SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

aksara: Cacarakan.5 cm. dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman. Penelitian usia naskah-naskah tersebut. memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. Bahasa: Jawa Cirebon. Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A. bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman. sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno. tulisan: 32 x 22 cm. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah. Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara. tulisan umumnya masih terbaca. halaman: 35. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep).5 x 27. Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999). sebagian dari Serang (Yusuf. Walaupun demikian. 2. yaitu halaman awal dan akhir. Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron. halaman yang ditulis: 213 halaman. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988). Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda. ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. bahan naskah: Dluwang.4. sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). 1 halaman kosong. tinta hitam. bentuk: Prosa. kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang. Edi S. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati. sampul: 35. Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978. tebal: 214 halaman.5 x 27. di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah. menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa. naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta. 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda .1999:187). sudah berusia lebih dari 100 tahun. Ukuran. Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). yaitu: 1.5 cm. gaya Cirebon. Kertas sangat kusam kehitam-hitaman. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu. dapat diketahui. salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta.

Balikuna. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. Menurut Pangeran Wangsakerta. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar. sumber. parwa dan sarga. penyusun. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. yaitu: 1. pencarian sumber dan bahan. tujuan penyusunan. Pustaka Carita Parahiyangan. hukum. pembentukan panitia. nama naskah. alasan penyusunan. yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). Pustaka Nagara Kretabhumi. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga. di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. Melayukuna. Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi. Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara. kepada Sultan Cirebon. bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. Di antara mereka itu. 4. Selain itu. dibawa kembali ke negaranya. Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya. dari daerah lain. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta. dan Sundakuna. banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. dan kesehatan. seperti misalnya sejarah. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. pengundangan nara sumber. Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon.3. Purwaka 2. yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan.1985: 537). Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). terdiri dari tiga bagian. Kolofon Bagian purwaka.

Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang. Musyawarah tersebut diadakan. d. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta. Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2. bahwa dalam tahun 1677 M. 1. Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi. Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c. di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. Kata pengantar itu kadang-kadang lebar.masalah yang muncul dalam sawala. yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . adalah sebagai berikut: a.1985: 530-557). Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. 4. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. Panitia Pelaksana. agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. Bagian kedua. 4. Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. 2. Pelaksanaannya. 5. 3. atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman. Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. kadang-kadang amat ringkas. Penasehat: 1. III. Dari kata pengantarnya itulah diketahui. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan. Jaksa Pepitu Cirebon.

Bantayan. Cirebon. Lasem. Sukapura. undangan dan juru bahasa 6. India. 7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . setelah disepakati bersama. Sangga II: Mataram. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. Minangkabau. tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. Arab. Barus. Tanjung Nagara. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. Tegal. Berunai. Tembayat. f. Perelak. Malaka. Jepara. Mojoagung. Kuta Lingga. Nayapati. Wirasaba. Anggadipraja: duta keliling. Pasuruan. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. Parakan Muncang. Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. Galuh. b. d. f. Cangkuang. Gurun. Pendengar (pangreungeu). dan Trengganu. Tuban. Namun di antaranya. Brebes. Makasar. dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). Panarukan. Banggawi. e. Tanjung Puri. Balambangan. Kertabumi. Kuningan. Imbanagara. Rancamaya. Luragung. Demak. Bali. Tanjung Kutai. Sedayu. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. Kudus. Talaga. Lwah Gajah. Benggala. Seran. Madura. Tanjungpura Karawang. Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. Tumasik. yaitu: Sangga I: Surabaya. Para Peserta. Losari. Sangga IV: Sumedang. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). dibuat risalah resmi. Bagelan. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a.5. Giri dan Sendang Duwur. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok). Banten dan Palembang. dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. Ukur. Campa. ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. Semarang. Geresik. Kediri. Maluku. Sindangkasih. Lamongan. Sangga V: Jambi. c. Ambon. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). Sri Langka. Taliwang. Galunggung. dari negara tetangga yaitu: Mesir. Galiyao. Rajagaluh. Pasai. Cina. Lamuri. Bangka. Dermayu.

dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya). Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan. Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). keturunan raja-rajanya. tahun berdirinya sesuatu kerajaan. Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1. IV. dalam upaya menyusun naskah sejarah. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. tahun wafat raja dan banyak hal lagi. Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur.g. bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. istri raja. Madura dan Banten. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. tahun pemerintahan raja-rajanya. lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing. dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya. 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. meletusnya suatu pemberontakan.

dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana). dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini. mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). Lebih. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua. terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka. Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. Walaupun demikian. terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi. tidak lagi dibuat-buat. Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita). maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. Tetapi mereka memberikan catatan. Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan. Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya. Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. Karena itu aku menempuh jalan tengah. Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya. Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). lebih-lebih dengan para sesepuh.Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya.

oleh Jaksa Pepitu. mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi. sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. Dalam jilid yang lain. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya. selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja). tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang.beserta kerajaannya. musyawarah itu telah berlangsung. la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah. Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. Penulisan naskah menjadi pustaka. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. Dapat diketahui. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta.jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. dan Panembahan Anom. agamanya. Patut disayangkan. maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . memang baru dilakukan kemudian. Dilihat dari gaya tulisannya. Tanggal tersebut. baik secara khusus maupun sambil lalu. Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. Karena itu. Bila demikian halnya. sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang. Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan. Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. sebagai para penguasa Cirebon. Kemudian.

sehingga Karta ibukota Mataram. ialah karena melihat kenyataan. Alasan pertama. Sultan Kanoman. Permasalahannya. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari. Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan. yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan). Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. ada dua hal yang menarik. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen). Alasan kedua ialah. Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena para penyusun memperoleh tugas. 2. adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi. yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram. yaitu: 1.terjadi penyerbuan Trunojoyo. mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662). Dalam kenyataannya. Pangeran Abulfath Abdulfatah. Di antara amanat Sultan Sepuh itu. Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. dan 3. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. Dengan demikian. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. walaupun tidak dijelaskan. barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. Setelah itu. Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis. bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara. Tahun 1676. ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut. berlangsung di Keraton Surasowan Banten. dari orang yang sangat mereka hormati. dan Panembahan Kacirebonan). adalah keterangan Wangsakerta. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa.

Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. Samudera Pasai. Disana. hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa). Dari naskah-naskah yang terkumpul. Sriwijaya. Banjarmasin dun Nusa Bali. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak. uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984). ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta. dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. dapat dikatagorikan logis. baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja. dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. dengan cara mengkompromikannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sedangkan beberapa hal lainnya. atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama. kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. Jawa Tengah. Secara runtut berlangsung. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. Dalam ambahan sumber. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. Dalam hal yang demikian. dekat Bukit Gempol tahun 1528. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia. Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya. dalam beberapa hal. yang kehadiran makamnya di Desa Leran. Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun. Bahkan. pada salah sebuah nisan. tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697. juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n .riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna). meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga. Tatar Sunda. Jawa Timur. sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. Bila hal itu tidak mungkin.

Di lingkungan terbatas kerabat keraton. Sebagai Sejarawan Abad XVII. F. Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). tersimpan sebuah dokumen. tanpa nilai khusus. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. Di gedung Arsip Nasional. ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon). sama sekali bukan. sebagal salah seorang penguasa Cirebon. ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I. pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. Menurut Saleh Danasasmita. tokoh Pangeran Wangsakerta. berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. ternyata benar-benar ada. Tulisan tersebut berupa makalah. Dalam naskah tersebut. De Haan mengumpat Caeff. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. pada tanggal 9-11 Maret 1986. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n . membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. van der Meer dan Jan Mulder.V. De Haan (1912. Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. Di bagian bawah naskah sebelah kiri. Karena kesal. Catatan Harian Kompeni. Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan. Sedangkan Dipati Topati. Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. bahwa berita tersebut "tidak benar".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. dalam pertengahan kedua abad ke-17. nyaris tidak dikenal oleh umum. Pada urutan ketiga. bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. de Haan dalam buku Priangan II (1912). dicantumkan dengan tegas. Dr. melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta. terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon. PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. Dalam sumber Kompeni lainnya. yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. dikenal adanya sebuah naskah wawacan.

ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda. Panembahan Girilaya berputra tiga. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama. Anggaraksa. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. Anggadiprana. senantiasa ingin merebut Cirebon. masih sangat kabur. Dari perkawinan tersebut. Tapi raja Matararn. maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat. Empat tahun kemudian. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama. Dari puteri Mataram.Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri. dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. adiknya. Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu. Singanagara. Anggadireksa. pada tahun 1599 Saka (1677 M). Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram. termasuk kedudukannya di Cirebon. Sunan Tegalwangi. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. Setelah Panembahan Ratu wafat. lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama. Purbanagara. dan Nayapati.

menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. Sementara itu raja Mataram. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi. Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon. tentara Mataram selalu menderita kekalahan. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. adiknya. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya. Setelah itu putranya. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten. Setelah wafat. Susuhunan Amangkurat dan putranya. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Pangeran Dipati Anom. yaitu aku sendiri. Mataram dan Belanda. Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. 15 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya. Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. Dalam pertempuran di berbagai daerah. yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat. Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya. Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten. Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka.

merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta. *** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . sehingga dapat menghapus segala kekisruhan. Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat. Lalu Sultan Banten mewisuda kami. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan. Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon. Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda. akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo. Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten.Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri. Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain. Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram. Kutipan di atas. Akhirnya Panembahan Sepuh. Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda.

di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bisa saja terjadi di Tatar Sunda. PURWAYUGA Sedemikian jauh. Sebelum kemungkinan itu terbukti. Akan tetapi. permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala.BAGIAN : 2. Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang...1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala). berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1. dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba).// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a. antara lain sebagai berikut: . dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto). SALAKANAGARA I. (Wangsakerta. Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n . kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama. maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah.

yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna. tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. Akan tetapi. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. terutama di Pulau Jawa.000 sampai 300. Di daerah lain di Pulau Jawa. kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya.000. Ada pula yang seperti raksasa. hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan. Kira-kira 1. sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni. belum ada mahluk hidup. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n . Namun demikian. hanya menggunakan tangan. antara 750. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata. dan hutan Kalimantan (Bakulapura). Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). karena mereka berlaku seperti setengah hewan. besar dan tinggi sosok tubuhnya. di lereng gunung dan tepi sungai. Beberapa juta tahun kemudian. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi. tanpa busana. Berjuta juta tahun kemudian. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya. manusia hewan. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan. Mereka mirip kera. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. Mereka adalah manusia purba. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung. hutan Makasar.menjadi dingin. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. Ada yang tinggal di atas pohon.000 tahun yang silam. Kemudian. Kulitnya berwarna gelap. Di antaranya ada yang menyerupai kera.000 tahun yang silam di Nusantara.000 tahun sampai 600. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang. hutan Sumatera.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

tidak banyak berbulu. dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain. saling bunuh di antara sesamanya. Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara. Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. Sementara itu. tetapi buatannya tidak bagus. di Sumatera. Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga). Kira-kira 250. Selanjutnya. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam.000 sampai 20. antara 500.000 sampai 25. musuh. Ke dalam zaman tersebut. Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya.000 tahun yang silam. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas. serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). Akan tetapi bertubuh lebih kecil.000 sampai 300. Mereka hidup antara 50. ataupun binatang. mahluk jenis inipun akhimya punah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa. Sumatera. dan Pulau Jawa. 19 | S e j a r a h K e r a j a a n . Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga). Senjata dan perabotannya terbuat dari batu.000 tahun yang silam. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah. diburu. pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil. Seterusnya.Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600. antara 300. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa.000 tahun yang silam. berwarna kuit agak gelap. Mereka tidak cerdas.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara. Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia.000 sampai 50. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare).000 tahun yang silam. jumlahnya tidak banyak. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba. Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak.000 tahun yang silam. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. Rumah mereka itu berderet. Singkatnya. dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. dan daging hasil buruan. batu. mereka menderita kekurangan makanan. mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi. darah. Setibanya di sini. ikan. menguasai berbagai ilmu mantera. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. Makanan sehari-harinya adalah daging. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. arwah leluhur. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. melindungi adat. umbi-umbian. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. sungai. lalu menetap di sana. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap. dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen. pohon besar. Mereka berburu hewan. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. dan keluarga. tunas. sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya. Anak. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. Untuk sementara. tumbuhan. selalu bertapa. mengharap terlepas dari penderitaan. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. gunung. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. dan rempah-rempah. Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. daundaunan. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. hampir sama seperti di negeri asal mereka. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. cucu. siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. matahari. mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . memberi berkah.Akibatnya. Sang Panghulu yaitu Sang Datu. kayu. masing-masing membuat rumah. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. mengharapkan berumur panjang. tunas. Karena itulah. Lama kelamaan. Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. mengalahkan musuhnya. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. buah-buahan. melaksanakan sembah-hiyang. lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. bulan dan bintang. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan.

perak. permata. serta membuat aneka obat-obatan. mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang. Akan tetapi. lalu ilmu tentang rempah-rempah. telah mengenal emas. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. Kaum pendatang kelompok ini. gempa bumi. Zaman ini. Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. Kaum pribumi itu selalu kalah. dan kenistaan bagi orang pribumi. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. dan ilmu memanah (dhanurweda). membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran. dan perahu dengan baik. segera dikalahkan. Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang. oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga). karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan. hutan dan gunung. mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). musim kemarau. seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. tentang gunung.600 sebelum tarikh Saka. sedangkan batu-batuan dan tulang. serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. tentang ucapan. menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. Kaum pribumi. tumbuhan. ukuran. hari. yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. Terjadilah pengungsian besar-besaran. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. makanan.lukisan menurut kehendak masing-masing. tiba kira-kira tahun 1. Di samping itu. akan ditangkap dan dibunuh. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. serta membuat wayang dari kulit diukir. menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). musim hujan. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan. telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. merasa terhina dan sangat takut. tentang hewan. tentang tanah. pendatang baru makin lama makin banyak. ilmu tentang hutan. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. manik. kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. Sebaliknya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kesengsaraan. karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi. membuat api dengan batu api dan besi.

putera Datuk Waling namanva. Sang Aki Bajulpakel. putera Datuk Pawang Marga namanya. kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem. yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India. putera Ki Srengga namanya. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. 1980. berdiaiu di wilayah Langkasuka. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. yang berdiam di pulau Hujung Mendini. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. ia berdiam di dukuh di tepi sungai.…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. Selanjutnya. Sedarrgkan Yunnan sendiri. yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut. dalam naskah tersebut dikemukakan. putera Ki Pawang Sawer namanya. terdapat sebuah kota kecil Yu-wan. Datuk Banda putera Nesan namanya. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . USA). berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Oleh karena itu. Datuk Pawang Marga. Ki Bagang. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. kota Yu-wan. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. di wilayah Propinsi Yunnan. merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. menurut para akhli. Selanjutnya Aki Dungkul. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. Ki Pawang Sawer. Yu-wan dalam bahasa Cina.

juga membuat berbagai obat-obatan. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China. dan pengetahuan tentang tutur kata. Golongan pribumi senantiasa dihinakan. ialah membuat senjata dari besi. gempa bumi. (musim) penghujan dan kemarau. karena bodoh. ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru. Selanjumya. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya. membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. orang yang datang baru bertambah banyak. yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita. manik. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. perilaku mengenai alat penukar. Biarpun sering melawan. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. Penyebabnya. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. Adanya benturan dua lempeng tersebut. dibuat dari kulit yang diukir. Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. berkeliaran tanpa tujuan. yang dijadikan makanan sehari-hari. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. kendaraan. perak. di puncak Himalaya pada saat musim semi. gunung. menimbulkan gempa tektonik. Wayang.000 depa). Mereka telah mampu membuat rumah besar. akibat pencairan es. membuat perlengkapan perang dari besi. senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus. pengetahuan tentang berbagai binatang. 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. kristal. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. pengetahuan tentang memanah. begitu pula membuat perahu bagus. pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100. segalanya terbelakang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . IV. berbagai perkakas dari besi. juga pengetahuan tentang tanah. tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. Mereka menanam padi. tentang makanan yang lezat. Karena orang pendatang baru. pengetahuan tentang hari. India dan Burma (Myanmar). bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana. juga emas. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. Kenyataannya. berbagai tumbuh-tumbuhan. Mengembara di hutan dan gunung-gunung. pengetahuan tentang laut.arah barat di wilayah Kashmir. Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut. di pulau-pulau Nusantara. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). negeri Gaudi. Dua wangsa inilah. telah banyak golongan warga masyarakat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Permulaan pertama tahun Saka. ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan. maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. Di antaranya ada yang bermusuhan. negeri Cina dan sebagainya. banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). Di antara mereka. Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. Dukuh itu ada yang besar. Di sini. terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil.nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak. Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan. seperti yang telah terjadi di negeri asalnya. dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya. yang tiba di Pulau Jawa. atau tidak jauh dari muara sungai. Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat. Tetapi. tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat). negeri Singhala. ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya. Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). ada yang kecil. tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. yang sangat banyak berdatangan di sini. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. Dukuh besar ada di tepi laut. yang menjadi pribumi tiap dusun. Terutama para pendatang. Mereka senantiasa datang di sini. Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. yang banyak datang dari negeri Bharata (India). 30 | S e j a r a h K e r a j a a n . mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara. Dengan demikian.

dan pesisir Sumatera bagian selatan. Daerah kekuasaan Salakanagara. sedangkan isterinya. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain. dijaga oleh pasukan Dewawarman. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. Bumi Sopala. dengan nama nobat. Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. Tatkala Aki Tirem sakit. serta barang barang lainnya. Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. sebab jalur ini merupakan gerbang laut. diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. Sedangkan adiknya yang lain. Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. lalu beranak pinak. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu. 31 | S e j a r a h K e r a j a a n .namanya terkenal. sebelum meninggal.daerah sepanjang pantainya. Oleh karena itu. Demikian pula para pengikut Dewawarman. masuk pula dalam wilayahnya. diperisteri oleh Sang Dewawarman. Kota besar lainnya lagi. seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Beberapa tahun sebelumnya. China. Setelah Aki Tirem wafat. tidak ingin kembali ke negerinya. yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. adik Dewawarman. dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. karena mereka telah menjadi penduduk di situ. Oleh karena itu. lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. Dewawarman dan pasukannya. Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. Dewawarman ini. dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). dan Abasid (Mesopotamia). Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. Dewi Dwanu Rahayu. puteri Sang Aki Luhur Mulya. namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). Pohaci Larasati menjadi permaisuri. daerah. Selanjutnya. ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. Yawana. Nusa Api (Krakatau). Syangka. Agrabhintapura.

Dari perkawinan ini lahir seorang putera. la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi. la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana. la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka). 32 | S e j a r a h K e r a j a a n . Yang kelima. Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi. yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur. Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi. laki-laki bemama Gopala Jayengrana.308 Masehi). Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun. bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati.252 Masehi). PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). Anak yang tertua.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. Pada masa pemerintahannya. Yang kedua. laki-laki. seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi. Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah. Kelak. yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya. ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka). Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 . Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV. dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya. putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan). Yang keempat. terjadi serangan bajak laut dari negeri China.238 Masehi). yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 . Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi). Dari perkawinannya dengan puteri India.VI. Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara. ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri. la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 . Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. sang rani.

Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara. ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. Sphatikarnawa Warmandewi. 33 | S e j a r a h K e r a j a a n . puteri sulung Dewawatman VII. Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana. yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat.seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. puteri sulung Dewawarman VII. dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. Akan tetapi. yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. Lengkaradewi beserta suami dan puterinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di Rajatapura (ibukota Salakanagara). karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India. datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. karena ia tewas tertimpa batu besar. putera Sri Gandari Lengkaradewi. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. Kemudian. Akhli waris tahta yang sah. Krodamaruta tidak lama berkuasa. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI. lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. Dari puteri ini dengan Atwangga. Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi). Setelah pernikaharmya. Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. pada tahun 262 Saka (340 Masehi). Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara. Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit. adalah Sphafikarnawa Warmandewi. Pada tahun 270 Saka. bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya. Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman. Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. ketika sedang berburu di hutan. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya. Akibat peristiwa itu. bersenjata lengkap.

la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. Di antara penduduk. Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas. berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota. la sangat memajukan kehidupan keagamaan. dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dewawamm IX. Java-eiland. seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. kehidupan penduduk makmur sentosa. J. Semenanjung. seorang putera bernama Aswawarman. ada yang memuja Wisnu. C. namun jumlahnya tidak seberapa. herkencl. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang. dan Jawa Tengah. Kelak setelah ayahandanya wafat. een gezantschap naar Cina. telah dilacak oleh N. Ekadjati. CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. selama 233 tahun (130-363 Masehi). en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. VII. Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. Yang sulung. kemudian. ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara. Raja Indraprahasta yang pertama. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I. Anggota keluarganya yang lain. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati.I (1987: 31). Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura. tinggal di Yawana dan Semenanjung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India. bernama Candralocana. ada yang memuja Ganesha. sebab puteranya. sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. Dewawarman VIII. Permaisuri yang kedua. genaarnd Pien. Yang ketiga. la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura. Yang kedua. Ada yang memuja Siwa. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang. ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya. In den nanm van het land ia Yawadwipa.

telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". dikemukakan pula kutipan terjemahannya. dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen. Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya. baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja. oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen. bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. jang mana akan berarti. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa). hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard. dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz. Hal ini katanya tidak mengherankan. antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina. yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. Untuk lebih dipahami. di dalam hal ini. yang disebut di dalam Hou Han-shu. dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula. 1950:11). Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym. bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. Memang mungkin sekali. tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya. maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi. bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M. tetapi djuga akan menerangkan. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon. Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). jang bukan sadja berarti.

mungkin ada artinya dalam hubungan ini. yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien. seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai. dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London. Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama". Buku VII dari Geographianya. Hall.perutusan ke Cina pada tahun 132 M. Sartono Kartodirdjo. (Atja & Ekadjati.. "Chryse Chersonesus". Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. E.1988:1718). sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II. Di dalam berita itu disebutkan. Menurut dugaan Sarjana Perancis G. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M. dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai. mengutip tulisan NJ. Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa. juga dihuni oleh pemakan daging manusia. Hall. secara detail berisi tentang Asia Tenggara. dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta. yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi. datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy. adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n .1987:32). Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931). G. D. Ferrand.E. sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall. pulau Jawa. 1958 dalam Soewarsa. yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas. dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti. Pendapat D.G. sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo. mengemukakan hal yang sama. bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien. Javadvipa. "Sabadeibai Tiga". dihuni oleh pemakan daging manusia.1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. tahun 132. antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya.

pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. 37 | S e j a r a h K e r a j a a n . lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus. kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. Hasan Mu'arif Ambary. terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara. Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. menyatakan bahwa pada abad ketiga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. dalam Michrob 1993: 32). bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. Chryse Chora. yang merupakan hasil utama kawasan itu. Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). dan menyebut kota itu dengan nama Barus. Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi). mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi". memberitakan. Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia. Selat Sunda. memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo. dengan sendirinya diduga kuat. karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. yaitu negeri Perak.Dalam buku Geographike. yaitu emas dan perak. Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat. Menggunakan sumber yang sama. kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia. dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M. Pulau Panaitan. ujung utara Sumatera. negeri emas dan Chryse Chersonensos. Menurut Ayatrohaedi. dan Pien artinya Warman.1977: 6). Peta ini dibuat pada tahun 165 M. la. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai. Tiao artinya Dewa. India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. semenanjung emas. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67). Vietnam.

Bahkan. Barus. terjemahan Effendi. Sartono Kartodirdjo. Prasasti ini. dan Persia. terdapat di Jawa Barat (Krom. tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat. bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara. sudah ada jalur bisnis di Asia. dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob. Glory and Gospel. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. Ayatrohaedi dan Edi S. Cina. yang terletak di tengah Sungai Cidangiang. antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi. dan nyatanya. Rute Ptolemeus adalah Venesia. Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten. mengemukakan pendapatnya. Temuan selanjutnya. adalah "terjemahan" dari Merak. berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. 1996:15). banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. dan kembali ke Venesia. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I. sebagai Dewan Pakar menyimpulkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Cina. dalam bukunya Geographia Hyphegesis. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus. yang berarti perak.1993: 37). Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang). Lebak Munjul. Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard.Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia. Hasan Mu'arif Ambary. yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo. dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob. Berdasarkan temuan tersebut di atas. 38 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang diperkirakan berasal dari abad V.1977: 36). pernah melakukan penggalian di Palembang. dapat diduga. Iskandaria. Teluk Aden (Yaman). bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. India. Pandeglang.1956:10).

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Sang Purnawarrnan. yang ditulis pada batu. Dua tahun kemudian. datang ke ibukota (Sundapura). mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. Prasati itu. Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu. yang biasa membawa perahu. disebut Cisuba. dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. yang diibaratkan Dewa Wisnu. ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. ialah: sapi 400 ekor. Semua mereka itu. yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta. Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. Sebagai tanda penyelesaian karyanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Raja-raja bawahan itu. serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi). Sang Purnawarman. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). Para petani merasa senang hatinya. untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya.raja-raja sesamanya (panji segala raja). Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. pakaian. ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. gajah seekor. dari desa sekitarnya. dari tanggal 13 sampai tanggal 15. ditandai lukisan telapak tangan. ikut serta berkarya bakti di situ. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kemudian. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka. dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. Pengerjaan. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. yang diberikan kepada raja Indraprahasta. Sungai yang bagian hilirnya. Tahun 410 Masehi. yang ikut serta mengerjakan saluran ini. mengalir sampai di istana kerajaan. semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. dengan iringan suara gamelan yang merdu. dan makanan lezat. kuda 20 ekor. tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). Demikian pula para pedagang. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. Tiap tahun. mendapat hadiah dari raja. Setiap orang. pakaian.

sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. pakaian serta makanan lezat. Sang Mahamantri. Sang Juru. Ada pun kali Candrabaga itu. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan membawa berbagai perkakas. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. dan bahan makanan. Setiap orang. ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. lukisan telapak kakinya. ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa. yang ikut serta dalam pekerjaan ini. berkarya-bakti siang-malam. dari desa-desa sekitarnya. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). Selanjutnya. 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Purnawarman. berjajar memanjang di tepi sungai. Sang Purnawarman. membuat prasasti yang ditulis pada batu. Sang Maharaja Purnawarman. yang dilengkapi dengan patung pribadinya. Waktu dilangsungkan upacara selamatan. sebuah patung Wisnu. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing. Sang Purnawarman. memperbaiki. pakaian bagi para Brahmana. beserta pengiring lengkap. Sang Purnawarman sedang sakit.000 ekor. kakek Sang Purnawarman. Sedangkan para pemuka dari daerah. Para petani menjadi senang hatinya. Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini. Kemudian. dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut. sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). Sang Adyaksa. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar.Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). lukisan telapak kaki tunggangannya. sambung menyambung tidak terputus. Jadi. laki-laki dan perempuan. kuda 10 ekor. memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. Mereka itu. Demikian pula di tempat-tempat lain. sebuah bendera Tarumaragara. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. kepada para Brahmana. karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata. Di situ. Perinciannya: sapi (ghoh) 1. Ribuan penduduk. banyak membuat prasasti batu. Panglima Angkatan Laut. Sang Maharaja. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. telah diperbaiki. Sang Tanda. Dengan demikian. kerbau (mahisa) 80 ekor. beberapa puluh tahun sebelumnya. memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. disertai beberapa orang Menteri Kerajaan.

Selamatan dan hadiah harta. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat). dibunuh dengan berbagai cara. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. Pembersihan terhadap kaum perompak ini. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak. pasukan Tarumanagara. Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. mengepung dua buah kapal perompak. dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. selalu memenangkan pertempuran. Kemudian. Angkatan Laut Tarumanagara. diperbesar dan diperkuat. ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. bunga teratai. Karena itu. ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. di tengah laut. Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. makanan lezat. Demikian pula halnya Angkatan Laut. Hadiah berupa sapi 800 ekor. perompak yang ditawan itu. Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). memperbaiki. sebanyak 52 orang dapat ditawan. ditulis pada prasasti batu. harimau dan sebagainya. dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. Seorang demi seorang. Sang Purnawarman. Dari 80 orang perompak. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. Tetapi. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara. apabila hendak pergi menyerang musuhnya. Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. Sernua itu. Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat. di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). Sisanya. dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. la pun seorang pemuja Batara Indra. Sehingga. kerajaan ini tidak seberapa. terjadi di perairan Ujung Kulon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karena itulah. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng). Dahulu. memperteguh alur dan memperdalam Citarum. kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya. dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebahagian terbunuh dalam perang. Perang pertama dengan kaum perompak ini.sanghyang tapak. pakaian. yang merajalela di perairan barat dan utara. dengan tulisan pada batunya. di antara mereka.

Pada bagian ini. dipinta atau dirampas.Telah lama. yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta. barulah keadaan menjadi aman. Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. perairan Pulau Jawa sebelah utara. yang menjadi panji segala raja. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti. Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa. 45 | S e j a r a h K e r a j a a n . barat dan timur. Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat. yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan penduduk Tarumanagara merasa senang. karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam. Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini. Kemungkinan besar. sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda. dikuasai kaum perompak. Semua barang yang ada di dalamnya. kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman. 1984: 3-1). Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. bercokol di perairan Teluk Lada ini. Semua kapal diganggu. Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak. prabu yang setia serta penuh kepahlawanan. kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang.

Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru. Puteri Sang Kudungga. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa). Salah seorang isteri Sang Purnawarman. Adapun bendera kerajaan Taruma. yang diberi nama Kuta (Kutai). Keluarga itu. Sopala. menjadi Panglima Perang. berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil. Bendera Angkatan Lautnya. Cina. laki-laki dan perempuan. Sumatera dan lain-lain. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. banyak di antara anggota keluarga ini. bernama Nagawarman. telah beberapa puluh keturunan. yang mengungsi ke berbagai negara. adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. Pangkal silsilah mereka. la pernah mengunjungi Semenanjung. Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma. Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. negeri Syangka. Sang Kudungga putera Sang Atwangga. Karena itulah.Adik Sang Purnawarman. mempunyai bendera. adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). kemudian diubah namanya. yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . Salah seorang anggota keluarga Sungga. menjadi Bakulapura. berlukiskan naga (nagadhuajarupa). keluarga itu. Negeri ini. Sang Kudungga. Bakulapura. berasal dari Bakulapura. berlukiskan berbagai macam binatang. untuk mempererat persahabatan. Beberapa ratus tahun sebelumnya. bernama Cakrawarman. datang dari India. Kakak perempuan Sang Aswawarman. tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang. Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab. Cambay (di India). Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. diperistri oleh Sang Aswawarman. Sang Nagawarman. Sedangkan pamannya dari pihak ayah. Yawana. raja Tarumanagara pertama. bersama keluarga dan pengiringnya. menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). dimulai dari Sang Pusyamitra. berada di situ dan menjadi penguasa. putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi.

Setelah Sang Kudungga wafat. Gunung Manik (Manikprawata). Ujung Kulon (Pandeglang). Sang Purnawarman. Bakulapura. Kecuali di Pulau Sumatera. Sang Aswawarman menggantikannya. seorang raja besar di pulau itu. kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja). Sri Maharaja Purnawarman. Karang Sindulang. Dari permaisuri ini. sebagai penguasa Bakulapura. Aswawarman berputera tiga orang.Jadi. bernama Wisnuwarman. Purwanagara. Bumi Sagandu. Sagara Kidul. adalah puteri salah seorang raja bawahannya. Peraturan Ketentaraan. Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain. Cangkuang (Garut). wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. Permaisuri Sang Purnawarman. Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). masih saudara satu-buyut. Purwakerta (Purwakarta). Malabar (Bandung). Indraprahasta (Cirebon). Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. Cupunagara (Subang). Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu. Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. menjadi penguasa Bakulapura. Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat. Adik Wisnuwarman yang perempuan. Wanagiri. Alengka. Yang sulung bernama Mulawarman. menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. Purwalingga (Purbalingga). Gunung Kubang (Garut). menjadi semakin erat. Gunung Cupu. la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara. Putera sulungnya. tidak seberapa banyak. Sindang Jero. Sri Jayanasa. Kosala (Lebak). penduduk. menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. Manukrawa (Cimanuk). Aswawarman dengan isterinya. Akan tetapi. ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. Sabara. berasal dari: Sumatera. adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang). Galuh Wetan (Ciamis). Legon (Cilegon). Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. Kelak. sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). Gunung Kidul. diperistri oleh seorang raja di Sumatera. Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. Dalam masa pemerintahannya. Penduduk pribumi. Siasat Perang. Penganut Budha. kelak menggantikan ayahnya. Paladu. Nusa Sabay.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. Ia dipusarakan di tepi Citarum. Agrabinta (Cianjur). Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman. adalah keturunannya. Silsilah Dinasti Warman.

Sang Kretawarman. Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. sebagai raja Tarumanagara ketujuh. Sang Dewamurti. Indihiyang (Tasikmalaya). dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah. Digantikan oleh puteranya. Jati Ageung. putera sulungnya. Wanadatar. dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. digantikan oleh adiknya. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi). pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). Digantikan oleh puteranya. Pura Dalem (Karawang). Sang Sudawarman. Digantikan oleh puteranya. Wanajati. Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). Pakuan Sumurwangi. Digantikan oleh puteranya. la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat. Linggadewata. Sagara Pasir. Tanjung Camara (Pandeglang). dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. sebagai raja Tarumanagara keenam. dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama. memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). la. 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . Digantikan oleh puterannya.(Majalengka). sebagai raja Tarumanagara kesembilan. Sang Candrawarman. Sang Wisnuwarman. Sang Suryawarman. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setyaraja. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. Rangkas (Lebak). Pasir Muhara. Kalapa Girang (Jakarta Selatan). sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya. Karena tidak punya keturunan. Sang Indrawarman. Pasir Sanggarung (Cisanggarung). Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. Dua Kalapa. sebagai raja Tarumanagara kelima.

la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). Sang Nagajaya. Dengan berbagai akibatnya. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). sebagai raja Taruma nagara keduabelas. MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu. Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. Dalam tahun yang sama. dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. memegang peranan penting bagi Tarumanagara. Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). Sang Linggawarman. mengganti nama Tarumanagara. menjadi Kerajaan Sunda. menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. Mengingat kejayaan Sang Purnawarman. Digantikan oleh puteranya. Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi). II. tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. Dari sejak itulah. sebagai raja Tarumanagara kesebelas. di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun. Ujung Kulon. sebagai penerus tahta Tarumanagara. dalam sumber Cina yang terakhir. dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. Sang Tarusbawa. Wilayah timur Tarumanagara.Digantikan oleh puteranya. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. ditandai dengan adanya pewarisan tahta. menjadi Kerajaan Galuh. Kerajaan Sunda. Kosala. memerdekakan diri. dari Sang Linggawarman kepada menantunya. Sang Tarusbawa. dengan Batas sungai Citarum. dan Rangkas). seharusnya tampil dalam panggung sejarah. Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. dengan nama nobat. la digantikan oleh menantunya. ke berbagai negara sahabat. Ketika ia naik tahta. dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun. Oleh sebab itulah. menantu Sang Linggawarman lainnya. 49 | S e j a r a h K e r a j a a n . Peristiwa tersebut berakibat fatal.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n . di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. adalah ayahnya Teja Kancana. Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima. Narayana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). Berdasarkan "Perjanjian Galuh".Madura. Sebab. dalam usia 91 tahun. 3. dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya. Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. di Kerajaan Galuh. pada tahun 654 Saka (732 Masehi). Setelah keraton selesai dibangun. Jumlah 5 keraton tersebut. antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. di Kerajaan Sunda. tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya. Sang Sanjaya. Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. cucu Sang Tarusbawa. ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. yang terusir oleh Sang Purbasora. Madura. ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua. Sebagai penggantinya. "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh. Prinsipnya. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya. Punta. Sena-Sanaha. dan Suradipati. di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah.Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. sering disebut Panca Persada. Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. Dalam Prasasti Canggal. tetapi ia wafat dalam usia muda. la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun. 2. daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah". Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. memindahkan ibukota kerajaan. Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). Seharusnya. Setelah 9 tahun berkuasa. yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda. dalam sastra klasik.Suradipati.

Dewi Sawitri. pada tahun 852 Masehi. Batara Danghiyang Guruwisuda. Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. akhirnya tahta Kerajaan Sunda. sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. bernama Rakeyan Medang. pada tahun 795 Masehi. yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari. Rakeyan Medang. kemudian diberi nama Dewi Samatha. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. Raja Galuh tersebut. karena putera Sang Banga tersebut. dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. Sebagai putera laki-laki. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). Dari Dewi Kirana. Setelah prabu Gilingwesi wafat. Rakeyan Diwus. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). memperisteri Dewi Saraswati. pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga).Saunggalah (Kuningan). ketika ia wafat. Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. 51 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan nama nobat Prabhu Hulukujang. menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. Sang Banga mempunyai putera. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat. ialah: 1. selama 8 tahun. Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi. Sedangkan Dewi Sawitri. Rakeyan Wuwus. dan 2. Setelah Prabu Hulukujang wafat. Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan. diwariskan kepada Sang Arya Banga. la diwisuda pada tahun 739 Masehi. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. digantikan oleh puteranya. pada tahun 825 Masehi. Dari permaisurinya. Batara Danghiyang Guruwisuda. digantikan oleh menantunya. Dengan demikian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. Disebut demikian. digantikan oleh menantunya. kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon). Rakeyan Hujungkulon. dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara.

dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. antara lain: 1. tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi. yang besar dan lengkap. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling. Rakeyan Windusakti.Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. sebelah barat Citarum. Akan tetapi. Serbuan inipun. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. yang dibunuh oleh adiknya. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). Rakeyan Kamuning Galling. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. Rakeyan Limbur Kancana. Rakeyan Jayagiri naik tahta. tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. Rakeyan Jayagiri. Di pihak lain. sebab pada tahun 916. Selanjutnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di bawah naungan Prabu Jayadrata. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. karena dibunuh dan digulingkan. Rakeyan Jayagiri. memperoleh dua orang putera. oleh Rakeyan Umbur Kancana. dan 2. 3. Kerajaan Galuh. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. Pasukan Kerajaan Sunda. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. Rakeyan Jayagiri. atas perintah Prabu Jayadrata. tahta kerajaan digantikan oleh puteranya. Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). dikerahkan kemudian. 52 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. Baru empat tahun memerintah. Prabu Wanayasa Jayabuana.

beralih ke Rakeyan Watuageng. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. calon pengganti ayahnya. 53 | S e j a r a h K e r a j a a n . Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. di antaranya: 1. mengangkat keponakannya. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. Prabu Dewa Sanghiyang. dan 2. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. Sebagai tindakan balas dendam. Prabu Brajawisesa wafat. Prabu Wulung Gadung. putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. dibunuh oleh seseorang. kemudian ia naik tahta. Dewi Rukmawati. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana. dari tahun 973 sampai 989 Masehi. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. naik tahta pada tahun 930 Masehi. menantu Prabu Limbur Kancana. Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. di antaranya: 1. ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. damai kembali. Rakeyan Sunda Sembawa. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). berputera dua orang. suanii Dewi Ambawati. Prabu Dewa Sanghiyang. Rakeyan Gendang. dan 2. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda.Di Kerajaan Galuh. yang bertahta di Kerajaan Galuh. ketika wafat. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. Tahta Kerajaan Sunda. Prabu Resiguru Darmasatyadewa. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. Pada tahun 1012 Masehi. Prabu Limbur Kancana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Dewi Somya. yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. atas perintah Dewi Ambawati. Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. Dewi Somya. bergelar Maharaja. Rakeyan Sunda Sembawa.

Wirayuda. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. keduanya memerintah. dua di anataranya ialah: 1. Prabu Sanghiyang Ageung. Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja. diterima pula oleh Prabu Airlangga. dan digunakan sebagai gelar resmi. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. yaitu Dewi Sumbadra. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya. menjadi Panglima Angkatan Perang. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. dipercayakan kepada adik isterinya. atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja. penggantinya adalah Sri Jayabhupati. Akan tetapi. Sri Dharmawangsa Teguh. Sedangkan Dewi Sumbadra. pemberontakannya dapat ditumpas. memerintah di Kerajaan Galuh. sampai tahun 1065 Masehi. 2. Ketika mengawali masa pemerintahannya. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. menjadi Mangkubumi kerajaan. Dewi Citrawati. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. tiga di antaranya ialah: 1. adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. dari tangan saudara seayahnya. putera mahkota calon pengganti ayahnya. dimulal pada tahun 1019 Masehi. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. Bersama-lama. Sang Wikramajaya. adalah Sang Darmaraja. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. ditunjuk Sang Wirakusuma. Dewi Puspawati. 54 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. dan menyandang gelar Maharaja. Prabu Langlangbumi. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. dan 3. digantikan oleh puteranya. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. Hadiah nama gelar semacam itu. berusaha merebut kekuasaan. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda. la berputera beberapa orang. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. dan 2.Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. Darmanagara.

setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati. Selama memegang kekuasaan di Galunggung. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. la pun tidak menghendaki. Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. Dahiyang Guru Darmayasa. akibat ulah kawanan perampok. Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. Selesai membangun ibukota yang baru. melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. 55 | S e j a r a h K e r a j a a n . bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi). Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas. kalau tidak segera diatasi. Mangkubumi Darmanagara. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. Sang Maharaja Langlangbumi. Kemudian. Senapati Suryanagara. Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti. yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. Akan tetapi. Akan tetapi. Yuwaraja Menak Luhur. Oleh karena itu. yaitu Dewi Citrawati. Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. tingkat keamanannya menjadi rawan. timbulnya perpecahan. dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. Permaisuri Puspawati. akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. Ratu Batari Hiyang. Di pedesaan antara wilayah Galuh. dengan cara mengadakan pendekatan. membentuk angkatan perang. sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). Senapati Kusumajaya. Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. di antara keturunan Sri Jayabhupati. yang dihadiri oleh kedua belah pihak. yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang. penguasa Kerajaan Galunggung. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak. Galunggung. Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. akan jadi duri dalam daging. Sunda. Kemudian ditempuh jalan damai. dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. dan Galunggung. Maharaja Langlangbumi. di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. Senapati Wirayuda. Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam. Sebenarnya. Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. Resiguru Sudakarena.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Ratna Wisesa. menjadi Mangkubumi. Kemudian. la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung). Sebagal penggantinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tahun 1175 Masehi. Prabu Menakluhur. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2. karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. Galuh dan Sunda. dan dijadikan permaisuri. memperoleh putera. Prabu Darmakusuma memperoleh putera. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. 3. dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. la bergelar Maharaja. lahir tahun 1168 Masehi. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. Darmasiksa. Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. Prabu Menakluhur. wafat tahun 1155 Masehi. Puteri Darmageng. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. puterinya Mahisa Campaka. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang. la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. menggantikan tahta ayahnya. yaitu: 1. Ratu Galunggung. Sang Cakranagara. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. yang bergelar Dyah Lembu Tal.2. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. mempunyai seorang puteri. dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. Dari pernikahannya Dewi Puspawati. puteranya. Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. maka kedudukan Raja Sunda. Puteri Saungggalah. dengan ibukotanya di Galunggung. memperoleh putera: Rajapurana. cucu Batari Hiyang Janapati. pindah ke Pakuan (Bogor). beribukota di Saunggalah (Kuningan). kedudukan pusat pemerintahan. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. Sang Darmasiksa. Dari perkawinannya. tahun 1187 Masehi. memperoleh putera. dan 2. dua di antaranya: 1. memperisteri Ratna Satya.

Pengganti Prabu Citraganda. Dewi Kiranasari. 3. Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. Sedangkan Prabu Rajapurana. Kemudian digantikan oleh puteranya. Prabu Linggadewata. Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). menjadi raja di Kerajaan Sunda. Pengganti Prabu Ragasuci. satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi. pulang ke Tumapel Jawa Timur. Oleh karena itu. dari Puteri Saunggalah. Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. disebabkan wafat muda. Karena sebelumnya. puteranya. 2. Dewi Antini. Sebagai pengganti Prabu Citraganda. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. Permaisuri Prabu Citraganda. puteranya. la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. Suryadewata. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera.perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi). yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. atau Aki Kolot. diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). Ragamulya Luhur Prabawa. Pada masa pemerintahannya. Prabu Citraganda. tidak sempat menjadi Raja. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Kelak. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah dewasa. dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). Prabu Darmasiksa. adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari). ibukota Kerajaan Sunda beralih.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. adik iparnya. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa. Rahiyang Saunggalah. Karena. adalah puterinya Prabu Rajapurana. dikaruniai umur panjang. Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. berjodoh dengan Dara Puspa. Rahiyang Jayadarma. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. dalam usia 44 tahun. Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. di antaranya: 1. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). sampai tahun 1333 Masehi. Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya.

la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). Putera kedua laki-laki. Di antara mereka. dengan janji Bre Majapahit sendiri. didampingi oleh adiknya. adalah Sang Patih Mada. hal itu amat bertentangan. lahir tahun 1339 Masehi. Prabu Linggabuana. Sang Prabu Hayam Wuruk. Sesungguhnya. Tibalah saat yang bahagia. digantikan oleh puteranya. sebagai isteri persembahan (upeti). menginjak usia 18 tahun. karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. selalu menyetujui keinginan Patihnya. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. Sesungguhnya. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. 2. puteri mahkota Sunda itu. Setiba di sana. Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda. Akan tetapi. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. meninggal dalam usia 1 tahun. ada yang berkuda. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. hal itu. Dyah Pitaloka. Prabu Maharaja Sunda. janji tersebut tidak ditepatinya. dengan Sang Patih Gajah Mada. sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. Sang Bunisora. sebelumnya. Akhirnya. Putera ketiga laki-laki. 4. meluaplah hati Sang Patih Mada. lalu memerintahkan laskar Majapahit. Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. Wastu Kancana. Sesungguhnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bahkan ia. 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena itu. dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. meninggal dalam usia 1 tahun. la menjadi berang. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. yang bergelar Mangkubumi Saradipati. bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. dan dijadikan permaisuri. menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. Semua pasukan Majapahit. ada yang menunggang gajah. mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. siap untuk bertempur. Demikianlah. lahir tahun 1348 Masehi. 3. Semua orang mengetahui. bahwa sang puteri Citraresmi. tidak bersedia menyerahkan puterinya.Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. akan diperisteri (resmi). oleh kakeknya diberi nama Citraresmi.

Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. janganlah kalian bimbang!" Kemudian. Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta). Pertempuran berlangsung sengit. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. Rajaputri Dyah Pitaloka. Rakeyan Mantri Saya. yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). kehormatanlah yang harus dipertaruhkan. melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. Rakeyan Rangga Kaweni.ada yang naik kereta. yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. semuanya hanya 98 orang. Ki Panghulu Sura. oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. Ki Mantri Supit Kelingking. Namun seandainya mereka kalah dan gugur. Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. Hatinya cemas dan ragu-ragu. dengan persenjataan lengkap. kehormatanku dan semua kesatria Sunda. Orang Sunda serempak menyongsong lawan. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. Sang Mantri Patih Wirayuda. Ki Juru Wastra. Namun akhirnya. di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. tibalah pasukan besar Majapahit. Pengecut perbuatannya. Rakeyan Juru Siring. dan beberapa ratus orang berjalan kaki. Betapapun. Kemudian. sebagai panglima perang. Ki Mantri Sebrang Keling. Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). namun. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). lalu menundukkan kepala. Sang Prabu Maharaja termenung sejenak. semua orang Sunda yang ada di sana gugur. Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. Sang Ratna Citraresmi. Karena itu. Sang Panji Melong Sakti. melakukan mati-bela (bunuh diri). bersama semua pengiringnya. Rakeyan Mantri Sohan. tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Banawati. sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). dan 4. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. Sang Bunisora mempunyai putera. cenderung sebagai raja pendeta. tuhagama. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). merupakan tahap tertinggi. tidak seorangpun yang tersisa. kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. 2. Satmata adalah tingkatan ke-5. Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. gurugama. Sang Haliwungan. adigama. satmata. bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. ketika usianya sudah 20 tahun. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi. yang lahir pada tahun 1369 Masehi. Oleh karena itu. Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). dan nirawerah. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . 3. pemerintahan Kerajaan Sunda. kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). Setelah satu tahun. baru berusia 9 tahun. Mayangsari. 1. Bratalegawa. Dalam menjalankan pemerintahan. Sang Bunisora. di antaranya. padamlah segala hasrat dan nafsu. Sang Bunisora. Menurut naskah Kropak 630.menyerang Kerajaan Sunda. yang datang di Bubat. binasa. Dalam naskah Carita Parahiyangan. ia memperoleh putera. Semua orang Sunda. puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian. Sang Niskala Wastu Kancana. orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. Dari permaisuri Laksmiwati. yang diwarnai suasana religius. suraloka. memperisteri gadis pilihannya. Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya. disebut sebagai Satmata. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. usai terjadi sebelum tengah hari. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat.

1456 Masehi. 1984: 42). dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. bayu (angin). tercatat dalam kaol Cina. teja (cahaya). Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. yang terjadi pada tahun 1453 . Setelah wafat. antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya.Pada tahun 1371 Masehi. yaitu kedatangan angkatan laut Cina. ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana.1999: 24).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . serta bu (eter). Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken. selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari. merasa betah berada di bawah pemerintahannya". Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya. la masih sempat mendengar. Menurut Chau ju-kua. pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk. naik tahta pada usia 23 tahun. Selama masa pemerintahannya. dipusarakan di Nusalarang. Apah (air). selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi). ada dua kejadian penting yang patut dicatat. la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun. di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho. Majapahit dilanda Perang Paregreg. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Untuk hidup lama berjaya di dunia. 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akibatnya. penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia. setelah memerintah di Kerajaan Sunda. Majapahit tidak mempunyai raja. Pakeun heubeul jaya dina buana. pada tahun yang sama. Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya. dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita. Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang. sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum). puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. memerintah di Kerajaan Sunda. akasa (langit). Sang Bunisora wafat. selama 3 tahun. Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan. Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). untuk unggul dalam perang).

yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta. dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". dengan isi yang sama. Hanya saja. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). 2. bekas ibukota Tarumanagara). yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. diakhiri oleh kedua belah pihak. sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi). Kedua-duanya menderita kerusakan berat. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. Salahsatu catatannya mengemukakan. siapa yang menang dan siapa yang kalah. sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi). Dalam masa "gencatan senjata". ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya. Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda. antara lain: 1. mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya. Rupa-rupanya. meminta bantuan dan perlindungan. setelah masing masing mengundurkan diri. Ketika Chou Ku-fei mencatatnva. "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta.Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). Pertempuran tersebut. tanpa diketahui. bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina. yang sering menjadi sumber dugaan. catatan Chau ju-kua itulah.

antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama.5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa). serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa. Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa. Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas). Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan). baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong. melalui Chia-liu-pa (Kelapa). lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu). "Banten dinamakan Sunda". apapun bahasanya(Guillot. Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dibahas pula oleh para akhli.1996:119). masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara".1999: 107). berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi. kapal-kapal menuju arah 97. dibahas pula oleh Heuken. Upaya penyelesaian jalan damai. Jakarta). Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken. dan menuju arah 187. bahwa "Sriwijaya dan Kadiri. Chia-lie-pa (Kalapa. Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina. Pelabuhan Banten dimaksud. Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda. yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot.1996:119). termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten.3. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n . demikian ungkap Guillot. Dalam catatan kaki. antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa. Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten).5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon).

untuk memperkuat suatu anggapan. dan Sonny Wibisono. terutama melalui penelitian arkeologi. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi. Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah. Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan.1996:111). telah sering dilakukan. boleh. CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lukman Nurhakim.1999: 24). Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch. angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan.1996: 111). Jerman). masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?. yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel. Akan tetapi. Kapalembangan diinaksud. angka tahun tersebut. 1996). Menurut Chau Ju-kua.jadi sama dengan catatan Portugis. Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot. Pembuktian arkeologi ditampilkan. berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam. bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10. Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken. yaitu 932 M (854 S) (Guillot. dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. Artinya. masih dilanda kegelapan. Sangat menarik. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut. antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi. atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. belum menemui titik terang. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. melihat arca-arcanya. jalan untuk menuju ke Banten Girang. yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?). yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda). sedangkan candi yang terletak di G. Claude Guillot.Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. Pulasari. sekaligus merupakan daya dukung.

halaman 18. terdiri atas 4 baris huruf. bernilai angka 4. Batutulis ini kini telah hilang. kata. yang bentuknya tidak beraturan. panca = 5. sesuatu untuk diperingati. Candrasangkala: kawiraja. maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu. sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). Bogor. adalah kata majemuk tatpurusa. sabda. distrik Leuwiliang. tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. mengenai prasasti Kebonkopi II. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. Ekadjati dalam Carita Parahiyangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat. karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. sepadan dengan bujangga. antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. dan pasagi.V 1923. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). kala untuk cakakala atau sakakala. bujur sangkar. ia menuliskan tahun 942 Masehi. perintah. pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. bahwa ia seorang pembesar istana. Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto. padahal seharusnya 932 Masehi. bernilai angka 8.Untuk lebih jelasnya. saat yang pantas diperingati. pangambat. 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. 6888). dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989). Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim. no. bunyi. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu. pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. bacaan yang benar adalah 854 Saka.

Bunyi prasasti. bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. Timbulnya perbedaan anggapan. menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya. angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch. Guillot menampilkan angka tahun 932?. Sehingga kawihaji panca pasagi (854). Menurut pengakuannya. yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II.. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. 1. Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala. Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian. yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. 2. menampilkan angka tahun 932 Masehi. Sriwijaya (Atja & Ekadjati. dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1989:186-187). Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. karena itu ia mengajukan dugaan. halaman 13-14. parwa I sarga 3. diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala. antara lain sebagai berikut: . "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. dan 3. Satyawati Suleiman. Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna. yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara. Sewaka Darma. Peristiwa sejarah. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n .

tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda". Pada prasasti Kebonkopi II. daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan). Dengan demikian. Putera yang kedua. ikhwal "Sunda" dijelaskan. tentu ada nilai-nilai sakral. tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik. Dipilihnya lokasi Pasir Muara. Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). Yang keempat perempuan. dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat". digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II.tahun. tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali. "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman. yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 . antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali. Sriwijaya". Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman. yang menjadi Menteri Tarumanagara. seperti dugaan Bosch.. sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya.. antara lain sebagai berikut: . Mahisawarman namanya. lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. Sang Matsyawarman namanya. "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". Kemudian. setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara.. / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma. 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala). Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). menghadiri upacara "Barpulihkan". yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". Yang ketiga. Akan tetapi. Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda). tempat lahir Sang Tarusbawa. dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana.561 Masehi). tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera.

Pergantian nama kerajaan. raja keduabelas Tarumanagara. Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda. Kekecewaan Guillot. di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. oleh Sri Maharaja Tarusbawa. Sedangkan Sriwijaya. juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya.. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya". Kerajaan Sriwijaya. halaman 176. antara lain sebagai berikut: . Sebagai pengganti.catatan. raja Sriwijaya. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa.. Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya. Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali.. karena nama kerajaan tersebut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek. dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. menantu Sri Maharaja Linggawarman. telah melakukan perjanjian bersama. diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda. menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3. Sunda Sembawa (Bekasi). Sri Maharaja Linggawarman. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi. yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// . untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman.. Pada tahun 669 Masehi. dengan menjalin persahabatan. disebabkan. Adik Dewi Manasih. masih merupakan kerajaan kecil di Palembang. Sang Tarusbawa. mengakhiri kekuasaannya.. terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n . parwa 11 sarga 3. ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana. pada tahun 536 Masehi. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda. yaitu Dewi Sobakancana.. kerajaan Sriwijaya. yang menikah dengan Dewi Manasih.

bahkan kesan tersebut harus dicermati. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai. dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan segala perkembangan kehidupannya. Kerajaan Sunda.1996:137). Untuk diketahui secara objektif. dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. sebagai pembanding. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. Salakanagara. 1996:100). "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu. akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. tidak ia hiraukan. menelusuri kurun zaman. seperti Banten Girang. bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526. di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan. dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang. Persoalan yang muncul. III. mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". merupakan tindakan balas dendam. semakin samar untuk ditemukan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. Tarumanagara. tetap setia mengikuti alur waktu. POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan. Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. Ibukota Pajajaran misalnya. yang diperankan sebagai "musuh Banten". yang pernah menaklukan Banten Girang. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. Kesan Guillot memang "patut diperhatikan". akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. Banten di masa silam. tidak berdiri sendiri. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari. Kehadiran Salakanagara.

dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagai tanda keutamaan raja. sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya. Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur). kembali terbagi dua. tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi. Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. kini sudah menjadi bangunan permanen. nu nyaeuran sanghiyang rancamaya. dengan nama: Ing Puri Bima Sakti. Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya.narayana-madura-suradipati. dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan. nu mikadatwan sri bima. berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama). Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan. dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja). sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana. putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). kawasan bekas Tarumanagara. sirna tanpa bekas. Sang Haliwungan. mangka premana raja utama. di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda.dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). Peninggalan warisan Sang Susuktunggal. dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). Sumatera Selatan). yang terletak di bukit Badigul (Bogor). Selanjutnya.punta. Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda.sarga 5. sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan. 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati. sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. Kemudian Sang Ningrat Kancana. Lokasi bekas keraton tersebut. dengan nama nobat Prabu Susuktunggal.yang haluwesi. Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. dari sejak tahun 1382 Masehi. yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum. Sebelumnya. lawasnya ratu saratus tahun. Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi). dengan nama Kerajaan Galuh. dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya.

Sunan Ampel sendiri. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). Kemudian. hingga memerangi kerajaan ayahnya. la adalah tohaan di galuh. ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. salah seorang isteri Prabu Kertabumi. Uniknya. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci. tokoh Sang Ningrat Kancana. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). Akibat salah perilaku. Di Palembang. Raden Patah. hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n . seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel. Dia yang dipusarakan di Guna Tiga. Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. inya nu surup di guna tiga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan. Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. untuk kepentingan membuka pesantren. akibat perceraian dengan suaminya. Raden Patah mendapat nama Jin Bun. maka dalam tahun 14'75 Masehi. adalah kemenakan Ratu Darwati. Baru kemudian. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak. Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai.Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Dalam tahun 1473 Masehi. Sedangkan nama Patah (Al Fatah). Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa. tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana.. dengan ibukota di Keling. Dari ibunya. lawasnya ratu tujuh tahun. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. Prabu Kertabumi. menggempur Majapahit. meninggalkan ibukota. Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. Tiga tahun kemudian. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. mengakhiri kekuasaan ayahnya. seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang. atas permohonan Ratu Darawati. diberi nama Raden Praba. kena salah twah. sebagal guru dan juga mertuanya. memperisteri perempuan terlarang dari luar. Yang di pertuan di Galuh. Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. diterima kemudian dari Sunan Ampel. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang.

kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. Menurut versi lain. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari Wandan Bondri Cemara. Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. Kemudian. Oleh karena itu. Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi). yang mendirikan Mataram Islam. Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi). wanita itu terpisah dari tunangannya. telah menjodohkan puterinya. ia tersamar dalarn cerita rakyat. serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. yang menyudahi kekuasan Kertabumi. ibukota Kerajaan Galuh. ada juga yang sampai ke Kawali. adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura. Menurut hukum waktu itu. keluarga keraton Kawali. Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. Raden Baribin. dilakukan oleh Girindrawardana. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. memperoleh seorang puteri. Dari pernikahannya. Rombongan pengungsiannya. Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi. Selaln itu. Prabu Dewa Niskala. diberi nama Raden Bondan Kejawan. Di sana. Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar).. dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. yang sudah bertunangan. Puteri Ratna Ayu Kirana. Dalam hal ini. Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. Prabu Dewa Niskala. ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1. dengan Raden Baribin. Oleh karena itu.pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). 2. Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. Kelak. Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain. diterima dengan tangan terbuka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . saudara seayah Prabu Kertabumi. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). Prabu Dewa Niskala. Dalam pengungsian. keluarga keraton Majapahit. tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh).

ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum. B. Tentu saja. Begitu pula Prabu Susuktungggal. sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja. Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). Selanjutnya. ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh. para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan. dari permalsuri. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda. harus diserahkan kepada Jayadewata. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan).Prabu Susuktunggal. Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana. harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. Menantu Prabu Susuktunggal. 2. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga. yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala. 2. Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. karena kekuasaan pemerintahannya. samasama mengerahkan pasukannya. Peristiwa tersebut. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh. Putera sulung Prabu Dewa Niskala. Untuk menyelamatkan keadaan. penguasa Kerajaan Sunda. konflik kedua pemimpin negara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. Prabu Susuktunggal. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Peristiwa penobatannya di Pakuan. sangat marah. prebu ratu purane pun. incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung). meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. di wilyah netral. ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. adalah: 1. bahwa: 1. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu. dan memutuskan. Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak.

mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. Sri Baduga Maharaja. ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana. Maksudnya. dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). maka raja tersebut digali dari kuburnya. Jika seorang raja wafat. pada tahun 1533 Masehi. membuat jalan yang diperkeras dengan batu.samida. agar sukma raja tersebut. kesatrian (asrama prajurit). Ya dialah (yang membuat semua itu). membuat samida. memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. 74 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). la memperteguh pertahanan ibukota. Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga. memperkuat angkatan perang. dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. Prasasti Batutuhs Kota Bogor. Upacara semacam itu. 1981: 25). dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. pagelaran (macam-macam formasi tempur). Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. Pembuatan prasasti tersebut. (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita. hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. yang terjemahan langsungnya. yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya. kemudian kerangkanya diperabukan.

Kapas-timbang atau upeti kapas.Silih Wangi. adalah pajak tenaga perseorangan. Juru Pantun ataupun Penulis Babad. serta ancaman hukum mati. Pare-dongdang atau panggeres reuma. Kecamatan Tarumajaya. Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. yang berarti pelayanan (service). Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. Calagara (di Majapahit: walagara). artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya. sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan. yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar. calagara. yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja. diambil dari bahasa Sanskerta. isinya dapat diketahui. adalah pajak tenaga kolektif. Pengukuhan itu. Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. Keharuman Sri Baduga Maharaja. 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. Bila petani telah berpindah ladang (huma).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Oleh karena itulah. yang ditemukan di Desa Kabantenan. karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani. maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun. Para petani tergabung dalam pasukan pekerja. berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak. Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi). Dasa. bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. harus diserahkan tiap tahun. kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa. Gunung Samaya dan Jayagiri. bagi siapapun yang melanggar keputusannya. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. adalah pare turiang. harus diserahkan kepada raja. Kata dasa. Silih artinya pengganti. untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. Kabupaten Bekasi. Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda. yang gugur di Palagan Bubat. Wangi artinya harum.Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan.

Pasai. pelabuhan Pontang (Pomdam). Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. sebagai kota terbesar ketiga. bandar Cheguide. Istana raja. Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda. raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo. 1996: 59). pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja). serta pada puncaknya berukir indah. Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja. Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran.masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran. bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju. 1999: 41).271 orang. disebutkannya. memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50. kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam).l. Dalam perkembangan selanjutnya. Tome Pires (k.197 orang). terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad. adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama. dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. Tentang Sri Baduga Maharaja.121 jiwa. seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken. antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. Tome Pires memberitakan. Laporan Portugis tahun 1522 Masehi. terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa. Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. Omzet perdagangan kuda. terdapat 40 ekor gajah. dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter). Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). baru berpenduduk 23. Dengan jumlah itu.000 ekor tiap tahun. dapat mencapai 4. Dalam angkatan perang kerajaan. parwa I sarga 4). 76 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda. Tetapi yang lebih penting. Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis. 1468-1539 Masehi). berada di pedalaman. tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda. penduduk kota Pakuan ada 48. nama resmi kenegaraan.000 orang. Untuk kepentingan perdagangan Portugis.

merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. Setelah kembali ke Kerajaan Galuh.Tangerang (Tamgaram). Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. dalam tahun 1416 M. ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. Sesungguhnya. C. Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. bukan "Islamnya". Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. Inilah Sunda. Bratalegawa lahir tahun 1350 M. diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya. ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). antara Cirebon dengan Demak. Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. didirikan oleh Syekh Hasanudin. dan Raja Sangara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kelak. karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. cucunya yang bernarna Hadijah. menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. seorang ulama mazhab Hanafi. yaitu Pangeran Walangsungsang. di Pura Dalem Karawang. bersama isterinya. Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. Ketiga anaknya. Akan tetapi. Walaupun berbeda agama. 1999: 37). isteri kedua Sri Baduga Maharaja. hubungan politis yang terlalu akrab. yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. menikah dengan wanita muslim dari Gujarat. raja Cirebon Girang. Puteri Subanglarang. adalah alumnus pesantren Quro tersebut. Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. Bratalegawa. Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. sebagian ditempatkan di Cirebon. dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. Kalapa (Calapa). putera Mangkubumi Bunisora Suradipati. ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. bernama Farhana binti Muhammad. Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. seorang ulama mazhab Safi'i. Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng). Kemudian dari Gujarat. Cimanuk (Chemano). Larasantang. dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken. Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n .

antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses. Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu. Kapten Malaka. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. Untuk maksud ini. Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti. Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. Kawasan ini yang disebut Kalapa. Tuan Kami. pada tanggal 21 Agustus 1522 M. bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja. disebut Laksamana Bungker). raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M. ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. Akan tetapi. Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada tahun itu. Sri Baduga Maharaja sudah wafat. di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja. kapten perjalanan ini. akhirnya ditanda-tangani di Pakuan. yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. jadi di sebelah kanan muara sungai. Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi. M. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa. Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. Maka. seperti pula syahbandar dari tempat pabean.Portugis. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. menghadiahkan kepada Raja. Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme. Kunjungannya ke Pakuan. menentukan dan menunjuk tempat. sebagai duta resmi negara. Tuan kami. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai. Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule). seberang awal pelabuhan. Leme. menegakkan sebatang padrao dari batu. jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. Maka. utusan Jorge d'Alboquerque. Selain itu banyak orang baik. seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan.

Dengan demikian. bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. 1999: 54). masih sebagai pelaut murni.10. tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. penulis dari kapal San Sebastian. Sangat disayangkan. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. penulis. Untuk buktinya. Maka. tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. Sri Baduga Maharaja itu. membuat dokumen ini. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. pada perjalanan ini. pedagang Portugis pada waktu itu. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. Tentang seluruhnya itu. juru mudi dan banyak (orang) lagi. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. selaku perwira Raja. saya. juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. yang diwakili oleh pedagang Portugis. semuanya tentara. Tuan kami. Berbeda dengan pelaut Belanda. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. Padahal. dan Franscisco Annes. dan Diogo Diaz. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda. yang dicurigai para akhli sejarah. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot. Balthasar Memdes. mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. Raja-raja penerusnya. telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. Dibuat pada hari. saya memberi kesaksian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Hubungan internasional bilateral inilah. yang selalu berambisi.600 caxas Java. Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. Tuan kami. sangat wajar terjadi. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya.

Oleh karena itu. Cukup banyak Babad yang ditulis. yang sesungguhnya keturunan Galuh. Cirebon. Penyempurnaan sukma tersebut. Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. Dalam naskah Sunda kuna lainnya. 80 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akan tetapi. belum dapat membuktikan secara pasti. Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". kalau tidak Hindu tentunya Budha. kalau ditanyakan. pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha. tetapi dalam menuliskan Babad setempat. dimanakah bekas candi-candinya. disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). dapat kembali kepada Asal-nya. adalah tokoh Sunan Ambu. Dzat Asal dalam religi Sunda. selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. atau "Yang Moksa Di Rancamaya". yang artinya dipusarakan. sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya. Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". Dalam cerita Pantun sekalipun. mengenai tokoh Prabu Siliwangi. keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. Sumedang. digunakan kata lumah (pusara). Mwakta atau Moksa. Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi. pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. Terbukti. di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. Para Pohaci dan Para Bujangga. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda. Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan.toleransinya terhadap agama Islam. merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). umum masih beranggapan. telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda. Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. secara arkeologis. bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha. Sampai saat kini. Setelah Indonesia merdeka. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. dengan tujuan utama. dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. dan Talaga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing.

bukan dengan Dewa). kisah tentang Kerajaan Pajajaran. pada abad ke-7 Masehi? Sebab. adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . Provokasi cerita fiksi Kian Santang. bersih suci bila dibasuh. dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib. Disunat ka tukangnya. Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam. sudah demikian lama. Selain itu. dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun. Seda. Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran. kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali. selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi. Adakah masuk di akal. jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. Kedatangan Islam. Sebutan lain untuk Hiyang.. di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. Niskala. merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. Disunat kepada akhlinya. cita-cita urang Sunda yang saleh. Kian Santang yang konon katanya. jati Sunda teka. D. juga adiknya Pangeran Cakrabuana. Hiyang Seda Niskala. karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi. di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala. artinya Sempurna. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. bagi orang Sunda. tidak ingin manjing surga (masuk Surga). terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. Ada pula yang menafsirkan. karena ia adiknya Larasantang. bahwa tokoh Kian Santang itu. sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi). artinya Gaib.Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya. setega itukah. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). Kisah tersebut. sesungguhnya tidak jadi masalah.

Prabu Sanghiyang Surawisesa. Perang ke Gunung Batu. teguh dan pemberani. ia disebut Raja Samiam. pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda . Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Perang ke Kalapa dengan Aria Burah. hingga menimbulkan perang selama 15 kali. membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). Untuk mencari kebenaran.alias Fatahillah. Lima betas kali perang tak pernah kalah. sempat dicurigai sebagai Kian Santang. Rata gagah perkasa. terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu). Perang ke Tanjung. Perang ke Hanum. pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja. Perang ke Padang. 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa. Perang ke Simpang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi). Perang ke Muntur. menimbulkan persoalan baru. Dalam catatan Portugis.Portugis. berdasarkan ilmu sejarah. uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. Perang ke Gunung Banjar. Perang ke Ancol Kiji. Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17. konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing. Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun. meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). perlu penelusuran ilmiah. dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). Perang ke Pagoakan. Perang ke Wahanten Girang.

dibunuh tanpa dosa. Ada pendeta sakti dianiaya. tertimpa tapak kikir. jangan hidup pura-pura berpuasa. Terkenal namanya Hiyang Kalingan. hati-hatilah yang hidup di kemudian hari. Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang. Puasa. Sang Pandita di Jayagiri. Prabu Ratu Dewata. ditenggelamkan ke laut. Tidak sampai setahun. ditenggelamkan ke laut. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna . Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi.Perang ke Pager Wesi. Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. meninggal dunia. supaya bersih suci dari kotoran. tidak mati. kembali ke Pakuan lagi. Begitulah keadaan jaman susah. moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva. Sang pandita di Ciranjang.sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata. lamanya jadi raja 8 tahun. Disunat oleh akhlinya. hanya meminum susu. Oleh sebab itu. tidak diketahui identitasnya. masih hidup. Disunat. disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n . itulah tradisi orang Sunda. prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. kesembilan tahunnya meninggal dunia. menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia.sang kawuri / hayzaa to . Setelah itu. Datang bencana serangan musuh kasar.iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Perang ke Medang Kahiyangan. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. Perang di Buruan Ageung (Alan-alun). dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem. pandita di Sumedang.

di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan. Yang membangun bale bobot 17 jajar. Mempunyai anak. Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. zaman besi. menghina pendita. oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. zaman perunggu. Begitulah riwayat Sang Ratu. Sang Nilakendra. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Jangan diikuti oleh generasi belakangan. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . diukir berbaris dibentuk berbagai cerita. Dalam zaman Dopra. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. menghiasi Kedaton. merampas tanpa perasaan. tidak hormat pada yang tua. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri. Sering membunuh orang tanpa dosa. Lamanya jadi ratu 8 tahun. tindakan ratu seperti itu. seterusnya diganti dengan zaman kali.

cucu tiri. antara lain: 1. tidak mengikuti adat kebiasaan. Dunia halus masuk ke yang kasar. Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka.perdaya. kalah Rajagaluh. kalah Jawakapala. disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya. tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi). perang dengan Datar. Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). Perang berlayar ke Salajo. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. kalah Kalapa. menurunkari pertapa. perang dengan Galuh. Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). Perang dengan Kalapa. perang dengan Jawakapala. dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. Perang dengan Pakuan. timbul kerusakan dari Islam. Manusia yang berhuma rakus makannya. 5. Iamanya jadi rata 16 tahun. ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran. 2. semua kalah oleh orang Islam. 3. Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. 4. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. perang dengan Patege. Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi). Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perang dengan Gegelang. perang dengan Mandiri. Perang dengan Rajagaluh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pertama datangnya perubahan. Ratu Sakti (1543-1551 Masehi). Lamanya jadi ratu 12 tahun.

1. dari pendahulunya. Dalam Carita Parahiyangan. 2. KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A. kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. Status Pangeran Walangsungsang. di antaranya: 1. karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. pemeluk Islam madzhab Hanafi. PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda. adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. Syekh Hasanudm. 2. yang disusun oleh Atja dan Edi S. sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. adalah murid Syekh Hasanudin. Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. untuk membahas Banten. Dari isterinya yang pertama. ialah. Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. berperan sebagai anak sulung. Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. Cirebon. dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja. bahwa dari Subanglarang. 1989:165). Sanghiyang Surawisesa.IV. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. Oleh karena itu. Dewi Surawati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berputera beberapa orang. Status ini sangat memungkinkan. jika Pangeran Walangsungsang. terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). Ekadjati (1989). dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). Surasowan. Sedangkan dari isterinya yang ketiga. Adapun riwayat Syekh Hasanudin. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dua di antaranya. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. dan 3. bernama Rajasangara. hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang.

la didampingi oleh jurututulisnya. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). disertai pula oleh puteranya. yang juga beragama Islam. puterinya Ki Gedeng Karawang. Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . Armada laut Cina tersebut. Tan Go Wat. ketika turun di Pura Dalem Karawang. la bermaksud. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo. Selama 59 tahun. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. Laksamana Cheng Ho. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. untuk menjalin persahabatan.800 orang. Islam bukan hal yang baru dan acing. Kelak. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya. Di antara sekian banyak awak kapal. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin. dan lebih kikir lagi dengan pujian. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad. Oleh karena sesama muslim. Namun bagi tokoh Wastu Kancana. di pesisir Pura Dalem Karawang. memohon diri untuk turun. terdapat beberapa orang penumpang. sebanyak 63 buah kapal layar. Tujuan pelayaran mereka. menyebarkan ajaran agama Islam. Dari perkawinannya. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. memperoleh anak. Syekh Hasanudin. armada laut Cina. padahal untuk Sri Baduga Maharaja. pada tahun 1416 Masehi. di Pulau Jawa. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. di Jawa Timur. dikenal sebagai Syekh Bantong. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. kakeknya Sri Baduga Maharaja. kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. mengadakan pelayaran keliling. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda. Syekh Hasanudin. Ki Gedeng Karawang. Bagi Sang Mahapraburesi. Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata. Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. Ma Huan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah lama tinggal di Pura Dalem. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Peristiwa penting ini. dengan prajurit laut sebanyak 27. Sebab. Tan Go Wat.Pada tahun 1416 Masehi. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. adik iparnya.

la. diteladani dari kakeknya. bahwa Pangeran Walangsungsang itu. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. Sebagai catatan. adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. Selain sebagai ibunda tercinta. mengikuti agama yang dipeluk ibunya. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). hanya ibunya.sanggup memujinya. seorang bangsa Ajam. Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. Ketika Subanglarang wafat. la dengan kedua adiknya. peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. merasa sangat kehilangan. Sementara itu. Pangeran Walangsungsang. memohon izin kepada ayahnya. tidak menjadi masalah. Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. Perlu dicatat. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya. hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. adalah Guru Agama. mendorong Pangeran Walangsungsang. Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. Kenyataan seperti itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akibat konflik agama dengan ayahnya. Tentu saja. dibina langsung oleh kakeknya. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). bagi Sri Baduga Maharaja.1984: 42). Ki Gedeng Tapa. Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. oleh para penulis babad. untuk pergi mengembara. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. Peristiwa-peristiwa itulah. Subanglarang. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. Afganistan. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah. walaupun dengan berat hati. madzhab Hanafi. Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam.

la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). Di bagian selatannya. Syekh Datuk Kahfi. Pangeran Walangsungsang. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa). Seperti babi hutan. Pondok Quro Amparan Jati. Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. Kemudian. Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. Syekh Nurjati. di kampung Ghuzah. wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan.Amir Abdullah Khanudin. harimau. mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. masih hutan belantara tempat binatang buas. yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. ketika mendirikan Dukuh Cirebon. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. dari Syekh Datuk Kahfi. Nyai Larasantang. Cirebon namanya. Dalam pemerintahan sehari-hari. Dalam pengembaraannya. mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. gajah. dari kakeknya. atas keinginan Ki Gedeng Tapa. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). Ki Gedeng Tapa. Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. ular. Di tepi pantai. setelah Pondok Quro Karawang. mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut. Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). Sebagai catatan. kura-kura dan berbagai jenis lainnya. Ki Gedeng Tapa. Oleh Ki Gedeng Tapa. Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya.

Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan. atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. telah bermukim 5 orang penduduk. Pada awalnya. Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja. seorang ulama agama Budha.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Cirebon Girang. dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). penduduk Cirebon Pasisir. Nama itu diperoleh dari gurunya. Nyai Arumsari (isterinya). untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. Mereka. kemudian diberi nama Cirebon Pasisir. Syekh Datuk Kahfi. Setelah melihat ada pemukiman baru. atau Lemah Wungkuk. atau Tegal Alang-Alang. pindah dari tempat tinggal asalnya. puteri Ki Danuwarsih. Atas kesepakatan bersama. Kemudian. di Kebon Pasisir. membuka hutan Kebon Pasisir. sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. banyak ikan dan rebon (udang kecil). Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. dan adiknya (Nyai Larasantang). Di sungai. Ki Sarmawi (pembantunya). Ki Danusela. ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. Diberi nama demikian. bersedia masuk Islam. Sebab. / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. Pangeran Walangsungsang. berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). dipercaya menjadi Wakil Kuwu. Sedangkan di Gunung Ciremai.laut (camar). ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. Sedangkan Ki Danuwarsih. dibangunlah pemukiman baru. adalah adiknya Ki Danuwarsih. Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. adalah mertua Pangeran Walangsungsang. disebut Kebon Pasisir. serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati. lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. Semula. yang disebut Cirebon Girang. yaitu Nyai Indang Geulis. banyak kuda liar.

Rinciannya: Sunda 196 orang. 91 | S e j a r a h K e r a j a a n . // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian. Pedagang. masing-masing berbeda. keakhliannya. semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. sebelum tidur. Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya. ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah. bahasa dan tulisannya. tingkah lakunya. Macam-macam anutannya. Parsi 2 orang. Hujung Mendini 4 orang. para petani. mendapat gelar Ki Cakrabumi. namanya. Syam 3 orang. Sumatera 16 orang. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. Berbagai bangsa ada di sana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Arab 11 orang. bekerja menyelesaikan pembuatan terasi. petis dan garam.Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang. Jawa 106 orang. adalah 346 orang. Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). India 2 orang. Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai). berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan. dan Cina 6 orang. Mereka menumbuk rebon dan ikan.

untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. Akhirnya. degan maksud yang sama. Di tengah perjalanan. Cirebon. berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya. Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. Ki Samadullah dan adiknya. sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. pustaka yang disusunnya. Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. Di dukuh Cirebon Pasisir. Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. yang terletak di tepi laut. pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir. Cirebon. / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. Padahal. berlayar menuju Tanah Arab. ci berarti sungai. Sehingga. tidak bisa ikut. diberi nama Jalagrahan. mengingat penduduk Cirebon pertama. menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bersama santri-santrinya. menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. Syarif Abdullah. Nyai Indang Geulis. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. grahan=rumah). Hal itu. Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mendirikan Tajug (Masjid). kapal layarnya singgah di negeri Mesir. "Anakku. la. karena sedang hamil. tiba di pelabuhan Jedah. Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. naik ke kapal layar. adalah keturunan Bani Hasyim. Sang guru mengingatkan. diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). Ki Samadullah. (Jala=air. kata "Cirebon" sendiri. dengan panggilan akrab Ki Samadullah.Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. dan rebon berarti udang kecil.

Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im. sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi. Dan adiknya menetap di sana. adiknya Syekh Datuk Kahfi. Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya. Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita. di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi. Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah. Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .menjadi Walikota Mesir. Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim. …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. Di rumah Ki Bayanullah itulah. Di tanah suci Mekah. Sedangkan Amir Abdullah Khanudin. samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas). kepada Nyai Larasantang. Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja). Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. Tiga bulan kemudian. dari Bani Mameluk. Syarif Abdullah telah jatuh cinta. 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ternyata. Kembali kepada Syarif Abdullah.

Ki Gedeng Tapa. la membangun Keraton.. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sesudahnya. diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . 94 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. Nyai Pakungwati namanya. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran.. Tidak lama kemudian. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. selain sebagai penguasa Singapura. semua kekayaan dari kakeknya itu. Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua. kemudian diberi nama Pakungwati. Dan perkawinannya. Pangeran Cakrabuana mendapat warisan. yang banyak didapat dari sungai Cirebon. sama dengan nama puterinya. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa. Kata pakung. yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah. Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. tiba di Cirebon. Maka jadilah Cirebon. mempunyai anak perempuan. Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang. adalah sebutan lain untuk udang kecil. // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/. kakeknya.. wafat. Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir. Kemudian. yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. dijadikan sebuah kota besar.

atau Ki Samadullah. dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. Pangeran Walangsungsang. Kemudian. B.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik. Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. ia mengutus Tumenggung Jagabaya. Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin. 95 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan).Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda. atau Ki Cakrabumi. Sri Baduga Maharaja. diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib. sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya. Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi. untuk menobatkan puteranya. disertai pasukan pengawalnya. nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra. Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad. oleh ayahnya. atau Pangeran Cakrabuana. sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya.

Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. mempunyai anak beberapa orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri. Sayid Abdurrakhman orang kaya. Dari perkawinannya. yaitu Sarah. Dari sejak itulah. Muhammad anak Ali AI Ghayam. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. Adapun Abdul Malik. Salah seorang di antaranya wanita. Sayid Abdul Malik dengan puteri India. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. Sayid Alwi anak Muhammad. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. Riwayat selanjutnya. Alwi Amir Pagih anak Muhammad. yaitu adik dari Sulaiman Al Basri. asalnya merupakan satu keluarga. kepada puteri pejabat daerah negeri India. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kedua-duanya. Muhammad anak Ubaidillah. Salah seorang di antaranya. Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. Sayid Abdul Malik. bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. mempunyai anak beberapa orang. Oleh karena itu. mempunyai anak beberapa orang. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. Dari perkawinannya.Kemudian. Salah seorang di antaranya. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. Mempunyai anak beberapa orang. la meninggal dunia di Jawa Timur. Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir. anak Alwi Amir Pagih. Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). Sebab. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. diperisteri oleh Sayid Hassan. mempunyai anak beberapa orang. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan. Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik. Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris).

4. Syarif Sulaiman Al Bagdad. yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Abdullah Khannudin. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . Riwayat yang menjadi penyebab. sebagai guru agama Islam. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran). masing masing ialah: 1. 2. tidak mempunyai anak. mempunyai anak beberapa orang. Hal itu tetjadi. yang seterusnya menetap di sana. disebut juga Syarif Ungkah Jutra. Syarifah Halimah. menetap di negeri Mesir. Dari India. 3. 2. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar. Syarif Abdurakhman. mempunyai anak beberapa orang. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. Mempunyai anak beberapa orang. Syarif Abdurakhim. Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. mempunyai anak 4 orang. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Syarifah Bagdad. Syarif Abdullah Al Masir. Syarif Abubakar. Riwayat selanjutnya. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). menjadi anak angkat uwanya. Barkat Zainal Alim. Ketika menetap di negeri Bagdad. 3. pergi ke Jawa dwipa. dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon. Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. 4. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad. memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. tiga di antaranya: 1. 3. Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja. mempunyai isteri seorang puteri Mesir. atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. empat di antaranya: 1. Ali Nurul Alim. Syarif Hafiddin Abbas. hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). mempunyai anak beberapa orang. menjadi Walikota di negeri Mesir. Ali Nurul Alim. mengajar penduduk di sana. 2.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bharatanagari (India). ia menjadi duta negeri Parsi. Pasambangan. menikah dengan Hadijah.pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). dari setiap turunan Rasul Muhammad. Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi. Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya. Panjunan dan beberapa desa lainnya. Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. semua itu para Kamastu atau disebut Wali. kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa. Junti. Juru Labuan Muara Jati Cirebon. cucunya Haji Purwa Galuh. Kamboja. Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya. pada naskah yang sama ditegaskan pala. juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. 98 | S e j a r a h K e r a j a a n . diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. Campa. Syekh Datuk Kahfi. Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan. oleh Ki Gedeng Tapa. Japura.

Selanjutnya. yaitu Maulana Makdur Ibrahim. Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman). Dua orang di antaranya. 2. dan yang ketiga Syekh Bayan. menetap di Kamboja. kedua. yang mempunyai anak beberapa orang. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim). yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. Dua orang di antaranya. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tiga orang di antaranya yaitu. ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah. dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan. Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. mempunyai anak beberapa orang. yang kedua Syekh Datuk Kahfi. dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. dan 3. kemudian menetap di Panguragan Cirebon. selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. yang pertama perempuan.Maka jelaslah sudah. Syekh Datuk Soleh. dua orang di antaranya. Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin. Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. adalah sebagai berikut: 1. Syekh Khadir Kaelani.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 2. Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. Syekh Datuk Ahmad. yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. yang menetap di negeri Malaka. yaitu: 2. Sunan dan Guru Agama Islam. pertama. yaitu: 1. di antaranya: 1. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. Selanjutnya. dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya. mempunyai anak beberapa orang.

Ali AI Mustada. 1. tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah). singgah di Palembang. Setelah menetap beberapa lama. mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). Dalam jangka 3 tahun. Dalam perjalanannya. dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. Ratu Darawati. Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. oleh Prabu Kertabumi. Ali Rakhmatullah. dan singgah di negeri Banten.Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. menuju ke Jawa Timur. Di Keraton Majapahit. memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. Adik Dewi Candrawulan. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat. dikaruniai beberapa orang anak. Kemudian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Arya Dillah atau Arya Damar. Atas usulan Ratu Darawati. untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. Dua di antaranya yaitu. Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan. Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta. Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. Sumatera. memeluk agama Rasul Muhammad. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ali Rakhmatullah berangkat kembali. Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. yaitu Dewi Darawati. isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah). Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina. Karena pada waktu itu. Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. Setelah enam bulan di Palembang. 3. Di Palembang. yaitu Dewi Candrawulan. di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. yaitu Siu Ban Ci. dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). semua penduduk Ampel Denta.

Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). memperisteri puteri Sunan Undung. 2. Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. dan 8. 2. dan 4. memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. Dari perkawinannya. yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ratu Pakoja. Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Panembahan Kodi. Dari isterinya yang lain. 3. Nyai Ageng Pembayun. 2. puterinya Maulana Ishak. Puteri. Sunan Kudus atau Jafar Syadik. Penambahan Joko. yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). Panembahan Mekaos Hanggakusuma. Di antaranya. 3. Dewi Rukayah. 6.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . puteri Ki Wiryosarojo. Selain dengan puteri Sunan Ampel. masing masing: 1. yaitu Raden Amir Hassan. dan mempunyai anak laki-laki. 5. Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh. yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang.Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel. Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). dikaruniai anak beberapa orang. 4. empat orang di antaranya: 1. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). yaitu Dewi Rukhil. Selanjutnya. dikaruniai anak laki-laki. Dewi Sofiyah. Panembahan Palembang. antara lain: 1. yaitu Dewi Sujinah. Panembahan Karimun. 3. Ratu Prodo Binabar. 7. yaitu Siti Khorimah. diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga).

2. Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang). mempunyai anak laki-laki.. berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri. antara lain sebagai berikut: . parwa I sarga 4. meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat. Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah.. puterinya Ki Ageng Bungkul. Siti Mursimah. Raden Paku alias Sunan Giri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa. Syarif Hidayat namanya. di antaranya masing-masing ialah. Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. adalah puteranya Maulana Ishak.1. ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n . Siti Murtasiyah.//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya. . / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya. Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya. Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah. dari isterinya yang berasal dari Blambangan. Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi). parwa II sarga 4. mempunyai anak dua orang.

kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya. Oleh karena itu pergi dari Mekah. antara lain sebagai berikut: . Selesai dua tahun. Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri. ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir. Tinggal di sana lamanya tiga bulan. Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. baru berusia dua puluh tahun. lamanya dua tahun.. dari Syekh Athallahi Sajjilli. Pada waktu itulah. yang semuanya berjumlah 98 orang. bersama 98 anak buahnya. Dalam perjalanannya. bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam. ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa . Kemudian. mereka berlayar bersama-sama.//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n . singgah di Gujarat. yaitu Sayid Al Kamil. Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa. disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya. Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat. menuju Pulau Jawa .ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda. parwa parwa I sarga 4. Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil. Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya. Ketika singgah di Gujarat. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya.

Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. Selanjutnya. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. Syarif Hidayat singgah di Banten. Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha. berjodoh dengan puteri Adipati Banten. ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah.sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur. Selanjutnya. menemui uwanya. Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. bersama Dipati Keling dan anak-buahnya. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai. Nyai Kawung Anten. singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). Sesungguhnya. Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. mengajarkan agama Islam di sana. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur. untuk menemui uwanya (kakak ibunya). Syarif Hidayat alias Sayid Kamil. berlayar menuju Cirebon. Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. Kunjungannya ke Cirebon. makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Sumatera. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . (singgah) di negeri Pasai.

Nyai Mas Pakungwati. yaitu Sayid Al Kamil.//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n . Demi untuk kepentingan penyebaran Islam. mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat. . sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung. Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya. dapat bertemu dengan uwanya. menetap di Pakungwati Cirebon.Iman. Adapun Syarif Hidayat.. Setelah beberapa lama kemudian... ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu. Akhirnya. Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati. Dipati Keling serta 98 anak buahnya. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi. kepada suwan yang sekaligus menantunya. sangat gembira. di Kerajaan Sunda. yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama. Syarif Hidayat. Syarif Hidayat.. Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu.. kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya. Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. Begitu pula Syarif Hidayat. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati). Sang Tumenggung mewariskan tahtanya. Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa . Alangkah sukacitanya Sri Mangana. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil..

dengan gelar Susuhunan Jati.. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira. Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon.// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat. Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya. ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon. Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati. yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur. untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran). Pejabat penguasa daerah. Pada waktu itu.Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana... sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon. menyerukan pujian atas penobatannya. mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati. yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak. untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa. .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan semua memberikan dukungan.. disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak. Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita... pesta meriah.

1983: 35). karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. V.menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. atas pernikahannya dengan Pakungwati. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. Syarif Hidayat. bahwa: 1. terkesan Surasowan di sana. Hal yang hampir sama." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja. Akan tetapi. Syarif Hidayat. Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon. niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon. antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih. Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar. sebutan Sorasowan. atas usul orang tuanya. dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. dalam buku Pakern Banten. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan. Penobatan awal Syarif Hidayat. Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya. adalah cucunya sendiri dari Larasantang. akhirnya masuk agama Islam. dan 3. puteranya sendiri. dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935). Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A. lama tidak kembali ke Pakuan. Sang Kakek memerangi cucunya. SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. adalah menantu Walangsungsang. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi. 2.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . atas kehendak Pangeran Cakrabuana. "Betapa tidak terpujinya.

menjadi Keraton Pakungwati. pendiri kerajaan Islam di Cirebon. Pakungwati sebagai nama kesultanan. Berdasarkan gejala itu. Kemudian digunakan sebagai nama keraton. sudah tentu harus dicari pembandingnya. Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita. antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten. Soan atau Sadji artinja Radja. Pakungwati sebagai nama keraton. Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687). Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. Pakungwati sebagai nama orang. Pakungwati adalah nama orang. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. Selanjumya berkembang. semua itu menarik untuk dikaji. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. menjadi Kesultanan Cirebon. Soera artinja berani. Surasowan dan Surosowan. atau Surosowan? Hal tersebut. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad. teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati.1935: 60-61). nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan. Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta. Saleh Danasasmita (1984). menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon. Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Surasowan.1984:44). 108 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan).Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan. Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin. tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. Pada akhirnya berubah sebutan lagi. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. bagi kata yang ada di depannya. bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan. puterinya Pangeran Cakrabuana. Pada mulanya. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon. yang dibangun di Dukuh Cirebon. Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan.

satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n . (Atja & Ekadjati. Atja & Edi S. berputera beberapa orang. menjadi bupati Banten Pasisir.1989:144 dan 153). Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut. Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. Prabu Surawisesa. Sang Arya Surajaya. Sebagai putera Sri Baduga Maharaja. juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. Islam sudah mulai bersemi. Dari kutipan tersebut di atas. Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang. dan mampu mendirikan keraton yang memadai. antara lain ialah. pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. 1. Sang Surasowan. dan 2. Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34. Nyai Kawunganten. 2. Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. Sang Surasowan mempunyai dua orang putera. dua orang di antaranya: 1.Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3.

masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah. Atas seijin Sang Surasowan. di kemudian hari. Sepeninggal Ali Rakhmatullah. Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel. Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah. Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam.g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk. Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit. di Pulau Jawa singgah di negeri Banten. Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja). terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. dalam waktu yang relatif singkat. dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. singgah sebentar di Negeri Banten. tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. Kelak. banyak mendapat simpati dari penduduk. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera). kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam. Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah. yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n .

kemudian dijelaskan. yaitu Pakungwati. untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". lalu terus ke selatan. legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat. Secara tersamar. ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. la mempunyai dua orang anak. Akan tetapi. Dalam waktu yang relatif singkat. tiba di Banten Girang. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . dari Mandarsah ia datang di Jawa. Sesunguhnya. lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya. Oleh Sang Surasowan. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). masih saudaranya juga. Oleh Syarif Hidayat. bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin. dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. para penulis Babad. Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten. yaitu Pakungwati. Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. untuk meng-Islamkan daerah ini. cucu Sri Baduga Maharaja. Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki. bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang. bahwa "seorang yang keramat" itu. sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda. nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin. puterinya Sang Surasowan. pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. seorang perempuan (yang tua). Tentang "seorang yang keramat. pada tahun 1478 Masehi. dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hanya saja. Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. Untuk mempererat kekerabatan. 1983: 33). diberi nama Hasanuddin. sangat terbatas. Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. Apalagi setelah diketahui. riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat. dari pada substansi historisnya. untuk meng-Islam-kan daerah ini.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tentang "orang tua" Hasanuddin. penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat. Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya.

soepaja datang ke negeri Banten. Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten. karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tahoen Belanda k. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad. yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). maka Kg. antara lain: Pada abad 15. disaat Kg. koerang lebih hidjrah Nabi 887. mengemukakan hal yang sama. di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari. Berdasarkan kaol Cibeber. 112 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". Banten dan Demak. Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. Kg.Maka terseboetlah pada masa dahoeloe. Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. sangat gelap (peteng).1953: 24). Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun. Berdasarkan kutipan tersebut di atas. Sedangkan. kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. Pakem Banten. menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah.l. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten. 1472. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin. pada kalimat selanjutnya. Hanya saja. terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. menggunakan sumber "Parimbon Banten. kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten. Kg. para penulis Parimbon Banten. dalam proses meng-Islam-kan Banten. yang hampir malah sudah musnah. tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad. dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon.

yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin. Amanat Dari Galunggung. Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. tidak mendasar. Hafidz Rafiuddin. dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy". Mereka bertugas. 113 | S e j a r a h K e r a j a a n . pernyataan selanjutnya. sudah tidak diragukan lagi. Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku". Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur. adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Carita Parahiyangan. yang dewasa ini disebut Sasaka Domas. Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian. Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". Maulana Hasanuddin.Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. Dengan adanya hal-hal semacam itu. mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". mengemukakan hal yang hampir sama. Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. sulitlah bagi kita untuk menentukan.Ag. Tuduhan Animisme. seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan. Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya. Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme". pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme. Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten.1984: 41). dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun. melakukan "Tapa di Mandala". (2000). "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan". antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten. patut dicermati. yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang". S. Akan tetapi. 2000: i & 9).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. Atja dan Edi S. Dialah putera Sri Baduga Maharaja. Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil. "takluk" atau "ditaklukkan". 1984: 219). dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. menjadi ratu wilayah Wahanten Girang. Dia kemudian memeluk agama Islam. 114 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari kutipan tersebut di atas. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut. masih dipuja dan dikeramatkan. nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan". Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh. sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini. Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat. Kembali kepada proses Islamisasi di Banten. serta hamba sahayanya. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana. antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua. "dipaksa". Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima. menantu. Anak menantu dan hamba sahayanya. (2) Tumenggung Jayamanggala. Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya. sebagai penganut agama Rasul Muhammad. Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat.1993: 27). menjadi pemeluk agama Islam. yang seluruhnya setinggi 6 meter. Bangunan berundak di Kosala. dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana. di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm. Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture. Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. dengan ikhlas "beralih agama". ditemukan dekat bangunan berundak. menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. Arca Domas memiliki 13 undakan batu. Menurut kepercayaan orang Baduy..1989 :144). dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali. anak. dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. dalam Carita Parahiyangan sarga 3.Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan.

Jika terdapat perubahan lafal. baik oleh orang Cina.1996:119). Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya. tahtanya diwariskan kepada puteranya. Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran). perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang. kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. Sang Adipati Surasowan. dan bermuara di Banten Pasisir. karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". berkelok melalui wilayah Banten Girang. maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16. bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan). hanya pelafalan yang berbeda. dalam kajian ilmiah. Hendaknya digarisbawahi. diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang". Akan tetapi. mertua Syekh Syarif Hidayat. tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). Mecermati fakta seperti itu. Sang Adipati Surangggana. Ekadjati. setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). sudah tidak tepat lagi. Ketika Sang Surasowan wafat. terdapat dua negeri Wahanten. dalam usia terhitung masih muda. maksudnya itu-itu juga. memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. membelah kota Serang. tapi nyata). dapat dimaklumi. Kembali kepada tokoh Sang Surasowan. sudah merupakan petunjuk tersendiri. Oleh karena itu. Gambaran semakin jelas. Secara lingual. sebutan "wantan" dalam lafal Cina. Sebab. sebutan wahanten menjadi banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira. Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. 115 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari hulu Gunung Karang Pandeglang. Boleh jadi. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. apapun bahasanya (Guillot. Sang Arya Surajaya. Portugis pun melakukan hal yang sama.pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. kedua-duanya sejaman. ayahanda Nyai Kawung Anten. menyebut "Wahanten" dengan "Bantam". Dari bahasan Atja & Edi S. Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya. Bahwa.

Pada waktu itu. puteri sulung Raden Patah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari perkawinannya. Itulah sebabnya. Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan). B. Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). Putera kedua. diberi nama Yusuf. Mereka dapat ditaklukkan. lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. Sehingga. Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya. 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. menjadi tidak harmonis lagi. dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. di Kesultanan Pakungwati Cirebon. Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan. telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. telah mengalahkan kharisma uwanya. Pangeran Arya (Pangeran Japara). kekuatannya tidak seberapa. dan persenjataannya pun tidak lengkap. Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. lahir pertama Ratu Winahon. menjadi penerus ayahnya. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon.Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). Sabakingkin atau Hasanuddin. serta memperoleh putera laki-laki. WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). dan pasukan yang tersisa melarikan diri. Oleh karena itu. Pangeran Sabakingkin. Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura. Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir. kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). Untuk jaringan politik. Adipati Arya Surajaya. pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua.

16. jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka. Kekhawatiran Sultan Demak. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. bahwa tidak lama lagi. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. Raja Daerah Gunung Banjar. akan tiba armada tempur Portugis. 12. Raja Daerah Muntur. 10. Tumenggung Linggageni. 2. 11. Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak. Sang Adhipati Patala. Oleh karena itu. kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Karena Pakungwati. yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Wahanten Girang. Sang Aryya Wuludada. Raja Daerah Pagawok. semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. 8. 13. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n . 9. Aryya Pulunggana. memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap. tersumbat. akan menyerang Pakungwati Cirebon. Kyai Wudhubasuraga. Aryya Senapati Bhimajaya. dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. 6. berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda. Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. Sang Prabhu Walahar. Raja Daerah Gunung Batur. adalah: 1. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon). 15. Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa. 14. Ratu Hyang Banaspati. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. Pada saat itu. Raja Daerah Rumbut. Sang Aryya Wirasakti. Sang Aryya Suraprasa. Raja Daerah Pager Wesi.Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. Raja Daerah Simpang. 4. Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. Raja Daerah Gunung Ageng. Ratu Ancol. Karena sudah tersiar berita. Pradharmaya. Adhipati Suranggana. Raja Daerah Hanum.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). 3. Raja Daerah Medang Kahiyangan. 5. Sultan Demak (Raden Patah). Jelas. Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. 7.

Oleh sebab itulah. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya. pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. perdukuhan. Sultan Demak memerintahkan adik iparnya. sebagai "gerakan pendahuluan". Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. Beberapa bulan kemudian. tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. sambil menjajakan bermacam-macam barang. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Sabrang Lor. janda Pangeran Sabrang Lor. barulah Panglima Fadhillah Khan. desa. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi). Kekuatan pasukan gabungan. Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya. guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam. sedang dalam pelayaran. menyusup berkehling kota. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin. Fadhillah Khan bersama pengiringnya. kembali ke Demak. Ratu Ayu. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. Setelah itu. bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. Singgah di Pakungwati Cirebon. Kemudian mengadakan gerilya. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati. Susuhunan Jati. Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak.967 tentara. terdiri dari 1. bandar. adalah putera mahkota Demak. aneka macam perhiasan dan yang lainnya. ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. kembah ke Demak. Tak lama kemudian. di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya. la gugur pada usia muda. dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. Sebagaimana yang telah dikemukakan. dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka.

dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary. dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). Sebab. bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi. beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. Adipati Wahanten Pasisir inilah. Di balik peristiwa itu. Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana. tibalah serangan mendadak. sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun". Akan tetapi. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. sesungguhnya. dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun. pusat pemerintahan Banten. yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir. tidak sesuai dengan kajian arkeologi. Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten. lebih siap untuk bertempur. sebelum dapat dibuktikan kebenarannya.1993: 68). Kemungkinan. Serangan dahsyat. Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin. Akhirnya. secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. Sesuai rencana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bergegas menuju Pakuan (Bogor). Sang Adipati Surajaya dan keluarganya. Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam usia 48 tahun. telah lebih dahulu masuk agama Islam. Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan". Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung. yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang. Sangat masuk akal. penguasa Wahanten Girang.Adipati Sang Arya Surajaya.Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". Sang Adipati Arya Surajaya. atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. menyelamatkan diri. "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin. Secara diarn-diam. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. Kemudian. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. menerobos hutan lebat. serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup.1988: 8). setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir). sempat dibinasakan. untuk menumpas huru-hara tersebut. "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin. Karena hal ini.

Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis. anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam". Berdasarkan kutipan tersebut. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya. Akan tetapi. pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. yang bergelar Ki Bagus Molana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo". sulit dibenarkan. bahkan tidak dilemahkan. seorang dari Pakuwan.dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya .1983: 34). Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup. "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”. anak Hasanuddin. makaYusuplah lagi . Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat. di komplek makam Tempat Suci itu. antara lain: Apabila Ki Jongjo. maka Molana Yusuplah. Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana. Kemungkinan besar. Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. 120 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau. yaitu Hasanudin. dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo.yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta. antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi. mengemukakan usulnya kepada panembahan. rupanya telah terjadi manipulasi. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana. Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. kemudian berkembang menjadi dua orang. Sayangnya. dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya. oleh pernyataan. Secara kekerabatan.Suranggana alias Ki Bagus Molana. dari seorang tokoh. yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin. bahwa setelah selesainya ekspedisi.

putera Sri Baduga Maharaja. dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo. gelar "Agus" itu. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada. yang terlebih dahulu masuk Islam. seharusnya. perlu kiranya diteliti lebih lanjut. Seandainya. akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi. mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. Setidaknya. sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana. berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. Setelah makamnya dikeramatkan. dengan sebutan Sultan. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. Pengertian panembahan. Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan. merangkap jadi penguasa. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. sependek nama Jong dan Jo. Konon menurut dongeng. Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik. Pertanyaannya. Kropak 408 Sewaka Darma. dan memperoleh gelar Panembahan. adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati. seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam". kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". Gelar itu.1983:149-150). Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana. makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang. 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . Oleh karena itu. demi kebesaran Panembahan Hasanuddin. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin. Dengan demikian. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali. Kembali ke Wahanten Girang.

akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan. Setahun kemudian. Sang Arya Surakreta. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat. pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak. bahwa wilayah Sunda Kalapa. Anggota pasukan yang tersisa. akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. dan para pengiringnya. menyerang Sunda Kalapa (Jakarta). Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. sebanyak 1. hanya 6 tahun lamanya. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). Nyai Arya Baroh. terdesak dan menderita kekalahan. kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. Panglima Fadhillah Khan. Jati Cirebon. Permaisuri.452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. saudagar kaya dari Perlak. Sebagian besar penduduknya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah. menyelamatkan diri. diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. Ia puteri Adipati Kranda. Mereka tidak mengetahui. adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). Untuk memperkuat posisi pemerintahannya. di Pelabuhan Sunda Kalapa. di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan. ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). Dalam pertempuran itu. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. tewas binasa. beralur darah trah Rasul Muhammad. menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. diberi nama Keraton Surasowan.Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. Armada Portugis dipukul mundur. yaitu Nyai Arya Baroh. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. Sebagai catatan. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . sehingga banyak tentaranya yang tewas. Sisa yang masih hidup. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. keraton ia dirikan. oleh Susuhunan. Kemudian. berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. setelah memeluk agama Islam. kakaknya Sang Arya Surakreta. Selanjutnya. tiba di perairan Sunda Kalapa. menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). Beberapa bulan kemudian. armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687).

pada tahun 1501 Masehi. oleh Susuhunan Jati Cirebon. untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. Prabu Jayaningrat. sambil memuntahkan logam panas". Susuhunan Jati Cirebon. Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. dilengkapi senjata meriam. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. menjadi penguasa Kerajaan Galuh. cucu Prabu Dewa Niskala. Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. Dalam pertempuran ini. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. adalah putera Prabu Ningratwangi. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. adalah adik Sri Baduga Maharaja. oleh Susuhunan Jati Cirebon. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. seperti kebiasaan di masa silam. dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. jumlahnya banyak. segera mengirimkan berita ke Pakungwati. Kalau tidak. menggantikan posisi ayahnya. adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. telah terjadi perubahan situasi politik. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). Akan tetapi. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. Oleh karena itu. terdesak. bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. memanfaatkan situasi seperti itu. wilayah Pakungwati Cirebon. yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh. Oleh karena itu. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. memohon bala bantuan. Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. akan digempur". didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban. yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. Berdasarkan riwayat hak waris. di dekat Bukit Gundul. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. mengeluarkan asap hitam. diserahi tugas melindungi pondok pesantren. yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. Serangan. la. Prabu Jayaningrat. la. Prabu Ningratwangi. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran. dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya.

124 | S e j a r a h K e r a j a a n . melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. yang mewakili Susuhunan Jati. Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). Silih asih (saling menyayangi). Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita. oleh pasukan Pakungwati Cirebon. dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. Demak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sejak itulah. Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. dapat ditaklukkan. menyepakati. pasukan gabungan Pakungwati. janganlah putus. mungkin karena diakhiri dengan jalan damai. Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). Pada saat itu. karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja). mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). Maksud "tidak kalah" tersebut. dan Kuningan. Palimanan. kasuran. pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. menjadi pembesar kerajaan. Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. Peristiwa tersebut. Perang lima belas kali. berhasil direbut. Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). Tidak saling menyerang. permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan. beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. bahwa: 1. agar Pangeran Pasarean. atuntunan tangan (kerjasama). pemberani. Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing.Pasukan Kerajaan Galuh terlesak. tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Kedua belah pihak menempuh jalan damai. Akhirnya Talaga. Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. kehilangan tokoh penting yang disegani. kuwanen. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. Kebijakan itu dilakukan. perkasa. berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. 2. Akan tetapi. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh. 3. tidak kalah). Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul.

tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). senantiasa menciptakan huru-hara. Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Akan tetapi. Pada kesempatan itu. mati ditenggelamkan ke dasar laut. Dalam suasana tenang dan damai. KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). la digantikan oleh puteranya. Oleh karena itulah. dianiaya. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang. Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata. adik Ratu Wiratala. yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). dibunuh tanpa dosa. ada pendeta sakti. Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. Rasa hormat dan kekaguman itu. tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. direbutnya kembali. pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. Pendeta di Jayagiri. Pendeta sakti di Sumedang. Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). menghilang tanpa meninggalkan jejak.Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Pada masa pemerintahannya. Berpuasa. Prabu Ratudewata. keonaran. tapi tidak mati. Munding Rahiyang namanya. la tetap hidup. putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). yang telah disepakati ayahnya. Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. ia merenungi hidupnya. C. betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). ditenggelamkan ke dasar laut. sudah tidak lagi menghargai keagamaan. dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. Pendeta di Ciranjang. Sanghiyang Siksakandang Karesian. Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). 125 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Prabu Ratudewata. Sri Baduga Maharaja.

Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. Atau boleh jadi. Sang Prabu Ratudewata. ayahnya. berdasarkan hak historis alur darah keturunan. Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). ngarampas tanpa prege. Sesungguhnya. haywa ta sira kabalik pupuasaan). selama 8 tahun. sangat beralasan. laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. tewas berjatuhan. hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan. tidak hormat terhadap yang tua. Mengingat. 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. Ciranjang dan Jayagiri. Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. lan bakti ring wong atuha.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di bawah komando Panembahan Hasanuddin. Serangan terjadi ke wilayah Sumedang. Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari. melanjutkan gerakannya ke arah utara. pejabat. la membunuh orang tidak berdosa. Sebab. Susuhunan Jati Cirebon. pengawal raja. ia bertindak sesuka hatinya. hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). sekaligus merupakan "unjuk rasa". Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. asampe ring sang pandita). tidak sungguh-sungguh. serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. puteri Prabu Ratudewata. Sri Baduga Maharaja. menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. Serangan laskar Surasowan Wahanten. sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya. Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan. akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. tidak lagi mentaati norma pemerintahan. menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). Kemungkinan. Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. perwira. Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi).Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). merampas tanpa rasa malu. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang). didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf). masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. ponggawa-ponggawa kerajaan. Karena. pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. serangan kilat ke kota Pakuan itu. Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten).

Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. Sebagian dari catatan perjalanannya. untuk ikut menyerang Pasuruan. Keberangkatannya ke Demak. mencatat semua kejadian. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten. Fernao Mendes Pinto (1510-1583). janda dari ayahnya. maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya. 127 | S e j a r a h K e r a j a a n .com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. dan memperisteri ibu tirinya. adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan). akibat perilaku buruk seorang raja. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao. veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna. Keberadaannya di sana. yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria. E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar.Puncak kebiadabannya. la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan. Prabu Ratudewata. dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten). I Madura. Emperador de toda a illla da Iaoa. Pada masa pemerintahannya. Prabu Sakti masih beruntung. tempat orang Portugis biasanya berdagang. que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia. Angenia. Bale. paraque pessoalmete. cotodas as mail ilhas deste arapelago. terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere). Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. Akan tetapi. nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno.

Raja Sunda. tidak terbitung para pendayung. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda. Berdasarkan pendengaran. Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. adik Sultan Trenggono. adalah Nyai Pembayun. Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. adalah Ki Fadil.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara. Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka. Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten. Maksudnya. 128 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. Bali. masyarakat Sunda Kalapa sendiri. Ketika ia datang di pelabuhan Banten. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. Kangean. Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara. Dengan demikian. 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten. sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini.000 orang. seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. Dialah kaisar Pulau Jawa.1999: 90). Fernao Mendes Pinto.Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan. 1984: 46-47). Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril. Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. isterinya Fadhillah Khan. -yang juga menjadi bawahannya. pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya. serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari.

Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya. mencatat pada masa pemerintahannya. ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda". kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). Dari catatan Fernao Mendes Pinto. Sebab. hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi). polah sang nata). Portugis menerima kenyataan seperti itu.Sunda Kalapa . Bahkan. akhirrrya menjadi "negara sahabat". Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga". setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean. dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya. kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. bagi kepentingan mitra dagang. adalah tentang adanya hubungan multilateral. selain menjadi Bupati Sunda Kalapa. dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. Bali.menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan". Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n . dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali).Pakungwati .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari pendengaran. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya). baru berperan sebagai Adipati Wahanten. karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. Portugis yang semula dimusuhi. Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. Oleh karena itu dapat dimaklumi. Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten). Sedangkan Maulana Hasanuddin. yang penting diperhatikan. Madura. Sang Prabu Nilakendra. keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak. mempunyai kedudukan penting lainnya. Kembali kepada Prabu Sakti. karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran.Portugis. Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). serta menempatkan armada lautnya di sana. la wafat di Pengpelangan. Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. Fadhillah Khan. Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon. antara Wahanten . yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon. bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. Pada masa pemerintahannya. Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon. Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. Adanya anggapan seperti itu. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun. Angenia.Demak .

minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. secepat kilat. Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. yang mengapit gerbang terlarang. Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan. kehancurarr). manteramantera Tantrayana. dalam mendahului upacara Tantrayana. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar. adalah kepercayaan mistis sinkretis. jimat-jimat. yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. itulah. Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra. yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. Petani menjadi serakah akan makanan. menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji. bahwa tidak akan lama lagi. Makan enak. Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. tan igar yan ta pepelakan). akibat angkara-murka penguasanya. pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar). memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan). Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. dilukis dengan emas. Pada tahun 1567 Masehi. Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana.jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. Bagi Prabu Nilakendra. serta dihantui bencana kelaparan. Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. telah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mahayu na kadatwan. Akan tetapi. Setiap saat. 130 | S e j a r a h K e r a j a a n . menembus jantung ibukota Pakuan. sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk.berada di ambang pralaya (kiamat. untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. tidak ada ilmu yang disukainya. keraton Pakuan Pajajaran. yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan. Makan minum sampaimabuki. bendera keramat. keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda). nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali. dimeriahkan oleh pesta pora. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. Tantrayana. sudah dicampakkan jauh-jauh.

sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). D. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran. Tidak pernah ada berita. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. Tohaan di Majaya kalah perang. Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. Kekosongan tahta Demak. Kemudian. hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. ia telah membuktikan. bahwa Surasowan Wahanten. oleh bocah pengiringnya. Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. mempunyai hak yang sama. tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak. ayahnya Prabu Nilakendra. yang tidak menyertainya ke pengungsian. Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini. sangat menarik untuk dicermati. yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . wafat dalam usia muda. adalah putera Susuhunan Jati. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya. calon pengganti Susuhunan Jati. diharapkan oleh puteranya. sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. yaitu Prabu Sakti. hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. Latar belakang tragedi. Sunan Prawoto. Pada mulanya. hanya tertulis secara singkat. Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. Susuhunan Jati Cirebon. dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. dari Nyai GedengTepasan. terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. Bupati Jipang. diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. Selain itu. Nasib kehidupan kota Pakuan. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa. Mungkin dia tewas di pengungsian. Sebab. adalah negeri yang kuat. adalah menantu Prabu Ratudewata. Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. 131 | S e j a r a h K e r a j a a n .

sedang berada di Demak. Syarifah Fatimah. putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten. secara terselubung. karena berupaya membela Prawoto. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. Mengingat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan. Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Sedangkan Pangeran Bratakelana. dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . Atas restu gurunya. putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon). Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. Pangeran Suwarga. Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. pemerintahan Pakungwati Cirebon. dianggap tidak semestinya. Karena Pangeran Emas. mendahului kakeknya. sebagai Susuhunan Cirebon. Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. Susuhunan Jati. Sultan Trenggono. adiknya Prawoto. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. Pangeran Suwarga. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. Wanawati Raras. Naik tahtanya Fadhillah Khan. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. Pada saat peristiwa itu terjadi. yang bergelar Pangeran Suwarga. Sedangkan pada waktu itu. yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. tewas pula. Jipang menyerang Demak. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. putera mahkota Cirebon. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan).Pangeran Sekar. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. adalah putera Susuhunan Jati. Sunan Kudus. masih ada calon pengganti yang lebih berhak. Kedudukan tertinggi itulah. pada waktu itu masih kanak-kanak. menjadi masalah kerabat keraton lainnya. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. juga warga Demak. diharapkan adalah cucunya.

kelak menjadi isteri Tubagus Angke. ketika ia bersalat di permukaan laut. telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. digantikan oleh puteranya. batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara. Panembahan Hasanuddin. martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa".1964: 48). Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. berhasil menjadi negari niaga maritim. digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu.Melihat kenyataan seperti itu. Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup". sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara. Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". yang ditempatkan di depan Istana Surasowan. melepaskan diri dari pengaruh politik Demak. dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. sebagai negara yang mahardhika (merdeka). Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. . perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. . mampu berdiri sendiri. dipandang oleh masyarakat Banten. Menurut "Serat Banten".yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. bila tidak dikenal asal-usulnya. Bupati Jayakarta (Jakarta). mendadak berubah menjadi licin. dengan "doa" Hasanuddin. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita. Misalnya. Bagi penulis "Serat Banten". seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan. Wahanten Pasisir. Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan. Sekaligus. walau sesungguhnya tokoh tersebut. kisah tentang watu gilang. dan Pangeran Arya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya. telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. Sendi-sendi Islam. berdaulat. melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. Surasowan. Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat. Sedangkan dari isterinya yang kedua. Karena itulah. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad. mengkilap dan berseri. Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. melainkan Hasanuddin. Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. dalam kisah "Serat Banten". Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi). Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin. Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama. Pangeran Yusuf.

Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa. Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. Ketika kembali ke negerinya. Sumbawa. Orang Arab dan Persia. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf. Selain ditinggallcan oleh Surasowan. 3. porselen. sudah demikian menurun kharismatiknya. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun. Ketika mereka kembali.Sunda (Pajajaran). kertas. Panembahan Ratu. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. menjual kain dari kapas. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak.1961:13. Pedagang-pedagang dari Cina. Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal. berhasil ditundukkan. buah pala. kain sulaman. sutera. ikan kering dari Karawang. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. gula dari Jepara dan Jayakarta. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. beras dari Makasar dan Sumbawa.1993: 81). beludru. penguasa Kesultanan Pajang. Minyak kelapa dari Belambangan. Palembang dan lainnya. 2. Dari segi hubungan kerabat. Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. membeli rempah-rempah. dalam Michrob. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. Orang Gujarat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan kain putih dari Coromandel. lada dan Lampung dan Solebar. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan. Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. nila. berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam). la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. cengkeh. kayu cendana. Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. kipas. jarum. Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. Makasar. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . di Pakungwati Cirebon. selop. Situasi perdagangan di Karangantu. sisir. berdagang permata dan obat-obatan. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. kulit penyu dan gading gajah. mereka membeli lada. benang emas. Banjarmasin dan Palembang. Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur. dan sebagainya. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. digambarkan sebagai berikut: 1. untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang. rempah-rempah dari Maluku. payung. sutra.

rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. Dengan demikian. adalah Pakuan. timah putih dan timah hitam dan Perak. gading gajah dari Andalas. Persia. Pada masa Maulana Yusuf. Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih. Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India. Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. demikian juga tembok benteng di sekehling istana. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob. Ternate. tenunan dan Bali dan Sumbawa. Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan. air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota. Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. Laskar Surasowan Wahanten. besi dari Karimata. mulai dipersiapkan. strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. Makasar. Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota. 1975: 160).1977: 448).1983: 31). baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang. bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya.1983: 38 dan 59). Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota. Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota. Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan. 1950:182). dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat. Bugis. Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau.1981: 56-58). orang Arab. dapat diatasi dengan baik. perdagangan dan pertanian. Sasaran utama penyerangan. dan sebagainya. Siam.cendana dan kepulauan Sunda kecil. keamanan wilayah. perkampungan orang Pegu. Banjar. Bali (Tjandrasasmita. gangguan keamanan. sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut. damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. dari sejak pemerintahan ayahnya. Kedah dan Selong di Malaka. dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. Turki. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat. Cina.

setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran.rover. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. Disebut demikian. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. laskar Surasowan Wahanten. mengungsi ke pantai selatan. tetapi di Pulasari. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Ragamulya Suryakancana. mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. terhadap kedzaliman. keturunannya masih merupakan kaum-adat. terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. Sampai sekarang. Serbuan laskar Surasowan Wahanten. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. digantikan oleh puteranya. yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. Bila kenyataan yang terjadi. merupakan upaya "pembersihan". dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda. Oleh karena itulah. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. Kelak. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. Palangka itu. maka di kota Pakuan. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan. Padahal. kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. Bagi Panembahan Yusuf. Kota Pakuan Pajajaran. Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. Dengan diboyongnya batu tersebut. Prabu Ragamulya Suryakancana. tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. di Cisolok dan Bayah. Dari peninggalan yang ada. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. Pandeglang. Sekarang. la tidak menghendaki. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. beserta ketiga saudaranya. sangat memungkinkan. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada masa pemerintahannya. sebagai pusat pemerintahan yang baru.

Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran.Puasari. ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari. sambil menyongsong ajal tiba. Sesungguhnya. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang. menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten. Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda. dikisahkan Ki Baju Rambeng. Akan tetapi. Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). akhirnya berpusara di tempat lahir. yang meninggalkan urusan duniawi. "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir). la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya. Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. Akan tetapi. di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan.Kampung Ciptarasa. untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. Sekelompok kecil yang bernasib baik. napas tertua bentuk kerajaan. bersama pembesar dan pengikutnya yang setia. mereka meninggalkan kota Pakuan. bahwa di sanalah. Pandeglang. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". tentunya tidak membuat babak baru. ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. secara samar-samar. satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki. dibinasakan. la hanya sebagai "rajaresi". Menurut cerita leluhurnya. belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Prabu Ragamulya Suryakancana. Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat. Jejak peristiwa itu. Prabu Ragamulya Surya Kancana. dalam Pantun Bogor.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . penguasa masyarakat Sunda pertama. Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. beribukota d. Mungkin ia pergi ke Pulasari. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan. hanya berusaha mempertahankan diri. 137 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. Sedangkan Panembahan Yusuf. Ketika itu. Rata Winahon. pengembangan areal pertanian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. antara lain: 1. sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. dan 2. Panghulu Negara (Kadhi). di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. ia dikenal juga dengan sebutan. Sejak kecil. Maulana Yusuf meninggal dunia. menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun. Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. kepada Pangeran Japara. tinggal di keraton Japara. dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi). menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). Pangeran Japara bersama pasukannya. Ketika Maulana Yusuf sakit keras. putera mahkota Pangeran Muhammad. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. Melihat kenyataan seperti itu. D. sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi). baru berusia 9 tahun. Pada tahun 1580. Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. Pangeran Japara. Konflik tidak dapat dihindari lagi. Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. terutama dalam hal pembangunan kota. terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. Panembahan Yusuf. berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). semakin berkembang pesat. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Pangeran Muhammad. Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera. niaga maritim.Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. Oleh karena itu. dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). Dari permaisuri Ratu Hadijah. Pangeran Arya. Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya.

Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. terletak di Pacinan. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. dan lain-lain. seperti dari Bugis. hingga ke pelosok-pelosok desa. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob. Gujarat. Diceritakan pula. Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. Pasar kedua terletak di Paseban. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. Bengali. Turki. la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. Malaya. terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Seperti halnya ayah dan kakeknya. la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid. Jawa. tidak tercapai. Melalui Tanjung Harapan. dan akhirnya diusir dari Banten. Cina. dari berita pedagang Portugis. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dan pasar yang ketiga. bertindak sebagai walinya. Rupa-rupanya. temboknya dilapisi porselen. pada tanggal 22 Juni 1596. Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga.itu. Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh. yaitu daerah Karangantu. Pegu. yang memperdagangkan keperluan sehari-hari. Dalam pelayarannya. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten. Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan. la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten. Setelah persitiwa itu. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam. Mangkubumi Jayanagara. Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'. Keling. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. sebagai pencatat perjalanan. dan Abesinia. karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. di bagian utara Kerajaan Belanda. Bersama 249 pasukannya. mereka berangkat dari pangkalan Tessel. Arab. Malabar. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara.1993: 89).1993: 89).

Mangkubumi Jayanagara. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. Kemudian. Mereka tiba di sana. hampir memukul mundur pasukan Palembang. berputera Abdulmafakhir. sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. Pertempuran sengit. jabatan Wali Kerajaan. Armada dagang yang dipimpinnya. yang kasar dan tidak bijaksana. ia diturunkan dari jabatannya. yang baru berusia 9 bulan. Sultan Maulana Muhammad. menuju negeri Aceh Darusalam (1599). Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. ia melanjutkan perjalanan. Sementara itu. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. Ratu Wanagiri. ia tewas terbunuh. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. di negeri rencong itu. Bahkan. Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara). la memimpin langsung pasukannya. Sebab.Sikap Cornelis de Houtman. Karena sikap congkaknya. ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. pada tahun 1602. 140 | S e j a r a h K e r a j a a n . armada Kesultanan Surasowan Banten. putera Aria Pangiri. pada tanggal 17 Nopember 1602. berlangsung di sekitar Sungai Musi. penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. didampingi oleh kakeknya. Akan tetapi. tidak menghasilkan apa-apa. cucu Sunan Prawoto Demak. Sultan yang masih bayi itu. Perwalian. Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. karena kecongkakannya. melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia. ditarik mundur. Selanjutnya. Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. sebagai Wali Kesultanan. melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. pada tanggal 13 November 1596. menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton. Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. Akan tetapi. Akhirnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akhirnya.

Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC). Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. Bahkan. Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta. yaitu suku Bataav. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam. mencapai puncaknya. Pada tanggal 23 Oktober 1608. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. Snouck Hurgronje (Roesjan. Di sana mereka membangun sebuah benteng. Pangeran Mandalika bersama adiknya. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. Mangkubumi terbunuh. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur. yang kelak diambil oleh Dr. yaitu Pangeran Mandalika. agar Sultan Abdulmafakhir. Akhirnya. didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. Didukung pula oleh pihak Inggris. Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa. Pada tanggal 13 Mei 1626. yang diberi nama Batavia. pada tahun yang sama (1602). Kongsi dagang tersebut. Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala. oleh penduduk Nusantara. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala. akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir.Sementara itu. Pangeran Arya Ranamanggala. menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. di kalangan Keraton Surasowan Banten. terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. Melihat kondisi seperti ini. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. Melihat situasi seperti itu. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. Peristiwa tersebut. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya. Rasa ketidakpuasan itu. Kekuasaan sepenuhnya. Sementara itu. Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. di Belanda terjadi peristiwa penting. sikap Mangkubumi sangat mengecewakan. di antaranya Insan Kamil. dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni. Huru-hara untuk sementara dapat diredam.1993:127). pada bulan juli 1608. pada tanggal 30 Mei 1619. mengadakan huru-hara di pelabuhan. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi. terjadi kembali huru-hara besar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pada tahun 1604. Akan tetapi. dalam Michrob.

Pangeran Raja. dilanjutkan oleh cucunya. pada tahun 1650. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari. Kesepakatan perdagangan. Ratu Pembayun.Sultan Abdulmafakhir. . Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. diangkat menjadi Sultan Anom. bersikap bebas. ia mencapai perjanjian perdagangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diserahkan kepada Pangeran Surya. Perjanjian itu. Abdulma'ali. Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat. Pada tahun 1640. antara lain: 1. dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui". la seorang Sultan yang cepat tanggap. Begitu juga dengan putera mahkotanya. SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651). Pangeran Arya Kulon. Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak.Gelar ini diperolehnya. putera mahkota. mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. Pangeran Lor. ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. Akan tetapi. menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. Sultan Abdulmafakhir. Selanjutnya. bagi Kesultanan Surasowan Banten. ia meninggal dunia dalam usia muda. Tahta Kesultanan Surasowan Banten. menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. Pangeran Surya. 3. Pada tahun 1645. Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir. 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . kedudukan Sultan Anom. sering "terjun ke lapangan". tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. 2. akan tetapi. 4. dan 5. sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. penguasa Kesultanan Surasowan Banten. E. Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. merupakan masa kemakmuran.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara. Pangeran Lor. Terhadap Kompeni Belanda. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah.Pangeran Surya. empat orang saudara kandungnya. Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. Pangeran Wetan. untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. Ratu Inten. merupakan pekerjaan yang sulit. Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. baik orang-orangnya. Pangeran Kidul. dari manapun asalnya. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram. sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. Serta empat orang saudara seayah. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. 3. Pangeran Raja. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya. yaitu: 1. 3. maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n . Oleh karena itu. melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. Pangeran Kilen. 2. 2. dan Ratu Tinumpuk. bahkan kemungkinan besar akan gagal". yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. yaitu: 1. Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. 4. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. Antara lain. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). Ratu Kulon. sebagai pejabat tinggi negara. dan 4.

yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. Panembahan Hasanuddin. yaitu sebelah Timur Cisadane. harus dipancing keluar dari sarangnya. supaya kapal-kapal itu. Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. 2. disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan. Setidaknya. Kompeni Belanda. satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Sebagai catatan. Akan tetapi. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. Tujuannya. hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. setiap ada kesempatan. Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". dan 3. Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. dalam satuan-satuan kecil. Di darat. Di laut. Untuk memenuhi strategi itu. Kompeni Belanda. Di wilayah perbatasan. dan menghancurkan kilang penggilingan gula. disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya. tanpa basis yang tetap (gerilya). terlihat watak maritim Banten murni. Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. Pasukan "gerak cepat" itulah. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. memusnahkan tanaman tebu. Mengenai satuan tempur di darat. menurut perjanjian 1645. yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur. dan 2. dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian".1. Padahal Kompeni Belanda berharap. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. tidak akan pernah sampai ke Batavia. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Semua aksi-aksinya. yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir. harus dipotong. kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. yang tidak diinginkannya. 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . pasukan patroli Kompeni Belanda. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Jalur angkutan laut. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. satuan-satuan armada kecil.

yang tidak bertahan lama. 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678). mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten. telah memenuhi persyaratan. Maetsuycker. pada tahun 1653. la terkenal cerdas. Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. saling mengisi dalam watak dan pendapat. Sultan Abdulfatah. dan Speelman. menggantikan Carel Reynierszoon. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. sejak masa GJ. selanu 30 tahun. yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. yang membantu Dewan Hindia Belanda. Akan tetapi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. yang sekaligus menjadi penasihatnya. merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. sangat puas atas prestasi Maetsuycker. ia mempunyai dua orang kawan. Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. Para Direktur Kompeni di tanah airnya. Maetsuycker tidak senang bertualang. Mereka mendorong. Anthony Van Diemen (1636 -1645). sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati". sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. Sebagai ahli hukum. Baik van Goens maupun Speelman. agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". Untuk mencapai tujuannya.dalam "pembaharuan perjanjian". adalah hasil dari buah tangannya. "Statuten Van Batavia". Trio itulah. Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara. sebagai sumber pangan. karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting). Maetsuycker. dan pandai bergaul. yaitu: mahir menjadi pedagang. Menurut pandangan mereka. yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland. pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. kedua penasihat Maetsuycker. van Goens. ulet. yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. kecuali untuk berburu di luar tembok kota. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda. dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan.

dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. Sebab secara pribadi. Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat. 3. tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. sebanyak 10 pasal: 1. Akan tetapi. Ancaman dari darat inilah. sambil membawa usul-usul baru dari mereka. Untuk memenuhi keperluan tersebut. membawa usul "perdamaian". Banten harus membayar kerugian perang. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. dilakukan sampai beberapa kali. van Goens dan Speelman. maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. Kedua belah pihak. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar". agar ia bertindak lebih keras. mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. Karena merasa lemah di sektor darat. harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing. yang berdasarkan kelompok etluk. derigan membentuk pasukan "pribumi". hampir berhasil. Pada tahun 1657.Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. Terhadap tindakan itu. 5. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. bersedia membuka jalur perundingan. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . baik di darat maupun di laut. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. Kompeni Belanda mengambil prakarsa. dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten. 4. Sebab di laut. Padahal. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. utusan Kompeni Belanda. 2. Menjelang akhir masa perjanjian. Sampai akhir tahun 1656. Pada tanggal 29 April 1658. Pertukaran nota. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. menginginkan Maetsuycker. 6. Sultan Abdulfatah. atas biaya dari Banten. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan. Kesultanan Surasowan Banten. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda.

Dengan tegas. yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen. ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan. bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. maka sebagal imbalannya. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat. (Michrob. agar orang Banten. 9. 147 | S e j a r a h K e r a j a a n . Seperti yang telah diduga sebelumnya. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. yang dinilai sangat tidak adil. Sultan Abdulfatah menuntut: 1. Menuntut. Sebab. Tuntutan yang pertama. 10. sebagai imbalan. berarti menyulut sumbu perang terbuka. pada tanggal 11 Mei 1658. yang telah diperolehnya. pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. peralatan-peralatan yang dimaksud. karena: 1. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. secara bebas dapat membeli meriam. 2. agar "bunuh diri". dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. Tuntutan yang kedua. demikian juga sebaliknya 8. harus dikembalikan ke Banten. Sultan Abdulfatah menegaskan. Oleh karena itu. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini.1993:137). Perbatasan Banten dan Batavia. agar orang Banten. Sebagai jawabannya. 2. Sultan Abdulfatah sangat faham. Penolakan tersebut. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten. Menuntut.7. warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. Setiap orang Banten yang ada di Batavia.

5. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. selalu "berkeliaran". 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . dipusatkan di sekitar pelabuhan. Oleh karena itu. Si Muntab dan Si Kalantaka. sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. Dengan melalui jalan darat. 3. di perairan Tanara. setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. Akan tetapi. untuk menjaga serangan dari laut. telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing. Suranubaya. agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. Pertempuran sengit itu. Selain itu. berlangsung sampai senja hari. jenis canon (meriam besar). di perairan Tangerang. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang.Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. Ratu Bagus Singandaru. Kapal-kapal Kompeni Belanda. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. ditempatkan di pantai Caringin. Sultan Abdulfatah memerintahkan. yang menyebar di sekitar pelabuhan. yang masing-masing diberi nama. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. Hal ini dilakukan. balasan dari pasukan ardleri Banten. di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan. Arya Suryanata. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. di sekitar Pulodua dan Pulolima. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. Ratu Bagus Wiranatapada. dengan kekuatan 60 meriam. Pertahanan ibukota. karena dalam rangka blokadenya. Sedangkan satuan Artileri Banten. 4. sebuah satuan tempur darat. Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. selama 9 hari. di perairan Pontang. 1. mulai memuntahkah tembakan salvo. Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik. 2. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu. Sepuluh di antaranya.000 orang. Tumenggung Wirajurit. perairan Selat Sunda. di perairan Karawang. di perairan Labuhan Ratu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. kemudian memeluk agama Islam. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. yang sudah memerlukan istirahat. Oleh karena itu. pada tanggal 10 Juli 1659. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia. dari kedua belah pihak. dan Kesultanan Surasowan Banten. diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dari pasar Batavia. Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. dipandang sebagai ancaman baru. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. Kompeni Belanda. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. telah banyak korban yang jatuh. Di Batavia. Melihat kenyataan ini. Bagi orang Kompeni Belanda. oleh Kompeni Belanda. Perundingan berlangsung di Batavia. Kompeni Belanda hanya mampu bertahan. Sementara itu. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. sepanjang sungai Cisadane. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten. Pimpinan baru. untuk mengadakan penyegaran pasukan. untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena pihak Kompeni Belanda. Padahal. untuk menggantikan sebagian pasukan lama. Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. titik berat dari perjanjian itu. menuju ke laut lepas. Sebab. adalah: pengukuhan garis perbatasan. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. armada Kompeni Belanda. harus dikembalikan ke Batavia. bertindak atas nama Sultan Jambi. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur. Mereka dibekali pasukan baru. Sebetulnya. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana.Sebelum malam tiba. Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. Akhirnya. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. tentang hak membeli senjata dari Batavia. Sultan Abdulfatah. Kemudian Sayid Ali. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. akan ditangkap. di garis depan Angke-Tangerang. tanpa alasan yang sah. terjadi stagnasi. tidak menuntut hak monopoli.

bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. Bahkan bila dianggap layak.Sebagai catatan. ada barang yang dianggap terlarang. bahwa para gerilyawan Banten. dengan cara mencari setiap kelemahan. ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya. antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. Bahkan. Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi. Kelak terbukti. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat". Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". Strategi Sultan Abdulfatah ini. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. Kemudian. Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing. tidak dikenakan bea pelabuhan. biaya pemeliharaan kantor tersebut. menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. dengan bayaran tinggi. F. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". petugas pemeriksa dari pihak Banten. atas permintaan kepala perwakilannya. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. dapat menyitanya. Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat. atau terpaksa singgah karena memerlukan air. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. tetap diperbolehkan dibuka. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten. Sebab. antara lain sebagai berikut: 1. telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. 2. Bila dalam kapal Kompeni itu. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kemudian. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. yang selalu memanfaatkan kesempatan. akan diberi gelar kebangsawanan.

bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur. untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun. kepada atasannya di Netherland. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil. telah banyak hal yang terabaikan. bahwa "Banten harus ditundukan.000 jiwa. bahwa pembuatan saluran tersebut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang. Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. Kompeni Belanda menyadari. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. Di sebelah kiri dan kanan saluran. karena terletak cukup jauh dari pantai. Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda. Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah. Kompeni yang akan lenyap". dibuat sepanjang jalan lama. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal. tujuan Sultan Banten yang tangguh itu. Kedua. Salah satunya. karena beban logistik yang terlalu berat. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. Saluran itu.tujuannya. Strategi ini. bahkan dihancur-lumatkan. Sebab selama perang berlangsung. sepanjang saluran yang baru. masyarakat dianjurkan mencetak sawah. Dibangun saluran secara berantai. Oleh karena itu. Pada saat perang berlangsung. yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6. pada tanggal 31 Januari 1679. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui. selain letaknya yang jauh. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. antara lain sebagai berikut: Pertama. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dengan demikian. Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. banyak mernakan biaya yang amat tinggi. dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda. Posko pertahanan sebelah timur ini. juga sarana perhubungannya sulit. Hal ini disebabkan. dalam tempo 9 hari perjalanan. atau.

antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672. ia memperoleh informasi rahasia. dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. Sultan Abdulfatah. dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional. Banyak di antaranya. Peningkatan ekspor. Sebab. Selain pembangunan fisik. pos terdepan pasukan Banten.000 orang. untuk mengepung benteng Batavia. sebanyak 500 orang ke Muara Beres. Dari Wales. yaitu: 1. dengan kekuatan 4. ke sebelah timur dari Wales. atau ke arah tenggara Muara Beres. Kecemasan pihak Kompeni Belanda. Dengan demikian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. Alih teknologi. dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru. ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten. sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". 152 | S e j a r a h K e r a j a a n . Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan. telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda. tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland. Ketika pecah perang. bahwa pemukiman orang Mataram itu.Kesultanan Surasowan Banten. dihuni petani biasa (bukan tentara). yang mengirimkan koloni petaninya. yang menuju Batavia. negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. Banten pun merupakan sebuah negara maritim. Di Muara Beres. dan mereka dianggap "tidak berbahaya". Sultan Abdulfatah. Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. 3. 2. Terbukti. Dari orang EIC. Muara Beres. dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus. ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. Mata-mata Banten mendapatkan.

Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. Istana yang megah itu. Macao. ditempatkan menara jaga. yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n . merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. dilengkapi pancuran dan danau buatan. perjanjian dagang antara Banten-Denmark. dan berfungsi sebagai benteng cadangan. dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. keraton itu dilaporkan bercorak modern. Dalam sumber Belanda yang sejaman. untuk menghindari pengintaian dari luar. tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. yang cukup tebal. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. Melalui kongsi dagangnya. Negeri Belanda. dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan. Kelak. Karena keistimewaan sistem saluran airnya. Jalan masuk menuju komplek Istana. dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk. Sultan Abdulfatah. berbentuk busur. dapat ditandatangani tahun 1670. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Jejak-jejak tangan teknisi Eropa. De Haan berpendapat. 1996: 303). yang memiliki daya jangkau jauh. sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. bahwa nama tempat itu (Ragunan). Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. tidak jauh dari pantai. Benggala dan Persia (Iran). Hal tersebut. mampu berlayar hingga mencapai Philipina. Seluruh komplek. Sebagian besar para teknisi Eropa itu. mengundang para teknisi Eropa. Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. pada tahun 1671. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten. Keraton Surasowan. Di sekitar tembok benteng. dilindungi tembok terbuat dari bata merah. ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan. diberi dinding bata pada kedua tepinya. sekarang). Pada sudut-sudut benteng. dengan nama Tubagus Wiraguna. Selain Istana Surasowan di pusat ibukota. Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan.Dalam jalinan persahabatan internasional ini. Dari nama keraton itulah. dibuat pula saluran yang cukup lebar.

154 | S e j a r a h K e r a j a a n . guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik.1977: 159). Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah. yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji. Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya. Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki. Setiap saat. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri. Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Abu'nasr Abdulkahar. putera mahkota Sultan Haji. pada tahun 1674. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten. Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. pada tanggal 16 Februari 1671. di Istana Tirtayasa Selanjutnya. memerlukan waktu 2 tahun. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah. untuk menunaikan ibadah haji. Tamat (Naerssen. perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Sementara itu. Abdulkahar. dapat saja meletus.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Peristiwa ini. Sejak itulah. diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten. maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. diperintahkan oleh ayahnya. untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan. adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten.yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka. yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti.

ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. banyak yang menyingkir. Sikapnya yang sangat hati-hati. Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. 800 dan 300 orang Makasar. Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. Terbukti. Kesultanan Surasowan Banten. dan kehilangan kebebasannya. untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur. tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. hubungan Banten dengan Mataram. agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker. Dalam perjanjian Bongaya (1667). berturut-turut telah datang ke Banten. Karena persaingan itulah. Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. Dalam kejadian ini. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. Oleh sebab peristiwa itu. Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. Sementara itu. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. Bantuan senjata dan perbekalan. tidak pernah mulus. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. di antara kedua belah pihak. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar. Koloni petani Mataram di Karawang. Saran van Goens dan Speeltnan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Ageng Tirtayasa. dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten. bila salah satu pihak diancam Kompeni. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. kehilangan sekutunya di kawasan timur. Kekhawatirannya. membuat ia mengambil sikap netral. bukan saja orang Makasar yang ada di Banten. kemudian bergabung dengan laskar Banten. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu. dalam . Kedua belah pihak saling membiarkan.Hal yang meredakan ketegangan. Sisa-sisa laskar Makasar. cenderung mengarah kepada permusuhan. bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa.

Mereka bersama ayahnya. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. akan mengambil sikap netral. tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram. dengan keraton Mataram. kedua orang kakaknya. Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. ibu dan isteri-isteri mereka. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Ibunda Amangkurat I. Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. Menggunakan kapal itu pula. Sebagaimana telah dikemukakan. Hanya saja. 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena alasan politik. putera Panembahan Girilaya yang bungsu. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. dalam peristiwa itu. Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri. telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. Masing-masing. kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. tidak mungkin dipenuhi. yang telah lama retak. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah. Selain itu. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. Mereka hanya menjanjikan. Panembahan Girilaya. Sultan Ageng Tirtayasa. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo. mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. sebagai Sultan Sepuh. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. adalah kemenakan Panembahan Ratu. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. juga puteri Mataram. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. Kesultanan Surasowan Banten. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. Oleh sebab itulah. untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. Akibat peristiwa itulah. Menggunakan kapal perang Banten pula. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram. dapat dipererat kembali.

Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland. Selain itu. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. Akan tetapi. Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. setelah Trunojoyo tertawan. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. segera dilumpuhkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . supaya Trunojoyo beserta sekutunya. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. Speelinan pun mengusulkan. namun ditolak oleh Trunojoyo. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. putera mahkota Mataram. Pada tanggal 2 Juli 1677. dengan tujuan mendapatkan wilayah. Maetsuycker yang semula bersikap netral. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. karena menganggap sebagai konflik intern keraton. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. Selanjutnya. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. 157 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. Karena peristiwa itulah. ia beserta mahkota Majapahit. menyeberangi Selat Madura. Akan tetapi. Berdasarkan pertemuan itulah. pada bulan Oktober 1677. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. penumpasan gerakan Trunojoyo itu. Gubemur Jenderal Maetsuycker. Pusaka-pusaka Mataram. termasuk mahkota Majapahit. tidak menerima usul tersebut. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. Sebagai penggantinya. melainkan oleh Kompeni Belanda. Speelman kembali ke Japara. serta berhasil merebut dan mendudukinya. dan menyerang Arosbaya di Madura. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. Selanjutnya. langsung menyerbu ibukota Mataram. la berkirim pesan kepada Speelman. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. yang selalu hati-hati. tidak meneruskan gerakannya.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. Akan tetapi. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. Akibat serbuan Trunojoyo. sama-sama penganut garis keras. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. sebagai tebusan biaya perang.

untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun. namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker. Rangga Gempol menggempur Sukapura.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit.F. penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. Selanjutnya. Bupati Sumedang. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. melalui Kapten Hartsinck. dengan mengerahkan 300 orang Talaga. yang merupakan wilayah bawahan Banten. Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane. Akhir tahun 1678. sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. Hubungan dagang Sumedang . peluru dan mesiu. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung. Sebagai langkah awal. karena Rangga Gempol III. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. sehingga memperoleh bantuan meriam. di bawah pimpinan Wiratanu. yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656. senapan. Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem.Kompeni. PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. Situasi baru ini. dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur. Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. sebagal pembayar hutang biaya perang. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten. Parakanmuncung dan Bandung. daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. pada tahun 1680. pada bulan September tahun 1678. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. menyingkirkan para kepala daerah setempat. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda.

Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram. di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. sehingga bukan merupakan ancaman berarti. di daerah Indramayu. Caeff. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. mudah terpengaruh bujukan orang. untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. Tetapi yang paling membahayakan negara. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri. serta orang-orang Belanda lainnya. Akan tetapi. Akhirnya. Sementara itu. Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda. Secara politis. 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. hanya berlangsung kurang dari dua tahun. Sultan Ageng Tirtayasa. Kabupaten Cianjur. adalah menantu Bupati Bandung. Sebab. mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. la labil dalam sikap. mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. yang berkedudukan di Pamanukan. Pendudukan Banten atas Sumedang. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. Ambisi Sultan Haji yang amat besar. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. Rangga Gempol kembali berkuasa. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. Potensinya masih kecil. la senang meniru perilaku orang Belanda.Cakrayuda. Sultan Haji. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. justeru muncul dalam kesempatan tersebut. tanpa kajian yang mendalam. sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677.

Speelman mengetahui. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. Oleh karena itu. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. la sangat memahami. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. Dalam sehari. terpaksa menahan diri. Belanda kelahiran Rotterdam itu. dan Perjanjian Japara untuk Mataram. Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. Rijcklof Volckertsz van Goens. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. perunding dan panglima perang. dalam pertempuran di laut. Berkat pengalamannya sebagai pedagang. Pada saat-saat perang sedang berlangsung. Dari "tiga serangkai Kompeni". terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten. tubuhnya kekar. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n . Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam. la tidak berani. Akhirnya. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. Untuk kepentingan Kompeni. pasukan Banten masih terlalu tangguh. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. Speelman mematangkan situasi. karena ia meninggal pada bulan November 1681. semakin meruncing. untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. ia berani mempertaruhkan nyawanya. Akan tetapi di darat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. Sikap licin seorang pedagang ulung. van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya. menjadi penguasa wilayah". ia menyusun catatan pertempuran. tanpa persiapan yang benar-benar matang. namun lincah dan tak senang diam. la cerdas dan cerdik. telah akrab dengan iklim tropic. Wajar bila Vlekke dalam bukunya. lengkap dengan keadaan politik. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. Keamanan kawasan di sekitar Batavia. karena gangguan gerilya Banten. tetap rawan. Banten. ia orang Kompeni Tulen. Watak dan keuletan Speehnan. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. terbawa mati. Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar. Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni.Kompeni Belanda sudah merasa kesal.

komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan. terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680. Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. di bawah komando Saint Martin. Sultan Haji menawarkan perdamaian. dan Saint Martin. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. pasukan bantuan Kompeni Belanda. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya. melainkan sebagai "penolong". Mereka adalah: Kapten Hartsinck. pada malam 26 Februari 1682. Dengan dalih. tiba di Pelabuhan Banten. komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. oleh Jacob van Dijck dan Caeff. Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan. yang menempati Istana Surasowan. saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. Sehingga. Pertahanan daerah Angke-Tangerang. sebagai perunding ulung. Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. Selanjutnya. Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut.Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . agar lebih berani mengadapi ayahnya. Van Happel. membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. pada tanggal 8 Januari 1681. Padahal. pada tanggal 16 Maret 1682. mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. Kapten Tack. sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. Sloot. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. Sementara itu. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia. dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". berjalan mulus. ialah menghasut Sultan Haji. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. padahal di benteng "Batavia". Tugas van Dijck yang sesungguhnya. Akan tetapi. yang ditempati oleh Sultan Haji. 161 | S e j a r a h K e r a j a a n . Speelman mengutus Jacob van Dijck. Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. di bawah komando Kapten Tack. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. Sistem politik adu domba. disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan. dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda. dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai".

sehingga terjadi stagnasi. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia. Di Tanara. yang berada di Keraton Surasowan. Pada awal Maret 1683. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. Pasukan gerilya Banten. mundur menuju Tanara. Akan tetapi. Akhirnya. Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. bergerak menuju ke Tirtayasa. Sedangkan di Tanara. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck. dengan perhitungan yang matang. Sementara yang lain menunggu di Sajira. Hingga bulan Agustus 1682. di sebelah selatan Tirtayasa. pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. pasukan darat dan laut Banten. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. Beberapa hari kemudian. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. Di tempat itulah. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. mencoba mempertahankan daerah tersebut. Pada bulan Oktober 1682. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. Serbuan pasukan Hartsinck ini. Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan. berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. disambut baik dengan penuh rasa hormat. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. bergerak menuju Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. Saat itu. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. Dari ibukota Surasowan. Hartsinck mempersiapkan serangan baru. oleh Sultan Haji.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. Selanjutnya. pada bulan November 1682. Pada tanggal 28 Desember 1682. berhasil merebut Pontang. meriam tempur Hartsinck. memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. Pasukan gabungan ini. mulai menembus keraton Tirtayasa. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung. memasuki keraton Surasowan. yang berisi bujukan dan permohonan. armada darat dan laut Kompeni Belanda. Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan.

serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". Penangkapan itu. Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Sehingga. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692. ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda. menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. Denmark. Sultan Haji tidak berdaya. ialah musuh besar Kompeni Belanda. bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. mencoba memodernkan negaranya. Sultan Banten. telah berhasil memikat para pedagang Inggris. Kemungkinan besar. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng. mereka merasa senang. terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. Mungkin saja. Akan tetapi. Akan tetapi. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten. bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. Karena terbukti. dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". Bahkan. menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. dan Perancis. Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Pada saat itulah. tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. Selanjutnya dalam catatan Vlekke. ia menyebutkan. Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". Banten mencapai masa kejayaan. la dihormati dan disegani oleh lawannya. jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan. Menurut pengamatannya. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan.Keraton Surasowan. 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Ageng Tirtayasa. adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. dalam berbagai sumber. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya. dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir. Tanpa ragu-ragu. Seperti juga raja Makasar. yang diberikan rakyat Banten kepadanya.

Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. melanjutkan perjuangannya secara gerilya. Oleh sebab itu. Orang berkata. Dalam tahap permulaan. putera mahkota (Sultan Haji). Satu tahun lamanya.Atas bantuan orang-orang Eropa. Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten. oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob. dari manapun asalnya. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. Benggala dan Persia. seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. Serang. dipimpin oleh para nakhoda Eropa. Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. Mungkin penunjukkan tahun 1672. melakukan pelayaran ke Philipina. la pun menuntut hak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Padahal. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. bukan sebagai "bangsawan niaga". akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. Muhammad Ismail. setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. berakhir pada tahun 1683. Para pedangan India. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. Disertai salah satu kapal milik Banten. dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983). ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. dari sumber-sumber yang ada. Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. Kesadaran politik inilah. Macao. Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”. Cina dan Arab. yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). penerbit Saudara. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. sebelum kedatangan orang Portugis. Hal itu justeru tetjadi. berada pada titik puncaknya. terdapat kesimpang-siuran. melonjak naik. Sultan Haji mengira. pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa. pada tahun 1677. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten. Akibat peristiwa penangkapan tersebut. kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa.

jumlah korban pada pihak musuh. Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah. Saleh Danasasmita (Anggota). Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. Pada tahun 1985. antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . psikologis. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional. Drs. Sprin. 3. (Anggota). 4. untuk meneliti. 5. dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda. Tim inti itu. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. yaitu Pangeran Sake. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18. 2. terdiri dari: Prof. edukatif. Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. dan lain-lain. Dr. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. putera Pangeran Sake. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. tingkat volume lama perjuangan. dibentuk tim.M.direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. luas wilayah perjuangan. atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa. No. Karena nilai-nilai kepahlawanannya.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. Skep/182/N/1985. politis. kesulitan yang dialami. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi. berdasarkan. Salah satunya. Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa. Saini K. Adik Sultan Haji. tanggal 8 April 1985. diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional. G.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Edi S. dan Drs. Ekadjati (Ketua). penelitian. dan dukungan rakyat. Setelah dilakukan penelusuran. artistik. No. jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya.CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa. yaitu Tubagus Mustafa. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984.

6. Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat. 3. 8. antara lain: 1.1. yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. Kini diorama dan patungnya. raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi. 7. Sri Baduga Maharaja. la raja yang bijaksana. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723). Sultan Ageng Tirtayasa. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi). sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. dan 3. 2. Perlawanan rakyat Banten. gagah berani. serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon.T. terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah. Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). 4. Ketiga tokoh tersebut. 5.A. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi). Perlawanan Bupati Sumedang R. Raden Alit Prawatasari. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). Bagus Rangin. dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810). di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683). di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819). raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. *** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi). terukir oleh tinta emas sejarah. Dari hasil seleksi pada waktu itu. 2.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon.

penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. Beberapa puluh tahun kemudian. Beberapa bulan kemudian arca itu. menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap. dua pakar yang terkenal. untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya. Durga dan Ganesha. 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada wayang Kumbayana. karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot.1996:101). Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci.MELACAK RAJATAPURA I. memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati. sekalipun orang Cina berkeberatan. Siwa. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). meniru bentuk janggut patung Agastya. melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI . Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. ternyata sebuah yoni. kecuali satu. pada paro pertama abad ke-19. Arca itu. Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten. beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap. yang menggambarkan Brahma. kendi itu dihilangkan. Agastya. dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme. semuanya dikirim ke Batavia. diangkut ke museum pula.1984: 29). bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara. Brumund dan Van Hoevell. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan. yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana. Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali. Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang.

dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich. 1996. Pada berbagai singkapan. Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993).1993: 33). yang terletak di pesisir barat Pandeglang. tuffa. tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda. Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). kemudian dibahas oleh Yogaswara. antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang. antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis. gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. Pemujaan terhadap Agastya. ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari. Halwany Michrob. Pada materi yang sama. apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. Sayangnya. Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya. Bila dikaji lebih dalam. Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M). telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung.Boleh jadi. maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok. 104). adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu. luasnya sekitar 17.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kedua-duanya. antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka. bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara. 1850. kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain.500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda. mengemukakan pendapatnya. bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles). dalam Guillot. tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite. dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Selanjutnya.1894 dalam Guillot. Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari. Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526. dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan. Bahkan dalam hasil penelitian lainnya. yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur. dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman. dikatakannya kepadanya. MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah. Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara. seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913).1983: 33). dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. Dengan demikian. Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik. memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari. 1984: 3334). 1978: 38). seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. II. Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli. Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. di Pulau Panaitan. Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan. (1996). dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya. Ketika bapaknya datang kepadanya. karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita. mengisyaratkan. Dalam pada itu.1996: 106). sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara.1993: 33).daerah ujung selatan Surnatera. dalam Michrob. bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah. Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat. sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya.

di sekitar puncak Gunung Pulasari. Menurut cerita rakyat Cilentung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi. dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. Kekeramatan batu tersebut. Batu Kiara Jingkar. antara lain: Batu Sanghiyang Arca. 170 | S e j a r a h K e r a j a a n . ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. Batu Cangkrung. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah. ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor. Di lokasi tersebut. Batu Cangkrung. dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. tidak pernah kering. Di lokasi Batu Kiara Sarebu. ada semacam "gambar" ayam jantan.100). pipih. Batu Kiara Sarebu. Patut disayangkan. oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa". Menurut cerita rakyat. menurut cerita rakyat. air di atas permukaan yang cekung tersebut. Air Terjun Curug Putri. ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu.dicari". air terjun Curug Putri. dahulu kala banyak terdapat pohon kiara. Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung. yang berserak di bawah cucuran air terjun. Batu Sanghiyang Kotok. Ayam jantan tersebut.19y6. terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. konon milik Maulana Hasanuddin. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa. Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi. Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. terdapat batu-batu yang dikeramatkan. dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter. diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. menurut cerita rakyat. Batu Kiara Jingkar. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut. Untuk membuktikan kebenarannya. Menurut cerita rakyat. dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung. Uniknya. Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. tebal 10 centimeter. sehingga dapat menampung air (nyangkrung). Pada hemat kami. yang dibentuk serupa "makam".

ketika diukur menggunaltan kompas. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. Di bagian lain. Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n . Uniknya. Selain tempat-tempat keramat biasa. membujur arah utara-selatan. dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir. Di lokasi puncak Rincik Manik. juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam". Di lokasi puncak Roncang Omas. Makam yang satunya lagi. jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut. tetapi hampir tidak menonjol. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. Di lokasi puncak Rincik Manik. Mungkin. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. Hal itu. mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari. dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. terdapat dua tempat yang dikeramatkan. Di lokasi itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .346 meter di atas permukaan laut.300 meter hingga 1. akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. 1996). dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik. Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala. Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu. Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. membujur arah timur-barat. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. Makam yang pertama. Bahkan batu-batuan yang ditemukan. yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. kelihatan pula.Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari. nampak gosong. lengan-lengan dan kelamin lelaki. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. banyak sampah-sampah berserakan. yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". pada ketinggian antara 1. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. yang ditinggallkan wisatawan lokal.

Di daerah Lampung.bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang.. Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1. dan belum dikerjakan (Sukendar./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n .. dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938). "primitif" dan "kampungan".1996:100).1985: 92). Jawa Barat. antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri. Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri. karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek. Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs. Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda. 1981/1982: 247). mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur). dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia. Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot. yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono. menerangkan makna dan fungsi menhir. Mungkin Guillot kecewa. Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar. tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang. dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja". Haris Sukendar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang. dikemukakan antara lain sebagai berikut: .

yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte. dengan mengucapkan mantra. Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa.1984: 42). Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik. Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan. tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan. ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya. Mereka memohon kepada nenek-moyang. yang menjadi tujuan terakhir. rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya. banyak sekali. mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu. Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas. yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang. Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang". Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung. Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan. Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu. terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir. lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan.wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//.. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali. Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai. Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran. mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme. bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka.

Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. antara lain berupa menhir: 1. Lokasi di Desa Banjarnegara. Kecamatan Cadasari. 6. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud. 5. 4. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. Lokasi di Desa Sukasari. Makam Gunung Cupu. debu. Kecamatan Menes. Kecamatan Cimanuk. oleh arus deras sungai Cibama. sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. Berdasarkan kajian geografi sejarah. Batu Rincik Manik. dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). Lokasi di Desa Gunungcupu. 3. Cicaringin dan Cibangangah. 8. Kecamatan Saketi. Kecamatan Banjar. 2. Kecamatan Saketi. Lokasi di Desa Batulingga. Dihitung secara geologis. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. Sanghyang Healeut. kerikil dari letusan gunung. Gunung Karang. lokasi di mata air Cihanjuran. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada.1984: 42). Batu Cihanjuran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . juga Gunung Aseupan. Batu Goong.nenek-moyang. jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. Jumlah 3 buah menhir. Lokasi di Kampung Kaduhejo. Desa Sanghyangdengdek. Sanghiyang Dengdek. Terhanyutnya pasir. pada masa 2000 tahun yang silam. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. Kecamatan Mandalawangi. Sanghiyang Arca. Lokasi di Kampung Pahoman. Cilabuan. membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang. 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut. Batu Lingga. Desa Pasirpeuteuy. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. Batu Pahoman. Kecamatan Saketi. Gunung Pulasari. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. Posisi di puncak Gunung Pulasari. keadaan pantai barat Pandeglang. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. Desa Cikoneng. 7. yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat". 9.

di antaranya: 1. Batu Notod. antara lain: 1. Batu Tumbung. Batu Kuda I. Kecamatan Cimanuk. Di kawasan Popinsi Banten. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy. Lokasi di Kampung Cidaresi. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk. Kecamatan Saketi. Kecamatan Saketi. Lokasi di Desa Sukasari. 3. Batu Kolam Citaman. Hal ini diperkuat oleh laporan RA. antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. masih terdapat gejala religi "agama masa silam". dalam laporan resminya (1908 no. Desa Parigi. Djajadiningrat. Lokasi di Kampung Nembol. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di Desa Palanyar. Lokasi di Desa Parigi. orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. 11.A. Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain. 4. Kecamatan Saketi. dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal). 7.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Lokasi di Kampung Cibulakan. Kecamatan Saketi. 12. ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen. 3. Batu Saketeng. Batu Kasur. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Kecamatan Cimanuk. diduga memiliki nilai kepurbakalaan. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . Batu Ranjang. Lokasi di Desa Parigi. 10. van Tricht. Desa Palanyar. Lokasi di Kampung Baturanjang. 6. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari.III. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. Batu Sanghiyang Kotok. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Batu Pangsalatan. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. 8. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi. Desa Palanyar. Batu Cangkrung. Batu Kuda II. Kecamatan Cimanuk. Batu Pangasaman. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan. Kampung Sampalan. Kecamatan Menes. Batu Keris dan Bata Teko.A. 5. Batu Qur'an. Lokasi di Desa Saketi.1929: 47). 9. 1786. Kecamatan Cimanuk. Bupati Serang tahun 1908. Batu Tongtrong. Kecamatan Mandalawangi. 2. 2.

diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993). dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku.disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk. bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha. Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902). Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima. Namun. Keterangan peninggalan tersebut. dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak. antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir. akrab. Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa. Bagi mereka.1984: 43). sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan. berupa peninggalan dari masa pra-Hindu. Walaupun kurang terdapat keterangan terinci. van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy.1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan. sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita. Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada. antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen. watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis. Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis. Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten. tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya. Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna.

kemungkinan ada unsur kesengajaan. Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob. niskala = gaib). dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek. Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna. kemungkinan besar pernah tersingkir. terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur).j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. Iswara. mengemukakan pendapatnya. dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme. "ratu bakti di dewata. Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan. akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). Wisnu. Jadi hiyang-lah yang paling tinggi. antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. Sang Pencipta Roh. Tidak menutup kemungkinan. dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang). 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita. Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar. yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot. Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter. 1984:41). salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari. sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja". Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma. Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. Kemungkinan-kemungkinan itulah. Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib). yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala. dewata tunduk kepada hiyang).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan".1993: 5-6).pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm. jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme.

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Ada yang memuja Hyang Ganayana. Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya. menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai. di antaranya berburu di hutan pegunungan. Sanghyang Agatna senantiasa dihormati..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda. Adapun mata pencaharian warga masyarakat. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera. berdagang.// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari". Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan. dipelihara dan sangatlah baik karenanya. Karena sekalian warga masyarakat. ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta. juga Hyang Wisnudewa. Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. Ada yang memuja Siwa-Wisnu.. Ada yang memuja Hyang Siwa. mengharapkan hidup lanjut dan selamat. Sang Raja membuat candi. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot. Anutan mereka sekalian Waisnawa. Golongan ini banyak pengikutnya. mengusahakan pelayanan. yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan. .warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//. Oleh karena kekunoannya itulah. Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n . bertani dan sebagainya.. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa.. Kekunoan arca-arca tersebut...

dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot. Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. telah ditemukan di daerah Banten.1984:13).1996:108). penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. di bagian Pulau Jawa yang paling barat. yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno. beserta beberapa arca lain yang bergaya lama. Banten sebelum masa Pajajaran. Guillot menjelaskan. berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu. pada bagian lain. Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane. Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni. Kota Palembang di Sumatera Selatan. posisinya jauh dari garis pantai. Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut. daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah). dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850. berada tepat di pantai.1984). Akan tetapi. sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita. hingga mencapai 8-9 kilometer. Sedangkan Palembang sekarang. terdapat pada bagian akhir (kesimpulan). karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang. antara abad ke-7 hingga abad ke-11. sehingga hilang keunikan tempat asalnya. menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada. Kutipan tersebut sangat berharga.1996:103). dan bahkan nama kerajaan itu.mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)". memberikan kepastian lokasi. Oleh karena itu. Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga). antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta. Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam. sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu. untuk sementara belum dapat dipastikan. ia menulis tentang arca Ganesha. Saleh Danasasmita.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Oleh karena itulah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi. halaman 154. posisi kota kecamatan Mandalawangi. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938). terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta.garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. Di salah sate permukaan batu itu. (terletak) di tepi laut. berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari. terungkap sebagai . Kemudian. saat ini (18 Maret 2001). berada di tengah-tengah.. Kemungkinan tersebut. Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta". Kemungkinan besar.. bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang.5 cm). Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. Posisi kota Kecamatan Mandalawangi. ditinjau dari segi pertahanan keamanan. Burhan menyebutnya "Batu Peta". didukung oleh pendapat Dedi M. parwa I sarga 1. Secara kebetulan. sangat strategis.//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat. Setelah dicoba dikaji-bandingkan. dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi).1980:13). juru pelihara Burhan. ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu). Barmawijaya (akhli geologi). dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura. lebar 18 cm. berada di pesisir barat Pandeglang. bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. tinggi 9. kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai.. sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan. titik terbesar yang berbentuk persegi empat. terindikasi adanya beberapa ketepatan. terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . Begitu pula hal yang sama. menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm.

Gunung Aseupan dan Gunung Karang. diduga kuat. bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara. 184 | S e j a r a h K e r a j a a n .benteng alam: Gunung Pulasari. Oleh karena itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . posisi Mandalawangi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful