Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGAMBILAN SAMPEL TANAH PEMERIKSAAN KUALITAS FISIK TANAH


Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah PTPSP

Disusun oleh : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Laila Khusnul Kotimah Leo Muhammad R Mira Firdianti Mufti Afrizal Muhammad Andy Firmansyah Nimas Nurida Noor Fadli Nur Hidayati Ratna Dwi Yulintina P07133111020 P07133111021 P07133111022 P07133111023 P07133111024 P07133111026 P07133111027 P07133111028 P07133111029

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN 2012

PENGAMBILAN SAMPEL TANAH DAN PEMERIKSAAN KUALITAS FISIK TANAH A. WAKTU PELAKSANAAN Hari, tanggal : Jumat, 2 November 2012 Pukul Tempat : 09.00 10.30 WIB : samping Laboratorium Dasar Keperawatan

B. TUJUAN 1. Mengetahui teknik pengambilan sampel tanah dan pemeriksaan pH, suhu serta kelembaban tanah. 2. Mengetahui pH, suhu dan kelembaban tanah yang di periksa.

C. DASAR TEORI Tanah adalah suatu benda alami heterogen yang terdiri atas komponen-komponen padat, cairan, dan gas, mempunyai sifat serta prilaku yang dinamik. Sifat dinamik tanah tersebut karena tanah merupakan system yang terbuka dengan terjadinya proses pertukaran bahan dan energy secara berkesinambungan (Palar, 1994). Yang membuat tanah itu subur diantaranya pelapukan lanjut, bahan mineralogi, kapasitas pertukaran kation (KPK) yang tinggi, kelembaban air, pH netral dan kelebihan garam. Tanah yang sehat memiliki kemampuan untuk menyimpan dan memproses jumlah yang menakjubkan air. Rendahnya kualitas, habis tanah, di sisi lain, hanya tidak akan menahan air dan akan, pada gilirannya, meninggalkan tanaman yang tinggi dan kering dan akhirnya mati. Mereka kunci untuk sehat, tinggi kualitas tanah adalah banyak bahan organik, sesuatu yang terbentuk oleh organisme hidup. Dengan menambahkan bahan organik ke tanah, kita akan secara dramatis meningkatkan kemampuannya untuk menahan dan mengatur air.
2

Tanah bersifat sangat penting bagi kehidupan, sehingga perlindungan kualitas dan kesehatan tanah sebagaimana perlindungan terhadap kualitas udara dan air harus sangat dijaga. Namun banyak faktor yang dapat menurunkan kualitas dan kesehatan tanah tersebut, misalnya kadar hara yang terkandung dalam tanah, vegetasi, iklim, sifat fisik dan kimia tanah. Kualitas tanah itu sendiri dapat didefinisikan secara umum sebagai kemampuan tanah untuk menghasilkan produk tanaman yang bergizi dan aman secara berkelanjutan, serta meningkatkan kesehatan manusia dan ternak, tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap sumberdaya dan lingkungan. Faktor yang mempengaruhi kualitas tanah pada bagian fisiknya adalah tekstur tanah, bahan organik,agregasi, kapasitas lapang air, drainase, topografi, dan iklim. Sedangkan yang mempengaruhi pada bagian pengolahannya adalah Intensitas pengolahan tanah, penambahan organik tanah, pengetesan pH tanah, aktivitas mikrobia dan garam. Dalam penentuan kualitas tanah, harus memperhatikan banyak faktor, salah satunya yaitu sifat tanah (fisik, biologi, dan kimia). Oleh karena itu, sangat penting untuk mahasiswa melaksanakan praktikum kualitas tanah, yaitu dengan menjadikan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah sebagai parameter yang diamati. Pengambilan sampel tanah merupakan tahapan terpenting di dalam program uji tanah. Hal- hal yang perlu diperhatikan : 1. Jangan mengambil contoh tanah dari galengan, selokan, bibir teras, tanah tererosi sekitar rumah dan jalan, bekas pembakaran sampah/ sisa tanaman/ jerami, bekas penimbunan pupuk, kapur dan bahan organic, dan bekas penggembalaan ternak. 2. Permukaan tanah yang akan diambil contohnya harus bersih dari rumput- rumputan, sisa tanaman, bahyan organic/ serasah, dan batubatuan atau kerikil.

3. Alat- alat yang digunakan bersih dari kotoran- kotoran dan tidak berkarat. Kantong plastic yang digunakan sebaiknya masih baru, belum pernah dipakai untuk keperluan lain. pH tanah atau tepatnya pH larutan tanah sangat penting karena larutan tanah mengandung unsur hara seperti Nitrogen (N), Potassium/kalium (K), dan Pospor (P) dimana tanaman membutuhkan dalam jumlah tertentu untuk tumbuh, berkembang, dan bertahan terhadap penyakit.Jika pH larutan tanah meningkat hingga di atas 5,5; Nitrogen (dalam bentuk nitrat) menjadi tersedia bagi tanaman. Di sisi lain Pospor akan tersedia bagi tanaman pada Ph antara 6,0 hingga 7,0. Dalam pemeriksaan pH tanah di lapangan dapat menggunakan pH soil tester atau indikator larutan maupun kertas pH. D. ALAT DAN BAHAN 1. Auger 2. Termometer 3. pH soil tester 4. Kantong plastik 5. Sekop 6. Sarung tangan 7. Helm kerja 8. Masker 9. Kertas Label 10. Alat tulis dan buku catatan

E. CARA KERJA 1. Menyiapkan alat dan menentukan lokasi yang akan digunakan dalam pengambilan sampel tanah. 2. Membuat lubang pada tanah sedalam 20 cm menggunakan auger.

3. Mengambil tanah yang menempel pada auger dengan sekop kecil, kemudian memasukkannya ke dalam kantong plastik. 4. Melakukan pelabelan pada kemasan sampel. 5. Melakukan pengukuran suhu sampel tanah dengan memasukkan termometer ke dalam lubang yang telah dibuat. 6. Mencatat hasil pengukuran. 7. Melakukan pengukuran pH dan kelembaban dengan memasukkan pH soil tester ke dalam lubang tanah selama 5 menit. Untuk pengukuran kelembaban dengan cara menekan pH soil tester terus menerus, angka kelembaban ditunjukan oleh warna hijau (warna yang ada sesuai merk alat). 8. Mencatat hasil pengukuran.

F. DATA HASIL PENGAMATAN Dari praktikum yang dilakukan, diperoleh data sebagai berikut: 1. Kelembaban tanah 2. Suhu tanah 3. pH tanah :1% : 26 oC :6

G. PEMBAHASAAN Kelembaban udara dalam tanah merupakan salah satu faktor penting dari pertumbuhan tanaman. Kelembaban yang berlebihan dapat

mengakibatkan akar tanaman menyerap banyak air dan cepat busuk, sedangkan kekurangan kelembaban pada tanah menyebabkan akar tanaman kekurangan air sehingga pertumbuhan tanaman tidak optimal. Kelembaban tanah yang diperoleh dari pengukuran tersebut sebesar 1 % Suhu tanah yang diperoleh dari hasil pengukuran ialah 26 oC, bila mengacu pada Tisdale and Nelson (1966) suhu tersebut belum mencapai suhu optimal tanah yaitu 30 oC. Tinggi rendahnya suhu di sekitar tanaman
5

ditentukan oleh radiasi matahari, kerapatan tanaman, distribusi cahaya dalam tajuk tanaman, kandungan lengas tanah (lengas = air yang terikat), serta aktivitas mikrobakteri. Suhu tanah yang rendah dapat mempengaruhi penyerapan air dari pertumbuhan tumbuhan. Jika suhu tanah rendah, kecil kemungkinan terjadi transpirasi, dan dapat mengakibatkan tumbuhan mengalami dehidrasi atau kekurangan air. Pengaruh dari suhu tanah pada proses penyerapan bisa dilihat dari hasil perubahan viskositas air, kemampuan menyerap dari membran sel, dan aktivitas fisiologi dari sel-sel akar itu sendiri. Dengan kata lain pada keadaan udara yang panas maka evaporasi air dari permukaan tanah akan semakin besar (Tisdale and Nelson, 1966). pH tanah merupakan salah satu sifat kimia tanah. pH tanah menunjukkan sifat keasaman dan alkalinitas tanah, dengan menunjukkan banyaknya konsentrasi ion hidrogen (H+) dalam tanah. Semakin tinggi kadar H+ dalam tanah semakin masam tanah tersebut. pH tanah berkisar antara 0 14 dengan pH 7 disebut sebagai pH netral, kurang dari 7 disebut dengan masam dan lebih dari 7 disebut dengan alkalis. pH tanah di Indonesia umumnya masam berkisar antara 4,0 5,5, sehingga tanah dengan pH 6,0 6,5 telah dikatakan baik, walaupun sebenarnya agak masam (Sarwono Hardjowigeno dalam Ilmu Tanah, 2003).

H. KESIMPULAN Dari praktikum yang dilakukan diperoleh pH tanah sebesar 6, hal ini menunjukkan bahwa tanah tersebut asam, dan untuk di Indonesia tanah tersebut masih tergolong tanah dengan pH yang baik. Dan untuk memperoleh ketersediaan hara yang optimum bagi pertumbuhan tanaman dan kegiatan biologis di dalam tanah, maka pH tanah harus dipertahankan pada pH sekitar 6,0 7,0.

I. LAMPIRAN

pH Soil Tester

Melubangi tanah menggunakan Auger

Pengambilan Sampel Tanah

Pengukuran pH dan Kelembaban Tanah

Pengukuran Suhu Tanah

Pemberian Label pada Sampel Tanah yang diambil

Sumber :
Agroteknologi usu. 17 Oktober 2011. http://omypane.blogspot.com/2011/10/suhutanah.html. Diakses pada tanggal 19 November 2012. Yohanes Pornomo. Yohanes.com. 9 Juni 2012.

http://yohannes1.blogspot.com/2012/06/hubungan-ph-tanah-dengankesediaan.html. Diakses pada tanggal 19 November 2012. Badan Lingkungan Hidup. Pengujian Kualitas Tanah.

http://blh.pinrangkab.go.id/index.php/kualitas-tanah. Diakses pada tanggal 22 November 2012.

10