P. 1
Sejarah Kerajaan Tatar Sunda

Sejarah Kerajaan Tatar Sunda

|Views: 112|Likes:
Dipublikasikan oleh Edy Permana

More info:

Published by: Edy Permana on Dec 21, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2012

pdf

text

original

SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

halaman: 35. bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman. halaman yang ditulis: 213 halaman. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah. gaya Cirebon. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara.5 cm. Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron. Bahasa: Jawa Cirebon. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep). tulisan umumnya masih terbaca. Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda. tebal: 214 halaman. dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman. sudah berusia lebih dari 100 tahun. Walaupun demikian. Ukuran.5 x 27. dapat diketahui. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta. Kertas sangat kusam kehitam-hitaman. Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah. sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). yaitu: 1. Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu. 1 halaman kosong. menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno. Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978. sebagian dari Serang (Yusuf. tinta hitam. Penelitian usia naskah-naskah tersebut. memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. aksara: Cacarakan.4. sampul: 35. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa.5 cm. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988). tulisan: 32 x 22 cm. ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno. Edi S. 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . 2. kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang. bentuk: Prosa. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati. yaitu halaman awal dan akhir. bahan naskah: Dluwang.1999:187). Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999).5 x 27. Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A. kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor.

seperti misalnya sejarah. pengundangan nara sumber. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Menurut Pangeran Wangsakerta. Selain itu. di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. Purwaka 2. tujuan penyusunan. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. sumber. Di antara mereka itu.1985: 537). Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi. parwa dan sarga. kepada Sultan Cirebon. yaitu: 1.3. dan Sundakuna. Kolofon Bagian purwaka. Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. pencarian sumber dan bahan. dari daerah lain. yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka. Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. penyusun. dan kesehatan. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. terdiri dari tiga bagian. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar. yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. pembentukan panitia. Pustaka Carita Parahiyangan. dibawa kembali ke negaranya. Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. nama naskah. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. hukum. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. Melayukuna. Balikuna. 4. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya. alasan penyusunan. Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga. dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). Pustaka Nagara Kretabhumi. banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya.

dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang. 4. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman. 2. tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya. Jaksa Pepitu Cirebon. Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. bahwa dalam tahun 1677 M. agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. Dari kata pengantarnya itulah diketahui. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. d. Kata pengantar itu kadang-kadang lebar. Bagian kedua. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi.1985: 530-557). adalah sebagai berikut: a. karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. Musyawarah tersebut diadakan. Penasehat: 1. kadang-kadang amat ringkas. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta. Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c.masalah yang muncul dalam sawala. Panitia Pelaksana. yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . 4. di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. 3. Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2. III. 1. Pelaksanaannya. 5.

utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok).5. Para Peserta. Malaka. Cangkuang. Madura. undangan dan juru bahasa 6. f. Bagelan. f. Cirebon. Sangga IV: Sumedang. Bali. Imbanagara. Nayapati. Pendengar (pangreungeu). dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). India. Geresik. b. Sedayu. Maluku. Talaga. Galuh. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). d. Tanjung Puri. Balambangan. Galiyao. Kuningan. Banten dan Palembang. Bantayan. Sindangkasih. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. Bangka. Benggala. Gurun. Brebes. Lasem. Jepara. Dermayu. ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. dibuat risalah resmi. Sangga V: Jambi. Losari. Sangga II: Mataram. Semarang. Wirasaba. Tembayat. dan Trengganu. Lamongan. dari negara tetangga yaitu: Mesir. Ambon. tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. Cina. c. Galunggung. Lwah Gajah. Tanjung Nagara. Tumasik. Pasai. 7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Sri Langka. Rajagaluh. Barus. yaitu: Sangga I: Surabaya. Demak. Tanjung Kutai. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. Banggawi. Kuta Lingga. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. Giri dan Sendang Duwur. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. Namun di antaranya. Luragung. Kudus. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a. Mojoagung. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. Kediri. Parakan Muncang. Pasuruan. Tuban. Berunai. Arab. setelah disepakati bersama. Campa. Kertabumi. Anggadipraja: duta keliling. Makasar. Panarukan. Ukur. Perelak. Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. Seran. e. Taliwang. dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. Tanjungpura Karawang. Lamuri. Tegal. Minangkabau. Sukapura. Rancamaya.

Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya). Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya. IV. Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. dalam upaya menyusun naskah sejarah. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan. lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing. Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. Madura dan Banten. yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. tahun berdirinya sesuatu kerajaan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). tahun pemerintahan raja-rajanya. keturunan raja-rajanya. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. digarap berdasarkan sistematika dan organisasi.g. Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. tahun wafat raja dan banyak hal lagi. Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur. demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. istri raja. bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. meletusnya suatu pemberontakan. terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran.

Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya. Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. Walaupun demikian.Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi. dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini. melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita). Karena itu aku menempuh jalan tengah. Lebih.dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya. Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka. Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya. Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua. Tetapi mereka memberikan catatan. terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. lebih-lebih dengan para sesepuh. dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana). Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. tidak lagi dibuat-buat.

sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja).beserta kerajaannya. oleh Jaksa Pepitu. Patut disayangkan. maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. Dilihat dari gaya tulisannya. dan Panembahan Anom. Kemudian. Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. Tanggal tersebut. memang baru dilakukan kemudian. tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini. kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. sebagai para penguasa Cirebon. 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena itu.jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. agamanya. Dapat diketahui. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya. Penulisan naskah menjadi pustaka. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang. Dalam jilid yang lain. Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta. baik secara khusus maupun sambil lalu. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu. Bila demikian halnya. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah. musyawarah itu telah berlangsung. sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya. la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi. mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi.

musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. Pangeran Abulfath Abdulfatah. ada dua hal yang menarik. Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. adalah keterangan Wangsakerta.terjadi penyerbuan Trunojoyo. Tahun 1676.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan 3. yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara. Dalam kenyataannya. ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut. Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. dari orang yang sangat mereka hormati. Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram. walaupun tidak dijelaskan. Setelah itu. yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari. bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. ialah karena melihat kenyataan. dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. sehingga Karta ibukota Mataram. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. Di antara amanat Sultan Sepuh itu. Sultan Kanoman. Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa. dan Panembahan Kacirebonan). 2. yaitu: 1. Alasan pertama. Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi. yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram. Dengan demikian. berlangsung di Keraton Surasowan Banten. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. Alasan kedua ialah. Permasalahannya. Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan. apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen). karena para penyusun memperoleh tugas. ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan). mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662).

juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. Dalam hal yang demikian. dengan cara mengkompromikannya. Sedangkan beberapa hal lainnya. Sriwijaya. Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten. saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. dapat dikatagorikan logis. meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga. kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. pada salah sebuah nisan. hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Bila hal itu tidak mungkin. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya. Jawa Tengah. Secara runtut berlangsung. Disana. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa). dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. Banjarmasin dun Nusa Bali. ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. Dari naskah-naskah yang terkumpul. yang kehadiran makamnya di Desa Leran. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984).riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna). atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama. sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak. Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia. Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Samudera Pasai. Tatar Sunda. tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697. Bahkan. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun. Dalam ambahan sumber. dalam beberapa hal. Jawa Timur. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. dekat Bukit Gempol tahun 1528.

tanpa nilai khusus. pada tanggal 9-11 Maret 1986. pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. De Haan mengumpat Caeff. F. bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. nyaris tidak dikenal oleh umum. Sebagai Sejarawan Abad XVII. Karena kesal. kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. Sedangkan Dipati Topati. termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . De Haan (1912. tersimpan sebuah dokumen. tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. sebagal salah seorang penguasa Cirebon. Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. Di bagian bawah naskah sebelah kiri. bahwa berita tersebut "tidak benar". Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. van der Meer dan Jan Mulder. Tulisan tersebut berupa makalah. dicantumkan dengan tegas. PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon). Di lingkungan terbatas kerabat keraton. dikenal adanya sebuah naskah wawacan. bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta.V. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. Pada urutan ketiga. Menurut Saleh Danasasmita. ternyata benar-benar ada. Dalam naskah tersebut. Catatan Harian Kompeni. Di gedung Arsip Nasional. ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I. de Haan dalam buku Priangan II (1912). tokoh Pangeran Wangsakerta. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. Dalam sumber Kompeni lainnya. berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan. membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. dalam pertengahan kedua abad ke-17. sama sekali bukan. Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). Dr.

Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu. Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. Empat tahun kemudian. Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. masih sangat kabur. dan Nayapati. lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama.Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. Panembahan Girilaya berputra tiga. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. Anggadiprana. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. Anggadireksa. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama. maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda. Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. Anggaraksa. termasuk kedudukannya di Cirebon. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. senantiasa ingin merebut Cirebon. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. Setelah Panembahan Ratu wafat. Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram. Singanagara. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. Sunan Tegalwangi. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. Purbanagara. Tapi raja Matararn. Dari perkawinan tersebut. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. Dari puteri Mataram. Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta. pada tahun 1599 Saka (1677 M). adiknya. kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu. la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya. Mataram dan Belanda. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. tentara Mataram selalu menderita kekalahan. Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi. Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. 15 | S e j a r a h K e r a j a a n . padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten.bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat. Susuhunan Amangkurat dan putranya. yaitu aku sendiri. adiknya. menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya. Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. Dalam pertempuran di berbagai daerah. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama. Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. Sementara itu raja Mataram. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. Setelah itu putranya. Pangeran Dipati Anom. Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon. yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah wafat.

Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten. Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kutipan di atas. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo. Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain. Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan. Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat. Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon. *** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lalu Sultan Banten mewisuda kami. merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta. Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda. sehingga dapat menghapus segala kekisruhan. Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan.Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri. Akhirnya Panembahan Sepuh. Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram. akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian.

SALAKANAGARA I. (Wangsakerta. antara lain sebagai berikut: . di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah. bisa saja terjadi di Tatar Sunda.. PURWAYUGA Sedemikian jauh.BAGIAN : 2. Sebelum kemungkinan itu terbukti.1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang. Akan tetapi.// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a. berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1. Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n .. permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala. dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba). dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto). kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama. maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah.

hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. Akan tetapi. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. tanpa busana. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. Ada pula yang seperti raksasa. Ada yang tinggal di atas pohon. antara 750. hanya menggunakan tangan. Di daerah lain di Pulau Jawa. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan.000 tahun sampai 600. dan hutan Kalimantan (Bakulapura). Kulitnya berwarna gelap. Namun demikian. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan.000 sampai 300.000. sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni. Beberapa juta tahun kemudian. karena mereka berlaku seperti setengah hewan. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna. di lereng gunung dan tepi sungai. hutan Sumatera. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mereka adalah manusia purba. Berjuta juta tahun kemudian. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. terutama di Pulau Jawa. hutan Makasar. permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan.000 tahun yang silam di Nusantara. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil. Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang.000 tahun yang silam. manusia hewan. muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya.menjadi dingin. Di antaranya ada yang menyerupai kera. belum ada mahluk hidup. Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung. Kemudian. Kira-kira 1. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. Mereka mirip kera. besar dan tinggi sosok tubuhnya. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda.

000 tahun yang silam. Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak. pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas. Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia. Mereka hidup antara 50. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil. ataupun binatang.000 tahun yang silam. antara 500.000 sampai 50. Kira-kira 250. antara 300. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare). tidak banyak berbulu. tetapi buatannya tidak bagus.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara.Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600. Seterusnya. Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. Ke dalam zaman tersebut. dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain. Sumatera. jumlahnya tidak banyak. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa. hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa.000 sampai 300. musuh. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam. Senjata dan perabotannya terbuat dari batu. Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga). Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga). Akan tetapi bertubuh lebih kecil.000 tahun yang silam.000 sampai 20. mahluk jenis inipun akhimya punah. dan Pulau Jawa.000 tahun yang silam. Sementara itu. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba.000 tahun yang silam. Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara. diburu. saling bunuh di antara sesamanya. di Sumatera. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). Mereka tidak cerdas. 19 | S e j a r a h K e r a j a a n . berwarna kuit agak gelap. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah. Selanjutnya.000 sampai 25.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

dan keluarga. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap. umbi-umbian. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. lalu menetap di sana. Setibanya di sini.Akibatnya. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. tunas. dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen. sungai. Mereka berburu hewan. dan rempah-rempah. buah-buahan. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). Rumah mereka itu berderet. arwah leluhur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Panghulu yaitu Sang Datu. dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. daundaunan. Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. Karena itulah. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. mereka menderita kekurangan makanan. darah. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. Makanan sehari-harinya adalah daging. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. gunung. dan daging hasil buruan. Anak. menguasai berbagai ilmu mantera. memberi berkah. matahari. Untuk sementara. Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. Lama kelamaan. Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. mengharap terlepas dari penderitaan. hampir sama seperti di negeri asal mereka. ikan. Singkatnya. melindungi adat. tumbuhan. tunas. mengalahkan musuhnya. bulan dan bintang. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. selalu bertapa. sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. melaksanakan sembah-hiyang. mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. mengharapkan berumur panjang. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan. cucu. pohon besar. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. batu. kayu. Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . masing-masing membuat rumah. mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara.

Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan. serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari. tumbuhan. lalu ilmu tentang rempah-rempah. yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. telah mengenal emas. segera dikalahkan. musim kemarau. serta membuat aneka obat-obatan. kesengsaraan. menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). perak. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. tentang gunung. serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. tentang ucapan. akan ditangkap dan dibunuh.lukisan menurut kehendak masing-masing. Sebaliknya. tentang hewan. Kaum pendatang kelompok ini. Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. manik. oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga). merasa terhina dan sangat takut. hari. tentang tanah. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang. ilmu tentang hutan. mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang. Zaman ini. mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). sedangkan batu-batuan dan tulang. Kaum pribumi. serta membuat wayang dari kulit diukir. dan perahu dengan baik. Terjadilah pengungsian besar-besaran. ukuran. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. gempa bumi. Akan tetapi. pendatang baru makin lama makin banyak. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi. Kaum pribumi itu selalu kalah. karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. dan ilmu memanah (dhanurweda). membuat api dengan batu api dan besi. Di samping itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. musim hujan. tiba kira-kira tahun 1.600 sebelum tarikh Saka. permata. dan kenistaan bagi orang pribumi. menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . makanan. Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. hutan dan gunung. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan.

namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. di wilayah Propinsi Yunnan. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. Yu-wan dalam bahasa Cina. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Sang Aki Bajulpakel. berdiaiu di wilayah Langkasuka. yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut.…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. Datuk Banda putera Nesan namanya. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang. Oleh karena itu. dalam naskah tersebut dikemukakan. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. putera Datuk Waling namanva. ia berdiam di dukuh di tepi sungai. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi. menurut para akhli. 1980. putera Ki Pawang Sawer namanya. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Selanjutnya. putera Datuk Pawang Marga namanya. yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India. Ki Pawang Sawer. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. yang berdiam di pulau Hujung Mendini. USA). Sedarrgkan Yunnan sendiri. terdapat sebuah kota kecil Yu-wan. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem. Ki Bagang. Datuk Pawang Marga. yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. putera Ki Srengga namanya. kota Yu-wan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selanjutnya Aki Dungkul. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n .

gunung. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. berbagai tumbuh-tumbuhan.000 depa). Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. pengetahuan tentang berbagai binatang. membuat perlengkapan perang dari besi.arah barat di wilayah Kashmir. begitu pula membuat perahu bagus. dibuat dari kulit yang diukir. di puncak Himalaya pada saat musim semi. membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. Selanjumya. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. manik. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. karena bodoh. orang yang datang baru bertambah banyak. segalanya terbelakang. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China. pengetahuan tentang memanah. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. kendaraan. berkeliaran tanpa tujuan. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita. adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru. membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. kristal. India dan Burma (Myanmar). berbagai perkakas dari besi. Adanya benturan dua lempeng tersebut. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana. senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus. ialah membuat senjata dari besi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. Karena orang pendatang baru. juga membuat berbagai obat-obatan. juga emas. yang dijadikan makanan sehari-hari. Mereka menanam padi. Mereka telah mampu membuat rumah besar. juga pengetahuan tentang tanah. Wayang. pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100. akibat pencairan es. tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. pengetahuan tentang laut. IV. dan pengetahuan tentang tutur kata. pengetahuan tentang hari. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. Kenyataannya. perak. menimbulkan gempa tektonik. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . (musim) penghujan dan kemarau. Mengembara di hutan dan gunung-gunung. tentang makanan yang lezat. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya. gempa bumi. Penyebabnya. Golongan pribumi senantiasa dihinakan. perilaku mengenai alat penukar. Biarpun sering melawan.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di antaranya ada yang bermusuhan. Dukuh besar ada di tepi laut. ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. yang banyak datang dari negeri Bharata (India). 30 | S e j a r a h K e r a j a a n . di pulau-pulau Nusantara. Di antara mereka.nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak. ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan. Mereka senantiasa datang di sini. tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat). dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil. ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). Di sini. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). ada yang kecil. ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan. Dukuh itu ada yang besar. tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). Terutama para pendatang. dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya. banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. yang sangat banyak berdatangan di sini. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. telah banyak golongan warga masyarakat. atau tidak jauh dari muara sungai. negeri Singhala. negeri Cina dan sebagainya. seperti yang telah terjadi di negeri asalnya. Permulaan pertama tahun Saka. mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. yang menjadi pribumi tiap dusun. Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat. Dua wangsa inilah. terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. Dengan demikian. ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. Tetapi. Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. negeri Gaudi. Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. yang tiba di Pulau Jawa.

dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. Beberapa tahun sebelumnya. diperisteri oleh Sang Dewawarman. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. dijaga oleh pasukan Dewawarman. Dewawarman dan pasukannya. dan Abasid (Mesopotamia). serta barang barang lainnya. dan pesisir Sumatera bagian selatan. masuk pula dalam wilayahnya. namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. Agrabhintapura. Tatkala Aki Tirem sakit. Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. 31 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bumi Sopala. sedangkan isterinya. Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. adik Dewawarman. Kota besar lainnya lagi. Daerah kekuasaan Salakanagara. Oleh karena itu. sebab jalur ini merupakan gerbang laut. tidak ingin kembali ke negerinya. ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. Syangka. China. Oleh karena itu. Pohaci Larasati menjadi permaisuri. dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. Sedangkan adiknya yang lain. dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). puteri Sang Aki Luhur Mulya. Nusa Api (Krakatau). lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. lalu beranak pinak. sebelum meninggal. Yawana. Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman.daerah sepanjang pantainya. Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. Demikian pula para pengikut Dewawarman. sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. Selanjutnya. karena mereka telah menjadi penduduk di situ. Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). dengan nama nobat. Dewawarman ini. Setelah Aki Tirem wafat. dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu. Dewi Dwanu Rahayu. disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. daerah.namanya terkenal.

Yang kelima.252 Masehi). sang rani. Anak yang tertua. PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah. bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi. laki-laki. ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka). Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi. Yang kedua. Dari perkawinan ini lahir seorang putera. Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi). Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun. Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana. Pada masa pemerintahannya. yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya. dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka). Yang keempat. Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara. putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan). Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi. Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV. memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 . Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. laki-laki bemama Gopala Jayengrana. la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi.308 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 . yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya. yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur. 32 | S e j a r a h K e r a j a a n .VI. dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 . la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri. Kelak. Dari perkawinannya dengan puteri India.238 Masehi). terjadi serangan bajak laut dari negeri China.

putera Sri Gandari Lengkaradewi. Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. Akhli waris tahta yang sah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ketika sedang berburu di hutan. Dari puteri ini dengan Atwangga. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI. Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana. Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India. keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. bersenjata lengkap. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. adalah Sphafikarnawa Warmandewi. puteri sulung Dewawatman VII. Krodamaruta tidak lama berkuasa. Akan tetapi. bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya. Pada tahun 270 Saka. puteri sulung Dewawarman VII. yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit. karena ia tewas tertimpa batu besar. dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman.seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. Sphatikarnawa Warmandewi. Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi. Setelah pernikaharmya. yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. 33 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lengkaradewi beserta suami dan puterinya. pada tahun 262 Saka (340 Masehi). di Rajatapura (ibukota Salakanagara). Kemudian. Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat. Akibat peristiwa itu. Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi). Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara.

herkencl. ada yang memuja Wisnu. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. Java-eiland.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . genaarnd Pien. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota. dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. kemudian.I (1987: 31). seorang putera bernama Aswawarman. Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang. seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. Yang ketiga. tinggal di Yawana dan Semenanjung. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I. Permaisuri yang kedua. la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura. tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. namun jumlahnya tidak seberapa. Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas. Di antara penduduk. ada yang memuja Ganesha. Kelak setelah ayahandanya wafat. dan Jawa Tengah.Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. Dewawamm IX. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. Dewawarman VIII. sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. la sangat memajukan kehidupan keagamaan. VII. telah dilacak oleh N. bernama Candralocana. sebab puteranya. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. Ada yang memuja Siwa. een gezantschap naar Cina. Ekadjati. la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera. sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. In den nanm van het land ia Yawadwipa. Yang sulung. ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara. kehidupan penduduk makmur sentosa. selama 233 tahun (130-363 Masehi). Anggota keluarganya yang lain. Semenanjung. Yang kedua. Raja Indraprahasta yang pertama. Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura. CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. C. J. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa). tetapi djuga akan menerangkan. yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. di dalam hal ini.eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. Memang mungkin sekali. Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya. Hal ini katanya tidak mengherankan. 1950:11). telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. jang bukan sadja berarti. hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard. baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja. dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula. bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym. maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon. Untuk lebih dipahami. seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu. dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz. it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen. jang mana akan berarti. Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina. dikemukakan pula kutipan terjemahannya. yang disebut di dalam Hou Han-shu. oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen. Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M.

seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai. sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall. E. pulau Jawa. dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas.G. Pendapat D.1988:1718). G. Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London. mengutip tulisan NJ. mungkin ada artinya dalam hubungan ini. Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa.. antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya. 1958 dalam Soewarsa. meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M. sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo. Menurut dugaan Sarjana Perancis G. dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai. (Atja & Ekadjati. Javadvipa. mengemukakan hal yang sama. "Sabadeibai Tiga". adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II. secara detail berisi tentang Asia Tenggara. D. dihuni oleh pemakan daging manusia. tahun 132. Hall. Sartono Kartodirdjo. bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien. dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi.perutusan ke Cina pada tahun 132 M. Buku VII dari Geographianya. "Chryse Chersonesus".E. Di dalam berita itu disebutkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta. Ferrand. yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi. Hall.1987:32). dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti. yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya. datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy. Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama". juga dihuni oleh pemakan daging manusia. Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931).1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M.

Selat Sunda.Dalam buku Geographike. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). Pulau Panaitan. Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia. yang merupakan hasil utama kawasan itu. ujung utara Sumatera. mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Hasan Mu'arif Ambary. yaitu emas dan perak. dengan sendirinya diduga kuat. dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M. Vietnam. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67). memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. yaitu negeri Perak. dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. 37 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi). terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. dan menyebut kota itu dengan nama Barus. kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. Menggunakan sumber yang sama. Menurut Ayatrohaedi. karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai. pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus. memberitakan. dalam Michrob 1993: 32). la. Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat. pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo.1977: 6). semenanjung emas. dan Pien artinya Warman. Tiao artinya Dewa. Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang. Chryse Chora. Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. Peta ini dibuat pada tahun 165 M. Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. menyatakan bahwa pada abad ketiga. negeri emas dan Chryse Chersonensos.

sebagai Dewan Pakar menyimpulkan. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus. dan Persia. dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. Berdasarkan temuan tersebut di atas. berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi. Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten. Barus. Glory and Gospel. Pandeglang. banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. India. tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I. Ayatrohaedi dan Edi S. bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. yang diperkirakan berasal dari abad V.1977: 36). Rute Ptolemeus adalah Venesia. Prasasti ini. Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob. Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. terdapat di Jawa Barat (Krom. terjemahan Effendi. dapat diduga. yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo.1956:10).Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia. dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob. berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. dan kembali ke Venesia. Bahkan. Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang). bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara. yang terletak di tengah Sungai Cidangiang.1993: 37). Iskandaria. Cina. 38 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. dalam bukunya Geographia Hyphegesis. Hasan Mu'arif Ambary. Lebak Munjul. yang berarti perak. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. mengemukakan pendapatnya. Teluk Aden (Yaman). Temuan selanjutnya. sudah ada jalur bisnis di Asia. Sartono Kartodirdjo. 1996:15). pernah melakukan penggalian di Palembang. adalah "terjemahan" dari Merak. dan nyatanya. Cina.

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Sang Purnawarman. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. Semua mereka itu. pakaian. yang biasa membawa perahu. Para petani merasa senang hatinya. ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. ditandai lukisan telapak tangan. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. kuda 20 ekor. Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya. Tiap tahun. pakaian. dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . gajah seekor. mengalir sampai di istana kerajaan. Setiap orang. Sang Purnawarrnan. Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi). untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. yang ditulis pada batu. yang diberikan kepada raja Indraprahasta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebagai tanda penyelesaian karyanya. mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik. ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. dari tanggal 13 sampai tanggal 15. mendapat hadiah dari raja. datang ke ibukota (Sundapura). disebut Cisuba. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka. Dua tahun kemudian. dan makanan lezat. Pengerjaan. tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). Kemudian. Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. dari desa sekitarnya. Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. yang diibaratkan Dewa Wisnu. dengan iringan suara gamelan yang merdu. Raja-raja bawahan itu. Demikian pula para pedagang. ikut serta berkarya bakti di situ. yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta. Prasati itu. Tahun 410 Masehi.raja-raja sesamanya (panji segala raja). serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. Sungai yang bagian hilirnya. Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. ialah: sapi 400 ekor. yang ikut serta mengerjakan saluran ini. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi).

Sang Maharaja Purnawarman. Ribuan penduduk. lukisan telapak kakinya. dengan membawa berbagai perkakas. Ada pun kali Candrabaga itu.000 ekor.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini. laki-laki dan perempuan. sebuah patung Wisnu. kerbau (mahisa) 80 ekor. sambung menyambung tidak terputus. Sang Maharaja. lukisan telapak kaki tunggangannya. memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa. pakaian serta makanan lezat. disertai beberapa orang Menteri Kerajaan. Waktu dilangsungkan upacara selamatan. pakaian bagi para Brahmana. Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. Sedangkan para pemuka dari daerah. banyak membuat prasasti batu. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar. berkarya-bakti siang-malam. dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut. Dengan demikian. Sang Mahamantri. Jadi. Selanjutnya. Sang Tanda. Sang Purnawarman. 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . Demikian pula di tempat-tempat lain. Sang Juru. kepada para Brahmana. yang ikut serta dalam pekerjaan ini. sebuah bendera Tarumaragara. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. dari desa-desa sekitarnya. Mereka itu. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. beberapa puluh tahun sebelumnya. memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. Di situ. Para petani menjadi senang hatinya. membuat prasasti yang ditulis pada batu. Kemudian. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. telah diperbaiki. ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. kakek Sang Purnawarman. yang dilengkapi dengan patung pribadinya. sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. Perinciannya: sapi (ghoh) 1. Sang Purnawarman. memperbaiki. Sang Purnawarman. memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. Setiap orang. Sang Adyaksa. dan bahan makanan. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing. ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. Sang Purnawarman sedang sakit. kuda 10 ekor. beserta pengiring lengkap. Panglima Angkatan Laut. berjajar memanjang di tepi sungai. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah). karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata.

ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. terjadi di perairan Ujung Kulon. ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. Selamatan dan hadiah harta. dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. perompak yang ditawan itu. dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. kerajaan ini tidak seberapa. Kemudian. di tengah laut. Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. yang merajalela di perairan barat dan utara. Hadiah berupa sapi 800 ekor. dengan tulisan pada batunya. Karena itulah. apabila hendak pergi menyerang musuhnya. Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. Dari 80 orang perompak. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat).sanghyang tapak. pakaian. diperbesar dan diperkuat. di antara mereka. Sernua itu. ditulis pada prasasti batu. di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. Demikian pula halnya Angkatan Laut. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tetapi. Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). selalu memenangkan pertempuran. memperteguh alur dan memperdalam Citarum. kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya. sebahagian terbunuh dalam perang. Dahulu. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la pun seorang pemuja Batara Indra. Sisanya. Perang pertama dengan kaum perompak ini. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak. ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng). dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. pasukan Tarumanagara. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). Angkatan Laut Tarumanagara. sebanyak 52 orang dapat ditawan. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). Seorang demi seorang. bunga teratai. dibunuh dengan berbagai cara. Pembersihan terhadap kaum perompak ini. Sehingga. Sang Purnawarman. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. mengepung dua buah kapal perompak. memperbaiki. Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat. dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. harimau dan sebagainya. angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. makanan lezat. Karena itu.

Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang. Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman. prabu yang setia serta penuh kepahlawanan. 1984: 3-1). Semua kapal diganggu. karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam. Kemungkinan besar. karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. 45 | S e j a r a h K e r a j a a n . kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman.Telah lama. Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. perairan Pulau Jawa sebelah utara. yang menjadi panji segala raja. kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang. Semua barang yang ada di dalamnya. barat dan timur. antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa. sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman. Pada bagian ini. Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak. dipinta atau dirampas. Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini. Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti. dikuasai kaum perompak. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang. yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita. bercokol di perairan Teluk Lada ini. barulah keadaan menjadi aman. dan penduduk Tarumanagara merasa senang.

Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga.Adik Sang Purnawarman. 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . Adapun bendera kerajaan Taruma. la pernah mengunjungi Semenanjung. negeri Syangka. Sumatera dan lain-lain. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. Beberapa ratus tahun sebelumnya. Sedangkan pamannya dari pihak ayah. tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. Pangkal silsilah mereka. bernama Cakrawarman. berada di situ dan menjadi penguasa. berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. Bendera Angkatan Lautnya. putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. kemudian diubah namanya. mempunyai bendera. laki-laki dan perempuan. untuk mempererat persahabatan. Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. bernama Nagawarman. yang mengungsi ke berbagai negara. menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). Keluarga itu. Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). menjadi Panglima Perang. Karena itulah. Salah seorang anggota keluarga Sungga. menjadi Bakulapura. yang diberi nama Kuta (Kutai). menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru. Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil. adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. berasal dari Bakulapura. Puteri Sang Kudungga. berlukiskan naga (nagadhuajarupa). diperistri oleh Sang Aswawarman. Yawana. Cina. Sopala. berlukiskan berbagai macam binatang. yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. Kakak perempuan Sang Aswawarman. Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa). bersama keluarga dan pengiringnya. Sang Kudungga putera Sang Atwangga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Nagawarman. Negeri ini. dimulai dari Sang Pusyamitra. Sang Kudungga. keluarga itu. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab. yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. raja Tarumanagara pertama. telah beberapa puluh keturunan. adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). Cambay (di India). sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang. datang dari India. Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma. Bakulapura. banyak di antara anggota keluarga ini. Salah seorang isteri Sang Purnawarman.

sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). Akan tetapi. Cangkuang (Garut). Putera sulungnya. Cupunagara (Subang). Manukrawa (Cimanuk). masih saudara satu-buyut. Paladu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bernama Wisnuwarman. Gunung Kidul. Permaisuri Sang Purnawarman. Aswawarman berputera tiga orang. ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. Penganut Budha. Penduduk pribumi. Peraturan Ketentaraan. Dalam masa pemerintahannya. Sang Aswawarman menggantikannya. Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain. tidak seberapa banyak. Silsilah Dinasti Warman. Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu. menjadi semakin erat. Gunung Cupu. Ia dipusarakan di tepi Citarum. Wanagiri. penduduk. Gunung Manik (Manikprawata). Purwakerta (Purwakarta). Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. Bakulapura. berasal dari: Sumatera. Dari permaisuri ini. seorang raja besar di pulau itu. Gunung Kubang (Garut). Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. adalah keturunannya. Adik Wisnuwarman yang perempuan. Karang Sindulang. kelak menggantikan ayahnya. adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang). Purwalingga (Purbalingga). Agrabinta (Cianjur). Purwanagara. kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. Siasat Perang. Nusa Sabay. Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja). Kelak. Alengka. Sri Maharaja Purnawarman.Jadi. Aswawarman dengan isterinya. Sabara. Kecuali di Pulau Sumatera. kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. Sang Purnawarman. Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. sebagai penguasa Bakulapura. diperistri oleh seorang raja di Sumatera. Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. Ujung Kulon (Pandeglang). sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). menjadi penguasa Bakulapura. la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara. Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sagara Kidul. menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. Bumi Sagandu. wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. Kosala (Lebak). Indraprahasta (Cirebon). adalah puteri salah seorang raja bawahannya. Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat. Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. Galuh Wetan (Ciamis). Sindang Jero. Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman. Legon (Cilegon). Yang sulung bernama Mulawarman. Malabar (Bandung). Sri Jayanasa. Setelah Sang Kudungga wafat.

la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). sebagai raja Tarumanagara keenam. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). Sang Dewamurti. Digantikan oleh puteranya. Digantikan oleh puteranya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya. Pasir Sanggarung (Cisanggarung). sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. Pura Dalem (Karawang). Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). Dua Kalapa. dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah. Jati Ageung. Digantikan oleh puteranya. Karena tidak punya keturunan. sebagai raja Tarumanagara kesembilan. Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. Digantikan oleh puterannya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. sebagai raja Tarumanagara ketujuh. digantikan oleh adiknya. Sang Sudawarman. dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kalapa Girang (Jakarta Selatan). Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). Linggadewata. putera sulungnya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. Sang Suryawarman. Sang Wisnuwarman. Wanajati. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. sebagai raja Tarumanagara kelima. Tanjung Camara (Pandeglang). Sagara Pasir. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi). Sang Indrawarman. Sang Candrawarman. Pakuan Sumurwangi. Sang Kretawarman. memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). Setyaraja. Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi). 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . la. Pasir Muhara. Wanadatar. Digantikan oleh puteranya.(Majalengka). Indihiyang (Tasikmalaya). pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). Rangkas (Lebak). la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat.

Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi). Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. la digantikan oleh menantunya. dan Rangkas). dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi.Digantikan oleh puteranya. menantu Sang Linggawarman lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. dengan nama nobat. Dalam tahun yang sama. Sang Linggawarman. memegang peranan penting bagi Tarumanagara. menjadi Kerajaan Sunda. sebagai penerus tahta Tarumanagara. Dengan berbagai akibatnya. memerdekakan diri. dalam sumber Cina yang terakhir. Kerajaan Sunda. Dari sejak itulah. Kosala. sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. Ketika ia naik tahta. sebagai raja Taruma nagara keduabelas. dengan Batas sungai Citarum. masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). Digantikan oleh puteranya. mengganti nama Tarumanagara. tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. Wilayah timur Tarumanagara. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun. Sang Tarusbawa. sebagai raja Tarumanagara kesebelas. II. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. dari Sang Linggawarman kepada menantunya. MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). Sang Nagajaya. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). ke berbagai negara sahabat. 49 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun. Peristiwa tersebut berakibat fatal. ditandai dengan adanya pewarisan tahta. Mengingat kejayaan Sang Purnawarman. Ujung Kulon. menjadi Kerajaan Galuh. Oleh sebab itulah. Sang Tarusbawa. seharusnya tampil dalam panggung sejarah.

Sebab. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya. di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah. Setelah keraton selesai dibangun. kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. Narayana. yang terusir oleh Sang Purbasora. Sebagai penggantinya. tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. cucu Sang Tarusbawa. Jumlah 5 keraton tersebut. 2.Suradipati. Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. memindahkan ibukota kerajaan. Sang Sanjaya. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. Prinsipnya. Dalam Prasasti Canggal. dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya. daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah". Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima. dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. Seharusnya. Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. 3.Madura. Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua. Madura. di Kerajaan Sunda. di Kerajaan Galuh. dan Suradipati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah 9 tahun berkuasa. Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun. Langkah Sang Tarusbawa berikutnya.Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana. Punta. di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. sering disebut Panca Persada. tetapi ia wafat dalam usia muda. dalam sastra klasik. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". dalam usia 91 tahun. pada tahun 654 Saka (732 Masehi). Sena-Sanaha. yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda. ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena. adalah ayahnya Teja Kancana.

akhirnya tahta Kerajaan Sunda. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. ialah: 1. selama 8 tahun. Batara Danghiyang Guruwisuda. Setelah Prabu Hulukujang wafat. Batara Danghiyang Guruwisuda. ketika ia wafat. kemudian diberi nama Dewi Samatha. Dari Dewi Kirana. Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari. bernama Rakeyan Medang. digantikan oleh menantunya. Dengan demikian. Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri. pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). Sang Banga mempunyai putera. Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi. pada tahun 825 Masehi. digantikan oleh puteranya. pada tahun 852 Masehi. Rakeyan Hujungkulon. pada tahun 795 Masehi. Disebut demikian. Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan. Sedangkan Dewi Sawitri. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat. karena putera Sang Banga tersebut. kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. Rakeyan Wuwus. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan 2. Rakeyan Diwus. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). 51 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah prabu Gilingwesi wafat. la diwisuda pada tahun 739 Masehi. Dari permaisurinya. Dewi Sawitri. diwariskan kepada Sang Arya Banga. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. Sebagai putera laki-laki. puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. dengan nama nobat Prabhu Hulukujang. Raja Galuh tersebut. dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara.Saunggalah (Kuningan). dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. digantikan oleh menantunya. memperisteri Dewi Saraswati. yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. Rakeyan Medang.

dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. Kerajaan Galuh. dan 2. atas perintah Prabu Jayadrata. Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. yang dibunuh oleh adiknya. karena dibunuh dan digulingkan. Serbuan inipun. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. Di pihak lain. Rakeyan Jayagiri. Rakeyan Jayagiri. sebelah barat Citarum. yang besar dan lengkap. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. oleh Rakeyan Umbur Kancana. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. 52 | S e j a r a h K e r a j a a n . berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. memperoleh dua orang putera. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. 3.Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. Rakeyan Kamuning Galling. Rakeyan Limbur Kancana. antara lain: 1. tahta kerajaan digantikan oleh puteranya. di bawah naungan Prabu Jayadrata. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. Akan tetapi. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. sebab pada tahun 916. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. Prabu Wanayasa Jayabuana. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. dikerahkan kemudian. kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Rakeyan Jayagiri naik tahta. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. Selanjutnya. Rakeyan Jayagiri. Pasukan Kerajaan Sunda. Rakeyan Windusakti. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. Baru empat tahun memerintah.

naik tahta pada tahun 930 Masehi. Dewi Somya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bergelar Maharaja. ketika wafat. yang bertahta di Kerajaan Galuh. Dewi Somya. yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. Rakeyan Gendang. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. Rakeyan Sunda Sembawa. Prabu Dewa Sanghiyang. ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. damai kembali. di antaranya: 1. 53 | S e j a r a h K e r a j a a n . akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Prabu Resiguru Darmasatyadewa. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. dibunuh oleh seseorang. Sebagai tindakan balas dendam. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana. digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. Prabu Limbur Kancana. Prabu Wulung Gadung. atas perintah Dewi Ambawati. berputera dua orang. Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). beralih ke Rakeyan Watuageng. mengangkat keponakannya. kemudian ia naik tahta. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. calon pengganti ayahnya.Di Kerajaan Galuh. dan 2. putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. dan 2. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Dewi Rukmawati. Prabu Dewa Sanghiyang. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. Prabu Brajawisesa wafat. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. dari tahun 973 sampai 989 Masehi. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. menantu Prabu Limbur Kancana. di antaranya: 1. Pada tahun 1012 Masehi. Rakeyan Sunda Sembawa. suanii Dewi Ambawati. Tahta Kerajaan Sunda. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa.

atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja. Prabu Sanghiyang Ageung. dan digunakan sebagai gelar resmi. tiga di antaranya ialah: 1. la berputera beberapa orang. digantikan oleh puteranya. Prabu Langlangbumi. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. menjadi Panglima Angkatan Perang. putera mahkota calon pengganti ayahnya. Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. Sang Wikramajaya. dari tangan saudara seayahnya. berusaha merebut kekuasaan. dipercayakan kepada adik isterinya. Dewi Citrawati. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. pemberontakannya dapat ditumpas. penggantinya adalah Sri Jayabhupati. Wirayuda. adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. dan 2. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. yaitu Dewi Sumbadra. adalah Sang Darmaraja. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. Sri Dharmawangsa Teguh. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. ditunjuk Sang Wirakusuma. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. dua di anataranya ialah: 1. Akan tetapi. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. 54 | S e j a r a h K e r a j a a n . menjadi Mangkubumi kerajaan. dan 3. diterima pula oleh Prabu Airlangga. keduanya memerintah. Darmanagara. Ketika mengawali masa pemerintahannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan menyandang gelar Maharaja. 2. Sedangkan Dewi Sumbadra. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda. Hadiah nama gelar semacam itu. sampai tahun 1065 Masehi. Bersama-lama. terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. dimulal pada tahun 1019 Masehi. memerintah di Kerajaan Galuh. Dewi Puspawati.Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat.

Sebenarnya. Permaisuri Puspawati. Akan tetapi. Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti. Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas. Kemudian. yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati. Mangkubumi Darmanagara. sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. yang dihadiri oleh kedua belah pihak. Ratu Batari Hiyang. dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. kalau tidak segera diatasi. Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. Sunda. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. Senapati Wirayuda. Maharaja Langlangbumi. membentuk angkatan perang. yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak. Senapati Kusumajaya. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). Resiguru Sudakarena. Sang Maharaja Langlangbumi. Selama memegang kekuasaan di Galunggung. dengan cara mengadakan pendekatan. dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. di antara keturunan Sri Jayabhupati. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. Kemudian ditempuh jalan damai. Oleh karena itu. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. penguasa Kerajaan Galunggung. la pun tidak menghendaki. 55 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . timbulnya perpecahan. akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. Selesai membangun ibukota yang baru. Galunggung. Di pedesaan antara wilayah Galuh. akan jadi duri dalam daging. timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. akibat ulah kawanan perampok. Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. Akan tetapi. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. Senapati Suryanagara. Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam. Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. dan Galunggung. Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi). Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. tingkat keamanannya menjadi rawan. Dahiyang Guru Darmayasa. Yuwaraja Menak Luhur. yaitu Dewi Citrawati.

Dari pernikahannya Dewi Puspawati.2. dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. tahun 1187 Masehi. Prabu Menakluhur. dan dijadikan permaisuri. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. cucu Batari Hiyang Janapati. la bergelar Maharaja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. maka kedudukan Raja Sunda. memperoleh putera: Rajapurana. Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. dan 2. beribukota di Saunggalah (Kuningan). puteranya. 3. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh. Prabu Menakluhur. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. memperoleh putera. Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang. Dari perkawinannya. memperoleh putera. 2. puterinya Mahisa Campaka. Puteri Saungggalah. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . wafat tahun 1155 Masehi. pindah ke Pakuan (Bogor). Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. Sang Cakranagara. Galuh dan Sunda. yang bergelar Dyah Lembu Tal. Darmasiksa. mempunyai seorang puteri. Puteri Darmageng. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. dua di antaranya: 1. Sebagal penggantinya. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. Kemudian. Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. Ratu Galunggung. dengan ibukotanya di Galunggung. memperisteri Ratna Satya. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. menggantikan tahta ayahnya. karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. menjadi Mangkubumi. kedudukan pusat pemerintahan. Sang Darmasiksa. Prabu Darmakusuma memperoleh putera. Ratna Wisesa. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. lahir tahun 1168 Masehi. tahun 1175 Masehi. yaitu: 1. Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung).

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Ajiguna Linggawisesa. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). ibukota Kerajaan Sunda beralih. Pada masa pemerintahannya. Kelak. adik iparnya. Karena. Pengganti Prabu Citraganda. atau Aki Kolot. satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). dikaruniai umur panjang. Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi. Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). puteranya. tidak sempat menjadi Raja. dalam usia 44 tahun. dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). Kemudian digantikan oleh puteranya. Dewi Antini. 3. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit.perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. Permaisuri Prabu Citraganda. Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. Prabu Citraganda. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. Suryadewata. Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. 2. pulang ke Tumapel Jawa Timur. Sebagai pengganti Prabu Citraganda. Oleh karena itu. Rahiyang Saunggalah. yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi. Pengganti Prabu Ragasuci. Ragamulya Luhur Prabawa. la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari). leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). dari Puteri Saunggalah. adalah puterinya Prabu Rajapurana. Setelah dewasa. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Rahiyang Jayadarma. disebabkan wafat muda. Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera. puteranya. Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa. Prabu Darmasiksa. menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi). menjadi raja di Kerajaan Sunda. Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya. Dewi Kiranasari. sampai tahun 1333 Masehi. Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. Sedangkan Prabu Rajapurana. di antaranya: 1. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. Prabu Linggadewata. Karena sebelumnya. berjodoh dengan Dara Puspa.

lahir tahun 1348 Masehi. 3. Demikianlah. 2. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. Prabu Linggabuana. janji tersebut tidak ditepatinya. ada yang berkuda. yang bergelar Mangkubumi Saradipati. Di antara mereka. Sang Prabu Hayam Wuruk. tidak bersedia menyerahkan puterinya. digantikan oleh puteranya. Karena itu. menginjak usia 18 tahun. Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. dan dijadikan permaisuri. Bahkan ia. didampingi oleh adiknya. Akan tetapi. meluaplah hati Sang Patih Mada. Akhirnya. sebelumnya. hal itu amat bertentangan. Tibalah saat yang bahagia. dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. meninggal dalam usia 1 tahun. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. Sesungguhnya. Prabu Maharaja Sunda. Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda. bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. la menjadi berang. hal itu. Putera ketiga laki-laki. oleh kakeknya diberi nama Citraresmi. Wastu Kancana. Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. bahwa sang puteri Citraresmi. Semua orang mengetahui. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. Setiba di sana. Putera kedua laki-laki. 4. dengan janji Bre Majapahit sendiri. menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). Sesungguhnya. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. adalah Sang Patih Mada. 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. puteri mahkota Sunda itu. dengan Sang Patih Gajah Mada.Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Semua pasukan Majapahit. siap untuk bertempur. karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. ada yang menunggang gajah. sebagai isteri persembahan (upeti). selalu menyetujui keinginan Patihnya. lalu memerintahkan laskar Majapahit. sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. Sesungguhnya. lahir tahun 1339 Masehi. meninggal dalam usia 1 tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. akan diperisteri (resmi). Sang Bunisora. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. Dyah Pitaloka.

Ki Panghulu Sura. namun.ada yang naik kereta. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. Ki Juru Wastra. Rakeyan Mantri Sohan. Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. Hatinya cemas dan ragu-ragu. Sang Panji Melong Sakti. Sang Ratna Citraresmi. masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. Sang Prabu Maharaja termenung sejenak. oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini. Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. melakukan mati-bela (bunuh diri). tibalah pasukan besar Majapahit. Rakeyan Mantri Saya. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada. Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). Pertempuran berlangsung sengit. dengan persenjataan lengkap. kehormatanlah yang harus dipertaruhkan. Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. Rakeyan Juru Siring. Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). bersama semua pengiringnya. tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. Kemudian. sebagai panglima perang. Orang Sunda serempak menyongsong lawan. dan beberapa ratus orang berjalan kaki. Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. Rajaputri Dyah Pitaloka. semua orang Sunda yang ada di sana gugur. Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). Namun seandainya mereka kalah dan gugur. Namun akhirnya. Karena itu. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. Betapapun. Rakeyan Rangga Kaweni. Ki Mantri Supit Kelingking. Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . kehormatanku dan semua kesatria Sunda. lalu menundukkan kepala. janganlah kalian bimbang!" Kemudian. Ki Mantri Sebrang Keling. Sang Mantri Patih Wirayuda. yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. semuanya hanya 98 orang. Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. Pengecut perbuatannya.

orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. Dalam naskah Carita Parahiyangan. usai terjadi sebelum tengah hari. yang diwarnai suasana religius. Bratalegawa. Banawati.menyerang Kerajaan Sunda. gurugama. Oleh karena itu. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Bunisora mempunyai putera. Mayangsari. Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). disebut sebagai Satmata. adigama. Sang Niskala Wastu Kancana. bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. ketika usianya sudah 20 tahun. binasa. Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). Satmata adalah tingkatan ke-5. merupakan tahap tertinggi. padamlah segala hasrat dan nafsu. 3. yang datang di Bubat. Menurut naskah Kropak 630. Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). memperisteri gadis pilihannya. puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. satmata. Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). cenderung sebagai raja pendeta. dan 4. 2. tuhagama. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. Setelah satu tahun. 1. di antaranya. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. Dalam menjalankan pemerintahan. dan nirawerah. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. pemerintahan Kerajaan Sunda. Semua orang Sunda. Sang Haliwungan. yang lahir pada tahun 1369 Masehi. kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. ia memperoleh putera. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. Sang Bunisora. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian. kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. baru berusia 9 tahun. Sang Bunisora. suraloka. tidak seorangpun yang tersisa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya. kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. Dari permaisuri Laksmiwati.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1456 Masehi. akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk. Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari. Untuk hidup lama berjaya di dunia. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. 1984: 42). Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Selama masa pemerintahannya. akasa (langit). Sang Bunisora wafat. dipusarakan di Nusalarang. setelah memerintah di Kerajaan Sunda. dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun. Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya. Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya.Pada tahun 1371 Masehi. pada tahun yang sama. puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. la masih sempat mendengar. penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia. yaitu kedatangan angkatan laut Cina. Menurut Chau ju-kua. antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. merasa betah berada di bawah pemerintahannya". Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan. selama 3 tahun. untuk unggul dalam perang). Pakeun heubeul jaya dina buana. bayu (angin). Apah (air). pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita. Majapahit tidak mempunyai raja. ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya. naik tahta pada usia 23 tahun. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Akibatnya. sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum). Setelah wafat. ada dua kejadian penting yang patut dicatat. memerintah di Kerajaan Sunda.1999: 24). 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang terjadi pada tahun 1453 . di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho. serta bu (eter). Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang. Majapahit dilanda Perang Paregreg. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken. selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi). tercatat dalam kaol Cina. teja (cahaya).

Pertempuran tersebut.Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). catatan Chau ju-kua itulah. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). Dalam masa "gencatan senjata". meminta bantuan dan perlindungan. bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. Kedua-duanya menderita kerusakan berat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Salahsatu catatannya mengemukakan. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda. dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina. dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). Ketika Chou Ku-fei mencatatnva. dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta. "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". antara lain: 1. bekas ibukota Tarumanagara). ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya. sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi). setelah masing masing mengundurkan diri. Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya. Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. Hanya saja. Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai. merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi). Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. diakhiri oleh kedua belah pihak. Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta. Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. Rupa-rupanya. dengan isi yang sama. 2. tanpa diketahui. siapa yang menang dan siapa yang kalah. yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). yang sering menjadi sumber dugaan. bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya.

antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa.1996:119). Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas). Dalam catatan kaki.1999: 107). Chia-lie-pa (Kalapa. Upaya penyelesaian jalan damai. masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara". dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. melalui Chia-liu-pa (Kelapa).3. baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong. Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten. dan menuju arah 187. termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda.1996:119). berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi. Jakarta). Pelabuhan Banten dimaksud. Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan). Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten). Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon). Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina.5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon). muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda. dibahas pula oleh para akhli. lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dibahas pula oleh Heuken. demikian ungkap Guillot. apapun bahasanya(Guillot. Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken. "Banten dinamakan Sunda". antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n . kapal-kapal menuju arah 97. Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa. Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot. antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa.5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa). bahwa "Sriwijaya dan Kadiri.

masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?. CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. Menurut Chau Ju-kua.1996:111). penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut. sedangkan candi yang terletak di G. Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan. boleh. dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi. yaitu 932 M (854 S) (Guillot. telah sering dilakukan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. Claude Guillot. Artinya. angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan. untuk memperkuat suatu anggapan. berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. jalan untuk menuju ke Banten Girang. 1996). yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda). yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?). belum menemui titik terang. dan Sonny Wibisono. atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. Pulasari. telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam.Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya.jadi sama dengan catatan Portugis. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. sekaligus merupakan daya dukung. Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken.1996: 111). terutama melalui penelitian arkeologi. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang. Jerman). Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch. melihat arca-arcanya. Pembuktian arkeologi ditampilkan. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi. angka tahun tersebut. Lukman Nurhakim.1999: 24). Kapalembangan diinaksud. masih dilanda kegelapan. Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot. bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10. 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah. yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala. Sangat menarik. yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel.

bacaan yang benar adalah 854 Saka. pangambat. kala untuk cakakala atau sakakala.V 1923. bunyi. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu. pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. Candrasangkala: kawiraja. bernilai angka 8. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda. panca = 5. kata. sepadan dengan bujangga. bahwa ia seorang pembesar istana. perintah. sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). halaman 18. Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto. ia menuliskan tahun 942 Masehi. terdiri atas 4 baris huruf. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989). tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. yang bentuknya tidak beraturan. sesuatu untuk diperingati.Untuk lebih jelasnya. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim. no. bernilai angka 4. Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. distrik Leuwiliang. pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. mengenai prasasti Kebonkopi II. 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bogor. antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. 6888). dan pasagi. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. Batutulis ini kini telah hilang. sabda. adalah kata majemuk tatpurusa. padahal seharusnya 932 Masehi. saat yang pantas diperingati. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. Ekadjati dalam Carita Parahiyangan. karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bujur sangkar.

Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian. Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna. Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. Guillot menampilkan angka tahun 932?. Sewaka Darma. Peristiwa sejarah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1989:186-187). seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. Menurut pengakuannya. "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch. menampilkan angka tahun 932 Masehi. diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala. Sriwijaya (Atja & Ekadjati. yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II.. Satyawati Suleiman. Sehingga kawihaji panca pasagi (854). yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara. Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung. dan 3. antara lain sebagai berikut: . 2. Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala. parwa I sarga 3. bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n . Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya. Timbulnya perbedaan anggapan.Bunyi prasasti. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. karena itu ia mengajukan dugaan. 1. menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. halaman 13-14. yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi.

digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II. antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali.. Yang keempat perempuan. Mahisawarman namanya. Sriwijaya".tahun. tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. Dipilihnya lokasi Pasir Muara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menghadiri upacara "Barpulihkan". Dengan demikian. setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. antara lain sebagai berikut: . seperti dugaan Bosch. Sang Matsyawarman namanya. daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan). tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya. yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 . secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik. tentu ada nilai-nilai sakral. Putera yang kedua. Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman. lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala). tempat lahir Sang Tarusbawa. tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali. tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman. Akan tetapi. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda).. dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat". ikhwal "Sunda" dijelaskan. "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda". Yang ketiga. / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma. dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana. Pada prasasti Kebonkopi II. "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda".561 Masehi). yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya. Kemudian.. yang menjadi Menteri Tarumanagara.

. menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara. kerajaan Sriwijaya. Sri Maharaja Linggawarman. disebabkan. parwa 11 sarga 3. Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali. raja keduabelas Tarumanagara. yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n . raja Sriwijaya. yang menikah dengan Dewi Manasih. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman. mengakhiri kekuasaannya. pada tahun 536 Masehi. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. Sunda Sembawa (Bekasi). Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda.. halaman 176. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). antara lain sebagai berikut: . berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). Sang Tarusbawa. ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. menantu Sri Maharaja Linggawarman. Pada tahun 669 Masehi. juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya. Kekecewaan Guillot. dengan menjalin persahabatan.. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya. Pergantian nama kerajaan. menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda. masih merupakan kerajaan kecil di Palembang. Sedangkan Sriwijaya.. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya". oleh Sri Maharaja Tarusbawa. menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi.. dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek. menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3. karena nama kerajaan tersebut. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang.catatan. Sebagai pengganti. // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// . di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. Adik Dewi Manasih.. telah melakukan perjanjian bersama. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. yaitu Dewi Sobakancana. Kerajaan Sriwijaya. diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda.

1996:137). yang pernah menaklukan Banten Girang. dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. Salakanagara. Untuk diketahui secara objektif. Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari. di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan. tidak ia hiraukan. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. menelusuri kurun zaman. akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. semakin samar untuk ditemukan. seperti Banten Girang. tidak berdiri sendiri. diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot. Kehadiran Salakanagara. III. Tarumanagara. dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526. sebagai pembanding. yang diperankan sebagai "musuh Banten". merupakan tindakan balas dendam. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai. dengan segala perkembangan kehidupannya. KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A. dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. Ibukota Pajajaran misalnya. akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. 1996:100). POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan. bahkan kesan tersebut harus dicermati. tetap setia mengikuti alur waktu. mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. Kerajaan Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kesan Guillot memang "patut diperhatikan". bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). Persoalan yang muncul.Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. Banten di masa silam. Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang.

Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut. Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati. dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya. dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). yang terletak di bukit Badigul (Bogor). dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan. diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum. dari sejak tahun 1382 Masehi. dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . nu mikadatwan sri bima. Sang Haliwungan. mangka premana raja utama. putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. kini sudah menjadi bangunan permanen. sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda. sirna tanpa bekas. dengan nama Kerajaan Galuh. Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. dengan nama nobat Prabu Susuktunggal. kembali terbagi dua.sarga 5. Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan.dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. Selanjutnya. dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. Kemudian Sang Ningrat Kancana. kawasan bekas Tarumanagara. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur).narayana-madura-suradipati. putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. Sumatera Selatan). tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi.punta. Sebelumnya. Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda. yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). dengan nama: Ing Puri Bima Sakti. sebagai tanda keutamaan raja.yang haluwesi. sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana. Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. Lokasi bekas keraton tersebut. diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya. menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja). Peninggalan warisan Sang Susuktunggal. lawasnya ratu saratus tahun. berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama). Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi). nu nyaeuran sanghiyang rancamaya.

maka dalam tahun 14'75 Masehi. Tiga tahun kemudian. Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). Prabu Kertabumi. tokoh Sang Ningrat Kancana. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci. hingga memerangi kerajaan ayahnya. dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda.Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Di Palembang. Yang di pertuan di Galuh. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Siu Ban Ci mengembara ke Palembang. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. Baru kemudian. menggempur Majapahit. seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). diberi nama Raden Praba. salah seorang isteri Prabu Kertabumi. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. la adalah tohaan di galuh. tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. inya nu surup di guna tiga. adalah kemenakan Ratu Darwati. Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa. Dari ibunya. Dalam tahun 1473 Masehi. Sunan Ampel sendiri. dengan ibukota di Keling. Dia yang dipusarakan di Guna Tiga. diterima kemudian dari Sunan Ampel. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. lawasnya ratu tujuh tahun. meninggalkan ibukota. kena salah twah. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel. Akibat salah perilaku. karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu. Raden Patah. cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan. adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Raden Patah mendapat nama Jin Bun. mengakhiri kekuasaan ayahnya. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). Uniknya. Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian).. Sedangkan nama Patah (Al Fatah). untuk kepentingan membuka pesantren. memperisteri perempuan terlarang dari luar. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. sebagal guru dan juga mertuanya. akibat perceraian dengan suaminya. Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. atas permohonan Ratu Darawati. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. Kemudian. dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n .

telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton. seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar). keluarga keraton Majapahit. Raden Baribin. kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. telah menjodohkan puterinya. dengan Raden Baribin. Kemudian. Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain.pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). Kelak. Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi. Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki. Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. Prabu Dewa Niskala. Oleh karena itu. Dari pernikahannya. Menurut versi lain. yang sudah bertunangan. Selaln itu. oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. ia tersamar dalarn cerita rakyat. wanita itu terpisah dari tunangannya. Oleh karena itu. Prabu Dewa Niskala. saudara seayah Prabu Kertabumi. Dalam pengungsian. serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi). keluarga keraton Kawali. tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. Puteri Ratna Ayu Kirana. memperoleh seorang puteri. Prabu Dewa Niskala. 2. Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. Rombongan pengungsiannya. ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh). adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura. Menurut hukum waktu itu. yang menyudahi kekuasan Kertabumi. diterima dengan tangan terbuka. yang mendirikan Mataram Islam. Di sana. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. ibukota Kerajaan Galuh. diberi nama Raden Bondan Kejawan. Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi).. ada juga yang sampai ke Kawali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dilakukan oleh Girindrawardana. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. Dalam hal ini. dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. Dari Wandan Bondri Cemara. Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi.

harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. Peristiwa penobatannya di Pakuan. Untuk menyelamatkan keadaan. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga. Putera sulung Prabu Dewa Niskala. Peristiwa tersebut. SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana. Menantu Prabu Susuktunggal. para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. B. sangat marah. ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh. ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. Tentu saja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala. karena kekuasaan pemerintahannya. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh. ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum. tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. bahwa: 1. Prabu Susuktunggal. Selanjutnya. dan memutuskan. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan). Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. dari permalsuri. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak. di wilyah netral. yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung).Prabu Susuktunggal. Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. 2. prebu ratu purane pun. samasama mengerahkan pasukannya. adalah: 1. 2. Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). penguasa Kerajaan Sunda. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu. harus diserahkan kepada Jayadewata. incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja. Begitu pula Prabu Susuktungggal. konflik kedua pemimpin negara.

agar sukma raja tersebut. kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya. untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya.samida. Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. yang terjemahan langsungnya. dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. Pembuatan prasasti tersebut. pagelaran (macam-macam formasi tempur). la memperteguh pertahanan ibukota. tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. 74 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ya dialah (yang membuat semua itu). Upacara semacam itu. memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. Sri Baduga Maharaja. dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. membuat samida. Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. membuat jalan yang diperkeras dengan batu. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). Prasasti Batutuhs Kota Bogor. maka raja tersebut digali dari kuburnya. pada tahun 1533 Masehi. Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan. ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Jika seorang raja wafat. yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya. memperkuat angkatan perang. cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. Maksudnya. Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. 1981: 25). nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. kesatrian (asrama prajurit). kemudian kerangkanya diperabukan. (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita. membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana.

Para petani tergabung dalam pasukan pekerja. Dasa. maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). isinya dapat diketahui. Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. Gunung Samaya dan Jayagiri. Kata dasa. Kecamatan Tarumajaya. yang berarti pelayanan (service).Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda. Kapas-timbang atau upeti kapas. Keharuman Sri Baduga Maharaja. Wangi artinya harum. yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun. karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani. 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . Calagara (di Majapahit: walagara). adalah pajak tenaga kolektif. Pare-dongdang atau panggeres reuma. adalah pare turiang. dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa. Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan. adalah pajak tenaga perseorangan. diambil dari bahasa Sanskerta. Kabupaten Bekasi. sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. harus diserahkan tiap tahun. sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). yang ditemukan di Desa Kabantenan. Bila petani telah berpindah ladang (huma). bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak. serta ancaman hukum mati. Silih artinya pengganti. sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi).Silih Wangi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. harus diserahkan kepada raja. Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan. bagi siapapun yang melanggar keputusannya. artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya. yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. yang gugur di Palagan Bubat. Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. calagara. Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja. Juru Pantun ataupun Penulis Babad. sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). Pengukuhan itu. Oleh karena itulah.

1999: 41). Tome Pires (k. penduduk kota Pakuan ada 48. Tentang Sri Baduga Maharaja. berada di pedalaman. Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis. nama resmi kenegaraan.197 orang). 1468-1539 Masehi). Istana raja. pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda. Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil). pelabuhan Pontang (Pomdam). seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken. Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja. bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju. bandar Cheguide. terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja. Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda. Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. baru berpenduduk 23. Laporan Portugis tahun 1522 Masehi. Tome Pires memberitakan. tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda.000 ekor tiap tahun.121 jiwa.271 orang. raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo. dapat mencapai 4.masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran. kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam). Dalam angkatan perang kerajaan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam perkembangan selanjutnya.000 orang. dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter). 1996: 59).l. terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa. sebagai kota terbesar ketiga. Dengan jumlah itu. Tetapi yang lebih penting. Untuk kepentingan perdagangan Portugis. terdapat 40 ekor gajah. dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. parwa I sarga 4). memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50. serta pada puncaknya berukir indah. Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). Omzet perdagangan kuda. adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama. merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. disebutkannya. pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja). 76 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pasai.

Kelak. sebagian ditempatkan di Cirebon. Sesungguhnya. Larasantang. yaitu Pangeran Walangsungsang. Inilah Sunda. Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng). Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. Walaupun berbeda agama. isteri kedua Sri Baduga Maharaja. Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. antara Cirebon dengan Demak.Tangerang (Tamgaram). Kalapa (Calapa). putera Mangkubumi Bunisora Suradipati. Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. Setelah kembali ke Kerajaan Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian dari Gujarat. menikah dengan wanita muslim dari Gujarat. dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. Puteri Subanglarang. Cimanuk (Chemano). Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. didirikan oleh Syekh Hasanudin. Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. bersama isterinya. Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. dan Raja Sangara. dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. bukan "Islamnya". menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. cucunya yang bernarna Hadijah. Ketiga anaknya. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. adalah alumnus pesantren Quro tersebut. Bratalegawa. menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. bernama Farhana binti Muhammad. hubungan politis yang terlalu akrab. Bratalegawa lahir tahun 1350 M. 1999: 37). diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya. ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya. dalam tahun 1416 M. karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken. di Pura Dalem Karawang. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). raja Cirebon Girang. Akan tetapi. C. seorang ulama mazhab Hanafi. seorang ulama mazhab Safi'i.

Tuan Kami. pada tanggal 21 Agustus 1522 M. Kawasan ini yang disebut Kalapa. untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas.yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. M. Sri Baduga Maharaja sudah wafat. Untuk maksud ini. Kapten Malaka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tuan kami. Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas. Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. akhirnya ditanda-tangani di Pakuan. yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). disebut Laksamana Bungker). Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses. Leme. menghadiahkan kepada Raja. Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule). seberang awal pelabuhan. Kunjungannya ke Pakuan. seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan. dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme. Maka. Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti. jadi di sebelah kanan muara sungai. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. menentukan dan menunjuk tempat. Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme. jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai. utusan Jorge d'Alboquerque. kapten perjalanan ini. menegakkan sebatang padrao dari batu. Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. seperti pula syahbandar dari tempat pabean. raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M. Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi. Maka. Selain itu banyak orang baik. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada tahun itu. Akan tetapi.Portugis. Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu. sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa. sebagai duta resmi negara. di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja. Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja.

Sangat disayangkan.600 caxas Java. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya. 1999: 54). membuat dokumen ini. tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. penulis. dan Diogo Diaz. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. Tuan kami.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Berbeda dengan pelaut Belanda. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. semuanya tentara.10. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. Sri Baduga Maharaja itu. selaku perwira Raja. Padahal. juru mudi dan banyak (orang) lagi. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. yang selalu berambisi. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot. telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. pada perjalanan ini. juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. dan Franscisco Annes. Dengan demikian. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia. Tuan kami. pedagang Portugis pada waktu itu. yang dicurigai para akhli sejarah. Untuk buktinya. Tentang seluruhnya itu. Raja-raja penerusnya. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. Balthasar Memdes. Dibuat pada hari. saya memberi kesaksian. mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. penulis dari kapal San Sebastian. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda. Maka. Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. saya. masih sebagai pelaut murni. yang diwakili oleh pedagang Portugis. Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. sangat wajar terjadi. Hubungan internasional bilateral inilah.

Para Pohaci dan Para Bujangga. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. yang sesungguhnya keturunan Galuh. Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. Cukup banyak Babad yang ditulis. Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. dimanakah bekas candi-candinya. Sampai saat kini. sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing. Penyempurnaan sukma tersebut. di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha. Dalam cerita Pantun sekalipun. dapat kembali kepada Asal-nya. kalau ditanyakan. Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha. Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. tetapi dalam menuliskan Babad setempat. 80 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang artinya dipusarakan. atau "Yang Moksa Di Rancamaya".toleransinya terhadap agama Islam. Setelah Indonesia merdeka. dengan tujuan utama. keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). belum dapat membuktikan secara pasti. Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda. istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". Dalam naskah Sunda kuna lainnya. hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya. umum masih beranggapan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . secara arkeologis. digunakan kata lumah (pusara). Akan tetapi. Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. Sumedang. Oleh karena itu. sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". Dzat Asal dalam religi Sunda. dan Talaga. selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. kalau tidak Hindu tentunya Budha. Cirebon. Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi. Terbukti. tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. mengenai tokoh Prabu Siliwangi. telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda. Mwakta atau Moksa. pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. adalah tokoh Sunan Ambu.

dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun. bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . sesungguhnya tidak jadi masalah. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). cita-cita urang Sunda yang saleh. karena ia adiknya Larasantang. artinya Sempurna. Kian Santang yang konon katanya. bukan dengan Dewa). Provokasi cerita fiksi Kian Santang. Sebutan lain untuk Hiyang. bersih suci bila dibasuh. bahwa tokoh Kian Santang itu. Hiyang Seda Niskala.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kisah tersebut. jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali. setega itukah. Disunat ka tukangnya. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. Selain itu. Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. Seda. dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya.. Kedatangan Islam. Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. kisah tentang Kerajaan Pajajaran. hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi). merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya.Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. pada abad ke-7 Masehi? Sebab. sudah demikian lama. selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi. Disunat kepada akhlinya. sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda. Ada pula yang menafsirkan. Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran. juga adiknya Pangeran Cakrabuana. jati Sunda teka. D. terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. bagi orang Sunda. kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala. jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. tidak ingin manjing surga (masuk Surga). Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. Niskala. adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. artinya Gaib. dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib. Adakah masuk di akal. Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi.

alias Fatahillah. Perang ke Wahanten Girang. Perang ke Pagoakan. ia disebut Raja Samiam. Perang ke Simpang. yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja. pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda . Perang ke Hanum. menimbulkan persoalan baru. 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17. uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. Perang ke Tanjung. Perang ke Ancol Kiji. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). Perang ke Kalapa dengan Aria Burah. Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Perang ke Gunung Banjar. adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa. hingga menimbulkan perang selama 15 kali. konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing. pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). perlu penelusuran ilmiah. sempat dicurigai sebagai Kian Santang. Prabu Sanghiyang Surawisesa. Perang ke Padang. Dalam catatan Portugis.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Perang ke Muntur. terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun. meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). berdasarkan ilmu sejarah. Untuk mencari kebenaran. yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi). Lima betas kali perang tak pernah kalah. Perang ke Gunung Batu. Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta. Rata gagah perkasa. membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. dari lembar 20 sampai dengan lembar 25.Portugis. teguh dan pemberani. Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu).

hanya meminum susu. disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n . Terkenal namanya Hiyang Kalingan.Perang ke Pager Wesi.sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata. ditenggelamkan ke laut. Sang pandita di Ciranjang. moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva. Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia. meninggal dunia. Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. tidak diketahui identitasnya. Tidak sampai setahun. hati-hatilah yang hidup di kemudian hari. Disunat oleh akhlinya. ditenggelamkan ke laut. pandita di Sumedang. itulah tradisi orang Sunda. Puasa. prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. Perang ke Medang Kahiyangan. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna . jangan hidup pura-pura berpuasa. Begitulah keadaan jaman susah. dibunuh tanpa dosa. Perang di Buruan Ageung (Alan-alun). tidak mati. tertimpa tapak kikir.sang kawuri / hayzaa to . Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem.iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf. supaya bersih suci dari kotoran. Ada pendeta sakti dianiaya. Datang bencana serangan musuh kasar. Setelah itu. masih hidup. lamanya jadi raja 8 tahun. kesembilan tahunnya meninggal dunia. Prabu Ratu Dewata. kembali ke Pakuan lagi. Disunat. Sang Pandita di Jayagiri. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. Oleh sebab itu.

diukir berbaris dibentuk berbagai cerita. Lamanya jadi ratu 8 tahun. di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu. oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. Mempunyai anak. menghina pendita. merampas tanpa perasaan. karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. Dalam zaman Dopra. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. Sering membunuh orang tanpa dosa. menghiasi Kedaton. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . Yang membangun bale bobot 17 jajar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. zaman perunggu. hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. zaman besi. tidak hormat pada yang tua. tindakan ratu seperti itu. Sang Nilakendra. Jangan diikuti oleh generasi belakangan. Begitulah riwayat Sang Ratu. seterusnya diganti dengan zaman kali.

3. antara lain: 1. Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi). Perang dengan Pakuan. Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. 5. kalah Jawakapala. ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran. perang dengan Patege. perang dengan Galuh.perdaya. Pertama datangnya perubahan. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. Perang dengan Kalapa. perang dengan Datar. Lamanya jadi ratu 12 tahun. tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan. Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). tidak mengikuti adat kebiasaan. Perang dengan Rajagaluh. perang dengan Mandiri. Dunia halus masuk ke yang kasar. kalah Kalapa. Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka. Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. cucu tiri. Perang berlayar ke Salajo.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ratu Sakti (1543-1551 Masehi). Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi). perang dengan Jawakapala. timbul kerusakan dari Islam. 2. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . Manusia yang berhuma rakus makannya. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. 4. Iamanya jadi rata 16 tahun. disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya. semua kalah oleh orang Islam. menurunkari pertapa. Perang dengan Gegelang. kalah Rajagaluh.

Sanghiyang Surawisesa. Dalam Carita Parahiyangan. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. di antaranya: 1. Status Pangeran Walangsungsang. Cirebon. yang disusun oleh Atja dan Edi S.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Adapun riwayat Syekh Hasanudin. berperan sebagai anak sulung. bernama Rajasangara. Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). dari pendahulunya. Status ini sangat memungkinkan. jika Pangeran Walangsungsang. karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). berputera beberapa orang. Dua di antaranya. adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. 1. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. Ekadjati (1989). adalah murid Syekh Hasanudin. dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A. sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang. pemeluk Islam madzhab Hanafi. Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. Surasowan. terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. dan 3. tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. Oleh karena itu. Dari isterinya yang pertama. adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syekh Hasanudm. Dewi Surawati. Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. untuk membahas Banten. Sedangkan dari isterinya yang ketiga.IV. kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja. ialah. bahwa dari Subanglarang. 2. PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda. mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. 2. 1989:165).

pada tahun 1416 Masehi. Bagi Sang Mahapraburesi. sebanyak 63 buah kapal layar. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . disertai pula oleh puteranya.Pada tahun 1416 Masehi. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan. ketika turun di Pura Dalem Karawang. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. la bermaksud. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. Tujuan pelayaran mereka. Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. dengan prajurit laut sebanyak 27. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya. menyebarkan ajaran agama Islam. Namun bagi tokoh Wastu Kancana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memohon diri untuk turun. di Jawa Timur. Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata. dikenal sebagai Syekh Bantong. Tan Go Wat. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. Dari perkawinannya. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad. Laksamana Cheng Ho. Ma Huan. di Pulau Jawa. Selama 59 tahun. untuk menjalin persahabatan. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. mengadakan pelayaran keliling. dan lebih kikir lagi dengan pujian. la didampingi oleh jurututulisnya. Di antara sekian banyak awak kapal. puterinya Ki Gedeng Karawang. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. kakeknya Sri Baduga Maharaja. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. Kelak. Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. yang juga beragama Islam. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Oleh karena sesama muslim. armada laut Cina. Peristiwa penting ini. Setelah lama tinggal di Pura Dalem. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). terdapat beberapa orang penumpang. memperoleh anak. di pesisir Pura Dalem Karawang. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin. Islam bukan hal yang baru dan acing.800 orang. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. adik iparnya. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. Syekh Hasanudin. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. Ki Gedeng Karawang. Sebab. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda. padahal untuk Sri Baduga Maharaja. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. Armada laut Cina tersebut. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang. Tan Go Wat. Syekh Hasanudin. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo.

yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la. walaupun dengan berat hati. bahwa Pangeran Walangsungsang itu. diteladani dari kakeknya. seorang bangsa Ajam. merasa sangat kehilangan. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. adalah Guru Agama. hanya ibunya. Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa. akibat konflik agama dengan ayahnya. Sebagai catatan. Selain sebagai ibunda tercinta. hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. Perlu dicatat. pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. Peristiwa-peristiwa itulah. memohon izin kepada ayahnya. tidak menjadi masalah. madzhab Hanafi. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). mengikuti agama yang dipeluk ibunya. Subanglarang. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. Kenyataan seperti itu. dibina langsung oleh kakeknya. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah.sanggup memujinya. Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). Afganistan. oleh para penulis babad. diusir dari keraton Pakuan Pajajaran.1984: 42). untuk pergi mengembara. adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. mendorong Pangeran Walangsungsang. adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. Tentu saja. Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya. bagi Sri Baduga Maharaja. Ki Gedeng Tapa. Ketika Subanglarang wafat. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. Pangeran Walangsungsang. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. la dengan kedua adiknya. Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. Sementara itu.

antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. Kemudian. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya. Syekh Nurjati. Cirebon namanya. Dalam pemerintahan sehari-hari. Seperti babi hutan. wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah. mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. dari Syekh Datuk Kahfi. Pangeran Walangsungsang. Syekh Datuk Kahfi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pondok Quro Amparan Jati. Ki Gedeng Tapa. Sebagai catatan.Amir Abdullah Khanudin. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. ketika mendirikan Dukuh Cirebon. harimau. Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). Di tepi pantai. atas keinginan Ki Gedeng Tapa. la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). kura-kura dan berbagai jenis lainnya. ular. mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. Dalam pengembaraannya. yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. dari kakeknya. Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. gajah. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa). dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan. Di bagian selatannya. Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut. masih hutan belantara tempat binatang buas. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. setelah Pondok Quro Karawang. Oleh Ki Gedeng Tapa. Ki Gedeng Tapa. di kampung Ghuzah. Nyai Larasantang.

ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. adalah adiknya Ki Danuwarsih. Semula. Sedangkan Ki Danuwarsih. telah bermukim 5 orang penduduk. disebut Kebon Pasisir. Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). bersedia masuk Islam. Kemudian. Pangeran Walangsungsang. adalah mertua Pangeran Walangsungsang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. atau Tegal Alang-Alang. puteri Ki Danuwarsih. Mereka. Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. atau Lemah Wungkuk. rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan. banyak ikan dan rebon (udang kecil). dibangunlah pemukiman baru. hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja. Pada awalnya. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. pindah dari tempat tinggal asalnya. Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. seorang ulama agama Budha. membuka hutan Kebon Pasisir. Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). penduduk Cirebon Pasisir. banyak kuda liar. Sebab.laut (camar). serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati. atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. Atas kesepakatan bersama. dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). Syekh Datuk Kahfi. berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). dan adiknya (Nyai Larasantang). Nama itu diperoleh dari gurunya. Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. Sedangkan di Gunung Ciremai. dipercaya menjadi Wakil Kuwu. Diberi nama demikian. Setelah melihat ada pemukiman baru. sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. yang disebut Cirebon Girang. Cirebon Girang. Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. di Kebon Pasisir. Nyai Arumsari (isterinya). bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. Di sungai. / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. yaitu Nyai Indang Geulis. Ki Sarmawi (pembantunya). untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. Ki Danusela. kemudian diberi nama Cirebon Pasisir.

Macam-macam anutannya. dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai). keakhliannya. mendapat gelar Ki Cakrabumi. Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya. Pedagang. para petani.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang. Jawa 106 orang. adalah 346 orang. Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). Mereka menumbuk rebon dan ikan.Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan. Arab 11 orang. Parsi 2 orang. ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah. bekerja menyelesaikan pembuatan terasi. Hujung Mendini 4 orang. Syam 3 orang. sebelum tidur. // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian. petis dan garam. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. dan Cina 6 orang. tingkah lakunya. India 2 orang. Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. bahasa dan tulisannya. 91 | S e j a r a h K e r a j a a n . namanya. masing-masing berbeda. Sumatera 16 orang. semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. Rinciannya: Sunda 196 orang. Berbagai bangsa ada di sana.

Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. tiba di pelabuhan Jedah. naik ke kapal layar. 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir. Di dukuh Cirebon Pasisir. Ki Samadullah dan adiknya. tidak bisa ikut. berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya. Cirebon. "Anakku. (Jala=air.Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. degan maksud yang sama. dengan panggilan akrab Ki Samadullah. dan rebon berarti udang kecil. Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. Di tengah perjalanan. berlayar menuju Tanah Arab. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. mengingat penduduk Cirebon pertama. pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. la. yang terletak di tepi laut. Hal itu. kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam. Akhirnya. ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. Bersama santri-santrinya. grahan=rumah). Ki Samadullah. Nyai Indang Geulis. Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. karena sedang hamil.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang. ci berarti sungai. Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati. diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. pustaka yang disusunnya. kata "Cirebon" sendiri. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. diberi nama Jalagrahan. menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. adalah keturunan Bani Hasyim. Syarif Abdullah. mendirikan Tajug (Masjid). Sang guru mengingatkan. menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. Padahal. Cirebon. Sehingga.

Di tanah suci Mekah. Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja). Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim. Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. Di rumah Ki Bayanullah itulah. Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im. Tiga bulan kemudian. Dan adiknya menetap di sana. …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. dari Bani Mameluk. Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. adiknya Syekh Datuk Kahfi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sedangkan Amir Abdullah Khanudin. sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. kepada Nyai Larasantang. Kembali kepada Syarif Abdullah.menjadi Walikota Mesir. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir). Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah. Ternyata. samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas). Syarif Abdullah telah jatuh cinta. di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi. diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi. / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya. 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad. Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita.

Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir. Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. Ki Gedeng Tapa. yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa. yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang. yang banyak didapat dari sungai Cirebon. Nyai Pakungwati namanya. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . kakeknya. Kata pakung. Maka jadilah Cirebon. Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. sama dengan nama puterinya. 94 | S e j a r a h K e r a j a a n . Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah. adalah sebutan lain untuk udang kecil. Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian. kemudian diberi nama Pakungwati. Sesudahnya. tiba di Cirebon. ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. Dan perkawinannya.. dijadikan sebuah kota besar. selain sebagai penguasa Singapura. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki. la membangun Keraton. Pangeran Cakrabuana mendapat warisan. Tidak lama kemudian.. semua kekayaan dari kakeknya itu. wafat.. mempunyai anak perempuan.

sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya. untuk menobatkan puteranya. Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya. Pangeran Walangsungsang. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sri Baduga Maharaja. nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra. Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik. dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti. atau Ki Samadullah. Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin. Kemudian. atau Pangeran Cakrabuana. ia mengutus Tumenggung Jagabaya. diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib. 95 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan). atau Ki Cakrabumi. Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi. oleh ayahnya. B. mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad.Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda. disertai pasukan pengawalnya.

Kemudian. Sayid Abdul Malik dengan puteri India. Salah seorang di antaranya wanita. yaitu adik dari Sulaiman Al Basri. Muhammad anak Ali AI Ghayam. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. diperisteri oleh Sayid Hassan. Salah seorang di antaranya. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri. Riwayat selanjutnya. Alwi Amir Pagih anak Muhammad. Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. Sayid Abdurrakhman orang kaya. Kedua-duanya. Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. kepada puteri pejabat daerah negeri India. Dari perkawinannya. anak Alwi Amir Pagih. mempunyai anak beberapa orang. Sebab. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. mempunyai anak beberapa orang. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. yaitu Sarah. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. Salah seorang di antaranya. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah. asalnya merupakan satu keluarga. Adapun Abdul Malik. Sayid Abdul Malik. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. mempunyai anak beberapa orang. Mempunyai anak beberapa orang. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sayid Alwi anak Muhammad. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir. la meninggal dunia di Jawa Timur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). Muhammad anak Ubaidillah. Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik. Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan. mempunyai anak beberapa orang. Dari perkawinannya. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). Oleh karena itu. Dari sejak itulah. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim.

Ketika menetap di negeri Bagdad. 3. Syarif Abdurakhman. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi). Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. 3. Dari India. memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mempunyai anak beberapa orang. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. Syarif Abdurakhim. Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. menjadi Walikota di negeri Mesir. Syarifah Halimah. pergi ke Jawa dwipa. 4. tidak mempunyai anak. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). sebagai guru agama Islam. dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar. menjadi anak angkat uwanya. mengajar penduduk di sana. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. yang seterusnya menetap di sana. Riwayat selanjutnya. mempunyai anak beberapa orang. tiga di antaranya: 1. atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. Syarif Sulaiman Al Bagdad. Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . Riwayat yang menjadi penyebab. mempunyai anak beberapa orang. dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon. 2. Syarifah Bagdad. disebut juga Syarif Ungkah Jutra.Abdullah Khannudin. 4. menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad. Hal itu tetjadi. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. empat di antaranya: 1. Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja. Syarif Abubakar. Syarif Abdullah Al Masir. 2. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. 3. Barkat Zainal Alim. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). mempunyai anak 4 orang. yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). Ali Nurul Alim. masing masing ialah: 1. Mempunyai anak beberapa orang. mempunyai isteri seorang puteri Mesir. Ali Nurul Alim. Syarif Hafiddin Abbas. disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. menetap di negeri Mesir. 2.

Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi. juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. Syekh Datuk Kahfi. Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. Pasambangan. dari setiap turunan Rasul Muhammad. diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). cucunya Haji Purwa Galuh. oleh Ki Gedeng Tapa. Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan. pada naskah yang sama ditegaskan pala.pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). Bharatanagari (India). Campa. Junti. menikah dengan Hadijah. Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. Japura. Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya. ia menjadi duta negeri Parsi. semua itu para Kamastu atau disebut Wali. 98 | S e j a r a h K e r a j a a n . Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya. untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa. Panjunan dan beberapa desa lainnya. Kamboja. Juru Labuan Muara Jati Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. Dua orang di antaranya. mempunyai anak beberapa orang. dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya. mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. dan 3. adalah sebagai berikut: 1. atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. 2.Maka jelaslah sudah. dua orang di antaranya. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad. Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah. Sunan dan Guru Agama Islam. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. mempunyai anak beberapa orang. Syekh Datuk Ahmad. Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. yang mempunyai anak beberapa orang. antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin. Syekh Datuk Soleh. dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Selanjutnya. selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. yang pertama perempuan. dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan. kedua. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). Dua orang di antaranya. Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman). 2. yaitu Maulana Makdur Ibrahim. yaitu: 1. Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. dan yang ketiga Syekh Bayan. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim). di antaranya: 1. dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. pertama. dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. yang menetap di negeri Malaka. Selanjutnya. kemudian menetap di Panguragan Cirebon. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. yang kedua Syekh Datuk Kahfi. yaitu: 2. Syekh Khadir Kaelani. menetap di Kamboja. 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tiga orang di antaranya yaitu.

Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. Ali Rakhmatullah. 3. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. Di Palembang. menuju ke Jawa Timur. oleh Prabu Kertabumi.Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. yaitu Siu Ban Ci. Setelah menetap beberapa lama. Karena pada waktu itu. Dua di antaranya yaitu. Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta. Di Keraton Majapahit. dikaruniai beberapa orang anak. mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian. Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. Ratu Darawati. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam jangka 3 tahun. dan singgah di negeri Banten. Setelah enam bulan di Palembang. dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. Ali Rakhmatullah berangkat kembali. Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. memeluk agama Rasul Muhammad. singgah di Palembang. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat. 1. Adik Dewi Candrawulan. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah). memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. Dalam perjalanannya. Ali AI Mustada. Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan. Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. Arya Dillah atau Arya Damar. tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah). Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). semua penduduk Ampel Denta. Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. yaitu Dewi Darawati. untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. Sumatera. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. yaitu Dewi Candrawulan. adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. Atas usulan Ratu Darawati.

Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan. dikaruniai anak beberapa orang. dan 8. Ratu Pakoja. 6. memperisteri puteri Sunan Undung. Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). 3. yaitu Siti Khorimah. Ratu Prodo Binabar. 2. Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). dan mempunyai anak laki-laki. Dewi Sofiyah. yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga). yaitu Dewi Sujinah. Puteri. puterinya Maulana Ishak. 2. diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. 5. dan 4. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. Panembahan Mekaos Hanggakusuma. dikaruniai anak laki-laki. yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. Panembahan Kodi. yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. Dari perkawinannya. Panembahan Karimun. 3. Dari isterinya yang lain. Selain dengan puteri Sunan Ampel. Selanjutnya. Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. empat orang di antaranya: 1. puteri Ki Wiryosarojo. 7. yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . 3. 2. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Penambahan Joko. masing masing: 1. Di antaranya. 4.Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel. antara lain: 1. Panembahan Palembang. yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. yaitu Dewi Rukhil. Dewi Rukayah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. Sunan Kudus atau Jafar Syadik. Nyai Ageng Pembayun. yaitu Raden Amir Hassan. yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu.

Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah. dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa. Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi). dari isterinya yang berasal dari Blambangan. Syarif Hidayat namanya. antara lain sebagai berikut: . Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang). berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri. mempunyai anak laki-laki. meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat.//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya. adalah puteranya Maulana Ishak. Siti Mursimah. di antaranya masing-masing ialah. Raden Paku alias Sunan Giri. Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . parwa I sarga 4. ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah. puterinya Ki Ageng Bungkul. parwa II sarga 4.. / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya. mempunyai anak dua orang.1. 2. .. Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya. Siti Murtasiyah.

. Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil. disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya. ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. Pada waktu itulah. antara lain sebagai berikut: . dari Syekh Athallahi Sajjilli. baru berusia dua puluh tahun. mereka berlayar bersama-sama.//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). Selanjutnya pulang ke negeri Mesir. Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya. Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. Ketika singgah di Gujarat. yang semuanya berjumlah 98 orang. bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam. yaitu Sayid Al Kamil. ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa . bersama 98 anak buahnya. Dalam perjalanannya. di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat. lamanya dua tahun. Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama. menuju Pulau Jawa . Tinggal di sana lamanya tiga bulan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selesai dua tahun. singgah di Gujarat. Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa. Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. Kemudian. Oleh karena itu pergi dari Mekah.ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda. parwa parwa I sarga 4. kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya.

Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. untuk menemui uwanya (kakak ibunya). Syarif Hidayat singgah di Banten. Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha. Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. Syarif Hidayat alias Sayid Kamil. Kunjungannya ke Cirebon. Sesungguhnya. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. bersama Dipati Keling dan anak-buahnya. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. Selanjutnya. berjodoh dengan puteri Adipati Banten. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur. menemui uwanya. Selanjutnya. yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai. berlayar menuju Cirebon.sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). mengajarkan agama Islam di sana. (singgah) di negeri Pasai. Nyai Kawung Anten. Sumatera.

Demi untuk kepentingan penyebaran Islam. yaitu Sayid Al Kamil.. Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya.. Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati. Nyai Mas Pakungwati.Iman. kepada suwan yang sekaligus menantunya. ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu. Syarif Hidayat. Alangkah sukacitanya Sri Mangana.. Setelah beberapa lama kemudian. Sang Tumenggung mewariskan tahtanya. menetap di Pakungwati Cirebon.. Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa .//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n . dapat bertemu dengan uwanya. sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung.. Begitu pula Syarif Hidayat. sangat gembira.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Adapun Syarif Hidayat. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi. yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama. . Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya. di Kerajaan Sunda. kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati). Syarif Hidayat. Dipati Keling serta 98 anak buahnya. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. Akhirnya. mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat. Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya.. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil.

dan semua memberikan dukungan. untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak... yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak. pesta meriah.. Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya.. ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon. mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati.Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira. Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon.. Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran). sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon. untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa. dengan gelar Susuhunan Jati.. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur. Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita.// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat. Pejabat penguasa daerah. menyerukan pujian atas penobatannya. . Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada waktu itu. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon.

adalah menantu Walangsungsang. KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja. Sang Kakek memerangi cucunya. akhirnya masuk agama Islam. dan 3. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi. "Betapa tidak terpujinya. dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih. antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . puteranya sendiri.menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. atas usul orang tuanya. Syarif Hidayat. karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. sebutan Sorasowan. SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya. bahwa: 1. lama tidak kembali ke Pakuan. Syarif Hidayat. V.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Penobatan awal Syarif Hidayat. dalam buku Pakern Banten. adalah cucunya sendiri dari Larasantang. atas pernikahannya dengan Pakungwati. Hal yang hampir sama. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon. Akan tetapi. Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. atas kehendak Pangeran Cakrabuana. Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar.1983: 35). adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935). Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan. dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. 2. terkesan Surasowan di sana.

tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. semua itu menarik untuk dikaji. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon. Soera artinja berani. Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan). menjadi Keraton Pakungwati. Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. Pakungwati adalah nama orang. menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon. Surasowan dan Surosowan. Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan.1935: 60-61). Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan. Pakungwati sebagai nama keraton. Pada akhirnya berubah sebutan lagi. bagi kata yang ada di depannya. Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. pendiri kerajaan Islam di Cirebon. yang dibangun di Dukuh Cirebon.Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan. 108 | S e j a r a h K e r a j a a n . teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan. Pakungwati sebagai nama orang. Soan atau Sadji artinja Radja. bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan.1984:44). menjadi Kesultanan Cirebon. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad. atau Surosowan? Hal tersebut. Berdasarkan gejala itu. antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten. Kemudian digunakan sebagai nama keraton. Selanjumya berkembang. Pada mulanya. sudah tentu harus dicari pembandingnya. Surasowan. Saleh Danasasmita (1984). puterinya Pangeran Cakrabuana. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita. Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pakungwati sebagai nama kesultanan. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin.

antara lain ialah. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan. Dari kutipan tersebut di atas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang. 1. (Atja & Ekadjati. menjadi bupati Banten Pasisir. Prabu Surawisesa. pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir. Atja & Edi S. Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal).Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3. dan 2. Sang Surasowan.1989:144 dan 153). berputera beberapa orang. juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. Sebagai putera Sri Baduga Maharaja. Islam sudah mulai bersemi. Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. Nyai Kawunganten. dua orang di antaranya: 1. Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. Sang Arya Surajaya. dan mampu mendirikan keraton yang memadai. 2. Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut. Sang Surasowan mempunyai dua orang putera. Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34.

Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk. Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit. Sepeninggal Ali Rakhmatullah. banyak mendapat simpati dari penduduk. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera). masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah. di Pulau Jawa singgah di negeri Banten. tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah. Kelak. Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja). kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam.g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah. di kemudian hari. singgah sebentar di Negeri Banten. dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. Atas seijin Sang Surasowan. Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel. dalam waktu yang relatif singkat. yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n . terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat.

yaitu Pakungwati. kemudian dijelaskan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Secara tersamar. Oleh Syarif Hidayat. Apalagi setelah diketahui. penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat. dari pada substansi historisnya. Akan tetapi. Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat. dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin. lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya. dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. Dalam waktu yang relatif singkat. 1983: 33). riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat. Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki. Hanya saja. dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . Oleh Sang Surasowan. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). masih saudaranya juga. para penulis Babad. Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). untuk meng-Islamkan daerah ini. bahwa "seorang yang keramat" itu. seorang perempuan (yang tua). bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin. Untuk mempererat kekerabatan. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. puterinya Sang Surasowan. sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda. tiba di Banten Girang. lalu terus ke selatan. cucu Sri Baduga Maharaja. dari Mandarsah ia datang di Jawa. untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten. la mempunyai dua orang anak. Sesunguhnya. tentang "orang tua" Hasanuddin. untuk meng-Islam-kan daerah ini. bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya. yaitu Pakungwati. legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat. diberi nama Hasanuddin. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat. Tentang "seorang yang keramat. pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat. pada tahun 1478 Masehi. sangat terbatas. Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat.

maka Kg. menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad. Berdasarkan kutipan tersebut di atas. pada kalimat selanjutnya.Maka terseboetlah pada masa dahoeloe. 1472. Banten dan Demak. soepaja datang ke negeri Banten. yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). 112 | S e j a r a h K e r a j a a n . koerang lebih hidjrah Nabi 887. Hanya saja. tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad. Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. Kg. karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas. di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. Pakem Banten. cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari. Kg. akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad. dalam proses meng-Islam-kan Banten. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". antara lain: Pada abad 15. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Berdasarkan kaol Cibeber. kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten. Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. menggunakan sumber "Parimbon Banten. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten.l. Sedangkan. sangat gelap (peteng). yang hampir malah sudah musnah. para penulis Parimbon Banten.1953: 24). Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon. terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. tahoen Belanda k. disaat Kg. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah. Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun. dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan. mengemukakan hal yang sama. Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten.

orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". Mereka bertugas. seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu.1984: 41). melakukan "Tapa di Mandala". Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku". Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. Tuduhan Animisme. adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang dewasa ini disebut Sasaka Domas. S. Hafidz Rafiuddin.Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme". Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian. Maulana Hasanuddin. (2000). pernyataan selanjutnya. yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin. Akan tetapi. sulitlah bagi kita untuk menentukan. Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur. kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten. Carita Parahiyangan. Dengan adanya hal-hal semacam itu. dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy". dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun. Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten. Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". Amanat Dari Galunggung. Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan. yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. 113 | S e j a r a h K e r a j a a n . sudah tidak diragukan lagi. pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme. mengemukakan hal yang hampir sama.Ag. "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan". jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. tidak mendasar. patut dicermati. 2000: i & 9).

dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana. sebagai penganut agama Rasul Muhammad. Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat. dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. Anak menantu dan hamba sahayanya. yang seluruhnya setinggi 6 meter. Dialah putera Sri Baduga Maharaja. menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh. Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan. dengan ikhlas "beralih agama". serta hamba sahayanya. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut. yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua. Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. Kembali kepada proses Islamisasi di Banten. anak. Menurut kepercayaan orang Baduy. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana. Bangunan berundak di Kosala. 114 | S e j a r a h K e r a j a a n .1993: 27). di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm. Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture. Dia kemudian memeluk agama Islam. Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya. menantu. dalam Carita Parahiyangan sarga 3. "dipaksa". menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . "takluk" atau "ditaklukkan". (2) Tumenggung Jayamanggala. Arca Domas memiliki 13 undakan batu.Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan. sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini. Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima.1989 :144). Atja dan Edi S. ditemukan dekat bangunan berundak. 1984: 219). masih dipuja dan dikeramatkan. nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan". menjadi pemeluk agama Islam. Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat. dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali. Dari kutipan tersebut di atas. dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. menjadi ratu wilayah Wahanten Girang.. Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil.

Jika terdapat perubahan lafal.pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. hanya pelafalan yang berbeda. Hendaknya digarisbawahi. karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. Secara lingual. maksudnya itu-itu juga. Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran). Sebab. dalam usia terhitung masih muda. Ekadjati. para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira. mertua Syekh Syarif Hidayat. maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16. 115 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan bermuara di Banten Pasisir. Sang Arya Surajaya. perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang. terdapat dua negeri Wahanten. tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya. Oleh karena itu. berkelok melalui wilayah Banten Girang. Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja.1996:119). sudah merupakan petunjuk tersendiri. Gambaran semakin jelas. membelah kota Serang. sudah tidak tepat lagi. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). menyebut "Wahanten" dengan "Bantam".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. Sang Adipati Surasowan. baik oleh orang Cina. bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. sebutan wahanten menjadi banten. Sang Adipati Surangggana. kedua-duanya sejaman. Portugis pun melakukan hal yang sama. Akan tetapi. tahtanya diwariskan kepada puteranya. apapun bahasanya (Guillot. sebutan "wantan" dalam lafal Cina. dalam kajian ilmiah. setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang". tapi nyata). ayahanda Nyai Kawung Anten. Mecermati fakta seperti itu. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. Bahwa. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya. Kembali kepada tokoh Sang Surasowan. kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. Ketika Sang Surasowan wafat. bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan). penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. Dari bahasan Atja & Edi S. dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. dari hulu Gunung Karang Pandeglang. dapat dimaklumi. Boleh jadi.

Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. diberi nama Yusuf. hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. kekuatannya tidak seberapa. Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura. pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. Untuk jaringan politik. Sehingga. Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan. 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan pasukan yang tersisa melarikan diri. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. menjadi tidak harmonis lagi. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. di Kesultanan Pakungwati Cirebon. Mereka dapat ditaklukkan. telah mengalahkan kharisma uwanya. dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). Oleh karena itu. Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. Itulah sebabnya. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. Pangeran Sabakingkin. serta memperoleh putera laki-laki. Dari perkawinannya. Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). Adipati Arya Surajaya. menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. lahir pertama Ratu Winahon. yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan). puteri sulung Raden Patah. Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). menjadi penerus ayahnya. lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin. B. Pada waktu itu. Putera kedua. Sabakingkin atau Hasanuddin. Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir. dan persenjataannya pun tidak lengkap. Pangeran Arya (Pangeran Japara).

Kyai Wudhubasuraga. 3. Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa. tersumbat. 10. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. 16.Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. 12. Raja Daerah Muntur. Raja Daerah Medang Kahiyangan. Raja Daerah Pagawok. Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. akan menyerang Pakungwati Cirebon. 13. akan tiba armada tempur Portugis. Raja Daerah Gunung Batur. yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Wahanten Girang. 9. Jelas. 4. Pada saat itu. dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. Raja Daerah Gunung Banjar. 11. Raja Daerah Simpang. Adhipati Suranggana. Sultan Demak (Raden Patah). dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. 14. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. 5. Sang Aryya Wirasakti. Ratu Hyang Banaspati. Sang Aryya Wuludada. Aryya Pulunggana. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. Raja Daerah Rumbut. Raja Daerah Gunung Ageng. Oleh karena itu. Kekhawatiran Sultan Demak. semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. adalah: 1. Raja Daerah Pager Wesi. 15. 2. Sang Aryya Suraprasa. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon). 8. Karena Pakungwati. jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka. Tumenggung Linggageni. bahwa tidak lama lagi. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak. memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap. Raja Daerah Hanum. Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). Aryya Senapati Bhimajaya. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n . 6. Sang Adhipati Patala. berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karena sudah tersiar berita. Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). Pradharmaya. Sang Prabhu Walahar. Ratu Ancol. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. 7. Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa.

guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak. dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka. didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. menyusup berkehling kota.Oleh sebab itulah. Beberapa bulan kemudian. Tak lama kemudian. adalah putera mahkota Demak. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. sebagai "gerakan pendahuluan". Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. desa. tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan.967 tentara. sedang dalam pelayaran. mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kekuatan pasukan gabungan. barulah Panglima Fadhillah Khan. Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. terdiri dari 1. Pangeran Sabrang Lor. untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. la gugur pada usia muda. Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya. kembali ke Demak. Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. Sebagaimana yang telah dikemukakan. kembah ke Demak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Demak memerintahkan adik iparnya. barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya. untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. aneka macam perhiasan dan yang lainnya. bandar. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi). Susuhunan Jati. Singgah di Pakungwati Cirebon. janda Pangeran Sabrang Lor. Ratu Ayu. Kemudian mengadakan gerilya. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya. perdukuhan. sambil menjajakan bermacam-macam barang. Fadhillah Khan bersama pengiringnya. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). Setelah itu. ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan.

Kemudian. lebih siap untuk bertempur. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. bergegas menuju Pakuan (Bogor). yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang. pasukan gabungan Pakungwati-Demak.Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. menyelamatkan diri. Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin. Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten. bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi. sebelum dapat dibuktikan kebenarannya. Karena hal ini. Serangan dahsyat.1993: 68). Sang Adipati Arya Surajaya. Secara diarn-diam. Kemungkinan. Di balik peristiwa itu. yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. penguasa Wahanten Girang. untuk menumpas huru-hara tersebut.Adipati Sang Arya Surajaya. Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung. dalam usia 48 tahun. Sebab. sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun". tibalah serangan mendadak. dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan". Akhirnya. telah lebih dahulu masuk agama Islam. sesungguhnya. Sesuai rencana. tidak sesuai dengan kajian arkeologi. memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun. atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. menerobos hutan lebat. pusat pemerintahan Banten. sempat dibinasakan. Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir). dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir.1988: 8). setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. Sangat masuk akal. beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. Sang Adipati Surajaya dan keluarganya. serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup. Akan tetapi. "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin. Adipati Wahanten Pasisir inilah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin. mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana.

antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”. dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya. Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak. 120 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang bergelar Ki Bagus Molana. kemudian berkembang menjadi dua orang. seorang dari Pakuwan. Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. dari seorang tokoh. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. antara lain: Apabila Ki Jongjo. yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin.Suranggana alias Ki Bagus Molana. Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana. Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. Berdasarkan kutipan tersebut. rupanya telah terjadi manipulasi. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana. Kemungkinan besar. anak Hasanuddin. bahkan tidak dilemahkan. oleh pernyataan. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo".dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya . Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya. yaitu Hasanudin. di komplek makam Tempat Suci itu. sulit dibenarkan. bahwa setelah selesainya ekspedisi. mengemukakan usulnya kepada panembahan. Sayangnya. Secara kekerabatan. Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis.yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta. akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan. setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. makaYusuplah lagi . Akan tetapi. pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi. Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup. maka Molana Yusuplah. anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam".1983: 34).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya.

demi kebesaran Panembahan Hasanuddin. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo. Konon menurut dongeng.1983:149-150). akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. seharusnya. Oleh karena itu. 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . Seandainya. sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana. oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam". Dengan demikian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang terlebih dahulu masuk Islam. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. gelar "Agus" itu. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu. dengan sebutan Sultan. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada. yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana. Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. perlu kiranya diteliti lebih lanjut. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi. Setidaknya. Kropak 408 Sewaka Darma. Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan. lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. merangkap jadi penguasa. Kembali ke Wahanten Girang. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin. dan memperoleh gelar Panembahan. Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik. Pertanyaannya. mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati. Pengertian panembahan. Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. sependek nama Jong dan Jo. Setelah makamnya dikeramatkan.yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. Gelar itu. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". putera Sri Baduga Maharaja.

nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. tewas binasa. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. Sebagai catatan. adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). saudagar kaya dari Perlak. Nyai Arya Baroh. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak. kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. Anggota pasukan yang tersisa. kakaknya Sang Arya Surakreta. bahwa wilayah Sunda Kalapa. Mereka tidak mengetahui. hanya 6 tahun lamanya. yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687). Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. sebanyak 1. di Pelabuhan Sunda Kalapa. armada Portugis berangkat dari negeri Pasai.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). Beberapa bulan kemudian. beralur darah trah Rasul Muhammad. Setahun kemudian. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah. Dalam pertempuran itu.452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. yaitu Nyai Arya Baroh. oleh Susuhunan. setelah memeluk agama Islam. tiba di perairan Sunda Kalapa. berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. Jati Cirebon. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. Selanjutnya. Armada Portugis dipukul mundur. diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. Sebagian besar penduduknya. sehingga banyak tentaranya yang tewas. Ia puteri Adipati Kranda. di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan. Sang Arya Surakreta. Panglima Fadhillah Khan. Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat.Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). menyerang Sunda Kalapa (Jakarta). dan para pengiringnya. Sisa yang masih hidup. menyelamatkan diri. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan. diberi nama Keraton Surasowan. Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. Untuk memperkuat posisi pemerintahannya. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. keraton ia dirikan. sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. terdesak dan menderita kekalahan. menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. Kemudian. Permaisuri.

yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. Dalam pertempuran ini. Prabu Jayaningrat. dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya. memohon bala bantuan. untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban. seperti kebiasaan di masa silam. Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. menggantikan posisi ayahnya. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. menjadi penguasa Kerajaan Galuh. Prabu Jayaningrat. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. Susuhunan Jati Cirebon. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. jumlahnya banyak. pada tahun 1501 Masehi. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. oleh Susuhunan Jati Cirebon. permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. la. Serangan. Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. Oleh karena itu. adalah adik Sri Baduga Maharaja. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. mengeluarkan asap hitam. akan digempur". telah terjadi perubahan situasi politik. memanfaatkan situasi seperti itu. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. Berdasarkan riwayat hak waris. bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. oleh Susuhunan Jati Cirebon. di dekat Bukit Gundul. segera mengirimkan berita ke Pakungwati. wilayah Pakungwati Cirebon. sambil memuntahkan logam panas". terdesak. Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). cucu Prabu Dewa Niskala. adalah putera Prabu Ningratwangi. diserahi tugas melindungi pondok pesantren. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat. yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh.Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la. Oleh karena itu. dilengkapi senjata meriam. Kalau tidak. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Ningratwangi. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. Akan tetapi.

Pada saat itu. janganlah putus. tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. Sejak itulah. beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. kehilangan tokoh penting yang disegani. agar Pangeran Pasarean. kuwanen. pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan. pemberani. 124 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. Silih asih (saling menyayangi). menyepakati. bahwa: 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Perang lima belas kali. Tidak saling menyerang. dan Kuningan. Demak. berhasil direbut. Kedua belah pihak menempuh jalan damai. Peristiwa tersebut. 3. Kebijakan itu dilakukan. mungkin karena diakhiri dengan jalan damai. tidak kalah). Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). Palimanan. Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing.Pasukan Kerajaan Galuh terlesak. perkasa. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. menjadi pembesar kerajaan. pasukan gabungan Pakungwati. Akan tetapi. Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). 2. oleh pasukan Pakungwati Cirebon. kasuran. Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. Maksud "tidak kalah" tersebut. Akhirnya Talaga. dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh. Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. dapat ditaklukkan. Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja). Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. atuntunan tangan (kerjasama). yang mewakili Susuhunan Jati. Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita.

yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. Sri Baduga Maharaja. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. Munding Rahiyang namanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ada pendeta sakti. ditenggelamkan ke dasar laut. Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang. Rasa hormat dan kekaguman itu. Dalam suasana tenang dan damai. keonaran. Pendeta di Ciranjang. la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). sudah tidak lagi menghargai keagamaan. Prabu Ratudewata. tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). ia merenungi hidupnya. Sanghiyang Siksakandang Karesian. pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). dianiaya. betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. Berpuasa. mati ditenggelamkan ke dasar laut. tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). senantiasa menciptakan huru-hara. Akan tetapi. Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. Pada masa pemerintahannya. Pendeta di Jayagiri. dibunuh tanpa dosa. putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). Oleh karena itulah. C. la tetap hidup.Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. yang telah disepakati ayahnya. Pendeta sakti di Sumedang. Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata. menghilang tanpa meninggalkan jejak. la digantikan oleh puteranya. Pada kesempatan itu. 125 | S e j a r a h K e r a j a a n . adik Ratu Wiratala. hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). Sang Prabu Ratudewata. dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. direbutnya kembali. tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. tapi tidak mati. KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi).

melanjutkan gerakannya ke arah utara. menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. pejabat. Kemungkinan. Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi). puteri Prabu Ratudewata. hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan. menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. Sebab. selama 8 tahun. Karena. laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur. sekaligus merupakan "unjuk rasa". karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. haywa ta sira kabalik pupuasaan). Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. ayahnya. merampas tanpa rasa malu. tidak hormat terhadap yang tua.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la membunuh orang tidak berdosa. Atau boleh jadi. Serangan laskar Surasowan Wahanten. tidak lagi mentaati norma pemerintahan. di bawah komando Panembahan Hasanuddin. Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari. Mengingat. Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf). janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. Sri Baduga Maharaja. Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. serangan kilat ke kota Pakuan itu. asampe ring sang pandita). ngarampas tanpa prege. Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. pengawal raja. berdasarkan hak historis alur darah keturunan. Ciranjang dan Jayagiri. Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. Sesungguhnya. sangat beralasan. serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang). Serangan terjadi ke wilayah Sumedang.Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten). masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. ia bertindak sesuka hatinya. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. tidak sungguh-sungguh. Susuhunan Jati Cirebon. 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Prabu Ratudewata. ponggawa-ponggawa kerajaan. hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). lan bakti ring wong atuha. pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. perwira. akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. tewas berjatuhan. Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan. sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya.

Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan). tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten).Puncak kebiadabannya. veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna. Bale. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria. maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar. 127 | S e j a r a h K e r a j a a n . akibat perilaku buruk seorang raja. E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. Akan tetapi. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari. nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno. Sebagian dari catatan perjalanannya. que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda. dan memperisteri ibu tirinya. Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten. Keberangkatannya ke Demak. Angenia. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao. Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya. terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere). la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan. Pada masa pemerintahannya.com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda. Prabu Sakti masih beruntung. Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. paraque pessoalmete. mencatat semua kejadian. I Madura. cotodas as mail ilhas deste arapelago. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. Emperador de toda a illla da Iaoa. tempat orang Portugis biasanya berdagang. Prabu Ratudewata. Fernao Mendes Pinto (1510-1583). hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya. yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto. que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. janda dari ayahnya. Keberadaannya di sana. untuk ikut menyerang Pasuruan.

sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7. seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari. Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. Bali. Dialah kaisar Pulau Jawa. adalah Nyai Pembayun. supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. tidak terbitung para pendayung. Berdasarkan pendengaran. adik Sultan Trenggono. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang.Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan. masyarakat Sunda Kalapa sendiri.000 orang. Dengan demikian. 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten. Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan. isterinya Fadhillah Khan. 128 | S e j a r a h K e r a j a a n . tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken. Raja Sunda. Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara. Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. Maksudnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1999: 90). adalah Ki Fadil. -yang juga menjadi bawahannya. Ketika ia datang di pelabuhan Banten. Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. 1984: 46-47). Fernao Mendes Pinto. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda. raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka. Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril. Kangean.

Sunda Kalapa .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Adanya anggapan seperti itu. dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). mempunyai kedudukan penting lainnya. la wafat di Pengpelangan. memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. mencatat pada masa pemerintahannya. keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak. Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan.Portugis. yang penting diperhatikan. Bahkan. kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon. ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda". kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. Portugis menerima kenyataan seperti itu. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. Madura. Sedangkan Maulana Hasanuddin. Dari catatan Fernao Mendes Pinto. dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali). Portugis yang semula dimusuhi. karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya). antara Wahanten . Pada masa pemerintahannya. serta menempatkan armada lautnya di sana. Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon. Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. Sang Prabu Nilakendra. bagi kepentingan mitra dagang. Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya.Demak . selain menjadi Bupati Sunda Kalapa. penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebab. Dari pendengaran. hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi). adalah tentang adanya hubungan multilateral. bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. Kembali kepada Prabu Sakti. yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon. dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. baru berperan sebagai Adipati Wahanten. Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun. Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga". Angenia. setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean. Bali. dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya. polah sang nata). Oleh karena itu dapat dimaklumi.menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan". Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten).Pakungwati . Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. Fadhillah Khan. akhirrrya menjadi "negara sahabat".

tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan. dalam mendahului upacara Tantrayana. dilukis dengan emas. Setiap saat. untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. adalah kepercayaan mistis sinkretis. Tantrayana.jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. mahayu na kadatwan. Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana. Pada tahun 1567 Masehi. sudah dicampakkan jauh-jauh. telah. sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk. itulah. Bagi Prabu Nilakendra. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda). memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji. kehancurarr). Makan minum sampaimabuki. nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali. Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra. Petani menjadi serakah akan makanan. akibat angkara-murka penguasanya. yang mengapit gerbang terlarang. menembus jantung ibukota Pakuan. yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan. serta dihantui bencana kelaparan.berada di ambang pralaya (kiamat. minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. tan igar yan ta pepelakan). Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar. manteramantera Tantrayana. jimat-jimat. keraton Pakuan Pajajaran. Akan tetapi. 130 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. secepat kilat. dimeriahkan oleh pesta pora.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa tidak akan lama lagi. yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. bendera keramat. tidak ada ilmu yang disukainya. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan). kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar). Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. Makan enak.

calon pengganti Susuhunan Jati. dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak. Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. Selain itu. Pada mulanya. Latar belakang tragedi. dari Nyai GedengTepasan. Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini. hanya tertulis secara singkat. wafat dalam usia muda. dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. Kemudian. adalah menantu Prabu Ratudewata. Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. sangat menarik untuk dicermati. Tidak pernah ada berita. Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Mungkin dia tewas di pengungsian. karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja. diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. 131 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa. sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. Sunan Prawoto. mempunyai hak yang sama. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). oleh bocah pengiringnya. yang tidak menyertainya ke pengungsian. putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). Kekosongan tahta Demak. ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. ayahnya Prabu Nilakendra. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu Prabu Sakti. ia telah membuktikan. bahwa Surasowan Wahanten. Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. Susuhunan Jati Cirebon. di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya. Tohaan di Majaya kalah perang. terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. adalah negeri yang kuat. yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. Sebab. Nasib kehidupan kota Pakuan. Bupati Jipang. Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. D.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. diharapkan oleh puteranya. adalah putera Susuhunan Jati.

yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. secara terselubung. Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). mendahului kakeknya. putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon). menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. Pada saat peristiwa itu terjadi. Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. sedang berada di Demak. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. adalah putera Susuhunan Jati. Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. dianggap tidak semestinya. yang bergelar Pangeran Suwarga. Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. Sedangkan Pangeran Bratakelana. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan).Pangeran Sekar. Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. juga warga Demak. Mengingat. Atas restu gurunya. Pangeran Suwarga. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. tewas pula. karena berupaya membela Prawoto. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. Sedangkan pada waktu itu. Naik tahtanya Fadhillah Khan. adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. masih ada calon pengganti yang lebih berhak. putera mahkota Cirebon. Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi. pemerintahan Pakungwati Cirebon. diharapkan adalah cucunya. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. pada waktu itu masih kanak-kanak. putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten. Sultan Trenggono. menjadi masalah kerabat keraton lainnya. Syarifah Fatimah. Wanawati Raras. berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan. 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. Kedudukan tertinggi itulah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Jipang menyerang Demak. adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. Sunan Kudus. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. adiknya Prawoto. Karena Pangeran Emas. Susuhunan Jati. sebagai Susuhunan Cirebon. Pangeran Suwarga. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat).

Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . digantikan oleh puteranya. . mengkilap dan berseri. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara.kelak menjadi isteri Tubagus Angke. dan Pangeran Arya. Bagi penulis "Serat Banten". mampu berdiri sendiri. . Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi). berhasil menjadi negari niaga maritim. dengan "doa" Hasanuddin. mendadak berubah menjadi licin. Panembahan Hasanuddin. dipandang oleh masyarakat Banten. Sendi-sendi Islam. batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin. Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. Sedangkan dari isterinya yang kedua. Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). Wahanten Pasisir. Pangeran Yusuf. Menurut "Serat Banten". Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama. telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. walau sesungguhnya tokoh tersebut. melainkan Hasanuddin.yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat.1964: 48). Karena itulah. Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup". sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara. telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. Surasowan. adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin. berdaulat. seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad. dalam kisah "Serat Banten". kisah tentang watu gilang. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita. dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu. Sekaligus. ketika ia bersalat di permukaan laut. Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. melepaskan diri dari pengaruh politik Demak. Misalnya.Melihat kenyataan seperti itu. Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. sebagai negara yang mahardhika (merdeka). bila tidak dikenal asal-usulnya. martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa". yang ditempatkan di depan Istana Surasowan. bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya. Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bupati Jayakarta (Jakarta).

mereka membeli lada. Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa. menjual kain dari kapas. untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran. Dari segi hubungan kerabat. Palembang dan lainnya. sutra. porselen. Panembahan Ratu. Sumbawa. di Pakungwati Cirebon.1993: 81). Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. Orang Arab dan Persia. sudah demikian menurun kharismatiknya. digambarkan sebagai berikut: 1. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan. Pedagang-pedagang dari Cina. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. berdagang permata dan obat-obatan. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang. dan sebagainya. membeli rempah-rempah. ikan kering dari Karawang. Situasi perdagangan di Karangantu. Banjarmasin dan Palembang. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. Makasar. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. dan kain putih dari Coromandel. kayu cendana. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. buah pala. kipas. berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam).Sunda (Pajajaran). Selain ditinggallcan oleh Surasowan. jarum. payung. Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur. cengkeh. lada dan Lampung dan Solebar. berhasil ditundukkan. rempah-rempah dari Maluku. Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. dalam Michrob. 3. kulit penyu dan gading gajah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . beras dari Makasar dan Sumbawa. Ketika kembali ke negerinya. 2. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. kain sulaman. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya.1961:13. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf. la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. Ketika mereka kembali. penguasa Kesultanan Pajang. kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . beludru. gula dari Jepara dan Jayakarta. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun. selop. Minyak kelapa dari Belambangan. sutera. benang emas. Orang Gujarat. kertas. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak. Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal. nila. Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. sisir.

1981: 56-58). Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut. timah putih dan timah hitam dan Perak. Kedah dan Selong di Malaka. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. Persia. perkampungan orang Pegu. Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat. Sasaran utama penyerangan. strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. Siam. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan. Banjar. besi dari Karimata. Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota. demikian juga tembok benteng di sekehling istana. Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih. mulai dipersiapkan. Makasar. Ternate. Bugis. Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India.1977: 448). Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini. 1950:182). Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. Dengan demikian. Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi. Bali (Tjandrasasmita. perdagangan dan pertanian. gangguan keamanan. keamanan wilayah. Pada masa Maulana Yusuf.cendana dan kepulauan Sunda kecil. dari sejak pemerintahan ayahnya. damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang.1983: 31). Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu. dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat. rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota. Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan. Laskar Surasowan Wahanten. dan sebagainya. gading gajah dari Andalas. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob. sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. adalah Pakuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau. dapat diatasi dengan baik. 1975: 160). Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota. tenunan dan Bali dan Sumbawa. bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya.1983: 38 dan 59). orang Arab. Cina. Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai. Turki.

kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. Palangka itu. mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. Oleh karena itulah. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Pada masa pemerintahannya. la tidak menghendaki. Prabu Ragamulya Suryakancana. Dengan diboyongnya batu tersebut. sangat memungkinkan. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. digantikan oleh puteranya. Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. Bila kenyataan yang terjadi. Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut. Disebut demikian. Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. sebagai pusat pemerintahan yang baru. Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. mengungsi ke pantai selatan. merupakan upaya "pembersihan". sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran. keturunannya masih merupakan kaum-adat. Sekarang. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). laskar Surasowan Wahanten. terhadap kedzaliman. beserta ketiga saudaranya. terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. Kelak. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bagi Panembahan Yusuf. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. maka di kota Pakuan. di Cisolok dan Bayah. Pandeglang. Kota Pakuan Pajajaran. dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda. Serbuan laskar Surasowan Wahanten. Prabu Ragamulya Suryakancana. tetapi di Pulasari. Padahal. yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari.rover. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. Sampai sekarang. Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. Dari peninggalan yang ada.

menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten. Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat. napas tertua bentuk kerajaan. Menurut cerita leluhurnya. Akan tetapi. Mungkin ia pergi ke Pulasari. Prabu Ragamulya Surya Kancana. belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. 137 | S e j a r a h K e r a j a a n . hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). tentunya tidak membuat babak baru. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan. penguasa masyarakat Sunda pertama. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. Akan tetapi. Prabu Ragamulya Suryakancana. Jejak peristiwa itu. yang meninggalkan urusan duniawi. Sekelompok kecil yang bernasib baik. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. hanya berusaha mempertahankan diri. Pandeglang. Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda. la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi.Puasari. beribukota d. Sesungguhnya. akhirnya berpusara di tempat lahir. bahwa di sanalah. bersama pembesar dan pengikutnya yang setia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam Pantun Bogor. satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki. untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir). dikisahkan Ki Baju Rambeng. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). la hanya sebagai "rajaresi".Kampung Ciptarasa. Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. secara samar-samar. Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. dibinasakan. Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari. ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya. mereka meninggalkan kota Pakuan. ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. sambil menyongsong ajal tiba.

ia dikenal juga dengan sebutan. antara lain: 1. Melihat kenyataan seperti itu. Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi). Ketika Maulana Yusuf sakit keras. Panghulu Negara (Kadhi). Sedangkan Panembahan Yusuf. Pangeran Japara bersama pasukannya. Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi).Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. kepada Pangeran Japara. sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. Dari permaisuri Ratu Hadijah. Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. semakin berkembang pesat. Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pengembangan areal pertanian. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Pangeran Japara. D. Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. Sejak kecil. Akan tetapi. dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi). Rata Winahon. Pada tahun 1580. Konflik tidak dapat dihindari lagi. Pangeran Muhammad. Panembahan Yusuf. terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. baru berusia 9 tahun. tinggal di keraton Japara. Maulana Yusuf meninggal dunia. Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. Ketika itu. Oleh karena itu. Pangeran Arya. dan 2. terutama dalam hal pembangunan kota. putera mahkota Pangeran Muhammad. menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun. niaga maritim. beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara).

Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara. Turki. dan lain-lain. Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. temboknya dilapisi porselen. di bagian utara Kerajaan Belanda. Setelah persitiwa itu. dan Abesinia. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . terletak di Pacinan. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup. Bersama 249 pasukannya. Dalam pelayarannya. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. Keling. Dan pasar yang ketiga. yaitu daerah Karangantu. dan akhirnya diusir dari Banten. la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten. yang memperdagangkan keperluan sehari-hari. Melalui Tanjung Harapan. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob.itu. Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan. Pasar kedua terletak di Paseban.1993: 89). Malabar. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. dari berita pedagang Portugis. Seperti halnya ayah dan kakeknya. bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. Gujarat. pada tanggal 22 Juni 1596. karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'. hingga ke pelosok-pelosok desa. Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. Bengali. la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. Cina. Mangkubumi Jayanagara. sebagai pencatat perjalanan. Arab. Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh. tidak tercapai. Rupa-rupanya. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid.1993: 89). Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga. Jawa. Malaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam. Pegu. mereka berangkat dari pangkalan Tessel. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. seperti dari Bugis. terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis. Diceritakan pula. bertindak sebagai walinya.

Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. ia diturunkan dari jabatannya. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. cucu Sunan Prawoto Demak. Perwalian. Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara). pada tanggal 17 Nopember 1602. pada tanggal 13 November 1596. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. Sultan Maulana Muhammad. Akan tetapi. yang kasar dan tidak bijaksana. ditarik mundur. Akhirnya. Selanjutnya. Kemudian. ia tewas terbunuh. Akan tetapi. didampingi oleh kakeknya. Sementara itu. Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). di negeri rencong itu. pada tahun 1602. melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten. armada Kesultanan Surasowan Banten. jabatan Wali Kerajaan. diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. menuju negeri Aceh Darusalam (1599). Bahkan. Ratu Wanagiri. didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. ia melanjutkan perjalanan. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. karena kecongkakannya. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. sebagai Wali Kesultanan. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. la memimpin langsung pasukannya. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia. Armada dagang yang dipimpinnya. tidak menghasilkan apa-apa. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. Akhirnya. berlangsung di sekitar Sungai Musi. Pertempuran sengit. Mangkubumi Jayanagara.Sikap Cornelis de Houtman. 140 | S e j a r a h K e r a j a a n . terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan. Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. berputera Abdulmafakhir. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob. menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton. yang baru berusia 9 bulan. ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. Mereka tiba di sana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. Sultan yang masih bayi itu. putera Aria Pangiri. penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. Sebab. hampir memukul mundur pasukan Palembang. Karena sikap congkaknya.

tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi. Melihat situasi seperti itu. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. terjadi kembali huru-hara besar. Snouck Hurgronje (Roesjan. Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). Rasa ketidakpuasan itu. Pangeran Mandalika bersama adiknya. Bahkan. sikap Mangkubumi sangat mengecewakan. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. Kekuasaan sepenuhnya. diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC). di antaranya Insan Kamil. Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. pada tanggal 30 Mei 1619. Pada tanggal 23 Oktober 1608. Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. Melihat kondisi seperti ini. dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni. di Belanda terjadi peristiwa penting. Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan. yaitu suku Bataav. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat. yang diberi nama Batavia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. pada tahun 1604. Akhirnya. la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. agar Sultan Abdulmafakhir. akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir.Sementara itu. oleh penduduk Nusantara. didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. pada tahun yang sama (1602). terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala. Mangkubumi terbunuh. mencapai puncaknya. Akan tetapi.1993:127). dalam Michrob. Peristiwa tersebut. Sementara itu. pada bulan juli 1608. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. Huru-hara untuk sementara dapat diredam. Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala. Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta. mengadakan huru-hara di pelabuhan. Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam. Kongsi dagang tersebut. Di sana mereka membangun sebuah benteng. yang kelak diambil oleh Dr. Pangeran Arya Ranamanggala. Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa. di kalangan Keraton Surasowan Banten. Didukung pula oleh pihak Inggris. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Pangeran Mandalika. Pada tanggal 13 Mei 1626.

dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir. Pada tahun 1640.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. 4. Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. bagi Kesultanan Surasowan Banten. Pangeran Surya. Pangeran Arya Kulon. ia mencapai perjanjian perdagangan. mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. Abdulma'ali. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak. Ratu Pembayun. ia meninggal dunia dalam usia muda. akan tetapi. 2. Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). Tahta Kesultanan Surasowan Banten. E. dilanjutkan oleh cucunya. antara lain: 1. la seorang Sultan yang cepat tanggap. adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah. sering "terjun ke lapangan". Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. Selanjutnya. diserahkan kepada Pangeran Surya. 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari. bersikap bebas. putera mahkota. Pangeran Raja. Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat. pada tahun 1650. menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir.Gelar ini diperolehnya. sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. Pada tahun 1645. diangkat menjadi Sultan Anom. Perjanjian itu. . merupakan masa kemakmuran. dan 5. 3.Sultan Abdulmafakhir. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia. Kesepakatan perdagangan. Begitu juga dengan putera mahkotanya. Pangeran Lor. kedudukan Sultan Anom. penguasa Kesultanan Surasowan Banten. SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651). Sultan Abdulmafakhir. sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui".

Ratu Kulon. dan 4. Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. Antara lain. baik orang-orangnya. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. 2. Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. bahkan kemungkinan besar akan gagal".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Wetan. Ratu Inten. 3. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya. maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. dari manapun asalnya. Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. Pangeran Raja. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. Oleh karena itu. Pangeran Kidul. Pangeran Lor. Terhadap Kompeni Belanda. Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). 2. Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. yaitu: 1. Serta empat orang saudara seayah. 4. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram. Pangeran Kilen. 3. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. merupakan pekerjaan yang sulit. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya. sebagai pejabat tinggi negara. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. empat orang saudara kandungnya. sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah.Pangeran Surya. dan Ratu Tinumpuk. sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara. yaitu: 1.

Kompeni Belanda. Jalur angkutan laut. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Pasukan "gerak cepat" itulah. beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda. disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Di wilayah perbatasan. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. Padahal Kompeni Belanda berharap. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. terlihat watak maritim Banten murni. 2. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan. satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. menurut perjanjian 1645. Panembahan Hasanuddin. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan. satuan-satuan armada kecil. Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. yaitu sebelah Timur Cisadane. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". Kompeni Belanda. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. Di laut. yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah. setiap ada kesempatan. Sebagai catatan. harus dipotong. Mengenai satuan tempur di darat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. tidak akan pernah sampai ke Batavia.1. dalam satuan-satuan kecil. dan menghancurkan kilang penggilingan gula. supaya kapal-kapal itu. Tujuannya. yang tidak diinginkannya. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur. Untuk memenuhi strategi itu. Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. Di darat. tanpa basis yang tetap (gerilya). memusnahkan tanaman tebu. pasukan patroli Kompeni Belanda. kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. dan 3. Semua aksi-aksinya. 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian". antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Setidaknya. dan 2. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. Akan tetapi. hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. harus dipancing keluar dari sarangnya. yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir.

merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara. karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting). Para Direktur Kompeni di tanah airnya. sejak masa GJ. 145 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . selanu 30 tahun. kecuali untuk berburu di luar tembok kota. yang tidak bertahan lama. menggantikan Carel Reynierszoon. agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". Sebagai ahli hukum. telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda. sangat puas atas prestasi Maetsuycker. pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati". Untuk mencapai tujuannya. mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten. yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. Akan tetapi. Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. Sultan Abdulfatah. ia mempunyai dua orang kawan. adalah hasil dari buah tangannya. sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. Maetsuycker. pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. yaitu: mahir menjadi pedagang. dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678). dan pandai bergaul. Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. dan Speelman. Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. Trio itulah. kedua penasihat Maetsuycker. Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. "Statuten Van Batavia". sebagai sumber pangan.dalam "pembaharuan perjanjian". sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. Maetsuycker tidak senang bertualang. telah memenuhi persyaratan. la terkenal cerdas. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. yang sekaligus menjadi penasihatnya. Anthony Van Diemen (1636 -1645). Mereka mendorong. yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland. van Goens. yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. ulet. yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan. Baik van Goens maupun Speelman. Menurut pandangan mereka. Maetsuycker. saling mengisi dalam watak dan pendapat. pada tahun 1653. yang membantu Dewan Hindia Belanda. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal.

Untuk memenuhi keperluan tersebut. Kompeni Belanda mengambil prakarsa. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. Padahal. Pada tanggal 29 April 1658. Kesultanan Surasowan Banten. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. Pertukaran nota. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. Akan tetapi. derigan membentuk pasukan "pribumi". Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat. Ancaman dari darat inilah. berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten.Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. atas biaya dari Banten. yang berdasarkan kelompok etluk. 5. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan. harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing. sambil membawa usul-usul baru dari mereka. dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten. sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. 3. hampir berhasil. utusan Kompeni Belanda. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. agar ia bertindak lebih keras. menginginkan Maetsuycker. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar". Menjelang akhir masa perjanjian. Banten harus membayar kerugian perang. 2. 4. Sampai akhir tahun 1656. membawa usul "perdamaian". van Goens dan Speelman. 6. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada tahun 1657. tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. Karena merasa lemah di sektor darat. Kedua belah pihak. Sultan Abdulfatah. Terhadap tindakan itu. sebanyak 10 pasal: 1. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. dilakukan sampai beberapa kali. maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. baik di darat maupun di laut. Sebab di laut. bersedia membuka jalur perundingan. Sebab secara pribadi.

pada tanggal 11 Mei 1658. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten. artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. agar orang Banten. Tuntutan yang kedua. (Michrob. Setiap orang Banten yang ada di Batavia. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini. 2. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar. pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. Menuntut. agar orang Banten. 2. berarti menyulut sumbu perang terbuka. Penolakan tersebut. karena: 1. Perbatasan Banten dan Batavia. Sultan Abdulfatah menuntut: 1. peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. peralatan-peralatan yang dimaksud. Sebagai jawabannya. ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan. maka sebagal imbalannya. sebagai imbalan. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen. Sultan Abdulfatah sangat faham. Tuntutan yang pertama.1993:137). yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". yang dinilai sangat tidak adil. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat. Seperti yang telah diduga sebelumnya. Menuntut. 147 | S e j a r a h K e r a j a a n . warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. harus dikembalikan ke Banten. Sebab. Oleh karena itu. dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten. demikian juga sebaliknya 8. Dengan tegas.7. Sultan Abdulfatah menegaskan. 10.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . agar "bunuh diri". pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. 9. yang telah diperolehnya. secara bebas dapat membeli meriam.

Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing. berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. Arya Suryanata. Kapal-kapal Kompeni Belanda. 2. di perairan Tanara. Ratu Bagus Singandaru. Pertahanan ibukota. setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. balasan dari pasukan ardleri Banten. Sepuluh di antaranya. dipusatkan di sekitar pelabuhan. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang. perairan Selat Sunda. di perairan Labuhan Ratu. untuk menjaga serangan dari laut. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. Sultan Abdulfatah memerintahkan. sebuah satuan tempur darat. Dengan melalui jalan darat. 3. dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. yang masing-masing diberi nama. di perairan Tangerang. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan. Ratu Bagus Wiranatapada. mulai memuntahkah tembakan salvo. di sekitar Pulodua dan Pulolima. Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. 1. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. Selain itu. 5. yang menyebar di sekitar pelabuhan. selama 9 hari.000 orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. di perairan Pontang. Akan tetapi. agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. Hal ini dilakukan. karena dalam rangka blokadenya. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. 4. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. ditempatkan di pantai Caringin. jenis canon (meriam besar). Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. berlangsung sampai senja hari. Tumenggung Wirajurit. Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik. Sedangkan satuan Artileri Banten. Pertempuran sengit itu. selalu "berkeliaran". di perairan Karawang. Si Muntab dan Si Kalantaka. Oleh karena itu. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . Suranubaya. Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu. dengan kekuatan 60 meriam.

oleh Kompeni Belanda. sepanjang sungai Cisadane. di garis depan Angke-Tangerang. Kompeni Belanda hanya mampu bertahan. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. menuju ke laut lepas. Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. Mereka dibekali pasukan baru. melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker. pada tanggal 10 Juli 1659. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah. dan Kesultanan Surasowan Banten. Padahal. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia. Perundingan berlangsung di Batavia. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. bertindak atas nama Sultan Jambi. Sultan Abdulfatah. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten. yang sudah memerlukan istirahat. Sementara itu. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. Sebab. dari kedua belah pihak. tanpa alasan yang sah. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. karena pihak Kompeni Belanda. harus dikembalikan ke Batavia. Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. armada Kompeni Belanda. dari pasar Batavia. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. dipandang sebagai ancaman baru. terjadi stagnasi. kemudian memeluk agama Islam. Sebetulnya. Bagi orang Kompeni Belanda. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Melihat kenyataan ini. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. tentang hak membeli senjata dari Batavia. diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya. akan ditangkap. adalah: pengukuhan garis perbatasan. tidak menuntut hak monopoli. untuk mengadakan penyegaran pasukan. Pimpinan baru. titik berat dari perjanjian itu. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata.Sebelum malam tiba. Akhirnya. Oleh karena itu. untuk menggantikan sebagian pasukan lama. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. Kemudian Sayid Ali. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. telah banyak korban yang jatuh. Kompeni Belanda. Di Batavia.

Sebab. petugas pemeriksa dari pihak Banten.Sebagai catatan. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten. ada barang yang dianggap terlarang. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. Bahkan bila dianggap layak. akan diberi gelar kebangsawanan. biaya pemeliharaan kantor tersebut. bahwa para gerilyawan Banten. Bila dalam kapal Kompeni itu. F. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. Strategi Sultan Abdulfatah ini. atas permintaan kepala perwakilannya. dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. dapat menyitanya. dengan bayaran tinggi. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat". ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. dengan cara mencari setiap kelemahan. Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". tetap diperbolehkan dibuka. sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata". Bahkan. 2. menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. Kelak terbukti. Kemudian. Kemudian. tidak dikenakan bea pelabuhan. antara lain sebagai berikut: 1. terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi. atau terpaksa singgah karena memerlukan air. yang selalu memanfaatkan kesempatan. Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam.

Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang. bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur. Dengan demikian. telah banyak hal yang terabaikan. bahwa "Banten harus ditundukan. banyak mernakan biaya yang amat tinggi. antara lain sebagai berikut: Pertama. juga sarana perhubungannya sulit. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. selain letaknya yang jauh. dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. karena beban logistik yang terlalu berat. Posko pertahanan sebelah timur ini. untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu. atau. masyarakat dianjurkan mencetak sawah. Kompeni Belanda menyadari. Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah. karena terletak cukup jauh dari pantai. Kedua. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal. tujuan Sultan Banten yang tangguh itu. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil. tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. sepanjang saluran yang baru. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun. kepada atasannya di Netherland. bahkan dihancur-lumatkan. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda.000 jiwa. pada tanggal 31 Januari 1679. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. dalam tempo 9 hari perjalanan. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6. yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. bahwa pembuatan saluran tersebut. Strategi ini.tujuannya. Sebab selama perang berlangsung. Salah satunya. Kompeni yang akan lenyap". tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. Pada saat perang berlangsung. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. Saluran itu. Oleh karena itu. Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. Dibangun saluran secara berantai. dibuat sepanjang jalan lama. Di sebelah kiri dan kanan saluran. Hal ini disebabkan.

Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. Sultan Abdulfatah. Mata-mata Banten mendapatkan. peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. dengan kekuatan 4. Selain pembangunan fisik.Kesultanan Surasowan Banten. dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. 152 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan mereka dianggap "tidak berbahaya". pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". Dengan demikian. Sebab. 3. Kecemasan pihak Kompeni Belanda.000 orang. Terbukti. Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. Di Muara Beres. pos terdepan pasukan Banten. mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672. yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten. Dari Wales. yang menuju Batavia. ke sebelah timur dari Wales. yang mengirimkan koloni petaninya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan. untuk mengepung benteng Batavia. ia memperoleh informasi rahasia. Banten pun merupakan sebuah negara maritim. ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). Dari orang EIC. Muara Beres. dihuni petani biasa (bukan tentara). sebanyak 500 orang ke Muara Beres. Alih teknologi. sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. Banyak di antaranya. negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. yaitu: 1. dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus. tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland. koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru. bahwa pemukiman orang Mataram itu. Ketika pecah perang. Peningkatan ekspor. orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional. Sultan Abdulfatah. 2. atau ke arah tenggara Muara Beres. telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Macao. mampu berlayar hingga mencapai Philipina. kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten. untuk menghindari pengintaian dari luar. Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan. Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan. De Haan berpendapat. tidak jauh dari pantai. Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. dan berfungsi sebagai benteng cadangan. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. mengundang para teknisi Eropa. dengan nama Tubagus Wiraguna. dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. Jalan masuk menuju komplek Istana. bahwa nama tempat itu (Ragunan). seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk. Istana yang megah itu. keraton itu dilaporkan bercorak modern. Keraton Surasowan. dapat ditandatangani tahun 1670. perjanjian dagang antara Banten-Denmark. Di sekitar tembok benteng. bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. ditempatkan menara jaga.Dalam jalinan persahabatan internasional ini. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga. Sultan Abdulfatah. berbentuk busur. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. dilengkapi pancuran dan danau buatan. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. Karena keistimewaan sistem saluran airnya. Negeri Belanda. Jejak-jejak tangan teknisi Eropa. sekarang). dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan. yang memiliki daya jangkau jauh. dibuat pula saluran yang cukup lebar. Hal tersebut. Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. Melalui kongsi dagangnya. yang cukup tebal. Pada sudut-sudut benteng. merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. diberi dinding bata pada kedua tepinya. Dalam sumber Belanda yang sejaman. Benggala dan Persia (Iran). pada tahun 1671. Kelak. dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. Seluruh komplek. Sebagian besar para teknisi Eropa itu. Dari nama keraton itulah. dilindungi tembok terbuat dari bata merah. tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. 1996: 303). Selain Istana Surasowan di pusat ibukota. yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri. dapat saja meletus. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji. Sultan Ageng Tirtayasa.yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka. guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik. Tamat (Naerssen. untuk menunaikan ibadah haji. yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti. Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten. pada tahun 1674. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah. diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n . di Istana Tirtayasa Selanjutnya. Sejak itulah. maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki. Setiap saat. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah. Sultan Abu'nasr Abdulkahar. Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar. di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten. Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai. diperintahkan oleh ayahnya. pada tanggal 16 Februari 1671.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . putera mahkota Sultan Haji. Peristiwa ini. berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya. Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. Abdulkahar. perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. memerlukan waktu 2 tahun.1977: 159). untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. Sementara itu.

agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. kehilangan sekutunya di kawasan timur. tidak pernah mulus. Saran van Goens dan Speeltnan. banyak yang menyingkir. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672. Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. Koloni petani Mataram di Karawang. ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. cenderung mengarah kepada permusuhan. kemudian bergabung dengan laskar Banten. Sultan Ageng Tirtayasa. Kekhawatirannya. Sisa-sisa laskar Makasar. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. Sementara itu. Oleh sebab peristiwa itu. Dalam perjanjian Bongaya (1667). diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten. bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. bukan saja orang Makasar yang ada di Banten. hubungan Banten dengan Mataram. bila salah satu pihak diancam Kompeni. Karena persaingan itulah. dalam . Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. Terbukti. untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur. dan kehilangan kebebasannya. berturut-turut telah datang ke Banten. Dalam kejadian ini.Hal yang meredakan ketegangan. Kedua belah pihak saling membiarkan. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker. Sikapnya yang sangat hati-hati. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo. belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. di antara kedua belah pihak. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. Kesultanan Surasowan Banten. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. membuat ia mengambil sikap netral. Bantuan senjata dan perbekalan. 800 dan 300 orang Makasar.

untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya. juga puteri Mataram. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram. putera Panembahan Girilaya yang bungsu. dalam peristiwa itu. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. ibu dan isteri-isteri mereka. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. Panembahan Girilaya. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. Selain itu. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. Oleh sebab itulah. merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. tidak mungkin dipenuhi. Masing-masing. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. Ibunda Amangkurat I. Menggunakan kapal itu pula. buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten.Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo. akan mengambil sikap netral. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. dapat dipererat kembali. mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. Sebagaimana telah dikemukakan. adalah kemenakan Panembahan Ratu. Hanya saja. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang telah lama retak. Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. Sultan Ageng Tirtayasa. 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya. Akibat peristiwa itulah. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Menggunakan kapal perang Banten pula. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. dengan keraton Mataram. sebagai Sultan Sepuh. Mereka bersama ayahnya. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. karena alasan politik. Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. kedua orang kakaknya. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah. Mereka hanya menjanjikan. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat.

Karena peristiwa itulah.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. setelah Trunojoyo tertawan. 157 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akan tetapi. pada bulan Oktober 1677. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. Sebagai penggantinya. Speelman kembali ke Japara. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. namun ditolak oleh Trunojoyo. Pada tanggal 2 Juli 1677. termasuk mahkota Majapahit. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom. langsung menyerbu ibukota Mataram. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. Akibat serbuan Trunojoyo. putera mahkota Mataram. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. Gubemur Jenderal Maetsuycker. Berdasarkan pertemuan itulah. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. Maetsuycker yang semula bersikap netral. dengan tujuan mendapatkan wilayah. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. melainkan oleh Kompeni Belanda. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. yang selalu hati-hati. tidak menerima usul tersebut. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. karena menganggap sebagai konflik intern keraton.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. Akan tetapi. Speelinan pun mengusulkan. serta berhasil merebut dan mendudukinya. Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. segera dilumpuhkan. dan menyerang Arosbaya di Madura. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. Selanjutnya. la berkirim pesan kepada Speelman. sama-sama penganut garis keras. Selain itu. penumpasan gerakan Trunojoyo itu. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. Pusaka-pusaka Mataram. supaya Trunojoyo beserta sekutunya. tidak meneruskan gerakannya. Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. sebagai tebusan biaya perang. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. ia beserta mahkota Majapahit. menyeberangi Selat Madura. Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. Akan tetapi. Selanjutnya.

sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. karena Rangga Gempol III. menyingkirkan para kepala daerah setempat. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa.Kompeni. Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. pada bulan September tahun 1678. Bupati Sumedang. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. Akhir tahun 1678. untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. pada tahun 1680. Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama. mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. Rangga Gempol menggempur Sukapura. di bawah pimpinan Wiratanu. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan. Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. Situasi baru ini.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hubungan dagang Sumedang . Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. yang merupakan wilayah bawahan Banten. senapan. dengan mengerahkan 300 orang Talaga. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung. PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677. dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. Parakanmuncung dan Bandung. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya. dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur. melalui Kapten Hartsinck. peluru dan mesiu. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656. telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten. Selanjutnya. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun. sehingga memperoleh bantuan meriam. yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. sebagal pembayar hutang biaya perang. penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. Sebagai langkah awal. namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker. Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane.F.

di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. Rangga Gempol kembali berkuasa. sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. Ambisi Sultan Haji yang amat besar. serta orang-orang Belanda lainnya. Kabupaten Cianjur. Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram. untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin.Cakrayuda. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. hanya berlangsung kurang dari dua tahun. bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. Sebab. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri. Potensinya masih kecil. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. justeru muncul dalam kesempatan tersebut. peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. la labil dalam sikap. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. Secara politis. sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677. Sultan Haji. tanpa kajian yang mendalam. Akan tetapi. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. la senang meniru perilaku orang Belanda. adalah menantu Bupati Bandung. Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. Akhirnya. Sultan Ageng Tirtayasa. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda. Caeff. sehingga bukan merupakan ancaman berarti. Sementara itu. yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. yang berkedudukan di Pamanukan. Tetapi yang paling membahayakan negara. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. mudah terpengaruh bujukan orang. adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. di daerah Indramayu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. Pendudukan Banten atas Sumedang. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten.

perunding dan panglima perang. karena gangguan gerilya Banten. Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. Akan tetapi di darat. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. ia orang Kompeni Tulen. tanpa persiapan yang benar-benar matang. dan Perjanjian Japara untuk Mataram. lengkap dengan keadaan politik. karena ia meninggal pada bulan November 1681. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. telah akrab dengan iklim tropic. Wajar bila Vlekke dalam bukunya. Sikap licin seorang pedagang ulung. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam. Akhirnya. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n . namun lincah dan tak senang diam. tetap rawan. Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. Oleh karena itu. la tidak berani. Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. Watak dan keuletan Speehnan. dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. Rijcklof Volckertsz van Goens. Banten. terbawa mati. terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. Pada saat-saat perang sedang berlangsung. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. pasukan Banten masih terlalu tangguh. menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar. semakin meruncing. Belanda kelahiran Rotterdam itu. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. Speelman mematangkan situasi.Kompeni Belanda sudah merasa kesal. Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. la sangat memahami. tubuhnya kekar. menjadi penguasa wilayah". Speelman mengetahui. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. terpaksa menahan diri. untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten. ia menyusun catatan pertempuran. Dari "tiga serangkai Kompeni".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Keamanan kawasan di sekitar Batavia. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. Untuk kepentingan Kompeni. ia berani mempertaruhkan nyawanya. Dalam sehari. Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. Berkat pengalamannya sebagai pedagang. dalam pertempuran di laut. la cerdas dan cerdik. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645.

yang ditempati oleh Sultan Haji. tiba di Pelabuhan Banten. ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia. Padahal. Tugas van Dijck yang sesungguhnya. Sultan Haji menawarkan perdamaian. dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. 161 | S e j a r a h K e r a j a a n . berjalan mulus. Mereka adalah: Kapten Hartsinck. Sehingga. melainkan sebagai "penolong". sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. yang menempati Istana Surasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan. disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai".Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. pada tanggal 8 Januari 1681. pasukan bantuan Kompeni Belanda. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya. oleh Jacob van Dijck dan Caeff. di bawah komando Saint Martin. membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. di bawah komando Kapten Tack. komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. sebagai perunding ulung. anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. Selanjutnya. pada malam 26 Februari 1682. Kapten Tack. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. Pertahanan daerah Angke-Tangerang. Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. ialah menghasut Sultan Haji. padahal di benteng "Batavia". dan Saint Martin. Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda. Van Happel. Akan tetapi. Sementara itu. mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. agar lebih berani mengadapi ayahnya. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Speelman mengutus Jacob van Dijck. Sloot. Dengan dalih. van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680. pada tanggal 16 Maret 1682. dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. Sistem politik adu domba. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu.

Hingga bulan Agustus 1682. melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya. mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. Serbuan pasukan Hartsinck ini. Pasukan gabungan ini. yang berisi bujukan dan permohonan. mencoba mempertahankan daerah tersebut. memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. meriam tempur Hartsinck. Akan tetapi. pasukan darat dan laut Banten. pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. bergerak menuju Tirtayasa. mundur menuju Tanara. berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. sehingga terjadi stagnasi. Sedangkan di Tanara. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. berhasil merebut Pontang. turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji. Hartsinck mempersiapkan serangan baru. Di Tanara. Pada awal Maret 1683. di sebelah selatan Tirtayasa. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. yang berada di Keraton Surasowan. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung. Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan. dengan perhitungan yang matang.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. Pasukan gerilya Banten. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. Selanjutnya. Dari ibukota Surasowan. mulai menembus keraton Tirtayasa. memasuki keraton Surasowan. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. Beberapa hari kemudian. disambut baik dengan penuh rasa hormat. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. oleh Sultan Haji. Saat itu. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia. Di tempat itulah. armada darat dan laut Kompeni Belanda. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. Sementara yang lain menunggu di Sajira.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pada bulan November 1682. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. Akhirnya. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack. Pada tanggal 28 Desember 1682. Pada bulan Oktober 1682. utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . bergerak menuju ke Tirtayasa.

Banten mencapai masa kejayaan. sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa. 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. Sultan Haji tidak berdaya. Bahkan. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692. dalam berbagai sumber. yang diberikan rakyat Banten kepadanya. lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir. sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". mencoba memodernkan negaranya. agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan. menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. Tanpa ragu-ragu. Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya. Penangkapan itu. terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. Sultan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Seperti juga raja Makasar. Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Akan tetapi. Akan tetapi. dan Perancis. ia menyebutkan. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan. Pada saat itulah. ialah musuh besar Kompeni Belanda. la dihormati dan disegani oleh lawannya. Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa. mereka merasa senang. adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. telah berhasil memikat para pedagang Inggris.Keraton Surasowan. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa. Selanjutnya dalam catatan Vlekke. Menurut pengamatannya. Sehingga. Denmark. Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. Kemungkinan besar. Mungkin saja. bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. Karena terbukti. serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara".

setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. Satu tahun lamanya. Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. Muhammad Ismail. Sultan Ageng Tirtayasa. Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. dari manapun asalnya. Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Oleh sebab itu. Serang. ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. melakukan pelayaran ke Philipina. terdapat kesimpang-siuran. seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. Sultan Haji mengira. yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa. putera mahkota (Sultan Haji). sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob. yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten. Cina dan Arab. Akibat peristiwa penangkapan tersebut. pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. Orang berkata. Macao. dari sumber-sumber yang ada. Para pedangan India. disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. Hal itu justeru tetjadi. pada tahun 1677. melonjak naik. atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka. berada pada titik puncaknya. bukan sebagai "bangsawan niaga". Mungkin penunjukkan tahun 1672.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . Benggala dan Persia. penerbit Saudara. sebelum kedatangan orang Portugis. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. melanjutkan perjuangannya secara gerilya. Dalam tahap permulaan. akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. berakhir pada tahun 1683. Padahal. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983). la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. Disertai salah satu kapal milik Banten. dipimpin oleh para nakhoda Eropa. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. la pun menuntut hak. Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. Kesadaran politik inilah. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”. yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia.Atas bantuan orang-orang Eropa.

yaitu Pangeran Sake. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18. terdiri dari: Prof. jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. Drs. putera Pangeran Sake. edukatif. Karena nilai-nilai kepahlawanannya. untuk meneliti. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya. Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. dan lain-lain. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi. 3.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah dilakukan penelusuran.CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional. Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). jumlah korban pada pihak musuh. dibentuk tim. antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . tingkat volume lama perjuangan. kesulitan yang dialami.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah. No. Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. Edi S. ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa. Saleh Danasasmita (Anggota). Tim inti itu. dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda.M. Saini K. berdasarkan. Dr. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. G. yaitu Tubagus Mustafa. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. (Anggota). tanggal 8 April 1985. psikologis. Skep/182/N/1985. Salah satunya. diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional. penelitian. dan dukungan rakyat. Adik Sultan Haji. 4. Pada tahun 1985.direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. politis. Ekadjati (Ketua). atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984. luas wilayah perjuangan. Sprin. No. 2. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. artistik. dan Drs. 5. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara.

1. Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810). raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. Sri Baduga Maharaja. terukir oleh tinta emas sejarah. Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). Sultan Ageng Tirtayasa. gagah berani. di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683).T. Raden Alit Prawatasari. 5. Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi). 3. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723). dan 3. dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. antara lain: 1. yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. 4. serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. Perlawanan Bupati Sumedang R. Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah. Bagus Rangin. la raja yang bijaksana. 2. 8. Perlawanan rakyat Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon. Kini diorama dan patungnya. Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat. 2. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). Ketiga tokoh tersebut. *** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n .A. sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. Dari hasil seleksi pada waktu itu. 7. raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi. 6. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi). tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi). di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819).

memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diangkut ke museum pula. Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap. kendi itu dihilangkan. penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. ternyata sebuah yoni. karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". kecuali satu. yang menggambarkan Brahma. Agastya. Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali. semuanya dikirim ke Batavia. Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot. pada paro pertama abad ke-19.BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI .1984: 29). beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap. dua pakar yang terkenal. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie. Siwa. yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana. Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten. 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta.MELACAK RAJATAPURA I. Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. meniru bentuk janggut patung Agastya. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme. sekalipun orang Cina berkeberatan. Brumund dan Van Hoevell. antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya. Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang. Durga dan Ganesha.1996:101). Beberapa puluh tahun kemudian. bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara. Beberapa bulan kemudian arca itu. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). Pada wayang Kumbayana. melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel. untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. Arca itu. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan. menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin.

1996. Bila dikaji lebih dalam. adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu. Sayangnya. antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis. tuffa. kemudian dibahas oleh Yogaswara. Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda.500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. Pemujaan terhadap Agastya. Pada materi yang sama. apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. luasnya sekitar 17. Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung. Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M). apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka. ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari. kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut. bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada berbagai singkapan. gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. dalam Guillot. Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok. tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda. bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles). 104). Halwany Michrob. Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993). mengemukakan pendapatnya. antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. 1850. dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich. Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite.1993: 33). menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain. yang terletak di pesisir barat Pandeglang. antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang.Boleh jadi. Kedua-duanya.

(1996). Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik. seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya. Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan.1993: 33). Ketika bapaknya datang kepadanya. yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur. di Pulau Panaitan.1894 dalam Guillot. Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari. Bahkan dalam hasil penelitian lainnya. Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja. 1984: 3334). seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913). sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dikatakannya kepadanya. Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n . Selanjutnya. II. mengisyaratkan. Dalam pada itu. sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara. Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526. bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat.daerah ujung selatan Surnatera. MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah. dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman. Dengan demikian. 1978: 38). bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah. karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita.1996: 106). Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. dalam Michrob. memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari. baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli.1983: 33). dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara. dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan.

terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. di sekitar puncak Gunung Pulasari. Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. yang dibentuk serupa "makam". Batu Kiara Sarebu. dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. yang berserak di bawah cucuran air terjun. terdapat batu-batu yang dikeramatkan. konon milik Maulana Hasanuddin. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut. air di atas permukaan yang cekung tersebut. Di lokasi tersebut. Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. tidak pernah kering. sehingga dapat menampung air (nyangkrung). ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). ada semacam "gambar" ayam jantan. dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung.100).19y6. Menurut cerita rakyat Cilentung. Menurut cerita rakyat. Menurut cerita rakyat. Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. dahulu kala banyak terdapat pohon kiara. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah. 170 | S e j a r a h K e r a j a a n . tebal 10 centimeter. merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. menurut cerita rakyat. Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi. Pada hemat kami. pipih. Di lokasi Batu Kiara Sarebu. Patut disayangkan. Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi. Uniknya. Batu Sanghiyang Kotok.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja. Batu Kiara Jingkar. Batu Cangkrung. Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari. Ayam jantan tersebut. ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor. ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu.dicari". Batu Cangkrung. Untuk membuktikan kebenarannya. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. antara lain: Batu Sanghiyang Arca. Kekeramatan batu tersebut. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa. Batu Kiara Jingkar. menurut cerita rakyat. Air Terjun Curug Putri. oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa". air terjun Curug Putri.

1996). dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. kelihatan pula. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda.Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari. akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut. Makam yang satunya lagi. Di bagian lain. Di lokasi puncak Rincik Manik. Selain tempat-tempat keramat biasa. terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam". Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam.300 meter hingga 1. sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n . berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot. Makam yang pertama. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari. membujur arah timur-barat. lengan-lengan dan kelamin lelaki. tetapi hampir tidak menonjol.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. ketika diukur menggunaltan kompas. yang ditinggallkan wisatawan lokal. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik. pada ketinggian antara 1. Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal. Di lokasi itu. Uniknya. juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. nampak gosong. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar. Di lokasi puncak Rincik Manik. banyak sampah-sampah berserakan. kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. terdapat dua tempat yang dikeramatkan. Bahkan batu-batuan yang ditemukan. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. membujur arah utara-selatan. Hal itu. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. Mungkin. Di lokasi puncak Roncang Omas.346 meter di atas permukaan laut.

tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang. antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri. Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda. dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia. Haris Sukendar. Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs.. Di daerah Lampung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek. dikemukakan antara lain sebagai berikut: .1985: 92). Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek. Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar. menerangkan makna dan fungsi menhir. dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja". Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1. yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono. dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938).1996:100). dan belum dikerjakan (Sukendar. Mungkin Guillot kecewa. mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur). Jawa Barat. "primitif" dan "kampungan"./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n . 1981/1982: 247). Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang. Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot..bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang.

Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali. namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte. yang menjadi tujuan terakhir. Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu.. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir. Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung. ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu. Mereka memohon kepada nenek-moyang. dengan mengucapkan mantra.. rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya. Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik. mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme. mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu. tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan. Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang". Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa. yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang.wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//. bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka. antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas.1984: 42). yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda. Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan. banyak sekali. lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan. Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai. Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan. Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran.

Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. Dihitung secara geologis. Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. Batu Goong. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. Lokasi di Desa Batulingga. lokasi di mata air Cihanjuran. antara lain berupa menhir: 1. Batu Pahoman. Kecamatan Menes. Sanghiyang Arca. dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). debu. Gunung Karang. Cicaringin dan Cibangangah. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada. Lokasi di Desa Banjarnegara. Kecamatan Saketi. 2. Sanghiyang Dengdek. Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. juga Gunung Aseupan. sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau.1984: 42). 4. Sanghyang Healeut. Kecamatan Saketi. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. 9. Kecamatan Mandalawangi. Berdasarkan kajian geografi sejarah. jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. Kecamatan Cadasari. Batu Lingga. oleh arus deras sungai Cibama. Jumlah 3 buah menhir. Cilabuan. membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. Kecamatan Banjar. Batu Rincik Manik. pada masa 2000 tahun yang silam. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. Lokasi di Kampung Pahoman. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. Gunung Pulasari. Batu Cihanjuran. Kecamatan Cimanuk. Desa Pasirpeuteuy. Desa Sanghyangdengdek. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Lokasi di Desa Sukasari. Posisi di puncak Gunung Pulasari. Terhanyutnya pasir. Makam Gunung Cupu. 8. yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat".nenek-moyang. 7. terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud. Lokasi di Desa Gunungcupu. 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kecamatan Saketi. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut. kerikil dari letusan gunung. 5. Lokasi di Kampung Kaduhejo. 3. keadaan pantai barat Pandeglang. 6. Desa Cikoneng. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang.

1786. Kecamatan Saketi. Batu Tumbung. di antaranya: 1. Desa Palanyar. Kecamatan Saketi. masih terdapat gejala religi "agama masa silam".III. Batu Kuda I. van Tricht. 5. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy.1929: 47). dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal). Lokasi di Kampung Baturanjang. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk. Djajadiningrat. Kecamatan Cimanuk. Batu Saketeng. Batu Notod. 4. orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. Batu Ranjang. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. 11. 7. Hal ini diperkuat oleh laporan RA.A. Kecamatan Cimanuk.A. Kecamatan Cimanuk. Batu Cangkrung. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Batu Tongtrong. Batu Sanghiyang Kotok. diduga memiliki nilai kepurbakalaan. Bupati Serang tahun 1908. 12. Lokasi di Desa Palanyar. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. dalam laporan resminya (1908 no. Desa Palanyar. 10. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di Desa Saketi. Kecamatan Saketi. Lokasi di Kampung Cibulakan. Kecamatan Cimanuk. Batu Qur'an. Di kawasan Popinsi Banten. Kecamatan Cimanuk. 3. 2. Batu Keris dan Bata Teko. Batu Kolam Citaman. Lokasi di Desa Parigi. Kecamatan Saketi. Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain. Kecamatan Menes. 3. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan. Batu Kasur. 6. Lokasi di Desa Parigi. Batu Pangsalatan. Batu Pangasaman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain: 1. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi. Kampung Sampalan. Lokasi di Kampung Nembol. 9. antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. Batu Kuda II. Desa Parigi. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk. Kecamatan Mandalawangi. 2. Lokasi di Kampung Cidaresi. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lokasi di Desa Sukasari. ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. 8.

1984: 43). Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada. Namun. Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten. Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna. Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir. Bagi mereka. Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima.disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan. namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902). tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya. Walaupun kurang terdapat keterangan terinci. watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis. dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak. van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy.1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk. sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita. sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan. berupa peninggalan dari masa pra-Hindu. diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku. bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha. Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa. Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis. Keterangan peninggalan tersebut. akrab. antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen.

yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot. antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. Tidak menutup kemungkinan. Sang Pencipta Roh. Wisnu. Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang). terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur). Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma. kemungkinan besar pernah tersingkir. maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). mengemukakan pendapatnya. Iswara. dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. "ratu bakti di dewata. 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. niskala = gaib). sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja". Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan. Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna. Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita. Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek. Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib). 1984:41). dewata tunduk kepada hiyang).pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm. Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter. Kemungkinan-kemungkinan itulah. Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob.1993: 5-6). dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala. jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme. Jadi hiyang-lah yang paling tinggi. kemungkinan ada unsur kesengajaan. yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari. dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan".j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar.

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Anutan mereka sekalian Waisnawa. Sang Raja membuat candi. Karena sekalian warga masyarakat. menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai. berdagang. Ada yang memuja Hyang Siwa.. di antaranya berburu di hutan pegunungan. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa. bertani dan sebagainya. yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera. Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan. Ada yang memuja Hyang Ganayana.// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengharapkan hidup lanjut dan selamat. Oleh karena kekunoannya itulah. dipelihara dan sangatlah baik karenanya. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari". Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n . seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot. mengusahakan pelayanan. Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. Kekunoan arca-arca tersebut. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan.. Sanghyang Agatna senantiasa dihormati. Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya. ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta. . Ada yang memuja Siwa-Wisnu. juga Hyang Wisnudewa.warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//... Adapun mata pencaharian warga masyarakat. sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda. Golongan ini banyak pengikutnya...

1984). menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan bahkan nama kerajaan itu.mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)". berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu. dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot. Sedangkan Palembang sekarang. Kutipan tersebut sangat berharga. Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot. Guillot menjelaskan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . beserta beberapa arca lain yang bergaya lama. untuk sementara belum dapat dipastikan.1984:13). memberikan kepastian lokasi. hingga mencapai 8-9 kilometer. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni. pada bagian lain. Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane. sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada. di bagian Pulau Jawa yang paling barat. Saleh Danasasmita. telah ditemukan di daerah Banten. sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita. Oleh karena itu. yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno. terdapat pada bagian akhir (kesimpulan). antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta.1996:103). antara abad ke-7 hingga abad ke-11. Banten sebelum masa Pajajaran. penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah). daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni. Kota Palembang di Sumatera Selatan. sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu. Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga). posisinya jauh dari garis pantai. Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut. Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia.1996:108). ia menulis tentang arca Ganesha. berada tepat di pantai. dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. sehingga hilang keunikan tempat asalnya. karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang. Akan tetapi. Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam.

dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura.1980:13). kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai. posisi kota kecamatan Mandalawangi. terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta.5 cm). yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . lebar 18 cm. terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . Oleh karena itulah. ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu).//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat. ditinjau dari segi pertahanan keamanan... Di salah sate permukaan batu itu.garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. Kemungkinan besar. titik terbesar yang berbentuk persegi empat. terindikasi adanya beberapa ketepatan. bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. Barmawijaya (akhli geologi). tinggi 9. sangat strategis. dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. juru pelihara Burhan. Begitu pula hal yang sama. bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi. Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. didukung oleh pendapat Dedi M. Secara kebetulan. parwa I sarga 1. (terletak) di tepi laut. berada di tengah-tengah. berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. Kemungkinan tersebut. Setelah dicoba dikaji-bandingkan. berada di pesisir barat Pandeglang. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938). Burhan menyebutnya "Batu Peta". di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi). terungkap sebagai . menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm.. Posisi kota Kecamatan Mandalawangi. halaman 154. sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan. Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta". saat ini (18 Maret 2001). Kemudian. bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang.

posisi Mandalawangi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara. diduga kuat. Gunung Aseupan dan Gunung Karang.benteng alam: Gunung Pulasari. Oleh karena itu. 184 | S e j a r a h K e r a j a a n .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->