SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dapat diketahui. sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). Walaupun demikian. naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. halaman yang ditulis: 213 halaman. tebal: 214 halaman. di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah. Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A.5 cm. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang. bahan naskah: Dluwang. halaman: 35. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta. Ukuran. Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988).4. Edi S. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah. Penelitian usia naskah-naskah tersebut. gaya Cirebon. 1 halaman kosong. ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. aksara: Cacarakan.1999:187). 2. Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda. dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman. yaitu halaman awal dan akhir.5 x 27. Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara. yaitu: 1.5 x 27. kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. tinta hitam. sampul: 35. Bahasa: Jawa Cirebon. tulisan: 32 x 22 cm. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor. bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman. Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999). sebagian dari Serang (Yusuf. sudah berusia lebih dari 100 tahun. bentuk: Prosa. menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno. salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu. Kertas sangat kusam kehitam-hitaman. sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno. memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep). 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa.5 cm. Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron. tulisan umumnya masih terbaca.

nama naskah. Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta. bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. dibawa kembali ke negaranya. pencarian sumber dan bahan. sumber. dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. seperti misalnya sejarah. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. dan Sundakuna. Melayukuna. yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna. Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara. tujuan penyusunan. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. pengundangan nara sumber. di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. Menurut Pangeran Wangsakerta. penyusun. banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya. pembentukan panitia. Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Pustaka Carita Parahiyangan. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya. Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. dan kesehatan. Selain itu. di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. alasan penyusunan. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. kepada Sultan Cirebon. yaitu: 1. Di antara mereka itu. Purwaka 2. 4. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan. Kolofon Bagian purwaka. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. hukum. dari daerah lain. parwa dan sarga. Balikuna.1985: 537). Pustaka Nagara Kretabhumi. Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi.3. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). terdiri dari tiga bagian. yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar.

agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. Kata pengantar itu kadang-kadang lebar. dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c. Musyawarah tersebut diadakan. 4. atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman. 3. 4.1985: 530-557). Jaksa Pepitu Cirebon. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. kadang-kadang amat ringkas. Dari kata pengantarnya itulah diketahui. bahwa dalam tahun 1677 M. 2. Pelaksanaannya. Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. 5. Bagian kedua. 1. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta. III. Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang. Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2. karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan. Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. Panitia Pelaksana. Penasehat: 1. d. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya.masalah yang muncul dalam sawala. adalah sebagai berikut: a. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi.

Arab. tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. Kertabumi. Tanjungpura Karawang. Ambon. dari negara tetangga yaitu: Mesir. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. Madura.5. Luragung. Galunggung. Tanjung Nagara. Lwah Gajah. setelah disepakati bersama. Sri Langka. yaitu: Sangga I: Surabaya. Sangga IV: Sumedang. Tanjung Kutai. Barus. ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. Tegal. Tumasik. Semarang. Sangga V: Jambi. Tembayat. Lamongan. Galuh. Rajagaluh. Anggadipraja: duta keliling. Galiyao. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). Perelak. Kuta Lingga. Para Peserta. Talaga. Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. Cirebon. Banten dan Palembang. dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. Balambangan. Imbanagara. Kediri. Bantayan. Pendengar (pangreungeu). Maluku. Demak. Berunai. f. dibuat risalah resmi. Banggawi. Jepara. Seran. Wirasaba. Benggala. d. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. Sangga II: Mataram. Bangka. b. India. Cangkuang. Brebes. e. Rancamaya. Bali. Geresik. Sedayu. Mojoagung. dan Trengganu. Parakan Muncang. Namun di antaranya. dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). Giri dan Sendang Duwur. Lasem. Minangkabau. f. Cina. Nayapati. Sindangkasih. Panarukan. Gurun. Kuningan. Malaka. c. Bagelan. Makasar. undangan dan juru bahasa 6. Ukur. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). Dermayu. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. 7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. Taliwang. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok). Sukapura. Kudus. Tuban. Lamuri. Campa. Tanjung Puri. Pasuruan. Pasai. Losari.

yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing. Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya). bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. tahun wafat raja dan banyak hal lagi.g. IV. Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan. digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. tahun pemerintahan raja-rajanya. tahun berdirinya sesuatu kerajaan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. meletusnya suatu pemberontakan. istri raja. dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. dalam upaya menyusun naskah sejarah. keturunan raja-rajanya. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya. Madura dan Banten.

mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus.Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya. Tetapi mereka memberikan catatan. melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita). terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka. Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan. lebih-lebih dengan para sesepuh. Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya. Karena itu aku menempuh jalan tengah. Lebih. maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi.dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana). tidak lagi dibuat-buat. Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua. Walaupun demikian. Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini. Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka.

Tanggal tersebut. maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karena itu. sebagai para penguasa Cirebon. memang baru dilakukan kemudian. tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini. musyawarah itu telah berlangsung. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah. Dalam jilid yang lain. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang.beserta kerajaannya. Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya. sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya.jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi. kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang. Bila demikian halnya. mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi. Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta. Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. baik secara khusus maupun sambil lalu. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. agamanya. Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. oleh Jaksa Pepitu. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. Dilihat dari gaya tulisannya. Kemudian. Patut disayangkan. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan. Dapat diketahui. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. Penulisan naskah menjadi pustaka. dan Panembahan Anom. la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi.

adalah keterangan Wangsakerta. Alasan kedua ialah. Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan. walaupun tidak dijelaskan. Permasalahannya. Alasan pertama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan Panembahan Kacirebonan). Pangeran Abulfath Abdulfatah. Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. dari orang yang sangat mereka hormati. dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa. yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram. ada dua hal yang menarik. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen). yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara. ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut. Setelah itu. yaitu: 1. 2. Tahun 1676. karena para penyusun memperoleh tugas. ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan). sehingga Karta ibukota Mataram. dan 3. mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662). Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi. Dengan demikian. Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. ialah karena melihat kenyataan. Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n . apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis. berlangsung di Keraton Surasowan Banten. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. Di antara amanat Sultan Sepuh itu. Sultan Kanoman. Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari.terjadi penyerbuan Trunojoyo. bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. Dalam kenyataannya.

Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. pada salah sebuah nisan. kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. Banjarmasin dun Nusa Bali. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. Disana. Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. Dalam ambahan sumber. waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak. Jawa Timur. atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984). Sriwijaya. dekat Bukit Gempol tahun 1528. sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). Bila hal itu tidak mungkin. dengan cara mengkompromikannya. Tatar Sunda. Sedangkan beberapa hal lainnya. Jawa Tengah. Dari naskah-naskah yang terkumpul. dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa). saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun. tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697. Secara runtut berlangsung. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. yang kehadiran makamnya di Desa Leran. masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia. juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja.riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna). dapat dikatagorikan logis. Dalam hal yang demikian. Samudera Pasai. meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga. Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bahkan. Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta. dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. dalam beberapa hal.

dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. dikenal adanya sebuah naskah wawacan. bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon. Sedangkan Dipati Topati. Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. nyaris tidak dikenal oleh umum. tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. tersimpan sebuah dokumen. de Haan dalam buku Priangan II (1912). bahwa berita tersebut "tidak benar".V. van der Meer dan Jan Mulder. Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). dalam pertengahan kedua abad ke-17. Dr. Sebagai Sejarawan Abad XVII. Pada urutan ketiga. Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta. Dalam sumber Kompeni lainnya. pada tanggal 9-11 Maret 1986. berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. tanpa nilai khusus. Di bagian bawah naskah sebelah kiri. Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. tokoh Pangeran Wangsakerta. sebagal salah seorang penguasa Cirebon. Karena kesal. De Haan (1912. Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya. Di lingkungan terbatas kerabat keraton. kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. Catatan Harian Kompeni. ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon). De Haan mengumpat Caeff. sama sekali bukan. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. Di gedung Arsip Nasional. dicantumkan dengan tegas. Menurut Saleh Danasasmita. pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. F. ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I. Dalam naskah tersebut. ternyata benar-benar ada. bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. Tulisan tersebut berupa makalah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Anggadireksa. Dari perkawinan tersebut. Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. Empat tahun kemudian. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. masih sangat kabur. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda. dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. senantiasa ingin merebut Cirebon. Tapi raja Matararn. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. Panembahan Girilaya berputra tiga. kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu. Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama. Setelah Panembahan Ratu wafat. Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. termasuk kedudukannya di Cirebon.Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. Sunan Tegalwangi. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. Singanagara. lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama. Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. pada tahun 1599 Saka (1677 M). yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. dan Nayapati. Dari puteri Mataram. Anggadiprana. Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta. Purbanagara. Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adiknya. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri. Anggaraksa.

Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano.bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten. Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya. 15 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya. tentara Mataram selalu menderita kekalahan. Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten. Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon. menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Pangeran Dipati Anom. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. adiknya. yaitu aku sendiri. Dalam pertempuran di berbagai daerah. Setelah itu putranya. Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. Sementara itu raja Mataram. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Setelah wafat. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi. Susuhunan Amangkurat dan putranya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. Mataram dan Belanda. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akhirnya Panembahan Sepuh. Kutipan di atas. Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon. sehingga dapat menghapus segala kekisruhan. Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat.Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri. Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten. Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon. akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian. Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain. Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda. merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo. Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda. *** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lalu Sultan Banten mewisuda kami. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan.

. dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba). dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto).// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a.. di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah.1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala). Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang. (Wangsakerta. Akan tetapi. Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah. bisa saja terjadi di Tatar Sunda. Sebelum kemungkinan itu terbukti. kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama. antara lain sebagai berikut: .BAGIAN : 2. berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1. PURWAYUGA Sedemikian jauh. permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala. SALAKANAGARA I.

disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni. hanya menggunakan tangan. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. Kemudian. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n .menjadi dingin. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. Di antaranya ada yang menyerupai kera. Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung.000 tahun yang silam.000 tahun sampai 600. Mereka mirip kera. tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan.000. besar dan tinggi sosok tubuhnya. muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya.000 sampai 300. Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. belum ada mahluk hidup. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil. tanpa busana. Beberapa juta tahun kemudian. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. Mereka adalah manusia purba. Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon. terutama di Pulau Jawa. dan hutan Kalimantan (Bakulapura). Kira-kira 1. di lereng gunung dan tepi sungai. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. hutan Makasar. hutan Sumatera. antara 750. permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan. Ada yang tinggal di atas pohon. Ada pula yang seperti raksasa. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan. Kulitnya berwarna gelap. hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. manusia hewan. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. Di daerah lain di Pulau Jawa. karena mereka berlaku seperti setengah hewan.000 tahun yang silam di Nusantara. Akan tetapi. Berjuta juta tahun kemudian. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata. Namun demikian. yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna. kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya.

000 tahun yang silam. pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil. dan Pulau Jawa.000 sampai 50. Sementara itu. tetapi buatannya tidak bagus. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare).000 tahun yang silam. Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40. antara 300.000 tahun yang silam. Selanjutnya. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara. hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa. diburu. 19 | S e j a r a h K e r a j a a n . manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa. Mereka tidak cerdas. Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara. antara 500. saling bunuh di antara sesamanya. dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain.000 sampai 25. berwarna kuit agak gelap. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara. jumlahnya tidak banyak.000 sampai 20. ataupun binatang. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga). Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam. Kira-kira 250.000 tahun yang silam. Sumatera. serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara. tidak banyak berbulu. Senjata dan perabotannya terbuat dari batu. mahluk jenis inipun akhimya punah. di Sumatera. Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia. Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas. Ke dalam zaman tersebut. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil. Seterusnya. musuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya.000 tahun yang silam. Mereka hidup antara 50.000 sampai 300.Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga). Akan tetapi bertubuh lebih kecil.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

tumbuhan. Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. gunung. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. memberi berkah. sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. melindungi adat. mengharap terlepas dari penderitaan. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. pohon besar. Singkatnya. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. arwah leluhur. dan rempah-rempah. Makanan sehari-harinya adalah daging. matahari. Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. Anak. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi. mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. menguasai berbagai ilmu mantera. selalu bertapa. Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. Sang Panghulu yaitu Sang Datu. siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. Untuk sementara. buah-buahan. tunas. darah. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. Karena itulah. dan daging hasil buruan.Akibatnya. bulan dan bintang. hampir sama seperti di negeri asal mereka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengalahkan musuhnya. ikan. daundaunan. Lama kelamaan. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap. dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung. Setibanya di sini. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). tunas. masing-masing membuat rumah. sungai. umbi-umbian. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. mereka menderita kekurangan makanan. Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. melaksanakan sembah-hiyang. Rumah mereka itu berderet. dan keluarga. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. Mereka berburu hewan. mengharapkan berumur panjang. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. cucu. lalu menetap di sana. kayu. batu.

serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. gempa bumi. perak. mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang. Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. tentang hewan. membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran. tentang tanah. dan perahu dengan baik. telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). membuat api dengan batu api dan besi. ukuran. musim hujan. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga). kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. Kaum pendatang kelompok ini. lalu ilmu tentang rempah-rempah. Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang. kesengsaraan. makanan. Zaman ini. serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari. permata. tiba kira-kira tahun 1. Di samping itu. serta membuat aneka obat-obatan.lukisan menurut kehendak masing-masing. Sebaliknya. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). pendatang baru makin lama makin banyak. hutan dan gunung. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. tumbuhan. manik. ilmu tentang hutan. telah mengenal emas. Akan tetapi. serta membuat wayang dari kulit diukir. Kaum pribumi itu selalu kalah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . Terjadilah pengungsian besar-besaran. mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). akan ditangkap dan dibunuh. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. dan ilmu memanah (dhanurweda). menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. tentang gunung. musim kemarau. hari. Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). sedangkan batu-batuan dan tulang. dan kenistaan bagi orang pribumi. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. Kaum pribumi. karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. segera dikalahkan. tentang ucapan. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. merasa terhina dan sangat takut.600 sebelum tarikh Saka. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan. karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi.

ia berdiam di dukuh di tepi sungai. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem. Ki Pawang Sawer. USA). menurut para akhli. Sang Aki Bajulpakel. Selanjutnya. namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya.…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. Sedarrgkan Yunnan sendiri. Yu-wan dalam bahasa Cina. 1980. yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. berdiaiu di wilayah Langkasuka. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. dalam naskah tersebut dikemukakan. merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang. terdapat sebuah kota kecil Yu-wan. yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. putera Ki Srengga namanya. putera Datuk Pawang Marga namanya. putera Datuk Waling namanva. Selanjutnya Aki Dungkul. di wilayah Propinsi Yunnan. yang berdiam di pulau Hujung Mendini. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Oleh karena itu. putera Ki Pawang Sawer namanya. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. Datuk Banda putera Nesan namanya. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. Ki Bagang. yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. Datuk Pawang Marga. kota Yu-wan. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi.

Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. perilaku mengenai alat penukar. orang yang datang baru bertambah banyak. Golongan pribumi senantiasa dihinakan. Wayang. juga membuat berbagai obat-obatan. manik. ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru. kristal. yang dijadikan makanan sehari-hari. Selanjumya. berbagai tumbuh-tumbuhan. ialah membuat senjata dari besi. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana. karena bodoh. Karena orang pendatang baru. India dan Burma (Myanmar). membuat perlengkapan perang dari besi. di puncak Himalaya pada saat musim semi. gunung. yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita. pengetahuan tentang laut. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. segalanya terbelakang. juga emas. tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh. Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. pengetahuan tentang hari. berbagai perkakas dari besi.000 depa). pengetahuan tentang berbagai binatang. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya. Penyebabnya. Mengembara di hutan dan gunung-gunung. perak. 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . akibat pencairan es. tentang makanan yang lezat. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. IV. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. gempa bumi. Mereka menanam padi. kendaraan. dibuat dari kulit yang diukir. pengetahuan tentang memanah. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100. Mereka telah mampu membuat rumah besar. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. (musim) penghujan dan kemarau. dan pengetahuan tentang tutur kata. juga pengetahuan tentang tanah. begitu pula membuat perahu bagus. berkeliaran tanpa tujuan. Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. Biarpun sering melawan. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. Kenyataannya. menimbulkan gempa tektonik. Adanya benturan dua lempeng tersebut.arah barat di wilayah Kashmir.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

di pulau-pulau Nusantara. Di antaranya ada yang bermusuhan. seperti yang telah terjadi di negeri asalnya. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan. Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut.nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak. yang sangat banyak berdatangan di sini. Dua wangsa inilah. Mereka senantiasa datang di sini. dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil. yang tiba di Pulau Jawa. maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. Di antara mereka. negeri Gaudi. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). 30 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di sini. ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya. yang menjadi pribumi tiap dusun. atau tidak jauh dari muara sungai. terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat. Dukuh besar ada di tepi laut. tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). Terutama para pendatang. negeri Cina dan sebagainya. Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). Dengan demikian. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan. ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. telah banyak golongan warga masyarakat. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. negeri Singhala. Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. Permulaan pertama tahun Saka. dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya. Tetapi. Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara. ada yang kecil. Dukuh itu ada yang besar. banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). yang banyak datang dari negeri Bharata (India). tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat).

Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. Kota besar lainnya lagi. dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. masuk pula dalam wilayahnya. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti.namanya terkenal. sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). Agrabhintapura.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 31 | S e j a r a h K e r a j a a n . disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. Oleh karena itu. dengan nama nobat. Nusa Api (Krakatau). sedangkan isterinya. namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). dijaga oleh pasukan Dewawarman. karena mereka telah menjadi penduduk di situ.daerah sepanjang pantainya. dan pesisir Sumatera bagian selatan. dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. serta barang barang lainnya. Sedangkan adiknya yang lain. Syangka. lalu beranak pinak. Setelah Aki Tirem wafat. Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. Dewawarman ini. Bumi Sopala. Pohaci Larasati menjadi permaisuri. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). Beberapa tahun sebelumnya. dan Abasid (Mesopotamia). diperisteri oleh Sang Dewawarman. Dewawarman dan pasukannya. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain. adik Dewawarman. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. Demikian pula para pengikut Dewawarman. puteri Sang Aki Luhur Mulya. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. sebab jalur ini merupakan gerbang laut. Daerah kekuasaan Salakanagara. Selanjutnya. tidak ingin kembali ke negerinya. daerah. Yawana. China. Dewi Dwanu Rahayu. harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini. Tatkala Aki Tirem sakit. sebelum meninggal. ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. Oleh karena itu. Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu. Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak.

ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri.238 Masehi). Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi). yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya. Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi. Dari perkawinannya dengan puteri India. dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 . yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 . Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka). Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. Anak yang tertua. laki-laki bemama Gopala Jayengrana. ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka). 32 | S e j a r a h K e r a j a a n . Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara. Kelak. Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. Yang kelima. Dari perkawinan ini lahir seorang putera. Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah. Yang keempat.252 Masehi). Yang kedua. Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana. la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 . laki-laki. putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan). Pada masa pemerintahannya. yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur. sang rani. la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi. ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi.VI. yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya. la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .308 Masehi). Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi. Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV. Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. terjadi serangan bajak laut dari negeri China. Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun.

sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman. datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit. Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara. ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. puteri sulung Dewawarman VII. Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara. Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India. bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya.seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. Akan tetapi. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI. karena ia tewas tertimpa batu besar. Lengkaradewi beserta suami dan puterinya. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. Akhli waris tahta yang sah. Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. putera Sri Gandari Lengkaradewi. Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi). Sphatikarnawa Warmandewi. yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. 33 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah pernikaharmya. pada tahun 262 Saka (340 Masehi). Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya. Pada tahun 270 Saka. karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. Dari puteri ini dengan Atwangga. Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. Akibat peristiwa itu. adalah Sphafikarnawa Warmandewi. puteri sulung Dewawatman VII. Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana. di Rajatapura (ibukota Salakanagara). yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. Krodamaruta tidak lama berkuasa. bersenjata lengkap. ketika sedang berburu di hutan. lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. Kemudian. Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat.

sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. Permaisuri yang kedua. Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). Di antara penduduk. Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas. Dewawarman VIII.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kemudian. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota. seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. selama 233 tahun (130-363 Masehi). Yang kedua. ada yang memuja Wisnu. Yang ketiga. Anggota keluarganya yang lain. Yang sulung. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. een gezantschap naar Cina. In den nanm van het land ia Yawadwipa.Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. genaarnd Pien. dan Jawa Tengah. berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura. Kelak setelah ayahandanya wafat. C.I (1987: 31). Ekadjati. bernama Candralocana. Ada yang memuja Siwa. Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya. J. telah dilacak oleh N. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I. Semenanjung. herkencl. In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. kehidupan penduduk makmur sentosa. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. Java-eiland. namun jumlahnya tidak seberapa. dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura. VII. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dewawamm IX. dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera. ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. seorang putera bernama Aswawarman. la sangat memajukan kehidupan keagamaan. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. tinggal di Yawana dan Semenanjung. sebab puteranya. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang. Raja Indraprahasta yang pertama. ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India. ada yang memuja Ganesha. Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati.

bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. Hal ini katanya tidak mengherankan.eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya. Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. tetapi djuga akan menerangkan. jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja. yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula. Memang mungkin sekali. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi. jang bukan sadja berarti. Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym. Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina. Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M. bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. dikemukakan pula kutipan terjemahannya. dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz. di dalam hal ini. telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen. it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya. 1950:11). Untuk lebih dipahami. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon. yang disebut di dalam Hou Han-shu. seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu. hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard. dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen. naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. jang mana akan berarti.

G. juga dihuni oleh pemakan daging manusia. dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi. Sartono Kartodirdjo.G. yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya. Pendapat D.perutusan ke Cina pada tahun 132 M. Menurut dugaan Sarjana Perancis G. dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti. D. mengemukakan hal yang sama.. Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. Di dalam berita itu disebutkan. Buku VII dari Geographianya. yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas. Hall.1988:1718). dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy. sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo. dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai. Hall. bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien. Ferrand. tahun 132.1987:32). pulau Jawa. meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien. Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama". mengutip tulisan NJ. dihuni oleh pemakan daging manusia. adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall.E.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai. 1958 dalam Soewarsa. Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London. sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II. "Sabadeibai Tiga".1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. (Atja & Ekadjati. yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi. E. secara detail berisi tentang Asia Tenggara. "Chryse Chersonesus". antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya. Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa. Javadvipa. Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta. mungkin ada artinya dalam hubungan ini. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931).

pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. 37 | S e j a r a h K e r a j a a n . lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus. Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi). kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. Selat Sunda. Menurut Ayatrohaedi. mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi".1977: 6). dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. Vietnam. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. Chryse Chora. karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman. memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. Pulau Panaitan. Tiao artinya Dewa. pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia. dengan sendirinya diduga kuat. dan Pien artinya Warman. yaitu negeri Perak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia. Menggunakan sumber yang sama. Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. Hasan Mu'arif Ambary. dalam Michrob 1993: 32). dan menyebut kota itu dengan nama Barus. Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. semenanjung emas. negeri emas dan Chryse Chersonensos. Peta ini dibuat pada tahun 165 M. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67). Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang. ujung utara Sumatera.Dalam buku Geographike. la. menyatakan bahwa pada abad ketiga. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai. India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat. terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). yaitu emas dan perak. yang merupakan hasil utama kawasan itu. memberitakan.

berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. dapat diduga. yang berarti perak. terdapat di Jawa Barat (Krom. dalam bukunya Geographia Hyphegesis. sebagai Dewan Pakar menyimpulkan. Cina. 38 | S e j a r a h K e r a j a a n . pernah melakukan penggalian di Palembang. Iskandaria. antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. Cina. berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi.1977: 36).1993: 37). Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. 1996:15). bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. Berdasarkan temuan tersebut di atas. Rute Ptolemeus adalah Venesia. Hasan Mu'arif Ambary. tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat. dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob. India. bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara. Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang). yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo.1956:10). Glory and Gospel.Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia. Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten. Pandeglang. adalah "terjemahan" dari Merak. Prasasti ini. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan Persia. banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I. sudah ada jalur bisnis di Asia. Lebak Munjul. Sartono Kartodirdjo. MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob. Barus. yang diperkirakan berasal dari abad V. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus. dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. yang terletak di tengah Sungai Cidangiang. Temuan selanjutnya. Ayatrohaedi dan Edi S. terjemahan Effendi. Bahkan. dan nyatanya. Teluk Aden (Yaman). mengemukakan pendapatnya. dan kembali ke Venesia.

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. Demikian pula para pedagang. ialah: sapi 400 ekor. yang ikut serta mengerjakan saluran ini. sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik. ikut serta berkarya bakti di situ. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. yang diberikan kepada raja Indraprahasta. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. gajah seekor. semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu. dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. yang ditulis pada batu. disebut Cisuba. Tahun 410 Masehi. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. Sungai yang bagian hilirnya. Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. Sang Purnawarrnan. dari desa sekitarnya. Setiap orang. dengan iringan suara gamelan yang merdu. yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta. dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). mendapat hadiah dari raja.raja-raja sesamanya (panji segala raja). mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya. mengalir sampai di istana kerajaan. pakaian. Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi). kuda 20 ekor. Sang Purnawarman. Prasati itu. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. yang biasa membawa perahu. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. ditandai lukisan telapak tangan. Sebagai tanda penyelesaian karyanya. Para petani merasa senang hatinya. Pengerjaan. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). Dua tahun kemudian. Tiap tahun. ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka. Raja-raja bawahan itu. Semua mereka itu. datang ke ibukota (Sundapura). memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. dan makanan lezat. untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. Kemudian. dari tanggal 13 sampai tanggal 15. yang diibaratkan Dewa Wisnu. Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. pakaian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Para petani menjadi senang hatinya.Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. Dengan demikian. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah). Sang Purnawarman. membuat prasasti yang ditulis pada batu. memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. beserta pengiring lengkap. Sang Adyaksa. Di situ. Sang Purnawarman sedang sakit. Setiap orang. Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa. Mereka itu. sebuah patung Wisnu. sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. Sang Juru. sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). yaitu gajah yang bernama Sang Erawata. kerbau (mahisa) 80 ekor. lukisan telapak kakinya. Sang Purnawarman. karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. pakaian serta makanan lezat. ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. kakek Sang Purnawarman. Selanjutnya. berjajar memanjang di tepi sungai. Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. disertai beberapa orang Menteri Kerajaan. sambung menyambung tidak terputus. Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. Demikian pula di tempat-tempat lain. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar. beberapa puluh tahun sebelumnya. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. Perinciannya: sapi (ghoh) 1. Jadi. Sang Mahamantri. Sang Maharaja Purnawarman. dari desa-desa sekitarnya. memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. Sang Tanda. berkarya-bakti siang-malam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .000 ekor. Sang Purnawarman. kepada para Brahmana. Kemudian. Ada pun kali Candrabaga itu. Sedangkan para pemuka dari daerah. yang dilengkapi dengan patung pribadinya. telah diperbaiki. Waktu dilangsungkan upacara selamatan. dengan membawa berbagai perkakas. dan bahan makanan. lukisan telapak kaki tunggangannya. Ribuan penduduk. 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . banyak membuat prasasti batu. memperbaiki. kuda 10 ekor. Panglima Angkatan Laut. pakaian bagi para Brahmana. laki-laki dan perempuan. sebuah bendera Tarumaragara. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing. Sang Maharaja. yang ikut serta dalam pekerjaan ini.

Pembersihan terhadap kaum perompak ini. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sernua itu. Tetapi. memperbaiki. Selamatan dan hadiah harta. yang merajalela di perairan barat dan utara. harimau dan sebagainya. kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. apabila hendak pergi menyerang musuhnya. dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat). dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara. Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. pasukan Tarumanagara. Hadiah berupa sapi 800 ekor. ditulis pada prasasti batu. ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng). bunga teratai. Demikian pula halnya Angkatan Laut. pakaian. Angkatan Laut Tarumanagara. Sisanya. Perang pertama dengan kaum perompak ini. di tengah laut. terjadi di perairan Ujung Kulon. makanan lezat. sebahagian terbunuh dalam perang. perompak yang ditawan itu. di antara mereka. Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). Karena itulah. Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat.sanghyang tapak. memperteguh alur dan memperdalam Citarum. la pun seorang pemuja Batara Indra. Sehingga. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. selalu memenangkan pertempuran. Seorang demi seorang. Sang Purnawarman. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). sebanyak 52 orang dapat ditawan. dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. kerajaan ini tidak seberapa. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. Karena itu. Dari 80 orang perompak. Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. mengepung dua buah kapal perompak. angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. diperbesar dan diperkuat. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. Kemudian. ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. dibunuh dengan berbagai cara. Dahulu. Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. dengan tulisan pada batunya.

perairan Pulau Jawa sebelah utara. dikuasai kaum perompak. Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini. Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak. Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak.Telah lama. Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda. Semua kapal diganggu. Semua barang yang ada di dalamnya. barat dan timur. kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman. Pada bagian ini. barulah keadaan menjadi aman. yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. 1984: 3-1). kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang. Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa. yang menjadi panji segala raja. bercokol di perairan Teluk Lada ini. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti. karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. 45 | S e j a r a h K e r a j a a n . dipinta atau dirampas. yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita. karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam. prabu yang setia serta penuh kepahlawanan. Kemungkinan besar. dan penduduk Tarumanagara merasa senang. sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman.

telah beberapa puluh keturunan. menjadi Panglima Perang. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. berasal dari Bakulapura. Adapun bendera kerajaan Taruma. berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. Karena itulah. bersama keluarga dan pengiringnya. yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. Sang Kudungga. Salah seorang anggota keluarga Sungga. adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). Sedangkan pamannya dari pihak ayah. Puteri Sang Kudungga. Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. Beberapa ratus tahun sebelumnya. raja Tarumanagara pertama. Keluarga itu. mempunyai bendera. sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang. Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma. berlukiskan naga (nagadhuajarupa). kemudian diubah namanya. negeri Syangka. Bakulapura. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. yang diberi nama Kuta (Kutai). laki-laki dan perempuan. datang dari India. telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . Cina. yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil. putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru. Sumatera dan lain-lain. tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. diperistri oleh Sang Aswawarman. Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga. Pangkal silsilah mereka. Cambay (di India). berada di situ dan menjadi penguasa. Sopala. ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). Yawana. berlukiskan berbagai macam binatang. bernama Cakrawarman. Kakak perempuan Sang Aswawarman. Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa). Sang Nagawarman. Sang Kudungga putera Sang Atwangga. menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). Bendera Angkatan Lautnya. yang mengungsi ke berbagai negara. bernama Nagawarman. Salah seorang isteri Sang Purnawarman. keluarga itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). banyak di antara anggota keluarga ini. la pernah mengunjungi Semenanjung.Adik Sang Purnawarman. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. untuk mempererat persahabatan. Negeri ini. menjadi Bakulapura. dimulai dari Sang Pusyamitra.

adalah keturunannya. Penganut Budha. Wanagiri. Bumi Sagandu. Akan tetapi. Penduduk pribumi. Ujung Kulon (Pandeglang). berasal dari: Sumatera. Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. Permaisuri Sang Purnawarman. Paladu. sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). Cupunagara (Subang). Dari permaisuri ini. Manukrawa (Cimanuk). Galuh Wetan (Ciamis). Yang sulung bernama Mulawarman. Indraprahasta (Cirebon). Adik Wisnuwarman yang perempuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. Siasat Perang. Aswawarman dengan isterinya. menjadi semakin erat. sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). Kecuali di Pulau Sumatera. Gunung Cupu. Sindang Jero. kelak menggantikan ayahnya.Jadi. Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu. ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. Purwanagara. Aswawarman berputera tiga orang. Gunung Manik (Manikprawata). menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. seorang raja besar di pulau itu. Silsilah Dinasti Warman. Gunung Kidul. Sri Maharaja Purnawarman. menjadi penguasa Bakulapura. Kelak. Gunung Kubang (Garut). Agrabinta (Cianjur). Sang Purnawarman. diperistri oleh seorang raja di Sumatera. Karang Sindulang. adalah puteri salah seorang raja bawahannya. Putera sulungnya. Malabar (Bandung). Bakulapura. ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. Cangkuang (Garut). wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. Purwakerta (Purwakarta). kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman. Legon (Cilegon). Purwalingga (Purbalingga). Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. Sri Jayanasa. Sagara Kidul. la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara. Ia dipusarakan di tepi Citarum. bernama Wisnuwarman. Peraturan Ketentaraan. Dalam masa pemerintahannya. adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang). Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat. Sang Aswawarman menggantikannya. Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. penduduk. masih saudara satu-buyut. Alengka. kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja). Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain. Sabara. Nusa Sabay. tidak seberapa banyak. Setelah Sang Kudungga wafat. kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. Kosala (Lebak). menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. sebagai penguasa Bakulapura.

Digantikan oleh puteranya. sebagai raja Tarumanagara kesembilan. Sang Dewamurti. dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Sudawarman. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. Karena tidak punya keturunan. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi).(Majalengka). sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. Digantikan oleh puteranya. Sang Suryawarman. 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . Digantikan oleh puteranya. Rangkas (Lebak). pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). Digantikan oleh puteranya. Indihiyang (Tasikmalaya). dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya. sebagai raja Tarumanagara keenam. memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat. Sang Kretawarman. Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). Pura Dalem (Karawang). Linggadewata. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). Pasir Sanggarung (Cisanggarung). dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. putera sulungnya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. Setyaraja. Sang Candrawarman. Kalapa Girang (Jakarta Selatan). sebagai raja Tarumanagara kelima. Sagara Pasir. Sang Wisnuwarman. Sang Indrawarman. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi). Pakuan Sumurwangi. Wanadatar. sebagai raja Tarumanagara ketujuh. dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama. Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). Jati Ageung. Wanajati. Tanjung Camara (Pandeglang). la. Pasir Muhara. Dua Kalapa. digantikan oleh adiknya. Digantikan oleh puterannya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah.

dalam sumber Cina yang terakhir. dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. dari Sang Linggawarman kepada menantunya. memerdekakan diri. sebagai raja Taruma nagara keduabelas. MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu. Mengingat kejayaan Sang Purnawarman. la digantikan oleh menantunya. Kosala. Wilayah timur Tarumanagara.Digantikan oleh puteranya. Digantikan oleh puteranya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi. Kerajaan Sunda. Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). ke berbagai negara sahabat. seharusnya tampil dalam panggung sejarah. ditandai dengan adanya pewarisan tahta. Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. menjadi Kerajaan Galuh. Sang Linggawarman. mengganti nama Tarumanagara. menjadi Kerajaan Sunda. II. masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). 49 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun. Dalam tahun yang sama. dengan nama nobat. Dengan berbagai akibatnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Tarusbawa. Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. memegang peranan penting bagi Tarumanagara. Sang Nagajaya. Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. dan Rangkas). menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". Oleh sebab itulah. Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun. Peristiwa tersebut berakibat fatal. sebagai raja Tarumanagara kesebelas. dengan Batas sungai Citarum. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi). menantu Sang Linggawarman lainnya. Sang Tarusbawa. Ketika ia naik tahta. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). sebagai penerus tahta Tarumanagara. Ujung Kulon. Dari sejak itulah.

yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda. ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana. Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. sering disebut Panca Persada. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". pada tahun 654 Saka (732 Masehi). antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. 2. Sena-Sanaha. Dalam Prasasti Canggal. Punta. yang terusir oleh Sang Purbasora. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. memindahkan ibukota kerajaan. "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. Madura. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. adalah ayahnya Teja Kancana. Sang Sanjaya. Setelah 9 tahun berkuasa. Narayana. Jumlah 5 keraton tersebut. Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah". di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya. Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. di Kerajaan Galuh.Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. Seharusnya. Setelah keraton selesai dibangun. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. cucu Sang Tarusbawa. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. dalam sastra klasik. Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya. Sebagai penggantinya. la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun. Sebab. dalam usia 91 tahun.Suradipati.Madura. dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). di Kerajaan Sunda. Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima. yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya. di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. 3. tetapi ia wafat dalam usia muda. dan Suradipati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. Prinsipnya.

sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. digantikan oleh menantunya. yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. memperisteri Dewi Saraswati. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara. Rakeyan Medang. 51 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. digantikan oleh puteranya. Setelah prabu Gilingwesi wafat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. pada tahun 795 Masehi.Saunggalah (Kuningan). Dengan demikian. yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. karena putera Sang Banga tersebut. kemudian diberi nama Dewi Samatha. Sebagai putera laki-laki. akhirnya tahta Kerajaan Sunda. Rakeyan Diwus. Disebut demikian. Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. Dewi Sawitri. Rakeyan Hujungkulon. Setelah Prabu Hulukujang wafat. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon). ketika ia wafat. Rakeyan Wuwus. diwariskan kepada Sang Arya Banga. dan 2. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan. Dari permaisurinya. digantikan oleh menantunya. Sang Banga mempunyai putera. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat. pada tahun 852 Masehi. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. pada tahun 825 Masehi. dengan nama nobat Prabhu Hulukujang. menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara. Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri. Batara Danghiyang Guruwisuda. Dari Dewi Kirana. pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. la diwisuda pada tahun 739 Masehi. Sedangkan Dewi Sawitri. bernama Rakeyan Medang. Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. Batara Danghiyang Guruwisuda. ialah: 1. selama 8 tahun. Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari. kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). Raja Galuh tersebut.

membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata.Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. Rakeyan Jayagiri. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. Rakeyan Limbur Kancana. dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. Di pihak lain. yang dibunuh oleh adiknya. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. Rakeyan Jayagiri. Rakeyan Kamuning Galling.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pasukan Kerajaan Sunda. karena dibunuh dan digulingkan. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling. dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. Selanjutnya. di bawah naungan Prabu Jayadrata. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). 52 | S e j a r a h K e r a j a a n . tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. atas perintah Prabu Jayadrata. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). Serbuan inipun. dan 2. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi. Rakeyan Windusakti. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. Prabu Wanayasa Jayabuana. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. memperoleh dua orang putera. dikerahkan kemudian. Akan tetapi. Rakeyan Jayagiri. 3. Kerajaan Galuh. yang besar dan lengkap. Baru empat tahun memerintah. la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. sebab pada tahun 916. tahta kerajaan digantikan oleh puteranya. oleh Rakeyan Umbur Kancana. sebelah barat Citarum. Rakeyan Jayagiri naik tahta. Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. antara lain: 1. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi).

dibunuh oleh seseorang. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa. Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. dan 2. Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. kemudian ia naik tahta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Brajawisesa wafat. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. di antaranya: 1. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa.Di Kerajaan Galuh. Sebagai tindakan balas dendam. putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. Tahta Kerajaan Sunda. Rakeyan Sunda Sembawa. 53 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. calon pengganti ayahnya. Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. naik tahta pada tahun 930 Masehi. Pada tahun 1012 Masehi. beralih ke Rakeyan Watuageng. Dewi Rukmawati. mengangkat keponakannya. akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Rakeyan Gendang. Rakeyan Sunda Sembawa. Prabu Resiguru Darmasatyadewa. Prabu Dewa Sanghiyang. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. dan 2. Prabu Limbur Kancana. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana. ketika wafat. Dewi Somya. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. di antaranya: 1. Prabu Dewa Sanghiyang. dari tahun 973 sampai 989 Masehi. berputera dua orang. yang bertahta di Kerajaan Galuh. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. Prabu Wulung Gadung. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. damai kembali. menantu Prabu Limbur Kancana. atas perintah Dewi Ambawati. suanii Dewi Ambawati. Dewi Somya. bergelar Maharaja. ketika Prabu Munding Ganawirya wafat.

dan 2. dari tangan saudara seayahnya. keduanya memerintah. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. 2. dipercayakan kepada adik isterinya. Prabu Langlangbumi. 54 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. yaitu Dewi Sumbadra. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. digantikan oleh puteranya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya.Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. menjadi Panglima Angkatan Perang. Sang Wikramajaya. la berputera beberapa orang. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. pemberontakannya dapat ditumpas. berusaha merebut kekuasaan. Sedangkan Dewi Sumbadra. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. Dewi Citrawati. adalah Sang Darmaraja. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. Sri Dharmawangsa Teguh. terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. tiga di antaranya ialah: 1. diterima pula oleh Prabu Airlangga. putera mahkota calon pengganti ayahnya. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. Akan tetapi. Darmanagara. Hadiah nama gelar semacam itu. sampai tahun 1065 Masehi. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. Bersama-lama. Wirayuda. Ketika mengawali masa pemerintahannya. dan 3. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. penggantinya adalah Sri Jayabhupati. atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja. Dewi Puspawati. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya. ditunjuk Sang Wirakusuma. dan menyandang gelar Maharaja. dimulal pada tahun 1019 Masehi. Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. Prabu Sanghiyang Ageung. memerintah di Kerajaan Galuh. dan digunakan sebagai gelar resmi. dua di anataranya ialah: 1. menjadi Mangkubumi kerajaan.

karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). di antara keturunan Sri Jayabhupati. Senapati Suryanagara. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati. Galunggung. yang dihadiri oleh kedua belah pihak. Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi). yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang. Sang Maharaja Langlangbumi. Oleh karena itu. Dahiyang Guru Darmayasa. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). Ratu Batari Hiyang. Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti. Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. Senapati Kusumajaya. Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. Selesai membangun ibukota yang baru. akan jadi duri dalam daging. Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas. yaitu Dewi Citrawati. kalau tidak segera diatasi. Mangkubumi Darmanagara. timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. membentuk angkatan perang. 55 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak. Akan tetapi. tingkat keamanannya menjadi rawan. Maharaja Langlangbumi. Selama memegang kekuasaan di Galunggung. timbulnya perpecahan. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). Resiguru Sudakarena. Kemudian ditempuh jalan damai. dan Galunggung. Kemudian. Sebenarnya. dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. Permaisuri Puspawati. di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. Di pedesaan antara wilayah Galuh. Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. Senapati Wirayuda. Yuwaraja Menak Luhur.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. Sunda. la pun tidak menghendaki. Akan tetapi. dengan cara mengadakan pendekatan. penguasa Kerajaan Galunggung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akibat ulah kawanan perampok. yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati.

Prabu Darmakusuma memperoleh putera. maka kedudukan Raja Sunda. cucu Batari Hiyang Janapati. Darmasiksa. Prabu Menakluhur. Dari pernikahannya Dewi Puspawati. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. dan 2. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. tahun 1175 Masehi. Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. 2. memperoleh putera. memperisteri Ratna Satya. yaitu: 1. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. kedudukan pusat pemerintahan. Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. menggantikan tahta ayahnya. dua di antaranya: 1. dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. lahir tahun 1168 Masehi. Sang Darmasiksa. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. memperoleh putera: Rajapurana. 3. la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. menjadi Mangkubumi. yang bergelar Dyah Lembu Tal. beribukota di Saunggalah (Kuningan). la bergelar Maharaja. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Menakluhur. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh. dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. pindah ke Pakuan (Bogor). Galuh dan Sunda. puterinya Mahisa Campaka.2. dan dijadikan permaisuri. Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. Kemudian. Puteri Darmageng. Sebagal penggantinya. la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung). mempunyai seorang puteri. wafat tahun 1155 Masehi. puteranya. memperoleh putera. tahun 1187 Masehi. Sang Cakranagara. Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. Dari perkawinannya. Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang. Ratu Galunggung. Ratna Wisesa. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. dengan ibukotanya di Galunggung. Puteri Saungggalah.

leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). pulang ke Tumapel Jawa Timur. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. Oleh karena itu. menjadi raja di Kerajaan Sunda. 2. Pengganti Prabu Citraganda. disebabkan wafat muda. Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi. menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi). Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya. Karena. dalam usia 44 tahun. satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). Pada masa pemerintahannya. Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. Suryadewata. adik iparnya. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. Kelak. ibukota Kerajaan Sunda beralih. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. puteranya. Pengganti Prabu Ragasuci. Ragamulya Luhur Prabawa. Dewi Antini. Sebagai pengganti Prabu Citraganda. Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. berjodoh dengan Dara Puspa. dikaruniai umur panjang. Sedangkan Prabu Rajapurana. Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. 3. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. Rahiyang Saunggalah. adalah puterinya Prabu Rajapurana. atau Aki Kolot. Kemudian digantikan oleh puteranya. Karena sebelumnya. dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). Prabu Linggadewata. Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera. Prabu Darmasiksa. tidak sempat menjadi Raja. Dewi Kiranasari. puteranya. adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari). sampai tahun 1333 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa. diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. Setelah dewasa. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). Prabu Citraganda. Rahiyang Jayadarma. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. Permaisuri Prabu Citraganda. di antaranya: 1. Prabu Ajiguna Linggawisesa.perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. Prabu Ajiguna Linggawisesa. dari Puteri Saunggalah. yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi.

menginjak usia 18 tahun. Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. 4. lahir tahun 1348 Masehi. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. Sesungguhnya. meninggal dalam usia 1 tahun. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. Semua pasukan Majapahit. Akhirnya. Putera ketiga laki-laki. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. Di antara mereka. lahir tahun 1339 Masehi. sebagai isteri persembahan (upeti). 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Prabu Hayam Wuruk. Bahkan ia. ada yang menunggang gajah. Sesungguhnya. Dyah Pitaloka. dengan janji Bre Majapahit sendiri. 2. dengan Sang Patih Gajah Mada. oleh kakeknya diberi nama Citraresmi. didampingi oleh adiknya. sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat.Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. digantikan oleh puteranya. Prabu Maharaja Sunda. lalu memerintahkan laskar Majapahit. Semua orang mengetahui. yang bergelar Mangkubumi Saradipati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. Karena itu. sebelumnya. siap untuk bertempur. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. hal itu amat bertentangan. Putera kedua laki-laki. mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. bahwa sang puteri Citraresmi. Demikianlah. Tibalah saat yang bahagia. sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. Setiba di sana. Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda. bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. tidak bersedia menyerahkan puterinya. ada yang berkuda. janji tersebut tidak ditepatinya. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. dan dijadikan permaisuri. puteri mahkota Sunda itu. Sesungguhnya. akan diperisteri (resmi). Wastu Kancana. Prabu Linggabuana. Sang Bunisora. dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. adalah Sang Patih Mada. la menjadi berang. hal itu. meluaplah hati Sang Patih Mada. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). 3. meninggal dalam usia 1 tahun. selalu menyetujui keinginan Patihnya. menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan.

kehormatanku dan semua kesatria Sunda. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. dengan persenjataan lengkap. tibalah pasukan besar Majapahit. Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini. melakukan mati-bela (bunuh diri). Sang Prabu Maharaja termenung sejenak. yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada. tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. Sang Panji Melong Sakti. Namun seandainya mereka kalah dan gugur. Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). namun. Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . Rajaputri Dyah Pitaloka. yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. semua orang Sunda yang ada di sana gugur. Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). janganlah kalian bimbang!" Kemudian. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. Betapapun. Sang Mantri Patih Wirayuda. Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. Rakeyan Rangga Kaweni. masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. lalu menundukkan kepala. Rakeyan Mantri Saya. Karena itu. dan beberapa ratus orang berjalan kaki. Hatinya cemas dan ragu-ragu. kehormatanlah yang harus dipertaruhkan. Kemudian. Sang Ratna Citraresmi. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. Rakeyan Mantri Sohan. bersama semua pengiringnya. Ki Juru Wastra.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. Ki Panghulu Sura. Ki Mantri Sebrang Keling. Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. Ki Mantri Supit Kelingking. Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. Pertempuran berlangsung sengit. Orang Sunda serempak menyongsong lawan. Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta). Pengecut perbuatannya. Rakeyan Juru Siring. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. Namun akhirnya.ada yang naik kereta. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. sebagai panglima perang. semuanya hanya 98 orang.

3. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. gurugama. yang datang di Bubat. Sang Haliwungan. ketika usianya sudah 20 tahun. yang diwarnai suasana religius. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi. 1. Menurut naskah Kropak 630. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya. tidak seorangpun yang tersisa. Dalam menjalankan pemerintahan. Setelah satu tahun. usai terjadi sebelum tengah hari. Semua orang Sunda. satmata. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. Sang Bunisora mempunyai putera. dan 4. merupakan tahap tertinggi. yang lahir pada tahun 1369 Masehi. Dalam naskah Carita Parahiyangan. tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. Oleh karena itu. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. 2. adigama. sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. memperisteri gadis pilihannya. seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). ia memperoleh putera. di antaranya. Sang Bunisora. suraloka. pemerintahan Kerajaan Sunda. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . tuhagama. baru berusia 9 tahun. Sang Niskala Wastu Kancana. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. Satmata adalah tingkatan ke-5.menyerang Kerajaan Sunda. kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. Bratalegawa. dan nirawerah. Mayangsari. Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). binasa. Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. disebut sebagai Satmata. Sang Bunisora. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). Banawati. cenderung sebagai raja pendeta. padamlah segala hasrat dan nafsu. puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian. Dari permaisuri Laksmiwati.

Setelah wafat. Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya.1456 Masehi. Majapahit tidak mempunyai raja. memerintah di Kerajaan Sunda. puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. ada dua kejadian penting yang patut dicatat. yang terjadi pada tahun 1453 . Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken. 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akibatnya. sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum). selama 3 tahun. naik tahta pada usia 23 tahun. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pakeun heubeul jaya dina buana. Selama masa pemerintahannya. Sang Bunisora wafat.Pada tahun 1371 Masehi. la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun. tercatat dalam kaol Cina. teja (cahaya). ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya. Majapahit dilanda Perang Paregreg. dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya.1999: 24). yaitu kedatangan angkatan laut Cina. selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari. pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. Untuk hidup lama berjaya di dunia. di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho. Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. pada tahun yang sama. akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk. dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita. la masih sempat mendengar. selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi). Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia. setelah memerintah di Kerajaan Sunda. Menurut Chau ju-kua. antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. Apah (air). bayu (angin). untuk unggul dalam perang). dipusarakan di Nusalarang. serta bu (eter). 1984: 42). merasa betah berada di bawah pemerintahannya". Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang. Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan. akasa (langit).

Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. Rupa-rupanya. siapa yang menang dan siapa yang kalah. sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi). merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi). 2. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda. sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. bekas ibukota Tarumanagara). Dalam masa "gencatan senjata". yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya. antara lain: 1. ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya. Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya. Kedua-duanya menderita kerusakan berat. diakhiri oleh kedua belah pihak. setelah masing masing mengundurkan diri. meminta bantuan dan perlindungan. Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai. Pertempuran tersebut. Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Salahsatu catatannya mengemukakan. bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta. Ketika Chou Ku-fei mencatatnva. Hanya saja. yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina. Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n .Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. tanpa diketahui. yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". yang sering menjadi sumber dugaan. "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". catatan Chau ju-kua itulah. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. dengan isi yang sama.

termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa. berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi. Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon). bahwa "Sriwijaya dan Kadiri. dan menuju arah 187. Pelabuhan Banten dimaksud. apapun bahasanya(Guillot. demikian ungkap Guillot.1996:119). Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina. Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten). Chia-lie-pa (Kalapa. Jakarta). Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan). Dalam catatan kaki.5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon).5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa). antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong. dibahas pula oleh Heuken. antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa. kapal-kapal menuju arah 97. Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken.1999: 107). melalui Chia-liu-pa (Kelapa). serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa. lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu). Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas). Upaya penyelesaian jalan damai. antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n . muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan.3. Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara". yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot. dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda. dibahas pula oleh para akhli.1996:119). "Banten dinamakan Sunda".

antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan. Menurut Chau Ju-kua. 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu 932 M (854 S) (Guillot. untuk memperkuat suatu anggapan. jalan untuk menuju ke Banten Girang. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang. sedangkan candi yang terletak di G.1996:111). boleh. yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel. Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi. yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda). Jerman).1996: 111). dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?). berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. dan Sonny Wibisono.1999: 24). Claude Guillot. masih dilanda kegelapan. Artinya. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut. melihat arca-arcanya. Lukman Nurhakim. Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch. bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10. Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken. CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan. belum menemui titik terang.jadi sama dengan catatan Portugis. terutama melalui penelitian arkeologi. Kapalembangan diinaksud. masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?. 1996). telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam. Akan tetapi. Sangat menarik. Pembuktian arkeologi ditampilkan.Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala. Pulasari. telah sering dilakukan. sekaligus merupakan daya dukung. angka tahun tersebut. Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot.

pangambat. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989). antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. adalah kata majemuk tatpurusa. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). mengenai prasasti Kebonkopi II. ia menuliskan tahun 942 Masehi. Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto.V 1923. bernilai angka 4. padahal seharusnya 932 Masehi. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. Batutulis ini kini telah hilang. kala untuk cakakala atau sakakala. distrik Leuwiliang. dan pasagi. karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. sabda. antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. halaman 18. Ekadjati dalam Carita Parahiyangan. perintah. 6888). no. sepadan dengan bujangga. bernilai angka 8.Untuk lebih jelasnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bogor. 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . kata. saat yang pantas diperingati. maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat. sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). bujur sangkar. yang bentuknya tidak beraturan. bahwa ia seorang pembesar istana. dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. panca = 5. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. Candrasangkala: kawiraja. pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu. sesuatu untuk diperingati. terdiri atas 4 baris huruf. bacaan yang benar adalah 854 Saka. bunyi.

parwa I sarga 3. dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. menampilkan angka tahun 932 Masehi.. Sehingga kawihaji panca pasagi (854). yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II. la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan 3. diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala. Sriwijaya (Atja & Ekadjati. bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian. antara lain sebagai berikut: . dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. Satyawati Suleiman.Bunyi prasasti. Timbulnya perbedaan anggapan.1989:186-187). 1. Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya. Sewaka Darma. Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. 2. Guillot menampilkan angka tahun 932?. menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. halaman 13-14. seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna. karena itu ia mengajukan dugaan. Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala. Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Menurut pengakuannya. Peristiwa sejarah. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch. yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara.

Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana. antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali. yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda".561 Masehi). Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala).tahun. yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 . tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya. menghadiri upacara "Barpulihkan". "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. tempat lahir Sang Tarusbawa.. tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. Akan tetapi. / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma. yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali. Sriwijaya". tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman. digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II.. Pada prasasti Kebonkopi II. sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya. dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat". seperti dugaan Bosch. "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman. Putera yang kedua. daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan). Yang ketiga. Sang Matsyawarman namanya. Dengan demikian. yang menjadi Menteri Tarumanagara. Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda). ikhwal "Sunda" dijelaskan. Dipilihnya lokasi Pasir Muara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda". Kemudian. Yang keempat perempuan. tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. Mahisawarman namanya. tentu ada nilai-nilai sakral. 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik. antara lain sebagai berikut: ..

ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana. terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Tarusbawa.. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya". diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda. Pada tahun 669 Masehi. Pergantian nama kerajaan... tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek. Sri Maharaja Linggawarman. yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. parwa 11 sarga 3. Kerajaan Sriwijaya. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. Adik Dewi Manasih. // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// . pada tahun 536 Masehi. mengakhiri kekuasaannya. menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya. dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. dengan menjalin persahabatan. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman. Sebagai pengganti. raja keduabelas Tarumanagara. karena nama kerajaan tersebut. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya. Sunda Sembawa (Bekasi). menantu Sri Maharaja Linggawarman. yaitu Dewi Sobakancana. menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda. dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. raja Sriwijaya. kerajaan Sriwijaya... berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali. telah melakukan perjanjian bersama. disebabkan. Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang. oleh Sri Maharaja Tarusbawa. halaman 176. Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. antara lain sebagai berikut: . untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3.catatan. yang menikah dengan Dewi Manasih. Kekecewaan Guillot. masih merupakan kerajaan kecil di Palembang.. Sedangkan Sriwijaya. menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara. di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa.

tidak ia hiraukan. dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. Salakanagara. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. Ibukota Pajajaran misalnya. yang diperankan sebagai "musuh Banten". tidak berdiri sendiri. bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). menelusuri kurun zaman.1996:137). Persoalan yang muncul. KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A. Kerajaan Sunda. Kesan Guillot memang "patut diperhatikan". yang pernah menaklukan Banten Girang. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tarumanagara. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai. Banten di masa silam. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526. seperti Banten Girang. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. 1996:100). Kehadiran Salakanagara. tetap setia mengikuti alur waktu. "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu. Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan. akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. dengan segala perkembangan kehidupannya. semakin samar untuk ditemukan.Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang. dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. Untuk diketahui secara objektif. diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot. sebagai pembanding. merupakan tindakan balas dendam. III. bahkan kesan tersebut harus dicermati. di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan.

dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur). diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum.yang haluwesi. sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana. kini sudah menjadi bangunan permanen. dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). dengan nama: Ing Puri Bima Sakti. Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. Sumatera Selatan). Lokasi bekas keraton tersebut. yang terletak di bukit Badigul (Bogor). Kemudian Sang Ningrat Kancana. dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya.punta. kawasan bekas Tarumanagara. Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya. lawasnya ratu saratus tahun. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan. dengan nama Kerajaan Galuh. Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi). sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya. nu nyaeuran sanghiyang rancamaya. tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi. Peninggalan warisan Sang Susuktunggal. sirna tanpa bekas. Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati. sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda. diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum.sarga 5. menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja).dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). dengan nama nobat Prabu Susuktunggal. putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. mangka premana raja utama. yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). Sebelumnya. dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. Selanjutnya. berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . nu mikadatwan sri bima. sebagai tanda keutamaan raja. Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut. di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda. dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan. dari sejak tahun 1382 Masehi. sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan. kembali terbagi dua. Sang Haliwungan. Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan.narayana-madura-suradipati. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda.

Akibat salah perilaku. mengakhiri kekuasaan ayahnya. inya nu surup di guna tiga. la adalah tohaan di galuh. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa. Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. menggempur Majapahit. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci. memperisteri perempuan terlarang dari luar. adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Baru kemudian. Kemudian. Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). sebagal guru dan juga mertuanya. cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan.Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. Sunan Ampel sendiri. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. hingga memerangi kerajaan ayahnya. peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel. Yang di pertuan di Galuh. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari ibunya. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. diberi nama Raden Praba. akibat perceraian dengan suaminya. dengan ibukota di Keling. Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. Prabu Kertabumi. Sedangkan nama Patah (Al Fatah). Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak. Tiga tahun kemudian. Raden Patah mendapat nama Jin Bun. lawasnya ratu tujuh tahun. Uniknya. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Dia yang dipusarakan di Guna Tiga. Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. maka dalam tahun 14'75 Masehi. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. Di Palembang.. kena salah twah. untuk kepentingan membuka pesantren. adalah kemenakan Ratu Darwati. atas permohonan Ratu Darawati. ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. diterima kemudian dari Sunan Ampel. karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. Dalam tahun 1473 Masehi. seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang. meninggalkan ibukota.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Raden Patah. tokoh Sang Ningrat Kancana. salah seorang isteri Prabu Kertabumi.

yang menyudahi kekuasan Kertabumi. adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura. Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi). serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. Raden Baribin. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. Menurut hukum waktu itu. telah menjodohkan puterinya. ada juga yang sampai ke Kawali. Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. Prabu Dewa Niskala. dengan Raden Baribin. yang mendirikan Mataram Islam. Di sana. Kemudian. Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. Oleh karena itu. ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1. dilakukan oleh Girindrawardana. Selaln itu. Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain. Rombongan pengungsiannya. Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. Dari Wandan Bondri Cemara. kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh). Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi). Dalam hal ini. Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. Dalam pengungsian. tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi. seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar). Prabu Dewa Niskala. ia tersamar dalarn cerita rakyat. dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. Prabu Dewa Niskala. wanita itu terpisah dari tunangannya. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. Puteri Ratna Ayu Kirana. keluarga keraton Kawali. oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. memperoleh seorang puteri. Dari pernikahannya. Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. diberi nama Raden Bondan Kejawan. ibukota Kerajaan Galuh.. diterima dengan tangan terbuka. tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. Oleh karena itu.pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . saudara seayah Prabu Kertabumi. kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. Kelak. keluarga keraton Majapahit. yang sudah bertunangan. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). Menurut versi lain. 2.

Peristiwa penobatannya di Pakuan. karena kekuasaan pemerintahannya. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga. konflik kedua pemimpin negara. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. adalah: 1. Peristiwa tersebut.Prabu Susuktunggal. para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan. Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. 2. meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. Prabu Susuktunggal. Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). 2.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. bahwa: 1. sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja. harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu. prebu ratu purane pun. sangat marah. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan). ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum. di wilyah netral. dari permalsuri. Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. Begitu pula Prabu Susuktungggal. yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala. penguasa Kerajaan Sunda. Untuk menyelamatkan keadaan. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda. harus diserahkan kepada Jayadewata. samasama mengerahkan pasukannya. B. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh. Tentu saja. incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak. Selanjutnya. Menantu Prabu Susuktunggal. ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. dan memutuskan. Putera sulung Prabu Dewa Niskala. yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung). ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh.

pada tahun 1533 Masehi. Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga. la memperteguh pertahanan ibukota. yang terjemahan langsungnya. Kemudian membuat kebinihajian (kaputren).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pagelaran (macam-macam formasi tempur). maka raja tersebut digali dari kuburnya. kemudian kerangkanya diperabukan. dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). 74 | S e j a r a h K e r a j a a n . 1981: 25). yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya. la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana. membuat samida. nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. Pembuatan prasasti tersebut. (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita. mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa.samida. Upacara semacam itu. kesatrian (asrama prajurit). pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). Prasasti Batutuhs Kota Bogor. membuat jalan yang diperkeras dengan batu. hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya. Ya dialah (yang membuat semua itu). memperkuat angkatan perang. Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. agar sukma raja tersebut. Maksudnya. cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. Sri Baduga Maharaja. Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya. tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. Jika seorang raja wafat. dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan.

Bila petani telah berpindah ladang (huma). yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. Pengukuhan itu. sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. serta ancaman hukum mati. berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak. harus diserahkan tiap tahun. mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. Gunung Samaya dan Jayagiri. Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. adalah pajak tenaga perseorangan. bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun. kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). bagi siapapun yang melanggar keputusannya.Silih Wangi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah pare turiang. karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani. maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). Dasa. untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. Juru Pantun ataupun Penulis Babad. Kapas-timbang atau upeti kapas. Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. Para petani tergabung dalam pasukan pekerja. Keharuman Sri Baduga Maharaja. Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda. Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja. Pare-dongdang atau panggeres reuma. Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi). calagara. tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya. Kata dasa. Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan. Silih artinya pengganti. Oleh karena itulah. diambil dari bahasa Sanskerta. harus diserahkan kepada raja. Kabupaten Bekasi. yang berarti pelayanan (service). Calagara (di Majapahit: walagara). 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). isinya dapat diketahui. sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. yang ditemukan di Desa Kabantenan. Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). yang gugur di Palagan Bubat. dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa. Wangi artinya harum. Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan. Kecamatan Tarumajaya. sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar. adalah pajak tenaga kolektif.Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita.

1996: 59). berada di pedalaman. dapat mencapai 4. nama resmi kenegaraan. penduduk kota Pakuan ada 48. tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda.l. Dengan jumlah itu.000 orang. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. disebutkannya. Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). 1999: 41). raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo. Laporan Portugis tahun 1522 Masehi. terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa. Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. serta pada puncaknya berukir indah. Tome Pires (k. dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter). Tetapi yang lebih penting. Dalam angkatan perang kerajaan. Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. Tome Pires memberitakan. pelabuhan Pontang (Pomdam). Omzet perdagangan kuda. bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju. adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama. Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis. terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad. Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja. dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. Istana raja.271 orang. baru berpenduduk 23. Dalam perkembangan selanjutnya.masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran. 76 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda. antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil). pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bandar Cheguide.121 jiwa. parwa I sarga 4).197 orang). kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam). Tentang Sri Baduga Maharaja. memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50. Pasai.000 ekor tiap tahun. terdapat 40 ekor gajah. 1468-1539 Masehi). sebagai kota terbesar ketiga. merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja. Untuk kepentingan perdagangan Portugis. seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken. Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda.

Ketiga anaknya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 1999: 37). menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n . Inilah Sunda. Cimanuk (Chemano). sebagian ditempatkan di Cirebon. dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. Bratalegawa. Bratalegawa lahir tahun 1350 M. seorang ulama mazhab Hanafi. Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. Kelak. di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya. Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng). menikah dengan wanita muslim dari Gujarat. Sesungguhnya. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. C. yaitu Pangeran Walangsungsang. karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken. Setelah kembali ke Kerajaan Galuh. Kemudian dari Gujarat. bernama Farhana binti Muhammad. seorang ulama mazhab Safi'i. karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. didirikan oleh Syekh Hasanudin. di Pura Dalem Karawang. Akan tetapi. diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya. Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). isteri kedua Sri Baduga Maharaja. Walaupun berbeda agama. Larasantang. bukan "Islamnya". menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. raja Cirebon Girang. dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. bersama isterinya. Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). dalam tahun 1416 M. putera Mangkubumi Bunisora Suradipati. cucunya yang bernarna Hadijah. antara Cirebon dengan Demak. adalah alumnus pesantren Quro tersebut. hubungan politis yang terlalu akrab. Kalapa (Calapa).Tangerang (Tamgaram). Puteri Subanglarang. dan Raja Sangara. yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor.

sebagai duta resmi negara.yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M. M.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tuan kami. Sri Baduga Maharaja sudah wafat. sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n . utusan Jorge d'Alboquerque. Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi. Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule). Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. menegakkan sebatang padrao dari batu. jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). jadi di sebelah kanan muara sungai. pada tanggal 21 Agustus 1522 M. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai. Akan tetapi. Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses. sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja. Maka. seberang awal pelabuhan. di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa. kapten perjalanan ini. Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu. ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. Maka. Kunjungannya ke Pakuan. seperti pula syahbandar dari tempat pabean. dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme. Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas. bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme. menghadiahkan kepada Raja. Kawasan ini yang disebut Kalapa. menentukan dan menunjuk tempat. untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). Tuan Kami. Kapten Malaka. Leme. Selain itu banyak orang baik. pada tahun itu. seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan. disebut Laksamana Bungker). Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. akhirnya ditanda-tangani di Pakuan.Portugis. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. Untuk maksud ini. Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti.

1999: 54).10. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. penulis. Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot. masih sebagai pelaut murni. Dengan demikian. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda. juru mudi dan banyak (orang) lagi. Untuk buktinya. pada perjalanan ini. Sangat disayangkan. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. Dibuat pada hari. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. Hubungan internasional bilateral inilah. Tentang seluruhnya itu.600 caxas Java. yang diwakili oleh pedagang Portugis. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya. tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. saya. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. Sri Baduga Maharaja itu. yang dicurigai para akhli sejarah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . membuat dokumen ini. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n . telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. penulis dari kapal San Sebastian. Berbeda dengan pelaut Belanda. Raja-raja penerusnya. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia. yang selalu berambisi. Padahal. Maka. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing. saya memberi kesaksian. Tuan kami. sangat wajar terjadi. Balthasar Memdes. dan Franscisco Annes. pedagang Portugis pada waktu itu. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. dan Diogo Diaz. Tuan kami. selaku perwira Raja. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken. semuanya tentara.

kalau tidak Hindu tentunya Budha. pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. Setelah Indonesia merdeka. secara arkeologis. Dalam naskah Sunda kuna lainnya. 80 | S e j a r a h K e r a j a a n . keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. umum masih beranggapan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. Sampai saat kini. dimanakah bekas candi-candinya. yang sesungguhnya keturunan Galuh. hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". Para Pohaci dan Para Bujangga. dapat kembali kepada Asal-nya. Dalam cerita Pantun sekalipun. atau "Yang Moksa Di Rancamaya". adalah tokoh Sunan Ambu. merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). Sumedang. Penyempurnaan sukma tersebut. Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. Akan tetapi. sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya.toleransinya terhadap agama Islam. sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing. Mwakta atau Moksa. bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha. tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). belum dapat membuktikan secara pasti. selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. Terbukti. Dzat Asal dalam religi Sunda. Oleh karena itu. di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha. yang artinya dipusarakan. Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. dan Talaga. Cukup banyak Babad yang ditulis. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. tetapi dalam menuliskan Babad setempat. dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi. mengenai tokoh Prabu Siliwangi. kalau ditanyakan. Cirebon. Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. dengan tujuan utama. digunakan kata lumah (pusara). telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda.

Disunat kepada akhlinya. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. Adakah masuk di akal. cita-cita urang Sunda yang saleh. artinya Gaib. merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak ingin manjing surga (masuk Surga). Hiyang Seda Niskala. menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya. Kian Santang yang konon katanya. karena ia adiknya Larasantang. jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. bahwa tokoh Kian Santang itu. Seda. Niskala. dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun. Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. sesungguhnya tidak jadi masalah. juga adiknya Pangeran Cakrabuana. jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali. di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala. Selain itu. kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. jati Sunda teka.Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda. artinya Sempurna. Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". bukan dengan Dewa). dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib. PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi. Disunat ka tukangnya. Sebutan lain untuk Hiyang. bagi orang Sunda.. bersih suci bila dibasuh. adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. Kedatangan Islam. Ada pula yang menafsirkan. Kisah tersebut. pada abad ke-7 Masehi? Sebab. setega itukah. Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam. Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. kisah tentang Kerajaan Pajajaran. D. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran. terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Provokasi cerita fiksi Kian Santang. hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi). selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. sudah demikian lama.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berdasarkan ilmu sejarah. Lima betas kali perang tak pernah kalah. teguh dan pemberani. perlu penelusuran ilmiah. dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa. Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta. Prabu Sanghiyang Surawisesa. Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu). terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda .Portugis. sempat dicurigai sebagai Kian Santang. hingga menimbulkan perang selama 15 kali. Perang ke Hanum. konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing. yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi). Perang ke Ancol Kiji. Dalam catatan Portugis. 82 | S e j a r a h K e r a j a a n .alias Fatahillah. Untuk mencari kebenaran. Perang ke Kalapa dengan Aria Burah. Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). Perang ke Simpang. Perang ke Gunung Batu. yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). Perang ke Wahanten Girang. meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja. Perang ke Gunung Banjar. Perang ke Muntur. Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun. membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. menimbulkan persoalan baru. Perang ke Tanjung. pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). Perang ke Pagoakan. Rata gagah perkasa. Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17. uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. Perang ke Padang. ia disebut Raja Samiam.

prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. Oleh sebab itu. Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. hati-hatilah yang hidup di kemudian hari. Terkenal namanya Hiyang Kalingan. Setelah itu. Disunat oleh akhlinya. Tidak sampai setahun. itulah tradisi orang Sunda. tidak diketahui identitasnya. dibunuh tanpa dosa. kesembilan tahunnya meninggal dunia. tidak mati. lamanya jadi raja 8 tahun.sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pandita di Sumedang. kembali ke Pakuan lagi. Puasa. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. ditenggelamkan ke laut. dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem. ditenggelamkan ke laut. moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva. supaya bersih suci dari kotoran. Begitulah keadaan jaman susah. tertimpa tapak kikir. Datang bencana serangan musuh kasar. masih hidup.sang kawuri / hayzaa to . meninggal dunia. hanya meminum susu. Perang ke Medang Kahiyangan.Perang ke Pager Wesi. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna . disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ada pendeta sakti dianiaya. Prabu Ratu Dewata. Sang Pandita di Jayagiri. Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia. Disunat. Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang. jangan hidup pura-pura berpuasa. Sang pandita di Ciranjang.iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf. Perang di Buruan Ageung (Alan-alun).

Mempunyai anak. Yang membangun bale bobot 17 jajar. oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri. tidak hormat pada yang tua. zaman besi. di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. tindakan ratu seperti itu. merampas tanpa perasaan. menghiasi Kedaton.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . zaman perunggu. Dalam zaman Dopra. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu. seterusnya diganti dengan zaman kali. Sering membunuh orang tanpa dosa. Begitulah riwayat Sang Ratu. Lamanya jadi ratu 8 tahun. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. diukir berbaris dibentuk berbagai cerita. tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. menghina pendita. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. Sang Nilakendra. Jangan diikuti oleh generasi belakangan. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat.

perang dengan Datar. kalah Jawakapala.perdaya. perang dengan Patege. kalah Kalapa. Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan. Iamanya jadi rata 16 tahun. 2. 4.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Perang dengan Gegelang. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. perang dengan Mandiri. Ratu Sakti (1543-1551 Masehi). 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. timbul kerusakan dari Islam. Pertama datangnya perubahan. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. Perang dengan Pakuan. 3. Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). Perang dengan Kalapa. Manusia yang berhuma rakus makannya. 5. semua kalah oleh orang Islam. Lamanya jadi ratu 12 tahun. Dunia halus masuk ke yang kasar. perang dengan Jawakapala. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka. tidak mengikuti adat kebiasaan. menurunkari pertapa. Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. kalah Rajagaluh. Perang berlayar ke Salajo. Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi). disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya. ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran. Perang dengan Rajagaluh. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. antara lain: 1. cucu tiri. Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi). perang dengan Galuh.

sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). Sedangkan dari isterinya yang ketiga. Adapun riwayat Syekh Hasanudin. Dua di antaranya. 2. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A. dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. ialah. mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. adalah murid Syekh Hasanudin. Sanghiyang Surawisesa. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. Ekadjati (1989). dari pendahulunya. karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Status ini sangat memungkinkan. untuk membahas Banten. tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. di antaranya: 1. terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. yang disusun oleh Atja dan Edi S. Dewi Surawati. berputera beberapa orang. kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. 2. Dari isterinya yang pertama. jika Pangeran Walangsungsang. Cirebon. 1. pemeluk Islam madzhab Hanafi. Oleh karena itu. Syekh Hasanudm. PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda. adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n . Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. Dalam Carita Parahiyangan. hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .IV. Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. Surasowan. 1989:165). Status Pangeran Walangsungsang. bahwa dari Subanglarang. dan 3. Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). bernama Rajasangara. berperan sebagai anak sulung. Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak.

Sebab. kakeknya Sri Baduga Maharaja. la didampingi oleh jurututulisnya. Syekh Hasanudin. pada tahun 1416 Masehi. yang juga beragama Islam. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. padahal untuk Sri Baduga Maharaja. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad.Pada tahun 1416 Masehi. Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. memperoleh anak. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. la bermaksud. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata. mengadakan pelayaran keliling. Tujuan pelayaran mereka. armada laut Cina. Di antara sekian banyak awak kapal. di Jawa Timur. menyebarkan ajaran agama Islam. Islam bukan hal yang baru dan acing. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda. disertai pula oleh puteranya. Bagi Sang Mahapraburesi. dan lebih kikir lagi dengan pujian. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan. Ma Huan. Tan Go Wat. Setelah lama tinggal di Pura Dalem. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. Tan Go Wat. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya. walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebanyak 63 buah kapal layar. untuk menjalin persahabatan. memohon diri untuk turun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. Kelak. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo. adik iparnya. Peristiwa penting ini. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. Dari perkawinannya. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin. Oleh karena sesama muslim. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). ketika turun di Pura Dalem Karawang. di pesisir Pura Dalem Karawang. Laksamana Cheng Ho. Armada laut Cina tersebut. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. di Pulau Jawa. puterinya Ki Gedeng Karawang. Selama 59 tahun. Ki Gedeng Karawang. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. Namun bagi tokoh Wastu Kancana. Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. dengan prajurit laut sebanyak 27. kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. terdapat beberapa orang penumpang. Syekh Hasanudin. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. dikenal sebagai Syekh Bantong.800 orang. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda.

Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). bagi Sri Baduga Maharaja. Selain sebagai ibunda tercinta. Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. untuk pergi mengembara. walaupun dengan berat hati.1984: 42). adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. Kenyataan seperti itu. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. Perlu dicatat. Subanglarang. akibat konflik agama dengan ayahnya. adalah Guru Agama. Peristiwa-peristiwa itulah. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. hanya ibunya. Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. Sebagai catatan. yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah. tidak menjadi masalah. mendorong Pangeran Walangsungsang. Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa. Pangeran Walangsungsang. Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. mengikuti agama yang dipeluk ibunya. Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam. bahwa Pangeran Walangsungsang itu. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). la dengan kedua adiknya. Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. seorang bangsa Ajam. Ketika Subanglarang wafat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. merasa sangat kehilangan.sanggup memujinya. Ki Gedeng Tapa. diteladani dari kakeknya. madzhab Hanafi. dibina langsung oleh kakeknya. Afganistan. Sementara itu. Tentu saja. Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. memohon izin kepada ayahnya. oleh para penulis babad. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n . la.

la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. Ki Gedeng Tapa. Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). Dalam pengembaraannya. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan. Ki Gedeng Tapa. setelah Pondok Quro Karawang. ketika mendirikan Dukuh Cirebon. di kampung Ghuzah. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . Nyai Larasantang. masih hutan belantara tempat binatang buas. Syekh Datuk Kahfi. mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah. antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. atas keinginan Ki Gedeng Tapa. mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. dari Syekh Datuk Kahfi. Sebagai catatan. Kemudian. harimau. Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. Seperti babi hutan. Pondok Quro Amparan Jati. mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syekh Nurjati. Di tepi pantai. Dalam pemerintahan sehari-hari. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. Di bagian selatannya. gajah.Amir Abdullah Khanudin. Pangeran Walangsungsang. dari kakeknya. Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. ular. kura-kura dan berbagai jenis lainnya. dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. Oleh Ki Gedeng Tapa. Cirebon namanya. Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya. Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut.

Kemudian. Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . Nyai Arumsari (isterinya). ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). Sedangkan di Gunung Ciremai. puteri Ki Danuwarsih. dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syekh Datuk Kahfi. pindah dari tempat tinggal asalnya. kemudian diberi nama Cirebon Pasisir. dibangunlah pemukiman baru. Mereka. adalah mertua Pangeran Walangsungsang. bersedia masuk Islam. atau Tegal Alang-Alang. Ki Sarmawi (pembantunya). Sedangkan Ki Danuwarsih. berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan. disebut Kebon Pasisir. Nama itu diperoleh dari gurunya. banyak kuda liar. yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. Di sungai. atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. di Kebon Pasisir. Pada awalnya. dan adiknya (Nyai Larasantang). Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). Semula. Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. banyak ikan dan rebon (udang kecil). hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja. lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. Cirebon Girang. Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. atau Lemah Wungkuk. seorang ulama agama Budha. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. Sebab. adalah adiknya Ki Danuwarsih.laut (camar). telah bermukim 5 orang penduduk. Atas kesepakatan bersama. yang disebut Cirebon Girang. penduduk Cirebon Pasisir. Diberi nama demikian. dipercaya menjadi Wakil Kuwu. Pangeran Walangsungsang. membuka hutan Kebon Pasisir. serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati. yaitu Nyai Indang Geulis. bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). Setelah melihat ada pemukiman baru. Ki Danusela. sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu.

adalah 346 orang. semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. India 2 orang. Syam 3 orang. masing-masing berbeda. Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah.Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). petis dan garam. namanya. berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan. Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). Arab 11 orang. sebelum tidur. dan Cina 6 orang. Mereka menumbuk rebon dan ikan. Rinciannya: Sunda 196 orang. bekerja menyelesaikan pembuatan terasi. dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai). keakhliannya. para petani. // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang. bahasa dan tulisannya. Sumatera 16 orang. mendapat gelar Ki Cakrabumi. Pedagang. 91 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jawa 106 orang. Hujung Mendini 4 orang. tingkah lakunya. Berbagai bangsa ada di sana. Macam-macam anutannya. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. Parsi 2 orang. Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya.

pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". yang terletak di tepi laut. 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syarif Abdullah. menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. mendirikan Tajug (Masjid). / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. Nyai Indang Geulis. "Anakku. (Jala=air. ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. dan rebon berarti udang kecil. Sehingga. naik ke kapal layar. degan maksud yang sama. Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Cirebon. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. la. Di dukuh Cirebon Pasisir. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. Padahal. ci berarti sungai. Ki Samadullah. Bersama santri-santrinya. diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. pustaka yang disusunnya. kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam. Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir. Sang guru mengingatkan. sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. Cirebon. untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. Akhirnya. Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. Di tengah perjalanan. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. diberi nama Jalagrahan. dengan panggilan akrab Ki Samadullah. karena sedang hamil. Ki Samadullah dan adiknya. Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati. mengingat penduduk Cirebon pertama. Tidak terkisahkan lamanya perjalanan.Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. tiba di pelabuhan Jedah. kata "Cirebon" sendiri. grahan=rumah). tidak bisa ikut. Hal itu. menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. adalah keturunan Bani Hasyim. berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya. berlayar menuju Tanah Arab. kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang.

diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi. Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim. Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im. Syarif Abdullah telah jatuh cinta. …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. dari Bani Mameluk. Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja). sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir). adiknya Syekh Datuk Kahfi. Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah. generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad. / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya. Sedangkan Amir Abdullah Khanudin. kepada Nyai Larasantang. Kembali kepada Syarif Abdullah. di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi. Dan adiknya menetap di sana.menjadi Walikota Mesir. 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. Di tanah suci Mekah. Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas). Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. Ternyata. Di rumah Ki Bayanullah itulah. Tiga bulan kemudian.

Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. semua kekayaan dari kakeknya itu. yang banyak didapat dari sungai Cirebon. Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. Nyai Pakungwati namanya. wafat. Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang. Tidak lama kemudian. // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/. ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. Kata pakung. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki. diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran. Maka jadilah Cirebon. selain sebagai penguasa Singapura. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah. tiba di Cirebon. Dan perkawinannya. Ki Gedeng Tapa. // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. adalah sebutan lain untuk udang kecil. Pangeran Cakrabuana mendapat warisan.. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . Kemudian. mempunyai anak perempuan. Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. la membangun Keraton. Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua. Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir. sama dengan nama puterinya. dijadikan sebuah kota besar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang.. kemudian diberi nama Pakungwati.. kakeknya. 94 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sesudahnya.

Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin. ia mengutus Tumenggung Jagabaya. oleh ayahnya. Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 95 | S e j a r a h K e r a j a a n . diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib. Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi. Pangeran Walangsungsang.Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda. Sri Baduga Maharaja. disertai pasukan pengawalnya. B. Kemudian. Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti. atau Ki Cakrabumi. nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra. dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. untuk menobatkan puteranya. mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad. sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya. atau Pangeran Cakrabuana. sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya. atau Ki Samadullah.

Mempunyai anak beberapa orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sayid Abdurrakhman orang kaya. Oleh karena itu. Salah seorang di antaranya. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. Adapun Abdul Malik. Alwi Amir Pagih anak Muhammad. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. Sayid Alwi anak Muhammad. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. asalnya merupakan satu keluarga. yaitu Sarah. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. mempunyai anak beberapa orang. Sayid Abdul Malik dengan puteri India. Muhammad anak Ali AI Ghayam. Muhammad anak Ubaidillah. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. la meninggal dunia di Jawa Timur.Kemudian. Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan. Dari perkawinannya. Kedua-duanya. mempunyai anak beberapa orang. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. Sebab. Sayid Abdul Malik. Salah seorang di antaranya wanita. anak Alwi Amir Pagih. diperisteri oleh Sayid Hassan. Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir. Dari sejak itulah. bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. kepada puteri pejabat daerah negeri India. mempunyai anak beberapa orang. mempunyai anak beberapa orang. Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. Dari perkawinannya. Riwayat selanjutnya. yaitu adik dari Sulaiman Al Basri. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. Salah seorang di antaranya. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni.

menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. mempunyai anak 4 orang. Ketika menetap di negeri Bagdad. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. Riwayat yang menjadi penyebab. 3. Ali Nurul Alim. 3. Ali Nurul Alim. mempunyai isteri seorang puteri Mesir. sebagai guru agama Islam. 2. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran). hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. disebut juga Syarif Ungkah Jutra. 4. disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. Syarifah Bagdad. Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syarif Sulaiman Al Bagdad. dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon. Syarifah Halimah. Syarif Hafiddin Abbas. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. pergi ke Jawa dwipa. Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. empat di antaranya: 1. menjadi Walikota di negeri Mesir. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi). Syarif Abdurakhman. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar. mempunyai anak beberapa orang. 2. Riwayat selanjutnya. mengajar penduduk di sana. mempunyai anak beberapa orang. Barkat Zainal Alim. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). Syarif Abdurakhim.Abdullah Khannudin. Hal itu tetjadi. 3. Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. mempunyai anak beberapa orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syarif Abdullah Al Masir. Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja. menjadi anak angkat uwanya. memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. 2. Mempunyai anak beberapa orang. tidak mempunyai anak. menetap di negeri Mesir. masing masing ialah: 1. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. tiga di antaranya: 1. Syarif Abubakar. yang seterusnya menetap di sana. Dari India. 4.

Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. Kamboja. ia menjadi duta negeri Parsi. 98 | S e j a r a h K e r a j a a n . Campa.pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. Panjunan dan beberapa desa lainnya. diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). pada naskah yang sama ditegaskan pala. oleh Ki Gedeng Tapa. Juru Labuan Muara Jati Cirebon. Pasambangan. Japura. menikah dengan Hadijah. Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi. dari setiap turunan Rasul Muhammad. juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. semua itu para Kamastu atau disebut Wali. Bharatanagari (India). Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan. Syekh Datuk Kahfi. Junti. Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya. cucunya Haji Purwa Galuh. untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa.

kedua. yang pertama perempuan. Selanjutnya. yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. 2. yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan. Syekh Datuk Ahmad. Syekh Datuk Soleh. Sunan dan Guru Agama Islam. pertama. Dua orang di antaranya. atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. adalah sebagai berikut: 1. Selanjutnya. yang menetap di negeri Malaka. Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. yaitu: 2. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim). yaitu Maulana Makdur Ibrahim. kemudian menetap di Panguragan Cirebon. Tiga orang di antaranya yaitu. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. yaitu: 1. Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). dan 3. yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Dua orang di antaranya. Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman). yang mempunyai anak beberapa orang. mempunyai anak beberapa orang. di antaranya: 1. menetap di Kamboja. dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. dua orang di antaranya. ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah.Maka jelaslah sudah. antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya. Syekh Khadir Kaelani. mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. dan yang ketiga Syekh Bayan. yang kedua Syekh Datuk Kahfi. mempunyai anak beberapa orang. Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. 2.

Dalam perjalanannya. memeluk agama Rasul Muhammad. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. Ratu Darawati. oleh Prabu Kertabumi. tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat. Adik Dewi Candrawulan. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. 3. Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. semua penduduk Ampel Denta. dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. Ali Rakhmatullah berangkat kembali. Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan. Setelah enam bulan di Palembang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dua di antaranya yaitu. Atas usulan Ratu Darawati. Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta. adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). Dalam jangka 3 tahun. la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. dikaruniai beberapa orang anak. Sumatera. Arya Dillah atau Arya Damar. Karena pada waktu itu. untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah).Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. menuju ke Jawa Timur. Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah). Setelah menetap beberapa lama. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. yaitu Dewi Candrawulan. yaitu Siu Ban Ci. Ali AI Mustada. singgah di Palembang. memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. 1. Di Keraton Majapahit. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. Ali Rakhmatullah. di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). yaitu Dewi Darawati. Kemudian. dan singgah di negeri Banten. Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). Di Palembang. Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina.

yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). 3. 2. 3. Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan. Panembahan Kodi. memperisteri puteri Sunan Undung. Dari perkawinannya. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). puteri Ki Wiryosarojo. Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. Nyai Ageng Pembayun. puterinya Maulana Ishak. Panembahan Karimun. 3. Panembahan Mekaos Hanggakusuma. Dewi Rukayah. 2. yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu. 5. yaitu Siti Khorimah. yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. yaitu Raden Amir Hassan. 6. Puteri. Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh. Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. Panembahan Palembang.Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel. dan mempunyai anak laki-laki. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. antara lain: 1. Selain dengan puteri Sunan Ampel. yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. yaitu Dewi Rukhil. Penambahan Joko. 4. yaitu Dewi Sujinah. Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga). dan 4. Dari isterinya yang lain. yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. Sunan Kudus atau Jafar Syadik. memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. Ratu Pakoja. Selanjutnya. empat orang di antaranya: 1. dikaruniai anak beberapa orang. Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masing masing: 1. 7. Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). dikaruniai anak laki-laki. 2. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Ratu Prodo Binabar. dan 8. Dewi Sofiyah. Di antaranya.

Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah. Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi). berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri. Siti Murtasiyah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . parwa I sarga 4. 2. Raden Paku alias Sunan Giri. / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya. mempunyai anak dua orang.. Syarif Hidayat namanya. Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. .. ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang).1. di antaranya masing-masing ialah. parwa II sarga 4. puterinya Ki Ageng Bungkul. antara lain sebagai berikut: . meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat. dari isterinya yang berasal dari Blambangan.//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya. Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah. Siti Mursimah. adalah puteranya Maulana Ishak. mempunyai anak laki-laki. dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa. Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya.

ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa . Tinggal di sana lamanya tiga bulan. lamanya dua tahun. Selesai dua tahun. tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil. disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya.. baru berusia dua puluh tahun. yaitu Sayid Al Kamil. menuju Pulau Jawa . Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa. Ketika singgah di Gujarat. bersama 98 anak buahnya. mereka berlayar bersama-sama. Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama. Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri. dari Syekh Athallahi Sajjilli. Kemudian. Oleh karena itu pergi dari Mekah. Pada waktu itulah. Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. antara lain sebagai berikut: . Dalam perjalanannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i.//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). singgah di Gujarat. parwa parwa I sarga 4. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya. Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya. bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam.ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda. di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir. yang semuanya berjumlah 98 orang.

Sesungguhnya. berjodoh dengan puteri Adipati Banten.sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya. singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). bersama Dipati Keling dan anak-buahnya. Syarif Hidayat alias Sayid Kamil.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kunjungannya ke Cirebon. mengajarkan agama Islam di sana. untuk menemui uwanya (kakak ibunya). Syarif Hidayat singgah di Banten. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. menemui uwanya. Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur. Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. berlayar menuju Cirebon. Nyai Kawung Anten. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur. Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. Selanjutnya. Sumatera. (singgah) di negeri Pasai. yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. Selanjutnya.

Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi. Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati.. Begitu pula Syarif Hidayat.. Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa .//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n . Adapun Syarif Hidayat. Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya.. yaitu Sayid Al Kamil. di Kerajaan Sunda. Setelah beberapa lama kemudian. Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya.. ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu. Syarif Hidayat. Sang Tumenggung mewariskan tahtanya. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil. Akhirnya.. yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama. Nyai Mas Pakungwati.. sangat gembira. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati). kepada suwan yang sekaligus menantunya. dapat bertemu dengan uwanya. Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat. Demi untuk kepentingan penyebaran Islam. Syarif Hidayat. Alangkah sukacitanya Sri Mangana.Iman. Dipati Keling serta 98 anak buahnya. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya. . menetap di Pakungwati Cirebon. sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung. kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya.

dengan gelar Susuhunan Jati. Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran). yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak. menyerukan pujian atas penobatannya. Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati. yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. pesta meriah. . mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati. untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa. disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak. Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita... Pada waktu itu. Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya.// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat. dan semua memberikan dukungan. Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon.. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pejabat penguasa daerah.. sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira. ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon.Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana... untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n .

menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi. Penobatan awal Syarif Hidayat. Sang Kakek memerangi cucunya.1983: 35). Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar. atas pernikahannya dengan Pakungwati. niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon. karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan 3. Syarif Hidayat. "Betapa tidak terpujinya. Syarif Hidayat. terkesan Surasowan di sana. dalam buku Pakern Banten. 2.menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. akhirnya masuk agama Islam. Hal yang hampir sama. adalah menantu Walangsungsang. antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. bahwa: 1." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja. atas kehendak Pangeran Cakrabuana. dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih. V. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan. atas usul orang tuanya. adalah cucunya sendiri dari Larasantang. Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. Akan tetapi. KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A. SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). puteranya sendiri. sebutan Sorasowan. Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon. dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935). lama tidak kembali ke Pakuan.

108 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan). tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta. Surasowan. semua itu menarik untuk dikaji. atau Surosowan? Hal tersebut. menjadi Kesultanan Cirebon. Soera artinja berani. Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan. menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon. Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selanjumya berkembang.1984:44). bagi kata yang ada di depannya. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. Pakungwati sebagai nama kesultanan. Berdasarkan gejala itu. Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan. bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan.1935: 60-61). Pakungwati adalah nama orang. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. Surasowan dan Surosowan. sudah tentu harus dicari pembandingnya. Pakungwati sebagai nama keraton. Pakungwati sebagai nama orang. teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon. Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. Soan atau Sadji artinja Radja. Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita. Pada mulanya. Pada akhirnya berubah sebutan lagi. nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan. Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin.Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan. pendiri kerajaan Islam di Cirebon. yang dibangun di Dukuh Cirebon. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad. Kemudian digunakan sebagai nama keraton. menjadi Keraton Pakungwati. Saleh Danasasmita (1984). puterinya Pangeran Cakrabuana. Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten.

teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan. Islam sudah mulai bersemi. pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir. dan mampu mendirikan keraton yang memadai. Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34. Sebagai putera Sri Baduga Maharaja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. (Atja & Ekadjati. dua orang di antaranya: 1. antara lain ialah. Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. Nyai Kawunganten. Prabu Surawisesa. menjadi bupati Banten Pasisir. Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. Sang Surasowan. satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Arya Surajaya. dan 2. 1.Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3.1989:144 dan 153). Atja & Edi S. Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut. mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang. Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). 2. Sang Surasowan mempunyai dua orang putera. Dari kutipan tersebut di atas. berputera beberapa orang.

Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk. Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja). dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. banyak mendapat simpati dari penduduk. Sepeninggal Ali Rakhmatullah. kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam. Kelak. Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah. terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera). dalam waktu yang relatif singkat. masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah. Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam. di Pulau Jawa singgah di negeri Banten.g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel. tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. Atas seijin Sang Surasowan. Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit. di kemudian hari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah. yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n . singgah sebentar di Negeri Banten.

dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa "seorang yang keramat" itu. bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang. riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat. legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat. Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat. lalu terus ke selatan. Dalam waktu yang relatif singkat. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. kemudian dijelaskan. dari Mandarsah ia datang di Jawa. Untuk mempererat kekerabatan. sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. seorang perempuan (yang tua). Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). Tentang "seorang yang keramat. Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin. lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya. nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin. untuk meng-Islamkan daerah ini. Sesunguhnya. masih saudaranya juga. dari pada substansi historisnya. untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat. tiba di Banten Girang. la mempunyai dua orang anak. dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. Oleh Syarif Hidayat. tentang "orang tua" Hasanuddin. 1983: 33). diberi nama Hasanuddin. Akan tetapi. Hanya saja. cucu Sri Baduga Maharaja. Apalagi setelah diketahui.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Secara tersamar. dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. yaitu Pakungwati. sangat terbatas. yaitu Pakungwati. Oleh Sang Surasowan. untuk meng-Islam-kan daerah ini. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya. pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat. Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki. pada tahun 1478 Masehi. Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat. para penulis Babad. puterinya Sang Surasowan.

soepaja datang ke negeri Banten. untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari. Berdasarkan kaol Cibeber. sangat gelap (peteng). Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. yang hampir malah sudah musnah. yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan. Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah. di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. Hanya saja. terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas.Maka terseboetlah pada masa dahoeloe. Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon. Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun. Kg. para penulis Parimbon Banten. Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten. kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. Sedangkan. Banten dan Demak. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. disaat Kg. 112 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam proses meng-Islam-kan Banten. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten. Berdasarkan kutipan tersebut di atas. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). koerang lebih hidjrah Nabi 887. maka Kg.l. 1472. menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad. tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tahoen Belanda k. akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad. kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten. antara lain: Pada abad 15. Pakem Banten. pada kalimat selanjutnya. Kg.1953: 24). mengemukakan hal yang sama. karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". menggunakan sumber "Parimbon Banten.

Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten. Maulana Hasanuddin. Amanat Dari Galunggung. apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur. sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. patut dicermati. orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". 113 | S e j a r a h K e r a j a a n . Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku".Ag. adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. mengemukakan hal yang hampir sama. seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian. S. yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin. antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan. kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. (2000).1984: 41). Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. sudah tidak diragukan lagi. Hafidz Rafiuddin. Carita Parahiyangan. pernyataan selanjutnya. 2000: i & 9). Akan tetapi. sulitlah bagi kita untuk menentukan. dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy". dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun.Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan". Dengan adanya hal-hal semacam itu. yang dewasa ini disebut Sasaka Domas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme". pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme. yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". Mereka bertugas. Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya. melakukan "Tapa di Mandala". Tuduhan Animisme. tidak mendasar.

(2) Tumenggung Jayamanggala. yang seluruhnya setinggi 6 meter. dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture. menantu. Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan". Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat. anak. Bangunan berundak di Kosala. yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. serta hamba sahayanya. masih dipuja dan dikeramatkan. sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini. menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh.1993: 27). dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana. Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima. Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan. Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya. "dipaksa". antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua. Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana. Kembali kepada proses Islamisasi di Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. Atja dan Edi S. ditemukan dekat bangunan berundak. menjadi ratu wilayah Wahanten Girang. dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali. 1984: 219). Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut. Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. dalam Carita Parahiyangan sarga 3. 114 | S e j a r a h K e r a j a a n .Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan.1989 :144). Dialah putera Sri Baduga Maharaja. Dari kutipan tersebut di atas. Dia kemudian memeluk agama Islam. Anak menantu dan hamba sahayanya. di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm. dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat. dengan ikhlas "beralih agama". menjadi pemeluk agama Islam. Menurut kepercayaan orang Baduy.. Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil. sebagai penganut agama Rasul Muhammad. Arca Domas memiliki 13 undakan batu. "takluk" atau "ditaklukkan".

dan bermuara di Banten Pasisir. sudah merupakan petunjuk tersendiri. berkelok melalui wilayah Banten Girang. dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. ayahanda Nyai Kawung Anten. tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya. Mecermati fakta seperti itu. Jika terdapat perubahan lafal. Bahwa. penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang. 115 | S e j a r a h K e r a j a a n . bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. Oleh karena itu. Portugis pun melakukan hal yang sama. Dari bahasan Atja & Edi S. Sang Adipati Surangggana. setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). membelah kota Serang. Gambaran semakin jelas. dari hulu Gunung Karang Pandeglang. Sang Adipati Surasowan. dalam kajian ilmiah. maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16. Boleh jadi. Sebab. dapat dimaklumi. tapi nyata). terdapat dua negeri Wahanten. sebutan wahanten menjadi banten. bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan). menyebut "Wahanten" dengan "Bantam". Ekadjati. dalam usia terhitung masih muda. apapun bahasanya (Guillot. maksudnya itu-itu juga. Akan tetapi. para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kembali kepada tokoh Sang Surasowan.pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. Secara lingual. Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. hanya pelafalan yang berbeda. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). Ketika Sang Surasowan wafat. mertua Syekh Syarif Hidayat. kedua-duanya sejaman. Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. baik oleh orang Cina. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". sudah tidak tepat lagi. sebutan "wantan" dalam lafal Cina. diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang". Sang Arya Surajaya. memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran). Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya. Hendaknya digarisbawahi. tahtanya diwariskan kepada puteranya. tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya.1996:119).

Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. Putera kedua. di Kesultanan Pakungwati Cirebon. kekuatannya tidak seberapa. kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). Adipati Arya Surajaya. diberi nama Yusuf. lahir pertama Ratu Winahon. Sehingga. Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan. serta memperoleh putera laki-laki. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir. Oleh karena itu. WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). dan persenjataannya pun tidak lengkap. Itulah sebabnya. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. telah mengalahkan kharisma uwanya. menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. Pangeran Sabakingkin. dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . menjadi tidak harmonis lagi. Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan). Mereka dapat ditaklukkan. Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin. karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura.Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). Dari perkawinannya. puteri sulung Raden Patah. Pada waktu itu. pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. dan pasukan yang tersisa melarikan diri. Untuk jaringan politik. Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya. B. menjadi penerus ayahnya. Sabakingkin atau Hasanuddin. Pangeran Arya (Pangeran Japara).

berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. Raja Daerah Gunung Batur. Raja Daerah Wahanten Girang. Sultan Demak (Raden Patah). 10. Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. Raja Daerah Pager Wesi. memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap. Sang Aryya Wirasakti. Karena Pakungwati. Aryya Pulunggana. Ratu Ancol. 16. Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka. Raja Daerah Medang Kahiyangan. Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa. Raja Daerah Gunung Ageng. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa.Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. 14. Tumenggung Linggageni. akan tiba armada tempur Portugis. Raja Daerah Rumbut. 13. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. 9. akan menyerang Pakungwati Cirebon. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. Ratu Hyang Banaspati. Kekhawatiran Sultan Demak. Sang Prabhu Walahar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 6. 4. Sang Aryya Wuludada. Pada saat itu. dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. Raja Daerah Simpang. 8. Adhipati Suranggana. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak. Sang Aryya Suraprasa. 5. semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. Oleh karena itu. Karena sudah tersiar berita. Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. tersumbat. Sang Adhipati Patala. Jelas. Pradharmaya. bahwa tidak lama lagi. 3. 12. 7. dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. 11. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon). Raja Daerah Muntur. Raja Daerah Pagawok. Raja Daerah Gunung Banjar. adalah: 1. Kyai Wudhubasuraga. kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Hanum. Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. 15. Aryya Senapati Bhimajaya. 2. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n .

ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. sedang dalam pelayaran. adalah putera mahkota Demak. Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. Susuhunan Jati. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak. pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan.967 tentara. barulah Panglima Fadhillah Khan. sambil menjajakan bermacam-macam barang. Fadhillah Khan bersama pengiringnya. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. janda Pangeran Sabrang Lor. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati. Sultan Demak memerintahkan adik iparnya. la gugur pada usia muda. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi). barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya. didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka. dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. Kemudian mengadakan gerilya. bandar. untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. Tak lama kemudian. Beberapa bulan kemudian. menyusup berkehling kota. aneka macam perhiasan dan yang lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. Pangeran Sabrang Lor. Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya.Oleh sebab itulah. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya. Singgah di Pakungwati Cirebon. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin. Kekuatan pasukan gabungan. mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. sebagai "gerakan pendahuluan". perdukuhan. Ratu Ayu. untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. kembah ke Demak. bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. Setelah itu. desa. kembali ke Demak. terdiri dari 1. Sebagaimana yang telah dikemukakan.

yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang. setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. Akan tetapi. beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. Secara diarn-diam.1988: 8). penguasa Wahanten Girang.Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi. Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin. Sang Adipati Arya Surajaya. yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. pasukan gabungan Pakungwati-Demak. tibalah serangan mendadak. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary. bergegas menuju Pakuan (Bogor). menyelamatkan diri. untuk menumpas huru-hara tersebut. Sangat masuk akal.Adipati Sang Arya Surajaya. Adipati Wahanten Pasisir inilah. Kemungkinan. Sang Adipati Surajaya dan keluarganya. dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ".1993: 68). Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana. atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. sebelum dapat dibuktikan kebenarannya. dalam usia 48 tahun. secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. sempat dibinasakan. Kemudian. Akhirnya. Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir). tidak sesuai dengan kajian arkeologi. Serangan dahsyat. Di balik peristiwa itu. lebih siap untuk bertempur. memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun. telah lebih dahulu masuk agama Islam. sesungguhnya. sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun". mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten. Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . menerobos hutan lebat. Sesuai rencana. Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan". dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin. Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. Sebab.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin. Karena hal ini. dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir. pusat pemerintahan Banten.

Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana. Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau. Sayangnya.dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya . akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan. anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. makaYusuplah lagi . pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. bahwa setelah selesainya ekspedisi. Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. Berdasarkan kutipan tersebut. yaitu Hasanudin. yang bergelar Ki Bagus Molana. yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin.1983: 34). dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya. dari seorang tokoh. Secara kekerabatan. Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup. antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. seorang dari Pakuwan. rupanya telah terjadi manipulasi. bahkan tidak dilemahkan. dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya.Suranggana alias Ki Bagus Molana. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya. Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat. maka Molana Yusuplah. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi. Kemungkinan besar. Akan tetapi. "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo.yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana. Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. 120 | S e j a r a h K e r a j a a n . di komplek makam Tempat Suci itu. anak Hasanuddin. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. sulit dibenarkan. Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis. mengemukakan usulnya kepada panembahan. Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak. oleh pernyataan. antara lain: Apabila Ki Jongjo. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo". kemudian berkembang menjadi dua orang.

Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. merangkap jadi penguasa. oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam". yang terlebih dahulu masuk Islam. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin. dengan sebutan Sultan. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati. sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana. gelar "Agus" itu. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada. Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan. makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang. Gelar itu. akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik. dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo. seharusnya. sependek nama Jong dan Jo. Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . perlu kiranya diteliti lebih lanjut. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi. Setelah makamnya dikeramatkan. Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. demi kebesaran Panembahan Hasanuddin. Konon menurut dongeng. Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali.yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. Dengan demikian. Kembali ke Wahanten Girang. Setidaknya. Oleh karena itu. putera Sri Baduga Maharaja. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. Kropak 408 Sewaka Darma. yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana. 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pertanyaannya. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. Pengertian panembahan. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. Seandainya. dan memperoleh gelar Panembahan.1983:149-150). kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu.

Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. saudagar kaya dari Perlak. Permaisuri. menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). Sang Arya Surakreta. sebanyak 1. terdesak dan menderita kekalahan. akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan. di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan.452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. menyerang Sunda Kalapa (Jakarta). melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat. Selanjutnya. nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. bahwa wilayah Sunda Kalapa. terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . beralur darah trah Rasul Muhammad. keraton ia dirikan. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). sehingga banyak tentaranya yang tewas. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. Sebagai catatan. oleh Susuhunan. kakaknya Sang Arya Surakreta. sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Jati Cirebon. Nyai Arya Baroh. yaitu Nyai Arya Baroh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ia puteri Adipati Kranda. menyelamatkan diri. Kemudian. tewas binasa.Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). dan para pengiringnya. Sisa yang masih hidup. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. setelah memeluk agama Islam. Armada Portugis dipukul mundur. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. Mereka tidak mengetahui. Setahun kemudian. Untuk memperkuat posisi pemerintahannya. diberi nama Keraton Surasowan. hanya 6 tahun lamanya. Panglima Fadhillah Khan. Dalam pertempuran itu. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). tiba di perairan Sunda Kalapa. menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. di Pelabuhan Sunda Kalapa. Beberapa bulan kemudian. Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah. ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). Sebagian besar penduduknya. Anggota pasukan yang tersisa. berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687).

yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. oleh Susuhunan Jati Cirebon. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. Serangan. Akan tetapi. menggantikan posisi ayahnya. wilayah Pakungwati Cirebon. Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. mengeluarkan asap hitam. adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. la. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. seperti kebiasaan di masa silam. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. la. Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. pada tahun 1501 Masehi.Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran. Kalau tidak. segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. terdesak. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. Oleh karena itu. cucu Prabu Dewa Niskala. adalah putera Prabu Ningratwangi. didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban. jumlahnya banyak. dilengkapi senjata meriam. Prabu Ningratwangi. untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. Susuhunan Jati Cirebon. sambil memuntahkan logam panas". dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya. Prabu Jayaningrat. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. segera mengirimkan berita ke Pakungwati. memanfaatkan situasi seperti itu. Dalam pertempuran ini. telah terjadi perubahan situasi politik. oleh Susuhunan Jati Cirebon. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. di dekat Bukit Gundul. menjadi penguasa Kerajaan Galuh. Prabu Jayaningrat. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. Oleh karena itu. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. akan digempur". permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). diserahi tugas melindungi pondok pesantren.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. memohon bala bantuan. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat. dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh. adalah adik Sri Baduga Maharaja. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba. Berdasarkan riwayat hak waris.

melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. Tidak saling menyerang. Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. kehilangan tokoh penting yang disegani. perkasa. Akhirnya Talaga. Sejak itulah. permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan. kuwanen. 2. Maksud "tidak kalah" tersebut. karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja). Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). Peristiwa tersebut. dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. atuntunan tangan (kerjasama). agar Pangeran Pasarean. Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). Silih asih (saling menyayangi). Perang lima belas kali. Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing.Pasukan Kerajaan Galuh terlesak. Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita. wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. menyepakati. runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). Demak. pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. pemberani. 3. mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). Palimanan. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh. 124 | S e j a r a h K e r a j a a n . oleh pasukan Pakungwati Cirebon. Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). tidak kalah). menjadi pembesar kerajaan. Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). yang mewakili Susuhunan Jati. berhasil direbut. Akan tetapi. dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. janganlah putus.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dapat ditaklukkan. Pada saat itu. Kebijakan itu dilakukan. mungkin karena diakhiri dengan jalan damai. Kedua belah pihak menempuh jalan damai. Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. bahwa: 1. tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. pasukan gabungan Pakungwati. dan Kuningan. kasuran.

Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. la tetap hidup. direbutnya kembali. mati ditenggelamkan ke dasar laut. Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. ia merenungi hidupnya. Pendeta di Jayagiri. Oleh karena itulah. tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). ada pendeta sakti. Munding Rahiyang namanya. Pendeta di Ciranjang. Sang Prabu Ratudewata. tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). Akan tetapi. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. dibunuh tanpa dosa. Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. ditenggelamkan ke dasar laut. Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. C. keonaran. Pada masa pemerintahannya. putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). 125 | S e j a r a h K e r a j a a n . tapi tidak mati. Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). adik Ratu Wiratala. Sri Baduga Maharaja. Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata. tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). Dalam suasana tenang dan damai. yang telah disepakati ayahnya. sudah tidak lagi menghargai keagamaan. la digantikan oleh puteranya. Pada kesempatan itu. Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. dianiaya. Rasa hormat dan kekaguman itu. Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang. senantiasa menciptakan huru-hara. la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. Sanghiyang Siksakandang Karesian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menghilang tanpa meninggalkan jejak. Berpuasa. yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. Prabu Ratudewata. Pendeta sakti di Sumedang.

menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. tidak hormat terhadap yang tua. tewas berjatuhan. selama 8 tahun. hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan. Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. Ciranjang dan Jayagiri. Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan. puteri Prabu Ratudewata. Sesungguhnya. Atau boleh jadi. Susuhunan Jati Cirebon. Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten). Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). Serangan laskar Surasowan Wahanten. masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. sangat beralasan. laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur. ponggawa-ponggawa kerajaan. merampas tanpa rasa malu. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya. didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf). haywa ta sira kabalik pupuasaan). Sri Baduga Maharaja. ngarampas tanpa prege. sekaligus merupakan "unjuk rasa". perwira. Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. ia bertindak sesuka hatinya. setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang). serangan kilat ke kota Pakuan itu. Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. Kemungkinan. Mengingat. Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari. ayahnya. lan bakti ring wong atuha.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). berdasarkan hak historis alur darah keturunan. Sebab. melanjutkan gerakannya ke arah utara. pejabat. menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. Sang Prabu Ratudewata. karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. di bawah komando Panembahan Hasanuddin. la membunuh orang tidak berdosa. serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. Karena. tidak sungguh-sungguh. Serangan terjadi ke wilayah Sumedang.Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi). 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . asampe ring sang pandita). tidak lagi mentaati norma pemerintahan. Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. pengawal raja.

Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya. nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno. E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya. maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari. dan memperisteri ibu tirinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Fernao Mendes Pinto (1510-1583). tempat orang Portugis biasanya berdagang.com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. Emperador de toda a illla da Iaoa. I Madura. untuk ikut menyerang Pasuruan. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. Keberadaannya di sana. que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia. janda dari ayahnya. Bale.Puncak kebiadabannya. Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan). Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya. veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna. Pada masa pemerintahannya. Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. Prabu Ratudewata. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria. 127 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten). E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar. akibat perilaku buruk seorang raja. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. paraque pessoalmete. terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere). la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan. que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda. cotodas as mail ilhas deste arapelago. Angenia. adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. Prabu Sakti masih beruntung. mencatat semua kejadian. Akan tetapi. Keberangkatannya ke Demak. Sebagian dari catatan perjalanannya. aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao. Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten.

000 orang. Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7. seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. Ketika ia datang di pelabuhan Banten. adalah Ki Fadil. Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara. Dialah kaisar Pulau Jawa. Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten. 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten. masyarakat Sunda Kalapa sendiri. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang. Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini. Bali. adalah Nyai Pembayun. Fernao Mendes Pinto. Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril. -yang juga menjadi bawahannya. isterinya Fadhillah Khan. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari. Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. Maksudnya. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. Dengan demikian. supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 1984: 46-47). tidak terbitung para pendayung. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. Berdasarkan pendengaran.Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan. tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda.1999: 90). Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. adik Sultan Trenggono. 128 | S e j a r a h K e r a j a a n . pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka. Kangean. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya. Raja Sunda.

antara Wahanten . Bali. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun. Portugis yang semula dimusuhi. Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. Sedangkan Maulana Hasanuddin. Pada masa pemerintahannya. dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali). adalah tentang adanya hubungan multilateral. Kembali kepada Prabu Sakti. Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga". kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. bagi kepentingan mitra dagang.Sunda Kalapa . mempunyai kedudukan penting lainnya. Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten). serta menempatkan armada lautnya di sana. Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Oleh karena itu dapat dimaklumi. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya).Pakungwati .Portugis. Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya. hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi).Demak . yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon. dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya. Sang Prabu Nilakendra. Portugis menerima kenyataan seperti itu. Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). yang penting diperhatikan. dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon. penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak. Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon. kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). Dari catatan Fernao Mendes Pinto. bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. Fadhillah Khan. selain menjadi Bupati Sunda Kalapa. Sebab. karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. Angenia. Adanya anggapan seperti itu. Madura.menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan". Dari pendengaran. la wafat di Pengpelangan. polah sang nata). dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean. mencatat pada masa pemerintahannya. Bahkan. baru berperan sebagai Adipati Wahanten. memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. akhirrrya menjadi "negara sahabat".

Makan enak. Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan. Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. Tantrayana. adalah kepercayaan mistis sinkretis. pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. Makan minum sampaimabuki. serta dihantui bencana kelaparan. dilukis dengan emas. itulah. yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan. Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. manteramantera Tantrayana. tan igar yan ta pepelakan).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar).jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar.berada di ambang pralaya (kiamat. Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat. Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. dimeriahkan oleh pesta pora. kehancurarr). dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda). sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk. nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali. tidak ada ilmu yang disukainya. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana. tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. yang mengapit gerbang terlarang. Petani menjadi serakah akan makanan. dalam mendahului upacara Tantrayana. telah. secepat kilat. Bagi Prabu Nilakendra. mahayu na kadatwan. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan). 130 | S e j a r a h K e r a j a a n . akibat angkara-murka penguasanya. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. menembus jantung ibukota Pakuan. jimat-jimat. Setiap saat. memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. bahwa tidak akan lama lagi. serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. bendera keramat. Pada tahun 1567 Masehi. Akan tetapi. keraton Pakuan Pajajaran. sudah dicampakkan jauh-jauh. Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra.

mempunyai hak yang sama. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa. Tohaan di Majaya kalah perang. yaitu Prabu Sakti. diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. dari Nyai GedengTepasan. Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak. Tidak pernah ada berita.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran. wafat dalam usia muda. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja. Latar belakang tragedi. Bupati Jipang. sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. hanya tertulis secara singkat. Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. D. Kekosongan tahta Demak. dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. Kemudian. terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. calon pengganti Susuhunan Jati. Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. Pada mulanya. hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. adalah putera Susuhunan Jati. Sebab. diharapkan oleh puteranya. ia telah membuktikan. ayahnya Prabu Nilakendra. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). yang tidak menyertainya ke pengungsian. 131 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. bahwa Surasowan Wahanten. oleh bocah pengiringnya.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. sangat menarik untuk dicermati. adalah negeri yang kuat. yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. Nasib kehidupan kota Pakuan. Susuhunan Jati Cirebon. putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). Sunan Prawoto. adalah menantu Prabu Ratudewata. Mungkin dia tewas di pengungsian. di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). Selain itu. Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini.

Pada saat peristiwa itu terjadi. Naik tahtanya Fadhillah Khan. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. tewas pula. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. pemerintahan Pakungwati Cirebon. berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. Sunan Kudus. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. pada waktu itu masih kanak-kanak. Wanawati Raras. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. Syarifah Fatimah. adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. masih ada calon pengganti yang lebih berhak. Kedudukan tertinggi itulah. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. adalah putera Susuhunan Jati. putera mahkota Cirebon. Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. Mengingat. Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi. yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. Sedangkan pada waktu itu. yang bergelar Pangeran Suwarga. Sultan Trenggono. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. Jipang menyerang Demak. secara terselubung. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. Sedangkan Pangeran Bratakelana. adiknya Prawoto. Karena Pangeran Emas. karena berupaya membela Prawoto. 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan. Atas restu gurunya. Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. menjadi masalah kerabat keraton lainnya. Susuhunan Jati. Pangeran Suwarga. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. Pangeran Suwarga. mendahului kakeknya. untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten. adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto. diharapkan adalah cucunya. yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. dianggap tidak semestinya. sedang berada di Demak. Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . juga warga Demak. dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon).Pangeran Sekar. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan). Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). sebagai Susuhunan Cirebon.

. Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . . Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad. berdaulat. Sedangkan dari isterinya yang kedua. Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan. digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu.kelak menjadi isteri Tubagus Angke. Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama. Misalnya. Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. dan Pangeran Arya. sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara. Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin.1964: 48). walau sesungguhnya tokoh tersebut. kisah tentang watu gilang. melainkan Hasanuddin. Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat. akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. Panembahan Hasanuddin. batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara. Bagi penulis "Serat Banten". Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. digantikan oleh puteranya. pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita. mampu berdiri sendiri. telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. berhasil menjadi negari niaga maritim. Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan. Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi). ketika ia bersalat di permukaan laut. Wahanten Pasisir. Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup".Melihat kenyataan seperti itu. Karena itulah. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya. dipandang oleh masyarakat Banten. Bupati Jayakarta (Jakarta). sebagai negara yang mahardhika (merdeka). dengan "doa" Hasanuddin. perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. Surasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. Pangeran Yusuf. bila tidak dikenal asal-usulnya. Sendi-sendi Islam. dalam kisah "Serat Banten". bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. Sekaligus. martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa". Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". mengkilap dan berseri. mendadak berubah menjadi licin. melepaskan diri dari pengaruh politik Demak. yang ditempatkan di depan Istana Surasowan. dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. Menurut "Serat Banten". Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan.

Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. selop. sisir. kain sulaman. berdagang permata dan obat-obatan. sudah demikian menurun kharismatiknya. cengkeh. kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . Palembang dan lainnya. berhasil ditundukkan. Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa. menjual kain dari kapas. payung. Situasi perdagangan di Karangantu. dan sebagainya. digambarkan sebagai berikut: 1. Ketika mereka kembali. sutera. penguasa Kesultanan Pajang. ikan kering dari Karawang. sutra.1961:13. kulit penyu dan gading gajah. jarum. beras dari Makasar dan Sumbawa. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf. Orang Gujarat. Makasar. berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam). membeli rempah-rempah. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang. kipas. 3. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. porselen. 2. dalam Michrob. Dari segi hubungan kerabat. gula dari Jepara dan Jayakarta. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur. di Pakungwati Cirebon. untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran. Orang Arab dan Persia. dan kain putih dari Coromandel. beludru. Ketika kembali ke negerinya. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. benang emas. rempah-rempah dari Maluku. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. mereka membeli lada. Panembahan Ratu. buah pala. Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan.Sunda (Pajajaran). Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal. kayu cendana. Banjarmasin dan Palembang.1993: 81). Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. kertas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sumbawa. lada dan Lampung dan Solebar. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak. Selain ditinggallcan oleh Surasowan. nila. Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. Minyak kelapa dari Belambangan. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. Pedagang-pedagang dari Cina.

damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. Persia. besi dari Karimata. Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini. Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau.cendana dan kepulauan Sunda kecil. timah putih dan timah hitam dan Perak. Banjar. dapat diatasi dengan baik. 1950:182). setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih. rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. Ternate. Sasaran utama penyerangan. demikian juga tembok benteng di sekehling istana. adalah Pakuan. Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan. Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota. air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota. Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada.1977: 448). Makasar. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan. strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. Kedah dan Selong di Malaka. Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India. 1975: 160). Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota. Bali (Tjandrasasmita. sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. Bugis. gangguan keamanan. Turki. dari sejak pemerintahan ayahnya.1983: 38 dan 59). Cina. Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota. Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi. baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang. keamanan wilayah. tenunan dan Bali dan Sumbawa. Dengan demikian. perkampungan orang Pegu. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. Laskar Surasowan Wahanten.1983: 31). dan sebagainya. perdagangan dan pertanian. Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu.1981: 56-58). Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut. bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Siam. dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob. dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. mulai dipersiapkan. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat. orang Arab. Pada masa Maulana Yusuf. gading gajah dari Andalas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai.

ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari. yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda. sangat memungkinkan. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. sebagai pusat pemerintahan yang baru. setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. terhadap kedzaliman. dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. Dari peninggalan yang ada. di Cisolok dan Bayah. Pandeglang. Kota Pakuan Pajajaran. laskar Surasowan Wahanten. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). batu tersebut mempunyai nilai spiritual. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. Sampai sekarang. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. digantikan oleh puteranya. Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. Kelak. Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. Prabu Ragamulya Suryakancana. Oleh karena itulah. yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. Bagi Panembahan Yusuf. Dengan diboyongnya batu tersebut. la tidak menghendaki. keturunannya masih merupakan kaum-adat. tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. maka di kota Pakuan. tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. beserta ketiga saudaranya. tetapi di Pulasari. Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. Disebut demikian. merupakan upaya "pembersihan".rover. Prabu Ragamulya Suryakancana. Padahal. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan. Serbuan laskar Surasowan Wahanten. kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Palangka itu. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota. Sekarang. mengungsi ke pantai selatan. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. Pada masa pemerintahannya. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. Bila kenyataan yang terjadi. sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran.

menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten. satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki. Pandeglang. sambil menyongsong ajal tiba. Menurut cerita leluhurnya. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. la hanya sebagai "rajaresi". Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. penguasa masyarakat Sunda pertama. hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". Akan tetapi. Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda.Puasari. Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat. Akan tetapi. ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. bersama pembesar dan pengikutnya yang setia. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Kampung Ciptarasa. Prabu Ragamulya Surya Kancana. "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir). kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. hanya berusaha mempertahankan diri. untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. 137 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. mereka meninggalkan kota Pakuan. dikisahkan Ki Baju Rambeng. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. tentunya tidak membuat babak baru. Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. beribukota d. napas tertua bentuk kerajaan. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. Jejak peristiwa itu. ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari. sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. Sesungguhnya. secara samar-samar. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang. Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. Prabu Ragamulya Suryakancana. Mungkin ia pergi ke Pulasari. bahwa di sanalah. Sekelompok kecil yang bernasib baik. dibinasakan. akhirnya berpusara di tempat lahir. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan. la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya. yang meninggalkan urusan duniawi. la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. dalam Pantun Bogor. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi.

keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi). tinggal di keraton Japara. antara lain: 1. semakin berkembang pesat. wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. ia dikenal juga dengan sebutan. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Akan tetapi. Ketika Maulana Yusuf sakit keras. Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). Oleh karena itu. Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). terutama dalam hal pembangunan kota. Pangeran Muhammad. melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. baru berusia 9 tahun. beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. Pada tahun 1580. Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera. menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. D. menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun.Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. Pangeran Arya. sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. Ketika itu. terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. Pangeran Japara. Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . niaga maritim. Dari permaisuri Ratu Hadijah. Sedangkan Panembahan Yusuf. Sejak kecil. Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. Panembahan Yusuf. putera mahkota Pangeran Muhammad. sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. Rata Winahon. berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. Maulana Yusuf meninggal dunia. kepada Pangeran Japara. pengembangan areal pertanian. Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. Konflik tidak dapat dihindari lagi. Panghulu Negara (Kadhi). dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi). dan 2.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Japara bersama pasukannya. Melihat kenyataan seperti itu.

Dalam pelayarannya. hingga ke pelosok-pelosok desa. temboknya dilapisi porselen. Dan pasar yang ketiga. yaitu daerah Karangantu. la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. Malaya. dan akhirnya diusir dari Banten. yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam. la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten. bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. sebagai pencatat perjalanan. mereka berangkat dari pangkalan Tessel. Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. Cina. Rupa-rupanya. dan Abesinia. Turki. Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga. tidak tercapai. Gujarat. dan lain-lain. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. Bersama 249 pasukannya. Jawa. yang memperdagangkan keperluan sehari-hari. Arab. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. Pasar kedua terletak di Paseban. Malabar. Pegu. Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. Seperti halnya ayah dan kakeknya. Bengali. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup. Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n .1993: 89). terletak di Pacinan. Keling.1993: 89).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. bertindak sebagai walinya. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. di bagian utara Kerajaan Belanda. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten. karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan. terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis.itu. Mangkubumi Jayanagara. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob. Diceritakan pula. Melalui Tanjung Harapan. dari berita pedagang Portugis. pada tanggal 22 Juni 1596. mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. seperti dari Bugis. Setelah persitiwa itu. Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'.

pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. Kemudian. karena kecongkakannya. didampingi oleh kakeknya. menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton. la memimpin langsung pasukannya. Perwalian. ia melanjutkan perjalanan. Akan tetapi. Pertempuran sengit. Bahkan. Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia. hampir memukul mundur pasukan Palembang. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . cucu Sunan Prawoto Demak. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. Ratu Wanagiri. Karena sikap congkaknya. diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. di negeri rencong itu. sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. ditarik mundur. Mangkubumi Jayanagara. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. Sultan Maulana Muhammad. Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. Selanjutnya. Akhirnya.Sikap Cornelis de Houtman. pada tanggal 17 Nopember 1602. melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. tidak menghasilkan apa-apa. sebagai Wali Kesultanan. Sultan yang masih bayi itu. armada Kesultanan Surasowan Banten. yang kasar dan tidak bijaksana. Mereka tiba di sana. terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan. didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. yang baru berusia 9 bulan. ia diturunkan dari jabatannya. Akan tetapi. pada tanggal 13 November 1596. Sementara itu. ia tewas terbunuh. pada tahun 1602. Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. menuju negeri Aceh Darusalam (1599). jabatan Wali Kerajaan. melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. Akhirnya. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. putera Aria Pangiri. Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. berputera Abdulmafakhir. penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. Sebab. Armada dagang yang dipimpinnya. Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara). berlangsung di sekitar Sungai Musi. 140 | S e j a r a h K e r a j a a n . menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596).

la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. sikap Mangkubumi sangat mengecewakan. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. pada tahun 1604. didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. pada tanggal 30 Mei 1619.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC).1993:127). yang diberi nama Batavia. Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat. mengadakan huru-hara di pelabuhan. Rasa ketidakpuasan itu. Pangeran Arya Ranamanggala. diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. Snouck Hurgronje (Roesjan. yaitu suku Bataav. di Belanda terjadi peristiwa penting. Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. terjadi kembali huru-hara besar. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir. Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam. menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala. agar Sultan Abdulmafakhir.Sementara itu. di antaranya Insan Kamil. Sementara itu. di kalangan Keraton Surasowan Banten. Melihat kondisi seperti ini. dalam Michrob. Pada tanggal 13 Mei 1626. Kekuasaan sepenuhnya. Akhirnya. Pangeran Mandalika bersama adiknya. terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur. Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi. oleh penduduk Nusantara. dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni. Kongsi dagang tersebut. Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. Mangkubumi terbunuh. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. Di sana mereka membangun sebuah benteng. Pada tanggal 23 Oktober 1608. yaitu Pangeran Mandalika. Melihat situasi seperti itu. pada tahun yang sama (1602). Huru-hara untuk sementara dapat diredam. pada bulan juli 1608. menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya. Bahkan. yang kelak diambil oleh Dr. Didukung pula oleh pihak Inggris. Peristiwa tersebut. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. Akan tetapi. mencapai puncaknya.

.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat. putera mahkota. dilanjutkan oleh cucunya. 4. bagi Kesultanan Surasowan Banten.Gelar ini diperolehnya. Pangeran Surya. Pada tahun 1645. 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui". Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). diangkat menjadi Sultan Anom. sering "terjun ke lapangan". Pangeran Raja. SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651). penguasa Kesultanan Surasowan Banten. kedudukan Sultan Anom. menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. Pangeran Arya Kulon. Kesepakatan perdagangan. adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah. ia meninggal dunia dalam usia muda. Selanjutnya. E. Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. bersikap bebas. diserahkan kepada Pangeran Surya. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. Ratu Pembayun. merupakan masa kemakmuran. dan 5. akan tetapi. mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. Pangeran Lor. antara lain: 1.Sultan Abdulmafakhir. Sultan Abdulmafakhir. Pada tahun 1640. 3. sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. Begitu juga dengan putera mahkotanya. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia. Abdulma'ali. dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. 2. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak. Perjanjian itu. ia mencapai perjanjian perdagangan. Akan tetapi. pada tahun 1650. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari. la seorang Sultan yang cepat tanggap. Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir. Tahta Kesultanan Surasowan Banten. tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda.

merupakan pekerjaan yang sulit. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. 2.Pangeran Surya. terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. 3. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya. melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. empat orang saudara kandungnya. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. Serta empat orang saudara seayah. 2. Pangeran Wetan. yaitu: 1. Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n . Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. dan 4. baik orang-orangnya. bahkan kemungkinan besar akan gagal". Antara lain. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. dan Ratu Tinumpuk.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 3. sebagai pejabat tinggi negara. Terhadap Kompeni Belanda. Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. yaitu: 1. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. 4. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah. Pangeran Raja. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). Ratu Inten. yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. Ratu Kulon. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. Oleh karena itu. Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara. Pangeran Kidul. Pangeran Lor. dari manapun asalnya. Pangeran Kilen.

terlihat watak maritim Banten murni. disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan. Kompeni Belanda. yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1. beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". setiap ada kesempatan. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. menurut perjanjian 1645. Kompeni Belanda. Sebagai catatan. Setidaknya. Jalur angkutan laut. hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. tanpa basis yang tetap (gerilya). Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir. pasukan patroli Kompeni Belanda. dan 2. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Tujuannya. Panembahan Hasanuddin. kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. harus dipancing keluar dari sarangnya. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. Akan tetapi. dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian". satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. dalam satuan-satuan kecil. 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . satuan-satuan armada kecil. 2. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya. dan 3. Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. yaitu sebelah Timur Cisadane. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. harus dipotong. Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan. Di darat. dan menghancurkan kilang penggilingan gula. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Semua aksi-aksinya. Mengenai satuan tempur di darat. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur. Padahal Kompeni Belanda berharap. Untuk memenuhi strategi itu. tidak akan pernah sampai ke Batavia. yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. Di laut. Pasukan "gerak cepat" itulah. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. memusnahkan tanaman tebu. kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. supaya kapal-kapal itu. Di wilayah perbatasan. yang tidak diinginkannya.

sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati". sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. yang membantu Dewan Hindia Belanda. telah memenuhi persyaratan. sangat puas atas prestasi Maetsuycker. Maetsuycker. yaitu: mahir menjadi pedagang. sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. pada tahun 1653. ia mempunyai dua orang kawan. kecuali untuk berburu di luar tembok kota. Mereka mendorong. Untuk mencapai tujuannya. merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. Para Direktur Kompeni di tanah airnya. Trio itulah. Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara. telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda. dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan. 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland. selanu 30 tahun. dan pandai bergaul. yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". adalah hasil dari buah tangannya. pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. menggantikan Carel Reynierszoon. sebagai sumber pangan. Menurut pandangan mereka. Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. yang sekaligus menjadi penasihatnya. Anthony Van Diemen (1636 -1645). Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. ulet. Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting). Akan tetapi. Baik van Goens maupun Speelman. "Statuten Van Batavia". Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. Maetsuycker. dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678). Sultan Abdulfatah. pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. la terkenal cerdas. Sebagai ahli hukum. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. sejak masa GJ. yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. dan Speelman.dalam "pembaharuan perjanjian".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Maetsuycker tidak senang bertualang. saling mengisi dalam watak dan pendapat. van Goens. kedua penasihat Maetsuycker. yang tidak bertahan lama. mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten.

Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. Banten harus membayar kerugian perang. menginginkan Maetsuycker. Akan tetapi. Pertukaran nota. mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. Padahal. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan. atas biaya dari Banten. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. dilakukan sampai beberapa kali. tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. yang berdasarkan kelompok etluk. Untuk memenuhi keperluan tersebut. 4. Menjelang akhir masa perjanjian. dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. sambil membawa usul-usul baru dari mereka. perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. Karena merasa lemah di sektor darat. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda. sebanyak 10 pasal: 1. baik di darat maupun di laut. bersedia membuka jalur perundingan. 5. utusan Kompeni Belanda. Sebab secara pribadi. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar". 3. Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat. berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. Sultan Abdulfatah. 6. 2. derigan membentuk pasukan "pribumi". dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. van Goens dan Speelman. Kedua belah pihak. Ancaman dari darat inilah. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada tanggal 29 April 1658. hampir berhasil. harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing. membawa usul "perdamaian".Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. Pada tahun 1657. Terhadap tindakan itu. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. Sampai akhir tahun 1656. Sebab di laut. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. agar ia bertindak lebih keras. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. Kompeni Belanda mengambil prakarsa. sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten.

peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. agar orang Banten. Sebagai jawabannya. berarti menyulut sumbu perang terbuka. Menuntut. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. Perbatasan Banten dan Batavia. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini. Seperti yang telah diduga sebelumnya. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. secara bebas dapat membeli meriam.7. warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. 147 | S e j a r a h K e r a j a a n . agar "bunuh diri". bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. 10. artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. agar orang Banten. Penolakan tersebut. 9. 2. Sultan Abdulfatah menegaskan. yang dinilai sangat tidak adil. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten.1993:137). pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar. diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen. sebagai imbalan. dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. Sultan Abdulfatah sangat faham. peralatan-peralatan yang dimaksud. Oleh karena itu. Setiap orang Banten yang ada di Batavia. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat. Sebab. Tuntutan yang pertama. Sultan Abdulfatah menuntut: 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 2. Menuntut. ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan. pada tanggal 11 Mei 1658. Tuntutan yang kedua. Dengan tegas. (Michrob. pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. karena: 1. demikian juga sebaliknya 8. yang telah diperolehnya. yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". maka sebagal imbalannya. harus dikembalikan ke Banten.

Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. untuk menjaga serangan dari laut. Pertahanan ibukota. Tumenggung Wirajurit. karena dalam rangka blokadenya. 1. 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). jenis canon (meriam besar). dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu. telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing. 5. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. di perairan Tangerang. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . balasan dari pasukan ardleri Banten. di sekitar Pulodua dan Pulolima. selama 9 hari. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. Oleh karena itu. di perairan Karawang. Ratu Bagus Wiranatapada. Si Muntab dan Si Kalantaka. selalu "berkeliaran". sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. Dengan melalui jalan darat.000 orang. Akan tetapi. Sultan Abdulfatah memerintahkan. di perairan Pontang. Ratu Bagus Singandaru. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. mulai memuntahkah tembakan salvo. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. yang masing-masing diberi nama. yang menyebar di sekitar pelabuhan. Arya Suryanata. tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. sebuah satuan tempur darat. berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. di perairan Labuhan Ratu. Kapal-kapal Kompeni Belanda. Hal ini dilakukan. dipusatkan di sekitar pelabuhan. Pertempuran sengit itu. Sedangkan satuan Artileri Banten. berlangsung sampai senja hari. 2.Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. Suranubaya. 3. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. 4. Sepuluh di antaranya. Selain itu. setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. perairan Selat Sunda. di perairan Tanara. ditempatkan di pantai Caringin. Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik. dengan kekuatan 60 meriam. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan.

Kompeni Belanda hanya mampu bertahan. Akhirnya. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. yang sudah memerlukan istirahat. untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker. dari pasar Batavia. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia. Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. untuk mengadakan penyegaran pasukan. tidak menuntut hak monopoli. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. Oleh karena itu. pada tanggal 10 Juli 1659. di garis depan Angke-Tangerang. kemudian memeluk agama Islam. Bagi orang Kompeni Belanda. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. adalah: pengukuhan garis perbatasan. Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. Perundingan berlangsung di Batavia. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . Padahal. sepanjang sungai Cisadane. terjadi stagnasi. Melihat kenyataan ini. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. Sementara itu. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. titik berat dari perjanjian itu. Sultan Abdulfatah. untuk menggantikan sebagian pasukan lama. Kompeni Belanda. oleh Kompeni Belanda. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. bertindak atas nama Sultan Jambi. Pimpinan baru. armada Kompeni Belanda. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur. dipandang sebagai ancaman baru. Sebetulnya. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. menuju ke laut lepas. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. dari kedua belah pihak. harus dikembalikan ke Batavia. tanpa alasan yang sah. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. Mereka dibekali pasukan baru. Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. Di Batavia. telah banyak korban yang jatuh. dan Kesultanan Surasowan Banten.Sebelum malam tiba. Kemudian Sayid Ali. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akan ditangkap. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya. karena pihak Kompeni Belanda. Sebab. tentang hak membeli senjata dari Batavia.

bahwa para gerilyawan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. tidak dikenakan bea pelabuhan. Strategi Sultan Abdulfatah ini. atas permintaan kepala perwakilannya. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi. Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing.Sebagai catatan. bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. dapat menyitanya. Kemudian. Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. Bahkan. ada barang yang dianggap terlarang. Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya. dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. dengan cara mencari setiap kelemahan. Kemudian. 2. Sebab. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. yang selalu memanfaatkan kesempatan. petugas pemeriksa dari pihak Banten. antara lain sebagai berikut: 1. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. Bahkan bila dianggap layak. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten. F. telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata". yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. atau terpaksa singgah karena memerlukan air. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. biaya pemeliharaan kantor tersebut. Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. Bila dalam kapal Kompeni itu. antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat". Kelak terbukti. dengan bayaran tinggi. ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. akan diberi gelar kebangsawanan. Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". tetap diperbolehkan dibuka. untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n .

yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang. Sebab selama perang berlangsung. Di sebelah kiri dan kanan saluran.tujuannya. tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. Oleh karena itu. untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu. telah banyak hal yang terabaikan. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun. kepada atasannya di Netherland. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda. bahwa "Banten harus ditundukan. Posko pertahanan sebelah timur ini. Pada saat perang berlangsung. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil. Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah. tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. tujuan Sultan Banten yang tangguh itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam tempo 9 hari perjalanan.000 jiwa. Kompeni Belanda menyadari. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . selain letaknya yang jauh. sepanjang saluran yang baru. karena beban logistik yang terlalu berat. Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. banyak mernakan biaya yang amat tinggi. Dengan demikian. karena terletak cukup jauh dari pantai. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui. Salah satunya. bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur. Dibangun saluran secara berantai. pada tanggal 31 Januari 1679. Kedua. Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6. Kompeni yang akan lenyap". atau. antara lain sebagai berikut: Pertama. masyarakat dianjurkan mencetak sawah. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda. juga sarana perhubungannya sulit. bahkan dihancur-lumatkan. dibuat sepanjang jalan lama. Saluran itu. bahwa pembuatan saluran tersebut. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. Hal ini disebabkan. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. Strategi ini.

pos terdepan pasukan Banten. Banyak di antaranya. Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. dihuni petani biasa (bukan tentara). orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland. ia memperoleh informasi rahasia. dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten. yang menuju Batavia. Alih teknologi. bahwa pemukiman orang Mataram itu. Di Muara Beres. 152 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Abdulfatah. dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. Dengan demikian. yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru. Terbukti. Peningkatan ekspor. Mata-mata Banten mendapatkan. Dari Wales. Kecemasan pihak Kompeni Belanda. sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. dengan kekuatan 4. Banten pun merupakan sebuah negara maritim. dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus. dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. Dari orang EIC. Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan. Selain pembangunan fisik. mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. 3. Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). untuk mengepung benteng Batavia. peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional. telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. Muara Beres. atau ke arah tenggara Muara Beres.Kesultanan Surasowan Banten. Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah. pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". yang mengirimkan koloni petaninya. yaitu: 1.000 orang. dan mereka dianggap "tidak berbahaya". Ketika pecah perang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebanyak 500 orang ke Muara Beres. 2. ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. Sebab. terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). ke sebelah timur dari Wales. antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672.

berbentuk busur. mengundang para teknisi Eropa. Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. bahwa nama tempat itu (Ragunan). dilengkapi pancuran dan danau buatan. bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. Benggala dan Persia (Iran). Negeri Belanda. mampu berlayar hingga mencapai Philipina. kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten. dilindungi tembok terbuat dari bata merah. seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk. Sultan Abdulfatah. De Haan berpendapat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. ditempatkan menara jaga. pada tahun 1671. dengan nama Tubagus Wiraguna. sekarang). dibuat pula saluran yang cukup lebar. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga. Macao. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. untuk menghindari pengintaian dari luar. ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan. Sebagian besar para teknisi Eropa itu. 1996: 303). dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan. Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. Keraton Surasowan. yang cukup tebal. Istana yang megah itu. Melalui kongsi dagangnya. Di sekitar tembok benteng. perjanjian dagang antara Banten-Denmark. keraton itu dilaporkan bercorak modern. merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. tidak jauh dari pantai. Hal tersebut. Selain Istana Surasowan di pusat ibukota. Kelak. dapat ditandatangani tahun 1670. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan berfungsi sebagai benteng cadangan. Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan. Karena keistimewaan sistem saluran airnya. Pada sudut-sudut benteng. tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. Jejak-jejak tangan teknisi Eropa. Jalan masuk menuju komplek Istana. diberi dinding bata pada kedua tepinya. dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. Dari nama keraton itulah.Dalam jalinan persahabatan internasional ini. Dalam sumber Belanda yang sejaman. sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. yang memiliki daya jangkau jauh. Seluruh komplek.

guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah. Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. putera mahkota Sultan Haji. yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti. sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki. dapat saja meletus. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan. Sultan Abu'nasr Abdulkahar. Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setiap saat. Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai. Sejak itulah. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n . diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa. di Istana Tirtayasa Selanjutnya. maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri. Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. diperintahkan oleh ayahnya.yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka. di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten. Abdulkahar. pada tanggal 16 Februari 1671. Sementara itu. untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. memerlukan waktu 2 tahun. untuk menunaikan ibadah haji. adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. Tamat (Naerssen.1977: 159). Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji. yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar. pada tahun 1674. Peristiwa ini. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah.

Dalam perjanjian Bongaya (1667). Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. dalam . diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo. Sisa-sisa laskar Makasar. di antara kedua belah pihak. untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur. berturut-turut telah datang ke Banten. Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. tidak pernah mulus. kehilangan sekutunya di kawasan timur. adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker. cenderung mengarah kepada permusuhan. Bantuan senjata dan perbekalan. Oleh sebab peristiwa itu. Sementara itu. Kesultanan Surasowan Banten. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. membuat ia mengambil sikap netral. Sikapnya yang sangat hati-hati. belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. dan kehilangan kebebasannya. 800 dan 300 orang Makasar. Dalam kejadian ini. Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. Koloni petani Mataram di Karawang. Sultan Ageng Tirtayasa. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten. bila salah satu pihak diancam Kompeni. Terbukti. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. Kekhawatirannya. Kedua belah pihak saling membiarkan. Saran van Goens dan Speeltnan. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. bukan saja orang Makasar yang ada di Banten. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672. tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n . hubungan Banten dengan Mataram. ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar.Hal yang meredakan ketegangan. kemudian bergabung dengan laskar Banten. agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten. banyak yang menyingkir. Karena persaingan itulah.

tidak mungkin dipenuhi. kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram. Sultan Ageng Tirtayasa. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. sebagai Sultan Sepuh. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. kedua orang kakaknya. telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . ibu dan isteri-isteri mereka.Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. karena alasan politik. juga puteri Mataram. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah. dalam peristiwa itu. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. dapat dipererat kembali. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. Menggunakan kapal perang Banten pula. Masing-masing. Akibat peristiwa itulah. Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya. Oleh sebab itulah. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. yang telah lama retak. Panembahan Girilaya. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. adalah kemenakan Panembahan Ratu. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. Menggunakan kapal itu pula. Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. akan mengambil sikap netral. Mereka bersama ayahnya. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. Selain itu. merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. Hanya saja. Kesultanan Surasowan Banten. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat. putera Panembahan Girilaya yang bungsu. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. dengan keraton Mataram. Sebagaimana telah dikemukakan. Mereka hanya menjanjikan. Ibunda Amangkurat I. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram.

Setelah Amangkurat I meninggal dunia. namun ditolak oleh Trunojoyo. Sebagai penggantinya. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom. tidak meneruskan gerakannya. Selain itu. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. Pusaka-pusaka Mataram. tidak menerima usul tersebut. Akan tetapi. yang selalu hati-hati. segera dilumpuhkan. Karena peristiwa itulah. termasuk mahkota Majapahit.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. putera mahkota Mataram. sama-sama penganut garis keras. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. Maetsuycker yang semula bersikap netral. menyeberangi Selat Madura. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. la berkirim pesan kepada Speelman. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. Berdasarkan pertemuan itulah. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. karena menganggap sebagai konflik intern keraton. pada bulan Oktober 1677. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. Pada tanggal 2 Juli 1677. Speelman kembali ke Japara. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. 157 | S e j a r a h K e r a j a a n . Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland. Selanjutnya. Gubemur Jenderal Maetsuycker. setelah Trunojoyo tertawan. sebagai tebusan biaya perang. melainkan oleh Kompeni Belanda. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia beserta mahkota Majapahit. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. Selanjutnya. dengan tujuan mendapatkan wilayah. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. langsung menyerbu ibukota Mataram. supaya Trunojoyo beserta sekutunya. Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. Speelinan pun mengusulkan. Akibat serbuan Trunojoyo. Akan tetapi. dan menyerang Arosbaya di Madura. penumpasan gerakan Trunojoyo itu. serta berhasil merebut dan mendudukinya. Akan tetapi. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan.

Situasi baru ini. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. sebagal pembayar hutang biaya perang. senapan. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. Selanjutnya. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Akhir tahun 1678. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya. PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. Rangga Gempol menggempur Sukapura. penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. Sebagai langkah awal. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. Parakanmuncung dan Bandung. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . melalui Kapten Hartsinck. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan. yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. pada bulan September tahun 1678. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656. Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677. sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. yang merupakan wilayah bawahan Banten. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane.F. di bawah pimpinan Wiratanu. sehingga memperoleh bantuan meriam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. peluru dan mesiu. Bupati Sumedang. telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. Hubungan dagang Sumedang . Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama. dengan mengerahkan 300 orang Talaga.Kompeni. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung. dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. karena Rangga Gempol III. menyingkirkan para kepala daerah setempat. namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker. pada tahun 1680.

Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten. sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677. Akan tetapi. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. yang berkedudukan di Pamanukan. Sementara itu. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. Tetapi yang paling membahayakan negara. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. mudah terpengaruh bujukan orang. bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman.Cakrayuda. Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram. la senang meniru perilaku orang Belanda. untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu. Caeff. mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan. Sultan Haji. adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. Secara politis. 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. Potensinya masih kecil. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. sehingga bukan merupakan ancaman berarti. Rangga Gempol kembali berkuasa. Akhirnya. Kabupaten Cianjur. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. Pendudukan Banten atas Sumedang. tanpa kajian yang mendalam. hanya berlangsung kurang dari dua tahun. Sultan Ageng Tirtayasa. dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda. Ambisi Sultan Haji yang amat besar. peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. la labil dalam sikap. di daerah Indramayu. serta orang-orang Belanda lainnya. Sebab. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. adalah menantu Bupati Bandung. di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. justeru muncul dalam kesempatan tersebut.

Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. pasukan Banten masih terlalu tangguh. la tidak berani. Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. Akhirnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . semakin meruncing. karena ia meninggal pada bulan November 1681. tetap rawan. van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya. Dari "tiga serangkai Kompeni". ia berani mempertaruhkan nyawanya. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. menjadi penguasa wilayah". menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. tubuhnya kekar. Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. ia orang Kompeni Tulen. la cerdas dan cerdik. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. Untuk kepentingan Kompeni. perunding dan panglima perang. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. Pada saat-saat perang sedang berlangsung. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten. terpaksa menahan diri. Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. Oleh karena itu. lengkap dengan keadaan politik.Kompeni Belanda sudah merasa kesal. Sikap licin seorang pedagang ulung. Akan tetapi di darat. terbawa mati. terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645. Dalam sehari. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Wajar bila Vlekke dalam bukunya. tanpa persiapan yang benar-benar matang. Belanda kelahiran Rotterdam itu. namun lincah dan tak senang diam. dan Perjanjian Japara untuk Mataram. Berkat pengalamannya sebagai pedagang. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. la sangat memahami. Keamanan kawasan di sekitar Batavia. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam. Watak dan keuletan Speehnan. dalam pertempuran di laut. Rijcklof Volckertsz van Goens. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. Speelman mengetahui. Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. ia menyusun catatan pertempuran. telah akrab dengan iklim tropic. Banten. karena gangguan gerilya Banten. Speelman mematangkan situasi.

komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. Tugas van Dijck yang sesungguhnya. Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. 161 | S e j a r a h K e r a j a a n . berjalan mulus. Dengan dalih. van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan. sebagai perunding ulung. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. Sehingga. Sultan Haji menawarkan perdamaian. Sementara itu. dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. Kapten Tack. pasukan bantuan Kompeni Belanda. Pertahanan daerah Angke-Tangerang. pada tanggal 8 Januari 1681. Van Happel. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai".Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. melainkan sebagai "penolong". Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. pada malam 26 Februari 1682. komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan. Padahal. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. pada tanggal 16 Maret 1682. dengan sikap "tetap manis dan penuh harap".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. oleh Jacob van Dijck dan Caeff. padahal di benteng "Batavia". yang menempati Istana Surasowan. Selanjutnya. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. ialah menghasut Sultan Haji. mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. Mereka adalah: Kapten Hartsinck. di bawah komando Kapten Tack. Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". Sloot. Speelman mengutus Jacob van Dijck. disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. tiba di Pelabuhan Banten. yang ditempati oleh Sultan Haji. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Sistem politik adu domba. saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. agar lebih berani mengadapi ayahnya. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya. anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. di bawah komando Saint Martin. dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda. terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680. dan Saint Martin. sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten.

Pada tanggal 28 Desember 1682. mulai menembus keraton Tirtayasa. yang berisi bujukan dan permohonan. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung. Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. meriam tempur Hartsinck. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. Sementara yang lain menunggu di Sajira. sehingga terjadi stagnasi. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. mencoba mempertahankan daerah tersebut. Saat itu. pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. Di tempat itulah. ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia. Sedangkan di Tanara. Beberapa hari kemudian. Pada awal Maret 1683. armada darat dan laut Kompeni Belanda. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. Serbuan pasukan Hartsinck ini. Hartsinck mempersiapkan serangan baru. di sebelah selatan Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. bergerak menuju ke Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. dengan perhitungan yang matang. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan. berhasil merebut Pontang. mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. Hingga bulan Agustus 1682. berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. mundur menuju Tanara. oleh Sultan Haji. Dari ibukota Surasowan. pasukan darat dan laut Banten. Akan tetapi. melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. Selanjutnya. Pada bulan Oktober 1682. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck. bergerak menuju Tirtayasa. pada bulan November 1682. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack. memasuki keraton Surasowan. memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. disambut baik dengan penuh rasa hormat.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. Akhirnya. Pasukan gerilya Banten. utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pasukan gabungan ini. yang berada di Keraton Surasowan. Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. Di Tanara.

menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. dalam berbagai sumber. Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). Pada saat itulah. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". Banten mencapai masa kejayaan. Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Banten. Bahkan. Mungkin saja. dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. Sultan Ageng Tirtayasa. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan. dan Perancis. telah berhasil memikat para pedagang Inggris. Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. Akan tetapi. Karena terbukti.Keraton Surasowan. Selanjutnya dalam catatan Vlekke.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. Sultan Haji tidak berdaya. bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan. 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa. ia menyebutkan. Kemungkinan besar. Denmark. lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir. Sehingga. Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. Akan tetapi. di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. Menurut pengamatannya. Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda. sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". mereka merasa senang. serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya. Tanpa ragu-ragu. la dihormati dan disegani oleh lawannya. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten. tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. Penangkapan itu. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692. mencoba memodernkan negaranya. ialah musuh besar Kompeni Belanda. yang diberikan rakyat Banten kepadanya. Seperti juga raja Makasar.

pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. Kesadaran politik inilah. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”.Atas bantuan orang-orang Eropa. Padahal. para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa. pada tahun 1677. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten. Dalam tahap permulaan. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten. Disertai salah satu kapal milik Banten. la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. la pun menuntut hak. akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. terdapat kesimpang-siuran. sebelum kedatangan orang Portugis. Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. dari manapun asalnya. putera mahkota (Sultan Haji). Serang. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. Hal itu justeru tetjadi. Macao. mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). Sultan Ageng Tirtayasa. dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983). Satu tahun lamanya. berakhir pada tahun 1683. oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. Sultan Haji mengira. Muhammad Ismail. sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob. Cina dan Arab. Oleh sebab itu. penerbit Saudara. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. bukan sebagai "bangsawan niaga". untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. melanjutkan perjuangannya secara gerilya. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. berada pada titik puncaknya. Orang berkata. melonjak naik. Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. dari sumber-sumber yang ada. kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Para pedangan India.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka. Akibat peristiwa penangkapan tersebut. melakukan pelayaran ke Philipina. Benggala dan Persia. setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. dipimpin oleh para nakhoda Eropa. yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. Mungkin penunjukkan tahun 1672.

terdiri dari: Prof. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984. Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. dibentuk tim.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. 2. artistik. Dr. Tim inti itu. tanggal 8 April 1985. dan dukungan rakyat.M. tingkat volume lama perjuangan. antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . luas wilayah perjuangan. Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). G. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional. psikologis. putera Pangeran Sake. Karena nilai-nilai kepahlawanannya. dan Drs. 4. yaitu Tubagus Mustafa. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. 3. Pada tahun 1985. Ekadjati (Ketua). Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah. Saleh Danasasmita (Anggota). Edi S.direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. berdasarkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan lain-lain. Adik Sultan Haji. edukatif. jumlah korban pada pihak musuh. Saini K. politis. (Anggota). No. Sprin. Skep/182/N/1985. untuk meneliti. Setelah dilakukan penelusuran. No. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18. yaitu Pangeran Sake. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. kesulitan yang dialami. 5. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. Salah satunya. Drs. diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional. atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa. ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa. jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. penelitian. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi.CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa.

antara lain: 1. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi). Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723). terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah. Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi. Perlawanan Bupati Sumedang R. 2. gagah berani. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon.T. 8. Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810). serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. dan 3. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). terukir oleh tinta emas sejarah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kini diorama dan patungnya. 7. di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683). *** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat. Raden Alit Prawatasari.1. Dari hasil seleksi pada waktu itu. Bagus Rangin. 4.A. 6. sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. Ketiga tokoh tersebut. Perlawanan rakyat Banten. Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi). dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Sultan Ageng Tirtayasa. 5. 2. la raja yang bijaksana. di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819). Sri Baduga Maharaja. Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi). yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. 3.

Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali. karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci. beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap.1984: 29). yang menggambarkan Brahma. Beberapa bulan kemudian arca itu. antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Agastya. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan. pada paro pertama abad ke-19. Siwa. Pada wayang Kumbayana. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap.1996:101). diangkut ke museum pula. kecuali satu. Brumund dan Van Hoevell. 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot. semuanya dikirim ke Batavia. Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang. melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel. untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta.MELACAK RAJATAPURA I. dua pakar yang terkenal. meniru bentuk janggut patung Agastya.BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI . sekalipun orang Cina berkeberatan. ternyata sebuah yoni. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). Durga dan Ganesha. bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara. menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. Arca itu. Beberapa puluh tahun kemudian. Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten. memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati. kendi itu dihilangkan. penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana.

Pada berbagai singkapan. telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993). mengemukakan pendapatnya. 1996.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite. Halwany Michrob. 104). tuffa. Pemujaan terhadap Agastya. Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis. Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung. gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. Bila dikaji lebih dalam.1993: 33). bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles). Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. Sayangnya. antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang. dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich.Boleh jadi. dalam Guillot. maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok. antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n .500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari. apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka. ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda. Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M). kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut. apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. 1850. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain. adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu. Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya. Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). Kedua-duanya. yang terletak di pesisir barat Pandeglang. Pada materi yang sama. kemudian dibahas oleh Yogaswara. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara. tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda. luasnya sekitar 17.

Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n . 1978: 38). Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik. sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya. yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. dalam Michrob. dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. dikatakannya kepadanya. seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913). sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara. karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita.1894 dalam Guillot. dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman.1983: 33). Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja. seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. 1984: 3334).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. Bahkan dalam hasil penelitian lainnya. memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari. Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526. II. mengisyaratkan. Selanjutnya. MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah.1993: 33). Dalam pada itu. Ketika bapaknya datang kepadanya. dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya. baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli. di Pulau Panaitan.1996: 106). bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat. Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari. Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan. Dengan demikian.daerah ujung selatan Surnatera. Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara. (1996). bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah. dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan.

terdapat batu-batu yang dikeramatkan. Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung. ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). Untuk membuktikan kebenarannya. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi.dicari". oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa". ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor. menurut cerita rakyat. ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu. Batu Kiara Jingkar. diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja. Di lokasi tersebut. Batu Kiara Jingkar. merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. yang berserak di bawah cucuran air terjun. ada semacam "gambar" ayam jantan. Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. Patut disayangkan. antara lain: Batu Sanghiyang Arca. Menurut cerita rakyat. pipih. Air Terjun Curug Putri. air di atas permukaan yang cekung tersebut. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. air terjun Curug Putri. Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. dahulu kala banyak terdapat pohon kiara. Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi. tebal 10 centimeter. Menurut cerita rakyat Cilentung. di sekitar puncak Gunung Pulasari. dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. Kekeramatan batu tersebut. menurut cerita rakyat.19y6. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung. sehingga dapat menampung air (nyangkrung). dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter. konon milik Maulana Hasanuddin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Batu Cangkrung. Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari. Uniknya. Ayam jantan tersebut.100). Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. Batu Kiara Sarebu. 170 | S e j a r a h K e r a j a a n . terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. Menurut cerita rakyat. Batu Cangkrung. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa. Batu Sanghiyang Kotok. Pada hemat kami. yang dibentuk serupa "makam". Di lokasi Batu Kiara Sarebu. dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. tidak pernah kering. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut.

juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. nampak gosong. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. Di lokasi itu. banyak sampah-sampah berserakan. sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". Di lokasi puncak Roncang Omas. Hal itu. Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. yang ditinggallkan wisatawan lokal. membujur arah utara-selatan. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala. yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. membujur arah timur-barat. dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir. Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam. pada ketinggian antara 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. kelihatan pula. kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. ketika diukur menggunaltan kompas. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. Bahkan batu-batuan yang ditemukan. mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari. terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam".346 meter di atas permukaan laut.Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari. yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. Makam yang satunya lagi. Di lokasi puncak Rincik Manik.300 meter hingga 1. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. Mungkin. Di lokasi puncak Rincik Manik. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. 1996). Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik. terdapat dua tempat yang dikeramatkan. Di bagian lain. Uniknya. lengan-lengan dan kelamin lelaki. Makam yang pertama. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. tetapi hampir tidak menonjol. dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. Selain tempat-tempat keramat biasa. Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs. Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar.1996:100). dan belum dikerjakan (Sukendar. antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri. Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang. tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang../hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono. dikemukakan antara lain sebagai berikut: . Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1. mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur). "primitif" dan "kampungan". dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot.1985: 92). Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri. menerangkan makna dan fungsi menhir. Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda. Di daerah Lampung. Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek. Mungkin Guillot kecewa. dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia. Haris Sukendar. Jawa Barat. 1981/1982: 247).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938). karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek. dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja".bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang..

dengan mengucapkan mantra. banyak sekali. antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai.. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali. Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa. Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya. yang menjadi tujuan terakhir.. Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka.wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//. ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu. Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung. lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan. tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan. mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme. mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu. Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang". Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan. Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda. rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya. Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu. terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir. namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte.1984: 42). Mereka memohon kepada nenek-moyang. bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang. Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan. Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik.

Batu Goong. pada masa 2000 tahun yang silam. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. Sanghyang Healeut. oleh arus deras sungai Cibama. Gunung Pulasari. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. Lokasi di Kampung Kaduhejo. Kecamatan Mandalawangi. 3. Lokasi di Desa Batulingga. 2. 8. Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. Lokasi di Desa Gunungcupu. Desa Sanghyangdengdek. Desa Pasirpeuteuy. jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. 9. Lokasi di Desa Sukasari. 4. Desa Cikoneng. keadaan pantai barat Pandeglang.1984: 42). tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang. juga Gunung Aseupan. 5. Batu Lingga. Kecamatan Cimanuk. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada. Kecamatan Banjar. Dihitung secara geologis. membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari. 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. Jumlah 3 buah menhir. debu. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). 6. Kecamatan Saketi. Batu Cihanjuran. Berdasarkan kajian geografi sejarah. antara lain berupa menhir: 1. Batu Rincik Manik. lokasi di mata air Cihanjuran. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. Kecamatan Saketi. Sanghiyang Arca. terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut. Cilabuan. Posisi di puncak Gunung Pulasari. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat". Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. Sanghiyang Dengdek. Lokasi di Desa Banjarnegara. Kecamatan Cadasari. Lokasi di Kampung Pahoman. Terhanyutnya pasir. Makam Gunung Cupu. 7. kerikil dari letusan gunung. Gunung Karang. Cicaringin dan Cibangangah. Batu Pahoman. Kecamatan Menes. Kecamatan Saketi.nenek-moyang.

Lokasi di Desa Saketi. 1786. Djajadiningrat. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan. Desa Palanyar. 12. Batu Qur'an. 10. 11. van Tricht. Kecamatan Cimanuk. Kecamatan Saketi. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n .A. Batu Sanghiyang Kotok. Batu Notod.1929: 47). orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. Batu Pangasaman. 7. Batu Pangsalatan. Lokasi di Desa Palanyar. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi. Kecamatan Menes. Batu Tongtrong. di antaranya: 1. dalam laporan resminya (1908 no. 2. Desa Parigi. Lokasi di Desa Parigi. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. Batu Cangkrung. Kecamatan Cimanuk. 4. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy. Batu Kuda I. Hal ini diperkuat oleh laporan RA. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk. 8.III. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk. Batu Kuda II. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. diduga memiliki nilai kepurbakalaan. Batu Tumbung. Lokasi di Kampung Cibulakan. Kecamatan Cimanuk. 9. Kecamatan Saketi. Lokasi di Kampung Cidaresi. Kecamatan Cimanuk. Di kawasan Popinsi Banten. 3. Kecamatan Mandalawangi. 6. Desa Palanyar. Kampung Sampalan. masih terdapat gejala religi "agama masa silam". antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. Batu Ranjang. Lokasi di Desa Parigi. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di Kampung Baturanjang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain. antara lain: 1. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. Batu Kasur.A. Batu Kolam Citaman. Lokasi di Kampung Nembol. Lokasi di Desa Sukasari. 3. Batu Saketeng. Batu Keris dan Bata Teko. Bupati Serang tahun 1908. dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal). Kecamatan Saketi. 5. Kecamatan Cimanuk. ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen. 2. Kecamatan Saketi.

dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n . Keterangan peninggalan tersebut. Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa. Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis.disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. berupa peninggalan dari masa pra-Hindu. Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna. dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak. Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada. Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima. Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. akrab. Walaupun kurang terdapat keterangan terinci. Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku. bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha.1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen. watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993). namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902).1984: 43). Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten. Bagi mereka. dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk. sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan. sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita. antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan. tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya. van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy. Namun.

Iswara. dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan". dewata tunduk kepada hiyang). antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. Kemungkinan-kemungkinan itulah. 1984:41). dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. mengemukakan pendapatnya. Jadi hiyang-lah yang paling tinggi. peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang). Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib). Wisnu. Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala. sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja". akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot. dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek. 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar. Sang Pencipta Roh.pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm. dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma. Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme. Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna. sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme. Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kemungkinan ada unsur kesengajaan. terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur).j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita. Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. niskala = gaib). salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari. Tidak menutup kemungkinan. maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob. kemungkinan besar pernah tersingkir.1993: 5-6). "ratu bakti di dewata. Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan.

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Golongan ini banyak pengikutnya. Sanghyang Agatna senantiasa dihormati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan. Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n .. menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai. ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta. Anutan mereka sekalian Waisnawa.. Ada yang memuja Hyang Siwa. Ada yang memuja Siwa-Wisnu. mengharapkan hidup lanjut dan selamat. Oleh karena kekunoannya itulah.. Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya. Karena sekalian warga masyarakat. dipelihara dan sangatlah baik karenanya. bertani dan sebagainya.. Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. juga Hyang Wisnudewa. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot. Sang Raja membuat candi. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari". sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera. di antaranya berburu di hutan pegunungan. Adapun mata pencaharian warga masyarakat. mengusahakan pelayanan.. Kekunoan arca-arca tersebut. yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. berdagang. Ada yang memuja Hyang Ganayana. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa.. Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan. .// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/.

Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut. Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam. hingga mencapai 8-9 kilometer. berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah).1984:13). Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga). Oleh karena itu. beserta beberapa arca lain yang bergaya lama. Guillot menjelaskan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta.mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)". berada tepat di pantai. dan bahkan nama kerajaan itu. sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada. Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. Kutipan tersebut sangat berharga. Saleh Danasasmita. pada bagian lain. posisinya jauh dari garis pantai. Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot.1996:108).1996:103). sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu. terdapat pada bagian akhir (kesimpulan). Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850. untuk sementara belum dapat dipastikan. karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang. di bagian Pulau Jawa yang paling barat. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia. Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane. Banten sebelum masa Pajajaran. Kota Palembang di Sumatera Selatan. menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). sehingga hilang keunikan tempat asalnya. penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno.1984). memberikan kepastian lokasi. sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita. Akan tetapi. dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot. ia menulis tentang arca Ganesha. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni. antara abad ke-7 hingga abad ke-11. daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni. Sedangkan Palembang sekarang. telah ditemukan di daerah Banten.

Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta". terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm. Setelah dicoba dikaji-bandingkan.//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat. bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang. terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta. berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. berada di tengah-tengah. titik terbesar yang berbentuk persegi empat. Oleh karena itulah.1980:13). (terletak) di tepi laut.garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura.. Posisi kota Kecamatan Mandalawangi. Kemudian. Burhan menyebutnya "Batu Peta". berada di pesisir barat Pandeglang. lebar 18 cm. saat ini (18 Maret 2001). Kemungkinan tersebut.. ditinjau dari segi pertahanan keamanan. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938).. Begitu pula hal yang sama. ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu).5 cm). Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. terungkap sebagai .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan. sangat strategis. bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. posisi kota kecamatan Mandalawangi. bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi. yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari. tinggi 9. Secara kebetulan. di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi). Kemungkinan besar. didukung oleh pendapat Dedi M. terindikasi adanya beberapa ketepatan. halaman 154. Di salah sate permukaan batu itu. kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai. Barmawijaya (akhli geologi). juru pelihara Burhan. parwa I sarga 1. dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara.

bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara.benteng alam: Gunung Pulasari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Oleh karena itu. Gunung Aseupan dan Gunung Karang. posisi Mandalawangi. 184 | S e j a r a h K e r a j a a n . diduga kuat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful