Anda di halaman 1dari 10

Khasiat dari sulfadiazin

Secara universal golongan sulfonamide seperti sulfadiazine dikenal sebagai antibiotik. Sulfadiazin menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur termasuk spesies yang telah resisten terhadap sulfonamide khususnya Ag-sulfadiazin. Ag-sulfadiazin juga digunakan untuk mengurang jumlah koloni mikroba dan mencegah infeksi luka bakar akan tetapi tidak dianjurkan untuk pengobatan luka yang besar dan dalam.

Mekanisme kerja umum dari sulfadiazine sebagai antibakteri adalah protozoa dengan menbentuk kompleks Zn(II) - sulfadiazin dimana sulfadiazin terkoordinasi secara bidentat terhadap atom pusat Zn2+ melalui atom NH sekunder dan N tersier.

Mekanisme kerja dari obat Ag-sulfadiazin yaitu Ag dilepaskan secara perlahan - lahan sampai mencapai kadar toksik yang selektif terhadap mikroba. Ag hanya sedikit diserap tetapi sulfadiazine dapat mencapai kadar terapi bila permukaan yang diolesi cukup luas. Umumnya sulfadaiazin tersedia dalam bentuk krem

Sulfadiazin juga berkhasiat terhadap disentri basil

Trimethoprim 16 mg / ml dan Sulfametoksazol 80 mg / ml untuk infus IV di mlvials 5, 10, 20 dan 30

Trimethoprim (TMP) Sulfametoksazol (SMX)


Antibiotik Kelas:

( PDF Version )

Antibiotik (kombinasi trimetoprim dan sulfonamida dalam rasio 5:1) Antimicrobial Spectrum: Streptococcus pyogenes, Streptococcus agalactiae, Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Listeria monocytogenes, Nocardia asteroid, Mycobacterium fortuitum, Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Salmonella typhi, Salmonella enteritidis, Klebsiella pneumoniae, Enterobacter cloacae, Serratia marcescens, Proteus mirabilis, Stenotrophomonas maltophilia , Haemophilus influenzae, Pasteurella multocida, Bordetella pertussis, Brucella melitensis, Neisseria gonorrhoeae, Neisseria meningitides Mekanisme Aksi: Sulfametoksazol menghambat sintesis asam dihydrofolic. Trimethoprim menghambat timidin dan sintesis DNA. Kedua agen bertindak sinergis dalam menghambat sintesis asam folat. Farmakodinamik Tidak ada data.

Farmakokinetik: Cmax: 1-2mcg/mL (TMP), 25-60mcg/mL (SMX), Half-life: 10-12 jam (TMP dan SMX), Volume distribusi: 100-120 L (TMP); 12-18 L (SMX); Tabel 7 Efek samping: GI - mual, muntah Hematologi - pansitopenia, agranulositosis, anemia, trombositopenia Kulit - eritema beracun, eritema nodosum, erupsi tetap lokal, eritema multiforme, sindrom Lyell, dermatitis eksfoliatif, urtikaria, vaskulitis nekrosis, photodermatitis, eritema beracun Renal - transient darah urea dan kreatinin ketinggian, kristaluria, nefritis interstisial akut SSP - sakit kepala, kebingungan, depresi, meningitis aseptik Elektrolit - Hiperkalemia (dosis tinggi)

Peningkatan risiko efek samping pada orang tua Dosis: Dosis: Rasio 1:5 (TMP: SMX) tetap konstan dalam semua bentuk sediaan Oral: Tablet kekuatan Tunggal (SS: TMP 80/mg/400mg / SMX) Kekuatan ganda (DS: TMP 160mg/800mg / SMX) Cair (suspensi) 40mg / 200mg TMP / SMX per 5ml Parenteral: Vial 5ml: Kekuatan Tunggal (TMP 80mg/400mg / SMX) 10ml: Kekuatan ganda (TMP 160mg/800mg / SMX) 30ml: Enam kali kekuatan (TMP 480mg/2400mg / SMX)

Dosis pada orang dewasa: Akut eksaserbasi bronkitis kronis: TMP 1 DS / SMX PO q12h 14days Pneumocystis carinii pneumonia: 2 DS TMP / SMX PO / IV setiap 6 jam 14-21days Pneumocystis carinii profilaksis: 1DS TMP / SMX PO setiap hari Paru nocardiosis: 160 mg/800mg TMP / SMX IV setiap 6 jam atau 2 DS TMP / SMX PO q12h Pelancong diare: 1DS TMP / SMX PO q12h 5days Terkomplikasi sistitis pada wanita: 1DS TMP / SMX PO q12h 3 atau 1 ~ 2DS PO 1 dosis Infeksi saluran kemih (lainnya): TMP 1 DS / SMX PO q12h 10-14days Stenotrophomonas infeksi: TMP 2 DS / SMX IV q12h Staphylococcus aureus selulitis: TMP 1-2 DS / SMX PO q12h 10-14days Staphylococcus aureus osteomielitis: 2 DS TMP / SMX PO q12h

Dosis pada anak-anak

Infeksi Saluran Kemih (10 hari durasi) atau Infeksi Telinga Tengah (5 hari durasi) Dosis yang dianjurkan untuk anak-anak usia 2 bulan atau lebih, diberikan setiap 12 jam, ditentukan oleh berat badan. 10kg (22 pon), 1 sendok teh (5 ml) 20kg (44 pon), 2 sendok teh (10 ml) atau 1 tablet SS 30kg (66 pon), 3 sendok teh (15 ml) atau tablet 1.5SS 40kg (88 pon), 4 sendok teh (20 ml) atau 2 SS atau 1 tablet DS Pneumocystis carinii Pneumonia Dosis yang dianjurkan, diambil setiap 6 jam selama 14 sampai 21 hari, ditentukan oleh berat badan. Cair (suspensi) formulasi TMP SMX / 40mg/200mg per 5ml 8.2kg (18 pon), 1 sendok teh (5 ml) 16kg (35 pon), 2 sendok teh (10 ml) atau 1 tablet SS 24.1kg (53 pon), 3 sendok teh (15 ml) atau 1,5 SStablet 32.3kg (70 pon), 4 sendok teh (20 ml) atau 2 SS atau 1 tablet DS Pneumocystis carinii Pneumonia profilaksis Dosis ditentukan oleh luas permukaan tubuh. Dosis yang diberikan dua kali sehari, pada 3 hari berturut-turut per minggu. Dosis total tidak boleh melebihi TMP / SMX = 320mg / 1600mg. Keamanan penggunaan berulang TMP / SMX pada anak di bawah usia 2 tahun belum ditetapkan. Penyakit berbasis state dosis: Gagal ginjal: CrCl <30 mL / menit: setengah dari dosis harian yang biasa harus diberikan CrCl <15 mL / menit: TMP kadar serum dapat dipantau Hemodialisis: Metabolit dari TMP dan SMX dapat terakumulasi. Setengah dari dosis pemeliharaan dianjurkan untuk diberikan setelah hemodialisis Hepatic gagal: Tidak ada penyesuaian dosis diperlukan. Kontraindikasi / Peringatan / Kewaspadaan: Kontraindikasi: Pasien Hamil di istilah, ibu menyusui, anemia megaloblastik karena defisiensi folat Kewaspadaan: tidak boleh digunakan untuk mengobati infeksi strep grup A beta-hemolitik, pasien dengan defisiensi folat mungkin, alergi parah, asma, atau glukosa-6-fosfat dehidrogenase defisiensi, pasien usia lanjut, penderita AIDS, peningkatan risiko efek samping yang berat

Interaksi Obat: Lain diaminopyrimidines-pirimetamin, azathioprine, atau metotreksat yang potensial oleh TMP, sehingga leukopenia parah. Sulfonamid menggantikan warfarin dari mengikat albumin, sehingga meningkatkan kadar serum nya. SMX menghambat pembersihan fenitoin, memperpanjang setengah-hidup.

Kehamilan: Kategori C: Risiko tidak diketahui. Manusia studi tidak memadai. Pemantauan Persyaratan: Terapi: tanda Monitor dan gejala infeksi. Memonitor putih sel darah laporan jumlah, kultur dan sensitivitas. Beracun: Tes fungsi ginjal monitor, kalium serum. Nama-nama merek / Produsen: Bactrim / Roche, Septra / GlaxoSmithKline, Sulfatrim / Alpharma
GOLONGAN GENERIK Tiap kaplet : Sulfadiazin 167 mg, Sulfamerazin 167 mg, Sulfadimidin 167 mg.

INDIKASI Nocardiosis, limfogranuloma venereum dan meliodosis, pencegahan pada demam rematik apabila Penisilin G dan Eritromisin tidak dapat digunakan.

KONTRA INDIKASI Penderita yang peka terhadap Sulfonamida, penderita dengan kerusakan ginjal, wanita hamil dan menyusui, bayi berusia kurang dari 2 bulan.

EFEK SAMPING Mual, muntah, anoreksia (kehilangan nafsu makan), reaksi hipersensitif pada kulit, sindroma StevenJohnson pada anak, jarang sekali diskrasia darah, diare.

KEMASAN Kaplet 1000 biji.

DOSIS Dewasa : 3-4 kali sehari 1-2 kaplet.

Sulfamethoxazole dan Trimetoprim

.: Kemasan & No Reg :.


Ulfaprim suspensi mengandung Sulfamethoxazole 200 mg dan Trimetoprim 40 mg / 5 mL, dalam botol 60 mL, No. Reg. : DKL0308509933A1. Ulfaprim tablet mengandung Sulfamethoxazole 400 mg dan Trimetoprim 80 mg (1 box berisi 10 strip @ 10 tablet), No. Reg. : DKL0308509510A1.

.: Indikasi :.

Infeksi saluran kemih seperti pielonefritis, pielitis, prostatitis akut dan kronis yang disebabkan oleh kuman yang sensitif, seperti E. Coli, Klebsiella, Enterobacter, dan Proteus mirabilis. Infeksi saluran cerna, terutama yang disebabkan oleh kuman Salmonella dan Shigella seperti tifoid, paratifoid dan disentri basiler. Infeksi saluran nafas seperti bronkitis akut dan sinusitis akut yang disebabkan oleh kuman H. influenzae atau Streptococcus pneumoniae. Infeksi THT seperti otitis media akut dan sinusitis akut yang disebabkan oleh kuman H. influenzae atau Streptococcus pneumoniae.

.: Kontra Indikasi :.

Penderita yang diketahui sensitif terhadap golongan sulfonamid atau trimethoprim. Bayi berumur kurang dari 2 bulan. - Penderita anemia megaloblastik yang terjadi karena

kekurangan folat. Wanita hamil dan menyusui, karena sulfonamida melewati plasenta dan dieksresikan pada air susu dan dapat menyebabkan kernicterus.

.: Dosis :. Sediaan suspensi Anak-anak dan bayi usia 2 bulan atau lebih : Berat badan 10 kg 20 kg 30 kg 40 kg Dosis 5 mL (1 sendok takar), 2 x sehari 10 mL (2 sendok takar), 2 x sehari 5 mL (3 sendok takar), 2 x sehar 20 mL (4 sendok takar), 2 x sehari

Sediaan tablet - Anak-anak dan bayi usia 2 bulan atau lebih : Berat Badan (Kg) 20 30 40 Pemberian obat setiap 12 jam 1 tablet 1 tablet 2 tablet

Dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun adalah sebagai berikut :


Dosis lazim : 2 kali sehari 2 tablet selama 10 14 hari Infeksi berat : 2 kali sehari 3 tablet Untuk gonore tidak terkomplikasi : 2 kali sehari 4 tablet selama 2 hari Untuk pengobatan jangka panjang : 2 kali sehari 1 tablet Untuk pengobatan Shigellosis selama 5 hari

Penderita gangguan fungsi ginjal : Bersihan Kreatinin Dosis

(mL/menit) > 30 10 20 <15 Dosis lazim dosis lazim Pemberian tidak dianjurkan

.: Peringatan dan Perhatian :.


Saat menggunakan obat ini agar minum air yang banyak untuk mencegah kristaluria. Penderita dengan kegagalan fungsi ginjal, dosis harus dikurangi. Pemberiannya harus dijarangkan untuk menghindari efek kumulatif dalam darah. Pada pengobatan jangka panjang dianjurkan pemeriksaan darah yang teratur dan berkala, karena ada kemungkinan terjadi diskrasia darah. Tidak untuk mengobati faringitis yang disebabkan oleh -Hemolitic streptococcus group A. Hentikan penggunaan obat ini, bila sejak awal penggunaan ditemukan ruam kulit atau tanda-tanda efek samping lain yang serius.

.: Interaksi Obat :.

Sulfamethoxazole dan trimethoprim dapat menambah efek dari antikoagulan dan memperpanjang waktu paruh phenytoin, juga dapat mempengaruhi besarnya dosis obatobat hipoglikemia. Terjadi interaksi bila digunakan bersamaan dengan obat yang dapat menghambat pembentukan folat seperti pirimetamin, diuretik terutama golongan tiazid.

.: Lain-lain :. Penyimpanan: Simpan pada suhu di bawah 30oC, terlindung dari cahaya. 2.1.1 Sulfadiazin

Gambar 1. Struktur bangun Sulfadiazin Nama kimia Nama lazim : N-2-piridinil sulfanilamide : Sulfadiazinum/sulfadiazine

Rumus kimia BM

: C10H10N4O2S : 250,27 jambu; hampir tidak berbau; tidak

:Putih, putih kekuningan atau putih agak merah berasa.

:Praktis tidak larut dalam air; agak sukar larut dalam etanol (95%) P dan dalam aseton P; mudah larut dalam asam mineral encer dan dalam larutan alkali hidroksida. Khasiat dan penggunaan Dosis maksimum : Antibakteri : Sekali 2 g, sehari 8 g (Ditjen POM,1995).

Lantrisul; Neotrizine; Sulfaloid; Sulfonamid Duplex; Sulfose; Terfonyl; dosis Dosis permulaan oral pada orang dewasa 2-4 g kemudian dilanjutkan dengan 2-4 g dalam 3-6 kali pemberian, lamanya pemberian tergantung dari keadaan penyakit. Anak berumur dua bulan dberikan dosis awal setengah dosis per hari kemudian dilanjutkan dengan 60-150 mg/kg BB (maksimum 6 g/hari) dalam 4-6 ali pemberian.

indikasi Menghilangkan bakteri yang menyebabkan infeksi, dengan cara menghentikan produksi asam folat di dalam sel bakteri. Pada mumnya digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih (UTI).

kontraindikasi Penderita dengan gangguan fungsi ginjal efek samping Mual, Sakit perut, Hilangnya nafsu makan, dan pusing. interaksi Interaksi obat : Ciclosporin (mengurangi konsentrasi plasma ciclosporin); Clozapine (peningkatan risiko agranulocytosis/menghindari penggunaan sulfonamid seiring dengan clozapine); Coumarins (meningkatkan efek antikoagulan coumarins); Methotrexate sulfonamid (meningkatkan risiko keracunan metotreksat); Fenitoin sulfonamid (meningkatkan konsentrasi plasma fenitoin); Sulphonylureas (jarang meningkatkan efek sulphonylureas); Thiopental (meningkatkan thiopental); Estrogen (mengurangi efek kontrasepsi estrogen); Vaksin tifus (oral) dapat menonaktifkan vaksin tifoid oral.

mekanisme kerja Sulfadiazin adalah antibakteri inhibitor kompetitif para-aminobenzoic acid (PABA), sebuah substrat dari enzim dihydropteroate sintetase. Reaksi yang menghambat diperlukan dalam organisme ini untuk sintesis asam folat.

bentuk sediaan Tablet 500 mg parameter monitoring

stabilitas penyimpanan Simpan dalam tempat yang sejuk informasi pasien

Minum antibiotik secara teratur Perbanyak minum air. Hal ini disebabkan oleh hasil metabolisme dari golongan obat sulfa berbentuk kristal, sehingga dimungkinkan terjadi