SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

aksara: Cacarakan. menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno. dapat diketahui. tulisan: 32 x 22 cm. halaman yang ditulis: 213 halaman. tulisan umumnya masih terbaca. sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). yaitu halaman awal dan akhir. Ukuran. di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah. Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah. halaman: 35.5 x 27. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa. kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. yaitu: 1. gaya Cirebon. 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda .5 x 27. Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda. Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron. Kertas sangat kusam kehitam-hitaman. Walaupun demikian. bahan naskah: Dluwang. bentuk: Prosa. Edi S. ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep). Penelitian usia naskah-naskah tersebut. Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). Bahasa: Jawa Cirebon. bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman.4.5 cm. kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang. salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. 2. sampul: 35. sebagian dari Serang (Yusuf. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988). 1 halaman kosong. Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978. naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati.1999:187).5 cm. tinta hitam. tebal: 214 halaman. sudah berusia lebih dari 100 tahun. dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman. Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara. sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta. Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu. Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999).

yaitu: 1. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga. dan kesehatan. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon.3. Melayukuna. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Pustaka Carita Parahiyangan. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar. Balikuna. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta. Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara. Kolofon Bagian purwaka. pembentukan panitia. bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya. Selain itu. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. pencarian sumber dan bahan. Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Purwaka 2. dibawa kembali ke negaranya. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. hukum. dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. Pustaka Nagara Kretabhumi. di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi. 4. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna. sumber. Menurut Pangeran Wangsakerta. dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). penyusun. yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka. terdiri dari tiga bagian. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan. dari daerah lain. dan Sundakuna. seperti misalnya sejarah. nama naskah. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. pengundangan nara sumber. parwa dan sarga. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya. tujuan penyusunan. alasan penyusunan. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon. di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. kepada Sultan Cirebon. Di antara mereka itu.1985: 537).

karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan. atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman. d. Dari kata pengantarnya itulah diketahui. dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. adalah sebagai berikut: a. 3. Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta. Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. Bagian kedua. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi. yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . 4. Panitia Pelaksana. Penasehat: 1. tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya. bahwa dalam tahun 1677 M. 2. 1.1985: 530-557). Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c. 5. Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). kadang-kadang amat ringkas. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). Kata pengantar itu kadang-kadang lebar. III. Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. Pelaksanaannya. Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. Jaksa Pepitu Cirebon. Musyawarah tersebut diadakan. 4. di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara.masalah yang muncul dalam sawala. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang. Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul.

Berunai. e. Ambon. Bantayan. Campa. Semarang. Anggadipraja: duta keliling. dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). Para Peserta. Pasuruan. Sangga IV: Sumedang. f. dan Trengganu. Pendengar (pangreungeu). dari negara tetangga yaitu: Mesir. Cina. Bali. Rajagaluh. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. setelah disepakati bersama. c. Kudus. Barus. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. Sangga II: Mataram. Tembayat. Cirebon. Nayapati. Seran. Lasem. Lamuri. d. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). Sukapura. Tanjung Nagara. Ukur. Bagelan. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. Tegal. Lamongan. Sindangkasih. Dermayu. Kertabumi. tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). Imbanagara. Giri dan Sendang Duwur. Jepara. Tanjung Kutai. Sedayu. Galunggung. Maluku. Perelak. Sri Langka. 7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. Madura. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a. Benggala. Parakan Muncang. Brebes. Rancamaya. Gurun. Demak. ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. Malaka. Sangga V: Jambi. Bangka. Lwah Gajah. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. Pasai. Panarukan. Geresik. Kuningan. Banggawi. Namun di antaranya. f.5. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok). Minangkabau. Galiyao. Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. undangan dan juru bahasa 6. dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. Mojoagung. Kuta Lingga. India. Talaga. Kediri. Galuh. Tumasik. Arab. yaitu: Sangga I: Surabaya. Taliwang. dibuat risalah resmi. Luragung. Balambangan. Tanjung Puri. Banten dan Palembang. Tuban. Wirasaba. Makasar. Cangkuang. b. Losari. Tanjungpura Karawang.

istri raja. terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. dalam upaya menyusun naskah sejarah. CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. meletusnya suatu pemberontakan. tahun berdirinya sesuatu kerajaan. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya). bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. Madura dan Banten. tahun wafat raja dan banyak hal lagi. yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. keturunan raja-rajanya. lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing. IV. demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur. dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1. Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya. tahun pemerintahan raja-rajanya. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang.g. Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan.

dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan. Lebih. dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana). Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna).Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya. Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya. Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua. Walaupun demikian. terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . lebih-lebih dengan para sesepuh. tidak lagi dibuat-buat. Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya. Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita). maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. Karena itu aku menempuh jalan tengah. Tetapi mereka memberikan catatan. Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi. Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini.

mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi.beserta kerajaannya. baik secara khusus maupun sambil lalu. Tanggal tersebut. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu. memang baru dilakukan kemudian. Bila demikian halnya. musyawarah itu telah berlangsung. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. Penulisan naskah menjadi pustaka. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah. sebagai para penguasa Cirebon. Patut disayangkan. la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya. dan Panembahan Anom.jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi. 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi. Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. Dalam jilid yang lain. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya. maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. oleh Jaksa Pepitu. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. Dapat diketahui. Kemudian. Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. Karena itu. tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini. Dilihat dari gaya tulisannya. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang. Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja). sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. agamanya. Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta.

walaupun tidak dijelaskan. 2. Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan. Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa. bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen). barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n . ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Permasalahannya. berlangsung di Keraton Surasowan Banten. Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. sehingga Karta ibukota Mataram. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis. karena para penyusun memperoleh tugas. Dalam kenyataannya. Tahun 1676. Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram. Alasan kedua ialah. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. Dengan demikian. adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi. ada dua hal yang menarik. yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara. Pangeran Abulfath Abdulfatah. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. adalah keterangan Wangsakerta. yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. yaitu: 1. dan 3. dan Panembahan Kacirebonan). Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. Sultan Kanoman. dari orang yang sangat mereka hormati.terjadi penyerbuan Trunojoyo. Alasan pertama. Di antara amanat Sultan Sepuh itu. Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. Setelah itu. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari. ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut. yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram. ialah karena melihat kenyataan. mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662).

Samudera Pasai. atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama. masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia. yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam ambahan sumber. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa). dalam beberapa hal. sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak. Bila hal itu tidak mungkin. Disana. waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. Sedangkan beberapa hal lainnya. hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. Dari naskah-naskah yang terkumpul. Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pada salah sebuah nisan. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta. Jawa Tengah. kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten. dapat dikatagorikan logis. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja. Jawa Timur. Secara runtut berlangsung. meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga. saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. Sriwijaya. dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun.riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna). dekat Bukit Gempol tahun 1528. Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. Bahkan. Dalam hal yang demikian. dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya. dengan cara mengkompromikannya. Banjarmasin dun Nusa Bali. Tatar Sunda. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984). yang kehadiran makamnya di Desa Leran. tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697.

bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. van der Meer dan Jan Mulder. sebagal salah seorang penguasa Cirebon. Di bagian bawah naskah sebelah kiri. De Haan (1912. ternyata benar-benar ada. tersimpan sebuah dokumen. Tulisan tersebut berupa makalah. bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya. Pada urutan ketiga. dicantumkan dengan tegas. Sebagai Sejarawan Abad XVII. Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. Karena kesal. yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. de Haan dalam buku Priangan II (1912). Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan. pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. Dalam sumber Kompeni lainnya. sama sekali bukan. tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. tokoh Pangeran Wangsakerta. Dalam naskah tersebut. PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. Menurut Saleh Danasasmita. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. bahwa berita tersebut "tidak benar".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . nyaris tidak dikenal oleh umum. tanpa nilai khusus. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon). Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). Di gedung Arsip Nasional. F. Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). dalam pertengahan kedua abad ke-17. De Haan mengumpat Caeff. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. pada tanggal 9-11 Maret 1986. Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. Sedangkan Dipati Topati. Catatan Harian Kompeni. melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta. Di lingkungan terbatas kerabat keraton. Dr. dikenal adanya sebuah naskah wawacan.V. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I. bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon.

lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama. la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . senantiasa ingin merebut Cirebon. Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. Tapi raja Matararn. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. Sunan Tegalwangi. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman.Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. Dari puteri Mataram. adiknya. Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu. Anggadireksa. dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. Empat tahun kemudian. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri. Setelah Panembahan Ratu wafat. Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. Anggadiprana. Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masih sangat kabur. maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama. Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. Singanagara. Panembahan Girilaya berputra tiga. Anggaraksa. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta. pada tahun 1599 Saka (1677 M). dan Nayapati. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. termasuk kedudukannya di Cirebon. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda. Purbanagara. Dari perkawinan tersebut. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu.

Setelah wafat. yaitu aku sendiri. Setelah itu putranya. Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka. Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. Sementara itu raja Mataram. Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. Mataram dan Belanda. Pangeran Dipati Anom. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama. tentara Mataram selalu menderita kekalahan. Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya. 15 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten. Dalam pertempuran di berbagai daerah. Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi.bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano. adiknya. Susuhunan Amangkurat dan putranya. Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram.

Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda.Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri. Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain. Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon. Lalu Sultan Banten mewisuda kami. Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan. Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian. Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo. merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta. Kutipan di atas. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda. *** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akhirnya Panembahan Sepuh. Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten. sehingga dapat menghapus segala kekisruhan.

Akan tetapi. (Wangsakerta. bisa saja terjadi di Tatar Sunda. permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala. maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah. berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1. Sebelum kemungkinan itu terbukti. Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .BAGIAN : 2. dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba). kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama.1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala). SALAKANAGARA I. Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang.// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a. dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto). di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah. PURWAYUGA Sedemikian jauh...

permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan. dan hutan Kalimantan (Bakulapura). lalu muncul mahluk hidup berupa hewan.000 tahun yang silam. Mereka mirip kera. hutan Sumatera. Namun demikian. Di daerah lain di Pulau Jawa. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna. karena mereka berlaku seperti setengah hewan. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang. Ada yang tinggal di atas pohon. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. tanpa busana. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n . belum ada mahluk hidup.000 sampai 300. antara 750. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan. di lereng gunung dan tepi sungai. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. manusia hewan. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. Kemudian. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. Kulitnya berwarna gelap.000.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kira-kira 1. sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni.000 tahun yang silam di Nusantara. Beberapa juta tahun kemudian. Ada pula yang seperti raksasa. Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. Mereka adalah manusia purba. besar dan tinggi sosok tubuhnya. hutan Makasar. Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata. hanya menggunakan tangan. hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. Di antaranya ada yang menyerupai kera. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi.000 tahun sampai 600. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. terutama di Pulau Jawa. tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil. Akan tetapi. kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. Berjuta juta tahun kemudian. muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya.menjadi dingin. Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon.

saling bunuh di antara sesamanya.000 sampai 25. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil. serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba. Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga). 19 | S e j a r a h K e r a j a a n . manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa. di Sumatera. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara. Selanjutnya. jumlahnya tidak banyak. antara 300.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara. dan Pulau Jawa. ataupun binatang. Seterusnya. pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil.000 tahun yang silam. Sumatera. berwarna kuit agak gelap.000 tahun yang silam.000 sampai 300. tetapi buatannya tidak bagus. Senjata dan perabotannya terbuat dari batu. Ke dalam zaman tersebut.000 sampai 50. diburu. musuh. Akan tetapi bertubuh lebih kecil.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara.000 tahun yang silam. Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah.Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600. Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya.000 tahun yang silam. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas. Mereka hidup antara 50. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara. mahluk jenis inipun akhimya punah. dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain.000 tahun yang silam. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga). tidak banyak berbulu. Mereka tidak cerdas. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare). Kira-kira 250. Sementara itu. Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak. antara 500. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40. hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa.000 sampai 20.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. tumbuhan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. Anak. Rumah mereka itu berderet. mereka menderita kekurangan makanan. dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. tunas. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung. dan rempah-rempah. lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. Sang Panghulu yaitu Sang Datu. arwah leluhur. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. Singkatnya. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. umbi-umbian. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. buah-buahan. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. mengalahkan musuhnya. mengharap terlepas dari penderitaan. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. pohon besar. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. kayu. menguasai berbagai ilmu mantera. mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. melaksanakan sembah-hiyang. dan daging hasil buruan. Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. daundaunan. mengharapkan berumur panjang. darah. Karena itulah. masing-masing membuat rumah.Akibatnya. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. Mereka berburu hewan. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. melindungi adat. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. gunung. Setibanya di sini. ikan. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap. Makanan sehari-harinya adalah daging. memberi berkah. bulan dan bintang. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). Lama kelamaan. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. hampir sama seperti di negeri asal mereka. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. lalu menetap di sana. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). matahari. selalu bertapa. Untuk sementara. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya. batu. tunas. Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen. sungai. cucu. Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. dan keluarga.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . permata. serta membuat aneka obat-obatan. segera dikalahkan. tentang gunung. Di samping itu. Akan tetapi. ukuran. makanan. musim kemarau. mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). Zaman ini. merasa terhina dan sangat takut. Kaum pendatang kelompok ini. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. Terjadilah pengungsian besar-besaran. telah mengenal emas. akan ditangkap dan dibunuh. menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga). Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. tentang tanah. serta membuat wayang dari kulit diukir. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. ilmu tentang hutan. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. manik. tentang hewan. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. kesengsaraan. hutan dan gunung. karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan. pendatang baru makin lama makin banyak. Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang. Sebaliknya. serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari. serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang. lalu ilmu tentang rempah-rempah. karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi. seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. dan perahu dengan baik. Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan. karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. musim hujan. perak. tumbuhan.600 sebelum tarikh Saka. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan kenistaan bagi orang pribumi. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. tiba kira-kira tahun 1. Kaum pribumi. sedangkan batu-batuan dan tulang. Kaum pribumi itu selalu kalah. tentang ucapan. Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. dan ilmu memanah (dhanurweda). gempa bumi. membuat api dengan batu api dan besi. hari.lukisan menurut kehendak masing-masing.

yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. Datuk Banda putera Nesan namanya. yang berdiam di pulau Hujung Mendini. Datuk Pawang Marga. yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. USA).…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. berdiaiu di wilayah Langkasuka. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem. Selanjutnya. dalam naskah tersebut dikemukakan. di wilayah Propinsi Yunnan. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. putera Datuk Pawang Marga namanya. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Oleh karena itu. namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. Sedarrgkan Yunnan sendiri. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. Ki Pawang Sawer. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. putera Ki Pawang Sawer namanya. menurut para akhli. merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kota Yu-wan. yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. terdapat sebuah kota kecil Yu-wan. Ki Bagang. yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India. ia berdiam di dukuh di tepi sungai. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. putera Ki Srengga namanya. putera Datuk Waling namanva. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi. 1980. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. Sang Aki Bajulpakel. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . Selanjutnya Aki Dungkul. Yu-wan dalam bahasa Cina. yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut.

Mereka menanam padi. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya. dan pengetahuan tentang tutur kata. pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. pengetahuan tentang memanah. India dan Burma (Myanmar). Adanya benturan dua lempeng tersebut. tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh. Mereka telah mampu membuat rumah besar. perak. Selanjumya. Mengembara di hutan dan gunung-gunung. berbagai tumbuh-tumbuhan. adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . pengetahuan tentang hari. membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. manik. juga membuat berbagai obat-obatan. (musim) penghujan dan kemarau. juga emas. pengetahuan tentang berbagai binatang. begitu pula membuat perahu bagus. dibuat dari kulit yang diukir. yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita. membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. perilaku mengenai alat penukar. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. orang yang datang baru bertambah banyak. gempa bumi. karena bodoh. segalanya terbelakang. menimbulkan gempa tektonik. yang dijadikan makanan sehari-hari. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. Golongan pribumi senantiasa dihinakan.arah barat di wilayah Kashmir. ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru. membuat perlengkapan perang dari besi. di puncak Himalaya pada saat musim semi. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus. kendaraan. akibat pencairan es.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Penyebabnya. Kenyataannya. berkeliaran tanpa tujuan. tentang makanan yang lezat. Wayang. Biarpun sering melawan. Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. Karena orang pendatang baru. IV.000 depa). gunung. pengetahuan tentang laut. juga pengetahuan tentang tanah. berbagai perkakas dari besi. Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. kristal. ialah membuat senjata dari besi. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut. atau tidak jauh dari muara sungai. ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan. ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil. dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya. terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. yang tiba di Pulau Jawa. Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). Dukuh itu ada yang besar. Di antara mereka. seperti yang telah terjadi di negeri asalnya. Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. Dukuh besar ada di tepi laut. yang sangat banyak berdatangan di sini. Terutama para pendatang. Di sini. Di antaranya ada yang bermusuhan. Dua wangsa inilah. ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat). Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. ada yang kecil. 30 | S e j a r a h K e r a j a a n . mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara. Mereka senantiasa datang di sini. Permulaan pertama tahun Saka. tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). negeri Singhala. Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). di pulau-pulau Nusantara. Dengan demikian. ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur.nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak. yang menjadi pribumi tiap dusun. yang banyak datang dari negeri Bharata (India). maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. telah banyak golongan warga masyarakat. Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat. negeri Cina dan sebagainya. negeri Gaudi. banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). Tetapi. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan.

namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). Dewi Dwanu Rahayu. harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. Kota besar lainnya lagi. masuk pula dalam wilayahnya. Demikian pula para pengikut Dewawarman. Agrabhintapura. Oleh karena itu. yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. dengan nama nobat. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). sebab jalur ini merupakan gerbang laut. dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). Selanjutnya. Dewawarman dan pasukannya. sebelum meninggal. China. seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini. sedangkan isterinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Yawana. Dewawarman ini. Oleh karena itu. Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. adik Dewawarman. Bumi Sopala. Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. serta barang barang lainnya. disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. Sedangkan adiknya yang lain. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain. dan Abasid (Mesopotamia). Tatkala Aki Tirem sakit. Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu. Daerah kekuasaan Salakanagara. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. Beberapa tahun sebelumnya.daerah sepanjang pantainya. Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. Nusa Api (Krakatau). daerah. Syangka. Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. tidak ingin kembali ke negerinya.namanya terkenal. dan pesisir Sumatera bagian selatan. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. diperisteri oleh Sang Dewawarman. 31 | S e j a r a h K e r a j a a n . puteri Sang Aki Luhur Mulya. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. Setelah Aki Tirem wafat. Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. lalu beranak pinak. dijaga oleh pasukan Dewawarman. sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. karena mereka telah menjadi penduduk di situ. Pohaci Larasati menjadi permaisuri. lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak.

308 Masehi). Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi. Yang keempat. la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka). ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV. Yang kelima. putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan). laki-laki bemama Gopala Jayengrana. Kelak. memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 . Dari perkawinan ini lahir seorang putera. Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. Anak yang tertua. Yang kedua. Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka). terjadi serangan bajak laut dari negeri China. Pada masa pemerintahannya.252 Masehi). Dari perkawinannya dengan puteri India. Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri. 32 | S e j a r a h K e r a j a a n . la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 . bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana. PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. sang rani. laki-laki. dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi. la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi. Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi). yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 .VI. Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur. yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya. Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi. Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah. yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya.238 Masehi). Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara.

Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat. Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India. Akan tetapi. Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. Krodamaruta tidak lama berkuasa. karena ia tewas tertimpa batu besar. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit. Sphatikarnawa Warmandewi. 33 | S e j a r a h K e r a j a a n . puteri sulung Dewawarman VII. Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. Akhli waris tahta yang sah. Lengkaradewi beserta suami dan puterinya. ketika sedang berburu di hutan. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya. lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. putera Sri Gandari Lengkaradewi. bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya. Setelah pernikaharmya. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara. Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. Pada tahun 270 Saka. dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. di Rajatapura (ibukota Salakanagara). ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara.seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. Dari puteri ini dengan Atwangga. Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. Akibat peristiwa itu. puteri sulung Dewawatman VII. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI. sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara. pada tahun 262 Saka (340 Masehi). Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi. la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. Kemudian. Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. adalah Sphafikarnawa Warmandewi. bersenjata lengkap.

Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura. Ada yang memuja Siwa.Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. Dewawamm IX. genaarnd Pien. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya. bernama Candralocana. ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. Anggota keluarganya yang lain. Yang sulung. selama 233 tahun (130-363 Masehi). la sangat memajukan kehidupan keagamaan. la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura. berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati. kehidupan penduduk makmur sentosa. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. Di antara penduduk. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota. tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). kemudian. seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara. Yang ketiga. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang. Permaisuri yang kedua. Raja Indraprahasta yang pertama. In den nanm van het land ia Yawadwipa. Dewawarman VIII. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I. dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. Ekadjati. dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. ada yang memuja Wisnu. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. Semenanjung. telah dilacak oleh N. sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. herkencl. CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. J. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . namun jumlahnya tidak seberapa. tinggal di Yawana dan Semenanjung. Kelak setelah ayahandanya wafat. sebab puteranya. seorang putera bernama Aswawarman. In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. een gezantschap naar Cina. ada yang memuja Ganesha. Java-eiland. en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. dan Jawa Tengah. VII.I (1987: 31). C. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang. Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas. Yang kedua. la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera.

Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya. Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon. hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen. dikemukakan pula kutipan terjemahannya.eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina. hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa). yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. jang bukan sadja berarti. dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen. maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi. tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya. Hal ini katanya tidak mengherankan. Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. yang disebut di dalam Hou Han-shu. bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. Untuk lebih dipahami. jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz. Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym. Memang mungkin sekali. Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu. bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. jang mana akan berarti. naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula. tetapi djuga akan menerangkan. 1950:11). telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. di dalam hal ini.

Javadvipa. pulau Jawa.. dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. Ferrand. seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai. yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi. Pendapat D. (Atja & Ekadjati. Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London.perutusan ke Cina pada tahun 132 M. dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi.E. "Sabadeibai Tiga". Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931). dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti. Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa. antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya. 1958 dalam Soewarsa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama". datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy. sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall. Sartono Kartodirdjo. G. mungkin ada artinya dalam hubungan ini. dihuni oleh pemakan daging manusia. yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas. "Chryse Chersonesus". tahun 132. yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya. sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo. Hall. E. Hall.1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. secara detail berisi tentang Asia Tenggara.1988:1718). juga dihuni oleh pemakan daging manusia. sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II.1987:32).G. adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai. Menurut dugaan Sarjana Perancis G. bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien. Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta. D. mengemukakan hal yang sama. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M. meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien. Di dalam berita itu disebutkan. mengutip tulisan NJ. Buku VII dari Geographianya. Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien.

Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. dalam Michrob 1993: 32). Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan sendirinya diduga kuat. kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia. India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan.Dalam buku Geographike. Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. yang merupakan hasil utama kawasan itu. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67). Chryse Chora. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. Vietnam. dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M. yaitu negeri Perak. Tiao artinya Dewa. pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. negeri emas dan Chryse Chersonensos. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai. Peta ini dibuat pada tahun 165 M. mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi". karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. Menggunakan sumber yang sama. memberitakan. lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus. 37 | S e j a r a h K e r a j a a n . memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. Hasan Mu'arif Ambary. semenanjung emas. dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman. Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang. Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi). ujung utara Sumatera. yaitu emas dan perak. menyatakan bahwa pada abad ketiga. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia. la. Menurut Ayatrohaedi.1977: 6). dan menyebut kota itu dengan nama Barus. bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. Pulau Panaitan. dan Pien artinya Warman. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo. terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara. Selat Sunda.

38 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai Dewan Pakar menyimpulkan. Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. yang diperkirakan berasal dari abad V. Bahkan. Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. terdapat di Jawa Barat (Krom. dapat diduga. Cina. berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi. Iskandaria. Barus. 1996:15). dan kembali ke Venesia. Rute Ptolemeus adalah Venesia. mengemukakan pendapatnya. yang berarti perak. dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. adalah "terjemahan" dari Merak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Lebak Munjul. yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo. Cina. yang terletak di tengah Sungai Cidangiang. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus. India. dalam bukunya Geographia Hyphegesis. Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang). Ayatrohaedi dan Edi S. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. Pandeglang. antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. Sartono Kartodirdjo. Glory and Gospel. bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara. Temuan selanjutnya. Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten.1977: 36). bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. Berdasarkan temuan tersebut di atas. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I.Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia. berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. sudah ada jalur bisnis di Asia. dan Persia. pernah melakukan penggalian di Palembang. Hasan Mu'arif Ambary. MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob. dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob. tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat. Teluk Aden (Yaman). dan nyatanya. Prasasti ini.1993: 37). terjemahan Effendi.1956:10). banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India.

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

dari desa sekitarnya. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). disebut Cisuba. ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). mendapat hadiah dari raja. Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. Semua mereka itu. Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi). Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka. mengalir sampai di istana kerajaan. kuda 20 ekor. sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik. Sang Purnawarman. Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. pakaian. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. Tiap tahun. Tahun 410 Masehi. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. yang biasa membawa perahu. mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. Kemudian. Demikian pula para pedagang. dari tanggal 13 sampai tanggal 15. serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. ditandai lukisan telapak tangan. Sungai yang bagian hilirnya.raja-raja sesamanya (panji segala raja). Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya. dan makanan lezat. Dua tahun kemudian. yang diberikan kepada raja Indraprahasta. datang ke ibukota (Sundapura). ialah: sapi 400 ekor. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). gajah seekor. pakaian. yang ikut serta mengerjakan saluran ini. yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta. ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. Pengerjaan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. Sebagai tanda penyelesaian karyanya. Raja-raja bawahan itu. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . Para petani merasa senang hatinya. ikut serta berkarya bakti di situ. Setiap orang. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. Sang Purnawarrnan. dengan iringan suara gamelan yang merdu. yang ditulis pada batu. Prasati itu. yang diibaratkan Dewa Wisnu.

dengan membawa berbagai perkakas. kerbau (mahisa) 80 ekor. membuat prasasti yang ditulis pada batu. sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. sambung menyambung tidak terputus. lukisan telapak kakinya. ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. Jadi. banyak membuat prasasti batu. berjajar memanjang di tepi sungai. memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. dan bahan makanan. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut. memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. Selanjutnya. Sedangkan para pemuka dari daerah. Mereka itu. pakaian serta makanan lezat. Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. beberapa puluh tahun sebelumnya. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar. Sang Purnawarman. memperbaiki. Ribuan penduduk. Sang Juru. 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perinciannya: sapi (ghoh) 1. yang ikut serta dalam pekerjaan ini. ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. Sang Purnawarman. Sang Adyaksa. Sang Maharaja Purnawarman. kakek Sang Purnawarman. sebuah bendera Tarumaragara.000 ekor. sebuah patung Wisnu. pakaian bagi para Brahmana. Para petani menjadi senang hatinya. kuda 10 ekor. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. berkarya-bakti siang-malam. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. Demikian pula di tempat-tempat lain. Sang Maharaja. Sang Mahamantri. Sang Purnawarman sedang sakit. Sang Purnawarman. Panglima Angkatan Laut. kepada para Brahmana. dari desa-desa sekitarnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ada pun kali Candrabaga itu. Waktu dilangsungkan upacara selamatan. karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata. Di situ. beserta pengiring lengkap. Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini.Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). disertai beberapa orang Menteri Kerajaan. Sang Tanda. memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa. yang dilengkapi dengan patung pribadinya. telah diperbaiki. Kemudian. lukisan telapak kaki tunggangannya. Setiap orang. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah). laki-laki dan perempuan. sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). Dengan demikian. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing.

Hadiah berupa sapi 800 ekor. bunga teratai. ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng). Seorang demi seorang. perompak yang ditawan itu. Angkatan Laut Tarumanagara. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. Sisanya. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak. mengepung dua buah kapal perompak. terjadi di perairan Ujung Kulon. pasukan Tarumanagara. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). pakaian. diperbesar dan diperkuat. Dari 80 orang perompak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karena itu. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat). Sang Purnawarman. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang merajalela di perairan barat dan utara. Perang pertama dengan kaum perompak ini. memperteguh alur dan memperdalam Citarum. di antara mereka. harimau dan sebagainya. Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat. sebahagian terbunuh dalam perang. dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. dengan tulisan pada batunya. Demikian pula halnya Angkatan Laut. kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya. Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). Kemudian. Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. selalu memenangkan pertempuran. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. Pembersihan terhadap kaum perompak ini. Karena itulah. Selamatan dan hadiah harta. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). ditulis pada prasasti batu. di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. Tetapi. sebanyak 52 orang dapat ditawan. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. Dahulu. di tengah laut. kerajaan ini tidak seberapa.sanghyang tapak. Sernua itu. dibunuh dengan berbagai cara. makanan lezat. memperbaiki. la pun seorang pemuja Batara Indra. dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. apabila hendak pergi menyerang musuhnya. Sehingga.

kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman. Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta. barat dan timur. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti. dipinta atau dirampas. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda. karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam. Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak. Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini.Telah lama. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. Semua barang yang ada di dalamnya. Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman. 45 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang. yang menjadi panji segala raja. yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita. prabu yang setia serta penuh kepahlawanan. Kemungkinan besar. antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. bercokol di perairan Teluk Lada ini. barulah keadaan menjadi aman. dan penduduk Tarumanagara merasa senang. karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. perairan Pulau Jawa sebelah utara. sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman. Semua kapal diganggu. Pada bagian ini. dikuasai kaum perompak. 1984: 3-1). kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang.

yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. Cambay (di India). dimulai dari Sang Pusyamitra. Sang Kudungga putera Sang Atwangga. menjadi Bakulapura. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. berlukiskan naga (nagadhuajarupa). kemudian diubah namanya. Sopala. Yawana. diperistri oleh Sang Aswawarman. Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. datang dari India. 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). Sumatera dan lain-lain. Adapun bendera kerajaan Taruma. Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil. raja Tarumanagara pertama. Bendera Angkatan Lautnya. laki-laki dan perempuan. putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. Sang Kudungga. berlukiskan berbagai macam binatang. bernama Cakrawarman. berasal dari Bakulapura. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga. la pernah mengunjungi Semenanjung. Keluarga itu. menjadi Panglima Perang. Beberapa ratus tahun sebelumnya. ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. Kakak perempuan Sang Aswawarman. Cina. adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. yang diberi nama Kuta (Kutai). Salah seorang isteri Sang Purnawarman. bernama Nagawarman. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). Bakulapura. berada di situ dan menjadi penguasa. Pangkal silsilah mereka. Puteri Sang Kudungga. Karena itulah. telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab. keluarga itu.Adik Sang Purnawarman. berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. Negeri ini. sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang. Salah seorang anggota keluarga Sungga. banyak di antara anggota keluarga ini. negeri Syangka. Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma. Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. telah beberapa puluh keturunan. menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). Sedangkan pamannya dari pihak ayah. Sang Nagawarman. Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa). Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). yang mengungsi ke berbagai negara. untuk mempererat persahabatan. bersama keluarga dan pengiringnya. mempunyai bendera.

sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. Alengka. Siasat Perang. kelak menggantikan ayahnya. Wanagiri. penduduk. Sabara. Penduduk pribumi. Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain. Akan tetapi. Yang sulung bernama Mulawarman. Malabar (Bandung). Sagara Kidul. Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. diperistri oleh seorang raja di Sumatera. Legon (Cilegon). Purwalingga (Purbalingga). Karang Sindulang. seorang raja besar di pulau itu. Cupunagara (Subang). Sri Maharaja Purnawarman. adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang). kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. Kosala (Lebak). sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum).Jadi. Permaisuri Sang Purnawarman. ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. Nusa Sabay. Putera sulungnya. Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. Sindang Jero. menjadi penguasa Bakulapura. Gunung Manik (Manikprawata). Sang Purnawarman. Gunung Kidul. Silsilah Dinasti Warman. Indraprahasta (Cirebon). Sri Jayanasa. ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. Bakulapura. Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu. Adik Wisnuwarman yang perempuan. Purwanagara. Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. tidak seberapa banyak. Ia dipusarakan di tepi Citarum. Galuh Wetan (Ciamis). Manukrawa (Cimanuk). menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. masih saudara satu-buyut. kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja). Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari permaisuri ini. adalah keturunannya. menjadi semakin erat. Aswawarman berputera tiga orang. Peraturan Ketentaraan. Kecuali di Pulau Sumatera. bernama Wisnuwarman. sebagai penguasa Bakulapura. Gunung Cupu. Setelah Sang Kudungga wafat. Penganut Budha. Dalam masa pemerintahannya. Cangkuang (Garut). Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara. Paladu. Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. Aswawarman dengan isterinya. Agrabinta (Cianjur). Kelak. kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. Bumi Sagandu. Purwakerta (Purwakarta). Sang Aswawarman menggantikannya. adalah puteri salah seorang raja bawahannya. Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman. Ujung Kulon (Pandeglang). Gunung Kubang (Garut). berasal dari: Sumatera. wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun.

Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi). Sang Wisnuwarman. Indihiyang (Tasikmalaya). sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. Tanjung Camara (Pandeglang). 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Suryawarman. Wanajati. dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). Linggadewata. Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). Pasir Sanggarung (Cisanggarung). Karena tidak punya keturunan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagai raja Tarumanagara kesembilan. digantikan oleh adiknya. Digantikan oleh puteranya. Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama. Digantikan oleh puterannya. Sang Candrawarman. Sang Indrawarman. sebagai raja Tarumanagara ketujuh. Digantikan oleh puteranya. Digantikan oleh puteranya. la. Sang Dewamurti. la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat. pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. Rangkas (Lebak). Sang Kretawarman. Jati Ageung. Pakuan Sumurwangi. putera sulungnya. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi). sebagai raja Tarumanagara kelima. Wanadatar. dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. Digantikan oleh puteranya.(Majalengka). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). Kalapa Girang (Jakarta Selatan). Sagara Pasir. Setyaraja. memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). Pasir Muhara. Pura Dalem (Karawang). sebagai raja Tarumanagara keenam. dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. Sang Sudawarman. Dua Kalapa. dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya.

Wilayah timur Tarumanagara. Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu. masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). menjadi Kerajaan Galuh. Oleh sebab itulah. Dalam tahun yang sama. ditandai dengan adanya pewarisan tahta. dalam sumber Cina yang terakhir. Dengan berbagai akibatnya. Sang Tarusbawa. II. menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). Sang Linggawarman. sebagai raja Taruma nagara keduabelas. Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. dengan nama nobat. tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun. Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun.Digantikan oleh puteranya. Peristiwa tersebut berakibat fatal. sebagai penerus tahta Tarumanagara. Mengingat kejayaan Sang Purnawarman. Digantikan oleh puteranya. memerdekakan diri. dengan Batas sungai Citarum. Sang Nagajaya. Kerajaan Sunda. sebagai raja Tarumanagara kesebelas. mengganti nama Tarumanagara. dan Rangkas). la digantikan oleh menantunya. Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. Dari sejak itulah. menantu Sang Linggawarman lainnya. sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. dari Sang Linggawarman kepada menantunya. memegang peranan penting bagi Tarumanagara. dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). Sang Tarusbawa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ujung Kulon. seharusnya tampil dalam panggung sejarah. 49 | S e j a r a h K e r a j a a n . menjadi Kerajaan Sunda. Kosala. Ketika ia naik tahta. Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi). dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. ke berbagai negara sahabat.

yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda. memindahkan ibukota kerajaan. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh. Sang Sanjaya. di Kerajaan Sunda. Setelah 9 tahun berkuasa. 3.Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. dan Suradipati. dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. Sebab. Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima. dalam usia 91 tahun. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya. daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah". dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya. di Kerajaan Galuh. tetapi ia wafat dalam usia muda. Punta. sering disebut Panca Persada. dalam sastra klasik. di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah. ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena.Madura. di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. Setelah keraton selesai dibangun. Sebagai penggantinya. Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. Dalam Prasasti Canggal. Madura. yang terusir oleh Sang Purbasora. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2. tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya. Jumlah 5 keraton tersebut.Suradipati. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. Prinsipnya. cucu Sang Tarusbawa. Seharusnya. Narayana. Sena-Sanaha. pada tahun 654 Saka (732 Masehi). sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua. adalah ayahnya Teja Kancana. Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun.

diwariskan kepada Sang Arya Banga. Disebut demikian. dengan nama nobat Prabhu Hulukujang. dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. digantikan oleh puteranya. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara. menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. Dari Dewi Kirana. bernama Rakeyan Medang. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). Sedangkan Dewi Sawitri. pada tahun 852 Masehi. kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. kemudian diberi nama Dewi Samatha. selama 8 tahun. Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri. Setelah Prabu Hulukujang wafat. akhirnya tahta Kerajaan Sunda. Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari. Setelah prabu Gilingwesi wafat. Rakeyan Diwus.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan 2. Dari permaisurinya. pada tahun 795 Masehi. pada tahun 825 Masehi. Rakeyan Medang. pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. memperisteri Dewi Saraswati. Batara Danghiyang Guruwisuda. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. Batara Danghiyang Guruwisuda. digantikan oleh menantunya. ketika ia wafat. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). Raja Galuh tersebut. Dewi Sawitri. Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan.Saunggalah (Kuningan). Sang Banga mempunyai putera. dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. karena putera Sang Banga tersebut. Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi. Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. 51 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. Sebagai putera laki-laki. Rakeyan Wuwus. Dengan demikian. dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara. ialah: 1. Rakeyan Hujungkulon. digantikan oleh menantunya. yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. la diwisuda pada tahun 739 Masehi. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon).

dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. Selanjutnya. tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. Kerajaan Galuh. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. sebelah barat Citarum. oleh Rakeyan Umbur Kancana. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). karena dibunuh dan digulingkan. Baru empat tahun memerintah. Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). Prabu Wanayasa Jayabuana. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. Rakeyan Jayagiri. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. tahta kerajaan digantikan oleh puteranya. dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. Pasukan Kerajaan Sunda. Serbuan inipun. antara lain: 1. Di pihak lain. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. Rakeyan Jayagiri. Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. Akan tetapi. Rakeyan Windusakti. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. atas perintah Prabu Jayadrata. Rakeyan Jayagiri naik tahta. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. dikerahkan kemudian. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi. Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. 3. tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. Rakeyan Jayagiri. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling. Rakeyan Limbur Kancana. yang besar dan lengkap. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. dan 2. memperoleh dua orang putera. berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. yang dibunuh oleh adiknya. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. sebab pada tahun 916.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 52 | S e j a r a h K e r a j a a n . cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. di bawah naungan Prabu Jayadrata.Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. Rakeyan Kamuning Galling.

digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. Prabu Brajawisesa wafat. beralih ke Rakeyan Watuageng. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. dari tahun 973 sampai 989 Masehi. putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. menantu Prabu Limbur Kancana. di antaranya: 1. bergelar Maharaja. Dewi Somya. damai kembali. berputera dua orang. akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Prabu Dewa Sanghiyang. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. Dewi Rukmawati. dan 2. Rakeyan Gendang. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. kemudian ia naik tahta. dan 2. Pada tahun 1012 Masehi. ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. Prabu Wulung Gadung. mengangkat keponakannya. 53 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh.Di Kerajaan Galuh. Prabu Dewa Sanghiyang. Rakeyan Sunda Sembawa. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana. Prabu Resiguru Darmasatyadewa. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. Sebagai tindakan balas dendam. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa. calon pengganti ayahnya. Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. ketika wafat. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). Rakeyan Sunda Sembawa. suanii Dewi Ambawati. di antaranya: 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. Dewi Somya. Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. Prabu Limbur Kancana. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. dibunuh oleh seseorang. atas perintah Dewi Ambawati. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. naik tahta pada tahun 930 Masehi. yang bertahta di Kerajaan Galuh. Tahta Kerajaan Sunda.

dipercayakan kepada adik isterinya. Dewi Puspawati. Wirayuda. ditunjuk Sang Wirakusuma. atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja. Hadiah nama gelar semacam itu. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. la berputera beberapa orang. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya. putera mahkota calon pengganti ayahnya. Dewi Citrawati. dan 2. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. keduanya memerintah. dan menyandang gelar Maharaja. diterima pula oleh Prabu Airlangga. terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. dan digunakan sebagai gelar resmi. digantikan oleh puteranya. menjadi Panglima Angkatan Perang. Sedangkan Dewi Sumbadra. dua di anataranya ialah: 1. Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja. menjadi Mangkubumi kerajaan. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. dimulal pada tahun 1019 Masehi. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. penggantinya adalah Sri Jayabhupati. sampai tahun 1065 Masehi. Prabu Langlangbumi. Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. Darmanagara. dan 3. Prabu Sanghiyang Ageung. Sang Wikramajaya. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. Ketika mengawali masa pemerintahannya. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. dari tangan saudara seayahnya. pemberontakannya dapat ditumpas. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. tiga di antaranya ialah: 1. memerintah di Kerajaan Galuh. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. Akan tetapi. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. berusaha merebut kekuasaan. 54 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2. adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. Bersama-lama. Sri Dharmawangsa Teguh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. adalah Sang Darmaraja. yaitu Dewi Sumbadra.

membentuk angkatan perang. Senapati Kusumajaya. karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam. dengan cara mengadakan pendekatan. Permaisuri Puspawati. Kemudian. Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. Akan tetapi. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati. dan Galunggung. akibat ulah kawanan perampok. Maharaja Langlangbumi. Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. Akan tetapi. dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. timbulnya perpecahan. dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. Senapati Suryanagara. di antara keturunan Sri Jayabhupati. Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. yaitu Dewi Citrawati. yang dihadiri oleh kedua belah pihak. melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). Sebenarnya. 55 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. Dahiyang Guru Darmayasa. akan jadi duri dalam daging. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak. Selesai membangun ibukota yang baru. la pun tidak menghendaki. Galunggung. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. Ratu Batari Hiyang. timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. Di pedesaan antara wilayah Galuh.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. penguasa Kerajaan Galunggung. Kemudian ditempuh jalan damai. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. Selama memegang kekuasaan di Galunggung. Sunda. yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang. Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. Senapati Wirayuda. Mangkubumi Darmanagara. Resiguru Sudakarena. Sang Maharaja Langlangbumi. tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. Yuwaraja Menak Luhur. Oleh karena itu. kalau tidak segera diatasi. tingkat keamanannya menjadi rawan. Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas.

pindah ke Pakuan (Bogor). karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. dua di antaranya: 1. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. dengan ibukotanya di Galunggung. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. wafat tahun 1155 Masehi. dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. Darmasiksa. memperoleh putera. Sang Darmasiksa. Sebagal penggantinya. lahir tahun 1168 Masehi. kedudukan pusat pemerintahan. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung). Galuh dan Sunda. mempunyai seorang puteri. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. menjadi Mangkubumi. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. memperoleh putera.2. dan dijadikan permaisuri. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. Puteri Saungggalah. cucu Batari Hiyang Janapati. Dari pernikahannya Dewi Puspawati. memperoleh putera: Rajapurana. Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. Kemudian. yang bergelar Dyah Lembu Tal. 3. Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. Dari perkawinannya. Ratna Wisesa. tahun 1175 Masehi. dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. memperisteri Ratna Satya. tahun 1187 Masehi. Prabu Darmakusuma memperoleh putera. maka kedudukan Raja Sunda. la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. beribukota di Saunggalah (Kuningan). Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. Puteri Darmageng. la bergelar Maharaja. Prabu Menakluhur. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh. menggantikan tahta ayahnya. Ratu Galunggung. puteranya. Sang Cakranagara. puterinya Mahisa Campaka. Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang. dan 2. yaitu: 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. Prabu Menakluhur. 2.

Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. atau Aki Kolot. Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. adik iparnya. Karena sebelumnya. Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. Pada masa pemerintahannya. ibukota Kerajaan Sunda beralih. tidak sempat menjadi Raja. disebabkan wafat muda. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. Suryadewata. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. Rahiyang Jayadarma. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Prabu Citraganda. Ragamulya Luhur Prabawa. pulang ke Tumapel Jawa Timur. Kelak. adalah puterinya Prabu Rajapurana. berjodoh dengan Dara Puspa. diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). 2. di antaranya: 1. menjadi raja di Kerajaan Sunda. Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera. adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari). yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi. puteranya. Prabu Linggadewata. satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). Dewi Kiranasari. dikaruniai umur panjang. Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. Setelah dewasa. Karena. Pengganti Prabu Citraganda. Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. Sebagai pengganti Prabu Citraganda. Pengganti Prabu Ragasuci. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). sampai tahun 1333 Masehi. Rahiyang Saunggalah. 3. la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. puteranya. dari Puteri Saunggalah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. Prabu Darmasiksa. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dewi Antini. Permaisuri Prabu Citraganda. Oleh karena itu. menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi). leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). Sedangkan Prabu Rajapurana. Kemudian digantikan oleh puteranya. Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya. Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. dalam usia 44 tahun.

Di antara mereka. lahir tahun 1348 Masehi. Setiba di sana. Tibalah saat yang bahagia.Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. yang bergelar Mangkubumi Saradipati. 4. Prabu Linggabuana. lahir tahun 1339 Masehi. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. Akhirnya. bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. dengan Sang Patih Gajah Mada. ada yang berkuda. menginjak usia 18 tahun. Sesungguhnya. Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. ada yang menunggang gajah. hal itu amat bertentangan. bahwa sang puteri Citraresmi. Bahkan ia. meninggal dalam usia 1 tahun. Sang Bunisora. la menjadi berang. 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . didampingi oleh adiknya. Semua pasukan Majapahit. Sesungguhnya. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). Akan tetapi. meninggal dalam usia 1 tahun. Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. Prabu Maharaja Sunda. Karena itu. Putera ketiga laki-laki. Putera kedua laki-laki. puteri mahkota Sunda itu. Wastu Kancana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . oleh kakeknya diberi nama Citraresmi. 2. tidak bersedia menyerahkan puterinya. siap untuk bertempur. digantikan oleh puteranya. menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. janji tersebut tidak ditepatinya. mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. selalu menyetujui keinginan Patihnya. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. 3. Sang Prabu Hayam Wuruk. sebagai isteri persembahan (upeti). lalu memerintahkan laskar Majapahit. Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda. sebelumnya. Demikianlah. akan diperisteri (resmi). Dyah Pitaloka. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. hal itu. dengan janji Bre Majapahit sendiri. dan dijadikan permaisuri. Sesungguhnya. Semua orang mengetahui. adalah Sang Patih Mada. meluaplah hati Sang Patih Mada.

semuanya hanya 98 orang. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). sebagai panglima perang. tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. lalu menundukkan kepala. Namun seandainya mereka kalah dan gugur. tibalah pasukan besar Majapahit. kehormatanku dan semua kesatria Sunda. Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. bersama semua pengiringnya. semua orang Sunda yang ada di sana gugur. janganlah kalian bimbang!" Kemudian. Ki Mantri Sebrang Keling. Rakeyan Mantri Saya. dengan persenjataan lengkap. namun. Rakeyan Rangga Kaweni. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. Sang Mantri Patih Wirayuda. melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. Sang Prabu Maharaja termenung sejenak. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. Ki Juru Wastra.ada yang naik kereta. Sang Panji Melong Sakti. Pertempuran berlangsung sengit. Sang Ratna Citraresmi. Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta). Hatinya cemas dan ragu-ragu. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena itu. Namun akhirnya. Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini. Kemudian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kehormatanlah yang harus dipertaruhkan. Rakeyan Mantri Sohan. Ki Mantri Supit Kelingking. di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. Pengecut perbuatannya. melakukan mati-bela (bunuh diri). Betapapun. Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada. Orang Sunda serempak menyongsong lawan. Rajaputri Dyah Pitaloka. Rakeyan Juru Siring. Ki Panghulu Sura. dan beberapa ratus orang berjalan kaki. Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit.

yang diwarnai suasana religius. Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). Banawati. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. suraloka. Dalam menjalankan pemerintahan. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi. Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. Setelah satu tahun. Sang Bunisora mempunyai putera. gurugama. adigama. yang datang di Bubat. baru berusia 9 tahun. kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. Satmata adalah tingkatan ke-5. seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). Menurut naskah Kropak 630. disebut sebagai Satmata. usai terjadi sebelum tengah hari. Sang Bunisora. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. pemerintahan Kerajaan Sunda. dan nirawerah. ia memperoleh putera. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Bunisora. cenderung sebagai raja pendeta. 3. tuhagama. binasa.menyerang Kerajaan Sunda. Dalam naskah Carita Parahiyangan. Sang Niskala Wastu Kancana. merupakan tahap tertinggi. bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. yang lahir pada tahun 1369 Masehi. Sang Haliwungan. tidak seorangpun yang tersisa. Oleh karena itu. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. di antaranya. Bratalegawa. memperisteri gadis pilihannya. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. dan 4.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. 1. 2. Dari permaisuri Laksmiwati. padamlah segala hasrat dan nafsu. Semua orang Sunda. Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya. satmata. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. ketika usianya sudah 20 tahun. Mayangsari.

Majapahit dilanda Perang Paregreg. ada dua kejadian penting yang patut dicatat. la masih sempat mendengar. akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk. yang terjadi pada tahun 1453 . antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 1984: 42). merasa betah berada di bawah pemerintahannya". memerintah di Kerajaan Sunda. Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang. tercatat dalam kaol Cina. selama 3 tahun. ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya.1999: 24). Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya. puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. teja (cahaya). akasa (langit). pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akibatnya. setelah memerintah di Kerajaan Sunda. pada tahun yang sama. Apah (air). penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia. selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi). yaitu kedatangan angkatan laut Cina. Setelah wafat. Majapahit tidak mempunyai raja. la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun. dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita. Sang Bunisora wafat. naik tahta pada usia 23 tahun. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. serta bu (eter). Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Selama masa pemerintahannya.1456 Masehi. Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum). bayu (angin). Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya. Pakeun heubeul jaya dina buana. Menurut Chau ju-kua. Untuk hidup lama berjaya di dunia. untuk unggul dalam perang). Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken. dipusarakan di Nusalarang. di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho.Pada tahun 1371 Masehi. Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan.

Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. Dalam masa "gencatan senjata". Rupa-rupanya. mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya. catatan Chau ju-kua itulah. bekas ibukota Tarumanagara). dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hanya saja. bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. yang sering menjadi sumber dugaan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina. siapa yang menang dan siapa yang kalah. Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya. Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta. sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. Ketika Chou Ku-fei mencatatnva. meminta bantuan dan perlindungan. Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai.Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). antara lain: 1. 2. bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi). diakhiri oleh kedua belah pihak. yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). Salahsatu catatannya mengemukakan. Pertempuran tersebut. dengan isi yang sama. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi). tanpa diketahui. ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya. setelah masing masing mengundurkan diri. "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. Kedua-duanya menderita kerusakan berat. ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda.

Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon). Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina. antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa. Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken. berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi. Chia-lie-pa (Kalapa. "Banten dinamakan Sunda". melalui Chia-liu-pa (Kelapa). muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. Jakarta). Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa.5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon).1996:119). masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . apapun bahasanya(Guillot. Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten.1999: 107). antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. demikian ungkap Guillot. dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot. baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong. Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda. bahwa "Sriwijaya dan Kadiri. Dalam catatan kaki. Pelabuhan Banten dimaksud. kapal-kapal menuju arah 97. lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu). Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten). dan menuju arah 187. Upaya penyelesaian jalan damai.5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa). Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan). serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa. Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas). dibahas pula oleh para akhli.1996:119).3. dibahas pula oleh Heuken. antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n .

oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam. bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10.1996: 111). Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken. jalan untuk menuju ke Banten Girang. sekaligus merupakan daya dukung. yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda). angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan. Sangat menarik. Akan tetapi. masih dilanda kegelapan. Pembuktian arkeologi ditampilkan. dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang.1999: 24). atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. belum menemui titik terang. masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?. CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. telah sering dilakukan.Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. Artinya. yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel. yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala. dan Sonny Wibisono. yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?). boleh. Claude Guillot. Jerman). Lukman Nurhakim. Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot.jadi sama dengan catatan Portugis. Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan. sedangkan candi yang terletak di G. 1996). Menurut Chau Ju-kua. 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kapalembangan diinaksud.1996:111). terutama melalui penelitian arkeologi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pulasari. angka tahun tersebut. melihat arca-arcanya. antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi. Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah. Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch. berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut. yaitu 932 M (854 S) (Guillot. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi. untuk memperkuat suatu anggapan.

kata. Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto. sabda. terdiri atas 4 baris huruf. ia menuliskan tahun 942 Masehi. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. Batutulis ini kini telah hilang. Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. bernilai angka 4. no. 6888). maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat. 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). Bogor. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu. sesuatu untuk diperingati. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. bahwa ia seorang pembesar istana. bernilai angka 8. Candrasangkala: kawiraja. bunyi. ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan.Untuk lebih jelasnya. tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pangambat. karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. saat yang pantas diperingati. pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu. distrik Leuwiliang. dan pasagi.V 1923. adalah kata majemuk tatpurusa. mengenai prasasti Kebonkopi II. sepadan dengan bujangga. antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. kala untuk cakakala atau sakakala. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). padahal seharusnya 932 Masehi. bacaan yang benar adalah 854 Saka. pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. yang bentuknya tidak beraturan. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda. bujur sangkar. dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. panca = 5. Ekadjati dalam Carita Parahiyangan. halaman 18. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989). perintah.

"Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala. menampilkan angka tahun 932 Masehi. Sehingga kawihaji panca pasagi (854). yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II. menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Satyawati Suleiman. angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch. dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. antara lain sebagai berikut: . Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya. 2. Peristiwa sejarah. dan 3. Guillot menampilkan angka tahun 932?.Bunyi prasasti. Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna. parwa I sarga 3. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. 1. Sewaka Darma. Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian.1989:186-187). yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara. Sriwijaya (Atja & Ekadjati. Menurut pengakuannya. halaman 13-14. Timbulnya perbedaan anggapan. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung. bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi.. yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena itu ia mengajukan dugaan. Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala.

Putera yang kedua. ikhwal "Sunda" dijelaskan. tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda". tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya.561 Masehi). Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman. setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya. "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. seperti dugaan Bosch. yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. Sang Matsyawarman namanya. Pada prasasti Kebonkopi II. daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan). Yang keempat perempuan. yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala). tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. Dengan demikian. dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat". Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda). tentu ada nilai-nilai sakral. digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II. Akan tetapi. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik. yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 .. 67 | S e j a r a h K e r a j a a n ... yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali. Kemudian. menghadiri upacara "Barpulihkan". Yang ketiga. dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana. tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. antara lain sebagai berikut: . Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). yang menjadi Menteri Tarumanagara. / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma. Mahisawarman namanya. tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tempat lahir Sang Tarusbawa. Dipilihnya lokasi Pasir Muara.tahun. Sriwijaya".

. Pergantian nama kerajaan. raja keduabelas Tarumanagara. berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). oleh Sri Maharaja Tarusbawa.. menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara. disebabkan. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana.. pada tahun 536 Masehi. yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. antara lain sebagai berikut: . tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek. menantu Sri Maharaja Linggawarman. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// . dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. Sebagai pengganti. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya. yaitu Dewi Sobakancana. mengakhiri kekuasaannya. karena nama kerajaan tersebut. Kekecewaan Guillot. telah melakukan perjanjian bersama. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya". Sedangkan Sriwijaya. diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang. parwa 11 sarga 3. dengan menjalin persahabatan. menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda. halaman 176. Sunda Sembawa (Bekasi).catatan. raja Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali. Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda. Kerajaan Sriwijaya. Adik Dewi Manasih. Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. Sang Tarusbawa. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman.. menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi. masih merupakan kerajaan kecil di Palembang. menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3. kerajaan Sriwijaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya.. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sri Maharaja Linggawarman. Pada tahun 669 Masehi. yang menikah dengan Dewi Manasih.

dengan segala perkembangan kehidupannya. Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. Tarumanagara. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. Untuk diketahui secara objektif. dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Persoalan yang muncul. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. bahkan kesan tersebut harus dicermati.1996:137). menelusuri kurun zaman. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari. bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). tetap setia mengikuti alur waktu. diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot. di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan. seperti Banten Girang. Kehadiran Salakanagara. Banten di masa silam. tidak berdiri sendiri. Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. merupakan tindakan balas dendam. sebagai pembanding. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan.Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai. mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526. Kerajaan Sunda. yang diperankan sebagai "musuh Banten". "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu. semakin samar untuk ditemukan. Salakanagara. akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang pernah menaklukan Banten Girang. tidak ia hiraukan. III. Ibukota Pajajaran misalnya. 1996:100). Kesan Guillot memang "patut diperhatikan".

narayana-madura-suradipati. dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur).sarga 5. Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . lawasnya ratu saratus tahun. diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum. kawasan bekas Tarumanagara. Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati. dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan. Kemudian Sang Ningrat Kancana. Lokasi bekas keraton tersebut. Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya. sirna tanpa bekas. dengan nama Kerajaan Galuh. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan. tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi.yang haluwesi. Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). kembali terbagi dua. Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda. dengan nama nobat Prabu Susuktunggal. Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi). dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya. dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. Sumatera Selatan). nu mikadatwan sri bima. kini sudah menjadi bangunan permanen. sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. Sang Haliwungan. 70 | S e j a r a h K e r a j a a n .dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut. nu nyaeuran sanghiyang rancamaya. dengan nama: Ing Puri Bima Sakti. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda. yang terletak di bukit Badigul (Bogor). sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan.punta. di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda. sebagai tanda keutamaan raja. dari sejak tahun 1382 Masehi. diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana. Selanjutnya. putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja). dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. mangka premana raja utama. berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama). Sebelumnya. Peninggalan warisan Sang Susuktunggal. Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya.

tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. untuk kepentingan membuka pesantren. sebagal guru dan juga mertuanya. memperisteri perempuan terlarang dari luar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akibat salah perilaku. Dia yang dipusarakan di Guna Tiga. seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang. Raden Patah mendapat nama Jin Bun. meninggalkan ibukota. salah seorang isteri Prabu Kertabumi. Kemudian. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci. menggempur Majapahit. dengan ibukota di Keling. Dalam tahun 1473 Masehi. akibat perceraian dengan suaminya.. Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. Sedangkan nama Patah (Al Fatah). atas permohonan Ratu Darawati. Di Palembang. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. Yang di pertuan di Galuh. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel. Tiga tahun kemudian. Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak. kena salah twah. diberi nama Raden Praba. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. Sunan Ampel sendiri. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). maka dalam tahun 14'75 Masehi. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. la adalah tohaan di galuh. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). hingga memerangi kerajaan ayahnya. Uniknya. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. Raden Patah. adalah kemenakan Ratu Darwati. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang. Baru kemudian. lawasnya ratu tujuh tahun.Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. mengakhiri kekuasaan ayahnya. cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. Prabu Kertabumi. Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n . bogoh ka estri larangan ti kaluaran. peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu. diterima kemudian dari Sunan Ampel. Dari ibunya. inya nu surup di guna tiga. hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. tokoh Sang Ningrat Kancana. Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa.

Selaln itu. Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki. diterima dengan tangan terbuka. Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. saudara seayah Prabu Kertabumi. Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi.pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. yang menyudahi kekuasan Kertabumi. ia tersamar dalarn cerita rakyat. Oleh karena itu. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh). wanita itu terpisah dari tunangannya. ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1. seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar). ada juga yang sampai ke Kawali. Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain. Menurut versi lain. oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. Menurut hukum waktu itu. Dalam pengungsian. memperoleh seorang puteri. keluarga keraton Kawali. Kelak. telah menjodohkan puterinya. Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. Rombongan pengungsiannya. yang sudah bertunangan. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. Dari Wandan Bondri Cemara. Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . diberi nama Raden Bondan Kejawan. Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi). Di sana. Prabu Dewa Niskala. Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. Puteri Ratna Ayu Kirana.. yang mendirikan Mataram Islam. Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi). tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura. dengan Raden Baribin. dilakukan oleh Girindrawardana. serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. Raden Baribin. yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. keluarga keraton Majapahit. Dari pernikahannya. Prabu Dewa Niskala.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Dewa Niskala. Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. Oleh karena itu. Kemudian. 2. ibukota Kerajaan Galuh. Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. Dalam hal ini.

Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana. harus diserahkan kepada Jayadewata. ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). di wilyah netral. meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Peristiwa tersebut. Tentu saja. 2. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda. Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak.Prabu Susuktunggal. para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan. incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . Begitu pula Prabu Susuktungggal. adalah: 1. sangat marah. sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja. karena kekuasaan pemerintahannya. yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala. Putera sulung Prabu Dewa Niskala. ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . B. Selanjutnya. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. 2. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. Untuk menyelamatkan keadaan. harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan). penguasa Kerajaan Sunda. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. bahwa: 1. Prabu Susuktunggal. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh. yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. Peristiwa penobatannya di Pakuan. samasama mengerahkan pasukannya. yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung). Menantu Prabu Susuktunggal. tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. dari permalsuri. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga. prebu ratu purane pun. dan memutuskan. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu. konflik kedua pemimpin negara.

Maksudnya. 74 | S e j a r a h K e r a j a a n . hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan. nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. agar sukma raja tersebut. yang terjemahan langsungnya. antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. Upacara semacam itu. Pembuatan prasasti tersebut. membuat jalan yang diperkeras dengan batu. Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). kemudian kerangkanya diperabukan. Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga. pagelaran (macam-macam formasi tempur). Jika seorang raja wafat. 1981: 25). dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. membuat samida. pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. Prasasti Batutuhs Kota Bogor. maka raja tersebut digali dari kuburnya. membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. la memperteguh pertahanan ibukota. pada tahun 1533 Masehi. Ya dialah (yang membuat semua itu). memperkuat angkatan perang. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana. (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita. kesatrian (asrama prajurit).samida. untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya. dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya. ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya. Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. Sri Baduga Maharaja.

adalah pare turiang. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang berarti pelayanan (service). Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan. Kecamatan Tarumajaya. bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak. Bila petani telah berpindah ladang (huma). Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda. Wangi artinya harum. 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . harus diserahkan tiap tahun. sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa. Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. Kabupaten Bekasi. adalah pajak tenaga perseorangan. isinya dapat diketahui. Kata dasa. bagi siapapun yang melanggar keputusannya. Kapas-timbang atau upeti kapas. karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani.Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). Pengukuhan itu. sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). Pare-dongdang atau panggeres reuma. yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. Keharuman Sri Baduga Maharaja. mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). yang ditemukan di Desa Kabantenan. yang gugur di Palagan Bubat. serta ancaman hukum mati. sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan. Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja. Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi). Juru Pantun ataupun Penulis Babad. adalah pajak tenaga kolektif. calagara. Dasa. Para petani tergabung dalam pasukan pekerja. Calagara (di Majapahit: walagara). sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar. Gunung Samaya dan Jayagiri. Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun. harus diserahkan kepada raja. Silih artinya pengganti. diambil dari bahasa Sanskerta.Silih Wangi. untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. Oleh karena itulah. artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya.

76 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. Dengan jumlah itu. Istana raja. Tome Pires memberitakan. bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju. Pasai. Dalam perkembangan selanjutnya. memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50. bandar Cheguide. Untuk kepentingan perdagangan Portugis. Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran. terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa. 1996: 59). Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis. antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil). parwa I sarga 4). pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda.l. Tome Pires (k. Laporan Portugis tahun 1522 Masehi. Omzet perdagangan kuda. 1999: 41). pelabuhan Pontang (Pomdam). Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. nama resmi kenegaraan. dapat mencapai 4. seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken. raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo. Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. penduduk kota Pakuan ada 48. pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja). adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama. Tentang Sri Baduga Maharaja. berada di pedalaman. sebagai kota terbesar ketiga. terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad.121 jiwa. 1468-1539 Masehi). Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja. disebutkannya.000 ekor tiap tahun. baru berpenduduk 23. terdapat 40 ekor gajah.000 orang.271 orang. Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja. tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda. serta pada puncaknya berukir indah. dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter).197 orang). Dalam angkatan perang kerajaan. Tetapi yang lebih penting. kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam).

Bratalegawa. Akan tetapi. Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya. adalah alumnus pesantren Quro tersebut. Walaupun berbeda agama. Kelak. seorang ulama mazhab Hanafi. Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. Bratalegawa lahir tahun 1350 M. Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. putera Mangkubumi Bunisora Suradipati. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. di Pura Dalem Karawang. Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. bukan "Islamnya". Sesungguhnya. Larasantang. menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. dan Raja Sangara. karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken. ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). antara Cirebon dengan Demak. yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. Ketiga anaknya. Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. didirikan oleh Syekh Hasanudin. Setelah kembali ke Kerajaan Galuh. dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). raja Cirebon Girang. Cimanuk (Chemano). Puteri Subanglarang. 1999: 37). karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. bersama isterinya. sebagian ditempatkan di Cirebon. menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. hubungan politis yang terlalu akrab. Kalapa (Calapa). seorang ulama mazhab Safi'i. Inilah Sunda. Kemudian dari Gujarat. bernama Farhana binti Muhammad.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. C. dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). isteri kedua Sri Baduga Maharaja. Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng). yaitu Pangeran Walangsungsang. SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. dalam tahun 1416 M. diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya. menikah dengan wanita muslim dari Gujarat.Tangerang (Tamgaram). cucunya yang bernarna Hadijah.

sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja. Maka. Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas.Portugis. raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M. Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. Tuan Kami. sebagai duta resmi negara. antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. Untuk maksud ini. sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa. Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu. Sri Baduga Maharaja sudah wafat. Kawasan ini yang disebut Kalapa. jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). menegakkan sebatang padrao dari batu. Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme. untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n . hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme. Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. Leme. akhirnya ditanda-tangani di Pakuan. Maka.yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. Akan tetapi. Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule). Kapten Malaka. M. Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. seperti pula syahbandar dari tempat pabean. Kunjungannya ke Pakuan. pada tanggal 21 Agustus 1522 M. di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi. jadi di sebelah kanan muara sungai.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selain itu banyak orang baik. pada tahun itu. seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan. kapten perjalanan ini. menghadiahkan kepada Raja. ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. Tuan kami. menentukan dan menunjuk tempat. seberang awal pelabuhan. utusan Jorge d'Alboquerque. dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. disebut Laksamana Bungker). Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti.

Maka. Tuan kami. Balthasar Memdes. tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. Sri Baduga Maharaja itu. saya. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. pedagang Portugis pada waktu itu. Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. Padahal. yang selalu berambisi. dan Diogo Diaz. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya. juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. dan Franscisco Annes. Tentang seluruhnya itu. masih sebagai pelaut murni. bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot.600 caxas Java. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. yang diwakili oleh pedagang Portugis. pada perjalanan ini. mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing. selaku perwira Raja. sangat wajar terjadi. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. juru mudi dan banyak (orang) lagi. yang dicurigai para akhli sejarah. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken. semuanya tentara. penulis dari kapal San Sebastian. Hubungan internasional bilateral inilah. Dibuat pada hari.10. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sangat disayangkan. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. Untuk buktinya. penulis. membuat dokumen ini. 1999: 54). Dengan demikian. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda. Berbeda dengan pelaut Belanda. Tuan kami. Raja-raja penerusnya. saya memberi kesaksian.

80 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sumedang. Akan tetapi. Setelah Indonesia merdeka. Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. Mwakta atau Moksa. disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha. tetapi dalam menuliskan Babad setempat. keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. atau "Yang Moksa Di Rancamaya". di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. dan Talaga. Oleh karena itu. sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya. hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi. Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. yang artinya dipusarakan. Para Pohaci dan Para Bujangga. istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing. bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. Dalam naskah Sunda kuna lainnya. adalah tokoh Sunan Ambu. belum dapat membuktikan secara pasti. Terbukti. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda. Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). digunakan kata lumah (pusara).toleransinya terhadap agama Islam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha. dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. kalau ditanyakan. tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. dengan tujuan utama. Dzat Asal dalam religi Sunda. pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. dimanakah bekas candi-candinya. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. yang sesungguhnya keturunan Galuh. telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda. Penyempurnaan sukma tersebut. Sampai saat kini. Cukup banyak Babad yang ditulis. sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". mengenai tokoh Prabu Siliwangi. umum masih beranggapan. dapat kembali kepada Asal-nya. Dalam cerita Pantun sekalipun. kalau tidak Hindu tentunya Budha. secara arkeologis. Cirebon.

sesungguhnya tidak jadi masalah. kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. Disunat ka tukangnya. Provokasi cerita fiksi Kian Santang. jati Sunda teka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bukan dengan Dewa). jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. karena ia adiknya Larasantang. Sebutan lain untuk Hiyang. Kisah tersebut. artinya Sempurna. PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. juga adiknya Pangeran Cakrabuana. jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali. bersih suci bila dibasuh. Kedatangan Islam. di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala. merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. bagi orang Sunda. setega itukah. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). Seda.. terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. kisah tentang Kerajaan Pajajaran. menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya. Niskala. Ada pula yang menafsirkan. cita-cita urang Sunda yang saleh. karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun. bahwa tokoh Kian Santang itu. sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda. D. Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran.Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi. Kian Santang yang konon katanya. Disunat kepada akhlinya. Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam. dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. artinya Gaib. di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi. Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. Selain itu. pada abad ke-7 Masehi? Sebab. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . sudah demikian lama. tidak ingin manjing surga (masuk Surga). hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi). Adakah masuk di akal. Hiyang Seda Niskala.

uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. sempat dicurigai sebagai Kian Santang. hingga menimbulkan perang selama 15 kali. Rata gagah perkasa. Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta. dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. Perang ke Wahanten Girang. Perang ke Gunung Batu. Dalam catatan Portugis. meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja. ia disebut Raja Samiam. Perang ke Pagoakan. membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda . yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa. Prabu Sanghiyang Surawisesa. yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi). perlu penelusuran ilmiah. Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17. Lima betas kali perang tak pernah kalah. berdasarkan ilmu sejarah. Perang ke Hanum. Perang ke Simpang. Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu).alias Fatahillah. Perang ke Gunung Banjar.Portugis. konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing. Perang ke Ancol Kiji. Perang ke Tanjung. pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Perang ke Kalapa dengan Aria Burah. terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. menimbulkan persoalan baru. Perang ke Padang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). teguh dan pemberani. Perang ke Muntur. Untuk mencari kebenaran.

moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva. Disunat. Sang pandita di Ciranjang. Perang ke Medang Kahiyangan. tertimpa tapak kikir. Prabu Ratu Dewata. Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang. meninggal dunia. ditenggelamkan ke laut. tidak diketahui identitasnya. tidak mati. jangan hidup pura-pura berpuasa. Tidak sampai setahun. hanya meminum susu. kesembilan tahunnya meninggal dunia.iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf. disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n . lamanya jadi raja 8 tahun. pandita di Sumedang. hati-hatilah yang hidup di kemudian hari. Setelah itu. Begitulah keadaan jaman susah.Perang ke Pager Wesi. ditenggelamkan ke laut. Datang bencana serangan musuh kasar. Ada pendeta sakti dianiaya. kembali ke Pakuan lagi. supaya bersih suci dari kotoran. Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. dibunuh tanpa dosa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata. masih hidup. Terkenal namanya Hiyang Kalingan. Puasa. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna . Perang di Buruan Ageung (Alan-alun). itulah tradisi orang Sunda.sang kawuri / hayzaa to . menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia. Sang Pandita di Jayagiri. Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. Oleh sebab itu. prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. Disunat oleh akhlinya.

Yang membangun bale bobot 17 jajar. Mempunyai anak. oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. zaman perunggu. diukir berbaris dibentuk berbagai cerita. menghiasi Kedaton. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. Begitulah riwayat Sang Ratu. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. Sering membunuh orang tanpa dosa. hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. seterusnya diganti dengan zaman kali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak hormat pada yang tua. Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. Dalam zaman Dopra. Lamanya jadi ratu 8 tahun. zaman besi. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . menghina pendita. di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu. tindakan ratu seperti itu. tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. merampas tanpa perasaan.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. Jangan diikuti oleh generasi belakangan. karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri. Sang Nilakendra.

bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. antara lain: 1. Iamanya jadi rata 16 tahun. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. kalah Rajagaluh. tidak mengikuti adat kebiasaan. Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi). Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka. Pertama datangnya perubahan. Manusia yang berhuma rakus makannya. Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi). perang dengan Galuh. ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran. semua kalah oleh orang Islam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menurunkari pertapa. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. kalah Kalapa. perang dengan Patege. 5. Lamanya jadi ratu 12 tahun. perang dengan Datar. Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan. 3. Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. 4. cucu tiri.perdaya. Dunia halus masuk ke yang kasar. 2. Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). Perang berlayar ke Salajo. 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . perang dengan Jawakapala. Perang dengan Rajagaluh. disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. Perang dengan Pakuan. Ratu Sakti (1543-1551 Masehi). dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. Perang dengan Gegelang. Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). perang dengan Mandiri. Perang dengan Kalapa. tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. kalah Jawakapala. timbul kerusakan dari Islam.

jika Pangeran Walangsungsang. sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan.IV. bernama Rajasangara. Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda. dan 3. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. Cirebon. terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. ialah. adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). di antaranya: 1. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). berperan sebagai anak sulung. adalah murid Syekh Hasanudin. Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. Ekadjati (1989). dari pendahulunya. Oleh karena itu. Syekh Hasanudm. Sanghiyang Surawisesa. 2. 2. tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A. Status ini sangat memungkinkan. Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. untuk membahas Banten. 1. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang. adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n . Adapun riwayat Syekh Hasanudin. Dalam Carita Parahiyangan. dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. Sedangkan dari isterinya yang ketiga. Dewi Surawati. Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). Dari isterinya yang pertama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pemeluk Islam madzhab Hanafi. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja. berputera beberapa orang. 1989:165). Surasowan. Dua di antaranya. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. bahwa dari Subanglarang. yang disusun oleh Atja dan Edi S. Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. Status Pangeran Walangsungsang.

akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. Sebab. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana.Pada tahun 1416 Masehi. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata. terdapat beberapa orang penumpang. Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. pada tahun 1416 Masehi. menyebarkan ajaran agama Islam. kakeknya Sri Baduga Maharaja. Oleh karena sesama muslim. Kelak. di pesisir Pura Dalem Karawang. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang. Setelah lama tinggal di Pura Dalem. Ma Huan. Tan Go Wat. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan. la bermaksud. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. di Jawa Timur. dengan prajurit laut sebanyak 27. yang juga beragama Islam. Islam bukan hal yang baru dan acing. memperoleh anak. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda. Bagi Sang Mahapraburesi. mengadakan pelayaran keliling. walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . Namun bagi tokoh Wastu Kancana. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. dikenal sebagai Syekh Bantong. Tujuan pelayaran mereka. la didampingi oleh jurututulisnya. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. disertai pula oleh puteranya. Selama 59 tahun. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. armada laut Cina. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. Ki Gedeng Karawang. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. dan lebih kikir lagi dengan pujian. Dari perkawinannya. memohon diri untuk turun.800 orang. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad. Laksamana Cheng Ho. Di antara sekian banyak awak kapal. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo. Syekh Hasanudin. Armada laut Cina tersebut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . padahal untuk Sri Baduga Maharaja. puterinya Ki Gedeng Karawang. Tan Go Wat. sebanyak 63 buah kapal layar. kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. adik iparnya. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin. Syekh Hasanudin. di Pulau Jawa. ketika turun di Pura Dalem Karawang. untuk menjalin persahabatan. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya. Peristiwa penting ini. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho.

hanya ibunya. Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. bahwa Pangeran Walangsungsang itu. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). Ketika Subanglarang wafat. Sebagai catatan. Kenyataan seperti itu. la dengan kedua adiknya. Perlu dicatat. Tentu saja. bagi Sri Baduga Maharaja. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. Ki Gedeng Tapa. seorang bangsa Ajam. Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. la. tidak menjadi masalah. Afganistan. Selain sebagai ibunda tercinta. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Sementara itu. mendorong Pangeran Walangsungsang. keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. memohon izin kepada ayahnya. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. Peristiwa-peristiwa itulah. Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. Subanglarang. hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. madzhab Hanafi. Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. untuk pergi mengembara. mengikuti agama yang dipeluk ibunya. Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. dibina langsung oleh kakeknya. Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. akibat konflik agama dengan ayahnya. Pangeran Walangsungsang. yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam. ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa. peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . merasa sangat kehilangan. diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah. oleh para penulis babad.sanggup memujinya.1984: 42). diteladani dari kakeknya. adalah Guru Agama. Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). walaupun dengan berat hati. Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya.

harimau. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. Sebagai catatan. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). Nyai Larasantang. Syekh Datuk Kahfi. Syekh Nurjati. Di bagian selatannya. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa). Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya. mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. Cirebon namanya. di kampung Ghuzah. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). Di tepi pantai. ular. Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. dari kakeknya. adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. Pondok Quro Amparan Jati. atas keinginan Ki Gedeng Tapa. mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. Kemudian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masih hutan belantara tempat binatang buas. gajah. la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. dari Syekh Datuk Kahfi. wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah. Dalam pengembaraannya. Ki Gedeng Tapa. ketika mendirikan Dukuh Cirebon. setelah Pondok Quro Karawang. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . Oleh Ki Gedeng Tapa. keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. Ki Gedeng Tapa. Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut. kura-kura dan berbagai jenis lainnya. Dalam pemerintahan sehari-hari. Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. Pangeran Walangsungsang. Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. Seperti babi hutan. Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan.Amir Abdullah Khanudin.

banyak ikan dan rebon (udang kecil). Sedangkan Ki Danuwarsih.laut (camar). penduduk Cirebon Pasisir. sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. Syekh Datuk Kahfi. Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati. membuka hutan Kebon Pasisir. Di sungai. atau Tegal Alang-Alang. yang disebut Cirebon Girang. Nyai Arumsari (isterinya). kemudian diberi nama Cirebon Pasisir. dan adiknya (Nyai Larasantang). Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. Cirebon Girang. rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan. Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). Ki Danusela. atau Lemah Wungkuk. yaitu Nyai Indang Geulis.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. di Kebon Pasisir. pindah dari tempat tinggal asalnya. / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . dibangunlah pemukiman baru. puteri Ki Danuwarsih. dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). bersedia masuk Islam. Mereka. Pada awalnya. Sedangkan di Gunung Ciremai. Sebab. Diberi nama demikian. Kemudian. Pangeran Walangsungsang. telah bermukim 5 orang penduduk. Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. Ki Sarmawi (pembantunya). Atas kesepakatan bersama. yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. disebut Kebon Pasisir. Nama itu diperoleh dari gurunya. banyak kuda liar. Setelah melihat ada pemukiman baru. Semula. adalah mertua Pangeran Walangsungsang. ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. seorang ulama agama Budha. adalah adiknya Ki Danuwarsih. Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. dipercaya menjadi Wakil Kuwu. hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja.

adalah 346 orang. Arab 11 orang. dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai). dan Cina 6 orang. Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. Syam 3 orang. petis dan garam. masing-masing berbeda. Mereka menumbuk rebon dan ikan. Macam-macam anutannya. tingkah lakunya.Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). sebelum tidur. semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. Parsi 2 orang. Pedagang. India 2 orang. keakhliannya. // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian. Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mendapat gelar Ki Cakrabumi. Rinciannya: Sunda 196 orang. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. namanya. Sumatera 16 orang. Jawa 106 orang. Hujung Mendini 4 orang. Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya. bahasa dan tulisannya. para petani. 91 | S e j a r a h K e r a j a a n . ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah. Berbagai bangsa ada di sana. bekerja menyelesaikan pembuatan terasi. Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan.

yang terletak di tepi laut. adalah keturunan Bani Hasyim. Ki Samadullah dan adiknya. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. karena sedang hamil. dengan panggilan akrab Ki Samadullah. pustaka yang disusunnya. kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. Sehingga. 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . la. Di tengah perjalanan. pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. Sang guru mengingatkan. Cirebon. kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang. grahan=rumah). dan rebon berarti udang kecil. "Anakku. Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. degan maksud yang sama. / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. Hal itu. diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. ci berarti sungai. Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir.Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. tidak bisa ikut. naik ke kapal layar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". tiba di pelabuhan Jedah. ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. kata "Cirebon" sendiri. pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. Akhirnya. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam. (Jala=air. Cirebon. Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. Ki Samadullah. mengingat penduduk Cirebon pertama. diberi nama Jalagrahan. berlayar menuju Tanah Arab. Bersama santri-santrinya. Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. Syarif Abdullah. Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. Di dukuh Cirebon Pasisir. untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. Padahal. Nyai Indang Geulis. mendirikan Tajug (Masjid).

Ternyata. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir). Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im. sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. dari Bani Mameluk. diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi. Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. kepada Nyai Larasantang. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .menjadi Walikota Mesir. Kembali kepada Syarif Abdullah. di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi. Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim. Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita. samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas). generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad. / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya. Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah. Dan adiknya menetap di sana. Di rumah Ki Bayanullah itulah. …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. Di tanah suci Mekah. 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syarif Abdullah telah jatuh cinta. Sedangkan Amir Abdullah Khanudin. Tiga bulan kemudian. Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja). Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. adiknya Syekh Datuk Kahfi.

// kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/. tiba di Cirebon. Dan perkawinannya. dijadikan sebuah kota besar. Kata pakung. Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. Pangeran Cakrabuana mendapat warisan. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran. Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang.. // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. Maka jadilah Cirebon. semua kekayaan dari kakeknya itu. selain sebagai penguasa Singapura.. yang banyak didapat dari sungai Cirebon. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki. Tidak lama kemudian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la membangun Keraton. yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. Sesudahnya. wafat.. Ki Gedeng Tapa. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . kakeknya. sama dengan nama puterinya. Kemudian. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa. ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang. kemudian diberi nama Pakungwati. Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir. 94 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah sebutan lain untuk udang kecil. Nyai Pakungwati namanya. Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua. mempunyai anak perempuan.

Pangeran Walangsungsang. Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi. sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya. untuk menobatkan puteranya. mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad. Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib. ia mengutus Tumenggung Jagabaya. Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin. atau Pangeran Cakrabuana. sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya. 95 | S e j a r a h K e r a j a a n . SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. atau Ki Samadullah. disertai pasukan pengawalnya. Kemudian. B.Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda. Sri Baduga Maharaja. Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra. Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan). oleh ayahnya. atau Ki Cakrabumi. Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik.

Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan. Kedua-duanya. Sebab. Muhammad anak Ubaidillah. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri. Riwayat selanjutnya. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. la meninggal dunia di Jawa Timur. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. Sayid Alwi anak Muhammad. yaitu adik dari Sulaiman Al Basri. kepada puteri pejabat daerah negeri India. Sayid Abdurrakhman orang kaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. anak Alwi Amir Pagih. Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). Sayid Abdul Malik dengan puteri India. asalnya merupakan satu keluarga.Kemudian. Salah seorang di antaranya wanita. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik. Salah seorang di antaranya. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. diperisteri oleh Sayid Hassan. Alwi Amir Pagih anak Muhammad. Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah. Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. Dari perkawinannya. Oleh karena itu. yaitu Sarah. Dari sejak itulah. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. Muhammad anak Ali AI Ghayam. mempunyai anak beberapa orang. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). Dari perkawinannya. mempunyai anak beberapa orang. Sayid Abdul Malik. mempunyai anak beberapa orang. Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir. mempunyai anak beberapa orang. Adapun Abdul Malik. Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. Mempunyai anak beberapa orang. Salah seorang di antaranya. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi.

tidak mempunyai anak. 4. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). menjadi anak angkat uwanya. Syarif Abdurakhman. Hal itu tetjadi. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi). Riwayat yang menjadi penyebab. dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon. 3. 4. masing masing ialah: 1. mempunyai anak beberapa orang. 3. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. mengajar penduduk di sana. mempunyai anak 4 orang. mempunyai anak beberapa orang. 2. Syarif Abdurakhim. Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . empat di antaranya: 1. Syarif Abdullah Al Masir. tiga di antaranya: 1. Syarifah Halimah. mempunyai anak beberapa orang. Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. Syarif Sulaiman Al Bagdad. Mempunyai anak beberapa orang. Riwayat selanjutnya. disebut juga Syarif Ungkah Jutra. sebagai guru agama Islam. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. Syarifah Bagdad. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Barkat Zainal Alim. Dari India. Ali Nurul Alim. atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja. yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. pergi ke Jawa dwipa. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran). menjadi Walikota di negeri Mesir. dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar. mempunyai isteri seorang puteri Mesir. Ketika menetap di negeri Bagdad. Syarif Abubakar. 2. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). 2. hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad.Abdullah Khannudin. Syarif Hafiddin Abbas. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. Ali Nurul Alim. menetap di negeri Mesir. yang seterusnya menetap di sana. 3.

Panjunan dan beberapa desa lainnya. Junti. semua itu para Kamastu atau disebut Wali. untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa. menikah dengan Hadijah. dari setiap turunan Rasul Muhammad. diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). pada naskah yang sama ditegaskan pala. Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. oleh Ki Gedeng Tapa. Campa. ia menjadi duta negeri Parsi. Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi. Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya. Syekh Datuk Kahfi. Juru Labuan Muara Jati Cirebon. Japura. 98 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan. Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi.pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). Pasambangan. Bharatanagari (India). cucunya Haji Purwa Galuh. Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya. juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. Kamboja.

dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan. Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman). dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. menetap di Kamboja. Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim).Maka jelaslah sudah. Selanjutnya. dua orang di antaranya. ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah. 2. Tiga orang di antaranya yaitu. mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. dan yang ketiga Syekh Bayan. yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad. Sunan dan Guru Agama Islam. 2. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. di antaranya: 1. dan 3. adalah sebagai berikut: 1. dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. mempunyai anak beberapa orang. yaitu: 1. Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. kemudian menetap di Panguragan Cirebon. Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. yaitu Maulana Makdur Ibrahim. dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. kedua. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). yang pertama perempuan. antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin. yaitu: 2. pertama. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. yang kedua Syekh Datuk Kahfi. yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. Selanjutnya. selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. Syekh Khadir Kaelani.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. Syekh Datuk Ahmad. yang menetap di negeri Malaka. 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dua orang di antaranya. yang mempunyai anak beberapa orang. Syekh Datuk Soleh. dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya. Dua orang di antaranya. mempunyai anak beberapa orang. Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang.

Setelah enam bulan di Palembang. oleh Prabu Kertabumi. yaitu Siu Ban Ci. dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). memeluk agama Rasul Muhammad. Dalam jangka 3 tahun. Dalam perjalanannya.Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. Karena pada waktu itu. Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina. Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan. Sumatera. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. Di Palembang. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah). Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. Setelah menetap beberapa lama. yaitu Dewi Darawati. menuju ke Jawa Timur. adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). Atas usulan Ratu Darawati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dikaruniai beberapa orang anak. 1. Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. semua penduduk Ampel Denta. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat. Ali AI Mustada. untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. Ratu Darawati. tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. yaitu Dewi Candrawulan. Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. Di Keraton Majapahit. la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. Ali Rakhmatullah. dan singgah di negeri Banten. Adik Dewi Candrawulan. dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah). singgah di Palembang. selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. 3. memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. Dua di antaranya yaitu. Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. Arya Dillah atau Arya Damar. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). Kemudian. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. Ali Rakhmatullah berangkat kembali. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n .

5. dan mempunyai anak laki-laki. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. Dari perkawinannya. Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan. 3. Nyai Ageng Pembayun. 3. empat orang di antaranya: 1. Panembahan Karimun. Dewi Rukayah. memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga). Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. 2. Dari isterinya yang lain. 3. yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. dan 4. Panembahan Kodi. masing masing: 1. Selanjutnya. dan 8. memperisteri puteri Sunan Undung. Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. yaitu Raden Amir Hassan. 2. Di antaranya. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). Penambahan Joko. Selain dengan puteri Sunan Ampel. Sunan Kudus atau Jafar Syadik. dikaruniai anak laki-laki. 7. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). 2. Puteri. Ratu Prodo Binabar. Ratu Pakoja. yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu. yaitu Dewi Sujinah. Dewi Sofiyah. yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. puteri Ki Wiryosarojo.Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel. diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh. Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. puterinya Maulana Ishak. Panembahan Mekaos Hanggakusuma. yaitu Siti Khorimah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain: 1. 6. dikaruniai anak beberapa orang. Panembahan Palembang. 4. Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. yaitu Dewi Rukhil.

mempunyai anak dua orang. Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya.//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya. dari isterinya yang berasal dari Blambangan. meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat. di antaranya masing-masing ialah. / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya.. Raden Paku alias Sunan Giri. berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri. Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang). Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah. Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi). Syarif Hidayat namanya. Siti Mursimah. Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah. antara lain sebagai berikut: . puterinya Ki Ageng Bungkul. mempunyai anak laki-laki. Siti Murtasiyah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa. parwa I sarga 4. 2.1. .. parwa II sarga 4. adalah puteranya Maulana Ishak.

yang semuanya berjumlah 98 orang. Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri. antara lain sebagai berikut: . ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa . lamanya dua tahun. dari Syekh Athallahi Sajjilli. disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. Kemudian. baru berusia dua puluh tahun. Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. mereka berlayar bersama-sama. di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat. bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam. ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n .. Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya.ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda. Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil. Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa. singgah di Gujarat. Tinggal di sana lamanya tiga bulan. Dalam perjalanannya. menuju Pulau Jawa .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . parwa parwa I sarga 4. Ketika singgah di Gujarat. kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya. Pada waktu itulah. Selesai dua tahun. Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama. yaitu Sayid Al Kamil. bersama 98 anak buahnya.//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). Oleh karena itu pergi dari Mekah. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir.

Selanjutnya. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur. berjodoh dengan puteri Adipati Banten. Sesungguhnya. untuk menemui uwanya (kakak ibunya). Nyai Kawung Anten. Syarif Hidayat alias Sayid Kamil. makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai. (singgah) di negeri Pasai. mengajarkan agama Islam di sana. ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. Sumatera. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur.sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. Syarif Hidayat singgah di Banten. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . Selanjutnya. Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha. Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. berlayar menuju Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. bersama Dipati Keling dan anak-buahnya. menemui uwanya. Kunjungannya ke Cirebon.

dapat bertemu dengan uwanya.. .. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati).Iman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu Sayid Al Kamil. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi. kepada suwan yang sekaligus menantunya. sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung.//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n . semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya. Sang Tumenggung mewariskan tahtanya.. Demi untuk kepentingan penyebaran Islam. Alangkah sukacitanya Sri Mangana. di Kerajaan Sunda. yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama. menetap di Pakungwati Cirebon. Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati. Akhirnya. Nyai Mas Pakungwati.. Syarif Hidayat. Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu. Dipati Keling serta 98 anak buahnya.. ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu. Setelah beberapa lama kemudian. Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya. Adapun Syarif Hidayat. sangat gembira. kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya.. Syarif Hidayat. Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa . Begitu pula Syarif Hidayat. mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat. Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya.

.Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana. pesta meriah.. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon.. ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menyerukan pujian atas penobatannya. Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon. yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. dan semua memberikan dukungan. Pejabat penguasa daerah. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira. dengan gelar Susuhunan Jati. yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak.. sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon. Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur. Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati.. Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran). mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati..// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat. Pada waktu itu. untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa.. disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak. untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya.

sebutan Sorasowan. KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A. dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935). bahwa: 1.menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. "Betapa tidak terpujinya. Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. Syarif Hidayat. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. adalah cucunya sendiri dari Larasantang. Syarif Hidayat. Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon. atas usul orang tuanya. SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). V. Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan. 2. puteranya sendiri. Sang Kakek memerangi cucunya. dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. Hal yang hampir sama. antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. Akan tetapi.1983: 35). dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih. Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar. lama tidak kembali ke Pakuan. terkesan Surasowan di sana. akhirnya masuk agama Islam. dalam buku Pakern Banten. Penobatan awal Syarif Hidayat. niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon. dan 3. adalah menantu Walangsungsang. atas kehendak Pangeran Cakrabuana. atas pernikahannya dengan Pakungwati. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi.

Pakungwati adalah nama orang. menjadi Kesultanan Cirebon. bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan. atau Surosowan? Hal tersebut. Pakungwati sebagai nama kesultanan. menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon. Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin. Soan atau Sadji artinja Radja. semua itu menarik untuk dikaji. Saleh Danasasmita (1984). Surasowan dan Surosowan. menjadi Keraton Pakungwati. Berdasarkan gejala itu. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten. pendiri kerajaan Islam di Cirebon.1935: 60-61). puterinya Pangeran Cakrabuana.1984:44). sudah tentu harus dicari pembandingnya. nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan. Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita. tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687). Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta. Pada mulanya. Selanjumya berkembang. yang dibangun di Dukuh Cirebon. teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. Pakungwati sebagai nama keraton. Pakungwati sebagai nama orang. Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan).Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon. bagi kata yang ada di depannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 108 | S e j a r a h K e r a j a a n . Soera artinja berani. Kemudian digunakan sebagai nama keraton. Surasowan. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad. Pada akhirnya berubah sebutan lagi.

Atja & Edi S. (Atja & Ekadjati. Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan. Islam sudah mulai bersemi. menjadi bupati Banten Pasisir. pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir. satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. Sang Surasowan.Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. berputera beberapa orang.1989:144 dan 153). dan 2. Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang. Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. dua orang di antaranya: 1. Sebagai putera Sri Baduga Maharaja. antara lain ialah. dan mampu mendirikan keraton yang memadai. juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. Sang Surasowan mempunyai dua orang putera. Nyai Kawunganten. Dari kutipan tersebut di atas. Prabu Surawisesa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34. 2. Sang Arya Surajaya. 1. Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut.

terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. singgah sebentar di Negeri Banten. Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. Sepeninggal Ali Rakhmatullah. tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. dalam waktu yang relatif singkat. Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit. Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah. yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. di Pulau Jawa singgah di negeri Banten. Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja).g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . banyak mendapat simpati dari penduduk. Kelak. Atas seijin Sang Surasowan. kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam. Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam. Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk. masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah. Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel. di kemudian hari.

Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). seorang perempuan (yang tua). bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang. Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. bahwa "seorang yang keramat" itu. yaitu Pakungwati. untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . Apalagi setelah diketahui. yaitu Pakungwati. Hanya saja. dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin. lalu terus ke selatan. Oleh Syarif Hidayat. para penulis Babad. Dalam waktu yang relatif singkat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. Secara tersamar. la mempunyai dua orang anak. untuk meng-Islam-kan daerah ini. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat. penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat. Untuk mempererat kekerabatan. riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat. lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya. sangat terbatas. ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat. untuk meng-Islamkan daerah ini. Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten. Sesunguhnya. tentang "orang tua" Hasanuddin. 1983: 33). pada tahun 1478 Masehi. dari Mandarsah ia datang di Jawa. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). Oleh Sang Surasowan. sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda. masih saudaranya juga. Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat. dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki. pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya. Akan tetapi. cucu Sri Baduga Maharaja. dari pada substansi historisnya. tiba di Banten Girang. nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin. kemudian dijelaskan. Tentang "seorang yang keramat. diberi nama Hasanuddin. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . puterinya Sang Surasowan.

kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten. Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas. karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". Berdasarkan kutipan tersebut di atas. 112 | S e j a r a h K e r a j a a n .Maka terseboetlah pada masa dahoeloe. Berdasarkan kaol Cibeber. dalam proses meng-Islam-kan Banten. terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. Banten dan Demak. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah. tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad. Sedangkan. Pakem Banten. Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad. Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten. disaat Kg. Hanya saja. Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun. soepaja datang ke negeri Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang hampir malah sudah musnah. Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). Kg. 1472. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). mengemukakan hal yang sama. tahoen Belanda k. sangat gelap (peteng). menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad. pada kalimat selanjutnya. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten. Kg. para penulis Parimbon Banten. kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon. di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. menggunakan sumber "Parimbon Banten. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin. untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari. koerang lebih hidjrah Nabi 887. antara lain: Pada abad 15.1953: 24). cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. maka Kg.l. dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan.

Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian. jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri.Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang". Carita Parahiyangan. pernyataan selanjutnya. adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan. sulitlah bagi kita untuk menentukan. dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy". 113 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak mendasar. mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". Akan tetapi. Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". Amanat Dari Galunggung. 2000: i & 9). patut dicermati. Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten. Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku". dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun. yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin. antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten. Mereka bertugas. Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur. seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. sudah tidak diragukan lagi. Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya.1984: 41). mengemukakan hal yang hampir sama.Ag. apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. yang dewasa ini disebut Sasaka Domas. Maulana Hasanuddin. (2000). kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. melakukan "Tapa di Mandala". pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme. S. Dengan adanya hal-hal semacam itu. Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Hafidz Rafiuddin. Tuduhan Animisme. sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan".

Atja dan Edi S. menjadi ratu wilayah Wahanten Girang. dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali. masih dipuja dan dikeramatkan. 114 | S e j a r a h K e r a j a a n . menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. Dia kemudian memeluk agama Islam. menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh. menjadi pemeluk agama Islam. Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima. sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini.1989 :144). dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil. yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. sebagai penganut agama Rasul Muhammad. Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. Dialah putera Sri Baduga Maharaja. antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua. dengan ikhlas "beralih agama". "dipaksa". Kembali kepada proses Islamisasi di Banten. serta hamba sahayanya. Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat.1993: 27). Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya. di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Arca Domas memiliki 13 undakan batu. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut. 1984: 219). (2) Tumenggung Jayamanggala. Anak menantu dan hamba sahayanya.. menantu. Dari kutipan tersebut di atas. Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan. "takluk" atau "ditaklukkan". ditemukan dekat bangunan berundak. anak. dalam Carita Parahiyangan sarga 3. Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan". yang seluruhnya setinggi 6 meter. dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana. dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture.Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan. Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat. dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana. dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. Menurut kepercayaan orang Baduy. Bangunan berundak di Kosala.

Sebab. Sang Arya Surajaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . maksudnya itu-itu juga. Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. menyebut "Wahanten" dengan "Bantam". Oleh karena itu. berkelok melalui wilayah Banten Girang. tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16. Mecermati fakta seperti itu. Ekadjati. Portugis pun melakukan hal yang sama. baik oleh orang Cina. sudah tidak tepat lagi. apapun bahasanya (Guillot. sudah merupakan petunjuk tersendiri. Gambaran semakin jelas. Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. membelah kota Serang. dalam usia terhitung masih muda. Ketika Sang Surasowan wafat. Boleh jadi. dalam kajian ilmiah. Bahwa.pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. tahtanya diwariskan kepada puteranya. sebutan wahanten menjadi banten. diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang". penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. Dari bahasan Atja & Edi S. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). Sang Adipati Surasowan. karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". mertua Syekh Syarif Hidayat. perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang. Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran). para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira. 115 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kembali kepada tokoh Sang Surasowan. kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan.1996:119). memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. Akan tetapi. dan bermuara di Banten Pasisir. Secara lingual. tapi nyata). hanya pelafalan yang berbeda. sebutan "wantan" dalam lafal Cina. Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya. setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). terdapat dua negeri Wahanten. bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan). ayahanda Nyai Kawung Anten. Hendaknya digarisbawahi. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. dapat dimaklumi. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. Sang Adipati Surangggana. dari hulu Gunung Karang Pandeglang. Jika terdapat perubahan lafal. kedua-duanya sejaman. bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya.

meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. Itulah sebabnya. Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya. Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan. Putera kedua. Mereka dapat ditaklukkan. Sabakingkin atau Hasanuddin. lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin. antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. B. Dari perkawinannya. lahir pertama Ratu Winahon. Sehingga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. telah mengalahkan kharisma uwanya. Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan). menjadi penerus ayahnya. dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Pada waktu itu. kekuatannya tidak seberapa. diberi nama Yusuf.Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. menjadi tidak harmonis lagi. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). dan persenjataannya pun tidak lengkap. Pangeran Arya (Pangeran Japara). 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. Pangeran Sabakingkin. dan pasukan yang tersisa melarikan diri. WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir. terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. serta memperoleh putera laki-laki. menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. Adipati Arya Surajaya. Oleh karena itu. Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura. puteri sulung Raden Patah. Untuk jaringan politik. di Kesultanan Pakungwati Cirebon.

Sultan Demak (Raden Patah). Karena Pakungwati. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. tersumbat. Raja Daerah Simpang. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n . berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda. Kekhawatiran Sultan Demak. Oleh karena itu. Raja Daerah Medang Kahiyangan. Sang Aryya Suraprasa. Raja Daerah Muntur. 14. akan menyerang Pakungwati Cirebon. Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). Sang Aryya Wuludada. 3. adalah: 1. Raja Daerah Hanum. dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Gunung Banjar. Adhipati Suranggana. Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. Raja Daerah Wahanten Girang. 5. Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). bahwa tidak lama lagi. Sang Adhipati Patala. 12. 6. semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa. Kyai Wudhubasuraga. yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Jelas. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. Tumenggung Linggageni. Raja Daerah Pager Wesi. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. 10. Sang Aryya Wirasakti. 16. Raja Daerah Rumbut. Aryya Senapati Bhimajaya. jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka. Ratu Ancol. kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. 9. 13. 2. Ratu Hyang Banaspati.Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon). Pada saat itu. 15. Sang Prabhu Walahar. 11. Aryya Pulunggana. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap. Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. Raja Daerah Gunung Ageng. Raja Daerah Pagawok. 8. 4. Raja Daerah Gunung Batur. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak. Pradharmaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 7. dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. akan tiba armada tempur Portugis. Karena sudah tersiar berita.

kembah ke Demak. Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya. Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. sebagai "gerakan pendahuluan". barulah Panglima Fadhillah Khan. Tak lama kemudian. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. terdiri dari 1. Beberapa bulan kemudian. guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati. ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi). janda Pangeran Sabrang Lor. adalah putera mahkota Demak. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin. didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. desa. mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. Pangeran Sabrang Lor. Fadhillah Khan bersama pengiringnya. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya. Kemudian mengadakan gerilya. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. Setelah itu. Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak. sedang dalam pelayaran. Singgah di Pakungwati Cirebon.967 tentara. perdukuhan. Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). Sultan Demak memerintahkan adik iparnya. Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya. Kekuatan pasukan gabungan. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. Susuhunan Jati. pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. bandar. dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. Sebagaimana yang telah dikemukakan. aneka macam perhiasan dan yang lainnya. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. la gugur pada usia muda. sambil menjajakan bermacam-macam barang.Oleh sebab itulah. untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. Ratu Ayu. kembali ke Demak. dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka. menyusup berkehling kota.

Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun. bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi. sempat dibinasakan. dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary. sesungguhnya. Sangat masuk akal. menerobos hutan lebat. penguasa Wahanten Girang. untuk menumpas huru-hara tersebut. dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir). Serangan dahsyat. serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup.1988: 8). "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin. Akhirnya. setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. dalam usia 48 tahun. dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. Di balik peristiwa itu. Sesuai rencana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menyelamatkan diri. tidak sesuai dengan kajian arkeologi. mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. bergegas menuju Pakuan (Bogor). Karena hal ini. Sang Adipati Arya Surajaya. yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang. pusat pemerintahan Banten. sebelum dapat dibuktikan kebenarannya. beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. telah lebih dahulu masuk agama Islam.Adipati Sang Arya Surajaya.1993: 68). Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir. Kemudian. tibalah serangan mendadak. lebih siap untuk bertempur. Kemungkinan. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. Adipati Wahanten Pasisir inilah. Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana. secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. Secara diarn-diam. Sang Adipati Surajaya dan keluarganya. Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten. atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan". yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. Akan tetapi. pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung. sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun". Sebab.

akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan. dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya. Berdasarkan kutipan tersebut. 120 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin. "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”.yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta. di komplek makam Tempat Suci itu. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya. bahkan tidak dilemahkan. Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana. kemudian berkembang menjadi dua orang. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo". sulit dibenarkan. pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi. anak Hasanuddin. setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang.dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya . Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dari seorang tokoh. seorang dari Pakuwan. Sayangnya. antara lain: Apabila Ki Jongjo. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. Secara kekerabatan.1983: 34). Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat. Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup. dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. bahwa setelah selesainya ekspedisi. anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam".Suranggana alias Ki Bagus Molana. Kemungkinan besar. mengemukakan usulnya kepada panembahan. yang bergelar Ki Bagus Molana. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. rupanya telah terjadi manipulasi. Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau. maka Molana Yusuplah. oleh pernyataan. Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. makaYusuplah lagi . yaitu Hasanudin. Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana. Akan tetapi.

berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada. Setelah makamnya dikeramatkan. Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali. 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kembali ke Wahanten Girang. Seandainya. perlu kiranya diteliti lebih lanjut. yang terlebih dahulu masuk Islam. lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana. Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Pengertian panembahan. dengan sebutan Sultan. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. Oleh karena itu. seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik. dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo. mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan. demi kebesaran Panembahan Hasanuddin. akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati. Pertanyaannya. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". seharusnya. gelar "Agus" itu. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. Konon menurut dongeng. Dengan demikian.1983:149-150). Setidaknya.yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin. oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam". yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana. merangkap jadi penguasa. Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. sependek nama Jong dan Jo. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. putera Sri Baduga Maharaja. Kropak 408 Sewaka Darma. kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu. Gelar itu. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. dan memperoleh gelar Panembahan.

Dalam pertempuran itu. di Pelabuhan Sunda Kalapa. tiba di perairan Sunda Kalapa. sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. Sisa yang masih hidup. armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. Armada Portugis dipukul mundur. di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan. yaitu Nyai Arya Baroh. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). Setahun kemudian. adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). menyelamatkan diri. Permaisuri. Sang Arya Surakreta. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). terdesak dan menderita kekalahan. yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687). akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan. akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. oleh Susuhunan. Mereka tidak mengetahui. Jati Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . keraton ia dirikan. bahwa wilayah Sunda Kalapa. menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. beralur darah trah Rasul Muhammad. Selanjutnya. dan para pengiringnya. terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. sehingga banyak tentaranya yang tewas. Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah.Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). saudagar kaya dari Perlak. tewas binasa. melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat. Panglima Fadhillah Khan. setelah memeluk agama Islam. pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Nyai Arya Baroh. sebanyak 1. menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. Sebagai catatan. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. Beberapa bulan kemudian. diberi nama Keraton Surasowan. diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. hanya 6 tahun lamanya. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n .452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. kakaknya Sang Arya Surakreta. Kemudian. Anggota pasukan yang tersisa. Sebagian besar penduduknya. menyerang Sunda Kalapa (Jakarta). Ia puteri Adipati Kranda. Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. Untuk memperkuat posisi pemerintahannya.

Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. akan digempur". wilayah Pakungwati Cirebon. la. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). menggantikan posisi ayahnya. Susuhunan Jati Cirebon. oleh Susuhunan Jati Cirebon. didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. memanfaatkan situasi seperti itu. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. Prabu Jayaningrat. memohon bala bantuan. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. Prabu Jayaningrat. Prabu Ningratwangi. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. mengeluarkan asap hitam. Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. pada tahun 1501 Masehi. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba. jumlahnya banyak. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. adalah putera Prabu Ningratwangi. oleh Susuhunan Jati Cirebon. Serangan. yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. seperti kebiasaan di masa silam. Berdasarkan riwayat hak waris. menjadi penguasa Kerajaan Galuh. telah terjadi perubahan situasi politik. Dalam pertempuran ini. segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. cucu Prabu Dewa Niskala. la. Oleh karena itu. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh. yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh.Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran. Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. di dekat Bukit Gundul. Oleh karena itu. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya. adalah adik Sri Baduga Maharaja. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. Kalau tidak. sambil memuntahkan logam panas". Akan tetapi. diserahi tugas melindungi pondok pesantren. yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. terdesak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . segera mengirimkan berita ke Pakungwati. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. dilengkapi senjata meriam. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n .

kasuran. Pada saat itu. Palimanan. kehilangan tokoh penting yang disegani. Kebijakan itu dilakukan. janganlah putus. Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita. Silih asih (saling menyayangi). permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan. Perang lima belas kali. tidak kalah).Pasukan Kerajaan Galuh terlesak. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. atuntunan tangan (kerjasama). wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. 2. bahwa: 1. Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing. menjadi pembesar kerajaan. beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. pasukan gabungan Pakungwati. dan Kuningan. pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. Peristiwa tersebut. Tidak saling menyerang. dapat ditaklukkan. 124 | S e j a r a h K e r a j a a n . 3. Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. Sejak itulah. agar Pangeran Pasarean. pemberani. mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). Akhirnya Talaga. karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja). Kedua belah pihak menempuh jalan damai. berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. Akan tetapi. Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). berhasil direbut. Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). Demak. kuwanen. oleh pasukan Pakungwati Cirebon. runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. Maksud "tidak kalah" tersebut. Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. mungkin karena diakhiri dengan jalan damai. yang mewakili Susuhunan Jati. Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. perkasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. menyepakati.

senantiasa menciptakan huru-hara. sudah tidak lagi menghargai keagamaan. mati ditenggelamkan ke dasar laut. Pada masa pemerintahannya. Munding Rahiyang namanya. 125 | S e j a r a h K e r a j a a n . Oleh karena itulah. tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. C. KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). dibunuh tanpa dosa. betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). ia merenungi hidupnya. Prabu Ratudewata. Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata. direbutnya kembali. dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. ada pendeta sakti. tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. ditenggelamkan ke dasar laut. Akan tetapi. dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. Berpuasa. hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. Pada kesempatan itu. Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. Dalam suasana tenang dan damai. la digantikan oleh puteranya. Rasa hormat dan kekaguman itu. Sang Prabu Ratudewata. keonaran. pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang. Sanghiyang Siksakandang Karesian. adik Ratu Wiratala. tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). Sri Baduga Maharaja. Pendeta di Jayagiri. Pendeta di Ciranjang. tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. menghilang tanpa meninggalkan jejak. Pendeta sakti di Sumedang. dianiaya. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. tapi tidak mati. putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). yang telah disepakati ayahnya. yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. la tetap hidup.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti).

berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari. sangat beralasan. ayahnya. menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan. hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). di bawah komando Panembahan Hasanuddin. Ciranjang dan Jayagiri. Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi). Sang Prabu Ratudewata. pengawal raja. Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. ngarampas tanpa prege. Sri Baduga Maharaja. merampas tanpa rasa malu. Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. puteri Prabu Ratudewata. 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. lan bakti ring wong atuha. Serangan laskar Surasowan Wahanten. Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. Mengingat. la membunuh orang tidak berdosa.Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. Atau boleh jadi. haywa ta sira kabalik pupuasaan). karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. tidak hormat terhadap yang tua. Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . asampe ring sang pandita). pejabat. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. Kemungkinan. pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). sekaligus merupakan "unjuk rasa". Susuhunan Jati Cirebon. selama 8 tahun. Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan. perwira. didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf). Serangan terjadi ke wilayah Sumedang. Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. ia bertindak sesuka hatinya. sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya. tidak lagi mentaati norma pemerintahan. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. melanjutkan gerakannya ke arah utara. Sesungguhnya. Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. Sebab. serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. berdasarkan hak historis alur darah keturunan. laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur. Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. tewas berjatuhan. serangan kilat ke kota Pakuan itu. Karena. ponggawa-ponggawa kerajaan. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang). tidak sungguh-sungguh.

Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. tempat orang Portugis biasanya berdagang. Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto. Prabu Sakti masih beruntung. Angenia. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya. Pada masa pemerintahannya. terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere). janda dari ayahnya. Sebagian dari catatan perjalanannya. Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya. que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria. la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan.Puncak kebiadabannya. I Madura. paraque pessoalmete. E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar. Keberadaannya di sana. Emperador de toda a illla da Iaoa. mencatat semua kejadian. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari. adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda. Keberangkatannya ke Demak. 127 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan memperisteri ibu tirinya. aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. Prabu Ratudewata. nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno. untuk ikut menyerang Pasuruan. Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan). Bale. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao. hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya.com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten). veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna. cotodas as mail ilhas deste arapelago. Akan tetapi. maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda. E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. Fernao Mendes Pinto (1510-1583). akibat perilaku buruk seorang raja. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten.

tidak terbitung para pendayung. -yang juga menjadi bawahannya. adalah Ki Fadil. serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari. adik Sultan Trenggono. adalah Nyai Pembayun. Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten. 1984: 46-47). Berdasarkan pendengaran. Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril. pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan. masyarakat Sunda Kalapa sendiri. 128 | S e j a r a h K e r a j a a n . Raja Sunda. Bali. Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten.1999: 90). Fernao Mendes Pinto. isterinya Fadhillah Khan. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara. Dialah kaisar Pulau Jawa. Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto.000 orang. Kangean. Maksudnya. Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. Dengan demikian. Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya.Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan. sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini. Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken. Ketika ia datang di pelabuhan Banten.

ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda". Bahkan. mencatat pada masa pemerintahannya. Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan.Sunda Kalapa . serta menempatkan armada lautnya di sana. dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. Oleh karena itu dapat dimaklumi. Madura. la wafat di Pengpelangan. dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. Portugis yang semula dimusuhi. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya). Pada masa pemerintahannya. Sedangkan Maulana Hasanuddin. Dari catatan Fernao Mendes Pinto. baru berperan sebagai Adipati Wahanten. Kembali kepada Prabu Sakti. Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon. setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean. Sang Prabu Nilakendra. Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten). Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. selain menjadi Bupati Sunda Kalapa.Portugis. karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). Portugis menerima kenyataan seperti itu. nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. Angenia. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. yang penting diperhatikan. Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon. dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya. kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. akhirrrya menjadi "negara sahabat".menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak.Demak . Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n . Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga". dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Bali. yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon. adalah tentang adanya hubungan multilateral. karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. mempunyai kedudukan penting lainnya. antara Wahanten . polah sang nata). Adanya anggapan seperti itu. bagi kepentingan mitra dagang. Dari pendengaran. Sebab.Pakungwati . dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali). Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun. Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya. Fadhillah Khan. hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi).

tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk. yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. menembus jantung ibukota Pakuan. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan). Akan tetapi. dalam mendahului upacara Tantrayana. serta dihantui bencana kelaparan. nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali. dilukis dengan emas. 130 | S e j a r a h K e r a j a a n . pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda). tan igar yan ta pepelakan). jimat-jimat. tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan. Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. secepat kilat. tidak ada ilmu yang disukainya. Petani menjadi serakah akan makanan. bahwa tidak akan lama lagi. yang mengapit gerbang terlarang. Tantrayana. Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar. Pada tahun 1567 Masehi. bendera keramat. Makan minum sampaimabuki. yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan. Makan enak. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. sudah dicampakkan jauh-jauh. telah. Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. akibat angkara-murka penguasanya. mahayu na kadatwan. minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. Bagi Prabu Nilakendra. Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. itulah. adalah kepercayaan mistis sinkretis. kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar). Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana. keraton Pakuan Pajajaran. menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji. Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra.jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. kehancurarr). manteramantera Tantrayana. dimeriahkan oleh pesta pora.berada di ambang pralaya (kiamat. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. Setiap saat.

putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja. adalah menantu Prabu Ratudewata. Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya. sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. adalah negeri yang kuat. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. dari Nyai GedengTepasan. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. sangat menarik untuk dicermati. Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran. adalah putera Susuhunan Jati. Sebab. Tohaan di Majaya kalah perang. yaitu Prabu Sakti. Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. D. hanya tertulis secara singkat. ayahnya Prabu Nilakendra. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. wafat dalam usia muda. mempunyai hak yang sama. tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak. Sunan Prawoto. Nasib kehidupan kota Pakuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. Bupati Jipang. bahwa Surasowan Wahanten. Pada mulanya. hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). Mungkin dia tewas di pengungsian. Kemudian. Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Latar belakang tragedi. diharapkan oleh puteranya. karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. yang tidak menyertainya ke pengungsian. ia telah membuktikan. hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. oleh bocah pengiringnya. dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Susuhunan Jati Cirebon. terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. 131 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. Selain itu. dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini. Kekosongan tahta Demak. Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. calon pengganti Susuhunan Jati. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. Tidak pernah ada berita. ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan.

pemerintahan Pakungwati Cirebon. Jipang menyerang Demak. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan). berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. pada waktu itu masih kanak-kanak. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . Naik tahtanya Fadhillah Khan. sedang berada di Demak. putera mahkota Cirebon. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). Karena Pangeran Emas. sebagai Susuhunan Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. adalah putera Susuhunan Jati. yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. Sunan Kudus. untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. Sedangkan pada waktu itu. yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. secara terselubung. dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. Sultan Trenggono. Atas restu gurunya. Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). Susuhunan Jati. Pada saat peristiwa itu terjadi. Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi. yang bergelar Pangeran Suwarga. dianggap tidak semestinya. Pangeran Suwarga. Mengingat. Kedudukan tertinggi itulah. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. adiknya Prawoto. Sedangkan Pangeran Bratakelana. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. masih ada calon pengganti yang lebih berhak. Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. diharapkan adalah cucunya. menjadi masalah kerabat keraton lainnya. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. tewas pula. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. Syarifah Fatimah. Wanawati Raras. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten.Pangeran Sekar. putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon). adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto. adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. mendahului kakeknya. juga warga Demak. dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. Pangeran Suwarga. karena berupaya membela Prawoto.

dipandang oleh masyarakat Banten. . Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. walau sesungguhnya tokoh tersebut. batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin. bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Menurut "Serat Banten". digantikan oleh puteranya. Surasowan. melepaskan diri dari pengaruh politik Demak. Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup".kelak menjadi isteri Tubagus Angke. melainkan Hasanuddin. Sendi-sendi Islam. Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). Panembahan Hasanuddin. dengan "doa" Hasanuddin. Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin. ketika ia bersalat di permukaan laut. martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa". digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu. Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama. Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". Bagi penulis "Serat Banten". melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. dalam kisah "Serat Banten".1964: 48). yang ditempatkan di depan Istana Surasowan.Melihat kenyataan seperti itu. telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. berdaulat. . perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. Karena itulah. adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan. mengkilap dan berseri. akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Misalnya. Wahanten Pasisir. Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. Sekaligus. berhasil menjadi negari niaga maritim. dan Pangeran Arya. sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara. pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat. kisah tentang watu gilang. Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi). bila tidak dikenal asal-usulnya. seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan. sebagai negara yang mahardhika (merdeka). Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita. sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. Pangeran Yusuf. mendadak berubah menjadi licin. Sedangkan dari isterinya yang kedua. Bupati Jayakarta (Jakarta). mampu berdiri sendiri. telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan.yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat.

kertas. kayu cendana. benang emas. kipas. kain sulaman. cengkeh. penguasa Kesultanan Pajang. membeli rempah-rempah. sutera. sudah demikian menurun kharismatiknya. buah pala. Minyak kelapa dari Belambangan. kulit penyu dan gading gajah. berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam). la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. dan sebagainya. lada dan Lampung dan Solebar. beludru. Palembang dan lainnya. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak. di Pakungwati Cirebon. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf. sutra. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan. Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur. Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . payung. Ketika mereka kembali. dan kain putih dari Coromandel. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. selop. Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. berhasil ditundukkan. Makasar. Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa. jarum. Pedagang-pedagang dari Cina. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. Panembahan Ratu. menjual kain dari kapas. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. Dari segi hubungan kerabat. la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. Orang Arab dan Persia. Selain ditinggallcan oleh Surasowan. 2. Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun.Sunda (Pajajaran).1961:13. gula dari Jepara dan Jayakarta. ikan kering dari Karawang. sisir. dalam Michrob. berdagang permata dan obat-obatan. Banjarmasin dan Palembang. beras dari Makasar dan Sumbawa. Sumbawa.1993: 81). Orang Gujarat. mereka membeli lada. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. nila. Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Situasi perdagangan di Karangantu. 3. Ketika kembali ke negerinya. rempah-rempah dari Maluku. porselen. digambarkan sebagai berikut: 1.

dan sebagainya. Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota. Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota. bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Persia. Siam. dari sejak pemerintahan ayahnya.1981: 56-58). Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob. Cina. Ternate. Sasaran utama penyerangan. Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi. sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. keamanan wilayah. 1950:182). Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini. tenunan dan Bali dan Sumbawa. rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. demikian juga tembok benteng di sekehling istana. Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota.cendana dan kepulauan Sunda kecil. damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. adalah Pakuan.1983: 31). dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi.1983: 38 dan 59). Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai. strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. gangguan keamanan. Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. mulai dipersiapkan. dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat. gading gajah dari Andalas. Makasar. baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang. Laskar Surasowan Wahanten. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat. timah putih dan timah hitam dan Perak. Banjar. perkampungan orang Pegu. Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India. Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu. setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan. yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau. Bali (Tjandrasasmita. Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut. Kedah dan Selong di Malaka. dapat diatasi dengan baik. Dengan demikian. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. Bugis.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . perdagangan dan pertanian. besi dari Karimata. air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota. Pada masa Maulana Yusuf. 1975: 160). orang Arab. Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan.1977: 448). Turki.

dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. Prabu Ragamulya Suryakancana. mengungsi ke pantai selatan. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. tetapi di Pulasari. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. Pada masa pemerintahannya. Bila kenyataan yang terjadi. Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut. Sampai sekarang. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. Dari peninggalan yang ada. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. sebagai pusat pemerintahan yang baru. Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. Sekarang. terhadap kedzaliman. sangat memungkinkan. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan. digantikan oleh puteranya. keturunannya masih merupakan kaum-adat. Oleh karena itulah. tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. Disebut demikian. Serbuan laskar Surasowan Wahanten. laskar Surasowan Wahanten. dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". merupakan upaya "pembersihan". Kota Pakuan Pajajaran. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota. Pandeglang. terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. Palangka itu. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. la tidak menghendaki.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Padahal. yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda. setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. maka di kota Pakuan. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. Prabu Ragamulya Suryakancana. Bagi Panembahan Yusuf. beserta ketiga saudaranya.rover. Kelak. dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. di Cisolok dan Bayah. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari. Dengan diboyongnya batu tersebut.

Akan tetapi. Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat. Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. beribukota d. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang. di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan. menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . penguasa masyarakat Sunda pertama. Sesungguhnya. Jejak peristiwa itu. Prabu Ragamulya Suryakancana. bahwa di sanalah. ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki. akhirnya berpusara di tempat lahir. Prabu Ragamulya Surya Kancana. dikisahkan Ki Baju Rambeng. Menurut cerita leluhurnya. mereka meninggalkan kota Pakuan. la hanya sebagai "rajaresi". Sekelompok kecil yang bernasib baik. "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir). kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari. dalam Pantun Bogor. sambil menyongsong ajal tiba. bersama pembesar dan pengikutnya yang setia. napas tertua bentuk kerajaan. tentunya tidak membuat babak baru. Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya. Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. secara samar-samar. 137 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pandeglang.Kampung Ciptarasa. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran.Puasari. Mungkin ia pergi ke Pulasari. hanya berusaha mempertahankan diri. sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). yang meninggalkan urusan duniawi. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. dibinasakan. hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". Akan tetapi. Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda. la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes.

di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. Rata Winahon. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. tinggal di keraton Japara. Pangeran Arya. kepada Pangeran Japara. Sejak kecil. sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. Pangeran Japara. sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi). D. Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). Sedangkan Panembahan Yusuf. Panghulu Negara (Kadhi). semakin berkembang pesat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terutama dalam hal pembangunan kota. menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun. Dari permaisuri Ratu Hadijah. niaga maritim. Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). antara lain: 1. dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. Oleh karena itu. keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. Ketika itu. Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. ia dikenal juga dengan sebutan. Panembahan Yusuf. Melihat kenyataan seperti itu. Konflik tidak dapat dihindari lagi. dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi). terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. Akan tetapi. pengembangan areal pertanian. beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). Ketika Maulana Yusuf sakit keras. wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. baru berusia 9 tahun. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. Pangeran Japara bersama pasukannya. Pada tahun 1580. Pangeran Muhammad. putera mahkota Pangeran Muhammad. Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. dan 2. Maulana Yusuf meninggal dunia.Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera.

Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'. Seperti halnya ayah dan kakeknya. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten. Mangkubumi Jayanagara. Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga. Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. Jawa. seperti dari Bugis. Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh.itu. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup. Dalam pelayarannya. Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. tidak tercapai. Setelah persitiwa itu. Cina. Bengali. yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis. Malabar. dan Abesinia. Melalui Tanjung Harapan. terletak di Pacinan. bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. Keling. Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. dan akhirnya diusir dari Banten. mereka berangkat dari pangkalan Tessel.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Gujarat. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. yaitu daerah Karangantu.1993: 89). yang memperdagangkan keperluan sehari-hari. Bersama 249 pasukannya.1993: 89). di bagian utara Kerajaan Belanda. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. temboknya dilapisi porselen. Dan pasar yang ketiga. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob. Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan. dan lain-lain. Rupa-rupanya. Arab. la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. Pegu. Malaya. sebagai pencatat perjalanan. Turki. dari berita pedagang Portugis. hingga ke pelosok-pelosok desa. Diceritakan pula. mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara. karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. bertindak sebagai walinya. la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid. pada tanggal 22 Juni 1596. Pasar kedua terletak di Paseban. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten.

la memimpin langsung pasukannya. Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob. jabatan Wali Kerajaan. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. hampir memukul mundur pasukan Palembang. Karena sikap congkaknya. 140 | S e j a r a h K e r a j a a n . berputera Abdulmafakhir. Sementara itu. yang kasar dan tidak bijaksana. tidak menghasilkan apa-apa. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. armada Kesultanan Surasowan Banten. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. pada tahun 1602. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan. menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton. Akhirnya. Akan tetapi. melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten. pada tanggal 17 Nopember 1602. Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. pada tanggal 13 November 1596. Pertempuran sengit. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia. Mangkubumi Jayanagara. melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. Sebab. cucu Sunan Prawoto Demak. sebagai Wali Kesultanan. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). Bahkan. didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. Sultan yang masih bayi itu.Sikap Cornelis de Houtman. Armada dagang yang dipimpinnya. ia tewas terbunuh. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. putera Aria Pangiri. ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. yang baru berusia 9 bulan. ditarik mundur. di negeri rencong itu. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. Ratu Wanagiri. Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara). Perwalian. Mereka tiba di sana. karena kecongkakannya. Akan tetapi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akhirnya. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. ia diturunkan dari jabatannya. didampingi oleh kakeknya. sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. Kemudian. Selanjutnya. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. ia melanjutkan perjalanan. berlangsung di sekitar Sungai Musi. Sultan Maulana Muhammad. diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. menuju negeri Aceh Darusalam (1599).

Rasa ketidakpuasan itu. Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta. di Belanda terjadi peristiwa penting. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. Melihat situasi seperti itu. Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala. di antaranya Insan Kamil. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat. diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. Huru-hara untuk sementara dapat diredam. didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. Peristiwa tersebut. Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam. yang kelak diambil oleh Dr. yaitu suku Bataav. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. Mangkubumi terbunuh. Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). pada tanggal 30 Mei 1619. Snouck Hurgronje (Roesjan. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. Sementara itu. Pada tanggal 13 Mei 1626. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada bulan juli 1608. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. Pangeran Mandalika bersama adiknya. yaitu Pangeran Mandalika. agar Sultan Abdulmafakhir. Kekuasaan sepenuhnya. mengadakan huru-hara di pelabuhan. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya. akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir. Melihat kondisi seperti ini. pada tahun yang sama (1602). di kalangan Keraton Surasowan Banten. Kongsi dagang tersebut. dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa.Sementara itu. terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir.1993:127). oleh penduduk Nusantara. Di sana mereka membangun sebuah benteng. Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. Pada tanggal 23 Oktober 1608. menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. pada tahun 1604. Pangeran Arya Ranamanggala. terjadi kembali huru-hara besar. yang diberi nama Batavia. Bahkan. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. Akhirnya. mencapai puncaknya. terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. Akan tetapi. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. dalam Michrob. Didukung pula oleh pihak Inggris. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC). sikap Mangkubumi sangat mengecewakan.

Kesepakatan perdagangan. sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. ia mencapai perjanjian perdagangan. menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. dan 5. SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651). tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. 4. bagi Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Abdulmafakhir. akan tetapi. Abdulma'ali. Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. Pangeran Raja. . adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah. 2. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia.Sultan Abdulmafakhir. 3. Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. Begitu juga dengan putera mahkotanya. ia meninggal dunia dalam usia muda. Pangeran Lor. Pangeran Arya Kulon. Ratu Pembayun. sering "terjun ke lapangan". menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. Akan tetapi. Pada tahun 1640. Pangeran Surya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir. Pada tahun 1645. dilanjutkan oleh cucunya. penguasa Kesultanan Surasowan Banten. diserahkan kepada Pangeran Surya. mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. pada tahun 1650. Selanjutnya. Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. kedudukan Sultan Anom.Gelar ini diperolehnya. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak. 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . la seorang Sultan yang cepat tanggap. ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari. Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. diangkat menjadi Sultan Anom. Tahta Kesultanan Surasowan Banten. E. bersikap bebas. dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. antara lain: 1. putera mahkota. sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui". merupakan masa kemakmuran. Perjanjian itu.

dan 4. yaitu: 1. bahkan kemungkinan besar akan gagal".Pangeran Surya. Terhadap Kompeni Belanda. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. empat orang saudara kandungnya. Pangeran Kilen. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. 3. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. merupakan pekerjaan yang sulit. maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n . 4. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya. Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. Pangeran Wetan. dan Ratu Tinumpuk. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram. Pangeran Raja. Ratu Inten. yaitu: 1. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya. Serta empat orang saudara seayah. baik orang-orangnya. dari manapun asalnya. Oleh karena itu. Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. 2. delegasi Kesultanan Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara. Ratu Kulon. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. 3. Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah. Pangeran Lor. Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. Antara lain. 2. Pangeran Kidul. sebagai pejabat tinggi negara.

pasukan patroli Kompeni Belanda. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya. disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Jalur angkutan laut. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Pasukan "gerak cepat" itulah. Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. dan 3. yang tidak diinginkannya. Semua aksi-aksinya. Panembahan Hasanuddin. Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. dalam satuan-satuan kecil. setiap ada kesempatan. Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian". harus dipotong. tidak akan pernah sampai ke Batavia. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. harus dipancing keluar dari sarangnya. Kompeni Belanda. beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. Di darat.1. yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah. Setidaknya. Di laut. satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Untuk memenuhi strategi itu. menurut perjanjian 1645. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. supaya kapal-kapal itu. Akan tetapi. Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan. 2. Sebagai catatan. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. memusnahkan tanaman tebu. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. Di wilayah perbatasan. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. Mengenai satuan tempur di darat. tanpa basis yang tetap (gerilya). disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan. satuan-satuan armada kecil. Tujuannya. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. Padahal Kompeni Belanda berharap. yaitu sebelah Timur Cisadane. kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. dan 2. dan menghancurkan kilang penggilingan gula. terlihat watak maritim Banten murni. yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir.

yang membantu Dewan Hindia Belanda. Maetsuycker tidak senang bertualang. yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati". telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda. pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. Baik van Goens maupun Speelman. Maetsuycker. dan Speelman. la terkenal cerdas. Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". selanu 30 tahun. sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. dan pandai bergaul. Para Direktur Kompeni di tanah airnya. Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting). van Goens. Sebagai ahli hukum. mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Abdulfatah. dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678). Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. Anthony Van Diemen (1636 -1645). Untuk mencapai tujuannya. yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. yaitu: mahir menjadi pedagang. pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. Akan tetapi. sangat puas atas prestasi Maetsuycker. 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . Maetsuycker. ulet. adalah hasil dari buah tangannya. yang sekaligus menjadi penasihatnya. yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland. Trio itulah.dalam "pembaharuan perjanjian".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kecuali untuk berburu di luar tembok kota. Mereka mendorong. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. saling mengisi dalam watak dan pendapat. dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan. kedua penasihat Maetsuycker. sebagai sumber pangan. Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara. Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. "Statuten Van Batavia". telah memenuhi persyaratan. pada tahun 1653. yang tidak bertahan lama. sejak masa GJ. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. Menurut pandangan mereka. Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. menggantikan Carel Reynierszoon. ia mempunyai dua orang kawan.

sambil membawa usul-usul baru dari mereka.Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. bersedia membuka jalur perundingan. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda. Kompeni Belanda mengambil prakarsa. Ancaman dari darat inilah. van Goens dan Speelman. Banten harus membayar kerugian perang. Untuk memenuhi keperluan tersebut. utusan Kompeni Belanda. 4. Terhadap tindakan itu. derigan membentuk pasukan "pribumi". Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat. Menjelang akhir masa perjanjian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. Sebab di laut. Sampai akhir tahun 1656. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar". 2. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. 5. tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing. baik di darat maupun di laut. Akan tetapi. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. Pada tahun 1657. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan. dilakukan sampai beberapa kali. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. agar ia bertindak lebih keras. hampir berhasil. Sebab secara pribadi. Kesultanan Surasowan Banten. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. atas biaya dari Banten. dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten. Padahal. Pertukaran nota. 6. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. 3. perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. yang berdasarkan kelompok etluk. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. menginginkan Maetsuycker. Pada tanggal 29 April 1658. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. Kedua belah pihak. membawa usul "perdamaian". mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. Karena merasa lemah di sektor darat. Sultan Abdulfatah. Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. sebanyak 10 pasal: 1. sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker.

2. warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. Tuntutan yang pertama. Oleh karena itu. sebagai imbalan. yang dinilai sangat tidak adil. artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini. Sebagai jawabannya. peralatan-peralatan yang dimaksud. secara bebas dapat membeli meriam. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat. Sebab. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten. dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. pada tanggal 11 Mei 1658. demikian juga sebaliknya 8. agar "bunuh diri". karena: 1.7. 9. Sultan Abdulfatah menuntut: 1. Dengan tegas.1993:137). Seperti yang telah diduga sebelumnya. Tuntutan yang kedua. harus dikembalikan ke Banten. agar orang Banten. maka sebagal imbalannya. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut. Penolakan tersebut. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. Menuntut. agar orang Banten. yang telah diperolehnya. Sultan Abdulfatah menegaskan. Perbatasan Banten dan Batavia. pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. Setiap orang Banten yang ada di Batavia. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. Sultan Abdulfatah sangat faham. 2. 147 | S e j a r a h K e r a j a a n . 10. ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan. Menuntut. (Michrob. berarti menyulut sumbu perang terbuka. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar. pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten.

Suranubaya. Ratu Bagus Wiranatapada. yang masing-masing diberi nama. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. mulai memuntahkah tembakan salvo. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. Tumenggung Wirajurit. di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). Sultan Abdulfatah memerintahkan. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. Si Muntab dan Si Kalantaka. Sedangkan satuan Artileri Banten. 1. sebuah satuan tempur darat. balasan dari pasukan ardleri Banten. ditempatkan di pantai Caringin. 2. Kapal-kapal Kompeni Belanda. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan. selalu "berkeliaran". perairan Selat Sunda. dipusatkan di sekitar pelabuhan. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang. di perairan Karawang. karena dalam rangka blokadenya. Pertahanan ibukota. di perairan Pontang. Ratu Bagus Singandaru. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik. Arya Suryanata. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. Dengan melalui jalan darat. sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. di perairan Labuhan Ratu. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. Selain itu. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada.000 orang. di perairan Tangerang. di sekitar Pulodua dan Pulolima. 4.Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. berlangsung sampai senja hari. Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. untuk menjaga serangan dari laut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang menyebar di sekitar pelabuhan. jenis canon (meriam besar). Sepuluh di antaranya. telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing. dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. selama 9 hari. dengan kekuatan 60 meriam. Pertempuran sengit itu. 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . 5. Oleh karena itu. Hal ini dilakukan. 3. di perairan Tanara. Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu. Akan tetapi.

harus dikembalikan ke Batavia. menuju ke laut lepas. tanpa alasan yang sah. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. terjadi stagnasi. sepanjang sungai Cisadane. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. akan ditangkap. oleh Kompeni Belanda. armada Kompeni Belanda. dan Kesultanan Surasowan Banten. melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. Perundingan berlangsung di Batavia. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia. untuk mengadakan penyegaran pasukan.Sebelum malam tiba. Sebetulnya. Sebab. Sementara itu. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. kemudian memeluk agama Islam. Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. titik berat dari perjanjian itu. dari kedua belah pihak. pada tanggal 10 Juli 1659. Akhirnya. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. untuk menggantikan sebagian pasukan lama. dari pasar Batavia. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. di garis depan Angke-Tangerang. yang sudah memerlukan istirahat. Bagi orang Kompeni Belanda. Di Batavia. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. telah banyak korban yang jatuh. Sultan Abdulfatah. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah. tentang hak membeli senjata dari Batavia. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. bertindak atas nama Sultan Jambi. diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya. Pimpinan baru. Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. adalah: pengukuhan garis perbatasan. Mereka dibekali pasukan baru. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. Oleh karena itu. dipandang sebagai ancaman baru. Kompeni Belanda. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten. Kemudian Sayid Ali. tidak menuntut hak monopoli. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. Melihat kenyataan ini. Kompeni Belanda hanya mampu bertahan. karena pihak Kompeni Belanda. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . Padahal.

antara lain sebagai berikut: 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. dengan bayaran tinggi. sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata". Sebab. atau terpaksa singgah karena memerlukan air. antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya. bahwa para gerilyawan Banten. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. Kelak terbukti. yang selalu memanfaatkan kesempatan. untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. atas permintaan kepala perwakilannya. dapat menyitanya. bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat. menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. Bila dalam kapal Kompeni itu.Sebagai catatan. Kemudian. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. Bahkan bila dianggap layak. 2. dengan cara mencari setiap kelemahan. tidak dikenakan bea pelabuhan. tetap diperbolehkan dibuka. ada barang yang dianggap terlarang. Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". akan diberi gelar kebangsawanan. biaya pemeliharaan kantor tersebut. Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. Strategi Sultan Abdulfatah ini. dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing. Bahkan. F. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten. Kemudian. kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. petugas pemeriksa dari pihak Banten. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat".

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa pembuatan saluran tersebut. Di sebelah kiri dan kanan saluran.tujuannya. sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. masyarakat dianjurkan mencetak sawah. Kompeni Belanda menyadari. selain letaknya yang jauh. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda. Saluran itu. banyak mernakan biaya yang amat tinggi. yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda. kepada atasannya di Netherland. bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun. bahwa "Banten harus ditundukan. Dibangun saluran secara berantai. juga sarana perhubungannya sulit. karena terletak cukup jauh dari pantai. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. Oleh karena itu. Sebab selama perang berlangsung. Dengan demikian. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6. Hal ini disebabkan. atau. Pada saat perang berlangsung. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. karena beban logistik yang terlalu berat. Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah. Posko pertahanan sebelah timur ini. bahkan dihancur-lumatkan. dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang. telah banyak hal yang terabaikan. tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. dibuat sepanjang jalan lama. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. tujuan Sultan Banten yang tangguh itu. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. antara lain sebagai berikut: Pertama. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah. Strategi ini. Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil. Kompeni yang akan lenyap". pada tanggal 31 Januari 1679. Kedua. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang.000 jiwa. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui. sepanjang saluran yang baru. Salah satunya. dalam tempo 9 hari perjalanan. untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal.

yaitu: 1. Kecemasan pihak Kompeni Belanda. 152 | S e j a r a h K e r a j a a n . Alih teknologi. Sultan Abdulfatah. Dari orang EIC. Sebab. sebanyak 500 orang ke Muara Beres. pos terdepan pasukan Banten. yang mengirimkan koloni petaninya. bahwa pemukiman orang Mataram itu. negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. Muara Beres. ke sebelah timur dari Wales. Dengan demikian. Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). dan mereka dianggap "tidak berbahaya". untuk mengepung benteng Batavia. Peningkatan ekspor. dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional. dihuni petani biasa (bukan tentara). dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda. dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mata-mata Banten mendapatkan. tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland. Banyak di antaranya. ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. Selain pembangunan fisik. Dari Wales.Kesultanan Surasowan Banten. dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru. Di Muara Beres. yang menuju Batavia. dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. Ketika pecah perang. mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. 2. ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". Banten pun merupakan sebuah negara maritim. Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan. Sultan Abdulfatah. Terbukti.000 orang. dengan kekuatan 4. atau ke arah tenggara Muara Beres. dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus. 3. telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672. ia memperoleh informasi rahasia.

Keraton Surasowan. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. De Haan berpendapat. Istana yang megah itu. dibuat pula saluran yang cukup lebar. perjanjian dagang antara Banten-Denmark. mampu berlayar hingga mencapai Philipina. Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan. kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten. yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena keistimewaan sistem saluran airnya. Seluruh komplek. ditempatkan menara jaga. keraton itu dilaporkan bercorak modern. bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. pada tahun 1671. dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. bahwa nama tempat itu (Ragunan). Sebagian besar para teknisi Eropa itu. ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan. Macao. yang cukup tebal. Jalan masuk menuju komplek Istana. diberi dinding bata pada kedua tepinya. Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk. Pada sudut-sudut benteng. berbentuk busur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Melalui kongsi dagangnya. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. Dari nama keraton itulah. Dalam sumber Belanda yang sejaman. dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan. untuk menghindari pengintaian dari luar. Selain Istana Surasowan di pusat ibukota. 1996: 303). dilengkapi pancuran dan danau buatan. dan berfungsi sebagai benteng cadangan. Sultan Abdulfatah. Hal tersebut. Jejak-jejak tangan teknisi Eropa. yang memiliki daya jangkau jauh. Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. dilindungi tembok terbuat dari bata merah. Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. dapat ditandatangani tahun 1670. Kelak. sekarang). Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga. dengan nama Tubagus Wiraguna.Dalam jalinan persahabatan internasional ini. sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. Di sekitar tembok benteng. Negeri Belanda. tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. Benggala dan Persia (Iran). dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. tidak jauh dari pantai. mengundang para teknisi Eropa.

Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai. maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti. Abdulkahar. sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah. Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya. pada tahun 1674. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik. Sejak itulah. untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. Setiap saat. putera mahkota Sultan Haji. Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah. diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten. berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. diperintahkan oleh ayahnya. Sementara itu. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n .yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka. memerlukan waktu 2 tahun. di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan. Peristiwa ini. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten. Sultan Ageng Tirtayasa. dapat saja meletus. di Istana Tirtayasa Selanjutnya. Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. Sultan Abu'nasr Abdulkahar. Tamat (Naerssen. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji. perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda.1977: 159). pada tanggal 16 Februari 1671. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri. untuk menunaikan ibadah haji.

Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. Bantuan senjata dan perbekalan. Karena persaingan itulah. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu. Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. membuat ia mengambil sikap netral. untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur. Dalam kejadian ini. ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. 800 dan 300 orang Makasar. Kedua belah pihak saling membiarkan. di antara kedua belah pihak. Oleh sebab peristiwa itu. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. dan kehilangan kebebasannya. banyak yang menyingkir.Hal yang meredakan ketegangan. Sikapnya yang sangat hati-hati. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. Terbukti. adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker. dalam . cenderung mengarah kepada permusuhan. Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. Sisa-sisa laskar Makasar. Sementara itu. Dalam perjanjian Bongaya (1667). tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar. berturut-turut telah datang ke Banten. bukan saja orang Makasar yang ada di Banten. dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. Koloni petani Mataram di Karawang. bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. Kekhawatirannya. Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. bila salah satu pihak diancam Kompeni. belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n . kemudian bergabung dengan laskar Banten. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. hubungan Banten dengan Mataram. Sultan Ageng Tirtayasa. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. tidak pernah mulus. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. kehilangan sekutunya di kawasan timur. Saran van Goens dan Speeltnan. agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten. Kesultanan Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo.

putera Panembahan Girilaya yang bungsu. telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. Panembahan Girilaya. Menggunakan kapal perang Banten pula. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. juga puteri Mataram. ibu dan isteri-isteri mereka. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya. dalam peristiwa itu. adalah kemenakan Panembahan Ratu. dengan keraton Mataram. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat.Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Oleh sebab itulah. yang telah lama retak. Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. dapat dipererat kembali. Ibunda Amangkurat I. Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. Selain itu. Hanya saja. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. Mereka hanya menjanjikan. Mereka bersama ayahnya. mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. tidak mungkin dipenuhi. kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. Kesultanan Surasowan Banten. karena alasan politik. Menggunakan kapal itu pula. buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagai Sultan Sepuh. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. Sultan Ageng Tirtayasa. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram. akan mengambil sikap netral. Masing-masing. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram. kedua orang kakaknya. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. Sebagaimana telah dikemukakan. Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. Akibat peristiwa itulah. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu.

Gubemur Jenderal Maetsuycker. pada bulan Oktober 1677. Berdasarkan pertemuan itulah. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. termasuk mahkota Majapahit.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menyeberangi Selat Madura. 157 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai tebusan biaya perang. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. Maetsuycker yang semula bersikap netral. tidak menerima usul tersebut. putera mahkota Mataram. Speelman kembali ke Japara. Akan tetapi. sama-sama penganut garis keras. dan menyerang Arosbaya di Madura. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. namun ditolak oleh Trunojoyo. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom. Akibat serbuan Trunojoyo. Akan tetapi. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. Sebagai penggantinya. tidak meneruskan gerakannya. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. Karena peristiwa itulah. langsung menyerbu ibukota Mataram. supaya Trunojoyo beserta sekutunya. segera dilumpuhkan. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. dengan tujuan mendapatkan wilayah. Pada tanggal 2 Juli 1677.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. yang selalu hati-hati. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. Selain itu. Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. ia beserta mahkota Majapahit. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. la berkirim pesan kepada Speelman. Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland. Speelinan pun mengusulkan. Selanjutnya. Akan tetapi. melainkan oleh Kompeni Belanda. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. Pusaka-pusaka Mataram. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. Selanjutnya. setelah Trunojoyo tertawan. serta berhasil merebut dan mendudukinya. karena menganggap sebagai konflik intern keraton. penumpasan gerakan Trunojoyo itu.

sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. pada bulan September tahun 1678. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur. karena Rangga Gempol III. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten. Rangga Gempol menggempur Sukapura. Sebagai langkah awal.F. Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. dengan mengerahkan 300 orang Talaga. sebagal pembayar hutang biaya perang. daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane. Akhir tahun 1678. Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677. namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker. Situasi baru ini. yang merupakan wilayah bawahan Banten. di bawah pimpinan Wiratanu. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656. Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. Hubungan dagang Sumedang . dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. Bupati Sumedang. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama.Kompeni. Selanjutnya. menyingkirkan para kepala daerah setempat. peluru dan mesiu. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda. sehingga memperoleh bantuan meriam. PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. melalui Kapten Hartsinck. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . Parakanmuncung dan Bandung. senapan. pada tahun 1680.

Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram. 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Haji. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri.Cakrayuda. yang berkedudukan di Pamanukan. mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan. sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). Sultan Haji bergaul akrab dengan W. bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. Akhirnya. justeru muncul dalam kesempatan tersebut. Tetapi yang paling membahayakan negara. mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. Kabupaten Cianjur. tanpa kajian yang mendalam. Secara politis. Caeff. Rangga Gempol kembali berkuasa. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. Sementara itu. Potensinya masih kecil.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. la labil dalam sikap. di daerah Indramayu. Sebab. yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. sehingga bukan merupakan ancaman berarti. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. adalah menantu Bupati Bandung. Sultan Ageng Tirtayasa. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. Pendudukan Banten atas Sumedang. serta orang-orang Belanda lainnya. untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. Ambisi Sultan Haji yang amat besar. Akan tetapi. la senang meniru perilaku orang Belanda. hanya berlangsung kurang dari dua tahun. mudah terpengaruh bujukan orang.

Dalam sehari. Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. Oleh karena itu. namun lincah dan tak senang diam. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar. ia berani mempertaruhkan nyawanya. lengkap dengan keadaan politik. dan Perjanjian Japara untuk Mataram. menjadi penguasa wilayah". Belanda kelahiran Rotterdam itu. terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. terbawa mati. la tidak berani. tanpa persiapan yang benar-benar matang. Watak dan keuletan Speehnan. Sikap licin seorang pedagang ulung. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. ia orang Kompeni Tulen. Akan tetapi di darat.Kompeni Belanda sudah merasa kesal. Wajar bila Vlekke dalam bukunya. terpaksa menahan diri. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten. semakin meruncing. perunding dan panglima perang. Dari "tiga serangkai Kompeni". telah akrab dengan iklim tropic. untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. Untuk kepentingan Kompeni. Berkat pengalamannya sebagai pedagang. ia menyusun catatan pertempuran. dalam pertempuran di laut. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam. Pada saat-saat perang sedang berlangsung. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. Rijcklof Volckertsz van Goens. Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n . van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. karena ia meninggal pada bulan November 1681. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. Speelman mengetahui. Banten. tetap rawan. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. la sangat memahami. dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. pasukan Banten masih terlalu tangguh. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. karena gangguan gerilya Banten. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645. tubuhnya kekar. Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. Speelman mematangkan situasi. Akhirnya. la cerdas dan cerdik. Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. Keamanan kawasan di sekitar Batavia. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji.

161 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pertahanan daerah Angke-Tangerang.Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu. Kapten Tack. van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. Van Happel. di bawah komando Saint Martin. Sistem politik adu domba. dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". dan Saint Martin. yang ditempati oleh Sultan Haji. membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya. melainkan sebagai "penolong". Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". di bawah komando Kapten Tack. dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. Mereka adalah: Kapten Hartsinck. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. yang menempati Istana Surasowan. saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. sebagai perunding ulung. pada malam 26 Februari 1682. ialah menghasut Sultan Haji. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. Tugas van Dijck yang sesungguhnya. komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. oleh Jacob van Dijck dan Caeff. Akan tetapi. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia. padahal di benteng "Batavia". ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan. agar lebih berani mengadapi ayahnya. dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. Sehingga. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai". Sementara itu. disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. Sultan Haji menawarkan perdamaian. Dengan dalih. Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. berjalan mulus. terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Padahal. Selanjutnya. Sloot. Speelman mengutus Jacob van Dijck. pasukan bantuan Kompeni Belanda. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. pada tanggal 8 Januari 1681. anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. pada tanggal 16 Maret 1682. tiba di Pelabuhan Banten. dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap.

memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. pasukan darat dan laut Banten. Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. Akan tetapi. mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. bergerak menuju ke Tirtayasa. mulai menembus keraton Tirtayasa. mencoba mempertahankan daerah tersebut. mundur menuju Tanara. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. disambut baik dengan penuh rasa hormat. Dari ibukota Surasowan. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan. pada bulan November 1682. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck. Hingga bulan Agustus 1682. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. Saat itu. sehingga terjadi stagnasi. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. berhasil merebut Pontang. dengan perhitungan yang matang. berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. Sementara yang lain menunggu di Sajira. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. oleh Sultan Haji. Pada bulan Oktober 1682. Serbuan pasukan Hartsinck ini. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia. Pasukan gabungan ini. yang berada di Keraton Surasowan. ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji. armada darat dan laut Kompeni Belanda. Sedangkan di Tanara. Akhirnya. Pada tanggal 28 Desember 1682. Selanjutnya.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. Pasukan gerilya Banten. di sebelah selatan Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. memasuki keraton Surasowan. Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. Hartsinck mempersiapkan serangan baru. bergerak menuju Tirtayasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang berisi bujukan dan permohonan. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. Beberapa hari kemudian. turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung. pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. Di Tanara. meriam tempur Hartsinck. Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan. melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di tempat itulah. Pada awal Maret 1683.

bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. Banten mencapai masa kejayaan. Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa. menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. la dihormati dan disegani oleh lawannya. Menurut pengamatannya. adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Haji tidak berdaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. yang diberikan rakyat Banten kepadanya. Sultan Banten. Denmark. Tanpa ragu-ragu. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692. Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya. Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. Selanjutnya dalam catatan Vlekke. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten. Kemungkinan besar. Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia menyebutkan. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng. tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. telah berhasil memikat para pedagang Inggris. Karena terbukti. dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan. Akan tetapi. Bahkan. di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. Mungkin saja. mereka merasa senang. mencoba memodernkan negaranya. lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir.Keraton Surasowan. ialah musuh besar Kompeni Belanda. jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan. Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Sehingga. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". Seperti juga raja Makasar. Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda. agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. Pada saat itulah. terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. Penangkapan itu. dan Perancis. dalam berbagai sumber. ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa. dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya.

Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam tahap permulaan. melonjak naik. sebelum kedatangan orang Portugis. ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob. Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. Benggala dan Persia. Sultan Haji mengira. yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. berada pada titik puncaknya. Padahal. mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten.Atas bantuan orang-orang Eropa. akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. la pun menuntut hak. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten. Mungkin penunjukkan tahun 1672. melanjutkan perjuangannya secara gerilya. dari manapun asalnya. setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983). Hal itu justeru tetjadi. pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. Macao. yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. Serang. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. Kesadaran politik inilah. Orang berkata. berakhir pada tahun 1683. seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. Satu tahun lamanya. penerbit Saudara. Para pedangan India. terdapat kesimpang-siuran. melakukan pelayaran ke Philipina. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka. bukan sebagai "bangsawan niaga". pada tahun 1677. dari sumber-sumber yang ada. kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. Akibat peristiwa penangkapan tersebut. Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. Oleh sebab itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. dipimpin oleh para nakhoda Eropa. para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”. oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). Muhammad Ismail. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. Cina dan Arab. Disertai salah satu kapal milik Banten. la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. putera mahkota (Sultan Haji).

diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional. Karena nilai-nilai kepahlawanannya. penelitian. luas wilayah perjuangan. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. 4. dan lain-lain. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. artistik. atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa. Ekadjati (Ketua). Setelah dilakukan penelusuran. G. yaitu Pangeran Sake. yaitu Tubagus Mustafa. 5. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984. tanggal 8 April 1985. Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa. edukatif. psikologis. Drs. untuk meneliti. dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda. politis. Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. terdiri dari: Prof.direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. Edi S. dan dukungan rakyat.M. dan Drs. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. kesulitan yang dialami.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. 3. dibentuk tim. Dr.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Salah satunya. tingkat volume lama perjuangan. Saini K. berdasarkan. Adik Sultan Haji. Skep/182/N/1985.CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi. 2. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional. jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah. Pada tahun 1985. Tim inti itu. Sprin. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya. No. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18. putera Pangeran Sake. No. jumlah korban pada pihak musuh. Saleh Danasasmita (Anggota). (Anggota). antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n .

tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi). Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi). la raja yang bijaksana. sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. 2. Perlawanan rakyat Banten. Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. antara lain: 1. Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810). 3. 2. dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). 4. *** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. Raden Alit Prawatasari. raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819).1. Bagus Rangin. 5. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723). 7. dan 3.T. raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi. Dari hasil seleksi pada waktu itu. Sultan Ageng Tirtayasa. terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . gagah berani. Sri Baduga Maharaja. Perlawanan Bupati Sumedang R. Ketiga tokoh tersebut. terukir oleh tinta emas sejarah. terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683). Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi). yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. Kini diorama dan patungnya.A. 8. 6.

Beberapa puluh tahun kemudian. dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot. dua pakar yang terkenal. Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang. yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana.1996:101). dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta. memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati. menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. Pada wayang Kumbayana. yang menggambarkan Brahma. Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci.BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI . Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara. ternyata sebuah yoni. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali. untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. Durga dan Ganesha. semuanya dikirim ke Batavia.1984: 29).MELACAK RAJATAPURA I. melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel. kecuali satu. Brumund dan Van Hoevell. Beberapa bulan kemudian arca itu. diangkut ke museum pula. 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap. karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya. Arca itu. Agastya. pada paro pertama abad ke-19. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie. kendi itu dihilangkan. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme. meniru bentuk janggut patung Agastya. sekalipun orang Cina berkeberatan. Siwa. Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten.

kemudian dibahas oleh Yogaswara.1993: 33). telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. mengemukakan pendapatnya. bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara. antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis. Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka. ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari. Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya. dalam Guillot. 1850. dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles). Pada materi yang sama. Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung. Kedua-duanya. Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. Sayangnya. tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite. luasnya sekitar 17.Boleh jadi. Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993). Pada berbagai singkapan. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. Halwany Michrob. Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M). antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. yang terletak di pesisir barat Pandeglang. tuffa. antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang.500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. 1996. menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain. dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich. maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok. kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut. ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda. 104). Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bila dikaji lebih dalam. tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda. Pemujaan terhadap Agastya.

(1996). Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam Michrob. dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan. sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara. Dengan demikian. dikatakannya kepadanya. bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah. Dalam pada itu. di Pulau Panaitan.daerah ujung selatan Surnatera. Selanjutnya. Ketika bapaknya datang kepadanya. 1978: 38). Bahkan dalam hasil penelitian lainnya. MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah. sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya. Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik. Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan. dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya. Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja. bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat. 1984: 3334). dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam.1996: 106). Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara. seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913). yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur. mengisyaratkan.1894 dalam Guillot.1983: 33). karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita.1993: 33).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari. seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. II. dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman. Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526. Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari.

Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa". Batu Cangkrung. Di lokasi Batu Kiara Sarebu. diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja. 170 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi. terdapat batu-batu yang dikeramatkan. menurut cerita rakyat. yang berserak di bawah cucuran air terjun. Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. Kekeramatan batu tersebut. Batu Cangkrung. Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. konon milik Maulana Hasanuddin. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah. dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. Pada hemat kami. sehingga dapat menampung air (nyangkrung). Uniknya. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. Menurut cerita rakyat.dicari". ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). Batu Kiara Jingkar. dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung. Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa. ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu. tidak pernah kering. ada semacam "gambar" ayam jantan. merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. Batu Sanghiyang Kotok. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Menurut cerita rakyat Cilentung. Untuk membuktikan kebenarannya.100). menurut cerita rakyat. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi. air terjun Curug Putri. dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter. Air Terjun Curug Putri. ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor.19y6. di sekitar puncak Gunung Pulasari. Di lokasi tersebut. Batu Kiara Jingkar. Patut disayangkan. Batu Kiara Sarebu. dahulu kala banyak terdapat pohon kiara. air di atas permukaan yang cekung tersebut. antara lain: Batu Sanghiyang Arca. Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. tebal 10 centimeter. Menurut cerita rakyat. dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari. pipih. Ayam jantan tersebut. yang dibentuk serupa "makam".

Selain tempat-tempat keramat biasa. membujur arah timur-barat. sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". Mungkin. akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. Bahkan batu-batuan yang ditemukan. kelihatan pula. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal. terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam".346 meter di atas permukaan laut. Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. Makam yang pertama. nampak gosong. tetapi hampir tidak menonjol. yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik. Uniknya. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. 1996). Di lokasi puncak Rincik Manik. banyak sampah-sampah berserakan. yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. Di bagian lain.Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari. jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut. terdapat dua tempat yang dikeramatkan. dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. pada ketinggian antara 1. Di lokasi puncak Rincik Manik. Hal itu. dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu. Di lokasi puncak Roncang Omas. Makam yang satunya lagi. lengan-lengan dan kelamin lelaki.300 meter hingga 1. membujur arah utara-selatan. yang ditinggallkan wisatawan lokal.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala. ketika diukur menggunaltan kompas. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di lokasi itu. Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas.

. dikemukakan antara lain sebagai berikut: . Mungkin Guillot kecewa. Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda. Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar. dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja". dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot. Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri. Haris Sukendar.bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang.1985: 92).. menerangkan makna dan fungsi menhir. 1981/1982: 247). Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang. mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur). dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938). tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang. dan belum dikerjakan (Sukendar. Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1.1996:100). karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek. yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono. Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek. Jawa Barat. dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia. Di daerah Lampung. antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri. "primitif" dan "kampungan".

mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu. ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu. yang menjadi tujuan terakhir.. Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran.wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//. Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung. Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan. namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte.1984: 42). bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n . Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai. dengan mengucapkan mantra. yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda. Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu. Mereka memohon kepada nenek-moyang. Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik. terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir. tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya. Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan. rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya. Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka. Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme. yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali. Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang"..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan. banyak sekali. antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas. Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa.

1984: 42). pada masa 2000 tahun yang silam. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. keadaan pantai barat Pandeglang. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang. Sanghiyang Dengdek. Batu Cihanjuran. Cicaringin dan Cibangangah. Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. debu. Desa Cikoneng. Kecamatan Cadasari. Lokasi di Kampung Kaduhejo. 7. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. lokasi di mata air Cihanjuran. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. Batu Goong. Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. 2. membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari. Lokasi di Desa Banjarnegara. 9. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. Lokasi di Desa Batulingga. 4. 5. Posisi di puncak Gunung Pulasari. Kecamatan Banjar. Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. Dihitung secara geologis. Lokasi di Desa Sukasari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 6. terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud. Desa Pasirpeuteuy. 8. 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). antara lain berupa menhir: 1. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. Berdasarkan kajian geografi sejarah. Sanghyang Healeut. Cilabuan. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. Desa Sanghyangdengdek. Kecamatan Saketi. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. Kecamatan Saketi. sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat". Jumlah 3 buah menhir. Makam Gunung Cupu. juga Gunung Aseupan. 3. Kecamatan Saketi. Kecamatan Cimanuk. Sanghiyang Arca. oleh arus deras sungai Cibama. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut. Gunung Karang.nenek-moyang. Kecamatan Menes. Batu Rincik Manik. kerikil dari letusan gunung. Batu Lingga. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada. Batu Pahoman. Gunung Pulasari. Lokasi di Kampung Pahoman. Kecamatan Mandalawangi. Lokasi di Desa Gunungcupu. Terhanyutnya pasir.

Lokasi di Desa Parigi. dalam laporan resminya (1908 no. 3. Lokasi di Kampung Cidaresi. ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen. Kecamatan Cimanuk. Djajadiningrat. Kecamatan Cimanuk. Batu Cangkrung. Lokasi di Desa Saketi. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di Desa Parigi. Batu Notod. Batu Pangsalatan. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi. Batu Kasur. Lokasi di Kampung Nembol. masih terdapat gejala religi "agama masa silam". Batu Ranjang. diduga memiliki nilai kepurbakalaan. 12. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Kecamatan Mandalawangi. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk. van Tricht. 9. Batu Sanghiyang Kotok.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Desa Palanyar. 7. Lokasi di Kampung Cibulakan. Bupati Serang tahun 1908. Batu Tongtrong. 3. Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain. 2. Batu Keris dan Bata Teko. orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. Batu Pangasaman. Batu Qur'an. 5. Desa Palanyar. 11. Kecamatan Saketi. 10. 1786.1929: 47). 2. di antaranya: 1.A. Di kawasan Popinsi Banten. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. Batu Tumbung. Kecamatan Saketi. 6. Desa Parigi. Kecamatan Saketi. Batu Saketeng. Kecamatan Menes. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk.III. 8. dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal).A. Hal ini diperkuat oleh laporan RA. 4. Kecamatan Cimanuk. Kecamatan Cimanuk. Kampung Sampalan. Lokasi di Kampung Baturanjang. antara lain: 1. Batu Kuda II. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di Desa Sukasari. Lokasi di Desa Palanyar. Kecamatan Saketi. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . Batu Kolam Citaman. Batu Kuda I. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan.

Keterangan peninggalan tersebut.1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya. Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna. dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak. sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita. Walaupun kurang terdapat keterangan terinci.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada. Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa. antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen. Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten.disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. akrab. Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis. antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir. dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk. sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan. Namun. berupa peninggalan dari masa pra-Hindu. diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993). Bagi mereka.1984: 43). dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima. Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku. namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902). van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy. Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan. bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha.

terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur). kemungkinan besar pernah tersingkir. Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma.1993: 5-6). dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. kemungkinan ada unsur kesengajaan. "ratu bakti di dewata. dewata tunduk kepada hiyang). dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek. Iswara. Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna. sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme. antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan". yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal.pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm. akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). Kemungkinan-kemungkinan itulah. maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan. yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme. mengemukakan pendapatnya. dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari.j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. niskala = gaib). 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar. 1984:41). Wisnu. peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang). Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala. Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob. Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib). Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter. Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita. Sang Pencipta Roh. Jadi hiyang-lah yang paling tinggi. 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tidak menutup kemungkinan. sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja".

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//. Ada yang memuja Siwa-Wisnu. dipelihara dan sangatlah baik karenanya. Karena sekalian warga masyarakat. juga Hyang Wisnudewa. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan. di antaranya berburu di hutan pegunungan. Anutan mereka sekalian Waisnawa. Sang Raja membuat candi. Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati.. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari". yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. berdagang. Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan.. Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot. Adapun mata pencaharian warga masyarakat. sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda. Sanghyang Agatna senantiasa dihormati.// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa. ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta. Ada yang memuja Hyang Siwa... Oleh karena kekunoannya itulah. Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengusahakan pelayanan. Golongan ini banyak pengikutnya. . menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera... Ada yang memuja Hyang Ganayana. mengharapkan hidup lanjut dan selamat. bertani dan sebagainya. Kekunoan arca-arca tersebut.

Guillot menjelaskan. terdapat pada bagian akhir (kesimpulan). sehingga hilang keunikan tempat asalnya. daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah). Saleh Danasasmita.1996:103). yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno.1996:108). Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia. Kota Palembang di Sumatera Selatan. Oleh karena itu. sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu. sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada. Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam. posisinya jauh dari garis pantai. beserta beberapa arca lain yang bergaya lama. karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang.1984:13). Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga). untuk sementara belum dapat dipastikan. dan bahkan nama kerajaan itu. dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n . berada tepat di pantai. menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850. Sedangkan Palembang sekarang. Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot.1984). pada bagian lain. penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita. antara abad ke-7 hingga abad ke-11. Akan tetapi. hingga mencapai 8-9 kilometer. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni. Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut. di bagian Pulau Jawa yang paling barat. Banten sebelum masa Pajajaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu. memberikan kepastian lokasi. antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta. Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane. Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. telah ditemukan di daerah Banten. ia menulis tentang arca Ganesha.mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)". Kutipan tersebut sangat berharga. dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot.

sangat strategis. Di salah sate permukaan batu itu. bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta. ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu). titik terbesar yang berbentuk persegi empat.garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. Burhan menyebutnya "Batu Peta". Kemungkinan tersebut. terindikasi adanya beberapa ketepatan..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta". dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938). berada di tengah-tengah. dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura. Posisi kota Kecamatan Mandalawangi. parwa I sarga 1. sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan. Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi). Kemungkinan besar. menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm. terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . terungkap sebagai . halaman 154. bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang. berada di pesisir barat Pandeglang. dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. ditinjau dari segi pertahanan keamanan. berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari. juru pelihara Burhan. Secara kebetulan.//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat. posisi kota kecamatan Mandalawangi. Barmawijaya (akhli geologi). (terletak) di tepi laut. didukung oleh pendapat Dedi M.1980:13). kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai. tinggi 9. Begitu pula hal yang sama.. bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi. Oleh karena itulah. lebar 18 cm. Setelah dicoba dikaji-bandingkan. saat ini (18 Maret 2001).5 cm).. Kemudian.

184 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara. diduga kuat.benteng alam: Gunung Pulasari. Oleh karena itu. Gunung Aseupan dan Gunung Karang. posisi Mandalawangi.