02. Berdao 08.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.20 10. Rinbesi 05.85 Kec.62 0.21 3. BPS Source : PODES 2005.70 18.32 5. Beirafu 09.49 1.27 5.24 20.18 100.10 1.78 2.12 21. Umanen 10. Tenukiik Luas Area (Km2) (2) 5. Manuaman 04. Kota Atambua 56.60 Persentase Percentage (3) 10.22 4.52 3.20 2. Fatubenao 06.35 1.

19 8.00 6.30 35. Manleten 05. BPS Source : PODES 2005. Tialai Kec.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005. Dafala 03.15 Luas wilayah Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Desa Area District of Tasifeto Timur by Village 2005 Desa Village (1) 01.73 100.40 16.09 9. Halimodok 12. B a u h o 11. Fatuba'a 02. Silawan 08. S a d i 09.25 4. Umaklaran 06.56 14.81 2.30 15.40 4. Sarabau 10.00 211.70 9.37 Persentase Percentage (3) 16.52 3.32 4.00 19.40 13.75 6.55 14.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.10 6. Tasifeto Timur Luas Area 2 (Km ) (2) 34.95 30.00 18. Takirin 04. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 21 . Tulakadi 07.76 10.29 7.

51 10.55 8.40 9. BPS Source : PODES 2005. T o h e 03.32 18. Asumanu 02. Maumutin 06. Raihat 87.20 100.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. BPS 22 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .56 15. Toheleten Luas Area (Km2) (2) 22. Raifatus 04.98 9.96 17.95 16. Aitoun 05.34 Persentase Percentage (3) 26.40 14.63 16.16 Luas wilayah Kecamatan Raihat Menurut Desa Area District of Rinhat by Village 2005 Desa Village (1) 01.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.59 Kec.

93 Persentase Percentage (3) 14.96 13. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 23 .25 9.48 100.10 9.00 9.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.20 9.96 13.00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.11 14. Lasiolat 02. BPS Source : PODES 2005.00 9. Baudauk Luas Area 2 (Km ) (2) 9. Fatulotu 04. Dualasi 07. Lakanmau 05.40 Kec.35 13. Lasiolat 64.17 Luas wilayah Kecamatan Lasiolat Menurut Desa Area District of Lasiolat by Village 2005 Desa Village (1) 01.27 14.96 15. Maneikun 03. Raiulun 06.00 9.

00 Sumber : Potensi Desa (PODES) 2005.18 Luas wilayah Kecamatan Lamaknen Menurut Desa Area District of Lamaknen by Village 2005 Desa Village (1) 01.19 2.94 12. K e w a r 13.31 Persentase Percentage (3) 14.98 2.33 15.00 214. Lakmaras 03. F u l u r 12. Lutarato 17.28 3. Leowalu 10. Mahuitas 14.82 4.09 9. Lamaknen Luas Area (Km2) (2) 30.10 4.90 5. H e n e s 04.40 6.22 11. Maudemu 08.00 15. E k i n 06.02 9.50 10.10 14.25 6.00 3. Nualain 05.27 100.60 4.60 7. Lamaksenulu 16. M a k i r 15. BPS 24 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 7.31 5. BPS Source : PODES 2005.35 7.42 9.93 7.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1.04 21.64 9. Sisi Fatuberal Kec.64 21.00 17.52 2. D i r u n 09.39 6. Loonuna 02. Duarato 11. Debululik 07.93 1.57 4.

Kota Atambua Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 25 . Malaka Barat Nama Sungai Name of Rivers (2) Benenai Delek Baen Wedik Talimetan Motahoar Buik Luradik Baukama Baukoek Motamuru Welulik Malibaka Talau Panjang Sungai Length of Rivers (Km) (3) 100 15 30 10 8 7 40 10 45 10 15 18 50 50 2. Tasifeto Timur 6. Lamaknen 7.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Table 1. Malaka Tengah 3. Malaka Timur 4. Tasifeto Barat 5.19 Nama dan Panjang Sungai Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Name and Length of Rivers by District in Regency of Belu Kecamatan District (1) 1.

41 Juni June (7) 9 15 14 25 5 4. Lamaknen*) Rata-Rata Januari January (2) 11 6 11 4 7 6 4 7 21 23 15 6.00 Mei May (6) 5 6 8 1 4 1. Tasifeto Timur 15. Kakuluk Mesak 13.76 Pebruari February (3) 7 5 12 7 8 8 7 5 17 11 17 6. Sasita Mean*) 07.12 Maret March (4) 9 0. Malaka Barat 02.00 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture and Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data Tidak Tersedia 26 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tasifeto Barat*)**) 12.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Banyaknya Hari Hujan di Kabupaten Numbers of Day of Rain in Regency 2 0 Kecamatan District (1) 01.53 April April (5) 0. Kota Atambua*)**) 14. Lasiolat**) 17. Wewiku**) 04. Raihat 16. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Raimanuk**) 10. Kobalima*) 11. Laen Manen**) 09. Malaka Timur 08. Rinhat 03.

00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 27 .35 (12) 17 9 4 14 7 6 7 6 4.20 Belu Menurut Kecamatan Per Bulan of Belu by District per Month 0 7 (hari) Novembe r November Juli July Agustus August Septembe r September Oktober October Desember December Ju mlah Total (8) 0.00 (9) 0.06 (14) 80 11 66 47 56 29 64 12 38 60 64 31.00 (10) 0.12 (13) 21 15 11 13 8 11 18 17 6.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Table 1.00 (11) 6 14 3 1.

Malaka Timur 08.59 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture and Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data Tidak Tersedia 28 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Rinhat 03.76 Maret March (4) 192 11. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*)**) 14.00 Mei May (6) 74 519 68 38 44 43. Lamaknen*) Rata-Rata Pebruari February (3) 137 119 168 690 96 189 29 74 507 116 387 147.29 April April (5) 0. Malaka Barat 02. Tasifeto Barat*)**) 12. Laen Manen**) 09. Lasiolat**) 17. Malaka Tengah 06. Raimanuk**) 10. Sasita Mean*) 07. Kobalima*) 11.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Tabel / Banyaknya Curah Hujan di Kabupaten Rainfall in Regency 2 0 Januari Januar y (2) 123 104 125 166 103 146 46 66 343 215 267 100.71 Juni June (7) 105 417 292 785 43 96. Weliman 05. Tasifeto Timur 15.24 Kecamatan District (1) 01. Raihat 16. Wewiku**) 04.

83 (14) 1.GEOGRAFI / GEOGRAPHY Table 1.060 2.47 (12) 184 186 119 214 102 135 165 104 71.00 (10) 0.12 (13) 475 264 116 190 214 89 209 123 98.00 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 29 .00 (11) 146 243 112 29.362 223 1.21 Belu Menurut Kecamatan Per Bulan of Belu by District per Month 0 7 (mm) Novembe r November Juli July Agustus August Septembe r September Oktober October Desember December Ju mlah Total (8) 0.027 603 943 1264 140 850 743 968 599.00 (9) 0.

BAB / CHAPTER 2 Pemerintahan Government .

24. yaitu : 1. 22. 17. 19. 11. 2. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 33 . 10. 4. Kecamatan Malaka Barat Kecamatan Rinhat Kecamatan Wewiku Kecamatan Weliman Kecamatan Malaka Tengah Kecamatan Sasita Mean Kecamatan Botin Leobele Kecamatan Io Kufeu Kecamatan Malaka Timur Kecamatan Laenmanen Kecamatan Raimanuk Kecamatan Kobalima 13. 6. 7. 8. dimana sebanyak 87. 5. 15. 9. Kecamatan Kobalima Timur Kecamatan Tasifeto Barat Kecamatan Nanaet Dubesi Kecamatan Kakuluk Mesak Kecamatan Kota Atambua Kecamatan Atambua Barat Kecamatan Atambua Selatan Kecamatan Tasifeto Timur Kecamatan Raihat Kecamatan Lasiolat Kecamatan Lamaknen Kecamatan Lamaknen Selatan Menurut data dari Bagian Pemerintahan Desa pada Kantor Bupati Belu hingga tahun 2007 terdapat 208 desa/kelurahan di Kabupaten Belu yang terdiri dari 196 desa dan 12 kelurahan.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Pemerintahan Kabupaten Belu berdiri pada tanggal 20 Desember 1958 dengan ibukota kabupaten Atambua saat ini wilayahnya terdiri atas 24 kecamatan. 16. 3.02 persen adalah desa/kelurahan difinitif. sedangkan sisanya sebanyak 12. 12.98 persen masih merupakan desa persiapan. 14. 18. 23. 20. 21.

1.56% S wadaya 20. Jumlah Wilayah Administrasi Setingkat Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Tahun 2007 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 010 011 012 013 020 021 022 023 030 031 032 040 041 050 051 052 060 061 062 070 071 072 080 081 Sumber : Bagian Pemerintahan Desa 34 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Gambar 2.19% S wasembada 6.25% Sumber : PMD Gambar 2. Persentase Jumlah Desa Menurut Klasifikasi Desa di Kabupaten Belu Tahun 2007 S wakarya 73.

Lamaknen Selatan 181 27 Kabupaten Belu Sumber : Bagian Pemerintahan Desa.1 Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan Numbers Villages by District 2007 Kecamatan Regency Desa / Kelurahan Village UPT PrePersiapan transmiPre-village gration village (4) (5) 5 7 3 3 5 2 1 1 - Definitif Definitive (3) 11 13 9 11 12 9 7 5 6 7 8 8 4 8 4 6 4 4 4 11 6 7 9 8 Jumlah Total *) (6) 16 20 12 14 17 9 7 5 6 9 9 8 4 8 4 6 4 4 4 12 6 7 9 8 208 (1) 01.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Malaka Tengah 06. Io Kufeu 08. Kobalima 13. Lasiolat 23. Nanaet Dubesi 16. Laen Manen 11. Raimanuk 12. Kakuluk Mesak 17. Malaka Barat 02. Lamaknen 24. Botin Leobele 09. Raihat 22. Kobalima Timur 14. Kantor Bupati Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 35 . Kota Atambua 18. Sasita Mean 07. Weliman 05. Tasifeto Barat 15. Atambua Selatan 19. Tasifeto Timur 21. Rinhat 03. Atambua Barat 20. Wewiku 04. Malaka Timur 10.

Lasiolat 23. Atambua Barat 20. Kota Atambua 18. Botin Leobele 09. Lamaknen 24. Tasifeto Timur 21. Wewiku 04. Kobalima Timur 14. Malaka Tengah 06. Kantor Bupati Belu 36 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tasifeto Barat 15. Nanaet Dubesi 16. Rinhat 03. Weliman 05. Raimanuk 12.2 Banyaknya Satuan Lingkungan Setempat Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (3) 01.075 Sumber : Bagian Pemerintahan Desa. Kakuluk Mesak 17. Raihat 22. Io Kufeu 08. Malaka Timur 10. Atambua Selatan 19.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Laen Manen 11. Malaka Barat 02. Sasita Mean 07. Kobalima 13. Lamaknen Selatan Kabupaten Belu Dusun/Lingkungan (4) 82 119 66 88 98 49 45 30 46 66 78 48 23 59 20 35 9 9 8 58 31 25 43 39 1.174 Rukun Tetangga (RT) (5) 214 215 211 188 332 93 87 57 109 126 140 119 50 177 40 90 110 79 90 175 91 70 103 109 3.

Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Wewiku 04. Lamaknen*) Kabupaten Belu - 5 7 42 148 6 208 Sumber : PMD Source : PMD Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 37 . Malaka Tengah 06. Kobalima*) 11. Kota Atambua*) 14. Laen Manen 09.3 Banyaknya Desa/Kelurahan dan Tingkat perkembangan Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan Numbers of Villages and Supporting level by District 2007 Perkotaan Kecamatan Regency Swadaya Swakar ya Self Developing (3) 5 7 Swasemba da Supporting (4) Swadaya Pedesaan Swakary a Self Developing (6) 10 13 9 11 10 13 6 7 7 11 12 6 11 6 7 9 Swasemba da Supporting (7) 1 2 1 1 1 Jumlah Desa/ Kelurah an Numbe rs of Villages (8) 16 20 12 14 17 21 6 9 9 12 12 6 12 12 6 7 17 (1) (2) - (5) 5 7 3 3 5 8 2 1 8 01. Kakuluk Mesak 13. Lasiolat 17. Tasifeto Barat*) 12.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Malaka Timur 08. Raimanuk 10. Sasita Mean*) 07. Weliman 05. Rinhat 03.

Lamaknen 03. Kobalima k. Tulamalae f. Kota Atambua b. Manumutin e. Umanen 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 13 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 6 3 - - - - - - - - - - - - 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 13 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 6 3 Jumlah I 755 264 - - - - - - 755 264 38 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tasifeto Barat l. Kota Atambua n. Sasita Mean g. Rinhat c. Tenukiik c. Laen Manen i. Lidak i. Malaka Tengah f. Tasifeto Timur o. Bardao g.4 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Kecamatan a. Sekretariat Daerah 02. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Jenis Kelamin dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Kantor/Dinas/Instansi (1) Pegawai Pegawai sipil Sipil Daerah pusat dipekerjakan L (2) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 P (3) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 L (4) P (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) Jumlah L (10) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 P (11) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 01. Malaka Barat b. Raimanuk j. Kakuluk Mesak m. Kelurahan a. Weliman e. Manuaman d. Lasiolat q. Wewiku d. Malaka Timur h.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Raihat p. Beirafu h.

Rinbesi Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk (2) 11 14 11 27 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 P (3) 5 7 4 13 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 Pegawai sipil BUMN/ BUMD pusat dipekerjakan L (4) 21 30 108 14 34 18 48 25 20 228 8 4 31 P (5) 8 11 85 1 7 4 11 2 4 8 3 L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) 6 3 1 4 3 3 P (9) 2 1 1 1 L (10) 11 14 11 27 21 36 111 14 34 19 48 29 20 228 11 7 31 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) 5 7 4 13 8 13 85 1 7 5 11 3 4 8 1 3 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 Jumlah II 458 161 589 144 - - 20 5 1067 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 39 .4 Pegawai Sipil Daerah L (1) j. Fatubenao k.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Fatukbot l.

4 Pegawai Sipil Pegawai sipil BUMN/ BUMD Daerah pusat dipekerjakan L (1) (2) P (3) L (4) P (5) L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 36 10 Dinas Pendidikan 65 16 Dinas Pendidikan (Guru) 1950 1863 Dinas Kesehatan 243 264 Dinas Nakertrans 26 4 Dinas Pendapatan Daerah 46 13 Dinas Kehutanan 94 16 Dinas Keluarga Berencana 98 30 Dinas Perhubungan 74 10 Dinas Pertanian & Perkebunan 189 30 Dinas Perikanan & Kelautan 30 19 Dinas Pertambangan & Energi 21 15 Dinas Peternakan 62 21 Dinas Koperasi PK&M 38 6 Dinas Kesejahteraan Sosial 22 7 Dinas Kebersihan & Pertamanan 35 25 Kantor Satpol Pamong Praja 35 5 Kantor Arsip Daerah 11 8 Kantor Ketahanan Pangan 92 9 Kantor Perpustakaan 13 12 Kantor PDE PD.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Belu Bhakti PDAM Jumlah III 10 9 2 8 3 5 - - - - - - 36 10 65 16 1950 1863 243 26 46 94 264 4 13 16 - - - - - - 98 74 189 30 21 62 38 22 35 35 11 92 13 10 9 2 30 10 30 19 15 21 6 7 25 5 8 9 12 8 3 5 3201 2399 3201 2399 40 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI 85 18 12 - 121 4 5 - - - 31 11 2 25 4 22 7 6 3 10 2 18 2 4 9 7 2 1 1 1 2 3 2 3 2 16 9 2 46 9 3 2 3 3 22 8 5 4 2 5 6 30 - 85 18 12 47 20 4 71 13 25 8 9 6 10 24 26 7 8 121 4 5 11 7 2 6 6 2 1 2 3 32 3 2 Jumlah IV 115 130 - - 147 33 132 43 393 207 541 6 3180 Jumlah I+II+III+IV Sumber 4529 2954 589 144 147 33 152 48 : BKD dan masing-masing Instansi.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Badan. Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 41 .4 Pegawai Sipil Daerah L (1) (2) P (3) Pegawai sipil BUMN/ BUMD pusat dipekerjakan L (4) P (5) L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah Kantor/Dinas/Instansi P (11) RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps.

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Kecamatan a. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Golongan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) 16 4 3 2 8 2 1 2 5 8 5 1 3 3 1 1 8 2 3 2 II (3) 164 27 10 5 9 34 13 25 17 5 40 32 45 14 12 22 15 8 7 8 5 14 10 12 4 8 III (4) 91 18 8 6 10 18 10 11 14 8 17 13 9 12 9 5 13 9 8 8 8 6 9 7 7 7 IV (5) 14 (6) BUMN/ BUMD L P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) 185 41 19 8 14 44 20 30 25 10 49 39 54 20 19 27 22 15 10 10 9 21 16 16 7 12 Jumlah P (11) 100 8 2 3 7 16 5 7 6 3 10 11 8 11 3 3 6 5 6 7 4 7 5 6 4 5 01. Lidak 03. Kakuluk Mesak m. Tasifeto Barat l. Malaka Tengah f. Sasita Mean g. Lamaknen a. Raimanuk j. Kota Atambua b. Laen Manen i. Rinhat c. Weliman e. Bardao g. Wewiku d.5 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Beirafu h. Kobalima k. Malaka Barat b. Sekretariat Daerah 02. Kota Atambua n. Umanen Jumlah I 1 81 12 6 577 347 14 - - - - 13 6 755 264 42 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tenukiik c. Malaka Timur h. Tulamalae f. Lasiolat q. Manumutin e. Raihat p. Kelurahan i. Tasifeto Timur o. Manuaman d.

Rinbesi (2) 1 2 2 II (3) 9 11 8 III (4) 6 8 5 IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) 11 14 11 Jumlah P (11) 5 7 4 Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk Jumlah II 3 1 - 22 18 15 114 3 9 7 37 17 4 29 2 2 26 16 19 11 14 15 19 72 30 18 14 11 10 22 77 12 31 15 21 10 6 2 2 7 28 10 21 15 17 21 46 20 26 18 4 1 3 5 1 1 1 9 7 5 4 2 5 7 5 7 5 - - 6 1 2 1 1 1 - 27 21 36 111 14 34 19 48 29 20 228 11 7 31 44 26 28 22 20 33 114 41 42 25 13 8 13 85 1 7 5 14 207 4 2 2 1 12 3 1 - - 4 3 3 - 11 3 4 8 1 3 11 10 9 13 15 12 23 17 9 13 255 561 467 72 - - 17 5 1067 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 43 .5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) j.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Fatukbot l. Fatubenao k.

5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) II (3) III (4) IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah P (11) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan (Guru) Dinas Kesehatan Dinas Nakertrans Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Keluarga Berencana Dinas Perhubungan Dinas Pertanian & Perkebunan Dinas Perikanan & Kelautan Dinas Pertambangan & Energi Dinas Peternakan Dinas Koperasi PK&M Dinas Kesejahteraan Sosial Dinas Kebersihan & Pertamanan Kantor Satpol Pamong Praja Kantor Arsip Daerah Kantor Ketahanan Pangan Kantor Perpustakaan Kantor PDE PD. Belu Bhakti PDAM Jumlah III 1 3 69 6 4 19 42 22 28 4 8 267 6 5 5 - - - - 36 65 10 16 1343 2134 343 152 11 19 14 31 1950 1863 243 264 26 46 4 13 7 6 1 2 2 7 2 1 1 2 - 6 48 42 126 23 16 44 15 15 36 27 11 62 18 10 8 4 70 74 32 83 22 13 32 23 9 14 10 6 37 5 7 2 3 30 6 3 4 3 5 5 6 5 3 1 1 2 1 1 345 4 - - - - - - - - 98 74 189 30 21 62 38 22 35 35 11 92 13 10 9 2 94 30 10 30 19 15 21 6 7 25 5 8 9 12 8 3 5 16 120 2352 2783 3201 2399 44 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.5 Golongan Kantor/Dinas/Instansi I (1) (2) II (3) III (4) IV (5) BUMN/ BUMD L (6) P (7) Honorer/ Kontrak/PTT L (8) P (9) L (10) Jumlah P (11) RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps. Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 45 . Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI 2 - 133 5 9 - 68 14 8 - 3 3 - 31 11 2 25 4 22 7 6 3 10 2 18 2 4 9 7 2 1 1 1 2 3 2 3 2 16 9 2 46 9 3 2 3 3 22 8 5 4 2 5 6 30 - 85 18 12 47 20 4 71 13 25 8 9 6 10 24 26 7 8 121 4 5 11 7 2 6 6 2 1 2 3 32 3 2 Jumlah IV 2 147 90 368 7 6 147 33 132 43 393 207 541 6 3180 Jumlah I+II+III+IV Sumber 458 3637 437 147 33 149 48 : BKD dan masing-masing Instansi. Badan.

Kota Atambua n.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Tabel / Table 2. Malaka Barat b. Manumutin e. Tasifeto Timur o. Lasiolat q. Tulamalae f. Sekretariat Daerah 02. Tasifeto Barat l. Pusat dan BUMN/BUMD Menurut Tingkat Pendidikan dan Kantor/Dinas/Instansi di Kabupaten Belu 2007 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) (2) 36 6 1 1 20 7 9 4 1 13 10 21 14 4 8 3 4 2 3 1 11 4 7 2 5 3 SLTP (3) 32 8 2 1 1 6 4 5 6 1 12 9 13 3 2 5 4 3 2 2 1 3 3 2 2 1 SLTA (4) 185 28 13 8 15 28 8 19 13 7 27 24 21 6 8 11 16 8 9 10 8 9 12 11 6 7 12 D1-D3 (5) 25 2 2 1 3 1 1 2 3 2 3 3 3 1 2 1 1 1 1 S1 (6) 6 5 3 2 3 3 5 3 6 4 4 5 4 5 5 5 5 3 3 1 3 4 2 2 2 3 2 S2 (7) 1 Honorer/ Kontrak/ PTT (8) - Jumlah (9) 285 49 21 11 21 60 25 37 31 13 59 50 62 31 22 30 28 20 16 17 13 28 21 22 11 17 19 01.6 Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Daerah. Kelurahan Jumlah I 200 133 529 58 98 1 - 1019 46 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kota Atambua b. Lamaknen a. Wewiku d. Malaka Timur h. Kakuluk Mesak m. Weliman e. Raihat p. Kecamatan a. Laen Manen i. Malaka Tengah f. Beirafu h. Umanen 03. Sasita Mean g. Bardao g. Manuaman d. Lidak i. Rinhat c. Tenukiik c. Raimanuk j. Kobalima k.

6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) j. Fatubenao k. Rinbesi Sekretariat DPRD Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Departemen Agama Pengadilan Agama BPN BPS Lembaga Pemasyarakatan KPPN PNS Polri PNS Kodim (2) 2 5 4 10 3 1 1 1 4 200 SLTP (3) 2 1 1 6 1 1 1 3 6 27 4 SLTA (4) 9 12 8 18 16 18 54 2 30 16 40 12 10 9 3 D1-D3 (5) 1 1 1 61 1 1 1 10 1 S1 (6) 3 2 2 5 10 20 75 9 8 5 15 4 4 S2 (7) 1 1 3 1 Honorer/ Kontrak/ PTT (8) 8 3 2 5 3 Jumlah (9) 16 21 15 40 29 49 196 15 41 24 59 32 24 236 11 Bandara Udara Haliwen Pengelolaan Pajak Atambua Imigrasi Badan Pengawas Badan Kesbanglinmas Bappeda Bapedalda Badan Kepegawaian Badan PMD Dinas Kimpraswil Dinas Infokom Dinas Perindustrian &Perdagangan Dinas Pendaftaran Penduduk Jumlah II 1 7 5 1 7 2 2 19 5 5 4 289 2 4 3 5 4 4 8 6 1 1 91 2 29 27 20 12 11 14 22 66 40 32 20 552 1 4 1 3 1 2 4 11 1 2 2 110 1 4 15 6 15 11 12 13 32 5 10 11 297 3 1 1 1 1 13 4 25 8 34 55 36 37 35 35 45 137 58 51 38 1377 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 47 . Fatukbot l.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2.

6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan (Guru) Dinas Kesehatan Dinas Nakertrans Dinas Pendapatan Daerah Dinas Kehutanan Dinas Keluarga Berencana Dinas Perhubungan Dinas Pertanian & Perkebunan Dinas Perikanan & Kelautan Dinas Pertambangan & Energi Dinas Peternakan Dinas Koperasi PK&M Dinas Kesejahteraan Sosial Dinas Kebersihan & Pertamanan Kantor Satpol Pamong Praja Kantor Arsip Daerah Kantor Ketahanan Pangan Kantor Perpustakaan Kantor PDE PD.PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Belu Bhakti PDAM (2) 4 4 19 2 6 1 1 12 13 5 3 7 1 1 13 3 1 1 5 1 3 SLTP (3) 1 3 54 1 5 2 7 7 17 2 2 3 2 4 8 2 2 2 3 3 2 SLTA (4) 24 27 1211 335 15 30 77 76 50 116 25 19 39 24 17 30 26 11 58 13 9 3 6 D1-D3 (5) 7 8 851 68 4 5 5 6 6 22 7 1 10 5 2 2 2 2 6 1 1 S1 (6) 10 39 1751 27 8 13 25 38 9 50 9 10 23 12 5 7 7 3 34 3 5 3 1 1 1 1 1 4 S2 (7) Honorer/ Kontrak/ PTT (8) - Jumlah (9) 46 81 3813 507 30 59 110 128 84 219 49 36 83 44 29 60 40 19 101 25 18 12 7 - Jumlah III 106 132 2241 1021 2092 8 - 5600 48 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

Baru Pegadaian Atambua Pegadaian Betun Asuransi Jiwa Sraya Asuransi Bumi Putra Perum Dolog Atambua Bank Mandiri BNI Jumlah IV Jumlah I+II+III+IV Sumber 1 2 1 5 18 613 - 5 3 19 375 - 2 24 3 13 7 3 4 11 50 9 1 1 368 7 1 1 1 2 1 1 36 2 2 1 1 1 2 3 2 6 3 4 56 9 1 1 3 25 - 51 15 3 2 3 8 5 4 100 125 9 6 77 19 25 10 10 8 13 56 26 10 10 600 8499 27 3656 1225 2543 : BKD dan masing-masing Instansi.6 Tingkat Pendidikan Kantor/Dinas/Instansi SD (1) (2) 6 1 1 1 SLTP (3) 8 1 1 1 SLTA (4) 173 15 14 31 D1-D3 (5) 19 4 1 3 S1 (6) 1 21 S2 (7) 1 (8) (9) 206 22 17 58 Honorer/ Jumlah Kontrak/PTT RSUD Atambua Akademi Perawat Sekretariat KPU BRI BPD Atambua BPD Capem Atapupu PLN Telkom Pos & Giro Pegadaian Ps. Kantor BUMN/BUMD Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 49 .PEMERINTAHAN / GOVERNMENT Lanjutan / Continued Tabel 2. Badan.

BAB / CHAPTER 3 Penduduk & Tenaga Kerja Population & Man Power .

1. Pada tabel 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER PENDUDUK & TENAGA KERJA PENDUDUK Tema kepedudukan selalu muncul menjadi suatu permasalahan yang cukup menarik dan hangat untuk diperdebatkan karena mempunyai kaitan erat dengan kesejahteraan hidup manusia.484 jiwa pada tahun 2000.019 jiwa dan meningkat menjadi 277. jumlah penduduk di Kabupaten Belu tahun 1990 sebanyak 216. Sebaliknya percepatan pertumbuhan penduduk jauh lebih lamban dari percepatan pertambahan sumber daya dan sumber dana yang ada maka penduduk yang banyak dengan kualitas yang memadai akan menjadi modal pembangunan yang sangat berharga. Tingkat pertumbuhan ini sedikit lebih tinggi dibanding pertumbuhan 1980-1990 yang hanya 1. dengan tingkat kepadatan rumah tangga rata-rata 4 orang dan kepadatan penduduk 155 orang per Km². Dibandingkan tahun sebelumnya angka pertumbuhan penduduk periode 2000-2007 tergolong cukup tinggi yakni 53 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .78%.54%. karena penduduk dengan aspek kualitas dan kuantitasnya merupakan pelaku sentral sekaligus sebagi objek yang menikmati hasil-hasil pembangunan secara lebih adil dan berkeprikemanusiaan. dengan pertumbuhan rata–rata 2. sedangkan apabila sebagian besar dari mereka berkualitas rendah tentu akan menjadi sumber kemiskinan dan keterbelakangan yang tidak lain juga menjadi musuh utama dari misi pembangunan bangsa. Perkembangan penduduk yang pesat tanpa diimbangi dengan persediaan resourses yang memadai maka jumlah penduduk yang banyak tersebut menjadi beban bagi pembangunan.882 jiwa. jumlah penduduk Kabupaten Belu 2007 dari 378. Penduduk yang banyak dengan kualitas yang tinggi akan menjadi asset yang berharga bagi kelancaran proses pembangunan. Dari hasil Sensus Penduduk. Pemerintah dalam berbagai format perencanaan selalu menempatkan masalah kependudukan sebagai kerangka acuannya.1.

Angka sex ratio pada tahun 2007 sebesar 99. Pada kasus ini. Dilihat dari struktur umur penduduk memperlihatkan bahwa sebagaian besar penduduk Belu berada pada usia muda. Dari 378. Angka ketergantungan (Dependency Ratio) pada tahun 2007 adalah 79 yang menunjukkan bahwa setiap 100 orang penduduk usia produktif harus menanggung sekitar 79 orang yang belum atau tidak produktif. menunjukkan bahwa 54 - - jumlah penduduk laki-laki sedikit lebih rendah dari penduduk perempuan yakni setiap 99 penduduk laki-laki terdapat 100 orang penduduk perempuan.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER 4. merupakan penduduk usia muda yang berumur 0 – 14 tahun. Faktor migrasi masuk juga menjadi pemicu tingginya angka pertumbuhan penduduk mengingat kedudukan wilayah geografis Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste akan menjadi daerah transit bagi penduduk dari luar untuk expansi usaha ke negara baru tersebut. KETENAGAKERJAAN Penduduk usia kerja didefinisikan sebagai penduduk yang berumur 10 tahun keatas. Selain itu dengan adanya pergeseran paradigma Keluarga Berencana dari Norma Keluarga Kecil Bahagia menjadi menjadi Keluarga Berkualitas disalah tafsirkan sebagai peluang untuk banyak anak asal bisa/mampu menghidupinya. dimana konstruksi piramida penduduknya masih berbentuk ekspansif.20%. juga diakibatkan oleh adanya eksodus ex pengungsi Timor Timur ke wilayah Kabupaten Belu yang pada Sensus Penduduk 2000 belum terhitung.55%. Analisis kependudukan tahun 2007 memperlihatkan indikator sebagai berikut: . Hal ini karena selain perkembangan penduduk secara alamiah. sedangkan khusus dalam Sensus Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . hidup layak sebuah keluarga menjadi relatif dan sangat tergantung pada pandangan kepentingan yang bersifat subjektif.882 pada tahun 2007 38.

Mereka terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angka ini rendah pada usia muda (usia sekolah). perdagangan eceran atau sebagai pekerja keluarga pada sektor pertanian.13% atau lebih sedikit dibanding hasil sensus SP 2000 sebesar 7.2007. namun bila dibandingkan dengan tingkat pendapatan perkapita penduduk yang masih rendah menunjukkan bahwa sebenarnya angka setengah pengangguran dan pengangguran terselubung di Kabupaten Belu terutama pada sektor pertanian di pedesaan masih cukup tinggi. TPAK mengkikuti pola huruf *U* terbalik. 61. Selama kurun waktu 2000. 61.35 pada tahun 2005. kesehatan yang tidak memungkinkan dan telah mencapai usia tua). Komposisi penduduk yang bekerja pada tahun 2007 memperlihatkan bahwa sebagian besar yakni 60. Diduga fluktuasi TPAK ini erat kaitannya dengan situasi kesulitan ekonomi yang dialami sebagian besar masyarakat.28%. Sebaliknya ketika kondisi ekonomi tingkat rumah tangga memasuki fase kronis maka sebagian ibu rumah tangga terpaksa ikut mencari nafkah melalui usaha antara lain kerajinan rumah tangga.00 tahun 2006 dan tahun 2007 ini meningkat menjadi 68. Ini berarti angka pengangguran terbuka pada tahun 2007 hanya sebesar 3. TPAK Kabupaten Belu sedikit berfluktuasi yakni 77. Angka kesempatan kerja merupakan perbandingan antara penduduk yang bekerja dengan angkatan kerja.87%.84 % dari penduduk yang bekerja.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Penduduk 2000 dan Sakernas 2007 menggunakan konsep penduduk berumur 15 tahun keatas.mempunyai lapangan pekerjaan utama di sektor 55 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Pada kondisi ekonomi masyarakat secara umum relatif baik maka ada sebagian penduduk usia kerja terutama ibu rumah tangga tidak aktif mencari nafkah. yang selanjutnya turun lagi perlahan pada umur-umur berikutnya (antara lain karena pensiun.64 di tahun 2000. kemudian naik sejalan dengan kenaikan umur sampai mencapai puncaknya pada umur 25–29 tahun. Proporsi penduduk yang tergolong angkatan kerja dikenal dengan istilah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ( T P A K). Kendatipun tingkat pengangguran terbuka relatif kecil. Pada tahun 2007 angka kesempatan kerja Kabupaten Belu tergolong tinggi yakni 96.44%.

PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER pertanian.04% dan 29.45%. jasa jasa 13.85% (47. Dari jumlah pekerja pada tahun 2007 memperlihatkan bahwa 28.10. Sementara sisanya masing masing bekerja pada sektor sekunder (industri 10.15% maka selama lebih dari dua dekade terakhir ini hampir tidak terjadi transformasi tenaga kerja dari sektor primer ke sektor ekonomi moderen secara signifikan.28% dan 76. Dari 163. Lambatnya transformasi tenaga kerja ke sektor moderen sangat erat kaitannya dengan tingkat pendidikan kerja. Data hasil Sakernas 2007 memperlihatkan bahwa sekitar 73.221 Penduduk yang bekerja pada tahun 2007 sekitar 80.71% di antaranya bekerja dibawah jam kerja normal yakni rata-rata di bawah 6 jam perhari. Padahal kunci dari kemajuan pembangunan ekonomi terletak pada akselarasi kinerja dari sektor-sektor ekonomi moderen yang dimanifestasikan lewat semakin besarnya porsi tenaga kerja yang bekerja pada sektor sekunder dan tersier.55 % dan 1.24%) bila di bandingkan dengan hasil sensus penduduk tahun 1990 dan 2000 di mana penduduk yang bekerja di sektor pertanian masing masing 68.40 % . Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan maka kemampuan untuk mengadopsi perkembangan teknologi produksi 56 yang lebih baik maupun pikiran kreatif untuk menyeleksi aktivitas ekonomi yang lebih menguntungkan menjadi relatif terbatas.78% berusaha sendiri dan di bantu buruh di bayar masing masing 16. Penduduk yang bekerja di atas 44 jam perminggu atau lebih dari 7 jam perhari baru sekitar 19.73 % buruh karyawan 16.68 dan pekerja bebas cuma 0.091 Jiwa) diantaranya adalah pekerja keluarga/pekerja tidak di bayar sementara sisanya masing-masing bekerja di bantu dengan buruh tidak di bayar/pekerja keluarga 35. Untuk mengetahui tingkat kemandirian dan kesejahteraan pekerja dapat di amati dari status pekerjaannya.29%.12% sisanya bekerja pada sektor tersier (perdagangan 5.penduduk yang bekerja berpendidikan paling tinggi hanya tamat Sekolah Dasar (SD). Penyebaran penduduk yang bekerja menurut jumlah jam kerja selama seminggu memperlihatkan bahwa sebagian besar pekerja kita masih memiliki ethos kerja yang lebih rendah. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .43% dan lainnya 10.

59 50 .39 30 .1.69 60 .74 65 .2007 400000 350000 300000 250000 231815235508 200000 150000 100000 50000 0 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 378882 361862 371530 331385 324165 256815 277137 284074 291967 243236 245224 Sumber : Registrasi Penduduk 1995-2007 Gambar 3.2.49 40 .19 10 .64 55 .34 25 . BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 57 .24 15 . Piramida Penduduk Kabupaten Belu Tahun 2007 75+ 70 .44 35 .54 45 .29 20 . Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Tahun 1995 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.14 5-9 0-4 -30000 -20000 -10000 0 10000 20000 30000 laki laki perempuan Kelompok Umur Sumber : Registrasi Penduduk 2007.

000 40.000 10.4.000 15. Kepadatan Penduduk per Km² di Kabupaten Belu Tahun 2007 Lamaknen S elatan Lamaknen Lasiolat Raihat Tasifeto Timur Kakuluk Mesak Nanaet Dubesi Tasifeto Barat Kobalima Timur Kobalima Raimanuk Laen Manen Malaka Timur Botin Leobele Io Kufeu S asita Mean Malaka Tengah Weliman Wewiku Rinhat Malaka Barat 0 200 400 600 800 1.600 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 58 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 45. Penduduk Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Tahun 2007 Lamaknen Lasiolat Raihat Tasifeto Timur Atambua S elatan Atambua Barat Kota Atambua Kakuluk Mesak N anaet D ubesi Kobalima Timur Raimanuk Laen Manen Malaka Timur Io Kufeu Botin Leobele S asita Mean Weliman Wew iku Rinhat Malaka Barat Tasifeto Barat Kobalima Malaka Tengah 0 5.000 30.000 20.000 Kota Atambua Atambua S elatan Atambua Barat 1.3.000 rumah tangga 35.400 1.000 penduduk 25.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.200 1.000 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 Gambar 3.

6. BPS Berusaha dg.41% Berusaha sendiri 16. buruh tetap 2.78% 19 .64% 16 tahun 3. BPS Gambar 3.85% Buruh/ karyawan 15.11% Pekerja tak dibayar 27.5.05% Sumber : Susenas 2007.75% 15 tahun ke bawah 2.18 tahun 18. buruh tidak tetap 30.55% Berusaha dg. Persentase Penduduk Kabupaten Belu Usia 15 Tahun Menurut Status Pekerjaan Utamanya Tahun 2007 lain lain 0.77% 17 .54% Sumber : Sakernas 2007.35% Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 59 .24 tahun 57.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3. Persentase Wanita 10 Tahun ke Atas yang Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu Tahun 2007 25 tahun ke atas 17.

00 10.00 30.00 40. Persentase Penduduk Kabupaten Belu Usia 15 Tahun Menurut Jumlah Jam Kerjanya Tahun 2007 35 + 15 .14 0* ) 0.00 50. BPS Gambar 3.2007 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 pencari kerja permintaan tenaga kerja Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu 60 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 Sumber : Sakernas 2007.00 20.34 1 . Jumlah Permintaan dan Pencari Kerja yang Terdaftar di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Tahun 1998 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3.7.8.

2007 1800 1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 SD SMTP SMTA D I.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Gambar 3. Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Menurut Tingkat Pendidikannya Tahun 2005 .9. D II D III Sarjana 2005 2006 2007 Sumber : Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 61 .

Penduduk Populations .

200 3.021 26.445.211 2. Botin Leobele 08. Lamaknen 24.28 94.852 4.949 2.112 1.524 20. Kota Atambua 18.939 20.696 8. dan kepadatan penduduk per Km2 dan per Rumah Tangga Menurut Kecamatan Number of Population.946 11.307 7.864 17. Rumah Tangga.25 168. Luas Wilayah. Tasifeto Timur 21. Io Kufeu 09.03 67.792 2.765 16.819 378.881 5.924 3.751 6. Wewiku 04.79 83.138 39. Malaka Timur 10.014 2. Kobalima Timur 14.72 97.045 19.054 3. Sasita Mean 07.951 4.11 224.1 Jumlah Penduduk.19 60.297 1.20 64. and Density per Districk 2007 Kecamatan Districk (1) Penduduk Population (2) Rumah Tangga House-hold (3) Luas Area 2 (Km ) (4) Kepadatan Density 2 (Km ) (5) Kepadatan Per RT Density per Household (6) 01.882 5.55 15. Tasifeto Barat 15.278 1.554 8.539 4. Lasiolat 23. Lamaknen Selatan Kabupaten Belu 22.363 14.37 87.773 4.138 8. Laen Manen 11.54 24.315 2. Atambua Barat 19.550 87.497 88.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.613 1.73 211. Weliman 05.600 21.69 65. Raihat 22.57 260 109 214 240 232 169 245 120 107 117 66 79 68 98 77 85 1070 1482 1268 96 165 105 116 72 155 4 4 4 4 5 4 2 4 4 4 4 3 3 5 4 4 4 6 5 6 4 4 5 5 4 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 65 . Kakuluk Mesak 17.631 23. Malaka Barat 02.48 39.02 179. Area. Atambua Selatan 20.25 187.226 6.41 2. Rinhat 03. Nanaet Dubesi 16.90 88.90 108.097 4.979 4.42 120.627 16.90 15.786 12.95 96. Malaka Tengah 06.1.41 151.48 105.673 3.547 2.534 4.024 11.067 9.170 11.419 6. Kobalima 13.930 21. Household. Raimanuk 12.

Lamaknen Selatan Laki-laki Male (2) 11.765 16. Kobalima Timur 14.792 3.138 39.271 11.1. Atambua Barat 19. Malaka Timur 10.337 7. Weliman 05. Lamaknen 24.305 3.208 10. Nanaet Dubesi 16.257 10.939 20.398 10.043 13.864 17. Wewiku 04.979 4.243 7.784 8.720 4.520 20.714 3.618 19.347 6.627 16.024 11. Atambua Selatan 20.138 8. Kota Atambua 18.304 Perempuan Female (3) 11.617 10. Raihat 22.2 Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Population by Districk and Sex 2007 Kecamatan Districk (1) 01.833 2.600 21.067 9.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.930 21.554 8.045 19. Sasita Mean 07.931 189.374 12. Botin Leobele 08.347 10.146 2.307 7.532 10.592 10.074 5.120 7.819 378.448 5.946 11.418 4.363 14.196 3. Io Kufeu 09.096 6.170 11.114 3.080 8.428 9. Tasifeto Timur 21.762 4. Kobalima 13.786 12.498 5.031 4.238 8.978 13.578 Jumlah Total (4) 22.439 6.290 8.226 6. Kakuluk Mesak 17.527 8. Raimanuk 12.419 6.512 3. Malaka Tengah 06.440 5. Rinhat 03.882 Kabupaten Belu Sumber : Registrasi Penduduk 2007 66 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .111 3. Malaka Barat 02. Lasiolat 23.036 4. Laen Manen 11.021 26.329 10.888 189.316 10.524 20. Tasifeto Barat 15.631 23.584 6.

363 14.930 21. Malaka Tengah 06. Lamaknen 24.3 Penduduk Menurut Kecamatan dan Kewarganegaraan Population by Districk and Cityzenship 2007 Kecamatan Districk (1) 01.067 9. Kobalima Timur 14.946 11.786 12.627 16.939 20.138 39.979 4. Atambua Selatan 20.067 9.419 6. Botin Leobele 08. Sasita Mean 07.419 6.524 20.882 - - 378.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.024 11.1.024 11. Malaka Barat 02. Raihat 22. Kobalima 13.307 7.946 11. Lamaknen Selatan WNI Indonesian (2) 22.138 8. Tasifeto Barat 15.786 12.627 16.226 6.170 11.631 23. Kota Atambua 18. Kakuluk Mesak 17.226 6.979 4. Malaka Timur 10.864 17. Nanaet Dubesi 16.363 14.765 16. Tasifeto Timur 21.045 19.554 8.170 11. Raimanuk 12.045 19.600 21.939 20.600 21.819 WNA Cina Cinesse (3) - WNA lainnya Others (4) - Jumlah Total (5) 22.524 20.930 21. Weliman 05. Rinhat 03.554 8. Lasiolat 23.138 39. Io Kufeu 09.138 8.631 23.765 16.021 26.864 17.021 26.882 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 67 .307 7. Laen Manen 11. Wewiku 04.819 Kabupaten Belu 378. Atambua Barat 19.

07 -2.665 30.459 28.634 16.084 Jumlah/Total 181.4 Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Berdasarkan Sensus Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan 1980. 2000 Penduduk (Jiwa) Kecamatan District (1) 01.64 * 0.922 * * 34.12 * -4. Malaka Barat 02.37 1.574 24.1. Tasifeto Barat 06.49 1.437 47.019 277.427 33.090 53.16 * 1.78 2. Malaka Tengah 03. Kobalima 05. 1990.998 Pertumbuhan 1980 1990 1990 2000 (5) (6) 1.95 2. 2000.027 * * 21.30 2.590 17.53 Sumber : Sensus Penduduk 1980.755 38. BPS Source : Population Census 1980. Tasifeto Timur 08.073 216. .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.583 35.965 26.242 44. 1990.174 29. Lamaknen 1980 (2) 1990 (3) 2000 (4) 67. Malaka Timur 04.894 14. 1990.998 15. Atambua 07. BPS Keterangan : * ) Masih tergabung dengan kecamatan induk 68 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .66 1.484 1.13 46.058 47.44 0.62 * 3. 2000.

BPS 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 69 .285 985 3.749 Persentase Percentage (5) 38.351 299.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.01 5.510 6.491 79.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.738 160.37 53.034 13.019 17.665 152.016 100.247 81.845 Jumlah Total (4) 114.1.94 Jumlah / Total 146.68 2.904 Perempuan Female (3) 52.5 Penduduk Kabupaten Belu Berumur 10 Tahun ke Atas Menurut Status Perkawinan Population 10 years old in Belu Regency by Marital Status 2007 Status Perkawinan Marital Status (1) Belum Kawin / single kawin / married cerai hidup / divorced cerai mati / widowed Laki-laki Male (2) 62.225 5. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.

718 4.162 23.912 15.262 13.864 3.846 18.54 55 – 59 60 – 64 65 – 69 70 – 74 75 + Laki-Laki Male (2) 25.316 10.359 5.313 4.233 15.085 Perempuan Female (3) 28.887 22.024 14.104 9.383 8.154 1.882 Sumber : Registrasi Penduduk 2007 70 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .424 13.379 1.578 378.033 15.530 11.856 4.1.520 7.987 7.742 5.29 30 .671 21.39 40 .168 8.337 24.017 8.674 3.074 38.304 189.24 25 .571 12.310 5.794 28.14 15 .34 35 .055 2.792 Jumlah Total (4) 53.877 Jumlah / Total 189.058 26.533 3.450 4.840 16.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.400 17.452 23.49 50 .6 Penduduk Kabupaten Belu Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin Population in Belu Regency by Age Group and Sex 2007 Golongan Umur Age Group (1) 0-4 5-9 10 .123 45.270 31.19 20 .304 3.992 1.44 45 .852 55.057 30.

167 991 1. Raihat 22.665 2.476 564 2.926 2.428 907 2.954 2.780 1.135 1.873 1.091 939 802 751 925 995 1.992 1.270 31.134 534 875 555 Kabupaten Belu 53.068 678 1. Laen Manen 11.399 1. Botin Leobele 08.226 2.536 535 1.313 1.720 1.961 2.795 3.14 (4) 15 .184 5.103 2.843 1.771 787 674 578 624 770 831 1.074 38.183 3.752 4. Weliman 05. Tasifeto Barat 15.113 1.038 1.199 1.298 1. Malaka Tengah 06.295 1.191 2.299 2.117 528 915 581 1.959 842 719 621 766 946 1.616 1.1.778 1.181 2. Nanaet Dubesi 16. Malaka Timur 10.652 2.034 429 1.734 1.372 1.513 711 1.479 1.228 578 1.289 1.903 2.427 2.462 2.595 1.488 3.854 1.731 1.050 642 2.817 2.189 1.299 1.093 2.638 1.602 1. Wewiku 04. Sasita Mean 07.223 3.891 3.483 2.647 2.581 1.726 2.034 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.353 2.153 3.054 1.398 2. Kobalima Timur 14. Tasifeto Timur 21.030 778 2.465 2.765 2.446 1.203 461 2. Lamaknen Selatan 3.445 554 2.123 45.578 1. Atambua Barat 19.850 3. Rinhat 03.057 30. Malaka Barat 02.852 55.689 1. Kota Atambua 18.493 955 3.24 (6) 25 .198 463 1.371 1.337 Sumber : Proporsi Registrasi Penduduk terhadap hasil Sensus Penduduk 1990 dan 2000 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 71 .092 984 1.603 2.127 1.082 649 2.29 (7) 01. Lamaknen 24.19 (5) 20 .075 2.144 1.150 2.011 3.017 3.347 1.954 5.768 582 2. Kakuluk Mesak 17. Atambua Selatan 20.514 1. Raimanuk 12.630 1.309 2.019 1.718 2. Lasiolat 23. Kobalima 13.735 3.696 3.861 1.7 Penduduk Menurut Kecamatan dan Golongan Umur Population by Districk and Age Group 2007 Kecamatan Districk (1) 0-4 (2) 5-9 (3) 10 .247 3.511 1. Io Kufeu 09.

Kota Atambua 18.107 1. Kobalima Timur 14.412 1. Lasiolat 23.59 (13) 01.151 814 383 711 451 1.168 8.518 320 1.423 687 591 504 618 763 821 1.519 427 371 315 327 403 432 629 241 610 128 444 737 646 555 856 607 285 484 307 557 404 513 518 1.184 249 863 1.536 1.370 1.016 286 248 212 198 244 262 382 146 388 83 283 470 408 353 674 477 224 392 249 Kabupaten Belu 24.491 1. Tasifeto Timur 21.435 1.247 1. Lamaknen Selatan 1.360 667 575 491 593 732 787 1. Malaka Timur 10.072 779 988 997 2.074 779 987 997 1.427 2.840 16.1. Laen Manen 11. Botin Leobele 08.076 1.378 1.400 17. Lamaknen 24. Kakuluk Mesak 17. Wewiku 04. Io Kufeu 09. Atambua Selatan 20.262 13. Sasita Mean 07.115 1.143 438 1.49 (11) 50 .191 457 1.838 1.256 888 418 723 460 1.711 482 418 355 416 514 552 803 308 807 172 589 979 845 732 988 699 329 529 335 1.987 72 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .600 1.057 579 503 426 407 501 539 784 302 806 169 586 975 851 733 1. Kobalima 13.082 1.54 (12) 55 . Malaka Barat 02. Nanaet Dubesi 16. Atambua Barat 19. Tasifeto Barat 15.34 (8) 35 -39 (9) 40 .44 (10) 45 .027 728 342 679 432 796 578 732 739 1.887 22. Raimanuk 12. Weliman 05.7 Kecamatan Districk (1) 30 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Lanjutan Tabel 3. Malaka Tengah 06. Rinhat 03.383 2. Raihat 22.

Tasifeto Timur 21.856 4.138 39.864 17.170 11.930 21.946 11.1.786 12.226 6. Lamaknen Selatan 473 343 435 440 837 237 204 174 186 229 246 357 137 324 68 235 392 341 294 462 328 154 283 180 343 249 315 319 696 196 169 145 134 166 178 258 99 226 49 165 274 238 205 308 220 102 293 186 239 173 219 222 412 117 100 86 91 112 119 174 66 185 39 136 224 196 168 249 176 83 165 105 221 163 205 206 672 192 164 136 115 136 150 220 83 263 50 190 318 276 240 283 199 97 181 117 22. Kobalima Timur 14.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Lanjutan Tabel 3.627 16. Laen Manen 11.024 11.363 14. Weliman 05.419 6. Wewiku 04.7 Kecamatan Districk (1) 60 .877 378. Raihat 22.939 20.882 2/1/2009 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 73 . Lamaknen 24. Atambua Barat 19. Tasifeto Barat 15. Lasiolat 23.69 (15) 70 .533 3.74 (16) 75 + (17) Jumlah (18) 01.067 9. Nanaet Dubesi 16. Kakuluk Mesak 17. Kobalima 13.600 21. Sasita Mean 07.631 23.307 7.138 8.554 8. Io Kufeu 09.819 Kabupaten Belu 7.765 16.359 5.64 (14) 65 . Botin Leobele 08. Rinhat 03.524 20. Raimanuk 12. Malaka Tengah 06. Malaka Barat 02. Kota Atambua 18.979 4.045 19.021 26. Atambua Selatan 20. Malaka Timur 10.

190 16.126 25.2913 3.771 4.937 3.856 15. Kota Atambua 14.854 11.834 11.583 Catatan : *) SLS = Satuan Lingkungan Setempat RT = Rukun Tetangga Jumlah RT sudah termasuk eks pengungsi Timor Timur Sumber : Pendataan Sosial Ekonomi 2005.260 3.838 13. Malaka Timur 08.8 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Menurut Kecamatan Number of Household and Poor People by District 2006 Jumlah Rumah Tangga (3) 5.510 14.498 4.510 8. Lamaknen Kabupaten Belu Jumlah SLS/RT*) (2) 201 165 181 167 272 191 104 97 118 145 206 61 221 129 70 60 195 2. Weliman 05.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.614 19.779 3.756 6. Lasiolat 17.902 2.091 2.018 11.786 3.129 2.054 6.533 7.666 3. Sasita Mean 07.346 2. Tasifeto Barat 12. Malaka Tengah 06.699 78.034 2. Laen Manen 09.113 8.535 5.678 13. Tasifeto Timur 15.204 3.830 54.009 13. BPS 74 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kobalima 11.440 3. Wewiku 04.944 1.823 1.470 3. Raihat 16.721 5.618 4. Malaka Barat 02. Raimanuk 10. Kakuluk Mesak 13.901 Kecamatan Districk (1) 01.848 4.067 2.074 Rumah Tangga dan Penduduk Miskin Rumah Penduduk Tangga (4) (5) 3.422 3.614 15.813 3.836 9.015 2.1.826 34.621 898 2. Rinhat 03.340 1.349 2.817 248.

Tingkat Kelahiran Fertility Rate .

81 2.54 4.46 3. Belu 07.93 5. Alor 08.99 4.45 2.34 - (4) 4.25 2. Manggarai 71. Sikka 11.06 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.15 4.09 3.67 4.85 3.78 3.48 3.63 2.45 4.2.94 3.60 4. Flores Timur 10.59 2.86 3. Lembata 09.66 3.65 3.92 3. Kupang 04. Ende 12.83 3.54 Nusa Tenggara Timur Catatan : - 3.50 3.99 3.03 - (3) 4.39 2.48 3.39 4.1 Perkiraan Angka Kelahiran Total / TFR menurut Kabupaten 1989-2005 Kabupaten Regency (1) 01.49 *) Dihitung dari Sensus Penduduk 1980 dan 1990 (metode arriaga) **) Dihitung dari data gabungan (SP90 dan Susenas 96 metode Role ***) Laporan indikator database 2004/2005 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 77 . Timor Tengah Selatan 05.96 4.97 2.80 2.93 3. Sumba Barat 02.57 4.31 3.08 4. Timor Tengah Utara 06. Sumba Timur 03. Kota Kupang 1989-1990*) 1995-1996**) 2004/2005 (2) 5. Ngada 13.

18 tahun 19 .PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.05 57.75 17.77 18.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.647 3.2 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Umur Perkawinan Pertama di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Age at First Marriage 2007 Umur Perkawinan Pertama Age at First Marriage (1) ≤15 tahun 16 tahun 17 . BPS 78 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .64 3.24 tahun 25 tahun ke atas Jumlah Numbers (2) 2.803 Persentase Percentage (3) 2.777 18.2.78 Jumlah / Total 100. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.069 57.808 17.104 100.

590 13.58 13.29 16.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.385 15.309 4.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.41 10.667 13.60 1.422 10.82 3.307 16.65 13.605 1.950 6.684 8.94 6.2.67 8. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.30 4.3 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Lahir Hidup di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children 2007 Jumlah Anak Yang Lahir Hidup Numbers of Children Still live (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10+ Jumlah Numbers (2) 5.36 Jumlah / Total 100.37 15.104 100. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 79 .825 3.360 Persentase Percentage (3) 5.

26 2.95 2.11 0.42 100.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.104 Persentase Percentage (3) 6.112 417 100.80 11.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.804 1.569 16.49 7.955 2.80 1.32 16.821 11.10 19.117 19.56 16.506 7.270 2. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.4 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Masih Hidup di Kabupaten Belu Population of Women 10 Years Old and Over Who Ever Married by Numbers of Children Still live 2007 Jumlah Anak Yang Masih Hidup Numbers of Children Still live (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10+ Jumlah / Total Jumlah Numbers (2) 6.334 16.18 15. BPS 80 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .199 15.2.

Tingkat Kematian Mortality Rate .

1 Tingkat Kematian Bayi per 1000 Kelahiran Menurut Kabupaten Infant Mortality Rate ( IMR) per 1000 birth by Regency 1999. N g a d a 12. Sumba Timur 03. Manggarai 13. Sumba Barat 02. A l o r 08. E n d e 11. Flores Timur 09. B e l u 07. 2002. 2004 Kabupaten Regency (1) 01.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3. Kodya Kupang 14. S i k k a 10. K u p a n g *) 04. Lembata Nusa Tenggara Timur 1999 (2) 64 76 57 49 50 57 59 46 47 60 51 54 62. Timor Tengah Selatan 05. Timor Tengah Utara 06.6 2002 (3) 60 73 52 46 49 55 57 44 45 56 48 52 51 2004 (4) 55 53 55 53 50 46 54 46 48 44 42 47 24 47 49 Keterangan : Laporan Indonesia Pembangunan Manusia 2001. 2004 Remarks : *) Termasuk Kodya Kupang / Include Kodya Kupang Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 83 .3.

5 62.8 65.5 65. B e l u 07.8 65. Kodya Kupang 14. Timor Tengah Utara 06.7 59.0 63.2 65.9 63.1 65. 2004 Remarks : *) termasuk Kodya Kupang / include Kodya Kupang 84 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2 64.7 64.3.1 66.9 65.8 65. N g a d a 12.2 65.8 63.7 64. 2002.1 63.3 66. Timor Tengah Selatan 05. Manggarai 13.8 64.7 62.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Table 3.8 2004 (4) 63.4 65.0 63.4 59.9 63.2 Tingkat Harapan Hidup Penduduk Berumur Nol Tahun Menurut Kabupaten The Life Expectancy At Birth by Regency 1999.1 65. E n d e 11.6 64. A l o r 08.0 65. Flores Timur 09. Lembata Nusa Tenggara Timur 1999 (2) 61.4 64.1 63.7 65.4 63.9 66.1 64. S i k k a 10.1 Keterangan : Laporan Indonesia Pembangunan Manusia 2001.6 2002 (3) 62.6 65. Sumba Timur 03.3 66. K u p a n g *) 04. 2004 Kabupaten Regency (1) 01. Sumba Barat 02.7 64.7 63.

84 0.14 - Jumlah / Total 100.288 3. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 85 .365 19.37 0.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.02 7.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER Tabel / Tabel 3.14 0.63 2.104 100.3.638 2.28 0.042 7.375 840 278 139 139 - Persentase Percentage (3) 66. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.3 Penduduk Wanita 10 Tahun ke Atas Pernah Kawin Menurut Jumlah Anak yang Sudah Meninggal di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Anak Yang Sudah Meninggal (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 + Jumlah Numbers (2) 66.28 3.30 19.

Angkatan Kerja Labour Force .

17 16. Bekerja / Worked 2.270 70.623 b.517 3.845 6.43 Perempuan Female Jumlah % Jumlah Jumlah Total % (7) 54.21 Numbers Numbers Numbers (2) 100.107 46.717 5. BPS Source : National Labor ForceSurvey 2007.186 42.28 Jumlah / total 115.704 1.551 29.647 (4) 68.140 64.51 5.882 2.1 Penduduk 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin dan Kegiatannya Seminggu yang Lalu Population 15 Years Old and Over by Sex and Activity During The Previous Week 2007 Kegiatan Seminggu yang Lalu Activity During The Previous Week (1) a.351 98.23 4.761 45.99 52.221 5. Urus rumah tangga house keeping 3.92 168.790 12.49 68.599 7.14 3. Angkatan kerja economically active 1.72 1.693 8.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.901 100 239.85 55.4. Lainnya / others 14.49 3. Sekolah attending school 2.22 34.74 19.15 85.61 2. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 89 .28 2.141 100.921 3.042 100.152 5.07 2.00 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007.48 10. Mencari Pekerjaan / Pengangguran looking for work Laki-Laki Male Jumlah % (3) 87. Bukan angkatan kerja not economically active 1.491 163.00 123.00 70.

81 14.66 Jenis Kegiatan Type of Activity (1) a.36 7.64 75. Angkatan kerja / economically active 1.55 Jumlah / total Sumber : Sensus Penduduk 2000. Mencari Pekerjaan / looking for work b.2 Penduduk 15 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kegiatan Population 15 Years Old and Over by Type of Activity in Belu Regency 2000 Jumlah Total Jumlah Numbers (2) 133.125 130.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.273 2. BPS Source : Population Census 2000.472 100.4. Bukan angkatan kerja / not economically active 1.390 24. BPS Keterangan : termasuk mengurus rumah tangga Remarks : including house keeping 171.00 90 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .347 13.852 % (3) 77. Lainnya / others *) 38.98 1. Sekolah / attending school 2. Bekerja / Worked 2. Mengurus rumah tangga / house keeping 3.957 22.

426 13. Berusaha sendiri dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar Laki-Laki Male (2) 15. Pekerja bebas non-pertanian 7.68 0.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.704 64.163 127 536 16.221 100.643 Status Pekerjaan Utama Main Employment Status (1) 1.091 16.0 0.00 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007. Pekerja tak dibayar 2. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain / self employed 2. Buruh.865 27.55 35.405 Persentase Percentage (5) 16.070 30.517 163.824 1. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 91 .40 28.4. BPS Source : National Labor Force Survey 2007.005 58.311 513 2.3 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week By Main Employment Status and Sex 2007 Perempuan Female (3) 11.762 Jumlah Total (4) 27.78 3.226 8.73 19.579 44. Berusaha dengan dibantu buruh dibayar / employer 4. Pekerja bebas pertanian 6.233 127 536 47. karyawan / employee 5.85 Jumlah / total 98.

327 3.769 52.273 92 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .4 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Employmen Status and Sex 2000 Status Pekerjaan Utama Main Employment Status (1) 1.162 39. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain Self employed 2.4. Berusaha dengan dibantu buruh tetap Employer 4. Buruh / Karyawan / Employee 5. BPS 72.505 31 Jumlah / Total Sumber : Sensus Penduduk 2000. BPS Source : Population Census 2000.437 3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.751 Jumlah Total (4) 26.004 130.400 Perempuan Female (3) 11. Pekerja Keluarga / Family worker 6.607 13.431 21 3. Buruh tidak tetap Self employed assisted by member / temporary worker Laki-Laki Male (2) 14. Berusaha sendiri dibantu dg. Tak Terjawab / No Stated 373 117 490 10.890 37.074 10 13.269 58.151 33.

821 34.00 163.85 49.22 5.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.14 15 .00 Keterangan / remarks : *) Sementara tidak bekerja / Temporary not working Sumber : Diproporsikan dari jumlah penduduk NTT.25 40.434 % (7) 4.75 8.051 % (3) 3.756 13.59 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 7.704 100.468 66.517 100.573 7.47 31. yang bekerja menurut jam kerja hasil Sakernas 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 93 .00 64.78 46.649 55.4.34 35 + Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 3.221 100.647 31.90 35.183 5.914 20.10 55.09 11.383 % (5) 7.563 75.78 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 4.22 Jumlah / Total 98.5 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2007 Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours (1) 0*) 1 .

49 1.678 100.4.28 1.981 2.92 22.452 19.111 4.220 12.25 16.00 94.00 Keterangan / remarks : * Sementara tidak bekerja / Temporary not working Sumber : Sensus Penduduk 2000.40 3. BPS 94 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .051 % (7) 1.03 1.11 13.748 25.78 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 1.604 3.6 Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jam Kerja Seluruhnya Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours 2000 Jumlah Jam Kerja Seluruhnya Total Working Hours (1) 0*) 1 .296 5.97 0.444 20.32 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 1.78 5.97 17.28 14.14 15 – 24 25 – 34 35 – 44 45 – 54 55 – 64 65 – 74 75 + Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 465 2.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.68 7.07 26.76 6.024 100.324 8.206 1.346 ) 100.233 345 159 279 % (5) 3.371 2.934 1.00 35.54 23.239 10.950 12.494 8.88 34.82 13.45 0.572 12.79 1.576 7.047 772 % (3) 0. BPS Source : Population Census 2000.279 1.896 20.69 21.34 32.26 0.22 22.80 4.12 Jumlah / Total 58.

96 11.42 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 38.43 15.54 16.639 8. Industri Pengolahan 03.221 Sumber : Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2007.121 14.02 4. komunikasi.714 10.47 5.704 15. kehutanan. Lainnya (Pertambangan dan penggalian.45 13. Usaha persewaan Bangunan. tanah dan jasa perusahaan.63 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 99. 3.00 993 64. keuangan. Bangunan.03 18.84 10.84 8.16 14.00 163.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.900 21. gas dan air. Perdagangan besar.7 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2007 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 61. angkutan. perburuan dan perikanan 02.517 1.4. pergudangan.04 Lapangan Usaha Utama Main Industry (1) 01.925 5. Pertanian. rumah makan dan hotel 04.303 16.361 % (3) 62.721 98. asuransi.24 100.00 Jumlah / Total 100. Jasa kemasyarakatan 05. BPS Source : National Labor ForceSurvey 2007.779 7.379 % (7) 60.93 100.286 3. Listrik.215 4.088 12. eceran.018 % (5) 59. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 95 .

00 130.00 4.74 4.22 0.188 8.00 58. Angkutan 06.713 6 % (5) 72.13 2.587 2.4. Tidak terjawab Jumlah / Total 72.269 100. Perdagangan 04.01 Lapangan Usaha Utama Main Industry (1) 01.15 7.73 14. Lainnya 07.622 2 % (3) 78. Industri 03.383 11.00 Perempuan Female Jumlah Numbers (4) 42.95 0.14 5.464 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.00 Sumber : Sensus Penduduk 2000.01 Jumlah Total Jumlah Numbers (6) 99.403 3.71 2.28 2. Jasa 05.019 537 2.004 100.82 1.723 3.56 0.24 0.12 11.980 8. BPS Source : Population Census 2000. Pertanian 02.273 100.645 1. BPS 96 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .493 1.90 0.207 9.335 8 % (7) 76.029 78 1.32 2.80 4.124 5.8 Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Lapangan Usaha Utama dan Jenis Kelamin Population 15 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex 2000 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 57.13 8.

28 13.18 0.44 0. Tenaga Usaha Penjualan 5.884 656 3.9 Penduduk 10 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu Yang Lalu Menurut Jenis Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over Who Worked During The Previous Week by Type of Main Occupation and Sex 2006 Laki-Laki Male Jenis Pekerjaan Utama Type of Main Occupation Jumlah Number s (2) 4.76 60.51 2. BPS Source : National Social Economic Survey 2006.446 71.4. Tenaga Kepemimpinan 3. Anggota TNI 9.24 1.19 9.41 69.726 134 850 6.906 23.03 0.00 Perempuan Female Jumlah Number s (4) 2.52 11.18 15.89 0.176 13.290 194 268 55.13 100.00 Jumlah Total Jumlah Number s (6) 6.520 % (7) 4.724 % (3) 4.51 1.23 1.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.05 0.458 1.48 100. Tenaga Profesional 2.86 1. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 97 .796 % (5) 4.474 15.34 0.158 522 2.078 2430 104. Pejabat Pelaksana Tata Usaha 4.826 864 402 158.65 0.624 8.53 66.45 18. Lainnya Jumlah Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2006.25 100.41 2.730 10.55 0.536 670 134 102. Tenaga Produksi 8. Tenaga Usaha Jasa 6.55 8.35 0.00 (1) 1.620 984 33. Tenaga Usaha Pertanian 7.

Penempatan tenaga kerja / placement Laki-Laki Male (2) 931 116 116 Perempuan Female (3) 1. dan Penempatan Tenaga Kerja yang Terdaftar Menurut Jenis Kelamin Numbers of Registered Job Applications.587 593 593 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency 98 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Pencari kerja / job applications 02. and Placement of Workers by Sex 2007 Jenis Kegiatan Activity (1) 01.4.10 Jumlah Pencari Kerja.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. Permintaan.656 477 477 Jumlah Total (4) 2. Permintaan tenaga kerja / vacanciens 03. Vacancies.

D I. SMTA / senior high school 04. Universitas / university Laki-Laki Male (2) 43 58 322 18 86 404 Perempuan Female (3) 110 272 415 102 190 567 Jumlah Total (4) 153 330 737 120 276 971 Jumlah / total 931 1.587 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 99 . D II / diploma I. II 05.4.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.656 2. SMTP / junior high school 03.11 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin Numbers of Registered Job Applicants by Educational Attainment and Sex 2007 Tingkat Pendidikan Educational Attainment (1) 01. D III / academy. SD dan sederajat / primary school 02. diploma III 06.

000 550.12 Perbandingan Rata-Rata Upah/Gaji Bersih Karyawan dengan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dan Upah Minimum Regional (UMR) Selama Sebulan Di Kabupaten Belu 2005 . Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) c.000 550.2007 Wilayah (1) Belu a.000 600.000 425. Upah Minimum Regional (UMR) 450.000 750.000 2005 (2) 2006 (3) 2007 (4) Nusa Tenggara Timur a.000 600.000 625. Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) c. Upah Minimum Regional (UMR) 350.000 575.000 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency 100 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Rata-rata Upah/Gaji Bersih Sebulan b.000 500.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.4. Rata-rata Upah/Gaji Bersih Sebulan b.000 450.000 725.

PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3.13 Banyaknya Transmigran dirinci per Kecamatan di Kabupaten Belu Number of Transmigrant by District in Belu Regency 2007 Kecamatan Districk (1) 01. Lasiolat 17. Kobalima 11. Malaka Tengah 06. Raihat 16. Sasita Mean 07. Weliman 05. Tasifeto Timur 15. Malaka Barat 02.4. Lamaknen Kepala Kelurga (2) 16 104 - Jiwa (3) 78 - 491 - Kabupaten Belu 120 569 Sumber : Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Belu Source : Transmigration and Man Power Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 101 . Kota Atambua 14. Laen Manen 09. Rinhat 03. Kakuluk Mesak 13. Wewiku 04. Tasifeto Barat 12. Malaka Timur 08. Raimanuk 10.

476 2. Maret 04.011 2.195 15.912 Keluar (3) 1.809 1.571 1. Oktober 11. Agustus 09. Juni 07.371 1. Mei 06.230 13. Januari 02.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATION & MAN POWER Tabel / Table 3. April 05.206 1. Desember Jumlah Masuk (2) 973 729 522 471 688 978 1.805 Sumber : Kantor Imigrasi Source : Imigration Service of Belu Regency 102 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .944 2.025 159 603 793 1. Pebruari 03.639 1.292 1. Nopember 12.4.259 1.590 1. Juli 08.183 1.14 Banyaknya Penduduk Pelintas Batas di Kabupaten Belu Numbers of Transitter in Belu Regency 2007 Bulan (1) 01. September 10.

BAB / CHAPTER 4 Konsumsi & Keadaan RumahTangga Consumption & Household Condition .

KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION AND HOUSEHOLD CONDITION KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA KONSUMSI Pengeluaran konsumsi perkapita merupakan indikator yang menggambarkan tingkat kemampuan rata-rata penduduk suatu wilayah dalam membiayai kebutuhan konsumsinya. memperlihatkan bahwa belum terjadi pergeseran pola konsumsi secara berarti karena selama kurun waktu tersebut pengeluaran konsumsi makanan masih berkisar antara 69-72% dari total pengeluaran. pendidikan. Dibandingkan dengan tahun 2005 yang lalu.126. rata-rata pengeluaran perkapita secara nominal mengalami peningkatan. Pola meningkatnya pengeluaran semacam ini diprediksikan akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang karena fenomena Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 105 . kesehatan.Kenaikan yang cukup tajam ini diduga tidak saja disebabkan karena adanya perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin baik namun juga karena meningkatnya harga nominal berbagai kebutuhan pokok.55 % adalah pengeluaran non makanan seperti perkiraan sewa rumah. 177. bukan untuk kebutuhan yang selevel lebih maju seperti kebutuhan sekunder dan tersier. Bila diamati data hasil susenas sejak tahun 1993-2004. aneka barang dan jasa. Pengeluaran rata-rata perkapita sebulan menurut hasil susenas 2007 di kabupaten Belu mencapai Rp.744 Dari jumlah pengeluaran rata rata perkapita 177. pakaian dan lain-lain.992 di antaranya adalah pengeluaran untuk kebutuhan makanan sedangkan sisanya 28.43 % atau Rp.744 perbulan sebesar 71. Indikator ini secara tidak langsung mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat terutama dari sisi kemampuan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar dan kebutuhan komplementer lainnya. Ini memperlihatkan bahwa tingkat kesejahteraan penduduk Belu masih relatif rendah sehingga sebagian besar dari porsi pendapatannya dibelanjakan untuk kebutuhan makanan.

49%.47% untuk pakaian dan alas kaki.59%. Kondisi rumah tangga dari aspek kesehatan menunjukkan bahwa pada tahun 2007 dari 86848 rumah tangga ternyata yang mempunyai sumber air minum ledeng hanya 8. 4. 106 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .03%.68% diantaranya adalah perkiraan sewa rumah.72%. bumbu-bumbuan. Sementara ini untuk bahan dinding perumahan masih didominasi rumah dengan dinding bebak 78. 5. Sementara sisanya masing-masing. telur dan susu 15.05%. 7.86%. padipadian.11%.67%.95% dan tembok hanya 11.89% untuk aneka barang dan jasa.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION AND HOUSEHOLD CONDITION kenaiakan harga kebutuhan pokok tetap menjadi isu sensitive dalam krisis ekonomi negara kita yang belum berujung sapai dengan saat ini. KEADAAN TANGGA RUMAH Dari aspek sumber penerangan rumah tangga data Susenas memperlihatkan bahwa pada tahun 2007 dari 86.93% menggunakan lampu minyak tanah atau pelita. air hujan dan lainnya 10.71% untuk biaya kesehatan.4% sementara sisanya masing-masing sumur 51. sungai.25%. 5.848 rumah tangga ternyata sekitar 30. 20. .60% untuk pendidikan. sayur-sayuran dan buah-buahan 16.20% untuk barang tahan lama serta pembayaran pajak dan asuransi 1.53% diantaranya dibelanjakan untuk bahan pangan jagung. tembakau dan sirih pinang 8. ikan.52% listrik non PLN dan sisanya 66. Untuk pengeluaran makanan pada tahun 2007 sekitar 40.06%. Untuk pengeluaran perkapita untuk sebulan non makanan sebesar Rp 50752 dimana sekitar 44. bahan minuman dan makanan jadi 4. alcohol dan konsumsi lainnya 3.55% dijangakau oleh listrik PLN dan 2.87% untuk keperluan pesta. daging. minyak dan lemak 4. mata air 28. 9.13%. umbi-umbian dan kacangkacangan.

00 0.2 Jumlah Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Kondisi Tempat Tinggalnya Tahun 2006 dan 2007 45000 40000 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 Berlantai Penerang Berdindi Bukan an ng Tanah Lampu Tembok Lis trik K ur an g 2007 2006 Air Minum Ledeng Sumber : Susenas 2006 & 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 107 .000 80.000 60. Jumlah Penduduk Kabupaten Belu Menurut Besarnya Pengeluaran Perkapita Selama Sebulan Tahun 2007 120. 00 0 0 -1 49 15 .000 0 da ri 10 10 0.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Gambar 4.000 40.9 0.0 0. 99 00 0 -4 99 .000 100. 00 00 0 -1 99 20 .9 99 > 50 0. 99 00 0 -2 99 30 .1.9 0. 00 0 Sumber : Susenas 2007 Gambar 4.000 20.

Pengeluaran & Konsumsi Penduduk Population Expenditure & Consumption .

00 0.999 30.00 0.000 .00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2003.29.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.999 60.43 14.54 40.59. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 111 . BPS Source : National Social Economic Survey 2003.000 .00 3.000 .66 Jumlah / total 68.868 10.79.24 14.000 .199.00 0.381 100.39.1.436 11.000 15.999 40.999 80.519 9.999 >199.000 .999 20.99.025 Persentase Percentage (3) 0.87 16.000 .313 27.19.220 7.999 100.149.999 Jumlah Numbers (2) 0 0 0 0 2.25 10.1 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2003 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) < 15.999 150.000 .000 .

999 20.999 40.60 13.00 0.14 17.000 .00 2.37 2.751 1.58 100.00 0.381 0.39.75 0.000 .335 16.05 12.2 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Pengeluaran untuk Makanan dan Bukan Makanan Per Kapita Sebulan Numbers of Household in Belu by Percapita Monthly Expenditure for Food and Non-Food 2003 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) Untuk Makanan for Food Banyaknya Numbers (2) Untuk bukan Makanan For Non-Food Banyaknya Numbers (4) % (3) % (5) < 15.999 150.99.000 .149.87 2.381 6.19.67 9.744 68.68 22.248 18.140 8.65 24.453 4.949 1.79.260 18. BPS 112 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .199.999 >199.59.000 .776 9.000 .999 60.70 1.30 26.77 20.999 80.623 1.000 15.774 12.086 6.000 .00 4.000 .99 7.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.999 30.999 Jumlah / total 0 0 0 1.999 100.880 480 1.000 .29.082 68.876 15.1.305 13.08 26.24 2.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2003 BPS Source : National Social Economic Survey 2003.55 100.

999 > 1.000 .26 0.306 1.299.999.499.000 .564 31.21 25.28 - Jumlah/Total 378.3 Penduduk di Kabupaten Belu Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan Population in Belu by Percapita Monthly Expenditure Classes 2007 Golongan Pengeluaran Expenditure Classes (Rupiah) (1) ≤ 100.999 150.000 100.56 28.46 22.047 - Persentase Percentage (3) 15.749.958 107.000 .000.149.000 .199.000 .KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.999 200.000 .165 95.999 500.999 300.842 84.22 8.999 750.00 Sumber : Hasil Susenas 2007 diproporsikan dengan jumlah penduduk Registrasi Penduduk 2007 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 113 .000 Jumlah Numbers (2) 58.1.882 100.

Daging Sapi/ Kerbau/ Beef / Buffalo 12. Jagung Pipilan / Maize 04.096 0.144 0. Telur ayam / Hens Eggs 13. Ketela Pohon / Cassava 05. Ikan teri diawetkan / Preserved Fish 11. Minyak goreng/Cooking oil 17. Tepung Gaplek / Moniac Flour 08. Beras & Hasilnya / Cereal & their products 02.455 0.172 0.263 0. Gula Merah/Other sugar 18.014 0. Ketela Rambat/ Sweet Potatoes 09. Kelapa / Coconut 15. BPS Source : National Social Economic Survey 2005.062 0.687 0. Talas / Keladi 07.980 0.183 0.4 Rata-Rata Konsumsi Bahan Makanan Per kapita Seminggu Menurut Jenis Bahan Makanan Penting di Nusa Tenggara Timur Average of Per Capita Food Consumption by Selected Food in Nusa Tenggara Timur 2005 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 01.434 03.013 0. Telur itik manila / Duck manila eggs 14.131 1.1. Minyak Kelapa/Coconut oil 16. Gula Pasir/Refined Sugar Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2005.014 0. BPS 114 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ikan segar / Fresh Fish 10. Gaplek / Moniac 06.033 0.005 0.073 0.037 0.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. Jagung Basah dg Kulit / Fresh Maize in Husk Satuan (2) Rata-Rata Perkapita (3) Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Ons Kg Kg Btr Btr Ltr Ltr Ons Ons 1.

5 Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Untuk Makanan dan Non Makanan menurut Kabupaten/Kota 2005 Non Makanan (3) 35223 42154 35878 24434 39269 48855 37132 36324 53832 41903 45555 51328 26892 35120 43448 135026 44626 Kabupaten / Kota (1) 01. Manggarai 14. Lembata 09. Flores Timur 10. Ngada 13. Kota Kupang Nusa Tenggara Timur Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2005. Manggarai Barat 16. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 115 . Sumba Timur Makanan (2) 88661 98478 91865 80398 89216 96226 95850 106585 116758 87540 96485 108520 81441 89651 90916 160512 96730 Jumlah (4) 123885 140632 127744 104831 128485 145080 132982 142909 170590 129443 142040 159848 108333 124771 134364 295538 141356 03. BPS Source : National Social Economic Survey 2005. Alor 08. Sumba Barat 02.1. Ende 12.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. Timor Tengah Utara 06. Kupang 04. Timor Tengah Selatan 05. Belu 07. Rote Ndao 15. Sikka 11.

018 5.952 2.755 1.595 3. Tembakau&Sirih/Tobacco & Betelnuts Jumlah / Total 60.293 2.913 3.999 (2) (3) (4) 29.747 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.404 3.488 2.280 964 3.924 4. Padi-padian / Cereals 02.003 276 8. Bahan Minuman/Non Prepared Drink 11. Telur & Susu / Eggs & Milk 06.080 242 391 8.790 2.635 1.520 54. BPS 116 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .825 2.025 1.306 2.008 3.165 4.201 4.919 1.999 199.596 1.107 91. Minumanalkohol/Alcoholic Beverages Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 100. Bumbu-bumbuan / Spices 12. Buah / Fruits 09.000 149. Ikan / Fish 04.515 5. Kacang / Nuts 08.365 1.191 4. Makanan & Minuman Jadi / Prepared Food & Drink 14.704 1. Daging / Meats 05.057 42. Konsumsi lainnya / Miscellaneous Food Itery 13. Minyak & Lemak / Fats & Cooking Oil 10.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Average of Per Capita Monthly Expenditure 2 0 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 01. Sayuran / Vegetables 07.675 1.067 1.293 121.262 15.600 2. Ubi-ubian / Cassava 03.000 – 150.486 3.480 2.705 890 11. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.987 5.626 3.000 – ≤ 100.925 759 10.367 14.

6 untuk Kelompok Makanan di Kabupaten Belu and Food Item in Belu Regency 0 7 Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 200.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Table 4.783 61.700 3.022 4.727 28.081 7.552 4.946 42.372 3.625 4.145 18.632 9.000 299.500 24.732 5.143 12.999 (5) (6) (7) 56.554 2.705 3.000 – >499.698 27.524 3.1.107 17.593 23.176 6.988 19.568 8.299 3.116 1.893 20.750 24.238 9.190 14.152 4.165 8.312 59.427 20.886 2.215 5.999 499.020 11.207 11.125 8.518 248.226 5.107 6.643 8.540 12.144 1.585 6.749 6.915 2.179 126.857 43.441 14.992 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 117 .250 rata-rata (8) 48.257 3.143 5.032 170.232 11.909 12.773 295.662 15.365 5.612 0 14.180 5.747 7.000 – 300.

Keperluan Pesta Parties Jumlah / Total Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 100.000 149.265 5.532 2. Pajak dan Asuransi Tax and Insurance 8.757 2.174 20.894 2.353 51.842 10.681 1.483 14.825 1. Biaya Kesehatan Cost of Health 5. BPS 118 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .315 2.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Average of Capita Monthly Expenditure 2 0 Jenis Pengeluaran Expenditure Items (1) 1. Aneka Barang dan Jasa Miscellaneous Goods and service 3.999 199.060 5.671 2.838 4. Barang Tahan Lama Durable Goods 7. Biaya Pendidikan Cost of Education 4.000 150.482 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.091 212 455 670 1. Perumahan Housing 2.000 – ≤ 100.515 21.448 3. Pakaian dan Alas Kaki Clothing and Footwear 6.098 5.441 2.180 3.545 33.152 781 1. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.999 (2) (3) (4) 8.

804 2.262 8.076 807 5.119 108.393 5.000 – 799.000 – 499.1.261 284.7 untuk Kelompok Bukan Makanan di Kabupaten Belu and Non Food Item in Belu Regency 0 7 Golongan Pengeluaran / Group of Expenditure 200.441 9.999 (5) 31.931 24.999 (7) 129.729 3.915 500.752 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 119 .601 3.208 2.844 4.667 2.130 1.771 4.615 rata-rata (8) 22.104 10.198 2.448 4.626 300.441 50.750 4.472 4.999 (6) 49.963 105.462 6.899 5.609 12.676 14.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Table 4.000 – 299.012 2.995 67.202 6.811 8.840 3.

00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional 2007.999 750.50 8.13 (1) < 100.000 dan lebih Jumlah 419480 100.000 – 749.000 – 299.999 1.000 100.26 0.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Tabel 4.00 4446107 100.39 34.28 - Propinsi NTT Jumlah (4) 595549 1524351 1040727 777925 382960 97523 21110 5962 Persentase (5) 13.41 17.999 200. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.19 0.000 – 499.56 28.000.000 – 999.48 0.000 – 149.21 25.46 22.999 150.000 – 199.61 2. BPS 120 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .999 300.999 500.8 Penduduk Menurut Golongan Pengeluaran Sebulan di Kabupaten Belu dan NTT 2007 Golongan Pengeluaran Kabupaten Belu Jumlah (2) 65275 119397 93184 105804 34660 1160 Persentase (3) 15.1.29 23.23 8.

Keadaan Rumah Tangga & Tempat Tinggal Household Condition & Home Owner .

KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.748 86.399 1.94 31.2.91 2. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.00 3.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.49 50 . BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 125 .01 100.1 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Luas Lantai Household in Belu regency by Area of Floor 2007 Luas Lantai 2 Area of Floor (m ) (1) < 20 20 .848 Persentase Percentage (3) 6.323 49.13 56.99 100 -149 > 149 Jumlah / Total Jumlah Numbers (2) 5.923 3.455 26.

2.88 26.00 66.36 Jumlah / Total 86.848 100.00 5. BPS 126 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .81 0.110 22.65 0.30 0.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.892 Persentase Percentage (3) 0. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.2 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Atap Terluas Household in Belu regency by Primary Roof Type 2007 Jenis Atap terluas Primary Roof Type (1) Beton / Conerete Genteng / Tile Sirap Seng / Zine Asbes Ijuk / rumbia Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 262 700 0 57.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.884 0 5.

98 Jumlah / Total 86. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 127 .438 43.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.02 49.3 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Lantai terluas Household in Belu regency by Primary Floor Type 2007 Jenis lantai Terluas Primary Floor Type Jumlah Numbers Persentase Percentage (1) Bukan Tanah / Non-dirth earth Tanah / Dirt Earth (2) 43.848 100.410 (3) 50.2.

KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.100 1.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.4 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Dinding Terbanyak Household in Belu regency by Area of Primary Roof Type 2007 Jenis Dinding Terbanyak Primary Roof Type (1) Tembok / Brick Kayu / Wood Bambu / bamboo Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 15.848 100. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.153 2.566 Persentase Percentage (3) 17.2.34 78.33 2. BPS 128 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .95 Jumlah / Total 86.029 68.39 1.

00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007. Sentir.2.692 438 2.5 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Penerangan Household in Belu regency by Source of Lighting 2007 Sumber Penerangan Source of Lighting (1) Listrik PLN / Elictricity (PLN) Listrik Non PLN / Elictricity (NonPLN) Petromak / Pumped Lamp Pelita.848 100.190 57. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 129 .KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.52 66.43 0. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.50 Jumlah / Total 86.528 Persentase Percentage (3) 30.55 2. Obor / Kerosene Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 26.

950 7.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.40 1.2.45 12.649 Persentase Percentage (3) 0.07 35.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.91 1.738 1.295 932 30. BPS Keterangan : *) Termasuk air hujan / Rain water 130 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .6 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Sumber Air Minum Household in Belu regency by Source of Drinking Water 2007 Sumber Air Minum Source of Drinking Water (1) Air Dalam Kemasan Ledeng / Pipe Pompa / Water Pump Sumur Terlindung / Well Sumur Tak Terlindung Mata Air Terlindung / Spring Mata Air Tak Terlindung Sungai / River Lainnya / Others *) Jumlah Numbers (2) 539 7.41 15.72 13.81 Jumlah / Total 86.649 13.417 10.61 8. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.572 15.62 8.848 100.

582 Persentase Percentage (3) 32.04 40.837 4.857 11.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.733 100.93 19. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 131 .54 Jumlah / Total 60.457 24.49 7.7 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Jenis Jamban Household in Belu regency by Toilet Facilities 2007 Jenis Jamban Toilet Facility (1) Leher Angsa / Closet Plengsengan Cemplung Tidak pakai Jumlah Numbers (2) 19.2. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.

BPS Source : National Social Economic Survey 2007.21 1.058 1.8 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Status Penguasaan Tempat Tinggal Household in Belu regency by Status of House 2007 Status Rumah Status of House (1) Milik Sendiri / Self Owned Kontrak / Rent Longtem Basis Sewa / rent Montly Basis Bebas Sewa / Free of Charge Dinas / Provided by Employer Rumah Milik Orang Tua/Sanak/Saudara Lainnya / Others Jumlah Numbers (2) 70.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.048 1.52 1.434 1.60 3.71 1. BPS 132 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .848 100.456 524 3.85 Jumlah / Total 86.2.606 9.722 Persentase Percentage (3) 81.98 8.13 0.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.

272 861 30.824 Persentase Percentage (3) 34.9 Rumah Tangga di Kabupaten Belu Menurut Tempat Pembuangan Tinja Household in Belu regency by Faeces Place of Exile 2007 Tempat Pembuangan Tinja Faeces Place of Exile (1) Tangki Kolam / Sawah Sungai / Danau / Laut Lubang Tanah Pantai / Kebun Lainnya Jumlah Numbers (2) 30.KONSUMSI & KEADAAN RUMAH TANGGA / CONSUMPTION & HOUSEHOLD CONDITION Tabel / Table 4.87 20.848 100.2.99 34.86 0.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 133 . BPS Source : National Social Economic Survey 2007.285 17.01 Jumlah / Total 86.606 7.27 9.

BAB / CHAPTER 5 S o s i a l Social Affairs .

47%. Di tahun 2007 jumlah sekolah SD 332 unit.51% SLTP turun. Dibandingkan dengan tahun lalu . Demikian pentingnya peranan pendidikan .48% dan SLTA 73. Sedangkan sisanya tamat SLTP 11. tamat SLTA 11. Pada tahun 2006 jumlah Taman Kanak-Kanak 23 unit dengan jumlah murid 1 325 siswa. Semakin tinggi tingkat pendidikan akan membawa dampak positif bagi masa depan berbagai bidang kehidupan. dan kecepatan transformasi tenaga kerja dari sektor ekonomi Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 137 .82 %. Sementara untuk julah murid masing-masing jenjang pendidikan yaitu SD naik 0. naik 0. Peningkatan partisipasi sekolah dari berbagai lapisan masyarakat tentunya harus diimbangi penyediaan sarana fisik pendidikan maupun tenaga guru yang memadai.61%.68%.52%.67%.54 % dan tamat akademi dan sarjana 1.15%. baik sosial maupun ekonomi. guru SD meningkat 14. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan formal dari sebagian besar penduduk Belu akan sangat mempengaruhi akselerasi pembangunan. yang paling tinggi sampai tingkat SD 82. .10%) penduduk umur 10 tahun ke atas berpendidikan paling tinggi cuma tamat SD. Sebagai perbandingan Sensus Penduduk 2000 menunjukkan bahwa dari penduduk umur 5 tahun keatas pada tahun 2000. tamat SLTP 8.SLTA umum 20 unit dan kejuruan 7 unit.24% Dilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan sesuai hasil Susenas 2007 memperlihatkan bahwa sebanyak 218. SLTP 42 unit . tamat SLTA 7.62%. guru SLTP 7. serta tamat akdemi dan perguruan tinggi cuma 3.SOSIAL / SOCIAL SOSIAL PENDIDIKAN Berhasil atau gagalnya kelangsungan pembangunan suatu bangsa banyak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan sebagaian besar penduduknya. maka tidaklah mengherankan apabila pendidikan senantiasa mendapat perhatian pemerintah maupun dari kalangan swasta.577 (73.

23% perawat dan Bidan naik 13. dimana lebih dari separuhnya 54.56%. 18. yang buta huruf adalah kaum perempuan.34% dibanding dengan keadaan tahun lalu. Untuk melihat kemampuan penduduk dalam membaca dan menulis di suatu aderah dapat dilihat dari angka melek hurufnya.67% dari keadaan tahun sebelumnya. pneumonia 8. TBC 14.82%. komposisi jenis penyakit yang dominan masing-masing Infeksi Saluran Pernafasan (ispa).SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS tradisional ke sektor-sektor ekonomi modern.98%. Persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang buta huruf pada tahun 2007 hanya 0.18 % dan 40 %. 138 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .17%. 30.90 % dan penyakit-penyakit lainnya 31.38%. KESEHATAN Pembangunan bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah. Dengan tujuan yang demikian diharapkan seluruh program dan kegiatan di bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang baik dan pada gilirannya tercipta kehidupan yang sehat dan produktif. jumlah tenaga pelayanan kesehatan (medis dan paramedis) juga mengalami sedikit peningkatan seperti S1 Kesehatan 66. Ini memperlihatkan bahwa pendidikan bagi kaum perempuan masih dianggap kurang perlu oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Belu. rumah sakit 66.67%. Dispepsia 9. merata dan murah. Sejalan dengan menigkatnya sarana. Dari jumlah kunjungan tersebut.91%. rematik 14. gastroetris 16. Pada tahun 2007 ketersediaan sarana kesehatan secara umum mengalami sedikit peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya antara lain puskesmas naik. selama tahun 2007 sebanyak 477 763 kali kunjungan (pasien) atau naik 29.25%.89%. Jumlah penderita rawat jalan pada puskesmas . Komposisi penyakit dominan untuk kunjungan rawat inap masing-masing malaria 23.67% .75%. Sementara khusus pada penderita rawat inap selama tahun 2007 pada RSU Atambua sebanyak 1 700 kunjungan (pasien) atau turun 10.93%. D3 kesehatan 40.

07%. SOSIAL LAINNYA Data dalam sub bab ini berisikan data-data tentang kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 139 . kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan penghayatannya sehingga dapat tercipta kondisi kehidupan yang rukun dan damai.862 (63.34%.87%.SOSIAL / SOCIAL Jumlah pasangan usia subur (PUS) pada tahun 2007 sebanyak 49. Dewasa ini sebagian besar masyarakat kita mempunyai sensitifitas yang tinggi terhadap masalahmasalah yang berkaitan dengan agama.52% memilih KB suntik. beragama bagi masyarakatnya.77%) diantarannya adalah peserta pasangan peserta KB aktif. MOW dan MOP 1.966 pasang. IUD 3. Karena itu apabila terjadi pemaksaan kehendak pemeluk agama tertentu terhadap pemeluk agama lainnya maka akan menimbulkan konflik sosial yang berkepanjangan. KRIMINALITAS AGAMA Sesuai dengan falsafah negara. Tingkat kriminalitas di Kabupaten Belu masih cukup memprihatinkan karena dibandingkan dengan tahun 2006 ternyata masalah sosial meningkat dari 628 kasus menjadi 680 kasus dengan tetap masalah penganiayaan yang terbanyak. Dari metode kontrasepsi yang digunakan oleh pasangan KB aktif sebanyak 82. dimana 31. sedangkan sisanya adalah pil 6. Dalam hal ini pemerintahan dituntut untuk memfasilitasi kehidupan Banyaknya perkara yang masuk dan terselesaikan di Pengadilan Negeri Atambua pada tahun 2006 dengan karakteristik terdakwa/tertuduh serta sikapnya terhadap putusan tersaji dalam sub bab ini. disamping data dari Kepolisian Resort Belu tentang masalahmasalah sosial yang terjadi di Kabupaten ini.90 dan cara kondom 0. yang kesemuanya merupakan data sekunder dari Pengadilan Negeri Atambua.06 Implant 4. sehingga setiap pemeluknya memiliki hak yang sama untuk menunaikan kewajiban-kewajiban keagamaannya.

140 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . penyandang cacat.358 dan 6. Selain data kejadian bencana alam yang pernah terjadi di tahun 2007. Data infrastruktur kesejahteraan masyarakat juga dapat dilihat dari tabel-tabel dalam sub bab ini.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Kabupaten Belu. Masalah sosial yang masih meminta perhatian di Kabupaten Belu adalah lanjut usia terlantar dan anak yatim piatu terlantar karena pada tahun 2006 tercatat 7. dan lain-lain.529 orang meningkat masingmasing pada tahun 2007 menjadi 6. seperti jumlah fakir miskin. manusia lanjut usia (jompo).332 orang. Semua data pada sub bab ini bersumber dari Dinas Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Belu.044 dan 5.

BPS 140 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Gambar 5. Persentase Penduduk Belu Usia 10 Tahun Ke Atas Menurut Ijasah Tertinggi yang Dimilikinya Tahun 2007 SMU 11.47% DIII 1.16% Tidak/Belum punya ijas ah 43.71% SLTP 11.2.14% SD 29.96% Sumber : Susenas 2007.62% DI/DII 0.94% Sarjana 1. Rata-Rata Jumlah Murid per Sekolah Menurut Status Sekolah 1998-2007 600 500 400 300 200 100 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 SD 2006 2007 SLTA Umum SLTA Kejuruan SLTP Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Gambar 5.1.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Gambar 5. Pembantu Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Gambar 5.4. Frekuensi masalah sosial yang dilaporkan di Polres Belu Tahun 2002 .2007 80 70 60 50 40 30 20 10 0 J an Peb Mar Apr 2003 Mei J un 2004 J ul Ags 2005 Sep Okt Nop 2007 Des 2002 2006 Sumber : Polres Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 141 . Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Belu Tahun 1998 – 2007 60 50 40 30 20 10 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Rumah Sakit Balai Pengobatan Puskesmas Pus.3.

Pendidikan Education .

61 190.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.1.57 581. Taman Kanak-Kanak*) kindgarden 02.200 14.752 (5) 3. Sekolah Dasar primary school 03.60 1 4 32 95 267 757 32. SMP Terbuka Umum 06. Teachers. SMTP umum junior high school (general) 04.00 - 531.33 387.078 767 147 512 (4) 1. SMKK senior home economics high school c.063 - 37.75 267.50 25.00 23. SMTA umum senior high school (general) 08.43 12. Guru. SMEA senior economics high school d. and Pupils by Education Level 2007 RataRata Murid Per Sekolah Tingkat Pendidikan Education Level (1) 01.25 2 - 74 - 1.60 (6) 57.36 351. dan Murid Menurut Tingkat Pendidikan Numbers of Schools. SMP Terbuka Kejuruan 07. SMTA kejuruan senior high school (vacational) a.26 24. lainnya / others Sekolah School Guru Teacher Murid Pupil RataRata Guru Per Sekolah (2) 23 332 42 6 20 (3) 79 4.1 Banyaknya Sekolah.766 3. SMTP Kejuruan junior high school (vacational) 05.00 189.50 - Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Keterangan : *) Data tahun 2006 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 145 .28 18.488 7.325 63. STM senior technical school b.

Sasita Mean 07. Weliman 05. Kakuluk Mesak 13. Kobalima 11. Kota Atambua 14. Raihat 16. Malaka Tengah 06. Raimanuk 10. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 146 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Guru. and Pupil of Public and Private Kindgarden in Belu Regency by District 2006 TK Negeri Public Kindgarden Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 55 0 0 0 0 55 TK Swasta Private Kindgarden Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 1 1 0 1 1 2 1 0 1 2 2 7 0 0 0 2 22 2 1 1 0 4 5 5 2 0 2 7 4 41 0 0 0 2 76 40 10 20 0 25 32 155 20 0 27 108 83 686 0 0 0 64 1. Malaka Barat 02. dan Murid Taman Kanak Kanak (TK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School.270 Kecamatan District (1) 01. Tasifeto Barat 12. Rinhat 03. Lasiolat 17. Laen Manen 09. Teacher.1.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Wewiku 04.2 Banyaknya Sekolah. Tasifeto Timur 15. Malaka Timur 08.

230 1.823 2.005 1. Rinhat 03. Raimanuk 10. Malaka Timur 08.939 1.723 SD Swasta Private Elementry School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 15 8 10 7 14 10 3 7 5 13 10 4 10 7 4 3 12 142 164 72 141 101 215 108 43 73 63 151 95 58 230 86 52 46 125 1. Teacher.255 836 1.314 1.529 1. dan Murid Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Lasiolat 17. Malaka Barat 02.237 1.645 2.122 1.882 3.861 .255 5.339 1. Laen Manen 09. Wewiku 04. Weliman 05. Raihat 16. Malaka Tengah 06.689 2.220 1.244 2. Kobalima 11.029 2. Lamaknen Kabupaten Belu 1.280 2. Sasita Mean 07.289 616 541 1.914 1. Tasifeto Timur 15. and Pupil of Public and Private Primary School in Belu Regency by District 2007 SD Negeri Public Elementry School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 5 11 9 9 20 20 9 9 7 15 14 8 14 12 9 5 14 190 65 98 111 121 264 176 78 75 84 163 143 98 351 146 97 48 137 2.608 582 993 1. Tasifeto Barat 12. Kecamatan District (1) 01.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.1.594 646 1. Guru. Kakuluk Mesak 13.477 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 147 .597 2.316 4.3 Banyaknya Sekolah.967 1.475 2.924 1.658 33. Kota Atambua 14.824 29.

Raimanuk 10. Kota Atambua 14. Laen Manen 09. Wewiku 04. Rinhat 03.736 Kecamatan District (1) 01. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 148 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13. Raihat 16. and Pupil of Public and Private Junior High School (General) in Belu Regency by District 2007 SMPNegeri Public Juniorr High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 3 1 1 0 1 14 32 0 19 0 47 14 18 0 0 21 20 16 122 25 14 0 20 368 665 0 196 0 1. Tasifeto Timur 15.030 SMP Swasta Private Juniorr High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 1 2 1 3 2 1 1 0 2 2 1 9 0 0 1 1 28 10 9 33 15 38 31 10 13 0 24 46 9 136 0 0 14 11 399 510 217 585 176 881 320 106 177 0 511 869 174 1.779 336 291 0 578 8. Tasifeto Barat 12. Lasiolat 17. Sasita Mean 07. Weliman 05. dan Murid Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMTP) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Malaka Barat 02. Teacher. Kobalima 11.4 Banyaknya Sekolah.1.017 308 472 0 0 558 422 408 2. Guru.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.797 0 0 203 210 6. Malaka Tengah 06.

Malaka Barat 02. Wewiku 04. Malaka Tengah 06. dan Murid Sekolah Menegah Tingkat Atas (SMTA) Umum Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Rinhat 03. Kota Atambua 14. Weliman 05. Kobalima 11. Tasifeto Barat 12. Raimanuk 10.5 Banyaknya Sekolah. Sasita Mean 07. Malaka Timur 08. Teacher. Lasiolat 17. Guru.699 Kecamatan District (1) 01. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 149 .053 SMU Swasta Private Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 2 0 8 0 0 0 1 15 13 0 17 15 32 0 0 0 0 0 49 0 213 0 0 0 11 350 76 0 296 135 860 0 0 0 0 0 414 0 2. Laen Manen 09. and Pupil of Public and Private Senior High School (General) in Belu Regency by District 2007 SMU Negeri Public Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 5 25 0 0 0 33 0 0 0 0 0 23 0 63 0 0 0 18 162 633 0 0 0 626 0 0 0 0 0 613 0 785 0 0 0 396 3. Raihat 16. Tasifeto Timur 15.824 0 0 0 94 4.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Kakuluk Mesak 13.1.

Kakuluk Mesak 13. Lasiolat 17. Tasifeto Barat 12. Kobalima 11. Wewiku 04.259 SMK Swasta Private Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 4 0 0 0 0 16 0 0 0 0 0 32 23 24 0 0 0 0 95 0 0 0 0 208 0 0 0 0 0 267 116 237 0 0 0 0 828 Kecamatan District (1) 01. Malaka Tengah 06. Raimanuk 10. Guru. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 150 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . and Pupil of Public and Private Senior High School (Vocational) in Belu Regency by District 2007 SMK Negeri Public Senior High School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (2) (3) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 24 0 24 58 0 0 0 0 106 0 0 0 0 0 0 0 0 0 230 0 174 855 0 0 0 0 1. Rinhat 03. Kota Atambua 14.6 Banyaknya Sekolah. Laen Manen 09. Malaka Barat 02. dan Murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of School. Weliman 05. Tasifeto Timur 15. Teacher.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Malaka Timur 08. Raihat 16. Sasita Mean 07.1.

Kota Atambua 14. Raihat 16. Kobalima 11.367 0 0 0 0 3. Sasita Mean 07.017 0 472 0 0 0 0 408 1. Tasifeto Barat 12. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 15. Lamaknen Kabupaten Belu Murid Pupil (4) 224 0 0 0 1.7 Banyaknya Sekolah. Malaka Timur 08. Malaka Tengah 06. Rinhat 03.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Guru. Weliman 05. dan Murid Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Terbuka Negeri dan Swasta di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Negeri Public School Sekolah Guru School Teacher (2) (3) 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 6 28 0 0 0 9 0 18 0 0 0 0 16 76 0 0 0 0 147 Swasta Private School Sekolah Guru Murid School Teacher Pupil (5) (6) (7) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kecamatan District (1) 01.488 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 151 . Malaka Barat 02. Wewiku 04.1. Lasiolat 17.

23 Jumlah Numbers (4) 65.206 6.337 Pendidikan Yang Ditamatkan Education Attainment (1) Tidak / Belum Mempunyai Ijasah Did not completed/Not yet Completedl SD / Primary School SLTP / Junior High school SMU Umum Senior High School (General) SMU Kejuruan Senior High School (Vocational) D I.544 18.47 13.387 43.336 9.86 11. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.10 100.91 87.296 145 152.74 973 1.542 7.136 1. BPS 152 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .45 11.66 1.646 16.934 4.420 5.94 38.51 0.70 Laki + Perempuan Male + Female Jumlah % Numbers (6) (7) 131.197 3.571 2.75 1.09 10.05 5.35 11.8 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Ijasah Tertinggi yang Dimiliki dan Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Education Attainment and Sex 2007 Laki-Laki Male Jumlah Numbers (2) 66.26 2.87 5.10 100.10 100.1.14 1.71 1.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.03 1.02 48.849 3.70 23.00 2.050 % (5) 42. II / Diploma I.263 3. II DIII/DiplomaIII.158 26.109 3.00 1.351 0.583 290 299.87 0.16 11. academy DIV / S1 S2/S3 Jumlah / Total Perempuan Female % (3) 45.140 31.016 0.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.190 34.298 29.665 0.287 145 146.24 0.

596 7.913 3. dan Tidak Sekolah Lagi Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Belu Population 7 Years and over who Attending School.147 36.233 20.1.099 10. Tidak/Belum Pernah Sekolah. Never/Not Yet Attending School in Belu Regency by Age Group 2007 Golongan Umur Age Group Jumlah Penduduk Population Masih Sekolah Attending School (3) 64.680 5.9 Penduduk 7 Tahun ke Atas yang Masih Sekolah.801 (5) 1.554 30.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.946 20.251 1.680 2.705 26. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.230 Tidak Sekolah Lagi (1) 7 – 12 13 – 15 16 – 18 19 – 24 (2) 68.792 1.976 Tidak/Belum Pernah Sekolah Never/Not yet attending school (4) 2. BPS Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 153 .595 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.

BPS 154 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1.831 Kemampuan Membaca Dan Menulis Literacy (1) Huruf Latin Huruf lainnya Huruf Latin + Lainnya Tidak Dapat Laki-Laki Male Jumlah Number s (2) 123.682 840 Perempuan Female Jumlah Number s (4) 125.19 0.62 979 25.64 Jumlah / Total 146.61 707 21.351 100.65 % (7) 83.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.00 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2007.686 46.33 0.48 14.57 % (5) 82.63 1.08 0.770 0. BPS Source : National Social Economic Survey 2007.00 152.56 15.64 16.334 0.436 0.729 1.00 299.016 100.047 991 % (3) 84.10 Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas di Kabupaten Belu Menurut Kemampuan Membaca dan Menulis per Jenis Kelamin Population 10 Years Old and Over in Belu Regency by Literacy per Sex 2007 Laki + Perempuan Male + Female Jumlah Number s (6) 248.665 100.

08 92.70 2.83 5.02 97.128 Lulus Persentase (4) 99.26 98.24 1. Rinhat 03.34 98. Malaka Timur 08.65 1.00 1.45 100.1.78 0. Tasifeto Timur 15.361 312 193 99 391 7.00 100. Tasifeto Barat 12.91 8. Kobalima 11.74 1.47 86.76 98.09 0.17 100.53 13.00 94.361 331 196 115 425 7.30 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 1 4 3 7 12 13 6 3 19 3 16 34 121 0. Wewiku 04.22 99.98 2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Lasiolat 17. Laen Manen 09. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 418 258 294 384 717 444 211 279 291 490 551 363 1. Malaka Tengah 06.007 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 155 .00 100.00 98.91 99.29 100. Kota Atambua 14. Weliman 05. Raimanuk 10. Malaka Barat 02. Sasita Mean 07.00 99.55 0. Kakuluk Mesak 13.70 Jumlah (3) 417 254 294 381 710 432 211 279 291 477 545 360 1. Raihat 16.00 97.11 Hasil Ujian Nasional SD/MI Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.

Tasifeto Timur 15.90 45.23 61. Lasiolat 17.31 25.49 72.99 Jumlah (3) 231 35 178 50 202 91 159 16 142 192 57 627 56 57 30 72 2.446 92 81 43 188 4. Wewiku 04. Kakuluk Mesak 13.1.56 42. Weliman 05. Malaka Tengah 06.73 32.13 29.63 30.10 54. Laen Manen 09.58 58.36 60.69 74.79 100.27 67.51 27.82 39.195 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 156 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .02 43.18 60. Raimanuk 10.92 44. Raihat 16.64 39.00 30.12 Hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMPT Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01. Tasifeto Barat 12.77 38.42 41. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 316 64 238 50 664 221 261 36 247 264 178 1.44 57. Rinhat 03.70 49. Sasita Mean 07. Kobalima 11. Kota Atambua 14.98 56.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.01 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 85 29 60 0 462 130 102 20 105 72 121 819 36 24 13 116 2.08 55.194 26.389 Lulus Persentase (4) 73. Malaka Barat 02. Malaka Timur 08.87 70.37 69.21 0 69.30 50.

Raihat 16. Sasita Mean 07.23 Jumlah (3) 314 100 211 266 1.77 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 107 25 8 8 607 6 761 25.141 Lulus Persentase (4) 74.55 75.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.45 24.13 Hasil Ujian Nasional SMA/MA Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.65 2.35 97.08 69. Kakuluk Mesak 13.47 5. Raimanuk 10. Weliman 05. Rinhat 03. Malaka Timur 08. Malaka Barat 02.380 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 157 .1.42 20. Kota Atambua 14.53 94.385 104 2. Kobalima 11.00 3. Tasifeto Barat 12. Laen Manen 09.92 30.992 110 3.58 80. Malaka Tengah 06. Tasifeto Timur 15. Lasiolat 17. Wewiku 04. Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 421 125 219 274 1.00 96.

Wewiku 04. Malaka Timur 08. Tasifeto Barat 12. Raihat 16. Kakuluk Mesak 13. Sasita Mean 07. Laen Manen 09. Kobalima 11.43 15. Weliman 05. Malaka Tengah 06.74 Jumlah (3) 66 33 51 22 299 61 532 Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Belu Source : National Education Service of Belu Regency 158 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lamaknen Kabupaten Belu Peserta (2) 66 35 51 28 355 61 596 Lulus Persentase (4) 100 94. Kota Atambua 14. Lasiolat 17.57 84. Malaka Barat 02. Rinhat 03.77 0 10. Raimanuk 10.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Tasifeto Timur 15.71 0 21.14 Hasil Ujian Nasional SMK Di Kabupaten Belu Tahun Pelajaran 2006/2007 Kecamatan (1) 01.1.26 Tidak Lulus Jumlah Persentase (5) (6) 0 2 0 6 56 0 64 0 5.29 100 78.23 100 89.

Kesehatan Health .

Malaka Timur 08. Lasiolat 17. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Malaka Barat 02. Kota Atambua*) 14. Wewiku 04.1 Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Health Service in Belu Regency by District 2007 Sarana Kesehatan Health Service Puskesmas Puskesmas Pembantu Community Community Health Health Sub Centre Centre (3) (4) Kecamatan District Rumah Sakit Hospital (2) Balai Pengobatan Health Service House (5) (1) 01. Raihat 16. Raimanuk 10. Tasifeto Timur 15. Rinhat 03. Lamaknen*) Kabupaten Belu 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 3 0 0 0 0 5 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 0 2 19 2 4 2 2 5 4 1 3 1 5 3 1 3 4 1 2 5 48 1 0 0 0 2 0 0 1 0 1 1 1 4 0 0 1 1 13 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 161 . Laen Manen 09.2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Barat*) 12. Kobalima*) 11. Sasita Mean*) 07.

Kota Atambua*) 14. Kobalima*) 11. Malaka Tengah 06. Malaka Barat 02. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 15. Raihat 16.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Status Tenaga Numbers of Health Personal by Health Personal 2 0 Dokter Umum PNS (3) 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 1 11 0 0 0 0 14 PTT (4) 1 2 1 1 3 2 1 1 1 1 3 1 3 1 1 0 2 25 S1 Kesehatan (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 15 0 0 0 0 20 D3 Kesehatan (6) 1 2 6 2 12 4 3 4 2 2 3 14 55 3 3 1 5 122 Kecamatan District (1) 01. Lamaknen*) Kabupaten Belu Dokter Ahli (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 3 Perawat (7) 8 7 9 5 14 5 3 7 4 14 6 8 39 2 5 1 9 146 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 162 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lasiolat 17. Weliman 05. Laen Manen 09. Wewiku 04. Rinhat 03. Tasifeto Barat*) 12. Raimanuk 10. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08.

2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS / Table 5.2 Kesehatan per Kecamatan di Kabupaten Belu Personal Status per District in Belu Regency 0 7 Bidan Desa (PTT) (9) 8 8 5 9 7 8 2 4 5 5 8 2 8 7 2 3 10 101 Bidan (PNS) (8) 5 3 3 2 15 9 4 2 3 10 3 14 46 6 3 2 3 133 SPRG (10) 0 1 2 1 4 1 1 1 0 1 1 1 9 1 1 0 1 26 SMAK (11) 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 3 0 1 0 1 10 SPAG (12) 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 7 SPPH (13) 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 2 0 0 0 0 5 SMF (14) 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 8 1 1 0 1 15 PKE (15) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PKU (16) 0 0 0 0 1 0 0 0 0 2 2 0 7 0 0 0 0 12 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 163 .

Sasita Mean*) 07. Perawat (18) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jurkes / Jurkim (19) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Kecamatan District (1) 01. Malaka Tengah 06. Raimanuk 10. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Lasiolat 17.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan / Continued Table 5. Wewiku 04. Malaka Timur 08.2 Pemb. Malaka Barat 02. Kobalima*) 11.2. Tasifeto Barat*) 12. Raihat 16. Rinhat 03. Weliman 05. Lamaknen*) Kabupaten Belu PKAB (17) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 Pekes (20) 2 0 4 0 5 1 4 1 0 0 3 1 16 0 0 0 0 37 PKF (21) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Lainnya (22) 1 0 2 2 9 1 1 2 0 8 3 32 66 6 0 1 4 138 Jumlah (23) 28 23 33 22 76 31 21 22 15 46 35 81 293 27 17 8 37 815 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 164 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Laen Manen 09. Tasifeto Timur 15.

206 39. Puskesmas Atapupu 03.537 21. Puskesmas Haliwen 17.688 617.706 81. Puskesmas Besikama 07.2.172 46.371 19.961 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 165 . Puskesmas Kota 14. Puskesmas Tunabesi 18.469 29.499 31.3 Jumlah Penderita Rawat Jalan Menurut Puskesmas di Kabupaten Belu 2007 Puskesmas Community Health Centre (1) 01. Puskesmas Nurobo 15.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.030 13. Puskesmas Halilulik 02.045 12.488 28. Puskesmas Kaputu 11.798 39. Puskesmas Wedomu 04. Puskesmas Haekesak 05. Puskesmas Nualaian 16. Puskesmas Seon 09.443 27.555 25. Puskesmas Weluli 13.383 41. Puskesmas Namfalus 12.112 39. Puskesmas Weliman Jumlah / total Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Jumlah Total (2) 35.957 28. Puskesmas Webora 19. Puskesmas Weoe 06.123 29.379 28. Puskesmas Betun 10. Puskesmas Biudukfoho 08.

Penyakit Kulit Karena Jamur 11. Diare 04. Gastritis 05. Kecelakaan dan Rudapaksa 10. ISPA 02.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / 10 Penyakit Terbanyak dari Di 19 Puskesmas 20 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. Penyakit Kulit Alergi 06. Wedomu (4) 9699 Pus Haekesak (5) 13098 4800 1602 1314 1296 1144 1118 1063 672 555 7457 3194 1691 1382 1114 956 799 732 712 548 3247 2708 1125 1006 852 658 651 619 548 464 7468 6080 1856 1796 1739 1619 968 799 629 551 10071 Jumlah Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu 35537 21555 25798 39206 Source : Health Service of Belu Regency 166 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Penyakit kulit infeksi 09. Penyakit pada sistem otot (Termasuk Reumatik) 03. Atapupu (3) 7180 Pus. Malaria Klinis 07. Asma 08. Penyakit lain-lain Pus Halilulik (2) 14516 Pus.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Table 5.4 Kunjungan Rawat Jalan di Kabupaten Belu 07 Pus Weoe (6) 9830 5915 3462 1969 1922 1857 1764 1735 1024 620 9014 Pus Pus Besikama Biudukfoho (7) 11599 5526 2391 1381 1308 1280 1246 690 683 448 12493 (8) 2931 2412 1056 925 784 594 590 494 484 458 2229 Pus Seon (9) 7895 4445 1666 1607 1082 905 687 675 530 525 8366 Pus Betun (10) 11764 4217 2927 2245 2002 1884 1734 1087 1028 933 11558 Pus Kaputu (11) 8560 4791 1810 919 879 847 706 580 487 468 8125 Pus Namfulus (12) 13459 6677 3623 1996 1737 1722 1689 1290 995 876 12379 39112 39045 12957 28383 41379 28172 46443 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 167 .2.

Diare 04. Penyakit lain-lain Pus Weluli (13) 8836 Pus Kota Atambua (14) 27692 Pus Nurobo (15) 8290 Pus Nualain (16) 8739 3516 2077 1409 1239 1216 1188 957 813 724 5731 7002 6245 6080 6008 2846 2703 2225 2027 1448 17223 4583 2355 1468 1450 1390 1199 931 618 550 8289 4042 1900 1255 1037 1015 893 875 794 645 8274 Jumlah Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency 27706 81499 31123 29469 168 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Penyakit Kulit Karena Jamur 11.4 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01. ISPA 02.2.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan Tabel / Table 5. Penyakit kulit infeksi 09. Kecelakaan dan Rudapaksa 10. Penyakit pada sistem otot (Termasuk Reumatik) 03. Penyakit Kulit Alergi 06. Gastritis 05. Malaria Klinis 07. Asma 08.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Pus Haliwen (17) 8285 4533 3519 1684 1457 978 955 867 864 722 5166 Pus Tunabesi (18) 4045 1849 1067 964 441 381 319 315 206 193 3591 Pus Webora (19) 6108 3019 1063 841 796 764 761 752 512 447 4425 Pus Weliman (20) 7985 4039 1904 1567 1229 1061 953 628 568 534 8220 Jumlah (21) 190511 83348 43339 31808 28372 23117 20923 17314 14194 11709 153326 29030 13371 19488 28688 617961 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 169 .

Pneumonia 06. Hiperplasia Prostat Jumlah Kunjungan (2) 408 290 255 158 152 123 110 85 85 42 Jumlah Sumber : Rumah Sakit Umum Daerah Atambua 1708 170 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Hipertensi 09. Dispepsia 05. ISPA 08. Tuberkulosis Paru 04. Malaria 02. Gastroenteritis 03. Appendiks 07. Penyakit Sistem Kemih 10.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.2.5 10 Penyakit Terbanyak Menurut Jumlah Pasien Rawat Inap Pada Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Umum Atambua 2007 Jenis Penyakit Type of disease (1) 01.

4 66. Pus.0 37.6 Status Gizi Balita Menurut Kecamatan Menurut Puskesmas di kabupaten Belu Nutritional Status of Children Under Five Years Old by Communitiy Health Centre in Belu Regency 2007 Status Gizi / Nutritional Status Jumlah Anak Ditimbang (2) 2.7 8.220 1. Pus. Pus.8 57. Pus.090 1.2 6.2 62. Pus. Atapupu 03.4 52.164 1.465 2. Pus.2.4 58.201 1.6 35. Pus.017 466 593 1. Tunabesi 17.1 29. Haekesak 05.0 38.9 6.5 33. Weoe 06. Kaputu 11.8 5.7 65.0 6.077 1.607 2. Pus.Biudukfoho 08.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.5 8. Besikama 07.0 42.028 460 451 399 960 657 960 12.1 3. Weluli 13.541 1. Namfalus 12.0 46. Pus.2 59. Nurobo 15. Pus.7 34.0 51. Pus.8 8.253 1.523 1.6 36.788 1. Halilulik 02.7 34.116 % (8) 9.288 3. Webora 19.426 970 757 2.3 11.165 847 954 1. Wedomu 04.1 11.601 Baik Normal (3) 1.673 3.6 Puskesmas Community Health Centre (1) 01.046 1.4 56.4 4. Pus.7 58.7 42.8 63.4 5.6 55.0 32. Pus.241 1.8 39.8 31.1 10.8 44. Pus.4 4.5 37.242 % (4) 52.9 46.026 1. Haliwen Jumlah / total Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Source : Health Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 171 . Seon 09.0 45.8 65. Pus.9 36.637 1.998 1.4 Buruk Severe (7) 202 158 146 200 96 165 67 64 193 99 134 14 174 64 108 88 247 130 247 2.1 58.080 2.0 6.558 1. Nualaian 16.1 6.2 63. Pus.350 36.2 28. Pus.287 1.661 2.0 7. Pus.0 9.046 21. Betun 10.568 1.063 950 1.5 54.4 0.468 2.7 32. Weliman 18.0 Kurang Moderat e (5) 857 631 562 981 802 967 487 466 909 558 723 569 1. Pus. Kota 14.8 34.001 1.944 % (6) 39.

Laen Manen 09. Rinhat 03. Tasifeto Timur 15. Malaka Tengah 06.019 Kondom Condom (4) 16 47 14 12 7 2 11 14 1 114 12 250 Sumber : Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Belu Source : Family Planning Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 172 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Barat 02. Lasiolat 17. Sasita Mean*) 07. Kota Atambua*) 14. Lamaknen*) Kabupaten Belu IUD Spiral (2) 11 13 8 6 134 93 7 3 18 37 50 49 499 9 8 2 28 975 Pil Pill (3) 50 234 2 25 108 124 49 130 95 163 177 54 672 31 43 43 19 2. Malaka Timur 08. Raihat 16.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Banyaknya Peserta Aktif Menurut Metode Kontrasepsi Numbers of Active Acceptor by Contraceptive 2 0 Kecamatan District (1) 01. Raimanuk 10. Tasifeto Barat*) 12. Wewiku 04. Kobalima*) 11. Kakuluk Mesak 13. Weliman 05.

622 .081 1.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Table 5.102 1.662 1.166 969 668 1.973 2.038 2.129 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 173 .251 4.226 26.737 2.979 1.731 673 851 1.468 919 1.685 31.264 1.2.541 Jumlah Total (10) 2.082 842 531 1.249 770 1.903 1.435 5.288 1. Implant Implant (9) 138 18 192 127 43 263 15 75 31 61 44 35 10 39 82 368 1.158 2.734 1.137 1.106 2.685 1.7 yang Digunakan per Kecamatan di Kabupaten Belu Method Used per District in Belu Regency 0 7 MOP (5) 9 1 15 13 21 24 14 12 25 13 36 36 305 21 10 8 24 587 MOW (6) 9 1 3 63 3 15 3 8 6 13 15 2 20 161 OV (7) - Suntikan Injection (8) 1.136 1.332 3.

115 2.110 3.579 2.2. dan Pasangan Usia Subur Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Health Personal Service by Health Personal Status and District in Belu Regency 2007 Peserta KB Pasangan Persentase Klinik KB Aceptor Usia Subur CU terhadap Kecamatan Family Family Fertile Age PUS District Planing Planing Couple Percentage Clinics (CU) (PUS) CU to PUS (1) (2) (3) (4) (5) 01. Malaka Tengah 06. Laen Manen 09.08 72. Kakuluk Mesak 13.8 Banyaknya Klinik. Malaka Timur 08.066 1. Rinhat 03.76 67. Malaka Barat 02.00 57. Tasifeto Barat*) 12.37 Sumber : Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Belu Source : Family Planning Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 174 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .49 66.46 61.306 4.56 64.78 61.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.595 1.259 2. Kobalima*) 11. Kota Atambua*) 14.947 997 2.577 2.158 1.966 94.68 64. Lasiolat 17.35 63.80 73. Weliman 05. Peserta Keluarga Berencana (KB).676 2.293 3.79 44. Wewiku 04.25 49.938 49.215 9. Raimanuk 10.12 57.76 65. Lamaknen*) Kabupaten Belu 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 18 2.617 3. Raihat 16.73 60.04 56. Sasita Mean*) 07.35 66. Tasifeto Timur 15.136 1734 1137 1332 3038 2249 770 1081 1288 1973 2264 1435 5737 2166 969 668 1685 31662 2.518 3.

Kriminalitas Crime .

1 Jumlah Perkara dan Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang Diterima. Diputuskan Menurut Bulan Numbers of Criminal Cases and Defendants Received . Settled by Month 2007 Yang Diterima Received Perkara Terdakwa Criminal Defendants Cases (2) (3) 45 46 43 57 62 70 71 83 88 89 70 62 46 59 77 77 74 89 95 109 84 78 Yang Diputuskan Setlled Perkara Terdakwa Criminal Defendants Cases (4) (5) 10 13 9 42 10 25 23 27 19 55 28 21 33 302 14 17 10 31 19 31 23 43 30 44 41 316 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November 59 62 Desember / December Tahun 2007 799 896 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 177 .3.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

3.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.2 Jumlah Terdakwa/Tertuduh Dalam Perkara Pidana yang diselesaikan Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Belu Numbers of Defendants in Criminal Cases that Setlled by Age Group and Sex in Belu Regency 2007 < 16 tahun < 16 years old LakiWanita laki Female Male (2) (3) 1 1 2 16 – 30 tahun 16 – 30 years old Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Tahun 2007 Lakilaki Male (4) 7 6 6 7 16 5 11 14 23 15 16 25 151 Wanita Female (5) 1 1 2 1 5 > 30 tahun > 30 years old LakiWanita laki Female Male (6) (7) 4 6 9 3 15 11 15 8 18 11 10 16 126 2 2 2 4 1 2 1 2 16 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Keterangan : Diluar Rol/Pelanggaran 178 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

by Month and 2007 Menerim a (2) 13 14 17 10 30 18 31 23 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Tahun 2007 Banding (3) 1 1 - Grasi (4) - Kasasi (5) - Jumlah (6) 13 14 17 10 31 19 31 23 43 28 2 - - 43 30 42 39 308 2 2 8 - - 44 41 316 Sumber : Kantor Pengadilan Negeri Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 179 .SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.3.3 Jumlah Terdakwa/Tertuduh yang diselesaikan Pengadilan Negeri Atambua Menurut bulan dan Sikap Terhadap Putusan di Kabupaten Belu Numbers of Defendants and Settled by Court.

Pengancaman 15. Pengrusakan 11. Lain-lain Jumlah / total Jan (2) 13 6 1 3 1 9 1 1 7 7 2 1 1 10 63 Peb (3) 7 1 2 4 9 2 1 2 4 1 2 1 1 1 1 39 Tabel Banyaknya Masalah Sosial 2 0 Frekuensi Terjadi Mar Apr Mei Jun (4) (5) (6) (7) 11 7 3 5 6 1 4 5 2 11 3 4 62 14 4 3 10 15 1 2 4 2 3 7 1 1 2 2 71 11 3 3 3 1 8 2 1 2 3 1 2 2 6 48 10 6 4 6 8 3 1 1 3 4 4 3 6 59 Keterangan : terbatas pada masalah yang dilaporkan ke pihak kepolisian Sumber : Kepolisian Resort Belu 180 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Penipuan 14. Penyelundupan 24. Pencurian pemberatan 06. Pemfitnahan/Penghinaan 16. Pengroyokan 08.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Masalah Sosial (1) 01. Penganiayaan biasa 03. Pembunuhan 02. Perkosaan 09. Penadahan 19. Percabulan 23. Penculikan anak 18. Membawa senjata tajam 20. Penggelapan 13. Pencurian kekerasan 07. Pencurian biasa 05. Melarikan anak bawah umur 21. Perjudian 12. Penganiayaan ringan 04. Pemerasan/Perampokan 17. Melarikan perempuan 22. Perzinahan 10.

SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS / Tabel 5.3.4 yang terjadi di Kabupaten Belu 0 7 Frekuensi Terjadi Sep Okt (10) (11) 13 5 4 2 1 13 1 1 2 5 1 2 1 4 55 15 5 3 6 16 1 1 5 1 5 4 1 2 6 71 Jumlah Total (14) 1 150 50 30 54 4 115 13 10 24 8 34 34 42 29 4 2 1 1 3 10 2 59 680 Jul (8) 7 5 1 2 1 2 2 3 2 3 3 2 1 1 35 Ags (9) 13 1 4 7 4 1 1 2 1 1 4 4 1 10 54 Nop (12) 1 15 4 1 3 9 1 4 2 1 2 2 1 2 5 53 Des (13) 21 3 1 3 16 1 3 8 1 3 3 1 1 5 70 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 181 .

Pengancaman 15.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.33 14.64 733.00 54.09 -86. Penyelundupan 24. Perjudian 12. Melarikan perempuan 22.89 200.00 70. Lain-lain Jumlah / total 2006 (2) 5 97 6 39 49 3 66 6 3 21 1 20 20 29 1 2 1 9 1 11 15 23 428 2007 (3) 1 150 50 30 54 4 115 13 10 24 8 34 34 42 29 4 2 1 1 3 10 2 59 681 Perubahan (%) (4) -80. Penculikan 18.24 116. Pencurian biasa 05. Penganiayaan biasa 03. Pencurian pemberatan 06.52 59.33 -23. Penipuan 14. Perzinahan 10.08 10. Penggelapan 13.00 70.67 233. Perkosaan 09.29 700. Pemerasan 17. Melarikan anak bawah umur 21. Pengroyokan 08.00 44. Pencurian kekerasan 07.00 -9. Penadahan 19.33 74. Pemfitnahan 16. Pengrusakan 11.83 2800.11 Keterangan : terbatas pada masalah yang dilaporkan ke pihak kepolisian Sumber : Kepolisian Resort Belu 182 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Penganiayaan ringan 04.5 Masalah Sosial di Kabupaten Belu Masalah Sosial (1) 01.3.00 0.00 100. Membawa senjata tajam 20.00 -88.67 156.20 33. Percabulan 23. Pembunuhan 02.

Agama Religion .

356 8.097 6.643 Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 185 . Malaka Timur 08. Sasita Mean*) 07.063 12. Kecamatan District (1) 01.310 51.751 2.213 231 12 10 23.505 1.528 Islam Moslem (4) 86 4 1.671 425 9 5 6.655 . Raihat 16.1 Jumlah Pemeluk Agama Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Religion Follower by District in Belu Regency 2007 Kristen Protesta n Christian (3) 4. Kota Atambua*) 14.921 22. Laen Manen 09. Lasiolat 17. Tasifeto Timur 15.810 601 570 718 401 245 1. Lamaknen*) Kabupaten Belu Katholik Catholic (2) 18.862 24.988 20. Kakuluk Mesak 13.319 15.782 12.808 15.256 19.344 345.103 1. Rinhat 03. Kobalima*) 11.429 Hindu Hinduis m (5) 3 1 11 3 38 5 5 228 85 1 380 Budha Budhism (6) 93 93 450 7.4.891 27.031 23. Weliman 05.170 14 8 8 70 538 421 3.368 1.445 11. Malaka Tengah 06.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.360 37.695 17. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Barat 02. Raimanuk 10. Wewiku 04.

Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13.4. Wewiku 04. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Sasita Mean*) 07. Church. Rinhat 03. Malaka Timur 08. Lamaknen*) Kabupaten Belu Pura Temple (5) 1 1 2 Wihara Vihara (6) - Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 186 Kabupaten Belu Dalam Angka / BeluRegency in Figures 2008 . Weliman 05.2 Jumlah Tempat Ibadah di Kabupaten Belu Menurut Golongan Agama per Kecamatan Numbers of Mosque/Private Mosque. Malaka Tengah 06. Langgar Mosque. Temple. Private Mosque (4) 3 1 1 7 1 13 Kecamatan District (1) 01. Malaka Barat 02. Lasiolat 17. and Vikoa in Belu regency by District 2007 Gereja Katholik/ Kapela Catholic Church (2) 3 14 11 4 15 32 19 15 6 23 26 4 7 6 11 7 28 231 Gereja Protestan Christian Church (3) 3 12 6 12 8 1 1 6 1 5 5 8 3 71 Masjid. Kota Atambua*) 14.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.

Wewiku 04. Malaka Timur 08. Kota Atambua*) 14. Rinhat 03. Raimanuk 10. Raihat 16. Sasita Mean*) 07. Malaka Tengah 06. Tasifeto Barat*) 12.3 Banyaknya Rohaniawan di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Spiritualist in Belu Regency by District 2007 Kecamatan District (1) 01. Kobalima*) 11.4. Tasifeto Timur 15. Kakuluk Mesak 13. Laen Manen 09. Malaka Barat 02. Lamaknen*) Chati Pendet Guru Pinandit Imam Pastor Bruder Suster a b a Injil (2) 4 1 1 5 1 1 3 1 17 34 (3) 2 2 4 1 14 1 24 (4) 1 1 2 2 1 4 3 1 3 1 33 2 7 2 2 4 69 (5) 17 1 18 (6) 2 4 2 108 3 4 8 131 (7) 2 2 (8) 6 2 2 14 2 26 (9) 6 2 2 14 2 26 Kabupaten Belu Sumber : Kantor Departemen Agama Kabupaten Belu Source : Office of The Departments of Religions of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 187 . Lasiolat 17.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Weliman 05.

Sosial Lainnya Others Social .

Sasita Mean*) 07. Kobalima*) 11. Kota Atambua*) 14. Malaka Tengah 06. Malaka Timur 08. Wewiku 04.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 191 . Lasiolat 17. Laen Manen 09.1 Penyebaran Infra Struktur Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Infra Structure of Social Affair Distribution in Belu Regency by District 2007 Pekerja Sosial Masyarakat Social Worker (2) 77 20 7 5 35 33 50 6 11 12 30 6 20 38 25 8 69 452 Tenaga Kesejahteraan Sosial Sukarela (3) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Pembinaan Tokoh Karang KesejahWanita Taruna Youth teraan Promoment Organization Sosial Women (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 (6) 13 13 9 11 14 21 6 10 6 12 12 6 12 13 8 9 20 195 Kecamatan District (1) 01.5. Tasifeto Timur 15. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Barat 02. Raihat 16. Kakuluk Mesak 13. Raimanuk 10. Weliman 05. Rinhat 03.

412 465 939 78 205 655 271 115 563 486 100 147 417 6.2 Banyaknya Fakir Miskin dan Perumahan Tidak Layak di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (1) 01.951 1. Raimanuk 10. Laen Manen 09.147 2.813 3.828 54.015 2. Tasifeto Timur 15. Malaka Barat 02.902 2. Weliman 05.091 2. Tasifeto Barat*) 12. Lamaknen*) Kabupaten Belu Fakir Miskin (2) 3. Rinhat 03.666 3.621 898 2. Kobalima*) 11.533 7.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.859 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 192 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .721 5.5. Kakuluk Mesak 13.422 3.346 2.449 3. Malaka Tengah 06. Wewiku 04. Lasiolat 17.470 3. Kota Atambua*) 14.222 Rumah Tidak Layak (3) 341 510 92 63 1.349 2. Malaka Timur 08. Raihat 16. Sasita Mean*) 07.

Weliman 05. Lasiolat 17. Kobalima*) 11.3 Jumlah Penduduk Lanjut Usia Terlantar dan Anak Yatim Piatu Di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Numbers of Over Age and No Parents in Belu regency by District 2007 Kecamatan District (1) 01.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.358 789 777 104 104 332 5.5. Tasifeto Barat*) 12. Sasita Mean*) 07. Wewiku 04. Malaka Barat 02. Kota Atambua*) 14. Rinhat 03. Kakuluk Mesak 13. Raimanuk 10. Malaka Timur 08. Lamaknen*) Kabupaten Belu Lanjut Usia Terlantar (2) 237 101 409 328 462 427 483 353 351 722 171 149 Anak Terlantar (3) 254 375 49 196 271 187 430 320 209 582 232 121 Balita Terlantar (4) 21 - 384 603 390 419 369 6. Raihat 16. Tasifeto Timur 15.332 65 50 57 193 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 193 . Malaka Tengah 06. Laen Manen 09.

Laen Manen 09. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15.295 (5) 250 250 500 Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 194 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .458 (4) 149 102 110 126 328 213 288 120 149 503 115 60 226 350 81 90 285 3. Raimanuk 10. Malaka Timur 08.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5.928 Ex Penyakit Wanita Masyarakat Kronis Rawan Sosial Terasing (3) 38 63 42 254 98 120 40 62 187 164 34 98 74 37 147 1. dan Masyarakat Terasing di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan 2007 Kecamatan District (1) 01. Sasita Mean*) 07. Rinhat 03. Malaka Tengah 06. Kobalima*) 11. Wewiku 04. Kakuluk Mesak 13. Ex Penyakit Kronis. Lamaknen*) Kabupaten Belu Penyandang Cacat (2) 100 42 52 92 266 140 190 47 52 214 75 38 80 298 72 40 130 1. Weliman 05. Raihat 16. Lasiolat 17.4 Banyaknya Penyandang Cacat. Kota Atambua*) 14. Wanita Rawan Sosial.5.

Yayasan Bina Karya Seon 11. Yayasan Hadinan Haklaran 08.5. Petrus Lahurus 07. Yayasan SMKK Kusumah St.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Yayasan Bina Bunga Bangsa 03. Yayasan SDLB Tenubot 12. Yayasan ALMA 10. Yayasan Sola Gracia 13. Yayasan Remaja Suluh Obor 05. Yayasan Regina Angelorum 02. Yayasan Umakatahan Manuaman Naikasa Rafae Atambua Fatulotu Atambua Atambua Tulamalae Wemeda Ribesi Tenukiik Dualaus 52 677 Jumlah / Total Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 195 . Theresia 06. Yayasan Membagi Kasih 09.5 Banyaknya Yayasan yang Mengasuh Anak dengan Sistim Non Panti dan Jumlah Anak asuh di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Anak Numbers of Children (2) 40 24 140 120 82 50 24 75 20 50 Lokasi Location Kecamatan Desa District Village (3) Malaka Tengah Kota Atambua Tasifeto Barat Malaka Timur Kota Atambua Tasifeto Timur Kota Atambua Kota Atambua Kota Atambua Malaka Timur Kota Atambua Kota Atambua Kakuluk Mesak (4) Nama Yayasan (1) 01. Yayasan St. Yayasan Kongregasi Biarawan SVD Timor 04.

764 KK 13 5952 Jw 1. Malaka Tengah 13 06. Raimanuk 1. Malaka Barat Jenis Bencana (2) Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Hama belalang Rawan Pangan Rumah terbakar Angin Putting beliung Rawan Pangan Rumah terbakar Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Banjir Hama belalang Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan Pangan Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Rumah terbakar Rawan pangan Jumlah Korban KK / Jiwa (4) 15262 Jw 528 KK 1. Weliman 05.468 KK 1. Rinhat 03. Laen Manen 09.213 KK 1 4 3.289 KK 7477 Jw 1. Malaka Timur 08.807 KK 196 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Wewiku 04.5.288 KK 258 KK 188 KK 4 11 8 3 1 5 Bangunan (6) 3 - Frekuensi (3) 13 02.6 Bencana Alam Yang Terjadi dan Jumlah Korban Akibat Bencana Alam di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan dan Taksiran Kerugian yang Diderita 2007 Kecamatan District (1) 01.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Tabel / Table 5. Sasita Mean*) 07.

5. Raihat 16. beliung Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Rawan Pangan Rumah terbakar Angin p. beliung Hama belalang Rumah terbakar Angin p. beliung Hama belalang Rumah terbakar Rawan pangan Angin p. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 979 KK 15. beliung Rumah terbakar Banjir Rawan Pangan Rumah terbakar Angin p. Kobalima*) 13 1870 Jw 2295 KK 11. Lasiolat 17. Kota Atambua*) 14. Lamaknen 655 KK - Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Belu Source : Social Affair Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 197 . beliung Rawan Pangan Rawan pangan Rumah terbakar Hama belalang Rumah terbakar Rawan Pangan Frekuensi (3) Jumlah Korban KK / Jiwa (4) Bangunan (6) 49 8 6 1 10.6 Kecamatan District (1) Jenis Bencana (2) Angin p. Tasifeto Barat*) 918 KK 3684 KK 13 4 3 3 3 6 17 1547 KK 460 KK 2 6 12.SOSIAL / SOCIAL AFFAIRS Lanjutan / continued Tabel / Table 5.

BAB / CHAPTER 6 Pertanian Agriculture .

Hal ini tidak terlepas dari pengaruh kondisi curah hujan yang fluktuatif sepanjang tahun 2007. ubi kayu mengalami sedikit penurunan karena rata-rata curah hujan baru normal setelah fase pembuahan pada tanaman tersebut sudah lewat. merevisi pola bertani yang bersifat sub system pedesaan tradisional ke pola pertanian yang berorientasi pasar.kacang hijau. Bagi tanaman makanan yang waktu penanamannya relative tepat dan adaptif terhadap fluktuasi curah hujan memperhatikan hasil yang cendrung membaik seperti padi lading.34 ton 201 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . jagung. Misinya adalah dengan meningkatkan pemanfaatan teknologi pertanian tepat guna. kacang tanah dan ubi jalar sedangkan tanaman seperti padi sawah . manusia berupaya untuk mencukupi kebutuhan pangan baik secara langsung maupun tidak langsung.PERTANIAN / AGRICULTURE PERTANIAN TANAMAN PANGAN  Masalah pangan selalu dirasa vital karena menyangkut kehidupan manusia yang paling asasi. maka keberadaan dan keberlangsungan sub sektor ini menjadi sangat strategis. Bagi daerah yang struktur perekonomiannya didominasi oleh sektor pertanian khususnya sub sektor tanaman pangan seperti di Kabupaten Belu di mana menjadi tempat bagi sebagian besar masyarakatnya mencari sumber penghasilan. penguatan kelembagaan dan melakukan restrukturisasi aspek sosial budaya yang menghambat produktivitas petani. Untuk mempertahankan eksistensinya. Ketersediaan produksi pangan dari komoditas padi selama tahun 2007 sebanyak 20. Produksi tanaman pangan selama tahun 2007 secara umum mengalami sedikit fluktuasi di bandingkan dengan tahun sebelumnya. maka kerawanan pangan akan berdampak luas ke dalam sendi sendi kehidupan masyarakat yang kompleks.633. Untuk itu Pemda Belu telah memfokuskan sektor pertanian khusus tanaman pangan menjadi salah satu Program utama dalam mengkatalisasi pertumbuhan ekonomi daerah. Apabila kebutuhan primer tersebut tidak dapt dipenuhi.

46%.86% .76% penurunan produksi padi lebih banyak disebabkan curah hujan.35%. kubis 1.65% dan salak 90.11% sementara padi ladang justru mengalami kenaikan produksi 84. pisang 5.14% dan cabe 301.20%. sementara pada jenis lainnya mengalami sedikit penurunan produksi dibanding dengan tahun sebelumnya. Ketersediaan produksi untuk makanan berpati selama tahun 2007 yakni ubi kayu menurun tajam 66. kacang panjang 157.39% sementara ubi jalar naik 4. Dibandingkan dengan tahun 2006 yang lalu.67 ton) atau mengalami sedikit penurunan sebesar 10.78% dan wortel 3. sayuran mengalami peningkatan. jambu air 66.04 dan kacang kedelei naik 75%. Ketersediaan produksi pangan dari komoditi jagung yang menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat Belu selama tahun 2007 sebanyak 61127 ton Jagung atau mengalami kenaikan 58.64% dari tahun lalu. Secara parsial produksi padi sawah turun 14.11% Produksi komoditas sayursayuran selama musim panen tahun 2007 memperlihatkan hasil yang cukup fluktuatif yakni untuk beberapa jenis sayur.33%. kacang hijau turun 18. 76.30%.00% dan sirsak 14.27%.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER gabah kering giling (Konversi ke beras13.24%.36%. terung 623. Diduga hal ini lebih disebabkan karena kemampuan adaptif secara alamiah ataupun ketepatan waktu tanam bagi beberapa komoditas dengan kondisi curah hujan yang bersifat flutuatif tersebut.02%. kangkung 829. Adapun jenis sayuransayuran yang mengalami peningkatan produksi masingmasing bawang putih naik 207.65%. petsai/kubis 73.87%.02%.10%.08%   202 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .411. nenas 4. Untuk komoditi buahbuahan dalam musim panen tahun 2007 hampir seluruhnya mengalami penurunan produksi secara drastis.00%. nangka 9. semangka 59. jeruk naik 151. produksi advokat turun 64. jambu biji 41.5%. Tomat 569.14% dari keadaan sebelumnya. Untuk produksi tanaman kacangkacangan masing masing kacang tanah naik 5. papaya 36. Sedangkan yang mengalami penurunan produksi antara lain bawang merah turun 58.87%.58%.

29 %.401.77 %.85 ton atau mengalami peningkatan 8.24 % dari keadaan tahun 2006.12%.50 ton atau mengalami sedikit penurunan sebesar 6. Hal ini disebabkan penanganan budi daya perkebunan rakyat oleh sebagian besar petani masih diletakkan sebagai usaha komplementer dari usaha pokok yaitu usaha tanaman pangan. jambu mente 127.70 %.PERTANIAN / AGRICULTURE PERKEBUNAN RAKYAT  Pada umumnya baik produksi maupun luas panen komoditas perkebunan di Kabupaten Belu pada tahun 2007 belum memperlihatkan kapasitas yang cukup memadai.06 ton.528 ha atau sekitar 87.64 %.02 ton. Data tahun 2007 produksi kayu cendana sebesar 11. hutan produksi 4. Untuk komoditas perkebunan yang lain. kapasitas produksi selama tahun 2007 masing-masing kapuk 37. pinang 38. Primadona hasil hutan berupa kayu cendana baik produksi maupun populasinya belakangan semakin menurun. KEHUTANAN  Hutan memiliki peranan penting bagi kelestraian alam dan menopang kehidupan komonitas ekosistim alam di sekitarnya.000 kg atau menurun 735.43 ton atau mengalami peningkatan 28.38 % dari luas daratan Belu. dan hutan Cagar Alam 12. Kakao sebagai komoditi daerah yang sedang digalakan pada tahun 2007 baru menghasilkan 26. Bila diamati menurut fungsi hutan maka komposisi luasnya sebagai berikut : hutan lindung 74.875 kg.60 %. Diperkirakan pada tahun-tahun yang akan datang produksinya akan terus 203 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .68 ha.66 ton. dan hutan dapat di konversi 1. Produksi tanaman kelapa pada tahun 2007 sebesar 9. produksi tersebut dihasilkan dari luas panen panen 237. dan tembakau 10.26% dari keadaan tahun 2006. kemiri 2 656. pada tahun 2007 menghasilkan 42. produksi tersebut dihasilkan dari luas areal panen 515.70 ton.81% dari potensi areal tanam yang ada.29 ha.23 % dibandingkan dengan tahun yang lalu. Tanaman kopi sebagai salah satu tanaman potensi yang harus dikembangkan di daerah. Luas hutan di Kabupaten Belu 69.379. hutan suaka marga satwa 6.57 ha atau sekitar 28.05 ton. Produksi tersebut dihasilkan dari luas panen 8. yang jumlahnya 91.

499 ekor atau meningkat 1.36 % dibandingkan dengan keadaan tahun sebelumnya. komoditi ternak justru diandalkan untuk menopang pengadaan ketersediaan pangan keluarga. kesehatan dan perumahan.160.29 ton (naik 17.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER anjlok mengingat populasinya semakin terbatas dan cenderung punah. Paling tidak dengan memelihara ternak rumahtangga tani dapat membiayai kebutuhan di luar pangan seperti menyekolahkan anak. Bahkan pada saat kondisi kritis seperti gagal panen. ditambah ancaman penyakit brucellosis yang sampai dengan saat ini terus menjadi momok yang menghantui para peternak. Mutasi ternak yang sempat tercatat selama tahun 2007 adalah sebagai berikut: di potong RPH dan di luar RPH yang sempat dilaporkan sebanyak 2412 ekor sedangkan yang diantar pulaukan melalui pelabuhan Atapupu ataupun transportai darat sebanyak 10 294 ekor. Hasil hutan lain yang cukup menonjol adalah kemiri isi 387. Pola budidaya ternak yang bersifat sub system ini mengakibatkan pertambahan populasi ternak berjalan lambat dan terkesan alamiah tanpa rekayasa teknologi peternakan secara signifikan. Jumlah mutasi penggunaan yang cukup tinggi ini jika tidak diimbangi dengan mutasi pengadaan terutama lahir baru maka dipastikan populasi sapi pada masa datang akan semakin berkurang.37 %) asam isi 1.18 ton (naik 11.55 %).47 ton. Upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan populasi ternak andalan ini menghadapi kendala yang semaikn serius karena belakangan ini lalulintas mutasi ternak keluar. Kendala lainnya adalah sebagian besar petani ternak masih bertahan pada pola budaya yang bersifat tradisional sebagai akibat dari kurang variatifnya pola pembinaan dan penyuluhan yang selama ini terkesan konvensional. Populasi ternak kecil dan unggas pada tahun 2007 masing- Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . terutama bibit pejantan menjadi 204 semakin sulit dikendalikan. Populasi sapi tahun 2007 sebanyak 94. PETERNAKAN  Peternakan merupakan salah satu sector vital yang mampu menyanggah kehidupan ekonomi sebagaian besar keluarga tani di pedesaan. Asam biji 284.

35 %).55 % adalah nelayan penuh. khususnya dari kolam. kolam dan sawah.36 % adalah produksi perikanan darat. perahu motor temple 258 (30. Produksi perikanan laut hanya terdapat pada enam kecamatan yang secara geografis memiliki pontensi kelautan yakni Malaka Barat. Dengan semakin terbatasnya lahan pertanian yang subur belakangan ini. Kobalima. tambak.08 %). Produksi perikanan laut pada tahun 2007. Wewiku. tuna. dengan alat penangkapan yang digunakan adalah perahu tanpa motor 560 (66.99 % adalah nelayan sambilan utama dan 33.088 rumah tangga nelayan pada tahun 2007 sekitar 25. kambing 9 173 ekor (turun 6. juga mampu memberikan tingkat kehidupan yang layak bagi keluarga tani nelayan. kembung.71 %).01 %) dan ayam buras 236 380 ekor (naik 1. Malaka Tengah. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 205 .59 %) dan kapal motor 26 (3. sector perikanan diharapkan menjadi alternative lapangan kerja yang menjanjikan bagi pertambahan angka kerja baru. PERIKANAN  Komoditas perikanan memiliki nilai ekonomis tinggi karena selain menjadi bahan pangan yang memiliki kandungan protein tinggi. yang mencakup perairan umum.27 ton pada tahun 2007 sebanyak 92. Dari total produksi 1161. masih didominasi jenis ikan tembang. Dengan sebagian besar rumah tangga nelayan yang memiliki sarana penangkapan ikan yang masih bersifat tradisional maka dipastikan kemampuan wilayah operasi penangkapannya masih sebatas wilayah perairan pesisir dengan hasil tangkapan yang kurang maksimal. Kakuluk Mesak dan Tasifeto Timur. Sedangkan kecamatan lainnya hanya memiliki potensi perikanan darat.82 ton diantaranya adalah produksi perikanan laut.64 % atau 1 075. cumicumi belum diproduksi secara maksimal karena keterbatasan sarana penangkapan. sedangkan sisanya 7. Sementara jenis ikan perairan lainnya seperti kerapu. Produksi ikan di kabupaten Belu sebagian besar berasal perikanan laut. kakap dan ekor kuning.46 % diantaranya adalah nelayan sambilan tambahan.84 %).PERTANIAN / AGRICULTURE masing babi 55 309 ekor (naik 0. Dari 1. 40.

1.50% sawah 4.82% pekarangan 3.22% Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu lahan tanaman kayukayuan 8.22% perkebunan 16. Persentase Penggunaan Lahan di Kabupaten Belu Tahun 2007 lainnya 60. Produksi Padi.67% Gambar 6. Jagung dan Ubi Kayu di Kabupaten Belu Tahun 2002-2007 (ton) 120000 100000 80000 60000 40000 20000 0 2002 2003 2004 padi jagung 2005 ubi kayu 2006 2007 Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu 206 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .2.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6.57% ladang 6.

PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6.4. Kacang Tanah dan Kacang Hijau di Kabupaten Belu Tahun 2002-2007 (ton) 8000 7000 6000 5000 4000 3000 2000 1000 0 2002 2003 Ubi Jalar 2004 2005 2006 Kacang Hijau 2007 Kacang Tanah Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu Gambar 6.3. Produksi Hasil Perkebunan di Kabupaten Belu Tahun 2002 – 2007 (ton) 10000 8000 6000 4000 2000 2002 0 2003 2004 2005 2006 Tanaman Lainnya Kemiri Kelapa Sumber : Dinas Pertanian & Perkebunan Kabupaten Belu Kabupaen Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 2007 207 . Produksi Ubi Jalar.

00 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Perikanan Darat Sumber : Dinas Perikanan & Kelautan Kabupaten Belu Perikanan Laut 208 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Jumlah Ternak di Kabupaten Belu Tahun 2001 – 2007 100.00 500. Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Tahun 2002 – 2007 (ton) 2500.000 0 S api Kambing Kerbau Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu 2007 2005 2003 2001 Gambar 6.000 20.PERTANIAN / AGRICULTURE Gambar 6.00 1500.00 0.000 60.6.000 40.00 1000.000 80.5.00 2000.

Tanaman Pangan Food Crops .

46 207.85 135.94 60.107 86 29 172 360 224 300 25 16 1.22 2938.91 39.94 373.55 603. Malaka Barat 02.176 727 72 583 5.2 2. Tasifeto Timur 15. Weliman 05.8 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 1411. Yield Rate and Production of Paddy by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 380 14 136 1. Kobalima*) 11.64 4521 3047.1.1 3.19 13411.28 4353.37 964.7 3. Laen Manen 09.03 646.1 3.02 526.3 2.48 282.407 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3.78 2135. Raimanuk 10.3 3. Sasita Mean*) 07.76 183.8 3.68 20633. Tasifeto Barat*) 12.7 3.1 Luas Panen. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.67 Kecamatan District (1) 01.06 575.85 45.65 1980. Malaka Tengah 06. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 211 .2 3.8 4.3 4.6 46.82 34.72 1483.9 3.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Wewiku 04.5 52. Kakuluk Mesak 13.93 2829.8 4.9 3.1 2. Malaka Timur 08.6 3.00 70. Raihat 16.07 929.57 1388. Rinhat 03.34 Beras Cereals (5) 918 29. Kota Atambua*) 14. Lasiolat 17.1 810.02 420.

3 4.957.3 4.2 3.0 282.0 2.37 902.2 3.82 34.22 2.06 575.142.2 4.2 3. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Sawah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.8 3. Yield Rate and Production of Wetland Paddy by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 270 14 136 900 86 172 314 177 140 25 16 1.15 553 70.91 420.116 712 52 553 4. Wewiku 04.5 52. Raimanuk 10.0 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 1.45 45.10 46.387.94 646. Malaka Tengah 06.72 1.12 454.33 1. Sasita Mean*) 07.351.64 112. Rinhat 03.933.1. Tasifeto Barat*) 12.2 Luas Panen.8 4. Kakuluk Mesak 13.88 699.0 4.3 3.94 373.079. Weliman 05. Tasifeto Timur 15. Malaka Barat 02.865. Kobalima*) 11.45 359.83 Kecamatan District (1) 01. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 212 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lasiolat 17.2 3.93 2.55 183. Malaka Timur 08.28 18.08 2.02 1.59 Beras Cereals (5) 742.2306.53 1.76 171. Laen Manen 09.36 29.28 3807.474.64 4408. Raihat 16.4 4.683 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 4.8 4. Kota Atambua*) 14.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.3 3.0 4.011.

80 35. Rinhat 03. Raihat 16.84 Kecamatan District (1) 01.03 95.3 Luas Panen.6 2.4 2.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.9 1. Sasita Mean*) 07.1.89 72.21 39.104.32 23. Wewiku 04.48 60. Weliman 05.18 355.10 244.699.1 2.4 Produksi / Production (ton) Gabah Kering Giling Pre Cereals (4) 269. Rata-Rata Hasil dan Produksi Padi Ladang di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.40 1. Yield Rate and Production of Dryland Paddy by District 2007 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 2.75 Beras Cereals (5) 175. Lamaknen*) Kabupaten Belu Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 110 207 29 46 47 160 60 15 20 30 724 2. Tasifeto Timur 15.02 61. Laen Manen 09. Malaka Barat 02. Raimanuk 10.3 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 213 . Malaka Timur 08.92 376 112. Kakuluk Mesak 13. Kobalima*) 11.70 36.9 2.9 2.22 110.7 56.66 1. Lasiolat 17.86 36. Tasifeto Barat*) 12.20 23.1 2.4 1. Malaka Tengah 06. Kota Atambua*) 14.40 73.5 546.4 1.

536 4.0 2.9 2. Malaka Tengah 06.5 1.570 3.542 240 2. Weliman 05. Yield Rate and Production of Maize by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 4.0 2.357 3.5 1.1.813 216 4. Rinhat 03. Raihat 16.474 34. Rata-Rata Hasil dan Produksi Jagung di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.2 2.625 1. Kota Atambua*) 14.0 2. Tasifeto Barat*) 12.5 0.3 0.4 Luas Panen. Sasita Mean*) 07.832 102 875 3.129 4.353 1.666 127 486 1.250 4. Kakuluk Mesak 13.881 1. Laen Manen 09.8 2.737 5. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 214 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .8 1.0 1.649 3. Malaka Timur 08.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Raimanuk 10.953 1.435 3.9 1. Lasiolat 17.490 2.706 3.0 2. Tasifeto Timur 15.856 2.762 3.621 1.158 3.948 61.1 2.127 Kecamatan District (1) 01.298 6. Kobalima*) 11.8 Produksi Production (ton) (4) 6. Malaka Barat 02. Wewiku 04.5 1.747 755 1.359 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 1.297 3.6 1.

Raimanuk 10.840 1.2 3. Laen Manen 09.8 3. Kobalima*) 11.085 11.555 1. Malaka Timur 08.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.2 Produksi Production (ton) (4) 622 3.095 479 1.4 2.240 265 350 1. Weliman 05.200 419 95 467 1.5 2.255 35.6 3. Wewiku 04.570 486 502 1.606 3.5 3. Malaka Barat 02. Tasifeto Timur 15.635 4. Yield Rate and Production of Cassava by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 183 1.247 106 125 421 372 160 2.2 3. Kota Atambua*) 14.313 Kecamatan District (1) 01.5 Luas Panen.5 3.2 2.474 1. Malaka Tengah 06.5 3.4 3.341 304 1. Sasita Mean*) 07. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Kayu di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested. Kakuluk Mesak 13.012 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3. Tasifeto Barat*) 12.677 4. Lasiolat 17. Raihat 16.1.5 3.2 3.833 1. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 215 .190 416 6.0 3.710 1.2 3. Rinhat 03.0 3.2 3.

Kakuluk Mesak 13.0 3.1.414 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 3.405 Kecamatan District (1) 01. Yield Rate and Production of Sweet Potatoes by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 100 21 48 5 10 13 45 892 5 15 177 29 32 22 1. Raihat 16. Lasiolat 17.6 Luas Panen. Laen Manen 09. Tasifeto Timur 15. Weliman 05.1 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 216 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .0 3.0 3. Lamaknen*) Kabupaten Belu 3.0 Produksi Production (ton) (4) 300 63 144 10 25 39 135 2.2 2. Rinhat 03.0 2.5 3. Tasifeto Barat*) 12.0 3. Raimanuk 10.0 2.0 3.854 10 45 531 87 96 66 4.0 3. Malaka Barat 02. Kobalima*) 11.0 3. Wewiku 04.0 3. Sasita Mean*) 07. Kota Atambua*) 14.0 3. Malaka Tengah 06.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Malaka Timur 08. Rata-Rata Hasil dan Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.

Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Tanah di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.2 1.9 1. Rinhat 03. Weliman 05. Tasifeto Barat*) 12.082 Kecamatan District (1) 01. Malaka Barat 02.1. Malaka Timur 08. Yield Rate and Production of Peanuts by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 10 134 45 29 5 132 181 185 16 15 330 204 153 350 1.1 1.2 1.2 1. Malaka Tengah 06.0 1. Kobalima*) 11.0 1.0 1. Sasita Mean*) 07.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.2 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 217 .2 1. Wewiku 04. Raimanuk 10. Kakuluk Mesak 13.1 1.1 1. Laen Manen 09.1 1. Lasiolat 17.1 0. Kota Atambua*) 14.7 Luas Panen. Tasifeto Timur 15. Lamaknen*) Kabupaten Belu 1. Raihat 16.2 1.789 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) Produksi Production (ton) (4) 10 161 50 32 5 145 217 204 14 15 396 245 168 420 2.

9 0.204 550 54 53 169 123 593 3 2 622 153 96 210 7. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Timur 08.8 Luas Panen.085 139 2.505 611 77 75 242 176 741 5 4 777 170 137 233 8.212 Kecamatan District (1) 01.8 0.7 0.5 0.6 0. Raimanuk 10. Malaka Barat 02. Lasiolat 17.7 0. Yield Rate and Production of Green Peas by District 2007 Luas Panen Area Harvested (Ha) (2) 1. Weliman 05. Rinhat 03.1.9 0.9 0.695 1.6 0. Raihat 16.205 232 2.7 0. Laen Manen 09. Rata-Rata Hasil dan Produksi Kacang Hijau di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Area Harvested.7 0. Sasita Mean*) 07.8 0. Wewiku 04.8 0.885 Rata-Rata Produksi Yield Rate (Ton/Ha) (3) 0.9 0.8 0.8 Produksi Production (ton) (4) 1. Kakuluk Mesak 13. Malaka Tengah 06. Tasifeto Timur 15. Kobalima*) 11. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 218 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.7 0.156 1. Kota Atambua*) 14.

407 2002 (2) 5. Ubi Jalar Sweet Potatoes 5.2007 Jenis Tanaman Type of Crops (1) 1. Kacang Kedele Soyabens 7.096 11.456 8.377 12.885 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 219 .590 2006 (6) 6.414 1.081 4. Kacang Hijau Green Peas (hektar) 2007 (7) 5.977 8.789 300 - 10 7 12 21 5.653 34.832 32.631 2004 (4) 4.182 27.983 6.740 7.039 947 1.750 37. Jagung Maize 3.359 10. Padi Paddy 2.336 5. Ubi Kayu Cassava 4.704 24.9 Perkembangan Luas Panen Tanaman Pangan di Kabupaten Belu Area Harvested of Food Crops in Belu Regency 2002 . Kacang Tanah Peanuts 6.166 32.404 1.164 2.779 2005 (5) 2.137 1.297 8.012 511 742 726 505 911 1.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.708 6.1.799 2003 (3) 4.

2007 Jenis Tanaman Type of Crops (1) 1. Kacang Tanah Peanuts 6.216 4.882 52.168 46.238 32.405 682 624 319 697 1.082 156 - 4 - 7.540 6.846 2005 (5) 9. Lain-Lain / Others 2002 (2) 20. Ubi Kayu Cassava 4.066 35.PERTANIAN / AGRICULTURE (ton) Tabel / Table 6. Kacang Kedele Soyabens 7.313 1.055 4.1.283 38.179 3.429 2006 (6) 22.864 2003 (3) 15.979 2.993 105.633 49.6 3.10 Perkembangan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Belu Food Production in Belu Regency 2002 .212 - - 164 - - - Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency 220 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .727 48. Jagung Maize 3.477 6.962 2007 (7) 20.334 38. Ubi Jalar Sweet Potatoes 5.110 7. Kacang Hijau Green Peas 8.2 12.127 39.141 2004 (4) 7.635 2.702 4. Padi Paddy 2.301 363 4.531 61.231 4.

40 1. K u b i s 06.0 0.0 40.90 4.0 10.70 148.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.0 57.00 0.5 1.0 0. C a b e 12.00 8. Labu siam 17.6 2.50 80.0 195. Kangkung 18. Lombok 09. Semangka 2002 (2) 80.00 10.0 12.0 64. Kentang 05.0 0.0 85.00 0.00 160.0 8.5 19.0 80.10 1.0 56.5 4.0 5.0 2.2 66.5 54.8 126.0 86.40 40.0 75.551. T o m a t 13.0 2005 (5) 440.23 0. Kacang panjang 11.0 0.0 215.50 87.00 Jumlah / total 1.50 153.11 Produksi Sayur-Sayuran di Kabupaten Belu Vegetables Production in Belu Regency 2002.0 24.0 82.00 13.00 1.00 1. Terung 14.50 58.80 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 221 .0 124. Kacang merah 10.40 53. Petsai / sawi 07.00 0.00 100. Bawang daun 04.99 0.238.0 135.22 177.40 2007 (7) 149. Buncis 15.00 0.00 108.00 2006 (6) 361.0 91.00 0.0 33.50 11.0 113.00 1.330.90 108.0 72.7 139.0 50.0 50.00 0.00 0.0 0.00 246.0 68. Bawang putih 03.0 12.1.0 2003 (3) 120.30 8.0 120.40 46.5 157.0 114.50 15.765.24 1.00 3.0 37.50 3.50 42.0 0.00 12.50 60. Bawang merah 02.0 132.50 1.00 2.00 24.5 187.642. Wortel 08.0 1. Bayam 19.055.0 29.0 75.00 83.00 307.80 7.0 64.60 213.50 39.0 101.50 15.0 0.0 2004 (4) 436.50 171.20 119.2 109.0 1.2007 (ton) Jenis Sayuran Type of Vegetable (1) 01.5 0. Ketimun 16.00 7.70 18.0 130.00 0.00 0.

1 1927.4 318.1 270. Jambu air 09. Jeruk 06.9 0. Sirsak 17.1 28.8 Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency 222 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .0 0.1 643.0 151.4 0.0 36.0 83.0 0. Duku / langsa 05.0 0.1 17.8 327.0 4324.0 998.0 41.5 0.7 25.9 0.0 1742.0 12.5 0.3 525.2 44.1 2151.0 937.2 1.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.8 446.8 28.3 1.0 0. Jambu biji 08. Salak 15.0 0. Jambu bol 10.0 140.7 0.3 (ton) 2007 (7) 9.1 2004 (4) 6.2 19.0 76.0 39.8 299.1.5 0.0 24.0 733. Durian 07.1 0. Lainnya Jumlah / total 2002 (2) 6.4 0.2 0.0 76.1 1004.9 178.1 0.0 2005 (5) 3.0 0.6 594.9 0.0 0.0 28.3 1629.0 106.3 2003 (3) 11.0 0.6 0.5 0.2 10.5 18.7 0.3 15.12 Produksi Buah-Buahan di Kabupaten Belu Fruits Production in Belu Regency 2002 .6 9.0 61.8 80.0 276.3 25.1 0. S a w o 11.0 0.5 186.7 145. Pepaya 12. Mangga 03.0 0.0 0.6 126.4 0.0 24.0 0.4 2. Pisang 13.7 7.0 0.1 0.5 0.9 10.3 0. Nanas 14.0 0.8 944.0 0.6 3021.8 1300.9 0. Rambutan 04. Advokat 02. Nangka 16.2007 Jenis Buah Type of Fruit (1) 01.0 60.0 1231.2 14.5 0.0 2006 (6) 27.8 0.1 0.0 61.0 8.

606 21.217 234.296 1.014 48.46 49. Irigasi desa / non PU e.85 702. kolam. huma / dryland.59 423.385 1.557 2006 (4) 10.955 37. rawa (tidak ditanam) / swams f.5 232. hutan negara / state estate k. Irigasi setengah teknis c. penggembalaan.078 595 5.296 1.349.69 244. hutan rakyat private wood land (hektar) 2007 (4) 11.217 234.474 5.559 17.955 37.58 40.2007 Jenis PenggunaanTanah Land Used Type (1) 01.479 11.559 17. lahan yang ditanami tanaman kayu-kayuan. tebak.474 5.13/ Table 6.33 20.10 11. empang / fresh water pond h.30 6. lahan perkebunan / crop land l.790 388 2.589 1. tegal.347.396 16. Irigasi teknis b.814.336. padang rumput / meadows d.773.078 595 5.5 1.141 244. tambak / coasted water pond g.20 15.1.014 48.396 16.107.557 j. tanah kering sementara tidak digunakan temporary fallow land i.965. pekarangan untuk bangunan dan halaman house compound and soroundings b.207.141 244.557 2005 (3) 10.314 15.1.399 5.589 1.479 11. Irigasi tadah hujan 02. ladang.381 1.606 21. garden c.728. lain-lain / others Jumlah / total Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 223 . Irigasi sederhana d.85 60.314 15.432 0 267 321 60.767 8. garden e.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel 6.381 1.13 Luas Tanah Menurut Penggunaan di Kabupaten Belu Land Area by Used Type in Belu Regency 2005 . Luas lahan kering / dryland area a.00 7.432 0 267 321 60.712. Luas lahan sawah / weatland area a.05 22. kebun / dryland.905.

156 51.271 Sumber : Sensus Pertanian 1993 dan 2003 Keterangan : *) Data tidak dicantumkan 224 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .947 Kota+ Desa (4) * 40.563 6.164 56. RTP Penggguna Lahan 4. Rumah Tanga (RT) 2.134 11.941 6.563 Kota (5) 9.160 14. RT Pertanian (RTP) 3. RT Gurem Kota (2) * 616 Desa (3) * 39.115 56.400 622 356 39.374 Kota+ Desa (7) 63.026 3. Rumah Tangga Pertanian.936 5.580 40.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.560 5. Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan dan Rumah Tangga Petani Gurem di Belu 1993 dan 2003 1993 Uraian (1) 1.14 Banyaknya Rumah Tangga.1.026 2003 Desa (6) 53.604 51.

Perkebunan 4.90 Sumber : Sensus Pertanian 1993 dan 2003 Keterangan : *) Data tidak tersedia Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 225 . Peternakan Rumah Tangga Pertanian 40.47 -3.Palawija 2.318 2003 (3) 54.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.634 10.Padi . Budidaya Tanaman 5.806 53.225 13.563 56.947 26.78 -1.563 25.16 7.023 31.15 Banyaknya Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan Menurut Jenis Usaha Pertaniannya di Belu 1993 dan 2003 Rumah Tangga Pertanian 1993 (2) 35.400 3.583 * * 17.563 16.754 Pertumbuhan per tahun (%) (4) 4.1.40 0.346 40. Hortikultura 3. Padi / Palawija .57 Sub Sektor (1) 1.789 26.

Perkebunan Estate .

Weliman 05.80 6.00 11.10 36.46 5.56 37.2.57 199.97 6.00 14.51 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 13. Sasita Mean*) 07.20 0.40 241.19 0.00 11.58 1. Malaka Tengah 06.00 4.92 1.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.18 0.20 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 11.00 9. Malaka Timur 08.15 2.00 9.19 0.67 4.93 12.19 2.10 0.65 8.18 0.26 7.71 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 2. Lasiolat 17.30 21.94 7.42 6.20 7.14 1.02 1.97 1.26 2.30 26. Malaka Barat 02.19 11.00 2.00 18.82 1.67 3. Wewiku 04.12 2. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15.00 8.27 11.88 5.16 1.49 7.56 42. Raimanuk 10.30 1.35 6.21 0.48 1.52 10.18 0.00 3.00 5.29 21.83 42.20 5.38 9.20 0.27 2. Laen Manen 09.19 0.19 (1) 01.18 0.00 2.52 1.21 1.12 1.20 0.41 2.18 0.66 Rusak destroyed Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 0. Rinhat 03.04 1. Kobalima*) 11.45 5. Kakuluk Mesak 13.19 0.62 10. Tasifeto Barat*) 12.18 0. Raihat 16.18 0.20 0.81 1.00 14.00 2.18 0.14 1.83 11.1 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kapuk Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Kapok Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Menghas ilkan Not Yet Yielding (2) 2. Lamaknen*) Kabupaten Belu (4) - Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008 229 .29 23.

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.2 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kemiri Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Cande Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 398.62 167.27 15.41 247.51 130.00 53.00 22.23 59.29 52.51 0.37 1.87 15.26 26.34 39.00 111.24 1,339.92 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 321.46 17.33 30.20 301.53 190.00 50.00 19.38 136.24 80.54 1.48 3.69 90.08 21.37 106.30 144.85 1,514.45 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 720.08 184.80 45.61 549.04 320.00 103.00 41.61 195.53 133.05 1.85 5.56 105.34 47.71 145.30 256.09 2,854.57 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 356.62 17.27 31.48 332.69 145.08 52.03 20.68 147.94 86.29 1.59 3.67 97.38 22.36 111.69 156.55 1,583.32

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 1.11 1.00 1.04 1.10 0.76 1.04 1.07 1.09 1.07 1.07 0.99 1.08 1.05 1.05 1.08 1.05

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4) -

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

230

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.3 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kelapa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Coconut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 210.00 7.50 153.00 110.00 511.00 7.00 30.00 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 1636.00 58.50 1021.00 586.00 4026.00 52.00 379.00 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 1,862.00 71.00 1,186.00 710.00 4,558.00 60.00 414.00 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 1,795.96 75.35 1,045.50 596.70 4,550.22 62.46 430.51

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 1.10 1.29 1.02 1.02 1.13 1.20 1.14 0.85 0.88 1.09 1.07 0.99 1.11 1.14 1.10 1.11 1.11 1.10

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

16.00 5.00 12.00 14.00 21.00 1.00 5.00 2.00 1.00 77

10.00 9.00
36.00 4.00 12.00 3.00 11.00 2.00 6.00 5.00 1,126.5

40.00 25.00
450.50 23.00 57.00 22.00 79.00 14.00 24.00 35.00 8528

32.00 35.00
486.50 27.00 69.00 25.00 90.00 16.00 30.00 40.00 9,711.5

34.08 21.91
490.25 24.62 56.35 24.37 90.43 15.33 26.70 38.76 9,379.5

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

231

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.4 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kopi Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Coffee Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produksi Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

1.46

15.27

1.53 2.00

0.24
0.56 5.30 9.63

-

16.73

3.08

0.20

0.24
0.56 6.83 11.63

0.06
0.13 1.77 2.24

0.25
0.23 0.33 0.23

2.56
1.28 2.50

10.15
5.13 16.30

12.71
6.41 18.80

3.06
1.21 3.71

0.30
0.24 0.23

0.48 2.12 1.51 2.20 33.74 51.38

2.39 11.03 4.46 8.20 97.25 185.91

2.87 13.15 5.97 10.40 130.99 237.29

0.36 2.69 0.84 1.99 21.71 42.85

0.15 0.24 0.19 0.24 0.22 0.23

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

232

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.5 Luas Areal dan Produksi Tanaman Jambu Mente Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Chasen Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding
(2)

Sudah Mengha silkan Yielding
(3)

Rusak destroyed (4)

Jumlah luas Areal Total of area (ha)
(5)

Jumlah Produksi Total Production (ton)
(6)

Produk -tivitas Produk -tivity (ton/ha)
(7)

(1)

01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

0.50

2.72

26.57 40.00 300.00 59.00 300.00 149.00 134.51 50.00 154.10 2.43 54.26 1,270.37

5.27 23.25 3.74 10.00 60.60 67.60 6.15 4.60 64.00 8.57 20.08 1.54 278.12

-

3.22

1.21

0.44

31.84 63.25 303.74 69.00 360.60 216.60 140.66 54.60 218.10 11.00 74.34 1.54 1,548.49

1.80 10.93 1.84 4.93 22.16 33.19 2.21 1.50 33.11 4.41 9.62 0.79 127.70

0.34 0.47 0.49 0.49 0.37 0.49 0.36 0.33 0.52 0.51 0.48 0.51 0.46

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

233

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.6 Luas Areal dan Produksi Tanaman Kakao Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Cocoa Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) 10.00 Sudah Mengha silkan Yielding (3) 31.19 Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) 58.05 Jumlah Produksi Total Production (ton) (6) 6.22

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7) 0.20

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

25.00
180.00 44.30 2.50

12.00 85.00 12.20

16.86 18.00 14.00 8.91 57.77

25.00
210.00 143.30 23.61

2.28 16.22 1.07

0.19 0.19 0.09

50.00 -

0.47

0.47

0.08

0.17

4.81 0.21

54.81 0.21

0.39 0.02

0.08 0.10

311.80

0.12 0.11

0.12 0.11

0.02 0.13

0.17 1.18

146.11

515.68

26.43

0.18

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

234

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.7 Luas Areal dan Produksi Tanaman Pinang Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Areca Nut Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produksi Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

1.25
8.23 1.00 1.19 3.00 6.00 3.00 1.11 1.20 5.11 3.46 0.47 0.23 1.48 3.16 4.00 4.52 48.41

2.75
12.56 2.00 2.00 8.80 12.53 8.00 3.20 3.06 13.50 7.25 0.41 0.36 2.67 4.85 7.50 10.24 101.68

-

4.00
20.79 3.00 3.19 11.80 18.53 11.00 4.31 4.26 18.61 10.71 0.88 0.59 4.15 8.01 11.50 14.76 150.09

0.12
2.53 0.70 0.78 2.24 2.77 11.55 4.62 1.50 3.16 1.75 0.16 0.09 0.71 1.14 1.78 2.42 38.02

0.04
0.20 0.35 0.39 0.25 0.22 1.44 1.44 0.49 0.23 0.24 0.39 0.25 0.27 0.24 0.24 0.24 0.37

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu regency in Figures 2008

235

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.2.8 Luas Areal dan Produksi Tanaman Tembakau Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu tobacco Plantinarea and Production of Estate by District in Belu Regency 2007 Luas / Area (ha) Kecamatan District Belum Mengha silkan Not Yet Yielding (2) Sudah Mengha silkan Yielding (3) Jumlah luas Areal Total of area (ha) (5) Jumlah Produks i Total Production (ton) (6)

Rusak destroyed

Produktivitas Produktivity (ton/ha) (7)

(1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

(4)

-

7.00 10.00 17.00

-

7.00 10.00 17.00

4.20 5.86 10.06

0.60 0.59 0.59

Sumber : Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu Source : Agriculture & Estate Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran

236

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

Peternakan
Livestock

PERTANIAN / AGRICULTURE

Tabel / Table 6.3.1 Banyaknya Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock by Kind and District in Belu Regency 2007

(ekor)

Kecamatan District (1) 01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku**) 04. Weliman**) 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean*) 07. Malaka Timur 08. Laen Manen**) 09. Raimanuk**) 10. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat**) 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu

Kuda Horse (2) 105 94 192 345 246 268 170 3 3 50 59 747 2,282

Sapi Cow (3) 8,579 6,406 7,404 7,337 17,894 9,370 13,005 5,056 2,592 7,424 2,826 6,606 94,499

Kerbau Buffalo (4) 11 8 73 11 445 387 114 8 84 173 81 1,395

Kambing Goat

Domba Sheep (6) 18 1 19

Babi Pig (7) 11,956 3,442 5,314 5,645 8,611 4,213 4,320 1,629 2,879 2,204 1,055 4,041 55,309

(5) 671 320 533 894 2,234 1,002 989 882 494 320 834 9,173

Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data masih tergabung di Kecamatan induk

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

239

Laen Manen**) 09.967 13. Lamaknen*) Ayam Ras Layer (2) Ayam Kampung Domestic Hens (3) 75.001 28.305 4.860 Kabupaten Belu Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran **) Data masih tergabung di Kecamatan induk 240 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Sasita Mean*) 07. Malaka Barat 02. Tasifeto Barat*) 12.216 21.941 272 5.2 Banyaknya Ternak Unggas Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Poultry by Kind and District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Weliman**) 05.526 236. Kakuluk Mesak 13. Lasiolat**) 17. Raimanuk**) 10.666 11.954 18.423 8.622 4.649 7.426 27. Raihat 16.3.380 Itik Duck (4) 20. Wewiku**) 04.138 9.684 7.949 279 244 8. Malaka Tengah 06. Rinhat 03.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.908 14.339 4. Kobalima*) 11. Kota Atambua*) 14. Tasifeto Timur 15. Malaka Timur 08.665 66 57.

Malaka Tengah 06. Kakuluk Mesak 13. Rinhat 03. Kota Atambua*) 14. Wewiku 04. Malaka Barat 02. Laen Manen 09. Lasiolat 17.3. Kobalima*) 11. Tasifeto Timur 15.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Tasifeto Barat*) 12.3 Banyaknya Ternak Berpenyakit SE Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock that SE Virus by Kind and District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01. Weliman 05. Malaka Timur 08. Raihat 16. Sasita Mean*) 07. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kuda Horse (2) Sapi Cow (3) 3 4 2 21 1 3 3 37 Kerbau Buffalo (4) Kambing Goat (5) Domba Sheep (6) Babi Pig (7) 1 7 31 12 5 56 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 241 . Raimanuk 10.

Tasifeto Barat*) 12.633 1.000 500 500 25.199 Brucello -sis Sapi (5) 1.045 5. Malaka Barat 02. Rinhat 03.839 500 907 30. Kobalima*) 11.033 5. Tasifeto Timur 15.132 450 1.133 2.143 5. Brucellosis. Malaka Tengah 06.000 1.051 Kerbau (3) Babi (4) 4.729 3. Malaka Timur 08. Weliman 05. Wewiku 04.PERTANIAN / AGRICULTURE (ekor) Tabel / Table 6.500 2.000 4.000 770 500 380 750 1.000 1. Lamaknen*) Kabupaten Belu 94.151 2.271 1.Brucellosis.149 3.200 2.500 1.600 2. and Hog-Cholera Vacination by Kind and District in Belu Regency 2007 SE Sapi (2) 2.000 Kecamatan District (1) 01. Raihat 16.500 1.000 1.700 850 500 500 200 500 300 15.200 2. Sasita Mean*) 07.500 7.600 2.094 8.868 8.867 2.774 5.821 1.3.000 3. Lasiolat 17.617 9. Kota Atambua*) 14.756 7.562 10.000 Hoq Cholera Babi (6) 750 2.906 2.350 1.000 7.000 500 2.750 349 700 1.255 2. Kakuluk Mesak 13. Raimanuk 10.245 3.4 Banyaknya Ternak yang Divaksinasi SE.226 2.151 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 242 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .244 1. Laen Manen 09. dan Hog-Cholera Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Livestock that SE.

Lamaknen*) Kabupaten Belu Kuda Horse (2) Sapi Cow (3) 6 3 9 9 27 Kerbau Buffalo (4) Kambing Goat (5) Domba Sheep (6) Babi Pig (7) - Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 243 . Kobalima*) 11. Sasita Mean*) 07. Malaka Barat 02. Lasiolat 17. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua*) 14. Wewiku 04. Rinhat 03. Laen Manen 09. Tasifeto Barat*) 12.5 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di luar Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Slaughting that happened out of Slaughter House by District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Raihat 16.3. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Tasifeto Timur 15. Malaka Timur 08. Raimanuk 10.

Sasita Mean*) 07.034 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 244 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Lamaknen*) Kuda Horse (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sapi Cow (3) 16 0 0 0 586 0 0 0 0 0 194 0 1. Malaka Barat 02.385 42 0 0 1. Kota Atambua*) 14. Malaka Timur 08. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 15. Lasiolat 17. Malaka Tengah 06. Laen Manen 09.3. Raihat 16. Wewiku 04. Rinhat 03. Raimanuk 10.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Tasifeto Barat*) 12. Kobalima*) 11. Weliman 05.6 Banyaknya Pemotongan Hewan yang terjadi di dalam Rumah Potong Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Slaughting that happened in Slaughter House by District in Belu Regency 2007 (ekor) Kecamatan District (1) 01.589 0 0 0 0 Kerbau Buffalo (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 41 0 0 0 0 Kambing Goat (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Domba Sheep (6) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Babi Pig (7) 0 0 0 0 9 0 0 0 0 0 42 0 983 0 0 0 0 Kabupaten Belu 0 2.

PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Babi / pig 06.294 14.3. Lainnya / others Jumlah / total 0 10. Ayam / hens 07.643 456 106 5 0 0 Kulit (Kg) (4) 0 14. Sapi / cow 03. Kerbau / buffalo 04. Kuda / horse 02.232 0 0 0 0 0 Jenis Ternak Kind of Livestock (1) 01.232 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 245 . Kambing / goat 05.7 Pengeluaran Ternak dan Hasil Ikutannya Menurut Jenis Ternak di Kabupaten Belu Livestock Product and Others Product by Kind in Belu Regency 2007 Hasil Ternak dan Ikutannya Livestock Product and others product Bibit (ekor) (2) 0 0 0 0 0 0 0 Potong (ekor) (3) 84 9.

Kerbau / buffalo 04. Babi / pig 06. Kuda / horse 02.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Banyaknya Ternak Menurut Asal Ternak . Ayam / hens Asal Belu (2) 0 0 0 0 0 0 Ternak Bibit Luar Belu (3) 0 0 0 0 0 0 Jumlah (4) 0 0 0 0 0 0 Jumlah / total 0 0 0 Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Belu Source : Livestock Service of Belu Regency 246 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Sapi / cow 03. Kambing / goat 05. 2 0 Jenis Ternak Kind of Livestock (1) 01.

643 456 106 5 0 10.3.PERTANIAN / AGRICULTURE Table 6. dan Jenisnya di Kabupaten Belu 0 7 Ternak Potong (ekor) Asal Belu (5) 84 9.294 Asal Belu (8) 0 0 0 0 0 0 0 Kulit (lembar) Luar Belu (9) 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah (10) 0 0 0 0 0 0 0 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 247 .643 456 106 5 0 10.8 Pengunaanya.294 Luar Belu (6) 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah (7) 84 9.

Kehutanan Foresty .

00 3. Weliman 05.241. Tasifeto Barat*) 12.356.47 20. Rencana Luas Kawasan Hutan Menurut Pola Tata Guna Hutan per Kecamatan di Kabupaten Belu Planning Foresty Area by it Function per District in Belu Regency 2007 (Hektar) Fungsi Hutan / Foresty Function Kecamatan District Hutan Lindung Protective Forest (2) 2.00 374. Malaka Barat 02.32 (1) 01. Malaka Timur 08.72 Suaka Marga Satwa Natural Park (6) 2.39 3.400.32 1.00 1.95 5.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6. Raimanuk 10.4. Wewiku 04. Kota Atambua*) 14.775.16 4. Malaka Tengah 06. Kobalima*) 11.92 355.00 51.189.25 Hutan Tetap Difinitive Forest (3) Hutan Produksi Productive Forest (4) 2. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean*) 07.00 3.750.531.166.72 8. Laen Manen 09.150.632.841.00 4.27 5.97 591. Raihat 16. Kakuluk Mesak 13.375. Rinhat 03.950.699. Lamaknen*) Kabupaten Belu Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Forest of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 249 .1.950.28 Cagar Alam Original Forest (5) 3.768. Lasiolat 17.00 9.127.40 296.

768.775.95 5. Weliman 05. Lasiolat 17.401. Tasifeto Timur 15.1 Fungsi Hutan / Foresty Function Kecamatan District Taman Burung Bird Park (7) Taman Wisata Reserve Forest (8) Hutan yang Dapat Dikonversi Convered Foresty (9) 1. Wewiku 04.00 4.08 4.140.00 11. Kobalima*) 11.00 2. Raihat 16.306. Rinhat 03. Malaka Timur 08. Raimanuk 10. Malaka Tengah 06.19 20.241.00 Jumlah Total (1) 01. Laen Manen 09.4. Kota Atambua*) 14.PERTANIAN / AGRICULTURE Lanjutan / Continued Table 6.32 3.758.97 6.66 5. Lamaknen*) Kabupaten Belu (10) 3.57 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 250 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .090. Malaka Barat 02.140. Tasifeto Barat*) 12.40 651.902. Sasita Mean*) 07.632. Kakuluk Mesak 13.525.00 1.750.00 69.

4.417 1. Malaka Tengah 06. Lamaknen*) Kabupaten Belu Kelas Campuran (2) 1. Malaka Barat 02.134 4.524 4.342 2.118 2. Kobalima*) 11. Tasifeto Barat*) 12.725 Jumlah Total (4) 2.607 1.182 1.200 6.000 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 251 . Sasita Mean*) 07.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6. Wewiku 04. Lasiolat 17. Tasifeto Timur 15. Kakuluk Mesak 13.275 Kelas Gubal (3) 992 1. Raihat 16. Kota Atambua*) 14. Rinhat 03.334 11.126 1.2 Produksi Kayu Cendana di Kabupaten Belu Menurut Kecamatan Production of Cendana Wood in Belu Regency by District 2007 (kg) Kecamatan District (1) 01. Malaka Timur 08. Raimanuk 10. Laen Manen 09.024 2. Weliman 05.

Siri Hutan 09.3 Produksi Kayu dan Hasil Ikutannya Production of Wood and Others Product 2007 Produksi Numbers of Production (3) Nilai Produksi (Rp 000.4.310 387.000 1. Madu 07.160.000 500.691.00 8. Kayu rimba bulat 4. Lilin 06. Nuri 08. Kemiri biji 02.000.450.160.894. Hasil hutan ikutan 01.720 800 2.810 1.126.290 2.500 4.000 900.00 1. Mahoni Olahan 6.508.841.000 1. Kayu Lamtoro Gung 8. Kayu pertukangan/penjualan 1.79 7.) (5) Jenis Hasil Perincian Production Type (1) satuan (2) Harga/Unit ( Rupiah ) (4) A. Kayu jati bulat besar 10.588.000 227.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.000.00 M3 M3 M3 M3 M3 M3 Kg M3 379. Kayu jati olahan 3.508.28 - 252 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kayu rimba campuran 5.10 4. Kayu jati bulat 2.549.720.00 3.000 10.08 600.06 4. Kayu Indah 7. Balok Kelapa B..841.00 2.250 1.000 1. Asam biji 04.81 1.000 270.13 9.80 6. Asam isi 05. Kemiri isi 03.470 3.775.371. Sirih hutan Kg Kg Kg Kg Kg Ltr Ekor Kg M3 ton 108.48 4.

Kayu rimba bulat besar kelas III Satuan (2) kg Lmbr Btg kg M3 kg Kg kg Harga /Unit ( Rupiah ) (4) 13. kelas gubal b. cecak rawo g.275 Nilai Produksi ( Rp 000.625. Bebak 17. Bambu 18.000 75.00 395. Sheed lack 21. b e o e. sarang burung walet 22.725 5.00 23. Kunyit 16. kakatua putih kecil c. Biji lamtoro gung 15.650. kelas campuran 23. perlel dada kuning b. Kayu kuning 14. ayam hutan d..500 5. Balok kelapa 20.4. Sarang burung 19.a.000 1. nuri duski f. Kayu bakar Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 253 . Utas / ules 12.625.00 - Jenis Hasil/Perincian Production Type (1) 11.PERTANIAN /AGRICULTURE Lanjutan Tabel / Continued Table 6. perkutut h.3 Produksi Numbers of Production (3) 660 4.) (5) 2. Kayu cendana a.

000 159.000 494.500 4.500 521.600 234.000 12.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.000 205.800 1.600 120 - Jumlah 2.910 27.270 Kayu Kuning (Kg) (5) 660 Madu (liter) (6) 800 Lilin (kg) (7) 3.400 14.240 16.010 108.800 5.310 387.4 Pengiriman Antar Pulau Hasil Hutan Non Kayu 2007 Jenis Hasil Hutan Bulan (1) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Asam Biji (Kg) (2) 6.510 120.000 (4) 20.080 10.010 5.4.050 11.290 660 800 3.000 7.200 24.000 Kemiri Kemiri Kulit (Kg) Kupas (Kg) (3) 6.640 5.800 35.000 346.000 317.400 14.720 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency 254 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .200 9.493.000 64.500 2.000 182.200 105.

80 Kayu Jati Bulat (M3) (4) 6.5 Pengiriman Antar Pulau / ke luar Daerah Hasil Hutan Kayu 2007 Jenis Hasil Hutan Bulan (1) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember kayu jati Kayu Rimba olahan (M3) Olahan (M3) (2) (3) 151.41 44.79 529.99 4.45 756.36 392.28 200.65 253.43 Kayu Rimba Kayu Indah Bulat (M3) Olahan (M3) (5) (6) 7.11 9.08 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Belu Source : Foresty Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 255 .79 378.79 12.48 295.29 206.05 168.4.95 78.35 482.97 - 7.20 481.24 53.PERTANIAN /AGRICULTURE Tabel / Table 6.41 32.04 4.04 41.44 24.17 591.08 - Jumlah 4.508.26 85.

Perikanan Fishery .

150 737 Jumlah rumah tangga perikanan Marine fishing household (3) 365 446 277 (1) 1.1 Jumlah Rumah Tangga Perikanan Laut di Kabupaten Belu Menurut Kategori Usaha Numbers of Marine Fishing Household in Belu Regency by Categories 2007 Kategori Usaha Category Jumlah Nelayan/Jiwa Numbers (2) 971 1. Nelayan sambilan utama 3.858 1.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Nelayan Penuh 2.088 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 259 . Nelayan sambilan tambahan Jumlah Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 2.5.

Kapal Motor .6 .2007 Kategori Category (1) 1.10 GT .2 Jumlah Perahu/Kapal Penangkap Ikan di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya Numbers of Marine Fishing Boat in Belu Regency by Type of Boat 2005 .Perahu Besar / Big Boat/Ship 2. Perahu Tanpa Motor / Non Powered Boat .Perahu Sedang / Medium Boat .5. Perahu Motor Tempel / Out Board Motor 2005 (2) 2006 (3) 2007 (4) 355 99 29 180 385 25 18 9 250 516 20 17 7 258 3.5 GT .Jukung / Dogout Boat .0 .10 GT ke atas / 10 GT and Over 35 18 3 22 4 - Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 260 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.Perahu Kecil / Small Boat .

Payang Lampara / Payang .5.Bagan Tancap .Jala lempar .Lainnya / Others 6. Jaring Insang / Gill Net 4. Trammel Net 5.Long Line Dasar . Pukat Cincin / Ring Scine 3.Bubu Source : Fishery Service of Belu Regency 75 52 139 132 136 115 4 0 99 129 6 0 106 168 10 2 117 170 1 2 0 0 0 0 1 0 0 9 573 86 2 0 6 746 112 6 100 8 919 181 2005 (2) 2006 (3) (unit) 2007 (4) Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 261 .Bagan Rakit/ Perahu .PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.Pukat Pantai / Beach scine 2. Pancing / Pole and line .2007 Kategori Usaha Category (1) 1. Pukat Kantong / Basket Scine .Pole and Line .Pancing Tonda .3 Jumlah Alat Penangkapan Ikan di Kabupaten belu Menurut Jenisnya Numbers of Marine Fishing Gear in Belu Regency by Type of Gear 2005 . Jaring Angkat .Pancing Lainnya / others 7. Alat Lainnya .

Tambak / Breakish Water pond .18 120.14 2006 (3) 907.Perikanan Umum / Open Water .381.00 81.45 .5.37 85. Perikanan Laut / Sea Fishery 2005 (2) 744.24 2007 (4) 1.2007 (ton) Sub Sektor Group (1) 1.92 2.00 117.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.Kolam / Fresh Water Pond .00 - 0.Sawah / Wet land Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 0.90 3.00 119. Perikanan Darat / In Land Fishery 124.98 4.20 - 0.4 Produksi Perikanan di Kabupaten Belu Menurut Sub Sektor Production of Fishery in Belu Regency by Fisheries Group 2005 .07 4.55 - 262 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .

Tambak / Breakish Water Pond 3. Perairan Umum / Open Water Jumlah / Total Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency 418.45 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 263 .5.55 81.71 396.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6.90 - Kategori Usaha Category (1) 1. Kolam / Fresh Water Pond 2.15 Produksi Production (ton) (3) 3.86 85.5 Luas dan Produksi Budidaya Perikanan Darat di Kabupaten Belu In Land Fishery Production in Belu Regency 2007 Luas Area (Hektar) (2) 22.

Kakap Putih 08. Tenggiri 05. Kembung 14. Kerapu Lumpur 09.11 35. Tongkol 04.12 1. Kurisi Produksi / Production (ton) (2) 210. Karapu Sunu 12.99 27. Lencam 22.01 6.68 21. Biji Nangka 23.04 47. Tuna 02. Terbang 15. Tembang 17.84 25.PERTANIAN / AGRICULTURE Tabel / Table 6. Kerapu Karang 10.06 0. Tembang Kobi 18.66 5.26 15.84 1.66 2. Tetengkek 13.20 78. Kerapu Balong 11. Julung Julung (Nipi) 20. Belanak 16.28 38. Kakap Merah 07.72 7.12 35.28 3. Terubuk 21.5. Cakalang 03.93 2.99 - 264 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .6 Produksi Ikan Laut di Kabupaten Belu Menurut Jenis Ikan Sea Fisheris Production by Type 2007 Jenis Ikan / kinds of fish (1) 01.79 61.98 47. Tembang Kaleng 19. Alu-Alu 06.

04 1. Pinjalo 28. Remis 41. Kerang Darah 38. Layang 25. Teri 34.00 444.76 12.82 9.64 2.15 18. Udang Windu 45. Selar 33. Cumi Cumi 42.11 8. Pari 35.92 Jumlah Sumber : Dinas Perikanan Kabupaten Belu Source : Fishery Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 265 .71 48.36 7. Kerang Hijau 37. Gerot Gerot 30. Kepiting Bakau 36. Udang Lobster 46.30 30. Bentong 29.6 Jenis Ikan / kinds of fish (1) 24. Tiram 39. Ikan Lainnya Produksi / Production (ton) (2) 27.27 26. Simping 40.5.98 33.23 3. Kwee 26. Udang Putih 44.87 6.381.63 0. Selanget 31.13 3.08 11. Gurita 43.50 9.79 1. Talang-Talang 27.PERTANIAN / AGRICULTURE Lanjutan / continued table 6. Baronang 32.

BAB / CHAPTER 7 Industri & Energi Industries & Energy .

sebanyak 1399 unit (44.573 orang terdiri dari tenaga kerja formal 284 orang (4. mesin dan kimia 744 unit (23.832 orang (43.68%).144 unit atau naik sebesar 248.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY INDUSTRI & E N E R G I INDUSTRI PENGOLAHAN  Pembangunan industri adalah bagian dari pembangunan ekonomi yang diharapkan dapat mengacu laju pertumbuhan ekonomi secara simultan dengan memanfaatkan output sektor primer sebagai bahan dasarnya. Sama halnya dengan komposisi penyebaran jenis perusahaan industri sub sektor industri aneka menyedot tenaga kerja 2. bahkan cenderung berjalan ditempat. Apa lagi bagi sebagian besar rumah tangga pengrajin. Pada tahun 2007 jumlah usaha industri di Kabupaten Belu sebanyak 3. Dengan industri yang berkembang maju maka akan menjadi lokomotif yang menarik gerbong pertumbuhan sektor-sektor supply sebagai penyedia bahan-bahan baku dan pada gilirannya akan mendorong maju sektor demand seperti perdagangan.09%) dan sub sektor industri hasil Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 269 . lembaga keuangan dan sektor jasa-jasa. Penyerapan tenaga kerja di sektor industri ini sebenarnya baru sekitar 4.66%).221 orang). bersifat padat karya dan rentan terhadap krisis karena memiliki akses pasar lokal yang nota bene memiliki keterbatasan daya beli.34% dari keadaan tahun lalu.84%) dan industri logam.289 orang (95. transportasi. Hal ini disebabkan karena usaha industri kita didominasi sub sector industri kerajinan rumah tangga yang kapasitas produksinya sangat terbatas. Perkembangan industri di Kabupaten Belu relative lamban. Dari jumlah tersebut sebanyak 44. dan industri hasil pertanian dan kehutanan 1001 unit (31.32%) dan non formal 6. Penyerapan tenaga kerja untuk sektor industri pada tahun 2007 sebanyak 6.50 % diantaranya diklasifikasikan sebagai industri aneka. Dilihat dari komposisi jenis industri.03% dari total pekerja di Kabupaten Belu (163.50%) diantaranya industri aneka. usaha ini diposisikan semata-mata sebagai usaha sampingan dan bersifat musiman dengan kemampuan modal yang sangat terbatas.

817.  PERTAMBANGAN  PENGGALIAN  DAN  Konstruksi merupakan segala kegiatan yang berkaitan dengan pembuatan.   LISTRIK DAN AIR MINUM  Kebijaksanaan pemerintah dibidang kelistrikan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong 270 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .930 m³. jembatan.74%) serta sub sektor industri logam mesin dan kimia menyedot tenaga kerja 1. Pada tahun 2007 jumlah perusahaan konstruksi sebanyak 425 unit dengan perincian klasifikasi perusahaan sebagai berikut: klasifikasi M sebesar 20 unit (4.30 m³. Realisasi pemakaian bahan bangunan galian golongan C selama tahun 2007 di dominasi batu gelondongan 147. waduk jaringan listrik.88%. pengeboran sumur pompa dan pemasangan atap serta rehab gedung.71%. instalasi air.105. Kakuluk Mesak 0.71%) dan K sebesar 405 unit (95.105.17%).35%. Malaka Timur 1. pemasangan. Dilihat dari penyebaran tempat kedudukan perusahaan secara kewilayaan sebanyak 88. pasir 103. Tasifeto Barat 2.65%. karena itu membutuhkan spesifikasi keahlian dan kekuatan modal yang memadai.49 m³. KONSTRUKSI. jalan. sertu 130.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY pertanian dan kehutanan menyedot tenaga kerja 2.23%. rehabilitasi dan pemeliharaan bangunan/konstruksi yang menyatu dengan lahan tempat kedudukannya seperti gedung.94% dari perusahaan yang ada bermukim di Kota Atambua sedangkan sisanya masing-masing Malaka Tengah 3.71% dan Kobalima 0.53%. Pada umumnya kegiatan konstruksi termasuk kegiatan yang melibatkan barang-barang modal.589 orang (24. Laen Manen 0.29%). Malaka Barat 1. Sesuai dengan kondisi perekonomian di Kabupaten Belu perusahaan konstruksi yang ada merupakan perusahaan borongan yakni mengerjakan borongan konstruksi berdasarkan pesanan pemilik proyek semata-mata dalam hal ini adalah proyek- proyek pemerintah.30 m³ dan batu pecah 39.152 orang (32. Sedangkan pengerjaan konstruksi yang bersifat “direct investment” praktis sulit dilakukan karena kendala keterbatasan modal para pengusaha dan kapasitas daya beli masyarakat.

Dari jumlah pelanggan tersebut sebesar 8. Kabupaten 44 pelanggan Kelompok IV. Badan social 2. Panti Asuhan : 3.40 %) diantaranya pelanggan rumah tangga. Hidran umum/ kran umum: 9 pelanggan 2. Niaga kecil 126 pelanggan 3. Niaga besar : 70 pelanggan Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 271 .700 VA dengan pemakaian 1. Kelompok I.19 %. daya terpasang pembangkit tenaga listrik PLN di Kabupaten Belu sebesar 12. Kantor Pemerintahan dan penerangan jalan 1. Terminal air: 1 pelanggan 4. sebanyak 70 pelanggan yaitu: 1. Tempat ibadah: 9 pelanggan Kelompok II Sebanyak 34 pelanggan yaitu: 1. Instansi pemerintah/ABRI Tk. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun yang dibarengi dengan kerumitan aktifitas social – ekonominya membawa dampak pada peningkatan jumlah dan ragam permintaan akan air bersih. Rumah Sakit Pemerintah : 5 pelanggan Kelompok III.792 pelanggan yaitu: 1. Untuk mencapai sasaran tersebut diupayakan peningkatan daya pasang pembangkit tenaga listrik dan perluasan jaringan distribusi agar tersedia tenaga listrik dalam jumlah yang memadai dengan mutuh pelayanan yang prima.618 unit (77.622 pelanggan 2. sebanyak 2.04 %.745. sedangkan sisanya masing-masing pelanggan bisnis dan perhotelan 18. Jumlah pelanggan air bersih di Kabupaten Belu tahun 2007 sebanyak 2.134 unit atau meningkat 89. sebanyak 19 pelanggan yaitu 1. teruntama aktifitas sector industri dan jasajasa. Yayasan Sosial: 4 pelanggan 4.97 % dari tahun yang lalu.51 %. Industri rumah tangga :4. Rumah mewah: 2. RSS : 2.266 Kwh Secara umum jumlah pelanggang listrik di Kabupaten Belu sampai pada tahun 2007 sebanyak 11.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY kegiatan ekonomi.915 pelanggan yang terdiri dari 4 kelompok pelanggan. Pada tahun 2007.512. Rumah (selain RSS dan Mewah 2. Kamar mandi/WC umum: 3. Sekolah Negeri : 25 pelanggan 5. Keberadaan air bersih merupakan tuntutan yang sangat vital karena menyangkut kelangsungan hidup manusia sehari-hari.86 % serta pelanggan usaha industri hanya 0.

mesin dan kimia 29% Industri Hasil Pertanian & Kehutanan 33% Industri Aneka 38% Sumber : Dinas Perindag Kabupaten Belu 272 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Gambar 7. Jumlah Perusahaan/Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri di Kabupaten Belu Tahun 1997 .1. Persentase Industri Pengolahan Menurut Bidang Usahanya di Kabupaten Belu Tahun 2007 Industri Logam.2000 2500 2000 1500 1000 500 Industri Kerajinan 0 1997 1998 1999 Industri Kecil Industri besar/sedang 2000 Sumber : Dinas Perindag Kabupaten Belu Gambar 7.2.

Industri Industries .

Mesin & Kimia (4) 251 1 38 20 40 21 47 89 134 93 10 - Kecamatan District (1) 01. Rinhat 03.1 Banyaknya Perusahaan / Usaha Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan Numbers of Manufacturing / Etablishment by District 2007 Industri Hasil Pertanian & Kehutanan (2) 128 20 30 196 2 46 20 40 86 60 40 189 84 20 40 Industri Logam. Malaka Tengah 06.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Wewiku 04. Tasifeto Timur 15. Kobalima*) 11. Lasiolat 17. Malaka Barat 02.399 744 3.1.144 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 275 . Sasita Mean*) 07. Kota Atambua*) 14. Weliman 05. Tasifeto Barat*) 12. Malaka Timur 08.001 1. Raimanuk 10. Kakuluk Mesak 13. Laen Manen 09. Raihat 16. Lamaknen*) Industri Aneka (3) 158 70 20 60 45 24 70 80 100 100 93 129 170 60 60 160 Jumlah Total (5) 537 91 88 80 281 26 137 100 40 186 207 222 452 347 90 60 200 Kabupaten Belu 1.

Tasifeto Barat*) 12.573 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 276 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tasifeto Timur 15. Rinhat 03. Kakuluk Mesak 13. Laen Manen 09.1.832 Jumlah Total (5) 1. Malaka Timur 08. Lasiolat 17. Lamaknen*) Kabupaten Belu Industri Aneka (3) 283 140 40 180 90 48 140 140 200 200 186 285 340 120 120 320 2. Malaka Barat 02. Kobalima*) 11. Raimanuk 10.589 Kecamatan District (1) 01. Malaka Tengah 06.2 Banyaknya Pekerja Sektor Industri Pengolahan Menurut Golongan Industri dan Kecamatan Numbers of Person Enganged in Manufacturing Sector by Industry Categories and District 2007 Industri Hasil Pertanian & Kehutanan (2) 265 40 60 373 5 92 40 80 132 120 80 597 168 20 80 2.152 Industri Logam.221 698 160 120 400 6.061 190 176 220 547 53 277 180 80 332 414 444 1. Sasita Mean*) 07. Raihat 16. Mesin & Kimia (4) 513 10 76 40 84 45 94 178 339 190 20 1. Wewiku 04.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Kota Atambua*) 14. Weliman 05.

INDUSTRI ANEKA 01. Tambur likurai 04.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. MESIN & KIMIA 01. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Bengkel mobil 03. Roti manis. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. Minyak goreng dari kelapa 02.043 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 277 . Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Barat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) tenaga kerja formal (4) formal (2) non formal (3) non formal (5) I. kue kering & sejenisnya 0 0 120 8 0 0 240 25 JUMLAH I II. Garam yodium/garam rakyat 04. Ind. INDUSTRI LOGAM. Gerabah 0 128 0 265 0 0 0 0 2 2 115 16 20 7 0 158 0 0 0 0 14 14 190 32 40 7 0 269 0 1 0 0 41 0 134 76 0 4 0 0 89 0 268 152 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 1 3 251 537 4 18 509 1. Ind.3 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Barat Menurut Jenis Industri. Pertenunan 02. Alat pertanian dari logam 02. Ind. Ind. Ind. Sapu ijuk 05. Perabotan RT (meubel) JUMLAH II III. Ind. Ind.1. Ind. Ind.

Ind. Ind. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. INDUSTRI ANEKA 01.1. Bengkel mobil 03. kue kering & sejenisnya tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 20 0 0 0 40 JUMLAH I II. Garam yodium/garam rakyat 04. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Rinhat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Roti manis.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Pertenunan 02. Ind. Ind. MESIN & KIMIA 01. Tambur likurai JUMLAH II III. INDUSTRI LOGAM. Batu merah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 20 0 40 0 0 0 0 60 10 0 70 0 0 0 0 120 20 0 140 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 91 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 10 190 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 278 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind.4 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Rinhat Menurut Jenis Industri. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Ind. Ind.

Tahu Tempe tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 20 0 10 0 0 0 40 0 20 JUMLAH I II. Bengkel mobil 03. MESIN & KIMIA 01. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Wewiku by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Ind. Ind. Tambur likurai JUMLAH II III. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. kue kering & sejenisnya 03. INDUSTRI LOGAM.5 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Wewiku Menurut Jenis Industri. Roti manis. Pertenunan 02. Garam yodium/garam rakyat 04. Gerabah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 30 0 60 0 0 0 0 20 0 0 20 0 0 0 0 40 0 0 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 38 38 88 0 0 0 0 0 0 0 0 0 76 76 176 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 279 .1. Ind. Ind. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. Alat pertanian dari logam 02.

Pertenunan 02. Roti manis. Tambur likurai JUMLAH II III. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Pande Besi JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 80 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 40 220 0 0 0 0 60 0 0 60 0 0 0 0 180 0 0 180 formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 280 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Minyak goreng dari kelapa 02. Ind. Ind. Ind. Ind. MESIN & KIMIA 01.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. Garam yodium/garam rakyat 04. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. kue kering & sejenisnya JUMLAH I II. Ind. INDUSTRI LOGAM. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Weliman by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Ind.6 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Weliman Menurut Jenis Industri. INDUSTRI ANEKA 01. Alat pertanian dari logam 02.1. Ind. Bengkel mobil 03.

& KIMIA 01. Garam yodium/rakyat 04. Ind. Ind. Ind. Ind. Ind. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 6 0 0 196 40 5 22 0 0 351 80 10 JUMLAH II III. Macam-macam es 05. Ind. Ind. Kerupuk udang tenaga kerja formal (4) formal (2) non formal (3) non formal (5) 0 0 0 1 0 3 1 1 0 107 40 5 0 24 0 0 0 20 0 0 0 6 0 13 1 2 0 205 48 10 0 48 0 0 0 40 JUMLAH I II. MESIN. Perabot kelengkapan rum tangga dari kayu 07. Ind. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Bengkel motor 02. Ind.1. Keripik pisang/ubi 06. Foto copy 08.7 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Tengah Menurut Jenis Industri. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Tengah by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. INDUSTRI LOGAM. Pertenunan 02. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Gula merah 04. dan sejenisnya 03.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Minyak goreng dari kelapa 02. Ind. Penggilingan Padi 09. Barang dari semen 0 45 0 90 1 0 0 0 0 40 0 0 4 0 0 0 0 80 0 0 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 1 7 40 281 4 26 80 521 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 281 . Bengkel Motor 03. Roti manis kering. Ind.

Ind. Ind.8 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Sasita Mean Menurut Jenis Industri. Penggilingan Padi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) JUMLAH I II. MESIN. Perabot kelengkapan rum tangga dari kayu 07. Roti manis kering. Ind. Ind. Ind. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Sasita Mean by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. INDUSTRI LOGAM.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Bengkel Motor 03. Garam yodium/rakyat 0 24 0 48 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH III 0 0 0 0 0 53 0 26 JUMLAH I + II + III Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 282 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Bengkel motor 02. Ind. Pertenunan 02. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 0 2 0 5 0 0 24 0 0 0 48 0 JUMLAH II III. dan sejenisnya 03. Foto copy 08. Ind. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. Ind. Gula merah 04. Keripik pisang/ubi 06. Ind. & KIMIA 01. Macam-macam es 05.1. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01.

Anyam-anyaman dari lontar dan pandan JUMLAH I II. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Ind. Ind. Gula merah 03.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. MESIN.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Malaka Timur by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. INDUSTRI ANEKA 01. INDUSTRI LOGAM. Ind.9 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Malaka Timur Menurut Jenis Industri. Ind.1. & KIMIA 01. Pertenunan JUMLAH II III. Industri gerabah 02. Industri Marmer JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 20 1 21 137 0 0 0 0 40 5 45 277 0 0 70 70 0 0 140 140 0 0 0 0 5 10 31 46 0 0 0 0 10 20 62 92 formal (2) Non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 283 .

MESIN & KIMIA 01.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Gula lempeng tenaga kerja formal (4) non formal (5) formal (2) non formal (3) 0 0 0 0 0 20 0 0 0 0 0 40 JUMLAH I II. Bengkel mobil 03. Anyaman Lontar 0 20 0 40 0 0 0 60 0 20 0 0 0 100 0 40 JUMLAH II III. Ind. kue kering & sejenisnya 03. Ind. Ind. Minyak goreng dari kelapa 02. INDUSTRI ANEKA 01. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03.1. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Bengkel motor 04. Ind. Ind.10 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Laen Manen Menurut Jenis Industri. Ind. Ind. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Pertenunan 02. Gerabah 0 80 0 140 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 100 0 0 0 180 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 284 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Laen Manen by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Roti manis. INDUSTRI LOGAM.

1. Pertenunan 02. Roti manis.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. Ind. Bengkel mobil 03. Garam yodium/garam rakyat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 80 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 40 0 0 0 0 80 80 formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 285 . INDUSTRI ANEKA 01. Ind. MESIN & KIMIA 01. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Minyak goreng dari kelapa 02. kue kering & sejenisnya JUMLAH I II. Ind. Sapu ijuk JUMLAH II III. Tambur likurai 04. Ind. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. INDUSTRI LOGAM. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raimanuk by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) I. Ind.11 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Raimanuk Menurut Jenis Industri. Alat pertanian dari logam 02.

INDUSTRI ANEKA 01. Keripik pisang/ubi 0 02. Biskuit dari ubi kayu/pisang 0 03.12 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kobalima Menurut Jenis Industri. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kobalima by Industry Kinds 2007 Unit usaha Kelompok Industri (1) Formal (2) non formal (3) tenaga kerja formal (4) non formal (5) I. Pertenunan JUMLAH II JUMLAH I + II 0 0 0 100 100 186 0 0 0 200 200 332 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 286 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Ind. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind.1. Ind. Minyak Kelapa Rakyat 0 JUMLAH I 0 26 40 20 86 0 0 0 0 52 40 40 132 II.

Ind. Ind. Ind. Ind. Biskuit Pisang 04. Batu bata dari tanah liat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 60 20 20 100 0 0 0 0 120 40 40 200 0 0 0 0 24 23 47 207 0 0 0 0 48 46 94 414 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 287 . Ind. Pertenunan 02. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Madu 03. Ind. Ind. & KIMIA 01. Penjahit JUMLAH II III.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District TasifetoBarat by Industry Kinds 2007 unit usaha Kelompok Industri (1) tenaga kerja formal (4) formal (2) Non formal (3) Non formal (5) I. Dendeng/Abon Sapi JUMLAH I II.Pengupas&pembersihbiji selain kopi (mete) 0 0 0 0 0 10 10 20 20 60 0 0 0 0 0 20 20 40 40 120 02. INDUSTRI LOGAM. Tas tali gewang 03. Ind. INDUSTRI ANEKA 01.1. Industri gerabah 02.13 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Tasifeto Barat Menurut Jenis Industri. MESIN.

Ind. Tas Tali Gewang JUMLAH I II. Pande Besi 0 0 0 0 50 3 40 93 0 0 0 0 100 6 80 186 0 0 0 79 10 89 0 0 0 158 20 178 JUMLAH II III. Dendeng/Abon Sapi JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 20 20 40 222 0 0 0 0 40 40 80 444 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 288 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Penjahitan 03. Pertenunan 02. INDUSTRI LOGAM. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. INDUSTRI ANEKA 01. & KIMIA 01. Emping Jagung 02. Ind. Ind. MESIN. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kakuluk Mesak by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I.14 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kakuluk Mesak Menurut Jenis Industri. Ind. Ind.1. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Garam yodium/garam rakyat 02.

MESIN. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Tasifeto Timur by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) 0 0 0 0 10 10 44 20 Kelompok Industri (1) I. INDUSTRI LOGAM. Ind. Ind. Kapur JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 84 0 168 0 0 0 0 0 120 10 20 20 170 0 0 0 0 0 240 20 40 40 340 0 0 0 0 0 5 69 19 93 347 0 0 0 0 0 14 138 38 190 698 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 289 . Ind. Ind. Ind. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Tas Tali Sisil JUMLAH II III.15 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Tasifeto Timur Menurut Jenis Industri. Tas Tali Gewang 04. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. INDUSTRI ANEKA 01. Garam yodium/garam rakyat 03. Pertenunan 02. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04.1. Madu 03. Dendeng/Abon Ikan tenaga kerja non formal formal (4) (5) 0 0 0 0 20 20 88 40 JUMLAH I II. Ind. & KIMIA 01. Ind. Ind.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. Sapu ijuk 03.

Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04. Ind. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Raihat by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Ind. Ind. Ind. INDUSTRI ANEKA 01. MESIN. Gerabah JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 0 0 0 0 0 0 0 0 20 20 0 0 0 60 0 60 0 0 0 120 0 120 0 0 0 0 0 0 0 10 10 90 0 0 0 0 0 0 0 20 20 160 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 290 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . & KIMIA 01. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01.16 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Raihat Menurut Jenis Industri.1. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. Alat pertanian dari logam 02. Garam yodium/garam rakyat 03. Biskuit dari ubi kayu/pisang JUMLAH I II. Madu 03. Ind. INDUSTRI LOGAM. Sapu ijuk JUMLAH II III.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. Pertenunan 02.

Roti manis. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) JUMLAH II III. Ind. Ind. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lasiolat by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Ind. Alat pertanian dari logam 02. MESIN. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. Kapur JUMLAH III JUMLAH I + II + III 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 60 0 60 0 0 0 120 0 120 0 0 0 0 0 0 0 0 0 60 0 0 0 0 0 0 0 0 0 120 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 291 . Ind. Saos Tomat JUMLAH I II. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. INDUSTRI ANEKA 01. Garam yodium/garam rakyat 03.17 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Lasiolat Menurut Jenis Industri.Minyak goring dari kelapa 02.1. INDUSTRI LOGAM. & KIMIA 01. Ind. kue & sejenisnya 03. Pertenunan 02.

Tahu/Tempe 05.18 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Lamaknen Menurut Jenis Industri. Ind. Meubel dari kayu 06. INDUSTRI ANEKA 01. Tas Tali Gewang JUMLAH II 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 0 0 20 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 0 0 40 80 0 0 0 0 100 0 60 160 0 0 0 0 200 0 120 320 JUMLAH I + II 0 200 0 400 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 292 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1. Ind.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 02. Ind. Pertenunan 02. Ind. Ind. Ind. Madu 03. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Meubel bambu JUMLAH I II. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Ind. Pakaian jadi dari tekstil (penjahit) 03. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Lamaknen by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) tenaga kerja non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) I. Anyam-anyaman dari lontar dan pandan 04.

Ind. Ind. Kelapa parut 07.1. Kerupuk kulit 12.tangga dari kayu (meubel) 16. Ind. Tahu 10. Mie basah 04. Ind.Perabot&keleng. kue kering & sejenisnya 05. Keripik pisang/ubi 11.Kerajinan ukir-ukiran dari kayu kecuali meubel 17. Ind. Ind. Ind. Ind. Ind. INDUSTRI HASIL PERTANIAN & KEHUTANAN 01. Minuman ringan/sari buah 13. Jamu 14.19 Banyaknya Usaha Industri di Kecamatan Kota Atambua Menurut Jenis Industri. Tempe 09. Ind. Ind. Tahu Tempe tenaga kerja non formal formal (4) (5) 13 0 2 37 0 0 2 0 4 2 4 5 5 0 137 8 0 11 18 0 15 2 0 108 4 7 0 21 14 0 0 0 0 16 99 9 32 2 0 20 JUMLAH I 57 132 248 349 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 293 . Peti mati 15. dan Sub Jenis Industri Numbers of Manufacturing / Etablistment and Man Power in District Kota Atambua by Industry Kinds 2007 unit usaha non formal formal (2) (3) 5 0 1 8 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 24 2 0 3 8 0 7 1 0 30 2 6 0 9 5 0 0 0 0 7 33 5 16 1 0 10 Kelompok Industri (1) I. Ind. Pengolahan kopi 08. Ind.rum. Ind. Ind.Pengupas&pembersih biji selain kopi (mete) 03. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Ind. Roti manis. Ind. Ind. Macam-macam es 06. Photo copy 20. Percetakan dan penjilidan 19. pengolahan & pengawetan daging 02. Industri kasur bantal 18.

Foto studio 13. Stempel karet 09. Ind. Pakaian jadi dan tekstil (penjahit) 04. tape. Pertenunan 02. Aneka sovenir dari tenunan 05. Salon kecantikan 12. Reperasi sepatu 07.19 unit usaha non formal formal (2) (3) Kelompok Industri (1) tenaga kerja non formal formal (4) (5) II. Pengawetan kulit 06. Ind. Ind. Ind.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Continued Table 7. Ind. Ind. Ind. Ind. Ind. Ind. Pemangkas rambut 10.1. Ind. Cuci cetak foto bewarna 14. INDUSTRI ANEKA 01. Ind. Sablon JUMLAH II 0 0 3 0 1 0 1 0 0 1 0 3 2 0 11 30 11 27 8 2 2 5 2 4 9 12 0 0 6 118 0 0 12 0 8 0 1 0 0 2 0 3 8 0 34 60 11 92 16 4 4 10 2 4 17 18 0 0 13 251 294 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . TV dll 08. Ind. Reparasi radio. Perajutan (obras) 03. Tambal ban 11. Ind.

1. INDUSTRI LOGAM.19 unit usaha Non formal formal (2) (3) tenaga kerja Non formal formal (4) (5) Kelompok Industri (1) III. Bengkel las C. Bengkel motor 03. Ind. Barang dari semen 04.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Continued Table 7. Ind. Pemotongan kaca 03. Reparasi jam 05. Karoseri kendaraan roda empat atau lebih 1 1 13 7 4 0 2 2 0 4 0 0 34 5 3 8 7 1 4 8 0 2 1 60 1 100 4 1 50 24 10 0 6 5 0 28 0 0 128 10 6 24 14 3 8 16 0 2 3 120 5 211 04. MESIN & KIMIA A. Ind. Bengkel mobil 02. Batu bata dari tanah liat 05. Pandai emas/perak B. Ind.INDUSTRI KIMIA 01.INDUSTRI MESIN 01. Ind. Ind. Permata (batu aji) 02. Ind. Ind. Vulkanisir Ban 02. Ind. Ind. Ind. Ind. INDUSTRI LOGAM 01. Genteng dari tanah liat JUMLAH III JUMLAH I + II + III 102 350 410 811 Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 295 . Ind.

Listrik Electricity .

236.933 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 299 .412 Jumlah / Total 6.650 2.174.000 4.500 521.494.350 1.109 492.2.217 8.750 92. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.614 533.990 2.808 115.309 3 130 562. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Atambua Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 90 4.568.450 27.685 1.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.1 Banyaknya Pelanggan.

600 286.350 23. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Atapupu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 13 392 54 1 16 16.2.855 20.972 32.350 1.001 Jumlah 476 487.2 Banyaknya Pelanggan.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.000 22.850 138.370 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 300 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .369 3.173 1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.150 59.

450 335. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Betun Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 35 1.000 1.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.650 5.561.402 Jumlah 1.333 261 13 54.158.808 1.950 166.642 1.850 13.2.223 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 301 . Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.820 48.3 Banyaknya Pelanggan.193 110.

608 25.194 383 Jumlah 493 370.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.700 111.311 17.550 1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.496 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 302 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .500 44. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Besikama Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 10 385 94 4 13.4 Banyaknya Pelanggan.600 3.2.650 241.

000 17.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.610 43. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Naitimu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 43 735 177 11 94.500 484.936 2.750 167. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.5 Banyaknya Pelanggan.2.599 20.666 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 303 .900 73.650 6.521 Jumlah 966 763.

987 5.200 69.050 10. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Silawan Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 2 126 3 10 2. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.974 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 304 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .6 Banyaknya Pelanggan.2.800 21.025 Jumlah 141 113.150 19.903 1.900 59 3.

823 700 Jumlah 215 156. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.388 7.550 15.800 81.650 2.450 60. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Lamaknen Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 8 149 54 4 11.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.2.302 5.7 Banyaknya Pelanggan.213 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 305 .650 1.

Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.757 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 306 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .950 49.342 227 Jumlah 232 328.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.8 Banyaknya Pelanggan.550 1.650 3. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Manleten Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 9 173 45 5 11.000 263.150 99.2.644 90.544 7.

Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Kobalima Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classificaton Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 6 186 3 5 9. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.100 6.500 19.9 Banyaknya Pelanggan.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.850 465 5.160 844 411 Jumlah 200 178.100 4.650 144.2.880 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 307 .

800 16.048 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 308 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .446 310 Jumlah 264 174. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Boas Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 17 221 23 3 16.300 1.10 Banyaknya Pelanggan.900 22.250 134.248 11.350 1.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.044 3.2.

082 1. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.146 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 309 .800 1.750 951 4.000 62.2.11 Banyaknya Pelanggan.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.867 246 Jumlah 108 87.700 15. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Kaputu Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 5 84 17 2 7.250 7.

543 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 310 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.700 3.300 3.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.12 Banyaknya Pelanggan.750 6.2.050 396 2.348 696 103 Jumlah 95 62.800 47. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Biudukfoho Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 3 79 10 3 4.

450 1.2.900 41.017 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 311 .650 5.465 973 321 Jumlah 85 54. Value of Power and Cunsumption PLN Electric by Clasification 2007 Ranting : Haekesak Pemakaian Jumlah Pelanggan Daya Pasang Klaisifikasi Tarif Value of Numbers of Value of Power Classification Consumption Costumer (VA) (KWH) (1) (2) (3) (4) S R B I P 3 70 11 1 3.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.13 Banyaknya Pelanggan. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.300 258 3.000 8.

745.177 130.628 625.511.14 Banyaknya Pelanggan.062 Klaisifikasi Tarif Classification (1) S R B I P Jumlah 11.700 1.523.061 4 207 Daya Pasang Value of Power (VA) (3) 807.800 3.320 871.700 50. Value of Power and Cunsumption PLN Electricin Belu Regency by Clasification 2007 Jumlah Pelanggan Numbers of Costumer (2) 244 8.350 7.134 12.512. Daya Pasang dan Pemakaian Listrik PLN di Kabupaten Belu Menurut Klasifikasi Tarif Numbers of Costumers.2.350 Pemakaian Value of Consumption (KWH) (4) 114.079 4.618 2.500 619.266 Sumber : Perusahaan Listrik Negara Ranting Atambua Source : State Electrical Company Branch of Atambua 312 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.

Air Minum Water Supply .

100 839. Terminal Air 4.845 13.582 571.300 3.406. Niaga Kecil 3. Rumah (selain RSS & Mewah) 2.198 924 613. Sekolah Negeri 5. Pem/ABRI Tngkt Kec & Kel III.515.1 Volume dan Nilai Air Minum Air Bersih / Minum yang disalurkan Menurut Jenis Pelanggan Numbers of Costumers Water Supply by Costumer Type 2007 Jumlah Pelanggan (2) 19 Volume (m3) (3) 7. Yayasan Sosial 4.131.622 126 44 4. Panti Asuhan 3. KELOMPOK PELANGGAN I 1. KELOMPOK PELANGGAN III 1. Pem/ABRI Tngkt Kabupaten 9 1 9 34 4 25 5 2.717.300 1.156 1.695 28.830. KELOMPOK PELANGGAN II 1.630. Kamar Mandi/WC Umum 3.100 124.467 Nilai (Rp) (4) 15.729. RSS 2.191 9. Tempat Ibadah II. Industri RT 4.500 2.700 2.682.100 Kategori Pelanggan (1) I.800 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 315 .955 321 2.310.900 15.900 1.073. RS Pemerintah 6.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.042 11.000 35.792 2.034 7.3. Hidran Umum/Kran Umum 2.700 20.245. Ins. Ins.619.475.

Pem/ABRI Tngkt Propinsi 4. Kedubes/Konsulat Asing V.700 Sumber : Badan Pengelola Air Minum Kabupaten Belu Source : State Water Board of Belu Regency 316 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . KELOMPOK PELANGGAN IV 1.1 Jumlah Pelanggan (2) 70 70 Volume (m3) (3) 18.282 1. Rumah Mewah 2.077 18. Niaga Besar 3.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan / Continued Table 7.070. Ins.3.070.915 648.552. SUSUT (HILANG DLM PENGELUARAN) TOTAL 2.347.000 110.077 Nilai (Rp) (4) 110.000 - Kategori Pelanggan (1) IV. KELOMPOK PELANGGAN KHUSUS VI.

Pertambangan Mining .

Lamaknen Kabupaten Belu 20 20 8 15 7 3 1 10 3 358 405 8 15 7 3 1 10 3 378 425 Sumber : Bagian Pembangunan Pemda Belu Source : Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 319 . Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Barat 12. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Wewiku 04.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Malaka Timur 08. Malaka Barat 02.4. Tasifeto Timur 15. Kobalima 11. Kota Atambua 14. Lasiolat 17. Raimanuk 10. Rinhat 03.1 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Kecamatan dan Kualifikasinya di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) Kualifikasi Perusahaan Menengah (M) Kecil (K) (2) (3) Jumlah (7) 01. Sasita Mean 07. Raihat 16. Laen Manen 09.

Malaka Tengah 06. Raihat 16. Lamaknen Kabupaten Belu - 20 20 8 15 7 3 1 10 3 357 404 1 1 8 15 7 3 1 10 3 378 425 Sumber : Bagian Pembangunan Pemda Belu Source : 320 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Laen Manen 09. Tasifeto Barat 12.4. Sasita Mean 07.2 Banyaknya Perusahaan Jasa Konstruksi menurut Bentuk Badan Hukum dan Kecamatan Di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) PT (Persero) (2) PT (3) CV (4) Perusahaan Daerah (5) Jumlah (6) 01. Wewiku 04. Tasifeto Timur 15. Kobalima 11. Lasiolat 17. Kakuluk Mesak 13.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7. Malaka Timur 08. Weliman 05. Rinhat 03. Raimanuk 10. Malaka Barat 02. Kota Atambua 14.

817.230.49 (7) - Kecamatan Pasir (1) 01.78 16.97 191.27 10.205.87 3.72 3.176.43 1.35 3.22 39.427.08 20.89 1.11 17. Raihat 16.089.3 Penggunaan Bahan Galian Golongan C menurut Jenis dan Kecamatan Di Kabupaten Belu 2007 Jenis Bahan Galian (M³) Batu pecah Batu Batu Batu (2/3Gelondon Sirtu Karang Kapur 3/5g 5/7) (3) 3.60 1.316.934.43 Sumber : Dinas Pertambangan Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 321 . Weliman 05.930.66 66.63 1.29 1.90 (4) (5) 243.31 1. Tasifeto Barat 12.035.73 27.81 12.44 766.72 380.288.783.194. Malaka Barat 02.40 6.31 1. Lamaknen (2) 2.18 (6) 2.12 401.68 9.391.85 3. Malaka Timur 08. Kota Atambua 14.21 5.02 143.718.23 5.51 7. Kakuluk Mesak 13.909.4.86 2.03 29.89 693.450.897.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.61 3.59 18.00 4. Wewiku 04.765.90 12.494.84 352.33 130.101.938. Malaka Tengah 06.53 586.280.66 1.16 652.45 Kabupaten Belu 10.26 2.94 4.48 14.804.44 72.210.105.667.677.471.21 3.88 362.06 272.901.05 1.673.30 343.37 45. Raimanuk 10. Sasita Mean 07.286. Tasifeto Timur 15.25 1.870.80 6. Laen Manen 09.054.86 4.965.094.79 680.62 338.77 1.349.046.76 703.700.86 121.611.490.01 973.464.57 990.68 1.03 147. Kobalima 11.593.3249.428.442.06 13.921.106.01 12. Lasiolat 17.021. Rinhat 03.332.73 1.

22 263.288.09 622.97 3.40 86. Kota Atambua 14.92 - 322 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .29 48.80 261.31 52.04 26.657.057.35 173.4. Rinhat 03.3 Jenis Bahan Galian (M³) Kecamatan Marmer (2) - Batu Warna/ Batu Aji (3) - Tanah (4) 1. Malaka Barat 02.00 1.20 206.77 109.549.05 164. Kobalima 11. Malaka Tengah 06. Raimanuk 10. Malaka Timur 08.205.672.85 20. Raihat 16.511. Tasifeto Timur 15.28 3. Laen Manen 09.93 53.11 6.26 88.120.045.93 Tanah Putih Batu Kapur (6) - (1) 01.40 172.683.74 2. Kakuluk Mesak 13.868.288.72 1.78 65.526. Tasifeto Barat 12.204.33 7.01 71.64 1. Sasita Mean 07. Weliman 05.97 10.78 Tanah Liat (5) 114.79 2.20 2.199.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Lanjutan Tabel / Table 7.649.19 61. Lasiolat 17.00 55.00 3. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertambangan Source - - 206. Wewiku 04.

4 Realisasi Penerimaan Pajak Pengambilan Pemanfaatan Bahan Galian Golongan C menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 Kecamatan (1) Target (Rupiah) (2) Realisasi (Rupiah) (3) Persentase (%) (4) 01.661.00 17.46 14.242.885.893.459.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.50 332.00 100.00 16.513.00 100.00 100.00 292.500.50 838.00 186. Tasifeto Timur 15.798.270. Malaka Tengah 06.123. Kota Atambua 14. Sasita Mean 07.8210. Raimanuk 10.00 100.481.68 20. Kobalima 11. Rinhat 03. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Dinas Pertambangan - 38.00 56.00 31.530. Laen Manen 09.607.664.00 100.00 100.856.00 Source Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 323 .126.00 161.631.00 100.112.50 568.601.378.26 96.00 100.00 100.507.00 83. Malaka Barat 02. Kakuluk Mesak 13. Weliman 05.00 100.00 100.357.00 100.773.405.00 100.00 100.194.041.00 100. Wewiku 04.261. Lasiolat 17.045.519.369. Raihat 16.00 27.725.00 100.642.10 2.00 100. Malaka Timur 08.00 40. Tasifeto Barat 12.156.4.259.800.00 100.

4. Rinhat 03. Raimanuk 10.5 Realisasi Penerimaan Pajak Air Bawah Tanah menurut Kecamatan Di Kabupaten Belu Actual Receipts Retribution Under Soil Water by District in Belu Regency 2007 Kecamatan District (1) Sasaran Target (Rupiah) (2) Realisasi Realitation (Rupiah) (3) Persentase Percentage (%) (4) 01. Lasiolat 17. Kota Atambua 14. Kobalima 11. Kakuluk Mesak 13.112.211. Lamaknen Kabupaten Belu 30. Tasifeto Timur 15. Sasita Mean 07. Weliman 05.900 21.211. Laen Manen 09.INDUSTRI & ENERGI / INDUSTRIES & ENERGY Tabel / Table 7.500 21. Malaka Timur 08. Raihat 16.900 70. Wewiku 04. Tasifeto Barat 12. Malaka Barat 02.44 Sumber : Dinas Pertambangan 324 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Malaka Tengah 06.500 30.44 70.112.

BAB / CHAPTER 8 Perdagangan & Perhotelan Trade & Hotels .

PERDAGANGAN & HOTEL / TRADE & HOTELS

PERDAGANGAN & PERHOTELAN
PERDAGANGAN 
Sektor perdagangan merupakan sektor yang sangat strategis dalam mata rantai aktivitas ekonomi karena berperan sebagai mediator antara rumah-tangga konsumen dan rumahtangga produsen. Sebagai jaringan distribusi yang melayani kebutuhan masyarakat baik untuk barang konsumtif maupun produktif maka segala kebijakan di sektor perdagangan selalu diarahkan untuk menjamin penyebaran serta ketersediaan berbagai barang kebutuhan tersebut secara lebih merata dengan harga yang dapat dijangkau daya beli masyarakat. Pada tahun 2007 jumlah perusahaan di sektor perdagangan yang telah mengantongi surat izin usaha perdagangan sebanyak 1814 unit dengan klasifikasi jenis usaha perdagangan besar 26 unit (1.43%), perdagangan menengah 551 unit (30.37%), perdagangan kecil/eceran 1152 unit (63.51%) serta rumah makan sebanyak 69 unit (3.80%). Dari penyebaran secara geografis memperlihatkan bahwa 66.26% dari jumlah usaha perdagangan yang ada tersebar di wilayah kecamatan Kota Atambua sedangkan sisanya kecamatan Malaka Tengah 10.53%, Tasifeto Barat 5.13%, Malaka Barat 3.58%, Kakuluk Mesak 3.03%, Malaka Timur 2.32%, Raihat 1.93%, Tasifeto Timur 1.82% dan kecamatan lainnya sebesar 5.40%. Pada tabel 8.14 dapat dilihat volume pengadaan beberapa komoditi strategis terutama yang berasal dari luar wilayah Belu dimana pada umumnya mencakup barangbarang hasil pertanian dan industri pengolahan seperti beras, jagung, gula pasir, minyak goreng, dan minyak tanah. Pengadaan bahan makanan biasanya memuncak pada bulan-bulan yang berkaitan dengan hari raya seperti hari raya Lebaran, Natal maupun Tahun Baru. Sedangkan untuk pengadaan barang-barang non makanan jumlahnya relatif sama setiap bulan kecuali bahan bangunan yang biasanya membengkak pada bulan-bulan akhir tahun karena berkaitan dengan pengerjaan proyek konstruksi/ pemerintah

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

327

PERDAGANGAN & HOTEL / TRADE & HOTELS

yang segera diselesaikan pada akhir tahun anggaran.

PERHOTELAN 
Banyaknya akomodasi perhotelan sampai akhir tahun 2007 sebanyak 16 buah dengan total kapasitas tempat tidur yang tersedia 485 buah yang tersebar dalam 258 buah kamar tidur. Kapasitas tempat tidur yang ada hanya meliputi 15 buah hotel karena satu buah hotel yakni hotel Kalpataru sepanjang tahun 2007 tidak ada aktivitas penginapan. Jumlah tamu yang menginap selama tahun 2007 sebanyak 13,369 orang dengan perincian 12,740 orang (95.30%) adalah tamu domestik dan sisanya 629 orang (4.70%) merupakan tamu asing. Dibandingkan dengan keadaan tahun yang lalu jumlah tamu mengalami peningkatan sebesar 33.17%. Kendatipun meningkat, namun dengan jumlah tamu yang relatif kecil diduga ada kaitannya dengan perubahan pola lama dimana pada tahun-tahun sebelumnya sebagian besar tamu adalah aparat pemerintah tingkat propinsi maupun pusat yang melakukan tugas-tugas kedinasan di wilayah Kabupaten Belu. Namun semenjak diberlakukannya

pelaksanaan otonomi daerah, frekuensi kunjungan dalam rangka konsultasi dan pengawasan di daerah telah banyak berkurang. Justru yang terjadi sebaliknya adalah meningkatnya frekuensi kunjungan dari Kabupaten ke tingkat propinsi dan pusat untuk kepentingan konsultasi. Untuk tamu dari kalangan swasta masih bertumpu pada kalangan dunia usaha dan tamu-tamu asing. Sedangkan tamu non niaga atau tamu keluarga yang menggunakan jasa akomodasi masih relatif kecil karena berkaitan dengan keterbatasan kemampuan ekonomi masyarakat. Rata-rata tarif per hariorang yakni tarif minimum Rp 35,000,- dan tarif maksimum Rp 600,000,-. Sedangkan secara parsial antar hotel tarif terendah di hotel Merdeka, Wisata, dan Minang yakni Rp 35,000. sedangkan yang tertinggi untuk kelas VIP di hotel Nusantara II, Permata, Timor dan King Star masing-masing Rp 232,000,-, Rp 375,000,-, Rp 385,000,-, dan Rp 600,000,-.

328

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Gambar 8.1. Banyaknya Tamu yang Menginap pada Hotel di Kabupaten Belu Menurut Kewarganegaraannya Tahun 1998 – 2007
14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

WNI
Sumber : BPS Kabupaten Belu

WNA

Gambar 8.2. Tingkat Hunian Kamar Hotel di Kabupaten Belu Tahun 1998 – 2007
2007 2006 2005 2004 2003 2002 2001 2000 1999 1998
Sumber : BPS Kabupaten Belu
11.95 7.23 6.66 8.22 10.61 13.70 7.93 9.39 11.27 9.32

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

329

Perdagangan
Trade

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.1 Banyaknya Perusahaan/Usaha Sektor Perdagangan Menurut Jenis Usaha dan Kecamatan Numbers of Etablishment by Trade Scale and District 2007

Kecamatan District

Perdaganga n Besar Large Scale

Perdagang Menengah Medium Scale

Swalayan Super Market

Perdaganga n Kecil Small Scale

Rumah Makan Restorant

Hotel Losmen Hotel

Jumlah Total

(1)
01. Malaka Barat 02. Rinhat 03. Wewiku 04. Weliman 05. Malaka Tengah 06. Sasita Mean 07. Malaka Timur 08. Laen Manen 09. Raimanuk 10. Kobalima 11. Tasifeto Barat 12. Kakuluk Mesak 13. Kota Atambua 14. Tasifeto Timur 15. Raihat 16. Lasiolat 17. Lamaknen Kabupaten Belu

(2) 26 26

(3) 27 2 1 0 45 1 14 0 0 3 18 14 412 9 0 0 5 551

(4) -

(5) 38 4 6 4 132 14 28 7 3 22 72 40 699 22 35 1 25 1152

(6) 11 3 1 52 2 69

(7) 3 13 16

(8) 65 6 7 4 191 15 42 7 3 25 93 55 1202 33 35 1 30 1814

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

333

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.2 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Kategori Lapangan Usaha di Kabupaten Belu 2006

Kategori Lapangan Usaha (1)
01. Pertambangan dan Penggalian 02. Industri Pengolahan 03. Listrik, Gas dan Air 04. Konstruksi 05. Perdagangan Besar dan Eceran 06. Akomodasi dan Makan Minum 07. Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi 08. Perantara Keuangan 09. Real Estate, Usaha Persewaan 10. Jasa Pendidikan 11. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 12. Jasa Kemasyarakatan, Sosbud, Hiburan Dan Perorangan lainnya 13. Jasa Yang Melayani RT

Perusahaan/Usaha

Tenaga Kerja

(2) 438 6,881 35 713 14,630 318 3,342 144 2,025 410 252 792 22

(3) 837 12,651 95 2,467 24,334 714 4,219 900 3,884 6,188 778 1,621 23

Jumlah

30,002

58,711

Sumber : Sensus Ekonomi 2006, BPS Source : Economic Census 2006, BPS

334

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Table 8.1.3 Banyaknya Perusahaan/Usaha dan Tenaga Kerja Menurut Skala Usaha di Kabupaten Belu 2006

Skala Usaha (1)
01. Mikro 02. Kecil 03. Menengah 04. Besar 05. Tidak dapat diklasifikasikan

Perusahaan/Usaha

Tenaga Kerja

(2) 28,461 1,452 67 16 6

(3) 51,174 6,583 686 244 24

Jumlah

30,002

58,711

Sumber : Sensus Ekonomi 2006, BPS Source : Economic Census 2006, BPS

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

335

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Tabel / Volume Antar Pulau ke Luar Untuk 2 0
Volume

Jenis Komoditas (1) 01. Kacang hijau 02. Bawang putih 03. K o p r a 04. Ketumbar 05. Kemiri kupas 06. Sapi potong 07. Sapi bibit 08. Kerbau potong 09. Kulit sapi kering 10. Asam biji 11. Kacang tanah 12. Biji mente 13. Kopi biji 14. Asam Biji 15. Kemiri Kulit 16. Jagung Biji 17. K a y u 18. Kunyit 19. Biji Kapok 20. Kedele 21. Drum Kosong 22. Kayu jati olahan 23. Siri hutan 24. Maek 25. Mengkudu 26. Kulit jeruk 27. Besi Tua 28. Kulit sapi basah 29. Lainnya

Satuan

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

(2) ton ton ton ton ton Ekor Ekor Ekor ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton ton/m³ ton ton ton ton ton ton ton

(3)
88.81 37.00 162 3 13.08 119.46 128.44 491.10 23.00 13.44 36.19

(4)
90.11 91.46 445 12 10.75 40.15 15.84 84.33 344.57 2.16

(5)
167.5 365.775 445 12 20.95 40.00 92.50 112.32 171.18 295.00 60.00 619..098 5.04 200 23.01

(6)
21.475 78.52 69.40 659 19 2.25 34.48 206.46 303.00 92.32 152.271 13.38 35.96

(7)
25.7 114.98 2523 51 5.700 91.95 3.50 25.32 35.00 264.999 0.2 4.00 56.00

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency

336

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS

Table 8.1.4 Beberapa Komoditas di Kabupaten Belu 0 7
Volume Juni Juli Agst Sep Okt Nop Des Jumlah

(8)
25.00 60.88 11.56 2119 57 3.55 86.90 21.32 14.88 0.66 3.0 11.50 18.27

(9)
25.475 78.52 69.40 743 19 2.25 74.48 106.46 303.00 92.32 152.271 13.38 30.66

(10)
124.98 2523 51 5.700 91.95 3.50 35.00 164.999 0.2 4.00 33.00

(11)
43.76 145.95 2.50 2.80 3217 57 10.00 16.00 6.00 885.35 48.24 148.573 0.3 6.60 266.73

(12)
4.00 91.00 5.00 150.00 3948 165 8.50 500.00 3.00 7.50 665.00 59.60 914.30 2.50 148.04

(13)
123.40 10.10 30.00 1418 44 36.30 562.30 22.50 126.30 550.00 15.52 79.30 0.36 6.00 97.52

(14)
15.00 42.00 16.84 1146 20 3.50 300.00 4.50 20.00 334.60 123.00 0.40 3.60 31.10

(15)
160.41 1206.65 17.60 844.24 19348.00 510.00 122.53 1626.35 232.40 563.02 696.87 4241.62 405.88 2000.37 4.46 83.44 200.00 778.64

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

337

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Pengadaan Barang Strategis di Kabupaten Belu 2 0 Volume Jan (3) 570.00 54 79. Beras 02.00 64. Sarung tenunan 10.00 25.15 Mei (7) 1630.067 11 35 6. M o b i l 06. Sabun cuci 09.00 - Jenis Komoditas (1) 01. S e m e n 04. Seng atap 14. Benang tenunan 12.933 13.00 41.00 2000.00 Apr (6) 915.904 221.14 35.90 4900 1780.296 37030 990.30 6 7 0.00 200.00 3200.23 5. Jagung Satuan (2) ton ton ton ton Unit Unit M2 ton M2 ton ton ton Lembar ton Unit Unit Unit Unit ton Peb (4) 3322.273 1 1 16. Mesin jahit 17. Sepeda motor 07. Besi beton 05.00 4600. Tape recorder 20.018 3989. Gula pasir 03.381 11.97 9 50 1.78 100.00 21.851 27.32 - Mar (5) 1995.16 345.270 18.442 4 0. A s p a l 13.00 3450.14 70. Televisi 18. Minyak goreng 11.95 2212 1338.00 4000. Barang campuran 15.00 47.727 2.00 17.651 24900 1742. Radio tape 19.00 52 - Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu Source : Industry and Trade Service of Belu Regency 338 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tepung terigu 16. Tekstil 08.

49 92.23 5.00 69.00 974.5 Menurut Jenis Barang dan Bulan 0 7 Volume Juni (8) 1879.15 290.00 - Nop (13) 4239.00 19310.40 10 128 2 21.00 50.16 345.48 3.00 250.00 7.646 155.00 3000.00 196.34 2412 1365.15 Juli (9) 942.00 64.00 4358.28 1300 1342.00 - Jumlah (15) 23142.641 0.651 24900 1742.46 0.00 23 - Ags (10) 1630.00 62300 1768.31 0.00 257.00 41.00 52 - Sep (11) 2794.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Table 8.00 83.652 4 0.00 4990.458 9 65 0.00 0.00 370.79 2064.00 44198.30 13.17 81.00 17.00 650.78 100.89 159954.904 221.00 565.21 70.00 5200.30 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 339 .00 2800.946 49.1.308 82.97 9 50 1 27.00 76 - Okt (12) 2445.00 0.381 11.10 298.01 52.79 1218.00 175.00 200.00 5 13 1135.00 645.875 13.00 2200.00 13 21 3 1142.656 10.00 4400.851 27.13 279.00 - Des (14) 781.70 2.

PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. Juli 08. Juni 07. Oktober 11. Mei 06.314 1. Pebruari 03. April 05. Desember Tahun 2007 Sumber : Perum Dolog Source : PNS/POLRI/ TNI (2) 370 399 358 364 331 335 343 358 359 359 347 347 4. September 10.991 Pedagang/ Usaha Lainnya (4) 915 915 Jumlah (5) 370 1.176 340 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .6 Banyaknya Komoditi Beras yang Disalurkan menurut Kelompok Penggunaan dan Bulan Penyaluran di Kabupaten Belu 2007 (Ton) Bulan (1) 01. Nopember 12. Agustus 09.270 RASKIN (3) 819 589 596 622 434 534 392 250 755 4.177 953 927 957 777 892 751 609 1. Maret 04. Januari 02.1.102 347 10.

Perhotelan Hotels .

Tasifeto Timur 15. Laen Manen 09. and Beds by District 2006 . Malaka Tengah 06. Kakuluk Mesak 13. Lasiolat 17. Weliman 05. Lodgin gs (5) 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 0 0 16 2007 Kamar Rooms (6) 0 0 0 0 35 0 0 0 0 0 0 0 223 0 0 0 0 258 Tempat Tidur Beds (7) 0 0 0 0 59 0 0 0 0 0 0 0 426 0 0 0 0 485 (1) 01.1 Banyaknya Akomodosi Hotel/Losmen. Sasita Mean 07. Lodgin gs (2) 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 0 0 16 Kamar Rooms (3) 0 0 0 0 35 0 0 0 0 0 0 0 216 0 0 0 0 251 Tempat Tidur Beds (4) 0 0 0 0 59 0 0 0 0 0 0 0 417 0 0 0 0 476 Hotel. Raimanuk 10. Jumlah Kamar. Malaka Timur 08. Kota Atambua 14. Wewiku 04. Losmen Hotel. Tasifeto Barat 12.2.2007 2006 Kecamatan District Hotel. Malaka Barat 02. Raihat 16. dan Tempat Tidur Menurut Kecamatan Numbers of Hotel/Lodgings.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. Rooms. Lamaknen Kabupaten Belu Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 343 . Losmen Hotel. Kobalima 11. Rinhat 03.

Kobalima 11.PERDAGANGAN & PERHOTELAN / TRADE & HOTELS Tabel / Table 8. Lasiolat 17.407 0 0 0 0 0 0 0 11. Raihat 16.80 0 0 0 0 0 0 0 9. Wewiku 04.89 0 0 0 0 9. Sasita Mean 07. Raimanuk 10. Lamaknen Kabupaten Belu (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 629 0 0 0 0 629 (3) 0 0 0 0 1. Kakuluk Mesak 13. Tasifeto Timur 15.2 Banyaknya Tamu Menurut Kewarganegaraan dan Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar Numbers of Guest by Citizen and Average Occupancy Rate of Hotel 2007 Banyaknya Tamu Nuimbers of Guest Kecamatan District Jumlah Total WNA Foreigner WNI Indonesian Rata-Rata Tingkat Penghunian Kamar Average Occupanc y Rate (5) 0 0 0 0 5.333 0 0 0 0 12. Malaka Tengah 06.962 0 0 0 0 13.740 (4) 0 0 0 0 1.369 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 344 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Tasifeto Barat 12. Rinhat 03.407 0 0 0 0 0 0 0 11. Laen Manen 09. Kota Atambua 14.2. Weliman 05.32 (1) 01. Malaka Barat 02. Malaka Timur 08.

BAB / CHAPTER 9 Transportasi & Komunikasi Transportation & Communications .

282 unit pada tahun 2007 atau naik 4.90 Km (38.00 km (7.77 Km (22. Sedangkan untuk Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 347 . Dalam kurun waktu 2005-2007 jumlah beberapa jenis kendaraan bermotor tiap tahunnya selalu menunjukkan peningkatan. politik.02%. dan hankam di Kabupaten Belu.90 km (18.72%). Pada tahun 2005 jumlah kendaraan bermotor roda dua 15.928 unit pada tahun 2007 atau naik 32.95 Km (73. Kendaraaan roda empat atau lebih untuk angkutan penumpang (mikrolet dan bus) pada tahun 2005 sebanyak 1. jalan Propinsi 169.88 Km (38.98%).55 Km dengan perincian manurut status jalan sebagai berikut: jalan Kabupaten 689.095 unit dan meningkat tajam menjadi 19. Kendatipun panjang jalan tanah relatif masih cukup banyak namun cukup menggembirakan bahwa hampir semua desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Belu dapat dijangkau dengan kendaran umum.40%) dan jalan tanah sepanjang 156.83%) Dilihat dari aspek kualitas permukaan jalan dari panjang jalan keseluruhan tersebut di atas yang berkategori diaspal 510. Prasaran jalan merupakan media vital bagi kelancaran arus transportasi darat. Bila prasaran jalan sebagai urat nadi.88%) kerikil/ diperkeras 264.65%.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION TRANSPORTASI & KOMUNIKASI PERHUBUNGAN DARAT  Sebagai bagian dari sistem transportasi regional yang terpadu. maka sarana angkutan ibarat darah yang mengalir melewati jalur urat nadi tersebut. Sistem transportasi harus ditata sedemiakian rupa agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pedesaan dalam rangka mobilisasi barang material maupun manusia sebagai faktor produksi sehingga pada gilirannya dapat memperpendek jarak kesenjangan tingkat pembangunan dengan daerah perkotaan. kebudayaan. transportasi darat diharapkan tampil sebagai urat nadi kehidupan sosial.225 unit dan meningkat menjadi 1. Guna menopang kelancaran perhubungan darat di Kabupaten Belu sampai dengan akhir tahun 2007 telah dibangun jalan sepanjang 932.19%) dan jalan Negara 73.

Dari satusatunya pelabuhan laut di Kabupaten Belu yakni pelabuhan laut Atapupu sesuai data akhir tahun 2007 terdapat 532 kali kunjungan kapal yang semuanya berklasifikasi sebagai pelayaran nusantara. light truk. Sedangkan banyaknya muat barang lewat pelabuhan Atapupu pada tahun 2005 sebanyak 25.03%) dari tahun yang lalu. Kegiatan lalu lintas laut Kabupaten Belu yang tercatat adalah banyaknya kapal. PERHUBUNGAN LAUT  Wilayah Kabupaten Belu adalah daerah bukan kepulauan (daerah daratan) tapi perhubungan laut merupakan sarana yang cukup penting untuk menunjang aktivitas perekonomian daerah. Jumlah penumpang yang datang pada tahun 2006 sebanyak 2293 dan pada tahun 2007 tercatat sebanyak 3. volume bongkar muat barang dan jumlah penumpang. yang berfungsi sebagai kendaraan umum sebanyak 588 unit dengan perincian untuk angkutan penumpang 289 unit (naik 0.74%).88%) pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 turun lagi menjadi 15.370 ton (turun 23. dan sebaliknya lebih menjadi wilayah pasar hasil produksi dari Jawa dan daerah lainnya.995 ton menurun menjadi 19. Dengan volume bongkar jauh lebih tinggi dari volume barang yang dimuat menunjukkan bahwa hasil produksi Kabupaten Belu yang diantar pulaukan ke daerah lain masih sangat terbatas. Sedangkan yang berangkat pada tahun 2006 348 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .32%). Jumlah bongkar barang pada tahun 2005 sebanyak 88.786. Pelabuhan laut Atapupu terletak di Kecamatan Kakuluk Mesak dan kegiatan pelabuhan ini relatif ramai karena mempunyai jaringan angkutan laut yang sifatnya regular.007 orang (naik 31.70%) dan angkutan barang 299 unit (naik 6. Dari jumlah kendaraan roda empat atau lebih tersebut di atas. Volume bongkar terus bertambah. Volume bongkar barang lewat pelabuhan Atapupu pada tiga tahun terakhir perkembangannya cukup baik.99%) pada tahun 2006 dan pada tahun 2007 meningkat menjadi 106. menurun menjadi 84.6 ton (turun 23.646 ton (naik 20.72%.04%).830 ton (3.PENDUDUK & TENAGA KERJA / POPULATIONS & MAN POWER kendaraan angkutan barang (truk.330 ton. baik yang datang berangkat. dan pick up pada periode waktu yang sama mengalami peningkatan 14.

66% dan 2.37%. Jumlah pelanggan sampai akhir tahun 2007 sebanyak 3.   PERHUBUNGAN UDARA  Di Kabupaten Belu mempunyai satu pelabuhan udara yakni pelabuhan udara Haliwen.409 kg dan Rp 2.724 sambungan atau 87.505 buah atau 15.470 orang dan pada tahun 2007 tercatat 2.71% dan surat tercatat 1.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION sebanyak 1. nasional dan internasional sehingga arus informasi dan data dapat menjangkau seluruh dimensi ruang dengan baik dan lancar sebagaimana upaya yang telah dilakukan pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kompeten.577 buah atau 6.034 orang yang datang dan 1. POS DAN TELEKOMUNIKASI  Pembangunan pos dan telekomunikasi merupakan sarana yang amat penting mencakup jangkauan pelayanan regional.120 yang berangkat dibandingkan dengan tahun 2006 jumlah penumpang yang datang dan berangkat tercatat sebanyak 3. Sedangkan jumlah barang yang dipaketkan dan jumlah uang yang diweselkan melalui kantor pos ini masing-masing sebanyak 17.800 buah paket surat dengan rincian surat biasa 3.81%.154 orang yang terdiri dari 1.896.304 orang atau turun sebesar 34. Dari jumlah sarana kantor pos tersebut sepanjang tahun 2007 melayani pengiriman surat sebanyak 22. Pada tahun 2007 di Kabupaten Belu tercatat satu buah kantor pos dan 5 kantor pos pembantu. Dibandingkan dengan tahun lalu.92%.5%.431 orang atau naik 6.060.119 sambungan pelanggan dengan perincian sebagai berikut pemerintah 395 sambungan atau 12. Jumlah pesawat yang datang dan berangkat pada tahun 2007 sebanyak 98 kunjungan pesawat. Bila dibandingkan dengan tahun 2006. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 349 .00%. kilat 17. jumlah pelanggan telepon mengalami peningkatan sebesar 41. Meningkatnya permintaan akan jasa pos dan telekomunikasi sebagai konsekuensi logis dari adanya kemajuan pembangunan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.34% adalah pelanggan swasta dan perorangan.718 atau 77. Jumlah penumpang yang datang dan berangkat pada tahun 2007 sebanyak 2.000.Untuk sarana telekomunikasi pada tahun 2007 terdapat satu buah kantor BUMN.52%. pesawat yang datang dan berangkat tercatat 100 kunjungan sehingga mengalami penurunan sebesar 2. PT Pos dan Giro serta PT Telkom diharapkan mampu meningkatkan kinerja pelayanannya sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat tersebut.

2. Persentase Panjang Jalan di Belu Menurut Kondisi Jalan Tahun 2007 Rusak Berat 28.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Gambar 9.75% Rusak 17. Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenisnya Tahun 1998 .47% Baik 37.73% Sedang 16.04% Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Gambar 9.2007 20000 18000 16000 14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 Sepeda Motor Truck 2006 Sedan 2007 Sumber : Polres Belu 350 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .1.

TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Gambar 9.2007 60000 50000 40000 30000 20000 10000 0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Sumber : PT Telkom Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 351 . Banyaknya Pemasangan Jaringan Telepon oleh PT Telkom di Kabupaten Belu Tahun 1998 .3.

Perhubungan Darat Land Transportations .

67 - Jenis Kendaraan Type of Vehicles (1) 01.46 12. pick-up. dan sejenisnya/ bus. combi.440 35 376 - 2007 (3) 19.928 370 45 1. Ambulance 07. Jeep / salon station 03. traktor 06. Truck.20 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 355 . Sepeda motor / motor cycle 02. tangki. Bis.5 4.1.2007 Perubaha n (%) (4) 29.228 1.384 338 40 1.40 11.806 23. light truck. Lain .282 1.1 Banyaknya Kendaraan Bermotor di Kabupaten Belu Menurut Jenis Kendaraan Numbers of Motor Vehicles in Belu regency by Type of Motor Vehicles 2006. Sedan / car 04.605 38 465 - Jumlah / total Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 18.733 26.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. microbus 05.57 23.49 8.lain / others 2006 (2) 15.54 9. bis mini. Station Wagon 08.

450. Pelanggaran / delinquency 2006 (2) 3.000 2007 (3) 1.luka berat / seriously .401 1.20 -13.tilang .02 -63.000 Perubahan (%) (4) -47.29 -43.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.1.02 -31.802 477 1.83 . Korban .2007 Jenis Kendaraan Type of Vehicles (1) 01.180 145 179 29 79 71 246.03 -30.luka ringan / light 03.kecelakaan / accident 02.2 Banyaknya Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Belu Numbers of Delinquency and Traffic Accident in Belu regency 2006 .mati / death .800.71 -61.711 208 317 38 96 183 286.non tilang .53 -23.290 1. Kerugian (rupiah) Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 356 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .68 -17.

36 152.102 2007 (3) 3.A umum -BI . Surat ijin mengemudi / driving lisence -A .71 -83.77 Rincian (1) 01.B I umum . dan BPKB.355 3. STNK.40 -91.B II -C 02.708 352 37 141 79 3.091 5.003 245 3 140 13 2. yang dikeluarkan Resort Kepolisian Kabupaten Belu Numbers of Driving and Vehicles License Issued by Type 2006 -2007 Perubahan (%) (4) -19.54 -15.82 -26.602 3.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. STNK 03. BPKP Sumber : Resort Kepolosian Belu Source : Resort Police Office of Belu 2006 (2) 3.943 7.841 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 357 .01 -30.3 Banyaknya SIM.89 -0.1.

70 358 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .62 10. Bus Menutur Trayek di Kabupaten Belu 2006 .1.39 - Trayek (1) 01. Angkutan kota 02. Angkutan antar kota dalam propinsi 04. Angkutan antar kota antar propinsi 2006 (2) 72 138 77 - 2007 (3) 71 133 85 - Jumlah / total Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Belu 287 289 0. Angkutan pedesaan 03.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.39 -3.2007 Perubahan (%) (4) -1.4 Banyaknya Mobil.

TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9. Pick-up 04.5 Banyaknya Mobil Barang di Kabupaten Belu Menurut Jenis dan Sifat 2007 Sifat Umum (2) 29 255 11 4 Tidak Umum (3) 43 328 244 52 Jenis (1) 01. Truck 02. Tangki Jumlah (4) 72 583 255 56 Jumlah / total 299 667 966 Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 359 . Truck mini 03.1.

00 360 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .55 100.98 - Jumlah / total Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu 932.19 73.60 689.95 - Persentase (3) 7.6 Panjang Jalan Menurut Status Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Road Status in Belu Regency 2007 Status Jalan Road Status (1) Negara / state Propinsi / provicial Kabupaten / regency Lokal / local Panjang Length (2) 73.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION (kilometer) Tabel / Table 9.1.83 18.00 169.

54 100.00 73.88 38.1.95 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 361 .00 % (7) 38.18 0.60 169.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.02 3.00 100.7 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Type of Surface in Belu Regency 2007 Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road (kilometer) Jenis Permukaan Jalan Type of Surface (1) Aspal / asphalt Kerikil / grave Tanah / earth Lainnya / others Jumlah / total % (3) 100.60 (6) 268.40 22.28 264.00 100.00 (2) 73.75 689.00 (4) 169.00 % (5) 100.91 153.

8 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Condition in Belu Regency 2007 (kilometer) Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road Jenis Permukaan Jalan Type of Surface % (3) 89.93 % (7) 25.1.25 - % (5) 65.48 - (4) 110.85 123.95 100.56 34.87 22.31 155.73 17.14 Jumlah / total 73.52 7.65 235.00 169.00 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu 362 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .700 18.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.78 9.27 11.07 5.00 100.72 30.49 17.08 (1) Baik / good Sedang / moderate Rusak / damaged Rusak berat badly damaged (2) 65.00 689.60 100.75 10.40 (6) 175.

00 100.1.00 Sumber : Dinas Kimpraswil Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 363 .TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.95 100.00 100.00 % (5) % (7) (1) Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IIIA Kelas IIIB Kelas IIIC Tidak terperinci no stated Jumlah / total (2) 73.00 100.00 (4) 169.95 689.00 100.00 73.60 (6) 689.60 169.9 Panjang Jalan Menurut Kelas Jalan di Kabupaten Belu Length of Road by Class Road in Belu Regency 2007 (kilometer) Panjang Length Jalan negara State road Jalan Propinsi Province road Jalan Kabupaten Regency road Jenis Permukaan Jalan Type of Surface % (3) 100.

Perhubungan Udara Air Transportations .

Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 367 .120 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah Sumber : Kantor Pelabuhan Udara Haliwen.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.1 Jumlah Pesawat dan Penumpang Datang dan Berangkat di Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan Numbers of Aircraft and Passengers Arrival and Departures Via Haliwen Air Port by Month 2007 Pesawat Aircraft Datang Berangkat Arrivals Departures (2) (3) 9 7 8 9 9 7 9 9 4 13 7 7 98 9 7 8 9 9 7 9 9 4 13 7 7 98 Penumpang Passengers Datang Berangkat Arrivals Departures (4) (5) 193 81 44 68 123 58 95 109 22 106 63 72 1. Atambua Source : Haliwen Air Port Office.034 119 119 96 78 159 63 102 140 29 86 47 82 1.2.

Atambua Source . Bagasi.583 Pos Paket Muat Bongkar Load Unload (6) (7) 0 0 56 32 30 0 0 10 0 10 0 0 138 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Bulan / Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember /November Desember / December Jumlah Sumber : Kantor Pelabuhan Udara Haliwen.2 Banyaknya Bongkar Muat Barang.2.356 649 575 292 629 1.271 387 490 932 159 484 173 524 16.039 499 573 927 193 118 658 431 6. dan Pos Paket Lewat Pelabuhan Udara Haliwen Menurut Bulan Volume of Cargo Loaded/ Unloaded Via Haliwen Air Port by Month 2007 Barang (kg) Muat Bongkar Load Unload (2) (3) 0 0 0 0 0 0 0 45 0 0 0 0 45 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Bagasi (kg) Muat Bongkar Load Unload (4) (5) 738 838 890 470 10. Atambua 368 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Haliwen Air Port Office.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.

Perhubungan Laut Sea Transportations .

TRANPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.007 2.3.431 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 371 .1 Banyaknya Kunjungan Kapal dan Arus Penumpang di Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Numbers of Ship Visit and Passenger via Atapupu Port by Month 2007 Kunjungan Kapal Ship Visit (2) 26 47 46 39 43 37 41 44 52 56 64 37 Penumpang Passengers Datang Berangkat Arrivals Departures (3) (4) 94 120 193 30 76 155 542 520 179 578 275 245 94 53 174 70 145 175 401 282 216 319 318 184 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December Jumlah 532 3.

620 12.646 0 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office 372 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .597 2.168 Barang (ton) (3) 4.3.850 10.865 4.548 2.289 8.361 3.012 9.2 Banyaknya Bongkar BBM.114 9.173 13.501 3.608 10.986 8.834 8.729 Hewan (ekor) (4) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 40.204 106.170 4. Barang.810 3.602 3.261 6.617 2.458 3. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Volume of Cargo Loaded Via Atapupu Port by Month 2007 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December BBM (kiloliter) (2) 3.495 3.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.182 3.

304 2.370 21.567 439 1. Barang.236 1.303 Rumput (M3) (5) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 0 15.3.216 2.979 2.773 3.3 Banyaknya Muat BBM.485 1.526 1.223 996 3.282 0 Sumber : Kantor Pelabuhan Atapupu Source : Atapupu Port Office Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 373 .975 1.TRANPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.335 Hewan (ekor) (4) 267 281 1.268 2. dan Hewan Lewat Pelabuhan Atapupu Menurut Bulan Volume of Cargo UnLoaded Via Atapupu Port by Month 2007 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December BBM (kiloliter) (2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Barang (ton) (3) 710 477 1.272 1.048 647 1.223 2.102 1.

Pos & Telekomunikasi Post & Telecommunications .

718 Tercatat Registered Mail (4) 292 366 480 439 1. Pos Indonesia.197 4.1 Banyaknya Surat Yang dikirim lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan dan Jenis Surat Numbers of Postal Mailed by Triple-Month and Type 2007 Surat Yang Dikirim Postal Mailed Triwulan Biasa General Mail (2) 261 276 1.505 Kilat Express Mail (3) 4.4.729 17.558 3.433 4.001 6.087 6.726 22.800 (1) I II III IV Jumlah / total Sumber : PT.577 Jumlah Total (5) 4. Atambua Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 377 .359 4.410 1.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.986 5.

2007 (rupiah) Triwulan (1) I II III IV Jumlah / total 2006 (2) 239.000 673.060.309.000 1.616.141.604.200 2.000 Sumber : PT. Pos Indonesia.809.000 288.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.750.896.023.000 663.4.800 806.000 218.475.300. Atambua 378 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .337.000 2007 (3) 752.2 Banyaknya Uang Yang diweselkan lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 .000 276.

00 3.00 2.00 2007 (3) 409 5.841.4.929.188 10.409 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 379 .667.357 1.042.379.455 17. Atambua 2006 (2) 3.3 Banyaknya Barang yang Dipaketkan lewat Kantor Pos di Kabupaten Belu Menurut Triwulanan 2006 .00 14.00 5. Pos Indonesia.2007 (Kilogram) Triwulan (1) I II III IV Jumlah / total Sumber : PT.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.

119 3.724 2.724 2.4 Jumlah Sambungan Telepon Yang Disambung Menurut Jenis Pelanggan per Triwulan 2007 (Sambungan) Triwulan (1) I II III IV Pemerintah (2) 395 395 395 395 Swasta / Perorangan (3) 2.724 Jumlah (4) 3.4.119 3.119 Sumber : Kantor Cabang Telekomunikasi Atambua 380 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .724 2.119 3.TRANSPORTASI & KOMUNIKASI / TRANSPORTATION & COMMUNICATION Tabel / Table 9.

BAB / CHAPTER 10 Keuangan & Harga .Harga Financial & Prices .

943 milyar rupiah atau meningkat 51.95% dari total penerimaan memperlihatkan bahwa otonomi daerah masih dalam jargon politis.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES KEUANGAN & HARGA-HARGA KEUANGAN DAERAH  Dalam perencanaan anggaran dan belanja daerah. Pada tahun anggaran 2006 realisasi penerimaan APBD Kabupaten Belu 374. Seiring dengan tuntutan kebutuhan dan pembangunan pemerintah daerah untuk semakin menggairahkan aktivitas ekonomi dan sosial melalui pola pemberdayaan masyarakat. pemerintah pada umumnya cenderung menggunakan prinsip anggaran berimbang dan dinamis. Akibatnya dalam perencanaan anggaran publik pada waktu mendatang akan bergeser dari pola anggaran berimbang ke anggaran defisit. PAD hanya memberikan kontribusi sebesar 3.95%. lain-lain pendapatan yang sah 1. Dengan PAD yang terdiri dari komponen pajak daerah. retribusi daerah. Dari total penerimaan tersebut. Apalagi ada kesan bahwa masingmasing sektor institusi pelayananan publik berlombalomba mencari legitimasi politis pihak legislatif untuk mendapatkan anggaran yang lebih besar. maka keinginan untuk meningkatkan pengeluaran pemerintah semakin mendesak. Sedangkan secara finansial perlu upaya yang lebih keras dari pemda dan seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkannya. Berimbang berarti harus diusahakan keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran sedangkan dinamis berarti makin meningkatnya jumlah anggaran dan sumber pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga kemampuan untuk membiayai daerah sendiri semakin nyata sekaligus ketergantungan pada bantuan pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) semakin dikurangi.46%. laba BUMD dan penerimaan lain-lain yang hanya sebesar 3. Dari sisi pengeluaran dalam tahun anggaran 2006 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 383 .22% dari tahun anggaran sebelumnya.59%. sedangkan selebihnya masing-masing subsidi daerah otonom dan bantuan pembangunan pemerintah pusat atau dana perimbangan 94.

760 juta rupiah atau ratarata tiap anggota mempunyai simpanan sebesar 70.91 %. Dengan posisi pengeluaran pemerintah daerah yang di dominasi pengeluaran untuk belanja publik sampai 69.91 %.34%). Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . belanja bagi hasil dan bantuan keuangan 2.19 %. Jumlah anggota KUD sebanyak 15.113. KOPERASI  384 Koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional dan sebagai salah satu pelaku ekonomi yang memperoleh legitimasi formal dalam konstitusi.91% dari tahun anggaran 2005 dari jumlah pengeluaran belanja aparatur seperti belanja pegawai. belanja barang.118 rupiah.152 milyard rupiah (30. Karena itu secara konseptual koperasi harus mampu tampil sebagai penyelamat ekonomi rakyat dari ancaman badai ekonomi kapitalis yang mengandalkan kekuatan modal individual. dimana semua telah berbadan hukum.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES sebanyak 330. dan lain-lain sebesar 100.66% (229. lembaga koperasi terutama Koperasi Unit Desa (KUD) masih kalah bersaing bahkan mati suri karena keterbatasan Sumber Daya Manusia yang berwatak sosial.945 milyard rupiah tercatat pos pengeluaran yang menyedot dana paling tinggi adalah belanja Administrasi Umum 52.097 milyar rupiah atau meningkat 38. biaya pemeliharaan. belanja Operasi dan Pemeliharaan 20. Dibandingkan dengan tahun lalu.66% memperlihatkan bahwa komitmen pemerintah terhadap kepentingan masyarakat dalam bidang alokasi anggaran perlu ditingkatkan lagi pada waktuwaktu mendatang.945 milyar) adalah pengeluaran untuk belanja pelayanan publik. belanja perjalanan dinas.889 orang dengan total simpanan sebesar 1. Sementara 69.51 %. Pada tahun 2007 jumlah KUD di Kabupaten Belu sebanyak 14 unit dan 67 unit koperasi non KUD. Khusus untuk pengeluaran belanja publik sendiri yang berjumlah 229. belanja Modal 23.48 % dan belanja tidak terduga 0. Namun dalam operasionalisasinya. Hal ini diperparah dengan ulah segilintir pengusaha swasta yang sering memperalat koperasi untuk melegitimasi aktivitas terselubung dalam mengeruk keuntungan pribadi.

dan tembakau 3. solar. Secara parsial pada tahun 2007 tingkat inflasi tertinggi terjadi pada kelompok perumahan 30.50%. Sedangkan tingkat inflasi untuk pendidikan. transportasi dan komunikasi 0. makanan jadi.27%. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 385 . Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan dasar perhitungan laju inflasi dengan menjadikan Kota Atambua sebagai barometer fluktuasi harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Belu. naiknya harga struktur input barang import yang sangat rentan terhadap kurs mata uang asing. Gejala meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dikenal dengan istilah inflasi.06 % dan 10.59% pada tahun 2004 naik menjadi 16.52%) dengan jumlah simpanan 2.14% yang disebabkan oleh dampak krisis moneter dan krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997 dan mencapai momentum pada tahun tersebut. Untuk koperasi non KUD jumlah anggota 5. bensin.03% menyusul bahan makanan 7. Adapun laju inflasi umum yang terjadi berdasarkan akumulasi perubahan IHK per bulan di kota Atambua terhadap tujuh kelompok komoditas barang dan jasa 5. Pada tahun-tahun setelah itu tingkat laju inflasi berjalan fluktuatif karena manajemen perekonomian nasional masih ditandai dengan kebijakan kenaikan harga barang dan jasa strategis seperti listrik.05% pada tahun 2005 serta tahun 2006.110 juta rupiah (naik 29. dan tarif telepon yang terus mengalami penyesuaian harga sehingga pada gilirannya akan menaikan berbagai kebutuhan pokok karena barang-barang strategis tersebut mempunyai kaitan langsung dengan produksi dan distribusi.82%).74%. dan 2007 masing-masing dengan laju inflasi 7. Ada banyak faktor yang menyebabkan inflasi antara lain karena kapasitas permintaan terhadap suatu barang dan jasa melebihi volume persediaannya.754 orang (naik 32. minyak tanah. HARGA – HARGA  Harga merupakan tingkat nilai dari suatu barang atau jasa yang ditawarkan atau nilai perolehan atas barang dan jasa yang harus dibayar konsumen. sandang dan kesehatan 4. struktur ekonomi yang kurang seimbang dan tingginya jumlah uang yang beredar di tangan masyarakat.11%.19%. Karena itu upaya pencegahan inflasi harus berawal dari pengamatan yang cermat terhadap faktor penyebab utama inflasi di suatu wilayah.76%. rokok. rekreasi. dan olahraga adalah sebesar -0.02 %.807.KEUANGAN & HARGA-HARGA / FINANCIAL & PRICES jumlah simpanan anggota KUD menurun 8. Tingkat inflasi tertinggi di Belu pernah terjadi pada tahun 1998 sebesar 58.

00 10. Laju Inflasi Kota Atambua Menurut Bulan Tahun 2001 .1.2007 60 50 40 30 20 10 0 -10 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu 2007 Gambar 10. Laju Inflasi Kota Atambua Tahun 1998 .2.00 -2.00 6.00 4.00 8.00 2.2007 12.00 -4.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Gambar 10.00 2001 Sumber : BPS Kabupaten Belu J an Peb Mar Apr Mei J un J ul Ags Sep Okt Nop Des 2002 2003 2004 2005 2006 2007 386 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 0.

Keuangan Pemerintah Daerah Finance of The Regional Government .

PINJAMAN PEMERINTAH DAERAH PENERIMAAN DAERAH Sumber : Survei Keuangan Pemerintah Daerah Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 389 .000 28.066.590 374.792 354.437.4. BAGIAN PENDAPATAN ASLI DAERAH 2.1 Realisasi Penerimaan Daerah Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2006 ( rupiah) Jenis Penerimaan (1) 1.3. Pendapatan Asli Daerah yang Sah Lainnya 3.530.1.1.259.390. Bagian Laba Usaha Milik Daerah 2.060 20.560 2.701 6. Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi 3.594 5. Pajak Daerah 2.167.3. BAGIAN DANA PERIMBANGAN 3.659.986.637.2. TRANFER DARI DANA CADANGAN 6.000.000.435 2.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.791. Retribusi Daerah 2.000 5.643.811. Bagi Hasil Pajak dan Bagi Hasil Bukan Pajak 3.942. PENERIMAAN LAINNYA 5.4.295.605.500 303.589.487.1.169. BAGIAN SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN TAHUN LALU Jumlah (2) 14.704.348 597.489.2.085 2.447. Dana Alokasi Khusus (DAK) 4. Dana Alokasi Umum (DAU) 3.

Belanja Modal Bangunan Gedung 3.8. Belanja Pemeliharaan 2.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.925 5.456. Belanja Modal Alat-Alat Kantor 3. Belanja Modal Buku Perpustakaan 3. BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN 2.166. Belanja Barang dan Jasa 1.1.3.530. BELANJA MODAL 3.2.9. Belanja Modal Jaringan 3.7.986.585.2.5. Belanja Modal Tanah 3.1.6.711.281.4.612.109. Belanja Barang dan Jasa 2. Belanja Pegawai / Personalia 1.432.117 15. Belanja Modal Alat-Alat Angkutan 3.2. Belanja Pegawai / Personalia 2.150 - 390 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .329.4.000 221.739 5. Belanja Pemeliharaan 3.113.501.1.386 7. BELANJA ADMINISTRASI UMUM 1.4. Belanja Modal Pos Jaga Jumlah (2) 100.2 Realisasi Pengeluaran Pemerintah Daerah Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2006 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) A.766 8.503.920. BELANJA APARATUR DAERAH 1.373.879 77. Belanja Modal Alat-Alat Studio 3.503.622 4.3. Belanja Perjalanan Dinas 2. Belanja Modal Instalasi 3.539.299 10.1.497 4.521.107 52.152.591.746.3.505. Belanja Perjalanan Dinas 1.

BELANJA ADMINSTRASI UMUM 1.671. Belanja Pemeliharaan 2.346.944.094. Belanja Perjalanan Dinas 1.418.227.385.7. Belanja Modal Alat-Alat Kantor 3. Belanja Modal Tanah 3.317.500 6.4. Belanja Modal Jaringan 3.391 - Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 391 .885. BELANJA MODAL 3. Belanja Modal Alat-Alat Angkutan 3.931.2. Belanja Pegawai / Personalia 1.243 48.5.762.8.4.2 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) B.692.243 54. Belanja Barang dan Jasa 2.3. Belanja Modal Alat-Alat Besar 3.1.049.2.390 8.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Lanjutan / Continued Table 10. Belanja Pegawai / Personalia 2.3. Belanja Barang dan Jasa 1.500.6.086.723.108 8.776 3.9.176 1.554.723. Belanja Modal Alat-Alat Bengkel Jumlah (2) 229. BELANJA PELAYANAN PUBLIK 1.883. BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN 2.375 121.057 26.1.954. Belanja Perjalanan Dinas 2.1. Belanja Modal Bangunan Gedung 3. Belanja Pemeliharaan 3.2. Belanja Bangunan Air 3.226 108.4.274.198.308 6. Belanja Modal Instalasi 3.906.1.3.673.

2. Belanja Modal Alat-Alat Kedokteran 3. BELANJA BAGI HASIL DAN BANTUAN KEUANGAN 4. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Profesi 5.11.1./Kota 4.254 392 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Belanja Modal Alat-Alat Laboratorium 3.1.15. Belanja Modal Hewan 3.12. Belanja Modal Barang Bercorak Kebudayaan 3. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Kemasyarakatan 4.14.16.708.202.3.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Lanjutan / Continued Table 10.366. BELANJA TIDAK TERSANGKA 5.17.13. Belanja Modal Sarana Penunjang 4.413.500 Jumlah (2) 5. Belanja Modal Buku Perpustakaan 3. Belanja Modal Alat-Alat Studio 3. Belanja Modal Usaha 3. Belanja Bagi Hasil Pajak Kepada Pemerintah Kab.2 (rupiah) Jenis Pengeluaran (1) 3.1.4.10. Belanja Tidak Tersangka 426.097. Belanja Bagi Hasil Retribusi Kepada Pemerintah Desa 4.157 JUMLAH BELANJA DAERAH Sumber : Survei Keuangan Pemerintah Daerah Belu 330.

000.823.417 64.825.165 43. Pajak Bumi dan Bangunan 91.154.941.660 52.416.227 3.160 161.004 Sumber : Dinas Pendapatan Daerah Tk.523. Kobalima*) 11.244.177.811 6.543 42.742 62.358 4.692.469.976 7.822 3.417 64.217 42.825. dan Realisasi Penerimaan Pajak Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu 2007 Jumlah Wajib Pajak (2) 4.469.647.141.061 3.756 Realisasi Penerimaan Pajak (Rupiah) (4) 1.827.204.070.227.II Belu Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 393 .593 79.823. Malaka Timur 08.178.741.773 48. Lamaknen*) B. Raimanuk 10.143 102.498 21.761 464.723 31. Wewiku 04. Malaka Tengah 06.051 5. Malaka Barat 02.741.319 182.141.000 15. Tasifeto Barat*) 12.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.319 182.143 102. Tasifeto Timur 15. Kota Atambua*) 14.450 9.070.004 68.004 68.000 13.442 7.593 79.363 4.543 42.553.761 464.246 Target Penerimaan Pajak (Rupiah) (3) 1.163 89.944 46.742 62. Pajak Pertambangan Jumlah A + B A.661.273.133 5.011 4.3 Jumlah Wajib Pajak .000 2.553.647.756 Persentase realisasi (%) (5) 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 Kecamatan District (1) 01. Target.090 37.111 8.217 42.661. Raihat 16.244.773 48.004 15.416.000.160 161.177.289 7.827.692.273.941.165 43.178.978 2.523.204.227.178.1.944 46.723 31. Kakuluk Mesak 13.090 37.498 21.154. Lasiolat 17. Rinhat 03.490 13. Laen Manen 09. Weliman 05. Sasita Mean*) 07.660 52.178.

Koperasi Cooperative .

754 Simpanan Saving Deposits ( ribuan rupiah) (4) 923.000 261.1 Banyaknya Koperasi.608. KOPERASI LAIN-LAIN Jumlah 67 Sumber : Dinas Koperasi.110.167 1.311 476 526 376 898 5.354.505. Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Belu Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 397 .KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. KOPERASI PEMUDA 06.000 516. KOPERASI SIMPAN PINJAM 05. KOPERASI ABRI 03.000 497.000 2.576.000 605.807. KPN 02. KOPERASI PENSIUNAN 04. Anggota dan Simpanan Menurut Jenis Koperasi Numbers of Cooperative.000 (1) 01.416.2.651.000 2. KOPERASI SEKOLAH 07. Members and Saving Deposits by Kind of Cooperative 2007 Banyaknya Jenis Koperasi Koperasi Cooperativ e (2) 28 4 2 9 2 22 Anggota Members (3) 2.

531. Malaka Barat 02. Malaka Tengah 06.000 46.382. Rinhat 03.000 225. Lamaknen*) Kabupaten Belu Koperasi Unit Desa (KUD) (2) 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 14 Anggota Members (3) 1. Raihat 16.000 243.000 40.000 41. Kakuluk Mesak 13.000 40.884 Simpanan Saving Deposits ( Ribuan Rupiah) (4) 149. Tasifeto Barat*) 12.657 449 1. Tasifeto Timur 15. Malaka Timur 08.000 48.750. Lasiolat 17.000 102.675.404 4. Kota Atambua*) 14.427 545 396 608 1.206.547 585 1.2.927.568.000 1.558 1.253 15.411.810.000 Sumber : Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Belu Catatan : *) Termasuk kecamatan pemekaran 398 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Kobalima*) 11. Raimanuk 10. Anggota. Wewiku 04. Sasita Mean*) 07.2 Banyaknya Koperasi Unit Desa.455 1.113.000 56.741.000 9. Laen Manen 09. Weliman 05.760.699.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. Simpanan di Koperasi Unit Desa Menurut Kecamatan di Kabupaten Belu Numbers of Member and Saving deposits in Village Unit Cooperation by District 2007 Banyaknya Kecamatan District (1) 01.000 108.060.

Harga -Harga Prices .

64 128.82 369.00 587.72 461.22 662.09 2003 (3) 264.74 321.86 592.38 2006 (6) 313.23 345.78 75.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.00 142. Batik kasar / batik rata-rata / average 332.62 409.57 557.49 236.78 04.10 435.45 284.05 310.23 308.77 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 401 .16 2005 (5) 279.32 311.36 113.42 330.94 2007 (7) 133. Gula pasir / refined sugar 05.16 312.02 345.49 267.94 2004 (4) 261.99 98.63 335.97 333.3.01 243.40 543.19 428.00 652. Ikan asin / salted fish 03.31 260.14 269. Beras / rice 02.99 102. Minyak tanah / karosene 07.57 432.33 434. Garam hancur / salt 06. Minyak goreng / cooking oil 2002 (2) 256.05 373.15 344.09 239.24 265.42 126.2007 Komoditi Commodities (1) 01.90 312.92 678.16 178.11 333.58 280.72 256.68 331.75 336.1 Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Bahan Pokok di Kota Atambua Average of Indeks Price of 9 Essential Commodities in Kota Atambua 2002 . Tekstil kasar / textile 09.50 520.42 187.86 249. Sabun cuci / soap 08.92 441.99 585.

00 24.500.750.00 2.896.00 7.500.500.89 4.33 5.00 Ikan Asin / Kg (3) 19.00 7.00 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 402 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .896.000.00 7.033.896.00 24.89 rata-rata / average 4.000.000.67 Gula Pasir / Kg (5) 6.896.00 2.00 4.133.750.000.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Rata-Rata Bulanan Harga Eceran Sembilan Bahan Pokok Average retail Price of 9 Essential Commodities and 2 0 Beras / Kg (2) 4.000.00 7.00 25.00 2.988.00 7.750.896.00 25.00 2.750.00 21.588.89 5.67 7.00 7.750.67 7.000.00 21.00 2.896.00 23.000.00 6.000.000.83 2.00 6.00 6.00 2.00 Minyak Goreng / Botol (4) 7.00 6.850.766.000.000.56 6.500.500.500.750.67 4.750.00 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December 4.00 21.89 5.67 4.500.645.67 7.00 21.67 7.00 2.033.000.00 6.500.00 6.000.00 6.00 Garam Hancur / Kg (6) 2.750.750.750.896.67 7.00 2.00 4.00 24.988.00 6.00 24.750.000.500.00 2.500.00 6.750.750.750.188.00 6.500.00 6.000.000.00 2.835.188.000.75 23.33 5.00 2.896.67 7.500.000.33 5.000.

133.22 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 403 .500.00 127.500.500.00 33.00 148.500.750.400.00 Emas / Gram (13) 127.500.500.33 Textil Kasar / Meter (9) 9.00 5.00 137.92 9.166.67 2.666.67 2.56 32.825.500.00 10.500.500.67 1.500.950.00 9.40 9.000.00 33.00 5.500.00 127.30 6.00 9.00 148.866.00 186.825.00 5.722.00 33.00 9.3.00 9.850.000.866.00 1.00 6.00 9.00 1.400.00 5.666.00 5.00 216.00 9.00 9.00 1.253.350.00 5.00 9.818.350.00 9.00 6.000.00 4.300.00 9.666.33 5.166.135.000.825.00 33.950.300.450.00 Tepung Terigu / Kg (11) 4.00 5.00 9.67 1.00 6.500.500.67 1.00 10.00 Batik Kasar /lembar (10) 9.00 168.00 9.500.000.00 Semen / Sak (12) 32.00 10.708.00 32.000.00 1.850.00 5.554.00 6.00 4.00 5.00 168.00 11.400.00 1.500.00 32.875.972.00 9.00 4.000.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.67 1.00 156.135.500.350.030.00 32.300.825.00 6.750.00 32.000.2 dan Barang Srategis lainnya di Pasar Atambua Others Stratigies Commodities in Atambua Market 0 7 Minyak Tanah / Botol (7) 1.00 9.500.300.00 9.133.955.450.500.000.00 9.300.00 32.00 137.500.00 9.00 10.30 7.450.950.500.275.00 6.850.00 33.450.67 Sabun Cuci / Batang (8) 5.500.00 186.250.33 5.00 33.500.500.750.300.250.750.300.34 6.00 1.89 6.400.000.955.500.000.

47 176.81 179.16 178.47 176.61 Ikan Asin / Kg (3) 158.88 170.88 132.03 129.00 124.78 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 404 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .77 128.81 179.88 170.00 128.47 176.77 128.77 128.15 135.14 139.00 124.36 209.42 187.68 170.81 179.36 199.88 170.87 141.77 128.77 128.38 rata-rata / average 133.16 199.81 Gula Pasir / Kg (5) 124.00 124.36 199.42 126.14 137.81 179.88 187.77 128.00 124.47 179.53 Minyak Goreng / Botol (4) 176.93 135.38 141.77 Bulan (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Desember / December 122.81 179.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Rata-Rata Indeks Harga Sembilan Average Indeks Price of 9 Essential 2 0 Beras / Kg (2) 122.47 176.81 179.53 209.93 137.61 125.36 199.

00 75.56 105.36 113.00 100.67 116.67 138.00 75.59 120.96 126.91 Batik Kasar /lembar (10) 100.87 120.99 98.83 155.31 92.67 116.56 105.31 92.96 120.56 105.00 75.78 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 405 .44 107.31 92.00 105.00 100.56 Sabun Cuci / Batang (8) 101.00 75.44 107.00 75.00 75.44 111.67 116.56 75.56 180.00 100.3.74 101.00 Minyak Tanah / Botol (7) 116.56 155.14 Textil Kasar / Meter (9) 92.70 106.83 145.56 105.00 75.00 100.3 Bahan Pokok di Kota Atambua Commodities in Kota atambua 0 7 Garam Hancur / Kg (6) 75.74 101.31 107.99 102.87 120.44 107.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.00 75.89 145.31 92.00 142.56 105.00 75.87 120.56 180.31 92.00 75.00 75.70 118.89 138.74 106.00 100.31 92.

03 0.07 1.00 0.00 Bulan Month (1) Januari / January Pebruari / February Maret / March April / April Mei / May Juni / June Juli / July Agustus / August September / September Oktober / October Nopember / November Bahan Makanan (2) 1.20 Perumahan (4) 10.35 0.53 Sandang (5) 0.13 0.85 0.34 0.00 0.36 0.04 -0.14 0.30 0.50 3.04 0.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Inflasi Atambua Menurut Bulan Inflation Rate in Atambua 2 0 Makanan Jadi.50 0.17 3.56 0.91 0.16 0.00 0.45 1.54 1.31 3.02 0.44 0.37 6.05 2.00 0.11 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 406 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .00 1.00 0. Rokok.00 0. dan Tembakau (3) 1.00 0.63 1.76 30.77 1.04 0.27 0.00 0.06 0.00 1.03 4.46 1.00 -0.00 0.00 0.21 0.00 0.32 Desember / December Inflasi 2007 7.

00 0.51 5.00 Transportasi dan Komunikasi (3) 0.00 0.38 0.24 0.06 6.00 -0.00 0.81 10.32 4.06 8.00 0.00 0.00 0.55 7.00 0.00 0.43 6.16 0.92 8.00 ( persen ) Umum (4) 3. dan Olahraga (2) 0.06 0.00 0.00 0.3.00 0.39 3.00 0.00 -0.24 0.31 3.19 10.35 0.00 -0.00 0.00 0.06 0.27 0.56 0.74 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 407 .00 0.04 0.27 0.00 0.00 -0.4 dan Kelompok Kebutuhan by Month and Group 0 7 Pendidikan.61 4.00 4. Rekreasi.76 9.06 Kesehatan (1) 0.11 -0.00 0.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Table 10.00 0.

19 Umum 4. rekreasi.97 3.27 0.34 0.03 -46.35 3.13 0. Perumahan 4.61 3.00 0.00 30.81 76.06 0. Rokok & Tembakau 3.59 16.06 10.98 -2.74 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 408 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .03 6. Pendidikan.11 -0.71 30.03 0.32 0.96 2007 (7) 7. & Olahraga 7.13 57.75 -0. Transportasi & Komunikasi 2002 (2) 9.94 2006 (6) 20.98 -0.43 -2.99 5.5 Laju Inflasi Kota Atambua Inflation Rate in Kota Atambua 2002 .95 2.53 2004 (4) 11.11 76. Makanan Jadi.00 0.03 4.48 1.50 3.34 -0.38 6.75 2003 (3) -1. Kesehatan 6.76 -2.99 4.05 7.27 4.3.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.2007 Komoditi Commodities (1) 1. Minuman.76 -2.11 4.03 0. Bahan Makanan 2.12 0.79 2005 (5) 8. Sandang 5.11 6.

Januari 5.694 1.389 1.063 4.668.277 03. Oktober 11. April 05.121. Juni 07.819 1.942 1.698.263 2.987 1.753. Juli 08.3.744 21.730 Sumber : Pegadaian Pasar Baru Source : Pasar baru’s Pawnshop Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 409 .007. Nopember 12.883 4.070 4.809.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.721.270 57.641 4.293 1.695 4.765 4.447 1. Maret 04.531 5.822. Mei 06.809. September 10.802. Agustus 09.781 2.6 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Pasar Baru Emas/Pe Bulan rhiasan (Gram) (1) (2) 01.711.384 5.907 4.339 1.032 1.085 02.571 Mobil/ TV/Tape Tanah Motor (Buah) (Bidang) (Buah) (3) (4) (5) 14 11 10 16 10 11 3 10 4 20 6 9 124 23 37 31 17 25 25 24 28 20 27 22 21 300 - Bangu nan (Buah) (6) - Lainnya (7) - Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 1.770. Pebruari 5.809. Desember Tahun 2007 4.

615. Oktober 11.000 2.279. Desember Tahun 2007 Emas/Pe rhiasan (Gram) (2) 7. Agustus 09.000 2. Mei 06.492.375.185. April 05.268 6.517.311 7.386.000 2. September 10.000 2.401 7. Pebruari 03.219.406 7.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10.657 7.7 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Atambua Bulan (1) 01. Juli 08.000 2.171 146 Mobil/ TV/Tape Tanah Motor (Buah) (Bidang) (Buah) (3) (4) (5) 12 17 16 16 10 12 14 11 9 10 13 6 229 20 23 13 17 25 17 15 20 30 25 15 9 Bangu nan (Buah) (6) Lainnya (7) Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 2. Maret 04.3.205.582.781.604 7.000 2.727.749 7.000 Sumber : Pegadaian Atambua Source : Atambua’s Pawnshop 410 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .000 2.000 2. Januari 02.000 29.000 2.000 2.400 7.621.000 2. Nopember 12.834 7. Juni 07.030 87.048 7.463 6.

055.672 4. Juli 08. Januari 02.993 1. Agustus 09.065. April 05.061.197 4.231. Mei 06.193 1.116.746. Pebruari 03.344 5.956 14 1 2 1 1 2 2 3 1 1 44 1 2 9 4 1 2 6 2 3 4 6 4 Bangu nan (Buah) (6) Lainnya (7) Nilai Gadaian (000 Rp) (8) 1.703 4. Nopember 12.010 4.201 985.124.367 1.561 1. Juni 07.254.222 1. September 10.023 Sumber : Pegadaian Betun Source : Betun’s Pawnshop Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 411 .8 Banyaknya Barang dan Nilai Barang yang Digadai Menurut Jenis dan Bulan di Kabupaten Belu 2007 Cabang : Betun Bulan (1) 01.324 3.264 3.970 4.281 4.914 1. Desember Tahun 2007 Emas/ Mobil/ TV/Tape Tanah Perhiasan Motor (Buah) (Bidang) (Potong) (Buah) (2) (3) (4) (5) 4.737 4.185.147.KEUANGAN & HARGA – HARGA / FINANCIAL & PRICES Tabel / Table 10. Oktober 11.580 4.874 52.205. Maret 04.996 1.312.052 1.3.847 1.437 1.240 13.

BAB / CHAPTER 11 Pendapatan Regional Regional Income .

Sekalipun PDRB atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan yang cukup siginifikan yaitu 10. PDRB merupakan total nilai tambah barang dan jasa yang diproduksi dalam wilayah tertentu. Sementara itu. (tahun 2000) disebut sebagai PDRB harga konstan. kontribusi terbesar dalam perekonomian Kabupaten Belu berasal dari sektor pertanian (lihat tabel 11.1 memperlihatkan nilai PDRB atas dasar harga berlaku yang terus meningkat dalam kurun waktu 2005-2006.8%.66% (bandingkan dengan tabel 11. Sedangkan.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME PENDAPATAN REGIONAL PDRB ATAS DASAR BERLAKU DAN HARGA KONSTAN Pendapatan regional menggambarkan tingkat produksi dari suatu wilayah yang dicapai dalam suatu tahun tertentu termasuk perubahannya dari tahun ke tahun. sehingga mempunyai peranan penting dalam mengetahui tingkat kegiatan ekonomi dan kepesatan pertumbuhannya. sektor Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 415 . Tabel 11. apabila PDRB dihitung menggunakan harga yang berlaku pada tahun dasar.8% pada tahun 2006 atau menjadi 995. dalam satu tahun tertentu. Kondisi ini menunjukkan bahwa walaupun secara absolut rata-rata pendapatan masyarakat meningkat namun daya beli dari pendapatan tersebut masih tergolong rendah. namun nilai PDRB atas dasar harga konstan pada tabel 11. Dibandingkan tahun sebelumnya. kontribusi sektor pertanian tahun 2006 mengalami sedikit peningkatan. Apabila PDRB dihitung dengan menggunakan harga yang berlaku pada masing-masing tahun penghitungan disebut sebagai PDRB harga berlaku.024 milyar rupiah dan meningkat 10.10).3) sebesar 36%. STRUKTUR EKONOMI Bila diamati menurut sektor.146 milyar rupiah. dalam hal ini Kabupaten Belu.2 hanya bertumbuh sebesar 4. Pada tahun 2005 nilainya mencapai 898. Salah satu indikator penting dalam mengetahui pendapatan regional adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

62%. Kecilnya kontribusi jasa swasta mengindikasikan masih sangat terbatasnya aktivitas sektor jasa oleh kalangan swasta. persewaan. dan restoran yang memberikan share 14. Sektor perdagangan yang didominasi oleh sub sektor perdagangan besar dan eceran secara sederhana menggambarkan perputaran uang serta fluktuasi barang yang diperdagangkan yang berasal dari sektor pertanian. Hal ini tidak lepas dari kontribusi nilai tambah sektor-sektor vital Kabupaten Belu.66% pada tahun 2006 (lihat tabel 11. Sektor berikutnya yang tidak kalah penting dalam perekonomian Kabupaten Belu adalah sektor perdagangan.19%. Secara parsial. secara agregat perekonomian Kabupaten Belu bertumbuh sebesar 4. sementara pada tahun sebelumnya mencapai 16. dan yang terendah adalah sektor listrik dan air minum sebesar 0. sehingga apabila alokasi anggaran jasa pemerintah melalui DAU dan DAK mengalami goncangan maka dapat dipastikan akan sangat mempengaruhi aktivitas sektor jasa-jasa bahkan terhadap perekonomian secara keseluruhan. baik yang berasal dari produksi local maupun dari daerah lain. namun pada tahun 2006 mencapai pertumbuhan positif sebesar 4.24%. Bila dicermati secara parsial. Secara umum 416 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . setor keuangan. sector industri 1.67% pada tahun 2005.97%. Sektor-sektor ekonomi lainnya yang memberikan kontribusi terhadap PDRB masingmasing sektor pengangkutan dan komunikasi 7. serta penggalian di Kabupaten Belu.99% lalu turun menjadi 4. sektor pertanian mengalami pertumbuhan negatif sebesar 5. Pertumbuhan tertinggi pada tahun 2006 dicapai oleh sektor jasa-jasa yaitu sebesar 5.04%.88% sedangkan jasa swasta hanya 7. namun demikian. PERTUMBUHAN EKONOMI Pada tahun 2005. dan jasa perusahaan 4. pada sektor jasa-jasa didominasi oleh sub sektor pemerintahan umum yang memberikan share 17.98%.10).05% terhadap total PDRB.97% pada tahun 2006. sektor konstruksi 6.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME jasa-jasa memberikan kontribusi terbesar kedua dalam struktur perekonomian Kabupaten Belu sebesar 24.92%.91%.62%. sektor penggalian 3.17%. hotel. industri.

683 juta rupiah. sementara di sisi lain bila terjadi penekanan laju pertumbuhan penduduk maka akan mendorong lebih cepat perkembangan tingkat pendapatan perkapita.03%. Selain itu apabila peningkatan nilai nominal pendapatan perkapita masyarakat ternyata lebih banyak dikontribusi oleh meningkatnya harga balas jasa faktor-faktor produksi maka dapat dikatakan bahwa peningkatan pendapatan perkapita tersebut belum mendongkrak daya beli masyarakat secara riil. Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 417 . meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 2.484 juta rupiah (tabel 11. sekalipun angka pendapatan perkapita dijadikan sebagai indikator kesejahteraan namun belum mutlak menggambarkan penyebaran pendapatan pada setiap strata masyarakat. secara riil (pendapatan perkapita menurut harga konstan) pergerakannya perkapita penduduk Kabupaten Belu tergolong relatif kecil. maka secara nominal pendapatan perkapita akan bertambah dengan pesatnya.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME seluruh sektor PDRB menunjukkan laju pertumbuhan yang menurun (kecuali sektor pertanian) dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini memperlihatkan bahwa produktivitas penduduk Kabupaten Belu meningkat sebesar 2.03%.11). karena nilai pendapatan perkapita yang ada merupakan hasil bagi antara akumulasi nilai tambah dari seluruh strata ekonomi masyarakat (baik kaya maupun miskin) dengan total penduduknya. Apabila peningkatan produksi fisik barang dan jasa sekaligus diikuti dengan peningkatan indikator harga. PENDAPATAN PERKAPITA Angka pendapatan perkapita merupakan indickator yang paling sering digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan penduduk dalam suatu wilayah. yaitu meningkat hanya sebesar 2. Dengan demikian meningkatnya akumulasi nilai tambah dari aktivitas berbagai sektor ekonomi di satu sisi. Walaupun mengalami peningkatan. Pada tahun 2006 rata-rata pendapatan perkapita penduduk Belu mencapai 2.

000.00% 2.00% 4.2.000 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu 418 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .500.2006 10.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Gambar 11.000 1.000 500.000.000 2.00% -2.2006 2. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Belu Tahun 2000 .000 1.00% -6.00% 8.00% 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 Sumber : BPS Kabupaten Belu Gambar 11.00% 6. Pendapatan Perkapita Penduduk Kabupaten Belu Tahun 2000 .00% -4.1.500.00% 0.

Persentase Peranan Sektor – Sektor Terhadap Pembentukan PDRB di Kabupaten Belu Tahun 2000 . Pengangkutan.00% 20.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Gambar 11.00% 40. Keuangan dan Jasa-Jasa Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 419 .2006 100. Bangunan : Perdagangan.00% 0.00% 60.00% 50.00% 30.00% 80.00% 2000 2001 primer 2002 2003 sekunder 2004 tersier 2005 2006 Sumber : BPS Kabupaten Belu Keterangan : Primer Sekunder Tertier : Sektor Pertanian.00% 90. Listrik & Air Bersih. Pertambangan dan Penggalian : Industri Pengolahan.00% 10.00% 70.3.

061.37 140.934. rumah makan / restaurant 2005 (2) 320. PERTANIAN / AGRICULTURE a.40 25.78 0 389. tanaman perkebunan / farm non food crops c.682.15 52.&AIR BERSIH ELECTRICITY.034. perhotelan / hotels c. tanaman bahan makanan / farm food crops b.211. GAS.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.15 17.857.46 149. LISTRIK.78 2.87 2. kehutanan / foresty e.705. air bersih / water supply 5.817.718. restoran.28 134.406.244.28 644.569.07 0 289.22 1.06 31. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.50 29.05 18.952.09 65.743. PERDAGANGAN. listrik / electricity b.49 145.74 2.011.178.547.051.88 179.99 961. RESTORAN.1 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Current Market Prices 2005-2006 (juta rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.623. & HOTEL a. gas / gas c.42 16. GAS & WATER SUPPLY a. perikanan / fishery 2.90 674. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.764.31 894. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.06 144.86 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 421 .09 23.35 2006 (3) 358.016.244.31 2.955.44 127. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.76 152. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6.80 2.017.388.78 19.384.

72 22.667.959. pengangkutan jalan raya / road transport 3.62 8. swasta / private 1.53 2.466.920. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.57 177. pemerintahan umum / government b.63 20.308.121.36 63.18 329.929.53 320.00 32.47 0 237.156.75 0 49.64 898.884. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.722.94 0 12. sewa bangunan /building retail e. pengangkutan laut / sea transport 4. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 64.006. OWNERSHIP & BUSSINES a.517.635 422 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .228.866. bank / bank b.49 56. pengangkutan udara / air transport 6.54 8.10 11.1 (juta rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.025.221.11 248.915.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.53 158.90 36. angkutan rel 2.700. lembaga keuanagn non bank c. JASA .144. sosial kemasyarakatan / social & community services 2.80 61.17 29.957. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.889.370.47 0 13.864.90 0 45.722.93 221.146. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL. pengangkutan sungai.63 33.024. danau / inland water transport 5. komunikasi / communications 8.305.94 70.621.89 425.28 8. KEUANGAN.58 11.386.31 0 250.121. jasa perusahaan / bussines service 9. jasa penunjang keuangan d.84 995.492.57 10.59 45.33 2.184 2006 (3) 71.JASA / SERVICE a.04 351. angkutan / transportation 1.05 48.265.

restoran.87 13. tanaman perkebunan / farm non food crops c.558. & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. gas / gas c.2006 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. listrik / electricity b.065.09 1.727.962.625.44 109.66 2006 (3) 247.37 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 423 .76 104.88 1.14 6.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.33 6.84 1.05 28.755.754.26 1. RESTORAN.14 97.187.23 14.2 Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Gross Regional Product of Belu Regency by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005 .46 29. LISTRIK. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERTANIAN / AGRICULTURE a.90 310.289.42 15. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.10 87.318. GAS.493. GAS & WATER SUPPLY a.628. perikanan / fishery 2.998.93 537.73 0 214. perhotelan / hotels c.210.685. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.773.748.416.00 307.12 6.19 1.85 111. PERDAGANGAN.079.39 1.991.368.12 6.35 85. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. rumah makan / restaurant 2005 (2) 236. tanaman bahan makanan / farm food crops b.287.&AIR BERSIH ELECTRICITY. kehutanan / foresty e.32 525.37 14.533.57 90.634.370.83 0 206.205. air bersih / water supply 5.10 88.

47 105.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.160.76 43.57 296.53 588.81 21.823 2006 (3) 47.847.52 20.44 308. jasa penunjang keuangan d.31 4.286.422.74 5.024.137.144.247.88 0 216. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.481.85 407.338. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. JASA .17 0 34. lembaga keuanagn non bank c.040.794.838.12 16. jasa perusahaan / bussines service 9.56 41. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 45.12 615. pengangkutan laut / sea transport 4. KEUANGAN.83 157.913.695.90 98. swasta / private 1.58 5. pengangkutan sungai. OWNERSHIP & BUSSINES a.47 0 5.31 148. bank / bank b. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3.537.JASA / SERVICE a.38 3.711.82 0 209.07 382.055. pengangkutan udara / air transport 6.691.016.32 18.99 4. pengangkutan jalan raya / road transport 3.820.20 3.524.42 28.43 0 36. angkutan / transportation 1.70 52. angkutan rel 2.39 27. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.967.2 (Juta Rupiah) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.997.78 30.782. danau / inland water transport 5.926.438.059.949.12 28.66 2. pemerintahan umum / government b. sosial kemasyarakatan / social & community services 2.26 3.50 0 5.675 424 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .241.375.779.78 50. sewa bangunan /building retail e. komunikasi / communications 8.

27 2006 (3) 36.2006 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERDAGANGAN. tanaman bahan makanan / farm food crops b.59 13.30 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 425 .79 16. tanaman perkebunan / farm non food crops c. listrik / electricity b.48 0.17 2.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.00 0.66 0.04 15. LISTRIK. perhotelan / hotels c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. PERTANIAN / AGRICULTURE a.20 0.3 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 . & HOTEL a. perikanan / fishery 2.10 1.00 0.03 5.62 14.04 6. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.98 0. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. air bersih / water supply 5. gas / gas c.31 0. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. restoran.87 3.97 14.61 0.03 1.93 2. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. GAS.78 3.00 18.24 0.&AIR BERSIH ELECTRICITY.07 0.25 0. GAS & WATER SUPPLY a. rumah makan / restaurant 2005 (2) 35.25 0.10 1.22 0.57 14.71 16. kehutanan / foresty e.07 0.04 2. RESTORAN.

90 1. pemerintahan umum / government b.04 24. jasa perusahaan / bussines service 9.00 426 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .19 0.03 0.31 1.27 0.34 0. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. jasa penunjang keuangan d. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency 2005 (2) 7.26 0.65 17. swasta / private 1.3 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.97 5.92 17. lembaga keuanagn non bank c.00 1. ocial kemasyarakatan / social & community services 2.66 100.00 1. JASA – JASA / SERVICE a.01 4. sewa bangunan /building retail e.61 7. pengangkutan sungai. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. bank / bank b.03 2. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.03 0.04 24. OWNERSHIP & BUSSINES a.18 0.04 3. angkutan rel 2.44 0. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. pengangkutan udara / air transport 6.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.28 1.93 0.26 0.00 0. pengangkutan laut / sea transport 4.05 0.24 0.00 0.05 3. KEUANGAN.00 4. pengangkutan jalan raya / road transport 3.00 5.91 2.67 100.23 6. angkutan / transportation 1.29 6.40 0. danau / inland water transport 5. komunikasi / communications 8.04 3.88 7.00 2006 (3) 7.34 0.99 0.04 3.

RESTORAN.18 0.06 0.25 0.15 16. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d.4 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Percentage Distribution of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Prices 2005.47 1. gas / gas c. tanaman perkebunan / farm non food crops c. air bersih / water supply 5.01 1.34 18. rumah makan / restaurant 2005 (2) 40.81 14. GAS.2006 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1.04 4. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b.63 0. kehutanan / foresty e.03 4.00 0.39 18. PERDAGANGAN.08 1.51 0.51 1.00 0.05 0.89 14.&AIR BERSIH ELECTRICITY. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4.59 2.33 0. perikanan / fishery 2.09 2.21 0.90 14. tanaman bahan makanan / farm food crops b.25 0.30 0.01 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.67 14.05 0. & HOTEL a. listrik / electricity b.03 2006 (3) 40. perhotelan / hotels c. PERTANIAN / AGRICULTURE a.09 2. GAS & WATER SUPPLY a.13 17. restoran.32 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 427 . LISTRIK.22 0.

swasta / private 1.07 3.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.04 0.75 4. sewa bangunan /building retail e.92 0.52 4. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 2005 (2) 7. pengangkutan sungai.4 (persen) Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7.05 25. jasa perusahaan / bussines service 9.76 4. sosial kemasyarakatan / social & community services 2.51 0.04 0.49 100.00 428 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b.01 0.98 0.30 16.00 0. JASA .89 0.53 100.00 5. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.86 0. pengangkutan udara / air transport 6. KEUANGAN.00 0.06 3. pengangkutan laut / sea transport 4. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. jasa penunjang keuangan d.62 17. bank / bank b.78 8.00 2006 (3) 7. OWNERSHIP & BUSSINES a. danau / inland water transport 5. angkutan / transportation 1.91 0. komunikasi / communications 8.00 0.JASA / SERVICE a.86 0.05 25.75 6.66 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3.85 0.00 0.00 5.87 0.89 0.73 6. angkutan rel 2.54 0. lembaga keuanagn non bank c. pemerintahan umum / government b.51 0. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL.69 2.98 0.05 8.57 5.93 0.53 0.

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel 11.5 / Table 11.5 Index Berantai Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Chained Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005 - 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 96.87 82.64 124.35 112.31 132.00 120.39 144.90

2006 (3) 111.71 118.10 111.95 104.88 107.46 105.69 107.36

134.14

108.08

121.17 119.76 0.00 131.62 124.26 119.71 119.86 149.80 107.32

107.25 103.21 0.00 126.57 126.57 103.48 103.39 104.65 107.64

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

429

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.5

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS – Statistics of Belu Regency

2005 (2) 128.74 126.25 0.00 123.34 115.97 0.00 110.39 149.93 147.66 136.04 134.14 148.50 0.00 130.31 112.38 132.50 135.12 126.37 120.21 121.82 132.61 115.19

2006 (3) 110.21 109.38 0.00 109.53 113.91 0.00 105.44 107.37 115.66 108.22 109.65 106.46 0.00 107.48 106.42 112.02 112.50 110.84 110.92 108.65 110.79 110.82

430

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.6 Index Berantai Produk Domestik Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Chained Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant Market 2000 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 94.33 79.02 111.29 107.78 111.50 119.12 104.02

2006 (3) 104.62 107.29 107.07 102.17 102.29 102.98 102.15

108.02

102.96

105.24 106.66 0.00 97.15 105.28 105.12 105.15 124.99 101.32

102.63 102.40 0.00 104.08 102.97 103.06 103.10 101.16 101.49

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

431

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.6

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 114.42 113.96 0.00 112.79 128.41 0.00 127.75 113.26 118.90 118.05 124.96 115.43 0.00 102.62 108.13 120.87 121.09 120.45 118.85 121.14 122.74 104.99

2006 (3) 104.90 104.77 0.00 104.85 103.99 0.00 103.15 104.69 106.17 105.38 107.04 103.68 0.00 101.73 104.22 105.97 106.34 105.26 106.49 106.61 103.51 104.66

432

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.7 Index Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Belu Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Development Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 143.36 130.99 285.78 142.15 252.06 182.11 497.90

2006 (3) 160.14 154.70 319.93 149.09 270.87 192.47 534.55

362.06

391.31

179.58 191.44 0.00 126.56 179.73 191.10 191.75 352.82 149.07

192.59 197.58 0.00 170.31 227.48 197.74 198.25 369.21 160.45

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

433

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.7

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 208.20 195.91 0.00 182.53 137.43 0.00 211.59 407.17 351.12 298.64 290.37 368.55 0.00 272.91 155.94 311.51 313.79 305.95 239.18 233.64 412.22 196.27

2006 (3) 229.47 214.27 0.00 199.92 156.56 0.00 223.10 437.17 406.11 323.17 318.38 392.35 0.00 293.33 165.95 348.97 353.01 339.11 265.29 253.84 456.70 217.49

434

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.8 Index Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Development Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Constant Market 2000 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 105.62 84.11 170.46 121.81 148.06 160.21 103.02

2006 (3) 110.50 90.25 182.51 124.44 151.45 164.98 105.23

126.64

130.39

119.54 126.10 0.00 90.19 99.39 116.36 116.47 168.13 106.62

122.68 129.13 0.00 93.87 102.34 119.92 120.09 170.09 108.21

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

435

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.8

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a. angkutan / transportation 1. angkutan rel 2. pengangkutan jalan raya / road transport 3. pengangkutan laut / sea transport 4. pengangkutan sungai, danau / inland water transport 5. pengangkutan udara / air transport 6. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. komunikasi / communications 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL, OWNERSHIP & BUSSINES a. bank / bank b. lembaga keuanagn non bank c. jasa penunjang keuangan d. sewa bangunan /building retail e. jasa perusahaan / bussines service 9. JASA - JASA / SERVICE a. pemerintahan umum / government b. swasta / private 1. sosial kemasyarakatan / social & community services 2. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS - Statistics of Belu Regency

2005 (2) 145.93 143.07 0.00 139.77 183.26 0.00 186.70 146.89 179.15 181.46 235.94 167.18 0.00 110.51 140.05 209.55 196.03 242.50 231.27 227.99 260.42 128.63

2006 (3) 153.09 149.89 0.00 146.55 190.56 0.00 192.58 153.78 190.21 191.21 252.56 173.33 0.00 112.42 145.96 222.07 208.45 255.25 246.28 243.06 269.56 134.62

436

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.9 Index Implisit Produk Domestik Bruto Kabupaten BeluAtas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Implisit Index of Gross Domestic Product by Industrial Origin at Current Market Prices 2005- 2006

Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 1. PERTANIAN / AGRICULTURE a. tanaman bahan makanan / farm food crops b. tanaman perkebunan / farm non food crops c. peternakan & hasil-hasilnya / livestock & products d. kehutanan / foresty e. perikanan / fishery 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN MINNING & QUARRYING 3. INDUSTRI PENGOLAHAN MANUFACTURING INDUSTRIES 4. LISTRIK, GAS,&AIR BERSIH ELECTRICITY, GAS & WATER SUPPLY a. listrik / electricity b. gas / gas c. air bersih / water supply 5. BANGUNAN / CONSTRUCTIONS 6. PERDAGANGAN, RESTORAN, & HOTEL a. perdagangan besar & eceran / wholesail & retail trade b. perhotelan / hotels c. restoran, rumah makan / restaurant

2005 (2) 135.73 155.73 167.65 116.70 170.25 113.67 483.32

2006 (3) 144.92 171.42 175.30 119.80 178.85 116.66 507.99

285.89

300.12

150.23 151.81 0.00 140.33 180.84 164.24 164.63 209.85 139.82

156.99 153.01 0.00 181.43 222.28 164.90 165.09 217.07 148.28

Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008

437

00 113.72 104.56 438 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 . pengangkutan laut / sea transport 4.99 164.00 136.65 160. KEUANGAN.19 195.00 260.92 113.42 102.14 169. OWNERSHIP & BUSSINES a.15 0.00 115. angkutan / transportation 1.86 107. PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN FINANCIAL. Jasa penunjang angkutan / service allied to transport b. bank / bank b.85 284.29 2006 (3) 149.67 136. pengangkutan sungai.28 213.36 0. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI TRANSPORTATIONS & COMMUNICATIONS a.00 0.96 111. sosial kemasyarakatan / social & community services 2.93 0.42 82.33 277. jasa perusahaan / bussines service 9. perorangan & RT / personal & household services PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .35 148.29 152.48 158.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Lanjutan / Continued table 11.Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 2005 (2) 142. swasta / private 1. pemerintahan umum / government b. komunikasi / communications 8.69 157.36 226.07 126.00 130.51 169.42 161.17 103. hiburan & rekreasi / amusement & recreation services 3. pengangkutan udara / air transport 6. lembaga keuanagn non bank c.9 Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 7. danau / inland water transport 5.95 0. JASA .00 246.01 126.58 123.JASA / SERVICE a.06 220.45 0.90 142.35 132. angkutan rel 2.60 75.44 169. sewa bangunan /building retail e. jasa penunjang keuangan d. pengangkutan jalan raya / road transport 3.

24 2.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11. Listrik. Persewaan & Jasa Perusahaan Financial.90 18. Pertanian Agriculture 2.Restoran&Hotel Trade.87 5. Gas & Water Supply 5.66 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 439 .97 Pertumbuhan Ekonomi / Economic Growth Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .67 2006 (5) 4. Bangunan Construction 6.63 5.10 Pertumbuhan Ekonomi Menurut Sektor Kabupaten Belu Regional Economic Growth by Sector 2005 .15 8.Restaurant & Hotels 7. Industri Pengolahan Manufacturing Industries 4.12 3.2006 (persen / Percent) Sektor Sector (1) 1.62 4. Pertambangan & Penggalian Minning & Quarrying 3.99 4. Ownnership & Bussines 9.97 5. Jasa-Jasa Service 2005 (4) -5.Gas & Air Bersih Electricity.42 4.Statistics of Belu Regency Keterangan : )* Angka sementara 4.02 2.96 5.28 2.06 14. Perdagangan.38 20. Keuangan.02 2.05 5. Pengangkutan&Komunikasi Transport&Communication 8.

2006 ( ribuan rupiah) Tahun Year (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .683.756 1.641 2.499.444 2.877 440 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 .PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.642.975.Statistics of Belu Regency Pendapatan Per Kapita Income Per Capita (2) 1.483 1.484.901.253.170 2.11 Rata-Rata Pendapatan Per Kapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Berlaku Population Average Per Capita Income at Current Market prices of Belu Regency 2000 .826 2.

896.048 1.195 Kabupaten Belu Dalam Angka / Belu Regency in Figures 2008 441 .661.PENDAPATAN REGIONAL / REGIONAL INCOME Tabel / Table 11.571 1.756 1.696.346 1.12 Rata-Rata Pendapatan Per Kapita Penduduk Kabupaten Belu atas Dasar Harga Konstan 2000 Population Average Per Capita Income at Constant 2000 Market Price Belu Regency 2000 .545 1.747.2006 ( ribuan rupiah) Tahun Year Pendapatan Per Kapita Income Per Capita (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu Source : BPS .Statistics of Belu Regency (2) 1.628.642.818.488 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful