SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

yaitu halaman awal dan akhir. yaitu: 1. sudah berusia lebih dari 100 tahun. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978. dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman. bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman. sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno. ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara. kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. gaya Cirebon. sampul: 35. aksara: Cacarakan. Penelitian usia naskah-naskah tersebut. halaman: 35. menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno. 1 halaman kosong. naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. tulisan umumnya masih terbaca.5 cm. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron. Kertas sangat kusam kehitam-hitaman. tulisan: 32 x 22 cm. Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah.5 cm. memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. dapat diketahui. Ukuran. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. tebal: 214 halaman.4. halaman yang ditulis: 213 halaman. bahan naskah: Dluwang. Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda. sebagian dari Serang (Yusuf. Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999). Bahasa: Jawa Cirebon. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep). sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa. bentuk: Prosa.5 x 27. kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang. Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor.5 x 27. Edi S. Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu. Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta.1999:187). 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . tinta hitam. Walaupun demikian. di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah. 2. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988).

pembentukan panitia. dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). Menurut Pangeran Wangsakerta. bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. dan Sundakuna. alasan penyusunan. pengundangan nara sumber. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi. sumber. Melayukuna.1985: 537). Balikuna. seperti misalnya sejarah. banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya. tujuan penyusunan. yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). parwa dan sarga. Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. Selain itu. Kolofon Bagian purwaka. hukum. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna. Pustaka Carita Parahiyangan. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga. kepada Sultan Cirebon. pencarian sumber dan bahan. terdiri dari tiga bagian. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta. Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. Purwaka 2. dibawa kembali ke negaranya. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara.3. dari daerah lain. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. dan kesehatan. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. 4. yaitu: 1. di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. nama naskah. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya. Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. penyusun. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. Di antara mereka itu. yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan. Pustaka Nagara Kretabhumi. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar.

Panitia Pelaksana. Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang. d. kadang-kadang amat ringkas. dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya. Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta. bahwa dalam tahun 1677 M. Bagian kedua. Pelaksanaannya. yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. 4. 4.masalah yang muncul dalam sawala. atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman. karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan. 2. Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. Musyawarah tersebut diadakan. Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2. Penasehat: 1. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). Jaksa Pepitu Cirebon. adalah sebagai berikut: a. agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). 1. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. 3. Dari kata pengantarnya itulah diketahui. 5. III.1985: 530-557). Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. Kata pengantar itu kadang-kadang lebar.

Sangga IV: Sumedang. Bantayan. Perelak. Pasuruan. Maluku. Brebes. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok). Banten dan Palembang. Lasem. Mojoagung. Cina. Parakan Muncang. undangan dan juru bahasa 6. Ambon. e. yaitu: Sangga I: Surabaya. Pendengar (pangreungeu). Madura. Sangga V: Jambi. Cirebon. Kuta Lingga. Panarukan. Kudus. dan Trengganu. Banggawi. b. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. 7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Bagelan. Sukapura. Imbanagara. Campa. Galunggung. Geresik. Pasai. Galuh. Kuningan. Kertabumi. Dermayu. Taliwang.5. Talaga. Rajagaluh. Benggala. Lamongan. tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. Jepara. Cangkuang. Tembayat. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. Arab. Namun di antaranya. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a. Galiyao. Malaka. Kediri. Ukur. Tanjungpura Karawang. Lwah Gajah. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. Semarang. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). f. Minangkabau. Sedayu. Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. Seran. Tanjung Puri. Berunai. Sangga II: Mataram. Tuban. Tanjung Nagara. Sri Langka. d. Para Peserta. Makasar. Bali. Giri dan Sendang Duwur. Tanjung Kutai. dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. Sindangkasih. Anggadipraja: duta keliling. Wirasaba. Balambangan. c. Demak. f. Gurun. dari negara tetangga yaitu: Mesir. India. Rancamaya. Losari. Lamuri. Barus. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. Tumasik. Bangka. setelah disepakati bersama. Luragung. Nayapati. dibuat risalah resmi. Tegal.

Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan. bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya. digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . istri raja. Madura dan Banten. Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya). yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur. terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. tahun pemerintahan raja-rajanya. dalam upaya menyusun naskah sejarah. dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1. keturunan raja-rajanya.g. CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). meletusnya suatu pemberontakan. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing. tahun berdirinya sesuatu kerajaan. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. tahun wafat raja dan banyak hal lagi. Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. IV.

terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan. mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). Walaupun demikian. maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini.dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini. Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi. Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). Lebih. terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana).Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. tidak lagi dibuat-buat. Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua. Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya. lebih-lebih dengan para sesepuh. Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. Tetapi mereka memberikan catatan. melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita). Karena itu aku menempuh jalan tengah. Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka. Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya.

Dapat diketahui. la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi. maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah.jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi. Dalam jilid yang lain. la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan. Tanggal tersebut. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya. memang baru dilakukan kemudian. Kemudian. sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. dan Panembahan Anom. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang. kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya.beserta kerajaannya. agamanya. sebagai para penguasa Cirebon. Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini. Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. Karena itu. Penulisan naskah menjadi pustaka. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah. selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja). musyawarah itu telah berlangsung. Bila demikian halnya. baik secara khusus maupun sambil lalu. Dilihat dari gaya tulisannya. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. oleh Jaksa Pepitu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Patut disayangkan. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang.

Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen).terjadi penyerbuan Trunojoyo. dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. yaitu: 1. adalah keterangan Wangsakerta. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. Tahun 1676. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. karena para penyusun memperoleh tugas. Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. sehingga Karta ibukota Mataram. dari orang yang sangat mereka hormati. dan Panembahan Kacirebonan). Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n . walaupun tidak dijelaskan. Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram. Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram. dan 3. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. Pangeran Abulfath Abdulfatah. berlangsung di Keraton Surasowan Banten. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa. Alasan kedua ialah. Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662). Sultan Kanoman. Permasalahannya. ada dua hal yang menarik. apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis. Dengan demikian. 2. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan). bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. ialah karena melihat kenyataan. Setelah itu. barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. Dalam kenyataannya. Di antara amanat Sultan Sepuh itu. Alasan pertama. ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari. Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi. yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara.

Tatar Sunda. yang kehadiran makamnya di Desa Leran. saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun. Bahkan. Jawa Timur. Sriwijaya. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa). Disana. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jawa Tengah. dalam beberapa hal. Dari naskah-naskah yang terkumpul. masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia. Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. dapat dikatagorikan logis. kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. Bila hal itu tidak mungkin. Banjarmasin dun Nusa Bali. waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga. yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. dengan cara mengkompromikannya. Samudera Pasai.riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna). Secara runtut berlangsung. uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. dekat Bukit Gempol tahun 1528. tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697. Sedangkan beberapa hal lainnya. pada salah sebuah nisan. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984). sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya. ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). Dalam ambahan sumber. atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama. baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja. Dalam hal yang demikian. la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak.

ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I. Pada urutan ketiga. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin.V. ternyata benar-benar ada. Sebagai Sejarawan Abad XVII. tersimpan sebuah dokumen. Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan. pada tanggal 9-11 Maret 1986. Karena kesal. berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. tanpa nilai khusus. tokoh Pangeran Wangsakerta. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. de Haan dalam buku Priangan II (1912). termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya. pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. De Haan (1912. Catatan Harian Kompeni. Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. Di gedung Arsip Nasional. bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. Tulisan tersebut berupa makalah. bahwa berita tersebut "tidak benar". Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). F. Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. dalam pertengahan kedua abad ke-17. membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. Dalam sumber Kompeni lainnya. sama sekali bukan. De Haan mengumpat Caeff. nyaris tidak dikenal oleh umum. bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. Dr. PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. Di lingkungan terbatas kerabat keraton. terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon. sebagal salah seorang penguasa Cirebon. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta. Di bagian bawah naskah sebelah kiri. dikenal adanya sebuah naskah wawacan. Menurut Saleh Danasasmita. Sedangkan Dipati Topati. Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon). dicantumkan dengan tegas. tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). Dalam naskah tersebut. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. van der Meer dan Jan Mulder. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda. Sunan Tegalwangi. maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. Tapi raja Matararn. Purbanagara. Anggaraksa. dan Nayapati. Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama. Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. pada tahun 1599 Saka (1677 M). Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. Empat tahun kemudian. adiknya. kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu. Anggadiprana. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri.Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. Dari puteri Mataram. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. Setelah Panembahan Ratu wafat. Singanagara. Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. termasuk kedudukannya di Cirebon. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman. Dari perkawinan tersebut. Panembahan Girilaya berputra tiga. masih sangat kabur. Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). Anggadireksa. ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama. senantiasa ingin merebut Cirebon.

Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon. Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten. Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat. Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya. Pangeran Dipati Anom.bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Dalam pertempuran di berbagai daerah. Sementara itu raja Mataram. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten. Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi. yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. Setelah itu putranya. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. Setelah wafat. Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. yaitu aku sendiri. adiknya. Susuhunan Amangkurat dan putranya. 15 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tentara Mataram selalu menderita kekalahan. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano. Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya. Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka. Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. Mataram dan Belanda. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama.

Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan. *** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lalu Sultan Banten mewisuda kami. Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon.Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sehingga dapat menghapus segala kekisruhan. Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat. Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon. akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda. merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta. Kutipan di atas. Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram. Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan. Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda. Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten. Akhirnya Panembahan Sepuh.

dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto). antara lain sebagai berikut: . di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah.1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala). PURWAYUGA Sedemikian jauh. dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . (Wangsakerta. Sebelum kemungkinan itu terbukti. Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n .// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a. kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama.. SALAKANAGARA I.BAGIAN : 2. bisa saja terjadi di Tatar Sunda.. Akan tetapi. permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala. berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1. Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang. maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah.

000. Namun demikian.000 sampai 300. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil. karena mereka berlaku seperti setengah hewan. di lereng gunung dan tepi sungai. muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya. antara 750. hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. Ada yang tinggal di atas pohon. dan hutan Kalimantan (Bakulapura). Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. Di antaranya ada yang menyerupai kera. tanpa busana. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan. Mereka adalah manusia purba. tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan. Kira-kira 1. sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni. Ada pula yang seperti raksasa.000 tahun yang silam di Nusantara. Kemudian. kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. hutan Makasar. Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon.menjadi dingin. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). hanya menggunakan tangan. Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. manusia hewan. Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. Mereka mirip kera. terutama di Pulau Jawa. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi. permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan. Akan tetapi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Berjuta juta tahun kemudian. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. tubuhnya berbulu dan kejam perangamya.000 tahun yang silam. belum ada mahluk hidup. yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna. Beberapa juta tahun kemudian.000 tahun sampai 600. Di daerah lain di Pulau Jawa. Kulitnya berwarna gelap. hutan Sumatera. besar dan tinggi sosok tubuhnya. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Sumatera.000 sampai 300.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .000 tahun yang silam. mahluk jenis inipun akhimya punah.000 tahun yang silam. Kira-kira 250. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil. Selanjutnya. Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). Ke dalam zaman tersebut. tetapi buatannya tidak bagus. pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara.000 sampai 25. jumlahnya tidak banyak. dan Pulau Jawa. Mereka hidup antara 50. tidak banyak berbulu. Sementara itu. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba.000 tahun yang silam. Senjata dan perabotannya terbuat dari batu. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam. Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga).000 sampai 50. dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain. Mereka tidak cerdas.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara. ataupun binatang. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare).000 tahun yang silam.000 tahun yang silam. serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. antara 500. antara 300. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40.000 sampai 20. hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa. Akan tetapi bertubuh lebih kecil. Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa. 19 | S e j a r a h K e r a j a a n . berwarna kuit agak gelap. diburu. Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga). Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia. saling bunuh di antara sesamanya.Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600. musuh. Seterusnya. di Sumatera.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen. lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. Anak. dan keluarga. dan daging hasil buruan. bulan dan bintang. lalu menetap di sana. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. daundaunan. Makanan sehari-harinya adalah daging. Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. buah-buahan. batu. hampir sama seperti di negeri asal mereka. Untuk sementara. umbi-umbian. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi. Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. dan rempah-rempah. Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. matahari. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya. Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. ikan. mengharapkan berumur panjang. sungai. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. Rumah mereka itu berderet. Lama kelamaan. Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. masing-masing membuat rumah. mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. pohon besar. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. Mereka berburu hewan. melindungi adat. melaksanakan sembah-hiyang. Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setibanya di sini. Singkatnya. tumbuhan. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. gunung. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung. cucu. sedang dagingnya dijadikan bahan makanan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menguasai berbagai ilmu mantera. memberi berkah. tunas. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. mengharap terlepas dari penderitaan. Sang Panghulu yaitu Sang Datu. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. mengalahkan musuhnya. mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. mereka menderita kekurangan makanan. tunas. arwah leluhur. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. kayu.Akibatnya. selalu bertapa. Karena itulah. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap. darah. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia.

hutan dan gunung. ukuran. musim kemarau. Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. Zaman ini. tentang gunung. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. segera dikalahkan. Terjadilah pengungsian besar-besaran. perak. musim hujan. Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang. tentang hewan. membuat api dengan batu api dan besi. karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi. kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. tiba kira-kira tahun 1. telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). tumbuhan. serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari. seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga). yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. dan kenistaan bagi orang pribumi. Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. Kaum pribumi. sedangkan batu-batuan dan tulang. menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. ilmu tentang hutan. serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak.lukisan menurut kehendak masing-masing. akan ditangkap dan dibunuh. 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . gempa bumi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tentang tanah. manik. Sebaliknya. Akan tetapi. permata. hari. mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). Kaum pendatang kelompok ini. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. makanan. serta membuat aneka obat-obatan. dan perahu dengan baik. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan.600 sebelum tarikh Saka. Kaum pribumi itu selalu kalah. karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. merasa terhina dan sangat takut. lalu ilmu tentang rempah-rempah. mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang. kesengsaraan. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan. dan ilmu memanah (dhanurweda). menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). Di samping itu. telah mengenal emas. membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. pendatang baru makin lama makin banyak. serta membuat wayang dari kulit diukir. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. tentang ucapan.

USA). kota Yu-wan. terdapat sebuah kota kecil Yu-wan. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. di wilayah Propinsi Yunnan. ia berdiam di dukuh di tepi sungai. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Oleh karena itu. yang berdiam di pulau Hujung Mendini. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. putera Ki Srengga namanya. kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. menurut para akhli. Ki Bagang.…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem. yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut. namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. putera Datuk Pawang Marga namanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . putera Ki Pawang Sawer namanya. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Sedarrgkan Yunnan sendiri. putera Datuk Waling namanva. Selanjutnya Aki Dungkul. Yu-wan dalam bahasa Cina. yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. Datuk Pawang Marga. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. Selanjutnya. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India. Datuk Banda putera Nesan namanya. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi. dalam naskah tersebut dikemukakan. Ki Pawang Sawer. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . 1980. merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang. berdiaiu di wilayah Langkasuka. Sang Aki Bajulpakel.

juga pengetahuan tentang tanah. membuat perlengkapan perang dari besi. ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana. Kenyataannya. menimbulkan gempa tektonik. gempa bumi. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. yang dijadikan makanan sehari-hari. orang yang datang baru bertambah banyak. pengetahuan tentang laut. Mengembara di hutan dan gunung-gunung. berbagai perkakas dari besi. dan pengetahuan tentang tutur kata. Golongan pribumi senantiasa dihinakan. Wayang. karena bodoh. Adanya benturan dua lempeng tersebut. pengetahuan tentang memanah. perilaku mengenai alat penukar. berbagai tumbuh-tumbuhan.000 depa). Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. perak. Penyebabnya. senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus. Karena orang pendatang baru. (musim) penghujan dan kemarau. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China. manik. Mereka menanam padi. akibat pencairan es.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100.arah barat di wilayah Kashmir. pengetahuan tentang berbagai binatang. segalanya terbelakang. Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. dibuat dari kulit yang diukir. Selanjumya. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya. India dan Burma (Myanmar). tentang makanan yang lezat. ialah membuat senjata dari besi. Mereka telah mampu membuat rumah besar. juga membuat berbagai obat-obatan. juga emas. gunung. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. berkeliaran tanpa tujuan. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. di puncak Himalaya pada saat musim semi. tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. kristal. kendaraan. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. IV. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. pengetahuan tentang hari. yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. Biarpun sering melawan. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. begitu pula membuat perahu bagus.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Dukuh itu ada yang besar. Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat). ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya. Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut. Di sini. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. negeri Singhala. Dukuh besar ada di tepi laut. telah banyak golongan warga masyarakat. Dengan demikian. banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). yang sangat banyak berdatangan di sini. Di antaranya ada yang bermusuhan. maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. negeri Gaudi. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Mereka senantiasa datang di sini. ada yang kecil. mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara. ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. yang banyak datang dari negeri Bharata (India). Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat. yang menjadi pribumi tiap dusun.nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak. atau tidak jauh dari muara sungai. Tetapi. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. di pulau-pulau Nusantara. Terutama para pendatang. Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . negeri Cina dan sebagainya. ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan. Di antara mereka. Dua wangsa inilah. Permulaan pertama tahun Saka. Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). 30 | S e j a r a h K e r a j a a n . seperti yang telah terjadi di negeri asalnya. yang tiba di Pulau Jawa. dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya.

dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi.namanya terkenal. Syangka. Pohaci Larasati menjadi permaisuri. dengan nama nobat. Yawana. lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. daerah. diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. sebelum meninggal. dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. dan Abasid (Mesopotamia). Dewawarman dan pasukannya.daerah sepanjang pantainya. Oleh karena itu. Tatkala Aki Tirem sakit. Beberapa tahun sebelumnya. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. Setelah Aki Tirem wafat. Dewi Dwanu Rahayu. dan pesisir Sumatera bagian selatan. Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. Bumi Sopala. Nusa Api (Krakatau). Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. Selanjutnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. masuk pula dalam wilayahnya. Sedangkan adiknya yang lain. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). Kota besar lainnya lagi. sedangkan isterinya. diperisteri oleh Sang Dewawarman. seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini. Daerah kekuasaan Salakanagara. Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu. dijaga oleh pasukan Dewawarman. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). lalu beranak pinak. Dewawarman ini. Oleh karena itu. adik Dewawarman. serta barang barang lainnya. dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). 31 | S e j a r a h K e r a j a a n . China. Demikian pula para pengikut Dewawarman. Agrabhintapura. sebab jalur ini merupakan gerbang laut. tidak ingin kembali ke negerinya. ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. puteri Sang Aki Luhur Mulya. karena mereka telah menjadi penduduk di situ.

Dari perkawinan ini lahir seorang putera. Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah. ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV. Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi. Yang kedua.252 Masehi). Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi. Yang keempat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .VI. ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka). dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 . laki-laki bemama Gopala Jayengrana. la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 . putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan). Pada masa pemerintahannya. yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 . Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi).238 Masehi). la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka). Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V.308 Masehi). seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi. la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana. sang rani. memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri. Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun. Anak yang tertua. PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur. Dari perkawinannya dengan puteri India. Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara. Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi. Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya. Yang kelima. la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. terjadi serangan bajak laut dari negeri China. yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya. laki-laki. 32 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. Kelak. Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak.

33 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lengkaradewi beserta suami dan puterinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya. Sphatikarnawa Warmandewi. karena ia tewas tertimpa batu besar. Akibat peristiwa itu. Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India. Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. Dari puteri ini dengan Atwangga. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya. puteri sulung Dewawarman VII. pada tahun 262 Saka (340 Masehi). datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi. Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana. Krodamaruta tidak lama berkuasa. la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI. puteri sulung Dewawatman VII.seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. bersenjata lengkap. karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. Akhli waris tahta yang sah. ketika sedang berburu di hutan. Kemudian. di Rajatapura (ibukota Salakanagara). sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman. lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. adalah Sphafikarnawa Warmandewi. Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi). Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat. yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit. Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. Pada tahun 270 Saka. keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. Akan tetapi. Setelah pernikaharmya. Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. putera Sri Gandari Lengkaradewi. Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara.

Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. namun jumlahnya tidak seberapa. telah dilacak oleh N. Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura. la sangat memajukan kehidupan keagamaan. In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I. Permaisuri yang kedua. sebab puteranya. Anggota keluarganya yang lain. genaarnd Pien. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. Di antara penduduk. sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. J. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. kemudian. Yang sulung. selama 233 tahun (130-363 Masehi). C. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India. een gezantschap naar Cina. dan Jawa Tengah. Yang kedua. herkencl. VII. Dewawarman VIII. dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . Java-eiland. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera. Ekadjati. CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. In den nanm van het land ia Yawadwipa. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. bernama Candralocana. tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang.I (1987: 31). Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura. Yang ketiga. Raja Indraprahasta yang pertama. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. Semenanjung. ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang. sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. tinggal di Yawana dan Semenanjung. ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara. Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas. dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. ada yang memuja Ganesha. kehidupan penduduk makmur sentosa. seorang putera bernama Aswawarman. Kelak setelah ayahandanya wafat. Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati. berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. Ada yang memuja Siwa. Dewawamm IX. Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya. en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. ada yang memuja Wisnu.

Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard. di dalam hal ini. Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym. naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina. 1950:11). oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja. Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya. tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya. jang mana akan berarti. dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen. Hal ini katanya tidak mengherankan. dikemukakan pula kutipan terjemahannya. yang disebut di dalam Hou Han-shu. Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M. seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu. dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz. Memang mungkin sekali. maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi. tetapi djuga akan menerangkan. antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. jang bukan sadja berarti. hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen. bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula. yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa).eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon. Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. Untuk lebih dipahami. Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan.

sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo. juga dihuni oleh pemakan daging manusia. Pendapat D. seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai. dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931). dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti. adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n . secara detail berisi tentang Asia Tenggara.. Menurut dugaan Sarjana Perancis G. "Sabadeibai Tiga". Sartono Kartodirdjo. D.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II. antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya. Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama". dihuni oleh pemakan daging manusia. tahun 132. meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien. Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa. yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas. Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. Di dalam berita itu disebutkan. Hall.G. "Chryse Chersonesus". (Atja & Ekadjati. dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M. datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy. pulau Jawa.1987:32). dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall.1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. mungkin ada artinya dalam hubungan ini. Ferrand. G. Javadvipa. Buku VII dari Geographianya. yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya. yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi. Hall.1988:1718). Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London. 1958 dalam Soewarsa. mengemukakan hal yang sama. E. bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien. Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta. mengutip tulisan NJ.perutusan ke Cina pada tahun 132 M.E.

pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M. memberitakan. dengan sendirinya diduga kuat. Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat. Pulau Panaitan. Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus. Hasan Mu'arif Ambary. semenanjung emas. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai. kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia. Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo. 37 | S e j a r a h K e r a j a a n .Dalam buku Geographike. bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. Menurut Ayatrohaedi. Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. menyatakan bahwa pada abad ketiga. Menggunakan sumber yang sama. Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. Peta ini dibuat pada tahun 165 M. dan Pien artinya Warman. yang merupakan hasil utama kawasan itu. dalam Michrob 1993: 32). pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia. yaitu negeri Perak. Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi). Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang. la. ujung utara Sumatera. mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi". yaitu emas dan perak.1977: 6). Selat Sunda. dan menyebut kota itu dengan nama Barus. Chryse Chora. terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67). Tiao artinya Dewa. kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman. Vietnam. negeri emas dan Chryse Chersonensos.

Bahkan. Iskandaria. dapat diduga. sudah ada jalur bisnis di Asia. dan Persia. Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. dan kembali ke Venesia. yang terletak di tengah Sungai Cidangiang. Temuan selanjutnya. berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus. bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara. dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob. banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. Glory and Gospel. 1996:15). Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I. India. dalam bukunya Geographia Hyphegesis. Prasasti ini.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat. Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang). Sartono Kartodirdjo. berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. 38 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lebak Munjul. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman.1977: 36). sebagai Dewan Pakar menyimpulkan. Cina. Ayatrohaedi dan Edi S. adalah "terjemahan" dari Merak. Cina.1993: 37).1956:10). terjemahan Effendi. pernah melakukan penggalian di Palembang. bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo. terdapat di Jawa Barat (Krom. Teluk Aden (Yaman). yang diperkirakan berasal dari abad V. Rute Ptolemeus adalah Venesia. Pandeglang. Hasan Mu'arif Ambary. yang berarti perak.Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia. Barus. Berdasarkan temuan tersebut di atas. dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. mengemukakan pendapatnya. dan nyatanya. Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob.

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta. Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka. ialah: sapi 400 ekor. pakaian. yang ditulis pada batu. dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu. dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). mendapat hadiah dari raja. Sungai yang bagian hilirnya. yang biasa membawa perahu. Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. ditandai lukisan telapak tangan. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi). Prasati itu. ikut serta berkarya bakti di situ. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). pakaian. Pengerjaan. Sang Purnawarrnan. dengan iringan suara gamelan yang merdu. sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. dari tanggal 13 sampai tanggal 15. gajah seekor. Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya. yang diibaratkan Dewa Wisnu. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tahun 410 Masehi. Demikian pula para pedagang. serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. Para petani merasa senang hatinya. Raja-raja bawahan itu. mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. Tiap tahun. Semua mereka itu. untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman.raja-raja sesamanya (panji segala raja). dan makanan lezat. datang ke ibukota (Sundapura). ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. disebut Cisuba. mengalir sampai di istana kerajaan. yang diberikan kepada raja Indraprahasta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang ikut serta mengerjakan saluran ini. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). Sebagai tanda penyelesaian karyanya. kuda 20 ekor. dari desa sekitarnya. Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. Setiap orang. Kemudian. semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. Dua tahun kemudian. Sang Purnawarman.

kerbau (mahisa) 80 ekor. beberapa puluh tahun sebelumnya. memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. Para petani menjadi senang hatinya. karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. Demikian pula di tempat-tempat lain. ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. Sang Adyaksa. Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. berjajar memanjang di tepi sungai. lukisan telapak kakinya. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. Ribuan penduduk. laki-laki dan perempuan. Sang Mahamantri. sebuah patung Wisnu. telah diperbaiki. Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini. ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. memperbaiki. Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. membuat prasasti yang ditulis pada batu. sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi).000 ekor. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. Sang Purnawarman.Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). Kemudian. banyak membuat prasasti batu. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing. Selanjutnya. dari desa-desa sekitarnya. pakaian bagi para Brahmana. memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. disertai beberapa orang Menteri Kerajaan. Sang Maharaja Purnawarman. Sang Maharaja. kakek Sang Purnawarman. berkarya-bakti siang-malam. Mereka itu. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah). Waktu dilangsungkan upacara selamatan. Sang Juru. Panglima Angkatan Laut. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata. dengan membawa berbagai perkakas. Dengan demikian. Sang Purnawarman. 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang ikut serta dalam pekerjaan ini. dan bahan makanan. Ada pun kali Candrabaga itu. Sang Tanda. Jadi. beserta pengiring lengkap. Sedangkan para pemuka dari daerah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kuda 10 ekor. sebuah bendera Tarumaragara. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. Di situ. Setiap orang. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). yang dilengkapi dengan patung pribadinya. Perinciannya: sapi (ghoh) 1. Sang Purnawarman sedang sakit. pakaian serta makanan lezat. Sang Purnawarman. sambung menyambung tidak terputus. lukisan telapak kaki tunggangannya. kepada para Brahmana. sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa.

Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat. Perang pertama dengan kaum perompak ini. Seorang demi seorang. Dari 80 orang perompak. Angkatan Laut Tarumanagara. la pun seorang pemuja Batara Indra. Karena itulah. Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). Tetapi. di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat). ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya. diperbesar dan diperkuat. Karena itu. sebahagian terbunuh dalam perang. sebanyak 52 orang dapat ditawan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di antara mereka. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. ditulis pada prasasti batu. Sehingga. pasukan Tarumanagara. bunga teratai. Dahulu. Sang Purnawarman. Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. harimau dan sebagainya. dibunuh dengan berbagai cara. dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. perompak yang ditawan itu. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). di tengah laut. pakaian. yang merajalela di perairan barat dan utara. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). Selamatan dan hadiah harta. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak. Kemudian. Hadiah berupa sapi 800 ekor. apabila hendak pergi menyerang musuhnya. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. terjadi di perairan Ujung Kulon. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . memperteguh alur dan memperdalam Citarum. ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng). Sernua itu. kerajaan ini tidak seberapa. ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. makanan lezat.sanghyang tapak. dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara. Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. dengan tulisan pada batunya. selalu memenangkan pertempuran. Sisanya. mengepung dua buah kapal perompak. Demikian pula halnya Angkatan Laut. memperbaiki. Pembersihan terhadap kaum perompak ini. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya.

kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti. Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. dikuasai kaum perompak. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang.Telah lama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam. kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. bercokol di perairan Teluk Lada ini. yang menjadi panji segala raja. Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda. dan penduduk Tarumanagara merasa senang. antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa. Pada bagian ini. yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta. karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini. Semua barang yang ada di dalamnya. 45 | S e j a r a h K e r a j a a n . barat dan timur. prabu yang setia serta penuh kepahlawanan. 1984: 3-1). Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang. dipinta atau dirampas. Semua kapal diganggu. Kemungkinan besar. perairan Pulau Jawa sebelah utara. Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman. barulah keadaan menjadi aman. sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman. yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita.

berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. Sang Nagawarman. Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. yang mengungsi ke berbagai negara. Keluarga itu. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. Cambay (di India). menjadi Panglima Perang. adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). Sang Kudungga putera Sang Atwangga. Bakulapura. Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa). dimulai dari Sang Pusyamitra. la pernah mengunjungi Semenanjung. Bendera Angkatan Lautnya. Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. kemudian diubah namanya. Adapun bendera kerajaan Taruma. berlukiskan berbagai macam binatang. Sumatera dan lain-lain. 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . Cina. Sang Kudungga. keluarga itu. laki-laki dan perempuan. Yawana. ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). telah beberapa puluh keturunan. menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). berasal dari Bakulapura. raja Tarumanagara pertama. Beberapa ratus tahun sebelumnya. telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab. sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang. Karena itulah. Sedangkan pamannya dari pihak ayah. banyak di antara anggota keluarga ini. Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil. menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru.Adik Sang Purnawarman. diperistri oleh Sang Aswawarman. menjadi Bakulapura. bersama keluarga dan pengiringnya. Salah seorang anggota keluarga Sungga. Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). Sopala. datang dari India. Kakak perempuan Sang Aswawarman. tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. Negeri ini. mempunyai bendera. yang diberi nama Kuta (Kutai). Puteri Sang Kudungga. Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. bernama Cakrawarman. berada di situ dan menjadi penguasa. Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berlukiskan naga (nagadhuajarupa). untuk mempererat persahabatan. bernama Nagawarman. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. Salah seorang isteri Sang Purnawarman. Pangkal silsilah mereka. putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. negeri Syangka. adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu.

Sindang Jero. kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. Purwalingga (Purbalingga). Setelah Sang Kudungga wafat. Dalam masa pemerintahannya. adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang). adalah puteri salah seorang raja bawahannya. Aswawarman berputera tiga orang. Bumi Sagandu. Nusa Sabay. menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. Sagara Kidul. Adik Wisnuwarman yang perempuan. menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja). Kelak. Penduduk pribumi. Sabara. Gunung Kidul. Ia dipusarakan di tepi Citarum. Sang Aswawarman menggantikannya. Siasat Perang. Purwanagara. masih saudara satu-buyut. Manukrawa (Cimanuk). Legon (Cilegon). Agrabinta (Cianjur). penduduk. Indraprahasta (Cirebon). ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. Wanagiri. la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara. Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. Sri Maharaja Purnawarman. Kosala (Lebak). Karang Sindulang. Sang Purnawarman. Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. Gunung Manik (Manikprawata). Gunung Kubang (Garut). Bakulapura. sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu. sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). kelak menggantikan ayahnya. Paladu. Putera sulungnya. Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat. berasal dari: Sumatera. Akan tetapi. wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman. Yang sulung bernama Mulawarman. Purwakerta (Purwakarta). Kecuali di Pulau Sumatera. Malabar (Bandung). bernama Wisnuwarman. Peraturan Ketentaraan. Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Jadi. Aswawarman dengan isterinya. Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. seorang raja besar di pulau itu. Permaisuri Sang Purnawarman. Penganut Budha. Ujung Kulon (Pandeglang). menjadi semakin erat. kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. Cupunagara (Subang). Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. menjadi penguasa Bakulapura. Sri Jayanasa. Cangkuang (Garut). Galuh Wetan (Ciamis). Gunung Cupu. adalah keturunannya. tidak seberapa banyak. Dari permaisuri ini. diperistri oleh seorang raja di Sumatera. Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . Silsilah Dinasti Warman. sebagai penguasa Bakulapura. Alengka. Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain.

Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat. Wanadatar. Sang Candrawarman. Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). Digantikan oleh puterannya. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Jati Ageung. la. pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi). memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). Digantikan oleh puteranya. Sang Kretawarman. Dua Kalapa. Rangkas (Lebak). putera sulungnya. 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Dewamurti. dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama. sebagai raja Tarumanagara keenam. dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. Tanjung Camara (Pandeglang). sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. Sang Sudawarman. Karena tidak punya keturunan. Pasir Sanggarung (Cisanggarung). Wanajati. Linggadewata. Kalapa Girang (Jakarta Selatan). Sang Indrawarman. Pura Dalem (Karawang). Digantikan oleh puteranya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah. Sang Suryawarman. sebagai raja Tarumanagara kesembilan. Pakuan Sumurwangi. sebagai raja Tarumanagara ketujuh. Pasir Muhara. Digantikan oleh puteranya. Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). Indihiyang (Tasikmalaya). Sang Wisnuwarman. digantikan oleh adiknya. Digantikan oleh puteranya. Sagara Pasir. dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala.(Majalengka). sebagai raja Tarumanagara kelima. Setyaraja. Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi).

ditandai dengan adanya pewarisan tahta. sebagai penerus tahta Tarumanagara. sebagai raja Taruma nagara keduabelas. masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). Dalam tahun yang sama. Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). dari Sang Linggawarman kepada menantunya. Digantikan oleh puteranya. Sang Linggawarman. sebagai raja Tarumanagara kesebelas. dengan Batas sungai Citarum. Dari sejak itulah. la digantikan oleh menantunya. Sang Tarusbawa. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi. Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. seharusnya tampil dalam panggung sejarah. Sang Nagajaya. dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. menjadi Kerajaan Galuh. Kerajaan Sunda. MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu.Digantikan oleh puteranya. Dengan berbagai akibatnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ketika ia naik tahta. Oleh sebab itulah. Peristiwa tersebut berakibat fatal. sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. dan Rangkas). ke berbagai negara sahabat. menantu Sang Linggawarman lainnya. II. menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". dalam sumber Cina yang terakhir. Ujung Kulon. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun. Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. memerdekakan diri. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). Wilayah timur Tarumanagara. Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. 49 | S e j a r a h K e r a j a a n . memegang peranan penting bagi Tarumanagara. Sang Tarusbawa. mengganti nama Tarumanagara. Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. dengan nama nobat. Kosala. menjadi Kerajaan Sunda. Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi). Mengingat kejayaan Sang Purnawarman.

Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun. Sena-Sanaha. Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima. Prinsipnya. pada tahun 654 Saka (732 Masehi). di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya. tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya. kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. Setelah keraton selesai dibangun. dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah. memindahkan ibukota kerajaan. Jumlah 5 keraton tersebut. Narayana. Seharusnya. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. 2. Sang Sanjaya. yang terusir oleh Sang Purbasora. Setelah 9 tahun berkuasa. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. Punta. di Kerajaan Galuh. disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. adalah ayahnya Teja Kancana. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya. Sebab. ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena. 3. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n . sering disebut Panca Persada. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Madura. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". dan Suradipati. daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah". dalam usia 91 tahun. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. Madura. Sebagai penggantinya. dalam sastra klasik.Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai.Suradipati. Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. tetapi ia wafat dalam usia muda. Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana. yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda. di Kerajaan Sunda. Dalam Prasasti Canggal. cucu Sang Tarusbawa.

Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. Dari permaisurinya. Dengan demikian. Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri. Dewi Sawitri. Rakeyan Medang. Sedangkan Dewi Sawitri. Rakeyan Hujungkulon. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. ketika ia wafat. Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan. ialah: 1. diwariskan kepada Sang Arya Banga. Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi. memperisteri Dewi Saraswati. Setelah prabu Gilingwesi wafat. Sang Banga mempunyai putera. kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat. 51 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagai putera laki-laki. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara. digantikan oleh menantunya. Setelah Prabu Hulukujang wafat. dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. akhirnya tahta Kerajaan Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Rakeyan Diwus. menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. pada tahun 795 Masehi. digantikan oleh menantunya. pada tahun 852 Masehi. Disebut demikian. Batara Danghiyang Guruwisuda. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon).Saunggalah (Kuningan). Rakeyan Wuwus. pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). digantikan oleh puteranya. yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. pada tahun 825 Masehi. Batara Danghiyang Guruwisuda. bernama Rakeyan Medang. Dari Dewi Kirana. dengan nama nobat Prabhu Hulukujang. Raja Galuh tersebut. dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. karena putera Sang Banga tersebut. kemudian diberi nama Dewi Samatha. selama 8 tahun. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). la diwisuda pada tahun 739 Masehi. dan 2. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari.

berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. Pasukan Kerajaan Sunda. karena dibunuh dan digulingkan. Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. Selanjutnya. Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. yang dibunuh oleh adiknya. 3.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. 52 | S e j a r a h K e r a j a a n . cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling. tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. Rakeyan Jayagiri. Rakeyan Kamuning Galling. dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. Akan tetapi. dan 2. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. yang besar dan lengkap. Serbuan inipun. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. Baru empat tahun memerintah. tahta kerajaan digantikan oleh puteranya. dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. memperoleh dua orang putera. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. sebab pada tahun 916.Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. Rakeyan Limbur Kancana. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. oleh Rakeyan Umbur Kancana. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. Rakeyan Jayagiri. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. Di pihak lain. Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). Prabu Wanayasa Jayabuana. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. antara lain: 1. Rakeyan Jayagiri naik tahta. Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). Rakeyan Windusakti. atas perintah Prabu Jayadrata. Rakeyan Jayagiri. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi. dikerahkan kemudian. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). Kerajaan Galuh. di bawah naungan Prabu Jayadrata. sebelah barat Citarum.

dan 2. Prabu Brajawisesa wafat. Pada tahun 1012 Masehi. Prabu Dewa Sanghiyang. di antaranya: 1. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. kemudian ia naik tahta. Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. ketika wafat. Sebagai tindakan balas dendam. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. di antaranya: 1. ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. naik tahta pada tahun 930 Masehi.Di Kerajaan Galuh. atas perintah Dewi Ambawati. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. bergelar Maharaja. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. yang bertahta di Kerajaan Galuh. damai kembali. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana. Prabu Wulung Gadung. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). 53 | S e j a r a h K e r a j a a n . berputera dua orang. dan 2. akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. dari tahun 973 sampai 989 Masehi. Rakeyan Gendang. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. Dewi Somya. Rakeyan Sunda Sembawa. Prabu Limbur Kancana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Dewa Sanghiyang. Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa. calon pengganti ayahnya. suanii Dewi Ambawati. yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. beralih ke Rakeyan Watuageng. Dewi Somya. Dewi Rukmawati. Prabu Resiguru Darmasatyadewa. Rakeyan Sunda Sembawa. Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. menantu Prabu Limbur Kancana. Tahta Kerajaan Sunda. Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. dibunuh oleh seseorang. digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. mengangkat keponakannya.

Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. penggantinya adalah Sri Jayabhupati. adalah Sang Darmaraja. diterima pula oleh Prabu Airlangga. yaitu Dewi Sumbadra. dan 3. Wirayuda. Sedangkan Dewi Sumbadra. putera mahkota calon pengganti ayahnya. Bersama-lama. Sang Wikramajaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya. dan digunakan sebagai gelar resmi. Dewi Citrawati. tiga di antaranya ialah: 1.Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. Darmanagara. menjadi Mangkubumi kerajaan. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. berusaha merebut kekuasaan. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda. Ketika mengawali masa pemerintahannya. Prabu Langlangbumi. sampai tahun 1065 Masehi. 54 | S e j a r a h K e r a j a a n . kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. Sri Dharmawangsa Teguh. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. 2. dan 2. dari tangan saudara seayahnya. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. dua di anataranya ialah: 1. pemberontakannya dapat ditumpas. dimulal pada tahun 1019 Masehi. Hadiah nama gelar semacam itu. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. ditunjuk Sang Wirakusuma. Prabu Sanghiyang Ageung. Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. keduanya memerintah. la berputera beberapa orang. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. menjadi Panglima Angkatan Perang. dipercayakan kepada adik isterinya. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. memerintah di Kerajaan Galuh. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. digantikan oleh puteranya. dan menyandang gelar Maharaja. atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja. Dewi Puspawati. Akan tetapi. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja.

di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. timbulnya perpecahan. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. Akan tetapi. Permaisuri Puspawati. dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. 55 | S e j a r a h K e r a j a a n . akibat ulah kawanan perampok. Di pedesaan antara wilayah Galuh. akan jadi duri dalam daging. dan Galunggung. Sebenarnya. Dahiyang Guru Darmayasa. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati. yang dihadiri oleh kedua belah pihak. membentuk angkatan perang. Kemudian. Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. Mangkubumi Darmanagara. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). Selama memegang kekuasaan di Galunggung. dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. Akan tetapi. Yuwaraja Menak Luhur. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. la pun tidak menghendaki. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. dengan cara mengadakan pendekatan. tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. Resiguru Sudakarena. bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi). Galunggung. Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. Maharaja Langlangbumi. di antara keturunan Sri Jayabhupati. sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. Senapati Suryanagara. Sunda. Senapati Kusumajaya. karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam. Senapati Wirayuda. Sang Maharaja Langlangbumi. akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. Kemudian ditempuh jalan damai. yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang. timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). Oleh karena itu. kalau tidak segera diatasi. penguasa Kerajaan Galunggung. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. Selesai membangun ibukota yang baru. Ratu Batari Hiyang. tingkat keamanannya menjadi rawan. yaitu Dewi Citrawati. Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas. Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak.

Ratna Wisesa. pindah ke Pakuan (Bogor).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. Galuh dan Sunda. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh. la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. Darmasiksa. dan dijadikan permaisuri. 2. Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang.2. karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. mempunyai seorang puteri. menjadi Mangkubumi. Ratu Galunggung. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. memperoleh putera. dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. Sang Cakranagara. Puteri Saungggalah. la bergelar Maharaja. Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. Dari perkawinannya. Sang Darmasiksa. maka kedudukan Raja Sunda. Dari pernikahannya Dewi Puspawati. Prabu Menakluhur. Kemudian. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. memperisteri Ratna Satya. kedudukan pusat pemerintahan. yang bergelar Dyah Lembu Tal. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. Puteri Darmageng. tahun 1175 Masehi. puteranya. Prabu Darmakusuma memperoleh putera. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . lahir tahun 1168 Masehi. puterinya Mahisa Campaka. dengan ibukotanya di Galunggung. dua di antaranya: 1. Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. Prabu Menakluhur. dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. memperoleh putera. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. dan 2. yaitu: 1. menggantikan tahta ayahnya. memperoleh putera: Rajapurana. Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung). Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. Sebagal penggantinya. beribukota di Saunggalah (Kuningan). Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. wafat tahun 1155 Masehi. 3. cucu Batari Hiyang Janapati. tahun 1187 Masehi.

ibukota Kerajaan Sunda beralih. Dewi Antini. Kemudian digantikan oleh puteranya. leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). Prabu Citraganda. Pengganti Prabu Citraganda. Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi. Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. 3. atau Aki Kolot. Rahiyang Saunggalah. puteranya. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Karena. Suryadewata. diperisteri oleh Prabu Arya Kulon.perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi. Prabu Darmasiksa. dalam usia 44 tahun. pulang ke Tumapel Jawa Timur. adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. Pada masa pemerintahannya. Sedangkan Prabu Rajapurana. adalah puterinya Prabu Rajapurana. diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. Prabu Linggadewata. puteranya. tidak sempat menjadi Raja. Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. 2. Karena sebelumnya. dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). di antaranya: 1. Rahiyang Jayadarma. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa. satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). dikaruniai umur panjang. menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi). la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. Kelak. menjadi raja di Kerajaan Sunda. Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera. Pengganti Prabu Ragasuci. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). sampai tahun 1333 Masehi. adik iparnya. Sebagai pengganti Prabu Citraganda. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Permaisuri Prabu Citraganda. Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. berjodoh dengan Dara Puspa. Dewi Kiranasari. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. disebabkan wafat muda. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. dari Puteri Saunggalah. Oleh karena itu. Ragamulya Luhur Prabawa. Setelah dewasa.

4. bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. Prabu Maharaja Sunda. Akan tetapi. hal itu amat bertentangan. bahwa sang puteri Citraresmi. sebelumnya. janji tersebut tidak ditepatinya. ada yang menunggang gajah. Tibalah saat yang bahagia. Akhirnya. dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. siap untuk bertempur. selalu menyetujui keinginan Patihnya. Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). menginjak usia 18 tahun. meluaplah hati Sang Patih Mada.Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. Bahkan ia. lalu memerintahkan laskar Majapahit. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. Putera kedua laki-laki. Wastu Kancana. meninggal dalam usia 1 tahun. Semua pasukan Majapahit. dengan janji Bre Majapahit sendiri. Di antara mereka. oleh kakeknya diberi nama Citraresmi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sesungguhnya. Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. 2. Demikianlah. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. meninggal dalam usia 1 tahun. la menjadi berang. sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. Sesungguhnya. Sang Prabu Hayam Wuruk. Putera ketiga laki-laki. Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda. sebagai isteri persembahan (upeti). Setiba di sana. Sesungguhnya. puteri mahkota Sunda itu. karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. Prabu Linggabuana. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. digantikan oleh puteranya. ada yang berkuda. didampingi oleh adiknya. sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. dan dijadikan permaisuri. Dyah Pitaloka. Sang Bunisora. hal itu. 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena itu. lahir tahun 1339 Masehi. Semua orang mengetahui. dengan Sang Patih Gajah Mada. tidak bersedia menyerahkan puterinya. adalah Sang Patih Mada. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. akan diperisteri (resmi). 3. mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. lahir tahun 1348 Masehi. yang bergelar Mangkubumi Saradipati.

kehormatanlah yang harus dipertaruhkan. semuanya hanya 98 orang. Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. melakukan mati-bela (bunuh diri). Sang Ratna Citraresmi. Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). Sang Prabu Maharaja termenung sejenak. Ki Juru Wastra. Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini. Rakeyan Juru Siring. Orang Sunda serempak menyongsong lawan. tibalah pasukan besar Majapahit. Betapapun. Sang Mantri Patih Wirayuda. Namun seandainya mereka kalah dan gugur. sebagai panglima perang. Rajaputri Dyah Pitaloka. Pertempuran berlangsung sengit. Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. Hatinya cemas dan ragu-ragu. Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). Ki Panghulu Sura. Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. Namun akhirnya. namun. Karena itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan beberapa ratus orang berjalan kaki. janganlah kalian bimbang!" Kemudian. lalu menundukkan kepala. yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada. kehormatanku dan semua kesatria Sunda. Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. Sang Panji Melong Sakti. Rakeyan Rangga Kaweni. Kemudian. oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. Ki Mantri Sebrang Keling.ada yang naik kereta. Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta). semua orang Sunda yang ada di sana gugur. Rakeyan Mantri Saya. Pengecut perbuatannya. dengan persenjataan lengkap. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. bersama semua pengiringnya. yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ki Mantri Supit Kelingking. Rakeyan Mantri Sohan.

tidak seorangpun yang tersisa. 2. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). Oleh karena itu. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. 1. di antaranya. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. usai terjadi sebelum tengah hari. Menurut naskah Kropak 630. disebut sebagai Satmata. Bratalegawa. merupakan tahap tertinggi. kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya. sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari permaisuri Laksmiwati. Mayangsari. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi. yang diwarnai suasana religius. Satmata adalah tingkatan ke-5. gurugama. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. suraloka. dan nirawerah. tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. dan 4. ketika usianya sudah 20 tahun. ia memperoleh putera. Sang Haliwungan. Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). Sang Bunisora mempunyai putera. adigama. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. Sang Bunisora. Dalam menjalankan pemerintahan. Banawati. Sang Bunisora. 3. memperisteri gadis pilihannya. satmata. seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa).menyerang Kerajaan Sunda. Sang Niskala Wastu Kancana. padamlah segala hasrat dan nafsu. kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). Dalam naskah Carita Parahiyangan. pemerintahan Kerajaan Sunda. cenderung sebagai raja pendeta. yang lahir pada tahun 1369 Masehi. Semua orang Sunda. Setelah satu tahun. tuhagama. binasa. baru berusia 9 tahun. yang datang di Bubat. Ketika perang di palagan Bubat berlangsung.

Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang.Pada tahun 1371 Masehi. tercatat dalam kaol Cina. la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun. Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita. Untuk hidup lama berjaya di dunia.1456 Masehi. 1984: 42). Apah (air). Setelah wafat. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum). selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi). pada tahun yang sama. untuk unggul dalam perang). Majapahit tidak mempunyai raja. pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. bayu (angin). Sang Bunisora wafat. dipusarakan di Nusalarang. setelah memerintah di Kerajaan Sunda. akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk. ada dua kejadian penting yang patut dicatat. Majapahit dilanda Perang Paregreg. Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya.1999: 24). Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken. di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho. dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. 61 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pakeun heubeul jaya dina buana. penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia. Selama masa pemerintahannya. Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. naik tahta pada usia 23 tahun. yaitu kedatangan angkatan laut Cina. antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. teja (cahaya). puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari. Akibatnya. selama 3 tahun. memerintah di Kerajaan Sunda. Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan. merasa betah berada di bawah pemerintahannya". la masih sempat mendengar. Menurut Chau ju-kua. yang terjadi pada tahun 1453 . akasa (langit). ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya. serta bu (eter).

siapa yang menang dan siapa yang kalah. bekas ibukota Tarumanagara). ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda. Hanya saja. yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. Rupa-rupanya. merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi). Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya. Ketika Chou Ku-fei mencatatnva. Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai. Dalam masa "gencatan senjata". catatan Chau ju-kua itulah. tanpa diketahui. bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi). ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya. dengan isi yang sama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diakhiri oleh kedua belah pihak. mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya.Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta. Kedua-duanya menderita kerusakan berat. 2. Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. antara lain: 1. dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. yang sering menjadi sumber dugaan. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). Pertempuran tersebut. Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". Salahsatu catatannya mengemukakan. Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. setelah masing masing mengundurkan diri. masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina. yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). meminta bantuan dan perlindungan. Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta.

yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot. dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. melalui Chia-liu-pa (Kelapa).1996:119). Pelabuhan Banten dimaksud. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan.5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa). Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina. serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa. "Banten dinamakan Sunda". Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon). Chia-lie-pa (Kalapa. termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. Dalam catatan kaki. lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu). Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten. antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. dibahas pula oleh para akhli. kapal-kapal menuju arah 97. baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong. Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten). bahwa "Sriwijaya dan Kadiri. Upaya penyelesaian jalan damai. Jakarta).5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon).1996:119). berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi. Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas). dan menuju arah 187. antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n . masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara". apapun bahasanya(Guillot. Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda. Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan).1999: 107). dibahas pula oleh Heuken.3. demikian ungkap Guillot. Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken. Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa. antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch. 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala. CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. 1996).1996: 111). antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi. yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?). Pembuktian arkeologi ditampilkan. dan Sonny Wibisono. Menurut Chau Ju-kua. angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan. yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda). Lukman Nurhakim. telah sering dilakukan. boleh. Akan tetapi. belum menemui titik terang. Sangat menarik. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut. Claude Guillot. Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot.1996:111). Artinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu 932 M (854 S) (Guillot. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang. Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan. telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam. masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?. Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken. bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10. jalan untuk menuju ke Banten Girang. yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel.jadi sama dengan catatan Portugis. berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. melihat arca-arcanya. sedangkan candi yang terletak di G. Kapalembangan diinaksud.Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. sekaligus merupakan daya dukung. Jerman). untuk memperkuat suatu anggapan. masih dilanda kegelapan. Pulasari. Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi. dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. angka tahun tersebut.1999: 24). terutama melalui penelitian arkeologi.

bernilai angka 8. maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat. tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. bacaan yang benar adalah 854 Saka. perintah. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu. padahal seharusnya 932 Masehi. saat yang pantas diperingati. pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. panca = 5. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. adalah kata majemuk tatpurusa. 6888). kala untuk cakakala atau sakakala. antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. bujur sangkar. bernilai angka 4.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim. bahwa ia seorang pembesar istana. dan pasagi. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. sepadan dengan bujangga. dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. Candrasangkala: kawiraja. pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . sesuatu untuk diperingati. Batutulis ini kini telah hilang. pangambat. distrik Leuwiliang. sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). mengenai prasasti Kebonkopi II. Bogor. halaman 18. yang bentuknya tidak beraturan. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989).Untuk lebih jelasnya. Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto. terdiri atas 4 baris huruf. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. ia menuliskan tahun 942 Masehi. no. Ekadjati dalam Carita Parahiyangan. kata. maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu. sabda.V 1923. bunyi.

Guillot menampilkan angka tahun 932?. seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. halaman 13-14. Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya. Peristiwa sejarah. dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. 1. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera.1989:186-187). Sehingga kawihaji panca pasagi (854). Timbulnya perbedaan anggapan. antara lain sebagai berikut: . Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian. parwa I sarga 3. bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung. karena itu ia mengajukan dugaan. yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II. menampilkan angka tahun 932 Masehi.. 2. Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Menurut pengakuannya. la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n . Satyawati Suleiman. yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara. Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala. "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch.Bunyi prasasti. diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala. Sriwijaya (Atja & Ekadjati. dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. dan 3. Sewaka Darma.

menghadiri upacara "Barpulihkan". tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. Putera yang kedua. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik.561 Masehi). Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda). Mahisawarman namanya. sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya.. dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana. Sriwijaya". Pada prasasti Kebonkopi II. seperti dugaan Bosch. tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala). Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. antara lain sebagai berikut: . Akan tetapi. antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali. digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II. yang menjadi Menteri Tarumanagara. yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali. 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman. lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan.. Yang keempat perempuan. Dipilihnya lokasi Pasir Muara. "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda".tahun. dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat".. Yang ketiga. "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). Sang Matsyawarman namanya. tentu ada nilai-nilai sakral. tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tempat lahir Sang Tarusbawa. yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 . daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan). / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma. Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman. Kemudian. tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda". Dengan demikian. Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). ikhwal "Sunda" dijelaskan.

. halaman 176. Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda. dengan menjalin persahabatan. oleh Sri Maharaja Tarusbawa. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. kerajaan Sriwijaya. karena nama kerajaan tersebut.. masih merupakan kerajaan kecil di Palembang. Adik Dewi Manasih. mengakhiri kekuasaannya. Sri Maharaja Linggawarman. juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. Pergantian nama kerajaan. menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3. Kerajaan Sriwijaya. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana. terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n . berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). menantu Sri Maharaja Linggawarman. Kekecewaan Guillot. dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara. Sang Tarusbawa.. menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi. parwa 11 sarga 3. Pada tahun 669 Masehi. menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda. diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda.. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek.. di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. telah melakukan perjanjian bersama.. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya". Sebagai pengganti. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang. raja Sriwijaya. yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman. // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// . dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. Sunda Sembawa (Bekasi).catatan. yang menikah dengan Dewi Manasih. Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali. yaitu Dewi Sobakancana. raja keduabelas Tarumanagara. disebabkan. pada tahun 536 Masehi. antara lain sebagai berikut: . Sedangkan Sriwijaya.

mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu. 1996:100). Banten di masa silam. yang pernah menaklukan Banten Girang. tidak ia hiraukan. dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. tetap setia mengikuti alur waktu. bahkan kesan tersebut harus dicermati.1996:137). Tarumanagara. POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. Untuk diketahui secara objektif.Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. seperti Banten Girang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot. akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai. Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. sebagai pembanding. Kerajaan Sunda. III. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari. dengan segala perkembangan kehidupannya. Salakanagara. antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. tidak berdiri sendiri. menelusuri kurun zaman. semakin samar untuk ditemukan. dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . Persoalan yang muncul. Kesan Guillot memang "patut diperhatikan". Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. Kehadiran Salakanagara. KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A. yang diperankan sebagai "musuh Banten". Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. merupakan tindakan balas dendam. Ibukota Pajajaran misalnya.

Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi). Selanjutnya. nu nyaeuran sanghiyang rancamaya. diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. dengan nama: Ing Puri Bima Sakti. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan. dengan nama nobat Prabu Susuktunggal. kembali terbagi dua.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan. yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur). putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. Sebelumnya. sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan.yang haluwesi. Lokasi bekas keraton tersebut. Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. lawasnya ratu saratus tahun. Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda. dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya. Sang Haliwungan. dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda. nu mikadatwan sri bima. berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama). Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati. putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). Sumatera Selatan).narayana-madura-suradipati. dari sejak tahun 1382 Masehi.sarga 5. Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut. kini sudah menjadi bangunan permanen. Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya. Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. kawasan bekas Tarumanagara. sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana. sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. Peninggalan warisan Sang Susuktunggal. Kemudian Sang Ningrat Kancana. mangka premana raja utama. Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. yang terletak di bukit Badigul (Bogor). tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi. Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya.punta. dengan nama Kerajaan Galuh. sebagai tanda keutamaan raja. sirna tanpa bekas. menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja).

hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci. adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. Prabu Kertabumi. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. hingga memerangi kerajaan ayahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang. Dia yang dipusarakan di Guna Tiga. Sedangkan nama Patah (Al Fatah). diberi nama Raden Praba. ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. Di Palembang. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. la adalah tohaan di galuh. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. Dalam tahun 1473 Masehi. Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. dengan ibukota di Keling. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. Tiga tahun kemudian. Akibat salah perilaku. atas permohonan Ratu Darawati. Sunan Ampel sendiri. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). tokoh Sang Ningrat Kancana. meninggalkan ibukota. salah seorang isteri Prabu Kertabumi. Uniknya. Yang di pertuan di Galuh. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan. untuk kepentingan membuka pesantren. Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang. Baru kemudian. lawasnya ratu tujuh tahun. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). memperisteri perempuan terlarang dari luar.Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu. kena salah twah. Raden Patah mendapat nama Jin Bun. Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. menggempur Majapahit. dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah kemenakan Ratu Darwati.. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. akibat perceraian dengan suaminya. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa. inya nu surup di guna tiga. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak. Dari ibunya. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel. mengakhiri kekuasaan ayahnya. Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. sebagal guru dan juga mertuanya. diterima kemudian dari Sunan Ampel. Raden Patah. maka dalam tahun 14'75 Masehi. tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana.

Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. Selaln itu. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton. Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. diterima dengan tangan terbuka. kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. ada juga yang sampai ke Kawali.pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. yang mendirikan Mataram Islam. ibukota Kerajaan Galuh. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. ia tersamar dalarn cerita rakyat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki. Prabu Dewa Niskala. Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi). wanita itu terpisah dari tunangannya. adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura. Kelak. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi. Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. saudara seayah Prabu Kertabumi. Raden Baribin. Puteri Ratna Ayu Kirana. Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi). Dari pernikahannya. Kemudian. Menurut versi lain. tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain. yang sudah bertunangan. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. memperoleh seorang puteri. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang menyudahi kekuasan Kertabumi. diberi nama Raden Bondan Kejawan. telah menjodohkan puterinya. dilakukan oleh Girindrawardana. 2. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Dari Wandan Bondri Cemara. Di sana. dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. Dalam hal ini.. dengan Raden Baribin. Prabu Dewa Niskala. Rombongan pengungsiannya. Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. Dalam pengungsian. Menurut hukum waktu itu. seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar). ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1. Prabu Dewa Niskala. Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. keluarga keraton Kawali. keluarga keraton Majapahit. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh).

Untuk menyelamatkan keadaan. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu. dari permalsuri. Selanjutnya. konflik kedua pemimpin negara. B. ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh. sangat marah. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan).Prabu Susuktunggal. ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. Begitu pula Prabu Susuktungggal. 2. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga. meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. adalah: 1. SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh. Prabu Susuktunggal. Tentu saja. Menantu Prabu Susuktunggal. tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. bahwa: 1. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. Putera sulung Prabu Dewa Niskala. para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan. dan memutuskan. Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. 2. prebu ratu purane pun. penguasa Kerajaan Sunda. Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana. Peristiwa penobatannya di Pakuan. yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung). Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak. sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja. Peristiwa tersebut. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. samasama mengerahkan pasukannya. karena kekuasaan pemerintahannya. di wilyah netral. yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala. harus diserahkan kepada Jayadewata. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda. incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala.

hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. memperkuat angkatan perang.samida. yang terjemahan langsungnya. la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. agar sukma raja tersebut. Sri Baduga Maharaja. kesatrian (asrama prajurit). dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. pada tahun 1533 Masehi. Prasasti Batutuhs Kota Bogor. kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya. Pembuatan prasasti tersebut. dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. Jika seorang raja wafat. ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan. membuat jalan yang diperkeras dengan batu. dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga. pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). 74 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya. Upacara semacam itu. (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. kemudian kerangkanya diperabukan. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. la memperteguh pertahanan ibukota. membuat samida. maka raja tersebut digali dari kuburnya. Maksudnya. yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya. Ya dialah (yang membuat semua itu). 1981: 25). pagelaran (macam-macam formasi tempur).

isinya dapat diketahui. yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda. bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. serta ancaman hukum mati. calagara.Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun. maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang berarti pelayanan (service). berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak. Kata dasa. artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya. tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan. karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). Kecamatan Tarumajaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bagi siapapun yang melanggar keputusannya. adalah pare turiang. yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. Wangi artinya harum. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. Pare-dongdang atau panggeres reuma. kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). adalah pajak tenaga kolektif. Silih artinya pengganti. diambil dari bahasa Sanskerta. sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa. Para petani tergabung dalam pasukan pekerja. Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. Kabupaten Bekasi. Keharuman Sri Baduga Maharaja. Dasa. Pengukuhan itu. Oleh karena itulah. yang ditemukan di Desa Kabantenan. harus diserahkan tiap tahun. sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi). Juru Pantun ataupun Penulis Babad. Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan. untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. adalah pajak tenaga perseorangan. Kapas-timbang atau upeti kapas. harus diserahkan kepada raja. Gunung Samaya dan Jayagiri. Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. Bila petani telah berpindah ladang (huma). sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar.Silih Wangi. Calagara (di Majapahit: walagara). mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. yang gugur di Palagan Bubat. Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja.

Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). baru berpenduduk 23. Dengan jumlah itu. 1996: 59). bandar Cheguide. pelabuhan Pontang (Pomdam).197 orang). tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda. penduduk kota Pakuan ada 48. terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad. memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50. Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda. kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam). nama resmi kenegaraan. Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis. 1468-1539 Masehi).masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran. Omzet perdagangan kuda. pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja). 1999: 41). Pasai. serta pada puncaknya berukir indah. merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. Tentang Sri Baduga Maharaja. Dalam perkembangan selanjutnya. Istana raja.000 orang. Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja. bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju. dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. berada di pedalaman.l. Tome Pires (k.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .000 ekor tiap tahun. adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama. antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil). dapat mencapai 4. parwa I sarga 4). Laporan Portugis tahun 1522 Masehi. Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja. sebagai kota terbesar ketiga. terdapat 40 ekor gajah. Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa. Tetapi yang lebih penting. 76 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tome Pires memberitakan. pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda. Untuk kepentingan perdagangan Portugis. Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Dalam angkatan perang kerajaan. dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter).271 orang. raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo. seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken.121 jiwa. disebutkannya.

Kemudian dari Gujarat. seorang ulama mazhab Hanafi. seorang ulama mazhab Safi'i. Bratalegawa. dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. hubungan politis yang terlalu akrab. SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. Ketiga anaknya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Larasantang. bernama Farhana binti Muhammad. karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken. dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). Bratalegawa lahir tahun 1350 M. Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. Kalapa (Calapa). bukan "Islamnya". menikah dengan wanita muslim dari Gujarat. Kelak. putera Mangkubumi Bunisora Suradipati. ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya. Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. Inilah Sunda. Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. dalam tahun 1416 M. Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). C. Walaupun berbeda agama. didirikan oleh Syekh Hasanudin. Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng).Tangerang (Tamgaram). Akan tetapi. Puteri Subanglarang. karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. yaitu Pangeran Walangsungsang. di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. antara Cirebon dengan Demak. ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. Cimanuk (Chemano). dan Raja Sangara. Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. adalah alumnus pesantren Quro tersebut. isteri kedua Sri Baduga Maharaja. sebagian ditempatkan di Cirebon. dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). Setelah kembali ke Kerajaan Galuh. Sesungguhnya. menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). raja Cirebon Girang. Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. 1999: 37). Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n . bersama isterinya. yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. di Pura Dalem Karawang. yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya. cucunya yang bernarna Hadijah. Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda.

menegakkan sebatang padrao dari batu. jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. sebagai duta resmi negara. pada tanggal 21 Agustus 1522 M.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme. Tuan Kami. Sri Baduga Maharaja sudah wafat. menentukan dan menunjuk tempat. seberang awal pelabuhan. dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai. Maka. sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa. Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas. menghadiahkan kepada Raja. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . Kawasan ini yang disebut Kalapa. kapten perjalanan ini. Tuan kami. Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi. Untuk maksud ini.Portugis. Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M. Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu. M.yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme. sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n . seperti pula syahbandar dari tempat pabean. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. utusan Jorge d'Alboquerque. akhirnya ditanda-tangani di Pakuan. jadi di sebelah kanan muara sungai. Kunjungannya ke Pakuan. Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja. untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. pada tahun itu. seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan. Akan tetapi. disebut Laksamana Bungker). di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja. bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. Kapten Malaka. Selain itu banyak orang baik. antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses. Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. Maka. Leme. Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule).

bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. yang diwakili oleh pedagang Portugis. sangat wajar terjadi. telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. Untuk buktinya. Hubungan internasional bilateral inilah. Tentang seluruhnya itu. Dibuat pada hari. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. Balthasar Memdes. Berbeda dengan pelaut Belanda.10. pada perjalanan ini. Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. penulis. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n . semuanya tentara. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . saya. Maka. dan Franscisco Annes. penulis dari kapal San Sebastian. Tuan kami. Dengan demikian. Sri Baduga Maharaja itu. Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. 1999: 54). selaku perwira Raja. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini.600 caxas Java. tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. saya memberi kesaksian. membuat dokumen ini. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. Padahal. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia. Sangat disayangkan. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken. Tuan kami. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. pedagang Portugis pada waktu itu. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing. masih sebagai pelaut murni. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. Raja-raja penerusnya. yang dicurigai para akhli sejarah. dan Diogo Diaz. juru mudi dan banyak (orang) lagi. yang selalu berambisi.

keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). Para Pohaci dan Para Bujangga. Dalam cerita Pantun sekalipun. Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi. merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). digunakan kata lumah (pusara). belum dapat membuktikan secara pasti. secara arkeologis. sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing. Cukup banyak Babad yang ditulis. Akan tetapi. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha. istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". yang artinya dipusarakan. mengenai tokoh Prabu Siliwangi. Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. Dalam naskah Sunda kuna lainnya. tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda. disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. Dzat Asal dalam religi Sunda. dapat kembali kepada Asal-nya. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda. kalau ditanyakan. Mwakta atau Moksa. atau "Yang Moksa Di Rancamaya". kalau tidak Hindu tentunya Budha. sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. 80 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sumedang. bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. dimanakah bekas candi-candinya. Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. dengan tujuan utama. Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. Terbukti. pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha. yang sesungguhnya keturunan Galuh. Cirebon. Sampai saat kini.toleransinya terhadap agama Islam. selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. Penyempurnaan sukma tersebut. Setelah Indonesia merdeka. umum masih beranggapan. Oleh karena itu. Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. adalah tokoh Sunan Ambu. dan Talaga. tetapi dalam menuliskan Babad setempat.

Sebutan lain untuk Hiyang. jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. Kedatangan Islam. merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. sudah demikian lama. menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya. hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi). sesungguhnya tidak jadi masalah. Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. Kian Santang yang konon katanya. tidak ingin manjing surga (masuk Surga). dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. setega itukah. dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. juga adiknya Pangeran Cakrabuana. karena ia adiknya Larasantang. Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. D. Niskala. jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali. pada abad ke-7 Masehi? Sebab. cita-cita urang Sunda yang saleh. kisah tentang Kerajaan Pajajaran. bersih suci bila dibasuh. Adakah masuk di akal. artinya Gaib. bahwa tokoh Kian Santang itu. dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala. sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda. terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun. artinya Sempurna. kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). Disunat ka tukangnya. Selain itu. Seda. selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. Hiyang Seda Niskala. Kisah tersebut. Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. bukan dengan Dewa).Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian.. Disunat kepada akhlinya. PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. bagi orang Sunda. Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi. Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam. Ada pula yang menafsirkan. Provokasi cerita fiksi Kian Santang. adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. jati Sunda teka. Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n .

uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun. Perang ke Kalapa dengan Aria Burah. Perang ke Ancol Kiji. Perang ke Muntur. Perang ke Tanjung. Rata gagah perkasa. Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17. Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja. membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. Lima betas kali perang tak pernah kalah. ia disebut Raja Samiam. Perang ke Wahanten Girang. teguh dan pemberani. Perang ke Gunung Batu. menimbulkan persoalan baru. 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perang ke Padang. konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing. Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta. Perang ke Pagoakan. perlu penelusuran ilmiah. berdasarkan ilmu sejarah.Portugis.alias Fatahillah. Perang ke Simpang. adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa. meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). Prabu Sanghiyang Surawisesa. Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda . Dalam catatan Portugis. Perang ke Gunung Banjar. sempat dicurigai sebagai Kian Santang. Perang ke Hanum. terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu). hingga menimbulkan perang selama 15 kali. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi). dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. Untuk mencari kebenaran.

jangan hidup pura-pura berpuasa. Disunat. menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia. Perang ke Medang Kahiyangan. masih hidup. Terkenal namanya Hiyang Kalingan.sang kawuri / hayzaa to .Perang ke Pager Wesi. Datang bencana serangan musuh kasar. tidak diketahui identitasnya. supaya bersih suci dari kotoran. kembali ke Pakuan lagi. Disunat oleh akhlinya. Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang.sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata. Tidak sampai setahun. Sang pandita di Ciranjang. pandita di Sumedang. Perang di Buruan Ageung (Alan-alun). dibunuh tanpa dosa. kesembilan tahunnya meninggal dunia. Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. hanya meminum susu.iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf. Begitulah keadaan jaman susah. lamanya jadi raja 8 tahun. Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. Prabu Ratu Dewata. Puasa. tertimpa tapak kikir. Ada pendeta sakti dianiaya. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna . disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak mati. Sang Pandita di Jayagiri. Oleh sebab itu. dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem. Setelah itu. hati-hatilah yang hidup di kemudian hari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ditenggelamkan ke laut. ditenggelamkan ke laut. meninggal dunia. prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva. itulah tradisi orang Sunda. Lamanya menjadi ratu 14 tahun.

merampas tanpa perasaan. tindakan ratu seperti itu. tidak hormat pada yang tua. seterusnya diganti dengan zaman kali. Jangan diikuti oleh generasi belakangan. menghina pendita. Dalam zaman Dopra.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. Sering membunuh orang tanpa dosa. Lamanya jadi ratu 8 tahun. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu. di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Yang membangun bale bobot 17 jajar. Sang Nilakendra. diukir berbaris dibentuk berbagai cerita. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri. zaman perunggu. Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. Mempunyai anak. Begitulah riwayat Sang Ratu. zaman besi. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. menghiasi Kedaton.

kalah Jawakapala. perang dengan Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dunia halus masuk ke yang kasar. 4. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. Perang dengan Kalapa. Perang dengan Pakuan. cucu tiri. Perang dengan Gegelang. Perang dengan Rajagaluh. Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka. Lamanya jadi ratu 12 tahun. Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran. Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). Perang berlayar ke Salajo. perang dengan Patege. antara lain: 1. dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. 3. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi). Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. timbul kerusakan dari Islam. semua kalah oleh orang Islam. perang dengan Datar. kalah Kalapa. Manusia yang berhuma rakus makannya. Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. 5. Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan. Iamanya jadi rata 16 tahun. tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. perang dengan Mandiri. kalah Rajagaluh. 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2.perdaya. menurunkari pertapa. perang dengan Jawakapala. Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi). Pertama datangnya perubahan. tidak mengikuti adat kebiasaan. Ratu Sakti (1543-1551 Masehi).

Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. berputera beberapa orang. Syekh Hasanudm. Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. bernama Rajasangara. Status ini sangat memungkinkan. Sanghiyang Surawisesa. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. Sedangkan dari isterinya yang ketiga. pemeluk Islam madzhab Hanafi. tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. di antaranya: 1. bahwa dari Subanglarang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). jika Pangeran Walangsungsang. 1989:165). Dua di antaranya. PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda. 2. yang disusun oleh Atja dan Edi S. dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). dari pendahulunya. Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja. ialah. terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. 2. karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang. Dalam Carita Parahiyangan. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. Dari isterinya yang pertama. Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. Oleh karena itu. berperan sebagai anak sulung. adalah murid Syekh Hasanudin. 1.IV. sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. untuk membahas Banten. dan 3. Surasowan. Cirebon. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). Status Pangeran Walangsungsang. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A. mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. Dewi Surawati. Ekadjati (1989). kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. Adapun riwayat Syekh Hasanudin.

untuk menjalin persahabatan. Bagi Sang Mahapraburesi. memohon diri untuk turun. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya.Pada tahun 1416 Masehi. Ki Gedeng Karawang. Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan. Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. Dari perkawinannya.800 orang. disertai pula oleh puteranya. memperoleh anak. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. Syekh Hasanudin. Oleh karena sesama muslim. Sebab. dengan prajurit laut sebanyak 27. terdapat beberapa orang penumpang. la didampingi oleh jurututulisnya. Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. Ma Huan. Selama 59 tahun. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad. armada laut Cina. Di antara sekian banyak awak kapal. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. sebanyak 63 buah kapal layar. Islam bukan hal yang baru dan acing. walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin. pada tahun 1416 Masehi. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda. mengadakan pelayaran keliling. Tan Go Wat. Peristiwa penting ini. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. Kelak. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. Armada laut Cina tersebut. ketika turun di Pura Dalem Karawang. dan lebih kikir lagi dengan pujian. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo. la bermaksud. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. Tujuan pelayaran mereka. yang juga beragama Islam. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). adik iparnya. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. padahal untuk Sri Baduga Maharaja. di Pulau Jawa. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. di pesisir Pura Dalem Karawang. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Setelah lama tinggal di Pura Dalem. Namun bagi tokoh Wastu Kancana. Laksamana Cheng Ho. kakeknya Sri Baduga Maharaja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di Jawa Timur. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. Syekh Hasanudin. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. dikenal sebagai Syekh Bantong. puterinya Ki Gedeng Karawang. Tan Go Wat. menyebarkan ajaran agama Islam.

adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. Ki Gedeng Tapa. Afganistan. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. madzhab Hanafi. Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. memohon izin kepada ayahnya.sanggup memujinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. merasa sangat kehilangan. yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. dibina langsung oleh kakeknya. mendorong Pangeran Walangsungsang. mengikuti agama yang dipeluk ibunya. Peristiwa-peristiwa itulah. tidak menjadi masalah. Tentu saja. Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). seorang bangsa Ajam. hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. hanya ibunya. Sementara itu. Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. walaupun dengan berat hati. oleh para penulis babad. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n . peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. la. bahwa Pangeran Walangsungsang itu. Ketika Subanglarang wafat. Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad.1984: 42). Selain sebagai ibunda tercinta. akibat konflik agama dengan ayahnya. bagi Sri Baduga Maharaja. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. adalah Guru Agama. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. Pangeran Walangsungsang. Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. Subanglarang. untuk pergi mengembara. diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. Perlu dicatat. Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). diteladani dari kakeknya. la dengan kedua adiknya. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). Sebagai catatan. Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. Kenyataan seperti itu. pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah.

Pondok Quro Amparan Jati. ketika mendirikan Dukuh Cirebon. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa). kura-kura dan berbagai jenis lainnya. Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). Syekh Nurjati. Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya. Cirebon namanya. keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. dari Syekh Datuk Kahfi. masih hutan belantara tempat binatang buas. Di tepi pantai. adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). Di bagian selatannya. setelah Pondok Quro Karawang. Sebagai catatan. wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah. Kemudian. dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. Seperti babi hutan. mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. atas keinginan Ki Gedeng Tapa. di kampung Ghuzah. antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai.Amir Abdullah Khanudin. harimau. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. Pangeran Walangsungsang. Dalam pemerintahan sehari-hari. Oleh Ki Gedeng Tapa. Nyai Larasantang. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. Ki Gedeng Tapa. Syekh Datuk Kahfi. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. ular. dari kakeknya. Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan. Dalam pengembaraannya. gajah. Ki Gedeng Tapa.

Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). Ki Danusela. banyak kuda liar. Mereka. berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. Semula. Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. Pangeran Walangsungsang. banyak ikan dan rebon (udang kecil). Sedangkan di Gunung Ciremai. dan adiknya (Nyai Larasantang). di Kebon Pasisir. atau Lemah Wungkuk. rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . disebut Kebon Pasisir. Ki Sarmawi (pembantunya). dipercaya menjadi Wakil Kuwu. Nyai Arumsari (isterinya). Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). Nama itu diperoleh dari gurunya. dibangunlah pemukiman baru. membuka hutan Kebon Pasisir. adalah mertua Pangeran Walangsungsang. telah bermukim 5 orang penduduk. Kemudian.laut (camar). Diberi nama demikian. yang disebut Cirebon Girang. bersedia masuk Islam. pindah dari tempat tinggal asalnya. Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati. Atas kesepakatan bersama. Sedangkan Ki Danuwarsih. Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). kemudian diberi nama Cirebon Pasisir. Pada awalnya. Cirebon Girang. atau Tegal Alang-Alang. seorang ulama agama Budha. Sebab. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. Di sungai. Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja. lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. penduduk Cirebon Pasisir. puteri Ki Danuwarsih. yaitu Nyai Indang Geulis. adalah adiknya Ki Danuwarsih. Syekh Datuk Kahfi. Setelah melihat ada pemukiman baru.

Macam-macam anutannya. Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya. 91 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hujung Mendini 4 orang. Pedagang. adalah 346 orang. petis dan garam. tingkah lakunya. para petani. namanya. keakhliannya. bekerja menyelesaikan pembuatan terasi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. dan Cina 6 orang. Rinciannya: Sunda 196 orang.Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). Jawa 106 orang. Sumatera 16 orang. berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan. ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah. dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai). Mereka menumbuk rebon dan ikan. Syam 3 orang. India 2 orang. Arab 11 orang. Parsi 2 orang. masing-masing berbeda. Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang. Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. Berbagai bangsa ada di sana. mendapat gelar Ki Cakrabumi. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. bahasa dan tulisannya. sebelum tidur. // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian.

/ kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. mengingat penduduk Cirebon pertama. Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. la. naik ke kapal layar. Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. Sang guru mengingatkan. berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya. dengan panggilan akrab Ki Samadullah. agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam. kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. karena sedang hamil. Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. Sehingga. Di dukuh Cirebon Pasisir. sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. berlayar menuju Tanah Arab. menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". Nyai Indang Geulis. Ki Samadullah. kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang. Padahal. "Anakku. mendirikan Tajug (Masjid). pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. Ki Samadullah dan adiknya. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. diberi nama Jalagrahan. Di tengah perjalanan. ci berarti sungai. adalah keturunan Bani Hasyim. grahan=rumah). Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati. Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir. Akhirnya. Syarif Abdullah. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. pustaka yang disusunnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Cirebon. 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak bisa ikut. Hal itu. dan rebon berarti udang kecil. yang terletak di tepi laut. untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah.Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". Cirebon. degan maksud yang sama. (Jala=air. tiba di pelabuhan Jedah. kata "Cirebon" sendiri. diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). Bersama santri-santrinya.

93 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kembali kepada Syarif Abdullah. …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .menjadi Walikota Mesir. Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. Dan adiknya menetap di sana. kepada Nyai Larasantang. Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja). Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. Ternyata. Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah. Sedangkan Amir Abdullah Khanudin. di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi. Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . Syarif Abdullah telah jatuh cinta. Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita. generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad. diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi. Di rumah Ki Bayanullah itulah. adiknya Syekh Datuk Kahfi. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir). / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya. Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. Di tanah suci Mekah. Tiga bulan kemudian. dari Bani Mameluk. samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas).

yang banyak didapat dari sungai Cirebon. yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/.. wafat. dijadikan sebuah kota besar. Pangeran Cakrabuana mendapat warisan. Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua. la membangun Keraton. 94 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dan perkawinannya. Sesudahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kata pakung... Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah. Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir. yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang. Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang. Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. adalah sebutan lain untuk udang kecil. Tidak lama kemudian. selain sebagai penguasa Singapura. Kemudian. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa. Maka jadilah Cirebon. semua kekayaan dari kakeknya itu. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran. tiba di Cirebon. kakeknya. Nyai Pakungwati namanya. Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . kemudian diberi nama Pakungwati. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . Ki Gedeng Tapa. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. sama dengan nama puterinya. mempunyai anak perempuan. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki.

B. Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan). ia mengutus Tumenggung Jagabaya. sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya. Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi. Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin. Kemudian. oleh ayahnya.Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. atau Ki Samadullah. mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad. atau Ki Cakrabumi. disertai pasukan pengawalnya. Sri Baduga Maharaja. sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya. nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra. 95 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti. Pangeran Walangsungsang. Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik. atau Pangeran Cakrabuana. dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. untuk menobatkan puteranya. diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib.

Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. yaitu Sarah. Sayid Alwi anak Muhammad. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . kepada puteri pejabat daerah negeri India. Oleh karena itu. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. Sayid Abdurrakhman orang kaya. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. Dari perkawinannya. Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mempunyai anak beberapa orang. Muhammad anak Ali AI Ghayam. Riwayat selanjutnya.Kemudian. Dari perkawinannya. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri. Sayid Abdul Malik dengan puteri India. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. asalnya merupakan satu keluarga. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah. mempunyai anak beberapa orang. Salah seorang di antaranya wanita. la meninggal dunia di Jawa Timur. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. yaitu adik dari Sulaiman Al Basri. Muhammad anak Ubaidillah. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. Mempunyai anak beberapa orang. Adapun Abdul Malik. Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. Sebab. mempunyai anak beberapa orang. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan. Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). Alwi Amir Pagih anak Muhammad. Salah seorang di antaranya. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). anak Alwi Amir Pagih. diperisteri oleh Sayid Hassan. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir. Dari sejak itulah. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. mempunyai anak beberapa orang. bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. Kedua-duanya. Salah seorang di antaranya. Sayid Abdul Malik. Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun.

dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon. 2. Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Ali Nurul Alim. Syarif Abdurakhman. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. 2. yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). Riwayat selanjutnya. mempunyai isteri seorang puteri Mesir. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengajar penduduk di sana. 3. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi). Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. 3. tidak mempunyai anak. menjadi Walikota di negeri Mesir. Syarif Hafiddin Abbas. Syarif Sulaiman Al Bagdad. empat di antaranya: 1. mempunyai anak 4 orang. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. disebut juga Syarif Ungkah Jutra. pergi ke Jawa dwipa. Dari India. yang seterusnya menetap di sana. 3. menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad. menjadi anak angkat uwanya. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. Syarif Abdurakhim. Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. menetap di negeri Mesir. Syarif Abdullah Al Masir. Barkat Zainal Alim. 4. Syarifah Bagdad. Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja. Ali Nurul Alim.Abdullah Khannudin. 4. Riwayat yang menjadi penyebab. sebagai guru agama Islam. mempunyai anak beberapa orang. disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. 2. tiga di antaranya: 1. Mempunyai anak beberapa orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. Hal itu tetjadi. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. Ketika menetap di negeri Bagdad. Syarifah Halimah. mempunyai anak beberapa orang. mempunyai anak beberapa orang. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran). dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar. masing masing ialah: 1. Syarif Abubakar.

Juru Labuan Muara Jati Cirebon. Junti. Bharatanagari (India). ia menjadi duta negeri Parsi. pada naskah yang sama ditegaskan pala. Pasambangan. 98 | S e j a r a h K e r a j a a n . cucunya Haji Purwa Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Japura. juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan. Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi. Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya. menikah dengan Hadijah. oleh Ki Gedeng Tapa. dari setiap turunan Rasul Muhammad. Campa. Kamboja. Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa.pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). Panjunan dan beberapa desa lainnya. Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya. semua itu para Kamastu atau disebut Wali. kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. Syekh Datuk Kahfi.

adalah sebagai berikut: 1. Dua orang di antaranya. ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah. dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. dan yang ketiga Syekh Bayan. Syekh Datuk Ahmad. kedua. yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan. di antaranya: 1. Syekh Datuk Soleh. yang menetap di negeri Malaka. dan 3. Sunan dan Guru Agama Islam. Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. yang kedua Syekh Datuk Kahfi. Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang pertama perempuan. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. Selanjutnya. atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. Syekh Khadir Kaelani. yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. menetap di Kamboja. dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad. mempunyai anak beberapa orang. yaitu: 1. 2. dua orang di antaranya.Maka jelaslah sudah. dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim). antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. Selanjutnya. Dua orang di antaranya. dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya. Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman). mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. pertama. 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). yaitu: 2. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. mempunyai anak beberapa orang. kemudian menetap di Panguragan Cirebon. yang mempunyai anak beberapa orang. selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. Tiga orang di antaranya yaitu. yaitu Maulana Makdur Ibrahim.

dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah). Di Palembang. Ali Rakhmatullah berangkat kembali. memeluk agama Rasul Muhammad. Ali AI Mustada. Arya Dillah atau Arya Damar. adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. Dua di antaranya yaitu. isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. Sumatera.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam perjalanannya. Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan. Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah). 1. Dalam jangka 3 tahun. Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina. mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati.Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat. Di Keraton Majapahit. oleh Prabu Kertabumi. semua penduduk Ampel Denta. menuju ke Jawa Timur. Setelah enam bulan di Palembang. yaitu Siu Ban Ci. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. Ratu Darawati. Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). Kemudian. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n . tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. yaitu Dewi Darawati. Karena pada waktu itu. untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. 3. dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. dan singgah di negeri Banten. yaitu Dewi Candrawulan. Adik Dewi Candrawulan. Ali Rakhmatullah. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. dikaruniai beberapa orang anak. Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. Atas usulan Ratu Darawati. Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. Setelah menetap beberapa lama. singgah di Palembang.

yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu. yaitu Dewi Sujinah. Ratu Pakoja. dan 4. dikaruniai anak beberapa orang. Panembahan Karimun. 4. 3. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). antara lain: 1. Penambahan Joko. Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan. 2. Ratu Prodo Binabar. dikaruniai anak laki-laki.Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel. Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). Panembahan Palembang. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Puteri. puterinya Maulana Ishak. Nyai Ageng Pembayun. Panembahan Mekaos Hanggakusuma. dan mempunyai anak laki-laki. yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari isterinya yang lain. yaitu Raden Amir Hassan. 6. puteri Ki Wiryosarojo. memperisteri puteri Sunan Undung. masing masing: 1. Sunan Kudus atau Jafar Syadik. diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. 3. Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh. yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. Selain dengan puteri Sunan Ampel. Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. Dewi Sofiyah. 2. Dari perkawinannya. Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. empat orang di antaranya: 1. yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga). yaitu Dewi Rukhil. yaitu Siti Khorimah. 7. Dewi Rukayah. Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). Di antaranya. dan 8. Panembahan Kodi. Selanjutnya. yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. 2. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. 3. 5. memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang.

Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah.. Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. di antaranya masing-masing ialah. dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa. ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari isterinya yang berasal dari Blambangan. Raden Paku alias Sunan Giri. Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya. parwa I sarga 4.. Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi). puterinya Ki Ageng Bungkul.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah. mempunyai anak dua orang. adalah puteranya Maulana Ishak.//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya. . Siti Murtasiyah. / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya. antara lain sebagai berikut: . mempunyai anak laki-laki. 2. Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang). parwa II sarga 4. Siti Mursimah. Syarif Hidayat namanya. meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat.1. berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri.

menuju Pulau Jawa . Oleh karena itu pergi dari Mekah. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. lamanya dua tahun. Dalam perjalanannya.ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda. Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa. Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa . di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat. antara lain sebagai berikut: . Kemudian. kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya. singgah di Gujarat. Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. dari Syekh Athallahi Sajjilli. yaitu Sayid Al Kamil. disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya. bersama 98 anak buahnya. tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n . Selesai dua tahun. baru berusia dua puluh tahun. Tinggal di sana lamanya tiga bulan. bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam. Ketika singgah di Gujarat. parwa parwa I sarga 4. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir. mereka berlayar bersama-sama. Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama. Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. Pada waktu itulah. Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri.//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil. yang semuanya berjumlah 98 orang.

mengajarkan agama Islam di sana. ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). Selanjutnya. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . berlayar menuju Cirebon. Sumatera. Kunjungannya ke Cirebon. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. Sesungguhnya. Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha. Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. Selanjutnya. Nyai Kawung Anten. Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. untuk menemui uwanya (kakak ibunya). berjodoh dengan puteri Adipati Banten.sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya. Syarif Hidayat singgah di Banten. (singgah) di negeri Pasai. Syarif Hidayat alias Sayid Kamil. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. menemui uwanya. yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur. bersama Dipati Keling dan anak-buahnya.

ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu. Demi untuk kepentingan penyebaran Islam. Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. Syarif Hidayat. sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung. Nyai Mas Pakungwati.//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n . dapat bertemu dengan uwanya. Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya. Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa . sangat gembira. Akhirnya... Sang Tumenggung mewariskan tahtanya. kepada suwan yang sekaligus menantunya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama.. di Kerajaan Sunda. Adapun Syarif Hidayat.. Begitu pula Syarif Hidayat. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil. Dipati Keling serta 98 anak buahnya. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati). Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu. Alangkah sukacitanya Sri Mangana. mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat. Syarif Hidayat. Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati. . kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi. menetap di Pakungwati Cirebon. Setelah beberapa lama kemudian...Iman. yaitu Sayid Al Kamil.

. Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita.. Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya.. disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak.// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat. Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pejabat penguasa daerah.Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana. ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon. Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon. yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur. untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira. pesta meriah. dengan gelar Susuhunan Jati. Pada waktu itu. mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati. yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak. sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon.... untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n . menyerukan pujian atas penobatannya.. Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran). dan semua memberikan dukungan.

Sang Kakek memerangi cucunya. Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. lama tidak kembali ke Pakuan. dalam buku Pakern Banten. Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. Akan tetapi. dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih. SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . akhirnya masuk agama Islam. Penobatan awal Syarif Hidayat. karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja. bahwa: 1. Hal yang hampir sama. V. dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. Syarif Hidayat. atas pernikahannya dengan Pakungwati.1983: 35). dan 3. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . atas kehendak Pangeran Cakrabuana. terkesan Surasowan di sana. Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar. Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. adalah menantu Walangsungsang. Syarif Hidayat. adalah cucunya sendiri dari Larasantang. niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon. "Betapa tidak terpujinya. atas usul orang tuanya. dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935). sebutan Sorasowan. KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A. 2. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan.menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. puteranya sendiri.

Saleh Danasasmita (1984). Pakungwati sebagai nama kesultanan. Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687). Pakungwati sebagai nama keraton. Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan. sudah tentu harus dicari pembandingnya. Soera artinja berani. Pada akhirnya berubah sebutan lagi. menjadi Keraton Pakungwati. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon. Pakungwati adalah nama orang. semua itu menarik untuk dikaji. bagi kata yang ada di depannya. Surasowan. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda.1984:44). tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad. Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta. Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan).Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan. bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. Pakungwati sebagai nama orang. Pada mulanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang dibangun di Dukuh Cirebon. antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten. Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. atau Surosowan? Hal tersebut. Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. Surasowan dan Surosowan. Berdasarkan gejala itu. puterinya Pangeran Cakrabuana. teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. Kemudian digunakan sebagai nama keraton. Selanjumya berkembang. pendiri kerajaan Islam di Cirebon. menjadi Kesultanan Cirebon. Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita. 108 | S e j a r a h K e r a j a a n . Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin. menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon. Soan atau Sadji artinja Radja. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan.1935: 60-61). Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan.

Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. 1. teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan. dua orang di antaranya: 1. Sebagai putera Sri Baduga Maharaja.1989:144 dan 153). Dari kutipan tersebut di atas. Islam sudah mulai bersemi. dan 2.Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3. Sang Surasowan. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. (Atja & Ekadjati. Prabu Surawisesa. Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut. satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n . juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. Sang Arya Surajaya. Atja & Edi S. pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir. Nyai Kawunganten. Sang Surasowan mempunyai dua orang putera. berputera beberapa orang. mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang. antara lain ialah. Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. menjadi bupati Banten Pasisir. dan mampu mendirikan keraton yang memadai. Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 2. Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal).

Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk. Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit. di kemudian hari.g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . singgah sebentar di Negeri Banten. di Pulau Jawa singgah di negeri Banten. Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja). Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam. Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel. Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah. Atas seijin Sang Surasowan. tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kelak. dalam waktu yang relatif singkat. terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam. Sepeninggal Ali Rakhmatullah. banyak mendapat simpati dari penduduk. dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah. masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah.

sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda. lalu terus ke selatan. dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. Tentang "seorang yang keramat. Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat. untuk meng-Islam-kan daerah ini. tiba di Banten Girang. bahwa "seorang yang keramat" itu. untuk meng-Islamkan daerah ini. tentang "orang tua" Hasanuddin. Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten. penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat. para penulis Babad. Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki. kemudian dijelaskan. Oleh Syarif Hidayat. bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin. dari Mandarsah ia datang di Jawa. Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. yaitu Pakungwati. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . yaitu Pakungwati. riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat. diberi nama Hasanuddin. Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang. untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". la mempunyai dua orang anak. Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). Dalam waktu yang relatif singkat. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. seorang perempuan (yang tua). Akan tetapi. dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . masih saudaranya juga. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat. Oleh Sang Surasowan. Secara tersamar. puterinya Sang Surasowan. dari pada substansi historisnya. Sesunguhnya. ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat. lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya. Hanya saja. 1983: 33). cucu Sri Baduga Maharaja. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. pada tahun 1478 Masehi. pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. Untuk mempererat kekerabatan. sangat terbatas. Apalagi setelah diketahui. nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin.

Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. Banten dan Demak. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten. tahoen Belanda k. dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan. akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon. karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas. para penulis Parimbon Banten. kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten. Pakem Banten. dalam proses meng-Islam-kan Banten. Hanya saja. Kg. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin.1953: 24). disaat Kg. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten. Kg. tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad. cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. 112 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. Berdasarkan kaol Cibeber. Sedangkan. maka Kg. mengemukakan hal yang sama. menggunakan sumber "Parimbon Banten. di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. soepaja datang ke negeri Banten. pada kalimat selanjutnya. koerang lebih hidjrah Nabi 887.l. Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari. yang hampir malah sudah musnah. 1472. karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Maka terseboetlah pada masa dahoeloe. Berdasarkan kutipan tersebut di atas. terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. antara lain: Pada abad 15. menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad. Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun. sangat gelap (peteng).

Tuduhan Animisme. Hafidz Rafiuddin. antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten. yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin. patut dicermati. pernyataan selanjutnya.Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian. Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur. Maulana Hasanuddin. sudah tidak diragukan lagi. sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. Carita Parahiyangan. Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. (2000).Ag. Mereka bertugas. Amanat Dari Galunggung. Dengan adanya hal-hal semacam itu. orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme". "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan". Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". melakukan "Tapa di Mandala". Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya. Akan tetapi. Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten. seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun. sulitlah bagi kita untuk menentukan.1984: 41). yang dewasa ini disebut Sasaka Domas. S. pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme. mengemukakan hal yang hampir sama. 113 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang". dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy". 2000: i & 9). Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku". Leluhur mereka dalam jaman kerajaan. tidak mendasar.

Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan. dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua. "takluk" atau "ditaklukkan". Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. Kembali kepada proses Islamisasi di Banten. Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat. yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. dengan ikhlas "beralih agama". (2) Tumenggung Jayamanggala. Atja dan Edi S. Dia kemudian memeluk agama Islam. Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima. dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. Menurut kepercayaan orang Baduy. 1984: 219). Arca Domas memiliki 13 undakan batu. dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana. menantu.1993: 27). menjadi pemeluk agama Islam. Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat. sebagai penganut agama Rasul Muhammad. dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali. nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan". dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture. Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya.1989 :144). di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dialah putera Sri Baduga Maharaja. yang seluruhnya setinggi 6 meter. dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. Bangunan berundak di Kosala. serta hamba sahayanya. anak. dalam Carita Parahiyangan sarga 3. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut.. Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini. masih dipuja dan dikeramatkan. 114 | S e j a r a h K e r a j a a n . ditemukan dekat bangunan berundak. Anak menantu dan hamba sahayanya. Dari kutipan tersebut di atas. "dipaksa". menjadi ratu wilayah Wahanten Girang. Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana. Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh. menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil.

mertua Syekh Syarif Hidayat. Ekadjati. terdapat dua negeri Wahanten. Sang Adipati Surangggana. perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang. 115 | S e j a r a h K e r a j a a n . maksudnya itu-itu juga. dalam kajian ilmiah. Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. sudah merupakan petunjuk tersendiri. sudah tidak tepat lagi. Oleh karena itu. kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. sebutan "wantan" dalam lafal Cina. Kembali kepada tokoh Sang Surasowan. dalam usia terhitung masih muda. memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya. Bahwa. Akan tetapi. Hendaknya digarisbawahi. Jika terdapat perubahan lafal. dapat dimaklumi. menyebut "Wahanten" dengan "Bantam". dari hulu Gunung Karang Pandeglang. dan bermuara di Banten Pasisir. bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang". muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). Portugis pun melakukan hal yang sama. Sang Arya Surajaya. tahtanya diwariskan kepada puteranya.1996:119). Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran). dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. Gambaran semakin jelas. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16. Ketika Sang Surasowan wafat. berkelok melalui wilayah Banten Girang. karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ayahanda Nyai Kawung Anten. setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan). apapun bahasanya (Guillot. para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira. baik oleh orang Cina. Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. sebutan wahanten menjadi banten. Secara lingual. Sebab. hanya pelafalan yang berbeda. membelah kota Serang. Sang Adipati Surasowan. Boleh jadi. Dari bahasan Atja & Edi S. tapi nyata). kedua-duanya sejaman.pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. Mecermati fakta seperti itu. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut.

Sehingga. Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. dan persenjataannya pun tidak lengkap. dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). B. WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. menjadi tidak harmonis lagi. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. menjadi penerus ayahnya. kekuatannya tidak seberapa. Sabakingkin atau Hasanuddin. Itulah sebabnya. Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya. antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. telah mengalahkan kharisma uwanya. Dari perkawinannya. kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). Adipati Arya Surajaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di Kesultanan Pakungwati Cirebon. pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. Mereka dapat ditaklukkan. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan. diberi nama Yusuf. Pangeran Arya (Pangeran Japara). yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura. Putera kedua.Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. Pangeran Sabakingkin. Oleh karena itu. karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. serta memperoleh putera laki-laki. Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan). puteri sulung Raden Patah. hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. lahir pertama Ratu Winahon. Pada waktu itu. Untuk jaringan politik. dan pasukan yang tersisa melarikan diri. Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin.

Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. 11. Tumenggung Linggageni. Pradharmaya. Oleh karena itu. 13. Raja Daerah Muntur. Sang Prabhu Walahar. Raja Daerah Gunung Banjar. 10. Raja Daerah Hanum. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. Kyai Wudhubasuraga. Aryya Senapati Bhimajaya. Jelas. Karena sudah tersiar berita. akan tiba armada tempur Portugis. dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. Raja Daerah Gunung Ageng. 4. tersumbat. Sultan Demak (Raden Patah). akan menyerang Pakungwati Cirebon. Sang Aryya Wuludada. Raja Daerah Pager Wesi. Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). Raja Daerah Gunung Batur. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Simpang. 6. Sang Aryya Suraprasa. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa tidak lama lagi. memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap.Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. Pada saat itu. Sang Aryya Wirasakti. Ratu Hyang Banaspati. 9. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. Karena Pakungwati. 15. Raja Daerah Wahanten Girang. 2. Raja Daerah Pagawok. Ratu Ancol. Sang Adhipati Patala. 3. adalah: 1. Kekhawatiran Sultan Demak. 5. 16. kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. 7. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa. Raja Daerah Medang Kahiyangan. Raja Daerah Rumbut. dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon). Adhipati Suranggana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. 12. 8. Aryya Pulunggana. Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka. 14. Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak.

tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. Singgah di Pakungwati Cirebon. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. kembah ke Demak. mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam. bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. sebagai "gerakan pendahuluan". barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya. menyusup berkehling kota. terdiri dari 1. Susuhunan Jati. Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. sedang dalam pelayaran. perdukuhan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi). Kemudian mengadakan gerilya. aneka macam perhiasan dan yang lainnya. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. janda Pangeran Sabrang Lor. Beberapa bulan kemudian. Fadhillah Khan bersama pengiringnya. Sebagaimana yang telah dikemukakan. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin. Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya. pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak.Oleh sebab itulah. Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. Sultan Demak memerintahkan adik iparnya. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak.967 tentara. Kekuatan pasukan gabungan. didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati. untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. Ratu Ayu. ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. sambil menjajakan bermacam-macam barang. desa. la gugur pada usia muda. barulah Panglima Fadhillah Khan. guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. kembali ke Demak. Setelah itu. bandar. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. Tak lama kemudian. Pangeran Sabrang Lor. bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka. adalah putera mahkota Demak. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya.

mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. tidak sesuai dengan kajian arkeologi. bergegas menuju Pakuan (Bogor). Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung. memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun. Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin. Secara diarn-diam. Serangan dahsyat. Kemungkinan. telah lebih dahulu masuk agama Islam. pusat pemerintahan Banten. bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi. Adipati Wahanten Pasisir inilah. "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin. sesungguhnya. Di balik peristiwa itu. penguasa Wahanten Girang. setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. Sang Adipati Surajaya dan keluarganya. Sesuai rencana. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. Sang Adipati Arya Surajaya. secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. lebih siap untuk bertempur. Akan tetapi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akhirnya. tibalah serangan mendadak. sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun".1993: 68). Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir). untuk menumpas huru-hara tersebut. menyelamatkan diri. sebelum dapat dibuktikan kebenarannya. serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup. yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang. dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary. Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten. sempat dibinasakan. Karena hal ini.Adipati Sang Arya Surajaya. dalam usia 48 tahun.1988: 8). "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin. menerobos hutan lebat. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. Sebab. Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan".Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". Sangat masuk akal. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana. dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir. Kemudian. atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. pasukan gabungan Pakungwati-Demak.

anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam". setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. antara lain: Apabila Ki Jongjo. Kemungkinan besar. Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”. dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya. pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup. oleh pernyataan. antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. yaitu Hasanudin. Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. rupanya telah terjadi manipulasi. anak Hasanuddin. Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana.yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta. maka Molana Yusuplah. bahkan tidak dilemahkan. Secara kekerabatan. Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya. makaYusuplah lagi . seorang dari Pakuwan. bahwa setelah selesainya ekspedisi. Akan tetapi. di komplek makam Tempat Suci itu. Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis. Sayangnya. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya. dari seorang tokoh. akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana. 120 | S e j a r a h K e r a j a a n . sulit dibenarkan. Berdasarkan kutipan tersebut. mengemukakan usulnya kepada panembahan.Suranggana alias Ki Bagus Molana. Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat.1983: 34). yang bergelar Ki Bagus Molana. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi.dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya . kemudian berkembang menjadi dua orang. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo". yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin. Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

121 | S e j a r a h K e r a j a a n . Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu. perlu kiranya diteliti lebih lanjut. Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali.1983:149-150). dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo. lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. yang terlebih dahulu masuk Islam. gelar "Agus" itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah makamnya dikeramatkan. dengan sebutan Sultan. seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi. merangkap jadi penguasa. Setidaknya. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada. Kropak 408 Sewaka Darma. Gelar itu. Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. Seandainya. putera Sri Baduga Maharaja. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana. Konon menurut dongeng. adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam". Dengan demikian. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana. makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang. seharusnya. Pengertian panembahan. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. dan memperoleh gelar Panembahan. sependek nama Jong dan Jo. Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik.yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. Oleh karena itu. demi kebesaran Panembahan Hasanuddin. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin. Pertanyaannya. mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". Kembali ke Wahanten Girang. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan.

berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. Mereka tidak mengetahui. Panglima Fadhillah Khan. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. Sisa yang masih hidup. hanya 6 tahun lamanya. Sebagian besar penduduknya. Sang Arya Surakreta. nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. menyerang Sunda Kalapa (Jakarta). Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. menyelamatkan diri. Permaisuri. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan. sehingga banyak tentaranya yang tewas. saudagar kaya dari Perlak. bahwa wilayah Sunda Kalapa. oleh Susuhunan. diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. yaitu Nyai Arya Baroh. dan para pengiringnya. Setahun kemudian. setelah memeluk agama Islam.452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. Kemudian. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. Armada Portugis dipukul mundur. menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. diberi nama Keraton Surasowan. Jati Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebanyak 1. akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan. sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. beralur darah trah Rasul Muhammad. terdesak dan menderita kekalahan. keraton ia dirikan. ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). Ia puteri Adipati Kranda. Beberapa bulan kemudian. yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687). tewas binasa. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam pertempuran itu. kakaknya Sang Arya Surakreta.Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). tiba di perairan Sunda Kalapa. Sebagai catatan. Selanjutnya. Untuk memperkuat posisi pemerintahannya. Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah. melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat. pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak. di Pelabuhan Sunda Kalapa. Anggota pasukan yang tersisa. Nyai Arya Baroh.

kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya. adalah adik Sri Baduga Maharaja. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat. segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). Oleh karena itu. Prabu Ningratwangi. Prabu Jayaningrat. Berdasarkan riwayat hak waris. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. jumlahnya banyak. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. di dekat Bukit Gundul. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. adalah putera Prabu Ningratwangi. Susuhunan Jati Cirebon. pada tahun 1501 Masehi. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. cucu Prabu Dewa Niskala. seperti kebiasaan di masa silam. permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh. la.Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran. Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. Oleh karena itu. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. oleh Susuhunan Jati Cirebon. la. yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban. menggantikan posisi ayahnya. Dalam pertempuran ini. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. oleh Susuhunan Jati Cirebon. dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. memanfaatkan situasi seperti itu. yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. terdesak. diserahi tugas melindungi pondok pesantren. Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). sambil memuntahkan logam panas". dilengkapi senjata meriam. menjadi penguasa Kerajaan Galuh. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. wilayah Pakungwati Cirebon. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba. adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. Akan tetapi. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. Prabu Jayaningrat. segera mengirimkan berita ke Pakungwati. mengeluarkan asap hitam. memohon bala bantuan. Kalau tidak. telah terjadi perubahan situasi politik. Serangan. akan digempur".

tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Kebijakan itu dilakukan. yang mewakili Susuhunan Jati. berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. oleh pasukan Pakungwati Cirebon. Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. mungkin karena diakhiri dengan jalan damai. dan Kuningan. beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. Palimanan. pemberani. Maksud "tidak kalah" tersebut. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. atuntunan tangan (kerjasama). kuwanen. Pada saat itu. Silih asih (saling menyayangi). tidak kalah). melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. Akan tetapi. janganlah putus. Perang lima belas kali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). bahwa: 1. dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. menjadi pembesar kerajaan. kehilangan tokoh penting yang disegani. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh. Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing. Demak. Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita. 124 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja). pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. perkasa. Kedua belah pihak menempuh jalan damai. Tidak saling menyerang. Akhirnya Talaga. 3. Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). pasukan gabungan Pakungwati. dapat ditaklukkan. Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan. Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). agar Pangeran Pasarean. mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. 2. kasuran. wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. Sejak itulah. dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. menyepakati. berhasil direbut.Pasukan Kerajaan Galuh terlesak. Peristiwa tersebut.

Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. senantiasa menciptakan huru-hara. C. Oleh karena itulah. la tetap hidup. Akan tetapi. Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). Sanghiyang Siksakandang Karesian. tapi tidak mati. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. Pendeta di Jayagiri. Pada masa pemerintahannya. ada pendeta sakti. dibunuh tanpa dosa. Berpuasa. yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. yang telah disepakati ayahnya. Sang Prabu Ratudewata. KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). Pendeta di Ciranjang. la digantikan oleh puteranya. tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). Pada kesempatan itu. Rasa hormat dan kekaguman itu. Prabu Ratudewata. Pendeta sakti di Sumedang. dianiaya. Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang. tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. keonaran. Sri Baduga Maharaja. sudah tidak lagi menghargai keagamaan. Dalam suasana tenang dan damai. Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). direbutnya kembali.Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Munding Rahiyang namanya. hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. ditenggelamkan ke dasar laut. menghilang tanpa meninggalkan jejak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adik Ratu Wiratala. putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. 125 | S e j a r a h K e r a j a a n . mati ditenggelamkan ke dasar laut. tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. ia merenungi hidupnya. la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata.

masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. puteri Prabu Ratudewata. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. asampe ring sang pandita).Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak hormat terhadap yang tua. Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. merampas tanpa rasa malu. haywa ta sira kabalik pupuasaan). hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan. 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . perwira. Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. pejabat. Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya. ia bertindak sesuka hatinya. Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. Serangan terjadi ke wilayah Sumedang. Atau boleh jadi. Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. Susuhunan Jati Cirebon. ngarampas tanpa prege. tewas berjatuhan. Karena. tidak lagi mentaati norma pemerintahan. serangan kilat ke kota Pakuan itu. laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur. menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. Mengingat. la membunuh orang tidak berdosa. ponggawa-ponggawa kerajaan. Sesungguhnya. berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari. lan bakti ring wong atuha. Kemungkinan. pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. di bawah komando Panembahan Hasanuddin. Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. melanjutkan gerakannya ke arah utara. serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten). Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan. Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf). Sang Prabu Ratudewata. Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. Sri Baduga Maharaja. Sebab. selama 8 tahun. akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. Serangan laskar Surasowan Wahanten. sangat beralasan. tidak sungguh-sungguh. Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi). pengawal raja. ayahnya. Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). sekaligus merupakan "unjuk rasa". berdasarkan hak historis alur darah keturunan. Ciranjang dan Jayagiri.

com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. Angenia. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten. cotodas as mail ilhas deste arapelago.Puncak kebiadabannya. Keberangkatannya ke Demak. Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. Akan tetapi. E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. akibat perilaku buruk seorang raja. Prabu Sakti masih beruntung. Keberadaannya di sana. Fernao Mendes Pinto (1510-1583). que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao. E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar. la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya. 127 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto. Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya. Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan). Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari. adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda. janda dari ayahnya. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. dan memperisteri ibu tirinya. paraque pessoalmete. dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten). nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno. Emperador de toda a illla da Iaoa. Sebagian dari catatan perjalanannya. Pada masa pemerintahannya. tempat orang Portugis biasanya berdagang. Bale. hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya. terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere). I Madura. untuk ikut menyerang Pasuruan. Prabu Ratudewata. que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. mencatat semua kejadian.

adalah Ki Fadil. Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka. pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan.Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan. Ketika ia datang di pelabuhan Banten. isterinya Fadhillah Khan. 1984: 46-47). serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. Dengan demikian. adik Sultan Trenggono. Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya. Raja Sunda. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari. Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto.1999: 90). raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. Fernao Mendes Pinto. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7. Maksudnya. sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini. Berdasarkan pendengaran. adalah Nyai Pembayun. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang. Dialah kaisar Pulau Jawa. supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara. Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. masyarakat Sunda Kalapa sendiri. tidak terbitung para pendayung. Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara.000 orang. Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten. tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken. Kangean.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda. Bali. seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten. -yang juga menjadi bawahannya. 128 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril.

Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun. nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. mencatat pada masa pemerintahannya. Dari catatan Fernao Mendes Pinto. Dari pendengaran. yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon. karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor.Sunda Kalapa . antara Wahanten . Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya. baru berperan sebagai Adipati Wahanten. bagi kepentingan mitra dagang. mempunyai kedudukan penting lainnya. polah sang nata). Bali. Portugis yang semula dimusuhi. la wafat di Pengpelangan. ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda". Sebab. dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak.menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan". setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean. Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. Madura. selain menjadi Bupati Sunda Kalapa. keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Pakungwati . akhirrrya menjadi "negara sahabat". Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon. Adanya anggapan seperti itu.Demak . Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. Oleh karena itu dapat dimaklumi. dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Portugis menerima kenyataan seperti itu. Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon. Sedangkan Maulana Hasanuddin. yang penting diperhatikan. Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten). Angenia. Pada masa pemerintahannya. Bahkan. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya). Fadhillah Khan. hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Sang Prabu Nilakendra. dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya. memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. serta menempatkan armada lautnya di sana. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n . kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga". Kembali kepada Prabu Sakti. bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. adalah tentang adanya hubungan multilateral. dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali).Portugis.

Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. Setiap saat. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar). menembus jantung ibukota Pakuan. Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat.berada di ambang pralaya (kiamat. Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. jimat-jimat. pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. telah. tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. manteramantera Tantrayana. serta dihantui bencana kelaparan. itulah. tidak ada ilmu yang disukainya. Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. Bagi Prabu Nilakendra. yang mengapit gerbang terlarang. Makan minum sampaimabuki. nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. mahayu na kadatwan. Akan tetapi. Petani menjadi serakah akan makanan. minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk. Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. sudah dicampakkan jauh-jauh. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar. untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda). Pada tahun 1567 Masehi. yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan. kehancurarr). Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana. dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. adalah kepercayaan mistis sinkretis. 130 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tantrayana. secepat kilat. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. Makan enak.jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan). menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji. keraton Pakuan Pajajaran. bendera keramat. Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra. akibat angkara-murka penguasanya. bahwa tidak akan lama lagi. dilukis dengan emas. tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan. tan igar yan ta pepelakan). dimeriahkan oleh pesta pora. serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. dalam mendahului upacara Tantrayana.

calon pengganti Susuhunan Jati. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. D. wafat dalam usia muda. Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran. Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. ayahnya Prabu Nilakendra. sangat menarik untuk dicermati. Kemudian. di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. Mungkin dia tewas di pengungsian. terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. Selain itu. bahwa Surasowan Wahanten. Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). Latar belakang tragedi. tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak. Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. adalah menantu Prabu Ratudewata. sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. 131 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Kekosongan tahta Demak. mempunyai hak yang sama. dari Nyai GedengTepasan. Susuhunan Jati Cirebon. Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. Nasib kehidupan kota Pakuan. hanya tertulis secara singkat. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). yang tidak menyertainya ke pengungsian. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja. Sebab. ia telah membuktikan. oleh bocah pengiringnya. Pada mulanya. yaitu Prabu Sakti. Sunan Prawoto. yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. Tohaan di Majaya kalah perang. ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. adalah negeri yang kuat. adalah putera Susuhunan Jati. putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). Bupati Jipang. karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. Tidak pernah ada berita. diharapkan oleh puteranya. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa.

adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. Sunan Kudus. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. Kedudukan tertinggi itulah. masih ada calon pengganti yang lebih berhak. Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. yang bergelar Pangeran Suwarga. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. pada waktu itu masih kanak-kanak. Mengingat. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Sedangkan Pangeran Bratakelana. adiknya Prawoto. Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. karena berupaya membela Prawoto. Karena Pangeran Emas. yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. pemerintahan Pakungwati Cirebon. Naik tahtanya Fadhillah Khan. dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. tewas pula. menjadi masalah kerabat keraton lainnya. Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. Sultan Trenggono. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. juga warga Demak. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten. 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada saat peristiwa itu terjadi. adalah putera Susuhunan Jati. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. Pangeran Suwarga. Sedangkan pada waktu itu. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. putera mahkota Cirebon. Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi. Wanawati Raras. Jipang menyerang Demak. dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon). mendahului kakeknya. sedang berada di Demak. Susuhunan Jati. Atas restu gurunya. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. Pangeran Suwarga. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya.Pangeran Sekar. dianggap tidak semestinya. adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto. sebagai Susuhunan Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan). untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan. yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. secara terselubung. Syarifah Fatimah. diharapkan adalah cucunya.

Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama. Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu. akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). . Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan. Panembahan Hasanuddin. mendadak berubah menjadi licin. seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan. melepaskan diri dari pengaruh politik Demak.kelak menjadi isteri Tubagus Angke. dalam kisah "Serat Banten". dan Pangeran Arya. digantikan oleh puteranya. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya. Sendi-sendi Islam. Pangeran Yusuf.yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin. sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara. Surasowan. ketika ia bersalat di permukaan laut. Menurut "Serat Banten". telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. berhasil menjadi negari niaga maritim. bila tidak dikenal asal-usulnya.Melihat kenyataan seperti itu. kisah tentang watu gilang. melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. Karena itulah. . dipandang oleh masyarakat Banten. berdaulat. Sekaligus. martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa". Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup". Sedangkan dari isterinya yang kedua. yang ditempatkan di depan Istana Surasowan. Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi). mengkilap dan berseri. Misalnya. Bagi penulis "Serat Banten". Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin. Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. Bupati Jayakarta (Jakarta). Wahanten Pasisir. pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). sebagai negara yang mahardhika (merdeka). telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. melainkan Hasanuddin. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita. dengan "doa" Hasanuddin. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara. Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. walau sesungguhnya tokoh tersebut. Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat.1964: 48). dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. mampu berdiri sendiri.

Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. 2. berhasil ditundukkan. Situasi perdagangan di Karangantu. 3. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan. sisir.1993: 81). menjual kain dari kapas. buah pala. berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam). dalam Michrob. Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. benang emas. beras dari Makasar dan Sumbawa.1961:13. Banjarmasin dan Palembang. kipas. digambarkan sebagai berikut: 1. Makasar. Selain ditinggallcan oleh Surasowan. jarum. membeli rempah-rempah. beludru. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak. selop. di Pakungwati Cirebon. kayu cendana. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. mereka membeli lada. sutera. ikan kering dari Karawang. kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. Ketika mereka kembali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa. nila. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang. Dari segi hubungan kerabat. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. lada dan Lampung dan Solebar. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf. rempah-rempah dari Maluku. Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. kertas. sutra. Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. Panembahan Ratu. untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran.Sunda (Pajajaran). Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. kain sulaman. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. sudah demikian menurun kharismatiknya. berdagang permata dan obat-obatan. Palembang dan lainnya. kulit penyu dan gading gajah. dan kain putih dari Coromandel. Orang Gujarat. porselen. payung. Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur. la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. cengkeh. dan sebagainya. Minyak kelapa dari Belambangan. Pedagang-pedagang dari Cina. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. gula dari Jepara dan Jayakarta. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. Ketika kembali ke negerinya. penguasa Kesultanan Pajang. Sumbawa. Orang Arab dan Persia.

Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai. Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau. Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu.1981: 56-58).1977: 448). Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota. tenunan dan Bali dan Sumbawa. Persia. Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota. damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India. Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini. Pada masa Maulana Yusuf. dan sebagainya. sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. dapat diatasi dengan baik. Bali (Tjandrasasmita. Bugis. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat. Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota. baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang. rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. perkampungan orang Pegu. 1950:182). timah putih dan timah hitam dan Perak. Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan.1983: 31). gading gajah dari Andalas. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . besi dari Karimata. mulai dipersiapkan. strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota.cendana dan kepulauan Sunda kecil. 1975: 160). perdagangan dan pertanian. gangguan keamanan. bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut. Dengan demikian. Laskar Surasowan Wahanten. Makasar. dari sejak pemerintahan ayahnya. Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi. dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat. setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih. demikian juga tembok benteng di sekehling istana. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan. dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. Ternate. Cina. keamanan wilayah. Kedah dan Selong di Malaka. Siam.1983: 38 dan 59). Banjar. orang Arab. Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. Turki. Sasaran utama penyerangan. adalah Pakuan.

sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran. keturunannya masih merupakan kaum-adat. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. digantikan oleh puteranya. sangat memungkinkan. dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Serbuan laskar Surasowan Wahanten. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. Prabu Ragamulya Suryakancana. Sekarang. Dengan diboyongnya batu tersebut. dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pandeglang. laskar Surasowan Wahanten. mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut. Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. la tidak menghendaki. merupakan upaya "pembersihan". Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. tetapi di Pulasari.rover. tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. sebagai pusat pemerintahan yang baru. Prabu Ragamulya Suryakancana. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. Dari peninggalan yang ada. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. beserta ketiga saudaranya. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. Bila kenyataan yang terjadi. mengungsi ke pantai selatan. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari. Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. Bagi Panembahan Yusuf. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan. Sampai sekarang. kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. Kota Pakuan Pajajaran. Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. di Cisolok dan Bayah. terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. Disebut demikian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . maka di kota Pakuan. terhadap kedzaliman. Padahal. Oleh karena itulah. Pada masa pemerintahannya. Palangka itu. Kelak.

beribukota d. Jejak peristiwa itu.Puasari. menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten. la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. bahwa di sanalah. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. Prabu Ragamulya Suryakancana. la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya. Akan tetapi. sambil menyongsong ajal tiba. Prabu Ragamulya Surya Kancana. yang meninggalkan urusan duniawi. Menurut cerita leluhurnya. dalam Pantun Bogor. di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran.Kampung Ciptarasa. Mungkin ia pergi ke Pulasari. ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". bersama pembesar dan pengikutnya yang setia. Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari. hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. penguasa masyarakat Sunda pertama. hanya berusaha mempertahankan diri. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat. Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. tentunya tidak membuat babak baru. dikisahkan Ki Baju Rambeng. akhirnya berpusara di tempat lahir. la hanya sebagai "rajaresi". napas tertua bentuk kerajaan. Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. Sekelompok kecil yang bernasib baik. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki. secara samar-samar. kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir). menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan. mereka meninggalkan kota Pakuan. 137 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). Pandeglang. Sesungguhnya. ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. Akan tetapi. belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda. dibinasakan.

Pangeran Arya. ia dikenal juga dengan sebutan. semakin berkembang pesat. Ketika Maulana Yusuf sakit keras. Ketika itu. Pangeran Japara bersama pasukannya. Rata Winahon. Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). Melihat kenyataan seperti itu. Sejak kecil. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. Pangeran Japara. Sedangkan Panembahan Yusuf. Pangeran Muhammad. Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera.Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. Dari permaisuri Ratu Hadijah. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. niaga maritim. Panghulu Negara (Kadhi). menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). terdesak oleh pasukan Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Maulana Yusuf meninggal dunia. Konflik tidak dapat dihindari lagi. baru berusia 9 tahun. Pada tahun 1580. keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. Panembahan Yusuf. Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). pengembangan areal pertanian. sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi). Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. dan 2. Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. tinggal di keraton Japara. Oleh karena itu. di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. putera mahkota Pangeran Muhammad. dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi). kepada Pangeran Japara. terutama dalam hal pembangunan kota. antara lain: 1. Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. Akan tetapi. Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). D.

Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. Seperti halnya ayah dan kakeknya. Dan pasar yang ketiga.1993: 89). terletak di Pacinan. Bersama 249 pasukannya. Turki. bertindak sebagai walinya.itu. Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. Dalam pelayarannya.1993: 89). Bengali. Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. Rupa-rupanya. Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga. bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. Pegu. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten. Pasar kedua terletak di Paseban. Melalui Tanjung Harapan. la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. pada tanggal 22 Juni 1596. yang memperdagangkan keperluan sehari-hari. Cina. Malabar. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup. Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. hingga ke pelosok-pelosok desa. la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid. Arab. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam. terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis. Gujarat. yaitu daerah Karangantu. la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari berita pedagang Portugis. Malaya. Jawa. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. Keling. dan Abesinia. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. dan lain-lain. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan. Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'. dan akhirnya diusir dari Banten. seperti dari Bugis. mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara. sebagai pencatat perjalanan. Mangkubumi Jayanagara. temboknya dilapisi porselen. Setelah persitiwa itu. Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh. di bagian utara Kerajaan Belanda. mereka berangkat dari pangkalan Tessel. tidak tercapai. Diceritakan pula.

menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. cucu Sunan Prawoto Demak. berputera Abdulmafakhir. 140 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. ia diturunkan dari jabatannya. didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. la memimpin langsung pasukannya. didampingi oleh kakeknya. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. pada tanggal 13 November 1596. penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. Sebab. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. yang kasar dan tidak bijaksana. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. Selanjutnya. jabatan Wali Kerajaan. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. berlangsung di sekitar Sungai Musi. karena kecongkakannya. Akan tetapi. pada tanggal 17 Nopember 1602. Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. Akan tetapi. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. sebagai Wali Kesultanan.Sikap Cornelis de Houtman. melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. Mereka tiba di sana. yang baru berusia 9 bulan. Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. armada Kesultanan Surasowan Banten. melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten. ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. Akhirnya. ia melanjutkan perjalanan. ditarik mundur. Sementara itu. di negeri rencong itu. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Maulana Muhammad. Sultan yang masih bayi itu. diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. Pertempuran sengit. Kemudian. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). Ratu Wanagiri. ia tewas terbunuh. Armada dagang yang dipimpinnya. putera Aria Pangiri. terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan. hampir memukul mundur pasukan Palembang. sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. Karena sikap congkaknya. pada tahun 1602. Perwalian. Bahkan. menuju negeri Aceh Darusalam (1599). Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia. Mangkubumi Jayanagara. diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. Akhirnya. Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. tidak menghasilkan apa-apa.

yaitu suku Bataav. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. pada tahun 1604. akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. dalam Michrob. Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat. Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa. Pangeran Mandalika bersama adiknya. Kekuasaan sepenuhnya. di Belanda terjadi peristiwa penting. Didukung pula oleh pihak Inggris. oleh penduduk Nusantara. pada tahun yang sama (1602). Di sana mereka membangun sebuah benteng. Pada tanggal 23 Oktober 1608. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi. Melihat situasi seperti itu. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). pada bulan juli 1608. Akan tetapi. Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala. diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. Kongsi dagang tersebut. Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda.1993:127). Pada tanggal 13 Mei 1626. mencapai puncaknya. Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. yang diberi nama Batavia. Huru-hara untuk sementara dapat diredam. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC). didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. Akhirnya. Rasa ketidakpuasan itu. Melihat kondisi seperti ini. terjadi kembali huru-hara besar. yang kelak diambil oleh Dr. Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam. Pangeran Arya Ranamanggala. menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. Bahkan. terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . agar Sultan Abdulmafakhir. mengadakan huru-hara di pelabuhan. Sementara itu.Sementara itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sikap Mangkubumi sangat mengecewakan. Snouck Hurgronje (Roesjan. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. di antaranya Insan Kamil. pada tanggal 30 Mei 1619. Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni. Peristiwa tersebut. terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur. di kalangan Keraton Surasowan Banten. yaitu Pangeran Mandalika. Mangkubumi terbunuh.

142 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. ia meninggal dunia dalam usia muda. bersikap bebas.Sultan Abdulmafakhir. bagi Kesultanan Surasowan Banten. ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. E. Pangeran Raja. sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dilanjutkan oleh cucunya. sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. pada tahun 1650. Perjanjian itu. Pangeran Lor. Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir. akan tetapi. adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah. Kesepakatan perdagangan. SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651). dan 5. Tahta Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak. penguasa Kesultanan Surasowan Banten. Pada tahun 1640. Pada tahun 1645. putera mahkota. la seorang Sultan yang cepat tanggap. kedudukan Sultan Anom. ia mencapai perjanjian perdagangan. . Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. 4. 2. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia. Pangeran Surya. Selanjutnya. diserahkan kepada Pangeran Surya. Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari.Gelar ini diperolehnya. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. Akan tetapi. Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. diangkat menjadi Sultan Anom. Abdulma'ali. menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat. 3. Begitu juga dengan putera mahkotanya. antara lain: 1. tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. Ratu Pembayun. Sultan Abdulmafakhir. sering "terjun ke lapangan". merupakan masa kemakmuran. Pangeran Arya Kulon.

Ratu Inten. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. Pangeran Kidul. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya. Pangeran Wetan. Pangeran Kilen. dari manapun asalnya. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya. Oleh karena itu.Pangeran Surya. 3. yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. yaitu: 1. 4. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. merupakan pekerjaan yang sulit. dan Ratu Tinumpuk. dan 4. 3. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. 2. Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. Serta empat orang saudara seayah. Terhadap Kompeni Belanda. bahkan kemungkinan besar akan gagal". yaitu: 1. sebagai pejabat tinggi negara. 2. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. Pangeran Raja. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah. melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. Pangeran Lor. Antara lain. empat orang saudara kandungnya. Ratu Kulon. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. baik orang-orangnya.

satuan-satuan armada kecil. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. dalam satuan-satuan kecil. Di darat. Untuk memenuhi strategi itu. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Akan tetapi. yaitu sebelah Timur Cisadane. supaya kapal-kapal itu.1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan. Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. pasukan patroli Kompeni Belanda. Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. dan 2. Pasukan "gerak cepat" itulah. Sebagai catatan. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. Setidaknya. beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda. Padahal Kompeni Belanda berharap. Panembahan Hasanuddin. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. terlihat watak maritim Banten murni. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya. dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian". satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. Semua aksi-aksinya. disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Tujuannya. kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. tidak akan pernah sampai ke Batavia. kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. setiap ada kesempatan. menurut perjanjian 1645. 2. Di wilayah perbatasan. Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. harus dipotong. yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir. Jalur angkutan laut. tanpa basis yang tetap (gerilya). Mengenai satuan tempur di darat. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. dan menghancurkan kilang penggilingan gula. dan 3. memusnahkan tanaman tebu. Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kompeni Belanda. Di laut. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur. harus dipancing keluar dari sarangnya. yang tidak diinginkannya.

Baik van Goens maupun Speelman. Trio itulah. dan Speelman. ulet. adalah hasil dari buah tangannya. Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. Anthony Van Diemen (1636 -1645). sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. yang membantu Dewan Hindia Belanda.dalam "pembaharuan perjanjian". 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . Maetsuycker tidak senang bertualang. dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678). mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten. sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara. yaitu: mahir menjadi pedagang. yang tidak bertahan lama. sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati". Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. pada tahun 1653. adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. Mereka mendorong. dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan. ia mempunyai dua orang kawan. kecuali untuk berburu di luar tembok kota. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". telah memenuhi persyaratan. yang sekaligus menjadi penasihatnya. karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting). yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. sangat puas atas prestasi Maetsuycker. yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. van Goens. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. Akan tetapi. sebagai sumber pangan. saling mengisi dalam watak dan pendapat. kedua penasihat Maetsuycker. Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. dan pandai bergaul. Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. "Statuten Van Batavia". la terkenal cerdas. Maetsuycker. telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda. yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. sejak masa GJ. Maetsuycker. yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. Untuk mencapai tujuannya. Sultan Abdulfatah. Menurut pandangan mereka. menggantikan Carel Reynierszoon. merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebagai ahli hukum. selanu 30 tahun. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. Para Direktur Kompeni di tanah airnya.

dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. 3. mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. Karena merasa lemah di sektor darat. sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. Ancaman dari darat inilah. tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. Untuk memenuhi keperluan tersebut. bersedia membuka jalur perundingan. maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. Sebab di laut. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. yang berdasarkan kelompok etluk. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. membawa usul "perdamaian". Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. menginginkan Maetsuycker. dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. Padahal. Kompeni Belanda mengambil prakarsa. van Goens dan Speelman. Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat. Sampai akhir tahun 1656. hampir berhasil.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Banten harus membayar kerugian perang. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar". Sultan Abdulfatah. dilakukan sampai beberapa kali. Menjelang akhir masa perjanjian. perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. baik di darat maupun di laut. dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten. Kedua belah pihak. Pada tanggal 29 April 1658. agar ia bertindak lebih keras. utusan Kompeni Belanda. 4. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. Pertukaran nota. 5. Sebab secara pribadi. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. Pada tahun 1657. sebanyak 10 pasal: 1. berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . 6. sambil membawa usul-usul baru dari mereka. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. 2. Akan tetapi. harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing. Terhadap tindakan itu. atas biaya dari Banten. Kesultanan Surasowan Banten. derigan membentuk pasukan "pribumi". Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya.Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten.

Sebagai jawabannya. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar. Sultan Abdulfatah menuntut: 1. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini. peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten. bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. yang dinilai sangat tidak adil. 10. agar orang Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena: 1. yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". Perbatasan Banten dan Batavia. Sultan Abdulfatah menegaskan. diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen. agar orang Banten. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat. (Michrob. secara bebas dapat membeli meriam. Tuntutan yang pertama. 2. yang telah diperolehnya. 9. maka sebagal imbalannya. harus dikembalikan ke Banten. Tuntutan yang kedua. Setiap orang Banten yang ada di Batavia. Oleh karena itu. ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan. pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. pada tanggal 11 Mei 1658. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten. Sultan Abdulfatah sangat faham. agar "bunuh diri". warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. demikian juga sebaliknya 8. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut. Menuntut.1993:137). merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. Penolakan tersebut. sebagai imbalan. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. Sebab. Menuntut. artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. peralatan-peralatan yang dimaksud. berarti menyulut sumbu perang terbuka. 147 | S e j a r a h K e r a j a a n .7. 2. Seperti yang telah diduga sebelumnya. Dengan tegas.

yang masing-masing diberi nama. dipusatkan di sekitar pelabuhan. di perairan Pontang. di perairan Tangerang. jenis canon (meriam besar). Ratu Bagus Wiranatapada. 4. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang. sebuah satuan tempur darat. Dengan melalui jalan darat. Tumenggung Wirajurit. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. di perairan Labuhan Ratu. mulai memuntahkah tembakan salvo. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing.000 orang. Suranubaya. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. 2. Sultan Abdulfatah memerintahkan. 5. di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). Akan tetapi. Arya Suryanata. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. Pertempuran sengit itu. 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . di sekitar Pulodua dan Pulolima. Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. Oleh karena itu. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. Hal ini dilakukan. berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. Ratu Bagus Singandaru. Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. karena dalam rangka blokadenya. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan. Sedangkan satuan Artileri Banten. 1. Selain itu. Sepuluh di antaranya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. selalu "berkeliaran". dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. perairan Selat Sunda. Si Muntab dan Si Kalantaka. di perairan Karawang. tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. Pertahanan ibukota. dengan kekuatan 60 meriam. balasan dari pasukan ardleri Banten. agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. ditempatkan di pantai Caringin. untuk menjaga serangan dari laut. setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. selama 9 hari. yang menyebar di sekitar pelabuhan.Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. 3. Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik. Kapal-kapal Kompeni Belanda. di perairan Tanara. berlangsung sampai senja hari. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5.

kemudian memeluk agama Islam. dari pasar Batavia. Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. dipandang sebagai ancaman baru. titik berat dari perjanjian itu. dari kedua belah pihak. telah banyak korban yang jatuh. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur. pada tanggal 10 Juli 1659. Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. karena pihak Kompeni Belanda. Akhirnya. adalah: pengukuhan garis perbatasan. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. akan ditangkap. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten. tidak menuntut hak monopoli. oleh Kompeni Belanda. yang sudah memerlukan istirahat. Di Batavia. harus dikembalikan ke Batavia. Pimpinan baru. Sultan Abdulfatah. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia. armada Kompeni Belanda. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. sepanjang sungai Cisadane. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker. dan Kesultanan Surasowan Banten. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. Sebetulnya. Kompeni Belanda hanya mampu bertahan. Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. Oleh karena itu. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. Kemudian Sayid Ali. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. untuk mengadakan penyegaran pasukan. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. menuju ke laut lepas. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. untuk menggantikan sebagian pasukan lama. Sementara itu. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perundingan berlangsung di Batavia. Mereka dibekali pasukan baru. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. di garis depan Angke-Tangerang. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah. terjadi stagnasi. bertindak atas nama Sultan Jambi.Sebelum malam tiba. Bagi orang Kompeni Belanda. Melihat kenyataan ini. diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. tentang hak membeli senjata dari Batavia. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. Padahal.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebab. tanpa alasan yang sah.

bahwa para gerilyawan Banten. dengan cara mencari setiap kelemahan. tetap diperbolehkan dibuka. Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". Sebab. F. Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing. sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata". Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dapat menyitanya. bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi. Strategi Sultan Abdulfatah ini. bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat.Sebagai catatan. tidak dikenakan bea pelabuhan. untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n . petugas pemeriksa dari pihak Banten. kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. Bahkan bila dianggap layak. ada barang yang dianggap terlarang. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. akan diberi gelar kebangsawanan. Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. Kemudian. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat". atas permintaan kepala perwakilannya. atau terpaksa singgah karena memerlukan air. antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. Kelak terbukti. Bila dalam kapal Kompeni itu. biaya pemeliharaan kantor tersebut. yang selalu memanfaatkan kesempatan. dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. antara lain sebagai berikut: 1. telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya. Bahkan. dengan bayaran tinggi. Kemudian. 2. ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak.

Oleh karena itu. atau. masyarakat dianjurkan mencetak sawah. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda. banyak mernakan biaya yang amat tinggi. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada saat perang berlangsung. Di sebelah kiri dan kanan saluran. dibuat sepanjang jalan lama. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. sepanjang saluran yang baru. bahwa "Banten harus ditundukan. Hal ini disebabkan. dalam tempo 9 hari perjalanan. tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. Posko pertahanan sebelah timur ini. untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu. telah banyak hal yang terabaikan. Salah satunya. tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. Strategi ini. karena beban logistik yang terlalu berat. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal. tujuan Sultan Banten yang tangguh itu. dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang.000 jiwa. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. bahkan dihancur-lumatkan. sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. bahwa pembuatan saluran tersebut. selain letaknya yang jauh. Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah. yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil.tujuannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kedua. Dengan demikian. Saluran itu. Kompeni Belanda menyadari. karena terletak cukup jauh dari pantai. Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. Sebab selama perang berlangsung. Dibangun saluran secara berantai. kepada atasannya di Netherland. Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. antara lain sebagai berikut: Pertama. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun. Kompeni yang akan lenyap". pada tanggal 31 Januari 1679. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui. juga sarana perhubungannya sulit. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6.

dihuni petani biasa (bukan tentara). dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus. Banten pun merupakan sebuah negara maritim. 152 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dengan demikian. 2. Sultan Abdulfatah. yaitu: 1. Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). Kecemasan pihak Kompeni Belanda. sebanyak 500 orang ke Muara Beres. ke sebelah timur dari Wales. Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda. pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". Terbukti. dan mereka dianggap "tidak berbahaya". koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru. terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). Ketika pecah perang. Mata-mata Banten mendapatkan. Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris.Kesultanan Surasowan Banten. atau ke arah tenggara Muara Beres. Dari orang EIC. untuk mengepung benteng Batavia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. Muara Beres. Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. pos terdepan pasukan Banten. Di Muara Beres. dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional. bahwa pemukiman orang Mataram itu. telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan.000 orang. dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten. dengan kekuatan 4. yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672. Dari Wales. tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland. yang menuju Batavia. yang mengirimkan koloni petaninya. Selain pembangunan fisik. Peningkatan ekspor. Alih teknologi. sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. Sultan Abdulfatah. 3. Sebab. dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). ia memperoleh informasi rahasia. Banyak di antaranya.

pada tahun 1671. untuk menghindari pengintaian dari luar. mampu berlayar hingga mencapai Philipina. ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan. Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. Keraton Surasowan. Karena keistimewaan sistem saluran airnya. Dari nama keraton itulah. De Haan berpendapat. Negeri Belanda. dengan nama Tubagus Wiraguna. keraton itu dilaporkan bercorak modern. yang cukup tebal. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. 1996: 303). Benggala dan Persia (Iran). Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga. dibuat pula saluran yang cukup lebar. seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk. Dalam sumber Belanda yang sejaman. Melalui kongsi dagangnya. yang memiliki daya jangkau jauh. Selain Istana Surasowan di pusat ibukota. mengundang para teknisi Eropa. Istana yang megah itu. tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. Sultan Abdulfatah. Jejak-jejak tangan teknisi Eropa. bahwa nama tempat itu (Ragunan). tidak jauh dari pantai. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. diberi dinding bata pada kedua tepinya. berbentuk busur. Hal tersebut. Sebagian besar para teknisi Eropa itu. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. ditempatkan menara jaga. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. Jalan masuk menuju komplek Istana. dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. Macao. Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. dilengkapi pancuran dan danau buatan. dilindungi tembok terbuat dari bata merah. bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. Di sekitar tembok benteng. Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan. sekarang). kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten. Pada sudut-sudut benteng. dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan. dan berfungsi sebagai benteng cadangan. merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. dapat ditandatangani tahun 1670. perjanjian dagang antara Banten-Denmark. dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. Kelak.Dalam jalinan persahabatan internasional ini. Seluruh komplek. yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n .

untuk menunaikan ibadah haji. Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai.1977: 159). adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. Peristiwa ini. maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sementara itu. untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . putera mahkota Sultan Haji. Sultan Abu'nasr Abdulkahar. Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri. diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten. dapat saja meletus. Sejak itulah. yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah. di Istana Tirtayasa Selanjutnya. berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya. Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. pada tahun 1674. guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik. di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten. diperintahkan oleh ayahnya. pada tanggal 16 Februari 1671. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji. memerlukan waktu 2 tahun. Setiap saat. Sultan Ageng Tirtayasa. Abdulkahar.yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka. Tamat (Naerssen. perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar.

Sultan Ageng Tirtayasa. berturut-turut telah datang ke Banten. untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur. 800 dan 300 orang Makasar. Oleh sebab peristiwa itu. Bantuan senjata dan perbekalan. dalam . Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. Terbukti. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. di antara kedua belah pihak. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. tidak pernah mulus. membuat ia mengambil sikap netral. kehilangan sekutunya di kawasan timur. hubungan Banten dengan Mataram. belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten. Dalam kejadian ini. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. kemudian bergabung dengan laskar Banten. Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. Kedua belah pihak saling membiarkan. Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. Sisa-sisa laskar Makasar. dan kehilangan kebebasannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo. ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. Sementara itu. cenderung mengarah kepada permusuhan. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. Dalam perjanjian Bongaya (1667). dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672. Kesultanan Surasowan Banten. agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. Sikapnya yang sangat hati-hati. Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. Karena persaingan itulah. Koloni petani Mataram di Karawang. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu. banyak yang menyingkir. diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker. Saran van Goens dan Speeltnan. Kekhawatirannya. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar. bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. bila salah satu pihak diancam Kompeni.Hal yang meredakan ketegangan. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. bukan saja orang Makasar yang ada di Banten.

Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. Akibat peristiwa itulah. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. putera Panembahan Girilaya yang bungsu. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. sebagai Sultan Sepuh. kedua orang kakaknya. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah. Menggunakan kapal perang Banten pula. merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. Sebagaimana telah dikemukakan. Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. akan mengambil sikap netral. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. Sultan Ageng Tirtayasa. dapat dipererat kembali. untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. karena alasan politik. Oleh sebab itulah. Mereka hanya menjanjikan. Selain itu. buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. yang telah lama retak. mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. juga puteri Mataram. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo. Ibunda Amangkurat I. adalah kemenakan Panembahan Ratu. tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya. Menggunakan kapal itu pula. Masing-masing. telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak mungkin dipenuhi. Panembahan Girilaya. Mereka bersama ayahnya. 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam peristiwa itu. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. Hanya saja. Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. ibu dan isteri-isteri mereka. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. dengan keraton Mataram. Kesultanan Surasowan Banten. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri.Peristiwa pemberontakan Trunojoyo.

Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. putera mahkota Mataram. 157 | S e j a r a h K e r a j a a n . langsung menyerbu ibukota Mataram. Karena peristiwa itulah. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. serta berhasil merebut dan mendudukinya. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. penumpasan gerakan Trunojoyo itu. namun ditolak oleh Trunojoyo. la berkirim pesan kepada Speelman. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom. dengan tujuan mendapatkan wilayah. Selanjutnya. termasuk mahkota Majapahit. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . setelah Trunojoyo tertawan. segera dilumpuhkan. Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland. supaya Trunojoyo beserta sekutunya. Akibat serbuan Trunojoyo. Berdasarkan pertemuan itulah. dan menyerang Arosbaya di Madura. menyeberangi Selat Madura.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. pada bulan Oktober 1677. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. Akan tetapi. Pada tanggal 2 Juli 1677. Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. Sebagai penggantinya. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. Pusaka-pusaka Mataram. tidak meneruskan gerakannya. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. sebagai tebusan biaya perang. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. yang selalu hati-hati. Speelinan pun mengusulkan. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. Speelman kembali ke Japara. sama-sama penganut garis keras. Selanjutnya. ia beserta mahkota Majapahit. Akan tetapi. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. Gubemur Jenderal Maetsuycker. Selain itu. Maetsuycker yang semula bersikap netral. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. karena menganggap sebagai konflik intern keraton. melainkan oleh Kompeni Belanda. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. tidak menerima usul tersebut. Akan tetapi.

dengan mengerahkan 300 orang Talaga. sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun. Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. sebagal pembayar hutang biaya perang. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. menyingkirkan para kepala daerah setempat. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656. peluru dan mesiu. yang merupakan wilayah bawahan Banten. pada tahun 1680. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda. senapan. Bupati Sumedang. PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur.F. pada bulan September tahun 1678. dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. Selanjutnya.Kompeni. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. Hubungan dagang Sumedang . Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama. dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung. mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten. namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker. daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. sehingga memperoleh bantuan meriam. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Sebagai langkah awal. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. karena Rangga Gempol III. Rangga Gempol menggempur Sukapura. Parakanmuncung dan Bandung. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. Akhir tahun 1678. melalui Kapten Hartsinck. Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. Situasi baru ini. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya. di bawah pimpinan Wiratanu. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n .

adalah menantu Bupati Bandung. Ambisi Sultan Haji yang amat besar. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. yang berkedudukan di Pamanukan. justeru muncul dalam kesempatan tersebut. dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda. Akan tetapi. Kabupaten Cianjur. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu. Pendudukan Banten atas Sumedang. Secara politis.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. serta orang-orang Belanda lainnya. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram. hanya berlangsung kurang dari dua tahun. peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. Tetapi yang paling membahayakan negara. Sementara itu. Potensinya masih kecil. mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. la labil dalam sikap. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. la senang meniru perilaku orang Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa. di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. mudah terpengaruh bujukan orang. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. di daerah Indramayu. mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan. tanpa kajian yang mendalam. Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677. bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. Akhirnya. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Haji.Cakrayuda. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. Sebab. Rangga Gempol kembali berkuasa. Caeff. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. sehingga bukan merupakan ancaman berarti.

namun lincah dan tak senang diam. Sikap licin seorang pedagang ulung. ia berani mempertaruhkan nyawanya. tetap rawan. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. la tidak berani. menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. terpaksa menahan diri. ia menyusun catatan pertempuran. Dari "tiga serangkai Kompeni". Untuk kepentingan Kompeni. terbawa mati. dalam pertempuran di laut. tubuhnya kekar. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645. Oleh karena itu. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. Speelman mematangkan situasi. terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. Keamanan kawasan di sekitar Batavia. menjadi penguasa wilayah". Akan tetapi di darat. Rijcklof Volckertsz van Goens. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. la sangat memahami. pasukan Banten masih terlalu tangguh. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. Speelman mengetahui. ia orang Kompeni Tulen. semakin meruncing. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. perunding dan panglima perang. Wajar bila Vlekke dalam bukunya. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. Watak dan keuletan Speehnan. Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. Belanda kelahiran Rotterdam itu. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. Banten. karena gangguan gerilya Banten. dan Perjanjian Japara untuk Mataram. lengkap dengan keadaan politik. telah akrab dengan iklim tropic. Berkat pengalamannya sebagai pedagang. karena ia meninggal pada bulan November 1681. Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten. la cerdas dan cerdik. tanpa persiapan yang benar-benar matang. Pada saat-saat perang sedang berlangsung. Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten. Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akhirnya. Dalam sehari. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam.Kompeni Belanda sudah merasa kesal. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan.

saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". tiba di Pelabuhan Banten. pada tanggal 8 Januari 1681. dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. Van Happel. yang menempati Istana Surasowan. 161 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akan tetapi. Sultan Haji menawarkan perdamaian. padahal di benteng "Batavia". Pertahanan daerah Angke-Tangerang. pada malam 26 Februari 1682. di bawah komando Saint Martin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sehingga. dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. Kapten Tack. Sementara itu. pada tanggal 16 Maret 1682. Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. pasukan bantuan Kompeni Belanda. yang ditempati oleh Sultan Haji. sebagai perunding ulung. Mereka adalah: Kapten Hartsinck. oleh Jacob van Dijck dan Caeff. terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680. Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan. disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia. dan Saint Martin. Speelman mengutus Jacob van Dijck. sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya. dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda.Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan. ialah menghasut Sultan Haji. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. Sistem politik adu domba. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. Padahal. agar lebih berani mengadapi ayahnya. Selanjutnya. membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai". van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. berjalan mulus. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. Dengan dalih. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. di bawah komando Kapten Tack. mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. Tugas van Dijck yang sesungguhnya. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan. komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. Sloot. melainkan sebagai "penolong".

Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. Akan tetapi. di sebelah selatan Tirtayasa. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia. Sedangkan di Tanara. Beberapa hari kemudian. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. Pada tanggal 28 Desember 1682. memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. pasukan darat dan laut Banten. bergerak menuju Tirtayasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan. Di Tanara. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. mundur menuju Tanara. Pasukan gabungan ini. Sementara yang lain menunggu di Sajira. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. Dari ibukota Surasowan. yang berada di Keraton Surasowan. Selanjutnya. pada bulan November 1682. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. berhasil merebut Pontang. utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hartsinck mempersiapkan serangan baru. Pasukan gerilya Banten. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. Saat itu. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. Pada awal Maret 1683. meriam tempur Hartsinck. oleh Sultan Haji. Pada bulan Oktober 1682. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. Serbuan pasukan Hartsinck ini. dengan perhitungan yang matang. Akhirnya. ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji. sehingga terjadi stagnasi. Hingga bulan Agustus 1682. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. yang berisi bujukan dan permohonan. disambut baik dengan penuh rasa hormat. melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack. bergerak menuju ke Tirtayasa. Di tempat itulah. mulai menembus keraton Tirtayasa. mencoba mempertahankan daerah tersebut. Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. memasuki keraton Surasowan. armada darat dan laut Kompeni Belanda. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck.

mereka merasa senang. bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. Sehingga. tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. Bahkan. Penangkapan itu. Sultan Haji tidak berdaya. ialah musuh besar Kompeni Belanda. di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. mencoba memodernkan negaranya. bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten. adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. Banten mencapai masa kejayaan. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. Seperti juga raja Makasar. 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Perancis. lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng. Mungkin saja. menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. yang diberikan rakyat Banten kepadanya. Akan tetapi. Tanpa ragu-ragu. Sultan Ageng Tirtayasa. Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa. menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. Selanjutnya dalam catatan Vlekke. Menurut pengamatannya. Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya. Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Akan tetapi. ia menyebutkan. Denmark. Kemungkinan besar. jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan.Keraton Surasowan. dalam berbagai sumber.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa. dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692. dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. Karena terbukti. Pada saat itulah. Sultan Banten. la dihormati dan disegani oleh lawannya. telah berhasil memikat para pedagang Inggris. sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda.

pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. Satu tahun lamanya. pada tahun 1677. Disertai salah satu kapal milik Banten. berada pada titik puncaknya. Dalam tahap permulaan. mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. Oleh sebab itu. Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. melonjak naik. dari sumber-sumber yang ada. bukan sebagai "bangsawan niaga". atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka. Padahal. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. la pun menuntut hak. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten. Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . Para pedangan India. Cina dan Arab. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. terdapat kesimpang-siuran. Orang berkata. akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. Mungkin penunjukkan tahun 1672. putera mahkota (Sultan Haji). sebelum kedatangan orang Portugis. setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”. Benggala dan Persia. Muhammad Ismail. Sultan Ageng Tirtayasa. Serang. penerbit Saudara. yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). dipimpin oleh para nakhoda Eropa. ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983). dari manapun asalnya. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. Macao. untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. melakukan pelayaran ke Philipina. berakhir pada tahun 1683. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. melanjutkan perjuangannya secara gerilya. Kesadaran politik inilah. Akibat peristiwa penangkapan tersebut. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. Sultan Haji mengira. oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. Hal itu justeru tetjadi.Atas bantuan orang-orang Eropa. sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob.

3. dibentuk tim. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. jumlah korban pada pihak musuh. Salah satunya. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. tanggal 8 April 1985.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. tingkat volume lama perjuangan. (Anggota). G. Pada tahun 1985. Adik Sultan Haji. yaitu Pangeran Sake. No. untuk meneliti. antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . artistik. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional. diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi. terdiri dari: Prof. Tim inti itu. No. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18. dan Drs. jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Setelah dilakukan penelusuran. Sprin. putera Pangeran Sake. edukatif. ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. berdasarkan. luas wilayah perjuangan. politis. Skep/182/N/1985. Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). Dr. psikologis. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984. Ekadjati (Ketua). Saini K.direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. yaitu Tubagus Mustafa. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa.M. 5. Drs. dan dukungan rakyat. penelitian. 2. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya. dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda. kesulitan yang dialami. Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah. Karena nilai-nilai kepahlawanannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa. Saleh Danasasmita (Anggota). dan lain-lain. Edi S. Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. 4.

Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi). terukir oleh tinta emas sejarah.1. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia.A. 7. Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi). la raja yang bijaksana. Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810). yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. Raden Alit Prawatasari. dan 3. Kini diorama dan patungnya. Sri Baduga Maharaja. gagah berani. Perlawanan Bupati Sumedang R. 4. raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi. Perlawanan rakyat Banten. 5. raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. 8.T. di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819). Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723). terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). 2.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. Ketiga tokoh tersebut. 6. *** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683). Bagus Rangin. 2. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi). Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon. dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Dari hasil seleksi pada waktu itu. terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah. Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. antara lain: 1. 3. Sultan Ageng Tirtayasa.

MELACAK RAJATAPURA I. dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta. Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten. dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot. kecuali satu. untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme.1996:101). ternyata sebuah yoni. dua pakar yang terkenal. yang menggambarkan Brahma. sekalipun orang Cina berkeberatan. Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana. bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara. Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci. meniru bentuk janggut patung Agastya. Agastya. Arca itu. Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie.BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI . diangkut ke museum pula. Durga dan Ganesha.1984: 29). pada paro pertama abad ke-19. kendi itu dihilangkan. Beberapa bulan kemudian arca itu. karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel. 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap. antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya. Siwa. Pada wayang Kumbayana. semuanya dikirim ke Batavia. Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang. Brumund dan Van Hoevell. menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali. penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan. Beberapa puluh tahun kemudian.

1850. telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka. Pada berbagai singkapan. Halwany Michrob. dalam Guillot. tuffa. menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain. maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok. Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung. bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara. antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. kemudian dibahas oleh Yogaswara. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya. dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich. yang terletak di pesisir barat Pandeglang.1993: 33). Pada materi yang sama.500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite. apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang. Sayangnya. tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda. 1996. Pemujaan terhadap Agastya. mengemukakan pendapatnya. Kedua-duanya. Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M). kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut.Boleh jadi. antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. 104). dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n . luasnya sekitar 17.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993). adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu. bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles). ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda. Bila dikaji lebih dalam. ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari.

Bahkan dalam hasil penelitian lainnya. dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman. seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli. mengisyaratkan. Ketika bapaknya datang kepadanya. dikatakannya kepadanya. Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526. Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik.1996: 106). Dalam pada itu.1894 dalam Guillot. sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur. Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat. Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan. Selanjutnya. dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya. Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara. (1996). sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya.daerah ujung selatan Surnatera. bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah. 1984: 3334).1983: 33). Dengan demikian.1993: 33). memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari. di Pulau Panaitan. dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. dalam Michrob. 1978: 38). Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari. II. dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan. MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah. karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita. Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja.

Batu Kiara Jingkar. Ayam jantan tersebut. antara lain: Batu Sanghiyang Arca. yang dibentuk serupa "makam". Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. Batu Kiara Sarebu. dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi. 170 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung. merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. dahulu kala banyak terdapat pohon kiara. Untuk membuktikan kebenarannya. Pada hemat kami. pipih. Patut disayangkan. air terjun Curug Putri. Batu Sanghiyang Kotok. Kekeramatan batu tersebut. Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. Di lokasi tersebut.19y6. Uniknya. diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja. menurut cerita rakyat. Menurut cerita rakyat. di sekitar puncak Gunung Pulasari. terdapat batu-batu yang dikeramatkan. Batu Cangkrung. Batu Kiara Jingkar. Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung. Air Terjun Curug Putri. air di atas permukaan yang cekung tersebut. menurut cerita rakyat. dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah. Menurut cerita rakyat Cilentung.100). Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari. Menurut cerita rakyat. tidak pernah kering. ada semacam "gambar" ayam jantan. Di lokasi Batu Kiara Sarebu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu. ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa.dicari". oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa". konon milik Maulana Hasanuddin. tebal 10 centimeter. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor. Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. yang berserak di bawah cucuran air terjun. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut. Batu Cangkrung. sehingga dapat menampung air (nyangkrung). terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi.

1996). Hal itu. pada ketinggian antara 1. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot. sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. membujur arah timur-barat. dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. Uniknya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir. mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari. lengan-lengan dan kelamin lelaki. Makam yang pertama. terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam". dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam.346 meter di atas permukaan laut. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. Bahkan batu-batuan yang ditemukan. Selain tempat-tempat keramat biasa. Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. Di lokasi puncak Roncang Omas. Makam yang satunya lagi. kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. Di lokasi itu. Di lokasi puncak Rincik Manik. akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. kelihatan pula. nampak gosong. Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di bagian lain. ketika diukur menggunaltan kompas. berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala. dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik. dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat.Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari. tetapi hampir tidak menonjol. Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal.300 meter hingga 1. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. yang ditinggallkan wisatawan lokal. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. banyak sampah-sampah berserakan. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. Di lokasi puncak Rincik Manik. Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut. terdapat dua tempat yang dikeramatkan. membujur arah utara-selatan. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. Mungkin.

"primitif" dan "kampungan". Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda. dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja". dikemukakan antara lain sebagai berikut: . Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs.. tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot. karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek.bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang.1996:100). antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri. Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar. Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri. Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang. yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek.. Haris Sukendar. mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur). Mungkin Guillot kecewa. 1981/1982: 247). Jawa Barat. Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1. dan belum dikerjakan (Sukendar. Di daerah Lampung. menerangkan makna dan fungsi menhir. dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938)./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n .1985: 92). dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia.

Mereka memohon kepada nenek-moyang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas. Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik. lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan. yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang. yang menjadi tujuan terakhir. ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu. yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda. Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya. Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran.1984: 42). dengan mengucapkan mantra.. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali. bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n . mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme. banyak sekali. Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka. namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte. terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir. tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan.. Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai. rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya.wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//. Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang". mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu. Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan. Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu. Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung. Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa.

juga Gunung Aseupan. Sanghiyang Dengdek. 8. Batu Pahoman. Desa Pasirpeuteuy. kerikil dari letusan gunung. Batu Cihanjuran. oleh arus deras sungai Cibama. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang. Gunung Pulasari. Posisi di puncak Gunung Pulasari. Batu Goong. Desa Sanghyangdengdek. jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. 4. sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. Kecamatan Cadasari. 2. lokasi di mata air Cihanjuran. Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. Cicaringin dan Cibangangah. 6. Lokasi di Desa Batulingga. Sanghiyang Arca. Sanghyang Healeut. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. Lokasi di Desa Banjarnegara. 5. pada masa 2000 tahun yang silam. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut. Lokasi di Desa Sukasari. Berdasarkan kajian geografi sejarah. keadaan pantai barat Pandeglang. 3. terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud.1984: 42). yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat".nenek-moyang. Kecamatan Banjar. membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. Kecamatan Menes. Kecamatan Saketi. Kecamatan Saketi. dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). Makam Gunung Cupu. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. Lokasi di Kampung Pahoman. Gunung Karang. Lokasi di Desa Gunungcupu. 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. Cilabuan. Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. Desa Cikoneng. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. Kecamatan Mandalawangi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kecamatan Cimanuk. Jumlah 3 buah menhir. Dihitung secara geologis. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. Batu Rincik Manik. 7. debu. Batu Lingga. antara lain berupa menhir: 1. Terhanyutnya pasir. 9. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada. Lokasi di Kampung Kaduhejo. Kecamatan Saketi.

Batu Kuda I. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan. Hal ini diperkuat oleh laporan RA. Lokasi di Kampung Cibulakan. 2.A. Lokasi di Kampung Cidaresi. Kecamatan Cimanuk. Batu Keris dan Bata Teko. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk. Kecamatan Saketi. 12. Bupati Serang tahun 1908. 7. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . diduga memiliki nilai kepurbakalaan. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy. 11. Batu Kuda II. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Desa Parigi. 2. Kampung Sampalan. Batu Cangkrung. Di kawasan Popinsi Banten. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk. Lokasi di Kampung Baturanjang. Kecamatan Cimanuk. di antaranya: 1. masih terdapat gejala religi "agama masa silam". 3. ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen. 8. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi. Djajadiningrat.1929: 47). Kecamatan Cimanuk. Kecamatan Saketi. antara lain: 1. 6. Kecamatan Saketi. Lokasi di Desa Parigi. Kecamatan Cimanuk. dalam laporan resminya (1908 no. Batu Tongtrong. Batu Sanghiyang Kotok. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain. Batu Pangasaman. Batu Kasur. Batu Pangsalatan. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. Lokasi di Desa Palanyar. antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. Desa Palanyar. Lokasi di Desa Sukasari. Batu Notod. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. Kecamatan Cimanuk. 1786. Lokasi di Desa Parigi. Batu Qur'an. Batu Ranjang. dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal). Batu Tumbung. Kecamatan Mandalawangi. 4. 10. 9. Lokasi di Desa Saketi. Desa Palanyar. van Tricht. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Batu Saketeng. Batu Kolam Citaman. orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. 3.A.III. Kecamatan Menes. 5.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kecamatan Saketi. Lokasi di Kampung Nembol.

Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten. antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen. van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy.1984: 43). bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha. Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku. sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan. dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. Namun. Walaupun kurang terdapat keterangan terinci. tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya. Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa. watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis. Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada.1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. Bagi mereka. namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902). Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna. diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993). dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan. berupa peninggalan dari masa pra-Hindu. dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak. akrab. antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir. Keterangan peninggalan tersebut. Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis. Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima.

niskala = gaib). jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme. Sang Pencipta Roh. Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita. dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma. Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter. mengemukakan pendapatnya. Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari. Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. Jadi hiyang-lah yang paling tinggi. 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar. terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur).j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. kemungkinan ada unsur kesengajaan. dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek. akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). kemungkinan besar pernah tersingkir. peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang). sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . "ratu bakti di dewata.pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm. 1984:41). Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan. Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. Tidak menutup kemungkinan. Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna. Wisnu. dewata tunduk kepada hiyang). Iswara.1993: 5-6). yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan". yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot. Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. Kemungkinan-kemungkinan itulah. Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob. Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala. sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja". maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib).

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan. Kekunoan arca-arca tersebut. Karena sekalian warga masyarakat. mengusahakan pelayanan.. Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan. Ada yang memuja Siwa-Wisnu. Ada yang memuja Hyang Ganayana.. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa. yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari". Sang Raja membuat candi. Ada yang memuja Hyang Siwa.. juga Hyang Wisnudewa.warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//. menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai. ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta.. Adapun mata pencaharian warga masyarakat. bertani dan sebagainya. Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya. Anutan mereka sekalian Waisnawa. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot. sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda.// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/. Golongan ini banyak pengikutnya. di antaranya berburu di hutan pegunungan. . mengharapkan hidup lanjut dan selamat. berdagang. Sanghyang Agatna senantiasa dihormati. Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n .. Oleh karena kekunoannya itulah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dipelihara dan sangatlah baik karenanya..

sehingga hilang keunikan tempat asalnya. hingga mencapai 8-9 kilometer. beserta beberapa arca lain yang bergaya lama. Guillot menjelaskan. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah). pada bagian lain. menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). dan bahkan nama kerajaan itu. Oleh karena itu. Saleh Danasasmita. Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia. sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut. sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu. berada tepat di pantai. memberikan kepastian lokasi.1984:13). Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850. telah ditemukan di daerah Banten. Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot. sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita. Akan tetapi. di bagian Pulau Jawa yang paling barat. Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga).1996:108). dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane. posisinya jauh dari garis pantai. Kutipan tersebut sangat berharga. daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni. antara abad ke-7 hingga abad ke-11. Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sedangkan Palembang sekarang. yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno.1984). untuk sementara belum dapat dipastikan. ia menulis tentang arca Ganesha. terdapat pada bagian akhir (kesimpulan). antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta. karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang. berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu. Banten sebelum masa Pajajaran.1996:103). penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. Kota Palembang di Sumatera Selatan. Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot.mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)".

bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm. titik terbesar yang berbentuk persegi empat. bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang. posisi kota kecamatan Mandalawangi.garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. saat ini (18 Maret 2001). Di salah sate permukaan batu itu. (terletak) di tepi laut. tinggi 9. berada di pesisir barat Pandeglang. dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura. ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu). Secara kebetulan. terungkap sebagai . Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta". Begitu pula hal yang sama. terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . ditinjau dari segi pertahanan keamanan. Burhan menyebutnya "Batu Peta". lebar 18 cm. di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi). terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta. berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan. Kemungkinan besar. yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari. Kemudian. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938).. bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi.. Setelah dicoba dikaji-bandingkan. didukung oleh pendapat Dedi M. juru pelihara Burhan. halaman 154. kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai. dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara.5 cm). parwa I sarga 1. terindikasi adanya beberapa ketepatan. sangat strategis. Posisi kota Kecamatan Mandalawangi.//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat.. Kemungkinan tersebut. Oleh karena itulah.1980:13).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berada di tengah-tengah. Barmawijaya (akhli geologi).

Oleh karena itu. bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara. 184 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diduga kuat.benteng alam: Gunung Pulasari. posisi Mandalawangi. Gunung Aseupan dan Gunung Karang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful