Anda di halaman 1dari 4

12/21/12

Home Daftar Isi

Islam Will Dominate: Analisa CIIA: Donasi Gerakan Islam dapat terkena sanksi melebihi kejahatan Korupsi
About Our Ideology Islam vs Kufr Recent Comment Stay Connected

Kajian Utama

Nasional

Internasional

Analisis

Kristologi

Konspirasi

Mercusuar

Contents

Wallpaper Islami
Follow us on Twitter

Mobile Version

RSS Feed

Join us on Facebook

01:05 - (Video) Mujahidin FSA rebut wilayah perbatasan Suriah Lebanon


Home / Densus 88, nasional / Analisa CIIA: Donasi Gerakan Islam dapat terkena sanksi melebihi kejahatan Korupsi

ANALISIS
Apa Benar Penguasaan Energi oleh Asing Bermanfaat Bagi Rakyat? Antara Anak-anak Syam dan Anak-anak Amerika Perda Miras Label "Terorisme" kedok AS untuk aborsi dan membajak Revolusi Suriah Revolusi Suriah: Beberapa Skenario Yang Mungkin Terjadi Noda Hitam Perda 2/2012 Analisis : Takut Negara Islam Tegak , Amerika Tuding Mujahidin Suriah Teroris ! Tantangan Perekonomian Indonesia di 2013 Senjata Kimia Suriah dan Intervensi Asing

Terbaru

Terpopuler

Recent Comment

Analisa CIIA: Donasi Gerakan Islam dapat terkena sanksi melebihi kejahatan Korupsi
Posted by Hisyam Ad dien Densus 88, nasional 3:13 PM

JAKARTA -Terkait upaya legislasi "RUU Tindak Pidana Pendanaan Teroris" yang tengah digodok oleh Pansus DPR RI. Menurut Direktur The Community of Ideological Islamic Analisyst (CIIA), Harits Abu Ulya, ada beberapa catatan kritis dari hasil kajian yang dilakukan terhadap draft RUU tersebut. Pertama, sejatinya RUU ini komplement atau pelengkap dari Undang Undang yang ada terkait pencegahan dan pemberantasan tindak pidana terorisme (UU no 15/2003). Dan ini satu paket dengan 4 Undang Undang lainya, yaitu; Undang Undang intelijen yang sudah disahkan, Undang Undang Teroris yang dalam proses revisi, RUU Kamnas, dan Undang Undang Ormas yang juga mau direvisi. "Dan kemudian secara khusus diarahkan kepada kontra-terorisme dalam ragam Undang Undang tersebut. Serta diharapkan bisa mengabsorsi substansi penindakan terorisme yang lebih efektif,"Kata Harits kepada arrahmah.com, Jum'at (21/12) Jakarta. Dasar pijakan pembuatan Undang-Undang tersebut berada pada 8 point yaitu; Kelemahan intelijen (dan solusinya ini sudah dirumuskan dalam Undang Undang Intelijen), Masa penangkapan dan penahanan yang terlalu singkat (dan ini perlu diperpanjang di UU yang baru), Perbuatan awal yang mengarah kepada aksi teror yang belum dapat ditindak (dan ini mengarah kepada kriminalisasi pemikiran/pendapat/ konsep), Ancaman hukuman terhadap teroris terlalu ringan (dalam UU revisi akan diperberat), Perlu ada pengadilan khusus tipiter (tindak pidana teroris) dan terpusat, Pelibatan TNI berdasarkan UU TNI No 34/2004 dan UU Polri No2/2002.7 , Deradikalisasi dengan melibatkan instansi terkait seperti depag dll, Memutus aliran dana atau pendanaan. "Dalam RUU yang lagi ditangani pansus dan masuk tahapan dengar pendapat, mereka mengharapkan bisa mempersempit ruang gerak teroris dengan memutus semua akses pendanaan yang memungkinan," ungkap Harits Kedua, lanjut Harits, dalam kajian atas draft RUU ini pemerintah hendak memberangus individu atau korporasi atau juga kelompok yang di cap teroris.Dan

JAKARTA -Terkait upaya legislasi "RUU MELBOURNE - Rencana pembangunan Tindak Pidana Pendanaan Teroris" yang tengah digodok masjid di dekat gereja di kota Melbourne, Australia, oleh Pansus DPR RI. Menurut... menghadapi penentangan dari orang-orang...

Analisa CIIA: Donasi Gerakan Rencana pembangunan Islam dapat terkena sanksi masjid di Melbourne hadapi melebihi kejahatan Korupsi serangan Islamophobia

Oleh Sebagian Kalangan Kristiani, Natal Dianggap Bidah


Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada dalam Bibel dan Injil. Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun...

Pemilu 2014, PKS Siap Gandeng Caleg Kafir


Jakarta : Jelang Pemilu dan Pilpres 2014 mendatang, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menegaskan,...

Wah, 21 Juta Remaja Indonesia Sudah Berhubungan Seks


Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan persoalan seks bebas di kalangan remaja sudah dalam tahap...

Al-Hujurat ayat 13 Bukan Dalil Keabsahan Negara Bangsa


Nasionalisme dan batas-batas negara bangsa merupakan corak yang mew arnai peta politik kulit bumi pada hari ini, termasuk...

Tentara Teroris AS Membunuh 16 Warga Afghanistan


Anggota tentara Amerika serikat menjadi terdakw a karena telah membunuh 16 w arga desa Afghanistan dalam insiden penembakan ,maka sanksi...

Translate
Select Language
Gadgets powered by Google

Berani Minum Khamr/Bir? Siap-Siap Kerusakan Liver


Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah, Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi...

Pakistan ciptakan drone untuk menargetkan "militan"?


ISLAMABAD - Industri Pertahanan Pakistan membangun pesaw at tanpa aw ak yang diharapkan akan menjadi drone domestik yang akan...

www.globalmuslim.web.id/2012/12/analisa-ciia-donasi-gerakan-islam-dapat.html

1/4

12/21/12

Islam Will Dominate: Analisa CIIA: Donasi Gerakan Islam dapat terkena sanksi melebihi kejahatan Korupsi

"nafsu" ini berdiri diatas paradigma yang salah kaprah sejak awal serta bahkan sangat terkesan ini adalah langkah penyelarasan atas proyek global Barat yang bernama WOT(war on terroism) yang sangat pejoratif tendensius menjadikan umat Islam sebagai musuh dan bidikan. Ketiga, dalam RUU ini memuat pasal karet, karena banyak frase "patut diduga".Dan seseorang/korporasi/lembaga bisa dikenai UU ini hanya karena alasan patut diduga mendanai aksi teror baik secara langsung ataupun secara tidak langsung. Dan yang keempat, bahkan dalam pasal 9 ayat 4 begitu rentannya disalahgunakan oleh lembaga keuangan (lebih dari 18 jenis) untuk memfitnah seseorang atau korporasi atau juga lembaga dengan alasan "patut diduga" kemudian melaporkan ke PPATK dengan delik tindak pidana terorisme. "Ini cara-cara jahat, melibatkan banyak pihak dengan parameter yang kabur,"lontarnya. Kelima, menurutnya terkesan pula pemerintah seperti "perampok" atas aset korporasi jika mereka tertuduh terlibat dalam pendanaan aksi teror secara langsung ataupun tidak, dapat dilihat pada pasal 6 ayat 5d dan e. "Dalam kejahatan besar saja korupsi tidak diterapkan pasal ini, padahal korupsi juga melibatkan persekongkolan banyak orang dengan sebuah perusahaan atau departemen," ungkapnya. Keenam, Harits menjelaskan, jika dicermati pada pasal 1 ayat 7b juncto pasal 22 ayat 1b.menunjukkan Indonesia mengacu kepada guiden (arahan) asing untuk menentukan apakah individu/kellompok/korporasi masuk kategori teroris atau tidak. "Dan ini bukti Indonesia tidak independen dalam isu terorisme tetapi mengekor kepada kepentingan asing,"tegasnya Dan terakhir, lebih parah lagi menurutnya, semua substansi RUU ini berdiri diatas definisi "teroris" yang kabur dan sangat politis.Sampai hari ini kelompok Islam yang mengusung Islam sebagai ideologi menjadi sasaran dengan berbagai rekayasa dan kriminalisasi atas nama drama terorisme. Dan ini adalah kepentingan Barat yang diaminkan pemerintah Indonesia yang sekuler. Di samping penjelasan Menkeu Agus Marto lebih mempertegas (secara implisit) bahwa RUU ini dibuat untuk mengikuti kepentingan asing sekalipun alasanya untuk meningkatkan bargaining ekonomi Indonesia dipentas dunia. "Indonesia terlalu jauh masuk dalam kubangan perang melawan teroris versi Barat yang dikomandani AS," tutur Harits Ia pun menghimbau agar Umat Islam, para ulama dan tokohnya agar melekmelihat keadaan yang terjadi. Wa bil khusus para cerdik pandainya. Karena menurutnya, hal ini merupakan kezaliman sistemik melalui regulasi sehingga harus dilawan. Bisa jadi muslim Indonesia yang sumbang Rakyat Palestina dan Suria misalkan, bisa kena Undang Undang ini hanya karena di sana ada Hamas dan Jabhah an Nusroh yang di cap oleh AS atau PBB sebagai teroris. "Dan itu hanya berdasarkan pasal karet dengan frase "patut diduga" menyumbang untuk aksi teror baik langsung ataupun tidak langsung,"pungkas

www.globalmuslim.web.id/2012/12/analisa-ciia-donasi-gerakan-islam-dapat.html

2/4

12/21/12

Islam Will Dominate: Analisa CIIA: Donasi Gerakan Islam dapat terkena sanksi melebihi kejahatan Korupsi

Harits. (bilal/arrahmah/www.globalmuslim.web.id)

Share :

Suka

Tw eet

Tulisan Terkait lainnya:


Densus 88
Penangkapan Santri, Proyek BNPT dan Densus 88 Penangkapan Santri: Upaya Pembusukan Pesantren Guna Meberangus Dakwah Penangkapan Aktivis Masjid di Sukoharjo, untuk Pembenar Solo Pusat Teroris dan Kebencian pada Islam Penangkapan Aktivis Masjid di Sukoharjo, untuk Pembenar Solo Pusat Teroris dan Kebencian pada Islam Beberapa Kejanggalan Seminar Terorisme di Solo Tuduhan Islam Pemicu Terorisme Sarat Kepentingan Peguasa Yang Nembak dan Bunuh Polisi di Papua, Kenapa Tak Disebut Teroris? BNPT bentuk Forum Anti Teroris di Medan Sikap Hipokrit BNPT dan Densus 88 dalam Pemberantasan Terorisme

nasional
Penangkapan Santri, Proyek BNPT dan Densus 88 Budaya Natal Ancam Akidah Umat Apakah Milisi Asing Bermain di Papua? Teroris OPM Sewa Pembunuh Bayaran Internasional? Terduga Teroris di Dor, Tersangka Makar Papua di Bebaskan..Tanya Kenapa..? Yang Nembak dan Bunuh Polisi di Papua, Kenapa Tak Disebut Teroris? Sikap Hipokrit BNPT dan Densus 88 dalam Pemberantasan Terorisme CIIA: Bunuh Tiga Polisi, Kenapa Kelompok Separatis Papua Tidak Disebut Teroris ? Sidarto: RUU Kamnas Patut Dicurigai

0 comments for Analisa CIIA: Donasi Gerakan Islam dapat terkena sanksi melebihi kejahatan Korupsi

Leave comment

Etryu cmet. ne or omn..

Comment as: Rizky Muhammad Faisal (Google) Publish Preview

Sign out Subscribe by email

Newer Post

Home

Older Post

www.globalmuslim.web.id/2012/12/analisa-ciia-donasi-gerakan-islam-dapat.html

3/4

STAY UPDATED
Konferensi Rajab 1432 H Foto Kegiatan Multimedia Seputar Syariah Tanya Jawab Kantor Jubir Agenda Dakwah Tentang Khilafah E-Book Mutabbanats

FEATURED LINKS
Khilafah Movement Hizbut Tahrir Media Office Hizbut Tahrir Indonesia Hizbut Tahrir Pakistan

ADVERTISEMENT

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Template Modification by Jawara.web.id