Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Sasaran Target Waktu Hari / Tanggal Tempat Penyuluh

: : Penyakit Diare pada Anak : Perawatan Penyakit Diare pada Anak : Pengunjung / Keluarga klien di Poliklinik Penyakit Anak RS. Dr Sarjito Yogyakarta : Pengunjung / keluarga klien : 30 menit : Sabtu, 8 Nopember 2003 : Ruang tunggu Poliklinik Penyakit Anak RS Dr Sarjito Yogyakarta Mahasiswa Tahap Profesi Ners PSIK FK-UGM Yogyakarta LATAR BELAKANG Berdasarkan kajian & analisa dari beberapa survei yang dilakukan, angka kesakitan diare pada semua golongan umur pada saat ini adalah 280/1000 penduduk. Pada golongan Balita episode diare adalah 1,5 kali per tahun. Angka kematian diare yang didapat dari Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT 1995) bila diproyeksikan pada penduduk Indonesia, setiap tahunnya terdapat 112.000 kematian pada semua golongan umur (54/100.000 pendududk) pada balita terjadi 55.000 kematian (2,5 per 1000 balita). Secara global ada dua tujuan pokok program P2 Diare, yaitu mencegah kematian karena diare dan mencegah agar tidak sakit diare. Upaya pencegahan yang efektif melalui peningkatan kegiatan komunikasi Informasi Edukasi (KIE) serta menggerakkan peran serta masyarakat secara aktif. masyarakat, terutama melaksanakan pencegahan yang efektif. tatalaksana Sebagai sasaran utama KIE adalah diare dengan benar dan kegiatan ibu yang mempunyai balita agar dapat

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Setelah mendapatkan penyuluhan selama 30 menit tentang perawatan diare pada anak, peserta penyuluhan dapat mengerti, menghayati dan melaksanakan hidup sehat melalui pendekatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) sehingga kesakitan dan kematian diare dapat dicegah. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah mendapatkan penyuluhan satu (1) kali diharapkan Peserta penyuluhan mampu : 1. Menjelaskan pengertian Diare 2. Menjelaskan Penyebab Diare dan Epidemiologi Diare 3. Menjelaskan pencegahan penyakit diare 4. Menjelaskan penderita diare 5. Menjelaskan diare di rumah 6. Mendemonstrasikan cara pembuatan oralit dan LGG (larutan gula garam) METODE Ceramah, demonstrasi dan tanya jawab MEDIA Leaflet dan alat peraga KISI-KISI MATERI 1. Pengertian Penyakit Diare 2. Penyebab Diare dan Epidemiologi Diare 3. Pencegahan penyakit diare 4. Prinsip tatalaksana penderita diare Tatalaksana penderita Prinsip tatalaksana

5. Tatalaksana penderita diare di rumah 6. Cara pembuatan oralit dan LGG (larutan gula garam) PENGORGANISASIAN N o 1. KEGIATAN Pendahuluan - Menyampaikan salam - Menjelaskan tujuan - Apersepsi Penyampaian materi a. Menjelaskan dan menguraikan materi ttg: -Pengertian Diare -Penyebab Diare -Pencegahan penyakit diare - Menanyakan hal yang belum jelas -Tatalaksana penderita diare di diare rumah b.Mendemonstrasikan pembuatan c.Memberikan peserta bertanya d.Menjawab penyuluhan 3. Penutup pertanyaan yang peserta berkaitan - Menanyakan 7 menit oralit dan (larutan gula garam) kesempatan pada untuk penyuluhan cara LGG - Memperhatikan jawaban penyuluh -Prinsip tatalaksana penderita Diare dan Epidemiologi - Memperhatikan penjelasan dan demonstrasi dengan cermat RESPON KELUARGA - Membalas salam - Memperhatikan - Memberikan respon 20 menit WAKT U 3 menit

2.

dengan materi yang belum jelas

Tanya jawab (Evaluasi) Menyimpulkan hasil materi kontrak waktu selanjutnya Mengakhiri kegiatan (Salam)

hasil yang belum jelas dan menjawab pertanyaan - Menjawab salam penutup

SETTING TEMPAT Duduk berhadapan antara penyuluh dengan peserta penyuluhan SUSUNAN ACARA PELAKSANAAN 1. PendahuluanPenyampaian Materi 3. Penutup METODE EVALUASI Menanyakan pada peserta penyuluhan tentang : 1. Pengertian Penyakit Diare 2. Penyebab Diare 3. Pencegahan penyakit diare 4. Prinsip tatalaksana penderita diare 5. Tatalaksana penderita diare di rumah 6. Cara pembuatan oralit dan LGG (larutan gula garam) REFERENSI Depkes RI , 2000, Pelaksanaan Program P2 Diare, Depkes RI, Jakarta Anonim, 1985, Ilmu Kesehatan Anak, FK-UI, Jakarta Depkes RI, 1998, Manajemen Terpadu Balita Sakit, Depkes RI, Jakarta Greenberg CM, , Nursing Care Planning Guides For Children, California State Univercity, California. Diare dan Epidemiologi

MATERI PENYULUHAN 1. Pengertian Penyakit Diare

Diare

adalah buang air besar dengan konsistensi lembek /cair

bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering dari biasanya ( biasanya lebih dari 3 kali dalam sehari). 2. Penyebab Diare Penyakit diare dapat disebabkan oleh : a. Infeksi oleh karena Penyebaran kuman yang menyebabkan diare Kuman penyebab diare biasanya menyebar melalui fecal oral antara lain melalui makanan / miniman yang tercemar tinja dan atau kontak langsung dengan tinja penderita. b. Malabsorsi : Gangguan dalam pencernaan makananan c. Alergi makanan dan keracunan makanan d. Imunodefisiensi menurun) Keadaan ini biasanya berlangsung sementara setelah infeksi virus (campak) dan mungkin berlangsung lama seperti pada penderita AIDS e. Faktor lingkungan dan perilaku 3 . Klasifikasi Diare sbb : a. b. c. Diare akut : jika kurang dari 1 minggu Diare Persisten : jika diare 14 hari atau lebih Diare dengan tinja bercampur darah(disentri) 4. AKIBAT DAN TATALAKSANA DIARE Akibat dari diare yang terus menerus adalah kekurangan cairan ( dehidrasi ). Tanda-tanda Dehidrasi Berat : / imunosupresi(kekebalan

Letargis atau tidak sadar Mata cekung Tidak bisa minum atau malas minum Cubitan kulit perut kemblinya sangat lama.

Tanda-tanda Dehidrasi ringan/sedang : Gelisah,rewel/mudah marah Mata cekung Haus,minum dengan lahap Cubitan kulit perut kembalinya lambat

Tanpa dehidrasi : tidak ditemukan tanda-tanda seperti diatas Penanganan Dehidrasi Ringan : a. Beri cairan tambahan (sebanyak anak mau) ASI tetap diberikan bagi anak yang masih menyusu Oralit Larutan gula garam Cairan makanan( air tajin,kuah sayur atau air matang) b. Lanjutkan pemberian makan c. Pergi ke pusat pelayanan kesehatan Penanganan Dehidrasi Sedang/Ringan: a. Pemberian b. Pemberian cairan Oralit tambahan intensif seperti selama penanganan dehidrasi ringan secara periode 3 jam c. Ulangi penilaian dan klasifikasikan derajat dehidrasinya. Penanganan Dehidrasi Berat : Rujuk segera ke pusat pelayanan kesehatan untuk pengobatan IV Penanganan Dire persisten dan Disentri

Lakukan rehidrasi bila terjadi dehidrasi Pemakaian Antibiotik sesuai anjuran dokter a. Meningkatkan pemberian ASI b. Memperbaiki pendamping ASI c. Menggunakan air bersih yang cukup d. Mencuci tangan dengan sabun e. Menggunakan jamban yang benar f. Membuang tinja bayi dan anak-anak yang tepat g. Imunisasi campak pemberian makanan

5. Pencegahan penyakit diare

6. Prinsip tatalaksana penderita diare a. Mencegah terjadinya dehidrasi Mencegah terjadinya dehidrasi dapat dilakukan mulai dari rumah dengan memberikan minuman lebih banyak cairan rumah tangga yang dianjurkan, bila tidak mungkin berikan air matang b. Mengobati Dehidrasi Bila terjadi Dehidrasi (terutama pada anak), penderita harus segera dibawa ke petugas kesehatan atau sarana kesehatan untuk mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat c. Memberi makanan Berikan makanan selama serangan diare untuk memberikan gizi pada penderita terutama anak agar tetap kuat dan tumbuh serta mencegah berkurangnya berat badan. Anak yang masih minum ASI harus lebih sering diberi ASI. Anak yang minum susus formula diberikan lebih sering dari biasanya. Anak usia 6 bulan atau lebih termasuk bayi yang telah mendapatkan makanan padat harus diberikan makanan yang mudah dicerna sedikit-sedikit tetapi sering. Setelah diare

berhenti,pemberian ekstra makanan diteruskan selama 2 minggu untuk membantu memulihkan berat badan anak d. Mengobati masalah lain Apabila diketemukan penderita diare disertai dengan penyakit lain, maka diberikan pengobatan sesuai indikasi, dengan tetapmengutamakan rehidrasi. Tidak ada obat yang aman dan efektif untuk menghentikan diare. 6. Cara pembuatan oralit dan LGG (larutan gula garam) Cara pembuatan dan pemberian oralit adalah sebagai berikut : -Sediakan air matang 1 gelas (200 cc) dan campurkan 1 bungkus oralit untuk ukuran air 200 cc kemudian aduk sampai larut -Berikan sesendok teh tiap 1-2menit untuk anak dibawah umur 2 tahun -Berikan beberapa teguk dari gelas untuk anak lebih tua -Bila anak muntah, tunggulah 10 menit,kemudian berikan cairan lebih lama (misalnya sesendok 2-3 menit) -Bila diare berlanjut setelah oralit habis, berikan cairan lain seperti dijelaskan atau ke petugas kesehatan untuk mendapatkan oralit. -Berikan oralit setiap habis BAB dengan jumlah sebagai berikut : Tabel : Pemberian oralit setiap BAB sesuai umur UMUR < 1 tahun 1-4 tahun > 5 tahun Dewasa Jumlah oralit yang diberikan tiap BAB 50-100 ml 100-200 ml 200-300 ml 300-400 ml

Cara pembuatan Larutan Gula Garam, sebagai berikut : sediakan air matang 200 cc ( 1 gelas) tambahkan gula pasir 1 sendok makan dan garam sepucuk sendok teh Kemudian aduk sampai larut