SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati. sebagian dari Serang (Yusuf. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). Edi S. Bahasa: Jawa Cirebon. yaitu: 1. tinta hitam. Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda. Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. Penelitian usia naskah-naskah tersebut. kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. tebal: 214 halaman. Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah. aksara: Cacarakan. sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa. 2. dapat diketahui. halaman: 35. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno. 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda .5 x 27. sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno. naskah-naskah Pangeran Wangsakerta.4. kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang. Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978.1999:187). Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988). Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999). Walaupun demikian. bentuk: Prosa. Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A. yaitu halaman awal dan akhir.5 cm. Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron. bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman. tulisan umumnya masih terbaca. 1 halaman kosong. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta. gaya Cirebon. Kertas sangat kusam kehitam-hitaman. sudah berusia lebih dari 100 tahun. di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah. ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. tulisan: 32 x 22 cm. salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor. bahan naskah: Dluwang. Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara.5 x 27.5 cm. sampul: 35. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep). dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman. halaman yang ditulis: 213 halaman. Ukuran.

Balikuna. pengundangan nara sumber. Kolofon Bagian purwaka. yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). nama naskah. Purwaka 2.1985: 537). bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. alasan penyusunan. dari daerah lain. Melayukuna. yaitu: 1. dibawa kembali ke negaranya. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan. seperti misalnya sejarah. Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. parwa dan sarga. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. dan Sundakuna. penyusun. Di antara mereka itu. pembentukan panitia. tujuan penyusunan. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar. di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. 4. dan kesehatan. Selain itu. Menurut Pangeran Wangsakerta. yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka. di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. Pustaka Carita Parahiyangan. Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta. hukum. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara. pencarian sumber dan bahan. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). kepada Sultan Cirebon. terdiri dari tiga bagian. banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga.3. sumber. Pustaka Nagara Kretabhumi. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5.

adalah sebagai berikut: a. 1. 2. yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda .1985: 530-557). bahwa dalam tahun 1677 M. Bagian kedua. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. Jaksa Pepitu Cirebon. dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. Kata pengantar itu kadang-kadang lebar.masalah yang muncul dalam sawala. tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya. karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan. Penasehat: 1. agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). kadang-kadang amat ringkas. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi. Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2. Dari kata pengantarnya itulah diketahui. Musyawarah tersebut diadakan. 4. III. 5. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta. d. 4. Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman. 3. Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c. Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. Pelaksanaannya. Panitia Pelaksana. Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3.

Giri dan Sendang Duwur. Anggadipraja: duta keliling. Cangkuang. Semarang. Sedayu. Tembayat. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). Tanjungpura Karawang. ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. India. yaitu: Sangga I: Surabaya. Sri Langka. Malaka. Losari. Jepara. Geresik. Luragung. Kuningan. Gurun. Sangga V: Jambi. Demak. Nayapati. Kudus. Galuh. c. Sukapura. Arab. Lasem. Minangkabau. Seran. Tuban. Pendengar (pangreungeu). Banggawi. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. Bagelan. Banten dan Palembang. Mojoagung. Namun di antaranya. Taliwang. Wirasaba. dari negara tetangga yaitu: Mesir. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. b. Sangga IV: Sumedang.5. Tanjung Kutai. Benggala. Galunggung. f. Kertabumi. Panarukan. Lamuri. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a. Perelak. Cina. Galiyao. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. setelah disepakati bersama. Sangga II: Mataram. undangan dan juru bahasa 6. Barus. f. Sindangkasih. Bangka. Ukur. Pasuruan. Imbanagara. Berunai. Ambon. Tumasik. Lamongan. dan Trengganu. Bantayan. e. Para Peserta. Madura. Pasai. Tegal. dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). Bali. Campa. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok). Kuta Lingga. Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. Rajagaluh. Brebes. Talaga. Makasar. Tanjung Nagara. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. Kediri. Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. dibuat risalah resmi. Parakan Muncang. Tanjung Puri. Cirebon. d. 7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Lwah Gajah. Rancamaya. Dermayu. Maluku. Balambangan. tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga.

yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. istri raja. tahun pemerintahan raja-rajanya. Madura dan Banten. IV. Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur. lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya).g. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. tahun berdirinya sesuatu kerajaan. 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . meletusnya suatu pemberontakan. Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan. Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. keturunan raja-rajanya. CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. tahun wafat raja dan banyak hal lagi. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. dalam upaya menyusun naskah sejarah. demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1.

terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan. Karena itu aku menempuh jalan tengah. Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka. Walaupun demikian. Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya.Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita). dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini. maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi. Lebih. Tetapi mereka memberikan catatan. Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana). tidak lagi dibuat-buat. termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya.dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua. Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). lebih-lebih dengan para sesepuh. Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya.

Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. Kemudian. Patut disayangkan. Dalam jilid yang lain. Dapat diketahui. Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karena itu. Tanggal tersebut. agamanya. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang. la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja). sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah. memang baru dilakukan kemudian. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. Bila demikian halnya. dan Panembahan Anom. Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan. oleh Jaksa Pepitu. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya. 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . musyawarah itu telah berlangsung. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu.beserta kerajaannya. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang. maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya. Penulisan naskah menjadi pustaka. sebagai para penguasa Cirebon. Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. baik secara khusus maupun sambil lalu. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya.jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi. tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini. Dilihat dari gaya tulisannya.

adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi. Dalam kenyataannya. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. Tahun 1676. Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. Alasan pertama. ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut. Pangeran Abulfath Abdulfatah. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa. Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. karena para penyusun memperoleh tugas. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. Di antara amanat Sultan Sepuh itu. apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis.terjadi penyerbuan Trunojoyo. yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara. dan Panembahan Kacirebonan). 2. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen). yaitu: 1. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. Setelah itu. ada dua hal yang menarik. sehingga Karta ibukota Mataram. bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. adalah keterangan Wangsakerta. dari orang yang sangat mereka hormati. Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram. ialah karena melihat kenyataan. yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram. ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan). Permasalahannya. mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662). walaupun tidak dijelaskan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. Alasan kedua ialah. dan 3. berlangsung di Keraton Surasowan Banten. Sultan Kanoman. Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari. Dengan demikian. Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan.

Sedangkan beberapa hal lainnya. Sriwijaya. Bila hal itu tidak mungkin. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Dari naskah-naskah yang terkumpul. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja. Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun. Samudera Pasai. Jawa Timur. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. Dalam ambahan sumber. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa). masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia. yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984). dekat Bukit Gempol tahun 1528. Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). Disana. dalam beberapa hal. uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. Tatar Sunda. dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697. kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya. dengan cara mengkompromikannya. yang kehadiran makamnya di Desa Leran. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. pada salah sebuah nisan. hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. Dalam hal yang demikian. la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak. saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta. dapat dikatagorikan logis. sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. Banjarmasin dun Nusa Bali. atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n .riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna). juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. Bahkan. Secara runtut berlangsung. Jawa Tengah.

Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). nyaris tidak dikenal oleh umum. Sebagai Sejarawan Abad XVII. Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. dalam pertengahan kedua abad ke-17. PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. Sedangkan Dipati Topati. termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya. Di gedung Arsip Nasional. tanpa nilai khusus. ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon). Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. bahwa berita tersebut "tidak benar".V. Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan. bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. tokoh Pangeran Wangsakerta. Dalam sumber Kompeni lainnya. sama sekali bukan. kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. Menurut Saleh Danasasmita. De Haan (1912. dicantumkan dengan tegas. pada tanggal 9-11 Maret 1986. Di lingkungan terbatas kerabat keraton. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. van der Meer dan Jan Mulder. Tulisan tersebut berupa makalah. terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon. Pada urutan ketiga. Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. Catatan Harian Kompeni. sebagal salah seorang penguasa Cirebon. membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta. berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. Dalam naskah tersebut. Dr. dikenal adanya sebuah naskah wawacan. F. ternyata benar-benar ada. ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. Karena kesal. Di bagian bawah naskah sebelah kiri. de Haan dalam buku Priangan II (1912). bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. tersimpan sebuah dokumen. De Haan mengumpat Caeff. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten.

Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. Dari puteri Mataram. Sunan Tegalwangi.Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama. Anggadireksa. masih sangat kabur. Anggadiprana. Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda. adiknya. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. Dari perkawinan tersebut. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. Anggaraksa. Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. senantiasa ingin merebut Cirebon. Setelah Panembahan Ratu wafat. Tapi raja Matararn. kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu. maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat. pada tahun 1599 Saka (1677 M). termasuk kedudukannya di Cirebon. Panembahan Girilaya berputra tiga. dan Nayapati. Empat tahun kemudian. Singanagara. dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. Purbanagara. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama. Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram.

15 | S e j a r a h K e r a j a a n . ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi. tentara Mataram selalu menderita kekalahan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon. Setelah wafat. yaitu aku sendiri. Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten. Dalam pertempuran di berbagai daerah. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka.bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat. menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten. Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. adiknya. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. Pangeran Dipati Anom. Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya. Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya. Mataram dan Belanda. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. Susuhunan Amangkurat dan putranya. Sementara itu raja Mataram. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano. Setelah itu putranya. Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat.

merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta. Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram. Akhirnya Panembahan Sepuh. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda.Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo. Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon. Lalu Sultan Banten mewisuda kami. *** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sehingga dapat menghapus segala kekisruhan. Kutipan di atas. Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten. Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan. Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon. Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat. Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain. akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian.

Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang..1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala). dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto). antara lain sebagai berikut: . Akan tetapi. SALAKANAGARA I. maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah. permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala.// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a. kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama.BAGIAN : 2. PURWAYUGA Sedemikian jauh. dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba). bisa saja terjadi di Tatar Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . (Wangsakerta.. Sebelum kemungkinan itu terbukti. berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1. Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n . di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah.

Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). terutama di Pulau Jawa. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. Di antaranya ada yang menyerupai kera. Mereka mirip kera. Kemudian. karena mereka berlaku seperti setengah hewan. Ada pula yang seperti raksasa. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. antara 750. hutan Makasar. tubuhnya berbulu dan kejam perangamya.000 tahun sampai 600. Di daerah lain di Pulau Jawa. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata. Beberapa juta tahun kemudian. tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya. Kira-kira 1. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n . Berjuta juta tahun kemudian. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi.000. dan hutan Kalimantan (Bakulapura). Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil. tanpa busana. Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon.000 tahun yang silam di Nusantara. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. Mereka adalah manusia purba. hutan Sumatera. belum ada mahluk hidup.menjadi dingin. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. hanya menggunakan tangan. Ada yang tinggal di atas pohon. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan. permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan.000 tahun yang silam. manusia hewan. besar dan tinggi sosok tubuhnya. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan.000 sampai 300. Akan tetapi. di lereng gunung dan tepi sungai. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. Kulitnya berwarna gelap. yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna. Namun demikian. sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. antara 500. Ke dalam zaman tersebut. Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. tidak banyak berbulu. hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa. Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara. antara 300. Seterusnya. Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga). di Sumatera.Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare).000 tahun yang silam. saling bunuh di antara sesamanya.000 tahun yang silam.000 tahun yang silam. pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil. Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya. diburu. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa. ataupun binatang.000 sampai 25. Sumatera. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba. Akan tetapi bertubuh lebih kecil. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah. dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain.000 sampai 50. Selanjutnya. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). Mereka tidak cerdas.000 tahun yang silam. berwarna kuit agak gelap.000 sampai 300. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam. tetapi buatannya tidak bagus. Sementara itu. Kira-kira 250. Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak. dan Pulau Jawa. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga).000 tahun yang silam. Senjata dan perabotannya terbuat dari batu. mahluk jenis inipun akhimya punah.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara. Mereka hidup antara 50. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40.000 sampai 20. Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia. jumlahnya tidak banyak. 19 | S e j a r a h K e r a j a a n . musuh.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Untuk sementara. daundaunan. mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. cucu. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). masing-masing membuat rumah. Anak. darah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ada pula Yang memuja pohon rimbun. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan. bulan dan bintang. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. menguasai berbagai ilmu mantera. Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. hampir sama seperti di negeri asal mereka. mereka menderita kekurangan makanan. Singkatnya. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. Makanan sehari-harinya adalah daging. Setibanya di sini. matahari. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. lalu menetap di sana. memberi berkah. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. umbi-umbian. lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. Karena itulah. dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen. Lama kelamaan. gunung. dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. buah-buahan. tunas. arwah leluhur. Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. Rumah mereka itu berderet. dan daging hasil buruan. melindungi adat. melaksanakan sembah-hiyang. Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . selalu bertapa.Akibatnya. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung. Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. pohon besar. Mereka berburu hewan. mengharapkan berumur panjang. batu. mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. tunas. sungai. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. mengalahkan musuhnya. tumbuhan. siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. kayu. dan rempah-rempah. dan keluarga. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. ikan. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. Sang Panghulu yaitu Sang Datu. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. mengharap terlepas dari penderitaan. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap.

merasa terhina dan sangat takut. seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. Zaman ini. serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari. Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. hutan dan gunung. gempa bumi. Kaum pribumi itu selalu kalah. yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. Kaum pribumi. tumbuhan. akan ditangkap dan dibunuh. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. dan perahu dengan baik. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi. tiba kira-kira tahun 1. perak. musim hujan. oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga). Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. tentang hewan. Terjadilah pengungsian besar-besaran. Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang. Di samping itu. menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. segera dikalahkan. menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). hari. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. sedangkan batu-batuan dan tulang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pendatang baru makin lama makin banyak. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. tentang tanah. tentang gunung. permata. membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran. kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. makanan. tentang ucapan. membuat api dengan batu api dan besi. Akan tetapi. karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. kesengsaraan. Sebaliknya. ukuran. mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). musim kemarau. lalu ilmu tentang rempah-rempah. serta membuat aneka obat-obatan. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya.600 sebelum tarikh Saka. Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). dan kenistaan bagi orang pribumi. Kaum pendatang kelompok ini.lukisan menurut kehendak masing-masing. manik. dan ilmu memanah (dhanurweda). telah mengenal emas. serta membuat wayang dari kulit diukir. ilmu tentang hutan.

Oleh karena itu. kota Yu-wan. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. ia berdiam di dukuh di tepi sungai. berdiaiu di wilayah Langkasuka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi. putera Datuk Pawang Marga namanya. putera Datuk Waling namanva. terdapat sebuah kota kecil Yu-wan. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. Selanjutnya. Datuk Banda putera Nesan namanya. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. menurut para akhli. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. di wilayah Propinsi Yunnan. namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. 1980. yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. yang berdiam di pulau Hujung Mendini. yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India.…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. putera Ki Srengga namanya. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. Datuk Pawang Marga. dalam naskah tersebut dikemukakan. Ki Pawang Sawer. Yu-wan dalam bahasa Cina. Ki Bagang. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. Selanjutnya Aki Dungkul. USA). diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Sang Aki Bajulpakel. merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang. putera Ki Pawang Sawer namanya. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sedarrgkan Yunnan sendiri.

di puncak Himalaya pada saat musim semi. senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus. membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. India dan Burma (Myanmar). perilaku mengenai alat penukar. pengetahuan tentang memanah. begitu pula membuat perahu bagus. Kenyataannya. IV. juga pengetahuan tentang tanah. kendaraan. manik. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. Adanya benturan dua lempeng tersebut. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. juga emas. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Penyebabnya. Selanjumya. Mereka telah mampu membuat rumah besar. pengetahuan tentang hari. ialah membuat senjata dari besi. orang yang datang baru bertambah banyak. Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. berbagai perkakas dari besi. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. menimbulkan gempa tektonik. (musim) penghujan dan kemarau. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China. juga membuat berbagai obat-obatan. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana. gunung. pengetahuan tentang laut. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. akibat pencairan es. Mengembara di hutan dan gunung-gunung. berbagai tumbuh-tumbuhan. kristal. karena bodoh. Biarpun sering melawan. Mereka menanam padi. Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. gempa bumi. Golongan pribumi senantiasa dihinakan. perak. dibuat dari kulit yang diukir. segalanya terbelakang. tentang makanan yang lezat. tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh. berkeliaran tanpa tujuan. membuat perlengkapan perang dari besi. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita. Karena orang pendatang baru. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . Wayang. pengetahuan tentang berbagai binatang. dan pengetahuan tentang tutur kata. pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari.arah barat di wilayah Kashmir. ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru.000 depa). yang dijadikan makanan sehari-hari.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Mereka senantiasa datang di sini. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). Permulaan pertama tahun Saka. Terutama para pendatang. ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. negeri Cina dan sebagainya. Di sini. yang banyak datang dari negeri Bharata (India). yang tiba di Pulau Jawa. tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat).nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat. Di antaranya ada yang bermusuhan. Dengan demikian. Dukuh itu ada yang besar. Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut. mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara. Di antara mereka. 30 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dukuh besar ada di tepi laut. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Dua wangsa inilah. dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya. banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). negeri Gaudi. Tetapi. Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. telah banyak golongan warga masyarakat. Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. di pulau-pulau Nusantara. yang sangat banyak berdatangan di sini. ada yang kecil. yang menjadi pribumi tiap dusun. dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil. atau tidak jauh dari muara sungai. Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. seperti yang telah terjadi di negeri asalnya. ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan. tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat). Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. negeri Singhala. terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan.

dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). China. yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. 31 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tatkala Aki Tirem sakit. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. dan Abasid (Mesopotamia). Selanjutnya. Dewawarman ini. namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). sedangkan isterinya. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). dijaga oleh pasukan Dewawarman. harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. lalu beranak pinak. Pohaci Larasati menjadi permaisuri. Demikian pula para pengikut Dewawarman. diperisteri oleh Sang Dewawarman. Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. sebelum meninggal. Syangka. dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. sebab jalur ini merupakan gerbang laut. lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. Daerah kekuasaan Salakanagara. disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. Agrabhintapura. diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. Yawana. Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain.namanya terkenal. Sedangkan adiknya yang lain. Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. serta barang barang lainnya. dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. masuk pula dalam wilayahnya.daerah sepanjang pantainya. Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. Beberapa tahun sebelumnya. puteri Sang Aki Luhur Mulya. daerah. Setelah Aki Tirem wafat. Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). Nusa Api (Krakatau). Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu. karena mereka telah menjadi penduduk di situ. tidak ingin kembali ke negerinya. dengan nama nobat. Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. Oleh karena itu. Kota besar lainnya lagi. Bumi Sopala. Dewi Dwanu Rahayu. Oleh karena itu. adik Dewawarman. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. dan pesisir Sumatera bagian selatan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dewawarman dan pasukannya.

252 Masehi). la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka). yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 . la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana. Kelak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 . yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya. Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah. terjadi serangan bajak laut dari negeri China. Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII.238 Masehi).308 Masehi). Yang keempat. putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan). Yang kelima. Dari perkawinannya dengan puteri India. Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun. Yang kedua. Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri. dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 . laki-laki. Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi. Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi). la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi. ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka). Anak yang tertua. laki-laki bemama Gopala Jayengrana. yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur. Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV. bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi. Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara. la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi. ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. Dari perkawinan ini lahir seorang putera. dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. Pada masa pemerintahannya. sang rani.VI. Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. 32 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya.

yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi. Kemudian. pada tahun 262 Saka (340 Masehi). Setelah pernikaharmya. Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara. Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. adalah Sphafikarnawa Warmandewi. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. putera Sri Gandari Lengkaradewi. puteri sulung Dewawatman VII. bersenjata lengkap. keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana. karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya. Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya. Lengkaradewi beserta suami dan puterinya. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara. Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India. Akibat peristiwa itu.seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. Dari puteri ini dengan Atwangga. Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI. karena ia tewas tertimpa batu besar. Akan tetapi. 33 | S e j a r a h K e r a j a a n . puteri sulung Dewawarman VII. Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi). yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. di Rajatapura (ibukota Salakanagara). Pada tahun 270 Saka. Akhli waris tahta yang sah. ketika sedang berburu di hutan. Sphatikarnawa Warmandewi. Krodamaruta tidak lama berkuasa.

namun jumlahnya tidak seberapa. la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera. In den nanm van het land ia Yawadwipa. tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu.Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. tinggal di Yawana dan Semenanjung. Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura. een gezantschap naar Cina. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang. Java-eiland. genaarnd Pien. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. dan Jawa Tengah. telah dilacak oleh N. ada yang memuja Ganesha.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara. Yang sulung. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang. kehidupan penduduk makmur sentosa. selama 233 tahun (130-363 Masehi). kemudian. Yang ketiga. la sangat memajukan kehidupan keagamaan. Ada yang memuja Siwa. Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura. VII. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. Anggota keluarganya yang lain. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. herkencl. ada yang memuja Wisnu. J. Kelak setelah ayahandanya wafat. Semenanjung. Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas.I (1987: 31). CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. Di antara penduduk. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati. Dewawarman VIII. sebab puteranya. sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. Dewawamm IX. seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. Raja Indraprahasta yang pertama. bernama Candralocana. Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota. Yang kedua. seorang putera bernama Aswawarman. C. dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I. Permaisuri yang kedua. ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. Ekadjati.

dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz. maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi. naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon.eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M. Hal ini katanya tidak mengherankan. Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. Memang mungkin sekali. hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen. yang disebut di dalam Hou Han-shu. dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula. Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina. seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu. tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa). Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). dikemukakan pula kutipan terjemahannya. oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. jang bukan sadja berarti. di dalam hal ini. 1950:11). dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen. antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. Untuk lebih dipahami. tetapi djuga akan menerangkan. Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya. Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym. bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . jang mana akan berarti. hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard.

mungkin ada artinya dalam hubungan ini.. Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London. dihuni oleh pemakan daging manusia. dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti.1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. secara detail berisi tentang Asia Tenggara. "Sabadeibai Tiga". datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy. meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien. yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi.1987:32). 1958 dalam Soewarsa. Menurut dugaan Sarjana Perancis G. adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ferrand. dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi. antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya. seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai.E. E. G. Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama". (Atja & Ekadjati. "Chryse Chersonesus".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengemukakan hal yang sama. Hall. pulau Jawa. Di dalam berita itu disebutkan. tahun 132. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa. D. sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall. bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien.1988:1718). Sartono Kartodirdjo.perutusan ke Cina pada tahun 132 M. Javadvipa. yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya. dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai. Buku VII dari Geographianya. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M. Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta. mengutip tulisan NJ.G. Pendapat D. Hall. juga dihuni oleh pemakan daging manusia. sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II. yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas. sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo. Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931).

bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67).1977: 6). semenanjung emas. ujung utara Sumatera. dalam Michrob 1993: 32). Menurut Ayatrohaedi. kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia. memberitakan. dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M. dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara. kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. Selat Sunda. Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. Menggunakan sumber yang sama. Vietnam. Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi). mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi". memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai. yaitu negeri Perak. la. India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. yang merupakan hasil utama kawasan itu. Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang. Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. dan Pien artinya Warman. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo. Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. Chryse Chora. Hasan Mu'arif Ambary. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. menyatakan bahwa pada abad ketiga. dengan sendirinya diduga kuat. yaitu emas dan perak. Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). Pulau Panaitan.Dalam buku Geographike. Peta ini dibuat pada tahun 165 M. Tiao artinya Dewa. Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus. negeri emas dan Chryse Chersonensos. 37 | S e j a r a h K e r a j a a n . pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia. pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan menyebut kota itu dengan nama Barus.

Temuan selanjutnya. Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang). berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi. Cina. Prasasti ini. Berdasarkan temuan tersebut di atas.1977: 36). Bahkan. dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob. terdapat di Jawa Barat (Krom. bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara. dalam bukunya Geographia Hyphegesis.1993: 37). Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. dan Persia. Hasan Mu'arif Ambary. sudah ada jalur bisnis di Asia. 38 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah "terjemahan" dari Merak. Barus. yang terletak di tengah Sungai Cidangiang. Iskandaria. dan nyatanya. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. yang berarti perak. Glory and Gospel. mengemukakan pendapatnya. Lebak Munjul. India.1956:10). bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. dapat diduga. yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo.Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia. Rute Ptolemeus adalah Venesia. banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus. tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat. Ayatrohaedi dan Edi S.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Teluk Aden (Yaman). 1996:15). Pandeglang. yang diperkirakan berasal dari abad V. dan kembali ke Venesia. Sartono Kartodirdjo. pernah melakukan penggalian di Palembang. dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten. terjemahan Effendi. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I. sebagai Dewan Pakar menyimpulkan. Cina. MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob.

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Raja-raja bawahan itu. ialah: sapi 400 ekor.raja-raja sesamanya (panji segala raja). dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi). Sang Purnawarrnan. ditandai lukisan telapak tangan. semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. yang diibaratkan Dewa Wisnu. pakaian. dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). mendapat hadiah dari raja. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan iringan suara gamelan yang merdu. dan makanan lezat. Sungai yang bagian hilirnya. kuda 20 ekor. yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta. yang diberikan kepada raja Indraprahasta. ikut serta berkarya bakti di situ. memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. Pengerjaan. Semua mereka itu. Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. mengalir sampai di istana kerajaan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . gajah seekor. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. Sebagai tanda penyelesaian karyanya. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. yang biasa membawa perahu. Tahun 410 Masehi. Demikian pula para pedagang. untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. Kemudian. Prasati itu. Para petani merasa senang hatinya. yang ditulis pada batu. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. dari tanggal 13 sampai tanggal 15. disebut Cisuba. tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik. datang ke ibukota (Sundapura). yang ikut serta mengerjakan saluran ini. ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. dari desa sekitarnya. Dua tahun kemudian. ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. Tiap tahun. Setiap orang. Sang Purnawarman. pakaian.

Panglima Angkatan Laut. telah diperbaiki. Sang Maharaja Purnawarman. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. kerbau (mahisa) 80 ekor. dari desa-desa sekitarnya. Sang Mahamantri. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. yang ikut serta dalam pekerjaan ini. pakaian bagi para Brahmana. Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini. Sang Juru. sebuah patung Wisnu. Setiap orang. lukisan telapak kaki tunggangannya. dengan membawa berbagai perkakas.Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). yang dilengkapi dengan patung pribadinya. Sang Maharaja. kakek Sang Purnawarman. Kemudian. 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa. dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut. sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). Perinciannya: sapi (ghoh) 1. pakaian serta makanan lezat. beserta pengiring lengkap. lukisan telapak kakinya. laki-laki dan perempuan. Jadi. kuda 10 ekor. Di situ. Sang Purnawarman. Demikian pula di tempat-tempat lain. ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. Sang Tanda. Selanjutnya. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. sambung menyambung tidak terputus. Ada pun kali Candrabaga itu. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memperbaiki. Sang Adyaksa.000 ekor. memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. dan bahan makanan. membuat prasasti yang ditulis pada batu. berjajar memanjang di tepi sungai. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. Ribuan penduduk. Mereka itu. ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. berkarya-bakti siang-malam. Para petani menjadi senang hatinya. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar. banyak membuat prasasti batu. Waktu dilangsungkan upacara selamatan. Sang Purnawarman. beberapa puluh tahun sebelumnya. Dengan demikian. kepada para Brahmana. memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. Sang Purnawarman. Sang Purnawarman sedang sakit. disertai beberapa orang Menteri Kerajaan. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing. Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). Sedangkan para pemuka dari daerah. sebuah bendera Tarumaragara. sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor.

Karena itulah. Kemudian. di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. pasukan Tarumanagara. sebahagian terbunuh dalam perang. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). yang merajalela di perairan barat dan utara. perompak yang ditawan itu. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. apabila hendak pergi menyerang musuhnya. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. memperbaiki. dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat). angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. terjadi di perairan Ujung Kulon. dibunuh dengan berbagai cara. Seorang demi seorang. ditulis pada prasasti batu. di tengah laut. la pun seorang pemuja Batara Indra. Karena itu. memperteguh alur dan memperdalam Citarum. dengan tulisan pada batunya. dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. Sisanya. Perang pertama dengan kaum perompak ini. Pembersihan terhadap kaum perompak ini. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak. Selamatan dan hadiah harta. makanan lezat. Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. di antara mereka. Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat. ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. Dari 80 orang perompak. Sehingga. kerajaan ini tidak seberapa. Sernua itu. sebanyak 52 orang dapat ditawan. Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). Demikian pula halnya Angkatan Laut. bunga teratai. ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng). harimau dan sebagainya. Sang Purnawarman. kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pakaian. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hadiah berupa sapi 800 ekor. Dahulu. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara. mengepung dua buah kapal perompak. Angkatan Laut Tarumanagara. selalu memenangkan pertempuran. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara.sanghyang tapak. diperbesar dan diperkuat. dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. Tetapi. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut.

Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang. 1984: 3-1). prabu yang setia serta penuh kepahlawanan. kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman. yang menjadi panji segala raja. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang. bercokol di perairan Teluk Lada ini. dan penduduk Tarumanagara merasa senang.Telah lama. Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti. karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam. yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . barat dan timur. karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman. Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini. barulah keadaan menjadi aman. yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta. Kemungkinan besar. Pada bagian ini. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. perairan Pulau Jawa sebelah utara. dikuasai kaum perompak. antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa. Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat. Semua barang yang ada di dalamnya. dipinta atau dirampas. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang. Semua kapal diganggu. 45 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak.

Sang Kudungga. Adapun bendera kerajaan Taruma. untuk mempererat persahabatan. banyak di antara anggota keluarga ini. adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). keluarga itu. Salah seorang isteri Sang Purnawarman. Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. mempunyai bendera. berasal dari Bakulapura. datang dari India. berlukiskan berbagai macam binatang. berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. diperistri oleh Sang Aswawarman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . raja Tarumanagara pertama. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. Karena itulah. menjadi Panglima Perang. telah beberapa puluh keturunan. la pernah mengunjungi Semenanjung. Puteri Sang Kudungga. yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. Sang Nagawarman. berlukiskan naga (nagadhuajarupa). menjadi Bakulapura. 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . negeri Syangka. Kakak perempuan Sang Aswawarman. ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa). laki-laki dan perempuan. Cina. yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). Sedangkan pamannya dari pihak ayah. menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru. bernama Cakrawarman. Sang Kudungga putera Sang Atwangga. yang mengungsi ke berbagai negara. Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma. Keluarga itu. Cambay (di India).Adik Sang Purnawarman. Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. Negeri ini. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang. kemudian diubah namanya. adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. bersama keluarga dan pengiringnya. yang diberi nama Kuta (Kutai). Bendera Angkatan Lautnya. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. Salah seorang anggota keluarga Sungga. tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). bernama Nagawarman. Sumatera dan lain-lain. dimulai dari Sang Pusyamitra. berada di situ dan menjadi penguasa. telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab. Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil. Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga. Pangkal silsilah mereka. Yawana. Beberapa ratus tahun sebelumnya. Bakulapura. Sopala.

Sabara. Gunung Kubang (Garut). Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. Sagara Kidul. bernama Wisnuwarman. Wanagiri. menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. Gunung Cupu. Kosala (Lebak).Jadi. Peraturan Ketentaraan. Indraprahasta (Cirebon). Sang Purnawarman. Kecuali di Pulau Sumatera. Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman. kelak menggantikan ayahnya. seorang raja besar di pulau itu. Malabar (Bandung). Cangkuang (Garut). Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat. Purwalingga (Purbalingga). Putera sulungnya. Ujung Kulon (Pandeglang). menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). Aswawarman berputera tiga orang. Sri Jayanasa. Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. Purwakerta (Purwakarta). diperistri oleh seorang raja di Sumatera. masih saudara satu-buyut. Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain. wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. adalah keturunannya. Manukrawa (Cimanuk). Sri Maharaja Purnawarman. Akan tetapi. Siasat Perang. penduduk. Sindang Jero. Alengka. kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. Agrabinta (Cianjur). sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). Sang Aswawarman menggantikannya. Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. Adik Wisnuwarman yang perempuan. Dalam masa pemerintahannya. Gunung Kidul. sebagai penguasa Bakulapura. tidak seberapa banyak. Yang sulung bernama Mulawarman. Purwanagara. Gunung Manik (Manikprawata). Silsilah Dinasti Warman. Paladu. Permaisuri Sang Purnawarman. Nusa Sabay. menjadi penguasa Bakulapura. Kelak. Bumi Sagandu. Bakulapura. Penduduk pribumi. adalah puteri salah seorang raja bawahannya. Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah Sang Kudungga wafat. Legon (Cilegon). Cupunagara (Subang). kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. Penganut Budha. Karang Sindulang. Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. Ia dipusarakan di tepi Citarum. Aswawarman dengan isterinya. Galuh Wetan (Ciamis). kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja). berasal dari: Sumatera. ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. Dari permaisuri ini. Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu. menjadi semakin erat. la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara. ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). Wanajati. Pasir Sanggarung (Cisanggarung). Pura Dalem (Karawang). dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi). Sagara Pasir. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi). Jati Ageung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Digantikan oleh puteranya. la. sebagai raja Tarumanagara ketujuh. sebagai raja Tarumanagara keenam. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. Pasir Muhara. dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah. Tanjung Camara (Pandeglang). Dua Kalapa. Sang Wisnuwarman. Digantikan oleh puteranya. sebagai raja Tarumanagara kelima. Karena tidak punya keturunan. Pakuan Sumurwangi. sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. putera sulungnya. Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya. pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. Wanadatar. Digantikan oleh puteranya. Sang Sudawarman. Digantikan oleh puteranya. digantikan oleh adiknya. Kalapa Girang (Jakarta Selatan). Setyaraja. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). Linggadewata. Sang Dewamurti. 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Suryawarman. Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). Rangkas (Lebak). Digantikan oleh puterannya. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). Sang Indrawarman. dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama. Sang Candrawarman. sebagai raja Tarumanagara kesembilan. memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). Indihiyang (Tasikmalaya). Sang Kretawarman.(Majalengka).

memerdekakan diri. Dari sejak itulah. la digantikan oleh menantunya. dalam sumber Cina yang terakhir. II. Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi). Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. Dengan berbagai akibatnya. MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu. Peristiwa tersebut berakibat fatal. menantu Sang Linggawarman lainnya. Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. Digantikan oleh puteranya. menjadi Kerajaan Sunda. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). dengan Batas sungai Citarum. Dalam tahun yang sama. Sang Linggawarman. 49 | S e j a r a h K e r a j a a n . memegang peranan penting bagi Tarumanagara. menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". Ujung Kulon. seharusnya tampil dalam panggung sejarah. Wilayah timur Tarumanagara. dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. Oleh sebab itulah. Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun. Ketika ia naik tahta. sebagai raja Tarumanagara kesebelas. sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. sebagai raja Taruma nagara keduabelas. Sang Tarusbawa. Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. Sang Nagajaya. masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun. dan Rangkas). menjadi Kerajaan Galuh. dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi. Kerajaan Sunda. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengganti nama Tarumanagara. tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. sebagai penerus tahta Tarumanagara. dengan nama nobat. Sang Tarusbawa.Digantikan oleh puteranya. Kosala. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). ditandai dengan adanya pewarisan tahta. dari Sang Linggawarman kepada menantunya. Mengingat kejayaan Sang Purnawarman. ke berbagai negara sahabat.

Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. 2. Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. Sang Sanjaya. Sebab. Setelah keraton selesai dibangun. di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya. dan Suradipati. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana. la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun. di Kerajaan Sunda. Narayana. ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena.Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. di Kerajaan Galuh. Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. Prinsipnya. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua. sering disebut Panca Persada. dalam sastra klasik. Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. yang terusir oleh Sang Purbasora. tetapi ia wafat dalam usia muda. Sebagai penggantinya.Madura. Jumlah 5 keraton tersebut. Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). adalah ayahnya Teja Kancana. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh. yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah". dalam usia 91 tahun. ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya. memindahkan ibukota kerajaan. 3. yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda.Suradipati. di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Punta. cucu Sang Tarusbawa. disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. Dalam Prasasti Canggal. pada tahun 654 Saka (732 Masehi). Madura. tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya. dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. Setelah 9 tahun berkuasa. Seharusnya. Sena-Sanaha. Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima.

dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. Disebut demikian. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. Batara Danghiyang Guruwisuda. Rakeyan Medang. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. digantikan oleh menantunya. Setelah prabu Gilingwesi wafat. Dengan demikian. pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon). Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. pada tahun 795 Masehi. Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan. dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. dengan nama nobat Prabhu Hulukujang. puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. pada tahun 825 Masehi. diwariskan kepada Sang Arya Banga. menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. Rakeyan Wuwus. Dari permaisurinya. kemudian diberi nama Dewi Samatha. karena putera Sang Banga tersebut. dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara. 51 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri. Sedangkan Dewi Sawitri.Saunggalah (Kuningan). Raja Galuh tersebut. Sebagai putera laki-laki. bernama Rakeyan Medang. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari pernikahannya dengan Kancana Sari. selama 8 tahun. dan 2. akhirnya tahta Kerajaan Sunda. Dewi Sawitri. digantikan oleh puteranya. dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara. yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. la diwisuda pada tahun 739 Masehi. digantikan oleh menantunya. ketika ia wafat. Dari Dewi Kirana. Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. pada tahun 852 Masehi. sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. Sang Banga mempunyai putera. ialah: 1. Batara Danghiyang Guruwisuda. Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi. Setelah Prabu Hulukujang wafat. Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). Rakeyan Diwus. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. memperisteri Dewi Saraswati. Rakeyan Hujungkulon.

Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. Selanjutnya. Rakeyan Limbur Kancana. Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). dan 2. sebelah barat Citarum. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. tahta kerajaan digantikan oleh puteranya. antara lain: 1. dikerahkan kemudian. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. Prabu Wanayasa Jayabuana. Rakeyan Kamuning Galling. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. 3. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. Kerajaan Galuh. dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. Serbuan inipun. memperoleh dua orang putera. Rakeyan Jayagiri naik tahta. Pasukan Kerajaan Sunda. di bawah naungan Prabu Jayadrata. Akan tetapi. karena dibunuh dan digulingkan. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. 52 | S e j a r a h K e r a j a a n . Rakeyan Jayagiri. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. oleh Rakeyan Umbur Kancana. Di pihak lain. Rakeyan Jayagiri. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. Rakeyan Jayagiri. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). Rakeyan Windusakti. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. atas perintah Prabu Jayadrata. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. yang dibunuh oleh adiknya. berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang besar dan lengkap. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling. tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. Baru empat tahun memerintah. sebab pada tahun 916.

Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. naik tahta pada tahun 930 Masehi. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana.Di Kerajaan Galuh. di antaranya: 1. beralih ke Rakeyan Watuageng. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). dan 2. Prabu Resiguru Darmasatyadewa. ketika wafat. di antaranya: 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Rakeyan Sunda Sembawa. Sebagai tindakan balas dendam. digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. menantu Prabu Limbur Kancana. Dewi Somya. Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. Prabu Dewa Sanghiyang. berputera dua orang. Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. bergelar Maharaja. Rakeyan Sunda Sembawa. damai kembali. dan 2. kemudian ia naik tahta. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. Rakeyan Gendang. Prabu Wulung Gadung. yang bertahta di Kerajaan Galuh. Tahta Kerajaan Sunda. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. mengangkat keponakannya. 53 | S e j a r a h K e r a j a a n . suanii Dewi Ambawati. Prabu Limbur Kancana. Prabu Dewa Sanghiyang. putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa. yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. dari tahun 973 sampai 989 Masehi. akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. Prabu Brajawisesa wafat. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. Dewi Rukmawati. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. Dewi Somya. calon pengganti ayahnya. atas perintah Dewi Ambawati. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. dibunuh oleh seseorang. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. Pada tahun 1012 Masehi. ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna.

Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. berusaha merebut kekuasaan. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja. diterima pula oleh Prabu Airlangga. menjadi Panglima Angkatan Perang. adalah Sang Darmaraja. sampai tahun 1065 Masehi. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. dan 2. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. Sri Dharmawangsa Teguh. dua di anataranya ialah: 1. Prabu Sanghiyang Ageung. Prabu Langlangbumi. Sedangkan Dewi Sumbadra. dan menyandang gelar Maharaja. menjadi Mangkubumi kerajaan. Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. ditunjuk Sang Wirakusuma. terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja. Dewi Puspawati. penggantinya adalah Sri Jayabhupati. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. la berputera beberapa orang. dan 3. Wirayuda. pemberontakannya dapat ditumpas. dan digunakan sebagai gelar resmi. dipercayakan kepada adik isterinya. adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. Sang Wikramajaya. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. Ketika mengawali masa pemerintahannya. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya. tiga di antaranya ialah: 1. yaitu Dewi Sumbadra. keduanya memerintah. dari tangan saudara seayahnya. Darmanagara. dimulal pada tahun 1019 Masehi. memerintah di Kerajaan Galuh.Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. putera mahkota calon pengganti ayahnya. Hadiah nama gelar semacam itu. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. Bersama-lama. 54 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dewi Citrawati. 2. digantikan oleh puteranya. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. Akan tetapi.

membentuk angkatan perang. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. Senapati Suryanagara. Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. Di pedesaan antara wilayah Galuh. yang dihadiri oleh kedua belah pihak. Akan tetapi. di antara keturunan Sri Jayabhupati. dan Galunggung. akibat ulah kawanan perampok. yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. penguasa Kerajaan Galunggung. la pun tidak menghendaki. Maharaja Langlangbumi. melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). Senapati Kusumajaya. Dahiyang Guru Darmayasa. Resiguru Sudakarena. karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam. Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi). Ratu Batari Hiyang. Sunda. Sang Maharaja Langlangbumi. tingkat keamanannya menjadi rawan. 55 | S e j a r a h K e r a j a a n . Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). Kemudian. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. Senapati Wirayuda. akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. Selesai membangun ibukota yang baru. Kemudian ditempuh jalan damai. dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. Mangkubumi Darmanagara. kalau tidak segera diatasi. tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak. yaitu Dewi Citrawati. Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. timbulnya perpecahan. akan jadi duri dalam daging. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati. Galunggung. Selama memegang kekuasaan di Galunggung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. Yuwaraja Menak Luhur. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. Oleh karena itu. Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. Permaisuri Puspawati. Akan tetapi. dengan cara mengadakan pendekatan. Sebenarnya. Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti.

karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. kedudukan pusat pemerintahan. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. dua di antaranya: 1. Darmasiksa. Prabu Menakluhur. 2. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. puterinya Mahisa Campaka. Prabu Menakluhur. lahir tahun 1168 Masehi. memperisteri Ratna Satya. wafat tahun 1155 Masehi. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. tahun 1175 Masehi. yang bergelar Dyah Lembu Tal. Prabu Darmakusuma memperoleh putera. tahun 1187 Masehi. memperoleh putera. Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. dan 2. puteranya. pindah ke Pakuan (Bogor). Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. yaitu: 1. Dari perkawinannya. Puteri Darmageng. memperoleh putera: Rajapurana. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. Ratna Wisesa. Galuh dan Sunda. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. Sebagal penggantinya. menggantikan tahta ayahnya. mempunyai seorang puteri. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . memperoleh putera. Sang Cakranagara. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. Sang Darmasiksa. dan dijadikan permaisuri. la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung). dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. maka kedudukan Raja Sunda. cucu Batari Hiyang Janapati. Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. 3. menjadi Mangkubumi. Kemudian. la bergelar Maharaja. Ratu Galunggung. dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. dengan ibukotanya di Galunggung. Puteri Saungggalah.2. beribukota di Saunggalah (Kuningan). Dari pernikahannya Dewi Puspawati.

menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi).perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. Prabu Linggadewata. leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). Sebagai pengganti Prabu Citraganda. adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari). ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. adalah puterinya Prabu Rajapurana. yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi. diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya. Rahiyang Saunggalah. Karena. Sedangkan Prabu Rajapurana. la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. Setelah dewasa. 3. dikaruniai umur panjang. Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. adik iparnya. Pada masa pemerintahannya. Permaisuri Prabu Citraganda. Dewi Antini. Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. pulang ke Tumapel Jawa Timur. Ragamulya Luhur Prabawa. Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera. diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). Kelak. Prabu Darmasiksa. Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. Kemudian digantikan oleh puteranya. puteranya. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Prabu Ajiguna Linggawisesa. berjodoh dengan Dara Puspa. Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. Suryadewata. satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). disebabkan wafat muda. sampai tahun 1333 Masehi. Karena sebelumnya. ibukota Kerajaan Sunda beralih. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. Dari perkawinannya dengan Dara Puspa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi. Oleh karena itu. dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah putera Prabu Guru Darmasiksa. Pengganti Prabu Ragasuci. dari Puteri Saunggalah. Prabu Ajiguna Linggawisesa. 2. atau Aki Kolot. puteranya. Pengganti Prabu Citraganda. dalam usia 44 tahun. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. Rahiyang Jayadarma. di antaranya: 1. Prabu Citraganda. tidak sempat menjadi Raja. menjadi raja di Kerajaan Sunda. Dewi Kiranasari.

lahir tahun 1348 Masehi. dan dijadikan permaisuri. Sang Prabu Hayam Wuruk. sebelumnya. hal itu. adalah Sang Patih Mada. digantikan oleh puteranya. ada yang berkuda. Semua pasukan Majapahit. Setiba di sana. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. lahir tahun 1339 Masehi. Putera kedua laki-laki. Prabu Linggabuana. Tibalah saat yang bahagia. Wastu Kancana. akan diperisteri (resmi). Demikianlah. Prabu Maharaja Sunda. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. meninggal dalam usia 1 tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. 2. sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. meninggal dalam usia 1 tahun. Putera ketiga laki-laki. Sesungguhnya. bahwa sang puteri Citraresmi. siap untuk bertempur. Sang Bunisora. 3. dengan janji Bre Majapahit sendiri. selalu menyetujui keinginan Patihnya. dengan Sang Patih Gajah Mada. janji tersebut tidak ditepatinya. yang bergelar Mangkubumi Saradipati. 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . la menjadi berang. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. Akhirnya. Semua orang mengetahui. ada yang menunggang gajah.Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. puteri mahkota Sunda itu. oleh kakeknya diberi nama Citraresmi. Bahkan ia. 4. meluaplah hati Sang Patih Mada. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. Dyah Pitaloka. sebagai isteri persembahan (upeti). mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. Akan tetapi. Karena itu. Sesungguhnya. didampingi oleh adiknya. karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. lalu memerintahkan laskar Majapahit. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). Di antara mereka. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda. tidak bersedia menyerahkan puterinya. menginjak usia 18 tahun. hal itu amat bertentangan. Sesungguhnya. sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit.

Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). kehormatanlah yang harus dipertaruhkan. melakukan mati-bela (bunuh diri). Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta). Kemudian. Rakeyan Rangga Kaweni. Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. semua orang Sunda yang ada di sana gugur. sebagai panglima perang. tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. Ki Mantri Sebrang Keling. lalu menundukkan kepala. Orang Sunda serempak menyongsong lawan. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. Pengecut perbuatannya. yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada. Hatinya cemas dan ragu-ragu. Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. semuanya hanya 98 orang. namun. bersama semua pengiringnya. masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. dan beberapa ratus orang berjalan kaki. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. Namun seandainya mereka kalah dan gugur. kehormatanku dan semua kesatria Sunda. Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali.ada yang naik kereta. dengan persenjataan lengkap. Karena itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. tibalah pasukan besar Majapahit. Ki Panghulu Sura. oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. Pertempuran berlangsung sengit. Rakeyan Mantri Saya. Sang Mantri Patih Wirayuda. janganlah kalian bimbang!" Kemudian. tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. Rakeyan Mantri Sohan. Sang Ratna Citraresmi. melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini. Betapapun. Namun akhirnya. Rajaputri Dyah Pitaloka. Rakeyan Juru Siring. Ki Juru Wastra. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. Ki Mantri Supit Kelingking. Sang Panji Melong Sakti. Sang Prabu Maharaja termenung sejenak. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan).

Semua orang Sunda. Menurut naskah Kropak 630. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian. sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. dan nirawerah. gurugama. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. Satmata adalah tingkatan ke-5. kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya. Bratalegawa. 3. seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). Dalam menjalankan pemerintahan. pemerintahan Kerajaan Sunda. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. Dalam naskah Carita Parahiyangan. merupakan tahap tertinggi. binasa. yang diwarnai suasana religius. kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. Oleh karena itu. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. Banawati. Sang Bunisora. kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. tidak seorangpun yang tersisa. 1.menyerang Kerajaan Sunda. baru berusia 9 tahun. orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. memperisteri gadis pilihannya. padamlah segala hasrat dan nafsu. suraloka. yang lahir pada tahun 1369 Masehi. Sang Bunisora.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . usai terjadi sebelum tengah hari. di antaranya. tuhagama. Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). ketika usianya sudah 20 tahun. Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). disebut sebagai Satmata. puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. Sang Bunisora mempunyai putera. Setelah satu tahun. Sang Niskala Wastu Kancana. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). satmata. cenderung sebagai raja pendeta. tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi. ia memperoleh putera. Mayangsari. 2. yang datang di Bubat. Dari permaisuri Laksmiwati. dan 4. adigama. Sang Haliwungan.

Untuk hidup lama berjaya di dunia. Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). Selama masa pemerintahannya. 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . tercatat dalam kaol Cina. selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi). Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan.1999: 24). Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken. Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya. naik tahta pada usia 23 tahun. Sang Bunisora wafat. akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita. Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia. selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari. Akibatnya. merasa betah berada di bawah pemerintahannya". puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. la masih sempat mendengar. ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya. serta bu (eter). setelah memerintah di Kerajaan Sunda. Majapahit tidak mempunyai raja. memerintah di Kerajaan Sunda. Majapahit dilanda Perang Paregreg. 1984: 42). di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho. Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang. sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum).Pada tahun 1371 Masehi. dipusarakan di Nusalarang. dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun. yaitu kedatangan angkatan laut Cina. yang terjadi pada tahun 1453 . Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya. Setelah wafat. Pakeun heubeul jaya dina buana. pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. untuk unggul dalam perang). bayu (angin). akasa (langit). antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. Menurut Chau ju-kua. selama 3 tahun.1456 Masehi. Apah (air). Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. ada dua kejadian penting yang patut dicatat. pada tahun yang sama. teja (cahaya).

yang sering menjadi sumber dugaan. Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. Pertempuran tersebut. yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). siapa yang menang dan siapa yang kalah. Salahsatu catatannya mengemukakan. bekas ibukota Tarumanagara). Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. Rupa-rupanya. masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina. yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya. "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". catatan Chau ju-kua itulah. Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. antara lain: 1. Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai. mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya. dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. meminta bantuan dan perlindungan. bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi). Dalam masa "gencatan senjata". sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. setelah masing masing mengundurkan diri. Kedua-duanya menderita kerusakan berat. sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi). ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda. Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta. diakhiri oleh kedua belah pihak. tanpa diketahui. dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Hanya saja. dengan isi yang sama. bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda.Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). Ketika Chou Ku-fei mencatatnva. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya.

berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi. Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina. yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot. antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken.5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon). Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon). Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya.5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa). apapun bahasanya(Guillot. Upaya penyelesaian jalan damai.1999: 107). Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten. Pelabuhan Banten dimaksud. dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jakarta). kapal-kapal menuju arah 97. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. dibahas pula oleh para akhli. bahwa "Sriwijaya dan Kadiri. Chia-lie-pa (Kalapa. lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu). serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa. Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten). masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara". Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan). baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong. dibahas pula oleh Heuken. dan menuju arah 187.1996:119). demikian ungkap Guillot. melalui Chia-liu-pa (Kelapa). Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . "Banten dinamakan Sunda".1996:119). antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa.3. Dalam catatan kaki. Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa. Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas).

Sangat menarik. sedangkan candi yang terletak di G. atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. Claude Guillot.1999: 24). angka tahun tersebut. yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut. telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam. sekaligus merupakan daya dukung. angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan.1996: 111). Lukman Nurhakim. bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10. Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot. yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang.jadi sama dengan catatan Portugis. melihat arca-arcanya. Kapalembangan diinaksud. Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan. boleh. Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken. masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?. yaitu 932 M (854 S) (Guillot. Menurut Chau Ju-kua. Pulasari. terutama melalui penelitian arkeologi. masih dilanda kegelapan. Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch. yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi. berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. Akan tetapi. Pembuktian arkeologi ditampilkan. 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?). CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. jalan untuk menuju ke Banten Girang. Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah. dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. 1996).Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. dan Sonny Wibisono. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. belum menemui titik terang. Jerman). telah sering dilakukan. untuk memperkuat suatu anggapan. Artinya.1996:111). Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi.

bunyi. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim.Untuk lebih jelasnya. Ekadjati dalam Carita Parahiyangan. maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu. antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. sepadan dengan bujangga. no. halaman 18. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu. bacaan yang benar adalah 854 Saka. bahwa ia seorang pembesar istana. ia menuliskan tahun 942 Masehi. padahal seharusnya 932 Masehi. dan pasagi. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan. bernilai angka 4. mengenai prasasti Kebonkopi II. ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. kata. Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. adalah kata majemuk tatpurusa. pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. Candrasangkala: kawiraja. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). Bogor. antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. perintah. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. terdiri atas 4 baris huruf. karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan.V 1923. distrik Leuwiliang. Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda. sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). bujur sangkar. kala untuk cakakala atau sakakala. yang bentuknya tidak beraturan. panca = 5. saat yang pantas diperingati. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989). Batutulis ini kini telah hilang. sesuatu untuk diperingati. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. pangambat. sabda. bernilai angka 8. 6888).

Menurut pengakuannya. dan 3. dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Sewaka Darma. Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya. 1. diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala. halaman 13-14.1989:186-187). yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara. karena itu ia mengajukan dugaan. Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala. Satyawati Suleiman. Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II. Peristiwa sejarah. antara lain sebagai berikut: . Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna. bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi.Bunyi prasasti. angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch. Sriwijaya (Atja & Ekadjati. menampilkan angka tahun 932 Masehi. dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. Sehingga kawihaji panca pasagi (854). Guillot menampilkan angka tahun 932?. Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung. la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. 2. parwa I sarga 3. Timbulnya perbedaan anggapan.

Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. Putera yang kedua. yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 . Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). antara lain sebagai berikut: . Akan tetapi. Kemudian. digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II. yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala).tahun. 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . tempat lahir Sang Tarusbawa. daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada prasasti Kebonkopi II. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik. tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda". Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. ikhwal "Sunda" dijelaskan. "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda).. Yang ketiga. Sang Matsyawarman namanya. dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat". yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". menghadiri upacara "Barpulihkan".. yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali. seperti dugaan Bosch. tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya. Dipilihnya lokasi Pasir Muara.561 Masehi). Yang keempat perempuan. Dengan demikian. antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali. Mahisawarman namanya. Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman.. sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya. tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman. dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana. tentu ada nilai-nilai sakral. "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma. tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. yang menjadi Menteri Tarumanagara. Sriwijaya".

antara lain sebagai berikut: . Adik Dewi Manasih. raja keduabelas Tarumanagara. menantu Sri Maharaja Linggawarman.catatan. juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya. dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. mengakhiri kekuasaannya. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3. oleh Sri Maharaja Tarusbawa... Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya". Pergantian nama kerajaan. halaman 176. kerajaan Sriwijaya. disebabkan. telah melakukan perjanjian bersama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. yaitu Dewi Sobakancana. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. yang menikah dengan Dewi Manasih. terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n . // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// . di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. Sang Tarusbawa. dengan menjalin persahabatan. Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. Sebagai pengganti. masih merupakan kerajaan kecil di Palembang. menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman.. yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali. dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. karena nama kerajaan tersebut. Sri Maharaja Linggawarman. Kerajaan Sriwijaya. Sunda Sembawa (Bekasi). menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi. tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang. diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda.. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. raja Sriwijaya. pada tahun 536 Masehi. Kekecewaan Guillot. Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda. berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana.. Sedangkan Sriwijaya. untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. parwa 11 sarga 3. Pada tahun 669 Masehi. menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda.

tetap setia mengikuti alur waktu. bahkan kesan tersebut harus dicermati.1996:137). dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai. akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. Salakanagara. "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu. antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang.Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari. dengan segala perkembangan kehidupannya. III. semakin samar untuk ditemukan. Persoalan yang muncul. yang diperankan sebagai "musuh Banten". merupakan tindakan balas dendam. sebagai pembanding. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan. Ibukota Pajajaran misalnya. Banten di masa silam. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. yang pernah menaklukan Banten Girang. bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. tidak berdiri sendiri. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. menelusuri kurun zaman. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot. mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". Tarumanagara. Kehadiran Salakanagara. Kesan Guillot memang "patut diperhatikan". Untuk diketahui secara objektif. dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . seperti Banten Girang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak ia hiraukan. Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. Kerajaan Sunda. Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526. POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan. dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. 1996:100).

punta. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda. dengan nama Kerajaan Galuh. Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. Lokasi bekas keraton tersebut. Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Sumatera Selatan). Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya. menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja).narayana-madura-suradipati. dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum. yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). Selanjutnya. lawasnya ratu saratus tahun. nu nyaeuran sanghiyang rancamaya. sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya. 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama). Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi). dengan nama nobat Prabu Susuktunggal. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan. dengan nama: Ing Puri Bima Sakti.yang haluwesi. sebagai tanda keutamaan raja. diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. kini sudah menjadi bangunan permanen. kembali terbagi dua.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan. sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. nu mikadatwan sri bima.sarga 5.dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). yang terletak di bukit Badigul (Bogor). putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. Sang Haliwungan. dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan. mangka premana raja utama. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur). Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda. kawasan bekas Tarumanagara. Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati. di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda. Sebelumnya. Peninggalan warisan Sang Susuktunggal. Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut. dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). dari sejak tahun 1382 Masehi. dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya. Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana. Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi. sirna tanpa bekas. dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. Kemudian Sang Ningrat Kancana.

Raden Patah mendapat nama Jin Bun.Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. meninggalkan ibukota. tokoh Sang Ningrat Kancana. karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. dengan ibukota di Keling. Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. kena salah twah. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak. hingga memerangi kerajaan ayahnya. seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang. Dalam tahun 1473 Masehi. ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa. memperisteri perempuan terlarang dari luar. Sedangkan nama Patah (Al Fatah). maka dalam tahun 14'75 Masehi. sebagal guru dan juga mertuanya. Baru kemudian. salah seorang isteri Prabu Kertabumi. adalah kemenakan Ratu Darwati. Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. Kemudian. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. Di Palembang. mengakhiri kekuasaan ayahnya. adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. Dari ibunya. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. akibat perceraian dengan suaminya. peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu. atas permohonan Ratu Darawati. Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. menggempur Majapahit. untuk kepentingan membuka pesantren. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci. Sunan Ampel sendiri. Raden Patah. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel.. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. Prabu Kertabumi. Tiga tahun kemudian. inya nu surup di guna tiga. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. Dia yang dipusarakan di Guna Tiga. lawasnya ratu tujuh tahun. diberi nama Raden Praba. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n . Uniknya. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. Yang di pertuan di Galuh. diterima kemudian dari Sunan Ampel. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). Akibat salah perilaku. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. la adalah tohaan di galuh. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak.

Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. diterima dengan tangan terbuka. Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. yang menyudahi kekuasan Kertabumi. yang mendirikan Mataram Islam. Puteri Ratna Ayu Kirana. dengan Raden Baribin. Prabu Dewa Niskala. Selaln itu. kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. Dari pernikahannya. serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar). Oleh karena itu. saudara seayah Prabu Kertabumi. 2. Prabu Dewa Niskala. Menurut hukum waktu itu. Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. telah menjodohkan puterinya. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. ia tersamar dalarn cerita rakyat. Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. ibukota Kerajaan Galuh. Kemudian. Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. keluarga keraton Majapahit. Prabu Dewa Niskala. Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi).pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). Oleh karena itu. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. Dalam hal ini. Di sana. Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi). keluarga keraton Kawali. oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. yang sudah bertunangan. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh). tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . ada juga yang sampai ke Kawali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki. Rombongan pengungsiannya. dilakukan oleh Girindrawardana. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). Kelak.. memperoleh seorang puteri. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton. kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. wanita itu terpisah dari tunangannya. Raden Baribin. Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi. Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain. diberi nama Raden Bondan Kejawan. Dalam pengungsian. Menurut versi lain. Dari Wandan Bondri Cemara. ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1. adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura.

Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana. Putera sulung Prabu Dewa Niskala. Untuk menyelamatkan keadaan. adalah: 1. B. samasama mengerahkan pasukannya. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga. di wilyah netral. SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan). Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). penguasa Kerajaan Sunda. tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Peristiwa penobatannya di Pakuan. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu.Prabu Susuktunggal. ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum. Menantu Prabu Susuktunggal. yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. prebu ratu purane pun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sangat marah. Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja. harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh. harus diserahkan kepada Jayadewata. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala. Begitu pula Prabu Susuktungggal. Tentu saja. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh. yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung). Peristiwa tersebut. konflik kedua pemimpin negara. para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan. 2. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda. meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Selanjutnya. Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. bahwa: 1. dari permalsuri. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. karena kekuasaan pemerintahannya. incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak. Prabu Susuktunggal. dan memutuskan. 2.

kemudian kerangkanya diperabukan. untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya. membuat jalan yang diperkeras dengan batu. memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. Maksudnya. Prasasti Batutuhs Kota Bogor. la memperteguh pertahanan ibukota. kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya. Ya dialah (yang membuat semua itu). membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). kesatrian (asrama prajurit). Dialah yang membuat parit (di) Pakuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pada tahun 1533 Masehi. antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. yang terjemahan langsungnya.samida. Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan. memperkuat angkatan perang. dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga. 74 | S e j a r a h K e r a j a a n . nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana. cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). Jika seorang raja wafat. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. pagelaran (macam-macam formasi tempur). maka raja tersebut digali dari kuburnya. hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya. 1981: 25). ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. Upacara semacam itu. tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. Sri Baduga Maharaja. dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. membuat samida. agar sukma raja tersebut. Pembuatan prasasti tersebut.

sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak. yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). diambil dari bahasa Sanskerta. Bila petani telah berpindah ladang (huma). Kata dasa. sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). Dasa. Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan. Oleh karena itulah. Pengukuhan itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Keharuman Sri Baduga Maharaja. karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani. Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja. Calagara (di Majapahit: walagara). sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. yang ditemukan di Desa Kabantenan. bagi siapapun yang melanggar keputusannya. Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. Juru Pantun ataupun Penulis Babad. Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan. Gunung Samaya dan Jayagiri. adalah pajak tenaga perseorangan. harus diserahkan tiap tahun. calagara. adalah pajak tenaga kolektif. yang berarti pelayanan (service). Kabupaten Bekasi. harus diserahkan kepada raja. artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya. Pare-dongdang atau panggeres reuma. Kecamatan Tarumajaya. serta ancaman hukum mati. Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan.Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda. Silih artinya pengganti. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. Wangi artinya harum.Silih Wangi. dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa. yang gugur di Palagan Bubat. adalah pare turiang. untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. Kapas-timbang atau upeti kapas. yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun. Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi). isinya dapat diketahui. Para petani tergabung dalam pasukan pekerja.

Tome Pires (k. seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken. 1468-1539 Masehi). 1999: 41). Tentang Sri Baduga Maharaja. 1996: 59). Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja). dapat mencapai 4. memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50.000 orang.masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran. terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad.000 ekor tiap tahun. Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo.197 orang). adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama. kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam).271 orang. Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja. antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil). nama resmi kenegaraan. berada di pedalaman. serta pada puncaknya berukir indah. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. 76 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis. Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). bandar Cheguide. bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju. pelabuhan Pontang (Pomdam). dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter). Tetapi yang lebih penting. Omzet perdagangan kuda. Dengan jumlah itu. disebutkannya. terdapat 40 ekor gajah. parwa I sarga 4). terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa. penduduk kota Pakuan ada 48. Untuk kepentingan perdagangan Portugis. Laporan Portugis tahun 1522 Masehi. Dalam angkatan perang kerajaan. Istana raja. Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja.l. Pasai.121 jiwa. pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda. baru berpenduduk 23. tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda. sebagai kota terbesar ketiga. Dalam perkembangan selanjutnya. merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. Tome Pires memberitakan.

Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. Larasantang. Cimanuk (Chemano). Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. bersama isterinya. Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. di Pura Dalem Karawang. menikah dengan wanita muslim dari Gujarat. SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. dalam tahun 1416 M. Akan tetapi. Ketiga anaknya. seorang ulama mazhab Safi'i. Puteri Subanglarang. antara Cirebon dengan Demak. ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya. Walaupun berbeda agama. Kalapa (Calapa). ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. isteri kedua Sri Baduga Maharaja. Setelah kembali ke Kerajaan Galuh. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. seorang ulama mazhab Hanafi. Kemudian dari Gujarat. ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken. dan Raja Sangara. 1999: 37). sebagian ditempatkan di Cirebon. dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). adalah alumnus pesantren Quro tersebut. dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). cucunya yang bernarna Hadijah. hubungan politis yang terlalu akrab. Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. Bratalegawa lahir tahun 1350 M. Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). bukan "Islamnya". di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. raja Cirebon Girang. Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng). Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. Bratalegawa. C. Inilah Sunda. diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya. dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. Kelak. Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . didirikan oleh Syekh Hasanudin.Tangerang (Tamgaram). yaitu Pangeran Walangsungsang. karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. bernama Farhana binti Muhammad. putera Mangkubumi Bunisora Suradipati. Sesungguhnya. menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi.

seperti pula syahbandar dari tempat pabean. seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan. Akan tetapi. sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa. Tuan kami. jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M. Maka. Tuan Kami. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n . Untuk maksud ini. Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme. Maka. untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. menegakkan sebatang padrao dari batu. pada tanggal 21 Agustus 1522 M. Selain itu banyak orang baik. sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja. M. ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. menentukan dan menunjuk tempat. Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. akhirnya ditanda-tangani di Pakuan. yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai. Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja. sebagai duta resmi negara. Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti. Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu.yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. seberang awal pelabuhan. menghadiahkan kepada Raja. Kapten Malaka. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . utusan Jorge d'Alboquerque. Kunjungannya ke Pakuan. Leme. Kawasan ini yang disebut Kalapa. jadi di sebelah kanan muara sungai.Portugis. Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule). disebut Laksamana Bungker). Sri Baduga Maharaja sudah wafat. Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas. pada tahun itu. kapten perjalanan ini.

Tuan kami. Hubungan internasional bilateral inilah. penulis dari kapal San Sebastian. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. Berbeda dengan pelaut Belanda. juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. Padahal. pada perjalanan ini. membuat dokumen ini. Tuan kami. Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. Dengan demikian. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda. mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. Sri Baduga Maharaja itu. yang selalu berambisi. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. Sangat disayangkan. dan Franscisco Annes. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. yang dicurigai para akhli sejarah. penulis. masih sebagai pelaut murni. Dibuat pada hari. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n . juru mudi dan banyak (orang) lagi. sangat wajar terjadi. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa. Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot. selaku perwira Raja. tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .10. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. 1999: 54). Raja-raja penerusnya. dan Diogo Diaz. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken. saya. Balthasar Memdes. semuanya tentara. yang diwakili oleh pedagang Portugis.600 caxas Java. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya. telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. Maka. Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. Tentang seluruhnya itu. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. pedagang Portugis pada waktu itu. Untuk buktinya. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia. saya memberi kesaksian.

dapat kembali kepada Asal-nya. pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. belum dapat membuktikan secara pasti. hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). Mwakta atau Moksa. dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. Akan tetapi. Cukup banyak Babad yang ditulis. Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. yang sesungguhnya keturunan Galuh. adalah tokoh Sunan Ambu. Setelah Indonesia merdeka. sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya. dimanakah bekas candi-candinya. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda. bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha. atau "Yang Moksa Di Rancamaya". kalau tidak Hindu tentunya Budha. Sampai saat kini. Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. tetapi dalam menuliskan Babad setempat. digunakan kata lumah (pusara). Oleh karena itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi. Terbukti. secara arkeologis. keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). 80 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda. Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. Dalam naskah Sunda kuna lainnya. sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. dengan tujuan utama. selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. Penyempurnaan sukma tersebut. umum masih beranggapan. Dzat Asal dalam religi Sunda. Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. mengenai tokoh Prabu Siliwangi. Dalam cerita Pantun sekalipun. kalau ditanyakan. Cirebon. Sumedang. bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing.toleransinya terhadap agama Islam. Para Pohaci dan Para Bujangga. yang artinya dipusarakan. dan Talaga. Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha.

bahwa tokoh Kian Santang itu. jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali. D.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bersih suci bila dibasuh. Ada pula yang menafsirkan. Hiyang Seda Niskala. dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib. artinya Gaib. Niskala. Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). tidak ingin manjing surga (masuk Surga). Selain itu. bukan dengan Dewa). Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi. dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun. hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi). dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda. di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala. sudah demikian lama. Kedatangan Islam.Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam. sesungguhnya tidak jadi masalah. PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. pada abad ke-7 Masehi? Sebab. artinya Sempurna.. kisah tentang Kerajaan Pajajaran. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. Adakah masuk di akal. juga adiknya Pangeran Cakrabuana. jati Sunda teka. terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Disunat kepada akhlinya. Seda. karena ia adiknya Larasantang. kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". Disunat ka tukangnya. menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya. Sebutan lain untuk Hiyang. merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran. Kian Santang yang konon katanya. Kisah tersebut. setega itukah. bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . Provokasi cerita fiksi Kian Santang. selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi. cita-cita urang Sunda yang saleh. bagi orang Sunda.

Prabu Sanghiyang Surawisesa. perlu penelusuran ilmiah. Perang ke Tanjung. Untuk mencari kebenaran. pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda . Dalam catatan Portugis. Perang ke Gunung Banjar. Perang ke Hanum. Perang ke Ancol Kiji. yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun. Perang ke Gunung Batu. menimbulkan persoalan baru. Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta.Portugis. dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing. meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). Lima betas kali perang tak pernah kalah. teguh dan pemberani. adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa. Perang ke Kalapa dengan Aria Burah. Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi). terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan.alias Fatahillah. Perang ke Padang. uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. Rata gagah perkasa. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu). 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perang ke Pagoakan. pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). ia disebut Raja Samiam. Perang ke Wahanten Girang. sempat dicurigai sebagai Kian Santang. Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17. Perang ke Simpang. berdasarkan ilmu sejarah. hingga menimbulkan perang selama 15 kali. membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. Perang ke Muntur. Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja.

Ada pendeta sakti dianiaya. Tidak sampai setahun. hati-hatilah yang hidup di kemudian hari. tidak diketahui identitasnya. Oleh sebab itu.iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf. dibunuh tanpa dosa.Perang ke Pager Wesi. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna . jangan hidup pura-pura berpuasa. supaya bersih suci dari kotoran. itulah tradisi orang Sunda. tidak mati. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. Terkenal namanya Hiyang Kalingan.sang kawuri / hayzaa to . pandita di Sumedang. Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva.sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ditenggelamkan ke laut. menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia. Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang. Disunat. Setelah itu. Sang pandita di Ciranjang. Puasa. lamanya jadi raja 8 tahun. masih hidup. ditenggelamkan ke laut. disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n . Begitulah keadaan jaman susah. Sang Pandita di Jayagiri. Prabu Ratu Dewata. kembali ke Pakuan lagi. Disunat oleh akhlinya. Perang di Buruan Ageung (Alan-alun). hanya meminum susu. Datang bencana serangan musuh kasar. Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem. meninggal dunia. Perang ke Medang Kahiyangan. prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. kesembilan tahunnya meninggal dunia. tertimpa tapak kikir.

karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri. Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu. Sang Nilakendra. tindakan ratu seperti itu. tidak hormat pada yang tua. Yang membangun bale bobot 17 jajar. Dalam zaman Dopra. Sering membunuh orang tanpa dosa. Jangan diikuti oleh generasi belakangan.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. merampas tanpa perasaan. Mempunyai anak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. zaman perunggu. seterusnya diganti dengan zaman kali. Lamanya jadi ratu 8 tahun. tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. menghina pendita. menghiasi Kedaton. diukir berbaris dibentuk berbagai cerita. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . zaman besi. Begitulah riwayat Sang Ratu. di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan.

Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi). antara lain: 1. ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran. 4. perang dengan Galuh. tidak mengikuti adat kebiasaan. menurunkari pertapa. semua kalah oleh orang Islam. Dunia halus masuk ke yang kasar. cucu tiri. tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. perang dengan Mandiri. 3. Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka. Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. Pertama datangnya perubahan. Perang dengan Pakuan. kalah Kalapa. Perang dengan Kalapa.perdaya. Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi). bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. 5. kalah Rajagaluh. disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya. Manusia yang berhuma rakus makannya. Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). perang dengan Jawakapala. Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. Perang berlayar ke Salajo. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perang dengan Gegelang. Perang dengan Rajagaluh. Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. 2. Ratu Sakti (1543-1551 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. Iamanya jadi rata 16 tahun. perang dengan Patege. perang dengan Datar. Lamanya jadi ratu 12 tahun. Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). timbul kerusakan dari Islam. kalah Jawakapala.

Dua di antaranya. adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n . terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. jika Pangeran Walangsungsang. dari pendahulunya. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A. Dalam Carita Parahiyangan. dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. Dewi Surawati. bahwa dari Subanglarang. berperan sebagai anak sulung. pemeluk Islam madzhab Hanafi. hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang. 1989:165). karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih).IV. Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. Surasowan. Status ini sangat memungkinkan. Sanghiyang Surawisesa. Dari isterinya yang pertama. di antaranya: 1. berputera beberapa orang. 2. Ekadjati (1989). Cirebon. Sedangkan dari isterinya yang ketiga. Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. bernama Rajasangara. Oleh karena itu. adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). yang disusun oleh Atja dan Edi S. kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. adalah murid Syekh Hasanudin. untuk membahas Banten. Status Pangeran Walangsungsang. dan 3. Adapun riwayat Syekh Hasanudin. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. 2. 1. ialah. PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syekh Hasanudm. Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja.

sebanyak 63 buah kapal layar. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. dikenal sebagai Syekh Bantong. ketika turun di Pura Dalem Karawang. la bermaksud. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda. Tan Go Wat. pada tahun 1416 Masehi. memperoleh anak. untuk menjalin persahabatan. Tan Go Wat. menyebarkan ajaran agama Islam. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). Bagi Sang Mahapraburesi. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. di Pulau Jawa. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan. Armada laut Cina tersebut. Syekh Hasanudin. Namun bagi tokoh Wastu Kancana. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin. mengadakan pelayaran keliling. Dari perkawinannya. Selama 59 tahun. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. Laksamana Cheng Ho. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. Di antara sekian banyak awak kapal. yang juga beragama Islam. Islam bukan hal yang baru dan acing. walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata.Pada tahun 1416 Masehi. armada laut Cina. Oleh karena sesama muslim. Setelah lama tinggal di Pura Dalem. padahal untuk Sri Baduga Maharaja. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo. memohon diri untuk turun. Peristiwa penting ini.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la didampingi oleh jurututulisnya. kakeknya Sri Baduga Maharaja. Ki Gedeng Karawang. terdapat beberapa orang penumpang. Syekh Hasanudin. Kelak. di Jawa Timur. disertai pula oleh puteranya. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad.800 orang. Ma Huan. dengan prajurit laut sebanyak 27. Tujuan pelayaran mereka. di pesisir Pura Dalem Karawang. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. puterinya Ki Gedeng Karawang. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. adik iparnya. dan lebih kikir lagi dengan pujian. Sebab. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya.

Pangeran Walangsungsang. adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. mendorong Pangeran Walangsungsang. Afganistan. memohon izin kepada ayahnya. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. mengikuti agama yang dipeluk ibunya. la dengan kedua adiknya. Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). hanya ibunya. Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). dibina langsung oleh kakeknya. Peristiwa-peristiwa itulah. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam. Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu.1984: 42). diteladani dari kakeknya. oleh para penulis babad. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. untuk pergi mengembara. keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. Sebagai catatan. madzhab Hanafi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. bahwa Pangeran Walangsungsang itu. peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya. ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. akibat konflik agama dengan ayahnya. Sementara itu. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah. bagi Sri Baduga Maharaja. merasa sangat kehilangan. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). Perlu dicatat. tidak menjadi masalah. yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. walaupun dengan berat hati. la. Selain sebagai ibunda tercinta. hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. seorang bangsa Ajam. adalah Guru Agama. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". 88 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ki Gedeng Tapa. Tentu saja. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. Subanglarang.sanggup memujinya. Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. Ketika Subanglarang wafat. pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. Kenyataan seperti itu.

dari kakeknya. mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. Seperti babi hutan. Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. Syekh Nurjati. harimau. Kemudian.Amir Abdullah Khanudin. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . ketika mendirikan Dukuh Cirebon. Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan. dari Syekh Datuk Kahfi. Nyai Larasantang. dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya. antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut. la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). Oleh Ki Gedeng Tapa. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). Di bagian selatannya. gajah. adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. kura-kura dan berbagai jenis lainnya. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa). Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah. Ki Gedeng Tapa. masih hutan belantara tempat binatang buas. Pangeran Walangsungsang. Dalam pemerintahan sehari-hari. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. Cirebon namanya. di kampung Ghuzah. Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. Sebagai catatan. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. Pondok Quro Amparan Jati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ki Gedeng Tapa. Dalam pengembaraannya. mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. Syekh Datuk Kahfi. atas keinginan Ki Gedeng Tapa. ular. setelah Pondok Quro Karawang. Di tepi pantai.

Syekh Datuk Kahfi. puteri Ki Danuwarsih. Kemudian. sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. Pada awalnya. Sedangkan Ki Danuwarsih. adalah adiknya Ki Danuwarsih. Semula. berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. banyak kuda liar. hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja. rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan. Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. Sebab. banyak ikan dan rebon (udang kecil). seorang ulama agama Budha. membuka hutan Kebon Pasisir. penduduk Cirebon Pasisir. Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. Ki Danusela. Nyai Arumsari (isterinya). Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. yaitu Nyai Indang Geulis. kemudian diberi nama Cirebon Pasisir. lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. Cirebon Girang. atau Tegal Alang-Alang. Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. pindah dari tempat tinggal asalnya. Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati. ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. disebut Kebon Pasisir. Atas kesepakatan bersama. Setelah melihat ada pemukiman baru. dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. dipercaya menjadi Wakil Kuwu. Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. Mereka. Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. Pangeran Walangsungsang. Ki Sarmawi (pembantunya).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah mertua Pangeran Walangsungsang. Nama itu diperoleh dari gurunya. yang disebut Cirebon Girang. di Kebon Pasisir. atau Lemah Wungkuk. Sedangkan di Gunung Ciremai.laut (camar). Diberi nama demikian. telah bermukim 5 orang penduduk. bersedia masuk Islam. dibangunlah pemukiman baru. Di sungai. dan adiknya (Nyai Larasantang). / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n .

tingkah lakunya. Sumatera 16 orang. dan Cina 6 orang. namanya.Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). keakhliannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahasa dan tulisannya. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. Mereka menumbuk rebon dan ikan. sebelum tidur. Syam 3 orang. para petani. 91 | S e j a r a h K e r a j a a n . India 2 orang. masing-masing berbeda. dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai). berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan. // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian. mendapat gelar Ki Cakrabumi. petis dan garam. bekerja menyelesaikan pembuatan terasi. Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya. Arab 11 orang. adalah 346 orang. Rinciannya: Sunda 196 orang. semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. Hujung Mendini 4 orang. Macam-macam anutannya. Berbagai bangsa ada di sana. ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah. Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. Pedagang. Jawa 106 orang. Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang. Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). Parsi 2 orang.

Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. adalah keturunan Bani Hasyim. pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". Hal itu. berlayar menuju Tanah Arab. mendirikan Tajug (Masjid). Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". (Jala=air. Akhirnya. Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. grahan=rumah). Cirebon. Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. pustaka yang disusunnya. pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. Ki Samadullah. Nyai Indang Geulis. Ki Samadullah dan adiknya. dengan panggilan akrab Ki Samadullah. menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. Di tengah perjalanan. dan rebon berarti udang kecil. diberi nama Jalagrahan. karena sedang hamil. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. degan maksud yang sama.Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. Di dukuh Cirebon Pasisir. Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. Padahal. agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam. Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). naik ke kapal layar. berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya. 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bersama santri-santrinya. Sehingga. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. "Anakku. sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. tidak bisa ikut. kata "Cirebon" sendiri. yang terletak di tepi laut. la. Cirebon. tiba di pelabuhan Jedah. ci berarti sungai. ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. Syarif Abdullah. Sang guru mengingatkan. / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. mengingat penduduk Cirebon pertama. Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati.

sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. dari Bani Mameluk. Dan adiknya menetap di sana. Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im. 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja). di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi. kepada Nyai Larasantang. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir). Di rumah Ki Bayanullah itulah. / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sedangkan Amir Abdullah Khanudin. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. Di tanah suci Mekah. diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi. Ternyata. generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad. Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita. Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas). Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah.menjadi Walikota Mesir. Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim. …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. Kembali kepada Syarif Abdullah. Tiga bulan kemudian. adiknya Syekh Datuk Kahfi. Syarif Abdullah telah jatuh cinta.

sama dengan nama puterinya. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran. Tidak lama kemudian. // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. yang banyak didapat dari sungai Cirebon. Maka jadilah Cirebon. semua kekayaan dari kakeknya itu. adalah sebutan lain untuk udang kecil. Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. Kemudian. Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kata pakung. selain sebagai penguasa Singapura. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah. yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. la membangun Keraton. tiba di Cirebon. Sesudahnya.. // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki. kakeknya. mempunyai anak perempuan. yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang. Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang. Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua. diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . Pangeran Cakrabuana mendapat warisan. Dan perkawinannya. wafat. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . 94 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya.. dijadikan sebuah kota besar. kemudian diberi nama Pakungwati. Nyai Pakungwati namanya. Ki Gedeng Tapa. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa.

atau Ki Cakrabumi. mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad. Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan). sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya. Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi. 95 | S e j a r a h K e r a j a a n . B.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra. diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin. atau Ki Samadullah. Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik. Kemudian. oleh ayahnya. sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya. atau Pangeran Cakrabuana.Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda. dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. Pangeran Walangsungsang. Sri Baduga Maharaja. ia mengutus Tumenggung Jagabaya. untuk menobatkan puteranya. Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti. disertai pasukan pengawalnya.

Sayid Abdul Malik. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad.Kemudian. Sayid Abdurrakhman orang kaya. yaitu Sarah. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri. Salah seorang di antaranya wanita. Dari perkawinannya. Dari perkawinannya. Sayid Abdul Malik dengan puteri India. kepada puteri pejabat daerah negeri India. Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. mempunyai anak beberapa orang. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. Sayid Alwi anak Muhammad. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . diperisteri oleh Sayid Hassan. la meninggal dunia di Jawa Timur. asalnya merupakan satu keluarga. Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik. Muhammad anak Ubaidillah. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. Adapun Abdul Malik. anak Alwi Amir Pagih. Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. Muhammad anak Ali AI Ghayam. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). mempunyai anak beberapa orang. Kedua-duanya. Alwi Amir Pagih anak Muhammad. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. Salah seorang di antaranya. Oleh karena itu. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. mempunyai anak beberapa orang. Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. Dari sejak itulah. Sebab. yaitu adik dari Sulaiman Al Basri. Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan. Riwayat selanjutnya. mempunyai anak beberapa orang. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). Salah seorang di antaranya. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir. Mempunyai anak beberapa orang.

2. 4. menjadi anak angkat uwanya. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. Barkat Zainal Alim. Ketika menetap di negeri Bagdad. hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. Dari India. Syarif Abdurakhim. masing masing ialah: 1. 2. 4. Riwayat yang menjadi penyebab. 3. Syarif Hafiddin Abbas. Syarif Abubakar. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad. 3. Syarif Abdurakhman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran). Syarif Sulaiman Al Bagdad. Riwayat selanjutnya. 3. yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. tiga di antaranya: 1. Hal itu tetjadi. sebagai guru agama Islam. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. 2. dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar. menjadi Walikota di negeri Mesir. mempunyai anak beberapa orang. Ali Nurul Alim. Syarifah Bagdad. mengajar penduduk di sana. Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. pergi ke Jawa dwipa. disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. mempunyai anak beberapa orang. empat di antaranya: 1. memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). mempunyai isteri seorang puteri Mesir. yang seterusnya menetap di sana. disebut juga Syarif Ungkah Jutra. mempunyai anak 4 orang. tidak mempunyai anak. Ali Nurul Alim. Syarifah Halimah. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). mempunyai anak beberapa orang. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. Syarif Abdullah Al Masir.Abdullah Khannudin. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi). Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mempunyai anak beberapa orang. menetap di negeri Mesir. atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja. dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon.

Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. Kamboja. Bharatanagari (India). Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi. oleh Ki Gedeng Tapa. kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. Panjunan dan beberapa desa lainnya. semua itu para Kamastu atau disebut Wali. untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa. dari setiap turunan Rasul Muhammad. Campa. Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. cucunya Haji Purwa Galuh. diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). Pasambangan. Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya. juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. Syekh Datuk Kahfi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Junti. Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan. 98 | S e j a r a h K e r a j a a n . menikah dengan Hadijah. ia menjadi duta negeri Parsi.pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). Japura. Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya. pada naskah yang sama ditegaskan pala. Juru Labuan Muara Jati Cirebon.

adalah sebagai berikut: 1. Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim). yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad. yaitu: 2. dan yang ketiga Syekh Bayan. Tiga orang di antaranya yaitu. Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. Syekh Khadir Kaelani. mempunyai anak beberapa orang. Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. 2. dan 3. antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin. yang pertama perempuan. yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. Dua orang di antaranya. Syekh Datuk Ahmad. Selanjutnya. Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya. kedua. mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan. yang menetap di negeri Malaka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sunan dan Guru Agama Islam. di antaranya: 1. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. mempunyai anak beberapa orang. yaitu Maulana Makdur Ibrahim. Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. yang kedua Syekh Datuk Kahfi. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). 2. dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman).Maka jelaslah sudah. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). kemudian menetap di Panguragan Cirebon. dua orang di antaranya. Syekh Datuk Soleh. atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. yaitu: 1. ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah. yang mempunyai anak beberapa orang. Dua orang di antaranya. Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. menetap di Kamboja. Selanjutnya. pertama.

Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta. Di Keraton Majapahit. Ali AI Mustada. adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah). dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. 1. adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. Setelah menetap beberapa lama. Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). dikaruniai beberapa orang anak. Ratu Darawati. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. Karena pada waktu itu. Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. semua penduduk Ampel Denta. Atas usulan Ratu Darawati. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah). la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. Adik Dewi Candrawulan. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat. tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. dan singgah di negeri Banten. Dalam jangka 3 tahun. Dalam perjalanannya. Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. Arya Dillah atau Arya Damar. Setelah enam bulan di Palembang. yaitu Dewi Darawati. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). Di Palembang. Ali Rakhmatullah berangkat kembali. Dua di antaranya yaitu. isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. singgah di Palembang. yaitu Siu Ban Ci. oleh Prabu Kertabumi. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina. Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan. memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. Ali Rakhmatullah. Sumatera. untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n . selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. Kemudian.Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. 3. Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. memeluk agama Rasul Muhammad. Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). yaitu Dewi Candrawulan. menuju ke Jawa Timur.

puteri Ki Wiryosarojo. Penambahan Joko. yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. Di antaranya. Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. 2. Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh. Nyai Ageng Pembayun. Ratu Pakoja. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). 5. yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). Selanjutnya. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. 3. dan mempunyai anak laki-laki.Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel. 2. 3. dan 4. puterinya Maulana Ishak. Puteri. empat orang di antaranya: 1. Sunan Kudus atau Jafar Syadik. Dari isterinya yang lain. yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga). Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. 3. Dari perkawinannya. 7. dikaruniai anak laki-laki. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. yaitu Raden Amir Hassan. Panembahan Mekaos Hanggakusuma. yaitu Dewi Rukhil. 2. Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan. Selain dengan puteri Sunan Ampel. Panembahan Kodi. memperisteri puteri Sunan Undung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan 8. masing masing: 1. Panembahan Palembang. yaitu Siti Khorimah. Dewi Sofiyah. yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu. yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. Mereka dikaruniai tiga orang anak. diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. yaitu Dewi Sujinah. Panembahan Karimun. Dewi Rukayah. antara lain: 1. Ratu Prodo Binabar. 4. dikaruniai anak beberapa orang. 6.

parwa I sarga 4. 2. mempunyai anak laki-laki. dari isterinya yang berasal dari Blambangan.//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya. mempunyai anak dua orang. puterinya Ki Ageng Bungkul.. adalah puteranya Maulana Ishak. Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya.1. Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah. Raden Paku alias Sunan Giri. / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya. Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang). Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi). parwa II sarga 4. Syarif Hidayat namanya. di antaranya masing-masing ialah. berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri. Siti Mursimah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat. dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa. Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah. ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: . . Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Siti Murtasiyah.

baru berusia dua puluh tahun. Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya. bersama 98 anak buahnya. parwa parwa I sarga 4. ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa . Tinggal di sana lamanya tiga bulan. Dalam perjalanannya. yaitu Sayid Al Kamil. mereka berlayar bersama-sama. ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. lamanya dua tahun. disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya. Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. menuju Pulau Jawa .ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda.//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. Selesai dua tahun. Oleh karena itu pergi dari Mekah. Ketika singgah di Gujarat. Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri. Kemudian. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir. kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya. di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat. Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil. Pada waktu itulah. Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama. bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam. yang semuanya berjumlah 98 orang. dari Syekh Athallahi Sajjilli. singgah di Gujarat. antara lain sebagai berikut: .

untuk menemui uwanya (kakak ibunya). yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai. Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. Selanjutnya. berjodoh dengan puteri Adipati Banten.sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya. singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. (singgah) di negeri Pasai. ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. Sesungguhnya. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur. mengajarkan agama Islam di sana. Nyai Kawung Anten. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. Kunjungannya ke Cirebon. bersama Dipati Keling dan anak-buahnya. makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. Sumatera. Syarif Hidayat alias Sayid Kamil. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selanjutnya. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur. menemui uwanya. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. berlayar menuju Cirebon. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha. Syarif Hidayat singgah di Banten.

Demi untuk kepentingan penyebaran Islam. yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama. Nyai Mas Pakungwati.//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya. Adapun Syarif Hidayat. sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati). Begitu pula Syarif Hidayat. Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa . Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya. yaitu Sayid Al Kamil.. menetap di Pakungwati Cirebon. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil. Sang Tumenggung mewariskan tahtanya. Dipati Keling serta 98 anak buahnya.. Syarif Hidayat. Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya. dapat bertemu dengan uwanya. Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati. kepada suwan yang sekaligus menantunya. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya. Alangkah sukacitanya Sri Mangana.Iman. di Kerajaan Sunda.... Syarif Hidayat. Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi. sangat gembira. Akhirnya. Setelah beberapa lama kemudian. ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . . mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat..

yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak. ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon.. . sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon. Pada waktu itu. Pejabat penguasa daerah.// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur.. dengan gelar Susuhunan Jati. dan semua memberikan dukungan. menyerukan pujian atas penobatannya. disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak.. Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita. Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran).Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon. Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya.. Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon. untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa. untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati. pesta meriah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan.. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira. Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati.

2. adalah menantu Walangsungsang. dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih. akhirnya masuk agama Islam. Syarif Hidayat. Akan tetapi. Hal yang hampir sama. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi. bahwa: 1. atas pernikahannya dengan Pakungwati. terkesan Surasowan di sana. adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. lama tidak kembali ke Pakuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935).1983: 35). dan 3.menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan. SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). Sang Kakek memerangi cucunya. dalam buku Pakern Banten. "Betapa tidak terpujinya. Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon. Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. adalah cucunya sendiri dari Larasantang. sebutan Sorasowan. atas kehendak Pangeran Cakrabuana. antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . atas usul orang tuanya. niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon. V. Penobatan awal Syarif Hidayat. Syarif Hidayat. puteranya sendiri.

Pada mulanya. Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin. Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan. Surasowan dan Surosowan. Saleh Danasasmita (1984). antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten. atau Surosowan? Hal tersebut. menjadi Keraton Pakungwati. Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. yang dibangun di Dukuh Cirebon. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad.Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan. Pakungwati adalah nama orang. Kemudian digunakan sebagai nama keraton. menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon. Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta. Berdasarkan gejala itu. teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon. semua itu menarik untuk dikaji. Pakungwati sebagai nama orang. Soera artinja berani. menjadi Kesultanan Cirebon. Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita.1984:44). Surasowan.1935: 60-61). 108 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan. Pakungwati sebagai nama kesultanan. sudah tentu harus dicari pembandingnya. Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. pendiri kerajaan Islam di Cirebon. Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada akhirnya berubah sebutan lagi. bagi kata yang ada di depannya. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan. tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. puterinya Pangeran Cakrabuana. Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687). Selanjumya berkembang. Soan atau Sadji artinja Radja. Pakungwati sebagai nama keraton.

dua orang di antaranya: 1. Sebagai putera Sri Baduga Maharaja. juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. Nyai Kawunganten. satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir. Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. Islam sudah mulai bersemi. 2. Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34. berputera beberapa orang. Dari kutipan tersebut di atas. Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). antara lain ialah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Arya Surajaya. Atja & Edi S. 1. Sang Surasowan mempunyai dua orang putera.Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3. menjadi bupati Banten Pasisir. dan 2. (Atja & Ekadjati. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan. Sang Surasowan. Prabu Surawisesa.1989:144 dan 153). dan mampu mendirikan keraton yang memadai. Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut. mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang.

Atas seijin Sang Surasowan. Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di Pulau Jawa singgah di negeri Banten. Sepeninggal Ali Rakhmatullah. dalam waktu yang relatif singkat. banyak mendapat simpati dari penduduk. terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. singgah sebentar di Negeri Banten. dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit. Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah. Kelak. Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah. yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n . di kemudian hari. Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja). Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam.g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam. tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera). Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel. Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk.

diberi nama Hasanuddin. Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. Akan tetapi. untuk meng-Islam-kan daerah ini. kemudian dijelaskan. Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. Secara tersamar. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. cucu Sri Baduga Maharaja. para penulis Babad. Dalam waktu yang relatif singkat. Untuk mempererat kekerabatan. Hanya saja. Oleh Sang Surasowan. puterinya Sang Surasowan. la mempunyai dua orang anak. Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. pada tahun 1478 Masehi. untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". Apalagi setelah diketahui. dari pada substansi historisnya. Tentang "seorang yang keramat. lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya. 1983: 33). legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat. nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin. untuk meng-Islamkan daerah ini. seorang perempuan (yang tua). Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat. yaitu Pakungwati. bahwa "seorang yang keramat" itu. bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tentang "orang tua" Hasanuddin. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . lalu terus ke selatan. tiba di Banten Girang. Oleh Syarif Hidayat. dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). masih saudaranya juga. dari Mandarsah ia datang di Jawa. riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat. dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten. sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda. dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. Sesunguhnya. ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat. yaitu Pakungwati. penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat. Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. sangat terbatas. bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang.

yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). maka Kg. karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. para penulis Parimbon Banten. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin. untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari. terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. disaat Kg. Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. tahoen Belanda k. Kg. Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon.l. pada kalimat selanjutnya. tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad. kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten. Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. soepaja datang ke negeri Banten. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten. koerang lebih hidjrah Nabi 887. dalam proses meng-Islam-kan Banten. dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan. 1472.1953: 24). cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah. Sedangkan. 112 | S e j a r a h K e r a j a a n . di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. sangat gelap (peteng). Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten. Berdasarkan kaol Cibeber. menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad. Pakem Banten. mengemukakan hal yang sama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas. yang hampir malah sudah musnah. antara lain: Pada abad 15. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. menggunakan sumber "Parimbon Banten. Kg. Berdasarkan kutipan tersebut di atas. Banten dan Demak. Hanya saja. akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad.Maka terseboetlah pada masa dahoeloe. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun.

sudah tidak diragukan lagi. 113 | S e j a r a h K e r a j a a n .1984: 41). sulitlah bagi kita untuk menentukan. Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur. seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten. "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan". Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku".Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Carita Parahiyangan. 2000: i & 9). Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme". pernyataan selanjutnya. Amanat Dari Galunggung. pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme.Ag. jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya. mengemukakan hal yang hampir sama. tidak mendasar. sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun. orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten. patut dicermati. (2000). melakukan "Tapa di Mandala". apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. S. dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dengan adanya hal-hal semacam itu. yang dewasa ini disebut Sasaka Domas. Akan tetapi. Mereka bertugas. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan. Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin. yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. Tuduhan Animisme. kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. Hafidz Rafiuddin. Maulana Hasanuddin. Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian.

dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. Dari kutipan tersebut di atas. (2) Tumenggung Jayamanggala. Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya. yang seluruhnya setinggi 6 meter. dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua. Bangunan berundak di Kosala. dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali. "takluk" atau "ditaklukkan". dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture. dengan ikhlas "beralih agama".1989 :144). Dia kemudian memeluk agama Islam. masih dipuja dan dikeramatkan. serta hamba sahayanya. Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. dalam Carita Parahiyangan sarga 3. menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh.. Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. 114 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. ditemukan dekat bangunan berundak. Menurut kepercayaan orang Baduy. nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan". sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini. "dipaksa".1993: 27). menantu. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut. menjadi pemeluk agama Islam. anak. Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan. menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. 1984: 219). Atja dan Edi S.Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan. di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm. Kembali kepada proses Islamisasi di Banten. Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima. menjadi ratu wilayah Wahanten Girang. Anak menantu dan hamba sahayanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat. Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil. dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana. sebagai penganut agama Rasul Muhammad. Dialah putera Sri Baduga Maharaja. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana. Arca Domas memiliki 13 undakan batu. Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat.

mertua Syekh Syarif Hidayat. sudah merupakan petunjuk tersendiri. Ketika Sang Surasowan wafat. Boleh jadi. ayahanda Nyai Kawung Anten. Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. Sang Adipati Surangggana. sebutan wahanten menjadi banten. Sang Arya Surajaya. membelah kota Serang. sebutan "wantan" dalam lafal Cina. memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. dalam kajian ilmiah. bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. menyebut "Wahanten" dengan "Bantam". Gambaran semakin jelas. Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya. Kembali kepada tokoh Sang Surasowan. baik oleh orang Cina. Sang Adipati Surasowan. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. dari hulu Gunung Karang Pandeglang. hanya pelafalan yang berbeda. berkelok melalui wilayah Banten Girang. dan bermuara di Banten Pasisir. tapi nyata). perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang. Portugis pun melakukan hal yang sama. bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan). sudah tidak tepat lagi. maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16. Oleh karena itu. Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran). tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. Sebab. tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). dapat dimaklumi. para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira. dalam usia terhitung masih muda. diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang". maksudnya itu-itu juga. Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. kedua-duanya sejaman. Secara lingual. Dari bahasan Atja & Edi S. Ekadjati. Hendaknya digarisbawahi. apapun bahasanya (Guillot. Akan tetapi. Mecermati fakta seperti itu. terdapat dua negeri Wahanten. 115 | S e j a r a h K e r a j a a n . tahtanya diwariskan kepada puteranya.pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). Bahwa.1996:119). Jika terdapat perubahan lafal.

Pada waktu itu. menjadi penerus ayahnya. serta memperoleh putera laki-laki. antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. Dari perkawinannya. Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan). Putera kedua. telah mengalahkan kharisma uwanya. dan pasukan yang tersisa melarikan diri. diberi nama Yusuf. dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). puteri sulung Raden Patah. Pangeran Arya (Pangeran Japara). pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). Sabakingkin atau Hasanuddin. Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura. Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir. kekuatannya tidak seberapa. Oleh karena itu. Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). Mereka dapat ditaklukkan. menjadi tidak harmonis lagi. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya. Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan. Untuk jaringan politik. lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. B. hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. Adipati Arya Surajaya. Itulah sebabnya. dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. di Kesultanan Pakungwati Cirebon. telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya.Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. Pangeran Sabakingkin. Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin. Sehingga. dan persenjataannya pun tidak lengkap. lahir pertama Ratu Winahon.

Kyai Wudhubasuraga. 12. dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Aryya Senapati Bhimajaya. Ratu Ancol. 10. 9. Pada saat itu. Raja Daerah Pagawok. semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 8. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak. Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. Jelas. tersumbat. Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. Sang Aryya Wuludada. Aryya Pulunggana. Tumenggung Linggageni. kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. 6. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa tidak lama lagi. berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda. Raja Daerah Rumbut. Raja Daerah Gunung Ageng. 16. 5. 11. Raja Daerah Medang Kahiyangan. Raja Daerah Gunung Banjar. Karena Pakungwati. Sang Prabhu Walahar. Pradharmaya. Raja Daerah Hanum. akan menyerang Pakungwati Cirebon. akan tiba armada tempur Portugis. yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. 7. Raja Daerah Wahanten Girang. Raja Daerah Gunung Batur. Adhipati Suranggana. dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. Sang Adhipati Patala. memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap. Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. adalah: 1. Sang Aryya Suraprasa. 2. 3. Kekhawatiran Sultan Demak. Oleh karena itu. Sultan Demak (Raden Patah). jalur perdagangan Demak di wilayah barat. Karena sudah tersiar berita. Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). Ratu Hyang Banaspati. Raja Daerah Simpang. 13.Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. Sang Aryya Wirasakti. 14. 4. Raja Daerah Pager Wesi. 15. Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). Raja Daerah Muntur. jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka. Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa.

guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. Setelah itu. sambil menjajakan bermacam-macam barang. barulah Panglima Fadhillah Khan. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. Sebagaimana yang telah dikemukakan.967 tentara. desa. Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak. Fadhillah Khan bersama pengiringnya. Singgah di Pakungwati Cirebon. dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka. la gugur pada usia muda. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati. terdiri dari 1. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya. ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya. Tak lama kemudian. tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. kembah ke Demak. Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin. sedang dalam pelayaran. Kemudian mengadakan gerilya. Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak. didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. sebagai "gerakan pendahuluan". janda Pangeran Sabrang Lor. aneka macam perhiasan dan yang lainnya. Sultan Demak memerintahkan adik iparnya. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi). Susuhunan Jati. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. bandar. Kekuatan pasukan gabungan. di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir.Oleh sebab itulah. Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. Pangeran Sabrang Lor. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). Ratu Ayu. Beberapa bulan kemudian. kembali ke Demak. menyusup berkehling kota. untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. adalah putera mahkota Demak. perdukuhan.

bergegas menuju Pakuan (Bogor). "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin. pasukan gabungan Pakungwati-Demak. lebih siap untuk bertempur.Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir. dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary. "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin. tidak sesuai dengan kajian arkeologi. yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan". Sangat masuk akal. tibalah serangan mendadak. memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun. dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana. Serangan dahsyat. Kemudian. beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. untuk menumpas huru-hara tersebut. secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya.Adipati Sang Arya Surajaya. sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun".1993: 68). Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. sebelum dapat dibuktikan kebenarannya. dalam usia 48 tahun. atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. Sebab. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir). Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung. sempat dibinasakan.1988: 8). Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten. Secara diarn-diam. menerobos hutan lebat. Sang Adipati Arya Surajaya. Karena hal ini. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang. setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. Di balik peristiwa itu. Adipati Wahanten Pasisir inilah. Akhirnya. menyelamatkan diri. Sesuai rencana. pusat pemerintahan Banten. Sang Adipati Surajaya dan keluarganya. telah lebih dahulu masuk agama Islam. dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). sesungguhnya. penguasa Wahanten Girang. bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi. Kemungkinan.

1983: 34). bahwa setelah selesainya ekspedisi. Secara kekerabatan. yang bergelar Ki Bagus Molana. Akan tetapi. Berdasarkan kutipan tersebut. Kemungkinan besar. Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. maka Molana Yusuplah. rupanya telah terjadi manipulasi. akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak. pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat. dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. bahkan tidak dilemahkan. anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam". yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya. sulit dibenarkan. Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau. anak Hasanuddin. makaYusuplah lagi . mengemukakan usulnya kepada panembahan. dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya. setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi. Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana. di komplek makam Tempat Suci itu. antara lain: Apabila Ki Jongjo.dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya . dari seorang tokoh. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana. Sayangnya. 120 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Hasanudin. kemudian berkembang menjadi dua orang. "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”. Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis. oleh pernyataan.yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo".Suranggana alias Ki Bagus Molana. seorang dari Pakuwan. antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup.

yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana.1983:149-150). dan memperoleh gelar Panembahan. akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang. adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati. mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". seharusnya. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. Pertanyaannya. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi. seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu. Konon menurut dongeng. Setidaknya. Kembali ke Wahanten Girang. demi kebesaran Panembahan Hasanuddin. Pengertian panembahan. Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. sependek nama Jong dan Jo. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam". berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang.yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. Dengan demikian. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin. yang terlebih dahulu masuk Islam. Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada. Setelah makamnya dikeramatkan. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". perlu kiranya diteliti lebih lanjut. Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan. putera Sri Baduga Maharaja. dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo. Seandainya. Kropak 408 Sewaka Darma. dengan sebutan Sultan. Oleh karena itu. Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali. sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana. Gelar itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . merangkap jadi penguasa. Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. gelar "Agus" itu.

pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak.Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). Mereka tidak mengetahui. Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. Beberapa bulan kemudian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . keraton ia dirikan. Sisa yang masih hidup. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). Jati Cirebon. saudagar kaya dari Perlak. yaitu Nyai Arya Baroh. beralur darah trah Rasul Muhammad. bahwa wilayah Sunda Kalapa. kakaknya Sang Arya Surakreta. Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. Permaisuri. sehingga banyak tentaranya yang tewas. Sebagai catatan. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. menyelamatkan diri. Nyai Arya Baroh. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). Selanjutnya. setelah memeluk agama Islam. Kemudian. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. sebanyak 1. Armada Portugis dipukul mundur. Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah. tiba di perairan Sunda Kalapa. menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran.452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. terdesak dan menderita kekalahan. hanya 6 tahun lamanya. Anggota pasukan yang tersisa. diberi nama Keraton Surasowan. kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). tewas binasa. menyerang Sunda Kalapa (Jakarta). melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat. Setahun kemudian. Sang Arya Surakreta. akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan. oleh Susuhunan. armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. dan para pengiringnya. nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan. di Pelabuhan Sunda Kalapa. yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687). ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Sebagian besar penduduknya. Untuk memperkuat posisi pemerintahannya. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. Panglima Fadhillah Khan. Dalam pertempuran itu. diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. Ia puteri Adipati Kranda.

permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. Akan tetapi. memanfaatkan situasi seperti itu. Berdasarkan riwayat hak waris.Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran. Prabu Jayaningrat. Serangan. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba. cucu Prabu Dewa Niskala. terdesak. oleh Susuhunan Jati Cirebon. pada tahun 1501 Masehi. pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. seperti kebiasaan di masa silam. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. dilengkapi senjata meriam. di dekat Bukit Gundul. diserahi tugas melindungi pondok pesantren. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. Kalau tidak. Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. Prabu Jayaningrat. Dalam pertempuran ini. memohon bala bantuan. sambil memuntahkan logam panas". wilayah Pakungwati Cirebon. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. adalah putera Prabu Ningratwangi. Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. telah terjadi perubahan situasi politik. yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . oleh Susuhunan Jati Cirebon. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. mengeluarkan asap hitam. la. adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat. untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. menjadi penguasa Kerajaan Galuh. yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh. didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban. adalah adik Sri Baduga Maharaja. Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. segera mengirimkan berita ke Pakungwati. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. Oleh karena itu. Prabu Ningratwangi. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. jumlahnya banyak. dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya. la. Oleh karena itu. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. akan digempur". Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). Susuhunan Jati Cirebon. dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. menggantikan posisi ayahnya. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh.

permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan. pemberani. atuntunan tangan (kerjasama). dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. dan Kuningan. agar Pangeran Pasarean. Akan tetapi. Kebijakan itu dilakukan. Peristiwa tersebut. Palimanan. berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. kuwanen. Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita. Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing. Silih asih (saling menyayangi). wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). Akhirnya Talaga. Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). Sejak itulah. Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). kasuran. karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja). oleh pasukan Pakungwati Cirebon. menjadi pembesar kerajaan. Kedua belah pihak menempuh jalan damai. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. 2. Pada saat itu. Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. dapat ditaklukkan.Pasukan Kerajaan Galuh terlesak. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh. Maksud "tidak kalah" tersebut. Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. 124 | S e j a r a h K e r a j a a n . beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. yang mewakili Susuhunan Jati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . janganlah putus. Demak. tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. bahwa: 1. Tidak saling menyerang. Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). Perang lima belas kali. menyepakati. kehilangan tokoh penting yang disegani. 3. perkasa. pasukan gabungan Pakungwati. tidak kalah). berhasil direbut. mungkin karena diakhiri dengan jalan damai. dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran.

Munding Rahiyang namanya. Sri Baduga Maharaja. Sanghiyang Siksakandang Karesian. Pada masa pemerintahannya. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. ditenggelamkan ke dasar laut. betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). Pada kesempatan itu. Akan tetapi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. ada pendeta sakti. tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. menghilang tanpa meninggalkan jejak. Prabu Ratudewata. Pendeta sakti di Sumedang. dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. yang telah disepakati ayahnya. la tetap hidup. Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. sudah tidak lagi menghargai keagamaan. la digantikan oleh puteranya. ia merenungi hidupnya. mati ditenggelamkan ke dasar laut. Oleh karena itulah. adik Ratu Wiratala. Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). tapi tidak mati. dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. Sang Prabu Ratudewata. C. Dalam suasana tenang dan damai. Pendeta di Ciranjang. Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata. KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. Berpuasa. Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). Rasa hormat dan kekaguman itu. la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). direbutnya kembali. Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. Pendeta di Jayagiri. keonaran.Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang. senantiasa menciptakan huru-hara. Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. dibunuh tanpa dosa. 125 | S e j a r a h K e r a j a a n . dianiaya.

selama 8 tahun. pejabat. Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. la membunuh orang tidak berdosa. Serangan laskar Surasowan Wahanten. hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. Sang Prabu Ratudewata. Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten). lan bakti ring wong atuha. ponggawa-ponggawa kerajaan. menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. Atau boleh jadi. Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. asampe ring sang pandita).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . merampas tanpa rasa malu. karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang). hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan. di bawah komando Panembahan Hasanuddin. tidak lagi mentaati norma pemerintahan. serangan kilat ke kota Pakuan itu. Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. ayahnya. sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya. ngarampas tanpa prege. Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. puteri Prabu Ratudewata. berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur. sangat beralasan. Mengingat. perwira. melanjutkan gerakannya ke arah utara. pengawal raja. Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan.Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Serangan terjadi ke wilayah Sumedang. Kemungkinan. Sri Baduga Maharaja. sekaligus merupakan "unjuk rasa". Ciranjang dan Jayagiri. haywa ta sira kabalik pupuasaan). Sesungguhnya. tidak hormat terhadap yang tua. didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf). dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi). pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. tewas berjatuhan. ia bertindak sesuka hatinya. Susuhunan Jati Cirebon. Karena. berdasarkan hak historis alur darah keturunan. tidak sungguh-sungguh. Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). Sebab.

la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan. Keberangkatannya ke Demak. Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. Bale. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao. akibat perilaku buruk seorang raja. Emperador de toda a illla da Iaoa. untuk ikut menyerang Pasuruan. hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya. tempat orang Portugis biasanya berdagang. nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno. veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna. Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Angenia. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria. janda dari ayahnya. dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten). I Madura. yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto. Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. Fernao Mendes Pinto (1510-1583). Akan tetapi. Keberadaannya di sana. Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. mencatat semua kejadian.Puncak kebiadabannya. Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere). E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. Sebagian dari catatan perjalanannya. aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya. que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia. maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar. que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda. Prabu Sakti masih beruntung. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. 127 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda. dan memperisteri ibu tirinya. Pada masa pemerintahannya.com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. cotodas as mail ilhas deste arapelago. paraque pessoalmete. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten. Prabu Ratudewata. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari.

128 | S e j a r a h K e r a j a a n . supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara. 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten. Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini. Raja Sunda. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari. tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken. masyarakat Sunda Kalapa sendiri. tidak terbitung para pendayung. serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. Ketika ia datang di pelabuhan Banten. Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril. Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda. adalah Nyai Pembayun.Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan.000 orang. Maksudnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dengan demikian. Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka. seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. adalah Ki Fadil. Bali. adik Sultan Trenggono. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7. 1984: 46-47). bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya. -yang juga menjadi bawahannya. Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten. Dialah kaisar Pulau Jawa. Berdasarkan pendengaran. Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara. Fernao Mendes Pinto. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. isterinya Fadhillah Khan. pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan.1999: 90). Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. Kangean. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang.

berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon.Demak . kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. Dari pendengaran. Bali. Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. Fadhillah Khan. bagi kepentingan mitra dagang. serta menempatkan armada lautnya di sana. Kembali kepada Prabu Sakti. Angenia. Portugis menerima kenyataan seperti itu.menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan".Portugis. yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon. Oleh karena itu dapat dimaklumi. Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada masa pemerintahannya. kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya.Sunda Kalapa .Pakungwati . Dari catatan Fernao Mendes Pinto. keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak. karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. baru berperan sebagai Adipati Wahanten. bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten). Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon. Portugis yang semula dimusuhi. Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun. mencatat pada masa pemerintahannya. penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Madura. dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali). dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. antara Wahanten . yang penting diperhatikan. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya). polah sang nata). adalah tentang adanya hubungan multilateral. memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. Sang Prabu Nilakendra. nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon. Sebab. Adanya anggapan seperti itu. Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda". dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya. la wafat di Pengpelangan. Sedangkan Maulana Hasanuddin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. selain menjadi Bupati Sunda Kalapa. mempunyai kedudukan penting lainnya. Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga". karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). Bahkan. akhirrrya menjadi "negara sahabat". setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean.

Pada tahun 1567 Masehi. serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. mahayu na kadatwan. itulah. menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji. pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. adalah kepercayaan mistis sinkretis. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. Akan tetapi. bendera keramat. Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana. Tantrayana. Makan minum sampaimabuki. dilukis dengan emas. kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar). Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. bahwa tidak akan lama lagi. sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk. secepat kilat. Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. yang mengapit gerbang terlarang. sudah dicampakkan jauh-jauh. Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. manteramantera Tantrayana. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. menembus jantung ibukota Pakuan. yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda). dimeriahkan oleh pesta pora. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar. dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. dalam mendahului upacara Tantrayana. tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. 130 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat. Bagi Prabu Nilakendra. yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan. telah. Makan enak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .berada di ambang pralaya (kiamat. keraton Pakuan Pajajaran. kehancurarr). nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali. Setiap saat. tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan.jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. tidak ada ilmu yang disukainya. Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. akibat angkara-murka penguasanya. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan). tan igar yan ta pepelakan). minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. jimat-jimat. Petani menjadi serakah akan makanan. serta dihantui bencana kelaparan.

adalah putera Susuhunan Jati. terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. Latar belakang tragedi. Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). Tohaan di Majaya kalah perang. hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). diharapkan oleh puteranya. Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. wafat dalam usia muda. ia telah membuktikan. tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak. Pada mulanya. sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. 131 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. D. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya. dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja. hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini. bahwa Surasowan Wahanten. Tidak pernah ada berita. adalah negeri yang kuat. Selain itu. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa. dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. yang tidak menyertainya ke pengungsian. sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. sangat menarik untuk dicermati. Mungkin dia tewas di pengungsian. Sebab. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). adalah menantu Prabu Ratudewata. Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). Nasib kehidupan kota Pakuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. Susuhunan Jati Cirebon. yaitu Prabu Sakti. Sunan Prawoto. Kekosongan tahta Demak. Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. mempunyai hak yang sama. oleh bocah pengiringnya. Bupati Jipang. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. hanya tertulis secara singkat. karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. ayahnya Prabu Nilakendra. Kemudian. dari Nyai GedengTepasan. calon pengganti Susuhunan Jati.

adalah putera Susuhunan Jati. Sedangkan Pangeran Bratakelana. Sunan Kudus. Kedudukan tertinggi itulah. Sedangkan pada waktu itu. diharapkan adalah cucunya. untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan. Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi. yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon). putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten. Naik tahtanya Fadhillah Khan. Syarifah Fatimah. dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. masih ada calon pengganti yang lebih berhak. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. Jipang menyerang Demak. pemerintahan Pakungwati Cirebon. 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. Mengingat. mendahului kakeknya. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). secara terselubung. dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. menjadi masalah kerabat keraton lainnya. yang bergelar Pangeran Suwarga. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). juga warga Demak.Pangeran Sekar. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. Wanawati Raras. pada waktu itu masih kanak-kanak. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. Sultan Trenggono. untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto. Pangeran Suwarga. Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. Susuhunan Jati. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. putera mahkota Cirebon. sebagai Susuhunan Cirebon. Pada saat peristiwa itu terjadi. Karena Pangeran Emas. dianggap tidak semestinya. Pangeran Suwarga. Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. adiknya Prawoto. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan). yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. Atas restu gurunya. sedang berada di Demak. karena berupaya membela Prawoto. tewas pula.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup". Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi). Wahanten Pasisir. kisah tentang watu gilang. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad. pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. Sendi-sendi Islam. sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara. Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. Pangeran Yusuf. Surasowan. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita. bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan. Panembahan Hasanuddin. Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". yang ditempatkan di depan Istana Surasowan. ketika ia bersalat di permukaan laut. dengan "doa" Hasanuddin. Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). melainkan Hasanuddin. akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama. seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan. telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. berhasil menjadi negari niaga maritim. berdaulat.Melihat kenyataan seperti itu. . melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. mengkilap dan berseri. batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin. telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. Sedangkan dari isterinya yang kedua. martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa". Sekaligus. walau sesungguhnya tokoh tersebut. digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu. mampu berdiri sendiri.1964: 48). Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin. Bupati Jayakarta (Jakarta). dan Pangeran Arya. adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. sebagai negara yang mahardhika (merdeka). . Karena itulah.yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. bila tidak dikenal asal-usulnya. melepaskan diri dari pengaruh politik Demak. digantikan oleh puteranya. Misalnya. mendadak berubah menjadi licin. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya. Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. dipandang oleh masyarakat Banten. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara. Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat. Bagi penulis "Serat Banten". dalam kisah "Serat Banten".kelak menjadi isteri Tubagus Angke. Menurut "Serat Banten".

Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur. nila. Pedagang-pedagang dari Cina. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. di Pakungwati Cirebon. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. sudah demikian menurun kharismatiknya. Sumbawa. dalam Michrob. Banjarmasin dan Palembang. rempah-rempah dari Maluku. Dari segi hubungan kerabat. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. beras dari Makasar dan Sumbawa. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf. mereka membeli lada. kulit penyu dan gading gajah. buah pala. Palembang dan lainnya.1993: 81). Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. ikan kering dari Karawang. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun. Makasar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam). Orang Gujarat. Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. 2. kertas. sutera. la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. berdagang permata dan obat-obatan. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. berhasil ditundukkan. kain sulaman. sisir. Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. menjual kain dari kapas. beludru. Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. porselen. Minyak kelapa dari Belambangan. lada dan Lampung dan Solebar. Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa. Situasi perdagangan di Karangantu. kipas. 3.Sunda (Pajajaran). untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran. Selain ditinggallcan oleh Surasowan. Ketika mereka kembali. Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. sutra. benang emas. dan sebagainya. payung. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang. kayu cendana.1961:13. gula dari Jepara dan Jayakarta. selop. digambarkan sebagai berikut: 1. Ketika kembali ke negerinya. kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . Panembahan Ratu. membeli rempah-rempah. dan kain putih dari Coromandel. Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal. cengkeh. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak. jarum. Orang Arab dan Persia. penguasa Kesultanan Pajang.

setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih. perdagangan dan pertanian. dan sebagainya. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada masa Maulana Yusuf. Turki. Banjar.1981: 56-58). Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota. bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. timah putih dan timah hitam dan Perak. yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau. dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. demikian juga tembok benteng di sekehling istana. Ternate. Bali (Tjandrasasmita. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. Siam. adalah Pakuan. tenunan dan Bali dan Sumbawa. Bugis. Cina. damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. besi dari Karimata.1977: 448). Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India. rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. 1950:182).1983: 31). air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota. 1975: 160). perkampungan orang Pegu. Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. dapat diatasi dengan baik. Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai. Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota. orang Arab. Makasar. Sasaran utama penyerangan. Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan.cendana dan kepulauan Sunda kecil. Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota. Kedah dan Selong di Malaka.1983: 38 dan 59). terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat. Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi. mulai dipersiapkan. keamanan wilayah. Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini. dari sejak pemerintahan ayahnya. Persia. gangguan keamanan. Laskar Surasowan Wahanten. Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang. dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat. Dengan demikian. gading gajah dari Andalas. Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut. sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Prabu Ragamulya Suryakancana. Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. Dari peninggalan yang ada. tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. sangat memungkinkan. dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . terhadap kedzaliman. Palangka itu. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. mengungsi ke pantai selatan. setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. laskar Surasowan Wahanten. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. keturunannya masih merupakan kaum-adat. merupakan upaya "pembersihan". Padahal. Sekarang. tetapi di Pulasari. tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. Oleh karena itulah. kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. Disebut demikian. digantikan oleh puteranya. Kelak. Dengan diboyongnya batu tersebut. yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda. Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan. beserta ketiga saudaranya. la tidak menghendaki. mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. maka di kota Pakuan. Sampai sekarang. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. Serbuan laskar Surasowan Wahanten. Kota Pakuan Pajajaran. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). Prabu Ragamulya Suryakancana. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari. sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota.rover. sebagai pusat pemerintahan yang baru. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. Pandeglang. Bagi Panembahan Yusuf. Pada masa pemerintahannya. Bila kenyataan yang terjadi. Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. di Cisolok dan Bayah.

137 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sekelompok kecil yang bernasib baik. Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang. bersama pembesar dan pengikutnya yang setia.Puasari. la hanya sebagai "rajaresi". sambil menyongsong ajal tiba. untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. napas tertua bentuk kerajaan. dikisahkan Ki Baju Rambeng. la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. mereka meninggalkan kota Pakuan. sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir.Kampung Ciptarasa. Akan tetapi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . beribukota d. Jejak peristiwa itu. Prabu Ragamulya Suryakancana. dalam Pantun Bogor. ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. tentunya tidak membuat babak baru. dibinasakan. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan. satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki. menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. secara samar-samar. hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". Akan tetapi. di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan. Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari. ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". Menurut cerita leluhurnya. Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat. akhirnya berpusara di tempat lahir. hanya berusaha mempertahankan diri. Prabu Ragamulya Surya Kancana. Mungkin ia pergi ke Pulasari. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya. bahwa di sanalah. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. Pandeglang. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). yang meninggalkan urusan duniawi. "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir). penguasa masyarakat Sunda pertama. Sesungguhnya.

Panembahan Yusuf. sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. Ketika itu. Sejak kecil. ia dikenal juga dengan sebutan. Pangeran Japara bersama pasukannya. Akan tetapi. Rata Winahon.Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . Melihat kenyataan seperti itu. Maulana Yusuf meninggal dunia. melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. dan 2. dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). Ketika Maulana Yusuf sakit keras. sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. niaga maritim. kepada Pangeran Japara. putera mahkota Pangeran Muhammad. sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. baru berusia 9 tahun. keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. Dari permaisuri Ratu Hadijah. terutama dalam hal pembangunan kota. beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). Panghulu Negara (Kadhi). Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera. D. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Oleh karena itu. Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. pengembangan areal pertanian. Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. Sedangkan Panembahan Yusuf. semakin berkembang pesat. Konflik tidak dapat dihindari lagi. menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun. di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. antara lain: 1. Pangeran Muhammad. tinggal di keraton Japara. Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. Pada tahun 1580. dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi). hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi). Pangeran Japara. Pangeran Arya. berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. Pegu. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. Bengali. Malabar. temboknya dilapisi porselen. terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Seperti halnya ayah dan kakeknya. Dan pasar yang ketiga. Pasar kedua terletak di Paseban. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh. yaitu daerah Karangantu. yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid. dan Abesinia. tidak tercapai. yang memperdagangkan keperluan sehari-hari. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. Jawa. Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten. seperti dari Bugis. la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten. Mangkubumi Jayanagara. Arab.1993: 89). dari berita pedagang Portugis. Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'. Malaya. di bagian utara Kerajaan Belanda. Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. Dalam pelayarannya. dan lain-lain. dan akhirnya diusir dari Banten.itu. hingga ke pelosok-pelosok desa. Setelah persitiwa itu. sebagai pencatat perjalanan.1993: 89). Melalui Tanjung Harapan. Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga. Rupa-rupanya. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. pada tanggal 22 Juni 1596. Cina. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup. mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. Keling. terletak di Pacinan. bertindak sebagai walinya. Turki. Gujarat. mereka berangkat dari pangkalan Tessel. Bersama 249 pasukannya. Diceritakan pula. Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari.

Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. Sebab. Ratu Wanagiri. yang kasar dan tidak bijaksana. yang baru berusia 9 bulan. didampingi oleh kakeknya. di negeri rencong itu. Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara). Sultan yang masih bayi itu. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. ia tewas terbunuh. diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. Bahkan. pada tanggal 17 Nopember 1602. 140 | S e j a r a h K e r a j a a n . diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. jabatan Wali Kerajaan. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). ia melanjutkan perjalanan. Akhirnya. sebagai Wali Kesultanan. Akan tetapi. ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. Sementara itu. tidak menghasilkan apa-apa. cucu Sunan Prawoto Demak. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. hampir memukul mundur pasukan Palembang. penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. Akan tetapi. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob. Mangkubumi Jayanagara. menuju negeri Aceh Darusalam (1599). Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selanjutnya. melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. Pertempuran sengit.Sikap Cornelis de Houtman. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. pada tahun 1602. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. Sultan Maulana Muhammad. ditarik mundur. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. Armada dagang yang dipimpinnya. karena kecongkakannya. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. pada tanggal 13 November 1596. berputera Abdulmafakhir. Karena sikap congkaknya. Kemudian. menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton. la memimpin langsung pasukannya. Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. Akhirnya. Perwalian. armada Kesultanan Surasowan Banten. terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. Mereka tiba di sana. berlangsung di sekitar Sungai Musi. putera Aria Pangiri. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia. ia diturunkan dari jabatannya. melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten.

Sementara itu. la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. dalam Michrob. di antaranya Insan Kamil. didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. Pada tanggal 23 Oktober 1608. Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. Di sana mereka membangun sebuah benteng. menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan. Sementara itu. Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. pada tanggal 30 Mei 1619. Huru-hara untuk sementara dapat diredam. Didukung pula oleh pihak Inggris. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. oleh penduduk Nusantara. Melihat kondisi seperti ini. yang diberi nama Batavia. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. mengadakan huru-hara di pelabuhan. Akan tetapi. pada tahun yang sama (1602). dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni. Pangeran Mandalika bersama adiknya. di kalangan Keraton Surasowan Banten. Bahkan. agar Sultan Abdulmafakhir. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. Akhirnya. Kekuasaan sepenuhnya. Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam. mencapai puncaknya. Mangkubumi terbunuh. diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. Rasa ketidakpuasan itu. Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. yaitu suku Bataav. Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi.1993:127). Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya. yang kelak diambil oleh Dr. yaitu Pangeran Mandalika. Snouck Hurgronje (Roesjan. pada tahun 1604. di Belanda terjadi peristiwa penting. terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. Peristiwa tersebut. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. Melihat situasi seperti itu. terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur. Pada tanggal 13 Mei 1626. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC). Pangeran Arya Ranamanggala. sikap Mangkubumi sangat mengecewakan. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala. Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. terjadi kembali huru-hara besar. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada bulan juli 1608. Kongsi dagang tersebut. Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat.

Pada tahun 1645. sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui". dilanjutkan oleh cucunya. menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. Perjanjian itu. Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat. diangkat menjadi Sultan Anom. Tahta Kesultanan Surasowan Banten. diserahkan kepada Pangeran Surya. Ratu Pembayun. ia mencapai perjanjian perdagangan.Sultan Abdulmafakhir. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia. Pada tahun 1640. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. 2. SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651). mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. la seorang Sultan yang cepat tanggap. Pangeran Arya Kulon. dan 5. Begitu juga dengan putera mahkotanya. 3. akan tetapi. 4. Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bagi Kesultanan Surasowan Banten. antara lain: 1. E. Pangeran Raja. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari. Abdulma'ali. tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. Pangeran Surya. Selanjutnya. 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. pada tahun 1650. bersikap bebas. ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak. Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. merupakan masa kemakmuran. kedudukan Sultan Anom.Gelar ini diperolehnya. ia meninggal dunia dalam usia muda. menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. penguasa Kesultanan Surasowan Banten. . Pangeran Lor. sering "terjun ke lapangan". putera mahkota. Sultan Abdulmafakhir. adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah. Kesepakatan perdagangan. Akan tetapi.

Pangeran Surya. merupakan pekerjaan yang sulit.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 3. empat orang saudara kandungnya. akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara. Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. Pangeran Wetan. Antara lain. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. Pangeran Kidul. dari manapun asalnya. dan 4. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. yaitu: 1. yaitu: 1. 4. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. Pangeran Kilen. sebagai pejabat tinggi negara. Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. Ratu Inten. Serta empat orang saudara seayah. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). Terhadap Kompeni Belanda. maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram. 3. dan Ratu Tinumpuk. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. Ratu Kulon. yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. Pangeran Raja. melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. baik orang-orangnya. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. 2. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. Oleh karena itu. Pangeran Lor. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. 2. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. bahkan kemungkinan besar akan gagal". untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah. terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari.

yaitu sebelah Timur Cisadane. memusnahkan tanaman tebu. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir. Di wilayah perbatasan. Panembahan Hasanuddin. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Akan tetapi. 2. Padahal Kompeni Belanda berharap. terlihat watak maritim Banten murni. Semua aksi-aksinya. disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. tanpa basis yang tetap (gerilya). Kompeni Belanda. satuan-satuan armada kecil. yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. tidak akan pernah sampai ke Batavia. harus dipotong. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya. pasukan patroli Kompeni Belanda. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Mengenai satuan tempur di darat. dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian". Untuk memenuhi strategi itu. Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. Di laut. Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan menghancurkan kilang penggilingan gula. beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. Tujuannya. setiap ada kesempatan.1. harus dipancing keluar dari sarangnya. hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. supaya kapal-kapal itu. dan 3. Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan. kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. Di darat. yang tidak diinginkannya. Sebagai catatan. dalam satuan-satuan kecil. Setidaknya. satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan. Jalur angkutan laut. Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. Kompeni Belanda. menurut perjanjian 1645. dan 2. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. Pasukan "gerak cepat" itulah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah.

telah memenuhi persyaratan. Maetsuycker. saling mengisi dalam watak dan pendapat. la terkenal cerdas. adalah hasil dari buah tangannya. ia mempunyai dua orang kawan. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. yang tidak bertahan lama. Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten. selanu 30 tahun. dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678). sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. "Statuten Van Batavia". Untuk mencapai tujuannya. Menurut pandangan mereka. adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. Anthony Van Diemen (1636 -1645). sangat puas atas prestasi Maetsuycker. yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland. yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. ulet. Trio itulah. menggantikan Carel Reynierszoon. dan Speelman. merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. sebagai sumber pangan. Maetsuycker tidak senang bertualang. Para Direktur Kompeni di tanah airnya. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. sejak masa GJ. sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati". sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. Maetsuycker. Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. dan pandai bergaul. kecuali untuk berburu di luar tembok kota. 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagai ahli hukum. pada tahun 1653. van Goens. yang sekaligus menjadi penasihatnya. Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda. yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. kedua penasihat Maetsuycker. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. Sultan Abdulfatah. yaitu: mahir menjadi pedagang. pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan. Mereka mendorong. Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. Akan tetapi.dalam "pembaharuan perjanjian". Baik van Goens maupun Speelman. yang membantu Dewan Hindia Belanda. karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting). agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara.

Ancaman dari darat inilah. sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar". menginginkan Maetsuycker. Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. Menjelang akhir masa perjanjian. harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bersedia membuka jalur perundingan. Sebab di laut. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. 3. Kesultanan Surasowan Banten. baik di darat maupun di laut. Kompeni Belanda mengambil prakarsa. Kedua belah pihak. dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. Sultan Abdulfatah. 4. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada tahun 1657. sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. utusan Kompeni Belanda. dilakukan sampai beberapa kali. Pertukaran nota. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. 2. yang berdasarkan kelompok etluk. sambil membawa usul-usul baru dari mereka. Karena merasa lemah di sektor darat. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. hampir berhasil. derigan membentuk pasukan "pribumi". tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. Pada tanggal 29 April 1658. dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten. membawa usul "perdamaian". mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. Terhadap tindakan itu. atas biaya dari Banten. Untuk memenuhi keperluan tersebut. 6. 5. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda. Sebab secara pribadi. Padahal. Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. Banten harus membayar kerugian perang. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan.Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. Sampai akhir tahun 1656. Akan tetapi. maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. van Goens dan Speelman. sebanyak 10 pasal: 1. agar ia bertindak lebih keras.

147 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. Sultan Abdulfatah menuntut: 1. bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. Penolakan tersebut. Menuntut. Setiap orang Banten yang ada di Batavia. Seperti yang telah diduga sebelumnya. Sultan Abdulfatah sangat faham. (Michrob. pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. Dengan tegas.1993:137). 10. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten. agar "bunuh diri". pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. yang telah diperolehnya. diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen. agar orang Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan. yang dinilai sangat tidak adil. artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. demikian juga sebaliknya 8. Tuntutan yang pertama. 9. agar orang Banten. secara bebas dapat membeli meriam. Tuntutan yang kedua. yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". Menuntut. warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. karena: 1. sebagai imbalan. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat.7. Sebagai jawabannya. peralatan-peralatan yang dimaksud. harus dikembalikan ke Banten. maka sebagal imbalannya. pada tanggal 11 Mei 1658. Oleh karena itu. peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini. 2. berarti menyulut sumbu perang terbuka. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. Sultan Abdulfatah menegaskan. Perbatasan Banten dan Batavia. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut. 2. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten. Sebab.

sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. berlangsung sampai senja hari. di perairan Pontang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Si Muntab dan Si Kalantaka. 1. di perairan Tangerang. sebuah satuan tempur darat. untuk menjaga serangan dari laut. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. Hal ini dilakukan. di perairan Tanara. 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . jenis canon (meriam besar). mulai memuntahkah tembakan salvo. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan. di perairan Labuhan Ratu. Arya Suryanata. Dengan melalui jalan darat. 2. balasan dari pasukan ardleri Banten. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. Sultan Abdulfatah memerintahkan. Sepuluh di antaranya.Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. yang masing-masing diberi nama. tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. ditempatkan di pantai Caringin. Kapal-kapal Kompeni Belanda. Akan tetapi. Pertempuran sengit itu. dengan kekuatan 60 meriam. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. Suranubaya. Ratu Bagus Singandaru. 5. telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. Pertahanan ibukota.000 orang. Oleh karena itu. di sekitar Pulodua dan Pulolima. di perairan Karawang. Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik. 3. perairan Selat Sunda. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. 4. Sedangkan satuan Artileri Banten. dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. Tumenggung Wirajurit. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). karena dalam rangka blokadenya. yang menyebar di sekitar pelabuhan. dipusatkan di sekitar pelabuhan. agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. selalu "berkeliaran". Ratu Bagus Wiranatapada. selama 9 hari. Selain itu. Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu.

telah banyak korban yang jatuh. dipandang sebagai ancaman baru. Sebetulnya. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. Padahal. Di Batavia. Perundingan berlangsung di Batavia. Kemudian Sayid Ali. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah. dari pasar Batavia. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur. tentang hak membeli senjata dari Batavia. diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia. Melihat kenyataan ini. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. Akhirnya. pada tanggal 10 Juli 1659. titik berat dari perjanjian itu. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. sepanjang sungai Cisadane. menuju ke laut lepas. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. Sultan Abdulfatah. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. untuk menggantikan sebagian pasukan lama. armada Kompeni Belanda. Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. Bagi orang Kompeni Belanda. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. Mereka dibekali pasukan baru. Sebab.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk mengadakan penyegaran pasukan. kemudian memeluk agama Islam. akan ditangkap. karena pihak Kompeni Belanda. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu.Sebelum malam tiba. Kompeni Belanda hanya mampu bertahan. tanpa alasan yang sah. di garis depan Angke-Tangerang. Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. Oleh karena itu. melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. Sementara itu. Kompeni Belanda. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Kesultanan Surasowan Banten. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. oleh Kompeni Belanda. tidak menuntut hak monopoli. harus dikembalikan ke Batavia. terjadi stagnasi. Pimpinan baru. adalah: pengukuhan garis perbatasan. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten. yang sudah memerlukan istirahat. dari kedua belah pihak. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. bertindak atas nama Sultan Jambi. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker.

terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi. yang selalu memanfaatkan kesempatan. akan diberi gelar kebangsawanan. tetap diperbolehkan dibuka. tidak dikenakan bea pelabuhan. F. sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata". telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. dengan bayaran tinggi.Sebagai catatan. antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. Bahkan. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. Kelak terbukti. untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n . atau terpaksa singgah karena memerlukan air. Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten. petugas pemeriksa dari pihak Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebab. Bila dalam kapal Kompeni itu. dapat menyitanya. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat". kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. bahwa para gerilyawan Banten. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. 2. Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". Strategi Sultan Abdulfatah ini. biaya pemeliharaan kantor tersebut. dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya. antara lain sebagai berikut: 1. dengan cara mencari setiap kelemahan. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. Bahkan bila dianggap layak. Kemudian. Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. Kemudian. ada barang yang dianggap terlarang. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat. atas permintaan kepala perwakilannya.

banyak mernakan biaya yang amat tinggi.tujuannya. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah. dibuat sepanjang jalan lama. dalam tempo 9 hari perjalanan. Salah satunya. bahwa "Banten harus ditundukan. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. Di sebelah kiri dan kanan saluran. Kedua. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui.000 jiwa. Pada saat perang berlangsung. tujuan Sultan Banten yang tangguh itu. Kompeni yang akan lenyap". bahwa pembuatan saluran tersebut. Posko pertahanan sebelah timur ini. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. Sebab selama perang berlangsung. atau. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6. Dengan demikian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun. sepanjang saluran yang baru. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada tanggal 31 Januari 1679. kepada atasannya di Netherland. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal. sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. karena beban logistik yang terlalu berat. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang. Oleh karena itu. Strategi ini. bahkan dihancur-lumatkan. bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur. yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. juga sarana perhubungannya sulit. untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah. selain letaknya yang jauh. karena terletak cukup jauh dari pantai. tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. Dibangun saluran secara berantai. telah banyak hal yang terabaikan. masyarakat dianjurkan mencetak sawah. Hal ini disebabkan. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda. dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. Saluran itu. tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. Kompeni Belanda menyadari. antara lain sebagai berikut: Pertama.

ia memperoleh informasi rahasia. Peningkatan ekspor. Mata-mata Banten mendapatkan. dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten. sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. Kecemasan pihak Kompeni Belanda. Terbukti. Sebab. tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland. bahwa pemukiman orang Mataram itu. Di Muara Beres. koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru. terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). yang menuju Batavia. orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). dengan kekuatan 4. untuk mengepung benteng Batavia. Selain pembangunan fisik. Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan. dihuni petani biasa (bukan tentara). dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. Ketika pecah perang. Dengan demikian. Dari Wales. Dari orang EIC. Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). yang mengirimkan koloni petaninya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu: 1. dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus.000 orang. telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. pos terdepan pasukan Banten. 2. Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. ke sebelah timur dari Wales.Kesultanan Surasowan Banten. dan mereka dianggap "tidak berbahaya". 3. ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. atau ke arah tenggara Muara Beres. Muara Beres. Sultan Abdulfatah. dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional. negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. Banyak di antaranya. ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda. sebanyak 500 orang ke Muara Beres. Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. Sultan Abdulfatah. peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672. pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. Banten pun merupakan sebuah negara maritim. 152 | S e j a r a h K e r a j a a n . Alih teknologi.

yang memiliki daya jangkau jauh. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. diberi dinding bata pada kedua tepinya. dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. De Haan berpendapat. Sultan Abdulfatah. Di sekitar tembok benteng. Selain Istana Surasowan di pusat ibukota. dibuat pula saluran yang cukup lebar. Istana yang megah itu. Jalan masuk menuju komplek Istana. dengan nama Tubagus Wiraguna. Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan. Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. Kelak. dilengkapi pancuran dan danau buatan. Keraton Surasowan. Dari nama keraton itulah. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga. dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. Hal tersebut. mampu berlayar hingga mencapai Philipina. Karena keistimewaan sistem saluran airnya. tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. Dalam sumber Belanda yang sejaman. dapat ditandatangani tahun 1670. dan berfungsi sebagai benteng cadangan. dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk.Dalam jalinan persahabatan internasional ini. tidak jauh dari pantai. dilindungi tembok terbuat dari bata merah. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. Sebagian besar para teknisi Eropa itu. Macao. perjanjian dagang antara Banten-Denmark. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. Benggala dan Persia (Iran). Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. berbentuk busur. ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan. Negeri Belanda. sekarang). kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten. yang cukup tebal. Pada sudut-sudut benteng. keraton itu dilaporkan bercorak modern. Melalui kongsi dagangnya. bahwa nama tempat itu (Ragunan). untuk menghindari pengintaian dari luar. 1996: 303). pada tahun 1671. Seluruh komplek. mengundang para teknisi Eropa. Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. Jejak-jejak tangan teknisi Eropa. yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n . ditempatkan menara jaga.

Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki. Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n . diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Abu'nasr Abdulkahar. Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai. diperintahkan oleh ayahnya. perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. untuk menunaikan ibadah haji. dapat saja meletus. Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah. Setiap saat. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten. guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik. untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji. putera mahkota Sultan Haji. Sementara itu. di Istana Tirtayasa Selanjutnya. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan.yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka. di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten. Tamat (Naerssen. pada tahun 1674. adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. memerlukan waktu 2 tahun. Sejak itulah. pada tanggal 16 Februari 1671. Peristiwa ini.1977: 159). yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar. maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. Sultan Ageng Tirtayasa. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri. Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Abdulkahar.

Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. tidak pernah mulus. Karena persaingan itulah. Sementara itu. hubungan Banten dengan Mataram. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672. Sisa-sisa laskar Makasar. agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten. bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. kehilangan sekutunya di kawasan timur. 800 dan 300 orang Makasar.Hal yang meredakan ketegangan. Oleh sebab peristiwa itu. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten. Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. Saran van Goens dan Speeltnan. Kesultanan Surasowan Banten. bila salah satu pihak diancam Kompeni. Sikapnya yang sangat hati-hati. Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur. tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. membuat ia mengambil sikap netral. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. Terbukti. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. di antara kedua belah pihak. Sultan Ageng Tirtayasa. Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. Koloni petani Mataram di Karawang. cenderung mengarah kepada permusuhan. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu. dan kehilangan kebebasannya. Dalam perjanjian Bongaya (1667).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. berturut-turut telah datang ke Banten. kemudian bergabung dengan laskar Banten. adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. banyak yang menyingkir. ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. Bantuan senjata dan perbekalan. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam kejadian ini. dalam . bukan saja orang Makasar yang ada di Banten. Kedua belah pihak saling membiarkan. Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. Kekhawatirannya. dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia.

ibu dan isteri-isteri mereka. tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram. Akibat peristiwa itulah. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. Menggunakan kapal perang Banten pula. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. Mereka hanya menjanjikan. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. Kesultanan Surasowan Banten. Masing-masing. juga puteri Mataram. Hanya saja. merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. sebagai Sultan Sepuh. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. yang telah lama retak. dapat dipererat kembali. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. dengan keraton Mataram. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat. telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. adalah kemenakan Panembahan Ratu. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram.Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. Menggunakan kapal itu pula. Oleh sebab itulah. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. karena alasan politik.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak mungkin dipenuhi. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. akan mengambil sikap netral. kedua orang kakaknya. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Mereka bersama ayahnya. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya. Panembahan Girilaya. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo. 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. Selain itu. Sultan Ageng Tirtayasa. Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. Sebagaimana telah dikemukakan. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. putera Panembahan Girilaya yang bungsu. dalam peristiwa itu. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. Ibunda Amangkurat I. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga.

diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. Gubemur Jenderal Maetsuycker. Speelinan pun mengusulkan. Selanjutnya. tidak meneruskan gerakannya. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. Karena peristiwa itulah. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. serta berhasil merebut dan mendudukinya. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom. Maetsuycker yang semula bersikap netral. Speelman kembali ke Japara. Selain itu. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. dengan tujuan mendapatkan wilayah. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. termasuk mahkota Majapahit. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. Akan tetapi. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. Akan tetapi. 157 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pusaka-pusaka Mataram. namun ditolak oleh Trunojoyo. penumpasan gerakan Trunojoyo itu. tidak menerima usul tersebut. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. Berdasarkan pertemuan itulah. menyeberangi Selat Madura. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. supaya Trunojoyo beserta sekutunya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada tanggal 2 Juli 1677. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. sama-sama penganut garis keras. Akibat serbuan Trunojoyo. yang selalu hati-hati. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland. Selanjutnya. Akan tetapi. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. segera dilumpuhkan. dan menyerang Arosbaya di Madura. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. pada bulan Oktober 1677. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. Sebagai penggantinya. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. setelah Trunojoyo tertawan. langsung menyerbu ibukota Mataram.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. putera mahkota Mataram. sebagai tebusan biaya perang. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. melainkan oleh Kompeni Belanda. la berkirim pesan kepada Speelman. ia beserta mahkota Majapahit. karena menganggap sebagai konflik intern keraton.

Selanjutnya. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. sebagal pembayar hutang biaya perang. Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. dengan mengerahkan 300 orang Talaga. Hubungan dagang Sumedang . dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa. yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656. dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan. Sebagai langkah awal. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. menyingkirkan para kepala daerah setempat. daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. karena Rangga Gempol III. Parakanmuncung dan Bandung. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677. sehingga memperoleh bantuan meriam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pada bulan September tahun 1678. Situasi baru ini. sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun. namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker.F. untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. peluru dan mesiu. penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung. pada tahun 1680. yang merupakan wilayah bawahan Banten. Akhir tahun 1678. Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. senapan. Bupati Sumedang. melalui Kapten Hartsinck. Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane. Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda. mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. Rangga Gempol menggempur Sukapura. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . di bawah pimpinan Wiratanu.Kompeni.

tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram. Caeff. Akhirnya. Pendudukan Banten atas Sumedang. Potensinya masih kecil. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. mudah terpengaruh bujukan orang. di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. justeru muncul dalam kesempatan tersebut. peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. sehingga bukan merupakan ancaman berarti. Akan tetapi. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. Ambisi Sultan Haji yang amat besar. Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. hanya berlangsung kurang dari dua tahun. mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. Sultan Ageng Tirtayasa. Secara politis. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. serta orang-orang Belanda lainnya. sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten.Cakrayuda. sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu. dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda. Rangga Gempol kembali berkuasa. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. la labil dalam sikap. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. Sebab. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan. la senang meniru perilaku orang Belanda. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. Sultan Haji.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang berkedudukan di Pamanukan. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. Kabupaten Cianjur. tanpa kajian yang mendalam. di daerah Indramayu. adalah menantu Bupati Bandung. Sementara itu. Tetapi yang paling membahayakan negara. bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri.

Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. Dari "tiga serangkai Kompeni". ia berani mempertaruhkan nyawanya. Banten. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Berkat pengalamannya sebagai pedagang. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam. Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. tetap rawan. dan Perjanjian Japara untuk Mataram. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. la tidak berani. la sangat memahami. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. ia menyusun catatan pertempuran. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. pasukan Banten masih terlalu tangguh. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. Keamanan kawasan di sekitar Batavia.Kompeni Belanda sudah merasa kesal. Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. Watak dan keuletan Speehnan. Sikap licin seorang pedagang ulung. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. Rijcklof Volckertsz van Goens. menjadi penguasa wilayah". karena ia meninggal pada bulan November 1681. van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar. la cerdas dan cerdik.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia orang Kompeni Tulen. Speelman mengetahui. Oleh karena itu. lengkap dengan keadaan politik. terbawa mati. terpaksa menahan diri. Belanda kelahiran Rotterdam itu. Speelman mematangkan situasi. Akhirnya. Akan tetapi di darat. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645. dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. karena gangguan gerilya Banten. perunding dan panglima perang. Untuk kepentingan Kompeni. Wajar bila Vlekke dalam bukunya. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n . tubuhnya kekar. telah akrab dengan iklim tropic. Pada saat-saat perang sedang berlangsung. dalam pertempuran di laut. untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten. Dalam sehari. menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. tanpa persiapan yang benar-benar matang. semakin meruncing. namun lincah dan tak senang diam. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten.

padahal di benteng "Batavia". yang menempati Istana Surasowan. Kapten Tack. pada tanggal 16 Maret 1682. melainkan sebagai "penolong". Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan. terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680. komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. Mereka adalah: Kapten Hartsinck. Padahal. dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda. Tugas van Dijck yang sesungguhnya. Selanjutnya. yang ditempati oleh Sultan Haji. ialah menghasut Sultan Haji. dan Saint Martin. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan. ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan. pada tanggal 8 Januari 1681. Pertahanan daerah Angke-Tangerang. dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. pada malam 26 Februari 1682. dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. pasukan bantuan Kompeni Belanda. tiba di Pelabuhan Banten. Sloot. disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai". oleh Jacob van Dijck dan Caeff. Akan tetapi. di bawah komando Kapten Tack. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. 161 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dengan dalih. agar lebih berani mengadapi ayahnya. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia. saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. Sehingga. berjalan mulus. di bawah komando Saint Martin. van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. Speelman mengutus Jacob van Dijck.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sistem politik adu domba. sebagai perunding ulung. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Haji menawarkan perdamaian. Sementara itu. Van Happel.Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu.

Pasukan gerilya Banten. bergerak menuju Tirtayasa. utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di tempat itulah. disambut baik dengan penuh rasa hormat. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. berhasil merebut Pontang. oleh Sultan Haji.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Saat itu. pasukan darat dan laut Banten. di sebelah selatan Tirtayasa. Beberapa hari kemudian. armada darat dan laut Kompeni Belanda. melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. Akan tetapi. pada bulan November 1682. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan. Sedangkan di Tanara. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. meriam tempur Hartsinck. Serbuan pasukan Hartsinck ini. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia. Hartsinck mempersiapkan serangan baru. memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. Pada awal Maret 1683. mencoba mempertahankan daerah tersebut. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. mulai menembus keraton Tirtayasa. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. Di Tanara. Hingga bulan Agustus 1682. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack. turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. Dari ibukota Surasowan. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. Pada bulan Oktober 1682.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. Pasukan gabungan ini. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. memasuki keraton Surasowan. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. Akhirnya. ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji. yang berada di Keraton Surasowan. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. Sementara yang lain menunggu di Sajira. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. mundur menuju Tanara. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung. mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. sehingga terjadi stagnasi. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. bergerak menuju ke Tirtayasa. Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. Pada tanggal 28 Desember 1682. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan. yang berisi bujukan dan permohonan. Selanjutnya. dengan perhitungan yang matang.

dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. Sultan Haji tidak berdaya. Selanjutnya dalam catatan Vlekke. ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa. mereka merasa senang. dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. Mungkin saja. Menurut pengamatannya. Karena terbukti. adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. Banten mencapai masa kejayaan. Bahkan. sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. ialah musuh besar Kompeni Belanda. Sehingga. Penangkapan itu. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan. Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten. di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. dalam berbagai sumber. Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Denmark. dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. Akan tetapi. menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. Tanpa ragu-ragu. la dihormati dan disegani oleh lawannya. lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir. Kemungkinan besar. Seperti juga raja Makasar. bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng. dan Perancis. Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda. yang diberikan rakyat Banten kepadanya. Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). telah berhasil memikat para pedagang Inggris.Keraton Surasowan. Akan tetapi. ia menyebutkan. terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". Sultan Banten. serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. mencoba memodernkan negaranya. Sultan Ageng Tirtayasa. jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan. Pada saat itulah. 163 | S e j a r a h K e r a j a a n .

putera mahkota (Sultan Haji). yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. Dalam tahap permulaan. Serang. dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983). terdapat kesimpang-siuran. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. Benggala dan Persia. kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. penerbit Saudara. Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. berada pada titik puncaknya. Macao. pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. Sultan Ageng Tirtayasa. mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. Sultan Haji mengira. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten. dari sumber-sumber yang ada. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. berakhir pada tahun 1683. Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari manapun asalnya. Akibat peristiwa penangkapan tersebut. melakukan pelayaran ke Philipina. yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. melonjak naik. ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. Cina dan Arab.Atas bantuan orang-orang Eropa. Muhammad Ismail. oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob. Oleh sebab itu. akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. Satu tahun lamanya. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Orang berkata. Para pedangan India. bukan sebagai "bangsawan niaga". Mungkin penunjukkan tahun 1672. Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. Kesadaran politik inilah. Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. pada tahun 1677. la pun menuntut hak. la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. Hal itu justeru tetjadi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. melanjutkan perjuangannya secara gerilya. Padahal. ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. sebelum kedatangan orang Portugis. para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa. Disertai salah satu kapal milik Banten. dipimpin oleh para nakhoda Eropa. untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten.

Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. Drs. atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. untuk meneliti. Pada tahun 1985. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984. 4. antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . No. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18. tanggal 8 April 1985. yaitu Tubagus Mustafa. Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. dan Drs. politis. G. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. dan lain-lain. dan dukungan rakyat. terdiri dari: Prof. dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda.direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. 2. (Anggota). edukatif. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. psikologis. artistik. tingkat volume lama perjuangan. 5. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. Adik Sultan Haji. Ekadjati (Ketua). 3. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi. penelitian. Skep/182/N/1985. Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah. Saini K. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional. luas wilayah perjuangan. Sprin. ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa. Edi S. Salah satunya. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dibentuk tim.M. Saleh Danasasmita (Anggota). Dr. No. jumlah korban pada pihak musuh. Tim inti itu. yaitu Pangeran Sake.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional.CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa. Karena nilai-nilai kepahlawanannya. putera Pangeran Sake. kesulitan yang dialami. jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. berdasarkan. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. Setelah dilakukan penelusuran.

tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon. Perlawanan Bupati Sumedang R. dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Raden Alit Prawatasari. 2. 3. 7. dan 3.A. la raja yang bijaksana. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi). gagah berani. terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). Sultan Ageng Tirtayasa. Perlawanan rakyat Banten. Ketiga tokoh tersebut. Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi). terukir oleh tinta emas sejarah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kini diorama dan patungnya. Sri Baduga Maharaja. di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683). 4. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723).1. Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. 2. Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi). raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. antara lain: 1. raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi. Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. 5. *** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). Bagus Rangin.T. 8. terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah. serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. Dari hasil seleksi pada waktu itu. 6. di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819). Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810).

dua pakar yang terkenal. ternyata sebuah yoni. Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. diangkut ke museum pula. dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot. Brumund dan Van Hoevell.BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI . bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara. Agastya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana.1996:101). dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). Beberapa bulan kemudian arca itu. semuanya dikirim ke Batavia. untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. Beberapa puluh tahun kemudian. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme. kecuali satu. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan.1984: 29). kendi itu dihilangkan. Siwa. yang menggambarkan Brahma. karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel. Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang. meniru bentuk janggut patung Agastya. Arca itu. sekalipun orang Cina berkeberatan. Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten. Durga dan Ganesha. Pada wayang Kumbayana. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap. memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati.MELACAK RAJATAPURA I. 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap. Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali. penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie. pada paro pertama abad ke-19. dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta. menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya.

telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka. Sayangnya. Kedua-duanya. Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M). ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain. mengemukakan pendapatnya. antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang. Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993). Pemujaan terhadap Agastya. Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). Pada materi yang sama. tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda. 104). Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara. luasnya sekitar 17. Pada berbagai singkapan. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. kemudian dibahas oleh Yogaswara. Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya. Bila dikaji lebih dalam. Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 1996. dalam Guillot.Boleh jadi. antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis. 1850. tuffa. tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite. yang terletak di pesisir barat Pandeglang. maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok.1993: 33). Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari. apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n . Halwany Michrob. antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles).500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich. adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu. gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut.

bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat.1996: 106).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dengan demikian. karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita. sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya. dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari. MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah. dikatakannya kepadanya. di Pulau Panaitan. Bahkan dalam hasil penelitian lainnya. sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara. Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526. dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya. Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara. dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan. yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur.1983: 33). oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. Ketika bapaknya datang kepadanya. Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja. Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik. Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n . 1978: 38). Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan. Selanjutnya. Dalam pada itu. seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman. dalam Michrob. baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli. mengisyaratkan. 1984: 3334). II. (1996). bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah.1894 dalam Guillot.daerah ujung selatan Surnatera. seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913). Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari.1993: 33).

dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter. ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu. ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang).dicari". menurut cerita rakyat. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah. oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa". Untuk membuktikan kebenarannya. antara lain: Batu Sanghiyang Arca. Uniknya. Menurut cerita rakyat Cilentung. Batu Sanghiyang Kotok. ada semacam "gambar" ayam jantan. Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung. Menurut cerita rakyat. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut. konon milik Maulana Hasanuddin. Di lokasi tersebut. Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. dahulu kala banyak terdapat pohon kiara. air terjun Curug Putri. tidak pernah kering. Patut disayangkan. yang berserak di bawah cucuran air terjun. di sekitar puncak Gunung Pulasari. pipih. yang dibentuk serupa "makam". Menurut cerita rakyat. tebal 10 centimeter. merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. Di lokasi Batu Kiara Sarebu. Pada hemat kami. Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung. terdapat batu-batu yang dikeramatkan. Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Batu Kiara Sarebu. terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. air di atas permukaan yang cekung tersebut.19y6.100). Batu Cangkrung. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa. 170 | S e j a r a h K e r a j a a n . Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. menurut cerita rakyat. dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. Kekeramatan batu tersebut. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi. Ayam jantan tersebut. Air Terjun Curug Putri. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. Batu Kiara Jingkar. Batu Kiara Jingkar. diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja. ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor. dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. sehingga dapat menampung air (nyangkrung). Batu Cangkrung.

dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik. yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. 1996). ketika diukur menggunaltan kompas. dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar. Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot. kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. tetapi hampir tidak menonjol. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu.346 meter di atas permukaan laut. Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n . membujur arah utara-selatan. Di lokasi itu. mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari. banyak sampah-sampah berserakan. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. Selain tempat-tempat keramat biasa. Di lokasi puncak Roncang Omas. yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. yang ditinggallkan wisatawan lokal. sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". Di bagian lain. akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. terdapat dua tempat yang dikeramatkan. pada ketinggian antara 1.300 meter hingga 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir.Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari. Makam yang satunya lagi. Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. Di lokasi puncak Rincik Manik. berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. Bahkan batu-batuan yang ditemukan. Mungkin. lengan-lengan dan kelamin lelaki. yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. Makam yang pertama. terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam". membujur arah timur-barat. kelihatan pula. Di lokasi puncak Rincik Manik. nampak gosong. Uniknya. Hal itu.

.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs. karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek. Haris Sukendar. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot. Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1. dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938). Mungkin Guillot kecewa. mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur). Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar. dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja".1996:100).1985: 92). Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek. Jawa Barat. Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda. "primitif" dan "kampungan". menerangkan makna dan fungsi menhir. Di daerah Lampung. dikemukakan antara lain sebagai berikut: . Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri. tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang. yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono. 1981/1982: 247). antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n .bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang. dan belum dikerjakan (Sukendar.. dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia. Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang.

dengan mengucapkan mantra. Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1984: 42). terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir. banyak sekali. Mereka memohon kepada nenek-moyang. lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan. Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan.. namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte. Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai.. rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya. yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda. mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu. tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan. Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik. Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung. Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang menjadi tujuan terakhir.wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//. Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran. Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang". antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas. ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu. Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan. mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali. yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang. Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa. Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya.

3.nenek-moyang. Lokasi di Desa Batulingga. 6. keadaan pantai barat Pandeglang. terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud. Batu Cihanjuran. pada masa 2000 tahun yang silam. Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. Makam Gunung Cupu. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada. Terhanyutnya pasir. Desa Pasirpeuteuy. Batu Lingga. Batu Goong. Cicaringin dan Cibangangah. 9. Kecamatan Saketi. Kecamatan Saketi. Desa Cikoneng. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan kajian geografi sejarah. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di Kampung Kaduhejo. Batu Rincik Manik. Lokasi di Kampung Pahoman. Posisi di puncak Gunung Pulasari. Kecamatan Banjar. juga Gunung Aseupan. 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kecamatan Menes. Lokasi di Desa Sukasari. lokasi di mata air Cihanjuran. antara lain berupa menhir: 1. 8. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. Sanghyang Healeut. Kecamatan Mandalawangi. Sanghiyang Arca. Jumlah 3 buah menhir. yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat". Kecamatan Cadasari. Gunung Karang. 5.1984: 42). 7. oleh arus deras sungai Cibama. Desa Sanghyangdengdek. 4. Dihitung secara geologis. Cilabuan. debu. membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berjarak 14 kilometer dari garis pantai. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. Batu Pahoman. Sanghiyang Dengdek. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut. Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang. sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. Kecamatan Saketi. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. Gunung Pulasari. Lokasi di Desa Gunungcupu. kerikil dari letusan gunung. Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. 2. Lokasi di Desa Banjarnegara. dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim).

di antaranya: 1. 8. Kecamatan Cimanuk. Batu Tongtrong. Batu Cangkrung. Kecamatan Cimanuk. 7. 12. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk. Lokasi di Desa Palanyar. Batu Pangsalatan. Kampung Sampalan. Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain.A. Batu Kasur. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy. orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. 11. Desa Palanyar. van Tricht. 3. Kecamatan Cimanuk. Hal ini diperkuat oleh laporan RA. Kecamatan Saketi. Kecamatan Saketi. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Batu Kolam Citaman. Batu Sanghiyang Kotok. 1786. 2. Desa Palanyar. Batu Kuda II.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal). masih terdapat gejala religi "agama masa silam". Kecamatan Saketi. Lokasi di Kampung Nembol. Lokasi di Desa Sukasari. Kecamatan Mandalawangi. Batu Pangasaman. Di kawasan Popinsi Banten. Batu Saketeng. Kecamatan Saketi.1929: 47). 9. diduga memiliki nilai kepurbakalaan. antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. antara lain: 1. Batu Kuda I. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. 5. Lokasi di Kampung Cibulakan. 3. Kecamatan Menes. Batu Tumbung. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. Batu Qur'an. Lokasi di Desa Parigi. Kecamatan Cimanuk. 2. Desa Parigi. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . 6. 10. Batu Notod. Lokasi di Kampung Baturanjang. Lokasi di Desa Parigi.III. dalam laporan resminya (1908 no. Djajadiningrat. Bupati Serang tahun 1908. Batu Ranjang. 4. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. Batu Keris dan Bata Teko. Lokasi di Desa Saketi.A. ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi. Lokasi di Kampung Cidaresi.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak. Walaupun kurang terdapat keterangan terinci. Namun. akrab. Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna. Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada. bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha. Bagi mereka. Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima. dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n . sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita. tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya. van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy. antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir. namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902). berupa peninggalan dari masa pra-Hindu.disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa. Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis. antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan. diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993). dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk.1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku. Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. Keterangan peninggalan tersebut. Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten.1984: 43). sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan. watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis.

dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib). dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek. Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. Wisnu. Sang Pencipta Roh. terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur). akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). Tidak menutup kemungkinan. Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan. Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob. yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot. dewata tunduk kepada hiyang). 1984:41). maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita. jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme.1993: 5-6). kemungkinan ada unsur kesengajaan. sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter. mengemukakan pendapatnya. kemungkinan besar pernah tersingkir. peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang). Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala. sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja". Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna.j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. Jadi hiyang-lah yang paling tinggi.pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm. 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar. Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. Kemungkinan-kemungkinan itulah. niskala = gaib). Iswara. 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . "ratu bakti di dewata. dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan". salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari. Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma.

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

berdagang..warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//. Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan. Anutan mereka sekalian Waisnawa. Ada yang memuja Hyang Ganayana.// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/. Sang Raja membuat candi.. Karena sekalian warga masyarakat.. Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. Oleh karena kekunoannya itulah. yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. juga Hyang Wisnudewa. Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. mengusahakan pelayanan. di antaranya berburu di hutan pegunungan. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari"... ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta. dipelihara dan sangatlah baik karenanya. . Kekunoan arca-arca tersebut. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera. sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa. Adapun mata pencaharian warga masyarakat. mengharapkan hidup lanjut dan selamat. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan. Ada yang memuja Siwa-Wisnu. menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai. Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya. bertani dan sebagainya. Ada yang memuja Hyang Siwa. Golongan ini banyak pengikutnya. Sanghyang Agatna senantiasa dihormati.

di bagian Pulau Jawa yang paling barat. Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850.1996:103). posisinya jauh dari garis pantai. sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita. Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam. Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot. ia menulis tentang arca Ganesha. untuk sementara belum dapat dipastikan. sehingga hilang keunikan tempat asalnya. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia. hingga mencapai 8-9 kilometer. memberikan kepastian lokasi. dan bahkan nama kerajaan itu. daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni. terdapat pada bagian akhir (kesimpulan). pada bagian lain.1996:108). sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada. Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut.mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)". Akan tetapi. Sedangkan Palembang sekarang. dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot. Oleh karena itu. dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni. Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane.1984). antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta. sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu.1984:13). Guillot menjelaskan. menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). Kutipan tersebut sangat berharga. telah ditemukan di daerah Banten. Saleh Danasasmita. Banten sebelum masa Pajajaran. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah). karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang. Kota Palembang di Sumatera Selatan. Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga). beserta beberapa arca lain yang bergaya lama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara abad ke-7 hingga abad ke-11. penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. berada tepat di pantai. berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu.

posisi kota kecamatan Mandalawangi. parwa I sarga 1. berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. Burhan menyebutnya "Batu Peta". Posisi kota Kecamatan Mandalawangi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a ... ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu).5 cm). tinggi 9. yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari. terindikasi adanya beberapa ketepatan. Kemungkinan besar. ditinjau dari segi pertahanan keamanan. terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi). Oleh karena itulah. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938). titik terbesar yang berbentuk persegi empat. Barmawijaya (akhli geologi).. dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara.1980:13). lebar 18 cm. Kemungkinan tersebut. menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm. sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan. halaman 154. berada di tengah-tengah. Begitu pula hal yang sama. berada di pesisir barat Pandeglang. terungkap sebagai . dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura. Kemudian. Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi. juru pelihara Burhan. Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta".garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. sangat strategis. saat ini (18 Maret 2001). bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. Setelah dicoba dikaji-bandingkan. terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta. didukung oleh pendapat Dedi M. Secara kebetulan. kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai. Di salah sate permukaan batu itu. bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang. (terletak) di tepi laut.//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat.

184 | S e j a r a h K e r a j a a n . diduga kuat. posisi Mandalawangi. Gunung Aseupan dan Gunung Karang. bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara. Oleh karena itu.benteng alam: Gunung Pulasari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful